Skip to main content

MEMORANDUM EDISI 20 NOVEMBER 2019

Page 1

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

Pertanyakan Status Saksi dari Pemkot

KORUPSI DANA HIBAH JASMAS

Surabaya, Memorandum Sidang korupsi dana hibah jasmas 2016 yang menyeret anggota DPRD Kota Surabaya, kembali digelar. Kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menghadirkan Binti Rochmah, mantan legislator dari Partai Golkar, untuk mendengarkan dakwaan.  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Didakwa Terima Rp 570 Juta, Binti Rochmah Tersenyum Binti Rochmah

Sugito dan Darmawan setelah mendengarkan jawaban jaksa atas eksepsi.

KETERLIBATAN pejabat pemkot dalam kasus korupsi dana hibah jasmas dipertanyakan Hasonangan Hutabarat, penasihat hukum terdakwa Darmawan, usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (19/11).  Bersambung ke halaman 7 

CARI MANGSA, PASANG AKUN WANITA CANTIK DI FACEBOOK

ABG Tambak Asri Otaki Perampokan Surabaya, Memorandum Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggulung komplotan perampok dengan modus menggunakan akun wanita cantik di Facebook (FB) untuk mencari mangsa.

Kereta Hijau Oleh: Dahlan Iskan

 Bersambung ke halaman 7 

R

encana saya ini ditentang tuan rumah. “Untuk apa naik kereta api 54 jam. Naik pesawat saja, 3,5 jam,” ujar mereka. Saya sudah lama punya impian: ke Xinjiang naik kereta. Melewati gurun yang maha luas. Atau ketika balik dari Xinjiang. “Kalian saja yang naik pesawat. Saya bisa naik kereta sendirian,” jawab saya. “Tidak bosan nanti?” tanya mereka. “Saya bisa menulis di sepanjang jalan,” jawab saya lagi. “Saya temani Anda. Meski dengan berat hati,” ujar Robert Lai. Teman Singapura itu.  Bersambung ke hal 4 

Sewaktu kami gerebek, mereka asyik pesta miras di tempat persembunyiannya. Di tempat itu (Tambak Asri) mereka biasa ngumpul, berbagi hasil kejahatan, dan menyusun rencana jahatnya. AKBP ANTONIUS AGUS RAHMANTO Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto memamerkan barang bukti dan para tersangka. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Pejambret HP Tertangkap saat Pesta Miras Surabaya, Memorandum Pejambret yang biasa beroperasi di Jalan Greges, Kalianak, Margomulyo

dibekuk Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tersangk a adalah Mamat alias Rahmat (24), warga Dusun Dang-

padang, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura. Pemuda itu ditangkap anggota di Jalan Tambak Asri Gang Rahmat saat  Bersambung ke halaman 7 

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

Beraksi di Greges, Kalianak, dan Margomulyo

Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian didampingi AKP Heru Dwi Purnama dan Iptu Danang memamerkan barang bukti.

Imbau Warga Benteng Aktifkan Siskamling Mencoba Bunuh Diri ARTIS Ariel Tatum ternyata menyimpan sebuah kisah yang tak banyak diketahui publik. Melalui sebuah program Call Me Mel yang ada di kanal Youtube, Ariel mengungkap kalau dirinya mengidap Borderline Personality Disorder (BPD).  Bersambung ke halaman 7 

+ Meng, siapa pun perusak tembok jalan Tambak Wedi Baru harus dipidana. -

Biar hukum di negara ini tetap bersendi pada antikekerasan.

Si Mameng (Tepuk tangan)

Surabaya, Memorandum Polsek Pabean Cantikan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar cangkrukan bersama warga Jalan Benteng, RW 01, Kelurahan Nyamplungan, Senin (18/11) malam. Pelaksanaan program Senin Militan ini dihadiri Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia didampingi Kanitsabhara AKP I Made Sandha, Kantireskrim Iptu Evan Andias, dan beberapa perwira unit. Adapula perwakilan dari Kecamatan Pabean  Bersambung ke halaman 7 

Surabaya, Memorandum Tidak puas meringkus delapan tersangka kasus peredaran 1,3 kilogram sabu, Satreskoba Polrestabes Surabaya fokus melakukan pengembangan dengan target bandar gede (bede). Terbaru, anggota unit II yang dipercaya membongkar  Bersambung ke halaman 7 

Mamat alias Rahmat

KRONOLOGI KEJADIAN

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Ariel Tatum

Jadi Kurir Bede Sokobanah dan Pamekasan

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

SINDIKAT 1,3 KG SABU JAKARTA

Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia bersama jajaran samping berfoto bersama warga Benteng, RW 01, Kelurahan Nyamplungan.

DI membuat akun di FB dengan foto profil wanita cantik atas nama Deviana untuk mencari korban. Tertarik dengan profil itu, Cendikia Rahman berkomunikasi dan DI yang mengaku teman Deviana menjemputnya di Kalianak. Korban lalu dibawa DI ke tempat sepi dan di sana sudah menunggu enam pelaku lain lalu merampas motor dan HP.

GELAYUT MENDUNG DI WAJAH PEGAWAI YAYASAN YATIMͳPIATU Έ1Ή

Hidup Sepi, Pengap, dan Gelap di Dalam Kotak Pandora Berti (29, bukan nama sebenarnya) merasakan hidupnya seperti di dalam kotak pandora. Sempit. Pengap. Gelap. Tidak bisa membedakan saat ini pagi, siang, sore, atau malam. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Tinggal di tengah keluarga miskin bukanlah keinginan Berti. Tapi, itulah takdir yang harus diterimanya. Sebagai anak tertua dari tiga bersaudara, dia terpaksa meninggalkan bangku pendidikan setelah lulus SMA. Ayahnya yang hanya tenaga keamanan perusahaan, satpam, dan ibu yang tenaga kebersihan sekolah tidak memungkinkan Berti mengenyam

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

pendidikan tinggi. Dia bahkan dituntut untuk ikut membantu biaya sekolah adik-adiknya yang semua laki-laki. Berti akhirnya terdampar di sebuah yayasan yang mengurusi anak yatim. Sebagai tenaga administrasi dan pencari donatur. Gaji dari yayasan inilah yang dia pakai untuk membantu membiayai kedua adiknya. Ia bertekad,  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Gadis Tulangan Sabet Yuk Muslimah Jatim Sidoarjo, Memorandum Rahayu, tinggal di Desa Kepadangan RT 10/RW 04, Kecamatan Tulangan, terpilih menjadi Yuk Muslimah Jawa Timur 2019. Dia berhasil menyisihkan ratusan peserta dari kabupaten/kota di Jawa Timur. Ajang pemilihan Yuk Muslimah Jawa Timur 2019, berlangsung di Hall Gedung Mal Pelayanan Publik, Kabupaten Sidoarjo, di Jalan Lingkar Timur, Minggu (18/11), malam. Gadis kelahiran Sidoarjo Oktober 1998 itu, bernama lengkap Slamet Muji Rahayu. Berstatus mahasiswi di salah satu universitas negeri di Malang. Berbekal tinggi 165 cm dan menguasai empat bahasa, yakni Jepang, Inggris, Jawa dan Indonesia, Rahayu berhasil meyakinkan para dewa juri. Mulai dari penilaian cara berkomunikasi hingga penyampaian visi seorang Yuk Muslimah, disampaikan dengan baik di hadapan dewa juri. Salah satu dari empat dewan jurinya adalah mantan model, sekaligus anggota DPR RI, Arzetti Bilbina. Rahayu pernah menjadi finalis Duta Bahasa Jawa Timur 2019, juara 2 artikel Student Day 2017, dan juara 3 Madya LKBB PPI 2015. Dia berharap dengan adanya ajang pemilihan Yuk Muslimah bisa memotivasi perempuan Jatim. Khususnya peran muslimah ikut terlibat aktif mempromosikan kebudayaan, seni dan pluralisme di Jawa Timur. “Ajang pemilihan Yuk Muslimah Jatim ini bisa menjadi ajang bagi para muslimah khususnya di Jawa Timur. Selain sebagai duta Muslimah Jatim juga menjadi ajang mempromosikan budaya, adat dan seni di Jawa Timur,” ujar Rahayu. Selain Rahayu, ada nama Padi Maritza dari Sidoarjo yang menjadi juara 3 Yuk Muslimah Jatim 2019. Padi Maritsa berstatus siswi di salah satu SMA Negeri Surabaya, tinggal di Perumahan Delta Sari, Waru. Untuk kategori Best Catwalk dewan juri memilih Feradine Shifa, dan kategori Best Inspiring diraih Shavany Oktavia. Ketiganya berasal dari Sidoarjo. Sedangkan juara 2 diraih Laily Rahmah Ramadhani dari Mojokerto dan Yuk Muslimah Favorit diraih oleh Zahrotus Sa’adah dari Lamongan. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah merasa bangga dengan diselenggarakannya ajang pemilihan Yuk Muslimah Jatim yang dilaksanakan di Sidoarjo. Selain itu, yang lebih membanggakan lagi pemenangnya berasal dari Sidoarjo. Saiful Ilah berharap kepada para pemenang agar betul-betul bisa menjaga nama baik yang disandangnya. “Sebagai Yuk Muslimah ada tata cara sendiri dalam berperilaku di masyarakat, tidak bisa sembarangan lagi karena sudah menjadi contoh bagi para muslimah yang lain,” tutur Bupati Saiful Ilah. Abah Ipul sapaan akrab Bupati Sidoarjo dua periode ini menambahkan, jika sudah menyandang Yuk Muslimah harapannya bisa membawa nama baik daerahnya masing-masing dan berkontribusi dalam mempromosikan seni dan budaya serta yang paling penting adalah menjaga toleransi antar sesama. Seleksi I dilakukan di daerah masing-masing, seleksi II 45 peserta, dan seleksi ke III tinggal 15 peserta masuk finalis (1 peserta Tri Dina tidak bisa lanjut karena sakit pada saat karantina). Penyelenggara Pemilihan Yuk Muslimah Jawa Timur adalah IGYS (Ikatan Guk Yuk Sidoarjo) dan FKYMS (Forum Komunikasi Yuk Muslimah Sidoarjo) bekerjasama dengan Dekranasda).(dar/jok/pi)

Keduanya bandit itu ditangkap saat mencuri motor Honda Beat warna putih nopol M 5437 WQ, milik Akhmad Siddiqi Ramsi penjaga toko Diva di Jalan Jeruk, Desa Wage, Kecamatan Taman. Kapolsek Taman AKP Himawan Setiawan menyampaikan, sebelum menjalankan aksinya kedua tersangka ini berboncengan motor, berputar-putar di kawasan Wage untuk mencari sasaran. “Saat itulah kedua tersangka melihat ada sepeda motor Beat yang terparkir di sebelah toko,” ujar Himawan, Selasa (19/11). Dikatakan, tersangka Saiful Hidayat langsung turun dengan membawa kunci T dan merusak rumah kunci motor tersebut.

Kemudian menuntun motor pelan-pelan dan berhasil kabur. “Motor korban berhasil dibawa kabur oleh kedua pelaku dan kemudian dijual kepada rekannya bernama Achmad di Surabaya dengan harga Rp 2.500.000,“ ujar dia. Sekitar seminggu kemudian, kedua pelaku terjaring razia kendaraan yang digelar Polsek Sukomanunggal Surabaya. Saat dilakukan penggeledahan ada kunciT dan kunci lock yang mereka bawa. Polisi langsung mengamankan keduanya dan dilakukan pemeriksaan intensif. “Dalam pemeriksaan itulah kedua tersangka ini mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor di kawasanWage,Taman. Kemu-

FOTO: MEMORANDUM/SOM

Yuk Muslimah Jawa Timur 2019, Slamet Muji Rahayu dan juara lainnya foto bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Sidoarjo, Memorandum Tim unit Reskrim Polsek Taman meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor di Desa Wage, Kecamatan Taman. Mereka, Rizal Fatoni (29), warga Simo Gunung Barat Gang 2, Simomulyo, Surabaya dan Saiful Hidayat (21), warga Jalan Pertukangan Tengah, Ampel, Surabaya.

Dua pencuri motor di Desa Wage, diamankan di Polsek Taman.

dian kedua tersangka diserahkan ke Polsek Taman,” ungkap Himawan. Ditambahkan, pihaknya lang-

sung melakukan penyelidikan atas perbuatan yang telah dilakukan kedua tersangka. Kedua tersangka

dijerat pasal 363 (4e) KUHAP tentang tindak pidana pencurian dan pemberatan. (som/jok/pi)

Petani Gogol Gugat Balik Ayah Mantan Kades Ketimang Senketa Tanah Ploso Seluas 1.900 M2 Sidoarjo, Memorandum Empat warga (petani gogol) Desa Ketimang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, meladeni gugatan Asari, orang tua Atok Ashari, mantan Kades Ketimang 2014-2019, di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Gugatan perklara teregister nomor: 220/Pdt.G/2019/PN Sda, penggugat meminta para tergugat --H Abdul Ghoni bin Fakeh, Nuryana, Mohamad Arifin dan Sudamsik-- agar membantu proses pengurusan sertifikat di atas lahan seluas 1.900 m2 di Desa Ploso, Kecamatan Wonoayu. Pengugat mengklaim tanah tersebut merupakan sisa tanah hasil pembelian kepada para tergugat pada Mei 2014. Selain itu, penggugat yang mengklaim sebagai pembeli tanah para tergugat itu meminta agar membantu memberikan kesaksian. Itu untuk mempermudah pengurusan proses sertifikat. Meski begitu, gugatan tersebut dilawan oleh pihak tergugat. Gugatan balik itu dilakukan, karena tergugat Abdul Ghoni, yang merupakan eks petani gogol mengetahui tanah yang digugat penggugat adalah tanah eks petani gogol. “Klien kami juga bagian dari petani gogol. Mengetahui bahwa tanah yang digugat itu milik eks petani gogol yang dulu tukar guling dengan warga Ploso, Kecamatan Wonoayu untuk akses jalan,” kata Donny Bagus Sapu-

tro,kuasa hukum para tergugat, Selasa (19/11), usai sidang. Sementara terkait gugatan yang diajukan penggugat Asari terhadap kliennya, Donny mengaku akan tetap menghadapi. “Tidak ada persoalan,” ucap dia. Pihaknya mengaku, bahwa terkait gugatan dengan obyek tanah yang dijual kliennya itu sudah sesuai aturan. “Semua proses klien kami menjual tanah tersebut langsung ke Pak Danang, bukan ke penggugat. Itu juga di hadapan Notaris,” jelas dia. Meski demikian, gugatan yang sudah berjalan tersebut dan akan diputus sela oleh majelis hakim yang diketuai Dameria Frisella S pada sidang pekan depan tersebut, terdapat pihak yang mau masuk sebagai pemohon intervensi. “Izin yang mulia, kami sebagai pemohon intervensi belum masuk,” pinta salah satu penasehat hukum menyampaikan permohonannya. Permintaan itu lantas dijawab majelis hakim bahwa akan dipelajari terlebih dahulu atas permohonan itu. “Ini kan baru masuk, biar ini para pihak melakukan jawaban dulu, baru nanti setelah putusan sela pekan depan kami akan pertimbangkan,” kata Dameria. Usut punya usut, pemohon intervensi yang akan masuk tersebut merupakan yang mengetahui soal seluk beluk tanah yang digugat oleh penggugat Asari. Sementara, kuasa hukum penggugat, Muflih, mengaku tetap pada gugatan awal yang diajukan ke pengadilan. “Kami sesuai gugatan awal,” ucap Muflih a singkat. Pi-

FOTO: MEMORANDUM/DAR

FOTO: MEMORANDUM/DAR

Dua Maling Motor di Taman Dibui

Suasana sidang gugatan sengketa tanah di PN Sidoarjo.

haknya pun tidak ambil pusing soal adanya pihak yang mengajukan permohonan intervensi atas gugatan yang diajukan. “Silahkan itu hak dan kewenangan mereka,” ajar dia. Meski begitu, tergugat Nuryana mengaku bahwa dirinya siap menghadapi gugatan tersebut. Apalagi, lanjut dia, selama ini dalam jual beli tanah SHM seluas 2.500 m2 itu sudah sesuai. “Jual beli kami sesuai, Pak Haji Ari (Asari) itu kan hanya makelar dalam jual beli tanah ini,” jelas Nuryana dibenarkan tergugat lainnya yang memiliki lahan SHM dengan luas yang sama. Ungkapan Nuryana juga dibenarkan H Isa, mantan Kades Ketimang priode 1990-1998. Mantan pejabat yang mengaku tahu seluk beluk tanah di desa tersebut, bahwa obyek tanah itu ada tiga bidang dengan diistilahkan A,B dan C. Dia pun menjelaskan, untuk obyek tanah A sudah sertifikat merupakan milik Nuryana dengan luas 2.500 m2. Kemudian tanah B, tanah H Abdul Ghoni dan Sudamsik dengan luas 2.500 m2 yang juga sudah bersertifikat. Kemudian tanah C yang lu-

asnya sama dengan A dan B itulah yang dikuasai Asari. Lokasinya berjejer dengan dua bidang tanah A dan B yang sudah bersertifikat. Padahal, lahan yang dikuasai Asari sejak 2014 itu sudah ditukar gulingkan antara Desa Ketimang dengan Ploso yang merupakan milik para pegogol Desa Ploso. “Obyek tanah sertifikat milik

para tergugat itu sudah dijual kepada Pak Danang dan sekarang sudah berdiri pabrik miliknya. Waktu itu makelarnya H Asari dengan nyaplok lahan di utaranya yang merupakan tukar guling Ketimang dengan Ploso. Hasil tukar guling satu dibanding dua,” ulas dia. Kemudian, lanjut dia, ketika Atok Ashari (anak H Asari) menjadi Kades Ketimang, obyek lahan milik pegogol itu dikuasai oleh penggugat Asari. “Alasannya beli dari H Abdul Ghoni. Padahal H Abdul Ghoni menjual ke Pak Danang sesuai luas sertifikar 2.500 m2. Apalagi tersekat sungai, lah kok bisa obyek itu diakui H Asari. Dan sekarang H Abdul Ghoni dkk digugat. Namun mereka tetap tidak merasa menjual ke H Asari,” bebernya sambil mengungkap bahwa warga eks gogol sempat demo atas lahan tersebut. (dar/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN

KAMIS WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 3

EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq (kiri) berbincang dengan Ahmad Fauzi (tengah), Government Business Head PT Bank Mandiri.

Jalin Kerja Sama, Memorandum

Gandeng Bank Mandiri

Surabaya, Memorandum Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum terus berbenah dengan memperkuat jaringan di perbankan. Salah satunya menjalin komunikasi kerja sama dengan Region VIII/Jawa 3 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pertemuan yang dikemas silaturahmi ini dipimpin Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq, Manajer Iklan dan Redaktur Senior Ahmad Saikhu, dan Manajer Bisnis Heri Sunaryo. Sementara pihak Mandiri diwakili Ahmad Fauzi, Government Business Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Selasa (18/11) “Kedatangan kami ke Mandiri untuk bersilaturahmi. Kami berharap pertemuan ini bisa mengawali komu-

nikasi lebih lanjut,” terang Choirul Shodiq di hadapan Ahmad Fauzi. Dalam pertemuan itu, ada beberapa hal yang dibicarakan serius antara pimpinan koran berita kriminal dan hukum dengan pimpinan Bank Mandiri. “Ada agenda kegiatan yang akan menggandeng Bank Mandiri,” lanjut Choirul Shodiq. Dia menegaskan, komunikasi antara perusahaan media massa dengan perbankan saat ini menjadi

sangat penting. Sebab komunikasi bisa berjalan lebih lanjut. “Kita berharap komunikasi ini bisa berlanjut, “ kata Shodiq. Sementara itu, Ahmad Fauzi menyampaikan pihaknya terbuka dengan permintaan kerja sama yang disampaikan pimpinan SKH Memorandum. “Kami terbuka untuk menerima tawaran dari Memorandum,” kata dia. Untuk menindaklanjuti pertemuan itu, Ahmad Fauzi menegaskan segera menyampaikan ke pimpinan Kanwil VIII/ Jawa 3-PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Erwan Djoko Hermawan. “Kami akan menyampaikan ke Kanwil Mandiri,” terang Ahmad Fauzi. (day/lis)

Dewan Dorong Disdik Bahas PPDB 2020 Surabaya, Memorandum Karut marut persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi diharapkan tak terjadi lagi di Surabaya pada 2020 mendatang. Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya untuk membahas PPDB bersama para pemerhati, wali murid, komite, dan guru hingga akademisi. “Supaya bisa mendengar siapa pun yang mau memberi masukan. Setelah itu problem kemarin (PPDB zonasi) dirumuskan ke depannya apa yang mesti direncanakan dan disiapkan,” kata Reni di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (19/11). Menurut Reni, jika Permendikbud belum turun, menjadi kesempatan Surabaya untuk memberikan masu-

kan-masukan pendidikan PPDB di Surabaya. Sebab, Surabaya dirasa lebih aware dan bisa diakomodir bahan untuk kajian di pusat. Terlebih, Reni menjelaskan, jika secara konsep pagu kelas harus diperhatikan. Agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan itu harus ditentukan sejak awal. Selain itu, untuk sekolah negeri dan swasta ke depannya, Reni ingin ada pendampingan dan pembinaan di sekolah. Bahkan, untuk sekolah swasta yang merasa dirugikan dengan PPDB zonasi dan dianaktirikan pun memiliki hak perhatian yang sama oleh pemkot. Oleh karena itu, dia meminta disdik harus mengurai setiap persoalannya seperti apa, dimana, dan tentunya melibatkan sekolah terlebih swasta. “Sifatnya itu mengakomodir kondisi

sekolah swasta. Tidak hanya intruksi-intruksi saja. Kalau sekolah swasta ada penyelenggara dari swasta itu harus dilibatkan. Swasta (sekolah) punya kontribusi di Surabaya, guru-gurunya juga, perlu diperhatikan dan dilibatkan, perlu jalin interaksi supaya tidak merasa ditinggal. Harus diperkuat lagi,” tambah dia. Ia juga menyinggung kualitas antarsekolah yang kini semakin berkurang. Namun harus tetap menjadi perhatian, agar pemerataan kualitas pendidikan makin membaik. Keberpihakan kepala sekolah negeri dan sekolah swasta juga harus berimbang karena guru dan anak didik adalah warga Surabaya. “Begitu juga terkait proses izin operasional sekolah agar tidak berujung pada penurupan sekolah yang berdampak negatif pada nasib siswa dan guru,” pungkas dia. (alf/lis)

Malang, Memorandum Wali Kota Malang Drs H Sutiaji dengan lugas menjelaskan berbagai program pemerintahan yang ditangani bakal memberikan perubahan dan berdampak positif terhadap masa depan Kota Malang. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat Kota Malang dapat berpartisipasi aktif mendukung program yang telah direncanakan tersebut. Itu disampaikan dalam diskusi publik bertema Satu Tahun Pemerintahan Kota Malang yang menghadira jaja kanWali Kota Malang bersama jajag, ran Forkopimda Kota Malang, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji memaparkan program kerja yang di Hotel Pelangi Kota bakal memberikan perubahan untuk Kota Malang. Malang, Senin (18/11). Diskusi yang digelar tawan baik dalam mau- ngunan delapan lantai bernama komunitas MPD (Malang pun luar negeri. Kawasan MCC (Malang Creative Centre) yang Peduli Demokrasi) dan Kayutangan yang sudah memanfaatkan lahan bekas kantor berlangsung hangat ini didiproklamirkan sebagai PDAM Kota Malang di wilayah Kehadiri pula anggota DPRD ibukota heritage ini men- camatan Blimbing, Kota Malang. Kota Malang, perwakilan Bagian Humas dan Protokol jadi ikon andalan yang Dengan anggaran yang cukup, MCC komunitas, organisasi kemembuat wisatawan akan diselesaikan dalam waktu setaSetda Kota Malang masyarakatan, mahasiswa, berkesan saat berada di hun. Diharapkan tempat ini menjadi dan perangkat OPD Pemkot Malang. Kota Malang. wadah berkreativitas para pelaku Wali kota pun membuka ruang diaSecara rinci, Sutiaji mengatakan ekonomi kreatif di Kota Malang. log dengan peserta yang berasal dari wajah kawasan tersebut akan dibanMenanggapi keberadaan MCC, berbagai elemen masyarakat, sehing- gun lebih cantik. Di antaranya, aspal perwakilan komunitas MCF (Malang ga mampu mencairkan komunikasi jalan akan diubah dengan aspal pili- Creative Fusion) Dadik, menyebutantara mereka. han. Juga, tempat pejalan kaki akan kan saat ini para pelaku ekonomi Wali Kota Malang mencontohkan, didesain yang lebih nyaman sehingga kreatif membutuhkan tempat yang salah satu program pembangunan mampu memberikan nuansa baru representatif. “Tempatnya dimana yang digagas adalah menjadikan bagi wisatawan. boleh saja. Kami membutuhkan Kota Malang sebagai kota tujuan Untuk menggeliatkan dunia pari- tempat untuk itu, karena selama ini wisata yang nyaman dan aman bagi wisata itu, Kota Malang juga akan tempat kami berada di dalam gang wisatawan. “Kami akan membangun membangun pusat pameran dan sempit,” ujar dia. koridor Kayutangan sampai dengan tempat berkumpulnya para pelaku Sejauh ini, geliat ekonomi kreatif depan Stasiun Kotabaru, sehingga ekonomi kreatif yang berasal dari 16 Kota Malang telah menyedot perhananti wisatawan merasa nyaman sub sektor, di antaranya kuliner, kriya, tian berbagai daerah yang banyak berjalan kaki,” papar dia. musik, film, fashion, desain komunika- melakukan kunjungan untuk melihat Program yang akan dilakukan si visual, game, dan seni pertunjukan. perkembangan dan pengelolaan pada 2020 mendatang ini diharapkan Di kota yang menyandang se- ekonomi kreatif yang dilakukan oleh dapat meningkatkan kunjungan wisa- bagai kota kreatif ini berdiri ba- berbagai komunitas. (ari/lis/*)

FOTO: MEMORANDUM/ARI

FOTO: MEMORANDUM/DAYAT

Wali Kota Malang Percantik Kawasan Kayutangan

Peserta diskusi publik antusias menyimak paparan Wali Kota Malang.

