Skip to main content

Koran Memorandum Edisi 13 Mei 2023

Page 1

SERTIFIKA T

P E RS WAN DE

SABTU WAGE, 13 MEI 2023

Mata Hati Oleh: Arief Sosiawan Pemimpin Redaksi

Hanya Satu Solusi: Revolusi Akhlak KRIMINALITAS di sekitar kita tetap dan terus ada. Tak pernah berhenti dan sepi aksi. Meski intensitasnya pasang surut, tapi selalu ada tiap hari. Paling tidak kejahatan berlabel 3C (curat, curas, curanmor) terekam sehari-hari dalam kehidupan masyarakat. Terjadi dan terjadi lagi…lagi…lagi sampai rakyat bosan mendengar kabar kejahatan seperti ini. Belum lagi kejahatan jenis lain, seperti pemerkosaan, pembunuhan, penipuan, penggunaan obat terlarang dan narkotika, penyerobotan hak seperti hak kepemilikan tanah, barang, dan lain-lain, selalu ada juga di sekitar kita. Pelbagai kejahatan ini dipicu berbagai modus. Ada karena dendam, ada akibat cemburu, karena ingin menguasai hak milik orang lain, karena tergiur hasil besar dengan kerja ringan, dan sebagainya…dan sebagainya hingga sulit dicerna akal sehat. Kok bisa melakukan kejahatan? Kok tega berbuat jahat? Kok berani menjahati orang lain? dan lain sebagainya. Itu fakta yang terjadi sehari-hari di negeri  Bersambung ke halaman 2 

memorandumredaksi@gmail.com

memorandum.co.id

MemorandumTV & Memorandum Online

memorandum

memorandumonline & memorandumredaksi

memorandum

HARGA Rp 5.000,-

MARAK KRIMINALITAS, PERSONEL POLSEK TERBATAS Surabaya, Memorandum Perekrutan anggota Polri tiap tahun ta tak mampu menjawab permasalahan di polsek. polse Sebagai garda terdepan dalam pelayan, pelindun pelindung, dan pengayom masyarakat tetapi dengan jumla jumlah personel yang minim (berbanding terbalik dengan den jumlah masyarakat yang terus bertambah bertambah, red) maka sering menyisakan pekerjaan rumah ruma (PR) termasuk maraknya kriminalitas. Beberapa kasus besar p pun sering ditangani da kemampuan perpolres. Apakah kualitas dan sonel di polsek diragukan sehingga tak jarang me kasus yang menonjol menjadi atensi di atas(polres/polrestabes/ nya (polres/polrestabes/polda). Belum lagi kejadian kriminalitas yang sekar ring tak terpantau karena luasnya wilayah  Bersambung ke halaman 2

Akan kami optimalkan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kasus-kasus rumit dan viral seringkali ditarik ke tingkat yang lebih tinggi, seperti polres atau polda, karena polsek mungkin memiliki personel yang kurang memadai baik secara kuantitas maupun kualitas.

AKBP Herlina

M Sholehudddin

Ideal 1:450 IDEALNYA rasio umum personel polisi di suatu negara adalah 1:450, atau sekitar 225 polisi untuk setiap 100.000 warga sipil. Namun kenyataannya di Surabaya sendiri ada sekitar 3.000 personel dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai 3 juta jiwa.  Bersambung ke halaman 2 

Sugeng Teguh Santoso

Keisya Levronka

Tak Kuat N

ama Keisya Levronka semakin meroket ketika muncul dengan lagu Tak Ingin Usai. Keisya kemudian juga di-bully ketika tak mampu menjangkau nada tinggi saat menyanyikan lagu tersebut. Keisya mengaku berbagai hujatan yang diterimanya itu pun begitu membekas di hatinya hingga dirinya sampai harus berkonsultasi ke psikolog. “Sempat banget (konsultasi ke psikolog), aku kayak orang gila. Aku sempat konsultasi juga karena ternyata yang aku alamin itu membekas banget. Dalam artian, ada beberapa hal yg nge-trigger trauma,”ungkap Keisya Levronka di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, seperti dikutip okezone.com. Jebolan Indonesian Idol itu dibuat heran mengapa dirinya seringkali merasa bergetar di beberapa kejadian di mana ternyata hal tersebut menjadi pemicu rasa trau Bersambung ke halaman 2

Aktifkan Siskamling Imron Mawardi

KRIMINALITAS selalu berkesinambungan dengan masalah perekonomian. Salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

“Saya kira kalau kita mengandalkan kepada personel kepolisian memang terbatas. Bukan saja wilayahnya yang luas tetapi dengan kepadatan penduduk yang  Bersambung ke halaman 2 

Buntut Pelecehan Profesi Wartawan di Medsos

Bos Mafia Gedang Dipolisikan

Ketua Umum FKA-UKW, Edy Tarigan menunjukkan surat keterangan penerimaan pengaduan di Subdit V Siber Ditreskrimsus Di Polda Jatim.

Surabaya, Memorandum Bos mafia gedang Royhan Niamillah dilaporkan Forum Komunikasi Alumni Uji Kompetensi Wartawan (FKA UKW) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Jumat (12/5). Laporan itu, buntut unggahan kontennya melalui akun tiktok @ masroyganteng yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Ketua FKA UKW Edi Tarigan menjelaskan, ia melaporkan dua konten milik Roy. Selain video di TikTok, juga ada konten Snack Video yang dipermasalahkan. “Ini ingin melaporkan sebuah konten Tiktok dan Snack (Video) yang diduga melecehkan profesi wartawan,” kata Etar ditemui wartawan di SPKT Polda Jatim, kemarin siang.  Bersambung ke halaman 2 

Liku-Liku Masa Tua Pengacara yang Mantan Wartawan (3) - Meng, PAN bawa 68 caleg perempuan ke KPU. - Untuk dicarikan jodoh? Jangan ke KPU. Apalagi ke DPRD. Mending bawa ke PWI. Si Mameng (Petugas KUA)

Saran Teman, Konsumsi Sabu dan Ekstasi agar Greng Ternyata benar. Dengan mengonsumsi sabu, daya tahan mesin reproduksinya di medan pertempuran bisa bertahan agak lama. Long time. Terasa panjang dan laaamaaa… mirip iklan jajanan anak-anak tempo dulu. Itulah Coki-Coki.

Na m u n t a k langgeng. Hanya mampu bertahan dua tahunan. Itu pun, kalau tidak didorong sabu, kemampuannya mengeraskan senjata dan bertahan sangat lemah. Bahkan sering hilang  Bersambung ke halaman 2 

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Memorandum Edisi 13 Mei 2023 by memorandum - Issuu