SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019
Surabaya, Memorandum Nasib sial dialami Saiful Ashar alias Doni (23), jambret asal Jalan Sidotopo Kidul. Tidak hanya babak belur dimassa, tersangka yang menjambret HP bocah asal Jalan Dharma Rakyat III, ini juga berjalan tertatih karena betisnya dijebol peluru setelah berusaha kabur. Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
P ER S WAN DE
Sempat Babak Belur Dimassa
Saiful Ashar alias Doni
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
KRONOLOGI KEJADIAN
NJAMBRET HP BOCAH, BUJANGAN SIDOTOPO DIJEBOL PELURU
SERTIFIKA T
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
Melihat JPA bermain HP, Saiful Ashar yang mengendarai motor langsung menjambretnya. Spontan korban berteriak sehingga warga mengejar dan berhasil menangkapnya. Tersangka sempat dimassa sebelum akhirnya diamankan polisi. Ketika dibawa ke mapolsek, tersangka berusaha kabur sehingga polisi bertindak tegas dengan menembak betisnya.
BONGKAR SINDIKAT PEREDARAN 1,3 KG SABU DARI JAKARTA
Libatkan Oknum Wartawan untuk Kabur Surabaya, Memorandum Satreskoba Polrestabes Surabaya kembali menunjukkan taringnya. Terbukti, tidak hanya pengedar kelas bawah yang menjadi target pengungkapan kasus. Namun, kali ini total delapan tersangka digelandang dengan barang bukti total sebanyak 1,3 kilogram sabu disita dari masing-masing tersangka yang diringkus di lokasi berbeda.
Arimbi Vero Oleh: Dahlan Iskan
P
ertunjukan belum berjalan separonya. Wanita di sebelah saya ini menyodorkan tisu. Rupanya dia tahu saya mengusap air mata. Padahal saya sudah berusaha serahasia mungkin. Saya jatuh terharu menonton Operet Aku Anak Rusun ini. Yang menampilkan judul “Selendang Arimbi” itu. Dipentaskan di Atrpreneur Ciputra Kuningan, Jakarta. Sabtu kemarin. Saya dapat tiket pertunjukan yang jam 14.00. Saya tidak menonton penampilan mereka yang pertama. Yang di tahun 2017. Waktu itu saya banyak pergi jauh. Bersambung ke halaman 4
Bersambung ke hal 7
Saat kami sergap, tersangka sedang mengonsumsi sabu di kamar. Bahkan, tersangka juga berusaha mengelak dan melarikan diri hingga terpaksa kami lumpuhkan.
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
KOMPOL MEMO ARDIAN Kasatreskoba Polrestabes Surabaya
Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian didampingi AKP Heru Dwi Purnama memamerkan tersangka dan barang bukti.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Preman Asem Jajar Edarkan Sabu di Permakaman
Slamet Subagyo dan Moch Eco berikut barang bukti yang diamankan petugas.
Rachmat Slamet Santoso alias Memet mendengarkan vonis.
Surabaya, Memorandum Pernah di penjara empat tahun terkait kasus kepemilikan ganja tidak membuat Slamet Subagyo (50), warga Jalan Asem Jajar III, kapok. Bersambung ke halaman 7
Divonis Kebiri, Guru Pramuka Ngaku Berat
Saat kami gerebek, kedua tersangka berada di gubuk yang ada di makam tersebut.
Surabaya, Memorandum Ketua majelis hakim Dwi Winarko akhirnya sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang menjatuhkan hukuman kebiri kimia kepada Bersambung ke halaman 7
IPDA PURWANTO Kanitreskrim Polsek Bubutan
Aura Kasih
Rp 11 Juta Hilang PENYANYI Aura Kasih mengaku kehilangan uang Rp 11 juta dari akun ojek online miliknya. Atas kejadian tak menyenangkan yang menimpanya, Aura Kasih langsung melaporkan masalah ini ke kantor ojek online yang bersangkutan. Bersambung ke halaman 7
+ Meng, Menteri BUMN kopyok eselon satu untuk penyegaran. -
Kayak es campur saja kalau diaduk jadi lebih segar hehehe…
Si Mameng (Berpikir)
Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar analisa dan evaluasi (anev) kinerja selama sepekan yang dikemas dalam acara coffee morning, Senin (18/11). Kegiatan salah satu program unggulan Polres Senin Militan diadakan di Mapolres itu diikuti para kasat, kabag dan kapolsek jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Senin Militan dengan Coffee Morning
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir memimpin acara coffee morning bersama para kasat, kabag dan kapolsek jajaran.
Karyawan Pabrik Gasak Peralatan Las Surabaya, Memorandum Terbelit biaya hidup, Martono (42), warga Desa Wilayut, Kelurahan Wilayut, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, nekat mencuri peralatan las di Bersambung ke halaman 7
TERKURUNG KELUARGA HARMONIS, TERPROVOKASI OMONGAN SINIS Έ3Ή
Nang mBanyuwangi Nggandol Bus AC, Pitik Kluruk Disawat Sikile Sudah berkali-kali Lilis minta pindah rumah, tapi tidak pernah dihiraukan. Alasan apa pun yang disampaikan Lilis dianggap angin lalu. Johan beralasan amat yakin tidak mungkin Joni mengkhianatinya. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Lilis menghargai kepercayaan yang diberikan Johan kepadanya. Dan, ia juga yakin bakal sanggup menjunjung tinggi kepercayaan itu. Yang menjadi masalah adalah omongan-omongan negatif di sekitar mereka. Termasuk omongan kerabat yang pada dasarnya tidak suka. Pandangan orang-orang itu dirasakan Lilis sangat menusuk dadanya. Sorot
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
mata sinis dan sindiran nyinyir dirasakan amat melukai hati. Sudah berdarah-darah dan harus dihentikan segera. Sindiran yang super super mengiris-iris hati Lilis datang dari tetangga di depan rumah. Perawan tua yang belum menampakkan tanda-tanda kapan mengakhiri predikat jomblonya tersebut pernah Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Warga India Selundupkan Sabu Diringkus Bea Cukai, Diserahkan ke Polresta Sidoarjo
Barang haram tersebut dibawa tersangka Abdul Rauf Mohammed Yasin (40), warga India, melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Budi Harjanto mengatakan, penangkapan tersangka berawal saat petugas mencurigai isi koper warna merah yang dibawa oleh warga India itu.
Saat itu, tersangka menjadi salah satu penumpang pesawat Malaysia Airlines (MH-873). “Hasil analisa X-Ray, ada 13 kotak di dalam koper mencurigakan yang dibawa penumpang pesawat Malaysia Airlines jurusan Kuala Lumpur-Surabaya itu,” kata Budi Harjanto, Senin (18/11). Budi menambahkan, oleh petugas tersangka digiring ke area pemeriksaan untuk diinterogasi. Setelah koper dibongkar,
FOTO: MEMORANDUM/SOM
Sidoarjo, Memorandum Petugas Gabungan Customs Narkotics Team (CNT) berhasil mengagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1.330 gram dalam kemasan 13 bungkus, ditaruh di bawah kotak perhiasan imitasi.
Petugas menunjukkan tersangka Abdul Rauf Mohammed Yasin dan barang bukti.
petugas menemukan kristal putih yang dibungkus plastik. Untuk memastikan kandungan dari kristal itu, petugas
mengambil sampel, lalu diuji di laboratorium. Ternyata, hasilnya positif narkotika golongan I jenis methamphetamine.
“Karena itu, tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Polresta Sidoarjo untuk proses pengembangan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat pasal 113 ayat 2 Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegas dia. Sementara dalam kasus lainnya, petugas juga mengamankan Iskak (34), warga Jalan Pulau Saelus II Gang Melati, Banjar Pembungan, Denpasar, Bali, dan rekannya Diyan Wasyulianto (38), warga Banjar Dinas Sumber Bunga, Sumberkima, Gerokgak, Buleleng, Bali. Barang buktinya 2 koper masing-masing 6 kantong berisi 12 kantong plastik dan total 316 (tiga ratus enam belas) ekor life coral. (som/jok/pi)
User PT Lucas Bambu Kuning Diminta Tenang dan Sabar
Suasana diskusi di ruang lobi Kantor DPRD Sidoarjo.
Diskusi RRSB Skema KPBU
Ketua Dewan Pasang Badan tanpa Libatkan Anggota Sidoarjo, Memorandum Pro kontra pembangunan Rumah Sakit Sidoarjo Barat (RSSB) masih terjadi dalam forum diskusi yang digelar FGD (Forum Group Discussion) di ruang lobi kantor DPRD Sidoarjo, Senin (18/11). Namun, Ketua DPRD Sidoarjo H Usman MKes bersikap tegas. Membuat membuat pernyataan bila pembangunan RSSB skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) menyalahi aturan. Dia bertanggungjawab sendiri sebagai ketua dewan tanpa melibatkan anggota. “Bila disetujui Pansus DPRD Sidoarjo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), saya sekarang membuat surat pernyataan apabila terjadi masalah hukum. Saya sebagai ketua DPRD Sidoarjo bertanggungjawab sendiri tanpa melibatkan anggota. Surat pernyataan ini saya buat di atas meterai tanpa ada paksaan dari siapapun,” tegas Usman, mendapat aplaus dari para undangan yang pro KPBU. Sikap tegas ketua dewan mendapat apresiasi dan dukungan positif dari Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Drs H Sumi Harsono. Menurut Sumi --sapaan akrab Sumi Harsono--+ sikap tegas yang diucapkan oleh ketua dewan sangat baik. “Itu merupakan sikap pimpinan yang tegas,” kata Sumi. Menurut Usman, permohonan persetujuan pembangunan RSSB dengan skema KPBU ini hanya ada dua kata. Yakni dibatalkan atau disetujui. “Untuk lebih kongkritnya, dewan akan mengajukan LO (Legal Opinion) dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo. Terkait persoalan hukumnya diperbolehkan atau tidak,” tegas Usman. Szementara Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mengatakan, kehadirannya di acara diskusi ini dikembalikan kepada anggota dewan. Karena anggota dewan itu merupakan wakilnya rakyat Sidoarjo. “Disini saya melihat hanya ada miskomunikasi antara yang pro dan yang kontra. Mari dibangun sinergitas sehingga ada kata sekapakat yang baik,” ujar Zain Dwi Nugroho. Diakhir puncak diskusi, Kajari Sidoarjo Setyawan Budi Cahyono mengatakan, bahwa kehadirannya mengikuti diskusi ini adalah bukan untuk membela yang pro dan yang kontra. Namun pihaknya sebagai aparatur penegak hukum bila diminta pemerintah dalam memberikan kepastian hukum suatu permasalahan. Termasuk permintaan pembuatan LO, maka kejaksaan bisa mewakili pemerintah untuk membuatkan LO tersebut. “Tadi disebutkan oleh ketua dewan, tentang pembuatan LO. Maka kami akan mengakaji dari segi aturan. Perlu diketahui unsur korupsi itu ada dua. Pertama satu melawan hukum, dan yang kedua ada kerugian negara,” tegas Setyawan Budi Cahyono. Untuk itu tambah kajari, tentang permasalahan hukumnya masih dikaji. Dan sekarang masih ada waktu. “Kami akan mendukung, tapi jangan ditafsirkan lain. Kami mendukung dan mengkaji segi hukumnya. Boleh apa tidak pembangunan rumah sakit skema KPBU ini,” ulas dia. (dar/jok/pi)
Sidoarjo, Memorandum Perizinan yang diajukan pengembang PT Lucas Bambu Kuning, diprediksi dalam waktu dekat akan segera terealisasi. Hal itu disampaikan pengacara PT Lucas Bambu Kuning, Yunus Susanto SH, Senin (18/11). Pengacara yang berkantor di Ruko Graha Anggrek Mas, Jalan Mayjen Sungkono Sidoarjo itu mengatakan, perizinan tanah yang dijual kliennya sudah dilakukan. Kliennya juga sudah menunjuk notaris selaku pejabat pembuat akte tanah untuk memprosesnya. “Prosedur sudah dijalani klien saya,” jelas Yunus Susanto SH. PT Lucas Bambu Kuning membebaskan tanah seluas kurang lebih 12 hektar di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan. Terdiri dari Bambu Kuning (BK) I dan BK II. Dari luas tanah tersebut rencananya akan diajukan untuk proyek tanah kapling sebanyak 296 unit untuk BK I dan 625 untuk BK II. Dari luas tanah tersebut, pembayaran ke petani dipastikan lunas. “Tidak ada kendala di lapang-
an. Pembayaran ke petani semua lunas,” kata salah satu orang dalam PT Lucas Bambu Kuning. Kendalanya, ada beberapa user yang mulai kurang sabar. Sebab perizinan mundur dari jadwal. Dia menyadari user beli tanah untuk segera ditempati dan ada yang dipakai untuk aset. “Terhadap user yang kurang sabar kita lakukan pendekatan dan penjelasan. Bila terjadi pembatalan, akan ada pengembalian dan waktu sesuai kesepakatan. Untuk itu manajemen PT Lucas Bambu Kuning berharap instansi terkait bisa segera merealisasi izin-izinnya. Sehingga hubungan PT Lucas Bambu Kuning dan user bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya. Soal izin yang diajukan tersebut, manajemen PT Lucas Bambu Kuning mengaku sudah menjalankan sesuai prosedur. “Pengurusan sudah melalui prosedur yang benar dan kita serahkan kepada pejabat pembuat akte tanah atau notaris. Mungkin masih dalam proses. Diharapkan setelah tahun baru 2020 sudah selesai semua. Mohon doa restunya
FOTO: MEMORANDUM/ADV
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Lucas: Izin Sudah Diproses
Lokasi tanah milik PT Lucas Bambu Kuning di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan.
semoga semua berjalan dengan lancar,” papar Ny Laurentina
Angga, salah staf PT Lucas Bambu Kuning di kantornya, Jalan Raya
Simo Angin-angin, Wonoayu, Sidoarjo. (*/try/jok/pi)
Lima Pj Kepala Desa di Krian Dilantik Sidoarjo, Memorandum Lima penjabat (Pj) kepala desa dilantik Camat Krian Agus Maulidy, di Pendopo Balai Kecamatan Krian. Krian Camat Krian Agus Maulidy meminta pejabat kepala desa yang dilantik segera melaksanakan koordinasi dengan perangkat desa, dalam pembentukan panitia pelaksanaan pilkades serentak mendatang. Juga meminta panitia harus netral dalam menjalankan tugasnya. Dalam kesempatan itu Agus Maulidy juga menyampaikan kepada Bupati Sidoarjo yang turut hadir, bahwa warga wilayah barat sangat mengharapkan rumah sakit wilayah barat agar segera
dibangun. “Sehingga masyarat dapat menikmati pelayanan kesehatan,” kata dia. Dalam kesempatan itu Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah, meminta pejabat kepala desa dapat bermanfaat, dan harus mampu menyukseskan pilkades seren-
tak. “Semoga dapat menjalankan amanat sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku. Para pejabat kepala desa harus melayani rakyatnya, tidak boleh minta dilayani,” kata Bupati Syaiful Ilah, Sabtu (16/11). Harapan bupati, kepada ke-
pala desa yang baru saja dilantik untuk dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggungjawab sesuai dengan sumpah/janji yang telah diikrarkan. Menata dan memajukan
desa, serta membangun kemitraan dengan seluruh komponen yang ada di desa. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat ke arah yang lebih baik lagi. (sud/jok/pi)
EKBIS & PENDIDIKAN
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com
PEN Dorong Generasi Muda Jadi Energi Penggerak Bangsa
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan General Manager Marketing Operation Region V Pertamina Werry Prayogi, menjamin stok bahan bakar solar dan bahan bakar lainnya aman. Bahkan sejak Minggu (17/11) lalu, stok solar di semua SPBU di Jatim sudah berjalan normal. “Kita pastikan stok solar aman di Jatim. Harapannya solar aman, masyarakat bisa tenang,” ujar Khofifah usai rapat koordinasi bersama Pertamina, BPH Migas, serta Organda di Kantor Gubernur Jatim, Senin (18/11). Dijelaskan, pemprov Jatim bersama GM Pertamina, serta BPH Migas menjamin bahwa kelangkaan solar di beberapa daerah yang terjadi beberapa hari lalu, kini dipastikan dalam keadaan cukup. Menurut Khofifah, stok yang aman ini juga merupakan bentuk menjaga suasana Jatim agar selalu kondusif. Sebab, jika terdapat kegelisahan dari masyarakat bisa berdampak pada disharmoni bahkan kontraksi perekonomian. “Pertamina dan BPH Migas tetap melayani kebutuhan masyarakat. Pokoknya jangan ada yang membuat masyarakat panik atau galau,” ujar Mantan Mensos ini. Di kesempatan sama, General Manager Marketing Operation Region V Pertamina Werry Prayogi menjelaskan, sejak Jumat (15/1) malam, hingga saat ini pihaknya terus memenuhi kebutuhan SPBU. Distribusi bahan bakar solar sudah berjalan dengan normal. “Masyarakat jangan panik. Kami menjamin stok kebutuhan bahan bakar aman walaupun ada Natal dan Tahun Baru,” tegas dia. Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim Setiadjit mengatakan, akhir Oktober 2019 kuota bahan bakar premium dan solar bersubsidi telah melebihi yang ada. Namun, BPH Migas bersama Pertamina tetap berkomitmen melayani sesuai kebutuhan masyarakat. “Jadi tidak benar kalau ada pembatasan dimulai 15 November. Mulai hari ini Insya Allah sudah normal kembali. Kita jamin semuanya aman sampai kapanpun,” kata dia. Ia juga menjelaskan, Pemprov Jatim bersama Pertamina membuat quick response dengan melibatkan satgas yang selalu memantau perkembangan di lapangan. (yok/lis)
Unit Manager Communication dan CSR MOR V Rustam Aji menjelaskan, Pertamina Energi Negeri merupakan program inisiatif yang mengajak seluruh pekerja Pertamina untuk turun langsung ke dunia pendidikan dan turut memajukan pendidikan dan kecintaan terhadap Negara Indonesia. Di Surabaya sendiri, melalui Pertamina Marketing Operation Region V, Pertamina melaksanakan PEN untuk ke-4 kalinya di 3 sekolah yang berada di Ring 1 Area Kantor Pertamina MOR V Surabaya. “Sasaran yang dituju adalah anakanak sekolah dasar, sebagai dasar paling fundamental yang diharapkan dapat memberikan kemajuan dan pemahaman yang signifikan terhadap anak-anak,” terang Rustam Aji. Sekolah Dasar yang dituju tersebut di antaranya adalah SDN Margorejo V, SDN Bendul Merisi, dan SDN Jagir I. Dengan total 50 relawan yang terjun langsung mengajar kepada 285 siswa yang berada di 3 sekolah tersebut. Memang, selain mengajar di 3 SD tersebut, Pertamina pada kesempatan yang sama juga memberikan bantuan revitalisasi sarana dan fasilitas untuk perpustakaan yang berada di sekolah tersebut. “Bantuan revitalisasi perpustakaan di 3 SD tersebut tentunya untuk meningkatkan kualitas mengajar dari para guru dan juga sebagai media pem-
FOTO: MEMORANDUM/MIK
Prof DR H Syafiq A Mughni MA (dua dari kiri) bersama Ketua Ta’mir Masjid Baiturrahman Imam Ghozali sebelum menandatangani prasasti museum.
Warga Tempurejo dan sekitar turut hadir dalam pengajian peringatan Milad Muhammadiyah ke-107.
iyah. Di Surabaya, banyak lokasi bersejarah yang terawat dengan baik. Alasan itulah yang memotivasi pembangunan museum. “Paling tidak bisa memahamkan generasi muda akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia
dalam merebut kemerdekaan yang dimotori oleh para ulama juga tokoh-tokoh Islam,” sambung dia. Mu s e u m i n i l o k a s i n y a berdekatan dengan tempat wisata Pantai Ria Kenjeran, Jembatan Suroboyo. (mik/lis)
Kegiatan Pertamina Energi Negeri untuk sekolah dasar di Kota Surabaya.
belajaran tambahan untuk anak-anak sekolah”, ujar Rustam Aji selaku Unit Manager Communication & CSR MOR V JatimBaliNus. Untuk pembelajaran yang lebih interaktif, relawan mengajar dari Pertamina mengajak siswa sekolah dasar tersebut untuk belajar sambil bermain dengan materi yang bervariasi, diantaranya adalah Pengenalan Pertamina serta proses bisnisnya, juga kompetensi 6C (clean, confident, competitive, customer focus, commercial, capable) yang menjadi dasar fundamental pekerja Pertamina dikemas dengan kreatif
sehingga mudah diterima oleh siswa SD tersebut. “Relawan mengajar juga memberikan games-games yang menarik sehingga pembelajaran yang didapat tidak membosankan untuk siswa,” tegas dia. Sementara itu, Wiji Astuti, Kepala Sekolah dari SDN Margorejo V menunjukkan rasa bersyukurnya ketika sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu tujuan belajar dari PEN 4 di Surabaya. “Teruntuk anak-anak dapat belajar mengenai hal baru dan dengan adanya bantuan revitalisasi perpustakaan dari Pertamina dihara-
pkan dapat meningkatkan minat baca dari anak-anak yang sekolah di sini”, ujar dia. Reza Ashraf Setiawan, siswa kelas 5 SDN Margorejo V gembira ketika ditanya mengenai kesan pesannya selama mengikut PEN 4 di sekolahnya. “Sangat senang sekali, karena bisa belajar dengan ceria dan mendidik”, ujar dia. Ke depannya, Pertamina berharap energi positif yang diberikan kepada Generasi Muda ini dapat memberikan kontribusi dan motivasi yang positif terhadap kemajuan dan kualitas pendidikan di Indonesia. (day/lis)
Pendapatan Daerah Ditarget Naik 4, 68 Persen
Museum Muhammadiyah Kenalkan Sejarah Perjuangan pada Milenial Surabaya, Memorandum Museum Muhammadiyah Tempurejo yang berada di lingkungan Masjid Baiturrahman, Jalan Tempurejo 2, Mulyorejo, Minggu (17/11) malam, diresmikan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Bersamaan dengan peresmian museum, Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Mulyorejo juga mengadakan pengajian dalam rangka peringatan Milad Muhammadiyah ke-107 H dengan pembicara Prof DR H Syafiq A Mughni MA. “Kehadiran Museum Muhammadiyah di Kota Pahlawan ini, diharapkan mampu memberikan edukasi bagi generasi muda atau milenial terkait sejarah tentang ormas Muhammadiyah. Masih banyak generasi muda yang belum tahu tentang sejarah ormas Muhammadiyah,” ujar Imam Ghozali, Ketua Ta’mir Masjid Baiturrahman, kemarin. Museum yang lokasinya di bawah menara masjid dalam bentuk outdoor ini, menyuguhkan koleksi foto-foto pendiri persyarikatan Muhammadiyah seperti KH Ahmad Dahlan hingga Prof DR Haedar Nashir MA. Warga Surabaya yang datang ke museum ini gratis mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Pengunjung bisa berkeliling sambil melihat-lihat koleksi foto para tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya, kegiatan masjid, kegiatan PCM, dan ranting Mulyorejo. Ghozali mengimbau pengunjung museum untuk meminta jasa pemandu agar kunjungan lebih bermakna dan mendapatkan informasi tentang sejarah Muhammad-
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Gubernur dan Pertamina Jamin Stok Solar di Jatim Aman
Surabaya, Memorandum Pertamina Energi Negeri (PEN) mengajak seluruh pekerja Pertamina untuk turun langsung ke dunia pendidikan dan turut memajukan pendidikan dan kecintaan terhadap Negara Indonesia. Kegiatan selama 4 hari ini serentak dilaksanakan di 18 lokasi di seluruh Indonesia.
Lamongan, Memorandum Dalam Nota Keuangan Raperda APBD 2020, komponen pendapatan daerah ditargetkan bisa naik 4,68 persen menjadi Rp 3.076.799.929.800. Menandai pembahasan APBD 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan bersama eksekutif menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020, Senin (18/11). Bupati Fadeli menyampaikan, secara keseluruhan pendapatan daerah 2020 diperkirakan sebesar Rp 3.076.799.929.800 yang berarti mengalami peningkatan sebanyak 4,68 persen dari target pendapatan daerah APBD 2019. Dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 554.416.251.400 yang mengalami kenaikan sebesar 4,68 persen. Sementara untuk dana perimbangan dialokasikan sebesar 1.706.256.723, sehingga secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 2,08 persen. “Sedangkan untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan Rp 816.126.955.400 yang mengalami peningkatan sebesar 17, 80 persen dari pada target APBD 2019,” ujar Fadeli. Alokasi belanja daerah juga diestimasikan mengalami peningkatan 4,96 pers-
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat koordinasi bersama GM MOR V Pertamina dan BPH Migas di Kantor Gubernur Jatim.
HALAMAN 3
Didampingi Wabup Kartika Hidayati, Bupati Fadeli menyerahkan RAPBD 2020 kepada pimpinan DPRD Lamongan dalam rapat paripurna.
en dibandingkan anggaran APBD 2019 menjadi sebesar Rp 3.098.199.929.800. Bupati Fadeli menjelaskan secara umum belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung yang mencapai Rp 1.834.991.228.786 dan belanja langsung sebesar Rp 1.263.288.701.014. Fadeli mengungkapkan beberapa kebijakan belanja langsung dalam APBD Tahun Anggaran 2020 di antaranya dialokasikan pada bidang pendidikan. Nantinya sebagian besar dipergunakan untuk peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan pelayanan pendidikan dengan fokus pembangunan pada program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di semua jenjang baik rehabilitasi dan fasilitas pelaksanaan evaluasi pembelajaran berba-
sis komputer serta akreditasi sekolah. Selain bidang pendi-
dikan, juga berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan gizi balita serta percepatan pencegahan stunting dalam bidang kesehatan. Untuk bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan, di antaranya diprioritaskan pada pembangunan pertanian kawasan jagung modern dan pengembangan padi ramah lingkungan. Sedangkan di bidang infrastruktur, akan diarahkan untuk peningkatan kualitas jalan dan jembatan. Dan dalam bidang usaha mikro kecil dan menengah lebih berfokus pada peningkatan perekonomian masyarakat desa dengan pelatihan dan pembangunan Warung LA. (*/udi/lis)
AREMA
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander dan tersangka serta barang bukti yang diamankan didampingi kasubbag humas dan kasatreskrim.
Gondol Motor, Tukang Kayu Didor
Malang, Memorandum Sempat kejar-kejaran hingga ratusan meter, Suntra (26), warga Dusun Kudu, Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kota Pasuruan, akhirnya tumbang setelah ditembak polisi dalam upayanya kabur dari penangkapan. Pemuda yang keseharian berprofesi sebagai tukang kayu ini, diduga telah membwa kabur motor orang lain. Beberapa barang bukti yang diamankan adalah buah kunci T dan 4 buah mata kunci, 1 magnet, motor Scoopy milik korban serta satu gembok pagar. Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menjelaskan, tersangka beraksi ketika para korban tengah terlelap tidur. Namun beruntung, petugas yang sedang melakukan patroli mengetahui aksi tersangka.
“Sempat dilakukan tembakan peringatan, namun tersangka tetap kabur. Bahkan, peluru senapan sempat mengenai bodi motor hingga berlubang. Namun akhirnya, tersangka terkena tembakan polisi di bagian kaki sehingga bisa ditangkap,” katanya saat ungkap kasus di Mapolresta Malang, Senin (18/11). Ia melanjutkan, pencurian ini dilakukan di setelah Suntra terlebih dulu merusak kunci gembok pagar rumah di Jalan Telogomas Gang X, RT 04/RW 07, Kelurahan Tlogomas, Sela-
sa (11/11) sekitar pukul 04.00. “Sayang satu tersangka yang membantu beraksi berhasil kabur. Kini masih kita kejar,” lanjut AKBP Dony. Dijelaskan, sebelumnya kedua tersangka berangkat ke Pasuruan menggunakan motor mencari sasaran di Kota Malang. Setelah mendapat obyek sasaran, satu tersangka turun dan mengambil motor. Sementara satu temannya menunggu di atas motor sambil lihat keadaan. “Tersangka dikenakan pasal 363 dengan ancaman 5 tahun penjara. Dalam pemeriksaan, ia mengaku selalu beraksi di lepas tengah malam. Pengakuannya, sudah beraksi 5 kali. Petugas terus melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya,” pungkas AKBP Dony. (cr-3/ari/epe)
Arimbi Vero Saya tidak bisa membandingkan mana yang lebih menyenangkan. Yang jelas saya suka sekali menonton Selendang Arimbi. Saya sengaja menggunakan kata “suka” atau “tidak suka”. Saya menghindari kata “baik” atau “tidak baik”. Melihat karya seni sering harus subyektif. Sekilas --dari promosinya-Selendang Arimbi ini seperti operet anak-anak. Tapi sutradara berhasil tidak membuatnya jatuh ke operet dolanan. Jalan ceritanya bisa dibilang “serius”. Kelemahan gerak tari anak-anak itu berhasil tertutup oleh kekolosalannya. Ada 200 anak dari tiga rumah susun Jakarta tampil di Selendang Arimbi: Rusun Pulo Gebang, Rawa Bebek, dan Daan Mogot. Ketidaksempurnaan gerak dansa waltz-nya tertutup dengan gerak humor sang penari --terutama yang diperankan wanita berbaju merah itu. Gerak lucu itu justru menjadikan tari dansa itu sendiri lebih menghibur. Daripada, misalnya, menampilkan pedansa serius. Apakah wanita itu pedansa profesional yang diselipkan di antara anak-anak rusun? Sutradara juga sering menyajikan banyak cerita di satu panggung. Tanpa terjadi kontradiksi. Misalnya saat temanteman Arimbi membantu jualan selendang. Adegan jualannya justru diwujudkan dalam gerak di background. Adegan utamanya adalah tari lain. Yang menggambarkan kesibukan Taman Fatahillah Jakarta. Yang seperti itu membuat penonton merasa mendapat sajian menu beragam yang serasi. Teknik berceritanya pun tidak kronologis --ciri khas lama opera anak-anak. Di Selendang Arimbi banyak dipakai teknik flashback. Atau flashfuture. Bahkan ending ceritanya pun sebuah flashback yang jauh. Yang membuat penonton tidak bisa menebak akhir dari cerita itu. Sungguh teknik penceritaan
Sambungan dari halaman 1 yang modern. Seperti novel yang diwujudkan dalam opera. Ceritannya: Arimbi, anak miskin, mendapat beasiswa menjadi murid baru sanggar tari terkenal: Itnas Ibmira. Nama sanggar ini sendiri sudah menimbulkan imajinasi: merangsang penonton membacanya dari belakang. Pasti akan ada cerita tersembunyi dari nama itu. Tapi belum dibocorkan di awal sampai di tengah cerita. Ini bagian dari rahasia di akhir cerita. Bakat Arimbi menimbulkan kecemburuan murid lainnya. Termasuk anak manajer tari yang juga belajar di situ. Arimbi difitnah sebagai pencopet. Padahal uang banyak itu hasil jualan selendang di Taman Fatahillah --dibantu teman-teman yang simpati pada Arimbi. Fitnah itu terjadi justru seperti Arimbi jatuh tertimpa tangga. Arimbi lagi di puncak kesedihannya: ibunya suka menari sendirian setiap kali sang ibu ingat almarhum suaminya. Ternyata ketahuan: ibunya pernah punya cita-cita tinggi tapi kandas. Terpaksa jadi penjual selendang di kaki lima sepeninggal suami --untuk menghidupi Arimbi saat masih bayi. Arimbi akhirnya juga tahu ibunya sedang sakit paru. Dan kian parah. Sampai tidak bisa jualan. Justru di saat hampir berhasil menjadi penari utama di sanggar itu Arimbi memutuskan: berhenti menari. Meneruskan pekerjaan ibunya: jualan selendang. Ingin bisa membawa ibunya ke dokter.
Selendang tipe jumputan itu, di dunia nyata, ternyata produk penghuni rumah susun. Dijual di lobi Artpreneur sore itu. Di akhir cerita baru ketahuan: sang ibu dulunya kawin dengan penari juga. Lalu pindah ke Jakarta. Ingin karir tarinya melejit ke tingkat nasional. Seperti temannya yang sudah lebih dulu sukses. Mereka sewa pondokan di rumah reot di bantaran sungai. Kena gusur. Dipindah ke rumah susun. Nasib orang begitu berbeda. Teman akrabnya sukses sekali. Kaya. Sampai punya sanggar tari sendiri. Bahkan bisa ke New York. Memperdalam tari di sana. Bertahun-tahun. Sampai-sampai sang ibu punya cita-cita: kalau punya anak akan diberi nama sama dengan temannya itu. Mengharukan: di akhir cerita sang ibu ditengok teman lamanya itu. Yang bernama Sinta Arimbi itu. Diantar oleh Sinta Arimbi, anaknya. Sang teman yang kemudian akan mengurus kesembuhan wanita itu. Operet Selendang Arimbi memang bercerita di seputar rumah susun. Tapi jangan membayangkan ada adegan kumuh atau kotor atau semrawut di panggung. Di operet ini kemiskinan digambarkan tidak dengan kekumuhan. Sang sutradara kelihatan sadar sekali bahwa operet Selendang Arimbi akan ditonton golongan atas. Tempat pementasannya saja di Artpreneur Ciputra. Harga tiketnya saja Rp 750 ribu. Yang termurah Rp 350 ribu.
Sutradara berhasil membawa kesedihan dalam kegembiraan. Sebagai hiburan operet ini berhasil. Penonton memang ada yang tersedan seperti saya --tapi karena terharu. Bukan karena sedih. Muncul empati dalam keterharuan itu. Bravo. Selendang Arimbi bercerita tentang rumah susun bukan dari sisi kesedihannya. Tapi potensinya. Lalu memberikan harapan: bagaimana potensi itu menjadi keunggulan nyata. Vero --mantan istri Ahok itu-- juga tampil. Dua kali. Dan ikut jadi pusat perhatian penonton. Antara lain karena setting panggungnya dibuat begitu. Adegan yang dimainkan Vero relevan dengan kemampuannya: memainkan alat musik celo. Plot penampilan Vero pun sangat padu. Dan proporsional. Tidak sampai jatuh pada mentang-mentang Vero-lah produser dan penggagas Operet Aku Anak Rusun ini. Tiga anak Vero ada di Artpreneur itu: putra sulungnya
jadi penonton. Ia duduk --kebetulan-- di sebelah saya bersama Olwen, teman akrabnya. Putri dan anak bungsunya ikut menjadi pemain. Operet Selendang Arimbi ini terasa lebih istimewa karena ada drama tersendiri di baliknya: sutradaranya meninggal tanggal 31 Oktober lalu. Justru ketika Selendang Arimbi tengah seru-serunya di tahap latihan. Rita Dewi Saleh, sutradara itu, meninggal akibat sakit paru. Kanker paru. Adakah cerita sakit parunya ibunda Arimbi terinspirasi dari sakit yang dialaminya sendiri? Video bagaimana Bunda Rita melatih anak-anak rumah susun ditampilkan sebelum opera. Termasuk saat melatih dari tempat tidurnya. Melatih sambil selang oksigen masih ada di lubang hidungnya. Adegan video-video itu seperti dibuat menyatu dengan opera. Seperti intronya. Penonton menjadi sudah terharu sejak intronya itu. Saya sengaja menutup diri
sebelum menonton operet Selendang Arimbi. Saya tidak mau membaca berita seputar itu. Tidak ingin tahu riwayatnya. Saya ingin menonton tanpa terpengaruh bahan-bahan yang tersedia. Saya ingin menonton sebagai penonton. Saya memang sempat bertemu Vero sebelum pertunjukan. Tapi saya tidak mau ngobrol soal Selendang Arimbi. Saya juga bertemu dengan raja opera anak-anak masa lalu: ratu pop kita Titiek Puspa. Tapi saya hanya mendengarkan ledakan mimpinya. Yang masih sangat jernih. Juga hanya untuk mengagumi kesehatannya yang prima, kulit wajahnya yang tetap halus dan geraknya yang masih enerjik. Di usianya yang 82 tahun. Saya juga ketemu Rina Ciputra dan Ibu Martha Tilaar yang mensponsori operet ini.
Ada juga istri Gubernur DKI Anies Baswedan. Juga hanya untuk salaman. Sehari setelah menonton saya baru bertanya pada Vero. Tentang siapa nama sebenarnya pemeran Arimbi itu. Apakah dia benar-benar anak rumah susun. “Nama anak itu Mega. Dari rumah susun Pulo Gebang,” ujar Vero. Saya harus mengakui Operet Aku Anak Rusun: Selendang Arimbi ini hasil kerja keras dan kerja cerdas. Juga wujud sebuah empati. Bagaimana 200 anak rusun ditransformasikan ke Artpreneur Ciputra. Dalam sebuah operet kelas Artpreneur --bukan ‘operet untuk sebuah proyek pemda’. Rumah susun, di operet ini, bukan obyek. Tapi sekaligus subyek. Vero layak dapat bunga malam itu.(*)
TULUNGAGUNG
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Pertengahan 2020, Rusunawa 2 Siap Huni
HUT Ke-814, Pemkab Tulungagung Gelar Bersih Nagari
Bupati Maryoto naik kereta dalam kegiatan Bersih Nagari.
mengingat sebagian besar wilayah di Kabupaten Tulungagung kala itu adalah rawa-rawa yang tidak produktif. Namun setelah dilakukan berbagai macam upaya, akhirnya bisa menyulap wilayah rawa-rawa menjadi daerah subur, dan bisa ditanami berbagai macam tumbuhan dan pohon untuk kesejahteraan rakyatnya. “Dari namanya saja yang Ngrowo bisa dipastikan dulu ini adalah rawa-rawa. Tapi kerja keras pendahulu kita akhirnya bisa mengubah rawa menjadi lahan subur untuk rakyatnya,” ungkap Maryoto. Maryoto mengingatkan, kini tugas genarasi penerus tidak hanya sekedar melanjutkan, namun juga mengisinya
dengan hal-hal positif. Seperti dengan melakukan tindakan penyelamatan lingkungan dengan mendaur ulang sampah yang tidak terpakai menjadi bahan bernilai lebih. “Tahun ini kita ada lomba daur ulang, ini yang membedakan, tujuannya agar generasi sekarang itu sadar menjaga lingkungan dengan memilah dan mendaur ulang sampah,” jelasnya. Selain itu pihaknya juga meminta bawahannya untuk memaksimalkan teknologi demi memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan masyarakat sendiri juga harus menjadi pendukung kondusifitas di Tulungagung. (fir/mad/rif )
Pemkab menawarkan lokasi berdekatan dengan Rusunawa 1, yang secara administratif merupakan lahan milik Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung. Sedangkan secara geografis, lokasi itu terletak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Anang Pratistianto mengatakan sejak pertama dibangun sampai saat ini, progres pembangunan Rusunawa 2 sudah mencapai 20 persen. Menurutnya, tidak akan memerlukan waktu lama untuk menyelesaikan pembangunan rusunawa tersebut. Sebab tidak seperti Rusunawa sebelumnya, Rusunawa 2 ini dirancang 3 lantai dengan jumlah kamar sebanyak 42. “Mulai membangunnya November ini, sampai sekarang ya sudah 20 persenan,” ucapnya, Senin (18/11). Dari 42 kamar yang disewakan, nantinya 10 kamar di lantai satu untuk masyarakat lansia dan difabel. Sedangkan sisanya akan disewakan untuk masyarakat umum yang masuk kategori berpenghasilan rendah. Tidak hanya kamar yang disewakan, Anang juga memastikan bakal ada ruang terbuka hijau, arena bermain anak serta ruangan untuk usaha. “Kalau sudah diserahkan, tentu tugas pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitasnya,” tuturnya. Anang menjelaskan, walaupun progres pembangunannya sangat cepat, pihaknya memprediksikan Rusunawa ini baru bisa
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Tulungagung, Memorandum Dari beberapa lokasi rusunawa (rumah susun sederhana sewa) usulan Pemkab Tulungagung kepada pemerintah pusat, hanya ada satu yang disetujui dan dibangun tahun ini.
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Tulungagung, Memorandum Senin (18/11) kemarin, tepat menjadi hari lahir Kabupaten Tulungagung sesuai dengan sejarah yang tertulis di Prasasti Lawadan. Pada 2019 ini usia Kabupaten Tulungagung tepat 814 tahun. Guna memperingati pertambahan usia, Pemkab Tulungagung menggelar serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah Bersih Nagari. Acara sakral diawali upacara lengkap dengan pakaian adat yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkab Tulungagung. Kemudian dipimpin oleh Bupati Maryoto Birowo dan unsur forkopimda, sejumlah pejabat melakukan kirab dari halaman pemkab ke Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Di belakang disusul arak-arakan tumpeng lanang dan buceng wadon. Bupati Maryoto Birowo mengatakan, Bersih Nagari adalah rangkaian acara peringatan HUT Kabupaten Tulungagung yang setiap tahun dilaksanakan tepat pada 18 November. “Jadi kali ini rangkian peringatan HUT ke 814, tepat 18 Novemeber ini dilakukan bersih nagari,” ujarnya. Bersih nagari dilakukan sebagai upaya mengingatkan generasi sekarang akan perjuangan tokoh-tokoh yang berperan atas terbentuknya Kabupaten Ngrowo, atau kini berubah nama menjadi Kabupaten Tulungagung. “Kita harus ingat jasa orang-orang yang memperjuangkan kabupaten ini sejak dulu sampai sekarang,” terangnya. Masih menurut Bupati Maryoto, perjuangan pendahulu layak untuk dihargai,
Pembangunan rusunawa 2.
dimanfaatkan oleh warga Tulungagung pada pertengahan tahun 2020. Sebab usai dibangun, selanjutnya pihaknya masih menunggu proses serah terima dari Kementerian PUPR kepada Pemkab Tulungagung, hingga kemudian baru bisa disewakan kepada masyarakat. “Minat sangat tinggi sampai 200 KK yang sudah waiting list. Makanya, tahun depan kita terus usulkan untuk pemban-
gunan rusunawa 3 atau bahkan untuk ASN. Karena banyak ASN di sini belum memiliki rumah,” ujarnya. Saat disinggung mengenai tarif yang akan diterapkan, Anang mengaku akan dibuat sama dengan tarif sewa Rusunawa lama. Yakni Rp 300 ribu di lantai satu, Rp 250 ribu di lantai 2, dan Rp 200 ribu untuk lantai 3. “Untuk harganya sama seperti yang lama,” pungkasnya. (fir/mad/rif)
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
dang anggota satresnarkoba ke mapolres setempat. Kasubaghumas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi dalam keterangannya menyebutkan, berawal ketika ada laporan masyarakat tentang seorang pemuda yang akan melakukan trasaksi narkoba di warung soto. Setelah dilakukan upaya penyelidikan petugas mencurigai seorang pemuda dimaksud. Kemudian dilakukan penangkapan, dan tersangka diketahui membawa Narkotika jenis Sabu seberat 0,66 gram dalam plastik klip sebagai pembungkusnya.
“Selanjutnya petugas membawa tersangka beserta barang bukti ke Mapolres Kediri Kota untuk penyidikan lebih lanjut dan dilakukan penahanan,” ungkapnya, Senin (18/11) pagi. Sementra barang bukti yang diamankan oleh petugas, 0,66 gram sabu beserta plastik sebagai pembungkusnya dan satu unit HP merk Xiaomi Redmi 6A. “Tersangka akan kita kenakan pasal tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I jenis sabu sabu sebagaimana dimaksud dalam
Fredi Indra Albatoha
pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (st3/yud/rif)
Polres Kediri Kota Santuni Anak Yatim Seusai kegiatan Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang diberikan kepada kita semua. “Semoga semua masyarakat Kota Kediri, TNI-Polri serta instansi yg lain diberi kesehatan dan keselamatan serta kelancaran dalam menjalankan tugasnya,” harap AKBP Miko. Terkait santunan kepada anak yatim dan abang becak AKBP Miko Indrayana mengatakan bahwa yang dilakukan FOTO: MEMORANDUM/LEH
Kediri, Memorandum Sebagai wujud syukur, Polres Kediri Kota menggelar bakti sosial tasyakuran dan santunan kepada anak yatim dan abang becak. Kegiatan sosial ini dilakukan di ruang Rupatama Mako Polres jalan KDP Slamet No 2 Kediri, Senin (18/11) pagi. Sebanyak 20 anak yatim dari Kelurahan Bandar Lor serta 30 abang becak di Kota Kediri mendapatkan santunan serta bingkisan yang diserahkan langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana didampingi pejabat utama (PJU).
Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana dan pejabat utama memberi santunan kepada anak yatim.
merupakan bentuk rasa syukur, selain itu Kapolres juga mennyatakan bahwa harta yang ada pada diri kita sebagian adalah milik mereka para kaum dhuafa.
“Maka wajib disampaikan. Semoga bisa membantu dan bermanfaat buat mereka,” pungkas AKBP Miko Indrayana kepada wartawan. (leh/yud/rif)
FOTO: MEMORANDUM/PRA
Kediri, Memorandum Polres Kediri Kota kembali meringkus mata rantai peredaran Narkoba di wilayahnya. Kali ini giliran pemuda Karangnongko, Kelurahan Campurejo karena didapati sedang melakukan transaksi narkoba jenis sabu di sekitar terminal Tamanan kota Kediri. Untuk mengecoh petugas, tersangka memanfaatkan warung soto. Adalah Fredi Indra Albatoha (19), pemuda pengangguran yang tinggal di Kecamatan Mojoroto ini dibekuk saat hendak transaksi narkoba jenis sabu di terminal. Ia pun digelan-
FOTO: MEMORANDUM/ST3
Warung Soto Ajang Transaksi Sabu
Kondisi salah satu proyek fisik pembangunan jalan tembus di Kelurahan Gedog, Kota Blitar.
Serapan Belanja Modal Kota Blitar Kurang 50 Persen Blitar, Memorandum Serapan belanja modal APBD Kota Blitar 2019 masih rendah. Hingga triwulan ketiga 2019 ini, capaian serapan belanja modal masih kurang dari 50 persen dari total anggaran Rp 343,1 miliar. Rendahnya serapan belanja modal ini paling banyak dipengaruhi kurang maksimalnya progres pekerjaan sejumlah proyek fisik. Progres pekerjaan proyek fisik seperti pembangunan jalan, gedung, pasar, dan irigasi sampai sekarang rata-rata masih mencapai 50 persen. “Serapan belanja modal terutama soal proyek fisik masih rendah. Sekarang serapannya masih kurang dari 50 persen. Padahal waktu pekerjaannya tinggal 1,5 bulan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto. Totok mengatakan, komisi III meminta Pemkot Blitar agar meningkatkan monitoring terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkala. Pemkot Blitar juga harus rutin melakukan sidak ke lapangan untuk melihat langsung progres pekerjaan sejumlah proyek fisik. “Pemkot Blitar harus segera melakukan evaluasi dan monitoring agar serapannya bisa optimal sampai akhir tahun. Agar angka Silpa pada 2019 ini tidak terlalu tinggi,” ujarnya. Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Sapto Yohanes mengakui serapan belanja modal APBD 2019 ini kurang optimal. Terutama serapan belanja modal untuk sejumlah proyek fisik. “Serapan belanja modal memang belum bisa optimal hingga triwulan ketiga ini. Terutama pekerjaan sejumlah proyek fisik di DPUPR, Dinas Perumahan Rakyat dan Disperindag,” kata Widodo.
Menurutnya, Pemkot Blitar telah membentuk tim evaluasi untuk mengawasi pekerjaan sejumlah proyek fisik yang ditargetkan selesai akhir 2019 ini. Tim ini secara rutin mengecek progres pekerjaan sejumlah proyek fisik di lapangan. “Selama kurang dari dua bulan ini, tim akan terus memantau progres pekerjaan sejumlah proyek fisik. Kalau ada kendala di lapangan, tim langsung tahu dan mencarikan solusi,” ujarnya. Sebaliknya, kata Widodo, untuk serapan pendapatan asli daerah (PAD) kondisinya justru bagus. Hingga triwulan ketiga ini serapan PAD untuk pajak daerah sudah mencapai 95 persen dan untuk retribusi daerah mencapai 82 persen. “Kalau untuk serapan PAD sudah bagus, yang masih kurang optimal serapan belanja daerahnya,” ujar Widodo. (pra/rif)
MOJOKERTO-JOMBANG
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Kecantol WIL, Pria Manduro Dipolisikan Sejak Hamil, Wanita Wonosari Dicampakkan
Mohamad Imron alias Shampo diapit petugas.
Pria Karobelah Jual Sabu Jombang, Memorandum Nekad mengedarkan sediaan narkotika jenis sabu-sabu, mengantar Mohamad Imron alias Shampo (40), asal Dusun/Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, mendekam di tahanan. Ini setelah tersangka diringkus anggota Reskrim Polsek Mojowarno, Minggu (17/11) sekitar pukul 23.45, di sebuah di Dusun Kedung Melati, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito. Diungkapkan Kapolsek Mojowarno AKP Yogas, sebelum mengarah kepada sang pengedar, polisi terlebih dulu mengamankan seorang pecandu kristal haram. Sesaat setelah diringkus di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, dua pria yang diamankan tadi menyebut nama seorang pengedar. “Menindaklanjuti pengakuan tadi, kita langsung bergerak untuk melakukan pengembangan. Hasilnya, satu tersangka berikut barang bukti berhasil kita amankan dari lokasi,” ungkapnya, Senin (18/11). Begitu tiba di lokasi penangkapan, sambung kapolsek, petugas tanpa kendala membekuk Imron. Termasuk menyita sejumlah barang bukti berupa 10 paket sabu dengan 3,954 gram, sebuah bungkus rokok yang dijadikan tempat penyimpanan, serta uang tunai Rp 100.000. “Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, baik tersangka maupun barang bukti yang diamankan dibawa ke Mapolsek Mojowarno,” sambungnya. Kini, selain terus menjalani pemeriksaan intensif penyidik. Petugas juga menjebloskan Imron ke balik jeruji besi ruang tahanan. Upaya hukum ini dilakukan, untuk membongkar jaringan narkotika yang melibatkannya secara tuntas. “Tersangka kita jerat dengan pasal 114 ayat 1 Jo pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan denda paling banyak 10 miliar rupiah,” tegas Yogas. (wan/rif )
Kepada Memorandum, pelapor menceritakan rumah tangganya mulai ada masalah sejak dirinya hamil yaitu oktober 2018 lalu. Masalah tersebut tidak juga terselesaikan hingga pelapor melahirkan putrinya. Suatu ketika, Yoyok pulang dan minta uang untuk membeli minuman keras. Karena pelapor tidak punya uang, Yoyok
pun memukul pelapor hingga mengenai hidung dan bibir berakibat memar. Saat itu terlapor minta surat nikah tetapi ditolak oleh orang tua pelapor. Dari informasi yang diterima keluarga pelapor, suaminya sudah menikah siri dengan perempuan asal Desa Raos, Kecamatan Japanan, Kabupaten Pasuruan. Kasus ini sudah dilaporkan ke
Polres Mojokerto. Paur Kasubbag Humas Polres Mojokerto Ipda Teguh Kariadi membenarkan adanya laporan tersebut dan pihaknya menyiapkan pasal 49 Undang Undang RI, no 23 tahun 2004 dan pasal 45 Undang Undang RI tahun 2004. “Kami masih memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut,” kata Teguh. (adv/no/rif)
Warga 7 Desa Tuntut Hitung Ulang Pilkades Mojokerto, Memorandum Ratusan warga mendatangi kantor Pemkab Mojokerto, Senin (18/11). Mereka menuntut hitung ulang hasil gelaran pilkades di tujuh desa dalam pilkades serentak 23 Oktober lalu. Massa yang mewakili masing-masing desa tersebut menggelar orasi di depan kantor pemkab. Dalam aksinya, massa menyampaikan keberatan terhadap hasil pilkades di 7 desa. Yaitu Desa Kebontunggul dan Centong di Kecamatan Gondang, Desa Gayaman di Kecamatan Mojoanyar, Desa Karangkedawang di Kecamatan Sooko, Desa Banyulegi di Kecamatan Dawarblandong, Desa Sumbersono di Kecamatan Dlanggu, serta Desa Pagerluyung di Kecamatan Gedeg. Keberatan terhadap hasil Pilkades di 7 desa tersebut telah disampaikan para calon kades secara tertulis ke Pemkab Mojokerto beberapa waktu lalu. “Kami menuntut wakil bupati Mojokerto supaya menggelar hitung ulang hasil pilkades di tujuh desa tersebut,” kata kuasa hukum para calon kades yang gagal terpilih, Mat Atim saat unjuk rasa, kemarin. Lebih lanjut dikatakannya, mereka menuntut hitung ulang karena panitia pilkades tidak memiliki aturan yang jelas dalam
FOTO: MEMORANDUM/WAR
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Mojokerto, Memorandum Kesal menjadi pelapor kekerasan dalam rumah tangga, Nur Alisa Putri (30), warga Desa Wonosari, RT 03/RW 03, Kecamatan Ngoro, memilih melaporkan suaminya Yoyok Agus Setiawan (21), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro. Ini karena sudah Sembilan bulan dirinya dicampakkan dan ditinggal pergi oleh Yoyok.
Massa berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Mojokerto.
keabsahan penghitungan suara. Tak adanya tata tertib yang mengatur keabsahan coblosan simetris, membuat panitia pilkades
di setiap desa membuat penafsiran berbeda. Ada yang menyatakan coblosan simetris sebagai suara sah, banyak juga yang menyata-
kan tidak sah. “Di kabupaten lain, coblosan simetris sah secara hukum selama lubang kedua tidak di kotak
gambar calon lain. Kabupaten lain membuat buku panduan untuk setiap panitia. Di Kabupaten Mojokerto karena tidak ada sosialisasi, penyamaan persepsi sehingga setiap panitia menafsirkan sendiri keabsahan coblosan simetris,” terang Mat Atim Menanggapi tuntutan tersebut, Plt Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto menjelaskan, pihaknya telah membuat tata tertib terkait keabsahan suara di pilkades serentak 2019. Menurut dia, tatib tersebut berpedoman pada Pasal 40 Permendagri No 112 tahun 2014 tentang Pilkades. Aturan main ini telah disosialisasikan secara masif ke badan permusyawaratan desa (BPD), kepala desa, dan panitia pilkades serentak di tingkat desa. Menurut tafsir Permendagri 112, surat suara dianggap sah lebih dari satu coblosan kalau masih di dalam kotak (gambar cakades). “Kalau coblosan satunya di luar kotak, tidak sah.Tatib turunan dari Permendagri ini,” terangnya. Kendati begitu, tambah Ardi, pihaknya akan mengkaji keberatan yang disampaikan tujuh desa terkait coblosan simetris. “Keberatan itu akan kami jawab secara tertulis hingga batas akhir Desember. Kami harap semua pihak taat aturan,” pungkasnya. (war/rif)
Warga Godek Jual Koplo ke Teman Wanita Jombang, Memorandum Trend positif pemberantasan sediaan obat keras berbahaya (okerbaya) jenis dobel L, terus ditorehkan oleh Polres Jombang serta polsek jajaran. Teranyar, unit Reskrim Polsek Ngoro meringkus seorang pengedar pil setan, Minggu (17/11) sekitar pukul 00.15. Tersangka Harun Purnomo (24), warga Jalan Kartni, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, yang ditangkap di Jalan Bupati Ismail, Ngoro itu. Dituturkan Kapolsek Ngoro AKP Lely Bahtiar, keberhasilan pihaknya membekuk pengedar pil setan bermula dari razia kendaraan bermotor di Jalan Bupati Ismail depan Mapolsek Ngoro. “Saat pemeriksaan tadi, kita mendapati seorang perempuan membawa puluhan butir pil dobel L. Ketika didesak, saksi mengaku barusan membeli okerbaya dari salah satu pengedar yang diantaranya telah dikonsumsi,” tuturnya, Senin,(18/11). Selain menyebut nama pengedar, perempuan yang diamankan juga mengaku membeli sebanyak 3 kit atau setara dengan 30 butir. Olehnya, barang tadi langsung dikonsumsi sebanyak 4 butir. Lalu tersangka 5 butir, sedang 3 butir lagi diberikan kepada temannya. “Jadi dalam penangkapan ini kita berhasil mengamankan sisa 18 butir pil dobel L. Berikut sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi, dan uang penjualan sebesar Rp 30.000,” beber Kapolsek. Akibat perbuatannya, Harun kini terus menjalani penyidikan intensif petugas di Mapolsek Ngoro. Upaya tadi dilakukan, untuk memberangus jaringan okerbaya yang melibatkannya. Dan sebagai konsekuensi hukum yag membelitnya, tersangka pun mendekam dibalik jeruji besi ruang tahanan. “Tersangka kita kenakan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda paling banyak 1 miliar rupiah,” tegas Lely. (wan/rif )
Senin (18/11). Ia pun menjelaskan, kemacetan disebabkan realisasi proyek hanya pada satu sisi. Otomatis dengan kondisi itu, pengguna jalan hanya dapat menggunakan satu ruas yang belum dikerjakan untuk sarana transportasi. “Akibatnya, sisi sebelahnya kini sudah hancur. Ini merupakan contoh pengerjaan yang tidak yang tidak serius, sebab hingga saat ini belum ada kelanjutan pekerjaan di lapangan,” jelas politisi Partai Kebangkiran Bangsa (PKB) itu. Sesuai dengan papan proyek yang terpampang di lokasi. Untuk mencover peningkatan jalan sepanjang 355 meter tadi, Dinas PUPR menyediakan anggaran sebesar Rp 918.600.000,. Pascaproses lelang yang diikuti sebanyak 42 peserta, CV Panca-
marga keluar sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp 908.783.565,76,.“Sesuai papan proyek tadi, mereka (Rekanan,red) memiliki waktu pengerjaan 60 hari kalender,” beber Mas’ud. Melihat kondisi di lapangan, ketua dewan pesimis jika pekerjaan bakal selesai tepat waktu. Pertimbangannya musim penghujan yang sudah mulai turun. Ditambah ini sudah memasuki akhir tahun, yang notabene hanya tinggal menyisakan waktu yang sangat terbatas. “Apa harus menunggu huja yang semakin lebat lalu banjir, agar sekalian hancur total. Karena kami melihatnya letak keterlambatan ada pada kontraktor, hendaknya OPD (organisasi perangkat daerah) terkait segera turun tangan,” pungkas Mas’ud. (wan/rif)
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Harun Purnomo didampingi petugas.
Jombang, Memorandum Dibiarkan mangkrak kurang lebih satu bulan, proyek peningkatan JalanTalunkidul, Kecamatan Kesamben, menuai polemik. Dalam waktu dekat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang segera memanggil semua pemangku tanggung jawab. Baik itu dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) selaku pemilik anggaran. Maupun CV Pancamarga sebagai pemenang lelang jalan sepanjang 355 meter tersebut. Termasuk pula konsultan pengawas CV Laskar Kreasindo. “Yang jelas kegiatan (proyek) sudah satu bulan dibiarkan mangkrak. Dampak paling nyata, dalam kurun waktu tersebut arus lalu lintas menjadi tersendat (macet),” papar Ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi,
Kondisi ruas jalan Talunkidul, Kecamatan Kesamben yang baru rampung satu sisi.
Wabup Buka Kejuaraan Bulu Tangkis 2019 Mojokerto, Memorandum Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi membuka kejuaraan Bulu Tangkis, Wakil Bupati Mojokerto Cup 2019, Senin (18/11). Kejuaraan ini diikuti 85 club dari seluruh Jawa Timur, tersebut digelar di GOR Indoor Gajah Mada Mojosari. Kejuaraan terbuka tereebut terbagi dalam 12 kategori. Antara lain tunggal pradini putra/putri maksimal kelahiran 2011, tunggal dini putra/putri maksimal
kelahiran 2009, tunggal anak putra/putri maksimal kelahiran 2007, tunggal pemula putra/ putri maksimal kelahiran 2005, tunggal remaja putra/putri maksimal kelahiran 2003, tunggal taruna putra/putri maksimal kelahiran 2001, ganda dini putra, ganda anak putra, ganda pemula putra/putri, ganda remaja putra, ganda taruna putra, dan ganda veteran total usia 90. Pada arahannya, wabup me-
FOTO: MEMORANDUM/WAR
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Mangkrak, Dewan Bakal Panggil Kontraktor Jalan Talunkidul
Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi membuka gelaran bulu tangkis.
ngatakan harapannya agar ajang ini dapat menjadi media asah mental para atlet bulu tangkis. Wabup mencotohkan beberapa nama-nama pebulutangkis andal Indonesia yang layak dijadikan sebagai role model dan motivasi. “Kemampuan harus terus diasah. Saya yakin pebulutangkis kita bisa berprestasi seperti atlet-atlet
profesional. Misalnya pasangan Marcus-Kevin, Hendra-Ahsan serta Ginting, yang telah menunjukkan prestasinya,” kata wabup, Senin (18/11) di GOR Indoor Gajah Mada Mojosari. Sementara Ketua panitia acara Ismail Pribadi menjelaskan, kejuaraan Bulu Tangkis Wakil Bupati Mojokerto Cup 2019 diada-
kan selama 4 hari. Dari kejuaraan ini, Ismail menjelaskan bahwa kejuaraan digelar untuk menjaring bibit-bibit atlet yang ada di Kabupaten Mojokerto maupun dari luar daerah. “Kita cari terus bibit unggul atlet, dan menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai juara 1 tingkat provinsi atau tingkat nasional,” jelas Ismail. (war/rif)
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Miris, 3 ABG Kecanduan Sabu
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Bersihkan Sungai Temukan Granat
Ketiga ABG diperiksa petugas BNNK Surabaya.
“Yang perempuan diamankan di kaki Jembatan Suramadu. Untuk dua pria di Stasiun Wonokromo dan depan SPBU Jalan Rangkah,” ujar Irvan saat dikonfirmasi Memorandum.
Irvan menambahkan, bahwa razia ini terus dilakukan oleh semua timnya setiap hari. “Kalau ada laporan dari warga, kami langsung tindaklanjuti,” pungkas Irvan. (fer/udi)
Surabaya, Memorandum Warga Jalan Simokerto III digegerkan dengan penemuan granat nanas oleh petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Senin (18/11) pagi. Barang yang diperkirakan masih aktif itu ditemukan Riyanto (36), saat membersihkan endapan lumpur di sungai. Dijelaskan dia, kejadian bermula sekitar pukul 07.00. Seperti biasa, dia bersama teman satu tim mendapatkan tugas untuk membersihkan sungai serta endapan lumpur. Namun, setelah galian mencapai 20 centimeter ke bawah, Riyanto dibuat curiga dengan barang keras yang menyentuh alat kerjanya. “Sekitar 20 centimeter, saya temukan granat itu. Saya kira besi biasa karena masih bercampur lumpur,” kata Riyanto kepada wartawan di lokasi kejadian. Setelah memastikan barang yang dipegang itu granat, Riyanto pun melaporkan penemuan tersebut ke pimpinan dilanjutkan ke Satpol PP dan pihak kepolisian. Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih yang mendapat laporan tersebut, kemudian berkordinasi dengan Polrestabes Surabaya serta tim Gegana Polda Jatim. “Memang benar barang yang ditemukan adalah granat. Namun, untuk status masih aktif atau tidak masih menunggu hasil dari tim Gegana,” kata dia. Sebelum benar-benar memastikan barang yang ditemukan adalah granat nanas yang masih aktif, Riyanto, sempat mengira jika itu adalah
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Surabaya, Memorandum Miris jika melihat tiga anak baru gede (ABG) ini terindikasi narkoba kategori teratur pakai. Mereka adalah, sebut saja Melani (16), asal Mulyorejo; Unyil (17), asal Bangkalan, Madura ; dan Usrok (17), warga Kenjeran. Ketiga ABG ini terdeteksi positif mengonsumsi sabu saat ditangkap Satpol PP Surabaya di tiga lokasi berbeda. Kini, mereka masih menjalani pemeriksaan di rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. “Mereka semua masuk dalam kategori teratur pakai atau kategori sedang. Dan nartkotika yang dikonsumsi jenis sabu,” jelas Plt Kasi Rehabilitasi BNNK Surabaya Singgih Widi Pratomo, Senin (18/11). Singgih menambahkan, bahwa ketiga ABG ini merupakan penyerahan dari Satpol PP. “Kami masih menyelidiki dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim hukum terkait penyalahgunaannya. Kemungkinan besok (Selasa, red),” pungkas Singgih. Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto menambahkan bahwa ketiga ABG itu ditangkap di tiga lokasi berbeda.
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7
Tim Gegana mengevakuasi granat jenis nanas yang ditemukan oleh petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.
mainan biasa. Bahkan tanpa rasa takut sedikitpun, dia dengan percaya diri membersihkan hingga memencet-mencet pemicu yang berada diatas granat tersebut. Untungnya, hal tersebut tidak mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan seperti meledak. “Saya kira mainan biasa. Untuk memastikan, saya sempat membersihkan dengan air dan terdapat garis seperti granat. Saya juga pencet dan keluar udara dari pemicunya seperti busa,” ungkap Riyanto. (fdn/fer)
Libatkan Oknum Wartawan untuk Kabur Tidak hanya merasakan pengapnya penjara, dua tersangka juga terpaksa dilumpuhkan dengan ditembus timah panas pada betis kanannya karena mencoba kabur. Dua tersangka yang saat ini masih merintih kesakitan itu adalah Alfonsus Felix alias Apong (50), warga Jalan Kemayoran Budidayan, dan Khoirul Anam (42), warga Jalan Tanah Merah. Sementara itu, enam tersangka lain adalah Dodik Irianto (57), Galih Sintawan (31), dan Ujang Prasetyo (41), warga Kecamatan Prambon, Sidoarjo; Zainul Arifin (40), warga Jalan Bulak Banteng, dan Awaluddin (40), warga Perumahan Permata Resmi II, Kabupaten Sumenep. Ada juga satu tersangka yang tidak segan-segan mengaku wartawan tabloid mingguan. Yaitu Subandrio (47), warga Jalan Candi Lempung, yang berperan sebagai sopir. “Dia (Subandrio, red) juga turut membantu tersangka lain yakni Al-
Sambungan dari halaman 1
fonsus untuk kabur ke Nganjuk,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Senin (18/11). Lebih lanjut, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula pada Kamis (7/11), berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut, jika ada kiriman narkoba dari Jakarta yang singgah di Surabaya yang dibawa oleh Alfonsus. Sebelum diedarkan di Surabaya dan sekitarnya, barang tersebut, sengaja disimpan terlebih dulu di kawasan Manukan Kasman Gang Makam yang tidak lain adalah tempat kos Subandrio. “Dari sana, kami kemudian melakukan penyelidikan dengan menyebar anggota. Hanya saja, kami tidak mendapati tersangka di sana. Beruntung kami kembali mendapatkan informasi jika tersangka kabur ke Nganjuk bersama tersangka Subandrio,” lanjut Memo. Tidak ingin kembali terkecoh, saat
itu juga anggota Unit II yang dipimpin Iptu Danang langsung berangkat ke Nganjuk. Hasilnya, kedua tersangka berhasil diringkus di Dusun Kalen, Desa Balongan, Kecamatan Grebek, Nganjuk. Rumah tersebut diakui Alfonso merupakan tempat tinggal mertuanya. Dari penangkapan Alfonsus dan Subandrio, petugas mendapatkan pengakuan jika mereka baru saja menerima kiriman dari Zulkarnaen sebanyak 1,5 kilogram sabu. Hanya saja, semua barang sudah disebar ke sejumlah pengedar yang masih satu jaringan Alfonsus. Meski demikian, petugas tidak begitu saja terkecoh. Saat dikeler kembali ke tempat kos Subandrio, ditemukan barang bukti delapan paket berisi sabu dengan berat 8,65 ons. Guna mengelabui petugas, barang-barang tersebut disimpan dalam bekas kemasan teh cina terbungkus plastik hitam dan
disembunyikan di lemari. “Keterangan beberapa orang yang menerima barang dari Alfonsus satu per satu kami ringkus. Mulai dari tersangka Dodik kami tangkap di rumahnya Dusun Wonogiri, Kecamatan Prambon Sidoarjo, Jumat (8/11). Dodik menerima 100 gram sabu dari Alfonsus yang pada saat kami ringkus sedang membungkusi barang haram itu,” imbuh Memo. Diakui Dodik, barang-barang dengan kemasan paket hemat itu rencananya akan diserahkan dan diedarkan oleh tersangka Galih. Tanpa membuang waktu, petugas kemudian mencari keberadaan Galih. Hasilnya, petugas meringkus Galih di rumahnya yang tidak jauh dari rumah Dodik. “Kami juga beruntung, sebab saat kami melakukan penangkapan datang tersangka Ujang yang berniat mengambil beberapa poket pesanan berukuran satu koma. Selain sabu, dari Galih dan Ujang kami sita be-
berapa timbangan elektrik dan HP berisi percakapan pesanan sabu itu,” tandas Memo. Tidak berhenti disitu, setelah mengamankan lima tersangka, petugas melakukan pengembangan. Dari pengakuan Alfonsus, petugas mendapatkan keterangan jika sudah menyerahkan kurang lebih 5 ons sabu dari Jakarta itu kepada tersangka Khoirul Anam. Tidak mudah mencari Khoirul Anam. Hampir lima hari mengintai di sekitar rumahnya Jalan Tanah Merah Teladan, petugas belum mendapatkan hasil. Lalu pada Rabu (13/11), petugas mendapati target memasuki rumahnya. Setelah memastikan situasi, polisi berpakaian preman tersebut langsung meringkus tersangka. “Saat kami sergap, tersangka sedang mengonsumsi sabu di kamar. Bahkan, tersangka juga berusaha mengelak dan melarikan diri
hingga terpaksa kami lumpuhkan,” tegas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. Dari hasil pemeriksaan, selain rutin mengonsumsi, dirinya juga rutin mengedarkan sabu kepada dua tersangka yakni Zainul Arifin alias Sinul dan Awaluddin. “Dari dua tersangka yang kami amankan di rumahnya masing-masing itu, kami mendapatkan sabu-sabu seberat 3,4 ons,” tukas Memo Ardian. Saat ini, pihaknya masih disibukkan dengan peran Zulkarnaen di Jakarta. Sebab, barang sebanyak itu dengan mudah diperoleh dari para tersangka. Hanya dengan mempersiapkan uang tunai, Alfonsus pulang dari Jakarta dengan membawa 1,5 kilogram. “Mereka transaksi di dalam angkot jurusan Jakarta Barat ke stasiun agar tidak terendus polisi,” pungkas Memo. (fdn/fer)
Divonis Kebiri, Guru Pramuka Ngaku Berat Rachmat Slamet Santoso alias Memet (30), guru pramuka yang mencabuli 15 siswa, Senin (18/11). Selain kebiri kimia selama tiga tahun itu, terdakwa juga menjalani hukuman badan selama 12 tahun, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. “Bahwa perbuatan terdakwa telah meresahkan masya-
Sambungan dari halaman 1
rakat, membuat anak trauma, dan takut. Perbuatan terdakwa merusak masa depan anakanak,” ujar Dwi Winarko yang dibacakan di ruang sidang Garuda 2 ini. Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak menemukan alasan pemaaf atau pembenar yang dapat membebaskan terdakwa dari pertanggungjawaban hukum. Sehingga,
menjatuhkan pidana kepada terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 80 dan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Mengadili,menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tipu muslihat kepada anak untuk
Karyawan Pabrik Gasak Peralatan Las
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
tempat kerjanya di kompleks Jati Industrial Karangpilang. Apesnya, perbuatan pria tersebut ketahuan dua sekuriti saat pulang melewati pos penjagaan. Setelah diperiksa, di dalam tas tersangka ditemukan gerinda, kabel las stik ukuran 5 meter, kabel las arde ukuran 2 meter, dan nozzle las. Merasa mengambil barang perusahaan, pihak keamanan langsung menghubungi anggota polisi dan menangkap Martono. Kemudian dibawa ke Mapolsek Karangpilang dan
Sambungan dari halaman 1
Martono
Senin Militan dengan Coffee Morning Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir yang memimpin acara coffee morning ini mengatakan, agar seiring dengan bertambahnya usia Polri, para personel di jajarannya terus meningkatkan kinerja, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dan yang harus diingat, bahwa komitmen kita untuk meraih predikat zona integritas (ZI) harus terus dijalankan,” kata Faisol sapaan akrab Ahmad Faisol Amir ini.
Rp 11 Juta Hilang Hal itu diungkapkan Aura Kasih di Instagram Stories, Minggu (17/1). Ia juga akan menjelaskan kasusnya secara detail. “Yg nanya2 soal kasus gojek.... bsk deh ya... tar d jelaskan di LIVE IG aja akan aku jelasin detail kenapa2 nya ini supanya pembelajaran, dan dari pihak gojek sndrii harus aware!” tulisnya. Aura Kasih sempat kaget saat mendatangi kantor Go-jek. “Kmrn pas lapor ke kantor gojek, banyak bgt kasus kaya gini tiap jam ada laporan, ! gak costumer gak supir... semua kena... smoga d tindak lanjuti...,” tambahnya. Merasa mendapat pengalaman yang sama dengan Aura Kasih, seorang warganet menceritakan kisahnya. Kemudian diunggah Aura Kasih. “Sama mba aku pun mengalami kejadian yg sama aku isi gopay sejumlah 3,4jt dan sygnya
dijebloskan ke tahanan. “Pencurian dilakukan tersangka saat jam kerja. Secara diam-diam peralatan itu dimasukkan ke dalam tasnya dan dibawa pulang untuk dijual,” kata Kapolsek Karangpilang Kompol Widjanarko didampingi Kanitreskrim Ipda Wardi Waluyo, Senin (18/11). Kepada petugas, tersangka mengaku terpaksa mencuri karena butuh uang untuk biaya hidup. “Rencana akan saya jual tapi keburu ketahuan sekuriti,” ujar Martono pasrah. (rio/fer)
Sambungan dari halaman 1
Dalam anev ini, para jajaran pimpinan memaparkan kegiatan seminggu sebelumnya dan seminggu ke depan. Dengan begitu bisa mendapatkan saran maupun masukan dalam memecahkan problem yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Coffee morning ini selain juga memberikan pengarahan kepada anggotanya, diharapkan dapat terus menjalin kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas memberikan pelayanan kepada warga masyarakat. (rio/fer)
Sambungan dari halaman 1 saya udah lapor polisi dan komplain ke gojek tapi uang saya tetap tdk kembali kejadian saya di tgl 2/11/2019 lwt tengah malam. Cukup kecewa dgn gojek dan sadar bahwa sistem mereka tidak secure sama sekali:),” paparnya. Aura kasih memberi saran untuk memberantas sindikat terkait kasusnya tersebut. “Kayaknya perlu sosialisasi deh, ke costumer maupun ke driver.... kmrn liat driver jinjing makanan, lemes, dia blg akun nya ilang plus duitnya.... Harus d berantas nih! sindikat2 nya please @ gojekindonesia,” pungkasnya. Sebelumnya, Aura Kasih yang kehilangan uang Rp 11 juta masih berpikir positif. Ia menganggap itu bukan perbuatan dari pihak ojek online. “Ini @gojekindonesia kayaknya diretas...,” tulisnya pada Sabtu (16/11) lalu. (*/fer)
melakukan perbuatan cabul yang dilakukan tenaga pendidik,” tambah Dwi Winarko. Atas vonis ini, terdakwa mengaku masih belum bisa bersikap. “Belum bisa memutuskan pak hakim,” tegasnya. Sementara, JPU Sabetania
Paembonan juga mengaku masih menyatakan pikir-pikir.”Vonis ini akan kami laporkan dulu ke pimpinan. Kami masih punya waktu tujuh hari untuk bersikap melakukan banding atau tidak,”ujar Sabetania usai persidangan.
Terpisah, terdakwa mengaku putusan hakim dianggap terlalu berat. Tapi ia tidak menyebut yang berat hukuman penjara atau kebiri kimianya. “Berat aja,”singkat terdakwa Rachmat kepada wartawan usai sidang.
Sempat Babak Belur Dimassa Kanitreskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan mengatakan, kejadian penjambretan tersebut bermula ketika korban berinisial JPA (11), warga Jalan Gersikan bermain HP di sekitar lokasi kejadian. “Saat bermain HP, korban tidak menyadari jika tersangka sudah mengawasinya dari belakang dan hendak menjambretnya,” kata Didik, Senin (18/11). Lanjut Didik, saat korban terlena dan asyik bermain HP tiba-tiba tersangka
Sambungan dari halaman 1 mendekat dan merampas HP tersebut. Spontan korban berteriak jambret dan didengar warga sekitar. “Teriakan bocah itu didengar oleh warga dan petugas yang melakukan kring serse dan langsung dikejar,” paparnya. Upaya kabur pun sia-sia karena keburu tertangkap warga. Tidak hanya sekadar mengamankan tersangka, warga yang emosi lalu menghajarnya sebelum akhirnya diamankan petugas Reskrim Polsek Tambaksari.
Bukannya pasrah saat dikeler ke mapolsek, tersangka kembali melawan dan berusaha kabur. Namun niatan itu gagal, setelah petugas menembak betis kiri tersangka hingga tersungkur. “Karena berusaha kabur, kami melakukan tindakan tegas,” pungkas Didik. Di hadapan penyidik, Saiful mengaku sudah dua kali menjambret. “Pertama di daerah Simokerto dan kedua di sini, namun tertangkap,” kata Saiful. (x-3/fer)
Preman Asem Jajar Edarkan Sabu di Permakaman Buktinya, preman kampung tersebut kembali mengedarkan sabu bersama anak buahnya, Moch Eco (23), warga Jalan Tembok Dukuh V. Perbuatan kedua tersangka akhirnya terendus Reskrim Polsek Bubutan, yang kemudian menggerebek dan menangkapnya saat menunggu pelanggan di area permakaman umum Tembok Dukuh. “Saat kami gerebek, kedua tersangka berada di gubuk yang ada di makam tersebut,” kata Kapolsek Bubutan AKP Priyanto melalui Kanitreskrim Ipda Purwanto, Senin (18/11).
Selain itu, Slamet diketahui merupakan target operasi (TO) yang lama dicari polisi dan beberapa tahun menghilang. “Hingga akhirnya anggota kami mendapatkan informasi bila Slamet bersama anak buahnya jualan sabu dan mangkal di makam,” ungkap dia. Polisi juga melakukan penggeledahan di gubuk, ditemukan satu timbangan elektrik, dua poket sabu masing-masing berisi 1,22 gram dan 1,03 gram, seperangkat alat isap (bong), dan uang hasil penjualan sabu Rp 400 ribu. “Tersangka adalah preman kampung
Sambungan dari halaman 1 dan pernah ditangkap atas kasus narkoba empat tahun lalu,” beber Purwanto. Kepada petugas, Slamet berterus terang mendapatkan pasokan sabu dari seorang pengedar bernama Mahmud (DPO). Terakhir pria yang badannya dipenuhi tato tersebut, membeli 1 gram SS seharga Rp 1.050.000. Kemudian Slamet bersama Eco mengemasnya menjadi beberapa bagian untuk dijual lagi paket hemat (pahe) Rp 150 ribu. “Jika habis terjual saya mendapatkan keuntungan Rp 400 ribu dan hasilnya untuk biaya hidup,” terang Slamet. (rio/fer)
Nang mBanyuwangi Nggandol Bus AC, Pitik Kluruk Disawat Sikile mengucapkan parikan di depan Lilis: Nang mBanyuwangi nggandol bus AC, pitik kluruk disawat sikile; bengi-bengi digembol mase, wayah isuk diembat adike. Ada juga kerabat sendiri yang sungguh teganya-teganya-teganya mengatakan sindiran kasar seperti ini: Waduh, Mbak Lilis semakin cantik saja. Apa resepnya, Mbak. Mesin dobel gardan ya? Lilis putus asa. Kedua mertuanya juga bergeming. Sama dengan Johan, mereka meminta Lilis menganggap angin lalu omongan-omongan negatif tadi. Apabila tidak ditanggapi, diyakini penilaian-penilaian yang salah sasaran tadi bakal luruh dengan sendirinya. Joni sendiri menanggapi masalah ini hanya dengan guyonan. Kepada sang kakak, dia sering mengingatkan dengan kalimat-kalimat bernada ancaman. Intinya, bila Johan sampai tidak memperhatikan Lilis, Joni siap memperhatikan perempuan tersebut. Eloknya, Johan menanggapi ancaman adiknya tadi, yang dinilai sebagai guyo-
Seperti diketahui, vonis majelis hakim PN Surabaya ini lebih rendah dari tuntutan JPU dari Kejati Jatim yang sebelumnya menuntut 14 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan dan kebiri kimia selama 3 tahun. (fer/udi)
nan, hanya dengan tersenyum tipis. Dan kebasan tangan yang mengisyaratkan dia tidak menggapai kata-kata adiknya. Joni bahkan lantas tertawa terbahak-bahak. Jujur saja, pengakuan Lilis kepada pengacaranya, dia sering tidak bisa mengikuti irama candaan keluarga mertuanya. Dia sering salah persepsi. Lantas salah tingkah. Lantas salah bersikap. Salah ini. Salah itu. Semua serba salah. Pengacara berinisial A ini lantas tertawa lepas. “Kali ini Lilis ingin membalas ulah mereka. Dia pura-pura ngambek dan menggugat cerai suami. Padahal, semua itu bohong-bohongan,” kata A. Berkas perceraian tidak pernah dimasukkan Pengadilan Agama, tapi digembar-gemborkan bahwa Lilis sedang menggugat cerai Johan. “Sekarang dia di kantor saya,” kata A sambil mengajak Memorandum ke kantornya. Dari jauh tampak seorang perempuan cantik duduk di teras kantor A. Melihat kami, dia berdiri hendak menyambut. Ber-
Sambungan dari halaman 1
samaan dengan itu, sebuah mobil mewah meluncur mendekati kantor A. Berhenti tepat di depan pintu. Sesaat kemudian berhamburan orana-orang turun dan mengerumuni Lilis. “Selamat ulang tahun, kami ucapkan… dst dst…” Nyanyian itu bergema sangat ceria. Lilis ndomblong. “Mereka menyikapi balasan Lilis dengan balasan juga. Beginilah memang keluarga mertua Lilis. Tidak pernah bersikap serius. Semua persoalan dianggap sebagai canda,” kata A, yang ternyata sudah lama dipercaya sebagai pengacara keluarga mertua Lilis. ??? (habis)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL Ancam Bunuh Ibu, SELASA PON,19 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALA HALAMAN 8
Anak Tiri Disetubuhi
“
Pasuruan, Memorandum Tidak bisa menahan nafsu birahinya, Mm (44), asal Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memperkosa anak tirinya, sebut saja Kuncup (16). Sedangkan korban yang kini hamil enam bulan, ini menuruti permintaan tersangka karena diancam. Ka Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan. Aksi pertamanya berjalan mulus, membuat tersangka ketagihan dan mengulangi perbuataanya, hingga t terakhir pada September 2019. Sedangkan kasus ini terbongkar setelah pihak keluarga korban melihat ada perubahan pada fisik korban. Setelah dirayu, korban menceritakan apa yang telah dialaminya selama ini. Karena tidak terima dengan ulah tersangka, sehingga diputuskan untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum.
AKBP ROFIQ RIPTO HIMAWAN Kapolres Pasuruan
Dari laporan pihak korban, dan hasil penyelidikan, petugas menangkap tersangka di daerah Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan tersangka menolak bila dirinya yang menyetubuhi korban apalagi memaksanya. “Saya tidak pernah melakukannya,” tegas tersangka.(*/rul/tyo)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
gUlah bejat tersangka ini dilakukan sejak Februari 2018, ketika korban sedang tidur di kamarnya. Melihat kondisi memungkinkan ,selanjutnya k tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Tentu saja korban menolak dan memberontak. Namun akhirnya korban hanya bisa pasrah, ketika tersangka mulai mengelurkan jurus ancaman untuk memuluskan aksinya itu. “Korban diancam bila ibu kandungnya akan dibunuh bila tidak mau menurut,” ujar
Korban diancam bila ibu kandungnya akan dibunuh bila tidak mau menurut.
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengintrogasi tersangka pencabulan.
Ratusan Pemancing Ramaikan Turnamen Piala Kapolres
Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
Menteri BUMN Kopyok Eselon Satu
jual wisat wisata bahari di daerah Jember,” ujar Alfian. Sela Selain itu, acara dalam rangk rangkaian Peringatan HUT ke-69 Polairud. Tim SAR Rimba Laut Bin Binaan Satpolairud jug juga menerima saran na kontak berupa life jaket, kaus, dan ring boy dari Kapolres Jember. ”Saya sangat mengapresiasi lancar dan suksesnya acara ini. Semoga Pantai Tanjung Papuma menjadi destinasi wisata bahari yang sangat potensial di Kabupaten Jember, Mari terus kita gelorakan jargon Jegeh Apike Jember,” pungkas dia. (Edy/hms/tyo)
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memberikan piala juara I pada Wahyu Hidayat dari Banyuwangi.
Prosesi sertijab Kasatintelkam Kota Probolinggo.
Kasatintelkam Polres Probolinggo Kota Diganti Probolinggo, Memorandum Setelah menjabat selama kurang lebih 5 tahun di jajaran Polres Probolinggo Kota, Kasatintelkam Iptu Dartok Darmawan resmi diganti oleh Ipda Teguh Priyasan yang sebelumnya berdinas di Polda Jatim. Sedangkan untuk Iptu Dartok Darmawan mendapatkan promosi jabatan menjadi Kasatintelkam Polres Jember. Dipimpin oleh Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Imam Pauji, sertijab yang berlangsung di ruang rupatama polres tersebut juga dihadiri oleh PJU Polres Probolinggo Kota, para pama
Polres Probolinggo Kota, perwakilan anggota jajaran, serta Ketua Bhayangkari cabang Polres Probolinggo Kota beserta dengan pengurus. Dalam kegiatan ini wakapolres mengatakan bahwa mutasi di organisasi kepolisian merupakan hal yang biasa dan hal ini akan terus berkelanjutan. Dengan maksud sebagai penyegaran organisasi
dan penghargaan ke jenjang jabatan atau kepangkatan lebih tinggi. Wakapolres juga mengucapkan, baik secara pribadi dan keluarga besar Polres Probolinggo Kota menyampaikan penghargaan dan terima kasi kepada Iptu Dartok Darmawan atas pengabdian dan dedikasi sebagai Kasatintelkam yang sudah berjalan lama. “Terima kasih kepada pejabat lama dan selanjutnya kepada pejabat baru Ipda Teguh Priyasan, selamat bertugas dan segera menyesuaikan,” kata Imam.(yud/tyo)
Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasur uan Kota AKBP Agus Sudaryatno meresmikan ruangan tahanan dan barang bukti (tahti) yang baru saja selesai direnovasi, Senin (18/11). “Kita patut bersyukur, karena di akhir jabatan, kapolres masih sempat memikirkan kelayakan ruang tahanan,” ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto. Dijelaskan Endy bila ruang tahanan yang baru ini ditata sedemikian rupa untuk kenyamanan petugas, dan termasuk para tahanan. Bahkan ruang yang baru juga memiliki ruang untuk salat yang lebih luas. Acara tersebut diawal dengan pengajian, dan dilanjutkan penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng. “Dengan kondisi tahanan baru ini, anggota bisa memberikan pelayanan lebih humanis kepada masyarakat yang hendak mengunjungi penghuni rutan,” lanjut Endy. (*/rul/tyo)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/YUD
Kapolres Pasuruan Kota Resmikan Ruang Tahti
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno menandatangani prasasti.
Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Jakarta, Memorandum Kabar perombakan pejabat eselon I Kementerian BUMN yang meliputi sekretaris Kementerian BUMN dan para deputi mulai berembus. Di sejumlah grup layanan pesan instan, Whatsapp, muncul susunan jabatan baru para deputi yang dipindahkan ke sejumlah BUMN. Perombakan tersebut di antaranya, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah akan menjadi wadirut Angkasa Pura 2, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Hambra menjadi wadirut Pelindo 2 dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry akan menjabat dirut Barata. Selain itu, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro ditunjuk menjadi wadirut Pegadaian, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro menjadi wadirut Danareksa. Sementara, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo menjadi wadirut Bulog dan Sekretaris Kementerian BUMN Imam Aprianto Putro menjadi wadirut Pupuk Indonesia. Seperti ditulis Republika.co.id dalam upaya konfirmasi kepada Kementerian BUMN, staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kabar tersebut belum sepenuhnya benar. “Belum benar,” ujar Arya, Senin (18/11). Sebelumnya, saat berbincang di ruang media Kementerian BUMN pada Senin (18/11) siang, Arya memang mengisyaratkan terjadinya penyegaran di tubuh deputi Kementerian BUMN. Arya menilai, perubahan struktur dilakukan guna efisiensi di tubuh Kementerian BUMN pascamasuknya Kartika Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin sebagai wakil menteri (wamen) BUMN. “Dengan adanya wamen, strukturnya jadi besar, sementara kita ingin tetap ramping, efisien,” ujar Arya. Perubahan struktur juga untuk menghindari tumpang-tindihnya pekerjaan antara wamen dan para deputi. Nantinya, kata Arya, para deputi akan memiliki tugas yang berbeda dengan wamen. Posisi deputi juga akan berada di bawah wamen. Arya menyampaikan perubahan struktur ini akan diajukan dalam bentuk peraturan presiden (perpres). “Nanti lihat dari sekneg bilang jangan dirampingkan, (tapi) diperbanyak saja, bisa saja, kita tunggu. Nanti ada perpres untuk itu,” ujar Arya. Arya mengatakan, para deputi nantinya akan ditaruh di sejumlah direksi BUMN. Arya menilai, kebijakan ini diambil Menteri BUMN Erick Thohir sebagai upaya penyegaran. “Kita ingin deputi-deputi yang sudah lama di sini. Mereka perlu juga penyegaran ke perusahaan. Kita minta dan harapkan mereka mau ke perusahaan pegang BUMN,” kata Arya. Mengenai pengganti para deputi, Arya mengatakan, Erick akan mencari figur bukan dari kalangan partai politik, melainkan figur yang kuat dalam birokrasi dan administrasi. Arya mengindikasikan perubahan juga menjabat pada posisi sekretaris Kementerian BUMN yang dijabat Imam Apriyanto Putro. “Mungkin, kita lihat lah nanti. Mereka sudah lama di sini butuh penyegaran. Selama ini sudah mereka memandu BUMN, sekarang mereka akan langsung terlibat di BUMN,” ucap Arya.(*/asw)
pai bobot 17,545 Kg, berhasil ditorehkan Wahyu a asal Hidayat, peserta Banyuwangi yang keluar sebagai juara I. Dalam sambutannya, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan jika momentum kesuk-jad sesan ini dapat dijadikan ajang mempromosikan potensi wisata bahari di Jember. Karena melalui ajang sportivitas berolahraga mancing mania dan juga menjadi bagian upaya edukasi dan konservasi laut. “Event lomba memancing di gugusan wilayah perairan pantai selatan dirasa sangat tepat untuk mendongkrak nilai
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Jember, Memorandum Acara turnamen mancing untuk merebutkan piala Kapoles Jember di tempat wisata Pantai Tanjung Papuma, Jember, menuai sukses gemilang, Minggu (17/11). Kegiatan ini diikuti lebih 640 peserta. Kegiatan yang digelar dengan menggandeng komunitas Sedulur Tiyang Mancing Jember (STMJ), dihadiri tidak hanya dari Jember, bahkan ada pula yang mancanegara, yakni peserta dari Jepang. Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tetap tahunan dan terus menyingkap eksostisme perairan laut Jember yang tak pernah pudar. Rekor tangkapan monster laut terberat dengan menca-
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra bersama Ketua Cabang Bhayangkari Ny dr Nova Rama Putra, tampak akrab bersama siswa TK Kemala Bhayangkara 79 Bangkalan.