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi Hamparan bunga anggrek yang bermekaran indah langsung menyapa saat memasuki area Taman Anggrek di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya. Sekumpulan kupu-kupu tak ketinggalan memberikan salam. Bunganya yang berwarna-warni dan ditata rapi, mampu menyihir mata. Udaranya yang sejuk sangat terasa di area yang disebut green house itu. Di taman tersebut terdapat tujuh jenis anggrek yang dibudidayakan, yaitu anggrek bulan, anggrek dendrobium, anggrek kantong semar, anggrek jawa, anggrek hitam, anggrek vanda, dan anggrek cattleya. “Di sini, ada sekitar lima ribuan anggrek, sekitar empat ribu yang sudah berbunga, dan sisa seribu yang belum berbunga,” kata Saiful Ulum, penjaga green house sambil mengecek bunga anggrek itu. Sementara ini area yang berbentuk rumah itu masih steril. Karena, kelembaban udara, penyiraman, hingga pemupukan diatur dengan tertib. Makanya, area itu tidak ditembok seperti rumah biasa, namun hanya dipasangi ram jaring, tiang besi di setiap sudut. Dan diselimuti paranet, sehingga cuaca matahari dan air hujan yang masuk ke area itu sangat terkontrol. Persis di depan green house, terdapat taman yang dilengkapi spot foto berupa tempat duduk didesain menyerupai sarang burung. Beberapa kursi unik juga terpasang di taman tersebut. Sungguh sangat instagramable. Di samping kanan green house, terdapat rumah jamur yang ditutup rapat. Rumah tersebut tersambung dengan bangunan besar dua lantai. Ternyata, bangunan megah itu bekas Wisma Barbara 17 yang telah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dulu, wisma ini terbesar di lokalisasi Sememi. Setelah semua lokalisasi ditutup oleh Pemkot Surabaya, bangunan megah itu dibeli dan dia-

lihfungsikan menjadi laboratorium kultur jaringan atau laboratorium budidaya anggrek. Di laboratorium inilah, pengembangan tanaman anggrek dilakukan. Di dalam laboratorium itu dipajang tanaman anggrek yang masih kecil dan memasuki proses aklimatisasi, yaitu suatu proses pemindahan planlet dari lingkungan yang sangat terkontrol ke lingkungan yang tak terkendali. Di sisi ruangan lainnya, terdapat pula berbagai anggrek yang telah berbunga indah. Selain itu, ada pula beberapa ruangan di laboratorium, yaitu ruang bahan kimia, ruang pembuatan media, ruang inkubator atau tabur, dan yang terakhir ruang inkubasi. Di ruang inkubator, ada petugas yang menabur benih anggrek dan dimasukkan ke dalam botol. Botol-botol itulah yang kemudian dipindahkan ke ruang inkubasi. Anis Satu Risda, tenaga laboratorium kultur jaringan, mengatakan bahwa awalnya anggrek yang berbunga itu diambil buahnya lalu ditaburkan ke dalam media steril (botol) di ruang inkubator. Setelah itu, botol-botol yang ditaburi benih anggrek itu dipindahkan ke ruang inkubasi. “Dari satu buah anggrek itu, bisa muncul ribuan anggrek, jadi banyak sekali,” kata Anis. Masa inkubasi harus ditunggu tiga bulan lamanya sampai muncul protocom like body (PLB), yang merupakan sekumpulan sel-sel. Kemudian, di-sub-

Pengunjung dapat melihat tujuh jenis anggrek di Taman Anggrek Sememi.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

a kultur lagi tiga bulan hingga muncul planlet. Setelah itu,, a ditunggu lagi tiga bulan hingga sempurna akar dan daunnya.. a “Jadi, mulai ditabur hingga sempurna akar dan daunnya dii dalam botol sekitar 9 bulanan.. Setelah itu, baru siap diaklimati-a sasi dengan diletakkan di media n moss atau pakis dan dikeluarkan dari ruang inkubator,” kata dia.. Selanjutnya, tanaman ang-grek itu ditunggu lagi sekitar 5 bulanan dan baru bisa dikeluar-kan dari laboratorium dan dipin-dahkan ke area green house. Aniss memastikan, jika dihitung mulai awal penaburan hingga anggrek itu berbunga indah membutuhkan waktu sekitar 4 tahunan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah berkunjung ke Taman Anggrek dan lab-

sarana edukasi Sememi menjadi anggrek. k re gg An an m Ta man jar tentang tana yang ingin bela

oratorium ini. Ke depan, dia ingin warga sekitar ikut serta membudidayakan anggrek dan bisa menjualnya apabila ada pengunjung yang ingin membelinya. “Kami akan berdayakan warga sekitar. Mereka harus

t bagi masyaraka

mandirisecaraekonomidengan n mandiri secara ekonomi dengan a kami gandeng untuk budidaya anggrek. Biar warga nantinya yang jualan anggrek-anggrek ini,” kata dia. Risma -sapaan Tri Rismaharini- awalnya mengaku tak percaya jika di Surabaya bisa

Petugas sedang me mb tur Jaringan di Tama udidayakan anggrek di Laboratorium Kuln Anggrek Sememi Surabaya.

db b dd dibangun tempat budidaya anggrek. Namun, dengan treatment dan perlakuan khusus, budidaya anggrek ternyata bisa dilakukan di Surabaya. “Saya paling suka lihat Anggrek Bulan

dengan bunganya yang ada bintik-bintiknya. Tidak polos warna-warni, indah sekali,” kata Risma saat ditanya apa jenis anggrek favoritnya.(adv/udi/lis)


AREMA

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Malang, Memorandum Setelah tiga bulan bergulir, program Sunset Policy IV akhirnya resmi berakhir. Program pemutihan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh warga warga Bhumi Arema. Data badan pelayanan pajak daerah (BP2D), tercatat total 5.791 Wajib Pajak (WP) memanfaatkan program ini dengan nilai realisasi mencapai Rp Rp 4.414.163.950. “Terima kasih atas apresiasi yang demikian tinggi dari warga Kota Malang terhadap program Sunset Policy. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan juga demi pembangunan Kota Malang,” ujarWali Kota Sutiaji, Selasa (19/11).

Sunset Policy IV berlangsung tiga bulan, mulai 17 Agustus 2019 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI dan berakhir pada 17 November 2019 dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan. Dengan memanfaatkan program Sunset Policy, para WP PBB Perkotaan mendapat keringanan berupa penghapusan sanksi

administrasi atau denda atas keterlambatan pelunasan PBB yang belum terbayar sejak 1990-an hingga kurun waktu 2018. Rencana ke depan, Pemkot Malang akan menerapkan kebijakan serupa tidak hanya untuk PBB saja. “Kami telah mengkaji dan berupaya mematangkan perda supaya Sunset Policy ke depan juga berlaku untuk pajak daerah lainnya tidak hanya PBB,” sambung Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT. Untuk diketahui, selain menambah pemasukan pajak daerah secara riil, Sunset Policy terbukti meningkatkan potensi pendapatan PBB di masa yang

akan datang, karena kebijakan ini menstimulir para pemilik aset untuk memanfaatkan masa keringanan pajak. Implikasinya, aset yang selama ini seperti tak bertuan menjadi diketahui pemiliknya. Mendatang, mereka juga akan membayar kewajiban perpajakannya dengan lebih tertib karena tidak terbebani tunggakan. “Dengan begitu, jika selama ini masih banyak WP yang tidak terpantau alamat dan objek pajaknya, maka sekarang dapat terlacak sehingga di tahun-tahun berikutnya mereka akan menjadi WP yang aktif dan taat pajak,” tandas Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya. (*/ari/epe)

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Sukses, Sunset Policy IV Raup Rp 4,4 M

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT beserta jajaran saat launching program Sunset Policy (17/8) di Stadion Gajayana.

Kereta Hijau Awalnya Robert juga menentang saya. Alasannya yang berbeda: kesehatan saya. Terlalu lelah. Setelah 10 hari keliling pedalaman Xinjiang pakai mobil. Mereka tahu impian saya itu. Kami pun dibelikan tiket kereta. Dari Wulumuqi (ibu kota Xinjiang) ke Hangzhou. Sebenarnya saya menyesal. Akhirnya. Apalagi teman Singapura saya itu. Ternyata saya salah sangka. Saya kira saya akan naik kereta peluru. Yang sudah beroperasi sampai Xinjiang. Yang kecepatannya 350 km/jam itu. Sesal kemudian tidak apa. Saya bisa segera move on. Saya berhasil menyembunyikan ekspresi kecewa. Terutama di depan Robert. Justru Robert-lah yang kelihatan menekuk leher. Terlihat cemas di wajahnya. Tampak sangat kecewa di hatinya. Tapi tidak berani berkata-kata. Tiba-tiba saja ia tertawa lebar: “Hahahaha... Enjoy live!” teriaknya. Membuat orang di stasiun itu melongo padanya. Ia p u n b i s a m ov e on --setengahnya. Malam sebelumnya Robert ke supermarket. Membeli sprei, selimut, handuk, sikat gigi, antibakteri, dan banyak lagi. Juga membeli bantal. Ia tidak mau saya terinfeksi penyakit. Mengapa saya dibelikan tiket seperti itu? Rupanya tidak ada rute kereta peluru Wulumuqi langsung ke Hangzhou. Yang ada kereta lama. Kelas ekonomi. Yang warna hijau itu. Seperti yang selalu dinaiki Kim Jong-Un itu. Bayangan saya: saya akan naik kereta peluru, di first class --yang kursinya seperti di pesawat kelas satu.

Sambungan dari halaman 1 Bayangan saya yang lain: saya bisa mandi di situ. Bisa tidur dengan selimut tebal. Saya pernah naik kereta peluru di kelas satu. Dua tahun lalu. Dari Hangzhou ke Shanghai. Saya masih ingat kecepatannya dan kenyamananya. Dari Wulumuqi memang ada jadwal kereta peluru. Banyak. Tiap 15 menit. Ke banyak jurusan. Tapi, hanya saja, tidak ada yang jurusan langsung Hangzhou. Padahal saya akan lebih senang seandainya naik kereta cepat meski rutenya putus-putus. Misal: ikut jurusan Lanzhou dulu. Lalu beli tiket lagi sambungnya: jurusan Chongqing. Sambung lagi jurusan Hangzhou. Untuk apa disesali. Ya sudah. Salah saya. Tidak ngotot membeli tiket sendiri. Saya pun dapat pelajaran berharga: Tiongkok ternyata tidak menghapus kereta lama. Meski sudah punya jenis kereta baru. Saya pikir kereta ekonomi sudah dihilangkan. Sudah 10 tahun ini saya selalu naik kereta cepat. Saya lihat rakyat biasa pun sudah naik kereta peluru. Memang jalur kereta cepat tidak ada yang menggunakan jalur kereta lama. Rel kereta cepat selalu dibangun baru, selalu eleveted (layang), lebih lurus, dan pakai listrik. Untuk membuat lebih lurus itulah gununggunung diterobos terowongan. Laut, sungai, dan rawa diatasi dengan jembatan. Baru di Xinjiang ini saya tahu: rel kereta cepatnya tidak sama: tidak eleveted. Mungkin karena di Xinjiang toh hanya melewati gurun. Kalau sesekali ada persilan-

gan, jalan mobilnya yang layang. Lebih murah. De n g a n h a t i y a n g disenang-senangkan kami pun naik kereta hijau itu. Saya pun tidak berusaha kaget melihat kondisi di dalamnya. Saya pernah naik kereta seperti itu hampir 20 tahun yang lalu. Dari Wuhan ke Nanchang. Juga dengan Robert Lai. Sebelum naik ke kereta pun saya sudah siap mental. “Masih persis sama dengan 20 tahun lalu,” ujar Robert saat masuk ke gerbong. “Sebenarnya tidak juga. Sudah sedikit lebih bersih,” kata saya. “Dan penumpangnya tidak ada lagi yang kumuh,” tambah saya. Robert juga membisiki saya: jangan-jangan penumpang di dekat kita nanti berbau dan kumuh. Ia sangat khawatir saya ketularan penyakit. Ia pun mengeluarkan masker. Memaksa saya mengenakannya. Sampai di dalam gerbong saya sudah sepenuhnya move on. Kereta ini mirip almarhum Bima. Jurusan Surabaya-Jakarta. Yang satu kamar berisi empat tempat tidur: dua di bawah, dua di atas. Robert pilih di bawah. Wajahnya nanar. Ia harapharap cemas. Ia menunggu siapa penumpang yang akan satu kamar dengan kami. Penumpang itu pun datang. Lumayan. Laki-laki. Setengah baya. Ia pilih yang di bawah. Lalu masuk lagi seorang wanita. Juga setengah

baya. Dapat nomor di atas --di seberang saya. Saya pun menyapa mereka. Mereka terbengong-bengong melihat saya berbahasa Mandarin. Mereka ternyata guru SMA. Asalnya Henan --28 jam perjalanan. Kami lega dapat teman sekamar seorang guru. Bisa banyak bertanya soal pendidikan di Xinjiang. Hari itu mereka akan pulang kampung. Mengunjungi keluarga. Bekalnya banyak: kacang rebus, jagung rebus, buah-buah Xinjiang, beberapa kantong roti naan yang besar, dan banyak lagi. Cukup untuk makan dua hari di kereta. Mereka seperti heran: kok kami tidak berbekal makanan. Padahal perjalanan kami tiga hari. Mereka tidak tahu bahwa kami membawa banyak anggur Xinjiang. Yang ada di DI’s Way (Buah Sembrono) itu. Tidak henti-hentinya mereka menawari kami makanan yang mereka bawa. Sampai setengah memaksa. Kami memilih keluar kamar. Menuju gerbong restorasi. Hampir sepanjang hari kami ngobrol di situ. Makan di situ. Minum di situ. Menikmati pemandangan tunggal: gurun. Saya bisa merasakan kebosanan di hati Robert. Kasihan. Apalagi kalau kereta ekonomi ini lagi sering berhenti di satu stasiun kecil. Untuk memberi kesempatan kereta cepat mendahului kami. Setiap kali kereta cepat

lewat kelihatan Robert menelan ludahnya. Hatinya seolah mengatakan, “Mestinya kita naik yang itu”. Tapi ucapan seperti itu tak terkatakan. “Mestinya kita naik yang itu ya,” kata saya sambil melihat kereta cepat yang seperti kilat lewat. “Hahahaha...very funny,” teriak Robert. “Enjoy....”, tambahnya. Begitu sering kereta ekonomi ini berhenti. Setiap kali kereta cepat lewat hati Robert seperti teriris. Banyak sekali kereta cepat melewati kami. Hati Robert pun teriris-iris. Saya lantas memikirkan rencana rahasia. Untuk menyenangkannya. Semoga ada ide. Malam itu saya bisa tidur nyenyak. Bangun-bangun kepala saya pening. Terlalu dingin di arah kepala. Itu karena posisi kepala saya dekat jendela kaca. Udara di luar lagi dingin sekali. Dari cahaya fajar saya melihat salju di kanan kiri kereta. Padahal ini baru pertengahan Oktober 2019. Saya lihat Robert masih tidur. Demikian juga dua penumpang di tempat tidur seberang. Posisi kepala mereka sama: kebalikan dari saya. Ternyata saya salah memposisikan kepala di dekat jendela. Ufuk timur kian terang. Salju kian jelas. Gununggunung bersalju semua. Demikian juga lembahnya. Pinggir danaunya. Tepi sungainya. Tidak terlihat lagi gurun. Kami sudah 20 jam di kereta. Ternyata ini sudah wi-

layah Provinsi Gansu. Baru saja meninggalkan Provinsi Xinjiang. Saya pun berimajinasi: sebentar lagi tiba di stasiun Lanzhou. Ibu kota Gansu. “Jam berapa kereta tiba

di stasiun Lanzhou?” tanya saya pada petugas kereta. “Jam 10. Empat jam lagi,” jawabnya. Ampun. Ternyata masih empat jam lagi. “Untuk apa bertanya

jam berapa sampai Lanzhou?,” tanya Robert. “Toh kita masih harus di kereta ini 36 jam lagi,” tambahnya. Saya tetap merahasiakan rencana untuk menyenangkannya itu.(*)


TULUNGAGUNG

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id ď Ž EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Iuran Naik, Eksodus Ganti Kelas BPJS di Tulungagung Tidak Terlihat Tulungagung, Memorandum Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden nomer 75 tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomer 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam peraturan tersebut diatur beberapa penyesuaian. Di antaranya penyesuaian iuran untuk kategori peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP), yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020 mendatang. Iuran untuk peserta kelas III menjadi Rp 42 ribu, iuran untuk peserta kelas II menjadi Rp 110 ribu, iuran untuk peserta kelas I menjadi Rp 160 ribu. Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung M Idar Aries Munandar mengatakan, perubahan peraturan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pihaknya. “Perubahan mulai berlaku pada tahun 2020 mendatang. Saat ini kita terus menyosialisasikannya kepada masyarakat,â€? ujarnya. Nandar mejelaskan, informasi ini telah disampaikan kepada masyarakat dan peserta BPJS Kesehatan yang ada di wilayah Kantor Cabang Tulungagung. Mulai dari Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Berdasarkan data yang dimilikinya, pasca penyampaian informasi tersebut kepada masyarakat, jumlah warga yang datang ke kantornya untuk mengurus kepesertaannya secara umum tidak mengalami perubahan. Nandar menyebut, rata-rata dalam sehari pihaknya bisa melayani 300an warga yang membutuhkan informasi dan mengurus kepesertaanya. Di mana 100 di antaranya merupakan warga yang mengurus kepesertaan baru dalam BPJS Kesehatan. Pihaknya tidak melihat adanya eksodus atau perpindahan peserta BPJS Kesehatan dari kelas lebih tinggi ke kelas yang lebih rendah secara signiďŹ kan. “Kami belum melihat adanya jumlah peserta yang signifikan melakukan penggantian kelas. Rata-rata jumlah

warga yang datang ke kantor dan kami layani ada 300an. Di mana 100nya itu peserta baru,â€? ungkapnya. Nandar mengungkapkan, penyesuaian iuran ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk menutup deďŹ sit keuangan BPJS Kesehatan yang terjadi secara nasional. Begitu juga yang terjadi di Tulungagung. Data yang dimilikinya, dari sekitar 1,37 juta peserta BPJS Kesehatan di wilayah kerjanya, seharusnya iuran yang bisa diterima setiap bulan senilai Rp 66 miliar. Namun faktanya, hanya Rp 46 milyar saja yang diterima. Sisanya merupakan tunggakan dari peserta yang tidak membayar dengan berbagai alasan. “Memang kita deďŹ sit. Ini gambarannya saja yang saya sampaikan tadi. Iuran yang seharusnya kita terima itu Rp 66 miliar tapi yang masuk hanya Rp 46 miliar. Sekitar itu secara umum deďŹ sitnya,â€? tutur Nandar . Imbasnya, lanjut Nandar , acap kali rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama harus rela menunggu pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan selama beberapa bulan. Kemudian untuk mengatasi masalah ini sendiri, BPJS Kesehatan sudah meluncurkan program Supplay Chain Financing (SCF). Di mana dalam program tersebut, Fasilitas Kesehatan Mitra BPJS Kesehatan diberikan kemudahan percepatan penerimaan pembayaran klaim melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Menunjuk Pengumuman Pertama Lelang Eksekusi Hak Tanggungan melalui selebaran/tempelan pada tanggal 5 November 2019 dan berdasarkan pasal 6 UU Hak Tanggungan No. 4 Th. 1996, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Tulungagung, berkantor di Jalan Pahlawan Nomor 157 Tulungagung, akan melakukan penjualan umum/lelang Eksekusi Hak Tanggungan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, terhadap debitur sebagai berikut: No

Debitur

Objek Lelang

PUGUH ARBIYANTORO

1

Limit Lelang

Uang Jaminan

Sebidang tanah dan bangunan tersebut dalam SHM Nomor 1987, Luas 548 m2, atas nama Puguh Arbiyantoro yang terletak di Desa Kedungsigit Rp. 60.000.000,Ͳ Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur

Rp. 12.000.000,Ͳ

Foto

GUMUMAN PERTAMA LELANG EKSEKUSI HAKANGGUNGAN Keterangan : - Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening VA (Virtual Account) harus sama dengan nominal jaminan yang disyaratkan. - Uang jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL Malang selambatͲlambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang yaitu Selasa, 3 Desember 2019 . - Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban perserta lelang. Persyaratan Lelang: 1. Memiliki akun yang telah terverifikasi pada website https://www.lelang.go.id 2. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website di atas. 3. Objek lelang tersebut diatas dijual lelang dengan kondisi apa adanya dan kepada peserta lelang dianggap telah mengetahui/memahami kondisi objek lelang. 4. Apabila karena suatu hal terjadi gugatan, tuntutan dan pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap salah satu atau beberapa barang/objek lelang tersebut di atas, pihakͲpihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Malang maupun PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Tulungagung. 5. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh pada PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Tulungagung, berkantor di Jalan Pahlawan Nomor 157 Tulungagung, Telp (0355) 336737, Fax. (0355) 5250358, Email : receptionist_tlg@pnm.co.id Pelaksanaan Lelang: Closed Bidding (dengan mengakses url https://www.lelang.go.id Cara Penawaran Hari Rabu Tanggal 4 Desember 2019 Pukul 11.30 Waktu Server aplikasi lelang internet berdasarkan Waktu Indonesia Barat Batas akhir penawaran (WIB) Penetapan Pemenang Lelang Setelah batas akhir penawaran

M Idar Aries Munandar

pembayaran, melalui beberapa bank milik pemerintah yang telah ditetapkan. “Kami sudah bekerja sama dengan 4 bank milik pemerintah, Mandiri, BRI, BNI dan BSM yang bisa melayani SCF ini. Kita terus berharap rumah sakit bisa memanfaatkan hal ini,� pungkasnya. Selain penyesuaian iuran, BPJS Kesehatan sendiri juga memaksimalkan peran kader JKN untuk menginformasikan banyak hal kepada peserta JKN-KIS, termasuk menerima tagihan pembayaran dari peserta. (adv/fir/mad/rif )

Pelunasan Lelang Bea Lelang Pembeli Tempat Pelaksanaan Lelang

5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang 2% dari harga lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang Jalan S. Supriadi Nomor 157 Malang

Tulungagung, 20 November 2019 ttd PT. PNM (Persero) Cabang Tulungagung

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Kota Kediri Raih Swasti Saba Wistara Kota Sehat Kediri, Memorandum Kota Kediri mendapatkan nominasi penghargaan kota sehat dengan 6 tatanan dengan predikat Swasti Saba Wistara (tingkat tertinggi). Penghargaan ini diberikan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Selasa (19/11). “Kota kediri sudah 4 kali dapat mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Penghargaan ini didapatkan setelah hasil veriďŹ kasi lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 3 dan 4 September 2019 menunjukkan hasil yang memuaskan,â€? ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima. Penilaian lapangan tersebut dilakukan selama 2 hari. Pada hari pertama, penilai lapang tanggal 3 membedah dokumen di Sekretariat Forum Kota Kediri Sehat di Jalan Mayjend sungkono. Ini merupakan penilaian administratif. Selanjutnya pada hari kedua, tim penilai pusat mengunjungi ke beberapa lokasi penilaian diantaranya SMPN 1 dan SDN

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima menunjukkan piagam penghargaan yang diterimanya.

