SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
Dua Perampas HP Penumpang KA Dibekuk KRONOLOGI KEJADIAN
1 Nafla turun di Stasiun Pasar Turi, setelah naik KA dari Jakarta. Ia lalu memesan ojek online dan menunggu di pintu masuk.
2
3
Lalu muncul Gery dan HKP boncengan motor, langsung merampas HP dari tangan korban.
Kejadian itu ternyata diketahui polisi. Pelaku dikejar dan berhasil ditangkap di Jalan Bulak Banteng Gang Suropati.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
Surabaya, Memorandum Dua perampas HP milik penumpang kereta api (KA) di Stasiun Pasar Turi dibekuk anggota Reskrim Polsek Bubutan. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan polisi, hingga mereka berhasil ditangkap di Jalan Bulak Banteng Gang Patriot. Kedua tersangka, Gery Triawan Putra (35), warga Jalan Asemrowo I dan HKP Bersambung ke halaman 7
HKP dan Gery Triawan Putra
Kabur dari Mapolsek Perampas Tas Pasutri Dijebol Peluru
Maulina Moli
Surabaya, Memorandum Seorang penjambret dilumpuhkan kaki kirinya dengan timah panas karena kabur saat disergap polisi di Jalan Mastrip, Karangpilang.
Oleh: Dahlan Iskan
I
nilah wanita paling bahagia saat ini: Maulina. Putri seorang jenderal bintang tiga. Ibu seorang anak kecil. Pengusaha tas wanita. Yang membuatnya sangat happy adalah ini: usaha kerasnya menurunkan berat badan berhasil. Turun drastis: tinggal 92 kg. “Target saya harus bisa turun lagi. Agar tinggal 60 kg,” ujar Maulina. Kapan? “Tanggal 8 Agustus tahun depan,” kata Maulina. Dia begitu yakin. Itu karena Maulina sudah menemukan jalan yang benar. Sudah menemukan roadmap menuju langsing. Yang sudah dia jalani hampir setengahnya. Selama setahun terakhir. Bersambung ke halaman 4
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Bersambung ke halaman 7
Ricky Diaz Viera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Saat terjatuh itulah suami korban dibantu warga setempat menangkap satu dari dua pelakunya. KOMPOL WIDJANARKO Kapolsek Karangpilang
Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih didampingi Iptu Soetrisno memamerkan tersangka dan barang bukti.
Driver Ojol Curi Tas di Parkiran ITC pungan. Penghasilannya sebagai driver ojek yang tidak pasti, membuatnya kebingungan hingga
BSW dan AER di Mapolsek Rungkut.
memutuskan untuk melakukan segala cara termasuk mencuri. Kali ini yang dicuri adalah sebuah tas. Bersambung ke halaman 7
Beli Sabu Hasil Nabung Uang Saku Surabaya, Memorandum Kedapatan membawa sabu di Jalan Raya Simokerto, dua pelajar dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut. Mereka, BSW (16), warga Jalan Romokalisari dan AER (17), warga Jalan Sukomanunggal. Kanitreskrim Polsek
Rungkut Ipda Djoko Soesanto mengatakan, penangkapan terhadap kedua remaja itu bermula dari laporan masyarakat. Bahwa ada dua anak baru gede (ABG) yang melakukan transaksi sabu di daerah Simokerto. Mendapati itu, Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Surabaya, Memorandum Gegara desakan sang istri meminta kiriman uang, membuat Ekadia N (25), kelim-
Lokasi hilangnya motor milik Bayeni.
Dian Sastrowardoyo
Kenangan Bersama Guru GURU merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Meski kadang dipandang sebelah mata, tapi peranan guru dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa ini patut diapresiasi. Terlebih dalam peringatan Hari Guru yang jatuh pada 25 November. Bersambung ke halaman 7
+ Meng, pengerukan pasir di sungai Brantas menggila, pemerhati lingkungan surati kapolri. -
Makanya kalau bagi-bagi yang rata agar tidak ada yang iri.
Si Mameng (Tukang beking)
Surabaya, Memorandum Anggota Sabhara Polsek Asemrowo, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Briptu Delly mengharumkan nama institusi Polri di kancah lomba catur tingkat nasional. Perjuangan pecatur muda ini berhasil menjadi jawara catur di turnamen piala Komandan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 8, Teluk Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Anggota Polsek Asemrowo Jawara Catur Nasional
Briptu Delly menerima trofi juara I untuk kategori peserta dari kalangan TNI-Polri.
Vega Warga Lebak Digasak Maling Surabaya, Memorandum Aksi pencurian motor kembali terjadi di Surabaya. Kali ini pelaku berhasil menggasak Vega L 5758 AT milik Bayeni, yang saat itu terparkir di depan rumahnya di Jalan Lebak Jaya II A, Senin (25/11). Bersambung ke halaman 7
BALADA PENDIDIK BERISTRIKAN PEREMPUAN KONSUMTIF Έ2Ή
Hatinya Berdarah seperti Disayat 1.001 Pedang Berkarat Peristiwa itu sangat melukai hati Hendri. Meski bukan orang tua sendiri, Hendri sudah menganggap kedua mertuanya sebagai bapak-ibu kandung. Hendri segera menengahi perseteruan Risa dan kedua orang tuanya. Tapi, apa hasilnya? Yuli Setyo Budi, Surabaya
Sebuah asbak kaca dilemparkan Risa dan nyaris mengenai wajah Hendri. Kedua anak Hendri yang berdiri ngowoh di sudut ruangan segera digelandang keluar rumah, lantas diajak pulang. Risa mencoba menghalangi upaya Hendri dengan nyaut tangan anak sulungnya, tapi dapat dielakkan anak tersebut. Sejak
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
itu Hendri tidak lagi membawa anak-anaknya ke rumah kakek-nenek mereka. Hanya pada waktu-waktu tertentu kedua anak tadi diajak ke rumah kakek-nenek mereka. Risa sudah tidak lagi pulang ke rumah untuk menengok anak-anak. Juga ke rumah orang tuanya. Hendri tak peduli. “Aku hanya kebingunan ketika ditanya Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
FOTO: MEMORANDUM/SDM
Datsun Go yang menabrak tiang PJU sebelum dievakuasi.
Motor korban yang rusak berat dan SIM-nya. (inset)
Pemuda Karang Tanjung Tewas Tabrak Truk Sidoarjo, Memorandum Nahas dialami Angga Dwi Saputro (20), pelajar yang beralamat di Desa Karang Tanjung, RT 03/RW 01, Kecamatan Candi. Dia tewas setelah menabrak truk di Jalan Raya Jatirejo Porong, Minggu (24/11), sekitar pukul 02.30. Hingga kini truk yang ditabraknya belum teridentifkasi. Kapolsek Porong Kompol Drs Wagiyo, korban yang mengendarai motor Honda Scoopy W 6215 UL, meluncur dari arah utara, dengan kecepatan tinggi. Sesampai di TKP (tempat kejadian perkara), motor menabrak bagian belakang truk. Akibatnya, korban pun terlempar dan tewas seketika. “Namun, jenis truk dan nopolnya yang tidak diketahui itu terus saja melaju,” terang kapolsek. Kejadian tersebut, langsung ditangani petugas Polsek Porong. Mengevakuasi jasad korban ke RS dan mengamankan kendaraan korban. “Kami telah melimpahkan kasusnya ke Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo,” pungkas Kompol Wagiyo. (sdm/kah/jok/pi)
Sopir Ngantuk, Datsun Hajar Tiang PJU Sruni Sidoarjo, Memorandum Datsun Go warna hitam menabrak tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Ahmad Yani, Desa Sruni, Kecamatan Gedangan. Kecelakaan tunggal yang terjadi Senin (25/11) sekitar pukul 06.40 itu diduga karena sopir mobil dalam keadaan mengantuk. Kholil, saksi mata mengatakan, Datsun Go nopol M 1488 HF, dikemudikan Riyan Budi Saputra (17), warga Dukuh/Desa Ngumbul RT 06/RW 01, Kecamatan Todana, Kabupaten Blora, meluncur dari arah selatan (menuju Surabaya). Mobil tersebut sempat berhenti, setelah terhadang lampu traffic light (TL) yang berwarna merah.“Mobil itu sempat berhenti sejenak ketika lampuTL berwarna merah,” kata Kholil. Diduga, Riyan Budi Saputro saat itu dalam kondisi mengantuk. Ketika lampu TL berwarna hijau, tiba-tiba mobil itu tancap
gas dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi. “Mobil terlihat oleng ke kanan. Lalu, hanya beberapa meter tepatnya di depan masjid Sruni, menabrak tiang PJU yang ada di sisi kanan jalan,” terang dia. Saking kerasnya tabrakan, Kholil menyebut, mobil itu langsung terhenti dengan kondisi rusak parah di bagian depan. Sedangkan korban Riyan tampak shock dan berdarah.“Sopirnya (Riyan) langsung dilarikan oleh warga ke Klinik BDS Tebel, tak jauh dari lokasi dan mendapat perawatan medis akibat lukanya,” jelas dia.
Riyan Budi Saputra menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya .
Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo yang datang langsung melakukan olah TKP. Mengamankan Datsun Go yang ringsek bagian depannya, dan mencari keterangan dari para saksi dis ekitar lokasi kejadian. (sdm/jok/pi)
FOTO: MEMORANDUM/KAH
FOTO: MEMORANDUM/SDM
KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Polisi turun ke sekolah untuk meningkatkan pengamanan menyusul maraknya berita percobaan penculikan.
Polisi Tingkatkan Pengamanan Sekolah AnƟsipasi Aksi Penculikan Sidoarjo, Memorandum Informasi percobaan penculikan anak di wilayah Kecamatan Waru beberapa hari lalu, semakin marak di media sosial (medsos). Kini, Polresta Sidoarjo meningkatkan patroli dan pengamanan di sekolah-sekolah yang rawan terjadi upaya penculikan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di media sosial tersebut. “Informasi yang ada saat ini sedang dilakukan pendalaman dan kita pastikan dulu,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho. Lulusan Akpol 1997 ini menerangkan, isu percobaan penculikan anak muncul sejak beberapa hari lalu. Ada 3 kejadian yang beredar di medsos. Namun dari informasi yang ada, menunjukkan ciri orang yang dilaporkan berbeda-beda. “Apakah orang yang diduga menjadi korban penculikan, benar-benar akan diculik atau tidak, masih dipastikan kronologisnya. Karena ciri-ciri yang diduga pelaku yang disampaikan berbeda-beda. Makanya kami dalami dulu,” jelas dia. Personel Polresta Sidoarjo, menurut kapolresta juga terus berpatroli dan pengamanan ke sekolah-sekolah dan selalu siaga menyikapi beredarnya informasi tersebut. Di beberapa titik rawan, seperti sekolah, perbankan,
arena bermain anak, maupun rute yang sering dilalui, telah diplooting personel untuk selalu mobile patroli. Kapolresta Sidoarjo juga menghimbau kepada kepala sekolah, orang tua (wali murid) dan guru, agar turut serta mengawasi anaknya. Memastikan keamanannya, baik pada saat berangkat maupun pulang sekolah. Pastikan siapa yang antarjemput dan benar-benar koordinasi dengan pihak guru atau sekolah. Karenanya kapolres mengajak bersama-sama saling mengawasi anak-anak mereka. Pihaknya juga telah komunikasi dengan Disdik dan Pemda Sidoarjo untuk bersama-bersama antisipasi beredarnya informasi percobaan penculikan. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Hati-hati dalam penggunaan media sosial supaya jangan mudah terpengaruh berita yang belum pasti kebenarannya. Selalu mengawasi buah hati saat berada di luar sekolah atau di luar rumah. “Sampaikan kepada anakanak kita jangan mau diajak oleh orang tidak kenal, serta yang harus dilakukan bila terjadi upaya percobaan penculikan untuk hubungi Command Center Polresta Sidoarjo dan mendownload aplikasi Delta Siap di android untuk mempermudah pelaporan situasi,” kata kapaolres. (kah/har/jok/pi)
Rumah Sakit Delta Surya.
RS Delta Surya Tak Menerima Pasien BPJS Sidoarjo, Memorandum Warga Sidoarjo yang tidak mampu semakin sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, selain rumah sakit pemerintah. Sebab di Sidoarjo, ada rumah sakit swasta secara terang-terangan tidak menerima pasien BPJS Kesehatan. Rumah sakit tersebut adalah RS Delta Surya, yang berlokasi di jalan Pahlawan 9, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo. Informasi yang diperoleh Memorandum, rumah sakit yang berlokasi dekat pintu keluar exit tol tersebut menolak pasien BPJS Kesehatan. Pihak RS Delta Surya saat dikonfirmasi Memorandum melalui nomer telepon resmi rumah sakit (031) 8962531, petugas berinisial N membenarkan jika rumah sakitnya tidak menerima pasien BPJS Kesehatan. “Ndak bisa gitu pak, tidak bisa pakai BPJS Kesehatan. Bisanya pakai asuransi dan pembayaran tunai,” jawab N saat ditanya apakah RS Delta Surya menerima pasien BPJS Kesehatan. Sementara itu Rizky staf Humas Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo mengatakan, berdasarkan regulasi dalam kasus emergency, Rumah Sakit wajib melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan pertama. “Dalam kasus emergency, rumah sakit walaupun tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib melayani pasien. Jika kondisi emergency sudah teratasi, maka pasien dirujuk ke rumah sakit yang bekerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan,” ujar Rizky sat dikonfirmasi Memorandum via telepon. (win/jok/pi)
Sidoarjo, Memorandum Kecamatan Wonoayu menggelar pameran produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), Minggu (23/11), di Balai Desa Mulyodadi. Gebyar UMKM ini diharapkan akan memacu pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha mikro dalam meningkatkan kualitas mutu produksi. Kepala Desa Mulyodadi, Slamet Hariyanto SH yang juga sebagai ketua panitia Gebyar UMKM mengatakan, acara ini terselenggara berkat kerjasama dari seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonoayu, sehingga bisa terlaksana dengan baik. “Kegiatan ini tidak lepas dari tujuan kita, yaitu agar memacu pemberdayaan masyarakat para pelaku usaha mikro khususnya di Kecamatan Wonoayu,” kata Slamet Hariyanto. Camat Wonoayu Drs Abdul Kifli MSi memberikan apresiasi kepada peran serta masyarakat, hal ditandai dengan banyaknya partisipasi pemangku UMKM. Khususnya yang ada di Kecamatan Wonoayu, dengan memamerkan hasil usaha mereka mulai dari makanan dan kerajinan tangan. Senada dengan Camat Wonoayu, Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah SHum juga memberikan apresiasi. Dia merasa senang
dan bangga atas terselenggaranya acara Gebyar UMKM ini. “Karena kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan program pembangunan perekonomian. Salah satunya adalah membangun Indonesia dari hasil produk dalam negeri,” kata bupati. Bupati menambahkan, peran pemerintah dalam mengembangkan kemitraan dengan pengusaha besar dan membuka jaringan. Memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kreativitas para pelaku UMKM. Disamping itu usaha mikro kecil dan menengah perlu digali, dilestarikan, dibina dan
didorong pertumbuhan serta perkembangannya. “Mengembangkan produk-produk lokal hasil karya mikro usaha kecil menengah untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dan mancanegara. Pengembangan usaha ini perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat, agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya,” papar Saiful Ilah. Pada kesempatan ini selain membuka kegiatan, bupati juga berkesempatan mengunjungi stan-stan pameran UMKM se Kecamatan Wonoayu dan menyerahkan doorprice. (dar/jok/pi)
FOTO: MEMORANDUM/DAR
FOTO: MEMORANDUM/WIN
Gebyar UMKM Memacu Peningkatan Kualitas Produksi
Bupati Saiful Ilah mengunjungi stan pameran UMKM.
EKBIS & PENDIDIKAN
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 3
Surabaya, Memorandum Carut-marut penerimaan peserta didik baru (PPDB) diharapkan tidak terulang pada 2020. Sistem zonasi dalam PPDB tahun lalu dinilai merugikan sekolah swasta yang jumlah siswanya menurun. Persolaan itu pun ditanggapi Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo yang mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya untuk selalu melibatkan pihaknya dalam setiap pembahasan PPDB. Di mana aturan yang dibuat Disdik Surabaya juga melibatkan SMP swasta dalam setiap pengambilan keputusan. “Untuk PPDB zonasi sebetulnya tidak ada dampak kalau itu dilakukan sesuai aturan (konsekuen). Kalau zonasi tetap dilakukan yang penting sesuai kaidah yang berlaku dan tentu saja kita dilibatkan dalam pembicaraan tersebut,” kata Erwin, Senin (25/11)
Namun pada PPDB tahun lalu, kondisi SMP swasta mengalami ketimpangan. Pasalnya disdik diduga tidak mengelola pelaksanaan PPDB zonasi dengan baik yang berakibat pada dilanggarnya jumlah pagu yang telah ditetapkan oleh Mendikbud dan kesepakatan bersama antara Disdik, DPRD Kota Surabaya, dan MKKS SMP Swasta. “Tahun lalu kami memang dilibatkan, ternyata (kesepakatan) itu tidak dilaksanakan,” ungkap dia. Untuk itu Erwin pun berharap kepada Kepala Dinas Pendikan Kota Surabaya agar komunikasi lebih ditingkatkan dan segala masalah didiskusikan untuk menemukan
solusinya. “Kami sudah bertemu pak Soepomo. Dia pun welcome dan siap kerja sama untuk berdiskusi lebih lanjut,” ujar dia. Selain itu, MKKS berharap Disdik melibatkan pihak sekolah swasta terkait PPDB apa ada perubahan atau tidak. Karena PPDB tahun lalu diketahui telah menimbulkan banyak polemik karena adanya penerimaan siswa melebihi kapasistas yang berakibat pada kualitas pendidikan. Yakni, siswa yang diterima sekolah negeri terlalu banyak. Kalau konsep PPDB diperbaiki diharapkan tetap membantu siswa tidak mampu tanpa mengabaikan keberlangsungan sekolah swasta. “Penambahan pagu itu yang jadi masalah dan perlu dievaluasi agar tidak terulang pada tahun depan. Untuk itu Disdik Kota Surabaya bersama MKKS perlu membahas daya tampung dan pagu,” pungkas dia. (alf/lis)
Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakati Bahas 21 Raperda Lamongan, Memorandum DPRD bersama Pemkab Lamongan menyepakati untuk membahas 21 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada 2020. Di antaranya adalah raperda terkait pendidikan karakter anak dan larangan penggunaan bangunan untuk perbuatan asusila. Hal itu sebagaimana laporan hasil pembahasan rencana program pembentukan perda dalam rangka persetujuan program pembentukan perda 2020 yang dibacakan Nahdliyah Kartika Agustin di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan, Senin (25/11). “Terdapat 21 raperda telah disepakati oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Lamongan dan pemerintah daerah, serta telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Timur,” ungkap dia. Dengan rincian delapan judul raperda inisiatif DPRD, tujuh judul usulan dari pemerintah daerah, dan sisanya merupakan sisa 2019. Nahdliyah menjelaskan, raperda inisiatif DPRD tersebut di antaranya meliputi pendidikan karakter anak, penyelenggara kabupaten sehat, keterbukaan informasi publik, penye-
Bupati Fadeli bersalaman dengan pimpinan DPRD Lamongan usai rapat paripurna.
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
lenggaraan pesantren, kawasan tanpa rokok, penyelenggaraan pelindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, pelestarian budaya, dan pemberdayaan nelayan kecil. Sedangkan raperda usulan pemerintah meliputi tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, perubahan APBD tahun anggaran 2020, APBD tahun anggaran 2021, penyelenggaraan parkir, perubahan atas peraturan daerah nomor 4 tahun 2013 tentang penyidik PNS di Lamongan, ketentraman ketertiban umum dan pelindungan masyarakat,
serta larangan menggunakan bangunan untuk perbuatan asusila. Sedangkan sisa 2019 terdiri dari pencabutan atas Perda nomor 7 tahun 2005 tentang transparansi penyelenggaraan pemerintah dan partisipasi masyarakat di Lamongan, rencana pembangunan industri, perubahan atas Perda nomor 15 tahun 2015 tentang rencana tata ruang wilayah Lamongan tahun 2011-2031, perubahan atas Perda nomor 29 tahun 2007 tentang administrasi kependudukan, pengelolaan air limbah domestik, dan retibusi pelayanan tera ulang. (*/udi/lis)
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
MKKS Minta Dilibatkan PPDB
Para peserta sosialisasi peraturan gubernur zonasi wilayah pesisir di Hotel Santika Premier, Surabaya.
Sosialisasi Pergub Zonasi Wilayah Pesisir
Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Kawal Kesejahteraan Rakyat MENGINGAT pentingnya pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) dalam rangka Koordinasi dan Sinkronisasi Pasca Perda Nomor 1 Tahun 2018 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan pada 22-23 Oktober 2019 di Hotel Santika Premier, Surabaya. Plt Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikananan Evy Afianasari ST, MMA menjelaskan, bahwa sosialisasi pergub ini diikuti oleh 140 peserta dari perangkat daerah (PD), kabupaten/ kota wilayah pesisir, nonPD, serta perguruan tinggi. “Peraturan Gubernur dibuat untuk menjadi panduan bagi pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang masih terkesan tumpang tindih saat ini,” tambah Evy Afianasari. Mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah membuat Pergub Nomor 111 Tahun 2018 dan Pergub Nomor 24 Tahun 2019. Kedua Pergub ini merupakan penjabaran dari Perda Nomor 1 Tahun
2018 tentang pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil untuk kesejahteraan rakyat. Ir Fatkhur Rozaq MSi, pakar kepesisiran menjelaskan bahwa peraturan dibuat bukan untuk membatasi pengembangan potensi wilayah pesisir dan pulau-puecil. “Jadi, dengan peraturan lau kecil. mua sektor dapat tumbuh dan itu semua mbang bersama secara seimberkembang bang,”” terang Fatkhur Rozaq. Ia menambahkan, peraturan dapat menjadi informasi tentang si wilayah pesisir dan pupotensi ulau kecil. “Jangan diartikan lau-pulau batasi, tetapi peraturan membatasi, dapatt juga memberikan inasi potensi,” tegas formasi ur. Fatkhur. S e mentau, Ir ra itu, no MM, Eryono pakar kepesisiran yang juga terlibat m penyusudalam nan Perda RZWP3K berharap pengelolaan ah pesisir wilayah ulau-pulau dan pulau-pulau
kecil dapat didukung oleh kabupaten/ kota yang memiliki pesisir. “Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tandas Eryono. Eryono juga menegaskan bahwa muatan dalam peraturan ini adalah pemanfaatan ruang wilayah laut 0-12 mil yang sesuai dengan kondisi ekologisnya, sehingga tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. “Diharapkan terwujud pemanfaatan yang lestari baik kegiatannya maupun ekosistemnya,” kata dia. (day/ lis/*) Plt Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikananan Evy Afianasari ST MMA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Desak Segera Dirumuskan
Kawasan tambang menjadi perhatian pengawasan dan diperlukan perda tambang.
