BANJIR RENDAM 20 HEKTARE BACA DI HALAMAN 15 memorandum.co.id
RABU PON, 8 JANUARI 2020
HARGA Rp 3.500,-
Gegara HP, Pria Gunung Anyar Aniaya Istri Surabaya, Memorandum Tindakan yang dilakukan Jamaliyanto (58), sungguh keterlaluan. Pria ini tega menganiaya istri sirinya gegara HP. Korban dituding mengambil HP tersebut. Bersambung ke halaman 7
Ditlantas Terapkan E-Tilang Pekan Depan
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
Dikepruk Laci Meja, Diancam Pisau FOTO: MEMORANDUM/INDRA
P ER S WAN DE
SERTIFIKA T
memorandumredaksi@gmail.com
Surabaya, Memorandum ETLE atau Electronic Traffic Law Enforcement akan diterapkan di Surabaya mulai pekan depan tepatnya pada Selasa (14/1). Untuk memperlancar proses pelaksanaannya Ditlantas Polda Jatim akan melakukan uji coba mulai Rabu (8/1), hari ini, untuk Bersambung ke halaman 7
KRONOLOGI KEJADIAN
Petugas menunjukkan barang bukti pisau dan tersangka Jamaliyanto.
Jamaliyanto mendatangi rumah Fatikhatin dengan tujuan menanyakan keberadaan HP-nya. Ia menduga istrinya yang mengambil barang itu.
Karena dongkol, wanita ini menjawab pertanyaan suaminya dengan nada emosi sembari membuka tas dan menunjukkan isinya.
Setelah itu, Jamaliyanto mengambil laci meja dan memukulkan ke kepala korban. Pelaku juga mengancam Fatikhatin dengan pisau.
POLDA JATIM BEKUK BANDAR PULUHAN RIBU PIL LL
Ghosn In The Box
MILIKI REVOLVER RAKITAN
Surabaya, Memorandum Anggota Resmob Jogoboyo Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membekuk dua pria terkait kasus kepemilikan revolver rakitan dan pil koplo jenis LL. Bersambung ke halaman 7
Oleh: Dahlan Iskan
H
arian Wall Street Journal yang akhirnya unggul. Koran ekonomi dari New York itulah yang paling rinci dalam menulis bagaimana Carlos Ghosn lari dari Jepang. Terjawab sudah apakah Ghosn masuk peti atau tidak. Saat mantan CEO Nissan-Mitsubishi-Renault itu diangkut dengan pesawat swasta Turki. Dari Osaka di Jepang ke Beirut di Lebanon --lewat Istanbul, Turki. Tim security yang disewa Ghosn ternyata amat teliti. Mereka meneliti 10 bandara di Jepang. Untuk mencari celah bandara mana yang bisa Bersambung ke halaman 4
Syaiful Anwar dan Doni Efendi
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Ketika dilakukan penggeledahan di rumah tersangka (Syaiful, red), petugas menemukan enam butir amunisi aktif, sarung senjata tajam dari kulit, 37.499 pil LL, dan uang hasil penjualan obat tersebut. AKBP FADLI WIDIYANTO WADIRRESKRIMUM POLDA JATIM
Petugas menunjukkan sepucuk revolver rakitan berikut puluhan ribu pil LL yang disita dari tangan Syaiful Anwar.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Minta Uang ke Dewan untuk Suap Jaksa Korupsi Jasmas 2016 Surabaya, Memorandum Fakta baru terungkap di sidang lanjutan kasus korupsi jasmas yang menyeret enam anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019. Bersambung ke halaman 7
Soeprapti
Enam Kali Masuk Penjara
Penyakit Kambuh, Pemotor Tewas Terjatuh Saling Support SEBAGAI aktris harus bersikap profesional. Terlebih ketika memerankan dalam sebuah film, dan beradu akting dengan sang kekasih. Seperti yang dialami Carissa Perusset. Bersambung ke halaman 7
+ Meng, Pemkot Surabaya kabarnya kadali pemilik lahan Tambak Wedi Baru. -
Lho, jadi ada rezim kadal dan ada rezim cebong?
Si Mameng (Rakyat kampret)
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Carissa Perusset
Nenek Gubeng Masjid 30 Tahun Jadi Pencopet
Surabaya, Memorandum Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Manukan Wetan, Selasa (7/1) pukul 10.00. Pengendara motor W 2654 LD tewas setelah terjatuh dari kendaraannya. Dugaan sementara, korban terjatuh Bersambung ke halaman 7
Surabaya, Memorandum Meski sudah enam kali keluar masuk penjara, tidak membuat Soeprapti (55), jera. Warga Jalan Gubeng Masjid VI itu kembali berururusan dengan pihak kepolisian. Bersambung ke halaman 7
Para anggota dewan memberikan kesaksian untuk rekannya di depan hakim.
CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA MENGALAHKAN SEGALANYA Έ3Ή
Nilai Pelajaran Menurun, Diwajibkan Mengikuti Tes Psikologi Waskito mengakui keinginan bertemu Tutik semakin hari semakin menyodok ulu hati. Semakin tidak tertahankan. Dia membayangkanTutik sebagai gadis manis berkulit kuning langsat dan berambut panjang tergerai. Persis foto-foto yang dikirimkan gadis tersebut. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Di sisi lain, pemilik senyum belati—karena bisa mengiris-iris hati perempuan yang memandang—ini mengkhawatirkan sesuatu yang selama ini dia sembunyikan terbongkar. Ya. Waskito yang sejak kelas empat SD kedua kakinya harus diamputasi pasca kecelakaan
menyembunyikan kenyataan itu. Dia khawatir bila dia berterus terang soal ini, Tutik bakal tidak mau lagi berteman. Itu artinya, hilanglah kesempatan Waskito untuk menjadikan Tutik sebagai kekasih dan menikahinya. Kelak. Buyarlah semua angan-angan dan impian. Bersambung ke halaman 7
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078 LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:
081-2325-2205
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
SIDOARJO
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 2
KEPALA BIRO: Jokos Jokosan. WARTAWAN: HM Darianto, HM Shoumu. PEMASARAN/IKLAN: Dedi, Iswin, Jim Darwin, Sulton, Medi, Heriyawan, Ludy Eko, Imam S. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Pintu GOR Delta Ditutup, Ratusan PKL Unjuk Rasa Aksi ini juga melibatkan sejumlah aktivis Seven Gab LSM atau gabungan tujuh LSM di Sidoarjo yang mendampingi Paguyuban PKL GOR Sidoarjo. Ketua DPC PDIP Sidoarjo H Sumi Harsono juga ikut berorasi memperjuangkan nasib PKL. “Kami mendesak, agar pintu tersebut dibuka kembali. Karena PKL GOR yang rata-rata berdagang kuliner, jelas-jelas terdampak oleh kebijakan itu,” tegas dia. Setelah puas berorasi, akhirnya 10 orang perwakilan demonstran diterima oleh Ketua Komisi
A H Subandi dan Komisi D DPRD HM Dhamroni Chudlori di ruang rapat DPRD Sidoarjo. “Kebijakan itu sangat merugikan para PKL. Karena umumnya, para pengunjung GOR cari makan pada malam hari, yaitu di atas pukul 23.00,” kata Slamet Hariyanto, salah satu aktivis. Sedangkan Kasmuin, Ketua LSM Cepad Ind menyatakan bahwa manajemen pengelolaan GOR Delta yang dilakukan oleh Disporabudpar Sidoarjo selama ini keliru. “Penutupan pintu itu sangat merugikan kami. Padahal,
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Sidoarjo, Memorandum Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di kawasan GOR Sidoarjo berunjuk rasa di gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (7/1). Aksi protes ini dipicu kemunculan kebijakan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo yang menutup seluruh pintu pagar GOR Delta Sidoarjo pada pukul 23.00.
Petugas mengamankan aksi unjuk rasa PKL di depan gedung DPRD Sidoarjo.
keluarga kami sangat bergantung dari hasil berjualan. Sehingga kami berpendapat, kebijakan itu sangat mematikan hajat hidup kami,”
urai dia. Kepala Disporabudpar Sidoarjo Djoko Supriadi, menyatakan penutupan pintu barat sengaja di-
lakukan untuk keamanan, dengan one gate system, sehingga hanya pintu depan utama yang dipakai. “Tentang jam operasional
Kebijakan itu sangat merugikan para PKL. Karena umumnya, para pengunjung GOR cari makan pada malam hari, yaitu di atas pukul 23.00. Slamet Hariyanto
dari pukul 15.00-23.00 itu sudah berjalan selama dua tahun. Dan itu berdasar kesepakatan dengan PKL,” ujar Djoko. Sedangkan Kapolsek Sidoarjo Kota AKP Supiyan mengatakan, penutupan itu sengaja dilakukan untuk membatasi terjadinya masalah kriminalitas di GOR Delta Sidoarjo.“Masak, dalam seminggu setidaknya 2-3 kali terjadi masalah. Umumnya, masalah tawuran dan pengeroyokan itu disebabkan oleh orang mabuk,” tegasnya. Kapolsek juga menyatakan bahwa GOR Delta masuk dalam black area atau wilayah hitam. Hal itu dikarenakan, ada sejumlah kios di GOR Delta yang memperdagangkan minuman keras secara bebas. “Anak buah saya sampai ada yang cacat dua orang. Makanya, penutupan itu menjadi salah satu solusi,” terangnya. Sementara, Sekretaris Komisi
Aktivis
A Warih Andono melihat bahwa penutupan tersebut akan menjadi bahan evaluasi terhadap Disporabudpar Sidoarjo. Sebab, Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo itu melihat, banyak stan-stan di GOR Delta yang beroperasi tidak sesuai peruntukan. “Stan-stan itu harus didata ulang,” katanya. Silang pendapat itu akhirnya diselesaikan melalui rapat terbatas yang diikuti Paguyuban PKL, pihak Disporabudpar Sidoarjo, dan aparat kepolisian. Akhirnya diputuskan dalam rapat untuk membuka satu pintu pada pukul 23.00, yakni pintu selatan GOR Delta depan Omira. Sedangkan pintu keluarnya di jalan sebelah timur atau akses masuk ke kolam renang GOR Delta. (sdm/jok/udi)
Developer Laporkan Mantan Kades Gelang ke Polresta Sidoarjo Sidoarjo, Memorandum Aksi puluhan petani yang memblokade akses jalan menuju perumahan di Dusun Karang Ploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, berbuntut. Direktur PT Moderland melaporkan Joko Sukurillahi, mantan Kepala Desa (kades) Gelang Tulangan, ke Polresta Sidoarjo, Senin petang (6/1). Direktur Utama PT Moderland H Shofa mengatakan, usaha propertinya sampai diblokade oleh petani karena buruknya kerja sama mantan kades Gelang. Developer ini merasa ditipu oleh Joko Sukurillahi karena kewajiban membantu akte jual beli dan surat surat penting dari petani ke PT Moderland tidak diselesai. Padahal developer sudah memberikan kewajiban membayar biaya surat-surat dan memberikan fasilitas mobil sebagai operasional. “Saya sangat menyayangkan kinerja mantan Kepala Desa Gelang Joko Sukurillahi pada saat ia menjabat. Padahal fasilitas dan apa yang ia minta sudah saya penuhi. Tapi tak satupun surat selesai dari warga Karang Ploso,”keluh H Shofa kepada Memorandum. Awalnya, ia meminta satu unit mobil Honda City untuk membantu menyelesaikan surat-surat warga gogol Karang Ploso disetujui. Tapi di tengah perjalanan Joko Sukurillahi meminta sejumlah uang alasannya bon buat selesaikan surat-surat tersebut. Padahal surat tersebut belum sama sekali di serahkan ke H Shofa dengan alasan bersabar. “Pernah meminta uang dengan nada pengancaman yang intinya kalau tidak di kasih maka surat-surat tersebut tidak akan di selesaikan,”jelas H Shofa yang didampingi Ubaidillah orang kepercayaannya di Polresta Sidoarjo. H Shofa menambahkan, padahal dari 34 petani gogol sudah dibayar sebagian dengan nominal Rp 13 miliar itupun ada bukti kwitansi dan di saksikan oleh panitia gogol. Tapi dia (mantan kades) mengatakan developer belum membayar uang lahan tersebut. “Saya sudah mengeluarkan biaya yang dia minta hampir Rp 500 juta dari inventaris kendaraan mobil sampai uang kurang lebih sekitar Rp 295 juta tersebut. Tapi, satu lembar surat penetapan dari desa belum ada yang selesai sama sekali,”ungkap H Shofa. Sementara itu mantan kades Gelang Joko Sukurillahi sulit dikonfirmasi. Saat ditemui di rumahnya tidak ada di tempat. Ketika dihubungi melalui selulernya juga tidak diangkat. Kanit Tipikor Reskrim Polresta Samad, SH mengatakan masih dalam proses. (dar/jok/udi)
gunan). Sedangkan PDIP dipastikan akan koalisi dengan PPP. “Jadi kondisi politik saat ini sangat pas jika Pak Tjip digandengkan dengan cabup PDIP yang dapat rekom,”papar Riduan. Sosok Hadi Sutjipto masih diharapkan sebagai pemimpin yang bijak dan ngayomi semua rakyat Sidoarjo. Bahkan nama dia, ketokohannya masih harum di pusat. “Inilah nantinya yang diharapkan mampu membangun Sidoarjo yang lebih baik,”beber Riduan. Hadi Sutjipto juga kabarnya sudah ditawar oleh pendopo untuk dipasangkan dengan Mas I’in (Achmad Amir Aslichin). Sosok Hadi Sutjipto yang dekat dengan Kiai Asep, pimpinan Pondok Pesantren Amanatulloh, Pacet, juga dekat dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.(*/dar/jok/udi)
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Direktur Utama PT Moderland H Shofa di Mapolresta Sidoarjo.
Sidoarjo, Memorandum Munculnya HMG Hadi Sutjipto, SH MM mantan Wakil Bupati Sidoarjo 2010-2015 pada bursa Pilbup (Pemilihan Bupati) 2020 sebagai calon wakil bupati (cawabup) sangat tepat. Nama besarnya masih ditokohkan oleh rakyat Sidoarjo. Wakil Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Wakabid Polhukam) DPC PDI-P Sidoarjo, Riduan SSos mengatakan munculnya Pak Tjip sapaan akrab HMG Hadi Sutjipto sangat tepat diperhelatan Pilbup Sidoarjo. “Pak Tjip masih ditokohkan oleh rakyat Sidoarjo. Pendukungnya yang lama yang semula tenggelam, kini akan bangkit untuk mendukung Pak Cip lagi,” Riduan. Nama memang tidak daftar cawabup di PDI-P, tapi mendaftar di PPP (Partai Persatuan Pemban-
Riduan
HMG Bambang Sutjipto
Demi Profesionalisme, Bupati Mutasi 149 Pejabat Sidoarjo, Memorandum Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengambil sumpah dan janji 149 pejabat eselon 2, 3, dan 4 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (7/1). Pelantikan itu berjalan lancar. Dalam sambutannya, BupatiH Saiful Ilah mengatakan bahwa mutasi itu lumrah terjadi di jajaran Pemkab Sidoarjo. Ia pun
mengungkapkan, tujuan mutasi itu adalah demi meningkatkan pelayanan dan profesionalitas kepada masyarakat. “Ini adalah pelantikan pejabat yang ikut dalam lelang jabatan baru-baru ini. Bagi yang belum dilantik jangan berkecil hati,” tegas dia. Dalam kesempatan itu, Bupati juga sempat ngudoroso bahwa dirinya konon hendak dilaporkan
ke kejaksaan. Sebab, ia dituduh meminta-minta uang kepada para pejabat yang dilantik. “Saya tegaskan dalam kesempatan ini, bahwa berita itu tidak benar. Saya tidak pernah meminta-minta uang kepada pejabat yang dilantik. Itu adalah berita hoaks,” tegasnya. Sehingga ia meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk
menunjukkan kinerja yang baik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat .”Bagi yang belum dilantik, tunggu waktunya. Anda pasti akan dilantik. Yang penting tetap giat bekerja dan senantiasa berinovasi dalam menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya Sementara itu HM Bachruni Aryawan adalah salah satu peja-
bat yang dilantik. Mantan Sekretaris Dinas Perikanan Sidoarjo itu sekarang resmi menjabat Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo, menggantikan M Soleh yang memasuki masa pensiun. “Ya, saya sekarang resmi menjadi Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo. Doakan saya amanah mengemban jabatan ini,” kata dia usai kegiatan pelantikan. (sdm/jok/udi)
Pembunuh Mahasiswi Akper Peragakan 27 Adegan Sidoarjo, Memorandum Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh mahasiswi Akper Kerta Cendekia Sidoarjo, Marna J Emanratu terhadap temannya sendiri, Lina Indiani Losepta, (18), asal Maluku Utara, Selasa (7/1). Rekonstruksi digelar di kawasan industri dan pergudangan Safe ‘N Lock, Desa Rangkah Kidul, Sidoarjo, Ada 27 adegan yang diperagakan oleh tersangka yang biasa disapa Marna ini. Perempuan bertubuh tambur itu mencekik teman satu daerah itu sampai mati pada adegan ke tujuh. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho yang me-
mantau langsung rekonstruksi itu mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, motif dari kasus pembunuhan ini karena sakit hati. Pernyataan dari korban dan orang tua jika pelaku sebagai pembohong, pencuri dan sebagainya. “Hasil rekontruksi, ada 27 adegan. Pencekikan korban dilakukan pada adegan ke tujuh saat di kawasan hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV),” katanya saat dilokasi rekontruksi, Selasa (7/1). Tersangka mengaku pada Sabtu (28/12/2019), dia dan korban dengan mengendarai mobil rental pergi ke Bangil untuk ambil laptop milik korban.
FOTO: MEMORANDUM/SOM
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Bursa Pilbup, Nama Pak Tjip Masih Kuat
Rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan Marna J Emanratu.
Namun pelaku dan korban tidak jadi mengambil laptop. Ia hanya berkeliling kota, kemudian balik ke Sidoarjo menuju ke kawasan
Hunian KNV. Dari sinilah peristiwa pembunuhan terjadi. Saat korban minta diantarkan pulang ke
tempat kos, si pelaku tidak mau dan malah melakukan pencekikan leher korban hingga meninggal. Selasa (29/12/2019) sekitar pukul 10.00, korban ditemukan meninggal tanpa busana di lahan kosong kawasan industri dan pergudangan Safe ‘N Lock, Desa Rangkah Kidul, Sidoarjo. Hasil rekonstruksi, terungkap, sebelum membuang mayat temannya, pelaku melucuti semua pakaian yang dikenakan korban dan membuang ponsel milik korban. Seolah ingin menghilangkan jejak. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah membusuk hingga raut wajahnya sulit untuk dikenali. (som/jok/udi)
Sidoarjo, Memorandum Sebagai langkah kesiapan dan tanggap bencana, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo, diluncurkan lokasi penampungan dalam rangka tanggap bencana di Desa Candipari, Porong, Sidoarjo, Senin (6/1). Di lokasi ini terdapat tempat penampungan warga bila terjadi bencana, dapur umum, posko kesehatan dari Polresta Sidoarjo
dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Selain itu ada posko trauma healing, kendaraan SAR beserta perlengkapannya, ambulans, personel tim SAR dari Basarnas, Polresta Sidoarjo, personel TNI, BPBD, Satpol PP, PLN, PMK, linmas, dan juga para relawan. Lokasi ini dipilih karena daerah rawan terdampak bencana. Selain Candipari, juga ada Desa Pesawahan dan Desa Wunut di
sekitar lokasi yang rawan banjir maupun terkena dampak angin kencang. “Kami bersama instansi terkait, baik dari TNI, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, PMK, Linmas, dan para relawan mempersiapkan lebih awal. Melalui sinergitas ini sebagai wujud kesiapsiagaan dan kebersamaan dalam tanggap bencana bila sewaktu-waktu terjadi di
wilayah kita,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho di lokasi. Apresiasi terhadap kesiapsiagaan personel gabungan tanggap bencana di wilayah Kabupaten Sidoarjo, sebagaimana disampaikan Bupati Sidoarjo Saiful Illah. Sinergitas antar instansi, TNI, Polri, hingga tingkat forkopimka di Kabupaten Sidoarjo kompak. Termasuk dengan
pendirian lokasi penampungan tanggap bencana di Desa Candipari, Porong, Sidoarjo ini. “Bencana alam dapat terjadi kapan pun. Kami bersama-sama melakukan berbagai persiapan penanganan bencana. Hari ini kami cek kesiapannya dari lokasi penampungan, dapur umum, peralatan penanganan bencana, hingga posko kesehatannya,” kata Bupati Sidoarjo Saiful Illah. (dar/jok/udi)
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Sediakan Lokasi Penampungan, Pemkab Sidoarjo Siap Tanggap Bencana
Bupati Sidoarjo Saiful Illah mengecek kesiapan lokasi penampungan tanggap bencana di Desa Candipari.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
EKBIS & PENDIDIKAN
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 3
Wagub Jatim Emil Dardak dalam acara soft launching direct flight Citilink Surabaya-Jeddah.
Kemudahan Umrah Jadikan Jatim Berkah Surabaya, Memorandum Peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus diupayakan Pemprov Jawa Timur lewat fasilitas kemudahan beribadah. Salah satunya dengan cara low cost atau biaya terjangkau untuk penerbangan Surabaya-Jeddah bagi masyarakat Jatim yang ingin beribadah umrah. “Kita juga ingin buka peluang bagi masyarakat untuk bisa berangkat dengan biaya yang lebih terjangkau,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak usai meresmikan rute baru penerbangan Surabaya-Jeddah yang diluncurkan maskapai penerbangan Citilink. Wagub Jatim yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini juga meyakini bahwa dengan memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat, maka akan berdampak positif dan menjadikan Jatim lebih berkah. “Intinya bahwa kemudahan dalam berangkat umrah dengan biaya yang lebih terjangkau ini akan menambah kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi Jawa Timur,” sebut dia. Ia juga menambahkan, dengan adanya penerbangan langsung Surabaya-Jeddah yang menggunakan pesawat jenis airbus dapat menampung lebih banyak penumpang. Sehingga kondisi tersebut akan berdampak pada biaya penerbangan itu sendiri. “Kami optimis, ini pesawat wide body, artinya tidak lagi transit, langsung dan tentunya di situlah biaya bisa dibuat lebih kompetitif, daya tampungnya banyak,” imbuh Emil. Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim ini juga optimis terhadap respons positif dari pelaku usaha travel, khususnya umrah di Jatim. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di Jatim yang mencapai 40 juta jiwa didukung fasilitas low cost dipastikan akan berpengaruh pada peningkatan jumlah masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umrah. “Kami yakin travel umrah yang ada di Jawa Timur siap menyambut dengan paket-paket yang lebih terjangkau, lebih kompetitif lagi,” jelas dia. Wakil Gubernur Jatim yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik Jepang ini juga percaya bahwa program tersebut akan sukses dan mampu memberikan kontribusi kepada Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Penyelengaraan Haji dan Umrah. Hal tersebut disebabkan karena Jatim menempati urutan kedua di Indonesia untuk pelaksanaan umrah, yakni menyumbangkan sekitar 30 persen dari angka nasional yang mencapai angka 1,2 juta jiwa jemaah per tahun. Angka tersebut dipastikan dapat meningkat karena ibadah umrah tidak memiliki batasan kuota dan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa ada spesifikasi waktu layaknya ibadah haji. “Kita berharap ini akan sukses, Jawa Timur menyumbang kedua terbesar di Indonesia menurut Pak Dirjen,” harap dia. Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Prof Dr Nizar mengharapkan, dengan adanya rute baru penerbangan langsung Surabaya-Jeddah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umrah. “Tentu ini menjadi potensi yang besar untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan salah satu solusi supaya masyarakat muslim Jawa Timur bias ziarah ke tanah suci,” harap dia. (yok/lis)
Surabaya, Memorandum Panitia Khusus (Pansus) Retribusi Aset Kekayaan Daerah DPRD Kota Surabaya akan menggali potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi mal, hotel, restoran, dan apartemen yang selama ini menempati lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Ketua Pansus Retribusi Aset Kekayaan Daerah DPRD Kota Surabaya Mahfudz, mengatakan untuk mengetahui potensi pendapatan tersebut dibutuhkan data-data keberadaan mal, hotel, dan apartemen. “Kami sudah meminta data-data terkait berapa jumlah mal, hotel, restoran, dan apartemen yang menempati lahan Pemkot Surabaya ke dinas tanah dan bangunan,” kata dia. Menurut Mahfudz, untuk mengetahui seberapa besar potensi pendapatan retribusi itu, pansus terlebih dahulu akan melihat sudah berapa lama perjanjian kontraknya dengan Pemkot Surabaya. Selain itu, lanjut dia, pi-
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Gali Potensi Pendapatan Retribusi Mal dan Hotel
Pembangunan hotel di Surabaya yang terus berkembang.
haknya juga mempertanyakan perjanjian kontrak tersebut juga apa berlaku di perda sebelum direvisi, serta bagaimana kepatuhan mereka selama ini dalam membayar retribusi ke Pemkot Surabaya. “Kami menilai data yang
diberikan dinas tanah dan bangunan soal jumlah mal, hotel, restoran, dan apartemen belum lengkap, sehingga rapat dengar pendapat ditunda pada Rabu (8/1) besok,” kata dia. Mahfudz yang juga Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya
ini kembali mengatakan pansus tidak akan bisa mengontrol soal hasil pendapatan retribusi dari aset kekayaan daerah Kota Surabaya, jika Pemkot Surabaya sendiri tidak lengkap memberikan data-data berapa jumlah mal, hotel, restoran, dan aparte-
men yang ada di Surabaya. “Bagaimana pansus bisa mengontrol jika Pemkot Surabaya belum memberikan data-data lengkap, padahal kami di dewan sebagai lembaga kontroling dari kinerja eksekutif,” kata dia. (day/lis)
Pascacuaca Ekstrem, 90 Persen Listrik Sidoarjo Pulih Surabaya, Memorandum PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur telah menormalkan aliran listrik 100 persen wilayah Surabaya dan 90 persen wilayah Sidoarjo. Hal ini pasca pemadaman di sebagian wilayah akibat hujan angin yang berdampak pada robohnya tiang listrik. General Manager PLN UID Jatim Bob Saril menyebutkan, petugas sedang mendirikan konstruksi tiang baru menggantikan tiang yang patah dan roboh. PLN juga telah berkoordinasi secara terpusat untuk memastikan pemulihan dilakukan secara cepat. “Kita telah koordinasi dan bersinergi bersama-sama dengan pemerintah dan berupaya semaksimal mungkin untuk menormalkan keadaan dan juga meminimalisir dampak dan keselamatan warga di tengah potensi banjir,” kata dia. Bob Saril mengatakan, akibat hujan deras disertai angin kencang telah membuat 126.522 pelanggan di Sidoarjo terdampak pemadaman listrik. Namun hingga kini terus dalam upaya normalisasi, sehingga masih ada 1.680 pelanggan Sidoarjo masih dalam kondisi padam. “Hujan dan angin kencang yang terjadi telah merobohkan tiang listrik, pohon dan reklame yang menyebabkan listrik padam. Tidak hanya itu, cuaca yang ekstrem juga menyebabkan mobil-mobil tertimpa tiang,” imbuh dia. Dalam kunjungannya ke kantor PLN UID Jatim pada 6 Januari 2020, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak meminta agar masyarakat dan semua pihak memahami ketika terjadi cuaca ekstrem. PLN perlu memadamkan listrik untuk keamanan bersama.
“Jadi kita memang harus waspada, termasuk kita harus memaklumi kalau banjir memang listrik perlu dimatikan karena ini menyangkut keamanan. Tadi saya sudah cek di sini, sudah dilakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampak dan keselamatan warga di tengah potensi banjir tadi,” ujar dia. Emil mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah preventif pengamanan listrik di rumah masing-masing, apabila air sudah mulai masuk ke rumah, segera amankan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan segera matikan MCB. (day/lis)
Petugas PLN berkoordinasi untuk pemulihan aliran listrik.
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Sepakat Gowes Spektakuler Jadi Agenda Tahunan Sidoarjo, Memorandum ku sepaSejumlah pihak mengaku pektakukat jika kegiatan Gowes Spektakuemkab ler yang akan digelar Pemkab Sidoarjo bersama Surat Kabar dum Harian (SKH) Memorandum ng, pada 26 Januari mendatang, n. menjadi agenda tahunan. m Salah satunya adalah Imam Asy’ari, Ketua LSM Aliansi Masyarakat Antikorupsi (AMPK). “Saya sepakat kalau dimasukkan menjadi agenda tahunan di Sidoarjo,” ujar dia, Selasa (7/1). Sebab, pria yang akrab disapa Gus Imam itu meno jelaskan, selama ini Sidoarjo ng belum memiliki agenda yang mkhusus digelar untuk memten peringati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo. ktakuJika kegiatan Gowes Spektakuler itu berjalan sukses dan berhasil akat Simenyedot animo masarakat adi daya doarjo, tentu akan menjadi l tarik tersendiri. “Dan tentunya pula, kegiatan itu sangat layak untuk digelar di tahun-tahun berikutnya,” tukas dia.
Gus Imam Asy’ari
FOTO: MEMORANDUM/SDM
Apalagi, lanjut Gus Imam, kegiatan Gowes Spektakuler itu konon menyediakan hadiah yang sangat
menggiu menggiurkan. Yaitu, satu unit mobil sebagai hadiah utama dan puluhan m hadiah menarik lainnya. Sehingga yak dia yakin, ragam hadiah itu sangat menarik m animo masyarakat untu mengikutinya. untuk “Katanya Pak Bupati (H Sa Saiful Ilah SH MHum, red) b beserta jajaran Forkopimda S Sidoarjo mau ikut mancal bareng ya? Kalau itu benar, tentu juga akan lebih menarik dan juga menjadi daya tarik tersendiri,” tegas Gus Imam. Namun, yang lebih baginya adalah moment tum digelarnya itu. Yakni, d dalam rangka memperin ingari Hari Jadi Kabupaten Sid Sidoarjo yang ke-161. Sebagai war warga Sidoarjo, ia mengaku harus ikut melibatkan diri dalam kegiata kegiatan tersebut. “Ini ssaatnya membuktikan, apa benar k kita ini Wong Darjo? Bagi yang me mengaku sebagai warga Sidoj atau t Wong Darjo, tentu harus arjo ikut kegiatan Gowes Spektakuler yang digelar oleh Memorandum ini,” pungkas dia. (sdm/jok/fer)
Didukung oleh:
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
AREMA
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 3
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Purnawirawan polisi Seladi bersama para siswa SMA yang ‘dititipkan’ untuk belajar pembentukan karakter.
Malang, Memorandum Untuk mengantisipasi bencana alam di wilayah Kota Malang, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menggelar rakor (rapat koordinasi). Acara dibuka apel gelar pasukan penanggulangan bencana di ruang Data Makodim 0833 Kota Malang, Jalan Kahuripan 6, Kota Malang, Selasa (7/1).
Berkat Memulung, Purnawirawan Polisi Jadi Guru Karakter Malang, Memorandum Purnawirawan Polri Kota Malang Bripka Seladi yang juga berprofesi pemulung, masih tetap menjadi magnet. Ini dibuktikan dengan datangnya 30 siswa SMA dari Jogjakarta yang ngangsu kawruh (menimba ilmu) bersamanya. Ia bahkan telah melaksanakan aktivitas pembersihan sampah, sejak masih aktif menjadi anggota polisi Polresta Malang Kota. Kini, bersama 6 orang pekerja, setiap hari mengambil sampah dari kawasan stasiun Kota Malang, kemudian dipilah di penampungan Lowokdoro dan selanjutnya dibawa ke TPA Supit Urang. Para siswa dari berbagai jurusan itu belajar mengenai persampahan di tempat pemilahan sampah, tempat purnawirawan ini beraktivitas. Kedatangan para siswa diawali dengan hadirnya guru sekolah siswa tersebut ke rumah Seladi untuk memberikan pelajaran di luar sekolah kepada para muridnya. “Saya tidak mengenal guru itu (guru para siswa di sekolah di Jogja, red). Diapun mengakui mengenal saya dari berbagai berita di internet dan saat saya tampil di berbagai televisi. Kemudian mencari alamat saya dan datang ke rumah menjelaskan maksudnya,” terang Seladi ditemui di tempat pemilahan sampah di kawasan Lowokdoro, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (6/1). Ia menceritakan jika guru di sekolah tersebut bermaksud menitipkan para siswanya untuk belajar tentang kehidupan rakyat kecil. Suka duka memanfaatkan barang sisa berupa sehingga menjadi bernilai ekonomis. Selain itu, tentu belajar tentang karakter sebagaimana tokoh Bripka Seladi, sosok yang telah menjadi ikon kesederhanaan dan kejujuran. “Tentang aktivitas di sini (tempat pemilahan sampah, red) menjadi kewenangan saya. Itu sudah disampaikan pak gurunya bahwa untuk teknis bekerja dan mengatur iramanya saya yang menentukan. Saya arahkan bagaimana bekerja dengan baik, jujur dan memulai dari hal yang kecil. Karena pekerjaan itu tidak bisa instant,” lanjut Seladi yang pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolri ini. (cr-3/sr)
Letkol Inf Tommy Anderson mengatakan setiap saat perlu siaga untuk antisipasi terjadinya bencana. “Yang penting dilakukan adalah melakukan tindakan pencegahan yang sifatnya preventif,” katanya. Penanganan bencana alam perlu untuk membuat prosedur standar penanganan bencana alam. Hal penting jika terjadi bahaya bencana alam harus dianalisa lalu membuat rencana operasi dalam beberapa opsi. “Salah satunya adalah penentuan tempat evakuasi. Dimana posisi jalan evakuasi harus be-
nar-benar dipahami, jalan aman yang bisa dilalui untuk membawa warga,” paparnya. Oleh karena itu diperlukan perhatian dan koordinasi yang baik antara TNI, Polri, BPBD dan para relawan dalam menentukan langkah-langkah yang tepat. Sinergi ini perlu diperkuat agar dapat melakukan penanganan yang cepat dan tepat sehingga penanganan bencana sesuai harapan. Dengan adanya rakor ini diharapkan Pemerintah Kota Malang dan seluruh steak holder yang wilayahnya tergolong
dalam daerah rawan bencana dapat menyusun sistem informasi dini dan evakuasi yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing sebagai upaya penanggulangan bencana alam. Ini dimaksudkan sebagai bentuk cegah dini terhadap bencana alam dan juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana alam. Bersamaan, juga dihimbau agar melakukan pelaporan secara cepat terhadap bencana alam. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan dari Hubdam V/ Brawijaya, Polresta Malang Kota, Yonmek 512/QY, Denkesyah, Denbekang, Satbrimob Polda Jatim, BPBD Kota Malang, PMI Kota Malang dan komunitas 119 Kota Malang. (*/ari/sr)
FOTO: MEMORANDUM/ARI
FOTO: MEMORANDUM/CR-3
Cegah Bencana Alam, Kodim Kota Malang Gelar Rakor
Dandim Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson memimpin rakor apel penanggulangan bencana alam.
FOTO: MEMORANDUM/CR-3
Polres Malang Kota Akan Launching Jogo Ngalam
Kombespol Leonardus Simarmata
Malang, Memorandum Masyarakat Kota Malang dan sekitarnya segera dimudahkan dengan layanan aplikasi ‘Jogo Ngalam’. Rencananya Polres Malang Kota segera me-launching aplikasi yang dapat diakses dengan mudah. Caranya hanya mengisi barkode yang nantinya tersedia beragam fitur layanan yang dapat dimanfaatkan. Kapolres Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan aplikasi ini sebagai bentuk layanan pada masyarakat sehingga mudah
diakses. “Kami akan segera melakukan soft lounching. Dengan berbasis android maka masyarakat bisa mengunduh ‘Jogo Ngalam’ di playstore. Dilanjutkan dengan mengisi dan mendapat barkode dan bisa dibawa ke bagian pelayanan sehingga tidak terlalu lama prosesnya,” terang Kapolres Malang Kota. Aplikasi ‘Jogo Ngalam’ lanjut Leo terdapat banyak fitur mulai dari informasi lalu lintas terkait latihan teori uji tentang SIM, perpanjangan maupun pendaftaran motor baru,
perpanpangan maupun pembuatan SKCK, temasuk surat kehilangan dan pengaduan ke SPK. “Tidak terkecuali dengan panic button. Masyarakat dalam keadaan darurat dan butuh pertolongan petugas dengan segera bisa memanfaatkan panic button. Kisaran waktu respon sekitar 5 menit,” lanjut Leo. Dijelaskan, layanan aplikasi tersebut akan disinkronkan dengan layanan telpon gratis di nomor 110 yang akan direspon dengan cepat karena operator siaga setiap saat. (cr-3/sr)
SEPUTAR JATIM Gerayangi Payudara, Warga Tarokan Dibekuk
Pelaku begal payudara tertunduk lesu.
Kediri, Memorandum Seorang begal payudara di Kediri dibekuk. Korban ternyata mengenali pelaku yang segera dilaporkannya ke polisi. Begal itu adalah Hariyanto (36), warga Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Hariyanto dibekuk pada Sabtu (4/1) di sekitar lokasi TKP pembegalan payudara di jalan umum Dusun Susuhan, Desa/ Kecamatan Gampengrejo, Kabu-
paten Kediri. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, saat itu korban sedang mengendarai motor berboncengan bersama keponakannya untuk membeli bakso. Dari belakang, pelaku yang juga mengendarai motor memepet korban dan menyejajarkan motorya. Kemudian dengan tangan kirinya, pelaku langsung memegang dan meremas payudara kor-
ban sebelah kanan sebanyak satu kali. Sebagaimana dilansir detik. com, pelaku kemudian langsung kabur. Korban sebenarnya berusaha mengejar pelaku, namun pelaku tak terkejar. “Semula korban bersama dengan keponakannya berboncengan untuk membeli bakso. Setelah itu, dalam perjalanan korban berpapasan dengan pelaku dan terjadilah aksi itu,” jelas Lukman kepada wartawan, Selasa
(7/1). Yang tak diketahui pelaku, korban ternyata mengenali dirinya. Korban langsung datang ke rumah pelaku, namun pelaku tak ada di rumah. Segera saja pelaku melapor ke polisi dan berakhir dengan penangkapan pelaku. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatan cabulnya. Dan polisi tengah melakukan pendalaman terkait dugaan pelaku juga
Ghosn In The Box diterobos. Yang memiliki kelemahan tertinggi di bidang pengamanan. Tim itu terdiri dari 15 orang. Mereka menyebar ke berbagai bandara. Akhirnya ditemukan: bandara Osaka-lah yang paling lemah. Khususnya untuk terminal pesawat-pesawat pribadi. Terminal itu dilaporkan paling sepi. Hanya ada orang kalau lagi ada pesawat pribadi yang datang. Kelemahan lain adalah: scanner pemeriksaan barang di terminal itu kecil. Barang yang berukuran besar tidak akan dimasukkan scanner. Peraturannya sebenarnya jelas: barang yang tidak muat masuk scanner harus dibuka. Tapi di bandara Osaka itu prosedur tersebut tidak dilakukan. Mengapa? Karena tidak ada ancaman teroris. Tidak ada teroris yang menyewa pesawat pribadi. Untuk apa meledakkan pesawat yang isinya hanya mereka sendiri. Yang bisa menyewa pesawat jenis itu hanyalah orang super kaya yang takut mati. Hanya Ghosn orang kaya yang tidak takut mati --bahkan hanya takut masuk penjara. Maka ia memilih masuk peti besar berwarna hitam. Yang biasa untuk mengangkut peralatan musik. Peti itu dilubangi. Agar Ghosn tetap bisa bernapas. Berarti tim security Ghosn --salah satunya mantan anggota Baret Hijau tentara Amerika-harus membeli kotak hitam itu dulu. Lalu menyimpan kotak itu
melakukan perbuatan kriminal lainnya. Pelaku akan dijerat menggunakan Pasal 289 KUHP. “Yaitu, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukan pada dirinya perbuatan cabul, dihukum karena merusakkan kesopanan dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun,” ungkap Lukman. (*/udi)
Sambungan dari halaman 1 di suatu tempat rahasia tidak jauh dari Osaka. Di tempat rahasia itulah Ghosn dimasukkan kotak. Untuk kemudian diangkut ke terminal pesawat pribadi di Bandara Osaka. Dua orang penyewa pesawat itu lewat imigrasi dan pemeriksaan keamanan. Tidak ada masalah. Peti hitam yang mereka bawa pun lolos tanpa dibuka. Peti itu langsung dimasukkan pesawat yang baru saja tiba dari Dubai. Yakni pesawat jet jenis Global 5000 buatan Bombardier --milik perusahaan persewaan pesawat swasta Turki. Peti itu cukup longgar untuk sosok Ghosn yang tidak tinggi besar. Mungkin masih cukup ruang untuk memasukkan Bento secukupnya. Ditambah sake atau bir Asahi. Mungkinkah tempat rahasia untuk masuk peti itu di salah satu gudang bandara? Atau justru di suatu gudang sewaan dekat Tokyo? Rasanya tidak mungkin tempat rahasia itu di dekat Tokyo. Perjalanan Tokyo-Osaka bisa 4 jam. Atau 6 jam --tergantung macet atau tidak. Lebih enak kalau dari Tokyo naik sedan. Yang anti peluru. Warna hitam. Dengan film kaca yang gelap. Tapi mungkin juga masuk petinya di dekat Tokyo. Agar dari Tokyo ke Osaka pakai mobil box barang. Yang lebih tidak menimbulkan kecurigaan. Siapa tahu ada pemeriksaan di jalan. Tapi siapa yang mau perik-
sa-periksa di suasana liburan tahun baru seperti itu. Di saat orang Jepang sendiri lagi heboh dengan lomba lari Tokyo-Fujiyama pulang-pergi. Ditambah heboh duel 4,5 jam penyanyi top laki-laki lawan penyanyi top perempuan. Yang jelas skenario masuk peti seperti itu bisa menyelamatkan banyak pihak. Pilot pesawat pasti selamat --meski sekarang ditahan polisi Turki. Petugas darat bandara Turki juga selamat --meski mereka juga ditahan. Mereka bisa berdalih sama sekali tidak tahu kalau ada orang bernama Carlos Ghosn di pesawat itu. Ghosn pasti sedapat mungkin tidak mengeluarkan suara. Selama peti itu diangkat-angkat di bandara. Tenggorokan tidak boleh gatal --yang hanya akan menimbulkan batuk. Penyebab bersin pun juga harus sudah dihilangkan dari dalam peti. Hanya petugas darat terminal Osaka yang repot: mengapa tidak membuka peti hitam itu. Tapi, ya itu tadi, pasti tidak ada barang berbahaya di peti itu. Begitu asumsi mereka. Apa pun asumsinya pasti mereka bersalah. Ternyata ada bom besar di dalam peti itu. Yang juga mengguncangkan dunia. Yang juga membuat saya tidak bisa menikmati liburan tahun baru di Australia --demi DI’s Way. Pengacara Ghosn tentu marah. Baru kali ini punya klien yang mbeling seperti Ghosn. Tapi sang pengacara beru-
saha memahami apa yang terjadi. Menurut pengacara itu ada dua hal yang membuat Ghosn memutuskan lari. Pertama, larangan bertemu istri di saat liburan Natal. Kedua, adanya keterangan pers kejaksaan yang aneh. Jaksa mengatakan peradilan Ghosn itu akan memakan waktu bertahan-tahun. Dua motif itu adalah hasil analisa pengacara. Setelah mendengarkan keluhan Ghosn selama itu. Di hari Natal itu Ghosn hanya bisa bicara dengan istrinya lewat telepon. Video call. Atas izin pengadilan. Dan harus didengarkan oleh pengacara. Di akhir pembicaraan, kata sang pengacara, Ghosn mengucapkan ‘I love you’. Cinta Ghosn pada Carole --yang dikawini setelah empat tahun bercerai dengan istri pertama-- luar biasa. Belum pernah Ghosn merayakan Natal sendirian --tanpa keluarga. Apalagi di tahanan rumah. Soal keterangan pers kejaksaan itu sang pengacara menilai tidak tepat. Mengapa yang seperti itu bisa dibocorkan. Itu membuat wajah peradilan Jepang tercoreng. Sang pengacara sudah memberikan keyakinan pada Ghosn bahwa ia pasti bebas. Perkara ini sangat minim bukti. Kalau toh ada kesalahan mestinya lewat proses denda. Tapi begitu mendengar proses peradilan ini akan berlangsung bertahun-tahun, Ghosn merasa mendapat perlakuan tidak adil. Sejak itulah rupanya
Ghosn merencanakan sesuatu yang out of the box --dengan cara go in to the box. Ghosn pun tahu kamera di rumahnya memang terpasang 24 jam. Tapi tidak terhubung ke sentral pengawasan. Menurut putusan pengadilan rekaman kamera itu hanya wajib disetorkan ke pengadilan sebulan sekali. Begitulah bunyi putusannya. Yakni saat pengadilan mengabulkan permintaan Ghosn agar ditahan rumah. Dengan jaminan uang lebih Rp 100 miliar itu. Bunyi putusan itu memang aneh. Bahkan mengabulkan penjaminan pun sangat aneh. Di Jepang memang berlaku sistem penjaminan tapi hampir tidak pernah terjadi. Begitu Ghosn tahu sistem kameranya seperti itu ia merasa mendapat jalan out of the box. Lalu menghubungilah perusahaan security swasta itu. Yang tim pelaksananya dari berbagai negara. Boleh dibilang misi tim security Ghosn ini sukses besar. Bayarannya pasti tinggi. Di kontraknya pasti tertulis: berapa ribu dolar untuk mempersiapkan pelarian rahasia itu. Berapa ribu dolar lagi untuk melaksanakannya. Bisa saja tim sudah merencanakan --berdasar hasil survei-- tapi Ghosn tidak setuju. Tentu ada pertemuan-pertemuan tim dengan Ghosn. Terutama untuk memberitahukan risiko-risikonya. Berikut usaha mitigasinya.
Harus disepakati apakah Ghosn bisa menerima risiko itu. Termasuk, misalnya, bila kotak persembunyiannya ternyata dibuka petugas. Apa yang harus dilakukan: menyerah? Tembak menembak? Kalau Ghosn ternyata menyerah bisa sangat menyulitkan tim. Pasti Ghosn diperiksa soal siapa yang membantunya. Harus disepakati pula apakah tim itu sudah boleh meninggalkan Jepang begitu peti masuk terminal. Sambil memonitor apakah skenario awal berhasil. Tentu ada bayaran yang
lain lagi kalau misi itu sukses. Kalau pun gagal di detik terakhir mereka sudah meninggalkan Jepang. Mungkin Ghosn tidak dibekali pistol. Kalau sampai peti itu dibuka dan Ghosn menembak petugas urusan akan lebih panjang. Bisa jadi justru Ghosn yang harus dikorbankan. Begitu usaha pelarian ini terbongkar bisa jadi anggota tim itu sendiri yang akan menembak Ghosn. Urusan pun selesai. Hanya istrinya yang jadi persoalan. Carole punya terlalu banyak ‘i’ untuk ditinggal mati. (*)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
TULUNGAGUNG
RABU PON 8 JANUARI 2020 HALAMAN 5
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
40 Tiang Lampu Dirobohkan
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Tulungagung, Memorandum Kondisi Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, terutama ke arah waduk Wonorejo, yang dulu terang benderang, setahun belakangan ini menjadi gelap gulita karena tiang-tiang lampu dirobohkan. Informasinya, pemasangan tiang dan lampu dilakukan PT Pembangkit Jawa Bali (PJB). Sedangkan penambahan 40 lampu lainnya di sepanjang jalan Desa Kedungcangkring menuju waduk Wonorejo dilakukan Basroni, mantan kades Kedung- Salah satu tiang lampu yang cangkring, yang kini dirobohkan. menjadi anggota DPRD Tulungagung dari Partai Gerindra. Pemasangan dilakukan beberapa saat sebelum pilihan legislatif (pileg) 2019 lalu. Tidak hanya itu, pasca pileg, istri Basroni, Seniwati juga sempat meramaikan Pilkades Kedungcangkring, namun kalah. Pelepasan tiang listrik dan lampu ini sempat disesalkan warga Kedungcangkring. Apalagi ketika pileg, 80 persen warga memilih Basroni sehingga bisa duduk di parlemen. Menanggapi kejadian ini, Kades Kedungcangkring Suyadi mengatakan, pelepasan puluhan tiang lampu memang dilakukan orang suruhan Basroni. Namun, dirinya tidak tahu secara pasti apa yang jadi penyebabnya.“Saya tahunya dilepas oleh anak buahnya pak Basroni. Alasan apa, saya tidak tahu,” ujar dia, Selasa (7/1). Suyadi menjelaskan, sampai saat ini warga tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena memang tiang-tiang itu milik Basroni pribadi. “Warga tidak terlalu memikirkan itu mas, karena dulu gelap sekarang juga gelap, walaupun kondisi jalan berliku-liku. Kalau orang sini saja yang lewat pasti sudah hafal,”jelas dia. Sementara istri Basroni, Seniwati mengatakan, 40 tiang lampu sengaja dilepas karena kondisinya tidak terurus. Suaminya khawatir cuaca hujan seperti ini, keberadaan kabel-kabel dari lampu tersebut bisa membahayakan masyarakat sekitar. Karena itu, diputuskan untuk dilepas. “Karena musimnya hujan, terus kabelnya itu kan banyak yang nempel di pohon- pohon. Jadi takutnya nanti malah membuat warga celaka,” ungkap dia. Seniwati membantah, pelepasan ini ada kaitannya dengan gagalnya langkah politiknya menjadi kepala Desa Kedungcangkring. Bahkan, dirinya mengakui sampai saat ini masih aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihak desa. “Tidak ada, politik itu kalau tidak menang ya kalah. Saya tidak ada pikiran ke sana,” pungkas dia. (fir/mad/dhi)
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Desa Kedungcangkring Gelap Gulita
Polisi melihat lokasi hilangnya speed boat dan mesin perahu.