Betet 1 sebagai perwakilan tatanan kehidupan sehat mandiri. Untuk Tatanan pemukiman sarana dan prasarana sehat diwakili oleh Bank sampah “Sri wilis� kelurahan pojok, Kelurahan Dandangan sekaligus mewakili dari unsur kelembagaan pokja kelurahan sehat. Unsur kelembagaan forum komunikasi kecamatan sehat diwakili oleh Kecamatan Kota dan Kecamatan Mojoroto. Sedangkan untuk tatanan kehidupan sosial sehat diwakili oleh rumah aman Yayasan Rodiyah di Kelurahan Pojok dan Posbindu Kasih Bunda di Kelurahan Bangsal. “Selanjutnya untuk tatanan

!" #$ %!&'( ) * # # + , &''* # # - #.( # / / ( , , 0 #

1 2

! " # # ") ") # # $ % & ' ( ) ' ) * + ) , - % ! . ! + ") ") # # #

$ ' ' ( ' ! ' ) * + ) , - % !

ketahanan pangan diwakili oleh Kelompok Tani Zein Ken dan KRPL di Kelurahan Ketami. Tatanan berikutnya yaitu lalu lintas dan sarana transportasi yang aman diwakili oleh Terminal tamanan dan uji kir tamanan,â€? tambahnya seperti dikutip Memorandum dalam keterangan pers yang diterima dari bagian humas dan protokoler setempat. Untuk tatanan industri dan perkantoran sehat diwakili oleh UMKM Coklat Ibuk e di Kelurahan Mojoroto. Dari 6 tatanan tersebut dipersiapkn untuk penilaian oleh tim veriďŹ kasi pusat yang dibina oleh Tim Forum Kota Kediri sehat dan Tim Pembina Forum Kota Kediri Sehat. Pemerintah Kota kediri berharap prestasi ini tidak berhenti disini. Pada penyelenggaraan mendatang yaitu tahun 2021 harapannya dapat mempertahankan predikat Swasti Saba Wistara yang ke-5. “Dengan didukung oleh Forum Kota Kediri sehat, Forum Komunikasi kecamatan sehat dan Pokja Kelurahan Sehat se-Kota Kediri dan difasilitasi oleh pemerintah kota kediri sehingga dapat menciptakan kehidupan masyarakat dan Lingkungan Kota kediri aman dan sehat,â€? pungkasnya. (adv/yud/rif)

0

0

proses pendistribusian bantuan air bersih, Selasa (19/11). Lebih lanjut Direktur PDAM Gatot Supriyono mengatakan, diukur secara geolistrik oleh PDAM, kedalaman air tanah di kawasan tersebut berkisar hingga 150 meter. “Dari segi PDAM seharusnya semua warga bisa dialiri air PDAM. Konsekuensinya

/ &

# '((&&&

:

;

.

4, < )4$5

0 &

$, *4 = " % # 2 0 = 2 0 =20

#

" # &

1 #

0

)>

. #

" " # $13

!" #$ %!&'( ) * # # + , &''* # # - #.( # / / ( , , 0 #

1 2 ! " ,( ,( - " " " # # # $ % # & ' ( ) * + ! - ! . $ ! # " ,( ,( - " " # + # $ # ( & ' ( ) * + ! /

/ / ! 0 1 , ! ,( ,( / " " " 2 & # $ # # & ' ( ) * + !

ya bayar tapi dengan tarif yang minimalis seperti di rusunawa. Kita sudah di Jarakan kemarin Alhamdulillah sama pak wali dikasih satu sumur di belakang BNN dan kita juga sudah operasional untuk wilayah Jarakan,â&#x20AC;? jelasnya. Menurut Lurah Pojok Erly Maya Muryati, krisis air bersih di kawasan tersebut sudah terjadi di tahun sebelumnya. (yud/rif)

0

! & - . " # " # #

/ 0 $ % # & # '((&&& ) " # # & * + # # #

# ( , # - # (# # # # ( - # !# # (# # # # # # . / 0 1 2 # # # . / 0 - *3 0 - . # 4*,) ,11566*- 7 ' # 8 9#

0

FOTO: MEMORA NDUM/YD

dilakukan untuk merespon aduan masyarakat mengenai krisis air akibat dampak kemarau panjang. Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah didampingi lurah Pojok, direktur PDAM dan perwakilan dari BPBD mendatangi warga di RT 24 untuk melihat secara langsung

! & - . " # " # #

/ 0 $ % # & # '((&&& ) " # # & * + # # #

# ( , # - # (# # # # ( - # !# # (# # # # # # . / 0 1 2 # # # . / 0 - *3 0 - . # 4*,) ,11566*- 7 ' # 8 9#

Gandeng PDAM, BPBD Kota Drop Air Bersih Kediri, Memorandum Pemerintah Kota Kediri melalui perusahaan daerah air minum (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di lima RT di Kelurahan Pojok. Hal ini

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menyalurkan bantuan air bersih.

/ &

# '((&&&

:

;

.

4, < )4$5

0 &

$4 *4 = " % # 2 0 = 2 0 =20

#

" # &

1 #

0

)>

. #

" " # $13


MOJOKERTO-JOMBANG

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Kata Hadi, tujuan warga Desa Cendoro datang ke sini, hanya sebatas mempertanyakan keterbukaan APBDes tahun 2018 dan 2019 yang dipampang pemerintah desa. “Kita hanya meminta kejelasan informasi apa yang sudah dilakukan pemerintah desa terkait dana desa pada tahun 2018 dengan anggaran Rp 1,2 miliar dan 2019 Rp 1,7 miliar, sudah digunakan apa saja, setelah itu kita akan pulang,” paparnya. Melihat dari bannner yang dipampang oleh pemerintah desa Cendoro. banyak warga yang menduga pemerintah desa sengaja menutupi dan enggan me-

nyampaikan secara terbuka penggunaan anggaran yang bersumber dari dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), serta pendapatan anggaran desa (PADes) itu. Sedikitnya, ada 8 item realisasi APBDes Cendoro yang menuai pertanyaan dari massa aksi. Utamanya realisasi kegiatan fisik berupa pembangunan jalan dusun di 3 titik yag nilainya mencapai 920 juta, pembangun-

Jombang, Memorandum Bupati Jombang Hj MundjidahWahab bersamaWakil Bupati Jombang Sumrambah melepas tim sepak bola Arselona dari Desa Plemahan Kecamatan Sumobito yang akan berlaga di Liga Desa Nusantara (LDN) 2019. Tiket bergengsi diperoleh setelah sebelumnya tim Sepak Bola tadi menjadi juara di LDN tingkat Kabupaten Jombang. Selanjutnya pada level Provinsi Jawa Timur (Jatim), tim ini juga menjadi juara. Sehingga berhak mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat nasional. Sebelum bertolak ke Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa barat selaku tuan rumah LDN, tim sepak bola kelompok usia 19 ini, diberi motivasi bupati dan wakil bupati Jombang di ruang Swagata, pendopo Kabupaten Jombang, Senin (18/11) siang. Bupati Mundjidah Wahab memberikan apresiasi kepada mereka karena

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyalami anggota tim Arselona.

telah berhasil di level kabupaten hingga provinsi sehingga saat ini melanjutkan ke ajang nasional mewakili Provinsi Jatim. Bupati juga berpesan agar tim sepak bola asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, tetap menjaga nama baik daerah yang diwakilinya. “Jadi di pundak kalian ini, tidak ha-

Pemkab Mojokerto Raih Swasti Saba Wiwerda

Sehat, yang sesuai dengan potensi dan permasalahan pada masing-masing daerah. Tatanan dan sasaran Kabupaten/Kota Sehat selanjutnya dikelompokkan dalam 9 poin yakni tatanan permukiman; sarana dan prasarana sehat; tatanan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi sehat; tatanan industri dan perkantoran yang sehat; tatanan kawasan pariwisata sehat; tatanan pertambangan sehat; tatanan hutan sehat; tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri; tatanan ketahanan pangan dan gizi; dan tatanan kehidupan sosial yang sehat. Dinas/Instansi/lembaga koordinator menjadi penanggung jawab pada tiap-tiap tatanan, dengan beranggotakan dinas/lembaga lainnya yang mempunyai peran dan fungsi untuk mewujudkan tatanan tersebut menjadi tatanan sehat. Secara lengkap, pada acara penghargaan ini diserahkan pula beberapa penghargaan. Antara lain Influencer Tingkat Provinsi (3 orang), Tim Pembina Provinsi Terbaik (6 provinsi), Padapa 60, Wiwerda 29 termasuk Kabupaten Mojokerto, dan Wistara pada 88 bagi Kabupaten/Kota. Hadir mendampingiWabup Pungkasiadi

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

pada acara ini antara lain Ketua Forum Kabupaten Sehat Yayuk Ismawati Pungkasiadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Jatmiko, Kepala Bappeda sekaligus Pembina Kabupaten Sehat Hariyono, Plt. Assisten Pemerintahan dan Kesra Didik ChusnulYakin, serta Kabag Humas dan Protokol Alfiyah Ernawati. (adv/hms/rif)

an sanitasi masyatakat di tahun 2019 dengan anggaran Rp 82 juta serta anggaran untuk kepemudaan dengan nominal Rp 15 juta. Ada beberapa keganjilan dalam realisasi anggaran tersebut. Bahkan, pemerintah desa mengaku menggunakan uang pribadi dalam realisasi kegiatan fisik, seperti jalan pemukiman, sanitasi sama pelatihan pekerja kelompok. “Intinya kami hanya ingin

Pria Rejoagung Embat HP Tetangga

Bupati Jombang Semangati Tim Arselona

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama sejumlah pejabat pemkab usai menerima penghargaan.

Mojokerto, Memorandum Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Mojokerto kembali berjaya dengan memboyong penghargaan Kabupaten Sehat KategoriWiwerda. Prestasi tersebut diberikan pada acara “Penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat 2019”, Selasa (19/11) pagi di ruang Sasana Bhakti Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta Pusat. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto beserta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian kepada Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Secara aturan, penilaian Kabupaten/Kota Sehat dilaksanakan tiap dua tahun sekali, dengan diberikan penghargaan Swasti Saba dari Presiden Republik Indonesia. Swasti Saba ini kemudian diklasifikasikan menjadi 3 katagori yakni Swasti Saba Padapa (ikut penilaian minimal 2 tatanan), Swasti Saba Wiwerda (ikut penilaian 3-4 tatanan), dan Swasti Saba Wistara (jika mengikuti lebih dari 5 tatanan atau lebih). Untuk lebih memahami, tatanan adalah sasaran kegiatan Program Kabupaten/Kota

Aksi warga di Balai Desa Cendoro.

Menuju LDN Level Nasional

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Jombang, Memorandum Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) dua jabatan kepala satuan (kasat). Masing-masing yaitu posisi Kasatreskrim serta kasatintelkam, Selasa (19/11). Dalam acara yang digelar di ruang JCC (Jombang Command Center) Mapolres Jombang dihadiri oleh pejabat utama, kapolsek jajaran, serta sejumlah personel Korps Bhayangkara di satuan reskrim serta intelkam. Dipaparkan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, mutasi ini adalah hal biasa di institusi Polri. Tujuannya untuk regenerasi serta pengoptimalan organisasi. Orang nomor satu di Polres Jombang itu berharap pejabat baru ini segera bisa beradaptasi dengan tempat dinas barunya. Sekaligus pula melaksanakan tugas sesuai dengan yang diembankan. “Saya berharap kepada pejabat baru segera menyesuaikan diri dan membangun tim kerja yang solid untuk mendukung tugas-tugas ke depan serta kinerja semakin baik,” paparnya, Selasa (19/11). Seiring dengan digelarnya acara sertijab, secara otomatis menandai pula berakhirnya masa pengabdian AKP Azi Pratas Guspitu sebagai Kasatreskrim Polres Jombang. Untuk penggantinya, yakni AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, yang sebelumnya menjabat kasatreskrim Polres Kediri. Sementara usai bergeser dari Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu selanjutnya bertugas sebagai Panit I unit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim). Sedangkan Kasatintelkam Polres Jombang AKP Eko Prijanto yang sebelumnya bertugas di Baintelkam Mabes Polri menggantikan AKP Marwanto yang selanjutnya berpindah tugas sebagai Kasatintelkam Polres Trenggalek. “Khusus bagi pejabat baru saya mengimbau agar segera dapat menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru. Kenali dan pahami situasi wilayah serta karakteristik masyarakat, agar semua tugas yang diemban dapat berjalan optimal,” sambung kapolres. Ditekankan mantan Kapolres Bangkalan itu, mutasi di tubuh organisasi termasuk lingkungan Polri merupakan hal biasa dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan penyegaran sehingga kinerja anggota polisi semakin baik. “Jalani tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab serta berikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Jombang sehingga Polri mampu menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat,” pungkas Boby. (wan/rif)

Sebelum menduduki kantor balai desa, ratusan warga berorasi dan membentangkan banner tuntutan yang bertuliskan ‘Mari Ciptakan Desa Cendoro Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Hentikan Pembodohan Terhadap Masyarakat Cendoro. Wujudkan Transparansi Pengelolaan Dana Desa’. “Warga akan tetap bertahan sampai pukul 17.00. Jika tidak digubris, ke depan kami akan melakukan aksi besar-besaran. Untuk waktunya kapan, kami akan susun surat pemberitahuannya nanti,” kata Hadi Purwanto, Kordinator aksi, Selasa (19/11).

mengetahui rancangan anggaran biaya (RAB) pembangunan itu. Sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo, realisasi penggunaan APBDes harus transparan. Nah yang kami minta hanya itu,” jelasnya. Sekira 2 jam lebih melakukan orasi di balai tengah balai desa setempat, akhirnya warga di temui oleh Sekdes Cendoro Siswito dan perwakilan pemerintah desa. Dalam paparannya, Siswito menyampaikan penjelasan realisasi APBDes tahun 2018 dan 2019. Akan tetapi, penyampaian itu cukup terbatas dan singkat. Siswito juga menolak saat warga hendak melontarkan sejumlah pertanyaan terkait realisasi APBDes Cendoro tahun anggaran 2018 dan 2019. Dengan dalih tidak ada proses tanya jawab. Ia hanya bisa menyampaikan sesuai dengan pertanyaan yang disampaikan warga pada pertemuan sebelumnya. (no/rif)

nya Kabupaten Jombang, sekarang ini sudah mewakili Jawa Timur,” kata bupati Jombang, Senin (18/11). Bupati Mundjidah Wahab juga berharap agar mereka bisa menorehkan prestasi pada ajang LDN sebagai juara. Dengan keberadaan tim sepakbola dari Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito ini. Bakal menambah bibit-bibit pemain sepakbola muda di Kota Santri. Dikatakan bupati, dari dulu memang Kabupaten Jombang dikenal dengan PSID-nya.“Sekarang kita galakkan lagi dari mulai desa. Liga Desa ada, PSID juga ada, PSSI juga jalan semuanya,” kata bupati. Pada kesempatan ini, bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang mendukung penuh Tim Arselona saat berlaga di LDN.“Kita memberikan fasilitas transportasi penuh, yakni bis yang dipakai sampai selesai, kemudian ada uang bekal selama di sana. Selain itu juga ada mungkin dari provinsi karena mewakili Jawa Timur,” bebernya. Sementara itu Kapten Tim Sepelakbola Desa Plemahan Roy Muji Utomo mengaku bangga dan senang karena timnya bisa masuk LDN hingga level nasional. “Senang dan bangga karena bisa membawa nama baik Desa Plemahan, Jombang dan juga Jawa Timur,” tuturnya. Dia sendiri sebelumnya tidak menyangka timnya bakal masuk level nasional pada ajang LDN tahun 2019 ini karena persiapan timnya tergolong masih kurang. Namun, Roy dan rekan-rekannya menatap putaran final LDN level nasional ini dengan rasa optimis. “Sudah siap persiapannya. Siap menjadi, juara,” pungkasnya.(adv/wan/hms/rif)

Jombang, Memorandum Nekad mengembat sebuah handphone milik tetangga sendiri, di kamar kos di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, membuat Akhmad Budi (35), warga setempat, mendekam di tahanan, Senin (18/11) sekitar pukul 14.30. Bukan hanya mencuri alat komunikasi milik korban Samsul Arifin (22), tersangka juga membawa kabur dosbook berikut uang tunai. Aksi kejahatan dilakukan ketika korban menjalankan ibadah salat. “Tersangka kita amankan berikut sejumlah barang bukti hasil dari kejahatan. Saat ini prosesnya, sudah dalam tahap penyidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek Ploso Kompol Sutikno, Selasa (19/11). Dijelaskan olehnya, sebelum menjalankan aksinya di kamar kos yang berada di depan Mapolsek Ploso tersebut. Tersangka terlebih dulu menunggu momen yang pas. Momen tadi, yakni saat korban menjalankan ibadah salat. Begitu waktunya tiba, sang maling lalu bergegas menuju lokasi. “Tersangka tiba lalu merusak kunci gembok untuk dapat masuk ke kamar kos korban. selanjutnya, ia mengambil sebuah handphone berikut dosbook, serta uang tunai Rp 40.000,” jelasnya. Aksi kejahatan diketahui

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Dua Kasat

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengambil sumpah jabatan sertijab kasatreskrim dan kasatintelkam.

Mojokerto, Memorandum Ratusan warga Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menduduki balai desa setempat. Mereka menuntut keterbukaan pengelolaan dana desa yang dinilai tak wajar. Kedatangan warga yang didominasi oleh kaum pria hingga emak-emak ini minta transparansi anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) tahun 2018 dan 2019.

FOTO: MEMORANDUM/ADV

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Warga Desa Cendoro Tuntut Transparansi Pemdes

Akhmad Budi

oleh korban, saat korban pulang dari menjalankan salat. Begitu mendapati gembok pengaman sudah dirusak, sontak ia menyadari telah menjadi sasaran aksi pencurian. Setelah melakukan pemeriksaan, korban lalu melaporkan kejadian ke Polsek Ploso. Polisi sendiri yang langsung melakukan penyelidikan, berhasil membekuk tersangka berselang beberapa jam setelahnya. “Tersangka kita jerat dengan pasal 363 ayat 5 e KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tegas Sutikno. (wan/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Gelar Razia di Jemursari, 18 Pengendara Ditilang

Sopir Bus Laju Jaya Dijemput Ajal

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Surabaya, Memorandum Belasan pengendara terjaring operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh anggota Rayon VI (Polsek Tenggilis Mejoyo, Polsek Rungkut dan Polsek Wonocolo) di Jalan Jemursari, Senin (18/11) malam. Dalam operasi kali ini, 28 anggota kepolisian dari tiga polsek melakukan razia dengan pawas Kanitreskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Sidik. Sidik mengatakan, razia ini dengan tujuan agar masyarakat semakin sadar dalam berkendara. Selain itu, razia dengan sasaran minuman keras (miras), narkoba, senjata tajam (sajam), serta bahan peledak (handak). “Kita lakukan razia, supaya terjadi kamtibmas di wilayah tiga polsek yang berdekatan ini” kata Sidik. Sidik juga menambahkan, dalam razia kali ini, petugas di lapangan memeriksa 149 kendaraan dengan rincian 141 unit roda dua dan 8 unit roda empat. “Dari 149 pengendara yang diperiksa, terdapat 18 pengendara yang melakukan pelanggaran dan akan ditilang,” ucap Sidik. (x-3/fer)

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Petugas memeriksa muatan mobil di Jalan Jemursari.

Surabaya, Memorandum Penumpang bus antarkota Laju Jaya jurusan Terminal Bungurasih-Surabaya, panik, Selasa (19/11). Betapa tidak, dalam perjalanan itu tiba-tiba sopir ambruk dan meregang nyawa. Sopir bus itu adalah Darmaji (45), warga Desa Nrawan, RT 01/ RW 03, Nganjuk. Guna kepentingan penyelidikan, jenazahnya dibawa ke RSUD dr Soetomo. Peristiwa terjadi pukul 13.00. Bermula bus yang disopiri korban perjalanan dari dari Terminal Bungurasih ke Surabaya. Saat melintas di Jalan Tembaan terjebak kemacetan. Kemudian korban berinisiatif belok ke kiri Jalan Bubutan dan berhenti. “Saat itu mendadak sopir langsung jatuh ke sebelah kiri jok tempat

duduknya, sehingga membuat suasana penumpang panik,” ungkap Jama’in (46), kernet bus asal Jalan Argopuro Gang Lombok, Banyuwangi kepada petugas. Mengetahui rekan kerjanya ambruk tak sadarkan diri, kernet dengan dibantu penumpang bus mengangkat korban untuk dipindahkan. “Namun setelah kami angkat, korban sudah meninggal dunia,” kata dia. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Mapolsek Bubutan dan tim Inafis Polrestabes Surabaya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun penyebab kematiannya. “Kami masih menunggu hasil visum dari dokter,” kata Kanitreskrim Polsek Bubutan Ipda Purwanto saat dikonfirmasi Memorandum. (rio/fer)

ABG Tambak Asri Otaki Perampokan Empat dari tujuh pelaku berhasil dibekuk di tempat persembunyiannya Jalan Tambak Asri Gang Rahmat Jaya. Mereka adalah DI (17), GS alias Endog (18), dan Moch Romadhon (19), ketiganya warga Jalan Tambak Asri, serta Rahmat (24), warga Labang, Bangkalan, Madura. “Sewaktu kami gerebek, mereka asyik pesta miras di tempat persembunyiannya. Di tempat itu (Tambak Asri) mereka biasa ngumpul, berbagi hasil kejahatan, dan menyusun rencana jahatnya,” beber Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (19/11).

Sambungan dari halaman 1

Berdasarkan pengembangan, diketahui otak dari komplotan ini adalah DI, residivis kasus kejahatan jalanan. Meski terbilang masih di bawah umur, namun berdasarkan catatan kepolisian bersama komplotannya sudah sering melakukan begal motor dan penjambretan melakukan sebanyak 11 kali. “Empat dilakukan di Jalan Kalianak dan Margomulyo,” beber Agus. Terbongkarnya kejahatan yang dilakukan kelompok DI cs ini, setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu korban, Cendikia Rahman (27), warga Jalan Demak Timur V.

Untuk menjerat korban ini, DI membuat akun di FB atas nama Deviana berikut foto profil wanita cantik agar menarik dan tidak membuatnya curiga. “Dari sana tersangka membuat akun palsu untuk mengelabuhi korban. Selanjutnya, dengan bujuk rayu, korban akhirnya tertarik untuk bertemu dengan Deviana palsu itu,” jelas Agus. Setelah korban terpancing, kemudian Deviana palsu tersebut, mengajak ketemuan di daerah Kalianak. Setiba di tempat yang telah disepakati, korban disambut oleh DI, yang mengaku teman dari Deviana

dan disuruh menjemputnya. Tanpa curiga, korban lalu membonceng DI menuju ke jalan Kalianak. Di sana sudah menunggu enam orang teman-temannya. Lalu mereka mengancamnya dengan menggunakan pisau penghabisan dan mengeroyoknya untuk mendapatkan barang berharga milik korban. “Ini hanya skenario DI untuk mengelabuhi korban jika telah dirampok oleh para pelaku. Bahkan, DI juga mengaku tidak kenal dengan pelaku,” tandas Agus. Atas kejadian ini, korban melapor ke Mapolres Pelabuhan Tanjung

Perak. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga mendapatkan informasi bahwa komplotan pelaku begal motor tersebut sering berkumpul dan pesta miras di daerah Tambak Asri Gang Rahmat Jaya Tambak Asri. Setelah anggota mengintai aktivitas mereka di tempat persembunyian mereka. Setelah waktu dirasa tepat, anggota lalu menggerebek mereka sedang pesta miras. “Empat tersangka berhasil kami bekuk, sedangkan tiga lainnya berhasil kabur karena di lokasi banyak akses untuk melarikan diri,” kata Agus. Selain menangkap para tersang-

ka, polisi juga menyita barang bukti sebuah pisau penghabisan;1 unit HP merek Advance; 1 potong jaket merah; 1 buah jaket hitam, dan motor Honda Beat yang dijadikan sarana aksinya. Sementara itu, saat diinterogasi Kapolres keempat tersangka mengakui semua perbuatannya dan melakukannya sesuai skenario yang dirancang oleh DI. “Motor sudah dijual dan hasilnya sudah dibagi rata. Tapi tidak mengetahui dijual ke mana karena yang menjual adalah teman yang belum tertangkap,” singkat Romadhon, kemarin. (rio/fer)

Didakwa Terima Rp 570 Juta, Binti Rochmah Tersenyum Dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh JPU M Fadhil, bahwa dari 28 proposal kerja sama bersama Agus Setiawan Jong, Binti Rochmah menerima Rp 570 juta lebih atau tepatnya Rp 570.648.576,89 dari kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar. “Terdakwa Binti Rochmah bekerja sama dengan Agus Setiawan Jong (berkas terpisah) dengan mengajukan 28 proposal,” jelas Fadhil di hadapan ketua majelis hakim Hisbullah Idris,

Selasa (19/11). Lanjut Fadhil yang juga Kasubsi Penyidikan Pidana Khusus Kejari Tanjung Perak ini, bahwa terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) dan 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Terdakwa Binti Rochmah bekerja sama dengan Agus Setiawan Jong (berkas terpisah) mengajukan 28 proposal,” jelas Fadhil di hadapan ketua majelis hakim Hisbullah Idris. Lanjutnya, bahwa nantinya pro-

Sambungan dari halaman 1

posal akan disortir berdasarkan dapil dengan anggaran dana aspirasi tidak berada di bawah Rp 2 miliar sesuai dengan penyampaian terdakwa Binti Rochmah. “Untuk barang juga disepakati berupa terop dan lainnya,” pungkas Fadhil. Atas dakwaan JPU, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum Binti Rochmah tidak mengajukan eksepsi. “Kami tidak mengajukan eksepsi. Dan langsung ke pembuktian,” singkat

Sudiman Sidabuke. Usai meninggalkan ruang sidang, Binti Rochmah yang dikawal petugas sempat mengumbar senyum saat menuju mobil tahanan. Ditemui usai sidang, Sudiman Sidabuke menegaskan, bahwa kliennya tidak menerima uang satu rupiah pun tetapi mereka beranggapan ada kerja sama dengan Agus Setiawan Jong. “Itu dalam perhitungan BPK, soal

kerugian sekian itu tadi. Kerugian ini akan kita buktikan tetapi saya sampaikan ibu (Binti Rochmah, red) itu sama sekali tidak menerima apapun,” tegas Sudiman Sidabuke. Lanjut Sudiman Sidabuke, dirinya menyoal masalah penegakan hukum. Penegakan hukum itu adalah berbicara hukum materiil atau hukum acara formilnya. Dan ini memang bukan menjadi objek eksepsi. Artinya laporan ini ditangani oleh Kejari Tanjung

Perak, mereka yang juga melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan juga menjadi penuntut umum. “Ini bertentangan dengan asas atau aturan-aturan KUHAP,” pungkas Sudiman Sidabuke. Sementara M Fadhil menanggapi bahwa jika memang mengerti soal posisi hukum acara pidana, di sana dikatakan jika keberatan dengan proses maka disampaikan melalui nota keberatan. (fer/udi)

Pejambret HP Tertangkap saat Pesta Miras pesta miras bersama temannya. Guna pengembangan lebih lanjut, dia dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan dijebloskan ke tahanan. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, tersangka terakhir melakukan perampasan HP di daerah Greges, Kalianak.

Sambungan dari halaman 1

Waktu itu, Mamat mengendarai motor untuk mencari sasaran. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), melihat korban sendirian yang juga mengendarai motor sambil menelepon dengan HP. “Saat korban lengah, tersangka langsung merampas HP,” jelas Agus, Selasa (19/11).

Sedangkan korban menyadari menjadi korban perampasan, kemudian melaporkannya ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Dari hasil penyelidikan polisi, diperoleh berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dan identitas pemuda pengangguran tersebut. “Tersangka adalah pemain

Imbau Warga Benteng Aktifkan Siskamling

Sambungan dari halaman 1

Cantikan serta staf Kelurahan Nyamplungan dan diikuti 30 warga. Mellysa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Di antaranya mengimbau agar warga berhati-hati menjaga barang-barang berharganya dari pelaku curat, curas, curanmor (3c). Untuk mencegah kejadian tersebut, Mellysa mengimbau warga agar aktif melaksanakan kegiatan siskamling yang dinilai sangat efektif. Selain kamtibmas, Mellysa sosialisasi program Polres Pelabuhan Tanjung Perak, yakni Sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) door to door. Program ini yang dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus surat laporan kehilangan dokumen penting, seperti KTP, KK, akta kelahiran dan buku nikah.

Mencoba Bunuh Diri Dari berbagai sumber, BPD ini adalah penyakit mental serius yang ditandai dengan perasaan, mood dan perilaku yang tidak menentu. Pasien biasanya memiliki masalah dengan emosi dan pikiran, terkadang juga mereka berperilaku ceroboh yang menyebabkan hubungan yang tidak stabil. “Kepribadian di ambang bahasa Indonesianya. Agak sulit ya cirinya, tapi mood swing-nya parah. Bukan moody, karena skalanya njomplang banget,” kata Ariel Tatum baru-baru ini. Ariel mengatakan bahwa kisah kelamnya ini terjadi sekitar 10 tahun lalu, ketika usianya masih remaja, sekitar 13 tahun. Kala itu dirinya bahkan pernah berkeinginan untuk bunuh diri. Namun beruntung karena Ariel segera mencari bantuan. “Itu usia 13 tahun coba bunuh diri,” singkat Ariel Tatum yang masih membuat banyak orang tak percaya. Ia menambahkan, kepada setiap orang untuk lebih mengetahui dirinya sendiri. Karena dengan mengetahui diri sendiri, maka kemudian bisa melangkah kepada jalan yang sebenarnya. “Self awareness yang harus ditumbuhin. Baru setelah itu mencari bantuan. Karena aku bagitu ngerasa ada yang salah, aku langsung hubungi profesional health,” tutur Ariel Tatum. Keinginan untuk bunuh diri yang pernah ada dalam diri Ariel Tatum pun membuat dirinya pernah berkeinginan untuk menyewa seorang pembunuh bayaran. Hal itu karena ia tak mau keluarganya sedih karena ia bunuh diri. “Iya benar, karena pada saat itu aku merasa

“Cukup menelepon ke nomor 081918600000 maka petugas operator SPKT door to door akan datang sendiri ke rumah untuk membuatkan surat laporan kehilangan dokumen yang diperlukan. Jadi, tidak perlu repot-repot datang ke Polsek Pabean Cantikan,” ujar dia. Selain itu, juga disosialisasikan Program Unggulan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang bertujuan menjalin kedekatan dengan masyarakat. “Ada enam program unggulan. Masing-masing yaitu Senin Militan, Selasa Sambas, Rabu Narsis, Kamis Pak Polis, Jumat Darling dan Sabtu Osis. Termasuk acara cangkrukan yang kita gelar malam ini, merupakan wujud pelaksanaan Program Senin Militan,” pungkas Mellysa. (rio/fer)

Sambungan dari halaman 1 kayaknya kalau gue bunuh diri, keluarga gue sedih banget deh karena memang aku anaknya introvert, ke keluarga pun aku tertutup,” ujar Ariel. “Saking introvert, makanya pas kemarin ngomong ke publik dalam seminar 19 Oktober itu masih banyak keluarga aku yang gak tahu. Yang tahu keluarga inti. Bingung karena aku anaknya ceria banget, gak depresif,” papar Ariel Tatum. Ariel Tatum mencoba memerangi rasa malu yang biasanya dialami oleh mereka yang mengidap penyakit mental. Beberapa seminar pun sudah dan akan dilakoni olehnya sebagai pembicara tentang penyakit tersebut. “19 Oktober lalu bikin seminar. Memang sih di sini stigmanya omong kesehatan mental malu. Kenapa harus malu. Ini paling penting, kesehatan mental penting, yang bahaya itu kalau gila tapi gak mau ngaku,” ucapnya yang akan kembali mengisi seminar lagi di Universitas Indonesia pada 30 November mendatang. Ariel Tatum menambahkan kala masih dalam jerat penyakit mental tersebut, pekerjaannya tak ada yang bisa dilakukan dengan baik. Karenanya, ia pun berkeinginan untuk getol kampanye demi menolong orang lain. Karena ternyata ketika dirinya menolong orang lain justru ada penyembuhan di sana. “Memang kala itu gak bisa di jalan yang bener, susah banget. Ganggu produktivitas. Kalau ga ada penanganan ya amburadul. Sampai dikasih obat dan hipnoterapi. masih obat meski dosisnya dikurangi, dan menolong orang lain juga sangat membantu,” tandas Ariel Tatum. (*/fer)

lama dan informasinya sering melakukan perampasan di daerah Margomulyo, Greges, dan Kalianak,” tandas perwira kelahiran Malang ini. Berbekal ciri-ciri Mamat, polisi tidak sulit mencari ke-

beradaannya dan berhasil menangkapnya tanpa perlawanan sewaktu berpesta miras di Tambak Asri Gang Rahmat. Sementara itu, dalam pemeriksaan Mamat mengaku baru kali pertama menjam-

bret. Tapi, pernyataannya itu tidak membuat polisi pencaya. Hingga kini, polisi masih mencari laporan di polsek-polsek jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak kemungkinan

Pertanyakan Status Saksi dari Pemkot Ha s o n a n g a n m e m p e r t a n y a k a n perkembangan dari pemeriksaan pemkot yang dilakukan kejaksaan sejauh ini. Mengingat, perkara ini sudah berjalan dan ada beberapa terdakwa lagi yang sudah dihadirkan di persidangan. “Apakah para saksi yang sudah diperiksa oleh Kejari Tanjung Perak dari pemkot sudah ada pemeriksaan lanjutan, atau hanya sekadar pemeriksaan saksi saja dalam perkara jasmas,” ujar Hasonangan, kemarin.

Lanjutnya, jaksa menyebutkan adanya verifikasi dari BPK terkait alat bukti. Artinya dalam verifikasi itu ada keterlibatan pemkot yang sudah dimintai keterangan. “Hal itu akan kami pertanyakan dalam persidangan nanti ini. Kalau memang tidak ada tebang pilih dan harus diungkap semua. Kenapa pemkot yag mencairkan tidak dilibatkan dalam proses tipikor, tapi dewan yang tidak mencairkan terlibat,” tegas Hasonangan. Sementara itu, Alvin Zain Khadafi, pe-

Jadi Kurir Bede Sokobanah dan Pamekasan jaringan tersebut, mendapatkan fakta terbaru dari tersangka Khoirul Anam (42). Tidak hanya menjalankan bisnis dari jaringan Jakarta, salah satu tersangka yang terpaksa ditembus timah panas itu ternyata juga menjalankan dari beberapa bede di Jatim. Jauh sebelum itu, Khoirul Anam mengaku sudah menjadi pengedar yang dipercaya oleh bandar di kawasan Sokobanah dan Pamekasan. Hal tersebut juga diperkuat dari tulisan tangan yang ditemukan dari sebuah buku rekapan milik Khoirul Anam. “Ya benar, tersangka KA (Khoirul Anam, red), juga ikut dalam dua jaringan tersebut.

Makanya, saat ini kami masih fokus untuk mengembangkan jaringan ini,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Selasa (19/11). Selain itu, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu juga menyebut, jika pihaknya juga akan melalukan pengembangan kepada jaringan Alfonsus Felix alias Apong. Disebut-sebut, Apong memiliki jaringan di balik lapas. Napi itu juga yang awal mula memperkenalkan Apong kepada Zulkarnaen di Jakarta Barat. Diberitakan sebelumnya, Satreskoba Polrestabes Surabaya kembali menun-

Hidup Sepi, Pengap, dan Gelap di Dalam Kotak Pandora biarlah dirinya yang mengalah, asalkan adik-adiknya bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sayang, ketika Berti baru setahun bekerja serta adiknya masih duduk di bangku kelas satu SMA dan kelas dua SMP, ayah mereka meninggal dunia. Lelaki yang sudah cukup lama menderita rematik tulang tersebut terjatuh ketika membetulkan genting rumah yang bocor. Sejak itu beban Berti terasa lebih berat. Apalagi setelah ibunya divonis dokter menderita radang paru-paru. Perempuan paruh baya ini harus menjalani perawatan rutin di rumah sakit. Meski sebagian biaya perawatan ditanggung BPJS, ada obat-obat tertentu yang harus ditebus sendiri. Ini sangat memberatkan, sampai-sampai suatu ketika Berti memutuskan untuk tidak lagi menebus obat ibunya. Ketika ditanya kok obatnya berkurang, dengan berat dikatakan bahwa ibunya sudah agak sembuh. “Beruntung yayasan memahami kondisi kami. Kedua adikku diminta membantu di sini dan biaya pendidikan mereka ditang-

gung yayasan. Mereka kerja paruh waktu, sehingga sekolah dan belajarnya tidak terganggu,” cerita Berti ketika ke rumah untuk mengambil donasi keluarga kami. Memorandum sudah lama menjadi donatur di yayasan tempat Berti bekerja. Sejak 1999. Karena itu, Memorandum mengetahui betul kapan Berti masuk yayasan ini menggantikan karyawan sebelumnya yang harus banyak beritirahat karena usianya sudah lanjut. Bertilah yang harus berhadapan dengan para donatur. Kadang menjemput donasi ke rumah-rumah atau sekadar mencatatnya di buku admin yayasan. Makanya dia akrab betul dengan keluarga para donatur, termasuk dengan istri Memorandum. Kisah ini Memorandum tulis dari curhatan Berti kepada istri Memorandum. Sekali-sekali Memorandum ikut nimbrung dalam obrolan mereka. Terutama bila Berti datang ke rumah pas hari Minggu atau hari libur lain. “Sekarang Bandi (nama samaran adik Berti, red) sudah kelas tiga. Sebentar lagi

dia aksi perampasan di TKP lain. “Saya baru kali ini menjambret. HP saya jual dan hasinya untuk mabuk dan kebutuhan hidup,” tutur Mamat kepada petugas. (rio/fer)

Sambungan dari halaman 1 nasihat hukum Sugito menambahkan meski eksepsi ditolak jaksa namun dirinya tetap pada eksepsinya. “Itu hak mereka untuk menolak, kami tentu sangat menghormati hal tersebut. Sekarang semua tergantung majelis hakim dalam mempertimbangkannya,” singkat Alvin. Terpisah, JPU M Fadhil mengatakan bahwa pihaknya masih menangani enam tersangka dalam kasus jasmas. “Untuk dari pemkot masih saksi,” singkat Fadhil. (fer/udi)

Sambungan dari halaman 1 jukkan taringnya. Terbukti, tidak hanya pengedar kelas bawah yang menjadi target pengungkapan kasus. Namun, kali ini total delapan tersangka digelandang dengan barang bukti yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, total sebanyak 1,3 kilogram disita dari masing-masing tersangka yang diringkus di lokasi berbeda. Tidak hanya merasakan pengapnya penjara, dua tersangka juga terpaksa dilumpuhkan dengan ditembus timah panas pada betis kanannya karena berusaha kabur. (fdn/fer)

Sambungan dari halaman 1 lulus dan butuh biaya besar untuk kuliah. Doakan ya Tante, Om,” ujar Berti dengan penuh harap. “Kalau adiknya kuliah, kapan kakaknya menikah?” tanya istri Memorandum. Mendengar pertanyaan ini, wajah Berti mendadak berubah. Dari ceria menjadi muram. Gestur tubuhnya jadi kaku. Seperti orang terjebak di dalam lubang sumur dan ingin keluar darinya. “Mohon maaf Tante, Om,” katanya tiba-tiba sambil mengambil HP dari tas, “Ada telepon dari yayasan. Mohon pamit dulu.” Tanpa menunggu jawaban, Berti mengulurkan tangan, mengajak bersalaman, lantas mengangguk dan pergi. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL Istri Terduga Teroris Berharap Suami Cepat Pulang

KAMIS WAGE, 20 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Tekankan Program Kapolri dalam Tugas

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno memberikan arahan kepada anggota tentang program Kapolri. Selain itu peran Polri dalam mendukung program kerja pemerintah. Ada beberapa arahan yang disampaikan dan menjadi perhatian terhadap kegiatan pemerintah skala Nasional dan Internasional. Seperti halnya memperhatikan kehidupan beragama dan berbangsa. Menjelang Pilkada Serentak tahun 2020 dihadiri oleh Personil Polres Pasuruan Kota, dan Polsek jajaran kurang lebih 270 Anggota Polres Pasuruan Kota. “Harapan kami dengan digelarnya tersebut, anggota Polres Pasuruan Kota yang berjumlah 270 personel ini bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat di wiliyah hukumnya, agar terwujud rasa aman, tertib, dan lancar,” ujar Agus.(*/rul/tyo)

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno memberikan arahan kepada anggota.

Urai Kemacetan Beri Rasa Nyaman Pengendara

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Memberikan pelayanan kepada masyarakat adalah salah satu tugas pokok dan fungsi Polri. Seperti yang dilakukan anggota Polsek Pandaan yang mengatur lalu lintas di pagi hari, Selasa (19/11). Tujuannya agar pengguna jalan bisa beraktivitass dengan lancar. Kapolsek Pandaan AKP Jaka Winarno menyampaikan, bila arus lalu lintas cukup padat karena jam masuk kerja dan sekolah. “Apalagi Pandaan merupakan pusat industri dan wisata, juga posisi Pandaan berada di tengah-tengah jalur Surabaya Malang,” ujar Jaka. Untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas inilah. Maka unitlantas polsek turun ke jalan agar masyarakat bisa lancar sampai ke tujuannya dengan aman dan nyaman. “Harapan kami dengan hadirnya anggota memberikan rasa aman kepada masyarakat, yang hendak mengantar sekolah maupun saat hendak berangkat kerja’” ujar Jaka.(*/rul/tyo)

Personel Polsek Pandaan mengatur lalu lintas.

Selama ini, masih menurut AM, suaminya bekerja menjadi sales suku cadang motor. Mereka baru menempati rumah sekitar dua bulanan. Namun mereka sudah lama hidup di Bangil, dan kerap berpindah-pindah tempat. AM pun mengaku, dia sebenarnya juga sempat dibawa polisi. Meski akhirnya dipulangkan. “Saya shock dengan kejadian

“

bila yang bersangkutan diperiksa di Polres Pasuruan, namun akhirnya dipulangkan dengan alasan tidak terlibat dalam jaringan suaminya. “Saat diamankan, terduga ADM memang bersama anak dan istri. Saat ini anak dan istri sudah dipulangkan karena tidak terlibat,” jelas Barung. Lebih lanjut, Barung menyampaikan, terduga ADM kekinian sudah dibawa ke Markas Besar (Mabes) Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Sudah dibawa ke mabes. Untuk jelasnya itu sudah wilayahnya Densus 88,” lanjut dia. (rul/tyo/fer)

Saya shock dengan kejadian ini. Saya berharap suami saya juga cepat pulang, karena saya yakin dia tidak terlibat. Selama ini juga tidak pernah ngobrol tentang ISIS atau pun Suriah. AM Istri ADM

Tangkal Radikalisme, Gencar Blusukan Ponpes Probolinggo, Memorandum Polres Probolinggo Kota gencar berupaya mencegah tumbuhnya radikalisme dan terorisme.Tujuannya agar kejadian dua tahun lalu, di mana ada sejumlah pelaku aksi terorisme yang ditangkap di Kota Probolinggo tidak terulang lagi. Salah satunya peran yang dilakukan Satbinmas Polres Probolinggo Kota memberikan bimbingan dan penyuluhan di Pondok Pesantren (PP) Nurul Huda Al Bashori, Kota Probolinggo, Selasa (19/11). “Untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif, kami memberikan binluh tentang paham radikalisme agar generasi muda dan masyarakat tidak terpengaruh dengan ajakan paham radikal. Melalui kegiatan ini bisa tercipta hubungan baik Polri dengan santriwan santriwati, ustaz, ustazah, beserta pendiri ponpes,” ujar Kasatbinmas Polres Probolinggo Kota Iptu Retno Utami. Tak hanya itu, Retno mengatakan paham radikalisme bisa menyebar dan masuk dalam berbagai cara dan media. Media sosial salah satunya. “Jadi harus benar-benar bijaksana dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah terpengaruh dan terpapar melalui ceramah-ceramah yang mungkin mengandung unsure radikal.” Lanjut dia. Retno juga memaparkan jika anak-anak sudah dijejali dengan paham-paham yang sangat merugikan bagi bangsa dan negara ini, maka mereka

FOTO: MEMORANDUM/MHD

AM, istri ADM ditemui di rumahnya.

Menurut keterangan AM, istri ADM ketika ditemui di rumahnya, mengaku terkejut dengan apa yang menimpa suaminya , Senin (18/11), yang dikaitkan dengan insiden bom Medan. “Suami saya itu lebih sering di rumah. Tidak mungkin berkaitan dengan itu (bom Medan, red),” beber wanita yang mengenakan cadar itu, Selasa (19/11).

ini. Saya berharap suami saya juga cepat pulang, karena saya yakin dia tidak terlibat. Selama ini juga tidak pernah ngobrol tentang ISIS atau pun Suriah,” beber AM. Apa yang disampaikan AM, juga senada dengan Marzuki , warga setempat, yang mengatakan bila ADM dikenal juga suka bersosialisasi dengan masyarakat. “Sering kumpul-kumpul dan ngopi bersama bahkan sering mbayari kopi. Kalau ngumpul, ya kadang guyonan,” beber Marzuki. Pemeriksan istri ADM dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. Barung menjelaskan

Ratusan santri PP Nurul Huda Al Bashori, Kota Probolinggo, bersama Kasatbinmas Iptu Retno Utami.

tentunya berpotensi menjadi generasi yang intoleran. Bahkan yang paling berbahaya adalah mengikuti hal-hal yang masuk kategori terorisme. “Dengan adanya kegiatan

blusikan ini mudah-mudahan bisa bermanfaat, karena di situ apalagi yang dihadirkan nanti anak-anak usia remaja. Karena anak-anak itu harus digembleng dan diajak berdi-

skusi tentang ini, ini sangat bermanfaat sekali, mereka bisa paham bahwa bahayanya apa yang akan terjadi bila radikalisme tumbuh di negara ini,” ucap Utami.(mhd/tyo)

Kapolres Rangkul Awak Media untuk Jegeh Apike Jember Mem Jember, Memorandum in Polres Jember Hari ini menggela Focus Gruop Dismenggelar n (FGD) (F cussion dengan media neti dan netizen, Rabu (20/11). Tujuan Tujuannya, bersama jegeh J apikee Jember untuk Indonesia maju, agar suasana kond kondusifi tas dan stabilitas keamanan dalam r rangka penyelenggaraan Pilkada ser-

entak pada 2020 Sedangkan tema yang diusung dalam acara yang digelar di Taman Botani, Sukorambi, Jember yakni “Media Arus Utama Mencegah Berita Palsu Menjelang Pilkada Serentak Tahun 2020”. Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan bila kegiatan tersebut melibatkan awak media massa, yang tergabung dalam organisasi Forum War-

tawan Lintas Media (FWLM), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda Wilayah Jember, serta netizen Mitra Polres Jember.. “Ini berkaitan dengan antisipasi pemberitaan yang kerapkali berlebihan menyudutkan saat ada pemilihan bupati dan wakil bupati, agar para jurnalis membuat

berita yang mengedukasi, agar masyarakat tertarik untuk proaktif menjaga stabilitas keamanan saling menghargai perbedaan pilihan,”kata Alfian. Sedangkan narasumber yang akan dihadirkan yakni ketua organisasi masing-masing, yakni FWLM Udih Ihya Ulumuddin, PWI Sigit Edi Maryanto, dan Ketua IJTI Tomi Iskandar, serta dari AJI Wilayah Jember.(edy/tyo)

Terima Mobil Raisa dan Enam Motor Bangkalan, Memorandum Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengimbau pada anggotanya agar ke depan kadar kualitas kinerjanya bisa lebih profesional. Karena kelengkapan sarana dan prasana operasional polres kini semakin lengkap. “ Hari ini, kita (Polres-Red), kembali mendapat bantuan satu unit mobil raisa (pengurai massa) dan enam unit sepeda motor bhabinkamtibmas dari Polda Jawa Timur,” kata Rama, Senin (18/11). Itu sebabnya, Rama berharap upaya peningkatan profesionalisme kinerja itu, tidak hanya dialamatkan kepada seluruh kabag, kasat, kasubag, kanit serta seluruh perwira di jajaran polres. Tetapi juga wajib diupayakan oleh seluruh kapolsek dan jajaran staf di 17

FOTO: MEMORANDUM/RAS

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Densus 88 Antiteror menangkap pria inisial ADM, warga Kersikan, Bangil, Pasuruan, ketika berbelanja di warung daerah Bakalan, Kelurahan Pagak, Kecamatan Beji. Keluarga ADM juga sempat dibawa petugas, dan shock dengan kejadian tersebut.

HALA HALAMAN 8

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyiram air kembang ke mobil raisa dan enam unit sepeda motor bhabinkamtibmas.

polsek jajaran. Menurut Rama, anggota

Polri sebagai pemegang amanah pelindung, pengayom, dan pe-

layan masyarakat, berkewajiban untuk terus mengasah kualitas

SDM mereka. Targetnya, agar profesionalisme kinerja polisi selalu bersinergi dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan zaman. “Harapan untuk itu tidak hanya menjadi dambaan Kapolri dan kapolda, termasuk saya selaku Kapolres Bangkalan. Tetapi juga menjadi idamanan seluruh rakyat Indonesia. Sudah barang tentu juga masyarakat Bangkalan,” lanjut Rama. Seusai upacara, Rama menyiramkan air kembang menggunakan gayung tradisional dari tempurung kelapa ke mobil raisa dan enam unit sepada motor bhabinkamtibmas. Tak terkecuali, dengan posisi berjongkok, semua personal anggota Polres yang ketiban amanah untuk menggunakan sarana dan prasara operasional polres itu, juga ketiban percikan siraman air kembang. (ras/tyo)


KOTA SURABAYA Perusak Tembok Jalan Tambak Wedi Baru Harus Dipidana

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

“

Surabaya, Memorandum Penasehat hukum H Ichwan, M Sholeh berharap kasus pembongkaran tembok di Jalan Tambak Wedi Baru oleh Satpol PP Kota Surabaya ditangani secara adil. “Kita ingin satpol PP serta siapa pun yang terlibat dalam perusakan itu (tembok di Jalan Tambak Wedi Baru) dipidana. Harus ada keadilan,” tegas Sholeh. Sholeh mengatakan, kasus pembongkaran tembok

tersebut sudah dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (6/11). Menurut dia, pelaporan masih berjalan. Bahkan, berita acara pemeriksaan(BAP)nya sudah diproses. “Ya, nanti tinggal menambah  Bersambung ke halaman 10 

Kita ingin satpol PP serta siapa pun yang terlibat dalam perusakan itu (tembok di Jalan Tambak Wedi Baru) dipidana. Harus ada keadilan.

M Sholeh

M Sholeh Penasehat Hukum H Ichwan

Dewan Desak Pemkot Beli Tanah Milik Ichwan KOMISI A DPRD Surabaya mendesak Pemkot Surabaya untuk membeli tanah di Jalan Tambak Wedi Baru, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, milik H Ichwan yang kini menjadi fasilitas umum (fasum) berupa jalan. Ini terungkap dalam rapat

dengar pendapat, Selasa (19/11). Menurut anggota komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi’i, pemkot harus menindaklanjuti persoalan tanah milik warga yang digunakannya secara adil. “Jangan sampai tanah pemkot yang digunakan warga gencar diobrak. Tapi ini kebalikannya,

lahannya orang dipakai pemkot tapi enggak mau memberi ganti rugi,” ungkap Imam. Politisi Partai NasDem menuturkan, dalam hearing pemkot mengakui bahwa tanah Jalan Tambak Wedi Baru adalah milik warga. Namun, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah

serta Bagian Hukum Pemkot Surabaya masih melakukan kajian untuk menindaklanjuti tanah tersebut. Imam menilai tindakan tersebut kurang tepat, apalagi pemkot meminta pemilik tanah untuk mengajukan surat  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Spanduk imbauan yang terpasang di berbagai titik Jalan Tambak Wedi Baru.

Anggaran Pilwali 2020 Membengkak Surabaya, Memorandum Anggaran penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 yang diajukan KPU Surabaya membengkak. Pemkot Surabaya saat ini sedang memproses penambahan anggaran tersebut. Sesuai dengan naskah FOTO: ISTIMEWA perjanjian hibah daerah Eddy Christijanto (NPHD) yang sudah ditandatangani bersama beberapa waktu lalu, anggaran pilwali sebesar Rp 84,637 miliar. Dalam perjalanan waktu, KPU Surabaya mengajukan tambahan sekitar Rp 16,6 miliar. Jadi total Rp 101,237 miliar. Tambahan ini karena adanya kenaikan honor badan ad hoc penyelenggara pilkada. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, perubahan anggaran pilwali yang diajukan KPU meski NPHD sudah ditandatangani itu tidak masalah. Sebab, bisa dilakukan perbaikan NPHD yang lama.“Jadi bukan addendum, namun namanya memperbaiki NPHD lama,” ungkap dia. Dia mengatakan, perubahan anggaran tersebut terjadi karena karena kenaikan honor penyelenggara pilkada ad hoc sebesar Rp 16,6 miliar. “Jadi tambahan itu sesuai dengan hitung-hitungan dengan ad hoc kemarin,”kata dia. Kapan NPHD lama diperbaiki? Eddy menegaskan, masih menunggu tanda tangan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), wali kota, dan KPU Surabaya. “Jadi nanti penandatangannya dilakukan bersama. Semoga cepat tuntas,” tegas dia. Sementara itu Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menyatakan, kenaikan honor penyelanggara pilkada ad hoc sebesar Rp 16,6 miliar sudah dianggarkan dalam APBD Surabaya 2020. “Anggaran penyesuaian sebesar Rp 16,6 miliar itu belum masuk NPHD yang  Bersambung ke halaman 10 

NasDem Imbau Bacawali Tingkatkan Elektabilitas Surabaya, Memorandum DPD Partai NasDem Surabaya menganjurkan 11 Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya untuk terus meningkatkan elektabilitas guna mendulang suara pada pilkada serentak 2020. Untuk menaikkan elektaFOTO: ISTIMEWA bilitas bacawali, Wakil KetSrihono Yularko ua Bappilu DPD NasDem Kota Surabaya Srihono Yularko mengatakan, partainya mendorong bacawali untuk meningkatkan elektabilitas dengan menyebar alat peraga baliho atau spanduk dengan gambar bacawali. Model lain yang bisa meningkatkan elektabilitas yaitu blusukan atau tatap muka dengan masyarakat.”Kita anjurkan kepada 11 bacawali kalau ingin bersaing ya meningkatkan elektabilitas. Pasang gambar di wilayah kelurahan dan sosialisasi,” kata Srihono. Hal ini, lanjut dia, penting untuk mengetahui sosok tiga bakal cawali bisa diterima masyarakat Surabaya.”Kalau mereka tidak melakukan itu, maka yang sekarang terlihat popularitasnya itu yang sepertinya akan dapat rekomendasi,” imbuh dia. Sosok figur atau tokoh partai, lanjut Srihono, masih menjadi acuan tertinggi. Ini terlihat setelah melalui sejumlah tahapan penjaringan. Mulai dari seleksi administrasi sampai pemaparan visi misi serta uji kelayakan dan kepatutan yang masuk tiga besar. Yakni kader internal Nasdem Vinsensius Awey, Ketua Peradi Kota Surabaya Hariyanto, dan Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Timur Zahrul Azhar (Gus Hans).”Namun ketentuan dari DPP itu 11 calon diberi peluang yang sama,” papar dia. Srihono juga menambahkan, bahwa perjuangan bacawali tinggal menghitung waktu. Karena hanya ada sisa waktu enam bulan para bacawali untuk diumumkan rekomendasi. “Kemungkinan April-Mei rekomendasi akan turun,”pungkas dia. (alf/dhi)

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Ratusan drum berisi minyak bercampur air yang ditimbun di lahan fasum Kutisari Indah dibiarkan tak beraturan.

Ratusan Drum DiƟmbun di Lahan Fasum

Minyak Hasil Semburan Lumpur Resahkan Warga Kutisari Indah Surabaya, Memorandum Penanganan semburan lumpur di Kutisari Indah Utara III/19 oleh Pemkot Surabaya tidak maksimal. Akibatnya warga mengeluhkan keberadaan ratusan drum berisi minyak bercampur air yang diletakkan di lahan fasilitas umum (fasum) Jalan Raya Kutisari Indah. Warga Kutisari Indah Agustian meminta Pemkot Suraba-

ya segera memindahkan timbunan drum tersebut. “Saya khawatir jika ratusan drum yang mengandung minyak diduga mudah terbakar itu ditaruh didekat permukiman warga. Apalagi kondisi drum-drum tersebut dibiarkan tersengat matahari pada siang hari,” kata dia, Selasa (19/11). Agustian menjelaskan, timbunan ratusan drum yang

diletakkan di lahan fasum Raya Kutisari Indah ini dilakukan sejak dua bulan lalu, atau ketika awal semburan lumpur keluar dari rumah warga di Jalan Kutisari Indah Utara III/19. Karena tidak ada tempat penampungan maka ditaruh di fasum tersebut. “Infonya penampungan itu sifatnya hanya sementara. Namun, sampai saat ini belum

ada pemindahan dari petugas dinas terkait untuk mengangkut ratusan drum tersebut. Kalau itu membahayakan warga sekitar, saya meminta kepada dinas terkait segera memindah drumdrum tersebut untuk dikelola. Jangan dibiarkan di sini,” ungkap dia. Lurah Kutisari Titik Eko menerangkan, pihaknya tidak berhenti untuk menangani

proses semburan lumpur tersebut. Soal keluhan warga terkait keberadaan ratusan drum di Jalan Raya Kutisari itu sifatnya sementara dan telah dilakukan proses pemisahan air dengan minyak tersebut. “Bukan ditimbun mas, itu sifatnya sementara. Itu nanti kita pisahkan, airnya dibuang dan minyaknya ditampung lagi  Bersambung ke halaman 10 

Lagu Indonesia Raya Sambut Delegasi SMAN 5 Surabaya Osaka, Memorandum Delegasi SMA Negeri 5 Surabaya menginjakkan kaki di Hatsushiba Ritsumeikan High School, Osaka, Jepang, Selasa (19/11) pagi. Delegasi yang dipimpin kepala sekolah Sri Widiati itu disambut ratusan siswa yang menunggu di hall sekolah dengan kursi bertingkat layaknya panggung teater. Begitu rombongan delegasi Pemprov Jatim dan 13 siswa-siswi yang didampingi seorang guru duduk di kursi, lagu Indonesia Raya berkumandang dengan alunan musik orkestra. Rombongan juga ikut megumandangkan lagu kebangsaan Indonesia tersebut. Alunan musik orkestra yang ditampilkan siswa Hatsushiba Ritsumeikan High School itu sontak membuat sejumlah rom-

FOTO: MEMORANDUM/TRI HARYOKO

FOTO: MEMORANDUM/TRI HARYOKO

Pelajar SMAN 5 Surabaya melantunkan lagu Jepang Kokoro no Tomo.

Pelajar Hatsushiba Ritsumeikan HS menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan musik orkestra.

bongan terkagum-kagum. Berikutnya sambutan dari pimpinan sekolah setempat Mr Akio Tabata, dan perwakilan dari delegasi Pemprov Jatim yang diwakili Cipto Wibowo, Kabag Administrasi Kerja Sama

kunjungan balasan SMAN 5 ke sekolah di Osaka. “Kami berharap kunjungan ini akan terus berkembang sebagai momentum tukar budaya dan pengetahuan generasi muda,” ungkap dia. Pada kesempatan itu, siswa

Biro Humas dan Protokol, Pemprov Jatim. Cipto mengatakan, hubungan pertukaran pelajar itu telah terjalin sejak 2014, SMAN 5 Surabaya dikunjungi pelajar Osaka. Sehingga ini merupakan

SMAN 5 juga menunjukkan performa. Di antaranya presentasi tentang pemanasan global, menyanyikan lagu Kokoro no Tomo, serta persembahan Tari Remo yang merupakan khas tari asal Jatim. (yok/dhi)


KOTA SURABAYA Dewan Desak Pemkot Perbaiki Rusun Sombo

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Surabaya, Memorandum Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Sombo, Jalan Sombo, Kelurahan/Kecamatan Simokerto, banyak mengalami kerusakan. Hal ini dikeluhkan penghuni.

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Beckhoe milik satgas pematusan Surabaya melakukan pengerukan di sungai avur Siwalankerto.

Endapan Lumpur Sungai Siwalankerto Dikeruk Surabaya, Memorandum Tumpukan sampah bercampur alang-alang di sungai avur Siwalankerto yang mengkibatkan pendangkalan, akhirnya dikeruk. Pengerukan ini dilakukan setelah ada laporan warga Siwalankerto Tengah, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Surabaya. Warga Siwalankerto Tengah Marsidi menerangkan, tersumbatnya sungai avur Siwalankerto itu sudah terjadi setahun silam. Dan tidak memungkinkan untuk dibersihkan manual, harus menggunakan beckhoe.“Kita pernah kerja bakti, tapi hasilnya enggak maksimal,”ujar Marsidi, Selasa (19/11). Pendangkalan bermula dari arus deras yang membawa sampah berbagai jenis dan lumpur dari hulu. Kemudian menumpuk dan tersangkut pada tanaman rumput-rumput di dalam sungai tersebut. Lama kelamaan membuat sungai avur menjadi dangkal. “Ini jelas mengkhawatirkan ketika musim hujan tiba, karena sumbatan cukup parah. Waktu itu, pernah juga disampaikan usulan pengerukan. Sayangnya setahun lalu belum bisa terealiasi,”imbuh dia. Lurah Siwalankerto Rury Damayanti mengaku, normalisasi sungai avur Siwalankerto itu bukan atas kehendak dari kelurahan. Namun, pekerjaan itu langsung dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Surabaya. “Jadi mohon maaf, lebih jelasnya langsung saja tanyakan ke dinas terkait. Hingga kapan normalisasi itu di kerjakan,”pungkas dia. Korlap Satgas Pematusan Rayon Kambangan Afri mengatakan, pengerukan ini merupakan upaya menghadapi musim penghujan. Mengingat sampah di bawah jembatan Jalan Siwalankerto Tengah bisa membuat sungai meluap.“Kita keruk karena banyak lumpur halus bercampur sampah dan rumput di sungai ini,”kata dia. Afri menjelaskan, untuk normalisasi sungai avur Siwalankerto telah diterjunkan dua beckhoe, empat unit armada truk pengangkut dan enam personel satgas pematusan. “Pengangkutan sedimentasi ini tentu bisa maksimal. Dalam sehari satu unit truk dapat mengangkut empat kali. Sedimentasi itu nanti akan dibuang di Keputih. Kita prediksi dua bulan akan tuntas,” pungkas dia. (why/dhi)

Penghuni rusun dan sekaligus Ketua RT 02 RW 05 Abdurrahim menjelaskan, kerusakan itu sudah sejak tahun lalu. Yang paling parah adalah genteng, plafon, dan gudang. “Para penghuni ada yang ber inisiatif memperbaiki sendiri. Misalnya memasang seng sebagai plafon maupun dinding,” kata dia. Abdurrahim berharap pemkot Surabaya segera melakukan perbaikan. Dikhawatirkan jika tak segera diperbaiki, gentengnya bakal ambrol. Sedangkan Sumardi, penghuni rusun mengatakan wajar jika sekarang ini rusun mengakami kerusakan. Sebab, rusun ini sudah lama. “Rusunawa Sombo berdiri sejak 1990,” kata dia. Menurut Sumardi awalnya

warga tidak dipungut biaya sewa. Tapi sejak 15 tahun lalu seiring dengan terbentuknya UPTD dikenakankan sewa. “Besarnya bervariasi, mulai Rp 10 ribu untuk lantai 3 sampai Rp 40 ribu untuk lantai dasar” ungkap dia. Uang sewa itu sudah naik dua kali sejak diberlakukannya tarif sewa. Rusunawa Sombo memiliki 10 blok yang delapan blok terdiri dari 56 unit tempat tinggal. Sedangkan dua blok sisanya berdiri 39 unit tempat tinggal. Semua blok sudah penuh penghuni. Anggota komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni mengaku prihatin dengan kondisi rusun Sombo. “Rusun Sombo ini rusun tua di Surabaya dan kondisinya memprihatinkan” ungkap dia yang sempat melihat langsung

Personel Korem Bhaskara Jaya mendengarkan ceramah dalam acara Maulid Nabi.

Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Prajurit Surabaya, Memorandum Prajurit dan ASN (aparatur sipil negara) jajaran Korem Bhaskara Jaya mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 H/2019 M, di makorem. Acara ini merupakan momentum yang sangat tepat guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Peringatan itu sangat bagus untuk membentuk sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit, khususnya dalam mendukung tugas pokok korem dan TNI-AD,” ujar Kepala Staf Korem Bhaskara Jaya Letkol Arm Aprianko Suseno. Menurut Aprianko, selain mampu mendukung kinerja personel, tema saat ini sangat mampu mewujudkan TNI-AD yang profesional dan dicintai rakyat. Selama menjalankan tugasnya, prajurit harus bisa memetik hikmah dari Nabi Muhammad SAW, khususnya mengimplementasikan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDDIN

Rusun Sombo yang dibangun tahun 1990 kondisinya mulai rusak.

Tatanan Kabupaten Sehat Tertinggi, Lamongan Kembali Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara Lamongan, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mendapatkan predikat tertinggi pada penyelenggaraan kabupaten/ kota sehat (KKS), yakni Swasti Saba Wistara. Ini berarti mempertahankan prestasi Lamongan yang tahun lalu juga meraih penghargaan yang sama. Kali ini Lamongan sukses meraihnya dalam enam tatanan. Atas prestasi ini, Bupati Fadeli menjadi satu di antara enam kabupaten/kota yang menerima piala dan piagam penghargaan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Selasa (19/11). Fadeli usai menerima penghargaan menyampaikan pentingnya untuk meraih esensi dari penyelenggaraan KKS. Penyelenggaraan KKS tidak hanya

FOTO: ISTIMEWA

Bupati Fadeli menerima penghargaan Swasti Saba Wistara dari Mendagri Tito Karnavian.

untuk mewujudkan kabupaten yang sehat untuk ditinggali, namun juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Sehingga dengan memenuhi semua tatanan dalam KKS, lanjut dia, Lamongan bisa menjadi tempat yang ideal bagi

warganya untuk melakukan kegiatan produktif. Saat ini enam tatanan kabupaten sehat di Lamongan telah dilaksanakan dengan optimal. Sehingga rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen pertahun.

Fadeli menguraikan struktur pertumbuhan ekonomi Lamongan yang terbesar 35,18 persen, masih dari sektor pertanian. Selanjutnya sebesar 19,28 persen dari perdagangan, 11,4 persen sektor konstruksi, 9.86 persen dari industri pengolahan, dan 35,68 persen berasal dari 13 lapangan usaha lainnya. “Pertumbuhan ekonomi rata-rata naik 5 persen pertahunnya. Tertinggi masih dari bidang pertanian, kedua perdagangan, kemudian bidang konstruksi, dan industri,” ungkap dia. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia Lamongan selama lima tahun terakhir ini ditandai dengan terus naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM Lamongan pada 2018 mencapai 71,97, naik dari 2017 yang 71,11. Bidang kesehatan, lanjut dia, menjadi salah satu prioritas pembangunan di Lamongan se-

Perusak Tembok Jalan Tambak Wedi Baru Harus Dipidana saksi-saksi. Intinya kasus ini tetap jalan dan kita masih menunggu,” tandas Sholeh yang juga calon wali kota independen ini, Selasa (19/11). Seperti diketahui, lahan milik H Ichwan yang sudah sertifikat hak milik (SHM) sebagaian lahannya dibangun untuk fasilitas umum berupa jalan. Hanya

saja, hingga sekarang Pemkot Surabaya tidak ada kejelasan untuk membeli lahan yang terletak di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran ini. “Kalau lahan tersebut tetap mau dipakai jalan, ya harus dibayar oleh pemkot,” kata Sholeh. Dia menyatakan akan terus meminta hak yang harus

Dewan Desak Pemkot Beli Tanah Milik Ichwan FOTO: ISTIMEWA

ke lokasi. Arif Fathoni yakin kalau pemkot bisa melakukan perbaikan dengan dukungan APBD Surabaya yang mencapai Rp 10,3 triliun. “Dalam waktu dekat kita (komisi A) akan mengundang dinas tanah dan bangunan untuk membicarakan itu” urai dia. Jika toh anggaran untuk perbaikan itu tidak disusun dalam APBD murni 2020, setidaknya bisa dimasukkan dalam pembahasan penyusunan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) di pertengah 2020. Sementara itu Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Surabaya Muhammad Taufik Siswanto membenarkan pihaknya tahun depan ada rencana perbaikan di rusun Sombo. “Kami akan memperbaiki rusun Sombo karena rusak,” kata dia beberapa waktu lalu. (udi/dhi)

ganti rugi terlebih dulu. “Saya khawatir pemkot yang punya track record tidak baik tentang hukum, karena belum bisa menuntaskan beberapa kasus tanah di kejaksaan,” ujar dia. Mantan jurnalis ini juga berpesan, jika tidak berkenan membeli atau memberikan ganti rugi kepada pemilik la-

han, sebaiknya pemkot harus mengembalikan tanah tersebut. Sehingga tanah di Jalan Tambak Wedi Baru tidak digunakan sebagai fasum lagi dan dimanfaatkan oleh pemiliknya. Sebelumnya Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati memberikan lampu hijau soal

Minyak Hasil Semburan Lumpur... ke dalam drum lainnya. Jadi warga tidak perlu khawatir. Sebab kandungan bahan bakunya hanya berupa air sama lantung dan dipastikan tidak mudah terbakar,”ungkap dia. Titik berharap semburan lumpur di Kutisari Indah Utara III/19 itu cepat selesai, karena tinggal sedikit kandungan minyak di dalam lokasi semburan lumpur tersebut. Tentu, pihaknya tidak diam dan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait dalam waktu dekat. Ini agar hasil semburan lumpur yang sudah dipisahkan kandungan

air dan minyak tersebut dapat dikelola. “Kami harap warga tidak perlu resah. Sebab, timbunan drum tersebut sudah ada yang menanganinya. Lambat laun penimbunan drum-drum itu akan habis diambil oleh pengelolanya,” jelas dia. Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Ulfiani Ekasari mengatakan, pihaknya tidak berhenti begitu saja menangani semburan lumpur di Kutisari Indah Utara III/19.

didapatkan oleh Ichwan. Tercatat dalam SHM, lahan tersebut seluas 1.796 meter persegi, sedangkan lahan yang terpangkas oleh jalan seluas 540 meter persegi. Sholeh mengungkapkan, jika tidak ada tindak lanjut dari pemkot, Ichwan yang menjadi ahli waris atas tanah yang kini

Sambungan dari halaman 9 rencana pemkot akan membebaskan lahan di Jalan Tambak Wedi Baru untuk dipakai sebagai jalan umum. “Jika memang diperlukan ya akan dibebaskan. Soal itu nanti dibicarakan di Bappeko,” kata Erna Purnawati di gedung DPRD Surabaya, Kamis (7/11). (alf/udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 “Yang jelas timbunan ratusan drum tidak selamanya di situ, itu sifatnya sementara. Namun untuk pengelolaan minyak adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Pemkot tidak punya kewenangan. Apalagi tidak boleh memperjual belikan hasil semburan lumpur tersebut,” pungkas Ulfiani melalui pesan singkat WhatsApp selulernya Menurut dia, persoalan ini akan dirapatkan dengan SKK Migas Senin (25/11) depan. “Hasilnya nanti kita infokan,” tandas Ulfiani. (why/dhi)

hingga memunculkan berbagai inovasi. Seperti penuntasan status open defecation free (ODF) pada 2017. Kemudian program lenyapkan pasung manusiakan pasien jiwa (Lesung Sipanji) yang digerakkan bersama-sama lintas sektor. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Lamongan juga cukup tinggi. Dia mencontohkan program inisiatif dari masyarakat yang difasilitasi oleh Pemkab Lamongan. Yakni penyediaan fasilitas cuci tangan di depan setiap rumah warga di Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah. Enam tatanan KKS yang telah dilaksanakan secara optimal di Lamongan adalah permukiman sarana prasarana sehat, pariwisata sehat, masyarakat sehat mandiri, industri dan perkantoran sehat, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial sehat. (*/udi/lis)

Sambungan dari halaman 9 dijadikan jalan umum (Jalan Tambak Wedi Baru) akan menutup jalan tersebut pada 1 Desember 2019. Ini dilakukan jika pemkot tak segera membeli lahan tersebut. Ini agar pemkot tidak berlaku sewenang-wenang terhadap warga, khususnya Ichwan, selaku pemilik tanah. “Kami sudah pasang spanduk. Kalau tidak ada solusi hingga 1 Desember akan kami tutup dengan tembok,” ungkap dia.

Anggaran Pilwali... sudah ditandatangani sebelumnya. Makanya dibutuhkan perbaikan NPHD,” kata Nur Syamsi. Menurut dia, pemenuhan penganggaran Pilwali Surabaya 2020 oleh Pemkot Surabaya adalah bagian dari responsibility wali kota terhadap implementasi dari peraturan dan perundangan yang patut diteladani bersama. Namun demikian, lanjut dia, masih dibutuhkan tindak lanjut secara teknis atas apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Surabaya tersebut. Ini seperti halnya percepatan penyiapan administrasi dokumen agar anggaran tersebut bisa segera cair. Pelaksanaan Pilkada Surabaya saat ini sudah masuk pada tahap pencalonan perseorangan. Diketahui honor penyelenggara pilkada ad hoc sebelumnya tidak masuk dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD)

Imbauan ini diserukan Ichwan dan kerabatnya melalui spanduk yang dipasang di sejumlah titik Jalan Tambak Wedi Baru. Spanduk berwarna merah tersebut berbunyi: Tanah yang dipakai jalan ini milik Bapak Ichwan berdasarkan sertifikat hak milik no 220 tahun 1983. Jika pemkot tidak membeli tanah ini, maka mulai tanggal 1 Desember 2019 jalan akan kami tutup. (alf/dhi)

Sambungan dari halaman 9 Pilkada Surabaya 2020 yang diteken Wali Kota Surabaya dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pada 7 Oktober 2019. Pada NPHD yang sudah diteken tersebut disebutkan bahwa tidak ada kenaikan honor ad hoc untuk Pilkada serentak 2020, melainkan sama dengan pelaksanaan Pilkada Jatim 2018 dan Pemilu Legislatif 2019, seperti halnya untuk honor PPK sebesar Rp 1.850.000. Padahal sesuai surat edaran (SE) Kementerian Keuangan RI Nomor S-735/MK.02/2018 tanggal 7 Oktober 2019 tentang Usulan Standar Biaya Honorarium Badan Ad Hoc Pemilihan Wali Kota 2020, untuk honor PPK naik menjadi Rp 2.200.000. Hal itu karena KPU belum mengetahui SE Kementerian Keuangan yang keluarnya bersamaan dengan ditandatanganinya NPHD pada 7 Oktober 2019. (udi/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Napi KDRT Belum Tertangkap Sumenep, Memorandum Matrawi (37), warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabuten Sumenep yang menjadi narapidana kasus kekerasan rumah tangga (KDRT) yang melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas II Kabupaten setempat, bulan lalu, hingga kini belum tertangkap. Kepala Rutan Klas II B Kabupaten Sumenep Beni Hidayat mengaku, terus memantau keberadaan Matrawi yang saat sekarang sudah diketahui persembunyiannya, namun aparat serta penegak hukum lain terus memantau agar tidak kehilangan jejak. Ditambahkan, alasan tidak menangkap masih menunggu waktu yang tepat. Pihaknya enggan memberitahu apakah yang bersangkutan masih berada di wilayah Madura atau ada diluar kota. “Tinggal menunggu waktu yang pas, yang penting persembunyiannya ketahui,” katanya, Selasa (19/11). Kembali dikatakan, Matrawi melarikan diri dari Rutan Klas II B Sumenep sebanyak tiga kali pertama pertama tahun 2018, kemudian 2019 dua kali yakni Februari kabur ditangkap Juni, kemudian pada Minggu pertama bulan September lalu sekitar pukul 04.20, bersaman Baidi (32) napi kasus narkoba mendapat vonis enam tahun penjara. Beberapa bulan kemudian Baidi beralamat desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, berhasil ditangkap Jumat (1/11) sekitar pukul 24.00, di Desa Sumbekolak, Kecamatan Penarukan, Situbondo. “Untuk mengeksikusi Matrawi kita menunggu waktu yang pas tungga saja kami pasti akan menangkapnya,” janjinya. (uri/sr)

KPU Kekurangan Anggaran Rp 12,8 Miliar Sumenep, Memorandum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep mengalami kekurangan anggaran Rp 12,8 miliar untuk melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Untuk memenuhi kekurangan, KPU menyerahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Komisioner KPU Sumenep Rafiqi Tanzil mengaku, KPU dan Pemerintah Kabupaten pada 3 Oktober lalu, sudah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada 2020 mendatang, dengan jumlah anggaran yang disepakati Rp 60.772.035.650. Ditambahkan, beberapa hari kemudian tanggal 7 Oktober KPU menerima surat edaran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 735. Edaran tersebut mengisyaratkan adanya kenaikan honor tenaga ad hoc PPK hingga KPPS Linmas. Setelah menghitung kembali kebutuhan Pilkada 2020, ternyata NPHD yang disepakati tidak mencukupi. KPU mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp 12,8 miliar.”Untuk memenuhi sesuai dengan PMK kami kekurangan Rp 12,8 miliar.”Katanya lagi Senin (18/11). Dalam PMK kenaikan honor tenaga ad hoc ketua PPK dari Rp 1.850.000 mengalami kenaikan 2,2 juta, ketua KPPS Rp 900 mengalami kenaikan Rp 1,2 jura. Untuk memenuhi itu, KPU dua kali berkirim surat kepada Pemkab, sesuai dengan surat susulan KPU RI yang memerintahkan penyesuaian HPHD dengan PMK. Masih kata Rafiqi Tanzil, hingga sekarang Pemerintah belum merespon permintaan KPU. Kedati demikian pihaknya mendapat informasi akan melakukan pembahasan kembali terkait kebutuhan Pilkada Sumenep 2020 mendatang. “Dari awal memang Pemerintah mempunyai anggaran Rp 100 miliar untuk Pilkada 2020 mendatang, itupun terbagi menjadi ke Bawaslu, TNI, Polri, KPU.”Ujarnya Selanjutnya, KPU menyerahkan penuh ke Pemerintah setempat terkait teknis untuk memenuhi kekurangan anggaran Rp 12,8 miliar.(uri/sr)

PLN UP3 Pamekasan Gandeng UTM Pamekasan, Memorandum Demi meningkatkan pelayanan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kabupaten Pamekasan menggandeng Universitas Trunojoyo Madura ( UTM ), Selasa (19/11). Manajer UP3 Pamekasan Firman Raharja mengatakan, sinergi itu dilakukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan peningkatan pelayanan untuk menjadikan Madura terang benderang. Untuk mewujudkan itu pihaknya menggandeng salah satu perguruan tinggi dalam pembenahan data, yakni UTM. “Berkaitan dengan problem UP3 Pamekasan terkait data, maka dari itu kami menggandeng Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan untuk bersinergi,” katanya seperti dikutip dari tribunmadura.com. Selain itu, kata Firman Raharja, pada November 2019 ini, pihak UTM akan mendatangi kurang lebih 990 desa se Madura untuk melakukan survei dan mendapatkan tandatangan basah dari desa. Dari survei itu juga akan dilakukan quisioner. (*/sr)

Akibatnya, Rosid (24) dan dan Amar, keduanya sopir dan kernet mobil pick-up Mitsubhisi asal Desa/Kecamatan Srereh, Kabupaten Sampang, meninggal seketika di lokasi kejadian. Sedangkan sopir truk Hino, Sa’i (49), segera diamankan petugas ke Kantor Unit Laka Lantas Polres Bangkalan, guna menjalanmi pemeriksaan.“Peristiwa laka lantas itu terjadi Senin (18/11) sekitar pukul 06.15 di jalan raya bentang tengah Jembatan Suramadu sisi Madura,” kata Kasatlantas Polres Bangkalan AKP M Ardi Wibowo, Selasa (19/11). Latar pemicu kecelakaan maut itu, menurut Ardi, lagi-lagi karena faktor human error. Atau kealpaan pengemudi. Dugaan sementara, pengemudi pikap Mitsubhisi, Rosid, dalam kondisi capek dan mengantuk memacu kendaraan yang dikemudikan. Dikisahkan, beberapa saat sebelum kejadian, pikap Mitsubhisi L300 Nopol W 8588 MO, sedang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan. Atau dari arah Surabaya. Ketika melewati jalan raya bentang tengah Jembatan Suramadu sisi Madura, sopir Pick-up Rosid, mendadak kehilangan konsentrasi. Saat itu, tepat di depan pikap, sedang melaju pelan truk roda enam Hino Nopol B9936 XL yang dikemudikan Sa’i.” Karena

Kasatlantas AKP M Ardi Wibowo SH SIK MH

jaraknya sudah terlalu dekat, ya peristiwa kecelakaan itu terjadilah. Mobil pick-up menyeruduk truk Hino dari arah belakang,” tandas Ardi. Akibatnya, body bagian depan mobil pick-up Mitsubhisdi rusak berat. Sopir dan kernetnya, Rosid dan Amar, juga luka parah. Beberapa pengendara mobil dan motor pelintas Jembatan Suramadu coba memberikan pertolongan kepada kedua korban. Namun na’as, Rosid dan Amar, akhirnya meninggal di TKP. Menyikapi kecelakaan maut itu, KasatLantas AKP M Ardi Wibowo, untuk kali sekian kembali wanti-wanti agar pengendara mobil, motor, truk atau bus angkutan umum, harus ektsra hati-hati di jalan raya. Patuhi rambu-rambu dan aturan berlalu-lintas. Jangan gampang memacu kendaraan melampuai batas toleransi kecepatan. “Jadi berhati-hatilah. Kalau memang capek dan ngantuk, sebaiknya istirahat dulu. Jangan memasakan diri mengemudikan kendaraan. Itu berbahaya. Rentan bagi kekungiinan terjadinya laka lantas,” nasehat Ardi. Terakhir, Ardi menjelaskan, dalam sepekan terakhir ini, sudah terjadi dua kali peristiwa laka lantas di wilayah Polres Bangkalan. Sebelumnya, Kamis (14/11) malam sekitar pukul 20.00, kecelakaan maut dengan dua korban jiwa, juga terjadi di

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Aparat rutan menunjuk tempat napi kabur dari Rutan Sumenep.

Bangkalan, Memorandum Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan. Lagi-lagi merenggut dua korban jiwa. Kali ini, terjadi di bentang tengah Jembatan Suramadu sisi Madura, ketika mobil pikap Mitsubhisi L 300 Nopol W 8588 MO yang melaju kecang dari arah Selatan (Surabaya), tiba-tiba menyeruduk truk Hino Nopol B 9936 XL dari arah belakang.

Petugas satlantas memeriksa kondisi bodi depan pikap Mitsubhisi L300 yang rusak berat setelah menyeruduk truk Hino dari arah belakang

jalan raya Desa Sabiyan, Kecamatan Bangkalan. Perisitiwa itu terjadi ketika sepeda motor Honda Vario Nopol M 2517 HU saling beradu moncong (tabrakan) dengan Toyota Kijang Inova Nopol M 1663 HA. Akibatnya, H Mustofa (49) dan Moh Lutfi (7), keduanya ayah dan anak pengendara Honda Vario asal

Desa Gebang, tewas seketika di lokasi kejadian. Penyebabnya, karena pengendara Honda Vario memacu motor dengan kecepatan tinggi ketika berusaha menyalip mobil Toyota Avanza di depannya, sementara dari arah berlawanan, juga melintas mobil Kijang Inova. Karena jaraknya terlalu dekat, tbrakan mautpun tak

terhindarkan. “Dalam peristiwa di jalan raya Desa Sabiyan itu, penyebabnya lagi-lagi karena faktor human error. Sekali lagi, kami ingatkan, berhati-hatilah mengemudikan kendaraan di jalan raya. Patuhi rambu-rambu dan aturan berlalu-lintas,” pungkas Kasatlantas M Ardi Wibowo. (ras/sr)

Diskop dan Usaha Mikro Gelar Bimtek Pemeriksaan Laporan Keuangan Koperasi Sumenep, Memorandum Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep menggelar bimbingan teknis (bimtek) pemeriksaan atas laporan keuangan koperasi simpan pinjam (KSP) atau unit simpan pinjam (USP) tahun anggaran 2019 di aula Koperasi Wanita Potre Koneng, Selasa (19/11). Bimtek tersebut berlangsung hingga Jumat (22/11). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Bina Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam (FPSP) Diskop dan Usaha Mikro Sumenep itu mendatangkan pemateri dari UPT Diklat Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Menurut keterangan Kepala Bidang Bina FPSP Mohammad Yusran, peserta bimtek mencapai 100 koperasi di Kabupaten Sumenep yang terbagi dalam dua angkatan. Terdiri dari 19 koperasi KPRI, empat koperasi pondok pesantren, satu koperasi primer, 65 koperasi wanita, tiga koperasi karyawan, satu koperasi unit desa, dan tujuh koperasi lain-lain. “Dua hari pertama bimtek untuk KPRI, KPP dan lainnya. Dua hari terakhir untuk kopwan,” ujar Yusran.

Sementara menurut Kepala Diskop dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep Fajar Rahman, maksud kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman kepada pengelola koperasi tentang teknis pemeriksaan atas laporan keuangan. Juga untuk meningkatkan standar pemahaman para pengelola koperasi tentang pentingnya pengawasan pemeriksaan atas laporan keuangan KSP/USP koperasi. “Serta untuk mewujudkan koperasi yang akuntabel dan terukur dalam pelaksanaan pengelolaan manajemen keuangan,” terang Fajar. Tujuan bimtek menurut Fajar, agar pengelola dapat mengadministrasikan aktivitas usaha secara tertib sesuai peraturan perundangan-undangan. Serta prosedur yang ditetapkan, dan meningkatkan sistem pengendalian intern pengurus terhadap implementasi pemeriksaan atas laporan keuangan. “Melalui bimtek kami berharap image koperasi sebagai badan usaha yang kredibel berdasarkan prinsip koperasi tetap terlaksana sebaik-baiknya,” tandas Fajar Rahman. (aan/adv/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL LUKMAN

FOTO: MEMORANDUM/ DOK

Pikap Seruduk Truk Hino, 2 Meninggal Dunia

Suasana pelaksanaan bimtek di aula Potre Koneng.

Wabup Pamekasan Rayakan Ultah Ke-43

Wabup Pamekasan Raja’e

Pamekasan, Memorandum Tepat pada 19 November 2019 menjadi hari istimewa bagi Wakil Bupati Pamekasan Raja’e. Sebab, pada hari itu, orang nomor dua di Kabupaten Pamekasan itu merayakan hari ulang tahun dirinya yang ke-43. Dalam memperingati ulang tahunnya tersebut, Raja’e mengaku punya harapan khusus, yakni akan memberikan seluruh kemampuan dan potensi diri

yang dimilikinya untuk mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Pamekasan. Wakil Bupati H Raja’e juga meminta dukungan kepada seluruh warga Kabupaten Pamekasan untuk sama-sama mendukung prorgam pihaknya untuk menuju Pamekasan Hebat. “Semoga saya diberi kemudahan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan mengabdi untuk masyarakat Pamekasan,” pintanya.

”Semoga di umur saya yang ke-43 ini diberikan kesabaran dan keberkahan. Serta selalu diberikan kemampuan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” tambahnya kepada Memorandum, Selasa (19/11) pagi. Selain itu, Raja’e juga punya harapan untuk keluarganya, yakni berdoa semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan diberikan kemudahan rezeki. (sjk/sr)


PASURUAN

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

14 TKD Terdampak Tol Gempas Belum Dibebaskan Pasuruan, Memorandum Meskipun proyek tol Gempol-Pasuruan (Gempas) sudah beroperasi, ternyata pembebasan lahannya hingga kini belum beres. Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) belum membebaskan belasan tanah kas desa (TKD). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU-Pera RI Yulianto Puguh Setyawan mengungkapkan, ada 14 bidang terdampak tol Gempas yang belum bebas. Pembebasannya sendiri masih terkendala ketidaksesuaian dengan lahan pengganti. Ia menjelaskan tol Gempas dibagi dalam tiga seksi dan melintasi 12 kecamatan. Secara keseluruhan, total bidang terdampak sebanyak 5.348 bidang dan 5.334 bidang di antaranya sudah dibebaskan oleh Kementerian PU-Pera beberapa waktu lalu Puguh –sapaan akrabnyamenyebut, mayoritas lahan yang belum bebas ini terletak di seksi III yang melewati Keca-

matan Grati. Dari total bidang sebanyak 681 bidang di kecamatan ini, 7 bidang masih belum dibebaskan. “Keseluruhan bidang yang belum bebas ini merupakan TKD. Alasannya, karena belum ada kesesuaian antara lahan pengganti dengan pihak desa. Kami masih mencari solusi dengan terus berkoordinasi dengan Pemkab,” jelas Puguh seperti dikutip dari radarbromo.co.id. Sementara itu, tokoh masyarakat asal Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Hudan Daldiri membenarkan adanya satu bidang TKD di desanya yang belum dibebaskan. Kondisi ini disebabkan adanya ketidaksesuaian dengan lahan

Nampak ruas jalan tol Gempol-Pasuruan yang sudah dilewati beberapa kendaraan roda empat.

pengganti yang diberikan oleh Kementerian. Ia menyebut lahan pengganti yang ditawarkan berada dalam satu dusun dengan TKD yang terdampak yakni Dusun Bantengan. Luasnya pun sudah sesuai dengan ketentuan yakni 1,3 kali dari luas TKD yang lama. Sehingga, luas lahan pengganti ini adalah 1,3 hektare. Sebab,

TKD yang terdampak seluas 1 hektare. “Cuma pihak desa masih keberatan, sebab lahan pengganti ini tidak sesubur TKD yang terdampak. Ini kan dipergunakan untuk kesejahteraan kades dan perangkat desa. Tentu kami ingin lahan yang sesuai. Mudah-mudahan segera ada solusi,” jelas Hudan. (*/sr)

Pasuruan Raih Penghargaan Swasti Saba Pasuruan, Memorandum Pemerintah kabupaten dan kota Pasuruan meraih penghargaan Swasti Saba 2019. Penghargaan bidang Kota/Kabupaten Sehat itu diberikan di Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya menyelenggarakan kota sehat. Untuk Pemkot Pasuruan, penghargaan akan diterima langsung Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Dia juga didampingi Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan Djoko Adri Srijono; Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Shierly Marlena, dan

Ketua Forum Komunikasi Kota Sehat (FKKS) Kota Pasuruan Dies Nurhayati. Plt Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr Shierly Marlena menyebut, ada enam tatanan yang dipenuhi Pemkot sehingga meraih penghargaan itu. Di antaranya kawasan permukiman dan sarana-prasarana, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sosial yang sehat. Serta pelayanan transportasi dan lalu lintas sehat, industri dan perkantoran sehat. Juga tercapainya 50 persen ODF atau bebas buang air besar sembarangan dari seluruh kelurahan yang ada. “Tingkat ODF di Kota

Pasuruan saat ini mencapai 53 persen,” ungkap Shierly seperti dikutip dari radarbromo. Hal yang sama diungkapkan Agung Basuki, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Dia membenarkan bahwa Senin (18/11), dirinya ikut berangkat ke Jakarta untuk mendampingi Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang diundang oleh KemendagRI untuk menerima penghargaan Swasti Saba hari ini. “Ya hari ini (kemarin) sudah berangkat ke Jakarta untuk mendapatkan penghargaan Swasti Saba. Nanti yang menerima Pak Bupati dan saya hanya mendampingi saja,” terangnya. (*/sr)

Karya Tulis Mahasiswa

Hari Bela Negara

Hari Bela Negara adalah hari bersejarah konser Bela Negara 2017 di Manado, Sulawesi Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Desember Utara, Senin (11/12). Terpilihnya Kota Manado, untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, sebagai tempat pelakDarurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Mr Sja- sanaan Gebyar dan Konser Bela Negara. fruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada “Kesadaran bela negara penting untuk dita19 Desember 1948. Keputusan ini ditetapkan namkan kepada seluruh warga negara, sebagai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui bentuk revolusi mental sekaligus untuk memKeppres Nomor 28. bangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi Pada 14 Juli 1949, PDRI secara resmi mem- kompleksitas permasalahan dalam mewujudkan berikan mandat kepada Presiden Soekarno dan Ketahanan Nasional yang Tangguh,” pesan MenWakil Presiden Mohammad Hatta. Bung Karno teri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. dan Bung Hatta diangkut tentara Belanda pada Kementerian Pertahanan rutin melak19 Desember 1948. Pada tahun yang sama, sanakan Pendidikan bela negara di 34 provinsi. g, Bangka. g keduanya diasingkan ke Menumbing, Pada tahun 2017, kader bela negara telah menmen Bersesekita 74,3 juta jiwa. Kemudian PresFakta Hari Bela Negara, Momen capai sekitar a. Tepat 70 jarah Soekarno Ditahan Belanda. iden Joko Widodo menerbitkan Instruksi ancarkan Presiden Tentang Bela Negara 2018-2019. tahun yang lalu, Belanda melancarkan an untuk Jokowi m Agresi Militer II yang bertujuan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang mengumumkan bahwa tak ada lagi Negilakukan Rencana Aksi Nasional Bela Negara Taara Indonesia. Agresi Militer II dilakukan u kota hun 2018-2019. Belanda untuk menguasai Ibu rta Republik Indonesia, Yogyakarta Para Bupati/Wali Kota diing(saat itu). Belanda pun menangstruksikan untuk melaksanakan a kap Ir Soekarno dan Moh Hatta Rencana Aksi Nasional Bela dan menyampaikan berulang Negara Tahun 2018-2019 kali bahwa RI sudah bubar. Di yang terdiri tiga tahap. “MelOleh saat yang sama, dibentuk Kabiaporkan hasil pelaksanaan Novita Rifanti Sustianingrum net Darurat. Kabinet sementara Rencana Aksi Nasional Bela ini bertujuan untuk menjalankan negara Indo- Negara Tahun 2018-2019 setiap akhir tahun annesia selama periode 19 Desember 1948-13 Juli ggaran melalui dan menggunakan standar yang 1949. Kabinet Darurat berfungsi menggantikan ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan KetahKabinet Hatta I yang anggotanya ditawan Belan- anan Nasional,” bunyi diktum ketiga Inpres ini. da. Kabinet Darurat tercetus setelah deklarasi PeKepada para menteri koordinator, Jokowi merintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) meminta agar memfasilitasi Sekjen Wantannas yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara saat mengkoordinasi kementerian dan lembaga, Deklarasi disampaikan di Sumatera Barat. serta mengevaluasi pelaksanaan aksi nasional Dari peristiwa tersebut, pemerintah men- bela negara. Rencana Aksi Nasional Bela Negara etapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Neg- Tahun 2018-2019 dibiayai Anggaran Pendapatan ara Hari Bela Negara yang diresmikan melalui dan Belanja Negara (APBN) dari pos anggaran Keppres Nomor 28 Tahun 2006. Keputusan kementerian dan lembaga, APBD, dan sumber ditetapkan oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketenYudhoyono. tuan peraturan perundang-undangan. “Instruksi Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikelunegara yang dijiwai oleh kecintaan terhadap arkan,” bunyi akhir Instruksi Presiden Nomor 8 Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ber- Tahun 2018 yang dikeluarkan di Jakarta pada 18 dasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar September 2018. (*/sr) (UUD) 1945. Kecintaan adalah upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa Penulis : dan negara. Mahasiswa Peringatan Hari Bela Negara 2017, KemenIlmu Keperawatan terian Pertahanan melaksanakan gebyar dan Universitas Brawijaya

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Polisi memeriksa lokasi kejadian pelemparan bondet yang memecahkan kaca rumah.

