Skip to main content

Koran Memorandum Edisi 1 Februari 2021

Page 1

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE memorandum.co.id

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021

memorandumredaksi@gmail.com

HARGA Rp 3.500,-

Korban Tolak Tenggak Miras FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Polisi Bekuk Buron Penganiaya Pendekar Silat

Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana menunjukkan Sariadi alias Ayik di mapolsek.

Surabaya, Memorandum Pelarian Sariadi alias Ayik, setelah enam bulan menjadi buron kasus penganiayaan terhenti di tangan Tim Antibandit Polsek Sukolilo. Pria 25 tahun itu disergap tidak jauh dari tempat kosnya di Jalan Medokan Keputih. Sementara itu, satu pelaku berinisial UD masih dalam pengejaran petugas. Saat kejadian UD turut serta

membantu Ayik melakukam pengeroyokan terhadap Gatot Subroto (24), saat berteduh di warung kopi TK Bina Karya, Jalan Medokan Semampir, pertengahan Juni 2020 lalu. “Benar kami berhasil amankan tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pengeroyokan pada Juni 2020 lalu. Tersangka Sariadi atau Ayik disergap anggota saat

melintas tidak jauh dari rumah kosnya pada Sabtu (30/1) dini hari ,” kata Kapolsek Sukolilo Kompol Subiyantana, kemarin Minggu (31/1)sore. Subiyantana menjelaskan, kasus pengeroyokan ini bermula saat Gatot Subroto, yang diketahui sebagai pendekar silat tersebut pulang dari kampus pada Minggu (14/6) tahun lalu menuju rumahnya di Jalan Medokan Timur Dam V. Setiba di Jalan Medokan Semampir, hujan mendadak turun cukup deras. n Bersambung ke hal 11

KOMPLOTAN COPET DARMO PERMAI UTARA DIGULUNG

Telat Vaksinasi

LIBATKAN PASUTRI DAN ANAK

Surabaya, Memorandum Komplotan copet yang kerap beraksi di pasar maupun tempat perbelanjaan digulung anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

E

ropa malu sekali –apalagi terhadap Inggris. Nasib vaksinasi di Eropa tiba-tiba tidak jelas. Pun kapan bisa dimulai. Tidak tahu. Eropa kini justru harus mulai bertengkar. Ia menyesalkan produsen vaksin dari Inggris AstraZeneca. Yang tiba-tiba bersurat bahwa pengiriman vaksinnya tertunda. Eropa kelihatan marah sekali pada AstraZeneca. Tapi kemarahan itu justru hanya membuka kelemahan Eropa sendiri. Ternyata bunyi kontraknya dengan AstraZeneca memang lemah. Kontrak itu tidak menyebut rincian tanggal pengiriman. Kontrak itu hanya menyebut ‘’best effort’’ sebagai tanggal pengiriman tercepat. n Bersambung ke halaman 2

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Ironisnya, para pelaku merupakan sekeluarga. Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Rio Didik Agus (49), dan Ary Yuana (46), berikut anaknya, Ori Ramadhan Tiko (26). Mereka tinggal di Jalan Darmo Permai Utara X. n Bersambung ke halaman 11

Kediaman keluarga Rio di perumahan Darmo Permai Utara Gang X.

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Jarang Pulang TERTANGKAPNYA sekeluarga warga Jalan Darmo Permai Utara karena mencopet di pasar pagi Tugu Pahlawan dinilai mengejutkan. Sebab, selama ini keluarga Rio Didik Agus, tinggal di lingkungan perumahan yang terbilang berada. Seorang yang paling kaget adalah Iwan, satpam perumahan setempat. Saat itu, Memorandum berusaha menelusuri alamat rumah keluarga tersangka dengan bertanya kepada Iwan. Setelah itu ia menunjukkan alamat rumah Rio di gang X. n Bersambung ke halaman 11

Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama keempat tersangka yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

Ancam Pakai Sajam, Rampas HP Orisinal DALAM kecanggihan teknologi semua bisa dilakukan, asal mampu mengeluarkan biaya besar. Salah satunya adalah operasi plastik (oplas) yang banyak digandrungi kaum hawa. Selebgram Winny Putri Lubis bicara soal keaslian tubuh seksinya. Ia melakukan hal itu usai banyak yang mencurigainya. Winny mengatakan, dari bentuk payudara, hidung, dan bagian tubuh yang lainnya masih orisinal. n Bersambung ke halaman 11

+

Meng, sekeluarga asal Darmo Permai Utara jadi copet.

-

Sip. Pensiun, mendirikan kursus sulap.

Si Mameng (Guru privat)

Aksi ketiga pelaku merampas HP korban terekam CCTV.

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

FOTO: MEMORANDUM/ANI FAUZYAH

Winny Putri Lubis

Lumajang, Memorandum Tiga bandit beraksi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Citrodiwangsan, Klojen, Minggu (31/1) dini hari. Ketiga pelaku yang mengendarai satu motor itu berhasil merampas dua HP milik Muhammad Zainul Rozikin (21), warga Jalan Imam Bonjol, dan NH (17), warga Desa Kabuaran. Aksi perampasan itu sempat terekam closed circuit television (CCTV) milik Azwat Game, tempat kedua korban bermain. Bermula saat para korban duduk santai di depan warnet sembari menunggu waktu pulang. Tidak lama kemudian, mereka kedatangan tiga pelaku yang mengendarai Vario warna merah. Dua pelaku yang mengenakan jaket hoodie putih n Bersambung ke halaman 11

Gagal Jual Ruko, Vario Dibawa Kabur

Motor korban yang digondol pelaku di Jalan Jetis Kulon.

Surabaya, Memorandum Apes menimpa Tri Yuwono (47), warga Jalan Cancer, Karang Empat, Tambaksari ini. Niatnya menjual ruko, malah membuatnya kehilangan motor. Akibatnya, Tri harus merelakan Vario miliknya dibawa kabur pelaku. Kasus penggelapan motor itu berawal saat korban hendak ke rumah temannya untuk men Bersambung ke halaman 11

PEMBUKTIAN CINTA SEJATI INTAN VS BERLI Έ2Ή

Mobil yang Dikendarai Ditabrak Bus, Berli Terancam Lumpuh Parlan khawatir Berli dan Intan kebablasan melakukan hubungan seperti yang dia lakukan vs Yani. Karena itu, suatu saat Parlan memanggil dan mendudukkan keduanya. Apa jawaban mereka? Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Papa seperti nggak pernah muda aja,” kata Berli. “Ber, jangan berkata gitu sama Papa. Maaf Pa. Kami tahu kok batas yang harus kami jaga. Kami tidak akan mempermalukan keluarga. Kami janji,” kata Intan sambil mengacungkan telunjuk dan jari tengah. Sampai keduanya lulus SMA, hubungan Berli dan Intan masih lacar-

-lancar saja. Tapi ketika mereka memasuki semester tiga perkuliahan, terjadi peristiwa yang tidak terduga. “Kami sekeluarga kecelakaan dalam perjalanan ke Jogja, menghadiri resepsi pernikahan keponakan. Kakak sepupu Berli,” kata Parlan. Mobilnya ditabrak bus yang ngebut dari arah berawanan, setelah n Bersambung ke halaman 11

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera n SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 n PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 n REDAKSI: 031-8275390 n FAX: 031-8291078 n LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

SIDOARJO

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 2

KEPALA BIRO: Budi Joko Santoso. WARTAWAN: Slamet Wibowo, Ulum Fajar Setiawan, Agus Sutopo, Agus Waluyo. PEMASARAN/IKLAN: Suprianto, Afin Mauludin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

4,7 Km Kabel Lampu Penerangan Tol Raib

Polisi Buru Komplotan Penjarah Sidoarjo, Memorandum Selama kurun waktu 10 bulan, kabel penerangan jalan Tol Ruas Sidoarjo-Porong KM 762 sampai 766 beberapa kali hilang digondol maling.

Pj bupati meninjau Pasar Porong.

Seminggu Lagi Pasar Porong Bisa Ditempati Sidoarjo, Memorandum Pedagang Pasar Porong dalam seminggu lagi akan menempati bangunan baru. Harapan itu muncul setelah bertemu rombongan sidak yang dipimpin Pj Bupati Hudiyono. Pedagang pun antusias karena sebelumnya, tidak mendapat kepastian kapan mereka bisa pindah sejak kebakaran menghanguskan ratusan stan pada 2018. Hudiyono yang biasa disapa Cak Hud, meminta dinas perindustrian dan perdagangan yang membawahi PD Pasar segera mengurus proses serah terima aset dengan BPKAD. Namun, Cak Hud juga berpesan kepeada pedagang serta pengelola pasar agar selama berjualan menerapkan protokol kesehatan. “Jangan sampai mengabaikan karena Covid-19 it ada dan membahayakan,” tegasnya. Hasil sidak protokol kesehatan di Pasar Porong menunjukkan tingkat disiplin cukup tinggi. “Ratarata mereka (pedagang) sudah menerapkan. Lebih dari 80 persen sudah memakai masker. Tinggal nanti pengelola pasar melakukan pengawasan kepada pembeli maupun pedagang agar tidak kendor pakai masker,” ujarnya. (stp/jok/epe)

Syukuran sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan memperingati Hari Jadi ke-162 Sidoarjo.

Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo Diperingati dengan Tasyakuran Sederhana Sidoarjo, Memorandum Kabupaten Sidoarjo genap berusia 162 tahun pada 31 Januari 2021. Pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar malam tasyakuran sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di Pendapa Delta Wibawa, Sabtu (30/1) malam. Tasyakuran ini diikuti seluruh jajaran forkopimda, tokoh agama, veteran, bupati dan wakil bupati terpilih (Gus Mudhlor-Subandi), dan elemen masyarakat. Di awali dengan pemotongan tumpeng oleh Pj Bupati Hudiyono yang lantas diberikan kepada Gus Muhdlor. “Malam tasyakuran menjelang hari jadi Sidoarjo, menjadi momentum yang tepat untuk bisa introspeksi, merenung, dan melakukan evaluasi. Harapannya, agar apa yang kita lakukan kedepannya, bisa lebih baik lagi untuk warga Sidoarjo,” tegas Cak Hud. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, Cak Hud mengajak semua masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap sesama untuk memberikan spirit dan solidaritas dalam menghadapi wabah. “Kekompakan dan kerukunan menjadikan modal. Ke depannya, semoga Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo bisa meneruskan untuk lebih baik. Bermatabat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (stp/jok/epe)

Total kabel lampu penerangan jalan yang hilang panjangnya mencapai 4,7 kilometer.Tak hanya kabel yang digondol, maling juga mengembat pembatas jalan yang terbuat dari baja. Akibat kejadian itu, PT Wijaya Karya selaku kontraktor merugi sekitar Rp 950 juta. Kasatreskr im Polresta Sidoarjo Kompol M Wahyudin Latif mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pelaksana jalan tol. Perkara ini bahkan jadi atensi serius karena bisa membahayakan

pengguna jalan bebas hambatan tersebut. “Kami tengah proses p e n y e l i d i k a n . Te r m a s u k mengumpulkan beberapa bukti di tempat kejadian perkara (TKP),” katanya, Minggu (31/1). Raibnya fasilitas untuk keamanan dan kenyamanan jalan tol ini diketahui manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk setelah diberi informasi oleh PT Jasa Marga. Terutama tentang padamnya lampu penerangan di KM 762 hingga KM 766. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan di lapangan sekaligus untuk

TKP pencurian kabel penerangan jalan tol.

perbaikan. Dari situ diketahui, jika kabel lampu penerangan jalan tol terputus. Ketika diperiksa lebih teliti, terdapat bekas potongan kulit kabel di sekitar TKP. Sedangkan kabel tembaganya

sudah hilang. Ketika diperiksa fasilitas lainnya, pegawai PT Wijaya Karya juga menemukan pagar pembatas jalan tol beserta tiangnya sudah tidak ada. Padahal pembatas itu terbuat dari baja

Kapolsek dan Camat Sukodono Pimpin Razia dengan Jalan Kaki Sidoarjo, Memorandum Puluhan orang dan tempat usaha yang mengabaikan protokol kesehatan (prokes) dan jam malam selama masa PPKM kedua, terjaring di sepanjang Jalan Raya Sukodono, Sabtu (30/1) malam. Sanksi tegas langsung diberikan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sukodono. Razia gabungan dipimpin Kapolsek Sukodono Iptu Warjiin Krise dan Camat M Mahmud. Setelah razia keliling menggunakan mobil patroli, tim gabungan melakukan razia dengan berjalan kaki di sepanjang jalan raya. Cara itu cukup efektif menjaring pelanggar prokes dan jam malam. Kapolsek mengatakan, razia ini aan rutin dilakukan selama PPKM. Tujuannya, menertibkan warga yang mengabaikan protokol kesehatan dan tempat usaha yang melanggar jam malam. “Kalau menggunakan mobil patroli, biasanya sudah banyak yang menutup atau memakai masker. Tapi kalau berjalan kaki, ternyata masih

Kapolsek dan Camat Sukodono memberi sanksi tempat usaha yang melanggar jam malam.

banyak yang membandel,” katanya. Padahal Forkopimcam Sukodono sudah melakukan

sosialisasi sebelumnya. Namun setelah sosialisasi, masih ada saja yang mengabaikan. Seperti tempat usaha jual pulsa dan

aksesoris handphone yang masih bandel. Akhirnya, diambil tindakan tegas dengan memberi surat tilang dan penyitaan KTP

atau identitas. “Dalam razia Sabtu malam ada tempat usaha dan warga yang kita tilang,” pungkasnya. (ags/jok/epe)

Pemdes Pepe Rehab Kantor Desa Sidoarjo, Memorandum Pemerintah Desa (Pemdes) Pepe, Kecamatan Sedati, memberikan prioritas pada kegiatan renovasi kantor desa. Untuk itu, Pemdes Pepe mengalokasikan dana pendapatan asli desa (PADes) kontribusi dari PT GOTA pada 2019 untuk izin perumahan. “Rehab kantor desa merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa kepada warga. Kami ingin perangkat desa dan warga merasa nyaman ketika berada di kantor desa,” ujar Pj Kades Pepe Moch Jasin Evendy, Minggu (31/1). Ia menyebutkan, kondisi bangunan balai desa memang kurang layak. Banyak kayu bangunan yang sudah rapuh dan sebagian genting yang bocor. Dikhawatirkan, jika tidak direhabilitasi

bisa memicu insiden yang tidak diinginkan. “Juga agar proses roda pemerintahan desa bisa berjalan dengan maksimal,” ujar dia. Rehabilitasi kantor desa dilakukan secara swakelola dan sudah berjalan. Jasin Evendy mengharapkan pelaksanaan tersebut selesai tepat waktu agar warga dapat segera menikmati bangunan kantor desa yang representatif. Dia juga terus mendorong pelaksana kegiatan renovasi untuk bekerja dengan sungguh-sungguh agar hasilnya tidak mengecewakan masyarakat. “Kami menginginkan Desa Pepe menjadi desa yang maju dalam pelayanan dan pembangunan. Mudah-mudahan kegiatan renovasi yang kami lakukan menjadi titik berangkat untuk mencapai harapan tersebut,” ujar dia.(fjr/jok/epe)

Rehabilitasi Kantor Desa Pepe yang anggarannya dari pengembang perumahan.

Telat Vaksinasi ''Best effort'' kelihatannya memang meyakinkan. Tapi secara hukum kata itu hampir tidak ada artinya. Bisa saja AstraZeneca mengatakan sudah berusaha maksimal memenuhi kontrak itu. Tapi kalau nyatanya tidak bisa memenuhi, AstraZeneca tidak bisa dituntut. Yang penting ia bisa membuktikan sudah berusaha keras yang terbaik –best effort. Aneh juga, Uni Eropa yang begitu modern bisa membuat kontrak seperti itu. Mungkin karena situasi saat itu memang s e d a n g p a n i k . C ov i d - 1 9 menggila di Eropa. Obatnya belum ada. Pun vaksinnya. Belum ditemukan. Saat itu AstraZeneca baru memberi harapan: akan bisa menemukan vaksin Covid-19. Eropa sendiri belum yakin

guardrail yang lumayan berat kalau digotong 1-2 orang. Apalagi panjang pembatas yang hilang mencapai 50 meter. Setelah dilakukan pendataan ada beberapa tempat yang kabelnya hilang. Yakni mulai Tol Ruas Sidoarjo-Porong KM 762 sampai 766. Dan itu berada di sekitar Desa Kludan dan Kali Sampurno Tanggulangin. Suwandi, salah satu warga yang kerap melintas di jembatan tol dekat TKP, mengatakan lampu padam di sekitar lokasi sudah berlangsung sekitar 3 hari. “Awalnya saya menduga itu bagian dari perbaikan p e n e r a n g a n . Te r n y a t a , kabarnya raib dicuri. Mungkin pencurinya masuk dari pembatas jalan tol dengan jalan umum,” bebernya. (ags/jok/epe)

Sambungan dari halaman 1 apakah vaksin itu bakal benarbenar ditemukan. Karena itu Eropa hanya tanda tangan kontrak. Tapi tidak segera mengirim uang yang dibutuhkan untuk pengembangan kapasitas produksi. Eropa ngotot sudah mengirimkan uang itu. Sampai lebih dari 400 juta Euro. Tapi pihak AstraZeneca mengatakan uang itu datangnya telat sekali. Tiga bulan setelah uang dari pemerintah Inggris tiba. Inggris kini memang bisa tepuk dada. Keputusannya keluar dari Uni Eropa ternyata t e p a t . Se t i d a k n y a d a l a m pandemi ini. Inggris bisa membuat keputusan sendiri tanpa persetujuan Eropa. Inggr islah yang per tama mengeluarkan persetujuan penggunaan vaksin Pfizer dari Amerika. Itu tanggal 1

Desember 2020. Bahkan jauh sebelum Amerika sendiri menyetujuinya. Inggris juga negara pertama yang melakukan vaksinasi Covid-19. Yang kemudian jadi berita dunia itu. Yang dilakukan terhadap wanita berumur 91 tahun itu. Sampai kemarin sudah 8 juta penduduk Inggris yang di vaksinasi Yakni mereka yang umurnya di atas 70 tahun –umur paling dominan di sana yang rawan meninggal dunia. Inggris juga jadi pelopor yang lain. Inilah dia: jarak suntikan vaksin pertama dan kedua dibuat 12 minggu. Atau tiga bulan. Bukan tiga minggu seperti yang dilakukan di manamana. Dasar pemikirannya jelas: dengan menjarangkan suntikan kedua akan semakin

banyak orang yang segera menjalani vaksinasi suntikan pertama. Menurut Inggris suntikan pertama itu sudah bisa memunculkan imunitas. Me s k i a n g k a n y a re n d a h . Tapi angka itu cukup untuk mempertahankan diri dari Covid selama 3 bulan. Dalam waktu tiga bulan seluruh penduduk Inggris yang ''wajib vaksin'' sudah mendapat suntikan pertama. Setelah itu barulah dilakukan suntikan kedua. Yakni suntikan untuk memperbanyak lagi angka imunitasnya. Dengan konsep itu tampaknya Inggris yang akan lebih dulu bisa menuntaskan pandemi ini. Yang sampai kemarin pun belum ada negara lain yang berniat mengikuti caranya. Lalu bayangkan Eropa.

Yang kapan memulainya pun belum bisa ditetapkan. Prancis yang sudah siap menentukan kelompok mana yang akan menjalani vaksinasi pertama langsung menundanya. Demikian juga Spanyol dan Portugal. Negara-negara Eropa itu kini malu besar. Dan ini sensitif. Bisa memicu ketidakpuasan negaranegara anggotanya. Yang negara-negara itu juga ditekan oleh rakyat mereka masingmasing. Bayangkan, gambaran kasarnya, Eropa baru mulai dapat jatah vaksin AstraZeneca d i a k h i r Ma re t . Pa d a h a l Indonesia saja, akhir Maret itu, seluruh tenaga medis, pendukung tenaga medis, polisi, tentara dan pejabat pemerintah sudah selesai divaksinasi. Sehingga, seperti

d i k a t a k a n Me n k e s B u d i Sadikin, 1 April sudah mulai bisa dilakukan vaksinasi untuk masyarakat umum. Sa y a h a r u s m e n g a k u i Indonesia sangat sigap dalam memutuskan soal vaksin ini. Dengan demikian Indonesia masuk kelompok 40 negara yang sudah mulai melakukan vaksinasi di bulan Januari 2021. Tentu langkah 40 negara itu juga akan sia-sia –manakala negara selebihnya tidak segera menuntaskannya. Dalam hal pandemi ini tidak boleh ada istilah ''menang sendiri''. Yang menang itu akan kalah lagi ketika ada virus dari ''negara kalah'' ke ''negara menang'' –di saat keampuhan khasiat vaksinasi sudah berakhir. Mu n g k i n E ro p a p e r l u segera menyetujui penggunaan vaksin baru produksi Johnson

& Johnson. Dan langsung memesannya. Lewat kontrak yang lebih jelas kepastiannya. Dan jangan lupa: segera kirim uangnya. Vaksin Johnson & Johnson itu punya keistimewaan tersendiri. Cukup satu kali penyuntikan. Penyimpanannya pun mudah. Bisa di suhu 2 sampai 8 derajat Celsius. Kelemahannya: afikasinya hanya sedikit di atas 60 persen. Kurang lebih sama dengan yang buatan Tiongkok. Apalagi Johnson Johnson –perusahaan Amerika ini– punya juga fasilitas untuk memproduksinya di Belgia –ibu kotanya Uni Eropa. Siapa tahu dengan m e n u n g g a n g Jo h n s o n & Johnson Eropa bisa mengejar Inggris –agar tidak perlu jadi malu. (*)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

KOTA SURABAYA FOTO: MEMORANDUM/FDN

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 3

Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta ketika divaksin di Makodam V/Brawijaya.

Surabaya, Memorandum Kapolda Jawa Timur Irjenpol Nico Afinta bersama Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan melakukan vaksinasi di Makodam V/Brawijaya, Minggu (31/1) pagi. Hal itu dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, dan mengajak masyarakat agar tidak takut divaksin. Usai divaksin, Sudihartawan mengatakan, dirinya tidak merasakan efek apa-apa. “Saya sudah divaksin dan tidak merasakan gejala apa-apa, saya mendukung program

FOTO: MEMORANDUM/MG1

Kapolda Jatim dan Pangkoarmada II Divaksin

Di siang hari warkop sepi pengunjung.

PPKM Jilid Dua Semakin Mencekik UMKM

 Bersambung ke halaman 4 

FOTO: MEMORANDUM/TYO

Surabaya, Memorandum Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid dua membuat para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Surabaya semakin tercekik. Sehingga, bila tidak segera ada perubahan kebijakan yang bisa meningkatkan daya beli masyarakat, mereka terancam gulung tikar.

Tiga pilar Kecamatan Semampir menggelar razia prokes di Jalan Pegirian.

Koramil Semampir Putus Penyebaran Covid-19 Surabaya, Memorandum Petugas gabungan Kecamatan Semampir menggelar razia yustisi protokol kesehatan (prokes) di Jalan Pegirian, Minggu (31/1). Hasilnya, petugas menindak enam pelanggar  Bersambung ke halaman 4 

Hal tersebut seperti dirasakan penjual kue basah dan kering di Jalan Tenggilis Mejoyo, Lestari, mengaku sudah banyak penderitaan yang dirasakan dirinya sebagai pelaku UMKM selama masa pandemi. Mulai dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga PPKM jilid kedua ini, di mana perputaran ekonomi usahanya ikut terhenti. “Apalagi sampai sekarang banyak pekerja kantor dan lembaga pendidikan yang bekerja di

rumah. Pelanggan terus berkurang sampai tidak bisa balik modal,” kata Lestari, Minggu (31/1). Selama pandemi ini, Lestari memutuskan untuk tetap berjualan kue dengan mengandalkan pelanggan di sekitar tempatnya dan pelanggan lamanya. Ia mengurangi penjualan kue agar tidak menderita kerugian yang terlalu besar karena tidak laku sehingga basi. “Saya juga sekarang menerima pesanan, tetapi tetap jarang

Gancar Candra Premananto

karena tidak boleh ada acara kerumunan. Mau berjualan apa lagi. Anak saya sampai jadi driver ojek online untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.

Tak hanya itu, PPKM juga dirasakan dampaknya oleh pemilik warung kopi. Ega, pengelola salah satu warkop di Jalan Dr Ir H Soekarno, Kecamatan Gunung Anyar, mengaku bahwa sejak diberlakukannya PPKM, jumlah pengunjung turun drastis. Mengakibatkan omzet yang diterima mengalami penurunan hingga 60 persen dibanding sebelumnya. Ia menyebutkan, sebelum diberlakukannya PPKM, dalam sehari usahanya bisa meraup omzet sekitar Rp 3 juta. Namun sekarang pendapatan yang diterima tidak sampai menyentuh angka Rp 1,5 juta. “PPKM sangat berdampak sekali, terutama pada penurunan omzet. Dari mulai dilaksanakan selalu sepi, turunnya sampai hampir 60 persen,” terang Ega.

Dalam penerapan PPKM tahap satu dan dua, Pemerintah Kota Surabaya juga memberlakukan batasan jam malam bagi pedagang dan warung kopi, yakni mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Ega bersama beberapa rekannya mengaku pasrah menanggung kondisi saat ini. Pelayanan terbaik dan penerapan protokol kesehatan 3 M bagi pengunjung juga dikatakannya sia-sia, lantaran operasional warkop dibatasi sampai pukul 22.00. “Kalau sudah masuk jam malam, habis Isya saja sudah mulai sepi. Pengunjung taku terjaring operasi prokes,” tandasnya. Menanggapi hal itu, Ketua Departemen Manajemen Fakultas  Bersambung ke halaman 4 

Harlah Ke-95 Nahdlatul Ulama

DPRD Jatim: NU Pemersatu Bangsa

Berdirinya NU tidak semata-mata hanya menegakkan syiar Islam, dan akidah aswaja, tetapi juga menanamkan spirit nasionalisme (termasuk kemandirian ekonomi) sebagai bekal berharga untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme. Fondasi gerakan para ulama pesantren masih terus relevan mengingat Bangsa Indonesia yang kerap dihadapkan pada persoalan agama, sosial-kemasyarakatan, dan problem kebangsaan. NU mempunyai arti “Kebangkitan Ulama”. NU lahir pada 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926 di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari. Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mar-

zuki Mustamar, menyampaikan bahwa NU selalu mengawal kepentingan umat. NU selain melembagakan wawasan Ahlussunnah wal Jamaah, juga ikut mendorong dan menata perokonomian umat. “Kita memperingati harlah Nahdlatul Ulama tanggal 16 Rojab,” kata KH Marzuki Mustamar dalam pesan singkat melalui WhatsApp (WA). Selain itu, NU sebagaimana organisasi-organisasi pribumi lain baik yang bersifat sosial, budaya, atau keagamaan yang lahir di masa penjajah, pada dasarnya merupakan perlawanan terhadap penjajah. Hal ini didasarkan, berdirinya NU dipengaruhi kondisi politik dalam dan luar negeri, sekaligus merupakan

Garda Terdepan Memperebutkan Kemerdekaan PERANAN Nahdlatul Ulama terhadap Bangsa Indonesia sangat luar biasa. Bahkan, perjuangan kemerdekaan tidak luput dari peran warga Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah menyampaikan, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dan selalu menjadi garda terdepan memperebutkan kemerdekaan. “Nahdlatul Ulama melakukan resolusi jihat sebagai bentuk perlawanan mengusir penjajah,” tegas Anik Maslachah. Sekretaris DPW PKB Jatim ini menambahkan, Nahdlatul Ulama selalu menjaga kerukunan antar umat beragama, “Nahdlatul Ulama juga ikut menjaga Islam di bumi Nusantara sebagai Rokhmatal Lilallamin,” kata Anik Maslachah. (day/*/tyo)

Anik Maslachah

Kusnadi

kebangkitan kesadaran politik yang ditampakkan dalam wujud gerakan organisasi dalam menjawab kepentingan nasional dan dunia Islam umumnya. Ketua DPRD Jatim Kusnadi menjelaskan, di usia Nahdlatul Ulama yang ke-95 tahun, menjadi momen penting. Serta di usia yang tidak mudah lagi, NU menjadi salah satu tonggak ikut menjaga NKRI. “Kami percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan menjadi pemersatu rakyat,” kata Kusnadi. Sebagai elemen bangsa, Kusnadi menyampaikan bila segenap jajaran anggota DPRD Jawa Timur mengucapkan selamat hari ulang tahun (harlah) Nahdlatul Ulama. “Atas nama segenap anggota DPRD Jawa Timur, saya mengucapkan harlah Nahdlatul Ulama ke-95 tahun, “ lanjut Kusnadi. Pada kesempatan itu, Kusnadi menyampaikan, sejarah mulai berdirinya Nahdlatul Ulama hingga kemerdekaan, dan peranan ulama dalam mengisi ke-

merdekaan, santri, dan keluarga besar Nahdliyin sangat luar biasa. Ketua DPD PDI Perjuangan ini menegaskan, mulai kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari, hingga KH Hasbullah, bahwa Nahdlatul Ulama menjadi garda terdepan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan mempertahankan NKRI.

Semoga Nahdlatul Ulama Tetap Tangguh ANWAR SADAD, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra menyampaikan, selamat atas harlah ke- 95 Nahdlatul Ulama. Ketua DPD Partai Gerindra Jatim yang juga santri ini menyatakan, semoga di usia 95 tahun, Nahdlatul Ulama tetap teguh memperjuangkan nilai-nilai ahlusunah waljamaah. Anwar Sadad yang hidup dikalangan kaum santri ini, sangat memahami pendahulu Nahdlatul Ulama. Karena itu, dirinya berharap perjuangan Nahdlatul Ulama terus diperkuat oleh pondasi kenegaraan yang kokoh. “Peran Nahdlatul Ulama sangat besar bagi Bangsa Indonesia. Karena itu, Nah-

Anwar Sadad

dlatul Ulama akan menjadi garda terdepan NKRI,” tandas Anwar Sadad. (day/*/tyo)

“Nahdlatul Ulama ikut memperjuangkan berdirinya Bangsa Indonesia, hingga berdirinya NKRI,” tegas Kusnadi. Petinggi DPRD Jawa Timur ini, juga berharap Nahdlatul Ulama tetap menjadi pemersatu bangsa.”Kami berharap dan meyakini, bahwa Nahdlatul Ulama tetap menjadi pemersatu bangsa,” tandas Kusnadi. (day/*/tyo)

Memberi Kesan Luar Biasa Bagi NKRI WAKIL Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat, Achmad Iskandar menjelaskan, bahwa Nahdlatul Ulama ikut memberikan kesan, pesan dalam menciptakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Perjuangan para ulama, santri, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama sangat luar biasa terhadap NKRI. Karena Nahdlatul Ulama, Republik Indonesia mampu mengusir penjajah, dan mengisi kemerdekaan. Selamat harlah ke-95 Nahdlatul Ulama,” tegas Achmad Iskandar. (day/*/tyo)

Achmad Iskandar

FOTO: MEMORANDUM/ADV/DAY

MENGAWALI tahun merupakan momen istimewa bagi Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU). Karena di awal tahun, tepatnya pada 31 Januari 1926 atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H, NU dideklarasikan oleh para ulama pesantren. Sedangka pada 2021 ini, NU mencapai usia ke-95 tahun versi masehi.


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

KOTA SURABAYA

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 4

Vaksinasi Covid-19 Nakes Jadi Percontohan Daerah Surabaya, Memorandum Vaksin serentak tenaga kesehatan (nakes) yang digelar di Surabaya untuk menyelesaikan target 100 persen pada Januari ini diapresiasi Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, Minggu (31/1). Sehingga sistem yang digunakan tersebut akan digunakan percontohan daerah lain. Sistem yang dimaksud yakni modifikasi untuk pendaftaran atau registrasi yang dibuat program secara manual namun terdigitalisasi. Dengan mengadopsi sistem tersebut daerah lain bisa menargetkan pada minggu ketiga vaksin Covid-19 untuk nakes bisa selesai. “Ini baru kami temukan di Surabaya. Itu sangat memudahkan, mungkin ada nakes yang sebelumnya teregistrasi awal. Dengan sistem yang diselanggarakan di Surabaya, kelihatannya memudahkan diubah secara digital dan akan masuk secara tersistem ke peralatan kita yang ada di sana (pusat, red),” ujar Dante usai meninjau proses vaksinasi nakes di Graha YKP ini. Tambah Dante, program seperti ini akan dijadikan contoh untuk daerah lain. “Mudah-mudahan daerah lain akan mencontoh apa yang dilakukan di Surabaya ini, dengan target yang dicanangkan hari ini 100 persen,” ujarnya. Lanjut Dante, bahwa untuk hari ini, ada 4.250 orang yang akan vaksin ternyata bisa dilakukan dalam waktu sehari. “Dan daerah-daerah lain mencontoh kegiatan ini berikut sistem yang diadopsi dan kita semua belajar yang dilakukan di Surabaya,” pungkas Dante. Sementara itu, Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, ada sistem di Surabaya yang akan diadopsi dengan daerah lain. “Probemnya adalah pendaftaran awal atau registrasi yang menjadi masalah, kerena banyak yang belum terdaftar. Proses pendaftaran kita mempunyai sistem sendiri dan manualnya, kita bisa memasukkan sistem dan langsung terkoneksi dengan sitem dari pusat,” jelasnya. Tambah WS, sapaan Whisnu Sakti Buana, dengan kerja keras dan ini menunjukkan bahwa Surabaya siap melakukan vaksin nasioanal. “Ini sudah kita bangun kerja keras dan mendapat apresiasi wamenkes, dan bisa menjadi percontohan nasional yang ada di Surabaya,” tegas WS. Tidak hanya itu, untuk melakukan percepatan vaksin setelah nakes dan tenaga publik, maka saat vaksin diberikan kepada masyarakat, pihaknya akan menambah pelayanan kesehatan. “Akan kita tambah lagi 159 pelayanan kesehatan. Saat ini yang sudah siap ada 111 pelayanan kesehatan, maka totalnya ada 270 pelayanan kesehatan,” jelasnya.(fer/tyo)

Kapolda Jatim...

Sambungan dari halaman 3

pemerintah dalam rangka vaksinasi Covid-19,” kata dia. Begitu juga Nico Afinta mengatakan, vaksinasi ini sebagai bukti bahwa vaksin tidak berbahaya. Selain itu, guna mendukung program pemerintah terkait vaksinasi, serta mengajak masyarakat agar tidak takut untuk melakukan vaksin. “Saya bersama Pangkoarmada II sudah melaksanakan vaksin. Kami juga bersama pangdam mendukung program pemerintah yang dilaksanakan ini. Ayo warga Jawa Timur jangan takut untuk melakukan vaksin,” kata Nico. Sehingga diharapkan Nico, bila langkah ini dapat diikuti oleh seluruh anggota TNI-Polri, dan masyarakat luas khususnya Jawa Timur. Tujuannya agar semua dapat terbebas dari ancaman wabah Covid-19.(fdn/tyo)

“Tidak dihancurkan semuanya, hanya sebagian atasnya saja, karena di dalamnya terdapat pipa milik PDAM,” ujar Kusnadi, koordinator Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Rayon Jambangan, Minggu (31/1). Lebih lanjut Kusnadi menjelaskan, bila upaya yang dilakukan dengan perampingan beton ini ke depan masih dirasa masih mengganggu, maka akan dilakukan upaya lanjutan. “Ya nanti kita lihat apa masih kurang, bawahnya nanti bisa diterowongkan atau pipa PDAM itu dipotong lalu dipindah ke atas, sementara ini air biar mengalir dulu,” katanya. Dalam pengerjaan tersebut, DPUBMP mengerahkan 6 orang petugas dan membawa peralatan mesin bor serta genset. “Sejak pagi tadi hingga siang ini tidak

ada kendala, peralatan juga memadai,” tambah Kusnadi. Sementara itu, warga sekitar melihat upaya yang dilakukan DPUBMP terbilang terlambat. Sebab beton cor sudah lebih dari 20 tahun menghalau lajur drainase. “Kenapa tidak dari dulu, itu kan sudah lama, padahal sebelumnya pipa ada di atas tapi kemudian dipindah ke bawah,” terang Edi, warga yang sehari-hari berdagang burung di Medokan Tengah. Namun upaya tersebut pantas diapresiasi meski hal tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan Medokan. “Ya tapi bagus, air jadi bisa mengalir lebih kencang ke tambak hingga menuju ke laut, namun banjir sering terjadi di sini karena saluran air masih kurang,” ucapnya. (mg3/tyo)

FOTO: MEMORANDUM/MG3

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono didampingi Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana meninjau vaksin serentak tenaga kesehatan di Graha YKP.

Surabaya, Memorandum Karena mengganggu arus sungai di Jalan Medokan Tengah, beton cor yang digunakan melindungi pipa besar milik PDAM pangkas.

Petugas Dinas PU Rayon Jambangan merontokkan beton pelindung pipa PDAM.

Polisi Labeli Kendaraan Luar Kota Pengangkut Sembako Surabaya, Memorandum Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk pelabelan sopir dan kendaraan pengangkut sembako dari luar kota. “Pelabelan ini dilakukan pada sopir dan kendaraan angkutan barang kebutuhan pokok yang masuk Surabaya,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra, Minggu (31/1). Lebih lanjut dijelaskan Teddy bila kebanyakan kendaraan ang-

kutan yang diberi label petugas ini, bermuara di dua pasar, yakni Pasar Mangga Dua dan Keputran. “Ini untuk kontrol saja, mereka yang diberi label adalah yang sering mengantar bahan kebutuhan pokok ke Surabaya, “ jelas Teddy. Pelabelan ini, masih kata Teddy, terkait tiga aspek penekanan persebaran Covid-19, yaitu terkait mobilitas, aktivitas, dan lokasi. Dengan memberikan label, sebagai fungsi kontrol, pihaknya mengetahui kendaraan mana saja yang sering keluar masuk Surabaya. Teddy mengungkapkan, ada

FOTO: MEMORANDUM/RIO

FOTO: MEMORANDUM/FER

Hambat Aliran Sungai, Beton Pelindung Pipa PDAM Dipangkas

Petugas menempeli label di pikap.

PPKM Jilid Dua Semakin Mencekik... Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Gancar Candra Premananto mengatakan, jika pemberlakuan PPKM saat ini sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha. Sebab, mereka masih bisa produktif dari rumah. Menurut Gancar, kondisi saat ini tentunya berbeda dengan saat dimasa awal pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia. Segala aktivitas masyarakat dibatasi. Mulai akses jalan, perkantoran, industri, hingga lembaga pendidikan. “Bagi pengusaha, harus tetap berusaha mencari peluang walaupun di celah yang sempit. Kemampuan dan sensivitas mendapatkan

peluang penting bagi wirausaha baik besar ataupun kecil, karena semuanya terdampak wabah pandemi. Pendekatan spiritual kepada Tuhan juga tetap harus ditingkatkan di masa krisis ini,” tegasnya. Menurutnya, pembatasan jam malam hanyalah salah satu upaya untuk mengurangi aktivitas berkumpul masyarakat. Karena berdasarkan perilaku masyarakat setempat, yang umumnya semakin malam semakin banyak yang berkumpul, terutama di warung kopi. Disisi lain, seringkali masyarakat bersikap apatis terhadap risiko terdampak. Untuk itu, pemahaman terhadap perilaku masyarakat

Sambungan dari halaman 3 setempat menjadi sangat penting. Kebijakan pada dasarnya hanyalah upaya mengubah kebiasaan, yang ketika kebiasaan berubah, akan menjadi pembiasaan yang baru. “Pemilik warkop dan usaha UMKM bisa jadi harus menyesuaikan diri juga dengan regulasi yang ada, jam buka yang dibuat lebih awal, kiriman kopi dan makanan ke rumah konsumen warga sekitar, adalah salah satu bentuk penyesuaian yang dapat dilakukan,” papar Gancar. Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah tentunya tidak ingin perekonomian masyarakatnya terganggu, namun juga tidak ingin masyarakatnya terdampak, yang

mengakibatkan pengeluaran untuk proses dan penyediaan fasilitas perawatan dan pengobatan, juga sangat tinggi. Maka butuh kesadaran semua pihak akan perannya masing-masing. “Harus terbangun kepercayaan antara kedua belah pihak, pemerintah dan masyarakat. Masyarakat menyadari tugas dan tanggung jawab pemerintah, pemerintah memahami masyarakat yang butuh mata pencaharian,” ungkap Gancar. Gancar mendorong pemkot agar kampung tangguh melibatkan masyarakat di tingkat RT, sebagai tanggung jawab menghindari klaster baru di level masyarakat. Selain itu, pemkot dapat mem-

Koramil Semampir Putus Penyebaran Covid-19. prokes karena tidak memakai masker. Dalam razia tersebut diikuti Danramil 0830/02 Semampir Mayor Inf Sumarsono, Wakapolsek Semampir AKP Sentot, Pawas Polsek Semampir

Ipda Munir, Koramil 0830/02 Semampir empat personel, Polres Pelabuhan Tanjung Perak delapan personel, Polsek Semampir delapan personel, Lurah Ampel M Imzak, Kasi Bangtib Kelurahan Ampel Ru-

kayah, Kasi Bangtib Kelurahan Sidotopo Ilham, Kasatgas Linmas Irfan, serta Satpol PP Kecamatan Semampir tujuh personel. “Sasaran kami yakni pengguna jalan baik itu pejalan

142 angkutan barang dan sopir yang sudah diberi label. Yakni name tag untuk sopir dan stiker di mobil. Sedangkan di Pasar Mangga Dua sebanyak 23 kendaraan angkutan. “Kami terus lakukan kontrol apabila ada kendaraan yang belum dilabeli. Diimbau mereka selalu menerapkan protokol kesehatan (proses) selama mengirim kebutuhan pokok ke pasar,” tandas Teddy. Berdasarkan data, kendaraan angkutan dari luar kota yang sering mengirim ke kedua pasar besar tersebut berasal dari Pasuruan, Sidoarjo, dan Malang. (rio/tyo)

berikan izin dengan keketatan dan menyediakan surat pernyataan untuk menjadi pengusaha tangguh yang siap menjaga dan mengingatkan protokol kesehatan ke usaha dan konsumennya. Tak hanya itu, demi berkembangnya perekonomian masyarakat, pemkot dapat memberikan konsultasi dan dukungan pelatihan dan tips bagaimana menjadi pengusaha tangguh di masa pandemi. “Agar masyarakat dan pelaku UMKM termotivasi, bisa memberi penghargaan kepada pengusaha atau wirausaha tangguh serta memberikan solusi dan bantuan perdagangan online melalui BUMDES,” pungkas Gancar. (mg1/tyo)

Sambungan dari halaman 3 kaki, pengendara roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang tidak memakai masker,” ujar Sumarsono. Dari hasil yustisi tersebut, petugas menindak masyarakat yang melanggar pro-

kes karena tidak memakai masker. “Enam orang yang melanggar prokes dilakukan tilang KTP, dan disanksi denda Rp 150 ribu per orang,” lanjut Sumarsono. Sumarsono menambah-

kan, kegiatan yustisi operasi penertiban masker ini rutin digelar setiap hari yang dilakukan di wilayah Kecamatan Semampir sebagai bagian upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat lebih disiplin dalam penerapan prokes. Dengan begitu diharapkan mata rantai penyebaran Covid-19 dapat kita cegah,” pungkas Sumarsono. (tyo/fer)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MADURA

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 5

BIRO MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: RAY Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Cuaca Hambat Evakuasi FOTO: MEMORANDUM/RAS

KLM Sumber Baru Ditemukan Kandas di Pulau Manok

Mobil rantis baracuda Polda Jatim mengawal pemindahan vaksin Covid-19 ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Bangkalan.

KLM Sumber Baru yang dinakhodai Adi, bersama 4 anak buah kapal (ABK), berangkat dari Pelabuhan Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan sejak 27 Januari 2021 dan dikabarkan hilang Jumat (29/1) malam. “Informasi terakhir pukul 16.00 WIB, kapal itu ada di sebelah utara Pulau Manok arah Kecamatan Raas,” terang Kasat Polair Polres Sumenep, Iptu Agung Widodo kemarin. Lokasi kapal, kata dia, sekitar 4 mil dari Pulau Manok. Jika ditempuh dari Pelabuhan Kalianget menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu 3

3.840 Vaksin Sinovac Tahap II untuk Bangkalan Siap Digunakan Bangkalan, Memorandum Sebanyak 3.840 vaksin Sinovac sudah diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Sabtu (30/1). Kedatangan vaksin tahap kedua ini dikawal ketat mobil rantis baracuda Polda Jatim hingga sampai ke gudang penyimpanan farmasi dinkes di Jalan Pemuda Kaffa, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh sekitar pukul 13.00. ”Alhamdullilah, semuanya berjalan lancar. Proses pemindahan vaksin ke gudang farmasi hanya butuh waktu tak lebih dari 30 menit,” kata Kepala Dinkes Bangkalan H Sudiyo kemarin. Total, Kabupaten Bangkalan sudah menerima 6.320 vaksin buatan China tersebut. Seusai rencana semula, vaksinasi diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan. Jubir Satgas Covid-19 Pemkab Bangkalan Agus Sugiyanto Zein menambahkan, minimal dibutuhkan 3.800 vansin sinovac untuk menuntaskan vaksinasi tahap kedua. “Syukurlah, setelah bantuan tahap kedua tiba, kini 6.320 vaksin sudah di tangan. Jadi lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh nakes dan forkopimda,” sebutnya. Kelebihannya nanti, digunakan untuk masyarakat. Ia berharap, program vaksinasi massal yang masih diikuti kabar hoaks tidak gampang dipercaya warga. Vaksi ini, tegasnya, aman dan halal. Hal ini dibenarkan Sudiyo. Buktinya, mulai dari Presiden RI Joko Widodo hingga Bupati R Absdul Latif Amin Imron sudah menjalani vaksinasi. “Mereka tetap sehat, fit, dan tidak merasakan danpak negatif apapun setelah divaksinasi. Sekali lagi, vaksin Sinovac aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan,” pungkasnya. (ras/epe)

jam perjalanan laut. “Itupun kalau cuaca normal. Saat ini tidak memungkinkan karena kendala cuaca,” katanya. Untuk melakukan evakuasi KLM Sumber Baru yang berukuran 57 gross tonnage (GT) membutuhkan kapal besar. “Kapal itu bermuatan sembako,” terangnya tanpa menyebutkan berat dan jenis barang bawaan lainnya. Sementara, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Supriyanto, memprediksi kapal tersebut mengalami kerusakan mesin. “Nahkoda dan ABK selamat. Hanya saja kapalnya tidak bisa

FOTO: MEMORANDUM/ILUSTRASI

Sumenep, Memorandum Setelah sempat dikabarkan hilang, Kapal Layar Motor (KLM) Sumber Baru tujuan Kalimantan Tengah (Kalteng) ditemukan kandas, Sabtu (30/1) di perairan Pulau Manok (Bulumanok), Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep.

ilustrasi kapal kandas.

bergerak,” terangnya. Saat ini pihaknya masih berkordinasi dengan nelayan untuk membantu menarik KLM tersebut ke Kalianget. Namun, mengingat kondisi cuaca saat

FOTO: MEMORANDUM/SJK

Sumenep, Memorandum Untuk menekan angka kasus Covid 19 sekaligus mencegah penyebarannya, Kodim 0827 Kabupaten Sumenep melaksanakan pendisiplinan tempat keramaian dan pembagian masker dalam operasi yustisi. Ke g i a t a n i t u d i a w a l i d e n g a n apel pasukan dalam rangka operasi pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0827 Letkol Inf Nur Cholisi di Makodim, Minggu (31/1). Apel juga diikuti Polres Sumenep, BP BD, Dina s Ke s e ha ta n, Sa tp o l PP, Satgas Covid-19, dan Dishub Sumenep. "Penyebaran vir us corona sampai saat ini masih tinggi apalagi di Kabupaten Sumenep. Karena itu, mulai hari ini operasi yustisi harus ditingkatkan dan kalau perlu tiga kali hari agar masyarakat sadar pentingnya disiplin mematuhi protokol kesehatan," kata dandim dalam sambutannya. Setelah apel pagi, Letkol Inf Nur Cholis turun ke lapangan untuk operasi masker dan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan yang ketahuan tidak menggunakan masker. Beberapa lokasi fasilitas umum jadi sasaran. Di antaranya Taman Adipura (Taman Bunga) dan Pasar Anom di Desa Kolor, Kecamatan Kota.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Kodim 0827 Sumenep Bagi-bagi Masker

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nur Cholis membagikan masker kepada warga yang terjaring operasi yustisi.

D i p a s a r, d a n d i m b a h k a n blusukan hingga ke dalam sembari mengeluarkan imbauan prokes

kepada tukang becak, pedagang, d a n p e n g u n j u n g p a s a r. " I n i tugas kita bersama. Bukan hanya

satgas Covid-19, tapi juga seluruh elemendalam penecegahan penularan Covid-19 ini," tutupnya. (uri/epe)

Dandim Pamekasan Pimpin Yustisi di Monumen Arek Lancor

Rapat persiapan menyambut peringatan HPN 2021 di Kabupaten Pamekasan.

FOTO: MEMORANDUM/SJK

PWI, PIJP, dan Protokol Pemkab Koordinasi Sambut HPN 2021

Letkol Inf Tejo Baskoro memasangkan masker kepada seorang balita yang dibonceng orangtuanya.

Pamekasan, Memorandum Kodim 0826 Pamekasan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Monumen Arek Lancor, Minggu (31/1) pagi. Apel ini mer upakan apel gabungan dengan jajaran Forkopimda Pamekasan. Dandim Letkol Inf Tejo Baskoro dalam sambutannya, mengingatkan terkait kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai satu juta lebih kasus. “Sementara di Pamekasan kasus terpapar Covid-19 juga cukup tinggi, sehingga perlu penanganan ekstra agar mengurangi

t e r p a p a r n y a C o v i d - 1 9 ,” katanya. Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk bersinergi agar percepatan p e n a n g a n a n Cov i d - 1 9 d i Kabupaten Pamekasan lebih maksimal. Upaya pemerintah b e r s a m a s e l u r u h j a j a ra n merupakan ikhtiar dalam rangka mengurangi dampak penyebaran Covid-19. Setelah apel, Kodim 0826 melakukan pembagian 1.000 masker di beberapa titik. Seper ti di Pasar 17 Agustus dan Pasar Kolpajung Pamekasan serta di wilayah Monumen Arek Lancor. (*/sjk/epe)

Marak Tudingan Ilegal, Satpol PP Menunggu Instruksi Tutup Tambak Udang Bangkalan, Memorandum Aparat penegak peraturan daerah (perda) Satpol PP Pemer intah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, menunggu perintah menutup tambak udang yang beroperasi tanpa izin. “Kami menunggu perintah dari pihak yang terkait,” tegas Kasi Operasional Satpol PP Bangkalan, Nakib, Minggu (31/1). Data Dinas Per ikanan Kabupaten Bangkalan, usaha tambak udang mencapai 96 lokasi. Namun yang berizin hanya yang ada di

FOTO: MEMORANDUM/ILUSTRASI

Pamekasan, Memorandum Tiga elemen, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) dan Prtokol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, menggelar rapat koordinasi untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Sumenep Water Park, Minggu (31/1). Koordinasi ini dilakukan karena menurut Ketua PWI Pamekasan Abd Azis, maju atau tidaknya dan bergema atau tidaknya suatu daerah, tidak terlepas dari karya nyata yang dilakukan insan pers. Termasuk di Kabupaten Pamekasan. “Kalau bukan karena ada pemberitaan yang diolah selanjutnya diterbitkan wartawan, melalui medianya masing-masing, mana mungkin kerja keras atau gagasan pemerintah daerah bersama jajaran selama ini diketahui berbagai pihak dan masyarakat," katanya. Ia bahkan menilai suatu kewajaran jika pemerintah daerah hrus menjalin kemitraan dengan wartawan. Jika ada pejabat yang tidak peduli, malah cuek dengan keberadaan wartawan, ia bahkan mempersilakan untuk menindaklanjuti. Sebab, menurut Aziz, wartawan bukanlah institusi penyebarluasan informasi yang harus dicueki. Apalagi dihindari. Hal ini diakui Ummi, perwakilan dinas kominfo. "Selama ini kemitraan antara jajaran pemerintah daerah dengan wartawan sangat terbatas. Kehumasan protokoler di instansi pemerintah harus menjadikan wartawan sebagai mitra kerja," terangnya. "Kalaulah bukan karena adanya jurnalis yang meliput di instansi pemerintah, mana mungkin setiap kegiatan di Pamekasan dapat diketahui masyarakat," tambah Ketua PIJP Sujak Lukman. (sjk/epe)

ini masih kurang bersahabat, sehingga masih terkendala. “Barusan saya hubungi nahkodanya, ABK masih utuh dan tidak ada masalah. Cuma tidak bisa bergerak, “ terangnya. (*/uri/epe)

Ilustrasi sidak tambak udang ilegal.

24 lokasi. Selebihnya ilegal. Izin usaha tambak udang merupakan kewenangan Dinas Penanaman Modal Pe l a y a n a n Te r p a d u Sa t u Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Perikanan Bangkalan. “Jika ada surat perintah dari kedua instansi itu, kami akan membentuk tim dan bergerak ke lapangan,” katanya. Tanpa ada perintah, pihaknya tidak bisa berbuat banyak soal tambak udang ilegal tersebut. “Jika ditanya surat tugasnya tidak ada, m a k a k a m i y a n g k e l i r u ,” ujarnya.(*/ras/epe)


HALAMAN 17 memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

POLISI KITA

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 6-7

Polres Ungkap Kasus Viral Pelanggar Lalin Terobos Genangan Air Probolinggo, Memorandum Intensitas hujan yang tinggi dan kondisi saluran air yang terganggu membuat warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, dibuat pusing dengan jalanan sekitar rumah mereka yang tergenang air. Kegeraman mereka semakin bertambah dengan adanya pengendara yang nekat melintas dengan kecepatan yang tak memperhatikan kondisi sekitar. Dalam tayangan video viral yang di-upload oleh beberapa akun populer, seperti Ndorobeii dan Fakta.Indo dengan caption “Pengendara mobil ini diduga sengaja melewati genangan air dengan kencang, hingga air menyembur ke toko dan warung di tepi jalan.

Lokasi kejadian di Jalan Cokroaminoto, Pertigaan Loji, Probolinggo”. Sebuah mobil mobil Ayla warna Silver No.Pol N-1502-RM dengan kecepatan cukup tinggi. Pengendara dan penumpang diduga masih berstatus pelajar. Mereka adalah NF (16), RK (17), RS (16), FS (15), DV (18) dan BT (15). “Mereka berenam statusnya masih pelajar. Posisi NF memegang kemudi untuk membeli pakan burung

di Pasar Mangunharjo Kota Probolinggo, dalam kondisi hujan. Yang merekam video tersebut adalah RS,” ungkap Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Raden Muhammad Jauhari, melalui Kasatlantas AKP Tavip Haryanto, di Mapolres Probolinggo Kota. Ungkap kasus viral tersebut, kata Tavip Haryanto, berupa pelanggaran Lalu Lintas dengan kecepatan tinggi dan sengaja melewati genangan air dan mengenai masyarakat di sepanjang Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo. “Tidak sampai 24 jam, Polres Probolinggo Kota berhasil mengungkap identitas pengendara. Fakta yang

terjadi mereka tidak memiliki SIM A. Tujuan menyipratkan genangan air hingga mengenai pengguna jalan dengan menggunakan mobil untuk kesenangan pribadi,” tandas Kasatlantas. Tak hanya itu, lanjut Kasatlantas, mereka juga membuat video yang dimasukkan di grup oleh RS dan 5 orang temannya. Selanjutnya mereka mengupload video tersebut di story WA. “Setelah mengupload video tersebut, mereka menyadari bahwa perbuatannya salah setelah diingatkan oleh teman-temannya yang lain namun video sudah terlanjur viral,” pungkas Tavip Haryanto. (mhd/mik)

Pengedar Sabu Sapeken Diringkus, Satu Orang Buron Sumenep, Memorandum Nur Fahmi (18), warga Dusun Bondat, Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep, diamankan anggota Polsek Sapeken lantaran mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu (SS), Jumat (29/1) sekitar pukul 05.00. Dalam penangkapan itu aparat kepolisian berhasil menyita sebanyak 26 plastik klip kecil masing-masing berisi narkoba dengan berat bervariasi dengan total keseluruhan seberat ± 9,27 gram. “Ini bagian komitmen kami untuk terus memerangi peredaran narkoba tidak hanya di kepulauan juga daratan. Sekaligus bahwa kami tidak main-main dalam memerangi peredaran narkotika,” Kata Kapolres Sumenep AKBP Darman, Minggu (31/1). Lanjutnya, ungkap kasus terse-

AKBP Didik Hariyanto

benaran video tersebut. “Terkait adanya buaya memangsa manusia di Sungai Desa Kramat itu sama

sekali tidak benar alias hoax,” tegas Didik, sapaan Kapolres yang dikutip melalui unggahan videonya, Minggu (31/1) siang. Dijelaskan, Kepala Disbudpar H Hasan Faisoljuga melalui unggahan video mempromosikan bahwa sepanjang aliran Sungai Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, diproyeksikan bakal dipermak menjadi salah satu destinasi obyek wisata ala Sungai Amazon. Ekosistem Sungai Kramat yang bermuara di pesisir laut Selat Madura memang memiliki back-ground keelokan alam yang spesifik. Di kanan-kiri sepanjang alur sungai dihiasi oleh ratusan hektar hutan magrove.Setting alamnya memang agak mirip dengan popularitas miniatur Sungai Amazon yang medunia. Itu sebabnya, Didik menegaskan

bahwa unggahan video hoax yang mengapload adanya seekor buaya tengah memangsa manusia, bahkan salah satu kakinya tengah mencuat di moncong mulut buaya, jelas akan membuat para pengunjung muara Sungai Kramat jadi resah dan panik. Terlebih, sejak tempo dulu, sepanjang aliran dan Muara Sungai Kramat, sudah tersohor sebagai wahana obyek wisata memancing bagi warga Kabupaten Bangkalan. Bahkan, tak jarang ada yang datang dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Itu sebabnya, Didik berjanji akan menelusuri dari mana asal video mengerikan itu, serta siapa oknum pengunggahnya. ”Jika vodeo itu terbukti memang punya tujuan negatif, akan kami proses lebih lanjut secara hukum,” pungkas AKBP Didik Hariyanto. (ras/mik)

Kapolres Bojonegoro Ajak Anggota Bekerja Ikhlas dan Tanggungjawab Bojonegoro, Memorandum Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro Ny Rima Pandia dan Wakapolres Bojonegoro beserta istri mengunjungi kediaman para personel yang tinggal di asrama polisi (aspol), Minggu (31/1). Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Kapolres Bojonegoro dan g Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro kepada anggotanya yang tinggal di aspol. Dalam kesempatan itu, AKBP EG Pandia menjelaskan, kehadirannya bersama Ketua Bhayangkar i Cabang Bojonegoro untuk memberikan bingkisan kepada personel yang tinggal di aspol sebagai bentuk perhatian kepada personel. Sekaligus memotivasi untuk tetap melaksanakan dinas dengan

AKBP Eva Guna Pandia memberikan bingkisan kepada anggota di asrama polisi.

baik serta penuh rasa tanggungjawab terhadap institusi. “Kami berharap seluruh personel bertugas dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggung jawab. Sedikit bingkisan ini semoga bisa menjadi pengganti lelah sekaligus

menumbuhkan semangat kita semua dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” pesan AKBP EG Pandia. Di tempat yang sama, Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, Ny. Rima Pandia juga menuturkan bahwa kegiatan

ini sebagai bentuk perhatian kepada personel. Bhayangkari meminta untuk menjaga nama baik keluarga Bhayangkari dan nama baik suami sebagai anggota Polri. “Pandai -pandailah menjaga nama baik Polri dalam bergaul dan selalu mengin-

gatkan kepada suami untuk melaksanakan tugas dengan baik. Mari dukung suami dalam melaksanakan tugastugas tersebut, walau harus sedikit merelakan waktu dengan keluarga. Jangan dilihat dari bentuk atau banyaknya, tapi lihatlah dari sisi wujud perhatian kami, semoga bermanfaat,” sambung Ny Rima Pandia. Kapolres Bojonegoro juga mengimbau kepada personel yang tinggal di Aspol untuk tetap mematuhi protokol kesehatan senantiasa menjaga kebersihan dan bersama-sama ikut berpartisipasi melawan wabah Virus Corona (Covid-19), sayangi keluarga. “Tak lupa kami mengingatkan kepada personel yang tinggal di Aspol agar tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap menjaga kebersihan diri, cuci tangan, jaga jarak dan jangan lupa menggunakan masker,” pungkasnya. (top/har/mik)

Kapolres Malang dan Forkopimda Malang Raya Apel PPKM

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar membagikan masker usai apel PPKM.

Malang, Memorandum Un t u k m e n g e n d a l i k a n p e n ye b a ra n Cov i d - 1 9 d i wilayah Malang Raya, Kandri polres Malang AKBP Hendri Umar bersama Forkopim-da Malang Raya melaku-n kan apel gelar pasukan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di lapangan Rampal Kota Malang, Minggu (31/1). Kegiatan ini dihadiri Walikota Malang Drs H Sutiaji, Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Dandim 0818 Malang – Batu Letkol Inf Yusuf Dody Sandra, Dandim 0833 Malang Kota Letkol Arm Ferdian Letkol Arm Ferdian Primadona, Danyon Zipur 5 Mayor Czi Suprobo Harjo Subroto, Sekda Kota Batu Zadiem Effisensi, PJU Polres Malang, Malang Kota dan Batu. Adapun peserta apel adalah 2 SST Yon Zipur V, 1 SST Kodim 0818 Malang – Batu, 1 SST Kodim 0833

but berawal dari informasi masyarakat yang menyebut tersangka sering melakukan transaksi barang haram di rumah milik warga Dusun Tanjung Pagar, Desa Pagerungan Kecil, Sapeken, Sumenep. Kemudian aparat melakukan penyelidikan intensif gerak-

diri. Di rumah Umar, aparat menemukan sejumlah barang bukti lain yakni, satu plastik klip kosong, satu buah kotak kecil terdapat tulisan BP Bina Parts warna putih bening dialamnya terdapat tissue warna putih. Dan, satu buah dos HP, satu buah timbangan elektrik merk harnic warna silver, satu buah potongan pipet kaca warna putih bening, satu buah sendok sabu terbuat dari sedotan plastik warna putih bening, korek gas. Guna kepentingan penyelidikan tersangka dan semua barang bukti diamankan aparat kepolisian. Dan satu orang dalam pengejaran. Untuk Nur Fahmi akan dikenakan pasal 114 ayat (2) Subs. Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (uri/epe/mik)

Kapolres Mojokerto Bareng Kapolres Kawal Pencanangan Vaksinasi di RSUD Mardiwaluyo Forkopimda Apel Penanganan Covid 19

Petugas mengamankan pelanggar lalin dengan kecepatan tinggi yang menerobos genangan air.

Kapolres Tegaskan Buaya Memangsa Kaki Manusia di Sungai Kramat Hoax Bangkalan, Memorandum Sebuah unggahan video seekor buaya sedang memangsa kaki manusia di Sungai Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan, tiba-tiba viral di medsos. Pada awal video mengerikan itu, tertera sederet kalimat yang menegaskan seakan peristiwa itu terjadi di aliran sungai Jalan Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan. Sialnya, video itu mulai viral, Sabtu (30/1), ketika sepekan sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, mulai gencar mempromosikan bahwa sepanjang aliran sungai tersebut bakal dikemas menjadi destinasi wisata ala Sungai Amazon. Menyikapi unggahan video itu, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto segera merespon. Melalui sebuah unggahan video, Pamen Polri kelahiran Bojonegoro ini membantah keras ke-

Nur Fahmi

geriknya maupun suasana sekitar rumah tersebut. Upaya aparat membuahkan hasil saatkembali mendapat informasi tersangka akan melakukan transaksi. “Setelah ciri-cirinya akurat dan tersangka akan melakukan transaksi penggerebekan disertai pengeledahan dilakukan,” imbuhnya. Saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan berusaha melarikan diri lewat pintu belakang dengan membawa kardus microphone. Namun usahanya gagal dan berhasil ditangkap. BB sebanyak 26 plastik klip kecil masing-masing berisi SS dengan total keseluruhan seberat ± 9,27 gram itu ditemukan didalam kardus microphone. Kepada aparat tersangka barang itu bukan miliknya, melainkan milik temanya Umar saat digerebek melarikan

Mala Malang Kota, 1 SST Sat Lantas Polr Polres Malang, Malang Kota dan Batu, 1 SST Sat Sabhara Polr Polres Malang, Malang Kota dan Batu, 1 SST Sat Reskrim, Sat In Intelkam dan Sat Resnarkoba P Polres Malang, Malang Kota d dan Batu serta 1 SST Satpol P PP Kab. Malang dan Malang Kota. Usai melakukan apel, Kapolres Malang membagikan masker pada masyarakat yang berada di area pasar. Pembagian masker ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. “Agar dapat mencegah penyebaran Covid-19,” terang Kapolres Malang. Masyarakat diharapkan juga mematuhi protokol kesehatan, diantaranya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas serta mencegah terjadinya kerumunan. (*/ari/mik)

Blitar, Memorandum Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan bersama dengan jajaran Forkopimda Kota Blitar turut berpartisipasi dalam melakukan vaksinasi Covid-19 sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh. Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, perkembangan Covid-19 saat ini terus mengalami penambahan kasus. Bahkan, zona di Kota Blitar juga mengalami pasang surut, sehingga dengan vaksinasi diharapkan bisa meningkatkan imun dan dijauhkan dari Covid-19. “Pasang surut COVID-19 yang terjadi di Blitar, dari zona merah, jingga dan kembali merah, bahkan di beberapa daerah sudah zona hitam. Semakin banyak yang divaksin semakin baik. Melalui kegiatan ini mudahmudahan bisa meningkatkan imun dan dijauhkan dari COVID-19,” katanya, Sabtu (29/1). Lokasi pencanangan vaksinasi COVID-19 di Kota Blitar dilakukan di RSUD Mardi

Kapolres Yudhi Hery Setiawan bersama jajaran forkopimda di acara pencanangan vaksinasi.

Waluyo Kota Blitar. Sejumlah pejabat di Kota Blitar dan jajaran Forkopimda hadir dan melakukan vaksinasi COVID-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar dr Moch Muchlis mengatakan vaksinasi ini dilakukan

untuk mengurangi penularan Covid-19. “Untuk saat ini sasaran utama adalah tenaga kesehatan dan dilakukan secara bertahap,” katanya. Kapolresta Blitar AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan,

vaksin yang diberikan untuk menaikkan imun masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sekaligus edukasi. “Ini edukasi, kami yang bertugas dalam rangka menekan Covid-19 diberikan vaksin. Jadi, Forkopimda sudah memberi-

k kan contoh dan ini untuk kebaikan bersama,” kata Kapolres Yudhi. Untuk vaksinasi di awal ini, sasarannya a adalah 10 orang dari jajaran Forkopimda. Mereka sebelumnya telah melakukan screening dan jika lolos akan diberi vaksin. Mereka yang diberi vaksin pertama adalah Sekda Kota Blitar Hermansyah Permadi, perwakilan dari IDI Kota Blitar, dari RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Kapolresta Blitar, dari perwakilan DPRD dan unsur ulama di kota ini. Namun, ada satu perwakilan dari organisasi Islam di Kota Blitar yang terpaksa tidak diberi vaksin karena gula darah tinggi. Setelah menerima vaksin, sembilan perwakilan dari Forkopimda di Kota Blitar itu diberikan kartu vaksin sebagai tanda telah menerima vaksin tahap pertama. Vaksinasi tahap kedua akan diberikan setelah 14 hari berikutnya. (pra/mik)

Mojokerto, Memorandum Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengikuti kegiatan apel gelar pasukan penanganan Covid 19 di wilayah Kabupaten Mojokerto, Minggu (31/1). Apel dilaksanakan di lapangan Cikaran, Korem 082 /CPYJ Mojokerto di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto dipimpin oleh Komandan Korem 082/CPYJ Kolonel Inf M Dariyanto. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kasrem 082/YPYJ Letkol Arm Beni Sutrisno, Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, dan sejumlah intnasi terkait baik dari Kota / Kabupaten Mojokerto. Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf M. Dariyanto mengatakan, bahwa kegiatan apel gelar pasukan operasi penegakan disiplin prokes covid 19 ini bertujuan untuk mendukung tugas tugas pemda dalam penanganan Covid 19 di wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto. Untuk itu ia meminta dukungan dari masing masing satgas baik personil maupun materiil agar terjadi sinergitas dalam pelaksanaan penanganan di lapangan. “Saya mengucapkan terima kasih atas sinergiatas dan kerja samanya kepada semua unsur unsur terkait baik dari TNI, Polri, Pemda dan unsur pendukung lainnya yg turut melak-

Kerumunan Massa Kawasan Gading Fajar Dibubarkan Sidoarjo, Memorandum Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II di Kabupaten Sidoarjo kian diperketat. Bahkan Forkopimda Sidoarjo turun bersama untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat. Seperti berlangsung pada Minggu (31/1) pagi, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, bersama Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo dan Kasatpol PP Sidoarjo membubarkan kerumunan orang di kawasan padat Pedagang Kaki Lima (PKL) Gading Fajar dan Bundaran Taman Pinang Indah, Sidoarjo. Di lokasi tersebut,

Jajaran Forkopimda Sidoarjo mengajak warga Gading Fajar bersama-sama menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Forkopimda Sidoarjo dengan tegas dan humanis

mengimbau warga yang berkerumun membubar-

kan diri. “Hal ini kami laku-

kan karena saat ini diberlakukan PPKM jilid II. Sementara kerumunan orang juga bertentangan dengan peraturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, kemarin. Sementara di lokasi, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Mohammad Iswan Nusi dan puluha luhan personel TNI, Polri d Satpol PP menyodan sialisasikan disiplin protokol kesehatan 3 M dan vaksinasi Covid-19. “Ja n g a n a d a yang berker umun, jangan lupa wajib pakai

masker, rajin cuci tangan dan hidup sehat guna mencegah penyebaran Virus Corona,” imbau Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji. Selain itu, bagi warga yang melanggar peraturan protokol kesehatan dalam rangka penegakan disiplin OperasiYustisi selama PPKM. Juga diberikan surat tipiring untuk mengikuti sidang pada waktu yang telah ditentukan. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menghimbau, agar masyarakat terus mematuhi p e ra t u ra n p e m e r i n t a h dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(jok/mik)

Polres Gresik Siap Laksanakan Program Polri Presisi Gresik, Memorandum Jajaran Polres Gresik mendukung penuh dan akan menjalankan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuju Polri yang Presisi. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Minggu (31/1). Arief mengatakan, pihaknya siap bertransformasi untuk mewujudkan slogan baru korps Bhayangkara ‘Presisi’. Kepanjangan dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan.

Berbagai program yang dicanangk diantaranya adalah melakukan kan perubahan sesuai perkembangan zaman. Terlebih dalam hal penggun naan teknologi informasi. Sehingga t tercipta iklim Polri yang lebih modern dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. “Polres Gresik siap melaksanakan transformasi menuju Polri yang PRESISI,” tegas alumnus Akpol 2001 itu, kemarin. Ke depan, dalam melaksanakan tugas kepolisian akan menggunakan

skill, knowledge beriringan dengan kemajuan teknologi 4.0. Dengan itu, ia berharap dapat menegakkan hukum sebaik-baiknya guna terwujud harkamtibmas yang kondusif. Masih menurut pria kelahiran Pati-Jawa Tengah tersebut, Polres Gresik juga akan meningkatkan intelejen keamanan. Ini dilakukan untuk membaca situasi dan kondisi keamanan di akar rumput sebagai upaya preventif. Ini menjadi upaya memastikan kondusifitas harkamtibmas. Apalagi sesuai konstitusi, menjaga harkamtibmas melalui upaya men-

omi, melindungi dan melayani gayomi, h diutamakan. Sedangkan upaya lebih egakan hukum merupakan langkah penegakan khir setelah upaya preemtif dan terakhir ventif. preventif. “Sehingga Polri ke depan akan h modern, excellent, dan lebih njadi institusi berkelas menjadi ia,” pungkas perwira dunia,” nengah dengan dua menengah ati di pundak itu. melati d/har/mik) (and/har/mik) Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.

Satreskrim Polres Kediri Ringkus Pembunuh Sopir Grab Kediri, Memorandum Belum genap sepekan, Satreskrim Polres Kediri berhasil mengungkap pembunuhan seorang sopir Grab yang jasadnya dibuang di saluran irigasi persawahan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purwoasri, Kamis (28/1) lalu. Dari hasil penyelidikan diketahui korban pembunuhan bernama M Cholis (32), asal Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Korban meninggal cukup mengenaskan. Pada tubuhnya terdapat dua luka tusukan di dada kiri dan luka memar

p pada pelipis mata sebelah kanan. Dan tersangkanya merupakan penumpang korban. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, tersangka berinisial HEF (25), warga Dusun Pulorejo, Desa/ Kecamatan Purwoasri. Identitas tersangka terungkap dari rekam pemesanan pada aplikasi milik penyedia jasa angkutan online Grab. “Kita telusuri bekerjasama dengan pihak Grab. Pemesanan terakhir atas nama siapa. Dari data tersebut satreskrim menangkap tersangka,” ungkap AKBP Lukman Cahyono, Minggu (31/1).

Sambung Lukman, tersangka diringkus di rumahnya yang di Pusuruan. Dari sana petugas juga mengamankan barang bukti sebuah mobil Daihatsu Sigra nopol W 1369 QG dan sejumlah uang tunai. “Kita berhasil menangkap tersangka yang menyebabkan korban meninggal dunia. Korban sopir Grab. Tersangka penumpangnya yang memesan. Tersangka sudah berencana untuk mengambil barang dan membunuh korban,” jelas Lukman. Pihaknya menambahkan, tersangka mengaku menghabisi nyawa korban di wilayah Kediri. Setelah mengambil

barang-barang korban, lalu membuang jenazahnya. “Tersangka menghabisi korban dengan pisau dapurr yang sudah ah. Kemudisiapkan dari rumah. isau tersedian menusukkan pisau an sebanbut ke dada korban tu tersangka yak 2 kali. Setelah itu ah korban di membuang jenazah pinggiran saluran irigasi Desa un motif Sidomulyo. Adapun pembunuhan ini adalah untuk membayar cicika,” lan rumah tersangka,” pungkasnya. e Diberitakan se-

belumnya, sesosok mayat ditemukan di saluran air Desa Sidomulyo, Kecamatan Kabupa Purwoasri, Kabupaten Kediri, (2 pada Kamis (28/1/2021) 14. Wib. Saat sekira pukul 14.00 kor ditemukan korban dalam tertelun posisi tertelungkup denm gan kondisi mengenasm kan, karena mengalami d dada dan luka tusukan di w memar di wajah. (mis/ mad/ mad/mik) AKBP Lukman Cahyono

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengikuti gelar apel pasukan di lapangan Cikaran.

sanakan seluruh rangkaian kegiatan dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19,” terangnya. Sementata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, dalam memutus penyebaran virus Covid 19, Polri bersama TNI dan Pemda setempat terus melakukan operasi Yustisi.”Yustisi mengajak masyarakat disiplin Protokol kesehatan. Karena mereka yang melanggar langsung ditindak petugas,” tegas Kapolres. Selain Yustisi, anggota Polres Mojokerto

juga secara massif melakukan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Karena dengan protokol kesehatan kita akan terhindar dengan virus Covid19. “Mari kita bersama -sama lawan virus Corona,” ajak Kapolres. Usai pelaksanaan kegiatan apel gelar pasukan dilanjutkan dengan pembagian masker kepada warga pengunjung Alun- Alun Kota Mojokerto. (war/mik)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 8

Pemuda Pucanglaban Setubuhi Gadis SMP Tulungagung, Memorandum Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung menangkap NZ (18), pemuda asal Pucanglaban karena kasus pencabulan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan keluarga korban NN (14). Berdasarkan laporan tersebut kemudian dilakukan pendalaman. Hasilnya mengarah kepada tersangka yang selama ini menjadi kekasih korban. “Saat ini tersangka sudah kita amankan untuk proses selanjutnya,” ucap Kanit PPA Polres

Tulungagung Iptu Retno, Minggu (31/1). Dijelaskan Retno, berawal pada Mei 2020, saat korban dan tersangka saling berkenalan melalui medsos. Kemudian pada Agustus 2020 keduanya saling dekat dan

jadian sebagai sepasang kekasih. Ketika hubungan itu semakin dekat, NZ merayu korban yang masih SMP itu agar mau diajak berhubungan badan dengan imbalan akan segera diperkenalkan kepada orang tua tersangka. Tak tanggung-tanggung, keduanya sudah 11 kali berhubungan badan layaknya suami istri. Pengakuan tersangka, mereka melakukan hubungan badan di rumahnya, di Pinka, di eks Pabrik Gula Kunir hingga di lokasi wisata

Lok Songo Pucanglaban. “Selama pacaran mereka berhubungan layaknya suami istri yang pertama kali pada 7 Oktober 2020 sampai dengan 27 Januari 2021,” terang Retno. Retno menyebut, kasus ini terungkap setelah paman korban curiga ketika melihat keponakannya itu berduaan dengan tersangka di eks Pabrik Gula Kunir Ngunut. Setelah itu dilaporkan kepada keluarga besar korban. Lalu keluarga korban

FO TO :

gan. mencoba mengorek keterangan. aku Dan benar saja, korban mengaku ng selama ini sudah berulang n kali berhubungan dengan tersangka. Mendengar pengakuan itu, kemudian keluarga korban melaporkannya ke polisi.“Hasil visum memang menunjukkan ada luka baru. Ini terus kita kumpulkan barang bukti guna melengkapi berkas perkaranya,” pungkasnya. (fir/mad/lis)

ME

MO

RA

ND

UM

/F I

R

Tersangka NZ

Petugas Gabungan Operasi Penegakan Prokes di Purwodadi Pasuruan, Memorandum Jajaran TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, terus melaksanakan operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran Covid 19, Minggu (31/1). Operasi bersama yang dilakukan ini untuk menekan penyebaran Covid19 dan penegakan disiplin prokes guna meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya mematuhi 3M. Danramil 0819-22/Purwodadi Kapten Arh Supriyono mengatakan, operasi gabungan bersama instansi terkait ini rutin dilaksanakan di semua wilayah Kecamatan Purwodadi. “Tak hanya di jalan utama, di warung-warung, supermarket, dan tempat-tempat publik lainnya yang menjadi pusat kerumunan juga dilakukan operasi petugas gabungan,” ucap Supriyono. Masih di tengah pandemi Covid-19, warga diminta mematuhi aturan yang berlaku sesuai anjuran pemerintah. Petuga gabungan Purwodadi terus berupaya untuk mengantisipasinya dengan melakukan operasi penegakan disiplin secara rutin. “Dilakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan, baik secara lisan (teguran) maupun tertulis. Selain itu para pelanggar prokes juga diberikan minuman probiotik secara gratis oleh petugas,” imbuh Supriyono. Petugas gabungan juga mengimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan cara 3M, yaitu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker yang benar saat beraktivitas di luar, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan. “Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M ini, mudah-mudahan kita semua aman, sehat, dan terhindar dari Covid-19,” pungkas Supriyono. (rdh/lis)

Bupati Maryoto Birowo, Dandim 0807 Letkol Inf Mulyo Junaedi, dan Kapolres AKBP Handono Subiakto.

jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. “Agar penggunaan masker ini menjadi hal yang biasa di masyarakat, dari perkotaan sampai ke pelosok, semua mematuhi protokol

kesehatan,” jelas dia. Pihaknya mengakui, sejauh ini masih ada masyarakat yang abai protokol kesehatan. Namun dengan penerapan a t u ra n y a n g s u n g g u h - s u n g g u h ,

diharapkan masyarakat bisa benar-benar memahami pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi. “Memang masih ada yang abai, tapi kita sudah berikan sosialisasi seperti kepada pemilik warung, baik melalui imbauan maupun video,” ujarnya. Sementara Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan saat ini mulai muncul tren peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang mengalami kesembuhan. Maryoto berharap tren tersebut dipertahankan. Sehingga jumlah penambahannya bisa diminimalkan, sedangkan jumlah kesembuhannya terus ditingkatkan. “ Tre n k e s e m b u h a n n y a t e r u s meningkat. Ini kita berharap terus bisa dijaga tren itu, sehingga tidak sampai sebaliknya. Harapannya kedisiplinan masyarakat juga ikut meningkat,” ucapnya. Selesai apel pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker kepada warga dan pedagang di Pasar Ngemplak Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, tiga pilar mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan kepada warga dan pedagang yang ditemui. (fir/mad/lis)

Malang Raya Sinergi Cegah Covid-19 Malang, Memorandum Mencegah penyebaran Covid-19, instansi pemerintahan se-Malang Raya bersinergi untuk melakukan penguatan penanganan virus tersebut. Ini ditandai dengan gelaran apel pasukan yang diikuti personel se-Malang Raya, di Lapangan Rampal Kota Malang, Minggu (31/1). Apel pasukan ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan PPKM jilid 2 dan juga meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan ( p ro k e s ) , y a i t u m e m a k a i masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Wali Kota Malang Sutiaji mewakili lembaga pemerintah di Malang Raya mengapresiasi sinergi dalam penanganan pandemi Covid-19 ini. “Me mba ngun s ine rgi ini

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Pelanggar prokes diberikan sanksi sosial dan minum probiotik.

Tulungagung, Memorandum Komandan Kodim 0807 Letkol Inf Mulyo Junaidi memimpin Apel Gelar Pasukan Pelaksanaan Kegiatan Penanganan Covid-19 dan Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Minggu (31/1). Hadir dalam apel tersebut Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, Bupati Maryoto Birowo, sejumlah anggota TNI, Polri, satpol PP, PMI, serta beberapa kelompok masyarakat lainnya. Ditemui usai memimpin apel, Letkol Inf Mulyo Junaidi mengatakan gelar pasukan dilakukan untuk memaksimalkan penekanan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. “Sekaligus sebagai wujud dukungan atas instruksi pemerintah untuk mengetatkan protokol kesehatan di masa pandemi,” terangnya. Mulyo Junaidi menjelaskan, dengan sosialisasi yang terus terusan dilakukan oleh semua unsur di Kabupaten Tulungagung, diharapkan kesadaran penerapan protokol kesehatan bisa dilakukan seluruh masyarakat. Sehingga muncul kesadaran untuk menggunakan masker, menerapkan jaga

FOTO: MEMORANDUM/FIR

FOTO: MEMORANDUM/RDH

Tulungagung Maksimalkan Tekan Penyebaran Covid-19

Wali Kota Malang memimpin apel PPKM se-Malang Raya.

merupakan sebuah keharusan dan menjadi sebuah kekuatan,” ujarnya. Diharapkan, dengan

kolaborasi lintas instansi ini dapat mempercepat penanganan Covid-19 di wilayah Malang Raya ini.

Sementara itu, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdian Primadhona menyampaikan pihaknya bersama instansi lain

melakukan operasi gabungan. “Kita melakukan operasi gabungan untuk menegakkan disiplin,” jelasnya. (*/ari/lis)

Vaksin Covid-19 Tahap Dua Tiba di Pasuruan

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Bupati Pastikan Masyarakat Dapat Vaksin

Vaksin Covid-19 tiba di Pasuruan dengan pengawalan anggota TNI-Polri.

Pasuruan, Memorandum Sebanyak 5.040 vial (botol) vaksin Covid-19 tahap kedua tiba di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (30/1). Ribuan vaksin tersebut tiba dengan dikawal anggota TNI-Polri dan disimpan di gudang farmasi kesehatan. Ke p a l a D i n a s Ke s e h a t a n Kabupaten Pasuruan dr Ani Latifah mengatakan, ribuan vaksin tersebut akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan yang belum menerima pada tahap pertama. Termasuk untuk 10 pejabat publik maupun nakes yang sudah disuntik vaksin pada Kamis (28/1) lalu. “Kuota kita dulu 4.728 orang penerima vaksin, tapi yang datang masih 3.640 vaksin. Dan untuk

5.040 vial yang datang ini untuk memenuhi kekurangan pada tahap pertama dan digunakan tahap kedua nanti,” katanya. Setelah disimpan di gudang farmasi, ribuan vaksin tersebut akan didistribusikan ke RSUD Bangil, RSUD Grati, RS Prima Husada, 33 puskesmas se-Kabupaten Pasuruan, mulai Senin (1/2). Ani mengatakan, untuk vaksin yang dipergunakan para pejabat publik akan tetap disimpan di gudang farmasi lantaran lokasinya berdekatan dengan Posko Satgas Pe n a n g a n a n Cov i d - 1 9 y a n g akan digunakan sebagai tempat vaksinasi. “Karena gudang lokasinya dekat dengan posko satgas, maka vaksin

yang digunakan untuk 10 pejabat publik akan kami simpan di gudang Farmasi. Kalau lainnya langsung didistribusikan mulai Senin,” jelasnya. Ditegaskan Ani, seluruh vaksin yang diterima oleh pejabat publik maupun para tenaga kesehatan, tidak ada bedanya. Dalam artian dosis yang diberikan juga sama terhadap orang yang sama. “Vaksin antara pejabat publik dengan nakes maupun nanti ke masyarakat, semuanya sama. Vaksinnya sama, orangnya juga sama divaksin dua kali, dan dosisnya juga sama,” terangnya. Sementara itu, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf menegaskan bahwa secara bertahap, masyarakat umum

pasti akan menerima vaksin. Untuk itu, ia meminta seluruh warga Kabupaten Pasuruan untuk tak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan sembari menunggu datangnya vaksin. “Pa s t i a k a n d a t a n g p a d a waktunya. Karena sesuai kebijakan dari pemerintah pusat bahwa yang pertama divaksin adalah pejabat publik dan tenaga kesehatan. Kemudian TNI, Polri, satpol PP, maupun masyarakat pasti akan divaksin. Jangan pernah kendor dalam menerapkan 5M. Sering mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, meningkatkan imun tubuh dan memperbanyak berdoa agar kita terhindar dari virus corona,” harapnya. (rul/lis)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ir Arief Sosiawan MM. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko S Sos. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi SE. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku SH MH. Redaktur Website: Fatkhul Aziz SS. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Aris Setyoadji S Sos, Moch Syaifuddin SS, Ferry Ardi Setiawan ST, Novi Triawan S Sos, Muchlis Darmawan S Sos, Hendradi Prayogo, Rahmat Hidayat S Sos. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana SH, Faishal Danny Nurdiansyah, Indra Anugrah Hardiantoko, Muhammad Alfin Alfiansyah, Prawoto Sadewo (Blitar). Sidoarjo: Budi Joko Santoso SPd SH. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy SH. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar ST. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Ani Fauzyah, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda MPd, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku SH Direktur Utama: MH. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo SH MH, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Choirul Shodiq SH MH Grafis: Abdul Aziz. Sekretaris Redaksi: Dian Maulida S M. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Pemimpin Perusahaan: Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Yoyok Khayatullah AMD SE Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.

Komisaris: Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

JAWA TIMUR

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 9

Kasus ini tengah didalami pihak kepolisian. Seperti dikatakan perwakilan keluarga korban, Ubaidillah Suwito, yang datang ke Mapolres Tulungagung pada Minggu (31/1) sore. Suwito mempertanyakan kejelasan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Pihaknya meminta polisi tegas mengusut tuntas kasus ini agar tidak terjadi pengulangan kasus serupa di kemudian hari. “Kita datang kemari untuk melihat sejauh mana perkembangan kasusnya ditangani oleh polisi,” ujarnya. Ditemui usai mendapatkan penjelasan dari pihak berwajib, Suwito mengapresiasi gerak cepat polisi yang telah mengamankan 6 tersangka dan meminta keterangan 9 saksi serta mengejar pelaku lain yang masih buron. Namun Suwito meminta pengeroyokan yang dilakukan dengan sadis ini diusut tuntas, mengingat korban masih anak-anak.

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho bersama forkopimda mengimbau warga patuhi prokes.

Operasi Gabungan Prokes di Pasar dan Lapangan Madiun, Memorandum Guna lebih mendapatkan hasil yang optimal dalam penanganan Covid-19, Korem 081/DSJ menggelar operasi penegakan dan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes). Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho bersama forkopimda, baik Kota dan Kabupaten Madiun melakukan operasi penegakan disiplin prokes di berbagai titik keramaian. Mulai dari Pasar Burung Joyo, Lapangan Gulun, Pasar Dolopo, dan Pasar Mlilir, Minggu (31/1). Dalam pelaksanaan operasi pendisiplinan yang dilakukan, petugas gabungan juga membagikan masker dan susu kemasan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan itu bertujuan untuk lebih menggalakkan dan mendisiplinan kembali masyarakat dalam menjalankan prokes. Di sela kegiatan itu, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho berharap masyarakat semakin mempunyai kesadaran yang tinggi, serta mendukung adanya operasi pendisiplinan yang dilakukan. Terlihat di berbagai tempat keramaian yang didatangi, masyarakat sangat antusias dan menyambut baik adanya operasi pendisiplinan yang digelar tersebut. (*/alv/ack/lis)

Lumajang, Memorandum Penemuan mayat dalam kondisi membusuk menggegerkan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Sabtu (30/1) sore. Mayat wanita yang diketahui bernama Sunik (52), warga Dusun Kelingsi, Desa Sumberejo, ini ditemukan pertama kali oleh Lutfiati (33), tetangga korban. Bermula pada saat Lutfiati merasa curiga dengan bau busuk menyengat yang diduga berasal dari rumah korban. “Saat itu sekitar pukul 14.30 saya mencium bau yang menyengat. Saya penasaran, kok ada bau busuk di rumah ibu Sunik,” ujarnya. Karena merasa penasaran saksi lantas memanggil tetangga lainnya untuk mengecek ke rumah korban. Karena rumah korban dalam keadaan terkunci selanjutnya saksi dan warga berinisiatif untuk membuka paksa jendela kamar depan untuk mengetahui kondisi dalam rumah. Setelah dilihat di kamar depan diketahui korban telah meninggal dunia dalam keadaan terlentang di lantai di samping tempat tidur dan dalam kondisi sudah bengkak dengan mengeluarkan bau busuk. Menurut keterangan para tetangga, korban yang sehari-harinya bekerja sebagai ART tinggal sendirian di rumahnya setelah beberapa tahun lalu suaminya meninggal. Melihat kejadian tersebut warga berinisiatif untuk melaporkan ke Polsek Sukodono. Mendapat informasi seperti itu. Kapolsek Sukodono AKP Ahmad Sutiyo memerintahkan anggota nya untuk segera turun ke lokasi. “Tubuh korban saat ditemukan sudah dalam keadaaan membusuk. Perkiraan korban meninggal sekitar 3 hari yang lalu,” jelas Sutiyo. Sutiyo menambahkan, dugaan sementara kematian korban diakibatkan sakit yang diderita, karena oleh tetangga korban diketahui mempunyai riwayat diabetes. “Makanya pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi dan meminta untuk langsung dikuburkan,” pungkasnya. (ani/lis)

Keluarga korban di Mapolres Tulungagung.

Sabtu pagi korban ditemukan dalam keadaan terluka di sekitar sawah Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol. Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Ardyan Yudo mengaku masih mendalami kasus pengeroyokan dan mengumpulkan barang bukti.

Termasuk akan meminta keterangan korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Masih kita dalami. Korban kan juga belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat. Bakal kita proses terus,” pungkasnya. (fir/mad/lis)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Pasuruan, Memorandum Polres Pasuruan dan Kodim 0819 gelar apel gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) di halaman Mapolres, Minggu (31/1). Apel gabungan ini diikuti 325 personel gabungan polres, kodim, dan anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Dalam sambutanya, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saat ini terus terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif. “Oleh karenanya penegakan disiplin protokol kesehatan terus kita laksanakan di lapangan. Akan tetapi hendaknya dalam bertugas kita laksanakan dengan cara yang humanis, sehingga tidak menimbulkan hal yang negatif di masyarakat,” imbuhnya. Sementara Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari Arfian dalam arahannya

Apel gabungan di Mapolres Pasuruan.

mengatakan, ada tiga hal yang diinstruksikan presiden terkait

penanganan dan pencegahan penularan Covid-19.

“Pertama adalah menurunkan angka

penyebarannya, yang kedua menurunkan angka kematian, serta yang terakhir meningkatkan angka kesembuhan pasien,” katanya. Te r p i s a h , Ke p a l a St a f Kodim 0819 Pasuruan Mayor Czi Sultoni memimpin apel gabungan operasai yustisi penegakan disiplin prokes di Kota Pasuruan, di halaman Gor Unsur. Sebanyak 130 personel dari kodim, polresta, satpol PP, dishub, dan BPBD Kota Pasuruan serta pasukan BP dari Yonkav 3/AC Singosari Malang, mengikuti apel gabungan. Dalam kesempatan ini Kasdim menyampaikan bahwa operasi penegakan disiplin prokes dimulai 31 Januari hingga 8 Februari 2021. Dengan adanya penambahan pasukan dari Yon Kav 3 Malang agar dimaksimalkan dalam rangka membantu operasi yustisi penegakan disiplin prokes Covid-19 di wilayah Kota Pasuruan. (rul/rdh/lis)

Korem 081/DSJ Gelar Pasukan Operasi Penegakan Disiplin Prokes Madiun, Memorandum Korem 081/DSJ terus berpacu dengan waktu dalam upaya mempercepat penanganan Covid-19 di seluruh wilayah jajaran. Guna mendapatkan hasil lebih optimal, dilaksanakan apel gelar pasukan operasi penegakan pendisiplinan protokol kesehatan. Apel gelar pasukan yang diselenggarakan di Stadion Wilis Kota Madiun, melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari TNI-Polri dan Pemerintah Kota/ Kabupaten Madiun. Ini sebagai langkah lebih mendisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho mengatakan, apel gelar pasukan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan guna penanganan Covid-19 di wilayah. “Diawali dengan apel gelar pasukan yang melibatkan seluruh unsur terkait, baik itu dari TNI-Polri dan pemda,” katanya dalam keterangan pers setelah pelaksanaan apel gelar pasukan tersebut, Minggu (31/1). “Ini dilakukan tidak hanya di korem ini saja atau wilayah Kota/Kabupaten Madiun, tapi serentak di seluruh wilayah Jawa Timur,” imbuhnya. Lebih lanjut Waris menjelaskan terkait operasi penegakan disiplin protokol kesehatan yang akan dilakukan selama sembilan hari ke depan. “Nantinya dalam pelaksanaan operasi pendisiplinan protokol kesehatan akan dilakukan di beberapa titik keramaian yang sudah ditentukan oleh dandim dan

FOTO: MEMORANDUM/ACK

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Sumberejo

“Tadi dijelaskan sudah ada 9 orang diperiksa, 6 jadi tersangka, 3 orang statusnya saksi, dan ada yang masih DPO. Ini harus diusut, apalagi korban ini dihajar 15 orang yang tidak manusiawi,” jelasnya. Sementara salah satu saksi berinisial LP menyebut, saat kejadian dirinya bersama dengan korban hendak membeli rokok di salah satu toko di desanya. Tapi tiba-tiba diteriaki dan dikejar beberapa pelaku dengan sepeda motor. Dirinya yang kebingungan berusaha menyelamatkan diri, namun upaya tersebut gagal. “Saya yang nyetir motor kemudian akhirnya tidak bisa lari. Saya ngebut sampai perumahan Bumi Mas, terus saya menyelamatkan diri sedangkan korban tidak bisa,” ujarnya. Saksi LP kemudian menghubungi teman-temannya untuk membantu korban. Tetapi korban tak lagi ditemukan di lokasi awal. Hingga akhirnya pada

Tiga Pilar Pasuruan Percepat Penanganan Covid-19

FOTO: MEMORANDUM/ANI

Petugas mengevakuasi mayat korban.

Tulungagung, Memorandum Sedih mendalam dialami keluarga AS (16), warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Sebab, AS harus menjalani perawatan medis di rumah sakit, setelah Sabtu (30/1) dini hari, menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal.

FOTO: MEMORANDUM/FIR

FOTO: MEMORANDUM/ALV

Polisi Dalami Kasus Pengeroyokan di Sumbergempol

Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho bersama jajaran Forkopimda Madiun usai apel gelar pasukan.

kapolres beserta pemerintah daerah,” terangnya. Waris berharap dengan alokasi waktu yang diberikan hingga 8 Februari mendatang, angka penyebarannya dapat ditekan. Masyarakat dapat lebih disiplin dan angka kematian akibat Covid-19 juga

menurun. “Operasi yang dilakukan tersebut dalam rangka untuk menekan angka penyebaran Covid-19, yang saat ini penularannya semakin meningkat,” tegasnya. Waris mengimbau masyarakat

a g a r d a p a t m e n d u k u n g o p e ra s i pendisiplinan yang dilakukan. Tanpa dukungan dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat, tentunya hasil yang didapat tidak akan maksimal dan lambat dalam penanganannya. (*/ack/alv/lis)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

MOJOKERTO-JOMBANG

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 10

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Kurir Sabu Dlanggu Dibui Mojokerto, Memorandum Wahyu Eko Cahyono alias Beton (31), kurir sabu asal Dusun Segaran, Desa/Kecamatan Dlanggu, dibekuk Satreskoba Polres Mojokerto, Sabtu (30/1). Kini tersangka mendekam di tahanan Polres Mojokerto. Ipda Tri Hidayati Kasubag Humas Polres Mojokerto membenarkan, penangkapan Wahyu Eko Cahyono berawal informasi yang menyebutkan aktivitas sebagai kuris sabu. Saat itu, tersangka terus dipantau gerak-geriknya oleh polisi. Sampai akhirnya, petugas Satreskoba Polres Mojokerto mendapati Wahyu Eko Cahyono hendak melakukan transaksi. "Petugas sudah beberapa waktu membuntuti aksi pelaku. Bahkan saat melakukan transaksi, Wahyu Eko Cahyono ditangkap polisi," tegas Ipda Tri Hidayati. Dari tangan tersangka, lanjut Ipda Tri Hidayati ditemukan barang bukti satu poket sabu dimasukkan bungkus rokok, timbangan digital, satu buah sekop plastik, satu buah toples kaca, dua kresek warna hitam, serta satu unit handphone. Pengakuan Wahyu Eko Cahyono pada petugas, jika serbuk kristal haram itu di dapat dari Encom (24) warga Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari. "Kini satu nama jaringan Wahyu Eko Cahyono masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata dia. Ipda Tri Hidayati menegaskan, tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 subs pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 34 tahun 2009 tentang narkotika. " Te r s a n g k a s u d a h mendekam di sel tahanan Polres Mojokerto," tutur Tri. (no/ day)

Wahyu Eko Cahyono alias Beton

Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto Fudi Haridjanto mengatakan, sebelum diblokir, para pemilik diberi waktu selama seminggu untuk mengambilnya. “Ada toleransi waktu tujuh hari untuk membayar dan mengambil KTP-E sejak dikenakan denda. Kalau tidak diambil rencannya akan kita blokir,” ungkap Fudi Haridjanto, Minggu (31/1). Pemblokiran kartu identitas itu, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) sesuai wilayah yang tertera dalam KTP pelanggar. "Untuk KTP-E Kota Mojokerto, kita akan berkirim surat untuk meminta Dispenduk

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto memeriksa ratusan KTP-E hasil sitaan operasi yustisi prokes.

Kesadaran Warga Rendah

Pelanggar Prokes Masih Marak Mojokerto, Memorandum Sedikitnya 91 orang terjaring operasi yustisi yang digelar tim disiplin protokol kesehatan (prokes) Kota Mojokerto, Sabtu (30/1) malam. Hal ini menunjukan tingkat kesadaran disiplin protokol kesehatan warga masih kurang. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi mengatakan, razia prokes setiap hari digelar. Namun jumlah pelanggar masih saja mencapai puluhan orang, karena tingkat kesadaran masyarakat berdisiplin prokes masih kurang. Padahal dengan menerapkan prokes akan mengurangi resiko terpapar virus Corona. "Saat ini masih pandemi, cara paling ampuh untuk menghindari virus Corona yakni dengan bermasker, hindari kerumunan dan mènjaga kebersihan badan," tegas kapolres. Operasi prokes digelar bersama Pemerintah Kota Mo-

jokerto, Polri dan TNI untuk menekan jumlah pelanggaran. Dari hasil razia yang digelar sepanjang pagi hingga malam hari, petugas menjaring 91 pelanggar prokes. "Operasi aman nusa II dipimpin Kasat Sabhara dengan hasil 20 pelanggar prokes dengan sasaran di Kota Mojokerto selanjutnya malam ini kita dapat 71 pelanggar, jadi total ada 91 Pelanggar prokes,” ucap AKBP Deddy Supriadi. Operasi Gabungan dibagi 3 tim dengan sasaran pelanggar tanpa masker di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota dan diikuti 6 Polsek jajaran. Tim I dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Mojokerto AKBP Deddy Supriadi memimpin persiapan operasi yustisi. Kota IPTU Hari Siswanto, bertugas melaksanakan patroli hukum Tipiring. di Wilayah Kecamatan Pramobiling (Pemburu Pelanggar Sedangkan Tim 2 dipimpin juritkulon Kota Mojokerto Protokol Kesehatan Covid-19) oleh Kasat Intelkam Polres Mo- mendapatkan 19 orang pelangdi Wilayah Kecamatan Mag- jokerto Kota IPTU H Rohmad, gar dan diberikan penindakan ersari Kota Mojokerto, alhasil bertugas melaksanakan patroli hukum Tipiring. sejumlah 24 orang pelanggar mobiling Pemburu Pelanggar Selanjutnya Tim 3 dipdiberikan sangsi penindakan Protokol Kesehatan Covid-19) impin oleh Kasat Reskrim

Polres Mojokerto Kota AKP Rohmawati Lailah, di seputaran Alon-alon Kota Mojokerto dan simpang PMI ada 28 Pelanggar dan diberi sangsi penindakan hukum Tipiring. (war/day)

Pemdes Pengampon Bantah

Terlibat Pembebasan Lahan PT BPA

Bongkar Dana Kompensasi Desa

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN

Kejaksaan Panggil Kadus Pungging Mojokerto, Memorandum Polemik antara Kepala Dusun (Kadus) Pungging, Surono dengan warganya berlanjut. Belakangan warga melaporkan wewenang dana kompensasi Desa Pungging dari PT Dinamika Megatama Citra (DMC) dan PT Supracor Sejahtera (SPS). Laporan warga ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Sejumlah saksi dimintai keterangan penegak hukum sebagai klarifikasi. "Iya, saat ini kami masih melakukan pengumpulan data dan klarifikasi," ungkap Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, Indra Subrata. Sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat , Kamis (28/1) Kejaksaan Mojokerto melakukan pemanggilan Kadus Pungging Surono untuk melakukan klarifikasi. Hanya saja, panggilan pertama ini tak diindahkan. Dia tidak kunjung datang alias mangkir tanpa alasan gak pasti. "Sebagai tindak lanjut, kami akan agendakan panggil lagi untuk klarifikasi Minggu depan," ungkapnya. Untuk mengungkap fakta terkait pengaduan masyarakat (dumas), sebelumnya Kejaksaan Mojokerto sudah melakukan pemanggilan terhadap Kades Paiman dan Seketaris Desa (sekdes ) Dwi Risdianto dan bendahara desa sebagai langkah awal pengumpulan data. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah data jika dugaan kuat Surono mendapatkan kompensasi puluhan juta dari dua pabrik yang ada di lingkungan desanya. Hanya saja, kompensasi yang seharusnya untuk kepentingan desa, diduga dinikmati secara pribadi oleh Kadus. Kondisi ini berlangsung lama. Yakni dari tahun 2015 sampai sekarang. Dengan rincian, Rp 4 jutaan tiap bulannya dari PT Dinamika Megatama Citra (DMC) dan sekitar Rp 18 jutaan dari PT Supracor Sejahtera (SPS). "Dari SPS ini memang lumayan besar sekitar Rp 18 jutaan. Jadi jika dikalkulasi sejak 2015 sampai sekarang tinggal kalikan saja itu. Kalau Rp 1 miliar, lebih," tegasnya. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyimpulkan, apakah peristiwa ini sudah memenuhi unsur pidana atau tidak. Sebab, sejauh ini peristiwa yang tengah ditangani ini masih tahah pulbaket. Namun dari keterangan yang didapat penyidik, uang pabrik yang diberikan pada Kadus ini tak pernah masuk kas desa. Uang puluhan juta yang didapat tersebut dugaan kuat malah masuk kantong pribadi. Sesuai keterangan Kades Pungging berikut Bendaharanya yang lebih dulu dimintai keterangan kejaksaan. "Uangnya tidak perna masuk ke kas desa. Tidak pernah lapor desa. Jadi masuk ke kantong pribadi. Tapi menggunakan atas nama desa. Itu hasil keterangan Kadesnya. Namun, ini perlu kami klarifikasi juga ke Kadusnya. Sebenarnya hari ini (kemarin), tapi tidak hadir," paparnya. Sehingga untuk mengungkap fakta ini pihaknya bakal melakukan pemanggilan ulang. Sejumlah sumber kembali dimintai keterangan agar dugaan penyelewengan dana kompensasi kian terang. (no/day)

Kota Mojokerto melakukan pemblokiran. Begitu juga dengan Dispenduk Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, sebab hampir 50 persen lebih KTP-E milik warga luar kota,” terangnya. Sebanyak 515 KTP-E yang disita Satpol PP Kota Mojokerto merupakan hasil operasi yustisi prokes pada bulan Juli 2020 hingga bulan Desember 2020. Fudi Haridjanto menyampaikan Satpol PP Kota Mojokerto khawatir, jika tidak dilakukan pemblokiran, para pelanggar prokes dan PPKM nantinya akan membuat alasan dan memakai surat keterangan kehilangan KTP-E untuk membuat kembali KTP-E. (war/day)

FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR

Mojokerto, Memorandum Sebanyak 515 kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) pelanggar prokes yang disita Satpol PP Kota Mojokerto terancam diblokir. Masalahnya, pemilik kartu identitas tersebut tidak menyelesaikan denda pelanggaran prokes hingga waktu yang ditentukan.

FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR

515 KTP-E Pelanggar Prokes Terancam Diblokir

Toyota Avanza di lokasi kejadian sebelum dievakuasi.

Pecah Ban, Penumpang Avanza Celaka Jombang, Memorandum Toyota Avanza, nopol L 1909 PW dikemudikan Reinhard Samson (32), asal Perum Pantai Mentari Blok Y/33, Kota Surabaya, mengalami kecelakaan di jalan tol Mojokerto–Jombang, Minggu (31/1). Knait Laka Satlantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman menyampaikan, kecelakaan tunggal terjadi karena pecah

ban di kilometer 677.400 masuk wilayah Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. "Di lokasi kejadian, tiba-tiba roda belakang sebelah kanan meletus. “Minibus melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya dilokasi, roda belakang sebelah kanan mengalami pecah ban,” papar Iptu Sulaiman. Akibatnya, Avanza oleng

menabrak pembatas jalan sebelah kiri. Kerasnya benturan membuat dua penumpang luka-luka, Anthonelia (63), serta Mirsha Samson (35). “Satu korban harus menjalani perawatan di RSUD Jombang. Sementara satu lagi hanya rawat jalan,” sambungnya. Iptu Sulaiman menegaskan, petugas melakukan olah TKP, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Petugas juga mengevakuasi korban mendapatkan perawatan tim medis. “Kepentingan penyelidikan lebih lanjut, kendaraan diamankan sebagai barang bukti. Kerugian ditaksir sebesar Rp 5 juta,” pungkas Sulaiman. (wan/day)

Jombang, Memorandum Polemik pendirian pabrik GRC, PT Bangun Persada Aditamasentra (BPA) di Desa Karang Pakis, Desa Manduro dan Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh, kembali berlanjut. Perwakilan Pemdes Pengampon, Hari Yudianto membantah pemeriksaan oleh Polres Jombang ada hubungannya dengan pembebasan lahan. Ia memastikan pemanggilan pemerintah desa tidak ada sangkut-paut sama sekali dengan pembebasan lahan. " Kami luruskan, bahwa tidak ada korelasi dengan pembebasan lahan pabrik. Kalaupun kemarin sempat ada pemanggilan dari pihak Polres Jombang, sifatnya hanya wawancara," terang Hari Yudianto, Minggu (31/1). Lebih lanjut Hari Yudianto menegaskan, dirunut dari awal, proses pembebasan lahan untuk kebutuhan pabrik seluas 20 hektar dilakukan salah satu oknum polisi yang bertugas di Polsek Kabuh. "Jadi dalam proses pembebasan, ada tim pembebasan yang dipandegani oleh salah satu personil polisi. Jadi yang bersangkutan bersama timnya, yang berperan dominan," jelas Hari Yudianto. Lanjut Hari, keberadaan pabrik di 3 desa tadi ternyata tidak ada dampak positif yang dirasakan masyarakat setempat.

Hari Yudianto

Mulai rusaknya lahan pertanian yang ada di belakang pabrik, lalu warga sekitar pabrik yang tidak dapat teserap sebagai pekerja. “Perlu digarisbawahi, selain tudingan dianggap terlibat saat proses pembebasan lahan yang nyatanya tidak. Kini pemdes dibebani dengan rusaknya lahan pertanian, serta tidak terserapnya putra daerah sebagai pekerja,” terangnya. Seiring berjalannya proses hukum, Hari mengharap agar semua dapat dibuka secara gamblang. Terutama, oknum-oknum yang mengeruk keuntungan atas berdirinya pabrik. “Kami tegaskan bahwa tidak ada satupun pemdes yang terlibat, maupun memperoleh keuntungan. Maka sering berjalannya proses hukum, kami berharap agar semuanya dapat dibuka secara gamblang,” pungkasnya.(wan/day)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

DEWI RENGGANIS

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 11

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Tekan Sebaran Covid-19, Dandim dan Kapolres Gelar Aksi Long March

Hindari Zona Merah

Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin melakukan long march dari makodim hingga ke Alun-Alun Jember.

Letkol Inf La Ode M Nurdin dan AKBP Arif Rachman Arifin bagi-bagi masker kepada masyarakat.

kegiatan rutin untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Kami dari unsur TNI-Polri dan satpol PP, akan terus bersinergi untuk memasifkan razia kepatuhan masyarakat terhadap prokes supaya tidak masuk zona merah lagi. Salah satunya adalah patuh memakai masker saat berada di luar,” katanya, Minggu (31/1)

Libatkan Pasutri dan Anak Satu-satunya pelaku yang tidak termasuk keluarga adalah Sri Wardhani (39), warga Jalan Oro-Oro I, Pacar Keling, Kematan Tambaksari. Para pelaku tepergok saat memperdaya pengunjung pasar pagi Tugu Pahlawan, Ervi Ananda (21), warga Jalan Tambak Osowilangon Timur. “Komplotan copet ini dilakukan sekeluarga dan kami tangkap di Jalan Bibis,” kata

Sambungan dari halaman 1

Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana, Minggu (31/1). Arief mengungkapkan, terungkapnya komplotan copet ini berawal anggota mendapatkan laporan sering terjadi pencopetan di pasar dadakan tersebut. Kemudian petugas melakukan pengintaian di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) hingga mendapati Sri sedang mencopet

Gagal Jual Ruko, Vario Dibawa Kabur nawarkan ruko. Setiba di Jalan Jetis Kulon I, hujan mendadak turun. Korban berhenti berteduh sekaligus minum kopi. Beberapa saat kemudian korban dihampiri pelaku yang mengaku bernama Herman. Seolah sudah kenal, pelaku menebak, jika korban ada masalah. Pelaku lalu meminta korban menceritakan masalahnya. “Saya mau jual ruko, dan dia bilang mau bantu,” kata Tri, Minggu (31/1). Setelah hujan reda, pelaku lalu dibonceng korban ke rumah temannya. Namun pelaku meminta korban ke arah Jalan Ngagel Mulyo VII terlebih dulu. Di tengah, perjalanan korban mengaku kebelet buang air kecil. “Dia minjam motor saya mau kencing di masjid,” lanjut Tri. Namun, setelah ditunggu sekitar 10 menit

Jarang Pulang Sewaktu Memorandum sampai di lokasi, tidak ada nomor genap rumah yang dimaksud. Kemudian kembali lagi ke pos satpam menemui Iwan. “Di antara nomor 26 dan 30 itu adalah rumah Pak Rio. Coba langsung masuk saja mungkin ditemui pembantunya atau saudaranya,” ujar Iwan. Memorandum akhirnya kembali ke rumah yang dimaksud Iwan. Ternyata benar, di rumah yang terlihat besar tersebut merupakan kediaman keluarga Rio. Beberapa saat kemudian, keluar seorang gadis remaja sambil menggelung rambutnya dengan handuk datang membuka pintu. Saat ditanya apakah benar ini rumahnya Rio, ia

Orisinal Istri dari dr Dony Siregar itu berseloroh suaminya tak akan menikahinya kalau dirinya hasil oplas. “Kakak Winny, maaf nanya pd kakak asli atau implan, kalo emang asli pakai cream apa, aku mau order,” tanya netizen. “Asli lah. Kalo gak asli gimana tes semalam cair dari suami ya kan,” jawab Winny. Setelah jawaban itu, Winny Putri Lubis memberikan klarifikasi kepada seluruh netter. Tegaskan tak oplas, ia menyebut banyak orang yang iri dengan bentuk tubuh indahnya. “Gini ya manteman IG followers baru yang mungkin baru follow IG aku baru2 ini aja. Ini aku jelasin lagi kalo bagian tubuh aku itu gak ada 1 pun yang di OP. Jadi kalo dulu banyak yang gosipin aku OP, itu ya karena orang iri,” tulis Winny. Winny lalu membuktikan tubuh seksinya asli dengan mengunggah foto zaman dulunya.

Dari kegiatan operasi tersebut, imbuh La Ode, dapat diketahui bahwa saat ini masyarakat mulai mengabaikan prokes. Terbukti ada beberapa pelanggar yang kebanyakan tidak memakai masker kemudian diberikan sanksi sosial oleh petugas. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut masif membantu pemerintah juga TNI-Polri, guna

HP milik korban. Setelah melihat wanita tersebut berhasil dengan aksinya, anggota membuntutinya dan menangkap wanita tersebut di lokasi. “Ketika kami tangkap eksekutornya (Sri, red), ternyata HP tidak ada di tangannya, melainkan sudah berpindah tangan,” jelas Arief. Saat didesak petugas, Sri mengaku beraksi bersama Rio,

mempercepat memutus persebaran Covid-19, meskipun proses vaksinasi telah berjalan secara bertahap,” tegas dandim. Sementara Arif Rachman Arifin menyampaikan, tidak bosan-bosannya terus mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Untuk diketahui di akhir tahun hingga akhir Januari jumlahnya meningkat tinggi dari bulan-bulan sebelumnya. Rata-rata yang meninggal adalah terlambat untuk periksa. Tentunya sebagai aparat kita wajib untuk selalu mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat,” ujarnya. Sekadar diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Jember hingga Minggu (31/1) tercatat kasus positif baru sebanyak 31 orang. Sehingga total pasien positif mencapai 5.664 orang. Kemudian tambahan pasien sembuh 36 orang, sehingga total pasien sembuh mencapai 5.051 orang. Sedangkan meninggal baru ada 4 orang, total jumlah yang meninggal sebanyak 338 orang. (edy/nov)

Ary, dan Ori, yang lebih dulu kabur dengan menggunakan mobil. Sebelum kehilangan jejak, petugas lantas bergerak dengan mengeler Sri ke rumah teman-temannya tersebut. Namun petugas akhirnya berhasil meringkus Rio cs di daerah Bibis, Manukan. Setelah digeledah, ditemukan barang curian berada di tangan salah satu tersangka.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Berjalan mulai dari depan Makodim 0824 menuju depan Kantor Pemkab Jember (alun-alun) dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Ayo Dulur Hidup Sehat Lawan Virus Corona”. Kegiatan itu diawali dengan melakukan operasi yustisi dan bagi-bagi masker di tempat keramaian, sepanjang jalan PB Sudirman, serta keliling alun-alun diikuti Badut Semeru (Si Polin) didampingi oleh para polisi wanita (polwan). Aksi tiga pilar Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 tersebut dalam rangka menekan angka persebaran Covid-19, dan tidak henti-hentinya sosialisasi guna menghindari agar tidak masuk zona merah lagi. Salah satunya terus melakukan upaya penertiban pemakaian masker. Kegiatan diawali dengan apel bersama di Makodim 0824/Jember dipimpin dua pucuk pimpinan yakni Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, dan AKBP Arif Rachman Arifin, selaku penanggung jawab operasi yustisi untuk memberikan pengarahan sebelum menuju ke lokasi kegiatan. Operasi yustisi dan bagi-bagi masker yang melibatkan personel dari Kodim 0824/Jember, Polres Jember, Satpol PP Jember, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember itu, dikonsentrasikan di depan Makodim 0824 Jember di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang. La Ode M Nurdin mengatakan, operasi yustisi dan bagi-bagi masker di tempat keramaian tersebut merupakan

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Jember, Memorandum Belum meredanya sebaran pandemi Covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Jember, Dandim 0824 Jember dan Kapolres Jember bersama-sama melakukan aksi long march. Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin bersama Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, memberikan paket sembako untuk korban banjir.

TNI-Polri Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kecamatan Sumbersari Jember, Memorandum Meluapnya Sungai Bedadung di lingkungan Sumberdandang, dan lingkungan Tegalboto, Kecamatan Sumbersari, membuat warga setempat ikut terdampak. Untuk mengurangi penderitaan tersebut, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin bersama Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, didampingi Wakapolres Kompol Windy Sahfutra, dan jajarannya meninjau langsung ke lokasi dan menyerahkan bantuan puluhan paket sembako. Bantuan tersebut diserahterimakan ke beberapa titik dapur umum diwakili ketua RW setempat yang juga dipakai sebagai tempat pengungsian. Kapolres bersama dandim, dan rombongan selanjutnya langsung menuju ke lokasi daerah aliran sungai (DAS). Kapolres mengatakan, kunjungannya kali ini untuk melihat langsung kondisi warga terdampak. “Karena curah hujan masih belum menentu, ada baiknya untuk warga harus lebih waspada,” kata Arif Rachman Arifin di lokasi, Minggu (31/1). Arif menambahkan, kerja sama

“Akhirnya diketahui barang hasil curian itu diserahkan ke Ori,” beber Arief. Selanjutnya, petugas membawa keempat tersangka ke Mapolrestabes Surabaya guna diproses penyidikan. Dari hasil pemeriksaan diketahui, para pelaku ini mempunyaii peran masing-masing. Adapun peran Rio dan Ary, sebagai pengawas sekaligus

pengemudi mobil, sedangkan istrinya, Ary bertugas menghalang-halangi korban agar tersangka Sri bisa kabur. Sementara Ori, tidak hanya membawa barang hasil pencurian akan tetapi juga menghalang-halangi korban agar Sri dapat secepatnya kabur. Pengakuan Sri, mereka tidak hanya mencopet di pasar pagi Tugu Pahlawan, tetapi juga di

Ancam Pakai Sajam, Rampas HP Sambungan dari halaman 1

pelaku tak kunjung kembali. Merasa ditipu korban saat itu sempat mencadi keberadaan pelaku hingga bertemu dengan anggota kepolisian. Namun, pelaku sudah berhasil kabur. “Pelaku mengaku bernama Herman tinggal di Ampel,” tandas dia. Menurut Yuwono, saat itu dia tidak sedikitpun menaruh curiga. Dia percaya saja karena korban berlagak juga seperti orang baik. Pelaku sempat mengingatkan untuk ingat Tuhan dan hendak mengajak korban ke rumah gurunya. “Saya sempat hendak diajak ke rumah gurunya,” bebernya. Atas kejadian ini, korban mengaku sudah melapor ke SPKT Polsek Wonokromo. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto saat dikonfirmasimembenarkanlaporantersebut.“Yabenar Mas,masihlidik(penyelidikan,red),”katadia.(fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1 membenarkan. “Iya benar, tapi tidak ada orangnya dan tidak tahu ke mana. Om Rio dan tante jarang pulang,” jelas gadis ini. Gadis yang tidak mau menyebutkan namanya tersebut, mengaku sebagai keponakan Rio. “Ary adalah tante saya, sedangkan Ori anak tante. Saya juga tidak tahu pekerjaan mereka apa,” ungkap dia. Gadis itu mengatakan dia tinggal bersama pembantu. Tentang keberadaan Rio, Ary, dan Ori, dirinya tidak tahu sama sekali. “Sekarang ini saya hanya tinggal dengan pembantu,” jelasnya. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 Ia mengaku mempunyai badan seperti ini karena genetik orang tuanya yang bagus. “Ini aku benerin lagi ya bukti kalo muka aku ya memang asli. Kalian lihat lah bibit bobot emak dan bapaknya gimana. Jadi kalian tuh jgn shock liat orang yang memang cantik dari lahir dibilang oplas,” ujar Winny. “Ini foto papaku perhatikan bae bae ya. Mau liat hidungnya?” sambungnya sambil memberikan foto lawasnya. Winny mengaku heran dengan warganet yang kerap mencibir dirinya hasil oplas. Ia menyebut yang bicara seperti itu tak pernah bertemu langsung dengannya. “Heran sama yang gosipin, padahal gak pernah jumpa langsung sama aku. Kenal nggak. Tapi bisa-bisanya kalo udah nyeritain aku kayak udah kenal lama wkwkwk,” tutur Winny. (dth/nov)

dan kaus bewarna merah lalu turun dari motor. Mereka lantas mendekati kedua korban. Sebelum melakukan perampasan, kedua pelaku sempat mengisap rokok. Mereka lantas meminta paksa HP yang dipegang oleh kedua korban. Karena menolak, seorang pelaku sempat mengeluarkan senjata tajam (sajam), jenis pisau penghabisan dan mengarahkan ke korban sembari mengancam. Karena

takut, kedua korban akhirnya menyerahkan HP merek Realme itu ke para pelaku. “Iya habis kejadian langsung pulang,” kata Ibu korban ditemui di rumah. Keesokan hari, Zainul yang sehari-hari berjualan sate keong tersebut baru berani menceritakan ke keluarganya. Atas kejadian tersebut, korban didampingi keluarga berencana akan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. “Ini mau

Korban Tolak Tenggak Miras Karena tidak membawa jas hujan, korban berinisiatif berteduh di gudang kayu tepi jalan. Sekitar 15 menit kemudian, hujan reda. Gatot lalu menuju motornya untuk melanjutkan perjalanan. Belum jauh dari lokasi, hujan kembali mengguyur hingga memaksa Gatot berteduh di warung kopi yang sudah tutup. Ternyata saat memarkir motor, Gatot mendapati sekelompok pemuda yang sedang menenggak minuman keras (miras). Kerena hujan deras, korban dengan terpaksa duduk di sudut warung. Hal yang tidak diinginkan Gatot akhirnya terjadi. Ayik, salah satu pemuda yang mengaku kenal dengan Gatot menawarkan miras jenis arak Jawa (cukrik) ke korban. “Korban sempat menolak namun tetap dipaksa dan akhirnya minum sebanyak dua gelas. Tiba-tiba korban dikeroyok oleh

Jembatan Merah Plaza (JMP), dan Pasar Turi, yang menurutnya banyak kerumunan pengunjung. “Kami mencopet tiga kali di JMP dan dua kali di Pasar Turi,” kata Sri kepada penyidik. Tidak hanya HP yang digasak, dia menjelaskan juga dompet dan barang berharga lainnya. “Hasilnya uangnya dibagi rata Pak, untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Sri. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 lapor. Nunggu dia (korban, red), dulu,” imbuhnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) Kapolsek Lumajang Kota Iptu Iptu Samsul Hadi belum menerima laporan secara resmi atas kasus perampasan itu. Namun, pihaknya masih akan memeriksa adanya laporan ke piket. “Belum monitor, akan saya cek lagi mohon waktu,” kata Samsul Hadi. (ani/nov)

Sambungan dari halaman 1 Ayik dan UD dengan alasan menolak gelas ketiga. Akibat pukulan itu, Gatot sempat tidak sadarkan diri hingga akhirnya pulang ke rumah,” lanjut Subiyantana. Keesokan harinya, korban didampingi keluarganya melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukolilo. Dari laporan itu, petugas bergerak mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah alat bukti berhasil diamankan termasuk rekaman closed circuit television (CCTV). “Selama dalam pencarian, anggota kami mempelajari CCTV dan olah data kebiasaan tersangka yang setiap sebulan sekali menemui keluarga di Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, lalu bersembunyi lagi. Tersangka sadar dicari polisi dan teman korban sesama perguruan silat,” tandas kapolsek.

Mobil yang Dikendarai Ditabrak Bus, Berli Terancam Lumpuh mendahului bus lain. Berli yang memegang kemudi sempat banting setir ke kiri, tapi usaha untuk menghindari tumbukan itu tak berhasil sepenuhnya. Mobil bagian kanan-depan ringsek. Berli terluka parah. Untung semua penumpang selamat. Parlan dan Yuni serta kakak dan adik Berli selamat. Mereka luka ringan. Hanya lebam dan lecet-lecet. Berli harus dirawat di rumah sakit karena tulang punggung dan kepala bagian belakang terbentur benda tumpul. Sangat keras. Berli gegar otak dan pingsan lebih dari tiga hari. Di tengah perawatan, dokter menyatakan Berli kemungkinan besar akan lumpuh. Atau setidaknya ada gangguan mental. Semua belum pasti. Masih diobservasi

antara warga, ketua RT, ketua RW, bhabinkamtibmas, dan babinsa, sangat diperlukan untuk membersihkan lumpur akibat banjir serta mengantisipasi meluapnya air sungai. Arif juga menyampaikan, kedatangannya dengan dandim, selain meninjau ke lokasi juga menyerahkan bantuan untuk warga terdampak banjir. “Kita berikan paket sembako untuk yang ada di pengungsian,” imbuh dia. Agar tidak terulang kembali, lanjut Arif, pihak Polsek Kaliwates akan berkoordinasi dengan muspika untuk segera membersihkan aliran sungai. “Ke depannya akan dibicarakan di forkopimda maupun dengan instansi terkait yang menangani daerah aliran sungai di sini, mulai perbaikan rumah atau bantuan lainnya,” katanya. Sementara La Ode M Nurdin menyampaikan kepada warga, agar tetap semangat dan waspada karena musim hujan masih akan terus berlanjut hingga akhir Februari. “Tetap semangat serta waspada jangan sampai ada korban jiwa, karena musim hujan diperkirakan masih terus berlanjut hingga akhir Februari. Untuk itu tetap waspada,” pungkas alumni Akmil 2001 itu. (edy/nov)

dengan teliti. Intan yang tidak ikut dalam perjalanan itu menangis sejadi-jadinya. Ia mengutuk dirinya sendiri karena sedang tidak berada di samping Berli ketika kecelakaan itu terjadi. Saat itu Intan memang juga sedang diajak orang tuanya menghadiri undangan resepsi pernikahan keluarga di Lombok. “Intan beberapa hari bahkan tidak mau meninggalkan kamar rawat inap Berli,” kata Parlan. Intan sering ditemani kakak Berli, sebut saja Hurek, di rumah sakit. Kasihan kalau Intan sebagai seorang gadis harus sendirian menunggui orang sakit. Sebab, biasanya penunggu pasien harus selalu siap siaga bila terjadi sesuatu. Sebenarnya Intan sudah dilarang Parlan

Upaya petugas tidak sia-sia. Setelah memperoleh informasi jika tersangka berada di sekitar rumah kosnya, petugas menyebar di sejumlah titik yang akan dilalui tersangka. “Kami sergap tersangka di Jalan Medokan Keputih tepat di dalam TPU blok makam Nasrani,” pungkas Subiyantana. Sementara itu, dihadapan penyidik, tidak hanya sekali tersangka terjerat kasus hukum. Pada 2016 lalu, dia juga pernah mendekam di tahanan Polsek Sukolilo atas kasus yang sama. “Ya dulu pernah ditahan di sini (Sukolilo, red), Pak. Saya keroyok orang juga karena mabuk,” aku Ayik. Ayik menjelaskan nekat mengeroyok korban karena sakit hati. Niatnya memberikan segelas miras tapi mendapat penolakan dari korban.“Saya tawari baik-baik malah menolak. Kita kan beli ini (miras, red), pakai uang.Tinggal minum saja tidak mau,” ujar Ayik. (fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1 dan Yani agar jangan terlalu larut dalam kesedihan. Orang tua Intan, Joko dan Ayu, juga mengingatkan hal serupa. Namun gadis itu bergeming. “Kami takut Intan jatuh sakit akibat terlalu memaksakan diri,” kata Parlan, yang menambahkan bahwa suatu saat Intan sampai tertidur di lantai dekat ranjang Berli. Tangannya masih memegang erat lengan Berli yang terjuntai. Hurek yang saat itu besuk bersama Parlan dan Yani bertindak cepat. Dia Jongkok, lantas merengkuh tubuh Intan untuk digendong dan dibaringkan di sofa. Saat itulah Parlan melihat pemandangan mengagetkan. Saat menggendong Intan, tampak jelas Hurek berusaha mendaratkan bibirnya ke pipi Intan. (bersambung)


memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com

GRESIK-PANTURA

SENIN PON, 1 FEBRUARI 2021 HALAMAN 12

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEPA

UMKM yang ada di Gresik.

Pemkab Gresik Gratiskan Hak Paten UMKM Gresik, Memorandum Kepala Diskoperindak Kabupaten Gresik Agus Budiono mengatakan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) masih menjadi anak emas dan menjadi penyokong perekonomian. Berdasarkan data diskoperindag, saat ini Gresik memiliki 171.000 UMKM lebih. Agus tidak memungkiri pandemi Covid-19 membawa dampak bagi UMKM. "Kalau kena dampak ya kena, tapi UMKM kami masih kuat, " ujarnya. Salah satu sentra UMKM yang terdampak adalah Dusun Ngebret, Kecamatan Cerme. Hampir separuh UMKM di sana gulung tikar. Menurut Agus hal tersebut juga dampak dari tingginya kompetisi pasar yang sangat ketat. Mengingat Indonesia adalah negara ke 4 dengan jumlah penduduk terpadat di dunia. "Hal tersebut membuat kompetisi pasar antarpelaku usaha tinggi. Namun itu juga peluang pasar bagi para UMKM. Jangan mau hanya jadi target pasar, harus menguasi pasar dalam negeri. Jangan biarkan China lebih mendominasi, " tuturnya. Untuk membantu para UMKM di Gresik, diskoperindak juga menyediakan layanan hak paten merek dagang secara gratis bagi pelaku UMKM. Saat ini, ada 70 UMKM Gresik yang didaftarkan hak merek olek Diskoperindak secara gratis. "Kemarin kami ajukan hak merek 70 UMKM secara gratis, " tandasnya. Masih menurut Agus, 1 pendaftaran hak merek dagang memakan biaya sekitar Rp 2,8 juta. Artinya jika ada 70 UMKM yang didaftarkan secara gratis, maka Pemkab menggelontorkan uang sebanyak 210 juta. (han/har/udi)

Korban dan Motor Belum Ditemukan Gresik, Memorandum Diduga terpeleset, Hary Hermawan (50) bersama motornya tenggelam saat menaiki perahu tambang atau penyeberangan di Sungai Surabaya, tepatnya di RT 5/RW 1, Desa/Kecamatan Driyorejo, Minggu (31/1). Korban hingga kemarin belum ditemukan dan tim gabungan masih mencari. Korban merupakan warga setempat yang hendak menyeberang ke wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo. Sungai Surabaya memang menjadi pemisah antara Driyorejo-Sidoarjo. Untuk melintasi sungai itu, tersedia jasa perahu tambang yang dioperasikan warga sekitar bantaran sungai. Perahu tambang itu jadi salah satu alternatif tercepat untuk bisa sampai ke Taman, Sidoarjo. Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengungkapkan, insiden itu terjadi sekitar jam 08.00 pagi. Ketika itu Ari Santoso (57) warga RT 10 RW 2, Desa Per-

tapan Meduretno, Kecamatan Taman-Sidoarjo sedang duduk di perahu penyeberangan miliknya. Tidak lama kemudian, korban datang dengan mengendarai motor N-max. Hary ingin menyeberang ke Desa Banjar Pertapan dengan menggunakan jasa perahu tambang yang dikendalikan Ari Santoso. "Ketika menaiki perahu, korban tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga tercebur ke sungai bersama motor yang ditungganginya," kata Wavek. Korban diduga terpeleset

saat berada di atas perahu. Karena tidak mampu menjaga keseimbangan akhirnya tercebur ke sungai. Saat kejadian sungai dalam kondisi cukup deras dan keruh. Setelah tercebur, tubuh korban hilang ditelan arus. Korban dan motornya hilang dari permukaan dan belum diketahui keberadaannya. Meskipun sejumlah tim pencarian sudah dikerahkan. "Sampai saat ini korban masih belum ditemukan, Tim SAR dibantu masyarakat masih melakukan pencarian," pungkas perwira dengan satu melati di pundak itu. Petugas dari Polsek Driyorejo, BPBD Gresik dan Satpolairud Polres Gresik melakukan pencarian di sekitar lokasi perahu tambang. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir sungai menggunakan perahu karet.(and/har/udi)

Suasana keributan pemilik kafe dengan petugas.

Penertiban Kafe Diwarnai Keributan Tuban, Memorandum Razia yang digelar petugas gabungan dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diwarnai kericuhan, Minggu (31/1) dini hari. Tatak, pemilik Wrong Way Coffe di Kelurahan Karang dengan petugas gabungan dari kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kodim, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, dini hari Kericuhan ini bermula ketika petugas dari satpol PP hendak memarkir truk kendaraan ke tepi. Mobil pikap berwarna putih melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak truk satpol PP. Petugas gabungan turun

untuk menghentikan pikap tersebut. Setelah dihentikan, sopir mobil pikap keluar dengan nada emosi, sehingga dari petugas melerai. Ternyata sopir tersebut adalah Tatak, pemilik kafe. Diduga sopir pikap ini mabuk. Tindakan Tatak ini lantaran tidak mau kafenya ditertibkan oleh petugas, karena kondisi cafe sangat ramai. Tatak yang sudah emosi menantang untuk duel dengan petugas. “Gak terima aku, tadi perutku ditonjok sama petugas dishub. Sini kalau berani,” tantang Tatak. Tatak yang saat itu dipegang oleh TNI dan kepolisian mengatakan akan melakukan tindakan

kekerasan dan mencari dimana tempat tinggal petugas Dishub dan Satpol PP tersebut. Kasatpol PP Hery Muharwanto mengatakan rencananya akan di tindak lanjuti dan dilaporkan ke Forkopimda Kabupaten Tuban. “Ini kan bentuk perlawanan, penyerangan dan ancaman. Petugas dihalangi. Ada juga tadi petugas yang diserang. Mobil kami juga ditabrak. Hal seperti ini kan harusnya tidak boleh,” terang Hery. Selain itu, rekan pemilik kafe mengatakan dengan lantang, bahwa pemilik cafe tersebut mempunyai kerabat dari kepolisian jadi kenapa harus ada razia. (cw1/har/udi)

Bojonegoro, Memorandum Marmin asal Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, dan Budi dari Desa Ringintunggal, Kecamatan Ngasem, diringkus polisi. Mereka mencuri kabel proyek gas processing facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru ( JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Kapolsek Ngasem AKP Agus Elfauzi membenarkan pihaknya telah menangkap pekerja GPF JTB krena mencuri kabel proyek JTB. "Sesuai Id card-nya, MMN dan BRO adalah tenaga kerja proyek GPF JTB," kata AKP Agus Elfauzi, Minggu (31/1). Sebelum ditangkap, lanjut AKP Agus Elfauzi, mendapat informasi bahwa ada aktivitas pengupasan kabel di rumah salah satu pelaku. Mendapat informasi tersebut langsung memerintahkan anggota untuk melakukan pengecekan, dan ternyata benar. Selanjutnya dilakukan penangkapan. "Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya kami tahan di Polsek Ngasem. Dan ini pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud pasal 363 ayat (1,3,4) KUHP dengan ancaman hu-

kuman maksimal 7 tahun," tandasnya. Kapolsek belum bisa membeberkan motif pelaku nekat mencuri kabel di area proyek. Sebab, rencananya kedua pelaku akan dirilis di Mapolres Bojonegoro. Terpisah Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, terkait dugaan kasus pencurian kabel tersebut diserahkan sepenuhnya ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut. "Semoga bisa diungkap jaringan aksi tersebut, sehingga tidak terulang kembali aksi pencurian yang berdampak mengganggu kinerja penyelesaian proyek GPF JTB," kata Zainal Arifin. Zainal Arifin menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih atas kerja kerasnya pihak polisi, khususnya Polsek Ngasem yang telah berhasil menangkap kelompok pencurian kabel. "Ini menunjukkan pihak aparat polisi dan TNI telah bekerjasama melakukan pencegahan serta penangkapan terhadap aksi pencurian yang dapat mengganggu aktivitas proyek ke depannya," pungkasnya. (top/har/udi)

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ CW1

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ YOGA

Lamongan, Memorandum Dua orang pemuda Desa/Kecamatan Paciran bernama Igomas Kris Dirgantara (25) dan Fatkhul Azid (20) harus mendekam di penjara. Mereka kedapatan membawa pil dobel L sebanyak 1.377 butir di warung kopi, Desa kandangsemangkon, Kecamatan Paciran. "Pelaku kami tangkap pada Jumat (29/1) dini hari saat berada warung kopi di Paciran. Saat kami periksa, kedua tersangka ini membawa sebanyak 1.377 butir pil koplo siap edar," kata Kasubbag Humas Polres Lamongan Iptu Estu, Minggu (31/1) Kronologi penangkapan kedua tersangka ini, ungkap Iptu Estu, bermula ketika adanya laporan dari warga jika di salah satu warung kopi di Paciran ada transaksi jual beli obat terlarang pil dobel L. "Kemudian anggota kami melaksanakan kring serse di jalan Daendels, tepatnya di Desa Kandangsemangkon, dan berhasil menangkap kedua pengedar tersebut," ungkap Estu. Guna penyidikan lebih lanjut, lanjut Estu, Barang bukti dan dua tersangka sudah diamankan di Polsek Paciran. "Tersangka kami jerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 Jo pasal 106 ayat 1 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan," pungkasnya. (tri/har/udi)

Petugas mencari korban yang tenggelam.

Curi Kabel Proyek JTB, 2 Pekerja Diborgol

Kedua tersangka diapit petugas di Mapolsek Paciran.

Pengedar Pil Koplo 1.377 Butir Ditangkap

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ JIHAN

Terpeleset di Sungai Surabaya

AKP Agus El Fauzi bersama kedua tersangka.

Pantai Tuban Penuh Sampah

Sampah yang berserakan di pantai.

Tuban, Memorandum Banyak sampah di tepi pantai sepanjang jalan pantura Tuban-Semarang tepat di barat Hotel Purnama Tuban. Kondisi sangat memprihatinkan. Kabid Kebersihan dari Dinas PRKP Tuban Sumarno mengatakan, sampah di pantai Kabupaten Tuban tergolong sangat banyak, tetapi kita tidak ada petugas yang mengontrol di pantai. "Sudah lama saya mengajukan ke pemkab untuk penambahan petugas kebersihan di pantai saja, namun sampai saat ini belum di-acc," ungkap Sumarno. Pasukan kebersihan yang ada di Kota Tuban hanya difokuskan untuk membersihkan jalanan kota. Menurut Sumarno petugas tersebut saja masih kurang.

"Untuk shif sore saja itu tidak merata, hanya membersihkan di beberapa jalanan. Untuk pagi, semua titik di jalanan kota Tuban kami bersihkan," bebernya Sementara itu, petugas kebersihan yang saat ini tercatat sekitar 198 orang dibagi dalam 2 shift untuk kebersihan jalanan, kebersihan saluran air, pembuangan sampah, dan sopir. Namun demikian, Sumarno menegaskan setiap satu minggu sekali berusaha untuk membersihkan sampah di pantai, mengambil dari tim kebersihan saluran air. "Itu kan sampah bukan hanya dari Tuban saja. Laut kalau lagi pasang kan membawa sampah. Ketika surut sampahnya tertinggal di tepi," kata Sumarno. (cw1/har/udi)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Memorandum Edisi 1 Februari 2021 by memorandum - Issuu