Skip to main content

Memorandum Edisi 5 November 2019

Page 1

5

HARI

MENUJU

ULANG TAHUN

EMAS

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

SUAMI DIBUNUH KARENA PERGOKI ISTRI BERDUAAN DENGAN PIL

Katanya waktu itu Busani tepergok sama J di rumahnya oleh Surono. Kemudian, Surono dibunuh dan jasadnya dipendam di bawah lantai musala yang ada di dapur. Itu ceritanya Bahar, waktu datang ke saya.

FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO

Jember, Memorandum Penghuni Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, gempar. Ditemukan sesosok jasad manusia terpendam di bawah lantai musala di rumah seorang warga. Dari kejadian tersebut polisi segera turun tangan. Petugas akhirnya melakukan pembongkaran di lokasi. Hal itu dilakukan karena ada dugaan kuat jasad yang ditemukan adalah korban pembunuhan.  Bersambung ke halaman 7 

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memeriksa TKP.

EDI Kepala Dusun Juroju Petugas mengidentifikasi jasad korban.

Bermodal Saldo Palsu Rp 1 Miliar

Rumah Kita Oleh: Dahlan Iskan

K

aget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada

Ungkap Komplotan Penguras ATM Luar Pulau

2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko “Jokowi” Widodo kelihatan nyata di olahraga. Penyelenggaraan Asian Games tahun lalu dinilai sukses. Di Jakarta dan Palembang itu. Saat itu saya sedang di Tiongkok. Agak lama. Mereka membicarakannya dengan nada positif. Presiden Jokowi juga berhasil membuldozer PSSI. Dengan cara yang tidak lazim. Kemelut di PSSI --melebihi keruwetan kurikulum-bisa di-bypass. Aman pula.  Bersambung ke halaman 4  FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Surabaya, Memorandum Anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus pembobolan ATM.  Bersambung ke halaman 7 

Komplotan yang mengaku baru sekali beraksi ini, menentukan calon korban dari sandal hotel yang dikenakan. Sebab, kebanyakan tamu hotel di kawasan Gubeng merupakan orang menengah ke atas dan sudah pasti memiliki banyak saldo untuk dikuras. AKBP LEONARDUS SIMARMATA Wakapolrestabes Surabaya

KRONOLOGI KEJADIAN

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

Jasad Dipendam di Bawah Lantai

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran dan Iptu Giadi Nugraha memamerkan barang bukti dan keempat tersangka.

Ingin Pede, Gadis Petemon Isap Sabu April mampu membeli paket hemat (pahe) seharga Rp 150 ribu itu lebih dari empat kali dalam sebulan.  Bersambung ke hal 7 

Hari Ini Sugito dan Darmawan Disidang

Rindu Dipeluk Papi

D

itinggal ayah tercinta bagi Dewi Perssik merupakan cobaan berat. Bagi Dewi, sosok sang ayah begitu melekat di hatinya. Bahkan artis ini kembali mengungkapkan kerinduannya terhadap ayah, Mochammad Aidil.

Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BRI Cabang Tanjung Perak, sekaligus mendapat bantuan program peduli pembangunan command center sebesar Rp 400 juta,  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Dewi Perssik

Polres Pelabuhan Tanjung Perak MoU dengan BRI

ONLY

ma

BritA

8031 29823 ID/21 VALID ar 78430 52113211 Iskand Joni

Awalnya Nasir dan Rizal berpura-pura duduk di minimarket di Jalan Gubeng. Setelah mendapat incarannya, Nasir dan Rizal segera mendekati kursi korban lalu mengajaknya berbincang. Gegara tergiur saldo palsu, Eko lalu menyerahkan kartu ATMnya. Kemudian tersangka menukar kartu itu dan bergegas menguras uang korban di ATM.

Nyabu di Ruang Tamu, Ditangkap

Sugito dan Darmawan ketika pelimpahan tahap dua di Kejari Tanjung Perak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menyaksikan Kepala Cabang BRI Tanjung Perak Horasman Nampuhun menandatangani MoU.

Surabaya, Memorandum Anggota Reskrim Polsek Wonokromo meringkus seorang pria yang menjadi pengedar sabu. Agus Iman Supriadi (49), ditangkap saat asyik mengonsumsi narkoba di ruang tamu rumahnya.  Bersambung ke hal 7 

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Evilla Apriliando Yulia Permata

Surabaya, Memorandum Sidang korupsi dana hibah jasmas dengan terdakwa Sugito dan Darmawan akan disidangkan, Selasa (5/11) hari ini. Rencananya kedua mantan legislator DPRD Kota Surabaya dari Partai Hanura dan Partai Gerindra  Bersambung ke halaman 7 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Korupsi Dana Hibah Jasmas

BRI Tabungan

BRI

USE

gegara kesibukannya sebagai pekerja freelance, gadis yang indekos di Jalan Petemon IV ini rutin mengisap barang haram tersebut.

ELECTRONIC

Surabaya, Memorandum Ingin percaya diri (pede), Evilla Apriliando Yulia Permata alias April (24), mengonsumsi sabu. Bahkan

Agus Iman Supriadi

PENYEMBUH ALTERNATIF YANG TERJEBAK DUNIA PARANORMAL Έ2Ή

 Bersambung ke halaman 7 

Ada Yang Minta Disegerakan Jodoh, Yang Minta Penglaris, dll dsb + Meng, Gubernur Khofifah ngotot venue PD 2021 tidak harus di GBT. -

Ibarat makelar, jualan apa pun yang penting dagangannya laku.

Si Mameng (Gak jadi marah)

Ketika pasien membeludak, Abiyasa memutuskan berhenti bekerja dari pabrik sepatu. Dia fokus menekuni profesi barunya sebagai penyembuh alternatif. Anik juga. Istrinya itu diminta membantu tetek bengek kebutuhan Abiyasa. Yuli Setyo Budi, Surabaya

Suatu ketika orang tua Abiyasa yang tinggal di Lakarsantri jatuh sakit. Sangat parah. Abiyasa dan Anik terpaksa harus sering bolak-balik Mojokerto-Surabaya untuk merawat dan menanganinya. “Akhirnya Ibu (mertua, red) minta Mas Abi pulang dan menetap di Lakarsantri. Tidak usah kos jauh-jah di Mojokerto. Toh Mas Abi

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

sudah tidak bekerja di pabrik sepatu. Mas Abi tidak membantah, hanya minta waktu.” Sebagai anak tunggal, Abiyasa terbiasa patuh kepada orang tua. Terutama ibu. Waktu seminggu yang diminta Abiyasa digunakan untuk memberi tahu pasien di Mojokerto tentang bakal kepindahan itu.  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud, HM Soumi, H Hariono . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Bupati Sidoarjo Jajal Smart Driving Test Polresta Sidoarjo, Memorandum Bayi perempuan yang ditemukan terbungkus tas plastik warna putih dalam tas ransel warna hitam di Dusun Nyamplung, Desa Sumokali, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo akhirnya meninggal, Minggu (3/11). Bayi yang mempunyai berat 1,5 kilogram dan diduga dilahirkan secara paksa atau prematur itu meninggal di ICU RSUD Sidoarjo, setelah satu hari menjalani perawatan. Kapolsek Candi, Kompol Fatahul Azmi membenarkan jika bayi mungil itu meninggal setelah menjalani perawatan medis. “Benar bayi perempuan itu meninggal sekitar pukul 18.15,” kata Kompol Fatahul kepada jatimnow.com, Senin (4/11). Ditanya terkait perkembangan soal kedua orang tua yang tega membuang bayi tersebut, Fatahul menyebutkan masih dalam proses penyelidikan. “Kami masih menyelidiki siapa pelaku yang membuang bayi tersebut dan belum terungkap. Kami mohon doa biar cepat terungkap,” pungkas Fatahul. (*/jok/pi)

Bupati bangga melihat inovasi pelayanan yang dilakukan Polresta Sidoarjo. Praktik uji SIM telah memanfaatkan teknologi komputer. Bahkan SIM yang dikeluarkan Polri sekarang juga memakai teknologi informasi. Dirinya yakin dengan teknologi semacam ini praktik percaloan SIM akan hilang. “Ujian gampang tidak ada yang sulit, sekarang sudah memakai komputer,” kata Saiful Ilah. Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk tertib d ijalan. Salah satunya memiliki SIM saat berkendara. Bagi yang sudah cukup umur diminta untuk membuat SIM. Bahkan mengimbau untuk tidak memanfaatkan calo SIM dalam pembuatannya. “Anak-anak saya sarankan harus memiliki SIM kalau naik kendaraan di jalan raya, pakai

helm jangan lupa juga,” ujar dia. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, inovasi pelayanan publik smart driving test telah dilaunching tahun lalu. Inovasi tersebut ingin diperkenalkan kepada Forkopimda Sidoarjo. Oleh karena itu dirinya mengundang bupati, ketua DPRD, Dandim, ketua Pengadilan Negeri serta kepala Kejaksaan Negeri untuk melakukan peninjauan. Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, inovasi Smart Driving Test wujud transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tes praktik penerbitan SIM. Hasil uji praktiknya dapat dipertanggung jawabkan langsung kepada peserta tes. Smart Driving Test sendiri memanfaatkan teknologi informasi serta aplikasi.

FOTO: MEMORANDUM/H DARIANTO

Bayi Dalam Ransel Meninggal di RSUD

Sidoarjo, Memorandum Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengapresiasi inovasi pelayanan uji praktik SIM motor smart driving test Polresta Sidoarjo. Bahkan, orang nomor satu di Sidoarjo itu menjajal lintasan yang menggabungkan teknologi tersebut, Senin (4/11).

Bupati H Saiful Ilah mengendarai motor di jalur ujian praktik SIM.

Teknologi yang dipakai vibration sensor serta load call sensor. Sarana video juga disediakan bagi peserta tes yang ingin melihat langsung hasil uji praktiknya. Dalam kesempatan tersebut kapolresta juga memperkenalkan inovasi pelayanan publik Jenguk Nyaman. Inovasi tersebut

untuk memberikan pelayanan yang nyaman kepada keluarga tahanan yang datang menjenguk keluarganya. Fasilitas dimulai dari pendaftaran secara online, sarana disabilitas, ruang laktasi serta taman bermain anak. Ruangan tunggunya pun dilengkapi dengan

pendinginudara/AC.Dirinyajuga pendingin udara/AC. Dirinya juga melengkapi sarana telepon yang digunakan untuk berkomunikasi antara keluarga tahanan dengan tahanan. “Inovasi Jenguk Nyaman ini bagaimana memanusiakan manusia,” kata Zain Dwi Nugroho. (dar/jok/pi)

Pengurus KSM Kiriman Bersih yang dimotori GP Ansor foto bersama Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifuddin.

TPST Kepuh Kiriman Tampung Sampah 1.000 KK Sidoarjo, Memorandum Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kiriman Bersih, Desa Kepuh Kiriman, Kecamatan Waru yang dimotori Pemuda Ansor, cangkruk bareng Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifuddin di tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Dusun Kiriman Dalam, Desa Kepuh Kiriman, Minggu (3/11). Ketua KSM Kiriman Bersih Solikan mengatakan, proses terbentuknya TPST Desa Kepuh Kiriman tiga tahun yang silam, diawali adanya keprihatinan dan kepedulian Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Peduli terhadap sungai yang kotor, dengan gerakan membersihkan sungai dari sampah. Perjuangan untuk pembersihan sungai sekaligus pengelolaannya tidak mudah, banyak mengalami pro kontra dari masyarakat hingga tokoh masyarakat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan pendampingan dari tenaga harian lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, terbentuklah TPST KSM Kiriman Bersih ini. “Alhamdulillah TPST ini sudah diakui oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, dan mendapat pelayanan untuk dump truck, satu bulan mendapat 12 kali pelayanan,” kata Solikan. Dia menjelaskan, untuk pengelolaan lebih baik, dia minta bantuan untuk pembuatan ruang administrasi pengelolaan TPST ini, yang telah mampu menampung sampah dari 1.000 KK. Perharinya mencapai 1,5 ton sampah di Desa Kepuh Kiriman ini. Kepala Desa Kepuh Kiriman Sarengat, sangat mendukung pembuatan TPST yang digagas GP Ansor. Dimana pembentukan TPST ini sejalan dengan kebijakan Camat Waru, yakni satu desa minimal harus mempunyai 1 TPST. “Dan untuk tahun 2020, ini warga perumahan Rewwin Waru juga mengajukan hanggar untuk TPST dan lokasinya juga sudah tersedia,” jelas Sarengat. Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifuddin merasa bangga dengan GP Ansor yang turut memberikan solusi terhadap permasalahan sampah di Kabupaten Sidoarjo. Wakil bupati yang akrab di sapa Cak Nur turut menjembatani antara pemuda Ansor dan DLHK Kabupaten Sidoarjo untuk pembentukan TPST ini. “Untuk itu pada kesempatan ini saya menekankan kepada kepala desa, agar memperhatikan apa yang menjadi kepentingan masyarakat, tentunya harus dengan skala prioritas dan dituangkan dalam Musrenbangdes, agar bisa dianggarkan kedepannya,” jelas dia. Diakhir kegiatan, diserahkan bantuan dari hasil pengelolaan sampah TPST KSM Kiriman Bersih kepada Banombanom NU oleh ketua KSM Kiriman Bersih. (som/jok/pi)

Sidoarjo, Memorandum Bank Indonesia (BI) bersama penerima beasiswa BI yang dikenal GenBI (Generasi Baru Indonesia) menggelar Bersih Indonesia di Desa Wedoro RT 01/ RW 03, Minggu (3/11). Acara ini juga bekerjasama dengan komunitasTunas Hijau, Zero Waste, Eco Lab dan Bank Sampah Induk Surabaya. Mengusung tema “Bersih Budayaku, Indah Kampungku”. Kegiatan dalam rangka menjaga bumi dengan merawat lingkungan yang asri ini, berlangsung di halaman permukiman warga Desa Wedoro. Hadir pada kesempatan ini, Manajer Kantor Perwakilan BI Wilayah Jawa Timur Deasy Surya Andarina, Ketua BPD Desa Wedoro Albarado, Ketua BumDes WedoroWira, serta lebih dari 150 warga setempat. Deasy Surya Andarina berharap acara ini dapat membuat bersih lingkungan serta menghasilkan, dan barangkali cukup untuk warga berekreasi. Karena itu pihak BI minta dukungan semua pihak untuk ikut menyukseskannya. Bersih Indonesia ini dilakukan di setiap provinsi, hasil kerjasama Bank Indonesia dengan Generasi Baru Indonesia. “Pengadaan program bank sampah di Desa Wedoro ini untuk peduli dengan tanah yang kita tinggali.Yakni melalui pengelolaan sampah yang benar, yang bisa didaur ulang. Jika kita meninggalkan bumi dengan banyak sampah, kasihan anak cucu kita, mari bawa tas belanja agar tidak memakai plastik ketika ke pasar,” kata Deasy Surya Andarina, Menurut Nurul Hasanah, sebagai perwakilan dari bank

sampah induk Surabaya, bank sampah diadakan untuk mendukung program nasional melalui kiat 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Dia menjelaskan, pertama harus tahu sampah yang bisa dipilah. Botol bisa dikumpulkan. Kalau dijual ke rombeng, mereka minta dipisahkan warnanya, dilepas segel mereknya, diremet botolnya. Kedua, tas kresek juga disendirikan, kalau bekas ikan jangan langsung digabung, bau amis dan dimakan tikus, lebih baik dikeringkan dulu. Sampah plastik itu ada dua manfaat. Sekarang bank sampah di berbagai kota bekerjasama dengan kementerian PUPR untuk sampah plastik menjadi bahan campuran aspal, kedua untuk jadi bahan baku kemasan/packaging . Bungkus mie juga bisa disendirikan. Plastik bungkus minyak, itu laku dicampur dengan plastiknya sunlight. Shampoo yang botolan dan bedak bayi, itu juga dijadikan satu. Berikutnya kertas, satukan jenis kertas baik itu kertas warna maupun kertas

FOTO: MEMORANDUM/H DARIANTO

FOTO: MEMORANDUM/SOM

BI-GenBI Gelar Bersih Indonesia di Kampung Wedoro

Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Jawa Timur Deasy Surya Andarina menyiram tanaman pucuk merah.

promosi. Kemudian kardus sama kardus. Menurut dia, Bank sampah Sidoarjo bisa melayani penjemputan sampah. Namun, sekarang dikumpulkan saja dulu di rumah-rumah, janjian sama pengurus bank sampah untuk pengumpulannya, bisa dibuka dua minggu sekali atau sebulan sekali, atau bisa langsung hubungi pengepul. “Pilah lalu disetorkan ke unit bank sampah. Plastik putih bening

itu juga mahal. Secara umum ada dua tipe sampah plastik, plastik berbentuk seperti botol bedak bayi dan plastik lembaran seperti plastik kresek,” jelas Nurul Hasanah. Tidak hanya pengadaan bank sampah, acara Bersih Indonesia juga diramaikan dengan pemberian bantuan gerobak besi dari BI kepada pihak desa. Penanaman pohon pucuk merah di sepanjang

jalan wilayah RT 01/RW 03. Pembuatan mural yang berisi ajakan menjaga uang kertas rupiah. Juga pembagian kupon untuk pengambilan sembako beserta sabun kebersihan rumah tangga dan pembuatan rumah taman baca. Mahasiswa GenBI wilayah Surabaya juga turut memberikan donasi buku bergambar hingga novel kepada ketua RT 01/RW03, Basis Karsiman. “Kami selaku pengurus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah mengadakan kerja nyata sosial kemasyarakatan bersama Generasi Baru Indonesia,” kata Ketua RT 01/RW 03, Karsiman. Karsiman berharap, kerjasama ini bisa dilanjutkan di masa-masa yang akan datang, guna membangun masyarakat. Khususnya warga dipersilahkan ikut turut memberikan sumbangsih, bukan materi atau uang, tapi partisipasi dalam mensukseskan acara seperti bank sampah, taman baca dan lingkungan asri. (dar/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 3

Harbour Nine, Pusat Bisnis dan Perdagangan Terbesar di Tanjung Perak

“

Telah hadir Harbour Nine yang berada di akses Jalan Gresik, Tanjung Perak, Surabaya. Pusat bisnis dan perdagangan terbesar yang dibangun Citi Nine ini merupakan grup developer ternama dan berpengalaman di bidang properti komersial. Proyeknya sudah tersebar di berbagai kota besar di wilayah Jawa Timur. Kompleks ruko premium quality tiga lantai dengan luas 189 meter persegi didesain menarik, sehingga dapat meningkatkan gairah bisnis pengusaha ekpedisi maupun komersial. Menurut Direktur Citi Nine Development David Antonius, sejak didirikan pada 2011 silam, berawal memulai dengan dua proyek di wilayah Driyorejo dan Pandaan dengan menjual ruko dan perumahan. Kemudian saat ini telah berkembang menjadi 60 proyek di Jawa Timur. “Dari 60 proyek ini, sudah ada 35 proyek yang terealisasikan. Dan 90 persen dari 35 proyek itu sudah diserahterimakan. Bahkan, serah terima di user sudah sekitar 200 unit sekaligus kita juga menyiapkan ready stock ruko dan rumah,” kata David Antonius. Sedangkan di wilayah Surabaya, Citi Nine Development sudah banyak membangun ruko, di antaranya di Jalan Ir Soekarno (MERR) ada sembilan titik lokasi. Sedangkan di frontage road Jalan Ahmad Yani juga terdapat 7 lokasi ruko, serta di Jalan Raya Mastrip dan di Jalan Gresik. “Jadi total semua project Citi Nine di

User cukup membayar 50 persen langsung bisa menempatinya. Setahun kemudian mengansur KPR-nya. Down payment (DP) 50 persen ini kita juga memberikan opsi untuk bisa dicicil selama enam bulan. DAVID ANTONIUS Direktur Citi Nine Development

Surabaya berkisar 20 yang sudah jalan,” imbuh David. David menjelaskan, kon-

sepnya Harbour Nine berada di kawasan Tanjung Perak mengombinasikan fungsi pergu-

dangan dan kantor, dengan segmen pasar pebisnis ekspedisi dan komersial. Selain lokasinya

strategis, juga mudah di akses dari tiga jalan yang berbeda yaitu Jalan Gresik, Jalan Ikan

Dorang, dan Jalan Ikan Kakap. “Hadirnya Harbour Nine ini dibangun mengingat bahwa di

sana (Tanjung Perak) mayoritas pengusaha-pengusaha ekspedisi banyak mengeluh. Sebab, sertifikat hak penggunaan lahan (HPL) tidak bisa diperpanjang. Sehingga mereka butuh tempat untuk relokasi kantor. Tentunya ruko premium quality ini menjadi unggulan bagi user di sana,” jelas direktur muda Citi Nine ini. Harbour Nine yang dikembangkan memiliki kapasitas 120 unit. Sampai sekarang sudah terjual 40 unit. Patokan harga promosi hingga Desember 2019 yang ditawarkan, per unit dibanderol Rp 3,5 miliar. Selain itu, Harbour Nine juga menyediakan ready stock jika user membutuhkan lebih cepat. “User cukup membayar 50 persen langsung bisa menempatinya. Setahun kemudian mengansur KPR-nya. Down payment (DP) 50 persen ini kita juga memberikan opsi untuk bisa dicicil selama enam bulan,” pungkas dia.(adv/why/lis)

Catatan dari Bangkok, Thailand (2)

General Manager Region III Bernard Partagi Siagian bersama Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati.

Bidik Pasar BBM untuk Nelayan Surabaya, Memorandum Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan, kapal barang, dan kapal penumpang ternyata masih sangat potensial. Untuk memenuhi kebutuhan memasuki akhir 2019, PT Pertamina Patra Niaga berupaya menggenjot distribusi BBM. Apalagi di wilayah nelayan, potensi pesaing distribusi BBM masih sangat minim. General Manager Region III PT Pertamina Patra Niaga Bernard Partagi Siagian menjelaskan, penyaluran BBM untuk kapal nelayan, kapal niaga, maupun kapal penumpang masih potensial. Pada 2019, PT Patra Niaga mengalami peningkatan pasar 10 persen dibanding 2018. “Kita melihat masih potensial untuk masuk di wilayah baru, misalnya BBM untuk kebutuhan kapal terus digali,” terang Bernard disela-sela pembukaan kantor baru Pertamina Patra Niaga di gedung AMG Tower Lantai 15, Jalan Dukuh Menanggal. Lanjut Bernard, selama ini penjualan BBM untuk industri baik skala kecil, maupun skala besar. “Menyalurkan BBM subsidi maupun non subsidi hingga wilayah terluar Indonesia,” tandas dia. Bernard melanjutkan, PT Pertamina Patra Niaga menargetkan akhir 2019 penjualan 210 ribu kiloliter. Realisasi 2019 mencapai 90 persen di wilayah region III meliputi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Balinus. “Kita berharap ekonomi semakin tumbuh,” tegas Bernard. Untuk kebutuhan kontribusi di Jawa Timur, Jawa Tengah, lanjut Bernard, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan 1.600 awak untuk membawa mobil tangki. “Kami menyediakan 490 mobil tangki. Upaya ini juga untuk menciptakan lapangan kerja di bisnis niaga,” tutur dia. PT Pertamina Patra Niaga (Pertamina PN) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hilir industri minyak dan gas. (day/lis)

Sebagai ibu kota Thailand, Bangkok tumbuh sebagai kota besar di Asia Tenggara. Kota ini tidak hanya menjadi tempat pusat pemerintahan, namun juga berkembang sebagai pusat ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, administrasi, dan pariwisata. Salah satu konsekuensinya adalah kemacetan.

Muchlis Darmawan Kondisi kemacetan arus lalu lintas di jalan raya juga dialami Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan, bisnis, pendidikan, jasa, dan perdagangan. Namun, ada satu perbedaan yang jelas terlihat dari kedua kota ini dalam hal mencari terobosan mengatasi kemacetan. Baik itu moda transportasi angkutan massal maupun transportasi air, termasuk soal pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya serius berupaya mengembangkan transportasi air dan pariwisata. Salah satunya adalah dengan mempelajari wisata dan transportasi air yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bangkok, Thailand, di di Sungai Chao Phraya dan kanal sungai lainnya yang terkoneksi dengan transportasi darat. “Mempelajari beberapa hal sebagai bahan referensi pembangunan di Surabaya. Utamanya di bidang pariwisata dan transportasi, khususnya transportasi air,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Muhammad Fikser

seusai pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Kota Bangkok, Senin (28/10) pekan lalu. Menurut Fikser, alasan dipilihnya Bangkok sebagai tempat studi pengembangan pariwisata dan transportasi air, karena Ibu Kota Thailand ini menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Asia. Salah satunya adalah wisata air. Pariwisata Bangkok salah satu yang terbaik di Asia. “Makanya kami merasa harus banyak belajar ke Bangkok. Kita ingin tahu bagaimana cara mengelola transportasi air, kita kan punya Sungai Kalimas yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi sarana transportasi publik dari Tanjung Perak sampai ke tengah kota yang sekarang lagi digodok sama teman-teman dishub,” ucap dia. Fikser berharap bisa mengadopsi potensi wisata Sungai Chao Phraya dan diterapkan di Sungai Kalimas Surabaya. Diakui memang ada beberapa perbedaan antara Sungai Chao Phraya dengan Sungai Kalimas. Salah satunya adalah keberadaan jembatan-jembatan yang melintas di atas sungai. Di Bangkok, kata Fikser, tak

FOTO: MEMORANDUM/MUCHLIS

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Pelajari Upaya Kembangkan Transportasi Air dan Pariwisata

Moda transportasi air yang telah lama dikembangkan di Bangkok, Thailand.

banyak jembatan yang melintas di atas sungai. Sementara di Surabaya, banyak sekali jembatan yang melintas di atas Sungai Kalimas. Bahkan jembatan-jembatan tersebut memiliki nilai sejarah, yang tidak mungkin dihilangkan. “Hambatan di kita ada, jadi itu yang harus kita sesuaikan. Tidak mesti sama seperti Bangkok, tapi disesuaikan dengan kondisi yang ada di Surabaya,” imbuh dia. Sementara itu, Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bangkok Sing Limphirat, menyambut baik Pemkot Surabaya yang ingin mempelajari

pengembangan pariwisata dan transportasi air. Dia berharap, kunjungan delegasi Pemkot Surabaya bisa membawa pulang sesuatu yang bisa diterapkan di Surabaya. “Banyak yang bisa dipelajari dan diadopsi untuk Surabaya. Semoga ini juga bisa dipromosikan ke warga Surabaya untuk berkunjung ke Bangkok,” kata dia. Sing Limphirat mengaku bahwa Sungai Chao Phraya memang menjadi andalan di Kota Bangkok. Sungai sepanjang 372 kilometer yang membelah Kota Bangkok itu menjadi salah satu destinasi wisata favorit

dan menjadi sarana transportasi publik. “Bahkan material bangunan yang berat diangkut melalui sungai agar jalan tidak cepat rusak,” imbuh dia. Saat ini infrastruktur dan sarana transportasi publik di Bangkok cukup lengkap. Ada skytrain, MRT, subway, dan angkutan massal lainnya. Selain angkutan darat juga ada transportasi air dengan perahu bermesin di Sungai Chao Phraya dan kanal-kanal sungai lainnya seperti Padhung Krung Kasem. Kanal sepanjang lima kilometer ini terkoneksi dengan sarana transportasi publik lainnya. (yok/*)


AREMA

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Banyak Saluran Air Tertutup Sampah Malang, Memorandum Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menormalisasi saluran air sebagai antisipasi banjir. Apalagi, sidak menemukan beberapa drainase, gorong-gorong, dan avur banyak yang tak berfungsi maksimal. Di antaranya tersumbat sampah. dak bertanggungjawab. “Hampir semuanya karena faktor perilaku. Artinya, normalisasi tak bermakna

Wali Kota Malang Sutiaji memeriksa kondisi penutup saluran air.

terang Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso. Padahal pada Oktober 2019, DPUPR telah menormalisasi 30 titik kawasan rawan genangan. Seperti di wilayah Sumbersari, Mer-

josari, Tlogomas, Galunggung, Sawojajar, Sukun, Klojen, dan Mojolangu. Periode itu, kendala serupa juga ditemukan, tumpukan sampah! Dari beragam jenis,

sampah plastik dan sampah rumah tangga mendominasi. “Setiap bulan rata-rata kami menormalisasi saluran air antara 25 sampai 30 titik yang tersumbat. Penyebabnya berbagai macam,

Rumah Kita Kompetisi relatif lancar --pun di tahun Pemilu. Pun di bulan puasa. Pemilu dan sepak bola bisa beriringan. Di bulan Ramadan sepak bola tidak lagi harus ikut puasa. Ada jalan kompromi: pertandingannya malam hari. Saya ikut optimistis: Piala Dunia 2021 akan sukses. Keberhasilan Asian Games memberikan kepercayaan diri yang luas. Di dunia olahraga. Sudah sangat lama Piala Dunia U-20 tidak di Asia Tenggara. Waktu Malaysia

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Wali Kota Sutiaji menyayangkan kejadian ini yang dinilai disebabkan perilaku warga yang ti-

ambles dan menyumbat saluran. “Selain material batu, juga ditemukan tumpukan sampah. Kelihatannya satu dua titik, tapi dampaknya banyak karena ini saluran utama juga,”

apabila ternyata masih saja ada warga yang seenaknya membuang sampah dan berperilaku tidak bijak terhadap sarana atau utilitas lingkungan yang ada,” katanya saat sidak di kawasan Jalan Sukarno-Hatta, Senin (4/11). Satgas DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang) yang beroperasi di kawasan itu, setidaknya menemukan 2 avur

ada sampah dan penyempitan. Makanya perlu dan kesadaran, jika tidak tentu masyarakat sendiri yang akan menerima dampaknya kalau terjadi bencana,” paparnya. (*/ari/epe)

Sambungan dari halaman 1 jadi tuan rumah, itu tahun 1997 --24 tahun dihitung di 2021 nanti. Saya tidak ingat apaapa tentang Piala Dunia di Malaysia itu. Saat itu perhatian saya fokus menyelamatkan perusahaan. Indonesia lagi gawat-gawatnya diterjang krisis moneter. Wa k t u i t u s a y a bertekad: perusahaan sudah harus keluar dari krisis ketika yang lain baru merasakan krisis. Sense of crisis datang lebih cepat di benak saya. Bahkan saya tidak ingat

kalau di Malaysia ada Piala Dunia. Saya pun tidak tahu apakah tim Malaysia bisa lolos dari babak awal. Waktu itu kita memang sangat membicarakan Malaysia. Tapi bukan Piala Dunianya. Melainkan kehebatan Perdana Menteri (waktu itu) Dr Mahathir Mohamad. Yang menolak IMF. Yang berhasil menjaga nilai tukar mata uang Ringgit. Saat itulah Mahathir memecat Wakil Perdana Menterinya yang masih sangat muda: Dr Datuk Anwar Ibrahim. Yang lebih

pro IMF. Apakah tim nasional kita bisa lebih baik dari tim Malaysia saat itu? Sebagai tuan rumah tim kita tidak perlu lolos seleksi. Bisa otomatis masuk putaran final. Mestinya kita sudah punya modal lumayan. Di Piala AFF barusan tim nasional junior kita juara. Usia mereka kini 17 tahun. Masih di bawah umur 20 di 2021 nanti. Secara tim kita sudah punya kerangka. Waktu 2 tahun cukup untuk me-

matangkannya. Dalam sejarah Piala Dunia U-20 (atau lebih dikenal sebagai Youth FIFA World Cup) kemampuan tim lebih merata. Tidak terlalu didominasi Eropa. Atau Amerika Latin. Selama 22 kali Piala Dunia U-20 hanya Argentina yang sampai enam kali jadi juara. Negara seperti Inggris dan Jerman baru sekali jadi juara. Dari segi stadion kita lebih dari mampu. Hanya enam stadion yang dibutuhkan. Dari 10 stadion yang diajukan. Daerah-daerah seperti berlomba. Agar stadionnya bisa dipakai. Sampai ada yang sewot. Masa kota terbesar kedua di Indonesia kalah terus dengan --misalnya Palembang. Wali kota Surabaya kelihatannya lagi perang dingin dengan Gubernur Jatim Khofifah. Gara-gara stadion Gelora Bung Tomo. Yang mungkin tidak layak dipilih. Siapa pun tahu. Stadion itu terlalu dekat dengan gunung sampah. Yang parfumnya bisa masuk sampai stadion. Sampai lengket di baju. Terbawa sampai di rumah. Jubir wali kota menjelaskan: bau itu bisa diatasi dengan kimia. Setiap ada pertandingan bisa diberi penangkal itu. Juga bisa ditutupi terpal --yang maha luas. Tentu tidak hanya soal bau. Akses ke stadion itu masih belum ”kelas dunia”. Bahkan belum kelas apa pun di bawahnya. Akses itu memang bisa dikebut dalam dua tahun. Hutan buatan juga bisa dibuat di sekitar gunung sampah. Tidak. Hanya baunya yang diusir. Kebusukan fisiknya juga harus dicover dengan keindahan. Mungkin tidak usah bertengkar. Toh tim FIFA yang berhak memilih. Serahkan saja sepenuhnya pada mereka. Yang penting Piala Dunia akhirnya datang ke rumah kita.(*)


TULUNGAGUNG

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Tulungagung, Memorandum Banyaknya pengaduan masyarakat mengenai penyalahgunaan rumah kos di wilayah Tulungagung ditanggapi serius oleh satpol PP setempat. Hingga akhirnya, Senin (4/11) pagi dua unit patroli mobile dikerahkan untuk merazia. Rumah kos yang disasar adalah milik Jito, warga Kelurahan Kampungdalem, Kota Tulungagung. Dari kos-kosan berbentuk rumah petak berukuran 3 meter x 3 meter itu diamankan 14 penghuni. Mereka diamankan karena kedapatan berada dalam satu kamar dengan pintu tertutup. Dan ketika ditanya, mereka tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan surat nikah. Kasi Informasi dan Pub-

dan kita minta membuat surat pernyataan,” ungkapnya. Nindya Putra menjelaskan, dari 7 pasangan yang tertangkap ini rata-rata mengaku ngekos dengan pacar atau calon suami maupun istrinya. Sementara 2 di antaranya bisa menunjukkan bukti surat nikah siri. Meski demikian Satpol PP tetap membawa mereka. Alasan petugas, nikah siri tidak terdata dalam data kependudukan negara. Artinya dalam data dianggap tetap belum menikah. “Nikah siri kan tidak terdata di dokumen negara, tetap kita bawa ke markas untuk kita mintai keterangan,” ujarnya.

likasi Satpol PP Tulungagung A Nindya Putra mengatakan, saat razia, pemilik kos tidak ada di lokasi. Kemudian pihaknya langsung mendata dan minta mereka yang tidak bisa menunjukkan identitasnya atau surat nikahnya, dibawa ke Markas Satpol PP Tulungagung. “Tujuh pasangan muda mudi kita amankan. Kita mintai keterangan di Markas Satpol PP Tulungagung. Mereka kita data

Petugas satpol PP memeriksa kartu identitas penghuni kos.

Dari hasil pendataan petugas, diketahui mereka rata-rata merupakan pemandu lagu di beberapa cafe dan karaoke yang

ada di Tulungagung. “Semuanya orang dewasa. Sebagian besar pemandu lagu dari luar kota,” jelasnya. (fir/mad/rif)

Keluarga Korban Pembunuhan Apresiasi Polres Tulungagung

FOTO: MEMORANDUM/FIR

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Unit Reskrim Polsek Ngunut bergerak cepat setelah menerima laporan pencurian yang dilakukan sekelompok orang. Mereka mencuri di toko susu Agungmart, milik Susanto Gunawan (39), warga Desa/Ke- Kompol Siti Nurinsana merilis tercamatan Ngunut. sangka dan BB pencurian. Aksi mereka diketahui, hingga kemudian diamankan. Sejumlah barang bukti seperti susu kaleng berbagai jenis dan merk, beberapa potong pakaian anak serta uang tunai, dan sebuah mobil diamankan dari tangan 5 tersangka. Selanjutnya diketahui, para pencuri ini berasal dari Jakarta. Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nurinsana mengatakan, tiga tersangka saat ini diamankan di Mapolsek Ngunut. Mereka adalah Deni Supriyanto (22) dan Rinata (21), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, Muhammad Jaelani (35), warga Petamburan, Jakarta Pusat. Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni ID (13) dan Adiknya AL (11), warga Tanah Abang. Untuk dua tersangka di bawah umur perkaranya diselesaikan di luar peradilan. “Ada 5 tersangka, barang bukti juga kita amankan dan satu mobil operasional berplat nomor Jakarta juga kita amankan,” terang Siti ketika rilis, Senin (4/11). Siti Nurinsana menjelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan penjaga toko yang melihat gerak gerik tersangka dari CCTV. Di rekaman kamera nampak upaya tersangka menyembunyikan barang-barang hasil curian. Tak ingin mengambil resiko, penjaga toko langsung mengunci pintu toko dan menghubungi pihak kepolisian. “Jadi saksi sekaligus penjaga toko ini tahu dari CCTV. Kemudian langsung menutup pintu dan menelpon polisi,” ungkapnya. Polisi yang menerima laporan ini langsung bergegas, dan meringkus kawanan pencuri kemudian membawanya ke Mapolsek Ngunut guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Siti menyebut, berdasarkan pengakuan tersangka, selama ini mereka telah beraksi di beberapa lokasi di Tulungagung, Blitar dan Ponorogo. Sasaran toko yang menjual kebutuhan rumah tangga dan anak-anak. Siti memastikan, komplotan tersebut merupakan jaringan pencuri antar kota yang beraksi di Tulungagung. “Iya ini jaringan, tapi untuk kepastiannya masih kita kembangkan terus,” pungkasnya. (fir/mad/rif)

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Razia Kos, 14 Penghuni Diamankan

Maling Ibu Kota Beraksi di Tulungagung

Kapolres AKBP EG Pandia menerima bunga dari keluarga korban pembunuhan.

Tulungagung, Memorandum Setahun berlalu, akhirnya kasus pembunuhan pasangan suami istri Adi Wibowo (56) dan Suprihatin (50), warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat berhasil diungkap polisi. Terungkapnya kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan keluarga korban. Tak heran, keluarga korban dan Pemerintah Desa Campurdarat mengapresiasi keberhasilan polisi. Seperti terlihat pada Senin (4/11) pagi. Kades Campurdarat Dul Jalal, bersama perwakilan lembaga desa dan perwakilan keluarga korban mendatangi Mapolres Tulungagung dan menyerahkan rangkaian bucket bunga kepada Kapolres AKBP Eva Guna Pandia dan Kasatreskrim AKP Hendi Septiadi. Ditemui usai penyerahan bucket bunga, Dul Jalal mengatakan apresiasi positif diberikan atas kinerja anggota polres dalam mengungkap kasus yang menjadi perhatian masyarakat ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada kapolres atas terungkapnya kasus ini,” ujarnya. Di sisi lain, dirinya bangga karena akhirnya kasus ini terungkap. Namun

di sisi lain lagi, Dul Jalal prihatin, sebab pelaku pembunuhannya tak lain adalah warganya sendiri, dan mereka masih berusia sangat muda. “Ya yang pasti di sisi lain kita bangga, namun di sisi lain juga prihatin, karena pelakunya warga saya juga,” lanjutnya. Disinggung mengenai proses hukumnya, Dul Jalal berharap tersangka mendapatkan hukuman sesuai perundang-undangan yang ada, dan bisa menjalani masa hukuman dengan baik serta bisa menyesali dan bertobat atas kejahatan yang dilakukannya. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan pihak keluarga dan pemerintah desa. “Terima kasih, ini surprise. Kita juga mohon maaf jika ungkapnya cukup lama. Ini sudah tugas kepolisian untuk ungkap kasus ini,” terang Pandia. Senada dengan Kades Jalal, Pandia juga memiliki program sama, untuk meminimalkan kerawanan di masyarakat. Yakni dengan cangkruk bareng 3 pilar serta melibatkan TNI dan pemkab secara reguler. (fir/mad/rif)

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

Polsek Pare Bekuk 2 Budak Narkoba

Kemarau Panjang, Penderita ISPA Melonjak

Kediri, Memorandum Petugas unit Reskrim Polsek Pare, Polres Kediri berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti (BB) Narkotika golongan1 seberat 37 gram. Kedua pelaku itu adalah Kasidi (54), warga Dusun Duluran Desa Gedangsewu Kecamatan Pare dan Hendrik Suko Widodo (36), warga Desa/Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula tindak lanjut informasi dari masyarakat. Petugas unit Reskrim Polsek Pare kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku. “Unit Reskrim Polsek Pare berhasil mengamankan dua pelaku pengedar narkotika jenis sabu-sabu,” tutur Iptu I Nyoman Sugita, Senin (4/11) sore, dalam grup WA yang diterima Memo-

randum. Diterangkan kapolsek Pare, petugas unit Reskrim Polsek Pare awalnya mengamankan Kasidi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cat mobil diamankan di rumahnya. Petugas menemukan sabu-sabu dengan berat 0,37 gram dalam klip plastik dan 1 ponsel Polytron warna putih. “Barang bukti milik Kasidi kita temukan di rumahnya,” terang kapolsek Pare. Kasidi yang tak berkutik pada saat diamankan mengakui perbuatannya. Petugas kemudian mengintrogasi Kasidi asal muasal mendapatkan barang bukti tersebut. Kasidi mengaku membeli dari Hendrik Suko Widodo warga Desa/Kecamatan Pare yang bekerja sebagai katering makanan. “Petugas langsung melakukan penggerebekan dirumah Hendrik Suko Widodo. Hendrik berhasil kita amankan di rumahnya,” ungkap kapolsek Pare lagi.

FOTO: MEMORANDUM/YD

Sita 37 Gram Sabu-Sabu

Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita merilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba.

Dari pengembangan dan penggeledahan tersebut, petugas menemukan barang bukti sabu-sabu dengan berat 10,52 gram dalam klip plastik, 10,41 gram dalam klip plastik, 3,09 gram dalam klip plastik, 1,50 gram dalam klip plastik dan uang sebesar Rp 1 juta. Selain itu juga petugas mendapati seperangkat alat hisap meliputi 1 skrop warna kuning, 1 skrop dari sedotan putih, 1 korek bensol, 2 korek bensol, 1 sedotan putih, 1 pipet, 1 timbangan elektrik, 1 kotak obat, 70 klip plastik, 1 dompet wanita warna hitam motif daun waru

warna warni, dan1 HP Nokia warna hitam. “Pelaku Hendrik ini pernah masuk tahanan dengan kasus ganja. Dia ditahan selama 6 tahun, “ jelas Kapolsek Pare. Masih kata Iptu I Nyoman Sugita, dari pengakuan Hendrik, mendapatkan barang bukti sabu-sabu dari Surabaya. Ia membeli sabu-sabu 1 gram seharga Rp 1 juta. Kemudian oleh Hendrik dijual lagi 1 gram seharga Rp 1,2 juta. “Hendrik mengedarkan selama 6 bulan. Saat ini kedua pelaku masih dimintai keterangan,” terang Iptu I Nyoman Sugita. (yud/rif)

Kediri, Memorandum Diduga sebagai pengedar narkoba, Tamba Marolot Parapat (46), warga Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, ditangkap Polres Kediri Kota, Minggu (3/11) sore. Tersangka diketahui akan transaksi sabu dengan salah satu pelanggannya. Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi menjelaskan, berkat informasi dari masyarakat, tim Satresnarkoba kemudian menyelidiki di lokasi yang diinformasikan. “Anggota yang mendapat

informasi bahwa ada laki-laki mencurigakan dan diduga melakukan transaksi sabu, segera melakukan penyelidikan. Dan benar informasi tersebut,” terangnya, Senin (4/11). Masih menurut Kamsudi, setelah dilakukan penyelidikan, tersangka melakukan transaksi di pinggir jalan tepatnya sebelah timur Makam Kepanjen, Jalan Brigjen Katomso, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren. Mengetahui hal tersebut, anggota segera melakukan penangkapan serta pemeriksaan kepadanya.