Rumah Warga Bantaran Dibondet Probolinggo, Memorandum Kaca teras rumah Busar (24), warga Dusun Caowan, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Probolinggo, pecah berantakan akibat ledakan bondet yang dilempar seseorang, Selasa (19/11) dinihari sekitar pukul 02.30. Beruntung, Busar dan keluarganya yang berada di ruang keluarga luput dari sasaran teror bondet tersebut. Kasus tersebut kini ditangani Polres Probolinggo. Informasi yang dihimpun, bondet itu sengaja dilempar oleh orang tak dikenal. Saat itu

rumah yang dihuni Busar, bersama beberapa orang keluarganya. Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso mengungkapkan, Busar sebelum kejadian, tidur di kursi ruang tamu sekitar pukul 01.00. Dia sempat kaget saat mendengar ledakan bondet di teras rumahnya. “Mendengar kedakan itu, korban bersama keluarganya bangun dan bergegas lari melalui pintu samping rumahnya sebelah barat,” terang Rizky. Warga kemudian berdatangan ke rumah korban, dan melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. Tim

Identifikasi Polres Probolinggo, yang datang beberapa saat kemudian langsung melakukan olah TKP. “Sementara barang bukti yang kami amankan serpihan kaca, dan serpihan kertas bungkus bondet dan serpihan-serpihan lainnya, termasuk isi bondet,” terangnya. Rizky mengatakan belum diketahui motiv dari insiden itu. Yang jelas bondet yang meledak di rumah warga Bantaran, Probolinggo, dilempar oleh orang tak dikenal. Dan kini pihaknya masih tengah melakukan penyelidikan siapa pelakunya.(yd/sr)

Sepuluh Perda Diusulkan Dicabut Probolinggo, Memorandum Pembahasan peraturan daerah (perda) oleh DPRD Kota Probolinggo selama 10 tahun terakhir nampaknya hanya menjadi macan kertas. Karena sebagian ada yang tidak efektif menjadi payung hukum. Akibatnya Pemkot Probolinggo mengusulkan kepada Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemberda) DPRD Kota Probolinggo untuk dicabut. Ketua Bapemperda DPRD Kota Probolinggo dr Aminuddin mengakui ada sejumlah perda lama yang tidak efektif dipertahankan sehingga diusulkan untuk dihapus atau dicabut. Pihaknya menyebutkan ada 10 perda yang akan dicabut. “Yang pasti saat ini sedang kami kumpulkan Perda yang dianggap tidak efektif untuk

dibahas kemudian diusulkan untuk dihapus. Untuk itu, kami masih perlu mengumpulkan sejumlah data dan aturan, apakah perda tersebut masih efektif diberlakukan untuk sekarang ini,” tegas Aminuddin, Selasa (19/11). Aminuddin menyebutkan, usulan eksekutif soal Perda yang akan dicabut itu sebanyak sepuluh perda. Di antaranya, Perda No 6 tahun 2003 tentang kebebasan memperoleh informasi, Perda No 18 tahun 2003 tentang pemakaian jalan, Perda No 2 tahun 2008 tentang urusan pemerintahan daerah, Perda No 5 tahun 2001 tentang ijin pemanfaatan lahan, Perda No 5 tahun 2003 tentang partisipasi masyarakat. Selanjutnya, Perda No 9 tahun 2001 tentang kartu ternak, Perda No

15 tahun 2006 tentang pengukuran dan pendaratan serta surat tanda kebangsaan kapal/perahu dengan isi muatan dibawah 7 gros ton, Perda No 13 tahun 2002 tentang ijin pengumpulan uang dan atau barang, Perda No 15 tahun 2001 tentang retribusi pasar grosir dan penyelenggaran pelelangan ikan, dan Perda No 3 tahun 2010 tebtabg penyelenggaraan administrasi kependudukan. Selain usulan 10 perda yang akan dicabut, Pemkot Probolinggo juga mengusulkan raperda RTRW, peruntukan perumda pasar, perubahan keeenam Perda No 4 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha, penyertaan modal, dan pertanggungjawaban APBD 2019, PAPBD tahun anggaran 2020. (mhd/sr)

Lumajang, Memorandum Apes dialami Budiono (49), warga Dusun Grojokan, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung. Ketika asyik menonton tv di rumah, dua ekor sapi yang ada di kandang belakang rumahnya digondol maling, Senin (18/11). Akibatnya, korban merugi puluhan juta rupiah. Keterangan korban, Minggu (17/11) malam sekitar pukul 23.00,dia sempat memberi makan 2 ekor sapinya. Usai memberi makan, korban mengunci pintu kandang mengunakan rantai dengan gembok lalu masuk rumah kemudian leyehleyeh sambil nonton TV. “Ketika sedang menonton tv kira-kira pukul 24.30, pikiran saya ga enak. Lalu saya bangun kemudian pergi ke kandang. Namun

FOTO: MEMORANDUM/TRI

FOTO: MEMORANDUM/YD

Asyik Nonton TV, Dua Sapi Dicuri

Korban dibantu warga melakukan pencarian 2 ekor sapi yang hilang.

setiba di depan kandang, saya melihat pintu kandang sudah tebuka dengan kondisi kunci sudah dirusak,” terang korban. Lebih terkejut lagi, dua ekor sapi yang ada di kandang tersebut sudah raib. Dini hari itu juga, korban langsung membangunkan warga sekitar sambil menyampaikan jika sapinya hilang dicuri maling. Mendengar keterngan korban, salah satu

Masyarakat Diminta Lakukan Penghijauan Lumajang,Memorandum Masyarakatdiharapkan ikut menjaga dan melestarikan hutan lindung dengan melaksanakan penghijauan. Bertujuan untuk meminimalisasi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir saat musim penghujan tiba. Hal tersebut disampaikan oleh Babinsa Ranubedali Koramil 0821/06 Ranuyoso Sertu Misnayu dalam kegiatan penghijauan bersama perangkat desa dan masyarakat di kawasan Ranubedali, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Minggu (17/11). Misnayu juga menyampaikan, bahwa penghijauan yang dilakukan dengan menanam pohon alpukat sekitar 200 bibit

pohon tersebut, dilakukan bersama masyarakat dan mahasiswa di lahan seluas satu hektare dengan cara bertahap dan berlanjut. “Kegiatan penghijauan ini dilakukan berkat kerja sama komponen masyarakat Desa Ranubedali, untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat serta untuk mengantisipasi terjadinya musibah bencana banjir maupun tanah longsor di saat musim penghujan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Desa Ranubedali Supriyadi mengatakan,bahwa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Babinsa, masyarakat dan mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan ini. (tri/sr)

warga kemudian memukul kentongan bertanda ada aksi pencurian sapi. Dalam waktu sekejap, warga pun berdatangan bersamaan dengan petugas gabungan dari Polsek dan petugas Koramil Randuagaung. Mereka langsung bersama-sama melakukan pencarian dengan menelusuri jalan-jalan pedesaan. Tetapi sayang, hingga menjelang pagi dua ekor sapi yang dicuri tersebut tak

kunjung ditemukan. Kepada petugas Polsek Randuagung korban menjelaskan jika 2 ekor sapi yang dicuri tersebut adalah jenis sapi jantan lokal berwarna putih yang berumur hampir 2 tahun. Jika dijual, harga per ekor sapi tersebut rata-rata diatas Rp 12 jutaan. “Saya merugi dua puluh lima jutaan pak,” akunya. Kapolsek Randuagung, AKP Budi Setyo membenarkan tentang aksi pencuria sapi tersebut. Menurutnya, hampir setiap malam anggotanya selalu melakukan patroli rutin di wilayahwilayah yang rawan dibantu anggota Koramil. “Kami terus berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku dibantu Tim Cobra Polres Lumajang,” terang Setyo Budi. (tri/sr)


OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

Persela vs Perseru Badak Lampung FC

Menjaga Marwah Elite Surajaya Lamongan, Memorandum Sejak naik ke kasta elite kompetisi sepak bola Indonesia, Persela Lamongan menjadi salah satu tim yang tidak pernah turun level. Namun, Liga 1 2019 bisa menjadi mimpi buruk. Hingga pekan ke-28, Persela masih ada di zona degradasi. Menjamu sesama tim papan bawah Perseru Badak Lampung FC, Rabu (20/11), kemenangan menjadi harga mati demi menjaga marwah elite Stadion Surajaya. Laga ini diprediksi akan berjalan panas dan ketat seiring keinginan masing-masing tim lepas dari ancaman degradasi. Saat ini Persela tertahan di peringkat 17, sedangkan Badak Lampung 2 setrip lebih baik. Dukungan LA Mania harus dimaksimalkan untuk membuka keran gol sejak menit awal. Hal ini diakui Pelatih Persela Nilmaizar. Ia menargetkan kemenangan di seluruh laga sisa demi mempertahankan Persela di kasta elite. “Ini

memang pekerjaan yang sangat luar biasa bagi saya sebagai coach, karena dengan sisa tujuh laga perlu pejuangan yang luar biasa,” ucap dia. Poin setiap pertandingan, baik home maupun away tidak boleh disia-siakan. “Kalau kita gagal di satu laga ini ya kita lebih susah karena persaingan sangat luar biasa, makanya kita berjuang sampai garis finis,” tegasnya menyebut persaingan untuk bertahan dengan Semen Padang, Kalteng Putra, dan Perseru Badak Lampung FC. Namun, tekat itu bakal tidak mudah dijalani. Anak asuh pelatih Milan Petrovic juga ingin

Ketum PSSI Temui Presiden AFF Jakarta, Memorandum Setelah bertemu dengan Presiden dan Sekjen AFC pekan lalu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjumpai Presiden dan Sekjen AFF di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (19/11). Dalam meeting informal ini, secara tegas Iriawan menyampaikan keinginan PSSI untuk peningkatan kerja sama dalam pengembangan sepak bola di kawasan ASEAN. Presiden AFF, Khiev Sameth menyambut baik keinginan PSSI. “Selama ini peran Indonesia sudah cukup besar di AFF. Hari ini, Saya menangkap semangat yang lebih kuat seperti yang disampaikan ketua umum PSSI. Tentu ini hal yang sangat positif,”ujar Sameth. Peran aktif PSSI tergambar dari kehadiran delegasi PSSI dalam setiap Council Meeting AFF. Bahkan Sekjen PSSI Ratu Tisha kini menjabat sebagai Vice President AFF. Indonesia juga banyak menggelar turnamen AFF. Tahun depan, PSSI kembali mendapat kepercayaan dari ASEAN Football Federation (AFF). Kali ini Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah empat ajang bergengsi Piala AFF pada periode 2020 hingga 2022 (tiga tahun berturut-turut). Iriawan mengatakan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah empat ajang tersebut. Ini juga menjadi momen persiapan menyambut tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. “Kami akan melakukan persiapan yang baik dan maksimal pada saat menjadi tuan rumah,” kata Iriawan. (*/epe)

bertahan di Liga 1 musim depan. Mereka akan bermain lepas dan sesekali melakukan serangan lewat skema serangan balik demi meraih poin maksimal. Sama-sama mengusung skema 4-3-3, siapa yang memenangkan pertarungan ketat di sektor tengah akan jadi pembeda di akhir pertandingan.

Gelandang bertenaga kuda asal Jepang, Kei Hirose akan jadi tumpuan Nilmaizar agar tidak kehilangan determinasi. Ditopang Lucky Wahyu sebagai penyeimbang, setidaknya ada peluang suplai bola ke Alex Dos Santos Goncalves tidak terhalang. “Pertandingan besok (hari ini) ada-

lah hidup mati bagi kami. Sehingga, kami berjuang untuk tiga poin,” ucap pemain belakang Persela, Arief Satria. Setelah meladeni Perseru Badak Lampung, Persela masih akan menjamu PSM Makassar (7/12), Barito Putera (11/12), dan Semen Padang (22/12). (*/epe)

Kei Hirose


DEWI RENGGANIS

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

5.000 Anak Sambut Festival HAM 2019 dengan Tarian Bajul Ijo Sebagai narasumber, Ketua Komnas HAM Ahmad Taupan Damanik, Riri Khairomah Komnas Perempuan, Sofie Syarif News Anchor Kompas TV, Wahyu Susilo Direktur Eksekutif Migrant Care, Febryan Ruddyard Dirjen Multilatorial Kemenlu RI, dan AlisaWahid dari Jaringan Gusdurian. Selain itu, Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Gabriella F (RWI), Nicole Immler, Sugeng Bagijo (direktur INFID), dan M Sobary (budayawan) Serta L Ham Shin Gyonggu dari Gwangju, Metropolitan City. Festival HAM merupakan bentuk baru dari konferensi kabupaten/kota HAM yang diinisiasi INFID dan diselenggarakan setiap tahun sejak 2014. Kegiatan ini menyediakan ruang bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman tentang penghormatan perlindungan, dan pemenuhan HAM di tingkat lokal. Selain itu, Festival HAM juga ajang untuk menyebarkanluaskan gagasan kabupaten/kota HAM secara global yang sudah diterapkan di berbagai negara. Bupati Faida kepada media, mengatakan Festival HAM 2019 disambut dengan Tari Bajul Ijo, tarian khas Jember oleh 5.000 penari anak. Pada hari pertama, Selasa (19/11), diramaikan de-

ngan prosesi wisuda 161 kepala desa yang telah lulus mengikuti pelatihan HAM. “Kabupaten Jember dipilih menjadi penyelenggara Festival HAM Internasional 2019, salah satunya berdasar hasil survei INFID pada 2018 tentang pengaplikasian kota/kabupaten ramah dan layak HAM secara komprehensif. Selain itu, ada penilaian program pembangunan berkelanjutan (SDG’s) yang telah ditetapkan dan teraplikasi dengan baik,” terangnya. Menurut Bupati Jember, terpilih sebagai tuan rumah Festival HAM 2019 karena pemkab memiliki komitmen untuk melaksanakan program pembangunan yang berkeadilan sosial dengan memperhatikan budaya lokal. Hal ini tercermin dengan berkembangnya budaya Pandhalungan yang merupakan asimilasi dari budaya Jawa dan Madura sehingga tercipta harmoni di kehidupan masyarakatnya. Jember juga dikenal sebagai “kota karnaval” atas konsistensinya dan kepeloporan menyelenggarakan Jember Fashion Carnaval (JFC) sejak 2001. Selain itu Jember juga merupakan tempat kelahiran tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Shiddiq yang memperkenalkan konsep Trilogi Ukhuwah. Ada 17 item, sebagai indikator

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Jember, Memorandum Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2019, 19-21 November, digelar di Kabupaten Jember. Event ini hasil kerja sama antara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), INFID (internasional NGO forum on Indonesian development), dan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember serta beberapa organisasi pendukung lainnya.

Bupati Faida menerima piagam pemecahan rekor MURI dengan pergelaran tari kolosal Bajul Ijo yang dilakukan 5 ribu penari anakanak.

Antusiasme anak-anak mementaskan tari Bajul Ijo dalam pembukaan Festival HAM Internasional 2019.

daerah yang telah melaksanakan program SDG’s. Di antaranya pemberantasan kemiskinan yakni pembayaran premi asuransi BPJS untuk masyarakat miskin, pelayanan adminduk (administrasi kependudukan) gratis baik yang on the spot ataupun pelayanan di mal.

Jember (regulasi hingga tingkat Perdes soal PMI dan pemberdayaan anak PMI-Kampung Tanoker Ledokombo). Koordinator Pemajuan HAM, Beka Ulung Hapsara dalam siaran pers, (18/11) malam, menjelaskan alasan penyelenggaraan Festival HAM. Dilatarbelakangi fakta bahwa pemerintah daerah selama lebih dari 10 tahun terakhir merupakan salah satu institusi yang paling banyak diadukan terkait dugaan pelanggaran HAM. “Hal ini menjadi perhatian dan perhatian Komnas HAM karena pemerintah daerah memiliki peran penting sebagai pemangku kebijakan, baik dalam penghormatan pemenuhan dan perlindungan HAM,” ungkap Beka. Laporan Komisaris tinggi PBB untuk HAM mentargetkan tahun depan membuat resolusi peranan pemerintah daerah dalam pemenuhan HAM.

Ramah Pendidikan dan Disabilitas Item penting lainnya adalah pembangunan SDM yang komperhensif. Di Kabupaten Jember ada program beasiswa mahasiswa (D3, D4, S1, S2 dan S3) yang hingga kini telah dirasakan 10.119 mahasiswa. Dukungan APBD untuk pendidikan di Kabupaten Jember juga telah jauh melampaui batas minimal alokasi anggaran pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat (20 persen). Realisasi anggaran pendidikan di Jember sebesar 34 persen, sedikit daerah yang telah

menerapkannya. Ada pula dukungan pemerintah berupa regulasi bagi kalangan disabilitas yang dituangkan dalam Peraturan Daerah (perda) Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pemenuhan dan perlindungan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Perlindungan dan peningkatan kualitas perempuan, anak, dan lansia juga intens dilakukan di Kabupaten Jember dengan dukungan regulasi dan kesempatan berusaha (job fair perempuan dan difabel pertama di Indonesia). Pembangunan HAM berbasis budaya juga telah teraplikasi dengan baik di Jember, seperti wisata religi malam Jumat manis di Pondok Pesantren Al Qodiri, pembangunan embarkasi haji, dan keterlibatan kalangan difabel di event internasional seperti JFC. Perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya juga intens dilakukan di Kabupaten

Dihadiri Puluhan Kepala Daerah Agenda Festival HAM 2019 memiliki cita-cita nasional agar ke depannya 500 kota/kabupaten di Indonesia dapat mengadopsi kerangka kabupaten/kota HAM. Pemerintah mempunyai kepedulian pada hak warga, serta berlaku dalam kebijakan publik secara institusional seperti adanya perda dan lembaga HAM di kabupaten/ kota. Karena pentingnya acara, sejumlah pimpinan lembaga antara lain Menko PMK RI, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisioner Ombudsman RI (ORI) dan Gubernur JawaTimur sudah mengonfirmasi kehadiran. Begitu juga puluhan pimpinan daerah. Semisal Bupati Serdang Bedagai dan Bupati Pakpak Bharat dari Sumatera Utara, Bupati Karanganyar (Jawa Tengah), Wali Kota Batu,Wali Kota Banjarmasin, dan Wali Kota Banjarbaru.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menambahkan, organisasi masyarakat sipil yakni Migrant Care, aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), KAPAL (Perempuan), LBH Jentera, dan lainnya juga akan berpartisipasi dalam perayaan festival tahunan HAM ini. Akan ada 4 sesi pleno, 10 sesi paralel, 2 sesi khusus dan 1 side event. Tidak hanya itu, 50 pameran, serta pertunjukan seni juga akan dihadirkan dalam festival HAM ini. Diperkirakan sekitar 1.000 peserta akan hadir dan berpartisipasi untuk mensukseskan acara selama tiga hari. Dalam festival HAM ini, juga akan ada sharing pengalaman global, seperti dari perwakilan kota Untrech Belanda, perwakilan kota Gwangju Korea Selatan, juga negara-negara Asia mengenai implementasi dan adopsi prinsip HAM dalam pembangunan di tingkat lokal. DnP (Development and Peace), RWI (RaoulWallenbrerg Institute), Strong Cities Network juga turut berkontribusi dalam festival. Selain hadir untuk membangkitkan pengalamanya soal HAM di negara-negara masing-masing, wakil dari Asia lainnya, khususnya Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, juga datang untuk belajar pengalaman bagaimana kabupaten kota di Indonesia menerapkan prinsip HAM dalam pembangunan.“Minat dunia terhadap pertumbuhan pengalaman mewujudkan kota HAM di Indonesia terus menginspirasi dunia,” kata Direktur Eksekutif INFID Sugeng Bahagijo. (edy/epe/adv)

MATARAMAN

TNI-Polri Amankan Pilkades Ulang Bondrang Ponorogo, Memorandum Aparat gabungan TNI-Polri menggelar patroli ke Desa Bondrang jelang pemungutan suara pemilihan kepala desa (pilkades), Selasa (18/11) dini hari. Patroli gabungan untuk menjaga kamtibmas ini dipimpin langsung Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono. Sebelum berangkat, 50 personel gabungan dari Polres Ponorogo, Polsek Sawoo, dan Koramil Sawoo mengikuti apel. Personel Raimas dan TNI yang terlibat patroli akan dibagi menjadi beberapa tim dengan sasaran berbeda. Situasi kamtibmas sekarang terlihat aman dan damai, tapi kita jangan underestimate. Tetap laksanakan tugas sesuai SOP,” kata AKP Edi Suyono dalam pengarahannya. Patroli, tegas kapolsek, tetap mengedepankan sikap humanis, pola preemtif, dan preventif serta tidak diperkenankan arogan. Pesan ini didukung Komandan Koramil Sawoo Kapten Inf Edi Wisnu. “Sesuai arahan Pak Kapolsek, kita jangan underestimate dalam menyikapi perkembngan situasi kamtibmas saat ini yang aman. Semoga situasi ini bertahan hingga seluruh tahapan tuntas,” terangnya. Pilkades Bondrang memang berpotensi ada gesekan. Bersama Desa Koripan, tahapan pilkades terpaksa diulang. (ji/mt/epe)

16 Desa di Panekan Ikuti Pilkades Serentak Magetan, Memorandum Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Magetan akan berlangsung 27 November 2019. Ada 184 desa yang mengikuti pesta demokrasi dengan menggunakan sistem e-voting maupun secara langsung mencoblos. Sebanyak 16 desa di antaranya ada di Kecamatan Panekan. “Di Kecamatan Panekan semua desa ikut pilkades. Sekarang ini masuk tahapan kampanye,” ungkap Camat Panekan, Djuri, Selasa (19/11). Menurutnya, ada dua sistem yang akan diterapkan dalam pilkades nanti. Yaitu pemilihan dengan mencoblos dan e-voting. “Untuk Kecamatan Panekan, Desa Turi yang mengikuti sistem e-voting karena DPT-nya paling banyak,” tambahnya. Kian dekatnya hari H, Djuri berharap semua warga yang memiliki hak pilih ikut berpartisipasi memilih pemimpin untuk 6 tahun ke depan. “Kami berharap hajatan ini diikuti semua warga yang sudah berhak memilih. Gunakan hak pilih sebaik mungkin memilih kepala desa untuk enam tahun ke depan,” harap Djuri. (nif/alv/mt/epe)

Ponorogo, Memorandum Ada contoh positif di pertigaan Pasar Sombro, Selasa (19/11) pagi. Di tengah padatnya pelayanan kepada warga, Wakapolsek Sooko Ipda Suprapto terlihat menghentikan pengendara motor yang tidak memakai helm. Dengan cara simpatik, Ipda Suprapto menerangkan jika kebiasaan tanpa helm bisa berakibat fatal. “Tertib berlalu lintas adalah kewajiban dari setiap pengguna jalan bermotor roda dua. Namun tidak bisa dipungkiri kurang tertib berlalu lintas biasanya di awali dengan kebiasaan yang berulang-ulang sehingga masyarakat sering lupa kalau sudah

melakukan pelanggaran lalu lintas,” terang dia. “Agar terciptanya keselamatan dalam berkendara, Saya sarankan bapak pada saat berkendara di jalan raya mohon untuk memakai kelengkapan termasuk helm standar dan surat-surat,”

Ipda Suprapto memilih menegur dan memberikan penjelasan secara santun kepada pengendara yang tidak memakai helm standar.

pesan wakapolsek. Kapolsek Sooko AKP Supardi mengapresiasi wakilnya tersebut. Hal ini bisa dijadikan contoh positif seluruh anggota dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat. “Tidakan kepolisian terhadap pelanggaran lalu lintas tidak harus dengan cara hukum, namun dengan menegur dan mengimbau dengan tutur bahasa yang santun Insya Allah masyarakat akan malu untuk tidak mengulangi pelanggaran. Cara ini diharapkan dapat mengurangi dan menekan angka kecelakaan lalu,” sebutnya. (ji/mt/epe)

Kapolres Ponorogo Pimpin Sertijab Kasatlantas Ponorogo, Memorandum Prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kasatlantas Polres Ponorogo dari AKP Bambang Prakoso kepada AKP Wisnu Setiawan Kuncoro di gedung Pesat Gatra, Selasa (19/11), dipimpin langsung Kapolres AKBP Arief Fitrianto. Momen ini juga dihadiri pejabat utama Polres Ponorogo, kapolsek jajaran, dan anggota Bhayangkari Polres Ponorogo. Dalam sambutannya, AKBP Arief Fitrianto menyebut, mutasi jabatan hal wajar di lingkup Polri. “Ini untuk penyegaran dan menciptakan suasana yang baru bagi pejabat yang bersangkutan,” katanya usai sertijab. Karena itu, kapolres mengucapkan terima kasih kepada AKP Bambang Prakoso atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas. Sedangkan untuk AKP Wisnu Setiawan Kuncoro, kapolres berpesan agar jabatan baru selain melanjutkan pejabat lama juga menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Korps Bhayangkara. “Termia kasih adata dedikasi dan pengabdiannya AKP Bambang Prakoso selama ini. Selamat melaksanakan tugas di tempat baru sebagai Kasatlantas Polres Bojonegoro. Selamat datang untuk AKPWisnu Setiawan Kuncoro. Saya berharap dapat melanjutkan program pejabat terdahulu untuk lebih

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

AKP Edi Suyono didampingi Kapten Inf Edi Wisnu memberi arahan kepada anggota gabungan.

Teguran Simpatik Wakapolsek untuk Pemotor Tak Berhelm FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

FOTO: MEMORANDUM/ANIF SRIWATI

KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan

AKBP Arief Fitrianto menyematkan tanda terima jabatan kepada AKP Wisnu Setiawan Kuncoro sebagai Kasatlantas baru Polres Ponorogo menggantikan AKP Bambang Prakoso.

mengoptimalkan tugas ke depan,” ucap kapolres. Kepada anggota Satlantas Polres Ponorogo, AKBP Arief Fitrianto meminta

semuanya memberi dukungan kepada kasatlantas yang baru agar bisa melakukan yang terbaik dalam tugasnya. Terutama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Terus lakukan terobosan untuk membuat masyarakat sadar dan tertib berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan menurun,” pesan kapolres. (ji/mt/epe)


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

RABU WAGE, 20 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Bonus Atlet Berprestasi Ditransfer Hari ini Gresik, Memorandum Setelah 4 bulan kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jatim berlalu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pemkab Gresik baru menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali, Selasa (19/11). Penyerahan bonus dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Moh Qosim kepada puluhan atlet dari berbagai cabor di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), Jalan Jaksa Agung Suprapto. Qosim mengatakan, meskipun anak-anak kontingen Kabupaten Gresik dengan perolehan medali di kejuaraan Porprov Jatim VI berada di urutan tujuh, itu sudah bagus. Dibandingkan kabupaten lain seperti Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. “Lamongan berada di urutan 9 dengan 13 perolehan medali emas. Bojonegoro juga sama 13 medali emas, tapi kalah banyak perolehan medali peraknya. Apalagi Tuban diurutan 11 dengan perolehan 10 medali emas. Jadi urutan kita (Gresik, Red) masih di atas mereka,” jelas Qosim. Tapi, catatan tersebut tidak memuaskan bagi kabupaten yang berjuluk kota Santri tersebut. Sebab, pada Porprov Jatim tahun lalu 2018, Kabupaten Gresik berada di urutan ke enam. Sehingga atlet-atlet nanti perlu ditingkatkan lagi latihannya. “Jika dibandingkan tahun lalu, peringkat kita sebenarnya turun. Jadi pada Porprov VII yang digelar di wilayah selatan yakni Jember, Situbondo dan Bondowoso apakah rekan-rekan atlet siap meningkatkan peringkat,” kata Qosim menanyakan kepda atlet yang hadir. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pemkab Gresik Nuri Mardiana mengatakan, sebanyak 143 manager, pelatih dan atlet menerima bonus. Selain itu, bonus berupa uang senilai Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta diberikan kepada pemuda pelopor. “Yakni di bidang pendidikan, agama sosial dan budaya, bidang pengelolaan SDA, lingkungan, dan pariwisata. Serta dari bidang inovasi dan teknologi,” terangnya. Sedangkan, peraih medali emas dalam kejuaraan Porprov VI Jatim masing-masing mendapatkan Rp 30 juta, peraih medali perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 15 juta. Disebutkan olehnya, total bonus yang diberikan senilai Rp 3,8 miliar. “Paling lama besok (hari ini,red) ditransfer ke rekening masing-masing,” tambahnya. Cabor yang memperoleh bonus di antaranya kempo, muaythai, panjat tebing, renang, petanque, senam, drumband, hoki, atletik, biliar, bola voli, dan bridge. (dri/har/mik)

Proyek Ducting Rp 5 M Hambat Laju Kendaraan Gresik, Memorandum Pembangunan ducting (saluran bawah tanah,red) di Simpang Empat Kebomas, Gresik, perlambat laju kendaraan. Khususnya bagi pengendara dari arah selatan, Jalan Sunan Giri menuju ke barat, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo. Termasuk pengendara dari arah timur, Jalan R A Kartini menuju ke barat, terimbas. Kepala Dinas PUTR Pemkab Gresik Gunawan Setijadi mengatakan, penyelesaian pembangunan ducting dipastikan pekan depan. Sebab, semua target pekerjaan konstruksi PUTR sesuai yang dijadwalkan, maksimal akhir tahun. “Jika pengerjaan ducting di Simpang Empat Kebomas ini paling lama biasanya 15 hari selesai. Sebab, arus lalu lintas dan kabel utilitas yang tertanam cukup banyak. Seperti misalnya kabel milik Telkom, PLN dan juga ada pipa gas,” ujar Gunawan, kemarin. Ducting mulai dikerjakan awal September 2019 lalu, setelah penandatangan kontrak dari PT Viramid Merah Group sebagai pemenang lelang. Semenjak rekanan jasa kontruksi melakukan kegiatannya di sini, tidak sedikit mengganggu pengendara yang melintas. Selain itu terjadi di Simpang Lima Petrokimia dan sebelumnya di Sentolang. “Terkait pembangunan ducting di Simpang Empat Kebomas kurang lebih sama dengan simpang lima Petrokimia dan Sentolang. Yakni 81 meter ducting berupa pipa tertanam di sisi kiri bawah tanah jalan Ahmad Yani menuju jalan Jaksa Agung Suprapto. Dari jalan Usman Sadar menuju jalan Dr Soetomo sepanjang 110 meter pipa yang tertanam,” tambahnya. (dri/har/mik)

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

Penetapan eksekusi lahan itu sesuai dengan putusan PN Bojonegoro tertanggal 2016 nomor 15/pdt.G/2016/PN BJN. Dengan dasar tersebut tiga ruko yang berdiri dirobohkan sehingga rata dengan tanah dengan menggunakan alat berat. “Ada dua bangunan yang yang terdiri dari tiga ruko dan dua rumah yang dirobohkan,” kata Panitera PN Bojonegoro Udin Wahyudin, kemarin. Menurutnya, semestinya eksekusi dua bangunan itu

dilakukan pada awal tahun 2019 lalu. Namun, dari pihak Raymans melakukan penolakan dengan tindakan perlawanan sehingga eksekusi itu mundur agak lama dan baru bisa dieksekusi kemarin. “Sebenarnya eksekusi lahan itu dilakukan seminggu lalu, namun pihak Raymans juga melakukan perlawanan,” terang Udin. Guna menjaga keamanan dalam eksekusi lahan tersebut, PN Bojonegoro melibatkan satu pleton kekuatan terdiri dari TNI/

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Wabup Gresik Moh Qosim memberikan penghargaan kepada atlet yang berprestasi pada kejuaraan pekan olahraga provinsi (Porprov) VI Jatim.

Bojonegoro, Memorandum Tiga ruko yang berada di Jalan Teuku Umar harus dirobohkan secara paksa oleh Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Selasa (19/11). Hal itu menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) perihal sengketa kepemilikan tanah antara GKJTU Bojonegoro dengan pihak tergugat, yakni Raymans Sari Yusuf.

Petugas merobohkan bangunan ruko pasca keluarnya salinan putusan MA.

Polri, Satpol PP, dan pihak PN Bojonegoro. Dengan pengamanan

ketat itu, eksekusi berjalan lancer. Akibat eksekusi itu, sempat mengganggu penggu-

na jalan yang melintas karena menjadi tontonan warga sekitar. (top/har/mik)

10 Titik Rawan Longsor di Bantaran Bengawan Solo

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

Kalah Gugatan, 3 Ruko Dirobohkan

Wabup Kartika Hidayati bersama dengan Ketua Bawaslu dan KPU Lamongan.

Wabup Ajak Kaum Milenial Aktif Awasi Pemilu Lamongan, Memorandum Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati mengajak kaum milenial peduli terhadap penyelenggaraan dan pengawasan pemilu. Khususnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lamongan 2020. Hal itu disampaikan Kartika saat memberikan pengarahan dalam rakor evaluasi penyelenggaraan pemilu 2019 yang diselenggarakan Bawaslu Lamongan di Grand Hall Hotel Mahkota, Selasa (19/11). Sebagai penyelenggara pemilu, jelas Kartika, KPU dan Bawaslu harus menjelaskan secara detail dan terbuka kepada masyarakat yang membutuhkan informasi secara detail, agar

tercipta pemilu adil, jujur dan bermartabat. “Regulasi harus transparan. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Agar semua jelas dan tidak menjadi permasalahan di kemudian hari,” jelasnya. Kartika berharap, Bawaslu mau bekerja sama dengan pihak ketiga dalam melakukan pengawasan seperti ormas NU , Muhammadiyah, Muslimat, Aisyiyah, Fatayat dan Nasyiatul Aisyiyah dan lainnya. Supaya semakin banyak orang yang ikut mengawasi pemilu. “Pembelajaran demokrasi harus diberikan kepada seluruh masyarakat. Kualitas demokrasi harus selalu dit-

ingkatkan dan menjadi tujuan utama penyelenggaraan pemilu,” terangnya. Sementara Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar sangat berterimakasih kepada seluruh stakeholder yang bersedia bersama-sama membantu pengawasan pemilu. Sehingga mempermudah Bawaslu dalam melakukan pengawasan dan penindakan. “Tugas utama Bawaslu adalah melakukan pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran pemilu. Pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, wartawan, dan masyarakat telah banyak membantu kami,” tutur Badar dalam sambutannya. (al/har/mik)

Lamongan, Memorandum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan tahun 2019, merilis sedikitnya 10 lokasi rawan longsor di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo, Selasa (19/11). Jumlah ini ber tambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya terdapat 6 titik di empat kecamatan. Meliputi Kecamatan Maduran, Karanggeneng, Laren, Babat, dan Kalitengah. Kepala BPBD Lamongan melalui Kasi Tanggap Darurat Muslimin menjelaskan, bahwa ada penambahan lokasi rawan longsor mas di tahun 2019 ini. Diduga penyebabnya karena terjadi kemarau yang cukup panjang. “Beberapa desa di empat kecamatan yang terancam mengalami longsor bantaran sungai Bengawan Solo, jumlah penduduknya mencapai ribuan jiwa,” jelas Muslimin, kemarin. Desa yang terdampak itu meliputi Desa Pelangwot, Keduyung, Mojoasem, Kecamatan Laren, Bedahan Kecamatan Babat dan sejumlah desa lainnya,” jelasnya, kemarin. Longsor terparah menurut Muslimin, terjadi di Desa Pelangwot hingga menyebabkan beberapa rumah warga yang hanyut ke sungai bersama material tanah yang hanyut. Sehingga penduduk harus mengungsi dan relokasi rumah.

“Jumlah titik lokasi rawan longsor disebabkan karena mengeringnya sungai Bengawan Solo. Sehingga memicu retakan tanah, bahkan dua Desa Pelangwot Kecamatan Laren dan Bedahan Kecamatan Babat rumah warga terdampak,” sambungnya. “ Ya.., karena memang sepanjang sejarah baru tahun 2019 ini air sungai Bengawan Solo sampai habis dan menimbulkan retakan tanah yang semula tertahan oleh banyaknya air. Sekarang mengalami kekeringan sehingga muncul retakan tanah,” tambahnya. Sejumlah warga yang rumahnya terancam hanyut terkena longsoran enggan direlokasi dan meninggalkan rumah yang sudah puluhan tahun dihuni pihak Balai Besar Sungai Bengawan Solo juga sudah memberikan kompensasi pada mereka. Namun banyak warga yang menolak dengan berbagai macam alasan. “Sudah ada ganti rugi, bahkan warga mengambil uang ganti r ugi itu. Tapi anehnya, mereka tidak mau pindah. Sementara hasil 10 titik lokasi rawan longsor ini diketahui saat sejumlah petugas BPBD Lamongan selama sepekan terakhir,” pungkasnya. Saat di lapangan, petugas juga mendapatkan adanya tanggul Bengawan Solo yang juga diperbaiki oleh warga. (al/har/mik)


GRESIK-PANTURA

KAMIS WAGE, 20 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Jual Janda, Pasutri Perum Menganti Diringkus Sekali Transaksi Rp 400 Ribu

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Gresik, Memorandum Bisnis prostitusi online yang meresahkan masyarakat Kota Pudak dibongkar polisi. Pasangan suami istri (pasutri) Bambang Sutikno (40) dan Analisa (39), sebagai mucikari yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK) kepada pria hidung belang, diamankan.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Panji P Utama dan Kanitpidum Ipda Daniel menunjukkan tersangka prostitusi online.

Dalam melancarkan aksinya, kedua mucikari itu mengirim gambar perempuan kepada pelanggan melalui pesan whatsapp (WA). Setelah terjadi kesepakatan, mereka menyediakan tempat eksekusi di rumah kontrakannya di Perum Menganti. Tujuan pelaku memberikan tempat kencan, untuk memudahkan pelanggan agar tidak mencari lagi hotel dan sejenisnya. “Setiap kali transaksi, tersangka mematok harga Rp 400 ribu sekali kencan. Mereka mengambil keuntungan Rp 100 ribu. Sisanya diberikan kepada PSK-nya,” beber Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat konferensi pers, kemarin. Alumnus Akpol 2000 itu mengungkapkan, bisnis yang dilakukan tersangka sudah berjalan selama setahun. Dalam sebulan pasutri yang tinggal di kontrakan Perum Menganti itu mendapatkan keuntungan Rp 1 juta perbulan. “Saat dilakukan penangkapan, dalam rumah kontrakan itu sedang terjadi transaksi prostitusi. Korbannya penjaga warung berstatus janda,” imbuh mantan Kapolres Jember tersebut. Dijelaskan Kusworo, kedua tersang-

ka memiliki peran yang sama. Yakni sama-sama mencari pelanggan lewat WA dengan cara mengirim foto korban. Usia PSK yang ditawarkan antara usia 30 - 35 tahun. Kusworo menjelaskan, pengungkapan kasus prostitusi ini bermula dari informasi masyarakat bahwa ada dugaan prostitusi. Setelah diselidiki dan mendapat petunjuk yang jelas, petugas melakukan penggerebekan. Perbuatan tersangka kini harus menjalani hukuman di Rutan Polres Gresik. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 296 KUHP dan 506 KUHP. “Uang hasil bisnis itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” sambung Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P Utama. Puluhan Pengedar Sabu ke Milenial Diamankan Selain membongkar kasus prostitusi online, Polres Gresik juga meringkus puluhan budak narkoba yang beraksi di wilayah Kota Pudak. Dalam kurun waktu sebulan, ada 24 tersangka yang diamankan. 11 diantarannya sebagai nggupengedar dan 9 orang sebagai penggu-

na. Sedangkan 4 tersangka terjerat kasus pil koplo. “Ungkap kasus narkoba ini dilakukan selama sebulan. Para tersangka ini jaringan antar kota mulai Surabaya hingga Madura,” kata Kusworo, kemarin. Dia menjelaskan, peredaran narkoba ini banyak menyasar anak-anak kaum milenial. Ditambahkan, mayoritas tersangka menjual narkoba karena tidak mempunyai pekerjaan. Sehingga, mencari keuntungan sebagai pengedar maupun kurir. Sejauh ini belum ada yang pernah masuk ke dalam penjara atau sebagai residivis. “Mayoritas tersangka berasal dari Gresik sebanyak 19 orang, Surabaya 2 orang dan Sidoarjo 3 orang. Belum ada yang pernah mendekam di penjara,” tambahnya. Kasatnarkoba AKP Heri Kusnanto menambahkan, para tersangka diamankan dengan modus yang berbeda-beda. Ada yang diringkus di tepi jalan, rumah hingga tempat nongkrong. Modus yang paling banyak dilakukan oleh pengedar adalah membungkus dengan paket hemat yang dijual Rp 250 per poket. “Satu poket biasanya dibeli secara patungan dan dikonsumsi bersama-sama. Ada juga yang mendapat jatah sebagai upah mengedarkan sabu,” imbuh Heri. Dari hasil ungkap kasus tersebut, sejumlah barang bukti berhasil disita. Antara lain sabu-sabu seberat 25,58 gram serta 520 butir pil Dobel L. (an/har/mik)

Permudah Urus Tanah Wakaf

Ketua DPRD Apresiasi BPN Gresik, Memorandum Pernyataan Kepala Kantor (Kakan) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik Dr Asep Heri menyoal kemudahan mengurus sertifikat tanah wakaf mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Gresik. Ketua DPRD Gresik H Afandi Ahmad Yani menyambut niat baik apa yang disampaikan oleh pihak BPN Gresik. “Selaku masyarakat Gresik dan Pimpinan DPRD Gresik sangat mendukung apa yang disampaikan kepala kantor BPN Gresik soal wakaf,”

LAKONE

Suka Keterbukaan

tanah wakaf, agar segera diurus sertifikat kepemilikan secara sah, karena BPN Gresik memberikan kemudahan-kemudahan,” pinta GusYani panggilan akrabnya Afandi Ahmad Yani. Disampaikan, surat wakaf yang dimaksut, kata Gus Yani, seperti masjid, TPQ atau sejenis lainya. “Mumpung ini ada kesempatan, silahkan dimanfaatkan sebaik -baiknya,”ajaknya serius. Diberitakan sebelumnya, organisasi Islam atau sejenisnya yang mempunyai tanah wakaf dan masih belum memiliki sertifikat wakaf, sekarang tidak perlu susah mendapatkan kepi-

ilikan yang saah milikan as tanah terseatas ut. Pasalnya, Badan but. ertanahan Negara Pertanahan PN) Gresik mem(BPN) erikan kemuberikan ahan untuk dahan endapamendapaan sertitkan kat.(dri/ fikat.(dri/ ar/mik) har/mik)

H Afandi Ahmad Yani FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Gresik, Memorandum Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kabupaten Gresik di bidang kesehatan yang diberi nama Swasti Saba Wistara. Penghargaan ini diberikan karena dinilai menjadikan bidang kesehatan sebagai skala prioritas dalam pembangunan. Penghargaan diterima oleh Bupati Sambari Halim Radianto didampingi oleh Ketua Pembina KKS Kabupaten Gresik Hj Maria Ulfa Sambari di Gedung Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (19/11). “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat, kami tetap berkomitmen mewujudkan Gresik sebagai kabupaten sehat dan juga layak huni bagi warganya,” ungkap bupati lulusan Doktor Universitas Airlangga Surabaya itu. Ia mengatakan, semua pihak termasuk pemerintah daerah mempunyai tanggungjawab yang sama dalam menjaga lingkungan dan menerapkan tatanan kabupaten sehat.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Prioritaskan Kesehatan, Bupati Gresik Raih Swasti Saba Wistara FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

KETERBUKAAN informasi publik memang sangat dibutuhkan bagi masyarakat. Terlebih seluk beluk Pemerintah Bojonegoro. Hal itu pula yang disambut baik Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Luluk Alifah. Mantan Camat Baureno ini mengaku senang dengan keterbukaan. Sebab, informasi terkait Luluk Alifah Pemerintah Bojonegoro harus diketahui oleh masyarakat. “Saya ini senang sekali bila bisa menjelaskan di media. Biar masyarakat tahu yang sebenarnya,” ujarnya. Wanita yang murah senyum ini juga akan menjelaskan sedetail mungkin apa yang dibutuhkan oleh media. Tentunya, lagi-lagi muaranya agar masyarakat benar-benar tahu informasi secara langsung. Sehingga, nantinya tidak ada lagi kecurigaan-kecurigaan terhadap Pemerintah Bojonegoro. Sebab, apa yang dilakukan oleh pemerintah nantinya juga bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. (top/har/mik)

ujar politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kepada Memorandum, Selasa (19/11). Dijelaskan olehnya, pentingnya status kepemilikan tanah wakaf sangat diperlukan, karena itu menjadi surat kepemilikan yang sah secara hukum. “Apalagi sesuai data dari BPN, di organisasi Islam seperti NU (Nadlatul Ulama, red) saja, ada 15 ribu bidang. Belum organisasi yang lainnya, “ sambung pejabat nomer 1 di DPRD Gresik lulusan Unair Surabaya itu. “Kami mengimbau kepada organisasi Islam khususnya, bila mempunyai

Bupati Sambari didampingi Ketua Pembina KKS Hj Maria Ulfa dan jajaran Direksi RS Ibnu Sina Gresik.

“Berbagai kebijakan telah kami laksanakan dalam rangka penerapan tatanan Gresik sebagai kabupaten sehat,” kata bupati asal Lowayu, Kecamatan Dukun itu. Diterimanya penghargaan itu, kata Sambari, bukan menjadi tolak ukur utama. Namun yang terpenting adalah menjaga

komitmen untuk melaksanakan tata kelola dan menerapkan tatanan kabupaten sehat untuk terus dilaksanakan sebagaimana mestinya. “Penghargaan ini kami jadikan motivasi, selebihnya adalah komitmen bersama untuk melaksanakan program Gresik Ka-

bupaten Sehat sesuai dengan tatanan yang berlaku,” pungkasnya. Selain itu, salah satu upaya Pemkab Gresik melalui OPD terkait adalah dengan menjalin sinergitas dan kerja sama dengan TP-PKK Kabupaten Gresik dalam rangka edukasi terkait pencegahan stunting. Hal tersebut dikemukakan Ketua Tim Pembina KKS yang juga merupakan Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik Hj Maria Ulfa Sambari. “Kami berikan edukasi kepada masyarakat khususnya kaum ibu untuk mengenali stunting atau permasalahan tumbuh kembang pada anak dan juga cara pencegahannya,” urainya. Tentu dengan cara mempertahankan komitmen bersama masyarakat, maka terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain diharapkan dapat meningkatkan sarana dan produktivitas serta perekonomian masyarakat di Kabupaten Gresik. (nia/har/mik)

Inovasi Simba Mudahkan Masyarakat Miliki SIM ungkap Hernawati. KapolresTuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, bahwa program Simba sengaja dibuat

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Tuban, Memorandum Inovasi andalan Polres Tuban SIM Bhabinkamtibmas (Simba) yang merupakan terobosan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Tuban. Beberapa warga Bumi Wali Tuban mengikuti bimbingan dan latihan Simba di polsek-polsek untuk mendapatkan SIM golongan C. Dengan bimbingan tersebut, para Bhabinkamtibmas yang sudah ditunjuk di masing-masing polsek membuat warga nampak bersemangat untuk mengikuti pelatihan yang diberikan. Pelatihan itu meliputi ketrampilan mengemudi untuk ujian praktik dan pengetahuan tentang lalu lintas untuk ujian teori. Keberhasilan program Simba dibuktikan dengan antusias warga yang mengikuti pelatihan di polsek jajaran Polres Tuban. Seperti yang disampaikanTitik Hernawati (27), perempuan asal Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, saat mengikuti program Simba di Polsek Merakurak. Titik mengaku terbantu dengan

Salah satu warga yang mengikuti program Simba menunjukkan SIM setelah lulus tes mengemudi.

adanya pelatihan tersebut. Ia mengaku sebelumnya tidak mengerti sama sekali tentang bagaimana tata cara membuat SIM maupun ujian teori dan

praktik. Namun, setelah melakukan latihan yang dibimbing Bhabinkamtibmas, akhirnya Titik berhasil mendapatkan SIM

C dengan biaya sesuai ketentuan. Masyarakat Tuban lainnya yang telah berhasil mendapatkan SIM dari program Simba adalah Moh Nur Cholis (27), warga Ds. Sokogunung, Kec Kenduruan. Ia telah berhasil melewati ujian tes SIM C berkat pelatihan Simba yang diadakan Polsek Kenduruan. Selain itu juga Suwani (29), warga Ds Tuwiri Kulon, Kec Merakurak. Ia mengikuti pelatihan Simba selama seminggu di Polsek Merakurak dan lulus ujian SIM C dengan satu kali tes. “Saya sebelumnya tidak mengerti sama sekali tentang bagaimana tata cara membuat SIM. Setelah melakukan latihan program Simba, saya berhasil,”

untuk memudahkan masyarakat yang ingin memiliki SIM. “Program Simba memang sengaja dibuat untuk memu-

dahkan masyarakat yang ingin memiliki SIM. Tapi terkendala kurangnya pengetahuan lalu lintas,” pungkas Nanang. (top/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook