3
HARI
MENUJU
ULANG TAHUN
EMAS
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
EDISI SPESIAL HUT KE-50 SKH MEMORANDUM, SENIN 11 NOVEMBER 2019:
JAMBRET MERR BABAK BELUR DIMASSA
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
Terjungkal Ditabrak Motor Ojol Surabaya, Memorandum Aksi Asnan (29), asal Turi, Lamongan, menjambret tas wanita penumpang ojek online (ojol) di Jalan Ir Soekarno (MERR) gagal total.
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
GR A
Ini karena pengendara ojol yang membonceng korban dengan cekatan mengejar pelaku dan menabraknya. Akibatnya pelaku berikut motornya terjatuh. Bersambung ke halaman 7
Asnan
1
FIS:
MEM
OR A
NDU
M/A
3
ZIZ
2
Setelah membuntuti korban, Asnan yang mengendarai motor CB segera memepet motor ojol yang ditumpangi Prita.
Dalam pengakuannya, pelaku mengatakan baru sekali menjambret. Hanya saja kami akan menyelidikinya lebih lanjut. Jika melihat kronologi dan keterangan korban, kami menduga aksinya lebih dari sekali.
Dirasa jaraknya sudah dekat, Asnan lalu merampas tas Prita yang diletakkan di sela-sela tubuhnya, kemudian kabur.
Merasa penumpangnya dikerjai, pengendara ojol mengejar motor Asnan dan menabraknya. Pelaku akhirnya tejatuh dan dimassa.
IPDA DJOKO SOESANTO Kanitreskrim Polsek Rungkut
Satu Pembajak Truk Diringkus, Lima Buron
Langkah Kecil
Surabaya, Memorandum Dua pekan melakukan penyelidikan dan pengejaran, komplotan pembajak truk di tol Romokalisari dibekuk. Anggota Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus satu dari enam pelakunya. Tersangka adalah Muhammad Syair (36), asal Jalan Dewi Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas Gresik. Dia ditangkap saat melintas di Jalan Panglima Sudirman Gresik. “Sebelum berhasil menemukan tersangka, kami sudah mengintai di beberapa titik yang disinyalir menjadi lokasi persembunyian komplotan ini,” kata Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Bersambung ke halaman 7
Oleh: Dahlan Iskan
M
ereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak desa di pelosok gunung. Dan satu lagi keturunan Tionghoa. Saya mengundang mereka makan malam. Yang tiga orang ternyata sudah empat tahun kuliah di Hangzhou --kota yang jadi pusatnya Ali Baba dan tuan rumah Asian Games 2020. Bersambung ke halaman 4
Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti dan tersangka bersama truk bermuatan kayu yang dibajak.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Diancam Celurit, HP Pelajar Dirampas FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Ulah Bandit ABG Medokan Semampir Surabaya, Memorandum Komplotan anak baru gede (ABG) nekat mengancam memakai celurit dan merampas HP milik pelajar SMP. Aksi tak terpuji itu dilakukan di parkiran kolam renang Kenpark Kenjeran.
MM ALIAS LONDO Pelaku perampasan HP
MM alias Londo dan barang bukti yang diamankan petugas. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Bersambung ke halaman 7
Setiap kali berhasil merampas HP, kemudian dijual dan hasilnya untuk pesta miras.
Rp 30 M untuk Akses Jalan Padepokan Dimas Kanjeng
Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng dikawal petugas setelah sidang. (fer)
Surabaya, Memorandum Ada fakta baru dari sidang lanjutan kasus penipuan yang dilakukan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, Rabu (6/11). Di mana, dalam kesaksian Hasna, adik dari korban almarhumah Najmiah bahwa kakaknya sudah 18 kali mentransfer ke terdakwa melalui Bersambung ke halaman 7
Petugas berusaha mengeluarkan tangan Safita yang terjepit mesin penggiling kacang.
Tangan Terjepit Mesin Penggiling Kacang
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
Yuni Shara
Betah Menjanda BANYAK perempuan malu atau tidak pede saat menjadi janda. Banyak alasan yang membuat kaum Hawa tersebut, berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai single parent (orang tua tunggal). Bersambung ke halaman 7
Sambang Ponpes, Rangkul Santri Surabaya, Memorandum Bhabinkamtibmas Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak sambang ke Pondok Pesantren (Ponpes) As Salafi Al Fithrah di Jalan Kedinding Lor, Rabu (6/11).
Ta m p a k a n g g o t a Bhabinkamtibmas Polsek Kenjeran yang bertugas di wilayah Kali Kedinding Aiptu Lagiman sangat akrab dengan para santri ponpes. Dalam obrolan itu, Bersambung ke halaman 7 FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kenjeran Aiptu Lagiman terlihat akrab dengan para satri As Salafi Al Fithrah di Jalan Kedinding Lor.
Surabaya, Memorandum Seorang asisten rumah tangga (ART) di salon Jalan Dukuh Kupang Barat 107-A membuat geger warga setempat, Rabu (6/11) sekitar pukul 09.39. Bersambung ke halaman 7
PENYEMBUH ALTERNATIF YANG TERJEBAK DUNIA PARANORMAL Έ4Ή
Sekali Tembus, Jasanya Dihargai Mobil dan HP Apel Krowak + Meng, bongkar tembok warga Tambak Wedi di lahan SHM, Satpol PP Surabaya dipolisikan. -
Hmmm.., penegak perda harusnya lebih menghargai hukum dong...
Si Mameng (Garuk-garuk kepala)
Mungkin sudah terlanjur merasa enak menjalankan praktik-praktik paranormal, dukun, Abiyasa tidak segera meninggalkan pekerjaan tersebut. Hasil ndukun memang besar. Sekali berhasil bisa mendapatkan sebuah mobil. Ini dia dapatkan dari anggota dewan tadi. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Hasil lain dari pemandu karaoke. Abi mendapatkan handphope (HP) apel krowak seri terbaru. Itu satu contoh saja, belum benda-benda lain. “Mas Abi tampaknya juga mendapatkan yang lain dari perempuan itu,” kata Anik penuh isyarat dan sesal. Intinya Anik khawatir: bila ter-
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
us-menerus melanggar, kepandaian Abiyasa bisa hilang. Dicabut Yang Mahakuasa atau diminta kembali oleh nenek Abiyasa yang mewariskan kepandaian itu. Tidak lama kemudian kekhawatiran itu terbukti. Menjadi kenyataan. Tanpa ada Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud, HM Soumi, H Hariono, Waras Subarkah . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Kurir 10 Kg Sabu Buduran Dihukum Seumur Hidup
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Sidoarjo, Memorandum Tidak adanya batasan umur bagi yang ingin mendaftarkan diri menjadi Kepala Desa, menuai berbagai pertanyaan di masyarakat. Banyak dari mereka mengatakan tidak setuju dengan persyaratan calon kepala desa yang baru ini. Riskia, warga Desa/Kecamatan Waru, menyayangkan persyaratan baru ini. Karena dengan hilangnya batasan umur bagi calon kades, akan menjadikan kecilnya kesempatan bagi calon kepala desa muda. “Usia memang bukan batasan buat survive, tapi apa salahnya yang lanjut usia (Lansia) memberikan kesempatan pada yang muda untuk berkarya. Pengalaman yang lama memang bisa menjadi salah satu alasan menjadi pemimpin, tapi yang muda juga gak kalah ide dan opini, dan biasanya yang muda lebih bergerak cepat” ucap Riskia. Selain itu, Dede, warga Desa Sidokumpul, juga kurang setuju dengan hal ini. Dia membandingkan dengan umur pensiun aparat serta aparatur sipil negara (ASN) dan mempertanyakan tentang pergerakannya yang harus sigap blusukan ke desa. “Saya kurang setuju dengan sistem yang ini, karena kalau yang menjabat di atas 60 tahun, langkahnya kan kurang produktif. ASN umur 55 tahun saja harus pensiun, apalagi TNI yang umur 53 tahun sudah pensiun, kecuali yang perwira sih. Lebih baiknya dikasih batasan umur aja,” ujar dia. Berbeda dengan lainnya, Terry, warga Desa Rangkah Kidul ini justru mempertanyakan kesehatan bagi calon kades yang sudah lanjut usia. “Kalau sudah umur di atas 60 tahun kan banyak yang sudah terkena penyakit degeneratif, nanti kerjanya jadi gak fokus malah bisa jadi absen terus karena keluar masuk rumah sakit,” ungkap Terry serius. Sedangkan Linda, warga Desa Kemiri, masih bisa menerima persyaratan baru ini. Asalkan calon kades yang sudah lansia bisa melaksanakan amanahnya serta sehat jasmani dan rohani. “Ya gak apa-apa sih, kan yang penting bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, sehat jiwa dan raga. Apalagi kalau masih berjiwa muda, kan boleh boleh saja,” kata dia. (nca/jok/pi)
Gorong-gorong udicht di Jalan Raya Jenggolo yang dikerjakan CV TM ini materialnya perlu dikaji ulang.
PU Bina Marga Perlu Kaji Ulang Material Gorong-Gorong Jenggolo Sidoarjo, Memorandum Pengerjaan proyek goronggorong jenis udicht di Jalan Raya Jenggolo, Sidoarjo Kota , diduga terjadi pengurangan bahan materialnya. Temuan itu diungkap oleh kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Delta. Ketua DPD LSM Gerah, Jim Darwin menerangkan, pihaknya telah menemukan indikasi pengurangan matrial. Ia melakukan kontrol saat pekerjaan mulai nol. Sebelum udicht dipasang, ada matrial yang harus dikerjakan. Namun pekerjaan itu dilalui oleh pelaksana. “Oleh karena itu, saya minta konsultan melakukan kaji ulang pekerjaan udicht Jalan Jenggolo,” pinta Jim Darwin, Rabu (6/11) kepada Memorandum. Proyek gorong-gorong senilai Pagu Rp 1,4 miliar dengan penawaran CV TM senilai Rp 1,3 miliar itu, kini kondisinya sudah hampir selesai. “Sebelum penyerapan anggaran saya minta dikaji ulang lagi,” tegas Jim Darwin yang mengetahui spektek spesifikasi dokumen lelang pekerjaan tersebut. Sementara Kabid Jalan dan Jembatan Bina Marga Sumber Daya Air (SDA), H Judi Tetrahastoto dikonfirmasi melalui selulernya, belum memberikan penjelasan. Namun informasinya pihak PU Bina Marga SDA sudah melakukan pemanggilan terhadap CV TM untuk diklarifikasi. Sedangkan Konsultan PU Bina Marga dan SDA, Arif dikonfirmasi juga belum memberikan jawaban. (dar/jok/pi)
“Menjatuhkan putusan, pidana seumur hidup,” ucap Ketua Majelis Hakim PN Sidoarjo I Ketut Suarta ketika membacakan amar putusannya. Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Putusan seumur hidup yang dijatuhkan itu lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) selama 20 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun kurungan penjara. Meski begitu, majelis memiliki pertimbangan sendiri atas putusan yang dijatuhkan. Dalam amar putusannya, mejelis berpendapat putusan yang dijatuhkan itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Baik yang memberatkan maupun yang meringankan. Terdakwa tertangkap Ditreskoba Polda Jatim pada 31 Maret 2019 lalu, sekitar pukul 11.45 di pinggir Jalan Raya Buduran, tepatnya depan Kantor Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Ketika ditangkap, di dalam
saku celananya ditemukan sabu seberat 50 gram, sesaat selesai transaksi 50 gram dengan seorang perempuan. Tidak hanya sampai di situ saja. Petugas kemudian mengembangkan di tempat tinggal terdakwa di Jalan Mangundiprojo, Gang Buyut Khori II Sawahan, Buduran, Sidoarjo. “Petugas berhasil mengungkap sabu 24 paket dengan total berat sebayak empat kg dan menemukan pil ekstasi sebanyak 148 butir. Semua barang bukti tersebut ditemukan dalam tas koper kecil warna hitam, disamarkan dalam tumpukan baju,” ungkap Ketut Suarta membacakan putusannya. Bukan hanya sampai disitu, dalam waktu kurun waktu dua tahun sejak 2017-2019, terdakwa sudah pernah mengirim selama tiga tahap yang diambil dari ekspedisi barang PT Panca Kobra di Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Pertama, sebut Ketut, paket sebanyak dua kg yang dipecah menjadi 20 poket. Kemudian yang kedua mengambil paket seberat tiga kg yang dipecah menjadi lima
Heru Setyo Dwiyanto menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Sidoarjo.
bungkus dan 5.000 pil ekstasi. Kemudian paket ketiga seberat lima kg yang dipecah menjadi tujuh bungkus dan dan 1.000 pil ekstasi. “Untuk paket pertama dua kg dan paket kedua tiga kg dan lima ribu pil ekstasi sudah diedarkan oleh terdakwa. Sedangkan, paket yang ketiga sudah beredar 900 gram, baru ketika transaksi dengan seorang perempuan seberat 50 gram dan di saku 50 gram terdakwa tertangkap, lalu dikembangkan di rumah ditemukan seberat empat kg. Kalau pil ekstasinya sisa 148 butir,” jelas Ketut. Selain itu, majelis juga mengungkap bahwa dalam fakta persidangan terdakwa melakukan pekerjaan itu sudah dua tahun. Awal mula menggeluti jasa kurir
narkoba dengan cara diranjau itu dikenalkan oleh Luluk kepada Bara pada 2017 silam. “Terdakwa mengetahui bahwa barang yang dikirim itu merupakan barang yang dilarang namun masih tetap dilakukan. Terdakwa dengan Bara selama ini juga tidak pernah bertemu. Keduanya hanya komunikasi melalui Balckberry Masanger (BBM),” jelas dia. Bahkan, dalam pengakuan terdakwa selama menjadi kurir sabu dan pil ekstasi sudah menikmati upah kurang lebih Rp 100 juta. Majelis menilai, bila dikalkulasikan upah hasil pekerjaan tersebut dengan barang bukti 10 kg tentunya jauh lebih banyak. “Majelis menilai berat sabu lebih dari itu karena terdakwa
mendapat upah Rp 5 juta untuk 1 kg sabu setiap transaksinya. Upah yang diterima terdakwa itu juga melalui ranjau yang diberi oleh Bara,” ulas dia. Sementara, majelis menilai perbuatan terdakwa mengedarkan 10 kg dan ribuan pil ekstasi sangat mebahayakan bagi kehidupan manusia, kejahatan luar biasa dan perbuatan terdakwa menjadi ancaman serius karena hanya diedarkan dibeberapa titik di Kecamatan Sidoarjo, Buduran dan Gedangan. “Perbuatan terdakwa membahayakan masyarakat, tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba, terdakwa sudah lama menjadi pengedar narkoba bahkan lebih dari empat kg dan sudah menikmati hasilnya,” ungkap Ketut. Sementara, pertimbangan meringankan bagi terdakwa tidak perlu dipertimbangkan lagi oleh mejelis hakim. Meski demikian, atas putusan tersebut terdakwa terlihat lesu dan tertunduk. Bahkan, terdakwa sempat berfirasat bahwa akan dijatuhkan hukuman seumur hidup sebelum menjalani sidang putusan. Selain itu, terdakwa langsung menyatakan banding atas putusan tersebut. Sedangkan, penuntut umum masih pikir-pikir. (som/dar/jok/pi)
BPN Target 60 Ribu Sertifikat, 3 Ribu Bidang Belum Selesai Sidoarjo, Memorandum Target Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo terhadap program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 sebanyak 60 ribu bidang, kini masih sisa 3 ribu bidang sertifikat yang belum terselesaikan. Informasi yang diperoleh Memorandum, jumlah desa yang memperoleh PTSL yang belum selesai di wilayah Kecamatan Wonoayu, adalah Desa Wonoayu, Sumber Rejo, Simoketawang, Simo Angin-angin, Wonokalang, Jimbaran Kulon, dan Jimbaran Wetan. Di wilayah Kecamatan Krian, Kelurahan Kemeraan, Desa Tempel, Sedangan Mijen, Sidomojo, dan Terik. Sedangkan wilayah Kecamatan Prambon, Desa Wonoplintahan, Kedung Kembar dan Penjangkungan. Ketua Tim program PTSL BPN Kabupaten Sidoarjo, Seno Prasetyo, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan PTSL tahun 2018 dari target 60 ribu bidang. Kini hanya sisa 3 ribu bidang sertifikat. Yang belum selesai dan belum di-
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Soal Calon Kades Bebas Umur Jadi Pergunjingan
FOTO: MEMORANDUM/SOM
Sidoarjo, Memorandum Heru Setyo Dwiyanto (39), terdakwa kurir sabu dan ribuan pil ekstasi, akhirnya menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (6/11). Heru divonis hukuman seumur hidup.
Pembagian sertifikat Desa Simo Angin Angin, Wonoayu.
bagi seluruhnya yang terbanyak di Desa Simo Ketawang. Sebenarnya
sertifikat sudah selesai separohnya. Namun kepala desa (kades)
minta dibagi seluruhnya biar semuanya tuntas.
“Boleh ditanyakan kepada Pak Kiriadi yang menangani Simo Ketawang, dan Desa Sedangan Mijen yang menangani Pak Archa juga silahkan ditanyakan sendiri,” tegas Seno Prasetyo ditemui di kantornya, Rabu (6/11). Ketua Pelaksana PTSL Desa Simo Ketawang, Kiriadi membenarkan jika PTSL sebanyak seribu lebih bidang, sudah selesai separo lebih. Namun kades minta diselesaikan semuanya. “Dalam waktu dekat akan dibagikan seluruhnya,” kata Kiriadi. Demikian halnya Humas BPN Kabupaten Sidoarjo yang menangani PTSL warga Desa Sedengan Mijen Krian, Archa. Menurut Archa, sertifikat warga Desa Sedengan Mijen hanya 15 bidang. Sertifikat sudah selesai. Namun belum juga diambil oleh warga. “Nanti rencananya akan kita berikan ke rumah warga penerima langsung,” jelas dia. Lebih lanjut Seno Prasetyo menambahkan, timnya akan menyelesaikan tiga ribu PTSL Tahun 2018 selesai dibagikan kepada warga. Sebelum membagikan sertifikat PTSL tahun 2019 sudah banyak yang selesai. (dar/jok/pi)
EKBIS & PENDIDIKAN
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 3
Sinergi Pemprov dan NU
Ratusan UMKM Belajar Sertifikasi Produk Halal Bupati Fadeli didampingi Wabup Kartika Hidayati mencoba web pendaftaran bursa kerja.
Job Market Fair Kini via Daring Lamongan, Memorandum Setelah menggelar Job Market Fair (JMF) I pada April lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan kembali menggelar bursa kerja tahap kedua dengan sistem yang lebih fleksibel. Para pencari kerja kali ini cukup mendaftar secara daring yang dapat dilakukan dimana saja. Sistem ini diharapkan memudahkan, baik untuk pencari kerja maupun perusahaan. Selain itu, Disnaker Lamongan bisa memantau secara real time, berapa pencari kerja yang sudah diterima dan bekerja dimana. “Pemerintah berusaha mempercepat penyerapan tenaga kerja. Job Market Fair 2019 yang dilaksanakan dengan cara yang lebih dinamis ini diharapkan dapat semakin efektif mengurangi angka pengangguran,” ungkap Bupati Lamongan Fadeli pembukaan JMF II di halaman Balai Latihan Kerja (BLK) Lamongan, Rabu (6/11). “Saat Job Market Fair pertama saya bilang kalau caranya masih lama, maka tidak bisa mempercepat penyerapan tenaga kerja, sehingga harus ada yang berbeda. Pemerintahan di era industri 4.0 harus melek teknologi. Karena itu saya mengapresiasi adanya inovasi seperti ini,” ujar Fadeli. Kepala Disnaker Kabupaten Lamongan Hamdani Azhari mengatakan,
Pelatihan digelar atas kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur, didukung Among Tani Fondation. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin mengatakan, pelatihan tersebut adalah bukti jika semua elemen di Jawa Timur kompak dan bersatu dalam membangun ekonomi kerakyatan. “Semua elemen di Jatim bersinergi untuk membangun ekonomi umat,” kata dia. Ketiga elemen tersebut masing-masing memiliki potensi yang bisa dikembangkan. NU sebagai
dengan menggunakan sistem berbasis teknologi tersebut, para pencari kerja dimudahkan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat. Sementara bagi perusahaan, mereka juga cepat mendapat pekerja dengan klasifikasi yang sesuai. Lewat aplikasi yang sama, pencari kerja juga dapat melakukan bimbingan karir secara online. “Ini adalah komitmen kami untuk terus memberi informasi kepada pencari kerja. Sehingga JMF kali ini dikemas berbeda, yakni dengan inovasi menggunakan sistem daring. Di sistem saat ini tercatat sudah 700 pencari kerja yang mendaftar” ujar dia. JMF II ini diikuti 31 perusahaan dalam dan luar kota dan menyediakan 1.500 lowongan pekerjaan. Penyelenggara JMF kali ini menggunakan sistem daring yang terkoneksi dengan sistem Kementerian Tenaga Kerja RI. Pendaftar tinggal masuk web pendaftaran bursa kerja di e-bursakerja.kemnaker.go.id. Di sini pencari kerja sudah bisa mengunggah file biodata, dan sejumlah lampiran lamaran pekerjaan seperti ijazah. Sehingga tidak perlu lagi repot membawa fisiknya saat di JMF. Sementara untuk menyediakan layanan informasi lowongan kerja sepanjang tahun, masyarakat bisa mengaksesnya melalui ayokitakerja. kemnaker.go.id. (*/udi/lis)
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum Sedikitnya seratus pelaku usaha mikro kecil menengah seMalang Raya dan Pasuruan Raya mengikuti pelatihan kewirausahaan di gedung Among Tani Kota Batu, Rabu (6/11). Dipandu narasumber berkompeten, para pelaku UMKM menimba pengalaman di bidang sertifikasi produk halal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Mohammad Yasin bersama peserta.
organisasi masyarakat memiliki umat dan tradisi yang mengakar di Jawa Timur. Among Tani memiliki idealisme dan jaringan dengan UMKM, sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai fasilitator dengan memberikan stimulus pembiayaan kegiatan untuk mendorong usaha ekonomi masyarakat perdesaan. “Sinergi untuk sama-sama menggerakkan ekonomi warga itu selaras dengan program Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa yakni Jatim Sejahtera dan Jatim Berdaya,” jelas dia.
Fokus Jatim Sejahtera, tidak lain adalah upaya pengentasan kemiskinan khususnya di perdesaan sehingga secara berkesinambungan dapat mengurangi disparitas ekonomi di antara desa kota. Selain itu, juga senapas dengan Jatim Berdaya, yaitu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKM, BUMDesa dan Produk Unggulan Desa. Pelatihan kewirausahaan sehari tersebut difokuskan pada tema Strategi Pergerakan Ekonomi dan sertifikasi produk halal. Kata Ketua LPNU Jawa
Timur, Fauzi Priambodo, label produk halal diperlukan sebagai benteng serbuan produk-produk asing yang terus membanjiri pasar lokal. “Jangan khawatir tidak laku jika produknya sudah diberi label halal. Karena justru akan semakin menaikkan konsumsi produk,” jelasnya. Dalam acara tersebut juga diluncurkan NUconomic, konsep gerakan ekonomi umat yang memuat prinsip-prinsip penjabaran dari ma’lumat pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari pada teks deklarasi Nahdlatut Tujjar. (yok/lis)
Atasi Kelebihan Siswa, Pemkot Bangun Kelas Baru Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan membangun ruang kelas baru di sejumlah sekolah tahun depan. Langkah ini diambil untuk menciptakan kelas yang ideal. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sekarang ini terjadi kelebihan siswa dalam satu kelas. Ada satu kelas yang berisi 38 hingga 40 siswa. “Idealnya satu kelas itu berisi 32 siswa. Makanya kami akan memba-
ngun ruang kelas baru di beberapa SMP dan SD,” ungkap Eri Cahyadi, beberapa waktu lalu. Ada 19 sekolah yang akan ditambah ruang kelas. Perinciannya adalah 11 SD dan 8 SMP. Khusus untuk sekolah yang lahannya terbatas, maka pembangunan kelas dengan model vertikal atau naik ke atas. Sedangkan yang lahannya luas, maka akan dibangun menapak tanah. Eri menegaskan lagi bahwa pembangunan kelas baru ini bukan untuk menambah siswa baru. Sebab, kelas
baru itu diperuntukkan bagi siswa yang menempati kelas yang jumlah siswanya lebih dari 32 orang. “Kalau ada kelas baru, maka nanti satu kelas jumlah siswanya rata-rata 32 orang. Kan sekarang ini lebih dari 32 siswa dalam satu kelas,” ujar dia. Untuk menunjang proses mengajar seiring dengan penambahan ruang kelas baru, Pemkot Surabaya akan melakukan rekrutmen untuk tenaga pendidik. Direncanakan rekrutmen ini dilaksanakan pada
Nopember ini. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan untuk tahun ini pihaknya membuka lowongan calon aparatur sipil negara (CASN) dengan 705 formasi. Khusus untuk tenaga pendidik formasinya cukup besar. “Untuk CASN tenaga pendidikan kami merekrut 428 orang. Peirinciannya untuk tenaga pendidik guru SD total 395 formasi, dan guru SMP 33 formasi,” ujar dia. (udi/lis)
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur
Bentuk Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Perikanan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Ir H M Gunawan Saleh MM mengatakan, sinergitas antarinstansi terkait dalam penanganan pelanggaran atau tindak pidana perikanan. “Hasil pertemuan dirumuskan dalam forum koordinasi penanganan tindak pidana perikanan,” terang Gunawan Saleh. Gunawan menyampaikan, masih adanya laporan nelayan melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan jaring trawl yang merupakan alat yang dilarang untuk penangkapan ikan. Pelarangan jaring trawl, lanjut Gunawan, karena dapat mengganggu kelestarian sumberdaya ikan serta lingkungannya. “Juga memicu terjadinya konflik antarnelayan,” terang dia. Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Ir Slamet Budiyono mengatakan, peserta yang hadir berasal dari anggota forum koordinasi penanga-
nan tindak pidana perikanan, Bakorwil se-Jawa Timur, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan se-Jawa Timur, Poskamladu se-Jawa Timur, Bidang di lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. “Dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di wilayah Provinsi Jawa Timur masih ditemukan adanya pelanggaran atau tindak pidana perikanan, kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu kelestarian sumberdaya ikan maupun lingkungannya serta juga dapat memicu terjadinya konflik antarnelayan sehingga untuk mengatasi hal tersebut,” terang Slamet Budiyono. Lanjut Slamet, dalam forum koordinasi masih ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilarang. “Masih adanya nelayan kecil melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan jaring trawl,” terang Slamet. Untuk itu, perlu adanya penindakan terhadap nelayan yang melakukan pe-
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Mengantisipasi terganggunya kelestarian ikan dan lingkungan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur mengadakan pertemuan forum koordinasi penanganan tindak pidana perikanan di ruang rapat Bapemas, Rabu (30/10).
Peserta Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Perikanan.
langaran atau tindak pidana perikanan. “Sehingga dapat memberikan efek jera, dan bisa menimbulkan rasa keadilan bagi nelayan lainnya,” tandas dia. Untuk mengawal kelestarian lingkungan laut, pertemuan forum koordinasi juga memberikan solusi dengan melakukan usaha budidaya di wilayah Probolinggo. “Tentunya dilengkapi dengan dokumen perizin-
an,” tegas dia. Selain itu, dalam melakukan usaha penangkapan ikan masih ditemukan adanya nelayan yang tidak dilengkapi dengan surat izin andon. “Pelaku pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan kecil telah dilakukan pembinaan dengan membuat pernyataan dan alat tangkapnya diserahkan secara sukarela ke Dinas
Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur,” ujar dia. Pada kesempatan itu, tim perumus terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, drh Maria Agustin CH, Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Drs Mokh Mansur, Ditpolairud Polda Jatim Kompol WaSi, Satwas hyu Hidayat SH SIk MH MSi, hjoeningSDKP Surabaya, Ir Rini Wahjoening-
tias, nelayan Kota Surabaya M Ihsan, nelayan Kabupaten Gresik Moh Chudori Pokmaswas Kota Surabaya, Hatib DPC HNSI Kabupaten Gresik Samaun. Tim perumus ini atas pengetahuan Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan Ir Slamet Budiyono MM. (day/hs/lis/adv)
Nelayan Butuh Kepastian Hukum NELAYAN Kabupaten Gresik Moh Chudori menyampaikan, pihaknya butuh spesifikasi atau penjelasan terkait alat penangkapan ikan yang dilarang atau yang diperbolehkan untuk dipergunakan. Dia menyebutkan, nelayan menginginkan adanya kepastian hukum dari pemerintah. Sebab, nelayan Gresik sudah lama melakukan aktivitas penangkapan dengan menggunakan cager. “Kami meminta kepastian apakah alat tangkap tersebut dilarang,” terang Chudori. Untuk mendapatkan ikan, cager dengan panjang 1.000 meter dipasang nelayan dengan mengunakan beberapa perahu. “Pemasangan cager berpindah-pindah sesuai dengan musim ikan,” kata dia.
Narasumber dalam Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana Perikanan.
Pemasangan cager oleh nelayan Gresik, ternyata menganggu aktivitas nelayan Tambangan Surabaya. M Ihsan perwakilan nelayan Tambangan dalam
pertemuan menyampaikan, meminta nelayan Gresik yang masuk wilayah Surabaya jangan memasang cager. “Karena nelayan Nambangan terganggu
tidak bisa masang jaring, dimana kejadian sebelumnya nelayan Surabaya tidak diperbolehkan memasang jaring karena ada cager, “ terang Ihsan. Dirinya berharap pada saat musim udang, pemasangan cager di wilayah laut Surabaya diatur sehingga tidak mengganggu nelayan Surabaya yang melakukan penangkapan udang. Untuk pemecahan permasalahan maka apabila nelayan dari Surabaya mau melewati cager, maka cagernya bisa untuk diturunkan sehingga nelayan dari Surabaya bisa melewati cager tersebut. Kepala Seksi Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur NonotWidnajanto SPi, MAgr menerangkan, pertemuan kelompok
was) se-Jawa Timur masyarakat (Pokmaswas) starian lingkununtuk menjaga kelestarian gan laut. “Termasuk perlu adanya n pelanggapemetaan kerawanan a perikanan ran atau tindak pidana wa Timur,” diwilayah Provinsi Jawa tegas dia. Sementara itu, Dinas aten Perikanan Kabupaten ansGresik Drs Mokh Mansenur menjelaskan, menudukung upaya penyurluhan nelayan dipera lukan dalam rangka memahami peraturan perunKepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengadang-undangan. wasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (day/hs/lis/adv) Jawa Timur Ir Slamet Budiyono MM.
AREMA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Langkah Kecil “Tidak terbayangkan sekarang sudah 400 mahasiswa Indonesia kuliah di sini,” ujar Fandy Putra Limanto. Asal Surabaya. Alumni SMA St. Louis 1. Yang lagi menyelesaikan kuliah di jurusan tehnik sipil. Ta h u n l a l u Fa n d y menjabat Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Hangzhou. “Awal saya di sini yang dari Indonesia tidak sampai 50 orang,” katanya. Tentu makan malam itu ada udang di balik batunya: yang tiga orang itu dari pesantren keluarga kami --Pesantren Sabilil Muttaqin (PSM) Magetan. Semacam untuk mengucapkan selamat belajar kepada anak sesama Magetan. Saya begitu kaget ada anak Magetan kuliah di Tiongkok. Pertanda Magetan akan maju? Saya tidak pernah memberi anjuran apa pun. Yang jilbab itu memilih kuliah jurusan bisnis: Sastyaveani Rhea Revansyah dan Dyah Ayu Kusuma Wardhani. Satu orang lagi --yang dari gunung itu-kuliah di jurusan teknologi software: Yusuf Muhammad Irfan. Mereka itulah lulusan pertama SMA International Islamic School (IIS) PSM Magetan. Awalnya dulu, saya hanya ingin mendirikan madrasah tingkat SD. Yang level internasional. Di Magetan. Di tengah 120 madrasah kami yang level lokal. Di kawasan Madiun-Kediri dan sekitarnya. Setelah SD internasional itu berjalan lima tahun, orang tua murid berkumpul. Mengundang saya. Mereka mendaulat agar saya juga mendirikan SMP. Alasan mereka: setelah lulus SD nanti ke SMP mana anak mereka. Tidak ada SMP sekelas itu di Magetan. SMP pun terpaksa berdiri. Dua tahun kemudian terulang. Orang tua yang sama kumpul lagi. Mendaulat lagi. Agar PSM mendirikan IIS tingkat
Sambungan dari halaman 1 SMA. Alasannya sama: tidak ada SMA di Magetan yang cocok untuk lulusan SMP IIS PSM. Tiga orang itu termasuk lulusan pertama SMA itu. Yang diam-diam mendaftar ke Yayasan ITCC. Untuk mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok. Yayasan itu --kebetulan saya yang mendirikan-tahun ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya: mengirim 350 calon mahasiswa ke Tiongkok (termasuk ke Taiwan). Malam itu kami ngobrol banyak hal. Terutama alasan masing-masing untuk kuliah di Tiongkok. Ajra Ibraheem Maghfira Daud sebenarnya sudah mendaftar ke Amerika Serikat. Ingin kuliah di New York. Ajra lulusan Pondok
Modern Gontor, Ponorogo. “Tapi saya ingin terjun ke bisnis,” kata Ajra. Ternyata saya kenal ayahnya. Seorang ulama sufi. Ahli perbandingan agama. Yang juga lulusan Gontor. Yang kuliah di berbagai universitas di luar negeri. Termasuk kuliah di Universitas Vatikan, Roma. Atas beasiswa langsung dari Paus. Kini Ajra sudah bisa membeli sepeda motor sendiri. Dari hasil bisnis informalnya di Hangzhou. “Tapi mengapa rambut Anda panjang? Seperti anak muda masa kini?” tanya saya. “Rambut Nabi Muhammad juga panjang,” jawabnya. “Bahkan semua nabi rambutnya panjang,” tambahnya.
Kelihatan sekali ia menguasai banyak hal di bidang agama. Lain lagi dengan Awlya Fakhrunnisa. Selama empat tahun di Hangzhou dia hanya pulang dua kali. “Waktu liburan saya pilih magang kerja di sini,” katanya. Awlya lulusan SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik, Jatim. Ayahnya pengusaha. Kini sang ayah bersahabat dengan bos tempat putrinya magang. Punya hubungan bisnis pula. Kalau ayahnya ke Hangzhou bertemu bosnya. Kalau bosnya ke Indonesia bertemu bapaknya. Kini mereka lagi membuat langkah-langkah kecil. Untuk masa depan yang panjang.(*)
TULUNGAGUNG
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Pencabul 2 Bocah Dibekuk Tulungagung, Memorandum Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap laporan persetubuhan paksa terhadap Mawar (14) dan Melati (15). Polisi menangkap pelakunya. Mereka Rizal (23) dan Abet (23), keduanya warga Desa Gesikan, Kecamatan Pakel; Nanang alias Beton (30), warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat; dan AA (17), protolan sekolah asal Tulungagung. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, Abet, Nanang, dan AA, ditangkap secara bersamaan, Selasa sore saat ngopi di wilayah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung. Setelah itu, tersangka Rizal ditangkap saat bekerja di wilayah Boyolangu. Selain menangkap para tersangka, polisi juga mengamankan kendaraan serta pakaian korban
untuk dijadikan barang bukti. “Tiga sepeda motor tersangka sudah kita amankan. Ada juga pakaian korban sebagai barang bukti. Untuk tersangka saat ini sudah kita tahan di mapolres,” terangnya, Rabu (6/11). Pandia menjelaskan, orang tua korban melaporkan pencabulan ini pada Jumat (1/11) lalu. Kemudian berdasarkan keterangan korban, akhirnya polisi menangkap 4
pemuda itu. Tersangka Nanang, Abet, dan Rizal merupakan buruh serabutan. Sedangkan tersangka AA, yang masih di bawah umur tetap akan menjalani proses peradilan. Namun karena usia, ada perlakukan khusus baginya. Kepada polisi, para tersangka mengaku pencabulan bermula saat mereka menggelar pesta miras di depan warung KPK, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung. “Jadi Mawar dan Melati ini awalnya nongkrong mencari wifi di warung KPK, kemudian diajak minum ciu sama tersangka Beton sampai larut malam di pinggir kali Ngrowo,” terang Pandia. Usai menenggak ciu, keenamnya berpindah tempat dengan
alasan mencari angin di pinggir sungai wilayah Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu. Sesampainya di sana, tersangka Nanang bersama Abet dan AA mencabuli Mawar secara bergantian. Sedangkan tersangka Rizal mencabuli Melati. Puas melampiaskan nafsu bejatnya, kedua korban dikembalikan ke warung KPK. Hingga akhirnya orang tua korban mencurigai gelagat anaknya yang terus menangis dan mendapati luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Kemudian melaporkan hal ini ke polisi. “Pas di lokasi ini keduanya dicabuli. Jadi ada yang megangi kemudian ada yang mengawasi situasi, dan ada yang memberi kode usai pencabulan
bergiliran. Sementara tersangka Rizal mencabuli korban Melati di dekat korban Mawar. Paling berjarak 10 meter,” pungkas Pandia. Akibat perbuatannya, kini keempat tersangka dijerat dengan undang undang perlindungan anak, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (fir/mad/rif ) AKBP EG Pandia menunjukkan tersangka pencabulan.
Bupati Lantik 42 Pejabat Tulungagung, Memorandum Setelah lebih dari sebulan, akhirnya Pemkab Tulungagung melantik pejabat hasil seleksi panitia seleksi (pansel) untuk 7 jabatan pratama pemkab. Tidak hanya itu saja, sebab pemkab juga melantik 35 pejabat lain yang dimutasi untuk mengisi beberapa jabatan yang kosong. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tulungagung, total 42 pejabat dari berbagai tingkatan eselon mengikuti pelantikan yang dilaksanakan pada Rabu (06/11) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso kemarin. Mereka terdiri dari 9 pejabat eselon II, kemudian 27 pejabat eselon III dan 3 orang pejabat eselon IV. Bupati Tulungagung Maryoto
Bhirowo mengatakan, pejabat yang dilantik saat ini sebagian merupakan hasil seleksi pansel. Sedangkan sisanya merupakan pejabat yang dirotasi dan dimutasi untuk mengisi jabatan yang kosong. Mereka yang baru saja dilantik diharapkan bisa memenuhi ekspektasi untuk bekerja lebih baik, berinovasi dan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat melalui fungsinya masing- masing. “Harapannya dengan adanya pelantikan ini, pertama mereka harus meningkatkan kinerja sesuai aturan, harus berinovasi, bisa berintitegritas menjalin kerjasama dengan legislatif serta peka terhadap masukan masyarakat,” jelasnya. Pihak Maryoto memberikan waktu lebih kurang 100 hari bagi
Prosesi pelantikan pejabat Pemkab Tulungagung oleh Bupati Maryoto.
pejabat baru untuk dievaluasi kinerjanya. Jika dirasa kurang memuaskan, maka pihaknya tak segan-segan akan menggantinya dengan pejabat lainnya. “Evaluasi pasti kita lakukan. Ya kira-kira 3 bulan kita evaluasi kalau tidak baik akan kita ganti,” tegasnya. Sementara disinggung mengenai jabatan lainnya yang masih kosong seperti jabatan Sekda dan beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) lainnya, Maryoto
mengatakan sudah merencanakan bakal menggelar pansel untuk 12 jabatan eselon II yang kosong tersebut. Namun jabatan pertama yang akan diisi adalah sekda. Di mana untuk proses lelang jabatan Sekda sudah mulai dibuka dan sudah ada satu orang pendaftar sampai saat ini. “Sudah ada yang daftar satu orang. Ini masih ada kesempatan beberapa minggu lagi,” pungkasnya. (adv/fir/mad/rif )
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
Kediri, Memorandum Polres Kediri ungkap hasil operasi dengan menggelar jumpa pers di halaman belakang mako Polres Kediri, Rabu (6/11). Dalam jumpa pers kali ini AKBP Roni Faisal menyampaikan kepada awak media bahwa pihak Polres Kediri berhasil mengungkap beberapa kasus yang ada di wilayah hukum Polres Kediri. Diantaranya bahwa pasca pilkades serentak, tim antibotoh yang diter-
FOTO: MEMORANDUM/ST3
Polres Kediri Ungkap Kasus Oktober 2019
Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal dalam rilis.
junkan berhasil mengungkap perjudian. Polres Kediri juga telah mengamankan
9 tersangka dalam perjudian di pilkades serentak 30 Oktober 2019 di Desa
Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Di Desa Sekoto, Polres Kediri mengamankan Sugono (32), Sukamto (49), Sumilan (60), Aris Setyo Pambudi (36), Lasnowi Adi Umbara (36), Dian Putra Pradana (31), Mustakim (37), Sugito (41), warga Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dan Winarto (54), warga Desa Darungan, Kecamatan Pare. Me n u r u t Ka p o l re s Kediri AKBP Roni Faisal, tersangka melakukan perjudian jenis taruhan dalam pilkades desa Sekoto Kecamatan Badas dengan memilih salah satu calon. Masih menurutnya, dalam taruhan tersebut ada dua cara yang dilakukan oleh para botoh untuk mengadu jago dalam pilkades. Kedua cara itu adalah bye - bye atau leg serta pur dalam jumlah pemilih. “Berkat informasi dari masyarakat bahwa ada perjudian jenis taruhan dalam pilkades desa Sekoto. Tim anti botoh langsung melakukan tindakan dengan mengamankan tersangka serta barang buktinya,” ungkapnya. Selain hasil operasi tim Satgas Anti Botoh pihak Polres Kediri juga berhasil mengungkap peredaran Narkotika dengan 21 orang tersangka serta hasil penindakan dari Operasi Semeru 2019 dengan 3.205 hasil penindakan tilang. Di tempat yang sama, AKP Hendry Ibnu Indarto, hasil Operasi Semeru 2019 tingkat pelanggaran masih didominasi oleh kendaraan roda dua dengan 2.389 tilang. Hal ini dikarenakan akibat kurang lengkapnya surat surat kendaraan dari pengendara. (st3/yud/rif)
Suasana pembukaan jagongan dihadiri Plt Walikota Santoso.
Jelang Pilkada 2020, Pemkot Blitar Gelar Gebyar Kampung Kreatif Juga Jagongan Warga Blitar, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar kegiatan Jagongan Warga dalam upaya peningkatan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (tibum tranmas) menjelang Pilkada 2020, Senin (4/11). Kegiatan ini diadakan di taman Agrowisata Karangsari Kota Blitar. Jagongan dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD, KPU Kota Blitar, Bawaslu Kota Blitar, TNI, Polri, dan anggota forkopimda Kota Blitar. Ini dikatakan oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Dikatakannya, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian, dukungan, dan tanggung jawab dari semua pihak untuk men-
gantarkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Blitar 2020 nanti. “Tinggal hitungan bulan saja, kita sudah sampai pada tahun 2020. Sebentar lagi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Blitar akan dilaksanakan. Kalau bukan kita yang menjaga ketertiban dan ketentraman di masyarakat, siapa lagi,” kata Santoso. Santoso menambahkan, dengan adanya pilkada ini,pastinya suhu politik di Kota Blitar akan meningkat. Masing-masing orang memiliki pilihannya dan hal ini berpotensi menimbulkan gesekan. “Ada
beberapa hal yang harus kita jaga. Meskipun saat ini siapa-siapa calonnya belum diumumkan, tapi saya yakin masing-masing memiliki pilihannya. Ini yang harus kita jaga jangan sampai menimbulkan gesekan ataupun perpecahan,” tegas Santoso. Sa n t o s o b e r h a ra p Pilkada 2020 nanti, tidak hanya memilih pemimp-
in sesuai dengan keinginan masyarakat, namun bagaiman pemimpin tersebut mewujudkan pilkada yang damai. “Yang paling penting adalah bagaimana kita kampanyekan pilkada yang damai dan berkualitas. Karen pilkada damai adalah kebutuhan seluruh bangsa, kebutuhan kita semua,” pungkas Santoso. (adv/pra/rif )
FOTO: MEMORANDUM/FIR
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
MOJOKERTO-JOMBANG
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Serah Terima Seragam GraƟs
Mojokerto, Memorandum Kasus sodomi yang dilakukan siswa SMP terhadap dua siswa SD di Kecamatan Mojoanyar, terus didalami kepolisian. Salah satunya, menggali modus tersangka anak yang tega menyodomi dua tetangganya sendiri. Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Hariyatno mengatakan, sejauh ini hasil pemeriksaan yang dilakukan, dua korban sodomi belum mengerti kalau menjadi korban kejahatan seksual.“Karena usianya yang masih anak-anak, 2 bocah SD ini belum faham kalau dia telah disodomi. Kedua korban
AKBP Setyo Koes Hariyatno
Kecamatan Mojosari. Saat ini pihaknya juga menyelidiki identitas orang yang pernah menyodomi tersangka. Karena kekerasan seksual yang dialami tersangka pada masa lalu membuatnya berbuat serupa saat sudah pubertas. Hanya saja belum terkuak pada usia berapa tersangka disodomi orang tersebut. “Selain itu, dia juga sering nonton video-video asusila,” tandasnya. (no/rif)
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Jombang, Memorandum Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab memantau langsung terhadap progres fisik kegiatan peningkatan Jalan Penggaron-Wonosalam. Di lokasi tersebut, orang nomor satu di Pemkab Jombang itu menyaksikan pengujian slum beton readymix pada salah satu titik pengerjaan pengecoran tembok penahan jalan di Desa/ Kecamatan Wonosalam. Upaya tadi dilakukan untuk mengetahui kualitas hasil pekerjaan sarana pelengkap jalan yang menelan alokasi Rp 16 miliar lebih. Dipaparkan oleh Plt Kepala Dinas Pekeraan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Miftahul Ulum. Lokasi yang dikunjungi, adalah proyek Peningkatan Jalan Penggaron–Wonosalam. Bagian dari program penyelenggaraan jalan dan jembatan. Untuk pekerjaannya, berupa pemeliharaan, peningkatan, serta rehabilitasi jalan kabupaten.“Kegiatan ditujukan untuk menunjang sarana dan prasarana pendongkrak
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Miftahul Ulum memantau lokasi pekerjaan.
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab beserta rombongan melihat langsung hasil uji ketebalan material rigid beton.
ekonomi. Salah satu caranya, dengan dengan peningkatan jalan Penggaron-Wonosalam,” paparnya, Rabu (6/11). Disampaikan olehnya, progres pelaksanaan fisik saat ini di lokasi pekerjaan. Adalah pembangunan pelengkap jalan, pengecoran jalan Beton Rigid Pavement dan pengecoran pelebaran beton. “Untuk pengecoran jalan beton rigid pavement sudah hampir selesai separuh dari panjang ren-
PT Wono Salam Makmur optimis bisa menyelesaikan proyek tepat waktu. “Kegiatan peningkatan jalan ini ditarget selesai pada tanggal 16 Desember 2019. Dengan konsekuensi akan menambah jumlah pekerja untuk mengejar progres fisik yang terlambat,” ujarnya optimis. Ulum membeber, untuk mencover semua pekerjaan tadi, Dinas PUPR menetapkan pagu Rp 19.729.800.000 dan setelah melalui
cana. Sedangkan untuk pelebaran jalan saat ini masih pelaksaan dikarenakan masih menunggu umur beton pelebaran proses pengaspalan jalan masih belum bisa dilaksanakan,” jelasnya lebih lanjut. Hasil pemantauan, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 40%. Meskipun terlambat karena menurut jadwal rencana sudah mencapai adalah 45%. Rekanan pelaksana dalam hal ini
harga perkiraaan sendiri (HPS), harganya terkoreksi menjadi Rp 19.726.812.399,69. Setelahnya, paket dilelang oleh Unit Lelang Pengadaan (ULP) Kabupaten Jombang. “Dapat kami sampaikan jika ada 62 peserta yang mengajukan penawaran. Namun setelah verifikasi, PTWono Salam Makmur ditetapkan menjadi pemenang dengan nilai penawaran Rp 16.766.877.040,38,” pungkasnya. (adv/wan/rif)
Tekan Produksi Sampah, Dewan Garap Zero Waste
Realisasi PSBI
Mojokerto, Memorandum Komisi I DPRD Kota Mojokerto menyatakan bakal mengkaji efektivitas program wilayah bebas sampah atau zero waste (ZW) di daerahnya. Upaya para wakil rakyat dalam mencapai ZW akan ditelurkan melalui peraturan daerah (perda) inisiatif. “Kita mengkaji penerapan siatem ZW atau memilah sampah dari sumbernya. Kita berharap program ini dapat menekan produksi sampah di Kota Mojokerto yang makin meningkat,” papar Sekretaris Komisi I DPRD Kota Mojokerto Febriyana Meldyawati dijumpai usai rapat
Febriyana Meldyawati usai rapat dengar pendapat (RDP) soal evaluasi anggaran 2019 dan program kerja 2020.
dengar pendapat (RDP) soal evaluasi anggaran 2019 dan program kerja 2020
FOTO: MEMORANDUM/WAR
Jombang, Memorandum Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengunjungi Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) yang berada di dalam Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Rabu (6/11) sekitar pukul 14.00. Kedatangannya untuk memberikan bantuan bagi laboratorium Fakultas Teknik, salah satu kampus di Kota Santri tersebut. Turut mendampingi dalam rombongan, sejumlah pejabat utama BI. Termasuk pula pimpinan BI Kantor Surabaya. Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 Unhasy, Prof Haris Supratno mengatakan, menyambut baik bantuan dari Bank Indonesia. Sebab, akan digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana kampus. “Perlu kita ketahui bersama, untuk mewujudkan prestasi generasi penerus Bangsa. Harus dibarengi dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai, dan melalui bantuan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada Mahasiswa selaku penerus cita-cita,” ujarnya, Rabu (6/11). Masih di lokasi yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, mengaku sangat bahagia bisa mengijakkan kaki di Ponpes Tebuireng. Selain sebagai salah satu ponpes yang besar dengan segudang prestasi. Di sinilah terdapat makam 3 pahlawan nasional. “Secara pribadi saya sangat berbahagia dapat menginjakkan kaki di Tebuireng yang notabene salah satu ponpes besar di Indonesia. Kalau berbicara nama, sudah diakui oleh dunia,” ungkapnya. Berkaitan dengan bantuan yang diberikan, melalui program sosial Bank Indonesia. Deputi Gubernur BI memastikan jika hal ini merupakan gelombang pertama. Sesuai dengan tujuan awal, peruntukannya digunakan untuk membangun laboratorium Fakultas Teknik. “Dapat kami sampaikan jika ini merupakan bantuan gelombang pertama dan dipastikan akan ada bantuan lain di waktu mendatang. Semoga dengan adanya laboratorium untuk Fakultas Teknik, semakin banyak prestasi yang ditorehkan,” sambungnya. Sebagai lembaga otoritas yang mengatur likuiditas peredaran uang, agar semua tetap stabil. Baik itu harga barang, jumlah uang, maupun bank yang bernaung. BI juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. Kenapa arahnya ke ponpes, sebab untuk menciptakan perekonomian bagi pondok serta lingkungan sekitar. “Keberadaan sains engginer memang sangat penting. Untuk menunjangnya, perlu adanya dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa,” terangnya. Dijelaskan olehnya, PSBI merupakan bentuk kepedulian atau empati sosial Bank Indonesia untuk berkontribusi dalam membantu memecahkan masalah sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat. Melalui program sosial, Bank Indonesia juga berupaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan Bank Indonesia. “Kontribusi yang diberikan sejak tahun 2005 tersebut, kini memasuki babak baru. Sejalan dengan program transformasi Bank Indonesia, PSBI juga berubah,” jelasnya. Perubahan tadi, dengan perlahan-lahan mulai meninggalkan paradigma filantropi, menuju pemberdayaan berkelanjutan yang mampu meningkatkan nilai-nilai ekonomi, sosial dan lingkungan di masyarakat. Lebih spesifik, PSBI kini difokuskan pada program pemberdayaan yang bertujuan pada penguatan ekonomi rumah tangga. “Perlu kita ingat, Bangsa yang maju adalah Bangsa yang dapat memproduksi, bukan sebagai konsumen. Melalui bantuan ini, kami ingin mewujudkan hal itu,” tandas Dody. (adv/wan/rif)
ini permainan. Karena sering diajak bermain bersama di sawah dan kebun. Dan memang TKPnya ada di dua TKP. Di sawah dan di kebun-kebun wilayah Mojoanyar,” terangnya. Tak hanya itu, motivasi terkuat tersangka anak nekat mensodomi dua temannya, lantaran tersangka juga pernah menjadi korban kejahatan yang sama. Selain itu, tersangka juga sering menonton video porno. “Itu berefek dengan perbuatannya sekarang,” kata Setyo kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada,
Bupati Jombang Pantau Peningkatan Jalan Penggaron-Wonosalam
Penyerahan simbolis bantuan dari Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo kepada Wakil Rektor 1 Unhasy Haris Supratno.
Bank Indonesia Beri Bantuan ke Unhasy
menganggap perbuatan sodomi bagian dari permainan,” ungkapnya, Rabu (6/11). Kata Setyo, kedua korban merupakan teman bermain sekaligus tetangga tersangka di Kecamatan Mojoanyar. Antara korban dan tersangka anak dalam sehari hari kerap bermain bersama ke sawah
dan kebun Jagung di dekat tempat tinggal mereka. Oleh sebab itu, kedua korban menganggap perbuatan sodomi tersangka bagian dari permainan. Terlebih lagi usia kedua korban masih 6 dan 9 tahun. Sehingga mereka belum mengerti telah menjadi korban kejahatan seksual tersangka. Saat aksinya, lanjut Setyo, tersangka tanpa merayu korban. Hanya saja, remaja 12 tahun itu mengancam akan memukuli korban jika berani mengadu ke orang tua atau warga sekitar. “Tidak ada bujuk rayu, korban menganggap
FOTO: MEMORANDUM/WAR
FOTO: MEMORANDUM/ADV
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Jombang, Memorandum Banyaknya keluhan terkait kaos olahraga seragam gratis program yang dilakukan Pemkab Jombang kembali mendapat respons dari kalangan dewan. Para wakil rakyat memberi warning agar pemkab tidak menerima seragam tersebut dan harus dikembalikan sesuai dengan spek yang berlaku. ”Ya pemkab harusnya tidak menerima pada saat serah Mustofa terima apabila tidak segera dituntaskan,” ujar Mustofa, anggota Komisi D DPRD Jombang Kamis (7/11). Bahkan menurutnya, pihak penyedia harus bertanggung jawab untuk mengganti seragam olahraga yang tidak sesuai dengan ukuran. ”Itu harus dikembalikan, karena itu nanti digunakan selama 3 tahun. Jangan sampai seragam ini hanya digunakan untuk sesaat saja,” tegasnya. Terlebih lagi, lanjut politisi PKS ini mengungkapkan, bahkan tidak hanya satu sekolah saja yang mengeluhkan seragam olahraga tidak muat melainkan beberapa sekolah terjadi hal serupa. ”Kalau barang tidak sesuai ini sama juga merugikan negara,” terangnya. Dikatakannya, apabila penyedia kurang baik yang mengakibatkan kerugian bagi negara, maka harus mengganti kerugian tersebut. Karena memang penyedia mempunya tanggung jawab terhadap kualitas dan kuantisas serta waktu. ”Jadi PPHP (Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan) mempunyai tanggung jawab. Karena mereka yang memeriksa administrasi hasil pekerjaan pengadaan. Tidak hanya itu semua pihak terkait harus berhadapan dengan hukum apabila merugikan negara,” tegasnya. Terlebih lagi, pada tahun depan untuk pengadaan seragam gratis ini berlanjut. Apabila tidak dilakukan evaluasi atau diganti dengan program lainnya. Dirinya meyakini masih ada permasalahan dalam program gratis ini. “Kalau seperti ini terus yang dirugikan tidak hanya murid tapi juga negara yang dirugikan,” pungkasnya. (wan/rif)
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Sodomi Bocah SD, Pelajar SMP Jadi Tersangka
Dewan Beri Warning
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto usai meletakkan batu pertama pembangunan ponpes.
Kapolres Mojokerto Kota Bangun Ponpes Mojokerto, Memorandum Kapolres Mojokerto Kota AKBP Bogiek Sugiyarto menghadiri peletakan batu pertama pembangunan asrama tahfidz ponpes Alquran Nurul Huda pimpinan KH Faqih Usman, LC yang juga Ketua FKUB Kota Mojokerto di Lingkungan Murukan, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Rabu (6/11). Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama tersebu dibuka dengan bacaan doa dan dilanjutkan selanjutnya prosesi peletakan batu pertama oleh Kapolres Mojokerto Kota. Dalam sambutannya , KH Faqih Usman LC mengucapkan terima kasih atas kehadiran kapolres dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan asrama tahfidz ponpes Alquran Nurul Huda. “Dalam kegiatan ini saya mohon Doa restunya agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun, saat ini lembaga Nurul Huda
memiliki tiga pendidikan formal yaitu TK, MI, dan MTS,” katanya. Sementara, Kapolres Mojokerto Kota mendapat kepercayaan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama tahfidz ponpes Alquran Nurul Huda. Dalam sambutannya, kapolres mendoakan agar pembangunan ini bisa menjadikan spirit serta kesejukan qolbu. “Dalam pembangunan ini saya harap bisa berjalan lancar tanpa halangan apapun,” harap kapolres. Lebih lanjut dikayakannya, pembangunan asrama tahfidz ponpes Alquran Nurul Huda ini merupakan suatu wadah sebagai pendidikan dasar pembentukan karakter generasi penerus bangsa, serta merupakan pilar negara sebagai pondasi untuk menjaga keutuhan NKRI. “Nantinya para Santri terbebas dari permasalahan-permasalahan yang muncul diantaranya permasalahan ideologi, penyakit masyarakat, serta perzinahan akibat dari pergaulan bebas,” pungkas kapolres. (war/rif)
bersama jajaran dinas lingkungan hidup (DLH), Rabu (6/11). Politisi PDI-Perjuangan ini berharap lahirnya regulasi anyar tersebut nantinya dapat memperpanjang usia TPA yang diperkirakan tak sampai sepuluh tahun lagi. “Kami berharap usia TPA Randegan akan bertambah meski tak signifikan. Namun setidaknya, ZW mengedukasi masyarakat untuk pilih dan pilah sampah. Sehingga, pengiriman sampah ke TPA hanya berupa residunya saja,” tandasnya. Sementara itu, Sugiyanto, anggota Komisi I, menambahkan poin dari perda pengelolaan sampah adalah mengu-
rangi produksi sampah dari produsen. “Produksi sampah kita tekan sejak dari rumah tangga sebagai produsen sampah. Sekarang tak hanya muncul pemukimanpemukiman baru, namun juga tingkat usaha mempunyai peran besar terhadap lonjakan sampah, itulah output kita,” terangnya. Untuk rumah tangga kita akan melibatkan seluruh masyarakat kota agar menerapkan hidup bersih dengan 3R (reuse, reduce, dan recycle). “Pemerintah bersama masyarakat bersama-sama mengampanyekan bebas sampah dengan 3R,” pungkasnya. (war/rif)
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Hasil Bobol Rumah buat Beli Sabu
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Permohonan Ganti Kelamin Terancam Gagal
Kapolsek Wonokromo AKP Christoper Adikara Lebang didampingi Ipda Arie Pranoto memamerkan tersangka dan barang bukti.
Kedurus. Saat itu yang menjajakan dagangan di lokasi tersebut adalah Agus. Dia beberapa hari jualan di lokasi itu sekaligus memantau lokasi rumah korban. Setelah dipastikan ada rumah ditinggal pemiliknya, Agus menghubungi Doni yang saat itu
berada di lokasi lain agar bergeser ke rumah korban. “Keduanya membagi tugas. Agus pura-pura mengantar pesanan ke rumah itu, Sedangkan Doni menunggu di gerobaknya,” tandas Lebang. Setelah berhasil menggondol se-
mua perabotan elektronik di rumah itu, kedua tersangka langsung meninggalkan lokasi. Mereka kemudian mengatur jadwal untuk menggelar pesta sabu. Tapi sebelumnya terlebih dulu menjual hasil curiannya untuk membeli sabu. (fdn/nov)
Surabaya, Memorandum Sidang permohonan ganti kelamin yang diajukan PN (19), ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali tertunda untuk kali kedua, Rabu (6/11). Kemarin, wanita yang akan berganti nama Ahmad Putra Adinata hingga pukul 12.00 tidak terlihat batang hidungnya di pengadilan. “Kami beri kesempatan lagi dan ditunda dua minggu. Setelah tidak datang lagi, maka kami nyatakan pemohon tidak serius untuk melanjutkan perkaranya,” jelas Humas PN Surabaya Sigit Sutriono. Lanjutnya, jika permohonan itu tidak dapat diterima maka pemohon bisa mengajukan lagi jika memang sudah mempersiapkan semuanya. “Pemohon harus mendaftarkan lagi dan tanggal diubah. Harus melalui penetapan pengadilan kalau permohonan, itu wajib. Pergantian nama saja harus ada penetapan apalagi ini berubah alat kelamin dari perempuan ke laki-laki untuk didaftarkan di dispendukcapil,” ujar Sigit. Disinggung adanya pencabutan dari pemohon, Sigit menambahkan bahwa dirinya belum ada pemberitahuan terkait hal tersebut. “Belum ada, saya memang dengar
FOTO: MEMORANDUM/FERRY
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Surabaya, Memorandum Kebiasaan mengonsumsi sabu membuat Agus Julianto (43), warga Jalan Pandegiling dan Doni Irawan (33), warga Jalan Simo Tambaan Sekolahan, tidak bisa lagi berkumpul dengan keluarganya. Bahkan setelah dilakukan pemeriksaan, kedua tersangka merupakan pelaku spesialis pembobol rumah kosong. Dalam kurun waktu tiga bulan, mereka berhasil mengobok-obok empat rumah kosong. Di antaranya di Jalan Kembangsren Gang II, rumah di jalan Kedurus Gang II, rumah di jalan Dukuh Pakis 6A dan rumah di Kampung Malang Utara. “Dalam beraksi mereka selalu berdua,” kata Kapolsek Wonokromo AKP Christoper Adikara Lebang, kemarin Rabu (6/11). Lebang menjelaskan, dalam beraksi kedua tersangka menggunakan modus berpura-pura menjadi tukang sayur. Untuk memuluskan rencana jahatnya, kedua karib itu sudah tiga bulan terakhir keliling menjajakan dagangannya. “Selain mencari keuntungan menjual sayur, mereka memiliki niat jahat yakni mencari sasaran. Bahkan di gerobak sudah disiapkan sejumlah alat seperti linggis, obeng dan kunci duplikat,” lanjut alumni Akpol 2006 itu. Seperti yang dilakukan kedua tersangka saat membobol rumah di Jalan
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7
Sigit Sutriono
dari beberapa teman wartawan. Tapi sekarang tidak ada pencabutan perkara,”pungkas Sigit. Seperti diberitakan sebelumnya, permohonan ganti kelamin dan ganti nama tersebut teregister dalam perkara Nomor 1768/ Pdt.P/2019/PN.Sby. Permohonan ganti kelamin ini dikarenakan PN berkelamin ganda. Saat dilahirkan PN berkelamin perempuan, Namun seiring waktu mulai ada perubahan diri dan fisik PN. Organ wanitanya tidak berkembang seperti wanita pada umumnya. Justru organ prianya yang lebih mendominan. (fer/nov)
Terjungkal Ditabrak Motor Ojol Bahkan, pelaku yang diketahui bernama Asnan itu menjadi bulan-bulanan massa karena geram dengan ulahnya. Beruntung, nyawa pria ini terselamatkan karena kedatangan polisi dan langsung mengamankannya. Sementara di kejadian pada Selasa (5/11) sekitar pukul 19.00 itu, korbannya adalah Prita Swastika Irianto, warga Jalan Permata Wiyung. Kapolsek Rungkut Kompol I Gede
Sambungan dari halaman 1
Suartika melalui Kanitreskrim Ipda Djoko Soesanto mengatakan, kejadian penjambretan itu bermula ketika korban naik ojol dengan tujuannya pulang. “Saat naik ojol, korban tidak menyadari jika diikuti pelaku,” kata Djoko, Rabu (6/11). Lanjut Djoko, setiba di Jalan MERR, pelaku yang mengendarai motor Honda CB 150 L 5272 S lalu memepet motor ojol yang ditumpangi korban. “Setelah jaraknya dekat,
pelaku langsung menarik tas korban yang saat kejadian diletakkan di sela-sela tubuhnya,” papar Djoko. Melihat tasnya dirampas, Prita meneriaki pelaku hingga membuat ojol yang memboncengnya cepat bertindak melakukan pengejaran. Setiba di pertigaan Jalan Pandugo, merasa ada kesempatan pengendara ojol tersebut nekat menabrak motor pelaku hingga terjatuh. Asnan yang tidak menduga hal itu,
hanya kaget dan meringis kesakitan akibat terjatuh bersama motornya. Sialnya, warga di sekitar lokasi ternyata mengetahui kejadian tersebut. Pelaku segera diamankan dan dihajar tanpa ampun. Belum sampai fatal, ternyata petugas dari Polsek Rungkut datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan segera mengamankan pelaku dari amuk massa. Asnan akhirnya dibawa ke mapolsek untuk diinterogasi terkait aksi yang dilakukannya.
“Dalam pengakuannya, pelaku mengatakan baru sekali menjambret. Hanya saja kami akan menyelidikinya lebih lanjut. Jika melihat kronologi dan keterangan korban, kami menduga aksinya lebih dari sekali,” jelas Djoko. Kanitreskrim menambahkan, tas korban yang dijambret berisi iPhone 8 dan uang sebesar Rp 200.000. “Tas berikut isinya kita jadikan barang bukti. Selain itu kami juga menyita motor yang dipakai sebagai sarana
kejahatannya,” ucap mantan Kanitreskrim Polsek Gubeng itu. Di depan penyidik, Asnan tetap bersikukuh beraksi sekali. Dia terpaksa melakukan itu karena kepepet tidak punya uang. Rencananya jika dapat HP atau barang berharga milik korban akan dijual. “Saya memilih sasaran secara acak. Kebetulan ada wanita yang naik ojol sambil meletakkan tas di sela-sela tubuhnya,” ujar Asnan. (x-3/nov)
Diancam Celurit, HP Pelajar Dirampas Sampai akhirnya seorang dari tiga pelaku berhasil dibekuk anggota Unit Reskrim Polsek Kenjeran. Dia adalah MM alias Londo (15), warga Jalan Medokan Semampir. ABG ini ditangkap setelah dijebak korbannya di Taman Suroboyo. Sedangkan dua temannya masih dalam kejaran petugas. Dari tangan tersangka, petugas menyita 1 dosbook HP merek Oppo milik korban,
RF (13), warga Jalan Klampis Selalang VI dan celurit yang dijadikan sarana aksinya. “Identitas kedua tersangka sudah kami kantongi, cepat atau lambat pasti akan tertangkap,” kata Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Endri Subandrio, Rabu (6/11). Diceritakan Endri, siang itu MM bersama dua temannya mencari sasaran di Kenpark dengan mengendarai motor berboncengan tiga, dan mem-
Tangan Terjepit Mesin Penggiling Kacang Penyebabnya wanita bernama Safita (20), asal Bojonegoro, tangannya terjepit mesin penggiling kacang. Akibat kejadian yang dialaminya, korban mengalami patah tulang di jari tengah dan jari manisnya di tangan kiri. Peristiwa ini membuat Safita berteriak kesakitan hingga teman-temannya panik. Mengetahui kejadian tersebut mereka kemudian menghubungi petugas command center. Petugas pemadam kebakaran (damkar) yang datang menolong, akhirnya berhasil mengeluarkan tangan Safita keluar dari mesin penggiling. Selanjutnya korban dilarikan ke RSAL dr Ramelan untuk mendapatan perawatan medis. Awalnya petugas berusaha mengeluarkan tangan korban dengan menggunakan sabun dan minyak goreng di mesin penggiling. Dengan harapan supaya licin, namun tidak berhasil.
Sambang Ponpes, Rangkul Santri Lagiman mengimbau kepada santri agar selalu rukun sesama teman dan belajar agama sesuai arahan kiai dan ustaz. Selain itu, para santri diingatkan untuk senantiasa menghormati perbedaan keyakinan dan menghargai umat beragama lain. “Kami mengimbau para santri supaya tak terpengaruh oleh ajaran-ajaran radikal yang menebar kebencian kepada negara dan umat lainnya,” kata Kapolsek Kenjeran Kompol Cipto.
Betah Menjanda Namun, bagi Yuni Shara, lebel janda dengan dua anak tak membuatnya berkecil hati. Dikatakan Yuni, banyak perempuan di luaran sana malah malu menjadi janda. Kakak Krisdayanti itu menyerukan jangan malu menjadi janda. Tapi, ia memiliki alasan untuk hal tersebut. “Jangan malu jadi janda. Karena sewaktu-waktu kita nggak pernah tahu masalah kita itu ada sama kita terus atau nggak,” terang Yuni dalam Channel YouTube Ussy Andhika. Tak hanya itu, Yuni juga sangat mendukung perempuan yang bekerja. “Aku support banget sama perempuan yang bekerja supaya tidak ketergantungan sama laki-laki,” jelasnya lagi. Yuni mengatakan masih betah menjanda karena anak-anak. Kedua anaknya yang sudah remaja memang melarang Yuni untuk menjalin hubungan dengan pria lain. “Aku pernah pacaran tapi nggak lama ya putus, karena anak-anak nggak setuju. Pacaran
Sambungan dari halaman 1 bawa celurit. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), mereka melihat korban bersama temannya. Me ra s a m e n d a p a t k a n mangsa, ketiganya langsung menghampiri RF dan mengancam memakai celurit. Bahkan, HP korban berhasil dirampas. Setelah itu ketiganya langsung melarikan diri. Setelah kejadian itu, korban bergegas melaporkan kejadian yang dialami ke Mapolsek
Sambungan dari halaman 1
“Tangan korban dapat kami keluarkan dengan menggunakan alat spider (pembuka) milik rescue,” kata Kabid Operasional PMK Surabaya Bambang Vistadi. Menurut keterangan Safita kepada petugas, awalnya ia bersama temannya sedang membuat bumbu pecel dengan menggunakan mesin penggiling itu. Setelah bumbu sudah jadi dan telah dimasukkan ke dalam toples, korban bermaksud membersihkan mesin penggiling yang baru saja dipakai. “Korban mencoba membersihkan mesin tersebut dengan tangan kirinya,” ungkap Bambang. Tak lama kemudian, Safita berteriak kesakitan karena jari-jari tangan kirinya masuk ke dalam mesin penggiling. “Korban lupa mematikan mesin penggiling kacang tersebut,” pungkas Bambang. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 Menurut Cipto, pesan kerukunan ini disampaikan sebagai bagian dari pengamanan wilayah dan anggota bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak yang menyampaikannya kepada masyarakat, terutama warga binaanya. “Imbauan kerukunan ini rajin disampaikan para bhabinkamtibmas setiap kali sambang ke lingkungannya masing-masing. Tujuannya untuk menciptakan kondusifitas di wilayahnya,” pungkas Cipto. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 lagi dan backstreet dari anak-anak nggak lama perasaan mereka benar tentang pacar aku. Akhirnya aku nggak jadi lagi nikah,” kata Yunu Sebagai seorang artis, Yuni Shara tentu saja banyak diminta foto dengan penggemarnya. Penggemarnya bukan hanya perempuan, tapi laki-laki. Yuni mengatakan kerap diminta foto oleh banyak laki-laki. Ingin tetap sopan dalam meladeninya dan tidak membuat sang pria malu, Yuni memiliki cara tersendiri untuk itu. “Kalau kita diminta foto sama cowok kan sering ya apalagi kalau posisinya dia di belakang. Kadang nih walaupun kita tahu itu nggak kepegang, tapi kelihatan di kamera nanti kita seperti dirangkul kan,” imbuhnya. “Aku selalu bilang ke orangnya mohon maaf, Pak jangan begitu ya tangannya, gitu jadi menolaknya tapi nggak bikin malu dia juga. Karena aku kan janda ya nanti malah gimana-gimana,” sambung wanita mungil ini. (*/nov)
Kenjeran. Laporan kemudian ditindaklanjuti oleh anggota opsnal dengan meluncur ke TKP dan menginterogasi korban. “Mengingat korban masih berstatus pelajar SMP, maka untuk membuat laporan wajib didampingi orang tuanya,” ungkap Endri.
Dari hasil penyelidikan, diketahui jika seorang pelaku berteman di facebook (FB) milik teman RF dan wajahnya memang pelaku yang merampas HP-nya. Dari petunjuk tersebut, petugas bekerja sama dengan korban dan menjebak
MM untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Akhirnya disepakati bertemu di Taman Suroboyo. “Begitu MM muncul, kami mengamankan dan membawanya ke mapolsek untuk diinterogasi,” tandas Endri. Ternyata terungkap jika MM
Rp 30 M untuk Akses Jalan Padepokan Dimas Kanjeng Suryono (Sultan Agung di Padepokan Dimas Kanjeng). “Saya tidak pernah setor uang ke Dimas Kanjeng. Kalau transfer melalui Pak Suryono sebanyak 18 kali atau sekitar Rp 30 miliar. Itu sebagai akses jalan untuk masuk ke padepokan,” jelas Hasna saat ditanya jaksa penuntut umum (JPU) M Nizar, kemarin. Hasna juga menjelaskan, bahwa kakaknya (Najmiah, red) mengaggap Dimas Kanjeng seperti anaknya sendiri. Apapun yang dilakukannya bersama Dimas Kanjeng
tidak boleh ada yang mengganggunya. “Dimas pernah mengasih uang kepada Najmiah beberapa kali. Seperti Rp 10 miliar, Rp 5 miliar, dan Rp 2,5 miliar dan totalnya Rp 17,5 miliar.Uang yang diterima dari pak Taat (Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, red) tidak boleh diganggu gugat oleh anak dan cucu dari Najmiah,” jelas wanita yang sebulan menunggu sidang ini menginap di Padepokan Dimas Kanjeng. Tidak hanya itu, selain diberi uang Rp 17,5 miliar, Najmiah juga diberi permata, cincin, kalung, lempengan emas, keris,
Satu Pembajak Truk Diringkus, Lima Buron Surabaya Iptu Bima Sakti, kemarin Rabu (6/11). Bima menjelaskan, perampokan itu terjadi pada Rabu (23/10) sekitar pukul 21.00. Namun kabar peristiwa itu baru diketahui media pada Kamis (31/10), setelah korban melapor ke Polrestabes Surabaya. Truk yang dirampas para pelaku yaitu truk jenis Isuzu DK 8369 QW, yang disopiri Nyoman Suwarnata (35), asal Desa Gores, Kecamatan Gerokak, Kabupaten Singaraja, Bali. Kendaraan beratitu baru saja keluar dari Gresik mengangkut kayu kamper dengan tujuan Pulau Dewata. Tapi sampai di tol Romokalisari, truk tiba-tiba dipepet dan dihentikan mobil Ertiga warna putih, yang ditumpangi enam pelaku.
Empat pelaku lalu turun dari mobil dan memaksa sang sopir masuk ke dalam Ertiga tersebut. Karena sendirian, sopir hanya pasrah. Ketika di dalam mobil, kedua tangan Nyoman diikat dan matanya dilakban. Setelah itu, sopir dibuang di areal persawahan di wilayah Lamongan. Penderitaan sopir truk belum berakhir. Setelah melepaskan diri dari ikatan tali dan lakban di wajahnya, korban mengaku berjalan kaki dari lokasi pembuangan di Lamongan hingga di kawasan perbatasan Gresik - Surabaya. Saat itu, korban mengaku ketakutan dan kebingungan karena truk yang menjadi sumber penghasilannya dirampok. “Korban melepas ikatannya sendiri saat itu,” tandas Bima.
Sekali Tembus, Jasanya Dihargai Mobil dan HP Apel Krowak sebab, satu per satu pasien Abiyasa menghindar. Tidak ada lagi yang datang. Rumah berubah sepi. Ibu Abiyasa meninggal mendadak. Kata dokter, kena serangan jantung. Cukup lama Abiyasa menganggur. Tidak ada kegiatan sama sekali. Rupanya dia menyesal. Bolak-balik ke makam nenek untuk minta maaf, tapi tidak ada hasilnya. Tidak ada yang datang ke rumah. “Aku menyarankan Mas Abi tobat kepada Yang Mahakuasa. Bukan kepada nenek. Awalnya saranku nggak dipakai. Ya sudah. Tapi, lama-lama mungkin dia berpikir: apa salahnya dicoba.” Abiyasa akhirnya mengaku sudah tobat dan ingin usahanya lancar kembali. Tapi, dua-tiga bulan berjalan, tidak ada perubahan. Abiyasa semakin putus asa dan pamit akan menjadi TKI di Arab Saudi. Di tengah kegalauan sang suami, Anik bertanya; bagaimana cara Abiyasa bertobat. “Ya bertobat. Aku katakan tobat dan tidak akan mengulangi apa pun kesalahanku,”
kata Abiyasa kepada Anik. “Itu saja?” “Aku harus bagaimana?” Anik yang jebolan pondok pesantren di Sidosermo kemudian mengutip surah At-Tahrim ayat 8 yang artinya, “Hai orangorang yang beriman, bertobatkah kepada Allah dengan taubatan nasuha (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Robbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya.” Abiyasa disarankan mandi besar, berwudhu, mendirikan salat Taubat, dan memperbanyak membaca istighfar. “Dia mengaku sudah manjalankan semua yang kusarankan,” kata Anik, yang mengaku juga mengingatkan Abisaya agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Entah mulai kapan, Anik lupa, suatu ketika ada tamu dari Mojokerto. Dia mengaku pernah disembuhkan oleh Abiyasa dan
beraksi bersama dua temannya. Mereka pun sering kali merampas HP, namun lupa sudah kali ke berapa aksinya dilakukan. “Setiap kali berhasil merampas HP, kemudian dijual dan hasilnya untuk pesta miras,” ujar MM, remaja putus sekolah ini ke petugas. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 tongkat komando, dan 9 koper berisi mata uang asing senilai Rp 2 triliun. “Mata uangnya berbagai macam, ada yang dolar, dari China dan itu masih berlaku. Pernah saya tukarkan ternyata bisa, katanya sembilan koper kalau ditotal sebesar Rp 2 triliun,” jelas Hasna, yang menegaskan tidak ada mahar saat menjadi santri di Padepokan Dimas Kanjeng ini. Atas keterangan saksi, terdakwa Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng yang tidak didampingi penasihat hukum itu membenarkannya. (fer/nov)
Sambungan dari halaman 1 Meski sudah mengamankan tersangka, Bima mengaku masih memiliki tugas mengejar lima pelaku lain. Mereka adalah SM, RB, AL, RK, SN. “Saat ini kami masih fokus memburu kelima pelaku lain. Mereka diduga sudah menyebar di sejumlah kota untuk bersembunyi,” pungkas mantan Kanitreskrim Polsek Pakal itu. Sementara, Syair mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan dia menenggak miras menjadi salah satu faktor, pria ini masuk ke komplotan pembajak truk. Bahkan sebelum truk dijual, Syair mengaku sudah diberi uang oleh otak komplotan berinisial AL sebesar Rp 2 juta. “Buat beli miras saja,” ujar Syair. (fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 tidak pernah hambuh lagi. Sekarang dia mengajak sepupunya yang juga mengeluhkan sakit yang sama. Orang itu lantas ditangani Abi. Tubuhnya dipijat pada bagian-bagian tertentu dan dialiri tenaga dalam, yang diakui Abiyasa agak berat. Selesai, orang tadi minta diberi ramuan untuk dibawa pulang. “Kami tidak punya. Mas Abi lantas melirik air mineral gelas yang masih ada di dalam kardus, sisa hajatan beberapa hari sebelumnya. Diambil dan didoai. Itu saja,” kata Anik, (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
Babinsa dan bhabinkamtibmas selalu ada di tengah-tengah masyarakat.
Komunikasi Terus Terjalin
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Malang, Memorandum Komunikasi sosial (komsos) terus digalakkan di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, meski TMMD ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang- Kota Batu, resmi ditutup. Pendekatan pada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat terus dilakukan oleh babinsa. “Babinsa berperan aktif kepada masyarakat agar tercipta situasi yang aman dan kondusif,” ujar Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad. Masih menurut Ferry, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat maka tidak ada hal sulit untuk menciptakan keadaan sesuai yang diinginkan semuanya. “Pertahanan yang kuat harus mulai dari pondasi dasar yang berkualitas, mulai dari tingkat desa,” imbuh Ferry. (tyo/fer)
Prasasti yang dibuat di dekat rumah Ihroji.
Prasasti TMMD Menjadi Saksi Malang, Memorandum Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu telah resmi ditutup. Selesainya TMMD ditandai dengan upacara penutupan yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. Anggota satuan tugas (Satgas) TMMD terdiri dari beberapa satuan, di antaranya personel Batalyon Mekanis (Yonmek) 512/QY, yang bermarkas di Kota Malang. Dalam pelaksanaan TMMD, anggota Yonmek 512/QY membuat prasasti yang melambangkan bahwa mereka telah mengukir karya perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di desa tersebut. Prasasti dibuat di dinding batu di sebelah rumah Ihroji, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. “Terima kasuh bapak tentara, karena kerja keras mereka rumah saya menjadi bagus,” ujar Ihroji. (tyo/fer)
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Surabaya, Memorandum Tepergok mencuri helm mahasiswi di Jalan Gubeng Jaya VII, Mat Romli (31) dan Adam Rivaldo (19), keduanya asal Jalan Karang Tembok, babak belur dimassa. Dikatakan Kanitreskrim Polsek Gubeng AKP Oloan Manullang, kejadian itu bermula ketika kedua tersangka berboncengan di Jalan Gubeng. Saat melintas di depan rumah korban, Via Aisyah Sabrin (20), mereka langsung beraksi. “Saat melintas itu keduanya melihat helm INK dan langsung mengambilnya,” kata Oloan, Rabu (6/11). Lanjut Oloan, setelah melihat kondisi sekitar aman, salah satu tersangka turun
dan memasukkan tangannya ke sela-sela pagar untuk mengambil helm yang ditaruh di motor. Setelah mengambil, keduanya yang hendak meninggalkan lokasi tiba-tiba tepergok warga dan diteriaki maling. “Mendengar teriakan dari warga, mereka berusaha kabur namun terlebih dahulu dikepung warga,” paparnya. Warga yang sudah geram dengan ulah tersangka langsung menghajarnya. Beruntung pengurus kampung segera
mengamankan keduanya di pos keamanan sembari menunggu polisi untuk dibawa ke mapolsek. “Setibanya di sana, anggota berusaha menerobos kepungan warga dan langsung mengevakuasinya ke mobil,” jelasnya. Oloan menambahkan, dalam hasil penyidikan, keduanya mengaku baru sekali mencuri. “Ngakunya baru sekali, tetapi kami masih mengembangkannya,” pungkas Oloan. Sementara itu, Romli mengaku mencuri untuk menambah kebutuhan sebab kerjaannya hanya kuli. “Bayaran sebagai kuli tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” dalih Romli. (x-3/fer)
HALA HALAMAN 8
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019
Mat Romli dan Adam Rivaldo menunjukkan barang curiannya.
Anak dan Bapak Jualan Sabu Bangkalan, Memorandum Tekad Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSI untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika terus dimaksimalkan. Hasilnya, Satreskoba kembali menggulung dua pengedar sabu. Ironisnya, tersangka MTSM (43) dan MH (22), keduanya warga Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, ternyata ayah dan anak. “Dua tersangka ayah dan anak ini dibekuk di rumah, Kamis (30/11) lalu. Tidak ada perlawanan ketika mereka digerebek,” kata Rama Samtama Putra dalam rilisnya, Selasa (5/11). Dari ungkap kasus ini, disit barang bukti di antaranya dompet berisi kresek hitam. Di dalamnya ada satu kantong plasik klip besar berisi 86,94 gram sabu, satu kantong plastik klip kecil berisi 4,34 gram sabu dan satu kantong plastik klip kecil berisi 0,48 gram sabu-sabu siap edar. Jika mencermati besaran barang bukti sabu-sabu sitaan petugas, Rama menduga duet tersangka MTSM dan MH, tidak hanya berstatus pengedar atau pengecer. Tetapi ada kemungkinan sebagai bandar peredaran barang terlarang itu. “Apa benar begitu, penyidik Satreskoba akan terus mengorek keterangan dari kedua tersangka, untuk mengungkap mata rantai dari bursa peredaran sabu di Kecamatan Galis itu,” papar Rama.
FOTO: MEMORANDUM/RAS
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL Curi Helm Mahasiswi, Babak Belur
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSI menginterogasi MTSM dan MH.
Lebih detail Rama membeberkan kronologis terungkapnya bursa peredaran di Desa Lantek barat, salah satu desa terpencil di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan itu. Seperti rentetan ungkap kasus serupa sebebelumnya, anggota Satreskoba mengedus informasi dari
masyarakat bahwa ayah dan anak ini kerap memperjual-belikan sabu, Keduanya juga dikenal sebagai pemakai. Singkatnya, anggota Satreskoba segera bertindak sigap. Mereka rutin melakukan pengintaian. Akhirnya penggerebekan rumah MTSM di Desa Lantek Barat.
Disela-sela jumpa pers, Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, sempat mewawancarai tersangka MTSM. Dengan polos ayah tersangka MH ini, mengaku dirinya kulakansabu kepada bandar berinisial MED melalui perantara kurir berinisial Y. Keduanya kini berstatus DPO. (ras/fer)
Blusukan ke Sekolah-Sekolah Probolinggo, Memorandum Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya memiliki program ‘blusukan’ ke sekolah-sekolah. Salah satunya mendadak datang SMA Negeri 1 Kota Probolinggo, Rabu (6/11). Saat apel, lelaki berdarah Banyuwangi ini memberikan sejumlah petuah dan imbauan pada siswa. Di antaranya, pesan kamtibmas dan gelaran operasi Zebra Semeru. “Agar para pelajar ini tertib dan sadar keselamatan saat berlalu lintas. Karena banyak juga pemuda yang melanggar. Ini kami ingatkan, agar tidak ikut-ikutan,” katanya. Tak hanya itu, Ambariyadi juga berpesan agar siswa SMAN 1 Kota Probolinggo, menjauhi narkoba. “Apapun alasannya, narkoba tidak layak untuk dicoba. Apalagi di konsumsi. Lebih baik belajar giat dan banggakan orang tua,” sebutnya. Hal itu berkaca pada hasil ungkap kasus terbaru yang dilakukan pihak Polres Probolinggo Kota. Yakni pengungkapan kasus narkoba, yang dilakukan sopir kontainer antar daerah. Si sopir berdalih, konsumsi narkoba untuk menyembuhkan sakit asam uratnya. Padahal itu tidak benar, lantaran pelaku juga menjadi pengedar barang perusak tersebut. Di era revolusi 4.0 ini, Ambariyadi seperti dikutip dari timesindonesia, juga mengajak siswa untuk menjadi pionir keamanan lingkungan. Dengan bertanggung jawab pada dirinya sendiri, maupun keadaan sekitar. Serta bijak bermedia sosial. Lantaran belakangan, banyak kasus pidana yang juga bermula dari media sosial. Ataupun, tindak kejahatan yang bermula dari media sosial. Acara ‘blusukan’ itu, nantinya tak hanya dilakukan di SMA Negeri 1 saja. Ke depan, Polres Probolinggo Kota akan menggandeng seluruh pelajar, dalam kegiatan serupa. Puncak apel, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, menyerahkan langsung sejumlah hadiah kepada siswa berprestasi di SMA Negeri 1 yang menang lomba fotografi. Hadiah tersebut, merupakan pemberian langsung dari Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan. Serta memberikan hadiah bagi para siswa yang berani maju menjawab pertanyaan yang diberikan. (sr/fer)
Sudaryatno melalui Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto menyampaikan, dalam kegiatan pengamanan ini diharapkan kepada seluruh personel mengedepankan sikap humanis namun tegas terukur. Dalam kegiatan itu juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan pejabat utama Polda Jatim. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Polres Pasuruan Kota yang terlibat pengamanan, tetap semangat dan berikan pengabdian bagi masyarakat Kota Pasuruan,” ujar Endy. (*/rul/fer)
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno bersama Wakapolres Kompol Mario Prahatinto mendampingi pejabat utama Polda Jatim.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya memimpin apel di SMA Negeri 1 Kota Probolinggo.
Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno SIK SH memimpin pengamanan haul KH Abdul Hamid bin Abdulloh Umar ke-38 tahun 2019 di sekitar Alun-alun Kota, dan Pondok Pesantren Salafiyah Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (6/11). Selain kapolres, tampak hadir Wakapolres Pasuruan Kota Kompol Mario Prahatinto SH SIK MSi, serta pejabat utama dan dan seluruh jajaran Polres Pasuruan Kota. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH foto bersama anggota.
Kapolres Laksanakan Komunikasi Dua Arah Pasuruan, Memorandum Sebelum menjalankan tugas sehari-hari, sebagian anggota Polres Pasuruan terlebih dahulu melaksanakan apel pagi di halaman Mapolres Pasuruan. Setelah apel, sebagian anggota melaksanakan komuni-kasi dua arah dengan Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH. Ini sebagai bentuk komunikasi dua arah antara pimpinan dan anggotanya. Selain itu, sebagai sarana penyampaian arahan kebijakan pimpinan, agar
tu tugas yang diemban dapat dilaksanakan sesuai dengan arah kebijakan pimpinan Polri. “Saya berterim akasih kepada para anggota karena secara umum situasi kamtibmas Polres Pasuruan aman dan terkendali,” ucap Rofiq. Selain itu, dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat Polri dituntut bersikap profesional dan semaksimal mungkin. Pelaksanaan tugas yang telah berjalan baik harus dipertahankan dan yang belum baik agar diperbaiki. (*/rul/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kehilangan Putra Terbaik Jember, Memorandum Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum memimpin pemberangkatan dan pemakaman Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Iptu Ainur Rofiq yang meninggal dalam kecelakaan di tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Pemberangkatan jenazah di rumah duka di perumahan Pondok Bedadung Indah V/5, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, sekitar pukul 08.10 untuk disalatkan di masjid. Tampak hadir ditengah masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yakni Bupati Jember dr Faida, Komandan Kodim 0824/ Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin.
abat PolSementara pejabat ya yaitu res Jember lainnya Wakapolres Kompol Bagus Ikhwan Christian, dan apara kasat serta kerabat almarhum yang semasa hidupnya dikenal ramah dan murah senyum terhadap orang yang ditemui. oran Pantauan Memorandum di rumah duka, AKBP Alfian Nurrizal menjadi inspektur upacara pemberangkatan jenazah. Terlebih dahulu disalatkan di masjid setempat, kalimat tahlil langsung terdengar para pelayat, tepat pukul 09.15 jenazah dinaikkan ambulans menuju ke permakaman umum Perumahan PJKA di Kalisat.
Alfian Nurrizal yyang berada di sana ikut memikul jjenazah dari rumah duka menuju masjid setempat. Selanjutnyya jenazah Iptu Ainur Rofiq yang ditandu untuk disalatkan. Almarhum meninggalkan seorang istri, Erna Ratnawati dan anak putra, dalam kesempatan itu putra pertama Faktur, memberikan sambutan memintakan maaf ayahanda Ainur Rofiq, kepada semua yang hadir dan untuk mendoakan agar almarhum diampuni dosanya dan ditempatkan disisi-Nya Allah. Dalam sambutannya Alfian
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Pimpin Pengamanan Haul KH Abdul Hamid
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum memanggul keranda jenazah Ainur Rofiq menuju permakaman.
Nurrizal menyampaikan, telah tiba batas waktunya. Maut menjemput salah satu putra terbaik Bhayangkara. Saat ini, tinggallah catatan gemilang. Karena batas usia telah menghentikan jalan pengabdian panjang yang cemerlang. Selamat jalan Bhayangkara, Lepaskan semua lelah pengabdian
terbaikmu. Tersenyumlah kembali pada Sang Pencipta, menuju Keabadian. “Di sini, kami bersaksi bahwa Almarhum telah menunaikan kebaikan. Semoga Allah SWT menempatkan di sisi terbaik dan mengampuni segala dosanya,” tutup Alfian Nurrizal, Rabu (6/11). (edy/fer)
KOTA SURABAYA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Pembangunan tanggul Kali Lamong untuk mencegah banjir di kawasan Pakal. FOTO: ISTIMEWA
Atasi Banjir di Pakal, Pemkot Bangun Tanggul Kali Lamong Surabaya, Memorandum Ancaman banjir bandang akibat luapan Kali Lamong masih menghantui warga Kelurahan Sumberrejo dan Kelurahan Benowo, Kecamatan
Pakal. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya akan membangun tanggul di kawasan Surabaya Barat ini.
Kepala Bidang Pematusan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pembangunan tanggul di Kali Lamong sebetulnya
sudah dilakukan tiga tahun lalu. “Tapi, kemarin jebol yang menyebabkan banjir di Sumberrejo,” ungkap dia. Syamsul mengungkapkan, panjang tanggul yang dibuat rencananya
8,5 km. Saat ini yang sudah dibuat panjangnya mencapai 2,5 km, dengan ketinggian tiga meter. Sesuai arahan Wali Kota Tri Rismaharini, ketinggian tersebut akan ditambah
satu meter di sisi-sisinya, sehingga nantinya diperkirakan ketinggian mencapai enpat meter. “Mudah-mudahan kuat. Di be Bersambung ke halaman 10
Bongkar Tembok, Satpol PP Surabaya Dipolisikan Surabaya, Memorandum Sikap arogan Satpol PP Surabaya yang membongkar tembok di Jalan Tambak Wedi Baru, Kamis (29/8) lalu, berbuntut panjang. Pemilik lahan Haji Ichwan melaporkan korps penegak perda (peraturan daerah) itu ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (6/11). Laporan tersebut, terkait tindakan arogan satpol PP saat melakukan pembongkaran paksa tembok pembatas lahan milik warga yang sudah bersertifikat pada Kamis (29/8). Lahan Ichwan seluas 1.796 meter persegi. Sedangkan lahan yang terpangkas untuk dijadikan jalan umum seluas 540 meter persegi. Na-
mun, akhirnya ditutup oleh Ichwan dengan tembok sehingga pengguna jalan tidak bisa melintas. Penutupan ini sempat menuai protes pengguna jalan. Satpol PP yang dipimpin Irvan Widiyanto kemudian membongkar paksa tembok penghalang jalan tersebut. Bahkan, Irvan sempat cekcok dengan pemilik
lahan Ichwan dan kerabatnya. “Jangan main bongkar sembarangan. Ini tanah hak kami,” kata Ichwan. Kuasa hukum Ichwan, M Sholeh meminta Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengusut satpol PP karena dinilai sewenang-wenang membongkar tembok yang berdiri di tanah pemilik sah. Apalagi tanah tersebut sudah bersertifikat. “Saya ingin polisi mengusut tindakan satpol PP. Seharusnya, penegak hukum tidak boleh melanggar hukum,” kata Sholeh kepada wartawan di Mapolres Pelabuhan Bersambung ke halaman 10
Pembongkaran Bangli Kalirejo Sisakan Masalah Warga Sulit Cari Tempat Penyimpanan Peralatan Mandi Jenazah
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Sejumlah petugas membongkar tempat penyimpanan peralatan pemandian jenazah dan gerobak sampah yang berada di atas saluran air Kalirejo.
Surabaya, Memorandum Meski pembongkaran puluhan bangunan liar (bangli) di atas saluran air Kalirejo tidak mendapat perlawanan dari warga Jalan Kendangsari IV Kalirejo, RT 09/RW 03, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, namun penertiban tersebut menyisakan persoalan baru. Kini, warga tidak memiliki tempat untuk menyimpan peralatan pemandian jenazah dan gerobak sampah. Ketua RT 09/RW 03 Kendangsari Sugito mengatakan, warga mendukung penertiban belasan bangli di wilayahnya. Namun, warga sempat meminta agar tempat penyimpanan alat pemandian jenazah dan gerobak Bersambung ke halaman 10
Risma Minta Jembatan Pemuda Dipercantik Surabaya, Memorandum Jembatan Pemuda di depan Monumen Kapal Selam (Monkasel) akan dipercantik sehingga lebih menarik untuk swafoto. Di jembatan tersebut nanti akan dipasang berbagai pernak-pernik yang instagramable. “Di sini (jembatan) diberi lampu Bersambung ke halaman 10 Wali Kota Risma bersama jajarannya meninjau Jembatan Pemuda.
FOTO: ISTIMEWA
HUT Ke-50 SKH Memorandum
Ajak Masyarakat Senam Dahlan Iskan Style Surabaya, Memorandum Hari ulang tahun (HUT) ke-50 Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum dan HUT ke-1 Memorandum.co.id menjadi momen kebersamaan antara masyarakat dengan media massa yang menyabet mitra terbaik Polri tersebut. Bersambung ke halaman 10 Ketua panitia HUT ke-50 SKH Memorandum dan HUT ke-1 memorandum. co.id Arief Sosiawan, Nicky Yusnanda, dan H Choirul Shodiq selaku instruktur senam Dahlan Iskan style. FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
FOTO: ISTIMEWA
Pemilik lahan di Tambak Wedi Baru H Ichwan didampingi pengacara M Sholeh usai melaporkan satpol PP ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.
KOTA SURABAYA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Perlebar Jalan Sulawesi
OBROLAN PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Suami Konsumsi Narkoba Tanya: Saya mau tanya. Risiko suami yang mengonsumsi narkoba apakah bisa menurun ke anak-anak. Bagaimana cara mencegah dan memberitahukan kepada anak yang masih kecil kalau orang tuanya seorang pecandu narkoba. Terima kasih sebelumnya. Yuni, warga Jalan Manukan Lor, Surabaya Jawab: Penyebab seseorang menjadi kecanduan terhadap suatu zat memang multiBrigjenpol Drs Bambang Priyambadha SH MHum faktorial. Kepala BNNP Jatim Beberapa penelitian memperkirakan faktor genetik mempengaruhi 40 - 60 persen kecenderungan seseorang menjadi kecanduan. Namun beberapa faktor lain juga sangat penting seperti bagaimana suasana lingkungan sosial tempat dia berinteraksi banyak penyalahgunaan narkoba, bagaimana juga pola asuh dan komunikasi dalam keluarga, serta bagaimana kemampuan life skill/coping skill seseorang dalam menghadapi stressor. Keluarga perlu menerapkan pola asuh dan komunikasi yang tepat dengan anak. Kapan orang tua harus bersikap tegas dan kapan harus bersikap demokratis. Pengetahuan tentang narkoba bisa dimulai dengan menyesuaikan tingkat usianya. Ajak diskusi anak, tanyakan pendapatnya mengenai narkoba sambil berikan pengetahuan yang benar. Keputusan untuk memberi tahu anak mengenai orang tua pecandu kembali pada pertimbangan orang tua keuntungan dan kerugian memberi tahu hal tersebut. (*/fer)
Pemkot Gusur Stan Pasar Keputran Selatan Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya akan menggusur sebagian stan di Pasar Keputran Selatan. Upaya ini dilakukan, antara lain, untuk pelebaran Jalan Sulawesi. Meski akan digusur, namun para pedagang unggas tetap berjualan seperti biasa. Kawasan yang akan digusur, yakni tepat di sisi barat pasar atau tepi Jalan Sulawesi. Menanggapi soal rencana penggusuran, pedagang mengaku, mengetahui wacana tersebut sejak Oktober. Namun kapan kepastian penggusuran itu dilakukan masih belum tahu. “Kapan itu memang ada rapat membahas rencana pembongkaran,” kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di Pasar Keputran Selatan, Rabu (6/11). Kabid Ketertiban Umum
dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb menjelaskan, penggusuran direncanakan pekan depan. “Kami masih rapatkan dulu. Kemungkinan minggu depan akan ditertibkan,” kata Pieter melalui sambungan telepon. Tidak hanya itu, satpol PP juga sudah sosialisasi soal penggusuran pasar itu ke pedagang sejak Oktober lalu. Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya berharap pedagang segera pindah ke lokasi yang sudah disiapkan PD Pasar Surya sebelum satpol PP melakukan penggusuran. “Kami sosialisasi kan en-
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Pasar Keputran Selatan yang rencananya dibongkar guna pelebaran Jalan Sulawesi.
ggak kurang-kurang. Jadi, pedagang unggas itu tetap akan kami tertibkan. Selanjutnya,teman-teman PU (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya) langsung kerja,” jelas dia. Lebar tanah yang akan digu-
sur yakni kurang lebih 15 meter, sedangkan panjangnya kurang lebih 100 meter. “Pedagang unggas bisa pindah ke tengah pasar sisi selatan,”imbuh dia. Piter menegaskan, seharusnya pedagang unggas tidak melakukan pemotongan di
Digilas Tronton, Jalan Tanjungsari Bergelombang Surabaya, Memorandum Pengendara yang melewati Jalan Tanjungsari harus ekstra hati-hati. Jalan di kawasan pergudangan dan industri ini bergelombang, sehingga membahayakan pemotor. Padahal lalu lintas di Jalan Tangusari ini cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan besar, seperti truk, trailer dan tronton. Bahkan, tak jarang terjadi kemacetan. “Yang berbahaya itu di pinggir
jalan karena banyak gumpalan aspal yang sudah mengeras. Pemotor harus berhati-hati agar tidak jatuh ketika melewati gumpalan aspal tersebut,” kata Ridwan, warga Balongsari. Dia mengakui, akibat kondisi jalan yang tidak rata tersebut kerap terjadi kecelakaan, terutama pemotor yang tidak tahu medan. “Kalau kena aspal yang bergelombang, kita yang naik motor ini seperti dibanting-ban-
ting dan bisa-bisa jatuh. Padahal di sana banyak kendaraan besar yang lewat,”ungkap dia. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan PU Bina Marga terkait kondisi jalan di sana. “Kalau soal perbaikan jalan itu memang kewenangan PU Bina Marga. Nanti kami koordinasikan dulu soal langkah ke depan,” kata dia. (udi/dhi)
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDDIN
Kondisi Jalan Tanjungsari terkini.
Bongkar Tembok, Satpol PP Surabaya Dipolisikan
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Dandim Tipe A 0831 Surabaya Timur Kolonel Arm Muhammad Haidir memberikan materi wasbang di SMA Wachid Hasyim.
Tanamkan Nasionalisme kepada Generasi Muda Surabaya, Memorandum Dandim Tipe A 0831 Surabaya Timur Kolonel Arm Muhammad Haidir menyosialisasikan kegiatan wawasan kebangsaan (wasbang) kepada ratusan pelajar SMA Wachid Hasyim, Rabu (6/11). “Bahwa Wasbang dan Cinta Tanah Air wajib ditanamkan kepada generasi muda,” ujar Haidir. Sehingga, masih menurut Haidir, diharapkan agar penerus bangsa seperti siswa siswi SMK Wachid Hasyim bisa menanamkan jiwa patriotisme, nasionalisme, dan berjiwa Pancasila. Sehingga mampu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari gangguan kepentingan kelompok yang tidak bertanggungjawab. “Berharap kepada para siswa siswi SMK Wachid Hasyim dengan pembinaan wasbang menjadi tunas generasi muda dapat memahami makna dari ajaran Pancasila yang merupakan ideologi bangsa yang tidak bisa diganti dengan ideologi lain,” pungkas dia. (tyo/lis)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
pasar tersebut. Karena dalam peraturan daerah (perda) menyebutkan pemotongan unggas harus terpusat dan tidak dalam kota. “Seharusnya mereka jual ayam yang sudah terpotong,” papar dia. Selain itu, penertiban ini dilakukan agar limbah tidak dibuang ke sungai Kalimas yang berada di seberang pasar. Apalagi, pemkot akan mengadakan transporasi atau wisata air di sungai tersebut. Ketika dikonfirmasi kepala Pasar Keputran tidak berada di tempat. Sementara ketika dikonfirmasi melalui telepon malah menyarankan agar langsung ke PD Pasar Surya. “Langsung ke pusat saja (PD Pasar Surya). Saya khawatir salah. Maaf ya,” singkat Kepala Pasar Keputran Selatan Armadayati. (alf/dhi)
Tanjung Perak, Rabu (6/11). Selain itu, Ichwan juga ingin audensi dengan Pemkot Surabaya yang difasilitasi Komisi A DPRD Surabaya. “Biar ada jalan keluarnya, kami minta ke komisi A untuk didudukkan bersama pemkot,” tandas Sholeh. Kasus ini sebelumnya juga sudah pernah dipertemukan antara pemkot dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Bah-
kan, BPN memberitahukan berdasarkan sertifikat tanah tersebut milik Ichwan. Terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga saat dikonfirmasi Memorandum membenarkan adanya laporan Ichwan, pemilik lahan, di Jalan Tambak Wedi Baru dan saat sudah ditindaklanjuti anggotanya. “Laporan sudah kami teri-
Atasi Banjir di Pakal, Pemkot Bangun... berapa titik yang kemarin jebol dipasang bronjong, batu kali yang diikat dengan kawat. Mungkin sekitar 100 meter pakai bronjong. Di titik-titik yang jebol dipasangi semua,” papar dia. Lebih jauh, Syamsul mengatakan, dengan tanggul sepanjang 2,5 kilometer, bisa dibuat pintu air. Dengan terpasangnya pintu air, diperkirakan kawasan Tambakdono bebas luberan air dari Kali Lamong. “Dengan adanya pintu air, air tidak bisa masuk ke areal
permukiman warga. Insya Allah tidak tergenang lagi,”ujar dia. Selain itu, Syamsul menuturkan, pemkot akan membangun rumah pompa di sana. Ada tiga unit pompa dengan kapasitas masing-masing tiga meter kubik. “Tahun ini kita beli satu pompa dulu,” tandas Syamsul. Dia membeberkan, pompa yang dibangun di areal tanggul Kali Lamong melayani daerah tangkapan air, mulai dari Benowo, Sumberrejo, Sumber Jaya dan Jalan Jurang Kuping.
Pembongkaran Bangli Kalirejo... sampah tidak dibongkar. Tapi permintaan tersebut diabaikan pihak kelurahan/kecamatan setempat. “Kami sudah usul tempat itu jangan dibongkar, tapi tetap saja dibongkar petugas satpol PP. Padahal tempat itu dipakai untuk kepentingan umum. Kenapa di taruh di sini (bangli), karena keterbatasan lahan kosong. Pasca pembongkaran, terus peralatan mandi jenazah dan gerobak sampah warga ditaruh dimana,” keluh Sugito. Lebih jauh, Sugito menjelaskan, misalkan di depan rumah warga ditaruh tempat peralatan mandi jenazah dan gerobak sampah, apakah warga setempat ada yang mau? “Saya harap ada solusi untuk tempat peralatan mandi jenazah dan gerobak sampah setelah penertiban bangli ini,” ungkap Sugito. Lurah Kendangsari Muhadi mengatakan, penertiban belasan bangli yang sudah puluhan
tahun berdiri ini untuk memfungsikan kembali saluran air Kalirejo menuju sungai Wisma Sier Rungkut Industri. Upaya menormalisasi sungai dan saluran air di Surabaya juga imbauan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang harus dilaksanakan. “Untuk mengantisipasi banjir, maka belasan bangli ini harus dibongkar. Selanjutnya dilakukan normalisasi,” ungkap Muhadi didampingi Ketua RW 03 Arifin saat ditemui di lokasi penertiban bangli Kalirejo. Muhadi mengaku, sebelum penertiban,warga setempat sudah diundang di balai Kelurahan Kendangsari. Dan, mereka sudah menyetujui pembongkaran bangli tersebut. “Alhamdulilah, proses pembongkaran bangli berjalan lancar. Melihat kondisi dinding saluran air banyak yang rusak, tentunya segera kita ajukan anggaran tahun depan untuk perbaikan saluran dan pagar pembatas,”ungkap dia.
Sambungan dari halaman 9
ma. Anggota juga mengecek ke TKP, dan saat ini masih dalam pengumpulan saksi-saksi,”kata Dimas. Di sisi lain, Kepala Satpol PP Irvan Widiyanto mengatakan, pihaknya tidak keberatan jika memang dirinya serta jajaran dari Satpol PP Kota Surabaya dilaporkan ke polisi. “Ya tidak apa dilaporkan, itu hak dia. Dilaporkan ya ditang-
Sambungan dari halaman 9 DPUBMP menargetkan pada 2021, pembangunan tanggul, bozem, dan pompa air, di sekitar Kali Lamong selesai. Dengan begitu, beberapa daerah rawan genangan di wilayah Surabaya Barat bisa teratasi. Selain itu, Syamsul menyebut, pihaknya juga membangun bozem. Pembangunan bozem tersebut memanfaatkan bekas tanah kas desa (BTKD). Luasan tanah yang digunakan untuk bosem sekitar 2,2 hektare. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 Mengenai tempat penampungan peralatan pemandian jenazah milik warga RT 09 Kendangsari, lanjut dia, sementara waktu akan ditaruh di makam Kendangsari sambil mencari solusi lahan kosong yang terdekat. “Soal gerobak sampah warga sementara juga akan ditaruh di lahan kosong wilayah RT 07 yang jaraknya 150 meter dari sini,” terang dia. Kasi Tantrib Kecamatan Tenggilis Mejoyo Yoyok Bambang Irawan mengatakan, pihaknya telah menerjunkan 16 petugas satpol PP gabungan serta empat armada dari DKRTH Surabaya. “Selain belasan bangli, sejumlah bangunan rumah yang berdiri melebihi bantaran saluran air dan melanggar aturan, kita bongkar. Yang jelas, kita tidak tebang pilih pelaksanaan pembongkaran bangli ini. Hal ini agar tidak terjadi kecemburuan sosial warga setempat,” pungkas dia. (why/dhi)
gapi dan kita hadapi bersama. Tidak ada masalah, biar saja,” kata Irvan saat dikonfirmasi melalui telepon. Saat ditanya mengenai upaya hukum dari Pemkot Surabaya dan Satpol PP Surabaya,
Risma Minta... yang agak lebih besar,” kata Wali Kota Tri Rismaharini kepada tim Dekorasi Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) di Jembatan Pemuda, Rabu (6/11). Wali Kota Risma juga memberikan beberapa arahan kepada jajarannya agar mempercantik tampilan jembatan. Mulai dari memberi lampu hias, penambahan pot bunga di sekitar jembatan, hingga hiasan
Ajak Masyarakat... Berbagai rangkaian kegiatan untuk merayakan acara tahunan tersebut, panitia mengajak masyarakat untuk mengikuti jalan sehat bersama sekaligus senam Dahlan Iskan Style di lapangan Makodam V/ Brawijaya, Minggu 17 November 2019 mendatang. Dahlan Iskan menjadi tamu kehormatan dalam acara meriah nantinya. Mantan bos PLN tersebut didaulat memberikan komando kepara ribuan peserta senam. Berbagai kalangan usia juga turut bergabung. Acara berlangsung pagi hari dari pukul 05.30 hingga 10.30. Tak hanya gerakan senamnya yang bervariasi. Lagu pengiringnya pun beragam membuat tubuh bergerak sempurna dan menjadi lebih bugar. “Ada dua lagu baru kita khusus siapkan saat Senam Dahlan Iskan Style untuk menyemarakkan HUT Memorandum nanti. Pastinya lebih enak dan gerakannya lebih mudah ditiru masyarakat umum,” kata Nicky Yusnanda salah satu instruktur Senam Dahlan Iskan Style. Gerakannya yang sederhana membuat senam ini peminatnya terus bertambah saat dirutinkan setiap Selasa hingga
Irvan menegaskan nantinya secara otomatis akan ditangani oleh Bagian Hukum Pemkot Surabaya.“Itu nanti otomatis. Nanti pasti ditangani oleh bagian hukum. Enggak masalah,” pungkas dia. (alf/rio/dhi)
Sambungan dari halaman 9 bertuliskan ‘Suroboyo’. Risma juga ingin dipasang pot bunga di sebelah lampu tersebut. Presiden UCLG Aspac ini juga mengungkapkan, penambahan berbagai hiasan di lokasi itu, supaya Jembatan Pemuda terlihat lebih cantik dan instagramable. Di sisi lain, jika masyarakat senang keluar di malam hari, hal ini juga pasti akan berdampak pada roda perekonomian. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 Sabtu di depan Graha Pena. Sampai dikenal dengan julukan Senam Dahlan Style. “Senam Dahlan Iskan ini lebih santai. Namun efeknya untuk kesehatan sangat baik. Durasinya 1/2 sampai 2 jam. Senam ini rutin diselenggarakan pada Selasa sampai Sabtu di Graha Pena. Sedangkan pada Minggu digelar di car free day,” imbuh Nicky. Sambutan positif senam ini kian masif di sejumlah daerah lain. Sampai kini terus dikenalkan ke lebih dari 10 kota. “Senam Dahlan Iskan Stlye ini memang diciptakan langsung oleh pak Dahlan Iskan. Pada waktu itu kita mulai di Graha Pena pada Jumat. Terus karena respon masyarakat sangat antusias, kita adakan Selasa sampai Minggu. Kita berdiri sudah dua tahun,” ujar Nicky. Panitia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melewatkan momen tersebut, karena acara akhir pekan itu banyak hiburan dan doorprize. Peserta yang beruntung, bisa membawa pulang sepeda motor, sepeda gunung, peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, dan masih banyak lagi. (alf/lis)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Penangkapan keduanya berkat informasi masyarakat yang menyebut adanya peredaran narkoba yang berasal dari Sampang menuju Sumenep. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Satreskoba Polres Sumenep. Hasilnya, menangkap dua tersangka. Ke d u a n y a d i a m a n k a n aparat di pinggir Jalan Raya Manding depan kios sembako Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Selasa (5/11) sekitar pukul 19.00. “Informasi masyarakat menyebut para ter-
sangka sering membawa sabu dari Sokobanah, Kabupaten Sampang,” terang Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Rabu (6/11). Saat dilakukan penggerebekan disertai penggeledahan saat kendaraan tersangka dihentikan di Jalan Raya Manding, ditemukan barang bukti sabu. Dan keduanya barang haram tersebut dibeli dari Kabupaten Sampang. Roli Purna Irawan dan Azis Priyono berserta BB yang ditemukan di lokasi, langsung dibawa aparat. Di antaranya
FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
Sumenep, Memorandum Kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu (SS), dua pemuda Sumenep ditangkap polisi. Mereka Roli Purna Irawan (28), warga Dusun Jiguk, Desa Baban, Kecamatan Gapura, dan Azis Priyono (38), warga Dusun Karang Anyar, Desa Karang Budi, Kecamatan Gapura.
Kedua tersangka diamankan aparat Polres Sumenep.
satu poket/kantong plastik klip kecil berisi SS 1,17 garam
yang disimpan di dompet, satu HP, mobil Isuzu Panther
hijau metalik nopol B-8548-R. (uri/sr)
FOTO: MEMORANDUM/ANWAR
Bangkalan, Memorandum Akibat kemarau panjang di Kabupaten Bangkalan, sedikitnya 504 ha tanaman padi untuk masa tanam musim kemarau pertama (MK-1) di sepanjang Agustus hingga November 2019 mengalami puso atau gagal panen. Musibah tanaman puso itu rata-rata terjadi di kawasan sawah tadah hujan. “Sebarannya merata di sebagian besar dari 18 kecamatan yang ada,” kata Kasi Benih Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikulutra dan Perkebunan (Dipertapa Horbun) Bangkalan, Hasan Tofa SP, Rabu (6/11). Menurut H Hasan Tofa SP Hasan Tofa, musibah itu terjadi lantaran areal persawahan kelolaan petani mengalami kekeringan akut lantaran tak lagi mendapat asupan air. Maklum siklus musim kemarau tahun ini bergulir cukup panjang. Dampaknya, ribuan hektar tanaman padi jadi rusak rusak berat. Layu, menguning dan kering. Beruntung, sebagian besar tanaman masih bisa diselamatkan. “Namun sebagian kecil lainnya tidak bisa lagi tertolong lagi. Berdasar hasil pantauan kami, tercatat 504 ha tanaman petani mengalami puso alias gagal panen,” tegas Hasan. Tragisnya, musibah tanaman puso itu terjadi pada kisaran paruh bulan Oktober lalu. Yakni ketika menjelang masa panen raya tiba. Dampaknya, ratusan petani harus mengelus dada. Sebab setelah dikalkulasi, kerugian yang dialami petani akibat musibah puso itu lumayan besar. Yakni ditaksir mencapai Rp 12,7 miliar. Menurut Hasan Tofa, di sepanjang masa tanam MK-1 tahun ini, para petani hanya bercocok tanam di atas lahan pertanian seluas 14.787 ha. Seperti biasanya, bibit padi yang ditanam padi untuk masa tanam MK-1 kali ini adalah jenis padi Ciherang. Estimasi kapasitas produksinya ditaksir mencapai 5,6 ton gabah kering giling (GKG) setiap hektarnya. Harga jual gabah hasil panenan petani, diprediksi ada pada kisaran Rp 4.500 s/dRp 4.600 per-kg. “Nah dari hitung-hitungan kapasitas produksi dan harga pasaran gabah itulah, bisa kita kalkulasi berapa kira-kira nilai kerugian yang dialami petani, jika musibah tanaman puso kali ini mencapai 504 ha,” papar Hasan Tofa. Meski begitu, Hasan Tofa menegaskan, kerugian lumayan besar yang dialami para petani itu masih bisa diminimalisasi. Sebab Dispertapa Horbun kini sudah mengusulkan bantuan bibit tanaman pengganti kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Logikanya, jika usulan itu disetujui, bibit tanaman pengganti untuk petani yang bercocok tanam di atas 504 ha tanaman puso itu akan langsung disalurkan. Tujuannya, agar mereka secepatrnya bisa segera bercocok tanam lagi dengan bibit pegganti itu, Kebetulan, pada pertengahan November nanti, Insya Allah crah hujan sudah merata. (ras/sr)
Beli Sabu di Sampang, 2 Pemuda Sumenep Dibui
Wabup Sumenep Achmad Fauzi meninjau pasukan pengamanan pilkades serentak di Mapolres Sumenep.
Wabup Sumenep Imbau Masyarakat Jaga Keamanan Pilkades Serentak Sumenep, Memorandum Sebanyak 226 desa di Kabupaten Sumenep, hari ini (7/11), menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Untuk menjaga keamanan masing-masing desa, Polres Sumenep menerjunkan 10 ribu personel. Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi berharap pilkades berjalan lancar dan aman. Untuk mewujudkan harapan tersebut, ia meminta masyarakat turut serta menjaga keamanan dan kondusivitas desa yang melaksanakan pilkades.
Wabup Fauzi juga meminta masyarakat lebih adem dan santun dalam menyikapi persoalan pra atau saat pelaksanaan pilkades. Ia berharap masyarakat tidak mengedepankan ego dan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Karena pilkades merupakan proses menuju kedewasaan berdemokrasi di tingkat desa. “Masyarakat harus mendukung kerja pihak keamanan. Karena kesuksesan pilkades itu bergantung pada sikap masyarakat di desa itu sendiri. Jaga komunikasi yang baik dengan warga lain yang berbeda
pilihan. Ayo pilkades serentak ini kita sukseskan bersama-sama,” harap Wabup Fauzi, Rabu (6/11). Wabup juga mengatakan, pilkades sudah biasa dilaksanakan di Sumenep. Bahkan Kabupaten Sumenep menjadi pelopor pilkades serentak. Dalam beberapa kali gelaran pilkades selama ini berjalan dengan baik dan kondusif. Ia juga meminta masyarakat memilih pemimpin yang bisa membawa desanya lebih baik ke depan. Bukan memilih calon kepala desa yang melakukan praktik money politic. “Pilihlah kepala
desa yang menurut keyakinan masyarakat bisa membawa berkah buat masyarakat dan desa,” tegas dia. Sementara itu, Kapolres Sumenep AKBP Muslimin mengatakan, untuk menjaga keamanan pilkades serentak akan menurunkan 10 ribu personel pengamanan. Dengan rincian dari unsur polisi, TNI dan Linmas. “Dari Linmas sekitar 5 ribu personel, dari Polri dan TNI juga 5 ribu personel. Sejak malam sebelum pilkades seluruh personel sudah stand by di lokasi,” terang Muslimin. (aan/sr)
Pelangggar Lalin Capai 3.706 14 Hari Operasi Semeru di Pamekasan Pamekasan, Memorandum Satlantas Polres Pamekasan menindak 3.706 pelanggar lalu lintas sepanjang 14 hari pelaksanaan Operasi Semeru 2019 sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019. Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Didik Sugiarto mengatakan, untuk jumlah pelanggaran selama 14 hari total sebanyak 3.706 orang. “Jenis pelanggaran yang terdiri pelanggaran 945 tidak memakai helm SNI, 279 melawan arus, 82 menggunakan HP saat mengendara, 126 pengendara di bawah umur, 127 tidak memakai safety belt, 1.157 tidak dilengkapi surat-surat dan 990 pelanggaran lain,” katanya, Rabu (6/11). Jenis pelanggaran ada beberapa faktor pelanggaran, untuk masing-masing jumlah dominasi pelanggar dari beberapa kalangan. Untuk pelanggaran masih didominasi motor 3.279 ranmor R2. Dan rata-rata pelanggar masih didominasi karyawan swasta 1.725 pelanggar. Sedangkan usia pelanggar terbanyak adalah usia produktif 26-30 tahun sebanyak 1.848 pelanggar,” ujar AKP Didik. Didik Sugiarto mengimbau bagi pengguna jalan agar mempersiapkan surat-surat berupa SIM an STNK serta kelengkapan kendaraan bermotor sebelum berangkat. “Mari patuhilah peraturan lalu lintas dan budayakan sopan santun serta etika berlalu lintas di jalan
FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK
504 Ha Tanaman Padi Alami Puso
Petugas merazia pengendara di salah satu lokasi jalan di Pamekasan.
dengan baik. Pakailah helm SNI dan hindari
berboncengan tiga,”harapnya.(sjk/sr)
PASURUAN
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Kasatlantas AKP Bayu Halim Nugroho mengecek kendaraan hasil Operasi Zebra Semeru yang tidak dilengkapi surat kendaraan.
Kasatlantas AKP Bayu Halim Nugroho memeriksa surat-surat kendaraan roda empat.
Kasatlantas didampingi anggota menginterogasi pengendara yang melanggar lalu lintas, tidak memakai helm.
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi Kasubbag Humas AKP Drs Hardi dan Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho menunjukkan barang bukti hasil Operasi Zebra Semeru 2019.
Operasi Zebra Semeru 2019
7.003 Surat Tilang dan Surat Teguran Habis 14 Hari Pasuruan, Memorandum Satlantas Polres Pasuruan menggelar konferensi pers hasil Operasi Zebra Semeru 2019 selama 14 hari di halaman Mapolres Pasuruan, Rabu (6/11). Konferensi pers dipimpin Kapolres AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi Kasubbag Humas AKP Drs Hardi dan Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim Nugroho. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, hasil Operasi Zebra Semeru 2019 selama 14 hari, anggota satlantas mengeluarkan surat tilang dan surat teguran sebanyak 7.003 untuk pelanggar. “Dari total 7.003 surat tilang untuk pelanggaran, terdiri dari surat tilang 6.417 tilang, dan surat teguran sebanyak 586 lembar,” ujar Rofiq.
Dalam Operasi Zebra Semeru 2019 selama 14 hari kemarin, masih banyak pengguna jalan atau pengendara yang melanggar, karena tidak menggunakan helm, di bawah umur, safety belt, melawan arus, dan menggunakan HP saat berkendara. “Pelanggar yang didominasi anak di bawah umur, tercatat 620 pelanggar serta melibatkan kedua orang tua
untuk memberikan edukasi kepada anaknya. Jumlah pelanggar helm sebanyak 1.777, tanpa safety belt 193, melawan arus 43, dan menggunakan HP 96,” jelas Rofiq. Kapolres Pasuruan juga menjelaskan lokasi pelanggaran yang banyak terjadi. Seperti di lapangan Purwosari, Pandaan, Bangil, dan Sukorejo. Serta yang rawan laka di wilayah Pasuruan seperti jalan umum Banyuwangi-Surabaya, termasuk daerah Kecamatan Beji, kemudian jalan umum Surabaya-Malang. Daerah Kejapanan sama Gempol, kemudian di perlintasan rel kereta api di Yonkav Beji yang memilik blank spot paling tinggi itu
adalah truk. “Jumlah kendaraan yang berhasil disita anggota Satlatas Polres Pasuruan selama Operasi Zebra Semeru 2019 ada keterkaitan anak di bawah umur, kita melibatkan orang tua sebanyak 287 anak, satu mobil pribadi, dan odong-odong, serta kita amankan knalpot yang tidak ber SNI kita aman sebanyak 89 unit,” tambah Rofiq. “Kami berharap dengan berakhirnya Operasi Zebra 2019 dapat meminimalisasi kecelakaan lalu lintas. Dan kami tetap akan melakukan tindakan penilangan sampai masyarakat sadar diri dari bahaya kecelakaan,” tutup Rofiq. (rul/sr)
Kasatlantas memimpin apel Operasi Zebra Semeru 2019.
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Sidak Jukir Optimalkan Retribusi Parkir agar tetap rapi, tidak mengganggu arus lalu lintas. Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Probolinggo M Sonhadji mengatakan, pihaknya terus meningkatkan upaya mulai dari tertib parkir, disiplin juru parkir hingga peningkatan pendapatan retribusi dari parkir itu sendiri. “Saat ini, masih ada laporan masyarakat mengenai adanya juru parkir (jukir) di lapangan yang tidak taat aturan. Agar optimal, kami melakukan inspeksi mendadak
(sidak),” ujar M Sonhadji, Rabu (6/11). Sidak tersebut, lanjut Sonhaji, dalam rangka meningkatkan layanan parkir tepi jalan umum dan intensifikasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi parkir tepi jalan umum bagi kendaraan luar kota. Sidak di mulai dari jalan depan bakso Probolinggo hingga ke jalan Dr Soetomo. “Hasilnya, dari beberapa sampel ternyata belum optimal sesuai dengan yang diharapkan. Tidak optimalnya karena ada beberapa juru parkir tidak menarik karcis kendaraan dari luar kota, tapi ketika keluar diberi uang karcis. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan disiplin juru parkir,” tandasnya. Tak hanya itu, sidak terhadap jukir juga dilakukan untuk mengkonter fitnah bahwa jukir menyetorkan hasilnya kepada oknum tertentu. “Saya jamin tidak ada setoran uang parkir kepada oknum tertentu. Pasti akan ditindak kalau menemukan buktinya. Terus membuat disiplin juru parkir dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah. Biar tidak ada fitnah, silakan kalau ada siapa orangnya yang mendapat setoran,” tegas Sonhadji. Dampak hasil sidak yang diakukan, lanjut Sonhadji, membuat juru parkir semakin disiplin mengemban tugasnya, dan semakin terdongkrak hasil retribusi parkir tepi jalan setiap bulannya mengalamk kenaikan yang cukup signifikan. Diketahui, pendapatan parkir tepi jalan umum dari roda 2, roda 4 dan insidentil untuk bulan Januari sebesar Rp18.879.000, Februari Rp13.008.000 alias menurun, Maret sebesar Rp 14.287.000, April Rp 16.013.000, Mei Rp 13.992.000, Juni Rp 13.220.000, Juli Rp 17.283.000, Agustus Rp 16.819.000, September Rp 29.241.000, dan Oktober sebesar Rp 20.834.000. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi mengapresiasi langkah dishub untuk mendisiplinkan jukir yang bertugas di lokasi parkir. Dan dalam rangka meningkatkan layanan parkir tepi jalan umum dan intensifikasi PAD melalui retribusi parkir tepi jalan umum bagi kendaraan luar kota. Sehingga potensi yang dihasilkan dari retribusi parkir lebih optimal. (mhd/sr)
Tim Cobra Pamer Penangkapan Pelaku Curwan di Halaman Polda Lumajang, Memorandum Tim Cobra Polres Lumajang dipimpin Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran melakukan peragaan penangkapan pelaku pencurian sapi di halaman Polda Jatim. Satu pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha kabur dan melawan petugas. Awalnya ada enam pelaku yang berencana mencuri sapi. Sebelum beraksi, para kawanan tersebut terlebih dahulu berkeliling untuk mencari target yang mereka incar. Rupanya tak butuh waktu lama keenam pelaku tersebut berhasil mengeluarkan sapi yang mereka cari dari kandang. Karena ada suara ributribut, si pemilik sapi pun keluar untuk melihat kandang sapinya. Korban terkejut ketika mengetahui ada enam orang tak dikenal menuntun keluar sapi miliknya dari kandang dan sempat mengancam akan membunuh korban menggunakan celurit jika teriak. Keenam pelaku tersebut berhasil melarikan diri dan sapi yang dicuri itu disembunyikan di tengah kebun tebu. Korban yang panik melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa setempat untuk dibantu melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian. Kepala desa pun membantu dengan menghubungi Tim Cobra Polres Lumajang karena sepak terjangnya yang sudah tersohor dalam pengung-
kapan pencurian sapi. Tak butuh wakti lama, Tim Cobra Polres Lumajang yang berhasil di hubungi pun tiba di lokasi membawa peralatan dan fasilitas yang biasa digunakan dalam melacak jejak pencurian sapi. Fasilitas yang tidak luput dan selalu dibawa yakni drone dan anjing pelacak untuk memudahkan dalam menemukan pelaku dan sapi curian tersebut. Penangkapan pencuri sapi diatas merupakan hasil sebuah simulasi yang dilakukan dalam rangka lomba demo standar kemampuan fungsi reskrim yang diselenggarakan Ditreskrimum Polda Jatim dan diikuti semua jajaran reskrim di tiap Polres se- Polda Jatim, Selasa (5/11). Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat membuka lomba mengatakan, beberapa hal yang dilombakan dalam kegiatan itu adalah olah TKP dan upaya paksa dengan peserta dari Direktorat Reskrim dan satreskrim jajaran. “Presiden Jokowi ingin Indonesia mempunyaiSDM unggul demi Indonesia yang maju. Dari sini kami mengambil
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Probolinggo, Memorandum Terus bertambahnya jumlah kendaraan milik masyarakat membuat pemerintah harus memutar otak untuk membuat kebijakan agar kondisi jalan tidak tambah semrawut dan sisi lain agar mengoptimalkan pemasukan bagi daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD). D i n a s Pe r h u b u n g a n Ko t a Probolinggo yang berwenang menarik retribusi parkir, terus melakukan pengawasan tempat-tempat parkir
Tim Cobra memeragakan cara membekuk kawanan pelaku pencurian sapi.
pelatihan terutama masalah olah TKP,” kata Luki. Polres Lumajang menampilkan Tim Cobra yang sudah terlatih dan teruji kemampuannya, tampil di depan juri dengan persiapan yang matang. Tim Cobra menampilkan upaya dalam tata cara mengungkap pencurian sapi dengan metode yang tidak biasa digunakan oleh polres-polres lainnya. Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan, kalau soal keterampilan dan kemampuan, Tim Cobra su-
dah teruji dalam pengungkapan berbagai kasus kriminalitas di Lumajang. Dan, Tim Cobra unjuk kebolehan dalam ajang perlombaan antar-Polres Se-Polda Jawa Timur untuk menunjukkan siapa yang terbaik dalam demo standart kemampuan fungsi reskrim. “Saya yakin Tim Cobra mampu menjuarai perlombaan ini. Karena Tim Cobra sudah saya bekali dan sering saya latih agar dapat mengungkap berbagai bentuk tindak kriminalitas” pungkas Arsal. (tri/sr)
OLAHRAGA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Resmi, PSSI Depak Simon Jakarta, Memorandum Teriakan Simon Out … berulang kali di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menggema lantang ketika Indonesia takluk dari Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G. Kekalahan itu menjadi penegas bahwa tangan dingin Simon McMenemy menukangi timnas senior tidak berarti. Komite Eksekutif (exco) PSSI akhirnya memutuskan mengganti pelatih asal Skotlandia yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 musim lalu tersebut. Beberapa nama akan dipertimbangkan PSSI yang baru saja mendapatkan nahkoda baru. Pelatih anyar nanti diproyeksikan bekerja setelah lanjutan laga kualifikasi versus Malaysia di Kuala Lumpur, 19 November mendatang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Simon atas kerja sama selama ini. Semoga laga melawan Malaysia kita mendapatkan hasil yang positif,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Jakarta, Rabu (6/11) . Selanjutnya, untuk mencari pengganti Simon, exco akan mendengarkan masukan dari Departemen Teknik PSSI. Selain itu, Iwan Bule, panggilan Ketua Umum PSSI juga akan mengundang dan menyerap aspirasi dari beberapa ekspert pelatih yang ada di Indonesia. “Kita akan mendiskusikan hal ini dengan terbuka,” jelasnya. Nama-nama yang masuk pantauan di antaranya mantan pelatih timnas Korea Selatan, Shin Tae Yong. Selain itu juga ada Luis Milla yang kembali diusulkan. Simon dipercaya menukangi timnas senior awal 2019. Kontraknya hingga 2020. Dalam tujuh laga,
termasuk empat partai di kualifikasi, hasilnya sangat mengecewakan. Indonesia bahkan terbenam di dasar klasemen dengan torehan 0 poin. Hal ini yang membuat gerah suporter. Di sisi lain, PSSI juga ditarget mele-
pas dahaga medali emas SEA Games. Mengirim skuad U-23 plus lima pemain senior, tim yang dilatih Indra Sjafri dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional. Iran menjadi calon lawannya. Yakni 13 November
di Stadion Kapten I Wayan Dipta dan di Stadion Pakansari Bogor tiga hari berselang. “Mudah-mudahan kita bisa memenuhi target di SEA Games. Untuk itu kita perlu mematangkan persiapan tim,” kata Iwan Bule. (*/epe)
Perjalanan karier Simon McMenemy berakhir tragis setelah tidak diperpanjang akibat kegagalan membawa Indonesia bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G.
HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby
DEWI RENGGANIS
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
FOTO: MEMORANDUM/MARJUNI
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Bupati Jember dr Faida menemui warga perantauan di Timika, Papua.
Warga Perantau Undang Bupati Faida ke Timika Jember, Memorandum Pengurus paguyuban masyarakat Kabupaten Jember yang ada di Timika, Papua, bertemu Bupati Jember dr Faida di aula Panca Karana, pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (4/11). Selain silaturahmi, kedatangan mereka untuk mengundang Bupati Faida berkunjung ke Timika. Bupati Faida mengaku kaget ternyata masyarakat Jember yang di rantau sudah berpuluh tahun masih tetap memilihara hubungan moril dan historis dengan Jember. Bahkan tetap berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Ia mengapresiasi mereka karena mampu membawa diri di Timika. “Saya senang melihat mereka semua baik dan berjaya di Papua. Mereka tetap ingat dengan keluarganya di sini, saling membantu dan saling menguatkan,” kata dia usai bertemu dengan pengurus Paguyuban Masyarakat Kabupaten Jember yang ada di Timika, Papua, kemarin. Masih lanjut dia, pengurus paguyuban ini mendirikan
sekretariat dan dirinya ke sana. “Saya kira ini sebagai satu pintu sinergisitas karena mereka juga keluarga besar Jember. Apa lagi nanti di Papua akan jadi tuan rumah PON 2020, bolehlah kita persiapan. Bagaimana sama-sama mensukseskan kegiatan di sana,” ungkap dia. Mereka juga ingin ada warung kopi asli Jember di sana. “Rencananya akan ada pujasera dengan outlet produk-produk local. Ini menjadi pintu untuk produk-produk Jember bisa mengisi keperluan masyarakat di Papua,” jelas Bupati Jember. Sementara itu ketua Paguyuban Masyarakat Kabupaten Jember di Timika, Rahman mengatakan pihaknya mengundang Bupati Faida untuk
meresmikan sekretariat Paguyuban Jember di Kabupaten Timika. Sekretariat paguyuban Jember itu kita fungsikan untuk menangani permasalahan keluarga perantau dari Jember. “Seperti pendopo. Setiap ada permasalahan sosial yang ada di Papua kami bisa mengakomodir saudara dari Jember yang ada di Timika,” ujar Rahman Dijelaskan oleh Rahman, sampai saat ini anggota Paguyuban Jember yang ada di Timika sekitar 700 KK. Itu terdiri dari pekerja PT Freeport maupun yang lainnya. “Kami membangun paguyuban ini agar bersatu. Tanpa kita bersatu di tanah rantau, kita nggak bisa berbuat apa-apa,” kata dia. Di antara kabupaten di Papua yang kemarin terjadi konflik, Timika sangat kondusif sampai sekarang. “Kami berharap Kabupaten Timika tetap Aman damai karena perhelatan PON 2020 akan dilaksanakan di Timika,” kata dia. (jun/edy/udi).
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan
Magetan, Memorandum Dua gerbong kereta api (KA) Wijayakusuma jurusan Surabaya-Cilacap anjlok di Stasiun Barat, Magetan, Rabu (6/11) dini hari. Penyebabnya as kereta patah. “KA Wijayakusuma anjlok karena 2 as atau 4 roda patah pada kereta rangkaian ke 3, dan 4 as atau 8 roda pada rangkaian ke 4,” kata Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko. Dijelaskan Ixfan penyebab patahnya as pada gerbong KA de-
ngan masinis M Haris dan Asisten Rizky Okta P, serta kondektur Nuryanto tersebut belum diketahui pasti. “Terdapat 151 penumpang yang berada di KAWijayakusuma, semuanya selamat,” lanjut Ixfan. Selanjutnya para penumpang dievakuasi dan perjalanan dia-
lihkan menggunakan bus, untuk mengantar ke tempat tujuan masing-masing. “Semua penumpang diantar dengan bus ke tujuan masing-masing. Bagi yang tidak mau, maka tiketnya akan diganti,” lanjut dia. Akibat kejadian itu juga berdampak pada keterlambatan lima kereta lainnya. Yaitu KA Matarmaja jurusan Stasiun Malang-Stasiun Pasar Senen Jakarta terlambat 77 menit. KA Mutiara Selatan jurusan Stasiun Malang-stasiun Bandung
terlambat 107 menit. KA Matarmaja dan KA Mutiara Selatan tertahan di Stasiun Madiun. Sementara yang tertahan di Stasiun Caruban Madiun yaitu KA Majapahit jurusan Malang- Stasiun Pasar Senen Jakarta terlambat 56 menit. Sedang di Stasiun Kedunggalar Ngawi, ada KA Malioboro Express jurusan Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Gunung Surabaya terlambat 58 menit, sedangkan di Stasiun Paron Ngawi terdapat
FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII
As Patah, Gerbong KA Wijayakusuma Anjlok Gerbong yang anjlok dikembalikan ke posisi semula.
Kereta Api Gayabaru jurusan Pasar Senen-Stasiun Gubeng Surabaya terlambat 84 menit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kejadian tersebut
sehingga perjalanan menjadi tidak nyaman dan terganggu,” pungas dia.(bi/mt/tyo)
Babinsa Kedondong Serka Jodi mengimbau kepada perangkat desa.
Babinsa Kedondong Imbau Jaga Kamtibmas Madiun, Memorandum Babinsa Kedondong Koramil 0803/13 Kebonsari Serka Jodi bersinergi dengan bhabinkamtibmas melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan perangkat Desa Kedondong, Rabu (6/11). “Dengan komsos diharapkan seorang babinsa akan mengetahui tentang kondisi sosial masyarakatnya, sekaligus untuk mendapatkan data dan fakta sebagai penunjang tugas di wilayah binaannya,” ujar Jodi. Dalam pelaksanaannya, komsos di wilayah binaan dilaksanakan kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dengan toga, tomas, toda, maupun dengan pejabat pemerintahan desa. “Menjadi kewajiban kami sebagai babinsa untuk selalu mengetahui perkembangan situasi Kamtibmas diwilayah binaannya, sehingga bisa diambil tindakan pencegahan apabila ada situasi yang kurang kondusif,” pungkas Jodi. (bi/mt/pen/tyo)
Magetan, Memorandum Mengingat pentingnya mengabadikan sebuah momen, anggota Media Center Kodim 0804/Magetan mengikuti pelatihan fotografi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Humas Protokoler Pemkab Magetan, di gedung PPI, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Selasa (5/11) Pelatihan yang mengabil tema “Transparansi Melalui Seni Fotografi” ini menghadirkan wartaman senior Antara, Siswo Wibowo dan fotografer istana kepresidenan, Abror Rizki sebagai narasumber.
Siswo menjelaskan bagi seorang fotografer ada beberapa tehnik dasar pengaturan yang harus dimengerti oleh pemula, beberapa diantaranya yaitu aperture (diafragma), shutter speed dan ISO. Seorang fotografer harus mengetahui fungsi dari semua pengaturan dalam kamera tersebut. Ketiga teknik dasar ini harus dipahami terlebih dahulu oleh pemula sebelum mempraktikkan beragam teknik-teknik fotografi yang lebih rumit.“Dalam fotografi bukan saja keindahan menjadi unsur utama, akan tetapi sebuah
hasil jepretan kamera mempunyai peranan penting sebagai alat komunikasi,” kata Siswo. Sementara Abror Rizki menjelaskan foto merupakan hasil karya seni, bukan saja harus indah dan mempesona, tapi juga mampu menimbulkan rasa emosi bagi yang melihatnya. Karena banyak mengandung kenangan dan nilai sejarah. Oleh karena itu seorang fotografer harus bisa memiliki persiapan yang sangat baik sebelum melakukan pengambilan foto. “Kecepatan dan ketepatan ada-
FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN
FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII
Kodim Magetan Ikut Pelatihan Fotografi
Peserta dan narasumber foto bersama.
lah kunci dari hasil sebuah karya fotografi,” ungkap Rizki. Lettu Inf Sunaryo yang juga ikut hadir dalam pelatihan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pem-
kab Magetan ini, Ia berharap bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu baru serta kemanpuan fotografi seiring dengan meningkatnya jam terbang dalam melakukan pemotretan. (alv/mt/pen/tyo)
Pilkades Lembeyan Diharapkan tanpa Konflik Magetan, Memorandum Pelaksanaan rangkaian kegiatan penetapan dan pengundian nomor urut calon kepala desa se-Kecamatan Lembeyan, telah dilaksanakan. Sedangkan pemilihan yang akan digelar secara serentak Rabu (27/11), ini diharapkan tidak ada konflik. Sedangkan untuk wilayah Kacamatan Lembeyan terdiri dari 1 kelurahan dan 9 desa, dengan jumlah calon kepala desa (cakades) ada 20 calon. Adapun yang hadir dalam
rangakaian kegiatan tersebut, Camat Lembeyan, Syaifulyani; Danramil 0804/12 Lembeyan, Kapten Inf Puguh Priyandoko; Kapolsek Lembeyan, AKP Suyatni; babinsa dan bhabinkamtibmas, calon kades, anggota BPD, anggota LPM, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Syaifulyani menyampaikan bila pihaknya sudah melaksanakanan penetapan pilkades dan nomor urut calon. Selain itu pihaknya juga berharap pilkades bisa berjalan aman dan lancar.
Masih menurut Syaifulyani bila ada beberapa hal yang harus dipedomi para calon kades dan panitia. Diantaranya, menjamin pelaksanaan pilkades dengan tertib, dan aman. Junjung tinggi kejujuran, dan keadilan, tidak akan terjadi kecurangan, panitia siap menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. “Panitia tidak boleh terlibat langsung dalam pemilihan pilkades, panitia tidak boleh mendukung salah satu calon pilkades,” tegas dia. Para calon harus bisa mengen-
dalikan para pendukungnya yang diharapkan nanti dalam pelaksanaannya tidak ada kendala dan berjalan dengan lancar dan aman. Sedangkan menurut Puguh, bila pihaknya mengimbau kepada masyarakat setempat untuk damai dan tenteram dalam mengikuti pilkades serentak. “Karena aman merupakan syarat mutlak dalam melakukan kegiatan apa saja, untuk para calon harap menjaga kerukunan dan keharmonisan,” ujar Puguh. Selain itu pihaknya meminta
kepada masyarakat yang ada di desa setempat untuk tidak berprasangka yang tidak baik dalam pilkades. Sehingga dalam pelaksanaan nanti semua bisa berjalan dengan aman dan lancar, hubungan antar warga masyarakat tetap rukun dan selalu kondusif,” pungas Puguh. (alv/mt/tyo) Hilang STNK R2 YAMAHA Nopol AE 6395 BZ A.N. Suroto Alamat Bungkuk RT14/RW04, D. Cabean Sawahan Madiun, 085733304463
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Bojonegoro, Memorandum Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro yakin proyek peningkatan jalan poros utama kecamatan (PUK) kelar di 2021. Hal itu disampaikan pada rapat bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro terkait program peningkatan jalan di daerah. Ketua Komisi D Abdullah Umar rapat pada KUA PPAS 2020 yang merencanakan pembangunan peningkatan jalan sepanjang 147 kilometer. “Kita yakin akhir 2021 semua jalan poros kabupaten sudah mulus,” kata Umar, Rabu (6/11). Menurut Umar, anggaran Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro yang diusulkan Abdullah Umar oleh tim anggaran Pemkab Bojonegoro cukup besar. Hal itu muncul dalam Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA –PPAS) tahun anggaran 2020. Dalam draft dokumen KUA-PPAS tahun 2020, rencana anggaran untuk Dinas PU dan Penataan Ruang sebesar Rp1.245.241.432.294,36. Rinciannya, terdiri dari belanja langsung (untuk pembangunan) sebesar Rp 1.185.594.216.997,39. Kemudian, ditambah belanja tidak langsung (gaji dan lainnya) Rp 59.254.513.857,50. Besarnya, rencana anggaran di dinas yang masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) ini naik 42,20 persen dari tahun 2019. Dari total anggaran di Dinas PU Bina Marga yang digunakan untuk kegiatan pembangunan jalan dan prasaran sebesar Rp 936.768.515.055,45. Dari jumlah ini anggaran terbanyak yakni sebesar Rp 669.562.709.998,28, untuk peningkatan jalan sepanjang 147 kilometer. “Untuk poros jalan kabupaten,” imbuh Umar. Umar berharap, Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang serius dalam melaksanakan program. Apalagi program ini sudah menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro untuk menuntaskan jalan sesuai target yang ditentukan. Dia berpesan, dinas harus melakukan perencanaan matang untuk setiap pekerjaan yang dilaksanakan. Juga tidak mempersulit urusan administrasi yang seharusnya dapat diselesaikan cepat dan segera melaksanakan pekerjaan. “Apalagi, jika sudah ada pemenang lelangnya harus segera dilaksanakan. Selain itu koordinasi antar OPD harus ditingkatkan.Target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai dan masyarakat merasakan manfaat atas pembangunan di Bojonegoro,” tandasnya. (top/har/mik)
Suhandoyo mengembalikan formulir ke DPC Gerindra.
Diiringi Musik Angklung, Suhandoyo Kembalikan Formulir Lamongan, Memorandum Dengan diiringi alunan musik angklung, Politikus PDI Perjuangan Suhandoyo mengembalikan formulir kesediaan menjadi bakal calon bupati (bacabup) kepada DPD Partai Gerindra Kabupaten Lamongan, Rabu (6/11). Pria yang sebelumnya menjadi anggota DPRD Jawa Timur tersebut rasanya tidak mengenal kata kapok. Sebab, dia sudah tiga kali bertarung dalam perhelatan pemilihan Bupati Lamongan dan tidak pernah menang. Suhandoyo mengaku dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah dalam berjuang. Apalagi berjuang untuk masyarakat. Selagi masih bisa bernafas terus mencoba adalah sebuah keniscayaan yang harus terus dilakukan. “Selagi masih dibutuhkan masyarakat, saya tetap akan berjuang membangun Lamongan. Masalah hasil bukan masalah yang begitu berarti. Yang terpenting bisa terus manfaat untuk semua masyarakat,” tegasnya. Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Lamongan H Tsalits Fahami mengatakan, bahwa sampai saat ini total sudah ada tujuh bacabup yang mengambil formulir pencalonan bupati. Namun baru ada dua calon yang mengembalikan formulir. “Yang sudah mengembalikan formulir baru Pak Sekda Yuhronur Efendi dan Pak Suhandoyo. Untuk Pak Bi’in, Bu Kartika, dan yang lainnya belum ada informasi lebih lanjut,” terang mantan Wakil Bupati Lamongan 2005-2010 ini. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Komisi D Berharap Pembangunan Jalan PUK Rampung 2021
Rumah yang terbakar di Dusun Kawung menjadi arang.
Korslet, 3 Rumah Jadi Arang Bojonegoro, Memorandum Tiga rumah di RT 15/RW 03, Dusun Kawung, Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, terbakar hingga menjadi arang, Rabu (6/11). Tiga rumah yang terbakar itu milik Sholihah(55), Mohammad Supri (55), dan Maftuhin(50). Dugaan sementara kebakaran itu akibat pertemuan arus pendek atau korsleting pada jaringan kabel rumah. Tidak
ada korban jiwa dalam kejadian yang meludeskan rumah semi permanen dari kayu dan tembok itu. Kerugian akibat
kebakaran ini, ditaksir lebih dari Rp 80 juta. Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) menjelaskan, mulanya api berasal dari korsleting di rumah Sholihah. Api dari kabel kemudian merembet ke kayu rumah dan membesar. Kemudian merembet ke rumah dua tetangganya. “Api merembet ke rumah
Maftuhin dan Mohammad Supri,” jelasnya. Melihat kejadaian itu, para tetangga korban bergotong royong memadamkan api. Selain itu juga ada bantuan pemadaman dari pos damkar di Kecamatan Baureno dan pos Kota Bojonegoro. Api dapat dipadamkan dengan dua unit mobil serta enam personel damkar.
“Api dapat betul-betul dipadamkan sekitar pukul 10.00,” ujarnya. Dia menambahkan, kasus kebakaran dalam beberapa bulan ini cenderung meningkat. Kemarau panjang, suhu udara yang panas, serta ketidak hati-hatian menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kebakaran. (top/har/mik)
Rapat Banggar Deadlock, Eksekutif Diminta Perbaiki KUA PPAS Lamongan, Memorandum Rapat pembahasan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) RAPBD Kabupaten Lamongan sampai saat ini belum ada titik temu. Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lamongan menemukan banyak kejanggalan dan kesalahan yang diajukan pihak eksekutif. Atas temuan tersebut tim Banggar kemudian menunda pembahasan sampai ada perbaikan dari pihak eksekitif sampai rancangan tersebut sesuai dengan realitas kebutuhan di lapangan. Dugaannya ada beberapa alokasi anggaran yang over dan tidak realistis. “Kemarin dalam rapat banggar legislatif, menanyakan pada eksekitif terkait adanya kesalahan penyusunan rancangan KUA-PPAS, dan eksekutif men-
gakui kesalahan itu, dan siap memperbaikinya,” jelas Ketua DPRD Lamongan H Abdul Ghofur, Rabu (6/11). Direktur Lembaga Kebijakan Analisa Publik (LKAP) Kabupaten Lamongan Khoirul Huda menyoroti pembahasan tersebut. Sesuai hasil kajian LKAP ada beberapa alokasi anggaran yang tidak tepat sasaran atau menyimpang dengan kepentingan masyarakat luas. Bahkan ada anggaran yang sebenarnya tidak perlu ternyata menjadi prioritas. Huda menjelaskan, ada dugaan mark up anggaran yang tidak tepat sasaran. Dan banyak ditemukan di Dinas-Dinas dan Badan yang ada di lingkungan Pemkab Lamongan. “Banyaklah penyimpangan anggaran yang kami temukan bahkan nilainya puluhan miliaran rupiah. Salah satunya ter-
Abdul Ghofur
kait alokasi poros desa di Dinas Pemberdayaan dan beberapa anggaran di Dinas Pendidikan,” jelas mantan Ketua KPU Lamongan tersebut. Huda menegaskan, dengan adanya dana desa (DD)
dari pemerintah pusat harusnya pemerintah kabupaten mengurangi alokasi anggaran untuk desa yang sebenarnya sudah terpenuhi anggaran pusat. “Harapan kami dengan sudah adanya DD, maka APBD bisa di alokasikan untuk kepentingan masyarakat yang lainnya, agar lebih manfaat dan tepat sasaran. Mengingat masih banyak prioritas lain yang terbengkalai,” tegasnya. Mantan Ketua KPU Lamongan tersebut mengkhawatirkan ada permainan anggaran menjelang tahun politik di tahun 2020. Baik itu yang berkaitan dengan eksekutif ataupun legislatif yang ingin bertarung di pilkada mendatang. “Saya tekankan pada anggota DPRD, saya yakin kalian
sudah sangat lihai dalam membahas RAPBD ini. Bahas dengan benar, teliti, bahkan perlu di perhatikan dengan serius, karena ini untuk nasib orang banyak,” terangnya. Sementara Sekda Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah ( TAPD) menyampaikan dalam rancangan KUA-PPAS 2020 masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur. “Menginggat masih banyak jalan yang rusak, maka salah satu kebijakan umum anggaran tahun 2020. Yakni, salah satunya masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan. Terkait DD Pemerintah Pusat tentu sangat membantu pembangunan Daerah,” terangnya. (al/har/mik)
GRESIK-PANTURA
KAMIS LEGI, 7 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Tipu Ratusan Juta, Bidan Cerme Kidul Diringkus Polisi
Pabrik Cokelat PT Jebe Koko Terbakar Gresik, Memorandum Kebakaran terjadi di pabrik coklat milik PT Jebe Koko Indonesia, tepatnya di Jalan Raya Manyar Kilometer 25, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Rabu (6/11) sekitar pukul 07.00. Human Resource General Affair (HRGA) Eksekutif Ditya Rachmawati mengatakan, kebakaran terjadi di bagian produksi pabrik. Api berhasil dipadamkan pukul 7.15 dengan bantuan satu unit pemadam kebarakan Kawasan Industri Maspion (KIM) Gresik. “Kebakaran cukup singkat. Karena setelah diketahui kebakaran, kami segera melaporkan ke pihak Maspion dan langsung ditangani. Sebab PT Jebe Koko termasuk dalam KIM,” jelas Ditya. Dipastikan olehnya, tidak ada korban jiwa terhadap peristiwa tersebut. Sebab, saat kebakaran di dalam ruang produksi tidak ada karyawan yang tengah melakukan pekerjaan. Karena pabrik pada hari itu diketahui tengah berhenti memproduksi, untuk melakukan perbaikan mesin. “Tapi ada sekitar 35 karyawan shift malam yang masih di sana. Saat kejadian mereka semua panik dan keluar dari tempat produksi. Bersamaan dengan bunyi bel emergency,” terangnya. Kebakaran tersebut menurutnya baru pertama kali terjadi di pabrik. Jika insiden kebakaran kecil beberapa kali pernah terjadi karena non teknis, sehingga dapat ditangani pihak PT Jebe Koko. Menurut Ditya, kebarakan ini belum dapat diketahui pasti penyebabnya. “Karena setelah kejadian kami pihak PT Jebe Koko melalui tim HSE atau tim kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan tim produksi masih melakukan investigasi,” ujarnya. Begitu juga terkait jumlah kerugian PT Jebe Koko, masih dilakukan penghitungan oleh pihak asuransi. Dipastikan besok, Kamis (7/11) baru diketahui hasilnya. Adanya kebakaran tersebut diperkirakan bakal mempengaruhi mengganggu produksi pabrik. “Karena menunggu alat atau sejumlah pengganti mesin. Jadi untuk produksi akan dilanjutkan hingga alat-alat tersebut didatangkan,” tambahnya. Di lain tempat, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (PMK) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Eka Prapangasta mengatakan bahwa saat kejadian kebakaran sudah ditangani oleh pihak Maspion. “Sehingga tidak perlu menerjunkan armada kami untuk membantu pemadaman,” jelas Eka. (dri/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Informasinya, para korban sudah menyetorkan uang dan dijanjikan akan mendapat pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah korban menyetor sampai ratusan juga, pekerjaan yang dijanjikan juga tak kunjung datang. Untuk meyakinkan korbannya, tersangka mengaku bisa memasukan korban ke sebuah perusahaan besar di PT Petro Jordan Abadi (PJA). Tersangka berdalih para korban akan menggantikan posisi pekerja yang sudah pensiun. “Modus ini dilakukan karena suaminya Amirul juga bekerja di perusahaan tersebut di bagian mekanik. Bahkan, untuk lebih menyakinkan korban. Tersangka juga memberikan kuitansi usai melakukan transfer pembayaran,” kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto, kemarin. Mantan Kasatreskrim Polres Tuban itu
Merry Purwaning Hardini diapit petugas di Mapolsek Cerme beserta barang bukti.
menyebutkan, tersangka sudah beraksi sejak 8 bulan yang lalu. Uang hasil penipuan digunakan untuk membayar pinjaman hutang. “Setiap korban ada yang menyetor Rp 15 juta, Rp 65 juta bahkan hingga Rp 100 juta. Bila ditaksir semua kerugian korban akibat penipuan ini bisa mencapai Rp 400
juta lebih. Karena itu, kasus ini dikembangkan terus. Kemungkinan masih ada korban yang lain belum melapor,” imbuhnya. Sementara itu, tersangka mengakui jika dirinya nekat melakukan penipuan itu karena sebelumnya pernah ditipu oknum Dishub Gresik. “Saya pernah ditipu oleh orang Dishub
katanya bisa meloloskan jadi PNS. Saya sudah bayar Rp 150 juta tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya,” ungkapnya. Akibat perbuatannya, tersangka Merry dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. “Kasus ini masih kami kembangkan,” timpal Iwan. (an/har/mik)
Ciptakan Kamtibmas Aman, Polres Tuban Rutin Program Ngopi Tuban, Memorandum Program Polres Tuban Peduli dan program Ngopi (ngobrol pintar) yang dicanangkan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono yang ditindaklanjuti Bhabinkamtibmas se-jajaran, benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Bumi Wali. Tak hanya kepada masyarakat yang kurang mampu bisa merasakan program ini, tetapi, dengan ngobrol antara polisi dan warga Tuban juga bisa menciptakan situasi kamtibmas dan kondusif. Masyarakat Tuban menyambut baik program yang bisa dirasakan oleh kaum bawahan. “Dampak program ini sangat baik dirasakan masyarak terutama kawulo alit (orang kecil, red)” kata Kasiman, warga Kecamatan Jenu. Segala permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat bisa terpecahkan. Bahkan, masyarakat yang tidak punya SIM
emu(surat izin mengemuodi) bisa ikut proM gram SIMBA (SIM Bhabinkamtimas,, a red” kata bapak tiga anak ini, kemarin. n Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, bila seluruh program inovasi yang kami buat adalah untuk masyarakat. Hal sesuai dengan tagline Polres Tuban. “Kuat mengabdi santun melayani” cetus perwira dengan pangkat dua melati di pundak asli Kedungadem, Bojonegoro itu. Selain itu, dengan sering bertemunya antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat, akan mempererat tali silaturahmi. “Ini adalah upaya ciptakan kamtibmas yang aman,” tutur mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah, kemarin.
L Lebih lanjut Nanang me menambahkan, saat b bertemu dengan m masyarakat diharap pkan, bisa menyera informasi. ap “ Ya n g l e b i h penting, adalah kehadiran Polri ditengah - tengah masyarakat, harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” tuturnya. Apa yang dikatakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu tidak hanya asal perintah. Tetapi, ia juga tidak jarang terjun langsung ke lapangan untuk menemui masyarakat desa. Bahkan para petani. “Saya langsung turun sendiri tidak asal perintah saja. Istilah orang Jawa Jarkoni, iso ujar kudu iso nglakoni, (Bisa nyuruh harus bisa menjalankan,red),” tandasnya. (har/mik)
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ HARDY
KATA Supandi, kerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus dengan hati. Kalau tidak, tujuan dari BPBD sendiri tidak akan tercapai. Wajar saja jika pria kelahiran Lamongan ini sangat menyukai tugasnya sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Pemkab Gresik. Supandi Karena sejak kecil dirinya sudah bersentuhan langsung dengan bencana seperti banjir yang setiap tahunnya melanda desa kelahirannya. Sehingga dalam hatinya telah tertanam rasa simpati dan empati hingga kini. Selama menjabat, dia upayakan untuk selalu inovatif. “Harus punya inovasi inisiatif karena bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan adalah rohnya dari BPBD,” kata Pandi sapaan pria yang kini berusia 54 tahun itu. Ada dan tidak adanya bencana, menurut mantan Sekcam Menganti dua tahun lalu ini, di bidang PK tetap bekerja. Seperti halnya peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi bencana meningkat. “Contohnya adanya desa tangguh bencana (destana). Dan BPBD sejak 2016 hingga 2019 tidak pernah absen sebagai juara kategori pertama di tingkat Jawa Timur,” ujarnya. Dengan begitu, kalau tugas di BPBD tidak dijalankan dengan hati maka penghargaan tersebut tidak akan pernah diperoleh. (dri/har/mik)
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Dari Hati
Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menyapa masyarakat perdesaan.
Kapolres Minta Pelayanan ke Masyarakat Ditingkatkan Gresik, Memorandum Seluruh jajaran Polres Gresik harus melayani masyarakat dengan baik. Di antaranya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan, dan menindak segala perbuatan yang melanggar hukum. “Kita harus bersih tanggung jawab dan bermanfaat (berteman,red) untuk masyarakat,” kata Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Polsek Driyorejo, Rabu (6/11). Mantan Kapolres Jember itu menyampaikan, sebagai polisi harus bisa menjaga wilayah agar aman dan kondusif. Tidak ada konflik apapun. Hal itu tidak lepas dari koordinasi yang baik dengan
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
LAKONE
Gresik, Memorandum Merry Purwaning Hardini (37), warga Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, dijebloskan ke penjara karena menipu hingga ratusan juta. Bidan tenaga harian lepas (THL) di Puskesmas Cerme ini ditangkap setelah petugas menerima 10 laporan dari para korbannya.
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo melakukan kunjungan kerja ke Polsek Driyorejo.
stakeholder yang lain. “Kerjasama TNI - Polri harus ditingkatkan. Menggandeng seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan. Ajak bersama-sama menjaga Kamtibmas,” ungkap Kusworo. Alumnus Akpol 2000 itu
mengungkapkan, sebagai orang baru di Polres Gresik, dirinya butuh masukan dari masyarakat. Ini demi kebaikan Gresik kedepan. Saran maupun laporan jika ada tindak kejahatan maupun dugaan yang lain harap untuk disampaikan.
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Operasi Zebra Semeru 2019, Jumlah Pelanggar Meningkat
Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra memeriksa surat-surat kendaraan.
Gresik, Memorandum Jumlah pelanggar lalu lintas di Gresik terus mengalami peningkatan hingga mencapai ribuan. Yang paling mendominasi adalah kendaraan roda dua. Rata-rata pelanggaran pengendara karena tidak mempunyai surat-surat. Seperti surat izin mengemudi (SIM) dan tidak mengenakan kelengkapan berkendara sesuai standar. Berdasarkan data Satlantas Polres Gresik, jumlah pelanggaran lalu lintas Ops Zebra Semeru 2019 yang ditilang mencapai 7.660. Sementara jumlah teguran sebanyak 382. Angka itu meningkat dibanding Ops Zebra Semeru tahun 2018 lalu. Hanya 4.140 tilang dan 14 teguran. Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra menjelaskan, jumlah pelanggar selalu didominasi pengendara roda dua. Jika tahun 2018 lalu sebanyak 3.777. Tahun ini meningkat menjadi 5.790 yang ditindak. Trend naik sebesar 53 persen. “Para pelanggar banyak yang melawan
arus dan tidak menggunakan helm SNI. Ada yang masih di bawah umur. Tapi yang paling banyak surat-surat tidak lengkap,” ujar Erika, Rabu (6/11). Erika menyebutkan, terkait jumah tilang kendaraan mobil penumpang juga mengalami peningkatan. Dari 124 pada 2018, naik menjadi 357 penindakan. Trendnya meningkat 188 persen. Sementara mobil bus tahun ini tidak ada. “Mobil barang trendnya turun 2 persen,” imbuhnya. Pihaknya berharap, masyarakat harus mematuhi peraturan lalu lintas. Semakin tahun jumlah kendaraan terus bertambah tidak sebanding dengan panjang jalan yang ada di Kota Pudak. Oleh sebab itu, masyarakat harus bisa mengatur manajemen waktu yang baik, mulai berangkat kerja maupun sekolah. “Manajemen waktu bisa meminimalisir dari kecelakaan. Kalau berangkat kerja waktunya mepet, bisa ugal-ugalan di jalan. Karena mengejar waktu,” pungkas perwira tiga balok di pundak itu. (an/har/mik)
“Kalau ada gejolak yang dapat memicu konflik segera laporkan. Dan mari bersama-sama untuk menangani permasalahan itu dengan baik-baik. Jangan pernah main hakim sendiri,” harapnya. Anggota Polsek Driyorejo harus memiliki motivasi besar
untuk terus bersyukur. Karena mendapat kesempatan berdinas di sini (Driyorejo, Red). Maka, harus layani masyarakat dengan baik. “Polres Gresik sudah dapat predikat WBK dan WBBM, maka pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan,” pungkasnya. Sementara itu, Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin menyampaikan banyak terimakasih atas bimbingan dan araha Kapolres Gresik. Selama ini pihaknya berupaya merangkul semua elemen masyarakat. Demi menciptakan Kamtibmas. “Kebersamaan adalah yang utama. Tiga pilar Driyorejo terus bersinergi. Dan semua masyarakat mendukung Polri dalam penegakan hukum,” ujar Wavek didampingi Danramil Driyorejo Capt Inf Sali. (an/har/mik)