Skip to main content

MEMORANDUM EDISI 23 DESEMBER 2019

Page 1

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE Oleh: Dahlan Iskan

S

ang ayah tetap jadi lelaki yang tidak menangis. “Putri saya pasti bangga mendapat kesempatan mahal seperti ini,” ujar Ren Zhengwei. Pendiri dan bos besar Huawei itu lagi berbicara tentang Sabrina Meng Wenzhou: putri pertamanya yang kini berumur 49 tahun. Yang pekan lalu genap setahun menjadi tahanan. Di negara sejauh Kanada.  Bersambung ke halaman 4 

Trailer Angkut Alat Berat Tabrak 4 Kendaraan, 7 Tewas, 9 Luka Pasuruan, Memorandum Sebuah trailer mengangkut ekskavator menabrak 4 kendaraan pada Minggu (22/12) pukul 11.35.

Kecelakaan di jalan Malang-Surabaya tepatnya di Desa Karangsentul, Purwodadi, itu mengakibatkan 7 orang tewas dan 9 luka.

Informasi yang diperoleh Memorandum, insiden berawal saat trailer bernopol S 9066 SU melaju dari arah  Bersambung ke halaman 7 

Trailer yang mengangkut ekskavator menabrak 4 kendaraan pada Minggu (22/12). Dalam kejadian itu tujuh orang tewas dan sembilan luka. Kondisi Ayla yang terguling tertimpa ekskavator.

GEGARA SALING MENDAHULUI DAN KLAKSON DI JALAN LONTAR

PENGEMUDI DISABET PISAU

Surabaya, Memorandum Gegara saling klakson, dua pengemudi mobil duel di Jalan Lontar, Lakarsantri. Seorang pengemudi Avanza terluka di bagian wajah akibat disabet pisau.

 Bersambung ke halaman 7 

KRONOLOGI KEJADIAN FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Iya betul. Pelaku sudah kami amankan tapi belum kita beberkan identitasnya karena akan dirilis. AKP PALMA PAHLEVI Kapolsek Lakarsantri

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

Sabrina Setahun

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Ekskavator Lepas Timpa Ayla

Samsul Arifin menjalani perawatan di RS National Hospital.

1 Samsul Arifin bersama istrinya mengemudi Avanza

hendak mengambil barang di daerah Surabaya Selatan.

2 Saat melintas di Jalan Lontar, mereka saling mendahului dan klakson

Polisi Buru Jambret Ambengan

3 Kedua pengemudi yang sama-sama emosi akhirnya terlibat duel. Pelaku lalu menyabetkan pisau hingga mengenai wajah Samsul.

Surabaya, Memorandum Aksi penjahat jalanan terjadi di Jalan Ambengan, Minggu (22/12) pagi. Pelaku yang berjumlah dua orang dengan mengendarai motor matic berhasil merampas barang milik pejalan kaki.  Bersambung ke halaman 7 

dengan pelaku yang mengemudikan pikap.

Cuci Piring SEBAGAI artis yang penuh dengan kesibukan, pekerjaan rumah terkadang tidak dilakukan sendiri. Kebanyakan mereka memakai bantuan asisten atau pembantu rumah tangga.  Bersambung ke halaman 7 

TIDAK TERBIT Sehubungan Libur Nasional Natal, Surat Kabar Harian MEMORANDUM pada 24-26 Desember 2019 tidak terbit. MEMORANDUM kembali terbit seperti biasa mulai Jumat, 27 Desember 2019. Harap para pembaca dan relasi iklan maklum. Penerbit

+

Meng, di kalender ada tanggal merah selama dua hari.

-

Nikmatilah liburanmu dengan tetap waspada.

Si Mameng (Bersuka ria)

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia (berdiri) ketika acara coffee morning bersama forkopimda dan masyarakat.

Jalan Stasiun Kota Diberlakukan Searah Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya memberlakukan aturan rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan Stasiun Kota, Bongkaran, Pabean Cantikan, Minggu (22/12). Di jalan sepanjang 50 meter  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Nia Ramadhani

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal melihat proses daur ulang sampah plastik menjadi BBM.

Jember, M Memorandum Masa Masalah sampah saat ini menjadi pe persoalan serius di wilayah Kabu Kabupaten Jember. Terutama di Pant Pantai Pancer Puger telah menjadi langganan tahunan setiap mu musim penghujan. Ada ribuan kubik sampah kiriman yang bermuara di  Bersambung ke halaman 7 

REPRO: MEMORANDUM/FIR

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Sulap Sampah Plastik Jadi BBM

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto bersama jajarannya membuka rambu jalan satu arah di Jalan Stasiun Kota.

Kapolres Ingatkan Nataru Tanpa Petasan Tulungagung, Memorandum Bertempat di ruang Opsroom Mapolres Tulungagung, Sabtu (21/12) digelar coffee morning antara forkopimda Bersama para tokoh masyarakat dari berbagai golongan di Kota Marmer.  Bersambung ke halaman 7 

KETIKA MELIHAT WAJAH ISTRI TAMPAK BIASAͳBIASA SAJA Έ1Ή

Kehilangan Gairah saat Pasangan Mengisyaratkan Sedang Ingin... Minggu (17/11) silam Memorandum diundang mantenan di Paciran, Lamongan. Pengantinnya ganteng dan cantik. Yang perempuan lulusan S2 perguruan tinggi negeri di Surabaya, sedangkan yang pria bergelar Lc lulusan Maroko. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Kisah ini bukan tentang mereka. Tapi, soal pembicaraan undangan yang duduk di belakang Memorandum. Bila mendengar isi dialognya, mereka adalah pasangan Ustaz dan santrinya yang tidak sengaja bertemu pada acara ini. Entah mulai kapan keduanya berbincang, yang jelas Memorandum mulai tertarik dan seksama mengiku-

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

tinya ketika lelaki lebih muda yang tampaknya biasa jadi jemaah taklim sang Ustaz berkata, “Sungguh Ustaz, sudah hampir setahun ini saya kehilangan gairah saat istri mengisyaratkan sedang ingin...” “Masa? Istri Njenengan masih tampak muda dan cantik lho. Yang kadang ikut majelis itu kan?”  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BI BIRO: Jokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu, Heriyawan. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Pelaku Pembunuhan Ngelom Diringkus di Trenggalek Sidoarjo, Memorandum Tidak butuh waktu lama, polisi menangkap pelaku pembunuh Ahmad Harianto (29), Sabtu (21/12) pagi yang menggegerkan warga Desa Ngelom Megare, RT 04/ RW 01, Kecamatan Taman. Pelaku bernama Miftahul Huda (23), ditangkap di rumah pamannya, di Munjungan, Trenggalek. Kapolsek Taman AKP Hi m m a w a n Se t i a w a n membenarkan perihal penangkapan itu. “Iya benar, pelaku sudah ditangkap sekitar pukul 15.00 tadi (kemarin,red) di wilayah Trenggalek,” kata AKP Himmawan, Minggu (22/12). Penangkapan pelaku yang tega membacok Ahmad Harianto, temannya sendiri, itu berlangsung kooperatif. Tidak ada perlawanan sama sekali dari pelaku yang beralamat Desa Ngelom Megare, Kecamatan Taman. Kini Mifathul Huda masih dalam pemeriksaan intensif. Kejadian pembunuhan itu bermula, saat pelaku dan korban berada di tempat hiburan di kawasan Bratang, Surabaya. Kemudian mereka mengonsumsi minuman keras. “Saat itu ada ketersinggungan pelaku dengan omongan korban. Sehingga, saat korban pulang menuju ke kosnya, pelaku tetap mengejar kemudian ribut. Korban dibacok oleh pelaku,” jelas kapolsek. Akibat pembacokan itu, Ahmad Harianto, warga

Desa Kubang, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura yang indekos di kawasan tersebut, mengalami luka di leher, lengan dan tubuhnya. Pelaku pun langsung melarikan diri. Sedangkan korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Siti Khodijah, Sepanjang, Kecamatan Taman. Setelah melalui olah TKP dan keterangan dari para saksi, tim Satreskrim Polresta Sidoarjo dibantu Polres Trenggalek dengan cepat melakukan pengejaran tersangka Miftahul Huda yang diketahui melarikan diri ke Trenggalek dan menangkapnya. “Alhamdulillah, tidak sampai 12 jam pelaku pembacokan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di Megare, Taman sudah kami tangkap di Munjungan, Trenggalek,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Minggu (22/12). Kejadian pembacokan ini, bermula saat pelaku dan korban berada di tempat dugem alias dunia gemerlap di Surabaya lalu mengkonsumsi minuman

FOTO: MEMORANDUM/SDM

Miftahul Huda

keras. “Dan ada ketersinggungan terkait dengan omongan korban. Sehingga saat korban pulang dan menuju ke kosnya, pelaku

tetap mengejarnya kemudian sempat ribut lalu korban akhirnya dibacok oleh pelaku,” ungkap Zain Dwi Nugroho. (sdm/jok/pi)

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 2


MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 3

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Sudah Masuk RKD

Pencairan DD Tahap Tiga Terlambat Jombang, Memorandum Hingga saat ini pencairan dana desa (DD) di Kabupaten masih sangat minim. Ini lantaran, tidak semua desa yang sudah mengajukan laporan untuk pencairan DD tahap tiga tersebut. Namun demikian, sebagian anggaran sudah masuk ke dalam Rekening Kas Desa (RKD). “Jumat sore (20/12) sudah 50 persen lebih desa yang mengajukan pelaporan untuk pencairan DD,” ujar Sholahudin Hadi Sucipto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang saat dikonfirmasi kemarin. Ditambahkannya, saat ini anggaran dari pemerintah pusat tersebut sudah masuk ke RKD desa yang laporannya sesuai dengan persyaratan. Saat ditanya jumlah desa jumlah desa yang sudah atau belum melakukan pelaporan, dirinya masih belum mengetahui pasti. “Untuk jumlahnya saya kurang tahu data di kantor semua,” ungkapnya. Hanya saja, untuk mengantisipasi keterlambatan pencairan DD di desa yang belum memberikan laporan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memantau desa mana yang membutuhkan bantuan untuk pelaporan. “Jadi kami kordinasi dengan kecamatan mana-mana desa yang membutuhkan bantuan dinas, apabila itu ada kami akan langsung turun untuk memberikan pendampingan,” tegasnya. Diharapkan memang desa segera mengirimkan pelaporan untuk pengajuan DD tahap tiga. Dengan begitu, anggaran juga cepat diterima masing-masing desa. “Ya harapan kami semua desa bisa segera mencairkannya,” pungkasnya. (wan/rif)

Guru SMP yang Tewas Bersimbah Darah

Berharap Kuak Misteri, Polisi Lacak HP Jombang, Memorandum Polres Jombang masih terus mendalami kematian seorang guru mata pelajaran matematika yang bersimbah darah. Hingga Minggu (22/12), polisi masih mencari keberadaan HP korban yang tak lain adalah Eli Maridah (47), warga Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak. Polisi berharap dari HP tersebut, misteri kematiannya akan terkuak. Sebelumnya, kematian korban yang mengajar di SMPN 1 Perak ini menggegerkan warga setempat. Diduga kuat, korban tewas setelah diserang perampok yang menyatroni kediamannya yang juga menerima tempat kos. Dari keterangan salah satu tetangga korban, kondisi korban pertama kali diketahui oleh suami korban. Saat saksi baru pulang lalu mendapati sang istri tergeletak bersimbah darah di belakang rumah. “Yang tahu Pak Edi, suaminya waktu pulang dari sekolah. Setelahnya, ia minta bantuan kepada sejumlah tetangga,” terang Lilik Indiawati (48), tetangga korban, Sabtu (21/12). Menurut Lilik, sebelumnya tetangga memang sempat mendengar cekcok dari arah rumah korban. Sebelum akhirnya Eli ditemukan tewas oleh suaminya. Namun warga baru berdatangan ke rumah korban

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Proses evakuasi jasad korban di lokasi kejadian.

usai suami korban minta tolong. “Kalau kondisinya katanya kena batako begitu, kepalanya berdarah. Itu masih di dalam orangnya,” lanjutnya menjelaskan. Eli sendiri, disebut Lilik adalah guru yang mengajar mapel Matematika di SMPN 1 Perak. Pun suaminya yang juga seorang guru. “Bu Eli ini di SMPN 1 Perak, kalau suaminya di SMPN 2 Jombang,” pungkasnya. Kapolres Jombang AKBP

Boby Pa’ludin Tambunan yang datang langsung ke lokasi, menyebut hingga kemarin polisi masih mengumpulkan barangbukti hingga keterangan saksi. Namun dari data awal, pihaknya menduga kejadian ini merupakan perampokan. “Yang jelas masih dalam penyelidikan, cuma indikasinya bisa curas, bisa juga pembunuhan. Ada informasi juga handphone korban juga hilang, dan

Timnya di lapangan juga menemukan beberapa barangbukti yang diduga mengarah pada pelaku. Yakni batako yang ada bercak darah, pisau dapur yang dalam kondisi bengkok hingga gelang korban. “Batako sama pisau ini di ditemukan di samping korban, kita duga ini alat pembunuhannya. Sementara gelang korban berada di depan rumah ketemunya,” pungkas Boby. (wan/rif)

Ular Kobra Sasar Ahsana Regency

FOTO: ISTIMEWA

Tikus yang menjadi hama tanaman petani.

Belum Ada Gebrakan Penanganan Hama Tikus Jombang, Memorandum Masih banyak keluhan petani terkait hama tikus di Jombang kembali mendapat respons dari kalangan dewan. Para wakil rakyat menilai Dinas Pertanian Kabupaten Jombang belum memiliki gebrakan khusus untuk menangani hama tikus yang menyebar di Kabupaten Jombang. “Saya rasa Pemkab Jombang memang masih belum mempunyai gebrakan atau solusi yang tepat dalam menangani hama tikus,” ujar Rohmat Abidin, anggota Komisi B DPRD Jombang saat dikonfirmasi kemarin. Dirinya menambahkan, bahkan keluhan petani yang sawahnya rusak karena serangan tikus masih terjadi setiap tahunnya. Terlebih lagi, penanganan hama selama ini dinilai tidak optimal. “Karena penanganan hanya dilakukan pada saat serangan, harusnya bisa diantisipasi sebelum adanya serangan,” ungkapnya. Ditambahkannya, untuk itu Dinas Pertanian harus segera mempunyai solusi untuk masalah petani di Jombang. Apabila, hal ini terus terjadi maka akan berdampak pada kesehjatreaan petani di Jombang. “Yang pasti kalau seperti ini terus petani juga akan rugi,” terangnya. Menurut politisi PKS itu menambahkankan, rencana Pemkab Jombang untuk merealisasikan Rubuha (Rumah Burung Hantu) juga masih dinilai kurang maksimal. Karena selama ini sudah banyak rubuha yang justru tidak terpakai. Sehingga, memang harus dicarikan solusi yang benar-benar konkret. “Selama ini kan rubuha juga sudah banyak, memang burung hantu musuh alami tikus. Tapi saya rasa ini masih kurang maksimal,” tegasnya. Sehingga, lanjut Rohmat ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi kepala dinas yang baru untuk menunjukan kinerjanya untuk mengatasi hama tikus. “Ya harapan kami kepala dinas yang baru ini bisa mengatasi hama yang saat ini menyerang,” pungkasnya. (wan/rif)

saat ini kita masih pendataan,” terangnya kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian. Boby juga menjelaskan, saat ditemukan pertama kali, jenazah Eli dalam posisi terlentang di teras belakang rumah. Ia ditemukan telah tak bernyawa dengan sejumlah luka dan darah di lantai. “Luka tadi terlihat di kepala dan pelipis, lokasinya di teras belakang dekat tempat cucian,” lanjutnya.

FOTO: ISTIMEWA

Penertiban reklame di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto.

Puluhan Reklame Liar Dirobohkan Mojokerto, Memorandum Satpol PP Kota Mojokerto merobohkan puluhan reklame liar, Minggu (22/12). Selain tidak berizin, reklame liar tersebut membahayakan pengguna jalan. Salah satu papan reklame liar yang telah dirobohkan oleh penegak perda tersebut berada di depan stasiun kereta api Jalan Bhayangkara. Pe m b o n g k a ra n p a p a n reklame berukuran 3 x 6 meter tersebut sempat membuat macet lalu lintas di depan stasiun kereta api Mojokerto. Pasalnya petugas harus menarik ujung reklame setinggi 15 meter dengan tali tambang yang dikaitkan di truk Pol PP

agar tidak roboh ke arah jalan . Dari data yang dimiliki Satpol PP, terdapat 112 papan reklame di jalan-jalan protokol Kota Mojokerto. Dari jumlah tersebut, 32 papan reklame telah mengantongi izin, 19 masa izinnya habis. Sedangkan 61 lainnya tergolong reklame liar karena belum mendapatkan izin dari Pemkot Mojokerto. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasri mengatakan, pembongkaran reklame liar ini karena sudah habis masa izinnya. Selain itu kondisi papan reklame berikuran besar tersebut rawan terkena angin. “Karema mengancam keselamatan para peng-

guna jalan maka kita robohkan,” terang wali kota, saat memimpin langsung pembongkaran papan reklame di Jalan Gajahmada. Lebih lanjut dikatakannya, reklame yang tidak berizin tentunya merugikan daerah karena ada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak dibayar, yakni retribusi sewa aset, retribusi IMB, dan pajak reklame. Selain melakukan penertiban reklame, petugas Satpol PPj uga menertibkan galian liar di sejumlah jalan protokol. Galian kabel optik milik telkom terpaksa dihentikan karena belum mengantongi izin dari pemerintah setempat. (war/rif)

Mojokerto, Memorandum Warga di Lingkungan Kedung Turi, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dihebohkan teror ular kobra yang masuk rumah. Kali pertama teror ular kobra masuk di Perumahan Ahsana Regency di Lingkungan Kedung Turi. Beruntung pemilik rumah FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO berhasil menangkap dan mengusir anak ular kobra Ular yang meneror warga tersebut. Pemilik rumah bernama Ian Kurnianto mengaku, keberadaan ular kobra di Lingkungan Kedung Turi baru diketahui pertama kali olehnya pada Jumat (21/12) sekitar pukul 13.00 di saat dirinya di dalam rumah bersama tiga anak dan pembantunya. “Kemudian saya ambil sapu lidi untuk mengusirnya. Sampai di luar rumah, ada bapak bapak tukang yang sedang bekerja kemudian membantu menangkap,” ungkapnya. Selanjutnya, beberapa orang tukang yang sedang bekerja di perumahan juga membantu menangkap peranakan ular kobra kemudian melepaskannya kembali di area persawahan. Menurutnya, ular kobra yang sempat masuk kedalam rumah memiliki besar se jempol tangan orang dewasa dengan panjang 50 cm. Teror ular kobra di perumahan baru terjadi di Ahsana Regency. Pihaknya hanya khawatir dengan adanya teror ular kobra masuk rumah bisa mematuk warga dan anak anak sekitar. “Ya bahaya lah mas, di sini banyak anak anak. Sebelumya memang ada teror ular, tapi buka kobra melainkan ular sawah. Di sisi lain posisi perumahan ini juga berdampingan dengan persawahan,” sebutnya. Dari Informasi yang didapat, teror ular kobra tak hanya terjadi di Kota Mojokerto, malainkan juga terjadi di wilayah Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Rabu (18/12) petugas Pom bensin menangkap seekor ular kobra di area parkir. (no/rif)


AREMA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Kapolresta Ajak Toga dan Tomas Ciptakan Situasi Aman Nataru Malang, Memorandum Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polresta Malang Kota bersilaturahmi dengan beberapa tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) dua hari berturut-turut, 21-22 Desember 2019. Agenda ini untuk membangun komunikasi positif dan bergerak bersama menciptakan Kota Malang yang aman dan nyaman menjelang dan selama perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Sambutan hangat diterima Kapolresta AKBP

Leonardus Simarmata ketika silaturahmi ke kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Jalan Borobudur. Komunikasi dengan Ketua FKUB Kota Malang H Taufik Kusuma berlangsung gayeng. Situasi ini diharapkan dapat memberikan penguatan dalam mewujudkan situ-

asi Kota Malang yang kondusif. Kepala Satuan Binmas Polresta Malang Kota, Kompol Pujiono menyampaikan silaruhami ini untuk membangun kebersamaan. “FKUB bisa membantu pihak kepolisian di dalam melaksanakan pengamanan nataru. Karenanya, dilakukan koordinasi untuk mengamankan situasi. Diharapkan, semua tokoh agama memberikan ilmu yang dapat menangkal radikalisme dengan ilmu agama yang benar,” teran-

gnya. Selain itu, silaturahmi juga dilakukan dengan H Munir Cholili, sesepuh di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang. “Silaturahmi ini untuk memberikan imbauan pada masing masing umat. Jika merayakan malam tahun baru agar tidak berlebihan dan sebaiknya diisi dengan ibadah,” tambah Kompol Pujiono kepada Memorandum, Minggu (22/12). Beberapa hal yang dibicarakan antara lain bahaya intoleran dan radi-

kalisme yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu dengan menjujung tinggi toleransi antar umat beragama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan pencerahan yang menyejukkan. Sebelumnya, Kepolisan Polresta Malang Kota telah melakukan gelar pasukan dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2019 untuk memastikan kesiapakan personel dalam pengamanan nataru. (cr-3/ari/epe)

Kapolresta AKBP Leonardus Simarmata bersama Kasat Binmas Kompol Pujiono bersilaturahmi ke Ketua FKUB Kota Malang H Taufik Kusuma.

Sabrina Setahun

Sambungan dari halaman 1

Sang putri kini dianggap bapaknya sebagai hero. Sang putri dianggap telah menjadi martir bagi Huawei. “Suatu saat kelak, kalau dia sudah bebas, posisinya di perusahaan tetap sama. Dia tetap menempati posisi yang dulu,” ujar sang ayah. Posisi terakhir Sabrina adalah Wakil Chairman Huawei. Wakil ayahnya sendiri. Putri mahkota. Saat itu pun Sabrina sudah tahu: lagi diincar Amerika. Tapi dia tetap melakukan perjalanan bisnis ke Meksiko. Hanya saja Sabrina tidak mau transit di bandara Amerika --seperti San Francisco, Los Angeles, maupun San Diego. Sabrina pilih transit di Kanada. Di bandara Vancouver. Toh ia punya KTP Kanada --Sabrina pemegang green card. Ternyata di bandara Vancouver pun Sabrina ditangkap. Dimasukkan tahanan. Polisi Kanada mendapat perintah dari penguasa Amerika. Sabrina seperti menjadi pion dalam perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. “Dia pasti bangga telah jadi koin untuk perjudian dua negara besar,” ujar sang ayah. Maksudnya jelas: Putrinya itu telah menjadi barang taruhan di tengah pertengkaran dua negara besar. Sabrina sendiri punya cara khusus untuk memperingati setahun penahanannya. Yakni menulis. Atau melukis. Tulisan itu dimuat di website perusahaan --di website Huawei. Seluruh karyawan bisa membacanya. Isinya sejuta rasa. Ada melankolisnya. Terutama di saat menjelang musim salju seperti ini. Sabrina seperti kaget melihat keindahan alam

sekitarnya. Vancouver memang kota yang indah. “Mendekati musim dingin seperti ini saya bisa melihat hutan dengan pepohonan yang rimbun seperti sedang menuruni gunung di sekitar kami,” tulisnya. “Menjadi jelas sekali alam itu begitu indahnya. Bagi siapa saja yang mau melihatnya,” sambungnya. Mungkin selama 49 tahun hidupnya belum pernah Sabrina punya kesempatan bisa begitu lama melihat pohon. Sehari-hari hidupnya selalu di atas pesawat. Atau di depan komputer. Dalam tulisannya itu Sabrina mengakui bahwa kini ritme kehidupannya menjadi lambat. “Saya menjadi bisa membaca buku secara teratur. Dari sampul depan sampai sampul belakang,” tulisnya. Kadang Sabrina juga mengisi perlambatan hidupnya dengan melukis. Kini dia bisa dengan sabar menyelesaikan sebuah lukisan minyak. Untuk mengisi waktu kosongnya di tahanan Sabrina juga membaca berkas perkara. Dan menelitinya. Bersama kolega-koleganya. “Saya bisa punya waktu membaca cacatan-catatan di sidang penga-

dilan dengan cermat,” tulisnya. “Dan bisa mendiskusikannya dengan kolega-kolega saya,” katanya. Sabrina kini memang ditahan di rumahnya di Kanada. Di rumah yang sangat besar. Yang dijaga selama 24 jam sehari. Yang hanya sesekali saja ada sidang di pengadilan. Bahkan sidang tahap pertamanya sudah selesai. Pengadilan sudah menjatuhkan vonis: untuk tetap menyidangkan perkara Sabrina. Kesalahan Sabrina adalah: melawan Amerika --berani melakukan transaksi dengan Iran. Padahal Iran termasuk yang terkena sanksi Amerika. Sidang lanjutan pengadilan itu akan dimulai Januari depan. Di situ akan diputuskan: apakah pengadilan akan menyetujui permintaan Amerika. Agar Sabrina diekstradisi ke New York. Kalau, misalnya, pengadilan menyetujui permintaan Amerika Sabrina akan ditahan di New York. Akan diadili di New York. Bisa kena hukuman penjara 20 tahun. Praktis selama Nopember-Desember Sabrina menganggur di rumahnyi. Di kakinyi tetap dipasang gelang elektronik. Agar bisa di-

Ren Mengzhou menceraikannya. Sejak itu pula Sabrina mengganti marga. Dari marga Ren ke marga Meng --menggunakan marga ibunya. Ren Wenzhou lantas kawin lagi. Dengan sekretarisnya: Yao Ping. Yang melahirkan anak perempuan dengan ‘i’ lima. Namanya: Annabel Yao. Sudah cantiiiiik cerdas pula. Kini Annabel berumur 20 tahun. Kinyis-kinyisnya. Kuliahnya di jurusan komputer. Di universitas terbaik dunia: Harvard. Di Boston, Amerika. Annabel pula yang bikin heboh tahun lalu. Saat dia tampil di pesta paling jetset di muka bumi: Le Bal des Debutantes. Di Paris. Yakni pesta dansa yang hanya boleh diikuti gadis berumur antara 19-21 tahun. Yang harus cantik --dengan ‘i’ lebih dari tiga. Juga harus pandai sekali. Dan orang tuanya harus kaya dengan kekayarayaan minimal ‘a’ lima. Heboh lainnya: Annabel suka mejeng di medsosnya --tapi followernya hanya 40

ribu. Mungkin banyak calon follower yang minder duluan. Sabrina Meng tidak kalah cerdas. Sabrina adalah lulusan Huazhong Science and Technology --sejajar dengan Tsinghua University: MIT-nya Tiongkok. Hanya saja Tsinghua ada di Beijing. Sedang Huazhong ada di Kota Wuhan --kota terbesar di Tiongkok Tengah. Kampus Huazhong luasnya 470 hektare. Setelah setahun berada di tahanan Sabrina mengaku tidak lagi tertekan. “Meski jauh di Kanada saya sudah merasa seperti dekat dengan rumah,” tulisnya. Rupanya bagian ini untuk membesarkan hati seluruh karyawan Huawei. Yang tingkat keprihatinan mereka pada Sabrina luar biasa. “Saya juga tidak lagi punya rasa takut. Tidak pula takut

menghadapi jalan terjal di depan,” tulis Sabrina. Memang, tulisnya, kebebasan saya sekarang ini sangat terbatas. “Saya masih memerlukan kebebasan jiwa saya,” tulisnya. Namun Sabrina kelihatan sudah lebih tenang. Termasuk dalam menghadapi sidang Januari nanti. Hanya saja Sabrina punya satu permintaan: agar sidang itu tidak disiarkan langsung oleh televisi. Malu? Sama sekali tidak. “Hanya supaya tidak dilihat Trump,” katanya. Saya punya alasan lainnya: Kalau Trump melihatnya tiap hari bisa-bisa jatuh cinta padanya. Saya tahu Ren Wenzhou tidak menangis melihat nasib Putrinya. Tapi bisa jadi hatinya berdarah-darah.(*)

PENGUMUMAN PUTUSAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG SEMENTARA PT. ANEKA JASA GRHADIKA (DALAM PKPUS) SEKALIGUS UNDANGAN RAPAT-RAPAT KREDITOR Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 226 ayat (1) Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, dengan ini diumumkan kepada khalayak ramai Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya No. 64/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.sby., yang telah dibacakan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari Senin, tanggal 19 Desember 2019, atas Perkara Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT. ANEKA JASA GRHADIKA (Dalam PKPUS) yang diajukan oleh PT. SCG PIPE AND PRECAST INDONESIA, beralamat di Graha Mobisel Lt.3, Jl. Warung Buncit Raya Nomor 139, Jakarta Selatan - 12740, Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya EMIRAL RANGGA TRANGGONO, S.H., M.H., HABIBULLAH, S.H., NICO TRI SAPUTRA, S.H., Para Advokat dan Konsultan Hukum yang berkantor pada EMIRAL RANGGA & PARTNERS, yang beralamat di Menara 165, 4th, Jl. TB. Simatupang Kav. I, Jakarta - 12560. Dengan amar Putusan yang berbunyi sebagai berikut: MENGADILI : DALAM EKSEPSI Menolak eksepsi Termohon untuk seluruhnya; DALAM POKOK PERKARA 1. Mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPUS) dari Pemohon tersebut selama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan; 2. Menunjuk Sdr. SIFA’UROSIDIN, S.H., M.H., Hakim Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya sebagai Hakim Pengawas; 3. Mengangkat Saudara VALENTINO REVOL KOROMPIS, S.H., M.Kn. Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU-181 AH.04.03-2018 tertanggal 19 April 2018 beralamat di Jl. Opak No. 34 Surabaya, Jawa Timur d/h. Beralamat di Puri Imperium Plaza Office Blok LG-01, Jl. Kuningan Madya Kav. 5-6, Jakarta Selatan dan Saudara ERIC PRIHARTONO, S.H., Kurator dan Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus Nomor AHU96 AH.04.03-2018 tertanggal 29 Januari 2018, beralamat di Ruko Garden Boulevard Blok O, No. 17, BDS City, Jl. Pahlawan Seribu Serpong, Tangerang-Banten, 15322, sebagai pengurus; 4. Menetapkan sidang musyawarah Majelis Hakim pada hari Senin tanggal 3 Februari 2020 bertempat di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya Jalan Raya Arjuno No. 16-18, Surabaya; 5. Memerintahkan Pengurus untuk memanggil Termohon Penundaan Kewajiban pembayaran Utang dan para Kreditor yang dikenal dalam surat tercatat agar datang pada sidang yang telah ditetapkan di atas; 6. Menetapkan biaya pengurusan dan imbalan jasa bagi Pengurus ditetapkan kemudian setelah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang berakhir; 7. Menangguhkan biaya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang setelah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang berakhir; Selanjutnya berdasarkan Penetapan Hakim Pengawas 64/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Sby tanggal 19 Desember 2019, telah ditetapkan hal-hal sebagai berikut :----------------------------------------------------------------------

PENGUMUMAN LELANG ULANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Lelang Ulang Eksekusi Hak Tanggungan yang terbit di surat kabar harian Memorandum tanggal 05 Desember 2019 . Maka berdasarkan Pasal 6 UUHT tentang Hak Tanggungan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. Special Asset Management – Region XI Bali & Nusa Tenggara, akan melaksanakan Lelang Ulang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya, dengan menggunakan sistem penawaran tanpa kehadiran peserta lelang (E-Auction) terhadap aset debitur sebagai berikut : Nama Debitur Jenis Barang Harga Limit Uang Jaminan PT Hasil Lasem Paket Tanah seluas 9.630 M2 dan Bangunan di 28.250.000.000,- 8.475.000.000atasnya yang terletak di Jalan Wiyung Gang Pasar Indah No.23 ( Jalan Pondok Wiyung Indah Barat Blok HY No.10) Kelurahan Wiyung, Kecamatan Karang Pilang (sekarang menjadi Kecamatan Wiyung). Kota Surabaya. terdiri dari : SHM No. 761 luas 3.675 M² dan SHM No. 762 luas 3.735 M², a.n. HENDRO SANTOSO NJOTO SUHARDJO, dan SHM No.770 luas 2.220 M² a.n. Nyonya DJAUHARI KRISTIANA SALAM. Persyaratan Lelang : 1. Memiliki akun yang telah terverifikasi pada website www.lelang.go.id. 2. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website diatas. 3. Objek lelang dijual dalam kondisi apa adanya (as is). Peserta lelang dianggap telah mengetahui kondisi objek lelang sehingga apabila ada suatu hal terjadi gugatan, pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap objek lelang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan melakukan tuntutan kepada KPKNL Surabaya / PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk. 4. Nominal Uang jaminan yang disetorkan ke rekening Virtual Account (VA) masing-masing peserta dan jumlahnya harus sama dengan Nominal uang jaminan yang dipersyaratkan, Nomor VA akan dikirim secara otomatis kepada masing-masing peserta lelang setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dinyatakan valid; 5. Uang jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL Surabaya selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang; 6. Segala biaya yang mungkin timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang. Pelaksanaan Lelang: Jenis penawaran lelang Hari/Tanggal Batas akhir penawaran lelang Domain penetapan pemenang lelang Pelunasan lelang Bea lelang pembeli Tempat pelaksanaan lelang

monitor --ke mana saja Sabrina. Dia memang boleh keluar rumah. Boleh jalan ke kota. Tapi tidak boleh melebihi batas. Juga tidak boleh mendekati bandara. Sabrina kini kelihatan sudah bisa menata hati. Bahkan Sabrina sudah bisa berterima kasih kepada kebaikan banyak orang --termasuk petugas-petugas yang menahannya di bandara dulu. Apalagi ketika pengadilan akhirnya memutuskan Sabrina boleh ditahan luar. Dan saat itu pengunjung sidang bersorak gembira. “Saya begitu terharu. Sampai menitikkan air mata. Masa paling sulit dalam hidup saya sudah lewat,” tulisnya. Hari itu Sabrina juga ingat: menjelang musim salju seperti sekarang ini. Pembebasannya itu membuat hatinya hangat. Apalagi kalau dia mengenang ibunya yang sudah tua. Yang juga menunggu di rumahnya di Kanada. Sang ibu, Meng Jun adalah istri pertama ayahnya. Setelah Sabrina berumur 16 tahun sang ibu menjadi janda.

Melalui Internet (Closed Bidding) Senin, 30 Desember 2019. Senin, 30 Desember 2019, pukul 10.00 (sesuai WIB) www.lelang.go.id Setelah Batas Akhir Penawaran. 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang 2% (dua persen) dari harga lelang (harga terbentuk) KPKNL Surabaya, Gedung Keuangan Negara I - Jl. Indrapura No. 5 Surabaya

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Special Asset Management – Region XI Bali & Nusa Tenggara (0361) 221705, atau KPKNL Surabaya (031) 3523516 Fax. (031) 3554794. Denpasar, 23 Desember 2019 PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. Ttd. Kresna Widjajakusuma Vice President.

No. 1.

Jenis Rapat Rapat Kreditor Pertama

2.

Batas Akhir Pengajuan Tagihan Selasa, Tanggal 7 Januari 2020 Kreditor dan Pajak

15.00 WIB

3. 4.

Rapat Pencocokan Piutang Rapat Pembahasan dan Pemungutan Suara (voting) atas Rencana Perdamaian Sidang Permusyawaratan Majelis Hakim

Rabu, tanggal 22 Januari 2020 Selasa, tanggal 28 Januari 2020

10.00 WIB 10.00 WIB

Senin, tanggal 3 Februari 2020

10.00 WIB

5.

Hari/Tanggal Waktu Senin, Tanggal 30 Desember 2019 10.00 WIB

Tempat Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Surabaya Jl. Raya Arjuno No.16-18, Sawahan, Kec. Sawahan, Kota Surabaya. 60251 Kantor TIM PENGURUS PT. ANEKA JASA GRHADIKA (Dalam PKPU) Sementara di Jalan Opak No. 34, Surabaya Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Surabaya Jl. Raya Arjuno No.16-18, Sawahan, Kec. Sawahan, Kota Surabaya. 60251

Sehubungan dengan Putusan Pengadilan Niaga dan Penetapan Hakim Pengawas tersebut di atas, maka dengan ini kami mengundang Debitor, Para Kreditor dan pihak lain yang berkepentingan untuk menghadiri rapat-rapat tersebut, termasuk sidang Rapat Permusyawaratan Hakim yang telah ditentukan berdasarkan amar putusan PKPU Sementara tersebut di atas yaitu pada hari Senin, tanggal 3 Februari pukul 10.00 WIB, bertempat di ruang sidang Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuna 16-18, Surabaya. Dan selanjutnya dihimbau kepada Para Kreditor untuk mengajukan Tagihan dengan membawa salinan/fotocopy dokumen pendukung Tagihan serta menunjukkan Asli Dokumen Pendukung Tagihan tersebut kepada Tim Pengurus, selambat-lambatnya pada hari Selasa, tanggal 7 Januari 2020, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kantor Tim Pengurus PT. ANEKA JASA GRHADIKA (dalam PKPUS): Jalan Opak No.34 Surabaya Demikian Pengumuman ini berlaku pula sebagai Panggilan Undangan bagi PT. ANEKA JASA GRHADIKA (dalam PKPUS), Para Kreditor dan Pihak Lain yang berkepentingan. Surabaya, 19 Desember 2019 TIM PENGURUS PT. ANEKA JASA GRHADIKA (DALAM PKPUS) Eric Prihartono, S.H.

Valentino Revol Korompis, S.H., M.Kn


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

2 Pemotor Tewas Diseruduk Mobil

Hanya 392 Pendaftar CASN Melakukan Sanggah Gresik, Memorandum Hingga masa sanggah untuk pendaftar calon aparatur sipil negara (CASN) Pemkab Gresik ditutup pada 19 Desember lalu, jumlah peserta yang menyanggah kurang dari separuh. Padahal, 1.265 pendaftar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh panitia seleksi daerah (panselda). Kepala Bidang Data, Formasi dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bahagiyo Santoso mengatakan, mulai dibukanya masa sanggah hingga penutupan, hanya yang melakukan sanggahan. “Tidak ada separuhnya. Mungkin mereka sudah menerima semua keputusan dari kami bahwa kesalahan pendaftaran dilakukan oleh Bahagiyo Santoso yang bersangkutan,” ujar Bahagiyo, Minggu (22/12). Setelah masa sanggah selesai, panselda sedang mempersiapkan tahapan selanjutnya. Yakni mengumumkan hasil pendaftar yang telah menyanggah. Tanggal pengumuman dilakukan secara bersamaan dengan CASN yang lolos pengukuran tinggi badan khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). “Hasil sanggahan dan hasil pengukuran tinggi badan akan diumumkan pada tanggal 26 Desember 2019 melalui website resmi BKD Pemkab Gresik dan akun sistem seleksi CPNS Nasional (SSCN) mereka (pendaftar,red) masing-masing,” terangnya. Sementara itu, jumlah 1.265 TMS tersebut belum termasuk dengan pendaftar CASN yang melakukan pengukuran tinggi badan. Sehingga dapat dipastikan jumlah TMS bakal bertambah. “Sebab dari 233 pendaftar di Dishub dan Satpol-PP sampai masa pengukuran tinggi badan berakhir hanya ada 172 pendaftar yang melaksanakan pengukuran,” pungkasnya. (dri/har/mik)

Dua pengendara motor yang tewas adalah Dewi Astuti (27), dan Intari (32), keduanya warga Desa Sumberarum RT 032/RW 011, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Kronologi kejadian itu bermula ketika mobil Innova dikemudikan Muhammad Afif (24), warga Jalan Monitor VII Blok G5-25, Kelurahan Sukatani, RT 006 RW 016, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, berjalan dari arah timur ke barat dan berpapasan dengan motor yang dikemudikan korban. “Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba kendaraan tersebut berjalan oleng ke kanan hingga melebihi batas jalan,” kata Kanit Laka Lantas Polres Bojonegoro Ipda Madsuiswanto, Minggu (22/12). Diduga, pengemudi mobil mengantuk dan tidak bisa mengendalikan diri. Mobil itupun akhirnya menabrak motor korban. “Karena jarak yang sudah dekat, terjadilah kecelakaan itu,” sahutnya. Saat ini, peristiwa tersebut ditangani anggota unit Laka Lantas Sat Lantas Polres Bojonegoro. Kedua kendaraan yang terlibat laka-lantas tersebut untuk sementara diamankan petugas. Sementara untuk kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit. “Jenazah korban dibawa ke RSUD Bojonegoro, untuk divisum,” tandasnya. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Bojonegoro, Memorandum Kecelakaan lalu lintas di jalan raya Bojonegoro-Nganjuk, Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, menewaskan dua pemotor, Sabtu (21/12) malam. Laka lantas itu melibatkan mobil Innova nopol K 8411 GN dengan motor Beat nopol S 3244 C.

Petugas mengolah tempat kejadian perkara.

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Empat Remaja Sarirejo Kena Tipu

Petugas BPBD membersihkan puing-puing pohon roboh.

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

Pohon Roboh, Jalan Bojonegoro-Babat Macet

Para pemancing terlihat asyik memancing di sungai Bengawan Solo Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang kondisi airnya memprihatinkan.

DLH Imbau Warga Tak Gunakan Air Bengawan Solo Gresik, Memorandum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik telah mengeluarkan surat peringatan melalui kecamatan agar masyarakat sekitar bantaran sungai Bengawan Solo tidak menggunakan air tersebut, Minggu (22/12). Kabarnya, air di hulu sungai sudah tercemar limbah industri dari Provinsi Jateng. Untuk itu, warga diminta tidak menggunakan air terutama untuk budidaya perikanan dan pertanian maupun keperluan lainnya. Tercemarnya air bengawan itu sempat menggegerkan warga di sekitar sungai terpanjang di Jawa, karena banyak ikan yang muncul ke permukaan air dan menepi. Kepala DLH Pemkab Gresik Mokh Najikh mengatakan, banyaknya ikan yang menepi, diduga akibat kondisi air yang keruh, bukan karena pengaruh dari limbah industri. Sementara air Bengawan Solo saat ini tengah diuji laboratorium. “Peristiwa itu karena kualitas air Bengawan Solo Menurun,” jelasnya. Sementara dari hasil pengujian pertama air Bengawan Solo belum bisa digunakan. Sehingga DLH belum bisa menetapkan air tersebut aman atau tidak. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Pemkab Gresik Baktiar Gunawan Hutabarat mengatakan, pengujian laboratorium itu dilakukan secara berkala, supaya mengetahui perkembangan kualitas air tersebut. “Saat ini masih belum bisa ditetapkan aman. Jika air sudah benar-benar kembali seperti semula maka DLH akan mencabut surat peringatan itu,” jelasnya. Adanya peristiwa tersebut banyak masyarakat bantaran sungai Bengawan Solo yang memanfaatkan untuk menangkap ikan. (dri/har/mik)

Bojonegoro, Memorandum Hujan disertai angin masih melanda Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/12) malam. Akibatnya, pohon besar di jalan Bojonegoro-Babat, Kecamatan Baureno, roboh. Kejadian itu harus membuat jalan nasional dibuat macet sekitar dua jam. Sebab, posisi pohon roboh itu melintang di jalan raya, tepat di depan toko modern setempat. Plt Kepala Badan Penanggu-

langan Bencana Daerah (BPBD) Umar Ghoni menjelaskan, jika pohon roboh tersebut bermula ketika angin cukup kencang disertai hujan lebat terjadi pukul 17.30. Pohon tumbang juga mengenai kabel listrik. Bahkan, satu tiang listrik rusak berat. Sementara dua pohon lain ikut patah. “Hujannya benar-benar lebat dan angin kencang. Pohon tumbang membuat jalan raya

macet total,” ujar Umar Ghoni. Bersama dengan aparat kepolisian, TNI, Pemdes Baureno, satpol PP, anggota BPBD, dan masyarakat ekstra keras menyingkairkan pohon yang menghalangi jalan. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau waspada. Sebab, akhir-akhir ini di Bojonegoro masih banyak terjadi hujan disertai angina. (top/har/mik)

Lamongan, Memorandum Nasib malang menimpa empat remaja asal Desa Tukmloko, Kecamatan Sarirejo, Sabtu (21/12). Empat remaja tersebut ditipu oleh orang tidak dikenal saat mereka sedang asyik bermain di Alun-Alun Lamongan. Satu unit motor dan empat unit HP (handphone) dibawa kabur penipu yang nampak profesional memerdayai korban. Korban adalah Lailatul Munfaati (22), Moh Khilmi (14), Aska (14), dan Revalmi Cahyono Mauludin (13). Kejadian bermula saat semua korban bermain di AlunAlun Kota Lamongan. Kemudian mereka dihampiri oleh seorang laki laki yang tidak di kenal, dan memberikan uang Rp 50 ribu untuk membeli minuman sprite. Setelah itu, Khilmi dan Aska berangkat membeli minuman dengan harga Rp 30 ribu. Sisa uang pembelian dibagi antara Khilmi, Aska dan Revalmi. Lalu, pelaku meminta HP milik Khilmi, Aska dan Revalmi dengan alasan untuk digunakan mengisi formulir kupon berhadiah. Uasi meminta HP, Khilmi dan Aska diminta untuk mem-

beli bensin dari sisa uang pembelian tersebut untuk sepeda motor Khilmi. Selanjutnya. Khilmi dan Aska berangkat membeli bensin. Namun ketiga HP milik Khilmi, Aska dan Revalmi oleh pelaku dimasukan ke dalam jok sepeda motor milik Khilmi. Selesai membeli bensin, Khilmi diajak oleh pelaku pergi jalan jalan putar putar kota Lamongan dengan alasan ke rumah keponakan pelaku. Sesampai di dekat RSUD Soegiri, Khilmi diminta menunggu pelaku dan sepeda motor Khilmi dibawa palaku dengan alasan digunakan kerumah keponakan untuk mengambil Formulir. Setelah menunggu cukup lama, ternyata pelaku tidak kunjung datang. Karena sudah menjadi korban penipuan, akhirnya korban melapor ke Polres Lamongan. Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono membenarkan adanya laporan tersebut. “Total kerugian materii mencapai Rp 20 juta. Terdiri dari satu motor dan tiga HP,” terang mantan Kasatreskoba Polres Lamongan itu, Minggu (22/12). (al/har/mik)

Warga Sumput Tewas Membusuk Gresik, Memorandum Diduga mengalami sakit jantung, Bobi, warga Desa Sumput RT 11/RW 2, Kecamatan Driyorejo, ditemukan tewas di dalam kamar. Kodisi mayat sudah membusuk dengan wajah tidak bisa dikenal lagi. Jenazah korban pun dievakuasi ke RS Ibnu Sina Gresik. Informasi yang dihimpun, mulanya Sugito, melintas di samping rumah korban sekitar pukul 09.00 Wib. Dan mencium bau tidak sedap yang dikira bangkai tikus. Untuk memastikan lagi, pria 47 tahun tersebut melihat dari jendela belakang rumah korban. Namun, baunya semakin menyengat. Selanjutnya, Sumini, istri Sugito melaporkan bau yang keluar dari rumah tersebut kepada istri korban yang berada di Gedangan, Sidoarjo. “Setelah dapat izin, kemudian pintu sampingnya saya buka,” kata Sugito. Setelah pintu sampingnya dibuka, melihat ada darah yang keluar dari sela-sela pintu kamar korban. Mendapati hal itu, Sugito lapor ke BPD desa setempat dan dilanjutkan ke pihak kepolisian. Tidak berselang lama, sejumlah petugas dari Polsek Driyorejo tiba di lokasi beserta satu unit mobil ambulans. “Bau busuk itu sudah ada sejak Sabtu (21/12) kemarin.

Petugas identifikasi mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Sumput.

Tapi tidak ada yang menyangka kalau itu bau busuk korban meninggal,” imbuh Sugito. Warga yang lain menambahkan, kondisi korban tewas dalam posisi duduk. Di sebelah korban terdapat handphone (HP). Banyak darah yang diduga keluar dari duburnya. “Saat kami angkat wajahnya tidak bisa dikenali lagi, karena sudah melepuh semuanya,” kata Mujib warga setempat yang ikut mengevakuasi korban. Dia menjelaskan, sebelum ditemukan tewas membusuk, istri korban, Peni, mengaku saat meninggalkan rumah ke Gedangan Sidoarjo sempat berpamitan kepada korban. Tetapi, korban tidak merespon, hanya diam saja. “Diperkirakan korban sudah 3 harian meninggal,” imbuhnya.

Ditambahkan, saat dilakukan evakuasi dirinya tidak melihat ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sebab, wajahnya sudah tidak bisa dikenali lagi. “Korban memakai baju dan celana pendek,” tandasnya. Kini, penemuan warga meninggal tersebut sudah ditangani aparat kepolisian. Istri korban dan sejumlah saksi sudah dibawa ke Mapolsek Driyorejo untuk dimintai keterangan. “Sekarang masih pemeriksaan saksi. Rencana mau dilakukan outopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” kata Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin. Disampaikan, keterangan sementara, istri korban meninggalkan rumah sejam Jumat (2/12) kemarin. Bahkan, korban

sempat mengirim pesan kepada istrinya bahwa muntah darah. “Tapi tidak direspon oleh istrinya,” imbuh Wavek. Sebelumnya, penemuan mayat perempuan juga terjadi di Sungai Kalimas, pada Sabtu (21/12) malam. Mayat itu juga dalam kondisi membusuk. Kali pertama mayat ditemukan oleh seorang warga bernama M Syakur, yang hendak mancing ke kali. Tiba-tiba melihat ada mayat yang tersangkut pohon. Tak

pelak, Syakur langsung lapor ke warga yang lain. Hingga dilanjutkan ke aparat kepolisian. Bahkan, tiga wilayah turun ke lokasi. Mulai Polsek Driyorejo, Wringinanom hingga Polek Krian, Sidoarjo. Saat ditemukan, mayat wanita itu masih mengenakan baju daster bermotif batik warna ungu dan pakai anting emas. Hingga saat ini juga belum diketahui penyebab kematiannya. Begitu juga identitasnya. (an/har/mik)

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN

Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com


GRESIK-PANTURA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 6

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Ia juga mengajak untuk memperbanyak berdzikir dan memperkuat toleransi antar umat beragama. Mengingat, perayaan itu beriringan dengan momen Natal untuk umat kristiani.

Hal itu disampaikan Feby ketikan sedang mengecek beberapa gereja di wilayah Lamongan, Minggu (22/12) siang. “Mari merayakan malam pergantian tahun 2019 dengan kegiatan yang bersifat positif

dan manfaat, seperti dzikir, doa bersama serta kegiatan sosial yang berdampak pada kemaslahatan untuk semua,” ujar perwira dengan dua melati di pundak ini. Alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini, melarang dan akan menindak tegas masyarakat yang merayakan Tahun Baru dengan pesta miras, narkoba dan petasan, karena hal tersebut dapat merugikan diri sendiri

dan orang lain. “Dilarang keras menjual, mengonsumsi dan menggunakan miras, narkoba dan petasan. Kami juga akan menindak pengendara motor yang menggunakan knalpot brong. Konvoi juga akan ditindak tegas, karena semua bisa membahayakan orang lain,” tegas bapak dua anak ini. Feby berpesan agar soliditas dan toleransi antar umat berag-

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo beserta anggota mengunjungi gereja di wilayah Gresik.

hatan. Selain itu, menjaga keamanan kendaraan serta rumah ketika di tinggal pergi berlibur. Pihaknya berharap para jemaat gereja ikut mendoakan supaya Indonesia aman dan kondusif. Khususnya

wilayah Kabupaten Gresik. “Semoga pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 berjalan aman, kondusif dan lancar,” pungkasnya. Diketahui, dalam kunjungan gereja tersebut Polres Gresik melibatkan 80 personel. Melibatkan seluruh unsur di kepolisian. Mulai dari satreskrim hingga satuan lalu-lintas. (an/har/mik)

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengecek keamanan persiapan perayaan Natal di sejumlah gereja.

Cegah Kriminalitas, Polisi Tuban Blusukan Toko Emas

Pastikan Perayaan Natal Aman, Polres Gresik Kunjungi Gereja Gresik, Memorandum Aparat kepolisian terus berupaya memberikan rasa aman kepada para jemaat yang akan merayakan Natal di wilayah Kabupaten Gresik. Untuk memastikan keamanan, petugas mendatangi sejumlah gereja di Kota Pudak, Sabtu (22/12) malam. Salah satu gereja yang dikunjungi adalah Gereja St Perawan Maria di Jalan Arief Rahman Hakim. Orang nomor satu di Polres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo beserta sejumlah pejabat utama turun langsung ke lokasi. Kehadiran mantan Kapolres Jember itu disambut Romo Suwadji. “Kami bersama anggota mendatangi gereja dan memberikan imbauan kepada para jemaat,” ujar alumnus Akpol 2000 tersebut, Minggu (22/12). Kusworo mengatakan, kehadiran dirinya beserta anggota untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Sehingga pelaksanaan ibadah di gereja berjalan dengan lancar. Di samping itu untuk memastikan perayaan malam Natal berjalan kondusif. Perwira dua melati di pundak tersebut menambahkan, para jemaat diminta untuk tetap menjaga kese-

ama terus di tegakkan dalam setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan toleransi itul adalah kekayaan yang paling berharga bagi bangsa Indonesia. “Jika ada dan terjadi sesuatu yang berpotensi pengarahan massa dan konflik, langsung saja melaporkan ke petugas kepolisian terdekat, agar segera mendapat penangangan,” pungkas pria asal Sukabumi ini. (al/har/mik)

Tuban, Memorandum Menjelang Natal dan Tahun Baru yang dikenal dengan sebutan Nataru di wilayah hukum Polres Tuban, terus dilakukan tindakan pencegahan. Seperti yang dilakukan oleh Polsek Jatirogo. Petugas melakukan patroli sekaligus mengimbau kepada sejumlah pemilik atau pengusaha toko emas dari pintu ke pintu untuk selalu waspada kejahatan. Patroli ke sejumlah tempat yang disinyalir menjadi sasaran tindak kejahatan, sebagai antisipasi terjadinya curas, curat, dan curanmor atau yang dikenal dengan istilah 3-C. “Se b a i k n y a s e waktu bepergian ti-k dak terlalu banyak menggunakan perhiasan, karena itu da-pat mengundang kejahatan,” pesan Bripka Edi Susilo anggota Polsek Jatirogo kepada masyarakat, kemarin. Dijelaskan, bila kejahatan itu bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Terkadang, kata Edi, tidak ada yang tahu kapan kejahatan itu terjadi. “Pelakunya sudah siap, kita yang

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Lamongan, Memorandum Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Soto untuk tidak merayakan malam Tahun Baru 2020 secara berlebihan.

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Kapolres Ajak Perbanyak Doa di Malam Tahun Baru

Petugas sedang berbincang dengan pembeli dan pegawai toko emas.

tidak siap. Makanya, harus hati-hati dan segera lapor kepada polsek terdekat “ tuturnya. Sementara itu, Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menegaskan bila patroli rutin itu wajib dilaksanakan secara berkala oleh anggota polsek jajaran di Tuban. “Anggota harus tahu mana jam rawan kejahatan dan dimana saja

wajib tahu setiap.anggota,” tutur mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah, kemarin. Selain patroli, petugas diminta melakukan tindakan pencegahan, itu lebih baik. “Berinteraksi dengan masyarakat agar jangan sampai menjadi korban kejahatan dengan sosialisasi yang humanis, itu yang dikedepankan,” pinta Nanang. (top/har/mik)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Truk vs Truk, Sopir Tewas

DUA ASN ESDM KORUPSI

Pemprov Pelajari Vonis untuk Sanksi

truk yang menabrak dalam keadaan mengantuk,” jelas Kasat PJR Polda Jatim Dwi Sumrahadi Rakhmano. Informasinya truk boks yang disopiri Miharja berjalan dari Surabaya tujuan ke Bandung di lajur kiri. Tiba-tiba saat melintas di KM 567.400 B ditabrak truk yang disopiri Tama yang diduga mengantuk dari belakang sehingga terguling di lajur cepat. Karena kerasnya benturan itu, truk yang disopiri Tama ringsek. Korban yang terjepit langsung tewas di lokasi kejadian. (fer/nov)

Surabaya, Memorandum Putusan 1,5 tahun penjara kepada Ali Hendro Santoso, aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim akhirnya inkracht. Ini setelah mantan bendahara pengeluaran bidang evaluasi dan pelaporan bidang pertambangan itu tidak banding terhadap vonis. Begitu juga jaksa penuntut umum (JPU) Ferry E Rachman dari Kejari Surabaya. “Kami tidak banding. Pihak keluarga juga menerima,” ujar Hadi Apriantoko, penasihat hukum Ali Hendri Santoso, Minggu (22/12). Hadi menghormati putusan majelis hakim. Meski terdakwa bukan pelaku korupsi. Ali juga tidak menerima uang dari pengusaha tambang tersebut. “Yang kena OTT (operasi tangkap tangan) bukan Ali Hendro. Dia hanya memberikan informasi awal saja,” tegas

Hadi. Hal sama juga dilakukan JPU Ferry E Rachman. Ia menilai putusan hakim sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Kami tidak banding karena terdakwa juga tidak banding. Putusannya juga sudah dua pertiga dari tuntutan,” jelas Jaksa Ferry meski sebelumnya menuntut dua tahun penjara. Sementara itu, Kabiro Hukum Pemprov Jatim Jempin Marbun masih mempelajari dahulu vonis tersebut sebelum memutuskan sanksi apa yang tepat kepada keduanya. Kholiq dan Ali terancam dipecat sebagai ASN karena sudah melanggar kode etik aparatur negara. “Akan kami pelajari dulu putusannya, dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Jempin. (fer/nov)

Ekskavator Lepas Timpa Ayla Malang menuju Surabaya (selatan ke utara). Setiba di Jalan Raya Sentul, Purwodadi, tiba-tiba laju trailer oleng hingga menabrak motor Xeon dari belakang. Trailer terus nyelonong lalu menabrak Karimun L 1119 FE yang sedang berhenti di penggal jalan. Kendaraan apes tersebut hendak berbelok ke timur. Selanjutnya trailer

berpindah lajur sehingga menabrak gapura desa. Saat itulah ekskavator yang diangkut trailer terlepas dan terjatuh ke kiri menimpa Ayla N 1702 WY yang sedang melaju di lajur lambat dari utara ke selatan (Surabaya-Malang). Akibatnya mobil terguling dan tertabrak Sigra W1031-TF yang berjalan searah.

Dikonfirmasi usai coffee morning, Eva Guna Pandia mengatakan, acara ini untuk mempererat silaturahmai dan menjaga hubungan baik antarsemua komponen di Kabupaten Tulungagung.

Polisi Buru Jambret Ambengan

“Dari hasil identifikasi di lapangan, kecelakaan ini membuat 7 orang meninggal dunia. Dua korban tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit,” papar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto yang ikut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui detail, korban dari mobil manakah yang paling

banyak. Namun menurut informasi, korban paling banyak berada di Ayla dan Sigra. Sampai kini kepolisian masih mengidentifikasi korban. “Seluruh korban yang tewas telah kami evakuasi. Begitu juga dengan yang luka-luka untuk segera mendapatkan perawatan medis,” beber Rofiq. Ditambahkan kapolres, ada saksi yang sempat melihat trailer yang

memuat ekskavator melaju zig-zag. “Diduga sopir trailer mengantuk hingga menabrak median jalan, lalumenghantam sejumlah kendaraan. Sampai kini sopir masih kami periksa,” pungkas Rofiq. Berikut nama-nama 7 korban tewas, Jalil Ikrom (33), warga Kemantren Rejo, Kabupaten Kediri (kernet truk); Abdul Mukti, Lilik,

Sokhibatul Islamiyah, ketiganya warga Dusun Susukanrejo, RT 4 RW 1, Pohjentrek Pasuruan (penumpang Ayla); Luluk, warga Plinggisan, Kraton Pasuruan (penumpang Ayla); Nur Kholis, warga Plinggisan, Kraton Pasuruan (sopir Ayla), dan Gufron, warga Pejangkungan, RT 1 RW 6, Rembang Pasuruan (pengendara motor Xeon). (rul/nov)

Sambungan dari halaman 1 Sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Tulungagung bisa berjalan lancar tanpa halangan. Pandia menyebut, sejumlah masukan dari forkopimda, tokoh masyarakat dan elemen lainnya bakal

menjadi acuan polisi untuk mengantisipasi potensi adanya hal-hal yang tidak diinginkan selama perayaan Nataru. “Tentu masukan dari perwakilan forkopimda ini akan kita jadikan bahan pertimbangan, begitu juga dengan masukan dari ormas-ormas lainnya,” tutur mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini.

Sambungan dari halaman 1 Sayang upaya korban tidak membuahkan hasil. Korfban yang hanya berjalan kaki tidak mampu mengejar motor pelaku. Selanjutnya, korban melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polsek Genteng yang berada tidak jauh dari lokasi. Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp (WA) Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Agus Tri membenarkan peristiwa itu. “Ya benar mas kami monitor, saat ini masih lidik dan memburu pelakunya,” singkat Agus. (fdn/nov)

Aksi penjambretan yang terekam kamera di mobil pengendara.

Jalan Stasiun Kota Diberlakukan Searah tersebut, sebelumnya arus kendaraan lalu lintas dibuka untuk dua arah, kini hanya dari barat ke timur di Jalan Waspada menuju ITC Mega Grosir, Jalan Gembong. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, rekayasa arus lalu lintas baru di kawasan tersebut untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi di waktu tertentu. Jalan Stasiun Kota kerap menjadi jalan tumpahan arus lalu lintas dari Jalan Waspada yang melaju dari Jalan Karet dan Jalan Siaga. “Semua kendaraan arahnya ke timur, ini pendek saja tapi sangat mempengaruhi saat pintu Pasar Atom dibuka, belok kanan atau kiri, sangat mempengaruhi ketika jam-jam sibuk,” kata Agus Rahmanto. Proses uji coba penerapan lalu lintas ini akan berlangsung 20 hari ke depan. Selepas itu, pihaknya akan menerapkan sanksi tilang kepada para pengendara yang kedapatan melanggar. “Awal tahun 2020 Januari sudah ada penindakan, jadi sudah melewati batas sosialisasi,” jelas dia. Sementara itu, Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ayip Rizal menambahkan,

Cuci Piring

Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

problem kemacetan Kawasan di Jalan Stasiun Kota kerap kali menyita perhatiannya. Sebab, sepanjang jalan tersebut terdapat Pasar Atom yang kerap menjadi sarana mobilitas utama pengunjung. “Dari barat ke timur, karena selama ini dua jalur dan sangat crowded (penuh sesak). Biasanya hari Minggu, jam 10 sampai jam 11 pasti ramai,” kata Ayip. Ayip menambahkan, pihaknya akan menyiagakan petugas jaga di kawasan jalan tersebut. Tujuannya membiasakan para pengendara dengan pemahaman baru akan aturan lalu lintas di jalan itu. Pengawasan itu sudah berlangsung sejak tiga pekan lalu. Ia berkoordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk berjaga di titik sentral. Seperti persimpangan lampu merah di Jalan Waspada yang mengarah ke Jalan Stasiun Kota. “Kami akan melakukan teguran secara tertulis. Kurang lebih 3 minggu ini kami sudah kerja sama dengan dishub di depan lampu merah,” pungkas Ayip. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

Sehingga wajar kalau para selebritis ini tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tersebut meski sekadar mencuci piring. Ini yang terjadi pada Nia Ramadhani. Wanita ini mengaku sudah 12 tahun lamanya tidak pernah mencuci piring. Hal itu diungkapkan Nia ketika mengobrol dengan Jessica Iskandar (Jedar) di program Ngopi Dara Trans TV. Di program tersebut, keduanya diberikan tantangan oleh netizen untuk mencuci piring kotor. Jedar tiba-tiba saja bertanya pada Nia, “Ngomong-ngomong kamu terakhir kali cuci piring itu kapan?”. Nia yang berpakaian serba hitam itu sempat

Komisaris: Mangestuti Agil

Sambungan dari halaman 1

berpikir untuk mengingat kapan terakhir kali mencuci piring. “Kan aku kawin sudah 10 tahun ya. Hmmm... 12 tahun, iya 12,” jawab Nia setelah berpikir lama. “12 tahun nggak cuci piring?” tanya Jedar lagi. Nia pun membenarkannya. Tapi ia kembali meralatnya dan mengatakan pernah mencuci piring waktu pertama kali menikah dengan Ardie Bakrie. “Waktu masih tinggal di apartemen kan iya (melakukan pekerjaan rumah), kan kecil ya. Kalau sekarang lihat aja, gede amat (rumahnya). Tidak ada pekerjaan rumah yang dikerjakan dengan tangan sendiri,” ucap Nia tertawa. (*/nov)

Sejumlah titik rawan kemacetan seperti di Jembantan Ngujang dan GOR Lembu Peteng juga menjadi perhatian pihaknya. Untuk itu, Pandia memastikan bakal menempatkan anggotanya di lokasi-lokasi tersebut. “Tentu titik rawan sudah kita deteksi, salah satunya di GOR Lembu Peteng. Apalagi nantinya

kegiatan perayaan pemkab terpusat di sana. Jadi jelas akan kita tempatkan sejumlah anggota di sana,” ujar Pandia. Pada kesempatan itu, Pandia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak larut dalam euforia perayaan pergantian tahun. Pandia mengimbau agar masyarakat lebih memilih merayakan Tahun Baru dengan

Pengemudi Disabet Pisau

FOTO: MEMO RANDUM/DANNY

Dari rekaman yang viral di media sosial facebook (FB), kejadian bermula sekitar pukul 07.57. Saat itu korban yang berkaus kuning berjalan dari timur ke barat. Tepat setelah melintasi perlintasan kereta api (KA) di Jalan Ambengan, HP yang saat itu sedang dioperasikan korban langsung dirampas pelaku dari belakang. Menyadari hal itu, korban sontak mengejar sembari berteriak dan menunjuk-nunjuk dua pelaku yang menggeber gas motornya ke arah barat.

Ali Hendro Santoso setelah divonis di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Sambungan dari halaman 1

Kapolres Ingatkan Nataru Tanpa Petasan Tampak hadir Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, perwakilan Kodim 0807, perwakilan kejaksaan negeri, pihak MUI dan yang lainnya.

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Ngawi, Memorandum Kecelakaan akibat sopir mengantuk kembali terjadi tol. Kali ini melibatkan dua truk di tol Ngawi-Solo, KM 567.400 B, Minggu (22/12). Akibat peristiwa itu, Tama (25), sopir truk P 9564 QB asal Desa Jembrayu, Muncar, Banyuwangi, tewas di lokasi. Sementara lawannya, sopir truk boks T 9624 DB, Karena Miharja (42), asal Desa Ciberes, Kecamatan Patok, Subang, Jabar, kondisinya selamat. “Kecelakaan ini diduga pengemudi

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 7

Korban, Samsul Arifin (35), warga Jalan Tempel Sukorejo. Mengetahui suaminya terluka parah di wajah, istrinya histeris dan meminta bantuan pengguna jalan lain. Beruntung ada warga yang baik hati menolong mengemudikan mobil korban dan membawanya ke Rumah Sakit (RS) National Hospital. Sedangkan pelaku sebagai sopir pikap berhasil diamankan warga sekitar dan dibawa ke Mapolsek Lakarsantri. Kapolsek Lakarsantri AKP Palma Pahlevi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan telah mengamankan pelakunya. “Iya betul. Pelaku sudah kami amankan tapi belum kita beberkan identitasnya karena akan dirilis,” jelas Palma.

Sambungan dari halaman 1 Untuk motif, Palma mengatakan, untuk sementara awalnya saling mendahului, saling klakson hingga keduanya terlibat duel. Lantaran emosi, pelaku lalu menyabet korban memakai pisau. Informasi yang dihimpun Memorandum, kejadian Jumat (20/12),ketika korban bersama istrinya naik mobil hendak mengambil barang. Setiba di Jalan Lontar, mereka saling mendahului dan saling klakson dengan sopir pikap yang berjalan searah. Merasa emosi, keduanya turun dan terlibat perkelahian. Kemungkinan kalah duel, sopir pikap lalu mengambil pisau di mobilnya dan menyerang Samsul hingga mengenai wajahnya. “Adik saya mengalami

luka sabet di wajahnya. Dia sudah dioperasi kemarin,” kata kakak korban, Titik Murniati, Minggu (22/12). Melihat suaminya berdarah-darah, istrinya berteriak minta tolong dan dibantu oleh warga sekitar. Kemudian ada seorang pria berusia sekitar 40 tahun membantu mengemudikan mobil Samsul dan membawanya ke rumah sakit. Sedangkan pelaku diamankan lalu dibawa ke kantor polisi. “Saat ini saya mencari (pengemudi) yang sudah berbaik hati menolong adik saya ke RS untuk sekadar mengucapkan terima kasih. Istri adik saya panik, sehingga tidak sempat menanyakan nama dan alamat orang tersebut,” beber Titik. (rio/nov)

Sulap Sampah Plastik Jadi BBM tempat tersebut. Menumpuknya sampah itu tidak hanya terjadi di pesisir, bahkan ke bagian yang berdekatan dengan muara sungai. Kotornya lingkungan terutama di laut, membuat Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal tergugah untuk membersihkan laut dari banyaknya sampah plastik dengan menggelorakan yel-yel “Jegeh Apike Jember Bersama Kapolres Masalah Sampah Beres “. Sekitar 1.000 orang yang tergabung dari personil kepolisian, relawan, pelajar, nelayan dan pokdarwis bersinergi dalam gelaran apel kegiatan resik-resik sampah plastik dalam rangka gerakan peduli lingkungan dengan daur ulang di Pantai Pancer Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger Jember pada Sabtu Pagi (21/12). Dalam kegiatan apel ini, Kapolres Jember menyerahkan secara simbolis alat kerja bersih- bersih sampah sekaligus 2 unit alat

daur ulang sampah plastik (pirolisis) kepada perwakilan pokdarwis masyarakat Puger. “Kita melakukan kegiatan berawal dari bersih-bersih sampah plastik di lokasi hilir maupun pesisir. Kita kumpulkan sampah plastik. Selanjutnya akan langsung didaur ulang menggunakan alat pirolisis yang tentunya cukup ekonomis,” kata Alfian saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan. “Hasil daur ulang berupa BBM setara dengan bensin dan solar. Untuk bensin akan diberikan guna kepentingan mobilitas warga, sementara untuk solar akan dimanfaatkan menjadi bahan bakar perahu nelayan,” imbuh alumni Akpol 2000 ini. Kapolres berharap dari kegiatan ini dampak dioxin dari limbah sampah plastik agar lebih dihindari terjadi di Kabupaten Jember. Karena senyawa dioxin dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Seperti kasus stunting (gizi buruk) yang dapat mengganggu kesehatan

Sambungan dari halaman 1 dan pertumbuhan anak- anak. Sementara itu, penggiat dan pemerhati pecinta lingkungan Jember R Masbut mengatakan, sampah plastik ini dikelola menggunakan sistem penyulingan. Ini merupakan solusi menangani masalah sampah plastik. Di mana dari hasil daur ulang 10 kg sampah plastik akan menjadi 10 liter BBM. Menurut Masbut, membuang sampah sembarangan adalah memindahkan masalah. Kegiatan ini menjadi bagian upaya nyata Kapolres Jember dalam mengurangi dampak sampah plastik dengan mengelolanya menjadi BBM dan kemudian diberikan gratis kepada masyarakat Puger “Baru kali ini ada kapolres yang sangat peduli dengan lingkungan. Hal tersebut merupakan senjata ampuh dalam mengurangi limbah plastik di laut. Memerangi sampah berarti mengurangi jumlah bencana kemanusiaan,” pungkasnya. (edy/hms/nov)

Kehilangan Gairah saat Pasangan Mengisyaratkan Sedang Ingin... “Ya, Ustaz. Saya sendiri heran.” Hening agak lama. Hanya terdengar desah-desah napas. Memorandum sangat ingin menolah ke belakang dan melihat wajah-wajah mereka, tapi takut dikira kepo atas pembicaraan keduanya. Mudah-mudahan saja mereka tidak menyadari dialognya sedang Memorandum simak “Mungkin Ustaz punya solusi dan doadoa untuk meningkatkan kembali gairah terhadap istri.” “Apa ya?” “Tolonglah, Ustaz…” Pada saat bersamaan, pembawa acara mempersilakan para undangan menikmati hidangan. Memorandum kecewa karena kehialngan momen dan akan mengangkat pantat hendak berdiri untuk menuju meja panjang hidangan yang disajikan secara prasmanan. “Oke nanti saja. Kita makan dulu.” Memorandum akhirnya berdiri sambil

kegiatan positif. Seperti pengajian, istigasah atau selawatan. “Kita mengingatkan masyarakat agar tidak berlebih-lebihan saat Tahun Baru. Kalau menyalakan kembang api masih ditolerir, tapi jangan sampai petasan. Itu akan kita tindak karena berbahaya dan melanggar undang-undang,” tegas kapolres. (fir/mad/nov)

milirik ke belakang. Ternyata satu di antara kedua orang tadi tampak masih gagah. Usianya sekitar 40 tahun. Tapi, wajah orang ini tidak fresh. Ada nuansa kesedihan menggantung di sana. Yang satu lagi agak sepuh. Sekitar 60 tahunan. Garis-garis wajahnya menunjukkan dia seorang pekerja keras. Tidak tampan tapi bersih. Bibirnya selalu menyungging senyum. Enak dilihat. Memorandum selalu mengambil posisi di belakang mereka agar tidak kehilangan momen lanjutan pembicaraan tadi. Jadi, ke mana pun mereka jalan, Memorandum pasti mengekor. Alhamdulillah mereka duduk kembali di kursi semula. Memorandum lantas duduk di kursi seperti tadi, di depan mereka. Sambil berpura-pura cuek agar tidak terlihat seperti orang nguping. “Usia Njenengan berapa?” “Sekitar 42 tahun, Taz.”

Sambungan dari halaman 1

“Lelaki pada usia segitu seharusnya sedang greng-grengnya.” “Iya Ustaz. Makanya saya butuh nasihat dari Ustaz.” “Maaf, suka main-main di luar?” “Astaghfirullah, tidak pernah Ustaz. Nauzubillahi minzalik.” “Alhamdulillah. Bagaimana perasaan Njenengan saat melihat istri?” “Ya biasa saja Ustaz.” “Kalau melihat perempuan lain?” (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

HAL HALAMAN 8 Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan memberikan paparan kepada anggota.

Apel skala besar dengan 150 personel gabungan itu dipimpin Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Mario Prahatinto, dan Kasdim 0819 Pasuruan Mayor Czi Soltoni, serta dihadiri pejabat utama Polres Pasuruan Kota. Dalam sambutannya, Dony menyampaikan kegiatan malam itu merupakan apel

skala besar dengan menggerakkan pleton siaga 1, dan III yang diikuti dari anggota Kodim 0819 Pasuruan, Satpol PP dan Dishub Kota Pasuruan dan dilanjutkan dengan patroli skala besar mengelilingi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Dalam patroli skala besar itu dimulai dari Mapolres Pasuruan Kota dilanjutkan ke

Jalan Panglima Sudirman, Simpang 4 Bulu (Perempatan Krampayangan) dan menuju GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Setelah dari GOR dilanjutkan ke Jalan Wahidin Selatan, dan berhenti di Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan. Kemudian

rombongan menuju keTerminal Pariwisata, Kota Pasuruan, dan berdialogis dengan Sujarwo, Pendeta GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Pasuruan. Selanjutnya, rombongan patroli ke pos pelabuhan dan terakhir di Alun-Alun Kota Pasuruan.(*/rul/fer)

Beri Santunan Keluarga Napiter Probolinggo, Memorandum Wajah para keluarga narapidana terorisme (napiter) di kompleks perumahan daerah Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, raut wajahnya sumringah. Duduk sambil bercengkrama bersama Kasatbinmas Polres Probolinggo Kota Iptu Retno saat silaturahmi dan menyerahkan bantuan kepada tiga keluarga napiter tersebut.

Ketiga keluarga napiter tersebut, yakni Yn (35), istri napiter Doni; keluarga Sd (56), istri napiter Bambang Susianto; dan Hh (38), istri napiter Haris. “Kami menyampaikan bantuan berupa uang tunai dari Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya kepada para keluarga, Jumat (19/12) kemarin. Selain itu, menyampaikan tawaran bantuan pendidikan pondok maupun sekolah

Lat Pra Ops Agar Personel Paham Tupoksi

Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar didampingi Wakapolres Kompol Hendri Setiawan memberikan paparan.

Selain itu kata kapolres, lat pra ops juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya tugas Operasi Lilin Semeru 2019 tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar dan kondusif. Sehingga akan terciptanya rasa aman, nyaman pada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2020. Lebih lanjut AKBP Adewira Siregar mengatakan, pengamanan dan keselamatan masyarakat lebih diprioritaskan. Contoh, seperti pengamanan misa di gereja-gereja. (tri/fer)

umum dari Wali Kota Probolinggo,” ujar Kasatbinmas Polres Probolinggo Iptu Retno, Minggu (21/12). Kata Retno, tawaran bantuan pendidikan tersebut ditolak dengan alasan anaknya sudah diikutkan belajar hafalan Alqu-

Kasatbinmas Polres Probolinggo Kota bersilaturahmi ke keluarga para narapidana teroris.

ran di pondok. “Kalau kondisi para napiter dalam keadaan sehat. Untuk vonis rata-rata 3 tahun kecuali napiter Doni divonis 3,5 tahun, Fatwa dan Agus divonis 4 ta-

hun. Para napiter menjalani kurungan penjara di beberapa Lapas yaitu napiter Fatwa, Haris, Agus dan Doni di Lapas Gunung Sindur, Bogor,” jelas kasatbinmas.(mhd/sr/fer)

Rama Sabet Penghargaan Madura Awards FOTO: MEMORANDUM/TRI

Lumajang, Memorandum Jelang pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2019, Polres at Lumajang menggelar latihan pra operasi (lat apra ops) yang diikuti kabag, kasat, kapolsek jajaran serta anggota yang terkena sprin dalam Operasi Lilin Semeru 2019 di ruang eksekutif lantai 2 Polres Lumajang. Sabtu (21/12). Giat pagi itu, dipimpin Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar didampingii Wakpolres Lumajang Kompol Hendri Setiawan. Adapun maksud dan tujuan dari lat pra ops adalah agar para personel paham dan mengerti tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ketika berada di lapangan. Hal itu yang ditegaskan oleh kapolres saat mengawali sambutannya. Kapolres menyampaikan, bahwa perlunya lat pra ops sebelum melaksanakan operasi agar para personel yang terlibat dalam pengamanan memahami dan mengerti akan tugasnya yang dilaksanakan selama 10 hari. “Dalam praktik di lapangan, anggota sebagai pelaksana sedangkan perwira sebagai pengawas sekaligus bertanggungjawab atas giat yang dilakukan tersebut,”jelasnya.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander memberangkatkan personel dalam operasi skala besar.

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Pasuruan, Memorandum Sebagai wujud kesiapan dalam menghadapi perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH memimpin langsung pelaksanaan latihan pra operasi (lat pra ops) Lilin Semeru 2019. Bertempat di gedung Tunggal Panaluan, lat pra ops kali ini mengambil tema “Melalui bimtek latihan pra operasi lilin Pasuruan 2019 kita tingkatkan profesionalisme Polri dalam pengamanan Natal 2019 dan tahun baru 2020, guna memelihara keamanan dalam Negeri”. Kegiatan ini juga dihadiri pejabat utama Polres Pasuruan dan personel yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan Operasi Lilin Semeru 2019, Sabtu (21/12). Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan agar dipersiapkan sebaik mungkin terkait pospam dan posyan yang ada di Kabupaten Pasuruan, mulai dari sarana dan prasarananya termasuk koordinasi yang baik dengan perkuatan dari instansi samping yang membantu pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2019. Terutama kita sudah mempersiapkan mulai Senin (23/12) agar seluruh anggota yang terlibat harus memaksimalkan kegiatannya, jangan hanya copy paste tahun yang lalu harus ada Variasi kegiatan yang baru. (*/rul/fer)

Pasuruan, Memorandum Dalam rangka Operasi Lilin Semeru 2019 Polres Pasuruan Kota menggelar apel operasi skala besar, mengelilingi Kota Pasuruan. Apel yang digelar di halaman Mapolres Pasuruan Kota Jalan Gajahmada No 19, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (21/12) malam.

Bangkalan, Memorandum Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, kembali sukses meraih prestasi bergengsi. Kali ini, tepatnya Sabtu (20/12), perwira menengah (pamen) Polri Kelahiran Sidoarjo ini berhasil menyabet penghargaan Madura Awards untuk kategori tokoh favorit publik. Prosesi penganugerahan penghargaan Madura Awards itu sendiri dihelat di ruang gedung serba guna mapolres. Tampak Wakapolres Deky Hermansyah, para kabag, kasat, kasubbag, kanit dan seluruh kapolsek di 17 polsek jajaran, tropi dan piagam Madura Awards langsung diserahkan oleh Direktur koran harian lokal Abdul Azis kepada Kapolres AKBP rama Samtama Putra. Penganu gerahan penghargaan Madura Awards kepada para tokoh berprestasi di empat kabupaten Pulau Madura,

menurut Azis, diagendakan oleh salah satu harian lokal terkemuka di Madura itu setiap tahun sekali. Penerimanya ada tokoh pendidikan, tokoh politik, tokoh pemerintahan, tokoh pemuda dan tokoh favorit publik. Penetapan penerimanya ditentukan berdasar hasil polling pembaca di seluruh Madura. ”Nah, berdasar hasil polling pembaca, Bapak Kapolres ternyata berhasil meriah suara terbanyak kedua untuk kategori Tokoh Favorit Publik,” ungkap Abdul Azis. Raihan suara Rama kalah tipis dari Kepala Dishub Sumenep. Menyikapi raihan prestasi itu, Rama, sapaan akrab Kapolres, mengaku sangat bahagia. Maklum, hanya berselang dua pekan, figur tokoh yang hiperaktif blusu

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Polres Pasuruan Gelar Latihan Pra Operasi

Operasi Skala Besar Jelang Nataru

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menerima penghargaan Madura Awards.

kan ke berbagai kantong masyarakat itu, sukses meraih prestasi ganda. Sebelumnya, Selasa (9/12) lalu di Hotel Bidakara, Jakarta, Rama juga menyabet trophy dan piagam penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) dari Kemenpan-RB. “Saya tak mengira akan kembali menerima penghargaan Madura Awards setelah sebelumnya menerima penghargaan ZI-WBK dari Kemenpan-RB,” papar Rama.(ras/fer)


memorandumredaksi@gmail.com

memorandum.co.id

BERANI TEGAK LURUS ORA KORUPSI SELANGKAH LAGI WUJUDKAN IMPIAN WARGA

SENIN LEGI, 23 DESEMBER 2019

HALAMAN 9

MAKET ASRAMA HAJI

Bupati Faida-Wabup Muqit Arief Bangun Embarkasi Haji Jember, Memorandum Selangkah lagi impian masyarakat Jember menjalankan ibadah haji lebih mudah bakal terwujud. Bandara Notohadinegoro menjadi bandara embarkasi haji. Perubahan ini merupakan salah satu realisasi dari 22 Janji Kerja Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Jember KH Drs A Muqit Arief. “Realisasi ini menjadi kabar baik bagi para tamu Allah. Dengan perubahan Bandara Notohadinegoro menjadi embarkasi haji, keluarga calon jemaah haji dari Jember tidak perlu lagi mengantar ke Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Mereka cukup berangkat dari Jember,” kata Bupati Faida. Keyakinan ini selalu didengungkan untuk menjadikan Bandara Notohadinegoro sebagai bandara embarkasi haji antara pada 2020. Perlu diketahui, embarkasi merupakan tempat bandara untuk memberangkatkan jemaah haji. “Orang mau haji nggak perlu ke Surabaya nanti. Berangkatnya lewat embarkasi Jember,” katanya. Apakah itu hanya sebuah reto-

rika atau obsesi, tentu tidak, karena kesungguhan Bupati Faida dalam memenuhi semua persyaratan terkait penetapan embarkasi haji antara menjadi jawabannya. Perjuangan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember untuk mewujudkan embarkasi haji antara memerlukan dukungan instansiinstansi teknis terkait yang lain. Seperti pengurusan kerja sama dengan kementerian agama (kemenag) dan persyaratan jumlah minimal bandara embarkasi haji 12 kloter. “Pembangunan asrama haji ini termasuk wujud dari 22 janji kerja saat kampanye. Dulu orang bilang ini buat janji terlalu muluk-muluk yang tidak mungkin, itu salah! Karena bagaimanapun visi misi harus diwujudkan! Karena kami yakin itu yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat,” tegas bupati. Dukungan dari semua elemen sangat diperlukan karena nanti Jember setelah menjadi embarkasi haji

Akhir 2020 Ditarget Tuntas PELAKSANA tugas (plt) Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Jember Deni Wijayanto mengatakan, mendapatkan amanah dari Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Jember KH Drs A Muqit Arief terkait pembangunan asrama embarkasi haji Bandara Notohadinegoro. “Bupati Faida ini sangat luar biasa. Beliau gigih memperjuangkan impian masyarakat untuk menyelesaikan embakasi haji dan itu perlu kita dukung bersama-sama,” kata Deni. Menurutnya, pembangunan dan pengembangan asrama embarkasi haji di Kabupaten Jember dengan dana Rp 167.329.333.749,79 yang proses pembangunannya diharapkan berjalan lancar dan cepat selesai. Deni menambahkan, dana sebesar itu khusus untuk pembangunan tujuh lantai dengan luas bangunan 15.400

dr Hj Faida MMR

Bupati dr Hj Faida MMR dan Wabup KH Drs Abdul Muqit Arief bersama Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin memasang batu pertama pembangunan Asrama Haji Antara.

Wabup Muqit Arief melakukan ground breaking asrama haji.

meter persegi. Bangunan itu terdiri dari 185 kamar dengan 440 bed. Restoran atau coffe shop, lobby bar, shopping arcade, fitness, spa, dan swimming pool. Selain itu ballroom, teather seat, class room seat, dan round table seat. “Gedung ini didesain untuk 184 kamar,

masing-masing dengan tiga tempat tidur, meja, kursi, lemari dan televisi plus pendingin ruangan,” tuturnya. Hingga akhir Desember 2019, lanjutnya, bobot pembangunan fisik sudah di atas 13 persen. Proyek asrama haji dilaksanakan Kontraktor PT Perta-

ma Anugerah Yalapersada terhitung mulai 7 Oktober 2019. Kegiatan pembangunannya terus berlanjut hingga tahun anggaran 2020. “Alhamdulillah, sesuai pernyataan Bupati Jember, permasalahan pembangunan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran, ini juga tidak lepas dari peran pihak terkait sehingga pekerjaan diteruskan,” ujarnya. Melihat pekerjaan di lokasi, Deni menyatakan keyakinannya, pembangunan gedung asrama haji tersebut akan selesai 100 persen pada akhir kontrak tahun 2020 nanti. Dia menambahkan, pembangunan gedung asrama yang kini sedang dilaksanakan pun merupakan tahap pertama dari yang direncanakan. Sebab, kapasitas gedung asrama kini sedang dibangun baru 500 jemaah atau cukup untuk 1 kelompok terbang (kloter) jemaah haji. (edy/epe)

antara, ma aka k efeknya tidak juga akan maka dirasakan o leh kabupaten. “Jemaah h oleh haji ini dari ka kabu bupa pate ten n la lain in jjuga uga ug a ad ada a. kabupaten ada. Jadi ini akan membantu warganya. Belum lagi multiplayer effect yang akan dirasakan pada sektor ekonomi,” jelasnya. Bupati menambahkan, pemerintah daerah juga sudah melakukan upaya yang optimal agar status sub embarkasi haji terealisasi. Sehingga, tinggal selangkah lagi Bandara Notohadinegoro bakal menjadi bandara embarkasi haji. Tentunya ini menjadi langkah bagus untuk memajukan Jember. Menurutnya, untuk menjadikan bandara embarkasi haji antara, Pemkab Jember telah menyiapkan beberapa fasilitas yang dapat menopang terwujudnya harapan tersebut. Untuk itu, pihaknya melakukan renovasi besar-besaran seperti tampilan depan, area parkir, ruang tunggu, dan masih banyak lainnya. “Bukan hanya

b tetapi bangu unan tahun ini rehab, bangunan s dah su h se sele lesai dan tah hun depan sudah sudah selesai tahun dapa da pat digu una naka kan n,”” k ata dia. dapat digunakan,” kata Pemkab Jember menargetkan Bandara Notohadinegoro pada 2020 menjadi embarkasi haji antara. Apalagi setiap tahun, calon jemaah haji asal Jember mencapai 2 ribu hingga 2.500 orang. Bahkan terjadi peningkatan tiap tahun. Belum lagi yang berangkat umrah, per tahun bisa mencapai 10 ribu orang. Sehingga untuk memenuhi syarat kuota, Pemkab Jember hanya memerlukan MoU dengan empat sampai 5 daerah di sekitar Jember. “Dan langkah-langkah itu harus dirintis dari sekarang,” jelasnya. Bagi Faida, menjadikan Jember sebagai embarkasi haji antara, bukanlah mustahil sepanjang ada kesungguhan dari semua stakeholder terkait untuk sungguh-sungguh berjuang. “Masyarakat senantiasa terus memberikan dukungan terhadap perjuangan ini,” pungkasnya. (edy/epe)

BANGUNAN SERBAGUNA/HOTEL SUB EMBARKASI HAJI JEMBER HOTEL: Jumlah lantai Luas lantai bangunan TOTAL 180 ROOM BAYS Standard 2 bed Standard 3 bed Suite Room TOTAL Restaurant/Coffee Shop Lobby Bar Shopping Arcade Swimming pool Fitness Spa

7 lantai 15.400 m2 96 Kamar 192 Bed 80 Kamar 240 Bed 8 Kamar 8 Bed 184 Kamar 270 Seat 96 Seat 8 Unit 1 1 1

BALLROOM : Theater seat 3 X 150 seat = 450 seat Class room seat 3 X 75 seat = 225 seat Round table seat 3 X 60 seat = 180 seat

@ 21,60 m2 @ 21,87 m2 @ 56,34 m2 440 Bed

BACK OF THE HOUSE: Main Kitchen Employee Facilities Work shop Gudang Security

1 1 1 1 1


memorandumredaksi@gmail.com

memorandum.co.id

BERANI TEGAK LURUS ORA KORUPSI SELANGKAH LAGI WUJUDKAN IMPIAN WARGA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

HALAMAN 10

Bupati dr Faida (tengah) diapit Ketua IDI Jember dr Hendro Soelistijono MM MArs dan Komandan Kodim 0824 Jember La Ode M Nurdin menerima penghargaan TOP DIGITAL AWARDS 2019 di Jakarta.

Inovasi Pelayanan Kesehatan Berbuah Berbagai Penghargaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dibawah kendali Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati KH Drs A Muqit Arief berhasil memberikan pembaharuan layanan kesehatan memuaskan bagi masyarakat. Itu berarti pola kepemimpinan dan program yang dijalankan Bupati Faida dan Wabup Muqit Arief dapat berjalan dengan baik serta diterima dengan mulus. Meski masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius. Mereka terus berusaha meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di Jember. Di sistem pemerintahannya sekarang ini, terhitung sudah banyak sekali pembangunan fasilitas kesehatan, seperti pembangunan renovasi 27 puskesmas, 54 puskesmas pembantu (pustu) dan 24 pondok bersalin desa (polindes). Bahkan juga disediakan program bantuan 1 unit ambulans untuk setiap desa. “Kesehatan harus mendorong pemerataan peralatan kesehatan dan distribusi dokter. Baik dokter layanan primer maupun dokter spesialis. Harus ada upaya yang konstruktif agar dokter bisa terdistribusi ke seluruh wilayah di Jember, tak terkecuali ke puskesmas-puskesmas,” kata Bupati Faida. Sementara ibu yang sedang hamil dapat bernapas lega dan tenang selama proses persalinan nantinya, karena 13.680 jiwa menjadi peserta asuransi melahirkan gratis yang diberikan Pemkab Jember. Asuransi gratis ini untuk memberikan perlindungan yang komprehensif. Sistem asuransi kesehatan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. “Pembangunan puskesmas di wilayah pinggiran dan yang tertinggal juga terus kita galakkan. Selama beberapa tahun terakhir sudah puluhan pembangunan puskesmas di wilayah pinggiran di Jember. Hal ini demi memperluas akses kesehatan bagi seluruh masyarakat,” beber Faida.

Bupati Faida menerangkan, kegiatan prioritas bidang kesehatan antara lain untuk biaya operasional puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Seperti pelayanan dasar kesehatan tanpa biaya dan asuransi kesehatan melahirkan gratis. Melihat kondisi kesehatan masyarakat saat ini memang komitmen pemerintah harus tinggi. Pemerintahan harus fokus untuk memperbaiki yang terjadi saat ini. “Ke depan, diharapkan asuransi ini akan mengurangi angka pasien meninggal dan meningkatkan kesadaran melahirkan bayi di bidan. Tidak ada hambatan dalam melaksanakan program asuransi kesehatan ini karena kuatnya dasar hukum, sumber dana, rencana pelaksanaan, dan sistem evaluasi yang menjamin adanya transparansi dan akuntabilitas,” timpal Wabup Muqit Arief. Kemudian pengadaan alat-alat kesehatan. Pemeliharaan, rehabilitasi, dan pembangunan puskesmas. Pembangunan maupun peningkatan sarana dan prasarana bangunan rumah sakit umum daerah. Selain itu masih ada program perbaikan gizi masyarakat, program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak, serta program lainnya. “Kita juga mempunyai inovasi PMI Jember, R2 Blood Jet yang diadopsi di tingkat nasional. R2 Blood Jet ini untuk pengantaran darah cepat dengan hanya memakai kendaraan roda 2 atau sepeda motor,” imbuhnya. Menurutnya, inovasi yang dinamis tersebut sebuah cerminan peningkatan pelayanan dan peningkatan peran PMI sehingga keberadaannya dapat benar-benar dapat diterima oleh masyarakat. “KSR dan PMR ini, merupakan bentuk dan wujud dari pembinaan, kaderisasi, penguatan dan pengakuan yang konsisten, sebab KSR dan PMI merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” kata Bupati Faida di sela memberi sambutan pada HUT PMI beberapa waktu lalu. Dia menambahkan, hal tersebut menjadi prioritas utamanya untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan berkualitas yang dekat dengan masyarakat, tak

Tingkatkan Fasilitas Kesehatan ANGGARAN kesehatan merupakan langkah besar dalam menjalankan program pembangunan kesehatan sesuai yang dibutuhkan masyarakat. Mekanisme anggaran secara ketat diatur dalam regulasi dan pedoman untuk pelaksanaannya. Sehingga penyerapan anggaran tidak hanya menunjukkan angka tetapi juga menunjukkan hasil dan dampak yang baik bagi pembangunan kesehatan. Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Jembar, Dyah Kusworini mengatakan, perlu ada perbaikan dimulai dengan perencanaan berbasis bukti, berbasis data, yang pelaksanaannya dari level pusat sampai level desa. Anggaran kesehatan yang naik di level pemerintah pusat hendaknya diikuti oleh kenaikan alokasi anggaran kesehatan di pemerintah daerah. “Dengan penggunaan anggaran yang bijak sesuai dengan kebutuhannya akan lebih menghasilkan dampak yang optimal. Sejalan dengan itu penguatan koordinasi dan integrasi program antarpemerintah memberikan dampak positif,” katanya. Salah satu hal yang ditekankan oleh pemerintah kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati KH A Muqit Arief adalah

komitmen untuk anggaran bidang kesehatan masyarakat dan menjamin anggaran terserap. Sehingga, banyak program kesehatan yang dibuat anggaran dalam melayani masyarakat. Prestasi itu diperoleh atas keunggulan Pemkab Jember dalam mengelola anggaran untuk mencapai tujuan pembangunan di bidang kesehatan. “Karena kita fokus pada pembenahan fasilitas kesehatan,” ungkapnya. Pembenahan fasilitas kesehatan itu diantaranya membangun sebanyak 50 pusat kesehatan masyarakat (pusekesmas) di seluruh Kabupaten Jember. “Sekarang menjadi Puskesmas yang baru dengan anggaran Rp 27.400.208.100,” imbuhnya. Dyah menambahkan, bahwa pemerintah juga merenovasi sebanyak 158 puskesmas pembantu dan puskestren (pusat kesehatan pesantren) dengan anggaran Rp 35.447.800.000. Mengenai program satu ambulans satu desa, Dyah menyebut sebanyak 248 unit sudah tuntas di akhir tahun anggaran 2018. Bahkan pemerintah memberikan dukungan asuransi kepada para lansia, keluarga yatim dan piatu, keluarga miskin, seluruh ibu hamil di Kabupaten Jember. (edy/epe)

terkecuali dengan mengirimkan tenaga kesehatan di wilayah terpencil untuk dapat dijangkau layanan ga kesehatan yang datang harus kesehatannya. Tenaga aya kesehatan masyarakat. mengedepankan upaya Masyarakat haruss diubah pola pikirnya untuk hidup uk mencegah penyakit. Untuk mensehat dan upaya untuk hatan ini komitmen pemerintah gatasi masalah kesehatan arus meyakinkan penanganan harus tinggi dan harus ejajar dengan masalah masalah kesehatan sejajar mbangunan kelainnya. Konsep pembangunan yarakat hidup sehatan adalah masyarakat sehat tanpa sakit. arkan keBupati menjabarkan a untuk giatan prioritasnya ti peminfrastruktur. Seperti gkatan bangunan, peningkatan aluran dan pemeliharaan saluran drainase atau koker atau meligorong-gorong. Pemeliharaan, rehabilitasi, hinguran ga normalisasi saluran drainase/koker. maan “Seluruh penerimaan um, hibah saluran air minum, itu sudah melewati tabah hap uji publik dan hibah um 4.000 saluran air minum kor mendapatkan rekor gori MURI dengan kategori k di gratis dan terbanyak aat Indonesia. Bahkan saat kongres air minum diinkuti dhuafa, guru menmir gaji, guru paud, takmir yak masjid, dan sebanyak tan 11 dari 31 kecamatan uran telah terpasang saluran air minum gratis,” pungkasnya. (edy/epe)

Bupati dr Hj Faida MMR

Terima Penghargaan TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta PEMKAB Jember memperoleh penghargaan TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta. Prestasi ini merupakan penghargaan di bidang TI TELCO/ Teknologi Digital yang diklaim terbesar di Indonesia. Ini menjadi wujud Keseriusan Pemkab Jember dalam bidang Kesehatan ibu hamil dan bayi. Kegiatan penilaian melibatkan lebih dari 500 perusahaan dan instansi pemerintahan. Kemudian, berdasarkan rekomendasi para pakar, konsultan, dan asosiasi TI TELCO menetapkan 200 finalis/kandidat memilih Kabupaten Jember sebagai salah satu penerima penghargaan. Ketua IDI Jember dr Hendro Soelistijono MM, MArs menyampaikan, penerimaan penghargaan ini sangat luar biasa. Hal itu membuktikan upaya pemerintah dalam mengimplementsikan kegiatan IDI membantu mengurangi kematian ibu dan anak di Jember. “E-Healt aplikasi android FAI (fokus anak dan ibu) dengan tujuan umum menjaga agar setiap kehamilan di-

pastikan aman dan setiap bayi yang dilahirkan selamat dengan pemantauan dan penanganan yang komprehensif oleh semua pihak dengan aplikasi FAI berbasis android untuk mempermudah koordinasi,” terangnya. Aplikasi FAI bisa diunduh di playstore. Aplikasi ini berisi pengetahuan tentang kehamilan, nifas maupun pengetahuan pra kehamilan, juga bisa dilihat update lokasi ibu hamil, dan bisa melihat tempat praktek terdekat bidan dengan ibu hamil. Masyarakat lain bisa mendaftarkan ibu hamil yang belum terdaftar, peran kepala dokter yang membagi habis dokter yang ada diwilayahnya, peran pengguna kepala desa bisa mengetahui letak ibu hamil yang beresiko tinggi dan bisa mendaftarkan di aplikasi ini. Dengan fitur FAI diantaranya, Rekam medis dan data ibu hamil, rekam petugas medis, rencana rujukan, dan fasilitas kesehatan. Bukti pembangunan sumber daya kesehatan, dengan aplikasi FAI yang diusulkan oleh IDI Jember, langsung

ditangkap oleh Bupati untuk dijadikan program aplikasi di Jember. “Aplikasi ini sangat membantu pemerintah untuk memantau perkembangan dan kondisi ibu dan bayi, guna mencegah ibu meninggal saat melahirkan dan bayi stunting (tumbuh tidak normal),” terang dr Hendro. Sehingga aplikasi yang dikembangkan Pemkab Jember dapat menjadi aplikasi penurunan angka kematian ibu dan bayi yang meraih penghargaan nasional di bidang IT. Selain itu kebijakan di bidang pengembangan pembangunan SDM kesehatan memberikan kesempatan luas pada dokter untuk melanjutkan pendidikan secara terbuka. “Seperti pemberian kesempatan untuk menuntaskan jenjang karir sesuai bidang dan memberikan kesempatan dokter mengekspresikan karyanya sangat terbuka,” sebut Direktur RSD dr Subandi Jember tersebut. Dia menambahkan, kematian ibu dan bayi sangat mendapat perhatian serius dari Pemkab Jember. (edy/epe)


PASURUAN

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Akhmad Nur, kepala Desa Tenggilisrejo bersama ketua RT Abdul Kohar mengecek pembangunan plengsengan Bina Marga di desanya.

Bina Marga Bangun PJU dan Plengsengan Desa Tenggilisrejo Pasuruan, Memorandum Warga antusias terhadap pembangunan plengsengan di Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Akses jalan dari Desa tenggilisrejo menuju Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, yang sebelumnya sempit dan sering longsor kini tidak lagi mereka rasakan. Pihak Bina Marga Kabupaten Pasuruan telah membangun plengsengan dan tanggul penahan tanah di sepanjang jalan desa. Sepanjang kurang lebih 270 meter dengan ketinggian plengsengan 1,2 meter dikerjakan CV Pesona Jaya. Akhmad Nur, kepala Desa Tengilisrejo mengatakan, “Dengan dibangunnya plengsengan di wilayah desa kami yaitu jalan menuju ke Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso tersebut disambut positif oleh warga. Jalan yang selama ini di gunakan untuk kegiatan aktifitas warga dari Desa antar Desa, untuk memperlancar kegiatan perekonomian sangat di rasakan dampaknya oleh warga,” ujar Ahmad. Ahmad menjelaskan, ditambah lagi dengan pembangunan penerangan jalan (PJU) di sepanjang jalan ini sangat mengurangi kejahatan. Baik itu ancaman dari Jambret, atau kejahatan lainnya. Dan sangat memperlancar kegiatan warga. Sementara itu, Abdul Kohar, Ketua RT 3 RW 3, Dusun Masangan, Desa Tenggilisrejo, mengatakan, “Alhamdulillah dengan dibangunnya Plengsengan dan penerangan jalan umum (PJU) oleh dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Sehingga aktifitas kegiatan perekonomian masyarakat lancar dan aman, kami ucapkan terimahkasih kepada pemerintahan Desa Tenggilisrejo dan Dinas Bina Marga, Kabupaten Pasuruan,” ungkap Abdul, saat ditemui Memoradum. (rul/sr)

Perusahaan Tak Komitmen Atasi Limbah Beji Ditutup Pasuruan, Memorandum Masalah limbah di Kecamatan Beji tidak kunjung terselesaikan. Walaupun Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pabrik di wilayah Pandaan, beberapa waktu lalu dan memberikan warning. Buktinya, warga Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sambat lagi ke wakil rakyat tersebut, lantaran sungai mereka kembali tercemar limbah. Mereka mengeluhkan pencemaran Kali Wangi yang mengalir ke Sungai Baujeng. Akibatnya, warga Baujeng kembali mendatangi kantor DPRD pada Jumat (20/12). Warga berharap agar DPRD bersikap tegas atas pencemaran sungai tersebut. Sebab, pencemaran itu sudah lama terjadi. Namun, belum juga ada penyelesaiannya. “Kami berharap legislatif bersikap. Karena pascasidak, sungai kami kembali tercemari limbah,” kata Sobik, kepala Desa Baujeng mewakili unek-unek warganya di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Sobik menambahkan, pencemaran Sungai Baujeng tidak hanya sekali. Bahkan berkali-kali dan telah berlangsung sekian tahun. “Sempat berhenti sebentar. Ketika

ada aksi demo ataupun sidak dewan. Tapi, kemudian kembali buang limbah. Buktinya, sungai kami tercemar lagi,” tutur Sobik. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi memahami keluhan warga. Ia menegaskan, bakal memanggil perusahaan-perusahaan pembuang limbah, DLH, bahkan pihak kepolisian untuk duduk bersama. Sehingga, ada solusi untuk mengatasi persoalan ini. “Kami akan agendakan untuk pemanggilan pihak-pihak terkait,” ucap Andri. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri mengaku, bakal menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Pekan depan, pihaknya akan melakukan hearing. Hearing itu akan melibatkan tidak hanya warga, tetapi juga perusahaan hingga DLH. Ia mengaku, tak memiliki beban terhadap perusahaan. Karena itulah, pihaknya tak akan segan untuk merekomendasikan

FOTO: MEMORANDUM/ION

FOTO: MEMORANDUM/RUL

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Warga Baujeng ketika mengadu ke DPRD Kabupaten Pasuruan.

penutupan sementara untuk perusahaan yang membandel membuang limbah. “Kami tidak akan segan-segan untuk merekomendasi penutupan sementara perusahaan yang nakal itu. Kalau me-

mang tidak memiliki komitmen untuk mengatasi persoalan limbahnya, maka kami akan rekomendasikan untuk ditutup saja sementara. Sampai benar-benar limbahnya teratasi,” tandas Saifullah.(ion/sr)

Cuaca Buruk, Nelayan Libur Melaut Pasuruan, Memorandum Memasuki musim hujan, mayoritas nelayan di Kota Pasuruan memilih tidak melaut. Cuaca buruk yang terjadi di perairan Pasuruan saat akhir tahun seperti kali ini membuat sebagian nelayan memilih istirahat. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengungkapkan, saat ini cuaca di perairan kurang bersahabat.

Karena itu banyak nelayan di Kota Pasuruan tidak melaut. Ia menyebut saat akhir tahun seperti ini lazimnya, perairan Pasuruan memang dilanda angin dan ombak besar. Terkadang disertai dengan sambaran petir dan angin puyuh yang datang tiba-tiba di kala malam. “Ini sudah menjadi kebiasaan nelayan. Jika cuaca tidak mendukung ya mereka tidak melaut. Apalagi akhir tahun, memang

cuaca tiba-tiba ekstrem,” ungkapnya seperti dikutip dari radarbromo.com. Ihsan menjelaskan, kondisi ini biasanya terjadi hingga awal tahun depan. Cuaca yang buruk seperti ini pun membuat tangkapan kurang maksimal. Karena volume ikan di laut menajdi berkurang dari biasanya. Saat tidak melaut, nelayan memilih untuk mencari penghasilan lain. Ada yang menjadi tukang

Aktivitas nelayan Kabupaten Pasuruan mempersiapkan perahu untuk melaut saat cuaca masih bersahabat.

becak dan ada pula yang jadi kuli panggul bongkar muat kayu dan garam atau menjadi kuli bangunan.”Selain itu, mereka biasanya

memilih untuk memperbaiki jaring, kapal, dan mesin. Paling tidak kebutuhan dapur tetap mengepul,” pungkasnya. (*/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Taman edukatif yang asyik dinikmati akhirnya di-launching.

ini merupakan barongan, juga pembuangan sampah. “Sejak empat bulan terakhir, suasana kotor dan horor tersebut berangsur hilang. Sungai Randu tak lagi jadi sungai popok. Lahan yang dulu kotor dan horor, kini jadi taman edukasi,” tutur Sini Irawan. Dikatakan Soni Irawan, ada beberapa gazebo bambu, ada sayur mayur dan tanaman obat, dan sejumlah pohon pepaya. Terdapat dua jembatan kayu warna-warni untuk menyeberangi Sungai Randu menuju taman edukasi. “Nantinya di lahan ini juga akan disediakan perpustakaan, serta aneka permainan tradisional anak. Agar tidak main gadget terus. Semua upaya menyulap tempat kotor dan horor menjadi taman edukasi

tersebut, dilakukan secara swadaya sambil membawa proposal keliling ke rumah-rumah warga,” tuturnya. Kepeduliannya terhadap lingkungan, membuatnya kerap meninggalkan usaha jasa servis HP yang selama ini dijalani. Di awal, upayanya dan kawankawan banyak dicemooh. Tapi belakangan, banyak pihak yang peduli. Baik dari swasta, maupun pemerintah kelurahan. “Untuk kepentingan itu, dan dengan dana urunan sekuat tenaga, terkadang juga harus meniual hp yang dimilikinya, berkomitmen akam terus merawat lingkungan kumuh itu. Tanaman produktif sudah mulai menghijau dan menghiasi lingkungannya,” ungkap Soni.(mhd/sr)

DLH Siapkan Operasi Sampah Probolinggo, Memorandum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo menggelar gerakan operasi simpatik sampah untuk meningkatkan kebersihan. Mereka menyiapkan sanksi kepada warga yang masih membuang sampah secara sembarangan. Kepala DLH Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, gerakan operasi simpatik sampah (GOSS) merupakan kegiatan pengawasan dan edukasi sosial terhadap penyimpangan Perda

Kota Probolinggo Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah. “Hal ini merupakan upaya kami agar Kota Probolinggo terjaga kebersihannnya. Agar lebih sedap dipandang dan tentunya agar lingkungan menjadi lebih sehat,” ujarnya seperti dikutip dari radarbromo.com. Menurutnya, selama empat bulan belakangan yakni dari bulan Agustus hingga November, telah tercatat 12 warga yang melakukan pelanggaran. Yakni, melakukan pembuangan

sampah tidak pada tempatnya atau membuang sampah sembarangan. “Warga yang ketahuan melakukan pelanggaran, kami catat dan kami berikan edukasi berkenaan dengan kebersihan lingkungan. Supaya hal tersebut tidak diulangi lagi,” tuturnya. Namun, tahun depan pihaknya akan lebih mempertergas pemberian sanksi kepada pelaku yang tertangkap melakukan pelanggaran. Pihaknya akan menggandeng Satpol PP untuk lebih memaksimalkan gerakan ini. (*/sr)

ventif dari kami selaku pihak Satlantas Polres Lumajang dalam mencegah terjadinya laka lantas bus AKAP dan AKDP selama Operasi Lilin Semeru,” jelas Kasatlantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana. Menurut I Putu Angga, dari 45 pengemudi bus dan angkutan umum lainnya yang menjalani tes kesehatan dan tes urine, semuanya dikatakan sehat dan sedang tidak dalam pengaruh minuman keras dan obat-obatan keras lainnya “Seluruh pengemudi dalam keadaan sehat dan siap untuk mengemudi,” katanya. Giat siang itu, tidak hanya diperuntukan bagi kesehatan para pengemudi bus atau pengemudi angkutan umum lainnya. Namun juga dilakukan pengecekan terhadap kondisi kendaraan yang dikemudikan oleh para pengemudi tersebut. “Kami juga melakukan

Para pengemudi bus di terminal Minak Koncar, Wonorejo, Lumajang, ketika menjalani tes urine.

pengecekan sistem rangka, sistem penggerak, sistem suspensi, sistem rem, roda-roda, aksesori/ body, lampu, wiper, ban. Hasil akhir bahwa bus AKAP dalam keadaan baik dan layak beroperasi,” jelas Kasatlantas. Selain itu, Kanit Dikyasa Ipda Andrias Shinta menyampaikan maaf kepada para penumpang bus karena perjalannya terganggu dengan giat ada giat pemeriksaan kesehatan dan urine pengemudi siang itu. Ipda Andrias

juga berpesan dan menghimbau kepada para penumpang bus untuk tidak segan-segan untuk menegur pengemudi bus yang ugal-ugalan apalagi main HP. “Jika ada pengemudi yang mengemudi dalam keadaan tidak wajar atau terlihat ngantuk, lelah, sakit, ugalan, main handphone dan lain-lain, ibu bapak para penumpang harap menegurnya demi keselamatan bersama,”ujar perwira perempuan itu kepada para penumpang bus. (tri/sr)

Bupati Promosikan Wisata Melalui Gowes Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq melepas keberangkatan peserta gowes memperingati hari jadi ke-764 Lumajang, Minggu (22/12). Gowes 50k menjadi acara tahunan yang sudah ditunggu para goweser baik dari Lumajang maupun beberapa daerah sekitar. Cak Thoriq, panggilan akrab Thoriqul Haq mengatakan, Gowes 50K telah menjadi kegiatan yang wajib diselenggarakan setiap peringatan Harjalu. “Saya nyatakan bahwa kegiatan gowes ini merupakan suatu kegiatan yang resmi untuk merayakan hari jadi Luma-

FOTO: MEMORANDUM/HUM

dan menunjukkan aktualisasi dirinya dalam melayani masyarakat. “Kami hadir sebagai bentuk dukungan akan terus memberikan dukungan penuh demi pengembangan wisata edukasi tersebut. Tempat wisata edukatif sangat menginspirasi untuk menumbuhkan kesadaran warga terhadap lingkungan,” ujar Kepala Produksi PT Berdikari Jaya Bersama, Minkiete. Pihak per usahaan, kata Minkiete, sangat mendukung keberadaan kegiatan Kampung gotong-royong ini. “Kami sangat bersyukur karena kegiatan seperti ini mampu memberikan manfaat kepada warga. Dukungan bukan hanya di sini saja, yang penting semua untuk kebaikan perusahaan siap mensupport kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat,” tandasnya. Ketua Bumi Pesona Randu, Ide Farid Nasution yang biasa disapa Soni Irawan mengatakan antara taman edukasi ini dan pemakaman, dipisah oleh Sungai Randu yang kotor, serta ruas Jalan Sunan Ampel. Sebelum disulap, lahan

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Probolinggo, Memorandum Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, memiliki tempat wisata alternatif baru yang tidak hanya menyajikan tempat hiburan, namun juga beragam unsur edukasi di dalamnya. Tempat wisata yang digagas sekelompok pemuda yang tergabung dalam Bumi Pesona Randu, menyulap lahan kotor dan horor menjadi taman edukasi yang asyik dinikmati, di-launching Sabtu (21/12) malam. Wisata edukasi yang berada di RT 3/RW 4, Kelurahan Jrebeng Lor adalah lahan milik dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Probolinggo. Lahannya terletak antara dua sungai. Yaitu Sungai Randu dan Sungai Jrebeng Wetan. Luasnya sekitar 15×600 meter, bersebelahan dengan Pemakaman Randu. Sebelum dilaunching, semangat bergotong royong dari warga sangat tinggi. Bahkan, support dan dukungan datang dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berdikari Jaya Bersama hadir di tengah-tengah masyarakat

Lumajang, Memorandum Menyambut giat Operasi Lilin Semeru 2019 serta pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Satlantas Polres Lumajang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan BNN melakukan tes urine dan pengobatan gratis kepada para pengemudi bus di terminal bus Minak Koncar, Wonorejo, Lumajang, Jumat (20/12). Awalnya, banyak para pengemudi bus yang menghindar dari kegiatan tersebut. Namun setelah dilakukan sosialisasi dan penjelasan dari petugas, akhirnya banyak pengemudi yang bersedia mengontrolkan kondisi kesehatannya termasuk tes urine. Sedikitnya, ada 45 pengemudi bus yang menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine oleh petugas kesehatan dari Polres Lumajang bersama petugas BNN Kabupaten Lumajang. “Langkah ini adalah upaya pre-

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Pengemudi Bus Tes Urine

Kelurahan Jrebeng Lor Suguhkan Wisata Edukatif

Cak Thoriq ikut gowes bersama ribuan peserta lainnya.

jang,” ujar bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu. Tidak hanya itu, dalam peringatan Gowes 50K Harjalu ke 764 kali ini, bupati juga mencanangkan

Kabupaten Lumajang sebagai Kota Republik Sepeda. Nantinya, penyelenggaraan gowes akan dilakukan dibeberapa daerah dengan melewati rute daerah yang

memiliki potensi wisata. Bupati berharap melalui acara gowes dapat mempromosikan potensi wisata yang di Kabupaten Lumajang. “Saya berharap agar sepeda bukan hanya sebagai alat bersepeda saja akan tetapi sebagai alat mempublikasikan dan mengenalkan tempat tempat wisata yang ada di Kabupaten Lumajang,” imbuh bupati. Tercatat kurang lebih sebanyak 7000 goweser turut mengikuti acara Gowes 50K ini, ada dua jalur yang ditawarkan, jalur utama sepanjang 50 Km, dan jalur bahagia sepanjang 20 Km. (hum/tri/sr)


MADURA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Polisi Periksa Fotografer dan Model Pamer Dada Pamekasan, Memorandum Satuan reserse dan kriminal Polres Pamekasan sudah mengetahui nama fotografer dan model perempuan muda yang melakukan pemotretan terhadap wanita dengan pamer dada di tempat wisata Toron Samalem, Pamekasan. Kasatreskrim Polres Pamekasan Iptu Andri Setya Putra mengatakan, berdasar hasil penyelidikan yang dilakukan anggotanya, setelah adanya pelaporan dari pemilik pariwisata, pihaknya langsung terjun melakukan pencarian. Pihaknya berhasil mengantongi nama fotografer dan model yang melakukan foto tak senonoh di tempat pariwisata tersebut. “Kami sudah melakukan proses, terkait pembuat atau fotrografer dan modelnya itu,” kata Iptu Andri Setya Putra kepada Memorandaum di depan gedung Bayangkara Mapolres Pamekasan, kemarin. Iptu Andri mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap fotografer dan model yang melakukan foto pamer dada yang sempat viral di media sosial. Untuk pasal yang akan disangkakan nantinya, pihaknya menyebut masuk dalam kategori pornografi. “Keduanya sudah kami lakukan pemeriksaan, jadi intinya menunggu proses terkait dengan TKP di Toron Semalem, untuk saat ini ranah hukumnya masih kategori pornografi,” ungkapnya. Iptu Andri menambahkan masih belum melakukan penangkapan kepada keduanya yang sementara diduga sebagai tersangka. Sebab untuk saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengumpulkan bukti-bukti yang konkret. Namun, kemarin keduanya sudah dilakukan pemanggilan ke Kantor Satreskrim Polres Pamekasan untuk pemeriksaan dan pembahasan awal. “Kita masih belum menangkap karena masih pendalaman, namun kita sudah mengantongi siapa-siapa yang terkait dalam foto itu,” ungkapnya. “Kemarin dia sudah datang ke sin untuk di pembahasan awal, karena yang bersangkutan kooperatif, pasalnya pornografi,” tegasnya.(sjk/sr)

Rekayasa 17 Kegiatan FikƟf dan Mark-Up 7 Proyek DD Bangkalan, Memorandum Citra pemerintahan desa di lingkup Pemkab Bangkalan kembali tercoreng. Mantan Pj Kepala Desa (Kades) Lerpak, Kecamatan Geger, MS (50), diciduk Satreskrim Polres setempat karena dugaan korupsi APBDes tahun anggaran 2016. Bersama oknum pj kades yang juga aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Geger itu, Polres juga mengamankan MK (31), pengelola keuangan dan pelaksana kegiatan APBDes di Desa Lerpak. Akibat ulah keduanya, kerugian negara terdeteksi mencapai Rp 316.281.486 dari total ASPBDes Desa Lerpak tahun anggaran 2018 sebesar Rp 1.584.018.147. “Penetapan kerugian negara sebasar Rp 316 juta lebih itu didasarkan pada hasil audit BPKP,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra,SIK MH MSi, dalam gelar jumpa pers, Sabtu (21/12), di Mapolres setempat. Rama kemudian menjelaskan detail koronolgis dan modus tindak pidana korupsi yang dibangun oleh tersangka MS dan MK. Pada kisaran tahun 2016 lalu, MS, salah satu ASN di Kecamatan Geger, diperbantukan sebagai PJ Kades Lerpak melalui SK Bupati. Saat itu Desa Lerpak ketiban asupan dana APBDes senilai Rp 1.584.018.147. Plafon anggaran sebesar itu berasal dari empat sumber. Yakni dari Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 702.834.347, Dana

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi memberikan keterangan pers tentang terkait korupsi yang dilakukan mantan Pj Kades Lerpak.

Desa (DD) Rp 814.410.000, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (BHPR) Rp 10.773.000, serta bantuan keuangan dari Pemkab Bangkalan Rp 56.000.000. Dalam aplikasinya, tersangka MS yang saat itu menjabat Pj Kades Lerpak, kemuidian memasrahkan pengelolaan dan perbelaanjaan APBDes Desa Lerpak, khususnya DD, kepada tersangka MK. Kebijakan ini, menurut Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, jelas menyalahi ketentuan yang diamantkan oleh peraturan dan perundang-udangan. “Sebab tersangka MK, ternyata tidak punya basis

kompotensi untuk menekuni bidang tugas itu,” ungkap Rama. Tegasnya, warga asal Dusun Rogang, desa Lerpak itu, bukan petugas Tim Pelaksana Teknis Pengelola Keuangan Desa (PTPKD). Juga bukan Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD). Berawal dari kebijakan bengkok inilah, duet PJ Kades Lerpak MS dan MK, kemudian mulai merancang modus praktik korupsi yang bakal mereka lakoni. Diantaranya, keduanya menyusun 17 jenis kegiatan fiktif. “Otomatis Surat Pertangung Jawaban (SPJ-Red) keuangan yang mereka bikin juga fiktif alias direkayasa.

Sebab 17 item kegiatan itu memang tak pernah ada,” tandas Rama. Beberapa SPJ abal-abal dari dari kegiatan fiktif itu, sambung Rama, antara lain berupa pembayaran honor sejumlah nara sumber dalam giat Musyawarah Desa (Musdes), honor panitya Musdes, serta uang sidang pelaksanaan Musdes. Selain itu masih banyak lagi. Totalnya ada 17 kegiatan dan SPJ fiktif. Selain itu, duet tersangka MS dan MK, juga bermain-main dengan rekayasa anggaran untuk tujuh jenis proyek Dana Desa (DD) yang dikembangkan di Desa Lerpak.

“Tujuh proyek itu memang ada dan dikerjakan. Tetapi plafon dananya di mark-up,” ungkap Rama. Akal-akalan berbasis aib korupsi itu, antara lain dilakukan atas proyek pembangunan jalan lapisan penetrasi (aspal) dan rabat beton. Juga diberlakukan untuk lima jenmis proyek fisik lainnya. Ulah mbeling mantan Pj Kades Lerpak MS dan MK terendus warga dan dilaporkan ke Polres Bangkalan. Proses penyidikan keduanya dimulai akhir tahun 2018. Hasil audit BPKP menyodorkan data potensi kerugian negara mencapai Rp 316.281.486. Hasil penyidikan dan berkas kasus korupsi tersangka MS dan MK, menurut Rama, Rabu (18/12) lalu sudah dinyatakan lengkap dan rampung oleh Kejaksaan Negeri Bangkalan. ”Insya Allah, Senin (23/12), berkas perkara kedua tersangka akan kami serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum,” tandas Rama. Tersangka MS dan MK, menurut Rama, akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 dan Pasal 18 UU-RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Peberantasan Korupsi sebagai mana telah diubah dengan U-U RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 15 ayat (1) ke 1 KUHP. “Ancaman hukumannnya minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun, dengan denda antara Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar,” pungkas Kapolres AKBP Rama Samtama Putra. (ras/sr)

Bupati Janji Perjuangkan Qiqi Jadi ASN Bangkalan, Memorandum Ahmad Rifqi Mukhlis, pemuda asal Kampung Besel, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Bangkalan diarak oleh masyarakat Bangkalan keliling Kota Bangkalan, Minggu (22/12). Usai keliling, ia kemudian disambut oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan. Ahmad Rifqi Mukhlis atau kerap disapa Qiqi merupakan atlet asal Bangkalan peraih medali emas dari cabang olahraga menembak nomor metallic silhouette di SEA Games Filipina. Ajang itu digelar di Philipines Mariner Shooting Ranger, Manila. Bupati Latif mengaku bangga atas prestasi Qiqi yang mampu mengahrumkan nama Indonesia di kancah Internasional, khususnya Bangkalan.

Ia berharap keberhasilan Qiqi mampu memompa motivasi atlet Bangkalan agar bisa menggapai prestasi serupa. Untuk mewujudkan itu, ia meminta KONI terus menggenjot pembinaan atlet. Apalagi, saat ini dana hibah untuk KONI sudah dinaikkan menjadi Rp 2 miliar untuk tahun 2020, dari sebelumnya yang hanya Rp 1 miliar. Atas prestasi yang diraih, bupati mengatakan pihaknya akan mengusulkan Qiqi ke Menpan RB agar dapat dijadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) alias Pengawai Negeri Sipil (PNS). “Ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Bangkalan terhadap atlet,” ujar bupati setelah menerima Ahmad Rifqi Mukhlis di Pendopo Agung seperti dikutip dari bangsaonline.com.

FOTO: MEMORANDUM/ IST

Pamekasan, Memorandum Satpol PP Pamekasan menanggapi beredarnya rumor di kalangan masyarakat setempat tentang dugaan adanya praktik transaksi prostitusi yang dilakukan di area sepanjang Jalan Pintu Gerbang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pamekasan, Kusairi mengatakan, akan melakukan razia dan penindakan jika rumor tersebut benar. Namun hingga saat ini, ia mengaku masih belum menerima laporan dari masyarakat setempat terkait dugaan adanya transaksi prosKusairi titusi di lokasi tersebut. “Jika memang betul ada, kami tetap akan tindak dan akan melakukan razia,” kata Kusairi seperti dikutip dari tribunmadura.com, Minggu (22/12). Untuk saat ini, Kusairi mengaku masih mengumpulkan informasi yang valid terkait beredarnya rumor tersebut. Sebab, untuk hal seperti itu, kata Kusairi sangat sulit untuk membuktikan. “Nanti kami kumpulkan dulu informasi yang valid, karena urusan seperti itu agak sulit juga membuktikan, untuk sementara laporan terkait itu belum saya terima,” tegasnya. Lebih lanjut Kusairi mengimbau agar masyarakat Pamekasan mematuhi aturan yang sudah diberlakukan dan turut serta menjaga kondusifitas, kemanan dan kenyamanan bersama. Tujuannya agar tercipta situasi yang bahagia di kalangan masyarakat Pamekasan. “Saya minta agar masyarakat Pamekasan mematuhi atau turut mendukung tertibnya rekan trantibum di Pamekasan, demi masyarakat Pamekasan yang kondusif, aman, sehingga kita bisa hidup bahagia bersama,” pintanya. (*/sr)

Mantan Pj Kades Lerpak Diciduk Polisi

FOTO: MEMORANDUM/ RAS

Satpol PP Siap Tindak Prostitusi di Jalan Pintu Gerbang

Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron dan Ketua KONI Fauzan Jakfar menerima Ahmad Rifqi Mukhlis bersama keluarganya di Pendopo Agung Bangkalan.

Sementara Ahmad Rifqi Mukhlis menyatakan raihan emas SEA Games akan dijadikannya motivasi untuk terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia lewat cabor

menembak. Dalam kesempatan itu, Qiqi juga berpesan kepada atlet Bangkalan yang lain agar tak takut bermimpi meraih prestasi di level internasional. “Tapi mimpi itu tidak cukup

kalau tidak mulai dikejar dan dieksekusi. Semangat dan motivasi serta tidak menyerah adalah modal utama untuk mencapai mimpi-mimpi kita,” kata Qiqi. (*/sr)

Tim Raimas DPP KBO Sabhara Polres Pamekasan dan Kanit PAM Obvit melakukan pemeriksaan di Gereja Maria Ratu Para Rasul, Pamekasan.

Jelang Natal, Polres Pamekasan Sterilisasi Gereja Pamekasan, Memorandum Menjelang Natal pada 25 Desember nanti, Polres Pamekasan meningkatkan pengamanan gereja dengan melakukan sterilisasi. Hal itu dilakukan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi jemaat gereja yang akan beribadah. Pantauan tribunmadura.com, pengamanan dan sterilisasi kali ini dilakukan di semua gereja yang tersebar di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, sebab gereja-gereja tersebut yang akan menjadi pusat peribadahan. KBO Shabara Polres Pamekasan, Ipda Yudhas Wahyu mengatakan, kali ini sterilisasi dilakukan di semua gereja-gereja yang tersebar di wilayah Pamekasan. Sterilisasi ini dilakukan langsung oleh Tim Raimas DPP KBO Sabhara Polres Pamekasan dan Kanit PAM Obvit. ”Sterilisasi ini kami lakukakan

dengan cara mengecek seluruh ruangan gereja menggunakan metal detektor,” kata Ipda Yudhas Wahyu seperti dikutip dari tribunmadura.com, Minggu (22/12). Selain itu, Ipda Yudhas Wahyu mengutarakan, sterilisasi menggunakan metal detektor ini dilakukan untuk mengetahui adanya benda-benda yang dapat mengganggu jemaat saat melakukan ibadah. Sterilisasi ini juga dilakukan supaya umat yang akan melakukan ibadah di gereja merasa aman dan nyaman. “Jadi anggota yang diterjunkan ini memeriksa setiap sudut gereja mencari dan memastikan tidak ada benda yang mencurigakan,” ujarnya. ”Tentunya sterilisasi ini selain untuk memberikan kenyamanan saat ibadah, juga untuk meningkatkan kewaspadaan pada Hari Raya Natal,” pungkasnya. (*/sr)

Sumenep, Memorandum Kasus dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi yang diungkap Polda Jatim mendapat perhatian praktisi hukum di Sumenep. Mereka menilai kasus itu tidak cukup hanya enam orang tersangka yang dijadikan tersangka. Sebab, praktik jual beli solar ilegal tersebut terjadi hampir satu tahun. Praktisi Hukum Sucipto mengatakan, dalam kasus dugaan penyelewengan BBM, Polda Jatim memang sudah menetapkan enam tersangka. Di antaranya, pembeli, sopir serta kernet truk, dua pengawas SPBU, dan operator SPBU. Namun petugas kepolisian diminta tidak berhenti di enam tersangka, dalam kasus tersebut. Dalam kasus itu, terdapat dua perusahaan, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sumekar dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Garam. “Dalam rilis yang saya baca untuk perusahaan PT Sumekar setiap kali pembelian 16.000 liter. Sedangkan pagaraman 1 setiap pembelian 5.000 liter. Itupun masih tersisa 600 liter,” katanya, Minggu (22/12).

Perusahaan itu harus diperiksa. Karena kuat dugaan ada keterlibatan dalam tindak pidana jual beli BBM jenis solar bersubsidi itu. Karena sebelum terungkap praktek haram tersebut sudah berjalan hampir satu tahun secara terstruktur dan rapi. Maka tambah Sucipto, sangat penting kasus ini diungkap sampai ke akar-akarnya, sehingga kasus serupa seperti saat sekarang tidak kembali terulang. Sementara Sekretaris PT Garam Hario Juniato memilih bungkam ditanya keterlibatan Pagaraman 1 dalam kasus dugaan penyelewengan BBM tersebut. Pesan ingin wawancara kepada bersangkutan melalui aplikasi WhatsAppnya tidak direspon padahal notifikasinya sedang online. Hal serupa dilakukan Direktur Pelaksana PT Sumekar Ahmad Zainal Arifin. Dia memilih tidak merespons. Padahal notifikasi aplikasi sedang online. Dan beberapa hari pascapengungkapan dugaan kasus BBM bersubsidi itu, yang bersangkutan jarang bisa ditemui di kantornya. (uri/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

FOTO: MEMORANDUM/ IST

Kasus BBM Tidak Cukup 6 Tersangka

Lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM bersubsidi di Desa Kebundadab, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.


KOTA SURABAYA DPRD Dorong Penggunaan Dana Kelurahan

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Kabar baik menyelimuti warga Surabaya khususnya. Demi penataan kota lebih baik, masyarakat bisa memanfaatkan Dana Kelurahan untuk pembangunan fisik, pengembangan transportasi, kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian kebudayaan. Masing-masing kelurahan digerojok Rp 3-4 miliar untuk memenuhi kebutuhan warganya. Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Soetarwijono meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk menerangkan lebih gamblang lagi kepada masyarakat. Terlebih, hari-hari ini sedang dimulai Musrenbang Kelurahan. Total Dana Kelurahan itu sebesar Rp 573 miliar untuk 154 kelurahan. Dana itu diambilkan 5 persen dari APBD Surabaya 2020 senilai Rp 10, 3 triliun. “Banyak ketua RT, ketua RW dan ketua LPMK yang baru terpilih.

FOTO: MEMORANDUM/MIKO

Tahun 2020, Tiap Kelurahan Digerojok Rp 3-4 Miliar

Ketua DPRD Surabaya Adi Soetarwijono sidak lokasi pembangunan paving di wilayah Mulyorejo didampingi Anas Karno, Wakil Ketua Komisi B.

Mereka harus mengenali secara detail penggunaan Dana Kelurahan, yang penyerapannya seratus persen berasal dari Musrenbang,” urai Awi— panggilan akrab Adi Soetarwijono, kemarin. Ia berharap, masyarakat Surabaya bisa memanfaatkan betul anggaran tersebut. Dimana, Dana Kelurahan ini akan bisa mengakomodir kepentingan masyarakat yang selama ini belum terakomodir melalui jalur musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) SKPD. “Masyarakat hendaknya memanfaatkan forum musrenbang kelurahan ini dengan sungguh sungguh.

Dengan perasaaan optimistis bahwa usulannya dengan menggunakan Dana Kelurahan akan bisa terlaksana. Ini adalah terobosan Presiden Jokowi sebelum pemilu kemarin,” ujar politisi PDI Perjuangan Surabaya ini, Minggu (22/12). Lanjut Awi—sapaan akrab—Adi Soetarwijono, jika Dana Kelurahan ini sudah bisa digunakan di tahun 2020 mendatang. Dimana, penggunaan Dana Kelurahan ini memiliki payung hukum berdasarkan PP No. 17 tahun 2018 dan Permendgari No. 130 tahun 2018 tentang kegiatan pembangunan sarpras kelurahan untuk pelayanan sosial dasar yang berdampak lang-

sung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. “Salah satu yang penting, Dana Kelurahan ini harus dirumuskan melalui musrenbang kelurahan dan harus ada berita acaranya. Karena berita acara ini yang akan menjamin usulan masyarakat bisa terakomodir,” sambung mantan Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini. Musrenbang kelurahan kali ini, menurut Awi berbeda dengan musrenbang sebelum-sebelumnya yang menggunakan pos anggaran SKPD. Jika musrenbang sebelumnya pengajuan warga jika disetujui akan dilaksanakan masing-masing SKPD

Selain Infrastruktur, Juga Sarpras Kebudayaan DANA Kelurahan diatur penggunaannya. Tidak hanya untuk infrastruktur, tapi juga bisa dialokasikan untuk program-program pembangunan non-fisik. Seperti pemberdayaan ekonomi atau program pelatihan, dan kebudayaan. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 130 tahun 2018 telah mengatur rinci penggunaan Dana Kelurahan. “Bisa dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis komunitas,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya. Selain itu, Dana Kelurahan bisa juga dibelanjakan untuk sarana-prasarana kampung, yang dibutuhkan masyarakat.

“Termasuk sarana prasarana pendidikan dan kebudayaan,” sambungnya. Di Kota Surabaya menjamur ribuan Pos PAUD (pendidikan anak usia dini) di kampung-kampung. Jika sebelumnya warga harus gotong-royong untuk pengadaan sarana prasarana PAUD, sekarang kebutuhannya bisa menyerap Dana Kelurahan. “Begitu pula dengan kebudayaan, termasuk menjaga adat-istiadat, dimana banyak budaya-budaya lokal hidup, bisa memanfaatkan Dana Kelurahan. Sehingga eksistensi budaya lokal tetap terjaga di tengah kemajuan Kota Surabaya,” urainya. Ia merasa perlu mengingatkan masyarakat, karena

usulan-usulan pembangunan dari bawah kebanyakan berorientasi fisik. Kota Surabaya banyak hidup budaya-budaya lokal.Termasuk memelihara adat-istiadat. Berkaitan itu, Pemerintah Kota Surabaya mempunyai program yang berkaitan dengan kebudayaan. Diantaranya, program pengembangan dan pemanfaatan budaya lokal. Kemudian, program pengembangan destinasi wisata, dan program perlindungan budaya lokal. “Sehingga pengembangan budaya lokal bisa diintervensi melalui kebijakan. Diantaranya, dengan memfasilitasi sarpras kebudayaan, yang bisa diserap dari Dana Kelurahan,” beber Awi. (nia/mik)

(satuan kerja perangkat daerah). Tetapi, musrenbang kelurahan pembahasan 2019, bisa langsung dihendel kelurahan pada tahun 2020 oleh lurah dan perangkatnya. “Kelurahan harus menggunakan perencanaan itu dengan rembug warga. Representasinya di musrenbang kelurahan. Jadi bukan otoritas lurah, tapi kelurahan harus merespon apa kebutuhan masyarakat yang mendesak,” beber politisi yang berangkat dari Dapil III ini menambahkan. Untuk itu, Awi meminta kepada masyarakat untuk tidak memaknai Dana Kelurahan ini sebagai dana tunai, tetapi pagu anggaran. Warga bisa mengajukan berbagai kebutuhan dengan platform yang sudah dianggarkan. Ia yakin, anggaran tersebut mampu mengkaver kebutuhan jika diband-

ingkan dengan anggaran musrenbang SKPD yang berkisar antara Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar pagu anggarannya untuk mengkaver 154 kelurahan. “Kita berharap pemkot bisa menyiapkan struktur organisasi yang layak, agar bisa menjalankan program tersebut. Masyarakat harus dilibatkan dalam musrenbang kelurahan ini. Karena anggaran ini peruntukannya bisa macam-macam,” harap Ketua DPC PDI-P Surabaya ini. Dana Kelurahan, sudah bisa digunakan pada tahun 2020 dengan mengacu pada pelaksanaan musrenbang kelurahan tahun 2019 ini. “Musrenbang tahun 2020 nanti, akan direalisasikan pada tahun 2021. Tapi, kami melihat masih banyak masyarakat yang belum menyadari secara penuh,” pungkasnya. (nia/mik)

DANA KELURAHAN KOTA SURABAYA APBD TAHUN 2020 Pengelolaan dana kelurahan berdasarkan PP No.17 tahun 2018 dan PERMENDAGRI No.130 tahun 2018 tentang kegiatan pembangunan sarpras kelurahan digunakan untuk membiayai pelayanan sosial dasar yang berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat, diantaranya: Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarpras lingk. pemukiman, meliputi: 1. Jaringan air minum 2. Drainase dan selokan 3. Sarana pengumpulan sampah dan sarana pengolahan sampah 4. Sumur resapan 5. Jaringan pengelolaan air limbah domestik skala pemukiman 6. Alat pemadam api ringan 7. Pompa kebakaran portabel 8. Penerangan lingkungan pemukiman 9. Sarana prasarana lingkungan pemukiman lainnya Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemel. Sarpras transportasi, meliputi: 1. Jalan pemukiman 2. Jalan poros Kelurahan 3. Sarpras transportasi lainnya Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarpras kesehatan, meliputi: 1. Mandi, cuci, kakus untuk umum/ komunal 2. Posyandu dan posbindu 3. Sarpras kesehatan lainnya Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan Sarprasdikbud, meliputi: 1. Taman bacaan masyarakat 2. Bangunan PAUD 3. Wahana permainan anak di PAUD 4. Sarpras pendidikan dan kebudayaan lainnya Kebudayaan: 1. Program Pengembangan dan pemanfaatan budaya lokal 2. Program pengembangan destinasi wisata 3. Program perlindungan budaya lokal 4. Program pengembangan kerjasama dengan stakeholder bidang pariwisata


SERTIFIKAT

PE RS WAN DE

JADILAH SAHABAT SEMUA ORANG memorandum.co.id

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

memorandumredaksi@gmail.com

Momentum Eratkan Kerukunan Hal itu diungkapkan Bendahara FKUB Surabaya Pdt Indro Sujarwo SAg. Menurutnya, misi FKUB yang dibentuk Pemerintah Kota Surabaya memang sejak awal yakni untuk meningkatkan kerukunan. Karena itulah, adanya tema yang diputuskan oleh PGI (Persekutuan Gerejagereja Indonesia (PGI) dan Komite Wali Gereja Indonesia (KWI) kali ini bakal semakin menambah motivasi bagi FKUB untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya. “Kami jelas mendukung dan menyambut suka cita tema itu. Karena memang seharusnya Natal bukan untuk merayakan kehadiran Mesias ke dunia untuk umat Kristen. Tetapi, secara utuh merupakan anugerah bagi umat manusia secara keseluruhan,” paparnya. Pdt Indro Sujarwo menegaskan bahwa anggota FKUB

merupakan tokoh bermacammacam latar belakang agama. Tetapi pengurus yang tergabung merupakan orang-orang yang mendapatkan tugas dari pemerintah untuk memberikan penyuluhan bagaimana Indonesia ber-Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian, program pembinaannya berkaitan dengan pembinaan mental khususnya generasi milenial tentang kebangsaan. “Kami bersama tokoh beragama lainnya benarbenar solid untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa meskipun warga Indonesia khususnya di Surabaya berbeda-beda agama, tetapi hidup rukun dan aman,” tambahnya. Untuk itu, pengurus perlu berdiskusi secara khusus dalam menjalankan program pembinaan. Tentunya, mereka berbagi tugas sesuai dengan latar

Pdt Indro Sujarwo

belakang pengurus. Misalnya, untuk kiai bertugas kepada generasi Islam. Kemudian pendeta ke generasi Kristen, Romo ke generasi Katolik. Demikian juga biksu maupun pendeta agama Hindu. Sementara sebagai pelayan di Gereja Jawi Wetan (GKJW) Wiyung, Indro Sujarwo pun melakukan hal yang sama tentang kerukunan. Selain kegiatan keagamaan, dia juga mengajak jemaat untuk mengadakan aksi sosial. “Tahun ini, di GKJW sudah ada kegiatankegiatan khusus menyambut perayaan Natal. Pada awal bulan Desember hingga menjelang Natal, ada aksi-aksi sosial untuk membantu sesama,” kilahnya. (sr/yok)

KEHADIRAN Natal bagi umat Katolik bukan untuk kalangan mereka sendiri. Tetapi mencakup seluruh umat manusia. Wajar jika, Keuskupan Surabaya sangat mendukung adanya tema ‘hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang’ dalam menyambut kehadiran sang penebus Yesus lewat kelahirannya tahun ini. Hal itu diungkapkan Romo Paroki Santo Mikael Surabaya Lino Belo. Menurutnya, tema mencintai sesama sudah ditunjukkan dalam persekutuan dan pelayanan Gereja Katolik Keuskupan Surabaya sudah berlangsung dalam 10 tahun terakhir yaitu periode 2010-2020. Dan, tema nasional memperingati Hari Natal 2019 yang sesuai dengan misi keuskupan, tetap dipertahankan. Bahkan, ada penambahan berbasis lingkungan. “Intinya, kami sebagai warga Gereja Katolik hadir di tengah-tengah masyarakat bukan semata-mata mencari kebahagiaan untuk umat Katolik sendiri. Tetapi, kami harus ikut peduli dengan kondisi warga di lingkungan sekitar. Saling menghormati baik dalam ibadah maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Seperti ini tepat dengan tema Natal nasional tahun ini,” paparnya. Romo asal Timor Leste yang menjadi warga Negara Indonesia itu menambahkan, dalam menyikapi kondisi yang ada saat ini, pihaknya sebagai warga negara yang baik harus mendukung program yang dilakukan pemerintah khususnya pemerintahan di bawah kepemimpinan Pres-

iden Joko Widodo. “Kami menilai apa yang ditunjukkan oleh Presiden Jokowi saat ini sudah mencerminkan sebagai tokoh yang menjadi milik seluruh warga Indonesia yang majemuk. Dia menunjukkan sikap negarawan yang tidak mementingkan diri sendiri maupun golongan. Tetapi berpikir dengan kerelaan hati untuk rakyat Indonesia,” ujarnya. Menyinggung soal kegiatan di Gereja Katolik Santo Mikael dalam menyambut Natal tahun ini, Romo Lino mengakui tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada tahun lalu. Sejak awal Desember tepatnya mulai tanggal 1 ada masa advent atau masa persiapan penantian kelahiran Tuhan Yesus. Dalam masa ini ada istilah aksi puasa pembangunan yang merupakan salah satu pelayanan gereja. Di antaranya memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Di mana aksi ini merupakan aksi warga gereja untuk ikut sedikit memberikan apa yang dimiliki kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. “Biasanya aksi sosial dengan membagikan kebutuhan pokok dilakukan beberapa kali di lokasi sekitar gereja kami,” tambahnya. Sedangkan untuk persiapan rohani sendiri, ada istilah perayaan ekaristi, rekoleksi dan pengakuan dosa. Pada intinya, warga Katolik harus melakukan hal-hal kebajikan, sehingga benar-benar dalam kondisi bersih baik jasmani dan rohani sebelum menerima kehadiran ‘Raja Damai’. (sr/yok)

SEBAGAI bangsa Indonesia, umat Kristiani di tanah air tidak lepas dari adanya masyarakat Indonesia lainnya yang berbeda iman. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, harus selalu dibangun komunikasi untuk mencapai kehidupan yang aman dan tenteram. Demikian juga dalam suasana Natal ini akan menjadikan perayaan penuh arti jika adanya dukungan mereka. Menurut Ketua GPIB Mupel Jawa Timur Pdt Elia H Unpapar, selalu membangun komunikasi dengan semua orang, itulah arti persahabatan antarsesama yang menjadi tema nasional Natal tahun ini. “Kita tidak boleh eksklusif. Gereja tidak

boleh eksklusif. Artinya dalam merayakan Natal bukan untuk diri sendiri. Tetapi, kita harus menunjukkan diri dengan Natal, umat Kristen menunjukkan suka cita bersama-sama warga sekitar,” katanya. Peringatan Natal bukan berarti pesta-pesta dan hura-hura secara fisik. Tetapi, Natal ini merupakan pesta iman dengan memberikan kepekaan lebih kepada masyarakat sekitar. Karena tujuan kelahiran Yesus ke dunia untuk membangun iman yang lebih baik. Tentunya menurut Unpapar yang sehari-hari melayani jemaat GPIB Bukit Kasih Surabaya, membangun iman berarti membangun kepekaan

terhadap adanya warga sekitar. “Di GPIB Bukit Kasih sendiri, selama ini sudah terbangun komunikasi yang baik antara jemaat kami dengan warga di sekitarnya. Bahkan dalam berbagai acara pun kami terlibat dan melibatkan mereka,” tuturnya. “Sebagai contoh ketika umat Islam merayakan hari raya Idul Adha atau kurban, umat Kristen di GPIB Bukit Kasih memberikan sumbangan lima kambing di beberapa tempat di sekitar gereja. Termasuk ke pondok pesantren di lokasi tersebut. Dan, sebaliknya ketika kami menggelar acara Pesparawi Anak, giliran pemuda dan warga sekitar gereja pun menawarkan diri untuk menjadi

an menlokasi parkir dan entuk jaganya. Ini bentuk ang komunikasi yang un sudah terbangun dengan baik,”” jelasnya. Bagaimana dengan radikalisme? Menurut Unpapar, sebagai negara g Indonesia yang umajemuk, sunya dah selayaknya hal itu tidak boleh ah air. terjadi di tanah Karena itulah, gereja pun harus memberikan dukungan kepada pemerintah untuk ikut bersama-sama memer-

anginy anginya. “Kita pun selalu berdoa agar pem pemerintah diberi ke kekuatan agar m mampu menangani permasalahanper masalahan termasuk soal radikalisme. Ini termasuk bentuk dukungan. T Te t a p i , k i t a jug juga memberikan masukan m baik kritik d dan saran yang membangun. Karena kita juga tidak mau memberikan dukungan yang membabibuta,” tutupnya. (sr/yok)

Pdt Dr M Sudhi Dharma (Ketua Umum Bamag Surabaya)

Selalu Bersyukur SETIAP umat Kristen dan Katolik memiliki cara berbeda-beda dalam memahami tema menjadi sahabat semua orang seperti ditunjukkan dalam tema menyambut Hari Natal tahun ini. Namun, Badan Musyawarah Antar-Gereja (Bamag) yang merupakan wadah dari seluruh warga gereja dari berbagai kelompok dan komunitas tentunya harus menunjukkan aplikasi secara universal dalam menyambut kelahirannya. Seperti ditunjukkan dalam dasar berdirinya Bamag yang tertulis pada Alkitab yakni Bangkitlah dan Menjadi Teranglah. Bamag Surabaya akan mengaplikasikan kehadiran Natal tahun ini sebagai momentum untuk mengajak seluruh gereja khususnya

urabaya yang ada di Surabaya a unberbuat nyata tah tuk pemerintah dan seluruh u m a t . Ti d a k peduli dari mana, dan apa pun status maupun agamanya untuk diajak berbuat baik dan mulia. “Sebagai orang gereja, kita ncarharus memancarkan cahaya terang kepada seluruh sesama umat dengan cara berbuat baik. Tentunya berbuat baik bentuknya bermacam-macam. Tetapi intinya kita harus saling tolong menolong dalam suka

dan du duka,” ujar Ketua U Umum Badan Musyawarah A n t a r- G e re j a ((Bamag) Surabaya Pdt Dr M Sudhi Dharma. Diakuinya, dalam kondisi seperti saat ini m memang perm masalahan sosial banyak terjadi karen karena kurangnya kasih d dalam kehidupan sehari-hari. Faktor kekhawatiran membuat orang lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain. Dan, akibatnya banyak penindasan terjadi. “Beda dengan

kehidupan yang penuh rasa syukur. Tentunya segala suatunya dinilai dengan keiklasan dalam menerima apa yang sudah ditentukan. Dipastikan orang yang selalu bersyukur, hidupnya akan penuh suka cita,” ujarnya. Sudhi Dharma yang baru saja melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Bamag Jatim menegaskan, kehadiran Bamag sendiri merupakan wadah bagi gereja-gereja yang ingin menjadi pioneer dalam bergerak untuk menunjukkan kebaikan di semua ini. Karena memang gereja tidak seharusnya bersifat eksklusif. Sebaliknya harus terbuka dalam melayani masyarakat yang berbeda-beda kehidupannya. “Anggota Bamag sendiri di

Surabaya berasal dari berbagai macam gereja. Kami bersatu dalam kegiatan sosial maupun kerohanian. Untuk sosial, aksi bantuan banyak kami lakukan dalam meringankan beban warga di tanah air yang mengalami bencana seperti gempa bumi dan sebagainya,” jelasnya. Sementara untuk kegiatan rohani, Bamag Surabaya membuat kegiatan menara doa di mana para anggota melayani doa selama 24 jam yang dipusatkan di Hotel Garden Surabaya. Juga ada persekutuan doa pagi setiap Selasa hingga Minggu. “Kami setiap tahun juga menggelar perayaan Natal. Dan, tahun ini berlangsung 10 Desember 2019,” tutup Sudhi Dharma. (sr/yok)

Kasatma Banser Kota Surabaya Zainul Arifin

Siap Bantu Pengamanan SEPERTI tahun-tahun sebelumnya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) selalu menunjukkan toleransi umat beragama ketika merayakan hari raya. Tak terkecuali Banser Kota Surabaya yang siap membantu pengamanan Natal 2019. Ada sekitar 1.000 personel yang diterjunkan untuk membantu mengamankan keberlangsungan misa Natal di gereja-gereja. Kepala Satuan Markas (Kasatma) Banser Kota Surabaya Zainul Arifin mengatakan, Banser Kota Surabaya berupaya ikut membantu keamanan misa Natal, supaya ibadah umat Kristiani berjalan lancar. Keterlibatannya sebagai bentuk

simbol toleransi antar umat beragama. “Toleransi antar umat beragama harus terus dijaga. Kita berupaya melindungi minoritas, mengedepankan kemanusiaan, dan mengedepankan jalan rahmatan lil alamin,” kata Zainul. Dia juga menuturkan, tujuan mengamankan misa Natal di gereja ini memang sudah menjadi agenda tahunan Banser. Salah satu tunjuannya untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal itu, lanjut Zainul sepeti yang dikatakan Sayyidina Ali bin Ali Thalib bahwa mereka yang bukan saudaramu seiman, adalah saudara dalam kemanusiaan. “Kita mengedepankan jalan rahmatan lil alamin. Islam

Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan dan Kabid Humas Kombespol Frans Barung Mangera.

Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. “Selain memberi-

kan arahan ke polres jajaran, kami bersama pangdam dan gubernur

akan mengecek ke beberapa gereja dan tempat-tempat wisata

sebelum yang digunakan sebagai Nataru,” lanjut Luki. Sementara itu, untuk mengantisipasi sweeping dari ormas, pihak Polda Jatim telah melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama, aktivis maupun ormasormas Islam. “Kita sudah lakukan pendekatan ke beberapa ormas, jadi saya berharap masyarakat mempercayai kepada kami, karena melakukan sweeping merupakan tugas TNI-Polri,” terang perwira tinggi (pati) dengan dua bintang itu. Kapolda juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat ketika di wilayahnya ada hal yang meresahkan. Dengan informasi yang cepat, sehingga bisa dilakukan pencegahan dini. Sehingga peran aktif dari masyarakat tentunya Jatim akan lebih kondusif. “Anggota kami akan bergerak cepat, dan informasi sekecil apa pun segera tersampaikan,” pungkas Luki. (tyo/sr)

Rendahkan Diri dan Saling Melayani

Selalu Bangun Komunikasi

Berbuat Baiklah untuk Semuanya

Berikan Rasa Aman dan Nyaman

Pdt Slamet STh (Sekretaris Eksekutif PGI Jawa Timur)

Suasana ibadah menjelang Natal di Gereja GPIB Bahtera Hayat Surabaya.

Pdt Elia H Unpapar (Ketua GPIB Mupel Jawa Timur)

Romo Lino Belo SDB (Paroki Santo Mikael)

Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan

DEMI memberikan rasa aman dan nyaman perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polda Jatim mengerahkan 15 ribu personel gabungan. Kapolda Jatim Irjenpol Luki memerintahkan agar personel yang bertugas all-out dalam menjalankan tugas dengan sandi Operasi Lilin Semeru 2019 ini. “Ada beberapa titik yang menjadi perhatian yakni gereja, tempat wisata, tempat perbelanjaan, terminal, dan titik kumpul masyarakat merayakan Nataru,” kata Luki. Tidak hanya pengamanan wilayah di Jatim, namun juga disiagakan 15 posko tanggap bencana yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh masyarakat yang terkena musibah. Posko tersebut sudah dilengkapi dengan dapur umum dan beberapa kamar mandi cuci kakus (MCK). Selain itu, Luki juga memerintahkan kepada kapolres jajaran guna meninjau kesiapan gerejagereja, seperti yang sudah dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Idham

Setiap tahun umat Kristiani merayakan Hari Natal dan Tahun Baru. Dan, tahun ini secara nasional tema perayaan Natal yakni ‘Hiduplah sebagai Sahabat Semua Orang’. Bagi Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya sangat tepat menjadi momentum untuk lebih mempererat kerukunan warga Surabaya yang memiliki berbagai macam agama dan kepercayaan.

HALAMAN 14  15

ma yang sebagai agama merangkul atau mengayomi sean mua pihak dan a dalam semua hal,” tegas dia. Partisipasi pengamanan perayaan Natal itu merupan kan kegiatan irutin yang diser lakukan Banser ipatdalam mencipatkan suasana aman, d tetap menjaga k kondusivitas, dan tentunya agar Kota Surabaya khususnya damai.

Hubun Hubungan antaragama d di Kota Pahlawan ini selama ini cu cukup harmonis, ssehingga patut terus dijaga dan ditingkatkan. “Surabaya di jadikan sebagai rumah toleransi. Kita sebagai kesa atuan Banser ju juga tetap pada jalurnya, yaitu men menjaga dan juga m e l a k s a n a k a n we jjangan d dari para kiai-kiai untuk menjaga keamanan,” imbuh Zainul.

Nantinya, para personel Banser bakal disebar di sejumlah titik gereja. Mereka akan melakukan penjagaan membantu aparat yakni polisi dan TNI dalam mengamankan perayaan Natal. Termasuk saat perayaan Tahun Baru 2020, Banser bakal terlibat aktif melakukan pengamanan di sejumlah tempat perbelanjaan. Monitoring khusus bakal diberikan kepada sentra-sentra yang menjadi pusat keramaian masyarakat. “Untuk kegiatan pam (pasukan pengamanan masyarakat) kami akan bersinergi dengan teman-teman di gereja dan juga aparat keamanan di Surabaya,” pungkas dia. (alf/sr)

PADA saat merayakan Natal tahun ini, secara nasional umat Kristen dan Katolik diingatkan lewat tema bersama ‘Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang’ yang diambil dari Injil Yohanes. Karena itulah Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) untuk wilayah Jawa Timur pun harus ikut mengaplikasikan dalam kegiatannya. Menurut Sekretaris Eksekutif PGI wilayah Jawa Timur Pdt Slamet STh, merayakan terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan untuk keluar dari sekat-sekat suku,

budaya, agama, dan lain-lain. “Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, gereja, dan masyarakat,” katanya. “Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi Indonesia yang bermartabat,” tambahnya. Seharusnya bangsa Indonesia selalu menunjukkan

rasa syukur karena di tengah perselisihan dunia dan krisis ekonomi global saat ini, Indonesia masih mampu menunjukkan eksistensinya. Karena itu di tengah banyak rongrongan dan isu perpecahan, umat Kristiani di tanah air harus semakin kuat dalam menunjukkan kasihnya. “Sebagai umat Kristen kita percaya bahwa Tuhan YME ikut berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya. Kita juga percaya bahwa sejarah bangsa Indonesia merupakan bagian dari sejarah perjumpaan antara manusia dan pencipta-Nya,”

paparnya. Umat Kristiani diingatkan pada teladan cinta kasih Yesus, yang menginspirasi mereka untuk saling merendahkan diri dan saling melayani. Dalam Kitab Injil, Yesus yang adalah Tuhan Guru, rela mencuci kaki para murid-Nya sebagai lambang kerendahan hati dan pelayanan-Nya yang tidak mengenal batas. Injil Yohanes memotret Sang Guru Agung sebagai sosok sahabat yang menyerukan pesan cinta kasih. Ia memperlakukan mereka yang mempraktikkan cinta kasih sebagai sahabat-sa-

habat-Nya sendiri. “Apa yang dilakukan Yesus mengilhami kita untuk memperkuat dan merawat persaudaraan, serta persahabatan dalam kehidupan bangsa kita”. Menurut Pdt Slamet, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sendiri saat ini telah menghimpun lebih dari 88 gereja anggota di tanah air. Keanggotaan PGI mewakili 80 persen umat Kristen di Indonesia. Beberapa nama gereja atau sinode anggota PGI yang pada umumnya diketahui banyak orang seperti Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kalimantan

Evangelis (GKE), Gereja Toraja (GETOR), Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB), Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Ada juga Gereja Protestan di Indonesia (GPI), Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI), Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Gereja Mission Batak (GMB), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII), Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah (GSJA), dan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII). (sr/yok)


WEBSITE: memorandum.co.id яБо EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 16


TULUNGAGUNG

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 17

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Pemdes Jeli Dukung Sepak Bola Liga Fantasia Tulungagang, Memorandum Pertandingan Liga Fantasia Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 berlangsung meriah di lapangan Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Minggu (22/12). Ada 24 tim dari 12 sekolah sepak bola (SSB) anggota Askab Tulungagung yang menjadi pesertanya. Pembukaan dihadiri pengurus Asosiasi PSSI Kabupaten Tulungagung, Muspika Karangrejo, dan Kepala Desa Jeli Suratman, yang sekaligus membuka acara dengan menendang bola didampingi ketua panitia. Dalam sambutannya, Kades Suratman yang diwakili Sekdes Maksun mengatakan, atas nama pemerintah desa pihaknya sangat mengapresiasi adanya Liga Fantasia ini. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung adanya Liga Fantasia ini. Karena akan memunculkan bibit-bibit sepak bola berbakat, yang nantinya diharapkan bisa berprestasi di kancah regional, nasional bahkan internasional,” ucapnya. Pihaknya menyebut, belum lama ini pemerintah desa memberikan bantuan berupa mesin pemotong rumput kepada pengurus sepak bola Jeli Putra atau Jepa FC untuk perawatan rumput lapangan. “Alhamdulilah, pemerintah desa beberapa waktu lalu juga

memberikan bantuan mesin potong rumput. Semoga nantinya betul bisa bermanfaat sebagai sarana untuk mendukung pembinaan sepak bola usia dini. Sehingga membawa kemajuan sepak bola di Desa Jeli, yakni Jepa FC,” pungkasnya. Ketua panitia pelaksana Kartiko Wahyu Widodo sangat bersyukur kegiatan Liga Fantasia bisa terlaksana dengan baik. Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini. “Atas nama panitia kami menyampaikan terima kasih kepada Askab PSSI Tulungagung, yang telah mendukung dan mensuport kegiatan ini. Juga perangkat pertandingan dan Pemerintah Desa Jeli, yang telah memberikan bantuan mesin potong rumput, sehingga bisa membuat sarana pertandingan Liga Fantasia nyaman bagi pesertanya,” paparnya. Kartiko menambahkan, tujuan dari Liga Fantasia ialah untuk nenggairahkan kembali bagi para pecinta sepak bola usia muda di kawasan pinggiran, khususnya wilayah Tulungagung utara. “Dengan harapan nantinya akan muncul bibit-bibit pemain sepak bola yang berbakat, dan bisa berprestasi di kancah nasional maupun internasional. (adv/kin/rif )

Tulungagung, Memorandum Muhammada Rifai (21), warga Desa Plandaan, Kecamatan Kedungwaru harus merasakan pengapnya jeruji besi Mapolsek Tulungagung Kota. Pasalnya, pemuda ini menjadi tersangka karena menjual barang-barang milik Yovi Rangga Megantoro (21), warga Desa Sudimoro, Kecamatan Timbulharjo, Kabupaten Bantul, majikannya sendiri. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban kepada polisi pada Senin (17/12) lalu. Saat itu korban datang ke gudang miliknya di Kelurahan Kutoanyar, Kota Tulungagung, dan mendapati barang-barang di warungnya hilang. Barang yang hilang adalah 23 set meja kursi, dua tabung gas elpiji, dua kompor gas, satu mesin pompa air, dua buah tandon air, dua buah modem wifi, perlengkapan dapur seperti piring, sendok, wajan hingga rak piring. Jika ditotal jumlahnya mencapai Rp 30 juta. Paur Humas Polres Tulunga-

gung Ipda Anwari mengatakan, usai menerima laporan itu polisi langsung mendatangi lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. “Kita langsung ke lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Sebenarnya kecurigaan sudah mengarah kepada tersangka. Apalagi selama ini tersangka dipercaya menjaga gudang tersebut,” ujarnya, Minggu (22/12). Terlebih lagi usai korban lapor polisi, tersangka seperti menghilang. Bahkan majikannya sendiri tidak bisa menghubunginya. Setelah mendalami keterangan saksi, akhirnya polisi ber-

hasil mendeteksi keberadaan tersangka di wilayah Kecamatan Ngantru, tepatnya di salah satu warung kopi Desa Padangan. Tersangkapun tertangkap di sana. Kepada polisi tersangka mengaku nekat menjual barang milik majikannya karena perlu uang untuk memenuhi hobinya bermain indoplay. Yaitu permainan online yang banyak digandrungi masyarakat saat ini. “Ngakunya uangnya habis dipakai main indoplay, game online itu,” jelas Anwari. Usai diamankan, kemudian tersangka diminta menunjukkan barang-barang curiannya. Tersangka mengaku baru menjual sebagian barang senilai Rp 5 juta melalui facebook, sedangkan sisanya belum laku dijual. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 sub pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (fir/mad/rif )

Tersangka (tengah) diamankan petugas Polsek Kota Tulungagung.

Polres Tulungagung Gelar Razia Knalpot Brong dan Balap Liar Tulungagung, Memorandum Satlantas Polres Tulungagung gencar menggelar razia balap liar dan knalpot brong dengan sasaran wilayah perbatasan Tulungagung-Kediri. Seperti pada Sabtu (21/12) hingga Minggu (22/12) dini hari, polisi berhasil menilang 27 pengendara sepeda motor karena tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan maupun SIM. Bahkan 15 sepeda motor terpaksa ditahan karena tidak sesuai standart, sehingga harus diproses hukum lebih lanjut. Kasatlantas Polres Tulun-

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Kades Suratman (tengah) menendang bola ketika pembukaan Liga Fantasia.

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Ketagihan Indoplay, Jarah Barang Majikan

Petugas memeriksa perlengkapan surat pengendara motor.

gagung AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, sasa-

ran razia kali ini adalah aksi balap liar dan penggunaan

knalpot brong. Hal ini dilakukan guna memastikan kondusifitas wilayah Kabupaten Tulungagung. Mengingat saat ini sudah memasuki libur panjang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru). “Apalagi ini sudah memasuki masa liburan sekolah. Kita antisipasi sekaligus jelang perayaan Nataru,” jelasnya. Knalpot brong dan perlengkapan sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis, menurut Aris, bisa membahayakn diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Aris menjelaskan, bagi pemilik motor berknalpot brong bisa mengambil kendaraannya ketika proses hukumnya selesai. Dan syarat lainnya, pemilik harus memasang lagi knalpot maupun ban sesuai standart pabrik. Sementara untuk razia balap liar ini, Aris mengaku pihaknya sudah mendapatkan informasinya. “Kita dapat laporan wilayah Ngantru sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar. Makanya kita lakukan penyisiran di lokasi-lokasi rawan balap liar,” pungkasnya. (fir/mad/rif )

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan

Pertemuan Be Trust Machine dengan penggiat fintech di Magelang.

Garap Serius Payment, Clearing, and Settlement Magelang, Memorandum Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang fintech (financial technology), Be Trust Machine (BM) terus berinovasi di bidang keuangan yang lagi tren di Indonesia. Apalagi pengaruh fintech sudah meluas di masyarakat. Kategori fintech yang sedang dilirik dan digarap serius oleh BM adalah Payment, Clearing and Settlement. Mengapa? Karena dengan komunitas yang sudah dibangun akan ada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan digaet perusahaan. Dari kedua hal tersebut, memang tidak bisa dipisahkan karena payment gateway merupakan gerbang atau media transaksi yang bertujuan untuk memudahkan pengguna, baik

penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi. Payment gateway menawarkan sejumlah manfaat bagi penjual dan pelanggan. Dari sisi keamanan, juga cukup terjamin. Sebaba, payment gateway bergerak pada bidang spesialisasi pembayaran. Payment gateway biasanya menyediakan cara pembayaran yang lebih aman dalam melakukan transaksi, meskipun ketika anda harus melakukan transaksi itu sendiri. Sebagai contoh, gerbang untuk masing-masing pembayaran memiliki sebuah metode yang unik untuk mendeteksi terjadinya penipuan. Satu Saluran untuk Mengelola Semua Metode Pembayaran Penjual memerlukan payment gateway untuk menyederhanakan

kerumitan terkait dengan kompleksitas yang hadir bersama pembayaran. Misalnya, mengintegrasikan berbagai metode pembayaran dengan aplikasi BePay, berarti juga mengeliminasi banyaknya urusan kerja sama bisnis dengan berbagai bank. Sehingga anda tidak perlu untuk membuat beberapa akun bank dalam menerima pembayaran. Penjual cukup memiliki satu akun pada payment gateway mendapatkan berbagai channel penerimaan pembayaran dan transfer uang ke lebih dari 140 bank di seluruh Indonesia, dari transaksi yang dilakukan oleh pelanggan dari berbagai bank. Kapan platform atau aplikasi BePay ini diluncurkan?.... (Bersambung…)

CEO Adrian Wijaya dan Marketing Director Dedy Susworo.


DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019 HALAMAN 18

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Ada Lebam di Bagian Belakang Telinga

Diduga Keracunan, Peserta Diklat Meninggal FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Kompol Faruk Mustofa Kamil (berpeci) menggelandang Imo ke Mapolsek Sumbersari.

Alap-alap Handphone Anak Kos Tegal Boto Dibekuk Jember, Memorandum Tim Serigala Reskrim Polsek Sumbersari menangkap Imam Budi Hartono alias Imo (35), residivis pencurian spesialis handphone di wilayah kos-kosan kampus, Lingkungan Tegal Boto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Tersangka yang kesehariannya mengaku sebagai kuli bangunan, nekat mencuri handphone mahasiswa kos-kosan kendati harus loncat pagar dan bobol jendela. Pengakuan warga perumahan Kembang Permai Blok B, Desa Kembang, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso ini, tiga lokasi telah disatroni. Yakni di PPM Imam Syafi’ Urohman di Jalan Brantas Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, rumah kos di Gang Mastrip I 26, dan di Gang Mastrip VII 1B. Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustofa Kamil menerangkan, tersangka telah mengakui perbuatannya di tiga tempat sesuai laporan yang masuk. Pencurian itu dilakukan 22 Agustus dini hari. Sedangkan di Mastrip masing-masing dilakukan pada 22 Oktober pagi, dan terakhir 16 Desember dini hari. Aksi terakhir itu yang membuat sepak terjang Imo terhenti karena tidak sadar terekam kamera pengawas ( CCTV). “Aksi ini dilakukan tersangka sejak Agustus 2019 dengan cara melompat pagar lalu mencongkel jendela dan terekam CCTV kemudian langsung mengambil handphone tersebut. Selanjutnya pelaku keluar melalui jalan semula,” terang Kompol Faruk, Minggu (22/12). Dari tangan Imo, petugas mengamankan 1 handphone merek OPPO warna putih, satu handphone Lenovo warna hitam, 1 handphone OPPO A33W warna putih, serta uang tunai. Residivis ini terancam Pasal Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan, Sebagaimana dimaksud dalam pasal pasal 363 ayat (1) ke 3, 5 KUHP. (edy/epe)

Jember, Memorandum Dunia pendidikan di Kabupaten Jember berduka. Satu peserta pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) anggota muda siswa SMA 2 Pecinta Alam angkatan ke-39, Rafditya Athaya Ramadhanta (16), dilaporkan meninggal. Musibah ini terjadi ketika korban bersama 14 rekannya hendak menjalani diklatsar selama 4 hari di Kali Kelepuh Perkebunan Sentool, Desa Suci, Kecamatan Panti. Keterangan panitia diklatsar, siswa kelas X IPA 7 yang tinggal di Jalan Kalimantan 13, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, meninggal dunia karena salah ambil botol minum. “Korban meninggal saat dilarikan ke klinik desa. Informasi dari teman-temannya, ia meninggal setelah salah minum. Dikira air mineral, ternyata cairan minyak bercampur bawang untuk obat kutu air,”

ujar Kapolsek Panti AKP Zuhri, Minggu (22/12). Statemen kapolsek berdasarkan keterangan saksi dari panitia diklatsar maupun rekan korban. Usai meminum cairan itu, korban mengalami kejang-kejang dan seperti berhalusinasi. Dalam kondisi mata terpejam, Rafditya terus mengiggau. Karena itu, sekitar pukul 18.30 korban dievakuasi turun menggunakan motor dari lokasi diklat di Perkebunan Sentool ke Balai Desa Suci. Namun, kondisi medan yang cukup berat membuat proses evakuasi berjalan lambat. Nahas, sesampainya di klinik desa, jiwa Rafditya tidak tertolong.

Lanjut AKP Zuhri, Rafditya bersama beberapa temannya hendak menjalani diklatsar di Bukit Sentool yang ada di Glengseran, Desa Suci. Rencananya, diklatsar berlangsung 4 hari diikuti 13 peserta, 15 pendamping (panitia), dan tiga alumni SMA 2 Jember. Mereka tiba Sabtu (21/12) pukul 09.00 di Desa Suci dan dilanjut dengan perjalanan kaki ke perkebunan Sentool. Masuk di perkebunan Sentool yang menjadi camp sekitar pukul 14.30. Diduga, kehausan Rafditya mengambil botol berisi cairan di tasnya. Ternyata yang diminum cairan minyak bercampur bawang untuk menetralisasi kutu air, gangguan alam yang biasa dialami pegiat alam bebas. Cerita pendamping, korban sempat memuntahkan cairan itu dan segera meminum air

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Proses evakuasi Rafditya dari klinik Desa Suci ke RSD dr Soebandi.

putih. “Meski sudah diminumi air putih, korban sempat kejang dan pingsan. Kemudian sadar. Saat sadar, korban berusaha dibawa dengan menggunakan motor menuju klinik desa. Tapi ternyata korban meninggal saat perjalanan,” ungkap AKP Zuhri. Petugas Polsek Panti yang mendengar peristiwa ini lang-

sung menangani musibah. Jenazah korban lantas dievakuasi ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian korban. Sebab, tambah AKP Zuhri, ada beberapa bagian tubuh korban yang lebam, di antaranya pada kepala bagian belakang telinga kanan dan kiri. (edy/epe)

Pemkab Jember Beri Perhatian pada PMKS Jember, Memorandum Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember memberikan perhatian kepada sejumlah kelompok masyarakat rentan, untuk bersama bangkit dengan masyarakat lainnya. Perhatian itu berupa bantuan stimulan di Pendapa Wahya Wibawagraha, Sabtu (21/12). Kelompok masyarakat itu di antaranya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), penyintas Wamena, anak jalanan (anjal), perempuan korban kekerasan, mantan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas), dan lainnya.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Bupati Faida memberikan santunan.

Selain berupa peralatan kerja, pemerintah daerah membe-

rikan stimulan berupa pelatihan kerja. Berbagai pihak digandeng

untuk melakukan pembinaan. Mulai dari dinas sosial, kementerian agama, Lapas Jember, UPT Balai Diklat Dinasker Jatim, dan tidak ketinggalan dinas kependudukan dan pencatatan sipil. Seperti para para penyintas Wamena, mereka diberi pelatihan dan berbagai peralatan sesuai dengan keahlian mereka. Demikian pula dengan dokumen adminduk, yang diurus tuntas oleh pemerintah. Anak mereka yang masih sekolah juga mendapatkan beasiswa dari pemerintah. “Mereka dibantu untuk kepentingan sekolahnya, seti-

ap anak mendapatkan bantuan Rp 1,2 juta,” terang Bupati dr Hj Faida MMR. “Sedangkan setiap keluarga dibantu Rp 1 juta dan sembako untuk memastikan mereka di sini bisa bekerja sesuai keahlian masing-masing,” tambahnya. Siti Sutartati, salah satu penerima bantuan berupa pelatihan dan peralatan tambal ban, tidak kuasa menyembunyikan suka citanya. “Saya merasa senang, karena ini bisa menjadi tambahan mata pencaharian keluarga karena sebelumnya cuman sebagai ibu rumah tangga,” tuturnya. (edy/epe)


memorandumredaksi@gmail.com

memorandum.co.id

BERANI TEGAK LURUS ORA KORUPSI SELANGKAH LAGI WUJUDKAN IMPIAN WARGA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

HALAMAN 19

TAMPUNG PRODUK LOKAL

Revitalisasi Pasar Tradisional Tumbuhkan Perekonomian Kerakyatan Perkembangan zaman dan kemajuan sebuah daerah tidak lepas dari pergerakan perekonomian kerakyatan. Dengan menjamurnya minimarket dan supermarket, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati dr Hj Faida MMRdan Wakil Bupati (wabup) KH Drs A Muqit Arief, memberikan perhatian serius khususnya terhadap aktivitas pasar tradisional.

Dalam dua tahun terakhir, belasan pasar telah dibangun dan direvitalisasi secara bertahap Pemkab Jember agar bisa bersaing dengan pasar moderen. Bupati Faida menginginkan program revitalisasi pasar tradisional terus dilakukan. Sejak menjadi bupati, 16 pasar tradisional sudah dibangun. Termasuk sumur dan menara air. Revitalisasi dilakukan agar pasar di Jember bersih, tidak bau, dan lebih layak. Sehingga mampu berdaya saing tinggi. “Ini kecintaan saya terhadap pasar tradisional. Bangun semuanya. Dari pasar yang becek, tidak teratur, tidak rapi, tidak ada tempat parkir, dan bau jadi pasar yang ada tempat

parkirnya, pasar yang bersih, tertata, tidak bau. Memang konsumen membeli atau menghendaki seperti itu,” ujarnya. Tidak hanya pasar di tengah kota, tetapi juga di desa dengan skala yang lebih kecil. Kendati demikian, pembangunan fisik pasar ini dilakukan secara bertahap agar tidak menghambat pedagang yang berjualan. “Sekarang dalam dua tahun ini sampai 2019 sudah dituntaskan 16 pasar di seluruh wilayah Jember. Tentunya ini sangat bermanfaat, karena bisa mendorong pemerataan perekonomian di wilayah pinggiran,” kata dia. Faida mengungkapkan, di tengah persaingan dengan pasar modern, pasar tradisional memang memerlukan perhatian dari pemerintah daerah. Dengan demikian, pasar tradisional bisa tetap eksis di tengah-tengah masyarakat dan perkembangan zaman.

Terpenting, lanjut dia, kios penjual dipisah sesuai dengan produk yang dijual. Ada zonasi berdasarkan barang dagangan. Sehingga pasar yang direvitalisasi memenuhi standar kualitas nasional. “Kenapa pasar tradisional harus diberikan perhatian? Pasar tempat berkumpulnya produk-produk, hasilhasil baik dari petani, nelayan, pengrajin semua berkumpul di situ. Kalau dari petani, kita tahu ada sayur mayur, dari pengrajin ada tempe tahu. Dari peternak ada ayam sapi. Semuanya berkumpul di pasar tradisional,” tutur dia. Faida menuturkan, pasar tradisional perlu perhatian khusus sehingga tetap bertahan di tengah gempuran supermarket. Sehingga perlu memenuhi beberapa persyaratan seperti kios tidak menutup arah angin, sirkulasi dan pencahayaan bagus, fasilitas pasar bisa diakses siapa

saja, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. “Oleh sebab itu, pasar tradisional memang memerlukan perhatian khusus agar eksistensi pasar betul-betul tetap bisa survive di tengah menjamurnya hypermarket, supermarket, pasar moderen yang hampir di semua kota ada,” ujar dia. Lebih jauh Bupati Faida mengungkapkan bahwa revitalisasi pasar merupakan bagian dari program nasional Presiden Joko Widodo, yaitu merevitalisasi 5.000 pasar. Sementara di Kabupaten Jember, revitalisasi pasar tradisional merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati. “Ini didanai sepenuhnya oleh APBD Kabupaten Jember. Semua pedagang yang kiosnya atau tokonya diperbaiki tidak perlu bayar urunan supaya pasarnya dibangun,” tambah Wabup Muqit Arief. (edy/epe)

Pasar Tradisional Tanggul

Pasar Burung Gebang

Pasar Tradisional Rambipuji

Revitalisasi Pasar Tradisional Modal Tarik Pelanggan Lagi SALAH satu misi untuk meningkatkan geliat perekonomian di Kabupaten Jember, merevitalisasi pasar tradisional sebuah langkah strategis, antara pemerintah dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jember. Lantaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember menjalin kerja sama pemasaran dengan pelaku usaha kecil dan menengah. Bahkan produk jajanan atau makanan, juga kerajinan tangan, dibantu memasarkan dan ditawarkan sebagai oleh-oleh bagi pengunjung hotel atau restoran di Jember. Selain juga, segala bentuk marchandise atau beberapa kebutuhan dari hotel dan restoran, akan menggunakan produk UMKM lokal dengan menetapkan sistem bagi hasil. Saling menguntungkan antara pelaku UMKM dan pengusaha hotel ataupun restoran. Agar pelaku usaha pasar tradisional tidak tertinggal seiring berkembangnya perbelanjaan minimarket dan supermarket, hingga mal bahkan perhotelan berbintang, perlu jurus khusus agar konsumen kembali. Langkah itu diambil Pemkab Jember dengan merehabilitasi pasar tradisional. Menurut Dedy M Nurahmadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jember, rehabilitasi pasar tradisional merupakan lang-

Bupati Faida menjamin pedagang bertambah omzetnya dengan modernisasi pasar tradisioanal

kah sangat strategis dalam meningkatkan perekonomian tingkat bawah (dasar). “Pasar tradisional merupakan tempat para petani dan pelaku UMKM kreatif untuk memasarkan produknya,” jelasnya. “Perbaikan tempat menjadi motivasi pedagang untuk lebih berusaha secara profesional, gampang mengundang kembali konsumen

untuk datang kembali karena sudah bersih, pedagang bisa menjaga dan merawat kebersihan yang sebelumnya terkesan becek dan kumuh,” ungkap Dedy Sehingga pengunjung semakin banyak dan meningkat konsumen semakin banyak yang datang, peluang untuk meningkatkan hasilkan semakin besar dan bisa dinikmati oleh pelaku usaha kecil.

“Berbagai macam produk kuliner dan batik tulis khas Jember dari Ambulu dan Mayang, dengan ciri khas daun tembakau. Juga ada batik shibori (batik celup yang diikat sehingga memunculkan gradasi warna). Selain itu juga ada aksesoris, craft (kerajinan tangan), kalung, gelang, dan bermacam bros, menjadi daya tarik sendiri,” jelasnya. (edy/epe)

Wujudkan 22 Janji Kerja DINAS Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jember menargetkan program merevitalisasi atau memperbaiki belasan pasar tradisional dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini sejalan dengan visi misi Bupati Faida-Wakil Bupati A Muqit Arief yang ingin terus memperbaiki kondisi pasar tradisional. Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jember Danang Andriasmara mengatakan, untuk 2 tahun ini pihaknya merevitalisasi 16 pasar tradisional. “Revitalisasi pasar tradisional merupakan penjabaran dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, yang memprogramkan pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional selama 2 tahun dan dua tahap,” katanya. Danang mengakui, pada 2018 sebanyak 12 pasar telah dilakukan revitalisasi dengan biaya sebesar Rp 65.716.069.000.00. Pada 2019, jumlah pasar yang dibangun (tahap dua) direvitalisasi sebanyak 16 unit pasar, biaya pembangunan mencapai Rp 120.993.132.550.00 yang kesemua dananya cukup bersumber dari APBD Jember. Dengan pembangunan dan revitalisasi sejak 2018, total anggaran hingga 2019 berjumlah Rp 188.796.351.550.00. “Mekanisme pembangunan pasar tradisional ini dilaksanakan melalui dana APBD sebanyak 12 pasar di tahun 2018, sedangkan di tahun 2019 23 pasar (6 diantaranya adalah

tahap 2 atau lanjut),” tuturnya. Danang menjelaskan, lokasi pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional diprioritaskan atau diutamakan untuk pasar yang telah berumur, wilayah tertinggal atau yang minim sarana perdagangannya, serta wilayah yang memiliki potensi besar. Tak hanya itu, lanjut dia, pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional harus berpedoman pada standar nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan untuk Pasar Rakyat. “Revitalisasi difokuskan pada 4 aspek yaitu revitalisasi fisik, sebagai upaya perbaikan dan peningkatan fisik pasar agar lebih bersih, sehat dan nyaman,” ungkapnya. Selain itu revitalisasi ekonomi, sebagai upaya peningkatan pendapatan serta akses pedagang terhadap pembiayaan dan sumber produk yang diperdagangkan dalam revitalisasi ekonomi. Pasar tradisional juga menjadi sarana perdagangan dan titik distribusi yang strategis dalam mengawal harga dan menjaga inflasi. Juga revitalisasi sosial, yang diharapkan dapat menjadikan pasar sebagai pusat interaksi dan wadah sosial masyarakat sekitar. “Ke depan, konsep revitalisasinya seperti perbaikan secara fisik, manajemen pengelolaan dan revitalisasi ekonomi, bagaimana pasar menjadi pusat kegiatan sosial,” pungkasnya. (edy/epe)


memorandumredaksi@gmail.com

memorandum.co.id

BERANI TEGAK LURUS ORA KORUPSI SELANGKAH LAGI WUJUDKAN IMPIAN WARGA

SENIN PAHING, 23 DESEMBER 2019

HALAMAN 20

TINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA

Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Sekolah dan SDM Menjalankan amanat 22 janji kerja dilakukan secara bertahap oleh Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati KH Drs Abdul Muqit Arief. Salah satu janji yang diimplementasikan dalam program kerja adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa.

M

emasuki tahun ke-4 kepemimpinan duet pasangan pemimpin Kabupaten Jember ini, sudah ribuan ruang kelas mendapatkan rehabilitasi dan pembangunan ruang baru. Dalam menuntaskan rehabilitasi ruang dan gedung sekolah perlu tahapan dan mekanisme dalam pemerintahan dengan rencana dan usulan serta rekomendasi. Membangun pemerintahan yang punya kredibilitas di awali dengan membangun sumber daya manusia (SDM). Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan dan laporan masuk adanya ketidak transparan yang sudah bukan rahasia umum lagi. Banyak nya gedung sekolah dan ruang kelas rusak, namun dalam pengusulan dan pengajuan proposal selalu terhambat. Ada beberapa sekolah setiap tahun mendapat bantuan. Sedangkan ratusan sekolah lainnya menunggu rehabilitasi sedang dan berat namun tidak terhiraukan. Baru sekarang banyak terungkap dan terlihat ratusan gedung sekolah dan ruang kelas rusak berat terdata menungu giliran. Langkah-langkah optimis untuk memperbaiki SDM birokrasi dan perbaikan infrastruktur segala lini dari tahun ke tahun terus berjalan dan bertambah, melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas gedung sekolah di seluruh wilayah di Jember. Dimulai dengan merehabilitasi ribuan ruang kelas yang rusak berat. Langkah ini untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di kabupaten berjuluk Bumi Pandhalungan ini. Bupati dr Hj Faida MMR memastikan seluruh gedung sekolah yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat pastinya diperbaiki secara bertahap. Rehabilitasi menunggu tahapan disesuaikan dengan standar yang sesuai kebutuhan belajar.

“Kita pastikan setiap tahun jumlah perbaikan terus bertambah, dan semakin banyak karena sudah tidak ada lagi namanya pelicin dan makelar proyek semua ditata sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas bupati perempuan pertama di Jember ini. Dia menjelaskan, rehabilitasi yang dilakukan pemkab menyasar pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP). Baik negeri maupun swasta. “Sekolah yang mengajukan proposal kepada bupati untuk perbaikan ruang kelas rusak berat dan untuk pengadaan laboratorium, juga perpustakaan,” jlentreh bupati kepada Memorandum. Semua proposal yang masuk pendapa, terang bupati, akan diproses untuk dapat direalisasikan. Sementara yang baru masuk bakal disusulkan. “Sekolah di Jember, baik negeri maupun swasta, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Karena ini untuk menunjang program pendidikan gratis di Kabupaten Jember,” tandasnya. Bupati Faida mengatakan, biaya rehabilitasi gedung sekolah bukan hanya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), melainkan juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan belanja negara

Bangun Ratusan Ruang Kelas Sekolah Negeri dan Swasta

K

epala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Dr H Edy Budi Susilo Msi mengatakan, tahun anggaran 2019 memuat tentang rehabilitasi ruang gedung sekolah sedang maupun berat. Baik TK negeri, SD negeri, SMP negeri, maupun swasta. Keseluruhan rehabilitasi kelas untuk TK 6 unit, , SD 908 lembaga, SMP 94 lembaga. Tahun ini membangun baik rehab sedang dan berat maupun bangun ruang baru sejumlah 224 lembaga yang dibangun sebanyak 631 ruang kelas. Dengan total anggaran sebanyak Rp 97.652.000.000. “Dengan anggaran bersumber baik dari DAK fisik, maupun dari APBD yang sedang berlangsung pengerjaan di tahun 2019, tentu saja masih cukup banyak, meskipun sudah 631 ruang diselesaikan,” terang Edy. Di tahun anggaran 2020 awal akan dipercepat perencanaan dan pelaksanaan perbaikan tambahan. “Targetnya adalah 1.000 ruang kelas bisa kita selesaikan di PAPBD 2019, dan di awal ya 2020,” tambahnya. Petunjuk bupati bahwa di awal tahun sudah harus segera melakukan perencanaan untuk segera dikerjakan kemudian dilanjut dengan pelaksanaannya sedang maupun berat, di tahun 2020 tentu saja masih harus bersabar menunggu. Sedangkan penerima beasiswa perguruan tinggi dari Pemkab Jember mulai jenjang D3/D4/S1/ S2/S3 total 10.724 mahasiswa dengan jumlah anggaran sebesar Rp 117.906.389.300. (edy/epe) Bupati dr Hj Faida MMR menerima penghargaan pengelolaan APBD terbaik.

(APBN). “Tahun ini renovasi untuk 615 ruang kelas yang rusak berat. Ini akan dituntaskan sampai awal tahun 2020. Sedangkan sisanya lebih dari 400 ruang kelas akan diselesaikan sampai akhir 2020,” urainya. Tak hanya itu, karena bersumber dari anggaran pemerintah, bupati menegaskan tidak memerlukan biaya tambahan yang dibebankan kepada pihak sekolah. “Tidak perlu ada yang membayar. Tidak ada pelicin. Pungli harus dihentikan bahkan untuk melawan praktek pungli itu, Pemkab Jember telah membuat tim. Supaya menghindari bayar membayar untuk mengentri data bantuan. Sehingga, dengan adanya tim ini seluruh kebutuhan pendidikan di Kabupaten Jember dapat terdata dengan baik,” jelasnya. Bupati Jember tidak hanya berorientasi pembangunan pembangunan fisik gedung atau ruang sekolah, juga membangun SDM dengan memberikan beasiswa pada anak petani dan anak buruh tani serta anak yatim dan piatu maupun ribuan mahasiswa yang berasal dari Jember yang membutuhkan. Menurutnya semakin itu meningkat, maka target SDM unggul semakin besar tercapai. Faida menegaskan, pihaknya fokus menggenjot SDM di periode pemerintahannya. Selain itu, Pemkab Jember memberikan kesempatan menuntas-

kan jenjang pendidikan bagi pendidik sesuai dengan standar. D i a menuturkan, pihaknya tidak ingin guru PAUD dan TK hingga SD jenjang pendidikannya berhenti (belum tuntas) karena kendala biaya, selebihnya banyak memberikan beasiswa kepada anakanak yang putus sekolah dan tidak mampu. Masih banyak masyarakat Jember hanya lulusan sekolah dasar dan menganggur. Meski demikian, ada sejumlah faktor yang pengaruhi individu untuk meningkatkan tingkat pendidikannya, mulai dari faktor keuangan dan intelektual. Oleh karenanya, pihaknya memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu dan memiliki keunggulan lainnya. “Banyak berikan beasiswa kepada anak-anak tidak mampu untuk lanjutkan sekolah. Entah itu perguruan tinggi maupun beasiswa bagi siswa kejuaraan banyak sekali,” ujarnya. Faida menambahkan, sekitar 12.825 batuan khusus siswa miskin

(BKSM) diberikan kepada siswa SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta. Pihaknya memberikan beasiswa tidak hanya kepada siswa yang pintarpintar saja, tetapi juga bagi mereka yang memiliki keunggulan lain seperti 387 hafiz penerima beasiswa. (edy/epe)

dr Hj Faida MMR

Rektor IAIN Apresiasi Program Beasiswa

R

ektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Prof Dr Babun Suharto SE MM mengatakan, program 22 janji kerja Bupati Jember di bidang pendidikan dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Terbukti dari besarnya jumlah penerima beasiswa yang diterima mahasiswa Jember yang menempuh kuliah di perguruan tinggi negeri dan swasta mulai dari tingkat D1, D2, D3 bahkan S1, S2, hingga S3,” terangnya. Kelangsungan pendidikan warga Jember yang menempuh kuliah di luar kota juga di-support Bupati Faida. Sehingga banyak yang menerima beasiswa. Di samping itu, terkait dengan pemberian beasiswa tidak ada salahnya kalau dibarengi dengan anggaran yang cukup untuk pengembangan aset terkait rehabilitasi gedung ruang kelas SD dan SMP negeri dan swasta yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. “Bila keduanya bisa dilakukan oleh Pemkab Jember menjadi sesuatu yang luar biasa, bahkan apa

yang dilakukan oleh Bupati Jember, menunjukkan bahwa beliau sangat sangat peduli kepada pendidikan,” tutur Babun Suharto Dia menambahkan, jumlah mahasiswanya yang telah mendapatkan beasiswa dari Pemkab Jember sebanyak 2.431. Untuk itu selaku rektor IAIN tidak segan-segan memberikan penghargaan pada Bupati Jember Sebagai Bupati Peduli Pendidikan. Sambutan positif juga datang dari Rektor Universitas Jember (Unej) Mohammad Hasan. Dia menyebutkan, program pendidikan Pemkab Jember sangat positif bagi warga. Namun, Unej menegaskan tidak terlibat dalam penentuan penerima beasiswa. “Penetapan penerima beasiswa perlu lebih awal, agar kami tidak terbebani mengembalikan UKT-nya. Jika data penerima sudah disampaikan ke Unej sebelum berakhirnya periode pembayaran UKT, maka kami bisa set sistem untuk me-nolkan tagihan UKT mereka. Lantaran pencairan beasiswa sering terlambat,” sebutnya. (edy/epe)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
MEMORANDUM EDISI 23 DESEMBER 2019 by memorandum - Issuu