Bangkalan, Memorandum Masih dalam rangkaian Hari Pahlawan, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, bersama Ketua Cabang Bhayangkari Ny dr Nova Rama Putra, menggelar acara bersama siswa Taman Kanan-Kanak (TK) Kemala Bhayangkara 79. Kegiatan ini untuk menanamkan cinta Tanah Air. “Sikap patriotisme dan jiwa kepahlawanan, perlu dan patut ditanamkan kepada anak-anak ketika masih usia dini,” ujar Rama. Masih menurut Rama itu sangat penting, agar setelah tum-
buh dewasa nanti, mereka sebagai calon penerus tongkat estafet kemimpinan dan pembangunan bangsa. Itu sebabnya, Rama wanit-wanti agar para guru dan orang tua, acap kali menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anaknya. Sebah penguasaan pengetahuan dan ilmu pengetahuan, akan menjadi modal dasar yang sangat berharga bagi anak-anak. “Terutama ketika mereka mulai mendharma bhaktikan diri kepada bangsa dan negara jika
sudah dewasa kelak,” tegas Rama. Sedangkan Nova Rama Putra, lebih fokus pada aspek spiritual. Diantaranya, Nova mengingatkan agar para guru dan orang tua murid, kerap menyuarakan pesan agar anak-anakagar menjadi anak yang taat rajin beribadah. “Jangan lupa, juga ajari anak-anak kita agar berbakti kepada orang tua. Juga tanamkan sikap kejujuran serta jiwa persatuan dan kesatuan,” pungkas Nova. (ras/tyo)
KOTA SURABAYA WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9
Surabaya, Memorandum Sebuah rumah praktik di Jalan Nias 78 tertimpa pohon angsana yang tingginya mencapai 20 meter dengan diameter 80 sentimeter, Senin (18/11). Akibatnya kanopi bagian depan rumah milik Dr Eric MD Kabat yang digunakan sebagai warung kopi dan garasi itu rusak parah. Insiden itu juga menyebabkan arus lalu lintas macet di sekitar lokasi. Sebab banyak warga yang memperlambat laju kendaraannya guna menyaksikan kejadian tersebut. Ketika Memorandum mendatangi lokasi, Eric mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30. “Saat itu saya sedang berada di kantor dan yang berada rumah ada empat orang
termasuk istri saya,” kata Eric, Senin (18/11). Menurut Eric, pohon tersebut tumbang karena usia pohon tersebut sudah tua dan keropos. Selain itu, menurut dia, bagian bawah pohon tersebut juga pernah digunakan sebagai tempat bakar-bakar oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dia mengimbau kepada pihak DKRTH untuk selalu mengecek pohon-pohon yang usianya sudah tua dan rapuh. “Saya harap pohon-pohon yang sudah tua itu harus dicek lagi oleh pihak DKRTH. Sebab saat ini frekuensi angin sedang tinggi-tingginya,” papar dia. Ditanya mengenai kerugian akibat kejadian ini, Eric menga Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Tumbang, Pohon Angsana Hancurkan Warung Kopi
Petugas menyingkirkan pohon tumbang yang menimpa rumah di Jalan Nias.
Jadi Tempat Mesum
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Warga Keputih Tuntut Ace Hotel Homestay Ditutup
Lokasi yang direncanakan untuk pelebaran Jalan Sulawesi.
Surabaya, Memorandum Pelebaran Jalan Sulawesi dilanjutkan. Setelah menyelesaikan pembongkaran stan Pasar Keputran Selatan sepanjang 100 meter, kini giliran kawasan di sisi timur jembatan bakal diperlebar. Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb menjelaskan, pelebaran Jalan Sulawesi tidak berhenti di sisi Pasar Keputran Selatan saja. Pemkot Surabaya juga bakal melakukan hal yang sama di sisi timur Jembatan Sulawesi dengan membongkar bangunan yang terletak di Jalan Bagong Tambangan.Ini untuk mempermudah akses dari Jalan Sulawesi menuju Jalan Pandegiling. Rencana pembongkaran itu sudah disosialisasikan ke warga setempat. “Pembongkaran bangunan ini akan dilakukan kembali di Jalan Sulawesi, tepatnya di sisi timur jembatan. Saya sudah komunikasi dengan teman-teman PU. Dalam waktu dekat segera mengecek bangunan di sisi timur yakni Jalan Bagong,” kata Piter. Di titik tersebut, lanjut dia, ada beberapa bangunan yang nantinya akan dicek alas haknya. “Kalau memang stasus bangunan lokasinya berada di fasilitas umum, ityu juga akan dibongkar untuk pelebaran jalan,”ujar Piter. Namun, sebelum melakukan pembongkaran petugas segera sosialisasi kepada pemilik bangunan terkait rencana tersebut. “Kita akan melakukan sosialisasi. Lalu dilanjut penertiban,” jelas dia. Sedangkan bekas pembongkaran stan-stan di Pasar Keputran Selatan kini sudah dilakukan pengurukan yang sejajar dengan Jalan Sulawesi.”Secara keseluruhan lebar Jalan Sulawesi nantinya 40 meter. Nanti akan dilakukan penyesuaian,” terang Piter. Sementara Iwan, pemilik bengkel motor di sisi Jalan Sulawesi mengaku dirinya sudah tahu rencana pelebaran Jalan Sulawesi sehingga bangunan yang ditempatinya harus dibongkar. “Infonya ada rencana pelebaran jalan sekitar 14 meter dan semua bangunan (sisi Jalan Sulawesi) akan dibongkar,” papar Iwan ditemui di tempat usahanya Jalan Sulawesi 2E.(alf/dhi)
Surabaya, Memorandum Warga Keputih menuntut Pemkot Surabaya menutup Ace Hotel Homestay di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo. Sebab, keberadaan homestay tersebut sangat meresahkan warga karena dijadikan ajang mesum bagi pasangan bukan suami istri. Berdasarkan informasi yang digali Memorandum, Senin (18/11), warga Keputih resah terhadap keberadaan Ace Hotel Homestay tersebut. Lantaran, dalam dua bulan terakhir ini kerap dijadikan ajang mesum oleh pasangan muda-mudi. Keresahan dan kekesalan warga pun memuncak. Mereka sepakat menutup paksa jika operasional homestay tersebut tak segera dihentikan. “Sabtu-minggu malam kemarin, warga bersama
satpol PP, polsek, dan koramil menggerebek sejumlah pasangan mesum di penginapan tersebut,” ujar Indi Nuroini, warga setempat, kepada Memorandum di pendopo Kelurahan Keputih, Senin (18/11). Indi menjelaskan, homestay itu awalnya dulu tempat tinggal biasa, namun tiba-tiba berubah menjadi rumah kos-kosan dan homestay . Ketika diklarifikasi, ternyata tiga homestay tersebut tidak memiliki izin alias bodong. Bersambung ke halaman 10
GRAFIS/AZIZ
Pemilik Diimbau Lengkapi Perizinan
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Giliran Bangunan Sisi Timur Jembatan Sulawesi Dilebarkan
Suasana musyawarah antara warga Keputih dengan pemilik homestay di pendopo Kelurahan Keputih.
KAPOLSEK Sukolilo Kompol Bunari mengatakan, keberadaan homestay yang jadi polemik itu harus diketahui fungsinya sebagai apa. Kalau memang fungsinya sebagai hotel tentu harus didukung perizinan lengkap. “Kalau tidak ada izinnya, ya berarti masih berfungsi sebagai rumah kos. Tapi kalau sudah ada surat izinnya, ya berfungsi sebagai hotel dan sesuai dengan persyaratan-persyaratan hotel,” kata Kompol
Bunari kepada Memorandum, Senin (18/11). Bunari menjelaskan, untuk menjadikan hotel itu bukan rumah disulap jadi hotel, melainkan harus ada ketentuan standar sebagai hotel. Minimal harus mempunyai taman, kolam renang, dan standar lainnya itu harus terpenuhi oleh pemilik hotel tersebut. “Kalau memang pemilik hotel homestay betul-betul mempunyai perizinan hotel, maka tidak boleh dipaksa untuk
menjadikan rumah kos, kalau memang sudah ada izin. Jika itu dilakukan namanya melanggar hak. Tapi kalau tidak ada izinnya dan tahu-tahu dijadikan hotel tanpa dasar, maka fungsikan kembali seperti semula,” terang dia. Bunari menegaskan, yang namanya penginapan maupun hotel di Surabaya itu hanya untuk menampung penginapan dan tidak dipergunakan sebagai kamar persewaan prostitusi. Bersambung ke halaman 10
Promosikan Kopi Unggulan dan Pertukaran Pelajar
Pintu Rumah Pompa Ikan Mungsing Tertutup Endapan Lumpur Surabaya, Memorandum Endapan lumpur menjadi penyebab pendangkalan pintu rumah pompa Ikan Mungsing, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan. Sedimentasi itu menyebabkan aliran air terhambat. Dinas Pekerjaan Umum dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya dengan sigap pun segera melakukan pemeliharaan. Hal ini sebagai antisipasi jika ada kiriman air. Pengerukan dilakukan dari bibir pintu yang memiliki lebar sekitar tujuh meter dengan kedalaman sekitar tiga meter. Pengerukan ini merupakan kegiatan rutin PU yang dilakukan di setiap rumah pompa maupun saluran air yang tersebar di Kota Surabaya. “Pengerukan ini merupakan upaya pemeliharaan,” kata Kepala Rayon PU Genteng Agung Wibisono. Agung menjelaskan, pengerukan tersebut di antaranya untuk mengangkat sedimentasi. Untuk memaksimalkan pengerukan sedimen tersebut, pihaknya mengerahkan satu unit ekskavator serta dump truck untuk mengangkut lumpur.“Dari pengerukan tersebut, lumpur yang diangkut terkumpul sekitar tiga dump truk,” imbuh Agung. Untuk diketahui, rumah pompa Mungsing ini merupakan pengatur air maupun pengendali banjir di wilayah Kerembangan, Indrapura, Pesapen, Kebalen, Rajawali, dan sekitarnya. “Biasanya yang kerap tergenang jika hujan desar menguyur itu di wilayah Krembangan dan Pesapen,”ungkap dia.(alf/dhi)
Delegasi Pemprov Jatim berfoto bersama perwakilan pemerintah Osaka, Jepang.
1984 itu. “Kami membawa misi untuk mempererat kerja sama ini yang telah terjalin sejak era Gubernur Wahono,”ungkap dia. Dalam kunjungan kali ini ada
dua delegasi yang dibawa, yakni dari dinas perindustrian dan perdagangan terkait pengembangan kualitas komoditas kopi, serta delegasi student exchange dari
SMA Negeri 5 Surabaya. Sementara Mr Horinori Harimoto mengatakan, bila kedatangan delegasi Pemprov Jatim ini sekaligus memperingati 35
tahun hubungan sister provinsi antara Pemprov Jatim dengan Prefektur Osaka.“Kami juga berharap agar sekembali ke Indonesia nanti untuk menyampaikan pesona Osaka kepada masyarakat Indonesia” ungkap dia. Usai pertemuan tersebut, delegasi Pemprov Jatim melakukan pertemuan dengan Department of Environment, Agriculture, Forestry and Fisheries Pemerintah Osaka yang dipimpin Mr Yuki Okuno. Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah produk pertanian Osaka serta promosinya. Begitu pula dengan delegasi Pemprov Jatim juga menjelaskan rencana pengembangan dan promosi pemasaran kopi asal Jatim di Jepang. (yok/dhi)
Tabebuya Bermekaran, Pikat Pandangan Warga Kota Wajah Kota Surabaya semakin elok dan indah seiring mulai bermekarannya Bunga Tabebuya beraneka warna yang berada di sepanjang ruas jalan protokol. Pemandangan ini mampu memikat dan menyita pandangan mata warga yang melintas. Oleh:Muhammad Arif Alfiansyah Warna putih, kuning, dan merah muda, seakan menjadi penyegar mata saat memandang bunga asal negara Brasil tersebut. Bahkan tak sedikit warga kota yang mengabadikan momen tersebut dengan berswafoto. Fiyah salah satunya. Meski terik matahari yang siang itu
menyengat, namun perempuan berhijab ini tak ketinggalan untuk mengabadikan bunga asal Brasil yang bermekaran itu melalui jepretan kamera untuk di-share ke media sosial (medsos). “Sangat cantik sekali bunganya. Di mesdos juga rame mengenai bunga ini. Banyak yang selfie,” kata
Fiyah. Bunga yang kerap dianggap mirip dengan bunga sakura itu ditemukan bermekaran di beberapa titik. Mulai di wilayah Surabaya Barat, Pusat, Timur, dan Selatan. Di Surabaya Barat, lokasi Tabebuya yang bermekaran ada di sekitaran KPU, sepanjang Mayjend Sungkono (pedestrian), sekitar Taman Makam Pahlawan, sepanjang Adityawarman, sepanjang HR Muhammad, Kupang Baru, Sukomanunggal, Sepanjang Raya Tandes, dan Tanjungsari. Sementara di Surabaya pusat Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Eskavator mengeruk endapan lumpur di rumah pompa Jalan Ikan Mungsing.
Osaka, Memorandum Rombongan delegasi Biro Humas dan Protokol, Kerja Sama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jatim, serta SMA Negeri 5 Surabaya diterima Pemerintah (Prefektur) Osaka, Jepang, Senin (18/11). Rombongan yang dipimpin Kabag Administrasi Kerja Sama Cipto Wibowo, mewakili Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai, diterima oleh Senior Executive Director of International Relations Osaka Prefectural Government, Mr Horinori Harimoto. Di hadapan perwakilan Prefektur Osaka, Cipto memaparkan untuk terus mempererat kerja sama yang telah terjalin sejak
FOTO: MEMORANDUM/TRI HARYOKO
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Delegasi Pemprov Jatim Diterima Pemerintah Osaka
Tanaman Tabebuya di Jalan Pasar Kembang mulai bermekaran.
KOTA SURABAYA Bangunan Menjorok di Atas Sungai Kalirejo Dibongkar
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KONSULTASI OBAT TRADISIONAL Demam Berdarah Jelang Musim Hujan T: Mengapa demam berdarah masih mengancam setiap kali musim berganti? Padahal berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah. Ada apa sebenarnya yang masih belum dilakukan? Ardianto, Pacar Kembang, Surabaya
Babinsa Kelurahan Kandangan Koramil Benowo Serda Supri Riwayadi ketika berada di SMPN 61.
Tanamkan Hal Positif pada Generasi Muda
Surabaya, Memorandum Sebagai rangkaian Hari Pahlawan, Babinsa Kelurahan Kandangan Koramil Benowo Serda Supri Riwayadi mengajak generasi muda untuk lebih cinta Tanah Air. Yakni dengan mengecat pot bunga dengan warna merah putih. Selain itu, kegiatan ini juga mengajak generasi muda untuk peduli dengan lingkungan. “Kegiatan ini mencapai dua sasaran, selain menanamkan rasa nasionalisme juga tentang kebersihan lingkungan,” ujar Supri ketika berada di SMPN 61, di Jalan Tengger Raya 2, Kelurahan Kandangan. Sedangkan dalam kegiatan ini melibatkan dua kelas, yakni 7 hingga 9. Nantinya tidak hanya di sekolah tersebut, namun akan dilakukan di beberapa wilayah lainnya. “Jangan pernah lelah untuk menanamkan hal-hal positif pada generasi muda, karena merekalah yang akan meneruskan perjuang untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas dia. (tyo/lis)
Pemilik...
Sambungan dari halaman 9
“Hotel manapun enggak boleh digunakan tempat prostitusi. Yang jelas kita perketat seleksi hingga masuk di dalam setiap penginapan di wilayahnya. Akan dicek langsung buku tamunya, apakah mereka (orang nginap, red) memiliki identitas KTP suami-istri dan surat nikahnya, itu pasti mereka sudah kena jaring,” terang Bunari. Dia menambahkan, intinya kalau memang owner Ace Hotel Homestay tidak bisa menunjukkan legalitas perizinannya, maka harus dikembalikan ke-
Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
Warga sedang membongkar bangunan yang menjorok di atas saluran air Kalirejo.
IKAMA Harus Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional Surabaya, Memorandum Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama warga Madura, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Jatim menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2019 di kediaman H Ansori, Jalan Teluk Aru Utara 61, Minggu (17/11) malam. Ketua IKAMA Jatim Buchori Imron menegaskan, IKAMA setiap bulan rutin berkumpul.”Selain untuk mempererat tali silahturahmi, kami berharap pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita sebagai umat nya selalu dekat dengan Nabi Muhammad SAW,”ujar dia.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan IKAMA Jatim, menurut BUchori, sebagai ajang silahturahmi sesama warga setempat dan warga Madura yang tergabung dalam IKAMA Jatim. Buchori yang juga anggota komisi C DPRD Kota Surabaya menandaskan, silaturahmi dapat menambah rezeki, jauh dari bala, dan memperpanjang usia, dan barokah.”Setiap bulan kita rutin berkumpul. Nah, dari sini kita bisa sharing berbagai persoalan baik pemerintahan maupun organisasi.” terang Buchori. Dia mengatakan, keberadaan
Ketua IKAMA Jatim Buchori Imron (tiga dari kiri( bersama tokoh-tokoh Madura pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
IKAMA di seluruh Indonesia, harus berguna bagi masyarakat, dan dapat menciptakan kedamaian,
ketenteraman, dan berkontribusi dalam pembangunan. Di Surabaya misalnya, pen-
Warga Keputih Tuntut Ace Hotel Homestay Ditutup
FOTO: ISTIMEWA
Komisaris: Mangestuti Agil
warga mendapat surat peringatan dari anggota Satpol PP. Akhirnya bangunan tersebut dibongkar sendiri oleh pemilik rumah,” tegas dia. Arifin menjelaskan, pihaknya mengusulkan anggaran perbaikan saluran air Kalirejo kepada Pemkot Surabaya. Rencananya setelah penertiban bangli tahun depan saluran air Kalirejo akan diberi pagar pembatas. Ini bertujuan untuk mengoptimalkan saluran air tersebut.“Saya minta saluran air Kalirejo segera diberi pagar pembatas. Selain memfungsikan kembali saluran air tersebut juga ke depan tidak dimanfaatkan warga mendirikan bangli lagi di sepanjang Sungai Kalirejo,” ungkap dia. Kasi Tantrib Kecamatan Tenggilis Mejoyo Yoyok mengaku telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan yang menjorok di atas saluran air Kalirejo.“Kami beri peringatan dulu bertujuan mereka segera membongkar bangunan tersebut. Tapi jika tidak digubris maka kami akan membongkar paksa,” pungkas dia.(why/dhi)
FOTO: ISTIMEWA
J: Serangan demam berdarah dengue terjadi karena gigitan nyamuk Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt yang menginfeksi virus dengue. Seseorang dapat terkena infeksi hanya karena satu sebab utama, yaitu daya tahan tubuh yang menurun. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah sarang nyamuk, membuang genangan air, menghitung jentik, tetapi apa yang kita lakukan untuk mempertahankan daya tahan atau kekebalan tubuh? Kalau daya tahan tubuh kuat maka infeksi apapun pasti dapat kita hindari atau cegah. Memberantas nyamuk secara tuntas tentu tidak mudah, dan oleh karena itu pastikan daya tahan tubuh kita kuat. Bagaimana caranya? Pasti melalui pola hidup sehat, tidak ada cara lain yang lebih efektif. Pola makan untuk anak, misalnya harus ada telur dan susu setiap hari. Stop makanan instan yang kaya penyedap rasa, camilan yang sangat tidak sehat, minuman kemasan, dan sejenisnya. Buatlah mereka menjadi kenyang di rumah dengan makanan hasil olahan keluarga. Makanan olahan keluarga pasti dapat mengendalikan penambahan bahan-bahan tambahan, termasuk garam, gula, dan lain-lainnya. Selain itu, masakan keluarga pasti menggunakan bahan-bahan yang berkualitas baik. Repot? Awalnya demikian, namun makin lama kita akan menikmati pekerjaan di dapur. Justru akan lebih repot apabila ada anggota keluarga harus dirawat di rumah sakit. Selain itu, pastikan pola istirahat cukup, yaitu minimal 7 jam untuk anak. Olahraga ringan setiap hari, minimal 30 menit. Anak-anak tidak boleh stres, jadi bantulah mereka dengan cara antara lain menekuni hobi, dan menciptakan suasana rumah atau keluarga yang harmonis. Kalau standar di atas sudah dipenuhi, tambahkan saja minuman herbal yang meningkatkan daya tahan, termasuk rebusan temulawak, kunyit, dan jahe. Minuman teh yang berkualitas setiap hari tanpa gula atau penambahan gula yang sedikit saja sangat baik sebagai sumber antioksidan. Nah, ayo tetap sehat di musim apa pun. (*)
Pembongkaran bangli sebelumnya berdasarkan keluhan warga Kendangsari IV Kalirejo, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, yang meminta aparat Satpol PP jangan tebang pilih ketika menertibkan belasan bangli di saluran air Kalirejo. Warga RT 09/RW 03, Kendangsari IV Kalirejo Wahyudi mengaku, dua pekan lalu petugas satpol PP telah menertibkan belasan bangli di saluran air Kalirejo. Namun waktu itu, pembongkaran paksa yang dilakukan petugas satpol PP tidak merata.“Waktu itu, memang saya kira anggota satpol PP terkesan membiarkan satu bangunan rumah milik warga. Padahal sudah jelas dinding rumah warga itu menjorok di atas saluran. Tapi ternyata hari ini dibongkar oleh pemilik rumah sendiri,”kata dia, kemarin. Ketua RW 03 Kendangsari Arifin membenarkan, bahwa pembongkaran bangunan menjorok tersebut, setelah warga atau pemilik rumah itu mendapat surat peringatan ketiga dari Satpol PP Kecamatan Tenggilis Mejoyo. “Setelah
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Surabaya, Memorandum Bangunan yang menjorok di atas saluran air Kalirejo akhirnya dibongkar. Ini setelah pemilik rumah menerima surat peringatan dari Satpol PP Kecamatan Tenggilis Mejoyo.
pada asal mula usaha. Terkait surat pernyataan yang sudah dibuat kedua belah pihak, menurut dia, sebetulnya lurah tidak wajib mengetahui surat pernyataan tersebut. “Karena surat kesepakatan itu menjadi produk hukum bagi kedua belah pihak. Apalagi pemilik homestay sepakat dan setuju akan mengembalikan fungsi sebagai rumah kos. Selain itu, setuju tidak akan memasukkan atau menyewakan untuk prostitusi yang melanggar aturan etika sosial dan agama,”jelas dia.(why/dhi)
Bahkan izin untuk rumah koskosan saja tidak ada, hanya rumah tangga biasa. Warga Keputih pun marah mendengar penginapan tersebut dijadikan tempat mesum oleh anak muda di luar nikah. Akhirnya, warga sepakat menutup tiga homestay di kawasan Keputih tersebut. “Yang jelas warga Keputih tidak setuju adanya hotel maupun homestay berada di kawasan Keputih, “ terang dia. Indi mengaku, dari musy-
awarah kedua belah pihak, pemilik homestay dan warga Keputih, yang difasilitasi Kelurahan Keputih sempat bersitegang. Tapi akhirnya disepakati pemilik usaha menghentikan operasional homestay tersebut dan mengembalikan fungsinya sebagai rumah kos-kosan seperti awal dulu. Warga juga meminta kepada pemilik usaha itu agar koskosan itu dibedakan. Artinya yang putra dan putri harus dipisahkan, tidak dicampur. “Saya
Tabebuya Bermekaran,... ada di Jalan Tembaan, Pasar Kembang, lampu merah Kartini/Darmo, depan Taman Apsari, depan Tugu Pahlawan, Jalan Yos Sudarso, Jalan Prof Moestopo, Jalan Kusuma Bangsa, Gubeng, Sulawesi, Gubeng Pojok, dan Ketabangkali. Di Surabaya timur ada di Jalan Semolowaru, Ngagel jaya, Darmawangsa-Pucang Anom, Jalan Menur, pendestrian Jalan raya Dharmahusada Indah, Merr Gunung Anyar, Rungkut Alang-Alang, Raya Kali Rungkut, Jalan Kedung Baruk, Jalan Prapen, dan Panjang Jiwo Permai. Surabaya utara ada di wilayah Tanjungsari, Tembaan, Kebonrojo, Suramadu, Kenjeran, Sidotopo Lor, Sidotopo Wetan, Demak, Perak, Rajawali, Bubutan, Veteran, dan Pahlawan. Titik terakhir Tabebuya bermekaran ada di Surabaya selatan, yaitu di Bung Tomo, Asinering Mayangkara, Jemursari, Gayungsari Barat, Frontage A Yani, dan Jalan Stail. Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri
Setianto mengatakan, biasanya Bunga Tabebuya bermekaran sejak Oktober. Namun, tahun ini, kembang Tabebuya baru nampak di Bulan November. “Tahun ini agak mundur, karena cuaca yang kurang bersahabat. Kemarin Oktober sudah mekar semua,” kata Hendri, Senin (18/11). Hendri mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menanam tanaman Tabebuya di pinggir-pinggir jalan sejak 10 tahun lalu. Tiap tahun jumlahnya diperbanyak, dan hingga kini sedikitnya 7 ribu tanaman Tabebuya berdiri di sepanjang ruas jalan protokol. Menurut Hendri, alasan Pemkot Surabaya memilih Tabebuya ditanam di pinggir jalan, karena dari segi kualitas bunganya menarik, dan pohonnya cepat tumbuh besar. Di sisi lain, tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik terhadap iklim apapun. “Untuk perawatan, gak ada kesulitan. Empat bulan sekali kita kasih pupuk,” ujar dia. Untuk perawatan, Hendri mengaku hanya melakukan penyiraman dan memberikan pupuk
minta kesepakatan ini ditaati pemilik usaha rumah kos.Jangan sampai warga mendengar lagi tempat itu dijadikan tempat asusila. Kalau kesepakatan itu dilanggar, saya tidak segan-segan menggerakkan pemuda Keputih untuk menutup tempat tersebut,” ungkap dia. Pemilik Ace Hotel Homestay di kawasan Keputih Agung Dewanto mengaku, dengan kejadian kemarin itu, dirinya setuju ada musyawarah atau pertemuan dengan warga
Sambungan dari halaman 9 secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah. “Dari kegiatan perantingan pohon, kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik,” terang dia. Ia menyebut, pada 2020 Pemkot Surabaya menambah sekitar 500 pohon Tabebuya. Tanaman Tabebuya yang ditanam berdiameter 8-10 centimeter dengan ketinggian 3 meter. Pohon yang ditanam rata-rata sudah berusia 4 tahun ke atas. “Begitu kita tanam, setahun sudah berbunga,” urai dia. Ratusan Tanaman Tabebuya yang dialokasikan di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2020, penanamannya akan difokuskan di wilayah Surabaya barat. Di antaranya, Mayjend Sungkono, HR Muhammad, dan Wiyung. “Rata-rata tanaman yang kita tanam Tabebuya yang berwarna Pink, karena bunganya menarik dari warna lainnya,” pungkas Hendri. (*/lis)
gurus IKAMA Surabaya harus berperan serta menciptakan kedamaian, dan ketenteraman.” Warga Surabaya harus ikut andil dalam setiap pembangunan Kota Surabaya,”jelas dia. Sementara Ketua Umum IKAMA H M Rawi berharap dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan silahturahmi warga Madura di Jatim dapat menambah kekompakan warga Madura di seluruh Indonesia. “Kami berharap IKAMA mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.”ungkap dia.( dhi/lis)
Sambungan dari halaman 9 Keputih di pendopo Kelurahan Keputih. “K ita sebagai pemilik homestay akan melengkapi semua perizinan. Namun keberadaan hotel ini tidak diminati warga, ya mau gimana lagi, saya mengikuti aspirasi warga itu,” kata Agung usai menghadiri musyawarah di pendopo kelurahan. Soal tuntutan warga Keputih, Agung mengaku sebaiknya usaha homestay tidak ditutup. Sebab, kalau homestay itu ditutup otomatis merugikan owner. Kalau diperbolehkan homestay tersebut dibuat hotel syariah. Sebab untuk mengurus perizinan hotel sangat mahal. “Sedangkan usaha homestay satunya dikembalikan menjadi rumah kos-kosan dan di dalam
Tumbang, Pohon... takan, bahwa kejadian ini merupakan musibah baginya. “Saya tidak menghitung kerugiannya. Namun kerugian yang tidak dapat dinilai itu yakni jika pohon itu menimpa orang hingga membuatnya terluka,” ucap dia. Sementara itu, Kasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) DKRTH Pemkot Surabaya, RochimYuliadi mengatakan, bahwa kejadian ini terjadi karena kondisi pohon sudah tua dan mengalami pengeroposan. “Tumbangnya pohon karena faktor keropos dan faktor luarnya karena angin,” kata Rochim. Dia menambahkan keroposnya pohon angsana tersebut tidak lazim karena terlihat bekas bakaran di sekitar batang pohon bagian bawah. “Ada yang sengaja mengeroposkan batang kayu itu. Asumsi awal, ada yang membakar
pengawasan warga Keputih, saya oke saja. Bahkan, saya meminta warga menjadi pegawai atau pengawas di situ, sehingga bisnis ini sama-sama diuntungkan,”terang dia. Lurah Keputih Itaqwati Oetami mengatakan, musyawarah dengan warga Keputih merujuk adanya permasalahan tiga homestay atau hotel berdiri di bawah naungan aplikasi Hotel OYO online. Berkat pengawasan dari warga Keputih bersama satpol pp, kepolisian, dan koramil, ditemukan ada pasangan yang belum menikah. “Lewat diskusi panjang, akhirnya dibuatkan surat pernyataan yang disepakati kedua belah pihak. Kesepakatan ini disaksikan pihak kelurahan, kecamatan, dan kepolisian,” pungkas dia.(why/dhi)
Sambungan dari halaman 9 dan mengeroposi,” tambah dia. Lebih jauh, Rochim menuturkan,sebelum memasuki musim penghujan, DKRTH sudah melakukan pengecekan secara berkala. “Kita sudah mengecek dan merawat secara berkala, seperti di bagian ranting. Namun untuk bagian pohon yang keropos, belum ada laporan,” papar dia. Rochim juga menambahkan, bahwa masyarakat yang rumahnya berada dekat dengan pohon yang ditanam di pinggir jalan dan dalam kondisi membahayakan, maka warga dapat melapor ke DKRTH.“Kalau mau dianggap berbahaya silakan diajukan permohonan penebangan pohonnya. Nanti kita lihat kondisinya, kalau membahayakan kita tindaklanjuti,” pungkas Rochim. (x-3/dhi)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Petani Diharapkan Maksimalkan Areal Tanaman Padi ari 2020 nanti, kapasitas produksi tanaman padi di Kabupaten Bangkalan bisa optimal. “Optimalisasi produksi masa tanam MP-1 itu penting. Paling tidak, jika target itu tercapai, akan bisa menutupi penurunan kapasitas produksi saat panen MK-1, akibat terjadinya penciutan lahan pertanian disepanjang musim kemarau,” tandas Hasan Tofa. Lebih detail Hasan Tofa menjelaskan, potensi luas areal persawahan untuk tanaman padi pada masa tanam MP-1 kali ini, diprediks mencapai 29.540,4 ha. Rinciannya, tanaman seluas 21.562,4 ha diantaranya berwujud areal persawahan tadah hujan, sementara 5.177 ha berwujud sawah tehnis, 1.112 ha sawah semi tehnis PU (pengairannya tergantung sumur bor), 513 ha sawah sederhana, serta 1.223 ha lainnya terhampar di areal sawah tehnik non PU. “Sebagian besar benih padi yang ditanam petani untuk MP-1 saat ini, seperti tahun-tahun sebel-
Wisatawan mancanegara berkunjung ke Keraton Sumenep.
Kunjungan Wisatawan Membeludak, PAD Pariwisata Lampaui Target
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
“Sejak pertengahan November lalu, petani memang mulai serentak turun ke sawah. Mereka mulai menekuni masa tanam MP-1,” kata Kasi Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dipertapa Horbun) Bangkalan, H Hasan Tofa SP, Senin (18/11). Sebelumnya, pada kisaran Oktober lalu, para potani sudah menuntaskan panen raya untuk masa tanam musim kemarau (MK). Luas panen hanya mencapai seluas 14.787 ha. Jauh di bawah total areal persawahan untuk tanaman padi yang ada seluas 29.540,4 ha yang ada. Itu terjadi karena sebgaian besar areal sawah kelolaan petani memang berstatus saweah tadah hujan. Kini setelah masa tanam MP-1 tiba, Hasan Tofa berharap agar total areal persawahan seluas 29.540,4 ha yang terhampar di 18 kecamatan, bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani. Targetnya, agar ketika masa panen raya MP-1 tiba pada kisaran Pebru-
umnya, adalah adalah jenis padi Ciherang. Kapasitas produksinya kami prediksi antara 6,5 sampai 7 ton GKP setiap hektarnya. Kalaupun ada petani yang masih menanam bibit IR-64 dan hibrida, itu sebagian kecil saja,” tegas Hasan Tofa. Jika tidak ada tanaman puso akibat genangan banjir, atau mungkin serangan ragam jenis OPT (organisme pengganggu tanaman) seperti hama sundep, tikus, walang sangit, kupu-kupu putih dan lainnnya, Hasan Tofa optimis hasil panen raya untuk masa tanam MP-1 pada kisaran Pebruari 2020 nanti, bakal mampu mencapai target yang diharapkan. Tidak hanya dari sisi pemanfaatan lahannya, tetapi juga optimalisasi kapasitas produksinya. Alasaannya simple saja. Sebagian besar petani dalam beberapa tahun terakhir sudah mahir menerapkan alih teknologi. Mereka tidak lagi bercocok tanam secara tradisionjal. Sebaliknya, mulai mahir menerapkan tehnik bercocok tanam berbasis tenaga mesin. “Contohnya, dalam soal tehnik pengolahan, sebagian besar petani tidak lagi menggunakan cangkul dan sapi bajak, tetapi sudah cukup terampil memanfaatkan hand tracktor atau tracktor roda empat,” ungkap Hasan Tofa. (ras/sr)
FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR
Bangkalan, Memorandum Memasuki pekan ketiga November 2019 saat ini, curah hujan mulai mengguyur Kabupaten Bangkalan. Realita alam itu disambut dengan suka-cita oleh ribuan petani setempat. Sebab kehadiran siklus musim hujan, meski terlambat, tepat berbarengan dengan tibanya masa tanam untuk musim hujan pertama (MP-1).
Para petani di Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, mulai menekuni masa tanam MP-1 dengan memanfaatkan tenaga mesin penebar benih transplanter.
Sumenep, Memorandum Hingga triwulan ketiga 2019, kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Kabupaten Sumenep sudah mencapai 840.905 orang. Membeludaknya wisatawan yang menikmati sejumlah destinasi wisata di Kota Sumekar berimbas positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep Carto mengatakan, PAD dari sektor pariwisata sudah mencapai 125 persen padahal belum tutup tahun. “Target PAD pariwisata tahun 2019 Rp 475 juta sekarang sudah mencapai Rp 520 juta lebih. Sampai Desember nanti kami optimis masih bertambah,” ujar Carto. Menurut dia, PAD pariwisata didapat dari sejumlah destinasi seperti pantai Lombang, Pantai Slopeng, museum Keraton Sumenep dan Telaga Kermata. Tahun sebelumnya belum
ada sumbangan terhadap PAD dari telaga Kermata, sekarang sudah ada sehingga target PAD sudah terlampaui. Selain Kermata, Carto menjelaskan bahwa pemasukan baru PAD pariwisata bersumber dari pedagang di warung-warung yang terdapat di pantai Lombang dan Slopeng. Selama ini tidak ada pemasukan dari retribusi pedagang di objek wisata tersebut. “Sekarang sudah ada kerja sama dengan pemerintah daerah sehingga retribusinya harus masuk ke kas daerah,” imbuh Carto. Untuk mendukung peningkatan PAD pariwisata, Carto menjelaskan bahwa tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan angka kunjungan wisatawan mencapai 1.498.000 orang. Dia optimistis pada triwulan keempat atau akhir tahun 2019 jumlah wisatawan akan semakin meningkat. Karena saat ini sejumlah objek wisata masih belum melaporkan jumlah kunjungan.
“Kami tidak menargetkan angka kunjungan secara khusus untuk wisatawan nusantara atau mancanegara yang penting secara umum ada peningkatan. Kami yakin jumlah wisatawan setiap tahun meningkat karena sudah ada beberapa destinasi baru di Sumenep,” urai dia. Carto menegaskan, Disparbudpora konsisten melakukan promosi untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Sumenep. Selain itu, Pemkab Sumenep juga memperbanyak event bertaraf nasional sejak tahun 2018. Pemkab Sumenep juga terus memenuhi kebutuhan penunjang kepariwisataan. Mulai dari infrastruktur, fasilitas hingga akses transportasi di tempat-tempat wisata. Dari data di Disparbudpora Sumenep, saat ini terdapat 28 objek wisata. Rinciannya, 8 destinasi wisata religi, 13 wisata alam, 3 destinasi wisata sejarah, dan 4 objek wisata buatan. (aan/adv/sr)
DPRD Sumenep Gelar Reses untuk Serap Aspirasi Masyarakat
Ketua DPRD Sumenep Hamid Ali Munir
pemerintah daerah,” urai dia. Hamid juga berharap kepada anggota DPRD Sumenep yang baru pertama kali melaksanakan reses sejak dilantik, agar serius melaksanakan serap aspirasi. Karena reses merupakan sarana menyambung silaturrahmi dengan konstituen. Sebab legislatif diambil sumpahnya untuk bertanggung jawab kepada konstituen. “Sekarang saatnya menyapa dan membicarakan apa yang dibutuhkan masyarakat. Hasil itu semua nanti akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk dijadikan perbandingan usulan dari musrenbang,” tegas Hamid. Politikus senior tersebut menjelaskan, pembahasan APBD 2020 tahapannya sudah hamper rampung sehingga hasil reses saat ini tidak memungkinkan untuk dimasukkan. Sehingga aspirasi masyarakat ditampung melalui hasil reses anggota DPRD Sumenep tahun 2018. “Sekarang tahapannya sudah penggodokan Perda APBD 2020. Kecuali ada hal yang emergency boleh ada program yang dimasukkan di APBD,” tandas Hamid. (aan/adv/sr)
Sekelompok masyarakat saat menghadiri agenda reses. Salah seorang anggota legislatif berinteraksi dengan konstituen.
FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR
Sumenep, Memorandum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep periode 2019-2024 melaksanakan reses pertama tahun 2019. Agenda serap aspirasi kepada konstituen ini dijadwalkan sejak 13 November hingga 22 November 2019. Sebanyak 50 anggota DPRD Sumenep sepekan ini telah sibuk melakukan sejumlah jadwal reses. Mereka turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing menemui masyarakat baik yang ada di daratan maupun di kepulauan. “Saat ini reses pertama dan masa sidang pertama bagi anggota DPRD Sumenep tahun 2019. Dalam rangka menyerap aspirasi untuk referensi kegiatan pembangunan APBD 2021 dan APBD Perubahan 2020,” ujar Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir. Agenda reses menurut Hamid sebagai ruang untuk menjemput apa yang menjadi harapan masyarakat dan sebagai bahan pembicaraan legislatif kepada pemerintah daerah dalam rangka merencanakan kegiatan pembangunan sejak awal. “Kalau di pemda ada musrenbang, kami ada forum reses. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nanti masuk di RKPD pemerintah daerah. Sehingga agenda ini harus dimaksimalkan sebagai salah satu kewajiban anggota dewan,” imbuh Hamid. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, dari seluruh agenda reses selama ini permintaan yang banyak adalah infrastruktur jalan. Karena masih banyak jalan akses yang belum maksimal. Tapi menurut dia, pemerintah daerah membatasi program akses jalan. Jalan kabupaten ke kecamatan tanggung jawab pemda, sementara jalan yang tidak masuk garapan pemerintah daerah adalah garapan pemerintah desa. Agar tidak ada tumpang tindih antara Pemkab dan Pemdes. “Selain infrastruktur jalan, permintaan masyarakat adalah alat-alat pertanian, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Semua itu nanti akan menjadi aspirasi DPRD untuk dibicarakan kepada
PASURUAN
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Salah satu rambu-rambu lalu lintas di Jalan Raya Bangil-Pasuruan, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, tertutup dedaunan.
Rambu Lalin Tertutup Pohon Dikeluhkan Pasuruan, Memorandum Perhatian Pemkab Pasuruan terhadap rambu-rambu lalu lintas (lalin) di beberapa jalan perlu ditingkatkan. Sejauh ini, banyak rambu-rambu yang fungsinya kurang maksimal karena tertutup dedaunan. Seperti yang terlihat di lokasi Jalan Raya Bangil-Pasuruan, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil. Sebuah rambu larangan berhenti nyaris tak terlihat lantaran tertutup ranting dan dedaunan. Atau, rambu penunjuk arah di Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil. Kondisinya sama, hampir tidak kelihatan. Kondisi ini juga menjadi perhatian anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Juriyanto mengatakan Dishub Kabupaten Pasuruan seharusnya peka terhadap kondisi rambu-rambu di jalan. Sebab, rambu-rambu itu menjadi petunjuk bagi pengendara. “Kalau tertutup pohon ataupun daun, bagaimana masyarakat tahu adanya rambu-rambu itu,” ujar Juriyanto. Menurutnya, agar keberadaan rambu-rambu itu mudah dilihat pengendara, jalan yang bisa dilakukan dengan memangkas ranting-ranting pohon yang menutupinya. “Kami harap ada pemangkasan. Supaya rambu yang sudah dipasang bisa terlihat dan berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Juriyanto. Terpisah, Plt Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto mengaku perlu mengecek di mana saja rambu-rambu yang tak terlihat. Ia mengakui, pihaknya tidak menganggarkan pemangkasan pohon atau ranting tersebut. “Kami akan cek dulu seperti apa untuk kemudian melakukan langkah. Seperti pemangkasan bila memang diperlukan,” ungkap Trijono.(rul/sr)
HP Disita Ortu, Bocah Nekat Gantung Diri Pasuruan, Memorandum Gegera HP disita orang tua (ortu), bocah inisial Aa (11) asal Pandaan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya, Minggu (17/11). Pelajar MI tersebut ditemukan tewas dengan posisi menggantung dan di lehernya terikat tali tambang yang diikatkan pada atap terbuat dari kayu di ruang dapur rumahnya. “Tewasnya korban diketahui pertama kalinya orang bapaknya sendiri, saat pulang dari keliling jualan sayur. Masuk rumah kaget melihat anak keduanya gantung diri di dapur, dan posisinya sudah tak bernyawa,” jelas Kades Banjarkejen, Maksum Soleh. Saat kejadian berlangsung, kata Maksum Soleh, posisi rumah dalam keadaan kosong dan hanya korban seorang diri. Sementara itu, Nr, ayah korban, sejak pagi keluar rumah jualan sayur keliling. Lalu, Ms, ibunya juga ke sawah lantaran bekerja menjadi buruh tani. Kemudian Ma, kakak kandung korban juga keluar rumah. “Kedua orang tua dan kakak korban saat kejadian tidak ada di
rumah atau keluar. Sesampainya di rumah dan melihat anaknya gantung diri di dapur, jasad korban langsung di turunkan bapaknya dibantu oleh warga sekitar sekaligus tetangganya,” beber kades. Pihak pemdes setempat mengetahui kejadian ini, langsung lapor ke Polsek Pandaan. Sesaat kemudian petugas polsek setempat tiba di lokasi kejadian atau rumah duka. Bersamaan itu, warga dusun sekitar baik tetangga juga kerabatnya juga berdatangan ke rumah duka untuk melayat. “Bapak dan ibu sejak pagi sudah keluar bekerja. Saat saya mau keluar, sekitar pukul 08.30. Melihat adik (korban, red) sedang tiduran
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/RUL
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Suasana rumah duka yang ramai dikunjungi orang melayat.
dan tampak menangis,” tutur MA, kakak kandung korban dengan muka sedih. Ia langsung balik bergegas pulang dari warkop, setelah dapat telepon ada kabar duka di rumahnya. Sesampainya di rumah, kaget dan tak menyangka adiknya ditemukan tewas gantung diri di dapur. Setibanya di rumah duka, petugas langsung mengolah
TKP. Ternyata pada lehernya terdapat bekas jeratan tali tambang, sementara pada bagian tubuh lainnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak di lakukan otopsi. Saat mayat akan disucikan sempat kami periksa, terdapat ada bekas jeratan tali tambang di lehernya. Lainnya tidak ada tanda-tan-
da kekerasan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur. Minggu siang sekitar pukul 13.00 siang, pelajar kelas VI di MI tersebut akhirnya dimakamkan di TPU dusun setempat. “Motif korban nekat gantung diri. Dugaan kuat karena frustasi HP disembunyikan orang tuanya. Karena selama ini kecanduan main game via HP,” kata kanitreskrim. (rul/sr)
Tukang Bangunan Bobol Rumah Saudara Pasuruan, Memorandum Lukman Hakim (37) asal Dusun Kerajan I, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, digelandang petugas ke Mapolres Pasuruan, Senin (18/11). Dia yang sehari-hari sebagai tukang bangunan itu membobol rumah saudarnya di Kelurahan/Kecamatan Pandaan. Dalam aksinya, dia sukses menggondol HP dan motor. Rumah milik Suprapto yang disasar
itu, sebenarnya juga sebagai tempatnya bekerja. Makanya, ia cukup leluasa melakukan aksi pencurian karena sudah mengenal kondisi dan lekuk rumah. “Dia juga saudara saya sendiri,” ungkap Suprapto, korban pencurian. Dengan memanfaatkan celah rumah korban yang sedang direnovasi, Lukman masuk ke dalam rumah dengan memanjat hingga ke lantai 2. Aksi itu dilakukan sang tukang bangunan sekitar pukul 01.00 WIB,
saat pemilik rumah terlelap tidur. Lukman kemudian mengambil kontak motor dan membawa lari motor korban jenis N-Max nopol N 2245 TBI. Tak hanya itu, pelaku juga menggasak 2 buah ponsel. “Modus dia memang bekerja di rumah korban, selain itu dia masih ada hubungan saudara dengan korban,” ungkap AKBP Rofiq Ripto Himawan, Kapolres Pasuruan seperti dikutip dari wartabromo.com.
