Hal 02_oke

Page 1

AHUN I 2 EDISI 0011 8 TTAHUN

Pengantar Redaksi

Lebaran Ala Politisi Memasuki babak akhir bulan ramadhan, sejumlah elit politik, atau lebih tepatnya para cagub dan cawagub ramai-ramai melangsungkan safari politiknya dalam bungkusan safari ramadhan. Mulai dari kunjungan ke setiap Masjid, silaturahmi ke tokohtokoh kharismatik, hingga urusan buka puasa bersama. Publikpun dibuat sumringah sekaligus “bingung” mau mendatangi siapa, dan meladeni siapa. Di Majene, kandidat Gubernur Ali Baal Masdar (ABM) “baku tempel” dengan Anwar Adnan Saleh, sebagai petahana. ABM buka puasa di Boyang Assamalewuang, sementara Anwar di lokasi Masjid Raya. Lalu, setelah ramadhan ini, momentum Lebaran dan Halal Bi Halal akan menjadi media politik untuk digunakan secara habis-habisan. ABM akan berangkat dengan menumpangi ormas yang dipimpinnya, Nasional Demokrat. Anwar akan berangkat dengan jubah jabatan gubernur yang

masih ditampuknya. Dan Salim Mengga, akan melaju dengan KKMSBnya. Dengan Nasdem yang dipimpimpinnya, tidak susah bagi ABM untuk melenggang ke mana-mana, mengitari seluruh wilayah, ke sudut kota sekalipun. Senafas dengan tagline Nasdem yakni Restorasi Indonesia, ABM-pun akan terus meneriakkan ambisinya untuk mewujudkan Sulbar lebih baik dalam sudut pandang idealnya. Juga dengan Anwar, sebagai petahana, ia akan lebih lugas untuk menjadikan acara Open House sebagai ajang “membaiat” para Bupati minus ABM serta jajaran pejabat SKPD. Lalu bagaimana dengan Salim Mengga? Sekedar untuk diketahui, bagi KKMSB, momen halal bi halal telah menjadi arena kongkow-kongkow dan unjuk kekuatan untuk melempar wacana apapun, khususnya bagi warga mandar di luar mandar. Bahkan, embrio KKMSB yakni KKM-Sipamandar telah

mencatatkan dirinya sebagai pelaku sejarah bagi terbentuknya Sulawesi Barat. Di sinilah kita akan melihat siapa yang paling lihai dan lincah menggerakkan kekuatan politiknya. Jika sampai titik itu, gerakan mereka masih dianggap sebatas silaturahmi apolitis, maka tidak syak lagi, tentulah mereka bohong untuk kesekian kalinya. Sebab secara nyata, seluruh tindakannya terlampau rumit untuk dibedah, mana urusan politik, dan mana urusan selain politik. Fenomena ini layak dicap sebagai Lebaran ala Politisi. Yang menjadikan apa saja dapat dimangsa. Termasuk memangsa ramadhan, memangsa lebaran dan memangsa halal bi halal. Maka tidaklah elok jika kita terjerumus dalam acara lebaran ala politisi, tanpa usaha mengkritisi. Tidaklah pula elok bila rakyat yang justeru menjadi “tukang kompor” bagi munculnya praktik politik yang tak baik.

Lebaran ala politisi, sejatinya menggerakkan nalar publik untuk menyibak sisi terdalam dari sebuah proses demokrasi di tanah mandar. Jika selama ini kita sering menggerutu karena ulah kaum elit yang dianggap haus kekuasaan, maka semestinya kitapun harus mengubah paradigma itu. Bahwa di tengah mahalnya biaya politik, di saat itulah sedang berjalan ujian besar di Mandar, apakah akan melawan kondisi itu, atau justeru menjadi penikmat dari seluruh proses politik yang kerap dibenci pada sisi yang lain? Jika anda melawan, maka sambutlah lebaran ini sebagai hari pembebasan dosa, dan hari kemerdekaan jiwa. Namun jika tetap menjadi penikmat, maka bersiaplah menjadi badut politik untuk kesekian kalinya. Mari, rayakan lebaran ini dengan menyemaikan ketulusan, bukan keserakahan. Minal aidin wal Faizin... Selamat Membaca

[catatan ringan]

Lebaran di Atas Kuburan Judul di atas terinspirasi puisi Sitor Situmorang, berjudul Malam Lebaran dengan pilihan kata yang sangat singat; Bulan di Atas Kuburan. Tema kemanusian ini menyelinap disela berlimpahnya rasa gembira jutaan keluarga yang mampu merayakan lebaran dalam suka cita. Sedang di sudut-sudut yang mungkin selama ini kemarau perhatian, malam hari raya penuh pekik tangisan. Puisi ini bersajak atau berima landai, yaitu hanya terdapat kata-kata yang berima pada baris yang sama. Atau bunyi an pada bulan dan kuburan dalam satu larik yang sama. Pendeknya puisi ini sangat singkat tapi memikat. Sitor Situmorang ingin mengekspresikan perasaan atau isi pikirannya dengan menggunakan bahasa kiasan yang amat figuratif atau konotatif. Hingga hanya terdiri dari satu larik,tapi arti dan maknanya

Oleh: Adi Arwan Alimin bernas. Ia ingin mengajak pembaca Puisi ini dapat ditafsir sesuka atau kita seolah-olah melihat rembulan pembaca atau penikmatnya. Puisi ini di atas kuburan. Ilustrasi imajinatif juga dapat diseret kemana-mana yang memukau. sebagai pelecut rasa enggan agar Puisi ini bermajas simbolik. memantik kepedulian. Karya ini Menggunakan kiasan lambang. Bulan merupakan hasil olah imajinasi dilambangkan sebagai kemeriahan penulisnya setelah melewati fase atau kebahagiaan. Lalu kuburan waktu yang panjang sebagai penyair sebagai apa? tangguh di negeri ini. Di tengah hiruk-pikuk masalah Konon puisi ini dicipta ketika sosial yang berkecamuk di sekitar kita Sitor sedang bertandang ke rumah saat ini. Di tengah rayu-merayu umat Pramodya Ananta Toer pada malam untuk sejenak memalingkan perhatian hari. pada gagasan untuk memilih pemimpin Puisi ini memang satir, sebab paling terbaik dan memenuhi syarat sesuatu yang mustahil ada cahaya kepemimpinan. bulan benderang di malam pergantian Pada malam lebaran di mana bulan. Tapi ini penting disitir sebagai pun, pasti tak ada bulan yang bakal catatan betapa sisi kemanusian kita menggantung di langit. Tetapi inilah sering limbung atau bergelimpangan kepantasan yang direka Sitor untuk ketika lebaran tiba. mengajak kita barang sedetik Kebanyakan orang menyukai memangku pikiran, membebat rasa bila dicolek sisi humanisnya saat persaudaraan kita yang mungkin tengah dimabuk rasa gembira, agar sengau selama ini. segera sadar dan menjunjung rasa

tobatnya. Ketika Kampung Besar; Sulawesi Barat ini tengah menyerap euforia berpemilukada, puisi pendek ini seperti juga pas untuk setidaknya mengerem nafsu untuk perburuan kekuasaan. Tak elok rasanya bila caloncalon pemimpin di Sulbar itu hanya pandai bersilat lidah, tapi lalai dalam urusan pada warga yang seharusnya ikut berbahagia di lebaran kali ini. Semoga puisi bertajuk Malam Lebaran//Bulan di atas kuburan/// ini, hanya terekam di tempat lain. Tidak di sini. Entah di tempat Anda. Taweq. Mandar, ujung Ramadan 1432 H

KORAN MANDAR PENERBIT: Mandar Media Grafika. AKTE NOTARIS: Nomor 02/W22.U12, MU-CV/II/2011. PEMBINA: H. Syahril HM Taher, H. Mujirin M. Yamin. PEMIMPIN UMUM/REDAKSI: Adi Arwan Alimin. KOORDINATOR LIPUTAN DAN RISET: Muhammad Ridwan Alimuddin. DEWAN REDAKSI: AMN Salwan, Adi Arwan Alimin, Muhammad Ridwan Alimuddin, Suradi Yasil, Tammalele, Azikin Noer, Nur Salim Ismail, Andi Rannu, Muhammad Alif. SEKRETARIS: Busrawati. STAF REDAKSI: Adil Tambono, Makmur Saidaman, Muhammad Kakis, Abdul Rajab Abduh, Rachmiaty Ramlie. REPORTER: Usman Rahman, Suradi, Hijrana, Sahabuddin Mahganna, Wahida, Rahmania, Alif Dermawan, Suhudi, Wahyudi Muslimin, Anugrawati, Zulkifli Sunusi, Dimas Julianto, Ahmad Sendana, Shalahuddin Ismail, M.Gufran, Abd. Manaf Harmay. FOTOGRAFER: Iwan, Ical Bafost, Madyan Art. KONSULTAN HUKUM: Lukman, SH. PEMASARAN/IKLAN: Muh. Sabaruddin. SIRKULASI: Muhammad Sadri., Harli Mulyadi, Muhammad Akbar S. Biro MAKASSAR: Suaib Amin Prawono, Hamzah. BIRO KALIMANTAN TIMUR: Subhan Askary, Nurhadiah. KEUANGAN: M Masri, Aisyah Kadir. PRACETAK/LAYOUT:Ucca Chua. REDAKSI/TATA USAHA: Jl. Dahlia X, BTN Axuri Blok R/8 Mamuju Hotline: 085299329579 Kode Pos 91511 email:koranmandar@gmail.com Website:www.koranmandar.com TARIF IKLAN: Display(full colour) Rp 20.000/mmk, Display (BW) Rp15.000/mmk, Advertorial Rp 10.000/mmk, Iklan Kolom Rp5.000/mmk, Iklan Baris Rp2.500/mmk (min 2/maks 10 baris)HARGA: Eceran Rp 5.000, Biaya Langganan Rp25.000/bulan (Luar Sulbar disesuaikan ongkos kirim). Setiap artikel/tulisan/foto atau apapun yang telah dimuat Koran Mandar dapat diumumkan kembali dalam format digital/nondigital dan tetap menjadi bagian dari Koran Mandar. Wartawan Koran Mandar selalu dibekali tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/ meminta apapun dari narasumber.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.