Polisi Dalami Hilangnya Speed Boat dan Mesin Perahu Nelayan Besuki Tulungagung, Memorandum Hilangnya speed boat dan empat mesin perahu serta beberapa jeriken berisi bahan bakar milik nelayan Kecamatan Besuki, Rabu (1/1) lalu, mendapat perhatian serius dari kepolisian. Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi mengatakan, pihaknya bersama unit Reskrim Polsek Besuki sudah mengolah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kejadian tersebut.“Sudah, kita sudah ke sana bersama kanit dan anggota reskrim,” jelas dia, Selasa (7/1). Selain mengolah TKP, polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Dari kejadian tersebut nilai kerugian ditafsir mencapai Rp 150 juta. Hendi menjelaskan, hingga kini belum ada keterangan pasti yang bisa
dijadikan patokan. Namun dugaan awal, dalam beraksi pelaku menggunakan speed boat untuk membawa kabur empat mesin perahu dan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) tersebut. “Ini prediksi dan dugaan. Bisa saja pelaku memanfaatkan speed boat untuk membawa kabur mesin perahu yang dicurinya, dan jerigen bensin itu. Ini masih dugaan awal kita,” tutur Hendi. Hendi juga masih mendeteksi, dari mana datangnya pelaku. Karena TKP di perairan, pelaku bisa dari laut ataupun dari darat. Agar tidak terulang, Hendi mengingatkan agar nelayan lainnya lebih mengutamakan keselamatan speed boat maupun mesinnya saat memarkirkan perahu di pantai. Masih menurut Hendi, berdasarkan keterangan nelayan setempat, selama ini tidak ada tempat khusus untuk memarkirkan perahu. Karena itu, tempat sandar perahu perlu dibuatkan, sesuai tingkat keamanan yang tinggi. “Kita juga
ingatkan nelayan agar meningkatkan keamanan perahu dan speed boat mereka
agar peristiwa yang sama tidak terulang,” pungkas dia. (fir/mad/dhi)
SEPUTAR JATIM
Sidang Kasus Pembunuhan di Banyuwangi Nyaris Ricuh Banyuwangi, Memorandum Sidang kasus pembunuhan Gadis Riskia dengan terdakwa Achmad Chairul, yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Selasa (7/1), nyaris ricuh.
Kapolres Situbondo AKBP Sugandi disambut Tari Landhung.
Tari Landhung Situbondo Sambut Kapolres Baru Situbondo, Memorandum Tari Landhung menjadi suguhan dalam acara penyambutan Kapolres Situbondo yang baru AKBP Sugandi dan sekaligus pelepasan Kapolres Situbondo lama AKBP Awan Hariono, Selasa (7/1) “Pertama, saya akan tetap mempertahankan dan melanjutkan program kapolres lama, salah satunya status wilayah bebas korupsi (WBK) yang disandang Polres Situbondo,” ujar Kapolres Situbondo AKBP Sugandi. Selain itu, lanjut dia, memasuki musim hujan, dirinya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam. Selanjutnya, kata mantan Kapolres Pacitan ini, juga segera berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya serta ormas, tokoh masyarakat maupun tokoh agama, menjelang Pilkada Serentak 2020, guna menjaga kondusivitas. “Saya akan langsung bergerak bekerja untuk kamtibmas menjelang pilkada, koordinasi penanggulangan bencana,” kata Sugandi. Selain disuguhi seni Tari Landhung dalam penyambutan Kapolres Situbondo baru, seperti pada umumnya AKBP Sugandi juga disambut upacara pedangpora di halaman Polres Situbondo. Kapolres Situbondo lama, AKBP Awan Hariono memperoleh jabatan baru sebagai Wadir Reskrimum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). (*/dhi)
Awalnya sidang keenam dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa tersebut berlangsung lancar. Namun, ketika hakim menutup jalannya sidang, tiba-tiba keluarga korban berusaha memukul terdakwa. Tapi upaya tersebut dihalang-halangi polisi yang berjaga-jaga di ruang sidang. Kakak Gadis Riskia, Nur Wahid mengaku beberapa saudaranya tersulut emosi karena sebelum sidang berlangsung keluarga sulit masuk ke ruangan sidang. Ketatnya penjagaan polisi serta keterangan terdakwa yang berbelit belit dan banyak keterangan palsu, membuat keluarga tidak bisa menahan emosi. “Banyak keterangan palsu. Jadi, kita yang medengarkan tidak bisa menahan emosi. Saya berharap hakim bisa memutuskan hukuman seberat-beratnya, yaitu hukuman mati,” Nur Wahid, Selasa (7/1).
Selain itu, di sekitar ruangan sidang, puluhan keluarga dan tetangga Gadis Riskia juga ikut datang untuk menyaksikan jalannya sidang. Ketika terdakwa Achmad Chairul digiring ke ruang tahanan, beberapa dari mereka berusaha menghampiri terdakwa, sehingga aksi saling dorong antara polisi dan keluarga korban terjadi. “Nyawa
dibayar nyawa, hukuman yang pantas adalah hukuman mati. Pak polisi jangan halangi kami, kami menuntut keadilan,” teriak beberapa massa. Seperti diketahui, kasus perampokan yang mengakibatkan korban Gadis Riskia meninggal dunia tersebut terjadi pada 27 Oktober 2019 lalu. Pelaku memukul korban dengan balok kayu di bagian kepala, karena korban mengetahui aksinya. Akibatnya korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dan akhirnya meninggal setelah beberapa hari menjalani perawatan. (*/dhi)
Polisi berusaha menenangkan keluarga korban yang tersulut emosi karena tak bisa masuk ke ruang sidang.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MOJOKERTO-JOMBANG
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 6
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR
Jombang, Memorandum Kasus perceraian pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Jombang tergolong tinggi. Bahkan, pada 2019, mencapai 2.871 kasus. Penyebabnya pun beragam, mulai dari perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Chafidz Syafiuddin, Panitera Pengadilan Agama Jombang mengatakan, perselisihan masih mendominasi kasus perceraian di Kabupaten Jombang. Yakni 1.722 kasus. ”Yang kedua faktor ekonomi yang mengakibatkan perceraian, 556 kasus,” beber dia, Selasa (7/1). Dia mengatakan, faktor ekonomi ini yang harusnya dipikirkan kembali ke masyarakat. Apakah karena faktor ekonomi jalan satu-satunya dengan percerainan. Lebih jauh, Chafidz menandaskan, seharusnya bekerja lebih giat. ”Kalau faktor ekonomi apakah setelah cerai tidak ingin nikah lagi. Kalau nanti nikah lagi terus cerai lagi karena alasan faktor ekonomi lagi. Ini yang seharusnya dipertimbangkan masyarakat,”tegas dia. Beberapa kasus perceraian, menurut Chafidz, sudah diupayakan mediasi oleh pihak keluarga masing-masing. Tapi, tak ada titik temu di sini, sehingga tetap berlanjut ke permohonan perceraian. “Perselisihan itu biasanya yang sudah tidak bisa didamaikan keluarga,”ungkap dia. Chafidz mengakui, angka perceraian di Jombang semakin meningkat setiap tahunnya. Pada 2018 tercatat 2.583 kasus perceraian. Pada 2019 ini naik menjadi 2.871 kasus. ”Jadi tahun ini naik 288 kasus. Rata-rata kasus yang masuk ke Pengadilan Agama 200 kasus per bulan,” ungka dia. Selama 2019, perkara cerai yang diterima Pengadilan Agama Kabupaten Jombang mencapai 688 perkara cerai talak atau suami yang mengajukan. Lalu 2.183 cerai gugat atau yang diajukan pihak istri. Dia menegaskan,adanya pembinaan atau pelatihan sebelum menikah, sangat penting dan diharapkan bisa mengurangi angka perceraian di Jombang. ”Memang pelatihan pranikah itu sangat penting,”ucap dia.(wan/dhi)
Traffic light dan sejumlah rambu milik Pemkot Mojokerto teronggok di Jalan Randu Gede.
Rekanan Proyek Telantarkan Belasan Rambu Lalin Mojokerto, Memorandum Sejumlah rambu-rambu jenis tiang traffic light milik Pemkot Mojokerto ditelantarkan rekanan proyek. Tiang traffic light senilai puluhan juta rupiah ditemukan teronggok di pekarangan kosong milik warga Jalan Randu Gede, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Peraga alat lalu lintas berupa traffic light, dua kaca cembung dan lima rambu jalan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ditemukan tercecer di beberapa tempat terpisah sejak akhir 2019. Dari pantauan di lapangan, alat-alat mahal tersebut diduga sengaja dibiarkan berhari-hari tergeletak di pekarangan warga. Padahal, di lokasi tersebut sangat memungkinkan terjadinya tindak pidana pencurian, karena berada di pinggir jalan. Tiga rambu nama jalan lainnya berada di pertigaan jalan, dibiarkan begitu saja. Sedangkan sebuah kaca cembung lainnya, malah berada di pagar rumah warga. Setelah dibongkar, CV Angin Malam yang merupakan pelaksana proyek normalisasi saluran air sengaja membiarkan aset-aset penting milik pemkot tersebut tergeletak di tanah warga. Padahal, imbas dari penelantaran rambu-rambu ini, arus lalu lintas di pertigaan Jalan Empunala menuju Jalan Randu Gede dan sebaliknya jadi krodit. Sebab, traffic light di pertigaan sibuk tersebut tak berfungsi lagi selama proyek tersebut berjalan. Kadishub Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengaku telah mengontak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Saya sudah mengontak PU. Dan mereka segera menindaklanjuti dengan menelpon kontraktor. Janjinya akan dipasang dalam minggu-minggu ini,” ucap Gaguk ketika dihubungi melalui telepon, Senin (6/1). Gaguk sempat kaget mendengar kabar tersebut. Dia mengatakan, jika rekanan tak segera memasang rambu dan traffic light tersebut karena harus menunggu tenaga ahli yang disewa kontraktor. “Katanya mereka harus menunggu teknisinya dulu,” tandas dia. Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Moch Rizky Fauzi mengungkapkan, kasus tersebut dapat berujung pada penjatuhan sanksi. “Kalau tidak ditangani bisa disanksi itu. CV nya bisa diblaclist,” kata dia. Meski demikian, politisi PDI-P tersebut mengaku harus memastikan kebenaran informasi tersebut. “Tetap informasi ini harus kita telusuri. Namun, kalau benar, tentu kami sangat menyayangkannya,” pungkas dia.(war/dhi)
Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, luapan Sungai Lamong terpantau sejak pukul 00.00 mulai naik. Hingga Selasa (7/1l) air sudah merendam 21 rumah di dua desa. Enam rumah
di antaranya di Desa Pulo dan selebihnya di Desa Banyulegi. Tak hanya itu, lanjut Zaini, air akibat luapan Sungai Lamong juga merendam puluhan hektare sawah milik warga dan jalan. “Sawah yang terendam sekitar 45 hektare. Ini di Dusun Klanting dan
Kondisi banjir akibat luapan Sungai Lamong.
Balong,”ungkap dia. Saat ini, warga dibantu anggota babinsa dan juga relawan berusaha membantu mengevakuasi barang-barang milik warga. Karena air sudah masuk ke rumah. Ketinggiannya antara 20 sampai 60 cm. Sementara itu, pantauan di lokasi, luapan air Sungai Lamong terus mengalami peningkatan. “Ini diakibatkan selama dua hari wilayah hulu Sungai Lamong diguyur hujan lebat, makanya airnya meluap lagi,”jelas dia.(no/dhi)
Polres Mojokerto Kota Dirikan Posko Terpadu Siaga Bencana Mojokerto, Memorandum Polres Mojokerto Kota mendirikan posko terpadu siaga bencana di Kantor Kelurahan Gunung Gedangan, Senin (6/1). Posko siaga bencana didirikan untuk mengantisipasi ancaman bencana yang terjadi dan menyiapkan personel dan perlengkapan bantuan. Launching posko terpadu siaga bencana dihadiri Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogie Sugiarto, serta Wakil Wali Kota Mojokerto Muhammad Rizal Zakaria, Komandan Kodim 0815/ Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Christina Indah, dan Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Mujiwati. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogie Sugiarto mengatakan, secara nasional penanggulangan bencana ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan di tingkat kabupaten/ kota ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).Namun, untuk Kota Mojokerto tidak ada BPBD sehingga pemerintah daerah, polres, dan kodim membentuk tim penanggulangan bencana masing-masing. “Untuk memudahkan koordinasi dalam menangani bencana, tim penanggulangan bencana yang
FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR
Perceraian di Jombang Dipicu Perselisihan
Mojokerto, Memorandum Luapan Sungai Lamong kembali menerjang wilayah Kabupaten Mojokerto, tepatnya Kecamatan Dawar Blandong. Akibatnya, dua desa, Banyulegi dan Pulo, terendam air hingga selutut orang dewasa. FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Kantor Pengadilan Agama Jombang.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogie Sugiarto meninjau posko terpadu siaga bencana.
sudah ada di pemda, polres, dan kodim, kita jadikan satu menjadi posko terpadu siaga bencana,”jelas dia. Sementara Wakil Wali Kota Mojokerto Muhammad Rizal Zakaria mengatakan, bencana tidak tahu kapan datangnya dan bencana apa yang akan terjadi.”Dengan demikian cepat
atau tidaknya penanggulangan bencana tergantung dari kesiapannya,” ungkap dia. Dengan adanya posko terpadu siaga bencana ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa Kota Mojokerto sudah siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana.“Kita tidak mengharapkan ada bencana, tapi jika sewak-
tu-waktu ada bencana, kita sudah siaga,”tandas dia. Keberadaan posko terpadu siaga bencana ini diharapkan penanganan bencana di Kota Mojokerto lebih efektif dan cepat.“Jika terjadi bencana penanggulangannya lebih cepat karena koordinasinya sudah menjadi satu,” kata Rizal.
Menurut dia, selama ini bencana di Kota Mojokerto hanya banjir dan puting beliung. “Sangat tepat jika posko terpadu siaga bencana ditempatkan di Kantor Kelurahan Gunung Gedangan karena memang wilayah Gunung Gedangan sering terdampak banjir,” pungkas dia.(war/dhi)
Pembuatan Perbup Kerap Molor
Dewan Desak Pemkab Evaluasi Kinerja OPD Jombang, Memorandum Belum disahkannya peraturan bupati (perbup) tentang Dana Desa (DD) mendapat respons dari kalangan dewan. Mereka mempertanyakan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) karena sering telat membuat perbup, khususnya pergub tentang Dana Desa yang mengakibatkan pengesahan APBDes tersendat. “Ini yang selalu terjadi setiap tahun, dan juga menjadi keluhan kepala desa,” ujar Kartiyono, Sekretaris Komisi A DPRD Jombang, Selasa,(7/1). Dia juga merasa heran pembuatan perbup selalu disahkan pada awal tahun. Padahal payung hukum dari Permendes No 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa sudah turun. Bahkan, ini merupakan pekerjaan
tahunan bagi pemkab. “Kalau ini sudah ada aturan mainnya dan menjadi pekerjaan tahunan, kenapa masih bisa terlambat dan tidak segera dibuat,” tanya dia. Menurut Kartiyono, kalau pembuatan perbup ini terlambat, maka akan berpengaruh terhadap pencairan dana desa. Sehingga, menghambat pembangunan desa tersebut. “Seharusnya Pemkab Jombang bisa mengevaluasi dan mengaca pada tahun-tahun sebelumnya,” terang dia. Kartiyono menandaskan, untuk membuat perbup ini juga harus mengacu apa yang dibutuhkan desa. Jangan sampai mengacu apa yang dibutuhkan Pemkab Jombang atau pimpinan daerah. Ini agar desa bisa mandiri dan tidak mengandalkan pemkab. “Pemkab harus menyadari
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Sungai Lamong Meluap, Dua Desa Terendam
Kartiyono
apa yang dibutuhkan desa itu, sehingga tidak tergantung kembali dengan pemkab,” tegas dia. Dia berharap, pemkab segera menuntaskan perbup. Sehingga desa bisa mengesahkan APBDes.”Tentu kami mendorong agar pemkab segera menyelesaikan
perbup,” tutur dia. Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jombang Solahudin Hadi Sucipto mengakui, untuk perbup terkait petunjuk teknis (juknis) APBDes maupun dana desa (DD) sudah rampung dan sudah disetorkan ke bagian hukum. Dia mengakui, untuk mengeluarkan perbup tersebut membutuhkan waktu, karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Jadi, tidak bisa serta merta perbup tersebut diterbitkan. ”Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan,” tegas dia. Untuk pembahasannya, lanjut dia, tidak hanya dilakukan diinternal DPMD, tapi juga melibatkan OPD terkait. Sehingga, perbup ini juga harus dikomunikasikan dan
dibahas dengan OPD-OPD terkait. ”Setelah itu baru kita komunikasikan dengan pimpinan (Bupati, Red),” terang dia. Kendati demikian, Solahudin menargetkan untuk pengesahan perbup tersebut pada bulan ini. Sehingga APBDes segera disahkan dan perencanaan dilakukan masing-masing desa bisa segera jalan. ”Ya segera mungkin kami untuk mengeluarkan perbup tersebut. Harapan kita, agar masing-masing desa bisa menyerap anggaran maksimal,”kata dia. Solahudin menambahkan, ada aturan baru Permenkeu bahwa pencairan dana desa tidak lagi melalui DPPKAD.”Pencairan dana desa langsung dari pusat ditransfer ke rekening desa, meski aturan itu secara teknis kita belum menerima,” pungkas dia.(wan/dhi)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
HUKUM & KRIMINAL SIDANG SENGKETA WISMA KARANGGAYAM
Hadirkan Mantan Pemain Persebaya Surabaya, Memorandum Sidang gugatan PT Persebaya Indonesia terhadap Pemkot Surabaya kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (7/1). Dalam sidang kali ini menghadirkan mantan pemain, pelatih, pengurus Persebaya di era 1970 dan 1990-an. Awalnya, PT Persebaya mengajukan empat saksi dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra. Namun, Pemkot Surabaya selaku tergugat menolak kesaksian dua orang karyawan PT Persebaya Indonesia, lantaran khawatir kesaksian dua karyawan tersebut tidak objektif. Sidang yang dipimpin Hakim
Martin Ginting ini, akhirnya hanya mendengarkan kesaksian dari Totok Risantono dan Dadik Risdariyanto. Totok merupakan mantan pemain dan pelatih klub internal Persebaya, sedangkan Dadik adalah mantan pengurus Persebaya. “Saya mau jadi saksi kasus ini karena sebagai pelaku di Wisma Karanggayam,” jelas Totok di hadapan Hakim Martin Ginting. Lantas Totok mengungkapkan, bahwa dirinya menjadi pelatih di era 1990 sewaktu menjadi pemain dan pelatih. Sementara, Ketua Umum Persebaya dijabat almarhum Wali Kota Sunarto Sumoprawiro.
Dalam kesaksiannya, Totok terkejut bila Wisma Persebaya diambil alih Pemkot Surabaya, padahal selama menjadi pemain dan pelatih bisa menggunakan lapangan Karanggayam tanpa ada gangguan dari pemkot. Sementara Dadik Risdariyanto dalam kesaksiannya juga mengatakan, bila pembangunan wisma murni dana dari Pengurus Persebaya. Dan saat itu, Pemkot Surabaya tidak mengeluarkan sepersen pun uang. Sidang pembuktian gugatan PT Persebaya terhadap Pemkot Surabaya atas kepemilikan Wisma Karanggayam ini, dikawal puluhan bonek.
Mereka mengawal kasus ini tidak hanya di luar pengadilan, tetapi juga mengikuti jalannya persidangan. Sidang kali ini akan dilanjutkan minggu depan dan masih dengan agenda pembuktian penggugat PT Persebaya Indonesia. Sekadar diketahui, gugatan dilakukan Persebaya lantaran pemkot dianggap menguasai Wisma Persebaya di Jalan Karanggayam dengan menerbitkan sertifikat hak pakai. Padahal, PT Persebaya telah menempati wisma tersebut sejak 1967 tanpa ada biaya satu sen pun dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). (rio/fer/nov)
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 7
Penyakit Kambuh...
Sambungan dari halaman 1
karena penyakitnya kambuh. Kejadian nahas itu dialami Ainur Rofiq (49), warga Desa Sidowungu, Menganti, Gresik. Sedangkan temannya yang dibonceng, Khoirul Ibad (36), warga Desa Lawang Agung, Kecamaan Sugiyo, Lamongan, selamat. Informasi yang dihimpun, awalnya korban naik motor Mega Pro melaju dari barat ke timur di Jalan Manukan Wetan. Setiba di lokasi, diduga penyakit yang diderita Rofiq kambuh. Alhasil pria ini tidak kuat mengendarai motornya lalu ambruk hingga menabrak trotoar. Setelah dicek, ternyata Ainur dalam keadaan sudah tak bernyawa. Kejadian ini menjadi perhatian warga sekitar dan pengendara motor yang melintas. Kemudian warga memberikan pertolongan kepada kedua korban juga menghubungi polisi yang kebetulan dekat dengan Pos Lalu Lintas Polsek Tandes. “Kemungkinan korban penyakitnya
kambuh,” jelas Kanitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M Fakih. Hal ini diperkuat oleh pengakuan temannya, Khoirul saat dimintai keterangan oleh polisi. Bahwa sebelum berangkat, Ainur sempat mengeluh sakit dan sempat menawarkan agar dia saja yang memboncengnya. “Tapi korban tidak mau,” kata Fakih. Hal senada juga dikatakan Anik, istri korban, bila sempat mencegah suaminya untuk berangkat bekerja karena kondisinya sakit. Lagi-lagi korban menolak. “Istrinya juga melarang berangkat kerja karena masih sakit,” imbuh Fakih. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Khoirul dibawa ke kantor Unitlaka Satlantas Polrestabes Surabaya untuk diminta keterangannya. Motor korban ikut disita sebagai barang bukti. “Teman korban akan kami mintai keterangan terkait kecelakaan ini,” pungkas Fakih. (rio/nov)
Minta Uang ke Dewan untuk Suap Jaksa Dari keterangan para legislator yang memberikan kesaksian kepada salah satu terdakwa, sebut saja Darmawan, terungkap bahwa mereka dimintai sejumlah uang oleh Agus Setiawan Jong (ASJ) untuk menutup kasus jasmas. Dalam pertemuan di salah satu rumah makan kawasan Masjid Agung itu, ASJ meminta kepada para dewan ini untuk menutup kekurangan uang atas permintaan oknum jaksa. Namun, dari lima anggota dewan, hanya Sugito membenarkannya. Bahkan, ia meminta waktu tiga hari untuk memberikan uang Rp 75 juta
Sambungan dari halaman 1
sesuai permintaan di rumah makan tersebut. “Iya. Saya memberikan uang itu secara langsung kepada ASJ di Jalan Kapasan. Uang saya bungkus kresek dan saya berikan secara cash,” ujar mantan legislator Partai Hanura ini, Selasa (7/1). Sugito menduga permintaan uang itu terkait santernya pemberitaan di beberapa media terkait kasus jasmas yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak. “Kalau saya terkait pemberitaan di media yang terus menerus soal jasmas,” jelasnya.
Tapi ketika menyerahkan uang sesuai janjinya tiga hari kemuadian, ASJ sempat mengatakan bahwa dirinya yang terakhir. “Bapak yang terakhir,” ujar Sugito menirukan perkataan Agus Setiawan Jong tersebut. Sugito juga mengakui telah menerima uang transferan dari ASJ senilai Rp 45 juta, dan sebagian untuk pembangunan musala. “Saya pernah pinjam uang Rp 5 juta kepada ASJ. Bahkan, ASJ membantu saya untuk pembangunan musala,” jawab jujur Sugito di hadapan ketua majelis hakim Hisbullah Idris, kemarin. Lain halnya dengan empat anggo-
ta dewan lainnya seperti Darmawan, Binti Rochmah, Dini Rijanti, dan Ratih Retnowati. Mereka terkesan mencari pembenaran sendiri-sendiri. Bahkan, untuk siapa yang memprakarsai pertemuan di rumah makan bersama ASJ sama-sama memberikan kesaksian yang berbeda. Misalnya kesaksian Ratih Retnowati, dia yang mengaku saat itu dihubungi Darmawan untuk bertemu bersama sedang bersama Dini Rijanti untuk mencari makan siang. “Kebetulan waktu itu bersama Dini dan keluarga untuk makan siang,” jelas Ratih.
Hanya saja kesaksian Ratih dibantah oleh Darmawan. Di mana dirinya yang dihubungi Ratih untuk bertemu di rumah makan dengan ASJ untuk membicarakan sesuatu. Keterangan ini yang memancing emosi majelis hakim dan menegaskan bahwa para saksi tidak jujur. “Anda sudah disumpah. Di sini sebagai saksi, masak begitu saja tidak jujur,” jelas anggota majelis hakim. Yang lucu lagi, ketika Darmawan dimintai tanggapan atas kesaksian rekannya itu, hanya Sugito yang dianggap berhalusinasi. “Kalau yang
lain benar. Kalau pak Sugito mungkin itu halusinasinya,” ujar Darmawan. Terpisah, Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak Dimaz Atmadi disinggung terkait jaksa yang meminta uang kepada ASJ untuk menutup kasus jasmas, membantahnya. “Hal ini pernah disampaikan Agus Setiawan Jong pada saat proses penuntutan. Selanjutnya Agus Jong tidak menyebut kembali. Dan saya meminta siapapun silakan lapor jika punya data. Saya siap bertanggung jawab dan klarifikasi, saya tidak pernah melakukan hal itu,” tegas Dimaz. (fer/nov)
Enam Kali Masuk Penjara rangan korban, saksi dan rekaman CCTV, kami amankan tersangka sehari setelah kejadian,” kata Wakapolsek Tegalsari AKP Sony Febianto, Selasa (7/1). Dari hasil pemeriksaan terungkap, Soeprapti merupakan pencopet yang kerap melancarkan aksinya di mal.
Miliki Revolver Rakitan Seorang di antara tersangka dikenal sebagai bandar pil LL. Keduanya adalah Syaiful Anwar (35), dan Doni Efendi (31). Mereka tinggal di Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Wadirreskrimum Polda Jatim AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, penangkapan terhadap tersangka bermula ketika pihaknya mendapat informasi jika ada seseorang yang memunyai dan kerap membawa senjata api (senpi) rakitan. Kemudian dilakukan penyelidikan oleh petugas dipimpin Kasubdit III Jatanras Kompol Oki Ahadian dan Kanit V Kompol M Aldy Sulaeman. “Saat kita tangkap kali pertama adalah Syaiful. Dari tangannya kita amankan senpi dan sejumlah pil LL,” kata Fadli di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa (7/1). Selanjutnya dari penangkapan itu dilakukan pengembangan, hingga didapatkan keterangan dari tersangka, jika di rumahnya masih terdapat puluhan ribu pil LL yang siap jual. “Ketika dilakukan penggeledahan di rumah tersangka (Syaiful, red), petugas menemukan
Sambungan dari halaman 1 enam butir amunisi aktif, sarung senjata tajam dari kulit, 37.499 pil LL, dan uang hasil penjualan obat tersebut,” tutur Fadli. Selain itu, ketika di lokasi, petugas juga mengamankan Doni Efendi, anak buah Syaiful yang bertugas sebagai pengedar pil haram tersebut. “Untuk saat ini kasus senpi rakitan masih dalam penyelidikan kami. Sedangkan pil LL-nya akan dikembangkan oleh Satreskoba Polres Jember,” jelas mantan Kapolres Jombang itu. Di hadapan petugas, Syaiful mengaku jika revolver rakitan itu didapat sekitar empat bulan lalu secara gadai dari seorang berinisial ND (daftar pencarian orang) seharga Rp 5 juta. “Senpi ini saya tunjukkan kepada anak buah (pengedar, red) agar mereka percaya diri saat menjual pil tersebut,” ujar Syaiful. Ketika ditanya mengenai asal pil LL tersebut, Syaiful menjelaskan didapat dari seseorang berinisial BG (buron) yang berada di daerah Tanggul, Jember. “Saya belinya di BG. Kemudian saya pecah jadi 5 butir per plastik. Selanjutnya dijual kepada anak jalanan seharga Rp 10 ribu. Keuntungan sehari Rp 1,5 Juta,” pungkas Syaiful. (x-3/tyo/nov)
Dikepruk Laci Meja, Diancam Pisau Akibat ulahnya, Jamaliyanto terpaksa mendekam di tahanan Mapolsek Rungkut setelah diamankan petugas. Dari informasi yang dihimpun, tersangka diketahui warga Desa Wringin Agung, Kabupaten Jember, yang tinggal di Jalan Gunung Anyar. Sedangkan korbannya, Fatikhatin Suriyah, warga Jalan Rungkut Kidul IV. Kapolsek Rungkut Kompol I Gede Suartika melalui Kanitreskrim Iptu Djoko Soesanto mengatakan, penganiayaan itu bermula saat Jamaliyanto mendatangi rumah korban dengan tujuan menanyakan keberadaan HP-nya. Fatikhatin yang geram karena tak pernah mendapat nafkah dan merasa tidak mengambil HP, menjawab pertanyaan suaminya dengan nada emosi sembari membuka tas dan menunjukkan isinya. “Tersangka yang tidak terima dengan jawaban
Saling Support Dalam film terbarunya, Carissa Perusset beradu akting dengan kekasihnya, Jerome Kurnia. Mesikpun begitu ia tetap menjaga profesional. Saat ditemui di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/1), Carissa mengatakan tetap profesional dan saling support dengan Jerome Kurnia. “Profesional aja sih maksudnya kita biasa aja. Setiap hari ada on set ya saling support,” ungkapnya. Wanita kelahiran 1998 itu membagikan ceritanya, bahwa mereka berdua tak sengaja satu project film. Awalnya Jerome yang ditawarin terlebih dahulu untuk film ‘Surat Dari Kematian’ (SDK). “Awalnya kan dia cerita dapet project film ini, dia bingung ambil film horor apa nggak, terus aku kayak ambil aja kenapa enggak,” cerita Carissa. Setelah beberapa bulan kemudian, barulah Carissa yang mendapatkan tawaran di film tersebut. “Terus beberapa bulan kemudian aku dapat film ini juga, terus aku ambil. Ternyata
Tidak hanya HP yang menjadi sasaran, perempuan ini juga tidak jarang mencuri dompet dan barang-barang berharga lainnya. “Modus tersangka adalah memepet korban dan mengambil barang yang ada di dalam tas, tapi dulu membukanya
Sambungan dari halaman 1
istrinya lalu mengambil laci meja dan memukulkan ke kepala korban hingga berdarah. Dia juga mengancam istrinya memakai pisau dapur,” kata Djoko, Selasa (7/1). Setelah puas melampiaskan amarahnya, tersangka bergegas meninggalkan korban dalam kondisi terluka. Fatikhatin yang tidak terima kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rungkut. Dari laporan itu, petugas awalnya meminta kepada korban untuk divisum. Setelah hasil keluar dan terbukti terdapat luka di kepalanya, petugas lalu mengamankan Jamaliyanto di rumahnya. “Di hadapan penyidik, tersangka mengatakan penganiayaan itu terjadi karena ia tidak bisa mengontrol emosinya. Untuk pidananya dia (Jamaliyanto) dikenakan dua pasal yakni penganiayaan disertai ancaman senjata tajam,” pungkas Djoko. (x-3/nov)
Sambungan dari halaman 1 project-nya kita sama jadi nggak sengaja gitu,” imbuh Carissa. Sekadar diketahui setelah ‘Antologi Rasa’, kini Carissa Perusset kembali berakting di film SDK. Wanita ini menjadi tokoh utama bernama Kinan, yaitu seorang mahasiswi jurnalis yang harus memecahkan sebuah kasus. Carissa yang besar di Amerika itu mengaku kesulitan dalam artikulasi bahasa Indonesia. Hal itu karena dalam kesehariaanya ia lebih sering menggunakan bahasa Inggris. “Tantangan aku tuh paling sama bahasa indonesia ya,” ujarnya Selain artikulasi bahasa, ia juga merasa masih harus banyak belajar soal aktingnya. “Dan aku juga masih belajar akting, akting aku tuh menurut aku belum bagus,” kata Carissa. “Aku belum ready dan kurang aja sih. Tantangan aku tuh pressure untuk diri sendiri. Aku di mana, aku sendiri ngerasa diri aku merasa gak bagus. Aku harus belajar akting lebih,” sambung Carissa. (*/nov)
tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain HP, tersangka juga mengambil apa saja yang ada di dalam tas,” lanjut Sony. Selain di Surabaya, Soeprapti juga beraksi di Malang dan Sidoarjo. Total, dua kali tersangka menghuni tahanan di Malang dan tiga kali mendekam di Lapas Medaeng. “Dia beraksi sejak usia 25 tahun. Jadi tepatnya sudah 30 tahun berkecimpung dalam dunia kejahatan itu,” tandas Sony. Pada tahun 2000, ibu dua anak itu tertangkap anggota Polsek Genteng. Tersangka menjalani vonis hukuman 3 bulan di Rutan Medaeng. Lima
tahun kemudian, dia kembali berurusan dengan polisi. Soeprapti tertangkap anggota Polsek Klojen dan harus menjalani hukuman di Lapas Kacuk Malang selama empat bulan. Namun, hukuman tersebut nampaknya tidak membuat Soeprapti kapok. Dia kembali mendekam di tahanan Polsek Klojen pada 2007. “Seperti sebelumnya, tersangka mendapat vonis hukuman selama empat bulan dan mendekam di Lapas Kacuk Malang,” imbuh Sony. Beberapa tahun tidak terendus polisi, tersangka kembali menjadi penghuni jeruji besi. Kali ini, Soeprapti tertang-
kap anggota Reskrim Polsek Wonokromo pada 2016 lalu. “Mungkin takut di Surabaya, tersangka kembali beraksi di Malang. Namun sayang, dia kembali berurusan dengan Polsek Klojen dengan vonis 10 bulan,” beber dia. Kepada petugas, tersangka mengaku nekat menjadi pencopet karena terdesak kebutuhan hidup. Dalam keluarganya, dia merupakan tulang punggung yang sehari-hari menopang semua keperluan keluarga. “Mau gimana lagi, saya ini sendirian mencari uang dan jadi tulang punggung pak,” aku Soeprapti. Selain itu, Soeprapti juga
mengaku dalam satu pekan, dirinya bisa keluar untuk mencopet sebanyak tiga kali. Dan setiap beraksi sudah dipastikan mendapat hasil. “Keluarnya Kamis, Sabtu dan Minggu. Harihari itu banyak orang bepergian ke mal,” terang dia. Lantas, saat ditanya dari mana ilmu mencopet itu diperoleh, sembari tersenyum wanita berambut panjang itu mengaku belajar dari temannya pada 25 tahun silam. Dari sana, tersangka memperoleh ilmu mencopet yang jarang sekali ketahuan korbannya. “Dulu diajari mbakmbak yang kenal di jalan,” ujar Soeprapti. (fdn/nov)
Ditlantas Terapkan E-Tilang Pekan Depan penegakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas berbasis teknologi itu. “Kita akan lakukan uji coba selama seminggu. Untuk per harinya kita targetkan seratus pelanggar yang nantinya akan diberikan surat pemberitahuan pelanggarannya. tapi untuk uji coba belum dilakukan penindakan,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombespol Budi Indra Dermawan, di gedung RTMC Mapolda Jatim, Selasa (7/1). Budi menambahkan, bahwa di Surabaya sudah terpasang CCTV sebanyak 757 kamera di beberap titik strategis. CCTV tersebut terbilang cukup canggih karena dapat menembus kaca mobil yang gelap sekalipun, sehingga pengemudi yang tidak memasang safety belt atau menggunakan HP saat lampu merah dapat terekam jelas. “Untuk saat ini kamera yang terhubung dengan RTMC Polda Jatim sementara baru di 20 titik. Untuk keseluruhan CCTV di Surabaya akan diusahakan secepatnya agar terhubung dengan RTMC,” terangnya. Ketika e-Tilang ini sudah
Sambungan dari halaman 1
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Gegaranya nenek dua cucu itu mencopet sebuah HP milik pengunjung toko pakaian di Lantai III Tunjungan Plaza akhir Desember lalu. Tersangka ditangkap anggota Reskrim Polsek Tegalsari, Kamis (2/1) malam. “Dengan petunjuk kete-
Sambungan dari halaman 1
Sosialisasi penerapan E-Tilang di gedung RTMC Mapolda Jatim.
resmi diberlakukan, pengendara atau pengemudi yang mendapat surat pemberitahuan pelanggaran dapat melakukan konfirmasi paling lambat selama 10 hari. “Saat melakukan konfirmasi, nantinya pelanggar dapat memilih surat tilang berwarna biru yang artinya menerima jika diberikan tindakan tilang dan membayar melalui BRI, atau surat tilang berwarna merah yang artinya menyatakan ke-
beratan dan mengikuti sidang,” papar Budi. Bila sudah melakukan konfirmasi namun tetap tidak membayar, nantinya pihak RTMC Polda Jatim akan meminta samsat untuk memblokir STNK pengendara. “Jika tidak membayar STNKnya diblokir. Jadi saat hendak mengurus perpanjangan, nantinya harus membayar terlebih dahulu denda tilangnya,” imbuh
Nilai Pelajaran Menurun, Diwajibkan Mengikuti Tes Psikologi Dan, itu sama sekali tidak diinginkan. Untuk menutup-nutupi fakta yang sebenarnya, setiap berkirim foto diri kepada Tutik, pemuda yang mahir lima bahasa asing ini selalu tidak menampakkan gambar tubuh seutuhnya. Bahkan, untuk melengkapi bualannya sebagai jago basket dan juara lari, Waskito meminta jasa studio untuk merekayasa fotonya agar tampak berdiri memegang bola basket dan pada foto lain sedang mengangkat piala lomba lari. Mendekati masa kelulusan SMP, entah mendapat kekuatan dari mana, Waskito mengajak Tutik ketemuan. “Jujur, aku ingin menunjukkan bahwa aku tidak sekadar omong kosong ingin berjumpa dengannya. Meski ada kekhawatiran dia juga ingin bertemu, aku tepis kekhawatiran tersebut,” kata Waskito. Lantas dia pandangi mata istrinya. Mereka saling pandang. Mesra. Harapan dalam hati agar Tutik tidak segera merespons ajakannya bertemu ter-
kabul. Dengan alasan belum mendapat izin orang tua untuk bepergian sendiri, gadis ini minta waktu Waskito untuk menyimpan dulu keinginan tersebut. Waktu-waktu setelah itu bergulir tidak lagi seindah sebelumnya. Waskito berubah menjadi remaja pendiam. Dia agak mengurangi kekerapan berbalas surat vs Tutik. Dia takut, seandainya suatu saat Tutik tahu kenyataan bahwa dirinya seorang penyandang disabilitas, betapa kecewanya dia. Memikirkan ini, Waskito sering tidak bisa tidur. Lebih tepatnya: takut tidur. Sebab, setiap memejamkan mata, dia selalu dibayangi mimpi-mimpi buruk. Dalam mimpi itu tergambar, antara lain, Tutik memberi surprise datang ke rumah. Saat melihat kenyataan dirinya duduk di kursi roda, Tutik membalikkan badan dan berlari menjauh. “Mimpi dengan latar belakang cerita seperti itu selalu menemani tidur-tidurku. Siang atau malam,” kata Waskito. Lirih. Tutik mempererat pelukan di leher sang suami. Lelaki itu pun menarik
Budi. Ketika ditanya mengenai teknis program e-Tilang, Budi menjelaskan bahwa penindakan hukum berbasis teknologi ini mengandalkan kamera pemantau yang dapat merekam setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara, baik roda dua ataupun lebih. Pun juga dapat mengidentifikasi identitas pemilik motor melalui pelat nomornya. “CCTV ini hanya sebagai pemantau dan perekam saja. Untuk verifikasi pelanggarannya tetap dilakukan secara manual oleh petugas. Jadi, jika ada pengendara yang melakukan pelanggaran karena memberikan jalan bagi ambulans, nantinya tidak akan diberikan penilangan,“ tuturnya. Untuk saat ini, e-Tilang ini hanya berlaku bagi pelanggar yang mempunyai kendaraan pelat nomor Surabaya dan Sidoarjo saja. “Untuk saat ini e-Tilang berlaku untuk pelat L dan W saja. Nanti di Maret seluruh pelat nomor di Jatim akan ter-cover untuk dilakukan penindakan,” pungkas pamen dengan tiga melati itu. (x-3/tyo/nov)
Sambungan dari halaman 1 napas panjang. Nilai-nilai pelajaran Waskito di sekolah menurun. Dia dipanggil guru bimbingan dan penyuluhan (BP). Sebab, ujian kelulusan semakin dekat. Tentu saja Waskito tidak mengakui hal yang sebenarnya. Lucu andai asmara dijadikan alasan pelajar sebagai menyebabkan nilai-nilai akademisnya menurun. Waskito akhirnya mengaku tegang menghadapi masa-masa ujian. Namun karena alasan itu, pelajar yang selalu meraih peringkat satu, dua, dan tiga ini diharuskan mengikuti tes psikologis. (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
memorandum.co.id
HUKUM & KRIMINAL
memorandumredaksi @gmail.com
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 8
Pabrik Olah Makanan Berbahan Telur Busuk Digerebek Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar bersama Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie dan Kabid Humas Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko mengecek lokasi.
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Lumajang, Memorandum Pabrik pengelolaan makanan berbahan baku u telur busuk atau invertil di Dusun Munder, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, digerebek anggota Satreskrim Polres Lumajang. Modus kejahatan yang dilakukan pabrik yang memproduksi kue e jenis bidaran merek Garuda ini terbongkar setelah h polisi mengamankan Imam Safi’i (43), pemilik sekaligus pengelola pabrik. Dijelaskan Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kabid Humas Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko dan Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, bahwa pemilik pabrik yang sudah ditetapkan tersangka itu membeli telur busuk Seli (40), asal Desa Banyuanyar, Probolinggo seharga Rp 300 per butir. “Dalam sekali produk-
si, tersangka membutuhkan 3.000 butir telur busuk. Dalam seminggu, tersangka dibantu karyawannya dan bisa memproduksi empat kali,” jelasnya. Lanjut Pitra, selama empat tahun memproduksi makanan kue kering ini sudah diedarkan di wilayah Probolinggo, Jember serta seluruh wilayah Lumajang. Selain telur busuk, bahan baku untuk membuat kue tersebut berupa tepung tapioka, min-
ya yak goreng curah, garam, b bumbu balado, masako. “Jika dimakan dalam waktu jangka panjang, maka akan merusak organ tubuh karena b bahan-bahan dasar yang di digunakan tidak steril,” ujar Pitra. Tambahnya, untuk penanganan dari kasus itu akan diserahkan ke Satreskrim Polres Lumajang. “Mengingat TKPnya berada di wilayah hukum Polres Lumajang, maka prosesnya akan kami serahkan ke Satreskrim Polres Lumajang,” pungkas Pitra. Adapun barang bukti yang disita satu mobil boks L 300 N 8971YE berisikan telur busuk sebanyak 5.000 butir, 1.000 butir telur busuk yang siap diolah, dan dua bak telur busuk. (tri/fer)
P a n d i a melanjutkan, manfaat dari pohon yang ditanam saat ini kemungkinan tidak akan langsung dirasakan sampai
lima tahun ke depan. Tetapi 10 atau 15 tahun lagi, manfaatnya itu akan terasa. Sehingga generasi mendatang bisa merasakan manfaat dari
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia di lokasi penanaman pohon.
pohon yang ditanam sekarang ini. Pandia mengungkapkan, ketika di perbukitan Candi Dadi pihaknya menanam pohon sawo. Adapun filosofinya, pohon sawo memiliki buah yang manis. Kapolres murah senyum ini berharap semoga ke depannya pohon sawo itu bisa memberikan rasa manis bagi yang menikmatinya. “Mungkin manfaatnya tidak akan kita rasakan dalam waktu dekat. Tapi 10 atau 15 tahun lagi baru bisa dirasakan manfaatnya,” ucap Kapolres. Sementara itu, berdasarkan data milik Humas Polres Tulungagung, sejumlah polsek jajaran sudah menanam pohon sesuai arahan Kapolres.(fir/mad/fer)
Polwan yang membawa papan nama memberikan edukasi peduli lingkungan kepada pengguna jalan.
Polwan Kampanye Peduli Lingkungan Probolinggo, Memorandum Anggota Polwan Polres Probolinggo Kota menyapa pengendara sambil membawa papan imbauan berisi ajakan untuk peduli lingkungan, Selasa (7/1). Kegiatan kampanye simpatik peduli lingkungan ini dilakukan di Perempatan Brak Kota Probolinggo. Adapun papan imbauan yang dibawa para polwan untuk mengingatkan kepada pengendara itu di antaranya Ayo...! Peduli Lingkungan; Buanglah sampah pada tempatnya maka kamu akan bahagia; Kebersihan adalah sebagian dari Iman; dan Jagalah kebersihan, buanglah sampah pada tempatnya. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya melalui Kasatbinmas AKP Retno Utami ditemui kegiatan mengatakan kampanye peduli lingkungan menggunakan kearifan lokal dengan papan nama imbauan. “Kita gunakan kearifan lokal
Sinergitas Tiga Pilar Bersihkan Sungai Petung Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH memimpin kerja bakti di Sungai Petung, Selasa (7/1). Hal ini dilakukan sebagai upaya normalisasi aliran sungai guna mencegah terjadinya banjir dari Sungai Petung di Dusun Petung, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Tampak hadir dalam kegiatan itu, pejabat utama Polres Pasuruan Kota, kapolsek jajaran, personel gabungan Polres Pasuruan Kota, Dinas PU Kota Pasuruan, Camat Bugul Kidul H Ilyas, Danramil 0819/01Kota Pasuruan Kapten Inf Eka Hadiyanto, BPBD Kota Pasuruan, dam Tagana Kota Pasuruan. Dony menyampaikan, bahwa Polres Pasuruan Kota bersama stakeholder terkait unsur TNI, BPBD dan juga tagana di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai Petung. “Di sini mungkin kita bisa bersama rekan-rekan dari TNI-Polri dan stakeholder terkait. Bersama-sama melebarkan dan mengeruk sungai agar endapan lumpur
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander memotong ranting pohon di aliran Sungai Petung.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
juga pelebaran sungai bisa lebih maksimal,” ujar Dony. Dony menjelaskan, kegiatan pembersihan ini agar ancaman banjir di wilayah Kecamatan Bugul Kidul bisa dihindari dan juga
dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. “Kegiatan ini akan kita lakukan bertahap mungkin hari ini kita melaksanakan di wilayah Sungai Petung,” ucap Dony.(*/rul/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
da tanggung jawab dan m memelihara situasi kondisi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pasuruan, adala tugas bersama. lah Untuk itu manfaatkan bhabinkamtibmas yang ada, dan maksimalkan sehingga dapat mengenal semua elemen masyarakat. “Apapun potensi kerawanan yang akan terjadi dapat dicegah lebih dini. Untuk bhabinkamtibmas secara fungsional di bawah kasatbinmas namun pengelolaan di lapangan dilak-
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan didampingi Wakapolres dan Kasubbagops memberikan paparan kepada anggota.
paran yang telah dilaksanakan maupun belum dilaksanakan sehingga bisa memberikan pengayoman kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan.(*/rul/fer)
sanakan para kapolsek,” jelas Rofiq. Dalam kegiatan itu, para kabag, kasat, kasubbag dan kapolsek menyampaikan pa-
Jember, Memorandum Kapolres Jember AKBP A l f i a n Nu r r i z a l S H S I K MHum kembali turun menggelorakan semangat berbagi, menyambangi dan membaur bersama masyarakat desa demi merajut asa dan harapan untuk kemanusiaan. Lebih dari 40 orang janda dan duafa di wilayah Desa matan Sidomekar, Kecamatan atkan Semboro, mendapatkan an paket santunan dan sembako. Bersama-sama muspika, tokoh masyarakat d a n p e ra n g k a t desa, para kaum
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Kapolres Jember Turun ke Pelosok Desa
Ka Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum membe berikan bantuan kepada lansia.
duafa berkumpul di Balai Desa
Sidomekar untuk menerima penyerahan santunan dan
tali asih dari Kapolres Jember, Senin (6/1). Pada kesempatan ini, Alfian Nurrizal mengimbau kepada warga di musim penghujan agar selalu waspada terhadap datangnya bencana banjir. ”Saya berharap santunan ini dapat memberi manfaat bagi warga duafa di Desa Sidomekar serta sebagai upaya demi mempererat tali silaturahmi. Tentunya dengan merangkul harapan bersama kita mampu menciptakan kesadaran publik agar bermanfaat bagi orang -orang yang membutuhkan bantuan,” pungkas Alfian. (edy/hms/fer)
menjaga kebersihan. “Jadi pemakai jalan lebih diingatkan kembali untuk tidak membuang sampah. Sebab, bencana banjir melanda negara kita. Selain itu, saat terjadi hujan dan kilat menyambar untuk menjauhi tempat-tempat yang tidak aman. Jangan berteduh di bawah pohon, berteduhlah mencari tempat yang aman,” pesan Kasatbinmas. Demikian juga, kasatbinmas meminta warga masyarakat tidak keluar rumah terutama pengendara roda dua saat terjadi hujan deras disertai angin kencang karena sangat berbahaya untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di jalan. “Lebih amannya, saya mengimbau warga masyarakat tidak keluar rumah ketika hujan deras disertai angin kencang, demi keselamatan yang kita harapkan bersama,” pungkas Retno Utami. (mhd/fer)
Koordinasi Lintas Sektoral Siaga Bencana
Pimpin Anev Operasional dan Pembinaan Pasuruan, Memorandum m Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH memimpin Analisa Evaluasi Kinerja Bidang Operasional dan Pembi-naan Tahun 2019 di Hotel Plataran Bromo Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/1). Dalam kegiatan itu diikuti Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy Kurniawan, pejabat utama Polres Pasuruan, kapolsek jajaran, kasubbag, kepala SPKT dan Paurkes Polres Pasuruan. Dalam sambutannya, Rofiq menyampaikan, bahwa tugas
untuk kampanye imbauan peduli lingkungan. Kita lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan yang simpatik,” ucap kasatbinmas. Menurutnya, menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya merupakan upaya untuk mendukung program Kota Probolinggo sebagai Kota Hijau. “Kampanye ini juga untuk membentuk karakter dan budaya cinta kebersihan. Kalau membuang sampah pada tempatnya sudah menjadi budaya disini, maka kebersihan lingkungan tentunya akan terjaga,” tandas Retno Utami. Lebih jauh, Retno Utami mengaku yang ditonjolkan karena kebersihan berawal dari rumah tangga yang jadi ibu-ibu, seperti polwan yang mengkampanyekan untuk mengajak pengguna jalan untuk tidak membuang sampah pada sembarangan tempat guna
Bangkalan, Memorandum Penetapan status siaga darurat bencana alam hidrometeorologi oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, ternyata tidak hanya disikapi dengan lugas oleh Polres Bangkalan. Tetapi juga oleh Polsek jajaran. Di antaranya, aksi kesigapan serupa ternyata juga dilakukan Kapolsek Geger AKP Bidaruddin. Jelasnya, dua hari sebelum Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MSI MH berinisiatif mendirikan posko penanggulan bencana banjir di Kecamatan Arosbaya, Minggu (5/1), Kapolsek Geger AKP Bidarudin juga sudah melakukan hal yang sama. “Hanya saja, saya bersama beberapa anggota, sesuai instruksi Bapak Kapolres, segera melakukan koordinasi lintas sektoral,” kata Bidarudin, Selasa (7/1). Targetnya, agar camat dan unsur muspika, kepala desa, serta institusi terkait lainnya, segera menjalin kesiapsiagaan terpadu jika sewaktu-waktu bencana terjadi. Langkah koordinasi awal yang dilakukan, menurut Bidarudin, adalah berkoordinasi dengan Camat Geger. Di sini, mantan Kasubbag Humas Polres Bangkalan ini membahas soal seputar langkah apa saja yang patut dipersiapkan oleh muspika, dalam hal ini kantor kecamatan, polsek dan koramil untuk menyikap status siaga darurat bencana hidrometeorologi. “Hasilnya, saya dan Pak Camat sepekat untuk segera menggelar
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Tulungagung, Memorandum Setelah menanam ribuan pohon di lereng perbukitan Candi Dadi bersama 60 komunitas pecinta alam, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bertindak cepat memerintahkan kapolsek jajaran melakukan hal sama. Yakni menanam pohon di masing-masing wilayah sektor. Pandia mengatakan, penanaman pohon tidak hanya sekadar melaksanaan perintah Kapolri, namun juga sebagai upaya untuk menyelamatkan mata air dan perlindungan satwa-satwa. “Ini kegiatan yang luar biasa. Di mana Kapolri juga memerintahkan penanaman pohon kembali seperti saat ini,” jelas Pandia, Selasa (7/1).
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Hijaukan Tulungagung, Perintahkan Jajaran Tanam Pohon
Kapolsek Geger AKP Bidarudin berdiskusi dengan camat Geger membahas seputar kesigapan dalam penanggulangan bencana alam.
rapat koordinasi dengan anggota muspika, intitusi terkait, para kepala desa dan tokoh masyarakat,” papar Bidarudin. Langkah Polsek Geger tidak jeda sampai di sini. Bidarudin dan beberapa anggota polsek juga akan beranjang ke 13 desa di Kecamatan Geger. Yakni Desa Banyonneng Laok’, Banyonneng Dajah, Batobella, Campor, Dabung, Geger, Kampak, Katol Barat, Kombangan, Kompol, Lerpak, Togubang dan Desa Tegar Priyah. Targetnya, selain bertemu dengan kepala desa, Bidarudin juga ingin menyampaikan pesan Bupati dan Kapolres kepada tokoh masyarakat, ulama dan tokoh pemuda di masing-masing desa. Mereka diimbau untuk menjagak seluruh warga desa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.
Menurut Bidarudin, tipikal bencana alam yang cukup rentan terjadi di Kecamatan Geger bukan bencana banjir bandang. Sebab secara geografis, posisi kecamatan yang memiliki hamparan hutan rakyat seluas 3.000 ha lebih itu, posisinya berada di ketinggian bukit. “Tetapi jenis bencana yang rentan terjadi di Kecamatan Geger adalah bencana tanah longsor. Sebab di beberapa desa, banyak kegiatan penambangan batu kapur dan pasir di lereng bukit,” ungkap Bidarudin. Musibah longsor pernah beberapa kali terjadi. Di antaranya di lereng Bukit Geger. Bahkan menelan korban jiwa. Itu sebabnya, selama musim hujan mencapai puncaknya pada kisaran Januari hingga April nanti, Bidarudin mengajak seluruh warga di 13 desa di Kecamatan Geger, agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana longsor. (ras/fer)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 9
“
Kita sudah sepakat, jalan penghubung itu tetap kita tutup sebelum ada jawaban jelas dari Pemkot Surabaya,” Ichwan Pemilik Lahan
Kerabat Ichwan membuat dinding dari batu bata putih dan menutup jalan penghubung Tambak Wedi Baru dan Bulak Banteng Timur. FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
JALAN PENGHUBUNG TAMBAK WEDI BARU DITUTUP
Lima Kali Pertemuan, Pemkot Kadali Ichwan Surabaya, Memorandum Jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak berupaya menegosiasikan pembelian lahan milik Ichwan yang menghubungkan Tambak Wedi Baru dan Bulak Banteng, Ichwan akan menutup akses tersebut. Ini karena lahan berukuran 6x90 atau 540 m2 berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) nomor 220 tahun 1983 itu milik Ichwan. Pantauan Memorandum, di lokasi terpasang spanduk yang menginformasikan jika
pemkot tidak membeli tanah ini, mulai tanggal 1 Desember 2019, jalan akan ditutup. Selasa
(7/1), kerabat Ichwan memasang dinding dari batu bata putih setinggi satu setengah (1,5) meter dan memanjang 6 meter di depan Jalan Bulak Banteng Timur 5A/ B Buntu. Ichwan mengatakan, dirinya sudah kooperatif datang setiap ada pertemuan dengan Pemkot Surabaya. Namun, terakhir kali pertemuan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan melibatkan
Pemkot Surabaya, tetap tidak ada kesepakatan. “Sudah lima kali pertemuan mulai di Komisi A DPRD Surabaya, Polres, dan Pemkot, tapi tidak ada hasilnya. Bahkan, hingga kini juga belum ada tanggapan dari Pemkot Surabaya. Kan, gak salah jalan itu saya tutup sampai batas tidak ditentukan, wong itu sudah jelas punya saya sah secara ligalitas,”
kata Ichwan ditemui di lokasi Jalan Tambak Wedi, Selasa (7/1). Ichwan menjelaskan, asal muasal kepemilikan lahannya didapatkan dari kantor lelang tahun 1998. Bahkan saat itu, kondisi Bulak Banteng Timur ini masih lahan kosong belum ada nama Jalan Tambak wedi Baru dan kondisi jalan tersebut makadam atau belum diaspal. Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Kompol Yulianto berunding dengan Ichwan dan kerabat.
Pemkot Siapkan Tujuh Posko
Pengawasan Teledor, Menu Lansia Tak Layak
Hadapi Cuaca Ekstrem
Surabaya, Memorandum Ada temuan menarik dalam hearing di Komisi D (sosial) DPRD Surabaya yang membahas soal pengalihan anggaran permakanan dari dinas sosial ke kelurahan, Selasa (8/1). Pasalnya, ditemukan adanya makanan yang kurang layak yang diterima warga. Tjutjuk Supariono mengungkapkan, dirinya pernah menemukan jatah permakanan yang diberikan kepada lansia di kawasan Sukomanunggal dan Sawahan itu kurang layak. Sebab, isi makanan tersebut hanya nasi, tempe, dan sayur. Bahkan ia mendapatkan informasi nilai makanan itu Rp 8.500. “Itu hasil temuan di lapangan. Makanya Bersambung ke halaman 10
Surabaya, Memorandum Kota Surabaya diprediksi dilanda cuaca ekstrem kurang lebih satu minggu sebagaimana laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai upaya agar tidak jatuh korban baik jiwa maupun materiil. Untuk itu Pemkot Surabaya menggelar pertemuan dengan melibatkan jajaran kepolisian dan TNI di ruang sidang wali kota, balai Kota Surabaya, Selasa (7/1). Pertemuan tersebut juga dihadiri camat, lurah, koramil, dan polsek se-Kota Surabaya. Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan pihaknya bersama jajaran lainnya akan menghadapi cuaca ekstrem kurang lebih seminggu. “Tadi subuh, ramalan BMKG akan terjadi hujan dan angin lebat sekaligus air laut pasang,” kata Wali Kota Risma di awal sambutannya. Untuk itu, masih lanjut Risma, pihaknya telah berupaya mengantisipasi keadaan tersebut. Pertama, mengimbau masyarakat ketika berada di jalan raya dan turun hujan disertai angin kencang supaya tidak berteduh di bawah pohon, terutama bagi kendaraan bermotor. Pemkot Surabaya juga menyiapkan tujuh posko yang tersebar di berbagai titik. Di dalam posko tersebut, nantinya akan difasilitas lengkap dokter, perawat, petugas Linmas, PMK dan ambulance. Semua itu disiapkan agar menjadi jujukan pertama jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu. “Kami juga siapkan genset, Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Pengendara motor melintasi Jalan Nambangan yang rusak.
Jalan Nambangan Berlubang Surabaya, Memorandum Lubang di sepanjang Jalan Nambangan, Kelurahan Kedung Cowek, masih banyak ditemui. Jalan berlubang di sejumlah titik yang memiliki lalu lintas padat tersebut dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan. Nana Krisna, warga RT 05/ RW 01, Kedung Cowek, meng-
aku, hampir jatuh akibat jalan berlubang di sekitar Jalan Nambangan, Kelurahan Kedung Cowek. Bahkan, malam hari minim penerangan hingga sangat berbahaya bagi pengendara motor,” ujarnya kepada Memorandum, Selasa (7/1). Krisna yang juga karyawan swasta di Jalan Gubernur M. Noer itu hampir setiap hari
melintasi jalan tersebut. Dia mengeluhkan banyaknya titik jalan yang rusak yang belum juga dibenahi. Padahal menurutnya, lalu lintas di Jalan Nambangan selalu padat. “Saya harap, pemerintah serius memperbaiki Jalan Nambangan. Masak setiap kali diperbaiki, belum setahun rusak lagi. Penyebabnya,
selain musim hujan datang juga kendaraan truk fuso milik pergudangan kerap melintas di Jalan ini,” terangnya. Karena kendaraan melebih kelas jalan, kondisi ini akan kembali. Jalan pun lebih cepat rusak. “Ini kan namanya, Pemkot Surabaya buang-buang anggaran jika melakukan perbaikan Bersambung ke halaman 10
Bertahan karena Inovasi dan Masukan Rekanan Banyak lika-liku yang harus dihadapi Ali Wardhana untuk bisa mempertahankan Orkes Melayu (OM) Alshinta agar terus berkibar hingga kini. Sebab kompetitor di dunia musik tersebut tidaklah sedikit. Bahkan terus bermunculan OM baru dengan segala inovasinya. Aris Setyoadji
P Tri Rismaharini
GRAFIS/AZIZ
ria yang akrab dengan panggilan Ali Bonjes ini berkisah, OM miliknya ini dibentuk sekitar tahun 2006. Kala itu dirinya mendapat saran dari temannya untuk membentuk grup musik, karena Ali memang suka dengan musik. “Setelah saya pertimbangkan, kemudian saya kumpulkan temanteman musisi untuk bergabung,” ujar pria 37 tahun ini mengawali
kisahnya. Ibarat anak yang baru lahir, tentu saja usaha pria yang juga bekerja di sebuah perusahaan suku cadang elekronik ini tidak mudah. Namun, karena kerja keras timnya, akhirnya membuahkan hasil dengan banyak order yang masuk dan bisa terus bersama hingga menginjak usia 14 tahun. “Kami selalu berinovasi dalam
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Ali Wardhana alias Ali Bonjes (kiri).
bermusik dan mengikuti perkembang zaman. Prinsip utama kami yakni bagaimana semuanya bisa puas,” lanjut suami Lidya Dewi Shinta ini. Dengan selalu ingin memberikan yang terbaik inilah, sehingga Ali bersama timnya selalu terbuka menerima masukan dari rekanan. Pengalaman-pengalaman sebelumnya juga menjadi guru terbaik bagi mereka. OM Alshinta tidak hanya tampil di Surabaya saja, beberapa kota di Jatim ini sudah pernah disingahi, bahkan hingga di Pulau Dewata Bali. “Kami juga pernah bermain di sebuah daerah di Lamongan dan Madura yang medannya sangat sulit dilalui,” ungkap bapak dua anak ini. Bersambung ke halaman 10
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
KOTA SURABAYA
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 10
Kebacut, Hi-Tech Mall tanpa Wifi Surabaya, Memorandum Sungguh keterlaluan (kebacut). Ternyata gedung Hitech-Mall selama ini tidak menyediakan fasilitas jaringan internet (wifi). Keluhan para pedagang di sana akhirnya dibahas Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (7/1). Sebab, dampak ketiadaan wifi ini sangat menyulitkan pedagang yang berjualan perangkat IT (informasi dan teknologi). Ketua Paguyuban UMKM dan IT Hi-Tech Mall Rudi Abdullah mengatakan, setelah penyerahan gedung Hi-Tech Mall dari PT Sasana Boga ke Pemkot Surabaya pada April 2019, fasilitas wifi sudah tidak ada lagi. Sebab, gedung tersebut harus diserahkan dalam kondisi bersih. Kondisi ini berdampak terhadap usaha para pedagang di sana. Apalagi selama ini, di dalam
gedung pusat perbelanjaan IT ini susah sinyal. Tentu menyulitkan bagi pedagang atau pengunjung untuk mengakses internet. “Pedagang siap untuk memasang sendiri jaringan internet dengan menggunakan wifi id. Soal biaya pemasangan dan tagihan tiap bulan, pedagang siap untuk patungan,” kata Rudi dalam hearing yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pengelo-
ASN Dilarang Like, Komentar, dan Unggah Gambar Bakal Calon Surabaya, Memorandum Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di Jawa Timur, poster dan konten kampanye mulai membanjiri sejumlah media sosial. Peralihan pola kampanye konvensional menuju digital ini memudahkan tim pemenangan peserta pilkada. Namun, khusus bagi aparatur sipil negara FOTO: ISTIMEWA (ASN), kampanye digital Purnomo Satriyo yang semakin ramai ini membuat mereka lebih berhati-hati. Sebab, jika sampai ASN terbukti memberikan like pada konten yang berbau pilkada di luar akun KPU, siap-siap menerima hukuman disiplin. Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur Purnomo Satriyo Pringgodigdo pun mengimbau kepada seluruh ASN di Jawa Timur, khususnya di 19 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020. Pihaknya juga membenarkan jika sudah ada larangan bagi ASN yang memberikan like atau mengomentari hingga menyebarluaskan gambar maupun visi misi calon di media sosial. “Kami mengimbau agar ASN mampu menjaga netralitasnya. Khususnya yang daerahnya sedang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 nanti,” katanya, Selasa (7/1) kemarin. Sebagai Divisi Hukum, Data dan Informasi di Bawaslu Jatim, Purnomo menegaskan bahwa jika jajarannya menemukan ASN yang patut diduga tidak netral akan menginformasikan kepada Komisi ASN (KASN). Ditanya apakah ada hukuman bagi ASN tidak netral, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KASN. “Untuk hukumannya, kami serahkan kepada KASN yang memang berwenang untuk itu,” terangnya. (net/rif)
laan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya MT Ekawati Rahayu. Mendengar keluhan tersebut, Ketua Komisi B Lutfiyah mengatakan, kaget ketika mendengar di Hi-Tech Mall tidak ada wifi. Tentu bertolak belakang dengan kondisi sekarang yang semuanya serba internet. “Masak warung kopi saja ada wifi-nya, malah mal yang jualan IT tidak ada. Kami minta pemkot selaku pengelola HiTech Mall memberikan kemudahan pedagang untuk memasang wifi di sana,” kata dia. Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya MT Ekawati Rahayu mengatakan, bukan bermaksud pihaknya untuk melarang ped-
agang memasang wifi di sana. Namun ini karena Hi-Tech Mall adalah aset pemkot Surabaya sehingga semuanya mengacu kepada aturan yang ada. Apalagi jaringan wifi dan penguat sinyal itu akan menempel di bangunan milik pemkot. “Contohnya penguat sinyal milik operator yang menempel di Balai Kota Surabaya itu ada sewanya. Makanya kami akan membahas masalah ini dengan operator tersebut,” kata dia. Ia menambahkan, selanjutnya juga akan diatur soal titik mana saja yang akan dipasang penguat sinyal. “Kami sudah ke lapangan dan dalam waktu dekat ini akan ada pemasangan wifi di sana,” kata dia. (udi/lis)
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDDIN
Suasana salah satu sudut Hi-Tech Mall yang terlihat sepi pengunjung.
Tentukan Bacawali, Gerindra Surabaya Gelar Rakercabsus Surabaya, Memorandum DPC Partai Gerindra Surabaya sudah menuntaskan penjaringan bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) untuk Pilwali Surabaya 2020. Nama-nama yang mendaftar akan ditentukan lewat rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) yang digelar Sabtu (11/1), dan akan Selanjutnya diajukan ke DPP melalui DPD Jatim. “Setelah verifikasi administrasi, kita akan menggelar rakercabsus yang diikuti 31 PAC dan ranting,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya, AH Thony, Selasa (7/1).
FOTO: MEMORANDUM/DOKUMENTASI
AH Thony
Dalam rakercabsus nanti, lanjut AH Thony, nama-nama pendaftar akan disosialisasikan kepada PAC-PAC dan ranting. Kemudian dilakukan penilaian
tim penjaringan. Nama yang dipilih atau memiliki skor tertinggi akan diajukan ke DPP melalui DPD Jatim. “Ya, kalau bisa nama-nama calon yang diajukan nanti tidak terlalu banyak. Ini agar DPP tidak kesulitan. Sebab siapa yang akan direkomendasi nanti sepenuhnya kewenangan DPP,” tegas dia. Lebih jauh, AH Thony menuturkan, bermodal lima kursi, Partai Gerindra siap berkoalisi dengan parpol manapun pada Pilwali Surabaya 2020. “Di Surabaya ini sangat cair. Kita terbuka berkoalisi dengan parpol manapun,” imbuh dia. Ditanya soal munculnya
Lima Kali Pertemuan, Pemkot Kadali Ichwan “Namun, tiba-tiba di tahun 2002 ada pengaspalan untuk Jalan Tambak Wedi Baru oleh Pemkot Surabaya tanpa ada pemberitahuan kepada pemilik lahan. Karena dulu lahan ini belum dibutuhkan, kita tidak protes,” ungkap Ichwan sambil menunjukkan sertifikat hak milik kepada Memorandum itu. Lanjutnya, sejak tahun 2005 Pemkot Surabaya tidak ada komunikasi ketika pihaknya mulai mendirikan sejumlah bangunan di Bulak Banteng Timur. Ichwan mengaku, merasa kecewa kepada Pemkot Surabaya karena setiap kali pertemuan hanya rapat-rapat saja membahas keabsahan atau kebenaran pemilik SHM tersebut.
“Yang jelas tidak ada etikad baik dari Pemkot Surabaya. Pasalnya, selama pertemuan tidak ada penawaran ganti rugi pemilik lahan. Ironisnya, meski BPN Surabaya sudah mengakui, Pemkot Surabaya masih bersikukuh membantah kebenaran SHM,” terangnya. Ketika ditanya sampai kapan penutupan Jalan penghubung Tambak Wedi Baru dengan Bulak Banteng Timur, Ichwan menyatakan, rencana penutupan jalan dilakukan sampai ada respons dari Pemkot Surabaya. “Kita sudah sepakat, jalan penghubung itu tetap kita tutup sebelum ada jawaban jelas dari Pemkot Surabaya,” pungkasnya. Sementara itu, Kasi Trantib
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Silaturahmi Ciptakan Situasi Kondusif Surabaya, Memorandum Dandim Tipe A 0831 Surabaya Timur Letkol Inf Agus Faridianto melakukan kunjungan kerja ke koramil jajaran. Kali ini perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini mendatangi Koramil Tipe A Gubeng. Dalam kunjungannya Agus disambut Forpimcam Gubeng, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. “Kunjungan kerja ini dalam rangka menjalin silaturahmi dan kedekatan dengan seluruh elemen,” ujar Agus. Dengan adanya kebersamaan, Agus berharap akan dapat mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif. Dandim menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat guna memelihara kemanunggalan TNI-rakyat. “Pertemuan juga bisa dikemas dengan cangkrukan. Sehingga bisa lebih akrab,” lanjut dia. (tyo/lis)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
jalan itu tidak dilakukan kajian dan asal-asalan,” ucapnya. Lurah Kedung Cowek Putut mengatakan, sepanjang Jalan Nambangan terbagi dua wilayah yaitu Kelurahan Kedung Cowek dan Kelurahan Kali Kedinding. Menanggapi keluhan warga, Putut mengaku segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera memperbaiki jalan rusak tersebut. “Kami upayakan secepat-
nya koordinasi dengan dinas terkait mas. Kami imbau warga lebih berhati-hati ketika melintasi di sepanjang Jalan Nambangan, apalagi di malam hari,” ucap Putut. Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya Ganjar Siswo Pranowo menyatakan, sejumlah jalan berlubang di Nambangan itu sebenarnya kewenangan Badan
Kecamatan Kenjeran Hanum mengatakan, kegiatan penutupan jalan penghubung Tambak Wedi Baru dengan Bulak Banteng Timur yang dilakukan pemilik lahan (Ichwan) sebelumnya belum ada pemberitahuan di Kecamatan Kenjeran. Justru informasi penutupan jalan itu didapat dari petugas trantib Kecamatan Kenjeran ketika monitoring wilayah. “Imbauan dari Bu Camat Kenjeran (Heni, red) kita hanya saja monitoring penutupan jalan yang dilakukan pemilik lahan di lokasi. Selebihnya dari tugas itu tidak ada. Hasil di lapangan ini akan kita laporkan pimpinan,” ucap Hanum. Kemarin, pihaknya mener-
Sambungan dari halaman 9 Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). “Karena itu bukan ranah Pemkot Surabaya. Namun kita akan upayakan melakukan tambal sulam saja. Untuk meningkatkan kapasitas Jalan Nambangan sesuai permintaan warga. Ya, kita nunggu saja. Apakah di APBD Pemkot Surabaya 2020 mendatang apakah dianggarkan untuk jalan Nambangan,” pungkas dia. (why/rif)
Pemkot Siapkan Tujuh Posko perahu karet, pelampung, tenda, lengkap. Nanti akan kami infokan lokasi-lokasinya,” jelasnya. Risma juga mengistruksikan kepada jajarannya untuk menyosialisasikan kepada para nelayan agar tidak melaut lebih dahulu sampai kondisi cuaca stabil. “Saya
siapkan gudang makanan yang pasti ada beras di Bulog. Jadi kita bisa bantu selama mereka tidak bekerja,” ujarnya. Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni minta kepada tim reklame pemkot Surabaya, supaya memonitoring dan mengevaluasi seluruh papan
Sambungan dari halaman 9 reklame di Surabaya. “Untuk mengetahui papan reklame yang tidak berijin atau masa berlaku ijinnya sudah habis” jelasnya di sela acara pertemuan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya di gedung baru DPRD Surabaya, Selasa (7/1). (udi/dhi/rif)
Bertahan Karena Inovasi dan Masukan Rekanan Sedangkan nama Alshinta itu sendiri dijelaskan Ali bila diambil dari perempuan yang memberikan dirinya dua anak yakni Zehra Devina Arshinta Wardhana dan Andio Alghozy Wardhana. “Saya yakin nama itu membawa keberuntungan,”
katanya sambil tersenyum. Bahkan karena sering melihat OM milik bapaknya, putri sulung Ali mulai mencoba olah vocal. Bahkan dara yang kini masih duduk di bangku SD kelas 6 ini sudah berani menunjukkan talenta yang miliknya di atas
direkomendasi, itu kewenangan DPP,” tandas dia. Seperti diketahui, sebelumnya Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Supriyanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan figur calon untuk bertarung di Pilwali Surabaya 2020. “Namanya masih rahasia. Dia seorang jenderal,” kata dia. Dia yakin, jika sosok yang diusungnya ini bakal memiliki kans yang cukup besar dalam kontestasi pilkada di Surabaya mendatang. Dia mengaku, telah menjalin komunikasi dengan partai lain terkait dengan sosok yang bakal diusungnya ini. (dhi/rif)
Sambungan dari halaman 9
Jalan Nambangan Berlubang
Dandim Tipe A 0831 Surabaya Timur Letkol Inf Agus Faridianto berbincang dengan Forpimcam Gubeng, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
nama mantan Kapolda Jatim Irjenpol (Purn) Machfud Arifin di bursa bacawali yang akan diusung Partai Gerindra, AH Thony yang juga wakil ketua DPRD Surabaya ini mengungkapkan, tidak ada masalah. Mungkin Pak Machfud mendaftar lewat DPD atau DPP. Sebab untuk pendaftaran bacawali dan bacawawali yang digelar sejak 25 Oktober hingga 15 November 2019 lalu, pendaftaran bisa dilakukan di DPC, DPD, maupun DPP. Ini untuk menunjukkan jika Partai Gerindra terbuka. “Jadi, Pak Machfud kita perlakukan sama dengan calon-calon yang mendaftar. Soal siapa nanti yang
Sambungan dari halaman 9
panggung. “Saya tetap arahkan, dan anak saya yang mulai berlajar olah vocal, dia juga sering mendapat masukan dari para penyanyi yang kami iringi untuk bisa lebih baik,” tambah Ali. Mari bergoyang bersama OM Alshinta. (*/rif)
junkan satu pleton (10 orang) petugas Trantib Kecamatan Kenjeran untuk pengamanan. “Petugas kita bagi dua kelompok yaitu pengalihan arus di sisi timur dan barat supaya tidak terjadi penumpukan kendaraan dan mengganggu lalulintas,” katanya. Pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya juga mengajak mediasi pemilik lahan bersama kerabatnya. Sayangnya, mediasi yang berlangsung sekitar satu jam juga tidak membuahkan hasil. Kabagop Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Yulianto minta kepada Ichwan selaku
Pengawasan Teledor... saya minta kepada dinas sosial untuk memperketat pengawasan agar permakanan yang sampai ke masyarakat itu sesuai dengan yang dianggarkan pemkot,” ungkap Tjutjuk Supariono. Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Surabaya Eni Yuliati mengatakan makanan yang diberikan kepada warga yang berhak sudah memenuhi kualitas gizi karena melibatkan ahli gizi. Bahkan menu makanan tersebut sudah disusun 10 hari ke depan dan menunya sama se-Surabaya. “Jadi menunya itu ada nasi, sayur, lauk pauk, dan air mineral. Menu diberikan tidak hanya kepada lansia namun juga kepada penyandang cacat dan anak yatim. Satu porsi makanan itu dinilai Rp 11 ribu,” beber Eni Yuliati. Ia menambahkan dinsos sendiri memiliki alat monitoring di lapangan yaitu satgas permakanan dengan jumlah 40 orang. Setiap hari, satgas mengunjungi penerima manfaat permakanan yaitu 15 lansia, 5 penyandang cacat, dan 5 anak yatim. Jadi ada 25 orang yang dikunjung satgas setiap hari. Di situ ada temuan satgas. Saat ada temuan, pihaknya akan bersurat kepada lurah, ketua masing pelaksana program untuk hadir di dinsos. Bahkan penyedia makanan dan pen-
pemilik lahan supaya lebih mementingkan kepentingan umum. Karena, dari laporan yang didapat, banyak sekali warga atau pengendara motor mengeluh jika jalan penghubung itu ditutup total. “Pada intinya, kami dengan hormat minta kepada Ichwan supaya memberikan kelonggaran jarak atau dibuka secukupnya untuk pejalan kaki dan pengendara roda dua untuk melintas dari Jalan Tambak Wedi Baru menuju Bulak Banteng Timur,” terang Kompol Yulianto ketika melakukan mediasi tersebut. (why/rif)
Sambungan dari halaman 9 girim makanan juga dipanggil. “Kalau makanan itu tidak layak diberikan, kami akan memberikan sanksi kepada mereka jika benar-benar ditemukan. Bahkan tak menutup kemungkinan mengganti penyedia makanan. Saya akui memang ada temuan seperti itu, tapi tak banyak. Jadi sifatnya kasuistik,” bebernya. Sementara itu terkait pemindahan anggaran dari dinas sosial ke kelurahan, sudah dilaksanakan pada 1 Januari 2020 sebagaimana yang diatur dalam Perwali 60/2019. Pemindahan itu sebatas anggaran, sedangkan untuk penyedia makanan dan pengirimnya tetap yang dulu. “Tidak boleh diganti karena akan membuat ramai. Sebab, sifatnya adalah pemberdayaan masyarakat. Kecuali yang bersangkutan mengundurkan diri sendiri,” ungkap dia. Satu kelurahan nanti ada penyedia makanan untuk lansia adalah 1 katering, untuk penyandangn cacat satu catering, anak yatim itu kateringnya tergantung panti. “Kalau ada dua panti maka ada dua penyedia makanan,” urai dia. Berdasarkan data dinas sosial yang menerima manfatan permakanan itu ada 18.131 lansia, 6.336 penyandang cacat, dan 5.444 anak yatim. Sedangkan anggarannya sekitar Rp 140 miliar. (udi/rif)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Pelaksana Online: Agus Supriyadi. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kontributor Blitar: Prawoto Sadewo, Kontributor Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
MADURA
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 11
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Sumenep, Memorandum Ratusan warga kepulauan telantar sejak jadwal pelayaran dari Pelabuhan Kalianget ke beberapa wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep ditunda akibat cuaca buruk tiga hari terakhir. Kondisi itu yang memicu keprihatinan Wakil Bupati Achmad Fauzi dengan menyambangi mereka, Selasa (7/1). Dari data manifes Syahbandar Pelabuhan Kalianget, warga yang telantar berasal dari Pulau Masalembu, Kangean, dan Sapeken. Sejak jadwal kapal ditunda, mereka menginap di penampungan sementara yang disediakan Pelindo III Kalianget. “Saya tiga hari di Kalianget sejak hari Minggu. Tujuannya ke Kangean. Tidak ada penjelasan dari syahbandar kapan kapal berangkat. Kalau bantuan ada dari dinsos dan Wabup Fauzi berupa makanan dan minuman. Kami juga mengharap bantuan alas tikar dan kipas angin untuk tempat istirahat,” harap Sahnawi, warga Kepulauan Kangean.
Penumpang asal Desa Bilis-bilis, Kecamatan Arjasa itu berharap ke depan ada fasilitas yang lebih lengkap di pelabuhan ketika ada penundaan pemberangkatan kapal. “Kami juga mengharapkan ada kapal tahan ombak atau kapal yang lebih besar agar bisa tetap berangkat meski cuaca buruk. Fasilitas di kapal juga harus diperbaiki agar selama perjalanan yang cukup lama penumpang merasa nyaman,” harap dia. Petugas lalu lintas angkutan laut dan usaha kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Edi Sucipto mengatakan, alur pelayaran Kalianget ke kepu-
lauan se-Kabupaten Sumenep terutama Kalianget-Kangean, Sapeken, dan Masalembu tertunda pelayarannya sampai 9 Januari. Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Tanjung Perak mulai tanggal 7 Januari ada penurunan ketinggian gelombang dari 2,75 menjadi 2,25 meter. Sehingga Edi menyampaikan, kapal DBS III akan diberangkatkan dari Kalianget ke Kangean terus ke Sapeken pada 8 Januari. “Akan berangkat satu kapal besok (hari ini, red). Prakiraan pemberangkatan sekitar pukul 6 sore. Apabila ada perubahan jadwal pemberangkatan kami akan informasikan kepada agen,” tutur dia. Wakil Bupati Achmad Fauzi mengatakan, langkah pemerintah seperti biasa merespons penundaan keberangkatan kapal. Karena menurut dia, hal itu biasa terjadi saat cuaca buruk. Pada saat ada penundaan p e m b e ra n g k a t a n , w a b u p
menunggu surat dari KSOP untuk menyalurkan bantuan dari Pemkab Sumenep. “Pada saat surat masuk, secara otomatis kami salurkan bantuan. Karena kami sudah menganggarkan. Ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Hari ini kami memberikan bantuan makanan dan minuman untuk penumpang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo III yang memberikan tempat istirahat,” terang wabup. Wabup Fauzi berharap pihak pelabuhan menyerap aspirasi warga kepulauan. Karena kejadian itu selalu terjadi, maka menurut wabup butuh rumah singgah di pelabuhan sehingga masyarakat merasa nyaman sambil menunggu waktu pemberangkatan kapal. “Sementara, bantuan pribadi telah saya salurkan berupa makanan. Dari dinas kesehatan juga akan standby di pelabuhan,” tandas Wabup Fauzi. (aan/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR
Cuaca Buruk, Ratusan Warga Kepulauan Telantar di Pelabuhan
Wabup Achmad Fauzi berbincang dengan warga kepulauan yang telantar di pelabuhan.
Sumenep, Memorandum Uang rekanan belum terbayar memicu Forum Jasa Konstruksi (Forjasi) mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Tujuannya untuk beraudiensi mencari solusi terkait Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) agar segera dicairkan. Ketua Forjasi Khairul Anwar mengatakan, hasil audiensi dengan pemkab yang diwakili sekretaris daerah (sekda) terkait SP2D menghasilkan janji pencairan melalui PAK (perubahan anggaran keuangan)-APBD. Tidak cairnya SP2D menurutnya, berdampak sistemik karena menyangkut nasib ratusan rekanan. Soal besar anggaran belum dicairkan dirinya tidak bisa menyebutkan secara pasti, namun jumlahnya sangat besar. “Puluhan miliar uang yang belum cair. Kalau misalkan cair bisa menggerakkan perekonomian masyarakat,” sebutnya, Selasa (7/1). Diperkirakan ada sekitar Rp 50 miliar uang yang belum dicairkan pemkab. Dia berharap uang itu segera dicairkan seperti yang dijanjikannya yakni Februari tahun ini. Situasi ini bahkan sudah menjadi perhatian legislatif. “Soalnya ini menyangkut
iklim usaha di Sumenep. Ini bukan nasib satu dua orang melainkan nasib ratusan orang dan perusahaan serta pekerjanya,” keluhnya. Sekda Kabupaten Sumenep Edi Rasyiadi usai audiensi menjelaskan, permasalahan ini bukan semata berasal dari pemerintah. Karena itu, dia menganggap telatnya SP2D menjadi permasalahan bersama. Ke depan, Forjasi diminta selalu berkoordinasi dan tidak hanya berkoordinasi saat ada permasalahan.“Keterlambatan terjadi rata-rata pengajuan dari OPD dan kontraktor itu dilakukan per 30-31 Desember itu penyebabnya,” bebernya. Selanjutnya, agar tidak terulang pengajuan terakhir pada Oktober harus sudah selesai. Untuk menyelesaikan SP2D direncanakan Senin pekan depan akan dilakukan pengajuan melalui mendahului APBD tentu atas persetujuan anggota DPRD setempat. “Kita akan berkoordinasi dengan wakil rakyat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait regulasi mendahului anggaran tersebut,” katanya Edi Rasyiadi mengaku belum mengetahui nominal yang belum terbayar namun pihaknya telah meminta data terkait anggaran tersebut.(uri/epe)
Audiensi Forjasi dengan Pemkab Sumenep.
FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK
Forjasi Tuntut Pemkab Segera Keluarkan SP2D
Anggota keluarga Serda Ali Sahbana berunjuk rasa di sela proses rekonstruksi.
Serda Ali Sahbana memeragakan beberapa adegan rekonstruksi di rumah Sunarto dikawal polisi militer.
Penusukan Polisi oleh Anggota TNI di Pongkoran Direka Ulang Diwarnai Unjuk Rasa Keluarga Ali Sahbana Pamekasan, Memorandum Reka ulang penusukan anggota TNI Kodim 0826 Pamekasan, Serda Ali Sahbana terhadap Bripka Imam Sutrisno, anggota Polres Pamekasan di Jalan Sersan Mesrul Gang 2, Kelurahan Gladakanyar, Kecamatan Kota, diwarnai dengan unjuk rasa, Selasa (7/1). Belasan pria dan wanita keluarga Ali Sahbana membawa poster dari kertas yang berisi nada protes atas kasus itu. Se-
bagian besar tentang tuntutan untuk mengusut penyebab kejadian dan menuntut hukum yang adil atas peristiwa yang akhirnya merenggut nyawa Bripka Imam Sutrisno tersebut. Seperti yang disuarakan Ningsih. Dia berteriak dari sisi timur lokasi rekonstruksi untuk meminta keadilan dan menganggap korban juga harus diadili karena merusak rumah tangga orang lain serta mencoreng institusi TNI. “Usut
juga Imam Sutrisno. Dia perusak rumah tangga orang. Dia juga merusak nama baik TNI,” serunya. Hingga tadi malam, beberapa awak media yang menunggu konfirmasi dari pihak polisi militer tak kunjung mendapat keterangan. Namun berdasarkan reka ulang yang terbuka di lokasi kejadian, Ali Sahbana melakukan 18 adegan. Usai peragakan itu, tersangka lantas menuju keluarga
dan sempat memeluk adiknya. “Yang kuat ya, jangan sampai dendam,” kata Ali Sahbana sebelum naik mobil polisi militer menuju Makodim Pamekasan untuk diproses di Denpom Surabaya. Sebagaimana diketahui, Pamekasan digemparkan penusukan yang melibatkan anggota Polres Pamekasan dengan anggota Koramil Palengaan Pamekasan, 10 Desember 2019 sekitar pukul 10.30.(sjk/epe)
BupaƟ R Abdul LaƟf Amin Imron: Ingatkan Warga
Bangkalan, Memorandum Bupati R Abdul Latif Amin Imron mengingatkan seluruh warga yang tersebar di 281 desa dan kelurahan di 18 kecamatan, agar mulai awas dan waspada terjadinya bencana alam. Peringatan ini menyusul keluarnya kajian dari BMKG (badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika), jika seluruh Jatim, termasuk Kabupaten Bangkalan ditetapkan dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Dalam konteks ini, rentetan bencana alam seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, hujan lebat disertai petir, dan kekeringan, rentan terjadi di Kabupaten Bangkalan. “Menyikapi itu, saya minta seluruh warga agar awas dan waspada,” kata Ra Latif, Selasa (7/1). BMKG menyebut potensi rentan bencana itu sejak 2 Desember 2019 hingga 150 hari ke depan. Puting beliung menjadi bencana awal yang menerjang Bangkalan pada akhir 2019. Seperti di Desa Banangkah dan Langkap di Kecamatan Burneh, sejumlah desa di Kecamatan Galis, Blega dan Kecamatan
Bangkalan Kota. Bencana itu menelan satu korban jiwa yang tertimpa reruntuhan atap rumah. “Potensi bencana lain terjadi sangat besar. Di sini, pemerintah harus hadir paling awal di tengah-tengah masyarakat terdampak musibah. Targetnya agar bisa menanggulangi keadaan secara lugas pasca terjadinya bencana,” tandas Ra Latif. Untuk itu, beberapa OPD terkait di bawah koordinasi BPBD, seperti satpol PP, dinas sosial, PRKP, PUPR, DLH, dinkes, dan tim damkar harus siaga penuh. Namun Ra Latif menegaskan, penanggulangan bencana harus dilakukan secara pentahelix. Yakni secara terpadu dengan melibatkan praktisi dunia usaha, relawan dari unsur masyarakat, kalangan akademisi, dan komunitas insan pers. “Pemahaman seperti itu patut saya ingatkan kepada semua pihak. Sebab tanggung jawab penanggulangan bencana alam, jika sewaktu-waktu terjadi, tidak hanya menjadi beban tugas pemerintah. Melainkan menjadi
Bupati R Abdul Latif Amin Imron
Kepala BPBD Rizal Morris
tanggung jawab bersama semua pihak,” tegasnya. Kepala BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) setempat, Rizal Morris menjelaskan, ancaman bencana alam hidrometeorologi merupakan agenda tahunan ketika musim hujan mencapai puncaknya. Menurut Rizal, di Kabupaten Bangkalan ada beberapa kecamatan rawan banjir. Di antaranya Blega, Sepulu, Tanjung Bumi, Arosbaya, Socah, dan Kecamatan Bangkalan Kota. Itu terjadi, karena selain disekat
oleh aliran sungai cukup besar, beberapa kecamatan itu, secara geografis posisinya berada di bawah perbukitan. Sedangkan kawasan rawan lonsor, juga tersebar. Umumnya di sekitar areal penambangan bukit kapur. Diantaranya, ada di sekitar penambangan Bukit Buduran, Bukit Gigir, Bukit Pendabah, Bukit Kampek, Bukit Jaddih, Bukit Morombuh, Bukit Kampak, dan Bukit Geger. “Beberapa areal penambangan bukit kapur yang tersebar di Kecamatan Konang, Kokop,
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
Bangkalan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi
Bukit Buduran di Kecamatan Arosbaya, salah satu kawasan yang rawan longsor.
Modung, Blega, Sepulu dan Kecamatan Tanah Merah, juga cukup rentan bagi kemungkinan terjadinya bencana longsor. Jadi patut diwapadai juga,” ungkap Rizal. Beberapa korban meninggal sempat terjadi pada musibah tanah longsor sebelumnya.
Karenanya, Rizal mengingatkan agar penambang bukit kapur tidak melakukan aktivitas penambangan ketika hujan terjadi. Sifat batu kapur yang labil mudah mengalami patahan alias longsor jika diguyur air. “Itu sebabnya, sebagai mana diingatkan Bapak Bupati, saya
mengimbau seluruh warga, utamanya di kawasan rawan bencana, agar selalu awas dan waspada mencermati situasi. Sebab potensi bencana alam hidrometeorogi masih mengintai untuk beberapa bulan ke depan,” pungkas Rizal Morris. (ras/epe)
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
PASURUAN
RABU PON 8 JANUARI 2020 HALAMAN 12
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Maksimalkan Peran Kades, Camat Gondang Wetan Berikan Motivasi
Aliran Sungai Dinormalisasi Secara Manual Pasuruan, Memorandum Upaya Pemerintah Kota Pasuruan mengantisipasi luapan air di daerah aliran sungai (DAS) terus dilakukan. Apalagi, saat ini memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi. Beberapa bulan terakhir normalisasi tiga DAS di wilayah Kota Pasuruan mulai dilakukan secara manual.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/ION
Pasuruan, Memorandum Musyawarah Pimpinan Kecamatan Gondang Wetan dalam hal ini Camat Gondang Wetan Rachmat Syarifuddin SSos terus mendorong dan berupaya memberikan motivasi kepada seluruh kepala desa se-Kecamatan Gondang Wetan untuk memaksimalkan peranannya. Lembaga-lembaga yang ada di desa seperti karang baik yang sudah a t a r u n a , BU Md e s, ada aupun yang bent maupun akan di bentuk merintah oleh pemerintahan tahun Desa di ini. 2 0 2 0
Suasana pembersihan Sungai Gembong.
Camat Gondang Wetan Rachmat Syarifuddin
“Kami berharap pemerintahan desa mampu memaksimalkan peranan lembaga yang ada di desa untuk bersama-sama membangun desa. Tentunya dengan potensi-potensi yang ada cukup berbeda-beda. Dengan harapan mampu menciptakan inovasi dalam bidang pelayanan, peningkatan, perekonomian, wisata , sumber daya manusia dan mengeksplor sumber daya alam yang ada di desa,” jelas Syarifuddin. Dia menambahkan bahwa dengan demikian mampu menciptakan daya saing. Tentunya diharapkan selaras dan bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Pasuruan. “Semoga dengan adanya dorongan seperti ini, warga Gondang Wetan bisa memaksimalkan perannya dalam hal apapun.” tutup Syarifuddin.(ion/sr)
Antara lain DAS Petung, DAS Welang, dan DAS Gembong. Puluhan petugas lapangan dikerahkan Pemkot Pasuruan untuk menormalisasi aliran sungai tersebut. Sebab, tiga DAS itu diyakini telah mengalami sedimentasi atau pendangkalan. Sehingga, diperlukan normalisasi untuk memastikan aliran sungai bisa berfungsi normal. “Normalisasi masih dilakukan secara manual dan ini rutin kami lakukan, untuk menjaga sungai agar berfungsi relatif normal,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan M Agus Fadjar. Seperti yang terlihat di sepanjang Sungai Gembong, sejumlah petugas mengenakan rompi oranye turun ke dasar sungai. Sebagian dari mereka membawa peralatan seperti cangkul dan sekrop. Petugas lainnya mengangkut sampah-
sampah yang memenuhi sungai. “Selain pengerukan juga dilakukan pembersihan sampah-sampah, atau ranting pohon yang bisa menghambat aliran air ke muara,” tambah Agus. Agus menuturkan, pihaknya telah mengerahkan puluhan petugas untuk menormalisasi tiga DAS itu. Jumlahnya, 51 orang. Normalisasi juga telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Meski sebenarnya, ketiga DAS itu berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur, tetapi, kata Agus, Pemkot Pasuruan hanya menangani normalisasi yang bersifat minor. Sedangkan jika ada normalisasi mayor tetap dilakukan oleh Pemprov. “Untuk penanganan minor dan sifatnya sementara dilakukan Pemkot. Jadi, normalisasi dilakukan dengan alatalat manual,” beber Agus.(rul/sr)
Kapolres Berikan Bantuan Material kepada Warga Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan Kota meninjau dan memberikan bantuan kepada warga korban bencana, karena atap rumahnya roboh akibat curah hujan dan angin kencang di Desa Selotambak, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/1). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH didampingi PJU Polres Pasuruan Kota, Kapolsek Kraton AKP Teguh Taviyarno, Danramil Kraton Kapten Ahmad
Safi’i, Kepala Desa Selotambak H Mauludin. Kapolres mengatakan bahwa pemberian bantuan perbaikan rumah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian. Dan perhatian Polri kepada masyarakat yang sedang terkena musibah. “Rumah mereka rusak dan roboh terkena bencana. Untuk meringankan beban biaya pembangunan kembali rumahnya, kami memberikan bantuan yang sifatnya hanya membantu biaya untuk memperbaiki,” ujar Dony
saat memberikan bantuan. Akibat curah hujan dan angin yang lama atap rumah Yusuf, warga Desa Selotambak, RT 02/ RW 04, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, runtuh. Dony melanjutkan, kedatangan Polri di tengah bencana ini merupakan kepeduliannya terhadap masyarakat. “Saat ini proses evakuasi serta pembersihan atap rumah milik warga masih berlangsung. Kami dibantu warga sekitar dan bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Selotambak,” jelas Dony. (rul/sr)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Desa Maslahat
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander memberikan bantuan kepada warga yang atap rumahnya runtuh.
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Wali Kota Prihatinkan Pasar Gotong Royong yang Kumuh Probolinggo, Memorandum Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin prihatin dengan kondisi kebersihan Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo, saat mendapati lantai dua yang diisi beberapa pedagang sayuran,
Selasa (7/1). Kondisi pasar kurang layak karena banyak atap rusak sehingga becek kena guyur air hujan. Melihat kondisi itu, wali kota merogoh kocek kemudian menyerahkan sejumlah uang untuk membenahi atap
yang bocor. Bahkan, kondisi di lantai satu nampak lebih banyak bedak di area dalam yang kosong. Parahnya, beberapa bedak sudah berubah jadi tempat tinggal. Terlihat sejumlah orang tidur di lantai. Terlebih lagi dalam laporan D.I 304 yang diterima KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG / Wali Kota Hadi BADAN PERTANAHAN NASIONAL Zainal Abidin bahwa lokasi KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SITUBONDO itu dipakai unJl. PB. Sudirman No. 22A, Telp. (0388) 671597 - 674880, Situbondo 68312 tuk tempat mabuk-mabukan. PENGUMUMAN Seketika itu juga (Tentang Sertifikat Hilang) semua petugas No : 37/300.2/35.12/XII/2019 pasar dipanggil termasuk Kepala Untuk mendapatkan sertifikat baru sebagai pengganti sertifikat yang hilang, berdasarkan ketentuan Pasal 59 ayat ( 2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa: UPT Pasar yang terkejut dengan Letak Tanah Hak Atas Tanah kedatangannTanggal a. Jalan Keterangan Nama/Alamat Pemohon Jenis NIB Terdaftar Atas Nama No ya. “Saya minta Pembukuan b. Desa dan Nomor Hak fungsi pasar c. Kecamatan dikembalikan, 1 2 3 4 5 6 7 8 kenyamanan di* Laporan kehilangan Nopol : CHALID HASSAN 23-10-2001 a. Hak Guna 12.28.02.09.00748 1 DRA. LATIFAH BASWEDAN jaga. Paham ya? SKTLK/4995/XII/TUK.7.2.1/2019/Jatim/Polres Situbondo b. Besuki Bangunan 532 / Perum Puri Teratai C-16 Rt 03 Rw 08 Apalagi sampai * Surat Pernyataaan di bawah sumpah dihadapan Kepala Seksi c. Besuki Besuki Desa/Kel. Sidokerto Kecamatan Buduran ada tempat maHubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Situbondo Kabupaten Sidoarjo buk-mabukkan. tanggal 19-12-2019. Pasar jangan di* Laporan kehilangan Nopol : Hak Milik 12.28.08.10.00184 ASRIANI alias Bok RIDEWI 16-05-2005 a. 2 ASRIANI gunakan hal-hal SKTLK/5044/XII/TUK.7.2.1/2019/Jatim/Polres Situbondo b. Curahjeru Rt 03 Rw 11 Desa Curahjeru Kecamatan 929/Curahjeru lain. Yang tidak * Surat Pernyataaan di bawah sumpah dihadapan Kepala Seksi c. Panji Panji Kabupaten Situbondo sesuai fungsi Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Situbondo pasar harus dirutanggal 19-12-2019 bah,” tegas Hadi * Laporan kehilangan Nopol : Hak Milik RADEN MOKHDAR IMAM 16-10-1990 a. 3 MOKHDAR IMAM Zainal Abidin. SKTLK/4375/XI/2019/Jatim/Polres Situbondo b. Besuki Jl. G. Ringgit 21 Rt 03 Rw 02 Desa Besuki 635/Besuki Meski de* Surat Pernyataaan di bawah sumpah dihadapan Kepala Seksi c. Besuki Kecamatan Besuki mikian, lanjut Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Situbondo Ha d i Z a i n a l tanggal 23-12-2019 Abidin, jika per* Laporan kehilangan Nopol : 13-01-2004 a. Hak Wakaf 12.28.05.02.00086 1. H. ALI SHIDDIQI (Ketua) 4 ANIS MUQODDAS SAWARI ekonomian lanKH/480/XII/YAN.2.4/2018/POLSEK b. Kendit 2 / Kendit 2. ZAINULLAH (Sekretaris (Selaku Nadzir) car, kata Habib * Surat Pernyataaan di bawah sumpah dihadapan Kepala Seksi c. Kendit 3. H. ANIS MUQODDAS (Bendahara) Kp. Krajan Sel RT 03 RW 01 Desa Hadi, maka Hubungan Hukum Kantor Pertanahan Kabupaten Situbondo KenditKecamatan Kendit perekonomian tanggal 31-12-2019. yang baik akan berdampak Situbondo, 31 Desember 2019 Dalam / waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pengumuman ini, bagi para pihak yang merasa berkeberatan dapat mengajukan pada pedagang. keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat. KEPALA KANTOR PERTANAHAN Ia pun meminta Jika setelah 30 (tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertifikat tersebut diatas maka masukan kebusertifikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertifikat yang hilang tidak berlaku lagi. tuhan pasar agar ttd bisa diajukan pada Perubahan APBD 2020 menAGUS SALIM, S.H., M.H. datang. (mhd/sr) NIP. 19680817 199403 1 003
Sukses Geluti Bisnis Eco Racing Peraih 5 Motor, 4 Mobilio, 1 Pajero, Luxuri, dan Rumah Rp 1 M Lumajang, Memorandum Hanya butuh waktu 9 bulan, wanita yang akrab disapa Bunda Endah (50), istri dari AKP Bambang Supeno, Kapolsek Jatiroto, yang juga merupakan anggota Bhayangkari Polres Lumajang, ini sukses mendapat 1 unit Toyota Fortuner, 2 unit Honda Mobilio dan haji Plus bersama keluarga. Ternyata, sukses yang dialami perempuan berparas cantik ini diperoleh setelah dia menggeluti bisnis Eco Racing. Sebuah bisnis yang mengusung gerakan Indonesia bebas polusi dan riba. Seiring dengan bergesernya waktu, kesuksesan yang diraih oleh Bunda Endah cukup signifikan. Di akhir tahun 2019, bonus yang diraih oleh anggota Bhayangkari Polres Lumajang terus bertambah yaitu, meraih 5 unit motor cash, 4 unit Mobilio cash, 1 unit mobil Pajero cash, Luxuri, serta rumah senilai Rp 1 Milyar. Bunda Endah juga dijuluki Bhayangkari ajaib yang sukses menjadi leader nasional. Sebagai salah satu orang yang sukses dalam menggeluti bisnis ini, Ibu Endah mengatakan, semangat,
Bunda Endah bersama suaminya, AKP Bambang Supeno.
kerja keras dan tekun serta optimis merupakan modal utama untuk sukses dalam menggeluti bisnis Eco Racing. “Bisnis ini tidak hanya memberikan janji namun kepastian,” ujar istri Kapolsek Jatiroto ini. Jika anda berminat dan ingin
Satu unit Pajero yang diterima Bunda Endah.
tahu bagaiamana caranya menjadi orang sukses dan mau tahu seperti apa bisnisnya? silakan datang dalam seminar bisnis dahsyat Eco Racing. “Go Berkah No Riba” yang akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut di tempat atau kota yang berbeda. Probolinggo Bersinergi diselenggarakan pada Jumat tanggal 10 Januari 2020 bertempat di Joglo Café Boston depan Hotel Ratna Jalan Raya Panglima Sudirman, Probolinggo, dimulai pukul 13.00 hingga selesai. Bangil Bersinergi, diselenggarakan pada Sabtu 11 Januari 2010 bertempat di Jalan Raya Latek Bangil, tepatnya di sebelah timur SPBU Bangil. Adapun acara akan dimulai pada pukul 13.00- hingga selesai. Ba n y u w a n g i B e r s i n e r g i , diselengarakan pada Minggu 12 Januari 2020 bertempat Jalan Raya Adi Sucipto 27 tepatnya Utara Kantor Pajak Banyuwangi. Acara akan dimulai pada pukul 13.00 hingga selesai. HTM : Rp. 30.000,-Narasumber Bunda Endah. Pastikan anda hadir bersama keluarga maupun rekan anda dengan terlebih dahulu menghubungi Bunda Endah di nomor HP 085334952000. Atau putranya Boby Nomor HP.08125964494. (Adv/tri/sr)
Bunda Endah menerima Pajero bersama tiga teman.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
OLAHRAGA
RABU PON 8 JANUARI 2020 HALAMAN 13
Komposisi Tim Madura United Hampir Rampung Pamekasan, Memorandum Madura United telah mengontrak 26 pemain yang disiapkan menghadapi kompetisi Liga 1 musim depan. Komposisi yang disiapkan pelatih baru Rahmad Darmawan tersebut hampir rampung.
Patrich Wanggai
Persebaya Tambah 2 Pemain Baru Surabaya, Memorandum Setelah sebelumnya mengumumkan 3 pemain baru, Tim Persebaya resmi mendatangkan tambahan lagi 2 pemain baru, Patrich Wanggai dan pemain asing Mahmoud Eid, Selasa (7/1). Hal itu disampaikan pelatih tim Persebaya Aji Santoso. Menurut Aji, Patrich Wanggai diharapkan menambah opsi di lini depan tim berjuluk Bajul Ijo. Mantan pemain Persib Bandung dan Persipura Jayapura ini mengemas 27 penampilan dan 7 gol bersama Kalteng Putra musim lalu. Aji menjelaskan, Patrich akan menjadi pendamping yang pas buat Da Silva. Menurut dia, dengan jadwal yang padat, Da Silva perlu pelapis seorang striker yang tajam. ”Kita akan bermain di empat kompetisi, tentu saja sangat riskan kalau hanya David seorang di posisi striker,” kata Aji. ”Patrich saya plot untuk menjadi opsi di posisi striker,” lanjutnya. Mendapat kesempatan berkostum Persebaya, Patrich tak dapat menutupi rasa senangnya. Sebelumnya ia pernah memperkuat tim asal Kota Pahlawan ini. Berstatus sebagai pemain pinjaman untuk laga melawan QPR di tahun 2012 silam, hampir 8 tahun berselang. ”Bisa bergabung dengan Persebaya yang jelas saya senang. Tim ini serius. Pokoknya luar biasa. Saya senang bisa kembali,” ujar Patrich setelah menandatangani kontrak di kantor marketing Persebaya, kemarin. Menyambut kompetisi 2020, Patrich mengaku tidak mengusung target pribadi. Musim lalu, pemain berusia 31 tahun ini mencetak tujuh gol dan tiga assist dari 27 pertandingan bersama Kalteng Putra. ”Secara pribadi, saya tidak target khusus bersama Persebaya. Saya pikir pertama dulu tim. Yang terpenting tim menang. Mudah-mudahan kehadiran saya bisa memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” tegas Patrich. Selain Wanggai, Mahmoud Khair Mohammed Dhadha atau Maohmoud Edi tersebut sudah diperkenalkan kepada Bonek –pendukung Persebaya—dalam latihan perdana, Senin (6/1). Dia adalah pemain kelahiran Swedia 26 tahun yang lalu. Dia yang bermain sebagai penyerang merupakan pemain jebolan Liga Swedia, dimana Kalmar FF menjadi tim terakhirnya sebelum bergabung dengan Bajul Ijo. (sr)
Pelatih Madura United FC Rahmad Darmawan memastikan komposisi timnya bakal segera rampung khususnya menjelang persiapan latihan perdana yang dijadwalkan digelar Jumat (10/1) mendatang. Sebab komposisi tim berjuluk Laskar Sape Kerrab hanya menyisakan beberapa pemain saja. Termasuk satu legiun asing asal Brasil, yang diprediksi bakal mengisi satu slot kosong untuk pemain asing katagori non-Asia. Apalagi saat ini, tiga slot untuk pemain asing dari dua katagori berbeda sudah dipastikan terisi. Masing-masing Brian Ferreira (Irak/Asing Asia), Emmanuel Oti Essigba (Ghana/Asing Non-Asia) serta Zah Rahan Krangar (Liberia/Asing Non Asia). “Hingga detik ini, sudah ada sekitar 90 persen komunikasi dengan pemain sudah tuntas. Termasuk komunikasi dengan sejumlah pemain lawas seperti (Syahrian) Abimanyu, Zulfiandi dan lainnya,” kata Rahmad Darmawan, Selasa (7/1).
Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan jika saat ini tinggal menunggu satu legiun asing untuk melengkapi komposisi tim yang akan berlaga pada kompetisi musim ini. “Jadi saat ini kita menunggu satu pemain asing dari Brasil, tinggal menunggu kedatangannya ke Indonesia,” ungkapnya seperti dikutip laman maduraunited FC.com. Saat ini tercatat sebanyak 26 nama yang tercatat dalam skuad Madura United musim 2020. Jumlah tersebut terdiri dari sebanyak empat pemain di posisi kiper, tujuh bek, tujuh gelandang serta delapan penyerang. Pada musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2020 ini, Madura United tetap akan mengajukan dua stadion sebagai kandang klub sepak bola berjuluk Laskar Sape Kerrap itu, yakni Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan di Pamekasan dan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) di Bangkalan. Berikut Skuad Sementara Madura
Pemain Madura United berlatih game pada kompetisi musim lalu.
United Musim 2020: Penjaga Gawang: M Fawaid, M Ridwan, Muhammad Ridho Djazulie, Satria Tama Hardianto. Bek: Andik Rendika Rama, Brian Ferreira (Irak), Dodi Alex van Djin, Fachruddin W Aryanto, Fandri Imbiri, Marckho Sandy Meraudje, Haris Tuharea. Gelandang: Asep Berlian, David
Laly, Guntur Ariyadi, Slamet Nurcahyo, Syahrian Abimanyu, Zah Rahan Krangar (Liberia), Zulfiandi. Penyerang: Alberto Goncalves, Emmanuel Oti (Ghana), Greg Nwokolo, Gufroni Al-Ma’ruf, Moh Kevy Syahertian, Risna Prahala, Rivaldi Bawwuoh, Samuel Christianson Simanjuntak. (sr)
Perbakin Jatim Ditarget 12 Emas PON Papua Surabaya, Memorandum Pengprov Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Jatim siap menyumbangkan 12 emas yang ditargetkan KONI Jatim dalam ajang PON 2020 di Papua mendatang. Kesiapan Perbakin ini dikatakan langsung Ketua Umum Perbakin Jatim, Istu Hari Subagio di lapangan tembak Kodam V/Brawijaya. Menurut Istu, target 12 emas diarena PON mendatang merupakan target baru yang ditetapkan KONI Jatim. Sebab sebelumnya KONI hanya menargetkan 6 emas. “Sebenarnya target awal 6 tapi kita siap memberikan 8. Namun karena banyak cabor lumbung emas Jatim yang tidak ada dalam PON mendatang, maka pihaknya diminta untuk menambah menjadi 12. Kita siap insyaallah nanti lebuh dari itu,” ujarnya. Kata Istu, pihaknya saat ini telah melakukan pemusatan la-
tihan daerah untuk 23 atlet tembak yang akan berlaga di PON mendatang. Mereka akan terus diasah dengan pelatih yang ada untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Jatim. “Kita tidak main-main dengan target yang ada. Kita akan serius dan akan mewujudkan target yang sudah ditetapkan,” jelasnya seperti
dikutip kominfojatimprov.. Ketua Komisi A DPRD Jatim ini juga mengatakan optimisme Perbakin Jatim untuk bisa memenuhi target yang ditetapkan bukan sekedar wacana saja. Hal ini dikarenakan Perbakin Jatim atlet yang dimiliki sebanyak 6 atet ikut mewakili Indonesia di arena Sea Games kemarin.
“Dari 6 atlet kita yang ikut di even internasional itu, atlet kita bisa memberikan sumbangan 3 emas. Sehingga kita cukup
optimistis kita bisa memberikan yang terbaik untuk Jatim di arena PON mendatang,” pungkas politisi Partai Golkar ini.(sr)
RALAT PENGUMUMAN LELANG Sehubungan dengan pengumuman kedua lelang eksekusi hak tanggungan yg terbit di harian Memorandum pada tanggal 07 Januari 2020 terdapat kesalahan sebagai berikut : Tertulis : 1.
Sugi Surya Mulianton
Sebidang Tanah & Bangunan rumah, terletak di Kel. Semolowaru, Kec.Sukolilo, Kota. Surabaya, Propinsi Jawa Timur, Terdiri SHM No.3821, LT. 135 M2 an;Sugusurya. Seharusnya :
1.
Sugisurya Mulianton
Sebidang Tanah & Bangunan rumah, terletak di Kel. Semolowaru, Kec.Sukolilo, Kota. Surabaya, Propinsi Jawa Timur, Terdiri SHM No.3821, LT. 135 M2 an;Sugisurya. Surabaya, 08 Januari 2020
Atlet menembak Puslatda PON Jatim berlatih serius di lapangan tembak Kodam V/Brawijaya.
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Surabaya Mulyosari
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
DEWI RENGGANIS
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 14
FOTO: MEMORANDUM/JUN
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Bupati dr Hj Faida MMR menandatangani SK pelantikan dan pengukuhan pejabat Pemkab Jember.
Salah satu pejabat menandatangani SK disaksikan bupati.
Bupati Jember Lantik Pejabat Eselon IV Jadi Pejabat Fungsional Sesuai SOTK
Jember, Memorandum Bupati dr Hj Faida MMR kembali melantik pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Kali ini, ada 185 pejabat pengawas dan administrator yang menjalani pelantikan di aula pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (6/1) malam. Pelantikan ini merupakan tahap kedua dalam penataan aparatur sipil negara (ASN) sesuai Kedudukan dan Susunan Organisasi Tata Kerja (KSOTK) Pemkab Jember yang baru. Pelantikan tahap pertama berlangsung 3 Januari untuk pejabat JPT Pratama dan Administrator sebanyak 179 orang. Pada awal sambutannya, bupati menyampaikan ucapan selamat kepada ASN yang menduduki jabatan baru.
“Selamat kepada pejabat yang dilantik. Selamat mengemban jabatan baru,” tuturnya. Pelantikan pejabat ini, terang bupati, menjadi tahap kedua, karena tidak bisa dilakukan tuntas dalam satu kesempatan. Terakhir, pelantikan tahap ketiga pada Selasa (7/1) malam di ruangan yang sama. “Pelantikan ini belum bisa tuntas dan akan dilanjutkan tahap ketiga,” ungkapnya. Lebih jauh, bupati menerangkan adanya perubahan
sesuai kebijakan pemerintah pusat, yakni jabatan eselon IV menjadi jabatan fungsional. Banyak hal menjadi pertimbangan untuk memenuhi perubahan Ini. “Semua ini dipertimbangkan, karena sejatinya eselon empat akan dijadikan jabatan fungsional,” katanya. Bupati berupaya untuk menempatkan pejabat pada jabatan fungsional yang ada, meskipun belum semua pejabat ketemu jabatan fungsionalnya. “Secara bertahap akan diubah. Mudah-mudahan dengan penempatan ini akan mudah untuk mendapatkan jabatan fungsional,” harapnya. Orang nomor satu di Jember ini juga berharap kesempatan menduduki jabatan baru dijalankan sebaik-baiknya.
Pembacaan sumpah jabatan diikuti seluruh pejabat eselon IV.
Selain itu, bupati berpesan bahwa untuk kepentingan organisasi dan jalannya roda pemerintahan, maka semua pejabat harus siap ditugaskan di manapun berada. Khusus kepada pimpinan di masing-masing dinas, bupati berharap untuk membantu pejabat baru menyesuaikan pekerjaan barunya. “Untuk yang menempati jabatan lama, mudah-mudahan pelantikan ini dapat memperbarui komitmen terhadap bangsa dan negara, dan memperbaiki semangat bekerja,” pungkasnya. Usai pelantikan, bupati menyampaikan kepada wartawan akan memberikan keterangan setelah proses penataan pejabat di lingkungan Pemakb Jember tuntas. (jun/edy/epe/adv)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Acuk,Anif Sriwati, M Alvin KANTOR: Jl. Karya Darma, Magetan
Kunjungan PaniƟa Natal Bersama
Penipuan CASN
Bupati Nonjob-kan Seorang Oknum ASN Pemkab Ponorogo, Memorandum Bupati Ipong Muchlissoni menonjobkan (pembebasan jabatan) seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo yang diduga terlibat penipuan CASN. “Ini bagian dari ketegasan saya. Karena berpotensi tersangka, saya nonjob-kan,” tegasnya, Selasa (7/1). Sayangnya, Bupati Ipong enggan menjelaskan lebih rinci mengenai sosok oknum PNS yang diduga mencari untung dari proses penipuan CPNS. “Siapa itu, nanti lah. Biar waktu yang berbicara,” ujarnya. Menurutnya, ketegasan itu bagian dari pembinaan kepegawaian yang tidak terpisahkan. “Pokoknya jangan main-main urusan CASN atau lainnya. Kalau Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo), ASN menjadi tersangka harus mundur, maka saya masih berpotensi tersangka saja sudah saya nonjob-kan,” tegas bupati yang pernah melanglang buana diKalimantan sebagai pengusaha ini. Bicara ketegasan pada ASN, Bupati Ponorogo memang diakui. Bahkan sepanjang 2019, ada 18 ASN yang sudah dipecat secara tidak hormat. Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Winarko Arief Tjahjono mengatakan sanksi berat tersebut menjadi peringatan bagi seluruh abdi negara di Pemkab Ponorogo. “18 PNS Pemkab Ponorogo di sanksi berat dalam artian diberhentikan secara tidak hormat,” katanya sehari sebelum keputusan bupati nonjob-kan satu ASN dikeluarkan. Disampaikannya, sepanjang 2019 total ada 21 kasus pelanggaran disiplin ASN dan tiga lainnya dijatuhi hukuman disiplin kategori sedang. Angka pelanggaran tersebut naik dibandingkan 2018 yang tercatat 15 kasus dan yang dipecat ada 11 ASN. Menurutnya, ke 21 kasus pelanggaran disiplin itu meliputi banyak hal. Selain karena indisipliner, juga ada ASN yang tersandung kasus korupsi hingga penipuan. “Kami berharap lewat berbagai pembinaan yang berjenjang sampai di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), tingkat disiplin ASN bisa lebih baik,” pungkasnya. (*/mt/epe)
Kelebihan itu disampaikan Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy ketika menerima kunjungan sekaligus silaturahmi Panitia Natal Bersama umat Kristiani di lingkungan TNI, Polri, dan Korpri yang dipimpin Ketua BAMAG (badan musyawarah antar gereja) Kabupaten Magetan Pendeta Yusak Umar Santoso di makodim, Selasa (7/1). Dandim mengajak kepada seluruh masyarakat Magetan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, meningkatkan rasa saling hormat menghormati dan menjadikan perbedaan menjadi satu kekuatan, dalam membangun Kabupaten Magetan. “Mari kita jaga tali silaturahmi, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama dalam ikatan tali persaudaraan untuk bersama-sama membangun
Magetan,” pinta Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy. Harapan itu dibenarkan pendeta Yusak Umar Santoso. Dia bahkan menyampaikan apresiasinya kepada Kodim 0804 Magetan atas pengamanan yang telah dilaksanakan pada perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Magetan yang berjalan aman dan kondusif. Perayaan Natal Bersama umat Kristiani di lingkungan TNI, Polri, dan Korpri akan digelar di Lanud Iswahjudi pada 23 Januari mendatang. Agenda ini merupakan ungkapan rasa syukur sebagai apresiasi kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Magetan. “Ini merupakan momentum bersatunya umat Kristiani untuk bersama-sama membulatkan tekad menjaga kebersamaan dan toleransi antarumat beragama,” terang pendeta Yusak Umar. (alv/ack/mt/epe)
Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy berfoto bersama setelah menerima kunjungan ketua Bamag dan jajaran terkait.
FOTO: MEMORANDUM/ALV
Bupati Ipong Muchlissoni memimpin apel pagi di halaman Kantor Pemkab Ponorogo.
Magetan, Memorandum Di banding daerah lain, wilayah Kabupaten Magetan relatif kondusif untuk semua penganut agama. Termasuk umat kristiani. Kerukunan antarumat beragama yang sudah terbina dengan baik di tengah keberagaman agama dan budaya warganya menjadi nilai lebih Kabupaten Magetan.
Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy menerima panitia Natal bersama.
Lepas Anggota MPP, Komandan Koramil Lembeyan Ajak Gowes Magetan, Memorandum Koramil Lembeyan menggelar kegiatan gowes bareng bersama seluruh personel dalam rangka pelepasan anggota yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Acara gowes diikuti seluruh anggota TNI dan maupun ASN Koramil 0824/12 Lembeyan. Komandan Koramil lembeyan Kapten Inf Puguh Priyandoko mengatakan, gowes selain dalam rangka pelepasan anggota MPP
juga untuk meningkatkan kondisi tubuh anggotanya. “Memasuki MPP, gowes menjadi acara pelepasan yang punya manfaat ganda. Selain meningkatkan keakraban seluruh anggota juga untuk menjaga kondisi fisik kita sebagai prajurit TNI AD,” terangnya, Selasa (7/1). Kapten Puguh mengucapkan banyak terima kasih kepada semua anggota yang hadir dan penuh semangat selama mengikuti gowes kemarin. “Di
dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, kita laksanakan gowes dengan penuh semangat dan keikhlasan supaya tubuh kita tetap sehat dan bugar dan tetap menjaga hubungan baik,” katanya. Menurut dia, tujuan utama gowes memang untuk memelihara kerukunan sesama anggota koramil. Sehingga TNI semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas sehari-hari. (ack/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ACK
FOTO: MEMORANDUM/IST
Komandan Kodim 0804 Ajak Jaga Persatuan
Kapten Inf Puguh Priyandoko memimpin gowes bareng personel Koramil Lembeyan yang memasuki MPP.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 15
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Banjir Rendam 20 Hektare Sawah
Ratusan Pengusaha Telat Bayar Pajak Gresik, Memorandum Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Pemkab Gresik selama 2019, mengeluarkan ratusan surat teguran kepada sejumlah wajib pajak (WP) yang telat bayar. Dari 11 jenis pajak yang menjadi kewenangan BPPKAD, ada empat jenis WP yang sering melakukan keteledoran. Kepala BPPKAD Pemkab Gresik Siswadi Aprilianto mengatakan, empat jenis itu meliputi restoran, perhotelan, hiburan, dan pajak air bawah tanah (ABT). “Mereka langsung membayar pajak setelah kena teguran. Jadi tidak Siswadi Aprilianto sampai mempengaruhi PAD 2019 dari sektor perpajakan,” jelas Siswadi, Selasa (7/1). Mulai Januari hingga November 2019, sebanyak 48 surat teguran yang telah dikirimkan ke pemilik perhotelan. Kemudian dengan periode yang sama sebanyak 657 surat teguran untuk pemilik restoran. “Sedangkan pada Januari hingga November 2019 telah ada 98 surat teguran yang kami berikan kepada pengelola tempat hiburan,” tambahnya. Lalu, sebanyak 276 surat teguran telah diberikan kepada pemilik pajak ABT mulai April hingga November 2019. Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya, BPPKAD Pemkab Gresik Farida Haznah Makruf mengatakan, pajak yang menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut sebetulnya tidak terlalu besar, tergantung klasifikasinya. Mulai 5 hingga 10 persen dari omset penjualan (bruto) per bulan. “Sesuai Perda No 1 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perda Kabupaten Gresik No 2 tahun 2011 tentang pajak Daerah. Misalnya bagi pemilik restoran dengan omset Rp 3 sampai Rp 5 juta berkewajiban membayar pajak 5 persen jika di atasnya per bulannya ditetapkan 10 persen pajak yang dibayar,” pungkasnya. Banyaknya surat teguran tersebut rencananya, BPPKAD di tahun 2020 ini bakal melakukan sosialisasi kepada sejumlah perusahaan. Agar keterlambatan tersebut tidak lagi terulang. (dri/har/mik)
Kondisi itu juga membuat jembatan di Desa KedungsokoSidomulyo, Mantup ambruk. Tanaman padi yang baru berusia dua minggu pun terancam gagal panen. Kepala Desa Bakalanpule Zamroni mengatakan, banjir yang di wilayahnya adalah musiman yang tidak kunjung bisa diselesaikan pemerintah. Beruntungnya, banjir hanya merendam lahan pertanian dan jalan poros penghubung antar kecamatan, tidak sampai masuk kerumah warga. “Ketinggian banjir di lahan pertanian sekitar 50 cm. Sementara kalau di jalan raya kurang lebih 10 cm,” kata Kades Bakalanpule Zamroni, Selasa (7/1). Mewakili warganya, Zamroni berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar bisa mengantisipasi banjir yang terjadi hampir setiap tahun. Sebab,
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Lamongan, Memorandum Hampir sepekan hujan deras mengguyur wilayah Lamongan. Intensitas curah hujan paling tinggi terjadi di Lamongan selatan hingga membuat 20 hektare sawah warga di Desa Bakalanpule, Tikung terendam.
Kondisi banjir yang masih menggenang di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung.
akibat banjir masyarakat harus merugi setiap tahunnya.
“Banjir biasanya memang tak berlangsung lama. Namun cukup
berdampakdengantanamanpadidi lahan pertanian warga. Kalau ditotal
Cobra Teror Petugas Puskesmas Kanor
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Gresik, Memorandum Arus lalu lintas di Jalan Mayjend Sungkono, tepatnya di depan PT Behaestex Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, tersendat, Selasa (7/1). Kondisi itu disebabkan oleh proyek pengerjaan jaringan infrastruktur pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Persero. Pantauan Memorandum di lapangan, galian seluas 3 meter dengan kedalaman 2,5 meter ini membuat sejumlah pengendara harus bersabar. Karena, di sekitar proyek telah diterapkan sistem buka tutup, supaya tidak menimbulkan kemacetan yang parah saat pengendara melintas. Supervisor PT PGN (Persero) Tbk, Amin Nur mengatakan proyek pemasangan pipa gas ini dikerjakan selama du Minggu. Namun, karena padatnya kendaraan yang melintas dipastikan proyek ini bakal molor. “Kalau tidak ada kendala mungkin dua Minggu selesai. Tapi karena padatnya kendaraan yang melintas kemungkinan proyek ini akan selesai dalam satu bulan,” jelasnya, kemarin. Dalam satu bulan ke depan, pihaknya bakal mengerjakan pipa berdiameter 1 mater ini dengan panjang 300 meter. Menurutnya kendala proyek ini sehingga membuat lama yaitu karena kepadatan kendaraan dan juga terkait pembebasan lahan. Sedangkan untuk masalah teknis saat proses galian, sebab banyak pipa yang tertanam di sekitar proyek masih dapat diatasi. “Pipa ini sudah dikerjakan pada Februari 2019 lalu, dimulai dari Pasuruan. Ini nanti kami akan mengerjakan pipa sepanjang 300 meter dan berakhir di PT Varia Usaha Beton,” pungkasnya. Sementara itu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik belum melakukan upaya untuk meminimalisir kemacetan di sepanjang jalan sekitar proyek. Sebab hanya terlihat petugas proyek yang sedang mengatur lalu lintas. Kepala Dishub Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, sepanjang jalan di wilayah Kabupaten Gresik menjadi tugas Dishub. Pihaknya segera melakukan upaya minimalisir kemacetan yang terjadi di sekitar lokasi proyek. “Semua jalan wilayah Kabupaten Gresik prinsipnya dipantau. Dengan sinergi bersama Satlantas Polres. Kalau penjagaan proyek itu tugas pemilik pekerjaan. Tapi ada beberapa yang minta dibantu (untuk mengatur lalulintas, red). Biasanya setelah dikasih petunjuk mereka sendiri yang melakukannya (mengatur lalu lintas, red),” jelasnya. (dri/har/mik)
Sosialisasi pemilihan kepala desa beberapa waktu lalu.
Pilkades Serentak Digelontor Rp 20 Miliar Bojonegoro, Memorandum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang ketiga pada 19 Februari 2020 mendatang. Guna merealisasikan itu, pemkab bakal gelontorkan dana Rp 20.276.000.00. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Djuwana Poerwiyanto menjelaskan, anggaran tersebut bakal digunakan untuk 233 desa. Anggaran itu bersumber dari APBD. “Anggaran itu untuk sejumlah kebutuhan. Di antaranya
rapat, pencetakan surat suara, honor panitia, persiapan pilkades, dan selebihnya untuk keamanan,” ujar Djuwana, Selasa (7/1). Dikatakan olehnya, semua persiapan persiapan sudah dikonsep dengan matang. Sedangkan khusus pengamanan, dirinya sudah berkoordinasi dengan polres maupun Kodim Bojonegoro. Ia mewanti-wanti semua panitia pilkades yang ada untuk tidak memungut lagi dari para calon kades, dan bersikap netral agar pemilihan berjalan lancar. Sementara itu, saat ini masih
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN
Persyaratan:
Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis
FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO
Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
persiapan untuk menggelar ujian tulis bagi para calon kepala desa (cakades) yang calonnya lebih 5 kandididat. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bojonegoro nomor 13 tahun 2015, pasal 29 ayat (1) tentang tata cara pemilihan kepala desa, jumlah maksimal cakades di satu desa adalah lima orang. Jika jumlah calon lebih dari lima orang, wajib ujian tertulis sebagai salah satu syarat seleksi. Ujian kepemimpinan tersebut bakal diikuti oleh delapan desa. (top/har/mik)
Bojonegoro, Memorandum Teror ular cobra kembali meresahkan warga Bojonegoro. Kali ini, keberadaan ular cobra muncul di komplek Puskesmas Kanor. Mengetahui hal itu, tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung melakukan penelusuran, Selasa (7/1). Hasilnya, selama sekitar satu jam setengah tim Damkar berhasil menangkap satu ular cobra berukuran panjang sekitar 45-50 cm. “Awalnya ada empat ular. Yang tertangkap dan diamankan ada satu dan lainnya sudah mati,” ujar Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro, Teguh Haris, kemarin. Sebelumnya, tim Damkar Bojonegoro melakukan pen-
carian keberadaan ular cobra yang masuk puskesmas hasil informasi Basuni (40), pegawai setempat. Ia mengimbau dengan maraknya ular cobra pada musim seperti ini, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir. Bila mengetahui keberadaan ular segera melapor ke damkar. Sebelumnya, pada 2 Januari 2020 telah ditangkap 29 cobra di Kecamatan Balen. Selain itu, pada 23 dan 25 Desember 2019 lalu, warga dan petugas damkar juga menemukan sembilan ekor induk dan anak cobra di Desa Karangsono, dan perumahan Puri Kecmatan Dander dan di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno. (top/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Proyek Pipa PT PGN Bikin Lalu Lintas Tersendat
Sistem buka-tutup arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono menyebabkan sejumlah pengendara nekat menerobos palang pintu.
kerugiannyamencapairatusanjuta,” pungkasnya. (al/har/mik)
Petugas damkar mencari keberadaan ular cobra yang meresahkan.
memorandum.co.id memorandumredaksi @gmail.com
GRESIK-PANTURA
RABU PON, 8 JANUARI 2020 HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Isi Bensin, Pom Mini Terbakar Gresik, Memorandum Pom mini di perumahan Mandiri Residen, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas terbakar, Selasa (7/1) pagi. Marsono (46), warga Jalan Sunan Giri, Desa Sidomukti, terluka bakar ringan. Kebakaran diduga karena korsleting.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
LAKONE
Korban Banjir Pilih Mengungsi
Gresik, Memorandum Banjir masih merendam rumah warga yang tinggal di Perumahan Cerme Prisma Land (CPL), Desa Gurang Anyar, Kecamatan Cerme, Gresik, Selasa (7/1). Warga memilih mengungsi di rumah keluarga dan rumah ketua RT. Ada pula yang pilih menetap untuk menjaga harta bendanya. Kepala Dusun Dalean, Desa Gurang Anyar, Agus Dwi Cahyono mengatakan, banjir tersebut berasal dari luapan kali desa setempat dengan intensitas guyuran hujan yang cukup tinggi. “Air mulai menggenangi rumah warga pada tanggal 3 Januari 2020. Tapi warga masih memilih tinggal di kediamannya. Namun genangan air mulai tinggi pada 4 Januari 2020 mencapai 1 meter, sehingga warga memilih mengungsi,” jelasnya, kemarin. Kemudian pada tanggal 5 Januari 2020, air berangsur surut dengan genangan 30 sentimeter. Sehingga beberapa warga ada yang kembali ke rumah mereka. Namun, pada 6 Januari 2020 malam, sekitar pukul 20.30 setelah hujan reda, air kembali naik dengan ketinggian genangan mencapai 60 sentimeter. “Tapi pada Selasa (7/1), air sudah mencapai 70 centimeter. Banyak warga yang langsung mengungsi karena khawatir genangan yang makin tinggi,” terangnya. Tercatat ada sebanyak 270 bangunan rumah di perumahan CPL yang terendam banjir. Dari jumlah tersebut 49 rumah telah dihuni, Sutomo (43) salah satunya. Ketika ditemui Memorandum, ia mengatakan hendak mengungsi ke rumah keluarga terdekatnya. Sambil menenteng tas berisi keperluan anaknya. “Air sudah masuk ke rumah, tingginya segini (lutut, red). Kalau halaman rumah sudah 1 meter lebih,” ujarnya ketika turun dari perahu. Dia memilih mengungsi karena tidak tega dengan anaknya. Sebab kondisi air yang keruh khawatir akan mempengaruhi kesehatan anak. “Soalnya tetangga saya yang satu perahu dengan saya tadi (Supri (32),red). Anaknya lagi sakit demam,” ungkapnya. Berdasar data yang terhimpun, terdapat 5 ibu hamil (bumil), 20 lanjut usia (lansia), dan 24 anak-anak yang tinggal di perumahan tersebut. Tapi mereka semua sudah mengungsi.(dri/har/mik)
seadanya. Namun, karena api terus membesar, mendatangkan petugas pemadam kebakaran PMK dari Pemkab Gresik. “Sekarang sudah padam,” ungkapnya. Terpisah, Kepala PMK Kabupaten Gresik Eka Prapangasta menjelaskan, ada dua mobil PMK yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman membutuhkan waktu satu jam. “Tadi hampir merembet ke tempat yang lain. Tapi sudah berhasil dipadamkan,” imbuhnya. (an/har/mik)
Gresik, Memorandum Identitas mayat laki-laki yang dibuang di selokan tol Kebomas terungkap. Berdasarkan hasil ungkap polisi, korban diketahui bernama Muhammad Mulla, warga Kabupaten Sampang. Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, upaya pengungkapan identitas korban membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, dari hasil pengambilan sidik jari, identitas korban tidak ditemukan. “Karena korban belum pernah membuat kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP),” kata Kusworo di depan kamar jenazah RSUD Ibnu Sina Gresik, Selasa (7/1). Disampaikan olehnya, petugas baru mendapatkan informasi dari masyarakat setelah menyebarkan penemuan mayat itu lewat media sosial. Ada warga yang menghubungi anggota setelah melihat info di medsos. Usai menemukan identitas korban, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya diketahui korban bernama Mat Mola. “Korban ini pekerjaan sebagai petani,” imbuhnya.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Mayat Misterius di Tol Kebomas Warga Sampang
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan identitas korban di kamar jenazah RSUD Ibnu Sina.
Alumnus Akpol 2000 tersebut mengatakan, kematian korban karena dibunuh. Hal itu berdasarkan pemeriksaan kedokteran forensik. Di bagian leher korban terdapat bekas ce-
kikan menggunakan tali tampar. “Diperkirakan sudah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan di selokan tol Kebomas. Sedang barang yang ditemukan di lokasi tidak ada
hubungannya dengan kematian korban,” tuturnya. Sekadar diketahui, korban ditemukan tewas di selokan dekat tol Kebomas pada Sabtu (28/12) pagi oleh seorang warga. Be-
lakangan diketahui jika korban memunyai riwayat kriminalitas dengan pernah masuk penjara. Kini, petugas masih mengejar pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban. (an/har/mik)
AKBP Harun Siap Lanjutkan Pembangunan Polres Lamongan Lamongan, Memorandum AKBP Harun resmi menjabat Kapolres Lamongan menggantikan AKBP Feby DP Hutagalung sejak dilantik di Polda Jawa Timur, Jumat (3/1). Secara resmi memimpin Polres Lamongan sejak Selasa (7/1) pagi, pasca prosesi serah terima jabatan diiringi pedang pora. Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2009 - 2017 ini, berkomitmen merawat dan melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan pendahulunya. Salah satunya adalah mempertahankan penghargaan zona integritas wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). “Apa yang telah ditinggalkan oleh Pak Feby, harus kita lanjutkan, dan paling tidak dipertahankan. Karena WBBM ini adalah penghargaan sudah yang paling tinggi,” ujar pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah ini.
Prosesi serah terima jabatan Kapolres Lamongan.
Harun mengaku sudah tidak asing lagi dengan iklim masyarakat di Jawa Timur, khususnya Lamongan. Karena sejak lulus dari Akademi Kepolisian 2001,
ia langsung ditugaskan di Polres Malang. “Saya lama tugas di Jawa Timur, dari Malang, Batu, Polda Jatim dan Densus 88. Bahkan perlu diketahui istri saya
dari Malang, ketemu sewaktu bertugas di Malang,” terang mantan Kasubdit 2 Ditkrimsus Polda Metro Jaya ini. Sementara AKBP Feby DP Hutagalung saat berpamitan berpesan agar seluruh jajaran dan anggota Polres Lamongan bisa bersinergi dengan Kapolres Lamongan yang baru dan terus komitmen bersama-sama membangun institusi kepolisian agar lebih baik. “Meskipun sangat berat. Mulai hari ini saya pamit untuk pindah tugas menjadi Kapolres Mojokerto Kabupaten. Saya tidak ingin menjadi mantan, saya ingin menjadi alumni Kapolres Lamongan. Karena mantan bisa dilupakan, tetapi kalau alumni pasti tetap diingat,” jelas alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini berpamitan. (al/har/mik)
Polres Distribusikan Makanan bagi Warga Terdampak Banjir Gresik, Memorandum Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan istri, Ny Cut Laura beserta puluhan
anggota memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Delik Sumber, Kecamatan Benjeng. Meski ketinggian air mencapai 1 meter lebih, warga enggan dievakuasi. Bantuan berupa nasi bungkus dan sembako itu diberikan kepada warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. “Kami berikan makanan kepada warga, karena beberapa hari mereka tidak bisa pergi ke pasar. Sehingga persediaan makanan cukup minim,” kata Kusworo usai memberikan makanan kepada warga, Selasa (7/1). Mantan Kapolres Jember itu menjelaskan, sejatinya upaya telah dilakukan petugas bersama TNI dan BPBD Gresik dengan mengajak atau mengevakuasi sementara waktu karena air semakin tinggi dan merendam rumah-rumah warga. “Tapi warga menolak, dan tetap memilih bertahan di rumah meski dilanda banjir,” imbuh alumnus Akpol 2000 tersebut. Ditambahkan Kusworo, di wilayah Kecamatan Benjeng ter-
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Petugas PMK Pemkab Gresik memadamkan api yang membakar pom mini.
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Sutomo, bersama istri dan anak serta tetangganya yang tinggal di CPL, Desa Gurang Anyar, hendak mengungsi ke keluarga terdekatnya.
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Suka Tenis MESKI usianya tidak lagi muda, Suwarno rutin berolahraga tenis. Dia melakukan hobinya itu setiap sore mulai pukul 16.30 setiap Senin, Rabu dan Jumat. “Saya rutin tenis di lapangan Giri Krida bareng teman-teman klub. Ada dari polres, kodim, pengadilan, dan dari semen juga ada,” ujar Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) PemkSuwarno ab Gresik ini, tersenyum. Jika sudah bermain tenis, ia mengaku sampai lupa waktu. Bahkan pulang ke rumah bisa sampai pukul 22.00. “Karena saking senangnya, sampai lupa waktu. Karena memang enjoy. Selain menjaga kebugaran saya juga terhibur,” ungkap pria lulusan SGO (sekolah guru olahraga) tahun 1986 ini. Wajar, jika Suwarno senang bermain tenis. Sebab saat lulus SGO, dia mengajar di salah satu sekolah di Kecamatan Dukun. “Jadi memang basic saya itu guru olahraga. Selain tenis, saya juga dulu atlet balap sepeda tahun 81 dan 82,” pungkas lelaki 54 tahun ini. (dri/har/mik)
Kronologisnya, pagi itu Marsono sedang mengisi bensin ke dalam drum kaleng berukuran 30 liter. Tiba-tiba, terjadi korsleting yang diduga dari dinamo selang mesin. Dengan cepat menimbulkan percikan api yang langsung membesar dan menyambar tubuh Marsono. “Korban sudah dibawa anggota ke rumah sakit Petrokimia Gresik,” kata petugas SPKT Polsek Kebomas Aiptu S Kipan, kemarin. Sejumlah anggota juga ikut memadamkan api dengan peralatan
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo beserta istri, Ny Cut Laura, dan anggota Polres Gresik memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.
dapat tiga desa yang terdampak banjir. Yang paling parah terjadi di Desa Delik Sumber. Selain memberikan bantuan berupa sembako, petugas gabungan juga stand by di lokasi terdampak. “Kami juga sediakan tim medis yang keliling setiap hari kerumah warga. Bagi yang memerlukan pengobatan bisa juga langsung ke posko tanggap bencana,” pungkasnya. Sementara untuk meminimalisir korban, pihaknya sudah
membagikan ban kepada warga terdampak. Di lokasi sejumlah posko juga disedikan perahu karet yang siap mengevakuasi warga. Di sisi lain, banjir yang melanda wilayah gresik selatan semakin membesar. Sepanjang jalan penghubung Benjeng - Balongpanggang terendam hingga ketiggian 50 sentimeter. Akibatnya banyak kendaraan yang mogok. Pantauan Memorandum, para warga sudah memasang
tanda larangan melintas berupa kursi dan meja di tengah jalan. Sebab, ombak air yang dihasilkan kendaraan berdampak pada rumah warga. Petugas juga mengambil sikap dan mengalihkan arus lalu lintas di pertigaan pasar Benjeng. Pengendara dialihkan untuk melintas di jalur Benjeng utara. “Jalan kami alihkan karena kondisi banjir semakin tinggi,” kata Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi. (an/har/mik)