Skip to main content

Sahabat senandika

Page 1


Newsletter Bulanan tentang Dukungan untuk Odha Yayasan

Sahabat Senandika

Laporan Kegiatan

Pertemuan Nasional

Kelompok Penggagas II

Ciawi, 22-25 Februari 2008

Oleh : O. Bayu Pradjanto (SPV

KDS Sumatera)

Kali ke duaYayasan SpiritiaMemfasilitasi

Pertemuan Nasional Kelompok Penggagas di Ciawi setelah yangpertama diadakan di Bali pada bulan Juli 2007, dengan kehadiran 39 orangpeserta perwakilan dari 20 Kelompok Penggagas Propinsi dan 1 Kelompok Penggagas Kota; peserta yang hadir adalah 2 orangwakil kelompok, sebagian besar adalah koordinator kelompok dan wakil/ bendahar/sekretaris/koordinator divisi.

Acaraberlangsungselama3 hari, diisi dengan materi-materi mengenai Pemahaman Sistem Pengendalian Manajemen; Perencanaan dan Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan; Presentasi dari 12 Kelompok Penggagas tentang perkembangan, tantangan, rencanake depan serta masukan buat buku pedoman KDS dan Kelompok Penggagas; 2 sesi mengundang narasumber dari luar yaitusesi tentangMembangun Kerjasama dengan Dinas Kesehatan oleh Dr. Umar Zein sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dan sesi tentangMembangun Kerja Sama dengan Rumah Sakit oleh Dr. Janto G Lingga sebagai KetuaPokjaHIV/AIDS dari RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta.

Pertemuan kali disepakati bersamadengan dikeluarkan Komitmen Ciawi sebagai bentuk kesepakatan bersama antara Kelompok Penggagas yangdiharapkan dapat dijadikan alat advokasi terhadap tanggapan epidemi HIV/AIDS di Indonesia, berikut isi dari komitmen tersebut :

KOMITMENCIAWI

Telah disepakati perubahan namaKelompok Payungmenjadi Kelompok Penggagas (KP) pada pertemuan bulan Juli 2007 di Bali. Ada 18 Kelompok Penggagas Propinsi di 17 Propinsi dan 5 Kelompok Penggagas Kabupaten/ Kota di 3 Propinsi bertujuan untuk memfasilitasi pembentukan dan pengembangan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yangmendukung169 KDS di 82 Kabupaten/Kota di 31 Propinsi di Indonesia dengan sekitar 5000 odha dan banyak ohidha.

Kami berkomitmen:

• Menekan laju epidemi HIV dan AIDS di Indonesia

• Menghapuskan stigmadan diskriminasi terhadap Odhadan Ohidha

Daftar Isi

Laporan Kegiatan1

PertemuanNasionalKelompok Penggagas II1

KOMITMENCIAWI1

Pengetahuan adalah kekuatan3

Mengindahkannasihatyangsudah tidak asing lagi dapat memperpanjang hidup beberapa tahun3

ProteinpenghambatHIVditemukan dalamseldendritik3

Biksu,pendeta,ulamamengadakan pertemuanAIDS lintas agama4

Obat TB baru mungkin tersedia dalam lima tahun mendatang4

Informasi terkini tentang unsurARV yang

dipakaisebagaiPPPterhadappajanan

HIVditempatkerja5 Tips6

TipsuntukOdha6

Tanya Jawab7

TanyaJawab7

Positive Fund8

• Memfasilitasi prosespemberdayaan Odhadan Ohidha

• Meningkatkan peran aktif Odhadan Ohidha dalam setiap tahap penanggulangan HIV dan AIDS.

• Mensosialisasikan dan mengupayakan realisasi dari “Pernyataan Cipayung”.

• KP & KDS beserta Jaringan Odha Nasional (prosespembentukan) terlibat aktif dalam setiap tahap penanggulangan HIV dan AIDS baik ditingkat daerah, Nasional, Regional dan Internasional.

Kami memberikan apresiasi yangsetinggitingginyaatasupayayangtelah dan akan dilaksanakan oleh pihak terkait dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS baik ditingkat

Nasional maupun Daerah.

“Komitmen ini merupakan wujudnyatadari cintakami terhadap bangsaini”

Komitmen ini dinyatakan pada Pertemuan Nasional KP II di Ciawi, tanggal 22 – 24 Februari 2008 yangdihadiri oleh perwakilan 18 KP Propinsi dan 5 Kab/Kota.

Proses pembelajaran bagi kelompok penggagas terjadi karenaadanyasesi berbentuk presentasi dari 12 kelompok penggagas sehingga dijadikan contoh bagi kelompok penggagas lain agar bisa berkembangdi masing-masingpropinsi, terjadi diskusi yangcukuphangat antar kelompok penggagasitusendiri karenakeunikan dan kekhasan daerah/propinsi masing-masing, Spiritiajuga memberikan 2 sesi tentangPemahaman Sistem Pengendalian Manajemen dan Perencanaan, Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan oleh Divisi Keuangan Spiritiayangbanyak memberikan pengetahuan bagaimanamengembangkan rencana kegiatan kedepan sertabagaimanapelaporan keuangan yangbaik dan dapat dipertanggunjawabkan.

Selain sesi diatas juga di berikan beberapa sesi tentangPenyelesaian Masalah (Problem Solving) dan Kepemimpinan (Leadership) dalam bentuk permainan (games) sehingga membuat peserta bisa sedikit mengendorkan pikirannyasetelah diisi dengan sesi-sesi yangcukup memeraspikiran mereka.

Pada saat sesi narasumber juga terjadi diskusi yanghangat karenabanyak terjadi kasusdi propinsinyamasing-masing, penghargaan yang setinggi-tingginyabagi ke duanarasumber yang maumenyediakan waktunyapadahari minggu untuk datangke pertemuan ini, semogaapayang diharapkan oleh semuaorangyangterlibat di pertemuan ini dapat tercapai.

Pengetahuan adalah kekuatan

Mengindahkan nasihat yang sudah tidak asing lagi dapat memperpanjang hidup beberapa tahun

Oleh: Nicholas Bakalar, The New York Times

Tgl. laporan: 22 Januari 2008

Nasihat yangsudah tidak asingterdengar: hindari merokok, berolahraga, makan sayur dan buah, boleh minum alkohol tetapi jangan berlebihan. Para peneliti kini sudah menghitungsecaratepat berapa tahun hidup kitadapat diperpanjangkarena kebiasaan ini.

Sebuah penelitian selama11 tahun yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Medicine edisi 8 Januari 2008, mulai mewawancarai lebih dari 25.000 laki-laki dan perempuan berusia 45 hingga 79 tahun di Norfolk, Inggris. Parapeneliti mengumpulkan informasi tentangkesehatan dan penyakit, merokok, minumminuman beralkohol, dan kegiatan fisik baik saat bekerjaatau santai. Pesertajugamenjalani pemeriksaan fisik dan tes darah untuk menentukan tingkat vitamin C sebagai bukti telah mengkonsumsi buah dan sayuran.

Dengan dataini, parapeneliti membentuk skala sederhana dari nol sampai empat yang menunjukkan jumlah dari keempat perilaku tersebut yangmenjadi kebiasaan orangtersebut –masing-masingsatuangkauntuk tidak merokok, berolahraga, minum alkohol secarawajar serta konsumsi sayur dan buah dalam jumlah yangtepat.

Kecenderungan ini tidak salah: setiaptambahan satuperilakupositif, orangbertahan hidup lebih lama. Merekayangmemiliki skor empat mempunyai kuranglebih satudari empat risiko meninggal dibandingkan merekayangmemiliki skor nol – setara dengan tambahan hidup 14 tahun. Kecenderungan ini palingkuat terhadappenyakit kardiovaskular dan kanker, tetapi jugabermakna terhadappenyebab lain.

“Kami tidak berbicaratentangperilaku yang berlebihan,”dikatakan oleh Dr. Kay-Tee Khaw, pemimpin penulis dan profesor gerontologi di UniversitasCambridge, Inggris“tetapi perilaku mudah yangdapat dicapai oleh kebanyakan orang.”

Ringkasan: Outcomes: HeedingFamiliar Advice May AddYears to Your Life

Sumber: Combined Impact of Health Behaviours and Mortality in Men and Women: The EPIC-Norfolk Prospective Population Study Khaw KT, Wareham N, Bingham S, Welch A, Luben R, et al. PLoS Medicine Vol. 5, No. 1, e12 doi:10.1371/ journal.pmed.0050012

Protein penghambat HIV ditemukan dalam sel dendritik

Oleh: aidsmeds.com

Tgl. laporan: 14 Januari 2008

Parapeneliti dari UniversitasCaliforniaLos Angeles(UCLA) menemukan duaprotein dalam sel dendritik yangmenghambat pengeluaran virus (budding) dari sel tersebut, sehinggamelindungi sel lain agar tidak tertular. Penelitian ini diterbitkan dalam versi internet sebelum diterbitkan dalam jurnal Federation of American Societies for Experimental Biology.

Sel dendritik terlibat dalam pengintaian dan perlindungan kekebalan padaawal terinfeksi HIV. Sel tersebut terutamaterletak padakulit, jaringan mukosa(misalnyatenggorokan atau usus) dan kelenjar getah bening. Apabilasel dendritik menghadapi HIV, merekamemakai protein yang disebut DC-SIGN untuk menjebak virus dan membawanyake sel CD4 untuk memicu tanggapan kekebalan.

ApabilaHIV menginfeksi sel CD4, unsur genetik virusdigandakan dan dibungkus, lama-kelamaan buddingdari sel bergerak menulari sel lain. Walaupun sel dendritik dapat tertular HIV, buddingtidak terjadi.

Shen Pang, PhD, lektor divisi biologi dan kedokteran gigi FakultasKedokteran Gigi UCLA dan Qiuwei Wang, mahasiswapascasarjanayang bekerja dengan Pang, mengamati DC-SIGN secara lebih cermat untuk melihat apakah protein tersebut mencegah sel dendritik membuat HIV baru.

Pangmenemukan bahwa kehadiran DC-SIGN bersamaan dengan DC-SIGNR, protein yang serupa, menghambat pengeluaran HIV dari sel dendritik sebanyak 95 hingga99,5 persen. Tim Pangberpendapat bahwa protein tersebut mengganggu kemampuan HIV untuk menyelesaikan prosesperakitan padaselaput luar sel dendritik sehinggamencegah budding. Pang mendorongparapeneliti lain untuk menyelidiki bagaimanapengetahuan ini dapat menolongupaya untuk menghasilkan vaksin HIV yangefektif.

Ringkasan: HIV BlockingProteinsFoundin Dendritic Cells

Sumber: An intercellular adhesion molecule-3 (ICAM-3) -grabbing nonintegrin (DC-SIGN) efficiently blocks HIV viral budding 10.1096/fj.07-9443com

Biksu, pendeta, ulama mengadakan pertemuan

AIDS lintas agama

Oleh: Oleh: Jaime Lim, Inter Press Service

Tgl. laporan: 24 Januari 2008

Sebuah konferensi berjudul “Interfaith Consultation on Children andHIV”baru-baruini mengumpulkan kuranglebih 80 pemimpin agama dan pihak lain ke Bangkok. UNICEF di Asia Timur dan Pasifik mengatur pertemuan ini.

Menurut UNAIDS, kuranglebih 4,9 jutaorang Asia hidup dengan HIV pada 2007; di antara mereka, 440.000 baru terinfeksi pada2007. Tahun lalu kuranglebih 300.000 orangdi AsiaPasifik meninggal karenapenyakit terkait AIDS. Di AsiaPasifik, empat negara – Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Papua New Guinea – sekarang mempunyai epidemi HIV yanggeneralized. Untuk banyak negara, HIV/AIDS adalah krisis sosial sebandingdengan krisiskesehatan. “Di sini peran pemimpin agama dapat menjadi pendorong perubahan yangsangat besar dengan pengaruh yangluar biasauntuk mengurangi stigmadan diskriminasi,”dikatakan oleh SimoneCharnley, koordinator wilayah jaringan Asian Muslim Action yangberpusat di Bangkok.

