SERTIFIKA T
P ER S WAN DE memorandum.co.id
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021
memorandumredaksi@gmail.com
HARGA Rp 3.500,-
KABUR,, PEMBUNUH BOCAH KUPANG KRAJAN DITEMBAK
Oleh: Arief Sosiawan Pemimpin Redaksi
Politisasi Kerumunan
KEPRUK KEPALA KORBAN 4 KALI
K
abar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Surabaya Adi Sutarwijono terjangkit corona virus (Covid-19) mencuat akhir pekan ini. Mirisnya lagi, bukan hanya dia yang positif. Beberapa rekan sejawat (anggota DPRD Surabaya dari partai lain) dan teman separtainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), juga diberitakan positif terpapar virus mematikan yang sejak 2019 ngetren jadi problem dunia itu. Kabar lain yang tak kalah ngetren pada pekan ini adalah kerumunan di semua gerai makanan cepat saji ternama, Mc Donald. Kabar ini dibicarakan masyarakat Indonesia secara luas dan dinilai membahayakan jiwa masyarakat luas. Alhasil, kejadian itu memaksa aparat kepolisian menutup semua gerai Mc Donald. Bersambung ke halaman 8
Cak Narto Ketua PBAS, AM, ayah korban, Muhajir Wahyu Ramadhan, dan Cak Mat Nasir menunjukkan laporan polisi dan surat pernyatan dari leasing.
CUCU DIBUANG DI JALAN Motor Keluarga Ketua PBAS Dirampas Debt Collector
Surabaya, Memorandum Pelarian Wahyu Buana Putra Morita (46), penganiaya JM (12), warga Jalan Kupang Krajan IV berakhir di tangan anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Surabaya, Memorandum Aksi perampasan motor dilakukan debt collector terhadap AM, cucu Ketua Paguyuban Bendera Arek-Arek Suroboyo (PBAS) Cak Narto, Kamis (10/6). Bahkan, gadis yang masih berusia 16 tahun itu digiring dari Rungkut ke kantor leasing di Sidoarjo. Atas kejadian tersebut, korban didampingi ayahnya, MuhajirWahyu Ramadhan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Sidoarjo. Wahyu melaporkan, kasus dugaan perampasan yang dilakukan empat orang debt collector yang mengaku dari salah satu leasing. Ditemui di rumahnya, Jalan Medayu Utara, AM menceritakan kronologi kasus perampasan oleh para debt collector. Saat itu, AM dan temannya NR baru saja membeli makan di kawasan Rungkut Mapan Utara mengendarai motor Honda PCX milik ayahnya. Setelah itu, keduanya berniat mencuci kendaraan tersebut. Sebelum tiba di tempat cuci motor, AM dan NR diberhentikan dua orang yang mengaku sebagai debt collector. Mereka boncengan satu motor. “Dua orang berbadan tinggi tegap berambut gondrong. Satu orang mengaku namanya Aziz,” kata AM. Seperti modus debt collector lain, di lokasi mereka mencecar sejumlah pertanyaan kepada AM yang notabene masih berstatus pelajar. Mereka menanyakan, apa benar motor berwarna merah itu milik Muhajir (ayah AM).“Setelah itu, saya disuruh nunggu atasan mereka datang,” tambah AM. Tidak lama, dua orang debt collector berbadan tinggi tegap tiba di lokasi tersebut. Keempat orang tersebut kemudian mengajak korban untuk ke kantor leasing di Jenggolo yang tidak jauh dari Alun-Alun Sidoarjo. “Saya diancam tidak boleh menghubungi Papa,” tandas AM. AM memaparkan, untuk menuju ke kantor leasing Jenggolo, dia dan NR dikawal empat orang yang mengendarai dua motor. Satu motor di depan, sedangkan motor lain membuntuti. “Saya nurut saja karena takut. Katanya motor Papa nunggak tiga bulan,” imbuh AM. Setiba di kantor leasing, AM dan NR diajak masuk ke ruangan kosong. Di sana, AM diberikan lembaran kertas. AM dipaksa untuk menandatangani lembaran tersebut. Sementara motor yang tadi dikendarai AM dan NR sudah diamankan di gudang belakang kantor leasing. Sekitar pukul 16.00, NR disuruh pulang terlebih dulu oleh para debt collector. Dia diminta pulang dengan jasa ojek online yang sudah dipesan oleh salah satu debt collector. Sementara AM masih ditahan untuk menyelesaikan masalah di kantor itu. “Temanku pulang dulu,” ucap AM. Setengah jam berselang, AM yang sudah menandatangani
Pria asal Cilanjung, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Garut, Jawa Barat (Jabar) itu ditangkap petugas saat beristirahat di halaman Masjid Al Araaf, Perumahan Bukit Cirende Pondok Cabe Hilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Mengetahui petugas hendak menangkapnya, Wahyu berusaha melarikan diri, sehingga ditembak kaki kirinya. Selanjut Bersambung ke halaman 11
Tidak Niat Membunuh
Petugas menggiring Wahyu Buana Putra Morita yang kaki kirinya ditembak.
RenaƩa Moeloek
F
enomena BTS BTS M Meall ((paket k menu kolaborasi restoran cepat saji McDonald’s dengan BTS, grup idol asal Korea Selatan membuat banyak orang penasaran. Tidak hanya ARMY (penggemar BTS), tapi para chef ternama seperti Renatta Moeloek juga ikut merasakan. Chef Renatta Moeloek malah mencoba BTS Meal. Makanan hasil kolaborasi tersebut belakangan ini menuai pro dan kontra karena dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi corona. Bersambung ke halaman 11
-
-
Meng, Polda Jatim diminta tegas berantas aksi premanisme. Lalu bagaimana dengan polisi berpakaian preman?
Si Mameng (Polisi cepek dan polisi tidur)
Saya tidak niat membunuhnya Pak. Sewaktu memukul dengan paving, kedua mata saya terpejam karena tidak tega. Wahyu Buana Putra Morita Pelaku Pembunuhan dan bermain HP dengan kedua anaknya. Setelah mengetahui kekerasan yang dilakukan bapaknya, mereka hanya bisa tertegun dan terlihat panik. Selanjutnya, Wahyu mengambil HP milik JM dan langsung mengajak mereka pergi “Saya lari ke arah Jalan Banyuurip bersama anak-anak. Dan sempat
Bersambung ke halaman 11
Bersambung ke halaman 11
Guru Ngaji Cabuli 10 Santri Sidoarjo, Memorandum Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo mengungkap kasus pencabulan anak di bawah umur. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengatakan, pihaknya telah menangkap AH sebagai pelakunya. “Para korban masih berusia belasan tahun dan beberapa masih di bawah umur,” kata Sumardji, Jumat (11/6). Pelaku yang juga guru ngaji semua korban itu ternyata sudah berkeluarga dan telah memiliki dua anak. AH mengaku telah melakukan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur sejak 2016. Kejadian tersebut diketahui dari laporan seorang saksi yang memberikan informasi kepada polisi. Berdasarkan laporan ke polisi ada sepuluh anak yang jadi korban pencabulan. Pada saat melakukan tindakan asusila, pelaku mengancam korban agar tidak mengadu ke orang lain. Menurut pengakuan korban, mereka mengalami pelecehan seksual berkali-kali dengan ancaman. “Modus tersangka menampung anak didiknya di rumah yang dijadikan sebagai
ILUSTRASI: MEMORANDUM/AZIS
Teklek Kecemplung Kalen (2) FOTO: MEMO RANDUM/BWO
PRIHATIN
WAHYU Buana Putra Morita tampak tertatih-tatih saat digiring petugas di Mapolrestabes Surabaya. Kaki kirinya diperban karena dijebol timah panas. Wajah pria ini hanya bisa tertunduk dan kedua tangannya terikat tali plastik. Pria 46 tahun itu terlihat penuh penyesalan dan menangis ketika ditanya sejumlah wartawan. Wahyu bercerita, jika dirinya tega memukul JM dengan paving karena ingin bocah itu hanya pingsan. Tapi perbuatan sadisnya malah kebablasan dan mengakibatkan korban tewas setelah dirawat di RSUD dr Soetomo selama sepekan. “Saya tidak niat membunuhnya Pak. Sewaktu memukul dengan paving, kedua mata saya terpejam karena tidak tega,” ungkap Wahyu sembari terisak-isak. Masih kata Wahyu, ketika dikepruk, korban sedang duduk di kamar
Tersangka diinterogasi Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji.
tempat belajar mengaji. Setelah itu, AH mendoktrin dengan agama dan kemudian berbuat bejat kepada santrinya di dalam kamar. Santri-santri itu disodomi satu per satu,” tandas kapolresta. Ditegaskan Sumardji, pelaku dijerat
pasal 82 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “ Pelaku kami jerat dengan pasal 82 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkasnya. (bwo/jok/nov)
Istri Dihamili Sahabat Partai
M
endengar pengakuan Nindi, tentu saja Zaenal kaget. Mana mungkin Nindi bisa hamil kalau dirinya mandul? Zaenal kalut. Toh begitu dia menyembunyikan perasaannya, bahkan berusaha menampakkan
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
Bersambung ke halaman 11
081-2325-2205
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SIDOARJO
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 2
KEPALA BIRO: Budi Joko Santoso. WARTAWAN: Slamet Wibowo, Ulum Fajar Setiawan. PEMASARAN/IKLAN: Suprianto, Afin Mauludin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Dewan: Maksimalkan Jalan Tembus Taman Tiara-Museum Mpu Tantular Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo H Suyarno SH mengatakan, jalan tembus itu bila dimaksimalkan bisa mengurai kemacetan di seputaran GOR Delta-Pagerwojo hingga Jalan Raya Buduran. Warga dari kota ke arah Buduran dan sebaliknya bisa memanfaatkan jalan alternatif itu agar tidak terjebak kemacetan di Jalan Raya Pagerwojo hingga Jalan Raya Pucang pada jam berangkat atau pulang kerja. Agar jalan itu bisa digunakan dengan maksimal oleh warga, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tersebut, pemkab harus melengkapi sarana dan prasarananya. “Saluran air di kanan dan kiri jalan harus dibangun dengan baik. Begitu juga badan jalan, yang sudah rusak di sana-sini harus segera diperbaiki dan dibuat mulus lagi. Sayang kalau dibiarkan tidak diurus, padahal jalan itu merupakan jalan alternatif yang bisa memecah kemacetan di jantung kota,” papar politisi asal Prambon tersebut. Masih menurut H Suyarno SH, jalan-jalan alternatif seperti jalan tembus Perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular harus dimaksimalkan oleh pemkab agar dimanfaatkan sebaik-baiknya buat rakyat. “Kita bisa mencontoh Kota Surabaya yang bisa memaksimalkan jalan-jalan untuk memecah kemacetan. Bukan hanya jalan alternatif, frontage road dari Waru hingga Buduran yang menyambung frontage road Surabaya juga harus segera direalisasikan,” pinta salah satu pimpinan DPC PDI Perjuangan Sidoarjo itu. Hal senada juga dikemukakan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari PDI Perjuangan, H Bambang Riyoko SE. Politisi yang tinggal di Taman, Sidoarjo Utara itu sependapat dengan H Suyarno SH. “Jalan-jalan alternatif seperti jalan tembus Perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular harus segera dimaksimalkan oleh pemkab. Sarana dan prasarana di sepanjang jalan itu harus dilengkapi oleh pemkab. Jalan diperbaiki, sa-
Jalan Tembus perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular yang bisa dimaksimalkan untuk mengurai kemacetan lalulintas.
Urai Kemacetan Jantung Kota Sidoarjo
H Usman Tkd Ssi MMKes
luran air dilengkapi dan taman-taman di sepanjang jalan itu dibangun agar lebih indah,” ujar H Bambang Riyoko SE. Tidak hanya itu, lanjut H Bambang Riyoko SE, penerangan di sepanjang jalan tembus itu harus dilengkapi. Sebab kalau malam hari, jalan alternatif itu cenderung gelap gulita karena kurang penerangan. Akibatnya banyak warga yang takut lewat sana karena rawan tindak kejahatan. “Kalau penerangannya ditambah dan dimaksimalkan mulai depan Transmart Sidoarjo hingga depan Museum Mpu Tantular, pasti jalan itu bakal menarik minat warga untuk lewat sana. Kalau gelap seperti itu, pada malam hari warga enggan lewat sana,” jelas H Bambang Riyoko SE. H Bambang Riyoko SE juga sependapat dengan H Suyarno soal realisasi frontage road. Menurut dia, pembangunan frontage road itu sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Namun sampai saat ini pembangunannya belum tuntas. “Frontage road harus segera dituntaskan dan digunakan untuk memecah kemacetan mulai Waru hingga Buduran. Frontage road itu harus segera disambungkan dengan frontage road Surabaya yang sudah lama dituntaskan Pemkot Surabaya dan digunakan warga,” tandasnya. Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo H Anang Sishandoko ST dikonfirmasi terpisah, mengaku heran dengan kinerja pemkab yang hingga kini belum bisa menuntaskan pemba-
H Bambang Riyoko SE
Ketua Komisi C H Suyarno SH
Wakil Ketua Komisi C H Anang Sishandoko ST
ngunan frontage road Sidoarjo. “Saya heran dengan kinerja pemkab. Kenapa sampai sekarang belum bisa menuntaskan pembangunan frontage road. Padahal anggaran ada. Kenapa pemkab tidak bisa bisa menjalankan amanah rakyat dengan memanfaatkan anggaran yang ada untuk pembangunan frontage road,” ujar politisi Partai Gerindra itu. Seharusnya, kata H Anang Sishandoko, lahan untuk frontage road yang sudah dibebaskan segera dibangun jalan. Jangan menungggu pembebasan tuntas semua. Tanah yang sudah dibebaskan dibangun jalan dulu. Nanti setelah semua lahan frontage road dibebaskan semua, baru jalan itu disambung-sambung. “Kalau menungggu tanah dibebaskan semua, kapan frontage road dibangun. Kelamaan lah,” katanya mengritisi kelambanan ini. Untuk jalan tembus Perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular, menurut H Anang Sishandoko ST, dalam hearing (rapat dengar pendapat), pihaknya sudah mengusulkan agar jalan alternatif itu dimaksimalkan. “Gorong-gorong segera dibangun di sepanjang jalan itu, aspal yang rusak segera diperbaiki dan penerangan jalan di sepanjang jalan itu ditambahi hingga pada malam hari terang, tidak gelap gulita seperti sekarang ini. Tapi faktanya, sampai sejauh ini belum disentuh pemkab. Usulan kita belum direalisasi pemkab,” paparnya. Menyikapi hal ini, susul H Anang Sishan-
doko ST, pihaknya akan kembali mengingatkan pemkab agar memaksimalkan jalan tembus itu. “Kebetulan kita sekarang lagi hearing. Nanti masalah ini akan kita ungkap lagi. Kita akan mendesak agar jalan alternatif itu segera dimaksimalkan agar bisa digunakan warga sebaik-baiknya,” tandasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Sidoarjo, H Usman Tkd, Ssi, MMKes dikonfirmasi terpisah mengatakan, jalan tembus Perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular sebenarnya hanya salah satu jalan alternatif yang bisa dimanfaatkan warga untuk menghindari kemacetan lalulintas. “Bukan hanya jalan tembus itu, semua jalan di Sidoarjo harus dibangun saluran air di kiri-kanan untuk mencegah kerusakan. Dengan drainase yang baik di kiri-kanan jalan, aspal jalan tidak cepat mudah rusak. Sebaiknya, jalan tembus itu dan seluruh jalan di Sidoarjo harus segera dilengkapi saluran air agar aspal bisa bertahan lama,” ujar Abah Usman, sapaan akrabnya. Selain memaksimalkan jalan-jalan alternatif, menurut Abah Usman, yang mendesak dilakukan pemkab sekarang adalah realisasi frontage road mulai Waru hingga Buduran. Frontage road Sidoarjo yang menyambung frontage road Surabaya itu harus segera dituntaskan dan bisa digunakan warga untuk memecah kemacetan lalu lintas mulai Sidoarjo kota hingga Bundaran Waru atau sebaliknya.
“Kalau frontage road belum dituntaskan, pada jam berangkat dan pulang kerja mulai Sidoarjo hingga Bundaran Waru tetap bakal macet,” jelasnya. Solusi lainnya mengatasi kemacetan arus lalulintas di Sidoarjo, masih kata Abah Usman, menghidupkan transportasi umum yang layak dari Sidoarjo hingga Kota Surabaya atau sebaliknya. Tidak hanya transportasi umum dari Sidoarjo-Purabaya saja, tetapi langsung ke pusat Kota Surabaya. “Kalau hanya mengandalkan komuter, ini kurang memadai. Komuter beroperasi pada jam-jam tertentu, kalau transportasi umum bisa 24 jam. Ini bisa dimanfaatkan warga sebaik-baiknya dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi yang kian lama kian memacetkan arus lalu lintas Sidoarjo-Surabaya,” jlentreh Abah Usman. Selama ini, lanjut Abah Usman, penataan transportasi umum Sidoarjo-Surabaya sering terlewatkan. Padahal banyak warga Sidoarjo yang sehari-hari bekerja di Surabaya. Kalau transportasi umum bisa dibenahi, ini dapat menekan keinginan warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya untuk menggunakan kendaraan pribadi. “Warga bisa memanfaatkan transportasi umum dari Sidoarjo hingga Kota Surabaya atau sebaliknya. Ini bisa memecah kemacetan arus lalu lintas dari Surabaya-Sidoarjo atau sebaliknya,” tutup Abah Usman. (adv/kri/jok/epe)
FOTO: MEMORANDUM/KRI/JOK
Sidoarjo, Memorandum DPRD Kabupaten Sidoarjo mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) untuk memaksimalkan pembangunan dan pemanfaatan jalan guna mengurai kemacetan arus lalu lintas. Salah satunya dengan memaksimalkan jalan tembus Perumahan Taman Tiara-Museum Mpu Tantular di bawah Jembatan Layang Buduran.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 3
Testing dan Tracing Jangan Setengah Hati Surabaya, Memorandum Kasus Covid-19 kini juga menjadi momok di gedung DPRD Kota Surabaya. Sebab, tercatat sedikitnya ada sembilan wakil rakyat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itu, untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan ini, tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing) jangan dilakukan setengah hati. Bersambung ke halaman 4
Kadinkes: Alhamdulillah Wali Kota Negatif
FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
WINDHU PURNOMO Pakar Epidemiologi Unair Surabaya
Eri Cahyadi
KEPALA Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita memastikan hasil swab test PCR Wali Kota Eri Cahyadi negatif. “Alhamdulillah, negatif,” ujar Feny, sapaan Febria Rachmanita, saat dikonfirmasi Memorandum, Jumat (11/6). Bersambung ke halaman 4
FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
Dalam kasus ini satgas Covid-19 untuk melakukan testing dan tracing secara maksimal. Harus tuntas jangan setengah hati, agar tidak menyebar.
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
ANGGOTA DEWAN DISERANG COVIDͳ19
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono memberikan keterangan secara virtual.
Ketua Dewan: Kondisi Saya Membaik KABAR beberapa anggota DPRD Surabaya terpapar Covid-19 dijawab Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (11/6). Dalam keterangannya, Awi, panggilan akrab Adi Sutarwijono. membenarkan dirinya terpapar Covid-19. Bersambung ke halaman 4
Komisi E Gandeng Satgas Covid-19
Mencari Solusi Atasi Pandemi di Bangkalan D
PRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jatim untuk lebih maksimal dalam menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Mengantisipasi peningkatan korban pandemi, Komisi E hearing dengan Satgas Covid-19 Provinsi Jatim, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan, penanganan pandemi di Kabupaten Bangkalan harus dilakukan pendekatan secara khusus. Sebab masyarakat khawatir saat dilakukan isolasi di rumah sakit. “Mereka (penderita) cenderung melakukan isolasi mandiri. Karena warga khawatir melakukan isolasi di rumah sakit,” terang Hikmah Bafaqih. Ketua Perempuan Bangsa PKB
Petugas satgas Covid-19 melakukan tes usap kepada warga di Jembatan Suramadu.
Achmad Iskandar
Hikmah Bafaqih
Jatim ini, menegaskan, peranan dinas kesehatan dan OPD lainnya diharapkan bisa maksimal. “Karena itu, perlu ada pendampingan dari lembaga dinas saat warga melakukan isolasi mandiri. Masyarakat jangan
dibiarkan sendiri tanpa dilakukan pendampingan,” tegas Hikmah. Politisi asal Malang ini, menyampaikan pendekatan kepada masyarakat harus terus dilakukan. Termasuk keterlibatan tokoh
masyarakat, ulama, kiai untuk bersama-sama mengawal dan memberikan edukasi terkait pandemi Covid-19. “Selain pendekatan khusus, perlakuan nakes harus secara khusus,” tandas dia. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan, melonjaknya pandemi Covid-19 di Madura merupakan sebuah pembelajaran bersama baik seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk
bersinergi untuk menekan pandemi. “Penerapan prokes harus tetap dijalankan agar pandemi bisa ditekan,” jelas Achmad Iskandar. Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dirinya memahami betul masyarakat pedesaan di Madura, yang mayoritas belum memahami pentingnya prokes. “Sosialisasi prokes harus terus ditingkatkan sampai tingkat desa,” imbuh Achmad Iskandar. Mantan birokrat Jatim ini sangat
mendukung penuh upaya forkopimda melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sebab penyekatan ini merupakan sosialisasi yang sangat berharga baik bagi masyarakat Madura maupun masyarakat Surabaya untuk berhati-hati terhadap pandemi. “Paling tidak satu bulan penuh dilakukan penyekatan di Suramadu ditingkatkan,” sambung Achmad Iskandar. (day/*/fer)
Pemeriksaan Kesehatan Pekerja Migran
Butuh Perlakuan Khusus
Filter Awal, Screening Ketat
SOLUSI terdekat mengatasi pandemi Covid-19 agar tidak melebar ke tiga kabupaten di Madura, serta Kota Surabaya sebagai wilayah terdekat Kabupaten Bangkalan, upaya penelusuran kontak erat (tracing) merupakan solusi paling awal. Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Ashari meminta Pemprov Jatim meningkatkan tracing dan pelacakan masif di wilayah Madura. Kondisi itu disebabkan karena pemeriksaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) ke Madura masih belum optimal. “Ini kan kasus baru yang dibawa pekerja migran yang pulang ke Madura,” katanya. Disamping itu, pengawasan ketat juga harus diberlakukan di pintu masuk dan keluar Jembatan Suramadu. “Kalau saya menilai saat ini masyarakat mulai patuh prokes. Tinggal pemerintah harus meningkatkan pengawasan,” pungkasnya. (day/*/tyo)
KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan Sudiyo menyampaikan, kasus pandemi Covid-19 membutuhkan perlakukan khusus. Dirinya mengaku harus bersabar bisa mengawal proses pandemi, dengan memberikan edukasi ke masyarakat. Sudiyo menjelaskan betapa susahnya warga Bangkalan bersedia tes usap.meski demikian Pemkab Bangkalan terus melakukan pendekatan. “Karena kita tahu karakteristiknya agak banyak sulitnya, bukan sedikit sulit. Masyarakat begitu ketakutan sangat luar biasa dampak Covid-19,” terang Sudiyo ditemui di DPRD Jatim usai menghadiri hearing bersama komisi E. Takutnya karena Covid-19 atau swab, sambung Sudiyo, sama-sama takut. Sebenarnya prediksi masyarakat itu sudah mendiagnosa dirinya sendiri. “Yang paling ditakuti itu justifikasi saat sudah ditentukan positif. Ini luar biasa harga dirinya. Jadi kenapa tidak mau itu salah satunya adalah itu (justifikasi, red),” bebernya. (day/*/tyo)
KETUA Satgas Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menegaskan bila lonjakan ini kemungkinan ada dua kasus, yakni dari pekerja migran atau akibat lonjakan saat libur lebaran. dr Joni menyampaikan, pihaknya melakukan screening ketat terhadap PMI. “Ini upaya antisipasi, agar penyebaran pandemi bisa dikendalikan,” tegas dr Joni. Ia menyebutkan, apakah pandemi Covid-19 berasal dari varian baru yang terbawa dari PMI, pihaknya terus melakukan pengawasan. “Semua tim diterjunkan melakukan screening ke wilayah Bangkalan, maupun wilayah Surabaya,” ujar dia. (day/*/tyo)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 4
PENYEKATAN JEMBATAN SURAMADU
Hindari Petugas, Berangkat Dini Hari Surabaya, Memorandum Berharap bisa terhindar dari penyekatan di akses Jembatan Suramadu, tidak sedikit pengguna jalan yang lewat ketika dini hari. Namun strategi tersebut sudah terbaca oleh petugas, sehingga dilakukan penambahan personel. “Pola tersebut berdasarkan evaluasi, bahwa saat ini para pengguna jalan yang ingin masuk ke Surabaya lebih banyak pada dini hari. Tujuannya untuk menghindari screening di Jembatan Surama-
du,” ujar Kadinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita. Oleh sebab itu, Feny panggilan Febria Rachmanita menegaskan, bahwa pola penyekatan yang dilakukan saat ini harus
diubah. Ini untuk mengantisipasi lolosnya para pengendara yang akan masuk ke Surabaya. Salah satu caranya adalah dengan mempertebal jumlah petugas di lapangan saat tengah malam hingga dini hari. “Taktiknya ini harus diubah. Mulai dini hari sampai pukul 06.00 harus lebih banyak petugas. Jam-jam itu sudah kami ketati,” katanya. Di sisi lain, Feny juga kembali mengingatkan masyarakat agar mewaspadai
tingginya mobilitas saat perayaan Iduladha. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya memastikan akan terus memasifkan langkah 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Namun, dia juga berharap kepada warga beserta pemerintah daerah di luar Surabaya supaya melakukan hal yang sama. “Langkahnya di sini (Surabaya) dan di sana (luar daerah) protokol kesehatan harus ketat, 3T harus dimasifkan. Yang no-
mor satu masyarakat harus taat. Tidak bisa hanya di Surabaya yang melakukan, inikan mobilitas manusianya besar,”imbuh Feny. Satgas Covid-19 Kota Surabaya melakukan swab antigen kepada 15.524 pengendara yang melintas di Jembatan Suramadu. Jumlah itu berdasarkan data kumulatif yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya sejak dimulainya penyekatan pada Minggu (6/6) hingga Jumat (11/6) dini hari.(fer/tyo)
Petugas gabungan melakukan penyekatan di Suramadu sisi Surabaya.
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Surabaya, Memorandum Menjaga dan merawat lingkungan adalah bagian dari bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan. Kali ini, Koramil Semampir bersama tiga pilar dan masyarakat RW 2, Kelurahan Wonokusumo, kerja bakti membersihkan saluran sepanjang 100 meter, Jumat (11/6) pagi. “Kerja bakti ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta mencegah saluran air tersumbat oleh tumpukan
sampah sehingga menyebabkan banjir,” ujar Danramil Semampir Mayor Inf Hendi Ekoyono. Dalam apel sebelum kerja bakti, Hendi membagi tugas personel gabungan yang terlibat menjadi beberapa sektor. Serta memastikan sarana pendukung dalam kerja bakti tersebut sudah siap. “Upaya ini agar masyarakat selalu peduli dengan kondisi lingkungan. Gotong royong ini wujud kemanunggalan antara TNI bersama rakyat,” lanjut Hendi.(tyo/fer)
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Personel Koramil Semampir bersama tiga pilar dan warga RW 02, Kelurahan Wonokusumo, bekerja bakti membersihkan lingkungan.
Kadinkes: Alhamdulillah Wali Kota Negatif Dikatakan Feny, bahwa tidak hanya wali kota saja yang menjalani swab test PCR namun ini juga dilakukan kepada semua kepala OPD dan staf di lingkungan Pemkot Surabaya. “Ya, semuanya aman,” pungkas Feny. Sebab, selama ini baik kepala OPD dan staf sering bertemu dengan anggota dewan ketika ada undangan hearing. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan dukungan kepada anggota DPRD Kota Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Cak Eri, sapaan Eri Cahyadi
menegaskan bahwa semuanya sudah dalam penanganan dan segera selesai agar bisa beraktivitas kembali. “InsyaAllah banyak yang diobati ke rumah sakit. Sama saja seperti warga lain yg sakit,” jelas Cak Eri. Disinggung soal Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono yang terkonfirmasi positif Covid-19, Cak Eri belum mendapat konfirmasinya. “Saya belum dapat konfirmasinya. Ada kabar dari DPRD yang konfirmasi Covid-19. Tapi Alhamdulillah sudah penanganan di sana,” ujar Cak Eri.
Camat Tambaksari Ngantor di Balai RW
Permudah Pelayanan, Lantik Duta Klampid Surabaya, Memorandum Kesulitan warga mengajukan permohonan tentang kependudukan dengan aplikasi, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi lurah dan camat untuk mencarikan solusi. Pastinya, langkah ini yang diharapkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar para lurah dan camat di Surabaya untuk bisa berinovasi. Seperti yang dilakukan Camat Tambaksari Ridwan Mubarun. Ketika berkantor di Balai RW 01, KelurahanTambaksari, dia tidak hanya sekadar menerima keluhan warga saja. Tetapi dalam kesempatan itu, ada terobosan yang dilakukan agar permasalahan pengurusan kependudukan by aplikasi itu bisa terpecahkan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada pengurus
Sambungan dari halaman 3 Untuk penanganannya, Cak Eri menambahkan di beberapa rumah sakit. “Ada yang masuk sendiri, informasinya sudah dilayani,” tambahnya. Cak Eri juga mengimbau, meski sudah divaksin bukan berarti abis meremehkan dan mencopot masker. Tetap patuhi 5M. “Ini (vaksin) salah satu menaikkan imun tubuh. Tapi bukan berarti abis vaksin kita ini meremehkan, ini yang jadi masalah. Saya berharap seluruhnya prokes tetap jalan. Jangan merasa yakin dan jangan menantang sakit atau Covid-19,” pungkas Cak Eri.(fer/tyo)
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Gotong Royong Bersihkan Saluran
Camat Tambaksari Ridwan Mubarun berkantor di Balai RW 01, Kelurahan Tambaksari.
RT, RW, dan karang taruna terkait penggunaan aplikasi klampid-dispendukcapil.surabaya.go.id. Pastinya, mereka nanti menjadi garda terdepan dan sebagai Duta Klampid di masing-masing wilayahnya. “Kami berikan serti-
fikasi sebagai Duta Klampid yang bertugas membantu masyarakat di wilayahnya apabila ingin mengajukan permohonan terkait kependudukan,” ujar Ridwan Mubarun, Jumat (11/6). Tambah Ridwan Mubarun,
Testing dan Tracing Jangan Setengah Hati “Dalam kasus ini satgas Covid-19 untuk melakukan testing dan tracing secara maksimal. Harus tuntas jangan setengah hati, agar tidak menyebar,” ujar pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo. Sebab, di antara beberapa anggota dewan tersebut diketahui telah bersama melakukan perjalan ke luar kota. Bahkan satu di antaranya mengaku telah merasakan gejala sejak sebelum keberangkatan, sehingga muncul dugaan telah terinfeksi sejak 2-3 hari sebelumnya. “Dari identifikasi kasus positif anggota dewan ini perlu dilakukan tracing, harus maksimal. Kita butuh keterbukaan dari yang bersangkutan terkait riwayat
aktivitasnya. Ini masalah yang harus diselesaikan bersama agar kasus tidak bertambah atau bahkan korban jiwa,” tegas Windhu, Jumat (11/6). Pihaknya menyebutkan bahwa dengan keterbukaan yang bersangkutan dan upaya tracing yang maksimal, dapat diketahui riwayat kontak fisiknya, baik bersentuhan atau berdekatan dengan kolega, keluarga, dan masyarakat lainnya. Diketahui bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merupakan salah satu dari rombongan yang juga melakukan perjalanan ke luar kota. Tentu harus dilakukan testing dan tracing. “Tim tracing dapat menilai kontak
Ketua Dewan: Kondisi Saya Membaik “Alhamdulillah kondisi saya membaik, sampai dengan siang ini masih di rumah sakit. Demam saya turun dan trombosit saya mulai naik. Terima kasih teman-teman yang sudah mendoakan,” kata Awi. Awi menjelaskan, dia terkonfirmasi positif Covid-19 saat tes swab PCR pada Selasa, (8/6). Sejak hari itu Awi langsung fokus melakukan penanganan dan memutuskan untuk isolasi mandiri. Selain dirinya, Awi juga menjelaskan bila dua rekan yang juga dari Fraksi PDI-P juga terpapar Covid-19 yakni, Dyah Katarina dan Siti Mari-
yam. “Saya tidak tahu yang lainnya, yang saya tahu dari fraksi PDIP hanya Bu Dyah dan Bu Mariyam yang positif Covid-19,” paparnya. Awi lantas menekankan bahwa pihaknya terpapar bukan karena kegiatan pada saat ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar. Sebab dalam sepekan terakhir ini pihaknya banyak dipenuhi oleh agenda kegiatan. “Ziarah itu hari Sabtu tanggal 5 Juni, lalu saya tes PCR pada Selasa 8 Juni. Rentang 5 Juni menuju 8 Juni itu 4 hari. Banyak agenda, banyak kegiatan, banyak interaksi ketemu orang. Jadi bukan karena kegiatan di
dengan terbentuknya Duta Klampid, semakin banyak warga yang dapat mengajukan permohonan mandiri terkait pelayanan kependudukan sehingga warga tidak perlu harus ke kantor kelurahan/ kecamatan. “Apalagi saat ini kondisi pandemi, bahaya kalau sampai terjadi kerumunan. Dengan adanya Duta Klampid, masyarakat bisa terbantukan dan pelayanan cukup di tingkat RT/RW saja,” ujarnya. Seperti Kamis (10/6) malam di Balai RW 01, KelurahanTambaksari, yang dihadiri 30 orang, Ridwan Mubarun ini selain melatih aplikasi Klampid juga membahas permasalahan yang dihadapi warga. “Ada masukan-masukan untuk perbaikan pelayanan kepada warga,” pungkas Ridwan Mubarun. (fer/tyo)
Sambungan dari halaman 3 erat yang ada dalam jangka waktu tertentu. Setiap orang dalam daftar kontak erat itu dihubungi dan dicatat dalam data surveilans, lalu dilakukan testing. Bila perlu wali kota juga menyampaikan hasil testingnya, agar tidak menjadi perbincangan yang simpang siur,” terang Windhu. Selain itu, kasus positif Covid-19 kali ini menimpa sejumlah anggota DPRD Surabaya yang notabenenya telah menerima vaksin. Windhu kembali mengatakan bahwa vaksin hanyalah salah satu upaya untuk memberikan perlindungan, namun diharapkan tetap menerapkan 5M protokol kesehatan.(mg3/tyo)
Sambungan dari halaman 3 Blitar, tapi kemungkinan terpapar di tempat lain sangat mungkin, dan saya lengah ditambah kondisi badan yang lelah,” pungkas Awi. Reni Astuti: Tidak Hanya Satu Fraksi Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, mengungkap jumlah anggota DPRD Surabaya yang terkonfirmasi kasus positif Covid-19, Jumat (11/6). “Ada 9 orang termasuk pimpinan DPRD Surabaya yang saat uji tes swab PCR hasilnya positif. 9 orang itu lebih dari satu fraksi,” sebut politisi PKS ini. Lanjut Reni, saat ini mereka yang terpapar sudah mendapatkan pena-
nganan dan telah dilakukan tracing kontak erat oleh Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Surabaya. “Semua sudah isolasi mandiri dan mendapatkan penanganan agar kondisinya bisa membaik. Saya juga meminta kepada dinkes agar melakukan tracing tidak hanya di lingkungan internal saja, tetapi juga di luar juga perlu dilakukan tracing kontak erat denga siapa saja,” ujarnya. Saat ditanya 9 orang nama yang terpapar Covid-19, Reni enggan untuk menyebutkan. Hal ini terkait dengan privacy masing-masing. Menurutnya yang sudah menyampaikan terbuka
itu bagus, yang belum maka dihormati. Bagi Reni yang terpenting adalah mereka proaktif untuk isolasi dan memberikan dukungan. “Yang terpenting 9 orang yang terpapar itu sudah mendapatkan penanganan yang maksimal. Saya kira yang perlu ditekankan adalah memberikan dukungan dan doa supaya mereka cepat kembali sehat dan hasil CT-nya naik,” pungkasnya. Sedangkan informasi yang dihimpun Memorandum, anggota dewan yang terpapar yakni, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Wakil
Ketua Komisi A, Budi Leksono, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Wakil Ketua Komisi B, Anas Karno, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Anggota Komisi C, Abdul Ghoni Ni’am, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Anggota Komisi D, Siti Mariyamm Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Anggota Komisi D, Dyah Katarina, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Anggota Komisi D, Norma Yunita, Fraksi PDI-P, status sudah vaksin; Anggota Komisi D, Badru Tamam, Fraksi PKB, status sudah vaksin; Anggota Komisi A, Fatkur Rohman, Fraksi PKS, status sudah vaksin. (mg1/tyo)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MADURA
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 5
BIRO MADURA RAY RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Status Lockdown Tiga Puskesmas Dicabut
Sehari Bertambah 297 Pasien, Bupati Kelilingi Arosbaya “Mari bersama-sama untuk saling menjaga diri agar tidak tertular dan menularkan,” ujarnya di atas mobil sambil keliling di Kecamatan Arosbaya kemarin. Di sisi lain, untuk menjawab krisis pelayanan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) H Sudiyo, memastikan Puskesmas Arosbaya, Klampis, dan Geger, kembali dibuka setelah di-lockdown, menyusul sebagian besar tenaga kesehatan (nakes)
positif terpapar Covid-19. “Saya pastikan, layanan kesehatan untuk umum di tiga puskesmas itu mulai dibuka kembali hari ini,” kata Yoyok sapaan akrabnya kemarin. Ia mengakui, keputusan itu berdasarkan saran dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, ketika menggelar rapat koordinasi darurat dengan Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab
FOTO: MEMORANDUM/IST
Bangkalan, Memorandum Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terus meningkat. Bahkan dalam sehari, (10/6), penambahan kasus baru sebanyak 75 pasien. Menekan penyebaran pandemi yang disebut-sebut varian baru itu, Bupati R Abdul Latif Amin Imron sampai berkeliling ke wilayah zona hitam, mengimbau masyarakat lebih waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Bangkalan meninjau Puskesmas Arosbaya yang kembali dibuka (10/6).
Bangkalan dan Pemprov Jawa Timur (8/6). Saat itu, menteri asal Bangkalan tersebut menekankan agar layanan kesehatan
Bappeda Gagas Program Kewirausahaan Pesantren
Apalagi, hanya dalam sehari kemarin ada tambahan 297 pasien positif Covid-19. Sehingga totalnya menjadi 540 pasien
Arief Djunaedi menuturkan, kemarin terjaring 160 penumpang feri yang hendak menyeberang ke Surabaya. “160 penumpang kapal, baik pejalan kaki, pengendara motor maupun mobil yang hendak menuju Surabaya melalui jalur laut telah dilakukan swab antigen,” ujarnya. Arief mengungkapkan, dari 160 orang yang sudah melakukan swab antigen, empat dinyatakan reaktif. “Mereka langsung dikirim ke Ruko Desa Sendeng Dajeh, Kecamatan Labang, untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya. Arief menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan selama Bangkalan masih dalam status zona merah. Jika hasilnya positif, akan dibawa ke Balai Diklat Bangkalan untuk penanganan lebih lanjut, seperti di-swab PCR. (*/ras/epe)
FILE: Puskesmas OPENING Teks: Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Bangkalan meninjau Puskesmas Arosbaya yang kembali dibuka (10/6).
FOTO: MEMORANDUM/SUJAK
Sumenep, Memorandum Pemkab Sumenep menggagas program kewirausahaan pesantren pada Tahun Anggaran (TA) 2021. Program ini dalam rangka mencetak wirausaha di kalangan santri. Terobosan baru tersebut bahkan jadi komitmen Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Nyai Hj Dewi Khalifah untuk mencetak wirausaha santri yang siap bersaing di era industrialisasi dan mengembangkan ekonomi santri pasca pandemi Covid-19. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Yayak Nurwahyudi Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, program kewirausahaan pesantren tersebut mulai dimatangkan melalui focus group discussion (FGD) model pengembangan entrepreneurship berbasis pesantren. Program unggulan tersebut mendapatkan masukan positif dari berbagai pihak, khususnya kementerian agama (Kemenag) serta dari kalangan pesantren. Menurut Yayak, untuk merealisasikan program tersebut bappeda akan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk bersama melakukan kajian. “Hasil kajian nanti akan dijadikan referensi program wirausaha santri sehingga program unggulan tersebut dapat berjalan maksimal. Intinya program kewirausahaan pesantren akan dilaksanakan tahun ini dengan anggaran berasal dari APBD Kabupaten Sumenep,” ujar Yayak. Menurut dia, ada ratusan pesantren di Kabupaten Sumenep dengan jumlah total santri mencapai ribuan. Tentu program wirausaha santri akan memberikan efek yang bagus dalam rangka peningkatan ekonomi. “Program ini selain untuk menyiapkan santri memiliki bekal keahlian di bidang wirausaha juga untuk mendorong peningkatan taraf hidup santri ketika kembali ke masyarakat. Program wirausaha santri ini juga untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep,” tandas Yayak. (aan/epe)
dioptimalkan di tengah lonjakan kasus. Terlebih tiga kecamatan itu menjadi pusat sebaran dan penularan pandemi.
yang masih aktif dan menjalani masa perawan intensif. “Ini tertinggi di banding hari-hari sebelumnya. Pasien yang terpapar dari kalangan masyarakat hingga pengendara. Ini perlu diwaspadai,” sebutnya. Untuk mendukung operasional tiga puskesmas yang kembali dibuka, pemkab sudah menerima bantuan dokter dan perawat dari RS Bhayangkara Polda, Kesdam V Brawijaya, dan Dinkes Provinsi Jawa Timur. “Makanya, sesuai saran dan masukan dari menkes, kami membuka kembali layanan kesehatan di Puskesmas Arosbaya, Klampis, dan Geger,” tandas Yoyok. Selain memantau perkembangan kasus, antisipasi di semua akses keluar masuk Bangkalan juga diperketat. Kasatpolair Polres Bangkalan AKP
Bupati Baddrut Tamam foto bersama calon praja IPDN asal Pamekasan.
Bupati Pamekasan Bekali Calon Praja IPDN Pamekasan, Memorandum Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, memberikan pembekalan dan fasilitasi langsung terhadap calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (10/6).
Bupati didampingi Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Mulyadi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKA PTK) Kabupaten Pamekasan, Achmad Faisol, Camat Pamekasan sekaligus Sekretaris IKA PTK Pamekasan, Rahmat Hidayat, dan Kabag Kesra Pemkab Pamekasan, Halifaturrahman. Tahun ini, ada 80 siswa Pamekasan yang mendaftar di kampus IPDN, dari jumlah tersebut 40 siswa di antaranya didatangkan ke rumah dinas bupati. Sementara sisanya akan dikoordinasikan dengan kepala sekolah masing-masing untuk
mengikuti pembekalan dan fasilitasi tahap kedua. “Kita fasilitasi anak-anak kita yang bercita-cita untuk lulus di beberapa sekolah kedinasan, hari ini di IPDN,” ujar bupati. Ia menambahkan, pihaknya akan mengantarkan generasi hebat masa depan untuk lulus di kampus IPDN. “Tugas pemkab akan fasilitasi, nanti berangkat tesnya kita berangkat bareng-bareng, di sana nanti kita akan dampingi sebagai wujud dari ikhtiar konkrit mengantarkan generasi hebat masa depan Pamekasan,” ungkapnya. Dalam forum tersebut, pemkab juga mengundang tiga praja asal Pamekasan yang tengah menempuh pendidikan di IPDN
Kampus Sulawesi Selatan dengan memberikan dukungan serta tata cara mendaftar hingga mengikuti tes yang dilaksanakan secara virtual. Pembekalan sekaligus fasilitasi tersebut merupakan program prioritas Bupati Baddrut Taman di bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa di sejumlah perguruan tinggi kedinasan. Seperti IPDN, akademi kepolisian, akademi militer, dan beasiswa kedokteran di Universitas Airlangga Surabaya untuk 20 mahasiwa tidak mampu. Pemkab Pamekasan akan memberikan beasiswa hingga biaya hidup mereka selama menempuh pendidikan di kampus tersebut. “Sudah jelas tadi, ada yang
dari praja yang memberi motivasi dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Misalnya larinya harus sekian kilo, tes psikologinya passing grade harus sekian, tadi sudah dijelaskan,” tandasnya. Calon praja IPDN, Ainul Salsabila mengapresiasi undangan dan beasiswa ini. Sebab, kebijakan itu pertama kali di bumi Gerbang Salam. “Program pertama dari Pemkab Pamekasan peduli terhadap siswa di Pamekasan. Terima kasih pak bupati sudah memberikan motivasi dan semangat. Perasaan saya senang dan berkesan banget, terimakasih pak bupati,” ujar siswa SMA 1 Pamekasan tersebut. (sjk/epe)
Tembakau
Disperindag Prediksi Harga Stabil Pamekasan, Memorandum Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, memprediksi harga tembakau musim ini tidak jauh berbeda dengan musim lalu. Sebagaimana diketahui, berdasarkan break event point (BEP)
2020, harga per kg tembakau bawah sebesar Rp 32.708, Rp 41.499 untuk tembakau tengah, dan Rp 54.437 untuk tembakau dengan kualitas teratas. “Prediksi saya untuk tembakau tahun ini sama dengan tahun lalu,” ujar Kepala Disperindag Achmad Sjaifuddin,
Jumat (11/6). Pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, termasuk pabrikan dan asosiasi petani tembakau membicarakan harga tembakau musim ini. Sebab, apabila harga tembakau musim ini sama dengan tahun
lalu, dipastikan petani tidak bisa mengharap untung dari hasil panen tembakau. “Kalau pabrikan hanya membeli dengan harga segitu (sesuai BEP), mohon maaf para petani itu tidak memperoleh keuntungan,” pungkasnya. (*/sjk/epe)
Kecelakaan
Ngantuk, Ambulans Seruduk Toko Sampang, Memorandum Mobil ambulans bernomor polisi M 8264 VP milik RSUD dr H Moh Anwar, menabrak toko elektronik dan rombong warung di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jumat (11/6).
Ambulans itu dikemudikan Nahfal Nawari (27), warga Jalan Trunojoyo, Kelurahan Pajagalan, Kabupaten Sumenep. Kanit Laka Satlantas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo menyebutkan, rombong yang ditabrak itu milik Abd Kodir dan
toko elektronik milik Hariyanto. “Itu kecelakaan tunggal. Kejadiannya sekitar pukul 06.00,” katanya. Mobil ambulans melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba oleng ke kiri hingga menabrak rombong
dan toko. “Hasil pemeriksaan kami, pengemudi mengantuk,” terangnya. Mobil ambulans sudah dievakuasi ke Mapolsek Camplong. “Tak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir Rp 20 juta,” pungkasnya. (*/hs/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
POLISI KITA
Polres Bojonegoro Serentak Bagikan
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 6 - 7
Kedapatan Bawa Dobel L, Pemuda Papar hanya Bisa Pasrah Kediri, Memorandum Dimas Suryo Laksono (21), pemuda asal Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, diamankan petugas buser Satreskoba Polres Kediri. Pemuda itu ditangkap lantaran kedapatan menyimpan narkoba jenis pil dobel L. Kasatreskoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara mengatakan, dari tangan pelaku petugas Polsek Plemahan menyita barang bukti sebanyak 200 butir pil. "Pelaku diamankan dirumahnya," ucap AKP Ridwan, Jumat (11/6). Penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat. Petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil penyelidikan mengarah kepada Dimas Suryo Laksono. Tak ingin buruannya hilang, petugas langsung melakukan penggerebekan di rumah pelaku. Pelaku pada saat di rumah, kaget dengan kedatangan petugas. "Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku,
10.000 Masker
Bojonegoro, Memorandum Penularan Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro belum terkendali, Polres Bojonegoro dan jajaran masih mengandalkan strategi pembagian masker untuk mendorong masyarakat meningkatkan protokol kesehatan (prokes).
Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia menerangkan, bahwa pembagian masker serentak baik tingkat polres dan 28 polsek jajaran sebagai bagian langkah kongkrit peningkatan disiplin dalam pencegahan dan pengendalian covid yang masih mewabah. “Hari ini kita laksanakan pembagian masker serentak baik Polres dan 28 Polsek jajaran. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan bahwa wabah Covid-19 masih ada disekitaran kita. Kita bagikan 10.000 masker kepada masyarakat dalam kegiatan hari ini," tandas Kapolres Bojonegoro kepada awak media di lokasi, Jum’at (11/6). Kapolres Pandia menambahkan, bahwa kegiatan seperti ini terus dimasifkan baik pembagian masker dan operasi Yustisi selama wabah Covid-19 masih ada. Untuk saat ini di tingkat Jawa Timur kasus konfirmasi positif Covid-19 masih tinggi
dan di Bojonegoro berdasarkan update sebaran Covid-19 Dinas Kesehatan Bojonegoro per-tanggal 09 Juni 2021 kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 21 orang. Beberapa faktor yang menjadi penyebab peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 adalah adanya mobilitas pergerakan masyarakat yang sangat tinggi sehingga menimbulkan adanya varian baru virus Covid-19 yaitu B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617. “Adanya lonjakkan terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jawa, Polres Bojonegoro dan Polsek jajaran terus berupaya memutus mata rantai Covid-19 baik dengan membagikan masker serta mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap memematuhi protokol kesehatan 5M. Yang paling penting mengurangi mobilitas keluar rumah sehingga tidak
terjadi kontak langsung dengan seseorang yang belum tahu riwayat kesehatannya,” tegas AKBP EG Pandia. Dari pantuan awak media ini, Kapolres Bojonegoro membagikan masker di pasar Kota Bojonegoro, personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Bojonegoro membagikan masker di Bundaran Adipura dan 28 Polsek jajaran juga membagikan masker di wilayah hukum masing-masing. Di akhir kegiatan pembagian masker serentak, Kapolres Bojonegoro mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas. Situasi yang ada di daerah lain mengharuskan masyarakat untuk mematuhi betul apa yang sudah dianjurkan atau dilarang pemerintah. Bagi masyarakat yang melaksanakan aktivitas perekonomian juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka mendukung percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Tidak ada yang menjamin setelah kita divaksinasi. Selama kita disiplin atau mematuhi anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, kemungkinan kecil tidak terpapar Covid-19. Setiap kegiatan perekonomian juga harus memperhatikan protokol kesehatan sehingga sama-sama berjalan, kesehatan aman dan perekonomian membaik,” pungkas Kapolres Bojonegoro. (top/har/mik)
Ruang pelayanan di Polres Blitar yang disiapkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat.
a Leonard M Sinambela menjelaskan, upayaupaya yang telah dilaksanakan adalah dengan menempakan petugas provost disk etiap pelayanan publik, pemasangan cctv dan banner tentang kampanye anti gratifikasi dan pungli. “Termasuk layanan pengaduan masyarakat terhadap pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegas Leonard, kemarin. Lanjutnya, tujuannya untuk berbenah menuju pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang lebih baik dalam tugas pelayanan. Selain itu, penguatan pengawasan bertujuan untuk
m menghilangkan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat pelayanan publik sehingga masyarakat sebagai pengguna bisa mendapatkan pelayanan yang berkualitas, cepat, murah, mudah dan transparan. Di sisi lain, kerugian negara dapat ditekan, karena tidak ada lagi penyalagunaan wewenang atau korupsi yang merugikan keuangan negara. “Semoga upaya ini dapat menghantarkan Polres Blitar untuk memperoleh predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM),” pungkas Leonard. (pra/mik)
Polres Wajibkan Jurnalis Swab Test untuk Liputan Kapolri dan Panglima TNI Sumenep, Memorandum Polres Sumenep memberlakukan peraturan ketat kepada semua pihak yang berkepentingan mengikuti acara kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada kegiatan vaksinasi serentak yang diikuti 1.500 orang di Pendopo Keraton Sumenep, Sabtu (12/6) siang. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut diwajibkan swab test antigen sehari sebelumnya, termasuk seluruh jurnalis di Kabupaten Sumenep
yang akan melakukan peliputan. “Tanpa terkecuali semua orang yang sudah swab test antigen dengan hasil negatif baru bisa masuk untuk mengikuti kegiatan vaksinasi yang akan dihadiri langsung Kapolri dan Panglima TNI. Teman-teman jurnalis juga sudah diswab hari Jumat,” ujar Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Jumat (11/6). Menurut Widi, tujuan pengetatan peraturan itu dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep. Apalagi jurnalis merupakan profe profesi yang selalu berinteraksi dengan semua pih pihak. Sehingga kewajiban melakukan swab test dib diberlakukan tanpa ada pengecualian. “Nanti semua pihak yang akan terlibat pada kegiatan itu akan mendapat ID card sebagai akses bisa masuk. Syarat mendapat kartu identitas itu harus mengikuti swab test sehari ssebelumnya,” imbuh AKP Widi. Bahkan menurut Widi, anggota Polres Sumenep yang akan melakukan pengamanan juga mensterilk diwajibkan swab testt . Tujuannya untuk mensterilkan deng lokasi dari orang yang terinfeksi Covid-19 dengan tanpa gejala. “Kami akan melakukan melakuk seba proteksi penuh sebagai teng antisipasi di tengah melonjaknya ka kasus Covid-19 di Madu Madura. Kami mendapat instruksi dari bap bapak Kapolres agar Sumenep bisa secep secepatnya kembali zona hijau. Jadi tidak h hanya masyarak masyarakat umum ya yang mendapat kebijak kebijakan pengeta pengetatan aktivit aktivitas tapi sem semua pihak,” tandas A AKP Petugas men-swab men-swab test Widi. (aa (aan/ seorang jurnalis Sumenep. mik)
petugas menemukan barang bukti tersebut" sambung Ridwan. Pada saat menemukan barang bukti, pelaku tidak berkutik. Pelaku mengakui bahwa barang bukti itu miliknya. "Pelaku diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Plemahan guna proses lebih lanjut," pungkas Ridwan. (mis/mik)
AKBP Pandia memberikan masker kepada pengunjung pasar Kota Bojonegoro.
Polres Blitar Optimistis Wujudkan Pembangunan Zona Integritas Blitar, Memorandum Polres Blitar gencar melakukan perubahan reformasi birokrasi dengan penguatan pengawasan demi mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) untuk bisa mewujudkan zona integritas menuju predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Salah satunya dengan memper tajam fungsi pengawasan Sipropam (provost dan Paminal) dan Siwas (seksi pengawasan). Dimana polres telah melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir penyelewengan yang dilakukan oleh oknum Polri. K a p o l re s B l i t a r A K B P
Dimas Suryo Laksono dan barang bukti yang diamankan.
Tiga Pilar Pantau Vaksinasi AstraZeneca bagi Lansia Gresik, Memorandum Jajaran Polres Gresik masif memantau program akselerasi vaksinasi masyarakat, khususnya bagi lansia. Polisii bersama tiga pilar terjun ke puskesmas-puskesmas tempat injeksi vaksin yang sedang berlangsung. Seperti diketahui, pemerintah terus menggenjot sejuta vaksin perhari. Tujuannya dalam rangka pencapaian herd immunity atau kekebalan tubuh terhadap virus. Di Gresik, tiap-tiap UPT Puskesmas melakukan penyuntikan di wilayah kerja masing-masing. Antusiasme masyarakat terbilang sangat tinggi. Penerapan protokol kesehatan saat penyuntikan pun diketatkan. Personel gabungan TNIPolri dan Satpol PP memastikan prokes tidak diabaikan pada saat antre suntik vaksin. Seperti di Balai Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar. Sejumlah lansia menerima suntikan perdana AstraZeneca.
Dua anggota Satlantas Polres Probolinggo membagikan nasi kotak kepada tukang becak dan pengendara motor sambil mengingatkan tali helm yang copot.
Satlantas Kota Probolinggo Berbagi Berkah kepada Sesama Polisi sedang memantau proses vaksinasi.
Kepala UPT Puskesmas Sukomulyo dr. Puspitasari Wardhani menargetkan 351 suntikan untuk hari ini bagi warga setempat. “Ini adalah program pemerintah sejuta vaksin per hari.” kata dr Puspitasari disela-sela penyuntikan, kemarin. Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat dikonfirmasi mengatakan, protokol
kesehatan wajib diterapkan saat proses vaksinasi berlangsung. Bersama instansi terkait, pihaknya tidak akan pernah lelah atau bosan mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. “Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas
dinilai relevan menangkis paparan Covid-19,” katanya. Vaksinasi terus bergulir, namun kepatuhan protokol kesehatan tidak boleh dikesampingkan, apalagi ditawar-tawar. “Disiplin prokes ketat diterapkan, herd immunity tercapai. Optimis pandemi Covid-19 bisa segera sirna,” tegas alumnus Akpol 2001 itu. (and/har/mik)
Forkopimda Imbau Warga Kecamatan Zona Merah Disiplin Prokes
Petugas merazia pelanggar prokes.
Covid Madura Melonjak, Satgas Sidoarjo Minta Warga Disiplin Prokes Sidoarjo, Memorandum asaTempat keramaian tak luput dari sasaeran Satgas Covid Sidoarjo dalam membeurantas penyebaran Covid-19. Salah satuat nya dengan terus meminta masyarakat n untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dimana pun berada. wira Hal itu yang disampaikan perwira pengendali Satgas Covid Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono saat melakukan razia masker di Jalan Raya depan RS Siti Hajar, Sidoarjo, Jumat (11/6). “Sasaran operasi ini, tempat keramaian dan pengendara roda dua dan roda empat yang mengabaikan prokes,” ujar Sugeng, kemarin. Menurut Sugeng, penegakan hukum prokes akan terus dilakukan oleh pihaknya. Mengingat banyaknya masyarakat yang masih belum sadar
diri dan m mengabaikan prokes saat melakukan akta di luar rumah. Sehingga hal ini sangat tifitas dik dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus se seperti di Madura. “Selain memeriksa para pelanggar p protokol kesehatan untuk diberikan sa sanksi, juga terus melaksanakan patroli hark kamtibmas di wilayah hukum Polresta har Sidoarjo,” sambungnya. Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo agar tetap memperhatikan prokes dan mellindungi diri serta keluarganya dari ganasnya serangan Covid-19 yang sampai saat ini belum usai. “Mari bersama sama disiplin prokes, agar terhindar dari serangan wabah virus ini,” tandas Sugeng. (bwo/jok/mik)
Bangkalan, Memorandum Berbagai strategi terus dilakukan Tim Satgas Pemkab Bangkalan untuk menekan sebaran Covid-19 yang masih melonjak dalam bebeberapa hari terakhir. Kemarin, anggota Forkopimda Bangkalan turun langsung menyerukan imbauan agar seluruh warga di tiga kecamatan zona merah disiplin protokol kesehatan (prokes). Dengan mengendarai mobil patroli bak terbuka, Bupati R Abdul Latif Amin Imron, Kapolres
Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, dan Dandim 0829/Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo menyisir sepajang jalan raya Kecamatan Arosbaya, Geger dan Kecamatan Bangkalan Kota. Tidak henti-hentinya mereka silih berganti menyerukan imbauan agar komunitas warga di tiga kecamatan yang menjadi episent r u m lonjakan covid
lebih disiplin mematuhi penerapan prokes sebagaimana diamanatkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020. Bupati Ra Latif menggugah kesadaran masyarakat agar warga lebih hiperaktif menerapkan 5-M. Yakni rajin mencuci tangan, mengatur jarak ideal, wajib pakai masker, menghindari kerumunan, serta meminimalisir mobilitas kegiatan di luar rumah. Orang nomor satu di Bangkalan i t u
mengedukasi warga agar mereka mematuh disiplin prokes, khususnyauntk tidal alpa menerapkan kegiatan 5-M. Imbauan senada juga diteriakkan Kapolres AKBP Didik Hariyato dan Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo ketika menyisir sepanjang ruas jalanraya di Kecamatan Arosbaya. Kedua pamen Polri dan TNI-AD ini menyuarakan penekanan agar warga lebih aktif mematuhi disiplin prokes, karena optimalisai kagiatan 5-M di tengah masyarakat, termasuk salah satu cara paling ampuh untuk bisa memutus mata rantai sebaran covid. Selain itu, Kapolres dan Dandim, juga menyerukan ajakan agar komunitas warga di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan dan Kecamatan Geger untuk tidak segan-segan hadir dan bersedia mengikuti vaksinasi serentak yang digelar hari ini, Sabtu (12/6). (ras/mik) Kapolres Didik dan Dandim Ari menyisir sepanjang jalan raya Kecamatan Arosbaya sambil mengimbau warga untuk disiplin prokes.
Probolinggo, Memorandum Satlantas Polres Probolinggo Kota terus bergerak untuk berbagi dengan sesama melalui program Jumat Berkah, Jumat (11/6). Pembagian nasi kotak kemarin, dibagikan kepada tukang becak yang mangkal di Jalan Dr Moh Saleh, Kota Probolinggo. “Berbagi kebahagiaan ini merupakan upaya menjaga serta meningkatkan silaturahmi kami bersama masyarakat. Merupakan suatu kebahagiaan bisa berada di tengah-tengah mereka. Semoga bisa membantu meringankan beban warga di tengah merebaknya pandemi Covid-19,” ujar Kasatlantas AKP Roni Faslah usai membagi nasi kotak, kemarin. Kasatlantas Roni menambahkan, berbagi dengan sesama melalui kegiatan-
kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah salah satu komitmennya. Bahkan, tak segan-segan terjun langsung untuk membaur bersama masyarakat di wilayah tugasnya. Salah satunya melalui kegiatan sosial pembagian nasi kotak yang dikemas dalam Sedekah di Jumat Berkah. Sebuah langkah kecil yang dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada sesama dimasa pandemi yang masih terjadi mengakibatkan banyak masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. “Selain sebagai kegiatan berbagi sesama, kami juga memberikan imbauan disiplin prokes juga untuk taat dan patuh berlalu lintas. Kami berharap ini bisa terus dilakukan untuk setiap minggunya,” tandasnya.
Kasatlantas mengaku, bahwa selain membagikan nasi bungkus. Pihaknya juga tetap mengajak masyarakat untuk disiplin 5 M untuk memutus rantai penyebaran covid. Begitu juga, kata Roni Faslah, banyak yang berkeinginan bersedekah. Tapi, ada orang yang tak punya waktu melakukannya sendiri. Maka apa yang dilakukan Satlantas Polres Probolinggo Kota sebagai motivasi buat yang lain agar bisa berbagi di setiap Jumat untuk meringankan beban warga serta memberikan kebahagian bagi mereka yang membutuhkan. Sementara itu, Karman (47), tukang becak yang biasa mangkal di Jalan Dr Moh Saleh mengucapkan terima kasih kepada polisi yang peduli dengan dirinya dan teman-teman lainnya. (mhd/mik)
Klik 110, Polisi Langsung Bergerak Malang, Memorandum Masyarakat yang membutuhkan layanan bantuan kepolisian diharapkan memanfaatkan akses layanan polisi 110. Utamanya membutuhkan bantuan yang mendesak dan penting. Seperti kejadian tindak kriminal yang membutuhkan gerak cepat aparat kepolisian untuk menangani persoalan tersebut. Cukup klik 110, polisi langsung datang. Ps Kasubbag Humas Polres Malang Aipda Nova Hanta Putra menyampaikan, film berigarap judul Asumsi yang digarap alang oleh jajaran Polres Malang ini untuk membantu sosanan ialisasi mengenai layanan polisi 110. o“Film ini untuk son sialisasikan layanan polisi 110,” terangnya. uDengan menggunakan sarana film pendek ini diharapkan dengan mudah masyarakat memviralkan sehingga memahami layanan polisi yang dapat diakses melalui 110.
Salah satu adegan film Asumsi yang menegaskan layanan polisi 110.
Apalagi, di tenga perkembangan gah IT ini banyak masyarakat yang menggunakan gadget sehingga melalui film pendek ini dapat dengan mudah menyampaikan pesan tersebut. Dalam film tersebut ditay-
angkan kecepatan dan kesigapan aparat kepolisian menangani pengaduan masyarakat. Ketiak masyarakat menelpon ke layanan 110, petugas langsung merespon dan segera mendatangi lokasi kejadian serat melakukan langkah cepat
untuk menangani. Film itu pun menayangkan petugas langsung melakukan pengungkapan tindak kriminal dengan mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (*/ari/mik)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 8
Warga dan personel Pra-TMMD meratakan timbunan tanah.
Tulungagung, Memorandum Sesuai jadwal, vaksinasi Covid-19 tahap ketiga mulai dilaksanakan Juli mendatang. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung memilih bergerak cepat dengan mempersiapkan sasaran penerima vaksin. Salah satunya warga pralansia.
TMMD Ke-111 Kodim 0817/Gresik
Personel Pra-TMMD dan Warga Perbaiki Jalan
Kepala Bidang P2P Dinkes Tulungagung Didik Eka mengatakan, kategori masyarakat umum rentan adalah sasaran vaksinasi tahap ketiga. Tetapi pihaknya belum bisa memastikan, berapa banyak masyarakat yang masuk kategori penerima vaksin tahap ketiga nanti. “Data pasti belum kita terima. Tapi kita siap melaksanakan begitu ada data dan vaksin tersedia. Ini kita mempersiapkan keperluan administrasinya agar vaksinasi berjalan mak-
Gresik, Memorandum Anggota Pra TMMD Reguler ke-111 Kodim 0817/ Gresik bersama warga Dusun Bejan, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, bergotong royong meratakan tanah timbunan yang digunakan untuk pemadatan pembangunan jalan plengsengan, Kamis (10/6). Masyarakat bersama anggota Pra TMMD terlihat terus berjibaku bekerja meratakan tanah menggunakan alat tradisional seadanya seperti gerobak dorong, arco, dan cangkul. Danramil Kapten Inf Bambang Kusharyanto mengatakan, jika masyarakat bersama anggota TMMD bahu membahu meratakan tanah timbunan agar jalan segera dilakukan betonisasi. “Setelah semuanya diratakan nantinya anggota akan melakukan pengecoran atau betonisasi di sisi kiri dan kanan jalan,” ungkap Kapten Bambang. (*/lis)
Jember, Memorandum Rangkaian peringatan ke-75 Hari Bhayangkara kini mulai dilaksanakan Polres Jember. Salah satunya menggelar donor darah di Gedung Bhayangkara, Kamis (10/6) sekaligus memperingati Hari Donor Darah Sedunia Satu per satu anggota kepolisian hadir sehingga tidak menimbulkan kerumunan di kegiatan donor darah yang dilakukan Palang Merah Indonesia Jember. Sebelum petugas memeriksa kesehatan, pendonor diwajibkan mencuci tangan dengan sabun di tempat yang telah tersedia. Petugas dari Unit Donor Darah PMI Jember memeriksa mulai dari berat badan, hemoglobin (HB), dan tekanan darah pada masing masing personel kepolisian yang akan donor. “Kita tetap memperhatikan protokol kesehatan dan di kegiatan ini pendonor datang satu per satu sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ujar dr Dudung Ari Rusli, Kepala Unit Donor Darah PMI Jember. Dudung menambahkan, jika di masa pandemi Covid-19 produksi darah mengalami penurunan. Salah satunya dikarenakan turut menjaga protokol kesehatan ,selain masih ditemukan pendonor yang khawatir mendonorkan darahnya saat kondisi wabah Covid-19. “Saat pandemi ini permintaan darah dari rumah sakit untuk pasien yang menjalani perawatan medis juga menurun,” tambah dudung. Meski demikian, stok kebutuhan darah untuk pasien di sejumlah rumah sakit yang ada di Jember hingga kini masih tercukupi dan masyarakat tidak perlu khawatir. (edy/lis)
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Probolinggo, Memorandum Ratusan masyarakat Kota Probolinggo berbondong-bondong turun ke jalan untuk melakukan gerakan kebersihan dan penghijauan. Tak terkecuali para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Dipimpin langsung Wali Kota Hadi Zainal Abidin, apel kerja bakti dan penanaman pohon Tabebuya mewarnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menyambut Adipura 2021. Gerakan kebersihan dan penghijauan menyasar Kawasan Bundaran Geladak Serang, Jumat (11/6). Apel diikuti Sekdakot drg Ninik Ira Wibawati dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rachmadetta. Hadir juga komunitas wartawan, seperti Persatuan Wartawan Seluruh Indonesia (PWI), Jurnalis Probolinggo (Jispro), Forum Wartawan Mingguan (Wamipro), dan Afiliasi Jurnalis Probolinggo (AJP). Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan yang baik dengan aksi nyata, seperti kegiatan kerja bakti dan penanaman pohon Tabebuya di kawasan Bundaran Geladak Serang yang menjadi salah satu ikon Kota Probolinggo. “Aksi bersih-bersih dan tanam pohon untuk menjadikan Bundaran Gladak Serang lebih bersih dan asri sebagai bentuk
Penanaman pohon tabebuya oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin bersama komunitas wartawan di Kota Probolinggo.
upaya pelestarian lingkungan, mengurangi dampak pencemaran lingkungan, termasuk mengantiaipasi pemanasan global,” katanya. Menurutnya, kerja bakti semacam ini bisa dilakukan secara berkala agar tercipta kebersamaan dan sinergitas antar berbagai pihak dari pemerintah kota, berbagai kelompok masyarakat, dan juga
pihak swasta. Hadi Zainal Abidin meminta untuk penanaman pohon tidak boleh hanya berhenti pada proses penanaman, tetapi juga harus ditindaklanjuti dengan gerakan pemeliharaan tanaman supaya pohon yang ditanam tumbuh berkembang dan bermanfaat buat lingkungan. Terlebih lagi, aksi penanaman pohon
Pasuruan, Memorandum Para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan mulai divaksinasi. Ada 337 orang yang saat ini menerima vaksin Covid-19, Jumat (11/6). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan dr Ani Latifah melalui Sekretaris Agus Budi Iswahyudi mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi para pedagang sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Hanya saja, jumlah pedagang yang divaksin masih sedikit, yakni 337 orang. Sedangkan jumlah sasaran vaksinasi dari sektor pedagang yang terdata di Disperindag Kabupaten Pa-
Petugas kesehatan menjelaskan proses vaksinasi.
suruan mencapai ribuan orang. Sedikitnya jumlah pedagang yang divaksin disebabkan oleh keterbatasan jumlah vaksin yang dikirim dari Dinkes Provinsi Jatim. “Kami menyesuaikan jum-
lah vaksin yang datang. Secara berkelanjutan, vaksinasi ini terus kami lakukan ketika stok vaksin datang,” kata Agus, di sela-sela kesibukannya, Jumat (11/6). Vaksinasi kepada para pe-
dagang ini, lanjut dia, dilakukan di pasar karena para pedagang ini merasa keberatan jika harus lama-lama meninggalkan toko/ los/bedaknya. Namun, apabila di satu pasar tidak ada tempat untuk melakukan vaksinasi, maka para pedagang itu diarahkan ke pasar terdekat yang ada tempat atau lokasi vaksinnya. “Jadi dijadikan satu, dan teman-teman puskesmas pasti sudah melakukan pemantauan sebelum melakukan vaksinasi,” ujar Agus. Selama proses vaksinasi, seluruh petugas maupun penerima vaksin diwajibkan tetap menjaga protokol kesehatan, terutama tidak berkerumun.
Politisasi Kerumunan Sebelum kedua kejadian itu, ada juga yang membuat masyarakat berdecak dan gusar. Yaitu, maraknya warga Madura terjangkit Covid-19 hingga kepala Kepolisian Republik Indonesia (kapolri) harus hadir di tengah-tengah warga Pulau Garam tersebut. Tak hanya itu, kejadian di Madura membuat petugas kesehatan dan satgas Covid-19, baik Provinsi Jawa Timur maupun Kota Surabaya dan semua kabupaten di pulau itu, kalang kabut menangani.
harus terus digalakkan supaya menukar kepada komponen masyarakat lainnya. Untuk itu, gerakan kampanye penanaman pohon perlu digelorakan dalam setiap kesempatan. Ia pun berharap agar momen ini dapat mendorong dan menggelorakan seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi terhadap perlindungan dan pengendalian lingkungan secara berkelanjutan. “Lakukan dari hal yang kecil tapi nyata, mulai dari diri sendiri. Paling tidak mulai dari sekarang,” pinta Hadi. Hadi Zainal juga mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum terkendali sepenuhnya. Usai apel, Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi Sekdakot Ninik Ira Wibawati dan Kepala DLH Rachmadetta beserta ratusan ASN dan komunitas wartawan menanam pohon di area taman sisi utara Geladak Serang. Selanjutnya menyisir pinggiran areal sungai melakukan pemotongan rumput sembari memungut sampah yang ditemukan sambil diselingi candaan dan senda gurau. Begitu pula dengan peralatan berupa sabit Wllbegitu canggung memotong setiap rumput yang panjang sambil sesekali memunguti sampah-sampah plastik yang ada di pinggir alur Sungai Geladak Serang. (adv/mhd/lis)
Ratusan Pedagang Pasar di Pasuruan Divaksin FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Anggota Polres Jember Donorkan Darah
Seorang warga menerima layanan vaksinasi.
Wali Kota Gandeng Wartawan Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia
FOTO: MEMORANDUM/EDY
Puluhan anggota Polres Jember mengikuti donor darah.
simal,” jelasnya, Jumat (11/6). Mereka yang masuk kategori masyarakat umum rentan, adalah pralansia di rentang usia 50 sampai sebelum 60 tahun. Untuk itu pihaknya telah menjadwalkan vaksinasi kepada 1.000 pralansia di Tulungagung. “Kita targetkan seribu pralansia mulai minggu depan, atau pertengahan Juni,” terangnya. Agar maksimal capaiannya, dinkes memilih menggelar vaksinasi drive thru bagi 1.000
pralansia tersebut. Untuk menarik minat masyarakat, pihak dinkes juga memberikan kemudahan bagi warga berusia di bawah 50 tahun tetap bisa mendapatkan vaksin, asal bisa membawa warga berusia di atas 50 tahun untuk hadir ke lokasi drive thru. “Pelaksanaannya selama 2 hari kita gelar drive thru. Silahkan masyarakat yang berkesempatan mendapatkan vaksin, silahkan mendatangi lokasi drive thru,” ucapnya. Didik menyebut, selain pra lansia, sasaran lainnya adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), relawan, kader kesehatan, dan kader kegiatan lain yang berhubungan dengan masyarakat. (fir/mad/lis)
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Vaksinasi Tahap Ketiga, Dinkes Sasar 1.000 Pralansia
Kata Agus, pihaknya khawatir ketika melakukan vaksinasi di pasar malah terjadi kerumunan dan tidak dijaga. “Semua petugas pakai APD. Sedangkan peserta vaksinasi wajib memakai masker,” singkatnya. Lebih lanjut Agus mengajak kepada para pedagang pasar untuk segera mendaftar untuk divaksin. Sebab, ia memastikan vaksin itu aman dan halal. “Tujuan vaksinasi kepada pedagang ini hanya satu, yaitu supaya para pedagang ini bisa merasa aman dan nyaman ketika berdagang, karena sudah divaksin. Dan vaksin ini halal,” tutupnya. (ion/lis)
Sambungan dari halaman 1 Kejadian demi kejadian itu tentu menuai pertanyaan mendasar. Pertama, kok ketua DPRD Kota Surabaya dan beberapa anggota DPRD lain terpapar Covid-19? Apa mereka tidak menjalankan protokol kesehatan saat menjalani aktivitasnya sebagai wakil rakyat? Pun juga, bukankah mereka sudah menjalani vaksinasi? Kedua, apa penyebab mereka terpapar corona? Apa karena mereka selalu berkerumun ketika menjalani aktivitas sebagai anggota DPRD? Atau ada penyebab lain se-
telah sebelumnya dikabarkan mereka baru saja pulang dari makam Bung Karno dalam acara memperingati kelahiran Bung Karno? Ketiga, mengapa aparat kepolisian menutup gerai Mc Donald dan gerai itu “dihukum” denda sejumlah uang? Apakah kerumunan itu benar-benar menjadi penyebab? Keempat, mengapa banyak warga Madura terpapar Covid-19 hingga harus ditangani serius? Apakah selama ini warga Madura tidak patuh terhadap protokol
kesehatan (prokes) yang dikampanyekan pemerintah? Nah, dari berbagai pertanyaan itu ada benang merah yang dapat ditarik menjadi kesimpulan. Pertama, Covid-19 itu memang ada dan terus meneror kehidupan manusia di muka bumi ini meski vaksin telah ditemukan. Kedua, kerumunan orang menjadi pemicu terpaparnya Covid-19 layak dibenarkan. Ketiga, mulai lemahnya kedisiplinan warga, termasuk anggota DPRD Kota Surabaya, hingga kini ada yang menyebut
muncul klaster DPRD Surabaya. Jadi teringat kasusnya Habib Riziq Shihab, sosok yang akhirnya harus mendekam di bui karena dijatuhi pasal pelanggaran setelah acara pernikahan putrinya dikerumuni masyarakat pendukungnya. Juga, jadi teringat kasus dilaporkannya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Polda Jawa Timur atas dugaan kerumunan di Grahadi saat gubernur wanita pertama di Jawa Timur itu berulang tahun.(*)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ir Arief Sosiawan MM. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko S Sos. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi SE. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku SH MH. Redaktur Website: Fatkhul Aziz SS. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Aris Setyoadji S Sos, Moch Syaifuddin SS, Ferry Ardi Setiawan ST, Novi Triawan S Sos, Muchlis Darmawan S Sos, Hendradi Prayogo, Rahmat Hidayat S Sos. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana SH, Faishal Danny Nurdiansyah, Muhammad Alfin Alfiansyah. Sidoarjo: Budi Joko Santoso SPd SH. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy SH. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Maskur. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Ani Fauzyah, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda MPd, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku SH MH. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo Direktur Utama: SH MH, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Sekretaris Redaksi: Dian Maulida Choirul Shodiq SH MH S M. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/ Pemimpin Perusahaan: eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Yoyok Khayatullah AMD SE Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
Komisaris: Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 9
Jember, Memorandum Semangat berbagi terus digaungkan Kodim 0824/ Jember di masa pandemi Covid-19. Hal itu itu dilaksanakan dalam kegiatan Jumat berkah dengan berbagi kepada kaum duafa, lansia, dan tukang becak. Sejumlah paket sembako diberikan sebagai wujud syukur anggota dan tolong-menolong guna meringankan beban di masa pandemi Covid-19. Program Jumat berkah, Kodim 0824/Jember merupakan bakti sosial peduli kaum duafa, lansia, dan tukang becak yang terus digaungkan untuk memperkokoh semangat berbagi saat pandemi. Selain ratusan paket sembako juga dibagikan masker merupakan bentuk kepedulian Kodim 0824 Jember terhadap sesama. Salah satu penerima manfaat, Ponimin (45) mengatakan yang mana pemberian paket sembako ini sangat membantu dan meringankan kebutuhan untuk keluarga. “Juga wujud tolong-menolong anggota TNI untuk meringankan beban di masa pandemi Covid-19. Di mana diketahui kalangan pengayuh becak mengalami sepi penumpang dan muatan,” ungkap Ponimin warga Patrang. Jumat (11/6). Sementara Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin melalui Kapten Ismianto Pasi Pers berharap kepada masyarakat di saat bekerja tetap mematuhi protokol kesehatan. “Ini wujud syukur anggota guna meringankan beban di masa pandemi,” ujarnya. Pihaknya tidak lelah mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, mengingat sebaran pandemi Covid-19 masih mengancam. “Kabupaten Jember sudah mulai membaik dari sebaran pandemi Covid-19. Untuk itu mari secara bersama-sama menghindari kerumunan dan patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker,” pungkas Ismianto. (edy/lis)
Anggota Pra-TMMD bahu-membahu memperbaiki rumah warga.
TMMD Ke-111 Kodim 0817/Gresik
Anggota Pra-TMMD Rehab Rumah Suwari
Gresik, Memorandum Warga Dusun Bejan, Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, merasa senang dan antusias. Sebab, di desa tersebut telah dilaksanakan kegiatan program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0817/ Gresik, Kamis (10/6). Dengan kegiatan Pra TMMD, pembangunan jalan dan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) nantinya akan dikerjakan anggota satgas. “Alhamdulillah akhirnya Tuhan menjawab doaku melalui pembangunan RTLH yang sudah lama saya harapkan yang akan dikerjakan oleh personel Pra TMMD,” ungkap Suwari, salah seorang penerima perbaikan RTLH. Hal senada diungkapkan Sertu Kiswiyanto anggota Pra TMMD. Ia berharap dengan diperbaikinya jalan umum dan RTLH di Dusun Bejan, Desa Siwalan, diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. (*/lis)
suruan Kota di rumahnya beserta barang bukti berupa celurit,” jelas Yudi. Dari pengakuan pelaku kepada petugas, kata Yudi, motif pembacokan kepada korban karena setiap hari merasa digunjingkan. “Pelaku dan korban tetanggaan dan korban sudah 4 kali mendapatkan ancaman dari pelaku. Kini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Keboncandi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tuturnya. Untuk Pelaku disangkakan pasal 351 KUHP ayat 2 dengan ancaman pidana penjara 5 (lima) tahun. (rul/lis)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pandemi, Kodim Jember Perkokoh Semangat Berbagi
Kapolsek Keboncandi AKP Yudi Prasetyo menjelaskan, insiden pembacokan itu terjadi, Rabu (9/6) sekira pukul 22.30 di rumah korban. “Waktu itu, korban mengobrol dengan temannya. Tiba-tiba pelaku langsung masuk ke rumah korban membawa senjata tajam jenis celurit dan langsung membacokkan ke arah korban,” katanya. Atas kejadian tersebut korban menderita luka di lengan tangan kanan dan punggung kanan. “Setelah kejadian itu, pelaku diamankan Unit Reskrim Polsek Keboncandi dibantu Tim Resmob Suropati Polres Pa-
Petugas memintai keterangan korban dan pelaku, M Saroin (inset).
Peparprov Jatim 2021
Kota Kediri Raih 2 Medali Emas dan Peringkat 3 Kediri, Memorandum Segudang prestasi tiada henti ditorehkan warga Kota Kediri. Salah satunya Eifie Julian Hikmah atau yang biasa dipanggil Eifi (15) bersama 9 teman atlet yang tergabung dalam National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Kota Kediri. Dari 4 cabang olahraga (cabor) yang mereka ikuti, yaitu atletik, tenis meja, bulutangkis, dan catur, mereka berhasil meraih gelar juara 3 dalam kompetisi Peparprov (Pekan Paralimpik Provinsi) Jawa Timur 2021 yang berlangsung di Surabaya, 20-24 Mei. Juara 2 diraih Kabupaten Trenggalek, dan Juara 1 diraih Kota Surabaya. Eifie jadi perwakilan dari cabor atletik lari sprint, mengaku persiapan menuju kompetisi di tengah situasi pandemi berbeda dengan sebelumnya. “Latihannya sudah dipersiapkan sejak tahun lalu, sambil menunggu jadwal resmi kompetisi dimulai”, ujar siswa kelas 8 SMPN 1 Kediri saat ditemui, Kamis (10/6). Perbedaan lainnya, saat persiapan start lari sprint 400 meter, penyelenggara menginstruksikan seluruh atlet memakai masker. “Namun pada saat akan start, masker saya geser ke dagu, karena nanti nggak kuat (larinya, red),” tambah Eifie.
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Anggota Kodim 0824 menyerahkan sembako kepada tukang becak.
Pasuruan, Memorandum M Saroin (36), warga Dusun Pengkol, Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan, berurusan dengan polisi karena membacok tetangganya, Purwo Widodo (46).
Eifie Julian Hikmah mengharumkan Kota Kediri dalam ajang Peparprov Jatim 2021.
k Eifie mendapat 2 emas dan 1 perak setelah menjalani 3 pertandingan yaitu sprint 400 meter, 200 meter, dan 100 meter. Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, yang hadir saat latihan atlet di Lapangan Bawang, Kota Kediri, sempat
menyampaikan juara 2 menjadi target utama, memberi pemantik semangat
dan pengingat tetap tertib protokol kesehatan. Meskipun selisih sedikit dengan Kabupaten Trenggalek dan akhirnya berada di posisi 3, Mas Abu tetap mendukung untuk tetap mempersiapkan di ajang-ajang selanjutnya. Pada acara penyambutan para atlet di Ruang Kilisuci, Kamis (3/6), Mas Abu juga memberikan apresiasi kepada para atlet, “Alhamdulillah, dapat uang saku,” kata perempuan yang sudah menekuni atletik sejak kelas 3 sekolah dasar. Olehnya, uang saku tersebut dibelikan sepatu lari dan beberapa perlengkapan penunjang lari. Target ke depan Eifie ingin mendapatkan 3 medali emas dan menuju ajang nasional, menyusul prestasi Nanda Mei, salah satu atlet kebanggaan Kota Kediri. Dukungan penuh datang dari teman sekolah, guru, dan khususnya orang tua Eifie. Diakui ketika Eifie mulai merasa jenuh, orang tuanya y yang memberikan dorongan semangat. “Dia memang anak yang aktif, tidak minder, pertemanannya luas j juga,” ujar ibunda Eifie. Selain itu, motivasi terbesar Eifie tekun karena ingin menunjukkan disabilitas juga bisa berprestasi. (adv/kom/mis/lis)
Polisi Tetapkan Black Spot di Jalan Pahlawan Rejoagung Tulungagung, Memorandum Banyaknya kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) berakibat fatal hingga meninggal dunia di Jalan Pahlawan masuk Desa Rejoagung, Tulungagung, mendapatkan perhatian kepolisian. Salah satunya dengan menetapkan area tersebut sebagai lokasi black spot rawan kecelakaan lalu lintas. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tulungagung, termasuk di lokasi black spot. “Sudah kita tetapkan sebagai black spot di Jalan Pahlawan, Desa Rejoagung. Ini hasil evaluasi kita atas kejadian di lokasi tersebut,” ujar Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Muhammad Bayu Agustyan, Jumat (11/6). Bayu mengatakan, lokasi itu ditetapkan sebagai black spot karena telah terjadi setidaknya 3 kecelakaan fatal yang mengakibatkan korban jiwa dalam 3 bulan terakhir.
“Data yang kita miliki, selama 3 bulan terakhir terdapat 3 kecelakaan lalu lintas fatal yang mengakibatkan korban meninggal dunia di sana,” jelasnya. Pihaknya menyebut, ada beberapa faktor pendukung yang menjadi penyebab kejadian ini. Mulai dari faktor penerangan yang tidak maksimal hingga
faktor human erorr. Seperti pengguna jalan yang memacu kendaraanya dengan tinggi, kemudian mendahului dari samping kiri, maupun pengguna yang ugal-ugalan. Bayu menjelaskan, untuk lampu penerangan yang redup pihaknya sudah menyampai-
kan kepada dinas terkait agar ada perbaikan. Selain Jalan Pahlawan di Desa Rejoagung, lokasi blackspot lain yakni ada di Jalan Nasional Blitar - Tulungagung yang ada di Kecamatan Rejotangan. Pihaknya berharap, pengguna jalan bisa lebih berhati-hati saat melintas di lokasi black spot kecelakaan lalu lintas. (fir/mad/lis)
PENGUMUMAN GUNA MEMENUHI PASAL 152 UU No. 40/2007 Telah ďďďďďďďďďďďďď dilakukan pembubaran dan likuidasi PT. LAKUALITA
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/EDY
Pria Gondangwetan Bacok Tetangga
Polisi memasang tanda black spot di lokasi rawan laka lantas.
ANDALAN INDONESIA (Dalam Likuidasi), berkedudukan di Kota Surabaya, dan berdasarkan akta Pernyataan Tentang Keputusan Di Luar RUPS PT. LAKUALITA ANDALAN INDONESIA (Dalam Likuidasi) No. 13 tgl 10-6-2021, dibuat dihadapan JAMES RIDWAN EFFERIN, S.H., M.H., Notaris di Surabaya, para pemegang saham memutuskan untuk menerima pertanggungjawaban Likuidator dan memberikan pembebasan tanggung jawab kepada Likuidator. Direksi sebagai Likuidator PT. LAKUALITA ANDALAN INDONESIA “dalam likuidasi”, Ruko Sutorejo Prima Utara Blok PDD Nomor 3, Surabaya.
R U K O D I S E WA K A N
PA R A N O R M A L
KEHILANGAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Disewakan Ruko / Stand Jalan Raya Arteri Porong Pertahun 6Jt Hub:082343100735.
Ahli Ramal, Kartu CKI, Jitu bisa baca nasib, Rmh tangga, Jodoh, Bisnis, dll. Dtg langsung ke ibu rina. Jl.Kedungsari Masuk Samping Kanan Giant Surabayan 3/34. T:031-5490592/081229729706 (tdk terima SMS).
Hilang STNK dan BPKB Spd Mtr Honda Th’2010 L-2663-MA An.PT Sarana Janesia Utama D/a.Jl Padmosusastro 51 Sby.
Hilang Buku Kir TEMPELAN SB.252909.K PT.GAJAHMAS ANTARNIAGA JL.MASTRIP WARUGUNUNG 31 SBY.
Hilang STNK Spd Motor Honda nf100sl L3329DV A/N: So’eb D/A: Nginden 2/91.
Hilang Buku Kir L.9067.UO/ SB.170266.K PT.SBS JL.PERAK TIMUR 220 SBY.
Hilang STNK Spd Mtr Honda Th’2013 L-4254-BF An. Enokwati D/a.Dukuh Kupang Lebar No.24-D Sby.
Hilang Buku Kir L.9344.UD/ SB.278301.K PT.MAKMUR JAYA BERKAT BERSAMA JL.SURABAYA.
Hilang STNK Honda Revo 2010 L 5857 DU Muhamad Sahid 0881036195101.
Hilang Buku Kir GANDENGAN SB.178175.K PY.SBS JL.PERAK TIMUR 220 SBY.
Hilang STNK Spd Motor Honda Beat L4759BX A/N: Yuli Ernawati D/A: Rungkut Tengah 3/16-C.
Hilang Buku Kir L.9782.VV/JKT. 540562 SUGIARTO JL.SIMO TAMBAAN SEKO-LAHAN 63.D SBY.
Hilang STNK Spd Motor Honda Spacy A/N: Olivia Rachmawati D/A: Sandang RT02 RW01 Taman sidoarjo Nopol W3549ZJ.
Hilang Buku Kir L.9484.UZ/ SB.228665.K HAMZAH WAHYUDI JL.BANYU URIP LOR 1/4 SBY.
HILANG STNK HONDA VARIO 150 W-4744-NAK TUTUT WAHYUNINGSIH 0859 5443 0895.
Hilang STNK Mobil Grand Max Th’2014 Nopol B-9308-PCJ An.PT Radiance Jl KH Hasyim Ashari No.50 A Jkt.
MOBIL DIJUAL Pajero sport GLX4x4 2014 (W) Manual Solar Putih Pjk baru, 240 JT (082158665858)
%81'$ .(/$1$ $+/, 18-80 5$0$/ %(53(1*$/$0$1 6(-$. 7+1 µ TERIMA KONSULTASI SGLH MACAM KECUALI JUDI BISA KURSUS KILAT MEMBACA KARTU LENORMAND, KONSUL DATANG ATAU ONLINE VIA WA, TRANSFER BCA. RAMALAN MADAM
* KELANA YOUTUBE * WA : 082252111195 Phone : 085283111195 Lokasi Sidoarjo
ELEKTRONIK
P E N G O B ATA N
AC...AC...Dingin!!! Berkwalitas, AC Split second=1Jt (05-3/4-1PK-2PK) 350 watt Hub: 085100995098/0315012481 Persewaan AC.
VIMAX-HAMMER OF THOR
LOWONGAN Butuh TENAGA GUDANG, Max. 35Thn,Punya SIM-A Jl.DARMO INDAH TIMUR J-21 Surabaya.
P I J AT K E B U G A R A N
- PENIS GETAR / PUTAR - PENIS MAJU MUNDUR - PENIS IKAT PINGGANG - PENIS MUTIARA - VAGINA GETAR / SUARA HUBUNGI : - VAGINA CENTER, DLL Hp/WA : 0812 3259 8251
- VIAGRA / CIALIS - VIMAX / ARABIAN OIL - PROCOMIL / PERANGSANG - VACUM PENIS / PAYUDARA
KEHILANGAN Hilang STNK VARIO 125 2012 Merah S 6903 LM Hub .Ridwan 081255577596.
HILANG STNK HONDA SUPRA X HITAM 2013 L-4726-AP An: BPP dan KB 081216428711.
Kehilangan STNKB Honda Th’2016 W-4071-AB An.Nur Faqihah D/a.Banyuwangi Utara 123 Manyar Gresik.
Hilang Buku Kir L.9190.UM PT.GAJAH MAS ANTARNIAGA JL.MASTRIP WARUGUNUNG 31 SBY.
HILANG STNK HONDA BEAT W 4068 ZH KUSMIATI 085731918729. HILANG STNK HONDA SCOOPY W 6697 UG DUROTUN NIKMAH 081325570539. HILANG STNK SUZUKI SMASH W 6710 NAD SISWANTO 0856965684445. HILANG STNK HONDA VARIO 150 CC W 3031 NAC DAWATI 081333110418.
HILANG STNK HONDA VARIO 2013 W 3794 BJ AN.ANDI RETNO 082333510419.
HILANG STNK YAMAHA MIO HIJAU W 2028 YU LINDA TRINANINGSIH 085708629465.
Hlg STNK motor Ymh Vega 2007 L2906PC a/n Yulikuswanto Hub 082139828339.
Hilang Buku Kir L.9093. NQ/SB.277159.K HUSEIN JL.KEDINDING LOR 7.A SBY.
Hilang Buku Kir L.9465.UX/ JKT.55105Q PT.SBS JL.PERAK TIMUR 220 SBY. Hilang Buku Kir TEMPELAN SB.248531.K PT.SBS JL.PERAK TIMUR 220 SBY. kehilangan bpkb R2 merk Honda vario tahun 2019 nopol W 5401 BE An. Supiyati da Jl. Veteran Gg9D Kavling mbah banten Rt. 003 Rw. 011 Kel. Singosari Kec. Kebomas Kab. Gresik kehilangan bpkb R4 merk Suzuki katana tahun 1994 nopol W 1994 DZ An. Budiyono da Jl. Baja IX/12 Rt. 004 Rw. 002 Ds. Pongangan Kec. Manyar Kab. Gresik
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MOJOKERTO-JOMBANG
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 10
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Trio Narkoba Menginap di Hotel Prodeo Mojok Mojokerto, Memorandum Peredaran narkoba di Kabupa paten Mojokerto kian marak s saja. Terbukti saat anggota Reskrim Polsek Mojosari meringkus tiga pengedar sabu dan ganja. Ketiganya Moh. Syamsudian (28) warga D Dusun Bulu, Desa Gedangan, Ke Kecamatan Kutorejo; Yusuf ((25) warga Dusun Juwono, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu; dan Puguh (28) asal Dusun Jebeh, Desa Jrambe, Kecamatan Dlanggu. Dalam penangkapan ya yang dipimpin langsung Aiptu D Dawah Yuhanis, awalnya berh hasil menangkap Moh. Syamsudian yang berperan sebagai bandar sabu. Ia ditangkap petugas di jalan raya Dusun Mojojejer, Desa Pesanggraha Kecamatan Kutorejo. Dari an, san ditemukan barang bukti sana berupa sabu 1 gram, satu FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO paket ganja kering, dua unit Ketiga pelaku narkoba di handphone, satu unit Honda Mapolsek Mojosari. Beat bernopol S 5074 NBD, dan uang tunai Rp 1.050.000. Dari hasil pengembangan mengarah ke pelaku lain Yusuf dan Puguh, keduanya bekerja di pabrik baja kawasan Bangsal. Keduanya yang merupakan pembeli berhasil ditangkap di rumah masing-masing. Kepada petugas mereka mengaku kalau barang haram itu didapat dari Bagong warga Ngembeh, Kecamatan Dlanggu dengan harga beli Rp 1 juta per gram, sedangkan ganja dibeli Rp 200 ribu. Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi membenarkan penangkapan tiga tersangka dan mereka sekarang masih dalam pengembangan petugas guna mengungkap jaringan yang lain. “Tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 subs pasal 112 ayat 1 dan 111 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” papar Heru. (no/yok)
1 Polisi mendapatkan laporan masyarakat terkait prostitusi di eks lokalisasi Tunggorono.
2
Polisi menggerebek rumah di eks lokalisasi Dusun Tunggul, Desa Tunggorono.
3
GRAFIS: AZIZ
Polisi berhasil mengamankan seorang muncikari dan dua PSK beserta barang bukti.
POLISI GEREBEK EKS LOKALISASI TUNGGORONO
Amankan Muncikari dan Kondom Bekas Pakai Jombang, Memorandum Jika di Surabaya masih marak prostitusi terselubung di eks lokalisasi Dolly, meski telah bertahun-tahun ditutup, di Jombang yang identik sebagai Kota Santri ternyata juga tersembunyi prostitusi di eks lokalisasi Dusun Tunggul, Desa Tunggorono. Hal ini terkuak saat Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang menggerebek sebuah rumah di tempat tadi, Kamis (10/6) petang. Polisi yang mendatangi sebuah rumah di lokasi tersebut mendapati sejumlah perempuan diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) beserta seorang
muncikari. Korps baju cokelat telah lama mengendus di eks lokalisasi itu belakangan jadi ajang bisnis esek-esek. Kasatreskrim Polres Jom-
bang AKP Teguh Setiawan mengatakan bila apa yang dilakukan jajarannya merupakan tindak lanjut dari masuknya informasi masyarakat. “Informasinya ada salah satu rumah digunakan sebagai lokasi bisnis esek-esek. Dalam penggerebekan itu satu tersangka berikut barang bukti berhasil kami amankan,” paparnya, Jumat, (11/6). Tersangka yang diamankan adalah Anis (31), diduga sebagai muncikari asal Dusun Kemiri, Desa/Kecamatan Kemlagi, Ka-
bupaten Mojokerto. Selain Anis, turut diamankan dua PSK bernama Dea (23), asal Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, dan Rini (30), warga Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Sementara, barang bukti yang diamankan berupa sebuah sprei, dua handphone, sebuah kondom bekas pakai, sebuah kaos, sebuah jumpsuit, serta uang tunai Rp 150 ribu. “Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut baik tersangka maupun barang bukti dibawa ke Mapolres Jombang,” beber
Anis FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
mantan Kanit Tipidek Polrestabes Surabaya itu. Dihadapan penyidik, tersangka tidak menampik selama ini menyediakan PSK. Untuk sekali kencan dengan pria hidung belang, tarifnya berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. “Akibat perbuatannya, tersangka kami kenakan pasal 296 KUHP, tentang mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul. Dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun 4 bulan,” pungkas Teguh. (wan/yok)
Wali Kota Pilih Sekda yang Sevisi
FOTO: MEMORANDUM/HUMAS
Bupati Ikfina Fahmawati menanam perdana lima varietas padi bibit unggul.
Dinas Pertanian Tanam 5 Varietas Padi Bibit Unggul Mojokerto, Memorandum Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, melaksanakan kegiatan tanam padi perdana demonstran usaha petani (demfarm) varietas bibit unggul di lahan tani Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (11/6) pagi. Penanaman padi dilakukan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Catur Hermanto Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Setia Puji Lestari, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, Kapolres Mojokerto diwakili Kapolsek Mojoanyar serta Dandim 0815 diwakili Danramil Mojoanyar. Lima varietas padi yang ditanam pada kegiatan ini antara lain Inpari IR Nutri Zinc yang dikenal tahan stunting tanaman (kerdil), Pamelen atau Padi Merah Pulen, Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, dan Inpari 45 Dirgahayu. “Ragam varietas ini akan ditanam pada lahan seluas 7,5 hektare, dengan metode tanam jajar legowo (jarwo). Metode ini dinilai mampu meningkatkan hasil panen kurang lebih 30%, dibanding yang tidak menerapkan,” kata Kepala BPTP dalam sambutan. Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah memaksimalkan potensi hasil pertanian daerah. “Pengembangan ini dapat menunjang ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto. Langkah ini harus kita laksanakan dengan gotong royong dan kerja sama dengan berbagai pihak,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto. Disamping itu, Bupati Mojokerto pada kegiatan ini juga mengapresiasi inisiatif demfarm, dengan pesan penting agar dapat dilakukan pemetaan ke depan. Artinya petani lebih memperhatikan lahan dan suplai ketersediaan air, agar bisa mengidentifikasi potensi lahan dan metode tanam yang cocok untuk diaplikasikan. “Lakukan pemetaan skala prioritas. Kita lihat dulu, sawah mana saja yang dapat ditanami dengan inovasi ini. Nanti kalau memerlukan irigasi dan teknis lain, bisa dikomunikasikan dengan PUPR ataupun dinas terkait lainnya,” terang bupati. (war/yok)
Mojokerto, Memorandum Isi jabatan sekretaris daerah (Sekda), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memilih pejabat dengan kecakapan dan kompetensi terbaik. Selain itu untuk mengisi jabatan sekda, wali kota memilih orang yang mampu bekerja sesuai dengan visi-misinya. Menurut wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut, empat pejabat eselon II yang mengikuti seleksi terbuka (selter) jabatan pimpinan tinggi pratama ( JPTP) Sekdakot Mojokerto saat ini belum tentu akan menjadi pilihannya. Ia mengaku tak segan membuka selter lagi jika belum menemukan Sekdakot yang sehati dengannya. “Kalau memang hasil selter belum ada yang cocok, ya dibuka selter lagi,” kata, Jumat (11/6). Ia mengaku sangat terbuka sekali terhadap siapapun yang ingin menduduki posisi tertinggi di tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Mojokerto ini. Ia
“
Seleksi ini penting untuk menguji kemampuan mereka. Dan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi saya untuk memilih sosoknya,” IKA PUSPITASARI Wali Kota Mojokerto tak segan memberi restu tanda tangan kepada pejabat eselon dua baik yang berasal dari internal maupun eksternal pemkot. “Untuk bisa ikut selter harus ada tandatangan persetujuan dari saya. Semua akan saya izinkan asalkan memenuhi persyaratan,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, seleksi ini untuk mengetahui kecakapan dan kompetensi masing-masing calon. Ini dibutuhkan untuk
FOTO: ISTIMEWA
Ning Ita memantau proses seleksi kompetensi manajerial di ruang Nusantara.
membantu meringankan tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan roda pemerintahan. “Seleksi ini penting untuk menguji kemampuan mereka. Dan ini juga menjadi pertimbangan penting bagi saya untuk memilih sosoknya,” terangnya. Diketahui, seleksi terbuka JPTP Sekdakot Mojokerto diikuti oleh
FOTO: MEMORANDUM/HUMAS
Wamendag Jerry Sambuaga bersama wagub dan bupati pada pelepasan produk ekspor.
Wamendag: Produk Ekspor RI Surplus Mojokerto, Memorandum Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia Jerry Sambuaga didampingi Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, memberangkatkan 10 kontainer produk ekspor PT Sun Paper Source, Kamis (10/6) sore. PT Sun Paper Source merupakan pabrik tissue terbesar ke dua di Asia Tenggara, yang berada di Kecamatan Ngoro. Wamendag pada acara ini mengatakan nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan yang cukup baik, meskipun dalam masa pandemi Covid-19. “Neraca perdagangan Indonesia per April 2021, mengalami surplus
cukup besar. Ini adalah hal yang baik, meski kita dalam masa pandemi Covid-19. Sampai saat ini kita sudah melakukan 23 perjanjian dagang seluruh dunia. Pada hari ini berjalan, kita akan menyelesaikan 12 perjanjian,” kata Wamendag. Selain itu, Wamendag juga mengatakan bahwa saat ini, Kementerian Perdagangan tengah mendorong program percepatan implementasi sistem resi gudang (SRG). Hal ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan perdagangan. “SRG dapat menjadi sebuah instrumen yang memberikan manfaat berupa sarana pembiayaan serta sarana tunda jual untuk kelancaran perdagangan komoditas. SRG sangat ber-
hubungan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Maka, kami minta semua pemangku kepentingan mulai pemda/ pemkab/pemkot, asosiasi, dan pelaku usaha untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan SRG,” tambah Wamendag. Sedangkan Wagub Emil Elestianto Dardak, pada sambutan arahannya menyebut salah satu faktor penting dalam mendukung kehidupan perekonomian perdagangan adalah konektivitas. “Perdagangan dan ekonomi bisa lancar, kalau konektivitasnya juga baik. Ini adalah tugas kami di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar bisa mewadahi itu semua,” kata Emil. (war/yok)
empat orang, yakni Kadispora Kota Mojokerto Novi Rahardjo, Kepala Bappedalitbang Agung Moeljono Soebagijo, Kepala Diskominfo Gaguk Tri Prasetyo dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Anang Fahruroji. Sesuai jadwalnya, keempat calon ini akan melakukan seleksi kompetensi manajerial
dan kompetensi sosiokultural di Ruang Nusantara Pemkot Mojokerto, yang sudah dilakukan Selasa (8/6) lalu. Setelahnya mereka juga akan menjalani seleksi kompetensi teknis (pembuatan dan persentasi makalah serta wawancara) pada 10 Juni 2021 dan pengumuman akhir hasil seleksi pada hari Senin, 14 Juni mendatang. (war/yok)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
HUKUM & KRIMINAL
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 11
Surabaya, Memorandum Ferdyan DJunaidi (41), dipersangkakan atas kasus pencabulan anak di bawah umur. Lelaki bejat itu tega menyetubuhi Melati (samaran), anak kandungnya sendiri selama tiga tahun. Kasusnya sendiri, akan berlanjut setelah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tersangka telah diterima jaksa peneliti Kejati Jatim. Sementara itu, Kasipenkum Fathur Rohman ketika dikonfirmasi tentang kelanjutan kasus tersebut membenarkan.”Benar, sudah masuk SPDP-nya pada Selasa (25/5). Kalau berkasnya belum,” tutur mantan Kasiintel Kejari Surabaya itu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (11/6). Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) yang akan menyidangkan perkara tersebut, Fathur mengatakan ada dua JPU. “Jaksa Farida dengan Jaksa Novita,” katanya.
Untuk diketahui, Ferdyan Djunaedi terancam menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi. Pria yang tinggal di rumah kontrakan kawasan Sidoarjo itu ditangkap setelah mencabuli hingga menyetubuhi Mawar (16), yang tidak lain anak kandungnya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya sejak 2017. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka diamankan anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda
Jatim tidak jauh dari tempat tinggalnya, Rabu (2/6). Informasi dihimpun, aksi bejat Ferdyan bermula saat anak kedua tersangka genap berusia 13 tahun. Sehari-hari, tersangka, korban, dan ibunya selalu tidur bersama dalam satu ranjang. Malam itu, gelagat berbeda ditunjukkan oleh tersangka. Ferdyan yang selalu tidur di samping sang istri, mendadak pindah di samping korban. Mengira sudah tertidur pulas, tersangka mulai melancarkan aksinya. Kali pertama, tersangka meraba-raba tubuh mungil Mawar. Mawar yang saat itu belum sepenuhnya tertidur, menyadari ulah bejat sang ayah, korban memalingkan pandangannya. Takut aksinya tepergok istri, Ferdyan menyuruh korban diam. Ancaman itu membuat istrinya sempat bergerak memutar po-
sisi badan. Aksi tersangka tidak berhenti di sana. Sebulan kemudian, kejadian itu terulang kembali. Bahkan jauh lebih parah. Bahkan, Mawar disetubuhi. Ironisnya, hal tersebut dilakukan hampir setiap hari. Apalagi tersangka adalah pengangguran. Sementara istrinya bekerja sejak pukul 06.00 dan baru pulang sore. Bahkan, terkadang malam hari hingga menjadi peluang Ferdyan untuk melakukan perbuatan bejatnya. Sementara itu, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Ali Machfud dirinya tidak menyangkal kasus ayah yang tega menggauli anak kandungnya. Namun, pihaknya enggan berkomentar lebih jauh. “Mohon maaf Mas, kasus anak tidak boleh dipublikasi karena aturan bicara demikian,” jelas Ali, waktu itu. (mg5/fdn/nov)
FOTO: MEMO RANDUM/JAKA
Kejati Terima SPDP Kasus Ayah Penggaul Anak Kandung
Ferdyan Djunaidi digiring anggota Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim dari rumahnya.
2 Budak Sabu Keputih Keok Surabaya, Memorandum Pengapnya tahanan tidak membuat Farid Tirtana (29), warga Jalan Keputih Tegal jera. Sebab, pemuda itu baru saja bebas menjalani hukuman gegara terjerat penyalahgunaan narkotika dan kembali terjerumus di kasus yang sama. Tersangka ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo di Jalan Kedung Cowek karena kedapatan membawa dua poket sabu seberat 0,66 gram. Ternyata, Farid dicokok bersama temannya, Sugiono (23) warga Jalan Keputih Tegal. Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan mengatakan, tersangka ditangkap ketika anggotanya mendapat informasi ada dua pemuda yang baru saja transaksi narkotika. Selanjutnya polisi menuju ke lokasi dan mencari ciri-ciri pemuda yang disebutkan sesuai petunjuk. “Anggota mengantongi ciri-ciri tersangka dan mengejarnya di Jalan Kedung Cowek,” kata Hari, Jumat (11/6). Bahkan, saat dihentikan, Farid yang membawa dua poket sabu tersebut nekat membuangnya di lokasi. Awalnya anggota tidak menemukan sabu itu, hingga akhirnya ditemukan di samping tersangka. “Mereka mengakui jika sabu itu miliknya, meski sempat dibuang untuk menghilangkan barang buktinya,” jelas Hari. Dari pengakuan Farid, sabu dibeli secara patungan dengan Sugiono seharga Rp 300 ribu. Mereka baru saja beli dan hendak pulang ke rumah untuk dinikmati bersama. “Sabu kami beli di Jalan Kunti dari seorang bandar yang dipanggil Cak. Saya baru bebas lima bulan lalu dan kembali menggunakan sabu Pak,” ujarnya di mapolsek. (alf/nov)
Prihatin
Sambungan dari halaman 1
Dia mengabadikan momen saat mencicipi BTS Meal. BTS Meal adalah paket makanan yang berisi 9 chicken nugget, satu gelas minuman soda, saus cajun, dan saus cabe manis. “Tidak paham,” tulis Chef Renatta dalam Instagram Stories miliknya. Terlihat Chef Renatta tengah mencocol satu chicken nugget dengan saus cajun. Akan tetapi, Chef Renatta memberikan tanggapan soal fenomena hebohnya BTS Meal itu. “Fenomena yang membuat saya takjub sekaligus prihatin,” ungkap Chef Renatta. Entah apa yang membuat Chef Renatta merasa prihatin dengan fenomena BTS Meal itu. Selain Chef Renata, Chef Juna dan Chef Arnold juga mencicipi BTS Meal. Bahkan ekspresi Chef Juna saat mencicipi BTS Meal itu jadi sorotan. Chef Arnold memperlihatkan foto Chef Juna yang tengah mencicipi BTS Meal yang ramai diburu tidak hanya oleh ARMY. Sedangkan Chef Arnold disebut merogoh kocek jutaan rupiah untuk membeli lebih dari satu paket BTS Meal. Sang istri juga mengaku membeli 15 paket BTS Meal. Namun, Chef Arnold mengaku tak sengaja membuang kantong BTS Meal. “Lol baru sadar di kantong sauce MCD x BTS itu ada kantong collectible Kita buang tadi ga sengaja,” cuit Chef Arnold. Cuitan Chef Arnold itu pun mengundang beragam tanggapan. Ada yang menertawakan ada juga yang menyayangkan sampai bertanya di mana Chef Arnold membuang kantong tersebut. “Menyesal,,, kesal,,, dibuang,,,, sayang (emoji terbahak),” komentar akun Len*** meledek Chef Arnold dengan mengirimkan juga harga jual gelas, kantong, dan tempat chicken nugget BTS Meal dijual sampai harga nyaris Rp 600 ribu. (dth/nov)
(26/6) pukul 12.00. Diterangkan Hartoyo, penganiayaan dilakukan Wahyu ketika melihat JM sedang bermain HP bersama 2 anak pelaku di luar kamar. Kemudian timbul niat Wahyu untuk menguasai HP korban karena kepepet kebutuhan hidup selama tinggal di Surabaya. Wahyu kemudian mengambil paving dari luar, dan menyuruh kedua anaknya masuk ke dalam kamar. “Saat korban masih asyik bermain HP, pelaku memukul leher dan kepalanya menggunakan paving sebanyak empat kali,” kata Hartoyo. Pukulan itu, menyebabkan korban roboh bersimbah darah dengan kondisi kepala retak. Melihat JM pingsan, Wahyu segera mengambil HP milik korban
FOTO: MEMO RANDUM/RIO
Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan menginterogasi dua tersangka.
nya, petugas membawa tersangka ke Mapolrestabes Surabaya guna penyidikan lebih lanjut. Hanya saja, HP Oppo Reno 4 milik korban ternyata sudah dijual Wahyu di toko HP kawasan Simo. Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengungkapkan, tersangka ditangkap ketika hendak bersembunyi di rumah saudaranya diTangsel. “Dia pelaku tunggal. tersangka kami tangkap setelah beberapa hari buron karena melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur hingga meninggal,” ungkap Hartoyo, Jumat (11/7). Pengejaran terhadap tersangka setelah paman korban, Fugita (36), yang tinggal di Jalan Simpang Darmo, melapor jika keponakannya dianiaya Wahyu di kamar kos, Jalan Kupang KrajanVA pada Rabu
Sambungan dari halaman 1
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo didampingi Kasatreskrim AKBP Oki Ahadian menunjukkan barang bukti dan tersangka.
dan selanjutnya mengajak kedua anaknya kabur keTangsel. Sampai akhirnya kejadian itu diketahui tetangga korban. Warga selekasnya memberitahu insiden itu ke keluarga korban
dan melarikan JM ke RSUD dr Soetomo. Setelah sepekan dirawat dengan kondisi masih koma akibat luka parah yang dideritanya, nyawa JM tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir-
Tidak Niat Membunuh menjual HP milik korban seharga Rp 500 ribu di daerah Simo untuk bekal ke Tanggerang,” beber Wahyu. Selama dalam perjalanan, Wahyu bersama kedua anaknya menumpang kendaraan orang lain dan terkadang menumpang angkutan umum. “Kadang saya minta belas kasihan orang agar diberi uang.
Saya bingung karena bekal sudah habis buat makan,” ujar dia. Dalam keadaan pusing tujuh keliling, Wahyu tidak punya tempat tujuan untuk melarikan diri ke mana. Hingga akhirnya, dia pergi ke Tanggerang karena ada keluarganya di sana. Wahyu mengungkapkan, selama dalam perjalanan, dia melin-
tasi Krian, Sidoarjo, Mojoketo, Solo, Kartasura Sukoharjo, Jogjakarta, Wates, Purworejo, Kebumen, Purwokerto, Tasikmalaya, dan Cileunyi Bandung. Sampai akhirnya tiba di Kampung Rambutan Jakarta, Cijantung Jakarta, dan berada di Masjid Al Araaf Perum Bukit Cirende Pondok Cabe Hilir Pamulang, Tangerang Selatan
( Tangsel) hingga ditangkap polisi. “Selama perjalanan saya sempatkan istirahat di tempat umum. Mulai di masjid, musala, depan toko, warung, dan halte,” tutur Wahyu. Dia terpaksa melakukan perbuatan keji ini karena bingung. Di Surabaya mencoba hidup dengan berdagang, tapi selalu gagal. Hingga akhirnya,
wahyu tidak punya uang sama sekali. Untuk makan, dia bersama kedua anaknya terpaksa utang di warung dan ada niat untuk pulang kampung. Karena tidak punya apa-apa, timbul pikiran jahat Wahyu untuk memiliki HP korban untuk dijual. “Hasil menjual HP, saya pakai bekal berangkat ke Tanggerang,” tuturnya. (rio/nov)
Cucu Dibuang di Jalan data pembayaran motor ayahnya, langsung diusir dari kantor. Dia diminta keluar kantor karena sudah ditunggu oleh ojek online di luar. Sembari menahan rasa takut, AM menelepon ayahnya dan diminta menuju Polresta Sidoarjo. “Saya sempat disodori uang Rp 50 ribu untuk membayar ojek tapi saya tolak. Saya kemudian menghubungi ayah dan diminta untuk ke Polres Sidoarjo. Saya akhirnya diantar ojek ke sana dan bertemu dengan papa dan saudara,” terang AM. Meski laporan korban dan ayahnya sudah diterima Polresta Sidoarjo, namun korban masih terlihat shock Di usia yang masih
Sambungan dari halaman 1 belia, dia harus diperlakukan seperti itu oleh para debt collector. Lebih parah lagi, AM beberapa kali mendapat intimidasi dan ancaman untuk tidak melaporkan peristiwa tersebut ke orang lain. Sementara itu, ayah AM, Muhajir Wahyu Ramadhan menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh keempat debt collector tersebut. Wahyu membantah jika motor miliknya menunggak tiga bulan. Dia mengaku sudah menitipkan satu cicilan ke karyawan leasing. “Yang saya sesalkan adalah proses penarikan mereka. Kenapa tidak menghubungi saya selaku pemilik motor. Malah anak saya
AM menunjukkan surat pernyataan dari leasing yang ditandatangani.
diculik ke Sidoarjo dan ditelantarkan di jalan setelah selesai menandatangani entah surat apa
itu,” kata Abah Wahyu panggilan akrabnya. Wahyu berharap, laporan ter-
Istri Dihamili Sahabat Partai kegembiraan. Dirangkulnya Nindi erat-erat tapi sambil berpikir, “Mana mungkin?” Penasaran, Zaenal bergegas konsultasi ke dokter: mungkinkah istrinya bisa hamil, padahal dia mandul? Meski jawabannya sudah bisa ditebak, Zaenal tetap kaget mendengar dokter berkata, “Tidak.” Pertanyaannya sekarang: siapa yang menjadikan Nindi hamil??? Pikiran Zaenal langsung tertuju kepada Fadlul.Tapi, mungkinkah? Lantas, kalau bukan dia, siapa lagi? Sebab, selama ini Nindi tidak pernah berteman akrab dengan lelaki lain selain Fadlul. Zaenal bingung. Stres. Depresi. Kalau memang Fadlul yang bikin Nindi hamil, apa yang harus dia lakukan? Yang jelas,
nya di rumah sakit. Polisi yang mendapatkan laporan, kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku pun berhasil diidentifikasi bernama Wahyu. Setelah tiga minggu melakukan pengejaran, petugas mengetahui keberadaan pelaku di Tangsel dan meringkusnya. Pelaku berusaha kabur saat polisi datang. Tidak mau buruannya lolos, polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas. “Tersangka (Wahyu) tidak punya tempat tinggal tetap dan hidupnya berpindah-pindah. Jadi dia ke Tanggerang hendak menginap ke rumah saudaranya, Motif penganiayaan ingin memiliki HP korban,” pungkas alumni Akpol 2000 itu. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1
tidak mungkin menanyakan kebenaran soal ini kepada Nindi. Juga kepada Fadlul! Menyelidiki kebersamaan mereka? Ah. Tapi kalau memang itu terpaksa harus dilakukan, Zaenal bertekad akan melakukannya sendiri. Tidak melibatkan orang lain. Sebab, kalau nantinya memang terbukti benar, hal itu hanya akan membuka aib keluarga. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Zaenal akhirnya memutuskan turun sendiri untuk mencari jawaban. Sehari-dua hari, Zaenal belum melihat tanda-tanda kedekatan Nindi dan Fadlul yang mencurigakan. Mereka bertemu sewajarnya saja. Itu pun selalu ada Zaenal. Seminggu-dua minggu, tidak
FOTO: MEMO RANDUM/DANNY
FOTO: MEMO RANDUM/ALFIN
Kepruk Kepala Korban 4 Kali
sebut bisa segera diproses untuk mengungkap kasus perampasan motor yang dialami anaknya. Selain itu, pihaknya juga mengecam aksi perampasan yang dilakukan debt collector yang tega menggiring anak gadisnya hingga ke Sidoarjo. “Mudah-mudahan kejadian itu segera terungkap,” harap Wahyu. Terpisah, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif mengaku masih melakukan proses penyelidikan. “Sementara masih proses penyelidikan Mas,” singkat mantan Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya itu. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 ada tanda-tanda mencurigakan. Bahkan menginjak bulan ketiga, tanda-tanda itu tidak terlihat. Kembali Zaenal menemui dokter. Mempertegas bahwa dia benar-benar tidak mungkin membuat Nindi hamil. Dokter memahami kegalauan Zaenal. Maka, dia menyarankan Zaenal untuk mengetes DNA si baby. “Ajak saja istri Anda ke sini. Selanjutnya urusan saya. Tak usah khawatir, dia tidak akan tahu kalau Anda meragukan kehamilannya. Tenang saja,” kata dokter meyakinkan Zaenal. Zaenal menyanggupi membawa istrinya bertemu dokter. Beberapa hari setelah itu, Zaenal dipanggil dokter. Dijelaskan bahwa kecurigaan Zaenal benar: anak itu bukan darah dagingnya.
Untuk meyakinkan dugaannya, beberapa hari kemudian Zaenal membawakan rambut Fadlul untuk dites DNA. Dokter sepakat. Ternyata hasil tes DNA keduanya cocok! Klop! Zaenal tidak langsung mengonfirmasikan hasil tes tadi kepada Nindi, melainkan terlebih dulu ke Fadlul dan mencercanya dengan pertanyaan ini, “Benarkah bayi yang dikandung Nindi itu anakmu?” Fadlul diam. Hanya tolah-tolah seperti tulup dikethek. Maaf, kethek ditulup. “Ya. Mungkin,” jawabnya kemudian. Lirih. Agak ragu. “Mungkin?” bentak Zaenal. “Bukankah Nindi istrimu?” imbuh Fadlul. Masih lirih. Mendengar itu, Zaenal langsung
mendaratkan pukulan keras ke rahang kiri Fadlul. Yang dipukul diam saja, meski darah segar mengalir di ujung bibir. “Sudah tahu dia istriku, mengapa kau tega berkhianat?” Kembali pukulan telak menghantam rahang kanan Fadlul. Kali ini Fadlul tidak mampu bertahan. Tersungkur di lantai dan mengerang. “Akhirnya kuputuskan meninggalkan Nindi,” kata Zaenal. Ia menambahkan bahwa beberapa bulan kemudian dia mendengar kabar Karlina, cinta pertamanya, kebetulan ditinggal mati suaminya. Terkana serangan jantung. “Mungkin dia jodohku,” kata Zaenal. “Cinta kedua di usia senja,” imbuhnya, disambung tawa. (jos, habis)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
GRESIK-PANTURA
SABTU WAGE, 12 JUNI 2021 HALAMAN 12
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEPA
FOTO: MEMORANDUM/ YOGA
Persela berlatih di Stadion Surajaya.
Persela Uji Coba Pekan Depan FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Lamongan, Memorandum Menjelang Liga 1 2021, Persela Lamongan akan menggelar uji coba. Direncanakan pekan depan. Asisten pelatih Persela Didik Ludianto mengatakan, kemungkinan uji coba Persela akan digelar pada pekan depan. Tetapi Didik belum mau menyebutkan siapa lawan tanding Persela nanti. “Itu rencana pelatih ke depan. Kalau tidak uji coba, kami tahu kemampuan dan kekurangan tim,” kata Didik, Jum’at (11/6). Untuk program latihan, di sisa pekan ini masih difokuskan untuk pemulihan kondisi fisik pemain setelah libur. Hari ini, terang Didik, tim pelatih juga menambah porsi latihan menjadi dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Masih lanjut Didik, besok para pemain akan mulai diberikan menu latihan taktik bagaimana tugas mereka, baik sebagai individu maupun sebagai tim. “Besok kami mulai latihan individu dan unit. Ada satu lawan satu, dua lawan dua mulai besok. Kemudian Sabtu ada tes agility, speed dan balke test,” Jelas Didik. (tri/har/udi)
Foto semasa hidup Muhammad Andik dan uang santunan yang diterima keluarga korban (inset).
Korban Ledakan PT CASI Terima Santunan
FOTO: MEMORANDUM/ DOK
Petugas menunjukkan lokasi kejadian.
Pemkab Komitmen Merawat Kerukunan Umara dan Ulama Bojonegoro, Memorandum Pemkab Bojonegoro berkomitmen merawat kerukunan umara dan ulama. Itu dibuktikan pada acara tahlil jemaah putra turut serta dalam kegiatan pembinaan jemaah tahlil pada zona 1 yang meliputi empat kecamatan (Balen, Sumberrejo, Kanor, dan Sugihwaras) di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen, kemarin sore. Acara yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat Bojonegoro tersebut dihadiri oleh Bupati Anna Mu’awanah, forkopimcam, kepala desa, dan tokoh agama setempat. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Bojonegoro Sahari dalam kesempatan ini melaporkan, ke depan akan diselenggarakan di tiga zona. Zona 1 meliputi Kecamatan Sumberrejo, Kanor, Balen, Sugihwaras. Zona 2 meliputi Kecamatan Baureno, Kedungadem, dan Kepohbaru. Zona 3 meliputi Kecamatan Sukosewu, Kapas, Dander, Temayang, Gondang, dan Bubulan. “Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi dan kerukunan umara dan ulama. Ini juga sebagai media sosialisasi penyebaran informasi program dan kegiatan pemerintahan,” terangnya. Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menjelaskan tentang program-program pemkab. Selain bidang infrastruktur, terdapat juga program pemberdayaan masayarakat salah satunya pembinaan jamaah tahlil. “Hal ini menunjukkan Kehadiran pemerintah kabupaten dalam setiap lini kegiatan masyarakat,” bebernya. Selain itu, bupati berharap kepada masyarakat agar mampu menggunakan teknologi. Dengan bijak menggunakan media sosial positif serta pandai melakukan filter. lter. “Toleransi beragama dalam bermasayarakat merupakan salah satu perekat dalam kerukunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya dengan kegiatan jamaah tahlil diharapkan mampu membendung paham-paham radikal,” harapnya. (top/har/ udi)
Bupati Anna Mu’awanah FOTO: MEMORANDUM/ DOK
Petani Maduran Mati Tersengat Jebakan Tikus
Lamongan, Memorandum Prayit (65), warga Desa Gumantuk, Kecamatan Maduran, mati tersengat listrik jebakan tikus, Kamis (10/6) malam. Ironisnya, korban sendirilah yang membuat jebakan tikus beraliran listrik dari genset tersebut. Anak korban, Sutiaji (40), mengatakan, kepergian bapaknya itu di luar dugaan anggota keluarga. Sebab, bapaknya pamit pergi ke sawah sekitar pukul 20.00. Letaknya di sebelah timur desa. Masih lanjut dia, hingga pukul 00.00 korban belum juga pulang. Seluruh anggota keluarga, termasuk Sutiaji gelisah. “Akhirnya saya dan tetangga menyusul ke sawah “aku Sutiaji kepada polisi, Jumat (11/6). Sedangkan Kapolsek Maduran AKP Saifudin mengungkapkan, me-
ngetahui anggota keluarganya yang tidak pulang, saksi Sutiaji bergegas mengajak H Ali Jafar, tetangganya, untuk menuju sawah mencari korban. Tiba di sawah, kedua saksi semakin penasaran karena hanya didapati sandal dan sarung korban yang ada di gubuk. Keduanya, terang Saifudin, berusaha mencari korban. Radius 30 meter dari gubuk, korban ditemukan dalam keadaan terlentang dengan posisi kepala di timur, tangan kiri memegang senter, tangan kanan memegang kayu dan sudah
dalam keadaan meninggal dunia. “Terdapat luka bakar dan terbuka pada punggung telapak tangan sebelah kanan karena menyentuh kawat beraliran listrik dari genset milik korban sendiri, “ ungkap AKP Saifudin. Temuan itu, lanjut Saifudin, kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Gumantuk, dan dilanjutkan ke Polsek Maduran. Didampingi petugas dan tenaga medis Puskesmas Maduran, menuju TKP untuk mengevakuasi korban. “Tidak ditemukan luka atau bekas akibat penganiayaan. Pada saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Penyebabnya sudah jelas akibat kesetrum listrik genset yang dipasang korban di area sawahnya sendiri,” pungkasnya. (tri/har/udi)
Dewan Kritisi Rendahnya Tingkat Ekspor UMKM G Gresik, Memorandum Rendahnya tingkat ekspor di sektor usaha mikro kecil dan m menengah (UMKM) mendapa pat sorotan DPRD Kabupaten G Gresik. Padahal, Gresik memiliki ba banyak produk unggulan deng ngan kualitas premium. Dewan mendesak pemerinta tah agar memberikan perhatian da dan pendampingan terhadap pe pelaku usaha agar bisa meningka katkan daya ekspor. Salah satu wakil rakyat yang m menyoroti hal tersebut adalah Sy Syahrul Munir, Ketua Fraksi PKB D DPRD Kabupaten Gresik. “Jumla lah UMKM kita yang siap ekspor sa sangat sedikit. Desember 2020 ya yang terdaftar hanya 11 pelaku ek ekspor, tahun 2021 ini bertamba bah menjadi 148,” jelasnya. Meski bertambah, pihaknya be belum mengetahui secara pasti ap apakah seluruhnya sudah siap ek ekspor. Sebab, kebanyakan dari p pelaku usaha memakai jasa ek eksportir untuk mengirimkan pr produknya. “Padahal jika bisa di diekspor sendiri maka tentu akan m menambah pemasukan,” imbuh w wakil rakyat dari dapil VIII (Manya yar, Bungah, dan Sidayu). Dijelaskan, sebenarnya su-
FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Pertemuan pelaku UMKM dengan DPRD Gresik.
dah ada fasilitas gratis melalui Bea Cukai yang bernama klinik ekspor. Layanan tersebit dapat diakses pelaku UMKM agar mengetahui bagaimana cara ekspor produk unggulan mereka. “Gresik punya banyak produk unggulan yang siap ekspor karena kualitasnya premium. Ada songkok Ikbal dan Pondok Indah, rebana Imam Bahri, songkok Presiden, baju muslim Ramli dan masih banyak lainnya,” tegas dewan termuda di DPRD Kabupaten Gresik itu. Menurutnya, selama ini kendala utama yang dialami pelaku UMKM dalam pendampingan
pemerintah. Mulai dari perizinan, kemasan produk, company profile, hingga akses ke pasar internasional. Untuk itu, pihaknya berupaya mencoba merumuskan gagasan agar produk lokal kualitas premium bisa merambah pasar internasional lebih masif lagi. “Dari sisi anggaran memang sangat minim untuk kegiatan ini. Namun kami berupaya agar produk unggulan Gresik bisa terayomi dengan baik melalui anggaran yang memadai. Kajian potensi pasar dan peluang pendapatan berupa pajak atas aktivitas ekspor ini harus dikaji lebih lanjut,” tegas dia. (and/har/udi)
Status ASN Andhy Hendro Tunggu BKN Gresik, Memorandum Status aparatur sipil negara (ASN) sekda nonaktif Andhy HendroWijaya hingga kini belum dikembalikan. Surat permohonannya ke bupati Gresik belum mendapatkan balasan. Pemkab Gresik sendiri masih menunggu rekomendasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pj Sekda Pemkab Gresik Abi-
manyu Pontjoatmojo Iswinarno mengatakan, surat dari Andhy Hendro Wijaya sudah diteruskan ke BKN. Akan tetapi sampai saat ini belum mendapat balasan. Meski demikian, surat itu dipastikan sudah sampai. Surat tersebut diteruskan ke BKN melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik. Hal itu dilakukan untuk memeroleh
keputusan BKN yang bisa menjadi acuan pengembalian status yang bersangkutan sebagai ASN. Walaupun balasannya belum turun, mantan kepala Bakorwil Bojonegoro itu menyakini jika jawaban BKN bakal merekomendasikan Pemkab Gresik agar menunggu hasil salinan putusan. “Bukan petikan putusan. Apalagi keputusan pemkab sejauh ini me-
mang masih menunggu salinan putusan untuk mengembalikan hak Andhy Hendro Wijaya sebagai ASN,” kata Abimanyu. Terpisah, Hariyadi kuasa hukum Andhy Hendro Wijaya mengatakan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri RI. Saat ini, pihaknya tidak ingin buru-buru dan memilih menunggu jawa-
ban dari Pemkab Gresik. Hariyadi menyebut, prosedurnya memang demikian untuk mengaktifkan kembali kliennya sebagai ASN. Sehingga pihaknya lebih memilih menunggu perkembangan saja. “Kalau gugat ke PTUN, jawabannya akan seperti itu juga. Jadi kami tunggu saja,” tandasnya. (and/har/udi)
Gresik, Memorandum Keluarga korban ledakan tangki metanol PT Citra Adi Sarana Indonesia (CASI) menerima santunan dan bantuan uang pemakaman dari perusahaan. Mereka juga diberi tanda bela sungkawa dari rekan-rekan karyawan. Seperti disampaikan Riski Permana Putra (22), adik dari Muhammad Andik (33) asal Jalan Awikoen, Desa Gending, Kecamatan Kebomas Gresik, yang jadi korban ledakan. Menurutnya, pihak perusahaan sudah datang ke rumah duka dan memberikan hak korban. “Tanggung jawab dari PT CAS sudah klir mas. Dari uang pemakaman dan uang santunan itu sudah semua,” kata Riski Permana Putra, Jumat (11/6). Sejak awal, pihak perusahaan sudah beritikad untuk bertanggung jawab dengan datang ke rumah duka di hari pertama kejadian. “Kalau santunan dari PT-nya cuma Rp 30 juta. Kalau dari karyawannya tidak tahu jumlahnya,” imbuhnya. Ya, selain memeroleh santunan dari perusahaan, korban juga mendapat bela sungkawa dari karyawan lain. Sementara itu, penyebab ledakan yang menewaskan lima pekerja masih belum terkuak. Proses penyelidikan masih terus berlangsung di kepolisian. Hingga saat ini, Polres Gresik belum bisa menyimpulkan lantaran masih menunggu hasil laboratorium forensik (Labfor) Polda Jatim. “Saat ini belum bisa menyimpulkan, kami masih menunggu hasil labfor,” kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Sejumlah barang bukti sudah dibawa untuk diperiksa. Mulai dari peralatan pengerjaan, puing ledakan dan bahan pendukung lainnya. Sejauh ini pihaknya juga sudah meminta keterangan dari enam orang saksi. Meski demikian, Polres Gresik belum menyampaikan detail siapa saja saksi yang dipanggil. Begitupun soal hasil pemeriksaannya. “Belum ada tambahan, sementara ada enam saksi yang sudah kami panggil. Mereka adalah yang berkaitan dan mengetahui kejadian tersebut. Untuk hasil pemeriksaannya masih kami dalami,” tutup mantan Kapolres Ponorogo tersebut. Sebelumnya, tangki metanol PT CASI di Jalan Dharmo Sugondo Kecamatan Kebomas meledak ketika pekerja melakukan pengecekan instrumen level sensor di atas tangki, Selasa (8/6) lalu. Lima pekerja meninggal dunia akibat insiden tersebut. Mereka adalah Muhammad Burhanudi Al Ansori (22) dan Ibnu Attoilah (21). Keduanya warga Kabupaten Trenggalek dan jenazahnya sudah dijemput pihak keluarga. Kemudian Septianingrum (26) dari Kabupatem Kediri. Muhammad Andik (33) asal Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas Gresik; dan Johanes Saputro (22) asal Glagah Kabupaten Lamongan. Tiga orang tersebut tewas terpanggang dan jenazahnya sudah diambil pihak keluarga. (and/har/udi)