TIDAK TERBIT Sehubungan dengan libur Nasional memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Surat Kabar Harian MEMORANDUM pada Rabu, 17 Agustus 2022 tidak terbit. MEMORANDUM kembali terbit seperti biasa pada hari Kamis, 18 Agustus 2022. Mohon pembaca dan relasi iklan maklum. Penerbit memorandum.co.id
SELASA WAGE, 16 AGUSTUS 2022
memorandumredaksi@gmail.com
HARGA Rp 5.000,-
Menko Airlangga: Kita Mampu Memulihkan Perekonomian dengan Bekerja Sama Jakarta, Memorandum Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, berbagai upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi membutuhkan peran dan kerja sama dari seluruh stakeholder. Menko Airlangga mengajak masyarakat untuk terus optimistis dan mengoptimalkan peran di sektor masing-masing. Hal ini untuk memberi kontribusi dalam pemulihan ekonomi yang ujungnya bisa menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Secara khusus, Airlangga mengakui peran media menjadi sangat penting untuk mewujudkan optimisme kestabilan sosial di masyarakat. “Dengan bekerja sama, kita akan mampu memulihkan perekonomian nasional dan menjadi shock
absorber berbagai gejolak yang ada. Saya berharap kita semua terus bekerja sama menciptakan optimisme untuk Indonesia ke depannya,” tutur Menko Airlangga, Senin (15/8). Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, kerja sama ini sudah mulai menunjukkan hasil positif, karena perekonomian nasional terus menunjukkan optimisme dan keberhasilan. Sebab, ekonomi nasional berhasil tumbuh di atas 5 persen pada tiga kuartal terakhir. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,44 persen (yoy) pada Q2 tahun 2022. Airlangga menegaskan, capaian positif tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang diambil pemerintah. Antara lain, dengan menyo-
Airlangga Hartarto
mengalokasikan anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar RP 455,6 triliun pada 2022. Anggaran ini untuk memulihkan ekonomi dan juga mendorong program untuk pengurangan kemiskinan ekstrem. Sementara itu, APBN secara keseluruhan diarahkan untuk menjadi shock absorber. Pemerintah juga terus mengedepankan dan menjaga daya beli masyarakat karena sebagian besar ekonomi Indonesia juga bergantung kepada konsumsi masyarakat. Menko Airlangga juga menjelaskan pemerintah terus menjaga dan mendorong pemulihan di berbagai sektor yang saat ini menjadi penghela. Yakni sektor industri, sektor perdagangan, sektor informasi komunikasi, serta sektor pertanian. (*/asw/fer)
Tangguh di Semua Sektor
Mata Hati Oleh: Arief Sosiawan Pemimpin Redaksi
Mengejar Impian Negara Sehat
M
erdeka! 77 tahun sudah negara kita, Republik Indonesia, mendapatkannya. 77 tahun bukanlah waktu pendek meski juga belum terhitung terlalu panjang. Ibarat manusia, usia 77 tahun banyak yang masih kuat untuk bertahan hidup. Ada yang berkecukupan, ada yang tenang, dan ada yang hidup damai dengan lingkungan. Kesemuanya bergantung pada asupan gizi yang dikonsumsinya. Itu orang atau manusia. Bagaimana kalau usia disematkan ke sebuah negara seperti negara tercinta Republik Indonesia yang tahun ini menginjak 77 tahun? Jawabannya sama. Sebuah negara pun jika mendapatkan asupan bagus pastilah akan sehat. “Asupan” dalam arti seperti perekonomian stabil, keamanan terjaga, kebebasan berpendapat terjaga, pendidikan terperhatikan, dan lain-lain, pasti negara akan menjadi sehat dan kuat. Sehat dan kuat yang seperti itu wujudnya pasti kesejahteraan rakyat! Nah, Republik Indonesia kini pasti menuju ke arah itu. Itulah cita-cita para leluhur ketika mendirikan negara ini, Negara Republik Indonesia. Negara berbendera Merah Putih itu. Tapi, yakinlah tak ada satu pun perjalanan sebuah negara yang mulus ketika mengejar kesejahteraan. Termasuk negara Republik Indonesia! Bahkan hingga kini kata kesejahteraan masih menjadi impian belaka buat negara ini. Apalagi belum lama ada “serangan” virus corona alias Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia, makin menguatkan bila kesejahteraan rakyat di negara “kolam susu” ini masih harus dioptimalisasikan kembali. Jadi tidaklah heran Republik Indonesia yang dipimpin duet Joko Widodo-Ma’ruf Amin tampak memahami kondisi itu. Terbukti, di ulang tahun yang ke-77 tahun ini negara berpenduduk kisaran 250 juta manusia itu mengambil tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” bukan untuk bergaya-gaya, tapi demi mengejar kesejahteraan rakyat yang terpuruk sejak kali pertama Covid-19 menyerang pada 2019. Memorandum pun demikian, sebagai bagian kecil di negara ini tak ingin ketinggalan isu dan tekad yang sama, yakni; mengejar kesejahteraan bagi karyawan dan keluarga besarnya hingga menerbitkan edisi khusus kali ini. Mengapa? Karena karyawan dan keluarga besar Memorandum adalah bagian rakyat negeri ini juga. Selamat HUT Ke-77 Republik Indonesia. Sekali merdeka tetap merdeka. (*)
kong sektor manufaktur dan ekspor. Kinerja positif tersebut juga didukung inflasi yang terkendali yaitu per Juli 2022 inflasi Indonesia 4,94 persen. Angka tersebut lebih baik dari Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen; Jerman 7,5 persen; dan Prancis yang mencapai 6,1 persen. “Di tengah kenaikan harga-harga energi, Indonesia masih melakukan subsidi ataupun memanfaatkan kekuatan fiskal untuk menyerap sebagian daripada kenaikan harga pangan maupun energi. Sedangkan negara-negara lain melakukan “pass-through” yang berarti harga energi ditransmisikan kepada masyarakat,” ujar Airlangga. Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, pemerintah masih
Warga antusias mengikuti lomba panjat pinang di pantai Kenjeran.
HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi momen penting. Sebab, tahun ini adalah momentum Indonesia bisa merayakan kemerdekaan lebih meriah. Sebelumnya sejak dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 membuat ruang gerak warga dibatasi. Imbasnya, perayaan HUT RI pun dibatasi. Nah, tahun ini menjadi kesempatan bagi warga Indonesia khususnya Surabaya untuk merayakan serta memaknai arti kemerdekaan RI yang sudah berusia 77 tahun dengan lebih meriah. Contoh kecil dan paling konkret adalah antusiasme warga Kota Surabaya dalam menyambut HUT Kemerdekaan. Kampung-kampung berhias, bersolek. Lampu-lampu warna- warni ditambahkan demi merayakan HUT Kemerdekaan yang selama dua tahun terakhir terpendam. Lomba-lomba konvensional seperti panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, lari kelereng hingga memasukkan pensil dalam botol berlangsung meriah. Hidup.Warga kota tertawa lepas, gembira menyambut HUT Ke-77 RI. Lomba-lomba yang digelar warga sebenarnya mempunyai sejarah panjang dan mengandung filosofi perjuangan bangsa Indonesia ketika mengusir penjajah hingga akhirnya merdeka. Lomba panjat pinang misalnya, mengandung filosofi wujud penghormatan bagi para pahlawan kemerdekaan yang telah berhasil meraih kemerdekaan dan mengusir penjajah. Kerja sama antarpeserta panjat pinang hingga mencapai puncak melambangkan kebersamaan dan persatuan bangsa Indonesia. Demikian juga dengan lomba tarik tambang. Lomba ini dinilai sebagai lomba yang mengajarkan masyarakat Indonesia tentang bagaimana perjuangan, bekerja keras bersama-sama. Tarik tambang menjadi simbol bahwa untuk mencapai kemerdekaan, para pahlawan kerja keras bersama-sama dan sanggup melawan para penjajah. Nah, ketika pandemi dua tahun silam, semangat pantang menyerahlah yang membuat semua stakeholder mampu bangkit di masa sulit sehingga bisa Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat. Lalu bagaimana dengan lomba makan kerupuk. Lomba ini menjadi pengingat bangsa Indonesia di zaman penjajahan. Kesulitan ekonomi dan pangan membuat rakyat ketika itu hanya bisa makan krupuk sebagai lauk nasi. Namun meski demikian, semangat rakyat untuk merdeka luar biasa sebagaimana ketika pandemi Covid-19, warga ingin secepatnya bangkit dan pulih di semua sektor. Pandemi Covid-19 yang dua tahun terakhir menggila seolah terlupakan meski Indonesia dan Surabaya umumnya belum lepas dari pandemi. Tapi itu bukan menjadi halangan. Tahun ini warga optimistis bangkit untuk merayakan HUT Ke-77 RI dengan antusias gembira dan heboh dalam batas mereka. Perasaan dan antusiasme ini penting mengingat, tema besar kali ini adalah “77 Tahun Indonesia Merdeka Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. Pulih dalam hal apa? Banyak konteks di dalamnya. Ada ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, hukum, kesenian hingga olahraga. Ya, Indonesia harus pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat di semua sektor. Sebab apa, Indonesia adalah bangsa besar. Surabaya yang ada di dalamnya turut andil dan ambil bagian dalam hal itu. Julukan The City of Hero yang disematkan kepada Surabaya menjadi bukti bahwa kota ini adalah kotanya para pejuang. Kotanya orang-orang tangguh dan pemberani untuk mewujudkan tema besar HUT Ke-77 tahun ini. 77 Tahun sebenarnya bukan waktu yang sedikit. Surabaya khususnya sudah berbenah selama 77 tahun sejak Ir Soekarno atau karib disapa Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Arek Suroboyo ini dengan gagah dan berwibawa membacakan teks proklamasi. Sekali lagi, momen HUT Ke-77 RI menjadi cara tepat untuk bangkit. Bangkit, kuat dan tangguh bersama-sama. Semoga (tim)
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
081-2325-2205