Gagas Perda Tambang, Cegah Konflik Sosial Komisi D DPRD Jawa Timur menggagas pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang pertambangan. Sebab potensi tambang yang melimpah di Jawa Timur hingga saat ini belum dikelola secara maksimal, sehingga rawan terjadi penambangan liar yang dapat memicu konflik sosial dan merusak lingkungan. Ketua Komisi Bidang Pembangunan DPRD Jatim Kuswanto melihat banyaknya keluhan pertambangan terutama menyangkut perizinan yang dinilai masih berbelit-belit, sehingga perlu dibuat regulasi yang lebih sederhana dan transparan. “Dengan tidaknya ada perda pertambangan di Jatim maka rawan terjadi pertambangan liar karena mengurus izinnya sulit. Kewenangan perizinan pertambangan sudah diambilalih provinsi, sehingga keberadaan Perda Pertambangan itu sangat mendesak,” ujar Kuswanto. Politisi Partai Demokrat itu berharap, regulasi yang sedang disusun itu dapat mengatur tata niaga pertambangan di
u, seksumbe Jatim. Dengan begitu, sumber daya alam di Jawa Timur yang sudah dieksplorasi. Potensi tor pertambangan bisa si pe menambah potensi pertambangan yang memh b pendapatan asli daerah bentang dari Banyuwangi, (PAD) Jatim. Lumajang, Malang, Blitar, “Sekarang meTulungagung, Pacitan, hingmang belum bisa ga Ponorogo. dihitung, berapa Potensi sumber daya pertambahannya kamineral, logam, tembaga, lau sudah ada perda, perak, bahkan emas di Jawa tetapi kami berharap Timur, minyak, dan gas bumi potensi besar ini bisa belum tereksplorasi dengan b menghasilkan penghas-baik. nsi ilan besar bagi Provinsi Potensi pertambangan Jawa Kuswanto Timu Jawa Timur,” ujar dia. Timur itu membentang di sepanjang Jaw Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur bagian selatan dan Jatim ini berharap adanya Perda tengah. Di Pegunungan Kendeng, misalnPertambangan, regulasi tata niaga per- ya, ada kandungan kapur, fosfat, dolomit, tambangan di Jatim juga akan semakin dan kalsium belum terolah. jelas. Dengan begitu investor juga akan Kuswanto berharap Raperda Pertamsemakin tertarik dan tentunya potensi bangan inisiatif DPRD itu, harus mempendapatan daerah bagi APBD Jatim juga perhatikan wilayah pertambangan yang bisa meningkat. ditetapkan pemerintah pusat. Penetapan “Meski saat ini belum bisa dihitung, wilayah pertambangan setiap tahun benamun, kami berharap potensi pertam- rubah dan mengalami revisi. bangan Jatim bisa menambah kontribusi “Dengan tidak adanya Perda yang menpendapatan daerah bagi APBD Jatim, ke gatur pertambangan ini, kami khawatir, yang depan,” jelas Kuswanto. akan terjadi ada banyak pertambangan liar Potensi tambang baru 15-20 persen di Jawa Timur,” kata dia. (day/lis/*)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) didesak segera merumuskan dan membuat Peraturan Daerah (Perda) Pertambangan di Jatim, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. “Perda ini dibuat untuk menerjemahkan UU 23 tahun 2014 tentang tambang, tapi selama ini untuk teknis masalah pertambangan di Jatim belum dibuat,” terang anggota Komisi D DPRD Jatim Hidayat. DPRD Jatim, lanjut Hidayat,
banyak mendapat keluhan dari konstituen atau masyarakat soal perizinan tambang. Hidayat yang juga politisi Partai Gerindra, melihat pihak eksekutif maupun legislatif tidak ada inisiatif untuk membahas Raperda Izin Usaha Pertambangan di Jatim, sehingga perda tak kunjung terealisasi. Pemprov Jatim, kata Hidayat, sudah proaktif untuk menyelesaikan perizinan tambang sepanjang proses dan persayaratan dipenuhi. Namun,
Hidayat
pemprov seringkali menjadi sasaran masyarakat meski kendalanya ada di kabupaten. (day/lis/*)
Mutlak Diperlukan PERDA Izin Usaha Pertambangan mutlak diperlukan supaya ada sinkronisasi dengan peraturan-peraturan yang ada di kabupaten/kota. Anik Maslachah, anggota komisi D menegaskan, UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah mengamanatkan Pemprov Jatim terkait izin usaha pertambangan. Namun, sambung politisi PKB ini, Perda tentang Izin Usaha Pertambangan tak kunjung
terealisasi. “Harusnya dua tahun setelah undang-undang itu diberlakukan pemerintah daerah membuat aturan turunan berupa perda. Tapi di Jatim hingga lima tahun berlalu tak kunjung direalisasikan,” ujar dia. Menurut dia Pergub Jatim belum cukup mengakomodir seluruh persoalan pertambangan di Jatim. Karena itu kami akan mendesak supaya Raperda Izin Usaha Pertambangan diprioritas-
Anik Maslachah
kan dalam pro-perda tahun 2020 mendatang. (day/lis/*)
Didukung ESDM Jatim KEPALA Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim Setiajit mendukung penuh langkah DPRD Jatim yang ingin membentuk Perda tentang Pertambangan. Mengingat, potensi tambang Jatim cukup besar tapi belum digarap dengan maksimal. “Mungkin baru sekitar 1520 persen (yang tereksplorasi). Masih cukup besar potensi pertambangan yang belum dikelola dengan baik. Apalagi potensi minyak dan gas luar biasa di Jatim,” ujar Setiajit. Keberadaan Perda Pertambangan yang akan diinisiasi DPRD Jatim masih dalam konsep. “Kami dari eksekutif menunggu konsepnya dulu. Kami yang men-
dukung, dari kami inisiatif untuk membuat raperda pertambangan memang potensi pertambangan Jatim luar biasa,” tambah Setiajit. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan raperda pertambangan. Di antaranya, memperhatikan wilayah pertambangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Wilayah pertambangan ini setiap tahun selalu berubah dan mengalami revisi karena itu koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi sangat penting,” imbuh dia. Berdasarkan data, kata Setiajit, eksplorasi pertambangan migas pada 2019 di wilayah Jatim ada 12 wilayah pertambangan
Setiajit
yang on shore (di daratan), meliputi wilayah Kabupaten Tuban dan Gresik. “Kalau eksplorasinya berhasil, insya Allah 2020-2021 sudah bisa eksploitasi (produksi),” pungkas dia. (day/lis/*)
SAMBUNGAN
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Maulina Moli “Tidak akan gagal lagi,” ujar Maulina, sarjana ekonomi Universitas Airlangga Surabaya itu. Dia pernah berada dalam kondisi yang sangat parah. Saat berat badannya naik terus. Puncaknya mencapai 155 kg. Tiga tahun yang lalu. Di 2016 lalu. Di saat umurnya 35 tahun. Gejala obesitas itu terjadi sejak SD. Setelah pindah dari Balikpapan ke Bandung. Ikut orang tua yang militer. “Mungkin makanan di Bandung enak-enak. Udaranya sejuk,” ujar Ny Farid Zainuddin, sang ibu, sambil tersenyum. “Waktu di Balikpapan kan panas. Dan makanan terbatas,” tambahnya. Sejak itu badannya tidak terkendali. Bisa makan siomay 20 sekali duduk. “Sejak itu, sampai lulus universitas belum pernah timbangan turun. Selalu naik,” ujar Maulina. Hanya menjelang perkawinan turun 3 kg. Menjadi 92 kg. Itu pun untuk menyesuaikan dengan baju pengantin. Pesan bajunya pun tidak boleh jauh-jauh hari. Khawatir saat tiba hari perkawinan tidak cukup lagi.
Sambungan dari halaman 1 Selesai perkawinan bablas lagi. Naik dan naik lagi. Tidak ada keberatan dari suami? “Tidak ada. Waktu pacaran kan ia tahu saya sudah gemuk,” ujar Maulina. Dia bertemu pacar (atau pacar bertemu dia) saat kuliah di Unair. Saat itu Iqbal sebenarnya sudah kuliah di ITS. Lalu merangkap kuliah di fakuktas ekonomi Unair. “Sekedar untuk dapat pacar,” ujar Maulina menirukan candaan sang suami. “ITS ceweknya sedikit,” tambahnya sambil ngakak. Setelah kawin itu hobi makannya tidak berubah. Timbangannya terus bertambah. Dan tambah. Apalagi ketika hamil. Menjadi 138 kg. Bayinya lahir prematur. Lewat operasi cesar. Tapi selamat. Itulah satu-satunya anak sampai sekarang. Anaknya pun tumbuh. Demikian juga tubuh ibunya. Sampai, itu tadi, mencapai puncaknya: 155 kg. Tiga tahun lalu. “Suami saya tidak terlihat kaget. Mungkin karena tiap hari melihat saya. Tidak merasakan perubahan itu,” tutur Maulina. Maulina sendiri yang me-
rasakan. Dia tidak lagi bisa tidur normal. Posisi tidurnya harus duduk. Bersandar di ujung ranjang. Itu pun hanya bisa sebentar. Begitu tertidur badannya melorot. Dada sesak. Napas tercekik. Lalu terbatuk. Terpaksa Maulina terbangun. Untuk memperbaiki posisi. Duduk lagi. Tertidur sebentar. Melorot lagi. Sesak lagi. Terbangun lagi. Begitulah sepanjang malam. Sangat tersiksa. Itu pun belum membuatnya ‘insyaf’. Tipping point-nya baru terjadi saat Maulina selesai membenahi dagangan tasnya. Lututnya terasa bengkak. Ternyata lutut kirinya memang membesar. Dan saat diraba tidak ada rasa. Saat itulah Maulina merasa seperti akan mati. Lalu muncul tekadnya untuk keluar dari masalah obesitas. Tidak mudah. Nafsu makannya luar biasa. Terutama makanan manis. Seperti cake manis. Cake yang begitu ‘berat’ di mata Maulina bisa berfungsi hanya untuk camilan nonton TV. Tapi Maulina sudah bertekat
bulat: harus teratasi. Maulina pun minta suami untuk mencarikan trainer pribadi. Program pun dimulai. Di sebuah gym di mall Surabaya Timur. Maulina diberi program 100 latihan. Seperti yang biasa dilakukan di fitness center. “Baru sepuluh paket saya menyerah,” katanya. “Di lantai bawah banyak makanan. Lebih menarik dari gym,” guraunya. Maulina minta ganti cara. Mencoba ikut program diet yang lagi terkenal saat itu: keto. Ternyata juga terlalu keras. Kian menjalaninya kian kuat mimpinya soal berbagai makanan kesukaannya. Makanan apa saja kesukaannya? Semua makanan. Dengan diet itu dia merasa tersiksa. Lahir batin. Juga depresi. Dua bulan ikut Keto, Maulina menyerah. Terlalu berat. Terlalu dipaksakan. Akhirnya dicari cara ketiga: makan obat. Hasilnya? Maulina justru sakit. Maagnya rewel. Berdarah. Maulina muntah darah. Saya tidak sampai hati bertanya obat apa saja yang dia coba. Tapi dia belum menyerah. Maulina pun mengambil jalan pintas: sedot lemak. Tidak sembarangan. Dia pelajari semua seluk beluk sedot lemak. Kali ini dia cukup waspada. Di Surabaya ada kasus besar. Tokoh tinju Surabaya meninggal karena sedot lemak di Singapura. Namanya Aseng. Teman baik saya juga. “Kami putuskan sedot lemaknya akan bertahap,” ujar Maulina. “Tahap pertama hanya 12 Kg. Disesuaikan dengan total berat badan. Tidak boleh melebihi persentase tertentu,” tambahnya. Dia tidak mau jadi Aseng kedua. Sedot lemak pun dilakukan di Surabaya. Di salah satu rumah sakit pusat kota. Penyedotan selesai. “Saat dilakukan penyedotan itu sakitnya bukan main,” kata Maulina. Tapi yang lebih sakit lagi
adalah setelah penyedotan. Seluruh bagian perutnya tidak lagi membiru. Tapi menghitam. Bagian perut itu harus dibebat kencang. Agar rongga yang terjadi setelah penyedotan bisa rapat kembali. “Dipegang saja bukan main sakitnya. Apalagi harus dibebat kencang. Menderita sekali,” ujar Maulina. Bebat itu pun dibuka. Maulina tidak kuat lagi. Enam hari dia di rumah sakit. Bentuk bagian perutnya lebih rusak lagi. Seperti jalan rusak. “Ada bentuk seperti mangkok di pusar saya,” katanya. Maulina wanita cerdas. Dia pelajari banyak sekali bahan terkait obesitasnya. Akhirnya dia tahu jalan yang benar: harus lebih bersabar. Jangan terlalu dipaksa. Tapi konsisten. Tidak ada jalan pintas di bidang itu. Maulina mencari trainer yang seperti itu. Ketemu. Sang trainer tiga kali seminggu datang ke rumah Maulina. Di Sutorejo, Surabaya timur. Yang diajarkan pun sangat ringan: hanya mengangkat tangan. Sambil duduk. Gerakan pertamanya sangat berat. Tapi dia suka. Tidak dipaksakan. Sekuatnya saja. Kian lama kemampuan mengangkat tangannya bertambah. Kian ringan. Kiat cepat. Barulah ditambah gerakan-gerakan lain. Yang juga dimulai dari sangat ringan. Maulina melakukannya dengan senang. Apalagi dia bisa merasakan ada kemajuan. Biar pun kemajuan kecil. Misalnya jumlah angkat tangannya bertambah. Kemajuan kecil menggeret kemajuan besar. Begitulah hukumnya. Kemajuan yang paling membahagiakannya adalah ketika Maulina bisa mengikat tali sepatu. Bagi orang lain ikat sepatu mungkin barang sepele. Bagi Maulina itu tambahan motivasi yang sangat besar. Apalagi ketika akhirnya bisa salat. Dan bisa memotong kuku kakinya. Bukan main termotivasinya. Kini Maulina sudah berkibar. Sudah merasa sangat langsing.
Sudah berani memejeng-mejengkan badannya: nih sudah langsing. Dan itu masih 92 kg. Sudah turun sebanyak 63 kg dari puncaknya. Olahraga itu bukan hanya membuat berat badannya susut. Ototnya pun terbentuk. Memang Maulina masih gemuk --untuk ukuran orang langsing-tapi gemuknya saat ini gemuk berisi. Dan lincah. Maulina sekarang sudah bisa push-up. Bisa burpee. Juga sudah bisa loncat katak --dari duduk langsung loncat. Ketika sudah sampai tahap loncat, awalnya Maulina hanya bisa meloncat sekali. Itu pun posisi kakinya belum terlihat meninggalkan tanah. Lama-lama dia bisa meloncat dengan benar. Sekali. Lain hari dua kali. Tiga kali. Terus bertambah. Mula-mula jarak loncatan satu dengan berikutnya lama. Lalu kian cepat. Jumlah loncatannya bertambah. Kecepatannya naik. Kini Maulina bisa meloncat katak 100 kali dalam 50 menit. Itulah rekor barunya. Yang masih akan dia pecahkan lagi. Dan Maulina sudah bisa tidur secara normal. Satu kebahagiaan yang lain lagi. Tentu Maulina juga mengatur makanan. Tapi tidak ada yang memaksa. Dia tahu: berapa kebutuhan kalori tubuhnya. Dia atur sendiri. Kini Maulina makan apa saja. Tapi dia tahu kapan harus makan apa. Dan seberapa banyak. Kalau pagi sudah makan x misalnya, siang akan makan y dan malam z. Dalam jumlah yang dia atur. Lama-lama dia tidak mau makan gorengan. Sangat jarang. Sistem di dalam tubuhnya sudah tidak bisa menerima gorengan. “Kalau malam makan gorengan, paginya terasa berat sekali. Kapok,” katanya. Saya juga kaget ketika ketemu Maulina Rabu malam lalu itu. Dia itu temannya anak saya, Isna Iskan. Putri saya itu yang menunjukkan foto terbaru Maulina. “Lho berubah total?” tanya saya.
“Kalau gak percaya sekarang kita ke sana,” ujar Isna. Dia lagi di rumah orang tuanya. Yang bagian depannya dia jadikan showroom dagangan tasnya. Di halaman belakang rumah itu dibangun pabrik dua lantai. Di situlah tas Kalyana --dalam bahasa Sansekerta berarti cantik-- dibuat. Suaminya yang menjadi pimpinan pabrik di situ. Pekarangan rumah ini sangat luas. Hampir 2.000 meter. Pun di depannya masih ada lapangan basket milik RW. Juga ada masjid. Di ruang depan itu ada lukisan Hanoman. Juga ada wayang kulit Gatotkaca. Saya mengambil si Gatutkaca dan kangen memainkannya. Saya pun ingin tahu siapa orang tua Maulina. Termasuk saat menjadi tentara --dinas di mana saja. Ayahnya pindah-pindah. “Terakhir pangkatnya apa?” tanya saya. “Bintang tiga. Letnan Jenderal,” ujar sang ibu. Yang penampilannya begitu sederhana. “Lho, namanya siapa? Siapa tahu saya kenal,” kata saya. Sang ibu menyebut nama suaminya. Ups... Ternyata teman baik saya juga. Sejak beliau masih mayor atau letkol. Saya masih redaktur. Tanpa diatur: bapak teman bapak. Anak teman anak. Tidak perlu diceritakan lagi. Saya tahu. Karirnya selalu di bagian intel. Terakhir menjadi pejabat tinggi di BAIS --sebelum pensiun dulu. “Beliau kan orang Minang. Kok banyak wayang di sini?” tanya saya. “Saya yang Blora,” jawab sang ibu. Saya melarang sang ibu membangunkan suaminya. Biarlah besoknya saja saya WA beliau --bahwa saya sudah datang ke rumah beliau. Saya berjanji akan bertemu Maulina lagi tahun depan. Ingin tahu: apakah benar dia bisa menjadi 60 Kg. Saya juga akan menyalami Iqbal, sang suami. Melihat tahapan apa yang dia lakukan, kelihatannya dia bisa. Karena itu saya tidak mau taruhan untuk itu.(*)
TULUNGAGUNG
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Tulungagung, Memorandum Berakhir sudah aksi Masrukin alias Bejo (42), warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir. Itu setelah Unit Reskrim Polsek Kalidawir mengamankan buruh serabutan ini di rumahnya. Bejo terbukti mencuri dua handphone milik Anang Mustakim (32), warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir. Kanit Polsek Kalidawir Aiptu Ramang Budianto mengatakan, terungkapnya kasus ini berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan pihaknya. “Kita berhasil mengungkap kasus ini, setelah kita mendalami keterangan saksi di lokasi kejadian dan mengembangkan,” ujarnya, Senin (25/11). Petunjuk mulai ditemukan saat Tersangka Bejo dirilis polisi. tersangka menjual salah satu handphone hasil kejahatannya. Dari informasi tersebut, lanjut Ramang, akhirnya pihaknya melakukan pendalaman dan mengarah kepada tersangka. “Saat tersangka menjual kedua handphone hasil pencuriannya, kita langusng melakukan pendalaman dan mengarah kepada tersangka. Satu handphone dijual Rp 850 ribu, satunya lagi laku Rp 700 ribu,” ungkapnya. Menurut Ramang, awalnya tersangka mengelak telah melakukan pencurian. Namun akhirnya mengaku setelah ditunjukkan bukti handphone hasil kejahatannya yang sudah dijual. Di hadapan polisi, tersangka mengaku nekat mencuri karena terbelit hutang. “Uangnya habis digunakan untuk membayar hutang, sesuai pengakuan tersangka,” terangnya. Dalam beraksi, tersangka berpura-pura menjadi tukang setrum ikan. Kemudian saat pemilik rumah lengah, tersangka segera melancarkan kejahatannya. Pertama mencongkel jendela dengan obeng besar. Kemudian masuk ke dalam rumah dan mencuri 2 buah handphone. “Karena di dalam rumah itu kebetulan hanya ada handphone saja, diletakkan di dekat kusen jendela jadinya pelaku mencongkel jendela kemudian mengambil handphone. Kini akibat perbuatanya, tersangka ini dijerat dengan pasal 363 ayat 1, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (fir/mad/rif)
Pengerukan Pasir di Sungai Brantas Menggila PemerhaƟ Lingkungan SuraƟ Kapolri Tulungagung, Memorandum Aktivitas penambangan pasir ilegal di sepanjang daerah aliran Sungai (DAS) Brantas wilayah Tulungagung semakin mengkhawatirkan. Adanya papan larangan menambang pasir yang dipasang petugas terkait tidak memberikan pengaruh apa-apa. Bahkan, penambangan justru dilakukan secara terbuka, dengan mendatangkan alat berat agar mempercepat proses pengerukan pasir dari dasar sungai. Data milik Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi menyebutkan, di sepanjang DAS Brantas Tulungagung terdapat 9 titik penambangan pasir ilegal. Lokasinya tersebar dari Rejotangan ke barat hingga wilayah Ngantru. Tidak hanya menggunakan alat berat, Direktur PPLH Mangkubumi, Muhammad Ichwan menegaskan, berdasarkan hasil survei, ditemukan dugaan adanya perlindungan dari oknum penegak hukum sehingga pelaku penambangan pasir bebas beroperasi dan selalu bisa meloloskan diri saat dilakukan razia. “Imbasnya razia yang dilakukan acap kali bocor dan tidak menemui sasaran, paling yang ditinggalkan hanya beberapa unit diesel dan bambu penyangganya saja,” terangnya, kemarin. Prihatin kondisi ini, pihaknya membuat surat permohonan penindakan aktifitas penambangan pasir ilegal itu kepada Kapolri. Surat sudah dikirimkan pada 22 November kemarin. Ichwan berharap, pimpinan Polri yang baru bisa melakukan tindakan serius, sehingga penambangan pasir di Tulungagung bisa dihentikan. “Surat
kepada kapolri sudah kita sampaikan dan kita tunggu perkembangannya,” lanjut Ichwan. Kepala Sub Divisi I/3 Jasa Tirta, Hadi Witoyo juga mengatakan, pasca pemasangan papan larangan penambangan pasir di Tulungagung beberapa waktu lalu, pihaknya terus melakukan inventarisir. “Kita terus lakukan pemantauan dan inventarisir. Data terakhir ya hampir sama, ada alat berat. Empat di Rejotangan terus 1 di Ngantru. Dieselnya ada 47 unit. Seputar itu datanya,” ungkap Hadi. Pihaknya melanjutkan, salah satu imbas kerusakan yang bisa dilihat secara nyata adalah turunnya dasar sungai brantas, dengan degradasi mencapi 6 meter dari posisi normal. Hadi menyebut, imbas lainnya adalah turunnya kedalaman air tanah, sehingga berakibat sulitnya warga sekitar sungai mendapatkan air. Kemudian mulai menggantungnya pondasi bangunan infrastruktur di atas sungai. Seperti jembantan Ngujang yang kini pondasinya menggantung dan hanya bertumpu pada kekuatan tiang pancang saja. “Turunnya dasar sungai yang terjadi saat ini berdasarkan pantauan kami, 4 sampai 6 meter, imbasnya tentu banyak sekali,” tegas Hadi. Menur utnya, kini tugas penindakan ada di tangan penegak hukum. (fir/mad/rif )
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Buruh Kalidawir Curi 2 HP
Aktivitas penambangan pasir di sepanjang aliran Sungai Brantas.
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: - HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
PUPR Kebut Pembangunan Infrastruktur Jalan Kediri, Memorandum Menjelang akhir tahun 2019 serta menghadapi musim penghujan, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri tengah mengebut pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Salah satunya berupa peningkatan jalan Kabupaten serta peningkatan jalan desa, pasalnya ada puluhan titik yang tahun ini mendapat peremajaan. Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama melalui Kasi Jalan Hari Siswanto ST, selain jalan di jalur kabupaten ada sejumlah jalan desa yang kini tengah digarap. Hampir semua pekerjaan
sudah mendekati kata rampung. “Kami berharap pada bulan Desember semua pekerjaan itu rampung 100%. Di antaranya juga proyek rigid pavement,” terangnya kepada Memorandum, Senin (25/11). Proyek yang dimaksud memang ada di beberapa titik. Yakni di ruas Desa Tawang, Kecamatan Wates, ruas jalur utama Pare-Plosoklaten, dan yang terbaru pengerjaan rigid pavement di jalur utama perbatasan Kabupaten Kediri dan Jombang. Tepatnya di wilayah utara Kecamatan Kunjang. Terakhir, Hari menerangkan, rehabilitasi yang dilakukan pada 2019
ini diutamakan di jalan kabupaten. Sebenarnya untuk jalan pedesaan ada beberapa. Namun pihak desa harus terlebih dahulu melakukan prosedur yang berlaku jika ingin jalan di wilayahnya dilakukan perbaikan. Menanggapi proyek peningkatan infrastruktur di Kabupaten Kediri, Eko (32) salah satu warga di desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten mengaku bahwa infrastruktur merupakan hal yang penting. Ia menyebut, dengan peningkatan infrastruktur utamanya di daerah perbatasan akan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian warga sekitar. (st3/yud/rif )
Asisten Pemerintahan dan Kesra Hermansyah mengalungkan kartu kepada peserta bimtek AKD.
Pemkot Blitar Gelar Bimtek Analisis Kebutuhan Diklat Penyerahan sertifikat akreditasi oleh Ketua Eksekutif KARS DR Dr Sutoto MKes kepada Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima MKes di Jakarta.
RSUD Gambiran Capai Akreditasi Paripurna Bintang Lima Kediri, Memorandum Dalam rangka terus meningkatkan mutu pelayanan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri melakukan akreditasi rumah sakit pada tanggal 14-18 Oktober 2019 lalu. Dijelaskan Nitra Sari Humas RSUD Gambiran, setelah dilakukan survei akreditasi rumah sakit
oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1, RSUD Gambiran dinyatakan lulus. “Alhamdulillah RSUD Gambiran dinyatakan lulus dengan status tingkat Paripurna Bintang Lima,” terang Nitra kepada memorandum Senin (25/11) Masih menurut Nitra, tanggal 19 November
2019, sertifikat akreditasi diserahkan langsung oleh Ketua Eksekutif KARS DR Dr Sutoto MKes kepada Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima MKes di Jakarta. “ Ter imakasih atas kerjasama dan dukungan semua pihak kepada RSUD Gambiran Kota Kediri. Dengan diraihnya sertifikat akreditasi tersebut menandakan bahwa
RSUD Gambiran semakin serius meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,” pungkas Nitra. Untuk diketahui akreditasi rumah sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. (adv/leh/yud/rif )
Blitar, Memorandum Pemerintah Kota (pemkot) Blitar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar menggelar bimbingan teknis analisis kebutuhan diklat (AKD). Agenda ini cukup penting karena setidaknya menjadi bekal bagi para ASN di OPD untuk menganalisis kebutuhan perencanaan yang perlu ditingkatkan. Bimtek yang digelar di ruang Sasana Praja Sekretariat Kota Blitar itu, digelar selama tiga hari. Sementara pesertanya berjumlah sekitar 50 orang. Terdiri dari para kepala sub bagian program dan kepegawaian serta analisis kepegewaian di lingkup Pemkot Blitar. Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Blitar, Hermansyah yang mewakili Plt Wali Kota Blitar Santoso.
Menurut Hermansyah bahwasanya bimtek yang dibuka sekitar pukul 08.00 itu penting. Karena menjadi pegangan bagi para kasubag yang mengurusi soal program dan kepegawaian. Intinya bagaimana caranya merencanakan dengan gamblang soal kebutuhan pegawai misalnya. Jadi bisa menganalisa kebutuhan pegawai. Tidak hanya sekadar merencanakan. Dengan begitu, imbang antara kebutuhan dan kondisi. “Karena bagaimanapun juga pemkot Blitar terus berusaha agar menciptakan pegawai yang kompeten dan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya,” kata Hermansyah. Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Blitar Kusno mengatakan bimtek AKD harapannya dimanfaatkan dengan baik oleh peserta. Karena
setiap tahun perkembangan dan tantangan para pegawai selalu berubah. “Karena bagaimanapun juga aparatur sipil Negara adalah abdi Negara. Maka dari itu, para kasubag yang mengurusi soal pegawai bisa menganalisis soal kebutuhan pegawai di kantornya masing-masing,” kata Kusno. Selain itu, kata Kusno bahwasanya BKD terus berusaha agar para pegawai di lingkup Kota Blitar benar-benar punya jiwa pelayan. Nah, bimtek AKD juga penting. Karena setidaknya menjadi langkah untuk mewujudkan diklat yang efektif. Pasalnya, analisis kebutuhan diklat merupakan dasar dalam keberhasilan program pelatihan. “Mudah-mudahan bimtek AKD ini berlangsung lancar dan peserta bisa melaksanakannya di lapangan,” harap Kusno. (adv/pra/rif )
MOJOKERTO-JOMBANG
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Bos Mamin Kedaluwarsa Jadi Tersangka
Aspal Jalan Pucangsimo Disoal Jombang, Memorandum Proyek peningkatan jalan yang berlokasi di Dusun Simo, RT 02/RW 13, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, disoal warga. Pasalnya, selain kurang dari lebar ruas jalan yang lama, material aspal Hotmix yang digunakan agak kasar. Bahkan cenderung didominasi batu dengan agregat cukup besar. Dengan kondisi tersebut, masyarakat meminta agar proses pekerjaan ditinjau ulang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jombang. Hal ini dikatakan Edi (40), warga setempat di lokasi pekerjaan. Awalnya dengan keberadaan pekerjaan di wilayahnya, warga menyambut baik. Sebab, kondisi jalan yang lama sudah rusak parah. Tapi setelah mengetahui kondisi fisik pekerjaan, mereka kecewa. “Selain materialnya sangat kasar, dan didominasi oleh batu berukuran cukup besar. Lebar aspal yang digelar tidak menutup keseluruhan ruas lama, malah lebarnya bervariasi di beberapa titik,” ujarnya, Senin,(25/11). Mengetahui kondisi tersebut, sambung Badrun (50), satu warga yang lain menambahkan, jika pelaksana proyek sengaja melakukan kewajibannya dengan asal-asalan. Diperkuat dengan tidak adanya papan nama proyek yang seharusnya dipasang dilokasi. Tujuannya, agar berbagai pihak salah satunya masyarakat setempat tidak bisa melakukan pengawasan. “Kami menduga jika pemborong sengaja mengerjakan proyek dengan asal-asalan. Ditambah lagi tidak ada papan nama yang dipampang, sehingga sulit untuk melakukan pengawasan,” gerutunya. Olehnya, warga meminta agar dinas PUPR segera turun tangan untuk mengevaluasi kegiatan. Agar kegunaan uang negara yang dipergunakan, benar-benar tepat sasaran. “Kami meminta agar dinas PUPR segera turun tangan, bahkan melakukan evaluasi. Karena diakui apa tidak, proyek ini menggunakan uang Negara,” tandas Edi dan Badrun kompak. Terpisah, Mokhamad Rakhmad Sunendar, Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Dinas PUPR Jombang mengatakan, memang pekerjaan yang ada di Desa Pucangsimo menggunakan asphalt traeted base (ATB). Tujuannya, sebagai lapis pondasi atas kondisi jalan dengan lalu lintas berat. “Kondisi jalan yang lama memang rusak parah, maka kami menggunakan ATB. Pertimbangannya, nanti saat ada anggaran lagi dapat dilapisi dengan yang lebih halus,” tuturnya. (wan/rif)
Garis polisi yang dipasang di pabrik makanan dan minuman yang bermasalah.
kiriman makanan ringan jenis Pilus dan cokelat yang sudah kedaluwarsa dari wilayah Jawa tengah dan menjualnya kembali ke daerah Blitar dan juga tersebar di Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, petugas kepolisian menggerebek gudang pengelolaan makanan ringan kedaluwarsa berlokasi di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging dan Desa Seduri Mojo-
Event Mojospekta Pasarkan Batik Lokal Mojokerto, Memorandum Event bergengsi Mojospekta 2019 diselenggarakan sejak 20-24 November, ditutup meriah dengan drama kolosal Mojopahit Babagan 1 dan parade 1.000 meter batik. Kegiatan yang melibatkan sedikitnya 5.000 orang tersebut, menjadi perhelatan terbesar dan pertama bagi Pemerintah Kota Mojokerto menuju kota pariwisata. Sejak pagi, suasana Gelora A. Yani, Magersari, telah dipadati ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat. Dengan mengenakan kostum tradisional Majapahit, lengkap beserta aksesoris yang melekat, para peserta telah siap unjuk kebolehan di hadapanWali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan suami Supriyadi Karima Saiful, DPRD Kota Mojokerto, sponsorship, forkopimda, kepala OPD (organisasi perangkat daerah), serta tamu undangan lainnya. Drama kolosal Mojopahit Babagan 1 menceritakan tentang dinobatkannya Pangeran Wijaya sebagai raja di Kerajaan Majapahit, dengan gelar Kertarajasa Jay-
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berdiri di samping kain batik sepanjang 1.000 meter.
awardhana pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka atau bertepatan dengan tanggal 12 November 1293. Drama yang
dimusikalisasi oleh Memet Chairul Slamet, menjadi acara pembuka pagi ini. “Ini merupakan teater kolosal Majap-
ahit yang dikemas secara serial. Untuk tahun ini, menceritakan kemenangan Jayawardhana, dan di tahun depan ceritanya akan beda lagi namun masih berkesinambungan,” kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota. Melihat antusiasme ribuan warga Kota Mojokerto dalam pegelaran Mojospekta 2019, Ning Ita mengucapkan terimakasihnya atas keterlibatan semua elemen masyarakat. Baik dari pelajar, sponsorship hingga instansi pemerintah dan swasta. “Ini akan menjadi motivasi kami dalam menggelar kegiatan yang serupa dengan melibatkan unsur masyarakat,” imbuhnya. Usai penampilan drama kolosal Mojopahit Babagan 1, ribuan orang telah siap membentangkan kain batik sepanjang 1000 meter. Pemberangkatan parade kain batik Majapahit dengan 120 motif ini, dimulai dari Gelora AYani, Magersari menuju AlunAlun Kota Mojokerto, Prajurit Kulon. Tepat di garis finish, para peserta parade disambut dengan alunan macapat. (war/rif)
DPRD Kota Mojokerto Sahkan APBD 2020 Mojokerto, Memorandum DPRD Kota Mojokerto mengesahkan APBD Tahun 2020, Senin (25/11). Sidang paripurna pengesahan APBD yang digelar di ruang sidang DPRD dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, OPD (organisasi perangkat daerah), Ketua DPRD Sunarto, forkopimda, serta seluruh anggota dewan
setempat. Sejumlah cacatan penting disampaikan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) atas pembahasan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Mojokerto TA 2020. Dalam sidang paripurna DPRD bersama eksekutif, Senin (25/11) Banggar menekankan agar APBD mendatang fokus pada
Realisasikan PID di Ratusan Desa
Dinas Perkim Segera Kucurkan Bantuan PAK RTLH
Salah satu rumah tidak layak huni (RTLH) penerima PID yang masih dalam pengerjaan.
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Jombang, Memorandum Setelah hampir rampung merealisasikan program pembenahan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui pagu indikatif desa (PID) tahun 2019 di 152 desa. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang memastikan ada dua desa yang bakal menerima bantuan bersumber dari perubahan anggaran keuangan (PAK). Masing-masing Desa Talunkidul di Kecamatan Sumobito dan serta Desa Sidowareg di Kecamatan Ngoro. Untuk besarannya, Rp 100 – 160 juta. Dipaparkan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang Heru Widjajanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Abdul Hafid, pencairan bantuan PAK di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, serta Desa Sidowareg, Kecamatan Ngoro, telah ada surat keputusan (SK) dari bupati. Tahapnya kini, masih dilakukan verifikasi proposal pengajuan dari penerima. “Untuk SK bupati sudah ada, dan secepatnya segera dicairkan. Tahapnya saat ini, masih dalam proses verifikasi proposal pengajuan,” paparnya, Senin (25/11). Dengan bantuan tersebut, otomatis jumlah pembenahan RTLH tahun ini kian banyak. Jika sebelumnya telah ada 152 desa di 20 kecamatan mendapat bantuan tersebut. Dengan besaran masing-masing menerima Rp 200 juta. Melalui suntikan bantuan PAK yang segera dicairkan, jumlahnya dipastikan bertambah. “Tahun 2019 ada 152 desa di 20 kecamatan yang menerima. Untuk besaran anggarannya sebesar Rp 200 juta per desa penerima,” paparnya, Kamis (10/10). Ia pun menjelaskan, mekanisme program pembenahan RTLH bersumber PID. Pada prinsipnya hampir sama dengan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) maupun dana alokasi khusus (DAK). Alurnya, setelah melalui serangkaian musyawarah desa (Musdes). Usulan lalu dibawa ke tingkat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). “Setelah usulan rampung, lalu dibawa ke Musrenbang. Namun untuk memastikan besarannya sesuai kebutuhan lapangan, ada pedamping yang bertugas melakukan verifikasi,” jelasnya. Besaran tadi, sambung kabid perumahan, meliputi kerusakan ringan dengan plot sebesar Rp 10 juta. Lalu kerusakan sedang
FOTO: MEMORANDUM/NO
riksa pelaku dan sudah digelarkan. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan dua alat bukti termasuk hasil uji dari BPOM yang keluar pada beberapa hari yang lalu. “Hasilnya memang tidak sesuai dengan syarat mutu,” paparnya. Akibat perbuatannya, pelaku bakal terancam dengan pasal 1999 tentang perlindungan konsumen dan undangan undangan no 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan pidana di atas lima tahun penjara. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku mendapatkan
sari Pada Selasa tanggal 8 Oktober 2019 lalu. Dari hasil pengerebekan petugas mengamanakan puluhan barang bukti berupa 45 karung berisikan pilus, satu penggorengan, satu bendel kartas dan plastik bertuliskan Camilan Istimewa Dua Ikan, satu unit kendaraan GranMax serta mesin adonan molen yang digunakan untuk mencampur bumbu pilus, dan tiga tong cokelat yang sudah dicampur dengan wafer. Pengerebekan tersebut bermula dari laporan masyarakat. Selanjutnya petugas melakukan pengecekan dan berhasil menemukan aktivitas pengelolaan makanan ringan kedaluwarsa di rumah MJ (44), warga Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. (no/rif)
Rumah tidak layak huni (RTLH) yang sudah ditempati penerima bantuan.
dengan plot anggaran sebesar Rp 15 juta. Serta kerusakan berat mencapai anggaran Rp 20 juta per rumah.“Semisal dalam usulan tercantum kerusakan berat yang memerlukan alokasi anggaran 20 juta. Namun setelah dilakukan verifikasi lapangan hanya kerusakan ringan, otomatis kita lakukan penyesuaian,” sambungnya. Dengan mekanisme ini, keberadaan pendamping sudah tentu sangat vital. Sebab, selain memiliki tugas untuk menentukan besaran yang sesuai dengan RTLH di lapangan. Tupoksi pendamping juga meliputi pengawasan untuk mengetahui progres pembangunan. “Olehnya, kita menyebut di awal bahwa program ini hampir sama
dengan BSPS maupun DAK. Yang memiliki kewenangan untuk menentukan besaran yang diterima, adalah pendamping program,” tegas kabid perumahan. Dengan telah masuknya pertengahan bulan Oktober, perkim memastikan jika realisasi PID telah memasuki tahap akhir. Bahkan dari kordinasi dengan pendamping, untuk setiap by name maupun by address penerima bantuan diketahui. Sebagian besar diantaranya telah memasuki 80% realisasi. “Sebagian besar realisasi lapangan telah memasuki tahap akhir. Kami optimis jika semua pekerjaan di 152 desa bakal selesai sesuai dengan target,” pungkas Hafid. (adv/wan/rif)
peningkatan kesejahteraan rakyat. “Setelah dilakukan pembahasan atas Raperda APBD tahun 2020, maka saya selaku juru bicara pimpinan Banggar menyampaikan sejumlah laporan. Pada dasarnya semua fraksi sepakat jadi raperda namun dengan beberapa catatan penting, “ kata Ery Purwanti, jubir Banggar, Senin (25/11). Politisi PDIP tersebut menyampaikan harapan Dewan. “ Program dan kegiatan yang dianggarkan akan mampu membawa perubahan besar bagi penyelenggaraan pemda demi kebaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dikarenakan keterbatasan anggaran, maka kebijakan penyusunan APBD mendatang didasarkan atas efisiensi dan rasionalisasi terhadap anggaran kegiatan di semua perangkat daerah. Sehingga tidak menghambat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota,” tambahnya. Menurut ia, dalam sisa tahun anggaran pemkot diharap dapat merealisasikan capaian PAD sesuai dengan target agar tidak mempengaruhi postur APBD tahun anggaran 2020 karena akan menambah beban defisit anggaran. Ditambahkannya, untuk program dan kegiatan masyarakat hendaknya dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ery mengungkapkan, sebagai komitmen dalam sistem universal health coverage (UHC), maka dalam APBD mendatang telah diakomodir kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat mulai tahun 2020. Dalam penyusunan rencana kerja pemda (RKPD) hendaknya DPRD ikut dilibatkan agar penyusunan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dapat selaras dan sejalan
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Aspal jalan yang disoal warga.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Yoga mengatakan, setelah menunggu hasil laboratorium dari Balai Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM), petugas menetapkan pemilik usaha atas nama Purwo Asmorontoko, warga Dusun London, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, sebagai tersangka. “Dia perannya sebagai penerima barang dan pengemas kembali kemudian dijual,” ungkapnya, Senin (25/11) . Sebelum menentukan tersangka, polisi juga sudah meme-
FOTO: MEMORANDUM/WAR
FOTO: MEMORANDUM/WAN
Mojokerto, Memorandum Polres Mojokerto akhirnya menetapkan satu tersangka dalam kasus pengelolaan makanan ringan jenis pilus dan cokelat kedaluwarsa di Dusun London, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, dan di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging.
Ika Puspitasari bersama Ketua DPRD Sunarto usai menandatangani pengesahan APBD 2020.
dengan RKPD sehingga dapat direalisasikan dalam pelaksanaannya. Perlu ada pembinaan dan pemberdayaan yang lebih intens, lanjutnya, terhadap pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberi konstribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah. Sehingga mereka diperhatikan yang pada akhirnya akan menumbuhkan kesadaran untuk membayar pajak daerah atau retribusi daerah dengan sukarela dan sejujurnya. Untuk program pembangunan sky walk mohon agar dikaji lagi dengan mendalam dan menyeluruh. Tidak semua ide yang bagus saat direalisasikan akan dapat memberikan manfaat sebagaimana yang kita harapkan. “Kami tidak ingin keberlangsungan sky walk hanya bertahan selama 1 atau 2 tahun saja, setelah itu ditinggalkan baik oleh para PKL ataupun konsumen. Kami ingin sky walk berlangsung berkelanjutan dan selamanya,” tambahnya. Program pembangunan kembali pemandian Sekar Sari, lanjutnya, hendaknya sekedar tempat rekreasi saja. Namun juga sebagai tempat pembinaan olah raga
renang dan loncat indah. Agar potensi bibit-bibit perenang dan peloncat indah di kota ini. Kedepan, hendaknya kebijakan pemberian bantuan hibah dan bantuan sosial bagi lembaga masyarakat diperkuat dan diperbesar alokasi anggarannya. Ery juga menyampaikan sejumlah hasil pembahasan. Menurutnya, rincian rancangan APBD tahun anggaran 2020 yang telah disepakati adalah sebagai berikut. Pendapatan daerah sebesar Rp 885. 815. 848. terdiri dari PAD sebesar Rp 205.935.512.000. Dana perimbangan sebesar Rp 590. 491. 864.000. Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 89.388.472. Belanja daerah sebesar Rp 1.014. 496. 260.400, terdiri dari: belanja tidak langsung sebesar Rp 394. 699. 514. 800. Belanja langsung sebesar Rp 619.796.511.600. Defisit sebesar Rp 128. 680. 178. 400. Penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 128.680.178.400. yang terdiri dari Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 128. 380.178.400 dan penerimaan piutang daerah sebesar Rp 300 juta. (adv/war/rif)
HUKUM & KRIMINAL
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Prosesi sertijab Kapolresta Banyuwangi di lapangan mapolresta.
Mantan Wadirreskrimsus Jabat Kapolresta Banyuwangi
Surabaya, Memorandum Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan memimpin serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Banyuwangi, dari AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi kepada AKBP Arman Asmara Syarifudin, Senin (25/11). Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilakukan pengukuhan Polres Banyuwangi menjadi Polresta Banyuwangi. “Perubahan tipe Polres Malang dan Polres
Banyuwangi menjadi polresta yang tentunya dibarengi dengan naiknya eselon,” ujar Kabid Humas Kombespol Frans Barung Mangera. Kapolda juga berpesan agar kapolresta baru segera menyesuaikan dengan kultur wilayah yang ada. “Kapolda menyampaikan agar kapolresta segera melakukan langkah cepat untuk menyesuaikan diri dan memaksimalkan kinerja bersama anggota,” lanjut Barung.
Masih menurut Barung, pada kegiatan tersebut kapolda juga memberikan selamat kepada Polresta Banyuwangi atas penghargaan dari Menpan RB terkait pelayanan prima kepada masyarakat. Sebelumnya AKBP Arman Asmara Syarifudin menjabat sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim, sedangkan posisi tersebut kini diemban AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi. (tyo/nov)
Surabaya, Memorandum Gegara narkoba semuanya bakal hancur. Ini pula yang dialami tiga budak sabu. Anggota Reskrim Polsek Karangpilang menggerebek dan menangkap tiga pria yang pesta sabu di rumah kos Jalan Dukuh Kramat Makam. Tersangka diketahui sebagai kurir ekspedisi bersama dua orang temannya. Mereka, Eko Rianto (25), Dwi Turwiyanto (39), dan Suprabudi (51). Ketiganya kini meringkuk di tahanan mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Seorang tersangka (Eko, red) bekerja sebagai kurir ekspedisi ternama di Surabaya,” kata Kapolsek Karangpilang Kompol Widjanarko, Senin (25/11). Di lokasi kejadian, petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 1 poket klip plastik kecil berisi sabu seberat 0,55 gram, 1 pipet kaca, dan 1 alat isap (bong). Penggerebekan dilakukan setelah ada informasi yang masuk ke anggota, bahwa di rumah kos Jalan Dukuh Kramat Makam sering kali dijadikan tempat pesta sabu. Kemudian dilakukan penyelidikan, dan memang ada kegiatan di lokasi itu. Tak menunggu lama, petugas lalu menggerebek rumah kos tersebut saat ketiga tersangka asyik mengisap sabu secara bergantian. Setelah ketiganya diamankan dan ditemukan sejumlah
Driver Ojol Curi Tas di Parkiran ITC Sebagai korban, Ismail (25), asal Bangkalan, Madura. Tas pinggang cokelat milik Ismail saat itu kebetulan tertinggal di belakang ruang ATM parkiran ITC Mall. Seperti pungguk merindukan bulan, tersangka yang kebetulan berada di dekat lokasi lalu berinisi-
atif untuk mengambil tas tersebut. Bahkan, Ekadia nekat melompati pagar yang berada di samping pos satpam. “Setelah mengambil tas itu, dia kembali melompati pagar yang semula dilewati kali pertama,” kata Kapolsek Simokerto Kompol Mas-
Beli Sabu Hasil Nabung Uang Saku
dawati Saragih, Senin (25/11) pagi. Sayangnya belum jauh melarikan diri, aksi tersangka tepergok korban dan temannya. Itu setelah Ismail menyadari tasnya sudah tidak ada di lokasi. Mengetahui tasnya hilang, ia selekasnya meminta bantuan teman-temannya yang ada di
Kenangan Bersama Guru Beberapa waktu lalu, Dian Sastrowardoyo menceritakan kenangannya melalui hastag #CeritaGuru. Dian Sastro menceritakan jika saat itu ia mendapatkan guru yang berhasil membuatnya menjadi rangking 2. “Waktu SD, sempet dapetin guru wali kelas di kelas 4 yang berhasil bikin saya jadi ranking 2. Biasanya selalu ranking 10 besar, tapi tumben kali itu bener-bener bisa ranking 2, prestasi sepanjang sekolah,” kicau Dian. “Guru gue waktu kelas 4 itu namanya pak Teo. Orangnya jail, lucu, entertaining, tapi pinter, dan hebatnya: bisa bikin anak anaknya jadi jauh lebih pinter daripada sebelumnya,” sambung Dian. Kenapa guru itu dinilai unik, karena menurut Dian bisa bikin muridnya jauh lebih rajin, jauh lebih fokus dan memperhatikan pelajaran. “Selain karena penyampaiannya entertaining, dia melihat kami (muridnya) sebagai anak-anak yang jauh lebih cerdas dari pada yang sebenarnya,” tutur Dian. “Yang pasti, kalo diajak ngomong sama pak Teo, kita merasa adalah anak-anak yang jauh lebih baik, jauh lebih menyenangkan, dan juga..
segera menanyakan kepada tetangga sekitar tapi tidak ada yang mengetahuinya,” papar Muhlis. Selain itu, Muhlis juga menambahkan bahwa kampungnya dikenal cukup rawan sebab banyak orang yang melintas. “Di sini memang
Sambungan dari halaman 1 ke tepi jalan, BSW dan AER langsung digeledah. Hingga ditemukan satu poket sabu dengan berat 0,34 gram di tangan BSW. Selanjutnya kedua pelajar itu dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangannya. “Kedua tersangka mengaku membeli barang haramnya secara patungan Rp 150.000. Bahkan demi membeli sabu, mereka rela menabung uang saku sekolah yang diberikan orang tuanya,”
Dua Perampas HP Penumpang KA Dibekuk (18), warga Jalan Setro Baru Utara VIII. Sedangkan korban, Nafla Cansa (20), wanita asal Perumahan Singasari Residence, Malang. Bermula korban usai bepergian dari Jakarta naik KA dan tiba di Stasiun Pasar Turi pada Sabtu (23/11) pukul 03.00. Kemudian Nafla memesan ojek online melalui HP-nya dan menunggu di depan pintu masuk sebelah utara. Saat menelepon, tiba-tiba datang dua pelaku mengendarai Vario L 4613 IQ dan berhenti di depannya. Seorang pelaku, Gerry, langsung merampas HP dari genggaman tangan wanita muda tersebut. Setelah berhasil dia langsung kabur ke timur Jalan Tembaan. “Ketika HP-nya dirampas orang tak dikenal, korban spontan berteriak dan didengar oleh
barang buktinya, para tersangka selanjutnya dibawa ke mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Ketiga tersangka mengaku mengonsumsi sabu agar staminanya tetap kuat dalam bekerja, dan tidak cepat lelah,” pungkas Widjanarko. (rio/nov)
sekitar lokasi. Alhasil tidak jauh dari tempat itu, mereka mendapati tersangka membawa tas dengan terburu-buru. “Tak mau mengambil risiko, temanteman korban segera meminta bantuan anggota Unit Reskrim yang kebetulan sedang patroli kring serse
obvit di lokasi,” tandas Saragih. Di hadapan penyidik, Ekadia sempat berkilah jika dia mencuri. Dia berdalih, tas yang diambilnya itu akan dikembalikan ke petugas keamanan yang ada di pos. Bahkan, tersangka di lokasi tersebut bukan berniat mengambil tas, melainkan
hendak menarik uang di mesin ATM. “Saya mau ambil uang untuk istri. Memang kalau uang belanja saya ambil dari tabungan. Kalau tas itu saya berniat amankan ke satpam, bukan untuk dicuri,” ujar Eka. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1
Ibu Bayeni,” kata Muhlis kepada Memorandum. Muhlis juga menceritakan, bahwa korban baru mengetahui motornya hilang, saat akan menjemput keponakannya pulang sekolah. “Mengetahui motornya tidak ada di tempat, korban
petugas bergegas menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan. Hingga petugas mencurigai dua remaja yang berboncengan di Jalan Raya Simokerto “Selanjutnya anggota mengikuti mereka dan mengamankan saat keduanya berhenti di lampu merah di Jalan Raya Simokerto,” kata Djoko, Senin (25/11). Setelah motor dan pengendaranya digiring
Tiga budak sabu yang diamankan.
Sambungan dari halaman 1
Vega Warga Lebak Digasak Maling Ketika mendatangi lokasi, kondisi rumah korban terlihat sepi. Namun, seorang tetangga korban bernama Roy Muhlis, membenarkan bahwa terjadi pencurian motor di kampungnya. “Memang benar ada pencurian motor di sini dan korbannya yakni
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Kurir Ekspedisi Nyabu di Rumah Kos
Sambungan dari halaman 1
dua anggota kami yang kebetulan sedang melakukan pemantauan di sekitar lokasi,” ungkap Kanitreskrim Polsek Bubutan Ipda Purwanto, Senin (25/11). Mengetahui ada penjambretan, dua polisi berpakaian preman segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku di Jalan Bulak Banteng Gang Patriot. “Kami juga menyita barang bukti berupa HP milik korban. Guna proses penyidikan, mereka kami bawa ke Mapolsek Bubutan,” jelas Purwanto. Saat diinterogasi, Gerry tidak bisa mengelak telah merampas HP korban. Rencananya HP itu akan dijual tapi keburu ditangkap polisi. “Bila berhasil, hasil penjualannya akan dibagi berdua,” ujar Gerry yang bertugas sebagai eksekutor ini. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 jauh lebih pinter dari pada yang kita pikir. He saw the good in us,” imbuh Dian. Lantaran itu, Dian Sastro juga mengajak para penggemarnya untuk menceritakan kenangan bersama guru melalui hastag #CeritaGuru dan #TerimakasihGuru. Memang, nama Dian Sastrowardoyo sudah tidak asing dunia film Indonesia. Namun kali ini, ia mencoba peruntungan di dunia balik layar. Ia menjadi seorang produser di film terbarunya yang berjudul Guru-Guru Gokil. Walaupun begitu, ia mengaku ingin tetap bermain dalam film garapan Base Entertainment itu. Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa dengan menjadi produser film, dirinya jadi banyak pengalaman dan hal baru. Apalagi harus berhadapan dengan para produser lain dan investor. “Siapa juga yang mau beli barangnya, ibaratnya gimana caranya pengetahuan kita tentang film ini harus matang. Product knowledge kita harus matang. Terus kita harus punya selling point, ‘Kenapa sih filmnya? Uniknya apa?’ Jadi harus menguasai banget,” tutup Dian Sastrowardoyo. (*/nov)
rawan mas, sekitar enam bulan lalu juga ada warga yang kehilangan motor,” ucapnya. Oleh sebab itu, ia berharap agar pengurus RT maupun RW di wilayahnya dapat memasang CCTV di depan gapura agar warga yang
masuk atau melintas, semuanya dapat terekam. “Jika dipasang CCTV, nantinya dapat memudahkan polisi untuk mengungkap pelaku kejahatan di sini,” jelas Muhlis. Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Tam-
Anggota Polsek Asemrowo Jawara Catur Nasional Ratai-Lampung yang digelar di Kota Bandar Lampung pada 23-24 November 2019. Dalam turnamen catur yang digelar Percasi dan Puslatpur Marinir 8, Teluk Ratai-Lampung dalam rangka Ke-74 HUT Korps Marinir ini, Delly menyabet juara I untuk kategori peserta dari kalangan TNI-Polri. Untuk juara dua kategori yang sama diraih oleh Charles Bolon dari TNI AL Jakarta dan juara ketiga direbut oleh Budi Prawira dari Polda Sumbar. Sementara un-
tuk kategori umum, juara I diraih oleh GM Megaranto yang pernah diundang Polres Pelabuhan Tanjung Perak sebagai juri lomba catur beberapa waktu lalu. Kabar kemenangan Briptu Delly ini disambut suka cita oleh anggota Polsek Asemrowo dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Karena turnamen catur di Lampung ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dan terberat karena diikuti oleh 287 peserta dari 13 provinsi.
Kabur dari Mapolsek Pelaku, Ricky Diaz Viera (20), warga Jalan Karangpilang Gang Melati. Sedangkan pelaku lain yang belum diketahui identitasnya berhasil melarikan diri, dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Pemuda itu ditangkap setelah merampas tas milik Rukhailah, warga Jalan Margodadi sewaktu melintas di SPBU Warugunung, Minggu (24/11) sekitar pukul 04.00. “Tersangka mengincar korban di SPBU tersebut,” ungkap Kapolsek Karangpilang Kompol Widjanarko, Senin (25/11). Kejadian diawali sewaktu Rukhailah berboncengan motor matic dengan suaminya dari Driyorejo, dan hendak pulang. Ketika melintas di tempat kejadian perkara (TKP), korban ternyata dibuntuti Ricky ber-
Sambungan dari halaman 1 Prestasi yang diraih Delly mendapatkan apresiasi dari Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto dan Wakapolres Kompol Ahmad Faisol Amir. Faisol mengatakan, sebuah kebanggaan bagi Polres Pelabuhan Tanjung Perak karena memiliki atlet catur yang sudah berulang kali menyabet juara. “Semoga prestasi Briptu Delly ini bisa diikuti oleh personel lainnya. Tidak hanya di bidang olahraga catur tapi olahraga lainnya,” kata Faisol. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 sama temannya yang mengendarai Honda Tiger L 4235 NJ. Melihat pasangan suami istri (pasutri) ini lengah, kedua pelaku segera memepet motor korban. Ricky yang bertugas sebagai eksekutor dengan cekatan merampas tas Rukhailah yang dicangklongkan di lengan kiri. Tas tersebut berisi HP, peralatan kosmetik, dan dompet berisi uang Rp 80 ribu. Merasa tasnya dirampas, spontan korban berteriak dan dikejar oleh suaminya dengan memepet motor pelaku hingga mereka terjatuh. “Saat terjatuh itulah suami korban dibantu warga setempat menangkap satu dari dua pelakunya,” ungkap Widjanarko.
Hatinya Berdarah seperti Disayat 1.001 Pedang Berkarat anak-anak ke mana mama pergi.” Mendengar kejadian tersebut orang tua Hendri pun meradang. Mereka bahkan terang-terangan meminta Hendri menceraikan Risa. Tapi, Hendri masih ragu. Dia berharap istrinya bisa berubah seperti semula dan meneruskan membina rumah tangga. Alasan Hendri masuk akal: kasihan anak-anak. Keraguan Hendri goyah ketika dia dan anak-anaknya memergoki Risa bersama seorang lelaki berjalan keluar dari sebuah hotel di kawasan Diponegoro. Waktu itu Hendri pulang dari menjemput anak bungsunya dari sekolah. Sebenarnya Hendri tidak tahu. Dia baru ngeh setelah punggungnya dicolek si anak, “Pa, ada Mama jalan-jalan sama temannya.” Hendri menolah ke arah telunjuk anak bungsunya dan melihat Risa digandeng mesra seorang lelaki.
baksari Iptu Didik Ariawan mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan kehilangan dari korbannya. “Sudah diterima laporannya mas, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Didik. (x-3/nov)
“Itu bukan mamamu. Hanya mirip. Ayo kita pulang. Siapa tahu Mama sudah di rumah.” Kalimat tersebut diungkapkan Hendri dengan hati berdarah. Seperti disayat seribu satu pedang berkarat. Dia sadar memberikan harapan palsu kepada anak bukan perbuatan mendidik, tapi mana mungkin Hendri berterus terang menjelaskan bahwa ibunya berbuat serong dengan lelaki lain. Hendri hanya berharap semoga anak-anaknya mampu bersabar apabila kelak tahu dan menyadari bahwa ibu mereka bukanlah ibu yang baik. Bukan ibu idaman yang bisa diteladani. Sayang, harapan Hendri mungkin tak akan tercapai. Pemandangan tadi tampaknya membekas begitu mendalam di dada si bungsu. Buktinya, ketika ayah dan ibu Hendri nyambangi cucu-cucu mereka, si bungsu sempat bercerita ke-
Meski tertangkap, Ricky mencoba menyusul temannya yang kabur lebih dulu memakai motor. Namun usahanya sia-sia karena keburu polisi datang ke lokasi kejadian dan langsung mengamankannya. Setelah dibawa ke mapolsek, Ricky nekat berontak dan kembali berusaha kabur. “Sehingga kami lakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki kirinya,” tandas mantan Kapolsek Tambaksari ini. Saat diinterogasi petugas, Ricky ternyata tidak kooperatif. Ditanya berapa kali menjambret, dia bersikukuh baru sekali beraksi. “Saya baru kali pertama menjambret pak,” ujar Ricky dengan menahan rasa sakit di kakinya usai ditembak polisi. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 pada mereka. Si bungsu berkata kepada kakek, “Papa sudah tidak mengenali Mama. Kami ketemu di jalan tapi Papa nggak mau memanggil Mama. Kata Papa, mereka hanya mirip. Aku yakin itu Mama.” Lelaki sepuh itu lantas mengonfirmaskan cerita tadi kepada anaknya. Hendri tidak segera menjawab. Air matanya menetes, tapi terburu dia usap. Walau begitu sang ayah sempat melihat. (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
Pilkades Pasuruan Aman dan Kondusif
Salah satunya, sabu yang dijual oleh tersangka berasal dari narapidana Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, dan Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Sidoarjo. Pengiriman dilakukan setelah tersangka meminta kepada orang tersebut lalu harga disepakati, kemudian barang dikirim. “Kirimnya dengan sistem ranjau,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Senin (25/11). Untuk pengirimannya, narapidana di dalam rutan dan lapas itu lalu menghubungi seseorang yang memiliki gudang (tempat penyimpanan, red) sabu. Kemudian ia meminta untuk mengan-
Pasuruan, Memorandum Pemilihan kepada desa (pilkades) serentak di Kabupaten Pasuruan Tahun 2019 berjalan damai dan aman. Atas keberhasilan itu, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengucapkan terima kasih kepada anggota TNI-Polri serta elemen masyarakat dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang membantu proses pilkades tersebut. Kemarin, 1.490 personel yang terdiri dari Polres Pasuruan, kapolsek jajaran serta BKO Polres Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Blitar Kota dan Kabupaten, Kediri Kota dan Kabupaten, Mojokerto Kota, Madiun Kota dan Kabupaten, Jombang, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo serta BKO Brimob Polda Jatim dengan 100 personel yang telah mengamankan pilkades tahun 2019 dilepas oleh Kapolres Pasuruan. Ucapan itu ditujukan untuk seluruh personel kepolisian dan komponen masyarakat yang telah mendukung suksesnya demokrasi pilkades serentak di 17 kecamatan dengan 168 desa atau TPS di wilayah hukum Polres Pasuruan. Pantauan di lapangan, Kapolres Pasuruan terjun langsung dengan didampingi pejabat utama memantau situasi keamanan di setiap desa yang melakukan penghitungan suara pilkades hingga selesai. Rofiq menyampaikan syukur bahwa pilkades terlaksana dengan aman, dan kondusif. Hal ini tentu tak luput dari kerja keras seluruh anggota TNI-Polri yang telah melaksanakan pengamanan langsung di TPS dengan baik. Meskipun demikian, pihaknya meminta kepada seluruh polsek jajaran dengan mengerahkan bhabinkamtibmas dan babinsa agar bersinergi untuk memantau situasi pasca gelaran pesta demokrasi di tingkat desa itu. “Kami mengharapkan bhabinkamtibmas dan babinsa saling bersinergi dan saling tukar informasi terkait situasi kamtibmas di desa pasca Pilkades,” pungkas Rofiq. (rul/fer)
tarkan sabu sesuai dengan pesanan tersangka. Tersangka selama ini memesan 100 gram sabu setiap bulannya. Sabu yang didapat tersangka ini kemudian di bagi menjadi kemasan poket kecil dan diedarkan lagi. “Dalam catatan, tersangka modal sekitar 100 gram setiap bulannya,” lanjut alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu. Tersangka ini mengambil dari Rutan Medaeng dan Lapas Porong karena mencari mana stok yang ada. Jika orang dalam lapas tersebut kehabisan stok maka akan minta ke pemasoknya. Mereka menggunakan orang kepercayaan untuk mengeluarkan barang maupun
mengambil barang. “Mereka operatornya, ada penyimpanan di luar. Tersangka mengaku tidak tahu,” pungkas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. Diberitakan sebelumnya, tergiur keuntungan menjual sabu, memaksa Bagus Permadi (38), memutukan untuk menjadi pengedar. Bahkan, dengan keuntungan tersebut, warga Jalan Bagong Ginayan III ini tidak lagi bekerja. Namun sayang, akibat bisnis haram itu pula yang membuat Bagus terjerat hukum. Tersangka dibekuk anggota unit I Satreskoba Polrestabes Surabaya, Kamis (21/11). Pria pengangguran itu diamankan saat mengemas barang haram tersebut dari poket satu gram ke ukuran nol koma. Selanjutnya, tersangka berikut barang bukti masing-masing dua poket seberat 0,34 gram dan dua poket lain seberat 0,46 gram dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. (fdn/fer)
HALA HALAMAN 8
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Surabaya, Memorandum Penyelidikan terhadap tersangka pengedar sabu, Bagus Permadi (38), warga Jalan Bagong Ginayan III, terus dilakukan polisi. Bermodal barang bukti dua lembar catatan penjualan sabu yang disita dari tersangka, petugas menemukan sejumlah fakta.
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi pejabat utama meninjau TPS.
Kompol Memo Ardian
HUT Ke-74 PGRI
Bagi Sembako kepada Warga Sekargadung
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Pasuruan, Memorandum Dalam rangka peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional PGRI Cabang Purworejo Kota Pasuruan, digelar kegiatan bakti sosial di pendopo Kelurahan Sekargadung, Senin (25/11). Dalam kegiatan itu dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Purworejo Kelurahan Sekargadung Brigadir Budi Triyoko, Lurah Sekargadung Subekhan, Ketua PGRI Kota Pasuruan Abd Syukur, Ketua PGRI Kecamatan Purworejo Dra Candra Kurniawati, dan Ketua Ranting PGRI Sekargadung H Ngadino. Kapolsek Purworejo AKP Agus Muklison menyampaikan, kegiatan ini merupakan giat sambang dan pengamanan bakti sosial dalam rangka peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional PGRI Cabang Purworejo Kota Pasuruan sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada warga. Dalam Pelaksanaan itu juga ada pembagian sembako kepada warga Kelurahan Sekargadung. “Dalam kesempatan ini bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan agar warga selalu turut serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, jalin kerukunan antar warga dan tidak percaya dengan berita hoax yang dapat memecah belah bangsa,” tutup Agus. (rul/fer)
Penyematan pin oleh Kasatbinmas AKP Jaswadi dalam acara penutupan diklat Pramuka Saka Bhayangkara.
Bhabinkamtibmas Polsek Purworejo Kelurahan Sekargadung, Brigadir Budi Triyoko, memberikan sembako kepada perwakilan warga.
Intensifkan Pengetahuan Keselamatan Berkendara
Gaet Komunitas Remaja lewat Diklat Prasbara
Probolinggo, Memorandum Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo Kota intensif melaksanakan sosialisasi tertib keselamatan berlalu lintas, salah satunya kepada pimpinan dan karyawan BAF Cabang Probolinggo, Sabtu (23/11). Materi diberikan oleh personel Unit Dikyasa Satlantas Polres Probolinggo Kota yakni Kanitdikyasa Bripka Eko Arisandi. Sebelum penyampaian materi, petugas bersama jajaran pimpinan BAF Cabang Probolinggo melakukan inspeksi kepada seluruh karyawan terkait kelengkapan dan surat-surat kendaraan bermotor. Satu per satu mulai helm, SIM, hingga STNK kendaraan milik karyawan diperiksa oleh anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota. “Itu sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian petugas satlantas atas keselamatan masyarakat untuk menekan angka kecelakaan berkendara di jalan raya. Ini kegiatan rutin pelayanan kepada masyarakat, kita juga berikan pengetahuan yang berisi tertib berlalu lintas di masyarakat,” kata Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Tavip Haryanto. Tavip mengungkapkan, masyarakat di
Kanitdikyasa Satlantas Polres Probolinggo Kota Bripka Eko Arisandi memberikan materi keselamatan berkendara.
wilayah hukum Polres Probolinggo Kota sudah mulai sadar mematuhi segala aturan berlalu lintas, dengan demikian diharapkan keselamatan berkendara dapat tercapai sehingga dan bisa meminimalisir angka fatal korban kecelakaan.
“Saya merasa bangga dengan masyarakat yang kian hari semakin tertib dalam mematuhi rambu lalu lintas hingga melengkapi surat-surat berkendara,” tandasnya. Tavip menambahkan, selain itu para pimpinan dan karyawan BAF Cabang Probolinggoo juga mendapatkan edukasi tentang beberapa poin penting dalam keselamatan berkendara. Di antaranya memastikan kendaraan lengkap surat-suratnya, kemudian pastikan
kesehatan kondisi fisik prima dan tidak terpengaruh alkahol atau narkoba. “Jadi sebelum kejadian kita laksanakan langkah-langkah sosialisasi seperti ini. Semua kami lakukan agar masyarakat bisa patuh dan sadar hukum. Kami harapkan masyarakat bisa mengerti demi kebaikan bersama sehingga masyarakat bisa mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan,” ucap Tavip. Demikian juga, lanjut Tavip, tindakan preemtif harus senantiasa dilakukan. Khususnya untuk mengurangi kejadian kecelakaan lalu lintas yang sering sekali memakan korban. ”Akan sangat efektif apabila dilakukan sosialisasi serta pembinaan maupun penyuluhan langsung kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan edukasi tersebut bisa memberikan manfaat bagi pengetahuan para pimpinan dan karyawan BAF,” imbuhnya. Satu hal yang paling penting, lanjut Kasatlantas, utamanya agar menyadari bahwa keselamatan lalu lintas merupakan sebuah kebutuhan. ”Mereka perlu didorong untuk ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” pungkas Tavip. (mhd/fer)
Belasungkawa kepada Keluarga Besar SMPN 1 Sumberbaru
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Bangkalan, Memorandum Kiat Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi untuk membangun kemitraan dengan organisasi kepemudaan, terus digalang dari waktu ke waktu. Kali ini, Rama melalui Kasatbinmas AKP Jaswadi kembali memperluas kemitraan dengan komunitas remaja dalam wadah gugus depan (gudep) Pramuka Cabang Bangkalan. “Untuk itu, kasatbinmas kemudian berinisiatif menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi adik-adik pramuka yang tergabung dalam Saka Bhayangkara,” kata Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno, Senin (25/11). Selama dua hari, sejak Sabtu (23/11) hingga Minggu (24/11), ada 20 anggota pramuka setingkat penggalang dari gudep Cabang Bangkalan, direkrut dan digodok dalam diklat yang dihelat di gedung serbaguna Polres Bangkalan. Tergetnya, agar mereka tumbuh menjadi anggota Pramuka Saka Bhayangkara (Prasbara) yang handal. Itu sebabnya, selama diklat, menurut Suyitno, mereka digembleng dengan berbagai disiplin pengetahuan dan ketrampilan pramuka spesifik Saka Bhayangkara. Di antaranya, mereka mandapat asupan materi wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, serta beberapa keterampilan yang berkait erat dengan operasional tugas polisi di medan tugas. “Targetnya, ya agar mereka tumbuh menjadi anggota Pramuka Saka Bhayangkara yang handal, berjiwa patriotik, punya rasa cinta tanah air, serta kesadaran bela negara yang tangguh,”papar Suyitno. Selain itu, juga mempunyai keterampilan yang bisa diperbantukan dalam operasional tugas polisi dalam pengamanan dan tertib lalu lintas, atau bersama menjaga stabilitas kamtibmas. Selama diklat, Jaswadi dan Ps Kanitbinkamsa Bripka Mujahid Dinoessiyfa bertindak sebagai instruktur dan penyaji materi. Keduanya dibantu oleh beberapa pembina pamong Saka Dirgantara dari gudep pramuka Cabang Bangkalan. Di akhir diklat, Jaswadi menyematkan pin simbol Pramuka Saka Bhayangkara. “Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan, adikadik peserta diklat menekuni semua materi dengan antusias. Yaahh...forum diklat Prasbara ini saya nilai terlaksana dengan sukses,” komentar Jaswadi. (ras/fer)
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/RUL
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019
FOTO: MEMORANDUM/MHD
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL Pengedar Sabu Dipasok dari Rutan dan Lapas
Kabagsumda AKP Sujatmiarto memberikan tali asih untuk keluarga korban.
um Jember, Memorandum a cita Ungkapan duka sar dari keluarga besar as Polres Jember atas k meninggalnya Atok Subuh Yulianto (50), Wakil Kepala SMPN 1 Sumberbaru jelang HUT ke-74 PGRI. Di mana rombongan minibus Elf yang ditumpangi 16 orang guru SMPN 1 Sumberbaru, termasuk korban yang hendak menghadiri apel PGRI di Surabaya menabrak pembatas di dekat exit tol Ton-
gas, Pro Probolinggo, Minggu (24/11) (24/11). Be Bentuk empati Kapolres JJember AKBP Alfian Nur Nurrizal SH SIK MHum me mengirimkan karangan bu bunga ke SMP Negeri 1, Kecamatan Sumberbaru, Jember, Senin (25/11). Didampingi para kabag, kasatbinmas, dan Muspika Kecamatan Sumberbaru, Wakapolres Jember Kompol Bagus Ikhwan C mengunjungi SMP Negeri 1 Sumberbaru untuk menyampaikan
karangan bunga dan tali asih kepada keluarga korban yang diberikan pihak sekolah. ”Kami atas nama Polres Jember beserta staf mengucapkan HUT ke-74 PGRI,” ujar Wakapolres Jember saat ditemui di ruang Kepala SMPN 1 Kecamatan Sumberbaru. Lanjut Bagus, kedatangan di SMPN 1 Sumberbaru juga sekaligus menyampaikan rasa bela sungkawa. “Semoga almarhum diterima amal baiknya dan diampuni segala dosanya,” pungkas Bagus. (edy/hms/fer)
KOTA SURABAYA Reklamasi Ilegal Pantai Kenjeran Diperjualbelikan
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Semula untuk Menjemur Ikan, Kini Jadi Hunian Surabaya, Memorandum Komisi C DPRD Surabaya meminta satpol PP menghentikan reklamasi ilegal yang dilakukan di kawasan Pantai Kenjeran. Reklamasi atau pengurukan laut di kawasan tersebut dilakukan sejak 1990. Ini dilakukan guna memberi lahan kepada nelayan untuk menjemur ikan hasil tangkapan di laut.
Namun lambat laun, di atas lahan reklamasi itu warga mulai mendirikan bangunan.Dugaan jual beli lahan reklamasi Pantai Kenjeran pun mencuat setelah ada laporan pengaduan dari masyarakat.Bahwa ada warga yang tertipu oleh onkum hingga ratusan juta rupiah lantaran membeli lahan reklamasi di kawasan pesisir Pantai Kenjeran. Setiap
kaveling tanah reklamasi ini dihargai Rp 50 juga sampai Rp 100 juta. “Saya pernah membeli lahan reklamasi senilai Rp 70 juta. Tapi sekarang sudah tak jual dengan harga lebih rendah. Saya takut merugi karena tidak laku,” kata Hariyono,
salah seorang pembeli lahan reklamasi tersebut dalam hearing dengan Komisi C DPRD Surabaya, Senin (25/11). Sementara itu, Hanafi, warga RW 02, Kelurahan Sukolilo, Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Hearing Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti dugaan reklamasi ilegal di Pantai Kenjeran. GRAFIS/AZIZ
Incar Kemenangan Pilwali 2020
PDI-P Harus Perluas Jejaring di Masyarakat Surabaya, Memorandum PDI-P mematok target memenangkan Pilwali Surabaya 2020. Untuk itu, pengurus DPC PDI-P Surabaya melakukan road show ke PAC-PAC di 31 kecamatan untuk memanasi mesin politik, Minggu (24/11) malam. Ketua DPC PDI-P Adi Sutarwijono didampingi wakil ketua DPC Sukadar dan Tri Indah Ratnasari serta ketua PAC Sukomanunggal Triyarso, menyatakan target PDI-P kembali berjaya di Pilwali 2020. “Kami (PDI-P, red) sudah menang tiga kali pilkada langsung, dan kita berjuang dengan cara gotong-royong untuk menang keempat kalinya,”tandas Awi, panggilan Adi Sutarwijono ketika dikonfirmasi, Senin (25/11). Di depan pengurus PAC (kecamatan), ranting (kelurahan), dan anak ranting (level RW) se-Kecamatan Sukomanunggal, Awi menyampaikan pesan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri agar menjaga kesolidan partai. “Pesan Ibu Mega, kita jaga terus kesolidan partai. Karena kalau jajaran partai solid, maka itu sudah separuh dari kemenangan,” tandas Awi. Terkait Pilwali Surabaya 2020, Awi menegaskan, jika semua proses sudah selesai di tingkat lokal. Sekarang DPC sedang menunggu turunnya rekomendasi dari DPP PDI-P. Adi menyampaikan ada ada 18 bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota yang mendaftar ke PDI-P. Menurut Awi yang juga ketua DPRD Surabaya ini, sebagian dari bakal calon, belakangan ini rajin blusukan ke bawah untuk membangun dukungan masyarakat. Di antaranya, Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Armuji, Anugerah Aryadi, Ony Setiawan, dan Eddy Tarmidi. “Pemenangan Pilwali Surabaya 2020 di antaranya bertumpu pada peran kader-kader partai di masyarakat. Karena itu, segenap kekuatan PDI-P harus memperluas jejaring dan peran di masyarakat. Semua aktif turun ke masyarakat. Nanti, siapa pun yang direkom DPP PDI-P kami akan tunduk dan patuh serta melaksanakan perintah partai secara bertanggung jawab,” tandas Awi. Selain di Kecamatan Sukomanunggal, pertemuan juga dilakukan dengan PAC Kecamatan Gubeng. Bersambung ke halaman 10
Kondisi akses Jalan Bulak Rukem Timur 2 D, RT 06, RW 07 Kelurahan/ Kecamatan Bulak.
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Proyek Saluran Air Bulak Rukem Timur
Kontraktor Harus Kembalikan Fungsi Akses Jalan Surabaya, Memorandum Kontraktor pelaksana proyek pemasangan box culvert di Bulak Rukem Timur 2D, RT 06/RW 07, Kelurahan/Kecamatan Bulak, diminta memperbaiki dan mengembalikan fungsi akses jalan yang ditimbun material bekas galian
tanah seperti sediakala. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono. Dia meminta kontraktor serius mengerjalan proyek sepanjang 189 meter tersebut. Menurut politisi PDI-P ini pelaksana proyek yang mengerjakan harus
mematuhi dan mengikuti peraturan yang ada.“ Harus tuntas. Kalau ada kerusakan harus dikembalikan seperti sediakala,” tegas Baktiono, Senin (25/11). Keberadaan tanah bekas galian untuk membangun saluran air yang persis di tengah jalan itu sangat mengganggu
kenyamanan pengendara. Apalagi banyak penutup saluran di tengah jalan rusak akibat tidak kuat menahan beban alat berat proyek galian. “Jadi bukan dilihat box culvertnya tinggi, terus pavingnya rendah. Kalau Bersambung ke halaman 10
Tagihan Tak Wajar, Pelanggan Minta Meter Air Diganti
FOTO: ISTIMEWA
Ketua DPC PDI-P Surabaya Adi Sutarwijono memimpin rapat koordinasi dengan PAC Sukomanunggal.
Surabaya, Memorandum Keluhan Sujatmiko, warga Bulak Rukem Timur Gang I-N, Kelurahan/Kecamatan Bulak, terkait tagihan bulan November yang membengkak tidak wajar, direspons PDAM Surya Sembada dengan mengirimkan petugas ke lokasi. Setelah dicek petugas, Senin (25/11), akhirnya pelanggan meminta meter air diganti baru. Pelanggan memang kerap kali dibuat bingung dengan tagihan PDAM yang tiba-tiba
FOTO: ISTIMEWA
Ali Musyafak
membengkak beberapa kali lipat dibandingkan bulan sebe-
lumnya. Ironisnya, pelanggan tak bisa berkutik. Mereka harus membayar tagihan tersebut, jika tidak akan diputus. Padahal, pembengkakan itu bisa jadi bukan semata-mata kelalaian pelanggan. Ini terungkap ketika petugas PDAM mengecek ke rumah Sujatmiko, warga Bulak Rukem Timur Gang I-N, Kelurahan/ Kecamatan Bulak, Senin (25/11). Kedatangan petugas tersebut karena ada laporan Sujatmiko yang tagihan PDAM mengalami
kenaikan tidak wajar. Rata-rata tagihan per bulan paling tinggi Rp 45 ribu, namun pada tagihan November mencapai Rp Rp 320.650. Ini berarti ada pembengkakan tagihan sebesar Rp 275.650. Bayangkan, jika di Surabaya ada seribu pelanggan yang mengalami kejadian serupa, maka pelanggan menderita kerugian Rp 275.650.000 Sujatmiko menuturkan, petugas PDAM yang mengecek meter air di rumahnya bera Bersambung ke halaman 10
Salah Klasifikasi SEMENTARA itu, kasus berbeda dialami beberapa warga di wilayah Tanjung Perak terkait kenaikan tarif bulanan PDAM. Mereka terkejut ketika tagihan naik hingga tiga kali lipat dibandingkan pembayaran sebelumnya. Padahal, penggunaan debit air yang dilakukannya tidak jauh berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Bersambung ke halaman 10
Osaka, Metropolitan yang Kuat Pegang Budaya Asli Jepang (1)
Tanpa Bak Sampah, Jalanan Dijamin Kinclong Mendengar nama Kota Osaka orang pasti berpikir akan pemandangan gedung pencakar langit dengan kesibukan, keriuhan, serta gemerlap kota metropolitan di sebuah negara maju. Tentu saja industri macam apa saja juga tumplek blek di kota metropolitan kedua di Jepang itu. Bisa diprediksi pula sampah atau kotoran bertebaran dimana-mana. Namun hal itu tak terjadi di Osaka, dan bahkan budaya bersih benar-benar dipegang teguh oleh masyarakat Osaka. Berikut catatan wartawan SKH Memorandum yang sempat berkunjung ke Osaka pekan lalu. Oleh: Tri Haryoko MENYUSURI Kota Osaka di wilayah tengah kota (down town) atau orang mengenalnya sebagai kawasan Shinsaibashi yang bisa terlihat selain gedung pencakar langit dengan kerlap kerlip lampunya, tentu sebuah lokasi pusat perbelanjaan sepanjang kurang lebih 800 meter.
Karena namanya pusat perbelanjaan tentunya selain orang lalu lalang, juga gerai pertokoan dipadu hiburan di dalamnya, serta pusat kuliner tersedia di sana. Tentunya kondisi ini makin sepadan dengan pola hidup orang Jepang seperti rata-rata masyarakat di negara maju.
Bekerja dan bekerja serta memburu yen tentunya sudah menjadi aktivitas rutin mereka. Maka jangan heran kalau setiap pagi sekitar pukul 07.30 waktu setempat, kita akan melihat pria wanita dewasa dengan stelan jas berjalan kaki berkerumun menuju tempat kerja. Merekapun terlihat tertib menyusuri jalanan selepas keluar dari stasiun bawah tanah. Pun menjelang petang, pemandangan serupa terlihat masyarakat Osaka berjalan bergerombol sepulang kerja. Tak ada orang berjalan pelan, semuanya mengayunkan langkah kaki dengan cepat. Bisa jadi itu dilakukan untuk meminimalkan rasa hawa yang cukup dingin mencapai 10 derajat celsius atau memang telah menjadi kultur orang sibuk. Hampir tak ada motor lalu lalang, selain warga yang mengayuh sepeda
angin dan kendaraan roda empat di jalanan Osaka. Kalaupun ada motor lewat, dalam satu jam saja bisa-bisa cuma satu motor matic yang melintas di jalanan Osaka. Penduduk Osaka memang mayoritas memilih transportasi massal kereta bawah tanah, mengingat selain ongkosnya terjangkau, juga lebih minim risikonya, termasuk risiko keterlambatan jam bisa diminimalisir. Hal ini benar-benar telah menjadi kebiasaan dan budaya warga setempat. Sehingga boleh dibilang mereka dalam beraktivitas selalu seefektif mungkin. Dan tak sampai terdampak pada masyarakat lain dimana mereka tinggal. Masyarakat Osaka lebih memilih transportasi massal tentunya selain juga berpikir mengurangi polusi udara, juga beban biaya tinggi apabila
FOTO: MEMORANDUM/TRI HARYOKO
Kondisi jalan di kawasan Shinsaibashi Osaka yang nampak bersih meski tak terlihat bak sampah.
sampai memiliki motor pribadi layaknya masyarakat Indonesia. Salah seorang warga Osaka, Tama,
yang sempat berbincang dengan Memorandum mengatakan bila war Bersambung ke halaman 10
KOTA SURABAYA
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
PMD Kumpulkan Ribuan Pendamping, Optimalkan DD
KONSULTASI OBAT TRADISIONAL PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah Tanya: Selama ini manfaat sirih hijau tak diragukan lagi sebagai bahan alami. Bagaimana dengan manfaat dan kandungan sirih merah dan sirih hijau. Apa spesifikasi dari kedua bahan tersebut?
Surabaya, Memorandum Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim mengumpulkan 3.760 pendamping desa dalam rapat koordinasi (rakor) optimalisasi dana desa (DD) untuk percepatan penanggulangan kemiskinan pedesaan di Hotel Utami, Senin (25/11). “Ini adalah rakor teknis bagi pendamping desa. Ada 3.760 pendamping desa yang tugasnya adalah mengawal tentang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa melalui stimulusnya adalah dana desa, alokasi dana desa dan sebagainya,” kata Kepala Dinas PMD Jatim, M Yasin. Rakor dibuka oleh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Usai membuka acara, Heru mengajak kepala OPD dan para pendamp-
ing desa untuk bersama-sama makan telur ayam. Dalam rakor ini, menurut Yasin, para pendamping desa dibekali khusus, karena ada tiga agenda prioritas pemerintah yang harus diselesaikan. Pertama, kemiskinan pedesaan 14,43 persen. Sementara di kota 6,8 persen. “Jadi, gapnya masih cukup tinggi. Ini harus segera ditangani.Tidak mungkin kemiskinan desa menyalip kota. Paling tidak jaraknya jangan terlalu lebar,” ujar dia.
FOTO: ISTIMEWA
Sekdaprov Heru Tjahjono bersama Kepala Dinas PMD Moch Yasin makan telur secara serentak.
Kedua, terkait dengan stunting. Di Jatim stuntingnya masih rata-rata 32 persen. Salah satunya ada di desa. Ketiga, terkait dengan 363 desa tertinggal dan du desa sangat tertinggal. “Gubernur minta segera dientaskan. Karena itu, hari ini seluruh pendamping dikumpulkan semua,” tutur dia.
Selain itu, lanjut dia, para pendamping desa dikumpulkan karena pada Desember-Januari, pemerintah desa menyusun APBD desa. Maka APBD desa harus dikawal betul oleh pendamping. “Agar mereka mendukung penyelesaian tiga permasalahan tadi. APBD desa harus bisa
membantu mengurangi kemiskinan pedesaan, stunting, perbaikan gizi keluarga dan pengentasan daerah tertinggal,” jelasnya. Pihaknya mengakui memang APBD desa itu menjadi kewenangan kepala desa, tapi, ada kewajiban yang harus diselesaikan. Sehingga antara kewajiban dengan kewenangan harus sinkron. “Jangan karena kewenangan tapi tidak berbasis kepentingan umum masyarakat, tidak berbasis kebutuhan dan tidak berbasis permasalahan,” cetusnya. Gubernur Jatim, tambah dia, ingin tahun 2020 Jatim terbebas dari desa tertinggal.Tahun 2019, di Jatim masih ada 363 desa tertinggal dari total jumlah desa di Jatim sebanyak 7.724 desa. (yok/dhi)
Habibh, Sidoarjo Jawab: Sirih sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt Indonesia secara turun temurun. Manfaatnya erat berkaitan dengan kandungan di dalamnya, terutama minyak atsiri, yang bekerja sebagai antibakteri dan antijamur. Oleh karena itu, daun tanaman sirih cocok untuk membantu menjaga kebersihan tubuh manusia pada pemakaian secara teratur. Termasuk di antaranya adalah sebagai obat kumur, pencuci luka, pencuci organ kewanitaan, dan masih banyak lagi. Setelah bebas kuman dan jamur, kita tinggal menjaga kekuatan kekebalan tubuh supaya tidak mudah kena infeksi sepanjang waktu. Bukan tidak mungkin kita mengalami kesulitan menyembuhkan penyakit karena infeksi hanya akibat kekebalan tubuh yang lemah, misalnya serangan TBC, malaria, disentri, dan lain-lain. Sirih hijau adalah yang paling banyak dipakai. Sirih merah bernama ilmiah Piper crocatum, manfaat antikuman dan jamur sudah dibuktikan secara ilmiah. Pengalaman menunjukkan khasiat daun sirih merah memang untuk membantu penyembuhan luka dan mengatasi nyeri karena infeksi pada gigi. Khusus untuk pengobatan luka yang tidak dalam, sebaiknya di bawah bimbingan petugas kesehatan, umpama dokter, apoteker, dan perawat. Ini penting karena menyangkut keberhasilan, sementara keberhasilan erat berkaitan dengan kebersihan. Cara umum: Cuci bersih dengan sabun dan dibilas air mineral yang banyak, peralatan panci, mangkok, saringan, sendok, kain lap, dan waslap. Ambil daun yang sudah cukup tua, cuci bersih dengan sabun dan bilas dengan air bersih yang banyak. Letakkan pada wadah khusus yang bersih. Rebus daun dalam air mineral dalam panci yang sudah disiapkan di atas api sedang. Tutup panci, biarkan hingga air mendidih. Kecilkan api dan lanjutkan pemanasan selama 10 menit. Saring ke dalam mangkok. Cuci bersih luka yang akan diobati hingga bersih dengan sabun dan cairan pencuci hama. Bilas. Selanjutnya celupkan waslap ke dalam air rebusan sirih dan gunakan untuk mengompres luka. Lakukan beberapa kali dalam sehari. (*)
Reklamasi Ilegal Pantai Kenjeran Diperjualbelikan Kecamatan Bulak, mengatakan, jika warga sejak tahun 1990 taat membayar pajak.Itupun dilakukan tiap tahun, bahkan sampai sekarang.Karena tidak punya dana untuk pengurukan, maka lahan tersebut tetap berupa laut. “Ini kan tidak ada soaialisasi bahwa reklamasi tidak diperbolehkan. Tapi berpikirnya masyarakat sana itu bukan reklamasi tapi revitalisasi. Jadi, tanah nenek moyang yang ter-
Tagihan Tak Wajar, Pelanggan Minta... sumsi bahwa tagihan PDAM itu membengkak karena pipa di dalam rumah bocor. Namun hal tersebut dibantah mentah-mentah oleh Sujatmiko. Sebab, air dari meteran itu langsung menuju tandon di bawah tanah. Lalu air itu disalurkan dengan cara memompa ke tandon atas. “Artinya, kalau ada kebocoran pipa di rumah itu hanya terdampak pada tandon atas yang akan cepat habis airnya. Sedangkan meteran tidak berpengaruh apa-apa,” terang dia. Dia menambahkan, persoalan muncul ketika meter air ditutup, ternyata masih ada air yang keluar dari pipa sambungan rumah ke tendon, meski tidak banyak atau gemericik. Dan, itu pun ia mamasang alat
Salah Klasifikasi “Setelah kami mengadukan masalahnya ke kantor PDAM, ternyata pihak PDAM mengakui ada kenaikan. Karena rumah kami berada di daerah yang dianggap masuk wilayah dengan pelanggan yang tarif iurannya lebih tinggi,” keluh Agustina, warga di Jalan Ikan Mungsing kepada Memorandum. Yang dikeluhkan, kok ti-
PDI-P Harus Perluas... FOTO: ISTIMEWA
Para personel menyerahkan urine untuk dites tim kesehatan.
Pastikan Bebas Narkoba, Prajurit Dites Urine Surabaya, Memorandum Awal pekan, para prajurit dan ASN korem dikumpulkan di aula makorem, Senin (25/11). Bahkan, 130 personel itu diminta untuk menyetorkan urine untuk selanjutnya dites oleh pihak kesehatan. Selain pengecekan urine, mereka juga dibekali wawasan tentang bahaya mengenai narkoba ditinjau dari aspek hukum bagi pengguna dan pengedarnya. “Kasus penyalahgunaan narkoba, telah merebak ke berbagai kalangan, termasuk TNI. Keberadaan penyalahgunaan itu, mampu merusak nilai-nilai moral dan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya Letkol Arm Aprianko Suseno. Selain mampu merusak moral dan sendi kehidupan masyarakat, masih menurut Aprianko, keberadaan peredaran dan penyalahgunaan itu juga mampu mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara. “Sosialisasi dan pengecekan ini, merupakan langkah guna mengantisipasi sekaligus mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” pungkas dia. (tyo/lis)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
kikis laut itu dibangun kembali,” jelas Hanafi. Menurut informasi, reklamasi Pantai Kenjeran ini semula dilakukan oleh warga karena kebutuhan menjemur ikan hasil tangkap laut. Namun lambat laun, ada oknum menyalahgunakan dengan menjual lahan urukan tersebut sebagai hunian. Tetapi, hunian tersebut tidak bersertifikat, melainkan hanya memiliki surat ganti pengurukan dengan harga
otomatis jika air tandon penuh maka otomatis aliran air dari meteran akan berhenti. “Karena itu, saya meminta kepada petugas untuk mengganti meter air, Jika tidak, tagihan akan terus membengkak. Padahal selama ini pengggunaan air tetap stabil karena hanya lima orang di rumah,” ungkap dia. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pelanggan (DP) PDAM Surabaya Ali Musyafak mengatakan, jika itu persoalan klasik yang sampai sekarang belum ada penyelesaiannya. Kerap kali kenaikan tagihan itu terjadi penuh dengan tanda tanya karena alasan pipa bocor atau terkena kenaikan dampak dari pemakaian. Biasanya persoalan tersebut kerap terjadi
cukup fantastis, yakni sekitar Rp 1 juta per dump truck. “Ini karena sudah ada warga yang dirugikan dan juga ada yang dijanjikan akan mendapat surat-surat tanah, tapi akhirnya tidak bisa dibuktikan. Sampai sekian lama status tanahnya tidak jelas,” ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. Seharusnya, menurut dia, proses reklamasi pantai harus mengantongi izin dari Dinas
Sambungan dari halaman 9 menjelang tutup tahun. Di sisi lain, pelanggan mengeluh debit air dan kualitas air yang bercampur lumpur atau pasir. Untuk itu, pihaknya meminta transparansi audit layanan secara terbuka. Terutama seberapa besar produksi air yang terserap ke pelanggan dan besarnya tekanan sampai meluber ke tandon. Disinggung langkah apa yang harus dilakukan pelanggan terhadap kondisi tersebut, Ali mengatakan Dewan Pelanggan PDAM siap memberikan pendampingan bagi korban pembengkakan tagihan. “Kami siap untuk memberikan pendampingan dengan syarat pelanggan dapat memberikan informasi yang terbuka dan jujur,” tegas dia. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Itu sesuai dengan peraturan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP-3K). Untuk pengurukan, lanjut dia, komisi C meminta camat dan Satpol PP untuk mengawasi dan menghentikan reklamasi. Karena batas laut itu sudah ada di rencana detail tata ruang kota (RDTRK). “Disimpulkan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Jatim No 1 Tahun 2018, bahwa Perda Reklamasi untuk laut harus mendapat izin Gubernur Jawa Timur
Kontraktor Harus... memang seperti itu komisi C akan mengundang untuk meminta penjelasan. Agar proyek ini segera kelar. Paling tidak segera dipaving,” ungkap dia. Terlebih, Baktiono menyarankan jika proyek tersebut berskala kecil, maka bisa meminta bantuan satuan tugas (satgas) pembangunan milik Pemkot Surabaya.“Jadi bisa menuntaskan persoalan ini, tanpa melalui kontraktor,” papar Baktiono. Perlu diketahui pembangunan saluran air di Bulak Rukem Timur 2 D tersebut justru menyengsarakan warga. Sebab, warga harus memperbaiki sendiri jalan paving yang
sesuai dengan batas kewenangan Jatim, yaitu 12 mil laut,” papar dia. Maka, lanjut Baktiono yang juga politisi PDI-P, untuk reklamasi yang tidak mendapat izin dari Pemprov Jatim harus dihentikan. Jika tidak maka kondisi yang ada di sana itu ilegal. “Kecuali mereka bisa menunjukkan izin dari Pemprov Jatim. Kalau warga keberatan toh melanggar hukum, maka DPRD Surabaya wajib untuk mengingatkan warga agar tidak dilanjutkan. Nanti dikhawatirkan bisa jadi masalah dikemudian hari,” imbuh Baktiono. (alf/dhi)
Sambungan dari halaman 9 tertutup material bekas galian. Pantauan Memorandum di lapangan, kondisi jalan sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Sebab, beton penutup saluran air yang baru dipasang hancur akibat tak kuat menahan eskavator. Sebelumnya, Minggu (24/11), warga Bulak Rukem Timur Arliyan mengeluhkan pembangunan saluran air tersebut. proyek tersebut awalnya diterima dengan senang hati oleh warga. Namun, setelah proyek tersebut dikerjakan, warga malah sengsara. Bahkan, warga harus memperbaiki sendiri jalan paving tersebut. (alf/dhi)
Sambungan dari halaman 9 ba-tiba ada klasifikasi seperti itu, tanpa ada informasi atau sosialisasi sebelumnya. “Kami tentu kecewa sekali dengan kondisi ini. Karena kami merasa dirugikan. Sebab, data yang mereka terima tentang kondisi rumah saya, tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka mendapatkan dari mana?,” ujar dia dengan nada tinggi. (udi/sr/dhi)
Sambungan dari halaman 9
Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris DPC PDI-P Anas Karno juga memimpin rapat PDI-P di kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo. “Setiap bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali
kota yang turun ke masyarakat, kader-kader PDI-P harus mendukung pergerakan mereka. Termasuk membuka akses di masyarakat, sehingga para calon semakin dikenali warga,” kata Anas Karno. (dhi/lis)
Tanpa Bak Sampah...
Sambungan dari halaman 9
ga Osaka benar-benar harus berpikir praktis dalam segala hal. Termasuk masalah menjaga kebersihan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Pemerintah setempat sengaja tak menyediakan bak sampah di sudut-sudut jalan, seperti yang bisa kita lihat di Indonesia. Ini berlaku baik di wilayah tengah kota hingga kawasan pinggiranpun tak akan bisa dijumpai bak sampah. Lantas apakah dengan tidak adanya bak sampah, warga Osaka bisa membuang sampah sembarangan? Disinilah kita bisa ambil nilai positifnya, karena di Osaka berlaku sampah milikmu
adalah tanggungjawabmu. Artinya, sampah sekecil apapun tak boleh dibuang sembarangan dan harus dimasukkan saku untuk dibawa pulang. Karena bila tepergok membuang sampah sembarangan selain disanksi denda juga ada sanksi yang lain hingga warga tersebut akan mendapat kesulitan untuk membuang sampah selanjutnya. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang kemudian benar-benar membuktikan bagaimana bersihnya Kota Osaka, hingga jalanan terlihat selalu kinclong tak ada sampah sekecilpun yang tercecer. (bersambung)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Sumenep, Memorandum Dianggap tidak tertata dan menyebabkan kumuh, puluhan kios di bundaran Pasar Tradisional Anom, Kabupaten Sumenep, digusur. Pedagang kecewa kepada Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sumenep karena tidak menyediakan tempat relokasi. da berada bundaran bagian Utara merasa dianaktirikan. Selain itu, juga menyayangkan tidak adanya tempat para pedagang yang direlokasi. “Menurut kami sebelum melakukan relokasi harusnya menyediakan tempat, bukan setelah digusur masih dicarikan tempat,” ungkapnya,
Pedagang mengais sisa-sisa di kios pasar tradisional Anom, Sumenep, yang sudah rata dengan tanah pasca penggusuran.
putra menjelaskan, berdasar pendataan yang dilakukan jumlah pedagang terus bertambah, kemudian berimbas tempat relokasi yang disediakan tidak mampu menampung semua pedagang. Sambil mencari solusi untuk sementara pedagang terkena penggusuran ditempatkan di belakang Pasar Anom Blok A sebelah Utara yang saat sekarang dikelolah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). “Soal keamanan tanggung jawab bersama, kami yakin mereka nyaman berada disini tidak akan diusir
karena saya sudah koordinasi dengan BPRS,” ujarnya. Disebutkan jumlah kios terdata dari di awal sekitar 64 kios kemudian bertambah sehingga tempat relokasi yang disediakan 84 kios tidak mampu menampung, karena adanya jumlah pendataan terus bertambah. Menurutnya, sekitaran bundaran memang tidak diperbolehkan karena adanya kebijakan diperbolehkan untuk sementara.”Itu akan dikembalikan kepada fungsi awalnya sebagai tempat mobilisasi agar tidak macet dan kumuh,” tegasnya. (uri/sr)
FOTO: MEMORANDUM/URI
Perwakilan pedagang Pasar Tradisional Anom Kabupaten Sumenep Karsono mengaku, karena tidak ada pilihan lain, terpaksa menerima tindakan penggusuran itu. Namun dia menyayangkan sosialisasi kepada pedagang tidak maksimal. Dia mengaku pedagang bera-
Senin (25/11). Akibat tidak menyediakan tempat relokasi, banyak pedagang yang digusur belum dapat beraktivitas. Hingga saat itu, masih dicarikan solusi oleh disperindag setempat. Kembali dikatakan seadainya, rencana itu disosialisasi kan kemudian disedikan tempat, baru kemudian pedagang yang berada di sebelah Utara bundaran dipindah maka pada pedagang tidak merasa kecewa keputusan tersebut. Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep Agus Dwi Sa-
FOTO: MEMORANDUM/URI
Puluhan Kios Pasar Anom Digusur tanpa Solusi
Mahasiswa berdemo di Kantor Pemkab Sumenep.
Sumenep, Memorandum Tidak maksimal memberikan pelayanan transportasi laut kepada masyarakat Kapulauan Kabupaten Sumenep, puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (25/11) kemarin. Massa aksi tergabung di Forum Mahasiswa Kangean (Formaka), Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpas), dan Forum Pemuda Raas (FPR). Koordinator aksi Abdul mengatakan, pelayanan transportasi laut kepada masyarakat kepulauan banyak permasalahan, salah satunya barang dan penumpang tidak bisa dibedakan karena karena tempatnya bercampur. Selain itu, kapal yang melayani rute pelabuhan Kalianget-Kepulauan tidak sesuai kapasitas, dan sering terjadi kecelakaan laut. Maka dirinya mewakili masyarakat pulau minta pihak berwenang mencarikan solusi. Dikatakan, dua kapal yang dikelolah PT Sumekar dinilai tidak maksimal memberikan pelayanan. Dalam memberikan pelayanan dua kapal belum bisa membedakan antara penumpang dan barang. “Jumlah penumpang juga diluar kapasitas kapal, maka kami menuntut pembelian kapal baru,” katanya, Senin (25/11). Mahasiswa menilai dua kapal saat sekarang dimiliki pemerintah sudah tidak maksimal memberikan pelayanan dengan alasan aktifitas warga kepulauan kedaratan semakin padat. Maka dirinya menyarankan pengadaan kapal baru. Dikatakan, bupati Sumenep dipersilakan melakukan evaluasi kepada PT Sumekar selaku pengelolah dua kapal saat sekarang dinilai tidak maksimal memberikan pelayanan.”Kami pun mahasiswa bisa datang ke PT Sumekar berdiskusi soal pelayanan,” tegasnya. Anggota DPRD Sumenep dari Kepulauan Masalembu, Darul Hasyim Fath menyatakan, selaku wakil rakyat sebuah kewajiban memperjuangkan nasib masyarakat kepulauan, dan berkomitmen menyampaikan tuntutan mahasiswa. “Kami berkomitmen berjuang bersama-sama dengan mahasiswa memperjuangkan keadilan,” katanya. (uri/sr)
FOTO: MEMORANDUM/ SJK
Mahasiswa Protes Layanan Dua Kapal PT Sumekar
Para mahasiswa HMI Pamekasan membentangkan poster bertuliskan protes kenaikan iuran BPJS di depan Gedung DPRD.
HMI Pamekasan Demo Kenaikan Iuran BPJS Pamekasan, Memorandum Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan menggelar demonstrasi di kantor DPRD Pamekasan. Mereka memprotes iuan BPJS yang naik sangat tinggi. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo
24 Oktober 2019. Massa aksi pertama kali berkumpul di area Monumen Arek Lancor, dan bergerak menuju kantor DPRD Pamekasan dengan membawa sejumlah poster kecaman terhadap kebijakan presiden berkaitan dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Sejumlah massa sempat bersitegang dengan aparat kepolisian Polres Pamekasan, karena aktifis HMI memaksa masuk kantor DPRD Pamekasan. Namun polisi yang berjaga tidak memperbolehkannya.
Sampang, Memorandum Salah satu jembatan yang masuk ke jalan nasional di Kabupaten Sampang yang rusak, ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Senin (25/11). Seperti dikutip dari TribunMadura.com, kondisi jembatan tepatnya di jalan Nasional wilayah Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, ambles di bagian kiri jalan jika dari arah Kota Sampang. Sehingga jalan tersebut diberi pembatas dan hanya beroperasi satu jalur saja. Sedangkan di bawah jembatan, sebagai antisipasi dini diberi batang bambu dan sesek (anyaman bambu) sebagai penyanggah jembatan. Saat di lokasi Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengakui bahwa kondisi jembatan tersebut dalam kondisi darurat. Sebab, sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas, yang mana dikawatirkan tiba-tiba ambruk. Namun, pihaknya masih belum tahu kejelasan kapan jembatan tersebut akan dikerjakan. “Untuk perbaikannya ini saya akan bahas, ini sudah ada tim dari Balai turun yang diutus oleh Pak Sodli dari Balai Jalan Nasional. Nantinya saya sampaikan kondisi jalannya,” ujarnya seperti dikutip dari TribunMadura.com. Suami dari Arumi Bachsin itu menyampaikan, harus ada pengerjaan serius terkait rusaknya
FOTO: MEMORANDUM/IST
Wagub Jatim Tinjau Jembatan Rusak
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak melihat ambruknya jembatan di Jalan Nasional wilayah Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Senin (25/11).
jembatan itu dan pihaknya mengaku belum tahu durasi perbaikannya berapa. Karena menurutnya memang harus ada perencanaan serius dalam arti, tidak bisa hanya di tambal begitu saja. “Memang harus digambar lagi, untuk perbaikannya saya masih menunggu jawabannya dari beliau (Balai Jalan Nasional),” ucap Emil Dardak. Sementara, juga datang ke lokasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur, bagian Penilik Jalan, Fajar mengatakan, pihaknya kemarin melakukan penanganan sementara dengan menggunakan sesek, kemudian ditopang menggunakan batang
bambu.“Tapi itu untuk sementara karena memang perbaikan ini butuh perencanaan yang matang tidak bisa langsung kita kerjakan kalau memang mau langsung kerjakan pakai alat yang seadanya takutnya nanti ambrol lagi,” tuturnya. “Pengerjaannya juga harus ada koordinasi dari pihak-pihak terkait seperti perairan juga, kalau dari jembatan sama jalannya memang dari balai besar,” imbuh dia. Untuk sementara pihaknya sudah menyurati pihak-pihak terkait seperti Polsek, Kapolres, Dishub, Kodim, dan Kecamatan terkait perbaikan jembatan tersebut. “Begitupun untuk sementara
kita sudah mendatangkan beton penyanggah yang akan digunakan untuk antisipasi sementara penanganan jembatan yang rusak ini,” tuturnya. Sedangkan saat disinggung soal kejelasan waktu pengerjaannya, pihaknya masih belum bisa menentukan tanggal pengerjaannya, sebab butuh perencanaan terlebih dahulu. “Kita butuh perencanaan dulu. Bukan belum jelas terkait tanggal pengerjaannya tapi masih direncanakan, kita juga ngundang P2JN, ngundang ahli jembatan, karena kalau kita asal garap takutnya jembatan ini baru dipakai beberapa bulan rusak lagi gitulo,” pungkasnya. (*/sr)
Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya mahasiswa sepakat tidak masuk halaman DPRD Pamekasan, namun polisi diminta untuk mendatangkan sejumlah pihak berkaitan dengan tuntutan mereka. Tak berselang lama, sejumlah massa ditemui oleh ketua DPRD Pamekasan Fathorrahman dan sejumlah anggota, Sekretaris Daerah (Sekda) Totok Hartono, dan perwakilan BPJS Madura Eko Kesdu. Di depan puluhan aktifis HMI, Fathorrahman secara tegas siap
menampung aspirasi Mahasiswa. “Kami akan bicarakan di internal DPRD Pamekasan, karena harus ada keputusan bersama,” tegasnya. Sementara H IrTotok Hartono, Sekda Pamekasan, mengaku tidak bisa memberikan pernyataan, sebab sebagai pelaksana pemerintah pihaknya harus mengikuti aturan yang ada. “Kita sebagai penyelenggara pemerintah di daerah tidak bisa memberikan pernyataan,” ujarnya. Eko D Kesdu, Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik
BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, mengatakan, pihaknya sebagai penyelenggara tidak bisa berbuat apa-apa. “Perpres itu terbitan dari negara, atau Peraturan Pemerintah, jadi kami hanya penyelenggara,” ujarnya singkat. Pihak aksi berharap agar apa yang mereka harapkan demi kepentingan rakyat banyak pemerintah dapat memberikan hal positif bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia kasihan rakyat iuran BPJS jika naik.(sjk/sr)
PASURUAN
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kehilangan Motor? Silakan ke Mapolresta Belasan motor hasil sitaan Polresta Pasuruan di Plososari.
Penemuan Belasan Motor di Plososari Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan Kota mempersilakan masyarakat yang merasa kehilangan motor mendatangi mapolresta. Mereka diminta mengecek kepemilikan motor-motor tadi, yang ditemukan dalam penggerebekan di Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/11) lalu.
5 kerangka bodi motor dengan rincian:
Sementara itu, data 7 unit sepeda motor yang diamankan yakni: 1. HONDA CBR 150R, nopol AG2055-NF, warna merah dan putih, tahun 2019, noka : MH1KC9212KK025283, nosin : KC9E1021915, atas nama DWI PURWOKO, alamat Dsn/Ds. Bendosari RT.1 RW.2. 2. HONDA CBR Repsol 150R, nopol AE-3211-BA, warna orange dan putih, tahun 2016, noka : MH1KC9117GK023036, nosin : KC91E1023625, atas nama ERLLYAN HENDRO P, alamat Sultan Agung No. 86/9. 3. Honda Vario 150cc, nopol N-4137-UQ, warna putih, tahun 2015, noka : MH1KF1115FK318773, nosin : KF11E1322397, atas nama SUHAINI ANGGRAENI, alamat Raya Klakah. 4. Honda Vario 125cc, nopol N-6432-WS, warna hitam, tahun 2016, noka : MH1JFU118GK493470, nosin : JFU1E1496001, atas nama MANDA ARI-
Itu setelah polisi melakukan identifikasi atas tujuh unit motor dan lima kerangka motor yang ditemukan di Desa Plososari. Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet S mengatakan, tujuannya agar motor itu bisa dikembalikan kepada pemiliknya. Satreskrim juga mengim-
YANTO, ST, alamat Perum Karya Bhakti Blok C-10 RT.1 RW.7 Kec. Gadingrejo Kota Pasuruan. 5. Honda Vario 150cc, nopol N-2294-HH, warna coklat, tahun 2016, noka : MH1KF1114GK796104, nosin : KF11E1794207, atas nama IVAN ANDHIKA PUTRA BASKARA, S. PT., alamat Perum Bumi Ardimulyo Blok A3 RT.2 RW.3. 6. Honda Vario 125cc, nopol N-2234-ABI, warna putih dan merah, tahun 2017, noka : MH1JFU120HK075110, nosin : JFU1E2088939, atas nama TAUFIK HIDAYAT, alamat Mergan Lor 1/34 RT.4 RW.6. 7. Suzuki Smash 110cc, nopol N-6550-TN, warna biru hitam, tahun 2006, noka : MH8FD110C6J608391, nosin : E405ID607570, atas nama ABDUL ROCHMAN, alamat Ds. Kedawung wetan RT.1 RW. 2 Kab. Pasuruan.
1. HONDA A1F02N37M1 A/T – VARIO, nopol AG-6901QE, warna hitam, tahun 2018, noka : MH1JM5119JK035102, nosin : JM51E1035053, no BPKB : O 01482434, atas nama GUSTIANTO PUTRA NANDA, alamat Jl. Sukun No. 46 Rt. 001 Rw. 002, No telp : 081252546274. 2. HONDA P5E02R22M1 M/T – CBR 150, nopol N-4326-AAV, warna putih, tahun 2016, noka : MH1KC9115GK027487, nosin : KC91E1027996, no BPKB : M 08543291, atas nama IAN FAUZIE, alamat Pelabuhan Tanjung Priok Rt. 07 Rw. 03, No telp : 085736916703. 3. HONDA GL 160D – MEGAPRO, nopol N-6552VA, warna hitam, tahun 2007,
Berdasarkan pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Th. 1996, PT. Sarana Jatim Ventura akan melakukan lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya terhadap asset PPU/Debitur :
Bupati Irsyad menghadiri pembukaan musda DMI.
murkan masjid. Hal itu penting, mengingat saat ini kondisi di lapangan hanya orang tuatua yang mengisi masjid. “DMI diharapkan membuat inovasi baru dalam memakmurkan masjid serta jalin kerjasama dengan pengurus-pengurus masjid yang ada, agar masjid penuh selalu dan syiar agama tetap berkembang pesat,” ujar Irsyad. (rul/sr)
Nama Debitur / PPU
No
CV. Sani Putra Jaya
1
Lokasi Anggunan
JL. Raya Tuban Babat (Tanpa Nomor) Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban
Bukti Kepemilikan SHM No. 244 atas nama Rudy Wahyu Prasetyo Sarjana Hukum dan Rury Susanto SHM No. 243 atas nama Rudy Wahyu Prasetyo Sarjana Hukum dan Rury Susanto
Jenis
Lt/Lb m2
Limit (Rp)
Jaminan (Rp)
650.000.000,-
325.000.000,-
736 Tanah (dalam satu hamparan) 735
Keterangan ¾ Uang jaminan yang disetorkan kerekening VA (Virtual Account) harus sama dengan Uang jaminan yang disyaratkan pada pengumuman lelang. ¾ Jaminan harus sudah efektif diterima KPKNL Surabaya selambat lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. ¾ Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang. Persyaratan Lelang
1. 2. 3.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
mukena, hingga membuka posko kesehatan di Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan. “Kalau ditanya kegiatan, banyak sekali yang telah kami laksanakan. Belum lagi di bidang pemberdayaan perempuan. Kita bentuk Badan Koordinasi Majlis Taklim DMI Kabupaten Pasuruan. Salah satu contoh adalah DMI Kecamatan Sukorejo yang bekerja sama dengan Masjid Al Mukhlisin menggelar Pengajian Kitab Kuning yang diasuh Nyai Izaa dan membaca Al Qur’an bagi perempuan yang belum bisa membaca Al Qur’an seminggu sekali,” urai Yazid. Bupati Irsyad Yusuf dalam sambutannya meminta kepada pengurus DMI agar dapat merangkul generasi muda dalam memak-
tentunya para pemilik disarankan untuk datang sembari membawa surat kelengkapan motor, guna memudahkan proses pengembalian motor-motor itu. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada masyarakat untuk secepatnya datang ke mapolres Pasuruan Kota kapan pun,” ujar Slamet. (rul/sr)
PENGUMUMAN LELANG KEDUA EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN
noka : MH1KC11187K057598, nosin : KF11E1057411, no BPKB : E4659253, atas nama WIDARTONO, alamat Ds. Pohgading Rt. 01 Rw. 01. 4. HONDA E1F02N11M2 A/T – VARIO, nopol N-4037EES, warna hitam, tahun 2016, noka : MH1JFU115GK637928, nosin : JFU1E1638632, no BPKB : M 09633468, atas nama SISWO MUJIANTO, alamat Ds. Tlogosari Rt. 08 Rw. 01, No telp : 085334111309. 5. HONDA GL15B1DF MT – VERZA, nopol N-3712TDF, warna hitam, tahun 2 0 1 3 , n o k a : M H 1 KC 5215DK088048, nosin : KC52E1089023, no BPKB : K 10329440, atas nama SITI JULAIKAH., alamat Ds. Gununggangsir Rt. 06 Rw. 01.
Bupati Pasuruan Buka Musda VII DMI Pasuruan, Memorandum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII di Gedung Segoropuro, Komplek Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Senin (25/11). Musda tersebut dibuka Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dan dihadiri Ketua DMI Jawa Timur, M Roziqi, serta para pengurus DMI Kabupaten Pasuruan. Ketua DMI Kabupaten Pasuruan, KH Yazid Manan mengatakan, selama 5 tahun lalu, banyak kegiatan yang telah dilaksanakan. Di antaranya kunjungan kerja ke Masjid Tulungagung, lomba musala di SPBU, kunjungan ke masjid-masjid sekaligus penyerahan
bau kepada masyarakat yang merasa kehilangan dengan ciri-ciri motor yang sama agar mengeceknya. “Kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan motornya, agar datang ke polres Pasuruan Kota ,” jelas Slamet, Senin (25/11). Slamet menjelaskan, untuk bisa mengambil motor tersebut,
Memiliki akun yang telah terverivikasi pada website www.lelang.go.id (closed bidding) Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website di atas Obyek lelang tersebut diatas dijual dengan kondisi apa adanya, dan kepada peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi obyek lelang termasuk apabila terdapat tunggakan tunggakan listrik, PDAM, PBB dan lain lain. 4. Apabila karena suatu hal terjadi gugatan, tuntutan dan pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap obyek lelang tersebut diatas, pihakͲ pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Surabaya maupun PT. Sarana Jatim Ventura. 5. Keterangan lebih lanjut dapat diperoleh pada PT. Sarana Jatim Ventura, Jl. Jemur Andayani No.33 Surabaya Tlp. 031Ͳ8432333 (Arif / Anugrah). Alamat Domain www.lelang.go.id Hari/Tanggal Selasa / 10 Desember 2019. Batas akhir penawaran Pukul 10.00 waktu server (sesuai WIB) Penetapan Pemenang Setelah Batas akhir Penawaran Pelunasan lelang 5 (lima) hari kerja sejak pelaksanaan lelang, apabila pelunasan melebihi 5 (lima) hari kerja maka penunjukan pemenang dibatalkan dan uang jaminan disetorkan ke kas Negara seluruhnya Bea Lelang Pembeli
2% dari harga lelang
Tempat Pelaksanaan lelang
KPKNL Surabaya - Gedung Keuangan Negara I Jl. Indrapura No. 5 Surabaya Surabaya, 26 November 2019
KPKNL SURABAYA
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
FOTO: MEMORANDUM/YD
Rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Kota Probolinggo dengan eksekutif dan pelaksana kegiatan Tempo Doeloe.
Anggota DPRD Kota Probolinggo mengikuti sidang paripurna membahas APBD 2020.
Dewan Gelar Paripurna Hasil Banggar Probolinggo, Memorandum DPRD Kota Probolinggo secara intensif melakukan pembahasan untuk APBD 2020. Sebelumnya sudah digelar rapat badan anggaran (banggar) bersama eksekutif yang berlangsung siang hingga malam hari. Dan, Senin (25/11) siang, digelar sidang paripurna dengan agenda menyampaikan pendapat banggar. Hadir dalam paripurna tersebut, Wawali Soufis Subri dan jajaran eksekutif seperti kepala dinas, kepala bagian, camat, dan lurah. Sedangkan dari legislatif, semua pimpinan dewan mulai dari Ketua Abdul Mudjib, Wakil Ketua 1 H Haris Nasution, dan Wakil Ketua 2 Fernanda Zulkarnaen. Demikian pula dengan anggota dewan yang hadir telah memenuhi kuorum, sehingga paripurna terus dilanjutkan. Ada beberapa hal yang disampaikan pada rapat paripurna tersebut. Di antaranya, pembahasan soal biaya operasional LPM, dan masalah social. Seperti anggaran untuk rumah tidak layak huni. Juga masuk dalam saran badan anggaran pada APBD tahun 2020.(yd/sr)
Lumajang, Memorandum Nahas dialami Jumaiyah (50), janda dua anak yang tinggal di Perumahan Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Akibat lilin jatuh ke kasur, rumah berserta perabotan ludes terbakar, Minggu (23/11) malam. Awalnya sejak sore, listrik di wilayah perumahan itu padam akibat putting beliug dan hujan deras. Sekitar pukul 19.00, Jumaiyah meyalakan tiga lilin yang kemudian ditaruh di tiga ruangan berbeda. Setelah itu, Jumaiyah pergi menghadiri acara arisan PKK tak jauh dari rumahnya. Ketika Jumaiyah pergi arisan, Budi (27), anak pertamanya mengambil salah satu lilin kemudian pergi ke kamar untuk ganti baju.
Usai ganti baju, bukannya membawa lilin itu kembali ketempat asalnya, tetapi dibiarkan menyala di meja dipan tempat tidur yang ada di dalam kamar. Mungkin akibat diterpa angin, lilin yang ada di atas meja dipan itu jatuh ke kasur yang mengakibatkan terjadi kebakaran. Selanjutnya, api menjalar ke ruang dapur kemudian melulu lantakan perabotan yang ada di dalam rumah. “Pada saat terjadi kebakaran, rumah dalam keadaan kosong, karena korban sedang menghadiri arisan dan anaknya pergi ke rumah temannya,” terang Lindah (24), tetangga korban. Beruntung, petugas Damkar dengan 2 unit mobil pemadam kebakaran segera tiba dilokasi
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Lilin Jatuh ke Kasur, Rumah Janda Terbakar
Puluhan warga yang berjubel di depan rumah korban.
dan langsung melakukan pemadaman dibantu warga setempat. Tak kurang dari 1 jam, kobaran api berhasil dijinakan. waktu itu, kobaran api membesar dan sempat merembet ke rumah warga yang lain. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian ditaksir
mencapai puluhan juta rupiah. Komandan regu (danru) damkar yang menangani pemadaman, Supriyo mengatakan, kebakaran rumah di perumahan Biting tersebut akibat dari api lilin yang jatuh ke kasur memudian menyebar ke dalam rumah. (tri/sr)
TNI-Polri Gelar Patroli Gabungan Lumajang, Memorandum Guna menjaga kondusifitas di wilayah, TNI-Polri dan Satgas Keamanan Desa (SKD) melakukan patroli gabungan di wilayah rawan aksi tindak kriminalitas. Salah satunya di Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Minggu (24/11) malam. Babinsa Mojosari Koramil 0821/19 Sumbersuko Serda Burham Subagio dalam patroli tersebut mengatakan bahwa dirinya meminta keamanan wilayah menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak tahun 2019 harus di tingkatkan, dan masyarakat diharapkan juga ikut berpartisipasi menyukseskannya. Selain melakukan patroli pemantauan wilayah, TNI-Polri yang bertugas juga melaksanakan komunikasi sosial (komsos)
dengan warga sekitar yang melakukan poskamling, untuk membahas terkait situasi keamanan di desa. “Patroli yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk komsos kreatif dalam pembinaan teritorial Satkowil Koramil dan sebagai pemberdayaan wilayah,” ujarnya. Babinkamtibmas Mojosari Brigadir Agung Mardiko mengatakan, bahwa dalam setiap pelaksanaan patroli wilayah, pihaknya juga selalu memberikan imbauan kepada para warga masyarakat untuk ikut bersama-sama peduli dalam menjaga dan mencegah terjadinya tindakan kriminal. “Tanggung jawab masalah keamanan bukan milik TNI Polri semata, namun seluruh komponen dan elemen masyarakat juga memiliki tanggung jawab un-
tuk menciptakan stabilitas Kamtibmas di wilayah
masing-masing,” pungkasnya. (tri/sr)
OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Membuka Misi Dahaga Medali Manila, Memorandum Final edisi 1991 menjadi memori terindah pendukung Indonesia ketika Aji Santoso dkk kala itu meraih medali emas. Sore nanti, Selasa (26/11), mimpi untuk mengulang memori itu mulai dijalankan di Rizal Memorial Stadium di Manila, pada laga perdana kontra Thailand di SEA Games 2019 Filipina. Puasa medali emas nyaris tiga dekade menjadi spirit Egy MaulanaVikri dkk untuk meraih kemenangan. Raihan tiga angka
sangat dibutuhkan agar mimpi itu tidak terhenti di fase awal. Sebab, persaingan di Grup B tempat Indonesia bercokol memang sangat berat. Dihuni 5 negara, Selain Thailand masih adaVietnam untuk berebut dua tiket ke semifinal. “Kami akan berjuang. Karena keberadaan kami di sini menjalankan misi untuk mengulang sejarah menjadi juara. Indonesia terakhir menjadi juara SEA Games pada tahun 1991 dan itu terjadi di Manila. Inilah yang kami perjuangkan,” kata pelatih Indonesia Indra Sjafrie kemarin. Selain itu, kemenangan atas Thailand bisa
Peserta Lomba Senam Kebugaran 2019 se-Surabaya antusias mengikuti gerak instruktur di lapangan futsal Asapat.
Lomba Senam Kebugaran 2019
Dibuka Ketua Perwosi Surabaya Surabaya, Memorandum Olahraga menjadi salah satu kunci tubuh sehat dan bugar. Asal dilakukan dengan teratur, manfaat itu bisa dirasakan semua pelaku. Hal ini yang ditekankan Ketua Perwosi (persatuan wanita olahraga seluruh Indonesia) Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan ketika membuka lomba senam kebugaran 2019 se Surabaya di lapangan futsal Asapat, Surabaya, Minggu (25/11). Istri Sekkota Hendro Gunawan tersebut, mengatakan banyak manfaat olahraga yang bisa langsung didapatkan. “Jika rutinbisa memberikan efek pada tubuh secara keseluruhan. Banyak macamnya, senam, jalan, lari, dan lainnya. Itu bisa merangsang otot-otot dan berbagai bagian tubuh lainnya untuk bergerak,” jelasnya. Senam kebugaran menjadi salah satu pilihan jika ingin berolahraga sederhana. Terutama bagi generasi milenial yang identik dengan kemudahan teknologi informasi. Sebab, kemudahan itu juga berdampak pada pola hidup yang cenderung minim gerak dan dan kesehatan terabaikan. “Padahal, kalau dipikir-pikir tak butuh waktu lama hanya untuk berolahraga di sela padatnya rutinitas serta aktivitas dengan gadgetnya,” sebut Iis. Ketua Panitia Lomba Senam Kebugaran 2019, Achmad Suprijadi menjelaskan, pesan ketua Perwosi Kota Surabaya jadi penyemangat untuk menggelar lomba secara rutin rutin. “Kami sangat berterima kasih pada Perwosi Surabaya dan Persani Surabaya yang telah bekerja sama dengan Asapat Surabaya menyukseskan lomba senam kebugaran 2019 untuk memperingati Hari Pahlawan ini,” katanya kemarin. (*/epe)
mendongkrak semangat tim. Sebagai juara bertahan dan tim tersukses di ajang SEA Games dengan koleksi 16 medali emas, Thailand tentu tidak ingin langkahnya tersendat. Tim besutan pelatih asal Jepang, Akira Nishino itu, bahkan tidak terlalu kalut kendati hanya membawa 19 pemain dari 20 kuota yang disediakan. Ekanit Panya, pemain senior dicoret dari daftar karena cedera lutut. “Sesuai regulasi, daftar tersebut tidak bisa diubah,” tutur Akira. Dua kali Indonesia sudah bentrok dengan tim yang sama tahun ini. Di final Piala AFF U-22, menang 2-1. Namun pada kualifikasi Piala Asia U-23 2020, giliran Thailand menang 4-0. Karena itu, masih
ada kesempatan Indonesia mengamankan 3 poin dari Thailand. Indra Sjafrie bahkan membawa suasana rileks sehari jelang laga kendati latihan pagi sempat terkendala transportasi yang terlambat datang. “Jalan kaki dari hotel ke stadion.Ya pokoknya kita bawa senang saja. Kita ingin rileks, berpikir positif dan fokus untuk menghadapi pertandingen melawan Thailand,” kata gelandang Evan Dimas. Indra Sjafri juga mengaku rileks dalam menghadapi pertandingan pertama. “Semoga anak-anak tampil disiplin dan tidak membuat banyak kesalahan. Kami juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia,” sebutnya. (*/epe)
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13
Perkiraan Pemain
Indonesia (4-3-3): Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Nurhidayat Haji Haris, Andy Setyo, Firza Andika; Evan Dimas, Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu; Egy Maulana Vikri, Muhammad Rafli, Witan Sulaiman. Thailand (4-3-3): Nont Muangngam; Shinnapat Leaoh, Sarayut Sompim, Chatchai Saengdao, Saringkan Promsupa; Supachok Sarachat, Kritsda Kaman, Anon Amornledsak; Supachai Jaided, Sittichok Paso, Suphanat Mueanta.
DEWI RENGGANIS
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Pemkab Jember Rehabilitasi Ratusan Ruang Kelas
Bupati dr Hj Faida MMR menyampaikan hal ini usai memberikan sambutan pada acara “Sosialiasi Kabupaten Rehabilitasi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Pemerintah Kabupaten Jember Tahun 20192020” di Aula PB Sudirman, Senin (25/11). Acara ini dihadiri kepala sekolah, ketua komite sekolah,
perwakilan wali murid, P2S (bagi penerima DAK 2019), dan ketua OSIS SMP. Bupati menjelaskan, anggaran rehabilitasi dari DAK (dana alokasi khusus) 2019 untuk 615 ruang kelas. Sedangkan 400 ruang kelas dianggarkan dari APBD Kabupaten Jember Tahun 2020. “Rehabilitasi ruang kelas meliputi TK, SD, dan SMP. Terma-
suk MI dan MTs, yang kemarin mengajukan proposal kepada bupati untuk perbaikan ruang kelas rusak berat dan juga untuk pengadaan laboratorium perpustakaan,” jelas Faida. Sosialisasi ini, tambah bupati perempuan pertama di Jember ini, diberikan untuk menghentikan kesimpangsiuran informasi dan memangkas pungli. “Karena itu kita pastikan tidak ada biaya di luar. Semua sudah dianggarkan di DAK 2019 dan APBD 2020,” tegasnya. “Tidak ada lagi membayar atau uang pelicin, oleh karena
Bupati Faida didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budy Susilo memberikan keterangan kepada media terkait rencana rehabilitasi ratusan ruang kelas SD dan SMP.
Anggarkan Rp 23,5 M, Enam Pasar Tradisional Direvitalisasi
Donor Darah PDI-P
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Ramai-Ramai Diikuti Simpatisan dan Kader Jember Memorandum Untuk menjalankan fungsi partai politik sebagai artikulasi dan agregasi kepentingan rakyat, DPC PDI-P Kabupaten Jember bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah, Senin (25/11). Agenda ini ramai-ramai diikuti ratusan kades dan simpatisan partai sebagai bentuk dalam menjalankan bintang penuntun ideologi Pancasila dalam praktek. Sekretaris DPC PDI-P Jember BambangWahjoe mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 100 kader dan simpatisan dan dilakukan di kantor DPC di Jalan Supriyadi No 54 Baratan. “Gotong royong dapat dilakukan oleh siapapun dengan beragamnya kemampuan yang dimiliki yakni kader, anggota, dan simpatisan partai,” terang dia. Donor darah ini juga diilhami semangat Hari Pahlawan dengan harapan, aksi sosial ini menjadi gaya hidup masyarakat. “Langkah kecil dari pemikiran besar ini semoga mampu bergerak ibarat bola salju dan
itu kita mengundang kepala sekolah, ketua komite sebagai wakil siswa maupun wakil wali murid untuk hadir di sini. Baik sekolah negeri maupun swasta mempunyai hak yang sama,” tandasnya. Selain itu, Pemkab Jember membuat lomba desain kantin bela negara di 1.000 sekolah upada akhir tahun ini. “Yang membuat desainnya adalah desainer dari Kabupaten Jember. Pemilih dan yang menilai adalah anakanak (pelajar) karena yang akan menggunakan adalah mereka,” tutup bupati. (edy/epe)
Suasana donor darah di Sekretariat DPC PDI-P Jember.
dapat konsisten kami lakukan. Keberagaman yang dimiliki bangsa ini, termasuk golongan darah, harus mampu dikelola menjadi kekuatan kemandirian dengan semangat gotong royong,” tutup Bambang Wahjoe. (edy/epe)
Jember, Memorandum Revitalisasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Tahap II akan segera dilakukan di enam pasar tradisional. Agar tidak membuat gaduh, Bupati Jember dr Hj Faida MMR memberikan sosialisasi kepada ribuan pedagang yang berjualan di enam pasar itu, Senin (25/11). Revitalisasi tahap II akan dilakukan pada Pasar Kalisat, Pasar Gebang, Pasar Patrang, Pasar Bungur , Pasar Tegal Besar, Pasar Patung, dan Pasar Mangli. Dana revitalisasi berasal dari APBD 2019. “Semua pedagang kita undang agar tidak resah,” terang bupati. “Sosialisasi ini dilaksanakan supaya nggak ada berita simpang siur. Karena ada pedagang yang takut kiosnya nggak
FOTO: MEMORANDUM/JUN
Jember, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember merealisasikan rehabilitasi ruang kelas untuk SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, pada tahun anggaran 2019-2020.
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Dibiayai DAK 2019 dan APBD 2020
Bupati Faida menyosialisasikan pembangunan pasar di depan pedagang pasar tradisional menyusul rencana Pemkab Jember melakukan revitalisasi tahap II.
direnov, takut gak dapat giliran, takut nanti nggak dapet lagi kiosnya, apa harus bayar ke si A atau si B. Saya tegaskan, tidak ada bayar membayar karena semuanya sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Jember,” tambahnya. Perubahan usai revitalisasi memang ada. Namun dijelaskan bupati, tata ulang dilakukan untuk zonasi pedagang agar lebih rapi yang bisa membuat pembeli betah dan mudah mencari jenis barang yang diinginkan. Harus berstandar nasional kendati pasarnya di desa. Supaya bisa bersaing dengan pasar moderen. Karena itu, pasar tradisional nanti dilengkapi dengan kliniknya, halaman parkir memadai serta pengelolaan sampah. (jun/edy/epe)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan
HUT Ke-56 Korem 081/DSJ
Dijadikan Momen Tingkatkan Kualitas dan Peran Prajurit
Kolonel Masduki menyerahkan tumpeng kepada anggotanya usai acara syukuran HUT Korem 081/DSJ.
Ponorogo, Memorandum Pemutaran film Sang Prawira di Kabupaten Ponorogo bakal banjir penonton. Apalagi dengan adanya ajakan Kapolres AKBP Arief Fitrianto kepada masyarakat untuk meramaikan bioskop dalam pemutaran perdana, Rabu (27/11). Salah satu dasar ajakan kapolres karena sebagian besar bintang Sang Prawira merupakan anggota Polri. Lebih istimewanya lagi, akan ada tokoh nasional yang akan ikut berperan dan mendukung film ini. Di antaranya Mendagri Tito Karnavian, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menkum HAM Yasoana Laoly, AsSDM Polri Irjen Eko Indra Heri, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Ada juga tak Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB serta masih banyak lagi tokoh yang main dalam film Sang Prawira,” ujar Arief. Film ini bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita jadi polisi. Dalam film ini menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara istri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk di bangku SMA. Selain Sang Prawira, saat ini juga sedang tayang film produksi Mabes Polri berjudul Hanya Manusia. Film tersebut bercerita tentang karakter Annisa, salah satu polisi yang baru saja pindah tugas ke Jakarta Utara. Dia seorang perwira muda yang harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga.(ji/mt/epe)
Kasrem Letkol Inf Agus Faridianto, Forkopimda Kota dan Kabupaten Madiun, Komandan Kodim jajaran, prajurit, ASN dan keluarga besar Korem 081/DSJ. Kolonel Masduki memberikan potongan tumpeng kepada
Pensiunan ASN Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah Ponorogo, Memorandum Identitas jasad pria tua yang ditemukan tergeletak di areal persawahan Dusun Pandanderek, Desa Winong, Kecamatan Jetis, akhirnya terungkap. Kakek malang tersebut ternyata Soegono (79), pensiunan aparatur sipil negara (ASN) asal Jalan Kokrosono RT 02/RW 04, kelurahan Brotonegaran, Kecamatan Kota. Hal ini diungkap Kapolsek Jetis AKP Suwito usai menerima laporan dari warga. “Korban mengalami luka di kaki. Dari hasil penyelidikan, luka itu akibat korban terjatuh. Namun kami menyelidiki penyebab kematian korban karena ada indikasi lainnya,” terang kapolsek. Namun melihat keterangan keluarga korban, bisa jadi musibah ini terjadi karena penyebab alami. Teguh Sutiono (52) anak
Personel Polsek Jetis dan pihak keluarga menunggu jasad Soegono yang ditemukan meninggal di persawahan.
korban yang kebetulan anggota TNI, mengatakan jika selama ini kerap pergi tanpa pamit. Terutama sejak menderita pikun. “Saya memastikan itu jasad orangtua saya. Beberapa tahun terakhir memang kerap pergi tanpa pamit. Apalagi sejak men-
pemahaman tentang komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Beberapa peserta HUT juga mengamini harapan itu. “Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, berkah dan lindungannya karena hingga saat ini diberikan anugerah yang tak terhingga,” terang Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto yang turut larut dalam acara. (hbb/mt/epe)
Amankan Pilkades, Panekan Gelar Apel Linmas
FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO
Kapolres Ajak Nobar Sang Prawira
Namun suasana tetap meriah. Apalagi dengan adanya iringan hadrah yang personelnya dari satuan jajaran. Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki membuka acara dengan memotong tumpeng disaksikan
perwakilan prajurit Makorem 081/DSJ. “Saya memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh prajurit Dhirotsaha Jaya, ASN, dan keluarga besar Korem 081/ DSJ yang telah mendedikasikan pengabdiannya pada bangsa dan negara melalui satuan Korem 081/DSJ,” ucapnya. Dengan peringatan hari jadi ini, Kolonel Masduki berharap bisa mempertebal rasa cinta dan kebanggaan terhadap satuan serta untuk lebih memantapkan
derita penyakit pikun. Karena itu, kami menolak rencana otopsi,” kata Teguh. Keinginan itu dikabulkan polisi. Usai menjalani visum luar, keluarga langsung membawa xjasad Soegono untuk segera dimakamkan. (ji/mt/epe)
Magetan, Memorandum Apel besar satuan perlindungan masyarakat (linmas) digelar di halaman kantor Kecamatan Panekan, Senin (25/11). Apel kesiapan ini dalam dalam rangka melaksanakan pengamanan pilkades serentak 2019 Kabupaten Magetan dan diikuti 160 linmas Panekan. “Upacara kesiapan Linmas dalam rangka pengamanan pilkades serentak,” cetus Camat Panekan Djuri. Menurut dia, apel yang baru pertama kali dilakukan ini demi melancarkan agenda pilkades di Panekan. Sehingga kondisi kamtibmas tetap terjaga. “Tugas linmas itu mulia dan bisa jadi ladang ibadah. Keamanan di desa bukan cuma tugas dari Koramil maupun Polsek namun tugas semua elemen masyarakat. Sebentar lagi pilkades
FOTO: MEMORANDUM/ALV
FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII
Madiun, Memorandum Syukuran HUT ke-56 Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) berlangsung sederhana namun khidmat dan penuh makna. Acara itu digelar di Aula Sudirman Makorem 081/DSJ, Jalan Pahlawan 50 Kota Madiun, Senin (25/11).
Gelar apel linmas guna mengamankan pilkades serentak 2019 di Kecamatan Panekan.
serentak. Saya berharap linmas selalu siap menjalankan tugas,” pesan Camat Panekan. Pilkades serentak di Kabupaten Magetan akan digelar pada 27 November. “Karena itu, linmas agar melaksanakan pengamanan yang ekstra teliti apabila terjadi kekeliruan segera koordinasikan dengan baik,” ujarnya. (alv/ack/mt/epe)
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Diterjang Hujan dan Angin, Balai Desa Ngambon Ambruk wilayah Kecamatan Temayang tepatnya di Desa Soko. Diketahui yang mengalami rusak berat yakni milik Sarwan dan Rusmini warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tambakrejo, rumah milik Kurhadi warga Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo dan rumah milik Sani warga Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon. Sedangkan rumah milik Japran warga Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo mengalami kerusakan sedang. “Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa,” papar
“ UMAR GHONI Plt Kepala BPBD
Umar. Hingga kini pihak BPBD Bojonegoro masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan perangkat dan warga setempat guna mendata beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hujan yang disertai angin yang terjadi pada sore tadi. (top/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Umar Ghoni mengatakan, hujan cukup deras disertai angin kencang itu mengakibatkan tiga rumah di Kecamatan Tambakrejo dan Kecamatan Ngambon rusak berat. “Hujan dan angin tersebut, juga membuat tower milik Kominfo di desa setempat roboh,” bebernya, Senin (25/11). Ia melanjutkan, hujan disertai angin kencang tidak hanya terjadi di Kecamatan Tambakrejo dan Ngambon, namun juga terjadi di
Hujan dan angin tersebut, juga membuat tower milik Kominfo di desa setempat roboh.
Kondisi balai desa di Bondol, Kecamatan Ngambon, yang ambruk.
Wakil Bupati Kartika Hidayati menyosialisasikan bahaya narkoba.
Wabup Kartika Ajak Mahasiswa Perangi Narkoba Lamongan, Memorandum Wakil Bupati Lamongan sekaligus Ketua Satuan Pelaksana Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (SATLAK P4GN) Kartika Hidayati mengajak mahasiswa untuk memerangi narkoba di Kafe Bharata 73, Senin (25/11) siang. Pada kesempatan itu juga, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan juga dikukuhkan menjadi duta antinarkoba. Menurut Kartika, pencegahan peredaran Narkoba menjadi atensi nasional. Sehingga menjadi kewajiban semua elemen masyarakat, khususnya mahasiswa untuk mengamankan Indonesia dari bahaya laten tersebut. Termasuk mewujudkan Lamongan bebas dari narkoba. “Kami akan menyisir semua komunitas di Lamongan untuk bersama membantu, menjadi relawan penanggulangan narkoba dan hari ini di lingkungan kampus. Dan yang datang semua perwakilan organisasi Mahasiswa se Kabupaten Lamongan” ungkap Kartika. Kartika menuturkan, mahasiswa adalah aset negara ke depan yang akan menjadi pemimpin negeri. Maka ini menjadi perhatian khusus, agar capacity building terus dioptimalkan. “Persatuan bangsa harus tetap dijaga. Karena negara yang kuat, anak mudanya bersatu dan punya marwah. Khususnya bersatu padu memerangi peredaran narkoba, karena ini musuh bersama yang menjadi perusak masa depan generasi muda” tuturnya. Kasatreskoba Polres Lamongan Iptu Akhmad Khusen selaku pemateri memaparkan terkait bagaimana bisnis haram tersebut sangat sulit diberantas. Meskipun hampir setiap hari ada tersangka yang ditangkap, namun selalu tumbuh kembali. “Polres Lamongan komitmen melakukan pemberantasan dan menyatakan perang terhadap peredaran narkoba. Setiap minggu selalu ada tersangka yang ditangkap, tetapi tidak pernah habis, selalu tumbuh jaringan baru,” tegasnya. Sementara Ketua Pengurus Cabang PMII Lamongan M Syamsudin menyambut baik ajakan untuk memberantas dan menjauhi segala bentuk narkotika. Mengingat obatobatan tersebut adalah perusak masa depan generasi. “Sebagai mahasiswa pasti kami sangat mendukung program pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di Lamongan,” ujarnya. (al/har/mik)
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
Lamongan, Memorandum Setelah meluncurkan aplikasi pelayanan publik, Polres Lamongan segera meluncurkan aplikasi absensi digital berbasis android untuk anggota kepolisian. Langkah ini dinilai tepat karena dapat mengetahui tingkat kehadiran dan kedisiplinan polisi. Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtias, usai menggelar apel pagi, Senin (25/11), menyambut penghargaan pelayanaan publik kategori sangat baik dari Kemenpan RB. Menurutnya, terobosan tersebut sebagai keseriusan untuk meraih predikat wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Penerapan e-absensi bagi para anggota tersebut selain untuk mengetahui tingkat kedisiplinan polisi, juga akan dibuat acuan pagi Polres Lamongan untuk memberikan sangsi tegas bagi anggota yang dengan sengaja membolos saat jam dinas.
Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtias bersama jajaran menunjukkan piagam penghargaan pelayanan sangat baik.
“Kita akan terapkan e-Absensi, jadi jangan coba-coba anggota yang semula bisa tidak terpantau dengan masih mengunakannya absen manual atau sidik jari, dengan adanya e-Absensi ini tingkat kehadiran tidak bisa dimanipulasi,” kata Dies Ferra, kemarin. Dies Ferra menegaskan, meski saat ini Polres Lamongan sudah memperoleh predikatWilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), masih banyak yang
diperbaiki untuk meraih predikat WBBM. Salah satunya dengan memberikan pelayanan prima pada masyarakat. “Jadi untuk sementara waktu ini sambil menunggu mall pelayanan jadi tahun depan. Mari kita memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Dan rencananya dalam waktu dekat ini, tim dari kementrian akan melakukan kunjungan ke Polres Lamongan dalam rangka survey WBBM,” pungkasnya. (al/har/mik)
Ditabrak Motor, Warga Kapas Patah Tulang Bojonegoro, Memorandum Seorang pejalan kaki ditabrak oleh pengendara motor di jalan Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Senin (25/11). Kecelakaan lalu lintas itu mengakibatkan pejalan kaki mengalami patah tulang bagian kaki. Kapolsek Kapas AKP Sukirman menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat Sutomo
Pendaftar CASN Tembus 7.500 Orang FOTO: MEMORANDUM/ALI
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Polres Segera Terapkan Absensi Digital
(72) berjalan dari utara hendak menyeberang jalan ke selatan. Namun, nahas saat bersamaan melaju dengan kecepatan tinggi motor Shogun nopol S 3832 CF yang dikemudikan Ahmad Musa (41), warga Kecamatan Sumberrejo. “Karena kondisi sudah dekat. Kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan,” kata AKP
Sukirman, kemarin. Ia menambahkan, akibat luka tersebut korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kasus ini masih ditangani oleh Satlantas Polres Bojonegoro. Sementara motor diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti. Untuk kerugian materi belum diketahui. (top/har/mik)
Lamongan, Memorandum Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lamongan sampai H-1 berakhirnya pendaftaran telah menerima 7.500 data pelamar yang sudah melakukan registrasi seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) melalui situs sscasn.bkn.go.id. Jumlah total itu diambil dari hasil rekap sementara pada Senin (25/11) siang. Dari 7.500 pendaftar, baru 6.400 orang yang mengakhiri seluruh proses pendaftaran atau submit. Itu berarti masih ada 1.100 pendaftar yang belum Bambang Hadjar melengkapi berkas pendaftaran sehingga belum mengakhiri seluruh proses pendaftaran. Jumlah tersebut di yakini masih akan terus bertambah hingga pendaftaran ditutup Selasa (26/11) ini pukul 23.00. Kepala BKD Lamongan Bambang Hadjar mengungkapkan, membludaknya pendaftar CASN di luar dugaan. Mengingat, pada dua hari lalu total baru ada 3.300 pendaftar yang melakukan submit. Tetapi hari ini ada peningkatan hampir 100 persen. “Saya sempat kaget dengan lonjakan pendaftar yang cukup signifikan tersebut. Dari data itu menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk ASN masih cukup tinggi,” jelas Bambang Hajar, Senin (25/11) siang. Bambang menjelaskan, setelah waktu pendaftaran sudah di tutup besok akan langsung dilakukan proses verifikasi administrasi oleh pegawai BKD Lamongan sebelum nantinya di umumkan siapa saja yang memenuhi persyaratan administrasi. “Setelah tahapan pendaftaran kita akan melakukan verifikasi administrasi untuk menentukan yang memenuhi syarat (MS) dan yang tidak memenuhi syarat (TMS),” ujarnya. Pada seleksi tahun kemarin, total yang lolos seleksi administrasi ada sebanyak 7700 pendaftar. Sementara pada seleksi kali ini BKD memprediksi akan total akan ada 8.000 peserta yang memperebutkan 490 formasi CASN yang tersedia. “Sesuai pengumuman yang dibutuhkan tenaga pendidikan atau guru sebanyak 301 formasi, tenaga kesehatan 108 formasi dan tenaga teknis pemerintahan sebanyak 81 formasi,” pungkas mantan Kepala Satpol PP Lamongan tersebut. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Bojonegoro, Memorandum Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Bojonegoro, Minggu (24/11) petang, mengakibatkan Balai Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, ambruk dan porak poranda. Rata dengan tanah. Beberapa rumah di daerah itu juga rusak akibat diterjang angin.
GRESIK-PANTURA
SELASA KLIWON, 26 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Gudang Pabrik Ban Terbakar Gresik, Memorandum Gudang pabrik ban PT Bintang Rubberindo di Jalan Raya Manyar KM 11 kembali terbakar, Senin (25/11) pagi. Kobaran si jago merah muncul dari gudang 04, tempat pengolahan benang bekas ban menjadi biji plastik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Informasinya, api diketahui muncul dari gudang itu sekitar pukul 05.00 Wib. Pagi itu, Supriyadi, petugas keamanan sedang melakukan pengecekan situasi pabrik menjelang pergantian tugas jaga. Tiba-tiba mendapati kepulan asap membumbung dari gudang itu. Sontak saja, pria 39 tahun itu menghubungi Polsek Manyar meminta bantuan pemadaman. Tidak lama, sejumlah anggota tiba di lokasi dengan tiga unit
Petugas berjibaku memadamkan api di gudang 04 PT Bintang Rubberindo.
mobil pemdam kebakaran (PMK) dari Pemkab dan JIIPE. Proses pemadaman pun berlangsung cukup lama. “Sekitar pukul 07.00, api berhasil dipadamkan,” kata seorang anggota Polsek Manyar, kemarin. Kapolsek Manyar AKP Ady Nugroho menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Bahkan, nilai kerugiannya juga masih belum diketahui. “Kami masih
melakukan pemeriksaan sejumlah saksi,” ujarnya. Diketahui, kebakaran ini merukapakan kali kedua yang dialami oleh pabrik tersebut. Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada 2017 lalu. Hampir semua isi gudang habis dilalap sijago merah. Kejadian ini menambah deratan kebakaran selama November 2019. “Ada 34 kejadian kebakaran selama November di kabupaten gresik,” ujar Kepala UPT PMK Kabupaten Gresik EKa Prapangasta. Ditambahkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 Wib. Namun, proses pembasahan dilakukan hingga pukul 08.00 Wib. Hingga benar-benar tidak ada sumber api yang masih hidup. (an/har/mik)
Sutarmini
SUTAR SUTARMINI seolah sudah keny kenyang pahit manisnya me menjadi petugas bank d daerah Bank Perkreditan R Rakyat (BPR). Setelah lulus SMA, ia sudah bekerja di bank milik pemerintah daerah khususnya tingkat kabupaten/kota. Wanita asli Blitar iini, sudah hafal seluk b beluk di perbankan. Sehin hingga, jika ada masalah atau keluhan dari nasabah itu sud sudah menjadi hal biasa dan sudah ia tangani dengan
kepala dingin. “Sudah lama saya di bank daerah. Saya pernah di BPR Surabaya, pindah-pindah. Sejak tahun 2017 saya di BPR Bojonegoro,” bebernya. Bahkan, ia mengaku juga dekat dengan para wartawan khusnya wartawan Memorandum di Surabaya. “Saya dekat dengan teman-teman wartawan. Ada Jawa Pos, Memorandum. Bahkan saya juga pernah iklan pengumuman hasil kenerja selama satu tahun,” tuturnya. Jadi, ia berharap bisa selalu menjalin kerja sama dengan para wartawan. Sebab, dirinya akan selalu terbuka bila ditanya masalah seputar perbankan. Terlebih dia akan terbuka apa adanya. (top/har/mik)
Pelamar CASN 2019 Tembus 8 Ribu Orang Gresik, Memorandum Calon aparatur sipil negara (CASN) Pemkab Gresik 2019, per Senin (25/11), tembus 8.700 pelamar. Sebelumnya jumlah angka pendaftar masih sedikit kisaran lima ribu orang. Sehingga, target 10 ribu pelamar dipastikan terpenuhi. Sebab, pendaftaran CASN baru ditutup pada Selasa (26/11) malam. Sekretaris panitia seleksi daerah (Panselda) AM Reza Pahlevi mengatakan, dari jumlah tersebut sudah 7.970 pelamar yang terverifikasi. Sisanya masih dilakukan verifikasi oleh tim. “Kami terapkan dua sift. Siang dan malam begitu ada data pelamar masuk langsung diverifikasi,” jelasnya. Pengumuman administrasi pelamar dilakukan, setelah verifikasi selesai dan kemudian diikuti klik final oleh masing-masing admin SSCN BKN di sejumlah kabupaten. “Hasilnya akan diberitahukan kepada pelamar CASN melalui masing-masing akun mereka,” tambahnya. Sehingga file-file yang dirasa kurang bakal diketahui oleh pelamar lewat akun mereka. Seperti ijazah, sertifikat, tinggi badan dan lain sebagainya yang dinilai tidak memenuhi klasifikasi. Hingga kini masih 1.000 pelamar yang belum terverifikasi oleh petugas yang melakukan verifikasi. Mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 sebanyak 12 orang. “Jika pukul 16.00 sampai pukul 24.00 dilakukan oleh 11 orang verifikator,” terangnya. Sebelum ditutupnya pendafataran CASN, membuat Panselda Gresik belum bisa mengumumkan jumlah pelamar yang lolos administrasi. “Jika nanti setelah diumumkan ada pelamar yang menganggap berkasnya sudah sesuai. Kemudian dinyatakan tidak lolos oleh verifikator. Akan diberikan mereka hak sanggah dengan waktu tanggal 3 sampai 13 Desember 2019 sekaligus tanggapan sanggah dan pengumumannya,” pungkasnya. (dri/har/mik)
dalam kegiatan Police Goes To School peringati HGN, kemarin. Dirinya berpesan kepada seluruh guru yang ikut HGN itu untuk mengawasi
anak didiknya dengan baik. Memberikan edukasi tentang pentingnya berlalu lintas yang baik dengan memperhatikan alat pelindung diri (APD). Pihaknya juga
menyerahkan buku panduan surat izin mengemudi (SIM). Selain itu, pihaknya memberikan helm kepada salah satu siswa berprestasi. Marcellino Vincent Tendean dalam ajang Olimpiade Matematika tingkat kabupaten gresik. Juga kepada guru pembimbing bernama Dewi Masyitoh. “Kami juga sampaikan himbauan untuk berhati-hati kepada orang yang tidak dikenal. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh polisi dengan satu balok di pundak tersebut. Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menambahkan, pelajar harus mendapat didikan positif sejak dini. Diberikan bimbingan dan pengetahuan tentang pentingnya memperingati Hari Guru Nasional. “Para siswa bisa tahu bahwa jasa guru sangat besar bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (an/har/mik)
Prajurit Kodim 0817 Tes Urine Gresik, Memorandum Puluhan prajurit Kodim 0817 Gresik dites urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik, Senin (25/11). Dari 85 prajurit ada 35 orang yang di tes acak. Mulai perwira, Danramil, bintara, tamtama serta ASN (aparatur sipil negara). Pengambilan urine itu untuk mengantisipasi penyalahguna narkoba di kalangan prajurit. “Selain tes urine kami juga menerima sosialisasi tentang bahaya narkoba. Jadi kami akan semakin paham efek barang haram itu jika dikonsumsi,” kata Kasdim
0817 Gresik Mayor Arh Suwanto dalam acara sosialisasi P4GN (pencegahan pemberantasan penyalahguna dan peredaran gelap narkoba Triwulan IV Tahun 2019, di Aula Makodim, kemarin. Pihaknya menegaskan, masa depan bangsa harus diselamatkan. Dengan cara memerangi narkoba dan memberikan pemahaman kepada generasi bangsa supaya tidak terpengaruh dengan barang tersebut. Sebab, merebaknya narkoba di berbagai kalangan sangat merusak nilai-nilai moral dan mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.
“Kami terus bekerja sama dengan BNNK Gresik melakukan sosialisasi sebagai upaya preventif atau antisipasi dengan tujuan melindungi prajurit dan ASN serta keluarganya dari bahaya narkoba,” papar Suwanto. Pihaknya menegaskan, tidak akan menoleransi siapa saja prajurit atau ASN yang terbukti terlibat penyalahguna narkoba. Sanksi tegas akan diberhentikan dengan tidak hormat pada oknum sesuai hukum yang berlaku di TNI AD. “Tindakan tegas itu sebagai pembersihan satuan agar dapat
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Mahir Perbankan
Para siswa SDN 6 Gresik memberikan bunga kepada guru.
Prajurit TNI menyerahkan urine untuk dites petugas BNNK Gresik.
menjadi pelajaran bagi seluruh prajurit,” imbuhnya. Diketahui, kegiatan penyuluhan dan sosialisasi P4GN merupa-
kan program dari komando atas dalam rangka mendukung dan menyukseskan Program “Indonesia Bebas Narkoba”. (an/har/mik)
Kapolres Hadiri Pengukuhan Perubahan Tipe Polresta di Jatim Tuban, Memorandum Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, menghadiri acara pengukuhan perubahan tipe polresta dan sertijab Kapolresta Banyuwangi, Senin (25/11). Acara tersebut dihadiri oleh petinggi kepolisian Jawa Timur. Polres Banyuwangi telah berubah type dari Polres menjadi Polresta ( Kepolisian Resort Kota). Pengukuhan tersebut bersamaan dengan sertijab (serah terima jabatan) Kapolresta di Polresta Banyuwangi. Jabatan Kapolresta Banyuwangi yang semula dijabat AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, kini dijabat AKBP Arman Asmara Syarifudin yang sebelumnya
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
LAKONE
Gresik, Memorandum Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 adalah momen untuk mendidik pelajar tentang jasa pengabdian seorang guru. Peran guru sangat besar. Mereka mengajar para penerus bangsa ini dengan sabar dan tidak kenal lelah. Jasa para guru ini mendapat apresiasi muridnya. Salah satunya yang dilakukan di SDN 6 Gresik, Senin (25/11). Salah satu siswa membacakan puisi yang dikhususkan kepada gurunya. Inti dari puisi tersebut berisi ucapan terimakasih atas dedikasi selama ini. Para murid itu juga memberikan setangkai bunga kepada guru-guru mereka. “Disela-sela kegiatan itu kami juga memberikan bimbingan kepada para siswa untuk hati-hati di jalan raya. Tidak beli makan sembarangan,” kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik Ipda Darwoyo,
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
HGN 2019 Momentum Pelajar Hargai Jasa Guru
Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono (dua dari kiri) menghadiri pengukuhan kenaikan tipe polresta.
Wadirkrimsus Polda Jatim. “Pergantian pimpinan di da-
lam sebuah Institusi merupakan hal yang wajar dan itu merupa-
garan kan suatu penyegaran stidalam sebuah instian tusi,”kata mantan Kasubdit Jatanrass h, Polda Jawa Tengah, kemarin. Lebih lanjut sNanang menegaskan, dimanapun ditugaskan dan ditempatkan harus siap dan tetap mementingkan tugas pokok Kepolisian untuk senantiasa Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat. “Pengukuhan Polresta Banyuwangi ini juga bisa menjadi semangat kita untuk se-
m lalu meningkatkan pel pelayanan kepada m masyarakat,” kata lu lulusan Akademi K Kepolisian (Akp 2000. pol) Nanang berp pesan kepada anggota, agar tetap selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Tolong berikan pelayanan semaksimal mungkin. Jangan pernah mengeluh, karena kita adalah pelayan masyarakat,” tutur Tuban 1 sebutan lain Kapolres Tuban. (top/har/mik)