Dari hasil penyelidikan polisi, Lukman juga pernah melakukan kejahatan yang sama di bulan Juni 2018 dan 01 Juni 2019 di tempat lain. Dari aksi mencurinya, waktu itu ia sukses membawa 3 buah HP. Kini tukang bangunan tersebut harus menjejali jeruji besi sela tahanan Mapolres Pasuruan. Ia dijerat dengan pasal 363 KUHP soal pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Dewan Soroti Pameran Tempo Doeloe (DPPKAD), Even Organizer CV Udara sebagai pelaksana Even Probolinggo Tempo Doloe, serta Paguyaban Pedagang Kreatif Lapangan (P-PKL), dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang sidang utama DPRD Kota Probolinggo, Senin (18/11). Dalam RDP terkuak bahwa even Probolinggo Tempo Doeloe merupakan agenda tahunan Pemkot Probolinggo melalui Disbudpar sebagai leading sektornya secara swakelola memberikan kepercayaan terhadap pihak ketiga sebagai pelaksana, yakni CV Udara.
Namun, ketika dicerca pertanyaan oleh Ketua Komisi II Sibro Malesi, ada yang mengejutkan bahwa mekanisme melalui penunjukan langsung meski secara swakelola. “Pelaksana even Probolinggo Tempo Doeloe melalui penunjukkan langsung kepada pihak ketiga yakni EO dark CV Udara dengan nilai pagu kontrak sebesar Rp114 juta, sesuai SPMK dan SPM tertanggal 4 November 2019,” ujar Kabid Budaya pada Disbudpar Kota Probolinggo, melalui PPTK, Endang. Tak hanya itu, Endang mengaku penunjukkan langsung itu dilakukan karena mepetnya waktu pelaksanaan. Semula even tersebut dilaksanakan selama 3 hari, namun dilaksanakan 8 hari. Terkait soal pungutan kepada para PKL, hal itu diakui panitia pelaksana Marsan dan pihak yang mewakili EO dari CV Udara, Deka bahwasannya itu untuk menutupi kekurangan untuk membiayai acara selama 5 hari. Sementara itu, Kabid Pendapatan pada DPPKAD, Slamet menyatakan bahwa soal ditemukannya karcis yang tidak diporporasi dan tidak adanya itikad baik untuk membayar pajak daerah sebesar 10 persen dari penghasilan. “Pihak ketiga sebagai pelaksana kita panggil 3 kali tidak memenuhi panggilan. Setelah kita tindaklanjuti, akhirnya ada itikad baik mau mneghadiri panggilan, dan membayar pajak daerah sebesar Rp 2,5 juta,” tutur Slamet. Atas dasar itu, akhirnya Komisi II DPRD Kota Probolinggo yang diwakili oleh Hamid Rusdi dan mengatakan rekomendasi Komisi II, yakni pertama agar hati-hati dalam urusan kontraktual dengan pihak ketiga. “Sebab, harus sesuai dengan aturan hukum yang ada. Jangan karena perintah dari atau siapa pun lalu tidak mengindahkan aturan. Karena yang kena dampaknya nanti tetap Pemkot Probolinggo,” tegasnya. (mhd/sr)
Diisukan Miliki Ilmu Santet, Kakek Dibunuh Lumajang, Memorandum Pembunuhan Mursam (64), kakek asal Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Sabtu (16/11) malam, direka ulang di tempat kejadian penemuan mayatnya di tengah jalan dengan kondisi leher tergorok. Kapolres Lumajang AKBP Muhamad Arsal Sahban mempimpin olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang atas kematian Mursam, Senin (18/11). Dari hasil keterangan beberapa sumber di lapangan menyebutkan, jika korban diduga memilki ilmu santet, sehingga ia diusir oleh keluarganya. Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem, kurang lebih selama 4 tahun, iapun kembali ke desa tersebut lantaran ada kerabatnya yang meninggal. Setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban cangkrukan (begadang) dengan beberapa warga. Saat begadang tersebut dirinya pamit ke belakang
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Probolinggo, Memorandum Gonjang-ganjing even Probolinggo Tempo Doeloe menggelinding ke gedung dewan. Event yang digelar sejak 9 hingga 16 November 2019 itu tak hanya menuai kritik dari sejumlah kalangan, namun juga mendapat respons dari DPRD Kota Probolinggo. Komisi II DPRD Kota Probolinggo memanggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset
Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban memimpin jalannya olah TKP pembunuhan kakek Kalidilem.
untuk ke kamar mandi. Namun kejadian janggal pun mulai terjadi, dimana ia tak kembali lagi ke tempat awalnya. Sekitar pukul 22.45. pada Sabtu malam itu, korban ditemukan meninggal dunia di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak. Tak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Ru-
mah Sakit Bhayangkara Lumajang. AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, korban dibunuh karena isu dukun santet. Sebagian besar warga Desa Kalidilem meyakini Marsam memiliki ilmu hitam karena beberapa tahun yang lalu beberapa warga meninggal karena korban menginap di rumahnya. “Tapi seharusnya kita tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet, apalagi tak ada fakta yang konkret yang mengatakan dia adalah dukun
santet. Disamping itu saat ini peradaban sudah sangat maju serta modern. Sudah sepatutnya pola pikir masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika,” jelasnya. “Ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengungkapnya. pelaku pembunuhan akan kami cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai menuduh ssbagai dukun santet,” imbunya. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran menambahkan, saat ditemukan adanya beberapa luka di tubuh korban. “Dari olah TKP yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban. Keduanya adalah luka potong pada leher sebelah kiri serta luka potong pada pundak sebelah kiri,” ungkap pria yang juga Kepala Tim Cobra Polres Lumajang itu. (tri/sr)
Cak Thoriq Ajak Warga Tak Berdebat Syariat Lumajang, Memorandum Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengajak seluruh masyarakat khususnya para santri untuk turut menjaga kondusivitas kegiatan beragama dengan saling menghormati. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Pembukaan Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) Ke VIII di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (17/11). “Ayo saya mengajak kita semua melaksanakan kegiatan keagamaan, ke-Iislaman untuk tetap menjaga kondusivitas. menjaga hal-hal yang sekiranya tidak perlu untuk memperdebatkan perbedaan, menghormati yang sudah diajarkan masing-masing, menjadi penghormatan saling menghargai dan tidak saling mencaci
maki,” ujar Bupati Lumajang. Bupati yang sering disapa Cak Thoriq itu menjelaskan semua ijtihad ulama telah disesuaikan dengan kondisi masing-masing dengan pertimbangan masing-masing. Tentu hal tersebut didasarkan pada hukum yang sesuai dengan syariat islam. Salah satu yang dicontohkannya, permasalahan terkait isu penggunaan celana cingkrang. Menurut Cak Thoriq hal itu tidak perlu diperdebatkan. Terkait MQK, Cak Thoriq berharap para peserta tidak hanya puas dengan menguasai satu atau dua kitab, namun harus belajar lagi untuk memahami kitab dengan tingkat yang lebih tinggi lagi. Kapala Bagian Adminstrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten
Lumajang, Iskandar, S.P., melaporkan terlaksananya kegiatan tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan pengurus Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Lumajang. Kegiatan itu diikuti kurang lebih 1000 peserta dengan 12 cabang lomba. “Ini merupakan kegiatan rutin pemkab lumajang, yang pesertanya Merupakan hasil seleksi MWC RMI tingkat kecamatan,” ujarnya. Hadir dalam acara tersebut, Pengurus Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Pusat, KH. Anshori M Nuh, Komandan Kodim 0821 Lumajang, Letkol. Inf. Ahmad Fauzi, , Sekda Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, (hum/tri/sr)
OLAHRAGA
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Malaysia vs Indonesia
Lupakan Hasil Buruk Kuala Lumpur, Memorandum Tim Nasional Indonesia siap tempur melawan tuan rumah Malaysia pada laga lanjutan grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11) malam. Misi mustahil di tengah desakan wajib menang demi mendapat poin perdana. Asisten Pelatih Timnas Indo-
nesia, Yeyen Tumena mengatakan bahwa timnya dalam kondisi baik jelang laga ini. Ia menyebut timnya sudah melupakan raihan buruk yang didapatkan pada laga-laga seblumnya. Yanto Basna dan kawan-kawan sudah siap mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya ketika melawan Malaysia. “Kami melakukan banyak per-
Ketua Harian Pemgprov Kodrat Jatim (kanan) bersama petarung Septian Ego Mulyanto yang sukses persembahkan medali emas.
Kodrat Jatim Boyong Dua Emas dari Popnas 2019 Bandung, Memorandum Target dua medali emas di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019, akhirnya bisa diraih kontingen tarung derajat Jatim. Emas dipersembahkan Septian Ego Mulyanto yang turun di kelas 41,5-45 kg dan petarung putri Ananda Nata (52,1-55 kg) dalam final di GOR Pajajaran Bandung, Senin (18/11). Sedangkan lima petarung lainnya belum beruntung karena hanya meraih perunggu. Dengan hasil ini, Jatim berada di peringkat ketiga pengumpul medali terbanyak dari 23 provinsi yang ikut. Juara umum diboyong Bali dengan torehan 4 emas, 1 perak, 2 perunggu. Disusul Sumatera Barat 2 emas, 2 perak, 3 perunggu. Namun, dua emas itu sudah memuaskan Ketua Harian Pengprov Kodrat Jatim, Erwin H Poedjono yang mendampingi partai final kemarin. “Dua emas ini sudah sesuai target yang diberikan kepada kami. Total kita turun dengan sembilan atlet dan tujuh di antaranya meraih medali, ” ujar Erwin. Manajer Tarung Derajat Jatim, M Muksen mengatakan, Popnas 2019 menjadi pertama kali tarung derajat dipertandingkan. Perolehan 2 medali emas dan 5 perunggu akan menjadi penyemangat pembinaan di daerah. “Ini berkat kerja sama kita semua. Terima kasih kepada Dispora Jatim dan mayarakat yang selalu memberikan dukungan. Kita akan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik lagi, ” ucapnya. (*/epe)
baikan agar tim bisa bangkit dari empat laga dengan hasil kurang maksimal. Laga ini menjadi momentum agar kami meraih kemenangan,” kata Yeyen. Yeyen menambahkan Malaysia tim yang bagus. Apalagi baru saja mereka mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 beberapa hari lalu. Namun meski begitu ia optimis anak
asuhnya dapat meredam kekuatan Malaysia. Yanto Basna, menegaskan tekat itu. “Kami sudah datang sejak seminggu lalu dan melakukan persiapan sejak awal disini. Untuk itu, kami optimis dan bertekad berjuang keras melawan Malaysia,” kata pemain
yang kini berkiprah di Liga Thailand tersebut. “Semua strategi dan taktik melawan Malaysia sudah diberikan pelatih kepada kami. Tentu kami semua akan bekerja keras. Kami juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia baik yang hadir di stadion maupun yang di Indonesia,” jelasnya.
Kendati ada gesekan di pertemuan di Jakarta, Malaysia tetap memberi kuota kepada pendukung Indonesia. Sesuai regulasi pihak panpel hanya menyediakan kuota 5 persen dari tiket yang dijual, yakni sebanyak 4.400 tiket. Pembelian tiket hanya melalui online di website pssi. org. Suporter Indonesia ditempatkan di kategori I gate E. (*/epe)
DEWI RENGGANIS
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Mamang Pratidina, Waka II PMI Jember menyampaikan materi Jurnalistik.
Skill Journalism and Public Speaking
KSR dan PMR Diberi Tips Bermedsos
Jember, Memorandum Sebanyak 63 anggota Korps Relawan (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) dilatih keterampilan jurnalistik dan public speaking di Markas PMI Jember, Minggu (17/11). Selain mengenalkan etika membuat postingan di akun media sosial, diharapkan dengan skill tersebut, mereka bisa memperkuat kemampuan assessment yang dimiliki KSR dan PMR di masing-masing unit. Para relawan PMI dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMP serta SMA ini, diajarkan teknis berbicara di depan umum, memotret, membuat video, menulis narasi sesuai kaidah jurnalistik, dan mampu menyampaikan informasi dengan benar. Selain mereka diarahkan mampu berbicara di depan umum dengan baik dan benar, mereka juga dikenalkan cara pengambilan foto dan membuat dokumentasi video sesuai etika jurnalistik. Hidayatur Rahman, ketua panitia acara mengatakan, pelatihan ini dilakukan dengan berbasis android. Tujuannya, anggota PMR dan KSR baik di sekolah maupun perguruan tinggi bisa mengoptimalkan penggunaan gadgetnya lebih bermanfaat, dari sekedar untuk chatingan atau main game. “Mereka diharapkan bisa memyampaikan publikasi dengan benar baik dalam me-report kejadian maupun peristiwa yang berfokus pada kegiatan rutinnya di sekolah atau ampus masing-masing,” jelasnya. Khusus KSR, Hiday panggilan akrabnya, mengatakan manfaat yang diharapkan lebih spesifik lagi. Yakni memperkuat akurasi data assessment kebencanaan. “Itu baru dasar, bahwa akan dikembangkan dan dipertajam lagi, itu harapan mereka kita beri stimulan dan latihan dengan workshop itu,” ujarnya. Workshop ini mendatangkan pemateri Yusnizar Sufi Ramadhan dari RRI Jember, dan Mamang Pratidina selaku jurnalis Metro TV yang kini menjabat Waka II PMI Jember dan Mahfudz Sunarji, jurnalis Net TV Sekretaris Ikatan Jurnalis TV Indonesia ( IJTI ) Korwil Tapal Kuda. “Postingan itu kan rawan bagi pemegang akun medsos apabila tidak paham bahan apa yang di-upload, karena itu mereka kita kenalkan, manfaat, dan mudharatnya,” kata Mamang Pratidina.(edy/epe)
Jember, Memorandum Kegiatan siskamling di Dusun Krajan, Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, berhasil menggagalkan pencurian sapi milik Rohim alias Pak Nemmoh (45), warga setempat. Pengamanan swadaya ini digalakkan menyusul kerapnya aksi pencurian ternak di wilayah itu. Dalam kurun lima bulan terakhir, di Desa Gumukmas, Karangrejo, Purwoasri, dan Bangorejo, setidaknya sudah terjadi lima aksi pencurian sapi namun hingga kini belum ada yang terungkap. Karena itu, kabar pencurian sapi betina milik Nemmoh dari kandangnya, langsung disikapi warga. Usaha pencarian dilakukan secara berkelompok. Hasilnya, Senin (18/11) pagi, sapi berkulit coklat tersebut ditemukan di Dusun Krajan, sekitar 8 kilometer dari kandangnya. “Pencurian kemungkinan sekitar pukul 03.00. Karena ketika pulang dari Pasar
Kencong mengantar ibu jualan sayur, sapi masih ada di kandang,” terang Nemmoh. “Sepertinya pencuri sudah mengintai. Waktu cepat, bagaimana tidak, sekitar pukul 2.00 sepulang dari pasar, sapi bahkan sempat saya beri makan. Setelah itu saya tinggal ke sumur ketika kembali saya tengok sapi sudah amblas dari kandang,” ungkapnya. Karena rumah Nemmoh di permukiman padat, kabar pencurian itu menyebar cepat dan direspons Kepala Desa Purwoasri Saiful Bahri. Satu-satunya petunjuk yang didapat adalah jejak sapi
“Sapi disembunyikan di semak belukar dekat pohon salak yang terletak di pekarangan belakang rumah warga. Sepertinya pencuri sengaja meninggalkan di situ, karena dia tahu warga desa mengejarnya,” ujar Syaiful mengakhiri. Kanitreskrim Polsek Gumukmas, Iptu Amin Syahril membenarkan aksi pencurian sapi di wilayah Jember selatan ini.“Dalam waktu lima bulan terakhir sedang marak, untuk itu masyarakat mengadakan ronda malam. Cara ini efektif mengurangi kejadian,” terangnya. “Untuk mengurangi kejadian pencurian hewan ternak sapi warga saling jaga malam (ronda), terbukti adanya informasi kehilangan sapi dan cepat melapor, pihak dan warga segera menyebar dan mencari jejak kaki dan ditemukan lagi,” pungkas Iptu Amin. (edy/epe)
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Warga Dusun Krajan Gagalkan Pencurian Sapi
Warga Desa Purwoasri berhasil menemukan sapi milik Nemmoh di semak kebun salak di Dusun Banjarejo, Desa Tembokrejo, setelah dilaporkan dicuri Senin dinihari.
yang mengarah ke utara desa.“Kita langsung membentuk tim pencari karena jejak sapi lari ke arah utara desa,” ungkap Syaiful Bahri yang baru Oktober lalu dilantik.
Setelah 3 jam, pencarian membuahkan hasil. Sapi Nemmoh ditemukan kawasn semak belukar di dekat kebun salak tengah yang berada di pekarangan.
Raperda Penyertaan Modal PDP Kahyangan Menunggu Digedok
Komisi C Tepis Kekhawatiran Buruh Jember, Memorandum Puluhan buruh dan perwakilan direksi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan mendatangi DPRD Kabupaten Jember, Senin (18/11) pagi. Mereka meminta kejelasan nasib penyertaan modal sebesar Rp 5,8 miliar pada Tahun Anggaran 2020. Koordinator buruh PDP Khayangan, Dwi Agus Budiyanto mengatakan, pihaknya menagih janji wakil rakyat yang menjamin usulan penambahan penyertaan modal PDP Kahyangan untuk dimasukan ke APBD 2020. Hal tersebut menanggapi pandangan umum Fraksi PKB yang menolak pembahasan raperda tentang penyertaan modal PDP Kahyangan. “Saat ini kami buruh masing-masing kebun dan perwakilan
direksi PDP Kahyangan menagih janji DPRD terkait akan menjamin usulan penyertaan modal PDP untuk dimasukan ke APBD 2020. Kami terkejut melihat pemberitaan Fraksi PKB yang menolak membahas Raperda PDP Kahyangan. Ini yang membuat kami datang ke sini, menagih janji dan menanyakan dewan yang duduk di Fraksi PKB, apakah fraksi tersebut mengetahui subtansinya sehingga menolak. Kami menilai mereka tanpa hati nurani menolaknya,” katanya. Lebih lanjut, Dwi Agus menegaskan, pihaknya akan mengawal betul pembahasan 5 raperda yang diajukan hingga ditetapkan dan disahkan menjadi peraturan daerah (perda). Apalagi di dalamnya terdapat usulan raperda
tentang penyertaan modal PDP Kahyangan. “Alhamdulillah hari ini komisi C yang mendapat amanat pimpinan dewan menjamin penyertaan modal PDP Kahyangan akan dibahas bersama raperda lainnya. Kami sedikit lega, tetapi kami tetap mengawal proses itu sampai didok, karena itu menyangkut hajat hidup ribuan buruh PDP dan keluarganya. Penyertaan modal sebesar Rp 5,8 miliar itu digunakan untuk pengganti biaya operasional PDP Kahyangan, termasuk upah karyawan dan manajemen. Kami berharap legislatif dan eksekutif betul-betul memikirkan nasib PDP beserta buruhnya. Karena kami masih butuh modal lain untuk penyehatan dan pengembangan PDP Kahyangan,”
imbuhnya. Ketua Komisi C yang mewakili unsur pimpinan DPRD Jember definitif, David Handoko Seto menyebutkan, secara resmi pihaknya menjamin dan memberikan garansi raperda tentang penyertaan modal PDP Kahyangan akan selesai dibahas karena telah memenuhi syarat. Sehingga, tinggal menunggu rapat finalisasi untuk disahkan. “Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Jember kami menyampaikan, menjamin dan memberikan garansi kepada buruh PDP Kahyangan tentang pembahasan Raperda penyertaan modal PDP Kahyangan dalam dua kali pertemuan pembahasan Raperda akan selesai, kami Badan Pembentukan Peraturan Daerah
(Bapemperda) dan Panitia Khusus (Pansus) II menyatakan urusan Raperda PDP Kahyangan sudah tidak ada masalah dan tinggal finalisasi dan penetapan raperda menjadi perda, DPRD Jember menjamin hak buruh PDP Kahyangan dan buruh akan tetap mendapatkan gaji dari daerah sesuai ketentuan,” jelasnya. David menambahkan, garansi jelas diberikan maksimal 2 kali pertemuan pembahasan pansus, hal itu jika tidak ada perubahan konsideran dan nomenklatur. Apalagi, pihaknya sudah mengkaji sejak pertemuan-pertemuan sebelumnya, sehingga tinggal proses finalisasi. “Insya Allah sesuai jadwal ditentukan, tinggal didok raperda tersebut menjadi perda,” pungkasnya. (edy/epe)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan
121 Santri Keracunan Ikan Tongkol Banyaknya yang mengalami keracunan, membuat penanganan medis disebar ke empat lokasi. Di RSUD Hrjono Ponorogo menangani 64 santri putra, PKM Ngrandu 20 santri putra, PKM Kauman 23 santri putra, dan RS Aisyah 14 santri putri. Sebagian besar korban merupakan siswa MTs dan MA yang dalam pengelolaan makan
sehari-hari menjadi satu di dapur PP Darul Fikri. Hingga kemarin, banyak yang sudah dipulangkan. Ustaz Sarwanto, salah satu pengajar di pondok, menjelaskan jika keracunan massal terjadi usai makan malam dengan lauk ikan tongkol. “Ikannya dibeli dari pedagang asal Kecamatan Sawoo yang datang ke pondok,” terangnya.
FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO
Ponorogo, Memorandum Minggu (17/11) sekitar pukul 23.00, Pondok Pesantren (PP) Darul Fikri di Desa Bringin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo dibuat geger dengan insiden keracunan massal. Dugaan sementara, 121 santri yang harus menjalani perawatan terpapar kandungan zat di ikan tongkol yang mereka konsumsi.
Beberapa santri PP Darul Fikri menunggu dievakuasi ke rumah sakit.
Babinsa Sukosari Rehab RTLH di Dusun Jamuran Lor Madiun, Memorandum Babinsa Koramil Dagangan, Kabupaten Madiun, Serka Nasib Subagya terjun langsung membantu rehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik Amirudi (57), warga Dusun Jamuran Lor, RT 18/RW 5, Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Senin (18/11). “Kegiatan ini dilakukan guna menumbuhkan serta menanamkan rasa kepedulian terhadap seluruh warga masyarakat khususnya Desa Sukosari serta rasa kebersamaan antarwarga di lingkungan dengan aparat TNI dalam hal ini Babinsa Koramil 0803/14 Dagangan. Ini juga bagian dari komunikasi sosial (komsos) TNI dengan masyarakat,” terang Serka Nasib Subagya. Antusiasme warga sangat terasa. Pengerjaan rehab bahkan berlangsung cepat dengan tujuan agar segera ditempati Amirudi. (hbb/mt/epe)
Usai makan malam yang dilanjut salat isya berjamaah, ustaz Sarwanto mulai menerima laporan keracunan. Ciri-cirinya sama, mulai dari pusing, mual, dan mata memerah. Karena gejala itu mulai meluas, santri yang keracunan dikumpulkan. Kejadian ini tak luput dari pantauan Polsek Somoroto dengan menerjunkan anggota ke empat instalasi medis untuk memeriksa lebih lanjut. “Diduga santri keracunan ketika makan malam, namun lebih lanjut masih dalam penyidikan yang lebih dalam,” kata Kapolsek Kompol Nyoto. (ji/mt/epe)
Kodim 0804 Terjunkan Tim Pemadam Karhutla Lawu Magetan, Memorandum Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, tepatnya masuk wilayah Kecamatan Panekan, Senin (18/11) sudah memasuki hari keempat. Berbagai upaya telah dilakukan namun api tak kunjung padam. Faktor kecepatan angin dan pemadaman yang masih menggunakan alat manual menjadi salah satu unsur kebakaran sulit diredam. Namun kondisi itu tidak menyurutkan tim pemadam yang diberangkatkan Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy. Ketika memimpin apel pengecekan kesiapan dan pemberangkatan 193 petugas pemadaman gabungan, Letkol Arisandy yang didampingi Kepala Administrasi Perhutani Wilayah Madiun, berharap semua personel tetap mengedepankan keamanan. “Pemadaman api awal sudah dilakukan mulai dari petak 55 diwilayah Desa Sukowidi, berlanjut ke 51C, 51A, 52A ,52B, 56A-1, 56B, dan petak 73 di Desa Bedagung dan Desa Ngiliran,” terangnya usai apel. (nif/alv/mt/epe)
Direktur Beserta Staf PDAM Kabupaten Ponorogo Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES HUT KE-50 MEMORANDUM Dirut PDAM Lardi ST
Pemerintah dan Perangkat Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES HUT KE-50 MEMORANDUM Kepala Desa Pandak Sirnan SE
Pemerintah dan Perangkat Desa Kranggan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES HUT KE-50 MEMORANDUM Kepala Desa Kranggan Khoiru Rozikin
Pemerintah dan Perangkat Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo
P4GN untuk Wujudkan Prajurit Bebas Narkoba Magetan, Memorandum Penyuluhan P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba) digelar Kodim 0804 Magetan dan dilanjutkan dengan tes urine. Senin (18/11), agenda ini digelar di aula Koramil 01Magetan. Diikuti seluruh personel dan ASN Kodim 0804 Magetan, acara yang dipimpin Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy ini, dihadiri 220 orang. Sedangkan narsumber dr Bayu Nugroho (Poskes Kabupaten Magetan).“Acara ini dilaksanakan mengingat Indonesia saat ini sudah termasuk dalam kategori darurat narkoba, sehingga pemerintah sudah menyatakan perang terhadap masalah narkoba ini,” terang Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy. “Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi P4GN merupakan komando atas, dalam rangka mendukung dan mensukseskan Program Indonesia Bebas Narkoba,” tambahnya. Bagi personel TNI yang terlibat, sanksi berat pasti didapat. Yakni diberhentikan dengan tidak hormat. “Jika dalam tes urine nanti ada prajurit yang terbukti positif memakai narkoba maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. Tes urine dilaksanakan secara acak terhadap 40 personil yang ikut sosialisasi P4GN. Namun, hasil yang keluar seluruhnya negatif. (nif/alv/epe)
Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES HUT KE-50 MEMORANDUM Kepala Desa Plancungan Nuri Prasetyo SE
Pemerintah dan Perangkat Desa Galak, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo Mengucapkan
SELAMAT DAN SUKSES HUT KE-50 MEMORANDUM Kepala Desa Galak Zaenal Arifin
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Kawanan Perampok Nasabah Bank Dijebol Peluru
Kakek Bejat Sukosewu Cabuli Bocah 8 Tahun Bojonegoro, Memorandum Perbuatan Lamijan (68), kakek asal Kecamatan Sukosewu, benar-benar bejat. Ia tega mencabuli bocah dibawah umur masih tetangganya, D (8), yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, tersangka ini telah lima kali mencabuli korban. Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah tersangka. “Setelah melakukan pencabulan, korban diberi uang Rp 5 ribu oleh tersangka,” ujar kapolres dalam konferensi pers, Senin (18/11). Modus operandi tersangka yang berprofesi sebagai petani ini dengan membujuk rayu korban. Pelaku meminjami handphone (HP) milik tersangka dengan memperlihatkan video porno. Kemudian korban direbahkan dengan posisi terlentang. “Tersangka lalu membuka rok dan celana dalam korban. Kemudian tersangka langsung mengarahkan kelamin tersangka ke alat kelamin korban,” beber kapolres. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 76 e juncto ayat 82 pasal 1 undang-undang RI nomor 17 tahun 2016. Tentang penetapan peraturan pemerintah penganti undang-undang (Perpu) nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (top/har/mik)
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
mengambil uang,” beber AKBP Ary Fadli, Senin (18/11). Bahkan, ada salah satu dari mereka bertugas mengintai korban saat masih di dalam Bank BNI. Biasanya, pelaku berada dekat dengan tempat penulisan kertas yang digunakan untuk mengambil uang oleh nasabah, dan membuntutinya. Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan pasal 365 ayat 1, 2 ke 2e KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 9 tahun hingga 12 tahun. (top/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Lamijan diapit Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli dan Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra.
Sedang dua pelaku lainnya, Husen dan Sopyan berhasil kabur. Keduanya kini ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) Polres Bojonegoro. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menjelaskan, bila modus operandi keempat pelaku yaitu mencari sasaran nasabah bank. Pelaku kemudian membuntuti dan melempar pecahan busi ke arah kaca mobil korban. “Setelah kaca retak terkena busi, tersangka lalu mendorong kaca dengan lengan tangan hingga kaca pecah. Kemudian
AKBP Ary Fadli didampingi Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra menginterogasi tersangka perampokan.
Difabel Patuhi Lalu Lintas Lamongan, Memorandum Satlantas Polres Lamongan memberikan pengarahan dan menobatkan para pengendara difabel yang tergabung dalam Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI) sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di arena Wisata Edukasi Gondang Outbond (Wego), Kecamatan Sugio, Minggu (17/11) siang. Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro menjelaskan, bahwa seluruh anggota DMI memiliki semangat untuk menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan kesadaran mematuhi peraturan lalu lintas. “Kami mengapresiasi adanya pembinaan yang diselenggarakan DMI Jatim dengan menggandeng Polres Lamongan terutama bagian Satlantas, karena memiliki semangat untuk menjaga keselamatan diri dengan meningkatkan kesadaran berkendara” kata AKP Danu, Senin (18/11). Menurut Danu, setiap pen-
Kanitdikyasa Ipda Fatkur Rahman memberikan kelengkapan berkendara pada penyandang difabel.
gendara harus bisa menjadi pelopordalamkeselamatanberlalu lintas, termasuk pengendara difabel. Jika pengendara difabel bisa mematuhi peraturan lalu lintas, maka yang mempunyai fisik sehat dan sampurna juga harus mampu mematuhi aturan tersebut. “Maknya kami terus melakukan sosialisasi terkait tentang etika dan keselamatan berlalu lintas. Kita juga melakukan pembinaan standarisasi/modifikasi kendaraan,” jelasnya. Selain menobatkan ang-
gota DMI Lamongan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, kita juga membagikan buku panduan tertib berlalu lintas dan kelengkapan standart berkendara atau helm untuk anggota DMI yang tidak menggunakan helm SNI dan jas hujan untuk anggota perwakilan kota se-Jawa Timur. “Angka kecelakaan lalu lintas di Lamongan masih cukup tinggi, salah satunya karena faktor kedisiplinan pengguna jalan yang kurang,” pungkasnya. (al/har/mik)
Saham Pemkab Rp 75 Miliar Ada di Bank Jatim Bojonegoro, Memorandum Dana Pemkab Bojonegoro sangat besar. Buktinya, selain memiliki dana yang tidak terpakai senilai Rp 1,3 triliun. Selain didepositokan senilai Rp 1,250 triliun di Bank Jatim dan Rp 50 miliar di Bank Mandiri, ternyata ada dana yang diinvestasikan ke Bank Jatim senilai Rp 75 miliar. Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Luluk Alifah saat dikonfirmasi mengaku lebih senang dengan keterbukaan. Artinya dengan adanya media yang mengkonfirmasi kepadanya
Budak Sabu Jombang Keok FOTO: MEMORANDUM/ALI
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Bojonegoro, Memorandum Satreskrim Polres Bojonegoro melumpuhkan dua pelaku perampokan nasabah Bank BNI senilai Rp 170 juta dengan timah panas. Kedua pelaku yang merupakan warga Sumatera Selatan itu adalah Erwin (37) dan Anwar Hanafi (45).
membuat masyarakat tahu tentang dana yang dikelola pemkab. “Biar adek-adek PMII yang demo kemarin tahu,” katanya, Senin (18/11). Dikatakan Luluk, jika dana yang belum terpakai itu hasil depositonya juga masuk ke pendapatan asli daerah (PAD). Uang itu nantinya juga diperuntukan masyarakat. Tak hanya mengelola deposito, pihaknya mengaku memiliki saham di Bank Jatim Rp 75 miliar dan di Bank UMKM Jawa Timur Rp 18 miliar. “Dalam satu tahun pemkab
menerima hasil dari Bank Jatim Rp 13 miliar. Kalau dari Bank UMKM saya kurang tahu persisnya berapa,” jelasnya. Artinya, setelah beberapa tahun Pemkab Bojonegoro sudah mengembalikan modal. Menurut dia hal ini merupakan pasif incame. (top/har/mik)
Lamongan, Memorandum Oky Lutfiandi (31), budak sabu asal Desa/Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, keok di tangan anggota Polsek Ngimbang. Pengedar narkotika jenis sabu di Jalan raya Babat-Jombang tepatnya di Desa Lamongrejo, Kecamatan Ngimbang dibekuk Sabtu (16/11) malam lalu. Pengungkapan dilakukan saat anggota Polsek Ngimbang melaksanakan patroli di sekitar lokasi penangkapan. Kemudian petugas mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di tempat tersebut ada orang yang mencurigakan dengan membawa tas hitam. Masyarakat menduga orang tersebut menjual narkotika. Petugas yang mendapatkan laporan, langsung melakukan pengeledahan dan ternyata benar ditemukan barang bukti berupa obat-obatan terlarang jenis sabu. Petugas langsung melaksanakan penangkapan dan mengamankan tersangka beserta barang bukti. Kemudian dibawa ke Mapolsek Ngimbang, untuk diberikan sangsi pidana sesuai dengan undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono menjelaskan, tersangka dalam waktu dekat akan segera ditahan
Oky Lutfiandi
di Mapolres Lamongan, guna menjalani proses hukum lebih lanjut. “Barang bukti yang diamankan dalam penangkapan adalah enam poket sabu, satu buah timbangan narkotika, dua buah HP, tiga biji bong, tiga buah gunting, tiga bandel plastik dan enam buah pipet dan alat hisab sabu,” jelas mantan Kasatreskoba Polres Lamongan,Senin (18/11). Petugas, kata Djoko, saat ini sedang melakukan penyilidikan guna untuk mengumpulkan bukti-bukti, sebelum melaksanakan pengembangan dan penyilidikan lebih lanjut. “Pasti ada jaringannya, ini petugas sedang melakukan pendalamandari keterangan tersangka dan mempelajari keterkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya,” pungkasnya. (al/har/mik)
GRESIK-PANTURA
SELASA PON, 19 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Pemuda Pasinan Lemahputih Simpan Sabu di Kondom HP Gresik, Memorandum Modus peredaran narkoba untuk mengelabui petugas cukup bervariatif. Seperti yang dilakukan Ajis Suprapto (29), warga Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom saat menyimpan narkoba di dalam kondom (pembungkus,red) handphone (HP).
LAKONE
PENGALAMANNYA di berbagai media ditunjang dengan kegigihan, menjadikan Ditya Rahmawati semakin mantap dengan pekerjaannya sebagai HRGA Jebe Koko y y g mengenal g Indonesia. Tak salah jika banyak yang wanita satu ini pandai dalam berkomunikasi. Waktu masih duduk di semester VII jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, ia mengaku sudah terjun di dunia kewartawanan, tepatnya di Jawa Pos. Kala itu, ia bertugas di desk pendidikan dan life style selama setahun. “Aku berhenti soalnya ingin fokus menuntaskan skripsi. Tidak enak juga sama orang tua kalau tidak lulus lulus,” ujar perDitya Rahmawati empuan asli Surabaya lulusan Unair 2004 silam ini. Setelah lulus, Ditya kemudian pindah profesi sebagai penyiar radio Female di Surabaya, Kosmonita. “Kalau saat ini radio Kosmonita tidak ada di Surabaya, satu-satunya hanya di Malang,” ceritanya. Saat jadi penyiar, dia banyak mengenal tokoh-tokoh perempuan Surabaya. Sehingga menambah pengalaman dan pelajaran yang dapat diaplikasikan. “Macam-macam, ada psikolog, tokoh masyarakat, pegiat pendidikan dan banyak pokoknya,” terang perempuan 40 tahun ini. Setelah kontraknya habis, dia bekerja di sebuah perusahaan. Hingga akhirnya balik lagi jadi penyiar di radio Delta selama dua tahun. “Tapi saat itu, aku ingin kerja di perkantoran dan akhirnya bekerja di salah satu BUMN perkapalan di Surabaya,” sambungnya. Hingga 6 tahun kemudian, Ditya merasa mantap bekerja dengan profesinya saat ini. (dri/har/mik)
Sekda Gresik Penuhi Panggilan Penyidik Gresik, Memorandum Setelah beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Andhy Hendro Wijaya akhirnya memenuhi panggilan sebagai tersangka, Senin (18/11). Dia tiba di kantor kejaksaan sekitar pukul 08.30 didampingi oleh kuasa hukumnya, Hariadi. Mereka langsung menuju ruang pidana khusus (pidsus). Tersangka datang ke kejaksaan setelah kalah praperadilan beberapa waktu lalu. Bahkan, dalam amar putusannya, hakim menilai Andhy telah melarikan diri. Sebab, tidak pernah menghadiri penggilan sebagai saksi maupun tersangka. “Tadi hanya diperiksa dengan sejumlah pertanyaan baru,” singkat Hariadi usai mengawal kliennya diperiksa sambil Andhy Hendro Wijaya meninggalkan kejaksaan, kemarin. Saat dikonfirmasi, Kasiintel Kejari Gresik R Bayu Probosutopo membenarkan bahwa tersangka hari ini (kemarin, red) menghadiri panggilan penyidik pidana khusus (pidsus) untuk menjalani pemeriksaan. “Yang bersangkutan kurang sehat, sehingga akan dipanggil lagi,” katanya. Disebutkan olehnya, ada beberapa keterangan tersangka yang berubah dari berita acara pemeriksaan (BAP) pada saat menjadi saksi dari tersangka M Muchtar. Namun, pihaknya tidak mau menyebut detail. “Itu ranah tim penyidik,” imbuhnya. Dijelaskan, masih banyak keterangan yang perlu didalami karena berkaitan dengan adanya bukti baru. Dan saat ini kejaksaan belum melakukan penahanan karena beberapa pertimbangan. Dalihnya, keterangan tersangka masih dibutuhkan, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. “Kita berikan haknya tersangka untuk memenuhi itu,” dalihnya. Bayu juga berdalih bahwa tersangka selama ini tidak melarikan diri. Pengakuan tersangka, dirinya tengah mempersiapkan bahan-bahan dan penasehat hukumnya. Untuk menghadapi statusnya sebagai tersangka. “Kami juga berkoordinasi dengan bupati, bahwa yang bersangkutan tetap ada di tempat (kantor, red) meski statusnya sebagai tersangka. Selama ini masih kooperatif masih ada hak-hak tersangka yang harus diberikan,” pungkasnya. (an/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO
Belajar dari Media
Ajis sapaan akrabnya diringkus di depan sekolah wilayah setempat sekitar pukul 17.00, Minggu (17/11). Satu poket sabu seberat 0,41 gram berhasil ditemukan petugas. Lelaki berbadan kurus itu pun digelandang ke Mapolsek Driyorejo. Penangkapan terhadap Ajis berawal dari informasi masyarakat. Bahwa ada dugaan penyalahguna narkoba di wilayah Desa Pasinan Lemahputih. Atas dasar informasi itu, sejumlah anggota melakukan penyelidikan. Dan mendapati pemuda sendirian sambil merokok di pinggir jalan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan satu bungkus plastik yang diduga narkoba. Dari hasil introgasi awal, diakui bawah bungkusan itu adalah narkoba.
“ Ya n g b e r s a n g k u t a n langsung kami amankan ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsel Driyorejo AKP Wavek Arifin, Senin (18/11). Dia menyebutkan, dari hasil pemeriksaan penyidik statusnya naik menjadi tersangka. Sejumlah barang disita sebagai bukti di persidangan. “Kami masih kembangkan lagi kasus ini,” ungkap mantan Kapolsek Menganti tersebut. Disampaikan, tersangka mengaku barang haram itu akan dikonsumsi. Tetapi, rencana itu gagal terwujud setelah diamankan polisi. Belakangan, narkoba itu didapat dari temannya asal Surabaya. Namun, sampai saat ini petugas masih mendalami dan mencari keberadaan
Tersangka diapit petugas di Mapolsek Driyorejo sambil menunjukkan barang bukti.
pihat terkait. Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU RI
No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. Barang bukti yang berhasil diamankan dian-
taranya, satu bungkus sabu 0,41 gram, satu unit sepeda motor Satria FU nopol S 6225 YE dan satu handphone. (an/har/mik)
Pembangunan Mapolres Gresik Baru Banjir Pujian Gresik, Memorandum Dimulainya pembangunan Mapolres Gresik yang baru menuai pujian dari sejumlah pihak. Salah satunya Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan, Senin (18/11). Pembangunan gedung baru itu buah hasil dari perjuangan pejabat Forkopimda Gresik. Jenderal bintang dua ini berharap, keberadaan kantor baru ini dapat meningkatkan kinerja seluruh anggota. Ke depan harus bisa lebih baik lagi. Baik kinerja maupun prestasi. Diharapkan pembangunan berjalan dengan lancar sesuai target yang ditentukan. Pihaknya sangat berterimakasih atas dukungan dari Pemkab Gresik, terutama Bupati Sambari dan Ketua DPRD Gresik Fandi A Yani serta pejabat yang lain. Selama pembangunan berlangsung akan disurvey terus oleh tim pematau dari Polda Jatim. “Kami berharap Pemkab Gresik ikut turun melakukan pengawasan pembangunan,” kata Luki usai melakukan pemasangan tiang pancang secara simbolis, kemarin. Disampaikan, pembangunan ini sebagai percontohan untuk polres-polres lain di Jawa Timur. Dan ini sejalan dengan rencana awal, yang
Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan menandatangani prasasti gedung baru Mapolres Gresik, didampingi Kapolres AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Sambari dan Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani.
Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan didampingi Kapolres AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Sambari dan Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani serta Dandim 0817 Letkol Inf Budi Handoko, Kejari Gresik Heru Winoto menekan tombol tanda pemasangan tiang pancang.
akan meningkatkan Polres Gresik menjadi tipe A. Sehingga pejabat utamanya mempunyai pangkat yang lebih tinggi. “Sebenarnya sudah kami usulkan awal tahun. Tapi baru dua yang terealisasi, yakni Banyuwangi dan Malang Kota. Nanti, Polres Gresik kami usulkan lagi beserta sejumlah polres yang lain,” ungkap pejabat utama di Mapolda Jatim itu. Menurutnya, gresik ini adalah wilayah yang istimewa. Kinerja pemerintahkan sangat cepat, perkembangan ekonomis
Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemkab Gresik yang telah memberikan hibah kepada Polres Gresik. Nantinya, gedung baru ini akan dibangun dengan sistem smart center dan mengutamakan pelayanan publik. “Kami ucapkan banyak terimakasih kepada pak Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan atas kehadirannya untuk meresmikan pemancangan pondasi tiang pancang Mako Polres Gresik,” kata Kusworo did-
juga baik. Institusi kepolisian akan terus mengawal jalannya roda pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat. “Kami bersama-sama unsur TNI, kejaksaan dan pihak terkait untuk bersama-sama mengingatkan hal-hal yang perlu diingatkan,” paparnya. Terkait keberadaan kantor itu, Luki menyebut sangat tepat. Posisinya berdekatan dengan kantor Pemerintah. Jaraknya dari Gresik selatan tak terlalu jauh. Sementara itu Kapolres
ampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko dan Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani. Di tempat yang sama, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menambahkan, pembangunan instansi di Kota Pudak ini sudah tersusun rapi. Semua itu berkat kerjasama seluruh pejabat Forkompimda. “Mu d a h - m u d a h a n s e lama pekerjaan tidak ada hambatan sama sekali,” imb u h n y a d i d a m p i n g i Mo h Qosim. (an/har/mik)
Dukung Agenda Strategis Nasional
Kapolres Tuban Minta Anggota Tak Salahgunakan Wewenang Tuban, Memorandum Program Presiden RI Joko Widodo yang dikenal dengan sebutan Jokowi langsung dibeberkan oleh Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam apel pagi, Senin (18/11). Kapolres meminta seluruh anggota mendukung dan tidak menyalahgunakan wewenang. “Kita harus menyuseskan dan pendukung program yang dicanangkan oleh Presiden dalam rapat koordinasi nasional (rakornas, red) seluruh Forkopimda tingkat provinsi, kabupaten/kota dan DPRD
se-Indonesia di Bogor pekan kemarin, “tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah, kemarin. Ditekankan kepada seluruh anggota agar menyiapkan dir i dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada, red). “Penekanan surat telegram dari Div Propam Mabes Polri, agar anggota menerapkan pola hidup sederhana,”tuturnya. Selain itu, penekanan Kapolres dari tingkat ASN, bintara, perwira jangan ada yang melakukan tindakan tidak ter-
Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono dalam kegiatan apel, Senin (18/11) pagi.
puji yang merusak citra Polri. “Karena Polres Tuban adalah salah satu Polres menuju WBBM jangan sekali-kali melakukan penyalahgunaan wewenang,”tukasnya. “Saya tidak akan menolerir bagi anggota yang melakukan pungli dan penyalahgunaan wewenang lainya,” tegas alumni Akadami Kepolisian 2000
serius. Ditambahkan olehnya, bahwa pada 20 November 2109 akan dilaksanakan pengumuman terkait pelayanan publik, dan Polres Tuban termasuk didalamnya. “Ada reward dan punishment yang saya terapkan di Polres Tuban,” pungkasnya. (top/har/mik)