“Petugas langsung melakukan penggeledahan badan dan menemukan satu paket sabu yang dikemas dalam plastik klip dan 1 unit Handphone. Diduga, TMP (inisial, Red) melakukan transaksi menggunakan telepon genggam itu, untuk pemeriksaan lebih lanjut tersangka dibawa ke Mapolres Kediri Kota,” beber Kamsudi. Dari penangkapan TMP, petugas berhasil mengamankan barang bukti di Mako Polres Kediri Kota berupa paket sabu seberat total 1,17 gram dan 1 unit HP merk Samsung. “Saat ini

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Tunggu Pembeli, Pengedar Sabu Masuk Bui

Tamba Marolot Parapat

tersangka kita tahan dan dikenakan pasal tindak pidana tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I jenis sabu yang diatur pada Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (st3/yud/rif)

Blitar, Memorandum Kemarau panjang tak hanya menimbulkan kekeringan tetapi juga penderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Jumlahnya meningkat tajam di Kabupaten Blitar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Blitar mencatat, ada 63.863 penderita ISPA sejak Januari hingga Oktober tahun ini. Angka ini naik secara signifikan dibandingkan tahun 2018. “Jumlah itu tergolong naik banyak ya. Karena tahun 2018 lalu hanya sekitar 43 ribuan,” kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Pemkab Blitar Krisna Yekti. Dari angka itu, lanjutnya, sekitar 20 ribuan penderita merupakan anak-anak. Mereka yang banyak melakukan kegiatan di luar berpotensi menghirup debu lebih banyak. “Untuk itu kami imbau orang tua telaten memakaikan anak masker. Usahakan juga jangan terlalu banyak bermain di luar rumah. Karena debu itu potensial menyebabkan batuk, pilek pemicu ISPA,” imbuhnya. Tak hanya pemakaian masker, Krisna juga meminta perhatian orang tua untuk membawakan air minum bagi anak-anaknya. Karena suhu yang panas bisa menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Masyarakat Kecamatan Sanankulon banyak yang berobat ISPA ke Puskesmas terdekat. Di kecamatan yang berbatasan dengan kota itu, terdata ada 9.255 penderita. Yang didomi-

nasi anak di atas usia 5 tahun atau anak-anak setingkat sekolah dasar. “Pokok begitu ada gejala batuk atau pilek, saya imbau segera ke Puskesmas. Jangan sampai menunggu parah, akut baru berobat,” pungkasnya.(pra/rif )


MOJOKERTO-JOMBANG

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Pembunuh Warga PSHT Divonis Mati Polres Jombang Berangus Jaringan Sabu

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Jombang, Memorandum Satreskoba kembali menggulung jaringan narkotika jenis sabu-sabu. Dari hasil penangkapan yang dilakukan pada hari Rabu (30/10) serta Kamis (31/10) kemarin, petugas setidaknya meringkus 5 pengedar kristal haram. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Mereka yang diringkus masing-masing yaitu Heru Prasetyo (27), asal Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek; Muhammad Jepri (25), warga Jalan KH Umar, RT 02/ RW 02, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang; Agus Setyawan (31), warga Perum Pondok Indah Blok AB, RT 05/RW 06, Desa Tunggorono; serta Fandik Budianto alias Dandim (26), dan Agus Yana alias Klowor (43), keduanya warga Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan. “Kesemua tersangka kita amankan dari sejumlah lokasi berbeda. Dari tangan mereka, kita amankan pula sejumlah barang bukti,” terang Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid, Senin (4/11). Barang bukti yang turut disita polisi, berupa sebuah pipet yang masih terdapat sisa sabu, sebuah bong, sebuah korek, sebuah gunting, sebuah gunting, sebuah handphone, serta uang tunai Rp 200.000, dari tangan Heru. Lalu dari tersangka Jepri dan Agus berupa sebuah paket sabu, sekrop kecil dari sedotan, 3 plastik klip yang masih terdapat sisa sabu, sebuah bong, 2 unit handphone, serta uang tunai Rp 250.000,. Sedang dari tangan Fandik, petugas menyita satu paket sabu, 3 skrop kecil dari sedotan, sebuah korek api, plastik klip yang masih terdapat sisa sabu, sebuah bong, serta sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana transaksi. Dan dari tangan Agus, disita satu paket sabu, 2 skrop kecil dari sedotan, sebuah korek api, sebuah bong, serta satu unit handphone. “Tersangka kita jerat dengan pasal 114 ayat 1 yo Pasal 112 ayat 1 yo Pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegas Mukid. (wan/rif)

Hukuman kedua terdakwa adalah hukuman mati bagi terdakwa I Priono alias Yoyok dan penjara 20 tahun untuk terdakwa II Dantok Narianto alias Gondol. Majelis hakim menyatakan, Priono dan Dantok melanggar terbukti melanggar 3 pasal. Di antaranya Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan Pasal 181 ayat 1 KUHP tentang menghilangkan

jenazah untuk menyembunyikan jematian juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Apa yang dilakukan oleh keduanya tergolong keji dan tidak berperikemanusiaan serta menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. “Menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa I Priono alias Yoyok divonis dengan hukuman mati dan Terdakwa II Dantok Narianto alias Gondol dengan pidana

penjara selama 20 (dua puluh) Tahun,” ungkap Ketua Majelis hakim Joko Waluyo, Senin (4/11). Mendengar putusan tersebut, terdakwa Priono sontak menangis. Dia terus menunduk sembari mengusap air matanya dengan kedua telapak tangannya. Sementara Dantok nampak tegar menerima hukuman 20 tahun penjara. Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa Kholil Askohar mengaku keberatan dengan vonis mati yang dijatuhkan terhadap Priono. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengajukan banding ke PengadilanTinggi (PT) Surabaya. Dia berharap hukuman Priono disamakan dengan Dantok, yaitu 20 tahun penjara. “Kami harus perjuangkan hak dia, dia masih mempunyai anak dua dan istri yang masih butuh kehidupan sehari-hari. Dia

Suasana sidang putusan perkara pembunuhan warga PSHT.

tulang punggung keluarga. Mungkin seringan-ringannya mungkin 20 tahun,” tandasnya. Beberapa saat setelah sidang berakhir, sekitar pukul 09.00, istri dan ibu kandung korban tiba di PN Mojokerto. Mereka dikawal sejumlah pesilat PSHT. Ibu korban sempat pingsan di depan pengadilan. Dia dibawa pulang oleh keluarganya setelah mendapat pertolongan medis. Dalam persidangan kali ini, ratusan polisi disiagakan di lokasi di kantor pengadilan nege-

ri. Karena pengusaha rongsokan asal Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan itu merupakan warga perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Polisi mengantisipasi pergerakan massa PSHT ke PN Mojokerto. Seperti yang terjadi saat sidang pembacaan tuntutan, Kamis (10/10) lalu, ratusan pesilat PSHT berunjuk rasa di depan pengadilan. Mereka menuntut terdakwa pembunuh dan pembakar Eko dihukum mati. (no/rif)

Pemkot Mojokerto Rehab 14 Gedung Sekolah Mojokerto, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto segera merehabilitasi 14 gedung sekolah. Proyek fisik yang menyentuh belasan lembaga TK, SD, hingga SMP negeri, tersebut ditargetkan akan tuntas hingga akhir tahun 2019. “Rata-rata kerusakannya katagori sedang. Tapi kalau tidak segera ditangani dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar,” kata Kadispendik Kota Mojokerto Amin Wakhid, (4/11) kemarin. Amin mengatakan proyek fisik di beberapa sekolah sudah mulai berjalan. “Semoga semuanya tuntas sampai akhir tahun ini,” imbuhnya. Dispendik mencatat, ada 14 sekolah negeri yang mendapat bantuan rehabilitasi adalah TK Pembina Magersari, TK Pembina Prajurit Kulon, SDN Surodinawan; SDN Wates 1, 3, dan 4, SDN Miji 1,

FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR

Agus Yana

Mojokerto, Memorandum Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto yang diketuai Joko Waluyo, didampingi hakim anggota Erham dan Ardiani, menjatuhkan vonis berbeda kepada dua terdakwa pembunuhan bos rosok Eko Yuswanto, warga Dusun Tumenggung, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Senin (4/11). Korban juga dikenal sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Satu Lagi Dihukum 20 Tahun Penjara

Wali Kota Ika Puspitasari didampingi Kadispendik Kota Mojokerto Amin Wakhid usai meresmikan gedung TIK SMPN 4.

2, dan 4, SDN Kedundung 1 SDN Kranggan 3, dan SDN Gedongan 1, dan SMPN 8. Proyek rehabilitasi tersebut diperkirakan bakal menyerap sebesar Rp 4 miliar lebih yang bersumber dari dana

APBD Kota Mojokerto Sentuhan perbaikan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing sekolah meliputi fisik di ruang kelas hingga atap bangunan. “Setiap sekolah kebu-

tuhannya bervariasi,” ulasnya. Tak hanya itu, tahun ini dispendik juga manambah fasilitas di beberapa titik sekolah. Di antaranya pengadaan closed circuit television (CCTV) dan genset di

SDN dan SMPN, kontainer untuk rumah baca, hingga pembangunan gedung olahraga (GOR) Rencananya, GOR tersebut akan didirikan di kompleks SDN Wates, Kecamatan Magersari. Setidaknya, pembangunan fasilitas olahraga baru itu dialokasikan sekitar Rp 1,2 miliar melalui APBD. “Desain gedung olahraga nanti tertutup dan permanen. Sekarang masih proses pengadaan,” tandasnya Di samping perbaikan, juga dialokasikan dana pemeliharaan yang menyasar sebanyak 12 sekolah masing-masing di SDN Wates 5, 6, SDN Kranggan 2, 4, 5, SDN Kedundung 3, SDN Mentikan 2; SDN Blooto 1,2, SDN Purwotengah 2; SDN Meri 1, SDN Gedongan 3, SDN Sentanan, SDN Balongsari 6, dan SMPN 9. Total seluruhnya dijatah Rp 800 juta untuk kebutuhan pemeliharaan rutin yang bersifat ringan. (war/rif)

Proyek Puskesmas Peterongan

Predator Anak Karangdagangan Dijerat Pasal Berlapis Jombang, Memorandum Usai membekuk Adi Indra Purnama (24), warga Dusun Doro, RT 001/RW 001, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kamis (31/10) kemarin, Satreskrim Polres Jombang terus menyelidiki intensif terhadap predator anak tersebut. Jika sebelumnya tersangka mengaku hanya melakukan perbuatan bejatnya terhadap 8 anak. Seiring interograsi penyidik, jumlahnya bertambah menjadi 9 korban. “Rata-rata para korban masih berusia di bawah umur. Mereka ada yang masih sepupu, ada juga yang masih keponakan tersangka, dipastikan jika dua korban sudah melaporo ke polres,” ujar Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan saat rilis perkara di Mapolres, Sabtu (2/11). Dijelaskan olehnya, rata-rata usia korban yang menjadi sasaran perbuatan bejat tersangka antara 17 hingga 19 tahun, dan diakukan pada medio tahun 2016 sampai terakhir 2019. “Selain bujuk rayu, tersangka juga mengancam. Ada yang usianya 17 tahun, 18 tahun, ada yang sekarang 19 tahun tapi kejadiannya pada saat korban masih berusia 15 tahun,” jelasnya. Ditanya perihal aksi bejatnya, Adi membenarkan jika ada 9 korban. Tapi tidak semuanya yang disetubuhi, ada juga yang hanya sebatas dicium serta diraba bagian sesnsitifnya. Jumlahnya, dua yang disetubuhi sementara 7 sisanya dicabuli. Dikejar alasan sehingga nekad melakukan perbuatan bejat, tersangka menyebut jika sakit hati dengan salah satu korban. Pasalnya, salah satu korban berpacaran dengan adiknya. Maka dengan dalih melakukan tes keperawanan, ia memaksa melakukan hubungan suami istri di salah satu rumah yang ada di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Beda lagi kisah yang menimpa SSA, yang saat kejadian masih berusia 16 tahun. Dengan dalih melewatkan malam pergantian tahun, tersangka membujuk korban agar mau menginap di rumahnya. Setelah korban terbuai, pada malam harinya ia menyetubuhi pelajar salah satu sekolah di Kota Santri itu. Akibat perbuatannya, polisi memastikan akan mengenakan pasal berlapis terhadap tersangka. “Kita jerat pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 293 KUHP tentang perkosaan. Ancaman hukumnya hingga 15 tahun penjara,” tegas Boby. (wan/rif )

Suasana hearing Komisi C DPRD Jombang.

Komisi C DPRD Jombang, Khoirul Anam, Senin (4/11). Dengan kenyataan itu, otomatis muncul ketidak pastian RAB pe-

kerjaan.Yang berdampak, rekanan pelaksana dibuat bingung dengan kondisi tersebut. Atas kejadian ini, pihak dewan mendesak agar

kejadian serupa tidak terulang. “Kita juga menyampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan agar kejadian tidak terulang. Kami mendesak sebelum penawaran disodorkan ke ULP, dinas terlebih dulu memiliki tim teknis yang kompeten untuk membuat RAB,” sambungnya. Dampak dari RAB ‘karet’ tadi, pemborong kebingunan dengan munculnya banyak perubahan. Padahal, untuk menuruti perubahan yang terjadi di sejumlah titik bangunan tadi. Mereka mau tidak mau harus mengorbankan titik pekerjaan lain. Dan kondisi inilah yang membuat waktu pekerjaan lebih lamban dari jadwal seharusnya. “Pada prinsipnya,

pemborong kan bekerja sesuai dengan RAB yang sudah fix. Inilah kendala yang mereka hadapi, saat kerap terjadi perubahan,” sambung Ketua Komisi C. Apa yang dikemukan oleh dewan, ternyata tidak ditampik dinkes. Bahkan, dari perubahan tadi mereka (dinas,red) mengaku jika memang ada penambahan item. Penambahan item tadi memang bertujuan untuk menambah kekuatan konstruksi bangunan Puskesmas. “Sebenarnya rekanan memang telah menyelesaikan pekerjaan sesuai RAB, tapi terkendala dengan adanya penambahan. Atas kejadian ini, dinas memastikan akan memberi tambahan waktu hingga 10 hari kerja,” tandas Khoirul. (wan/rif)

Kapolres Jombang Patroli TPS Jombang, Memorandum Memastikan proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak berjalan aman, Kapolres Jombang patroli ke tempat pemungutan suara (TPS), Senin (4/11). Turut hadir dalam kegiatan pengecekan ke sejumlah lokasi tersebut, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). Dipaparkan Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, patroli dilakukan pihaknya dengan jajaran forkompimda dengan cara menyambangi sejumlah TPS yang tersebar di beberapa kecamatan. “Pengecekan ke TPS hari ini kita lakukan ke beberapa kecamatan. Mulai dari Kecamatan Mojoagung, Sumobito, Jombang, Diwek, serta Ngoro,” paparnya, Senin (4/11). Dari sejumlah pengecekan yang dilakukan, lanjut kapolres, rombongan memastikan tidak mendapati adanya potensi yang menabrak aturan. Hal ini sudah tentu sejalan dengan tujuan pemkab agar proses konstentasi pilkades belangsung aman, lancar, dan transparan.

Kendati demikian, kapolres memastikan akan tetap memberikan perhatian lebih. Utamanya terhadap wilayah yang memiliki potensi ricuh saat pilkades. Perhatian dimaksud, dengan cara menambah jumlah personel untuk bersiaga di lapangan.“Memang ada laporan yang masuk atas adanya kemungkinan potensi ricuh. Untuk mengantisipasi hal itu, kita telah menambah jumlah personil keamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujarya memastikan. Tidak hanya berhenti pada upaya pemantauan berbekal hasil laporan personil di lapangan. Boby mengutarakan akan terus melakukan mobiling untuk memberikan jaminan proses pemungutan hingga penghitungan tanpa ada gejolak. Sekaligus juga ia menghimbau kepada semua pihak, agar sama-sama bersikap dewasa dalam merayakan pesta demokrasi 6 tahunan ini. “Kami memastikan akan terus melakukan patroli untuk menjamin proses pemungutan dan penghitungan suara. Harapan kami semua pihak sama-sama

dapat bersikap dewasa, agar ajang pesta demokrasi ini berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, 286 desa yang ada di 21 kecamatan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Selain memastikan pelaksanaannya berjalan aman, transparan, ser-

ta kondusif, Polres Jombang telah menerjunkan ratusan personil ke TPS sejak Sabtu (2/11) lalu.Termasuk, untuk mengantisipasi ulah penjudi (Botoh) yang kerap memanfaatkan kesempatan. Korps Bhayangkara juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Judi Pilkades serentak. (wan/rif)

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan memimpin rilis perkara predator anak.

Jombang, Memorandum Usai acara rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar oleh Komisi C DPRD Jombang dengan dinas kesehatan (dinkes) serta kontraktor pembangunan Puskesmas Peterongan pada Jumat (1/11) kemarin, wakil rakyat mendapati sejumlah kendala. Mulai dari dinas yang tidak memiliki tim ahli yang kompeten dalam bidang konstruksi hingga kerap muncul banyak perubahan pada rencana anggaran biaya (RAB) pekerjaan. “Dari hearing kemarin kita mendapati banyak permasalahan dari awal. Diantaranya tidak adanya tim teknis yang kompeten di dinas kesehatan,” terang Ketua

FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S

Komisi C Hearing dengan Dinas dan Rekanan

AKBP Boby Pa’ludin Tambunan


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Tak Terima Diputus, Sebar Foto Bugil Pacar

Iptu Giadi Nugraha

treskrim Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha membenarkan adanya laporan korban atas kasus penyebaran foto pribadinya itu. “Benar, kami sudah identifikasi pelakunya. Dan saat

ini masih kami lakukan penyelidikan untuk mengejarnya,” kata Giadi. Giadi menyebut, pelaku tidak hanya menyebarkan foto korban melalui media sosial. Pelaku juga nekat mencetak kemudian mengirim dokumen itu ke perusahaan tempat korban bekerja melalui ekspedisi. “Informasi dari keterangan korban, foto itu hasil screenshoot saat korban dan pelaku sedang video call. Di sana pelaku mencetak foto tersebut lalu memasukkan dalam amplop selanjutnya dikirim ke alamat tujuan melalui jasa pengiriman,” pungkas mantan Panit II Subdit I Keamanan Negara (Kamneg), Dit Tipidum Bareskrim Mabes Polri itu. (fdn/nov)

Polda Jatim Gelar Lomba Olah TKP Surabaya, Memorandum Polda Jawa Timur menggelar kompetisi ‘Demo Standar Kemampuan Reskrim Jajaran Polda Jatim’ di lapangan Mapolda Jatim, Senin (4/11). Kompetisi ini akan digelar selama lima hari mulai Senin (4/11) hingga Jumat (8/11), dan diikuti Satreskrim dari 39 polres dan polresta se-Jatim. Kompetisi ini dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjenpol Luki Hermawan. Kapolda mengatakan, perlombaan ini dilakukan untuk mendongkrak kemampuan satreskrim di 39 polres dan polresta se-Jatim. “Kejahatan di Jatim cukup besar. Dengan dilakukan olah TKP, nantinya dapat mengungkap kasus secara maksimal bukan hanya pada saat kejadian itu saja,” kata Luki usai memimpin upacara. Luki juga menambahkan, bahwa perlombaan semacam ini juga menjadi upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di institusi Polri. “Menindaklanjuti program bapak (Presiden Republik Indonesia) Jokowi bahwa SDM unggul Indonesia maju, dari sini kami mengambil perhatian terutama

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Surabaya, Memorandum Kasus sebar foto bugil pacar kembali terjadi. Diduga usai memutus pacarnya, korban berinisial Y (30), asal Tuban, harus menahan malu. Ini lantaran mantan pacarnya tega menyebarkan foto Y dalam keadaan tanpa busana. Bahkan, foto bugil Y sengaja dicetak dan disebarkan di tempatnya bekerja. Merasa dipermalukan, dengan didampingi beberapa temannya, Y akhirnya melaporkan kejadian yang terjadi pada pertengajan Oktober tersebut ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. Saat dikonfirmasi melalui HP-nya, Kanit Jatanras Sa-

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Adegan penangkapan pelaku pencurian dalam Demo Standar Kemampuan Reskrim di lapangan Mapolda Jatim.

masalah olah TKP karena ini penting,” paparnya. Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengatakan, bahwa

demo yang dilakukan beberapa polres maupun polresta dalam perlombaan ini berupa pembuntutan, penindakan, penggerebekan, hingga penangkapan tersangka. (x-3/nov)

Jasad Dipendam di Bawah Lantai Pembongkaran di lantai musala dibenarkan Kapolsek Ledokombo AKP Wardoyo. Mengenai hasil pembongkaran tersebut, Wardoyo masih belum menjelaskan secara rinci. Dia hanya mengatakan masih dalam proses lidik. Namun dia sempat mengatakan, dari pembongkaran itu ditemukan sebuah kain sarung. Lokasi lantai setelah dibongkar juga menebarkan aroma bau busuk. “Tapi kita belum bisa memastikan, masih menunggu tim forensik dari Polda Jatim,” terang Wardoyo, Senin (4/11). Sementara menurut Kepala Dusun Juroju, Edi, lantai musala yang dibongkar itu berada di dalam

Sambungan dari halaman 1

rumah Surono (51). Posisi musala ada di ruang dapur. “Bentuknya agak tinggi, kayak lincak (dipan). Dicor,” terang Edi. Hanya saja, lanjut Edi, Surono sekitar 7 bulan tidak diketahui keberadaannya. Rumah itu kini hanya ditempati istri Surono, Busani (45). Edi menceritakan, pada Jumat (1/11) dia didatangi salah seorang anak Surono bernama Bahar (27). Saat itu Bahar baru pulang dari tempat kerjanya di Bali. “Bahar ini pekerjaannya merantau di Bali,” kata Edi. Kepada Edi, Bahar menceritakan hasil perbincangannya dengan Busani. “Malam Jumat kemarin itu Bahar telepon ibunya dan bercerita bahwa ibunya

ini gak jadi menikah dengan J,” jelas Edi. Busani tak jadi menikah dengan J karena istri J yang selama ini merantau ke Arab Saudi sudah pulang. Setelah mendapat cerita itu, Bahar kemudian menanyakan kabar ayahnya, Surono kepada ibunya. “Tapi sama Busani, Bahar diminta gak usah tanya-tanya ayahnya lagi, karena sudah dibunuh sama J,” kata Edi. Bahar kemudian terus mencecar pertanyaan kepada ibunya kenapa ayahnya dibunuh. Busani menjawab karena Surono memergoki Busani saat bersama J. “Katanya waktu itu Busani tepergok sama J di rumahnya oleh Surono. Kemudian, Surono dibunuh dan jasadnya dipendam

di bawah lantai musala yang ada di dapur. Itu ceritanya Bahar, waktu datang ke saya,” kata Edi. Atas pengakuan itu, kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi. Usai menerima laporan, petugas langsung datang ke lokasi. “Lantai musala itu dibongkar. Saya tidak jelas, tapi ada semacam kain di lokasi musala yang dibongkar itu,” kata Edi. Menurut Edi, ada 3 orang yang sudah diamankan di Mapolsek Ledokombo. Sementara itu, hasil pembongkaran yang dilakukan polisi ternyata menemukan sejumlah tulang belulang manusia. Wardoyo menambahkan, belum bisa dipastikan apakah itu tulang manusia atau bukan.

Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan Tim DVI dari Polda Jatim dan Polres Jember. “Untuk memastikan kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim DVI,” terang kapolsek. Wardoyo menjelaskan, tempat salat itu berada di ruang dapur rumah milik Surono. Tempat salat itu berukuran sekitar 1,5 meter x 3 meter. “Dicor dan ditutup keramik,” kata Wardoyo. Hingga saat ini sang pemilik rumah, Surono, belum diketahui keberadaannya. Pria itu hilang sejak Mei 2019. “Rumah itu kini ditempati istrinya, Busani,” sambung Wardoyo. Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, tulang belulang yang ditemukan di bawah lantai mu-

sala yang dibongkar di Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, dipastikan tulang manusia. Ditambahkan Alfian, masih perlu pendalaman atas kematian korban tersebut. Apakah tewas disebabkan benda tumpul atau senjata tajam (sajam). Petugas masih menunggu hasil autopsi dari Tim DVI Polda Jatim. Untuk mengembangkan kasus ini polsek dan Satreskrim Polres Jember melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Di antaranya Bahar Mario, anak kandung Surono, Busani, istri Surono, dan Jumiran, orang yang mengerjakan pemasangan keramik dan cor di lokasi penemuan jasad tersebut. (*/edy/nov)

Bermodal Saldo Palsu Rp 1 Miliar Kali ini tersangka yang berjumlah empat orang itu menggunakan modus mengajak berbisnis cangkang sawit. Mereka adalah Nasir (56), asal Daupetue, Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan; Yamin (45), asal Desa Letta, Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan; Rizal (41), dan Hendri (35), keduanya asal Desa Lale Bata, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Para pelaku ini disergap saat bersembunyi di wisata Songgoriti Malang. Dalam aksinya, mereka berbagi peran. Seperti yang dilakukan di Surabaya. Nasir dan Rizal berpura-pura

Sambungan dari halaman 1

duduk santai di minimarket di Jalan Gubeng. Sedangkan Yamin dan Hendri bertugas memantau situasi sekaligus driver mobil Rush yang disewa untuk beraksi. Setelah mendapat calon korbannya, Eko Supriyanto, pengunjung hotel yang saat itu duduk di minimarket, Nasir dan Rizal segera mendekati kursi korban. Me re k a b e r p u ra - p u ra berbincang tentang bisnis cangkang sawit yang akan dijalankan di Surabaya. Dalam obrolan tersebut, Nasir mengaku dari Kalimantan Tengah, sedangkan Rizal berasal dari Brunei Darussalam. “Komplotan yang

Nyabu di Ruang Tamu, Ditangkap Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti dua poket sabu seberat 0,59 gram dan 0,35 gram. Guna mengelabui petugas, tersangka menyembunyikan barang haram itu di saku celananya. “Namun tersangka tidak bisa mengelak saat kami temukan barang bukti seperangkat alat isap sabu (bong, red) di hadapannya,” kata Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto, Senin (4/11).

Sambungan dari halaman 1 Arie menjelaskan, penangkapan Agus bermula dari informasi masyarakat yang menyebut, jika di rumahnya kerap dijadikan ajang pesta sabu. Bahkan, Agus juga kerap mengedarkan sabu dan transaksi di rumahnya. “Dari informasi yang kami terima, anggota kemudian menyebar untuk melakukan penyelidikan hingga meringkus tersangka saat mengonsumsi sabu di rumahnya,” pungkas mantan Panitreskrim Polsek Tegalsari ini. (fdn/nov)

Ingin Pede, Gadis Petemon Isap Sabu Namun kebiasaan wanita kelahiran Dusun Krajan Barat, Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Blitar itu akhirnya dibayar mahal. Tersangka ditangkap dan dijebloskan ke tahanan oleh anggota Unit II Satreskoba Polrestabes Surabaya pada Sabtu (26/10) malam. Saat itu, dia usai mengisap sabu di salah satu kamar kos di Jalan Jojoran Baru Gang IV. Selain mengamankan April, petugas juga menyita barang bukti satu poket berisi sabu seberat 0,42 gram. Bahkan dari sudut lantai kos tersebut petugas menemukan satu pipet kaca yang usai dipakai.

Rindu Dipeluk Papi Sang ayah meninggal dunia pada 9 Juni 2019 lalu di Rumah Sakit Siloam, Jakarta. Hingga saat ini kesedihan itu masih selalu dirasa oleh Dewi Perssik. Terlebih lagi ketika ia dihadapkan dengan adegan syuting yang berkaitan dengan sosok ayah. Hal itu disampaikan Dewi Perssik di Instagramnya pada Minggu (3/11/2019). “Assalamualaikum sayang... setiap syuting selalu ada lagu tentang Ayah, setiap scene selalu tentang Ayah, jujur.. setiap kali syuting aku selalu ingat papi...,” tulis Dewi Perssik. Bahkan perasaan haru dan sedih itu sering terbawa meskipun proses syuting sudah selesai. Sampai-sampai Dewi Perssik menangis tak berhenti. “Aku selalu terbawa perasaan sudah cut’pun aku tidak bisa berhenti untuk tidak menangis karena Rindu dipeluk papi.,” lanjut Dewi Perssik. Selanjutnya, Dewi Perssik mengenang sosok sang ayah semasa hidupnya. Banyak hal yang ia dapatkan dari ayahnya itu. “Papiku adalah pribadi yang selalu bekerja tanpa mengenal waktu, siang dan malam tanpa lelah untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Dewi Perssik.

mengaku baru sekali beraksi ini, menentukan calon korban dari sandal hotel yang dikenakan. Sebab, kebanyakan tamu hotel di kawasan Gubeng merupakan orang menengah ke atas dan sudah pasti memiliki banyak saldo untuk dikuras,” beber Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata, Senin (4/11). Dengan bahasa indonesia yang kurang baik didengar, kedua tersangka kemudian menawarkan bisnis tersebut dengan keuntungan lima persen. Agar tidak curiga, mereka tidak sedikitpun meminta uang ke korban. Bahkan, para tersangka

Sambungan dari halaman 1

“Saat kami periksa, pipet itu masih ada sisa sabu. Artinya tersangka baru saja mengonsumsi barang haram itu. Untuk memperkuat hal tersebut kami akan lakukan tes urine,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Senin (4/11). Di hadapan penyidik, April mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang bernama Ishartanto Setya Budi alias Anto. Dia tertangkap lebih dulu setelah digigit oleh tersangka lain, Bagus Subagia. “Dapat dari Anto seharga Rp 150 ribu,” ujar April di mapolrestabes. (fdn/nov)

meminta korban melihat isi saldo tersangka yang berisi Rp 1 miliar. Mengetahui saldo tersebut, korban yang tidak dimintai uang sontak tergiur. Tersangka kemudian meminta Eko untuk memeriksa saldonya. “Tersangka berdalih memeriksa saldo untuk mengetahui berapa limit ATM korban. Padahal, itu bertujuan agar tersangka bisa mengetahui PIN korbannya,” imbuh Leo. Setelah kartu ditarik, Nasir melanjutkan obrolan sembari berdiri di samping mesin ATM.

Saat itulah, Rizal dari arah belakang berpura-pura bertanya kepada korban tentang kehidupannya. “Saat asyik berbincang dengan Rizal, Nasir yang sedari tadi memegang kartu ATM korban menukar dengan kartu lain. Selanjutnya agar tidak curiga mereka kembali melanjutkan obrolan di luar minimarket yang buka 24 jam tersebut,” imbuh alumni Akpol 1997 itu. Setelah menguasai kartu ATM korban, keempat tersangka lalu meninggalkan lokasi. Mereka juga tidak lupa menjan-

jikan Eko untuk bertemu di hari selanjutnya. Namun harapan korban dapat keuntungan besar dari bisnis cangkang sawit hanyalah isapan jempol. Bahkan saldo di ATM berisi Rp 60 juta milik Eko ternyata lenyap setelah ditarik oleh para tersangka. Sebaliknya saldo tersangka yang berjumlah fantastis itu ternyata hanya virtual alias palsu. Kalau dicermati lebih jauh, saldo yang sebenarnya adalah minus Rp 1 miliar. Entah bagaimana saldo tersebut bisa muncul di ATM tersangka. “Masalah saldo bodong itu masih

Hari Ini Sugito dan Darmawan Disidang ini akan disidangkan terpisah di Pengadilan Tipikor Surabaya. Hal ini ditegaskan Kasubsi Penyidikan Pidana Khusus Kejari Tanjung Perak M Fadhil, Senin (4/11). Menurut Fadhil, untuk berkas kedua terdakwa dilimpahkan tidak bersamaan. “Kami melimpahkannya sendiri-sendiri. Bisa jadi sidang tidak bersamaan, tapi semua itu tergantung majelis hakim,” jelas Fadhil kepada Memorandum. Tambahnya untuk pasal yang dijeratkan kepada dua terdakwa yaitu pasal 2 dan 3 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Nanti sidang akan dipimpin ketua majelis hakim Hisbullah Idris,” pungkas Fadhil. Terpisah, Asman Afif Ramadhan, penasihat hukum Sugito mengatakan bahwa dirinya siap menghadapi sidang dakwaan. “Benar besok (hari ini, red) akan sidang perdana. Kami siap dengan dakwaan itu,” ujarnya. Disinggung apakah akan melakukan eksepsi, Rama—sapaan Asman Afif Ramadhan menambahkan akan mempelajari dulu isi dari dakwaan kepada kliennya. “Insya Allah. Kami lihat dakwaannya dulu,” pungkas Rama.

Sambungan dari halaman 1 Sementara itu, Muhni, salah satu penasihat hukum Darmawan dikonfirmasi belum ada jawaban. Seperti diketahui, dalam kasus ini keduanya terseret hukum setelah penyidik pidana khusus (pidsus) menindaklanjuti penemuan BPK soal kerugian negara senilai Rp 4,9 miliar. Sebelum kedua terdakwa, lebih dulu Agus Setiawan Jong divonis 6 tahun penjara dan saat ini masih banding. Selain dua terdakwa ini, sudah menunggu empat tersangka lainnya yaitu Binti Rochmah, Syaiful Aidy, Dini Rijanti, dan Ratih Retnowati. (fer/nov)

Polres Pelabuhan Tanjung Perak MoU dengan BRI Senin (4/10). Penyerahan bantuan itu dilakukan oleh Kepala Cabang BRI Tanjung Perak Horasman Nampuhun kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto di Aula Sanika Satyawada. Kapolres menyampaikan terima kasih atas kesediaan BRI Cabang Tanjung Perak untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Termasuk pemberian bantuan uang tunai Rp 400 juta dalam program BRI Peduli.

“Bantuan ini tentu saja sangat bermanfaat buat menunjang kebutuhan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah (kamtibmas). Semoga ke depan hubungan yang kita bina ini bisa ditingkatkan dan menjadi lebih baik,” kata Agus. Perwira kelahiran Malang ini juga juga yakin bahwa kerja sama dengan BRI ini akan sangat menguntungkan untuk pengelolaan anggaran tunjangan para personel. “Yang mana sebelumnya hanya gaji personel

kami selidiki,” tandas mantan Kapolres Mojokerto itu. Salah satu tersangka yang juga otak komplotan, Nasir, mengaku, mendapatkan kartu ATM berisi saldo bodong dari seseorang di Jakarta. Residivis yang pernah menjalani hukuman 3 bulan di Rutan Medaeng itu membeli seharga Rp 600 ribu. “Saya beli Rp 600 ribu dari orang tidak kenal di Jakarta. Saya dan Rizal sudah dua kali beraksi setelah keluar dari penjara beberapa bulan lalu,” aku Nasir. (fdn/nov)

Sambungan dari halaman 1 ditransfer melalui BRI dan kini sekalian tunjangannya,” imbuh Agus. Pihak BRI juga mempresentasikan penggunaan aplikasi BRI Mobile yang dapat digunakan melalui perangkat android. Dengan harapan adanya BRI Mobile tersebut transaksi dapat dilakukan nasabah tanpa perlu membawa uang tunai, sehingga lebih aman dan praktis. “Selain itu dapat melihat saldo tabungan dengan menggunakan aplikasi BRI Mobile ini tanpa perlu melihat lewat mesin ATM,” jelas Horasman. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1 “Papiku adalah sosok yang selalu ada untuk melindungi anak anaknya dari tangan-tangan jahat, juga menjadi penasehat sekaligus pendengar ketika aku sedang mengalami masalah,” sambung Dewi. Dewi Perssik sendiri mengakui bahwa dirinya terkadang merasa sedih kala melihat orangorang yang masih bisa bercengkerama dengan orangtuanya, khususnya ayah-ayahnya. “Papi... Apakah papi tau Aku seringkali menitikkan airmata di saat melihat teman-teman atau siapapun itu bisa bersama papa mereka, tertawa bahagia, menggelayut manja dengan lelaki paling berharga dalam hidup mereka..,” tulis Dewi Perssik. Terlepas dari itu semua, Dewi Perssik menegaskan akan berusaha selalu membanggakan keluarganya, terlebih untuk mendiang ayahnya. “Dan aku hanya bilang untuk Papine..aku pasti bisa membuatmu bangga dan tersenyum melihatku dari sana....Aku yakin aku pasti bisa.. setiap hari aku selalu memberikan hadiah untukmu papi... lewat untaian doa setiap habis solat 5 waktu... Ning kangen papi alfatiha i love you all always,” kata Dewi Perssik. (*/nov)

Ada Yang Minta Disegerakan Jodoh, Yang Minta Penglaris, dll dsb Tidak diduga, pasien-pasien yang biasa ditangani Abiyasa di Mojokerto banyak yang masih tetap ingin meneruskan pengobatkannya. Mereka pun minta alamat di Surabaya dan rutin datang. “Alhamdulillah, pasien Mas Abi tidak berkurang tapi malah bertambah banyak. Ditambah warga Surabaya,” kata Anik. Bedanya, apabila pasien yang datang di Mojokerto dulu semata untuk mencari kesembuhan, tujuan dan permintaan tamu-tamu yang di Surabaya lain lagi. Bermacam-macam. Ada yang minta tolong didatangkan jodohnya. Ada yang minta agar dagangannya laris. Dll. Dsb. Dst. Lucunya, ketika permintaan itu ditolak, mereka ngambek. Tidak mau pulang sebelum diberi pegangan. Apa pun. Amalan doa atau rapalan tertentu. Jimat atau benda apa pun, asalkan sudah dijopa-japu oleh Abiyasa. Terpaksa Abiyasa menuruti kehendak mereka, walau asal-asalan. Tidak serius dan tidak disertai keyakinan. Asal omong,

asal tunjuk, asal memberi, pokoknya serba asal-asalan. “Tapi anehnya, tamu yang datang justru kebanyakan minta yang aneh-aneh tadi. Yang membutuhkan kesembuhan alternatif tetap ada, tapi sedikit,” kata Anik, yang menambahkan bahwa dia tidak setuju dengan sikap suaminya tersebut. Anik pernah mengingatkan Abiyasa, tapi suaminya mengaku sangat sulit menghindari permintaan para tamu. Salah satu pasien aneh-aneh tadi, menurut Anik, semisal Mak Hana (samaran). Dia adalah pemilik toko kelontong di banyak pasar Surbaya, antara lain Pasar Keputran dan Pasar Pucang. “Katika saya tanya, Mak Hana mengaku dagangannya sangat laris sejak diberi jimat Mas Abi. Dagangan keluar-masuk tanpa henti. Kulakan berapa pun habis dikuras pembeli.” Menurut Anik, dia pernah bertanya kepada suaminya apakah sikap Abiyasa

Sambungan dari halaman 1

terhadap Mak Hana itu bukan kebohongan? Sebab, Abiyasa tidak mendasari sikapnya dengan keyakinan?! “Waktu itu Mas Abi tidak menanggapi dengan serius. Dia berkata yang penting pasiennya puas. Buktinya dagangannya laris,” kata Anik. Contoh lain, tambah Anik, seorang pria yang mengaku bekerja di pabrik mebel ingin menjadi anggota dewan. Abiyasa dijanjikan akan dibelikan mobil apabila pria tersebut sudah berkantor di gedung DPRD. (bersambung)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALA HALAMAN 8

Guru Pramuka Cabuli 15 Siswa

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Dituntut Hukuman Kebiri Kimia Satgas bekerja keras membangun rumah warga.

Kenangan Indah Satgas ketika Bertugas

Selain itu, pria yang tinggal di Jalan Kupang Segunting, ini juga dituntut 14 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Dalam kasus ini, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 80 dan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Silakan tanya ke pimpinan saja, saya masih ada sidang lain,” jawab Sabetania usai sidang saat dikonfirmasi atas tuntutan kebiri tersebut.

Malang, Memorandum Sejumlah anggota Satgas TMMD ke-106 Kodim 0818/ Kabupaten Malang-Kota Batu mengaku senang saat bertugas di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo. Banyak kenangan indah ketika mereka bisa membuat warga tersenyum. Seperti yang diutarakan Serka Supriyadi, saat bertugas menjadi satgas dirinya harus bekerja keras untuk menyelesaikan program sasaran fisik. Bahkan, dirinya harus jauh dari keluarga karena harus tidur di rumah warga di lokasi TMMD selama satu bulan. ‘’Kalau ditanya pengalaman sukanya, sangat banyak. Bisa bergaul dengan masyarakat dan lebih mengenal budaya masyarakat perdesaan. Mereka suka menolong, dan ikhlas tanpa pamrih,’’ ungkap Supriyadi. (tyo/fer)

Sementara itu, pendamping hukum korban pencabulan dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) Muhammad Dewangga Kahfi mengaku puas dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU. Sebab, hal itu setimpal dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa terhadap sejumlah korbannya. “Sangat puas. Karena tuntutan itu setimpal dengan apa yang dilakukan terdakwa kepada para korban-korbannya,” tegas Kahfi. Terpisah, Aspidum Kejati Jatim Asep Mariyono menjelaskan, hukuman kebiri tersebut

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

Surabaya, Memorandum Jaksa penuntut umum (JPU) Sabetania Paembonan dan Rista Erna menuntut Rachmat Slamet Santoso alias Memet (30), guru pramuka yang mencabuli 15 siswa didiknya, dengan hukuman kebiri kimia, Senin (4/11).

Rachmat Slamet Santoso alias Memet menuju ruang sidang PN Surabaya.

dijatuhkan berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yaitu merupakan pendidik yang seharusnya mengayomi. “Kedua, dari hasil psikologis satu di antara korbannya terind-

ikasi untuk menjadi pelaku. Tapi kami tidak bisa menyebutkan korban yang mana,”terang Asep saat dikonfirmasi Memorandum. Lanjutnya, perbuatan terdakwa juga berlangsung cukup lama yaitu sejak 2017 hingga

2019. “Dan menurut hukuman tersebut bisa berdampak jera bagi terdakwa,”pungkas dia. Seperti diberitakan, dari laporan beberapa orang tua korban, selanjutnya Subdit IV Reknata Polda Jatim meringkus Rachmat Slamet Santoso. Saat penyidikan, Rachmat Slamet Santoso mengaku telah mencabuli 15 orang. Mereka rata-rata anak didiknya. Aksi bejat itu dilakukan dengan modus memasukkan siswa tersebut ke dalam tim inti pramuka sekolah. Selanjutnya siswa terpilih diajak ke rumahnya untuk belajar pramuka. Selanjutnya, ia melakukan perbuatan asusila itu di rumah. Dari hasil pemeriksaan, Rachmat menjadi pembina ekstra pramuka di enam SMP dan satu SD, baik swasta maupun negeri di Surabaya. (fer/tyo)

Sosialisasi S-Keling dan Aplikasi Paskot

Sinergitas dengan PT KAI Probolinggo, Memorandum Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya menerima kunjungan pimpinan PT KAI Daops IX Jember, Senin (4/11). Pertemuan ini merupakan bentuk sinergitas kepolisian dengan pihak penyelenggara moda kereta. Hadir dalam kegiatan tersebut, Vice President Daop IX Ir Joko Widagdo, Manager Penjagaan Aset Agus Setiawan, Manager Hukum dan Humasda Mahendrotrang Bawono, Junior Manager Pengamanan Objek Vital dan Aset Imron Taufik Qurrahman, Kepala Stasiun Probolinggo Andhika Bagus Permadi, serta Assistant Manager Hukum Rezky Azis. Rombongan diterima langsung Kapolres Probolinggo Kota didampingi dengan Kasatbinmas Iptu Retno Utami. Kapolres menyampaikan, kunjungan PT KAI Daops IX Jember ini adalah bentuk silaturahmi dan sinergitas. Kapolres mengajak PT KAI Daops IX untuk selalu bersinergi dan berkoordinasi terkait keamanan dan kelancaran transportasi jalur KA agar tetap kondusif. “Kami berharap, sinergi dan kerja sama untuk bisa menjaga situasi kamtibmas bisa tetap terjaga,” tutur Kapolres Ambar. Sementara Vice President PT. KAI Daops IX Jember Joko Widagdo menyampaikan, PT KAI Daops IX Jember siap mendukung dan bersinergi dengan Polres Probolinggo Kota dalam menjaga kamtibmas khususnya pengamanan objek vital PT KAI Daops IX Jember. “Kegiatan ini memang dalam rangka silaturahmi dengan Kapolres baru. Sekaligus perkenalan serta audiensi untuk membahas hal-hal terkait permasalahan aset, perlintasan kereta api serta mohon dukungan demi kelancaran angkutan natal dan tahun baru,” kata Joko Widagdo. (yud/fer)

Erfawati dan Nur Ipah, pasca bebas dari penyanderaan.

Dibebaskan dari Sandera

Emak-Emak Puji Kinerja Cepat Kapolres Jember, Memorandum 53), asal Seorang ibu paruh baya, Erfawati (53), gis dan Desa Mamboro Kota Palu, terisak tangis sesekali menyeka air mata dengan tisu an sambil terbata-bata mengungkapkan perasaannya sembari bercerita pengalaman pahitnya disandera selama 6 hari. “Saya sangat lega dan gembira bisa bertemu keluarga kembali. Saya berterima kasih kepada Bapak Kapol-amat res, dengan adanya beliau saya bisa selamat dan bisa ada di tempat ini (Mapolres Jember, red),” jelasnya dengan sorot mata tampak berkaca-kaca. Ia bersama saudaranya Nur Ipah (52), tak menduga persoalan utang piutang Rp 230 juta kepada Karnawi (56), menyebabkannya mereka disandera di rumah Mat Ali (56), warga Dusun Loncatan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Jember. Minggu (3/11) sore, perasaan tertekan hampir sepekan ditahan tak diperbolehkan beraktivitas keluar dari rumah Mat Ali, membuatnya terdorong meminta perlindungan kepada polisi. Pada Sabtu (2/11), ia berusaha menghubungi keluarganya di Jakarta agar dapat melaporkan kejadian penyanderaan yang dialaminya ke Polres Jember. “Saya sebagai masyarakat, Saya sangat salut sama Bapak Kapolres, Bapak – bapak Polisi di Jember sangat cepat, bergerak secepat-cepatnya dalam merespons laporan pengaduan akan perlindungan warganya,” ungkap Nur Ipah dengan

rasa penuh bangga. Nur Ipah menjelaskan, ia datang dari Kota Palu menuju JJember Selasa (28/10), pekan lalu. Mereka dijemput Mat Ali di Bandara JJuanda. Kedatangannya di Jember bermaksud menyelesaikan utang piutang setelah ia mendapatkan uang dari hasil transaksi jual beli tanah di Jakarta. “Permintaan saya tersebut diabaikan, Sejak saya datang ke Rumah Mat Ali sampai saya dibebaskan sama Bapak Polisi, saya tidak boleh keluar rumahnya sampai saya bisa menyelesaikan utang. Padahal saya harus ke Jakarta agar bisa menjual tanah untuk bertanggung jawab atas kerugiannya,”pungkas Nur Ipah. Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK M Hum dikonfirmasi usai mengatakan pihaknya telah menerima informasi adanya penyanderaan dari pengaduan masyarakat. “Saya memerintahkan Kasat Reskrim, Kapolsek Jenggawah dan Ajung untuk menyelidiki. Dari hasil interogasi ternyata berkaitan dengan utang piutang,”ujar Alfian, Minggu (3/11). Lanjut Alfian, pihaknya masih melihat hasil pemeriksaan, didukung dengan alat bukti apa saja untuk memenuhi unsur-unsur pasal tindak pidana merampas kemerdekaan orang lain sebagaimana dimaksud pasal 333 KUHP. (edy/hms/fer)

Pasuruan, Memorandum Guna meningkatkan pelayanan secara mudah dan cepat bagi masyarakat Kota Pasuruan, Polres Pasuruan Kota menghadirkan program pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Terobosan pelayanan publik terpadu yang disebut “S-Keling “ ini digelar di car free day Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan, Senin (4/11). Demi memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Pasuruan di hari libur atau Minggu, maka menerjunkan empat anggota SKCK dan satu anggota SPKT Polres Pasuruan Kota. Kapolres Pasuruan Kota AKBP

Agus Sudaryatno SIK SH melalui Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto SH menyampaikan, melalui program S-KELING layanan itu sebagai salah satu bentuk inovasi yang ditawarkan Polres Pasuruan Kota. “Ini untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan perpanjangan SKCK, laporan kehilangan dan layanan kepolisian lainnya melalui aplikasi Paskot,” ujar Endy. Anggota Polres Pasuruan Kota juga mengenalkan aplikasi Paskot kepada pengunjung car free day. Yang bertujuan untuk mempermudahkan masyarakat. (*/rul/fer)

Kabiddokes Polda Jatim Resmikan FKTP Pasuruan, Memorandum Kabiddokes Polda Jatim Kombespol drg Triawan Marsudi menyerahkan dan meresmikan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) kepada Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH di halaman Mapolsek Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (4/11). Kapolres Pasuruan AKBP wan Rofiq Ripto Himawan menyampaikan, bah-wa pembangunan klinik pratama sebagai layanan kesehatan ini sebagai wujud nyata upaya institusi Polri dalam mendukung program u pemerintah menuju Indonesia sehat, dengan melakukan upay -upaya promotif dan preventif. “Mari kita meringankan beban bangsa dan mengantarkan bangsa Indonesia menuju Indonesia sehat melalui pemberdayaan dari FKTP yang ada di sekitar kita,”

ujar Rofiq. Kabiddokes Polda Jatim Kombespol drg Triawan Marsudi mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan apabila nantinya Klinik Pratama Polres Pasuruan berjalan agar selalu dijaga pelayanan untuk masyarakat serta selalu tingkatkan keramahan kepada pasien dengan 3 S (Senyum, Salam, Sapa). (*/rul/fer)

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH memberikan sambutan.

Rajin Blusukan Rangkul Toga dan Tomas Bangkalan, Memorandum Setidaknya dalam sebulan terakhir ini, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, rajin blusukan ke pondok pesantren (ponpes). Tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga ponpes di kecamatan dan perdesaan. Kapolres di kabupaten ujung barat Pulau Madura itu bersilaturahmi dengan para kiai khos dan ulama terkemuka. Juga bertatap muka dengan ratusan santri. Tidak hanya itu, Rama juga selalu menyisihkan waktu untuk berkunjung ke kediaman para tokoh masyarakat. Bahkan ke rumah tokoh blateran. Yakni

FOTO: MEMORANDUM/RAS

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi menerima kunjungan pimpinan PT KAI Daops IX Jember.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Saluran Irigasi Sudah Bisa Digunakan

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Satgas membangun saluran irigasi pada saat program TMMD bergulir.

Malang, Memorandum Selain pembangunan jalan, beberapa infrastruktur umum sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, lokasi TMMD ke-106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu. Seperti halnya saluran irigasi, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), rabat jalan dan tempat mandi, cuci dan kakus (MCK). “Hasil pembangunan itu diserahkan ke masyarakat melalui kepala desa. Jadi, TMMD itu dari rakyat, dan untuk rakyat,” ungkap Danramil Donomulyo Kapten Inf Suwarno Tumirin ( 39 ), salah satu petani di Desa Kedungsalam, mengakui jika keberadaan program TMMD mampu membawa perkembangan yang cukup pesat di desanya. Satgas pun tak segan untuk membantu berbagai kesulitan masyarakat. “Itu satu-satunya irigasi yang dimiliki oleh warga di sini. Sebelumnya, mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga pengairan tidak maksimal,” ungkap dia. (tyo/fer)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Anggota Polres Pasuruan Kota memberikan pelayanan kepada masyarakat tentang lapor kehilangan.

Kapolres AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi bertemu pemangku ponpes.

semacam jawara perdesaan. “Targetnya, Bapak Kapolres ingin merangkul semua toga (tokoh agama, red) dan tomas (tokoh masyarakat, red) di Kabupaten Bangkalan ini,” kata Kasubbag Humas Polres Iptu Suyitno SH, Senin (4/11) kemarin. Juga,

sambung Suyitno, merangkul para tokoh pemuda dan stakeholder lainnya. Tujuannya, Kapolres, ingin menjalin komunikasi, koordinasi, serta kemitraan yang solid

dengan berbagai elemen sosial kemasyarakatan. Terutama para ulama terkemuka, kiai khos dan tokoh masyarakat panutan umat. Jika itu terjadi, Kapolres optimistis situasi dan kondisi di seantero wilayah Kabupaten Bangkalan, akan selalu bergulir dalam tatanan yang kondusif. Komunitas masyarakat bisa hidup aman, nyaman, tenteram dalam bingkai kerukunan yang solid. Seperti pada Sabtu (2/11) siang, Rama menghadiri haul akbar pendiri Ponpes Nurul Kholil di Kampung Demangan Barat, Kelurahan Demangan,

Kecamatan Bangkalan. Di sini Rama tidak hanya bisa bersilaturahmi dengan ratusan ulama dan kiaikhos. Tetapi juga bertatap muka denga ribuan santri di ponpes besar asuhan KH Zubeir Muntasor itu. Malam harinya, Rama kembali bersua dengan ratusan ulama dan tokoh masyarakat. Itu terjadi ketika Rama menyempakan hadir dalan acara Maulid Nabi di Ponpes Assyomadiyah, Kecamatan Burneh, asuhan KH Makki Muhaimin. Dua hari sebelumnya, Kamis (31/10) malam, Rama juga menghadiri acara Maulid Nabi di rumah Kepala Desa Blega Fauzi. (ras/fer)


KOTA SURABAYA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

Penyegelan pintu dilakukan petugas DPRKP CKTR Surabaya, disaksikan petugas keamanan proyek rusun Gunung Anyar.

Pintu Proyek Rusun Gunung Anyar Disegel Petugas Keamanan Tuntut Tunggakan Gaji Dibayar

Petugas DPRKP CKTR Surabaya survei hasil progres pengerjaan proyek rusun Gunung Anyar. FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya akhirnya bertindak tegas menyegel pintu proyek rusun Gunung Anyar, Senin (4/11). Meski begitu, penyegelan itu sempat diwarnai kericuhan antara petugas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Surabaya dengan petugas keamanan proyek.

Petugas keamanan proyek rusun Gunung Anyar Sonip mengatakan, pihaknya meminta Pemkot Surabaya segera mendatangkan kontraktor PT Penamas Rashata Prisma (PRP) di lokasi rusun Gunung Anyar untuk menyelesaikan persoa-

Kasus DBD Jatim Tertinggi

Jalan Tambak Wedi Baru Terancam Ditutup

Surabaya, Memorandum Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mengimbau kepada masyarakat agar berpartisipasi dalam menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). “Gerakan satu rumah satu jumantik yakni  Bersambung ke halaman 10 

Pemilik Beri Deadline Pemkot 1 Desember Surabaya, Memorandum Ichwan dan kerabatnya yang menjadi ahli waris atas tanah yang kini dijadikan jalan umum ( Jalan Tambak Wedi Baru), mengancam akan menutup jalan tersebut pada 1 Desember

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Kohar Hari Santoso

lan tunggakan gaji pekerja dan utang di warung makanan. “Saya minta pintu proyek tidak disegel dulu, sebelum tunggakan terlunasi semuanya. Jika tidak, jangan harap kontraktor lain bisa mengerjakan proyek rusun tersebut,”kata

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

FOTO: ISTIMEWA

FOTO: ISTIMEWA

Agung Prasodjo

Syaifuddin Zuhri

Surabaya berencana menggunakan hak interpelasi agar menjadi pelajaran bersama di kalangan pejabat Pemkot Surabaya untuk tidak meremehkan kunjungan menteri.”Saya masih in-

gat kata-kata Bu Mega (Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, red), bahwa kata-kata yang di belakangnya ada Republik Indonesia (RI) harus  Bersambung ke halaman 10 

Khofifah Ngotot Venue PD U-20 Tidak Harus di GBT er untuk mencarikan solusi terbaik sehingga Jatim tetap ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah pelaksanaan piala dunia itu. Menurut Khofifah, sebagai warga Surabaya, serta yang lahir dan besar di Surabaya, dia mengaku memiliki sikap terbuka. Dirinya menyatakan sudah bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Zainudin Amali. Pertemuan itu membicarakan banyak hal terkait olahraga. “Wong  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: ISTIMEWA

Khofifah Indar Parawansa

HUT Ke-50 SKH Memorandum

Advokat Abdul Salam Dukung Open House Surabaya, Memorandum Jelang acara open house Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum yang digelar Senin (11/11) mendatang, satu per satu dukungan datang dari relasi. Seperti pada Senin (4/11), dua staf perwakilan Dr Abdul Salam SH MH dari Kantor Advokat Abdul Salam & Associates ini mendatangi kantor SKH  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/FERRY

tandas dia. Sementara Kepala Rayon Surabaya Timur DPRKP CKTR Muchamad Yusufian mengatakan, pihaknya bersama petugas Bank Mandiri (penjamin, red) datang ke lokasi proyek rusun  Bersambung ke halaman 10 

Spanduk pengumuman yang dipasang keluarga Ichwan di Jalan Tambak Wedi Baru.

Insiden Menpora di GBT Memanas

POLEMIK bau tak sedap di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang belakangan jadi perbincangan sengit sebelum dilaksanakannya Piala Dunia U-20, dipastikan dalam waktu dekat akan segera berakhir. Ini setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan kalau pihaknya akan segera menemukan solusi terkait bau tak sedap di sekitar GBT. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu bahkan mengaku siap duduk bersama dengan sejumlah stakehold-

bagi rakyat seharusnya bertanggungjawab menyelesaikan masalah yang ada di lapangan, dan boleh dilanjutkan lelang ulang proyek rusun Gunung Anyar tersebut. “Jangan sampai ini belum diselesaikan, kemudian hari timbul masalah lagi,”

2019. Ini dilakukan jika Pemkot Surabaya tak segera membeli lahan tersebut. Imbauan ini diserukan Ichwan dan kerabatnya melalui spanduk yang dipasang di se Bersambung ke halaman 10 

Fraksi Golkar Akan Interpelasi, PDI-P Melawan Surabaya, Memorandum Insiden Menpora RI Zainudin Amali yang tak bisa masuk Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) karena pintu dikunci, berbuntut panjang. Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya berencana menggunakan hak interpelasi terhadap Pemkot Surabaya, khususnya Wali Kota Tri Rismaharini dan Kadispora Afghani Wardana.”Kami menyesalkan tidak adanya iktikad baik dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Surabaya saat Menpora mengunjungi GBT,” ungkap Agung Prasodjo, anggota fraksi Partai Golkar. Untuk itu, lanjut dia, Fraksi Golkar

Sonip ketika menemui petugas DPRKP CKTR Surabaya di lokasi proyek rusun Gunung Anyar. Sonip menjelaskan, Pemkot Surabaya adalah abdi negara yang artinya abdinya rakyat. Jika ada permasalahan yang menimbulkan dampak sosial

Kevin dan Dhika (staf dari Dr Abdul Salam SH MH) didampingi redaktur senior SKH Memorandum Ahmad Syaiku.


KOTA SURABAYA WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KONSULTASI OBAT TRADISIONAL

Konsumsi Herbal saat Hamil Tanya: Apakah mengonsumsi herbal saat hamil diperbolehkan? Misalnya untuk mengatasi mual, perut kembung, dan sakit kepala. Jawab: Obat tradisional atau tanaman obat tidak dapat diminum secara sembarangan seperti halnya obat dokter pada kehamilan. Secara umum obat tradisional memang relatif Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt aman, namun kehamilan bukanlah kondisi umum. Di dalam tubuh wanita hamil, terjadi aktivitas yang sangat dinamis, yang melibatkan otak, jantung, ginjal, paru-paru dan semua organ tubuh lain. Aktivitas itu diperlukan untuk pertumbuhan janin secara optimal, dan karenanya jangan diganggu oleh apapun, termasuk obat herbal. Jadi, lakukan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit, yaitu dengan mengonsumsi bahan alam yang kaya nutrisi. Caranya antara lain dengan minum satu gelas air rebusan kacang hijau tanpa gula, minum jus campuran buah tomat, apel dan wortel, makan satu butir telur rebus setiap hari. Stop makanan siap saji, apalagi yang kaya bahan penambah rasa, gula dan garam. Herbal tetap dapat digunakan saat hamil untuk makanan dan minuman sehari-hari saja, dan bukan untuk mengobati. Sebagai contoh, minum teh hijau satu cangkir saja setiap hari, minum wedang jahe yang tidak terlalu pedas seminggu tiga kali. Jadi sekali lagi, jangan menggunakan herbal untuk pengobatan. Dalam keadaan mual, sakit kepala, perut kembung, cobalah mengatasinya dengan cara-cara yang lebih aman. Umpama: melakukan olahraga ringan secara teratur, menggosok badan dengan minyak gosok yang menghangatkan, pijat aromaterapi. Pastikan waktu istirahat yang cukup dan selalu mampu mengendalikan stres. (*)

Warga Genting Kalianak Protes Sungai Jadi Pergudangan Surabaya, Memorandum Warga Genting Kalianak khawatir terjadi banjir saat musim penghujan. Sebab, Sungai Greges di Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, berubah fungsi menjadi kawasan pergudangan. Keluhan itu disampaikan warga Genting Kalianak saat mengadu ke Komisi C DPRD Kota Surabaya. Ironisnya, akses jalan perkampungan menuju kampung Genting Kalianak, kini juga ditutup oleh pemilik gudang. “Kini warga harus memutar lebih jauh karena akses menuju kampung diportal pemilik gudang,” kata Tri Muryanto, perwakilan warga Genting Kalianak. Warga mendesak kepada pemilik gudang untuk membuka

portal tersebut. Namun jangka panjangnya, warga tidak ingin menjadi sasaran banjir karena sungai Asemrowo sudah tak lagi berfungsi menampung air hujan. “Dulu sungai tersebut berkelok mengitari kampung. Tapi sungai tersebut kini lurus sehingga daya tampung air sedikit. Akibatnya sungai itu kerap meluber dan banjir menggenangi kampung,” ujar Tri. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Pertemuan Persit Ajang Tukar Informasi Surabaya, Memorandum Persit (persatuan istri prajurit) KCK ranting jajaran Cabang XLIX Dim Tipe A 0830/Surabaya Utara menggelar pertemuan di aula makodim. 0830/ Surabaya Utara. Kegiatan ini merupakan sarana untuk saling bersilaturahmi dan ajang untuk bertukar informasi. Ketua Persit Cabang XLIX Dim Tipe A 0830 Ny Putut Witjaksono Hadi menyampaikan pada anggotanya untuk berhati hati dalam bermedsos dan waspadai kejahatan siber. “Untuk kejahatan sekarang gak perlu berjumpa karena teknologi sekarang sudah canggih, maka banyak dimanfaaatkan ke hal yang tidak baik oleh oknum yang tidak beranggung jawab,” ujar dia. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang “Sehat di Usia Emas” dengan narasumber dr Husin Thamrin. “Semoga sosialisasi kesehatan ini dapat bermanfaat serta ibu-ibu pada saat pulang ada ilmu yang dibawa,” pungkas dia. (tyo/lis)

Gunung Anyar untuk melakukan survei terkait progres pekerjaan yang sudah dikerjakan kontraktor PT PRP sebelum diputus kontrak 15 Oktober 2019. “Tentunya dari hasil survei ini akan kita klaimkan kepada kontraktor PT PRP berapa kerugian yang harus ditanggungnya,” ungkap dia. Yusufian mengaku, melihat kondisi progres terakhir pekerjaan rusun Gunung Anyar terhitung hanya mencapai 11,42 persen saja. Jadi yang harus ditanggung kontraktor harus mengembalikan sisa uang muka sebesar 20 persen dari nilai Rp 20 miliar perjanjian kontrak yang sudah diterima kontraktor PT PRP.

“ Ya, lebih kurang sekitar Rp 2 M yang harus dikembalikan. Kalau masalah denda itu tidak ada, karena belum melewati batas waktu yang telah ditentukan, yakni 18 Desember,” jelas dia. Ditanya soal keberadaan kontraktor baru yang akan melanjutkan proyek rusun Gunung Anyar hingga Desember menyelesaikan progres 20 persen tanpa ada lelang ulang, Yusufian menepis informasi tersebut. Menurut dia, tidak ada dan tidak benar jika ada kontraktor baru meneruskan aktivitas proyek rusun sebelum ada lelang ulang. “Saya jamin tidak ada kontraktor baru sebelum ada lelang

jumlah titik Jalan Tambak Wedi Baru. Spanduk berwarna merah tersebut berbunyi: Tanah yang dipakai jalan ini milik Bapak Ichwan berdasarkan sertifikat hak milik no 220 tahun 1983. Jika pemkot tidak membeli tanah ini, maka mulai tanggal 1 Desember 2019 jalan akan kami tutup. “Spanduk itu dipasang bertujuan agar publik tahu bahwa tanah tersebut bukan milik pemkot, tapi milik Ichwan berdasarkan sertifikat yang ada. Dalam waktu dekat, kalau sampai 1 Desember (pemkot) tidak ada kepastian, itu (jalan) mau kita tutup lagi,” kata M Sholeh, kuasa hukum Ichwan ketika dikonfirmasi melalui telepon, Senin (4/11). Soal harga lahan tersebut? Sholeh mengaku, dirinya belum memikirkan sampai ke arah sana. “Belum, itu kan namanya berandai-andai. Belum ada kejelasan kok memikirkan harga. Kita melihat iktikad baiknya (pemkot) dulu. Kemarin saja temboknya dibongkar,” ujar dia.

Sengketa tanah ini sebelumnya juga pernah terjadi, keluarga Ichwan juga sempat menutup total akses jalan dengan menggunakan pondasi, Kamis (28/8). Alhasil, warga yang melintasi Jalan Tambak Wedi Baru kebingungan. Jalan akhirnya dibuka, namun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Lalu Satpol PP Kota Surabaya diterjunkan untuk membongkar seluruh pondasi tersebut karena dinilai mengganggu ketertiban umum. Setelah dilakukan pembongkaran, Ichwan diminta untuk menghadiri mediasi dengan Dinas Pertanahan Pemkot Surabaya dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Kamis, (30/8). Mengenai hasil mediasi tersebut, pemilik tanah bersikukuh menguasai lahan tersebut sebagai hak miliknya. Sholeh menjelaskan, saat mediasi tersebut, BPN membenarkan kalau lahan itu milik Ichwan yang tertulis dalam surat sertifikat hak milik (SHM). “Prinsipnya, secara hukum sah

Kasus DBD Jatim Tertinggi memberdayakan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti dan albopictus di rumah tinggal/ instansi/institusi,” kata Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso, Senin (4/11). Kohar mengatakan, pada 2019 periode Januari hingga September penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jatim 16.764 orang. Sedang-

kan kematian akibat DBD 169 orang. Sebagai informasi, Jatim kembali menduduki peringkat tertinggi dalam kasus DBD di Indonesia. Data sementara yang dihimpun Kementerian Kesehatan dari awal tahun hingga 29 Januari 2019 menunjukkan, jumlah kasus DBD di Jatim mencapai 20 persen dari total laporan kasus yang diterima dari seluruh Indonesia, yaitu

Advokat Abdul Salam Dukung Open House Memorandum untuk berkoordinasi dalam kegiatan open house tersebut. Kedatangan dua staf Abdul Salam ditemui Redaktur Senior SKH Memorandum Ahmad Syaiku. “Kami tadi (kemarin, red) koordinasi untuk kegiatan Memorandum atas petunjuk Bapak Salam,” jelas Kevin dan Dhika, kemarin. Terpisah, Abdul Salam mengatakan selama ini hubungannya dengan SKH Memorandum cukup dekat dan seperti keluar-

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

memberikan perhatian serius kepada perubahan fungsi sungai menjadi pergudangan.“Dulu masterplan di Dinas PU Kota Surabaya sungai itu masih berkelok-kelok. Saya ingin itu kembali,” papar dia. Pergudangan tersebut milik PT Suri Mulia. Legal Officer PT Suri Mulia Abdus Sakur mengaku akan melengkapi data terkait perubahan fungsi sungai menjadi pergudangan. Sebab menurut dia, semua perizinan hingga menjadi pergudangan juga komplet. “Saya akan membawakan bukti data penunjang sehingga pergudangan kami ada di situ. Saya tidak tahu soal sungai tersebut. Mari pertemuan berikutnya akan kami tunjukkan data resmi kami,” kata Sakur.

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Hearing warga Genting Kalianak dengan PT Suri Mulia di Komisi C DPRD Surabaya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono ingin tahu bagaimana proses yang sesungguhnya sehingga sungai itu jadi

Pintu Proyek Rusun Gunung Anyar Disegel

Jalan Tambak Wedi Baru Terancam Ditutup

Persit KCK ranting jajaran Cabang XLIX Dim Tipe A 0830/Surabaya Utara berfoto usai acara.

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

ga sendiri. “Kami akan dukung penuh kegiatan Memorandum. Terlebih dengan semua temanteman Memorandum sudah seperti keluarga,” ujar Abdul Salam. Lanjut Abdul Salam, dengan kantor SKH Memorandum yang baru di Jalan Ketintang Baru III malah lebih dekat dengan kantornya. “Jadi kami semakin intens dan silaturahmi ke kantor Memorandum,” jelas dia. Di ulang tahun emas kali ini, Abdul Salam berharap Memo-

pergudangan. Tidak menutup kemungkinan wakil rakyat ini akan sidak lokasi tersebut guna mengetahui kejelasannya. (alf/dhi)

Sambungan dari halaman 9 ulang anggaran APBD 2020. Maka dari itu, kenapa pintu proyek kita segel (gembok, red). Ini untuk mengantisipasi dikemudian hari jangan sampai ada aktivitas di sini,” beber dia. Terkait persoalan dampak sosial di internal kontraktor PT PRP dengan pekerja dan pemilik warung, Yusufian berjanji akan melakukan intervensi terhadap kontraktor untuk segera menyelesaikan masalah internalnya. “Sebenarnya kita tidak ada kewenangan dengan urusan internal kontraktor PT PRP dengan pekerja. Tapi saya berjanji akan mengintervensi kontraktor agar segera menyelesaikan persoalan tersebut,” pungkas dia.

Sambungan dari halaman 9 milik Ichwan berdasarkan sertifikat yang ada. Dan kita pun sudah pernah dipanggil pemkot dan dipertemukan dengan BPN Surabaya dan mengakui itu tanahnya Ichwan,”imbuh Sholeh. Tercatat dalam SHM, lahan tersebut seluas 1.796 meter persegi (m2), sedangkan lahan yang terpangkas oleh jalan tersebut seluas 540 m2. “Kalau tidak ada kepastian akan kita tutup lagi,”pungkas Sholeh. Sementara Camat Kenjeran Henni Indriyati belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA). Bahkan dihubungi lewat HP tak dijawab. Kepala Dinas Pengolahan Bangunan dan Tanah MT Ekawati Rahayu ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya mempersilahkan Memorandum untuk konfirmasi kepada kabag humas. Dan Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara ketika ditelepon tidak diangkat. (alf/udi/dhi)

Sambungan dari halaman 9 13.683 kasus. Berikut 10 provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama sebulan terakhir: Jatim (2.657 kasus), Jabar (2.008 kasus), NTT (1.169 kasus), Jateng (1.027 kasus), Sulawesi Utara (980 kasus), Lampung (827 kasus), DKI Jakarta (613 kasus), Sulawesi Selatan (503 kasus), Kalimantan Timur (465 kasus), dan Sumatera Selatan (353 kasus). (why/dhi)

Sambungan dari halaman 9 randum tetap mempertahankan penyajian berita kriminal dan hukum yang selama ini menjadi acuan bagi penegak hukum. “Saya selalu mengikuti berita-berita di Memorandum. Cukup bagus, terutama untuk pemberitaan kriminal dan hukum selalu update. Sekali lagi, saya dari Kantor Advokat Abdul Salam & Associates mengucapkan selamat buat Memorandum yang merayakan ulang tahunnya ke-50,” pungkas Abdul Salam. (fer/lis)

Sementara itu, Sugeng yang mengklaim sebagai utusan kontrator baru yang akan melanjutkan pengerjaan proyek rusun Gunung Anyar hingga mencapai progres 20 persen, ketakutan ketika di lapangan ada penyegelan pintu proyek. “Kalau tahu kondisinya seperti ini saya tidak berani melanjutkan aktivitas. Ini akan saya laporkan ke atasan,” ujar dia. Seperti diketahui, tender proyek rusun Gunung Anyar yang dimenangkan kontraktor asal Jakarta PT Penamas Rasha-

ta Prisma senilai Rp 20 miliar, akhirnya diputus kontrak oleh Pemkot Surabaya pada 15 Oktober 2019. Padahal, proyek lima lantai tersebut ditarget tuntas akhir Desember 2019. Namun pasca penandatanganan kontrak April hingga kini progres pengerjaannya masih di bawah 20 persen. Sehingga dipastikan tidak akan tuntas sesuai target. Proyek tersebut akan dilelang ulang usai RAPBD 2020 digedok November ini. (why/dhi)

Fraksi Golkar Akan...

Sambungan dari halaman 9

didahulukan. Saya masih ingat betul. Untuk hak interpelasi ini masih kita gali dulu data-datanya. Karena bukan sekali ini saja, ketika diundang gubernur juga tak pernah datang. Ada apa ini?” ungkap dia. Lebih jauh, Agung yang juga anggota komisi C DPRD Surabaya ini menuturkan soal peristiwa di Stadion GBT. Sebelum Menpora Zainudin Amali datang ke GBT, dirinya sudah datang lebih dahulu. Tapi, pintu masuk stadion dikunci. Selanjutnya, kata Agung, dirinya menghubungi kadispora, nada dering masuk tapi tak diangkat. Ini dilakukan sampai dua kali, tapi tak diangkat.”Saya telepon Kepala Bappeko (Eri Cahyadi,red) dan nyambung, saya bilang ada Pak Menpora, tolong kadispora ke sini (Stadion GBT). Pak Eri kemudian kontak kadispora, tapi tak diangkat. Yang jadi pertanyaan, kemana Pak Afghani? Sampai saat ini belum ada penjelasan,” ungkap dia. Sementara rencana Partai Golkar menggunakan hak interpelasi mendapat perlawanan dari fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya, yang siap menghadang upaya tersebut. “Tentu fraksi kami akan memback-up habis-habisan wali kota yang juga kader PDI-P. Apalagi kami melihat tidak ada masalah konkret. Masa interpelasi hanya karena pintu terkunci,” papar Syaifuddin Zuhri, Ketua Fraksi PDI-P, Senin (4/11).

Dia menjelaskan, humas Pemkot Surabaya dan pejabat Dispora Surabaya sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada informasi apa pun terkait sidak Menpora Zainuddin Amali ke Stadion GBT. Pemkot Surabaya, lanjut Syaifuddin Zuhri, juga sudah menyatakan kebijakan standar, jika ada pejabat dari pusat atau provinsi sidak, jajaran Pemkot Surabaya akan mendampingi. Dia yakin, menpora bisa memahami kegiatan sidak ke GBT mungkin waktunya tidak tepat karena bertepatan dengan hari Minggu. “Mungkin juga belum ada komunikasi dahulu dengan Pemkot Surabaya sehingga tidak didampingi pihak pemkot,” Ipuk, panggilan Syaifuddin Zuhri, menyadari Menpora Zainuddin Amali adalah kader Partai Golkar sehingga wajar fraksi Golkar menunjukkan pembelaanya. Akan tetapi, lanjut dia, untuk hak interpelasi atau hak bertanya anggota dewan juga sebaiknya tidak sembarangan.”Saya paham, kok, kalau menpora dari Partai Golkar. Masa hanya tidak bisa mendapat kunci GBT, lalu menyalahkan Bu Wali Kota, terus interpelasi,”beber dia. Menurut dia, interpelasi dilakukan semata-mata kalau wali kota membuat kesalahan yang mendasar. Akan tetapi, kalau hanya masalah kunci GBT, dia yakin hanya masalah miskomunikasi. (dhi/lis)

Khofifah Ngotot... Suroboyo iku terbuka. Monggo anytime anywhere,” katanya, Senin (4/11) di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan. Sebelumnya, Khofifah menyebut, stadion GBT yang berada di Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya bukan satu-satunya opsi stadion di Jatim menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20, dari 10 stadion yang diajukan. Menurut dia, aroma kurang sedap akibat sampah, dikhawatirkan akan mengganggu pertandingan. “Nanti ketika FIFA ke sana (stadion GBT) terus pas anginnya masuk, ini aroma apa? Makanya kita menyampaikan opsi lain pokoke Jatim harus ada yang dijadikan venue,” katanya, kala itu. Khofifah menegaskan, dirinya sudah meminta Menpora agar

Sambungan dari halaman 9 salah satu stadion di Jatim menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20, dari 10 stadion yang diajukan. Khofifah menawarkan sejumlah stadion di Jatim. Selain GBT, Khofifah menawarkan Stadion Kanjuruhan Malang, Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Stadion Surajaya Lamongan, dan Stadion Gelora Bangkalan. “Dari awal saya menyampaikan opsi, inikan diajukan 10 titik, salah satunya GBT, tetapi saya sudah ke GBT kalau sore kena angin itu suka aroma sampah,” ujarnya. Lalu, Menpora Zainudin Amali pada Minggu (3/11) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke GBT. Kedatangan politikus dari Partai Golkar itu untuk mengecek kesiapan GBT sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. (yok/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

Sumenep, Memorandum Tergoda tubuh seksi gadis di bawah umur, Mat (49) yang tinggal di Kramat, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, harus berurusan dengan hukum. Dia ditangkap dengan tuduhan menyetubuhi korban lebih dari sekali.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, tersangka melakukan hubungan intim dengan korban, pada Desember 2018 sekitar pukul 10.00. Saat itu, korban yang masih

berusia 18 tahun sebut saja NM, warga Kecamatan Gapura, datang ke rumah tersangka mencari istri tersangka. Korban waktu itu, masuk kamar dibuntuti tersangka,

tidak lama kemudian Mat tergoda melihat payudara korban kemudian meremasnya sambil berkata “Kamu hamil dengan siapa?. Korban menjawab, saya tidak hamil. Pada peristiwa itu, korban tidak melawan dan mematuhi perkataan tersangka,” ujar AKP Widiarti. Tersangka pun melampiaskan nafsu birahinya kepada korban yang tanpa melakukan perlawanan. Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya tersangka

menyuruh korban pulang. “Tersangka mengaku menggauli korban lebih dari satu kali hanya saja mengaku lupa kapan melakukan itu lagi,” terangnya, Senin (4/11). AKP Widiarti menambahkan, tersangka kembali mencabuli korban sekitar pukul 09.00. Waktu itu korban datang mencari istri tersangka, langsung masuk kekamar dibuntuti Madraha. Dan tersangka mengajaknya berhubungan intim kembali. Puas melampiaskan nafsun-

ya tersangka menyuruh korban pulang kerumahnya. Mengetahui perbuatan tersangka, Zahniya warga setempat melaporkan kepada polisi pada 29 Mei 2019 lalu. Kemudian aparat melakukan penyelidikan, kemudian menangkap tersangka pada 2 November 2019 sekitar pukul 16.00. “Barang bukti yang kami amankan pakaian korban. Tersangka setiap kali akan menggauli merayu dan membujuk korban,” tutupnya. (uri/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Warga Banjar Setubuhi Gadis di Bawah Umur Mat

Belasan warga Benangkah mendatangi Kantor Kecamatan Burneh.

Pemilihan BPD Benangkah Tak Transparan Bangkalan, Memorandum Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Benangkah, Burneh, Bangkalan, berjalan alot. Masyarakat menggugat lantaran pelaksanaan pemilihan diduga tidak dilakukan secara demokrasi. Akhirnya, Belasan warga Desa Benangkah tidak terima dan mendatangi Kantor Kecamatan setempat. Mereka mengadu proses rekrutmen calon anggota BPD di Desanya tidak transparan dan terkesan tertutup. Ahmad Fauzi, salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat dan tahapan yang dilaksanakan tertutup. “Kalau seperti itu tidak memberikan peluang terhadap masyarakat lain yang ingin mendaftar,” tuturnya, Senin (4/11). Yang membuat masyarakat geram, lanjut Fauzi susunan kepengurusan anggota BPD tiba-tiba sudah terbentuk. Padahal Pemerintah Kabupaten Bangkalan belum menentukan jadwal pemilihan. Menanggapi itu, Camat Burneh Hosin Jamili mengatakan bahwa pemilihan BPD di Desa Benangkah sudah benar dan sesuai aturan. Namun kata dia, ada sedikit kesalahpahaman. Oleh karena itu, pihaknya akan mengadakan musyawarah kembali di Desa Benangkah. “Keputusan dari pertemuan kami dengan sejumlah warga Desa Benangkah adalah kami akan memusyawarahkan kembali,” ungkapnya. Soal pemilihan BPD yang diduga tertutup, Hosin menampiknya. Ia mengatakan jika pemilihan BPD Desa Benangkah sudah benar dan sesuai aturan. Oleh sebab itu tidak akan mengulang tahapan pemilihan BPD di Desa Benangkah. (yus/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

Wabup Pamekasan H Raja’e memberikan penghargaan kepada pemenang lomba dalam rangka hari jadi Pamekasan.

Wabup Pimpin Upacara Hari Jadi Pamekasan Pamekasan, Memorandum Upacara peringatan Hari Jadi ke-489 Pamekasan tahun 2019 dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan H Raja’e. Dalam upacara di halaman kantor Pemkab ini, para peserta menggunakan pakaian adat Madura yaitu Pesa’ Gombor untuk pria dan busana Marlena untuk wanita. Selain itu, dalam upacara yang dihadiri forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat se-Kabupaten Pamekasan, menggunakan

bahasa Madura. Dalam sambutannya dengan bahasa Madura, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengajak masyarakat untuk melestarikan bahasa Madura sebagai bahasa daerah sekaligus warisan budaya. “Kita ngimotin (mengingat), karena bahasa Madura ini kan merupakan budaya atau bahasa keseharian kita, sehingga perlu rasanya sewaktu-waktu di setiap hari jadi Kabupaten Pamekasan menggunakan bahasa Madura,” ungkapnya.

Dengan menggunakan bahasa Madura, lanjut Raja’e, sekaligus memberikan contoh kepada generasi muda yang saat ini mulai jarang menggunakan bahasa Madura karena terkikis oleh perubahan zaman. “Ini bentuk kita memberikan contoh atau uswah kepada generasi muda, bahwa penting bagi kita untuk mengingat dan menanamkan nilaip-nilai khazanah warisan budaya yang kita miliki di Madura, terutama di Pamekasan. Mari bersama-sama

kita jaga dan kita rawat bahasa Madura sebagai identitas kita bersama,” tutupnya. Dalam kesempatan itu, Wabup Raja’e juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka Hari Jadi Pamekasan. Ia berterima kasih kepada bupati dan wakil bupati, yang telah menyelenggarakan lomba branding batik. Ia berharap batik Pamekasan lebih terkenal lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terpisah, Kapolres Pame-

kasan, AKBP Teguh Wibowo, mengucapkan selamat hari Jadi ke-489 Pamekasan. “Semoga Pamekasan Bajra, Rajja tor Parjuga,” ujarnya singkat. Ia juga berpesan kepada kaum muda, khususnya yang ada di Kabupaten Pamekasan untuk tidak lupa dengan warisan daerah. “Kepada generasi muda agar selalu mengingat dan menanamkan warisan kekayaan budaya di Madura, Bahasa Madura jangan sampai hilang,” harapnya.(sjk/sr)

Kafilah Sumenep Berjaya di MTQ XXVIII Jatim Sumenep, Memorandum Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Sumenep berhasil meraih juara di sejumlah cabang yang diperlombakan di MTQ XXVIII tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Tuban, 26 Oktober hingga 2 November 2019 lalu. Pada ajang ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengirimkan 42 kafilah untuk bersaing dengan ribuan peserta lainnya dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, kafilah Sumenep berhasil meraih juara di beberapa cabang dan golongan lomba. Di antaranya, Elmiatun Nafiah, juara 3 tafsir Bahasa Inggris, Zaffan Haidar juara 2 Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) 30 juz, Abdul Jalil juara 3 tilawah dewasa. Sementara peraih juara harapan antara lain, Hairur Rafiki juara harapan 1 tilawah remaja, Ach Faiq juara harapan 1 MHQ 1 juz dan tilawah, Umar Varuq juara harapan 2 tilawah qiraat sab’ah murottal dewasa, Alfina Ulinna’mah juara harapan 3 tafsir Bahasa Arab, Fithriyah Rahmawati juara harapan 2 tilawah dewasa, M. Nasiruddin juara harapan 3

FOTO: MEMORANDUM/ ANWAR

Sumenep, Memorandum Istri tersangka pencabulan santri, Irwaniyah (41) meminta pihak kepolisian menangkap pelaku lain yakni AS yang mantan kepala sekolah lembaga pendidikan Islam MNI. Diduga kuat yang bersangkutan ikut terlibat dalam kasus asusila tersebut. Irwaniyah, Istri tersangka Guf menilai pelaku berinisial AS ikut terlibat dalam kasus pencabulan yang melibatkan suaminya hingga menjadi tersangka. Karena itulah, yang bersangkutan layak jadi tersangka. Diceritakan, sebelum korban menjalin hubungan asmara dengan suaminya, pada tahun 2018, AS dan korban sudah mempunyai Irwaniyah hubungan asmara, saat itu bersangkutan menjabat kepala sekolah. “Kenapa hanya suami saya yang ditangkap, dan AS tidak ditangkap. Padahal keduanya punya hubungan sebelum suami saya,” tanyanya, Senin (4/11). Dikatakan, hubungan terlarang itu, hampir menyebabkan rumah tangga AS kandas. Kemudian Erwaniyah melakukan mediasi kepada AS dan diakui istimewa dengan korban. Bahkan keduanya berkali-kali melakukan hubungan intim. Selanjutnya, setelah AS tidak menjabat kepala sekolah kasus pencabulan tersebut, terungkap menyeret suaminya Guf menjadi tersangka. “Saya tidak menyangka selain dengan AS korban menjalin hubungan dengan suami saya. Dan yang membuat kaget, perlakuan suami saya tidak ada perubahan,” ungkapnya Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menegaskan, kasus pencabulan tersebut, tetap belanjut, pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan. Bahkan istri H Guf direncanakan akan dihadirkan sebagai saksi. Dia meminta masyarakat yang mengetahui adanya pelaku lain untuk melakukan laporan kepada pihak kepolisian. “Kalau cukup bukti kami akan proses dan ditindaklanjuti,” janjinya. (uri/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI

Istri Tersangka Asusila Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

Penutupan MTQ Jawa Timur 2019.

tilawah tuna netra. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kab a g Ke s m a s ) S e k re t a r i a t Daerah Kabupaten Sumenep Kamiluddin mengatakan, M TQ 2 0 1 9 d i Ka b u p a t e n Tu b a n t e rd i r i d a r i t u j u h cabang lomba dengan 23 golongan tersebut. Kafilah Sumenep rata-rata mengik u t i d i b e b e ra p a c a b a n g tersebut. Ia mengatakan, Pemkab Sumenep sudah sejak lama melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta karantina untuk menyiapkan kafilah

Kafilah MTQ Kabupaten Sumenep.

yang mampu bersaing dengan delegasi kabupaten lain di MTQ 2019. Selain itu, Kamil menjelaskan bahwa tujuan utamanya untuk menumbuh kembangkan pendidikan Alquran di tengah masyarakat. Kamil juga mengutip pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada saat penutupan MTQ. Gubernur mengakui bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang luar biasa dalam melahirkan pencinta Alquran, hafiz dan hafizah. Saat itu gubernur mengajak seluruh bupati dan wali kota, pengasuh pondok

pesantren serta stakeholder lain untuk mencetak hafiz dan hafizah yang berkualitas secara sistematis dan terukur. Sehingga Kamil akan berupaya meningkatkan pembinaan bagi kafilah MTQ Sumenep. Selain itu, Kamiluddin juga menjelaskan, pembinaan bagi kafilah MTQ diharapkan mampu merangsang masyarakat lainnya agar lebih mencintai dan belajar ilmu Alquran serta memberikan dorongan masyarakat dalam membaca, menghayati dan mengamalkan Alquran ditengah perkembangan digital. “Kami juga

menyiapkan reward khusus bagi kafilah yang berprestasi berupa uang pembinaan dengan total Rp 50 juta,” tegas dia. Melalui prestasi di ajang MTQ, Kamil mengharapkan bisa membangun dan membudayakan nuansa qurani dalam menjadikan Sumenep lebih agamis dengan menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada kafilah yang telah mengharumkan nama Sumenep. Semoga prestasi yang diraih tahun ini bisa ditingkatkan pada MTQ Jawa Timur berikutnya,” tandas Kamil. (aan/adv/sr)


PASURUAN

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Operasi Zebra Semeru 2019

Pasuruan, Memorandum Setelah menunggu dua tahun, proses pembangunan gedung Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Pasuruan rampung. Gedung dua lantai yang mulai dibangun Pemkab Pasuruan sejak 2018 itu diresmikan Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf SE MMA, Senin (4/11). Seperti dikutip dari bangsaonline.com, Kejari Bangil H Moch Noor SH di depan tamu undangan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Pasuruan atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan pembangunan gedung TP4D tersebut. “Kami atas nama pegawai Kejaksaan Negri Bangil mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dari Bupati Pasuruan dalam pembangunan gedung TP4D ini,” jelasnya. Sementara Bupati Irsyad menjelaskan pihaknya selalu mendukung program Korps Adhyaksa dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui pembangunan gedung TP4D. Nantinya, lanjut bupati, bukan hanya kejari yang bisa menggunakan gedung tersebut. Masyarakat maupun intansi dari jajaran forkopimda Kabupaten Pasuruan bisa mengunakan untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat. “Pemkab akan mensupport program-program vertikal yang nantinya bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti hajatan, atau kegiatan sosial lainnya,” jelas orang nomor satu di Pasuruan ini. Sekadar diketahui, gedung TP4D dibangun di atas eks gedung Kejari Bangil yang mendapat bantuan rehab dari APBD sejak tahun 2018 sebesar Rp 3,06 miliar. Lalu pada tahun 2019, pemkab kembali mengalokasikan dana Rp 1,7 miliar untuk tahap finishing gedung tersebut. Hingga kini, pengerjaan gedung TP4D memang belum selesai, namun progresnya sudah mencapai 95 persen. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Ir. Haryaprianto optimis pengerjaan bisa rampung seratus persen sebelum kontrak selesai. “Karena sisa waktu masih lama,” jelasnya saat dikonfirmasi di sela-sela acara peresmian. (*/sr)

Pasuruan, Memorandum Satlantas Polres Pasuruan Kota bersama Bapenda Provinsi Jatim menggelar sidang di tempat bagi pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra Semeru 2019. Sidang berlangsung di halaman Mapolsek Purworejo, Kota Pasuruan, Senin (4/11). Dalam pelakasanaan Ops Zebra Semeru 2019, turut hadir Kanit Patroli Ipda Anton Hendro Wibowo SH MH, Kanit Laka Iptu Achmad Jayadi, Bapenda Provinsi Jawa Timur Hermin Dyah Winarni SSos dan anggota. Selain itu, petugas Pengadilan Kota Pasuruan Ida Ayu W SH MHum, Kejaksaan Kota Pasuruan Arlin Anita Sari, Satuan Polisi militer 2 anggota, dan anggota Satlantas Polres Pasuruan Kota. Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Achmadi SH melalui Kanit Patroli Ipda Anton Hen-

dro Wibowo SH MH menyampaikan, dalam satu jam melaksanakan Ops Zebra Semeru 2019, anggota Satlantas Polres Pasuruan Kota berhasil mengeluarkan buku tilang sebanyak 60 tilang. Terdiri dari pelanggaran roda empat tujuh pelanggar dan pelanggar roda duaua 53 pelanggar. Ops Zebra Semeru 2019 yang digelar halaman Mapolsek Purworejo kali ini bekerja sama dengan pengadilan, kejaksaan dan Bapenda Provinsi Jawa Timur. “Setiap pengendara yang terbukti melakukan pe-

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Bupati: Warga Boleh Gunakan Gedung TP4D

Kanit Patroli Ipda Anton Hendro Wibowo didampingi pejabat Bapenda Provinsi Jatim mengecek pengendara roda dua.

langgaran langsung dapat menjalani sidang di tempat. Dan, untuk pengendara yang belum

membayarkan denda kita arahkan ketempat Bapenda Provinsi Jatim agar melakukan pemba-

yaran pajak,” jelas Anton. “Sesuai dengan sasaran Operasi Zebra Semeru 2019, kita menyasar pelanggar yang tidak menggunakan helm. Kemudian kelengkapan kendaraan yang tidak lengkap serta tidak menggunakan safety belt,” imbuh Anton Pantauan Memorandum di lokasi, tampak terlihat petugas Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan Kota Pasuruan melakukan sidang di tempat bagi para pengendara yang sudah ditilang polisi. Bapenda Provinsi Jatim Pasuruan Kasi Penagihan dan Pembayaran Hermin Dyah Winarni SSos menyampaikan dalam kegiatan pagi itu sudah ada 24 pengendara sepeda motor yang bersedia membayar pajak kendaraan pada saat Ops Zebra Semeru 2019.(rul/sr)

Kebakaran di Kabupaten Pasuruan Meningkat FOTO: MEMORANDUM/RUL

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menandatangani prasasti peresmian gedung TP4D.

Satlantas Polres Pasuruan Kota Sidang di Tempat

Petugas damkar Kabupaten Pasuruan berusaha memadamkan api di salah satu lahan kosong Kecamatan Rembang, beberapa waktu lalu.

Pasuruan, Memorandum Kemarau panjang tahun ini benar-benar membuat kasus kebakaran di Kabupaten Pasuruan meningkat. Dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini ada kenaikan 12 kasus. Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan Ruspandi mengatakan teriknya matahari tahun ini membuat kasus kebakaran menanjak.

Pihaknya mencatat, sampai akhir Oktober 2019 ada 125 kasus kebakaran di Kabupaten Pasuruan. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun kemarin. Sepanjang 2018 hanya ada 113 kasus kebakaran. “Teriknya kemarau tahun ini menjadi salah satu pemicu tingginya kasus kebakaran,” ujar Ruspandi. Menurutnya, mayoritas kebakaran atau sekitar 70

persen terjadi di lahan kosong. Sebagian lainnya melanda gudang dan rumah warga. Adanya pembakaran sampah juga menjadi salah satu penyebab kebakaran. “Cuaca panas disertai embusan angin menambah risiko kebakaran. Dominan kebakaran yang terjadi melanda lahan. Biasanya dipicu kegiatan bakar-bakar sampah,” tutup Ruspandi. (rul/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

DKUPP Pemkot Bantu 72 UMKM Peralatan Usaha

Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyerahkan peralatan prasarana penunjang pengembangan bagi pelaku usaha mikro.

memberdayakan pelaku UMKM, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan para pelaku usaha dan juga bentuk perhatian Pemerintah terhadap para UMKM Kota Probolinggo. Diharapkan melalui

pemberian bantuan ini, kata Gatot Wahyudi, menjadi stimulan bagi pelaku usaha mikro didalam meningkatkan produksinya sehingga usahanya semakin meningkat. Sedangkan penerima bantuan sebanyak 72 orang yang lolos seleksi administrasi dan verifikasi kelayakan sebagai calon penerima bantuan dari sebanyak 115 proposal yang masuk. Titik yang tersebar di 5 Kecamatan di wilayah Kota

Probolinggo. “Jenis bantuan sebanyak 50 unit barang yang jumlahnya sebanyak 196 buah, mesin jahit obras, peralatan dapur, sealer, kompresor, rombong bakso, etalase, peralatan tukang, peralatan servis elektronik,” tandasnya. Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin, mengatakan bantuan yang diserahkan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah untuk prasarana penunjang pengembangan bagi pelaku usaha mikro. “Program pemerintah sebaik apapun yang dilakukan untuk masyarakat Pengumuman kedua pelaksalelang eksekusi hak tanggunaannya ngan di koran Memorandum disesuaikan tgl 25 oktober 2019. dengab usahSehubungan dengan anya. Aturanpengumuman kedua lelang nya melalui eksekusi hak tanggungan pengajuan atas nama HARYONO dan proposal DIANA HUDA yang akan dilakyang akan sanakan pada tgl 8 November di verifikasi 2019, terdapat kesalahan dan diangpenulisan Tanggal, pada baris garkan sesuai terakhir tertulis “Probolinggo, by name by 10 Oktober 2019” Seharusnya tertulis “Probolinggo 25 addres,” jelas Oktober 2019”. wali kota. (adv/mhd)

Ralat

Lumajang, Memorandum Muhamad Tosen (45), pria asal Dusun Curahtekor, Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, harus berurusan dengan Polsek Kedungjajang, karena tertangkap basah membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit. Minggu malam sekitar pukul 23.00, Muhamad Tosen berboncengan dengan temannya mengendarai motor melintas di jalan raya Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang. Begitu melihat mobil Polsek Kedungja-

jang yang sedang berpatroli, Tosen salah tingkah dengan gelagat yang mencurigakan. Dari sikap yang ditunjukkan Tosen itulah, petugas dari Polsek Kedungjajang akhirnya curiga lalu menghentikan laju motor yang dikendarai Tosen bersama temannya. Ketika digeledah, ternyata benar petugas menemukan celurit lengkap dengan kerangkanya. “Senjata tajam ini hanya untuk berjaga diri saja pak,” ujar Tosen meyakinkan petugas. Meski demikian, petugas tidak mau percaya begi-

tu saja dan tetap membawa Muhamad Tosen berikut temannya ke Mapolsek Kedungjajang. Setiba di Mapolsek, Mughamad Tosen langsung dijebloskan ke sel tahanan. Sedangkan temannya diperbolehkan pulang karena tidak terbukti membawa sajam. Kapolsek Kedungjajang AKP Sugianto membenarkan tentang penangkapan seorang warga asal Kecamatan Randuagung yang membawa celurit tersebut. ”Apa pun alasannya membawa senjata tajam tanpa

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Bawa Sajam, Muhamad Tosen Ditangkap

Muhamad Tosen

dilengkapai surat izin adalah tindakan yang melanggar hukum. Saat ini, tersangka masih kami amankan guna proses lanjut,” tegas Sugianto. (tri/sr)

Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Pasir Lumajang, Memorandum Nahas dialami AFF (12). Bocah kelas 6 SD asal Desa Semumu, Kecamatan Pasirian, tewas tenggelam saat mandi di kolam bekas galian tambang pasir karena tidak bisa berenang, Sabtu (2/11). Sore itu sekitar pukul 15.00, korban bersama teman-temannya datang ke kolam bekas galian pasir yang memiliki kedalaman kurang lebih 150 cm di Dusun Karangtengah, Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian. Begitu melihat teman-temanya melompat dan mandi di kolam, korban yang melepas baju kemudian ikut melompat ke kolam bekas galian tersebut. Namun nahas, begitu bocah itu melompat ke air, dia langsung tenggelam karena tidak bisa berenang. Semula teman-temannya tidak menyangka jika korban itu tenggelam kemudian meninggal di dalam kolam. Mereka baru sadar jika temannya itu meninggal dunia, ketika tubuh korban tiba-tiba mengapung di atas air. Begitu tenggelam, rekannya lalu teriak minta tolong kepada warga sekitar. “Pada saat kami angkat, korban sudah tidak bergerak dan tidak bernafas” ujar Joko (55), petani yang sedang beraktifitas tak jauh dari kolam galian tersebut.

FOTO: MEMORANDUM/TRI

Probolinggo, Memorandum Sebagai bentuk perhatian Pemkot Probolinggo terhadap masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar produktif, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) memberikan bantuan prasarana penunjang pengembangan usaha kepada para UMKM Kota Probolinggo. Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyerahkan bantuan secara simbolis. Saat penyerahan, Senin (4/11). Dalam penyerahan itu, wali kota didampingi Pejabat Sekdakot Achmad Sudiyanto, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtya, Kepala DKUPP Gatot Wahyudi, beserta Camat Se Kota Probolinggo. Kepala DKUPP Gatot Wahyudi mengatakan tujuan kegiatan ini untuk

Kapolsek Pasirian AKP Agus Sugiarto menunjukkan lokasi kematian korban.

Selanjutnya, warga langsung membawa tubuh korban ke Rumah Sakit Pasirian. Dari hasil visum, tidak

ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan, jika korban memang meninggal dunia karena tenggelam karena tidak bisa berenang. Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiarto membenarkan tentang peristtiwa bocah tewas karena tidak bisa berenang di kolam bekas galian tambang. Namun kata Agus, pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan outopsi. “Karena pihak korban menerima dan menolak diotopsi, akhirnya jasad korban dibawa pulang untuk disemayamkan,” jelas Agus Sugiarto. (tri/sr)


OLAHRAGA

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Kualifikasi AFC U-19

Fokus Jelang Persiapan Akhir Jakarta, Memorandum Tim Nasional (timnas) Indonesia U-19 mempersiapkan diri dan fokus jelang persiapan akhir, untuk kualifikasi Piala AFC U-19 Grup K yang berlangsung di Stadion Madya dan Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, 6-10 November 2019. Bagus Kahfi dkk telah merampungkan rangkaian pemusatan latihan (TC) dan seleksi pemain di Bogor, mereka juga telah menjalani uji coba lokal dan dua uji coba Internasional melawan China U-19. Hasilnya, cukup memuaskan. Empat laga, dua kali menang dan sekali imbang. Satu-satunya kekalahan diderita dari uji coba internasional terakhir lawan

China U-19 yang sebelumnya sempat dipermak 3-1 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Memasuki persiapan akhir, tim ini terus fokus membenahi transisi positif dan negatif antarlini di lapangan. “Kita pada setiap latihan dan menuju akhir pemusatan latihan, masih fokus mempertajam transisi positif dan negatif. Artinya peralihan dari situasi bertahan ke menyerang, begitu juga sebaliknya,” kata pelatih Fakhri Husaini dilansir dari laman PSSI, Senin (4/11) . Fakhri pun turut melakukan perubahan di beberapa posisi di lapangan. Hal ini dilakukan agar pemain bisa mengisi lebih dari satu posisi. “Ini penting bagi

kami, untuk dilakukan, karena saya ingin coba merotasi beberapa pemain, supaya mereka bisa merasakan bermain di satu posisi saja,” paparnya. Selain itu, lini tengah mendapat materi tambahan dari tim pelatih. “Kemudian ada individual training juga untuk gelandang. Bagaimana mereka melakukan shooting, baik itu power atau akurasi,” tutur eks playmaker timnas senior tersebut. Dalam TC terakhir, Fakhri membuat beberapa eksperimen sebagai simulasi melawan tim yang berbeda. Ini juga sebagai solusi membangun suasana kompetisi sehat di internal tim sehingga tidak muncul kesan ada 11 pemain pilihan utama. “Buat saya ini penting, supaya mereka bisa dapat kesempatan yang sama. Saat latihan, mereka punya hak yang sama untuk menikmati

itu. Tapi ketika di pertandingan itu tak mungkin, karena pergantian pemain cuma bisa tiga kali,” tambahnya. Di babak kualifikasi nanti, Fakhri akui relatif buta kekuatan lawan. Indonesia akan bersaing dengan Korea Utara, Hong Kong, dan Timor Leste. Dari tiga tim tersebut, Fakhri mengakui hanya Timor Leste saja yang kekuatannya sudah dikantongi. Sementara Hong Kong dan Korea Utara, minim data. Ini yang menjadi dasar China U-19 jadi lawan uji coba. “Siapapun lawannya, kami akan main dengan cara kami sendiri. Hong Kong kami tidak punya (videonya), Korea Utara apalagi. Timor Leste kami masih mengacu pada laga terakhir kita di AFF, mudah-mudahan mereka tidak banyak berubah. Tapi kalaupun berubah, buat saya jauh lebih penting persiapkan diri sebaik mungkin

daripada sibuk mengurusi tim lawan,” tambahnya. Dengan kekuatan 23 pemain, Indonesia bertemu Timor Leste di laga perdana (6/11). Selanjutnya, melawan Hong Kong

(8/11) dan Korea Utara (10/11). “Saya dan teman-teman sudah siap untuk kualifikasi Piala AFC U19. Berbagai latihan sudah kami lalui bersama. Tim ini semakin hari makin kompak. Sudah saatnya saya dan temanteman membuktikannya. Pelatih juga berpesan kepada kami, untuk selalu menjaga kekompakan kami di luar maupun dalam lapangan,” kata David Maulana, kapten timnas U-19. “Kami pemain sudah ti-

HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby

dak sabar lagi untuk bermain dan saya melihat lawan-lawan cukup tangguh, tapi kami tidak ingin terlalu banyak memikirkannya. Kami harus tetap fokus pada permainan kami. Saya dan teman-teman juga berharap dukungan dari masyarakat sepak bola Indonesia saat kami bertarung nanti. Dukungan dari suporter sangat membantu dan memotivasi kami, serta memberikan suntikan semangat,” tutupnya. (*/epe)


DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Satu Desa Satu Satgas

Percepat Pembangunan, Terjunkan Ratusan Satgas Verifikasi dan Validasi Data Satgas ini mer upakan kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember dan bukan untuk tim sukses mengingat 2020 momen pemilihan bupati dan wakil bupati. “Bukan pula untuk pegawai tetap dari Pemerintah Kabupaten Jember, mereka semua sudah tahu dalam tugasnya. Mereka nanti juga akan diambil sumpah dan janjinya bahwa ini adalah tugas kemanusiaan yang tidak boleh terpecah-belah urusan politik,” terang Bupati dr Hj Faida MMR dalam pembukaan bimtek II. Usai membuka bimtek, bupati menjelaskan rekrutmen ratusan personel yang dilakukan nantinya akan disebar dalam Satgas Duafa, Satgas IKM, Kader Sanitasi, dan Satgas Rumah Sehat. Semuanya demi percepatan atau gropyokan data pembangunan. Diharapkan, dari kinerja satgas Bupati Faida mendapatkan data valid untuk mengambil kebijakan. “Kualitas keputusan pemimpin yang baik memerlukan dan hasil analisa data yang baik. Sebab kualitas keputusan pemimpin dan keadilan sasaran pembangunan ditentukan oleh kelengkapan data,” sebutnya. Untuk percepatan pen-

mkab telah prodataan itu, pemkab gramkan satu desa satu satgas g masing prountuk masing gram. Untuk kali ini, satgas ma sasaran. Yakni fokus pada lima kin, IKM, PKL, data fakir miskin, rumah sehat, dan sanitasi. an satgas se“Perekrutan mata untuk melengkapg ada dan kan data yang membantu struktur pemerintah sampai di level terbawah. Satn gas juga bukan p pegawai tetap pemkab tetapi k untuk periodik an damenyelesaikan tas pemta-data prioritas bangunan dan rekrutmen tim verifikasi dan validasi ya. data,” terangnya. tgas Dhuafa, Seperti Satgas nya mendata tugasnya hanya alah dhuafa di masalah-masalah bab, permasalapangan. Sebab, ni tidak bisa selahan dhuafa ini osial saja. “Ada lesai di dinas sosial idikan, ada mamasalah pendidikan, an, ada masalah salah kesehatan, da masalah-masanitasi, dan ada nnya. Oleh karesalah yang lainnya. ni akan menjananya, data ini di data dasar pembangunan mber,” tambah Kabupaten Jember,” mpuan pertama bupati perempuan ng dulu dikenal di daerah yang

FOTO: MEMORANDUM/MARJUNI

Jember, Memorandum Ratusan satuan tugas (satgas) tenaga verifikasi dan validasi data pembangunan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (4/11). 1).

Ratusan anggota Satgas Percepatan Pembangunan Pemkab Jember mengikuti bimtek di pendopo Wahya Wibawagraha, Senin (4/11).

dr Hj Faida MMR

sebag penghasil sebagai temb tembakau kelas wahid iini. B Begitu juga dengan Sat Satgas IKM, PKL, dan lainn lainnya. Pembentusatg sebagai langkan satgas pem kah pemkab membanmasy tu masyarakat dengan program program-program yang awal dengan pendi awali dataan lengkap. Dengan rekrutmen dan dilanjut m bimtek, bisa mempercepat da sasaran dan kelengkapan data menjami keadilan seruntuk menjamin sam ta sasaran sampai ke pelosok daerah. Begitu juga dengan Satgas Sanitasi dan S Satgas Rumah adala salah satu saSehat. “Ini adalah pembangu saran pembangunan yang harus perh mendapat perhatian. Karena percepatan ver verifikasi dan val-

idasi data adalah kunci sukses pemerataan pembangunan,” tegas bupati. Satgas yang mengikuti bimtek gelombang pertama sudah berjalan. Daya yang dihasilkan akan dimanfaatkan pemerintahan desa (pemdes), kelurahan, dan kecamatan yang akan menjadi uji publik sehingga bisa dievaluasi. “Semua masyarakat dapat mengontrol data ini,” ungkapnya. Bupati berharap tujuan ini yang menjadi dasar kerja personel satgas. Jangan sampai kepentingan lain di luar keadilan pemerataan sasaran pembangunan justru menjadi kendala di lapangan. Apalagi ada honor dan komitmen antara satgas dengan pemkab. “Jangan sampai ada pungli dengan alasan apapun seperti fotokopi

duit materai, seribu rupiah pun jangan sampai. Tadi sudah saya umumkan! Kalau sampai ada tim verifikasi dan validasi me-

lakukan pungli kepada masyarakat, hari itu juga kita cabut surat penugasannya dan kita setop,” tegas bupati. (jun/edy/epe/adv)

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii, M Alvin. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota.

Ponorogo, Memorandum Rizwan Ardyan Isma (10), asal Jalan Letjen S Sukowati 53 RT 03/RW 02, Kelurahan Kaniten, Kecamatan Ponorogo, ditemukan sudah tidak bernyawa, Minggu (3/11) malam. Temuan ini sekaligus mengakhiri pencarian pihak keluarga yang resah setelah korban tidak pulang sehari sebelumnya. Nanang Nofa Arianto (33) paman korban, mengatakan areal lokasi pencarian me-

mang di pusatkan di sekitar sungai Jarakan, tempat yang selama ini kerap jadi lokasi

bermain korban. Karenanya, begitu Rizwan titdak pulang dan teman-temannya tidak mengetahui. “Saya dibantu beberapa tetangga mencari di seputar sungai Jarakan,” katanya, Senin (4/11). Kecurigaan itu menguat setelah sekian lama mencari, Nanang menemukan sepeda angin milik korban tergeletak

di makam tak jauh dari aliran sungai. Selanjutnya paman korban dibantu warga dan Tim SAR mencari sungai Jarakan, akhirnya sekitar pukul 20.00, korban ditemukan sudah mengambang tidak bernyawa, tidak jauh dari jejak sepeda yang ditinggalkan. Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr Harjono un-

tuk diotopsi luar. Hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Ponorogo, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kemungkinan besar epilepsi korban kambuh sehingga tercebur ke sungai. Karenanya, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. (ji/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Bocah SD Jadi Tumbal Sungai Jarakan Petugas RSUD dr Harjono membersihkan jasad Rizwan yang ditemukan tenggelam di sungai Jarakan.

Personel TNI AD memberikan kursus singkat navigasi darat kepada anggota Saka Wira Kartika Magetan.

Navigasi Darat Bekal Saka Wira Kartika Magetan, Memorandum Bati Wanwil Koramil 0804/01 Magetan, Serka Dwi Herbiyanto mengajarkan materi navigasi darat kepada anggota Saka Wira Kartika di halaman makoramil, Minggu (3/11). “Selain mengajarkan latihan baris berbaris, kami juga mengajarkan materi navigasi darat tentang menggunakan kompas prisma untuk mengetahui arah utara sebenarnya,” katanya. Materi itu sebagai bekal anggota Saka Wira Kartika yang rata-rata masih siswa SD ketika mengikuti kegiatan kemah atau aktivitas alam terbuka. Tambahan materi yang dipaparkan secara simpel oleh Serka Dwi Herbiyanto disambut antusias. Apalagi materi itu terbilang masih asing. (alv/mt/epe)

Proses evakuasi Tri Umar Setiani dari dalam sumur.

Calon TKW Tewas Mengenaskan Ponorogo, Memorandum Tri Umar Setiani (23), warga Dukuh Segulung, Desa Dagangan, Kabupaten Madiun, ditemukan tewas tercebur sumur setelah dilaporkan menghilang dari tempat penampungan calon tenaga kerja wanita (TKW) yang dikelola PT Andhika Putra Mandiri di Dukuh Krajan RT03/RW 01 Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (1/11). Anas Nasrulloh (30), karyawan PT Andhika Putra Mandiri mengatakan, korban terakhir diketahui masih bersama rekan-rekannya sehari sebelumnya. Begitu menghilang, sempat dicari namun tidak ketemu. Baru pada Minggu (3/11), Anas menerima laporan bau busuk di sumur yang terletak di areal perusahaan.

Laporan itu lantas ditindaklanjuti mengajak Sujito (52). “Ketika dilihat, ada orang tenggelam dengan posisi kaki di atas,” terang Anas kemarin. Kejadian itu lantas dilaporkan Nurwahid (41) dan Sujito ke Polsek Jenangan. Lokasi yang sempit, membuat proses evakuasi sempat berjalan sulit. Butuh tiga jam lebih untuk mengeluarkan jasad korban. Hasil visum RSUD dr Harjono, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban setelah tercebur sumur. Kapolsek Jenangan AKP Darimana dikonfirmasi, membenarkan kejadian ini. “Ini masih dalam penyidikan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian ini dan menganggap sebagai musibah,” terangnya. (ji/mt/epe)

Magetan, Memorandum Pergelaran seni kampanye gerakan masyarakat dengan tema Cegah Stunting menggunakan media tradisional, di lapangan Desa Cepoko, Kecamatan Panekan dibanjiri masyarakat, Minggu (3/11) malam. Plt Kepala Dinas Kesehatan Magetan dr Furiana Kartini mewakili Kepala Dinas Kesehatan Jatim, ikut larut ketika menyaksikan pertunjukan seni yang juga dihadiri Forpimka Panekan tersebut. “Ini bertujuan meningkatkan perubahan perilaku kesehatan masyarakat melalui media panggung terbuka. Terutama tentang kesehatan cukup gizi lengkapi imunisasi dan perbaiki sanitasi untuk membangun generasi sehat Indonesia unggul,” terangnya. Furiana mengatakan, peran promosi kesehatan dalam menyampaikan informasi seluruh program kesehatan sangat besar melalui berbagai media. Terutama pencegahan stunting prioritas kesehatan masyarakat. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita karena kekurangan gizi kronis. Biasanya terjadi pada 1.000 hari pertama kesehatan. Selain itu stunting juga disebabkan oleh pola asuh, imunisasi, dan kesehatan lingkungan. “Kegiatan ini dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Disamping dapat dinikmati sebagai hiburan juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang harapannya dapat memunculkan keinginan untuk berperilaku hidup sehat mencegah stuntingdi lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (alv/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/ALV

FOTO: MEMORANDUM/ALV

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Kekurangan Gizi Kronis Penyebab Anak Pendek

Sejumlah tokoh masyarakat dan Muspika Panekan menyaksikan pergelaran seni untuk kampanye cegah stunting di lapangan Desa Cepoko.


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Deddi Nordiawan.

Putra Sulung Bupati Fadeli Siap Maju Pilkada

Lamongan, Memorandum Polres Lamongan melumpuhkan residivis pencurian sapi. Kedua kaki Reju (63), warga Dusun Sejajar, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melarikan diri. Tersangka dibekuk petugas di jalan raya Paciran – Tuban pada Selasa (29/10) malam. Sebelumnya tersangka pernah ditahan selama delapan bulan dalam kasus yang sama pada tahun 2008. Dalam melancarkan aksinya, Reju dibantu tiga orang temannya yang saat ini sudah ditahan Polres Tuban. Tiga tersangka yang ditahan Polres Tuban adalah Zaenul (40), warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Rofiq (40) dan Sujarwo (40), warga Kabupaten Sidoarjo. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat konferensi pers di ruang tunggu Satreskrim, Senin (4/11) sore menjelaskan, bahwa tersangka Reju ini selain berperan sebagai pencuri, juga sekaligus yang bagian survey lokasi yang akan dijadikan sasaran melancarkan aksi pencurian hewan ternak sapi.

Lamongan, Memorandum Kejelasan putra sulung Bupati Fadeli maju atau tidak dalam pilkada 2020 akhirnya terjawab. Deddi Nordiawan akhirnya mulai buka suara terkait banyaknya banner yang dipasang di seluruh penjuru Kabupaten Lamongan. Pria yang aktif sebagai pebisnis dan akademisi tersebut mengatakan, ia siap jika diminta oleh masyarakat untuk mengabdi demi kemajuan Lamongan. Bahkan, ia mengaku sudah menyiapkan beberapa program. “Apabila diitakdirkan Allah dan didukung masyarakat, saya siap maju untuk ikut menjadi salah satu bakal calon Bupati Lamongan,”ujar dosen Universitas Indonesia ini, Senin (4/11) siang. Deddi menegaskan, bahwa ia sebenarnya tidak begitu berminat untuk ikut berkompetisi dalam pilkada, apalagi berfikiran menggantikan orangtuanya sebagai Bupati Lamongan mendatang. “Kalau suara langit sudah mentakdirkan saya untuk maju dalam pilkada mendatang, saya akan jalani dengan dibarengi ikhtiar. Selanjutnya kita pasrahkan kepada Allah,” tegasnya. Meski ragu-ragu untuk maju, ternyata Deddi sudah menyiapkan berbagai program untuk pembangunan Lamongan ke depan. “Salah satunya program yang krusial di bidang pembangunan sumber daya manusia(SDM) yang unggul dan berkualitas, mengingat tantangan era revolusi digital saat ini,” jelasnya. Era revolusi industri 4.0, menurut Deddi menuntut masyarakat Lamongan untuk melakukan pembenahan dan penataan ulang tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada. Salah satunya dengan sadar perkembangan teknologi informasi. “Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau kita harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman era digital yang sudah merambah ke berbagai lini kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (al/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/ALI

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Residivis Pencuri Sapi Dilumpuhkan

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat dan Kasubbag Humas AKP Djoko Bisono.

“Sesuai laporan ada tiga TKP, yaitu satu kejadian di tegalan lemah ireng Desa Tunggul, dan dua kejadian di kandang sapi berada di tegal sawah Dusun Tepanas Desa Kranji. Semuanya di wilayah Kecamatan Paciran,” jelas AKBP Feby. Feby mengatakan, setelah memperoleh sasaran berak-

si, tersangka Reju kemudian menelpon Rofik, Sujarwo dan Zainul untuk melakukan pencurian ternak sapi. Setelah itu ke empat tersangka tersebut berjanjian untuk bertemu dijalan tengah hutan Payaman - Kranji. Reju kemudian menjukkan sasaran ternak yang akan di curi, lalu pada malam harinya ke

empat tersangka melancarkan aksinya di lokasi yang dimaksud tersebut. “Dalam kurun waktu bulan September dan Oktober, ke empat tersangka berhasil mencuri 6 ekor sapi dewasa dan 1 ekor sapi anakan, yang kemudian di jual ke pasar sapi di wilayah Tuban dan Jombang,” jelas AKBP Feby

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Tim Madrim Polres Bojonegoro Raih Juara III Kejurnas IOF 2019 Bojonegoro, Memorandum Tidak sia-sia perjuangan tim Madrim Polres Bojonegoro yang terjun dalam Kejuaraan Nasional Indonesia Offroad Federation (IOF) 2019 di sirkuit Gunung Bathang Kabupaten Gresik pada 31 Oktober – 3 November 2019. Pasalnya, tim besutan Polres Bojonegoro yang mewakili Jawa Timur di kelas 1000cc Modif tersebut berhasil meraih Juara III. Ketua Tim Offroad Madrim Polres Bojonegoro Budiono mengatakan, capaian tim Madrim hingga menuju kejurnas penuh perjuangan. Pasalnya, tim yang terdiri dari dua offroader tersebut harus bersaing ketat di kejuaraan daerah untuk mendapatkan tiket menuju kejuaraan nasional. Namun, karena tim dari daerah lain juga tampil maksimal, hanya satu yang mampu meraih tiket di Kejuaraan Nasional IOF 2019. “Sebenarnya kita ada dua Offroader, namun yang satu gagal meraih tiket Kejurnas. Alkhamdulillah meskipun hanya satu, namun kita mampu naik podium,” terangnya. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, pembina tim Offroad Madrim Polres Bojonegoro merasa bangga terhadap capaian timnya. Meskipun hanya meraih juara III dalam Kejurnas IOF 2019, dirinya yakin suatu saat timnya dapat meraih juara pertama. “Terima kasih buat tim dan crew, tetap semangat. Saya yakin suatu saat tim ini mampu meraih juara pertama,” ucap Kapolres. (top/har/mik)

Polres Lamongan Komitmen Naikkan WBK Menjadi WBBM Lamongan, Memorandum Polres Lamongan berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan prestasi wilayah bebas korupsi (WBK) menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Caranya dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan perilaku seluruh jajaran dan anggota. Hal itu disampaikan Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung saat apel komitmen WBK menuju WBBM di Mapolres, Senin (4/11) pagi. Salah satu upayanya, kata Feby, dengan cara menindak tegas anggota nakal, di antaranya memberi sanksi berupa pemindahan tugas ke wilayah terpencil, di sel hingga pengusulan pencopotan. Saat ini predikat WBK su-

dah diraih Polres Lamongan dan akan terus dipertahankan. Bahkan polres berkomitmen untuk menaikkan WBK menjadi WBBM. “Maka untuk mendukung pencapaian prestasi dari WBK menuju ke WBBM, sikap dan perilaku anggota harus lebih baik saat melayani masyarakat,” ungkap AKBP Feby. Untuk mempertahankan predikat WBK, menurut Feby bukanlah hal mudah. Mengingat minimal pelayanan yang diberikan pada masyarakat harus lebih baik, dan sikap anggota polisi dalam lingkungan masyarakat juga harus baik.

“Seorang pimpinan itu sikap-sikap dan perilaku harus lebih baik. Tujuannya supaya anggota dibawahnya juga mengikuti. Saat ini tingkat pelayanan di Mapolres Lamongan sudah sangat baik, jika sebelumnya pelayanan bagi masyarakat juga sudah satu pintu melalui SPKT,” tegasnya. “Sedangkan terkait sanksi terhadap anggota yang nakal, misalnya dua anggota yang tengah terlibat kasus penipuan dan narkoba pun sudah diusulkan ke Mabes Polri untuk dipecat,” pungkas alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. (al/har/mik)

Bojonegoro, Memorandum Kades Sumberejo, Kecamatan Trucuk Syaikul Alim dan Kades Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras Haris Abu Riyanto resmi ditetapkan tersangka atas dugaan kasus korupsi dana desa (DD) oleh Polres Bojonegoro, Senin (4/11). Tersangka Syaikul Alim diduga melakukan korupsi dengan merugikan negara sekitar Rp 551. 509.900. Sedangkan Haris Abu Riyanto diduga menyelewengkan uang negara sebesar Rp 601. 921.780. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menjelaskan, baik ‘SA’ ataupun ‘HAR’ sama-sama ter-

bukti melakukan perbuatan melawan hukum. Keduanya diancam pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Ancaman itu karena tersangka dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor). Menurut kapolres, sebagian uang yang diambil dikorupsi oleh tersangka ‘SA’. Uang itu dibuat untuk membeli mobil. Dan mengembalikan sekitar Rp 30 juta lebih. Sementara ‘HAR’ tidak ada pengembalian sama sekali. “Mereka sudah ditahan,” bebernya. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Dua Kades Jadi Tersangka Korupsi

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung menyematkan pin zona WBK kepada anggota.

Tim Madrim merayakan kemenangan.

didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat. Barang bukti yang diamankan, kata Feby, berupa satu unit motor, satu unit HP dan uang tunai sebesar Rp. 6 juta. “Tersangka dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,”pungkasnya. (al/har/mik)

AKBP Ary Fadli memberikan keterangan kepada wartawan dan tersangka Haris Abu Riyanto.


GRESIK-PANTURA

SELASA WAGE, 5 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

51 Pelajar Gresik Terjangkit HIV-AIDS FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO

Gresik, Memorandum Virus HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS (acquired immune deficiency syndrome) yang biasa disebut HIV-AIDS, mulai menjangkiti pelajar di Kabupaten Gresik. Virus ini menyerang dan merusak kekebalan tubuh manusia.

Maslikhan

Penyebabnya karena penularan ibu ke anak dan perilaku seksual yang menyimpang. Dari 2015 hingga September 2019 kemarin, jumlahnya sudah 51 pelajar dan satu anak masih berusia 2 tahun terjangkit virus tersebut.

Pengelola program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Pemkab Gresik Maslikhan mengatakan, penularan HIV-AIDS ibu ke anak dapat melalui persalinan yang tidak sesuai prosedur. “Selain itu disebabkan karena

ibu hamil (bumil) tidak terdeteksi orang dalam HIV-AIDS (ODHA). Sehingga persalinannya dilakukan dengan prosedur pada umumnya persalinan bumil,” jelas Maslikhan, Senin (4/11). Penyebab kedua disebabkan perilaku seksual yang menyimpang. Seperti hubungan sesama jenis dan pelajar perempuan yang hamil di luar nikah. ” Kategori anak itu usia 0 sampai 18 tahun. Gonta-ganti pasangan itu juga pengaruh terhadap

penularan HIV-AIDS. Lalu teman gay juga ada dari golongan usia 18 tahun ke bawah,” tambahnya. Per detik virus HIV dalam tubuh penderita dengan cepat mereplika atau berkembang biak secara masif. Sehingga merusak jaringan tubuh dan menurunkan daya tahan atau kekebalan. Setelah menyerang dan menurunkan daya tubuh, HIV akan berkembang menjadi AIDS. HIV membutuhkan waktu 5 sampai10 tahun penyebarann-

ya menjadi AIDS. “Penderitanya hidup normal. Jadi kalau anak-anak tetap sekolah dan seperti anak-anak sebayanya. Usia rata-rata anak yang terkena HIV Aids itu 9 tahun. Seperti anak biasanya tidak ada perbedaan. Cuman kondisi tubuhnya sering capek dan gampang terkena penyakit,” terangnya. Meski anak-anak yang terkena HIV-AIDS untuk obat penghambat pertumbuhan virus

tersebut. Menurutnya tidak ada obat pembeda dengan penderita usia dewasa, yakni Anti-retroviral (ARV). Obat tersebut telah disediakan di 6 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina. “Perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) oleh penderita HIV-AIDS bisa diperoleh di Puskesmas Alun-Alun Sukomulyo, Cerme, Driyorejo, Balungpanggang, dan Sidayu,” jelasnya. (dri/har/mik)

Kedua tersangka yang sedang menunjukkan barang bukti diapit petugas di Mapolsek Duduksampeyan.

Curi Udang Tetangga, Warga Tebaloan Diringkus Gresik, Memorandum Dua warga Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, harus berurusan dengan polisi. Adalah Suwaji alias Citung (59), dan Mochammad Kamali (54). Mereka diringkus karena tepergok mencuri udang vaname di tambak milik tetangganya, Sumarsono. Aksi pencurian itu terbongkar ketika korban berangkat ke tambaknya pada Minggu (3/11) sekitar pukul 21.00. Setelah sampai di tambaknya, dia melihat ada dua orang yang mencuri udang vanami menggunakan jala. Korban pun, langsung menangkap dan melaporkan itu kepada pihak kepolisian. Seorang pelaku bernama Kamali berhasil diamankan. Sementara Suwaji sempat melarikan diri sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Dari hasil pemeriksaan, mereka ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya mengaku mencuri udang itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Untuk dijual,” kata Kanitreskrim Polsek Duduksampeyan Aipda Budiono menirukan ucapan tersangka. Budiono menjelaskan, kedua tersangka datang ke tambak korban berjalan kaki. Dengan berbekal jala sepanjang tiga meter lebih dan peralatan lain, tersangka kemudian beraksi. Kejadian serupa kerap terjadi di wilayah setempat dengan modus sama yang sering terjadi di malam hari. Banyak petani tambak yang kehilangan udang vanami. Namun, pelakunya berhasil melarikan diri. Nah, saat kedua tersangka ini beraksi, pemilik tambak memergoki dan menangkap salah satu tersangka. “Keduanya berhasil kami amankan,” imbuhnya. Barang bukti berupa udang seberat 2 kilogram dan jala telah disita. Kedua lelaki paruh baya itu dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Mereka terancam penjara diatas 3 tahun. (an/har/mik)

Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra memeriksa sejumlah peralatan yang akan dibawa anggotanya pada musim penghujan.

memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pihaknya juga berharap mas-

yarakat tetap hati-hati di jalan. Dan saat berteduh di bawah pohon dilihat dulu kondisi

berimbas pada petaka. Demikian pula kendaraan roda empat. (an/har/mik)

pohon itu. Jangan sampai kondisi pohon tersebut rapuh dan

Tekan Kejahatan, Polres Gresik Ciptakan e-Siskamling Gresik, Memorandum Polres Gresik bakal membuat terobosan baru. Menerapkan sistem elektronik siskamling (e-siskamling). Inovasi itu bertujuan untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Kota Pudak. Wacana tersebut tengah digodok di internal kepolisian. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo sudah menerapkan itu saat bertugas di Jember. Hasilnya memuaskan. Mampu mengungkap kejahatan. Baik pencurian maupun perjudian. Pihaknya akan mengadopsi itu untuk diterapkan di Kota Santri- sebutan lain gresik. Alumnus Akpol 2000 itu menjelaskan, penerepan e-siskamling ini melibatkan perangkat desa dan masyarakat. Sebelum diterapkan, Bhabinkamtibmas dan kepala desa harus memetakan rute yang rawan kriminalitas.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo secara simbolis memberikan baju kepada Ketua PWI Gresik Sholahuddin.

“Perjalanan atau rute yang rawan itu kemudian di scanning dengan barcode di aplikasi

e-siskamling itu. Sehingga tahu siapa yang melintas dan siapa yang ronda,” kata Kusworo saat

diskusi dengan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, kemarin.

Pihaknya kini tengah memetakan kendala di lapangan. Salah satunya, minimnya jumlah anggota yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah desa di Kabupaten Gresik. “Di Gresik ini, Bhabinkamtibmasnya menjaga lebih dari satu desa,” ungkapnya. Jika inovasi ini terlaksana, pihaknya akan mengadakan lomba e-siskamling. Tujuannya agar desa-desa menjadi aman. Jauh dari tindak kejahatan. Kalau ada kejaharan, maka poinnya akan dikurangani. Kusworo berharap, wacana ini bisa diterapkan di wilayah hukumnya. Sehingga dapat menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Jadi, segela indikasi kejahatan apapu bisa diketahui. Termasuk peredaran miras dan narkoba,” pungkasnya. (an/har/mik)

Komisi IV DPRD Tuban Apresiasi Kinerja Kapolres Tuban, Memorandum Keberhasilan Polres Tuban meraih penghargaan WBK (wilayah bebas korupsi) menuju WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani), mendapat apresiasi dari Komisi IV DPRD Tuban. Hal itu terungkap saat komisi wakil rakyat asal Bumi Wali itu mengunjungi Mapolres Tuban, Senin (4/11). “Kami sangat apresiasi atas keberhasilan Polres Tuban yang dipimpin bapak AKBP Nanang Haryono “ucap Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Hj.Tri Astutik, didampingi rombongan. Dia berpesan kepada kapolres, bila perempuan dan anak sangat rawan mendapatkan kekerasan fisik dan salah satu faktor ekonomi, bisa menimbulkan kerentanan rumah tangga yang berakibat pada anak dan perempuan. Menurut Astutik, data tahun 2018 ada sekitar 140 kasus yang di alami anak dan perempyan dan di tahun 2019 mengalami penurunan 22 kasus. “Kami dari komisi IV mendorong mitra kami Polres Tuban

untuk melalukan program-program terhadap anak dan perempuan,”pintanya. Menanggapi hal itu, AKBP Nanang Haryono menjelaskan, bila prestasi yang diraihnya itu tidak serta dan membalikan tangan saja. Tetapi, melalui berbagai perjuangan dan komitmen. y ada“Komitmennya lah, bila di Bumi Wali as, zero pungli, miras, rkriminalitas, narkoba, dan korupsii dengan melaku-n kan himbauan dan e pembelajaran ke masyarakat dan pelajar,”terang mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah, kemarin. Dijelaskan olehnya, Desember 2018 Polres Tuban mendapatkan WBK dan satu-satunya di Tuban kantor yang mendapatkanya. Selain itu, jiga dinilai penyelenggara pelayanan publik kategori sangat baik se-Indonesia dari 21 polres.

FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ HARDY

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

USIA Haji Sumari tak lagi muda. Ia sudah pensiun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Bojonegoro. Namun, di usianya yang sekitar 68 tahun dirinya masih enerjik. Ia bisa disebut tua-tua keladi. Semakin tua semakin jadi. Saat ini Sumari terpilih menjadi anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Sumari Bojonegoro dari partai PPP. Pria yang pernah menjabat sebagai kepala desa ini dulu pernah gagal mencalonkan diri menjadi DPRD 2014. Namun, niatnya untuk berjuang tidak padam. Alhasil pada 2019 ia dipercaya oleh masyarakat dari dapil 2 menjadi anggota dewan. Pria yang juga sibuk sebagai petani ini mengaku bila dirinya pernah menjalani operasi 4 kali karena sakit kencing batu. Meski demikian, ia tetap bersyukur karena hingga saat ini masih sehat. Niatan mencalonkan diri menjadi DPRD, sebenarnya sudah dilarang oleh anak-anaknya karena umurnya sudah tua. Tapi karena tekat sudah bulat. Sumari tetap maju mencalonkan diri menjadi anggota DPRD. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Enerjik

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

LAKONE

Gresik, Memorandum Anggota Satlantas Polres Gresik dibekali sejumlah perlengkapan untuk menghadapi musim penghujan. Salah satu perlengkapan yang digunakan adalah jas hujan dan sepatu karet. Hal itu untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Khususnya pengguna jalan. Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi kejadian di lapangan seperti adanya pohon tumbang, petugas polisi lalu lintas (polantas) juga sudah menyiapkan senso atau mesin gergaji kayu. Kemudian senter, handy talky dan perlengkapan yang lain. “Semua perlengkapan ini untuk mempercepat pelayanan. Bila ada pohon tumbang petugas bisa langsung bertindak dengan peralatan yang sudah disiapkan,” kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra, kemarin. Erika menjelaskan, antisipasi harus dilakukan sejak awal. Ketimbang menunggu kejadian. Sebab, kondisi hujan tidak menentu. Kadang disertai dengan angin kencang yang dapat menyebabkan beberapa kejadian. “Kesiapan anggota ini diharapkan dapat mempermudah tugas di lapangan. Bisa cepat melindungi setiap pengguna jalan,” pungkasnya. Ditambahkan, persiapan ini semata-mata untuk

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Persiapan Musim Hujan, Anggota Lantas Dibekali Senso

Kapolres AKBP Nanang Haryono mendampingi Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Hj Tri Astutik dan rombongan.

“Pada tahun 2019 birokrasi Polres Tuban Insyaallah naik level menjadi WBBM,” harapnya. Tidak itu saja, perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 itu menjelaskan, bagaimana membangun komitmen dari awal sampai sekarang. “Kami lakukan dari pimpinan

sampai bawahan, punisment pun kami jalankan, karena persamaan persepsi dari saya sampai bawah harus sama,” tandasnya. Pembangunan gedung pelayanan, lanjut Nanang, ia sangat memperhatikan kepada perempuan dan anak dengan menyediakan tempat bermain anak dan ibu menyusui di dalam gedung.

“Kami informasikan program Simba yang ada di polsek jajaran agar masyarakat di daerah yang jauh dari Polres bisa ataupun tau cara buat SIM dan ruang PPA dilengkapi dengan standart pelayanan publik serta membeberkan sejumlah inovasinya, “jelas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu. (har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook