RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
KARYAWAN MAL HOBI REKAM COSTUMER GANTI PAKAIAN DI FITTING ROOM SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
Perdayai Enam Wanita Surabaya, Memorandum Karyawan bagian asisten costumer toko pakaian di Super Mal Pakuwon Trade Center (PTC) nekat merekam memakai kamera HP, saat seorang pengunjung mencoba pakaian Bersambung ke halaman 7 di fitting room.
KRONOLOGI KEJADIAN
1. LS bersama anaknya ganti baju di salah satu bilik fitting room di toko pakaian yang dijaga Erick Dwi Guna. 2. Korban kaget saat melihat kaca. Ia melihat tangan Erick merekam memakai kamera HP di bawah kolong pintu.
Sebulan saya sudah merekam wanita ganti baju dengan kamera HP sebanyak enam kali dengan orang yang berbeda-beda. Tapi yang terakhir ketahuan.
ILU
ERICK DWI GUNA YULIANTO
ST
RA
S I:
ME
MO
RA
ND
UM
/A
3. LS histeris dan langsung keluar dari ruang ganti. Kemudian mengejar serta melaporkan ke sekuriti. Polisi akhirnya menangkap Erick di lokasi.
ZIZ
Gerebek Judi Capsa, Sita Narkoba
Bangga Claudia
Surabaya, Memorandum Polisi menggerebek judi remi jenis capsa di rumah di Jalan Kedung Klinter I. Selain Bersambung ke halaman 7
Oleh: Dahlan Iskan
W
artawan Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend. “Tutup pak,” ujar Ade Goestiana, wartawan tersebut. Ke mana pemiliknya? “Sejak putrinya masuk final, tidak jualan lagi,” ujar pemilik gerai di sebelahnya. Pemilik kios itu seorang ibu Tionghoa. Namanya Christin Gunawan. Putri pertama Christin, Claudia Emmanuela Santoso, tidak hanya Bersambung ke halaman 4
Keempat tersangka dan BB yang diamankan di Mapolsek Bubutan. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Ngaku Satpol PP, Cabuli Gadis di Bawah Umur Surabaya, Memorandum Bermodal gertakan dan mengaku anggota Satpol PP Kota Surabaya, Thoyib Fattah (19), berhasil mengelabui gadis ingusan sebut saja Bunga (16). Warga Bubutan itu tega mencabuli korban yang saat itu sedang memadu kasih bersama pacarnya di jembatan penyebarangan tol Surabaya-Porong, tepatnya di wilayah Dukuh Kupang. Bersambung ke hal 7
Berbekal laporan serta keterangan korban dan ibunya sebagai saksi, kami kemudian melakukan penyelidikan. Tersangka kami ringkus di rumahnya di Bubutan.. AKP RUTH YENI Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya
Thoyib Fatah diapit anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Sugito dan Darmawan di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Adhisty Zara
Sudah Kebal SEMAKIN tinggi pucuk pohon, makin kencang pula terpaan angin yang mendera. Perumpamaan itu sama dengan kepopuleran seseorang. Satu di antaranya adalah Zara ‘JKT48’. Ia sepertinya sudah pantas masuk jajaran artis muda populer. Bersambung ke halaman 7
+ Meng, hari ini Graha Astranawa dieksekusi oleh PN Surabaya, Cak Anam dan kawan-kawan melawan. -
Kalau jodoh pasti tak akan kemana-mana kok cak…
Si Mameng (Belajar legowo)
Surabaya, Memorandum Polsek Pabean Cantikan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar cangkrukan bersama warga RT 03 RW 02 Kelurahan Perak Utara dan suporter bonek, Senin (11/11) malam. Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Polsek Pabean Cantikan Cangkrukan Bersama Bonek
Korupsi Dana Hibah Jasmas Rp 4,9 Miliar Surabaya, Memorandum Sidang lanjutan korupsi dana hibah jasmas dengan terdakwa Sugito dan Darmawan di Pengadilan Tipikor Surabaya terbilang cepat, Bersambung ke halaman 7
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir dan Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia berfoto bersama bonek.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Dakwaan Dinilai Tabrak KUHAP
Petugas damkar memadamkan api di gudang dengan menggunakan mobil bronto skylift.
Gudang Bahan Bangunan Praban Terbakar Surabaya, Memorandum Gudang bahan bangunan milik Heri Wiliarko (57), di Jalan Praban Wetan V, semalam Bersambung ke halaman 7
CINTA SEGITIGA YANG MENYISAKAN HANYA SATU SISI Έ3Ή
Wajah Mengundang Perlindungan seperti Paramitha Rusady “Pakde pernah lihat film Merpati Tak Pernah Ingkar Janji? Atau Ranjau-Ranjau Cinta?” pertanyaan itu muncul dari bibir Udin. Memorandum ingin menjawab bahwa Paramitha Rusady adalah artis idola, namun terburu disambar kalimat Udin sendiri. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Dia menyatakan bahwa Muniah teramat sangat mirip sekali dengan Paramitha. Ibaratnya 11:12. “Hampir semuanya sangat mirip, Pakde. Ya wajahnya. Ya gerak-geriknya. Ya sikapnya. Kalem dan seperti mengundang perlindungan,” kata Udin. Ayahnya, tambah Udin, juga mengidolakan artis multitalenta
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
yang berkibar pada dekade 1980-2000 itu. Hayong tersenyum. Kami memasuki wilayah perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Kami sepakat tidak lewat jalan tol karena ingin sarapan sego tabokan cita rasa asli masyarakat Sukodono. Lokasinya di pinggir Jalan Raya Saimbang. Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Joko Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Bandit Narkoba Ngoro Diringkus Kanit Reskrim Polsek Krembung Ipda Supratman menegaskan, pengungkapan kasus ini berkat informasi masyarakat adanya peredaran narkoba di kawasan pabrik sepatu Youngtree, Wonoayu tersebut. Penyelidikan anggota ke lapangan menemukan sasaran. Gerak-gerik tersangka di halaman parkir sisi selatan pabrik gerak geriknya mencurigakan. “Tersangka kita lakukan interograsi ditempat dan penggeledahan. Dari penggeledahan, petugas me-
nemukan dua klip plastik berisi sabu-sabu, dengan berat 0,30 gram dan 0,60 gram,” kata Ipda Supratman. Usai penggeledahan, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Krembung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku mengaku dapat barang dari kenalannya. “Kini teman tersangka sedang dikejar,” beber kapolsek. Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 112, 114 UU RI No 35 tentang Narkotika. (som/lud/jok/pi)
FOTO: MEMORANDUM/SOM
Sidoarjo, Memorandum Menunggu pemesan sabu-sabu, Nova Vitasari (24), warga Desa Sukoanyar RT 03/01, Ngoro, Mojokerto, bernasib sial. Dia diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Krembung di halaman parkir sisi selatan pabrik sepatu Youngtree di Dusun Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Senin (11/11).
Nova Vitasari bersama petugas Polsek Krembung.
H Abdul Kifli MSi
Camat H Abdul Kifli, Sosok Kiai yang 13 Kali Berhaji Sidoarjo, Memorandum H Abdul Kifli Msi, Camat Wonoayu sungguh luar biasa. Sososk camat kiai. Pria yang mempunyai brengos tebal ini bahkan sudah 13 kali berangkat haji. “Terakhir saya naik haji ke 13 tahun 2018. Setelah saya dijadikan Camat Tarik oleh Bupati Abah Saiful,” kata Abdul Kifli, Selasa (12/11). Karir Abdul Kifli sebelum menjadi camat, merangkak dari bawah. Sebelumnya telah mengabdi sebagai Kepala Lurah Lemah Putro, Kecamatan Kota Sidoarjo. Kiai yang berusia 58 tahun ini akan purna tugas tahun 2020. Sisa masa jabatannya yang akan habis ini, dia gunakan untuk beribadah. “Saya ingin berakhir husnul khotimah. Ingin berbaik kepada siapapun. Setiap selesai salat subuh, saya mengisi pengajian di musala rumah saya. Berkumpul dengan orang-orang tua di rumah,” terang Adik Kandung Ali Imron, Kepala BPMP KB Sidoarjo ini. Senin kemarin dia sudah mengisi jabatan kepala desa yang sudah habis masa jabatannya. Ada enam kades yang habis masa jabatannya dan sudah diisi Pj (Penjabat) Kades. Yakni Kepala Desa Beciro Ngengor, Semambung, Wonokasian, Karangpuri, Simoangin-angin dan Popoh. Pelantikan enam Pj Kades dihadiri Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah dan Kepala BPMP KB, Ali Imron. (dar/lud/jok/pi)
Dalam proyek tersebut, pihak kontraktor akan me- Direncanakan program pembangunan tersebut harus Sidoarjo, Memorandum Puluhan rumah milik warga Desa Bluru Kidul, Keca- masang 646 tiang pancang di area sepanjang 300 meter. tuntas hingga akhir Desember mendatang. (win/jok/pi) matan Sidoarjo, mengalami kerusakan akibat proyek pemasangan tiang pancang untuk pengendalian banjir. Karena itu warga pun menuntut pertanggungjawaban kontraktor pelaksana proyek. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan, tembok-tembok rumah warga, khususnya di wilayah RT 2/RW 7, mengalami keretakan. Bahkan sebagian diantaranya ada yang sampai ambrol akibat guncangan yang ditimbulkan oleh pemasangan tiang pancang proyek. Nganjuk, Memorandum “Tiba-tiba saja ada getaran dan suara yang cukup Ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari perkara keras. Awalnya kami kira ada gempa hingga memmerek garam yang baru-baru ini disidangkan di PN Nganjuk. buat warga lari berhamburan keluar rumah. Kami Pelajarannya, bahwa dalam melakukan kegiatan usaha, baik khawatir rumahnya ambruk,” jelas Adianto, salah itu produksi barang maupun jasa, harus selalu berperilaku seorang warga setempat, Selasa (12/11) profesional, dengan memproduksi barang yang berkualitas Pernyataan yang sama disampaikan Sri, warga tinggi tanpa harus meniru atau menjiplak produk yang lainnya. Selain retak, getaran keras tersebut juga sudah lebih dahulu ada. mengakibatkan material rumahnya berjatuhan “Kenapa harus takut bersaing dan tidak laku di pasaran, hingga membuat dia dan seluruh anggota keluarjika produknya benar-benar berkualitas,” ujar pengacara ganya ketakutan. senior yang sudah malang melintang di dunia hukum Jawa Sementara itu Kades Bluru Kidul, Tri Prastyono Timur dan Indonesia Bambang Soetjipto SH MHum dikonyang ditemui di kantornya membenarkan informasi firmasi tak lama setelah kliennya menang dalam sidang di tersebut.“Kita sudah terima laporannya. Mudah-muPN Nganjuk, Rabu (6/11) pekan lalu. dahan pihak kontraktor bertanggungjawab memKlien Bambang Soetjipto SH MHum yang juga tercatat perbaiki kerusakan rumah warga tersebut, ” ujar dia. sebagai Ketua DPC Peradi Sidoarjo, yakni PT Unichem Candi Diinformasikannya, proyek pengendalian banjir Indonesia, perusahaan dari Kota Delta yang memproduksi di Sidoarjo tersebut digarap oleh CV Cipta Karya garam kemasan merek Daun, memenangkan gugatan atas Mandiri. Program pembangunan senilai Rp 6,36 UD Gajah Duduk, milik Rudy Mulyanto, asal Pati, Jawa miliar tersebut berada di bawah kendali KemenTengah. Dalam sidang putusan di Ruang Cakra, Pengadilan terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Negeri (PN) Nganjuk, Rabu (6/11) siang, Rudy Mulyanto din- Pengacara senior Bambang Soetjipto SH MHum yang Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar yatakan terbukti bersalah, karena membuat produk garam juga sebagai Ketua DPC Peradi Sidoarjo. Wilayah Sungai Berantas. kemasan dengan merek dan bentuk yang menyerupai produk garam merek Daun, dengan nama garam Pucuk Daun. tusan majelis hakim PN Nganjuk? Menurut Bambang Cip, Majelis Hakim diketuai Sugiyo Mulyoto dalam amar ia bersama timnya akan melihat perkembangan. Pihaknya putusan perkara pidana nomor:150/Pid.B/2019/PN.Njk juga akan mengantisipasi jika ada pengajuan banding yang menyebutkan, terdakwa Rudy Mulyanto terbukti secara mungkin dilakukan pihak tergugat (Rudy Mulyanto). “Kita sah dan meyakinkan melanggar pasal 100 ayat (2) Undang lihat perkembangan dulu,” tegasnya. Undang (UU) Nomor 20 tahun 2016, tentang Merek dan Masih kata Bambang Cip, putusan hakim PN Nganjuk Indikasi Geografis. Majelis hakim menjatuhkan vonis itu sudah memenuhi rasa keadilan, karena majelis hakim hukuman untuk terdakwa Rudy Mulyanto empat bulan. dengan seksama telah mempertimbangkan seluruh alat Semula tuntutan jaksa melanggar pasal 102 dengan tuntutan bukti. Baik saksi, ahli dan bahan keterangan terdakwa Rudy tiga bulan kurungan, tapi majelis hakim berpandangan lain, Mulyanto yang telah terbukti secara sah dan meyakinkan terdakwa melanggar pasal 100 ayat 2 dan dijatuhi hukuman bersalah melakukan tindak pidana melawan hukum meempat bulan penjara. langgar pasal 100 ayat 2 UU RI nomor 20 tahun 2016 tentang Menanggapi putusan hakim PN Nganjuk, Kuasa Hu- merek dan indikasi geografis dan patut dijatuhi hukuman kum PT Unichem Candi Indonesia, Bambang Soetjipto SH pidana penjara empat bulan yang setimpal dengan perbuMHum bersama DR Leny Poernomo dan Imam Loedfi SH atannya sehingga telah memenuhi rasa keadilan. mengatakan, pihaknya menerima dan menyambut baik Bambang Cip juga menekankan pernyataan sebeputusan hakim PN Nganjuk tersebut. “Dengan memper- lumnya. Yakni, dari peristiwa hukum yang telah terjadi ini, timbangkan seluruh alat bukti dan saksi maupun saksi ahli, seharusnya kita semua dan terutama para pengusaha dari dan keterangan terdakwa (Rudy Mulyanto), maka putusan segala tingkatan dapat mengambil suatu hikmah dan menmajelis hakim tersebut sudah memenuhi rasa keadilan,” ujar jadi peringatan bahwa dalam melakukan kegiatan usahanya, Bambang Cip, sapaan akrab pengacara senior yang juga ter- baik produksi barang maupun jasa senantiasa berperilaku catat sebagai Ketua DPC Peradi Kabupaten Sidoarjo tersebut. profesional. Dari peristiwa hukum inilah, Bambang Soetjipto SH Dengan memproduksi dan memperdagangkan barang MHum mengatakan, dapat dipetik pelajaran berharga dari hasil produksinya dengan kualitas tinggi, tanpa harus meniru perkara ini. Terutama bagi kalangan pengusaha di semua atau menjiplak merek dari perusahaan lain yang sudah lebih tingkatan. Pelajarannya, bahwa dalam melakukan kegiatan dulu ada dan dikenal di pasaran.“Kenapa harus takut bersausaha, baik itu produksi barang maupun jasa, harus selalu ing atau tidak laku di pasaran bila benar-benar barang hasil berperilaku profesional, dengan memproduksi barang yang produksiya berkualitas. Jadi silakan berkreasi dan berinovasi berkualitas tinggi tanpa harus meniru atau menjiplak produk secara mandiri dan profesional agar barang hasil produksinyang sudah lebih dahulu ada. “Kenapa harus takut bersaing ya bisa diterima di pasaran tanpa meniru, menjiplak atau dan tidak laku di pasaran, jika produknya benar-benar ber- mendompleng merek perusahaan lain yang sudah lebih kualitas,” urainya. dulu ada dan dikenal di pasaran,” tandas pengacara yang Apa langkah selanjutnya akan diambil setelah pu- berkantor di Jl KH Mukmin, Sidoarjo itu. (*/jok/pi)
“Jangan Jiplak Merek Perusahaan yang Lebih Dulu Ada di Pasaran!” Pelajaran dari Perkara Merek Garam di PN
FOTO: MEMORANDUM/JOK
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Puluhan Rumah Warga Bluru Kidul Rusak
Calon BupaƟ Ambudi Putra Laksana A Md ST
PERCEPATAN pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama Ambudi Putra Laksana A, Md ST MMT dalam membangun Kabupaten Sidoarjo ke depan. Menurut Ambudi Putra Laksana A, keberadaan sarana dan prasarana publik itu sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang berimbas pada kesejahteraan warga kota Delta. Itulah Visi dan Misi yang akan dijalankan wong Krian tersebut jika dia mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menjadi Bupati Sidoarjo di periode lima tahun ke depan. Untuk itulah akademisi dan juga pengusaha tersebut memantapkan dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Sidoarjo 2020. “Target pertama saya adalah memperbaiki ruas jalan utama dari pusat kota Sidoarjo sampai ke Waru, supaya lebarnya sama dengan ruang jalan yang ada di Surabaya,” ujar Dosen Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo itu. Selain itu dia juga berencana men-
ciptakan obyek-obyek wisata baru berskala nasional di berbagai sudut kabupaten Sidoarjo.“Melalui destinasi wisata tersebut, bukan hanya pendapatan daerah saja yang bertambah, namun perekonomian kerakyatan juga akan berkembang seiring dengan datangnya wisatawan,” imbuh bapak dari dua orang anak tersebut. Pengusaha di bidang transportasi dan jasa konstruksi itu mengaku masih punya seabrek konsep untuk membangun Sidoarjo ke depan, dengan tujuan utama menjadikan kabupaten ini memiliki pertumbuhan perekonomian yang berkesinambungan hingga menjadi daerah terbaik di Indonesia dalam segala hal. Menurut dia, semuanya itu akan terwujud jika Sidoarjo dipimpin oleh orang yang tepat. Yakni tokoh yang punya komitmen kuat untuk memberdayakan seluruh komponen daerah untuk bersama-sama bergerak menuju era baru yang lebih baik. Konsep-konsepnya tersebut dia
FOTO: MEMORANDUM/LUD
Siap Jadikan Sidoarjo Kabupaten Terbaik di Indonesia
Ambudi Putra Laksana foto bersama istri dan putra-putrinya.
sosialisasikan melalui ormas Darjo Bangkit yang didirikannya. Komunitas ini juga merancang strategi kampanye yang terarah dan terukur dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital. Karena itulah, Ambudi kerap meluangkan waktunya untuk mendatangi kelompok-kelompok masyarakat di Sidoarjo agar bisa mendengar aspirasi mereka sekaligus berdialog guna mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan semua persoalan di Sidoarjo. Aksi blusukan tersebut dilakukannya hampir tiap hari di berbagai tempat. Tatap muka dengan warga itupun dia lakukan dengan santai namun tetap serius di warung-warung kopi atau di rumahnya yang berlokasi di Perum Dua Permata D3 No 19-20, Krian, Sidoarjo. “Dari situ saya banyak tahu dan keluhan, ide dan masukan dari masyarakat tersebut menjadi sumber inspirasi bagi saya dalam membuat konsep pembangunan ke depan yang tepat dan
kena ke sasaran,” tambah dia. Ambudi juga kerap bertukar pikiran dengan para tokoh masyarakat, aktivis LSM, wartawan, politisi dari berbagai parpol dan juga para alim ulama untuk kian mempertajam wawasannya tentang kondisi riil Kabupaten Sidoarjo sehingga bisa menemukan formula terbaik untuk melakukan penataan pemerintahan. Dan untuk menunjang langkahnya menuju gelanggang Pilkada yang akan dilangsungkan pada September 2020 tersebut, Ambudi telah mendaftarkan dirinya di beberapa parpol mulai dari PDI Perjuangan, Nasdem dan juga Gerindra. Namun selain itu dia juga telah mempersiapkan diri sepenuhnya jika nantinya harus masuk arena melalui pintu independen. “Saya sudah siap. Sekarang semuanya tergantung warga masyarakat saja untuk berani memberikan ruang bagi terciptanya perubahan Kabupaten Sidoarjo ke arah yang lebih baik,” pungkas Ambudi Putra Laksana. (lud/jok/pi)
MATUR SUWUN DULUR-DULUR WEBSITE: memorandum.co.id ď Ž EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 3
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata (tiga dari kanan ikut merayakan HUT Memorandum didampingi Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Wabup Gresik H M Qosim.
Ikatan Alumni SMP Muhammadiyah 5 (Ikaspemma) Surabaya menghadiri HUT Ke-50 SKH Memorandum.
Agency Memorandum turut merayakan HUT.
n i k a m Se a y a c r e Tep
Public Relation STIE Perbanas Surabaya Nur Hady Eko Setiawan bersama Marketing Staff STIE Perbanas Surabaya Indrastuti Kusumaningtyas memberikan kue.
Perwakilan Graha Pena Jawa Pos.
Humas PDAM Surya Sembada Adi Nugroho memberikan kue kepada pimpinan perusahaan Yoyok Khayatullah.
Perwakilan alumni SMA Negeri 11 Surabaya Angkatan 82. General Manajer Temprina Agus Suryo memberikan kue kepada Direktur SKH Memorandum Choirul Shodiq.
