Harga Rp 1.000,-
8
Kamis, 9 Maret 2017
Tahun 13/ No. 2
Kamis, 9 Maret 2017 Info Pemilwa
UMS, Koran Pabelan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sudah mencapai tahap akhir. Selanjutnya KPUM akan segera dilantik untuk kemudian melaksanakan tugasnya pada Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) yang akan diselenggarakan di bulan April mendatang.
H
al tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Mizan Malik S, bahwa pendaftaran calon KPUM Pemilwa sudah berjalan sejak akhir Februari lalu. “Tahap pertama yaitu pengumpulan berkas, telah dilaksanakan pada tanggal 22 Februari dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 23
Download Aplikasi Pabelan Connected Dan Dapatkan Semua Informasi Tentang Kami Melalui Smartphone Anda
Foto: A. Midun Sanjaya/Koran Pabelan
KPUM Terbentuk, Pemilwa Siap Digelar
Kerja Bakti: Penghuni UKM sedang menyalamatkan barang-barang dari banjir, Rabu (1/3) malam. Banjir diduga berasal dari anak sungai Bengawan Solo.
Februari. Sedangkan untuk tahap kedua yaitu fit and proper test, telah dilaksanakan pada tanggal 24 dan 25 Februari,” tuturnya, Selasa (28/02). Mengenai pengondisian partai, Mizan menjelaskan bahwa partai yang lama harus melakukan aktivasi ke BEM U. Sedangkan, untuk partai yang baru harus mendaftar di BEM U agar mendapat Surat Keterangan (SK)
pengaktifan dengan membawa persyaratan yang sama seperti tahun lalu. “Untuk partai baru yang telah mendapatkan SK, harus mendaftar lagi ke KPUM apabila ingin mengikuti Pemilwa,” tambahnya, Selasa (28/02). Salah satu mahasiswa yang lolos sebagai calon KPUM, Adi Nugroho, mengatakan sempat kesulitan dalam menghadapi fit and proper test. Karena soal-soal
yang ditanyakan ruang lingkupnya sangat luas. Tetapi dengan tekat dan semangat yang kuat, akhirnya soal bisa terselesaikan. “Jangan ada golput (golongan putih-red), gunakan hak pilih Anda untuk memilih pimpinan yang amanah, beriman, bertakwa, dan dapat menjadi pemimpin bagi semua mahasiswa di univeritas kita,” pesannya, Jumat (03/03). [Ari/MRH]
Relokasi Griya
Eks BAA dan BAK Belum Siap Digunakan
QR Code
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.pabelan.lpm.lpmpabelan&hl=in
Mau Pesan Hubungi
085647392712
089606285228
UMS, Koran Pabelan – Penyekatan Griya Mahasiswa bekas kantor Biro Administrasi Akademik (BAA) sayap utara dan selatan rampung dikerjakan. Namun, pembangunan bekas Biro Administrasi Keuangan (BAK) lantai satu dan dua belum dikerjakan sama sekali. elaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Mizan Malik S., menjelaskan pa-
S
da sayap utara BAA dibagi menjadi enam ruangan yang digunakan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) besar seperti Mahasiswa Pecinta Alam (Malimpa), Hizbul Wathan (HW), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pabelan, Koordinasi Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Racana, Tapak Suci, dan BEM U. “Untuk sayap selatan yang terdiri dari 13 ruang kecil belum dibagi akan
ditempatkan UKM Universitas (UKM U) apa saja nanti masih mau dirapatkan bersama UKM U lainnya lagi begitu juga yang di lantai satu BAK,” tuturnya, Jumat (24/2). Selain itu Mizan juga mengatakan bahwa lokasi Griya Mahasiswa yang lama akan dibangun joglo, lapangan, ruang sidang, gudang, dan kolam ikan. Pihak birokrat menginginkan dibangun sebuah gudang yang be-
sar untuk menampung barangbarang milik seluruh UKM U yang tidak tertampung di Griya Mahasiswa yang baru. Namun, banyak UKM U yang tidak sepakat akan hal tersebut karena merasa ada beberapa properti privasi dan khawatir akan hilangnya barangbarang tersebut. “Joglo, lapangan, dan ruang sidang itu pasti akan dibangun kalau gudang belum fix seperti apa dan perlu didiskusikan kembali,”
Iklan: 082226324155 SMS Suara Mahasiswa: 089692023901 Langganan: 085725654214
VARIA UNIVERSITAS
Kamis, 9 Maret 2017
Layanan Umum
Editorial
Denah Unit Baru, Pasca Relokasi Griya Mahasiswa
Harus Independen! tika KPUM bekerja dengan independen maka calon presiden mahasiswa yang lolos seleksi adalah calon presiden yang benar-benar unggul. Hal ini karena independensi adalah hal yang paling penting dan wajib dimiliki KPUM dalam penyelenggaraan Pemilwa agar dapat bekerja secara maksimal. Independensi disini artinya KPUM yang notabene adalah hasil seleksi BEM U bukan bekerja demi kepentingan BEM U tapi bekerja demi hajat pesta demokrasi kampus yang pesertanya adalah mahasiswa umum. Selektif dalam menentukan aturan partai, pencalonan presiden mahasiswa, dan sistem kam-
Manajer Diskusi: Dina Ayu L. Manajer Data & Penelitian: Kurnia Siti Mahania Manajer Pelatihan: Afif Abdurahman Manajer Iklan: Riyanti Wahyu N. Manajer Prodis: Indra Hartanto Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan, Universitas Muhammadiyah Surakarta Terbit Sejak: 28 Juni 2005 berdasarkan Surat Keputusan Pemimpin Umum LPM Pabelan No. 02/A-PU/LPM Pabelan/UMS/2005, Tanggal 24 Juni 2005 Alamat Redaksi: Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Student Center “Griya Mahasiswa” UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Kartasura (0271) 717417 ekt. 164 Surakarta e-mail: koran@pabelanonline.com, http//www.pabelanonline.com
panye yang memang di dasarkan pada ke objektifan. Dampaknya jelas, ketika KPUM dilantik dan bekerja secara independen maka tidak ada golput (golongan putih-red) dimana-mana. Harapannya penyelenggaraan pesta demokrasi dapat didasari oleh partisipasi bersama dan antusius yang besar dari mahasiswa umum, sehingga kedepannya presiden mahasiswa yang terpilih memang benar-benar bekerja untuk mahasiwa umum bukan untuk kepentingan kelompok. Mungkin itu yang menjadi alasan golput ono nangdi-nangdi.
UMS, Koran Pabelan – Pasca diresmikannya Gedung Induk Siti Walidah pada Sabtu (24/9) tahun lalu, direncanakan adanya relokasi Griya Mahasiswa ke kantor lama Biro Administrasi Akademi (BAA). Jika relokasi Griya Mahasiswa telah terlaksana, akan segera dibangun beberapa tempat baru di UMS. Berikut denah mengenai rencana unit-unit tersebut yang diperoleh Koran Pabelan.
U
Joglo
Griya Mahasiswa
S
ebelum penyelenggaraan Pemilihan umum Mahasiswa (Pemilwa), Badan Eksetutif Mahasiswa Universitas (BEM U) selalu membentuk Komisi pemilihan umum mahasiswa (KPUM). KPUM sebagai bentukan BEM U yang mempunyai hak preogratif dalam pelaksana penyelenggaraan pemilwa selayaknya Pemimpin Umum: Syarifudin Aji P. Sekretaris Umum: Ritmika Serenady mendapatkan perhatian serius dari pihak mahasiswa Pemred Online: Livia Purwati sebagai partisipasi aktif Pemred Koran: Pipit Ernawati demokrasi kampus. Pemred Tabloid: Yusmi Dwi Putri Ketika KPUM dilantik, Pemred Majalah: Zulfa Rahmatina mahasiswa pun banyak meLitbang: M Taufik naruh harapan akan KPUM Perusahaan: Ummu Azka A. Manajer Jaringan & Informasi: yang bersifat independen tanAchmad Midun Sanjaya pa adanya kepentingan keManajer Personalia: Putri Muthmainah lompok. Bagaimana tidak, ke-
KPUM Terbentuk, Pemilwa Siap Digelar Ayo ndang nyambut gawe
Lapangan
R. Sidang
Kopma
Kolam Ikan
Eks BAA dan BAK Belum Siap Digunakan Udah banjir lagi nih pak. Kapan siapnya?
Prof Ruwet
Tuntut Desain Ulang Penataan dan Penertiban PKL Demo terus, makin item nanti bang
Gudang Denah Eks Griya Mahasiswa Grafis : AMS
Sumber : Rapat Koordinasi BEM U dengan UKM U
Sambungan Halaman 1 Eks BAA dan BAK...
ujarnya, Jumat (24/2). Wakil Rektor II, Sarjito, menjelaskan kolam ikan yang ada di denah dimaksudkan untuk menanggulangi banjir dengan
memusatkan pompa untuk pembuangan air yang meluap. Namun, hal tersebut masih merupakan rencana dan perlu dikaji kembali keefektifannya
dalam mengatasi masalah banjir karena bisa jadi ada faktor lain seperti jembatan yang sempit. “Desain pembangunan tersebut mungkin akan tejadi perubahan karena masih sketsa jadi perlu
dimatangkan bersama yang ahli dengan pertimbangan berbagai apek juga,” katanya, Kamis (2/3). [Livia/CB&DA]
Tahukah Kamu?
“
Pada 11 Maret, kita akan dibawa kepada sejarah yang penuh kontroversi, yakni keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 atau yang lebih dikenal sebagai Supersemar.
“
Pemimpin Redaksi: Pipit Ernawati Redaktur Pelaksana: Cici Birohmatika Redaktur: Dian Aulia Redaktur Foto: Feriyanto Setiawan Reporter: Pipit, Livia, Ratih,Ari, Dian, Cici, Vivi, Setyo Fotografer: Midun, Adhi, Dhessa, Feri Editor: Pipit, Ritmika, Dziya, Cici, Dian, Ratih Desain Artistik/Tata Letak: Ratih, Indra, Midun
@google.com
Scan QR Code ini untuk cara mudah mengunjungi
Suara Pabelanis
QR Code http//www.pabelan-online.com
7
Kamis, 9 Maret 2017
+628584206XXXX Dian Annisa, FIK Prodi Fisioterapi Tolong untuk siapa saja yang menemukan flashdisk biru dengan gantungan hello kitty biru (seperti gantungan HP) yang ketinggalan di sekitar loker perpustakaan untuk segera mengembalikan. Karena ada file skripsi lengkap saya di dalamnya. Siapa saja yang menemukan flashdisk tersebut akan mendapat imbalan yang sesuai atau dikembalikan ke tempat semula. Terima kasih untuk kejujurannya. Bagi yang menemukan bisa hubungi 085842060628. Lpm Pabelan
@infopabelan
lpmpabelan
Parkir Penuh: Seorang penjaga parkir sedang memindahkan motor yang memenuhi jalan di parkiran belakang Gedung C FKIP, Rabu (1/3).
Foto: Pipit Ernawati/Koran Pabelan
2
6
Kamis, 9 Maret 2017
OPINI
VARIA UNIVERSITAS
Gedung Baru
W
Proses pembangunannya sendiri sudah menghabiskan waktu 12 bulan dan 6 bulan selanjutnya untuk perawatan. “Peresmian akan menyusul setelah pembangunan selesai, maksimal 2 bulan lagi, ”ungkapnya, Kamis (2/3). Gedung tersebut nantinya akan dibuka untuk umum, yang mana di dalamnya sudah dilengkapi dengan klinik dan Unit Gawat Darurat (UGD). “Sepuluh lantai termasuk basement,” tambahnya. Selain untuk memenuhi persyaratan dari Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pembangunan RSGM ditujukan p sebagai syarat administrasi untuk akreditasi. Alasan dibuka program studi harus memenuhi standar minimal, serta sebagai bentuk keikutsertaan dalam menyukseskan program kesehatan masyarakat. “Kita ikut mazhab yang meminimalisir tingkat kematian,” ujar Sarjito. Disisi lain, Mahasiswa FKG semester 4, yang tidak ingin disebutkan namanya,
mengharapkan gedung yang hampir selesai itu dapat segera digunakan, fasilitasnya memadai, dan dapat digunakan sebaik mungkin dalam membantu masyarakat. “Alhamdulillah jika seperti itu, semoga aktivitas coass dapat segera dipindahkan kesana,” ujar dia saat dihubungi melalui Whatsapp, Jumat (4/3). [Vivi/DU] .
S
Alih Fungsi Gedung
Pusat Double Degree Diubah Menjadi UMS-in
Foto: Feri Setiawan/Koran Pabelan
UMS, Koran Pabelan – Perkuliahan di Pusat Double Degree, JL. Dr. Radjiman No. 284, Sriwedari, Laweyan, Surakarta kini berpindah ke Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (GISW UMS). Hal tersebut dikarenakan, gedung akan beralihfungsi menjadi Hostel UMS-in.
S
elaku Wakil Rektor II, Sarjito, menerangkan bahwa universitas adalah sebagai bisnis proses. Artinya, bagaimana sebuah kampus itu membuat sebuah fasilitas bagi mahasiswa agar proses belajarmengajar bisa berlangsung. “Kemudian ada unit pendukung seperti perpustakaan, yang utama supaya proses bisnis berjalan,”tuturnya, Senin (28/2). Pun, Sarjito menyatakan bahwa keterangan Rektor UMS, Bambang Setiaji, beralih fungsinya gedung Pusat Double Degree menjadi UMS-in karena fasilitas lain belum mendesak. Pembangunan itu, masih dalam
Parkiran Banjir: Lahan parkir di belakang Gedung C tergenang banjir pada Senin, (27/2). Kenampakan seperti ini biasa terjadi ketika hujan deras mengguyur. tahapan persiapan dan belum ditentukan kapan mulai pembangunan. Rencananya, hostel itu akan dijadikan penginapan bagi tamu-tamu yang berkunjung ke UMS. “Belum mulai, baru sedang dirancang bagaimana baiknya,” ujar dia. Salah satu mahasiswi Fakul-
tas Teknik Sipil, semester 4, Siti Masithoh, mengatakan bahwa dengan adanya pemindahan gedung perkuliahan memiliki banyak sisi positif bagi mahasiswa, terutama dalam hal transportasi. Dia juga mendukung adanya pembangunan hostel di bekas gedung Pusat Double Degree.
“it’s good idea menurutku, dari pada di buat restoran lebih bermanfaat kalau dijadikan guest house,”.papar Siti, Sabtu (4/3). [Riski/RK]
3
Mahasiswa dan Rektor Terpilih UMS
Pertengahan April, RSGM Ditargetkan Rampung UMS, Koran Pabelan – Pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditargetkan rampung pada pertengahan April mendatang. Rumah sakit tersebut akan dijadikan tempat untuk Co-Assistent (Co-Ass) Kedokteran Gigi (KG) serta pelayanan umum. akil Rektor II, Sarjito, mengungkapkan bahwa pembangunan RSGM saat ini sedang dalam proses finishing.
Kamis, 9 Maret 2017
uatu hari, Pembantu Dekan Urusan Akademik memanggil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI). Sebagai ketua Senat Mahasiswa, dia diminta oleh Pembantu Dekan tersebut untuk membantunya. Tepatnya, FSUI bermaksud melakukan evaluasi tentang pendidikan di lingkungannya. Saat itu juga, Ketua Senat Mahasiswa tersebut mulai mendekati teman-teman mahasiswanya secara pribadi. Dia meminta pendapat dari mahasiswa FSUI, baik senior maupun junior terkait permasalahan kuliahnya. Hasilnya, banyak mahasiswa tidak puas dengan kerja dosen di fakultas mereka. Keluhan mereka bermacam-macam; mulai dari dosen yang hobi bolos, korupsi waktu hingga kompetensi dosen yang tidak memadai. Dia memanggil seluruh anggota Senat Mahasiswa FSUI untuk rapat terbatas. Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk diadakan aksi kecil namun berdampak besar. Pagi-pagi setelahnya, mahasiswa dan seluruh dosen FSUI mulai melihat poster-poster sebesar jendela. Poster tersebut berisi ejekan yang diterbitkan oleh bagian publikasi Senat Mahasiswa FSUI. Poster itu tidak kasar, namun menyakitkan. Hasilnya, sudah pasti sang Ketua Senat Mahasiswa dipanggil dan dimaki-maki oleh Dekan FSUI. Aksi tersebut bisa dikatakan sebagai upaya standar ganda. Terhadap pimpinan fakultas, aksi tersebut bersifat kritikan konstruktif. Terhadap mahasiswa, aksi tersebut bersifat mendidik
dan mencemempelajari rahkan. keduanya: karya Pengalaman dan kepribadiantersebut dicenya. Demikian ritakan dalam sepula dengan Rekbuah tulisan yang tor terpilih UMS. berjudul “KeSejauh mana penang-Kenangan mimpin mahaBekas Mahasiswa di UMS mesiswa: Dosenngenal Rektor TerDosen Juga Perpilih UMS? Hal lu Dikontrol”. Tulitersebut sangat san tersebut terpenting bagi gedapat dalam bu- Oleh : Suci Nor Afifah rakan mahasiswa Mahasiswi FKIP Prodi ku Zaman Peradi UMS untuk mePendidikan Biologi lihan (1996: 151). ngidentifikasi keBuku tersebut merupakan bu-nga bijakan-kebijakan yang akan rampai dari tulisan sang Ketua dikeluarkan dan memetakan deSenat FSUI 1967/1968. Ketua sain UMS lima tahun kedepan. Senat Mahasiswa yang saya Saat ini, agaknya hal-hal maksud dalam cerita tersebut seperti ini kurang menjadi tentu saja: Soe Hok Gie. perhatian bagi para pemimpin Mahasiswa dan Rektor Terpilih mahasiswa. Jika tidak, sehaBeberapa bulan lalu tersiar kabar rusnya saat ini kita dapat melihat bahwa Rektor baru UMS akan kontrak politik antara Rektor dilantik pada 24 April 2017. terpilih dan mahasiswa, tertempel Adalah Dr. Sofyan Anif, sosok di jendela-jendela kelas seperti yang dipercaya untuk memimpin era Gie saat menjabat sebagai Universitas Muhammadiyah pemimpin mahasiswa. Atau jika Surakarta (UMS) dalam kurun tidak ada kontrak politik, paling waktu 2017-2021, menggantikan tidak mahasiswa dapat membaca Prof. Bambang Setiadji. Tentu rancangan besar UMS 2017saja, dalam hal ini, para 2021 oleh Rektor terpilih kita. pemimpin mahasiswa tidak boleh Para pemimpin mahasiswa absen dalam mengawal agenda harusnya saat ini mulai sadar dan besar setiap lima tahunan berbenah, bahwa jabatantersebut. jabatan yang diberikan kepada Dalam kata pengantar buku mereka bukanlah ajang pamer Catatan Seorang Demonstran kekuasaan dan tempat untuk (2005), Daniel Dhakidae telah sekedar “belajar”. Para pemimpin mengingatkan kita tentang cara mahasiswa yang berada di mengenali seseorang. Daniel fakultas maupun universitas, mengatakan bahwa ada dua cara harus memiliki prinsip bahwa mengenali seseorang. Yang jabatan yang saat ini mereka pertama, pelajari tulisannya dan emban adalah manifestasi dari yang kedua, pelajari kepri- harapan seluruh civitas akabadiannya. Sebagai seorang demika yang ada di UMS. mahasiswa, ada baiknya kita Posisi Mahasiswa dalam Pe-
nyelenggaraan Kepemimpinan di UMS Pada Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden Republik Indonesia tahun 2014, ada segolongan intelektual yang mengambil posisi sebagai pendukung kritis Presiden Joko Widodo selama masa pemilihan. Namun, dalam pemerintahan RI setelah Presiden Joko Widodo terpilih, para intelektual tersebut kembali ke posisi awal mereka sebagai oposisi kritis pemerintahan. Itulah yang mereka sebut dengan loyalis kritis: mendukung, tetapi siap melakukan evaluasi kritis terhadap kebijakan yang ditelurkan. Hal ini menurut saya cukup relevan jika diterapkan oleh pemerintahan mahasiswa di dalam kepemimpinan Dr. Sofyan Anif selaku Rektor terpilih UMS. Beberapa pimpinan mahasiswa bebas menentukan sikap politik: menolak atau mendukung keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Tentu saja, penolakan atau penerimaan didasarkan pada seberapa demokratis, populis dan keberpihakannya pada yang di pimpin. Jika menolak, maka mereka harus siap menjadi oposisi murni terhadap pemerintahan Dr. Sofyan Anif. Namun, jika mahasiswa mendukung, maka mereka harus siap pula mengevaluasi dan memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan Rektor terpilih. Selamat mengemban amanah untuk Rektor UMS terpilih. Semoga berhasil mewujudkan kampus UMS yang berkemajuan.
Ingin opininya dimuat di Koran Pabelan? Kirim ke lpmpabelanums@gmail.com
Kamis, 9 Maret 2017
WARTA KAMPUS
VARIA UNIVERSITAS
Aksi Mahasiswa
5
GO Milad IMM
Bekali Peserta dengan Workshop Pembuatan Film Pendek
Tuntut Desain Ulang Penataan dan Penertiban PKL UMS, Koran Pabelan - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) bersama Pedagang Kaki Lima (PKL) gelar aksi di Balai Kota Solo, Kamis (2/3). Mereka menilai kebijakan penataan dan penertiban PKL oleh Pemerintah Kota (Pemkot) matikan pedagang kecil.
Kamis, 9 Maret 2017
memaksa PKL untuk direlokasi ke Panggung Rejo. Menurutnya, Panggung Rejo merupakan tempat relokasi gagal karena tidak adanya pembeli dan tempatnya yang tidak strategis. “ S e k a r a n g P K L d i g u s u r, semuanya dipakai parkir. Sama
saja fasilitas itu untuk orang kaya bukan untuk orang kecil,” tuturnya, Kamis (2/3). Presiden BEM U, Ichwanuddin Buchori, menilai bahwa kebijakan penataan dan penertiban PKL mematikan pedagang kecil. Karena itu,
UMS, Koran Pabelan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta adakan workshop film pada Grand Opening (GO) Milad IMM ke-53 di Gedung Seminar Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kamis (2/3). Workshop tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam membuat film pendek.
pihaknya menuntut Pemkot menyusun kembali desain penataan dan penertiban PKL. “Hentikan relokasi dan penggusuran,” pintanya, Kamis (2/3). [Pipit/RK].
M
lomba sepak bola, bulu tangkis, tahfidz, dan dai. Acara tersebut akan diikuti oleh Ko IMM seSurakarta. “Puncak acaranya sendiri pada tanggal 13 Maret, saat menuju detik-detik milad IMM dengan diadakan acara parade seni,” tambah Fahrizal. Salah satu peserta workshop film, mahasiswa Fakutas Agama
Islam, Amri Yahya, mengatakan bahwa adanya workshop sangat penting. Mengingat banyak pemuda dewasa ini yang menggunakan media sosial. “ Kalau kita main di film dan main di editor kita dapat menjungjung IMM menjadi lebih baik,” ungkapnya, Kamis (2/3). [Cici/PE]
S
Foto: Setya Adhi Wicaksana/Koran Pabelan
assa melakukan long march dari Gladak sampai Balai Kota. Pun massa membawa empat tuntutan yang disuarakan, yakni menghentikan diskriminasi terhadap PKL, membuat desaign PKL yang tidak merugikan pedagang, hentikan relokasi, dan memberikan perhatian khusus untuk kebutuhan PKL. Para pengunjuk rasa juga membawa beragam poster, yang diantaranya bertuliskan “Wong cilik butuh mangan”. Pada aksi itu, terdapat lima paguyuban PKL yang ikut turun, Paguyuban PKL Jalan Kolonel Sutarto dan PKL Galabo salah duanya. Orasi yang dilakukan para PKL itu menilai bahwa penggusuran, relokasi dan pembatasan waktu berjualan merugikan pedagang. Demo PKL: BEM U UMS bersama Pedagang Kaki Lima (PKL) lakukan aksi unjuk rasa terkait rencana Selaku pendamping PKL, relokasi dan penggusuran PKL oleh Pemerintah Kota (Pemkot) di Balai Kota Surakarta, Kamis (2/3). Winarso, mengatakan Pemkot
dakan tablig akbar, dimana cakupannya dirasa kurang luas. “Untuk tahun ini kita buat suatu hal yang baru, yang sesuai zamannya. Banyak yang buat vlog dan film pendek,” ungkapnya. Workshop film menjadi pembuka dari serangkaian acara milad, yang diantaranya ldiisi
elaku Sekretaris Umum Pimpinan Cabang IMM Surakarta, Fahrizal Rabili, menjelaskan bahwa workshop film sebagai bekal menuju lomba video yang akan diadakan oleh Koordinator Kmisariat (Korkom) IMM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). “Dengan adanya workshop ini, tementemen tau apa itu film, cara pembuatan film yang baik, editing film, sampai penambahan musik di dalam pembuatan film,” tuturnya, Kamis (2/3). Menurut Fahrizal, GO Milad IMM tahun ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu pembukaan dengan menga-
Foto: Dhessa Yudi A./Koran Pabelan
4
Milad IMM: Seorang pembicara sedang memaparkan materi tentang pembuatan film pendek dalam acara workshop film Milad IMM di Gedung Seminar FEB, Kamis (2/3).
WARTA KAMPUS Teater Besi Tua
Kajian LDM-PM
Drama Dhayoh, Gubahan dari Kisah Nyata
Tambah Wawasan dengan Kajian Keislaman UMS, Koran Pabelan Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) adakan grand opening Kajian Intensif Senin Sore (KISS) di Masjid Fadlurrahman, Kampus 1, Senin, (27/2). Kajian tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa tentang keislaman.
S
elaku ketua panitia, Zul Fadhli, menjelaskan bahwa kajian tiap Senin sore itu ditujukan untuk menyebarkan dakwah di kampus sekaligus masyarakat sekitar kampus. “Bagaimana wawasan ke-islaman terhadap mahasiswa disini itu me-ningkat, mbak,” jelasnya, Senin (27/2). Mengenai tema yang akan diangkat pada kajian adalah tema-tema yang akan disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Apakah nantinya
materi yang akan diangkat sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Sebagai pembukaan, tema “Keajaiban Pernikahan” disajikan kepada para hadirin. “Karena kepengurusan baru agar lebih semangat lagi dan sesuai kebutuhan tersendiri di kepengurusan ini,” tutup Zul. Usai kajian, peserta kajian, Lusiana, mengatakan dirinya senang saat mengikuti kajian itu karena pemateri yang mengisi humoris, sehingga materinya bisa ditangkap de-ngan mudah. “Dan
insyaallah pengennya kesini lagi tiap hari senin mbak, kalau nggak ada acara,” ungkapnya, Senin (27/2). Lusiana juga berharap, KISS bisa sering diadakan, akan tetapi untuk informasi mengenai adanya kegiatan kajian ini bisa lebih digiatkan lagi mengingat tidak semua mahasiswa mengikuti LDM-PM. “Infone disebarluaskan agar pesertanya lebih banyak,” ha-rapnya. [Ratih/PE]
UMS, Koran Pabelan - Teater Besi Tua kembali mempersembahkan drama berjudul Dhayoh di Ruang J Seminar, Senin (27/2). Naskah yang ditulis oleh Joko Bibit Santoso tersebut mengangkat tema penipuan yang dilakukan oleh sepasang tamu dari kota terhadap keluarga kecil yang tinggal di desa.
B
ergemanya musik sebagai pertanda dimulainya pemen-tasan seketika mampu mem-bungkam riuh
penonton yang memenuhi ruangan. Sesaat setelahnya, sorot lampu temaram tertuju pada ruang tamu suatu keluarga yang menjadi latar utama jalannya drama tersebut. Dibuka dengan sosok pembantu yang tengah menyapu dan majikannya yang duduk di sofa, Dhayoh pun dimulai. Dhayoh, dalam bahasa Indonesia berarti tamu. Seperti artinya, drama berdurasi selama kurang lebih 30 menit itu bercerita mengenai sepasang tamu dari kota yang mengaku berprofesi
sebagai sutradara. Mereka dengan mudah mengelabui sepasang suami istri beserta pembantunya dengan imingiming akan menjadikan ketiganya sebagai bintang film. Selaku Ketua Panitia, Tio Anar Prabowo pun menjelaskan beberapa informasi terkait dengan pementasan tersebut. “Naskahnya ditulis oleh pendiri Teater Ruang Surakarta. Drama tadi mengangkat suatu realita kehidupan yang merupakan kisah nyata dari penulisnya sendiri,” ujarnya, Senin (27/2).
Selain dari mahasiswa UMS, Dhayoh turut dihadiri oleh beberapa pegiat teater di Surakarta. Ialah Bagyo, seorang yang tergabung ke dalam Komunitas Tanggul Budaya Surakarta pun turut menikmati jalannya cerita. “Diajak rekan Tanggul Budaya untuk nonton. Ini baru pertama kalinya (menonton Teater Besi Tua-red),” terangnya, Senin (27/2). [Dian/RS]