SERTIFIKA T
P ER S WAN DE memorandum.co.id
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022
memorandumredaksi@gmail.com
HARGA Rp 5.000,-
PREDATOR SEKSUAL ADA DI SEKITAR KITA
KORBAN JANGAN TAKUT MELAPOR Varian Siluman
Kasus kekerasan seksual semakin marak dan memprihatinkan. Mayoritas kekerasan seksual dialami perempuan dan anak-anak. Pelakunya juga dari berbagai kalangan. Mirisnya lagi, kekerasan seksual terjadi di tempat menimba ilmu seperti sekolah, kampus dan pondok pesantren.
Data Lembaga Perlindungan Anak Jatim Tahun 2020 : 66 kasus kekerasan seksual. Tahun 2021 : 112 kasus kekerasan seksual.
Oleh: Dahlan Iskan
“
RS.... full pasien Covid varian baru BA 2.75. Mereka habis liburan ke Bali. Varian baru lebih menakutkan. Butuh 20 hari baru negatif .” Itu beredar di WA Kamis kemarin. Tentu saya tidak percaya begitu saja. Juga tidak langsung terpengaruh. Saya forward info itu ke dua peneliti yang Anda sudah hafal namanya: drh Indro Cahyono dan Prof Dr Chairul Anwar Nidom. Indro langsung merespons: “Varian Bersambung ke halaman 11
Adhisty Zara
bukan lagi hal yang tabu tetapi lebih kepada pembelajaran yang nantinya justru mengurangi pe perilaku menyimpang te terkait seks itu s e n d i r i ,”
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Data Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya
FOTO: MEMORANDUM MEMORANDUM/EKO M/EKO
M Isa Anshori
Dita Amalia
Tahun 2021: Persetubuhan Terhadap Anak (29 kasus) Pencabulan Terhadap Anak (21 kasus) Tahun 2022 hingga Juli 2022: Persetubuhan Terhadap Anak (23 kasus) Pencabulan Terhadap Anak (14 kasus)
jelasnya. Justru sex educan akan memtion
O: M E M O R A N D U M/B I
Bersambung ke halaman 11
NTA
NG
Memulai kariernya dari idol grup JKT48, nama Adhisty Zara semakin melambung saat memutuskan pindah haluan ke dunia akting. Berkat kemampuan aktingnya, gadis 19 tahun itu sukses merengkuh popularitas di industri hiburan Tanah Air.
P
adahal akibat kekerasan seksual itu, akan mengancam n dan membahayakan jiwa, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak. Termasuk mengganggu rasa kenyamanan, ketentraman, n keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, sex education sangat diperlukan bahkan harus diterapkan sejak dini. Seperti yang dikatakan Direktur PLATO Foundation yang concern terhadap anak dan perempuan, Dita Amalia. Dita bersuara lantang agar korban kekerasan seks utamanya perempuan tidak takut melaporkan kejadian yang menimpanya. “Sex education harus menjadi kurikulum. Karena sex education
FOT
Pro dan Kontra
Tahun 2022 hingga Juli 2022: 38 kekerasan seksual.
N
amun, seiring popularitasnya yang semakin menanjak, ada konsekuensi yang harus diterima.
Setiap pelaku pelecehan seksual rasanya pantas untuk mati. Berat sekali membayangkan bila ada sesesorang, entah yang dikenal atau tidak, memanipulasi kita dan memaksa kita untuk melakukan hal yang tidak kita inginkan. Terlebih hal tersebut dapat merenggut harkat dan martabat diri kita,”
Bersambung ke halaman 11
Elni Nainggolan FOTO: MEMORANDUM/RIO
Aktivis Perempuan
Ipda Tri Wulandari
Pel Pelaku Panta Pantas Mati
Melonjak di Masa Pandemi
SETIAP pelaku pelecehan p seksual dinilai pantas untu untuk mati. Apalagi, bila itu disertai d dengan kekerasan. Sungguh me menjadi perbuatan yang sangat biadab dan keji. Sebab, korban pelecehan seksual akan menan menanggung penderitaan yang luar bia biasa. h Tak hanya berdampak pada fisiknya, namun juga psikis. Hal
KASUS kekerasan kekerasa seksual yang akhir-akhir hir-akhir ini terjadi di Jati urabaya Jatim, khususnya di Surabaya masih menjadi m momok bagi anak dii bawah umur. Mirisny Mirisnya, kekerasan terjadi di lingkolah. kungan kelu keluarga maupun di sekolah. Berdas g masuk Berdasarkan catatan yang restabes ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surab ubuhan Surabaya, untuk persetubuhan terh ah umur terhadap anak di bawah pa k 29 pada 2021, sebanyak Bersambung ke halaman 11
Bersambung ke halaman 11 ILUSTRASI: ISTIMEWA
Polda JaƟm Libas Komplotan Curanmor Antarkota
Otak Eksekutor dan Buron Dijebol Peluru Surabaya, Memo Memorandum Su Anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur membongkar komplotan penkendar curian kendaraan bermotor (cuanta ranmor) antarkota. Dari kasus tig terduga pelaku tersebut, tiga diamankan berikut barang ratusa motor berbagai bukti ratusan merek dan jenis. Tiga tersangka masing-ma sing-masing Sobirin (25), Wagian (25) serta LH Wagianto (DPO Mereka berasal (DPO). dari Pasuruan. Selam in menangkap kedua terd terduga pelaku, polisi juga mengamankan
penadah bernama Joko Handoyo. Dalam kasus ini, polisi terpaksa memberi tindakan tegas terhadap Sobirin. Sebab, residivis itu nekat melakukan upaya perlawanan saat akan diamankan. Selain ke Sobirin, polisi juga menghadiahi timah panas ke LH (DPO). Sayang, ia berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam proses pengejaran petugas. Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto menyebut, penangkapan komplotan curanmor antarkota ini merupakan hasil kerja keras anggota bersama
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Bersambung ke halaman 11
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto didampingi Kabidhumas Kombespol Dirmanto dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardono memberikan keterangan pers.
Kisah Cinta yang YaƟm Piatu sejak Balita (4)
- Meng, menurut Lembaga Perlindungan Anak Jatim: pelaku kekerasan seksual harus dihukum maksimal.
Sejuk bagai Kepingan Surga Jatuh di Dada Momen itu dirasakan Cinta bagai pengharapan. Dan, ia ingin mengembangkan harapan tersebut menjadi kenyataan demi kenyataan.
- Ya. Harus keras maksimal, minimal sekeras kekerasan barang bukti sewaktu beraksi!
Si Mameng (Mak Erot)
C
inta gelisah. Dia merasa remasan tangan hangat Toni tempo hari masih melekat di dasar hati. Bersemi di sana, menjelma menjadi ribuan tangkai bunga warna-warni. Semerbak mewangi. Indah. Sejuk. Bagai kepingan surga yang jatuh di dada. Ah…
Sungguh, Cinta ingin menghubungi Toni, tapi takut ketahuan Nia. Jadi, keinginan itu hanya dipendam di dasar harapan. Sampai suatu dini hari HP Cinta berbunyi thing. Ada pesan What Bersambung ke halaman 11
ILUSTRASI: ISTIMEWA
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
081-2325-2205
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SIDOARJO
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 2
FOTO: MEMORANDUM/JOKOSAN
KEPALA BIRO: Budi Joko Santoso. WARTAWAN: Slamet Wibowo PEMASARAN/IKLAN: Suprianto, Afin Mauludin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro foto bersama usai menghadiri peringatan satu abad PSHT.
Kapolresta Minta Warga PSHT Jadi Garda Terdepan Jaga Kamtibmas
Per nyataan tegas itu disampaikan kapolres dihadapan puluhan anggota PSHT saat menghadiri acara cangkrukan menjelang
peringatan satu abad perguruan ini di Candi, Rabu (20/7) malam. “Kami percaya warga PSHT sangat patuh hukum. Selalu mematuhi aturan untuk tertib,
serta dapat saling mengajak satu sama lainnya menjaga k o n d u s i f i t a s k a m t i b m a s. Karenanya, mari tunjukkan bahwa PSHT sebagai perguruan silat besar, berprestasi, guyub rukun dan mampu tertib terhadap segala peraturan,” pesan Kapolresta Kusumo. Ia juga mengajak warga PSHT agar tidak mudah terpancing segala informasi
berkembang dengan cepat melalui sumber yang masih belum jelas. Misalnya dalam menyikapi informasi di media sosial. Kapolres meminta PSHT selalu bijak menerima dan menyikapi pesan dan tidak mudah terprovokasi apabila masih belum jelas informasinya. Momentum 100 tahun terate emas yang akan diperingati
Kades Seduri Berharap Musrenbangdes Bisa Tingkatkan Potensi Desa
Kegiatan musrenbangdes di Balai Desa Seduri.
adalah forum antar kepentingan d a l a m ra n g k a m e n y u s u n rencana pembangunan desa. Untuk kedepanya pelaksanaan musrenbang ini dapat menjadi sumber aspirasi masyarakat Desa Sedur i, untuk mengusulkan berbagai program pembangunan yang
nantinya menjadi usulan pada musrenbang tingkat kecamatan. “Berbagai program usulan dari desa akan menjadi masukan pada musrenbang yang nantinya disesuaikan dengan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya. (bwo/jok/mik)
perguruan silat mulai dari tingkat ranting dan rayon, melalui lomba pencak silat Kapolresta Sidoarjo Cup atau kesempatan lainnya. Sehingga dengan menggali prestasi pencak silat, diharapkan semakin memotivasi warga untuk terus belajar dan berprestasi. Di PSHT Cabang Sidoarjo misalnya, ada Sekar Arum yang pada kejuaraan
Porprov Jawa Timur 2022 di Lumajang berhasil sumbang emas di kelas B putri mewakili IPSI Sidoarjo. “Selain memacu terus memacu prestasi, kami dari pihak PSHT Cabang Sidoarjo pun selalu siap bersinergitas dengan Polresta Sidoarjo dan jajarannya guna bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas,” lanjutnya. (jok/mik)
Peringati Hari Lahir Sekolah, SMAN 1 Tarik Gelar Parade Seni
FOTO: MEMORANDUM/BWO
Sidoarjo, Memorandum Kepala Desa Seduri, Kecamatan Balongbendo, Suparman, berharap musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tahun 2023 dapat membantu pembangunan desa dan memaksimal potensi yang ada. “Seperti halnya pendidikan, kesehatan, serta peningkatan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan sebagainya,” ujar Suparman usai mengikuti musrenbangdes di pendopo balai desa, Rabu (21/7). M e n u r u t n y a , musrenbangdes sebagai forum antar pemangku kepentingan ini dapat menyusun rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan desa ke depannya. Acara itu dihadiri jajaran Forkopimka Balongbendo, lembaga desa, dan tokoh masyarakat. C a m a t B a l o n g b e n d o, A c h m a d Fa r k a n Z a z u l i mengatakan, Musrenbangdes
pada awal September 2022 nanti, kapolres berharap anggota PSHT menjadi garda terdepan menjaga kamtibmas. Pada kesempatan ini, Ketua PSHT Cabang Sidoarjo Kang Mas Mursito mengapresiasi jalinan sinergitas yang berjalan baik dengan pihak Polresta Sidoarjo. Ia mencontohkan adanya pembinaan prestasi perguruan-
Sidoarjo, Memorandum SMA Negeri 1 Tarik, Sidoarjo, menutup kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan pentas seni menampilkan berbagai ragam pergelaran kesenian siswa siswi, Kamis (21/7) pagi. Selain sebagai penutupan MPLS, pentas seni ini juga dalam rangka memperingati hari lahirnya SMAN 1 Tarik ke-18 tahun yang jatuh pada 24 April. Kegiatan dibuka dengan bazar, demo ekstra, dan lomba seni. Di antaranya pameran kreasi siswa seperti membuat baju dari daur ulang plastik, serta menampilkan tari kesenian dan parade musik anak band sekolah. Ketua Osis SMAN 1 Tarik, Iyan Aldino mengatakan, kegiatan yang diberi tajuk reborn ini adalah sebuah kegiatan pentas seni untuk menampilkan kreasi dan kemampuan siswa. “Kegitan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun,” ujarnya. Menurut Iyan, pada kegiatan kali ini ada berbagai kegiatan parade seni. Selain, mempertunjukan parade band dari SMAN 1 Tarik, panitia penyelenggara kegiatan ini juga mengundang bintang tamu untuk menyemarakan kegiatan ini. “Untuk band yang dari SMAN 1 Tarik ada dua, yakni band dari guru dan band talen dari teman-teman band ekstra,” terang Iyan.
FOTO: MEMORANDUM/BWO
Sidoarjo, Memorandum Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, berharap perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kondusifitas kamtibmas.
Parade seni yang diperagakan siswa-siswi.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tarik, Ropingi menjelaskan, kegiatan pentas seni ini untuk memperingati hari lahirnya SMAN 1 Tarik. Hanya saja pada saat bulan April lalu, masih dalam kondisi pandemi. Sehingga peringatan hari lahir baru bisa dilaksanakan sekarang sekaligus sebagai penutupan MPLS bagi peserta didik baru yang baru pertama kali masuk sekolah. “Karena tanggal 24 april kemarin masih pandemi, maka tidak bisa dilaksanakan. Tapi anak-anak tetap semangat untuk mengemas menjadi program yang harus dilaksanakan,” kata Ropingi.
Ropingi juga menyebut, kegiatan ini juga untuk membentuk sekolah moderen. Karena sekolah modern tidak hanya mengacuh di dalam kelas saja. Kata dia, harus mengembangkan semua potensi yang ada di siswa. Baik kesenian, olah raga, maupun kemampuan potensi yang lainnya. “Kami memberikan kesempatan kepada mereka, ternyata luar biasa. Dimulai dari bazar yang lengkap perkelas menampilkan bazar produk yang mereka karyakan sendiri, segala tampilan kesenian mulai pagi hingga siang tadi, merupakan produk dari anak-anak sendiri,” pungkas Ropingi. (bwo/jok/mik)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA Sanksi Berat Pembuang Sampah Sembarangan
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 3
Biar Kapok dan Tidak idak Mengulangi Lagi gi
100 Lebih Warga Terjaring OTT
Surabaya, Memorandum Sampah menjadi permasalahan an yang cukup pelik di Metropolis. Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 5 Tahun un 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihbersihan di Kota Surabaya dan Perwali 10/2017 0/2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif istratif kurang ampuh. Sanksi denda Rp 75 5 ribu dan KTP pembuang sampah disita masih kurang tegas.
SAMPAI dengan sekarang, jumlah tempat penampungan sementara (TPS) ada 190 titik dan tersebar merata di seluruh sudut Kota Surabaya. Sedangkan tempat pemrosesan akhir (TPA) hanya ada 1 di Benowo. Meski ditunjang ratusan TPS, nyatanya masyarakat metropolis masih senang membuang limbah rumah tangga tidak pada tempatnya. Tak jarang, di beberapa lokasi masih sering ditemukan sampah liar yang menumpuk. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, untuk mengentaskan masalah itu, pihaknya rutin menerjunkan petugas yustisi setiap hari. Fungsinya untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada warga yang ketahuan membuang sampah secara sembarangan. Terhitung sejak awal Januari 2022 hingga akhir Juli 2022, sebanyak
Saipul Ketua RT Kedungmanggu yang bat wilayahnya sering ketiban sampur akibat ung ulah pembuang sampah tidak bertanggung rat jawab menyebut, sanksi harus diperberat agar menimbulkan efek jera. at. “Saya setuju sekali jika sanksinya berat. TP Tidak hanya denda Rp 75 ribu dan KTP disita. Kalau perlu langsung dihukum kudak rungan atau penjara, biar kapok dan tidak nya. buang sampah sembarangan lagi,” jelasnya. Dia menyebut, masalah sampah di wianyakan layahnya masalah lama. “ Namun kebanyakan orang-orang dari luar Kedungmanggu dan sekitarnya yang membuang sampah di lokasi. Bersambung ke halaman 4
Bersambung ke halaman 4
FOTO-FOTO: ILUSTRASI
FOTO: MEMORANDUM/CIPTINING
Harus Tegas agar Ada Efek Jera PRAKTISI hukum Syaiful Bachri SH menilai peran perda tentang sampah di Kota Surabaya harus memperhatikan peran budaya lokal. Sebab melalui pola sosialisasi yang tepat, maka peran perda tersebut Kawasan Tenggumung yang mulai bersih dari sampah. Sebelumnya lokasi ini dijadikan
akan maksimal. “Hukum modern itu harus mengakuisi budaya lokal. Seperti kebersihan adalah sebagian dari lokal,” terang Saiful. Mantan aktivis PMII Komisariat Wijaya Kusuma Surabaya ini men-
jelaskan, pemberdayaan hukum karena kewajiban. Hukum berperan memproduksi ulang tentang nilai-nilai hukum lokal. Nilai agamis lebih diperkuat untuk mengawal Bersambung ke halaman 4
“OTT sampah sudah dilaksanakan rutin dan tangkapan juga ada. Jumlahnya sudah 100-an orang lebih hingga pertengahan 2022 ini.” Agus Hebi Djuniantoro Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya
sebagai tempat pembuangan sampah oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Koneksikan Saluran dengan Riol Belanda Cara Pemkot Surabaya Atasi Genangan Pusat Kota Mengatasi genangan menjadi salah satu agenda prioritas kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada tahun 2022. Dari hasil pemetaan, pemkot pun telah mengantongi sejumlah wilayah yang mengalami genangan saat datangnya hujan. Mulai dari pemetaan luasan wilayah terdampak hingga elevasi genangan. Seperti genangan yang terjadi di kawasan pusat kota. Kawasan itu pun telah dipetakan dan mulai digarap penyelesaiannya. Meliputi, pengerukan sedimen, pelebaran dan pendalaman drainase, hingga mengkoneksikan saluran. Selain itu pula, penambahan infrastruktur crossing saluran juga mulai dikerjakan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung proses pengerjaan pelebaran dan pembuatan crossing saluran di kawasan pusat kota pada Senin (18/7). Titik lokasinya, ada di Jalan Panglima Sudirman-Jalan Embong Kenongo dan Jalan Simpang Pojok-Jalan Simpang Dukuh Surabaya. Peninjauan itu dilakukannya bersama dengan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik Arijanto. Juga diikuti sejumlah pejabat terkait di lingkup Pemkot Surabaya. Tak hanya sekadar meninjau pengerjaan saluran. Bahkan di saat itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga berdiskusi langsung dengan jajarannya di lokasi untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan perencanaan. “Kita hari ini sudah mulai mengerjakan
titik-titik yang ada genangan,” kata dia saat peninjauan. Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, seb benarnya di Jalan Pangllima Sudirman, ada riol Belanda yang langsung menuju ke sungai di Jalan Kayoon. Riol Belanda tersebut, salah satunya berfungsi mengalirkan air hujan di pusat kota seperti kawasan Jalan Panglima Sudirman-Jalan Basuki Rachmat. Namun setelah dibangun box culvert di bawah pedestrian, riol Belanda di bawahnya justru tidak difungsikan. Bahkan, setelah dibangun pedestrian, air di kawasan Jalan Taman Apsari (Arca Joko Dolog) dan Jalan Embong Kenongo, mengalir menuju ke arah utara atau Pompa Grahadi. “Jadi tidak ada bebannya di riol Jalan Embong Kenongo. Nah, waktu sebelum dibangun pedestrian itu airnya rata. Ketika dibuat pedestrian besar, akhirnya tampungannya besar tidak dimasukkan ke riol Jalan Embong Kenongo,” ujarnya. Celakanya lagi, saluran yang berukuran 2 meter di Jalan Panglima Sudirman lantas mengecil menjadi 60 sentimeter ketika mengalir ke kawasan Jalan Embong Kenongo. Oleh karenanya, pelebaran saluran di Jalan Embong Kenongo juga menjadi salah satu prioritas yang sedang digarap pemkot. “Kita akan buat 2 meter dari Jalan Kayoon riolnya sampai dengan Jalan Panglima Sudirman,” tegasnya. Bukan hanya itu saja, upaya
mengatasi genangan di kawasan pusat kota, juga dikerjakan dari Jalan Taman Apsari (Arca Joko Dolog). Caranya yakni, dengan membagi aliran air menjadi dua sisi. Pertama dialirkan menuju ke Pompa Grahadi. Dan kedua, dialirkan melintasi saluran di Jalan Simpang Pojok dan crossing di ruas Jalan Gubernur Suryo menuju Rumah Pompa Kenari. “Sehingga air yang ada di sekitaran Arca Joko Dolog (Jalan Taman Apsari) itu nanti tidak terlalu terbebani. Jadi ada dua aliran, bisa masuk ke Rumah Pompa Kenari, bisa masuk ke Pompa Grahadi,” jelas Wali Kota Eri Cahyadi. Saat peninjauan di Jalan Kenari, pria yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga sempat terjun langsung masuk ke dalam gorong-gorong atau riol Belanda yang ada di bawah pedestrian. Hasilnya, ia menemukan saluran box culvert yang dibangun tepat di atas Riol Belanda justru lebih kecil. “Setelah saya masuk di dalamnya itu kecil. Makanya saya suruh bongkar karena riolnya besar. Berarti apa? sekarang (box culvert) yang sudah terbangun tadi itu belum konek semua. Tapi kalau kita lihat dari atas, konek semua,” tuturnya. Oleh sebabnya, selain membangun crossing baru, pemkot juga memprioritaskan pengerjaan pelebaran dan mengkoneksikan saluran dengan riol Belanda di bawah pedestrian. Termasuk di antaranya pelebaran saluran pedestrian di kawasan Jalan Praban. Karena menurutnya, riol Belanda yang ada di kawasan Jalan Tidar-Jalan Kranggan-Jalan Praban, seharusnya terkoneksi menuju rumah Pompa Kenari. “Ini yang kita perbaiki, seper-
Layout pembangunan top-bottom crossing Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Embong Kenongo.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik Arijanto meninjau proses pengerjaan pelebaran dan pembuatan crossing saluran di kawasan pusat kota. (Inset) mengecek kondisi gorong-gorong atau riol Belanda yang ada di bawah pedestrian.
ti riol Belanda yang ada di Jalan Kenari. Kenapa banjir? karena dia (box culvert) tidak ada konek ke arah riol Belanda ini. Kalau dilihat di bawahnya pedestrian itu ada riol sebenarnya, tapi ketutupan box culvert,” terang dia. Melihat permasalahan yang ada di lapangan, Wali Kota Eri Cahyadi telah meminta DSDABM agar melakukan evaluasi saat membangun box culvert. Ia meminta agar ketika membangun box culvert dan di bawahnya terdapat riol Belanda, maka itu dapat dimanfaatkan.
“Jadi dulu waktu bangun box culvert itu menutup riol. Seharusnya box culvert itu ditinggikan, tapi bawahnya dibongkar sampai tembus (terkoneksi) ke riol. Jadi tingginya tambah 2 meter, plus tingginya riol 3 meter,” bebernya. Dua pengerjaan crossing saluran itu dilakukan pemkot dengan skema lelang. Di Jalan Embong Kenongo hingga Jalan Panglima Sudirman anggaran yang disiapkan untuk menuntaskan genangan di kawasan itu mencapai Rp15,4 miliar. Sedangkan pengerjaan crossing saluran di ruas Jalan Gubernur dianggarkan Rp3,7 miliar. “Ketika sudah ada pedestrian, terus ada riolnya itu kita lakukan dengan cara swakelola. Tapi kalau buat jalan, crossing dan saluran kita menggunakan anggaran,” ujar dia. Kedua pengerjaan crossing saluran itu ditarget rampung pada awal Desember 2022. Ia pun juga meminta kepada pihak kontraktor, ketika nantinya lapisan atas belum sepenuhnya rampung, salurannya agar sudah terkoneksi satu dengan yang lain. Sebab, bulan Desember merupakan saat dimana tingginya curah air hujan. “Saya sudah sampaikan, kalaupun nanti atasnya
belum 100 persen, tapi salurannya sudah terkoneksi. Jadi ketika hujan aliran airnya juga sudah bisa terkoneksi satu dengan yang lain,” tegas dia. Di samping penanganan banjir di kawasan pusat kota, sejumlah wilayah lain juga tak luput dari perhatian Wali Kota Eri Cahyadi. Seperti di wilayah Surabaya Selatan, yaitu kawasan Gayungan-Jambangan. Di kawasan itu, pemkot sedang mengerjakan bozem sebagai tempat penampungan air yang berada di dekat aquatic Jambangan. Tentu saja penanganan genangan yang dilakukan pemkot di kawasan itu tak hanya fokus pada satu titik melainkan wilayah. Oleh sebabnya, penanganan genangan di kawasan Surabaya Selatan dilakukan dari mulai Jambangan, Gayungan, Jemursari, Rungkut hingga Medokan Ayu Surabaya. “InsyAllah kita juga mengerjakan di waktu yang sama sampai dengan Desember 2022 itu adalah wilayah selatan. Mulai dari Ketintang sampai Gayungsari, Injoko, sampai kawasan industri SIER juga kita kerjakan. Nanti kita clearing juga untuk Dharmawangsa, karena di sana juga sama,” tandasnya. (adv/fer/ono)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 4
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
Lindungi Jemaah Haji dengan K3JH Pasca Mendarat di Tanah Air Surabaya, Memorandum Pasca kepulangan jemaah haji ke tanah air, pemerintah Kementerian Kesehatan khususnya memantau kesehatan jemaah haji dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) berwarna kuning. K3JH diberikan usai jemaah melakukan test swab antigen.
Armuji tintau proses pembangunan rumah pompa Alun-Alun Contong.
Koordinator Substansi Pengendalian Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya, Rofiud Darojat mengatakan, sudah menjadi kewajiban bahwa setiap orang yang pulang dari perjalanan luar negeri dibekali dengan health alert card, namun khusus untuk jemaah haji dibuatkanlah K3JH. “Semua orang yang baru datang dari perjalanan luar negeri akan dibekali dengan health alert card, namun untuk jemaah haji dibuatkan khusus sehingga terbentuklah K3JH,” ungkapnya (22/7). Rofiud mengatakan, semula K3JH berlaku 14 hari, namun sesuai Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No.HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jemaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi, K3JH berlaku hingga 21 hari karena adanya waktu inkubasi suatu penyakit. “Dulu K3JH ini berlaku 14 hari namun karena ada Surat Edatan Dirjen menjadi 21 hari karen inkubasi suatu penyakit. Inkubasi itu mulai kena sampai muncul gejala itu 21 hari,” terangnya. K3JH berisikan tabel yang bertulis-
Tambah Rumah Pompa Alun-Alun Contong Antisipasi Banjir Pusat Kota Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya melalui dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM) sedang berupaya membangun rumah pompa baru dan saluran air di sekitar Jalan Pahlawan, Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan. Wakil Wali (wawali) Kota Surabaya Armuji lantas turun ke lokasi untuk memastikan proyek tersebut berjalan
lancar. Armuji mengatakan, pekerjaan rumah pompa dan saluran air tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir di pusat kota. Sebab, kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Bubutan, hingga Jalan Kramat Gantung dan Jalan Tembaan kerap banjir. “Nantinya dengan terbangunnya rumah pompa ini, maka akan mempercepat jalannya air ke sungai, sehingga meminimalisir potensi ge-
nangan di tengah kota,” ucap Armuji, Jumat (22/7). Armuji mengungkapkan, pekerjaan terkait pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung dengan sungai dalam kota tersebut akan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dia berharap, proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Di samping itu, Armuji juga menyampaikan bahwa seiring dengan meningkatnya kepadatan penduduk dan kemunculan bangunan di pusat kota, maka perlu diimbangi dengan
sistem drainase yang mapan dan didukung dengan keberadaan rumah pompa. “Pembangunan rumah pompa adalah kebutuhan. Kalau salurannya bersih dan lancar, tetapi tidak didukung dengan keberadaan rumah pompa maka ya percuma,” tandas Cak Ji. Sampai saat ini, terdapat 61 rumah pompa di Surabaya. Dan sedikitnya, ada 150 pompa yang siap beroperasi untuk mengurangi banjir saat musim hujan. (bin/ono)
Marak Kasus Penipuan, Masyarakat Wajib Waspada srah saat kehilmere dan hanya pasrah sosial di antara mereka,” samangan asetnya,”” urai Ning Lia. bung Ning Lia. an yang kergambla Perempuan Secara gamblang, Ning rtikel lepas di menjela ap menulis artikel Lia juga menjelaskan kadia online ini beragam media sus utang piutang dengan n, salah satmencontohkan, jaminan tanah dan barja sama Yan ternyaunya kasus kerja ngunan. Yang pembangunan rumah ta banyak terjadi u yang di sekit sederhana atau sekitar masyaraka umum disebut KPR. yarakat, khua kisusny “Beberapa susnya yang ma mem sah yang sama membutuhenka sering saya denkan pinjaerm gar. Bahkan perman secara leh ce nah dialami oleh cepat dan ekat efisien. orang-orang dekat erlibat “Akhirnsaya. Mereka terlibat Lia Istifhama ya mereka pun kerja sama sebagai bertemu pihak tertentu sub kontraktor atas pembangunan rumah, namun saat yang menawari pinjaman dengan jamrumah sudah jadi, pihak pengem- inan tanah dan bangunan.Tetapi, nilai bang atau pemberi jasa enggan mem- aset dengan nilai pinjaman seringkali bayar sepeser pun dengan alasan tidak seimbang. Sebagai contoh, tanah rumah tidak sesuai spek (spesifikasi),” bangunan seharga Rp 5 miliar lebih, namun diukur dengan pinjaman hapaparnya. “Padahal secara logika, tidak nya Rp 1 miliar rupiah,” tandas peraih mungkin pihak pemberi jasa tidak penghargaan Tokoh Milenial Literasi melakukan pengawasan dalam setiap Jatim versi ARCI tersebut. Ning Lia juga menjelaskan, ada tahapan proses pembangunan rumah tersebut. Dan sebagai makhluk beberapa korban yang ternyata tidak sosial, mana mungkin selama proses mendapatkan uang pinjaman tersepengerjaan rumah, tidak ada interaksi but, namun terancam kehilangan
aset berharganya akibat ketidakjelian mereka membaca situasi dan perikatan yang mereka tandatangani. “Banyak yang ternyata tidak mendapatkan uang pinjaman, karena uang pinjaman justru dicairkan oleh pihak lain. Secara logika, ini sudah terlihat seperti ada indikasi kesengajaan antara pihak pemberi pinjaman dengan pihak lain tersebut, sehingga pihak lain dapat mencairkan dana tanpa melewati korban yang telah menjadikan asetnya sebagai jaminan,” ungkap Lia. Fakta-fakta tersebut, yang kemudian mendorong dosen yang juga advokat tersebut membuat beberapa konten film pendek terkait jual beli dan utang piutang. Ning Lia lantas berpesan, agar masyarakat selalu berhati-hati dan mengetahui track record pihak lain saat menjalin sebuah kerja sama. “Monggo kita semua masyarakat, selalu cek track record orang lain sebelum memutuskan kerja sama, apalagi yang melibatkan aset berharga kita. Jangan sampai beli kucing dalam karung, yaitu menaruh kepercayaan pada orang yang tidak kita kenal, apalagi yang tidak memiliki akun sosial media,” papar dia. (bin/ono)
FOTO: MEMORANDUM/CIPTONING
Surabaya, Memorandum Belakangan ini, marak terjadi kasus penipuan. Dalam kasus ini, lagi-lagi menjadikan masyarakat sebagai korban. Sebagai contoh terkait utang piutang. Tidak sedikit masyarakat yang berniat mencari pinjaman (utang), namun ternyata terjebak dalam perikatan jual beli. Fakta ini membuat prihatin banyak pihak, tak terkecuali aktivis perempuan Ning Lia Istifhama. “Fakta lapangan menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak terlalu memahami perikatan utang piutang. Karena itu, banyak masyarakat yang menjadi korban kehilangan aset-aset berharga mereka akibat terjebak perikatan dengan oknum nakal,” kata Ning Lia, Jumat (22/7). Lebih lanjut, Doktoral Ekonomi Syariah UINSA tersebut menuturkan bahwa oknum nakal tersebut biasanya lebih dari sekadar rentenir. “Diakui atau tidak, banyak yang menjadi korban oknum nakal ini, yang mana mereka ini lebih dari rentenir. Secara ekstrim mungkin saya sebut sindikat ya, karena mereka bisa menjerat korban dari beberapa sisi, sehingga korban tidak bisa berkutik
Kesehatan jemaah haji terus dipantau karena Pandemi Covid-19 belum berakhir.
Harus Tegas agar Ada Efek ...
butuhkan dalam Jumat berkah kali ini. “ Kegiatan ini merupakan agenda yang sudah rutin dilakukan, baik saat even keagamaan, sosial, dan nasional, terlebih pada setiap hari Jumat, “ ungkapnya. “Harapannya, kegiatan sosial yang kami lakukan ini memberikan manfaat kepada kita semua dan selalu mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, “ sambung Riswanto, yang duduk sebagai anggota Komisi B DPRD Surabaya ini. (bin/ono)
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
Jumat Berkah, Nasi Kotak untuk Wong Cilik Surabaya, Memorandum Sesuai marwah sebagai partainya wong cilik, PDI Perjuangan (PDI-P) Surabaya melalui kader Kecamatan Bulak kembali melaksanakan program Jumat Berkah dengan membagikan ratusan nasi kotak. Jumat, (22/7), giliran warga Bulak dan sekitarnya. Riswanto selaku koordinator acara mengaku bersyukur. Dia juga merasa senang dapat berbagi kepada sesama. Terutama kepada wong cilik yang mem-
Warga Bulak semringah usai menerima nasi kotak yang disalurkan Riswanto.
100 Lebih Warga Terjaring OTT 100 lebih pelanggar terjaring OTT. Masyarakat mokong ini kemudian dikenai sanksi denda. Itu tertuang dalam Perda 5/2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Perwali 10/2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif. Untuk sanksi denda, disesuaikan dengan volume sampah yang dibuang oleh pelanggar. Paling sedikit Rp 75 ribu. Kemudian untuk volume
sampah yang lebih besar, denda mencapai Rp 750 ribu hingga Rp 50 juta atau kurungan enam bulan penjara. “OTT sampah sudah dilaksanakan rutin dan tangkapan juga ada. Jumlahnya sudah 100-an orang lebih hingga pertengahan 2022 ini,” kata Hebi, Jumat (22/7). Meski demikian, Hebi mengatakan bahwa pihaknya akan terus
Sambungan dari halaman 3 menambah jumlah TPS. Penambahan TPS ini sebagai upaya DLH untuk mewujudkan Kota Surabaya nol sampah. Di samping menambah jumlah TPS, DLH juga memperkuat sosialisasi tentang kebersihan lingkungan dan larangan membuang sampah sembarangan. Yakni, dengan menggandeng Kader Surabaya Hebat (KSH) dan jajaran kelurahan/ke-
camatan. “Kami terus berupaya melakukan pemberdayaan dan sosialisasi kepada warga bersama KSH beserta jajaran kelurahan dan kecamatan se-Surabaya. Tidak hanya itu, kami juga menambah sarana dan prasarana pengelolaaan sampah, serta mendir ikan bank sampah di tiap RW atau kelurahan,” tandas Hebi. (bin/day/x2/ono)
perilaku masyarakat tentang kesadaran penggelolaan sampah,” tutup Saiful Bahri yang juga alumni Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah, Pramian Sreseh, Sampang. Menata perda sampah yang didukung Perwali Nomor 16/2022 tentang Sampah harus dilakukan secara serius oleh Pemkot Surabaya. “Kalau perlu Perda harus mengalami perubahan dengan menerapkan sanksi yang lebih tegas. Tegas dalam artian memberikan efek jera agar pelaku tidak mengulang lagi perbuatannya. Mekanismenya seperti apa Pemkot pasti lebih tahu,” tegasnya. Di bagian lain, Direktur eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim periode 2021-2025, Wahyu Eka Setiawan menjelaskan, sosialisasi menjadi penting. Sebab itu dinas terkait sebagai kepanjangan Pemkot Surabaya, harus mampu menjalankan perannya. Sehingga masyarakat bisa mengerti dan memahami. “Pentingnya sosialisasi perwali terhadap peran serta masyarakat untuk mengerti dan memahami,” kata Wahyu Eka Setiawan. Eka sapaan Wahyu Eka Setiawan menyebutkan, upaya mengurangi
Sanksi Berat Pembuang Sampah Sembarangan “Lokasi itu perbatasan antara Pengirian dan Sidotopo. Dan kebanyakan yang membuang sampah warga Tenggumung Baru Gang Buntu karena disitu tidak ada tempat pembuangan sampah,” ungkapnya. Pun juga di Jalan Tenggumung Baru Gang Buntu tidak ada petugas
sampah. Warga biasanya tersebut membuang sampah sekitar pukul 02.00 sampai dengan 05.00. “Dan membuang sampah ada juga orang dari luar daerah tersebut,” ujarnya. Kata Saipul, sampah menumpuk juga karena kurangnya kontrol dari
kan gejala-gejala dari sebuah penyakit, seperti demam dengan suhu diatas 38 derajat celsius, sesak nafas, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare dan kaku kuduk. Sehingga apabila jemaah haji mengalami gejala sesuai yang tertera pada kartu tersebut, jemaah haji dapat memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. “Isinya adalah gejala-gejala penyakit yang apabila sepulang dari perjalanan luar negeri itu muncul, maka pelaku perjalanan diharap lapor ke Puskesmas,” ujar Rofiud. Rofiud juga menjelaskan jika selama 21 hari kedepan jemaah haji tidak merasakan gejala apapun, maka hendaknya jemaah tetap melaporkan diri ke puskesmas terdekat dengan membawa K3JH sebagai bukti bahwa jemaah haji dalam kondisi sehat tidak membawa penyakit. “Jika dalam 21 hari kemudian bapak A tidak mengalami gejala, maka diharapkan kartu ini dikembalikan ke Puskesmas, sehingga tercatat bapak A sehat tidak membawa penyakit,” imbuhnya. (x2/ono)
Sambungan dari halaman 3
sampah olen pemkot sudah dilakukan. Bahkan secara detail dilakukan. Karena itu, Walhi Jatim mendorong adanya keterlibatan penyuluhan di setiap jajaran lingkungan terkecil. “Satu kampung diisi penyuluh, meski cara ini dibutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Namun upaya mengurangi sampah bisa maksimal,” kata dia. Selain itu, penataan sampah harus dilakukan secara detail. Kalau perlu sampai pada level pasar tradisional. “Yang penting cara merubah perilaku masyarakat. Meski ada sanksi, tidak serta merta merubah kebiasaan, jika kebiasaan tidak berubah,” tegas dia. Melibatkan penyusuan program sosialisasi sampah di wilayah pendidikan sekolah merupakan salah satu cara. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Surabaya mengawal Surabaya bebas sampah. Perwali nomor 16/2022 tentang Sampah memperkuat Peraturan Daerah Nomor 5/2014. “Penggelolaan sampah terpadu sebelumnya dipilah mana sampah organik dan nonorganik. Perda mengamanatkan peran aktif warganya ikut telibat dalam pngurangan sampah warganya,” urai Eka. (day/x2/bin/ono)
Sambungan dari halaman 3 Kelurahan setempat. Sebab pihak Kelurahan selalu lempar tanggung jawab dan dibebankan ke RT/RW. Di bagian lain, Siswoyo warga setempat menambahkan, kebanyakan yang membuang sampah bukan penduduk setempat. Ini bisa dilihat dari cara pelaku yang membuang-
nya menggunakan becak motor (bentor). Sampah yang dibuang juga beraneka macam. Bahkan ada lemari, meja, kasur dan lain lain. “Kalau warga sekitar sini saya paham orangnya. Saya kalau pulang kerja sekitar jam lima selalu melihat orang yang membuang sampah. Lah
itu yang membuang orang bawa bentor lalu dibuang begitu saja di lokasi,” ungkapnya. Siswoyo menambahkan, kalau hanya sekedar denda Rp 75 ribu, tidak akan menimbulkan efek jera. Ia sangat setuju jika pelaku pembuang sampah dipenjara selama lima bulan.
“Sangat setuju sekali kalau pelaku dipenjara. Alangkah lebih baiknya lagi di tempat tersebut di pasangi Closed Circuit Television (CCTV ) agar kita bisa tahu siapa pelakunya dan kita juga bisa membantu mengejar pelaku sampai dapat,” tandasnya. (x2/day/bin/ono)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MADURA PA Pamekasan Tunda Sidang Sengketa Tanah Panempan
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 5
Pamekasan, Memorandum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, kembali menunda sidang sengketa tanah antara pemilik, H Sukriyadi, warga Desa Panempan, Kecamatan Pamekasan, yang digugat Syaiful Bahri Maulana, warga desa setempat, Jumat (22/7). Sidang dipimpin Ketua hakim PA Sugiarto untuk agenda pembacaan kesimpulan itu tidak berlangsung lama. Sebab, hakim ketua langsung mengetuk palu dengan menunda sidang hingga tanggal 19 Agustus 2022 mendatang. “Sidang ditunda satu bulan ke depan pada tanggal 19
Agustus 2022,” kata Hakim Sugiarto yang diikuti ketukan palu, kemarin. Sebelum sidang dimulai, anak dari tergugat H Sukriyadi, Agung, memper tanyakan alasan pengadilan mengadili perkara ini. Sebab, diakui olehnya jika tanah itu bukan sengketa waris. Ayahnya mengantongi
sertifikat dari BPN dengan membeli tanah tersebut dari tangan almarhum Mohamad Noersin. Hal itu dibuktikan dengan pencatatan peralihan hak dan penghapusan yang terlampir dalam sertifikat. “Jangan main-main d e n g a n h u k u m . Ne g a r a Indonesia tidak ceroboh mengeluarkan sertifikat. Ini sudah kepemilikan tanah milik keluarga kami. BPN juga sudah menyatakan sah secara hukum,” ujar Agung sebelum sidang dimulai. Untuk diketahui, pemilik tanah dengan seluas 989 m2 itu diguat Syaiful Bahri Maulana
dengan dasar kepemilikan bukti leter C yang merupakan warisan keluarga. Sa t u m i n g g u s e b e l u m sidang kemarin, Pengadilan A g a m a ( PA ) Pa m e k a s a n bersama Kantor Pertahanan Kabupaten Pamekasan melakukan pengukuran ulang tanah yang disengketakan. Dalam data yang digugat ternyata seluas 1.115 m2. Sementara hasil pengukuran yang dilakukan oleh BPN dengan didampingi tim PA serta tim penggugat, tanah yang dimiliki tergugat seluas 989 m2. Hasil pengukuran tersebut sesuai dengan sertifikat yang
FOTO: MEMORANDUM/SUJAK
BIRO MA MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Agung menuangkan kekecewaannya sebelum sidang di pengadilan agama dimulai dengan menunjukkan bukti kepemilikan tanah.
dikeluarkan oleh BPN dengan atas nama Sukriyadi disertai data akta jual beli tanah, sertifikat hak milik tanah, dan SPPT. Sa a t s i d a n g k e m a r i n , rencana pengecekan lokasi
gagal. Karena hakim melakukan pembacaan penyitaan. Atas hal itu, membuat pihak tergugat kecewa dengan Pengadilan Agama Pamekasan. “Mudah-mudahan
Pengadilan Agama Pamekasan tidak ceroboh dalam menangani kasus ini. Karena Allah sangat membenci kedzaliman yang dilakukan,” pungkas Agung. (sjk/mik)
DPRD Targetkan Delapan Raperda Tuntas Setiap Tahun
FOTO: MEMORANDUM/URI
Sumenep, Memorandum Untuk memaksimalkan kinerja legislatif dalam penuntasan rancangan peraturan daerah (raperda) 2023, kalangan DPRD Kabupaten Sumenep menargetkan setiap tahun agar bisa menuntaskan pembahasan delapan raperda. “Dengan target ini, maka kinerja legislatif bisa lebih maksimal untuk menyelesaikan raperda. Target delapan raperda itu akan dilaksanakan sejak 2023,” ujar Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Jumat (22/7). Target itu, lanjutnya, sudah dicanangkan pada rapat pembahasan dengan Sekretariat DPRD Sumenep pada 20 Juli 2022. Dalam rapat tersebut dibahas tentang rencana kerja Sekretariat DPRD tahun 2023, khususnya bagian persidangan dan perundang-perundangan. Menurut dia, menyelesaikan perundang-undangan atau raperda itu bagian dari tugas legislatif. Apalagi produk hukum berupa Perda yang dihasilkan menjadi tolok ukur kinerja wakil rakyat. Politikus PDI Perjuangan itu berharap penyusunan raperda benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah. Sehingga produk hukum yang dihasilkan tidak hanya sekadar selesai, tetapi berdampak pada pembangunan daerah. “Percuma legislatif membuat regulasi jika pada akhirnya tidak bermanfaat. Kami juga akan melakukan kajian atau review terhadap perda-perda Kabupaten Sumenep yang telah usang. Dalam kajian itu harus melibatkan stakeholder, masyarakat, dan akademisi,” tandas legislator asal pulau Masalembu itu. (aan/mik)
Kondisi sampah di salah satu pasar tradisional di Sumenep.
Penumpukan Sampah di 4 Pasar Dikeluhkan Warga FOTO: MEMORANDUM/AAN
DLH segera Carikan Solusi
Ketua Komisi I DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath.
Sumenep, Memorandum Kondisipenumpukansampah di empat pasar Kecamatan Sumenep yang seringkali terjadi, menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep. Warga sekitar mengeluh karena bau sampah. Diperkirakan, penumpukan sampah di sekitar empat pasar
itu per harinya mencapai satu ton. Sehingga, DLH berupaya mencari solusi agar penumpukan tidak berlarut-larut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep Arif Susanto mengatakan, penanganan masalah ini segera dilakukan dengan pengadaan kontainer sampah untuk ditempatkan di
sekitar pasar sebagai antisipsi penumpukan. Rencana tersebut, akan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022. Nantinya kontainer akan ditempatkan e m p a t p a s a r Ke c a m a t a n Lenteng, Batuan, Ganding dan, Ambunten. “Masing-masing kontainer di empat pasar dengan ukuran 4×6 meter,” kata Arif Susanto, Jumat (22/7).
Dengan adanya kontainer diyakini memper mudah masyarakat dalam membuang sampah. Diharapkan rencana tersebut dapat terealisasi hingga sekitar pasar tidak lagi ada tumpukan sampah berserakan. Meski nantinya rencana pengadaan disetujui, DLH masih akan mencari solusi penempatan kontainer karena penempatanya harus berdiri di atas tanah negara, kabupaten
maupun, desa dengan mendapat persetujuan. Un t u k i t u , D L H a k a n berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Desa mengenai tanah yang akan ditempati kontainer sampah nantinya. Ia berharap ada tanah untuk dihibahkan. “Ji k a a d a t a n a h y a n g dihibahkan, kami siap untuk menempatinya,” harapnya. (uri/mik)
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Pulihkan Ekonomi Pasca Covid, Pemkab Promosikan Produk Unggulan
Wabup H Mohni bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memakai tongkos khas Bangkalan di area stan pameran AOE 2022.
Bangkalan, Memorandum Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Bangkalan untuk pemulihan ekonomi kerakyatan pascapandemi Covid 19. Melalui organisasi perangkat daerah (OPD), pemkab gencar mempromosikan produk unggulan dari kabupaten berjuluk Bumi Sholawat dan Dzikir itu. “Seperti Rabu (20/7) lalu, Wabup H Mohni dan Asisten Administrasi Umum H Achmad Faji, mempromosikan berbagai macam produk unggulan Bangkalan di Jakarta,” ujar Kepala Dinas Kominfo Agus Sugiyanto Zein, Jumat (22/7). Pemkab Bangkalan, lanjut Agus, memanfaatkan kegiatan Apkasi Otomomi Expo (AOE) 2022 yang dihelat oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta Convention Center. Beberapa personel OPD yang ikut antara lain Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Perindutrian, Tenaga Kerja dan Tranmigragasi. Acara AOE itu, dibuka langung Presiden Joko Wododo secara Hybrid dari Istana Negara Jakarta. Ajang skala nasional itu, menurut Agus, patut dan penting diikuti oleh pemkab. Karena AOE tergolong ajang promosi akbar untuk memperkenalkan produk di seluruh
Indonesia. ”Pemkab Bangkalan yang sedang berjuang untuk pemulihan ekonomi ini, adalah kesempatan dan peluang emas bagi pemkab untuk promosi,” beber Agus. Targetnya, agar semua produk unggulan kelaolaan home insdustry bisa dikenal dan dilirik pengusaha dan investor di tanah air. Sejumlah produk unggulan UMKM yang dipamerkan adalah batik tulis khas Kecamatan Tanjung Bumi, tongkos (semacam blangkon) khas Madura Barat, ramuan jamu tradisional khas Madura, serta ragam kuliner khas Kabupaten Bangkalan. “Potensi sektor kepariwisataan dan peluang investasi andalan Bangkalan, juga dipromisikan melalui tehik audio-visual kepada khalayak dari seluruh tanah air,” ungkap Agus. Melalui kepesertaan dalam even AOE, Bupati R Abdul Latif Amin Imron maupun Wabub H Mohni, optimis bakal menjadi media pengungkit pemulihan ekonomi kerakyatan. ”Mari kita doakan bersama, semoga ajang AOE ini punya andil yang efektif bagi pemulihan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bangkalan pasca covid,” pungkas Agus Sugianto Zein. (ras/mik)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
POLISI KITA
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 4 - 17
Datangi Kantor Kejari, Kapolres Mojokerto Ucapkan Selamat HBA Ke-62
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro bersama PJU memberi surprise Kajari Ahmad Muhdor di HBA ke-62 dengan membawa tumpeng dan kue.
HBA Ke-62, Kapolresta Sidoarjo Beri Kejutan Kajari Sidoarjo, Memorandum Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62 pada Jumat (22/7), rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo di Jalan Kartini, Sidoklumpuk didatangi Kapolresta Sidoarjo beserta pejabat utama (PJU). Dengan membawakan tumpeng dan kue, Kapolresta
Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro memberi kejutan Kajari Sidoarjo Ahmad Muhdhor. Potongan tumpeng serta kue dari kapolresta diberikan langsung ke kajari. Sementara itu, Ahmad Muhdhor mengucapkan terima kasih atas kunjungan mendadak dan kejutan dari Kapolresta
Sidoarjo beserta PJU-nya utamanya di HBA ke-62. “Ini menunjukan soliditas sinergitas Kejari Sidoarjo dengan Polresta Sidoarjo, khususnya dalam penegakan hukum guna terwujudnya kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” ujar Muhdor. Sedangkan Kusumo Wahyu
Bintoro mengucapkan selamat HBA ke-62 serta semakin sukses untuk Kejari Sidoarjo. “Semoga semakin menyolidkan sinergitas kami, dalam melakukan penegakan hukum secara humanis sehingga dapat mewujudkan kondusifitas kamtibmas dan pemulihan ekonomi,” kata kapolresta. (jok/nov)
Antisipasi Laka serta 3C, Polsek Tragah Rutin Kawal Pengamanan Pasar Tradisional Bangkalan, Memorandum Rutinitas kawal pengamanan kompleks pasar tradisional rutin menjadi fokus perhatian Polsek Tragah. Apalagi, saban hari lokasi pasar di tepi ruas jalan raya itu kerap dipadati pengunjung dari sebagian besar 18 desa di kecamatan setempat. Selain itu, arus lalu lintas (lalin) juga lumayan ramai. Lokasi pasar berdekatan pula dengan kompleks perkantoran, beberapa SDN, dan SMPN Tragah. ”Karena itu setiap hari polsek rutin menurunkan beberapa personel untuk kawal keamanan pasar,” kata Kapolsek Tragah Iptu Eko Siswanto SH, Jumat (22/7). Seperti Kamis dan Jumat, di bawah koordinasi Bripka Susilo, polsek menurunkan sedikitnya tiga personel untuk nyambangi pasar tradisional Tragah. Mereka mulai ngepam sejak pukul 06.00. Salah beban tugas mereka mengurai kemacetan arus lalin yang kerap terjadi di ruas jalan depan pasar. “Itu rutin kami lakukan. Sebab arus lalu lalang kendaraan motor, mobil, truk angkutan barang, becak, bentor, dan dokar lumayan padat pada kisaran pukul 07.00 hingga pukul 09.00,” tutur Susilo. Itu pun berbarengan dengan hilir mudik aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar yang berangkat ke kantor dan sekolah. Tujuannnya, agar arus lalin terurai lancar. Juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya laka lantas.
Bhabinkamtibmas Kesamben Bripka Yovi memberi pembekalan ke pelajar kelas X SMK Pemuda 1 Kesamben yang mengikuti kegiatan MPLS.
Polres Blitar Bekali dan Beri Motivasi Pelajar SMK Pemuda 1 Kesamben
Tinggikan Cita-Cita yang Ingin Diraih Blitar, Memorandum Polres Blitar melalui Bhabinkamtibmas Kesamben Bripka Yovi memberikan pembekalan ke siswa dan siswi kelas X SMK Pemuda 1 Kesamben yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Sebelumnya Yovi memperkenalkan diri kepada seluruh peserta MPLS tersebut sehingga para pelajar itu dapat mengenal lebih dekat. Pembekalan yang disampaikan berupa pengenalan tentang ruang lingkup kepolisian, khususnya di Polres Blitar.
Tingkatkan disiplin di lingkungan sekolah dan asrama. Tinggikan cita - cita yang ingin diraih dan patuhi peraturan di sekolah selaku siswa.
Kemudian juga tentang kenakalan remaja, tertib berlalu lintas, tugas pokok Polri, dan inovasi Polres Blitar. Selain Itu, Yovi juga menyampaikan beberapa contoh upaya yang dilakukan jajaran Polres Blitar dalam melakukan pengungkapan dan penindakan
Bripka Yovi Bhabinkamtibmas Kesamben
mana para siswa dengan semangat berlomba untuk melemparkan pertanyaan-pertanyaan kepada Yovi. Bahkan, ada beberapa siswa tampak murung karena belum sempat memberi pertanyaan, berhubung waktu mata pelajaran yang diberikan sudah selesai. Sementara itu, hubungan antara Yovi dengan para pelajar sangat akrab. Di akhir kegiatan, Yovi menyampaikan beberapa penekanan kepada siswa yakni meningkatkan daya belajar sehingga dapat mengikuti pelajaran apa yang disampaikan bapak dan ibu guru. “Tingkatkan disiplin di ling-
kungan sekolah dan asrama.Tinggikan cita - cita yang ingin diraih dan patuhi peraturan di sekolah selaku siswa,” pesan Yovi, Jumat (22/7). Yovi menambahkan, pelajar harus menjauhi narkoba dan mematuhi perundang-undangan khususnya tertib berlalu lintas dan jangan melanggar agar terhindar dari kecelakaan. “Hindari perbuatan yang melanggar hukum. Ingatlah pesan orang tua, bahwa adikadik datang kemari untuk belajar, sehingga nantinya dapat membahagiakan orang tua dan keluarga,” tandas Yovi. (iku/nov)
Antisipasi Kenaikan Covid-19, Polres Gresik Gencarkan Yustisi Anggota Polsek Tragah mengurai kemacetan arus lalu lintas di jalan raya depan kompleks pasar tradisional Tragah.
Selain itu, personel polsek menggunakan pengeras suara mobil patroli, lantang pula menyuarakan beberapa pesan terkait stabilitas kamtibmas sekitar pasar. “Anggota di antaranya rutin menyuarakan pesan agar pengujung dan pedagang pasar, utamanya yang mangkal di tepi jalan raya, agar hati-hati bagi kemungkinan terjadinya aksi 3C (curat, curas, curanmor) dan semacamnya,” imbuh Susilo. Setidaknya dua personel polsek, juga ketiban amanah blusukan ke dalam kompleks pasar. Merek menyisir beberapa los
pasar untuk mengedukasi pedagang dan pengunjung dengan pesan yang sama. Termasuk tambahan pesan agar mewaspadai peredaran uang palsu (upal) Lebih dari itu, pesan agar warga tetap disiplin menerapkan prokes, setidaknya wajib pakai masker menjadi bagian dari pesan rutin yang disisipkan. Akhir-akhir ini, terbetik informasi sebaran Covid-19 terdeteksi mulai meningkat lagi. ”Kabarnya sudah terjadi di 13 provinsi. Makanya kami ingatkan agar warga Tragah harus tetap disiplin menerapkan prokes,” pungkas Susilo. (ras/nov)
Gresik, Memorandum Polres Gresik bersama TNI dan satpol PP terus menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes). Langkah ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kota Pudak. Petugas menyisir tempat - tempat keramaian untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Kasatsamapta Polres Gresik AKP Sugeng S bersama personel gabungan di Terminal Bus Bunder, Jumat (22/7). Petugas tidak bosan- bosan mengingatkan penumpang untuk disiplin mematuhi kebijakan pemerintah
terkait penerapan prokes dalam aktivitas sehari-hari. “Masyarakat kami imbau untuk selalu disiplin prokes. Memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Perlu diketahui, penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Gresik terus melandai. Kendati demikian, ini belum selesai. Sehingga harus disiplin,” tegas Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis SIK. Sejumlah penumpang bus yang kedapatan tidak memakai masker pun diberikan teguran secara humanis. Mereka diingatkan untuk selalu melaksanakan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.
Kedisiplinan ini untuk kesehatan masyarakat luas. “Selain memberikan teguran secara humanis, kami juga membagikan masker gratis dengan harapan para pelanggar prokes tidak mengulangi pelanggarannya lagi. Operasi yustisi ini akan terus kita gencarkan dalam rangka pengendalian Covid-19,” tandasnya. Sementara itu, Operasi yustisi ini menyasar sejumlah tempat keramaian. Mulai dari terminal, pasar, warung kopi, taman, pusat perbelanjaan, dan tempat - tempat lainnya. Termasuk menyasar pengguna jalan raya. (and/har/nov)
Enam Perwira Polres Tuban Pindah Tugas Tuban, Memorandum Rotasi di jajaran Polres Tuban kembali terjadi. Enam perwira akan berpindah tugas. Kompol Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kabagops Polres Tuban akan menempati jabatan barunya sebagai Gadik Muda 14 SPN Polda Jatim. Ia digantikan AKP Sugimat yang sebelumnya menjabat Kasubbagfaskon Baglog Polres Bojonegoro. Selain kabagops, pejabat lain yang mengalami penyegaran antara lain Kasatintelkam AKP Awaludin Wijaya yang akan menjabat sebagai Wakil Kasatintelkam Polrestabes Surabaya. Posisinya digantikan AKP Darto Darmawan yang sebelumnya menjabat Kasatintelkam Polres Jember. Lalu AKP Kadeni yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kerek digantikan AKP Darmono yang sebelumnya menjabat kasikum. Jelang masa purnatugas, Kapolsek kenduruan AKP Winarto digantikan Iptu Agus Triwahyudi yang sebelumnya menjabat Kanit Idik IV Satreskrim Polres Tuban. Sedangkan Iptu Lina Mesliana menjadi kasiwas dan Iptu Jamhari sebagai penjabat sementara (PS) Kasihumas Polres Tuban.
terhadap suatu peristiwa tindak pidana dengan didukung TI (teknologi informasi). Sementara itu, para peserta MPLS tampak serius saat mendengar materi pembekalan yang disampaikan Bhabinkamtibmas Kesamben tersebut, meski ada juga beberapa siswa yang terlihat mengantuk saat kegiatan. Untuk menyikapinya, sesekali Yovi mengajak para peserta berdiri sambil melakukan pergerakan. Ditemani senyuman manis, para generasi bangsa ini dengan semangat melaksanakannya. Susana juga sangat hidup, di
Petugas Gabungan Bojonegoro Survei Lokasi Rawan Kecelakaan dan Jalur Padat Kapolres Tuban AKBP Rahman memimpin sertijab pejabat utama dan para perwira di halaman mapolres sebagai bentuk penyegaran organisasi.
Kapolres Tuban AKBP Rahman Wijaya yang memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) mengawali pembacaan skep jabatan dan dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing. Selanjutnya penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan pakta integritas. Rahman memberikan sela-
mat kepada para pejabat yang mengikuti sertijab. Kapolres menjelaskan, bahwa pergeseran atau mutasi dalam jabatan adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi. “Selamat buat para perwira yang sudah mendapatkan amanah jabatan segera menyesuaikan dengan tugas barunya, laksanakan tugas dengan baik serta pahami situasi wilayah
yang menjadi tanggung jawab rekan-rekan,” katanya. “Mutasi merupakan hal yang wajar, baik itu dalam rangka penyegaran struktur organisasi maupun promosi jabatan untuk meningkatkan kinerja dalam suatu organisasi, ada beberapa perwira yang dapat promosi jabatan jadi kapolsek,” sambung Rahman. (top/har/nov)
Bojonegoro, Memorandum Petugas gabungan dari Satlantas Polres Bojonegoro, dishub, dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) menyurvei lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dan jalur padat di jalan raya BojonegoroBabat dan Bojonegoro-Padangan, Jumat (22/7). “Petugas gabungan ini melakukan survei di dua tempat yakni arah Bojonegoro-Babat dan Bojonegoro-Padangan. Karena lokasi ini merupakan jalan poros dan rawan kecelakaan, selain itu volume
kendaraan cukup padat,” kata Kasatlantas Polres Bojonegoro A Rizal Nugra Wijaya. AKP Rizal menambahkan, petugas gabungan juga melakukan koordinasi dan pemetaan jalur-jalur rawan kecelakaan dan jalur padat arus lalu lintas. Dari hasil kegiatan itu, terdapat rekomendasi untuk perbaikan sarana dan prasarana jalan. “Petugas gabungan ini rekomendasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana jalan seperti pelebaran jalan, perbaikan jalan yang bergelombang dan
pemasangan papan atau banner imbuan kepada pengendara motor agar berhati-hati dalam berkendara di jalan raya atau saat melintas jalur rawan kecelakaan,” beber Rizal. Pihaknya menginginkan tetap bersinergi dan berkoordinasi secara berkala sehingga diharapkan langkah-langkah tersebut dapat mencegah bahkan menurunkan angka kecelakaan di Kabupaten Bojonegoro. “Ini upaya petugas gabungan untuk menekan angka kecelakaan di Bojonegoro,” tandasnya. (top/har/nov)
Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar memberi potongan tumpeng sekaligus mengucapkan selamat HBA ke-62 kepada Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono.
nis menuju pemulihan ekonomi, Polres Mojokerto akan selalu mendukung dan bersinergi,” ucap kapolres. Sementara Kajari Gaos Wicaksono juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Mojokerto dan jajarannya
atas pemberian kejutan tersebut. “Semoga Kejari Kabupaten Mojokerto dan Polres Mojokerto selalu bersama melaksanakan sinergitas tanpa batas menyongsong ekonomi demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” harap Gaos.
Acara seremoni peringatan HBA ke- 62 di Kantor Kejari Kabupaten Mojokerto itu dilaksanakan sekitar pukul 13.00 setelah salat Jumat. Forkopimda Kabupaten Mojokerto seluruhnya diundang kajari untuk memeriahkan acara tersebut. (no/nov)
Polsek Wates Kawal Dokter Hewan Vaksinasi Ternak Warga Kediri, Memorandum Anggota Polsek Wates bersama dokter hewan dan pemerintah desa setempat melakukan penyuntikan vaksin ternak milik warga, Jumat (22/7). Vaksinasi itu bertujuan untuk mengantisipasi virus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak yang selama ini belum mereda. Kapolsek Wates AKP Bambang Kurniawan mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan di kandang sapi milik warga sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya PMK. “Kami juga menyampaikan
Personel Polsek Wates memantau dokter hewan dari dinas peternakan melakukan penyuntikan vaksin PMK ke sejumlah sapi milik peternak.
kepada pemilik ternak untuk selalu mengawasi hewannya.
Setiap ada gejala yang mencurigakan, agar selalu melapor-
kan ke pihak dinas peternakan. Jangan sampai virus PMK terus menyebar,” pinta Bambang. Imbuh kapolsek, kepada anggotanya khususnya bhabinkamtibmas terus disarankan untuk melakukan penyuluhan ke warga-warga yang mempunyai ternak. Selain itu, koordinasi dengan dokter hewan dari dinas peternakan baik di lingkungan kecamatan maupun kabupaten terus dilakukan. Termasuk, ketika melakukan vaksinasi, petugas juga wajib mendampingi. “Kami juga mengingatkan kepada pemilik hewan atau ternak untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya,” tutup Bambang. (iku/nov)
Ciptakan Rasa Aman, Polsek Dagangan Laksanakan Patroli Dialogis
Kasatsamapta Polres Gresik AKP Sugeng S memberi imbauan ke penumpang di Terminal Bus Bunder untuk selalu displin mematuhi prokes dalam aktivitasnya sehari-hari.
Polres Lumajang Kembalikan 8 Motor Curian ke Korban
Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Rizal Nugra Wijaya menyurvei lokasi rawan kecelakaan serta jalur padat di dua lokasi.
Mojokerto, Memorandum Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar SIK bersama para pejabat utama (PJU) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Jumat (22/7). Kedatangan kapolres ke kantor kejaksaan secara dadakan tersebut membuat surprise (kejutan) kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62. Apip mengatakan, rencana kedatangannya sengaja tidak diberitahu sehingga kajari merasa kaget ketika rombongan pejabat utama (PJU) Polres Mojokerto datang. Setelah tiba di kantor kejari, rombongan kapolres langsung mengucapkan selamat HBA ke62 dan memberikan tumpeng serta kue sebagai wujud sinergitas antara Polres Mojokerto dengan Kejari Kabupaten Mojokerto. “Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, sesuai tema huma-
Lumajang, Memorandum Polres Lumajang mengembalikan delapan kendaraan curian yang diungkap beberapa waktu lalu ke korban. Dalam kesempatan itu para pemilik motor dihadirkan di mapolres pada Jumat (22/7). Mendapat panggilan untuk menerima kembali motornya, para korban mengaku senang. Sebab, kendaraan yang digunakan beraktivitas itu sudah ditemukan. Pada proses pengembalian hasil curian itu berlangsung haru. Mengingat para korban ini sudah
menanti selama berbulan-bulan agar motor kesayangannya kembali. Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan SIK mengatakan, jika barang bukti yang sudah diamankan akhirnya dapat dikembalikan ke pemiliknya. “Akhirnya pemilik motor bisa mendapatkan kendaraannya yang sempat hilang,” kata Dewa. Dewa menyebut, dari puluhan motor yang berhasil diungkap, beberapa telah kembali kepada pemiliknya. Ia berharap, bagi para pemilik motor yang merasa kehilangan bisa ke Polres Lumajang
untuk mengambil. “Untuk pengambilannya cukup bawa suratsurat dan tidak dipungut biaya seperser pun,” imbuh Dewa. Sementara itu, menurut seorang korban curanmor, Kahfi, warga Desa Selokgondang mengungkapkan bahwa motornya hilang di tempat kerja saat diparkir. Beruntung sekarang sudah ditemukan meski sebagian onderdilnya ada yang dirusak terduga pelaku. “Alhamdulillah saya bisa memiliki motor itu lagi dan tidak pinjam ketika mau berangkat kerja,” ucap Kahfi. (fdn/nov)
Seorang pemilik motor menuntun kendaraannya yang sempat hilang, keluar dari Mapolres Lumajang disaksikan Kapolres AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.
Madiun, Memorandum Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo SIK melalui KaSPKT Polsek Dagangan Aiptu Hariono bersama anggota melaksanakan patroli dialogis dengan pengunjung Indomaret di Desa Dagangan, Jumat (22/7). Hariono mengatakan, bahwa dalam kegiatan kali ini, petugas melaksanakan patroli dialogis tatap muka dengan pembeli di Indomart dan menyampaikan pesanpesan kamtibmas agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan selalu mentaati protokol kesehatan (prokes). “Tetap waspada pada jam-jam rawan di tempat publik, apabila mendapatkan orang yang mencurigakan agar segera melaporkan ke polsek,” katanya. Hariono menambahkan, kegiatan patroli dialogis ini untuk memberikan imbauan kamtibmas serta dapat saling bekerja sama dengan pihak kepolisian, dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Dagangan. Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, Hariono juga menyampaikan pesan kepada pengunjung toko untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan melaksanakan 5M. “Tetap laksanakan 5M ya Mas dan Mbak agar terhindar dari wabah Covid-19 yang masih melanda sekarang ini,” pintanya. (iku/nov)
Aiptu Hariono bersama anggota selalu mengingatkan pengunjung Indomaret di Desa Dagangan serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 8
Dinkes Pantau Kesehatan Jemaah Haji Tulungagung, Memorandum Sebanyak 400 jemaah haji asal Kabupaten Tulungagung telah kembali dari Arab Saudi dengan selamat, Jumat (22/7) dini hari. Selain telah memenuhi syarat administrasi, ratusan jemaah haji ini juga dinyatakan lolos tes kesehatan sehingga bisa diterbangkan dari Arab Saudi ke Indonesia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rochmat dikonfirmasi mengatakan, jemaah haji asal Kota Marmer menjalani pemeriksaan kesehatan ketat sebelum terbang dan sesampainya di Asrama Haji Surabaya. Selain kondisi kesehatan secara umum, jemaah haji juga menjalani pemeriksaan swab Covid-19 untuk mengetahui kondisi kesehatannya.“Swab dilakukan saat akan terbang dan saat tiba di asrama haji. Bagi yang terkonfirmasi akan langsung menjalani karantina,” ujarnya. Hasilnya, menurut Kasil, dua jemah haji asal Kota Marmer dipastikan positif Covid-19 dengan gejala ringan dan langsung menjalani isolasi mandiri di Tulungagung. Sedangkan 388 lainnya dipastikan negatif Covid-19 dan langsung pulang ke rumah masing-masing. “Langsung kita lakukan isolasi mandiri (isoman) karena gejalanya ringan,” ucapnya. Kasil memastikan, untuk memantau kondisi kesehatan jemaah haji asal Tulungagung yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri ini, pihaknya telah memerintahkan seluruh puskesmas agar melakukan pemantauan. Pemantauan itu dilakukan selama 21 hari pascakedatangan. Jika ada temuan yang memerlukan perhatian lebih, maka pihaknya meminta puskesmas segera memberikan laporan kepada dinas ke-
Kedatangan jemaah haji asal Tulungagung di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.
dr Kasil Rochmat
sehatan untuk penanganannya. “Sudah kita perintahkan puskesmas untuk melakukan pemantauan di wilayahnya hingga 21 hari ke depan. Ketika ada temuan harus dilaporkan kepada kami,” terang dia. Selain itu, lanjut Kasil Rochmat, guna meminimalkan potensi terjadi penyebaran Covid-19 dan penyakit lain, pihaknya meminta warga masyarakat ikut berperan. Caranya yakni tidak melakukan jagong haji atau silaturahmi secara tatap muka dengan jemaah haji minimal 7 hari pasca kepulangannya ke tanah air. “Kita imbau agar tidak berkunjung atau jagong haji dulu selama minimal 7 hari pascakepulangan. Ini sebagai langkah antisipasi,” pungkasnya. (fir/mad/lis)
Kejari Tuntaskan Lima Kasus melalui RJ
Polres dan Polsek Rutin Sosialisasikan PMK
Tulungagung, Memorandum Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) 2022 ini dirayakan dengan sederhana oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung. Tidak hanya saat hari H yang jatuh pada Jumat (22/7) saja, namun rangkaian acara lainnya juga telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya. Plt Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Teguh Ananto melalui Kasi Intelijen Agung Tri Radityo mengatakan, sejak awal tahun hingga Juli 2022 ada ratusan perkara yang telah diterima pihaknya dan sudah diselesaikan hingga persidangan. Agung menyebut, sampai saat ini sudah ada 338 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian. Sedangkan jumlah perkara yang telah diajukan ke persidangan mencapai 407 kasus. “Kenapa jumlah kasus yang diajukan ke persidangan lebih banyak, karena itu ditambahkan dengan tunggakan kasus di tahun-tahun sebelumnya, yang baru bisa diajukan ke persidangan di tahun ini,” ujarnya, Jumat (22/7).
Tulungagung, Memorandum Guna mengantisipasi penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK), Polsek Sendang rutin mendatangi para peternak sapi di wilayahnya. Kunjungan petugas tersebut untuk memberikan sosialisasi terkait PMK. Seperti dikatakan Kapolsek Sendang AKP Agus Riyanto, pihaknya bersama Satgas PMK kecamatan terus melakukan sosialisasi dan pemantauan, serta membagikan pamflet kepada para peternak. “Kami juga membagikan selebaran berisi imbauan ajakan kepada peternak. Kemudian juga melakukan penyemprotan pada hewan maupun kandang ternak, dan meminta para peternak melaporkan kepada petugas jika mendapati hewan piaraannya sakit,” terangnya, Jumat (22/7). Sementara Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Anshori menyampaikan virus PMK yang menyerang hewan ternak itu dapat disembuhkan. “Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik,” jelasnya.
Agung Tri Radityo
Agung menjelaskan, sepanjang Januari sampai Juli 2022, terdapat 6 kasus yang diajukan untuk mendapatkan penyelesaian Restorative Justice (RJ). “Dan kesemuanya disetujui untuk diselesaikan dengan RJ,” terangnya. Keenamnya terdiri dari empat kasus kecelakaan lalu lintas, satu kasus pencurian dinamo, dan satu kasus kekerasan yang melibatkan kakak adik sebagai tersangka dan korban. “Tidak ada target dalam RJ ini. Hanya saja untuk perkara yang memenuhi syarat diselesaikan dengan RJ, akan kita tuntaskan dengan RJ,” jelasnya.
Kemudian dari bidang pidana khusus (pidsus) terdapat dugaan kasus penyelewengan tanah di salah satu desa di Kecamatan Kedungwaru. Yang kini, masih dalam tahap penyidikan oleh penyidik Kejari Tulungagung. Masih menurut Agung, dari bidang perdata dan tata usaha negara (datun), selama 7 bulan pertama di tahun ini, sekitar Rp 39 juta uang negara berhasil diselamatkan oleh Kejari Tulungagung dari perkara yang ditangani. “Nominal uang yang diselamatkan tidak banyak. Kita juga melakukan pendampingan kepada pemkab untuk perkara peninjauan kembali Belga, walaupun dalam kasasinya sudah dimenangkan oleh pemkab sebagai penggugat,” terangnya. Sementara disinggung mengenai kasus yang menonjol selama ini adalah pencarian buron kasus korupsi perbaikan jalan raya di tahun 2018 berinisal AK. Perempuan yang menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan pemenang tender tersebut kini juga dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 6 bulan, dan akan diperpanjang jika diperlukan.(fir/mad/lis)
Anggota Polres Tulungagung bersama TNI memasang imbauan dan sosialisasi PMK.
Hewan ternak yang terkena PMK gejalanya yaitu suhu tinggi di pangkal telinga, lendir di mulut, lidah menjulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada celah kuku atau lepas kuku, dan napas cepat. “Efek dari penyakit tersebut berat badan turun, sariawan, dan kuku lepas sehingga menyebabkan nafsu makan sapi menurun,” paparnya. Dalam mengantisipasi penyebarannya, Polres Tulungagung bersama satgas penanganan PMK juga me-
lakukan penyekatan di empat titik perbatasan Kabupaten Tulungagung. “Tidak hanya Polsek Sendang, namun jajaran bhabinkamtibmas Polres Tulungagung juga melakukan pendampingan vaksin, pengecekan dan sosialisasi pada peternakan sapi di desa binaannya,” tandasnya. Pihaknya mengimbau kepada peternak sapi untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya, agar hewan ternak tersebut tidak mudah terkena wabah penyakit. (fir/mad/lis)
Dinsos Tulungagung Sosialisasikan Pemutakhiran Data Kemiskinan Ekstrem Tulungagung, Memorandum Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi pemutakhiran data kemiskinan ekstrem di Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, Kamis (21/7) siang. Kepala Dinsos Kabupaten Tulungagung Suyanto mengatakan, peserta yang hadir dalam sosialisasi ini adalah seluruh kepala desa dan kepala kelurahan yang ada di Kabupaten Tulungagung. “Hari ini kita mengundang seluruh kepala desa dan kepala kelurahan. Jumlahnya mencapai 312 undangan. Kita undang juga narasumber dari Bappeda dan DPMPD Kabupaten Tulungagung,” terang Suyanto. Sejak Maret 2022 lalu, jelas Suyanto, pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tulungagung. Hasilnya ditemukan 16.926 jiwa masuk kategori miskin ekstrem. Kemudian setelah dilakukan pendalaman dan analisis, hasilnya didapati 10.151 jiwa warga Tulungagung yang masuk kategori miskin ekstrem.
Kepala Dinas Sosial Tulungagung Suyanto ketika diwawancarai.
“Itu yang hasil verifikasi kita lakukan. Itu sebagian kita temukan di beberapa kecamatan. Termasuk di Kecamatan Sendang, Pagerwojo, Kalidawir, dan Tanggunggunung,” jelasnya. Suyanto mengungkapkan, dari data tersebut kemudian pihaknya meminta seluruh kades dan kepala kelurahan yang hadir, untuk bisa memiliki kesamaan pemahaman soal kemiskinan ekstrem di Tulung-
agung. Kemudian data tersebut akan menjadi acuan bagi pemkab maupun pemerintah pusat untuk melakukan intervensi, dengan harapan jumlah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tulungagung bisa mencapai 0 persen pada 2024 mendatang. “Agar ada kesamaan pemahaman soal kemiskinan ekstrem yang ada di Tulungagung, se-
Para peserta antusias mengikuti sosialisasi.
hingga ketika ada intervensi dari pemerintah itu bisa tepat sasaran,” tuturnya. Suyanto menambahkan, dari data jumlah warga miskin ekstrem tersebut, 273 di antaranya adalah
warga miskin ekstrem Lansia yang sudah dijamin akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp 200 ribu per bulan selama 6 bulan. Yaitu mulai Juli sampai Desember mendatang.
“Kalau ini sudah dipastikan BLT-nya, untuk lansia ini mendapatkan Rp 200 ribu per bulan selama 6 bulan. Untuk lansia ini total anggaran yang disiapkan sampai Rp 300 juta,” pungkasnya. (fir/mad/lis)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ir Arief Sosiawan MM. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko S Sos. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi SE. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku SH MH. Redaktur Website: Fatkhul Aziz SS. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Moch Syaifuddin SS, Ferry Ardi Setiawan ST, Novi Triawan S Sos, Muchlis Darmawan S Sos, Hendradi Prayogo, Rahmat Hidayat S Sos, Eko Yudiono S Sos. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana SH, Faishal Danny Nurdiansyah, Muhammad Alfin Alfiansyah, Alif Bintang Timur H Ali S I Kom, Jaka Santanu Wijaya. Sidoarjo: Budi Joko Santoso SPd SH. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy SH. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Rosik. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Ani Fauzyah, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda MPd. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku SH MH. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo Direktur Utama: SH MH, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Sekretaris Redaksi: Dian Maulida S Choirul Shodiq SH MH M. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langganan: Rp. 85.000,- Harga Eceran: Rp. 5.000,-/ Pemimpin Perusahaan: eks. Harga Iklan Pas: Rp. 25.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 20.000,-/mm kolom. Iklan Hitam Putih: Rp.30.000/mm kolom, Spot Warna Hal 1: Rp.50.000/mm kolom, Spot Warna Hal 3: Rp.40.000/mm kolom. Spot Warna: Rp. 39.000,-/ mm kolom. Kreatif Yoyok Khayatullah AMD SE Spot Warna: Rp. 37.000,-/mm kolom. Kreatif Colour/advetorial: Rp.35.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif/advetorial: BW Rp. 25.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
Komisaris: Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
Terlilit Ekonomi, Dua Pria Balung Gasak Pompa Air
Kakan BPN ATR Jember Akhyar Tarfi foto bersama usai rembuk penyelesaian tanah Desa Curahnongko dan Curah Takir.
Jember, Memorandum Anggota Polsek Balung mengamankan dua pria terduga pelaku pencurian pompa air di gudang milik Harun, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung. Mereka adalah Misto (45) dan Ratin (40), keduanya Warga Dusun Kebonsari, Desa Badung Lor, Kecamatan Balung. Kapolsek Balung AKP Sunarto menjelaskan, pelapor Muhammad Ridwan, pimpinan PT Corneva pada 17 Juli 2022 lalu telah mendapatkan informasi dari para pekerjanya pintu gudang dalam kondisi terbuka dan rusak. “Mendapatkan informasi tersebut pemilik langsung menuju gudang untuk mengecek barang dan mendapati pintu dalam keadaan rusak. Setelah dilakukan pengecekan ternyata dua mesin pompa merek Honda dan Daiho tidak ada,” katanya, Jumat (22/7). Mendapati dua pompa airnya tidak berada di tempat, lalu korban membuat pelaporan ke Polsek Balung. Polisi bergerak cepat dengan menurunkan anggota ke tempat kejadian perkara (TKP) lalu melakukan penyelidikan. Alhasil gerak cepat unit reskrim Polsek Balung membuah-
Terduga pelaku Misto dan Ratin.
kan hasil dengan mengungkap dan menangkap kedua terduga pelaku beserta sebuah pompa air sebagai barang bukti. Menurut Sunarto tersangka mengaku hasil curiannya pompa merek Daiho dijual seharga Rp
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 9
750.000. Sedangkan pompa air satunya merek Honda oleh terduga pelaku Misto dijual eceran kepada pembeli rongsokan. Hasil penjualan tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebetuhan hidup sehari-hari. (edy/lis)
BPN Kawal Penyelesaian Tanah Curahnongko dan Curah Takir Jember, Memorandum Kepala Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Jember Akhyar Tarfi menerima kedatangan para tokoh masyarakat Desa Curahnongko dan Curah Takir, Kecamatan Tempurejo, untuk mengurai persoalan tanah dalam kurun waktu 24 tahun. Dalam pertemuan itu tampak hadir tokoh masyarakat Curahnongko, Yatni, Kiai Mukit, Nawawi, Wiji, dan Koswo Suprayitno serta Juma’in yang ditemui langsung Kepala ATR/BPN Akhyar Tarfi di ruang rapat Kantor BPN/ATR Jember. “Kedatangan para tokoh masyarakat terkait konflik agrarian, khususnya di Desa Curahnongko dan Curah Takir yang sudah 24 tahun lebih belum ada penyelesaian. Selain itu ada dua persoalan utama terkait dengan persepsi beberapa kelompok masyarakat yang berbeda di lapangan, dengan aset BUMN yang belum dilepaskan oleh pemerintah,” kata Kepala Kantor BPN ATR Jember Akhyar
Tarfi, kemarin. Menurut Akhyar Tarfi. itulah yang membuat polemik di tengah masyarakat. Bagaimana nanti penyelesaian konflik tanah tersebut. Dengan pertemuan dan berdiskusi untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik untuk masyarakat. Untuk melakukan langkah-langkah bersama yang dalam waktu dekat dilakukan. “Alhamdulillah semua tokoh dan kelompok masyarakat telah sepakat untuk menyelesaikan dengan damai, tidak ada lagi diskriminasi. Untuk diusulkan kepada pimpinan di pusat,” jlentreh putra asli Aceh itu. Terkait dengan subjek berdasarkan usulan dari beberapa pihak masyarakat langsung, begitu juga dengan objek ini segera diusulkan dan dilepaskan oleh kementerian BUMN atau seperti apa mekanisme sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tentunya konflik pertanahan yang
sudah lama terjadi di dua desa tersebut tidak terjadi lagi, untuk diberikan kepada masyarakat petani yang membutuhkan dan sudah lama menggarapnya. “Lokasi tanah ini terletak sebagian di areal PTPN XII seluas 332 hektare di Desa Curahnongko dan 194 hektare di Desa Curah Takir, yang untuk segera diusulkan ke kementerian BUMN dan ATR BPN pusat seperti apa hasilnya,” pungkas Akhyar Tarfi. Sementara itu, Yatni, salah satu tokoh masyarakat Desa Curahnongko, setelah pertemuan berlangsung mengatakan sangat mengapresiasi langkah kepala Kantor BPN ATR Jember, telah mengundang tokoh masyarakat dua desa untuk menyamakan persepsi. “Hasil kesepakatan dan bisa diterima oleh masyarakat soal lahan seluas 332 hektare di Desa Curahnongko. Sedangkan di Desa Curah Takir seluas 194 hektare yang harus diselesaikan bersamaan,” harap Yatni. (edy/lis)
Bapas Jember Gandeng Lentera Desa
Motivasi Anak yang Berkonflik dengan Hukum
Kabapas Jember Wahyu Andayati didampingi Ketua Lentera Desa Marita Nursekti secara simbolis mengalungkan tanda peserta.
Jember, Memorandum Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Jember menggandeng Lentera Desa untuk memberikan motivasi dan menularkan ilmu kemandirian dalam bidang peracikan, khususnya perkopian kepada klien anak. Kepala Bapas Kelas II Jember Wahyu Andayati menyatakan, salah satu tugas dan fungsi Bapas melakukan pembimbingan kemasyarakatan terhadap klien, yakni kemandirian dan kepribadian. “Tentunya untuk melakukan hal tersebut Bapas Jember tidak bisa melaksanakan tugas sendirian, akan tetapi dengan menggandeng Lentera
Desa. Untuk memberikan sosialisasi pendidikan kejar paket dan pelatihan pembuatan kopi, “ terangnya, kemarin. Kali ini, lanjut Wahyu Andayati, sebanyak 20 klien anak mengikuti bimbingan kemandirian dengan menggandeng salah satu barista Kopi Pak Yon, untuk mengajarkan jenis kopi dan cara meracik kopi dengan benar. “Dengan harapan dengan pelatihan ini klien Bapas Jember memiliki skill (keterampilan) lebih serta mendapatkan motivasi untuk menyongsong kehidupan di masa depan,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Lentera Desa Marita Nursekti mengatakan, sebagai
komunitas yang membidangi pemberdayaan masyarakat, pihaknya ingin ambil bagian untuk berperan dalam pembinaan klien Bapas Jember khusus untuk anak-anak. “Untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak usia belasan tahun yang pernah berkonflik dengan hukum, dengan harapan setelah menjalani pembinaan dan pernah menjadi klien Bapas semangat melanjutkan bersekolah lagi hingga lulus,” beber Marita. Selebihnya juga akan memberikan ilmu kemandirian agar memiliki keterampilan dalam bidang peracikan dan penyeduhan kopi. “Tentunya
Tujuh Bulan Jember Krisis Air Bersih Surabaya, Memorandum Krisis air bersih di Kabupaten Jember selama tujuh bulan ini mengundang keprihatinan sejumlah kalangan, termasuk anggota DPRD Jawa Timur. Sebab, pemenuhan hajat hidup tersebut belum terlaksana secara baik. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Satib berharap pemerintah turun langsung dalam pemenuhan air bersih di Kabupaten Jember. “Pemenuhan air merupakan hajat hidup orang banyak,” tuturnya. Sehingga lanjut politisi Indrapura ini, negara wajib untuk memenuhinya. “Dari laporan yang masuk, sudah tujuh bulan mengalami krisis air bersih,” ujar politisi Partai Gerindra ini. Politisi asal Jember ini mengatakan, dari data sementara yang masuk ke dirinya, ada sejumlah daerah di Jember yang mengalami krisis air bersih. Di antaranya sekitar 250 KK yang terdampak di Lingkungan Tegalrejo dan Gebang Poreng. “Sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) di
seputaran Kecamatan Patrang yang sulitnya air bersih. Mereka yang terdampak berada di salah satu kawasan kecamatan kota. Mereka berada di kawasan Gebang Poreng, Tegalrejo Jember Lor, juga seputaran Jalan Bungur Kecamatan Patrang. Semakin hari semakin meluas saja krisis air bersih di Jember ini,” jelasnya. Untuk pemenuhan air bersih, dibeberkan Satib, selama tiga bulan pertama kesulitan air bersih, warga setempat menyiasatinya dengan membeli air bersih. Satu galon air bersih 15 liter dibeli seharga Rp 5.000. Sedangkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan buang air besar, warga terpaksa memanfaatkan Sungai Jompo. “Kebetulan itu daerah yang saya sebutkan tadi berada di sekitaran sungai Jompo. Kalau daerah yang lain dan jauh dari sungai Jompo memanfaatkan sungai besar terdekat di masing-masing daerah yang terdampak krisis air bersih,” jelasnya. Satib berharap bantuan dari pemerintah segera diterjunkan untuk mengantisipasi adanya krisis air bersih
tersebut.” Baru pihak PMI (Palang Merah Indonesia) yang sudah mengirimkan bantuan tersebut,” jelasnya. Kemarau yang mulai mengintai sejumlah daerah di Jawa Timur salah satunya di kabupaten Jember berdampak sejumlah daerah di wilayah tersebut mengalami krisis air bersih. Salah satu daerah di Jember yang mengalami krisis air bersih yang paling parah ada di daerah Patrang. Bahkan, dari daerah tersebut dampaknya semakin meluas. D Setelah sebelumnya Kelurahan Gebang, kini krisis air bersih juga dialami warga Lingkungan Tegal Rejo, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang. Krisis air bersih itu sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh warga sejak Februari 2022 lalu. Tercatat warga Kelurahan Gebang yang kesulitan air bersih ada 700 KK. Sementara di Kelurahan Jember Lor tercatat ada 250 KK. Data tersebut masih bisa berkembang di sejumlah daerah lainnya di Jember. (day/lis)
IKLAN PAS RUMAH DIKONTRAKKAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Dikontrakkan Rumah di Jl. Kalijudan 14 / 4a Luas 7 X 9 M, 2 KT (15 Jt / Thn) Nego, Min 2 Thn, Hub : SUHADAK 081331616204.
HLG STNK MOTOR HONDA SCOOPY W-5235-OG AN. JUMARANG PERUM GRAHA MUTIARA BLOK A7/21 RT 052/RW 009 DS.KEBONAGUNG SUKODONO SDA. NS. JM31E1683613 NK. MH1JM3115JK68405.
Hilang STNK. spd Motor Yamaha tahun 2012 warna ungu. NOPOL: L-4748-MW. an/ Vivi Suprihatini da/ Kupang Krajan 7/60 sby.
HILANG STNK HONDA BEAT MERAH 108 W 3637 NBL IWAN SJAHTRIJA 087753478450.
TANAH KAVLING CV. SETIA JAYA PROPERTY OPERLING KAVLING OPP Langsung angsuran 1.060.000 x 47 Bln surat langsung jadi !!! Cukup KTP,KK,Domisili Surabaya- Sidoarjo Legalitas 100% Resmi Lok. Kavling Desa Pulung -Balong Panggang WA /Telp Kantor : 081232003191 08121710740
LOWONGAN DICARI OPERATOR HEIDELBEREG & POTONG POLAR 085100617779.
SORSZ MESIN HUB.
LOWONGAN SOPIR TRONTON WINGBOX SIM B2 UMUM DOMISILI JATIM PENGALAMAN HUB: 081330994567.
PIJAT KEBUGARAN Kalau Anda Lagi Di Surabaya.
Anda Butuh Teman dan Pijat. Telp SELIN 087756032906. Calling Hotel VIAGRA - CIALIS • Hammer of Thor • Titan Gel / Levitra • Lintah Oil Papua • Procomil Spray • Vacum Penis
• Big Penis/Vimax • Kondom Silikon • Vibrator/Vagina • Maximum/Maxman • Perangsang DLL
SIN-YE HARMONIS Jln. Pandegiling No. 332 SBY (depan SD Khadijah)
No. Hp./WA: 081332906646
Hilang STNK. spd Motor Honda tahun 2021 warna Putih. NOPOL: L-3263-U. an/ Musy¿q Romdloni da/ Krembangan Mulyo 01/23-A sby.
HILANG STNK SPD MTR HONDA TH’2018 L-6046-MS AN.HENI SISWANTI D/A.JLN NGAGEL TIRTO II/80 SBY. HILANG STNK SPD MTR HONDA BEAT TH’ 2012 L-5221SC AN.ROSI WINARKO D/A. JL KALIASIN 7/38 SBY.
HILANG STNK SPD MOTOR YAMAHA JUPITER L6582AG A/N: ANDRIAS PRAYITNO D/A: JL PANDUGO TIMUR 14/P II F-13.
HILANG STNK SPD MTR YAMAHA TH’2013 L-3947RF AN.SOETRIJONO NK.MH350C00 3DK561350.
Hilang STNK. spd motor Honda tahun 2012 warna hitam. NOPOL: L-3466-TO. an/ Arip da/ Babatan 5-E/10 sby.
HILANG STNK SPD MOTOR HONDA BEAT L5818AAM A/N:NOOR ACHMAD D/A: GUBENG MASJID 6/23.
HILANG STNK HONDA BEAT PUTIH W 2837 ZM ENDANG SUGIYAWATI 082297775528. HILANG STNK HONDA PCX W 6017 UK ANAK AGUNG DWI PUTRA 08993800209. HILANG STNK HONDA VARIO 150 W 3977 UI MIRDA PRAYULIANA 0895367092006.
DILELANG
ISUZU/TRAGA/ PICKUP/2021/Plat W Hub: Arthaasia Finance Telp: (031) 99005121
kesempatan baik bagi klien Bapas untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti dengan serius yang nanti bisa menciptakan kemandirian dalam berusaha,” jlentreh Marita Nursekti. Sementara salah satu peserta yang berinisial RD mengaku sangat senang telah diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan kemandirian yang digelar oleh Bapas Jember. “Alhamdulillah mas bisa mengikuti kegiatan pelatihan kemandirian dalam bidang peracikan, khususnya kopi. Bisa mendapatkan ilmu sebagai modal untuk membuka usaha warung atau kafe,” ujarnya. (edy/lis)
memorandum.co.id
MOJOKERTO-JOMBANG
memorandumredaksi @gmail.com
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 10
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Alap-Alap Besi Pengaman Pedestrian Diringkus
Bawa Celurit Antisipasi Tepergok grill pohon di Jalan Pahlawan. Dari hasil pemeriksaan sementara, celurit yang dibawa beraksi Kamis (21/7) pagi itu, untuk jaga-jaga dan menakuti jika ada warga yang mencoba mengha-
Masih banyak titik grill pohon maupun grill cover yang dilaporkan hilang. Ipda Muklisin Kanit II itu ditaksir mencapai Rp 100 juta. Kedua pelaku telah diamankan dan perkaranya
Potongan besi penutup saluran pedestrian yang diamankan dari terduga pelaku.
ditangani oleh Kanit II Ipda Muklisin. Pengembangan dilakukan karena banyak laporan kejadian serupa. “Sebab, masih banyak titik grill pohon maupun grill cover yang dilaporkan hilang,” timpal Ipda Muklisin. Kabid Bina Marga Dinas PUPRPRKP Kota Mojokerto Endah Supriyani menyebut, berdasarkan penghitungan yang dilakukan, total ada 42 grill pohon yang amblas diduga dicuri. “Semuanya di sisi barat jalan. kalau yang timur tidak ada,” ujarnya
terpisah. Selain di Jalan Pahlawan, lanjutnya, laporan raibnya fasilitas umum (fasum) milik pemkot itu juga marak di beberapa lokasi. Antara lain, besi penutup got di Jalan Empunala, Jalan Gajah Mada, kawasan alun-alun, Jalan HOS Cokroaminoto, kawasan Lingkungan Ketidur hingga Pekayon. Aksi pencurian itu marak sejak 2021. “Kita belum dapat info apakah pelakunya sama. Mungkin masih diselidiki polres,” katanya. (no/war/epe)
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN
Penelusuran Memorandum, dua terduga pelaku berisial S da I, semuanya warga lingkungan Balong Cangkring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon tertangkap basah ketika hendak mengangkut
langi. “Hasil pemeriksaan masih kita kembangkan hingga saat ini,” terang Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Rizki Santoso, Jumat (22/7). Penangkapan berlangsung sekitar pukul 02.30 oleh unit buser yang dipimpin Aiptu Toni. “Saat itu tim sedang patroli dan mengamankan pelaku pencurian besi penutup pedestrian di sepanjang Jalan Pahlawan,” tambahnya. Rizki menyebut, kerugian akibat aksi pencurian
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Mojokerto, Memorandum Maraknya aksi pencurian grill atau besi penutup saluran atau pelindung pohon jalur pedestrian di Kota Mojokerto, mulai terungkap. Dua terduga pelaku dibekuk Satreskrim Polres Mojokerto Kota dan mengamankan sejumlah lempengan grill dan celurit.
Mas’ud Zuremi
Simpang Tiga Mojongapit
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menyaksikan salah satu perwira menandatangani SK sertijab.
Kapolres Jombang Pimpin Mutasi 7 Perwira Jombang, Memorandum Un t u k p e n ye g a ra n organisasi serta mutasi, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat memimpin serah terima jabatan (sertijab) tujuh perwira jajaran, Jumat (22/7). Yakni Kabagops, kasat intelkam, kasatlantas, Kapolsek Mojoagung, Kapolsek Jom-
bang, Kapolsek Megaluh, dan Kapolsek Tembelang. Promosi pertama yaitu Kabagops Kompol Moh Puji menempati jabatan baru sebagai Penyidik Madya Direskrimum Polda Jatim. Posisi yang ditinggalkan diisi Kompol Purwo Atmojo Rumantyo yang sebelumnya menjabat seba-
gai Kapolsek Mojoagung. Sedangkan AKP Bambang Setyobudi digeser dari Kapolsek Jombang Kota menjadi orang nomor satu di Polsek Mojoagung. Penggantinya AKP Soesilo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Megaluh. Kasat Intelkam AKP Novi Herdhiyanto digan-
tikan AKP Budi Santoso yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam Polres Trenggalek. AKP Novi Herdhiyanto selanjutnya menjabat sebagai Kasubbag Produk Bag Analis Ditintelkam Polda Jatim. Yang menarik, Kapolsek Tembelang AKP Radyati Putri Pradini promosi
Andik Basuki Rahmat
Jombang, Memorandum Polemik Pemilihan Kepala Desa AntarWaktu (KDAW) Kedungbetik, Kecamatan Kesamben terus bergulir. Komisi A DPRD Jombang mempertanyakan kinerja DPMD dan Inspektorat, menyusul, rekomendasi yang dikeluarkan tak kunjung dijalankan.
“Rekomendasi tertulis sudah kami layangkan ke bupati,” ujar Ketua Komisi A Andik Basuki Rahmat, Jumat (22/07). Hanya saja, hingga kemarin rekomendasi itu belum ada yang dijalankan. “Sebenarnya rekomendasi kami tidak kami kirim ke bupati. Karena Pj kepala desa sudah
mengundurkan diri. Karena tidak ada tindak lanjut kami kirim ke bupati,” sambungnya. Harapannya, bupati memberi arahan ke DPMD maupun Inspektorat agar secepatnya menyelesaikan permasalahan yang ada. “Saya melihat DPMD dan Inspektorat terlalu lambat,”
Kepala Dinas PU Larang Pabrik Pengolah Daging Denanyar
Tunggu 20 Tahun Lagi Jika Ingin Berproduksi sedang berjalan,” ungkapnya. Ia mengaku, dalam aturan baru pelaku usaha memang boleh membangun bangunan terlebih dahulu sebelum izin keluar. Sehingga, apabila sekarang sudah ada bangunan bukan menjadi masalah. ”Berbeda dengan IMB dulu harus mengurus izin terlebih dahulu baru membangun. Kalau sekarang diperbolehkan membangun dahulu,” tuturnya. Namun demikian, dikarenakan kawasan tersebut hanya masuk pada zona kuning. Kegiatan produksi tidak boleh dilakukan. ”Zona kuning itu permukiman bisa digunakan untuk gedung. Kalau kegiatan industri masuk pada zona abu-abu. Desa Denanyar
kuning tersebut menjadi zona abu-abu karena sudah diatur pada Perda Rencana Tata RuangWilayah (RTRW) KabupaFOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN
Jombang, Memorandum Pabrik pengolah daging di Dusun Sumbernongko, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang dipastikan tidak boleh digunakan untuk kegiatan produksi. Pasalnya, selain belum berizin, kawasan tersebut masuk dalam zona kuning. ”Awalnya lahan yang digunakan pabrik zona hijau. Akan tetapi sudah mengurus perubahan menjadi zona kuning,” ujar Kepala Dinas PUPR Bayu Pancoroadi, Jumat (22/7). Hanya saja, untuk proses perubahan zona hijau menjadi kuning itu kewenangan dari BPN. ”Karena sudah berubah mejadi zona kuning, saat ini proses PBG (persetujuan bangunan gedung pengganti IMB sesuai UU Cipta Kerja)
menjadi Kasatlantas Polres Lumajang. “Ini adalah rotasi biasa, tidak ada evaluasi, semuanya promosi jabatan,” papar AKBP Moh Nurhidayat usai sertijab di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara Mapolres Jombang. Kapolres menekankan kepada pejabat baru bah-
wa sebagai pimpinan harus selalu mengarahkan setiap personel Polri serta tetap melakukan pengawasan dan arahan ketika bertugas di lapangan. “Uuntuk menghindari pelanggaran yang dilakukan anggota saat melaksanakan kegiatan di lapangan,” pungkas kapolres. (wan/war/epe)
Polemik KDAW Kedungbetik, Kinerja DPMD dan Inspektorat Disorot FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN
Jombang, Memorandum Setelah melelui serangkaian tahapan, Panitia Khusus (Pansus) Ruko Simpang Tiga Mojongait DPRD Jombang, akhirnya mengeluarkan rekomendasi. Salah satu isi rekomendasi, memberikan batas waktu hingga Desember 2022 untuk menyelesaikan persoalan ini. “Rekomendasi lainnya, penghuni (penyewa) ruko harus tetap membayar temuan BPK,” kata Ketua Pansus Mas’ud Zuremi kemarin. Mas’ud menambahkan, memang secara tidak tertulis menyebutkan batas waktu sampai kapan pembayaran temuan BPK tersebut harus terbayarkan. “Sesuai perjanjian pembayaran, penghuni ruko dan pemkab dulu sampai akhir Desember. Jadi kurang lima bulan harus terbayarkan,” tuturnya. Ia menegaskan, apabila tidak segera dibayarkan sesuai dengan temuan BPK. Pihaknya mendorong pemkab untuk bertindak tegas. “Di dalam rekomendasi kami, apabila tidak dibayarkan segera ditertiban,” ungkapnya. Penertiban yang dilakukan, kata Mas’ud menjelaskan pemkab bisa melakukan penutupan atau mengambil alih lahan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Penertiban itu bisa melakukan penutupan atau melakukan eksekusi,” tuturnya. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Hari Oetomo mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat dengan tim penyelamat aset untuk menindaklanjuti rekomendasi dewan. “Kita akan rapatkan dulu dengan tim penyelamat aset,” ungkapnya. Dirinya menambahkan, salah satu rekomendasi dewan yang mengharuskan penghuni ruko membayar tunggakan. “Maka, rekomendasi itu yang akan kita lakukan. Ya kalau hasil rapat nanti diberi tenggang waktu dua bulan harus terbayar, ya akan kami surati dan ajak ketemu penghuni ruko,” bebernya. Kalau sampai tidak membayar sampai waktu yang ditentukan. Hari mengaku akan melakukan penutupan. “Kami lihat dulu hasil koordinasi dengan tim penyelamat aset seperti apa,” pungkas Hari. (wan/war/epe)
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN
Pansus Rekomendasikan Penyewa Bayar Temuan BPK
Aktivitas produksi pabrik pengolah daging di Dusun Sumbernongko setelah ditutup pemkab.
bukan termasuk kawasan industri,” tegasnya. Bayu memberi contoh, dalam kegiatan usaha pabrik tersebut merupapak pengolahan daging. Sehingga tidak boleh melakukan pemotongan hewan. ”Kegiatan pe-
motongan hewan itu sudah masuk produksi. Jadi yang diperbolehkan hanya mencacah daging lalu disimpan. Selebihnya itu tidak diperbolehkan,” terangnyanya. Bahkan, pengusaha juga tidak bisa mengubah zona
ten Jombang. ”Kalau pengusaha mau mengubah yang menunggu 20 tahun lagi,” pungkasnya. (wan/war/epe)
katanya. Bahkan, semenjak pengunduran diri itu, pemkab belum menujuk Pj baru untuk mengisi kekosongan. “Seharusnya ini segera disikapi. Karena Pj ini juga mengantarkan KDAW,” tegasnya. Untuk itu, politisi Golkar ini mendorong DPMD dan Inspektorat segera menindaklanjuti reko-
mendasi agar polemik tidak berlarut-larut. Dikonfirmasi, Inspektur Pembantu Bagian Pemerintahan dan Ekosos Inspektorat Jombang Anis Zul Hulaifah mengaku, belum turun untuk memeriksa ke Desa Kedungbetik. “Belum turun. Akan tetapi, tetap kita akan turun,” pungkasnya. (wan/war/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SAMBUNGAN
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 11
Korban Jangan Takut Melapor buat perempuan semakin aman dan nyaman. Karena sejak dini mengetahui bagian-bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. “Pentingnya itu. Jadi sejak dini perempuan bisa mengetahui dan merespons jika tubuh mereka disentuh orang asing,” jelas perempuan berhijab ini. Perempuan juga harus berani speak up (bicara) jika dia mengalami pelecehan atau akan menjadi korban pelecehan. “Perempuan harus berani berteriak dan berbicara agar orang sekeliling mengetahui kejadian yang menimpanya. Jika diam saja, umumnya pelaku pelecehan akan semakin berani melakukan aktivitasnya di muka umum,” jelasnya. Dita mengaku salut ketika baru-baru ini ada seorang wanita yang berani bertindak dengan
menendang pelaku pelecehan. “Saat melihat video viral pelaku pelecehan saya gemes namun lega karena ada yang berani melakukan tindakan. Ini menjadi contoh bagi wanita agar tidak takut jika mengalami intimidasi dan pelecehan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua Bidang Data, Komunikasi dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim M Isa Anshori menambahkan, belakangan terakhir marak terjadi aksi pelecehan seksual. Khususnya terhadap korban anak di bawah umur. “Saya melihat maraknya aksi kekerasan seksual terhadap anak adalah sebagai akibat dari masih lemahnya pengawasan dan pencegahan,” kata Isa Anshori kepada Memorandum, Jumat (22/7). Berdasarkan data yang di-
Pelaku Pantas Mati ini disampaikan oleh aktivis perempuan, Elni Nainggolan. “Setiap pelaku pelecehan seksual rasanya pantas untuk mati. Berat sekali membayangkan bila ada sesesorang, entah yang dikenal atau tidak, memanipulasi kita dan memaksa kita untuk melakukan hal yang tidak kita inginkan. Terlebih hal tersebut dapat merenggut harkat dan martabat diri kita,” kata Elni, yang juga Ketua Lingkar Studi Gender Mahasiswa (LSGM) Universitas Airlangga ini, Jumat (22/7). Elni memaparkan, pelecehan seksual bisa memberikan dampak yang mendalam bagi para korban. Dampak secara fisik, akan meninggalkan bekas yang tidak indah. Lalu dampak psikis, membuat mental korban hancur lebur. Bahkan korban tidak dapat melanjutkan hidup seperti sedia kala. “Belum lagi dampak secara ekonomi. Para korban perlu untuk memulihkan diri dengan biaya yang tidak murah dan dengan intensitas yang tidak sedikit,” tandasnya. Karena itu, Elni menilai harus ada hukuman yang berat dan maksimal. Hukuman penjara seumur hidup pun dirasa sangat pas untuk disematkan kepada predator seksual. Paling tidak, dengan di penjara selamanya, maka dapat menyelamatkan korban agar tak kembali bertemu dengan pelaku. Namun menurut telaahnya, hukuman yang diperlukan dan yang pantas adalah hukuman yang berperspektif korban. “Efek jera jangka panjang adalah kunci agar tidak ada lagi pelaku dan korban lainnya,” tegas Elni. Mantan wakil presiden BEM Fisip Unair ini mengungkapkan, beberapa waktu lalu terdapat
campaign dari gerakan perempuan yang menyuarakan agar perusahaan/instansi tidak merekrut atau menerima pelaku pelecehan seksual sebagai pekerja. Hal semacam ini, kata Elni, konkret dan sepadan. Selayaknya korban yang dirugikan secara mendalam, maka pelaku pelecehan seksual, minimal harus merasakan bagaimana sulitnya hidup bila harkat dan martabatnya tercoreng serta dicap sebagai pelaku pelecehan seksual seumur hidupnya. “Hukuman penjara adalah hal paling minimal. Selebihnya, diharapkan ada nominal ganti rugi yang sepadan dari apa yang telah dilalui korban. Dan pastinya, ada pencabutan jabatan atau profesi agar pelaku tidak melakukan hal yang sama, serta sulit untuk mengakses profesi lainnya,” kata dia. Disinggung mengenai kasus yang sedang heboh yakni, aksi pencabulan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42), anak kiai ternama di Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, yang mencabuli lima orang korban. Elni menegaskan bahwa perilaku biadab MSAT membuat banyak orang murka. “Dari keterangan korban, bisa kita lihat bahwa pelaku ini memanipulasi mereka dengan memanfaatkan relasi kuasa yang dia miliki hanya untuk kepentingan birahinya. Dan jika para santri menolak, tindakan kekerasan fisik lainnya juga terjadi,” urainya. “Bisa dibayangkan, betapa menderitanya korban saat melalui itu semua. Belum lagi harus kembali melihat wajah pelaku berulang kali dan harus tetap menahan rasa marah, malu, dan perasaan tidak mengenakkan
lainnya. Sungguh hal tersebut adalah penderitaan luar biasa, namun ganjaran yang pantas untuk korban sangat sulit didapatkan,” imbuh Elni. Pada akhirnya, pelaku MSAT terancam hukuman penjara 12 tahun. Putrai kiai KH Muhammad Mukhtar Mukthi itu dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 285 kuhp jo pasal 65 kuhp ancaman pidana 12 tahun, pasal 289 kuhp jo pasal 65 ancaman pidana 9 tahun, dan pasal 294 ayat 2 p2kp jo pasal 65 kuhp dengan ancaman pidana 7 tahun. Elni menuturkan, walaupun seolah hukuman yang diterima oleh pelaku berat karena pasal berlapis, tetapi sejatinya hukuman penjara hanya bentuk arogansi sejenak. Bukan menjadi solusi dan tidak memberi efek jera, serta tidak berperspektif korban. “Kasus ini akhirnya menerima dakwaan mengacu pada KUHP, karena juga kejadian ini terjadi jauh sebelum UU TPKS ada. Hal ini yang semakin disayangkan. Pada akhirnya hukuman yang diterima hanya sebatas penjara,” cetusnya. Di samping itu, Elni juga sepakat terhadap salah satu penambahan poin dalam RUU tentang Perlindungan Anak untuk memiskinkan pelaku pelecehan seksual. Yakni, dengan cara memberikan santunan kepada korban agar mampu secara emosional dan ekonomi sampai menginjak usia dewasa. “Saya sangat sepakat. Karena aksi pelecehan seksual membuat korban tidak dapat melanjutkan hidup seperti sedia kala. Korban harus memulihkan diri dan menanggung luka fisik dan psikis yang sangat lama. Jadi memang sudah seyogyanya ada nominal ganti rugi yang sepadan dari apa yang telah dilalui korban,” tuntas Elni. (bin/fer)
Sambungan dari halaman 1 ini seperti dikutip fimela.com. Lebih lanjut, ketimbang mengkonfrontir mereka yang kontra dengan kehidupannya, Zara memilih untuk melakukan hal lain. Agar tetap bisa menjaga privasi, ia memilih untuk mem-filter lingkungan terdekatnya. “Pasti semakin ke sini kita tahu ya mana teman yang memang benar-benar care sama kita atau nggak. Semakin sedikit sih teman aku semakin ke sini,”
Sejuk bagai Kepingan Surga Jatuh di Dada sApp masuk. Jam satu dini hari. Dengan ogah-ogahan diambil HP di samping tempat tidur. Ternyata dari Toni. Mendadak muncul semangat. Membara, bahkan nyaris membakar dada seperti api neraka membakar para pendosa. Bedanya, bara ini tidak menyakitkan, melainkan justru menyejukkan seperti bara yang membakar Nabi Ibrahim alaihissalam. Isinya singkat: Aku besok ke vila. Pagi, jam enam. Tanpa sadar Cinta menengok jam dinding di sebelah tempat tidur. Jam satu. Berarti kurang lima jam lagi. Duh, betapa lamanya. Setelah itu Cinta tidak bisa tidur. Membayangkan esok hari yang bakal berjalan tidak seperti hari-hari sebelumnya. Sesaat kebahagiaan itu sempat surut. Sebab, jangan-jangan Toni tidak sendirian. Didampingi Mak Lampir Nia. Huh! Sebel!
himpun oleh LPA Jatim pada 2020 ada 66 kasus kekerasan seksual. Pada 2021 ada 363 kekerasan, dan 112 adalah kekerasan seksual. Tahun 2022 sampai Juli ada 112 kekerasan, dan dari jumlah itu 38 kekerasan seksual. “Data menunjukkan bahwa sampai pertengahan tahun sampai Juli, ada 112 kasus, dan sekitar 37 persennya adalah kekerasn seksual. Isa Anshori menegaskan, mirisnya aksi pelecehan seksual dilakukan di lingkungan lembaga pendidikan, bahkan rumah yang seharusnya menjadi tempat tinggal ternyaman bagi korban. “Yang memprihatinkan lagi adalah sekolah dan rumah menjadi tempat terjadinya kekerasan seksual,” ujarnya. Bahkan mencuatnya kasus
Sambungan dari halaman 1
Pro dan Kontra Tak dipungkiri, popularitas Zara di industri hiburan mengusik kehidupan privasinya. Tak ambil pusing dengan pro dan kontra yang terjadi di publik, Zara menyebut hal itu wajar dialami oleh mereka yang berstatus sebagai publik figur. “Itu wajar karena kita kerja di entertain, pasti ada pro dan kontra. Diterima aja dan konsekuensi aja,” ungkap Adhisty Zara saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama
Sambungan dari halaman 1
Tapi, tidak mungkin Toni memberitahukan bakal kehadirannya ke sini pada dini hari bila bersama Nia. Pasti kehadirannya disembunyikan dari Mak Lampir, eh Nia, eh Mbak Nia Lampir. Wkwkwk. Hoi… asyik…! Muncul semangat lagi pada dini hari itu. Mendadak kantuk Cinta hilang. Berganti rasa bahagia tak terhingga. Dia segera ke kamar mandi. Menyalakan air hangat ke bathub. Memasukkan parfum kesayangan—yang kapan hari diberi Nia. Katanya itu parfum kesayangannya dan Toni. Channel-Coco Mademoiselle. “Agar bau kita sama. Seragam serumah,” kata Nia waktu itu. Walau begitu Cintaa tidak pernah memakainya. Eman-eman. Untuk apa parfum Rp 2 juta lebih per botol itu itu dibiarkan menguap sia-sia. Mubazir. Tapi, hari ini adalah
terangnya. Sayangnya, saat disinggung mengenai alasannya memperkecil circle pertemanan seiring popularitas yang didapat, Zara memilih bungkam. Meski begitu, tersirat jika Zara sempat merasakan kekecewaan dari orang-orang yang dianggapnya sebagai teman. “Ada suatu hal (sampai harus memperkecil circle pertemanan) yang aku nggak bisa ceritakan,” singkatnya. (*/fer)
Sambungan dari halaman 1 hari istmewa. Superistimewa. Tidak sia-sia kalau dia memakainya dan memersembahkan wangi itu untuk lelaki yang sangat disayangi, Toni. Au… Betapa indah hidup ini. Betapa wangi hidup ini. Betapa bergairah. Au… Lima jam itu berjalan amat pelan. Terasa bagai limaratus tahun. Jam enam kurang sembilan menitToni muncul. Penampilannya sangat elegan. Dandy. Rapi. Andai saat itu ada lalat menempel di lengannya, lalat itu pasti terpeleset jatuh. Toni berjalan dari pintu rumah yang tidak kukunci sejak azan Subuh. Satu per satu langkahnya berdetak di lantai bagai detak jantungku. Dag-dig-dug. Dari tubuh gagahnya menyuar bau wangi khas Channel-Coco Mademoiselle. (jos, bersambung)
pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan seperti di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah di Jombang, kasus kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kendati demikian lembaga pendidikan sebagai lembaga yang mengajarkan moralitas, maka perlu pelaku kekerasan
seksual harus dibuat jera dengan hukuman yang maksimal. “Hukuman maksimal menjadi penting, karena selama ini jarang diterapkan,” jelasnya. Isa Anshori menambahkan pentingnya juga sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada semua. “Sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada semua, terutama kepada orang tua,
guru, dan anak anak menjadi penting,” paparnya. Lanjut Isa Anshori, seringkali korban kekerasan seksual enggan untuk melaporkan ke pihak berwajib. Hal itu karena korban menanggung beban berat jika melapor. “Pelaku kekerasan seksual biasanya orang dekat, sehingga ini dianggap sebuah aib,” ungkapnya. Sedangkan terkait wacana
Otak Eksekutor dan Buron Dijebol Peluru sejumlah polres jajaran dalam kurun waktu sebulan. “Pengungkapan ini hasil ungkap selama satu bulan bersama polres jajaran. Barang bukti motor yang dapat kami amankan ada sekitar 152 unit. Untuk terduga pelakunya tiga orang, yang merupakan komplotan yang selama ini meresahkan,” kata Totok, Jumat (22/7). Totok menyebut, untuk hasil ungkap Polda Jatim sendiri, ia berhasil menyita 51 motor yang rata-rata motor matic. “Komplotan curanmor yang kami amankan ini kerap menyasar motor jenis matic. Ada Vario, Beat hingga Scoopy. Tentu memilih yang harga jualnya lebih mahal,” imbuh dia. “Dari tiga terduga pelaku yang kami amankan, satu diantaranya adalah penadah. Kelompoknya ada banyak. Masih akan terus kami dalami dan kembangkan. Karena kasus ini sangat meresahkan masyarakat di Jawa Timur,” sambung alumnus Akpol 1994 itu. Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono menyebut, bahwa tak mudah menangkap komplotan curanmor yang dipimpin Sobirin tersebut. Butuh waktu hampir satu bulan. Selain kerap berpindah-pindah tempat, Sobirin cs juga pintar melarikan diri saat polisi hendak menangkapnya. Bahkan, ia juga pernah ditembak
Sambungan dari halaman 1
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Komplotan curanmor digiring petugas Jatanras Polda Jatim.
beberapa kali pada betis kakinya namun selalu berhasil lolos. “Terduga pelaku ini (Sobirin) sangat licin. Jejak kejahatannya sangat banyak, khususnya di kawasan Tapal Kuda. Di Pasuruan, Probolinggo dan lainnya,” terang Lintar. Dari cacatan, kata Lintar, pada 2015, Sobirin pernah mencuri motor di wilayah Pasuruan. Dan saat hendak disergap, dia melakukan perlawanan. Saat itu, anggota Satreskrim Polres Pasuruan melakukan tindakan tegas terukur pada betis kakinya. Namun, Sobirin cs masih berhasil kabur. “Dia ini benar-benar licin. Padahal waktu itu sempat diberikan tindakan tegas, namun tetap saja berhasil melarikan
diri. Dia lincah dengan mempertimbangkan situasi hingga akhirnya berhasil menghilang. Dan itu terjadi berulangkali pada 2018,” jelas Lintar. Lintar mengungkapkan, Sobirin merupakan penjahat kawakan. Sebelum merekrut anggota baru, dia sebelumnya juga sudah punya kelompok yang berjumlah lima orang. Namun, beberapa di antaranya sudah ditangkap bahkan ada yang sudah ditembak mati. Nah, untuk anggota yang baru berjumlah tiga orang ini, direkrut Sobirin dan digadang-gadang menjadi penjahat militan meneruskan teman-temannya dulu yang telah ditangkap. “Jadi, Sobirin ini merupakan ketuanya. Dialah yang selama
Melonjak di Masa Pandemi kasus dan pencabulan anak ada 21 kasus. Jadi total ada 50 kasus. Sedangkan pada 2022, untuk persetubuhan anak ada 23 kasus dan 14 kasus pencabulan anak. Total 37 kasus yang masuk dan ditangani oleh Unit PPA. Kasubnit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya Ipda Tri Wulandari mengatakan, tindakan kekerasan kepada anak banyak terjadi karena faktor di lingkungan sendiri. “Seperti di lingkungan keluarga dan tetangga,” ungkapnya. Berdasarkan kasus yang pernah ditangani, paling banyak laporan masuk sejak pandemi Covid-19 di Surabaya. Banyak kasus kejahatan seksual yang mencuat ke permukaan, seperti anak dengan anak
(incest), anak dengan tetangga, dan bapak dengan anak. “Semenjak pandemi anak-anak kan tidak masuk sekolah dan kebanyakan di rumah, sehingga membuat mereka bosan. Begitu juga dengan terduga pelaku karena tidak bekerja. Ada juga terduga pelaku merasa ada kepuasan tersendiri jika melakukan pencabulan terhadap anak,” beber Tri Wulandari. Selain itu, terduga pelaku berani melakukan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur dikarenakan anak mudah untuk diperdaya dengan bujuk rayu, diiming-iming uang jajan, dan mainan. Yang mengerikan terduga pelaku melakukan pengancaman kepada anak sehingga membuatnya takut dan menjadi
ini mengotaki semua kejahatan pencurian motor di wilayah Tapal Kuda,” papar Lintar. Tak hanya di daerah itu, kata Lintar, Sobirin Cs juga beraksi hingga di daerah Malang, Batu, Sidoarjo dan Mojokerto. Kejahatan Sobirin pun terbilang sangat mulus dan selalu lolos, meski sempat berulang kali disergap polisi. “Waktu tahun 2018, dia kena tembakan di lengan dan kaki, namun masih bisa kabur. Terakhir kejadian di Sidoarjo yang mencuri kerangka motor Kawasaki Ninja. Dua orang sama juga melawan tapi yang tertembak bukan dia, tapi temannya. Sampai sekarang masih kabur, sudah kami jadikan DPO,” pungkas alumni Akpol 2003 itu. (fdn/fer)
Sambungan dari halaman 1 trauma. “Untuk pencegahan diperlukan pengawasan orang tua dan edukasi secara dini terhadap anak,” imbau perwira yang akrab disapa Wulan ini. Tri Wulandari menjelaskan, Unit PPA Polrestabes Surabaya punya jejaring dalam penanganan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan seksual. “Unit PPA ketika menangani perkara sudah punya jejaring dan penanganan proses hukum. Mulai dari awal laporan ke PPA, untuk memenuhi unsur-unsur buktinya merujuknya ke medis, seperti hasil visum. Kami bekerja sama dengan pusat pelayanan terpadu (PPT) Polda Jatim,” jelas dia. Selain itu, PPA tidak hanya
Varian Siluman baru dan lonjakan angka itu dua hal yang berbeda. Jangan panik,” katanya. Untuk bisa tahu bahwa itu ‘’varian baru’’ tidak mudah. Harus dilakukan sequence DNA. Tidak cukup dengan PCR, apalagi rapid test. “Jangan ada pikiran kalau di suatu tempat ditemukan varian baru, lalu di situ jumlah pasien naik berarti varian baru semua,” ujar Indro. Memang kini ditemukan varian baru lagi. Yakni varian Centaur. Yang juga mendapat gelar ‘’varian siluman’’ –kesannya lebih menakutkan, seperti terbaca di WA itu. Saya pun bertanya: dari mana datangnya gelar siluman itu. Ternyata itu tidak ada hubungannya dengan kesaktian suatu varian. ‘’Gelar’’ siluman itu berlatar belakang kisah di balik nama itu saja. Nama Centaur diambil dari –lagi-lagi– Yunani. Di sana ada tokoh mitos bernama Centaur. Tokoh mitos. Bukan tokoh sejarah. Centaur itu berwujud setengah kuda, setengah manusia. Bisa berderap, bisa terbang. Kalau lari kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Kalau terbang melebihi kecepatan Garuda ditambah Lion, ditambah Citilink, ditambah Batik ditambah Wing Air pun kalau masih harus ditambah Bouraq.
dalam salah satu penambahan poin RUU Perlindungan Anak untuk memiskinkan pelaku. Dengan cara memberikan santunan kepada korban agar mampu secara emosional dan ekonomi sampai dewasa, menurutnya itu untuk restutisi. “Ya itu sebagai restutisi,” tuntas Isa Anshori yang juga anggota Dewan Pendidikan Jatim ini. (ono/alf/fer)
mengurusi proses hukum saja, ketika korbannya anak ketika dimintai keterangan polisi dan jika ber-KTP Surabaya harus didampingi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Tapi kalau KTP luar Surabaya yang mendampingi adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim. “Selain itu, untuk pemulihan psikologis korban, bagi KTP Surabaya punya penanganan sendiri dari petugas UPT-UPT PPA tersebut. Jika korban merasa terancam atau di rumah tidak nyama, ada yang namanya rumah aman bagi korban,” pungkas Tri Wulandari. (rio/fer)
Sambungan dari halaman 1 Dari situlah muncul gelar ‘siluman’. Kata siluman itu memang mampu menggetarkan ketakutan --padahal uang siluman justru bisa menyilaukan. Siapa yang menyebarkan istilah varian siluman itu? Mungkin Anda. Mungkin juga pabrik masker. Atau pengusaha PCR dan antigen. Bukan. Rasanya orang iseng saja. Tes untuk mengetahui varian baru itu mahal. Sekitar Rp 8 juta per satu orang. Bayangkan kalau 5.000 orang itu dibilang varian siluman semua. Rp 40 miliar. Apakah terhadap 5.000 orang itu dilakukan sequencing DNA semua? Jelas tidak. Angka 5.000 sehari itu didapat dari PCR dan rapid test. Berarti belum jelas berapa yang siluman. Menurut Indro pemeriksaan PCR dan rapid test itu sederhana. Yang diperiksa adalah bagian ‘’pentol’’ di paku virus itu. Biayanya hanya Rp 35.000/ orang. Sedang sequencing DNA memeriksa bagian ‘’batang pentol’’ di virus Covid-19. “Setiap kali varian baru muncul, yang berubah selalu di bagian pentol itu. Di ujung paku-paku itu,” ujar Indro. Itulah sebabnya, rapid test selalu bisa mendeteksi virus Covid –tanpa tahu variannya apa. Maka biar pun varian baru ini disebut siluman –-nama res-
minya BA2.75– masih juga tidak punya kesaktian silumannya. Tetap bisa dideteksi. Baik lewat PCR maupun rapid test. Itulah jenis siluman yang mudah ditangkap manusia. “Tidak usah takut berlebihan,” ujar Indro. “Lha wong kode depannya tetap BA. Berarti siluman itu tetap kelompok omicron juga.” “Artinya, antibodi penyintas tetap bisa mengatasinya,” tambah Indro. Antibodi penyintas adalah antibodi yang dimiliki orang yang pernah terkena Covid-19. “Antibodi dari vaksin Sinovac juga bisa mengatasi,” katanya. Prof Dr Chairul Anwar Nidom mulai mencurigai perkembangan anak-anak Omicron. “Ada temuan baru virus Covid-19 tidak mengikuti pola virus yang lain,” ujar pemilik laboratorium dan lembaga penelitian Prof Nidom Foundation (PNF) itu. Virus lain seperti flu, setelah masuk ke dalam sel memperbanyak diri. Lalu menerobos keluar sel sampai selnya pecah. Sel yang pecah itu yang bisa menimbulkan gejala seperti demam dan suhu tinggi. “Virus Covid-19 ini belakangan merambat antar sel,” ujar Prof Nidom. Setelah virus itu memperbanyak diri di dalam satu sel ia tidak keluar dari sel. Maka itu tidak membuat sel rusak.
Virus itu langsung masuk ke sel sebelahnya. Demikian seterusnya. Pola ini menyebabkan virus Covid-19 dapat menghindari antibodi. “Antibodi kan ada di luar sel,” ujar Prof Nidom. Itulah sebabnya orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun. Tidak ada sel yang rusak. Untuk itu harus hati-hati membaca hasil deteksi PCR. Kalau pasien Covid-19 baru terlihat negatif setelah 20 hari juga karena itu. PNF kini lagi meneliti dampak pertemuan antar varian Wuhan-Delta dan Omicron. Juga dengan sub variannya. PNF lagi menyiapkan diri untuk meneliti akibat kombinasi antar varian itu. “Kami sudah siap meneliti. Tapi belum punya jenis sel dari pertemuan antar varian itu. Kami lagi minta ke Jepang,” ujar Prof Nidom. “Kami masih menunggu jawaban dari Jepang,” katanya. Indonesia, ujar Nidom, harus meneliti sendiri pertemuan antar varian itu. Bisa jadi perkembangan varian di Indonesia berbeda dengan negara lain. Tentu saya lebih tertarik ini daripada program merenovasi ruang kerja ketua BRIN dengan anggaran Rp 6 miliar itu –biar pun itu bukan anggaran siluman. (*)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
GRESIK-PANTURA
SABTU KLIWON, 23 JULI 2022 HALAMAN 12
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686
Enam Bulan, Kejari Gresik Eksekusi 144 Perkara Pidana Umum
Penuntasan RJ Jadi Fokus di Semester Kedua Gresik, Memorandum Kurun waktu enam bulan, Januari-Juni 2022, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik telah mengeksekusi 144 perkara pidana umum. Hal itu diungkapkan Kajari Gresik Muhammad Hamdan S dalam ekspose kinerja semester pertama 2022, tepat di momen Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-62 tahun. Kajari Tanah Bumbu tersebut. RJ ini menjadi tempat penyelesaian perkara dengan berlandaskan hati nurani. Melalui rumah ini, kejaksaan membebaskan Umar Buang, tersangka kasus pencurian. Pidum telah melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan RJ kepada Umar Buang yang didakwa Pasal 362 KUHP. Tersangka dibebaskan karena nekat mencuri guna membeli obat untuk neneknya yang sudah renta dan sedang sakit. Dengan alasan kemanusiaan, Umar dibebaskan. Tidak hanya itu, seksi pidum juga telah melakukan sosialisasi RJ kepada tokoh masyarakat di tujuh kecamatan. Enam bulan ke depan, pihaknya bakal menyelesaikan di kecamatan-kecamatan yang belum terjamah. “Untuk penerimaan negara bukan pajak, pidana umum sebesar Rp 413 juta sampai bulan Juni. Tentu sampai akhir tahun akan bertambah,” tutupnya. (and/har/epe) FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Kinerja Korps Adhyaksa di Gresik terbilang positif. Misalnya dari seksi tindak pidana umum (Pidum). Selama Januari-Juni, pihaknya menerima SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) berjumlah 243 perkara. “Dari total tersebut, perkara yang sudah inkracht atau eksekusi sebanyak 144 perkara,” kata Hamdan kemarin. Artinya lebih dari 50 persen perkara yang ditangani kejaksaan sudah terselesaikan. Perkara-perkara yang masih dalam progres, bakal menjadi catatan ke depannya dan akan diselesaikan. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan kepastian hukum. Sesuai tema HBA 2022 yakni Kepastian Hukum, Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi. “Selain penyelesaian perkara, seksi pidana umum juga meresmikan Rumah Restorative Justice (RJ) dengan nama Rumah Guyub di Desa Suci, Kecamatan Manyar,” jelas mantan
FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Truk besar melintas selama larangan jam operasional masih terlihat di Jalan KH Syafii.
Kajari Gresik Muhammad Hamdan S dan jajaran menyampaikan anev 6 bulan terakhir.
Diare Mewabah, Dinkes Keluarkan Imbauan Bojonegoro, Memorandum Penyakit diare (mencret) dan muntah disertai panas yang diderita anak-anak kerap dilaporkan akhir-akhir ini. Mengetahui hal itu, Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Wenny Dyah P menjelaskan, secara garis besar tidak ada kenaikan
Wenny Dyah P
yang signifikan terkait fenomena itu. Penyakit itu juga bisa menjangkit orang dewasa. Penyebabnya, minim kebiasaan hidup sehat. Seperti kalau mau makan hendaknya cuci tangan pakai sabun (CTPS). “Kalau disebabkan cuaca sih nggak ya. Tapi mungkin lebih karena kurang membiasakan hidup sehat. Kalau makan lupa cuci tangan, “ ujar Wenny kemarin. Namun, kewaspadaan lebih tetap harus dilakukan. Sebab diare bisa menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) pada anak. Disinggung soal data, Wenny enggan membocorkan rinciannya. Yang jelas sesuai informasi dari masyarakat memang akhir-akhir ini banyak anak yang terkena diare dan muntah d i s e r t a i p a n a s. (top/har/epe)
Marak Truk Langgar Jam Operasional Gresik, Memorandum Kendati sudah ada kebijakan yang mengatur jam operasional truk angkutan, galian C, dan batu bara nyatanya masih banyak yang membandel. Pelanggaran jam operasional itu seperti mengabaikan regulasi Pemkab Gresik. Seperti tampak di Jalan KH Syafii Desa Suci, Kecamatan Manyar, Jumat (22/7). Berada di kawasan padat penduduk, truk kontainer hingga truk galian masih saja nekat melintas. Hal itu tentu menggangu arus lalu lintas di saat jam kerja maupun
keberangkatan sekolah. Kondisi jalan yang sempit di depan PDAM Cabang Suci membuat arus lalu lintas dua arah kian padat. Bodi truk yang besar memakan sebagian besar badan jalan dan lajunya yang lambat membuat arus tersendat. “Ada truk besar lewat jam berangkat kerja,” keluh Dyah warga yang hendak berangkat kerja. Pantauan lain di Jalan Raya Cerme juga masih ada saja truk besar yang melintas. Tepatnya di sepanjang Jalan Raya Tambakberas. Pemandangan yang sama
juga terlihat di wilayah Pantura Manyar. Truk pengangkut galian wara-wiri melintas di jalur padat itu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarso Sagito mengatakan, pihaknya tidak bisa menindak truk yang melanggar jam operasional karena terbentur aturan. “Setelah ini koordinasi dengan satlantas akan ada operasi gabungan. Kemudian tembusan kepada kecamatan untuk membantu menertibkan sesuai jam operasional,” kata Tarso. Meskipun begitu, pihaknya
sudah menerjunkan personel di 68 titik rawan. Mulai dari Pasar Menganti, Bringkang, Simpang Tiga Boboh, Simpang Tiga Morowudi, Simpang Tiga Cerme. Serta sejumlah titik lainnya yang tersebar di beberapa kecamatan dan wilayah perbatasan.
Sebelumnya, dishub telah menyurati sejumlah perusahaan agar mematuhi jam operasional. Surat Nomor 551/692/437.55/2022 itu dikeluarkan 20 Juli 2022. Tujuannya mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan. (and/har/epe)
ATURAN JAM OPERASIONAL KENDARAAN BESAR: 1. Truk galian C dan muatan batu bara diminta menutup terpal. 2. Jam operasional berlaku dua sesi. Pukul 05.00-08.00 dan 15.00-18.00.
Polisi Lidik Pencabulan Plumpang Diduga Libatkan Oknum Anak Tokoh Agama Tuban, Memorandum Informasi dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh anak tokoh agama seperti di Jombang, merebak di Kecamatan Plumpang. Ironisnya, korban yang masih di bawah umur sampai melahirkan. Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Tuban AKP M Gananta mengaku akan menindaklanjuti kasus tersebut. “(Ini) sedang ditindaklanjuti oleh penyidik sekarang,” katanya, Jumat (22/7). Aksi pencabulan itu diduga dilakukan A (21), anak seorang
tokoh agama. Menurut penuturan NS, warga setempat, kejadian itu mirip dengan kasus di Jombang. Bedanya, di Tuban kedua orang tua korban hanya terdiam tidak berani menuntut dan takut melaporkan. Sebab, terduga pelaku merupakan anak tokoh agama. “Kasihan sekali, orang tuanya itu tidak berani lapor polisi, terus takut menuntut si pelaku, karena pelakunya itu anaknya kiai yang sangat dihormati warga kampung,” ujar SN kemarin. Ia menambahkan sejumlah
petugas dari dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A), dan petugas kecamatan sudah berkunjung melihat kondisi korban dan bersedia mendampinginya. Tetapi, orang tua korban kondisinya masih trauma dan syok melihat anaknya hamil hingga melahirkan akibat pencabulan tu. “Orang tua korban mungkin syok, melihat pelakunya juga seperti tidak memiliki tanggung jawab atau beban kesalahan,” tuturnya. Korban diketahui santri di pesantren milik orang tua ter-
duga pelaku. Sejak setahun terakhir, korban bersama santri lainnya diharuskan bermalam di pondok pesantren tersebut. “Semua santri harus bermalam dan tidur di bangunan semacam aula gitu, yang santri laki-lagi tidurnya di bawah dan yang perempuan tidur di lantai atas,” ungkapnya. NS menduga, pencabulan itu berlangsung ketika korban tidur di pesantren. Informasinya, teman korban sesama santri juga kerap melihat terduga pelaku yang juga menjadi guru ngaji itu beraksi di malam hari. (top/har/epe)
AKP M Gananta
Gresik, Memorandum Empat desa dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Pencanangan ini sebagai upaya meningkatkan literasi statistik di level desa, serta membina dan meningkatkan kompetensi aparatur desa untuk memahami persoalan statistik. Ini akan menjadi quick win mandiri dalam rangka percepatan reformasi birokrasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik berkolaborasi dengan pemkab untuk menyukseskan program itu. Kepala BPS Gresik Satrio Wibowo mengungkapkan, ini merupakan program peningkatan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data sehingga pembangunan desa lebih tepat sasaran. Hal tersebut selaras dengan program Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan “Satu Data
Indonesia”. Serta merujuk pada Perpres Nomor 59 Tahun 2017 maka disusunlah Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. “Desa Cantik merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan target SDGs Desa nomor 17, yakni membangun kemitraan desa dengan BPS melalui penyediaan data-data yang diperlukan di tingkat desa,” terangnya, Jumat (22/7). Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Ahmad Washil Miftahul Rachman menyebut, Desa Cantik berguna untuk pengakuratan data yang dimiliki desa. Jika data faktual dan akurat, maka arah pembangunan desa akan tepat sasaran. Hal ini pula yang mempengaruhi arah program pembangunan daerah maupun pusat, serta dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat desa men-
genai pentingnya data statistik. “Pencanangan program Desa Cantik ini awal yang baik dan menjadi motivasi bagi desa yang lain, karena data sangat penting untuk meningkatkan pembangunan daerah, sesuai kebijakan baik pemerintah daerah dan pusat. Diperlukan kolaborasi semua pihak untuk menyukseskan program ini,” ujar mantan kepala dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR) itu. Empat desa yang dicanangkan tersebar di empat kecamatan. Yakni Desa Randuangung, Kecamatan Kebomas. Kemudian Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti dan Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah. Jumlah Desa Cantik direncakan akan terus dikembangkan. (and/har/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Wujudkan Masyarakat Melek Statistik, Canangkan 4 Desa Cantik
Sekdakab Achmad Washil Miftahul Rachman bersama Kepala BPS Gresik.