AREMA
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Kodim Kota Malang Ingatkan Ancaman Radikalisme Malang, Memorandum TNI menjadi benteng negara terakhir dalam menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman yang dapat mengacaukan stabilitas keamanan, dan bahkan dihadapkan dengan berbagai ancaman yang mengarah kepada paham komunis seperti terjadi di masa lalu. Tugas itu disampaikan Pasiter Kodim 0833 Kota Malang Kapten Kav Wartoyo mewakili Dandim 0833 Kota Malang saat membuka kegiatan ‘Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal di Wilayah Kodim 0833/Kota Malang tahun 2019’, di Aula Makodim 0833 Jl Kahuripan No 6 Kota Malang, kemarin. Diharapkan, prajurit TNI AD senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman. “Terutama ancaman bangkitnya kembali bahaya laten komunis dan paham radilkal,” paparnya. Paham komunis tidak dapat diterapkan di negara Indonesia yang berkedaulatan dan berasaskan Pancasila sebagai pandangan hidup serta mayoritas beragama muslim. “Ideologi Pancasila sebagai pandangan dan falsafah hidup bangsa Indonesia tidak bisa diubah dan diganti,” jelasnya. Untuk menjaga stabilitas keamanan, Kapten Wartoyo mengingatkan agar selalu mewaspadai dan mengantisipasi terhadap ormas berpaham radikal yang akan mencoba menggulingkan pemerintahan Indonesia yang berkedaulatan serta berketuhanan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. (*/ari/epe)
Miliki 200 Ribu KTP, Malang Jejeg Buka Konvensi Mencari Pendamping HC Maju Jalur Independen di Pilkada 2020 Malang, Memorandum Bakal calon bupati (bacabup) Malang dari jalur perseorangan, H Heri Cahyono, bersama tim Malang Jejeg bakal menggelar konvensi penjaringan bacawabup Malang. Konvensi ini terbuka untuk umum. “Ini sesuatu yang baru di Indonesia, calon dari jalur perseorangan melakukan konvensi untuk menjaring cawabup. Melalui cara ini kita dari Malang Jejeg ingin agar masyarakat paham, melalui konvensi penjaringan cawabub dilakukan secara transparan,” terang Heri Cahyono, Selasa (12/11). Proses pendaftaran konvensi akan segera dibuka dan ditutup 24 November. “Konvensi ini mencari putra terbaik Malang untuk mendampingi saya mengelola Kabupaten Malang. Yang jelas, yang bersangkutan sudah selesai dengan dirinya sehingga kita bisa
sama-sama berkerja sama membangun Kabupaten Malang secara all out,” ujarnya. Niat pria kelahiran Kasembon, mengikuti Pilkada Kabupaten Malang 2020, tidak lepas dari keprihatinannya melihat kondisi saat ini. Menurutnya, permasalahan mendasar yang terjadi adalah salah urus atau buruknya tata kelola. Kabupaten Malang, menurutnya memiliki potensi luar biasa yang belumtertanganidenganmaksimal. Segala hal buruk yang terjadi akibat lalainya sang kepala daerah yang mementingkan kelompok dan dirinya sendiri. “Ini terbukti dengan
H Heri Cahyono menyampaikan rencana konvensi.
terjadinya korupsi yang mengakibatkan tercorengnya muka Kabupaten Malang di hadapan daerah lain. Dengan tagline Malang Jejeg, kita ingin melakukan perubahan melalui jalur perseorangan,” kata pria yang akrab disapa Sam HC tersebut. Mengikuti pilkada dengan
maju melalui jalur perseorangan merupakan hal seksi dalam dunia politik, kendati tidak mudah. Calon independen harus mengantongi dukungan langsung dari masyarakat dengan mengumpulkan 129.000 KTP warga Kabupaten Malang. Ini sesuai ketentuan KPUD Kabupaten Malang. “Untuk
persyaratan dukungan kita sudah mengumpulkan 200 ribu KTP, melebihi yang disyaratkan KPUD, dan itu real,” tegas pengusaha otomotif ini. Pengumpulan 200 ribu KTP menurutnya telah diverifikasi oleh tim dan siap untuk dijadikan sebagai syarat dukungan pendafataran sebagai bacabup. Melalui konvensi, tim Malang Jejeg akan mencari pendamping atau sosok yang layak untuk diusung dan didukung dalam Pilkada Kabupaten Malang. Sementara itu, akademisi yang juga budayawan, Radhar Panca Dahana menyampaikan sosok HC memiliki inovasi luar biasa dan berintegritas. “Untuk membenahi Kabupaten Malang dibutuhkan sosok pemimpin yang kuat. Karakter seperti Heri ini saya rasa bisa menjadi pembawa perubahan,” paparnya. (cr-4/ari/epe)
Bangga Claudia masuk final. Remaja 19 tahun itu menjadi pahlawan Indonesia di mancanegara. Tepat di Hari Pahlawan 10 November 2019. Claudia berhasil jadi juara The Voice of Germany 2019. Itu semacam ajang cari bakat di televisi di Berlin, ibu kota Jerman. Yang finalnya diikuti lima orang. Yang peserta awalnya mencapai hampir 2.000 orang. Dari berbagai negara. Selama sebulan terakhir nama Indonesia banyak disebut di ajang itu. Sejak Claudia masuk babak panggung. Pun sampai babak final lima besar. Semua itu berkat penampilan Claudia. Terutama berkat suara emasnya. Yang juga istimewa: perolehan SMS Claudia mencapai 46 persen. Lihatlah juara keduanya: hanya 17 persen. Begitu jauh jaraknya. Padahal SMS itu hanya bisa dikirim dari tiga negara: Jerman, Swiss, dan Austria. Yakni tiga negara yang berbahasa Jerman. Christin pun tidak pernah lagi terlihat di gerainya. “Sudah sebulan ini Pota Friend tutup,” ujar sang tetangga. “Dulu pun Bu Christin tidak terlalu aktif. Jualan ini rasanya hanya untuk mengisi waktu,” tambahnya. Christin memang tergolong kaya. Rumahnya di daerah elite di bagian selatan Cirebon. Pota (to) Friend memang hanya salah satu gerai di food court di mall itu. Ia jualan kentang goreng. Yang diberi saus. Yang harganya di ojek online hanya Rp 20 ribu. “Bu Christin tidak punya pegawai yang meneruskan usaha ini,” ujar sang tetangga. “Dia jualan sendiri. Kadang ditemani putri keduanya,” tambahnya. Christin memang hanya punya dua putri.
Sambungan dari halaman 1 Dua-duanya berbakat menyanyi. Tapi yang sulung jauh lebih menonjol. Mungkin juga karena sang adik kini masih kelas 3 SMP --di sekolah yang sama dengan Claudia: Sekolah Kristen Penabur Cirebon. Sejak umur 4 tahun Christin sudah mengursuskan Claudia musik. Guru lesnya semula ragu. Tapi sang guru segera tahu: Claudia punya bakat besar. Sejak SD sang ibu sudah memasukkan Claudia ke berbagai lomba. Tingkat apa pun. Di umur 8 tahun Claudia sudah mencoba tampil di Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Junior. Lalu banyak lagi juara berbagai lomba. Akhirnya Claudia bisa ikut lomba nyanyi tingkat Kota Cirebon. Saat itu Claudia kelas 2 SMA. Claudia juara. Diikutkan ke tingkat Provinsi Jabar. Juara lagi. Di tingkat provinsi itu Claudia menyanyikan lagunya Raisa, Pemeran Utama. Di final dia melantunkan dua lagu: ‘Matahariku’-nya Agnes Monica dan lagu Sunda berjudul Indung. Di tingkat nasional, di Manado. Claudia masuk enam besar. Sang ibu juga mendaftarkan putrinya ke program Mamamia di Indosiar. Waktu itu Indosiar belum punya Dangdut Academy. Di Mamamia itu Claudia tidak juara. Hanya masuk 20 besar. Tapi dia mendapat pelajaran berharga. Beda dengan lomba di sekolah, di Mamamia dewan juri memberikan kritik dan komentar. Kadang sangat pedas. Misalnya kritik dari penyanyi dangdut Syaiful Jamil. Sangat keras. Bahkan terlalu keras. Tapi Claudia menganggapnya itu cambukan. Claudia pun lulus SMA. Dia ingin sekolah di Jerman. Pikiran ayahn-
ya memang sangat ‘internasional’. Pekerjaan sang ayah --Indra Gunawan Santoso-- keliling dunia. Ia menjadi pelaut kapal internasional. Apalagi Claudia punya famili juga di Jerman. Dengan demikian ‘impian Jerman’ memang sudah hidup sejak Claudia masih anak-anak. Impian itu pun jadi kenyataan. Dia berangkat ke sana. Setelah setahun terakhir harus mondar-mandir Cirebon-Bandung: kursus bahasa Jerman di Gothe Institute. Sampai di Jerman, sambil menunggu penerimaan mahasiswa baru, Claudia mendaftar ikut The Voice of Germany. Dia tahu orang asing boleh ikut. Juara dua tahun lalu, misalnya, adalah anak dari Georgia, Eropa Timur. Claudia juga tahu: yang ikut audisi hampir 2.000 orang. Dia terpilih masuk babak naik panggung. Di babak ini posisi dewan juri tidak menghadap ke penyanyi. Juri hanya mendengarkan suara. Juri baru melihat penyanyi bila suara peserta sangat memikat. Dengan cara memutar kursi.
Waktu itu Claudia menyanyikan ‘Never Enough’nya Loren Allred. Saya menonton videonya dua hari kemudian. Saya lihat di video itu Claudia masih terasa sangat remaja. Badannya kurus tapi cukup tinggi. Rambutnya yang lurus dibiarkan panjang. Mencapai pinggang belakangnya. Giginya diberi anyaman kawat --dibehel. Sosoknya sangat kuat sebagai remaja Asia. Dia memang remaja Indonesia keturunan Tionghoa Cirebon. Untung dewan juri hanya “melihat” suara Claudia. Kalau saja melihat sosok Claudia --yang sangat Asia itu-- jangan-jangan juri bersikap subyektif. Saat itu Claudia belum separo menyanyikan lagu ‘Never Enough’ tadi seorang juri sudah membalikkan kursi. Juri itu bernama Rea Garvey. Juri lain pun segera menyusul. Gempar. Claudia mulai menarik perhatian publik berbahasa Jerman. Tapi saat Claudia dinyatakan lolos ke babak berikutnya bukan Garvey yang dia pilih sebagai mentor. Semua peserta me-
mang harus memilih sendir i siapa mentor masing-masing. Sang mentorlah yang akan membimbing peserta. Agar penampilan mereka terus meningkat. Claudia ternyata memilih satu-satunya juri wanita sebagai mentornya. Dia adalah Alice Merton. Penyanyi Jerman yang juga warga negara Kanada. Umurnya baru 26 tahun. Albumnya sudah banyak yang sukses. Di tangan Alice-lah Claudia merasa pas. “Sebenarnya saya sempat bingung. Pilih siapa ya,” ujar Claudia pada Yuda Sanjaya, redaktur Radar Cirebon. Yuda memang sering mewawancari Claudia lewat WA-nya. “Sebenarnya ada juri yang sudah saya kenal. Yakni Mark Foster. Tapi akhirnya saya pilih Alice,” tambah Claudia. Akhirnya di The Voice of Germany ini tidak hanya peserta yang berlomba. Tapi juga mentor mereka. Alice tampak begitu bahagia ketika anak asuhnya menjadi juara. Saya ikut berlinang melihat videonya. Sebenarnya tidak hanya Claudia yang memi-
lih Alice sebagai mentor. Ternyata ada 16 peserta yang memilih Alice. Bahkan yang memilih Mark 24 orang. Sedang yang memilih Rea 19 peserta. Yang 15 orang lagi memilih Sido. Pada dasarnya para mentor itulah penyeleksi sejati. Tiap mentor harus memilih sendiri siapa juara dan runner up di bawah asuhan mereka.
Sejak babak final itulah Christin tidak mau lagi jualan. Dia pergi ke Jerman. Memberikan dukungan langsung ke putri sulungnya. Lihat sendirilah video Claudia di Youtube. Saat tampil di final. Baik ketika dia menyanyi sendirian (I Have Nothing, Whitney Houston). Atau ketika menyanyikan Castle (bersama
penyanyi Freya Ridings). Juga ketika menyanyikan lagu ciptaan Alice, Goodbye, bersama sang mentor itu sendiri. Betapa Claudia membanggakan kita. Bisa jadi Claudia akan lebih top dari penyanyi kita lainnya: Sandhy Sondoro. Yang 10 thn lalu juara di New Wave Festival di Latvia.(*)
TULUNGAGUNG
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Uang Arisan Ditilap, Lapor Polisi Suasana pembahasan hasil re/kredensialing FKTP di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung.
TKMKB Pastikan Kualitas Layanan melalui Hasil Re/kredensialing FKTP Tulungagung, Memorandum Guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung bersama dinas kesehatan, Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB), serta beberapa organisasi profesi membahas hasil re/kredensialing (peninjauan ulang) FKTP di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Jumat (8/11). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung M Idar Aries Munandar menerangkan, hasil dari kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di FKTP. M Idar Aries Munandar mengutip salah satu misi BPJS Kesehatan yaitu yakni memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat. “Hasil dari kegiatan ini adalah kesepakatan bersama terhadap hasil re/kredensialing FKTP yang telah dilakukan antara BPJS Kesehatan dengan dinas kesehatan/organisasi profesi terhadap FKTP, yang nantinya akan kerjasama maupun melanjutkan kerjasama di tahun 2020,”
terangnya. Menurut M Idar Aries Munandar, perlu diketahui, re/kredensialing ini dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk menetapkan pilihan fasilitas kesehatan (faskes) yang akan dijadikan mitra dengan menggunakan kriteria teknis yang meliputi SDM, sarana prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan. Hal itu harus memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. “Untuk menjadi mitra, fasilitas kesehatan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Ini demi layanan kesehatan yang berkualitas. Persyaratan yang harus dipenuhi fasilitas kesehatan kerjasama termaktub pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional,” ujar bapak yang akrab dipanggil Nandar ini. Masih menurut Nandar, inilah yang kemudian menjadi perhatian bagi BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan dan organisasi profesi untuk
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di era JKN-KIS. Bagi fasilitas kesehatan, persyaratan yang ditetapkan menjadi sebuah tolok ukur kepatuhan. Sementara Ketua TKMKB wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, dr Abu Mardah mengatakan hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan bertanggungjawab penuh terhadap kekurangan hasil re/ kredensialing yang telah dilakukan agar FKTP menjadi layak berkualitas. “Ada masukan dari Dinas Kesehatan dan organisasi profesi yang hadir. Memang ada beberapa fasilitas kesehatan yang harus memenuhi kekurangan, namun masih bisa dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan dengan harapan bisa mengakomodir peserta JKN-KIS di wilayah Kantor Cabang Tulungagung. Ada upaya kita untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang sesuai harapan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertemuan hari ini sangat positif sekali. Jadi bagaimanapun keputusan itu harus menjadi keputusan bersama yang tidak akan merugikan salah satu pihak,” papar dia. (adv/ar/ck/fir)
Paurhumas Polres Tulungagung Ipda Anwari mengatakan, kendati belum masuk dalam laporan, pihaknya tetap akan mendalaminya. Jika ditemukan unsur pidana, prosesnya bisa dilanjutkan. “Ada bukti yang kurang, ini kita belum masukkan ke laporan,” ujar Anwari, Selasa (12/11). Sebelumnya pada Senin lalu, perwakilan peserta arisan sistem pyo yang diprakarsai dan diketuai Haji SK, warga Campurdarat, mendatangi Mapolres Tulungagung. Mereka mengadu karena ditinggal lari oleh Haji SK beserta istrinya. Munardi (55), salah satu pengadu mengatakan, arisan model ini sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu. Namun setahun belakangan mulai ada masalah. Seperti pencairan uang hasil arisan yang terlambat dan ada sekitar Rp 10 miliar uang anggotanya belum bisa dicairkan. “Sudah lama, ada kalau 10 tahun tapi ya lancar-lancar saja. Paling mulai masalah ini ya setahun belakangan, mulai terlambat cair terus kadang dipinjam dulu,”
ungkapnya. Munardi menjelaskan, tidak ada perjanjian resmi antara ketua arisan dengan anggotanya. Semua dilakukan atas dasar kepercayaan. Inilah yang sedikit menyulitkan, karena tidak ada stempel maupun tanda tangan bukti keikutsertaan arisan. “Stempel tidak ada, tanda tangan juga tidak ada, pokok cuma nama dan setoran saja,” terangnya. Dalam sistem arisan yang diterapkan, dalam satu bulan tidak diten-
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Tulungagung, Memorandum Aparat belum menerbitkan laporan kepolisian atas aduan dugaan penggelapan berkedok arisan yang dialami puluhan warga Tulungagung. Sebab, bukti yang diajukan pengadu belum lengkap.
Munardi di Mapolres Tulungagung.
tukan kapan dilakukan pengundian sistem “pyo”. Bisa di tanggal 1, 5, 15 dan 20 tergantung kesepakatan. Munardi menyebut, kerugian yang dialami masing-masing anggota juga berbeda. Ada yang Rp
200 juta, Rp 300 juta, tergantung keikutsertaanya. “Totalnya sampaai Rp 10 miliar,” ungkapnya. Kini pihaknya berharap polisi bisa memberikan solusi dan menyelesaikan masalah ini. (fir/mad/rif )
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
“Partai politik saya yakin mempunyai idiologi yang sama yaitu Pancasila. Kemudian yang ketiga, mengapa kami masuk melalui Gerindra, saya melihat perjalalan PKPU ini cukup cepat dan kami serius maju dalam pilbup ini maka kami masuk untuk memudahkan kami, pengusung dari mana. Makanya berkali kali kami sampaikan . Secara umum maksut dan tujuan saya mencalonkan menjadi bupati kediri ini, saya kira sama, siapapun yang menjadi pimpinan akan memiliki kepedulian yang kuat khususnya dengan pelayanan dasar yang ada di tengah tengah masyarakat,” ungkapnya, Selasa (12/11). Lebih lanjut menurut Mujahid, apakah dari sisi daftar kebangsaannya, keagamaannya dan juga aspek pendidikan dan kesehatan. Juga bagaimana mwnciptakan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Kediri. “Dengan ikthiar kami melalui proses secara politik bila mana saya menjadi pejabat politik, harapan saya agar sumber daya manusia di Kabupaten Kediri nanti betul betul menjadi sumber daya manusia yang unggul dan terdepan,” tegasnya. Di soal peluang rekom dari PDIP Mujahid terkesan kurang yakin akan memperoleh rekom dari partai berlambang moncong pu-
tih milik Megawati ini. “Itu adalah utusan internal partai. Saya tidak bisa memprediksi hasil nya. Yang penting pertahapan itu sudah kita lakukan,”terangnya. Sementara itu Sekretaris DPC Gerindra Abdul Rojaq saat dimintai komentar usai menerima pasangan Mujahid Eko Ediono mengatakan, sudah ada 7 pendaftar yang mengambil formulir lewat DPC Gerindra Kabupaten Kediri, yang pertama Subani, Muhamad Insaf Budi Wibowo , Wabup H Maskhuri, Dr. Sukma, H. Ridwan, dan H Mujaid. “Terakhir pengambilan formulir pendaftaran Pilbup 2020 di Partai Gerindra tanggal 15 November 2019. Seluruh data curriculum vitae akan kami bawa ke tingkat Jawa Tmur dan kemudian akan kita teruskan ketingkat Dewan Pimpinan Pusat Gerindra Yang ada di Jakarta,” terangnya. Tahapan selanjutnya adalah regulasi yang sudah dijadwalkan hari ini untuk interviou. Untuk hal ini seperti yang di sampaikan oleh pimpinan atau Ketua Gerindra Kabupaten Kediri untuk komunikasi dengan lintas partai politik. “Sampai detik ini masih dalam tahap diskusi untuk mengerucutkan kata kesepakatan antar partai politik. Sudah ada 7 partai yang didekati,” akunya kepada awak media. Namun ketika siapa atau par-
pol mana saja, Rojaq terkesan enggan untuk mengatakan. Pasalnya, tanpa koalisi, Gerindra tidak akan bisa memberangkatkan cabup maupun cawabup. Sementara itu, Arief Junaidi,SH Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kediri mengatakan, bahwa sesuai intruksi dari DPP Gerindra untuk segera dibuka penjaringan bakal calon bupati Kediri mulai tanggal 5-15 Nopember 2019. “Direncanakan dari beberapa bacabup yang sudah melakukan komunikasi dengan Partai Gerindra untuk mengambil formulir panjaringan sebanyak 10 orang yang ingin mendaftar lewat Partai Gerindra yang memiliki 5 kursi di DPRD Kabupaten Kediri,” beber Arief. Pihaknya melakukan koalisi dengan partai lain ingin merubah Kabupaten Kediri tanpa dinasti. Dengan anggaran sebesar Rp 3 trilliun APBD yang dimiliki Kabupaten Kediri sampai saat ini belum maksimal karena belum digarap semuanya. Kita harus memahami kebutuhan masing-masing kecamatan dan desa. “Kita berharap orang-orang Kediri yang punya potensi, kapabilitas dan punya kekuatan finansial bisa bersama-sama membangun Kabupaten Kediri tanpa dinasti,“ pungkasnya. (st3/yud/rif)
Pelayanan peserta BPJS Kesehatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Kejar Target, Dinkes Kota Blitar Minta Data BPJS Kesehatan
FOTO: MEMORANDUM/ST3
Kediri, Memorandum DPC Partai Gerinda Kabupaten Kediri membuka pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) untuk bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Di hari pertama, datang mendaftar dan melakukan pengambilan Formulir penjaringan pendaftaran Subani, Muhamad Insaf Budi Wibowo (Gaguk), dr. Sukma Sahadewa, Kang Haji Ridwan, dan H. Maskhuri (Wabup Kabupaten Kediri). Pendaftaran DPC Partai Gerinda dibuka mulai, Selasa 5 November 2019 hingga 15 November 2019 lusa. Menjelang ditutupnya pendaftaran, pasangan H Mujaid dan Eko Ediono juga tak mau ketinggalan. Setelah mendaftarkan dirinya di Partai PDIP beberapa waktu yang lalu, kali ini mereka mendatangi kantor DPC Gerindra Kabupaten Kediri untuk mengambil formulir pendaftaran cabup dan cawabup. Menurut Mujahid, yang pertama mereka silahturohim di Partai Gerindra. Dengan tujuan mengambil formulir di partai Gerindra, pihaknya terinspirasi dengan Partai Gerindra yang betul betul mengutamakan kekuatan kebangsaan yang nyata dan betul betul konsisten.
