Skip to main content

MEMORANDUM EDISI 27 NOVEMBER 2019

Page 1

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

SATU PELAKU CURANMOR TEWAS DIMASSA, 3 KABUR

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

LUKA PARAH, SEMPAT KOMA

Sidoarjo, Memorandum Gegara amuk massa, seorang pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Sidoarjo tewas. Sementara itu, tiga pelaku lain berhasil kabur dengan menggondol motor korban.

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

KRONOLOGI KEJADIAN

Inafis Polresta Sidoarjo mengidentifikasi pelaku yakni Lukman Hakim, 17 tahun. Saat ini kami sudah menghubungi keluarganya, dan jenazah tersangka dalam proses autopsi. Kami masih mengembangkan kasus ini. Termasuk melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang kabur. KOMBESPOL ZAIN DWI NUGROHO Kapolresta Sidoarjo

FOTO: ISTIMEWA

 Bersambung ke halaman 7 

1 Lukman Hakim menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo usai dihajar massa sebelum nyawanya melayang.

2

Lukman Hakim bersama tiga rekannya, memasuki rumah Zainul. Mereka lalu mencuri motor korban di lokasi. Sialnya aksi itu tepergok hingga para pelaku kabur.

Zainul dibantu tetangganya berupaya mengejar pelaku yang berhasil menggondol motornya. Hingga seorang pelaku berhasil ditangkap di Wonokoyo, Beji, Pasuruan, lalu dimassa hingga tewas.

Keterlibatan Pemkot Dipertanyakan

Malu G-Land Oleh: Dahlan Iskan

U

ps, saya ke Banyuwangi lagi. Sudah banyak yang baru lagi. Bahkan sudah ada kafe yang terbesar di Indonesia --1,5 hektar. Saya diminta menghadiri peresmiannya: Sabtu sore lalu. Di tengah Kota Banyuwangi. Namanya Hedon Cafe. Juga sudah ada kuliner unik minggu pagi: di Desa Kemiren. Di pinggiran Kota Banyuwangi. Saya juga ke desa itu untuk makan pecel pitik --pecel ayam. Sedap sekali. Ada pula kuliner khusus masakan Arab. Tiap Kamis malam. Yang ini saya simpan dulu sebagai dendam.  Bersambung ke halaman 4 

Pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.

Kejari Tanjung Perak Musnahkan BB Inkracht

Surabaya, Memorandum Sidang lanjutan kasus korupsi dana hibah jasmas dengan terdakwa Binti Rochmah memanas, Selasa (26/11). Dalam sidang mendengarkan keterangan saksi itu, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum Binti Rochmah yang mencoba mengkolaborasi hasil audit BPK dan menanyakan kepada para saksi tiba-tiba ditegur majelis hakim.  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Sidang Korupsi Dana Hibah Jasmas

Binti Rochmah

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Surabaya, Memorandum Kejari Tanjung Perak memusnahkan barang bukti (BB) tindak pidana kejahatan yang proses hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Selasa (26/11).  Bersambung ke halaman 7 

Residivis Bawa Kabur Motor Tetangga FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Para saksi dari kalangan pejabat Pemkot Surabaya dihadirkan dalam kasus korupsi dana hibah jasmas.

Selain enam anggota dewan, ada beberapa orang pemkot. Tentu ini yang membuat saya penasaran, kenapa anggota dewan saja yang menjadi tersangka, sementara pemkot tidak. SUDIMAN SIDABUKE Penasihat Hukum Binti Rochmah

Pengamanan Eksekusi Lahan dan Penertiban Bangli

Mendaftar ke KUA PERKAWINAN merupakan sesuatu yang membahagiakan. Karena dua orang disatukan dalam ikatan suci dan sah untuk selanjutnya mengarungi mahligai rumah tangga.  Bersambung ke halaman 7 

+ Meng, potensi ancaman papan reklame roboh di musim hujan masih tinggi. -

Ah…biar saja roboh, kan bisa jadi berita alias iklan gratis.

Si Mameng (Penikmat berita)

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Cut Tari

Surabaya, Memorandum Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir memimpin dan memantau jalannya pengamanan eksekusi lahan di Jalan Sidotopo Wetan, dan penertiban bangunan liar (bangli) di Jalan Kalimas Udik, Selasa (26/11). Pengamanan yang pertama eksekusi lahan di Jalan Sidotopo Wetan dipimpin oleh  Bersambung ke halaman 7 

Penipu Pembuatan SIM Gentayangan

Suasana eksekusi lahan di Sidotopo Wetan.

Surabaya, Memorandum Baru-baru ini, Surabaya dihantui pelaku yang mengaku bisa membuatkan surat izin mengemudi (SIM). Dengan bermodal blanko palsu, pelaku berhasil menipu perempuan  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: ISTIMEWA

Kasianto menunjukkan barang bukti diapit petugas di Mapolsek Tandes.

Surabaya, Memorandum Berdalih meminjam motor untuk dipakai membeli ikan, Kasianto (30), warga Jalan Bibis Tama II, nekat membawa kabur Vario 125 L 4142 ZS milik tetangganya. Setelah diselidiki, ternyata motor itu telah dijual. Tidak terima dengan ulah Kasianto, korban akhirnya melaporkan ke Polsek Tandes. Sampai akhirnya petugas berhasil meringkus Kasianto di bawah  Bersambung ke halaman 7 

Iptu Bima Sakti

BALADA PENDIDIK BERISTRIKAN PEREMPUAN KONSUMTIF Έ3Ή

Bertemu Janda Mutiara yang Terpendam di Kubangan Lumpur Meski sudah lama berpisah, hubungan Hendri vs Risa masih mengambang. Mereka belum cerai secara resmi. Hanya pisah tempat tinggal. Masing-masing menempati rumah kos. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Sebenarnya orang tua Risa maupun orang tua Hendri menawarkan mengasuh anak-anak Hendri. Agar mereka lebih teperhatikan. Lebih tercurahi kasih sayang. Tapi, Hendri menolak. Dia hanya menitipkan anak-anak itu kala dirinya bekerja. Selebihnya tetap diasuh sendiri. “Memang melelahkan. Tapi, rasa lelah itu hilang ketika kami kumpul bersama.”

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

Diakui Hendri, status perkawinannya memang masih mengambang. Dikatakan cerai, dia masih terikat perkawinan sah; dikatakan sudah pisah, tapi dia dan istrinya sudah lama pisah tempat tinggal. Bukan sekadar pisah ranjang. “Jujur saja aku berburu istri di PA ini dengan harapan mendapatkan calon yang terbaik. Kalau sudah dapat,  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Jalan Masuk Ponpes Dihalangi Batu

Proses tukar guling itu melibatkan dua SHM (Sertifikat Hak Milik) nomor 508 dan 509, yang dua-duanya diagunkan ke BPR Pandaan Artha Jaya di Pandaan, Pasuruan.

Cara Keluarga H SaƟb Pertahankan Tanah

Achmad Shodiq SH kuasa hukum H Satib

Anggota BPD Jabaran, Sukodono, Dilantik

Keluarga H Satib memasang batu-batu untuk menghalangi akses masuk Ponpes Manbaul Hasan, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono.

dilakukan dengan tipu muslihat Kholifah. Notaris Abdul Muis, BPR PAJ, dan Kepala BPN Sidoarjo juga sudah kita jadikan turut tergugat I, II, dan III,” tegas dia. Dugaan itu diperkuat dengan pernyataan H Samsul di lokasi ketika sidang PS, bahwa dia tidak pernah menerima uang sepeser pun dari jual beli yang dilakukan. “Masak, jual beli kok saya tidak menerima uang sepeser pun.Yang benar, saya itu telah dibohongi oleh Kholifah,” tukas H Samsul. Ketua majelis hakim PN Sidoarjo Mulyadi SH menyatakan, bahwa dirinya hanya ingin mengetahui letak obyek yang

FOTO: MEMORANDUM/DAR

FOTO: MEMORANDUM/KAH

Sidoarjo, Memorandum Camat Balongbendo Puguh Santoso SE MM melantik anggota BPD Jabaran, Selasa (26/11), di Balai Desa Jabaran. Acara ini dihadiri Danramil Balongbendo Kapten Inf Kabul Tarmanto, Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto SH MH dan tokoh masyarakat. Kades Jabaran Nursalim, mengawali sambutannya dengan mengucap selamat datang kepada Forkopimka Balongbendo, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir. Nursalim juga mengajak semua masyarakat Desa Jabaran untuk menyukseskan pilkades. “Semua elemen masyarakat harus mendukung, untuk itu mari kita ciptakan kenyamanan, kerukunan, dan kebersamaan,” kata dia. Selain mengucapkan selamat kepada anggota BPD terpilih yang dilantik, Nursalim berharap bisa sinergi dan kerja sama dengan apatur desa untuk menyukseskan pilkades serentak di Desa Jabaran. Sementara itu Camat Puguh Santoso menegaskan, anggota BPD bisa bekerja dengan baik bersama pemerintah desa. “Tidak ada kata terlambat dalam tahapan, sehingga nantinya jangan sampai menimbulkan masalah, dan saya minta data kependudukan yang valid,” kata Puguh. Camat Balongbendo minta BPD segera membentuk panitia pilkades. Sedangkan tugas pantia pilkades, adalah membuat tatib, menyusun anggaran. Dia menyarankan, pemilihan ketua panitia harus yang mempunyai integritas tinggi dan diakui, serta bersikap netral. Sehingga kalau ada perselisihan bisa mengatasinya. “Harapan saya nantinya dalam pelaksanaan pilkades akan berjalan aman dan sukses. Juga tugas Sekcam harus selalu mendampingi tahap demi tahap agar tidak ada permasalahan,“ kata Puguh. (sud/jok /pi)

“Syukur Alhamdulillah, klien kami akhirnya dinyatakan bebas murni dan dilepaskan dari kurungan. Kini, kami menggugat yang SHM 509 dengan luas tanah 900 m2,” terang dia. Tragisnya, SHM 509 ternyata sudah ditebus oleh Kholifah, dengan memanfaatkan H Samsul, warga Dusun Jembrung RT 03/ RW 08, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Gempol, Pasuruan, yang dikenal sebagai sahabat H Satib yang tak bisa baca tulis. “Penebusan itu menggunakan uang Rp 100 juta, dan menjadi jual beli antara Kholifah dan H Samsul. Sekarang logikanya, tidak mungkin tanah seluas 900 m2 dengan bangunan rumah di atasnya bisa diperjualbelikan dengan harga hanya Rp 100 juta. Rumahnya saja haranya sekitar Rp 500 juta,” tandas dia. Dalam penelusurunnya, lanjut Achmad Shodiq, jual beli itu disahkan oleh notaris Abdul Muis SH. Namun akhirnya diketahui, jika notaris tersebut tidak pernah memanggil H Samsul untuk menandatangani perjanjian jual beli. “Kami menduga kuat, perjanjian jual beli itu

Terdakwa mengikuti persidangan di PN Sidoarjo.

Kasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Eko Iskandar ngobrol dengan awak media di balai wartawan.

Kasatlantas Eko Iskandar Kunjungi Balai Wartawan Sidoarjo, Memorandum Kasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Eko Iskandar yang baru menjabat di Kota Delta, Senin (25/11) sore, silaturrahmi dengan awak media di Balai Wartawan, Jalan A Yani Nomor 18, Sidoarjo. “Tujuan kami ke Balai Wartawan adalah untuk silaturahmi dengan teman-teman media. Apabila ada saran dan kritik yang membangun, kami siap bersinergi dengan teman-teman media,” tegas AKP Eko Iskandar. Kedatangan kasatlantas yang belum genap sebulan itu disambut baik oleh Ketua PWI Sidoarjo Abdul Rouf, dan Ketua Forwas Eko Yudho. Kasatlantas yang membawa tumpeng dan berbagai makanan, sebelum dimakan terlebih dahulu membaca doa bersama. “Kami menyambut baik kedatangan kasatlantas. Beliau sangat pro aktif dan menghargai profesi wartawan. Kami ucapkan terima kasih dan selamat bekerja di Bumi Sidoarjo,” tegas Abdul Rouf. (dar/jok/pi)

Truk Muat Pasir Terguling Sidoarjo, Memorandum Tanggap dan cepat, Kasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Eko Iskandar beserta anggota melakukan penanganan truk engkel bermuatan pasir bernopol AE 9251 UN yang terguling di jalur Sidoarjo-Gedangan. Tepatnya di depan PT Interbat, Selasa (26/11) pagi. Kejadian tersebut diinformasikan warga ke command center dan melalui aplikasi Delta Siap Polresta Sidoarjo. Dari situlah personel Polresta Sidoarjo dengan cepat bertindak melakukan evakuasi. Tergulingnya truk bermuatan pasir tersebut mengakibatkan pasir yang dimuat tumpah di jalan raya dan menimbulkan kemacetan ruas selatan-utara, didepan PT Interbat, Buduran, Sidoarjo. AKP Eko Iskandar turun langsung memimpin pemindahan pasir yang tumpah menutup separuh jalan. Dalam waktu singkat, jalur lalulintas yang tersendat kembali normal. “Muatan pasir tumpah dan menutup sebagian jalan. Karenanya kami harus cepat meminggirkan pasir tersebut, supaya lalu lintas dapat segera lancar kembali. Sebab pagi hari volume kendaraan juga meningkat, “ ujar kasat;antas. (kah/jok/pi )

disengketakan. Dia, bersama dua hakim anggota, Kabul Irianto SH MHum dan Yohanes Hero Sujaya SH MH mengatakan, tidak mau terlibat dengan masalah di luar gugatan. “Kami hanya ingin tahu kejelasan obyek sengketa,” tandas Kabul Irianto sebelum pergi meninggalkan lokasi. Ada kejadian menarik, tatkala majelis hakim baru saja pergi meninggalkan lokasi, Susni Hayati salah satu putri H Satib menyatakan ingin melihat barang-barang yang ada di dalam rumah yang kini dikuasai oleh Kholifah. Namun, niatnya itu ditentang oleh H Machfud Sidik, suami Kholifah.

Dia mengatakan, bahwa keinginan Susni tersebut tidak etis, karena tanpa sepengetahuan majelis hakim. Bahkan, dia juga melarang Kepala Desa Kebonagung H Udin yang hendak menyaksikan keinginan Susni. Kontan, kejadian itu pun memantik emosi keluarga H Satib sekaligus H Samsul yang masih berada di lokasi. “Masak, Pak Lurah (Kades H Udin) yang mau menyaksikan kok dilarang. Padahal, waktu merusak kunci rumah dulu, juga disaksikan oleh Pak Lurah H Udin,” tukas H Samsul, H Satib menilai, bahwa peristiwa itu terjadi, lantaran H Machfud Sidik ingin menguasai harta miliknya secara culas. “Dia (H Machfud Sidik) itu ingin kaya, tapi dengan membodohi saya. Tolong, kalau ingin kaya caranya yang betul, jangan memakai cara seperti ini,” kata dia. Setelah berlangsung sekitar dua jam, sidang PS itu akhirnya selesai. H Machfud Sidik tidak berani keluar rumah. Keluarga H Satib mengingatkan, agar batu-batu yang digunakan untuk menghalangi akses masuk ke Ponpes, tidak berpindah dari tempatnya. “Karena, batu-batu itu kita pasang di tanah kita sendiri. Yaitu SHM 508,” tukas salah satu keluarga H Satib. (sdm/jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/JOK

Anggota BPD Jabaran, Kecamatan Sukodono, menandatangani berita acara pelantikan.

Hal itu dilakukan setelah majelis hakim PN Sidoarjo yang diketuai Mulyadi SH, pergi meninggalkan lokasi, usai melakukan sidang Pemeriksaan Setempat (PS) di lokasi Desa Kebonagung, Selasa (26/11). “Akses ini sengaja kita tutup, karena tanah ini sah milik H Satib,” kata Achmad Shodiq SH MH, kuasa hukum H Satib. Pengacara yang tergabung dalam Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Sidoarjo itu mengatakan, sidang PS itu bermula dari tukar guling antara H Satib dan Kholifah, warga Dusun Luwung RT 05/ RW 01, Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo. Kholifah, adalah pengelola Ponpes yang juga menjadi tergugat II dalam kasus tersebut. “Proses tukar guling itu melibatkan dua SHM (Sertifikat Hak Milik) nomor 508 dan 509, yang dua-duanya diagunkan ke BPR Pandaan Artha Jaya di Pandaan, Pasuruan,” tegas Achmad Shodiq. Karena tukar gulingnya diduga bermasalah, H Satib kemudian dilaporkan secara pidana ke PN Sidoarjo. Karena laporan tersebut, H Satib bahkan sempat ditahan selama 1,5 bulan, ketika sidang.

FOTO: MEMORANDUM/SDM

FOTO: MEMORANDUM/SUD

Sidoarjo, Memorandum Keluarga H Satib, warga Desa Kebon Agung, RT 17/RW 05, Kecamatan Sukodono, nekat menutup akses masuk Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hasan dengan bongkahan batu-batu besar.

Majelis Hakim Tolak Eksepsi 5 Terdakwa Kasus Penyerobotan Lahan Puskopkar JaƟm Sidoarjo, Memorandum Lima terdakwa terkait dugaan perkara penyerobotan dan pemalsuan akta ontentik lahan Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jatim, kembali digelar di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Senin (25/11). Sidang dengan agenda mendengarkan putusan sela dari majelis hakim tersebut menghadirkan lima terdakwa. Mereka, Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry Jocosity Gunawan, Reny Susetyowardhani, notaris Umi Chalsum, notaris Yuli Ekawati dan notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. Para terdakwa diduga malakukan penyerobotan dan pemalsuan surat lahan milik Puskopar Jatim seluas 25 hektare yang berada di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Henry J Gunawan memasuki ruang sidang dengan mengenakan baju motif kotak. Seperti biasanya, terdakwa Henry didampingi kuasa hukumnya, Hotma Sitompul. Hal sama juga dilakukan empat terdakwa lainnya, Reny Susetyowardhani, Umi Chalsum, Yuli Ekawati dan Dyah Nuswantari Ekapsari. Dugaan pemalsuan akta otentik itu dilakukan oleh lima terdakwa. Yakni Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan, selaku Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa, dan Reny Susetyowardhani anak dari (H Iskandar/alm) Dirut PT Dian Fortuna Erisindo, Notaris Umi Chalsum, NotarisYuli Ekawati, dan Notaris Dyah Nuswantari Ekapsari. Dalam putusan sela, Ketua Majelis Hakim Achmad Peten Sili menyebutkan, menolak semua eksepsi lima terdakwa dan me-

merintah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo untuk melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi hingga tuntas pada vonis hakim. “Kami memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi-saksi dalam sidang berikutnya guna pembuktian perkara,” tutur Ketua Majelis Hakim Achmad Peten Sili dalam persidangan, dikutip memojatim. Sementara JPU Budhi Cahyono mengaku siap menghadirkan para saksi untuk pembuktian yang menjerat lima terdakwa tersebut. “Pada sidang awal kami hadirkan tiga saksi, korban atau pelapor,” ucap Budhi Cahyono. Dalam perkara ini, JPU mendakwa Henry J Gunawan dengan pasal berlapis. Yakni pemalsuan surat, memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik. Serta melawan hukum, menjual, menukarkan atau membebani dengan creditverband sesuatu hak tanah yang telah bersertifikat, sesuatu gedung, bangunan, di atas tanah yang belum bersertifikat, padahal diketahui bahwa yang mempunyai atau turut mempunyai hak di atasnya adalah orang lain. “Terdakwa Henry J Gunawan didakwa melanggar pasal 264 ayat (2) KUHP pasal 266 ayat (1) KUHP, serta pasal 385 ke -1 KUHP,” kata Budhi Cahyono. Untuk diketahui, dugaan kasus pemalsuan akta otentik tanah, yang semula atas nama badan, dialihkan atau dijual yang mengarah pada perorangan. Namun, dalam penyidikannya, Bareskrim Mabes Polri mengungkap bahwa tanah seluas 25 hektar itu adalah milik Puskopkar Jatim. Tanah itu dulunya masih atas nama Iskandar yang dikuasakan oleh Puskopkar Jatim yang menjabat sebagai Ketua

Divisi Perumahan. Namun, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu diduga dikuasai atau diakui oleh Reny Susetyowardhani anak dari almarhum Iskandar. Seiring waktu, sesudah Iskandar meninggal, tanah itu dijual Reny dengan dugaan memalsukan sejumlah dokumen dan dibeli Cen Liang alias Henry Jocosity Gunawan dengan uang muka sekitar Rp 3,5 miliar. Setelah memberikan uang muka itu, Henry J Gunawan diduga membangun pergudangan yang diperjualbelikan di atas area seluas 25 hektar tersebut. Kenekatan Henry J Gunawan oleh Bareskrim Mabes Polri dianggap telah merugikan Puskopkar Jatim senilai Rp. 300 miliar. (kah/jok/pi)

Kasatbinmas Polresta Sidoarjo Kompol Sarwo Waskito dan anggotanya foto bersama para siswa SD.

Antisipasi Penculikan, Polresta Sebar Pamflet Sidoarjo, Memorandum Upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya terhadap anak-anak di lingkungan sekolah terus dilakukan Polresta Sidoarjo. Selasa (26/11) pagi, dipimpin Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Sarwo Waskito beserta anggota, melakukan sosialisasi dan himbauan kamtibmas terkait menghindari aksi penculikan anak di SDN Tambak Rejo,Waru, Sidoarjo. Selain menyampaikan beberapa himbauan kamtibmas, seperti antisipasi keberadaan pelaku baik di sekitar sekolah, perumahan, perkampungan, maupun tempat keramaian. Kasat Binmas Polresta Sidoarjo juga membagikan spanduk dan pamflet himbauan kamtibmas tentang kewaspadaan dan hati-hati terhadap aksi penculikan anak.

Upaya ini dilakukan di sekolah se-Kabupaten Sidoarjo, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya terhadap anak-anak. “Kami sampaikan himbauan kepada para orang tua, guru, dan juga adik-adik pelajar untuk senantiasa hati-hati serta jangan mudah percaya kepada bujuk rayu orang yang belum dikenal,” jelas Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Sarwo Waskito di lokasi. Dalam antisipasi penculikan anak, Polresta Sidoarjo juga bekerjasama dengan berbagai pihak, baik dari Forkopimcam, Dinas Pendidikan, Pemda hingga pihak sekolah dan wali murid. Selain itu, personel polisi di wilayah Kabupaten Sidoarjo juga disebar untuk terus siaga utk melaksanakan patroli dan penjagaan baik pada saat jam berangkat sekolah maupun pulang sekolah. (jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

Jelang Nataru, KAI Siapkan 591 Personel Keamanan

Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar

591 personel keamanan yang terdiri dari 153 personel Polsuska, 433 personel security, dan 5 personil pembinaan dari Polda. Kemudian bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 130 personel ditambah 4 anjing pelacak (K9). Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta. “Guna membantu kelancaran pelayanan penumpang selama masa Angkutan Nataru 2019/2020, hak cuti tahunan pegawai KAI ditangguhkan. Hal

ini sebagai komitmen KAI agar agenda libur nasional ini bisa berjalan lancar dan sukses,” ujar Suprapto. Suprapto menambahkan, para komisaris, direksi, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan kepolisian pun turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah stasiun pada 10 hingga 12 Desember 2019. “Inspeksi ini dilakukan dengan kereta inspeksi untuk mengecek kesiapan pelayanan hingga lintasan kereta api di jalur utara dan selatan Jawa,” pungkas dia.(why/lis)

Pengembang Asing Bidik Pasar Surabaya Surabaya, Memorandum Galaxy Property bersama Raywhite Platinum Group membidik investor Surabaya yang ingin mengalihkan investasinya ke luar negeri melalui ajang World Property Insight di Galaxy Mall Surabaya pada 18-24 November 2019. Managing Director Galaxy Sumatra Henry Nugroho mengatakan, melambatnya pasar properti di Indonesia saat ini diyakini akan membuat sebagian calon pembeli atau investor untuk menahan diri dalam berinvestasi. “Kondisi ini bisa ditangkap pengembang asing yang akan membidik investor Indonesia untuk membeli properti di luar negeri,” kata dia. Henry mengatakan, sejumlah pengembang asing yang turut mengisi booth World Property Insight di Surabaya ini berasal dari Australia, Malaysia, Singapura, Dubai, Spanyol, Siprus, dan Grenada, serta pengembang asal Bali dan Gili Trawangan. “Banyak kemudahan investasi yang ditawarkan sejumlah negara tersebut, misalnya pajak yang rendah, kemudahan izin tinggal hanya dengan membeli properti, ada golden

visa yang ditawarkan Spanyol, dan program permanent residence dan citizenship di Grenada dan Siprus,” imbuh dia. Adapun sejumlah developer ikut dalam World Property Insight ini antara lain dari Crown Group Sydney, Sincerity Group Perth, GMG Spanyol, Tamara Group Bali, First Dream Gili Trawangan, Pafilia Group Siprus, Range Development Grenada, Princess Cove Johor Bahru. Henry menambahkan, selain menarget investor Surabaya, dalam ajang tersebut juga memberikan edukasi kepada konsumen tentang potensi dan menariknya inevstasi di luar negeri, termasuk memberikan informasi peluang untuk tinggal di luar negeri. Managing Director Raywhite HR Muhammad, Bambang Budiono menambahkan potensi investasi di luar negeri selama ini juga dimanfaatkan untuk kebutuhan tinggal anaknya yang sedang proses pendidikan luar negeri. “Dari pada sewa cukup mahal, maka investor lebih memilih untuk beli baik apartemen atau rumah karena nilai cicilannya juga hampir sama dengan biaya sewa,” imbuh dia. (day/lis)

Surabaya, Memorandum PT Waskita Beton Precast Tbk ( WSBP) memproyeksikan pembangunan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) pada seksi IV sepanjang 9 km akan rampung pada November 2020. Kepala Proyek Tol KLBM Agus Santoso mengatakan, dalam proyek nasional KLBM dengan panjang total 38 km ini, Waskita Precast mendapatkan porsi konstruksi pada seksi II hingga IV atau sepanjang 19 km dengan nilai kontrak Rp 3,51 triliun. “Sedangkan seksi I, konstruksinya dikerjakan oleh Waskita divisi III, dan kami Waskita Precast hanya menyuplai produk precast,” katanya di sela-sela Media Site Visit Waskita Project. Dia menjelaskan, proyek Tol KLBM pada seksi II hingga kini sudah terealisasi 99,46 persen, seksi III sudah mencapai 99,78 persen dan seksi IV baru terealisasi 61,34 persen. Secara total dari seksi I - III hingga November ini telah mencapai sekitar 99 persen dan rencananya Desember 2019 alan diresmikan Presiden Joko Widodo.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Petugas memastikan keandalan jalur rel kereta api.

Seksi IV Diproyeksi Tuntas November 2020

Tahap pembangunan jalan tol Legundi-Bunder, Jatim.

“Sedangkan seksi IV ini memang masih pembebasan lahan. Kalau lancar, harapannya Januari-Februari 2020 mulai digarap lagi dan November 2020 sudah selesai,” jelas dia. Direktur Pemasaran WSBP Agus Wantoro menambahkan, jalan tol ini cukup strategis karena mendukung akses masuk-keluar ke kawasan industri yang ada di

daerah Sidoarjo dan Gresik. “Lalu di ujung jalan tol nanti ketemu kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Nah di situ juga ada pelabuhan, jadi ini merupakan akses logistik yang akan menopang ekonomi Jatim, apalagi jarak tempuh 38 km bisa ditempuh dengan wakti 38 menit, kalau sebelumnya kan perlu 2-3 jam,” ujar dia. (day/lis)

Dinas Perikanan Lamongan Tingkatkan Konsumsi Ikan Warga Lamongan, Memorandum Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan ditantang Bupati Fadeli untuk membuat inovasi dengan meningkatkan konsumsi ikan. Itu disampaikannya saat Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-6 di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, Selasa (25/11). Karena menurut Fadeli, ikan dengan begitu banyak kandungan yang menyehatkan adalah solusi masa depan, terutama mengatasi stunting. “Ikan merupakan makanan rendah lemak, tapi mengandung omega 3 serta tinggi protein untuk kualitas tumbuh kembang,” ungkap dia. Saat ini, tingkat konsumsi ikan di Lamongan yang 48,27 kilogram

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Surabaya, Memorandum Guna memastikan keselamatan perjalanan KA selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, PT KAI Daop 8 meningkatkan pengawasan di jalur kereta api dengan menyiagakan petugas ekstra. Mereka memastikan keandalan jalur rel kereta api dengan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, dan lainnya. “Amus tersebut telah disiapkan di 4 titik strategis di antaranya di Stasiun Babat, Mojokerto, Bangil,Wlingi,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto, Selasa (26/11). Menurut Suprapto, adapun para petugas ekstra tersebut di antaranya 37 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra, 83 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, dan 7 petugas posko daerah ekstra. Total 127 petugas unit jalan rel yang disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA sepanjang jalur rel di lintas Daop 8 Surabaya. Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api, PT KAI Daop 8 menyiapkan

HALAMAN 3

Bupati Fadeli mencicipi menu hasil olahan ikan.

per kapita memang sudah di atas nasional yang 47,3 kilogram

perkapita. Namun Fadeli berharap, angka itu bisa ditingkatkan

sehingga bisa di atas angka Jawa Timur yang 50 kilogram perkapita. Fadeli juga berharap agar peringatan Harkannas dilakukan di wilayah-wilayah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah. Tidak hanya dilakukan di perkotaan saja Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan MS Heruwidi menyebutkan, dia sudah memiliki sejumlah program prioritas pada 2020.Terutama untuk mendorong masyarakat agar gemar makan ikan. Mulai revitalisasi Balai Benih Ikan di Kalen untuk meningkatkan penyediaan benih ikan berkualitas, dan meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor perikanan. (*/udi/lis)

Tegakkan Perda Nomor 1 Tahun 2018

Tuna seberat 56 kg mampu menarik perhatian Gubernur Khofifah dan Arumi Bachsin.

JaƟm Fish and Marine ExhibiƟon 2019

Tuna Yellow Fins Jadi Ikon Unggulan DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur memamerkan dua ekor tuna sirip kuning di kegiatan Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 yang digelar rutin tahunan di Parkir Timur Surabaya Plaza. Selain kegiatan pemecahan rekor muri penyajian 11.089 porsi ikan bandeng presto. Pada kegiatan tersebut terdapat 36 stan yang menampilkan produk-produk kelautan dan perikanan, antara lain pameran ikan segar, ikan hias, aquascape, temu bisnis, dan forum investasi kelautan dan perikanan. Kabid Perikanan Tangkap DKP Jatim Miftahul Arifin melalui Kasi Kepelabuhan Perikanan Siswanto menerangkan, Bidang Perikanan Tangkap DKP Jatim menampilkan ikon-ikon yang menarik di antaranya dua ekor tuna sirip kuning (yellow fins) kondisi segar. “Masing-masing ikan tuna yellow fins memiliki berat 56 kg dengan panjang 156 cm, dan berat 46 kg dengan panjang 146 cm. Tuna berukuran besar ini mampu menarik perhatian dan dijadikan spot foto bareng maupun foto selfie para pengunjung,” terang dia. Selain itu, Siswanto mengaku,

Kabid Perikanan Tangkap DKP Jatim Miftahul Arifin (kiri) dan Kasi Kepelabuhan Perikanan Siswanto.

Bidang Perikanan Tangkap juga menampilkan beberapa ikon yang tidak kalah menariknya dengan yang lain di dalam Jatim Fish and Marine Exhibition 2019. “Yaitu Rumah Ikan dan Maket Alat Penangkapan Ikan yang bernama “Rumpon Laut Dangkal” keunggulan dari bidang perikanan Tangkap DKP Jatim,” tutur dia. Pembukaan Jatim Fish and Marine Exhibition 2019 dihadiri langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Ibu Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin. Tuna seberat 56 kg mampu menarik perhatian Khofifah dan Arumi.

Pada kunjungannya ke stan Bidang Perikanan Tangkap, Khofifah menjelaskan salah satu contoh penerapan proses petik olah kemas jual, seperti ekstrak ikan tuna dapat dijadikan cokelat. Kemudian ekstrak ikan dicampur dengan daun kelor yang mengandung vitamin dan antioksidan tinggi. “ Hal ini bisa memperkaya tidak hanya jualan produk, tapi saling belajar dari mereka yang sudah cukup advance hilirisasi petik olah kemas jual produksi ikan. Setelah itu baru kita dorong untuk mediasi jejaring pemasarannya,” pungkas dia. (adv/why/lis)

TIM dari Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan (Bidang KPP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan supervisi (pengawasan) reklamasi di Pantai Kenjeran, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Bulak, Surabaya. Tim Supervisi dipimpin Kepala Bidang KKP DKP Pemrov Jatim Ir Slamet Budiono beserta jajarannya dan ditambah dari unsur penegak Perda Satpol PP Pemprov Jatim. Rencananya dua pekan mendatang langsung turun ke lokasi di Pantai Kenjeran. Ir Slamet Budiono menyampaikan, kedatangan tim ke lokasi lantaran banyak masyarakat yang belum paham terkait Perda Nomor 1 Tahun 2018, terutama masyarakat Pantai Kenjeran. Tentu supervisi yang dilakukan timnya merupakan bagian dari upaya pengawasan sekaligus sosialisasi dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Reklamasi Pantai. “Kita segera turun ke Pantai Kenjeran melakukan supervasi dan sosialisasi pelarangan reklamasi di Pantai Kenjeran. Mengacu peta Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Jawa Timur Tahun 2018-2035 secara umum. Kalau memang tidak sesuai kita akan melayangkan surat tegu-

Ir Slamet Budiono, Kabid KKP DKP Jatim (kiri), membahas reklamasi di kawasan Pantai Kenjeran

ran,” ungkap dia. Soal reklamasi, Slamet mengaku awalnya banyak pihak yang menduga bahwa perda tersebut adalah aturan yang memberi kelonggaran izin dilakukan reklamasi. “Sehingga banyak masyarakat yang terlanjur melakukan kegiatan-kegiatan reklamasi pesisir, bahkan banyak yang sudah mendirikan bangunan-bangunan,” tambah dia. Padahal, dalam perda diatur kegiatan-kegiatan tertentu dan hanya pada beberapa tempat di Jawa Timur saja yang bisa diberikan rekomendasi untuk reklamasi. Sehingga ia meminta pemerintah daerah memahami aturan yang ada lebih dulu sebelum mengeluarkan kebijakan melakukan reklamasi. “Dalam perda disebut hanya tiga titik yang bisa dilakukan reklamasi. Yaitu migas di Tuban, Industri Maritim Lamongan, dan pengembangan bandara Juanda Sidoarjo. Yang lain tidak diperbolehkan. Aturan dalam perda bisa direvisi lima tahun ke depan, itu pun sesuai dengan perkem-

bangan kebutuhan masyarakat pada masa itu,” tegas dia. Dijelaskan Slamet, teguran-teguran atau peringatan merupakan bagian penegakan Perda Nomor 1 Tahun 2018 demi melindungi sumber daya lokal, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Menghindari kerusakan ekosistem perairan pesisir lebih lanjut agar tetap lestari. Slamet mengaku, aktivitas reklamasi yang dikerjakan pihak pengelola maupun warga di Pantai Kenjeran selama ini belum ada pemberitahuan di DKP Jatim. “Hingga kini mereka tidak pernah datang ke kita merencanakan ada reklamasi di Pantai Kenjeran. Tentunya, secara tupoksi kita minta Satpol PP Pemprov Jatim sebagai penegak perda bertindak tegas menindaklanjutinya. Diharapkan dengan supervisi ini, masyarakat Pantai Kenjeran bisa memahami Perda tentang RZWP3K sebelum melakukan pengelolahan pesisir pantai tersebut,” pungkas dia. (adv/why/lis)

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

DKP Jatim Lakukan Supervisi Reklamasi Pantai Kenjeran

Warga menunjukkan lokasi reklamasi di kawasan Pantai Kenjeran, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Bulak.


AREMA

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda Malang, Memorandum Jelang akhir 2019, DPRD Kota Malang telah menetapkan pemberlakuan tiga perda (peraturan daerah) melalui Rapat Paripurna yang menyetujui dan mengesahkan perda tentang Perindustrian dan Perdagangan, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tugu Tirta, serta Perseroan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha Sejahtera, di ruang paripurda, Selasa (25/11). Persetujuan dan pengesahan ketiga perda ini setelah melalui proses pembahasan antara DPRD Kota Malang dengan Pemkot Malang untuk menguatkan aturan yang tertuang dalam ketiga peraturan daerah. Ketika perda ini sebelumnya telah dibahas oleh anggota DPRD periode sebelumnya sehingga anggota DPRD periode 2019 – 2024 ini menguatkan dan selanjutnya mengesahkan. Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan pengesahan ketiga perda tersebut dapat mendorong laju pembangunan di Kota Malang. “Ketiga perda sudah disahkan

semoga dapat memberikan keajuan untuk Kota Malang dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang lebih baik,” katanya. Program pembangunan di Kota Malang menurutnya harus terus bergerak maju dan lebih cepat sehingga dapat memberikan manfaat yang nyata dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat kota ini serta dapat meningkatkan citra Kota Malang di masa mendatang. Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Damai (Demokrat, PAN dan Perindo) Pujianto menyampaikan mengharapkan ketiga perda ini dapat menggerakkan pembangunan Kota Malang sesuai harapan masyarakat. “Untuk Perda Tugu Artha (Perseroan Bank Perkreditan Rakyat Tugu Artha Sejahtera, red) diharapkan dapat memperbaiki managemennya lebih profesional dan yang lebih penting adalah dapat memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) yang besar,” terangnya. Sejauh ini keberadaan BPR

Tugu Artha cukup baik namun dengan adanya perda ini diharapkan internal perusahan daerah ini dapat segera melakukan penataan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. “Di antaranya adalah meningkatkan pelayanan pada masyarakat diantaranya para pelaku UKM dengan suku bunga yang rendah agar dapat dijangkau masyarakat,” lanjut Ketua DPD PAN Kota Malang ini. Dengan suku bunga yang rendah tentunya akan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi para pelaku ukm sehingga sektoir industri kecil lain di Kota Malang dapat tumbuh dan berkembang terutama yang mengalami persoalan permodalan. Pujianto menyebutkan Perumda Air Minum Tugu Tirta yang sebelumnya bernama PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) ini mampu meminimalisir persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan air minum. “Tentu kualitas layanan harus ditingkatkan agar tidak muncul persoalan distribusi

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Perindustrian dan Perdagangan, Perumda Air Minum Tugu Tirta, Perseroan BPR Tugu Artha Sejahtera

Penandatanganan berita acara rapat paripurna.

air ke pelanggan,” jelasnya. Sebagai perusahaan daerah maka Pujianto menekankan agar dapat meningkatkan PAD dengan tanpa mengurangi pelayanan pada masyarakat. Sarana prasaran pendukung untuk layanan harus diperhatikan agar tidak muncul keluhan masyarakat terkait dengan gangguan distribusi air. Terkait, Perda Perindustrian dan Perdagangan, disebutkan Pemkot Malang harus menyesuaikan dengan peraturan tentang perizinan usaha. “Saat ini

perizinan melalui sistem OSS (Online Single Submission, red) yang terpusat sehingga pemerintah daerah juga harus menyesuaikan agar iklim usaha di Kota Malang dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya. Tanggapan pengesahan ketiga perda ini juga disampaikan oleh anggota Fraksi PDI-P, Ahmad Wanedi. Dikatakan bahwa ketiga perda ini telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jatim. “Ketiga perda ini sudah dibahas oleh dewan periode sebelumnya dan telah disetujui gubernur,”

jelasnya. Politisi yang juga Ketua Komisi D ini mengatakan, salah satu persoalan pelaku UKM di Kota Malang adalah permodalan usaha untuk pengembangan. “Sektor UKM di Kota Malang ini pertumbuhannya cukup pesat dan ini harus menjadi titik perhatian agar mereka dapat mengembangkan usahanya dengan baik,” harapnya seraya mengatakan Perumda BPR Tugu Arta Sejahtera dapat mengambil peran dalam penguatan permodalan tersebut. Selama ini sebagian mas-

yarakat yang membutuhkan permodalan kerap mencari jalan pintas melakukan transaksi pinjaman cepat dengan bunga tinggi, yaitu melalui bank thithil. Perumda Tugu Artha sebagai perusahaan daerah diharapkan mampu memerankan diri sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Menyinggung Perumda Air Minum Tugu Tirta,Wanedi mengharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan juga melakukan inovasi pelayanan agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi. “Kami mengharapkan Perumda Tugu Tirta nantinya akan lebih leluasa untuk bergerak dengan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat dan memberikan PAD yang lebih,” urainya. Selain kedua perda tersebut, Wanedi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan toko moderen yang berkembang di Kota Malang. “Proses perizinan sekarang ini melalui sistem OSS namun demikian juga perlu diperhatikan keberadaan tokotoko tradisional yang sudah ada di kampung-kampung agar tetap ada,” harapnya. (adv/ari/epe)

Malu G-Land Soal Hedon saya heran. Kok ada orang membuka cafe seluas itu. Pohon yang ditanam pun mahal-mahal. Ada pohon yang dibeli dengan harga Rp 500 juta. Mobil yang dipajang di halamannya juga mahal-mahal: Porche, McLaren, Ferrari, dan entah apa lagi. Bagian bawahnya ada Excelso. “Betul. Ini Excelso kami yang terbesar,” ujar Kevin Mergonoto, putra pemilik kopi Kapal Api itu. Pemiliknya Hedon sendiri seorang dokter gigi. Yang pengusaha: David. Yang hobinya koleksi mobil murah --untuk ukuran kolektor pesawat. Tempat prakter dokter giginya pun lux sekali --meja kursi lemarinya merek McLaren. Bahan-bahan untuk crown dan implant gigi ia ciptakan sendiri. Dulunya David anak miskin --miskin sekali. Untuk sekolah harus sambil bekerja. Kuliah juga sambil cari uang. Akhirnya bisa merancang kursi pasien gigi. Lalu punya pabrik kursi pasien gigi. Ia buka kafe bukan untuk bisnis. “Untuk mendukung kemajuan Banyuwangi,” kata teman saya itu. Tapi pecel ayam Kemiren tidak kalah keren. Bahkan itu yang telah mengalahkan pesta di Jakarta. Saya pamit tidak menghadiri pesta itu. Yakni

Sambungan dari halaman 1 pesta kawin peraknya bos besar Chairul Tanjung. Selamat menuju kawin emas --yang akan saya rayakan enam tahun lagi. Begitu penting pecel pitik di sebuah jalan sempit di pinggiran kota ini. Mungkin terkait masa lalu saya. Ikatan saya dengan kelapa sekuat akar kelapa itu sendiri. Saya memang senang yang serba kelapa. Kue Manado misalnya, yang saya pilih pertama pasti kenari yang dicampur kelapa itu. Di masa kecil kelapa sama pentingnya dengan tebu. Rucuh --air kelapa dicampur gula-- adalah minuman terlezat di desa. Enting-enting --irisan kelapa yang dicampur gula merah beku-- adalah kue tergurih. Kalau lagi tidak musim tebu saya memanjat pohon kelapa. Di samping rumah. Untuk memetik yang masih muda --tidak pernah ada yang sempat tua. Air dan daging kelapa muda. Itulah makan siang saya hari itu. Pernah, belum lagi dapat meraih kelapanya pelepah pegangan saya lepas. Saya jatuh --untung ke parit yang berlumpur di bawahnya. Pecel pitik Banyuwangi ini pakai bahan baku kelapa. Ayamnya dibakar dulu. Setelah itu dibumbui santan kelapa. Tidak sampai berkah. Sambalnya parutan

kelapa mentah. Diulek dengan cabe mentah dan kemiri mentah. Tanpa bawang putih atau bawang merah. Hanya ditambah garam dan sedikit gula. Ulekan sambal serba mentah itulah yang ditabur sampai menutup ayamnya. Tidak hanya pecel pitik. Jalan sempit di Desa Kemiren itu padat makanan desa. Beda rumah beda yang dijual: ayam lodoh, sate jamur sampai sambal sego tempong. Dalam bahasa Osing tempong artinya tampar. Makan sambal ini rasanya seperti ditampar --saking pedasnya. Pun usus saya. Sampai terasa tertampar. “Sudah sembilan tahun saya menjadi Bupati Banyuwangi. Alhamdulillah bisa bertahan. Untuk tidak memberi izin Indomaret dan Alfamart,” ujar Abdullah Azwar Anas. “Saya juga masih belum tergoda untuk mem-

beri izin berdirinya mall di sini,” tambahnya. Saya sudah lama tidak bertemu Bupati Kulon Progo, Jogja --apakah juga masih bertahan tidak memberi izin serupa. Malam itu saya juga diundang pagelaran batik tahunan. Kali ini temanya ‘Batik Blarak Sempal’. Perancang busana Samuel Wattimena tampil dengan karyanya. Hadir juga perancang busana Didit, anak tunggal Prabowo Subijanto itu. Panggung pagelaran itu besar dan tidak seperti kelas kabupaten. Yang tampil di sesi awal adalah para peragawati SMK se-Banyuwangi. Yang mengenakan batik karya perancang SMK juga. Saya terharu menyaksikan model dari SMK di panggung besar seperti itu. Percaya diri telah berhasil ditularkan ke desa-desa. Pagi-pagi, sebelum kuliner di Kemiren, saya mampir proyek baru. Luasnya hampir 90 hektar.

Saya baru tahu: PT Inka membangun workshop begitu besar di Banyuwangi. Saya memang ikut merasakan: pabriknya yang di Madiun sudah sangat sesak. Jangan-jangan Juni depan saya harus ke Banyuwangi lagi. Ke kawasan yang saya belum pernah ke sana: G-Land. Bahkan saya belum tahu apa itu G-Land. Memalukan. Selama ini saya hanya tahu di mana itu Pantai Plengkung. Betapa hebat pantai itu. Begitu terkenalnya di dunia. Khususnya dunia surfing. Tapi Plengkung masih kalah dengan G-Land. Anda belum bisa dibilang surfer kelas dunia kalau belum surfing di G-Land. Begitulah kata orang asing di seluruh dunia. Mereka justru tidak tahu di mana Plengkung. Oh... G-Land itu ya Plengkung itu. Maka saya pun tidak jadi malu. Justru para surfer itu yang harusnya malu:

kok tidak tahu Plengkung! Juni tahun depan kejuaraan dunia surfing akan dilakukan di Pleng... Ups... Di G-Land. Bahkan G-Land akan menjadi tuan rumah seri ke-3 World Surf League (WSL) Championship Tour 2020. Olahraga surfing memang ngetop lima tahun terakhir. Sejak World Surf League (WSL) dipimpin wanita satu ini: Sophie Goldschmidt. Ia orang California. Pemain tenis sejak remaja. Organisasi tenis memberinya beasiswa. Untuk kuliah di Burleigh, Texas. Sophie cedera. Tidak bisa main tenis lagi. Ia pun berkarir di pemasaran olahraga. Pernah menangani marketing basket, sepak bola sampai rugby. Tiga tahun lalu Sophie dilamar menjadi CEO World Surf League. Dialah yang menggebrak marketing olahraga surf. Yang dia seriusi pertama adalah membangun

perhatian publik pada surf. Sophie prihatin. Tidak banyak orang yang menjadi fans surfing. Dia garap media sosial sungguh-sungguh. Sophie sukses besar. Di arena Facebook, kini surfing mendapat perhatian terbesar ketiga. Mengalahkan sepak bola. Mengalahkan golf. Hanya kalah dari basket dan American football. Berikutnya Sophie mencatat sejarah: berhasil menjual hak siar online ke Facebook. Dengan nilai USD 30 juta. Selama tahun depan. Itulah sebabnya WSL bisa lebih independen. Ia bisa menetapkan sendiri di mana saja kejuaraan dunia harus dilaksanakan. Tidak harus memilih lokasi yang sebenarnya kalah hebat --tapi pemerintah setempat mampu membiayai. Bupati Anas dapat berkah dari sukses leadership Sophie. Salah satu seri WSL Championship Tour 2020 bisa diputuskan

di G-Land. Tanpa Banyuwangi harus mengeluarkan biaya. “Kami hanya diminta tambahan listrik dan wifi yang sangat kuat,” ujar Anas --yang sebenarnya bekerja keras juga untuk bisa mendapat kepercayaan itu. Misalnya, dua kejuaraan dunia dianggap berhasil dilakukan di Banyuwangi. Salah satunya kejuaraan Banyuwangi International BMX 2019 (baca juga: Rider Asing Berjaya di Banyuwangi International BMX 2019). Yang Banyuwangi sangat jeli untuk memiliki trek BMX terbaik. Membangun trek BMX itu begitu murahnya --kalau bandingannya stadion sepak bola. Ceruk ini begitu sempit. Tapi Anas melihatnya sebagai senjata untuk bisa unggul di dunia di bidang itu. G-Land. Namamu kini abadi di hatiku --tanpa menghapus ingatan akan Plengkung.(*)


TULUNGAGUNG

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Beraksi di Tulungagung, Maling Emas Dibekuk di Kediri

Miftakhurrohmah: Akan Terhindar dari Balak um Tulungagung, Memorandum imat Sebagai Ketua PC Muslimat abuNahdlatul Ulama (NU) Kabukhupaten Tulungagung, Miftakhuung rrohmah (56), mendukung penuh program jaminan kesdoehatan nasional – kartu Indonesia sehat (JKN-KIS). Menurutnya, program peah, merintah ini ladang sedekah, arsehingga akan menghindarkan dari balak. “Program peus merintah ini tentunya harus ya kita dukung, karena inginnya it. kalau bisa kita tidak sakit. an Kadang ada yang berpikiran ar wong gak sakit kok daftar ni JKN. Padahal niat kita ini ta untuk sodaqoh. Dengan kita n sodaqoh membayar iuran i, dengan ikhlas, kita berbagi, ri justru akan terhindar dari bala,” ucapnya, kemarin. Sesuai amanat organisa-si, ibu yang akrab dipanggill Bunda ini menjelaskan,, sebagai manusia harus berbuat sholeh pribadi, tidak cukup ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga sholeh sosial. Yaitu harus berbagi. “Makanya kita punya Yayasan Kesejahteraan Muslimat ( YKM), salah satunya ada JKN ini. Semoga nanti bisa mensosialisasikan kepada seluruh khalayak, kita maunya berbagi, saling gotong royong. Ora loro kita bantu seng loro (tidak sakit kita bantu yang sakit, -red). Alhamdulillah kan seandainya kita sehat, tidak apa-apa kita membantu setiap bulan. Allah malah memberi kita kesehatan, dapat pahala, insyaallah terhindar dari sakit, rezekinya akan ditambah, kan begitu. Tidak memakai kan Alhamdulillah, biar

Ketua PC Muslimat NU Tulungagung Miftakhurrohmah

dipakai orang lain, kita dapat pahala,” tuturnya. Disinggung mengenai isu yang menyatakan program JKN-KIS haram, yang mana sempat heboh beberapa waktu lalu, Miftakhurrohmah menegaskan tidak setuju. “Kalau menurut saya, saya tidak setuju sama sekali. Kita lihat konteksnya. Haram dari mana. Wong kita ini niatnya saling bantu membantu, ini kan persiapan kalau sakit, kalau tidak sakit kan dipakai yang lain. Saya tidak setuju,” te-

gasnya. Dirinya berpesan kepada masy yarakat yang belum t terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar diniatkan m mengikuti program in sebagai sedekah. ini T dak hanya itu, Ti M Miftakhurrohmah ju juga mengingatkan ke kepada peserta JKNKI yang menunggak KIS iu iuran agar segera mem menuhi kewajibannya Ia berharap proya. gra gram JKN-KIS bisa be berjalan dengan baik. “Bagi masyarakat yan yang belum terdaftar, ma mari kita niati untuk jag jaga-jaga, kalau toh kita sehat, mudah-mudah dahan kalau kita niati just justru kita akan terhindar dari bala, jadi uang itu kita sodaqohkan kepa kepada yang lain. Bagi yang menunggak iuran, ya d diniati saja. Kadang suda sudah dipakai sudah dinikmati terus gak bayar, itu yang tidak benar, tidak melaksanakan kewajiban dengan baik, hak sudah dinikmati, kan hak dan kewajiban harus sinergi. Ya kita niatkan mudah-mudahan diberi kekuatan oleh Allah, kewajiban harus dilakukan, itu kan baik saling tolong-menolong. Mudah-mudahan masyarakat semakin sadar, agar Program JKNKIS bisa berjalan dengan baik, sehingga pelayanan kesehatan juga semakin baik,” jelas Miftakhurrohmah. (adv/ar/ck/fir/rif )

Tulungagung, Memorandum Unit Reskrim Polsek Kalidawir Tulungagung mengungkap kasus pencurian emas yang dilakukan komplotan maling asal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (26/11). Pengungkapan kasus ini bermula dari tertangkapnya Siti (40), warga Kabupaten Demak ketika mencuri di toko emas di pasar Karangtalun, Kecamatan Kalidawir. Dari penangkapan itu, akhirnya polisi melakukan pengembangan, dan berhasil mengamankan 3 pelaku lainnya. Paurhumas Polres Tulungagung Ipda Anwari mengatakan setelah berhasil mengamankan tersangka Siti, kemudian polisi melumpuhkan satu unit mobil yang melaju di Jalan Raya Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. “Pelaku inisial S usia 40 tahun, pengembangan kita masih terus berlangsung sampai saat ini,” ujarnya. Setelah itu polisi langsung memintai keterangan terhadap 3 orang yang ada di dalam mobil tersebut. Anwari menjelaskan, pihaknya juga masih ingin mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk kemungkinan jaringannya yang lebih luas lagi. “Untuk peran masing-masing kita tunggu saja hasil pemeriksaan anggota,” ucapnya. Anwari menuturkan, penangkapan komplotam ini bermula dari kecurigaan penjaga di toko emas. Ketika itu tersangka Siti berpura-pura membeli dan memilih gelang emas, sambil beberapa kali seolah menelpon seseorang. Kemudian saat penjaga toko emas melayani pembeli lainnya,

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Sedekah melalui Program JKN-KIS

Proses penangkapan kawanan pencuri emas.

tiba-tiba Siti memberikan gelang emas yang dia pilih kepada kawannya, dan keduanya langsung menuju ke mobil untuk melarikan diri. Apes, penjaga toko berhasil menangkap Siti, sedangkan kawannya bisa membawa satu gelang emas seberat 7 gram ke dalam mobil dan langsung kabur. “Jadi sejak awal penjaga toko sudah curiga dan saat S beraksi bisa digagalkan oleh penjaga toko kemudian dilaporkan polisi,” lanjut Anwari. Kanitreskrim Polsek Kalidawir Aiptu Rahmang Budianto menga-

takan, setelah menerima keterangan dari Siti kemudian pihaknya melakukan pendalaman dan mendeteksi mobil tersangka yang kabur ke arah kediri. “Kita lakukan pendalaman dan mendeteksi komplotan ini sedang menuju ke Kediri dan berhasil kita amankan di Desa Branggahan,” pungkasnya. Kini pihaknya masih mengembangkan temuan ini, termasuk kemungkinan adanya jaringan maupun lokasi lain yang bisa saja menjadi sasaran para pelaku. (fir/mad/rif)

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: - HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Warga Bandar Kidul Jadi Bandar Pil Koplo masi tersebut, satresnarkoba segera melakukan penyelidikan ke lokasi dan melakukan pemeriksaan. Didapati di salah satu rumah tetsebut, anggota menemukan tersangka yang diduga memiliki barang haram tersebut. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa bungkus yang diduga pil dobel L. Baik tersangka dan barang bukti pil dobel L di bawa ke Mapolresta Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui, tersangka menyimpan 1.600 butir pil dobel L yang di kemas dalam beberapa bungkus plastik. “A n g g o t a m a s i h melakukan penyidikan, apakah tersangka ini se-

bagai pengedar atau bagaimana. Tapi, jumlah tersebut cukup banyak,” ujarnya. Selain pil dobel L, satresnarkoba juga menyita satu unit telepon genggam milik tersangka dan uang tunai sebesar Rp 22.000. Dalam transaksi, tersangka dengan menggunakan pesan singkat. “Masih dalam sidik, yang jelas jika terbukti mempunyai atau menyimpan pil dobel L berarti melanggar hukum,” tuturnya. AKP Kamsudi menambahkan, tersangka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa keahlian dan kewenangan menyimpan, mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras jenis

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Kediri, Memorandum Satuan Resnarkoba Polres Kediri Kota menangkap warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, di salah satu rumah yang berada di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, karena diketahui memiliki obat keras pil koplo jenis dobel L, Senin (25/11). Kasubbaghumas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelaskan, Andik Efendi (36), dibekuk usai personil memperoleh informasi dari masyarakat jika di Kelurahan Bandar Kidul ada peredaran obat keras. “Anggota memperoleh informasi bahwa mulai maram peredaran obat keras,” jelas Kamsudi, Selasa (26/11). Memperoleh infor-

Andik Efendi

pil dobel L yang tidak memenuhi persyaratan keamanan. “Sebagaimana dimaksud dalam pasal 196 yo pasal 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya. (st3/yud/rif )

Kediri, Memorandum Macan Putih julukan Persik Kediri Juara Liga 2 usai membekuk Persita Tangerang 3-2 pada babak final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali dan mewadahi antusiasme Persikmania yang ingin menyaksikan Persik Kediri melawan Persita Tangerang, Pemerintah Kota Kediri menggelar nonton bareng (nobar) di halaman Balai Kota Kediri, Senin (25/11). Sejak pukul 18.30, ribuan Persikmania mulai berdatangan. Mulai kick off, kedua tim yang bertanding mampu menyuguhkan permainan yang menarik. Riuh Persikmania menggema sepanjang menyaksikan pertandingan. Setiap gol yang tercipta dari Persik Kediri disambut teriakan dan yel-yel Persikmania. Puluhan kembang api dan flare merah mewarnai kemenangan Persik

FOTO: MEMORANDUM/YD

Macan Putih Juara Liga 2, Wali Kota Ucapkan Selamat

Persik merayakan capaian yang diraih.

Kediri. Di tempat terpisah, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut mengucapkan selamat kepada Juara Liga 2, Persik Kediri. Macan Putih keluar sebagai juara usai membekuk Persita Tangerang 3-2 pada babak final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. “Saya atas nama Walikota Kediri mengucapkan selamat dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder sepak

bola khusus Persik dan saya mengucapkan terima kasih banyak kepada manajemen kepada pelatih kepada pemain kepada seluruh masyarakat yang telah men-support secara langsung baik itu pemikiran doa dan yang lain-lain,” ungkap Abdullah Abu Bakar bangga. Pria yang populer disapa Mas Abu ini menyampaikan ke depan Pemerintah Kota Kediri akan membantu secara maksimal yang sesuai dengan aturan-aturan yang diperbolehkan. “Saya secara

pribadi juga akan mengawal Persik bersama rekanrekan semuanya yang ada di manajemen supaya Persik bisa naik di Liga 1. Seperti sebelum-sebelumnya kita juga kawal terus di Liga 2 dengan baik dan akhirnya bisa menjuarai Liga 2,” ujarnya. Mas Abu berharap, kedepan Persik Kediri akan semakin baik. “Sekali lagi saya ucapkan selamat mudah-mudahan kemenangan ini membawa berkah bagi Persik Kediri dan bagi masyarakat Kota Kediri terima kasih,” pungkasnya. Seperti diketahui Persik Kediri menang dramatis dari Persita Tangerang. Tiga gol dari Persik Kediri diciptakan oleh Risna Prahalabenta (10’), Sandrian (13’), dan Wimba Sutan Fenosa (90+1’). Sedangkan dua gol dari Persita disumbangkan oleh M.Roby (23’) dan Sirvi Arfani (33’). (yud/rif )

Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar mengecek tempat jagal di Kota Blitar.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sidak Rumah Jagal Blitar, Memorandum Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar mengawasi pemotongan sapi di sejumlah rumah jagal. Pengawasan itu untuk mencegah pemotongan sapi betina produktif di Kota Blitar. “Kami menggandeng Polres Blitar Kota dalam mengawasi pemotongan sapi di sejumlah jagal. Ada tiga jagal yang kami datangi hari ini. Kalau jumlah jagal di Kota Blitar ada sekitar 12 jagal,” kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh. Dewi mengatakan, pengawasan pencegahan pemotongan sapi betina produktif dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Pengawasan dilakukan mulai dari pasar hewan sampai ke tingkat jagal. Dalam kegiatan itu, dinas juga

melakukan pembinaan kepada para jagal agar tidak menyembelih sapi betina produktif. Kriteria sapi betina produktif, yaitu, umur kurang dari delapan tahun dan melahirkan kurang dari lima kali. “Selain itu status reproduksinya normal tidak cacat. Dalam pengawasan kali ini, kami tidak menemukan jagal yang memotong sapi betina,” sambungnya. Dikatakannya, dinas juga mengawasi pemotongan sapi di RPH Kota Blitar. Pengawasan itu untuk memastikan tidak ada pemotongan sapi betina produktif di RPH Kota Blitar. “Kami mengingatkan para jagal agar menyembelih sapi di RPH. Agar kesehatan sapi yang akan dipotong terjamin,” paparnya. Menurutnya, sebelum disembelih, ada proses pemeriksaan kesehatan sapi yang dilakukan dokter hewan

di RPH. Sapi yang masuk di RPH langsung dilakukan pemeriksaan kesehatannya. Petugas juga mengecek kondisi sapi apakah masih produktif atau sedang bunting. Kalau kondisi sapi masih produktif atau bunting, petugas akan menolak penyembelihan sapi betina itu. “Itu keuntungan menyembelih di RPH,” ujarnya. Menurutnya, dinas juga memantau peredaran daging sapi impor di jagal-jagal. Tetapi, dinas tidak menemukan daging sapi impor di jagal. Daging sapi impor hanya boleh dijual di hotel, restoran, dan kafetaria. Daging sapi impor tidak boleh dijual di pasar tradisional. “Dari hasil pengecekan tadi, kami juga tidak menemukan daging sapi impor di jagal. Daging sapi impor hanya diperbolehkan dijual di hotel, restoran, dan kafetaria,” pungkasnya. (adv/pra/rif)


MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto. KABIR

Warga Windurejo Terbakar di Kandang Sapi Refleksi Hari Guru Nasional

Ketua Dewan Desak Pemkab Tingkatkan Kesejahteraan Mojokerto, Memorandum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menanggapi peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2019. Menurutnya, selain ingin memberikan semangat kepada profesi yang akrab dikenal dengan pahlawan tanpa tanda jasa itu. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ingin menekankan bahwa sosok pengajar adalah ladang amal. “Memang dalam prosesnya, mengajar perlu dibarengi dengan kesabaran. Karena jika kita bersabar, akan membawa keberkahan hidup,” ujar Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, Selasa (26/11). Melalui kesabaran tadi, sambung ketua dewan, karena berdasarkan hasil dari kunjungan kerja ke beberapa daerah. Tenaga pengajar berstatus guru tidak tetap (GTT) rata-rata menerima uang lelah berkisar antara Rp 800.000 – Rp 1.000.000. Sedangkan, di Kabupaten Jombang setiap bulannya GTT hanya menerima Rp 200.000 – Rp 300.000. “Momen ini sekaligus ingin kami jadikan pendorong agar Pemkab juga berani melakukan perubahan. Dengan melakukan pembahasan terkait hal ini, setidaknya di tahun 2020,” sambungnya mantab. Menjadi pertimbangan wakil rakyat, jika buruh yang bekerja di sebuah perusahaan. Mereka digaji setiap bulan di atas nominal Rp 2 juta, dengan jumlah jam kerja yang telah ditentukan. Bertolak belakang dengan guru yang harus mengemban tanggung jawab mencerdaskan anak Bangsa. Ditambah lagi jam pengabdian yang kadang hingga lembur hingga dini hari. Predikat kesejahteraan masih jauh dari mereka sampai saat ini. “Kami meminta pemkab harus secepatnya turun tangan, dengan melakukan studi banding ke Pemerintah Pusat. Atau setidaknya ke pemerintah provinsi, untuk menangani persoalan ini,” beber ketua dewan. (wan/rif)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini mengatakan, dari keterangan warga maupun saksi, kebakaran bermula dari pemilik Munawar membuat perapian tidak jauh dari kandang sapi. Sampah tersebut dibakar untuk mengusir nyamuk agar tidak menyerang sapi miliknya. Namun karena kurang berhati hati dan dimugkinkan teledor. Api pun menyambar kandang sapi. “Penyebab secara pasti kita belum tahu, ini masih didalami oleh pihak kepolisian. Namun yang je-

las awal mula Kebakaran berawal dari pembakaran sampah,” papar Zaini, Selasa (26/11). Selain membakar kadang dengan ukuran kurang lebih 4X6 meter persegi, api juga memanggang seekor sapi. Tak hanya itu. kebakaran tersebut juga mengakibatkan satu orang atas nama Munawar (56), pemilik kandang harus mendapatkan perawatan medis karena terbakar saat berusaha madamkan api. Kata Zaini, petugas mendapatkan informasi adanya Kebakaran sekitar pukul 21.00 dan langsung mengerahkan mobil pemadam kebakaran.

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi

Polisi turut membantu proses pemadaman.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang harus mendapatkan perawatan medis

di RS Sumber Gelagah, Pacet Mojokerto karena mengalami luka bakar hampir seluruh ba-

dan. “Untuk kerugian kita tafsir mencapai Rp 15 juta lebih,” tandasnya. (no/rif)

Sakit Tak Sembuh, Kakek Gondangmanis Gantung Diri Jombang, Memorandum Diduga depresi karena mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh, seorang kakek nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, Selasa (26/11) sekitar pukul 10.00. Korban tak lain yaitu Moh Alip (57), warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Saat pertama kali diketahui oleh sang anak, sepulangnya dari rumah salah satu tetangga. Kondisi korban sudah tergantung di seutas tali tambang yang diikatkan di kayu dapur rumah. Dipaparkan Kapolsek Bandar AKP Darmaji, sebelum kejadian, korban tidak sedikitpun menun-

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

FOTO: MEMORANDUM/WAN

Mojokerto, Memorandum Kebakaran terjadi di kandang sapi milik Munawar (56), warga Dusun Tambakrejo, Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Senin (25/11) malam. Selain seekor sapi, satu orang terluka bakar serius.

Evakuasi korban dari lokasi kejadian.

jukkan gelagat mencurigakan. Alhasil, Enik Rahayu (31), anak korban lalu bertandang ke rumah

salah satu tetangga. Berselang beberapa jam setelahnya, saksi lalu pulang dan mendapati korban

sudah dalam kondisi tergantung. “Saksi barusan pulang dari rumah salah satu tetangga. Setibanya di dapur, ia mendapati korban sudah dalam posisi tergantung,” paparnya, Selasa (26/11). Melihat kondisi itu, sambung kapolsek, sontak anak korban berteriak meminta tolong.Tidak lama setelah teriakan tadi, sejumlah warga datang merespon teriakan Enik. Setelah mengetahui korban tidak bernyawa, langsung melaporkan ke petugas kepolisian yang tiba tak lama berselang.“Setibanya kami di lokasi, langsung melakukan olah TKP. Minta keterangan dari sejumlah saksi, sekaligus melakukan pemeriksaan luar dengan

dibantu tim medis,” sambungnya. Dari keterangan pihak keluarga diketahui, jika korban selama ini memang menderita penyakit ginjal serta vertigo yang tak kunjung sembuh. Karena hal itu pula, Alip kerap dirundung malu karena selalu merepotkan keluarga dengan kondisinya. Namun, mereka (keluarga,red) tak menduga jika korban bakal nekad mengakhiri hidup dengan jalan gantung diri. “Usai pemeriksaan luar dan kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk secepatnya dimakamkan,” pungkas Darmaji. (wan/rif)

Toko yang terpaksa tutup.

Proyek Pedestrian Dikeluhkan Warga Mojokerto, Memorandum Pengerjaan proyek pedestrian di Jalan R.A. Basuni, Kecamatan Sooko, dikeluhkan warga. Sejumlah toko terpaksa tutup karena tidak diberi akses menuju tempat usahanya. Akibat pekerjaan proyek yang memakan APBD hingga Rp 9 miliar itu, pemilik usaha mengaku merugi. Pantauan di lapangan, pekerjaan penggantian saluran air dan trotoar ini dikerjakan oleh CV Dwi Mulya Jaya sejak hampir dua bulan lalu. Tumpukan material yang diletakkan di jalan praktis menutup jalan sisi barat. Aksi buka tutup jalan yang kerap dilakukan membuat keadaan makin runyam. Rekanan diduga tak mempunyai skala prioritas untuk meminimalisir dampak proyek. Nyatanya, penempatan material-material u-gutter dan proyek untuk pekerjaan sepanjang 512 meter di sisi barat (lebar kerukan 4-5 meter) dan timur sepanjang 516 meter (dengan lebar kerukan 1.5 meter) membuat lalu lintas setempat sering tersendat. “Mohon solusinya pihak terkait. Perempatan Sooko ke utara bolak-balik ditutup. Yang punya usaha bisa bekerja maksimal, “ keluh pemilik akun Louis yang memposting keluhannya di sebuah akun media sosial. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pendestrian R. A. Basuni, Heri Subekti malah melimpahkan persoalan tersebut ke kepala desa setempat. “Kalau warga waktu mau action, ada kades selaku wakil desa. Kalau ada keluhan silahkan ke kades. Kalau usahanya sepi ya silahkan ngomong kades. Kalau kita menangani warga satu-satu tidak ketemu. Lha sosialisasinya dulu gimana loh,” sergahnya balik. Heri yang juga Kabid Tata Bangunan dan Prasarana Jalan tersebut mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres setempat dalam proyek tersebut. “Soal penutupan jalan saya sudah ke kasatlantas karena kalau dibuka malah tidak selesai-selesai,” tandasnya. Untuk mengecor, lanjutnya, pihaknya pun melakukan di sore hari. Demikian dengan menggali. Menunggu toko tutup sehingga tidak menganggu. Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut untuk masa pelaksanaan 90 hari kerja. Namun ia optimis tidak sampai hari H akan selesai. (war/rif)

juaraan bola voli kapolres Mojokerto Kota Cup tahun 2019 tersebut diikuti peserta antarsekolah tingkat SMP/MTS, SMA /SMK/MAN Kota Mojokerto. Kejuaraan tahun ini merupakan kegiatan kali ke-10 kali yang diselenggarakan pengurus PBVSI Kota Mojokerto bekerjasama dengan Polres Mojokerto Kota, KONI Kota Mojokerto, Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, dan Pemkot Mojokerto. Lebih lanjut disampaikannya, kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan persaudaraan, persatuan dan kesatuan di kalangan pelajar, serta menggali dan mengukur kemampuan prestasi pada masing-masing sekolah. Sebagaimana motto dalam kejuaraan tersebut yakni menang kalah itu biasa,

namun tetap junjung tinggi semangat sportivitas. “Melalui kegiatan yang positif ini tidak akan terjadi kasus kenakalan remaja atau pelajar yang mengarah ke tindakan kriminalitas, serta bahaya terjerat narkoba,” pesan wakapolres. Adapun tujuan dilaksanakanya kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat olah raga bola voli di kalangan pelajar di Kota Mojokerto, mencari bibit atlet guna menghadapi beberapa kejuaraan tingkat daerah di Jatim pada tahun 2020 mendatang. Selain itu untuk meningkatkan kreativitas prestasi gemilang belajar serta mengembangkan potensi bola voli di kalangan sekolah dengan memberikan wadah di masing-masing sekolah Kota

FOTO: MEMORANDUM/KS

Mojokerto, Memorandum Polres Mojokerto Kota menggelar kejuaraan bola voli antarpelajar piala Kapolres Mojokerto Kota Cup X 2019, Selasa (25/11). Kejuaraan digelar di GOR Seni Majapahit Jalan Gajah Mada No. 149 Kota Mojokerto dan diikuti pelajar tingkat SMP/SMA/MAN/ SMK se-Kota Mojokerto. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Waka Polresta Mojokerto Kompol Hanis Subiyono SPd MH mewakili kapolres Mojokerto Kota, Forkopimda Kota Mojokerto, jajaran pengurus PBVSI Kota Mojokerto, panitia lomba, dan 48 tim bola voli pelajar SMP/SMA/MAN/ SMK putra dan putri. Dalam amanat Kapolres Mojokerto Kota yang dibacakan oleh waka polres menyampaikan, ke-

Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Hanis Subiyono (kanan) membuka kejuaraan bola voli antarpelajar.

Mojokerto. “Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi mensukseskan terselenggaranya kegiatan Kejuaraan ini. Dengan mengucap

bismillahirohmanirohim kejuaraan bola voli Kapolres Mojokerto Kota Cup ke-X antarpelajar saya nyatakan dibuka dan dapat dimulai. Selamat bertanding semoga sukses,” ucap waka polres saat pembukaan. (ks/war/rif)

DPRD Kota Mojokerto Tetapkan 15 Raperda Mojokerto, Memorandum Sebanyak 15 rancangan peraturan daerah (raperda) ditetapkan oleh DPRD Kota Mojokerto, Senin (25/11). Program pembentukan peraturan daerah (propemperda) tahun 2020 tersebut merupakan hasil dari 19 raperda yang dikonsultasikan ke Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Ketua Bapemperda DPRD Kota Mojokerto Deny Novianto mengatakan, dari 15 raperda tersebut, empat di antaranya merupakan raperda inisiatif dewan, selebihnya adalah ajuan dari eksekutif. “Draft ini ditetapkan dalam Propemperda 2020, dan ke 15 raperda itu merupakan hasil konsultasi dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur,” kata Deny Novianto, kemarin Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, konsultasi seluruh raperda dilakukan ke Biro Hukum Sekda Provinsi Jawa Timur, agar draft regulasi daerah yang dibuat itu tidak bertentangan dengan peraturan di atasnya. Konsultasi bertujuan mencari informasi, kiat dan perbandingan rancangan peraturan daerah. Termasuk didalamnya koreksi judul draft perda. Dan hasil yang

FOTO: MEMORANDUM/ADV

FOTO: MEMORANDUM/WAR

Polres Mojokerto Kota Gelar Kejuaran Bola Voli Antarpelajar

Ketua Bapemperda Deny Novianto membuka propemperda

diperoleh dari konsultasi itu merupakan acuan dan syarat yang perlu diperhatikan sebagai dasar dan pondasi utama pembuatan perda. “Proses pematangan dan finalisasi lima belas raperda ini tentunya masih cukup panjang,” imbuhnya. Lebih lanjut dikatakannya, 15 raperda yang diteyapkan dalam sidang paripurna di antaranya, raperda tentang pengelolaan sampah, raperda tentang penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan wirausahasa, raperda tentang kepemudaan dan olah raga, raperda tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat, raperda

tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah Kota Mojokerto, Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang bangunan gedung, raperda tentang pengarusutamaan gender, raperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 10 Tahun 2019 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Mojokerto 2018-2023, raperda tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota MojokertoTahun 2019-2039, raperda tentang rencana induk sistem

penyediaan air minum Kota Mojokerto 2020-2030, raperda tentang hari jadi Kota Mojokerto, raperda tentang penyelenggaraan kesehatan masyarakat, raperda tentang perubahan keempat atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, raperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern, dan raperda tentang perusahaan umum daerah aneka usaha Kota Mojokerto. (adv/war/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Peredaran Sabu di Jatim Meningkat

Pengemudi Pingsan, Mobilio Mandek di Tengah Jalan Surabaya, Memorandum Pengguna jalan di Rungkut Alang Alang atau depan pintu keluar Pasar Soponyono dikejutkan Mobilio L 1489 XR yang mendadak berhenti di tengah jalan, Selasa (26/11) sekitar pukul 09.45. Usut punya usut, ternyata Sumono (68), pengemudi mobil yang merupakan warga Jalan Kembang Kuning Jaya, tidak sadarkan diri. Beruntung warga yang melintas langsung memberikan pertolongan ke korban dengan cara memecah kaca kiri bagian belakang mobil. Kanitreskrim Polsek Rungkut Ipda Djoko Soesanto mengatakan, bahwa mobil yang dikemudikan korban tiba-tiba berhenti lantaran penyakitnya kambuh. Djoko menambahkan, dari keterangan warga, kejadian itu bermula ketika korban mengemudikan mobilnya di Jalan Rungkut. “Saat jalanan ramai, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di tengah jalan. Akibatnya pengguna jalan kaget dan terganggu. Lalu mencoba mengecek keadaan di dalam mobil,” kata Djoko. Selanjutnya warga menghubungi pihak kepolisian dan mengecek kondisi di dalam

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Kanitreskrim Polsek Rungkut Ipda Djoko Soesanto mengecek kondisi korban.

mobil. Ternyata mendapati pengemudinya tidak sadarkan diri.Warga lalu mencoba membuka pintu mobil, namun pintunya terkunci. “Karena kondisi mobil terkunci, akhirnya warga memecahkan kaca sebelah kiri untuk membuka pintu dan segera mengeluarkan korban dari dalam,” paparnya.

Selanjutnya warga dibantu petugas memberikan pertolongan ke Sumono. Setelah korban sadar selanjutnya dibawa ke RS Royal. “Korban sudah diantar ke rumah sakit. Untuk mobil dan juga barang bawaan sudah diamankan di mapolsek,” pungkas Djoko. (x-3/nov)

Surabaya, Memorandum Peredaran sabu di Jatim cukup meningkat. Dari hasil ungkap tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim berhasil mengamankan 53 kilogram sabu hingga November. “Hasil ungkap naik. Tahun lalu sebanyak 26 kilogram sabu,” ujar Kepala BNNP Jatim Brigjenpol Bambang Priyambadha, Selasa (26/11). Tambah Bambang, dalam kasus pertama, awalnya petugas BNNP Jatim menyita 3 poket sabu yang disembunyikan tersangka berinisial RZI (Rizal) di dalam bungkus rokok. Tiga poket sabu itu beratnya masing-masing 13 gram, 15,2 gram dan 8,9 gram. Penangkapan Rizal di Jalan Juanda dekat kantor Basarnas. “Dari penangkapan RZI, kami menangkap JA (Jupri). Tapi karena yang bersangkutan berusaha melarikan diri, maka kami melakukan tindakan tegas hingga tersangka meninggal,” jelas Bambang. Dari tersangka JA, disita 13 bungkus sabu dengan berat seluruhnya 1045,6 gram. RZI mengaku mendapat upah Rp 1 juta tiap 100 gram sabu yang terjual.

Sementara itu, Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Jatim menangkap pengedar narkoba, Guruh Puji Wohono alias Gundul (38), di pinggir jalan depan Masjid Agung Jombang. Dari tangan pria asal Dusun Dlopo, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, ini disita 170 ribu pil koplo, pil ineks 87 butir, dan sabu seberat 35,66 gram. Untuk bisa membuat tersangka keluar dari sarangnya, petugas undercover (menyamar) sebagai pembeli dan memesan pil koplo dalam jumlah besar ke tersangka. Ternyata umpan petugas berhasil, dan tersangka masuk dalam perangkap. “Pengungkapan ini dengan cara penyemaran, dan tersangka sepakat bertemu langsung,” ujar Dirresnarkoba Polda Jatim Kombespol Sentosa Ginting Manik. Ketika tersangka menyerahkan pil pesanan tersebut, petugas langsung menyergapnya. Tidak cukup di situ, polisi juga menggeledah mobil Honda Brio milik Gundul. “Narkoba yang kami sita itu ditemukan saat menggeledah mobil tersebut,” tandas Manik. (fer/tyo/nov)

Residivis Bawa Kabur Motor Tetangga jembatan tol Simo. “Tersangka kami tangkap setelah kami jebak untuk diajak ketemuan dengan korban di bawah jembatan tol Simo. Begitu dia muncul langsung kami tangkap,” kata Kanitreskrim Polsek Tandes Ipda Gogot Purwanto, Selasa (26/11). Kejadian bermula saat Kasianto bertemu korban, Welly (41) di war-

Sambungan dari halaman 1

kop Jalan Bibis Tama I. Kemudian dia meminjam motor Welly dengan alasan untuk mengambil ikan di Jalan Greges. Karena kenal dan bertetangga, korban tanpa curiga lalu meminjamkannya. Beberapa jam kemudian, Welly mulai gelisah karena Kasianto tak kunjung menampakkan batang hidungnya di warkop untuk mengem-

balikan motornya. Ini yang membuat Welly dongkol dan melapor ke polisi. “Sempat dicari di rumahnya, tapi tersangka tidak ada. Beberapa hari kemudian motor korban diketahui sudah dijual,” beber Gogot. Setelah mendapatkan laporan itu, polisi melakukan upaya penangkapan dengan cara memancing Kasianto agar muncul dari tempat

persembunyiannya. Caranya, polisi meminta korban untuk mengajak tersangka bertemu di bawah jembatan tol Simo, sembari diintai dari kejauhan Sekitar satu jam menunggu, Kasianto akhirnya datang dan langsung disergap polisi lalu dibawa ke mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kepada petugas, Ka-

sianto mengaku sudah menjual motor korban ke orang tak dikenal. “Motor saya jual Rp 750 ribu. Uangnya sudah habis untuk foya-foya dengan pacar,” ujar Kasianto. Dia juga berterus terang, perbuatannya sudah kali kedua membawa lari motor orang lain, hingga menyebabkan dia ditangkap dan mendekam di tahanan mapolsek

yang sama. Pada Juli lalu, ia baru keluar dari penjara atas kasus penggelapan motor. Selain menangkap residivis tersebut, polisi juga menyita barang bukti uang tunai Rp 90 ribu sisa dari hasil penjualan motor, dan satu lembar STNK Honda Vario 125 L 4142 ZS warna hitam milik Welly. (rio/nov)

Keterlibatan Pemkot Dipertanyakan Mejelis hakim yang diketuai Hisbullah Idris menganggap bahwa pertanyaan itu bukan ditujukan kepada keempat para saksi dari pejabat Pemkot Surabaya ini, karena mereka hanya sebagai saksi fakta dalam

kasus kerugian negara senilai Rp 4,9 miliar. Keempat saksi yaitu M Taswin (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Yusron Sumartono (Kepala Badan Pen-

Penipu Pembuatan SIM Gentayangan berinisial MS (35), warga Jalan Gubeng. Merasa ditipu, MS akhirnya melaporkan pria tersebut ke Polrestabes Surabaya. Informasi dihimpun, kejadian bermula ketika MS tanpa sengaja bertemu dengan pria berinisial RP di kawasan Surabaya selatan pada Oktober 2019 lalu. MS kemudian mengeluh kepada RP, jika dirinya ingin membuat SIM C. Merasa memiliki kesempatan, muncul niat jahat RP. Dia mengaku bisa mengurus mulai surat keterangan sehat hingga SIM C tercetak nantinya. Mendengar itu, MS tergiur dengan tawaran pelaku. Ia lalu bertanya mulai syarat hingga biaya yang harus disiapkan untuk membuat SIM C. Pelaku kemudian menerangkan dan menyebut biaya pembuatan SIM C melalui dirinya antara Rp 550 hingga Rp 600 ribu. Keduanya pun saling bertukar nomor telepon agar mudah berkomunikasi. Beberapa waktu kemudian, MS dan RP kembali berkomunikasi terkait pembuatan SIM C itu melalui pesan singkat Whatsapp (WA). MS akhirnya memberikan uang sekitar Rp 600 ribu kepada RP, agar SIM C yang diinginkannya cepat tercetak. Oleh pelaku, MS diberi blanko tanda terima permohonan SIM C. Mendapat blanko itu, MS masih kebingungan. MS kembali menghubungi RP dan menanyakan harus menemui siapa di Satpas Colombo. Dengan

Mendaftar ke KUA Kabar bahagia datang dari Cut Tari. Aktris ini dikabarkan akan melepas masa lajangnya dalam waktu dekat ini. Hal itu pun dibenarkan TB Zamroni, Kepala KUA Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Benar sudah daftar, tanggal 20 November daftarnya. Nikah pada 12 Desember,” ujar TB. Zamroni, saat ditemui awak media, Selasa (26/11). Lebih lanjut ia mengatakan, nama sosok laki-laki yang akan menikahi pemain sinetron Ratapan Anak Tiri itu. “Nama (calonnya, red) Richard Kevin,” jelas Zamroni. Ia menjelaskan, bukan Cut Tari yang mendaftarkan diri ke KUA. Namun pihak keluarganya yang membantu mengurus hal tersebut. “Utusan keluarga. Saya nggak tahu representasi (keluarga) siapa (mendaftar) yang penting keluarga mendaftar. Dan ketika kita periksa berkasnya dalam proses pemeriksaan,” terang Zamroni. Ditanya mengenai lokasi nikah, Zamroni mengatakan akan diadakan di wilayah Pas-

gelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya), Eddy Christijanto (Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya), dan Ahmad Yardo Wifaqo (Lurah Medokan Ayu)

Sambungan dari halaman 1

percaya diri, RP menyebut dua nama yang bisa ditemui di Satpas Colombo yakni SP dan SI. Setiba di Satpas Colombo, MS mencari SP dan SI dengan bertanya kepada petugas. Namun, dua nama yang dimaksud ternyata tidak ada. Kekecewaan MS semakin menjadi-jadi saat petugas memeriksa blanko tanda terima permohonan SIM itu ternyata palsu. Oleh petugas, MS diarahkan untuk melapor ke Polrestabes Surabaya. Selanjutnya pada 19 November, MS mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. Dalam laporannya, MS melaporkan RP yang merupakan warga Surabaya barat. Laporan itu kemudian ditangani Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. “Benar kami sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Laporannya atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen,” singkat Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya. Lebih lanjut, alumni Akpol 2013 itu mengaku setelah menerima laporan dari korban, pihaknya segera menerjunkan timnya untuk menyelidiki keberadaan pria yang dilaporkan tersebut. Sebab dalam penyelidikan sementara, korban tidak hanya MS saja, melainkan ada belasan orang. “Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini,” pungkas Bima. (fdn/nov)

Kejari Tanjung Perak Musnahkan BB Inkracht Menurut Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Adief Swandaru, pihaknya memusnahkan barang bukti dari perkara yang sudah diproses sejak Maret hingga Juli 2019. “Berkaitan dengan perkara yang sudah disidangakan baik itu melalui Pengadilan Negeri Surabaya, Pengadilan Tinggi hingga tingkat Kasasi Mahkamah Agung. Ini pemusnahanan BB pidana umum yang kedua kali di tahun ini,” ujar Adief. Lanjutnya, untuk barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 521 perkara narkoba yang sudah inkracht. Jenisnya pun berbagai macam, dari ekstasi, sabu, pil koplo hingga alat isap narkoba. “Kami juga memusnahkan barang bukti pi-

Sambungan dari halaman 1

Sambungan dari halaman 1

dana umum lainnya. Seperti uang palsu, senjata tajam, timbangan elektrik dan puluhan HP yang digunakan para pelaku tindak pidana. Kali ini ada peningkatan (jumlah) dari tahun sebelumnya,” beber Adief. Pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan cara konvensional, yaitu membakar narkoba di beberapa tong. Selanjutnya, masih Adief, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim guna meminjam incenerator (alat khusus untuk membakar BB narkoba). “Selanjutnya kita bakal mendatangkan incenerator untuk pemusnahan BB khusus narkoba,” pungkas Adief. (fer/nov)

“Memang benar tadi ditegur hakim. Padahal saya sebenarnya berusaha kolaborasi dari audit BPK, tapi hakim tidak berkenan,” ujar Sudiman Sidabuke saat diwawancarai Memorandum usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya itu. Sudiman menegaskan, pertanyaan itu bukan tanpa alasan dan mencari-cari tetapi hal ini berdasarkan audit BPK di mana di antara saksi yang dihadirkan itu namanya ada bersama keenam mantan anggota dewan yang menjadi tersangka. “Selain enam anggota dewan, ada beberapa orang pemkot. Tentu ini yang membuat

saya penasaran, kenapa anggota dewan saja yang menjadi tersangka, sementara pemkot tidak,” tegasnya. Seperti dalam audit BPK, lanjut Sudiman, disebutkan muncul nama pejabat pemkot diduga menerbitkan surat rekomendasi tanpa didasarkan dengan proses evaluasi proposal pengajuan hibah yang dipersyaratkan dalam peraturan yang berlaku. Selain itu, tambahnya, staf dari pejabat pemkot tersebut diduga tidak berinteraksi langsung dengan calon penerima hibah dalam mengevaluasi proposal hibah, melainkan

menghubungi staf Agus Setiawan Jong. “Para saksi ini tidak berhubungan dan tidak ada kontak dengan Binti,” pungkas Sudiman. Sementara itu jaksa penuntut umum (JPU) M Fadhil dikonfirmasi soal keempat saksi menjelaskan prosedur penerimaan proposal. “Mereka menjelaskan proses hibah itu seperti apa, bagaimana cara memperolehnya. Intinya verifikasi dan proses penerimaan proposal,” singkat Fadhil. Sebelumnya, ketua majelis hakim Hisbullah Idris menolak eksepsi yang diajukan Sugito dan Darmawan. Majelis mem-

Pengamanan Eksekusi Lahan dan Penertiban Bangli Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Yulianto, yang diikuti sebanyak 155 personel gabungan dari anggota Sabhara Polda Jatim dan instansi samping. Pengamanan diawali dengan apel pukul 07.00, dilanjutkan pembacaan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan selanjutnya dilakukan pengosongan bangunan. Sempat terjadi cekcok dengan penghuni rumah yang tidak terima dengan adanya putusan eksekusi. Namun tidak membuat pelaksanaan eksekusi dibatalkan. Para petugas langsung melakukan pengosongan dan menurunkan

alat berat untuk meratakan bangunan di lokasi. Di waktu bersamaan, dipimpin wakapolres juga membantu pelaksanaan penertiban bangli di Jalan Kalimas Udik I, yang diikuti personel gabungan dari satpol PP, dishub, kecamatan dan Koramil Semampir. Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan lancar. Tidak terjadi perlawanan dari para pemilik bangli karena sebelumnya para pemilik dan penghuni bangli sudah mendapat surat peringatan (sosialisasi) untuk pengosongan. Penertiban ini dilakukan terkait ren-

Sambungan dari halaman 1 cana akan dilakukannya pembangunan box culvert untuk selokan di lokasi. “Para personel gabungan dipimpin Kabag Ops sudah melakukan pengamanan dengan baik. Sehingga eksekusi bisa berjalan tanpa halangan berarti,” kata Ahmad Faisol Amir. Mantan Kapolsek Kenjeran ini menambahkan, pelaksanaan penertiban ini tidak ada kendala apapun disebabkan para pemilik bangli sudah merelakan bangunannya ditertibkan. Mereka menyadari bahwa bangunan tersebut berdiri di lahan milik Pemkot Surabaya. (rio/nov)

Luka Parah, Sempat Koma Sebagai pemilik motor, Ahmad Zainul Fanani, warga Dusun Podo Katon, Kedung Cangkring, Jabon, Sidoarjo. Diceritakan korban, kejadian yang menimpanya itu pada Senin (25/11). Saat itu, pelaku bersama ketiga kawannya memasuki rumah Zainul sekitar pukul 05.30. Namun, korban berhasil memergoki upaya pencurian yang dilakukan para tersangka. Zainul dibantu tetangganya kemudian meneriaki dan berupaya mengejar para pelaku yang kabur mengendarai motornya. Hingga seorang pelaku berhasil ditangkap di Wonokoyo, Beji, Pasuruan. Massa yang emosi tidak memberi ampun bagi pelaku yang tertangkap. Pukulan

Sambungan dari halaman 1 dan tendangan diarahkan kepada pria tersebut hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. Meski ketiga pelaku lain berhasil kabur, satu pelaku akhirnya dijadikan sansak hidup. Sebelum massa bertambah beringas, anggota dari wilayah hukum Polres Pasuruan terlihat mendatangi lokasi. Pelaku yang kadung babak belur dan belakangan diketahui bernama Lukman Hakim tersebut, berhasil diamankan. Selanjutnya Lukman dengan pengawalan polisi dibawa ke Mapolsek Jabon Polresta Sidoarjo, karena tempat kejadian perkara (TKP) pencurian di wilayah hukum Polsek Jabon. Gegara mengalami luka cukup parah dan sempat tidak sadarkan diri

(koma), Lukman dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pusdik Porong. Lantaran luka-lukanya parah, Lukman Hakim dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya beberapa saat kemudian, nyawa tersangka tidak tertolong. Dari identifikasi petugas, pria apes tersebut tinggal di Pasepran Pasuruan. “Inafis Polresta Sidoarjo mengidentifikasi pelaku yakni Lukman Hakim, 17 tahun. Saat ini kami sudah menghubungi keluarganya, dan jenazah tersangka dalam proses autopsi. Kami masih mengembangkan kasus ini. Termasuk melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku yang kabur,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho. (jok/nov)

Bertemu Janda Mutiara yang Terpendam di Kubangan Lumpur Sambungan dari halaman 1 ar Minggu. Tapi ia belum bisa memastikan tempatnya. “Di wilayah kita, di Pasar Minggu. Saya nggak tahu kalau untuk lokasi, yang kami pastikan nikahnya di wilayah Pasar Minggu. Karena dua-duanya bukan penduduk kita. Untuk tempat itu urusan mereka, bukan urusan kita. (Iya) numpang nikah,” tegasnya. “Cut Tary dari Jakarta Timur, laki-lakinya kalau nggak salah dari Pondok Aren, Tangerang Selatan,” tambah Zamroni. Kendati demikian, ia mengaku bahwa segala berkas yang masuk sudah sangat lengkap. Bahkan tidak ada yang kurang. “Berdasarkan pemeriksaan sudah lengkap. Sudah lengkap (berkas perceraiannya juga),” ungkap Zamroni. Zamroni belum bisa memastikan apakah Cut Tari akan ikut bimbingan pra nikah, sebelum keduanya resmi menjadi suami istri. “Bimbingan pra nikah kami berikan. Kalau mereka tidak bisa datang, kita yang diundang oleh mereka. Aturannya memang diminta setiap pengantin harus mengikuti. Insya Allah nanti penghulunya saya,” tandas Zamroni. (*/nov)

aku akan mengurus perceraian kami,” kata Hendri bertekad. Diakui Hendri, mencari jodoh dengan mengubek-ubek PA sangat melelahkan. Walau begitu, Hendri mengaku akhirnya mendapatkan hasil juga. Dan, itu cukup signifikan. “Sampeyan kan wartawan Memorandum? Masih ingat tulisan Sejuta Kisah Rumah Tangga edisi 5-10 Agustus 2019 yang bertajuk Mengais Mutiara yang Terpendam di Kubangan Lumpur?” tanya Hendri. “Kenapa?” “Tokoh utama perempuan di kisah itu, namanya Rini, kan menikah dengan tokoh utama pria, Herry. Herry terjatuh setelah akad nikah dan dirawat di rumah sakit. Ternyata Herry sudah meninggal,” kata Hendri. Fakta itu diketahui Hendri kala melihat Rini di PA. Saat ditelusuri, ternyata dia sedang mengurus surat keterangan janda setelah ditinggal meninggal Herry. “Aku lantas berusaha mengenal dan mendekatinya,” cerita Hendri, yang menambahkan bahwa sampai

pertimbangkan bahwa eksepsi yang diajukan kedua terdakwa melalui tim penasihat hukumnya sudah masuk ke materi perkara. “Dakwaan jaksa lengkap, jelas, dan cermat. Untuk keberatan yang diajukan terdakwa tidak beralasan dan tidak diterima seluruhnya karena masuk materi perkara,” ujar Hisbullah Idris. Untuk itu, Hisbullah meminta jaksa penuntut umum untuk melanjutkan ke pembuktian. “Silakan jaksa ke pembuktian. Apakah sudah siap untuk saksi-saksinya,” ujar Hisbullah. (fer/nov)

saat ini pendekatan itu masih dalam proses. Pembaca masih ingat kisah Rini vs Herry kan? Dia purel sebuah diskotek. Anaknya satu tanpa diketahui siapa bapaknya. Dia korban perkosaan, Sebagaimana ibunya. Walau begitu, Rini sanggup membesarkan anaknya secara layak. Salah satu jalan yang dia jalani, antara lain, dengan menjadi purel sebuah rumah diskotek. Meski, hal itu bukan atas kemauannya sendiri. Rini ditipu oleh salah satu temannya dengan tawaran kerja yang menggiurkan, yang ternyata dijerumuskan ke dunia malam. Melalui perjalanan yang cukup berliku, Rini akhirnya bertemu dengan seorang duda keren bertitel Lc dan MA, namanya Herry. Keduanya bahkan mampu meningkatkan perkenalan mereka hingga ikatan perkawinan. Sayang, tidak lama setelah akad nikah, Herry terjatuh dan menderita kelumpuhan. Nyawa Herry juga terancam hilang. Dan,

Sambungan dari halaman 1

sebagaimana pengakuan Hendri yang pernah bertemu Rini di PA, kabarnya Herry meninggal dunia. Benarkah? Memorandum segera mengecek ke keluarga Herry, yang teman Memorandum semasa SMP. Ternyata benar. Sarjana agama lulusan Kairo, Mesir, itu meninggal dunia, satu setengah bulan lalu. Meski sudah resmi menikahi Rini, sekali pun Herry sama sekali belum pernah menyentuh perempuan tabah tadi sebagai suami-istri. “Masalahnya, maukah Rini dipersunting Hendri?” batin Memorandum. Kita tunggu saja! (habis)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


Kapolsek Purworejo Hadiri Rapat Pembinaan Pengamanan Pasuruan, Memorandum Kapolsek Purworejo Polres Pasuruan Kota AKP Agus Muklison menghadiri kegiatan pembinaan pengamanan penertiban atau kamtibmas di pendopo Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa (26/11). Agus menyampaikan, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat sangat diperlukan. Hal ini dilakukan agar tercapainya tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum. Kemudian, terbinanya ketenteraman yang mengandung kemampuan membina serta pengembangan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkap, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. Untuk itu sinergitas dan soliditas antara kepolisian, TNI dan berbagai unsur dalam masyarakat harus terus ditingkatkan. “Harapan saya hadirnya TNI-Polri bisa memberikan kerja sama untuk menjaga ketertiban dan pengamanan agar menciptakan situasi yang aman, damai dan kondusif di wilayah hukum Polsek Purworejo Polres Pasuruan Kota,” ujar Agus. Selain Kapolsek Purworejo, tampak hadir Camat Purworejo Supriyanto, Danramil Purworejo, Plt Trantib serta masyarakat Purworejo Kota Pasuruan dengan 35 peserta. Dalam pertemuan itu dibahas soal maraknya balap liar di malam Minggu dan PKL di sekitaran Jalan Panglima Sudirman. (*/rul/fer)

Surabaya, Memorandum Kebiasaan Alip (22) mengonsumsi minuman keras (miras) mengakibatkannya dipenjara. Demi bisa mengajak teman mabuk, warga Jalan Simolawang itu nekat mencuri HP milik Muhammad Samsul, pengunjung warung kopi (warkop) Bunda Nursongo di Jalan Sidodadi Baru. Akibat perbuatannya, tersangka terancam menghabiskan masa mudanya di penjara. Itu setelah tersangka beraksi sedikitnya empat kali di beberapa lokasi berbeda. “Dari pengakuannya sudah empat kali. Dan alasannya sama untuk mabuk,” kata Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih, Selasa (26/11). Lebih lanjut, Masdawati menjelaskan, kejadian bermula ketika tersangka datang dan memesan kopi di warkop yang buka 24 jam itu. Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 02.30. di waktu yang sama, korban datang ke warung itu untuk membeli kopi. Tidak lama sekitar pukul 03.00, korban

Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih memamerkan barang bukti dan tersangka.

ke toilet dengan meninggalkan HP yang di-charge. Mendapati korban buang air kecil, timbul niat jahat tersangka. Tanpa pikir panjang, tersangka langsung menuju ke meja korban dan mengambil HP. Setelah mencuri HP itu, tersangka melarikan diri. Tidak lama, korban yang keluar dari toilet terkejut HP-nya tidak ada.

Setelah mencari kemana-mana tidak membuahkan hasil, korban lalu melapor ke Mapolsek Simokerto. “Setelah kami terima laporan, kami perintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan,” imbuh dia. Masdawati mengatakan, dari keterangan korban, pihaknya menangkap tersangka di rumah. Tersangka sempat berkilah saat

petugas menginterogasinya. Namun, saat digeledah ditemukan HP milik korban. “Rencananya, HP itu akan dijual malam itu juga,” tandas dia. Di hadapan penyidik, pria yang sehari-hari bekerja membantu ibunya berjualan pisang di pasar itu mengaku, dia nekat mencuri HP itu karena membutuhkan uang. Bukan untuk kebu-

Dwi Sucahyo menjelaskan bahwa aktivitas mereka meresahkan warga lingkungan sekitar sampai melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. “Aktivitas ini membuat warga sekitar merasa risih dan tidak nyaman. Merupakan tugas kepolisian untuk melakukan pembinaan kepada para pemuda ini karena usia mereka masih sangat muda dan butuh bimbingan serta kontrol dari orang tua atau saudara,” jelas Dwi. Polisi kemudian membawa para remaja itu ke mapolresta guna diberi pembinaan. “Usai diberikan pembinaan dan wawasan, kami memulangkan dengan syarat dijemput oleh orang tua atau saudaranya. Agar mereka turut mengawasi sehingga tidak mengulangi perbuatan ini lagi,” pungkas Dwi. (yud/fer)

Kapolsek Purwosari AKP I Made Suardana bersama peserta pengajian.

Pengajian Umum di Desa Martopuro

Tim pengamanan paseban apel sebelum patroli.

FOTO: MEMORANDUM/YUD

Pengamanan Paseban Kawal Kamtibmas Bangkalan, Memorandum Kreativitas dan gagasan baru terus digulirkan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi untuk meningkatkan kadar kualitas kamtibmas di lingkup wilayah kerjanya. Terbukti, setidaknya dalam sebulan terakhir ini, Polres mulai mengembangkan sistem pengamanan bertajuk Paseban (Patroli Serentak Bangkalan Aman). “Targetnya, agar kondusifitas daerah, baik di kawasan perkotaan maupun peta wilayah di 18 kecamatan, bisa terjaga semakin solid. Masyarakat bisa hidup aman, tenteram dan terbebas dari berbagai gangguan kamtibmas,” kata Rama, melalui Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno, Senin (25/11) malam usai giat apel sistem pengamanan terpadu Paseban di kompleks Alun-Alun Kota Bangkalan. Giat apel Paseban yang dipimpin Kabag Ops AKP Wahyudi, menurut Suyitno, digelar rutin setiap dua hari sekali. Di sini, Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, secara serentak menerjunkan para personel dari satlantas, satreskrim, satreskoba, dan personel satintel. Selain itu, juga melibatkan 17 polsek jajaran. Setelah apel, seluruh personel yang terlibat dalam giat sistem pengamanan Paseban, secara demonstratif lalu melakukan show of forces keliling Kota Bangkalan. Mereka dikawal mobil patroli Satlantas dan mobil backbone seluruh polsek jajaran. Di sini, giat show of force tim pengamanan Paseban tidak hanya terkesan unjuk kekuatan. Tetapi semua personel dalam tim gabungan ini, juga rajin melakukan pengawasan dan pemantuan di setiap celah wilayah perkotaan. Mereka menyisir Jalan A Yani, Panglima Sudirman, Jaksa Agung Suprapto, Trunojoyo, Jokotole, Mayjen Sungkono, Sultan Abdul Kadirun, KH Moh Kholil, Teuku Umar dan jalan kembar Soekarno-Hatta. Beberapa kawasan rawan begal, jambret, curas dan curat di wilayah perkotaan, juga tak lepas darti pantauan team pengamanan Paseban. Kawasan rawan itu, antara lain sepanjang Jalan Ki Lemah Duwur, jalan lingkar Utara Skep, Jalan Halim Perdana Kusuma atau kawasan ring road Timur, Jalan KRE Mnartadinata atau kawasan ring road Barat, serta jalan kembar menuju Pasarean Syaikhona Moh Kholil di Desa Mertajasah. “Jika dalam giat patroli malamnya tim pengamanan Paseban mendetaksi adanya gangguan kamtibmas, baik itu curas, curat, penjambretan maupun pembegalan, pelakunya langsung akan diburu dan dibekuk,” tegas Suyitno. Tak terkecuali, jika dijumpai ada pengendara motor atau mobil melakukan pelanggaran lalu-lintas, juga akan disergap dan ditindak tegas. (ras/fer)

tuhannya sehari-hari, melainkan uang hasil penjualan tersebut rencananya untuk pesta miras bersama teman-temannya. “Mau saya buat mabuk-mabukan bersama teman. Kalau acara (pesta miras, red) biasanya habis Rp 300 ribu. Saya sehari-hari membantu orang tua berjualan pisang, jadi penghasilan saya sedikit,” aku Alip. (fdn/fer)

Amankan Remaja Ngelem Probolinggo, Memorandum Polisi harus bisa peka terhadap informasi maupun situasi lingkungan. Itulah yang ditunjukkan Polres Probolinggo Kota. Kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan membuat seorang netizen curhat dan memberikan informasi kepada Humas Polres Probolinggo Kota melalui media sosial bahwa ada rumah yang sering digunakan anak muda melakukan aktifitas ngelem. Tak butuh waktu lama, melalui Satuan Sabhara Polres Probolinggo Kota langsung meluncur ke lokasi yaitu di Kelurahan Sumbertaman, Gang Manggis, Kecamatan Wonoasih. Di sana, didapati 6 pemuda dan 1 pemudi dengan beberapa lem kayu bekas digunakan yang umum dijual di toko bangunan. Kasatsabhara Polres Probolinggo Kota AKP

FOTO: MEMORANDUM/RAS

HALA HALAMAN 8

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Kapolsek Purworejo AKP Agus Muklison didampingi Camat Purworejo, Danramil Purworejo, dan Plt Trantib.

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Polisi mendatangi para remaja yang asyik ngelem dan membinanya.

Duta Perdamaian Benteng Radikalisme Jember, Memorandum Terungkapnya kalangan perempuan dalam jaringan pelaku terorisme menjadi perhatian serius jajaran Polres Jember di bawah komando AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum. Perempuan di nilai memiliki peran lebih dalam upaya pencegahan paham radikalisme di Kabupaten Jember. Wanita adalah tiang negara. Peran penting kaum perempuan di pedesaan bukan njahanya sebatas menjaga di ibu rumah tangga hsaja. Peran tambahan dalam rangka mendorong pembangunan desa dan pencegahan gerakan paham raan dikalisme, diharapkan bisa dijalankan. Tema ini kemudian menjadi bahan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polsek Wuluhan di Pendopo Balai Desa Dukuh Depok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Kegiatan FGD ini dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Wuluhan, Kades Dukuh Dempok, kanitntelkam, kanitbinmas dan ibu-ibu PKK Desa Dukuh Dempok. ”Kaum Perempuan diyak-

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/RUL

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019

FOTO: MEMORANDUM/RUL

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL Ketagihan Miras, Pemuda Simolawang Gasak HP

Puluhan perempuan mengikuti FGD tentang radikalisme.

ini mampu m membantu me menjadi duta perdam maian dan benteng p paham radikalisme. Pendekatan yang melibatkan peran perempuan sangat besar manfaatnya untuk menumbuh kembangkan kesadaran toleransi dan kebhinekaan di lingkungan masyarakat pedesaan ,” ujar Danramil Wuluhan Kapten Inf Suwarno. Hal senada juga diungkapkan Kanitbinmas Polsek Wuluhan Aiptu Sugiono, bahwa perempuan di wilayah pedesaan bisa juga menjadi pelopor perdamaian. ”Salah satu bentuk peran perempuan di lingkungan kel-

uarga adalah pengawasan terhadap anak, terhadap apa yang menjadi pergaulan dan bacaan anak-anaknya. Ketika ditemukan melenceng, seorang ibu wajib mencegah anaknya agar tidak terjerumus dalam paham radikalisme,” jelas Sugiono, Selasa (26/11). Di era serba digital di mana teknologi informasi sudah bisa diakses di pedesaan. Perempuan juga diwajibkan menjadi watchdog terhadap situs-situs yang bisa diakses anak-anaknya. ”Termasuk membatasi waktu penggunaan akses internet melalui android, peran ibu harus tegas menjalankannya demi menjaga keluarga Kita dari pengaruh paham radikalisme,” pungkas Sugiono. (edy/hms/fer)

Pasuruan, Memorandum Pengajian umum memperin-gati Maulud Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H / 2019 dan istiqasah kubro oleh MWC NU bersama penceramah KH Kholili (Pagak-Malang) diadakan di Masjid Al Huda Dusun Kemantren, Desa Martopuro, n Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/11). Peserta 100 orang lebih, berasal dari wilayah Kecamatan Purwosari dan sekitarnya. Setelah dibuka langsung dilaksanakan Istigasah, Sholawat Nabi Bil Maqom, Mauidhotul Khasanah / ceramah, doa lalu ditutup ramah tamah. Di Dusun Pager Kulon, Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan patroli sambang ke rumah Nasipan. Yang bersangkutan adalah keluarga calon Kepala Desa Pager, peraih suara terbanyak pada Pilkades Serentak Tahun 2019. Pesan-pesan kamtibmas disampaikan pada kesempatan itu. Agar tetap menjaga situasi kondusif khususnya di Desa Pager, Kecamatan Purwosari, pasca pilkades, dan memberikan pengertian kepada massa pendukung untuk tidak bereuforia dalam merayakan kemenangan. Terpantau situasi dinamika politik di wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan kondusif. “Untuk memelihara situasi itu, anggota Polsek Purwosari patroli ke desa-desa menemui tokoh masyarakat yang selama ini berbeda pilihan agar tetap menahan diri dan waspada sehingga tidak terjadi perpecahan antarwarga,” Kapolsek Purwosari AKP I Made Suardana. (*/rul/fer)


KOTA SURABAYA Musim Hujan, Awas Papan Reklame Roboh RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Surabaya, Memorandum Pemilik papan reklame yang terpasang di sejumlah ruas jalan di Surabaya diminta mengecek kembali kekuatan konstruksinya. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan roboh akibat diterjang angin kencang. Apalagi, saat ini memasuki musim penghujan. “Konstruksinya harus dicek, apakah benar-benar kuat saat terjadi hujan deras disertai angin kencang atau tidak. Sebab, beberapa papan reklame ada yang roboh beserta tiangnya

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Reklame di atas rumah di kawasan Tandes.

karena diduga konstruksinya kurang kuat,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agoeng Prasodjo, Selasa (26/11). Berdasarkan catatan yang ada, papan reklame roboh sudah terjadi beberapa kali di Surabaya. Di antaranya papan reklame di Hotel JW Marriot, Jalan Tambakrejo, Jalan Wonokromo,

“

Jalan Kertajaya. Sedangkan yang terbaru beberapa minggu lalu reklame di Jalan Yos Sudarso. Politisi Partai Golkar ini mengatakan, potensi ancaman papan reklame roboh di musim hujan itu masih tinggi. Apalagi kalau disertai angin kencang. Kondisi ini diperparah dengan konstruksi papan reklame yang tidak dilakukan peremajaan. Padahal kontruksinya sudah lama. “Reklame yang sudah kedaluwarsa itu ya harus ditebang. Ini menandakan umur konstruksi sudah tua sehingga berpengaruh  Bersambung ke halaman 10 

Kasus robohnya reklame di Hotel JW Marriot, beberapa tahun silam, membuat pengusaha iklan itu rugi besar. Jadi kami tidak main-main terhadap pembangunan konstruksi karena dampaknya nanti kepada kita. Agus Winoto Sekretaris Umum P3I Jatim

Ketua RT 01/RW 02 Abdul Munif bersama tokoh masyarakat setempat menunjuk lahan reklamasi di kawasan Pantai Kenjeran. FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Warga Sukolilo Hentikan Reklamasi Pantai Kenjeran Surabaya, Memorandum Warga Sukolilo, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Bulak, akhirnya menghentikan reklamasi di pesisir Pantai Kenjeran. Mereka baru sadar pengurukan laut yang selama ini dilakukan adalah ilegal. Mengacu Perda Jatim No 1 Tahun 2018, reklamasi harus ada persetujuan Gubernur Jatim. Pantauan di lapangan Selasa (26/11), reklamasi di pesisir Pantai Kenjeran jauh menjorok ke wilayah

laut. Reklamasi ini dilakukan oleh warga di wilayah RT 01/RW 02, Kelurahan Sukolilo. Di sisi lain, warga mengaku tidak mengetahui kalau reklamasi yang selama ini dilakukan adalah ilegal. “Tapi ini kan enggak ada sosialisasi tentang perda tersebut yang menyatakan reklamasi tidak boleh. Warga baru menyadari kemarin saat hearing di komisi C DPRD Kota Surabaya,”kata Ketua RT 01 Abdul Munif.

Dia menjelaskan, hingga kini lahan yang diuruk sirtu tersebut sudah berdiri puluhan bangunan untuk tempat tinggal dan penjemuran ikan hasil tangkapan nelayan. Lahan yang dimiliki warga rata-rata berukuran 7 x 10 meter. “Di RT 01 ada 15 bangunan dan ada lahan kosong untuk menjemur ikan,” papar Abdul Munif. Lebih jauh, dia mengungkapkan, reklamasi tersebut dilakukan warga  Bersambung ke halaman 10 

DKP Tindak Tegas Pelaku Reklamasi Ilegal Slamet Budiono

DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Jatim akan menindak tegas pengelola atau warga yang melakukan reklamasi atau pengurukan laut di pesisir Pantai Kenjeran. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan (Bidang KPP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jatim Slamet Budiono, Selasa (26/11). Menurut Slamet, di dalam pera Bersambung ke halaman 10 

Penghuni Rusunawa Gunungsari Nunggak Rp 2,2 Miliar

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Proyek fly over JLLB Sememi dikebut.

Pemkot Kebut Pembangunan JLLB Surabaya, Memorandum Guna mendukung venue Piala Dunia U-20 2021 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DBMP) Kota Surabaya mengebut pembangunan jalur lingkar luar barat (JLLB). Ini agar bisa menjadi akses menuju GBT. Kabid Jalan dan Jembatan DBMP Ganjar Siswo Pramono mengatakan, progres pembangunan JLLB saat ini masih 80 persen dan selesai kontrak pada Desember. Sementara JLLT juga Desember. “Hanya saja kalau JLLB itu bertahap dan tahun depan masih ada lagi,”ujar Ganjar, Selasa (26/11). Dia menjelaskan, saat ini pekerjaannya masih di sekitar lahan bekas tanah kas desa (BTKD) saja, karena memang pengadaan tanahnya masih belum selesai. Sebenarnya sudah selesai, hanya masih ada yang minta  Bersambung ke halaman 10 

Surabaya, Memorandum Penghuni rusunawa Gunungsari, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, banyak menunggak pembayaran air, listrik, dan sewa. Tidak tanggung-tanggung nilainya mencapai Rp 2,2 miliar. Hal ini membuat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jatim selaku pengelola rusun tersebut berupaya agar penghuni mau membayar tunggakan tersebut. Sebab, tunggakan para penghuni tersebut mencapai

Rp 2,4 miliar pada awal 2019. “Tunggakan air, listrik dan uang sewa itu sudah bertahun-tahun lamanya tidak dibayar sebagian penghuni. Bahkan, ada yang menunggak sejak 2011,” beber Anang Bintoro, Kasubbag TU UPT Pengelolaan Informasi Teknologi Bangunan dan Pelayanan Perumahan Permukiman (PITBP3), DPRKPCK Provinsi Jatim, Selasa (26/11). Anang Bintoro menambahkan, pihaknya melakukan berbagai upaya agar penghuni mau membayar tunggakan tersebut. Sep-

erti pemanggilan penghuni yang menunggak, surat peringatan hingga pemutusan sambungan listrik ke penghuni. Hasilnya sudah ada beberapa penghuni yang berniat baik dengan membayar tunggakan.Maka, memasuki November ini tunggakan yang semula Rp 2,4 miliar berkurang menjadi Rp 2,2 miliar atau tepatnya Rp 2.298.531.991. Rinciannya adalah tunggakan sewa rusun Rp 1.621.061.000, listrik Rp 556.559.191, dan air Rp 120.871.000.  Bersambung ke halaman 10 

GRAFIS/AZIZ

Osaka, Metropolitan yang Kuat Pegang Budaya Asli Jepang (2)

Sungai Dotonbori Simbol Wisata dan Kemakmuran Sebagai kota terpadat kedua di Jepang setelah Tokyo, Osaka telah siap dengan segala infrastrukturnya. Kebersihan di segala hal tentu menjadi yang paling utama, karena selain pola pikir masyarakat negara maju dimana selalu menginginkan yang terbaik, faktor ajaran agama Shinto di Jepang yang salah satunya menanamkan hidup yang benar-benar bersih. Oleh: Tri Haryoko Sekilas tentang agama yang dominan di masyarakat Jepang yakni agama Shinto memang salah satu filosofinya adalah memuja alam. Sehingga mayoritas masyarakatnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada alam. Dengan

kata lain, masyarakat Jepang tanpa diperintahpun akan benar-benar melindungi alam di sekitarnya, termasuk aliran air yang merupakan salah satu sumber kehidupan. Sehingga, jangan heran apabila anda melintasi tengah Kota Osaka

FOTO: ISTIMEWA

Sungai Dotonbori yang membelah tengah Kota Osaka dengan aliran air yang bersih.

dan menyusuri sungai, Anda akan terkagum-kagum akan kebersihan air sungai itu. Bandingkan dengan aliran sungai di Kota Surabaya yang juga merupakan kota metropolitan kedua di Indonesia. Di Jepang, sebut saja Sungai Dotonbori yang aliraan airnya membelah tengah kota Osaka, hingga di pusat perekonomian Shinsaibashi. Perfektur (pemerintah provinsi) Osaka tidak butuh waktu lama untuk mewujudkan kota yang bersih dalam segala hal itu, mengingat masyarakat Osaka dan Jepang pada umumnya telah terbiasa dengan kehidupan yang serba bersih itu.  Bersambung ke halaman 10 


KOTA SURABAYA

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Perencanaan Pelebaran Jalan Sulawesi Kurang Matang Pedagang Digusur, Proyek Belum Digarap Surabaya, Memorandum Pelebaran Jalan Sulawesi tak kunjung dikerjakan Pemkot Surabaya. Padahal, lahan bekas stan pedagang unggas Pasar Keputran Selatan ini harus dikeruk dan diaspal. Perlu diketahui, Pemkot Surabaya telah menggusur stan pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan, Kamis (14/11). Ini dilakukan untuk pelebaran Jalan Sulawesi oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

Dari pantauan di lokasi, masih sama seperti sepekan lalu, yakni masih ada limbah unggas, tanah, dan batu bata rusak. Seharusnya pemkot sudah melakukan pengerukan dan pengurukan untuk dilakukan pengaspalan jalan.

Salah seorang satuan tugas (satgas) DPUBMP Badri mengatakan,pihaknya belum bisa memastikan kapan penyelesaian pelebaran Jalan Sulawesi. “Kalau kendaraannya ada ya cepet. Ini kendaraannya banyak tapi dipakai semua dan ada yang rusak,” kata Badri. Dia menuturkan, pihaknya membawa satu unit truk ke lokasi sejak pukul 08.00. Namun tidak ada alat berat untuk pengerukan tanah, sehingga harus menunggu tersedianya alat berat. Badri mengungkapkan jika alat berat selalu tersedia untuk pelebaran Jalan Sulawesi, awal Desember 2019 akan dapat

digunakan. “Apalagi ini kami harus mengeruk tanah setengah meter dan memindahkan ke Tambak Wedi. Ini membutuhkan waktu cukup lama karena lokasi pembuangannya jauh,” ujar dia. Anggota komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma menyayangkan pemkot belum merampungkan pelebaran Jalan Sulawesi. Apalagi sudah melakukan penggusuran sejak sepekan lalu. “Time management-nya harus sesuai. Jadi kalau sudah digusur, ya harus langsung dikerjakan. Kalau alat beratnya belum siap ya jangan digusur dulu,”kata Wiliam.

Menurut dia, penggusuran dan molornya pelebaran jalan ini merugikan pedagang. “Ya kasihan pedagangnya. Apalagi pedagang dipindah ke tengah dan mendapatkan stan lebih kecil dari biasanya,” papar dia. Selain itu, Wiliam mengkhawatirkan jika tidak segera dikerjakan dan diawasi pemkot, akan ada bangunan liar. Untuk itu, politisi PSI ini mengimbau agar pemkot selalu mempersiapkan dengan matang proyek pelebaran jalan dari hasil penggusuran. Sehingga usai penggusuran alat berat tersedia, dan pelebaran jalan bisa rampung dalam seminggu. (alf/dhi)

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Lahan bekas stan unggas yang akan dilebarkan.

Musim Hujan, Awas Papan Reklame Roboh

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Lurah Gebang Putih Agus Utarto memberikan pengarahan cara merawat tanaman hidroponik yang benar kepada warga Asempayung.

Gebang Putih Menuju Kampung Hidroponik Surabaya, Memorandum Kelurahan Gebang Putih, Kecamatan Sukolilo, mencanangkan diri sebagai kampung hidroponik. Secara bertahap setiap RW diminta untuk mengembangkan pertanian perkotaan menggunakan sistem hidroponik. Lurah Gebang Putih Agus Utarto mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk membangun kampung hidroponik sebagai salah satu upaya mendukung gerakan hidroponik. Saat ini, kampung Asempayung RT 03/RW 03 sudah dalam proses pembuatan kampung hidroponik.”Secara bertahap kami akan dorong wilayah menjadi kampung hidroponik. Saat ini baru di Asempayung RT 03/RW 03, nanti semua RW harus ada,” ujar Agus Utarto kepada Memorandum, Senin (25/11). Agus menjelaskan, program kampung hidroponik ini memang sudah lama dicanangkan Kelurahan Gebang Putih. Pihaknya mendorong warga agar bisa memanfaatkan lahan untuk pertanian perkotaan. “Meski cuma satu meter atau dua meter, namun bisa kita manfaatkan untuk pertanian perkotaan,” ujar dia. Dia berharap, melalui program kampung hidroponik secara bertahap mengurangi pembuangan sampah liar. Ini sebagai bentuk dukungan kepada program Pemkot Surabaya, dalam menjadikan wilayah Kota Pahlawan menjadi sentra kampung hidroponik wilayah perkotaan. “Kampung hidroponik juga bisa menjadi ajang silaturahmi antarwarga lingkungan RT/RW, dalam membuat lingkungan bersih. Kami optimistis menang,” tandas dia.(why/dhi)

terhadap kualitas besi. Sebab,jika kena panas dan hujan, tentu besi akan aus,” jelas dia. Agoeng menegaskan,pihaknya tidak ingin karena terlambat peremajaan atau pembongkaran akan berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan warga sekitar. Karena itu, dia mendesak Pemkot Surabaya segera mendata konstruksi

atau dibongkar. “Sebenarnya ada keinginan dari kami sejak lama memanggil instansi terkait untuk membahas masalah reklame memasuki musim penghujan. Maka, kami akan koordinasi dengan ketua komisi untuk segera mengagendakan pertemuan tersebut,” kata dia. Sementara itu sebuah sum-

Warga Sukolilo Hentikan Reklamasi... papan reklame yang dianggap sudah tua untuk diremajakan sendiri dengan mendatangkan dump truck. “Karena lahan sempit dan rumah yang dihuni warga lebih dari satu KK (kartu keluarga), akhirnya mereka menguruk laut. Ini kan rakyat kecil yang menjerit tidak punya tempat tinggal, kenapa dipersulit?” keluh Munif. Sementara reklamasi sudah dilakukan warga sejak 1990. Sedangkan sesuai Perda Jatim No 1 tahun 2018 itu harus mendapatkan izin Gubernur Jatim. “Perda itu baru keluar 2018. Kalau memang sudah terjadi ya nggak dipermasalahkan,” ujar dia. Hingga kini, hunian warga di sana tidak bersertifikat, melainkan hanya memiliki surat pengurukan dengan harga Rp 1 juta per dump truck. “Warga hanya punya bukti surat pengurukan tanah. Dan untuk batasnya sudah ada kesepakatan agar dikemudian hari perselisihan sistem jual beli tidak ada,” ungkap dia. Selain itu, menurut Munif, Pemkot Surabaya melalui Dinas Cipta Karya pernah membahas program penanggulan ombak. Itu akan membentang dari sisi Selatan menuju ke Utara sisi Jembatan Suroboyo.“RT,RW, dan nelayan, dipanggil dinas cipta karya membahas penanggulan,”imbuh Abdul Munif. Sementara itu, warga setempat mengaku adanya penempatan lokasi penjemuran ikan di

ber Memorandum menyatakan dengan persaingan dunia lahan reklamasi memberikan dampak positif bagi nelayan. Selain ikan yang dijemur tidak terdampak polusi udara kendaraan, nelayan juga tidak lagi menjemur di jalan raya karena sering ditertibkan satpol PP. “Sekarang lebih aman. Karena penjemuran di dekat laut,”ungkap Nasiha, warga RT 05/RW 02 Kelurahan Sukolilo. Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Sukolilo Hanafi mengakui bahwa reklamasi yang dilakukan warga selama ini ilegal. Meski begitu masyarakat butuh lahan reklamasi untuk menjemur ikan. “Kami akan mensosialisasikan kepada warga bahwa sesuai perda itu kita tidak boleh menguruk laut lagi,” jelas dia. Lebih jauh, Hanafi menuturkan, pergurukan yang dilakukan warga tidak dilakukan setiap hari.“Tapi kalau ada rezeki warga akan membeli sirtu dan melakukan pengurukan,” pungkas dia. Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menegaskan, tidak boleh ada reklamasi di Pantai Kenjeran selama belum ada izinnya. Untuk itu, satpol PP akan menghentikan aktivitas tersebut. “Kalau ada reklamasi, tentu kami akan menghentikan. Kalau tidak mengantongi izin, ya jangan diteruskan,” tandas Irvan Widyanto.

Penghuni Rusunawa Gunungsari...

FOTO: ISTIMEWA

Dandim Tipe A 0832/Surabaya Selatan Kolonel Inf M Sjasul Arief berbagi dengan anak yatim.

Rayakan Ultah Pernikahan Bersama Anak Yatim Surabaya, Memorandum Dandim Tipe A 0832/Surabaya Selatan Kolonel Inf M Sjasul Arief menggelar doa bersama dengan mengundang anak yatim piatu yang ada di jajaran kodim, Selasa (26/11) sore. Kegiatan di Masjid Raden Rahmat di makodim ini, juga momen merayakan ulang tahun (ultah) pernikahannya ke-23. “Acara yasinan dan doa bersama ini memang rutin dilakukan sebulan sekali, untuk meningkatkan dan mempertebal keimanan kita. Selain merayakan ulang tahun pernikahan juga medoakan orang tua kita yang sudah meninggal,” ujar Arief. Setelah kegiatan doa bersama dilaksanakan pemberian santunan dan bingkisan kepada anak yatim perwakilan panti asuhan daerah binaan koramil jajaran. Hadir dalam acara tersebut para danramil, para pasi, perwakilan anggota koramil, dan persit. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

“Kami akan terus menagih kepada para penghuni untuk segera membayar tunggakan tersebut. Sebab, selama ini pengelola yang membayar air ke PDAM dan listrik ke PLN,” kata dia didampingi tim pengelola rusun lainnya. Dia mengakui, penghuni rusun yang tidak memiliki iktikad baik sudah mendapatkan tindakan tegas. Di antaranya dengan memutus aliran listrik.“Kami akan menindak tegas mereka yang tidak beriktikad baik untuk menyelesaikan tunggakan ini. Kami memberikan mereka kemudahan dengan membayar sebagian, dan seba-

gian lagi diangsur,” tegas Anang. Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini meter listrik akan diganti dengan model token. Dengan begitu, penghuni yang tidak membayar listrik otomatis tidak menyala. “Selama ini memang satu ruangan ada meter listriknya namun menyambung dengan meter induk. Jadi ketika mereka tak bayar listrik, maka pengelola yang menalangi,” urai dia. Anang menuturkan, dengan jumlah kamar 268 unit, yang aktif membayar hanya 30 persen. Maka, tunggakan penghuni rusun Rp 20 hingga Rp 30 juta per kamar.

Pemkot Kebut Pembangunan JLLB mundur 10 meter. “Ini diselesaikan nanti sampai Februari. Saat ini pekerjaan masih tahap fly over dan belum nyambung ke atas rel. Masih di wilayah kampung Sememi Jaya,”jelas Ganjar. Dia menambahkan, untuk fly over saat ini masih terbangun

sebatas tanah BTKD sekitar 300 meter. Setelah habis kontrak Desember, akan dilanjutkan lagi tapi menunggu pembebasan lahan di sisi Utara rel. “Saat ini masih proses pembebasan dan pembayaran sekitar Januari-Februari, “terang dia.

Sambungan dari halaman 9 periklanan yang semakin ketat, membuat pengusaha periklanan memangkas biaya produksi, terutama dalam pembuatan konstruksi. Tujuannya untuk menggaet klien lebih banyak dengan harga yang ditawarkan lebih murah ketimbang pesaing. “Bisa saja konstruksi reklame yang dibuat ini tidak memakai besi baru, tapi besi bekas. Tentu

Sambungan dari halaman 9 kekuatan dan ketahanan besi bekas sangat beda dengan besi Bahkan, lanjut dia, jika reklamasi ini diteruskan tidak menutup kemungkinan akan dibawa ke ranah hukum. “Kami siap membawa persoalan ini ke pengadilan,” tegas dia seraya mengakui dirinya baru tahu persoalan tersebut dari media. Persoalan reklamasi di Pantai Kenjeran ini juga mendapat tanggapan dari pakar hukum pidana dan kriminologi Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya Sholehuddin. Menurut dia,warga yang menjadi korban korban penipuan oleh oknum bisa melapor ke kepolisian. “Kalau memang terjadi awalnya rangkaian kata bohong atau keadaan palsu bahwa ditawarkan ini sudah berupa tanah. Tapi kemudian masih direklamasi, itu masuk dalam unsur tindak pidana penipuan,”ujar Sholehuddin. Dia menegaskan, lahan reklamasi tidak boleh diperjualbelikan. “Tidak boleh. Aturannya ada di UU Kelautan,UU Tata Ruang, UU Pengelolaan Lingkungan. Yang jelas ada KUHP-nya,” tegas dia. Untuk itu, lanjut dia, pihak-pihak terkait segera menyosialisasikan masalah ini kepada masyarakat dan turun ke lapangan secara langsung. “Harus turun tangan dan terjun ke lapangan,” pungkas Sholehuddin. (alf/udi/fer/dhi)

Sambungan dari halaman 9 Sementara Khusnan, tim pengelola rusun pemprov mengatakan, rusunawa Gunungsari ini lima tingkat dengan jumlah penghuni 268 KK. Para penghuni membayar sewa rusun berdasarkan lantai. Lantai satu sebesar Rp 300 ribu, lantai dua Rp 275 ribu, Rp 250 ribu, lantai tiga Rp 225 ribu, lantai empat Rp 200 ribu, dan lantai lima Rp 175 ribu. “Mereka yang menghuni rusun ini sebagian besar adalah warga gusuran stren Kali Jagir. Dan harga yang ditetapkan sangat murah. Apalagi lokasinya sangat strategis di pinggir jalan raya,” kata dia. (udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 Lebih lanjut, dia menuturkan,saat ini pembangunan masih sisi Selatan rel, dan nanti kita lanjutkan ke sisi Utara rel. “Kenapa kita fokuskan ke sisi Utara rel, untuk mendukung akses ke GBT untuk Piala Dunia U-20,” pungkas dia. (udi/dhi)

baru,” kata sumber yang enggan namanya dikorankan. Menanggapi ini, Sekretaris Umum Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) Jatim Agus Winoto menepis soal tudingan pemakaian konstruksi yang tidak standar atau hanya memakai besi bekas. Dia mengakui, memang sekarang ini bisnis reklame sedang lesu akibat kondisi perekonomian dan pengaruh munculnya iklan lewat internet maupun media sosial (medsos). Menurut dia, pengusaha tidak berani main-main dalam pembuatan konstruksi karena pemilik tetap mengacu aturan yang ditetapkan Pemkot Surabaya. Selain itu, jika konstruksi papan reklame yang dibuat itu asal-asalan, justru berdampak buruk terhadap pengusaha reklame. “Kasus robohnya reklame

DKP Tindak Tegas... turan daerah (perda) sudah diatur jelas. Hanya tiga tempat di Jatim yang direkomendasi untuk reklamasi.Yakni, tempat migas di Tuban, Industri Maritim Lamongan, dan pelebaran Bandara Juanda Sidoarjo. “Yang lain tidak diperbolehkan atau diizinkan,”tegas dia. Slamet mengatakan, sejak ada aktivitas reklamasi di pesisir Pantai Kenjeran yang dikerjakan pihak pengelola maupun warga di pesisir Pantai Kenjeran, hingga kini belum ada pemberitahuan ke DKP Jatim. “Hingga kini tidak pernah ada yang datang ke DKP Jatim merencanakan reklamasi di Pantai Kenjeran. Karena itu, kami minta Satpol PP Jatim sebagai penegak perda wajib bertindak tegas,” ungkap dia. Sementara itu, pada awal Desember 2019, DKP Jatim segera menggelar supervisi atau pengawasan reklamasi di Pantai Kenjeran,Kelurahan

Sungai Dotonbori... Bicara tentang Sungai Dotonbori yang boleh dibilang cukup indah dengan di sisi kanan kiri berjajar pertokoan serta papan reklame berukuran jumbo, ditambah adanya kapal motor yang setiap saat lalu lalang dengan mengangkut wisatawan yang ingin melihat pemandangan Osaka di malam hari. Kebetulan di Osaka di bulan-bulan ini masuk musim dingin dengan suhu di kisaran 10 hingga 12 derajat celsius, sehingga kian menambah suasana romantis apabila anda datang ke Osaka bersama pasangan di bulan ini. Lebih jauh, Dotonbori merupakan salah satu tempat tujuan wisata terkenal yang berada di Distrik Chuo, Kota Osaka. Dahulu di kota sisi selatan terdapat gedung teater dan di kota sisi utara terdapat banyak tempat makan untuk orang-orang yang datang melihat pertunjukan teater. Saat ini pun di kota sisi selatan banyak terdapat tempat hiburan dan di kota sisi utara banyak berjajar wisata kuliner. Yang menarik dan seperti di

di Hotel JW Marriot, beberapa tahun silam, membuat pengusaha iklan itu rugi besar. Jadi kami tidak main-main terhadap pembangunan konstruksi karena dampaknya nanti kepada kita,” tegas Agus Winoto. Dia menambahkan, P3I juga mengasurasikan reklame tersebut. Ini dilakukan jika terjadi sesuatu. “Ada yang memang mengasuransikan reklamenya,”ungkap dia. Agus Winoto mengkui, untuk membangun konstruksi papan reklame memang cukup mahal, sekitar Rp 200 juta. Itu belum biaya perizinan dan dan sewa tanah. “Meski persaingan sangat ketat, kami tidak berani banting harga pemasangan iklan. Sebab, biaya pembangunan hingga perizinan memang cukup tinggi,” ungkap dia. (udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 Sukolilo, Kecamatan Bulak. Sebab masyarakat banyak yang belum paham perda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Jawa Timur. “Saat ini kita masih fokus di Lamongan. Namun, tidak menutup kemungkinan Pantai Kenjeran kita dahulukan sebelum melanjutkan di Kabupaten Gresik,” tandas Lebih jauh, Slamet menjelaskan, kedatangan tim supervisi DKP Jatim di Pantai Kenjeran nanti, sekaligus sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2018 tentang Reklamasi Pantai.Lantaran masyarakat banyak yang belum paham. “Mengacu peta RZWP3K Provinsi Jatim 2018-2035 secara umum, sejauh mana pelarangan reklamasi di Pantai Kenjeran. Kalau memang tidak sesuai, ya kita layangkan surat teguran,” ungkap dia. (why/dhi)

Sambungan dari halaman 9 negara-negara Eropa, di kawasan Dotonbori terdapat kapal yang berlayar di sepanjang Sungai Dotonbori. Dengan menaiki kapal ini, Anda akan dapat menikmati pemandangan kota dari atas sungai. Selain itu, di kedua sisi sungai terdapat trotoar yang disebut dengan “Tonbori Riverwalk”. Di sana wisatawan dapat berjalan-jalan dengan santai menghindari keramaian dan kebisingan kota. Pokoknya terasa nyaman dan makmur ketika berada di sekitar sungai dengan air jernihnya itu. Memang kawasan Dotonbori juga dikenal sebagai kota papan iklan. Papan iklan “Glico” dan “Kani Doraku” yang menjadi simbol tempat wisata Osaka berada di Dotonbori. Banyak wisatawan yang datang dan mengambil foto sambil berpose menirukan gambar di papan iklan Glico ini. Di malam hari, papan iklan ini diterangi dengan cahaya lampu neon, sehingga malam di Kota Dotonbori tampak lebih berwarna. (lis/bersambung)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Pamekasan, Memorandum Akibat sopir mengantuk, truk Fuso bermuatan mi instan terguling di Jalan Raya Desa Panglegur, Kabupaten Pamekasan, Selasa (26/11) pagi. Sopir truk bernomor polisi W 920 J itu Junaidi (40), warga Desa Pekalongan Bistah, Kecamatan Kota, Sampang. Peristiwa itu terjadi diduga karena sopir truk dengan nomor polisi W 9920 J saat itu dalam konisi mengantuk. Sehingga hilang konsentrasi dan kendali. Akibatnya truk yang dikemudikannya sempat oleng kekanan dan menabrak pembatas jalan (selip) pada saat berjalan dari arah selatan ke utara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, korban mengalami kerugian materi. “Saya baru tersadar ke-

tika menabrak pembatas jalan hingga terguling,” kata Junaidi, sopir truk yang ditemui di lokasi kejadian. Sementara itu, Unit Laka Lantas Polres Pamekasan, Ipda Sri Sugiarto membenarkan, telah terjadi laka tunggal (selip sendiri) di Jalan Raya Panglegur. Ipda Sri Sugiarto menginformasikan setelah menerima informasi, pihaknya langsung mengecek ke TKP laka tunggal tersebut. “Benar, sebuah truk yang

bermuatan mi instan terguling pagi tadi, beruntung tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. Menurutnya, dalam laka tunggal ini tidak ada korban jiwa, hanya sopir mengalami luka-luka dan mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Kerugian meteri ditaksir sekitar dua jutaan,” tambahnya. Ipda Sri Sugiarto mengimbau kepada semua pengendara untuk selalu waspada dan hati-hati, diharapkan untuk beristirahat kalau dalam keadaan mengantuk, biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Jangan memaksakan diri, jika dirasa ngantuk istirahatlah biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”Pungkas Ipda Sri Sugiarto. (sjk/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

Truk Bermuatan Mi Instan Terguling

Petugas bersama warga melihat kondisi truk yang terguling.

Reses Selesai, Legislatif Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Sumenep

Wabup Berharap Kadin Mampu Majukan Potensi Daerah Sumenep, Memorandum Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi berharap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten setempat periode 2019-2024, mampu memajukan potensi daerah melalui perdangan serta industri. Hal itu disampaikan pada acara Musyawarah Kadin Sumenep, Selasa (26/11). Ahmad Fauzi berharap, Kadin setempat kembali aktif menjadi wadah para pengusaha. Karena sejak awal menjabat wakil bupati informasi soal Kadin tidak diketahui, sehingga ketika pengusaha dari luar ingin mengetahui potensi daerah dirinya mengaku kebingukan untuk mengarahkan kemana. Maka lanjutnya, sangat penting Kadin kabupaten setempat kembali aktif selain sebagai wadah komunikasi informasi, juga memfasilitasi para pengusaha luar daerah yang ingin melakukan investasi di Sumenep. Karena menurutnya, pengusaha luar daerah saat akan melakukan investasi tidak mengetahui melakukan komunikasi dengan siapa.”Dengan aktifnya Kadin nanti akan memberikan fasilitas kepada pengusaha sesuai dengan kapasitas masing-masing,” katanya. Ahmad Fauzi optimis terbentuknya Kadin Sumenep saat sekarang yang anggotanya dari berbagai latar belakang usaha, mampu berkolaborasi maksimal dengan Pemerintah Daerah, untuk menciptakan terobosan memajukan perekonomian Sumenep. Senada dikatakan Ketua Kadin Kabupaten Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifa melalui musyawarah Kadin nanti akan menjalin kemitraan dengan Pemerintah setempat. Pola kemintraan tentu mempunyai dampak positif kepada masyarakat. Ditambahkan, melalui perdagangan dan industri akan membantu pemasaran produk-produk yang ada sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Sumenep.”Kita tahu Kabupaten ini kaya akan hasil laut serta pertanian, serta usaha-usaha kecil semakin berkembang.”Ungkapnya. Sepengetahuannya dia membeberkan, banyak hasil pertanian mentah berasal dari Sumenep yang dikirim ke luar daerah berganti lebel. Maka kedepan melalui kamar dagang dan industri akan mengirim hasil pertanian dalam bentuk kemasan yang menarik. “Artinya kedepan kita akan memulai sendiri tidak lagi mengirim hasil mentah, melainkan mengolahnya sendiri kemudian dikirim langsung dari Sumenep.”Ujarnya. (uri/sr)

yang baik akan mengurungkan niatnya untuk berjualan atau aktivitas ekonomi lainnya seperti yang terjadi di daerah Montorna dan Lebeng Barat Kecamatan Pasongsongan,” ungkap Indra. Politikus Partai Demokrat tersebut menambahkan, terkait bidang kesehatan, masyarakat Sumenep rata-rata mengharapkan proses pelayanan yang baik oleh Puksesmas maupun RSUD. Keluhan yang sering terjadi dan terus-menerus terkait pelayanan rumah sakit maupun puskesmas, menurut Indra perlu dievaluasi dan butuh peningkatan kualitas kerja pelayanan. “Segala aspirasi yang masuk harus segera ditindaklanjuti apalagi sekarang rumah sakit sedang menghadapi akreditasi sehingga penting untuk menjadi tolok ukur bahwa Puskesmas dan RSUD berhasil dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” urai dia. Beberapa hasil reses terkait kebutuhan masyarakat kepulauan, menurut Indra di samping infrastruktur, upaya yang harus disiapkan pemerintah daerah adalah armada laut. Karena kapal laut merupakan kebutuhan utama warga kepulauan. “Bayangkan ke pulau Masalembu harus menunggu kapal seminggu bahkan kadang seminggu tidak ada pelayanan kapal laut ketika cuaca buruk. Ini menjadi catatan penting aspirasi masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti Pemkab Sumenep,” desak Indra. Selain itu, Indra menjelaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi kebutuhan warga kepulauan. Menurut dia, seharusnya jaringan listrik di kepulauan sudah merata. “Kami berharap pemerintah segera mengatasi kebutuhan listrik masyarakat kepulauan. Semua aspirasi masyarakat yang diserap melalui reses, mudah-mudahan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep,” tandas politisi asal Ambunten tersebut. (aan/adv/sr)

Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi berdialog dengan warga.

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANAM

Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi berfoto pada acara musyawarah Kadin Sumenep periode 2019-2024.

Sumenep, Memorandum Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep telah merampungkan masa reses I tahun 2019 yang berlangsung 13 hingga 22 November 2019 di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Dari hasil rapat internal DPRD Sumenep, terdapat beberapa rangkuman masukan dan aspirasi dari masyarakat yang dihasilkan melalui reses legislatif. Di antaranya masalah infrastruktur jalan dan pertanian, transportasi laut, listrik, serta lapangan kerja. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Indra Wahyudi mengatakan, salah satu permintaan masyarakat ketika reses adalah kebutuhan di bidang pertanian, salah satunya pupuk. Saat ini di sejumlah wilayah Sumenep terdapat kelangkaan pupuk yang luar biasa. Maka Indra meminta, keluhan masyarakat tersebut harus menjadi catatan penting bagi Dispertahortbun Sumenep. “Bagaimana caranya ada upaya yang bisa meningkatkan kuota atau distribusi pupuk bagi petani. Karena keberadaan pupuk bersubsidi ini sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” ujar Indra, Selasa (26/11). Selain itu terkait dengan musim kemarau, menurut Indra saat ini banyak lahan kekeringan dan warga desa kekurangan air bersih. Dia meminta masalah tersebut harus ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep khususnya BPBD. “Kami berharap BPBD menyiapkan tambahan armada untuk melakukan pendistribusian air bagi masyarakat yang mengalami kekeringan,” harap dia. Selain itu, aspirasi masyarakat yang banyak diterima legislatif menurut Indra terkait dengan infrastruktur yang menjadi kebutuhan vital. Ketika sarana tidak memadai, maka bisa berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Masyarakat yang tidak bisa menikmati jalur transportasi

Ibu-ibu berkesempatan menyampaikan aspirasi kepada anggota legislatif.

Dinas Kelautan Imbau Nelayan Waspadai Bahaya Angin Barat Bangkalan, Memorandum Kepala Dinas Kelautan Bangkalan Drs Mohamad Zaini MM mengingatkan agar ribuan nelayan mulai mewaspadai ancaman bahaya tiupan kencang angin Barat. Terutama pada kisaran Desember 2019 hingga Februari 2020 nanti, ketika curah hujan mulai tinggi dan merata di kabupaten ujung Barat Pulau Madura itu. “Saat itu, situasi laut di sekitar perairan Selat Madura dan Laut Jawa akan bergolak. Arus deras dan gelombang tinggi akan kerap terjadi, akibat tiupan kencang angin Barat. Itu memang biasa terjadi pada awal musim hujan,” kata Moh Zaini, Selasa (26/11). Tidak hanya itu. Saat cuaca ekstrim seperti itu, perairan Selat Madura, tempat ribuan nelayan berburu rejeki laut, juga kerap diwarnai guyuran hujan lebat. Bahkan kilatan petir menyambar. Realita alam semacam itu, menurut Zaini, jelas merupakan ancaman bahaya bagi para nelayan yang nekad dan memaksakan diri melaut. Itu sebabnya, ketika suasana alam kurang bersahabat, seperti mendung tebal, tiupan kencang angin barat mendera, sebaiknya para

nelayan jangan melaut dulu. ”Sebaiknya ya jangan ke laut dulu. Itu berbahaya,” papar Zaini. Tetapi, kalau memaksakan diri, sebaiknya menjaring ikan di sekitar pesisir pantai saja. Jangan ke tengah laut. Ini patut dipatuhi oleh para nelayan. Sebab ketika badai disertai arus deras dan gelombang tinggi tiba-tiba datang, para nelayan bisa secepatnya kembali dan lego jangkar di pesisir pantai. Imbauan itu, menurut Zaini, tidak hanya ditujukan kepada ribuan nelayan di kawasan pesisir Kecamatan Bangkalan. Tetapi juga sembilan wilayah kecamatan pesisir lainnya. Yakni komunitas nelayan di pesisir Kecamatan tanjung Bumi, Sepulu, Klampis, Arosbaya, Socah, Kamal, Labang, Kwanyar dan kawasan pesiosir Kecamatan Modung. Tiupan angin kencang yang dalam sepekan terakhir ini mewarnai perairan Selat Madura kini mulai mereda. Situasi kondusif ini segera disyukuri oleh ratusan nelayan di Kampung Lebak dan Bandaran di Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Pasalnya, setelah hampir sepekan libur melaut, para nelayan yang biasa lego jangkar disepanjang muara Kali

Kesibukan para nelayan Kampung Lebak dan Kampung Bandaran di sekitar muara Kali Bangkalan, Kecamatan Bangkalan, dan Kepala Dinas Kelautan Bangkalan Drs Mohamad Zaini MM (inset).

Bangkalan itu, kini mulai kembali ramerame berburu anugerah laut di seputar perairan Selat Madura. Imbauan itu segera direspon oleh kalangan nelayan. Ketua peguyuban

nelayan Janor Koneng di Kampung Lebak, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, Moh Hamim (55), menghimbau agar sekitar 300 lebih nelayan Kampung Lebak yang bniasa legoi

jangkar di sepanjang muara sisi Utara Kali (sungai )Bangkalan, agar mematuhi himbauan Kepala Dinas Kelautan. Ajakan serupa juga ditujukan kepada sekitar 250 lebih nelayan Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, yang biasa sandar disepanjang sisi Utara Kali Bangkalan.” Tetapi biasanya rekan-raken nelayan Kampung Lebak dan Bandaran, sudah paham soal itu Pak,” papar Hamim. Artinya, ketika perairan Selat Madura dan Laut Jawa sedang bergolak akibat tiupan kencang angin Barat, sebagian besar dari nelayan Kampung Lebak dan Bandaran, lebih memilih libur melaut untuk sementara waktu. Kalaupun ada yang masih nekat melaut, paling-paling tak jauh dari pesisir pantai. Atau ada juga yang sekedar mencari kerang, kijing atau kepiting di sekitar tepi pantai. Hamim optimis, himbau Kepala Dinas Kelautan Drs Moh Zaini,MM, juga bakal dipatuhi oleh para nelayan di sembilan kecamatan pesisir lainnya. Sebab mereka juga paham. Situasi laut akan sangat berbahaya ketika musim tiupan kencang angin Barat tiba. Setiap tahunnya, kaparah terjadi pada awal musim

hujan.“Yaahh.., sekitar November hingga Januari atau Pebruari,” tegas Hamim. Kesadaran para nelayan untuk lego jangkar setiap kali musim angin Barat, menurut Hamim, dipicu oleh rentetan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 lalu, misalnya, dua nelayan Kampung Lebak meninggal terseret arus deras setelah perahu mereka terbalik dan karam dihantam gelombang tinggi. Sebelumnya, pada tahun 2016 dan 2015 lalu, dua dari lima nelayan Kampung Bandaran, juga mengalami nasib serupa. Demikian juga, tujuh nelayan Kecamatan tanjung Bumi, juga hilang terseret arus setelah perahu mereka karam di sekitar perairan Laut Jawa. Terakhir, Hamim menegaskan, pada hari-hari normal. Sebagian besar nelayan di sembilan kecamatan poesisir, kaprah berburu ikan bernilai jual tinggi. Diantaranya ikan Lakbang atau bawal putih yang harga pasarannya mencapai Rp 200.000 s/de Rp 250.000 per kilogramnya. Juga berburu rajungan (kepiting laut) kualitas ekspor. Harganya mencapai Rp 100.000 s/d Rp 120.000 per kilo gram. (ras/sr)


PASURUAN

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Salah satu lokasi parkir di pusat perbelanjaan di Kota Pasuruan.

Tarik Retribusi Ganda, Jukir Dapat Teguran Pasuruan, Memorandum Penghapusan parkir tepi jalan umum tidak lantas membuat masyarakat Kota Pasuruan bebas dari pungutan liar (pungli). Sebab, masih banyak ditemukan juru parkir (jukir) yang melakukan penarikan ganda. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan sebagai leading sector yang menangani parkir, mengaku tidak tinggal diam. Dishub setempat menyebutkan, sudah pernah melakukan tindakan terhadap jukir nakal. Bahkan, sudah pernah melakukan 26 teguran pada jukir yang terbukti melakukan pungli. Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengungkapkan, pihaknya rutin melakukan sosialisasi pada 113 jukir di 86 titik parkir. Sosialisasi ini rutin dilakukan tiap bulan dengan melibatkan instansi terkait. Namun, Dishub memang masih kerap menemukan jukir yang melakukan pungli. Dari catatan yang diterima oleh Dishub, selama 2019, pihaknya sudah melakukan teguran pada jukir yang nakal sebanyak 26 kali. “Kami masih menemukan ada jukir yang nakal. Kurang lebih ada 26 kali kami menegur karena mereka menarik uang parkir pada masyarakat,” ungkap Andri. Andri menjelaskan, kondisi ini jelas tidak diperbolehkan. Karena Pemkot sudah membebaskan seluruh parkir jalan di Kota Pasuruan dari retribusi parkir dan jika dilakukan masuk kategori pungli. Dishub sendiri rutin memberikan sosialisasi pada 113 jukir ini setiap bulannya. Sosialisasi ini terkait mekanisme parkir dan tidak diperkenankannya mereka untuk menarik uang parkir dari masyarakat. Ini, melibatkan instansi terkait seperti Satlantas Polres Pasuruan Kota. Menurutnya, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan teguran pada jukir yang terbukti maupun tertangkap tangan melakukan pungli. Jika terjadi berulang kali, maka Dishub pasti akan memberikan sanksi sebagai efek jera pada jukir tersebut. “Sosialisasi rutin pasti kami lakukan sebulan dua kali. Tentu ada sanksi bagi jukir yang tetap bandel dengan menarik parkir,” sebut Andri.(rul/sr)

Pemotor Tewas Disenggol Dump Truck Pasuruan, Memorandum Nahas dialami pengendara motor, Didik Dimyati Nasrudin (65), warga Dusun Warungdowo, RT 03/RW 07, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Dia tewas seketika di lokasi kejadian setelah tersenggol dump truck, Selasa (26/11) pukul 06.30. Kanit Laka Polres Pasuruan Kota Iptu Achmad Jayadi saat dikonfirmasi Memorandum mengatakan, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pleret, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten

Pasuruan. Antara dump truk dengan sepeda motor. “Dua kendaraan ini sama-sama melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di TKP, dump truk nopol W-8653-US yang dikemudikan

Nursali (46), warga Dusun Panderejo, RT 01/RW 09, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menyerempet motor nopol N-5215-XH. Setelah jatuh, dia tergelindas ban dump truk,” ujar Jayadi. Akibatnya Didik langsung meninggal ditempat setelah menderita luka parah pada kepala, patah tulang pada tangan kiri, dan lecet pada lutut kaki kanan. Korban langsung dibawa ke kamar mayat

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Selanjutnya, petugas mengamankan Nursali, untuk dimintai keterangan. Sementara dengan korban laka dibawa kerumah sakit RSUD Soedarsono untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. “Saat ini semuanya sudah diamankan. Baik dari sang supir Dump Truck, dan korban Pemotor. Dan untuk kerugian material hingga Rp. 100.000,-,” tutup Jayadi. (rul/sr)

PUPR Jatim Survei Lokasi Sekolah Darurat SDN Gentong Pasuruan, Memorandum Sekolah darurat untuk siswa SDN Gentong mulai dibangun. Hal itu dilakukan lantaran ketersediaan sekolah darurat untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa empat kelas di SDN Gentong cukup mendesak. Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menuturkan, pembangunan sekolah darurat itu dilakukan di sisa tahun anggaran 2019. Pembangunannya dibebankan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Sedangkan Pemkot hanya menyiapkan lahan berupa eks lapangan Sebani. Jaraknya sekitar 150 meter dari SDN Gentong yang terletak di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Sekolah darurat itu dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 800 meter persegi. “Sudah, pembangunan sekolah darurat sudah dimulai Minggu (24/11),” ungkap Teno saat ditemui di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Senin (25/11). Ia menyebut, sekolah darurat yang dibangun tahun ini diharapkan bisa menyelesaikan empat ruang kelas, toilet, dan ruang guru. Dengan begitu, sekolah darurat dapat langsung

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/RUL

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Sejumlah pekerja sibuk mengawali fase penggarapan proyek pembangunan SDN Gentong.

digunakan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar. “Itu, informasi dari kementerian. Pekerjaan dalam tahun ini harus ada yang sudah terselesaikan,” ungkap Teno. Tetapi, jika sisa tahun anggaran masih memungkinkan, pembangunan bisa ditambah

menjadi enam ruang kelas. “Tidak menutup kemungkinan, jika masih memungkinkan waktunya akan dibangun enam kelas. Karena anggarannya masih ada. Dan tahun depan akan dilanjutkan,” beber Teno. Saat ini para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan

menempati Madrasah Diniyah AlIslamiyah Al Ghofuriyah. Proses belajar dibagi dalam dua sif, pagi dan siang. Sementara itu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jatim datang untuk menyurvei lokasi pembangunan sekolah darurat

untuk SDN Gentong. Kemarin (25/11) sore, datang Kepala Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Darjat Widjunarso. Dia datang bersama tim bagian perencanaan didampingi beberapa perwakilan Dinas PUPR Kota Pasuruan. Namun, Darjat enggan berkomentar banyak saat ditemui di lokasi pembangunan sekolah darurat. Dia hanya mengatakan, pihaknya melakukan surveri. Selanjutnya, hasil survei segera dilaporkan ke PUPR Pusat. “Sementara ini kami fokus pada penyelesaian pelaksanaan pembangunan. Terkait hal lain, kami berkomitmen bahwa keterangan ke publik diberikan Pemkot Pasuruan sendiri,” ungkap Darjat. Di lokasi yang sama, sejumlah pekerja sibuk mengawali fase awal kerja. Mereka menggali sejumlah titik untuk fondasi awal. Sesuai rencana, aktivitas pekerjaan dilanjutkan hingga malam. Selain menyurvei lokasi pembangunan sekolah darurat, tim juga meninjau kembali lokasi gedung SDN Gentong yang ambruk di Jalan Kyai Sepuh, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.(rul/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyerahkan bantuan tas pelajar kepada perwakilan siswa SMP Negeri 8, SMPLB, dan MAN I Kota Probolinggo.

pembinaan tentang keselamatan berlalu lintas dan pengarahan akan pentingnya hadirnya transportasi pelajar di Kota Probolinggo. “Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung peningkatan pelayanan transportasi dan upaya pengurangan kasus kecelakaan dan pelanggaran lalin di Kota Probolinggo,” tandasnya. Di sisi lain kata Sumadi, transportasi pelajar di Kota Probolinggo mendapatkan respons yang luar biasa bagi para siswa/orang tua siswa setiap tahunnya. Namun terjadi penurunan di tahun 2019 karena adanya sistem zonasi untuk program pendaftaran peserta didik baru (PPDB). “Khusus di SMP Negeri 8, SMPLB, dan MAN I Kota Probolinggo, Tahun 2016

Ralat : Di halaman Probolinggo - Lumajang, pada berita Wali Kota Buka SPKP Episode IV alinea 8, yang terbit pada Senin (25/11/2019), terdapat kesalahan penulisan. Tertulis Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Pemkot Probolinggo. Seharusnya, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkot Probolinggo. Demikian ralat ini disampaikan sebagai pembetulan

sebanyak 116 siswa dengan 7 tujuh angkot, tahun 2017 sebanyak 163 siswa dengan 11 angkot, tahun 2018 sebanyak 167 siswa dengan 11 angkot, dan tahun 2019 sebanyak 139 siswa dengan 10 angkot,” ucap Sumadi. Tak hanya itu, Sumadi berharap transportasi pelajar di Kota Probolinggo sebagai wujud bentuk tanggung jawab pemerintah daerah sebagai penyelenggara angkutan umum dimana wajib memberikan jaminanan kepada pengguna jasa angkutan umum untuk mendapatkan pelayanan angkutan umum, sebagaimana amanat dalam UU Nomor 22 tahun 2009. “Kami berharap, semua layanan transportasi pelajar tetap ada dan berlangsung di Kota Probolinggo. Terlebih dari yang subsidi Rp30 ribu per bulan/per anak menjadi gratis,” pintanya. Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan kebijakan layanan transportasi pelajar kedepannya mempunyai komitmen di tahun 2020 untuk SMP Negeri 8 akan digratiskan. “Kita akan membuat kajian di tahun 2020, dengan potensi kekuatan anggaran yang

ada. Apa bisa kita fasilitasi semuanya untuk lembaga pendidikan di Kota Probolinggo untuk tingkat SMP,” tutur Wali Kota. Wali kota berharap layanan transportasi pelajar bisa berkembangnya anak bangsa harus bisa dilayani dan difasilitasi kelancaran, mulai berangkat dari rumah sampai ke tempat sekolah. “Ini menjadi harapan semua masyarakat. Mudah-mudahan tahun 2020 semua bisa teratasi, dan untuk yang awal kita coba di SMP Neger i 8 karena lokasinya sangat jauh. Semua akses dan sehingga banyak anak didik yang terlambat datang sekolah dengan adanya subsidi untuk itu Alhamdulillah dirasakan manfaatnya oleh siswa, “ terang Hadi Zainal Abidin. Na m u n d e m i k i a n , layanan transportasi pelajar gratis bukan semata-mata seremonial karena akan berkomitmen di bidang pendidikan. “Semoga bisa terwujud melayani masyarakat untuk mengingat pendidikan dan sesuai dengan harapan kita semuanya,” ungkapnya.(adv/mhd/sr)

Lumajang, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen untuk mengoptimalkan penerimaan pajak pasir melalui evaluasi terhadap pemilik izin tambang, dan pengembangan di beberapa sektor prioritas melalui pelaksanaan APBD TA 2020. Hal itu diungkapkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna IV di Gedung DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (25/11) sore. Dalam pengelolaan tambang pasir, Bupati menjelaskan, Pemkab. Lumajang akan membuat terminal induk pasir, sebagai upaya untuk mengontrol agar pemungutan pajak pasir lebih optimal, serta meminimalisir praktik penambangan ilegal. “Kami akan evaluasi total soal pajak dan pemilik ijin tambang. Konsepnya terminal induk pasir merupakan kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi,” ujarnya. Sementara itu, untuk pelaksanaan APBD TA 2020, Wakil Bupati

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati.

Lumajang, Indah Amperawati, menerangkan, APBD TA 2020 telah direncanakan untuk mengoptimalkan potensi pariwisata, yakni dengan melakukan pembangunan infrastruktur pada objek wisata di Kab. Lumajang. Bunda Indah sebutan akrab untuk wakil bupati menyebutkan,

beberapa objek wisata akan segera dilakukan pembangunan infrastruktur pada tahun 2020. Yakni, objek wisata Ranu Pane, Ranu Klakah, daerah wisata Semeru dan sekitarnya, dan Selokambang. Selain itu, wisata religi Pure umat Hindu juga akan dikembangkan. “Kita akan coba untuk bangun infrastruktur ke air suci Watu Klosot,” jelasnya. Di sektor pertanian, wabup menerangkan, Pemkab. Lumajang akan lebih intensif lagi dalam membina kelompok tani, supaya hasil produksi tanam lebih maksimal. Selain itu, pengawasan pupuk juga akan dilakukan. Sedangkan di sektor pendidikan, kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi juga telah dilakukan, sebagai upaya untuk menjadikan Kab. Lumajang sebagai Kota Pendidikan. “Kita akan kerjasama dengan UNEJ untuk membuka program studi di Lumajang. Untuk ITS sudah kita komunikasikan, dan kita akan beranjak pada perguruan tinggi lainnya,” pungkasnya. (hum/tri/sr)

Kinerja DPRD Diapresiasi Bupati Lumajang, Memorandum Gagasan, ide, dan saran yang disampaikan seluruh anggota dewan menjadi catatan positif bagi Pemkab Lumajang untuk terus bekerja kerja dan berinovasi dalam memajukan Kabupaten Lumajang. Demikian disampaikan Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menghadiri rapat paripurna IV DPRD Kabupaten Lumajang di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Lumajang, Senin (25/11). Bupati mengungkapkan, bahwa ia mengapresiasi kinerja dari seluruh anggota Dewan DPRD Kabupaten Lumajang, yang telah memberikan penyataan persetujuan terhadap Propemperda Tahun 2020 dan Raperda APBD TA 2020 Kabupaten Lumajang. Ia menyebutkan, pembahasan Propemperda dan Raperda APBD TA 2020 oleh seluruh anggota dewan telah berjalan dengan produktif. “Apresiasi kepada seluruh anggota dewan atas kerja keras, seluruh tenaga, potensi, dan pikiran,” ujarnya. Bupati juga menegaskan, di awal tahun 2020, program-program yang

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Probolinggo, Memorandum Sebanyak 139 pelajar dari SMP Negeri 8, SMPLB, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kota Probolinggo, mendapat bantuan layanan transportasi pelajar dari Pemkot Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo. Bantuan diserahkan Wali Kota Hadi Zainal Abidin di halaman SMP Negeri 8 Kota Probolinggo, dalam acara sosialisasi kebijakan perhubungan kepada siswa/ siswi sekolah pengguna layanan transportasi pelajar, Selasa (26/11). Kepala Dinas Perhubungan Sumadi mengatakan kegiatan sosialisasi kebijakan di bidang perhubungan yang pada kesempatan ini difokuskan dalam acara sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pengguna layanan transportasi pelajar di Kota Probolinggo. “Peserta sosialisasi siswa siswi pengguna layanan transportasi pelajar sebanyak 139 orang dari 25 orang SMPLB, 103 orang SMP Negeri 8, dan 11 orang MAN 1 Kota Probolinggo,” ujar Sumadi. Dia mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakan sosialiasi kebijakan di bidang perhubungan bagi para pengguna layanan transportasi pelajar adalah untuk memberikan

Pemkab Evaluasi Pajak Pasir

FOTO: MEMORANDUM/HUM

2020, Wali Kota Gratiskan Layanan Transportasi Pelajar

Bupati Lumajang Thoriqul Haq memberikan sambutan pada paripurna IV DPRD.

telah direncanakan dalam APBD TA 2020, akan segera dilaksanakan. Seluruh jajaran OPD Kabupaten Lumajang, diimbau untuk berkomitmen melaksanakan rencana program tersebut. Ia menyebutkan, perencanaan teknis dari masing-masing OPD sangat dibutuhkan, supaya program-program tidak terbengkelai. “Tahun 2020, bagi kami tidak ada lagi istilah adaptasi bekerja. Melakukan langkah yang nyata, bekerja keras untuk mewujudkan bahwa APBD

yang telah dibahas bersama, berjalan sesuai dengan program yang telah direncanakan,” ungkapnya. Ia berharap, kerjasama dengan seluruh anggota DPRD Kabupaten Lumajang dapat terus berjalan dengan baik, sehingga mampu mewujudkan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang. “Pencapaian atas apa yang diharapkan, yang dicita-citakan, dan yang diimpikan, adalah berkah dari kerja keras,” pungkasnya. (tri/sr)


OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Thailand 0-2 Indonesia

Modal Bagus Timnas Pupus Dahaga Juara Manila, Memorandum Gangguan nonteknis sebelum laga pertama di grup B melawan Thailand, tidak berpengaruh besar pada skuat Timnas Indonesia U-23. Dua gol tanpa balas menjadi hasil akhir memuaskan pelatih Indra Sjafrie yang ditarget memupus dahaga medali emas di ajang SEA Games 2019 Filipina. Stadion Rizal Memorial tempat laga final SEA Games edisi 1991, benar-benar memberikan tuah kepada daya juang Evan Dimas dkk. Tampil dengan skema 4-3-3, kecepatan Garuda Muda bahkan sudah menghasilkan gol ketika laga baru tiga menit berjalan. Sempat terkurung usai

jeda pertandingan, gol Osvaldo Haay di menit 85, membuat Indonesia kian di atas angin. Kemenangan ini membuka lebar jalan lolos ke semifinal. Usai laga, Indra Sjafrie mengaku bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi laga ini adalah pertandingan perdana timnya

Syahrian Abimanyu, Saddil Ramdani, menyambut selebrasi gol Osvaldo Haay setelah mencetak gol kedua Indonesia.

SEA Games 2019

Gubernur Tambah Spirit Atlet dan Pelatih Jatim Jakarta, Memorandum Gubernur Khofifah Indar Parawansa menemui atlet dan pelatih Jatim yang akan memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (26/11) malam. Total, ada 88 atlet dan pelatih asal Jatim yang bakal berjuang mengharumkan Merah Putih di multievent se-Asia Tenggara ini. Jatim merupakan daerah penyumbang atlet terbanyak untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Atlet

Jatim tersebar di semua cabang olahraga. Selain itu, Jatim juga mengirimkan banyak pelatih ke Filipina. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur atas apresiasi kepada atlet Jatim yang akan berlaga di SEA Games 2019,” kata Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil. Acara pelepasan atlet dan pelatih Jatim ke SEA Games 2019 oleh Gubernur Khofifah juga dihadiri Ketua DPD RI La Nyalla M Mattalitti, wakil dari kementerian pemuda dan olahraga (kemenpora), dan KONI pusat. (*/epe)

di ajang SEA Games 2019. “Alhamdulilah bersyukur bisa menang melawan Thailand. Kemenangan di laga perdana sangat penting untuk modal melakoni laga-laga selanjutnya,” kata Indra Sjafri. Pelatih yang sukses membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019 ini menyebut sudah mempersiapkan pola permainan meredam Thailand. Kemarin, anak asuhnya menjalankan strategi dengan baik. “Kami juga sudah adaptasi lapangan sintetis sebelumnya. Terima kasih kepada PSSI yang telah memberikan fasilitas kepada kami agar dapat latihan di lapangan sintetis. Termasuk program uji coba dengan lawan-lawan yang berkualitas,” tambah Indra. Sementara, Osvaldo Haay yang ma-

suk sebagai pengganti, bersyukur dapat mencetak gol dan mengantar kemenangan Indonesia atas Thailand. “Kami hari ini bermain bagus, sangat senang dapat mengalahkan Thailand. Selanjutnya kami harus fokus karena masih ada empat pertandingan lagi di penyisihan grup,” kata Osvaldo. Pada laga selanjutnya, Indonesia akan melawan Singapura di tempat yang sama, 28 November, kick off pukul 20.00 WIB. (*/epe)

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13


DEWI RENGGANIS

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Menunggu Kejutan dari Kasi Pidsus Kejari Jember

Kasi Pidsus Herdian Rahardi dipromosikan menempati posisi jabatan baru sebagai Kasi IT dan Produksi Asisten Inteljen, di Kejati Sulawesi Selatan. Posisi yang ditinggalkan Herdian diisi Setyo Adi Wicaksono, sebelumnya menjabat Kasi Inteljen di Kejari Tangerang Selatan (Tangsel). Kajari Jember Prima Idwan Mirza usai melantik kasi pidsus baru, mengatakan Setyo Adi Wicaksono sudah punya pekerjaan

menindaklanjuti pekerjaan rumah pejabat lama. Karena itu, Setyo Adi Wicaksono diharapkan meningkatkan kualitas penanganan perkara korupsi dengan menitikberatkan pada pengembalian kerugian keuangan negara. “Untuk penanganan tidak mengejar kuantitas, namun harus berkualitas mengembalikan kerugian keuangan negara,” kata kajari. Semisal yang harus segera dikerjakan adalah penanganan

dugaan korupsi kegiatan PT SL pada 2018 yang masih tahap permintaan keterangan. Sedangkan yang masuk tahap penyidikan adalah dugaan korupsi rehab rumah tidak layak huni (RTLH) tahun anggaran 2017, di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. “Dalam kasus RTLH dan dugaan korupsi pekerjaan konstruksi pasar Manggisan tahun anggaran 2018, pada dinas pendustrian dan perdagangan. Untuk perkara ini masih menunggu audit kerugian keuangan negara,” jelas Prima. Di luar itu, tambah kajari, masih ada beberapa kasus lainnya yang menunggu dituntaskan. Harapan itu disambut Setyo

ketua DPRD Kabupaten Jember dan operasi tangkap tangan (OTT) kepala dispendukcapil. Kesan yang paling mendalam lainnya adalah memenangkan praperadilan yang diajukan terdakwa dari dispendik. Miliaran uang negara berhasil diselamatkan. Tak heran, sepak terjangnya kerap menyeret pejabat pemerintah, politisi, maupun tokoh masyarakat sebagai pesakitan kasus korupsi. “Saya optimistis kasi pidsus yang baru akan meneruskan sejumlah kasus korupsi yang sudah saya tangani. Saya yakin, seluruh perkara mampu dituntaskan kasi pidsus baru,” sebutnya. (adv/edy/epe)

Kodim 0824 Bersinergi dengan KPH Jember FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Angkat Menu Masakan Lokal Jember, Memorandum Ajang kreasi lomba cipta menu tingkat Kabupaten Jember harus didukung semua pihak. Acara ini menjadi momen mengangkat dan memperkenalkan makanan lokal warga Jember ke khalayak luas. Pesan itu disampaikan Wakil Bupati (wabup) Abdul Muqit Arief ketika menghadiri lomba Cipta Menu di Gedung Serba Guna Kaliwates, Selasa (26/11). “Lomba cipta menu selain mengenalkan diversifikasi makanan, sekarang di dunia itu arahnya menjadi keanekaragaman pangan. Ke depan, Jember sangat kaya sekali dengan menu luar biasa. Ini perlu diangkat ke permukaan, perlu diperkenalkan kepada banyak pihak, perlu diperkenalkan kepada generasi muda,” terangnya. Harapan itu agar kekayaan kuliner lokal tidak hilang ditelan kemajuan zaman. Apalagi terkait pangan dan kesehatan, jumlah kasus stunting di Jember pada 2017 fluktuatif. Maka dari itu, wabup menyebut, dikenalkannya cipta menu yang beragam, bergizi seimbang yang

Kajari Jember diapit Kasi Pidsus Setyo Adi Wicaksono dan pejabat lama kasi pidsus, Herdian Rahardi.

dengan komitmen untuk melanjutkan dan menuntaskan pengusutan kasus yang ditangani Herdian. “Penanganan kasus korupsi sudah menjadi komitmen kami bersama. Maka tetap akan kita tuntaskan secepat mungkin, bisa dilihat nanti perkembangannya. PR data-data apa yang disampaikan kasi pidsus yang lama segera ditindaklanjuti. Tunggu kejutan-kejutan dari Kejari Jember,” janji Setyo usai dilantik. Bagi Herdian, pengalaman selama 1,7 tahun bertugas di Kejari Jember, merupakan sesuatu yang sulit dilupakan. Terutama ketika menangani perkara korupsi. Beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah korupsi

Wabup Abdul Muqit Arief mengunjungi salah satu peserta lomba Cipta Menu 2019.

aman sangat perlu untuk diangkat ke permukaan. “Sehingga saya pikir, makanan yang enak, yang mahal itu mengandung gizi, Itu belum tentu. Makanan yang sederhana tadi, juga ada yang murah, tetapi kandungan gizinya juga baik,” ucap wabup. (edy/epe)

Jember, Memorandum Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin menerima kunjungan Administrator (ADM) Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Jember, Rukman Supriyatna di ruangannya, Selasa (26/11). Kedatangan petinggi perhutani bertujuan untuk bermitra menjaga kelestarian lingkungan kawasan hutan lindung dan produksi. Ajakan itu disambut terbuka Letkol Inf La Ode M Nurdin. Apalagi sebagai sesama aparatur negara dalam mengamankan wilayah hutan. “Bertujuan tujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan hutan, karena hutan ini adalah milik negara, masyarakat, bangsa kita. Sehingga perlu kita jaga dan kita lestarikan. Perhutani akan mengajak bersinergi kodim, kejaksaan, dan kepolisian,” terang La Ode. Dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan, KPH Jember akan

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Jember, Memorandum Gerbong mutasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali berjalan. Kali ini pos kepala seksi pidana khusus (kasi pidsus) mengalami pergantian. Selasa (26/11), posisi itu diserah terimakan sekaligus acara pisah sambut di aula Kejari Jember.

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Kasi Intel Kejari Tangsel Gantikan Herdian

Letkol Inf La Ode M Nurdin bersama ADM Perhutani KPH Jember Rukman Supriyatna, perwakilan Polri, dan kejaksaan berfoto bersama.

melaksanakan reboisasi di sektor-sektor tertentu. Agenda itu yang membutuhkan sinergi dengan instansi lainnya. “Dibutuhkan keseriusan kita untuk melaksanakan pengamanan di

sektor hutan sebagai antisipasi agar tidak dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” tambah La Ode. Menurut dia, menjaga kelestarian lingkungan hutan bukan hanya tugas

lembaga penegak hukum seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan saja. Namun semua elemen termasuk masyarakat harus terlibat agar bisa mencegah dampak negatif. Rukman Supriyatna usai pertemuan, membenarkan ajakan sinergi itu salah satunya untuk membantu pengamanan hutan di wilayah KPH Jember. “Bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat, dan bakti sosial dengan warga lingkungan hutan berjalan baik, serta program rehabilitasi lahan di kawasan hutan lindung,” ungkap dia. Usai kunjungan kemarin, KPH Jember berencana membuat MoU dengan kodim, polres, dan kejaksaan. “Penanganan hutan di wilayah Jember itu ada empat instansi. Yakni Perhutani, Taman Nasional Meru Betiri, dan BKSDA, maupun cabang kehutanan provinsi,” bebernya. “Besar harapan kami, sinergitas dengan forkompimda agar hutan di Jember betul-betul bisa dikelola dengan baik,” tutup Rukman. (edy/epe)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan

Sambang Desa Program Kang Woto Pantau Kondisi

Karenanya, beberapa hari jelang pemilihan, Bupati Suprawoto dan unsur Forpimda Kabupaten Magetan lainnya, sibuk memonitor desa-desa yang menggelar pilkades. Selasa pagi, bupati yang akrab disapa Kang Woto tersebut, bahkan sudah ada Desa Ngariboyo, Kecamatan Nguntoronadi. “Ada 166 desa menggunakan pilkades secara langsung atau manual dan 18 menggunakan e-voting. Saya berharap semua proses bisa berjalan lancar dan tidak menimbulkan gejolak sosial

di masyarakat sehingga berjalan aman dan kondusif. Desa Ngariboyo menjadi salah satu pilkades yang menggunakan e-voting,” terangnya. Kang Woto mengungkapkan, DPT Desa Ngariboyo terbanyak di banding desa lainnya sehingga menggunakan e-voting. Sistem ini sudah memiliki landasan hukum dengan keluarnya peraturan daerah (perda). Sehingga bisa dilaksanakan sepenuhnya walaupun bertahap dan berlanjut. “Total, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Magetan mengeluarkan biaya untuk pilkades sebesar Rp 17 miliar dari APBD 2019. Jumlah itu sangat banyak, untuk itu uang yang besar ini harus membawa dampak yang lebih baik dan bermutu ke depannya bagi warga Kabupaten Magetan,” kata bupati. Pesan ini direspons Ketua Panitia Pilkades Kediren, Kecamatan Lembeyan, Jaenuri. Dia mengatakan, pihaknya sudah sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk membantu kelancaran dan amannya pilkades Kadiren yang diikuti dua calon kepala desa (cakades). Jajaran muspika juga turun memantau wilayahnya.Termasuk mengecek kesiapan pengamanan seperti yang dilakukan Danramil 0804/01 Kapten Infanteri Suparlan, Kapolsek Kota AKP Iin Pelangi, dan Camat Magetan di tiga desa sekaligus. Yakni Baron, Candirejo,

dan Tambakrejo. “Kegiatan ini adalah bentuk upaya deteksi dini mencegah segala kemungkinan adanya ancaman gangguan keamanan. Serta menunjukkan kepada masyarakat bahwa, kami TNI-Polri siap mengamankan dan menyukseskan Pilkades 2019 di seluruh TPS di Kecamatan Magetan,” ujarnya. Polres Magetan sendiri kerahkan 1.258 personel untuk antisipasi kerawanan pilkades. Jumlah itu diungkap dalam apel gelar pergeseran pasukan di mapolres kemarin. Rinciannya, 726 personel pengamanan di TPS, 88 personel siaga polres, 160 personel BKO Brimob, 404 personel dari TNI, dan 1.888 personel dari Linmas. “Agenda pilkades perlu dukungan semua pihak untuk bisa bekerja sama. Apabila terjadi konflik yang bersifat sporadis,

Bupati Suprawoto berdialog bersama Muspika Nguntoronadi pada agenda sambang desa untuk memonitor Pilkades Ngariboyo.

mungkin sudah diprediksi intelijen. Tinggal bagaimana

AKP Supardi didampingi jajarannya berdialog dengan Danramil Kapten Inf Jamal.

Sinergi Polri-TNI melalui Ngopi Bareng Ponorogo, Memorandum Kapolsek Sooko AKP Supardi bersama jajarannya punya cara unik menjalin sinergi dengan Koramil 0802/18 Sooko. Yakni dengan ngopi bareng bersama Danramil Kapten Inf Jamal, Selasa (26/11). “Kegiatan ini tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara anggota Polsek dan Koramil Sooko,” ungkap AKP Supardi. Upaya ini sesuai pesan kapolres agar terus mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan membangun silaturahmi dan bersinergi dengan TNI. “Kegiatan ini sangat penting diadakan, selain dapat berdialog yang bermanfaat dengan membahas situasi terkini dan masalah lainnya yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik guna menyelesaikan permasalahan yang ada,” pungkas Kapolsek. (ji/mt/epe)

Madiun, Memorandum Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasrem, Dandim 0801/Pacitan, Kasilog, Kasiter di lingkungan Korem 081/DSJ dilakukan di Aula Sudirman Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan, Kota Madiun, Selasa (26/11). Upacara serah terima jabatan Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Faridianto, Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav AH Lawitang kepada Letkol Inf Nuri Wahyudi, Kasiter Letkol Inf Khamim Tohari kepada Letkol Inf Udjiono yang jabatannya sebagai Kasilog diisi Letkol Inf Heppy, dipimpin inspektur upacara (irup) Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki. Sedangkan komandan upacara Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto. Letkol Nur Alam Sucipto usai upacara mengatakan, mutasi ini merupakan kebiasaan yang wajar sebagai bentuk realisasi dari kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka regenerasi dan tuntutan kebutuhan organisasi guna mengoptimalkan kemampuan satuan dalam mendukung tugas pokok TNI AD khususnya di jajaran Korem 081/DSJ. “Selain itu juga untuk memelihara kesinambungan organisasi, sehingga selalu mampu memberikan karya terbaik dalam mengemban tugas,” ujar Dandim. Komandan Korem 081/ DSJ Madiun Kol Masduki dalam sambutannya mengatakan, acara serah terima jabatan (sertijab) serta acara tradisi penerimaan dan

Wakapolres Magetan Kompol Djumadi. (ack/alv/mt /epe)

Warga Banyuarum Demo Kades Kauman

FOTO: MEMORANDUM/ALV

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Kasrem 081 Jadi Dandim Surabaya Timur

kita mengolah agar tidak menjadi gangguan nyatam,” terang

Suasana sertijab serta tradisi penerimaan dan pelepasan warga baru Korem 081/DSJ

pelepasan warga baru Korem 081/DSJ yaitu Kasrem, Kasiter dan Kasilogrem 081/DSJ berjalan lancar karena diiringi tekad untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa. Letkol Inf Agus Faridianto Kasrem 081/DSJ sesuai TR dari pusat mendapat jabatan baru sebagai Dandim Surabaya Timur. Sementara Letkol Nuri Wahyudi menjabat Danden 3 Grup D Paspampres. Sedangkan Dandim Pacitan Letkol Kav AH Nusa Lawintang menjabat Pabandya/3Jianstra Spaban 1/Jakenstra Srenad. (alv/ack/mt/epe)

Ponorogo, Memorandum Polsek Somoroto mengamankan dan mengawal aksi unjuk rasa ratusan warga Dukuh Banyuarum di Balai Desa Kauman, Selasa (26/11). Aksi itu dipicu kekecewaan warga terhadap kepala desa (kades) yang memutasi kamituwo (kepala dusun) Dukuh Banyuarum. Padahal warga berkeinginan jabatan diisi melalui penjaringan. “Sebenarnya Selasa dini hari sebelum rencana aksi unjuk rasa sudah tersiar kabar bahwa Fajar yang akan dilantik sebagai kamituwo telah men-

gundurkan diri. Namun kami ingin memastikan kebenarannya ke kepala desa sekaligus mendesak segera memproses administrasi pengunduran diri tersebut,” terang Supri, koordinator aksi warga. Warga meninggalkan balai desa setelah pertemuan dengan kades menghasilkan keputusan sesuai tuntutan. “Alhamdulillah unjuk rasa hari ini berlangsung aman, damai dan lancar. Ini terjadi karena semua pihak dapat berlaku kooperatif,” ucap Kapolsek Somoroto Kompol Nyoto. (ji/mt/epe) FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Magetan, Memorandum Pemilihan kepala desa (pilkades) 2019 Kabupaten Magetan, hari ini (27/11), serentak digelar di 184 desa dan diikuti 457 calon. Penggunaan sistem manual dan e-voting untuk beberapa desa yang memiliki daftar pemilih tetap (DPT) besar menjadi babak baru pemilihan struktur pemimpin pemerintahan desa (pemdes).

FOTO: MEMORANDUM/ACK

Gelontorkan Rp 17 M untuk Pilkades 2019

Aksi unjuk rasa warga Banyuarum yang menuntut kamituwo dipilih melalui penjaringan akhirnya dikabulkan Kades Kauman.


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Gresik, Memorandum Pendistribusian air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik kepada sejumlah desa terdampak kekeringan pada 2020 nanti hanya dipasok 286 tangki. Jumlah tersebut telah masuk rencana anggaran dan kerja (RKA) BPBD dan diusulkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (R-APBD) 2020. Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito mengatakan, ia tidak mengetahui alasan Pemkab Gresik menyetujui 286 tangki untuk ketersediaan air bersih. “Saya berharap saja untuk pendistribusian air bersih Tarso Sagito pasokannya disamakan yaitu 1000 tangki,” jelasnya, Selasa (26/11). Padahal pasokan air bersih sebanyak 1000 tangki pada 2019 ini masih kurang. Pada awal November 2019 kemarin pihak BPBD telah mengajukan bantuan BPBD Provinsi Jatim. “Tapi belum ada realisasi dari BPBD Provinsi,” jelasnya. Hingga 25 November 2019 kemarin masih banyak pihak Desa yang meminta bantuan air bersih ke pihaknya. Namun pasokan 1000 tangki air bersih BPBD telah habis mulai awal November 2019 kemarin. “Saya menunggu hingga akhir November 2019 ini jika masih belum turun hujan di wilayah Gresik. BPBD bakal melaporkan ke Bapak Bupati agar dapat ditetapkan sebagai bencana kekeringan,” tambahnya. Supaya, kesulitan air yang dirasakan oleh masyarakat Desa terdampak kekeringan dapat tertangani. “Sehingga Pemkab Gresik dapat menggunakan dana tak terduga untuk mencukupi kebutuhan warga,” pungkasnya. (dri/har/mik)

Tersambar Petir, Rumah Warga Pataan Terbakar Lamongan, Memorandum Tersambar petir, rumah milik Samar (75), warga Dusun Montor, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, hangus terbakar, Senin (25/11) sore. Saat kejadian korban beserta keluarga sedang berada di ruang tamu. Kala itu, hujan lebat disertai angin diikuti suara petir yang terdengar keras terdengar dari dalam rumah korban. Ternyata sambaran petir mengenai tiang antena televisi milik korban. Bersamaan dengan itu keluar percikan bunga api masuk ke dalam rumah. Atap rumah korban kemudian terbakar. Korban bersama keluarganya berusaha memadamkan api tersebut dengan alat seadanya. Karena korban merasa takut, kemudian pindah ke rumah Bambang Sutarto, tetangganya untuk berteduh. Selang beberapa waktu kemudian, saksi Agus mengetahui bahwa di rumah korban

api telah berkobar lebih besar. Tanpa berpikir panjang saksi langsung memberi informasi kepada korban bahwa rumahnya telah kebakaran. Kapolsek Sambeng AKP Supardi menjelaskan, api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah masyarakat sekitar bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Kerugian material yang dialami korban kurang lebih mencapai Rp 10 juta. Kerusakan itu meliputi atap rumah, televisi, kursi, tempat tidur milik korban,” ujar AKP Supardi, Selasa (26/11) siang. Sementara itu, kebakaran akibat korsleting juga terjadi

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

APBD 2020 Pemkab Gresik Anggarkan 286 Tangki Air Bersih

Kondisi rumah Samar pasca terbakar.

di rumah Subandi (67), warga Dusun Keduran, Desa Laladan, Kecamatan Deket ludes terbakar, Selasa (26/11) pukul 03.30. Rumah terbakar saat korban sedang berada di SPBU

Dinoyo. Sekitar pukul 03.00, korban berangkat belanja BBM Pertalite ke SPBU Dinoyo untuk dijual di pom mini di rumahnya. Kebetulan stok BBM korban

Nunggu Giliran Sandar, Kapal Tanto Ceria Hangus

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Massa warga Dusun Lenggor menggelar aksi di depan Kecamatan Laren.

Warga Pelangwot Tuntut Perangkat Desa Mesum Dipecat “Kami mendesak agar pihak kecamatan bersikap dan mencopot Mujib. Jangan ada kong kalikong, kita minta pak camat tegas terhadap kasus ini,” ujarnya. Seluruh warga, kata Miftah, sudah merasa resah dengan tingkah laku Mujib yang kerap masuk dan keluar rumah perempuan yang sudah memiliki anak tersebut. Bahkan aksinya kerap dipergoki oleh sejumlah warga yang berujung pada tindakan pengeroyokan kepada Mujib dan kasusnya berujung damai di kantor polisi. “Ba n y a k p e m u d a d a n warga di dusun kami yang terang-terangan memergoki HJ ini masuk ke rumah wanita itu tanpa memakai busana, ini tidak satu atau dua kali, tapi berkali-kali,” sambungnya. Miftah dan ratusan warga lainnya, akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Namun jika tak kunjung diselesaikan maka warga akan kembali

melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak. “Masyarakat desa yang bodoh saja dia mengerti aturan, kalau perbuatan zinah itu dilarang oleh agama. Selain itu perangkat desa yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, justru berbuat mesum dan mencoreng nama baik desa kami,” imbuhnya. Menanggapi tuntutan tersebut, Camat Laren Ni’am mengaku belum bisa memutuskan perkara ini secepatnya. Pihak kecamatan menyarankan kepada masyarakat agar menyerahkan sejumlah bukti terkait tindakan mesum yang diduga dilakukan oleh salah satu perangkat desa tersebut. “Secara etika memang tidak pantas seorang perangkat desa masuk ke dalam rumah perempuan pada malam hari. Tapi saran kami agar warga menyerahkan bukti, karena kasus ini harus perlu adanya pembuktian,” terangnya. (al/har/mik)

Gresik, Memorandum Kebakaran kapal motor (KM) Tanto Ceria terjadi di area Pelabuhan Maspion Gresik sekitar pukul 07.30, Selasa (26/11). Selama tiga jam lebih api berhasil dipadamkan. Dua kapal tunda pemadam kebakaran KT Jayanegara 203 dan KT Jayanegara 305 dikerahkan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Semua anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan. Sejumlah tim turun ke lokasi. Di antaranya Syahbandar Gresik, KPLP Tanjung Perak, Satpolair Polres Gresik dan Ditpolair Polda Jatim serta Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak. Kejadian ini tidak mengganggu alur pelayaran Surabaya. Pasalnya, posisi kapal sudah sesuai dengan engker. “Semua ABK berhasil dievakuasi,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Gresik, Kusnadi. Terkait penyebab kebakaran masih dalam proses penyeli-

dikan. Namun, diserahkan sepenuhnya kepada KSU Tanjung Perak. Sebab, kapal tersebut dibawah pengawasan KSU Tanjung Perak. Sehingga seluruh data manifest dan tujuan berada di sana. “Penyelidikan sepenuhnya kami serahkan ke KSU Tanjung Perak dan Ditpolair Polda Jatim,” imbuh Kusnadi, usai melakukan pembasahan kapal itu. Dijelaskan, kapal itu sejatinya sedang menunggu giliran sandar. Semua surat persetujuan olah gerak (SPOG) sudah keluar. Tidak ada tanda-tanda apapun, sekitar pukul 07.30 Wib tiba-tiba kepulan asap disertai api muncul begitu saja dari salah satu ruangan dan membersar. Meski sudah dilakukan pemadaman dengan pemadam di dalam kapal itu, si jago merah belum bisa dijinakan. Sehingga mencari pertolongan keluar. Pada pukul 10.40, petugas berhasil memadamkan api. (an/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDIN ANAM

Lamongan, Memorandum Ratusan warga Dusun Lenggor, Desa Pelangwot, Kecamatan Laren melakukan aksi unjuk rasa di Balai Desa Pelangwot dan Kantor Kecamatan setempat, Selasa (26/11) siang. Massa menuntut Mujib, perangkat desa yang diduga mesum segera diberhentikan atau dipecat. Warga kecewa karena Muhib diduga berbuat mesum dengan seorang perempuan bersuami. “Karena tuntutan kami tidak juga ada tanggapan dari pihak desa, maka kami akan mengadukan kasus ini ke kecamatan,” kata korlap aksi Miftah, dalam orasinya, kemarin. Setelah aksi di Balai Desa, dengan mengendarai sepeda motor dan mobil massa langsung menuju kantor kecamatan yang jaraknya sekitar 3 kilo dari kantor balai desa Pelangwot. Berbagai macam spanduk berisikan kecaman dan tuntutan dibentangkan.

Proses pembasahan KM Tanto Ceria oleh dua kapal tunda.

Dicurigai Nikah Siri, Istri Kades Kandangan Wadul Inspektorat Gresik, Memorandum Kepala Desa Kandangan, Kecamatan Duduksampeyan Miftahul Huda dilaporkan istrinya, Efrida Ayu Dia Maghfiroh ke Inspektorat Pemkab Gresik, Senin (25/11). Efrida curiga suaminya menikah siri dengan perempuan lain. Dihadapan petugas Inspektorat Pemkab Gresik, Efrida meminta penjelasan terkait mekanisme pengaduan agar dapat dilaporkan ke Bupati Gresik. “Nanti buat laporan tertulis dulu untuk pengaduan ke Bupati,” jelas petugas kepada Efrida. Sebagai istri sahnya, Efrida mengaku telah diabaikan oleh suaminya dengan menikah sirih tanpa sepengetahuannya.

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

Kuota Jemaah Calon Haji Bertambah Gresik, Memorandum Kuota jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Gresik makin bertambah. Sebab, ada beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah tersebut. Antara lain banyaknya pendaftar JCH pada 2011 dan calon jemaah dari kota lain. Plt Kasi Haji Kementerian Agama Kabupaten Gresik Munir mengatakan, kenaikan kuota tersebut dipengaruhi saat pendaftaran jemaah calon haji pada akhir Oktober dan November 2011 kemarin. “Kemudian bisa juga dipengaruhi dari Kabupaten lain. Misalnya ada calon jamaah haji dari kota lain di Provinsi Jatim yang tidak bisa berangkat karena sakit atau terkendala Plt Kasi Haji Kementerian Agama hal-hal lain. Kabupaten Gresik, Munir Sehingga jatah keberangkatan mereka itu diberikan ke Kabupaten Gresik,” jelas Munir, Selasa (26/11). Sesuai registrasi ulang untuk yang masuk kuota 2020 dari data base Kemenag Kabupaten Gresik, per September 2019 sebanyak 2179 jemaah calon haji. “Sekarang per awal November kemarin menjadi 2359 calon haji,” terangnya. Secara keseluruhan kuota jemaah calon haji di Provinsi Jatim dijatah 35.000 jemaah. Sedangkan jumlah masing-masing calon jemaah berbeda-beda dan diserahkan oleh Kemenag setempat. “Nomor tertinggi calon jemaah yaitu 13300545644 yang berangkat tahun 2020. Jika di atasnya masuk calon jemaah tahun 2021,” pungkasnya. Sekadar diketahui, November 2019 ini para calon jemaah telah melakukan tes kesehatan jemaah haji di masing-masing puskesmas mereka. Sedangkan untuk Desember atau Januari 2020 diprediksikan mereka melanjutkan ke tahap pembuatan paspor. (dri/har/mik)

habis. Sekitar 30 menit korban sudah kembali lagi kerumahnya dan melihat istri dan kedua cucunya sudah di luar rumah. Korban kemudian melihat rumahnya terbakar dan api sudah membumbung tinggi. Dengan dibantu warga, korban memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kapolsek Deket AKP Sunaryo menjelaskan, sekitar pukul 04.30, petugas pemadam kebakaran tiba ke lokasi kejadian. Hingga api berhasil dipadamkan, rumah berukuran 10 x 20 meter yang terbuat dari tembok beratap kayu dan sebagian dinding dari kayu setengah badan terbakar habis. “Dari keterangan saksi, melihat bahwa percikan api berawal dari kabel diatas stop kontak rumah korban. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian material kurang lebih Rp 200 juta,” jelasnya AKP Sunaryo. (al/har/mik)

Istri Kepala Desa Kandangan, Kecamatan Duduksampeyan, Efrida Ayu Dia Maghfiroh setelah mengadu ke Inspektorat Pemkab Gresik.

“Bahkan, istri sirinya sempat dibawa ke desa.” ujar Efrida. Sementara, pengajuan laporan ke Bupati Gresik belum dapat dipastikan karena masih

menunggu pembuatan laporan Efrida selesai. “Saya minta keadilan saja kepada Bapak Bupati. Bagaimana ada seorang pejabat negara

yang berbuat seperti itu. Apakah pantas dijadikan seorang pimpinan,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Kandangan Kecamatan Duduksampeyan Miftahul Huda saat dikonfirmasi Memorandum dirumahnya mengatakan, jika sebelum menikah siri dengan perempuan lain, pada 19 November 2019 ia sudah mencerai talak istri sahnya, Efrida. “Sudah dilakukan pendaftaran gugatan di Pengadilan Agama Lamongan. Dengan nomor gugatan 2616/PDT G/2019/ PA.LMG. Insyaallah minggu depan sudah ada persidangan,” ujar Miftahul Huda. Dia menghargai jika istrinya melaporkan ke Bupati Gresik karena itu hak dia untuk

melakukan upaya keadilan. Tapi, dia menegaskan gugatan tetap berjalan karena sudah tidak ada kecocokan. “Saya tetap akan cerai dia, karena sebelumnya upaya perbaikan sudah dijalakan, namun tidak ada solusi. Pertengkaran dengan istri juga menjadi alasan kurang nyamannya saya untuk membangun rumah tangga ke depan,” terangnya. Sementara Sekretaris Inspektorat Pemkab Gresik Moh Kurniawan Eko Yuanto, menyampaikan jika pihaknya belum menerima surat laporan dari istri kades. “Belum ada surat atau laporan masuk darinya (istri Kades Kandangan, red),” jelasnya. (dri/har/mik)


GRESIK-PANTURA

RABU LEGI, 27 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Gresik, Memorandum Pembangunan embung di Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, dengan anggaran dana desa (DD) senilai Rp 90 juta, diduga dilakukan asal-asalan. gan warga baru dipasang setelah proyek sudah selesai dikerjakan. Rahman (55), salah satu warga yang sehari-hari mengambil air ditempat tersebut membenarkan bila plengsengan sebelah utara diperbaiki hanya separuh. “Plesengannya memang dikerjakan separuh saja. Sedangkan sumber mata air juga hanya ditutup. Begitu kok habis banyak sampai Rp 90 juta,” ujar warga yang tinggal di RW II, Dusun Sumber, Desa Kem-

Seorang warga melihat kondisi embung di Desa Kembang setelah direhabilitasi.

Meminimalisasi Penderita HIV-AIDS, Bupati Gencar Razia Tempat Hiburan

LAKONE

Bojonegoro, Memorandum Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah berkomitmen ingin meminimalisir penderita HIV/ AIDS juga penyakit masyarakat (pekat) yang kian marak. Hal itu dilakukan dengan melakukan razia di tempat hiburan malam. Meski ada pro dan kontra, Bupati Bojonegoro tetap akan gencar melakukan sidak demi mecegah penyebaran HIV/AIDS. Sebab, penderita penyakit ini sudah tersebar di Bojonegoro. “Data yang kami terima, saat ini ada 138 penderita yang tersebar di 107 tempat,” ujarnya, Senin (25/11) malam.

Suka Olahraga

Bupati Anna Mu’awanah didampingi Sekda Nurul Azizah berdiskusi dengan awak media terkait pencegahan HIV-AIDS.

Bupati juga mengajak para media untuk ikut serta membantu meminimalisir penyebaran penderita HIV/AIDS. Hal itu dibuktikan dengan memgundang para wartawan dari berbagai

media untuk berdiskusi bersama terkait hal itu. Menurut Anna, jumlah penderita HIV/AIDS sudah mengkhawatirkan. Jumlahnya semakin banyak jika tidak

dilakukan pencegahan. “Kami akan melakukan upaya pencegahan dan upaya penanganan pengobatan,” bebernya. Masih kata Anna, dirinya menceritakan saat melakukan

razia di Kecamatan Sukosewu beberapa waktu lalu, merupakan bentuk kekhawatiran penderita HIV tersebut. “Itu saya lakukan mendadak. Kita bahkan sempat ngopi-ngopi dulu diterminal (bersama pihak kepolisian). Baru berangkat,” tuturnya. Selain itu, penutupan sejumlah tempat hiburan (karaoke) yang tidak berizin juga dilatar belakangi hal tersebut.Yaitu, kekhawatiran semakin banyaknya penyeban penyakit masyarakat di Bojonegoro. “Apalagi banyak banyak masyarakat luar. Bukan warga Bojonegoro yang bekerja disitu,” tandas Anna. (top/har/mik/nia)

Tim Evaluasi WBBM Kemenpan-RB Kunjungi Polres Tuban

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

WAKAPOLRES Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtias SIK, mengaku kunci menjaga hidup tetap sehat d dan segar adalah suka de dengan berbagai macam jen jenis olahraga. Dan hampir semua cabang olahraga itu Kompol Dies Ferra Ningtias SIK se menjadi hobinya. Tetapi tidak dengan olahraga sepak bola. Ia tidak begitu menyukainya. Alumnus Akademi Kepolisian 2005 ini punya motto “perbuatan lebih berarti dari seribu bahasa”. Sebagai anggota kepolisian ia komitmen akan bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Bubutan Polrestabes Surabaya tersebut berharap seluruh anggota kepolisian bisa melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung jawab. Karena dengan itulah kinerja terbaik akan tercipta. “Dengan selalu melaksanakan tanggung jawab dengan ikhlas dan memberikan manfaat terhadap masyarakat, pasti akan memberikan kepuasan serta kebahagiaan tersendiri untuk kami di institusi kepolisian,” ujar Dies, kemarin. Ibu dua anak ini juga menekankan tentang pentingnya kerja sama dan kesadaran bersama dalam melaksanakan setiap tugas dan tanggungjawab kepada masyarakat. “Saya sangat senang bisa bertugas di kota Soto Lamongan ini. Apalagi kota ini terkenal guyub rukun, dan masyarakatnya yang ramah. Saya berharap masukan dan kerja sama dari semua pihak untuk Lamongan yang lebih baik,” pungkas perempuan asli Surabaya ini. (al/har/mik)

Wakapolres Tuban Kompol Teguh Priyo Wasono mendampingi Kasatlantas AKP Ricky Tri Dharma menemui tim evaluasi WBBM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI mengunjungi Polres Tuban, kemarin.

Tuban, Memorandum Tim evaluasi wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI melakukan kunjungan ke Polres Tuban, Selasa (26/11). Ada tiga pejabat dari Kemenpan RB di antaranya Galih Hadiwijaya, Canggih, dan Vivi. Tim evaluasi disambut oleh Wakapolres Tuban Kompol Teguh, pejabat utama serta seluruh operator pencapaian WBBM Polres Tuban di Gedung Sanika Satyawada. Suatu kebanggaan Polres Tuban terpilih untuk di evaluasi pelayanan publiknya, yang mana hal ini tidak terlepas dari mening-

katnya prestasi Polres Tuban dalam meningkatkan pelayanan publik agar lebih baik untuk meraih predikat WBBM. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, Polres Tuban tak henti - hentinya melaksanakan berbagai kegiatan dalam mengoptimalkan pelayanan publik di wilayah hukum Polres Tuban, baik melalui pembangunan/perbaikan gedung - gedung pelayanan maupun peningkatan kualitas pelayanan di Polres Tuban. “Kami berupaya mengoptimalkan pelayanan publik di wilayah hukum Polres Tuban baik melalui pembangunan/ perbaikan gedung - gedung pe-

layanan maupun peningkatan kualitas pelayanan di Polres Tuban,” ujar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000, kemarin. Selain itu, kami juga telah membuat terobosan-terobosan berupa inovasi-inovasi di segala bidang. Tujuannya adalah untuk kepentingan dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. (top/har/mik)

Ny Cut Laura Kusworo berbincang dengan anak-anak difabel di SLB C Kemala Bhayangkari.

Hindari Pelecehan Seksual, Mental Siswa SLB Dibina Gresik, Memorandum Untuk mengantisipasi terjadinya korban seksual dari kalangan siswa disabilitas, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik Cut Laura Kusworo memberikan pembinaan kepada siswa-siswi di sekolah tersebut, Selasa (26/11). Kegiatan itu juga dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2019 mendatang. Para wali murid juga dihadirkan dalam acara itu. Mereka diajak diskusi bersama. Para ibu-ibu yang hadir diberikan pengetahuan tentang tanggung jawab dalam memperlakukan buah hatinya. Yang kini sudah memasuki masa pubertas. Meski mempunyai kekurangan, kondisi hasrat biologisnya sama dengan orang normal. Maka, harus ada pembinaan mental kepada anak. Salah satunya mengenalkan pendidikan seks kepada mereka yang sudah memasuki masa pubertas. “Tujuannya agar anak-anak tahu apa yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh diperbuat,” ungkapnya. Dijelaskan olehnya, tujuan lain pendidikan mental itu juga untuk menjaga diri dari perbuatan tidak terpuji. Seperti pelecehan seksual misalnya. “Di sekolah pengawasan guru sangat terbatas. Makanya peran orang tua sangat besar mengawasi buah hatinya,” tutur istri Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo itu. Menurutnya, pengawasan anak yang masuk usia pubertas sangat penting. Seorang ibu harus bisa menjadi sahabat anaknya dan memberikan perhatian serta kasih sayang. Jangan malah sebaliknya, memberikan nasehat yang baik. “Kami berharap, para orang tua tidak mengabaikan kondisi anaknya,” pungkasnya. (an/har/mik)

Lamongan, Memorandum Perguruan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti Cabang Lamongan mengirimkan 13 atlet dalam kejurnas pencak silat open tournament. Kegiatan bertajuk Kota Pahlawan Championship I 2019 ini, digelar di GOR ITS Surabaya pada 23-24 November 2019. Semua atlet yang dikirim berhasil memborong empat medali emas, dua perak dan tujuh perunggu. pesilat yang mendapatkan juara I atau medali emas adalah Zulfan Mauludi kategori tanding kelas D putra, Syaiful Amin kelas E putra tingkat, Syihabuddin Bahar Syah Juara kelas F putra dan Moh Tsalis Fahmi kelas G putra semua kelas tanding usia SMA/MA/SMK se-derajat. “Kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas raihan medali ini, ke depan kami akan terus mengikuti ajang-ajang seperti ini, selain untuk kebanggaan bagi Perguruan, juga kebanggaan dan membawa nama Lamongan,” kata Abdus Salam, Ketua IKS PI Cabang Lamongan, Selasa (26/11) siang. Lanjutnya, medali perak atau juara II disabet Nelo Widiawati kelas E putri dan M. Rizal Wahyudi kelas D putra tingkat SMA/ MA/SMK. Sedangkan Medali perunggu atau juara III diraih Zainal Abidin kelas D putra tingkat, Hendra Setiawan kelas I putra, Maulana Hafandi kelas E putra, Rahayu Sulistiawati kelas F putra, Shoulton Arieffudin Mahfudzy kelas F putra, Abdillah Alfian Fahmi kelas B putra dan Mohammad Yoga Adi Saputra kategori seni tunggal tangan kosong.

Salam berharap, dengan prestasi yang telah berhasil diraih ini menjadikan seluruh siswa lebih giat berlatih dan memanfaatkan ilmunya untuk kegiatan positif, salah satunya dengan mengikuti kejuaraan pencak silat. “Ilmu yang dimiliki harus di aplikasikan untuk meraih prestasi (kegiatan positif), jangan digunakan untuk kegiatan negatif, seperti tawuran dan sejenisnya,” terangnya. Perlu diketahui Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia yang biasa disingkat IKS PI dan yang lebih dikenal masyarakat dengan Perguruan Kera Sakti, merupakan salah satu perguruan terbesar di Indonesia. Perguruan ini berdiri sejak tanggal 15 Januari 1980 di Jl. Merpati No. 45, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun dan mempunyai cabang di setiap kabupaten - kota seluruh Indonesia. Di Kabupaten Lamongan sendiri, perguruan ini sudah memiliki lebih dari 25 ribu warga, beberapa waktu lalu IKS PI Cabang Lamongan juga telah mengesahkan 560 siswa menjadi warga IKS PI di Madiun. Walaupun usia nya terbilang masih muda, 39 tahun pada 15 Januari nanti akan melaksanakan kejuaraan pencak silat. Perguruan IKS PI Cabang Lamongan kerap melakukan kegiatan kemasyarakatan dan kemanusiaan bersama dengan Kodim, Polres dan Pemkab Lamongan. “Kami ikut bersama-sama Kodim, Polres dan Pemda Lamongan dalam banyak kegiatan, seperti gotong royong, kerja bakti, donor darah dan menjaga kon-

dusifitas Kabupaten Lamongan, kami juga ikut dalam Seminar Anti Narkoba dari satuan pelaksana P4GN beberapa waktu lalu (20/10),” tambah Abdus Salam. Jelang harlah perguruan IKS PI ke 39 yang jatuh pada 15 Januari mendatang, IKS PI Cabang Lamongan akan menggelar kejuaraan pencak silat antar cabang IKS PI. Kejuaraan ini dimaksudkan sebagai ajang pencarian bibit-bibit atlit muda yang nantinya dapat diikutsertakan dalam kejuaraan, baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. “Kami akan terus mencari bibit-bibit muda untuk kita jar-

FOTO: MEMORANDUM/ALI

IKS PI Kera Sakti Raih Prestasi

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

FOTO: MEMORANDUM/ALI

putri. “Yang tidak sesuai yang mana. Semua kami kerjakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” kata Ngadimin di kantornya, Selasa (26/11). Dijelaskan Ngadimin, memang mulanya draf anggaran Rp 90 juta itu hanya digunakan untuk memperbaiki satu lokasi. Namun, dirinya tidak menyetujui lantaran biaya terlalu banyak. Sehingga dirinya meminta beberapa tempat juga harus ikut diperbaiki. “Awalnya saya tidak mau tanda-tangan, tapi setelah draf-nya diperbaiki akhirnya saya setujui. Dan pengerjaan dilakukan di tiga titik,” pungkasnya. (an/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Pantauan Memorandum di lokasi memperlihatkan, rehabilitasi terlihat pada plengsengan di bagian utara. Itu pun hanya dikerjakan separuh. Kemudian, sumber air yang sebelumnya terbuka, kini ditutup beton. Sementara beberapa pembatas sebelah selatan nampak tidak terawat. Kondisinya retak dan pecah. Padahal, baru dikerjakan beberapa bulan lalu. Papan nama proyek pun, menurut keteran-

bangan, Kebomas, beberapa waktu lalu kepada Memorandum. Sementara itu ditempat terpisah, salah satu warga yang enggan disebut jati dirinya, mengaku heran. “Sampean percaya hanya dipupuri gitu saja habis Rp 90 juta, “ kata sumber yang wantiwanti namanya tidak mau dikorankan. Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kembangan Ngadimin membantah jika rehabilitasi itu dianggap tidak sesuai. Dijelaskan olehnya, anggaran Rp 90 juta tersebut untuk membenahi tiga titik. Selain pelengsengan embung, beton penutup sumber air dan rehab area makam

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Telan Rp 90 Juta, Rehabilitasi Embung Desa Kembangan Asal-asalan

Siswa IKS PI Kera Sakti sedang bertanding di gelanggang.

ing sebagai atlit, yang nantinya akan mewakili perguruan dan Kabupaten Lamongan dalam

turnamen-turnamen tingkat kabupaten maupun nasional,” pungkasnya. (al/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MEMORANDUM EDISI 27 NOVEMBER 2019 by memorandum - Issuu