Harga Rp 1000
Kamis, 11 Agustus 2022
Tahun 18/ No. 24 ODS UMS
Mesin Pencetak KTM Rusak, Mahasiswa Perlu Reservasi Pengambilan Ilustrasi: Fauzan Ikhsanudin/Koran Pabelan
Reporter: Aulia Azzahra
UMS, Koran Pabelan – Panitia One Day Service (ODS) memberlakukan kebijakan baru dalam pengambilan kartu tanda mahasiswa (KTM) untuk mahasiswa baru. Hal tersebut disebabkan karena mesin pencetak KTM yang rusak. Dalam praktiknya, mahasiswa baru diminta reservasi melalui link yang sudah disediakan terlebih dahulu sebelum mengambil KTM.
I
lham Rochmad Saputra, selaku Koordinator Panitia ODS membenarkan bahwa terdapat kebijakan untuk mahasiswa baru yang ingin mengambil KTM. Ia mengatakan, yang menjadi kendalanya ialah mesin pencetak KTM yang rusak, sehingga hanya tersedia kuota 50 mahasiswa baru per harinya untuk melakukan pengambilan KTM. “Kemungkinan untuk ke depannya akan ada loket khusus bagi yang ingin mencetak KTM, jadi loketnya berbeda dengan loket untuk registrasi final,” katanya, Rabu (3/8). Ia mengungkapkan, kebijakan pembatasan pengambilan KTM tersebut banyak dikeluhkan oleh mahasiswa baru, karena secara teknis mahasiswa baru harus berebut untuk mengisi link yang
sudah disediakan panitia. Namun, Ilham menuturkan kalau panitia ODS sudah menanggapi hal tersebut dengan menambahkan mesin pencetak KTM baru dan mengupayakan mesin lama agar bisa digunakan kembali. “Penginnya lebih dari itu, tetapi karena pertimbangan dari mesinnya yang baru beli lagi, daripada memforsir lebih baik 50 dulu per harinya,” tambahnya. Menurutnya, kebijakan ini dirasa masih efektif, sebab mahasiswa baru belum terlalu membutuhkan KTM. Ia juga menjelaskan, untuk mahasiswa yang belum mendapatkan KTM ataupun almamater hingga akhir masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), maka mereka dapat mengambilnya pada 1 Desember
Mahasiswa Farmasi Bisa Sempro di Semester....
mendatang saat PMB kembali dibuka. “Harapan saya, tentu saja dapat lebih baik ke depannya, untuk pengambilan KTM bisa rata setiap harinya, dan semua mahasiswa bisa mendapatkan jatahnya masing-masing,” harap Ilham. Dihubungi pada kesempatan yang berbeda, Alvira Yuwan, salah satu mahasiswa baru UMS berpendapat kalau kebijakan yang dipilih oleh pantia kurang efektif. Apabila pengambilan KTM hanya dibatasi 50 per harinya, kata Alvira, itu terlalu sedikit dan harus berebut dengan mahasiswa lainnya yang jumlahnya tidak sedikit pula. “Semoga KTM dapat secepatnya jadi, tanpa harus reservasi terlebih dahulu,” harapnya, Kamis (4/8). [CNP]
Perlu Evaluasi, Semester Pendek Belum Jadi....
Agar Lulus Tepat Waktu, HES....
Iklan dan Langganan: 085799412172 SMS Suara Pabelanis: 081338853137