memorandum.co.id
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 13
Wujudkan Nawa Bhakti Satya Yang Amanah Di usianya yang menginjak 75 tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus meningkatkan kinerja untuk kemajuan masyarakatnya. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan tekad untuk memberikan pelayanan kepada warga Jatim. Bahkan, dengan berpijak pada Nawa Bhakti Satya yang merupakan 9 janji kerja untuk berbakti kepada masyarakat Jatim, sejumlah prestasi berhasil diraih. Dibawah kepemimpinan dan kerja keras Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai wakilnya, setidaknya bisa membawa masyarakat Jatim terlepas dari pandemi yang telah menyerang seluruh penjuru dunia. Pernah menjadi provinsi peringkat tertinggi penyebaran Covid-19, kini dibawah kepemimpinan mantan menteri sosial itu, masyarakat Jatim lebih mawas diri. Gerakan mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker sudah menjadi kebutuhan m a s y a ra k a t . Be rk a t k i n e r j a gubernur, wagub beserta sinergitas forkopimda, kini masyarakat Jatim
Gubernur dan wagub bersama pejabat pemprov Jatim berziarah ke makam Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo di Magetan.
tak hanya tangguh namun juga semakin maju. Dalam beberapa kesempatan Gubernur Khofifah menegaskan jika sederet prestasi yang telah diraih pemerintah provinsi Jatim merupakan buah dari kinerja masyarakat Jatim pula, dan tentunya juga untuk masyarakat Jatim pula. S e p e r t i p re s t a s i k i n e r j a tertinggi atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) tahun 2019 atas Laporan Penyelengaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri. Prestasi ini menjadi kado bagi Pemprov Jatim di HUT ke-75. Adapun skor yang diraih yakni
sebesar 3,4144 sehingga Jatim berhak atas predikat sebagai provinsi dengan status kinerja sangat tinggi. Penghargaan diserahkan Direktur Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPKD) Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Dr Akbar Ali MSi kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi. Adapun penilaian dilakukan dengan menggunakan Indikator Kinerja Kunci (IKK) untuk setiap pengukuran, baik dalam hal tataran pengambil kebijakan, pelaksana kebijakan serta pelaksanaan urusan pemerintahan yang nantinya menghasilkan peringkat kinerja
daerah secara nasional. Untuk diketahui, ini adalah kali ih prestasi kesembilan Jatim meraih unjukkan tersebut. Hal ini menunjukkan m bersama kinerja Pemprov Jatim ah berhasil jajarannya selama ini telah memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menyelenggarakan ersih dan pemerintahan yang bersih bertanggung jawab. ukan hanya “Penghargaan ini bukan hasil kerja kepala daerah melainkan prov Jatim seluruh jajaran Pemprov rimakasih secara keseluruhan. Terimakasih n Non ASN kepada seluruh ASN dan ah bekerja Pemprov Jatim yang telah kat dengan keras melayani masyarakat p Khofifah. semangat prima,” ungkap enghargaan Menurut Khofifah, peng
uw ujjud u ju ud dd ari ar ri ini menjadi salah satu wujud dari Nawa Bhakti Satya yakni “Jatim A m a n a h” y a n g bertuj u a n mencipt a k a n p e n y e leng garaan pemerintahan yang baik, bersih, kompeten, profesional, partisipatoris dan berorientasi pada pelayanan prima. Khofifah berharap, kedepan prestasi ini dapat dipertahankan oleh seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemprov Jatim. ((yok)
Bangun Jatim dengan Teladani Pengorbanan Pahlawan
Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
DALAM rangka memperingati HUT ke-75 Provinsi Jatim, Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ziarah ke Makam Gubernur pertama Jatim, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, di Kabupaten Magetan. Dijelaskan, RMT Ario Soerjo adalah Gubernur Jatim pertama yang mengawali atau babat alas di Jatim dan merupakan pahlawan
nasional. Oleh sebab itu, generasi milenial harus meneladani perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nasional seperti RMT Ario Soerjo. "Para pejuang dan pahlawan sudah mengorbankan hidup dan nyawanya untuk negeri ini. Oleh sebab itu wajib kita teladani jasa beliau tentu sesuai tantangan zaman yang kita hadapi saat ini," ungkapnya. Selain meneladani, Gubernur Khofifah mengajak semua lapisan
masyarakat untuk menghormati selur uh jejak perjuangan pengorbanan kepahlawanan dari yang mereka sudah tanamkan untuk Pemprov Jawa Timur. Hari ini juga dilakukan ziarah ke makam Gubernur Muhammad Noer di Sampang oleh Bakorwil Pamekasan. " Jadi kami semua ingin memberikan penghormatan yang terbaik serta mendoakan kepada seluruh di antara mereka yang
sudah berjuang untuk negeri ini, terutama untuk Jawa Timur.dan Gubernur Soerjo memberikan dedikasiyangluarbiasamakawarga wajib memberikan penghormatan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati jasa para pahlawannya," paparnya. Ditambahkan dengan memberikan penghormatan dan mengikuti keteladanan perjuangan dan pengorbanan beliau, bisa diambil referensi dari seluruh
dedikasi dan perjuangan untuk membangun negeri terutama Jawa Timur di saat kita harus menggerakkan sektor ekonomi seiring upaya pengendalian covid-19. Ziarah ke Makam Gubernur pertama Jatim berlangsung cukup khidmat. Selain Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, tampak dalam rombongan para pj bupati dan Kepala BPSDM Jatim Aris Agung Paewai. (yok)
Perda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur Digedok Sembilan fraksi DPRD Jawa Timur menyetujui Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 11 tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur menjadi peraturan daerah. Hal ini ditunjukkan dengan pembacaan pandangan akhir (PA) Fraksi DPRD Jatim. Pimpinan sidang paripurna Sahat Tua Simanjuntak menyampaikan, sembilan fraksi menyetujui penetapan rancangan untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah Jawa Timur. “Keberlanjutan pembangunan oleh pemerintah, harus berkesinambungan dan tetap terjaga,” tegas Sahat. Proses pergantian perangkat daerah di Jatim, menjadi bagian penting bahwa perda ini dibentuk untuk melaksanakan perangkat daerah. Bahwa Pemprov mengundangkan perda yang disampaikan.“Perkembangannya sudah dua kali terjadi perubahan,” tegas Sahat. Sementara itu, Anwar Sadat Wakil Ketua DPRD JawaTimur menegaskan, pembahasan Raperda Perubahan atas Perda Jawa Timur No.11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah; dalam
Penandatanganan berita acara Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur.
rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Pemerintah/PP No.18 Tahun 2016 yang telah diubah terakhir dengan PP No. 72 Tahun 2019. Penataan Organisasi/OPD perlu segera dilakukan agar kedudukannya dipastikan sesuai norma per-UUan dalam rangka Reformasi Birokrasi, terlebih untuk mendukung kepentingan perencanaan APBD. “Perubahan fungsi dan kewenangan ini merupakan rangkaian dari perubahan yang terdahulu untuk menjangkau lingkup tupoksi organisasi sekaligus pengembangan tanggungjawab dan kewenangannya, dengan prinsip ‘bagi habis tugas’ sehingga tidak terjadi overlapping antar kelembagaan daerah,” terang Anwar Sadat. Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, rapat
paripurna selain digelar langsung, juga dilakukan secara virtual. “Raperda ini menjadi tonggak untuk pembentukan susunan perangkat daerah Provinsi JawaTimur,” terang Khofifah Indar Parawansa. Kemitraan, penguatan kerja sama dari pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur mendukung upaya Pemprov Jatim, sehingga ke 9 kalinya mendapat predikat tertinggi. Parasamya Purnakarya Nugraha menjadi penghargaan tertinggi, bahwa LPPD dan Eka PPD ini disampaikan seperti penyerahan seperti LHP BPK. “Dukungan penguatan dan pengayaan sangat luar biasa,” tegas dia. Penghargaan ini menjadi prestasi bersama antara Pemprov Jatim dan DPRD Jawa Timur. “Ini prestasi bersama,” tegas Khofifah. (day/*/yok)
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Fraksi Golkar: Perhatikan Garda Terdepan Kesehatan
Fraksi Keadilan Bintang RODA pemerintahan n Fr Nurani (FKBN) dan pembangunan DPRD Jawa Timur daerah akan berjalan menjelaskan, birokrasi dengan baik, optimal yang modern adalah dan produktif mampu birokrasi yang mampu meningkatkan memahami kebutuhan kesejahteraan llingkungan sosialnya, dan masyarakat. Untuk itu, ttetap memperhatikan perlu dukungan organisasii Bambang perkembangan teknologi perangkat daerah yang Riyanto informasi. “Karena salah kuat dan performance yang dilandasi dengan prinsp-prinsip satu fungsi utama birokrasi adalah fungsi pelayanan,” tegas good and clean goverment. Bambang Riyanto, anggota Bambang Riyanto. (day/*/yok)
FRAKSI Golkar un untuk pasien. “Urusan K berpesan agar semua Kesehatan meliputi dukungan anggaran program preventif, penanganan Covid-19 promotif, dan kuratif. dan sistem BLUD Hal penting yang dapat dipertangjuga memerlukan gungjawabkan perhatian adalah p dengan baik dan benar.. program penguatan Anggota Fraksi Golkarr H Karimullah p pada instalasi kesehatan Karimullah Dahrujiadi Dahrujiadi garda depan, yakni mengatakan, dihindari Puskesmas maupun terjadi penyimpangan atau RSUD tingkat Kabupaten/ ‘ketidakpastian’ prosedur Kota,” tegas Karimullah perawatan dan dukungan Dahrujiadi. (day/*/yok)
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 14
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah
Kapolda Jatim Irjenpol Fadil Imran dalam satu kegiatan bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Kapolda Jatim Irjenpol Mohammad Fadil Imran
Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan dan Ekonomi Memperingati usianya ke 75 tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusung tema Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju. Program Nawa Bhakti Satya sendiri merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Jatim. Guna mewujudkan semua itu, perlu adanya kerja sama baik dari Pemprov Jatim, Forkopimda Jatim, dan masyarakat. Apalagi saat ini tidak hanya masyarakat Jatim, melainkan dunia juga tengah dilanda wabah Coronavirus Disease 2019. Oleh sebab itu, guna menekan penyebaran tersebut, Forkopimda Jatim mencanangkan program Kampung Tangguh Semeru di wilayah Jatim. Di usia ke 75 ini, Pemprov Jatim mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Kapolda Jatim Irjenpol Momran. Ia a menyebut ba ahwa selama ini hammad Fadil Imran. bahwa a Polda JJatim atim dengan P emprovJatim sinergitas antara PemprovJatim aik. berjalan sangat baik. n selamat k epada “Saya ucapkan kepada berula ang Pemprov Jatim yang berulang an ntahun ke-75 ini. Sinergitas anbu Gubernur tara saya dengan Ibu alin baik ini yang sudah terjalin rtahankan agar rt akan selalu dipertahankan dengan unsur bersama-sama dengan nny ya dapat forkopimda lainnya esejjah a mewujudkan kesejahyarateraan bagi masyarakat Jatim baik dari n, sektor kesehatan, keamanan, ma-upun ekonominya,” kata Irjenpol Mohammad Fadil Imran. Fadil menyebut, bahwa pihaknya selalu membantu m Pemprov Jatim an dalam menekan an angka penyebaran Covid-19 baik itu am melalui program
Kampung Tangguh saat awal masa pandemi, hingga saat ini penerapan era new normal agar kondisi perekonomian masyarakat segera pulih. “Tugas kami membantu menjalankan atau memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program maupun kebijakan yang telah dibuat Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, ataupun Pemerintah Daerah. Saat ini kita sama-sama berada di era new normal dimana selain menstabilkan perekonomian, namun kesehatan amakan, tutu ur alum juga tetap diuta diutamakan,” tutur alumni terbaik Akpol 1991 itu. Sa Sosbud Kapolri Kap polri itu berharap, be Mantan Sahli agar setianggota anya yang berdinas berdina as di Jawa Timur T ap anggotanya dapat terus n sinergitas sinergitas dengan n baik sehingga sehin menjalin kedepannya sema maki kin solid lagi dalam semua semua bidang. bidan Apalagi akhir semakin tahu un nanti diha tahun dihadapkan dengan pe pilk perhelatan pilkada serentak di sebagian kota d di Jatim. a saya s “Selama disini belum pernah me ene menemui kendala saat in sin menjalin sinergitas dengan Pemp p r ov maupun m Pemprov forkopimd da. Hal ini harus terus pimda. di ila lakukan apalagi sebentar dilakukan lagi, k kita menghadapi pilk pilkada dimana Polri harus menjaga netralitasnya serta menjaga keamanan pada perhelatan tersebut agar tak menimbulkan p persepsi kurang ba baik di masyarakat, kat,” pungkas perwira den dengan dua bintang (iah ini. (iah/yok)
Sinergitas Mewujudkan Kesejahteraan Program unggulan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Nawa Bhakti Satya mampu membuat Jatim semakin maju dan menyejahterakan masyarakatnya. Bahkan menurut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah SSos MM bila program tersebut dilakukan dengan sinergitas yang sangat baik dalam pelaksanaannya. Sedangkan Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Diniyah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah, dan yang terakhir adalah Jatim Harmoni. Salah satu sinergitas yang dilakukan dengan Angkatan Darat (AD) adanya program rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dilaksanakan di beberapa daerah di Jatim. “Dalam pelaksanaan rutilahu juga melibatkan masyarakat,” ujar Widodo. Selain itu juga adanya program ketahanan pangan, dan yang terkini bersama memutus penyebaran pandemi Covid-19. “Pandemi ini membawa banyak orang mengalami kesulitan di berbagai sektor kehidupan,” lanjut Widodo. Sinergitas dalam hal ini berupaya dalam kampanye pemakaian masker, pemberian APD ke rumah sakit penanganan Covid-19 yang ada di Jatim, dan pembagian bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak ekonomi. “Dengan upaya yang dilakukan ini tren penyebaran Covid-19 di Jawa Timur telah mengalami penurunan yang signifikan,” imbuh Widodo.
Dengan kepemimpinan Khofifah ini, sehingga menurut Widodo bila Jatim menjadi jauh lebih maju dengan memiliki sinergi yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan. Bahkan tidak hanya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, Khofifah langsung ke lapangan dan daerah yang membutuhkan perhatian khusus oleh pemerintah Jawa Timur. Hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa Khofifah sangat peduli dengan kebutuhan warganya. “Beliau dapat mempersatukan pola manajemen, visi, dan misi sehingga segala permasalahan dan perbedaan dapat teratasi dengan baik, dan semua jajaran pemerintahan daerah dapat berjalan selaras dan seimbang,” terang Widodo. Widodo berharap sinergitas akan selalu terjaga dan kekompakan di segala lini pelaksana selalu diprioritaskan. “Kami, TNI, akan selalu siap membantu dan mendukung dalam mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tegas Widodo. (tyo/yok)
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah bersama Gubernur Khofifah.
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandum.co.id
Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak
Perlu Percepatan Pelaksanaan Program Nawa Bhakti Satya merupakan sembilan program utama dalam janji kampanye Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak saat pemilihan gubernur Jatim lalu. Sembilan program itu Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Amanah, Jatim Berdaya, dan Jatim Harmoni. Kesembilan program dilaksanakan dengan prinsip kerja yang Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, dan Responsif (CETTAR). Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih mengatakan, secara umum berbagai capaian telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tetapi memang belum seluruhnya yang dimunculkan dalam program dapat teraih. “Ini memerlukan usaha yang lebih kreatif agar 9 Janji Kerja dapat segera terealisir. Program-program andalan seharusnya bisa menyentuh kepentingan masyarakat. Utama
berkait di sektor usaha dan lapangan kerja,” ujar Nasih kepada Memorandum. Menghadapi pandemi Covid-19 menuntut kerja ekstra Pemprov Jatim. Menurut Nasih, sejauh ini Pemprov Jatim telah menampakkan kesungguhannya dalam upaya penanganan pandemi covid-19. “Lahirnya peraturan gubernur dalam menegakkan protokol kesehatan adalah buktinya. Yang terpenting, peraturan tersebut harus diimplementasikan di
la-
memorandumredaksi@gmail.com
pangan,” ungkapnya. Disinggung mengenai kemajuan Jatim selama kepemimpinan Khofifah, Nasih menyampaikan bahwa hakikatnya kemajuan itu relatif bagi setiap individu. “Soal kemajuan itu relatif. Pandemi memang telah membuat proses kemajuan menjadi lamban. Hal ini karena penanganan covid memang perlu dikedepankan dari
HALAMAN 15
program lainnya,” pungkas Nasih. Nasih mengutarakan, Pemprov memerlukan percepatan pelaksanaan program dan prioritas dalam membangun, khususnya terkait penyediaan infrastruktur dasar dan program pemulihan ekonomi. Sebab tantangan ke depan lebih berat. “Pemprov perlu menjalin kerja sama
investasi yang lebih menghasilkan. Dengan investasi maka akan mendorong peningkatan produktivitas masyarakat. Daya layanan kepada publik perlu juga ditingkatkan. Selain itu, layanan melalui online/ digitalisasi sudah saatnya dilaksanakan guna mendukung perkembangan aktivitas masyarakat,” tutur Nasih. (mg1/ yok)
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto
Maksimal Hadapi Angin Kencang Pandemi Covid-19 HUT ke-75 Pemprov Jatim menjadi momentum penting seluruh rakyat Jawa Timur. Di mata Kadin Jawa Timur kinerja Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak, sejauh ini sudah berupaya sebaik mungkin untuk merealisasikan apa yang telah menjadi janjinya. “Sejumlah langkah strategis juga telah dilakukan guna merealisasikan Program Nawa Bhakti Satya,” terang Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto, Jumat (9/10). Untuk kesejahteraan masyarakat, lanjut Adik, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunkan angka stunting. Khofifah juga berupaya menurunkan jumlah kemiskinan. Kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak, harus dilihat dari banyak variabel. Apalagi dengan kondisi pandemi. “Saya tidak bisa menutup mata kalau saat ini memang Jatim sedang dilanda angin kencang akibat pandemi Covid. Ekonomi Jatim di Triwulan II anjlok hingga 5,9 persen. Walaupun sebenarnya pemprov juga telah berupaya keras untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan akibat pandemi tersebut. Berupaya maksimal agar ekonomi tetap berjalan agar Jatim tetap maju. Oleh karenanya, ini harus menjadi PR semua pihak,” tegas Adik Dwi Putranto. Pada Maret 2020, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai sekitar 4,41 juta jiwa, bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat 4,05 juta jiwa. Secara persentase penduduk miskin di “Secara daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,77 persen, naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2020, sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 14,16 persen naik menjadi 14,77 persen pada Maret 2020. Sementara itu, untuk g Khofifah menurunkan stunting, berupaya memulai dari lingkup terkecil melalui pembangunan masyarakat di desa,” ujar dia. Kadin Jatim berharap agar sinergitas Pemprov yang telah terbangun bisa lebih ditingkatkan. Komunikasi harus terus terjalin agar kesulitan
dan problem yang dihadapi untuk memajukan ekonomi Jatim bisa terselesaikan bersama. “Sinergi ini juga harus ditingkatkan di tingkat daerah. Pemerintah daerah juga harus menjalin sinergi yang baik dengan Kadin Kabupaten/Kota di seluruh Jatim,” tandas dia. Lanjut Adik Dwi Putranto, Pemprov Jatim juga melakukan kerja sama dengan Kadin Jatim. Di antaranya peningkatan SDM melalui pelaksanaan program pendidikan vokasi sistem ganda di sejumlah SMK di Jatim. “Pemrov Jatim dalam hal ini telah memberikan sinyal kepada kami untuk meneruskan kerja sama dengan dinas terkait. Dengan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan dan juga dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” tandas dia. Selain itu, Kadin juga seringkali mengadakan kegiatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Salah satunya adalah menggagas tentang bagaimana menciptakan industri pariwisata yang ramah anak. Pengembangan pariwisata harus diimbangi dengan aturan yang melindungi anak agar tidak menjadi subjek eksploitasi seks di dunia wisata. Selain itu, Khofifah dan Emil Dardak juga berkonsentrasi merealisasikan proyek percepatan pembangunan untuk 4 kawasan yang termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019. Yaitu kawasan Gerbangkertasusila (Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Dari sisi pembukaan lapangan kerja, Bhakti ke-2 Jatim Kerja, lanjut ketua Kadin Jatim ini, kinerja Gubernur Khofifah juga membangun project Millennial Job Center (MJC), East Java Super Corridor (EJSC), Jatim Big Data Innitiative, dan Easier. “Langkah ini sangat strategis. Dengan berbagai terobosan teknologi dan integrasi data, Jawa Timur akan mampu dan siap bersaing pada era revolusi industri 4.0. Dan pemuda diharapkan mampu berbaur dengan tren gig economy. Dan ini diyakini menjadi salah satu cara untuk menekan angka pengangguran di Jawa Timur,” urai dia. (day/yok) k
HALAMAN 16
memorandum.co.id
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 17
Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin Ssos
Program Unggulan Majukan Masyarakat Nawa Bhakti Satya merupakan program unggulan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Menurut Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin Ssos dalam pelaksanaan realisasi program Nawa Bhakti Satya, Pemprov Jatim sudah menjalankan program tersebut dengan sangat baik, matang, dan terperinci. “Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Nawa Bhakti Satya memiliki 9 inti program kerja, yaitu Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Diniyah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah, dan yang terakhir adalah Jatim Harmoni,” kata Kolonel Somin.
Dalam upaya merealisasikan program kerjanya tersebut, Pemprov Jatim meluncurkan beberapa program seperti pembagian seragam gratis bagi siswa guna meringankan beban masyarakat dalam hal pembelian seragam sekolah. Selanjutnya, seperti yang diketahui bersama, pandemi Covid-19
merupakan pukulan besar bagi rakyat Indonesia, bahkan dunia. Pandemi ini membawa banyak orang mengalami kesulitan di berbagai sektor kehidupan. “Dalam hal ini kita dapat melihat upaya dari Pemprov Jatim dalam menangani kasus penyebaran Covid 19 yang makin tidak
Komandan Lanud Muljono Kolonel Pnb M Somin Ssos bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
terkontrol. Pemprov Jatim bersama-sama dengan institusi lainnya berupaya dalam kampanye pemakaian masker, pemberian APD ke rumah sakit penanganan Covid-19 yang ada di Jatim, dan pembagian bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak ekonomi secara langsung yang disebabkan oleh pandemi Covid 19 ini,” paparnya. Hal tersebut, sambung Kolonel Somin, merupakan bukti nyata usaha Pemprov Jatim dalam mewujudkan Nawa Bhakti Satya di bidang kesehatan. Dengan berbagai macam usaha dan kampanye
protokol kesehatan yang dilakukan terus menerus oleh Pemprov Jatim dan jajaran institusi terkait di Jatim, tren penyebaran Covid-19 di Jawa Timur telah mengalami penurunan yang signifikan. Tak jarang, pihaknya melaksanakan bakti sosial seperti mengadakan dapur umum guna membantu masyarakat yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19, pembagian alat proteksi diri seperti masker, dan pembagian sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. “Saran kami untuk kinerja pemprov Jatim mapun DPRD Jatim ada-
lah dalam melaksanakan program kerja, pasti akan selalu menemukan kendala, oleh karena itu kami berharap sinergi antar Pemprov dan DPRD Jatim, dan juga jajaran institusi lainnya akan selalu terjaga dan kekompakan di segala lini pelaksana selalu diprioritaskan, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang memang menjadi tujuan utama dari kinerja Pemprov Jawa Timur. Kami, TNI, akan selalu siap membantu dan mendukung dalam mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Kolonel Somin. (alf/yok)
memorandum.co.id
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 18
Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak
Apresiasi Nawa Bhakti Satya Perayaan HUT ke-75 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, akan penuh kejutan. Penilaian ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak yang mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak dalam membangun Jawa Timur. Sahat yang juga sekretaris DPD Golkar Jawa Timur ini menyampaikan kinerja eksekutif dengan program Nawa Bhakti Satya dalam menjalankan 1 tahun pemerintahan.“Kami mengapresiasi kinerja Ibu gubernur dan wagub yang tiap hari memperhatikan kepentingan rakyat, terlebih selalu turun ke bawah apalagi di masa pandemi,” tegas Sahat Tua Simandjuntak kepada Memorandum. Disampaikan politisi gaek Partai Golkar ini, prestasi yang diukir Khofifah dan Emil Dardak sudah luar biasa untuk rakyat Jawa Timur. Sebelumnya Pemprov meraih LHP BPK dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Menjelang perayaan hari ulang tahun ini Pemprov kembali menerima penghargaan dari Menteri Dalam Neger i
(Mendagri). “Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih prestasi kinerja tertinggi atas Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) tahun 2019 atas Laporan Penyelengaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri,” tegas Sahat Tua Simandjuntak. Prestasi ini bukti bahwa Nawa Bhakti Satya dijalankan. Manakala ada yang kurang, tentu dalam perjalanan Pemprov Jatim akan disempurnakan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak.
Sebab penghargaan EKPPD tahun 2019 atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri, lanjut alumnus Ubaya ini, bahwa status Pemprov Jatim pada kinerja sangat tinggi. “Ini adalah prestasi Gubernur Khofifah, danWagub Emil Dardak, dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan seluruh OPD di lingkungan Pemprov Jatim. Apresiasi ini juga menjadi contoh pemkab/pemkot se-J se-Jawa Timur,” tegas dia. Ada usulan menarik da dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa Parawansa, bahwa kinerja menjadi pemerinta pemerintahan terbaik, bukan hanya kinerja ekse eksekutif, tetapi juga legislatif. “Ibu gubern gubernur memberikan apresiasi bahwa k keberhasilan Pemprov Jatim, tidak lep lepas dari peranan legislatif (DPRD Jat Jatim). Ini ada pengakuan yang tulus dar dari ibu gubernur bahwa peran politis atau secara langsung juga dilakukan D DPRD Jatim,” Simandj tandas Sahat Tua Simandjuntak. Lanjut Sahat, prestasi ini ba Pemprov menjadi kado bagi Jatim jelang HUT ke-75 tahun, Oktob Adapun tanggal 12 Oktober. y skor yang diraih yakni sebesar J 3,4144 sehingga Jatim berhak seba provinsi atas predikat sebagai ki dengan status kinerja sangat tinggi. pert Dalam pertemuan itu, Khofifah Indar Parawansa u menyampaikan usulan pempengharga Evaluasi berian penghargaan Penyelen Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daera Daerah (EKPPD) tahun 2019 bisa disa disampaikan di dalam sidang parip paripurna DPRD Jawa Timur, sebagaim sebagaimana penerimaan LHP BPK RI. “Ibu gubernur m mengusulkan itu, tentu kami meny menyambut baik. Karena keberhasilan ini adalah keringat bersama,” ka kata dia. EvaPempro Jatim keluasi kinerja Pemprov perin depan, momen peringatan HUT me Pemprov Jatim ini menjadi sangat Si penting. Sahat Tua Simandjuntak menyampaikan dua hal, pertama menuru bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Kedua menjalankan program padat karya. kary “Kita bisa mengambil beberapa pro program yang
bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi,” tutup Sahat. Terpisah, wakil ketua DPRD Jatim Anik Maslachah menyampaikan peringatan HUT ke- 75 Pemprov Jatim, sebagai tolok ukur sejauh mana capaian yang diperoleh pemprov. Politisi PKB ini menyadari dengan kondisi upnormal
akibat pandemi Covid-19, ternyata sinergitas antara Pemprov Jatim dengan kabupaten/kota se Jatim lebih baik. “Sehingga musibah ini segera selesai. Pemprov Jatim di termin ke 3 ini dapat mengurangi kontraksi pertumbuhan ekonomi yang minus 5.9 %, dengan begitu kemiskinan dan peng-
angguran dapat ditekan,” ujar Anik Maslachah. Di usia ke 75 tahun, Anik Maslachah berharap Pemprov Jatim mampu meningkatan pelayanan publik dengan cepat dan tepat. “Ini penting agar masyarakat bisa terfasilitasi secara baik, dan ikut menjaga Jawa Timur,” tandas Anik Maslachah. (day/yok)
memorandum.co.id
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandumredaksi@gmail.com
Erlangga Satriagung berbincang dengan Khofifah Indar Parawansa.
Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung
Jadikan Tantangan dan Peluang Raih Prestasi Terbaik Dua agenda besar olahraga akan melibatkan Jatim tahun depan. Yakni PON 2020 di Papua yang diundur 2021 akibat pandemi Covid-19 dan tuan rumah Piala Dunia U-19 seiring dipercayanya Surabaya sebagai salah satu venues. Dua agenda itu punya tantangan serupa, yakni berlangsung di tengah ketidakpastian pandemi. “Ini jadi kado HUT ke-75 Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur yang bisa dijadikan tantangan sekaligus peluang bagi Ibu Khofifah Indar Parawansa sebagai gubernur perempuan pertama di Jatim,” kata Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung. Tantangan karena hampir semua sektor kehidupan terpengaruh, termasuk dunia olahraga Jatim. Pembinaan cabang olahraga (cabor) berprestasi yang menjadi salah satu barometer nasional sedang terhambat akibat pandemi. “KONI Jatim yakin ibu gubernur bersama stakeholder terkait pasti turut mempertimbangkan hal itu,” ucapnya. Apalagi khusus di perhelatan PON Papua, Jatim sudah bertekad untuk meraih medali terbanyak setelah
dua edisi terakhir gelar juara umum lepas. Menurut dia, peluang itu sangat besar terwujud. Perhatian besar pemprov selama ini sudah sangat membantu gerak KONI Jatim mempersiapkan tampil menjadi yang terbaik. “Kondisi serupa di provinsi lain pasti menguras energi dan pikiran seluruh gubernur. Namun, saya yakin ibu gubernur punya banyak kiat agar prestasi olahraga Jatim tidak banyak tergerus,” bebernya. Terakhir, panggung piala dunia juga harus dijadikan peluang pemprov untuk menjual Jatim ke dunia internasional. Pandemi yang menjadikan sektor UMKM stagnan, bisa kembali bangkit. Pemprov Jatim sangat bisa untuk mendesain. “Ini agenda olahraga tingkat dunia yang harus didukung semua elemen. Sehingga bisa menjadi panggung Jatim lebih go internasional,” tutupnya. (epe/yok)
HALAMAN 19
SENIN LEGI, 12 OKTOBER 2020
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Dr Mohamad Dofir SH MH
Soliditas Menghadapi Pandemi Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jatim memasuki usia 75 tahun. Di hari jadinya tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana saat ini kita semua sedang menghadapi ndemi Covid-19, dan kebersamaan satu sama lain menjadi soliditas untuk membemasa pandemi ercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir di tengah wabah yang sudah rikan kepercayaan berlangsung setengah tahun ini. Ini menjadi di keprihatinan semua orang, kopimda Jatim yang terus termasuk Forkopimda berkoordinasii dan mencegah penye19 agar tidak meluas di baran Covid-19 wal menjabat, GuberJatim. Dari awal nur Khofifah Indar Parawansa dan nur Emil Dardak sudah Wakil Gubernur n sosok pemimpin yang menunjukkan ah Jatim lebih sejahtera. bisa mengubah rogram Nawa Bhakti SatDengan program at ini bisa dirasakan oleh ya, hingga saat masyarakat. Mulai dari Jatim Sejahtera, Jam Cerdas dan Sehat, tim Kerja, Jatim atim Berkah, Jatim Akses, Jatim tim Berdaya, Jatim Agro, Jatim h, dan Jatim Jatim Amanah, Harmoni. ua secara “Ini semua n terencasistematis dan lisasikan na bisa direalisasikan an oleh dan dirasakan yarakat semua masyarakat Jatim yang mencakup semua perman ada salahan dan solusi yang diberimprov kan oleh Pemprov epala Jatim,“ ujar Kepala inggi Kejaksaan Tinggi ohaJatim Dr Mohamad Dofir SH MH. ofir, Lanjut Dofir, demi selama pandemi Covid-19 ini kesingkat nergian di tingkat atim Forkopimda Jatim ens. semakin intens. n saSatu sama lain kung ling mendukung esuai dan bekerja sesuai ksinya dengan tupoksinya ng. masing-masing. Di Kejati Jatim sendiri tidak lepas dari tugas dan
fungsi yang diatur dalam UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, di mana selain berperan dalam gugus tugas penanganan Covid-19 juga memberikan pendampingan hukum kepada Pemprov Jatim dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa maupun pengawasannya yang terkait dengan penanganan Covid-19. “Pendampingan dimaksud bertujuan untuk memberikan penjelasan-penjelasan pertimbangan hukum kepada Pemprov Jatim agar pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tidak melanggar hukum dan memberikan penjelasan akibat hukum yang timbul apabila ada pelanggaran hukum apalagi sampai merugikan keuangan negara. Ini juga dilakukan di kejari di masing-masing daerah,” tegas mantan Kajari Surabaya dan Kajari Tanjung Perak ini. Dofir melihat selama dipimpin Gubernur Khofifah, banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat Jatim. Bahkan, beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pusat. Seperti penghargaan pada ajang Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Ini sebagai wujud keseriusan Pemprov Jatim dalam menghadapi pandemi ini. Bahkan, dengan inovasi beberapa pelayanan masyarakat yang dikenal dengan Tangguh itu bisa dirasakan manfaatnya,” tambah Dofir. Di tengah pandemi Covid-19 ini, yang harus dipertahankan adalah kerja sama antara Forkopimda Jatim dan OPD untuk mencegah agar penyebaran wabah ini tidak semakin meluas. “Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak ada yang berjalan sendiri jika ingin mewujudkan apa yang diharapkan. Dirgahayu ke-75 Pemprov Jatim,” pungkas Dofir. (fer/yok) k
HALAMAN 20