Skip to main content

Memorandum edisi 28 November 2019

Page 1

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019

Uang Rp 650 Juta Diganti Bantal dan Keramik Komplotan Dukun Palsu Pengganda Uang Digulung

Surabaya, Memorandum Komplotan penipu dengan modus dukun pengganda uang diringkus anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Dalam  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

P ER S WAN DE

SERTIFIKA T

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

Petugas menunjukkan barang bukti.

Komplotan dukun palsu pengganda uang.

Kondisi bus Kramat Djati sebelum dievakuasi dan menjadi tontonan warga.

Oleh: Dahlan Iskan

L

ihat dulu ”kelas” kementeriannya. Lihat pula ”kelas” BUMNnya. Dari Menteri Kominfo ke Direktur Utama PLN harusnya tidak termasuk yang bisa disindir sebagai turun pangkat. Bahkan naik ”kelas”. PLN memang di bawah menteri. Secara struktur. Demikian juga Pertamina. Tapi dirut dua BUMN tersebut bisa dibilang tidak kalah kelas dengan menteri. Banyak kementerian yang anggaran jauh di bawah PLN atau Pertamina. Kalau ke Tiongkok saya sering diperkenalkan sebagai menteri kelistrikan.   Bersambung ke halaman 4

Petugas dibantu warga mengevakuasi para korban.

FOTO: ISTIMEWA

Antara Rudiantara

BUS KRAMAT DJATI TABRAK PEMBATAS JALAN TOL, 3 TEWAS, 28 TERLUKA

Terbalik, Terperosok ke Sawah 9,3 Kg Sabu Gagal Diedarkan

Gresik, Memorandum Bus Kramat Djati jurusan Jakarta-Surabaya kecelakaan di KM 718+600 tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), Rabu (27/11). Kecelakaan tunggal itu terjadi di Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom.

Empat Kurir Jaringan Sokobanah Ditembak

 Bersambung ke halaman 7 

Dugaan sopir bus mengantuk. Sebanyak 28 penumpang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Surabaya, Memorandum Meski sudah beberapa kali dilakukan penggerebekan, jaringan narkoba Sokobanah, Sampang, Madura ternyata masih tetap beroperasi.  Bersambung ke halaman 7 

IPDA YOSSY EKA PRASETYA Kanit Laka Satlantas Polres Gresik

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskoba Kompol Memo Ardian menginterogasi keempat tersangka. FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Satu Didor, Satu Tewas Dimassa Bekuk Empat Bandit Curanmor

Andri, Bagus, Iqbal berboncengan tiga mencuri Beat milik Utaryo, yang terpakir di halaman Masjid Al-Bayinah, Wonokusumo. Perbuatan mereka tepergok korban dan diteriaki maling. Iqbal berhasil ditangkap dan dimassa, sedangkan Andri dan Bagus ditembak di Sampang.

Bhabinkamtibmas Rabu Narsis Bareng Siswa Marshanda

Dituding Selingkuh MASALAH perselingkuhan di Indonesia, terutama melibatkan selebritis masih menjadi topik yang menarik untuk disimak. Kali ini nama Marshanda mendadak disebut-sebut dengan persoalan tersebut.  Bersambung ke halaman 7 

IS GR AF

: MEM

OR AN

DUM/A

ZIZ

Bhabinkamtibmas Polsek Kenjeran Aipda Dhanu Kriswana narsis bareng murid SD Hang Tuah di Jalan S Memet.

Surabaya, Memorandum Dalam rangka Rabu nongkrong bareng siswa (Narsis), Bhabinkamtibmas Polsek Kenjeran Aipda Dhanu Kriswana berkunjung ke SD Hang Tuah di Jalan S Memet, Rabu (27/11). Kedatangan polisi tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada siswa-siswi kelas III. Di antaranya  Bersambung ke halaman 7 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menginterogasi tersangka.

Verifikator Tak Harus Turun Lapangan Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016 Surabaya, Memorandum Ba d a n Pe m e r i k s a Keuangan (BPK) RI menemukan adanya dugaan kesalahan prosedur dari Pemkot Surabaya terkait kasus korupsi dana hibah jasmas.  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: ISTIMEWA

Surabaya, Memorandum Warga di sekitar Semampir akhirnya bisa bernapas lega. Ini setelah polisi membekuk komplotan bandit curanmor. Dari empat pelaku yang ditangkap,  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

KRONOLOGI KEJADIAN

Eddy Cristijanto

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

PERJALANAN MENUJU JALAN YANG LURUS DI BAWAH PANJI AGAMA Έ1Ή

Hamil Pertama seperti Diterbangkan di Atas Taman Berjuta Bunga + Meng, majelis hakim minta jaksa KPK segera memanggil Khofifah untuk bersaksi kasus korupsi Rommy. -

Bu tanyakan ke Rommy, ingatkah dirinya jargon katakan tidak pada korupsi?

Si Mameng (Gemes)

Hati Endang (24, bukan nama sebenarnya), warga Wiyung, berbunga-bunga saat dokter puskesmas memberitakan kehamilannya. Mendadak dunia berubah menjadi taman berjuta bunga. Indah dan wangi. Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Kegembiraan itu aku rasakan sekitar enam bulan silam. Aku bagai melayang di antara awan dan melihat di bawahku warna-warni hamparan bunga. Aku ingin segera membagikan berita gembira itu kepada suami dan orang tua,” kata Endang di kantor pengacara sekitar Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya, beberapa waktu lalu.

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

Makanya, begitu keluar dari ruang periksa dokter, perempuan berkaki jenjang ini spontan merogoh tas cangklong dan meraih HP di dalamnya. Sejurus kemudian beterbanganlah kabar gembira tadi ke orangorang tercinta. Respons kegembiraan balik menyambar hati Endang dan makin melambungkan kebahagiaannya. Kecuali  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Komisi A Larang Tower Bodong Beroperasi

IKM Tahu Deklarasi Stop Bahan Bakar Sampah Plastik Sidoarjo, Memorandum Puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu Desa Tropodo, Krian, Kabupaten Sidoarjo deklarasi stop menggunakan bahan bakar plastik untuk produksi tahu. Sebagai gantinya, mereka akan menggunakan wood pallet dan CNG atau gas. Ada enam point deklarasi yang disepakati antara pengusaha IKM Tahu, Kepala Disperindag Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo dan Bupati Sidoarjo, Selasa (26/11). Keenam point tersebut antara lain, tidak akan menggunakan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu, sebagai gantinya akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Tidak akan produksi yang berdampak pada pencemaran lingkungan, mentaati segala peraturan per UU yang berlaku, menjaga mutu dan kualitas tahu, dan mengurangi emisi gas buang pada produksi. Ketua Paguyuban, Komarudin mewakil 47 IKM Tahu Tropodo sepakat akan mengakhiri penggunaan plastik sebagai bahan bakar pembuatan tahu. Penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar memang dilarang pemerintah. “Menurut UU lingkungan dilarang. Penggunaan wood pallet menjadi solusi dan akan mengakhiri polemik pencemaran yang ada di Desa Tropodo,” kata Kadisperindag Jatim Drajat Irawan. Usulan penggunaan wood pallet sebagai alternatif bahan bakar disampaikan Bupati Saiful Ilah saat bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk penerapannya akan dirapatkan dengan Pemprov Jatim, karena terkait dengan permintaan pelaku usaha tahu yang mengajukan bantuan subsidi. “Yang menjadi sumber pencemaran adalah penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar. Dengan adanya alternatif bahan bakar wood pallet yang harganya cukup terjangkau akan jadi solusi yang diberikan Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim kepada pelaku industri tahu desa Tropodo,” kata Saiful Ilah. Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim berharap agar para pengusaha mentaati hasil deklarasi yang sudah disepakati bersama. Bila masih ada yang menggunakan plastik, maka sanksinya akan dilakukan penutupan usaha. “Kapan dimulai penerapannya, kita rapatkan dulu dengan Pemprov Jatim karena tadi ada permintaan subsidi harga wood pallet, yang jelas jika nanti sudah diterapkan dan masih ada yang pakai plastik makan pabriknya akan kita tutup,” jelas bupati. (dar/jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/WIN

kendala lingkungan, sehingga proses soal izin berhenti. Di tempat yang sama Sekertaris Komisi A Warih Andono menjelaskan temuanya, memang benar tower berdiri di atasTKD. Disewakan selama 11 tahun dan satu tahunya seharga Rp 75 juta. Total nilai sewa selama 11 tahun Rp 825 juta. “Ada dua macam aturannya. Yang pertama kalau sewa menyewa cukup desa tanpa persetujuan bupati dengan catatan menyewa selama tiga tahun dan pembayarannya tiap tahun. Yang kedua kalau pembayaran lebih dari tiga tahun, maka bentuknya kerjasama dan harus ada persetujuan bupati,” jelas Warih Andoko. Sementara itu Kades Desa Medaeng Abdul Zuri menuturkan, pihaknya akan mengikuti arahan dari Komisi A dan mengikuti aturan dan petunjuknya. “Ya kita ikuti, kita taati aturan dan petunjuk, secara Perda dan

Ketua, wakil, sekertaris dan anggota Komisi A DPRD Sidoarjo sidak di tower provider didampingi satpol PP, dan Kades Medaeng.

Pergub, arahan dari Komisi A yang sudah berupaya baik hearing di dewan kapan hari dan sidak hari ini. Kita akan sampaikan ke pihak yang mengerjakan, PT TGB (Tower Group Bersama) untuk patuh atas aturan yang sudah ada,” kata Abdul Zuri kepada Memorandum. Dalam sidak yang dilakukan dewan juga hadir dari pihak Satuan

Pol PP Sidoarjo. Namun Satpol PP tidak melakukan penyegelan meskipun sudah diketahui bahwa tower tersebut berdiri tanpa ada izin yang lengkap. “Kita dalam hal ini sifatnya melakukan pendampingan, bukan eksekusi karena belum ada perintah. Pengawas bangunan dalam hal ini pihak PU Cipta Karya wajib menda-

Ahli Waris H Rifai Sengketakan 83 Bidang Tanah Kades dan Camat Gelar Mediasi Sidoarjo, Memorandum Kades Cangkringsari, Ali Fikri SE bersama pihak Kecamatan Sukodono, diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Makhmud SE, menggelar pertemuan khusus. Yakni, mediasi antar ahli waris almarhum H Rifai, warga Dusun Jebug RT 14 RW 04 Desa Cangkringsari, Rabu (27/11). Untuk diketahui, H Rifai yang meninggal tahun 2018, meninggalkan harta benda kepada ahli warisnya, sebanyak 83 bidang tanah. Dijelaskan M Faisol SH. kuasa hukum dari Muhammad Jumain (salah satu anak H Rifai), bahwa semasa hidup H Rifai menikah dengan dua orang wanita. “Yang pertama adalah Siti Maryam dan yang kedua bernama Kosipah. Tapi tragisnya, Siti Maryam dan anak-anaknya tak mendapat satu bidang pun dari harta waris itu,” papar M Faisol. Pernikahan H Rifai dengan Siti Maryam dikaruniai tiga orang anak.Yakni, Khusnur Roji, almarhumah Lailayatin, dan Muhammad Jumain. Sedangkan pernikahannya dengan Kosipah, hanya dikaruniai satu orang anak. Masalah kemudian terjadi ketika H Riafi meninggal dunia 2018 silam. Kosipah, selaku istri kedua, diduga berusaha merebut seluruh harta peninggalan H Rifai yang berjumlah 83 bidang tersebut. “Ini memang sangat tragis, sampai buat makan saja, Mariyam merasa kesulitan. Bahkan diduga, KK (Kartu Keluarga) yang digunakan Kosipah diduga palsu dan dia juga menggunakan surat nikah aspal (asli tapi palsu),” jelas Faisol pada mediasi. Dalam pertemuan mediasi tersebut, akhirnya diketahui ada 11 bidang harta H

Suasana mediasi ahli waris H Rifai di Kantor Desa Cangkringsari, Sukodono.

Rifai yang sudah beralih tangan. Rata-rata, sebelas bidang itu dijual dengan cara di bawah tangan, lantaran Muhammad Jumain, salah satu ahli waris tak pernah dimintai tanda tangan. “Selanjutnya, masih ada 70 bidang yang kini ditelusuri kebedaradaan dan ukurannya,” sambung dia. Faisol berharap, pertemuan mediasi itu mampu menyelesaikan konflik antara para ahli waris H Rifai. Setidaknya, masing-masing pihak mendapat pembagian yang adil. “Jangan seperti sekarang, Kosipah mendapat seluruh harta warisan, sedangkan Siti Maryam sebagai istri pertama dan bersurat nikah sah dengan almarhum H Riafi, malah tidak mendapat apa-apa,” tegas dia. Kades Ali Fikri SE mengatakan,

hului surat peringatan kepada yang bersangkutan untuk megurus izin. Langkahnya bagaimana pihak dinas terkait, kita pastikan akan mendukung untuk backup kalau kita sudah dipanggil untuk melakukan penertiban kita siap,” tegas Yani Setiawan, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kabupaten Sidoarjo. (win/jok/pi)

Diajak Teman Nyabu, Diciduk Polisi Sidoarjo, Memorandum Perempuan cantik dan seksi itu harus mendekam di jeruji besi Polresta Sidoarjo. Dia ditangkap petugas Satreskoba, karena kasus sabu-sabu di Balongbendo. Ibu rumah tangga itu bernama Noviatul Irawati atau NI (33), warga Lingkungan Cakar Ayam Baru RT 07/RW Noviatul 03, Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Di Sidoarjo, dia indekos di Dusun Bakalan, Desa Wringinpitu, Kecamatan Balongbendo. Penyidik Satreskoba Polresta Sidoarjo menjerat tersangka dengan pasal 112/114 nomer 35 tahun 2009. Kronologis penangkapan, Selasa (19/11), sekitar pukul 18.00, tersangka yang berada di rumah kos didatangi temannya, Mardi. Mengajak tersangka mengonsumsi sabu, dan menyuruhnya membeli satu poket sabu seharga Rp 350.000. Mardi pun memberi uang Rp 350 ribu. Tersangka kemudian menelepon temannya, Beteng. Tersangka lalu mentransfer uang pembelian sabu ke rekening BCA Cabang Mojokerto. Sabu itu dikirim dengan cara ranjau pukul 20.30, di tepi jalan Jabon, Mojokerto. Sabu dimasukkan dalam bekas bungkus rokok dan ditaruh di bawah tiang listrik. Setelah berputar-putar di sekitar lokasi, pukul 21.00 tersangka menemukan sabu itu. Bungkus sabu dibuang dan sabunya kemudian diselipkan di bungkus HP tersangka. Selanjutnya tersangka pulang ke rumah kosnya. Dalam perjalanan pulang, tepatnya setiba di depan rumah kosnya, tersangka didatangi polisi dan langsung ditangkap dan digeledah. Ditemukan barang bukti berupa 1 kantong plastik klip isi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu seberat 0,32 gram beserta bungkusnya. Dengan temuan barang bukti ini, tersangka dibawa ke Mapolresta Sidoarjo. Kasatrekoba Polresta Sidoarjo AKP Indra Najib SH SIK, membenarkan penangkapan tersangka narkoba berisinial NI ini. Dikatakan, kasus ini masih terus dikembangkan. Jaringan narkobanya kini dalam pengejaran. (kah/som/har/jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/KAH

IKM (industri kecil menengah) tahu Tropodo foto bersama Bupati Saiful Ilah setelah menggelar deklarasi stop bahan bakar sampah plastik.

Temuan tower‘bodong’ tersebut diungkapkan Ketua Komisi A Subandi yang melakukan sidak secara langsung ke lokasi bersama wakil ketua, sekertaris dan anggota. “Berdasarkan pengaduan masyarakat, lalu kita tindaklanjuti. Ditemukan yang dipermasalahkan adalah IMB (Izin Mendirikan Bangunan) belum ada. Karena izinnya belum lengkap, tidak boleh ada kegiatan. Karena tower ini sudah dibangun, maka jaringan PLNnya harus diputus selanjutnya kita hearing nanti,” ujar Subandi, seusai sidak didampingi Wakil Ketua Harris, Sekertaris Warih Andono dan anggota Tarkit Erdianto, Pujiono, M. Sochib dan Bashor, Selasa 26 November 2019. Masih menurut mantan Kepala Desa Pabean itu, info yang diperolehnya, sistem dari desa sudah dipenuhi semua. Termasuk sosialisasi warga, dan musyawarah dengan BPD. Namun karena ada

FOTO: MEMORANDUM/SDM

FOTO: MEMORANDUM/KAH

Sidoarjo, Memorandum Menara telekomunikasi (tower) salah satu provider yang sudah berdiri di atas lahan milik tanah kas desa (TKD) Medaeng, Kecamatan Waru, ternyata masih bodong alias belum memiliki izin.

bahwa pertemuan itu memang untuk mencari solusi dari persoalan yang sedang terjadi. “Tapi kalau para pihak masih merasa tidak puas, dan memilih ke jalur hukum, ya monggo-monggo saja. Yang penting, kami selaku aparat desa sudah berusaha mendamaikan,” terang Ali Fikri. Sementara itu Sekcam Sukodono Makhmud SE mengatakan, berita acara pertemuan itu akan diketik oleh pihak desa, dan ditandatangani oleh seluruh pihak. Dia merencanakan pertemuan dalam satu bulan ke depan, untuk 11 aset yang sudah ditemukan. “Itu untuk klarifikasi keluasannya. Sedangkan sebanyak 70 aset yang sedang kita cari, akan kita gelar bulan berikutnya,” pungkas dia. (sdm/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menerima Ombudsman Award.

Kota Malang Raih Ombudsman Award

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Anugerah Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2019 Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI dalam gelaran penganugerahan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik tahun 2019 di ballroom JS Luwansa, Jakarta, Rabu (27/11). Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menerima langsung penghargaan jang, Madiun, Mojokerto, yang diserahkan oleh MenBanyuwangi, Jombang, kopolhukam Prof Mahfud Pamekasan, Bondowoso, MD bersama Ketua OmPonorogo, Situbondo, dan budsman RI Prof AmzuTuban. lian Rifai. Ombudsman RI Menkopolhukam Prof sebagai Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik Bagian Humas dan Protokol Mahfud MD mengingatkan, ombudsman adalah sejak 2013. Setda Kota Malang anak kandung reformasi. Penganugerahan predikat kepatuhan ini wujud dari hasil “Lembaga ini dibentuk dan didirikan penilaian kepatuhan standar pelayanan pada masa reformasi. Artinya, semangat publik yang dilakukan secara mandiri yang diusung adalah semangat pemoleh Ombudsman RI dan dibagi dalam baharuan menuju pemerintahan yang dua kategori, yaitu kementerian/lemba- bersih dan bebas KKN,” papar dia. Sementara itu, Wakil Wali Kota ga serta pemerintah daerah. Amzulian menyampaikan predikat Malang Sofyan Edi Jarwoko mewakili kepatuhan diberikan pada dua kemen- Wali Kota Malang Sutiaji, usai menerima terian, 12 pemerintah provinsi, serta penghargaan mengatakan pentingnya 71 pemerintah kabupaten dan kota. mengapresiasi penilaian dari omSelain Kota Malang, di Jawa Timur yang budsman untuk meningkatkan mutu mendapatkan adalah Kabupaten Luma- layanan, memberikan jaminan kepas-

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (dua dari kanan) usai menerima Ombudsman Award.

tian pelayanan, membuka peluang kemudahan berusaha, dan pemenuhan hak-hak masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan terjangkau. “Ini seperti disampaikan Ombudsman RI saat tim turun ke daerah dan di Kota Malang ada 64 produk layanan yang diuji petik. Secara detil ombudsman memverifikasi, menguji, melakukan investigasi sampling ke publik, untuk memastikan pelayanan publik yang dilakukan perangkat daerah telah memenuhi standar pelayanan,” urai Bung Edi, sapaan akrabnya. Dikatakan, pihaknya bersyukur karena usai advokasi tim ombudsman yang sebelumnya Kota Malang masuk zona kuning kini masuk zona hijau. Artinya, mutu layanan publik Kota Malang sangat baik. (*/ari/lis)

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 3


AREMA

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Wapres: Produk Halal Indonesia Harus Bermanfaat dan Bernilai Tambah

Wali Kota Sutiaji didampingi Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono membuka lomba menembak.

Sambut Porwanas, Kota Malang Gelar Lomba Menembak Malang, Memoramdum Menyambut Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020, SIWO PWI Kota Malang menggelar lomba menembak, di Lantai 3 Stadion Gajayana Kota Malang, Rabu (27/11). Lomba diikuti wartawan se-Malang Raya dan KONI Kota Malang ini, dibuka Wali Kota Sutiaji yang didampingi Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ida Ayu Made Wahyuni, Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono, Ketua PWI Malang Raya M Ariful Huda, dan Ketua Perbakin Kota Malang Sudarman. Wali kota mengatakan perlombaan ini memberikan efek positif pada jalinan silaturahmi antara Pemkot Malang dengan PWI Malang Raya dan juga semakin mengeratkan hubungan persaudaraan antarwartawan se-Malang Raya. “Kegiatan ini harus kita apresiasi bersama, karena banyak manfaat yang dapat kita ambil pada olahraga menembak ini salah satunya adalah untuk meningkatkan daya konsentrasi dan ketangkasan,” ujarnya. Jika dikaitkan dengan tugas wartawan, lanjutnya, dalam pemberitaan sehari-hari juga dibutuhkan daya konsentrasi serta ketangkasan dalam memberitakan suatu informasi dan tidak kalah pentingnya adalah perlunya keyakinan di dalam diri wartawan atas isu yang diberitakan. Ketua PWI Malang Raya M Ariful Huda menyampaikan, lomba menembak ini dalam rangka menyambut Porwanas 2020. “Insya Allah dipusatkan di wilayah Malang Raya dan kegiatan ini bagian untuk sosialisasi serta bentuk kesiapan menjadi tempat pelaksanaan,” katanya. Selain lomba ini, agenda SIWO PWI Kota Malang selanjutnya adalah diskusi olahraga ‘Pembinaan Atlet Sejak Dini’ pada 30 Desember 2019 dan Bulutangkis PWI Cup II (8/11). (*/cr-3/ari/epe)

Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma’ruf Amin ketika menjadi keynote speech di ‘International Halal & Thayyib Conference 2019’, di Universitas Brawijaya Malang, Rabu (27/11). “Saya akan lebih senang, jika produk halal yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, diproduksi, dan dihasilkan sendiri oleh Indonesia. Bahkan, kita dapat menjadi eksportir produk-produk halal untuk pasar halal dunia,” katanya. Ia mengungkapkan, pengembangan produk halal adalah bagian dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Tentunya, dapat menjadi pilihan rasional untuk masyarakat yang dapat memberikan manfaat dan nilai tambah lebih. Wapres mengingatkan sebagai negara dengan pangsa pasar produk halal terbesar, Indonesia harus dapat menjaga produknya dari pemanfaatan simbol dan penggunaan label halal yang tidak sesuai. “Banyak contoh produk dan jasa menggunakan label halal, menggunakan simbol-simbol Islam, tetapi justru berkualitas rendah. Hal itu dapat berdampak buruk bagi perkembangan industri halal di Indonesia. Pengembangan industri halal harus dilakukan atas dasar kepentingan umat,” lanjutnya. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang hadir di acara, juga menegaskan dukungan untuk pengembangan produk halal. “Saat ini, sedang melakukan uji coba di dua pasar di Kota Malang, menjadi pasar halal. Ke depannya, akan melanjutkan ke Sidoarjo,” terangnya.

Wapres KH Ma’ruf Amin jadi keynote speech di International Halal & Thayyib Conference 2019.

Gubernur melanjutkan, program yang dilaksanakan adalah pelatihan juru penyembelih halal (juleha) tempat pemotongan hewan dan pasar tradisional. Selain itu, berupa kerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga. Kerja sama itu untuk menciptakan produk kesehatan dari rumput laut dengan maksud mendorong produk halal ke ranah medis. (cr-3/ari/epe)

FOTO: MEMORANDUM/CR-3

FOTO: MEMORANDUM/CR-3

Malang, Memorandum Negara Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia untuk bisa memberikan nilai tambah dan kemajuan umat.

Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menyambut kedatangan KH Ma’ruf Amin.

Antara Rudiantara ”Saya bukan menteri,” sergah saya. ”Saya ini hanya Dirut PLN”. ”Di sini kelas Dirut PLN disebut menteri,” tukasnya. Terserah saja. Yang penting saya harus mulai waspada. Mereka boleh pinter, kita tidak boleh bodoh. Dirut PLN --dan Pertamina-- tidak jarang diundang ikut sidang kabinet --meski duduknya di barisan belakang. Dan tidak boleh bicara kalau tidak diminta. Saat bicara pun harus pandai-pandai mengatur lidah: banyak atasan yang bisa terjepit di forum itu. Ejekan bahwa dari Menteri Kominfo ke Dirut PLN itu turun kelas pasti datang dari orang yang sangat sadar-kelas. Rudiantara tidak harus merasa turun kelas. Harus merasa naik kelas. Memang ia kan Menteri Komunikasi dan Informatika. Tapi kan mantan. Tentu ia harus mau ditugaskan menjadi Dirut PLN. Saya justru salut kepada orang yang punya ide menempatkan mantan menteri itu ke Dirut PLN. Kok terpikir ya. Memang sulit mencari dirut baru PLN saat ini.

Sambungan dari halaman 1 Banyak yang hebat-hebat di dalam PLN. Tapi mungkin saja belum dikenal oleh para pengambil putusan. Dikenal itu penting. Untuk diketahui akan bisa dipercaya atau tidak. Terutama kemampuan dan integritas mereka. Memilih dirut perusahaan sekelas PLN memang juga harus mempertimbangkan iklim kerja di dalam. Misalnya apakah ada kubu-kubuan di dalamnya. Yang pro dirut lama dan yang kontra. Yang di tengah pun dianggap kejepit: dianggap kubu yang lain lagi. Para ahli di dalam PLN dikhawatirkan sudah berada dalam salah satu kubu --biar pun sebenarnya tidak. Itu bagian dari nasib. Setidaknya Rudiantara

tidak terlibat perkubuan itu. Memang ia pernah menjabat Wakil Direktur Utama PLN. Tapi itu sudah 10 tahun lalu. Sebelum ada kubu-kubuan. Memang ia bukan orang teknik. Bukan elektro. Tapi sudah pernah menjadi wadirut lima tahun. Ia sudah sangat paham masalah PLN --yang teknis sekali pun. Ia sudah ”orang dalam” PLN. Di PLN Rudiantara banyak menangani energi

primer. Yakni yang menangani pengadaan solar, batu bara, gas, dan sejenisnya. Di zaman ialah PLTGU Muara Tawar berubah total. Dari 100 persen Solar ke 100 persen gas. Itu berarti sebuah penghematan sekitar Rp 3 triliun sendiri setahun. Ia memang tidak termasuk yang saya ajak di BOD. Padahal, saya menilai ia mampu. Beberapa staf juga mengusulkannya. Tapi saya telanjur menghapus jabat-

an wadirut. Sedang untuk menjadikannya direktur saya merasa tidak sopan: menurunkan jabatannya. Saya benar-benar salut pada pengambil keputusan ini. Kok terpikir nama Rudiantara. Kok bisa merayunya agar mau untuk turun pangkat. Pemilihan Rudiantara bisa menghindarkan PLN dari persoalan tarik-menarik. Sesekali alumni Universitas Padjadjaran Bandung

menjabat Dirut PLN. Memang bukan dari fakultas tekniknya, tapi dari jurusan statistik. Tidak terlalu jauh. Pasti lebih baik dari sekadar lulusan pesantren seperti saya. Apalagi Rudiantara pernah menjadi Wadirut Semen Gresik. Pernah juga jadi CEO banyak perusahaan besar. Naluri bisnis Rudiantara sangat baik. Keahliannya di bidang keuangan juga istimewa.

Kedisiplinan salat lima waktunya jangan ditanya. Di PLN itu titik beratnya ”hanya” pada leadership. Ahli-ahlinya luar biasa banyak. Yang lebih berat adalah masalah politiknya. Saya bisa bercerita banyak soal ini. Terlalu banyak proyek di PLN. Terlalu besar-besar nilai proyeknya. Anggaran di PLN jauh lebih besar dari kementerian Kominfo. Dari segi anggaran Rudiantara jelas naik pangkat.

Saya yang justru pernah turun pangkat. Saat dipindahkan dari jabatan Dirut PLN menjadi Menteri BUMN. Turun pangkat? Benar. Dirut PLN gajinya Rp 170 juta/bulan. Menteri BUMN gajinya Rp 19 juta/bulan. Untung penurunan itu tidak terasa --saya tidak pernah melihat keduanya. Dari segi ini, siapa bilang Pak Rudiantara turun pangkat.(*)


TULUNGAGUNG WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Komplotan Maling Emas Tulungagung Digulung

PSAI Dampingi 6 Korban Pedofilia

Sunarto

Gaya hidup anak muda jaman sekarang yang ingin mendapatkan uang dengan berbagai cara, dan buruknya hubungan korban dengan orang tuanya menjadi salah satu penyebabnya. Meskipun kedua orangtuanya selalu ada di rumah dan tidak bekerja ke luar negeri, namun minimnya pengetahuan orangtua akan aktifitas anak di luar rumah dituding juga menjadi penyebab. “Saya melihatnya karena hubungan orangtua dan anaknya ini tidak sinkron. Mereka tidak saling jujur dan tidak diperhatikan,” tuturnya. Sunarto menambahkan, pihaknya memberikan pendampingan kepada korban sejak pertama kali mereka dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, hingga pasca proses penangkapan. Termasuk nanti ketika mengikuti proses persidangan sebagai saksi. “Kita juga akan berikan pendampingan setelah proses pemeriksaan, kita berikan pemahaman dan pendampingan, sampai nanti proses di pengadilan sebagai saksi,” pungkasnya. (fir/mad/rif)

Paur Humas Polres Tulungagung Ipda Anwari mengatakan polisi sudah mengamankan 4 orang tersangka. Mereka adalah Suharsih (40), warga Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak; Aminah (51), Nur Rohman (24), dan Saiful Anas (31), ketiganya warga Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. “4 orang sudah kami amankan, satu terduga pelaku lainnya saat ini masih buron dan terus kita kejar bersama anggota polisi dari kediri,” ujarnya, Rabu (27/11). Anwari menjelaskan, tersangka Suharsih diamankan di pasar Karangtalun, sedangkan 3 tersangka lainnya diamankan di wilayah Kediri ketika berusaha kabur mengendarai mobil. “Kita lakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang kemungkinan jadi tempat persembunyian. Tapi ini belum ada hasil,” teran-

gnya. Dari tangan para tersangka berhasil diamankan sejumlah barang bukti. Yaitu 3 buah kalung emas, 2 buah cincin emas, dan 1 gelang emas. Informasi sementara yang diperoleh polisi dari para tersangka, saat menjalankan modusnya mereka memilih toko emas yang tidak memilik CCTV. Kemudian 3 pelaku turun dari mobil dan menuju ke toko perhiasan. 2 pelaku perempuan dan 1 laki-laki berpura-pura akan membeli emas, dan meminta penjaga toko mengeluarkan bebrapa perhiasan. Selanjutnya ketika penjaga toko melayani pembeli lainya, bergegas ketiganya pergi membawa perhiasan-perhiasan tersebut. “Kita sampaikan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya, untuk menghindari halhal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (fir/mad/rif )

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Satreskrim Polres Tulungagung di- backup anggota Polres Kediri memburu satu anggota komplotan maling perhiasan. Komplotan ini beraksi di Pasar Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Selasa (26/11) lalu, kemudian tertangkap di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Beberapa hari lalu, polisi mengungkap kasus persetubuhan sesama jenis dengan korban anak-anak. Pelaku bernama Muanam (47), pemilik toko elektronik dan warung angkringan di pasar Boyolangu, Tulungagung. Hingga kini, garis polisi masih terpasang di pintu toko elektronik milik pelaku. Selama proses pengungkapan kasus ini, Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) Tulungagung dilibatkan oleh pihak kepolisian untuk mendampingi para korban. Koordinator ULT PSAI Tulungagung Sunarto mengatakan, sejak pertama kali polisi akan mengungkap kasus ini, pihaknya sudah dilibatkan. Ke 6 korban merupakan warga Tulungagung yang masih bersekolah setingkat SMA. Namun sebagian adalah anak putus sekolah “Ada 6 korban yang kita dampingi. Sejak awal pendalaman sampai pengungkapan, dan proses BAP nya di Polda Jatim,” ucapnya, Rabu (27/11). Sunarto mengungkap, para korban kenal dengan pelaku karena acapkali nongkrong di warung kopi milik pelaku untuk berburu wifi gratis hingga larut malam, bahkan dini hari. Menurutnya, setiap kali berhubungan dengan pelaku, korban selalu mendapatkan iming-iming imbalan berupa uang dan barang. Nominal uangnya pun beragam, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Kendati setiap berhubungan selalu mendapatkan uang dan barang, Sunarto menyimpulkan para korban bukan berasal dari keluarga yang kekurangan, bahkan mereka berkecukupan. “Korban bukan dari keluarga tidak mampu. Soalnya dapat uang sakunya saja sehari untuk sekolah Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Ini kan cukup besar,” ujarnya. Masih menurut Sunarto, ada beberapa faktor yang menyebabkan korban bisa terlibat dalam hubungan ini. Dan itu bukan selalu karena masalah seksual.

Keempat tersangka pencuri emas.

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: - HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Plt Wali Kota Blitar Santoso Sosialisaikan Kemetrologian dan BDKT

Penandatanganan nota persetujuan bersama APBD TA 2020 oleh bupati dan pimpinan DPRD Kabupaten Kediri.

APBD Kabupaten Kediri Tahun Anggaran 2020 Ditetapkan Tepat Waktu Kediri, Memorandum Rapat paripurna DPRD dalam acara Persetujuan atas Program Pembentukan peraturan daerah tahun 2020 dan Persetujuan bersama Raperda tentang APBD Kabupaten Kediri Tahun anggaran 2020 usai digelar, Selasa (26/11) malam. Rapat dipimpin oleh DrsH. Sentot Djamaluddin Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB didampingi Muhaimin Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN. Selain dihadiri oleh anggota Dewan, turut pula diikuti Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno, Sekretaris Daerah Dede Sujana serta pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Dalam sambutannya H. Sentot Djamaluddin mengatakan bahwa, Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2020, secara yuridis formal telah memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga DPRD

maupun bupati, pada dasarnya telah mempunyai kesamaan pendapat, dan tidak ada perbedaan. “Secara garis besar kekuatan APBD Tahun Anggaran 2020 telah disusun dalam posisi berimbang baik sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaannya,” terang H Sentot Masih menurut Ketua rapat, bahwa berdasarkan Laporan dan pendapat badan anggaran atas pembahasan raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2020, maka Raperda tersebut layak untuk memperoleh persetujuan bersama dan diteruskan untuk mendapatkan evaluasi dari gubernur. “Alhamdulillah, pembahasan bersama DPRD dan pemerintah daerah atas Raperda APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2020 telah selesai dan mendapat persetujuan bersama tepat waktu sesuai peraturan perundang-undangan,” terang H Sentot

Khidmat, suasana rapat paripurna di ruang Graha Sabbha Canda Bhirawa, gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Pimpinan rapat Drs H Sentot Djamaluddin (tengah) didampingi Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno dan Muhaimin, wakil ketua DPRD.

Setelah rapat selasai dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Persetujuan Bersama Raperda tentang APBD Kabupaten Kediri Tahun Anggaran

2020, yang dilakukan Bupati Kediri Hj Hariyanti Sutrisno bersama Pimpinan DPRD Drs H Sentot Djamaluddin dan Muhaimin Wakil Ketua DPRD. (adv/leh/yud/rif)

Blitar, Memorandum Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka acara sosialisasi kemetrologian dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT), di Pasar Pon, Jalan Kartini, Kota Blitar. Acara sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar itu diikuti oleh para pelaku usaha, pedagang pasar, pedagang toko pracangan, swalayan, maupun agen. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari UPT Perlindungan Konsumen Provinsi Jatim di Malang, Tariono dan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Hasan Tausikal. Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Blitar Santoso mengatakan menyambut positif terobosan soal kemetrologian yang digagas Disperdagin Kota Blitar. Terobosan itu secara tidak langsung membantu para pelaku usaha untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat sebagai konsumen. “Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjalankan amanat UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal,” kata Santoso. Dikatakannya, dalam era globalisasi perdagangan, kepraktisan barang yang akan dijual dan dibeli mutlak diperlukan. Pelaku usaha membutuhkan kemudahan untuk penjualan dan distribusi, sedangkan konsumen

Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka acara sosialisasi kemetrologian dan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) di Pasar Pon, Jalan Kartini, Kota Blitar.

dipermudah dalam membeli maupun mengonsumsi. “Kondisi ini kemudian memunculkan produk yang dikemas sebagai barang dalam keadaan terbungkus,” ujarnya. Tetapi, kata Santoso, dalam perjalanannya ternyata menyimpan sejumlah persoalan, misalnya isi dalam kemasan tidak sesuai dengan label yang dicantumkan baik secara kualitas maupun kuantitas. “Kondisi ini kalau dibiarkan secara terus menerus akan merugikan pihak konsumen maupun pelaku usaha,” katanya. Untuk itu, Santoso mengajak para konsumen untuk menjadi pembeli yang cerdas. Para kon-

sumen harus membaca secara teliti label yang ada di kemasan barang. Sedangkan untuk pedagang juga harus menjual barang sesuai dengan label yang tertera di kemasan. Santoso juga mengimbau para pedagang agar memiliki alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. Alat ukur, takar, timbangan, dan perlengkapannya, itu harus ditera secara periodik minimal setahun sekali. “Hal ini untuk keakuratan dalam sistem jual beli, sehingga tidak ada yang dirugikan. Kalau ada pedagang yang timbangannya belum ditera berarti melanggar hukum. Jadi harus sesuai, tidak kurang atau lebih,” pungkas Santoso. (adv/pra/rif )


MOJOKERTO-JOMBANG

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Jombang, Memorandum Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan tergeletak di belakang gedung sebuah pabrik, Rabu (27/11) sekitar pukul 06.30. Mayat tersebut kali pertama ditemukan seorang karyawan pabrik PT Clasik Prima Carpet Industries (CPCI) yang ada di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Polisi memperkirakan, mayat perempuan yang diperkirakan sudah berusia sekitar 50 tahun ini sudah meninggal sekitar tiga hari lalu. Mayat perempuan malang ini kondisinya juga cukup memprihatinkan.

Diduga, perempuan paruh baya ini menjadi korban perkosaan sebelum ditemukan tak bernyawa oleh warga. Dugaan ini terlihat dari kondisi mayat yang setengah telanjang saat kali pertama ditemukan. Nampak, pakaian korban yang sebagian juga tersingkap. Bahkan, celana dalam dan BH korban

juga sudah lepas dari tubuh korban dan berada di sekitar jasad tersebut. Namun, demikian polisi belum berani menyimpukan apa penyebab pasti kematian wanita misterius ini. “Benar saat ditemukan mayat sudah membusuk diperkirakan sekitar tiga hari, kalau penyebabnya ini masih kami dalami, belum bisa kami simpulkan apa penyebab pasti, termasuk dugaan yang mengarah pada korban perkosaan ini,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Paidi, Rabu (27/11). Sementara saat ditemukan, polisi mendapati sebuah dompet berisikan uang Rp 215 ribu yang disimpan dida-

lam dompet perhiasan yang diduga milik korban. Sedangkan ciri lain yang ada pada tubuh korban diantaranya, tinggi badan sekitar 160 centimeter, kulit coklat, dan rambut warna putih. “Korban juga memakai handrok batik warnah merah dan memakai jaket warna putih biru lengan panjang,” terangnya. Petugas dari tiba tak lama setelah mendapatkan laporan, langsung melakukan olah TKP. Meminta keterangan dari sejumlah saksi, sekaligus mengevakuasi ke kamar mayat RSUD Jombang untuk kepentingan identifikasi. (wan/rif) Proses evakuasi jasad korban dari lokasi penemuan.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Wanita Setengah Telanjang Ditemukan Membusuk

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Rumah Rusak Diterjang Hujan Angin Mojokerto, Memorandum Puluhan rumah warga dan warung di empat desa di Kecamatan Kemlagi, rusak akibat hujan disertai angin kencang yang menerjang wilayah tersebut, Rabu (27/11). Empat desa terdampak itu adalah Mojogebang, Pandan, Mojowiryo, dan Mojopilang. Tidak hanya rumah dan warung yang mengalami kerusakan, beberapa pohon juga tercatat tumbang. Kapolsek Kemlagi AKP Supriadi mengatakan, belum ada data pasti berapa jumlah rumah dan warung yang rusak akibat hujan angin tersebut. Hujan angin di Mojokerto juga

FOTO: MEMORANDUM/JTN

Petugas memeriksa batu bata kuno yang ditemukan.

Struktur Batu Bata Kuno Kembali Ditemukan di Jombang Jombang, Memorandum Struktur batu bata kuno kembali ditemukan di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek. Penemuan struktur bata ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi batu bata kuno yang sebelumnya ditemukan pada Selasa (25/6) lalu. Penemuan batu bata kuno ini berada di tempat bekas penambangan tanah di lahan H Sabar dan Ali. Struktur batu tersusun 25 susunan bata dan nampak seperti tembok atau dinding yang terbentang dari selatan ke utara. Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan penemuan struktur batu bata kuno ini diperkirakan menyambung dengan struktur batu bata yang ditemukan di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. “Perkiraan kami, dua struktur ini tersambung. Ini kan di wilayah perbatasan Dusun Kedaton dan Sugihwaras,” kata Wicaksono, Selasa (26/11). Batu yang ditemukan memiliki panjang 32 sentimeter lebar sekitar 18 hingga 21 sentimeter dan tebal 5 sentimeter. Ditemukan pula pecahan genteng dan kendi. Wicaksono menambahkan, melihat ukuran bata dan serpihan yang ditemukan diperkirakan pemukiman pada masa kerajaan Majapahit. “Kepastiannya ini bangunan apa, kami belum memastikannya. Mungkin ini pemukiman pada abad 14 Masehi. Kami akan buat laporan hasil observasi untuk langkah ekskavasi,” pungkasnya. (jtn/rif)

Rumah warga yang rusak akibat hujan angin.

Satpol PP Obrak PKL Mojokerto, Memorandum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di bahu jalan. Gerobak hingga tabung LPG milik pedagang diamankan saat ditinggal pemiliknya. Pada penertiban pedagang kaki lima kali ini, petugas Satpol PP Kota Mojokerto mengajak jajaran samping. Mereka melakukan penyisiran di beberapa titik lokasi yang digunakan para pedagang untuk membuka lapak. Seperti di Pasar Tanjung Kota Mojokerto, Jalan Empu Nala, Jalan Surodinawan, Jalan Brawijaya, dan Jalan Mojopahit.

Hasilnya, petugas mengamankan sejumlah gerobak milik pedagang yang nekat membuka lapak di bahu jalan. Seperti penertiban yang dilakukan di Pasar Tanjung Kota Mojokerto. Nampak petugas mengamankan dua gerobak pedagang kaki lima yang ditinggal oleh pemiliknya. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan satu buah tabung elpiji ukuran tiga kilogram dari pedagang mie ayam dan sejumlah peralatan pedagang ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, sebagai barang bukti. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono

mengatakan, penertiban dilakukan sebagai salah satu bagian dari amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 41 Tahun 2012 tentang Penataan PKL. “Beberapa hari yang lalu kami sudah layangkan surat peringatan, jadi kalau seandainya ada yang protes, bagi kami sudah wajar,” ungkapnya, Rabu (27/11). Kata Dodik penertiban para PKL sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Karena para PKL berjualan di bahu jalan sehingga petugas melakukan penertiban. “Kenapa kita amankan, karena kan banyak pembeli yang parkir di sembarang tempat untuk melihat atau mem-

FOTO: MEMORANDUM/NO

Jombang, Memorandum Nekad hendak menggelar pesta minuman keras (miras) jenis arak, membuat Agus Sampurna (47), warga Dusun Kedaton, RT 001/RW 003, Desa Bulurejo Kecamatan Diwek, diamankan polisi, Senin (25/11) sekitar pukul 16.00. Pemabuk ini diamankan di area Terminal Kepuhsari, Kecamatan Peterongan. Dalam penangkapan itu pula, petugas berhasil mengamankan dua botol minuman haram. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Peterongan AKP Sugianto. Sebelum berhasil memergoki Agus, petugas tengah melakukan patroli rutin dan melintas di area Terminal Kepuhsari. Saat melintas tadi, polisi mendapati pria yang selama ini bekerja serabutan tersebut tengah membawa dua botol miras. “Oleh petugas, tersangka lalu dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan. Begitu yang bersangkutan tertangkap tangan membawa miras, langsung kami gelandang ke mapolsek,” ungkapnya, Rabu (26/11). Kapolsek pun menampik, jika patroli yang dilakukan pihaknya adalah bentuk respon dari masuknya informasi dari masyarakat. Bahwa di area Terminal Kepuhsari, kerap dijadikan lokasi pesta minuman keras. Maka, begitu mendapati informasi itu polisi langsung berpatroli. “Selain tersangka kita amankan pula dua botol berukuran 1,5 liter arak putih. Guna kepentingan penyidikan, barang bukti kini telah kami amankan,” lanjutnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Agus bukan hanya sebatas menjalani pendataan, tapi juga terancam bakal diganjar sesuai dengan putusan sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Jombang. “Tersangka dijerat dengan pasal 7 ayat 1 Jo pasal 3 ayat 1 Jo pasal 2 ayat 1 huruf d, Perda Kabupaten Jombang Nomor 16 Tahun 2009, tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol,” tandas Sugianto. (wan/rif)

Petugas gabungan membawa properti PKL yang terjaring.

beli barang yang dijual para PKL sehingga menyebabkan arus lalu-lintas menjadi macet,” paparnya. Sejumlah gerobak hingga barang barang yang diamanakan di kantor Satpol-PP nantinya akan dibuat sebagai barang bukti untuk

para pedagang yang nekat berjualan di bahu jalan. “Para PKL akan kami panggil, setelah itu akan kami lakukan pembinaan agar tidak melakukan aktivitas berjualan di bahu jalan,” pungkasnya. (no/rif)

HKN, Wali Kota Beri Penghargaan Puskesmas Mojokerto, Memorandum Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, yang diselenggarakan di Hall Graha Mojokerto Service Center (GMSC) berlangsung meriah dengan penganugerahan dari Kementerian RI yang diberikan langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Penganugerahan ini, merupakan motivasi bagi Pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan bagi masyarakat. Penganugerahan tersebut antara lain penganugerahan puskesmas dengan predikat Akreditasi Paripurna yang diberikan kepada Puskesmas Wates. Sedangkan untuk predikat Akreditasi Utama diberikan kepada Puskesmas Gedongan, Puskesmas Blooto, Puskesmas Kedundung, dan Puskesmas Mentikan. Selain penganugerahan untuk Puskesmas, Ning Ita sapaan akrab wali kota, juga memberikan penganugerah untuk kawasan ODF Kota Mojokerto 2019 yang diberikan kepada Kelurahan Meri, Kelurahan Sentanan, Kelurahan Kedundung dan Kelurahan Mentikan. Sedangkan untuk deklarasi dan pembacaan komitmen bersama menuju Kota ODF dilakukan oleh Kecamatan Magersari, Kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Kranggan, Kelurahan Magersari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Miji, Kelurahan Kauman, Kelurahan Kranggan, Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Prajurit Kulon. Selain dua penganugerahan tersebut, Ning Ita juga memberikan penghargaan kepada dr Yusuf Nawir, Sp.Og dan dr Triastutik Sulistyo, Sp.A dalam perannya mengurangi angka anak stunting di Kota Mojokerto. “Melalui penghargaan ini, merupakan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan bagi warga Kota Mojokerto,” imbuhnya.

FOTO: MEMORANDUM/WAR

Pria Bulurejo Gagal Pesta Miras

FOTO: MEMORANDUM/JTN

Agus Sampurna diapit petugas di Mapolsek Peterongan.

mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hujan angin di Mojokerto juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. “Sementara data valid belum karena masih di data oleh anggota. Untuk sementara atap beberapa warung dan rumah rusak,” terang Supriadi. Mantan Kapolsek Dawarblandong ini menambahkan, angin kencang terjadi sekitar 15 menit. “Upaya kita saat ini membantu warga yang rumahnya rusak, memotong pohon yang tumbang. Angin tidak terlalu lama, karena hujan disertai angin kencang dan terjadi seperti ini,” pungkasnya. (jtn/rif)

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menandatangani penghargaan.

Penganugerahan yang diberikan kepada dua dokter tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto mampu mengurangi angka stunting. Salah satunya melalui program screening kesehatan yang kerap dilakukan di sekolah-sekolah. Baik pelajar SD, SMP hingga SMA, tak luput menjadi sasaran program screening. Seperti data dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto hingga bulan September, anak-anak yang mengalami obesitas rata-rata pelajar yang masih duduk di bangku sekolah dasar.Yakni, dari persentase 7,5 persen menjadi 2,8 persen untuk anak kekurangan gizi. Sedangkan untuk obesitas, dari persentase 24,3 persen menjadi 17,8 persen. (war/rif)


KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

SAMBUNGAN

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

9,3 Kg Sabu Gagal Diedarkan Setelah beberapa waktu lalu disita puluhan kilogram sabu dari lokasi tersebut, kali ini anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya yang mengungkap bisnis narkoba di pulau garam tersebut. Tidak tanggung-tanggung barang haram yang berhasil disita petugas. Dari empat tersangka yang diamankan, didapati sabu dengan berat lebih dari 7,2 kilogram. Para tersangka yang ditangkap, MH (34), AR (31), dan MN (29), asal Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Sementara itu, turut diamankan pria berinisial NRS (19), warga Sidoarjo. Tidak hanya merasakan pengap-

Sambungan dari halaman 1

nya tahanan, keempat tersangka juga harus menahan sakit di betis kirinya. Karena dihadiahi timah panas lantaran berusaha melawan petugas. “Sindikat narkoba ini sudah cukup lama menjadi target operasi kami. Pergerakannya terus kami intai. Dan saat masuk di wilayah Jawa Timur, langsung kami lakukan penangkapan,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho, Rabu (27/11). Lulusan terbaik Akpol 1995 itu mengatakan, keempat tersangka ditangkap secara bertahap. Berawal ketika tim yang dipimpin Kompol Memo Ardian mengamankan tiga

tersangka yakni MH, AR dan MN saat menuju ke sebuah hotel di kawasan Jalan Raya Juanda. Ketika digeledah, tim menemukan narkoba yang sudah dikemas rapi dalam bungkus teh dan dimasukkan ke dalam koper. Agar tidak mudah ditemukan, mereka sengaja memodifikasi koper tersebut sedemikian rupa. “Memang sengaja dimodifikasi untuk mengelabui petugas,” imbuh Sandi. Setelah menangkap ketiga tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, polisi meringkus NRS di kawasan Sidoarjo. Setelah digeledah di rumahnya di

Jalan Kedung Klinter, disita sabu seberat 1,78 ons. “Dari pengakuan para tersangka, mendapatkan sabu itu dari Malaysia, lalu dikirim ke Batam. Selanjutnya dikirim ke Jakarta lewat jalur laut, kemudian dikirim ke Surabaya menggunakan kereta api,” tegas Sandi. Rencananya setelah mendarat di Kota Pahlawan, barang haram tersebut akan dikirim ke kawasan Sokobanah, Sampang. Namun pergerakan sindikat sabu ini sudah lebih dulu terendus polisi, hingga akhirnya berhasil dibongkar. “Pak Kapolda pernah rilis peng-

ungkapan jaringan Sokobanah, ternyata masih ada meski dilakukan penindakan beberapa kali. Sehingga dari hasil ini jaringan Sokobanah perlu diwaspadai dan diungkap supaya anak-anak tidak terkena bahaya narkoba,” tandas dia. Sementara itu, dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku dalam bisnis haram ini hanya sebagai kurir. Setiap kirim satu kilogram sabu, mereka mendapat upah Rp 50 juta. Sedangkan dalam jumlah ons, mereka dapat bonus Rp 5 juta setiap kirim. “Kasus ini masih akan terus kami kembangkan. Karena masih ada

lima pelaku lagi dari sindikat ini yang belum tertangkap. Tim masih bekerja di lapangan untuk berusaha menangkapnya,” lanjut mantan Kapolrestabes Medan itu. Lebih lanjut, Sandi mengaku sangat mengapresiasi kinerja Satreskoba Polrestabes Surabaya. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, anggotanya berhasil mengamankan 14 tersangka dengan barang bukti kurang lebih 9,3 kilogram sabu. “Saya tegaskan lagi jangan pernah bermain atau berusaha mengedarkan narkoba di Surabaya. Saya tidak segan untuk tindak tegas para pelakunya,” pungkas Sandi. (fdn/nov)

Satu Didor, Satu Tewas Dimassa satu dijebol peluru dan seorang lagi tewas dimassa. Pelaku adalah Andri Guntur (24), warga JalanWonosari Gang GuaWijaya. Kaki kanannya terpaksa ditembak karena melarikan diri saat disergap di rumah ipar mantan istrinya di Sampang. Kemudian Bagus Sugiantoro (22), warga Jalan Tambak Wedi IV dan Ridwan (25), warga Jalan Bulak Banteng Bhineka, Kenjeran, yang bertugas menjual motor curian ke Tlenger, Sampang, Madura. Sedangkan pelaku yang tewas adalah Iqbal, warga Semampir. Ulah komplotan ini sangat meresahkan masyarakat dan sering mela-

Sambungan dari halaman 1

kukan pencurian di perumahan, dan tempat ibadah di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Terhitung ada tujuh lokasi yang diobok-obok, empat di antaranya melakukan pencurian di Semampir dan tiga lainnya di Kenjeran,” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Rabu (27/11). Selain itu petugas juga menyita barang bukti 1 motor Honda Mega Pro warna Hitam L 6207 QQ, 5 pasang pelat nomor motor, 1 set peralatan untuk membuat kunci T (gerinda); dan 6 pasang spion motor. Agus mengatakan, bersadarkan

barang bukti yang ada, tidak mungkin para tersangka melakukan aksinya hanya sekali bersama kelompoknya. “Gerinda biasa digunakan untuk membuat kunci T,” beber Agus. Masih kata Agus, modus operandi komplotan ini berboncengan tiga, dan selalu melanggar lalu lintas. Sasaran pelaku juga tidak jauh-jauh, masih di sekitaran rumah para pelaku di wilayah Kenjeran dan Semampir. Pengungkapan komplotan curanmor ini, bermula tiga pelaku, Andri, Bagus, dan Iqbal, berboncengan tiga naik motor mencuri motor Beat milik Utaryo (59), yang diparkir di halaman

Masjid Al-Bayinah, Kompleks TNI AL JalanWonokusumo pada 15 November 2019, pukul 04.12. Apesnya, di aksinya itu ternyata tepergok korban lalu diteriaki maling. Seorang pelaku, Iqbal, berhasil ditangkap dan dihajar massa. Karena terluka parah, membuat dia tewas setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit. Sedangkan Andri dan Bagus, berhasil melarikan diri dari sergapan massa. Berbekal identitas mereka, anggota Reskrim Polsek Semampir kemudian memburu keduanya dan meringkusnya saat bersembunyi di Sampang, Madura. Saat akan ditangkap, Andri ber-

usaha kabur dari sergapan anggota, sehingga dilumpuhkan dengan timah panas mengenai kaki kanannya. “Kedua tersangka kami tangkap saat bersembunyi rumah mantan kakak ipar mantan istrinya di Desa Anggersek, Sampang, Madura,” beber lulusan Akpol 2000 ini. Dari penangkapan Andri dan Bagus, diperoleh identitas Ridwan, yang bertugas menjualkan motor hasil curiannya. Tak menunggu lama anggota lalu bergerak ke rumahnya di Kenjeran dan meringkusnya tanpa perlawanan. Selanjutnya, ketiganya dibawa ke Mapolsek Semampir guna diproses

hukum lebih lanjut. Saat diinterogasi, ketiga tersangka mengakui semua perbuatannya. Setiap berhasil mencuri motor, lalu diserahkan ke Ridwan untuk dijual ke daerah Tlenger, Sampang melalui Jembatan Suramadu. “Harganya bervariasi antara Rp 2 hingga Rp 3 juta dan hasil dibagi rata,” ujar Ridwan ke petugas. Untuk mengelabui polisi, motor curian dibawa ke rumah Ridwan. Di sana pelat motor diganti pelat nomor palsu, sebelum menyeberang ke Jembatan Suramadu. Dia juga lebih dulu mengecek apakah ada razia polisi atau tidak untuk memastikan kondisi aman. (rio/nov)

Verifikator Tak Harus Turun Lapangan Di mana, aparatur sipil negara (ASN) di bagian administrasi pemerintahan dan otonomi daerah itu tidak berinteraksi langsung dengan calon penerima hibah dalam mengevaluasi proposal hibah. Ternyata itu dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Dimaz Atmadi. Menurutnya bahwa apa yang dilakukan oleh pihak pemkot untuk memverifikasi proposal dana hibah sudah diatur di perwali. “Tidak ada yang salah dan sesuai prosedur. Semuanya ada di perwali,” singkat Dimaz, Rabu (27/11). Sementara itu, Kasubsi Penyidikan Pidsus Kejari Tanjung M Fadhil menambahkan, bahwa di aturan perwali terkait hibah menjelaskan tidak ada norma yang mengatur untuk turun ke lapangan dalam melakukan verifikasi. “Dalam perwali hibah, tidak

ada norma yang mengatur itu. Yang ada hanya mengevaluasi dan monitoring, tapi untuk monitoring sendiri tidak dijelaskan lebih lanjut. Maka di sini monitoring seperti memastikan apakah uang sudah diterima, laporan pertanggungjawaban (LPj) sudah dikembalikan, dan sisa uang berapa dan itu harus dikembalikan,” jelas Fadhil. Disinggung apakah perwali bisa mengalahkan UU Tipikor, Fadhil menegaskan bahwa untuk kedudukannya lebih tinggi UU. “Kalau perwali itu terkait teknis dan pelaksanaan kegiatan, sementara tipikor sebagai pelaku atau perbuatan korupsi. Misalnya, dalam perbuatan perwali tidak melakukan a, b, c, d, dan apakah ada kerugian negara apa tidak,” jelasnya. Terpisah, mantan Kabag Pemerintahan dan Otonomi Kota Surabaya Eddy Cristijanto

Uang Rp 650 Juta Diganti Bantal dan Keramik aksinya, mereka berhasil membawa kabur uang korban, Al sebanyak Rp 650 juta. Bahkan untuk meyakinkan korbannya, salah satu pelaku menggunakan trik sulap. Sehingga uang Rp 2 ribu berubah menjadi Rp 102 ribu. Empat tersangka yakni Andriono warga Kecamatan Wahai, Kabupaten Masahi Seram Utara, Ambon; Hodri warga Patrang, Jember; Rudy Nainggolan, warga Sibolga, Sumatera Utara; dan Ahmad Virman, warga Ledokombo, Jember. Penipuan ini berawal ketika Rudy bertemu dengan korban yang sama-sama asal Sibolga. Pelaku berhasil meyakinkan korban bahwa temannya di Jember ada yang bisa menggandakan uang. Selanjutnya Al mengajak anaknya, DD, dan temannya, CS, berangkat ke Jember bersama Rudy. “Korban percaya setelah tersangka (Rudy, red) menunjukkan rekaman video ketika proses penggandaan uang,” kata Ditreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie, Rabu (27/11). Setelah sampai di Jember, mereka dijemput Hodri dan Virman. Di tengah perjalanan, korban diminta uang Rp 6 juta untuk membeli perlengkapan ritual. Dan permintaan tersebut dipenuhi oleh Al. Kepada korban dijelaskan, bila dirinya (Virman) mampu menggandakan uang 10 kali lipat. Setelah sampai di rumah Virman, kemudian Al diminta menyerahkan uang Rp 7,1 juta untuk digandakan, namun anak korban tidak percaya begitu saja. Ketika itulah Muncul Andriono, yang mengaku guru dari Virman dan bisa menggandakan uang 20 kali lipat.

Dituding Selingkuh Karen Pooroe yang dikenal lewat ajang Indonesian Idol menggelar jumpa pers. Ia menuding Marshanda ada main dengan suaminya, Arya Claproth. Karen ‘Idol’ menunjukkan bukti bahwa ia sedang berupaya mengambil putrinya dari sang suami di apartemen Marshanda. Menurut Karen, video ini diambil setelah memergoki suaminya di apartemen Marshanda. Dalam video terlihat Karen memeluk putrinya dan ingin segera masuk ke mobil. Sementara Arya diduga menghalangi putrinya diambil Karen. “Ini anak gue, ini anak gue!,” teriak Karen Pooroe. “Oke-oke, kita mediasi,” kata Arya yang diketahui sebagai musisi. Karen juga mengaku mendapat tindakan kekerasan dari sang suami sebelum mengambil anaknya. “Ini kan suami saya pergi tinggalkan anak habis menganiaya saya. Saya mencari anak saya dan ditemukan ke apartemen Marshanda. Yang dipikirkan kan anak saya dulu bukan Marshanda,” kata Karen saat menggelar jumpa pers di Tebet Jakarta Selatan, Selasa (26/11) malam. Merasa namanya dikait-kaitkan, Marshanda

Sambungan dari halaman 1 menegaskan semua proposal jaring aspirasi masyarakat (jasmas) yang masuk ke instansinya waktu itu pasti dilakukan verifikasi. “Ya diverifikasi. Buktinya dari 1.043 proposal yang direkomendasi hanya 781. Ada sisa yang tidak rekomendasi itu menandakan ada verifikasi,” tegas Eddy Cristijanto yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya, Rabu (27/11). Disinggung soal proposal jasmas dari enam anggota DPRD Surabaya, ia mengatakan semuanya diverifikasi. “Semuanya diverifikasi,” tegas dia. Terkait perlu tidaknya verifikasi ke lapangan, Eddy menegaskan mengacu kepada Perwali Surabaya nomor 25/2016 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Dana Hibah dan Bantuan Sosial.

“Dari situ akan tahu apakah perlu verifikasi ke lapangan atau tidak,” ucap Eddy. Ia menambahkan, alur verfikasi adalah proposal dicek soal persyaratannya. Di antaranya apakah ada surat RT RW, ada susunan pengurusnya, kegiatan itu apakah sudah pernah dilakukan atau belum di sana, tidak fiktif, tidak ada konflik internal yang dibuktikan dengan surat pernyataan. “Mekanisme yang ada di perwali sudah dijalankan,” kata Eddy. Disinggung soal jalannya persidangan perdana dengan terdakwa Binti Rochmah dalam kasus korupsi dana hibah, ia mengatakan dirinya hadir sebagai saksi. Dalam persidangan, ia mengaku tidak banyak ditanya oleh hakim. “Hakimnya sempat melontarkan pertanyaan kepada saya, apakah pernah berhubungan dengan Binti. Dan saya bilang tak pernah. Itu saja,” imbuh dia. Soal namanya disinggu-

ng-singgung oleh penasihat hukum Binti Rochmah, ia sendiri tidak tahu mengapa. “Ya silahkan saja, saya tidak tahu maksudnya,” imbuh Eddy. Ia menambahkan soal hasil audit BPK mengenai jasmas, dirinya tidak tahu. Sebab, belum membacanya. Sementara itu, bergulirnya kasus dana jasmas ini juga mengerucut hingga mencatut sejumlah nama saksi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya. Salah satunya Lurah Medokan Ayu Ahmad Yardo Wifaqo sebagai koordinator verifikator penerima dana hibah tersebut. “Kita sebagai verifikator telah sesuai prosedur yang ditentukan di dalam melaksanakan evaluasi bagi penerima dana hibah tersebut. Kita sudah sampaikan hal-hal sebagai verifikator di persidangan,” kata Yardo kepada Memorandum di ruang kerjanya di Kelurahan Medokan Ayu, kemarin. selaku koordinator verifika-

tor dana hibah itu, Yardo membantah tuduhan kesalahan prosedur dari kejaksaan bahwa ada dugaan tim verifikator tidak berinteraksi dengan calon penerima dalam mengevaluasi proposal hibah dana jasmas. “Dugaan itu tidak benar. Kesalahan prosedur itu seperti apa bentuknya, kalau kita tidak berinteraksi dengan penerima hibah itu tidak mungkin. Apalagi kita sudah mengevaluasi RT, RW dan LPMK dan serta memanggil ketua lembaga dengan bendahara untuk penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (MPHD). Jadi tuduhan itu tidak mungkin dan sudah disampaikan di persidangan,”ungkap mantan Kasubbag Otonomi Daerah Pemkot Surabaya itu. Ketika ditanya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) selaku verifikator dana hibah, Yardo mengacu ke Perwali nomor 25 Tahun 2016 tentang Kewenangan sebagai Koordina-

tor Verifikator. Di antaranya memastikan penerima sudah menerima dana hibah atau belum, memastikan dana yang diterima sudah digunakan sesuai belanja dengan usulan. Misalkan dana itu digunakan untuk dibelikan sound system, maka surat pertanggungjawaban (SPj) harus sesuai nota pembelian barang tersebut. Ketika dana ini sudah tertransfer kepada penerima hibah maka menjadi tanggung jawab bagi penerimanya. “Jadi kalau tidak dievaluasi bagaimana muncul angka-angka hasil evaluasi, kemudian persyaratan-persyaratan itu. Tentunya kalau tidak dilakukan evaluasi kan itu tidak mungkin,” ucap pria kelahiran 1983 ini. Ia mengaku, terkait spesifikasi barang dan harga yang dibeli melalui dana hibah itu harus sesuai rencana anggaran belanja (RAB) yang telah ditentukan melalui usulan. (fer/udi/ why/nov)

Sambungan dari halaman 1

“Untuk meyakinkan korbannya, tersangka yang mengaku guru itu membuat trik sulap dengan menunjukkan ke korban bila uang di tangannya bisa bertambah banyak,” lanjut Pitra. Setelah menyaksikan itu, membuat korban percaya. Bahkan secara bertahap, mereka mengambil uang di bank hingga Rp 650 juta dengan harapan bisa digandakan. Ketika Al mulai bisa diperdayangi inilah, selanjutnya komplotan tersangka membeli dua tas koper yang serupa. “Satu tas koper diisi uang korban, satu koper lagi diisi keramik dan bantal,” imbuh Pitra. Awalnya dihadapan Al, ditunjukan bila uangnya dimasukan ke koper. Tapi ketika ada kesempatan, mereka ternyata mengganti koper tersebut. Selanjutnya koper itu diserahkan ke korban dan syaratnya bisa membukanya setelah sampai di rumah. Namun betapa kagetnya korban, ketika tas tersebut dibuka setelah sampai di rumah. Ternyata isinya bukan uang Rp 6,5 miliar seperti yang dijanjikan. Melainkan berisi bantal dan keramik. Merasa tertipu, korban segera melaporkan hal itu ke Polda Jatim. “Kami menduga bila korbannya sebenarnya tidak hanya satu, sehingga kami mengimbau pada masyarakat yang merasa tertipu oleh tersangka untuk segera melapor,” imbau Pitra. Menurut pengakuan Andriono, bila uang yang seolah-olah bisa digandakannya itu memang hanya trik sulap. Bukan karena dirinya memiliki ilmu menggandakan uang. “Saya belajarnya dari melihat di Youtube,” ujar Andriono. (tyo/nov)

Sambungan dari halaman 1 akhirnya buka suara mengenai berita tersebut. Lantaran nama baiknya juga dicemarkan, ibu satu anak itu berencana akan membuat laporan ke polisi. “Apabila yang dimaksud KP adalah poin B, maka Marshanda dapat menindaklanjuti pernyataan tersebut melalui jalur hukum karena itu adalah fitnah yang tidak sesuai dengan kenyataan,” tulis manajemennya yang diunggah Marshanda di stories Instagram, dilihat detikcom, Rabu (27/11). “Demikian penjelasan dari kami, selaku manajemen yang mewakili Marshanda. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” sambungnya. Sebelumnya, pihak manajemen Marshanda mempertanyakan pernyataan Karen Pooroe yang menuding artisnya berselingkuh dengan Arya Claproth. Karen Pooroe mengatakan kalau suaminya tersebut sampai tinggal di apartemen Marshanda dengan membawa anak mereka. Pihak manajemen Marshanda menduga ada kekeliruan yang ditangkap oleh Karen Pooroe. mereka pun mempertanyakannya. (*/nov)

Bhabinkamtibmas Rabu Narsis Bareng Siswa mereka diimbau agar selalu rukun sesama teman dan rajin belajar agar meraih nilai yang bagus di sekolah. Bila berprestasi maka dapat membanggakan orang tua. Selain itu Danu berpesan kepada siswa untuk selalu menghormati para guru dan mentaati aturan sekolah demi kelancaran proses belajar mengajar. Program Rabu Narsis juga dilakukan Aiptu Lagiman, Babinkamtibmas Tanah Kali (Takal) Kedinding di SMPN 15 Jalan H.M Noer. Kepada siswa, Lagiman meminta untuk tidak coba-coba merokok karena

dapat merusak kesehatan. Apalagi uang yang mereka dapat juga masih berasal dari orang tua. Begitu juga dalam pergaulan, agar generasi penerus bangsa itu tidak bergaul dengan anak-anak yang nakal supaya tidak terseret melakukan hal-hal negatif. Terpisah, Kapolsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol H Cipto mengatakan, program Rabu Narsis merupakan bagian dari enam Program Unggulan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dalam Kegiatan itu, rutin diisi dengan

Sambungan dari halaman 1 menyampaikan nasihat dan pesan-pesan positif kepada para pelajar. “Program ini rajin dilakukan para bhabinkamtibmas ke sekolah-sekolah yang ada di lingkungan masing-masing polsek,” kata Cipto. Selain itu program Rabu Narsis juga bertujuan untuk menjalin kedekatan dengan anak-anak sekolah. “Kami juga selalu menanamkan nilai-nilai positif kepada seluruh pelajar. Tujuannya agar tidak mudah terseret pergaulan yang salah, hingga merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkas Cipto. (rio/nov)

Terbalik, Terperosok ke Sawah Tiga penumpang tewas dalam kejadian tersebut dan 28 orang mengalami luka-luka. Kecelakaan itu diduga sopir bus mengantuk. Untuk korban tewas, Kurtiningsih (50), asal Karangsari RT 2 RW 4 Kutisari, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Disusul, Karni (67), asal Desa Astah,Taman, Paiton, Probolinggo, dan Doni (40), asal Ciputra Raya, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Sementara itu insiden terjadi sekitar pukul 04.30. Sebelum musibah, bus B 533 PV yang disopiri Mashrur (42), warga Luwungragi, Kecamatan Bilukambe, Brebes, Jawa Tengah, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat ke timur.

Sambungan dari halaman 1 Mendekati lokasi kejadian, tiba-tiba bus oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan tol yang berada di tengah. Selanjutnya bus nyelonong ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan. Beruntung waktu itu arus lalu lintas kondisi sepi sehingga tidak melibatkan kendaraan lain. “Dugaan sopir bus mengantuk,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya, kemarin (27/11). Yossy menyampaikan, akibat menerobos pembatas jalan, bus terbalik hingga terperosok ke persawahan milik warga. Akibatnya banyak penumpang yang mengalami luka berat dan ringan. Bahkan, tiga

penumpang diketahui tewas. “Sebanyak 28 penumpang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit,” imbuh Yossy. Pantauan Memorandum, setelah kecelakaan di lokasi banyak warga datang untuk sekadar melihat bangkai bus yang teperosok ke persawahan. Namun ada pula mereka yang ikut melakukan proses evakuasi. Petugas juga mendatangkan alat berat dan mobil derek untuk mengevakuasi bus. Hingga kini anggota laka masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Ada tiga penumpang yang dikabarkan meninggal dunia,” singkat Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo. (an/har/nov)

Hamil Pertama seperti Diterbangkan di Atas Taman Berjuta Bunga dari Bondan (26, samaran), sang suami. Bondan malah diam, dan tidak lama kemudian malah mematikan HP-nya. “Aku kira Mas Bondan ingin mendengar langsung berita membahagiakan ini. Aku pun bergegas pulang. Aku membayangkan belaian hangat suami menyambut kedatanganku,” tutur Endang. Sekilas ada kilatan cahaya di sudut matanya, tapi dengan cepat berubah kelam seolah ditutupi kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. “Ada apa, Mbak?” tanya Memorandum penasaran. Sebab, cukup lama Endang tersedot kesadarannya. Dia mendadak jadi orang linglung. Bola matanya berputar-putar naik-turun, bergerak ke kanan dan ke kiri namun terkesan hampa. Endang lantas menatap Memorandum seperti mohon kekuatan hati. “Aku kecewa,” tuturnya lirih. Kalimat ini dia ungkapkan seperti keluhan anak kepada bapak. Dia jelaskan, hari itu sampai menjelang tengah malam, suaminya tidak pulang. Endang

mengaku amat waswas karena Bondan tidak menghubunginya dan tidak bisa dihubungi. Ketika tiba-tiba muncul bersamaan kumandang tarhim menjelang azan Subuh, Bondan tampak terhuyung-huyung di bawah mistar kusen pintu. Entah kapan dia membuka pintu, Endang tidak menyadari karena sempat terlempar ke alam mimpi. Waktu itu Endang tertidur di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Bondan sejak selepas Isya. Dalam keadaan begitu, Bondan menyeret Endang masuk kamar dan memaksanya duduk di ranjang. Tepat di depan sang istri, Bondan menuding perut Endang dan berkata dengan kasar, “Gugurkan itu!” Tentu saja Endang bengong dan menatap suaminya dengan penuh tanda tanya. Dia tidak mengerti arah pembicaraan Bondan. Dia juga tidak mampu berkata-kata dan hanya meminta penjelasan lewat sorot mata.

Sambungan dari halaman 1

“Nggak paham ya? Perlu kuulang? Gugurkan kandungan itu!” Bondan kembali membentak Endang seperti ditirukan Endang. Kali ini bahkan disertai tindakan. Tangannya menjambak daster yang menutup tubuh sang istri, lalu menariknya kuat-kuat. Sampai-sampai perempuan ini tersentak dan jatuh. “Aku nggak mau tahu. Besok kandungan itu harus sudah tidak ada,” teriak Bondan sebelum menjatuhkan diri ke ranjang dan tertidur pulas. Tinggallah Endang sendirian merenungi nasib. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL Garasi Dibuka, CBR Amblas

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memimpin sertijab lima pimpinan baru.

Surabaya, Memorandum Motor Honda CBR kembali menjadi incaran pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Setelah minggu lalu terjadi di kawasan Jangkungan, kini kasus serupa menimpa Triasmono (41), warga Jalan Kalidami II. CBR hitam L 4676 EF yang diparkir amblas saat garasi terbuka.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Pimpin Sertijab 5 Pejabat Baru

Ketika dikonfirmasi Memorandum, Tri mengatakan, kejadian pencurian itu terjadi pada Selasa (26/11) pagi. Saat itu, ia baru saja berangkat bekerja sekitar pukul 07.30. “Baru tiba di kantor saya dihubungi istri kalau motor hilang. Padahal baru setengah jam saya berangkat kerja,” kata Tri, Rabu (27/11). Tri menambahkan sebelum kejadian, motornya berada di

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Lokasi hilangnya motor Triasmono.

Tim Resmob Suropati Bekuk 6 Pengeroyok Pasuruan, Memorandum Tim Resmob Suropati Satreskrim Polres Pasuruan Kota membekuk pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan ABI (18), remaja asal Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, tewas. Keenam pelaku yaitu, AG (18), warga Kecamatan Panggungrejo; DN (17), asal Kecamatan Panggungrejo; RG (17), asal Kecamatan Gadingrejo; SF(16), warga Kecamatan Purworejo; IB (17), asal Kecamatan Panggungrejo; dan SH (19), asal Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. “Dari tangan ke 6 pelaku, tim Resmob Surapati mengamankan barang bukti pakaian korban, potongan gagang sapu ijuk, 1 buah kalung asesoris milik korban, pakaian tersangka,” jelas Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso melalui Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto. Dijelaskan Endy, kejadian pengeroyokan pada Minggu (24/11) sekitar pukul 04.00 di depan toko Media Alfa Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Dari hasil penyidikan, diketa-

Kasatreskrim AKP Slamet Santoso menunjukkan barang bukti.

hui motif pengeroyokan ini karena AG sakit hati sempat dituduh sebagai pencuri di wilayah Bangil beberapa waktu lalu. Hal ini lantas diceritakan pada lima teman lainnya. Akhirnya, disusunlah rencana untuk mencari korban. Dan, minggu pagi itu keenam pelaku berhasil menemukan korban

sedang melintas di depan toko Media Alfa. Mereka lantas mengeroyok korban hingga terluka parah dan tidak sadarkan diri. “Pengroyokan terjadi pada ABI dilakukan oleh 6 pelaku pada saat korban ada di TKP. Tiba-tiba dari arah timur (Jembatan Slagah) datang sekelompok orang langsung menendang ABI,” jelas

Begal Motor Dikerangkeng

Bangkalan, Memorandum Beberapa hari terakhir ini, sebagian personel AKP M Ardi Wibowo Satlantas Polres Bangkalan, SH SIK MH aktif blusukan ke lembaga pendidikan setingkat SD. Mereka melalui program Police Goes to School terkesan rajin dan telaten berupaya menanamkan pengetahuan dan keterampilan tentang tertib lalu-lintas kepada anak-anak usia dini. Utamanya anak usia sekolah pada level tingkat SD. Tergetnya, agar pemahaman atas pengetahuan dan keterampilan tentang tertib lalu-lintas sebagaimana diamanatkan UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, meski dalam takaran yang sederhana, sudah dikenal anak-anak sejak usia dini. “Jika anak-anak sudah dewasa nanti, tidak lagi sekadar mengenal dan memahami tentang tertib lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Kasatlantas Polres Bangkalan AKP M Ardi Wibowo SH SIK MH, Rabu (27/11). Untuk kepentingan itulah, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi berharap agar semua personel, terutama anggota satlantas, rajin turun ke lapangan untuk menyukseskan program Police Goes to School. Terbukti, setidaknya dalam sepekan ini, anggota Satlantas Polres Bangkalan sering blusukan ke lembaga pendidikan tingkat SD. Seperti Selasa (26/11), misalnya, dipandu Kanitdikyasa Satlantas Ipda Sys Ratno Eko Purnomo dan anggota berkunjung ke tujuh sekolahan tingkat SD. Masing-masing SDN Kemayoran 1, SDN Demangan 1, SDN Demangan 2, SDN Mlajah 1, SDN Mlajah 2, SDN Pejagan 1 dan SDN Pejagan 2. ” Semuanya di wilayah Kecamatan Bangkalan Kota,” tandas Ardi Wibowo. Dalam kunjungan itu, mereka disambut rasa suka cita oleh para siswa SD. Termasuk kepala sekolah dan guru. Mereka antusias mendampingi para siswa, ketika anggota satlantas menyosialisasikan tertib lalu-lintas kepada anak didik mereka. Materi tertib lalu lintas yang diperkenalkan kepada para anak usia dini ini masih sederhana. Misalnya, anggota satlantas menjelaskan bahwa para pengendara motor dan mobil di jalan harus memiliki dan membawa SIM. Jika traffic light menyala merah, semua pengendara di jalan wajib berhenti dan baru berjalan setelah lampu hijau menyala.” Jadinya, anak-anak kita (siswa, red) jadi lengket dan sangat akrab dengan polisi,” pungkas M Ardi Wibowo. (ras/fer)

dengan cara menendang dan memukul korban menggunakan tangan dan kaki,” ucap Endy. Pada kejadian tersebut, ABI mengalami luka robek pada bahu kiri, dan robek perut bawah sebelah kanan, hingga pada Selasa (26/11) korban ABI dinyatakan tewas di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang. (*/rul/fer)

Untuk Bersaksi Kasus Korupsi Rommy Jakarta, Memorandum Jaksa KPK segera memanggil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk bersaksi dalam persidangan Romahurmuziy alias Rommy. Majelis hakim pun meminta agar pemanggilan Khofifah segera dijadwalkan. Awalnya jaksa meminta ketua majelis hakim Fahzal Hendri mengeluarkan penetapan pemanggilan paksa untuk 2 saksi yaitu mantan ajudan Rommy bernama Amin Nuryadi dan Sekretaris PPP Jawa Timur atas nama Didik Nurman Zen. Sebab, menurut jaksa, 2 saksi itu tidak pernah memenuhi panggilan KPK. Lantas hakim Fahzal bertanya pada jaksa mengenai Khofifah. Jaksa pun menyampaikan bila akan memanggil Khofifah tetapi perlu mengecek jadwalnya. “Saksi (Khofifah) nanti kami akan panggil juga. Kami perlu lihat jadwal yang bersangkutan,” ujar jaksa KPK Wawan Yunarwanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11), seperti ditulis deti-

kNews edisi pukul 19.38WIB kemarin. Namun hakim Fahzal meminta agar jaksa menentukan jadwal yang disediakan pengadilan tanpa perlu mengecek jadwal Khofifah. Sebab, menurut hakim Fahzal, kesaksian Khofifah juga penting untuk perkara itu. “Kita yang nentuin jadwalnya pak bukan dia. Namanya juga pejabat sibuk terus pak. Ini bukan kepentingan untuk buktikan terdakwa saja, tapi juga kepentingan dia,” kata hakim Fahzal. “Jadi jangan mepet-mepet akhirnya merugikan semuanya pak, nggak bisa buktikan apa yang didalilkan dalam dakwaan, demikian juga penasihat hukum dalam hak pembelaan kliennya,” imbuhnya. Dalam perkara ini Rommy didakwa menerima uang Rp 325 juta dari Haris Hasanudin untuk membantunya mendapatkan jabatan di Kemenag. Rommy juga didakwa menerima Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi. Uang tersebut berkaitan dengan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.(*/asw)

Peringati HCPSN 2019 dengan Tanam Pohon Probolinggo, Memorandum Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji ikut andil dalam menghijaukan Kota Probolinggo, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2019, di ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTHKP) Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (27/11). Hal itu ditandai dengan pelepasan merpati dan penanaman pohon mangga yang merupakan ikon Kota Probolinggo bersama Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali HM Soufis Subri, Sekdakot drg Ninik Ira Wibawati, perwakilan forkopimda, didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Penanaman pohon mangga ini sebagai wujud peduli lingkungan. Apalagi lahan yang akan ditanam masih kurang dengan tegakan pohon. Adapun pohon-pohon yang ditanam ini merupakan pohon-pohon produktif. Semoga pepohonan ini dapat tumbuh subur dan berbuah dengan baik,” kata Imam Pauji. Perwira berpangkat satu melati ini ber-

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Program Police Goes to School

Endy. Te r m a s u k s a l a h s a t u memukulkan gagang sapu ijuk hingga patah menjadi 3 bagian. Salah satunya berbentuk lancip, dan potongan kayu berbentuk lancip itu ditusukkan kepada korban. “Pelaku lainya juga melakukan kekerasan kepada korban

Jaksa KPK Segera Panggil Khofifah

Pasuruan, Memorandum Pasuruan,” ujar Hardi. Anggota Resmob SaInformasinya, korban treskrim Polres Pasuruan melintas di jalan raya tersebut berhasil meringkus buron kemudian dari arah belakang begal motor di jalan Desa muncul dua pelaku bernaTampung, Kecamatan Remma Sulaiman, sebagai joki bang, Kabupaten Pasuruan, dan Zainul yang dibonceng Rabu (27/11). sebagai eksekutor. Dengan Kasatreskrim Polres Pamengendarai Suzuki Satria suruan AKP AdrianWimbarda FU 150 hitam strip merah, melalui Kasubbag Humas dengan cara memepet korAKP Hardi menyampaikan, ban dari sebelah kanan. berdasarkan laporan dari Siti Kemudian Sulaiman Zainul Ruchani dengan No LP / 27 mencabut kunci kontak sepe/ IX / 2019 / JATIM / RESPAS da motor korban sehingga / SEK SUKOREJO , Tanggal 18 mesin sepeda motor mati. SeSeptember 2019, anggota lanjutnya, teman korban Agus melakukan pengejaran dan Wahid Hasim menendang mengamankan satu pelaku motor pelaku yang berakibat bernama Sulaiman dan 1 DPO. korban dan pelaku terjatuh Pembegalan ini terjadi di bersama motornya. “Saat korban terjatuh Jalan Raya Surabaya - Malang a Zainul dan Sulaiman mendatantermasuk Dusun Krajan, Desa jo, gi korban sambil mengeluarkan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, celurit dari balik pinggangnya. KemuKabupaten Pasuruan, Rabu (18/9). “Dari serangkaian penyelidikan tindak dian pelaku mengancam, dan meminta paksa pidana tersebut maka pada hari Selasa tang- sepeda motor korban. Sehingga korban ketagal 26 Nopember 2019 Sekira jam 17.00 , unit kutan, dan sepeda motor milik korban dibawa buser selatan menangkap Zainul di jalan Desa lari oleh kedua tersangka kearah Utara menuTampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten ju arah pasar Sukorejo,” jelas Hardi. (*/rul/fer) FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Anggota satlantas berkunjung ke salah satu SDN untuk menyosialisasikan tertib lalu lintas.

luar garasi. Selanjutnya ia memasukkan motornya ke garasi lantaran dirinya menggunakan mobil saat berangkat bekerja. “Lalu istri masuk ke rumah dan membiarkan garasi tetap terbuka karena memang setiap pagi garasi tidak pernah ditutup,” paparnya. Lanjut Tri, selang setengah jam kemudian istrinya keluar rumah dan langsung terkejut setelah melihat motornya raib.

“Melihat itu, istri saya mencoba bertanya kepada warga sekitar, namun tidak ada yang mengetahuinya,” jelasnya. Selain itu, Tri juga menjelaskan selain mengambil motor, pelaku juga mengambil kunci motor tersebut yang ditaruh di atas meja rumahnya. “Sepertinya pelaku sudah hafal situasi dan kondisi rumah saya makannya pelaku juga mengambil kunci yang letaknya didalam rumah,” ucapnya. Sementara itu, dikonfirmasi Kanitreskrim Polsek Gubeng AKP Oloan Manullang, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan atas kasus ini. “Belum ada laporan tentang pencurian ini,” singkat Oloan. (x-3/fer)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Jember, Memorandum Kap Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SI MHum memimpin upacara serSH SIK te ah terima jabatan (sertijab) sejumlah peja utama yang digelar di aula pejabat Ru Rupatama Mapolres Jember, Rabu ( 27 27/11) pagi. Adapun sejumlah jabatan yang diserahterimakan adalah Kabagops dari Kompol Harwiyono kepada AKP Idham Khalid, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tanjungwangi Polres Banyuwangi. Selanjutnya, Kasatintelkam Iptu Agus Setyono menempati jabatan baru Panit V Subdit II Ditintelkam Polda Jatim. Kasatintelkam Polres Jember yang baru adalah Iptu Dartok Darmawan, sebelumnya menjabat Kasatintelkam Probolinggo Kota. Lalu, Kasatsabhara AKP Istono menempati jabatan baru sebagai Kasubagbinops Bagops Polres Probolinggo. Untuk pejabat baru Kasatsabhara Polres Jember diserahterimakan kepada AKP Sunarto, yang sebelumnya Kapolsek Umbulsari. Sebagai pengganti sementara yaitu Iptu Murgianto, Ps Kanitintelkam Polsek Kaliwates. Kemudian jabatan baru Kapolsek Patrang diserahterimakan dari AKP Mahrobi Hasan, kepada Iptu Sholihin Agus Wiyaya, yang sebelumnya Kanit Idik III/ Pidek Satreskrim Polres Jember. Mantan Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan menempati jabatan baru sebagai Kasubagdalops Bagops Polres Lumajang. Prosesi upacara sertijab dihadiri Wakapolres Jember Kompol Bagus Ikhwan C, para kabag, kasatfung, kasubbag dan kapolsek jajaran beserta ibu bhayangkari. Kapolres Jember dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasihnya kepada pejabat lama dan mengucapkan selamat datang kepada pejabat baru yang selanjutnya agar segera menyesuaikan di tempat tugas masing- masing. “Kepada pejabat baru, agar tetap melanjutkan dan mempertahankan capaian yang baik oleh pejabat lama, sehingga ke depan satker baru yang dipimpin tetap memberikan kontribusi positif yang semakin terus ditingkatkan demi menjaga nama baik organisasi,” ujar Alfian Nurrizal. (edy/fer)

HALA HALAMAN 8

Wakapolres Kompol Imam Pauji menanam pohon mangga sebagai ikon Kota Probolinggo dalam peringatan HCPSN 2019.

harap, pepohonan mangga yang ditanam dapat memberikan keuntungan berupa peningkatan kesejahteraan. Wakapolres juga mengapresiasi atas gerakan penghijauan yang dilakukan Pemkot Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas pembangunan yang dilakukan.

“Semoga kerja nyata ini dapat dilanjutkan terus, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus untuk melindungi keanekaragaman hayati agar tidak mengalami kepunahan,” tandasnya. Menurutnya, setiap 5 November memperingatinya sebagai Hari HCPSN. Pada

momen ini kembali diingatkan bagaimana pentingnya menjaga kelestarian puspa serta satwa supaya tetap lestari dan terjaga. “Mengingat seperti yang kita tahu, tumbuhan dan hewan khususnya yang ada di Indonesia, sudah banyak yang punah. Padahal makhluk hidup tersebut adalah salah satu aset bangsa yang tak ternilai harganya,” ucap Imam Pauji. Dikatakan Imam Pauji, bahwa saat ini di wilayah Kota Probolinggo sudah banyak komunitas seperti pecinta lingkungan, tumbuhan hingga hewan yang bermunculan. “Yang jelas, mereka membawa visi dan misi yang sama, sudah banyak komunitas diluar sana yang sembari menjalani kegemarannya namun tetap melakukan hal positif dan berguna bagi makhluk di sekitarnya,” ungkapnya. (mhd/yud/fer)


KOTA SURABAYA Pemerintah Jangan Diskriminasi WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

Penegakan Hukum dan Alih Fungsi Kawasan Surabaya, Memorandum Reklamasi di pesisir Pantai Kenjeran mendapat sorotan dari pakar hukum lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Suparto Wijoyo. Menurut dia, meluasnya ancaman reklamasi terhadap pesisir yang terjadi di beberapa wilayah Surabaya perlu pengawasan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. “Yang dilakukan warga (reklamasi) harus ditinjau secara serius oleh pemkot dan pemprov dalam rangka menangani kawasan-kawasan pesisir atau pantai yang di satu sisi adalah warga Kota Surabaya,” ujar dia. Suparto menyarankan agar pemerintah melakukan pembinaan kepada warga setempat. Sebab, reklamasi yang dilakukan warga belum tentu mereka tahu hukumnya dan dampaknya.  Bersambung ke halaman 10 

Lokasi bekas lapak jualan pedagang Genteng Sidomukti yang lokasinya di samping gedung Siola Mal Pelayanan Publik.

“

Kalau dilihat banyak berdiri perumahan yang menguruk mangrove. Lho kenapa mereka bisa legal. Jadi memang ada diskriminasi. Untuk itu perlu ditata dengan arif dan bijak semacam ini. Yang jelas, jangan ada diskriminasi di dalam penegakan hukum dan alih fungsi kawasan Prof Dr Suparto Wijoyo Pakar Hukum Lingkungan Unair

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Digusur, PKL Genteng Sidomukti Ngotot Berjualan Surabaya, Memorandum Sekitar 12 pedagang kaki lima (PKL) Genteng Sidomukti atau di samping Gedung Siola Mal Pelayanan

Publik, resah. Pasca ditertibkan, Selasa (18/10), hingga kini nasib mereka tak jelas. Sebab, tak bisa berjualan lagi di bekas lapak yang digusur.

Perwakilan PKL sudah berkirim surat ke Wali Kota Tri Rismaharini untuk bisa menempati lokasi yang digusur. Namun, hingga kini belum

ada jawaban. Salah seorang pedagang Genteng Sidomukti Serly mengungkapkan,  Bersambung ke halaman 10 

Osaka, Metropolitan yang Kuat Pegang Budaya Asli Jepang (3)

Tanamkan Pendidikan Karakter sejak Usia Dini hingga Mahalnya Harga Sampah Jepang telah lama dikenal dengan pendidikan karakternya, bahkan hal itu telah ditanamkan sejak anak usia dini. Orang tua bertanggungjawab sepenuhnya akan tumbuh kembang anak. Mulai dari masalah kebersihan diri hingga tanggungjawab yang lain, diharapkan sudah terbentuk semenjak anak mulai mengenal bangku sekolah. Situasi ini seperti yang dijumpai wartawan SKH Memorandum saat mengunjungi dua sekolah di Kota Osaka, yakni Hatsushiba Ritsumeikan High School dan Namihaya High School. Oleh: Tri Haryoko DI JEPANG, tradisi selalu hidup bersih diterapkan dimanapun, terlebih di lingkungan sekolah. Yang cukup

membuat sedikit terkejut delegasi Pemprov Jatim dan SMA Negeri 5 Surabaya saat mulai menginjakkan

kaki di Namihaya High School adalah ketika mereka harus melepas alas kaki (sepatu) begitu masuk lingkungan sekolah. Tak cukup sampai di sana, selepas melepas sepatu para tamu yang datang wajib berganti sandal berbahan lunak yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Lantas dikemanakan sepatu-sepatu yang dilepas tadi. Pihak sekolah juga telah menyiapkan plastik (tas kresek) untuk menyimpan sepatu yang kemudian dibawa ke ruangan kelas. Usut punya usut ternyata hal itu tak hanya berlaku bagi para tamu yang datang ke sekolah itu, namun seluruh penghuni sekolah mulai siswa hingga guru dan siapapun

wajib melakukan kebiasaan baik itu. “Kebersihan memang menjadi hal yang terpenting di sini,” ujar salah seorang guru di Namihaya High School. Prinsipnya pun sangat sederhana, karena alas kaki (sepatu) yang habis dipakai di luar dipastikan akan membawa kuman, sehingga alas kaki apapun harus ditinggal di luar kelas dan berganti dengan sandal ruangan. “Tradisi itu tak hanya berlaku di sekolah, namun di lingkungan tempat tinggal kami juga,” ungkap Tamawati, warga Osaka yang juga pemandu wisata lokal. Dengan pola seperti itu, bisa dipastikan lingkungan sekolah  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/TRI HARYOKO

Siswa-siswi SMA Negeri 5 Surabaya belajar dan bermain di ruang kelas bersama pelajar Namihaya High School.

Gubernur Khofifah Pompa Semangat Atlet Jatim Lepas Atlet Menuju SEA Games Manila Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (26/11), memompa semangat atlet dan pelatih Jawa Timur yang akan berlaga di arena SEA Games Manila 2019. PENGOBARAN semangat gubernur perempuan pertama di Provinsi Jawa Timur itu, dilakukan saat acara pelepasan kontingen di Hotel Sultan, Jakarta, yang juga dihadiri Ketua DPD RI (yang juga Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim) La Nyala Mattalitti, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno, Yuni Deputy Kemenpora dan Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung. Tidak seluruh atlet hadir dalam acara pelepasan tersebut karena beberapa cabang olahraga atletnya sudah berangkat terlebih dahulu ke Filipina. “Atlet Jawa Timur harus

Khofifah Indar Parawansa

mampu mengibarkan bendera merah putih dan kumandangkan Indonesia di sana. Raihlah emas sebanyak mungkin dan buatlah bangga Indonesia di mata dunia lewat prestasi kalian. Saya yakin Jawa Timur mampu,” ungkap Khofifah bersemangat. Atlet asal Jawa Timur berlaga hampir disemua cabang olahraga yang dipertandingkan. Dominasi atlet Jawa Timur terlihat dalam cabor tenis lapangan. Dari 10 atlet yang dikirim ke Filipina ada delapan atlet asal Jatim, di antaranya Christopher Rungkat hingga Aldila Sutjiati. Di ajang olahraga terakbar se-Asia Tenggara yang akan berlangsung 30 November hingga 11 Desember 2019 ini, Indonesia berlaga di 51 dari 56 cabang olahraga yang dipertandingkan. Gubernur Khofifah berharap, seluruh atlet berusaha sekuat tenaga dalam semua pertandingan di SEA Games. Khofifah juga berpesan kepada para pelatih untuk terus memberikan dukungan moril dan motivasi agar atlet berada dalam kondisi prima saat bertanding. “Atas nama Pemprov Jatim, saya mengucapkan selamat mengemban tugas dari bangsa dan negara tercinta. Kami semua, mendoakan agar seluruh atlet meraih hasil terbaik untuk Indonesia. Junjung terus semangat, kekompakan dan sportivitas,” ujar Khofifah sembara menambahkan bahwa SEA Games sangat bagus untuk mengasah mental atlet-atlet muda Indonesia. “Untuk mencetak atlet profesional tentu memerlukan pengalaman bertanding. Dalam turnamen mereka akan merasakan ketatnya atmosfer kompetisi. Mental mereka akan teruji betul. Saya yakin ke depan semakin banyak lahir atlet muda berprestasi asal Jatim,” tutur dia. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan uang saku bagi para atlet. Terkait bonus, Khofifah mengatakan Pemprov Jatim dan KONI telah menyiapkan bagi atlet yang mampu meraih emas. (*/asw)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua DPD RI La Nyala Mattalitti dan Ketua Umum Jatim Erlangga Satriagung serta Wakil Ketua Umum Pusat Suwarno berfoto bersama para atlet asal Jatim yang akan bertanding di SEA Games 2019 di Manila-Filipina.

Selain memberi motivasi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga memberikan uang saku pada semua atlet asal Jawa Timur yang akan bertanding di SEA Games 2019.


KOTA SURABAYA

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

OBROLAN PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Ngelem Tanya: Saya pernah melihat anak-anak yang diamankan satpol PP karena kedapatan ngelem. Sebenarnya efek dari ngelem seperti apa? Terima kasih atas jawabannya. Yunita, warga Jalan Tambaksari, Surabaya Jawab: Ngelem merupakan salah satu zat inhalan/ solven/ Brigjenpol Drs Bambang Priyambadha SH MHum mudah menguap. Kepala BNNP Jatim Inhalansia/ solven adalah zat organik yang berbetuk gas dan zat pelarut yang mudah menguap dan dihirup. Contoh aerosol, lem aica aibon, cairan dry cleaning, uap bensin, tinner, spidol. Zat aktif toluene/ naftalene yang terkandung dalam inhalan aerosol. Dalam dosis kecil awal inhalan dapat menginhibisi dan menimbulkan perasaan euforia, kegembiraan, sensasi mengambang dan menyenangkan. Dalam dosis yang lebih tinggi dapat menimbulkan halusinasi visual ataupun auditorik, ilusi sensorik, rasa takut. Dalam penggunaan jangka panjang, dapat menimbulkan gejala gangguan memori, emosi yang tidak stabil, kerusakan saraf karena merusak selubung mielin saraf, kerusakan ginjal dan hati. Inhalansia juga merupakan zat adikitif yang dapat menimbulkan ketergantungan. Biasanya memang rata-rata dipakai oleh anak di bawah umur karena harganya yang relatif murah. Selain itu juga kadang dicobapakai oleh pengguna narkoba jenis tertentu sebagai bentuk pengganti jika tidak dapat membeli zat narkoba yang dibutuhkan untuk mendapat efek yang mirip. (*/fer)

16 Perusahaan Relokasi Industri ke Luar Daerah Surabaya, Memorandum Kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen berpengaruh terhadap investasi di Jatim, khususnya di ring I. Tercatat ada 16 perusahaan yang merelokasi usahanya ke luar daerah dengan upah minimum lebih rendah. Seperti diketahui UMK 2020 Jatim telah ditetapkan GUbernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (20/11). Besarnya UMK di ring I, Kota Surabaya Rp 4.200.479,19, Kabupaten Gresik Rp 4.197,030,51, Kabupaten Sidoarjo Rp 4.193,581,85, Kabupaten Pasuruan Rp 4.190,133,19, dan Kabupaten Mojokerto Rp 4.179,787,17. Sementara UMK terendah adalah Kabupaten Magetan Rp 1.913.321,73. “Kenaikan UMK di Jatim me-

mang berpengaruh terhadap investasi. Industri di ring 1 yakni Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto harus merelokasi atau memindah lokasi pabriknya ke luar daerah,” ujar Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Jatim, Yuntarti Panca Puspita, Rabu (27/11). Tiga industri dari Surabaya yang relokasi adalah PT Bumi Menara Internusa ke Lamongan, PT Darma Anugerah Indah

GRAFIS/AZIZ

dan PT Classic Prima Carpet ke Jombang. Sementara enam industri dari Sidoarjo yang relokasi, yakni PT Global Way Indonesia ke Madiun, PT Kharisma Indonesia dan CV Karindo Putra Jaya ke Nganjuk, PT Sumber Citra Persada dan PT Salim

Brothers ke Jombang, dan PT Aggiomultimex ke Malang. “Disusul satu industri dari Gresik, yakni PT Pradipta relokasi ke Jombang serta dari Pasuruan ada tiga industri yakni PT Karyamitra Budi Sentosa ke Ngawi dan Madiun, serta PT

Shoufong L ke Bojonegoro, dan PT Namyoung ke Rembang/ Jepara (Jateng),”terang dia. Selain itu, Yuntarti menambahkan, juga didapati di Mojokerto ada dua industri yang relokasi, yakni PT Sengdam ke Rembang/Jepara (Jateng), PT Dwi Prima Sentosa ke Ngawi dan Madiun. Satu industri di Jombang, yakni PT Karya Mekar Dewatamali relokasi ke Nganjuk. Yuntarti menegaskan, relokasi industri tersebut menjadi konsekuensi perubahan investasi atas kebijakan UMK 2020. “Jika relokasi masih di wilayah Jawa Timur, saya pikir tidak masalah. Namun ada yang investasinya pindah ke Jawa Tengah, itu yang kami sayangkan,” pungkas dia. (why/dhi)

IKA Stikosa-AWS Kembalikan Harga Diri dan Kejayaan Almamater Surabaya, Memorandum Perkembangan ilmu komunikasi semakin pesat dan cepat. Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa-AWS) terus bergerak mengembalikan kejayaan almamater dengan merespons secara berkala perkembangan tersebut. Di awal kepengurusan periode 2019-2023, IKA Stikosa-AWS bersama mahasiswa berinisiasi menggelar dialog empat pilar AWS dengan tema Mengembalikan Harga Diri dan Kejayaan Almamater, Rabu (27/11) pukul 13.00 di Kampus Stikosa-AWS. Ketua Umum IKA Stikosa AWS M. Zurqoni mengatakan, langkah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan sinergitas empat pilar AWS, yakni Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT), Civitas Akademika Stikosa-AWS, Mahasiswa, dan IKA Stikosa-AWS. Wakil Ketua II IKA Stikosa-AWS M Subecky Nurcahyo menambahkan, kerja sama yang baik antara empat pilar diperlu-

kan untuk menjadikan kampus Stikosa-AWS menjadi lebih progresif. “Diskusi ini dilakukan dengan visi dan tujuan yang sama, yaitu untuk menjadikan Stikosa-AWS lebih bermartabat, dan kami siap membantu memajukan Stikosa-AWS,” kata M Subecky Nurcahyo. Sebelumnya YPWJT telah mengesahkan Pengurus IKA Stikosa-AWS periode 2019-2023 melalui Surat Keputusan nomor 06/YPW-JT/KEP/XI/2019 tentang Pengangkatan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Stikosa-AWS masa bakti 2019-2023. Pada kesempatan dialog empat pilar ini dilaksanakan penyerahan SK tersebut kepada pengurus IKA Stikosa-AWS. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Badan Pengurus YPWJT Imawan Mashuri dan Sekretaris Erfandi Putra pada 20 November 2019 itu, menetapkan susunan pengurus IKA Stikosa-AWS. Pada kesempatan tersebut, Ketua YPWJT Imawan Mashuri menyatakan, Stikosa-AWS harus menjadi ambasador almamater.

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur Imawan Mashuri bersama pengurus IKA Stikosa-AWS periode 2019-2023.

Dengan begitu, kata dia, semua selalu punya usaha untuk membangun Stikosa-AWS ke depan yang tentunya menjadi pendidikan yang harus aktual dan relevan dengan zaman. Ketua Stikosa-AWS, Prida Ariani Ambar Astuti berpendapat, dengan dialog empat pilar ini, dirinya merasa termotivasi dan semakin semangat mengem-

bangkan dan memajukan Stikosa-AWS. “Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bekerjasama mengadakan acara dialog ini,” jelas dia. Presiden BEM Stikosa- AWS Bella menyambut baik dialog empat pilar ini karena baru pertama kali dilakukan. Dan semoga ke depan semua terus saling menjaga sinergi yang

sudah dibangun ini. Selanjutnya IKA Stikosa-AWS akan bekerja bersama dengan civitas akademika untuk mengembangkan program pendidikan ilmu komunikasi di kampus. Sehingga diharapkan mampu menghasilkan sarjana ilmu komunikasi yang kreatif, kritis, berdaya saing tinggi dan dibutuhkan di berbagai bidang. (alf/dhi)

Pemerintah Jangan Diskriminasi

FOTO: ISTIMEWA

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi memberikan sambutan didampingi Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto.

Pangdam Cangkrukan Bareng Arek Suroboyo Surabaya, Memorandum Guna mempererat tali silaturahmi, Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi cangkrukan bareng Forum Silaturahmi Akbar Arek-Arek Suroboyo, Selasa (26/11) malam. Kegiatan yang digelar di lapangan Makorem 084/Bhaskara Jaya ini dihadiri 37 komunitas dan organisasi masyarakat. “Ini merupakan kegiatan rutin tiga bulan, tujuannya untuk bersama-sama jogo Jatim, khususnya Suroboyo,” ujar Wisnoe. Wisnoe mengungkapkan, acara cangkrukan ini sebenarnya sudah lama dibina semenjak dirinya masih menjabat Danrem Bhaskara Jaya. Ketika kembali ke Jatim menjadi pangdam, Wisnoe menggiatkan lagi. “Sebenarnya pertemuan ini yang dibahas hanya halhal ringan saja, sing penting seduluran sak lawase (bersaudara selamanya),” imbuh Wisnoe ketika didampingi Danrem Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto. Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Pusura Hoslih Abdullah mengatakan bila pertemuan ini dihadiri oleh 37 kelompok elemen masyarakat. “Di sini kami tunjukkan bila kekompakan itu selalu terjalin,” ujar pria yang akrab disapa Cak Dullah ini.(tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Dia menegaskan, jika kawasan konservasi atau pantai kemudian direklamasi tanpa ada izin ini merupakan kejahatan. “Untuk itu harus dilakukan penertiban yang bijak dengan pendekatan karena itu juga warga kota. Jangan-jangan warga tidak tahu,” imbuh dia. Selain itu, reklamasi yang dilakukan warga tersebut mencontoh perusahaan. Sebab, mereka pasti berpikir kenapa warga mereklamasi pantai dipersoalkan. Sementara banyak perumahan-peruma-

han mewah yang menguruk pantai tidak dipersoalkan atau terkesan dibiarkan. “Kan itu juga termasuk mereklamasi. Bahkan, yang ada di kawasan mangrove saja, sebelahnya ada perumahan yang berdiri. Ini kan juga sesunguhnya menguruk kawasan mangrove. Itu kok boleh?” tanya Suparto. Maka, lanjut dia, pemerintah jangan sampai ada diskriminasi tentang penegakan hukum penataan ruang. Selain itu, jangan ada diskriminasi tentang akses

Tanamkan Pendidikan Karakter... akan lebih bersih dan tentunya diharapkan kesehatan siswa-siswi juga terjaga. Dalam hal menjaga kebersihan sekolah, siswa juga diberi tanggung jawab penuh. Jika di jalanan di Osaka tak disediakan tempat sampah, pun dengan di sekolah-sekolah tak ada yang namanya petugas kebersihan sekolah yang bertanggungjawab akan kebersihan sekolah. Karena mulai menyapu, mengepel, hingga membersihkan toilet wajib dilakukan oleh siswa yang diatur dalam jadwal piket. Hal-hal seperti itu telah tertanam semenjak anak mulai mengenal sekolah, sehingga di Jepang tidak mengenalkan pelajaran berhitung atau matematika semenjak anak masuk sekolah dasar. Pendidikan karakter yan selalu diajarkan di usia awal sekolah itu. Sebagai contoh pendidikan yang diajarkan di level usia itu seperti bagaimana seorang anak bisa menjaga barang yang merupakan barang milik bersama. Di sini tidak ada anak yang tidak naik kelas, kalaupun ada yang sedikit terlambat dalam mengikuti pelajaran, bisa jadi karena otak kanan si anak tidak sama dengan teman seusianya. Di sini sekolah telah mencarikan solusi dengan menyediakan kelas semacam kelas slow. Jadi, semua anak memiliki hak yang sama. Hal inilah mungkin yang membedakan karakter pelajar Jepang dengan negara lainnya. Memang di satu sisi sebagai negara maju, tuntutan yang sempurna akan hal-hal penting seolah sudah menjadi

Sambungan dari halaman 9

Sambungan dari halaman 9

keharusan, dan itu seiring dengan tradisi masyarakat Jepang yang memang masih menjunjung tinggi adat ketimuran. Dalam hal kebersihan, di Kota Osaka masyarakatnya juga diharuskan berpikir dua kali lipat jika ingin memiliki barang baru. Karena, nantinya untuk membuang barang bekas tak bisa dilakukan sembarangan. Semisal kita akan membeli sofa baru, kita juga harus memikirkan bagaimana kita membuang sofa bekas, sementara ukuran tempat tinggal di Jepang dipastikan tak begitu luas. Membuang sampah sembarangan, dipastikan denda dan hukuman yang lain akan menyertai. Di Osaka, untuk membuang sampah seperti sofa akan dikenakan tarif 4.000 yen atau setara Rp 524,000, sedangkan untuk membuang alat elektronik bekas semisal AC bekas akan lebih mahal yakni sekitar 8.000 yen, atau dipatok dua kali lipatnya membayar sofa bekas atau kalau dirupiahkan mencapai lebih dari Rp 1 juta. Biaya-biaya semacam itu semua dibebankan kepada warga, dan mengapa semahal itu, karena biaya untuk mendaur ulang barang bekas butuh ongkos tidak murah, di sana pemerintah setempat tinggal mengontrol saja. Sementara masyarakat Osaka tak ada satupun yang berani melanggar aturan dan kesepakatan bersama itu. Kita sebagai masyarakat di negara berkembang akankah bisa mengikuti jejak-jejak positif yang telah berlangsung lama menjadi tradisi masyarakat Osaka?. (lis/habis)

publik untuk mendapatkan tempat tinggal. “Kalau dilihat banyak berdiri perumahan yang menguruk mangrove. Lho kenapa mereka bisa legal. Jadi memang ada diskriminasi. Untuk itu perlu ditata dengan arif dan bijak semacam ini. Yang jelas, jangan ada diskriminasi di dalam penegakan hukum dan alih fungsi kawasan,” jelas dia. Bahkan, menurut Suparto, dampak terbesar yang diakibatkan reklamasi adalah ekosistem air dan mempengaruhi kegiatan masyarakat yang tinggal sekitar. Wilayah pesisir pantai misalnya, yang terkena reklamasi, penduduknya yang mata pencaharian sebagai nelayan akan berkurang hasil tangkapannya. Di mana bila terjadi penimbunan laut, ekosistem yang hidup di situ akan tergganggu. Namun, menurut dia, kalau reklamasi itu dalam penyelamatan abrasi pantai

tentu ditoleransi secara ekologi. Namun, jika kemudian menimbulkan dampak berkurangnya areal-areal konservasi, akibat menguruknya tidak menggunakan tanah konservasi, namun tanah bangunan, maka terganggunya biota air. “Untuk itu terhadap reklamasi yang terjadi di wilayah Kenjeran saya mendorong Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim bijak menyikapi apa yang dilakukan masyarakat. Karena jangan sampai ada diskrimasi penegakan hukum tata ruang, hukum kawasan konservasi karena warga juga tahu banyak perumahan yang mereklamasi kawasan Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya). Karena kenapa rakyat sampai melakukan hal semacam ini, apakah ini sebuah protes keadilan? Biar menjadi perhatian gubernur dan wali kota,” kata Suparto. (alf/dhi)

Digusur, PKL Genteng Sidomukti... pedagang bersikukuh ingin bisa berjualan kembali. Sebab, sumber pendapatannya hanya diperoleh dari berdagang. “Kami ingin tetap berjualan di sana. Satu-satunya sumber kehidupan kami ya dengan berjualan. Kami juga warga asli Surabaya yang tinggal di wilayah Genteng,” keluh dia. Kerena penertiban tersebut, lanjut dia, pedagang tak memiliki aktivitas karena tidak ada tempat berjualan. “Biasanya sehari kami mendapat omzet sekitar Rp 700 ribu. Nah, selama dua minggu ini tidak ada pendapatan,” keluh dia. Untuk itu, pedagang Genteng Sidomukti mengadukan nasibnya ke komisi B DPRD Kota Surabaya untuk dicarikan solusi. Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Luthfiyah berharap setelah pavingisasi tuntas, Pemkot Surabaya memberikan izin kepada PKL untuk berjualan.Tentunya dengan syarat-syarat yang harus dipatuhi PKL. Seperti pemasangan roda pada gerobak PKL, tidak ada bangunan semi permanen, pembatasan jam operasional PKL, dan juga menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Sambungan dari halaman 9

“Ini agar tidak mengganggu akses keluar masuk warga. Sehingga jika ada kebakaran PMK juga bisa masuk dengan cepat,” kata Luthfiyah usai rapat dengar pendapat bersama PKL Genteng Sidomukti dan OPD Pemkot Surabaya, Rabu (27/11). Sementara Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb menjelaskan, penertiban tersebut dilakukan karena pavingisasi jalan. Selain itu, untuk mempermudah kendaraan PMK, ambulans dan lainya ketika keadaan darurat. “Pavingisasi belum rampung. Setelah selesai nanti apakah pedagang diperbolehkan atau tidak menempati lokasi, kami akan membahas lagi lebih mendalam dengan dinas terkait,” kata Piter. Terkait parkir, Piter mengaku akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Salah satu solusi yang dibahas dalam hearing, parkir di Jalan Genteng Sidomukti akan dipindah ke gedung Siola. “Tapi kami belum tahu apakah pengelolahan parkir milik pemkot atau tidak. Kami akan melakukan peninjauan,” pungkas dia. (alf/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Tuntut SukmawaƟ Dibui

Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam bersama wakil bupati dan pejabat lain mengikuti kegiatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Pamekasan.

Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi di SMAN 1 Pamekasan Pamekasan, Memorandum Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam SPSi didamping Wakil Bupati H Raja’e menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H tahun 2019 yang digelar di lapangan SMA Negeri 1 Pamekasan. Hadir dalam acara tersebut di antaranya beberapa anggota dewan, seluruh SKPD forkopimda, Dandim O826, dan kapolsek. Mereka disambut Kepala SMAN 1 Pamekasan Dra Hj Faridah MPd. Dalam sabutannya, bupati menuturkan melalui Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadikan umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifatnya. Bupati menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga memiliki makna sebagai

bentuk syukur atas dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. “Karena alam ini tidak akan tercipta jika tidak ada Nur Muhammad. Dan kita bersyukur pada hari ini kita diberikan kesehatan, berkah, hidayah serta dimurahkan rezeki, dan mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut, bupati mengucapan terima kasih kepada ustaz yang menyampaikan ceramah. Pemkab Pamekasan sendiri juga mendorong kegiatan semacam ini untuk terus dilakukan. “Melalui momentum semacam ini pula sebagai sarana bagi masyarakat untuk saling mengeratkan hubungan silaturahmi di antara masyarakat. Inilah kesempatan kita untuk saling berkumpul dan bersilaturahmi di

tengah-tengah masyarakat,” tambahnya. Kepala SMAN 1 Dra Hj Faridah MPd menyampaikan kepada Memorandum bahwa dengan adanya acara ini, pihaknya berharap bisa menambah ilmu pengetahuan, bagi dia dan seluruh siswa dalam berbuat baik. Dan lebih meningkatkan Keimanan. “Kita juga berharap dapat melahirkan alumni siswa yang bukan hanya berhasil dalam menyelesaikan akademiknya, tapi juga menjadi pemuda yang berahlak dan beretika,” tutup Hj Farida. Ceramah diisi oleh Kiai Fauzan Badrudin asal Blumbungan, Pamekasan. Tema dalam peringatan ini yakni Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai bekal pribadi yang unggul. (sjk/adv/sr)

Bangkalan, Memorandum Gelombang aksi demo umat Islam menyikapi pernyataan kontroversial Sukmawati terus bermunculan di tanah air. Tak terkecuali di Kabupatan Bangkalan, Rabu (27/11) siang. Aksi diikuti ribuan kiai, habib, habaib, ustaz, dan santri ponpes dari 18 kecamatan. Mereka yang tergabung dalam Forum Uman Islam Bangkalan Bersatu (FUIBB) itu meluruk dan memblokade Mapolres Bangkalan. Tak pelak lagi, ruas jalan di sepanjang Jalan Teuku Umar dan jalan kembar Soekarno-Hatta, penuh sesak oleh lautan Umat Islam. Guyuran hujan lebat tak membuat mereka jadi patah semangat. Dipandu oleh korlap KH Muhammad Cholid Mahsus, para ulama sentral di kabupaten ujung Barat Pulau Madura itu, secara bergantian berorasi di depan pintu masuk Mapolres. Misi dan tuntutan mereka persis sama dengan suara mayoritas Umat Islam di daerah lain. Tangkap, adili dan bui (penjarakan) Sukmawati. Salah satu putri Proklamator RI Ir Soekarno itu, dengan sadar dan sengaja, sudah berulang kali menistakan Agama Islam. “Sebagai sesama muslim, kami memaafkan kelakukan Ibu Sukmawati sebelumnya. Tetapi

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

Ribuan Ulama dan Santri Blokade Mapolres Bangkalan

Ribuan umat Islam menggelar aksi demo di depan pintu masuk Mapolres Bangkalan dan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi (inset).

sekarang tidak. Pernyataan kontroversial Sukmawati kali ini benar-benar konyol dan keterlaluan. Tangkap, adili dan penjarakan Sumkawati,” pekik KH Muhammad Cholil Mahrus dalam orasinya. Celoteh nekat Sukmawati yang berani membandingkan dan mempertanyakan lebih hebat mana antara Baginda Rasullullah Muhammad SAW dengan Soekarno dalam meperjuangkan kemerdekan NKRI, menurut Mahrus, benar-benar pernyataan sesat dan konyol. “Jangan pernah membandingkan jasa perjuangan Bagin-

da Nabi Muhammad dengan Soekarno. Tanpa jasa dan perjuangan mayoritas Umat Islam di tanah air yang berabad-abad lamanya, tak akan pernah ada Indonesia,” tegas KH Mahrus. Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, segera menemui ribuan pendemo yang bejubel di depan Mapolres Bangkalan. Dalam keadaan basah kuyub akibat deraan hujan deras, Rama menyampaikan apresiasi positif terhadap ribuan umat Islam yang menggelar aksi demo secara santun, tidak anarkis dan tetap intent menjaga kondusifitas daerah. Menyikapi tuntunan ribuan

massa umat Islam terhadap Sukmawati, Kapolres berjanji akan meneruskan aspirasi mereka sesegara mungkin, melalui rambu-rambu prosedur dan mekanisme yang benar. Untuk itu, Rama akan secepatnya menyusun dan mengirim aspirasi umat Islam dalam bentuk laporan tertulis kepada Kapolda Jawa Timur. Ribuan massa yang meluber memadati sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta, akhirnya terurai. Mereka bertahap membubarkan diri. Aksi demo komunitas Umat Islam di Kabupaten Bangkalan-pun berakhir tertib, aman dan damai. (ras/sr)

Mohammad Ramadhan

dengan LPPM Unair Surabaya salah satunya penyusunan buku data potensi PAD Sumenep tahun 2019. Hal itu untuk menentukan besarnya persentase peningkatan PAD sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sumenep. “PAD Kabupaten Sumenep mengalami peningkatan setiap tahun tapi belum mencapai batas maksimal sesuai target yang diharapkan. Sehingga pendataan potensi pajak daerah dan retribusi daerah perlu dimaksimalkan lagi,” harap dia. Apalagi menurut Ramadhan,

Kepala Diskop dan Usaha Mikro Fajar Rahman menyampaikan materi sosialisasi.

peningkatan pendapatan dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah tidak hanya berpengaruh pada peningkatan APBD Sumenep tapi juga pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat selaku wajib pajak. “BPPKAD Sumenep memiliki tugas dan fungsi pelaksanaan kewenangan fiskal. Sehingga kami berusaha untuk terus menginventarisir potensi dan mengidentifikasi sumber daya yang belum terdata secara riil khususnya pajak daerah dan retribusi daerah,” tandas dia. (aan/adv/sr)

Diskop dan Usaha Mikro Sosialisasikan Sertifikat Hak atas Tanah bagi UKM

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANAM

Sumenep, Memorandum Pemerintah Kabupaten Sumenep melaksanakan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kegiatan jasa konsultansi pendataan potensi pajak daerah dan retribusi daerah tahun 2019 dengan Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, 21 November 2019 di Kantor LPPM Unair. Sebagai instansi terkait, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep telah menyiapkan sarana prasarana serta kebutuhan lainnya guna merealisasikan kerja sama dengan Unair tersebut. Menurut Kepala BPPKAD Kabupaten Sumenep Rudi Yuyiyanto melalui Kabid Pendataan Penetapan dan Pengendalian Mohammad Ramadhan, penandatangan MoU dengan LPPM Unair terkait jasa konsultansi pendataan pajak daerah dan retribusi daerah sangat penting segera dilaksanakan. Karena pajak dan retribusi berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “MoU itu bertujuan untuk memetakan potensi pajak daerah dan retribusi daerah sehingga nanti bisa meningkatkan PAD Kabupaten Sumenep,” ujar Ramadhan, Rabu (27/11). Selain itu, Ramadhan menjelaskan, BPPKAD Sumenep sudah beberapa kali melakukan kerja sama

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANAM

Pemkab Sumenep-Unair Teken MoU Jasa Konsultasi Pendataan Potensi Pajak dan Retribusi Daerah

Kantor BPPKAD Sumenep.

Sumenep, Memorandum Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi terkait sertifikat hak atas tanah (SHAT) bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Rabu (27/11). Kegiatan tersebut digelar selama dua hari sampai Kamis (28/11). Pesertanya mencapai 150 orang dengan rincian, sosialisasi hari pertama 75 orang, hari kedua 75 orang. Dalam sambutannya, Kepala Desa Banasare Haji Sarwini mengucapkan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro atas perhatiannya terhadap pelaku UKM di Desa Banasare. Dia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep yang telah memfasilitasi penerbitan sertifikat tanah gratis. “Desa Banasare memiliki beberapa produk unggulan sampai tingkat nasional salah satunya lebah madu. Termasuk juga rengginang singkong

yang sudah jalan cuma terkendala pealatan yang kurang lengkap. Saya berencana ke depan ibu-ibu dan janda tua akan dibentuk usaha,” ujar dia. Apalagi menurut Sarwini, Desa Banasare termasuk pusat kegiatan masyarakat di Kecamatan Rubaru. SMP 1 Rubaru dan pasar Rubaru yang buka 24 jam berada di Banasare. Masyarakat Kecamatan Ambunten dan Dasuk juga berkumpul di pasar tersebut setiap hari. Tengkulak dari Sampang dan Pamekasan juga berkumpul di pasar Banasare. “Ini kesempatan buat warga Banasare untuk peningkatan ekonomi. Sehingga jika masyarakat punya sertifikat tanah gunakan semaksimalkan mungkin untuk memulai usaha,” imbau kades tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep Fajar Rahman mengatakan, ada sejumlah program penerbi-

tan sertifikat tanah. Seperti Prona dan program dari Diskop untuk UMKM. Dispertahortbun juga akan mengurusi sertifikat tanah untuk petani, serta Dinas Perikanan untuk nelayan. “Surat tanah berupa pepel (Letter C, red) tidak bisa dijadikan agunan di Bank. Petani, nelayan dan UMKM butuh modal. Sehingga pepel bisa diubah menjadi sertifikat lalu dijadikan jaminan ke bank untuk memulai usaha,” imbau Fajar. Menurut dia, pemerintah daerah akan membantu masyarakat yang punya pepel untuk mengurus sertifikat tanah. Tapi Fajar berharap, sertifikat yag sudah diterima jangan hanya dipajang di lemari. “Silakan dimaksimalkan sertifikatnya di bank sesuai dengan kebutuhan, jangan hanya sesuai dengan keinginan. Kalau punya usaha silakan sertifikat tanahnya dijadikan jaminan ke bank agar usahanya berkembang,” tandas Fajar. (aan/adv/sr)


PASURUAN

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Pasuruan, Memorandum Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mematangkan persiapan launching Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Pasuruan 2020. Sejumlah langkah terus dilakukan untuk menyukseskan tahapan awal pilwali yang dihelat 30 November mendatang. Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Dianasari mengungkapkan, launching ini bertujuan mengenalkan kepada seluruh masyarakat Kota Pasuruan bahwa akan berada pada masa pemilihan wali kota dan wakil wali kota. Karena itulah, pihaknya berharap seluruh masyarakat datang ke acara launching tersebut. “Tentunya, kami ingin agar masyarakat datang meramaikan acara launching ini. Ada hiburan musik yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Royce. Agenda pilwali ini nantinya akan dilaksanakan pada 23 September 2020 mendatang. Sehingga, masyarakat Kota Pasuruan sudah harus mulai bersiap diri bahkan menghimpun informasi tentang calon pemimpin di Kota Pasuruan untuk periode 2020 sampai 2025. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami wali kota dan wakil wali kota yang diinginkan. Sehingga, nantinya dapat terpilih wali kota dan wakil wali kota yg benar-benar bisa mewakili aspirasi masyarakat Kota Pasuruan. “Dengan launching ini, masyarakat menjadi tahu pelaksanaan pilwali. Sehingga, bisa mulai mencari sosok yang tepat yang akan dipilih nantinya,” harap Royce. (rul/sr)

Kurang Peminat, Pendaftaran CASN Diperpanjang Pasuruan, Memorandum Pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) 2019 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan resmi diperpanjang tiga hari ke depan. Dari yang awalnya ditutup Selasa (26/11), diperpanjang hingga 29 November 2019 pukul 23.59 mendatang. Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengungkapkan, perpanjangan selama tiga hari, lantaran kurang peminat khususnya di formasi guru dan tenaga kelurahan. “Perpanjangan pendaftaran tiga hari juga sudah saya tandatangani hari ini (kemarin, red),” papar Teno. Pihaknya berharap dengan adanya perpanjangan ini, ada tambahan para pendaftar di dua formasi tersebut. Sehingga formasi guru dan kelurahan bisa terpenuhi. Sesuai kebutuhan formasi,

untuk Pemkota Pasuruan menyediakan 166 formasi CASN pada tahun ini. Tenaga pendidikan mendapat porsi terkecil yakni 34 formasi. Sementara itu, tenaga kesehatan mendapatkan jatah 46 formasi. Terakhir, formasi terbanyak yakni tenaga teknis. Pemkot Pasuruan membutuhkan 86 tenaga untuk membantunya dalam pemerintahan. Kebutuhan formasi untuk Kota Pasuruan tahun 2019 tersebut juga bisa dilihat melalui website resmi SSCN BKN. (rul/sr)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

KPU Siapkan Launching Tahap Awal Pilwali

Raharto Teno Prasetyo

Ketua Yayasan Nailul Amini Gus Amin Foto bersama pengurus Yayasan Nainul Amini dan Karang Taruna dari tujuh dusun di bersama Ketua Karang Taruna Abdul Desa Oro-oro Ombo Wetan. Aziz.

Pasuruan, Memorandum Yayasan Nailul Amini dan Karang Taruna Dusun Watulunyu, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Acara berlangsung di kantor Yayasan Nailul Amini, Dusun Watulunyu, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri perwakilan pengurus karang taruna tujuh dusun di Desa Oro-oro Ombo Wetan, yaitu Dusun Krajan, Sumber Boto, Watulunyu, Beran,

Karangpanas 1, Karangpanas 2, Dusun Rukunci. Dalam ceramahnya, Ustaz Musa menyampaikan dalam tema Maulid. “Ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri menjadi generasi yang berakhlak, beretika, berilmu dan menjadi suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Musa. Abdul Aziz, ketua karang taruna yang didukung tujuh dusun dusun mengatakan, “Alhamdullillah acara Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini dihadiri oleh perwakilan pemuda dari ketujuh Dusun Desa Oro-oro Ombo Wetan, mudah mudahan di momen ini, kita sebagai

pemuda semakin kompak, rukun, dengan harapan karang taruna akan segera dibentuk di Desa. Itu harapan pemuda kita Desa semua,” ungkap Aziz. Sementara itu, ketua Yayasan Nailul Amini juga mengatakan, di momen Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H ini, sangat penting. “Mudah mudahan kita menjaga ukuwah Islamiyah. Terus memperbaiki diri menjadi generasi yang berakhlak, menjadi suri tauladan dalam hidup sehari -hari dan terus bisa menjalin dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan,” terangnya saat di temui Memorandum di sela-sela kegiatan. (ion/adv/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menanam pohon usai membuka HCPSN 2019 di RTHKP Kedopok, Kota Probolinggo.

Pemkot Peringati HCPSN di RTHKP Kedopok Probolinggo, Memorandum Pemkot Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2019 di ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTHKP) Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (27/11). Peringatan diawali dengan dialog interaktif dengan tema “membangun generasi milenial cinta puspa dan satwa nasional untuk Indonesia unggul” dengan narasumber dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur. Pesertanya dari pelajar sekolah adiwiyata, masyarakat, mitra dan karyawati DLH Kota Probolinggo. Kepala DLH Kota Probolinggo, Budi Krisyanto mengatakan bahwa HCPSN diselenggarakan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan pelestarian puspa dan satwa nasional. “Tidak mudah membangun kesadaran dan membentuk kecintaan masyarakat pada puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari,” katanya. Menurut dia, untuk membangun kepedulian ini, Peringatan HCPSN 2019 mengangkat tema Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk Indonesia Unggul. “Tujuan kegiatan HCPSN untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan dan pelestarian Puspa dan Satwa Nasional serta mendukung

kegiatan menanam pohon ‘Indonesia One Tree For a Million Life’,” tandas Budi Krisyanto. Rangkaian HPCSN tahun 2019, kata Budi Krisyanto adalah bersihbersih sekaligus penanaman mangrove serta pelepasan burung oleh masyarakat di pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Kemudian dialog interaktif dengan tema, membangun generasi milenial cinta puspa dan satwa untuk Indonesia unggul. Selanjutnya, pameran beberapa jenis satwa dan bazar produk dari mitra DLH berkolaborasi dengan bidang P2KLH, UPT PSL, UPT IPLH, hiburan Wirojalu dan lomba menirukan suara hewan, dialog dan cangkruk’an, pelepasan burung merpati, penanaman pohon secara simbolis terkolaborasi dengan rangkaian kegiatan KEHATI Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin berharap semuanya yang sudah menjadi semangat bersama harus tetap konsisten dan komitmen. Sehingga bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama. “Semua itu kita lakukan, dan memberikan pengertian kepada lingkungan sekolah. Tantangan dan rintangan pasti ada. Tanpa kita bersama-sama, tidak mungkin bisa melakukan peringatan HCPSN. Saya berharap dari peringatan-peringatan yang sudah dilakukan harus ada pada masyarakat secara

konkrit,” tutur wali kota. Tak hanya itu, kata wali kota bahwa langkah-langkah harus nyata dan bukan hanya sekedar seremonial adanya kegiatan- kegiatan peringatan. Ke depan, dengan adanya kegiatan peringatan HCPSN bisa melihat daerah-daerah mana yang sudah bisa melakukan sehingga akan menunjukkan keberhasilan sesuai dengan apa yang diharapkan. Di antaranya, pihak kelurahan, sekolah sekolahan juga apa yang dilakukan di dalam peringatan HCPSN sehingga yang dilakukan masing-masing lembaga lingkungan sekolahan bisa memberikan petunjuk kepada daerah. “Kepedulian cinta itu bukan hanya sekedar mengingatkan saja, tapi ada hal nyata secara bersama-sama masyarakat dengan pemerintah dengan cara yang mudah untuk menjaga lingkungan agar jangan sampai tidak peduli,” terangnya. Di sisi lain, lanjut wali kota, terhadap pohon-pohon harus bisa menjaga dan merawat supaya tidak bisa terjadi longsor banjir. Terlebih, disebabkan oleh kelalaian atau tidak ada kepedulian. “ Ayo kita semua peduli sehingga tidak ada lagi apa adanya bencana, dan kita semua bisa melakukan bersama-sama. Masukan itu sangat penting, tapi bila masyarakat mau seirama dengan komitmen Pemerintah,” ungkap Hadi Zainal Abidin.(adv/mhd/sr)

Lumajang, Memorandum Petugas pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Kabupaten Lumajang membutuhkan waktu 8 jam lebih untuk memadamkan kebakaran limbah triplek di Dusun Krajan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Selasa (26/11) sore. Dalam Menangani musibah kebakaran tersebut, pihak damkar satpol PP menurunkan 10 personel dilengkapi 2 unit mobil pemadam Kebakaran. Kebakaran itu berlangsung mulai pukul 12.00 sampai dengan pukul 22.00. Kendati begitu, api belum sepenuhnya mampu dipadamkan, karena tumpukan limbah triplek relatif besar. Tim damkar satpol PP hanya sebatas mencegah, agar api tidak menjalar ke pemukiman penduduk yang berjarak sekitar 50 meter. Tim damkar tetap standby di lokasi kejadian sampai malam hingga sisa-sisa kebakaran tersebut, secara teknis diperkirakan tidak sampai menjalar ke rumah warga. Kepala Bidang Perlindungan

Masyarakat (Linmas) pada Satpol PP Lumajang, Nanang Bashori, menjelaskan, ia meluncur ke TKP memberi semangat personel yang bertugas. Ia menambahkan, sebenarnya damkar secara rutin telah melakukan sosialisasi, monitoring dan evaluasi ke sejumlah perusahaan, instansi pemerintah, lembaga sekolah dan sebagainya. Hal itu, dilakukan umtuk meminimalisasi timbulnya kebakaran. Komandan regu damkar yang bertugas di lapangan, Puryadi mengatakan kebakaran kawasan limbah pabrik triplek di Desa Grobogan Kecamatan Kedungjajang itu, akibat puntung rokok yang dibuang. Api dengan cepat menjalar ke tempat lain karena banyak tumpukan triplek. Lesmana (46), salah satu warga setempat menyatakan, ketika ia melihat ada kepulan api disertai asap tebal, pihaknya segera menghubungi warga yang berada di sekitar untuk gotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Saya juga sempatkan diri untuk

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Damkar 8 Jam Padamkan Api Limbah Tripleks

Petugas damkar memadamkan sisa api yang menjalar ke permukiman warga.

menghubungi petugas pemadam kebakaran di Mako Damkar Sarpol PP Kabupaten Lumajang,” akunya. Dari pemantauan petugas di lapangan, diketahui tidak ada korban jiwa maupun yang luka. Sedangkan kerugian materi milik Iwan tersebut, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena yang terbakar berupa limbah triplek. (tri/sr)

Persit KCK Diharapkan Bermanfaat bagi Masyarakat Lumajang, Memorandum Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXXV Kodim 0821 Lumajang Dyah Rinanto mengharapkan agar semua program kegiatan dari Persit Kartika Chandra Kirana di Lumajang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya saat berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial donor darah untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Dharma Wanita Persatuan (DWP) di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lumajang, Rabu (27/11). Dyah juga mengungkapkan bahwa kegiatan

FOTO: MEMORANDUM/TRI

FOTO: MEMORANDUM/ION

Yayasan Nailul Amini dan Karang Taruna Gelar Maulid 1441 H

Pengurus Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821 Lumajang berfoto usai mengikuti kegiatan donor darah.

tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Persit dan Dharma Pertiwi di bidang kemanusiaan, sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. “Keluarga Besar

TNI sangat dianjurkan melakukan program kegiatan di bidang kemanusiaan, salah satunya adalah donor darah, karena dengan begitu, maka kita juga dapat merasakan kesulitan masyarakat yang sangat membutuhkan tranfusi

darah,” ungkapnya. Ia juga berharap niat tulus dari para pendonor mendapatkan berkah dan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. “Dengan menyumbangkan darah, berarti kita telah menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkannya, karena setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi keselamatan jiwa seseorang,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Dyah juga menyampaikan, bahwa dirinya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pendonor, karena dengan penuh keikhlasan rela menyumbangkan darahnya untuk menolong orang yang membutuhkan.(tri/sr)


OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Persebaya vs Semen Padang

Jangan Sia-siakan Kesempatan Balikpapan, Memorandum Persebaya bertekad menjaga tren positif saat melakoni lanjutan Liga 1 2019, menjamu Semen Padang di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (28/11). Dua kemenangan dalam dua laga terakhir, plus skuat yang lebih komplet, jadi modal pelatih Aji Santoso menuntut tampil lebih fight. Namun, Aji meminta tidak meninggalkan fokus dan kewaspadaan. Apalagi tim berjulukan Kabau Sirah juga tengah berburu poin demi bertahan di kasta elite. “Mudah-mudahan kami bisa menjaga tren positif setelah meraih dua kemenangan berturut-turut. Insya Allah bisa menang ketiga. Tetapi tidak mudah

untuk mengalahkan Semen Padang,” ujar Aji dalam sesi jumpa pers kemarin. “Kami tahu Semen Padang pernah menang (di kandang) Persija Jakarta. Untuk itu saya tekankan kepada pemain untuk terus berjuang dan tidak meremehkan la-

Enggan Anggap Enteng Manila, Memorandum Kemenangan 2-0 atas Thailand sudah dikubur dalam-dalam oleh pelatih Indra Sjafrie. Fokusnya kali ini kali ini mengamankan poin penuh menghadapi Singapura, di laga kedua Grup B SEA Games 2019 Filipina, Kamis (28/11). “Laga melawan Singapura nilainya sama dan bahkan lebih penting dibanding laga pertama melawan Thailand. Untuk mengamankan tiket ke semifinal, kita harus menjaga tren kemenangan. Karena itu, pemain harus cepat siap dan fokus ke pertandingan ini,” kata Indra Sjafrie kemarin. Karena itu, jeda sehari dimaksimalkan untuk memberikan materi taktik. Persaingan di grup B, cukup ketat setelah Vietnam mencukur Brunei Darussalam 6-0 dan Singapura lawan Laos bermain imbang 1-1. “Dengan persaingan yang ketat seperti ini, sangat penting untuk menjaga tren kemenangan,” lanjut Indra. Striker pencetak gol kedua Indonesia, Osvaldo Haay mengaku sangat antusias untuk kembali tampil dan mencetak gol. “Tentu kami senang bisa menang atas Thailand. Tapi, tak perlu lama bergembira karena kita akan bermain lagi dan harus menang,” terangnya. (*/epe)

wan,” sambung pelatih berusia 49 tahun ini. Sore ini, Aji bisa menurunkan pemain yang sempat absen karena akumulasi dan masalah kebugaran. Mereka adalah Otavio Dutra, Novan Setya Sasongko, Aryn Williams, Muhammad Hidayat, dan Irfan Jaya. “Saya senang melihat skuad kembali lengkap. Karena Aryn dan Dutra sudah bisa main. Mudah-mudahan dengan kehadiran mereka Persebaya bisa lebih solid,” kata Aji. “Saya juga sudah mengetahui in-

formasi mengenai mereka (Semen Padang). Kami tak akan ungkapkan (pemain diwaspadai) karena ini berkaitan dengan game plan,” tandasnya. Ruben Sanadi yang mendampingi Aji, menjelaskan kondisi tim siap menjalankan intruksi pelatih. Ia juga berharap rekan-rekannya terus bekerja keras untuk meraih tiga poin. “Kami tidak boleh besar kepala dengan hasil sebelumnya. Tetap fokus menjalankan intruksi pelatih, karena lawan juga pasti ingin menang,” jelasnya. (*/epe)

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13


DEWI RENGGANIS

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Gagal Bunuh Diri Sepulang Jemput Kerabat dari Bandara Juanda

Ibu Muda Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Patrang Jember, Memorandum Kebahagiaan Uul (27) usai melahirkan buah hatinya, tidak berlangsung lama. Wanita muda yang menikah siri dengan Seno, warga lingkungan Tegalrejo, Kelurahan Kreongan, Kecamatan Patrang, ditemukan meninggal di kamar kosnya,di Jalan Bunggur, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Kejadian ini langsung menjadi atensi Polsek Patrang. Dipimpin Kanitreskrim Bripka Eko Budi, petugas mendalami penyebab kematian Uul yang sudah memiliki tiga anak sebelum menikah siri. “Jenazah sebelum meninggal sempat dibawa ke RS Adi Husada, namun sesampai di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal. Dugaan menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan,” terang Eko Budi, Rabu (27/11). Menurut Eko Budi, pihak nya telah mendapatkan restu dari pihak keluarga untuk dilakukan otopsi atas kematian Uul. Apalagi kamar kosnya tidak jauh dari rumah ibu kandungnya. “Hasil otopsi di RSD dr Subandi Jember, di jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga langsung dirawat untuk dimakamkan di TPU setempat,” pungkas. Keterangan Angga, pemilik rumah kos, korban baru dua bulan melahirkan bayi laki-laki. “Saya pukul sembilan pagi sempat diminta bantuan untuk membantu membawa korban ke rumah sakit,” terangnya. Kondisi Uul sebelumnya hanya berdua dengan anaknya. Sedangkan Seno diketahui sedang mengambil ari-ari di rumah kos sebelumnya. Tragisnya, Seno yang mengetahui kondisi awal Uul setelah dipanggil tidak ada jawaban. “Saat saya angkat jasad almarhumah, masih terasa denyut nadinya ketika akan dibawa ke RS Adi Husada. Namun sebelum turun, ternyata sudah meninggal,” terang Angga. (edy/epe)

Beruntung, jiwanya masih terselamatkan. Kendati sempat terseret arus, Jumadi hanya menderita patah lengan kanan dan lecet lengan kiri tidak begitu jauh dari lokasi dia terjun bebas. “Korban ditemukan sekitar 300 meter dari jembatan setelah loncat dari minibus yang ditumpangi sebelumnya,” terang Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustofa Kamal kemarin. Dari keterangan kerabatnya, Jumadi bersama rombongan menumpang Elf bernopolW 8851 NU usai menjemput Jumaiya, warga Desa/Kecamatan Ledokomboyang yang baru tiba dari Abu Dhabi setelah sekian lama bekerja sebagai buruh migran

(TKW) di Bandara Internasional Juanda di Waru, Sidoarjo. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya Jumadi akan berulah. Apalagi keberangkatannya juga ditemani tetangga kampungn ya, Mohammad Ali. Ketika kendaraan memasuki Jember, korban terlihat resah. Dia mengatakan kepada sopir sakit perut dan mual. “Korban pindah tempat duduk yang semula di belakang pindah ke samping sopir. Sesampainya di Jembatan Wirolegi, Jumadi mengatakan akan muntah dan meminta kendaraan menepi. Akan tetapi sebelum mobil berhenti, dia langsung buka pintu dan lompat ke sungai,” terang Kompol Faruk. Mengetahui aksi nekat Ju-

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Kanitreskrim Polsek Patrang memimpin olah TKP tempat Uul ditemukan meninggal.

Jember Memorandum Diduga depresi, Jumadi (45), warga Dusun BesukTimur, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, membuat geger kerabat dan warga sekitar setelah terjun dari Jembatan Wirolegi di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Selasa (26/11) malam.

Petugas mengawasi Jumadi yang mendapat perawatan medis setelah gagal bunuh diri.

madi, sopir langsung berhentikan mobil. Bersama rombongan lainnya, mereka ramai-ramai turun ke sungai mencari Jumadi. Beberapa saat, Polsek Sumbersari

yang dikabari peristiwa ini juga turut menerjunkan delapan personelnya membantu pencarian ditambah 2 anggota Koramil Sumbersari, BPBD Jember, dan warga

sekitar. Setelah ditemukan, Jumadi langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk dirawat dengan pengawasan dari anggota Polsek Sumbersari. (edy/epe)

Kapolda Cup 2019

Bondowoso Berjuang Sandingkan Gelar Jember, Memorandum Tim putra dan putri Bondowoso berpeluang menyandingkan gelar setelah sama-sama masuk partai puncak kejuaraan daerah (kejurda) Bola Voli Kapolda Cup 2019. Di final, tim putra Bondowoso akan menghadapi Tektonik dari Ponorogo. Sedangkan Putri menghadapi Kabupaten Blitar. Dalam partai semifinal putra, Bondowoso menghentikan laju tuan rumah. Sedangkan

putrinya lolos dari hadangan Jajag Sellection di GOR Kaliwates, Jember, Selasa (26/11) malam. Kejurda memperebutkan piala bergilir Kapolda Jatim ini diikuti 10 kabupaten /kota sebanyak 13 tim putra dan putri. Laga final hingga tadi malam (27/11), masih berlangsung. Manajer Tektonik Iwan Gunarto usai memastikan tiket ke final, mengaku akan sekuat tenaga menghentikan ambisi Bondowoso. “Di semifinal,

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Minta Turun, Loncat dari Jembatan

Tim Tektonik Ponorogo masuk final putra voli Kapolda Cup 2019.

kami memang sempat kurang tenang. Untungnya, mental tim tidak terganggu dan bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan,” ucap dia. Kendati jeda pertandingan mepet, Iwan mengaku sudah cukup memberikan darah segar bagi timnya. Modalnya, kebersamaan tim yang sudah terbangun sejak lima tahun terakhir dan jam terbang mengikuti turnamen di beberapa daerah.(edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan

tersangka. Keduanya mabuk berat, kami pasti akan menindaknya,” terang putra komedian Thukul

tangga (IRT) warga Dukuh Klaten, Desa Puntukdoro, Kec amatan Plaosan ketika hendak menyeberang jalan di Jalan Raya Plaosan. “Dari hasil penyidikan, terbukti keduanya bersalah dan kami tahan karena mabuk. Apalagi mereka kedapatan membawa 1 liter arjo (arak jowo, red) ketika menabrak korban hingga mengalami luka parah,” tutup Ega Prayudi. (alv/ack/mt/epe)

Memorandum berusaha mengevakuasi Suryani usai ditabrak motor. Belakangan diketahui, pengemudi dan yang dibonceng dalam pengaruh alkohol. Kasatlantas AKP Ega Prayudi (inset)

Vega Diseruduk GL, Dua Pemotor Gegar Otak

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Hal ini diungkapkan Kasatlantas Polres Magetan AKP Ega Prayudi. “Kami memproses dua

Arwana tersebut kepada Memorandum, Rabu (27/11). Ulah Kurniawan (24) dan Ismanto (19), mengendarai motor berboncengan dalam kondisi mabuk memang patut diberi ganjaran berat. Selain tidak mengabaikan rabu-rambu keselamatan, keduanya juga mengancam pengguna jalan lainnya. Bahkan akibat kehilangan kendali, mereka menabrak Suryani (55), ibu rumah

AKBP Arief Fitrianto menginterogasi dua tersangka penipuan dan penggelapan yang diungkap Polres Ponorogo.

Ponorogo, Memorandum Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menyaru sebagai wanita untuk memperdayai korban melaluji Facebook (FB). Dony Prayogo bin Parno (20), tinggal di Jalan Subali, Kecamatan Ponorogo dan Ali Hasanudin bin Lamiyo, warga Dusun Banjarsari Lor, Desa Banjarrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, berhasil diciduk Polres Ponorogo setelah petugas menelusuri jejak digital mereka. “Kronologis kejadiannya, korban Kardono (27), warga Dusun Bangon, Kelurahan Kapuran, Kecamatan Badegan, Ponorogo kenalan melalui Facebook dengan Dony yang mengaku cewek bernama Intan Peggy. Suai berkenalan, keduanya sepakat bertemu untuk kencan di Telaga Ngebel,” terang Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Rabu (27/11). Melihat korban sudah terjerat, Doni menyuruh temannya yang menggunakan akun Facebook bernama Montii Wae meminjam motor seolah-olah untuk menjepit Intan Peggy. “Namun antara nama profil Facebook Intan Peggy dan Montii Wae milik satu orang,” tambah kapolres. Terpesona dapat dua kenalan cewek abal-abal sekaligus, Kardono menyerahkan motor miliknya kepada Dony. Tak hanya motor, korban juga memberikan dokumen lainnya yang lantas dibawa kabur Donny dan dijual Rp 3,5 juta kepada Ali Hasannudin. (ji/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII

Nyaru Cewek, Kenal di FB, Gondol Motor

Ponorogo, Memorandum Dua motor terlibat kecelakaan hebat menghiasai Selasa (26/11) malam yang senyap di Jalan Raya Jenangan, tepatnya di depan Masjid Sabilil Muttaqin yang masuk Desa Jambe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Akibatnya, kedua pengendara motor sama-sama mengalami luka parah di kepala. Kecelakaan itu melibatkan Yamaha Vega Nopol AE 3586 WA yang dikendarai Mesni (50), asal Dukuh Pule, Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel dengan Honda GL AE 6818 PE yang dikendalikan Rico Tejo Prasetyo (19), warga Dukuh Bulusari RT 02/ RW 01, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan. “Keduanya mengalami gegar otak dilarikan ke RS Darmayu. Kronologi sementara kedua kendaraan tersebut melaju searah dari timur. Sesampainya di TKP, Vega ditabrak dari belakang oleh GL,” ujar Kapolsek Jenangan AKP Darman. (ji/mt/epe)

Kapolres Madiun Kota memimpin acara sertijab Kapolsek Mangunharjo.

Kapolsek Mangunharjo Diganti Madiun, Memorandum Jabatan Kapolsek Mangunharjo berganti dari Kompol Setiyono ke Kompol Mudjo Prajoko. Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin Kapolresta Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu dan diikuti seluruh jajaran dan staf, Rabu (27/11). “Saya ucapkan terimakasih kepada Kompol Setiyono, selama 1 tahun kurang lebih 5 bulan telah memberikan

dedikasinya kepada Polsek Mangunharjo,” kata AKBP Nasrun Pasaribu. Sebelum diberi amanah kapolsek, Kompol Mudjo Prajoko menjabat sebagai Kabagsumda Polres Ngawi. Kapolres mengatakan, regenerasi di tubuh Polri merupakan tugas dan wewenang dari pimpinan. Jabatan baru sekaligus diikuti perintah untuk melaksanakan tujuh progam Kapolri Jenderal Idham Aziz.

“Kerja kerja kerja, langsung main, langsung bergerak, langsung menyesuaikan dengan masyarakat. Karena beliau orang baru tapi stok lama sehingga dapat menjadi role mode yang baik bagi kesatuannya. Dan kita harapkan beliau juga dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya,” kata kapolres menyebut tugas yang diemban Kompol Mudjo Prajoko. (hbb/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Magetan, Memorandum Dua pemabuk asal Desa/Kecamatan Poncol yang menghajar penyeberang jalan di Plaosan hingga tak sadarkan diri, Minggu malam, terancam hukuman pidana. Apalagi, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ada bekas pengereman pada kasus kecelakaan yang kasusnya kini ditangani Polres Magetan.

FOTO: MEMORANDUM/ALV

Mabuk Arjo, Dua Pemuda Poncol Tabrak IRT

Kondisi salah satu motor yang rusak parah setelah terlibat kecelakaan dengan motor lain di Jalan Raya Jenangan.


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Pendidikan Indonesia Krisis Kejujuran dan Teladan Lamongan, Memorandum Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki mengatakan, bahwa pendidikan di Indonesia saat ini krisis kejujuran dan keteladan. Bukan krisis orang pintar, apalagi krisis pekerjaan. Menurutnya, tujuan mulia dunia pendidikan Indonesia bukan semata terkait intelektual dan mencari pekerjaan, tetapi yang paling penting adalah religiusitas dan emosional. Demikian disampaikan politikus Partai Amanat Nasional itu saat Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Universitas Muhammadiyah Lamongan, Rabu (27/11), siang. Meski begitu Zainuddin mengapresiasi terobosan yang dilakukan Presiden Jokowi dalam menunjuk generasi muda dan pengusaha seperti Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Guna memenuhi mimpinya mendekatkan lulusan pendidikan dengan dunia industry. Presiden juga sudah memerintahkan mantan bos Go-Jek itu untuk segera melakukan perubahan kurikulum secara besar-besaran. Itu merupakan langkah out of the box yang dengan penuh keberanian diambil oleh presiden,” ungkapnya. Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur tersebut juga mengingatkan agar pendidikan tidak direduksi menjadi sekadar penyedia tenaga kerja dengan sejumlah ketrampilan vokasional tertentu. Karena tujuan utama pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. “Jika hanya untuk penyediaan SDM yang memiliki keterampilan vokasional tertentu, maka tidak perlu ada pendidikan. Cukup dengan balai latihan kerja (BLK) atau keterampilan vokasional,” jelasnya Dunia industri, kata Zainuddin, memang membutuhkan sejumlah kecakapan vokasional tertentu, dan itu penting untuk perkembangan ekonomi bangsa. Apalagi di tengah percepatan perubahan sektor industri yang saat ini telah memasuki era 4.0. Bahkan negara-negara seperti Jepang dan Cina sudah gencar mengembangkan industri 5.0 dalam berbagai bentuk pengolahan big data, super-Apps, cloud computing, robotic, dan berbagai macam artificial intelligence. “Kita perlu belajar dari Denmark. Di sana masyarakatnya jujur, pejabatnya jujur, penegak hukumnya jujur, semua mengamalkan kejujuran. Sehingga negaranya damai dan tenteram. Di Indonesia kita masih krisis itu,” pungkas guru besar Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut. (al/har/udi)

Tarif Retribusi Parkir Naik Rp 1.000 Gresik, Memorandum Dinas Perhubungan Pemkab Gresik pada 2020 nanti menaikkan tarif retribusi parkir kendaraan motor, dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Alasannya menyesuaikan tarif di kabupaten sekitarnya, Rabu (27/11).Selain itu Perda tentang Retribusi Parkir dan Uji Kendaraan sudah lama tidak diubah. Kepala Dishub Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, aturan mengenai retribusi parkir dan uji kendaraan hampir 5 tahun tidak diubah. Sehingga pada Rabu (27/11) dilakukan pembahasan bersama masyarakat terkait raperda tersebut. “Perda tentang retribusi dan uji kendaraan sebetulnya sudah ada, tapi tarifnya masih gabung dengan retribusi jasa lain. Raperda tersebut menyesuaikan dengan tarif yang sudah ada termasuk Gresik dan sekitarnya. Makanya tukang parkir tidak mau memberikan karena secara umum sudah Rp 2.000. Jadi pada tahun depan kita sesuaikan Rp 2.000,” jelasnya. Selain pembahasan tarif parkir, raperda ini bakal membahas perubahan hasil uji kendaraan. Dari hasil uji berupa buku dan diubah menjadi smart card. “Sekarang hasil uji kendaraan masih dalam bukti yang dicat semprot di samping bak dan ditempel di plat kendaraan. Ini nanti dalam peraturan baru pada tahun 2020 hasil uji itu berupa smart card. Seperti KTP-E, tapi ada barcodenya jadi langsung dapat dilihat dengan cara discan melalui smart phone dan diberikan sertifikat,” terangnya. (dri/har/udi)

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

Dua hari berselang petugas juga mengamankan Muhammad Ihsan (25) warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Montong, Tuban, yang terbukti mengedarkan narkotika jenis pil koplo dobel L di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (20/11) dini hari. Kasatreskoba Polres Lamongan Iptu Akhmad Khusen menjelaskan, penangkapan berhasil dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran gelap narkotika. “Tersangka Suropati kami amankan di rumahnya, setelah

petugas melakukan pengembangan dari kasus sebelumnya. Sementara tersangka Ihsan kami amankan di warung kopi di Desa Mertani, saat hendak transaksi,” jelas Iptu Akhmad Khusen, Rabu (27/11) siang. Khusen menerangkan bahwa karena barang bukti yang diamankan berbeda diantara kedua tersangka, maka jeratan pasal dan undang-undang yang berbeda. Satu dijerat undang-undang Narkotika, yang satunya dijerat undang-undang tentang kesehatan. “Tersangka Suropati dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) un-

dang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Ihsan dijerat pasal 196 dan 197 jo pasal 98 ayat (2) dan (3), undang-undang nomor 36 tentang kesehatan,” terangnya Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan, kata Khusen, 80 butir pil dobel L yang masih terbungkus dalam bungkus rokok Surya Gudang Garam warna merah, yang pada saat itu disimpan tersangka dalam saku celana belakang tersangka sebelah kiri. Selain itu beberapa gram sabu-sabu juga diamankan. Petugas juga mengamankan berupa barang bukti lain, diantaranya dua unit HP. “Perlu kami tegaskan, Polres Lamongan serius menyatakan perang terhadap peredaran segala jenis narkotik. Sehingga jangan coba-coba apalagi ma-

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Anggota Komisi X DPR RI Prof Dr Zainuddin Maliki menyampaikan materi.

Lamongan, Memorandum Satreskoba Polres Lamongan mengamankan pengedar sabu atas nama Suropati (40), warga Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Senin (18/11) malam.

Suropati dan Ihsan

cam-macam, ingat pasti akan kami tangkap, dalam waktu

dekat atau lama,” pungkasnya (al/har/udi)

Kapolres Lamongan: Kontribusi Wartawan Sangat Besar Lamongan, Memorandum Kontribusi wartawan dan media dalam pemberitaan sangat membantu kinerja Polres Lamongan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Situasi yang demikian ini harus terus dijaga dan dipupuk, mengingat media mengambil peran penting dalam perbaikan pelayanan institusi kepolisian. Demikian disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung dalam sambutanya saat acara silaturrahim Polres Lamongan bersama Wartawan Satu Tujuan Kabupaten Lamongan Semakin Terdepan dengan Pemberitaan yang Positif, di Cafe Laras Liris Jalan Sunan Drajat Rabu (27/11) siang. Feby menjelaskan, Polres Lamongan selama ini cukup terbantu dengan pemberitaan yang ditulis teman-teman wartawan. Baik pemberitaan terkait prestasi maupun pemberitaan yang sifatnya kritik yang membangun. “Saya merasakan betul selama menjabat kapolres selama

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Pengedar Sabu dan Pil Koplo Keok

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung bersilaturahmi bersama awak media.

dua tahun ini, merasa sangat terbantu dengan teman-teman wartawan. Semoga hubungan

baik ini terus terjaga,” jelasnya. Salah satu keberhasilan Polres Lamongan dalam meraih

piagam penghargaan dari Menpan RB, soal pelayanan publik sangat baik, juga berkat peran

media yang ikut andil dalam mengawal pelayanan di polres sangat intens. “Polres Lamongan dalam hal pelayanan publik mendapatkan predikat sangat baik, prestasi dan apresiasi yang kami terima ini juga bentuk dukungan teman-teman wartawan yang telah ikut memberitakan dengan baik,” terangnya. Feby mengajak semua wartawan untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. Agar pelaksanaan pesta demokrasi tingkat daerah tersebut bisa berjalan kondusif dan sukses. “Pemilu 2019 kemarin, wartawan banyak membantu tugas menciptakan situasi kondusif. Teman-teman media akan selalu mengangkat perkembangan suksesi menuju pemilihan bupati dan wakil bupati 2020. Jika ada anggota kami yang ikut campur masalah suksesi pilkada, bisa langsung laporkan ke saya,” pungkas alumnus Akademi Kepolisian 1999 itu. (al/har/udi)

Jangan Ada Lagi Salah Kaprah dalam Beragama Lamongan, Memorandum Bupati Fadeli berharap masyarakat Lamongan yang dikenal agamis, tidak salah kaprah dalam menerjemahkan berjuang dalam agama. Karena itu, harus ada pendekatan-pendekatan yang lebih humanis kepada mereka yang terpapar radikalisme. Hal itu disampaikannya saat membuka seminar kebangsaan bertajuk Bersama Menangkal Bahaya Radikalisme/Terorisme di Pendopo Lokatantra, Rabu (27/11). Hadir dalam seminar yang digelar Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung, dan Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ali Fauzi Manzi. Bupati Fadeli mengapresiasi penuh usaha yang telah dilakukan pihak TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berupaya mencegah timbulnya paham-paham radikalisme terorisme, sehingga menciptakan suasana aman dan kondusif di Kabupaten Lamongan. “ Ter ima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, khususnya jajaran TNI dan Polri yang bekerja 24 jam non stop demi mempertahankan Lamongan tetap aman dan nyaman,” ungkapnya. Sementara sebagai salah

Wiyono di kesempatan itu mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan pemahaman tentang kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka NKRI. Dia mengajak untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari serta

Bupati Fadeli

s a t u o ra n g y a n g t e r l i b a t langsung dalam aksi radikalisme dan terorisme, Ali Fauzi Manzi, menuturkan akar terorisme tidaklah tunggal, bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Harus melalui banyak aspek, perspektif dan metodologi. “Sebagai orang yang pernah terlibat secara langsung, penanganan terorisme tidak dapat dilakukan dengan metode tunggal. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang yang pernah mengalami penyakit ini,” tuturnya. Dandim Letkol Inf Sidik

berperan aktif dalam sistem kewaspadaan dini dan cegah dini. Yakni dengan berperan aktif mengatasi dan melaporkan gejala-gejala yang mengarah kepada radikalisme terorisme. Seminar sehari tersebut diikuti ratusan pemuda mulai dari mahasiswa dan per-

wakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Lamongan. Kemudian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Banser dan Kokam, perwakilan perguruan pencak silat, serta perwakilan sejumlah takmir masjid. (*/udi)


GRESIK-PANTURA

KAMIS PAHING, 28 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Aniaya Dua Wanita, Warga Deket Tewas Dimassa LAKONE

bercucuran hingga mengenai tempat tidur dan lantai. Karena merasa kesakitan, korban berteriak meminta pertolongan. Ponakan korban Ebit, mengetahui itu dan meminta pertolongan kepada warga yang lain. “Setelah itu banyak warga datang menangkap pelaku dan dipukuli hingga akhirnya meninggal di rumah sakit,” kata Kasi Pelayanan Desa Sumengko Mas’ud, kemarin (27/11). Dia menyampaikan, warga tidak tega lantaran melihat kedua korban bersimpah darah. Pantauan memorandum, rumah korban sudah terpasang garis polisi. Di halaman depan terparkir mobil Jazz warga ping nopol W 1253 CH. Sementara pintu rumahnya sedikit terbuka karena tidak terkunci. Bekas bercak darah juga terlihat di lantai teras rumahnya. Meski demikian, tidak ada warga yang berkomentar terkait penganiayaan itu. Mereka berdalih tidak mengetahui secara

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo meninjau lokasi penganiayaan di Desa Sumengko.

pasti dan tidak mau ikut-ikutan dalam masalah tersebut. “Benar ini rumahnya (Musofa, Red) tapi saya tidak tahu apa-apa,” ujar salah satu perempuan yang melintas di jalan depan rumah korban. Sampai berita ini ditulis, petugas kepolisian masih mendalami kasus penyekapan disertai penganiayaan tersebut. Na-

mun, motif dibalik aksi pelaku masih belum diketahui. Sebab, sejumlah saksi baru dilakukan pemeriksaan. “Kami masih belum mengetahui motifnya apa. Karena kedua korban masih dirawat intensif dan belum bisa dimintai keterangan. Suaminya Soleh juga masih mendampingi di rumah sakit,” kata Kanit Reskrim

Polsek Duduksampeyan Aipda Budiono. Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menambahkan, saat ini masih proses pemeriksaan saksi-saksi sehingga belum bisa menyimpulkan motif penyekapan tersebut. “Masih dalam proses penyelidikan,” ungkap alumnus Akpol 2000 itu. (an/har/tyo)

Raih Penghargaan Pelayanan Prima, Polres Tuban Tasyakuran

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Belasan Cantrang Dimusnahkan Dinas Perikanan Gresik, Memorandum Belasan cantrang milik nelayan dimusnahkan Dinas Perikanan Pemkab Gresik, Rabu (27/11). Pemusnahan ini lantaran alat penangkap ikan tersebut bersifat aktif dengan pengoperasian sampai menyentuh ke dasar laut, sehingga dapat merusak ekosistem di sekitarnya. Kepala Dinas Perikanan Pemkab Gresik Choirul Anam mengatakan, pelarangan cantrang sesuai surat Choirul Anam edaran kementerian kelautan dan perikanan (SE-KKP) no 72/MEN-KP/ II/2016 tentang pembatasan penggunaan alat penangkapan ikan cantrang di wilayah pengelolaan perikanan. “Bulan Maret 2019 kemarin kami telah memusnahkan cantrang dengan panjang tali selambar dengan ukuran perahu 5 Gross Ton (GT) sebanyak 5,” jelasnya. Pada Juli pihaknya juga telah memusnahkan cantrang yang dipasang pada perahu ukuran 10 GT, berjumlah 3 cantrang. “Di bulan November 2019 juga memusnahkan 3 jenis cantrang yang digunakan pada perahu ukuran 5 GT,” tambah dia. Dia berharap kesadaran para nelayan terhadap aturan perundangan semakin meningkat dan harmonisasi antar para nelayan semakin terwujud. “Sehingga saling berbagi informasi tentang keberadaan berkumpulnya ikan yang oleh Dinas Perikanan Pemkab Gresik sudah disosialisasikan dengan cara menggunakan GPS untuk nelayan. Dengan begitu hasil tangkapan ikan lebih meningkat,” terang dia. Namun kabarnya oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan bakal merevisi kebijakan terhadap larangan tersebut. “Karena kebijakan ini (pelarangan cantrang, Red) tidak menguntungkan nelayan,” pungkasnya. (dri/har/tyo)

Informasi yang dihimpun Memorandum, penganiayaan itu ketika kondisi cuaca hujan lebat, pelaku datang ke rumah korban mengendarai sepeda motor sambil mengenakan jas hujan. Pelaku mengetuk rumah korban dan mengaku sebagai teman Soleh, yang tak lain adalah suami korban Musofa. Karena teman suaminya, Perempuan itu pun mempersilahkan pelaku masuk dan dibuatkan kopi. Sedangkan Soleh ketika itu sedang berada di tambak. Sehingga di dalam rumah hanya tinggal kedua korban dengan seorang bayi. Karena dianggap aman, pelaku kemudian mengunci pintu rumah dari dalam. Lalu, menyeret masuk kedua perempuan itu ke dalam kamar. Sadisnya, kepala korban dipukul dengan besi sepanjang 30 centimeter yang telah disiapkan sebelumnya. Akibat pukulan itu, kepala kedua korban bocor. Darah

Tuban, Memorandum Polres Tuban mendapat penghargaan dari KemenPAN-RB, sebagai role model penyelenggara pelayanan publik, pelayanan prima kategori A se-Indonesia, Sebagai rasa terima kasih, polres menggelar tasyakuran dan santunan anak yatim di Gedung Sanika Satyawada Polres Tuban, Selasa (27/11). dah unun Tidak mudah tkan tuk mendapatkan ni, penghargaan ini, 07 karena dari 207 polres di In-a donesia hanya g 6 polres yang emendapat predikat tersebut yakni Polres Tuban, Polres Cirebon, Polrestabes Surabaya, Polres Malang, Polresta Sidoarjo dan Polres Banyuwangi. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menjelaskan bila selalu mencari inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Polres Tuban.

ademi Kepolisian (Akpol) 2000. Selain itu, Polres Tuban adalah polres yang menyandang predikat WBK ( Wilayah Be-

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

MUHAMMAD Syafi fi’ Jamhari u di saat menimba ilmu n Institut Keislaman Abdullah Faqih e(INKAFA) Gresik gemar sekali membaca buku filsafat. Karena buku ini sesuai dengan jurusannya waktu kuliah yakni, Ilmu Tafsir. Buku yang dia baca itu antara lain filsafat Karl Marx, Imam Ghozali, Imam ch Syafi’I, dan Fiedrich Nietzsche. Sering membaca buku Muhammad Syafi’ Jamhari tersebut menjadi alasannya agar menjadikan pribadi yang bijaksana. Selain itu filsafat menurut dia adalah mother of scince atau induknya ilmu. “Sehingga saat kuliah dulu saya suka sekali membaca buku tentang filsafat,” kata Jamhari. Kata dia mengeksplorasi kenakalan intelektual itu bisa dimulai dari membaca buku filsafat. “Karena kita bisa berfikir leluasa,” jelasnya. Banyak teori teori ilmu di sini. Misalnya ilmu mistis, fetis, politeis, monoteis, dan terakhir positivis. “Dari semua pemikiran itu ingin dihancurkan oleh filsuf asal Jerman yaitu Fiedrich Nietzsche. Dengan teori tidak ada kebenaran yang mutlak atau Nihilisme,” ujar Jamhari kini dia menjabat sebagai Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik.(dri/har/tyo)

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Buku Filsafat

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Dua warga Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Ngatiyah (60) dan Musofa (38), dianiaya tamunya, Sukitno (39), menggunakan besi, Rabu (26/11) malam. Pelaku asal Desa Glagu, Kecamatan Deket, Lamongan, ini akhirnya tewas dihajar massa.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono memotong tumpeng dalam acara tasyakuran.

Se Seperti halnya SIM Bhabinkamtibmas (SIMBHA) yang merupakan bentuk inovasi dibidang pelayanan SIM. Di mana masyarakat dapat berlatih dan mendapat bimbingan agar tidak gagal dalam mengikuti ujian saat mengurus SIM dengan dibimbing bhabinkamtibmas yang ada di

masing - masing polsek. Selain itu, juga SKCK Dileveri yang akan banyak bermanfaat bagi masyarakat. “Saya bersama anggota Polres Tuban selalu mencari inovasi - inovasi baru demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tuban dengan harapan kemudahan dan kenyamanan pelayanan di Polres Tuban dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Alumnin Ak-

bas Korupsi) dan tidak akan lama lagi akan menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bebas Melayani). (top/har/tyo)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum edisi 28 November 2019 by memorandum - Issuu