Hal 26_oke

Page 1

AHUN I 26 EDISI 0011 8 TTAHUN

Sambungan dari hal. 22 itu bapak-bapak yang kami hormati sekalian, melalui itu urusan mereka “licin” dan betapa malang dan menyedihkannya nasib kami yang tidak mempunyai keluarga, sahabat atau rekan yang bisa “melicinkan” permohonan kami yang kami bawa dari rumah, yang sebelumnya kami memohon izin pada orang tua kami untuk mengantarkan itu pada instansi pemerintah kami yang kami cintai dengan harapan dan kesungguhan yang demi Tuhan tidak main-main. Bapak-bapak sekalian yang kami hormati, Mungkin hal yang mustahil jika

bapak-bapak sekalian yang kami hormati mampu menyelesaikan semua masalah mahasiswa yang jumlahnya terbilang banyak, tetapi jika saja satu bagian penting dari banyaknya persoalan mahasiswa dapat diselesaikan dengan baik dan bukannya carut-marut seperti dulu sampai saat ini, maka yakin dan percaya kita semua bisa menyelesaikan masalah yang lain dengan bertahap. Adalah sesuatu yang naif jika di dalam surat terbuka ini saya, kami, mahasiswa, merengek memohon belas kasihan bapakbapak sekalian yang kami hormati, hanya untuk memenuhi salah satu

Aldi, Bocah Jago Ngaji Laporan: Subhan Askary Muara Badak, Alhamdulillah itulah kata pertama yang diucapkan Aldi, meski hanya meraih juara II, tidak membuatnya berhenti bersyukur. Aldi yang menimbah ilmu di pesantren Almuhajirin Batu-batu ini meraih juara II diajang lomba Qori Tilawah tingkat kecamatan pada awal puasa lalu oleh pelaksana DPU (Dana Peduli Ummat) kerjasama KKN Unmul Samarinda yang tengah melakukan aktivitas di Desa Gas Alam Badak 1. Diakuinya persiapannya kurang maximal serta waktu latihan yang sempit membuatnya sedikit kecewa. “Saya baru datang dari Sulawesi , seharusnya saya butuh waktu untuk latihan, namun tetap saya bersyukur,”ungkap Aldi dikediamannya di RT 01 Kampung Mandar. Musdalifah dan Abdul Hafid, orang tua Aldi, menjelaskan meski Aldi baru datang dari Sulawesi, namun dia berlatih keras, nyaris tak punya waktu istirahat. Semangatnya untuk ikut lomba Qori Tilawah ini sangat besar. “Ya, karena waktunya yang memang agak sempit, bakat dan mentalnya agak sedikit kuat akhirnya Aldi hanya meraih juara II,” pungkas Musdalifah . Lanjutnya, meski tidak juara I, ini kami jadikan sebagai motivasi untuk

Aldi agar lebih banyak berlatih untuk persiapan kedepan. “Mudah-mudahan ini tetap dipertahankan dan kami tetap mendukungnya agar bisa juara I kedepannya,” katanya. Bakat itu pula lah yang mengukirkan namanya dalam sederet prestasi, kepada Koran Mandar mengungkapkan bahwa sejak usia dini saya sudah suka baca Alqur’an. Sejumlah prestasi yang telah diraihnya seperti juara 1 dalam ajang MTQ tingkat kecamatan di Balanipa tahun 2008, kemudian pernah juara 1 lomba Qori Tilawah di Kabupaten Mamasa tahun 2009. Selain pandai mengaji, Aldi juga mahir sebagai vokalis dalam group Kasidah di Rea Barat, ujar sang bunda. Kepandaiannya mengaji tak lepas dari bimbingan Bapak Rustam Basri, adik kandung K. H. Hasan Basri (Imam Besar Islamic Center Makassar), yang pernah juara dunia MTQ di Arab Saudi. Aldi mengaku dan agak sedikit kecewa atas penurunan prestasi yang dimilikinya. Selama di Muara Badak, hingga kini Aldi belum punya guru pembimbing. “Sandaran saya sementara masih sama orang tua,” jujurnya. Diakhir wawancara dengan Koran Mandar, Aldi berharap agar ada orang yang serius mau membimbingnya. (ed-mra)

harapan kami ini, sebab kami tahu, mahasiswa adalah agen perubahan masyarakat dan bangsa ini dengan segala macam persoalan yang harus segera dituntaskan, tetapi kami juga manusia yang butuh dipenuhi keinginan mendasarnya. Akhirnya inggannana Tomala’biu, Bapak Anwar Adnan Saleh, Bapak Ali Baal Masdar, dan Bapak Salim S. Mengga yang sama kami hormati, siapa pun di antara bapak-bapak sekalian yang sekali lagi kami hormati terpilih nanti, kami mohon anaoang pa’mai bapak-bapak calon terpilih yang kami hormati, agar kelak jika kami kembali ke tempat

kami menimbah ilmu dan teman kami bertanya, “bagaimana dana penyelesaian studimu di kampung yang engkau banggakan itu?” kami berharap bisa menjawabnya dengan sebenar-benarnya, “semuanya baikbaik saja seperti harapan kita semua.” Dan kami pun bisa menyelesaikan studi dengan baik tanpa beban keresahan kami dan orang tua kami. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, wassalam. Salam hormat dan cinta kami, atas nama mahasiswa Sulawesi Barat, Dahri Dahlan

Hampir 9M Biaya Pengamanan Laporan: Dimas Julianto Jajaran Polda Sulselbar membutuhkan anggaran sedikitnya Rp. 8,95 miliar untuk mengamankan seluruh tahapan pemilihan gubernur (Pilgub) Sulbar. Kepala Biro Ops Kombes Azis Samosir memaparkan rincian anggaran pengamanan tersebut di hadapan Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan dan anggota komisi I bidang pemerintahan di Hotel d’Maleo Mamuju, belum lama ini. Menurut Azis Samosir, anggaran yang diusulkan ini tergolong rasional dan bisa dikategorikan minim dengan mengacu pada indeks biaya kepolisian. Bukan standar biaya negara atau provinsi. “Ini termasuk sedikit. Kalau mengacu pada standar biaya negara atau provinsi akan lebih tinggi lagi anggarannya. Jumlah anggaran yang kami usulkan ini sudah dipress sedemikian rupa karena kami maklum Sulbar adalah daerah baru. Karena itu kami menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” jelas Azis. Pada pertemuan ini, Azis didampingi oleh seluruh kapolres di wilayah Sulbar. Dan beberapa perwira menengah di jajaran Polda Sulselbar. Untuk kepentingan pengamanan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Polda Sulselbar telah

melatih dan menyiagakan sebanyak 1.714 personel. Terdiri dari personel di Mapolda dan dari lima Mapolres seSulbar. Menurut Hamzah, pada dasarnya pihaknya bisa menerima anggaran yang diusulkan oleh polda tersebut. Namun DPRD tidak bisa memutuskan sendiri karena harus dibicarakan bersama dengan eksekutif. “Finalisasi anggaran pengamanan pemilukada ini setelah dibicarakan dengan pihak pemda. Jika kedua lembaga ini bisa sepakat, maka anggaran ini bisa disetujui dan dimasukkan ke APBD perubahan tahun 2011 ini,” ungkap Hamzah. Sebelumnya, Pemprov Sulbar telah menganggarkan dana pengamanan pemilukada sebesar dua miliar rupiah di APBD perubahan tahun 2011. Usulan anggaran ini telah dimasukkan ke DPRD Sulbar melalui KUA PPAS. Pihak polda menganggap anggaran ini sangat minim karena estimasi dana yang dibutuhkan sudah terperinci dan sudah dikalkulasi minimal tujuh miliar rupiah. Dari dasar itulah DPRD Sulbar mengundang Polda Sulselbar untuk memaparkan langsung rincian kebutuhan anggaran pengamanan Pilgub. (ed/lim)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.