Skip to main content

Koran Memorandum Edisi Khusus HUT ke-75 TNI

Page 1

memorandum.co.id

SENIN WAGE, 5 OKTOBER 2020

memorandumredaksi@gmail.com

HHALAMAN HA ALA L M 13

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah S Sos MM

Bersama Wujudkan Kedamaian Ibu Pertiwi Tema yang diusung dalam HUT ke-75 TNI yakni Sinergitas untuk Negeri ini menurut Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah S Sos MM sangat mendalam maknanya. Karena untuk menciptakan kedamaian Ibu Pertiwi ini semua elemen harus bergandengan tangan untuk mewujudkannya. “Semua harus bergerak bersama sesuai tugas pokok dan fungsinya. Tidak saling menyombongkan diri, dan terus berkoordinasi,” terang Widodo. Un t u k i t u l a h T N I , P o l r i , dan pemerintah akan terus mempertahankan sinergitas, termasuk ketika menghadapi suatu perubahan zaman. “Di era sekarang ini, kita juga diingatkan bahwa sinergitas harus dipertahankan,” ujar Widodo. Widodo menjelaskan, salah satu sinergitas yang terjalin untuk keamanan dan ketertiban yakni tampak pada Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. Dalam aturan tersebut, tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara. Kemudian mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar (UUD) 1945. Termasuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Aturan itu juga sejalan dengan Undang-undang no 2 tahun 2002 tentang Polri. Di mana tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah menunjukan hasil panen.

dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, dari masing-masing tugas pokok tersebut pasti ada irisan atau bersinggungan. Namun, irisan tersebut bukan menjadi wilayah TNIPolri saling berebut mengambil peran. “Justru kebalikan cara berpikir

bahwa wilayah-wilayah itu adalah menjadi medan tugas dalam rangka melindungi segenap Bangsa Indonesia, yang kita sebut dengan sinergitas itu sendiri,” ungkap Widodo. Bentuk sinergitas ini tidak hanya di tingkatan pusat, sebab hal itu juga dirasakan hingga tingkatan paling bawah yakni babinsa, bhabinkamtibmas, dan petugas

kelurahan. Si n e r g i t a s T N I k h u s u s n y a Angkatan Darat (AD) tidak hanya dengan forkopimda saja, dipaparkan Widodo bila sinergitas juga dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat. Seperti dengan tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh pemuda. Contohnya, disebut Widodo yakni

dalam memutus penyebaran mata rantai Covid-19 saat ini, di mana semua pihak harus dilibatkan dalam setiap program-program. Baik tentang protokol kesehatan, ketahanan pangan, ataupun pemulihan perekonomian, serta berbagai kegiatan sosial untuk sesama. “Dalam menghadapai pandemi Covid-19 ini sinergitas tampak

seutuhnya. tidak hanya forkopimda yang bergerak namun semua elemen masyarakat juga berperan besar,” papar Widodo. Sedangkan untuk di Jatim ini, jenderal bintang dua ini mengaku tidak pernah ada kendala dalam membentuk sinergitas. “Tidak ada kendala dan semuanya saling mendukung,” tegas Widodo. Selain memutus penyebaran Covid-19, sinergitas yang terbentuk yakni dengan adanya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan secara berkala dengan sasaran daerahdaerah terpencil. Karena dengan kehadiran TMMD tersebut, bisa meningkatkan perekonomian. “Dalam TMMD tersebut ada perbaikan fisik dan nonfisik. Untuk perbaikan fisik seperti perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum, dan perbaikan rumah tidak layak. Sedangkan nonfisik adanya pembekalan keterampilan, ataupun pemantapan kerohanian pada masyarakat,” tambah Widodo. Dalam perbaikan fisik ini, Widodo mengungkapkan bila anggaran yang digunakan dari pemerintah daerah, sedangkan tenaga yang dikerahkan yakni dari TNI, Polri, dan masyarakat. “Hasil dari TMMD ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, dan untuk selanjutnya masyarakat bertugas merawat fasilitas tersebut. Ini juga bentuk dari sinergitas,” pungkas Widodo. (tyo/fer)

Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto

Fokus Berkarya serta Membangun Bangsa dan Negara DENGAN tema yang diusung pada HUT ke-75 TNI, yakni “Sinergi untuk Negeri”, berarti tema ini mengandung makna yang amat luas dan mendalam. Sebab, h a l i t u b e ra r t i T N I bersama segenap komponen bangsa bahu membahu, berjuang dan berkolaborasi untuk kedamaian, kemajuan, dan kemakmuran Negara Kesatuan Republik Indonesia. M e n u r u t Panglima Komando Armada II

(Pangkoarmada II) Laksamana Muda (Laksda) TNI Heru Kusmanto, s e m u a komponen h a r u s bersatu padu mewujudkan Indonesia y a n g damai, adil, m a k m u r, dan sejahtera. Sinergi juga tidak lepas

dari tugas pokok TNI sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI. D a l a m Un d a n g - Un d a n g tersebut, tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. “Termasuk melindungi g p bangsa g dan seluruh segenap tum mpah darah Indonesia dari tumpah an ncam man dan gangguan baik ancaman yan ng datang datang dari dalam maupun yang da ari luar,” lu uar,” jelas lulusan Akademi dari Ang gkatan Laut 1988 ini. Angkatan Disebutkan juga dalam s alah satu pasalnya, salah bahwa tugas pokok TNI di antaranya membantu kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur da alam m undangdalam undang. Adanya pasa pa sall dalam dala da lam m pasal undangu n d a n g tersebut tentunya

Kegiatan peduli Covid-19 koarmada II diatas KRI Makassar.

m memperkuat upaya sinergi y yang telah terjalin antara TNI d dengan Polri, yang dilaksanakan s secara merata dari level atas ( (pimpinan) hingga level bawah ( (prajurit), dengan satu tujuan y yang sama. Heru juga mengungkapkan, s selama ini sinergitas TNI d dalam hal ini TNI Angkatan L Laut, khususnya Koarmada I dengan forkopimda dan II e elemen masyarakat dimasa p pandemi Covid-19 terjalin baik. K Koarmada II sudah menjalin k kerja sama, saling mendukung, d dan saling membantu serta s saling mengisi. “Semua memiliki peran m masing-masing, dan peran t tersebut baik besar maupun k kecil sama-sama bernilai dan b bermanfaat dalam upaya m memutus penyebaran Covid-19 d Jawa Timur, dan khususnya di S Surabaya,” ujar perwira tinggi k kelahiran Magelang ini. Sinergitas apa saja yang telah d dilakukan? mantan Panglima K Komando Lintas Laut Militer 2 2018 ini juga mengungkapkan, c cukup banyak sinergitas yang d dilakukan Koarmada II bersama d dengan rekan dari TNI AD, T TNI AU, Polri, Pemda d dan masyarakat. Salah s satunya di antaranya p program Bakti TNI y yang melibatkan p prajurit di

wilayah lanal-lanal maupun lantamal yang termasuk dalam wilayah kerja Koarmada II, meliputi wilayah Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Kemudian karya bakti TNI AL melalui program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang melibatkan Dispotmar jajaran Koarmada II bekerja sama dengan pemda setempat. Selain itu, melalui berbagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilaksanakan unsur-unsur KRI jajaran Koarmada II di wilayah perairan Indonesia, termasuk langkah sinergitas yang dilakukan. Se b a b d a l a m o p e r a s i tersebut Koarmada II mengadakan interaksi dengan masyarakat yang tinggal di k e p u l a u a n t e r l u a r, d a n membantu mereka mendapat kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan dan bekal keterampilan. “Notabene hal tersebut membutuhkan kerja sama dengan pemerintah

setempat,” ujar Heru. Khusus dimasa pandemi, Koarmada II juga telah banyak menjalin sinergitas dengan forkopimda dan elemen masyarakat dalam memutus penyebaran Covid-19. Antara lain, pembagian masker di tempat umum dan keramaian, memberikan ceramah-ceramah kepada masyarakat sekitar terkait bahaya wabah covid 19. Adapun penggunaan masker yang benar, pemberian bantuan kemanusiaan berupa sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi. Kemudian pendirian rumah sakit lapangan bagi masyarakat yang terpapar Covid 19. Pembentukan kampung tangguh di Kompleks rumah negara dan rumah dinas TNI AL. Serta pemberdayaan lahan kosong dan lahan tidur yang belum dimanfaatkan menjadi lahan yang menghasilkan dalam progam ketahanan p a n g a n

nasional. Un t u k m e w u j u d k a n sinergitas tersebut, Heru mengucapkan syukur Alhamdulillah karena selama ini tidak ada kendala yang yang ditemui. “Sebab semua komponen menyadari perlunya bekerja sama, saling mendukung dan melengkapi, jika pun ada hambatan pasti akan diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik,” ucap mantan Kepala Staf Koarmada I ini. Dengan sinergitas yang telah terbentuk saat ini, Heru berharap tetap dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga dapat terus berlangsung dan berlanjut. Serta dengan saling mendukung dan membantu, sesuai peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap elemen. (rio/tyo)


memorandum.co.id

SENIN WAGE, 5 OKTOBER 2020

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 14

Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin S Sos

Tema yang diusung dalam HUT ke-75 TNI adalah ‘Sinergritas untuk Negeri’, menurut Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin S Sos. Sinergi pada dasarnya memiliki makna suatu bentuk dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan suatu keseimbangan yang harmonis sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimal. Ada beberapa syarat utama menciptakan sinergi yakni kepercayaan, komunikasi yang efektif, feedback yang cepat, dan kreativitas. “TNI mengusung tema tersebut sebagai pedoman bahwa kami, TNI memiliki kewajiban untuk melakukan suatu perubahan bersama masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat,” kata Somin. Lanjut Somin, yang sudah tentu hal ini bukan hanya berfokus pada usahaTNI saja, melainkan mengajak, merangkul, dan melibatkan baik itu pemerintah daerah, Polri, institusi, dan organisasi maupun masyarakat umum yang ada di wilayah masing-masing. “Kami berkomitmen bahwa dengan kita melakukan usaha bersama, merapatkan barisan dan

FOTO: MEMORANDUM/ALF

Interaksi Menghasilkan Keseimbangan Harmonis

Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin menanam singkong di lahan tidur mako lama Lanud Muljono.

Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin menebar bibit ikan di kolam mako.

saling membantu satu sama lain, untuk kedepannya diharapkan akan terjalin kerja sama yang baik, komunikasi yang efektif, dan tercip-

Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin S Sos

tanya kepercayaan satu sama lain,” terang Somin. Se Sehingga dengan sinergi yang terbe terbentuk ini, Somin berharap m bisa mengatasi segala hambatan p dan permasalahan yang dihadapi in dan di masa mendatang. saat ini Se Sementara terkait sinergitas deng forkopimda dan elemen dengan masy masyarakat khususnya dalam mas pandemi, Somin mengamasa tak sejauh ini TNI memiliki takan, sin sinergi dan kerjasama yang so solid dengan forkopimda, sa satuan samping, dan elemen m masyarakat. “Sesuai dengan komitmen kami sebagaiTNI, kami akan selalu hadir dan siap untuk menjaga, membantu, dan memberikan rasa aman untuk masyarakat,” tegas Somin. Dan pihaknya yakin, institusi dan forkopimda lainnya juga akan mengusahakan hal yang sama sesuai dengan porsinya masing-masing. TNI dibantu oleh beberapa institusi lain seperti Polri

dan satpol PP berperan aktif dalam pengaman dan patroli keamanan daerah. “Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, kami, TNI, Polri maupun forkopimda institusi lainnya melakukan kerja sama dalam bidang pengamanan, penertiban, dan edukasi masyarakat dalam rangka pencegahan penularan wabah Covid-19,” papar Somin. Terkait sinergitas yang telah dilakukan, Somin mengatakan, ada beberapa hal yang telah dilakukan sebagai bentuk sinergitas dengan satuan lainnya. “Sebagai wujud nyata mendukung perubahan dan reformasi birokrasi guna memperbaiki layanan masyarakat yang bebas korupsi, yang kita sebut sebagai WBK (Wilayah Bebas Korupsi), TNI berperan aktif dan berkomitmen dalam pembentukan Zona Integritas bersama forkopimda institusi lainnya,” ujarnya. Untuk memperbaiki kinerja pelayanan masyarakat, lanjut Somin, pemerintah melakukan suatu gebrakan demi menciptakan sistem birokrasi dan pelayanan publik yang bersih. Maka itu,

Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin memberikan bantuan kepada warga.

dibentuklah Zona Integritas yang memiliki komitmen membersihkan birokrasi organisasi agar bersih dari praktik korupsi. “Zona Integritas menjadi wadah komitmen dan kerja sama kamiTNI, Polri, institusi dan forkopimda lainnya dalam usaha membentuk birokrasi yang bersih,” imbuhnya. Diungkapkan Somin, bahwa pandemi Covid 19 merupakan pukulan yang berat bagi masyarakat, terlebih lagi masyarakat kecil yang merupakan buruh harian. Banyak dari mereka yang kekurangan bahan makanan maupun kelengkapan proteksi diri seperti masker. Melihat keadaan yang genting disaat wabah Covid-19 menerpa, TNI tidak hanya serta merta berdiam diri menyaksikan kesusahan yang dialami oleh masyarakat. “Kami,TNI, sebagai pelindung masyarakat turut membantu dalam keadaan darurat seperti ini. Untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak langsung Covid-19, kami menyiapkan

dapur umum guna menyalurkan bantuan makanan bagi masyarakat yang kekurangan. Kami menyalurkan bantuan sembako yang merupakan sumbangan dari Panglima TNI untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. Begitu juga dengan pembagian alat proteksi diri seperti masker,” paparnya. Dengan adanya sinergitas antar satuan, pemda, institusi dan masyarakat, hal ini akan memudahkan kami untuk berkoordinasi dalam bidang apapun guna menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. “Semoga dengan terbentuknya sinergi semua jajaran dan lapisan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan hidup yang kondusif, positif, sehat dan produktif. Jika kerjasama dan toleransi yang baik tetap terjaga satu sama lain, kami yakin keamanan, kepercayaan, kreatifitas masyarakat akan terbentuk dengan baik walaupun wabah Covid-19 masih menerpa kehidupan kita sampai saat ini,” pungkas Somin. (alf/tyo)


SENIN WAGE, 5 OKTOBER 2020

memorandum.co.id

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 15

Kapolda Jatim Irjenpol Dr Drs Mohammad Fadil Imran MSi

Wujudkan Kamtibmas dan Perekonomian Tangguh Memperingati usianya ke-75 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengusung tema sinergi untuk negeri. Artinya TNI harus menjalin sinergitas yang baik dengan semua pihak, baik Polri, pemerintah, maupun masyarakat. Apalagi saat ini sinergitas tersebut harus berjalan sangat baik agar Coronavirus Disease 2019 (Covid19) yang sedang mewabah segera berakhir. Bukti wujud sinergitas itu terlihat diujung timur Pulau Jawa, saat Kapolda Jatim Irjenpol Mohammad Fadil Imran bersama TNI, serta pemerintah daerah berusaha keras menekan angka penyebaran Covid-19.

“Saya ucapkan selamat kepada TNI yang berulang tahun ke-75 ini. Semoga kedepan semakin jaya dan selalu dicintai rakyat. Kami berharap agar sinergitas TNI-Polri selalu berjalan baik sehingga terwujud kamtibmas serta perekonomian tangguh bagi masyarakat,” kata Fadil Imran. Fadil menyebut, bahwa kehadiran TNI sangat membantu kepolisian dalam beberapa program, baik itu program polisi maupun pemerintah. Di antaranya mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan kampung tangguh, menjaga keamanan saat dihelat beberapa kegiatan baik itu pilkada, turnamen sepak bola, dan kegiatan keramaian lainnya. “Kami sangat terbantu dengan dengan kehadiran TNI. Saya berharap anggota

Polri dapat terus bahu-membahu dengan TNI apalagi kita sedang dilanda wabah seperti ini. Kita perlu bersama-sama agar wabah ini segera berakhir,” tutur Fadil Imran. Mantan Sahli Sosbud Kapolri itu berharap agar anggota TNI-Polri yang berdinas di Jawa Timur dapat terus menjalin sinergitas dengan baik agar kedepannya lebih solid lagi dalam semua bidang. “Selama saya di sini belum pernah menemui kedala saat menjalin sinergitas dengan TNI. Hal ini harus terus dilakukan apalagi sebentar lagi ini kita menghadapi pilkada dimana TNI-Polri harus menjaga netralitasnya serta menjaga keamanan pada perhelatan tersebut,” pungkas perwira dengan dua bintang ini. (iah/tyo)

Kapolda Jatim Irjenpol Mohammad Fadil Imran bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah menabuh beduk tanda pembukaan kampung tangguh.

Gubernur Khofifah bersama pimpinan tiga matra TNI di Jatim dalam acara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Gotong Royong sebagai Kunci Utama BAGI Gubernur Khofifah Indar Parawansa, kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tengah masyarakat saat ini perannya sangat penting dan dibutuhkan, selain Polri. Terlebih di saat Indonesia berperang melawan Covid-19, TNI menjadi garda terdepan dalam mendisiplinkan masyarakat. Disiplin di sini tentunya dalam menjalankan protokol kesehatan (mencuci ta-

ngan, memakai masker, dan menjaga jarak) agar masyarakat terhindar dari virus mematikan tersebut. Gotong royong antara pemerintah, TNI, dan Polri menjadi kunci utamanya menghadapi pandemi. Selama ini yang terjadi, sinergi maupun gotong royong tersebut telah terbukti dan teruji dalam menghadapi masalah bangsa apapun. Untuk itu di momentum peringatan HUT ke-75 TNI ini Gubernur Khofifah sangat mengapresiasi sepak terjang TNI. “Telah terbukti bila TNI bersama berbagai elemen, mulai dari pemerintah da-

erah, Polri, hingga tokoh masyarakat bergotong royong dan bersinergi menghadapi pandemi Covid-19,” terang Gubernur Khofifah. Selain itu, TNI juga telah memberikan contoh langsung ke masyarakat terkait kedisiplinan. Mengingat kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan harus bisa dijalankan oleh semua elemen masyarakat “Kita harus bersatu bergotong royong meningkatkan kedisiplinan. Bapak Panglima TNI mengajak masyarakat di garda terdepan untuk menjalankan berbagai kedisplinan untuk menjalankan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19,” tambahnya. Dirinya menambahkan bahwa tolak ukur keberhasilan protokol kesehatan itu terus dipantau dari laporan setiap hari yang disampaikan oleh aparat kewilayahan kepada Panglima TNI maupun Kapolri terkait perkembangan RT (Rate of Transmission). “Sehingga menjadi tolok ukur kita untuk mengevaluasi apakah harus menambah pasukan, apakah kita juga melakukan treatment-treatment lain,” imbuhnya. Dengan dukungan penuh dari TNI Insyaallah Indonesia bisa segera terbebas dari covid-19. (yok/tyo)


memorandum.co.id

SENIN WAGE, 5 OKTOBER 2020

memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

Ziarah Kebangsaan Makam Bung Karno Kegiatan ziarah ke Pusara Presiden Soekarno biasanya dilakukan oleh Panglima TNI, tahun ini diwakili oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen Widodo Iryansyah. “ Karena kita harus memperhatikan protokol kesehatan sehingga sangat terbatas. Walaupun di masa pandemi kita tetap memberikan penghormatan yang luar biasa kepada presiden pertama insinyur Soekarno,” kata Widodo. Ia menjelaskan kegiatan tabur bunga ke Presiden Soekarno tak lepas dari rangkaian acara Peringatan HUT ke-75 TNI. Hanya saja pandemi corona menyebabkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berhalangan hadir. Dalam kegiatan tabur bunga ini

juga dihadiri sejumlah perwira TNI dari matra laut dan udara serta perwira polisi ikut mendampingi Pangdam V/Brawijaya. “Ini kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun,” lanjut Widodo. Disinggung soal Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang, Widodo mengaku sudah menyiapkan ribuan personel yang siap dibutuhkan sewaktu-waktu untuk mendukung upaya pengamanan. Melalui kerjasama dengan polisi, personel TNI akan diterjunkan

membantu mengamankan jalannya pilkada serentak. Di Jawa Timur ada 19 kabupaten dan kota yang menjadi peserta pilkada serentak. Pengamanan dilakukan sejak tahapan bergulir. Menurut Widodo, netralitas TNI merupakan harga mati. “Saya kira pilkada, pertama TNI pertama sudah pasti netral, itu harga mati. Berapapun kekuatan yang dibutuhkan oleh Polri untuk pengamanan Pilkada, TNI siap,” katanya. Begitu selesai ziarah, rombongan kemudian bergeser ke Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Pemkab Blitar. Setelah ramah tamah, petinggi TNI dan Polri tersebut bertolak ke Surabaya. (tyo/fer)

Pangdam V/Brawijaya Mayjen Widodo Iryansyah memimpin ziarah kebangsaan di makam Bung Karno.

Wakil Ketua DPRD JaƟm Sahat Tua Simandjuntak

TNI Pilar Utama Kedaulatan NKRI HARI Jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) jatuh pada 5 Oktober menjadi momen penting bagi Bangsa Indonesia. Bahkan TNI menjadi pilar utama kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simandjuntak menegaskan, peran TNI menjaga kedaulatan NKRI harus mendapat dukungan kuat rakyat. Sebagai legislator, dirinya mengapresiasi lembaga keamanan negara ini. Bagi Sahat keamanan negara dan stabilitas keamanan nasional, salah satu peran TNI sangat diperlukan, khususnya dari ancaman atau gangguan dari luar. “Setiap 5 Oktober menjadi momentum penting bagi TNI bersama rakyat,” tegas Sahat. Politisi Partai Golkar ini mengapresiasi bahwa seluruh lembaga negara bersama rakyat harus senantiasa merapatkan barisan menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Sebagai bagian forkompimda, para politisi yang duduk di lembaga legislatif ini mengapresiasi peran TNI yang juga berperan aktif percepatan penanganan Covid-19. “Manunggalnya kelembaga-

an melalui operasi yustisi yang melibatkan anggota gabungan TNI, Polri, satpol PP pemerintah daerah, dan elemen masyarakat,” lanjut Sahat. Ditegaskan Sahat, dirinya mendorong TNI terus bersinergi dalam pengendalian Covid-19 serta pemulihan ekonomi di Jatim. Ia mengatakan jumlah kesembuhan warga Jatim dari Covid-19 mencapai 26.777 orang atau 78,13 persen. Angka ini merupakan prosentase kesembuhan tertinggi di Pulau

Jawa dan lebih tinggi dari nasional yang mencapai 71,9 persen. “Ini berkat kerjasama semua pihak untuk Jogo Jawa Timur. Peran forkompimda sangat luar biasa, termasuk keterlibatan TNI untuk ikut menjaga kepatuhan warga Jatim terhadap protokol kesehatan. “Ini menjadi pemacu kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terutama dalam penanganan Covid-19,” imbuhnya. (day/tyo)

Sahat Tua Simandjuntak bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Dardak.

Kepala Kejaksaan Tinggi JaƟm Dr Mohamad Dofir SH MH

Garda Depan Menjamin Keselamatan Bangsa SEBAGAI garda dep depan, TNI menjadi pilar utama negara untuk menjamin kesela keselamatan bangsa dan negara negara. y Di usianya yang ke75, TNI lebih h humanis di tengah ma masyarakat. Dengan kegiatan yang melibatkan mel masyarakat secara T mulangsung, TNI diterim dah diterima. Misal Misalnya keT giatan TMMD Tentar Ma( Tentara nunggal Membangun Desa). Sela itu, Selain tenga pandi tengah Co demi Covid-19, TNI juga terlibat dalam tugas gabungan den dengan unsu forkosur p pimda. Te r baru, pembentukan T i m Mobile Covid Hunda ter yang di dalamnya melibatka unsur juga melibatkan TNI guna menekan mene penyebaran mata rantai Covid-19. “Jadi TNI sangat

mendukung semua program dari pemerintah. Mulai dari provinsi hingga tingkat bawah,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Dr Mohamad Dofir SH MH. Lanjut mantan Kajari Surabaya dan Kajari Tanjung Perak ini, dalam tugasnya di Tim Mobile Covid Hunter sama halnya dengan unsur lain seperti dari kepolisian, satpol PP, dan dinas perhubungan yaitu menegakkan protokol kesehatan (prokes). “Setiap hari mereka memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjalankan prokes. Terutama penggunaan masker setiap keluar rumah,” ujar Dofir. Dofir melihat TNI sekarang sangat humanis dalam kehidupan bermasyarakat. “Bisa dilihat tugas dari babinsa yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Mereka tanpa lelah langsung terjun ke lapangan,” jelasnya. Harapan ke depan bagi TNI yang merayakan HUT-nya setiap 5 Oktober itu, tetap menjadi pengaman negara baik di darat, laut, dan udara. “Sukses dan Jayalah selalu bagi TNI di Hari Jadi ke-75. Semoga tetap menjalin sinergitas dan kesolidan dengan forkopimda dan masyarakat,” pungkas Dofir. (fer/tyo)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Memorandum Edisi Khusus HUT ke-75 TNI by memorandum - Issuu