Lawrence Maunddari proyek SanghaMettayang melibatkan biksu Buddhadalam pencegahan dan layanan HIV/AIDS, mengatakan, fokusyanglebih banyak harusdiberikan padaanak muda. Dia mengatakan tidak ada pemimpin anak muda di konferensi, walaupun pertemuan berfokuspada anak. “Pemudaakan berbicaradengan kita, tetapi merekamungkin tidak akan terbuka,”dia mengatakan, menghimbaupelatihan sebayayang berorientasi untuk pemuda. “Merekabelum lahir saat krisis HIV/AIDS [pertengahan 1980-an] tetapi lahir padaerakomplasensi (hanyauntuk kepuasan diri sendiri).”

Fe’iloakitau Kaho Tevi, anggotaDewan Gereja Duniadari Fiji, menyampaikan keprihatinannya tentangefektivitasberbagai kelompok agama dalam menanggapai HIV/AIDS. “Kekhawatiran sayaadalah bahwakitamenjadi ‘Organisasi BandAid.’ Kitatahu dampak HIV/AIDS, tetapi tidak menghadapi akar penyebab masalah tersebut,”dia mengatakan.

Artikel asli: Monks, MinistersandClericsHold Interfaith AIDS Summit

Obat TB baru mungkin tersedia dalam lima tahun mendatang

Oleh:GlobalHealthReporting.org

Tgl. laporan: 29 Januari 2008

Obat tuberkulosis (TB) baru yangdapat mengurangi jangkawaktu pengobatan dari enam menjadi dua bulan dengan efek sampingyanglebih sedikit mungkin akan tersediadalam limatahun. Hal ini dikatakan oleh Stewart Cole, direktur Swiss Global Health Institute (GHI) dalam ceramah hari ke-11 di Centre for DNA Fingerprintingand DiagnosticsFoundation di Hyderabad, India. Cole mengatakan bahwaGHI berpartisipasi dalam proyek NewMedicinesfor Tuberculosisyang menerima dana dari Komisi Eropa.

Cole mengatakan proyek ini sedangmelakukan uji coba fase II atau III terhadap lima obat TB. Dia mencatat bahwaparapeneliti mengamati hasil yang positif dari obat tersebut selama penelitian pada tikus. Sebagai tambahan, Cole mengatakan bahwa teskeamanan menunjukkan bahwaobat tersebut tidak menyebabkan kanker dan tidak toksik. Dia menambahkan bahwasedikitnyasatu dari obat tersebut akan selesai diuji cobasecaraklinisdalam limatahun.

Menurut Cole, parailmuwan sedangbekerja untuk membuat obat baru yangdapat dipakai bersamaan dengan pengobatan antiretroviral (ART) karena sebagian besar Odha di dunia juga mempunyai TB. Tujuan pentinglain dalam pengembangan termasuk perlindungan terhadap bakteri TB yangbertahan, membidik golongan obat baru, berfokus pada pengobatan Mycobacterium TB dan keselarasan dengan DOTS, Colemengatakan.

Artikel asli: New TB Drug Could Be Available in Five Years, Scientist Says

Informasi terkini tentang

unsur ARV yang dipakai

sebagai PPP terhadap

pajanan HIV di tempat

kerja

Oleh: CDCAS

Tgl. laporan: 17 Januari 2008

Pada1996, Layanan Kesehatan Masyarakat AS untuk pertamakali menyarankan penggunaan antiretroviral (ARV) sebagai profilaksis pascapajanan (PPP) setelah terpajan HIV di tempat kerja1. Sejak usulan PPP HIV diperbarui pada 20052, muncul duaperubahan besar sehubungan dengan penggunaan ARV yangberdampak pada penatalaksanaan pajanan di tempat kerja.

Pertama, Kaletra, kombinasi protease inhibitor (PI), tidak lagi tersedia dalam formula awal: kapsul yangmengandunglopinavir 133mgdan ritonavir 33mg. Walaupun jumlah unsur Kaletraharian sesuai usulan untuk resep tidak berubah, dosis rejimen diubah karenabentuk Kaletrayangbaru. Sebelumnya, dosisrejimen adalah tigakapsul dua kali sehari. SekarangKaletradiproduksi dalam bentuk tablet, dengan masing-masingtablet mengandunglopinavir 200mgdan ritonavir 50mg. Untuk mencapai jumlah yangsamadengan yang usulan resepharian bentuk tablet, duatablet lopinavir 200mgdan ritonavir 50mgharus dipakai duakali sehari. Dokter tidak boleh meresepkan tiga tablet formula Kaletra baru dua kali sehari; dosis tersebut akan setara dengan lopinavir 1.200mgdan ritonavir 300mgperhari, dosisharian yanglebih tinggi dari anjuran yaitu lopinavir 800mgdan ritonavir 200mg.

Kedua, pada 10 September 2007, Pfizer, Inc. menerbitkan edaran yangmengingatkan dokter tentangpenggunaan nelfinavir, PI jenislain, yaitu nelfinavir yangdiproduksi di Eropamengandung ethyl methane mesylate (EMS)tingkat tinggi. EMS adalah produk buangan proses produksi, dan adalah karkinogen, mutagen, dan teratogen hewan. Tingkat EMS mungkin menjadi karkinogenik atau teratogenik padamanusiabelum diketahui. Peringatan dalam edaran ini ditujukan pada perempuan hamil dan menyatakan bahwa informasi tentangkemampuan EMS untuk menembus ari-ari atau masuk ke dalam air susu ibu (ASI) saat ini belum diketahui. Peninjauan kembali datadari Antiretroviral Pregnancy Registry, yang mengumpulkan datadari kuranglebih 6.000 perempuan HIV-positif yanghamil, menunjukkan

bahwa, selama Januari 1989—Januari 2007, tidak adaperbedaan yangbermaknasecarastatistik yang diamati terhadap prevalensi cacat sejak lahir di antarabayi yanglahir dari ibuyangmemakai nelfinavir dibandingkan dengan bayi yangibunya memakai terapi antiretroviral (ART) lain2. Namun demikian, Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FoodandDrugAdministration/FDA) menyarankan agar perempuan hamil membatasi pajanan terhadap EMS selamakehamilan. Sampai pemberitahuan lebih lanjut, ibuhamil yangperlu memulai ART atau PPP HIV tidak boleh diberi rejimen yangmengandungnelfinavir. Sebagai tindakan pencegahan, ibuhamil yangsedang memakai nelfinavir harusdialihkan kepilihan ART lain sementaraPfizer dan FDA berupayauntuk menerapkan spekifikasi EMS jangkapanjanguntuk nelfinavir. Usulan khusustentangpenggunaan unsur ARV padapasien HIV-positif yanghamil tercantum dalam pedoman Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS2 dan dapat dikonsultasikanuntuk menentukanpilihan pengobatan lain.

Hampir 80% petugas kesehatan AS adalah perempuan2 dan kebanyakan adalah usiasubur. Informasi tentangnelfinavir yangdiperbarui ini mungkin pentingsebagai pilihan obat yang mengandungrejimen PPP HIV yangdipakai oleh petugaskesehatan AS yangperempuan.

Tambahan informasi dan usulan sehubungan dengan penatalaksanaan pajanan tertentutersedia National Clinicians’ Post-ExposureProphylaxis Hotlineversi internet (http://www.ucsf.edu/ hivcntr).

Artikel asli: UpdatedInformation Regarding Antiretroviral AgentsUsedasHIV Postexposure Prophylaxisfor Occupational HIV Exposures MMWR. 2007;56(49):1291-1292

Sumber:

1. CDC. Update: provisional Public Health Service recommendations for chemoprophylaxis after occupational exposure to HIV. MMWR 1996; 45:468—72.

2. CDC. Updated U.S. Public Health Service guidelines for the management of occupational exposures to HIV and recommendations for postexposure prophylaxis. MMWR 2005;54(No. RR-9):1—17.

3. Antiretroviral Pregnancy Registry Steering Committee. Antiretroviral Pregnancy Registry international interim report for 1 January 1989 through 31 January 2007. Wilmington, NC: Registry CoordinatingCenter; 2007. Available at http:// www.apregistry.com.

4. US Department of Health and Human Services, Panel on Clinical Practices for Treatment of HIV Infection. Guidelines for the use of antiretroviral agents in HIV-1-infected adults and adolescents—December 1, 2007. Available at http:// aidsinfo.nih.gov/contentfiles/adultandadolescentgl.pdf.

5. US Department of Labor, Bureau of Labor Statistics. Employed persons by detailed industry and sex, 2006 annual average. Available at http://www.bls.gov/cps/wlf-table14-2007.pdf.

Tips

Tips untuk Odha

Melawan perasaan sedih

Menerima hasil diagnosa HIV positif bisa menjadi suatu pengalaman yangmembuat kita traumadan bisamerubah hidup kita. Namun dengan bersikap positif dan dengan sedikit bantuan, kitabisamencapai level yangcukupuntuk membuat kitalebih optimislagi dalam menghadapi hidup. Berikut ini adalah beberapatipsuntuk Odha supayasemangat hidup kitatetap tinggi:

Menerima diagnosis kita

Dengan menerimadiagnosiskitasangat penting bagi kitauntuk mengambil keputusan untuk melangkah majudengan pikiran yangpositif.

Menerimadiagnosistentunyaakan membuat kita melihat lebih jauh lagi tentangdampak yangakan kitaalami seperti dampak psikososial, stigma, pekerjaan, penolakan, dll. Namun, dengan adanya obat yangbisa mengontrol virus di dalam tubuh kita, kitaakan bisahidupnormal layaknyaorang yangtidak mempunyai HIV didalam tubuhnya. Jadi keputusan yangakan kitaambil (dalam hal minum obat, membukastatus, pilihan untuk berkeluarga dan memperoleh keturunan,dll) sangat berpenaruh dari sikapkitamenerimahasil diagnosiskita.

Berpikir positif dan hargailah diri kita sendiri.

Kitaharusmencintai dan menghargai diri kita supayaoranglain bisamencintai dan menghargai kita. Terkadang(seringkali) masyarakat memberi label negatif kepada HIV dan Orangyanghidup dengan HIV (Odha). Sangatlah mudah bagi kita untuk menyalahkan diri kitadan membangun rasa malu, rasabersalah dan penolakan diri. Hidup dengan HIV sudah sulit, jadi tidak adagunanya membuat hidupkitalebih sulit lagi. Membangun sikap positif dan harga diri yangtinggi bisa menunjangkesehatan kita. Cintai diri kitadan nikmatilah hidup…..

Tingkatkan ‘daya tawar’ kita

Dengan statusHIV positif, terkadangbanyak kehilangan yangkitarasakan. Kitabisamengontrol perasaan ini dengan caramenggantinyadengan membiarkan diri kitamenyumbangsesuatuyang bermanfaat untuk lingkungan kita. Hal ini bisakita lakukan dengan sederhanaseperti mengingatkan

diri kitabahwakitamasih seorangmanusiadan kita punyahak yangsamaseperti manusialain. Sama seperti oranglain, kitajugamempunyai kelebihan, keterampilan, dll. Lihat kembali diri kitadan definisikan kembali apayangkitainginkan dalam hidupkitadan bagaimanakitabisameningkatkan kemampuan kita. Apayangharuskitatingkatkan, ubah, pelajari dan perbaiki?Identitaskitatidak boleh dipengaruhi oleh statusHIV kitatetapi haruslah merupakan kombinasi dari beberapa kualitashidupkita. Dengan menyadari bahwa dengan statusHIV, kitapun tetapmempunyai kualitashidupdan kelebihan yangtidak dimiliki oleh oranglain, hal ini bisameningkatkan kepercayaan diri dan dayatawar kitadalam berhubungan sosial dan bernegosiasi.

Cari informasi sebanyak-banyaknya.

Dengan mencari informasi yangbanyak, kitabisa mengerti tentangcarakerjavirusini sehinggaakan lebih mudah bagi kitauntuk membuat keputusan berdasarkan informasi yangkitadapat. Kitatidak harusmenjadi ahli tetapi kitaakan merasabahwa mengungkapkan statuskitaakan lebih mudah karena kita berada pada posisi dimana kita mempunyai informasi lebih daripadaoranglain. Dengan caraini,oranglain yangbelum tautentang bagaimanacaravirusini menular akan berubah pikiran tentangkitadan akan merasanyaman berada dekat karena kita tahu bagaimana cara untuk melindungi diri kitadan tidak menularkan virusini kepadamereka.

Keseimbangan tubuh, pikiran dan jiwa KarenaOdhalebih rentan terhadap Infeksi Oportunistik, sangat pentingbagi kitauntuk mengunjungi dokter secararutin untuk memonitor kondisi kesehatan kita. Selain itu, untuk menunjang sistem imunitaskita, kitabisamakan makanan yang seimbangdan melakukan kegiatan pendukungyang membuat otak kitamemproduksi endorphin (endorphin adalah senyawayangdiproduksi oleh otak kia yangmembuat kita merasa senangdan nyaman). Kegiatan pendukungini bisaberupajalanjalan ke supermarket, dll. Selain itu, jangan lupajuga untuk ‘memupuk’ otak kitadengan membaca buku, ngobrol, berpikir dan berhubungan dengan oranglain.

Stres adalah pembunuh

Stresyangterusmeneruskitaalami bisa menyebabkan imuniaskitaterganggu. Jikakita selalu gelisah, depresi atau tidak bisatidur karena stress, kitaharusmelakuan sesuatuuntuk melawanya. Berolahragaringan, meditasi, menemui

konselor atauterapisataumelakukan kegiatan yang bisamembuat rileksbisamembantu, Jikastress tidak berkurang, jangan raguuntuk bertemu dengan dokter karenastressbisajugadiakibatkan oleh penyakit.

Bergabung dengan kelompok dukungan

Di dalam kelompok dukungan, kitabiasanyabisa menemukan orang-orangangber’nasib’ sama dan mempunyai pengalaman yangserupadengan kita. Membagikan perasaan kitadengan oranglain bisa mengurangi beban kita. Selain itu, kitajugabisa belajar dari pengalaman oranglain. Membiarkan diri kitaberadadi dalam lingkungan yangaman ini juga bisa memberi rasa kesetiakawanan dan hubungan yangbarudengan oranglain.

Manjakan diri kita

Manjakan diri kitadengan sesuatuyangselalubisa kitaharapkan ketikakitasedangstressseperti mandi air hangat, mendengar musik, jalan-jalan, makan eskrim, pijit, dll.

Mencintai

Cintailah makakitaakan menarik cintauntuk mendekati kita. Hidup dengan HIV terkadangbisa membuat kitamenarik diri kitadari masyarakat. Sebenarnya, bukan HIV yangmembuat kita ‘terisolasi’ tetapi sikapkitalah yangseringkali membuat kitaterisolasi.

Pintar-pintar memilih dan membangun hubungan

Kitaharuspintar-pintar memilih dalam menjalin hubungan. Jikaingin mempunyai hubungan yang berarti, cari rekan-rekan (dokter, teman, saudara, dll) yangmau mendengar ketikakitaberbicara dengan jujur dan bebas.

Aspirasi

Jangan lupabahwakitajugamempunyai mimpi sebelum kitatahu bahwakitaHIV positif. Terkadangmimpi itujugasemakin ingin kitaraih setelah kitatahubahwakitapositif HIV. Jangan raguuntuk meraih mimpi kitakarenadengan mencapai apayangkitainginkan, kitaakan lebih bahagia.

Lakukan sesuatu yang berguna untuk hidup kita

Tidur dan merenungi nasib tidak akan membuat kitalebih baik. Lakukan sesuatuyangberguna untuk hidupkitaseperti hobi, menjadi tenaga sukarela, dll. Kitaakan tercengangdan merasa waktuberjalan begitucepat ketikakitamelakukan

sesuatuyangberguna. Selain itu, oranglain pun akan merasatertarik untuk mengetahui siapakita dan apayangkitalakukan.

‘Harm reduction’ bukan hanya menggunakan kondom dan jarum suntik steril. Keluar malam yangterlalu sering, merokok, dan minum minuman kerasbisamengakibatkan dampak yangserupa dengan menggunakan narkobadan bisamerusak tubuh kita. Hindari dan kurangi hal-hal tersebut.

Berdandan dan bersiaplah untuk ‘menggoda’ ketika orang yang tepat datang

Berdandan dan memakai parfum bisa meningkatkan rasapercayadiri kitadan juga membuat kitalebih menarik di mataoranglain.

Sumber: “Beating the Blues”, Majalah Positive Nation edisi Oktober 2007

Tanya Jawab

Tanya Jawab

Mengapa para orang tua takut sekali berbicara dengan anaknya mengenai seks?

Oleh: Rick Sowadsky MSPH CDS, The Body

Jawab:

Memangbenar bahwa beberapa orangtua sangat takut (bahkan ngeri sekali) berbicaradengan anaknyamengenai masalah seksual (kehamilan, keluargaberencana, seksaman, HIV/IMS, orientasi seksual, dll). Adabeberapaalasan:

1. Beberapa orangtua merasa sangat tidak nyaman berbicaramengenai sekssecaraumum. Banyak orangtidak mempunyai masalah dalam melakukan hubungan seks, tetapi sulit sekali untuk membicarakannya.

2. Beberapa orangtua mempunyai anggapan yangsalah bahwaberbicarasekshanyaakan membuat anaknyamelakukan hubungan seks. Sebetulnya, tidak adadatayangmendukung anggapan bahwa berbicara mengenai seks membuat anaknyamelakukan sekslebih dini

daripadabiasa. Padakenyataannya, anak yang berbicaraterusterangdengan orangtuanya mengenai masalah sekscenderungberisiko lebih rendah untuk kehamilan yangtidak diinginkan, HIV, dan IMS lain.

3. Beberapaorangtuatidak tahu jawaban untuk pertanyaan anaknya, dan lebih sukamenghindari pembicaraan mengenai hal itu, daripadamengakui bahwamerekatidak tahu jawabannya. Tidak ada salahnyamengakui bahwaAndatidak tahujawaban dari suatupertanyaan.

4. Beberapa orang tua menganggap bahwa sekolah bertanggungjawab untuk pendidikan seks (dan masalah terkait), dan bukan orangtua. Sebetulnya, ini adalah tanggungjawab BERSAMA, sekolah DAN orangtua.

5. Beberapa orangtua menyangkal bahwa anaknyamelakukan kegiatan seks. Untuk beberapa orangtua, anggapan bahwaanaknyatidak melakukan hubungan seksadalah caramereka untuk menangani masalah seksual. Untuk beberapa orang, jikaAndatidak membicarakan suatu masalah, berarti masalah itu tidak ada.

6. Jikamasalah seksual mencakuppilihan gaya hidup(homoseksualitas, masalah gay, dll), orangtua seringmempunyai kesulitan khusussaat membicarakan masalah ini. Hal ini terutamaketika remajagay “menyatakan diri”kepadaorangtuanya. Berbicaramengenai pilihan gayahiduptidak akan mengubah seoranganak menjadi gay.

Positive Fund

Laporan Keuangan Positive Fund

Yayasan Spiritia

Periode Febuari 2007

selama bulan Febuari :

Jumlah

Sahabat Senandika

Diterbitkan sekali sebulan oleh

Yayasan Spiritia

dengan dukungan

Kantor Redaksi:

THE

Jl. Johar Baru UtaraV No 17

Jakarta Pusat 10560

Telp: (021) 422 5163 dan (021) 422 5168

Fax: (021) 4287 1866

E-mail: yayasan_spiritia@yahoo.com

Editor:

CarolineThomas

Copyright 2002YayasanSpiritia. Izindikeluarkanbukanuntuk diperdagangkan, sehingga bila mengutip isinya Anda harus mencantumkansumber (termasuk alamat dannomor telepon).

Semua informasi di dalam Sahabat Senandika sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakansuatupengobatansebaiknyaAndaberkonsultasi dengan dokter.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook