SERTIFIKA T
P ER S WAN DE memorandum.co.id
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021
memorandumredaksi@gmail.com
HARGA Rp 3.500,-
Kronologis : 1
Setelah mengetahui seluk beluk rumah korban, Arif memanjat pagar dan nyelonong ke kamar Syaroh. Lantaran menyenggol gantungan baju, membuat korban memergoki ulah pelaku.
Ditahan di Pahit 2
Oleh: Dahlan Iskan
Korban sempat berteriak hingga membuat Arif naik pitam. Pelaku membekap mulut korban dan memukuli wajah dan dadanya. Syaroh juga diancam memakai pisau dapur hingga tak berdaya. FOTO: MEMORANDUM/DANNY
B
erhasil kembali mengapung bukan berarti urusan selesai. Itulah nasib kapal gajah-bengkak Ever Given. Ternyata kapal itu masih ditahan di Terusan Suez. Sampai sekarang. Belum tahu pula kapan bisa meneruskan perjalanan ke Rotterdam, Belanda. Urusan di Suez kelihatannya masih akan panjang. Pemerintah Mesir belum akan melepas kapal kontainer itu sebelum ganti rugi dibayar. “Menit itu terjadi kesepakatan, menit berikutnya kapal sudah boleh jalan,” ujar penguasa Mesir seperti dikutip media di Timur Tengah.
3
Arif akhirnya berhasil menggondol HP dan uang Rp 400 ribu milik korban. Dia lalu segera kabur melalui pintu depan. Belum sempat menikmati hasil curiannya, Arif dibekuk polisi di tempat kosnya.
Arif Sugianto alias Amik dikeler anggota Reskrim Polsek Wonocolo
TEPERGOK MENCURI, SEKAP DAN HAJAR KORBAN
Bersambung ke halaman 2
-
Tegasnya: kepentingan Aseng... eh asing!
Si Mameng (Buruh perusahaan PMA)
ANCAM BUNUH PAKAI PISAU Surabaya, Memorandum Mujas Syaroh tidak menduga suara barang jatuh yang didengar dari kamar nyaris menghilangkan nyawanya. Tanpa curiga, wanita 60 tahun yang tinggal di Jalan Margorejo 3/45E itu mendatangi sumber suara tersebut.
Bersambung ke halaman 11
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Saat membuka pintu kamar, Syaroh memergoki seorang pria yang mengacak-acak isi lemarinya. Mendapati itu, perempuan ini spontan berteriak. Namun, upaya tersebut malah membuat pelaku, Arif Budianto naik pitam. Pria 41 tahun itu langsung menarik tangan korban. Setelah meraih tubuh Syaroh, pelaku langsung membekap mulutnya dari belakang. Tak hanya itu, pelaku juga memukuli wajah dan dada korban dengan tangan kosong. Meski kesakitan, Syaroh hanya mampu terdiam karena ketakutan. Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih menunjukkan tersangka dan barang bukti.
Gagal Nyabu, Driver Ojol Diadili
Bersambung ke halaman 11
Pasutri Kompak 8 Kali Gasak HP
FOTO: MEMORANDUM/JAKA
Surabaya, Memorandum Ronny Hartono gagal menikmati sabu seberat 0,5 gram yang didapatkan dari Andi Juri Fugo. Lantaran driver ojek online (ojol) tersebut keburu tertangkap dan kini diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ronny dan Andi didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejari Surabaya dengan dua pasal yakni pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI
Vanessa Angel
JPU Damang membacakan surat dakwaan dua terdakwa di PN Surabaya.
Surabaya, Memorandum Pasangan suami istri (pasutri) dibekuk anggota Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Gegara keduanya terlibat pencurian HP di sejumlah tempat. Mulai di Pakuwon Trade Center (PTC), Word Trade Center (WTC), Royal Plaza, dan Galaxy Mall. Aksi tersebut dilakukan Husein Mahdi (30), dan Fatmawati (29), mereka tinggal di Jalan Gresik PPI. Pasutri ini dibekuk saat mencuri HP milik korban sekaligus karyawan toko di Jalan Lontar, Vicha (21), warga Jalan Lempung Bersambung ke halaman 11
Dikritik Istri 1 Kurang, Istri 2 Bermasalah; Terus Gimana? (2)
J
elang Ramadan, Vanessa Angel mencoba peruntungannya dengan bisnis baru. Kali ini, ia menjual mukena. Alat salat untuk wanita tersebut dijual Vanessa di Instagram. Ia juga menggunakan TikTok sebagai salah satu strategi marketing. Tidak sendirian, istri dari Bibi Ardiansyah itu juga menggandeng seseorang di sampingnya untuk mempromosikan mukena tersebut. Terlihat ada sosok istri Sule, Nathalie Holscher, yang ikut berjoget. Bersambung ke halaman 11
Anak Itu Berkata Ia Tak Pantas Jadi Suami Ibunya TAHUN berganti tahun. Setelah Abdul memutuskan bercerai dari Habibah, ia menjalani hidup bersama Siti. Namun, rumah tangga mereka sering goyang. “Sebenarnya aku sangat bahagia dengannya. Namun, sifat manja dan tidak memahami perasaanku membuatku tidak nyaman. Tak jarang rumah tangga kami mulai diterpa pertengkaran,” kata Abdul. ILUSTRASI: MEMORANDUM/AZIS
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ/PUNTADEWA
Meng, digadang sebagai karya anak bangsa, ternyata Vaksin Nusantara lebih banyak mendapat campur tangan asing.
FOTO: MEMORANDUM/RIO
-
Husein Mahdi dan Fatmawati diamankan di Mapolrestabes Surabaya.
Rumah Sambari Halim Dijaga Ketat Dugaan Korupsi Instalasi Air Bersih PDAM Gresik Surabaya, Memorandum Pasca anggota KPK mendatangi rumah mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di perumahan Mulia Residence Blok C, penjagaan langsung diperketat. Jumat (9/4), gerbang perumahan yang terletak di wilayah
Bersambung ke halaman 11
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
Bersambung ke halaman 11
081-2325-2205
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SIDOARJO
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 2
KEPALA BIRO: Budi Joko Santoso. WARTAWAN: Slamet Wibowo, Ulum Fajar Setiawan. PEMASARAN/IKLAN: Suprianto, Afin Mauludin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Jelang Ramadan, Razia Intensif Tempat Hiburan Malam
Gus Muhdlor mengayuh pedal dan menunjukkan kawasan yang butuh penghijauan kepada Kepala Kanwil BRI Surabaya Tris Wahyu Herlina dalam perjalanan ke Telocor.
Gowes ke Jabon sambil Tanam Pohon Sidoarjo, Memorandum Bupati Ahmad Muhdlor Ali bersama seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), gowes bareng pada Jumat (9/4) pagi. Acara yang mengambil start dari Pendopo Delta Wibawa ini juga diikuti Ketua DPRD Sidoarjo H Usman serta pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Surabaya Tris Wahyu Herlina bersama jajarannya. Gowes dilakukan bukan tanpa sebab. Dari pendopo ke Jabon untuk melakukan penanaman 1.000 bibit pohon trembesi. Bibit ini merupakan sumbangan seluruh jajaran pegawai BRI yang berada di Kanwil BRI Surabaya sebagai bagian dari program penghijauan Pro Planet BRI. Bupati mengatakan, pelestarian lingkungan memang sangat dibutuhkan. Apalagi di Jabon yang nantinya, ada area seluas hampir 300 hektare yang akan disulap jadi daerah industri. “Apalagi jalan menuju Telocor ini akan dibuka juga oleh menteri kelautan dan perikanan besok, tetapi masih menunggu rekom dari gubernur sebagai tempat daerah wisata,”ucapnya. Untuk itu lanjut Gus Muhdlor sapaan akrabnya, perlu dipastikan dahulu jalan menuju Telocor sudah indah dan rindang. Salah satunya dengan melakukan penghijauan seperti ini. Menurutnya selain sebagai penghasil oksigen yang baik, trembesi merupakan penjaga air tanah yang bagus. Oleh karenanya sangat tepat bila ditanam di Telocor. “Ini penting karena air tanah kita juga sudah mulai agak tercemar, lah ini harus ada penanaman lebih masif lagi terutama tumbuhan-tumbuhan yang spesialis memperbaiki kualitas air tanah,” ucapnya. Pimpinan Kanwil BRI Surabaya Tris Wahyu Herlina mengatakan, penanaman 1.000 pohon bisa disebut gerakan mengetuk pintu langit. Ia beralasan, rida Allah SWT yang sangat dibutuhkan dalam setiap pekerjaan. Salah satu cara mendapatkan rida dengan menebar kebaikan. Ia juga mengatakan, kegiatan ini bukan CSR BRI. Namun murni dari seluruh pegawai BRI di Kanwil BRI Surabaya yang total mencapai 7.500 pegawai. “Jadi ini gerakan murni dari pribadi-pribadi pekerja BRI, tidak ada kaitannya sebetulnya dengan BRI sendiri. Jadi bukan CSR, tetapi murni dari kumpulan seluruh pekerja Kanwil BRI,” ujarnya. (bwo/jok/epe)
Seperti yang dilakukan di beberapa lokasi di wilayah Krian. Personel gabungan Polri, TNI, dan satpol PP mendapati sejumlah pengelola yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. “Selain ada pengelola yang melanggar, juga ada pemandu karaoke dan pengunjung yang melanggar ketentuan protokol kesehatan. Penindakan atau sanksi untuk mereka juga sudah diberikan,” ujar Kapolsek Krian Kompol Mukhlason. Lebih lanjut, kapolsek menyampaikan ada satu orang yang saat ini masih dicari. Penyebabnya, ketika dirazia, dia pura-pura pingsan. Namun setelah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa ternyata
Razia tempat hiburan malam oleh tim gabungan menemukan banyak pelanggaran prokes.
menghilang. Ditengarai, ia menyembunyikan sesuatu yang berkaitan dengan pelanggaran hukum. Terkait dengan pelaksanaan operasi cipta kondisi jelang
ramadan ini, Ps Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono menjelaskan, akan rutin digelar. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat
dalam beribadah puasa. “Serta demi terwujudnya situasi kamtibmas di Kabupaten Sidoarjo agar selalu aman dan kondusif. Karenanya, pengelola tempat usaha,
cafe maupun tempat hiburan diimbau agar menghormati umat muslim yang menjalankan puasa dan tidak melanggar protokol kesehatan,” katanya. (bwo/jok/epe)
Pura-Pura Pingsan, Pemandu Lagu Melarikan Diri ADA-ADA saja ulah pemandu lagu yang terjaring operasi cipta kondisi. Bagaimana tidak, saat dirazia petugas gabungan di sebuah cafe, ia pura-pura pingsan untuk mengelabuhi petugas. Ketika hendak dibawa ke rumah sakit, ia masih pura-pura tak sadarkan diri, kemudian mencari celah untuk menghilang. “Saat petugas sibuk mengangkut sejumlah barang bukti yang diamankan, pemandu lagu ini melarikan diri,” ujar Kapolsek Krian Kompol Mukhlason kemarin. Mukhlason menyebut, sudah mengantongi identitas perempuan yang kabur tersebut. Karena itu, akan segera melayangkan panggilan pemeriksaan. “Segera akan kita panggil, untuk dimintai keterangan,” ujarnya. Dalam razia Kamis malam tersebut, delapan pemandu lagu yang dijaring melanggar protokol kesehatan dan tidak membawa identitas, diminta membuat surat pernyataan. Sedangkan penindakan yustisi diterapkan pada 13 orang. (bwo/jok/epe)
Ditahan di Pahit Ganti rugi yang diminta sebesar USD 1 miliar. Atau sekitar Rp 14 triliun. Tapi tidak ada rincian yang bisa dianalisis: pada biaya apa yang paling mahal. Apakah biaya sewa 14 kapal tarik selama satu minggu. Atau biaya sewa dua kapal keruk/sedot pasir –termasuk yang didatangkan belakangan yang kapasitasnya 2.000m3/jam. Atau itu untuk ganti rugi hilangnya pendapatan Terusan Suez selama satu minggu. Sedang biaya mendatangkan air pasang –penolong utama terangkatnya kapal itu– tentu gratis. Sebenarnya sudah ada lembaga yang menghitung berapa dolar Mesir kehilangan pendapatan selama satu minggu itu. Menghitungnya pun gampang: berapa kapal yang tertahan di mulut terusan. Baik di sisi Laut Merah di selatan atau pun di sisi Laut Tengah di utara. Jumlah kapal yang tertahan itu 400 buah (dibulatkan). Maka diketahuilah angka kerugiannya sekitar USD 90 juta – sekitar Rp 1,2 triliun. Tentu angka USD 1 miliar itu bisa dinego. Nego itulah yang memakan waktu –semoga tidak ada di antara 20.000 kontainer di kapal itu yang berisi makanan. Kapal Ever Given itu milik perusahaan di Jepang. Didaftarkan sebagai kapal Panama. Disewakan ke perusahaan Taiwan. Dioperasikan oleh perusahaan operator. Mesir tentu tahu siapa yang harus membayar ganti rugi USD 1 miliar itu: pemilik kapal. Bukan penyewa, bukan pula negara Panama. Pemilik kapal tentu tidak mau membayar ganti rugi itu begitu saja. Harus ada putusan pengadilan dulu: siapa yang salah –alam, manusia atau mesin. Ada pengadilan maritim di semua negara.
FOTO: MEMORANDUM/BWO
FOTO: MEMORANDUM/BWO
Sidoarjo, Memorandum Menjelang kedatangan bulan suci Ramadan, Polresta Sidoarjo dan jajaran menggelar operasi cipta kondisi, Kamis (8/4) hingga Jumat dini hari. Sasarannya kafe dan tempat hiburan malam yang banyak tersebar.
Pemandu lagu yang dimintai keterangan di Mapolsek Krian.
Sambungan dari halaman 1 Menentukan siapa yang salah itu juga terkait dengan asuransi. Pemilik kapal tentu mengasuransikan kapalnya –bukan penyewa kapal. Lalu klaim asuransinya akan terkait dengan siapa yang salah di kejadian tersebut. Mungkin saja nilai asuransi itu cukup untuk menutup ganti rugi ke Mesir –setelah angkanya ditawar. Mungkin juga tidak. Urusan masih akan panjang. Bisa pula terjadi pemilik kapal masih harus bersengketa dengan perusahaan asuransi. Dan ternyata memang begitu. Pemilik kapal lagi mengajukan gugatan ke pengadilan di London. Kapal raksasa sepanjang 400 meter itu sendiri –dua kali lipat lebih panjang dari kapal Titanic–’’ditahan’’ di tengah terusan Suez. Yakni di Danau Pahit yang sangat besar. Ever Given terdeteksi lagi buang jangkar di situ. Disway pun melakukan tracing di mana posisi Ever Given saat ini: ya, lagi buang sauh di tengah danau itu. Letak danau itu sendiri sekitar satu jam perjalanan kapal Ever Given dari tempat kecelakaan di bagian paling sempit Terusan Suez. Di situlah bagian depan kapal tertancap di lumpur di tepi timur terusan. Sedang buritannya tertancap di lumpur keras di tepi barat. Posisi kapal sepanjang 400 meter itu pun melintang diagonal mengangkangi terusan yang lebarnya 200 meter. Te r u s a n Su e z p u n b u n t u . Kebetulan bagian ini memang belum diperlebar. Yakni sejak dari mulut selatan (dekat kota kecil Suez) sampai Danau Pahit. Di bagian ini kapal-kapal besar harus berjalan hanya 8 knot/ jam. Padahal kecepatan Ever Given 24 knot/jam. Persoalannya: rekaman di sistem kapal itu menyebutkan bahwa saat
kejadian di fajar tanggal 23 Maret 2021 itu Ever Given berjalan pada kecepatan 13 knot/jam. Dengan kecepatan seperti itu kapal memang sulit dihentikan mendadak. Kapal bukanlah mobil yang bisa direm secara spontan –yang sampai menimbulkan suara berdenyit itu. Ever Given pun bisa direm. Tapi dengan kecepatan seperti itu dia baru bisa berhenti tiga kilometer di depan sana. Kalau diukur dengan waktu kapal itu baru bisa berhenti 4 menit setelah direm. Seandainya pun kapten kapal Ever Given memerintahkan pengereman, kapal pun tidak akan bisa menghindar dari kejadian itu. Tepian Timur Terusan Suez bukan 3 kilometer di depan, tapi hanya kurang dari 100 meter. Dengan jarak sedekat itu, rem tidak ada gunanya. Apalagi memang tidak ada rem di sebuah kapal. Yang ada adalah baling-baling. Yang kalau diputar ke kanan kapal bergerak maju. Kalau diputar ke kiri kapal bergerak mundur. Atau sebaliknya? Yang disebut rem kapal adalah mengubah arah baling-baling. Tapi harus ada instruksi dari kapten kapal di anjungan atas ke kepala kamar mesin di perut bawah kapal. Lewat sistem komunikasi antar mereka. Baling-baling kapal Ever Given sendiri tak terbayangkan: panjang bilah baling-balingnya 9,6 meter. Ada enam bilah. Yang harus mengaduk air laut untuk bergerak maju atau mundur. Mungkin, pagi itu –seandainya pun ada instruksi kapten untuk membalik arah baling-baling –kapal sudah keburu menabrak tepian sebelum arah baling-balingnya sempat diubah. Yang serba besar memang lebih sulit dikendalikan: termasuk kepala besar –eh, besar kepala. (*)
Kapolresta Kombespol Sumardji menerima penghargaan dari Ketua PWI Jawa Timur.
PWI Award 2021, Kapolresta Sidoarjo Tokoh Kamtibmas Surabaya, Memorandum Keberhasilan mewujudkan kondusivitas kamtibmas di Kabupaten Sidoarjo, membuat PWI Jawa Timur menobatkan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji sebagai Tokoh Kamtibmas 2021. PWI Jatim Award 2021 untuk berbagai kategori tersebut, diberikan dalam rangka puncak rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/4).
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mendapatkan penghargaan karena keberhasilannya melakukan berbagai ungkap kasus kriminal dan narkoba di Bumi Delta. “Penghargaan ini berkat dukungan dan kerja sama Forkopimda Sidoarjo, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga warga Sidoarjo yang turut bersama-sama menjaga dan menciptakan kondusivitas kamtibmas dengan
tertib, aman, dan damai,” ungkap kapolresta. Ketua PWI Jatim Ainur Rohim menyampaikan, pihaknya akan terus berkolaborasi bersama unsur forkopimda dan masyarakat terhadap media massa sebagai sumber yang dapat dipercaya, karena sudah melaui proses verifikasi dan klarifikasi. “Mari bersama-sama mencurahkan kepedulian kita untuk masyarakat,” lanjutnya. (jok/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
Kekurangan Anggaran Diambil ketika PAK
KEBIJAKAN yang diambil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menaikkan biaya operasional RT, RW, dan LPMK, menurut pakar politik Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang Dr Mubarok Muharam Sip Mip sebenarnya ada yang lebih menjadi prioritas. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan sesuai dengan aturan tidak hanya mengejar popularitas. Mubarok Muharam “Saya mengapresiasi, namun ingat kebijakan a harus jelas jangan sampai melanggar ketentuan. itu sumber anggarannya emenuhi janji kampanye,” ujar Mubarok. Jangan hanya karena memenuhi hkan, seharusnya program wali kota ini, harus tetap Mubarok menambahkan, ndisi keuangan Pemkot Surabaya. Karena banyak disesuaikan dengan kondisi Bersambung ke halaman 4
BEGITU juga di lingkup anggota DPRD Kota Surabaya keputusan Wali Kota Eri Cahyadi juga menjadi perdebatan. Sebab masih ada yang lebih penting dengan anggaran pemkot yang terbatas karena banyak target-target pendapatan yang meleset. Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menilai kenaikan biaya operasional Reni Astuti tersebut merupakan hal yang wajar, layak, dan patut diapresiasi. “Secara umum saya apresiasi, saya dukung karen karena juga ditunggu-tunggu oleh para ketua RT, RW, dan LPMK dan ini yang kerap jjadi masukan di dewan,” ujar politisi dari Fraksi PKS ini, Jumat (9/4). Untuk besarannya Reni sudah menghitung, jika kenaikan 100 persen itu Bersambung ke halaman 4
FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
FOTO: MEMORANDUM/DAYAT
Jangan Hanya Memenuhi Janji Kampanye
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 3
KENAIKAN DANA OPERASIONAL RT, RW, DAN LPMK DISOAL
MELANGGAR ASAS KEPASTIAN HUKUM F O TO :
ME
MO
RA N
DU
M/ RO Z A AQ
Harus ada payung hukumnya, paling tidak minimal peraturan wali kota (perwali). Sama dengan kenaikan gaji ASN, yang kenaikannya diatur dalam perwali. Berarti ini melanggar asas kepastian hukum. Hananto Widodo Pakar Hukum Unesa
Surrabaya, Memorandum Surabaya, Keputusan yang diambil Wali Kota Surabaya Sur rabaya Eri Cahyadi menaikkan biaya operasional op erasional bagi ketua RT, ketua RW, dan n ketua lembaga pemberdayaan masyarakat asyarakat kelurahan (LPMK) disoal. Sebab, bab, ada dugaan pelanggaran asas kepastian pastian hukum, karena tidak ada payung yung hukum.
bahwa kemungkinan kebijaka an terkebijakan sebut masih wacana. “Kita tu unggu, tunggu, karena selama belum ada pe erwali perwali maka biasanya belum resm mi. Peresmi. nyerahan h di b balai l ik kota b beb b beberapa sim hari yang lalu hanya simbolis saja,” ungkapnya. Hananto yang jug juga pernah menjadi ketua RT pada d ling2013 sampai 2016 di tingg kungan tempat tinggalnya bia mengatakan bahwa biasanya honor ketua RT diberikan dalam kurun waktu 3 bulan sekali. bu se“Dulu saya dibayar 3 bulan kali, meski tidak tentu. Entah sekarang apakah rutin setiap Han bulannya,” beber Hananto. Sedangkan menuSura rut Sekda Kota Surabaya te Hendro Gunawan tentang opera kenaikan dana operasional kepa keyang diberikan kepada LPM bila tua RT, RW, dan LPMK, s anggaran tersebut sudah ada di pemkot. s “Anggarannya sudah ditam ada dan tinggal ditambahHendr saat kan saja,” jelas Hendro Mem dikonfirmasi Memorandum, Jumat (9/4). te Disinggung tentang perub adanya perubahan ter anggaran tersebut, H menurut Hendro perl ada tidak perlu Bersambung ke hal 4
“Harus ada payung hukumnya, pag tidak minimal peraturan wali kota ling erwali). Sama dengan kenaikan gaji (perwali). N, yang kenaikannya diatur dalam ASN, rwali. Berarti ini melanggar asas perwali. pastian hukum,” tegas pakar hukum kepastian niversitas Negeri Surabaya (Unesa) Universitas nanto Widodo, Jumat (9/4). Hananto Menurut Hananto akan lebih tepat lagii bila melalui peraturan daerah (perda), bab kebijakan tersebut akan memsebab ngaruhi Anggaran Pendapatan dan pengaruhi lanja Daerah (APBD) Kota Surabaya. Belanja “Refocusing APBD biasanya terkait nguatan dan penanggulangan panpenguatan mi Covid-19. Jadi, harus dibentuk demi rwali terlebih dahulu. Dari situ perwali sa kita lihat menimbang dan bisa engingatnya alasan wali kota mengingatnya enaikkan honor ketua RT, RW menaikkan n LPMK. Tidak cukup jika hanya dan putusan wali kota,” terang Ketua keputusan sat Kajian Hukum dan PembaPusat unan Unesa ini. ngunan Hananto menyebutkan
FO
TO
M : ME
O RA ND U M
/FE
RR
Y
Anggarannya sudah ada dan tinggal ditambahkan saja. Kalau revis ya tidak usah (persetujuan dari dewan). Hendro Gunawan Sekda Kota Surabaya
ILUSTRASI: ISTIMEWA
Lapangan Tenis Presisi Wujudkan Sinergitas FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
Surabaya, Memorandum Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta meresmikan gedung olahraga tenis Presisi, Jumat (9/4) pagi. Lapangan tenis yang memiliki luas 37 meter X 31 meter itu sendiri dibangun dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur T.A. 2020. Peresmian penggunaan lapangan tersebut secara simbolik ditandai dengan pengguntingan pita oleh Nico Afinta. Selain itu, Nico juga melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan ke pemain tenis senior Polda Jatim Bersambung ke halaman 4 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Pers Nasional 2021 dan HUT ke-75 PWI.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Ini sebagai wujud sinergitas antara TNI-Polri, sehingga penggunaan gedung lapangan tenis Presisi ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri saja. Melainkan untuk anggota TNI juga. Lain kali kita undang anggota TNI AD, AL dan AU untuk bermain bersama sama. Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta memotong tumpeng peresmian lapangan tenis Presisi.
IRJENPOL NICO AFINTA Kapolda Jatim
HPN 2021
Khofifah: Pers Garda Terdepan untuk Mencerahkan Surabaya, Memorandum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan agar ekosistem dan industri pers berjalan sehat dan terlindungi meskipun masa pandemi Covid-19 masih berlangsung sampai sekarang.
“Ini agar masyarakat dapat terus menerima kualitas informasi yang baik dan tidak menerima berita hoax,” kata Khofifah saat menyampaikan sambutan pada resepsi peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan Bersambung ke halaman 4
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 4
Parkir Pasar Kembang Tertib Hanya Sementara Surabaya, Memorandum Setelah ada pertemuan antara warga, pengelola pasar, dan warga, kini kondisi parkir di sekitar Pasar Kembang mulai tertib. Namun hal itu dikhawatirkan warga Jalan Wonorejo Gang III, hanya sesaat dan akan kembali semrawut. “Agak longgar, tapi saya rasa ini bersifat sementara, bisa jadi seminggu kemudian akan kembali semrawut lagi, kita akan terus pantau,” tutur Ketua RW 5 Wonorejo Eddy Suwarno, Jumat (9/4). Eddy menyebut sebenarnya ada bangunan kosong yang mangkrak lebih dari 20 tahun tidak jauh dari Pasar Kembang. Itu bisa dimanfaatkan sebagai lahan parkir. “Dinas pengelolaan bangunan dan tanah dalam suratnya yang dikirimkan ke Kelurahan Wonorejo menyebut, bahwa lahan itu adalah aset
pemkot, namun ada yang memakai tapi statusnya IPT (izin pemakaian tanah, red),” paparnya. Artinya, lahan di Jalan Pasar Kembang 27 A, Jalan Pasar Kembang 67-69, Jalan Pasar Kembang 101 yang total keseluruhan lahannya mencapai 1200 meter persegi itu berupa surat ijo yang izin pakainya dimiliki oleh 3 orang. “Tapi kalau sudah 3 tahun tidak difungsikan, izin pakainya bisa dicabut, nah ini sudah 20 tahun lebih, jadi seharusnya sudah bisa diambil alih oleh Pemkot Surabaya,” jelas Eddy. Menanggapi itu, Kepala Bidang Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Eka Mardijanto membenarkan, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 1996 dan Perda Nomor 1 Tahun 1997 tentang IPT dijelaskan apabila lahan milik Pemkot Surabaya dibiarkan kosong selama 3 tahun, maka IPT-nya dapat dicabut. “Tapi perlu dipastikan lagi, apakah lahan itu benar-benar kosong, atau ada peristiwa peralihan, seperti ada pihak ketiga lain yang
memanfaatkan, maka kita perlu verifikasi terlebih dahulu, karena seperti ini adalah hal yang rawan,” paparnya. Sementara itu, Camat Tegalsari Buyung Hidayat Rachman saat dikonfirmasi terkait semrawutnya parkiran di Pasar Kembang menyebut, pihaknya sudah meneruskan ke pengelola yaitu PD Pasar Surya. “Sudah saya teruskan, jadi mereka janji akan mentertibkan petugas parkir yang ada di area luar Pasar Kembang, sehingga warga Wonorejo Gang III nantinya bisa lega mengakses jalan tersebut,” jelasnya. Pihaknya juga sudah berkali-kali menggelar operasi gabungan di lokasi tersebut melalui Satpol PP Kecamatan Tegalsari dan jajaran kepolisian. “Kita sudah seringkali menggelar penertiban di lokasi. Begitu pun yang dilakukan oleh Bu Lurah Wonorejo juga sudah setiap hari dilakukan pengawasan dan pentertiban,” jelasnya. (mg3/tyo)
Kondisi Jalan Wonorejo Gang III yang termakan parkir liar Pasar Kembang.
Surabaya, Memorandum Koramil Simokerto yang membuka klinik pengobatan tradisional di makoramilnya. Selain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, ternyata pengobatan tersebut bisa meningkatkan imun tubuh. Dalam pengobatan ini langsung ditangani oleh Danramil Simokerto Mayor Chb (K) Saimah. Bahkan dengan keahlian yang dimiliki, perwira dengan pangkat satu melati di pundak ini sudah memiliki ratusan siswa. “Kalau dijumlah keseluruan sudah lima ratus siswa lebih, namun untuk di Simokerto hingga kini masih 16 orang,” ujar danramil yang belum genap tiga bulan menjabat ini. Karena tuntutan tugas kedinasan, dan keinginannya untuk tetap bisa berbagi ilmu serta menyembuhkan sesama, akhirnya Saimah menyediakan salah ruang di makoramil untuk membuka praktik. Ruang
tersebut diberi nama ruang terapi tradisional mitra koramil Melati. “Dengan terapi seperti akupuntur, bekam, dan refleksi ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan bisa meningkatkan imun tubuh,” lanjut perwira yang pernah tergabung dalam pasukan Garuda tahun 2014 di Lebanon ini. Menanggapi adanya inovasi salah satu koramil jajarannya ini, Kasdim Surabaya Timur Kolonel Inf Chusnul Chuluk, memberikan apresiasi, karena ini salah satu bentuk pelayanan pada masyarakat. Dengan adanya klinik ini, juga sebagai wadah untuk komunikasi sosial yang merupakan salah satu program yang dilakukan TNI AD. “Koramil langsung bersentuhan dengan masyarakat karena sebagai ujung tombak. Harapan kami klinik ini menjadi bagian dalam pembinaan teritorial,” ujar Chusnul Chuluk.(tyo/fer)
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
FOTO: MEMORANDUM/BINTANG
Pengobatan Tradisional Tingkatkan Imun Tubuh
Danramil Simokerto Mayor Chb (K) Saimah mempraktikan pengobatan kepada salah satu pasien.
Kekurangan Anggaran Diambil ketika PAK disodorkan mulai April 2021 hingga Desember 2021, maka ada sekitar hampir Rp 50 miliar yang akan dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya untuk menggaji ribuan ketua RT, RW, dan LPMK se-Surabaya. “Total mulai April sampai dengan Desember, dengan kenaikkan itu ada sekitar Rp 45 miliar 900 sekian juta, dan anggaran murni APBD 2021,” paparnya. Dijelaskan Reni saat ini masih menggunakan anggaran murni APBD 2021, nanti selanjutnya akan ditambahkan ketika ada perubahan anggaran yang biasanya terselenggara pada September.
“Nantinya honor yang di Oktober, November, dan Desember, itu akan dianggarkan pada saat perubahan anggaran keuangan (PAK),” sambung Reni. Saat disinggung terkait apakah kenaikkan honor tersebut masuk di dalam pembahasan pada rapat pengesahan APBD 2021 yang digelar November 2020, Reni menjawab belum ada pembahasan. Namun dia menilai itu tidak masalah. “Jadi kewenangan penambahan ini memang ada di tangan pemerintah kota, dan belum ada pembahasan setahu saya di tingkat DPRD, tapi nanti akan ada pembahasan itu di
Jangan Hanya Memenuhi Janji Kampanye program prioritas yang butuh pengawalan khusus. Seperti mengerem laju Covid-19, dan dampak sosial, ekonomi dari pandemi. “Untuk saat ini angka pengangguran, angka kemiskinan, sehingga yang belum bisa makan banyak. Karena itu menaikkan honor para ketua RT, RW, dan LPMK diharapkan mampu mengawal ke-
Sambungan dari halaman 3 tingkat PAK. Nampaknya jika dibahas di PAK hal-hal yang terkait dengan masyarakat, teman-teman DPRD biasanya menyetujui,” jelasnya. Lebih jauh Reni menjelaskan, terkait kewenangan perubahan anggaran, menurutnya secara perundang-undangan, eksekutif atau pemkot itu memiliki keleluasaan untuk menarik anggaran di Desember ditaruh di depan. “Kemudian pada saat PAK nanti baru ditambahkan, dan itu secara aturan dan mekanisme sudah seperti itu,” sebutnya. Sedangkan menurut Imam Syafii anggota Komisi A DPRD
Sambungan dari halaman 3
mashlahatan warga Surabaya,´imbuh Mubarok. Dengan naiknya biaya operasional ini Mubarok juga berharap hal ini menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan terhadap rakyat. “Harusnya tidak ada lagi tarikan terhadap warganya. Karena ketua RT dan RW mendapatkan honor lumayan layak,” pungkas Mubarok.(day/tyo)
Surabaya,. Dia setuju saja atas program itu, namun harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Pemkot Surabaya. “Sehingga, seharusnya program prioritas lah yang harus didahulukan. Seperti misalnya untuk program sosial dan bagaimana menghentikan Covid-19. Jadi ketika dihadapkan dengan pilihan seperti ini, mana yang prioritas dari mena-
ikkan honor para ketua RT, RW, dan LPMK,” papar politisi dari Fraksi Demokrat-NasDem ini, Jumat (9/4). Selain itu, Imam juga menjelaskan, bahwa program itu juga harus disetujui oleh DPRD Surabaya, namun dia merasa belum ada pembahasan di pemerintahan Eri Cahyadi. “Kalau tahun kemarin kan sudah naik, pada saat Bu Ris-
ma mau selesai jabatan ada pembahasan kenaikkan honor dan sudah disetujui oleh dewan. Untuk Eri Cahyadi ini belum pernah, tapi apakah itu program dari Bu Risma saya tidak tahu, nanti akan saya cek,” tandasnya. Sementara itu, Khusnul Khotimah Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP menyebut, bahwa kepu-
Lapangan Tenis Presisi Wujudkan Sinergitas AKBP Agus Setiawan dan Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo. Dalam kesempatan itu, Nico juga melakukan pemukulan bola tenis pertama. Nico mengucapkan terima kasih kepada kontraktor dan panitia, sehingga gedung la-
Sambungan dari halaman 3
pangan ini bisa terwujud seperti sekarang ini. Bahkan, pembangunan gedung ini telah diresmikan atau ditandatangani oleh Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu yang lalu. “Ini sebagai wujud sinergitas antara TNI-Polri, sehingga penggunaan gedung
lapangan tenis Presisi ini tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Polri saja. Melainkan untuk anggota TNI juga. Lain kali kita undang anggota TNI AD, AL dan AU untuk bermain bersama sama,” tegas Nico.(fdn/tyo)
Melanggar Asas Kepastian Hukum persetujuan dewan. “Kalau revis ya tidak usah (persetujuan dari dewan),” lanjutnya. Jika melihat data, jumlah RT di Surabaya ada 9.126 ke RT; 1.360 ketua RW; 154 ketua LPMK. Dengan kenaikan 100 persen dari
Sambungan dari halaman 3
dana operasional, maka untuk setiap bulan pemkot harus mengelurkan anggran untuk ketua RT yakni Rp 9.126.000.000; untuk ketua RW Rp 1.700.000.000; dan ketua LPMK Rp 231.000.000. Sehingga total yang
dikeluarkan Rp 11.057.000.000. Tambah Hendro, bahwa bantuan operasional diberikan setiap bulan. “Langsung ke rekening ketua RT, RW, dan LPMK,” pungkas Hendro.(mg1/fer/tyo)
Khofifah: Pers Garda Terdepan untuk Mencerahkan HUT ke-75 PWI di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/4). Menurut Khofifah, pemerintah membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran kabar bohong,
dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi. “Bahkan, bila dihadapkan dengan situasi pandemi seperti sekarang, peranan pers sangat dibutuhkan dan kian relevan. Pers menjadi garda terdepan untuk mencerahkan, me-
RUMAH DIJUAL
P E N G O B ATA N
Dijual Rmh 2KT.1KM LT:90m2, PLN, PDAM, SHM Hrg.850Jt Nego Lebak Timur Asri 77. Hub:087854442479.
HERBAL SEX TEROBOSAN BARU KEJANTANAN, CUKUP 1 BIJI UNTUK SEMALAMAN Rp. 75 rb isi 4 biji AMAN DIMINUM bisa dikirim 085100178573
J.rmh MEDOKAN SEMAMPIR INDAH XI/3b uk.3x10. H.250jt nego. Bonus AC, kulkas.T.081217025311.
MOBIL DIJUAL
PA R A N O R M A L Ahli Ramal, Kartu CKI, Jitu bisa baca nasib, Rmh tangga, Jodoh, Bisnis, dll. Dtg langsung ke ibu rina. Jl.Kedungsari Masuk Samping Kanan Giant Surabayan 3/34. T:031-5490592/ 081229729706 (tdk terima SMS).
luruskan informasi dan meredakan kepanikan yang melanda masyarakat,” katanya. Sementara itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim menyampaikan bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan HPN 2021 dan HUT
KEHILANGAN Hilang BPKB Asli Mbl Hnd Mobilio DD4N Th’15 S-1890RG An.Rubaiyah Jl.Ds Gebang Malang Rt.02 Rw.01 Mojokerto N k . M H R D D 4 - 7 5 0 FJ 413 7 6 2 . Ns.L15Z11194649.
Hilang STNK Spd Mtr Honda L-4403-GC An. Nurhayati D/a. Mastrip Waru Gunung Gg Kedaung Pak Wito Sebelah Makam.
ELEKTRONIK DIJUAL AC...AC...Dingin!!! Berkwalitas, AC Split second=1Jt (05-3/4-1PK-2PK) 350 watt Hub: 085100995098/0315012481 Persewaan AC.
Sambungan dari halaman 3
Hilang STNK Spd Mtr Suzuki Th’2010 L-5846-HI An.Binsar Safrial Marpaung D/a. Griya Kebraon Selatan 2E/11C Sby.
J.Mobil Mazda 1991 MR Nopol Gresik Harga Nego. HP.08123522343 (WA) Kec.Rungkut
KEHILANGAN HILANG STNK HONDA VARIO 125cc W-4142-TP RAHAYU PIRENANING TYAS 081333505849. Hilang BPKB Asli Mbl Hnd Acoord SV4 Th’97 S-468-JC An.Yoyok Kristantono Jl.Anggur Rt.02 Rw.03 Lamongan N k . M H R SV4 A P F V R - 0 0 0 3 3 8 . Ns.F22V501438.
tusan Wali Kota Eri Cahyadi menaikkan honor Ketua RT, RW, dan LPMK patut diapresiasi. “Satu langkah yang bagus dari Pemerintah Kota Surabaya dan itu perlu diapresiasi dengan memberikan perhatian kepada RT, RW dan LPMK, sebab mereka adalah kepanjangan tangan dari Wali Kota dan juga sebagai ujung tombak pelayanan warga,” papar Khusnul.(mg3/tyo)
HILANG STNK HONDA BRIO SATYA W-874-RS AN.SANTY LIDIAWATI, SH. 0815 5353 6982.
ke-75 PWI dilaksanakan dengan banyak keterbatasan sebab digelar pada saat pandemi Covid-19. Di era sekarang, saat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya hilang dan secara faktual dunia pers setidaknya mengalami dua hantaman.
KEHILANGAN
“Pertama, dampaknya pada kontraksi ekonomi dan berimbas ke ekonomi bisnis media massa, lalu kedua adalah great disruption media, yakni guncangan besar terhadap media massa arus utama atau mainstream oleh media sosial berdampak luar
biasa pada eksistensi,” katanya. Cak Air, sapaan akrabnya, berterima kasih dan mengapresiasi kepada banyak pihak yang telah mendukung kegiatan PWI Jatim dalam rangka peringatan HPN 2021 di masa pandemi Covid-19.(mg3/tyo)
KEHILANGAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Hilang STNK Spd Motor Honda Thn 2018 L6027OF A/N: Iwan Moedjianto D/A: Kedung Tarukan 8/4-A.
Hilang Buku Kir L.9139.B/ SB.213487.K ERIK KOMALA JL.KEJAWAN PUTIH LAGUNA UTARA C 4/28 SBY.
Hilang Buku Kir L.8306.UN / SB.287084.K PT.ANUGRAH MAKMUR LANGGENG JL. SURABAYA.
Hilang Buku Kir L.9545.GH / SB.264107.K CV.BANGUN ARTA JL.DIPONEGORO SBY.
Hilang Buku Kir L.8178.LH/ TG.12376 PT. JAWA POS EKSPEDISI MANDIRI JL.AHMAD YANI 88 SBY.
Hilang Buku Kir L.8919.UX / SB.183546.K PT.JAWA TRANS INDAH TRANSPORT JL. RAYA ARJUNO 92 SBY.
Hilang BPKB R2 HONDA SQOOPY 2010 No Pol L-4742BJ A/n SITI NURAINI ANDINA BARATAJAYA 3/76 Sby.
Hilang Buku Kir L.7521.H / SB.273048.K CV.BANGUN ARTA JL.DIPONEGORO SBY.
Hilang Buku Kir L.9686.UJ / SB.229067.K PT.BHIRAWA.MS JL.HAYAM WURUK 52 A SBY.
Hilang Buku Kir L.9408.NN/ SB.269096.K PT. SINAR LAUT ATEKA JL.KALI AGUNG 1 BLOK F-17 SBY.
Hilang Buku Kir L.9457.NL / SB.262840.K PT.BINTANG SATYA KENCANA JL.SULUNG SEKOLAHAN 10 SBY.
HILANG STNK HONDA VARIO 125cc MERAH W-2540-SP AN.PRI HARTONO 08885809948.
Hilang Buku Kir L.9298.UZ / SB.246220.K PT. BUILDING MATERIAL CONSTUCTION JL.SATELITE TOWN SQUARE B-09 SBY.
Hilang BPKB Spd Motor Honda Gl Max125 Thn 2004 A/N: Prijadi Henoro Putro D/A: Tropodo Indah J-9. W-3092-QU.
HilangBuku Kir L.9323.UB/ SB.199206.K PT. MANDALA PUTRA PRIMAMANDIRI JL. SURABAYA.
Hilang Buku Kir L.8242.UU / SB.200576.K PT.TRIPALINDO TRANS MIX JL.KOMERING 14 SBY. Hilang Buku Kir L.9938.UU / SB.194678.K PT.TRIPALINDO TRANS MIX JL.KOMERING 14 SBY. Hilang Buku Kir L.9827.UM / JKT.535827 PT.WINDU JAYA UTAMA JL.INDRAPURA BARU 353.C SBY.
Hlg STNK Ymh Mio ‘2011 Putih L-2241-VI An. Moch Harys D/a. Dupak PasarBaru 2/7 Sby. HILANG STNK HONDA BEAT W-2347-SJ NUR HIDAH 085645114089. Hilang Buku Kir L.8831.UG NURHAYATI JL.SETRO BARU 10/35 SBY. Hilang Buku Kir L.9289.UN PT.HASIL LASEM INDAH JL. MARGOMULYO 32 SBY. Hilang Buku Kir L.9547.GH / SB.264131.K CV.BANGUN ARTA JL.DIPONEGORO SBY Hilang Buku Kir L.9546.GH / SB.264108.K CV.BANGUN ARTA JL.DIPONEGORO SBY.
Hilang Buku Kir L.9410.UV PT.SINAR ABADI SURYA JL.PANDEGILING 149 SBY. Hilang Buku Kir L.9662.VW / CD.011010509 LUKAT SUKARNAFI TANSIL JL.SURABAYA. Hilang Buku Kir L.9409.GK / JKT.1504292 BASARI JL.SURABAYA. KEHILANGAN Kehilangan Segel Surat Pernyataan Kesaksian Pemilik Bangunan Rumah Berdiri diatas Tanah Negara terletak di Kupang Krajan Gang II/28-A Surabaya. An. KASNITI yg dibuat tgl 12 Januari 1995 diketahui Lurah Dr.Soetomo dg No.Reg:04/402.95.02.01/95, tgl 23 Januari 1995 diketahui Camat Te g a l s a r i dg No.Reg:593.4/13/402.95.02/95, tgl 25 Januari 1995.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MADURA
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 5
BIRO MADURA RAY RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. WAKABIRO: Sujak Lukman REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Musibah
Kasus Penganiayaan dan Pencabulan
Pencari Gurita Hilang di Laut Sapeken
Disperindag Pamekasan Gelar Pasar Murah Pamekasan, Memorandum Disperindag Pamekasan menggelar pasar sembako murah selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Kegiatan itu sebagai upaya membantu masyarakat agar mendapatkan harga kebutuhan bahan pokok dengan harga murah, serta sebagai upaya menekan harga kebutuhan bahan pokok selama ramadan. “Pasar murah ramadan tersebut telah kita tetapkan mulai 12 April hingga 7 Mei 2021,” kata Kepala Disperindag Achmad Sjaifudin kemarin. Pasar murah itu tidak hanya terpusat di satu titik tertentu, akan tetapi menyebar ke semua keAchmad Sjaifudin camatan dengan waktu dan jam pelaksanaan yang telah ditentukan. “Khusus di Kecamatan Kota, lokasinya kita tempatkan di areal lahan eks RSUD Pamekasan di Jalan Kesehatan mulai 12 hingga 14 April 2021,” katanya. Selanjutnya akan digelar secara bergantian di 13 kecamatan hingga 7 Mei 2021. Produk yang dipasarkan pada kegiatan pasar sembako murah, semua jenis kebutuhan bahan pokok warga. Seperti beras, mi instan, minyak goreng, dan lain sebagainya. “Harganya jauh lebih murah dibanding harga yang berlaku di pasaran,” katanya. Achmad menjelaskan, hal itu terjadi, karena pemkab memberikan subsidi transportasi kepada sejumlah perusahaan yang diajak bekerja sama dalam pelaksanaan pasar murah tersebut. “Jadi, transportasinya kita subsidi, sehingga harga jual kebutuhan bahan pokoknya juga jauh lebih murah,” katanya. Pelaksanaan pasar sembako murah ini sama dengan kegiatan lainnya, yakni harus menerapkan protokol kesehatan. “Pembeli maupun penjualnya harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan harus disediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir,” tutupnya. Sejumlah perusahaan terlibat dalam acara ini. Antara lain PT Indomarco Adi Prima, PT Indofood Sukses Makmur wilayah Madura, Perum Bulog Madura, CV Anugerah Madura Retailindo, UD Laju Jaya dan PT Bali View. (*/sjk/epe)
Sumenep, Memorandum Buron kasus penganiayaan berinisial R (35) yang sempat menghilang tujuh bulan, akhirnya ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Sumenep di Jalan STM Walang Jaya, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara, Jumat (9/4) dini hari. Warga Dusun Buraja, Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek tersebut, kabur setelah menganiaya Rasidi, warga Desa Bancamara Kecamatan Dungkek pertengahan 2020 lalu. “Tersangka menjadi DPO sejak Oktober 2020. Setelah unit resmob mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Jakarta, maka langsung diburu. Dia ditangkap di tokonya di daerah Jakarta Utara sekitar pukul 01.00,” terang Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Jumat (9/4). Menurut Widi, pengejaran tersangka dilakukan setelah menerima informasi valid lokasi persembunyiannya. Pengejaran dan penangkapan dipimpin Kanit Resmob Ipda Sirat. Saat ditangkap, aparat tidak mendapatkan perlawanan dari tersangka. “Saat ini tersangka dalam perjalanan menuju Polres Su-
Sempat menghilang tujuh bulan, tersangka penganiayaan warga Dungkek akhirnya dibekuk di Jakarta Utara.
menep guna proses hukum lebih lanjut. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia dijerat Pasal 351 (1) KUH Pidana tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” tandas mantan Kapolsek Kota Sumenep tersebut.
Selain DPO penganiayaan, tim lain yang dikerahkan memburu tersangka pencabulan terhadap anak tiri juga berhasil menemui sasaran. Tersangka berinisial T (37), diketahui memperdayai anak tirinya yang masih di bawah umur di ru-
mahnya, di Kecamatan Talango, pada 14 Desember 2020. Ketika kasus ini terbongkar, tersangka melarikan diri. “Setelah melakukan penyelidikan, kami mengetahui tersangka sedang berada di tokonya di Kecamatan Cisoka,
Tanggerang,” beber Widi. Ia menceritakan, T memperdayai anak tirinya di kamar yang setiap hari memang tinggal serumah. Diduga karena tidak kuat menahan nafsu dan kondisi rumah sepi, pencabulan pun terjadi. “Kami masih dalami kasus ini,” terangnya. Jejak T terendus berada di Jalan Raya Tigarasa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Ia diketahui menjaga tokonya. “Tersangka ditangkap di tokonya oleh Unit Resmob Polres tanpa perlawanan. Tersangka kemudian dibawa ke Polres Sumenep untuk menjalani proses penyidikan,” ujarnya. Dalam pemeriksaan, T mengaku mencabuli korban karena tidak kuat menahan nafsu. Apalagi rumah dalam kondisi sepi setelah ibu korban ada aktivitas di rumah. “Saya khilaf karena rumah sepi saat itu. Karean takut, saya pilih kabur ke luar kota,” dalih T dalam pemeriksaan. Dalam kasus ini, aparat mengamankan barang bukti 2 handphone milik tersangka. Selanjutnya, ia bakal dijerat Pasal 81 ayat (1), (2) Pasal 82 (1) Undang-Undang No 17 Tahun 2016, atas perubahan Undang-Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. (*/aan/epe)
Bupati Baddrut Tamam Siap Sekolahkan 15 Pelajar ke Akpol Pamekasan, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali meluncurkan beasiswa untuk pendidikan di perguruan tinggi kedinasan. Setelah sebelumnya memberikan beasiswa jurusan kedokteran, kini warga kabupaten berjuluk Bumi Gerbang Salam ini, juga difasilitasi untuk sekolah di Akademi Kepolisian (Akpol). Bupati Baddrut Tamam menyampaikan, pihaknya telah bekerja sama dengan Akpol untuk memberikan peluang bagi anak-anak di daerahnya yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tersebut. “Polri sudah memberikan kepada kita, siapa anak-anak desa dari pesantren yang mau mendaftar di akpol sudah kita bisa daftar. Tetapi standarnya
tetap standar akpol, standar kepolisian,” kata bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut, Jumat (9/4). Bupati muda dan cerdas itu menambahkan, beasiswa pendidikan tersebut untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul masa depan Pamekasan. Tantangan menghadapi masa depan yang berkemajuan menjadi tugas pemerintah dan masyarakat secara umum untuk menyiapkannya. Selain itu, lanjut Mas Tamam, anak-anak desa cerdas serta ulet yang tidak memiliki ekonomi cukup untuk melanjutkan pendidikan kedinasan saat ini sudah mendapat fasilitas dari pemerintah daerah. Sebab, beasiswa tersebut diberikan bukan hanya biaya kuliah, melainkan juga biaya hidup selama menempuh pendidikan.
“Karena saya berpikir begini, perwajahan Pamekasan, Jawa Timur dan Indonesia 10-20 tahun lagi tergantung pemudanya saat ini. Jika pemudanya hebat, maka Pamekasan akan hebat,” tandasnya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, pihaknya akan memberikan beasiswa bagi mereka yang baru lulus dengan jumlah 15 orang. Bukan mahasiswa yang sekarang telah menempuh pendidikan di akpol. “Yang sekarang kelas III SLTA, karena kita mau dari awal. Kita sekarang mau daftarkan 15 orang. Artinya yang akan kita fasilitasi setelah seleksi dan akan kita kerja samakan. Tetapi yang 15 orang itu bukan standar pemkab, standar Polri,” tegasnya. Bupati berharap, banyak anak-anak Pamekasan yang
FOTO: MEMORANDUM/SUJAK
Sambut Ramadan
2 Buron Dibekuk di Persembunyian
FOTO: MEMORANDUM/IST
Sumenep, Memorandum Sahril Rahman, warga Dusun Kota, Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, dilaporkan hilang saat melaut, Kamis (8/4). Korban diduga tenggelam akibat cuaca laut yang ekstrem. Dugaan ini dibeberkan Pj Kades Sapeken Abd Gani yang menjelaskan, saat ini cuaca di Sapeken memang sedang tidak bersahabat. “Ini dari tadi di sini memang cuacanya kilat, angin dan hujan cukup besar, langit mendung,” jelas Gani kemarin. Gani bercerita, Sahril pergi melaut berangkat bersama nelayan lainnya pada pukul 06.00. Dalam perjalanan Sahril berpisah, ia mencari gurita sendirian. Sahril diketahui hilang setelah tetangganya, Supriyadi melihat perahu korban terombang-ambing tanpa awak. Menurut Gani, warga biasa pergi melaut selepas subuh. Sedangkan perahu korban ditemukan sekitar pukul 11.00 di perairan sebelah utara Desa Sapeken. Informasi ini baru diterima aparat kemarin. Hingga berita ini diterbitkan, Sahril belum ditemukan. “Warga sudah membawa perahu korban menepi. Sedangkan pencarian masih dilakukan menyisir area sekitar perahu ditemukan pertama kali,” pungkas Gani. (*/aan/epe)
Bupati Baddrut Tamam membeberkan rencana beasiswa bagi 15 pelajar terbaik Pamekasan yang berniat mendaftar ke Akpol.
lolos seleksi di akademi kepolisian tersebut. Terutama, anak dari keluarga tidak mampu agar cita-citanya tercapai untuk mengabdikan diri kepada agama, bangsa dan negara. “Kalau misalnya yang lulus 5 orang alhamdulillah, kalau yang lulus 10 orang juga alhamdulillah. Tetapi kalau yang lulus 15 orang, alhamdulillah. Living cost-nya juga kita bantu,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Baddrut Tamam juga memberikan beasiswa terhadap 20 calon mahasiswa jurusan kedokteran di Unair Surabaya dan memberikan beasiswa santri sejak 2020 untuk ribuan santri asal Pamekasan. “APBD untuk rakyat ya begini, ini konkret,” tutup pejabat yang pernah dua periode menjadi anggota DPRD Jatim tersebut. (sjk/epe)
Dianggarkan Rp 20,8 M, Rehabilitasi Jalan Kabupaten Jadi Prioritas “Makanya, perbaikan kerusakan prasarana jalan tahun ini akan menjadi skala prioritas garapan PUPR,” tegas Yoyok. Ia mengisyaratkan, rehabilitasi jalan kabupaten tahun ini tidak serta merta berlaku untuk seluruh kerusakan jalan. Tetapi akan digarap bertahap. Sebab, dengan dana Rp 20,8 miliar tentu tidak mencukupi untuk merehabilitasi kerusakan jalan kabupaten semuanya. Estimasinya, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk memperbaiki kerusakan 24 ruas jalan kabupaten. Rinciannya, dana perbaikan untuk 12 ruas jalan yang sudah dianggarkan pada 2020, akan menggunakan DAK. Sedang perbaikan untuk 10 ruas jalan lainnya akan bersumber dari DAUM. Hanya saja, ruas jalan mana yang bakal menjadi target skala prioritas garapan tahun ini, Yoyok menegaskan PUPR masih melakukan investigasi dan verifikasi.
“Artinya, kadar kerusakan jalan paling parah, akan menjadi fokus perbaikan tahun ini,” pungkasnya. Merespons rencana itu, anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawir berharap, pemetaan kerusakan jalan kabupaten dikalkulasi secara menyeluruh. “Itu penting agar target rehabilitasi jalan yang dilakukan PUPR dengan anggaran yang terbatas tidak salah sasaran,” papar Musawir. Selain itu, akurasi pemetaan bobot kerusakan jalan yang valid dan terukur, akan meminimalisir protes warga. Sebab sebaran kerusakan jalan Kabupaten merata di 18 kecamatan, dengan kadar kerusakan ringan, sedang, dan berat. “Logikanya, kondisi jalan dengan bobot kerusakan paling parah, layak menjadi skala prioritas utama,” pungkas Musawir. (ras/epe) Kondisi ruas jalan kabupaten yang rusak di Arosbaya dan H Ishaq Sudibyo (inset).
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Bangkalan, Memorandum Kerusakan jalan kabupaten akibat minimnya biaya pemeliharaan, mulai disikapi Pemkab Bangkalan. Apalagi, selain banjir keluhan, kadar kerusakan rata-rata sudah stadium berat dan merata di 18 kecamatan. “Insya Allah pemkab akan segera melaksanakan perbaikan jalan dalam waktu dekat ini,” kata Plt Kepala Dinas PUPR H Ishaq Sudibyo, Jumat (9/4). Tahun ini, PUPR sudah menganggarkan dana perbaikan Rp 20,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAUM) 2021. Yoyok panggilan akrabnya, mengakui sepanjang Tahun Anggaran 2020, pihaknya sebagai OPD penanggung jawab rehabilitasi jalan kabupaten memang tidak optimal. Penyebabnya, ada pemangkasan anggaran untuk refocusing penanganan pandemi Covid-19. Dampaknya, kerusakan jalan kian parah.
POLISI KITA
Operasi Pekat, Polres Malang Amankan Ribuan Tersangka Malang, Memorandum Operasi Pekat Semeru 2021 yang dilakukan Polres Malang berhasil mengungkap ribuan kasus penyakit masyarakat (pekat) dan mengamankan ribuan tersangka. Hal ini disampaikan Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat rilis di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang, Kamis (8/4). Hadir dalam rilis ini Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Kasatreskrim AKP AKP Donny Kristian Bara’langi, Kasubbag
Humas Iptu Bagus Wijanarko, Kanitopsnal Satreskrim Ipda Julius Watratan, Kanit Min Ops Sat Reskrim Iptu Darta SH, Kanit II Tipidter Sat Reskrim Ipda Choirul Mustofa SH. Total hasil operasi 1.896 kasus dan mengamankan 1.980 tersangka. Yaitu, kasus judi (25
kasus, 25 tersangka), presus, manisme (1.046 kasus, ras 1.087 tersangka), miras ng(574 kasus, 576 tersangus, ka), prostitusi (200 kasus, 242 tersangka), por-0 nografi (10 kasus, 10 1 tersangka), narkoba (41 kasus, 41 tersangka). Dari 1.980 tersangka ini yang menjalani penyidikan sebanyak 144 tersangka, yang tipiring (tindak pidana ringan) sejumlah 1.112 tersangka dan yang menjalani pembinaan sebanyak 724
tersa tersangka. Di masing-masing kasu ini diamankan barang kasus buk bukti. Kapolres Malang menya nyampaikan operasi pekat in untuk menangani peini n nyakit masyarakat dalam m menghadapi bulan suci R Ramadan. “Tidak semua tersangka itu tidak dilanjut pada penyidikan, karena ada yang ditindak secara tipiring serta anak-anak yang masih butuh pembinaan,” jelasnya. (*/kid/ari/mik)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 6-7
Kapolres Darman Siap Wujudkan Polres Sumenep Presisi Sumenep, Memorandum Kapolres Sumenep AKBP Darman siap mewujudkan visi-misi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terangkum dalam jargon Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan). “Kami juga mendapat instruksi dari Kapolda Jawa Timur agar misi Kapolri menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat,” ujar Kapolres Darman, Jumat (9/4). Menurut dia, jargon Presisi adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bisa membuat pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat. u Sehingga Darman mengaku selalu u mewanti-wanti anggotanya untuk selalu bertindak Presisi sebagaimana instruksii Kapolri. “Dengan mewujudkan program Presisi, kami Polres Sumenep ingin mewuh judkan Polres Sumenep menjadi wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasii bersih melayani (WBBM),” imbuh dia. Darman menjelaskan, program Presisi perwujudannya harus melalui 4 transformasi kebijakan, 16 program prioritas, 51 kegiatan dan 177 rencana aksi. Sehingga pihaknya meminta seluruh anggota Polres Sumenep untuk disiplin melaksanakan tugas dan we-
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyampaikan hasil ungkap operasi pekat.
Giat Binluh Kamtibmas Sasar Guru SMPN 1 Galis Gelapkan Mobil Saudara, Warga Jagung Diringkus
Bangkalan, Memorandum Sinergitas tiga pilar polsek, koramil, dan petugas trantib kecamatan dalam sosialisasi dan edukasi Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes), rupanya tidak hanya menyasar masyarakat umum di kecamatan dan pedesaan. Di sisi lain, sinergitas tiga pilar dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan (binluh) kamtibmas yang dikembangkan Polsek Galis ini, acap kali menyambangi komunitas insan pendidikan. Terutama para kepala sekolah dan guru yang tengah menekuni kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem daring. Tidak hanya para guru di kelembagaan tingkat SMP dan SMA saja, tetapi juga mennyambangi pengajar UPTD di tingat SD dan TK/PAUD. Kegiatan sambang insan pendidikan itu, juga berlaku bagi guru atau para ustaz yang mengajar di lembaga pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah
Kanitbinmas Polsek Galis Ipda Usamah dan babinsa koramil sambangi kasek dan guru SMPN 1 Galis.
Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah. ” Itu penting kami lakukan, karena para guru merupakan salah satu figur tokoh panutan. Tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi masyarakat, terutama di lingkup pedasaan,” kata Kapolsek Galis AKP Tomy Prambana, Jumat (9/4).
Setiap kali sowan ke sekolah, Bhabikamtibmas Polsek dan Babinsa Koramil rutin menerapkan Binluh bermuatan beberapa pesan srategis kepada paraKasek dan guru. Di antaranya tentang Inpres Nomor 6 Tahun 2020, kamtibmas dan hal lain yang berkait dengan terpeliharaya kondusi-
fitas daerah. “Harapan kami, semua materi binluh yang kami sampaikan, bisa diteruskan para Guru tidak hanya kepada siswa dan wali murid, tetapi juga komunitas warga. Setidaknya di sekitar sekolah,” tandas Tomy, sapaan akrab kapolsek. Kamis (8/4) misalnya, Kanit
Binmas Polsek Ipda Usamah dan beberapa anggota, bersama Babinsa Koramil Galis, nyambangi UPTD SMPN 1 Galis. ”Alhamdulillah, Kepala UPTD SMPN 1 Galis dan guru yang sedang menekuni KBM dengan sistem daring, menyambut kami dengan baik,” kata Ipda Usamah. (ras/mik)
Kediri, Memorandum Unit Reskrim Polsek Pagu mengamankan Win (49), warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan. Win ditangkap di pinggir Jalan Raya Desa Jagung, Kamis (8/4). Tersangka menggelapkan mobil Honda Civic nopol AG 1102 FC milik LE (61), warga Dusun Satreyan, Desa/Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Kapolsek Pagu Iptu Bambang Suprijanto melalui Kasi Humas Bripka Erwan Subagyo menjelaskan, kasus ini berawal Kamis (11/3) sekitar pukul 13.00, pelaku mengajak saksi SY ke rumah korban untuk meminjam mobil pada korban, dengan tujuan ke Surabaya selama 2 hari untuk mengurus kecelakaan. “Karena sudah kenal dengan pelaku dan masih keluarga jauh, korban memutuskan untuk meminjamkan mobil tersebut kepada pelaku,” ungkap Erwan, Jumat (9/4). Setelah berhasil meminjam mobil, papar Bripka Erwan Subagyo, pelaku bersama saksi berangkat menuju Sura-
baya. Namun hingga sampai dua hari lebih mobil yang dipinjam tersangka Win tidak kunjung dikembalikan. Akhirnya korban LE melaporkan kepada petugas. “Anggota bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga dapat mengamankan pelaku di pinggir jalan raya Desa Jagung Kecamatan Pagu,” papar Erwan. Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti milik korban yang dibawa pelaku berupa satu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil sedan tahun 1987 dengan nomor N-04406565, satu Unit mobil merk Honda nopol tipe Civic SB4 1.5,model sedan tahun pembuatan 1987, nomor rangka SB454870362, nomor mesin N7400362, warna abu-abu. dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Honda Civic SB 4 1.5 Nopol AG 1102 FC. Semenatara dari hasil keterangan pelaku, sebelumnya sudah berniat untuk menggadaikan mobil milik korban. Meski demikian karena kondisi mobil sudah tua, pelaku mengaku kesulitan menggadaikan.
Kapolres Sumenep AKBP Darman memberikan arahan kepada anggota.
wenangnya sebagai anggota Polri. “Kami sudah menjanjikan rew ward dan punishment kepada anggota Polres Sumenep dalam setiap tugas dan tanggung jawab mereka. Karena penghargaan sangat penting untuk meningkatkan semangat bagi anggota yang bertugas,” urai Darman. Di antara tugas yang menjadi perhatian utama AKBP Darman kepada anggotanya, adalah pelaksanaan sosialisasi protokol kesehatan dan operasi yustisi untuk mencegah
penyebaran Covid-19, serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang ramadan dan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep. “Upaya kami menjalankan instruksi Kapolri diharapkan seiring dengan kedisiplinan masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerahnya masingmasing serta bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19,” tandas Darman. (aan/mik)
Polsek Wonoasih Gencar Pasang Spanduk Imbauan Prokes
Win diamankan anggota Polsek Pagu.
“Atas kejadian tersebut korban LE mengalami kerugian sekitar 33 juta. Pelaku dijerat pasal 372 atau
378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan,” imbuhnya. (mis/mik)
Probolinggo, Memorandum Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota menjelang bulan Ramadan gencar memasang spanduk imbauan protokol pencegahan Covid-19 di beberapa tempat strategis, Jumat (9/4). Imbauan yang disampaikan kepada warga masyarakat itu berisi penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran corona agar tidak meluas. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi atau sering disebut 5 M. Kapolsek Wonoasih Kompol H Kuzaini mengatakan, Polri akan terus menerus menyosialisasikan kegiatan pendisiplinan di tempat keramaian dalam rangka mengedukasi masyarakat begitu pentingnya kesehatan. “Masyarakat harus sadar dengan kasus Covid-19 yang belum berakhir. Jangan sampai kita jadi pasien berikutnya, untuk itu patuhi anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona, dan jangan terlena
Anggota polsek memasang spanduk selamat menunaikan ibadah puasa.
dengan istilah new normal atau adaptasi kebiasan baru,” kata Kompol Kuzaini, kemarin. Lanjut Kuzaini, sasaran yang diprioritaskan di beberapa masjid, seperti Masjid Assidiq, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. “Melalui bhabinkamtibmas mengimbau takmir untuk disiplin protokol kesehatan sesuai dengan isi spanduk tersebut,” ucap kapolsek. Pemasangan bener imbau-
an tersebut sebagai bentuk perhatian dan penanggulangan Covid-19 di bulan Ramadan. Meski demikian, Kuzaini juga berharap, dengan dilaksanakannya pemasangan spanduk imbauan kepada masyarakat tersebut dipatuhi. Terutama menyampaikan kepada keluarga, tetangga, dan warga yang lain betapa pentingnya kesehatan. “Mohon pengertian masyarakat untuk patuh demi memutus rantai penyebaran virus Cov-
id-19,” pinta Kapolsek. Sementara takmir masjid Assidiq, Ust Edi mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian Polri dan mengingatkan tentang protokol kesehatan yang sampai saat ini masih terus diperangi. “Kami selaku pengurus Masjid Assidiq Pakistaji berterimakasih kepada Kapolres Probolinggo Kota dan Kapolsek Wonoasih yang telah memasang spanduk ini, semoga jamaah yang melihat dan membaca akan terus mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (mhd/mik)
Polres Blitar Ikut Resmikan Lapangan Tembak Yonif 511 Anggota Lantas Polresta Makota Terbaik Polbindes Tim Satgas Covid-19 Polsek Porong Buru Pelanggar Prokes Sidoarjo, Memorandum Personel gabungan Satgas Covid-19 wilayah Kecamatan Porong terus mengendalikan penyebaran corona dengan memburu para pelanggar protokol kesehatan (prokes). Kali ini, satgas beranggotakan personel Polsek Porong, koramil, dan satpol PP menyisir di Jalan Raya Kesambi - Porong yang diduga masih banyak kegiatan masyarakat yang tak mengindahkan prokes. “Setiap hari kami diperintahkan untuk mengejar para pelanggar prokes yang masih bandel tidak memakai masker,” ujar Kanit Binmas Ipda Triarso di lokasi, Jumat (9/4). ta Kegiatan ini, kata a dia, difokuskan kepada para pelanggar prokess yang masih tidak me-matuhi dan tidak taatt n dalam melaksanakan l aturan pemerintah dalam
Petugas menindak pelanggar prokes dengan memberikan surat tilang tipiring.
m menekan angka penyeb baran Covid-19.
Dengan memberikan tindakan sanksi tindak pidana ringan
(tipiring) yang kemudian sidang di pengadilaan, agar hal ini bisa
menjadi efek jera dan sadar diri untuk pentingnya mentaati prokes. “Selain untuk keselamatan dirinya, memakai masker ini juga untuk keselamatan keluarganya dan orang lain,” jelasnya. Dari hasil razia ini, tim Satgas Covid-19 sedikitnya menindak puluhan pelanggar prokes yang diberi sanksi tipiring, dan beberapa remaja dibawah umur diberikan sanksi teguran untuk tidak mengulanginya lagi. Sementara di lokasi, AR (14), pemuda asal Kebonagung Porong yang terjaring mengaku tidak tahu kalau ada razia prokes. Ia diberi sanksi peringatan oleh petugas lantaran masih di bawa umur, untuk menggunakan masker demi keselamatan dirinya dari serangan Covid-19. Yang kemudian diberi masker oleh petugas dan dipersilakan melanjutkan perjalanannya lagi untuk ke rumahnya. (bwo/jok)
Blitar, Memorandum Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengikuti kegiatan Hari Jadi ke-115 Kota Blitar sekaligus peresmian Lapangan Tembak Yonif 511/DY, Jumat (9/4). Walikota Blitar Santoso turut bangga dengan peresmian lapangan tembak Yonif 511 ini. “Besar harapan kami, dengan sudah ditunjangnya sarana yang sangat baik ini, kedepan tentunya prajuritprajurit lebih optimal berlatih menembak, mempersiapkan kesiap siagaan jika terjadi ancaman-ancaman keutuhan negara. Juga sarana untuk mengembangkan prestasi tembak tingkat regional atau nasional,” papar Santoso. Dijelaskannya, sejumlah lahan bangunan ruang tunggu lapangan tembak yang diresmikan itu merupakan bantuan dari Pemkot Blitar yang dihibahkan kepada Yonif 511. Ia berharap pemangku kepentingan bisa memanfaatkan
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mencoba latih tembak di lapangan yang baru diresmikan.
fasilitas yang diberikan tersebut terpakai dengan maksimal. Sementara itu, Kapolres Blitar AKBP Leonard menambahkan, secara keseluruhan kondisi fisik lapang, hingga
fasilitas-fasilitas penunjang seperti peralatan tembak juga sudah tersedia dengan baik. “Oleh karena itulah, kami optimis ini bisa menjadi penambah semangat serta pro-
fesionalitas TNI dalam bertugas,” katanya. Pelaksanaan peresmian lapangan tembak merupakan bagian pertanggungjawaban dalam rangka mengoptimalkan fasilitas
penunjang latihan tembak bagi prajurit. Disisi lain, sejumlah lahan bangunan lapangan tembak juga merupakan bantuan dari Pemkot Blitar. Detail bantuan yang diberikan Pemkot Blitar kepada Yonif 511 itu yakni ruang tunggu lapangan tembak. Kegiatan peresmian itu dihadiri Walikota Blitar Santoso, Wakil Bupati Blitar H santoso Rahmat, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Kapolres Blitar kota AKBP Yudhi Heri Setiawan, Dandim 0808 Letkol Arm M Muslikh, Danyonif 511 Letkol Inf A Wakhid Dedy Setyawan, Pimpinan Bank BRI Ca Cabang Blitar, Pimpinan Bank BNI 46 Cabang Blitar, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Blitar, Pimpinan Bank Jatim Cabang Blitar, Kasatsabhara AKP Rudi Prabowo, Kasatlantas AKP Putu Angga, Kasatintelkam AKP Dodot Weko, Kasatreskoba AKP Rokhani serta Kasubbag Humas AKP Subechi. (pra/mik)
Anggota Satlantas Polresta Makota menunjukkan penghargaan Polbindes.
Polres Launching Orang Tua Asuh bagi Pelajar-Mahasiswa Papua Optimis Zona Hijau, Personel Gabungan Geber Sosialisasi Prokes Bojonegoro, Memorandum Untuk menjalin silaturahmi sekaligus meningkatkan kebersamaan sesama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia me-launching program orang tua dan anak asuh pelajarmahasiswa Papua di Bojonegoro, Jumat (9/4). Kegiatan menuju Polri yang Presisi ini dilakukan di ruang Madrim Command Center (MCC) Polres Bojonegoro. Acara itu dihadiri Kasdim 0813/ Bojonegoro Mayor Inf Khamid Lubis, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Lasiran, Kasatintelkam AKP Beni Ulang Setiawan, pengurus paguyuban orang Papua Kabupaten Bojonegoro
d dan para mahasiswa-pelajar Papua. Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia menuturkan, bahwa launching tersebut bertujuan untuk menjaga dan menjalin silaturahmi kepada mahasiswa-pelajar Papua yang melaksanakan kegiatan belajar di Bojonegoro. Pihaknya sebagai bapak asuh bagi para mahasiswa-pelajar Papua di Kabupaten Bojonegoro yang selalu terbuka terhadap saran dan masukan apabila terdapat kendala dan permasalahan yang berkaitan dengan proses pendidikan selama di Bojonegoro. “Bahwa launching program orang tua asuh bagi para pelajar-mahasiswa Papua ini sebagai bentuk kepedulian Polri untuk menuju Polri yang PRESISI (Pre-
AKBP Pandia foto bersama warga Papua usai launching.
diktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan),” ujarnya. AKBP EG Pandia menambahkan selaku orang tua asuh bagi pelajar-mahasiswa Papua yang
berada di Bojonegoro. Program ini merupakan kepedulian dan menjalin silaturahmi bagi pelajar-mahasiswa yang sedang belajar di Bojonegoro. Kapolres
berharap, pelajar-mahasiswa Papua lebih giat, serius dan bersemangat melaksanakan kegiatan belajar demi memajukan kampung halaman dan kebanggaan orang tua.
Selain itu, pemerintah memiliki program dalam upaya memajukan pendidikan pemuda pemudi anak Papua dengan memberikan beasiswa untuk meningkatkan taraf pendidikan. Setelah lauching, dilanjutkan pemberian bantuan berupa paket sembako, peralatan sekolah, masker, tali asih, dan surat izin mengemudi (SIM) gratis kepada pelajar-mahasiswa Papua. Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Lasiran mengatakan, bahwa setiap daerah memiliki karesteristik dalam memajukan pendidikan. “Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro mendukung sepenuhnya adanya program orang tua asuh bagi pelajar-mahasiswa Papua yang ada di Bojonegoro,” ucap Lasiran. (top/har/mik)
Anggota Polsek Wringinanom mengimbau pengguna jalan untuk disiplin protokol kesehatan.
Gresik, Memorandum Kabupaten Gresik yang kini berada pada zona kuning penyebaran Covid-19, membuat aparat optimis Kota Santri ini segera menuju zona hijau. Menindaklanjuti hal itu, personel gabungan dari polsek, koramil, dan satpol PP di Kecamatan Wringinanom, menggeber sosialisasi disiplin protokol kesehatan (prokes), Jumat (9/4). Sejumlah masyarakat yang melanggar mendapatkan teguran dan masker gratis. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Waka Polsek Wringinanom Iptu Godid mengatakan, dengan pendisiplinan tersebut diharapkan Kabupaten Gresik dapat segera keluar dari covid-19. Pihaknya pun menggelar giat bagibagi masker bagi warga yang melintas di sepanjang jalan nasional Legundi – Mojokerto.
“Kami menghimbau pada warga yang m melintas, untuk tetap jaga imunitas dengan cara berolah raga serta mematuhi 5M. Memakai masker, menc cuci tangan, menjaga jarak, mengh hindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” kata Waka Polsek. Selain membagikan ke pengguna jalan, personel gabungan juga menyasar tempat nongkrong. Semakin banyak pihak yang bergandengan tangan, maka dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan wilayah Kabupaten Gresik khususnya Wilayah Wringinanom segera mencapai zona hijau. “Semua harus turun bergerak cepat. Mari bersama gencarkan penerapan disiplin protokol kesehatan. Maka kami optimis, angka kesembuhan dari Covid-19 di desa, kemudian tingkat kecamatan hingga kabupaten dapat secepatnya terwujud. Sehingga Gresik segera menjadi zona hijau,” imbuhnya. (and/har/mik)
Malang, Memorandum Malan Anggota Satlantas Polresta Malang Kota Bripka Deval Rusi Agung mendapat penghargaan anggota terbaik program Polantas Bina Desa Bangkit Semeru (Polbindes) dari Dirlantas Polda Jatim, K Kamis (8/4). Penghargaan itu diberikan langsung oleh Dirlantas Polisi Daerah Jawa Timur Kombespol Latif Usman. “Kami dari Bidang Dikyasa memang harus hadir di tengah masyarakat memberikan sosialisasi dikmas lantas dan prokes Covid-19,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution, Jumat (9/4). Ia menambahkan, Bripka Deval Rusi Agung menjadi yang terbaik di atas anggota Polres Tulungagung dan Trenggalek. Yang bersangkutan memang aktif sosialisasikan program edukasi lalu lintas dan Covid-19 ke masyarakat. “Program Polbindes memang menekankan kepada anggota agar aktif secara door-to-door memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” lanjutnya. Adanya sosialisasi, katanya, hal tersebut diharapkan berpengaruh kepada masyarakat untuk lebih tertib berlalu-lintas dan pentingnya menjaga protokol kesehatan. Program sosialisasi ini akan terus dilakukan di tempat-tempat yang memang kesadaran masyarakat rendah. “Kami harus aktif sentuh masyarakat secara langsung agar meningkatkan pemahaman warga meningkat, apalagi soal Covid-19,” pungkasnya. (edr/mik)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 8
Perbaikan TPS di Pasar Campurdarat Telan Rp 200 Juta
OR A ND UM /F I R
Batu, Memorandum Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Tata Kelola Sampah, di ruang rapat SKPD Balai Kota Batu Among Tani Kota Batu, Jumat (9/4). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Aris Setiawan menyampaikan tema tahun ini adalah “Sampah Sebagai Bahan Ekonomi di Masa Pandemi”. “Ini bertujuan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sampah sebagai bahan baku ekonomi,” katanya. Juga untuk memperkuat partisipasi publik dalam upaya melaksanakan gerakan memilah sampah. Selanjutnya, dapat memperkuat komitmen dalam menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. “Indonesia berada pada peringkat yang cukup tinggi di dunia dalam menyumbang sampah plastik terbanyak ke laut. Peringatan ini merupakan suatu kepedulian dari pemerintah dan masyarakat terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dan bencana-bencana yang diakibatkan oleh penimbunan sampah,” kata Aries. Aries menjelaskan untuk teknis pengangkutan sampah dari rumah-rumah warga menuju TPA yaitu pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat yang merupakan jadwal pengangkutan sampah organik. Pada Rabu dan Sabtu merupakan jadwal pengangkutan sampah anorganik, dan pada Minggu merupakan jadwal pengangkutan sampah B3, dan sistem ini akan dilaksanakan secara bertahap. (nik/ari/lis)
Tri Haryadi
EM
HPSN, Kota Batu Gelar FGD Tata Kelola Sampah
lungagung ini menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bappeda untuk perbaikannya. Dan anggaran yang disetujui untuk perbaikan TPS ini sebesar Rp 200 juta. Anggaran itu digunakan untuk memperbaiki atap, sarana berdagang dan lain-lain. “Untuk perbaikan TPS kita anggarkan Rp 200 juta. Itu perlu perbaikan atap, perbaikan lokasi jualan, dan perbaikan lainnya,” ucap Tri. Tri menegaskan, langkah lainnya yang diambil adalah mengusulkan pembangunan kembali pasar Campurdarat pascaterbakar. Proposal usulan pembangunan sudah dikirimkan ke kementerian perdagangan. Selebihnya pihaknya akan menunggu jawaban dari kementerian. “Proposalnya sudah diserahkan ke kementerian oleh pak bupati langsung.
saikan di 2021 ini. Sehingga kalaupun pembangunan dilaksanakan dengan segera, pihaknya sudah memiliki desain. (fir/mad/lis)
O: M FOT
Pembahasan pengelolaan sampah.
Disampaikan Kepala Disperindag dan Pasar Kabupaten Tulungagung Tri Haryadi. Langkah pertama yaitu mengajak perwakilan pedagang untuk duduk bersama, membahas lokasi tempat perdagangan sementara (TPS). “TPS ini penting agar pedagang tetap bisa berjualan, karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” jelasnya, kemarin. Kemudian, lanjut Tri, hasilnya disepakati para pedagang memilih menjadikan los pasar yang tidak terbakar sebagai TPS. Namun kondisi los-los tersebut tidak sepenuhnya layak, dan diperlukan beberapa perbaikan, agar keselamatan pedagang yang berjualan di TPS tidak terancam. “TPS-nya ya tetap di lokasi pasar, namun di los yang tidak terbakar. Kan ada bagian yang tidak terbakar,” terangnya. Mantan Kabag Umum Pemkab Tu-
Kini tinggal kita tunggu jawaban dari pusat, berapa anggaran yang disediakan dari sana,” tutur Tri. Selain itu, Tri juga memastikan rencana pembuatan desain pembangunan Pasar Campurdarat bakal disele-
Perbaiki Jalan Rusak, DPRD Minta Pemkab Blitar Mendata Blitar, Memorandum Kalangan wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mendorong eksekutif untuk mendata jalan rusak. Hal itu disampaikan dewan menanggapi usulan perbaikan jalan dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu. “Dinas terkait harus segera melakukan pendataan panjang jalan yang rusak sedang maupun parah. Sehingga kita akan tahu mana jalan rusak yang harus diprioritaskan pembangunanya,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito. Dikatakan Suwito, untuk pendataan jalan rusak pihaknya meminta Pemkab Blitar melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) agar melakukan pengukuran luas jalanan yang rusak di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. “Pengukuran luas jalan yang rusak harus dilakukan. Pengukuran ini penting, agar perbaikan jalan rusak dapat segera mulai dilakukan. Sehingga perbaikan jalan rusak dapat tertangani seluruhnya
FOTO: MEMORANDUM/ADV
FOTO: MEMORANDUM/NIK
Tulungagung, Memorandum Setelah Pasar Campurdarat terbakar beberapa waktu lalu, Pemkab Tulungagung melalui dinas perindustrian perdagangan dan pasar (disperindag dan pasar) langsung mengambil beberapa langkah.
Ketua DPRD Suwito mendorong pendataan jalan rusak.
di pada masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode ini,” tukasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, usulan terkait dengan jalan
rusak akan disatukan dengan catatan atau data yang di Bappeda Kabupaten Blitar. Usulan-usulan ini akan menjadi rencana kerja pemerintah daerah di 2022 mendatang. “Kami mengapresiasi terhadap usulan yang telah disampaikan, pihaknya berharap usulan tersebut dapat diwujudkan” kata Suwito Lebih jauh Suwito menyampaikan, beberapa usulan perbaikan jalan yang cukup mencolok, di antaranya usulan prioritas di Kecamatan Bakung seperti pembangunan jalan penghubung antardesa dan jalan wisata. Dari Kecamatan Wonotirto, pengembangan kawasan strategis pariwisata dan pertanian. Kemudian jalan penghubung di Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto yang digunakan sebagai jalur penghubung pariwisata, ekonomi dan pendidikan. “Untuk Kecamatan Bakung, usulan prioritas lebih berfokus pada pembangunan jembatan untuk jalan penghubung antar desa. Untuk daerah lain banyak pula usulan perbaikan akses jalan wisata,” pungkasnya. (adv/nus/lis)
Jember, Memorandum Mengenang sosok Ketua PMI Cabang Jember periode 1998-2002 dan Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember di era Bupati Winarno, Handanu Hendro juga terkenal sosok birokrat yang sederhana, memiliki integritas dan komitmen tinggi dalam membangun daerah. Kontribusinya yang diberikan untuk pembangunan Jember di masanya masih dapat dirasakan bagi masyarakat. Kini mantan Sekkab Jember itu telah tiada. Saat menjalani sisa hidupnya dengan penyakit yang dideritanya, tetap semangat mendedikasikan untuk kepentingan masyarakat luas. Kamis (8/4) kemarin, tepat di usia 76 tahun, mantan Ketua PMI Jember periode 1998-2002 itu tutup usia di rumah sakit Kaliwates Jember dan prosesi pemakaman dilaksanakan Jumat (9/4) pukul 08.00. EA Zaenal Marzuki, Ketua PMI Kabupaten Jember menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tokoh kemanusiaan dan birokrat Jember itu. Kiprah dan gagasan dapat dilihat dan bermanfaat bagi masyarakat Jember hingga saat ini. “Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak HM Handanu Hendro mantan Ketua PMI Jember periode 1997-2002. Terima kasih atas dedikasinya di organisasi kemanusiaan. Semoga Almarhum diterima segala amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,” ucap Zaenal. Selama 32 tahun Handanu Hendro mengabdikan diri di birokrasi pemerintahan Kabupaten Jember. Tentu banyak pengalaman dan pengetahuannya tentang seluk beluk kabupaten
Jember. “Saya mengabdi untuk Jember lebih dari 32 tahun. Sama dengan masa bakti Pak Harto,” tutur Handanu saat diwawancarai tim Humas PMI Jember tentang sekilas profil dan kontribusi pada waktu menjabat Ketua PMI Jember periode 1997-2002, semasa hidupnya. H Mohammad Handanu Hendro adalah pria kelahiran Nganjuk, 5 April 1945, memiliki rambut keperakan dan wajah yang teduh. Masa kecil dan mengenyam pendidikan lebih banyak di Malang. Handanu Hendro mengawali pendidikan di Sekolah Rakyat Negeri (SR) Malang tahun 1957. Menginjak remaja melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di SMP Negeri 2 Malang lulus 1961 dan masuk di SMA Negeri 1 Malang lulus 1964. Handanu Hendro tergolong anak yang rajin dan berprestasi selama di bangku sekolah. Setelah lulus SMA memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan hukum di Universitas Brawijaya Malang hingga memperoleh gelar sarjana hukum pada 1970. Pada tahun yang sama, Handanu Hendro mengawali pekerjaannya sebagai staf ahli pada Direksi Perusahaan Daerah Perkebunan Kabupaten Jember 1970. Kemudian 1970-1977 pindah tugas sebagai staf sekretariat Pemda Kabupaten Jember, ketekunan dan integritas sebagai modal pribadi yang menjadi perhatian rekan kerja dan atasannya. Karier jabatan Handanu Hendro sebagai birokrat terus melesat, 19771978 ditunjuk sebagai Camat Kaliwates oleh Bupati Jember Soeryadi Setiawan (Mantan Ketua PMI Jember periode 1984 – 1989). Kemudian karier
FOTO: MEMORANDUM/EDY
Perjalanan Karier Handanu Hendro, Seumur Hidup untuk Kemanusiaan
Handanu Hendro
Handanu berlanjut menjadi Camat Tanggul 1978-1979 hingga akhir jabatan Letkol Soeryadi Setiawan sebagai Bupati Jember. Komitmen dan kemampuannya di bidang tata pemerintahan cukup mumpuni, sehingga jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember hampir seluruhnya pernah diembannya hingga memasuki masa pensiun. Handanu menuturkan, serentetan karir jabatan yang dimulai pada 19791980 dipercaya sebagai Pembantu Bupati di Arjasa, Kepala Bagian Kesra 1980, Kepala Bagian Perekonomian, 1980-1981, Kepala Bagian Keuangan, 1981-1987, Ketua Bappeda Kabupaten Jember, 1987-1997. Pada era Bupati Winarno, Handanu Hendro ditunjuk sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Jember pada 1997 hingga memasuki masa pensiun 2002. Ragam variasi gagasan Handanu Hendro dalam kepemerintahan maupun di internal organisasi PMI kabupaten Jember menjadi kontribusi
yang dapat dirasakan bagi masyarakat Jember. Handanu telah banyak memberi kontribusi dalam membangun dan mengembangkan organisasi PMI Jember, mulai terkait penataan organisasi, kesejahteraan pegawai, layanan kesehatan masyarakat hingga pembinaan sukarelawan PMI Jember. Handanu Hendro bergabung dengan PMI saat menjabat kepala bappeda saat itu PMI Jember dinakhodai Djunaedi Mahendra yang sekaligus menjabat Sekretaris Daerah Jember. “Di eranya kepemimpinan H KRH Djunaedi Mahendra, saya gabung menjadi pengurus PMI. Kemudian Bapak Djunaedi pensiun dini dan terpilih menjadi Bupati Madiun dua periode 1998- 2003 dan 2003 -2008, akhirnya saat itu saya dipilih menjadi pengurus antarwaktu (PAW), karena Bapak Djunaedi Mahendra pensiun 1997 sebelum masa tugasnya di PMI belum berakhir, akhirnya saya melanjutkan tugas-tugas di PMI Jember hingga masa kerjanya berakhir tahun 1998,” kenang Handanu. Kemudian pada pelaksanaan Musyawarah Cabang tahun 1998, terpilih kembali menjadi pengurus PMI Jember Periode 1999-2003 menjabat ketua PMI Jember untuk kedua kalinya, namun pada saat saya memasuki masa pensiun tahun 2002, pengurus antarwaktu dipilih Bagong hingga masa kepengurusan PMI Jember berakhir 2003. “Pertama kali diminta
kesediaan menjadi pengurus PMI diera Djunaedi Mahendra, saya sedang menjabat Kepala Bappeda Jember, bersama pengurus PMI lainnya sepakat untuk melakukan penataan organisasi dan kesejahteraan Pegawai, dan tugas Kepalangmerahan. Kemudian, saat saya dipilih menggantikan Bapak Djunaedi tahun 1997, alhamdulillah saya bersama pengurus PMI lainnya berhasil melakukan penyetaraan gaji pegawai disesuaikan dengan pegawai negeri daerah, selanjutnya disusul mendirikan koperasi karyawan, dan dibantu pak iksan melakukan pembinaan sukarelawan. Kemudian pada tahun 1999-2000, pengurus PMI Jem-
ber yang memiliki jabatan strategis di Pemerintahan, saya menjabat sekda, pak Bagong menjabat Kepala Bappeda Jember, menjalankan program peningkatan layanan kesehatan dan berhasil membangun balai pengobatan dan Pos Pelayanan Gawat Darurat (PPGD) di Jubung, waktu itu tak banyak yang kita berikan pada PMI, tapi itu bagian pengabdian saya dan pengurus lainnya kepada organisasi kemanusiaan. membangun PMI sama halnya membangun Kabupaten Jember dan melayani masyarakat Jember juga,” cetus Handanu Hendro semasa hidupnya. (edy/lis)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Ir Arief Sosiawan MM. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko S Sos. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi SE. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku SH MH. Redaktur Website: Fatkhul Aziz SS. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Sujatmiko, Aris Setyoadji S Sos, Moch Syaifuddin SS, Ferry Ardi Setiawan ST, Novi Triawan S Sos, Muchlis Darmawan S Sos, Hendradi Prayogo, Rahmat Hidayat S Sos. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana SH, Faishal Danny Nurdiansyah, Muhammad Alfin Alfiansyah, Prawoto Sadewo (Blitar). Sidoarjo: Budi Joko Santoso SPd SH. GresikTuban-Bojonegoro: Supardi Hardy SH. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar ST. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Ani Fauzyah, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda MPd, Madiun-Ponorogo-Magetan: HM Taufiq. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku SH MH. Manajer Bisnis dan Direktur Utama: Pengembangan: Herry Sunaryo SH MH, Wakil: M Yunus. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Choirul Shodiq SH MH Sekretaris Redaksi: Dian Maulida S M. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Pemimpin Perusahaan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Yoyok Khayatullah AMD SE Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
Komisaris: Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
JAWA TIMUR
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 9
Anggota Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Jember menyasar tempat mangkal tukang becak tebar beras.
Hari Bakti Pemasyarakatan dan Ramadan
Lumajang, Memorandum Sumarni Rahayu, warga Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, kehilangan Honda Beat. Motor yang diparkir di halaman depan kantor Bank BSI di ruko Jembatan Merah, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Citrodiwangsan, raib disikat maling. Aksi yang terekam jelas kamera CCTV milik Bank BSI tersebut terjadi, Jumat (9/4) sekira pukul 14.50. Menurut saksi mata Alex, kejadian itu bermula ketika korban akan membuka tabungan di Bank BSI. Korban memarkir kendaraannya di belakang mobil dekat dengan jalan raya. Dan langsung masuk ke bank untuk memulai proses administrasi pembukaan rekening baru. “Kami sempat ingatkan kepada Ibu Rahayu untuk memindahkan motornya ke tempat parkir kendaraan roda 2 yang telah ada, tapi yang bersangkutan mengatakan gak akan lama,” kata Alex, salah satu staf bagian operasional kepada Memorandum. Tak lama kemudian, salah satu satpam kembali mengingatkan agar korban memindahkan motornya di tempat parkir yang disediakan. Mendapat te-
Dharma Wanita Lapas Jember Bagikan Beras
Jember, Memorandum Menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan dan Ramadan, anggota Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Jember menggelar bakti sosial (baksos) dengan membagikan beras kepada pemulung, pendorong gerobak sampah, dan tukang becak. Baksos Jumat berkah ini diikuti puluhan anggota Dharma Wanita Lapas Jember yang dibagi dua kelompok jalur berbeda dengan menyusuri jalan perkotaan dan pasar tradisional tempat mangkal tukang becak. Pantauan di lapangan, kelompok yang dipandu Wakil Ketua Pengurus Dharma Wanita Lapas Jember menuju arah stasiun kereta api dan menyusuri Jalan PB Sudirman hingga Pasar Kreongan dan Pasar Buah Gebang mencari sasaran penerima bantuan langsung. Dadang Firmansyah mewakili Ketua Darma Wanita Lapas Jember menyatakan, baksos Jumat berkah menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan dan Ramadan ini dilakukan dengan bagi-bagi beras kepada tukang becak dan pemulung, serta pendorong gerobak sampah. “Dharma Wanita Lapas Jember membagikan 130 paket beras kepada abang becak, pedagang kaki lima, lansia, dan pemulung, maupun pengatur persimpangan jalan, dan pendorong gerobak sampah,” katanya. “Tentunya aksi ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang kurang mampu bagi pencari nafkah. Utamanya abang becak yang sudah bersaing dengan gojek, yang membuat kami prihatin. Apalagi di masa pandemi covid-19 semua serba dibatasi, sementara menanggung keluarga yang untuk dinafkahi sehingga beban ekonomi mereka butuh perhatian semua pihak,” bebernya. Sementara Sukarto, salah satu penerima bantuan beras berucap syukur meski sejak pagi mangkal belum ada penumpang dapat rejeki beras untuk keluarga. “Alhamdulillah dapat beras mulai dari pagi mangkal belum ada penumpang tapi dapat rejeki beras sudah bisa dimasak tinggal, yang dirumah beli sayur,” ungkap warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. (edy/lis)
FOTO: MEMORANDUM/ANI
FOTO: MEMORANDUM/EDY
Motor Warga Tempeh Disikat Maling
Satpam menunjukkan lokasi tempat parkir Honda Beat yang hilang.
guran yang kedua, akhirnya korbanpun beranjak untuk memindahkan motornya ke tempat yang ditunjuk oleh petugas satpam tersebut. Ketika menuju ke tempat parkir,
alangkah terkejutnya. Korban melihat motor miliknya sudah tidak berada di tempatnya. Akhirnya korban didampingi salah satu staf Bank BSI melaporkan kejadian itu ke Polres Lumajang.
“Kita sudah terima laporan kehilangan dari saudara Rahayu, tapi karena berkasnya belum lengkap sehingga belum bisa menerbitkan laporan polisi,” kata petugas SPKT Polres Lumajang. (ani/lis)
Bupati Serahkan SK Pengangkatan 346 PPPK sebagai abdi masyarakat. “Surat pernyataan syarat melaksanakan tugas (SPMT), semuanya dinyatakan resmi dan bisa melaksanakan tugas di satuan unit kerja masing-masing. Baik sebagai guru maupun tenaga penyuluh,” pesan Irsyad.
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Pasuruan, Memorandum Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Bupati Irsyad Yusuf menyerahkan 346 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Formasi 2019. Yakni formasi tenaga pendidik dan penyuluh di lingkungan Pemkab Pasuruan. Dalam apel di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Bupati Irsyad Yusuf berpesan kepada penerima SK agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Terhitung mulai 1 Maret 2021, secara resmi bisa melaksanakan amanah yang diembannya. Baik posisinya sebagai aparatur sipil negara (ASN), abdi negara, maupun
Bupati menyerahkan SK pengangkatan PPPK.
Irsyad Yusuf berpesan kepada para ASN PPPK agar mampu
memahami karakteristik masyarakat. Terlebih posisi guru sebagai tenaga pendidik dan
penyuluh akan langsung bersinggungan dengan masyarakat. Selain membutuhkan kinerja yang baik, diperlukan tanggungjawab serta profesionalisme. Sehingga diharapkan mampu diaplikasikan dimanapun dan dalam situasi apapun.
Dalam melaksanakan program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, dan Tunjukkan kinerja serta dedikasi yang baik, pelihara kedisiplinan dengan rasa tanggung jawab,” imbaunya. Sebanyak 346 PPK yang telah diangkat dan terdiri dari 277 orang tenaga pendidik. Sedangkan 69 lainnya sebagai penyuluh pertanian. (adv/rul/lis)
Suasana sosialisasi dan penandatanganan komitmen bersama PSC 119.
Respons Cepat Atasi Kegawatdaruratan
Gus Ipul Luncurkan PSC 119
Pasuruan, Memorandum Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meluncurkan Public Safety Center (PSC) 119, yakni mekanisme pelayanan korban atau pasien gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis call center. Aksesnya mudah, hanya menggunakan kode akses telekomunikasi 081-138-909119. Cukup menghubungi by telephone ataupun aplikasi whatsapp. Jika Kota Surabaya memiliki layanan kedaruratan 112 yang siap melayani segala situasi, Kota Pasuruan juga memiliki layanan ini yang siap selama 24 jam. Gus Ipul menjelaskan, sistem kerja 119 ini harus cepat. Selama 10 menit setelah ada laporan masuk harus segera ditindaklanjuti. Artinya, pelayanan ini tidak membutuhkan waktu yang lama. “Setelah ada laporan masuk baik itu dari telepon, ataupun whatsapp harus segera direspon,” jelasnya. Dia menyebut, ini adalah layanan bagus untuk situasi kegawatdaruratan. Siapapun yang membutuhkan tinggal menghubungi saja. “Semuanya memiliki hak yang sama. Tidak membedakan. Yang penting situasinya sedang gawat darurat, akan dibantu,” tambah dia. Gus Ipul berharap, setelah diberlakukan, tidak lagi ditemukan angka kejadian kematian atau cacat yang disebabkan karena masyarakat terlambat mendapatkan pertolongan. “Baik itu pertolongan saat terjadi sakit, kecelakaan lalu lintas ataupun bencana. Semangat tim 119 ini adalah mewujudkan respons cepat untuk selamatkan nyawa sesama,” urainya. Disampaikan Gus Ipul, ada tiga shift yang disiapkan selama 24 jam. Masing-masing shift terdiri dari 3 orang yang selalu standby ketika ada yang sedang membutuhkan bantuan. “Sementara hanya satu ambulans yang disiagakan. Tapi, ke depan akan kami anggaran untuk pengadaan ambulans lebih besar dan jumlahnya lebih banyak,” paparnya. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini dari awal memang sudah komitmen untuk memberikan hak pelayanan kesehatan di Kota Pasuruan yang layak, maksimal dan optimal. (rul/lis)
Tulungagung, Memorandum Bertempat di Graha Mandiri RSUD dr Iskak Tulungagung, soft opening gedung dengan 5 lantai tersebut dilaksanakan, Jumat (9/4) siang. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bersama Sekdakab Sukaji, dan Kepala Dinas Kesehatan Kasil Rohmat. Usai diterima oleh pimpinan RSUD dr Iskak Tulungagung Bupati Maryoto dan rombongan langsung menuju ke ruang pertemuan. Di mana di ruang tersebut, sejumlah dokter spesialis dan tenaga medis rumah sakit plat merah itu sudah menunggu kehadiran bupati beserta rombongan. Di hadapan Bupati Maryoto Birowo dan tenaga kesehatan rumah sakit, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Supriyanto mengatakan, bangunan 5 lantai ini akan dimaksimalkan untuk merawat pasien non-Covid 19.
“Ini dimaksimalkan untuk pera- tapi juga masyarakat sekitar. Karena watan pasien non-Covid 19. Awalnya RSUD dr Iskak ini kan rujukan bebepasien akan di-screening, kemudian rapa kabupaten lain,” ucap Bupati. untuk yang non-covid akan dirawat Seperti diketahui, lanjut Maryoto, di sini, di gedung baru ini,” ujarnya. saat ini keberadaan RSUD dr Iskak teBangunan 5 lantai ini, menurut lah menjadi rumah sakit rujukan regiSupriyanto, menghabiskan anggaran onal. Dan sedang diusulkan menjadi hingga Rp 52 milliar. Anggaran itu rumah sakit rujukan nasional. “Itu digunakan untuk fisik bangunan masih rujukan dalam proses menhingga isi di dalamnya. jadi rujukan provinsi, menggantikan Supriyanto mengungkapkan, RS Saiful Anwar Malang yang sudah terdapat 120 kamar di gedung baru menjadi rujukan nasional,” tuturnya. Pihaknya berharap, dengan hadirini. Yaitu terdiri ruang kelas 1, kelas 2, kemudian untuk ruang VIP dan nya gedung baru ini, maka pelayanan VVIP. “Ada tambahan 120 kamar yang RSUD dr Iskak Tulungagung kepada disiapkan untuk semua kelas. Ini pasien semakin maksimal. (fir/mad/lis) kita persembahkan kepada seluruh masyarakat,” jelasnya. Bupati Maryoto Birowo Sementara itu, Bupati Tulungamemotong pita peresmian gung Maryoto Birowo mengungkapgedung baru RSUD dr Iskak. kan, penambahan gedung baru ini sebagai wujud pelayanan rumah sakit daerah kepada warganya. “Tidak hanya masyarakat lokal, Lewat terapi Minyak Sari Sanggar
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Bupati Hadiri Soft Opening Graha Mandiri RSUD dr Iskak
Menjadi Pria Perkasa di Padepokan Ciptarasa Padjadjaran
Buana, Impotensi dijamin Sembuh
BANYAK problem rumah tanggal muncul ketika seorang pria ingin membahagiakan dan memuaskan pasanganya. Hal ini tentu saja tidak bisa dianggap sepele dan diremahkan. Karena semakin dibiarkan dan tidak ada tindakan maka bukan mustahil akan semakin bertambah parah dan menjadi berbagai permasalahan. Hal ini akan berpengaruh terhadap keharmonisan pasangan suami istri. Namun jika memiliki masalah seperti itu, tidak perlu khawatir cukup datang ke salah satu pengobatan tradisional atau klinik yang memberi penyelesaian atas problem pria yang tak mampu memberikan istri kebahagiaan atau kepuasan sewaktu diranjang. Klinik itu milik Muh Yusuf dan Mbah Udin Sidik dari Banten Kidul. Klinik ini beralamatkan di Jl. Ngagel Rejo Kidul Gg Bratang IC/8 Surabaya telepon 081 1320074445 - 085730074443 Menurut Muh. Yusuf dan Mbah Udin Sidik, Pria yang mengalami problem atau masalah kejantanan biasanya mengalami penyumbatan atau penyempitan syarafsyaraf dan peredaran darah di saluran alat
vital tersebut. Untuk itu perlu dilakukan terapi secara khusus untuk mengatasinya. Terapi yang dilakukan terdadap pasien yang mengalami gangguan keperkasaan atau ejakulasi dini pertama kali akan dipijat dengan menggunakan minyak sari sanggar buana. Pijatan dilakukan disemua anggota badan sampai ketelapak kaki dan menuju kebagian alat vital. Tujuannya untuk membuka atau memperbaiki syaraf -syaraf alat vital yang tersumbat atau terjepit dan menyempit. Selain pengobatan secara terapi pemijatan atau alternatif yang mengunakan ramuan tradisional dalam mengobatati juga disertai do'a khusus. Setelah pengobatan pasien dilarang mencucu atau memberikan alat vital tersebut selama 3 jam dan tidak boleh berhubungna suam istri selama 3 hari. Reaksi baru bisa dirasakan insya Allah setelah 40 menit setelah terapi "aman 100% tidak ada efek samping" karena tidak memakai bahan kimia. Tanpa disuntik silikon bebas untuk semua ras dan agama. Muh. Yusuf dan Mbak Udin Sidik beliau siap membantu dengan terapi dan dibantu dengan do'a-do'a khusus. Insya Allah dengan pernuh keyakinan atas rahmat dari kuasanya segala penyakit bisa terobati (Adv)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MOJOKERTO-JOMBANG
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 10
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Depresi, IRT Tewas Tabrak KA Mojokerto, Memorandum Siti Ulifah (32), ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Modongan, Kecamatan Sooko, tewas mengenaskan, Jumat (9/4) sekitar pukul 04.00. Korban diduga mengakhiri hidup dengan cara menabrakkan diri ke kereta api di kilometer 26+400, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan. “Kita akan identifikasi lebih lanjut,” kata Kapolsek Trowulan Kompol Subiyanto, yang menambahkan bahwa tubuh korban ditemukan hancur hingga 300 meter jauhnnya dari lokasi awal kejadian. Sedangkan Honda Kharisma S 6743 AAK milik korban masih utuh tidak jauh dari lokasi kejadian. Kompol Subiyanto menegaskan, tubuh korban ditemukan hancur hingga 300 meter jauhnnya dari lokasi awal dugaan kasus bunuh diri tersebut. Sementara motor Honda Kharisma, nopol S 6743 AAK milik korban masih
utuh tidak jauh dari lokasi kejadian. “Warga menemukan ceceran tubuh korban. Motor honda Kharisma masih utuh tidak jauh dari lokasi kejadian,” terang kapolsek. Dihadapan polisi, Juprianto (41) suami korban mengakui jika perempuan yang tewas tertabrak kereta api adalah istrinya, Siti Ulifah. Sementara itu, kakak ipar korban, Mukminin (50) membenarkan korban mengalami depresi dan sempat berobat ke dokter syaraf. Namun, menurutnya, kondisi korban telah membaik, sekitar sebulan lalu. “Satu
bulan sudah mendingan, sudah sembuh. Dia ibu rumah tangga, anaknya dua. Satu kerja di pabrik sandal biasanya dibawa pulang dan dia bantu-bantu. Tapi pandemi ini, sudah tidak bawa kerjaan ke rumah jadi mungkin tidak ada kesibukan,” katanya. Mukminin menjelaskan, jika setiap hari korban hidup bersama anak keduanya yang masih duduk di bangku SMK. Namun dugaan ada niatan bunuh diri sudah dicurigai keluarga sejak dua pekan lalu. Tepatnya saat korban diketahui memegang tali tampar. Sementara itu, Pujianto salah satu saksi mata, mengaku awalnya tidak curiga ceceran darah adalah korban kecelakaan kereta api. “Kejadian sekitar pukul 04.00, saat saya pulang dari masjid usai salat Subuh. Saat itu tidak ada kecurigaan,” ucapnya. Memastikan hal itu, Pujianto
FOTO: ISTIMEWA
Petugas bersama warga mengevakuasi jasad Siti Ulifah dari lokasi kejadian.
mengecek sumber ceceran darah, dan memastikan disekitar rel kereta banyak ceceran organ tubuh manusia. “Warga langsung melaporkan kejadian ke kantor polisi,” tutur dia. Petugas Inavis Polres Mojokerto datang ke lokasi melakukan
identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada jasad korban. Petugas dibantu PMI Kabupaten Mojokerto serta potensi relawan langsung mengevaluasi jasad dan potongan tubuh korban ke RSUD Kota Mojokerto. (no/day)
Tambang Galian C Desa Bening Ilegal FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Syamsuri dan BB diamankan polisi.
Bandar Sabu Sawahan Diringkus Mojokerto, Memorandum Anggota Polsek Dlanggu bersama Polsek Ngoro menangkap Syamsuri alias Syam (51), bandar sabu asal Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari. Tersangka ditangkap di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro. Kasubbag Humas Polres Mojokerto IPTU Tri Hidayati membenarkan penangkapan Syamsuri. Setelah pengembangan dari tersangka Siswanto alias Surem. Petugas Polsek Dlanggu bersama petugas Polsek Ngoro memburu Athoillah alias Antok warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro. “Saat ditangkap, keduanya asyik pesta sabu,” ujar dia. Tersangka Athoillah berhasil kabur. Sementara Syamsuri diglandang petugas ke Polsek Dlangu. Barang bukti yang disita alat isab sabu, pipet kaca yang masih ada sisa sabu, satu buah korek api gas, satu buah sekop dari sedotan plastik. Satu tas hitam berisikan satu poket sabu berat 10,99 gram, dua plastik klip kosong, satu poket sabu dengan berat 6,01 gram, timbangan digital, satu kotak plastik kecil hijau yang berisikan satu paket ganja kering, dengan berat 1,32 gram, 20 butir pil dobel L, satu buah pipet kaca, satu buah paket sabu dengan berat 0,39 gram, uang tunai Rp 2.281.000, 2 kartu ATM, satu lembar bukti transfer dengan nominal tujuh juta lima ratus ribu rupiah atas nama Heni Ratna Wati, tiga buah handphon. IPTU Tri Hidayati menegaskan, tersangka melanggar pasal 114 ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 Jo pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,”jelas Tri. (no/day)
Mojokerto, Memorandum Tambang galian C di Dusun Pulo Rejo, Desa Bening, Kecamatan Gondang, dituding ilegal. Aktivitas galian itu juga diprotes warga, karena menjadi penyebab pencemaran sungai. Kepala Desa Bening, Sarji mengatakan, tambang pasir dan batu (sirtu) di Dusun Pulo Rejo tanpa seizin pihak desa. Sarji mengaku tidak tahu seluk beluk berdirinya galian C tersebut. ”Pemilik galian tidak konfirmasi (izin) ke kami,” ujarnya. Tidak adanya legalitas izin kegiatan tambang ini, juga terjadi di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh. Harusnya pendirian tambang galian C harus sepengetahuan kepala desa. Sarji menjelaskan, aktivitas tambang berdampak negatif pada warga sekitar. Aktivitas galian C menimbulkan pencemaran sungai yang selama ini dimanfaatkan warga untuk mandi, cuci, kakus (MCK). "Aktivitas galian sedang dihentikan. Karena jalan menuju lokasi tambang sudah ditutup warga,” sebutnya. Menurut Kepala Desa Bening, penghentian aktivitas tambang dilakukan agar memberikan efek jera pada pihak pemilik galian. Terpisah Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto, Abdulloh Muhtar menjelaskan, pengurusan izin lingkungan wajib dikantongi pemilik tambang harus sepengetahuan warga,
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Warga menunjukkan akses jalan menuju lokasi tambang yang ditanami pohon pisang.
dan kepala desa. ”Kami masih belum cek datanya. Tapi kalau tanpa sepengetahuan desa, bisa jadi itu tidak berizin,” ujarnya. Abdulloh Muhtar menegaskan, untuk mendapatkan izin aktivitas tambang galian harus menempuh proses perizinan yang kompleks. Hanya saja, ada beberapa proses perizinan melalui instansi daerah. Yakni harus mengantongi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pemrosesan Izin Lingkungan di DPMPTSP. ”Sebenarnya izin lingkungan itu kembali ke persetujuan warga setempat dengan mengetahui kepala desa. Proses perizinannya
(izin lingkungan) itu UKL-UPL diajukan ke kami lalu diumumkan oleh pemilik galian selama 3 hari kerja dan dilampiri surat pernyataan telah diumumkan dan tidak ada protes warga dengan diketahui kepala desa. Maka ijin lingkungan disahkan. Karena proses UKL-UPLnya juga melalui rapat dengan berbagai pihak,” bebernya. Plt Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Mojokerto Endang Yuniartanti menjelaskan, galian C yang menjadi polemik tersebut masih belum mengantongi UKLUPL. Praktis, pemilik galian tak bisa menempuh proses perizinan apapun bila tak mengantongi UKL-UPL. "Galian itu masih
belum ada UKL-UPLnya. Kalau tidak ada UKL-UPLnya bisa dipastikan itu ilegal,” sebutnya. Endang menerangkan, sejauh ini pihaknya juga belum pernah dilibatkan dalam proses perizinan untuk galian di Dusun Pulo Rejo Desa Bening tersebut. Padahal, untuk mengantongi izin tersebut pemilik galian harus mendapat persetujuan dari sejumlah pihak. Salah satunya DLH. "Sejauh ini kami belum pernah diundang sama pihak terkait (untuk membahas perizinan galian). Selama ini kami masih belum pernah mendapat tembusannya, tapi sebenarnya yang tahu legal dan tidaknya itu dinas perizinan ya,” ungkapnya. Untuk bisa mengoperasikan galian sirtu, pemilik galian harus
mengantongi sejumlah izin. Di antaranya izin usaha pertambangan (IUP) Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi yang harus mendapatkan persetujuan dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Pengusaha harus mengantongi IUP Operasi Produksi untuk diterbitkan izin dari Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) Provinsi Jatim sehingga dapat beroperasi. Itu setelah hasil pengukuran dari IUP Eksplorasi ditinjau ulang oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. ”Kalaupun sudah berizin IUP Eksplorasi itu belum boleh menjual hasil tambang. Nambangnya itu hanya untuk mengukur umur dan kapasitas tambangnya, hanya itu saja. Jadi belum boleh menggali untuk dijual,” ungkap Endang. (no/day)
Bedah Pembangunan Jalan Wahid Hasyim PWI Jombang Ngopi Bareng OPD
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Setwan DPRD Jombang Pinto Widiarto menerima tamu.
Pembelajaran Tatap Muka
Dewan Jombang Terima Kunjungan DPRD Temanggung dan Sidoarjo Jombang, Memorandum DPRD Jombang menerima pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo dan Komisi D DPRD Temanggung untuk membahas persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Sekretaris Dewan (Setwan) Kabupaten Jombang, Pinto Widiarto mengatakan, kunjungan Komisi D DPRD Temanggung membahas terkait PTM di Kabupaten Jombang. “Pelaksanaan PTM sudah dimulai sejak Selasa, (6/4),” ujar Pinto Widiarto, Jumat (9/4). Pinto Widiarto menambahkan, hampir seluruh sekolah mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/ MA baik negri maupun swasta sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. ”Tapi memang ada peraturan dan persiapan sekolah yang harus dipenuhi untuk menjalankan PTM,” katanya. Sekolah mengatur jadwal pembelajaran dan memberi shift pada siswa yang hadir. Sehingga, tidak semua sekolah di waktu yang bersamaan. ”Persiapan mulai melakukan mengatur jarak tempat duduk siswa dan lainnya. Jadi persiapan di Jombang sudah sangat baik,” ungkapnya. Sedangkan kunjungan pimpinan DPRD Sidoarjo membahas kegiatan DPRD Jombang yang sudah diatur dalam rapat Banmus (Badan Musyawarah). ”Jadi terkait kegiatan anggota DPRD Jombang ini seperti apa,” ujarnya. Setiap akhir bulan di DPRD Jombang menggelar rapat banmus untuk menentukan kegiatan bulan selanjutnya. (wan/day)
Jombang, Memorandum Membedah proses pembangunan Jalan KH Wahid Hasyim, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menggelar ngobrol pintar (ngopi) bareng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Jum’at (9/4) pagi. OPD yang hadir diantaranya Dinas Kominfo, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Nantinya sepanjang jalan KH Wachid Hasyim akan dipercantik. Luas pedestrian mencapai 3 meter diantara jalur sepeda dan area ruang terbuka hijau,” terang Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang, Heru Wijayanto, Jum’at (9/4). Dijelaskan Heru Wijayanto, sesuai rencana pekerjaan dimulai pada tanggal 16 April 2021 mendatang. “Proses pekerjaan dimulai pada tanggal 16 April mendatang, atau tepat hari Jum’at pakan depan. Konsep pedestrian di kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim sendiri, nantinya bakal menjadi ikon di Kota Santri,” jelasnya. Tirik awal pengerjaan dimulai dari Ringin Contong sampai dengan Taman Mastrip. Untuk merealisasikan semua pekerjaan konstruksi tadi, bakal dilakukan selama 210 hari. “Total waktu pekerjaan selama 7 bulan, atau 210 hari kerja. Terhitung mulai 16 April, hingga 13 Nopember 2021,” bebernya di agenda ngopi yang digelar di aula Suara Jombang FM itu.
Setelah menjalani pembangunan, Jalan KH. Wahid Hasyim bakal memiliki lebar 3 meter. Sementara fasilitas yang ada, meliputi jalur sepeda dan ruang terbuka hijau (RTH). Detail pekerjaan sendiri, akan dibagi menjadi empat seksi. Yakni seksi pertama Ringin Contong sampai perempatan Tugu. Seksi kedua perempatan Tugu sampai perempatan RSUD Jombang. “Seksi tiga perempatan RSUD Jombang sampai perempatan Kebonrojo. Dan seksi keempat mulai perempatan Kebonrojo hingga terkahir di Taman Mastrip,” jelasnya. Terkait soal anggaran, Heru mengungkapkan, bahwa konsep pedestrian kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim mulai 2019. Pada tahun 2020 dianggarkan Rp 21.620.957. Lalu dilakukan probity audit menjadi Rp 19.661.129.000. “Namun, karena ada pandemi Covid-19, maka giat tersebut di refocussing dan dianggarkan kembali pada tahun 2021 dengan nilai sebesar Rp 21.000.000.058. Setelah dilakukan probity audit, turun menjadi Rp 20.613.165.000,” ungkapnya. Dikarenakan ada pergeseran lampu PJU, lanjut Kadis Perkim, selama pelaksanaan konstruksi dan ketebalan jalan rigid (Beton) jalur sepeda. Secara otomatis berdampak pada bertambahnya anggaran, sehingga naik menjadi Rp 20.709.934.000,. Selama proses pengerjaan, peletakan alat berat akan diletakkan pada jalur becak. Untuk pertokoan dan perkantoran di sisi timur ruas, tetap akan diberi akses masuk sementara.
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Anggota PWI Jombang berdialog dengan kepala OPD pada acara ngopi bareng.
Sehingga tidak mengganggu pelayanan saat masa pelaksanaan. “Sedangkan perkantoran yang memiliki akses masuk dan keluar secara terpisah, sementara digunakan satu akses. Kita sudah melakukan sosialisasi ke toko-toko, pedagang kaki lima di Jalan KH Wachid Hasyim, perkantoran, dan rumah pribadi,” ungkapnya. Untuk trotoar, pihaknya juga menyediakan jalur untuk tunanetra atau memiliki kebutuhan khusus. Dan juga tentunya ada ruang terbuka hijau, sehingga suasana tidak panas dan lebih indah. “Kami ingin ada wisata lokal di Jombang. Sehingga ini nantinya bisa digunakan masyarakat untuk duduk-duduk santai bersama keluarga, bisa menjadi tempat refreshing dikala sore hari atau hari libur,” terangnya. Ditanya terkait seberapa urgent, atau mendesak soal rehabilitasi drainase dan trotoar ini, Heru menandaskan, bahwa pembangunan ini penting, ka-
rena untuk menghindari banjir disekitar kota. “Seperti disekitar alun-alun, ketika hujan maka air dapat ditampung. Dan juga di Jalan KH Wahid Hasyim. Sehingga ini dapat meminimalisir terjadinya banjir,” pungkas Heru. Masih dilokasi yang sama, Ketua PWI Kabupaten Jombang, Sutono secara khusus mengapresiasi apa yang terselenggara hari ini. Sebab selain wadah un-
tuk menyambung silaturahmi, forum intelektual yang dikemas melalui agenda ngopi merupakan sarana untuk menggali informasi. “Secara khusus saya sangat mengapresiasi forum intelektual yang dikemas ke dalam agenda ngopi. Selain untuk menyambung silaturahmi, dapat pula dijadikan sarana untuk menggali informasi,” tutupnya. (wan/day)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
HUKUM & KRIMINAL
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 11
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Surabaya, Memorandum Pengedar sabu jaringan Madura diringkus anggota Reskrim Polsek Sukomanunggal di pos satpam, Jalan Kupang Jaya. Tersangka, Nanta Novandi (30), warga Jalan Kalimas Baru tersebut diketahui sebagai pengedar yang beroperasi di Surabaya dan sekitarnya. Dari hasil penangkapan terhadap Nanta, petugas mengamankan tas wanita yang dibawanya. Setelah digeledah terdapat 5 poket sabu siap edar, seperangkat alat isap, timbangan elekrik, korek api, dan 1 HP. “Tersangka pengedar sabu jaringan Madura. Agar tidak mencolok, dia selalu menyimpan barang di dalam tas milik istrinya,” kata Kapolsek Sukomanunggal Kompol Esti Setija Oetami, Jumat (9/4). Proses penangkapan terhadap Nanta setelah anggota mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di pos satpam Jalan Kupang Jaya. Berbekal informasi itu, anggota langsung merespons dengan mengecek ke lokasi dan memang benar adanya. “Anggota kami mendapati tersangka yang terlihat gelisah sedang menunggu seseorang,” ungkap Esti. Tidak menunggu lama, anggota kemudian menghampiri tersangka dan menangkapnya. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti yang diakui milik Nanta. Setelah terbukti, anggota kemudian membawa Nanta ke Mapolsek Sukomanunggal dan menjebloskannya ke tahanan. “Saat ini kami masih memburu pengedarnya,” tandas mantan Kapolsek Kenjeran itu. Pengakuan Nanta, dia mendapatkan barang haram dari seorang bandar asal Socah, Bangkalan, Madura. “Saya sudah 4 kali membeli narkoba di Madura,” terang Nanta. Untuk bisa pesan sabu, ia lebih dulu menghubungi pengedarnya lewat HP. Jika ada barang, tersangka lalu pergi ke Madura naik taksi online. “Saya sekali membeli seharga Rp 950 ribu per gram,” imbuhnya Selanjutnya, oleh Nanta barang dikemas menjadi 10 poket untuk dijual lagi ke pembeli seharga Rp 300 ribu per poket. “Barang habis semua kurang lebih dua minggu dan beli lagi ke pengedar. Dari hasil penjualan saya mendapat keuntungan Rp 1,5 juta,” ungkap Nanta. Dia mengenal pengedar asal Madura tersebut di warung giras saat ngopi dan ditawari jadi pengedar sabu. “Saya menjualnya ke siapa saja yang membutuhkan. Promosinya dari mulut ke mulut,” tuturnya. Untuk mengelabuhi polisi, Nanta mengaku selalu menyimpan sabu di dalam tas istrinya. Tapi modus yang dilakukannya tidak berjalan mulus. Terbukti dia berhasil ditangkap dan kini meringkuk di tahanan akibat perbuatannya. (rio/nov)
Anak Itu Berkata...
Sambungan dari halaman 1
Suatu ketika mereka bertengkar hebat dan membuat Abdul enggan pulang. Saat itu ia mampir ke sebuah masjid untuk melarutkan diri dalam salat. “Di dalam masjid, aku rindu Habibah dan anak-anakku. Tapi aku tak tahu di mana mereka,” katanya, sedih. Tujuh tahun lalu saat Abdul menalak Habibah, Ilham putra pertamanya berusia lima tahun dan Balqis berusia dua tahun. Hingga kini ia tidak pernah menanyakan kabar mereka. “Aku benar-benar menyesal saat itu. Apalagi selama ini aku tidak pernah mengirimi mereka biaya hidup, sungguh semakin membuatku menderita memikirkan mereka,” ungkapnya. Abdul mengenang, saat itu hujan turun dengan lebatnya. Ia pelan-pelan mulai mencari Habibah dan anak-anaknya. Namun usahanya itu tak juga menemui hasil. “Aku menanyakan kepada keluarganya atau pada teman teman Habibah, tapi tetap nihil,” kenang Abdul. Abdul merasa Habibah dan anak-anaknya hilang bagai ditelan bumi. Ia semakin ketakutan manakala tak mendapat info apa pun tentang mereka. “Pikiranku semakin tak menentu. Di sisi lain Siti hidup denganku dengan sejuta tuntutan,” keluhnya. Hari-hari terus berlalu. Bahkan hampir delapan bulan Abdul mencari mereka. Hingga pada suatu hari sehabis mengikuti kajian, tiba-tiba seorang ustaz mendekatinya. “Ia bertanya apakah aku sudah bertemu Habibah dan anak-anak, aku hanya bisa menggelengkan dengan air mata kerinduan,” ucapnya sedih. Kemudian ustaz itu menyampaikan bahwa Habibah dan anak-anaknya dalam keadaan baik-baik saja. “Ustaz itu berkata keluargaku baik-baik saja. Perkataan ustaz itu membuatku menatap wajahnya lekat-lekat,” ujarnya. Dari wajah sang ustaz, Abdul merasa seolah-olah tersirat ia mengetahui keberadaan Habibah dan anak-anaknya. Dan ternyata dugaan Abdul benar. Sang ustaz akhirnya memberi tahu setelah ia mendesaknya di mana Habibah dan anak-anaknya. “Ternyata ustaz itu tahu, Habibah menghilang dari hidupku dan menetap di sebuah kota yang sangat jauh dari tempat yang pernah menjadi kota tempat kami membina rumah tangga,” katanya. Ustaz itu lalu menjelaskan secara detail kepada Abdul bahwa keluarganya berada di kota yang sangat jauh. Jarak tempuhnya sampai empat hari perjalanan. “Ustaz itu bilang keluargaku ada di sebuah pondok pesantren di pelosok desa tepat di lereng gunung,” jelasnya. Akhirnya Abdul berangkat ke kota itu berbekal alamat yang diberikan sang ustaz. Perjalanan yang panjang membuat Abdul ingin beristirahat sejenak. Ia kemudian mampir satu mesjid di tempat itu. “Dadaku bergemuruh. Perasaanku tak menentu. Aku takut anak-anakku tidak mau melihatku, apalagi menerimaku,” ujarnya. Keesokan harinya Abdul bergegas menuju pondok pesantren itu. Dan ternyata benar, Habibah beserta kedua anaknya berada di sana. “Segera kuhampiri mereka. Namun, Habibah langsung pergi saat tahu aku datang. Ilham anak sulungku mendatangiku dan bercerita tentang perjalanan hidup mereka. Dengan nada halus ia mengatakan bahwa aku tak pantas menjadi suami ibunya. Meskipun mereka berdua tak pernah diajari membenciku,” katanya. Kalimat yang diutarakan Ilham terdengar bagaikan petir menyambar. Dunia terasa gelap. “Aku tak tahu harus berbuat apa,” tandasnya. (mg5/jos, habis)
Semalam, 3 Motor Raib di Tambak Wedi Surabaya, Memorandum Aksi kejahatan semakin merajalela. Bahkan dalam semalam tiga kendaraan di wilayah Tambak Wedi raib digondol maling pada Kamis (8/4). Nasib sial itu dialami Heru Wahyudi (43). warga Jati Purwosatu, Semampir. Motor Vario L 5386 JW yang terparkir di depan rumah kerabatnya, Jalan Tambak Wedi, Gang Madu itu raib setelah ditinggal melihat bangunan baru milik saudara korban sekitar pukul 23.30. “Saat kejadian motor diparkir di jalan. Tidak lama kemudi-
an melihat kendaraan itu sudah tidak ada di tempat,” kata Heru. Atas kejadian itu korban panik dan sempat mencarinya. Namun tidak ada satupun warga yang mengetahui peristiwa tersebut. “CCTV juga tidak ada di sekitar lokasi kejadian,” imbuhnya. Heru mengaku bahwa kejadian yang dialaminya itu bukan kali pertama. Sebab, sebelum-
nya aksi yang sama juga telah terjadi menimpa tetangga rumah saudaranya. “Jadi sebelum kendaraan saya hilang. Dua motor lain milik tetangga juga hilang,” pengakuan Heru. Atas petistiwa itu, Heru melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Kenjeran, Jumat (9/4) pagi. “Sudah buat laporan. Semoga pelaku cepat tertangkap,” ujarnya. Sementara Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Suryadi ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. (alf/nov)
FOTO: MEMO RANDUM/ALFIN
Polisi Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Madura
Vario L 5386 JW milik Heru Wahyudi yang digasak maling.
Ancam Bunuh Pakai Pisau “Setelah korban tidak berdaya, pelaku kemudian mengancamnya memakai pisau yang diambil dari dapur. Jika korban nekat berteriak, pelaku akan melukai dan membunuhnya,” jelas Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih, Jumat (9/4) sore. Mendapat ancaman itu, Syaroh hanya menurut dan membiarkan pelaku mencari barang berharga di kamarnya. “Tersangka berhasil membawa
HP serta uang sekitar Rp 400 ribu milik korban. Dia lalu kabur melalui pintu depan,” lanjut Masdawati. Namun, belum sempat menikmati hasil curiannya, Arif akhirnya berurusan dengan pihak berwajib. Dia disergap anggota Reskrim Polsek Wonocolo di tempat kosnya yang tidak jauh dari lokasi pencurian. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti HP, uang hasil curian, dan sebilah pisau dapur.
Sambungan dari halaman 1 Di hadapan penyidik, bapak tiga anak itu mengaku rela memanjat pagar agar bisa masuk ke rumah korban. Sebelum memutuskan beraksi, dia juga sudah menguasai situasi sekitar hingga akses ke tempat tinggal Syaroh. “Kebetulan kami bertetangga sehingga tahu seluk-beluk rumah korban. Saya juga pernah masuk ke sana,” aku Arif. Menurut Arif, setelah masuk ke rumah korban melalui
pintu belakang, dia tidak lupa mengambil pisau di dapur. Arif kemudian nyelonong ke kamar Syaroh. Ketika membuka lemari, tersangka tanpa sengaja menjatuhkan gantungan baju. “Saya menyenggol hanger Pak. Sehingga korban masuk dan memergoki perbuatan saya,” imbuhnya. Sementara itu, sebelum mendekam di tahanan Polsek Wonocolo, pria yang tidak memiliki tanda pengenal (identitas)
Gagal Nyabu, Driver Ojol Diadili nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam surat dakwaan JPU disebutkan, awal mulanya terdakwa l Ronny meminta tolong kepada terdakwa ll Andi untuk dibelikan satu poket sabu seberat 0,5 gram. Kemudian terdakwa ll menghubungi Hamidah (DPO) dan disetujui jika harganya Rp 650 ribu. Hamidah mengatakan kepada terdakwa ll cukup mem-
bayar Rp 600 ribu sebab yang Rp 50 ribu untuk upahnya. “Terdakwa l kemudian mentransfer uang sebesar Rp 650 ribu kepada terdakwa ll. Lalu terdakwa ll menyampaikan bahwa sabu tersebut akan dikirim melalui driver ojol ke alamat yang diberikan oleh terdakwa I di sebuah hotel Jalan Diponegoro,” ucap Damang saat membacakan surat dakwaannya di PN Surabaya.
Sambungan dari halaman 1 Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diperoleh saksi Rizky Wardhana dan saksi Ahmad Muaffan selaku anggota kepolisian dari Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penangkapan terhadap terdakwa I Ronny Hartono. “Beberapa jam kemudian bertempat di warung kopi Simpang Dukuh, Petugas juga melakukan penangkapan terhadap
terdakwa II Andi Jori Fugo,” katanya, Kamis (8/4). Damang menambahkan, setelah dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa I, ditemukan barang bukti berupa satu plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,52 gram beserta plastiknya, satu pipet kaca, seperangkat alat isap sabu yang ditemukan di dompet warna kuning di dalam tas ransel milik
Pasutri Kompak 8 Kali Gasak HP Perdana. “Pasutri ini sudah delapan kali mencuri HP di toko dengan berpura-pura menjadi pembeli,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia, Jumat (9/4). Terang Agung, awalnya pelaku datang ke toko dengan mengendarai Beat dengan berpura-pura menjadi pembeli di toko HP, Jalan Lontar. Kemudian keduanya melihat-lihat HP yang diincarnya di etalase sambil menunggu karyawan toko lengah.
Begitu korban melayani pembeli, seorang pelaku langsung mencuri HP milik korban yang diletakkan di meja kasir. Setelah berhasil, pasutri itu segera meninggalkan toko. “Kesempatan mencuri dilakukan sewaktu penjaga toko lengah. HP korban dijarah di meja kasir,” ungkap Agung. Awalnya korban tidak mengetahui HP-nya dicuri. Ia mengetahui setelah mencarinya di meja kasir, namun tidak ketemu. Merasa curiga, korban kemudian melihat rekaman CCTV yang ter-
sudah sesuai aturan di sini,” kata pria yang menyebut baru 3 hari bekerja sebagai sekuriti itu. Saat ditanyakan mengenai keberadaan Sambari, Zainal tidak banyak komentar. Alasannya dia hanya sebagai petugas keamanan yang hanya menjaga perumahan. “Saya tidak tahu kalau masalah itu,” ucapnya datar. Menurut informasi, Sambari terkena stroke dan menjalani rawat jalan di RS Husada Utama, juga belum sepenuhnya terjawab karena petugas jaga di RS tersebut enggan berterus terang. “Kalau itu bukan porsi saya untuk menjelaskan. Lebih baik ke humas atau ke atasan langsung,” katanya. Terpisah, anggota KPK dikabarkan akan kembali melakukan pemeriksaan terkait dugaan korupsi di PDAM Gresik, kemarin. Informasinya kali ini akan memeriksa direksi PT Drupadi Agung Lestari (DAL). Sayangnya, saat ditunggu
pasang di toko hingga diketahui HP-nya dicuri oleh dua pasutri tersebut. Selanjutnya korban memberitahu teman-temannya dan mencoba mengejar pasutri tersebut. Beruntung kedua pelaku mampu ditangkap ketika akan kabur. Setelah itu, kejadian dilaporkan ke polisi dan akhirnya mereka dibawa Mapolrestabes Surabaya untuk pengembangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan penyidik, akhirnya terbongkar jika pelaku tidak hanya mencuri di toko
di daerah Lontar, melainkan juga di sejumlah toko yang berada di mal-mal. Pengakuan Husein, dia dan istrinya delapan kali mencuri. Tiga kali di PTC, yakni toko Elstef lantai G dan toko Decheval lantai G blok C.8, dan toko Makmur Jaya Meubel lantai LG blok B.6. Kemudian di toko David Shoes, Royal Plaza, dua kali di WTC tepatnya di toko Garuda dan toko Well Phone, dan di toko Roti, Galaxy Mall.“Semua itu saya lakukan pada Januari hingga April 2021,” jelas Husein..
Masih terang tersangka, HP hasil kejahatan dijual ke Pasar Wonokromo dan secara online di Facebook dengan harga miring antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. “Tergantung merek HP dan hasilnya untuk keperluan hidup sehari-hari,” ucap Husein. Selain menangkap kedua tersangka, petugas juga menyita barang bukti, di antaranya 4 unit HP hasil kejahatan, 1 unit motor Beat yang dijadikan sarana aksi, 2 HP, 2 tas, dan dompet milik pelaku. (rio/nov))
Sambungan dari halaman 1
Petugas keamanan perumahan Mulia Residence Blok C Kalikepiting menjaga tempat tinggal mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.
di depan Kantor PDAM Gresik, Jalan Permata, Desa Kembangan, Kebomas tidak ada tanda-tanda kedatangan anggota KPK tersebut. Penjaga keamanan pun ketika ditanya mengaku tidak ada anggota KPK yang datang. “Kemarin sama hari ini tidak ada Mas,” ucap penjaga yang enggan disebutkan namanya itu.
Ditunggui sejak pukul 12.30 hingga pukul 16.30 tidak ada tanda-tanda kedatangan anggota KPK yang dimaksud. Lalu lalang tamu perusahaan air bersih itu pun juga lengang. Ketika dikonfirmasi, Dirut PDAM Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah membantah adanya anggota KPK kembali mendatangi
Dikritik Namun netizen melemparkan kritikan untuk konten itu. Bukan karena Vanessa Angel yang joget sambil mengenakan mukena, tapi justru karena motif dari barang dagangannya tersebut. Di salah satu mukenanya, terlihat gambar hewan berwarna hitam dan putih. Selain itu, warna mukena yang cukup mencolok
terdakwa I. Atas dakwaan JPU, para terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya (PH) Rudy Wedhasmara dari OBH Orbit menyatakan tidak keberatan. “Lanjut Yang Mulia,” ujar Rudy. Setelah mendengar tanggapan PH, Ketua Majelis Hakim Safri Abdullah memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi-saksi ke persidangan. (mg5/nov)
Sambungan dari halaman 1
Rumah Sambari Halim Dijaga Ketat Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari tersebut tidak sembarang orang yang boleh masuk. Bahkan, jurnalis akhirnya juga dilarang. Padahal sebelumnya jurnalis diperbolehkan meliput hingga di depan tempat tinggal Sambari. Namun saat ini, petugas yang jaga di pos pengamanan memperketat bagi siapa saja yang masuk ke perumahan cukup megah tersebut. Wartawan Memorandum yang mencoba izin masuk untuk meng-update perkembangan berita anggota KPK yang mendatangi rumah Sambari, langsung dihadang satpam yang mengenakan seragam unggu gelap. Satpam yang mengaku bernama Zainal itu menyebut bahwa pengaman dilakukan sesuai standar, opersional, dan prosedur (SOP). Di mana orang luar tidak diperbolehkan masuk ke perumahan. “Tidak boleh karena
itu ternyata sudah pernah dipenjara. Awal 2020 lalu, dia baru bebas setelah ditangkap anggota Polsek Waru atas kasus serupa. Bedanya, saat itu tersangka nyaris dihajar massa. “Dulu pernah ditahan di Mapolsek Waru Pak. Gegara ketahuan mencuri membuat saya kabur dan sempat dikejar warga. Untung waktu kejadian itu, saya cepat diamankan polisi sehingga tidak sampai diamuk massa,” tutur Arif Sugianto. (fdn/nov)
kantornya. “Tidak ada,” tegasnya singkat. Sementara itu, kediaman mantan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di Jalan Awikoen, Desa Gending Kebomas juga terpantau sepi. Kalau sehari sebelumnya pintu pagar sedikit terbuka, kini pagar tertutup rapat. Warga sekitar menyebut Sambari tidak di lokasi. Yang bersangkutan ada di Surabaya untuk menjalani perawatan karena sakit. Sebelumnya, Kamis (8/4) penyidik KPK telah mendatangi rumah Sambari di Surabaya. Selama satu jam mereka ditemui anak Bupati Gresik periode 20102020 itu. Seperti diberitakan, KPK sedang menelusuri dugaan korupsi proyek instalasi air bersih di wilayah Kecamatan Driyorejo yang dilakukan PDAM Gresik. Nilai investasinya senilai Rp 133 miliar dan digarap mulai tahun 2012 silam. (and/har/alf/nov)
Sambungan dari halaman 1 juga dinilai tidak pantas. Heran dengan kritikan netizen, Vanessa Angel melempar pertanyaan. Ia bingung bagaimana bisa corak dan warna mukena menganggunya beribadah. “Jadi sebenernya boleh gak sih pake mukena bergambar binatang selama ibadahku khusyuk dan tidak mengganggu jumlah
beras di keluargamu? Monggo bantu jawab di komen ya guyss!” tulis Vanessa. Pertanyaan itu langsung ditanggapi netizen. Beberapa dari mereka menyebut mukena seperti yang dijual Vanessa Angel memang tidak dianjurkan. “Saya pernah denger-dengar ustaz-ustaz ceramah kok nggak boleh
ya kak, ada alasannya kenap gak boleh kok, kayanya sih mending tanya ahlinya takut salah saya juga, maaf sebelumnya,” tulis salah satu netizen. Tidak lama kemudian, Ustaz Riza Muhammad menanggapi perdebatan itu. Ia menjelaskan mengenai aturan mukena berwarna dan bercorak hewan.
“Mukena yang baik adalah yang mengingatkan kita pada kain kafan. Yang berwarna aja harus hati-hati, apalagi yang bergambar? Kalau gambar itu ternyata merusak konsentrasi orang yang di belakangnya karena lebih fokus pada gambar daripada mengingat Allah, maka dosa,” ucapnya. (dth/nov)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
GRESIK-PANTURA
SABTU LEGI, 10 APRIL 2021 HALAMAN 12
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Andika Pratama, Hardy. BOJONEGORO: Sutopo Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEPA
Curanmor Bawean
Dipreteli dan Dikubur Gresik, Memorandum Aksi dua maling motor inisial KA (18) dan SL (17), warga Desa Klumpang Gubug, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, ini tergolong berani dan cerdik. Anak baru gede (ABG) itu nekat menggasak motor warga lalu dipreteli dan dikubur untuk menghilangkan jejak.
FOTO: MEMORANDUM/ DOK
Rumah warga yang terbakar.
Api Lahap 3 Rumah Warga Sukorejo Bojonegoro, Memorandum Tiga rumah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, terbakar, Jumat (9/4) dini hari. Diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik. Ketiga korban yang rumahnya terbakar adalah di Edi Purnomo, Sigit Tranggonourang, dan Sujiatmo. Total kerugian mencapai Rp 505 juta. Kabid Penyelamatan Dinas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ahmad Adi Winarto mengatakan, kebakaran berasal dari kamar belakang rumah korban Edi Purnomo. Karena api berkobar sangat besar akhirnya menjalar ke dua rumah milik tetangganya yaitu Sigit dan Sujiatmo. Dia menjelaskan, rumah-rumah tersebut terbakar beserta isinya. Dari ketiga rumah tersebut yang paling banyak menelan kerugian adalah rumah Edi Purnomo. Sebab, rumah semi permanen kayu jati berukuran 6x10 meter terbakar habis. “Kerugian rumah Edi Purnomo mencapai Rp 300 juta. Sedangkan, rumah lain milik Sigit Tranggonourang kerugian sebanyak Rp 200 juta terbakar beserta isinya. Untuk rumah milik Sujiatmo kerugian Rp 5 juta rumah terbakar 20 persen serta beberapa perabotan,” jelasnya. Adi menambahkan pihak damkar mengerahkan satu unit mobil fire dome, satu unit brandwere dan satu unit truk fire. Dengan menerjunkan 11 personel dari Damkar Pos Kota dengan dibantu dua unit armada water untuk memadamkan kebakaran tersebut. “Setelah selesai pemadaman, petugas memberikan sosialisasi kepada korban dan warga masyarakat setempat cara mencegah kebakaran dan penanganan awal kebakaran,”tegasnya. (top/har/udi)
FOTO: MEMORANDUM/ YOGA
Petugas mengolah TKP di rumah korban.
Pria Putatkumpul Mati di Kamar Lamongan, Memorandum Suyoto (47), warga Dusun Morogo, Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya, Jumat (9/4). Korban selama ini tinggal sendiri karena masih lajang. Martiah (40), saksi yang sekaligus adik korban mengatakan, jika rumah kakaknya ini sudah berhari-hari tertutup dan lampu depan rumah juga sudah berhari-hari tidak mati. “Rumah kakak saya ini sudah beberapa hari tertutup dan lampu depan rumahnya juga menyala terus siang dan malam,” ungkap Martiah, warga Desa Putatkumpul. Penasaran dengan kondisi rumah korban yang tertutup, Martiah kemudian berusaha mengetuk pintu untuk mengetahui kondisi kakaknya. Bukan pintu yang terbuka ketika Martiah mengetuk pintu, tapi ia mencium bau menyengat dari dalam rumah. Alangkah kagetnya Martiah, ketika pintu rumah sang kakak dibuka, ternyata bau menyengat yang ia rasakan berasal dari jasad kakaknya. Martiah menyebut, hingga ditemukan meninggal dunia, sang kakak masih hidup melajang dan punya penyakit bawaan. “Saat ditemukan, kakak dalam kondisi berselimut sarung di kamar tidurnya. Kakak saya punya penyakit bawaan,”ujar Martiah. Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubag Humas Polres Lamongan Iptu Estu Kwindardi membenarkan peristiwa ini. Estu mengungkapkan, peristiwa ini diketahui oleh adik korban saat mengecek kondisi rumah korban yang sudah seminggu lampu terasnya nyala. “Korban ditemukan sudah meninggal di tempat tidur dalam kondisi terlentang,” ungkap Estu. Lebih jauh, Estu mengatakan, saat dilakukan pengecekan polisi bersama tim medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Selain itu, dari keterangan saksi, korban memang mempunyai riwayat sakit gangguan syaraf dan kondisi fisik kurang terjaga akibat mengisolasi diri. “Korban sudah disemayamkan di TPU setempat,” Pungkasnya. (tri/har/udi)
Korban bernama Supriyadi (43), warga Desa Pekalongan, satu kecamatan dengan pelaku. Motor Jupiter biru W 5055 BH miliknya hilang ketika rumahnya dalam kondisi kosong pada Maret lalu. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Tambak. Kapolsek Tambak AKP Rachmat Triyanto mengungkapkan, setelah menerima laporan, pihaknya bergerak cepat menangkap pelaku pada hari itu juga, Rabu (7/4). Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya. “Pelaku mengaku melancarkan aksinya pada malam hari. Modusnya dengan mencongkel jendela rumah korban menggunakan obeng,” katanya, Jumat (9/4). Saat kejadian, rumah korban sedang kosong. Sehingga pelaku dengan leluasa membawa kabur motor lalu menyembunyikannya di semak-semak. Kedua pelaku diketahui merupakan teman bermain. “Untuk menghilangkan jejak, motor hasil curian itu disembunyikan dengan cara dikubur di dalam tanah. Pretelan motor dikubur terpisah, tidak
SL dan KA menunjukkan tempat motor hasil curian yang dikubur.
FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
hanya di satu tempat,” imbuh mantan Kapolsek Sangkapura itu. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku melakukan semua aksinya di malam hari agar tidak ada orang yang tahu. Setelah dirasa aman, tempat penyembunyian
itu akan dibongkar untuk mengambil pretelan-pretelan dan menjualnya. Sial bagi SL dan KA ketika polisi berhasil membongkar modus operandinya. Keduanya kini diamankan di Mapolsek Tambak guna menjalani proses hukum
lebih lanjut. “Sementara pelaku masih dua orang. Kami masih melakukan pengembangan apakah pelaku pernah melakukan aksi yang sama dan kemungkinan ada pelaku lain,” tutupnya. (and/har/udi)
Pembangunan Jembatan Kanor-Rengel Dimulai Bojonegoro, Memorandum Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Kanor-Rengel, Jumat (9/4). Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, dengan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, yang melintasi Sungai Bengawan Solo. Pembangunan jembatan sudah ditunggu masyarakat. Selama ini masyarakat di sekitar Bengawan Solo itu melintasi sungai dengan naik perahu penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor. Tiap hari, dua perahu membantu warga menyeberangi sungai. Rata-rata perahu membawa 17 orang. Acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan sebagai penanda dimulainya pembangunan jembatan. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, Dandim 0813/ Bojonegoro Letkol Inf Bambang
Hariyanto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bojonegoro Sutikno, perwakilan Polres Bojonegoro, dan OPD terkait. Kepala Dinas PU Bina Marga Bojonegoro Retno Wulandari menjelaskan, pembangunan jembatan sepanjang 210 meter terdiri dari 5 bentang menggunakan rangka baja tipe A. Dengan lebar jalur kendaraan 7 meter dan trotoar 2x1 meter. Estimasi waktu jika warga melintas melalui jembatan lebih kurang satu menit. “Pembangunan jembatan penghubung dua wilayah Desa semambung (Kanor) - Desa Ngadirejo (Rengel) berdasarkan APBD Bojonegoro 2021 sebesar Rp 88,695 miliar,” bebernya. Sementara itu Bupati Anna mengatakan, semakin cepat infrastruktur dibangun semakin cepat membuka akses kawasan yang potensi. “Sepanjang tidak salah regulasi kita akan terus bekerjasama dalam pembangunan. Akhir tahun semoga Jembatan Kanor-Rengel bisa diresmikan. Semoga kondi-
FOTO: MEMORANDUM/ SUTOPO
Bupati Anna Mu’awanah (tengah) pada acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Kanor-Rengel.
si alam bisa beriringan dan pembangunan jembatan cepat diselesaikan,” tuturnya. Untuk itu pembangunan Jembatan Kanor-Rengel perlu dikawal bersama-sama dengan masyarakat sekitar agar pembangunan berlangsung lancar. Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, dalam mengatakan, sangat berterima kasih dengan pembangunan jembatan penghubung dua wilayah ini.”Jembatan ini nantinya menjadi
penghubung dua wilayah dan akan membawa perkembangan pertumbuhan ekonomi dari dua wilayah. Dengan dibangun jembatan akan ada hubungan yang makin semakin intens,” tuturnya. Dimulainya pembangunan jembatan disambut antusias warga. Paduki, warga Kecamatan Kanor mengaku, sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Semambung
dengan Desa Ngadirejo. “Sehari-hari lewat sini karena paling dekat,” ujar pria yang bekerja di depo Semen Tuban itu. Paduki menambahkan, adanya jembatan itu tentunya akses lebih cepat daripada menggunakan perahu tradisional. “Kalau menyeberang pakai perahu pulang-pergi Rp 4 ribu. Nunggu lama sampai perahu penuh. Kalau ada jembatan jadi lebih cepat,” bebernya. (top/har/udi)
Polres Gresik Hadiahi 3 Pengendara Tertib Lalin Gresik, Memorandum Ada yang berbeda dalam pemberlakuan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang di Kabupaten Gresik. Selain menyoroti pelanggar lalu lintas, polisi juga memantau pengguna jalan yang tertib dalam berkendara. Tiga pengendara beruntung mendapatkan hadiah khusus dari Satlantas Polres Gresik, Jumat (9/4). Salah seorang pengendara beruntung adalah Radiyan Erik Dani Putra (39) asal Jalan Palangkaraya Kecamatan Manyar. Awalnya ia kaget ketika mendapat surat panggilan dari polisi yang dikirm kantor pos. “Pertamanya kaget. Sa aya kira saya melangSaya gar kok dapat surat dari satlantas, padahal saya merasa selalu tertib
dalam berkendara. Rupanya dapat hadiah,” ujarnya bahagia. Ternyata, itu adalah surat panggilan pengambilan hadiah. Apresiasi dari korps Bhayangkara karena telah tertib dalam berlalu lintas. Dari beberapa rekaman kamera pemantau, pria yang akrab disapa Dian itu selalu tertib dalam mengendarai motornya. Atas kedisiplinannya, ia diberi satu paket hadiah berupa helm, jaket, sarung tangan, sarana protokol kesehatan, dan voucher bebas pajak selama satu tahun. Tidak sendirian, ia menerima hadiah itu bersama dua pengendara beruntung lainnya. Yakni, Eddy dan Agus dari Kebomas. “Saya sangat senang dapat hadiah, semoga kinerja kepolisian lebih baik lagi. Ayo masyarakat harus lebih tertib lalu lintas biar dapat hadiah tutup upny ya. kayak saya,” tutupnya. Kapolres
Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto memberikan hadiah kepada pengendara. FOTO: MEMORANDUM/ ANDIKA P
Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto P mengatakan, langkah ini sebagai upaya mengurangi angka pelanggaran lalu lintas. Diharapkan masyarakat lebih semangat dalam menaati tata tertib berkendara. Hal ini tidak lain untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama. “Sebagai apresiasi, kami memberikan penghargaan kepada pengendara yang tertib berlalu lintas. Diharapkan masyarakat Gresik akan lebih tertib ke depannya. Kalau melanggar akan ditilang elektronik, kalau tertib akan dapat hadiah,” jelas dia. Untuk pemberian hadiah ini, pihaknya memantau selama satu bulan. Sebanyak tiga pengendara motor yang tertib berlalu lintas diberi hadiah April ini. “Pemberian hadiah ini akan berkelanjutan setiap satu bulan,” imbuh mantan Kanit Regident Polrestabes Surabaya itu. Ditambahkan, langkah ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait pemberlakuan ETLE. Pihaknya mengimbau masyarakat agar selalu tertib berkendara seperti menggunakan helm, tidak melanggar rambu-rambu lalu linta, dan lain-lain. Sebab jika melanggar, surat tilang nanti akan langsung di antar ke rumah. (and/har/udi)
FOTO: MEMORANDUM/ YOGA
Pemusnahan BB di halaman Kejari Lamongan.
Kejari Lamongan Musnahkan BB Lamongan, Memorandum Kejaksaan Negeri Lamongan (Kejari) memusnahkan barang bukti (BB) dan barang perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah, Jumat (9/4). Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Agus Setyadi mengatakan, pihaknya memusnahkan barang bukti dan barang rampasan dari 35 perkara tindak pidana khusus dan 51 perkara tindak pidana umum. “Kami telah memusnahkan barang bukti tindak pidana umum yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Barang bukti tersebut di antaranya, narkotika golongan I, pil dobel L, ganja, jamu racik, dan uang palsu,” ungkap Agus usai pemusnahan BB di halaman Kantor Kejari Lamongan. Pemusnahan barang bukti tersebut, lanjut Agus, meliputi sabu-sabu sebanyak 139,73 gram, 1.196 butir pil dobel L, 35 unit HP, ganja 0,63 gram, upal 93 lembar, 8 botol arak, 212 butir obat kedaluarsa dan yang paling banyak yakni jamu racik sebanyak 8.380 sacet. “Hal ini menunjukkan komitmen dan ketegasan kami bersama dengan pihak Polres Lamongan dan Pengadilan Negeri Lamongan,” tegas dia. Dari data Korps Adhiaksa Kejari Lamongan, terang Agus, kasus terbanyak ialah penyalahgunaan narkotika. Sebab, adanya peningkatan dari terpidana kasus penyalahgunaan narkotika di Lembaga Permasyarakatan kelas II B Lamongan. (tri/har/udi)