FOTO: MEMORANDUM/PRA
Pasangan H. Mujahid-Eko Ediyono Ambil Formulir Pilbup Gerindra
Pasangan H Mujaid dan Eko Ediono mengambil formulir dan memberi keterangan kepada awak media.
Blitar, Memorandum Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar minta kelurahan untuk mendata warga yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. Upaya itu dilakukan untuk mengejar target 95 persen warga Kota Blitar harus terdaftar peserta BPJS Kesehatan pada 2019 ini. “Saat ini jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Blitar masih mencapai 74 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar M Muchlis. Muchlis mengatakan, pendataan itu untuk mempercepat pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) dari pemerintah pusat. Targetnya, pada 2019 ini, capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Blitar harus mencapai 95 persen. Dinkes meminta kelurahan bersama RW dan RT mendata warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Warga yang belum terdaftar peserta BPJS Kesehatan akan diikutkan program Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID). Pemkot akan membayar iuran BPJS Kesehatan untuk warga itu. Tetapi, dalam pendataan itu, Pemkot Blitar tetap memprioritaskan warga kurang mampu untuk ikut program PBI. Sementara ini, program PBI tidak berlaku untuk warga yang menjadi karyawan badan usaha swasta. “Syaratnya, mereka harus mau diikutkan sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk kelas 3,” ujar Muchlis. Dikatakan Muchlis, pendataan dari kelurahan itu harus dikirim ke Dinkes paling lambat 20 November 2019. Dinkes segera memproses hasil pendataan dari kelurahan itu untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui program PBI. “Kami sudah mengirim surat edaran ke masing-masing kelurahan untuk segera melaku-
kan pendataan terhadap warganya,” katanya. Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Blitar, Sunarko mengatakan, saat ini, jumlah warga peserta BPJS Kesehatan di Kota Blitar mencapai 116.956 jiwa atau sekitar 74 persen. Jumlah itu termasuk peserta BPJS Kesehatan mandiri, PBID, dan Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBIN). Rinciannya, peserta BPJS Kesehatan mandiri sebanyak 63.877 jiwa, peserta PBID sebanyak 26.085 jiwa dan peserta PBIN sebanyak 29.038 jiwa. Pemkot Blitar sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,2 miliar untuk program PBID. “Untuk peserta PBID akan terus ditambah agar kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Blitar tercapai 95 persen sesuai target dari pemerintah pusat,” katanya. (pra/rif)
MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Salah satu tersangka yang diamankan polisi.
Dua Pemuda Perak Edarkan Pil Koplo Jombang, Memorandum Nekat mencari uang dengan cara mudah, mengedarkan sediaan obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis dobel L, membuat Febri Sigit Prastiyo (20), serta Sodik Santoso (27), keduanya warga Dusun Bogorejo, Desa Kalang Semanding, Kecamatan Perak, berurusan dengan hukum. Keduanya dibekuk unit Reskrim Polsek Peterongan, Senin (11/11) sekitar pukul 13.30. “Tersangka kita amankan berikut sejumlah barang bukti dari dua lokasi berbeda. Saat ini prosesnya, sudah dalam tahap penyidikan lebih lanjut,” terang Kapolsek Peterongan AKP Sugianto, Selasa (12/11). Penangkapan pertama, sambung kapolsek, dilakukan petugas kepada Febri. Lokasinya, di depan sebuah toko meodern yang ada di Pasar Peterongan. Di lokasi ini, tersangka tengah menjual satu paket yang berisikan 9 butir pil dobel L kepada seorang saksi. “Dari penangkapan ini kita sita sebanyak 9 butir pil dobel L yang sempat dijual kepada saksi. Berikut sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi,” sambungnya. Di hadapan polisi, tersangka menyebut jika barang yang diedarkannya didapat dari salah seorang tetannganya. Tak mau buruannya lolos, polisi langsung melakukan upaya pengembangan dengan menuju sebuah rumah yang ada di Dusun Bogorejo, Desa Kalang Semanding. “Di lokasi kedua kita amankan sebanyak 286 butir pil dobel L yang disimpan ke dalam kaleng plastik, serta uang penjualan Rp 30.000 untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, kedua tersangka dan barang bukti kita amankan ke Mapolsek Peterongan” jelas kapolsek. Selain kompak harus terbelit perkara hukum akibat mengedarkan pil setan. Febri dan Sodik harus pula berbagi ruang dibalik jeruji besi kamar tahanan Mapolsek Peterongan. Sebagai konsekuensi proses hukum tadi, keduanya terus menjalani pemeriksaan intensif penyidik. “Kedua tersangka kita kenakan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tegas Sugianto. (wan/rif)
PSK lain yang diamankan di warung remang Desa Centong serta Desa Sibaringin Pungging
adalah Ht (40) dan Llk (40). Selanjutnya di warung remang remang yang berlokasi di Desa Awang
Awang, Kecamatan Mojosari, diamankan dua PSK yaitu Yn (47) dan Ai (36). Berhasil diamankan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Mojokerto, Selasa (12/11). Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto Samperno mengatakan, penertiban PSK di wilayah Kabupaten Mojokerto terus gencar dilakukan karena indikasinya warung remang di Desa AwangAwang, Kecamatan Mojosari, 40 persen terpapar penyakit HIV.
PSK dan pasangan yang terjaring sedang diperiksa di kantor satpol PP.
“Dari enam PSK yang kita jaring hari ini, hanya satu yang berwajah lama. Selebihnya baru semuanya,” ungkapnya. Selain mendapatkan enam PSK di dua lokasi warung remang remang, petugas juga mengaman-
kan satu pasangan bukan suami istri di sebuah kamar hotel di wilayah Pacet Mojokerto. “Untuk pasangan, ini tadi kita amankan di kamar hotel Melati, keduanya berasal dari luar Mojokerto,” jelasnya. (no/rif)
FOTO: MEMORANDUM/ADV
FOTO: MEMORANDUM/WAN
Mojokerto, Memorandum Enam pekerja seks komersial (PSK) di warung remang-remang diamankan petugas di tiga titik. Sebagian dari mereka sedang melayani tamu di Hotel Melati Pacet. Di antaranya WJ (21), asal Desa Karya Mukti, Kecamatan Marosebo Hilir, Kabupaten Batanghari, Jambi, yang berpasangan dengan MTY (21), asal Desa/Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo.
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Satpol PP Garuk PSK dan Pasangan Mesum
Bupati Mundjidah Wahab mendengarkan paparan di lokasi situs.
Bupati Mundjidah Wahab melihat langsung benda purbakala yang ditemukan.
Bupati Jombang Berkomitmen Melestarikan Situs Petirtaan Kuno Sumberbeji Jombang, Memorandum Untuk melestarikan situs pertirtaan kuno Sumberbeji yang berada di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Bupati Mundjidah Wahab bersama Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia, Fitra Arda, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Andi M Said, dan Kepala Bidang (Kabid) Cagar Budaya dan Sejarah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Endang Prasanti serta se-
jumlah Kepala organisasi pimpinan daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Jombang, melihat situs bersejarah. Tampak pula di lapangan, Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho yang dikenal sebagai arkeolog yang memimpin proses ekskavasi Situs Sumberbeji beberapa waktu yang lalu. Bupati mengatakan, Pemkab Jombang telah menganggarkan anggaran ekskavasi lanjutan situs Sumberbeji dan instrumen pendukungnya sebesar 175 Juta Rupiah pada tahun anggaran 2020 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Kabupaten Jombang. “Kita sinergi dengan pemprov maupun pusat, kebetulan hari ini dari (direktur pelestarian cagar budaya dan permuseuman) Kemdikbud datang ke Jombang untuk melihat kondisi Situs Sumberbeji ini, dan beliau juga semangat untuk ke depan kita buat wisata untuk kemakmuran masyarakat,” ujar Bupati. Bupati menambahkan, anggaran sebesar Rp 175 juta nantinya akan dipergunakan untuk keperluan ekskavasi lanjutan dan proses pembuatan regulasi terkait perlindungan cagar budaya di level Kabupaten Jombang beserta
instrumennya. Bupati juga menyebutkan, pentingnya pelestarian Situs Sumberbeji yakni, agar semua pihak mengetahui bahwa di Kabupaten Jombang masih ada peninggalan-peninggalan bersejarah yang ke depan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kemudian kita harus merawat, karena peninggalan ini sangat luar biasa, karena beberapa abad yang lalu di sini ada seorang raja putri. Selain itu bisa untuk tempat wisata di Kabupaten Jombang. Sehingga masyarakat banyak mendapatkan manfaat. UMKM-nya jalan, perekonomi-
annya, pertaniannya, yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat,” papar Bupati. Bupati menambahkan, semua OPD Pemkab Jombang yang terkait dengan Situs Sumberbeji, lanjut Bupati juga akan membantu masyarakat setempat dalam hal pendampingan, sehingga konsep wisata sejarah di situs tersebut ke depan bisa berjalan dengan baik. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pembicaraan lebih intensif dengan Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat tekait langkah selanjutnya situs Sumberbeji, pungkasnya.(adv/hms/rif)
FOTO: MEMORANDUM/WAN
DPRD SoroƟ Program Seragam GraƟs
Tersangka Kusmawadi Ahmad didampingi petugas di Mapolsek Ploso.
Polsek Ploso Ringkus Maniak Sabu Jombang, Memorandum Berawal dari tindak lanjut tentang adanya pesta narkotika jenis sabu-sabu, unit Reskrim Polsek Ploso berhasil membekuk seorang maniak kristal haram, Senin (11/11) sekitar pukul 11.30. Maniak yang dibekuk, yakni Kusmawadi Ahmad (41), warga Dusun/ Desa/Kecamatan Ploso. Diungkapkan Kapolsek Ploso Kompol Sutikno, sebelum berhasil meringkus tersangka, polisi telah terlebih dulu melakukan penyelidikan lapagan sejak Sabtu (9/11) lalu. Hal itu dilakukan, setelah petugas mendapati informasi terkait maraknya peredaran kristal haram. “Kita telah melakukan penyelidikan sejak hari Sabtu (9/11) lalu. Selama kegiatan, kita menggunakan teknik penyamaran sehingga berhasil mengamankan tersangka berikut sejumlah barang bukti,” ungkapnya, Selasa (12/11). Barang bukti yang turut disita dari tangan Kusmawadi, lanjut kapolsek, berupa 4 plastik klip sisa bengkas sabu, seperangkat alat hisap atau bong, 3 sedotan kecil dari sedotan, 7 korek api, sebungkus cottonbud, 1 pak sedotan, sebuah gunting, 5 pipet kaca, serta sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi. “Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Baik tersangka maupun barang bukti lalu digelandang ke Mapolsek Ploso,” bebernya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Tersangka kini terus menjalani pemeriksaan intensif penyidik. Sekaligus mendekam, dibalik jeruji besi ruang tahanan Mapolsek Ploso. Upaya tadi dilakukan, untuk membongkar jaringan sabu yang melibatkannya secara tuntas. “Tersangka kita jerat dengan pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 8 miliar,” tegas Sutikno. (wan/rif)
Jombang, Memorandum Jombang kembali menggelar rapat paripurna kemarin siang (11/11). Kali ini beragendakan tentang pandangan umum fraksi-fraksi terhadap raperda anggaran pendapatan dan belanja daerah (R-APDBD) 2020. Rapat paripurna yang langsung dipimpin Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi itu dihadiri Bupati Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Sumrambah, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), anggota DPRD, dan kepala OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkup Pemkab Jombang. Setelah dibuka ketua DPRD, satu persatu perwakilan fraksi-fraksi menyampaikan pandangan umum atas penjelasan nota bupati yang diparipurnakan pada Jumat (8/11) lalu. Beberapa pandangan fraksi-fraksi yang paling menonjol menyoroti kaitannya dengan program unggulan bupati dan wakil bupati seragam gratis. Seperti salah satunya Fraksi PKB PU yang diwakili Subur. Menurut F PKB untuk program seragam gratis ini sangat bagus namum dikarenakan perencanaan yang kurang bagus. Sehingga banyak permasalahan yang ditemukan dilapangan seperti ukuran yang tidak sesuai dan pembagian yang lambat. Dengan begitu harus dikaji ulang untuk program ung-
gulan tersebut. ”Kalau mekanismenya sama, maka sebaiknya alokasi anggaran untuk seragam gratis dialihkan kepada program yang mendesak,” terangnya. Hal yang sama juga disampaikan Fraksi PKS-Perindo yang diwaliki Achmad Tohari. F PKS-Perindo ini mempertanyakan adanya ketidak sesuaian ukuran seragam yang dibagikan pihak penyedia. ”Kami setiap hari membaca dimedia setiap hari pelaksanaan program ini terkesan ambruladul dan murid juga mendapat mutu kualitas yang rendah bahkan tidak sesuai ukuran,” katanya dalam paparannya. Dirinya juga menambahkan, F PKS-Perindo ini mendukung program gratis karena ini merupakan visi-misi bupati/wakil bupati, asalkan dalam pendistribusian bisa tepat waktu. ”Kualitas kain juga harus sesuai dengan uji lab yang sudah ditentukan,” tegasnya. Tidak hanya itu, Fraksi PDI P yang diwakili Choirul Anam juga menyoroti terkait seragam gratis. Menurutnya apabila permasalahan program gratis pada tahun ini tak kunjung selesai, harus dibentuk pansus (panitia khusus) untuk melakukan investigasi. ”Karena di lapangan banyak permasalahan yang menimbulkan prasangka kongkalikong, memang harus dibentuk pansus,” ungkapnya. Sementara dikonfirmasi, Ma-
sud Zuremi, Ketua DPRD Jombang mengakui, pada padangan umum hampir semua fraksi membahas terkait dengan program seragam gratis. ”Hampir delapan fraksi yang ada di DPRD menyoroti terkait dengan program seragam gratis,” katanya. Dikatakannya, untuk fraksi-fraksi saat ini memang cukup kritis. Hanya saja, dirinya menegaskan pandangan umum yang cukup kritis ini bukan karena like atau dislike. ”Ini hanya untuk kepentingan Jombang kedepannya agar bisa lebih baik lagi kedepannya,” tegas Masud. Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengungkapkan, memang untuk program seragam gratis ini menghendaki untuk lebih baik lagi. ”Jadi kedepan kami terus melakukan evaluasi agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya usai paripurna kemarin. Dirinya menyebutkan, untuk APBD 2020 diperkirakan mencapai Rp 2,6 triliun. Diakuinya semua program mulai dari bidang ekonomi, pendidikan dan infrastruktur tetap menjadi prioritas. ”Jadi semua menjadi prioritas tidak ada yang dikesampingkan,” pungkas politisi dari PKB. (adv/wan/rif)
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi
Rapat paripurna terkait pandangan umum fraksi.
HUKUM & KRIMINAL
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Tenggak Alkohol Dioplos Minuman Berenergi
Anggota Respatti Kobra Satsabhara Polrestabes Surabaya mengamankan botol miras oplosan dari pemabuk di Jalan Lontar.
Surabaya, Memorandum Tekad anggota Respon Cepat Tindak (Respatti), Kobra Satsabhara Polrestabes Surabaya menjaga keamanan Kota Pahlawan terus ditingkatkan. Selain kejahatan 3C, Respatti juga difokuskan untuk melibas para penikmat minuman keras (miras), terlebih oplosan. Kali ini yang menjadi target adalah kawasan Surabaya Barat. Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat pemabuk yang sedang menenggak miras. Namun, petugas sempat dikagetkan dengan temuan tersebut. Kalau biasanya para pemabuk menenggak arak atau miras jenis lain, kali ini empat remaja tersebut menenggak minuman tidak lazim. Akibat tidak memiliki uang, mereka nekat menenggak alkohol 70 persen yang dicampur (dioplos) minuman berenergi.
“Parahnya lagi, oplosan tersebut sudah menjadi minuman wajib bagi mereka. Hampir setiap hari mereka menenggak cairan yang notabene menjadi cairan pembersih luka,” kata Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya Kompol Oki Ahadian Purwono, Selasa (12/11). Lebih lanjut, setelah diinterogasi di lokasi, keempat pemuda berikut barang buktinya itu dibawa ke mapolrestabes guna pendataan serta dimintai keterangan. “Kami perbolehkan pulang, tapi dengan syarat wajib didampingi keluarga masing-masing,” imbuh Oki. Namun, kepulangan keempat pemuda tersebut bukan berarti lepas dari pertanggungjawaban hukum. Pihak kepolisian sudah menjadwalkan mereka untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Surabaya. “Sudah kami jadwalkan untuk sidang,” pungkas Oki. (fdn/nov)
Penghuni Ruko Pasar Besar Ditemukan Tewas Surabaya, Memorandum Penghuni ruko di Jalan Pasar Besar Wetan 26-c, ditemukan tewas, Selasa (12/11) pukul 10.43. Korban adalah Susanto Yusuf (69). Kali pertama jenazahnya diketahui oleh Tatik (23), warga Jalan Gundih Lapangan saat akan membuka warung. Setelah itu, saksi mengecek keadaan korban karena pada Kamis (7/11) malam, masih melihat Susanto makan sate di warung terdekat. “Setelah makan dan hendak pulang, tiba-tiba korban terjatuh. Makanya saya mengecek di rukonya dan ternyata telah meninggal,” kata Tatik ke petugas. Masih menurut saksi, hari Jumat, pemilik warung dan pegawai yang menyewa ruko korban masih melihat Susanto. Setelah itu, warung tutup selama tiga hari dan buka kembali hari ini. “Saat dicek korban sudah ditemukan meninggal dan kami lalu melapor ke polisi,” ungkap Tatik. Selanjutnya setelah diidentifikasi petugas, jenazah Susanto kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo guna divisum. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Bubutan Ipda Purwanto mengatakan, selama ini korban tinggal sendirian di ruko di lantai tiga. Kerabatnya mengatakan, Susanto juga mempunyai riwayat penyakit jantung. “Ada dugaan kematian korban karena penyakitnya kambuh. Sebab dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Tapi kami masih menunggu hasil visum dokter,” kata Purwanto. (rio/nov)
Perdayai Enam Wanita
Sambungan dari halaman 1
Sialnya perbuatan tak terpuji Erick Dwi Guna Yulianto (26), warga Jalan Gadel Sari Madya, Tandes, itu tepergok korban, LS (46), warga Jalan Lebak Indah Regency, Tambaksari. Tidak terima jadi bahan cabul pria bujang tersebut, LS kemudian melapor petugas keamanan setempat. Selanjutnya sekuriti menghubungi anggota Reskrim Polsek Wiyung, lalu mengamankan Erick di tempat kerjanya. “Tersangka ini merekam costumer wanita yang sedang ganti pakaian di
fitting room yang dijaga oleh tersangka memakai kamera HP-nya,” ungkap Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad, Selasa (12/11). Selain menangkap tersangka, polisi juga memeriksa HP merek Oppo Tipe F5 miliknya yang digunakan untuk merekam para korbannya. Dari sini terungkap, bahwa di dalamnya terdapat enam video serupa dengan durasi antara 6-11 detik. “Isi rekamannya sama, para costumer yang sedang mencoba baju di fitting room. Namun kali ini perbu-
atannya tepergok korban terakhir,” beber Rasyad. Peristiwa yang dialami LS terjadi pada Minggu (10/11) sekitar pukul 13.00. Waktu itu korban datang ke toko pakaian bersama anaknya yang masih berumur sebelas tahun. Kemudian LS mencoba baju ke salah satu bilik fitting room yang dijaga oleh Erick. Saat itulah, korban melihat sekilas di kaca, tangan tersangka yang sudah setahun bekerja di toko tersebut dimasukkan di bawah lubang pintu fitting room.
“Korban yang memergoki itu seketika histeris dan segera keluar bilik lalu mengejar tersangka. Korban kemudian melapor sekuriti. Selanjutnya HP Erick diperiksa hingga diketahui ada rekaman video dari korban lainnya yang ganti pakaian di tempat sama,” beber mantan Wakapolsek Wonokromo ini. Setelah terbukti, sekuriti menghungi polisi lalu Erick diamankan berikut barang bukti ke Mapolsek Wiyung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihaknya masih mendalami kasus
tersebut untuk mengetahui apakah tersangka sudah menyebarkan video wanita ganti baju di fitting room ke orang lain. Pihaknya juga membawa HP tersangka ke Labfor Polda Jatim untuk memeriksa video-video tersebut. “Pengakuan tersangka setelah direkam, video lalu dilihat sendiri kemudian dihapus,” ungkap Rasyad. Di hadapan penyidik, Erick mengaku punya tingkat kepuasan seksual (fetish) tinggi ketika melihat wanita
ganti pakaian dan membuatnya terangsang. “Sebulan saya sudah merekam wanita ganti baju dengan kamera HP sebanyak enam kali dengan orang yang berbeda-beda. Tapi yang terakhir ketahuan,” tutur Erick ke petugas. Erick menurutkan kebetulan dia shift jaga siang di fitting room. Sehingga dirinya leluasa merekam wanita (customer) yang sedang ganti pakaian. Ada enam bilik fitting room di lokasi dan dikhususkan untuk wanita. (rio/nov)
Dakwaan Dinilai Tabrak KUHAP Selasa (12/11). Dengan agenda eksepsi (tanggapan dakwaan), masing-masing penasihat hukum sudah mempersiapkan isi dakwaan yang dianggap kabur dan kurang cermat. Bahkan, Alvin Zain Khadafi, penasihat hukum dari Sugito langsung menyerahkan kopian eksepsi ke ketua majelis hakim Hisbullah Idris dan jaksa penuntut umum (JPU) Ugik Ramantyo. Sehingga agenda eksepsi tidak sampai 20 menit. Saat membacakan eksepsi, penasihat hukum dari Dar-
Sambungan dari halaman 1
mawan mempermasalahkan kejanggalan terkait masa penahanan yang dilakukan oleh jaksa Kejari Tanjung Perak. “Kabur, tidak cermat, tidak jelas penahanan. Tidak ada pemberitahuan dari jaksa ke terdakwa dan keluarganya,” jelas penasihat hukum Darmawan. Usai membacakan eksepsi, majelis hakim yang diketua hakim Hisbullah Idris memberikan kesempatan kepada JPU Ugik Ramantyo untuk memberikan tanggapannya. “Kami minta waktu satu minggu untuk
Gerebek Judi Capsa, Sita Narkoba menangkap empat pejudi sedang membanting kartu remi, petugas juga menemukan dua poket sabu milik seorang tersangka. Keempat pejudi yang diamankan polisi adalah Yudiyanto (51), Hendrik Hermawan (44) , Yuwono (48), semuanya warga Jalan Kedung Klinter I. Terakhir, Fiki Maulana (31), warga Jalan Surabayan IV. “Dua poket sabu diakui milik Hendrik Gunawan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Bubutan, Selasa (12/11). Proses penangkapan berawal setelah anggota Reskrim Polsek Bubutan mendapat laporan dari masyarakat adanya pesta sabu di tempat kejadian perkara (TKP). Informasi itu kemudian ditindaklanjuti de-
Sambungan dari halaman 1 ngan menggerebek rumah tersebut dan mendapati mereka sedang menunggu giliran membanting kartu reminya. “Awalnya informasi masuk ada pesta narkoba. Saat kami gerebek mereka sedang asyik main judi remi jenis capsa,” beber Purwanto. Kemudian anggotanya melakukan penggeledahan terhadap para tersangka. Saat memeriksa Hendrik, anggota menemukan dua poket sabu yang dilipat kecil dan dimasukkan dalam kemasan rokok. Petugas kemudian menggiring semua tersangka ke mapolsek guna penyidikan lebih lanjut. Kepada petugas Hendrik mengaku, bahwa barang haram itu milik temannya. “Sabu itu milik teman inisial HH (DPO). Saya hanya dititipi saja pak,” aku Hendrik di mapolsek. (rio/nov)
Ngaku Satpol PP, Cabuli Gadis di Bawah Umur Akibat perbuatan bejatnya, Thoyib langsung dijebloskan tahanan. Tersangka ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Hal itu dilakukan setelah ibu korban mengetahui kejadian yang menimpa Bunga setelah mendengar keluhannya. Tidak terima, ia lalu melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Selasa (5/11). “Berbekal laporan serta keterangan korban dan ibunya sebagai saksi, kami kemudian melakukan penyelidikan. Tersangka kami ringkus di rumahnya di Bubutan,” kata Kanit PPA AKP Ruth Yeni, Selasa (12/11). Ruth menjelaskan, aksi bejat tersangka bermula pada Senin (4/11) dini hari. Saat itu, korban dan pacarnya sedang memadu kasih di jembatan tol yang diketahui kerap digunakan tempat muda mudi berpacaran. Saat hendak pulang sekitar pukul 04.30,
Sudah Kebal Mengawali karier sebagai member JKT48, Zara kini semakin populer sebagai bintang film. Menjadi populer, Zara mengatakan sudah siap menghadapi suara-suara sumbang yang tak dipungkiri bakal mengiringi perjalanan kariernya. Dara berusia 16 tahun yang mempunyai nama asli Adhisty Zara ini, mengaku sudah siap menghadapi apapun gosip miring seputar dirinya. “Pastinya (siap hadapi berita dunia hiburan). Itu risiko karena itu pilihan kan. Jadi menurut aku ya udahlah yang kayak gitu pasti ada,” jelas Zara di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Zara mengatakan, dirinya punya mata dan
memberikan jawaban eksepsi,” singkat Ugik. Ditemui usai sidang, Hasonangan Hutabarat, penasihat hukum Darmawan mengatakan bahwa dakwaan tidak jelas dan menabrak KUHAP terkait penahanan. “Artinya pada tanggal 16 Juli sampai 30 Oktober 2019 ini, ada satu poin yang sudah diajukan ke pengadilan. Sampai tanggal 13 Oktober Oktober, jaksa membuat penahanan sendiri dan tidak melakukan permohonan penahanan ke pengadilan untuk perpanjan-
Sambungan dari halaman 1
korban dan pacarnya dihadang oleh tersangka. Mengaku sebagai anggota Satpol PP yang ditugaskan menjaga jembatan tersebut, tersangka mulai melancarkan aksinya. Sejumlah pertanyaan mulai dicecar kepada sejoli tersebut. Termasuk, pertanyaan apa saja yang sudah dilakukan kedua sejoli itu hingga menjelang pagi. “Karena masih kecil, keduanya mengaku sudah berbuat tak senonoh di jembatan itu,” lanjut Ruth. Selanjutnya Thoyib memaksa Bunga untuk mempraktikkan yang sudah dilakukan kekasihnya kepada korban. Melihat praktik tersebut, birahi tersangka memuncak. Dengan sedikit gertakan, Thoyib melampiaskan nafsu bejatnya dengan melakukan aksi sama yang dilakukan pacar korban. Setelah puas, Thoyib kemudian meninggalkan sejoli tersebut. Namun, sebelumnya tersangka kembali membentak keduanya agar segera pulang. Dia juga mewanti-wanti untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa saja. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 telinga yang masih lengkap. Sehingga dirinya tak bisa berpura-pura tak mendengar cerita orang-orang tentang dirinya. Hanya saja, menurut Zara dirinya sudah kebal dari dulu menghadapi beragam gosip tentang dirinya. “Orang kadang bilang jangan dibaca, nggak usah didengerin, nggak bisa. Karena aku punya mata dan aku orang yang sangat suka bacain komen. Kalau pun baca paling down-nya sebentar aja. Aku percaya banyak banget yang support, teman-teman fans pun bela aku. Jadi aku nggak boleh kalah sama yang buruknya,” tukas Zara yang dirumorkan menjalin hubungan dengan Anada Yunanda. (*/nov)
gan kedua,” Lanjut Hasonangan, jaksa membuat tanggal 11Oktober sampai 30 Oktober, dan setelah tanggal tersebut sampai sekarang siapa yang melakukan penahanan terhadap Darmawan. “Dalam eksepsi
ini, mohon dilepaskan demi hukum klien kami Darmawan,” pungkas Hasonangan. Sementara Alvin Zain Khadafi, penasihat hukum Sugito menambahkan bahwa pada intinya mengenai penerapan pasal dalam dakwaan yang
dikenakan kepada kliennya kurang tepat. “Jika melihat posisi klien kami dalam perkara ini itu saja tanpa masuk ke dalam pokok perkaranya. Biar nanti hakim dengan wewenangnya yang akan menilai dan menelaah
Polsek Pabean Cantikan Cangkrukan Bersama Bonek Program unggulan Senin Militan yang dikemas cangkrukan ini dihadiri Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir, Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia, Kasat Intelkam AKP Tomi Subari. Selain itu dihadiri juga Wadanramil Pabean Cantikan Kapten Kamsuri, Sekcam Pabean Cantikan Abdul Hamid, Bonek Surabaya Utara, dan warga setempat. Faisol Amir mengatakan, di perempatan Jalan Demak yang merupakan wilayah perbatasan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polrestabes Surabaya sering terjadi tawuran. Dia berharap kepada rekan-rekan bonek jangan sampai ikut atau terlibat tawuran.
Kapolres AKBP Antonius Agus Rahmanto yang diwakili Faisol menitip pesan juga sangat mendukung dan mengapresiasi kepada bonek. Kapolres mengatakan, kalau bisa acara bonek yang positif dialihkan ke kegiatan sosial. “Jadilah suporter bonek yang sportif. Kapolres juga menjanjikan membuatkan boneka bonek,” kata Faisol. Sementara itu, Mellysa Amalia menyampaikan tentang adanya program unggulan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang dibuat untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat. Terdapat enam program unggulan, masing-masing adalah Senin Militan, Selasa
Gudang Bahan Bangunan Praban Terbakar terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena tidak ada aktivitas. Api berkobar diketahui oleh warga setempat sekitar pukul 19.00, dan terdengar ledakan beberapa kali dari dalam gudang. “Dorrr...tak lama kemudian muncul asap disertai api yang keluar dari celah plafon gudang,” kata Daniel, kerabat Heri Wiliarko kepada wartawan di lokasi kejadian. Saat peristiwa terjadi, Daniel berada di sekitar lokasi. Setelah mendengar suara ledakan itu, kemudian saksi keluar dan mengeceknya. Mengetahui ada kebakaran, Daniel berteriak-teriak minta tolong dan
segera menghubungi command center dan petugas pemadam kebakaran (damkar). Tak lama kemudian, 15 unit mobil damkar mendatangi lokasi, termasuk mengerahkan mobil bronto skylift untuk melakukan pemadaman. Hingga akhirnya api berhasil dijinakkan pada pukul 23.00. Menurut Daniel, gudang sudah tidak aktivitas sedari pukul 17.00. Selain itu aliran listrik juga sudah dimatikan.”Jadi tidak mungkin ada korsleting listrik,” ungkap Daniel. Sementara itu, Kepala Dinas PMK Surabaya Dedik Irianto mengatakan, be-
Wajah Mengundang Perlindungan seperti Paramitha Rusady Bisa saja lewat tol, tapi nanti agak sedikit berputar. Senyampang masih pagi, pukul 05.20, jalan-jalan belum macet, jadi lewat bawah nggak masalah. Kami pun sampai di warung sego tabokan. Nur Jannah, pemilik warung, tersenyum ramah melihat Memorandum yang memang sering mampir. “Biasa, pedes ya?” tanyanya sambil tangannya lincah mengambil tempe dan lentho, lantas diuleg pakai kecap dan cabai. Wow… yummy… Setelah kenyang, kami meneruskan perjalanan menuju rumah duka. Udin bercerita, sepekan lalu dia masih sempat berbicara melalui telepon WA. Membicarakan rencana reuni yang digelar akhir tahun ini. Pada rapat awal, jumlah teman sekelas mereka yang berjumlah 48 terbagi dalam tiga kelompok pilihan. Sembilan orang usul reuni diwujudkan dengan tur ke Bali. Dua belas orang setuju tur, tapi tidak usah jauh-jauh. Cukup ndek-ndek’an diadakan di Padusan, Pacet, Mojokerto. Sekalian mengenang masa-masa mereka yang pernah digembleng dalam acara Pramuka di wana wisata dengan andalan air panas itu. Sisanya ingin diadakan di salah satu
tempat di rumah salah satu teman. Namun, tidak ada satu pun yang bersedia ditempati. Akhirnya disetujui diadakan di Pacet. “Waktu itu Untung bilang mau menunjukkan tempat kali pertama mengutarakan cinta kepada Muniah,” kenang Udin. Tidak lama berselang kami sampai di rumah duka. Rumah ini hanya ditempati Untung bersama Muniah. Sudah banyak orang berkumpul. Tampak kedua orang tua Untung dan kedua orang tua Muniah menyambut kami. “Nak Udin tolong temani Muniah sebentar,” pinta ibunda Muniah kepada Udin. Udin pun masuk ke dalam rumah. Sekitar setengah jam Udin di dalam. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani, siap disalati dan diberangkatkan menuju permakaman. Itu direncanakan dilakukan pukul 10.00. Sekarang masih pukul 08.46. Kami ditemani ayah dan ibunda Muniah. Saat itulah mereka memberi tahu bahwa Muniah saat ini sedang hamil. Hamil muda. “Nak Udin sedirian? Istrinya nggak diajak?” tanya ayah Muniah sambil menyalami Udin. Udin hanya tersenyum dan mengangguk pelan. “Belum laku, Pak. Tapi kalau
eksepsi yang kami ajukan,” jawab Alvin. Seperti diberitakan sebelumnya, Sugito didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.137.443.886,24 dan terdakwa Darmawan sebesar Rp 1.211.480.130,74. (fer/nov)
Sambungan dari halaman 1 Sambas, Rabu Narsis, Kamis Pak Polis, Jumat Darling dan Sabtu Osis. “Sebagian besar dari program ini dikhususkan untuk interaksi dengan masyarakat umum, sehingga bisa terjalin kedekatan. Seperti halnya acara cangkrukan yang kita gelar malam ini merupakan wujud pelaksanaan Senin Militan,” kata Mellysa. Mellysa mengimbau warga untuk aktif melaksanakan kegiatan siskamling untuk mencegah aksi curat, curas dan curanmor (3C) khususnya di malam hari. “Siskamling efektif mencegah 3C. Banyak kampung yang dulunya rawan, sekarang menjadi aman karena warganya menggelar siskamling di malam hari,” pungkas Mellysa. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 lum mengetahui penyebab kebakaran dan besarnya kerugian materi yang dialami pemilik gudang. “Korban jiwa nihil dan penyebabnya belum diketahui. Untuk memadakan api, kami melakukan pembasahan di tiga titik di sekitar lokasi dan menjebol tembok gudang agar tidak merembet ke tempat lain,” kata Dedik Irianto. Terpisah, Kanitreskrim Polsek Bubutan Ipda Purwanto mengungkapkan, gudang yang terbakar berisi selang dan kain. Untuk Tiner tidak ada. “Dugaan sementara karena korsleting listrik,” kata Purwanto. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 Allah meridhoi, mungkin sebentar lagi,” kata Udin. “Calonnya anak mana?” tanya ayah Muniah. “Mboten tebih. Tapi kalau diridhoi Gusti Allah lho Pak.” “Saya doakan.” Setelah semua beres. Jenazah sudah disalati, kini siap diberangkatkan menuju permakaman. Sebelum itu, tuan rumah sedikit memberi sambutan, disusul wakil pentakziah. Udin mewakili para tamu. Setelah membuka sambutan dengan bacaan surat Al-Fatihah dan selawat, Udin berkata singkat, “Selamat jalan Teman. Semoga Allah menerimamu di sisi-Nya. Jangan khawatir, aku akan melanjutkan perjuanganmu.” (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Jong Lie mendengarkan tuntutan jaksa.
Bos Toko Kosmetik PGS Dituntut 1,5 Tahun Surabaya, Memorandum Jaksa penuntut umum (JPU) Sri Rahayu menuntut Jong Lie, bos Toko Jaya Mandiri Kosmetik hukuman penjara selama 1,5 tahun, Selasa (12/11). Terdakwa terbukti bersalah memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 jo pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2019 tentang Kesehatan. “Menuntut terdakwa Jong Lie dengan pidana penjara selama satu tahun dan 6 bulan, denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan,”kata JPU Sri Rahayu saat membacakan tuntutannya. Usai mendengarkan tuntutan JPU, ketua majelis hakim Dwi Purwadi memberikan waktu seminggu untuk mengajukan pembelaan. “Sidang ditunda satu minggu untuk pembelaan,”ujar hakim Dwi Purwadi menutup persidangan. Seperti dalam dakwaan, sepanjang menjalani proses kasus hukum kasusnya, mulai penyidikan hingga persidangan, Jong Lie berstatus tahanan kota. Kasus hukum terdakwa Jong Lie ini bermula ketika Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim dan Balai POM Jatim pada 23 Oktober 2019 mendapat informasi dari masyarakat terkait peredaran kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya dan tidak memiliki izin edar yang beromzet miliaran rupiah yang dilakukan terdakwa. Atas informasi itu, petugas gabungan menggerebek tempat usaha terdakwa yaitu Toko Jaya Mandiri Kosmetik di Pusat Grosir Surabaya (PGS) lantai 1 blok D-7 No. 6 dan 7. (fer/udi)
Ketika Memorandum mendatangi lokasi, Anwar, tetangga korban mengatakan, bahwa kejadian pada Senin (11/11) sekitar pukul 23.15. Sebelum kejadian, lanjut Anwar, korban terlihat berjalan di dekat sungai. Tak berselang lama, salah satu warga melihat sandal korban terapung di sungai. “Mengetahui hal itu, warga yang melihat sandal korban
kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan penyisiran di dekat sungai,” kata Anwar. Selanjutnya warga melakukan penyisiran dengan menggunakan sampan. Selang beberapa menit, warga menemukan korban sudah dalam posisi terapung sehingga langsung di evakuasi menggunakan sampan. “Setelah mengevakuasi kor-
ban. Selanjutnya warga membawa korban menuju RS Haji dan juga menghubungi pihak Polsek Sukolilo,” paparnya. Setelah sampai di RS Haji dan dilakukan pengecekan ternyata korban sudah tewas. Selanjutnya korban dibawa oleh ambulans menuju rumah duka. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Supranoto mengatakan bahwa tewasnya korban diduga karena terpeleset. “Dugaannya korban terpeleset dan langsung tercebur ke sungai, namun tidak ada yang mengetahuinya hingga ia meninggal,” ucap Supranoto. (x-3/fer)
Jenazah Wiwik dibawa menuju rumah duka.
Gelar Doa Bersama dan Berselawat Pasuruan, Memorandum Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/ 2019 M, Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan doa bersama dan berselawat di halaman Mapolres Pasuruan, Jalan Dr Soetomo No 01, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/11). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH, Habib Alwi Ase-gaf, Wakil Bupati KH A Mujib Imron SH MH, Wakil Rois Suriyah PWNU Jatim KH Ali Mashan Musa, Danyonkaf 8 Beji Letkol Kav a Suntara Wisnu, Sekda Agus Setiadji, perwakilan Kasdim 0819 Mayor Sultoni, Kasubdik Kejari Pasuruan Laode Tafrin Mada, Ketua MUI Nurul Huda, Ketua FKUB Syaiful Anam, Pengurus PCNU, serta seluruh pengasuh pondok pesantren se-Kecamatan Bangil, anggota Kodim 0819 Pasuruan
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Surabaya, Memorandum Diduga terpeleset, perempuan paruh baya ditemukan tewas di sungai dekat rumahnya. Perempuan itu Wiwik (51), warga Jalan Keputih Tegal Timur Baru.
HALA HALAMAN 8
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL Terpeleset, Wanita Keputih Tewas di Sungai
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH, Habib Alwi Asegaf, Wakil Bupati KH A Mujib Imron SH MH, dan tamu undangan berfoto bersama.
da dan Yonkav 8 Beji, santri dan satriwati dan masyarakat sekitar Polres Pasuruan. Rofiq menyampaikan, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan oleh Polres Pasuruan semoga bisa membawa berkah, dan keselamatan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan khususnya
semua yang hadir. “Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/ 2019 M, Polres Pasuruan dengan tema “Dengan Meneladani Akhlaq dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW Kita Wujudkan Polri Yang Promoter Berprestasi dan Inovatif”. Mari
sama-sama mendengarkan maulidulhasanah semoga bisa menambah wawasan kita tentang arti dan makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Rofiq. Wakil Rois Suriyah PWNU Jatim KH Ali Mashan Musa menjelaskan tentang makna syair Sunan Kalijaga “Gundul
Bangkalan, Memorandum Upaya untuk membangun kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, terus digalang oleh Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi. Target terwujudnya kemitraan itu sendiri, menurut Kasubbag Humas Iptu Suyitno, tidak hanya sebatas kemitraan dengan anggota Forpimda, tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (tomas) saja. “Tetapi Bapak Kapolres juga ingin merangkul dan membangun kemitraan kerja dengan semua organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, kalangan akademisi, praktisi LSM dan stakeholder lainnya,” kata Suyitno, Jumat (8/11). Itu sebabnya, Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, menurut Suyitno, dalam beberapa pekan terakhir ini, terasa kian greget menggalang kemitraan dengan ragam elemen masyarakat. Untuk itu, Kapolres pasti akan menghadiri apapun bentuk kegiatan yang diprakarsai lembaga organisasi sosial manapun. Termasuk organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan dan stakeholder lainnya. Seperti dalam giat penutupan Stadium General Ikatan Mahasiswa Bangkalan-Surabaya (IKAMABA) di Ponpes Madrosatul Quran Al Makkiyah di Kapung Banagkah, desa Burneh, Kecamatan Burneh, Minggu (3/11) misalnya, Kapolres berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. ”Namun, beliau langsung memberikan amanat kepada Kasatbinmas AKP Jaswadi untuk mewakili Bapak Kapolres,” ungkap Suyitno. Acara itu, menurut Suyitno, dinilai cukup penting. Sebab giat penutupan Stadium General IKMABA itu dihadiri para tokoh pemuda dan tokoh akademisi. Di antaranya, anggota DPRD Jatim Mahfud SAg, anggota DPRD Bangkalan Moh Hotib, mantan Ketua KPU Moh Fauzan Jakfa SAg, Direktur Lingkar Jatim.Com, Alimah Haris, pengasuh Ponpes KH Makky Al Hamid, serta tokoh pemuda terkemuka lainnya. Momentum seperti, dalam kacamata pandang Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, dinilai penting dan patut dihadiri. Sebab, di sana ada peluang untuk menjalin kekerabatan, kebersamaan dan upaya menggalang kemitraan dengan para tokoh pemuda dan kalangan akademisi.(ras/fer)
Jember, Memorandum m invesSepak terjang keberhasilan tim ungkap tigasi Polres Jember dalam mengungkap bur misteri pembunuhan jenazah terkubur ka di musala menyisakan kabar duka h atas meninggalnya perwira tangguh yang menjabat Kanit Idik I Pidum Satreskrim. Ditengah proses pengungkapan kasus ini, Iptu Ainur Rofiq m harus meregang nyawa dalam ngkecelakaan lalu lintas di tol Probolinggo Kota. Ia meninggal usai menjalankan tugas sekembalinya dari mengikuti lomba tindakan pertama tempat kejadian perkara (TPTKP) di Polda Jatim. Peran penting Iptu Ainur Rofiq cukup dikenal sebagai tulang punggung di jajaran Reserse dalam pengungkapan kasus pidana umum. Namun, Takdir berkata lain, Tuhan menghentikan langkah prestasi gemilang almarhum. Dibalik prestasi cemerlang Polres Jember dibawah komando AKBPAlfian Nurrizal SH SIK MHum dalam mengungkap dalang pembunuhan berencana ini. Polres Jember berduka dengan kepergian salah satu perwira terbaiknya. Catatan prestasi almarhum Iptu Ainur Rofiq inilah yang kemudian mendorong Alfian Nurrizal menganugerahkan reward yang diberikan kepada ahli waris pada gelaran apel khusus di halaman Mapolres Jember, Senin (11/11) pagi. Apel khusus pemberian reward kepada Kanit Idik I Pidum almarhum Iptu Ainur Rofiq dihadiri pejabat utama Polres Jember, kapolsek jajaran dan diikuti sekitar 250 personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN). ”Segala keterbatasan fisik saat menjalankan tugas perlu diperhatikan bersama. Keselamatan diri saat kita berada di jalan juga harus diutamakan,”ujar Alfian. Lanjut Alfian, bahwa almarhum telah menunjukkan dedikasi, suri tauladan dalam kinerja dan pengabdiannya selama bertugas di jajaran Satreskrim. “Tentunya, diharapkan ke depan penghargaan ini menjadi motivasi kita dalam memberikan kontribusi kinerja terbaik pada kesatuan,” pungkas Alfian. (edy/hms/fer)
Kapolsek Pohjentrek AKP Nanang Sugiono SH MH melihat kotak suara di Kecamatan Pohjentrek.
dengan penyimpanan kotak, dan kertas suara serta peralatan yang dilakukan di Kecamatan Pohjentrek kemudian di simpan di kantor Kecamatan. Sesuai dengan SOP, disegel secara aman sampai dengan waktu pencoblosan pada 23 November nantinya dijaga linmas dan petugas keamanan baik dari Polsek dan Koramil Pohjentrek.
“Harapan kami dengan adanya sinergitas Polri-TNI, masyarakat bisa merasakan rasa aman damai dan kondusif, karena pilkades ini sangat rentan dengan gesekan antarpendukung,” jelas Nanang. Sesuai dengan motto Kapolsek Pohjentrek untuk yang menggelar Pilkades di dua desa. “Bulu Perindu Dalam Kesunyian Desa Tidu dan Sungi Wetan Pasti Aman, Ayo Jogo Pilkades Supoyo Aman Ojo Anarkis Ben Desane Tentrem,” ujar Nanang.(*/rul/fer)
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya memberikan arahan kamtibmas.
Kapolres Ambar: Jangan Mementingkan Ego Sektoral Probolinggo, Memorandum Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya terus memantapkan kamtibmas agar semakin kondusif. Untuk itu, Kapolres Ambar mengumpulkan jajarannya dalam rangka pemantapan. “Bekerja jangan mementingkan ego sektoral. Kita wajib meningkatkan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan masing-masing anggota agar upaya menjaga situasi kamtib-
mas di wilayah kita bisa berjalan dengan maksimal,” kata Kapolres Ambar. Kapolres memberi penekanan khusus kepada Bhabinkamtibmas untuk terus memonitor dan bergerak bersilaturahmi kepada tokoh agama
dan masyarakat. Apabila ada permasalahan, berdayakan tiga pilar untuk memberikan win win solution terhadap permasalahan tersebut. “Untuk jajaran intelkam, tingkatkan deteksi dini dan tuangkan di dalam laporan informasi, sebagai langkah antisipasi. Untuk jajaran reskrim, berdayakan kring serse agar 3C tidak terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota,” Kapolres Ambar. (yud/fer)
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Galang Kemitraan dengan Elemen Masyarakat
Berikan Reward kepada Almarhum Iptu Ainur Rofiq FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kasatbinmas AKP Jaswadi menghadiri acara penutupan Stadium General Ikatan Mahasiswa Bangkalan-Surabaya (IKAMABA) di Ponpes Madrosatul Quran Al Makkiyah.
Pasuruan, Memorandum Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pasuruan yang akan digelar pada 23 November mendatang, anggota Polsek Pohjentrek memberikan pengamanan kotak suara pilkades di pendopo Kecamatan Pohjentrek, Selasa (12/11). Dalam pengamanan kotak suara, dipimpin Kapolsek Pohjentrek AKP Nanang Sugiyono SH MH didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa, Kecamatan Pohjentrek, serta disaksikan pegawai Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Nanang Sugiyono menyampaikan, bahwa tahapan pilkades di wilayah Pohjentrek telah melalui berbagai tahapan sesuai jadwal yang di tentukan dan pada saatnya pelipatan kertas suara bakal calon kades di dua, yaitu Desa Tidu dan Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek. Petugas Polsek Pohjentrek mengamankan logistik sampai
Sukses Ungkap Dalang Pembunuhan
FOTO: MEMORANDUM/YUD
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Cek Keamanan Kotak Suara
Pacul”, bahwa manusia bila ingin selamat dunia akhirat harus mengingat Allah. “Menjelaskan tentang salah satu keistimewaan umat Rasulullah yaitu, makna Rahmatan lil alamin bahwa Allah tidak langsung menghukum Umat Nabi Muhamad SAW,” jelas K.H. Ali Mashan Musa. (*/rul/fer)
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum (kanan) dan Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera SIK bersama keluarga almarhum Iptu Ainur Rofiq.
KOTA SURABAYA
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Tambak Wedi Pemilik Bisa Didenda Rp 50 Juta Surabaya, Memorandum Hewan ternak masih berkeliaran bebas di Jalan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran. Ini sangat mengancam keselamatan pengguna jalan. Sebab, hewan ternak berupa kambing ini kerap memotong jalan secara tiba-tiba yang bisa membuat pengendara kaget dan tertjadi kecelakaan. Selain itu, hewan ternak tersebut juga membuang kotoran di sembarang tempat. Parahnya, hewan-hewan ternak itu memakan tanaman di sana. Ini patut disayangkan karena hewan-hewan tersebut berkeliaran bebas tanpa ada pengawasan dari pemiliknya. Manggala, salah seorang warga sekitar mengatakan, bebasnya hewan berkeliaran di ruas jalan sangat mengganggu pengguna jalan. Bahkan, kerap pengendara tertabrak hewan tersebut. “Pemkot ha Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Pengendara kaget, hampir tertabrak hewan ternak yang berkeliaran bebas di Jalan Tambak Wedi.
HARI INI EKSEKUSI GRAHA ASTRANAWA
Cak Anam Inginkan Status Quo Surabaya, Memorandum Sekitar 500 massa gabungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) akan menghadang eksekusi Graha Astranawa yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (13/11) pukul 08.00.
Penetapan eksekusi No 20/ EKS/2019/PN.Sby dikeluarkan, setelah perkara terkait sengketa Astranawa berkekuatan hukum tetap (inkrah), menyusul keka Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/DAYAT
Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah bertemu sesepuh dan kiai di PWNU Jatim.
PKB Siapkan Nama Graha Gus Dur
GRAFIS/AZIZ
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Choirul Anam didampingi kuasa hukum Andi Mulya.
Pilwali 2020
Hasil Survei Jadi Pertimbangan Gerindra Rekom Bacawali
FOTO: ISTIMEWA
Bagiyon
Surabaya, Memorandum Menjelang penutupan penjaringan dan pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) atau bakal calon wakil wali kota (bacawawali), sudah ada 13 calon yang mendaftar ke DPC Partai Gerindra Surabaya untuk Pilwali 2020. Seperti diketahui, pendaftaran dimulai 25 Oktober hingga 15 November 2019 di Kantor DPC Partai Gerin-
dra Surabaya, Jalan Gayungsari XI/9. “Pendaftaran tidak hanya dari kader Partai Gerindra saja, tapi juga terbuka untuk umum. Dan, sampai Selasa (12/11), sudah ada 13 calon yang mengambil formulir pendaftaran,” ujar Ketua Tim Penjaringan Bacawali dan Bacawawali DPC Partai Gerindra Surabaya, Bagiyon. Bersambung ke halaman 10
Gubernur Tetapkan UMK Kab/Kota di Jatim 20 November 2019 Surabaya, Memorandum Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) JatimHimawan Estu Bagijo menyatakan masih ada empat daerah yang belum mengusulkan besaran kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) kepada Dewan Pengupahan Provinsi Jatim. “Sampai hari ini (kemarin, red) sudah 34 daerah yang sudah mengusulkan besaran kenaikan UMK. Tinggal empat daerah lagi, yakni Gresik, Sidoarjo, Pamekasan, dan Bondowoso. Semua mengusulkan normatif yakni
kenaikan di angka 8,51 persen,” kata Himawan, Selasa (12/11). Dia menegaskan, sebelum 20 November, semua usulan besaran UMK kabupaten/kota harus sudah masuk ke Dewan Pengupahan Provinsi Jatim melalui Disnakertrans Jatim. “Dalam minggu ini semuanya harus masuk. Untuk yang empat daerah secepatnya kami konfirmasi alasannya kenapa usulan belum juga dimasukkan,” tegas dia. Dia menjelaskan, pihaknya segera rapat dengan Dewan Pengupahan Bersambung ke halaman 10
FOTO: ISTIMEWA
Himawan Estu Bagijo
HUT Ke-50 SKH Memorandum
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ucapkan Selamat Surabaya, Memorandum Perayaan HUT ke-50 SKH Memorandum yang digelar di kantor SKH Memorandum di Jalan Ketintang Baru III/91 dihadiri beberapa pejabat pemerintahan dan beberapa instansi TNI/Polri. Salah satu instansi Polri yang hadir Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Achmad Faishol Amir berfoto bersama unsur pimpinan SKH Memorandum.
SEMENTARA itu, DPW PKB Jatim mengaku siap mengawal proses eksekusi Graha Astranawa oleh PN Surabaya, Rabu
(13/11). Untuk keperluan tersebut pengurus PKB menemui sesepuh dan kiai di PWNU Bersambung ke halaman 10
KOTA SURABAYA
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Penerimaan CASN, Formasi Guru Paling Banyak Surabaya, Memorandum Kebutuhan tenaga pendidik di Surabaya cukup banyak. Tidak heran dalam penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) 2019 formasi guru paling banyak. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan dari 705 formasi yang dibutuhkan itu, mayoritas adalah tenaga pendidik, khususnya guru SD. Rinciannya adalah tenaga guru 428 orang, tenaga kesehatan 171 orang, dan tenaga teknis 106 orang. Menurut Risma, kebutuhan guru ini cukup besar karena yang pensiun juga banyak. Bahkan, beberapa waktu lalu dinas pendidikan mengajukan penambahan guru SD tenaga outsourcing 355 orang. Tapi karena ada tes CASN, pengajuan itu belum disetujui. “Saya bersyukur pengajuan formasi khusus guru banyak disetujui di Surabaya. Ada guru olahraga untuk SD dan SMP juga,” kata dia. Selain guru, formasi tenaga kesehatan juga cukup banyak. Bahkan, kualifikasi tenaga dokter sebagian besar juga diisi oleh formasi dokter umum. Sementara tenaga teknis, formasi yang dibutuhkan lebih sedikit, sekitar 106. “Untuk tenaga teknis, sedikit sekali,” kata Risma. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan lebih lengkapnya informasi tentang penerimaan CASN 2019 ini bisa dilihat melalui laman https://sscasn.bkn.go.id atau bisa juga dilihat di laman resmi Pemkot Surabaya melalui laman www. surabaya.go.id. “Di situ sudah lengkap formasi dan persyaratannya khusus tes CASN 2019 ini,” kata Febriadhitya. Dia menjelaskan, materi yang diujikan adalah seleksi kompetensi dasar yang terdiri dari tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Kemudian tes berikutnya adalah seleksi kompetensi bidang (SKB). “Nanti pelaksanaan seleksi menggunakan sistem computer assisted test (CAT),” kata dia. Febri juga memastikan dari semua tahapan tersebut, peserta tidak dikenakan biaya sepeser pun. Mulai dari pengumuman sampai dengan pengangkatan menjadi ASN semuanya gratis. “Jadi gratis dari awal sampai diangkat menjadi ASN,” imbuh dia. (udi/dhi)
Museum Pendidikan Diresmikan pada Hari Guru Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya akan meresmikan Museum Pendidikan di Jalan Genteng Kali, Senin (25/11) mendatang. “Kemungkinan dibarengkan dengan Hari Guru, karena momentumnya kan Museum Pendidikan sama dengan Hari Guru. Jadi ini targetnya ditunda dulu,” ujar Kepala Bidang Gedung Bangunan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian Selasa (12/11). Imam menjelaskan, ide peresmian bertepatan dengan Hari Guru merupakan masukan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Masukan tersebut dinilai lebih tepat dan baik untuk Museum Pendidikan.“Kini hanya finishing sedikit-sedikit, sama konten lagi dimasukkan oleh dinas pariwisata. Ya, seharusnya langsung launching sekalian,” ujar dia. Pemkot telah membuat konsep museum layaknya suasana sekolah. Jadi ada museum, ruang serba guna, ruang matematika, kantin kecil-kecilan, dan ruang publik. Sedangkan untuk lahan parkir akan menggunakan park and ride yang sedang dibangun Dinas Perhubungan Surabaya di dekat Taman Ekspresi. Iman menjelaskan dengan luas lahan sekitar 2.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.500 meter persegi, Museum Pendidikan bisa menampung hingga 100 lebih pengunjung. (alf/dhi)
Kabupaten Lamongan Selangkah Lagi Zero Stunting Lamongan, Memorandum Dari semula di angka 23 persen pada 2017, kasus stunting di Lamongan turun menjadi 14 persen pada 2018. Dan, kembali menurun menjadi 9 persen pada Februari 2019. Atas capaian tersebut, Bupati Fadeli menyampaikan apresiasinya kepada semua insan kesehatan di Lamongan. Hal itu disampaikannya usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKS) ke-55 tahun 2019 di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Selasa (12/11). “Terima kasih atas upaya kita semua dalam menangani program penurunan angka stunting. Terutama dinas kesehatan yang terus berupaya melakukan program percepatan pencegahan stunting,” ujar Fadeli. Atas kerja keras tersebut, lanjut dia, angka stunting di Lamongan semakin menurun. Dari angka 23 persen di tahun 2017, turun drastis di tahun 2018 menjadi14 persen, kemudian hingga Februari 2019 berada di angka 9 persen. “Saya yakin di
tahun 2020 Lamongan menuju zero stunting,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadeli yang didampingi Wabup Kartika Hidayati, Sekkab Yuhronur Efendi, Kepala Dinkes dr Taufik Hidayat dan seluruh jajaran Forkopimda setempat memberikan penghargaan kepada 24 insan kesehatan berprestasi. Sebanyak 24 insan kesehatan berprestasi tersebut di antaranya yakni Kelompok Gema Kamar Canda Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah, juara II tingkat Provinsi Jawa Timur, kategori Wilayah Pedesaan Kelompok Asman Pelayan Kesehatan Keluarga. Dinas Kesehatan Lamongan meraih juara terbaik III Jambore Posyandu
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Danramil Sukolilo Dekat dengan Rakyat Surabaya, Memorandum Danramil Tipe A 0831/04 Sukolilo Mayor Inf Supriyo Triwahono menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sa’adah, di Jalan Jangkungan I, Kelurahan Nginden Jangkungan. Kedatangan danramil yang didampingi Babinsa Sertu Muandri, disambut hangat oleh panitia dan warga ketika tiba di lokasi acara. “Kehadiran kami di sini adalah bukti memberikan dukungan atas kegiatan religi ini, dan kami dekat dengan rakyat,” tandas perwira TNI AD asal Malang tersebut. Supriyo melanjutkan, pihaknya akan terus menghadiri kegiatan warga sebagai implementasi kegiatan pembinaan teritorial (binter), “Saya dan babinsa justru akan hadir ketika ada warga yang memberikan undangan kepada kami,” pungkas dia. (tyo/lis)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
FOTO: ISTIMEWA
tingkat Provinsi Jawa Timur. Kemudian lomba Poskestren diraih Ponpes Al Fatimiyah Puskesmas Tlogosadang dan lomba Puskesmas Terinovasi serta lomba Kecamatan dan Desa STBM berhasil diraih Puskesmas Kalitengah. Sedangkan untuk kategori
lomba Tenaga Kesehatan Teladan diraih Dr Win Fudlatin Thora dan Siska Dwi Novriyanti dari Puskesmas Laren, Drg Hari Budiono dan Abdul Malik dari Puskesmas Paciran, Aily Umamah Puskesmas Lamongan, Izzu Farida Puskesmas Babat, Esti Wulandari dan Abdul Kholiq
Cak Anam Inginkan Status Quo lahan Cak Anam, panggilan Choirul Anam, di tingkat kasasi. Sebelumnya, Cak Anam juga kalah di tingkat banding dan tingkat pertama Cak Anam, pemilik Graha Astranawa Jalan Gayungsari Timur 33 menegaskan, dirinya tetap akan melakukan perlawanan hukum terhadap eksekusi tersebut. Dia mengatakan,dirinya sebagai pemilik sah atas tanah dan bangunan yang berada di Jalan Gayungsari Timur VIIIIX seluas 3.819 meter persegi, berdasarkan surat hibah dari Ramelan tertanggal 16 Juni 1997.
Cak Anam membeberkan, setelah menerima hibah dari Ramelan, dirinya melakukan pemagaran atas tanah seluas 10.800 meter persegi di mana persil tanah di Jalan Gayungan Timur VIII-IX (Menanggal Blok MG.R) seluas 3.819 meter persegi termasuk berada di dalam luasan tanahe empat surat tanda hak milik (STHM) tanah milik Ramelan tersebut. Yang jadi pertanyaan besar Cak Anam terhadap permohonan eksekusi sita jaminan dalam perkara nomor 86/Pdt.G/2016/ PN.Sby yang sudah berkekuatan hukum tetap alias inkrah itu,
rus mengambil tindakan agar kejadian yang tidak diinginkan, tidak terulang,” kata dia. Kemudian kesadaran pemilik untuk mengkandangkan ternaknya juga masih kurang. “Seharusnya pemilik mengkadangkan hewan ternak miliknya,” imbuh dia. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb mengatakan, hewan ternak berkeliaran tentu sangat mengkhawatirkan pengendara yang melintas.Penertiban hewan ternak akan segera dilakukan satpol PP dengan menyasar pemiliknya.
Menurut dia, berkeliarannya ternak di tempat-tempat umum, dapat berdampak negatif terhadap orang lain. Seperti halnya menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan. Karena itu, diungkapkan Piter, setiap orang yang membiarkan peliharaannya berkeliaran di tempat umum bisa dikenakan sanksi merujuk Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan bisa juga dikenakan Perda nomor 10 tahun 2000 tentang Ketentuan Penggunaan Jalan. “Pemilik bisa dikenakan
Bahkan, jumlah calon yang mendaftar bisa bertambah, mengingat penutupan masih tiga hari lagi. Bahkan, Kamis (14/11), kader Partai Golkar Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans akan mengambil formulir. “Kabarnya memang begitu. Tapi jam berapa Gus Hans datang ke Kantor DPC Gerindra Surabaya masih belum ada konfirmasi,” ujar dia. Bagiyon menuturkan, setelah pendaftaran ditutup, seluruh berkas pendaftaran bacawali atau bacawawali akan diverifikasi DPC dan DPD. Selanjutnya, nama-nama yang lolos verifikasi akan diteruskan ke DPP untuk mendapat rekomendasi. DPP sendiri akan konsolidasi dengan DPC/DPD dan tokoh
masyarakat Surabaya sebagai masukan. “Jadi, hasil survei, baik popularitas maupun elektabilitas akan menjadi pertimbangan DPP. Jadi keputusan akhir siapa yang akan direkomendasi dan dicalonkan Partai Gerindra di Pilwali 2020 merupakan kewenangan penuh DPP. DPC hanya menjaring dan scoring calon saja,” beber dia. Menurut Bagiyon, para pendaftar nanti mengisi formulir dan pernyataan serta menjawab esai berkaitan dengan kompetensi dan pemahaman tentang Kota Surabaya. Jawaban esai tersebut akan mengarah kepada bisi dan misi bacawali dan bacawawali lima tahun ke depan, termasuk strategi pemenangan dan strate-
hanya berdasarkan surat persetujuan nomor 024/VIII/YKP/ SP/2000 tanggal 23 Agustus 2000 sebagai alas hak atas tanah dalam mengeksekusi tanah milik pelawan yang diperoleh secara sah di mata hukum. “Sedangkan surat persetujuan itu sebagai perintah kepada pengurus YKP Surabaya untuk melaksanakan kesepakatan damai yang tertuang dalam akta notaris,” ungkap Cak Anam kepada Memorandum di gedung Graha Astranawa, Selasa (12/11). Dia menjelaskan, bahwa surat persetujuan yang dijadikan dasar amar putusan ma-
Sambungan dari halaman 9
sanksi pidana kurungan penjara enam bulan dan kini kita revisi tiga bulan. Untuk dendanya 50 juta,” tegas Piter. Untuk persoalan tersebut, menurut Piter, penertiban hewan ternak yang berkeliaran di ruas Jalan Tambak Wedi tersebut menjadi prioritas satpol PP. Pihaknya segera menindak lanjuti dan berkoordinasi dengan satpol PP di wilayah Kenjeran. “Kita tetap persusisf ke pemilik untuk tidak mengulang. Tapi jika tidak ada iktikad baik si pemilik untuk mengamankan hewan ternaknya, maka akan kita proses secara hukum,” pungkas di. (alf/dhi)
Sambungan dari halaman 9 gi pembiayaannya. “Setelah pendaftaran ditutup, nantinya seluruh berkas pendaftar bacawali atau bacawawali akan diverifikasi DPC dan DPD. Selanjutnya akan diteruskan ke DPP untuk mendapat rekomendasi,” ungkap dia. Lebih jauh, Bagiyon menjelaskan, DPP akan melakukan konsolidasi dengan DPC/DPD dan tokoh masyarakat Surabaya sebagai masukan. Jadi, hasil survei, baik popularitas maupun elektabilitas akan menjadi pertimbangan DPP. “Jadi keputusan akhir siapa yang akan direkomendasi dan dicalonkan Partai Gerindra di Pilwali 2020 merupakan kewenangan penuh DPP,” beber dia. (dhi/lis)
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ucapkan Selamat Sambungan dari halaman 9 yakni dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang diwakili Wakapolres Kompol Achmad Faishol Amir. Faishol mengatakan, kedatangannya ini untuk mengucapkan selamat kepada SKH Memorandum yang memasuki usia ke-50 tahun dan juga memorandum.co.id yang memasuki
usia pertamanya. “Saya mewakili Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto beserta staf dan Bhayangkari mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-50 untuk SKH Memorandum dan Memorandum online yang pertama,” kata Faishol Amir.
dari Puskesmas Turi. Selain itu, acara yang dihadiri lebih dari 1000 undangan tersebut juga dihadirkan berbagai produk olahan makanan dan minuman dari kelompok puskesmas seluruh Lamongan yang terbuat dari tanaman obat keluarga (toga). (*/udi)
Sambungan dari halaman 9
Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan Tambak Wedi
Hasil Survei Jadi Pertimbangan Gerindra...
Danramil Tipe A 0831/04 Sukolilo Mayor Inf Supriyo Triwahono di Ponpes Darus Sa’adah.
Bupati Fadeli menyerahkan penghargaan kepada insan kesehatan yang berprestasi.
Faishol berharap, di usianya yang ke-50, semoga ke depannya SKH Memorandum menjadi media yang lebih baik dari sebelumnya. “Semoga menjadi media yang semakin dipercaya, besar, dan dicintai masyarakat serta dapat mendukung program-program Kepolisian Republik Indonesia,” ucap Faishol. (x-3/lis)
jelis hakim telah terjadi kontradiksi hukum, di mana majelis hakim pemeriksa perkara 86/ Pdt.G/2016/PN.Sby ini membatalkan atau tidak berlaku mengikat akta notaris tersebut. “Saya menganggap putusan perkara menjadi kabur atau tidak jelas. Makanya,harus ada penyerahan kembali empat surat tanda hak milik dari pelawan dan surat persetujuan dari YKP Surabaya kembali ke masing-masing pihak. Karena itu, jika eksekusi dipaksakan jelas melanggar rasa keadilan,”terang dia. Kuasa hukum Cak Anam, Andi Mulya mengatakan, telah mengajukan gugatan perkara kepada DPW PKB Jatim nomor 1121/Pdt.Bth/2019/PN di PN
Surabaya. Setidaknya dapat menangguhkan penetapan eksekusi yang diajukan DPW PKB Jatim di PN Surabaya. “Hari sidang pertama sudah ditetapkan PN Surabaya pada 26 November 2019. Tentunya, petugas eksekusi tidak dapat melakukan eksekusi gedung Graha Astranawa karena masih menjadi status quo,”terang dia. Lebih jauh Andi menjelaskan, tapi jika hari ini petugas PN Surabaya memaksakan eksekusi Graha Astranawa, maka pihaknya akan melakukan perlawanan.”Kami bersama lebih kurang 500 anggota dari berbagai ormas akan turun di lokasi. Kami siap menghadang,” tegas dia. (why/dhi)
PKB Siapkan Nama...
Sambungan dari halaman 9
Jatim, Selasa (12/11/). Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah menegaskan, pihaknya akan mengawal PN Surabaya mengeksekusi Graha Astranawa. Melalui proses eksekusi tersebut, lanjut politisi asal Sidoarjo ini, Graha Astranawa akan diganti dengan nama Graha Gus Dur. Ini sebagai penghormatan terhadap mantan presiden RI yang juga pendiri PKB. “Besok (hari ini, red) Astranawa menjadi milik PKB, bukan lagi milik pribadi atau pihak lain,” terang Anik Maslachah usai menemui jajaran pengurus PWNU Jatim. Disampaikan Anik Maslachah, dasar eksekusi adalah surat Pengadilan Negeri Surabaya No W14.U1/15818/ HK.02/11/2019 perihal pemberitahuan eksekusi pengosongan tertanggal 7 November 2019. Dalam surat dijelaskan, jurusita PN Surabaya akan melak-
sanakan eksekusi berdasarkan amar putusan PN Surabaya No 86/Pdt.G/2016/PN.Sby tanggal 19 Juli 2016 jo putusan Pengadilan Tinggi Surabaya No 761/Pdt/2016/PT.Sby tanggal 30 November 2016 jo putusan Mahkamah Agung RI No 743 K/ Pdt/2018 tanggal 23 April 2018 poin 3 dan poin 9. Putusan tersebut memenangkan gugatan PKB Jatim atas mantan ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam, terkait sengketa lahan dan gedung Astranawa yang terletak di Jalan Gayungsari Timur VIII-IX, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan. Lebih jauh, Anik Maslachah menuturkan, PKB menghormati putusan hukum. “Yang pasti secara hukum sudah ada aturannya. Eksekusi dikawal pihak berwajib dari kepolisian yang itu instruksi keputusan Mahkamah Agung (MA). (day/dhi)
Gubernur Tetapkan... Provinsi untuk membahas usulan-usulan dewan pengupahan kabupaten/kota. Usulan itu akan disinkronkan dengan regulasi yang ada. Sementara itu, Himawan juga diundang Mendagri RI pada 14 dan 15 November 2019. Sebagai pembina provinsi dalam rangka penetapan UMK juga akan diberikan instruksi semua bupati/ wali kota dan gubernur harus menaikkan upah itu sesuai dengan norma yang ada. “Upah minimum kabupaten/ kota (UMK) 2020 untuk 38 daerah di Jatim akan ditetapkan Gubernur Jatim paling lambat pada 20 November 2019 dan akan berlaku 1 Januari 2020,” terang dia. Sedangkan, upah minimum provinsi (UMP) Jatim tahun 2020 telah ditetapkan sebesar Rp 1.768.777,08. Artinya, UMP Jatim mengalami kenaikan se-
Sambungan dari halaman 9 besar 8,51 persen dibandingkan UMP Jatim 2019 sebesar Rp 1.630.059,05. Besaran kenaikan 8,51 persen ditetapkan pemerintah pusat. “UMK di daerah ring satu Jatim diprediksi bisa mencapai angka Rp 4 juta lebih. Ini karena ada rumusan kenaikan sebesar 8,51 persen. Paling lambat penetapan UMK se-Jatim pada 20 November 2019,” tutur dia. Untuk UMK 2020, dengan kenaikan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 8,51 persen, maka diprediksi UMK Kota Surabaya 2020 sebesar Rp 4.200.479,19. Diikuti daerah ring satu lainnya Kabupaten Gresik diprediksi sebesar Rp 4,197 juta, Kabupaten Sidoarjo diprediksi Rp 4,193 juta, Kabupaten Pasuruan Rp 4,190 juta, dan Kabupaten Mojokerto Rp 4,179 juta. (why/dhi)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Dispora Pamekasan Gelar Gerak Jalan Palapa Pamekasan, Memorandum Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ikut memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-489 Pamekasan dengan mengadakan lomba gerak Jalan Tradisional Pamekasan-Larangan- Pamekasan (Palapa), Jumat (8/11) malam. Sekdakab Pamekasan Totok Hartono melepas 700 peserta lomba gerak jalan Palapa yang diikuti 50 regu putra, 6 regu putri, 105 perorangan putra dan 35 orang perorangan putri. Sehingga total sebanyak 56 regu. Peserta tersebut menempuh jarak 20,6 km dengan rute start dan finish di monumen Arek Lancor. Dalam sambutannya, Totok Hartono mengatakan, lomba gerak jalan Palapa adalah untuk mengenang masa peluncuran satelit palapa. Selain itu, gerak jalan tersebut untuk mengikuti jejak perjuangan para pahlawan yang memberikan kemerdekaan Indonesia. “Mereka yang telah berjasa besar dalam memperjuangkan kemerdekaan negara kita dan tentunya juga olah raga menyehatkan tubuh kita,” ungkapnya. Menurutnya, gerak jalan Palapa sudah dimulai sejak tahun 2013 lalu setelah 30 tahun lamanya tidak terlaksana. Gerak Jalan tersebut juga sebagai ungkapan rasa syukur atas penghargaan Kabupaten Layak Pemuda yang diterima oleh Pemkab Pamekasan dari Kemenpora RI, beberapa waktu lalu. “Selain untuk olahraga, tentunya ini sebagai wadah ajang tali silaturrahim masyarakat ,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan Muhammad mengatakan, gerak jalan Palapa adalah bagian dari kegiatan rutinitas tahunan pemkab pamekasan dalam memeriahkan hari jadi Pamekasan. Selain itu Ia juga memaparkan bahwa lomba tersebut sebagai bentuk silaturrahim antar komunitas dan warga pamekasan. “Kami juga sediakan mobil ambulan untuk mengiringi para peserta lomba,” tutupnya. Untuk diketahui, rute lomba gerak jalan Palapa meliputi Area Monumen Arek Lancor, Jalan Jokotole, Jalan Raya Konang, Galis, Larangan, lalu kembali menuju Kota Pamekasan melalui Jalan Raya Sumenep, ke jalan Bonorogo, jalan stadion, lalu jalan kesehatan dan tiba di garis finis kembali di area Monumen Arek Lancor. (sjk/sr)
Sumenep, Memorandum Polres Sumenep menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus kericuhan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya, Suroto (31), Tolak Ahmad (25), dan Samsul Arifin (28), dibekuk petugas Satreskrim Polres Sumenep. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan, ketiga orang yang kesemuanya warga Desa Juruan Laok terbukti melakukan tindakan pidana bersama sama merusak peralatan dan kelengkapan pilkades Desa Juruan Laok pada 7 November lalu. Penangkapan sesuai laporan
aparat Polsek Batuputih, sewaktu kejadian yang kemudian aparat Polres datang ke lokasi dilanjutkan, olah tempat kejadian perkara (Olah TKP). Kemudian mengamankan barang bukti (BB), potongan kursi kayu, meja kayu, surat suara rusak, bilik suara, kotak suara serta, rekaman video. “Suroto dan, Tolak
Ahmad diketahui melakukan pengrusakan perlengkapan dan, peralatan pilkades desa setempat,” terangnya, Selasa (12/11). Kepada aparat, kedua tersangka mengaku melakukan pengrusakan perlengkapan Pilkades Juruan Laok, yang saat itu, berlangsung pemungutan suara. Dari keterangan para tersangka kasus itu, dikembangkan. Dan aparat mengatongi identitas terasangka lain, yakni Samsul Arifin. Diketahui informasi masyarakat sedang menghadiri undangan tetangganya, lalu dilakukan penangkapan. Masih kata AKP Widiarti, tersangka ketiga juga mengakui melakukan pengrusakan perla-
FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
Sekdakab Pamekasan H Ir Totok Hartono melepas peserta lomba gerak jalan tradisional Palapa di area Monumen Arek Lancor.
Tiga Tersangka Kericuhan Pilkades Juruan Laok Dibekuk Para tersangka yang diamankan di Mapolres Sumenep.
tan Pilkades. “Ketiga tersangka telah ditahan di Mapolres Sumenep. Selanjutnya, proses
penyidikan kami lakukan untuk mengembangkan kasus itu,” tegasnya. (uri/sr)
HKN Ke-55 di Bangkalan
Dinkes Fokus Lomba Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan Bangkalan, Memorandum Para praktisi dan insan kesehatan di tanah air, Selasa (12/11) kemarin, serentak memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55. Termasuk di Kabupaten Bangkalan. Tak ada kesan hura-hura. Peringatan HKN di kabupaten ujung Barat Pulau Madura itu bergulir dalam tatanan yang sederhana. “Untuk puncak peringatan HKN ke 55, Selasa hari ini (kemarin-Red) kami hanya menggelar dua acara. Yakni upacara bendera di halaman Kantor Pemkab dan pengobatan massal Gartis,kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, H Sudiyo, S.Kep Ns. Seperti deratan upacara hari-hari nasional sebelumnya, upacara bendera memperingati HKN ke 55 di Halaman Kantor
Pemkab Jalan Sokarno-Hatta, dihadiri langsung oleh Bupati R Abdul Latif Amin Imron. Juga Ketua DPRD H Muhammad Fahat, anggota Forpimda, Wabub Drs H Mohni, Sekdakab Drs H Setijabudhi,MM dan seluruh pimpinan OPD. Sedangkan peserta upacara selain dihadiri ASN di lingkungan pemkab, juga diikuti oleh insan kesehatan dari Dinkes, RSUD Syamrabu, Mahasiswa Akbid dan Akper, serta seluruh Kepala Puskesmas dari 22 Pukesmas di 18 kecamatan. Gelar upacara HKN ke 55 yang dihelat pukul 08.00 bergulir hikmad, tertib dan lancar. Begitu upacara tuntas, Dinkes langsung menggelar giat pengobatan massal. Sekitar 500 lebih warga di lingkup Kecamatan Bangkalan Kota memanfaatkan momentum layanan kesehatan gratis itu. Mereka antara lain para Santri dari sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah perkotaan. Ada juga dari unsur ASN. Juga dari kalangan m a s y a ra k a t umum. Selain itu, menurut Sudiyo, juga menggelar beberapa kegiatan lomba. Diantaranya pertandingan voli gembira, tarik tambang, dan senam massal. Tiga kegiatan ini diikuti insan dan praktisi
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan H Sudiyo S Kep Ns
dunia kesehatan di Kabupaten Bankalan. Yakni tim utusan Dinkes, RSUD Syamrabu, RS Swasta, Mahasiswa Akbid dan Akper, serta tim utusan utusan dari Farmasi. “Khusus senam massal, selain diikuti oleh insan kesehatan, juga terbuka untuk masyarakat umum. Termasuk adik-adik pelajar dari berbagai tingkatan lembaga pendidikan. Yaah....selain untuk menjaga kesehatan dan kebugaran pisik, moment senam ini bisa juga kita manfaatkan unrtuk refreshing rame-rame,” tandas Yoyok, sapaan akrab Kepala Dinkes. Masih ada sederet kegiatan lomba lain. Justru ragam lomba ini menjadi fokus utama yang diproritaskan oleh dinkes setempat. Sebab deretan lomba ini punya misi khusus. Yakni upaya dinkes untuk meningkatkan kadar kualitas layanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya di lingkup wilayah perkotaan. Tetapi juga di lini pedesaan. Deretan lomba utama itu, menurut Yoyok, adalah lomba Puskesmas Ceria, lomba Posyandu berprestasi dan lomba Polindes berprestasi.” Untuk lomba Puskesmas Ceria, wajib diikuti oleh 22 Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan,” tegas Yoyok. Tim juri untuk lomba ini ditangani Dinkes Bangkalan. Fokus penilaian tidak hanya
Suasana pengobatan massal gratis memperingati HKN ke-55 dinas kesehatan di pendopo Pratanu Bangkalan.
merujuk pada kadar kualitas layanan dan penanganan medis. Tetapi juga mengarah pada tertib administrasi dan tata kelola menagemen puskesmas. Juga soal tipikal, etika dan performance (penampilan) setiap dokter, perawat, bidan dan karyawan Puskesmas terhadap pengunjung (pasien) juga akan menjadi sasaran penilaian. Nah, Posyandu dan Polindes yang menjadi pemenang atau juara dalam lomba tingkat kecamatan itu, pada tahapan lomba berikutnya otomatis akan menjadi utusan masing-masing puskesmas untuk lomba lanjutan di tingkat kabupaten. “ Jadi, para pemenang di tingkat kecamatan itu, dalam lomba tingkat kabupaten nanti, akan menjadi duta (utusan) pukesmas kecamatan dan sekaligus duta desa,” urai Yoyok. Kiat simpatik Dinkes melalui tiga jenis lomba berbasis peningkatan kualitas layanan kesehatan itu, ternyata punya korelasi sinergitas dengan thematik yang diusung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam peringatan HKN ke 55 tahun ini. Yakni menggelorakan kegiatan GERMAS (Gerakan Masyarakat
Hidup Sehat) yang dicanangkan Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, September 2019 lalu. Dalam konteks ini, Yoyok menegaskan, program GERMAS yang dicanangkan Kemenkes, pada hekekatnya merupakan eruan sekaligus akan agar rakyat Indonesia mulai gemar menekuni pola hidup sehat.Yakni rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran pisik, biasa mengkonsumsi makanan sehat, serta berupaya melakukan perbaiki gizi makanan. Utamanya kepada anak-anak. Sosialisasi progran GERMAS, menurut Yoyok, juga mengarah pada ajakan agar masyarakat berupaya mencegah agar tidak terjangkit penyakit tidak menular. Diantaranya jantung, ginjal, kolestrol, kanker, diabites militus dan masih banyak lagi. ” Caranya, ya itu tadi, harus rajin berolahraga, biasa mengkonsumsi makanan sehat, serta upaya meningkatkan perbaikan gizi keluarga. Utamanya terhadap bayi dan balita. Agar anak-anak kita tidak mengalami stunting atau problem tumbuh-kembang akibat kekurangan gizi,” pungkas Sudiyo SKep Ns. (ras/sr)
PASURUAN
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Kondisi dermaga apung Ranu Grati.
Dermaga Apung Ranu Grati Difungsikan Pasuruan, Memorandum Pembangunan dermaga apung di Danau Ranu Grati sudah diselesaikan. Dermaga yang dibangun dari anggaran pusat ini bahkan sudah mulai difungsikan dan diharapkan bisa meningkatkan tambahan pengunjung ke Danau Ranu Grati. Gunawan Wicaksono, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa pembangunan dermaga apung sudah 100 persen selesai pada awal November ini. “Untuk pembangunan fisik sudah 100 persen selesai. Mulai minggu ini sudah dimanfaatkan oleh wisatawan yang datang,” terang Gunawan. Dermaga apung kini juga sudah dijadikan tempat memancing bagi wisatawan. Termasuk untuk sandaran perahu dan bisa sebagai tempat turun wisatawan. Pembangunan dermaga apung ini memang sebagai tambahan sarpras untuk fasilitas Danau Ranu Grati sebagai penunjang wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunawan menambahkan, Danau Ranu Grati selama ini memang mayoritas dimanfaatkan sebagai tempat memancing. “Mayoritas yang datang ke danau Ranu Grati masih untuk memancing. Kami harapkan dengan fasilitas baru ini, bisa mendongkrak kunjungan kesana. Sebagai wisata keluarga baik naik perahu ataupun untuk hiburan dan selfie,” jelas Gunawan. Anggaran pembangunan dermaga apung ini adalah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari dana penugasan sebesar Rp 650 juta. Setelah mulai dibangun Agustus lalu dan selesai pada awal November kemarin. Walau ada tambahan fasilitas, tiket masuk ke Ranu Grati tak berubah karena masih Rp 2.500 per orang. Sampai Oktober kemarin penerimaan retribusi Danau Ranu Grati mencapai Rp 28,979 juta atau 96 persen dari target Rp 30 juta di tahun ini. (rul/sr)
Pasuruan, Memorandum Proyek pembangunan tempat permakaman umum (TPU) Purut 3 yang dilanjutkan tahun ini terus dikebut. Hal itu dikarenakan pekerjaan proyek sedikit terlambat dari jadwal. Progres pekerjaan juga sempat tertinggal dari target yang ditentukan Pemkot Pasuruan. Kabid Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Maf’udi menyampaikan, jika proyek itu mulai berjalan awal Oktober lalu. Ia sendiri sempat menargetkan jika proyek ditarget mulai dikerjakan paling lambat September. “Kami targetkan pekerjaan ini bisa selesai pada pertengahan Desember nanti,” kata Uung. Dia mengakui jika pekerjaan sempat mengalami ketertinggalan dari target yang ditentukan pada bulan Oktober lalu. Seharusnya, progres pekerjaan sudah mencapai 11,64 persen. Tetapi, dari laporan yang diterima progres pekerjaan baru mencapai 7,64 persen. “Itu, laporan per tanggal 26 Oktober, ada ketertinggalan 4 persen dari
FOTO: MEMORANDUM/ION
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pembangunan TPU Purutrejo Dipercepat
Di tempat inilah sedang digarap proyek TPU Purutrejo yang penyelesaiannya terlambat.
target rencana,” ujar Uung. Ia membeberkan, ketertinggalan progres itu terjadi lantaran mobilisasi alat yang dilakukan pihak ketiga terlambat. Padahal, material yang dibutuhkan sudah datang. Tetapi, ekskavator yang diperlukan untuk menggali lahan terlambat. “Mestinya sesuai jadwal saat itu sudah mulai penggalian, tapi menunggu alat belum datang,” beber Uung.
Pihaknya tak ingin pekerjaan proyek itu nantinya molor. Karena itu, Pemkot langsung meminta pelaksana selaku pihak ketiga untuk segera mempercepat pekerjaan. “Sudah kami undang untuk percepatan pekerjaan dan kami minta pelaksana untuk mengejar ketertinggalan ini,” terang Uung. Pihaknya berharap, proyek senilai Rp 1,7 miliar itu bisa ram-
pung sesuai dengan target yang telah ditentukan. Proyek lanjutan itu menuntaskan pekerjaan konstruksi yang telah dilakukan sebelumnya. Tahun 2018, pembangunan berupa penataan empat blok yang dilengkapi dengan jalan paving setapak. Di samping itu juga pembangunan pagar pembatas dan pintu gerbang di sisi timur dan utara.
Tetapi, ada beberapa titik yang belum bisa dikerjakan tahun lalu. Misalnya, pagar keliling yang belum semuanya tuntas. Oleh karena itu, pembangunan dilanjutkan tahun ini. Tak hanya merampungkan pembangunan pagar pembatas saja. Melainkan juga menyediakan sejumlah fasilitas lainnya seperti pos jaga serta gudang perlengkapan makam. (ion/sr)
Maling Kotak Amal Dihajar Warga Pasuruan, Memorandum Sukarwanto Bin Tinggal (29), warga Dusun Wonorejo, Desa Tempuran, Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, diringkus anggota Polsek Nongkojajar karena mencuri uang dalam kotak amal. Pria yang sehari-harinya berjualan sayur keliling ini sempat babak belur dihajar warga yang mengetahui aksinya di Masjid Baiturrahman di Dusun Sugro, Desa
Andonosari, Tutur, Selasa (12/11) subuh. Kronologi kejadian sebagaimana disampaikan Kapolsek Nongkojajar AKP Sikiyanto seperti dikutip dari bangsaonline, awalnya pelaku masuk masjid, lalu pura-pura salat. Setelah dirasa aman, pelaku lalu menuju ke tempat kotak amal. Ia lantas memotong engsel kunci kotak amal dengan menggunakan tang. “Usai kotak dibuka, pelaku lalu
mengambil uang yang merupakan uang amal para jemaah masjid,” kata AKP Sukiyanto. Namun aksi pelaku tak mulus. Dalam melakukan aksinya, ia tak sadar jika ada yang mengawasi. Pria berfisik pendek itu pun tak berkutik saat warga menangkapnya ketika hendak kabur. Menurut AKP Sukiyanto, dalam pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengaku
dalam bulan ini sudah dua kali mencuri kotak amal di masjid tersebut. Aksi yang pertama, ia berhasil menggondol uang dalam kotak amal senilai Rp 5 juta. Untuk aksi yang kedua ini pelaku apes. Uang dalam kotak amal didapati hanya Rp. 177 ribu. Namun, akibat perbuatannya tersebut, ia harus masuk penjara serta mendapat bonus dihajar oleh warga. (*/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Pendukung kades terpilih berbondong-bondong memberikan ucapan selamat.
Pilkades Probolinggo Berjalan Lancar Probolinggo, Memorandum Gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Probolinggo berjalan aman dan lancar. Bahka, usai pelaksanaan, di beberapa desa dan kecamatan, diadakan tasyakuran dan berbagai macam
kegiatan sebagai tradisi bagi masyarakat, terutama di kediaman kades terpilih. Salah satu tradisi terlihat di kediaman Sholeh, kades terpilih nomor urut 2 di Desa Kecik, Kecamatan Besuk. Sejumlah acara dan kegiatan ma-
sih tampak meriah di kediamannya, sejak selesai penghitungan suara hingga hari Rabu (12/11). Tradisi yang merupakan turun temurun warga desa Kecik ini masih tetap menjadi sebuah kebanggaan tersendiri warga setempat. Salah satunya tangisan histeris. Para pendukung yang berbondong-bondong ke rumah kades terpilih itu, berebut memeluk dan menggendongnya, menciumi yang disertai tetesan air mata. “ Pa r a p e n dukung rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah membeli kembang api untuk pesta kemenangan itu. Tradisi warga juga mewarnai malam hari H pilkades. Laki dan perempuan bahkan rela tidur di teras rumah masing-masing
untuk mendoakan jagoannya,” ujar Basid, warga setempat. Hal itu juga dibenarkan Ustaz Usman, seorang tokoh agama desa setempat. Ia menyampaikan tradisi itu tidak bisa dipungkiri lagi. itu sudah menjadi kebanggaan tersendiri warga Desa Kecik, dan ia yakin, tradisi itu memang khas milik warga Probolinggo. Diketahui, di Desa Kecik terdapat empat calon kades, nomor urut 01 Supriadi, memperoleh 38 suara. Kemudian nomor urut 02 Sholeh, calon Kades terpilih mendapat suara sabanyak 1.137 suara. 03 Mardiyana, mendapat 871 suara, dan 04 Hanapi Iskandar, memperoleh 374. Jumlah total 2.420 suara. Di Kabupaten Probolinggo sebanyak 12 desa di empat kecamatan yang melaksanakan pilkades serentak 2019. Mereka para pemenang pilkades tersebut rata-rata melaksanakan tradisi yang masih terus dilestarikan sebagai simbol kebanggaan.(yd/sr)
Lumajang, Memorandum Tim Satreskrim Polres Lumajang dalam waktu yang hampir bersamaan berhasil menggulung 4 budak narkotika jenis sabu yang kedapatan mengonsumsi barang haram tersebut, Senin (11/11). Keempatnya, Jumali bin Misdan (38) asal Dusun Karangmulyo, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe; M Iwan (30), warga Dusun Karanganyar, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko; M Mustakim (24), warga Jalan Indra Giri, Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan Kota Lumajang; dan Samsi Ridwan (28) warga Dusun Karangmulyo Wetan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe. Penangkapan terhadap keempat tersangka tersebut dilakukan di tempat atau di rumah tersang-
ka yang berbeda namun dengan hari dan waktu yang hampir bersamaan. “Setelah kami mendapat informasi, tim langsung menyebar dan berhasil menangkap 4 tersangka di rumah dan tempat yang berbeda,” jelas AKP Ernowo. Ada pun barang-bukti yang berhasil diamankan dari lokasi penangkapan bervariasi. Dari tangan tersangka Jumali, petugas berhasil mendapatkan BB sebanyak 0,37 gram sabu. Dari tersangka Iwan dan Mustakim, petugas berhasil amankan BB. 0,5 gram sabu dengan alat penghisap. Sedangkan untuk tersangka Samsi Ridwan, petugas hanya mengamankan alat penghisap yang habis dipakai oleh tersangka di dapur rumah milik tersangka bernama Jumali.
FOTO: MEMORANDUM/TRI
FOTO: MEMORANDUM/YD
Empat Budak Sabu Digulung
Para tersangka yang kedapatan mengonsumsi sabu.
Selanjutnya, keempat tersangka langsung digelandang bersama barang-bukti (BB) ke Mapolres Lumajang guna di lakukan proses lanjut serta dilakukan pengembangan. “Sampai saat ini,
para tersangka masih kami amankan sambil kami lakukan pengembangan guna mengetahui dari mana barang haram jenis sabu tersebut dia dapat dan siapa penyuplainya,” tegas AKP Ernowo. (tri/sr)
Jual Okerbaya, Residivis Ditangkap Lumajang, Memorandum Hariyanto (46), residivis asal Dusun Karanganyar, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, ditangkap tim Reskoba Polres Lumajang setelah kedapatan menjual obat keras berbahaya (okerbaya) jenis pil koplo, Senin (11/11). Selain uang tunai hasil penjualan, polisi juga amankan ribuan pil koplo siap edar. Penangkapan dilakukan di rumah tersangka Dusun Karanganyar, Desa Purwosono pada siang hari sekitar pukul 10.30. Dalam penggeledahan, petugas berhasil menemukan barang-bukti (BB) berupa tas hitam yang berisikan ribuan pil koplo yang sudah dikemas dengan plastik klip putih dengan jumlah total 1.170 butir serta uang tunai hasil penjualan
sebesar Rp.91.000. Guna mengelabuhi petugas, barang haram tersebut juga dibungkus dengan tas kresek hitam yang kemudian disembunyikan di laci lemari rumah tersangka. Selanjutnya, tersangka langsung digelandang berikut barang bukti ke Mapolres Lumajang guna dilakukan proses lanjut. Dalam penyidikan tersangka berterus terang, jika barang haram tersebut dia dapat dari salah satu temannya yang ada di luar kota. Guna mendapatkan barang haram tersebut, tersangka harus memesan melalui telepon terlebih dahulu. “Biasanya kalau barang saya habis, saya langsung pesan lewat telepon dan barang langsung diantarkan,” terang pria yang tubuhnya dipenuhi tato oitu kepada petugas.
Kasatreskoba Polres Lumajang AKP Erwono ketika dikonfirmasi tentang penangkapan tersebut membenarkan. Ernowo mengatakan, jika tersangka tersebut adalah residivis yang sudah dua kali masuk penjara dengan kasus berbeda. “Meski sudah dua kali keluar masuk penjara, rupanya tidak membuat pelaku jerah malah mengulangi kesalahan yang sama. Saat inui, tersangka masih kami mankan sambil kami lakukan pengembangan,” tegas Ernowo. Dalam catatan kepolsian, Tahun 2002 terlibat perkara ‘Pembunuhan’ dan menjalani putusan pengadilan (vonis) selama 14 tahun. Sedangkan pada Tahun 2011 terlibat perkara Okerbaya (Daftar G) dan telah menjalani putusan pengadilan (vonis) selama 1 tahun kurungan. (tri/sr)
OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Persebaya Arungi Batakan dengan Krisis Pemain Surabaya, Memorandum Persebaya dibayangi krisis pemain dalam laga tunda home melawan PSM Makassar, di Stadion Batakan Balikpapan, Kamis (14/11). Dua bek utama, Otavio Dutra dan Hansamu Yama Pranata absen akibat dipanggil timnas senior dan akumulasi kartu. Sedangkan Ruben Sanadi, Oktafianus Fernando, dan Diogo Campos juga masih pemulihan usai menahan imbang PS Tira Persikabo (9/11). Ketiganya bahkan hanya di tepi lapangan dalam sesi latihan terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin sore. Namun, ketiganya tetap masuk dalam daftar 18 pemain yang dibawa pelatih Aji Santoso ke Balikpapan kemarin. “Semoga kondisi mereka membaik,” harap Aji. Terutama Ruben sebagai antisipasi absennya Dutra dan Hansamu yang membuat stok bek tengah hanya tersisa Mokhammad Syaifuddin dan Andri Muliadi. “Tapi kami tetap akan maksimalkan pemain yang ada. Karena kondisinya tidak berbeda lawan Tira, kami tidak lengkap. Kemarin 5 pemain, ini hampir sama,” tambah Aji. Beruntung, kendala di lini depan sedikit tereduksi. David da Silva dan Irfan Jaya yang absen akibat cedera di partai terakhir, men-
galami perkembangan cepat. Keduanya pulih dan berpeluang besar jadi starter. “Irfan kondisinya mulai pulih. Kemudian David mulai ikut latihan. Memang belum 100 persen tapi mudah-mudahan dalam waktu tiga hari bisa lebih baik,” terang pelatih yang debutnya usai diikat manajemen, memberikan 1 poin berarti bagi Persebaya ini. Sementara, manajemen Persebaya harus merogoh kocek cukup besar buntut peristiwa 20 Oktober usai menjamu PSS Sleman. Selain harus membayar denda Rp 200 juta kepada PSSI, Persebaya juga masih menanggung biaya perbaikan fasilitas stadion yang rusak. Sekretaris Persebaya, Ram Surahman menyebut biaya perbaikan itu mencapai Rp 400 juta. Perse-
Peparpenas 2019
Jatim Juara Umum Surabaya, Memorandum Kontingen Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Jatim dipastikan menjadi juara umum setelah berhasil mengumpulkan 19 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Selisih lima emas dengan juara umum edisi terakhir, Jateng yang ada di peringkat kedua. Event digelar selama tiga hari, 10-12 November, di GOR Pulogadung, Rawamangun, Jakarta. Di hari terakhir kemarin, medali emas Jatim disumbang dari cabang olahraga (cabor) atletik atas nama Ryan Artha (lompat jauh) dan Firza (lari 200m), ditambah dari Catur Rivaldo (catur), Qosim Nur Sihha (catur), Mutiara Cantiq (renang 50m) pecah record, dan Maulana Rifky (renang 50m, pecah rekor). Sedangkan perak disumbang Abdul Aziz (lari 200m). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (dispora) Jatim, Supratomo mengaku puas atas hasil ini. “Tekad kami terwujud saat pelepasan untuk jadi juara umum. Pemerintah Provinsi Jatim berterima kasih kepada atlet-atlet Peparpenas yang sudah berjuang maksimal dan berhasil merebut juara umum dari kontingen Jateng,” ucapnya. (*/epe)
baya, sebagai penyewa, bertanggung jawab untuk menutup segala kerusakan. “Kemarin yang aksi bakar-bakar itu (kerugiannya) kami yang menangani. Jadi vendor-nya Pemkot kami yang menyelesaikan semua,” kata Ram. Ram mengungkapkan, Persebaya sebenarnya tidak hanya sekali ini saja menanggung biaya kerusakan. Setiap ada kerusakan terjadi di GBT, sekecil apapun,
Persebaya selalu membayar ganti rugi. Karenanya, setelah kerusakan diperbaiki, Persebaya berharap bisa berkandang di GBT lagi. “Kami harap ke depan seperti itu (GBT bisa digunakan). Secara infrastruktur kita lihat bersama GBT sangat siap menggelar pertandingan. Mungkin nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan teman-teman kepolisian Polrestabes,” kata Ram. (*/epe)
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13
DEWI RENGGANIS
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Kabupaten Jember Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur ini untuk kategori lembaga pemerintahan. Sedangkan untuk kategori pendidikan, Jember masuk peringkat kelima yang diraih SDN Jember Lor 01. “Ini adalah sebuah penghargaan setelah melalui seleksi penilaian tentang penggunaan bahasa yang baik dan benar untuk media luar ruang di Kabupaten Jember,” terang wabup. Membanjirnya bahasa asing membuat Pemkab Jember terus berusaha untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia. Upaya itu dilakukan karena bahasa Indonesia memiliki banyak makna dan fungsi. Bukan hanya sebagai komunikasi, tetapi juga
memiliki makna politik untuk persatuan bangsa. Di Indonesia, lanjut wabup, terdapat 718 bahasa daerah. Keberagaman ini memerlukan bahasa penyambung untuk menjembatani komunikasi dari seluruh suku yang ada. Inilah fungsi penting bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jember berusaha keras, bagaimana eksistensi bahasa Indonesia terus dipertahankan dan dikembangkan di semua lembaga-lembaga yang ada di Kabupaten Jember,” ungkap wabup. Semua pihak harus menyadai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Kita harus bangga
a bahasa kita sendiri. Jangan kepada ai kita lebih bangga kepada sampai a asing,” pesannya. bahasa rjuangan kemerdekaan Perjuangan njut wabup, salah satu yang pun, lanjut skanadalah u dicetuskan adalah berbahasa satu a Indonesia. “Kita harus ta-bahasa an kebanggaan.Tidak hanya hany ya namkan a, tetapi juga dipraktekkan dipraktekka an bangga, ba aik dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam bahasa lisan dan tulisan, di ruangan n,” dalam ataupun di luar ruangan,” a. ujarnya. mua pihak sebisa mungkin mungkiin Semua aha mengedepankan bahabaha aberusaha onesia. “Jadi, dalam tulisan tulisa an sa Indonesia. ng publik ditulis bahas sa di ruang bahasa esia, kemudian bahasa asasIndonesia, atanya. ing,” katanya. kretaris Badan PengemPengem mSekretaris n Bahasa dan Perbukuan Perbukua an bangan Abdu ul Balai Bahasa Jatim, Drs Abdul membe eKhak M mengatakan, membepub bli lik k rikan informasi kepada publik asa a harus mengutamakan bahas bahasa esia, kemudian diberikan Indonesia, a asing. “Dengan tujuan, bahasa orang juga akan belajar menggu-
naka kan n bahasa baha ba hasa kita, mengerti menge g rt rtii apa ap nakan ba aha hasa Indonesia dan n dengan dengan bahasa ba te era rang n nya. bahasa lainnya,” terangnya. Sebagai generasi geene nera rasi sip penerus pen ener erus us kemerdekaan, n lan anju jutt Ab Ablanjut dul Khak, haru russ mengharmenghaarharus gai para pahlawan pah hla law wan yang yaang memperjuan ngk gkaan Sum mpah memperjuangkan Sumpah Pemuda.“M Marri be bersama a-sa“Mari bersama-sama mem muliaaka kan n bah hasa memuliakan bahasa negara kkita,” ita,” tu utu turrnya. (j jun/ tuturnya. (jun/ edy/hm ms/ep / pe//nia) i edy/hms/epe/nia)
Penghargaan peringkat kelima kategori pendidikan untuk SDN Jember Lor 01 juga diserahkan kepada wabup. Wabup Abdul Muqit Arief menerima penghargaan Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang 2019.
FOTO: MEMORANDUM/JUN
Jember, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember meraih peringkat terbaik Penggunaan Bahasa Media Luar Ruang 2019. Penghargaan ini diterima Wakil Bupati (Wabup) Drs KH Abdul Muqit Arief di Studio 2 Stasiun TVRI Jawa Timur, Surabaya, Senin (11/11).
MATARAMAN
Kades Se-Kecamatan Ngrayun Ikuti Penyuluhan Hukum Ponorogo, Memorandum Puluhan kepala desa dan perangkatnya di wilayah Kecamatan Ngrayun, mengikuti penyuluhan bidang hukum dan perlindungan masyarakat (linmas), di Balai Desa Ngrayun, Selasa (12/11). Narasumber kegiatan dari Kejari (kejaksaan negeri) dan Polres Ponorogo. Camat Ngrayun Hadi Rustiyono ketika membuka acara, menyampaikan sosialisasi ini untuk memberikan edukasi kepada penyelenggara pemerintahan desa terkait pentingnya pengetahuan hukum di masyarakat. “Tujuannya supaya melek hukum bagi para penyelenggara pemerintahan desa, dan bila ada permasalahan di tingkat desa supaya mengoptimalkan tiga pilar yang ada di desa,” katanya. Hadi Rustiyono menambah, selain sosialisasi bidang hukum, peserta juga diberi materi penyuluhan linmas sebagai aparat yang fungsi dan tugasnya menjadi garda terdepan ketika bersinggungan dengan masyarakat. “Terkait linmas karena wilayah Kecamatan Ngrayun di pegunungan yang rawan bencana alam, agar supaya juga tanggap dan waspada bencana, selain bertugas pengamanan. Untuk itu, anggota linmas perlu mendapatkan bekal ketrampilan guna menunjang tugas dan fungsinya. Baik dalam menyikapi bentuk ancaman, gangguan, tantangan, dan hambatan, maupun dalam menjamin keberhasilan capaian program kegiatan kinerja satuan linmas demi terwujudnya Kabupaten Ponorogo yang aman dan kondusif, “pungkasnya. (ji/mt/epe)
Penyuluhan Cegah Radikalisme di MA Al Mukharom Ponorogo, Memorandum Operasi Bina Waspada Semeru 2019 selama 15 hari yang digelar Polsek Somoroto, 8- 22 November, menjadi kegiatan utama Unit Binmas. Terhitung sejak 12 November, tiga personel Unit Binmas akan melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di MA Al Mukharom. Ipda Puryanto, Aiptu Budi Purwanto, dan Aipda Sundari akan memberikan penyuluhan berupa bahaya radikalisme dan tertib lalu lintas. Kapolsek Somoroto Kompol Nyoto menyampaikan, Operasi Bina Waspada Semeru 2019 ini mengedepankan tindakan preemtif. “Sehingga Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas diharapkan aktif sosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme atau anti Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya, Selasa (12/11). Karenanya, Polsek Somoroto dengan MA Al Mukharom selalu intens bekerja sama dalam berbagai kesempatan. Mulai dari MOS (masa orientasi siswa), pelatihan PBB maupun kegiatan insidentil berupa pengamanan kegiatan sekolah. (ji/mt/epe)
Magetan, Memorandum Sebagai satuan kewilayahan yang berhubungan dengan masyarakat, Kodim 0804 Magetan mengemas pembinaan teritorial (binter) terpadu dalam bentuk karya bakti. Tujuannya memantapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh dalam rangka membangun semangat gotong royong dan mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Karya bakti yang melibatkan puluhan personel Kodim 0804 Magetan dan warga Desa Botok, Kecamatan Karas, dilakukan di puncak musim kemarau. Hal ini untuk mengatasi krisis ketersediaan air pertanian di kawasan itu yang selama ini hanya mengandalkan pasokan dari tadah hujan. Semangat gotong royong diiringi niat yang kuat mewujudkan gagasan pembuatan tanggul sungai akhirnya terwujud. “Akhirnya tanggul dapat diselesaikan bersama sehingga air bisa mengalir ke sawah petani,” ungkap Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, Selasa (12/11). Ditemui di ruang kerjanya, Letkol Chotman Jumei menjabarkan, binter terpadu dalam bentuk karya bakti selain untuk
mendukung program pertanian juga mendukung ketahanan pangan. Sesuai program swasembada pangan pemerintah serta dapat meningkatkan budaya gotong royong. “Kegiatan ini juga dapat menjalin hubungan tali silaturahmi dan komunikasi sosial (komsos) dengan masyarakat di desa binaan, sehingga sasaran tugas pokok binter terpadu bisa tercapai sesuai harapan,” katanya. Kepala Desa Botok, Sungkono menyampaikan, sumbangsih Kodim 0804 Magetan yang telah diberikan kepada masyarakat sangat bermanfaat dan langsung dirasakan. “Ini bentuk kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan desa khususnya bidang pertanian. Kami berharap kerja sama dan hubungan
FOTO: MEMORANDUM/NIF
Puluhan kades dan perangkat Kecamatan Ngrayun mengikuti sosialisasi bidang hukum dan linmas.
Manunggalnya TNI-Warga Mengatasi Krisis Air di Desa Botok
Personel Kodim 0804 dan warga bahu membahu membangun saluran irigasi di Desa Botok.
ini dapat ditingkatkan sehingga
KPU Magetan Fasilitasi Pemilih Pemula Magetan, Memorandum Sedikitnya 35 siswa SMKN 2 Magetan jurusan komputer dan teknik jaringan berkunjung ke KPU Kabupaten Magetan, Selasa (12/11). Kunjungan ini diterima Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU, Nur Salam. Dia menyebutkan, kunjungan ini sebagai bentuk fasilitasi dan audiensi rumah pintar Pemilu. “Mereka kita kenalkan kantor KPU, berdiskusi strategi, kita jelaskan tentang sejarah pemilu, dan tata cara penyelenggaraan pemilu,” ungkapnya. “Kami berharap para siswa bisa mengadopsi dalam pemilihan Ketua OSIS, terkait tahapan dan tata cara pemilihan,” tambahnya. Selain mendapat kunjungan dari berbagai sekolah KPU Kabupaten Magetan juga melakukan
FOTO: MEMORANDUM/NIF
FOTO: MEMORANDUM/JI
KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan
Siswa dan guru SMKN 2 Magetan berfoto bersama komisioner KPU setempat.
kunjungan ke sekolah-sekolah dalam rangka fasilitasi dan audiensi terutama untuk pemilih pemula. (nif/alv/mt/epe)
TNI selalu dicintai masyarakat,“
harapnya. (nif/alv/mt/epe)
Pilkades Koripan
Kapolsek Bungkal Sowan ke Koramil Ponorogo, Memorandum Untuk mewujudkan sinergi sebagai Pengawas Pilkades, Kapolsek Bungkal AKP Joko Suseno bersilaturahmi ke Koramil Bungkal, seminggu jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Desa Koripan. Koordinasi tentang keamanan yang melibatkan personel kedua institusi tetap dilakukan kendati Desa Koripan kondusif. “Kami tetap melaksanakan patroli pra pelaksanaan pilkades biar situasi tetap kondusif,” kata AKP Joko Suseno, Selasa (12/11). Kapolsek berharap, semua tahapan pilkades berjalan lancar dan tidak terjadi gejolak di masyarakat.“Walaupun beda pilihan tetap guyub rukun sampai nanti pelaksanaan pilkades dan sesudahnya berjalan dengan tertib aman dan kondusif,” tutup dia. (ji/mt/epe)
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung sedang memberikan pengarahan.
Ratusan Atlet Karate Berebut Piala Kapolres Lamongan, Memorandum Ratusan atlet karateka berkompetisi untuk merebut piala Kapolres Cup dan uang pembinaan di Gedung Olahraga Lamongan, Selasa (12/11) siang. Kompetisi kali ini, seluruh peserta dibagi dalam tiga kelas pertandingan dalam dua hari ke depan. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kejuaraan dilaksanakan dalam rangka untuk mencetak atlet handal dan jauh dari sifat serta tindakan yang mampu merusak masa depan. “Kami berterima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran kegiatan ini. Kejuaraan ini akan dilaksanakan dua hari, mulai tanggal 12 dan berakhir pada 13 November 2019 besok,” jelas AKBP Feby. Menurut Feby, karate adalah salah satu seni beladiri yang menjunjung tinggi disiplin dan sportivitas. Karate juga telah banyak menyumbangkan penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional. “Terimakasih kepada pihak sekolah yang telah mampu mengadakan estra kegiatan dalam hal pembinaan beladiri karate. Merih junjung tinggi sportivitas, jaga nama baik asal sekolah hormati setiap keputusan wasit,” tegas alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. Feby berharap, muncul lebih banyak lagi atlet berprestasi yang muncul dari bumi Joko Tingkir Lamongan. Ia juga berkomitmen akan dengan serius memberikan pembinaan secara maksimal kepada seluruh siswa karate. “Kami berpesan pada seluruh peserta, jangan sampai keahlian beladiri karate digunakan untuk tindakan negatif, seperti tawuran dan menindas yang lebih. Tetapi gunakan ilmu yang dimiliki untuk tindakan yang positif, dengan meningkatkan prestasi,” pungkasnya. (al/har/mik)
Gresik, Memorandum Indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi tidak menjamin hasil tes calon pegawai negeri sipil (CASN) di Kabupaten Gresik tahun 2018, bisa meloloskan seseorang. Sebab, itu hanyalah syarat umum pendaftaran CASN 2019 yang cukup dibatasi 2,65 sebagai IPK terendah. Kepala BKD Pemkab Gresik Nadlif mengatakan, karena syarat umum CASN menjadi kewenangan pemkab masing-masing. Sehingga, syarat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di Pemkab Gresik. “Untuk syarat umum termasuk IPK sudah diserahkan ke daerahnya sendiri. Pada tahun ini Pemkab Gresik menentukan bagi pendaftar CASN harus memiliki IPK serendah-rendahnya 2,65 untuk status jurusan terakreditasi A dan B,” jelas Nadlif, selaku pelaksana harian (Plh) Sekda Gresik, Selasa (12/11). Pada 2018 lalu, Pemkab Gresik menetapkan syarat IPK 2,50 bagi pendaftar jurusan akreditasi A dan B. Saat tes dilaksanakan banyak pendafatar yang IPK-nya di atas 3,00, namun hasilnya berbanding terbalik. “Walaupun IPK pendaftar tinggi tapi hasil tesnya rendah. Begitu juga ada yang IPK-nya di bawah 3,00 malah hasil tesnya bagus,” terangnya. Di beberapa daerah lain, ketentuan IPK untuk jurusan pendaftar akreditasi A dan B yakni 3,00 sebagai IPK terendah. Demikian Nadlif memprediksikan bakal banyak pendaftar dari luar daerah yang mendaftarkan CASN ke sini. “Tahun ini kira-kira jumlah pendaftar mencapai 10 ribu,” tambahnya. Sedangkan untuk pendafatar jurusan akreditasi C disebutkan menimal IPK 3,25 dan 3,50 bagi pendaftar jurusan yang hanya berstatus terakreditasi. “Pendaftaran CASN di Gresik telah dibuka sejak Senin (11/11) kemarin. Untuk tahap seleksi administrasi dimulai tanggal 13 sampai 29 November 2019,” pungkas Nadlif. (dri/har/mik)
PENGUMUMAN RALAT
Menunjuk Pengumuman lelang Eksekusi Hak Tanggungan yang terbit tanggal 30 Oktober 2019 Terdapat kesalahan: Tertulis: - Pertama Lelang Eksekusi Hak Tanggungan - 15 Oktober 2019 Seharusnya: - Pengumuman Kedua Lelang Eksekusi Hak Tanggungan - Tanggal 30 Oktober 2019 Demikian atas perhaƟanya disampaikan terimakasih. PT.BTN (Persero) Tbk Cabang Sidoarjo Sidoarjo 10 Nopember 2019
2019 sekitar jam 00.30, bertempat di depan rumah milik Saiful Desa Beru, Kecamatan Sarirejo petugas mengamankan tersangka Djamin,” jelas IPTU Ahmad Khusen, Selasa (12/11) pagi. Saat dilakukan penggeledahan, kata Khusen, ditemukan barang bukti berupa dua plastik klip berisi Narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu yang dibungkus kertas warna putih lalu dibungkus plastik kresek warna hitam yang diakui milik tersangka. “Isinya satu buah plastik klip kosong, satu buah HP, uang tunal Rp 3 juta. Petugas kemudian melakukan penggeledahan rumah tersangka dan ditemukan satu plastik klip berisi sabu
Djamin dan Hariyanto berjalan menuju ruang pemeriksaan.
perbuatannya di mata hukum dan harus menjalani penyidikan serta penahanan di Polres Lamongan. “Untuk sementara sangkaan
pidananya adalah pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Bojonegoro, Memorandum Hujan disertai angin kencang melanda Bojonegoro, Senin (11/11) petang. Angin merusak rumah-rumah warga. Kejadian itu melanda Kecamatan Dander, Temayang, Sugihwaras, Sukosewu, Tambakrejo, Purwosari, Gayam, Kalitidu, dan Ngasem. Hujan disertai angin kencang ini juga menumbangkan tiga pohon di ruas Jalan Bojonegoro-Nganjuk tepatnya di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang. Di Desa Pandantoyo pohon roboh menimpa kabel listrik. Sedangkan rumah yang warga yang roboh di Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, adalah rumah milik Amir (55) hingg melukai dirinya. Selanjutnya di Desa Beged, Kecamatan Gayam,
Kondisi salah satu rumah roboh di Dander.
puluhan rumah warga rusak
atap rumah banyak yang tersapu angin. Di Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, puluhan rumah warga atapnya juga rusak tersapu angin. Sementara rumah roboh lagi terjadi di Desa Pojok Kecamatan Purwosari. Rumah itu milik Zaini. “Hingga saat ini pihak BPBD masih terus mendata kerusakan dan melakukan evakuasi pohon tumbang yang di jalan
ringan dan sedang. Terutama
Bupati Anna Beri Bantuan Sembako Korban Rumah Roboh Bojonegoro, Memorandum Bupati Bojonegoro Anna Mua’wanah membantu warga yang rumahnya roboh akibat diterjang hujan disertai angin kencang, Selasa (12/11). Didampingi Sekda Nurul Azizah, Bupati menyerahkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga. Ikut hadir di acara itu Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sekretaris BPBD, dan petugas lainnya, ikut memantau langsung rumah rumah warga yang terdampak. Bupati Anna datang ke Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu; Desa Dander, Kecamatan Dander, Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, dan Desa Sendangrejo, Kecamatan Tambakrejo. “Kami mengunjungi warga yang terdampak angin kencang. Alhamdulillah warga sudah berusaha bergotong royong membantu korban yang rumahnya rusak,” beber Bupati, kemarin. Saat berkunjung ke lokasi musibah angin kencang, Bupati Anna juga berpesan agar warga lebih waspada saat musim pancaroba seperti sekarang ini. Terlebih pada sore hari karena hujan cenderung turun pada sore hari disertai angin kencang. “Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan waspada di saat sore hari karena cuaca ekstrem,” kata Bupati. Dari data BPBD Bojonegoro,
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
IPK Tinggi Tak Menjamin Lolos Tes CASN
Sedang Hariyanto alias Heri (30), asal Dusun Patoman, Desa Watukebo, Кесamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi dibekuk di area Pasar Desa/ Kecamatan Pucuk, Sabtu (9/11) pagi. Kasatreskoba Polres Lamongan IPTU Ahmad Khusen menjelaskan, bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya penyalahgunaan narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu. “Kemudian petugas menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dan sampai pada hari Jum’at tanggal 08 November
dalam kamar yang diakui milik tersangka, seperangkat alat hisap sabu, satu buah korek api gas, dua buah kompor dari alkohol, dua buah timbangan digital, satu pack sedotan, tiga pack plastik klip kosong,” tegasnya. Setelah itu petugas melakukan pengembangan dan penyelidikan, hingga mendapatkan informasi tentang adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis Sabu di wilayah Kecamatan Pucuk yang dilakukan tersangka Harianto. “Petugas langsung mendatangi orang yang di curigai, dan melakukan interogasi. Hingga mengamankan barang bukti berupa satu klip plastik berisi narkotika jenis sabu yang ditaruh didalam bungkus permen, yang disimpan dalam celana dalam tersangka. Satu buah HP milik tersangka juga diamankan,” ujarnya. Kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan
Hujan dan Angin Kencang Robohkan Belasan Rumah Warga
FOTO: MEMORANDUM/ADIYANTO
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik, Nadlif.
Lamongan, Memorandum Dua budak sabu asal Lamongan dan Banyuwangi keok di tangan anggota Satreskoba Polres Lamongan.Salah satunya, Djamin (58), asal Dusun/Desa Beru, Kecamatan Sarirejo, dibekuk saat bersembunyi di rumah tetangga, Jumat (8/11) dini hari.
FOTO: MEMORANDUM/ALI
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Dua Budak Sabu Keok
Bupati Anna Mua’wanah menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya roboh.
ada 44 desa di 12 kecamatan di Bojonegoro yang terdampak angin kencang yang disertai hujan es. Sebanyak 28 pohon tumbang, 19 rumah roboh dan rusak berat, 13 rumah rusak sedang, serta 41 rumah rusak ringan. Kerugian hujan disertai akibat angin kencang yang melanda Bojonegoro untuk
tanggal 9 November mencapai sekitar Rp 1,9 miliar. Kerusakan berdampak di 44 desa di 12 kecamatan mengakibatkan 1.377 rumah dan 23 fasilitas umum rusak. Sedangkan, kerugian untuk dampak angin kencang pada Senin sore kemarin ditaksir mencapai Rp 365 juta. (top/har/mik)
raya,” ucap Plt Kepala BPBD Bojonegoro Umar Ghoni, Selasa (12/11). Sebelumnya, angin kencang juga melanda Bojonegoro pada Sabtu (9/11) petang. Angin kencang yang bersamaan dengan hujan es tersebut membuat ratusan rumah warga rusak, pohon tumbang dan merusakkan sejumlah pusat perbelanjaan serta fasilitas umum. (top/har/mik)
GRESIK-PANTURA WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
RABU PAHING, 13 NOVEMBER 2019V HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Gresik, Memorandum Maunya mengambil pakaian yang sedang di-laundry di Desa Wringinanom, Agus Prasetyo (46) justru kepincut sebuah handphone (HP) yang tergeletak di musala rumah Dina, pemilik jasa laundry. Komisi IV menggelar rapat bersama Dinkes Gresik.
Gresik, Memorandum Komisi IV DPRD Gresik berang. Penyebabnya, anggaran rencana pembangunan rumah sakit (RS) di Gresik selatan sebesar Rp 5 miliar hilang. Padahal, rencana anggaran itu sudah masuk dalam KUA-PPAS. Tetapi malah tidak dicantumkan dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) pemerintah. “Saya kaget kok anggaran penambahan faskes rumah sakit di Gresik selatan hilang. Padahal rencana sudah matang. Tinggal menunggu hasil kajian. Waktu kami tanyakan, dinas terkait tidak bisa menjawab,” ujar anggota Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda, Selasa (12/11). Politisi PPP itu menyampaikan, sebelumnya, rencana penambahan fasilitas kesehatan (faskes) rumah sakit sudah dianggarkan Rp 5 miliar untuk perencanaan pembangunan pada 2020 mendatang. Untuk merealisasikan itu, telah disetujui anggaran sebesar Rp 300 juta dari APBD 2019 untuk kajian kelayakan.Menurutnya, penambahan faskes itu dianggap penting. Pasalnya, Kota Pudak hanya memiliki dua rumah sakit. Selain RSUD Ibnu Sina, dan RSUD Umar Mas’ud di Sangkapura. Sementara pasien di wilayah selatan banyak yang tidak bisa menjangkau jika ingin berobat. Tak heran jika banyak yang mencari alternatif memilih berobat ke kota lain. Seperti Sidoarjo dan Mojokerto. Faktor itulah sebetulnya wacana penambahan faskes di Gresik selatan muncul. Khorul Huda menilai, penambahan faskes ini sangat urgen dan harus terealisasi. “Kami tidak tahu pasti alasannya kok anggaran hilang. Kami minta anggaran itu dikembalikan lagi,” imbuhnya. Secara terpisah, plt Sekertaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik dr Mukhibatul Khusna tidak berkomentar banyak. Saat ini pihaknya sedang proses pengkajian kelayakan. (adv/an/har/mik)
Dina di Desa Wringinanom untuk mengambil pakaian sekitar pukul 12.16. Sesampai di lokasi, pelaku dipersilahkan masuk oleh nenek korban ke dalam rumah. Pelaku pun istirahat di dalam musala. Di saat menunggu itu, pelaku melihat ada HP. Pikiran jahat pelaku pun main. “Setelah ada laporan masuk, anggota melakukan penyelidikan. Termasuk koordinasi dengan sejumlah pihak dan saksi-saksi.
Polres Tingkatkan Patroli Daerah Rawan Kejahatan
Polisi dilengkapi persenjataan lengkap mengamankan daerah rawan kejahatan.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Hari Jadi Ke-726 Kabupaten Tuban, Polres Dipercaya Berikan Penghargaan Tuban, Memorandum Peringatan Hari Jadi ke-726 Kabupaten Tuban saat resepsi di Pendopo Kridho Manunggal berlangsung meriah, Selasa (12/11). Sejumlah perlombaan inovasi daerah dalam Tuban Berinovasi – Tubernova 2019 yang digelar, mampu memukau pengunjung yang hadir. Wakapolres Tuban Kompol Teguh Priyo Waseso, mendapat amanah memberikan hadiah kepada enang salah satu pemenang lomba. an Kapolres Tuban yAKBP Nanang Haryn ono mengucapkan di selamat Hari Jadi n ke-726 Kabupaten ya Tuban. Pihaknya sangat berterimakasih karena selama ini Polres Tuban selalu dilibatkan dalam sejumlah kegiatan yang di gelar oleh pemkab. “Salah satunya pemberian hadiah kepada para pemenang lomba. Semoga ke depan Kabupaten Tuban semakin lebih baik, maju dan sejahtera,” ujar orang nomor satu di Mapolres Tuban tersebut.
Agus Prasetyo diamankan anggota Satreskrim Polres Gresik beserta barang bukti.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Anggaran RS Hilang, Komisi IV Berang
Secepat kilat, pelaku segera memasukkan HP itu ke saku celananya. Akibatnya, warga Dusun Griya Jatis Permai Blok 5, Kecamatan Jetis, Mojokerto, itu pun harus diamankan polisi dan dijebloskan ke penjara. “Setelah semua urusan pelaku selesai, korban merasa kehilangan Hp nya,” ujar Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik Ipda Daniel, Selasa (12/11). Ceritanya, siang itu pelaku datang ke tempat laundry milik
Tidak lama kemudian, petugas mendapatkan petunjuk. Dan melakukan penangkapan,” sambungnya. Motif pelaku mencuri HP karena ingin digunakan sendiri untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Pasalnya, pelaku selama ini sedang bekerja di wilayah Gresik tidak mempunyai HP bagus. “Pelaku kami amankan beserta barang bukti. Dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” imbuh polisi dengan satu balok di pundak tersebut. Tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di penjara rutan Polres Gresik dengan jeratan pasal 362 KUHP tentang Pencurian. (an/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Kepincut HP Bagus, Warga Mojokerto Mencuri
Wakapolres Tuban Kompol Teguh Priyo Waseso memberikan penghargaan kepada salah satu pemenang lomba Inovasi Daerah Tuban pada acara resepsi hari jadi ke-726 Kabupaten Tuban 2019.
Sementara itu, Bupati T Tuban H Fathul Huda mengatakan, peringatan hari jadi Tuban tahun ini merupakan momentum yang teterus meningkatkan rasa
pat untuk syukur. Evaluasi program capaian kinerja pemerintah dalam pembangunan yang telah dan sedang berjalan sangat diperlukan. Hal itu untuk mempercepat pembangunan menujuTuban yang semakin maju dan sejahtera.
Pemerataan pelayanan publik yang berkualitas harus diiringi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menyeluruh. Maka, diperlukan terobosan melalui strategi dan inovasi di semua bidang guna optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. “Pada hari jadi Tiban tahun ini, kita mengambil tema ‘Tiada henti berinovasi untuk kemajuan dan kesejahteraan Tuban Bumi Wali’. Sinergitas forkopimda harus ditingkatkan,” kata Fathul Huda. (an/har/mik)
Gresik, Memorandum Polres Gresik terus meningkatkan patroli di daerah rawan kejahatan. Polisi dengan dilengkapi senjata diturunkan ke beberapa titik seperti bank, toko perhiasan, dan perumahan. Petugas pun melakukan patroli keliling sejak pagi hingga dini hari. Langkah korp seragam coklat ini untuk menjamin keamanan masyarakat Gresik dari tindak kriminalitas. Seperti pencurian dan aksi-aksi kejahatan yang lain. Sebab, pada jam-jam istirahat kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi. “Kami keliling dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Memastikan semuanya aman,” ungkap Kasatsabhara Polres Gresik AKP Windu Priyo Prayitno, Selasa (12/11). Mantan Kapolsek Dukun itu menyampaikan, anggotanya
tidak hanya fokus pada satu titik saja. Tetapi, sejumlah anggota ditempatkan di jalur potensi macet dan rawan kecelakaan. Bertugas membantu mengurai arus lalu lintas. Ditambahkan olehnya, intensitas pengamanan terus ditingkatkan menjelang akhir tahun ini. Titik rawan menjadi prioritas utama pengamatan anggota. Aktifitas para nasabah di bank misalnya. “Di bank dan ATM kami pantau secara bergantian. Memeriksa sekeliling lokasi,” pungkasnya. Dikatakan, polisi terus berupaya menjamin keamanan masyarakat dari berbagai tindak kejahatan. Jika ada yang menemui kecurigaan, diharapkan segera lapor ke polsek terdekat. Supaya segera ditindaklanjuti. Sebab, modus kejahatan bermacam-macam. (an/har/mik)