KAMIS
DEMOKRAT MERIANG Jokowi Dinilai Menipu NASIONAL
3
DUA JAKSA PURNA TUGAS LINTAS JATIM
9
2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II ECERAN Rp. 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000
DENSUS 88, Membunuh Tanpa Mengadili Butuh 9 Jam untuk Bekuk 6 Teroris KRONOLOGI
LIONEL MESSI BERHARAP TIDAK CEDERA LAGI OLAHRAGA
16
TAHUN BARU Jelang tahun baru, Matrawi sedang berbincang dengan anak buahnya, Matrahem. Sembari minum kopi di ruangannya, Matrawi menasehati Matrahem dan menyuruhnya mengambil kertas dan mencatat apa saja yang belum kamu dilakukannya di tahun ini” Matrawi : “Hem, gimana sudah kau tulis apa saja yang belum kamu lakukan?” Matrahem : ”Ya, Pak...” sembari menyerahkan catatannya Matrawi : “Hah....(Sambil kesel membaca catatan tulisan Matrahem) “PAK SAYA MAU NAIK PANGKAT DAN NAIK GAJI”
Cak Matrawi
= 30 Desember 2013 Pukul 16.00 WIB Anto alias Septi, tersangka teroris, ditangkap di sebuah warnet yang berada di Desa Alasmalang, Banyumas. = 31 Desember 2013 Tim Densus 88 bersama Polda Metro Jaya menggerebek suatu rumah di Ciputat, Jakarta. 14.00 WIB Dilakukan serangkaian penangkapan pelaku teror terkait kelompok Abu Roban dan DPO yang terkait peledakan di Vihara Ekayana dan beberapa kegiatan fai (perampokan) yang terjadi. 20.00 WIB Dilakukan upaya penangkapan. Kala itu, ada seorang anggota teroris, Dayat alias Daeng, yang akan meninggalkan lokasi dengan sepeda motor. Ketika hendak ditangkap, dia melawan dengan senjata api dan pisau. = 1 Januari 2014 03.30 Terjadi aksi saling tembak 05.00 Tim Densus 88 bersama Polda Metro Jaya masuk ke dalam dan menemukan mereka dalam kondisi tewas tertembak petugas di ruangan depan.
KORAN MADURA
0328-6770024 KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II www.koranmadura.com
1
22
KORAN MADURA
BERITA UTAMA
2 JANUARI KAMIS 2KAMIS JANUARI 2014 | No. 0272 |2014 TAHUN II No. 0272 | TAHUN II
Densus 88, Membunuh Tanpa Mengadili
Pengunjung Ancol Khawatir
JAKARTA-Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Polda Metro Jaya berhasil membekuk enam orang terduga teroris di sebuah rumah kontrakan di Jalan KH Dewantoro, Gang H. Hasan RT 04/07 Kampung Sawah, Ciputat. gan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror saat aksi penggerebekan. “Apakah tas pinggang, tas ransel yang ditemukan petugas kita, itu di dalamnya ada uang yang berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta,” kata Boy. Boy menambahkan, uang tersebut didapat dari hasil fai atau kegiatan mengumpulkan dana untuk membiayai aksi teror yang dilakukan para terduga teroris itu. “Diduga hasil fai yang sudah dilakukan,” katanya. Selain uang ratusan juta rupiah, petugas juga menyita puluhan buku tentang jihad, serta materi-materi tata cara berjihad dalam tulisan tangan. Salah satu bukunya berjudul Isu Politik Gerakan Jihad. “Banyak bukunya, ini saya bawa hanya sebagian. Kurang lebih ada sekitar 50 buku,” tegas Boy. Para teroris tersebut menurut pihak kepolisian merupakan da-
Barang Bukti yang Disita Polda Metro Jaya dan Densus 88 • 1 buah hp merk Nokia type 103 imei 355912053484686 • 4 senter kepala • 2 lakban hitam • 1 buah linggis kecil • 5 buah roll tali • 1 tas cd player MP3 • Rangkaian paku ukuran sedang diduga untuk bom rakitan • 3 buah masker warna biru • 3 buah sarung tangan hitam
• 1 gulungan kawat • 2 kaca helm • 1 bungkus bola asap (6 butir) • 1 buah cetakan kue tabung tembaga • 1 plastik serbuk putih • 1 kaleng lem ainon • Uang sejumlah Rp 19.450 • 1 buah kompor gas beserta tabung • 1 buah lem stick warna putih
MADURA
PENGGEREBEKAN TERORIS
Butuh 9 Jam untuk Bekuk 6 Teroris
Penggerebekan ini termasuk terlama dalam sejarah penggerebekan teroris di Indonesia karena Tim Densus 88 membutuhkan waktu 9 jam untuk membekuknya. Dalam penggerebekan tersebut, Polisi berhasil menembak mati total enam orang teroris, yang mana salah satu diantaranya adalah Dayat Kacamata, pemimpin kelompok teroris yang bermarkas di tempat tersebut.Selain enam unit bom siap ledak, kepolisian juga menyita uang senilai total Rp 200 juta. “Ada sejumlah uang yang cukup besar, terdiri dari pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Kalau diestimasi sementara ada Rp 200 juta,” ungkap Karo Penmas Polri Brigjen, Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/1). Menurutnya, ratusan juta uang itu ditemukan dalam tas milik enam terduga teroris yang tewas dalam drama baku tembak den-
BERITA UTAMA KORAN
ant/muhammad iqbal
TEMBAK MATI. Anggota Densus 88 Anti Teror masih bersiaga usai melakukan penggerebekan rumah yang diduga dihuni teroris di Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (1/1). Densus 88 menembak mati enam terduga teroris dan mengamankan satu pelaku teror jaringan Dayat Kacamata yang melakukan penembakan anggota polsek pondok Aren dan peledakan bom Vihara Ekayana Jakarta Barat. lang dari peristiwa penembakan polisi yang terjadi beberapa bulan lalu, dan juga perampokan BRI di Panongan, Kabupaten Tangerang sehari sebelum Natal lalu. Serta teror bom di vihara Ekayana Agustus lalu. Salah satunya adalah Nurul Haq alias Dirman diduga merupakan pelaku penembakan terhadap anggota polisi, Aipda Fatah Saktiyono. Pada 7 Agustus lalu Total ada 8 teroris yang merupakan jaringan Abu Roban ini baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Di tempat kejadian, Polisi juga menemukan uang sejumlah Rp 200 juta yang diduga hasil perampokan BRI KCP Panongan, Tangerang. Identitas teroris yang tewas antara lain Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi, Edo alias Amril. Selain uang Polisi juga mengamankan 6 bom rakitan, 6 golok berukuran 50 cm, 6 pucuk senjata api yang terdiri dari 5 pucuk FN dan 1 pucuk revolver, serta 4 unit
motor yang mana salah satunya adalam motor milik satpam yang dirampas oleh para teroris dalam aksi penembakan polisi di Pondok Aren, Tangsel. Temuan lain yang cukup mengejutkan adalah sebuah print out yang berisi daftar vihara yang menjadi target. Daftar itu berisi sekitar 30 lokasi yang bakal jadi lokasi. Para teroris tersebut, menurut Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar saat ditemukan berada dalam 1 ruangan di sisi depan, yang berarti sudah siap menghadapi petugas. Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Usai melakukan penggeledahan, tim kepolisian membawa beberapa barang bukti yang berada di rumah kontrakan tersebut. Puluhan barang bukti tersebut merupakan barang pribadi yang diduga dimiliki oleh Dayat Kacamata. Barang-barang itu kini telah diamankan oleh Puslabfor Mabes Polri dan Satuan 1 Gegana Den B Jibom. = GAM/AJI/ABD
JAKARTA - Pengunjung yang sedang berlibur di Taman Impian Jaya Ancol merasa khawatir dengan aksi terorisme, apalagi setelah mendengar peristiwa penggerebekan terduga teroris di Ciputat, Tangerang Selatan pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12). “Khawatir saya jika sudah dengerdenger ada teroris. Namun saya beranikan ke tempat wisata, saya yakinkan keselamatan saya sama Allah saja,” kata salah satu pengunjung, Oki Hendrawan di Ancol, Jakarta Utara, Rabu. Oki yang membawa lima anggota keluarganya, mendesak pengelola lokasi wisata, termasuk juga pengelola Taman Impian Jaya Ancol untuk meningkatkan pengamanan, guna mencegah aksi kejahatan terjadi di lokasi yang dipadati pengunjung pada masa liburan seperti saat ini. “Di sini saja (Pantai Timur Ancol) saya tidak melihat petugas keamanan satupun. Tadi di jalan, petugas keamanan hanya duduk-duduk saja,” ujar warga Bekasi, Jawa Barat ini. Untuk mengantisipasi aksi kejahatan, terutama aksi teror, petugas keamanan Ancol seharusnya melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap pengunjung di setiap pintu masuk, ujar Oki. “Jangan sampai ada senjata tajam, api, atau peledak, bisa masuk. Tadi saya tidak diperiksa apa-apa,” ujarnya. Senada dengan Oki, pengunjung Ancol lainnya asal Serpong, Tangerang Selatan, Banten, yang tempat domisilinya dekat dengan lokasi penggerebekan terduga teroris di Ciputat, mengaku sangat cemas dengan dampak yang dikhawatirkan terjadi akibat aksi penyergapan terduga teroris itu. Dia meminta, pengelola tempat wisata untuk meningkatkan jumlah petugas keamanan yang berpatroli. Setiap lokasi wisata, harus dijaga aparat keamanan yang cukup dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung, kata Cynthia. “Saya takut sekali jika sudah dengar aksi teror,” ujarnya. Pejabat Komunikasi Perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol, Metty Yan Harahap saat dihubungi, mengatakan pihaknya memang belum menyiapkan langkah khusus untuk antisipasi dampak negatif terkait penggerebekan terduga terorisme.. Namun, lanjut Metty, pengelola Ancol sebelumnya sudah meningkatkan postur jumlah personel keamanan menjadi lebih dari 2000 petugas yang juga mencakup aparat Tentara Nasional Indonesia, selain dari Kepolisian. “Terdapat juga, petugas-petugas tak berseragam keamanan yang memantau situasi. Kami rasa jumlah 2000 lebih personel tersebut sudah cukup,” ujarnya. = ANT/MK
4
KORAN MADURA
NASIONAL
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
POLITIK
Hasil Survei Lebih Perlihatkan Popularitas Figur JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Moestopo Beragama Rajab Ritonga menilai hasil survei dari lembaga-lembaga survei terhadap figur calon presiden lebih memperlihatkan popularitas daripada elektabilitas. “Figur calon presiden yang populer belum tentu sejalan dengan tingkat elektabilitasnya,” kata Rajab Ritonga, di Jakarta, Rabu. Rajab Ritonga menjelaskan, selain popularitas masih ada sejumlah faktor lainnya yang menjadi indikator elektabilitas tapi belum terakomodasi dalam survei. Indikator tersebut adalah, kepemimpinan, rekam jejak, integritas, serta kemampuan dan komitmen mengatasi persoalan bangsa. “Faktor kualitatif tersebut tidak terakomodasi dalam hasil survei yang kuantitatif,” katanya. Karena itu ia menilai, figur calon presiden maupun calon pemimpin lainnya yang populer dari hasil survei belum tentu elektabilitasnya juga tinggi pada saat pemilu. Doktor komunikasi alumni Universitas Indonesia ini menjelaskan, selain melihat popularitas pemilih juga akan mempertimbangkan indikator kualitatif lainnya pada saat memberikan hak suaranya pada pemilu. Menurut Rajab, pemilih di Indonesia sudah cukup cerdas dan bisa membedakan mana figur calon presiden memiliki rekam jejak baik dan integritas tinggi serta mana yang tidak. Pada kesempatan tersebut, Rajab Ritonga mengusulkan agar tokohtokoh yang populer melalui hasil survei diuji kompetensinya, apakah figur tersebut populer karena rekam jejak dan prestasinya atau karena pencitraan. Sementara itu, salah satu peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo mengatakan, dirinya menghargai hasil survei sebagai masukan sekaligus pemetaan posisi figur-figur yang masuk dalam bursa calon presiden. Namun, dia berpandangan hasil survei soal popularitas calon presiden belum menggambarkan kondisi pemilih yang sebenarnya. “Hasil survei itu kan jawaban dari responden yang jumlahnya ribuan orang, padahal penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih jumlahnya mencapai 186 juta jiwa,” kata Edhie Wibowo Edhie Wibowo menilai, jutaan atau puluhan juta pemilih lainnnya yang tidak menjadi responden mungkin akan memiliki pilihan sendiri yang belum tentu sama dengan hasil survei. = ANT/DAR
ant/m. agung rajasa
RIEKA DYAH PITALOKA
Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Dyah Pitaloka (kanan) mengatakan bawa tindakan kriminalisasi maupun represif baik yang dilakukan oleh aparat maupun preman terhadap buruh yang sedang memperjuangkan haknya tidak boleh dilakukan.
2014, Perbudakan Buruh Harus Dihentikan Inpres 9/2013 Dinilai Berwatak Pengupahan Otoriter JAKARTA-Potret buram perburuhan di Indonesia masih mewarnai sepanjang 2013. Hal ini sangat ironis karena Peraturan Perundang-Undangan (UU) telah menjamin hak pekerja/buruh untuk hidup secara adil dan layak. “Menghentikan segala bentuk kriminalisasi maupun tindakan represif baik yang dilakukan oleh aparat maupun preman terhadap buruh yang sedang memperjuangkan haknya,” ujar anggota Komisi IX DPR RI Rieke Diah Pitaloka kepada wartawan, Rabu (1/1).
Dia mengatakan perusahaan negara melanggar hukum dan mengekploitasi pekerjanya serta terjadi PHK sewenang-wenang terhadap sedikitnya 2000an pekerja outsourcing di BUMN. Sistem perbudakan modern di sector swasta makin parah menjerat buruh/ pekerja di Indonesia bahkan di tahun ini terbongkar praktek perbudakan terhadap 34 buruh Pabrik Kuali di Tangerang dan diperkirakan Praktek Outsourcing dan Kontrak yang melanggar UU terjadi terhadap sedikitnya 8 Juta buruh Indonesia. Kebijakan Inpres 9/2013 yang diterbitkan Pemerintah SBY ada-
lah bukti kebijakan pengupahan pemerintah masih berwatak upah murah dan otoriter serta belum berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Kebijakan Sistem Jaminan Sosial dan Keamanan,Kesehatan dan Keselamatan Kerja masih belum memberikan perlindungan terhadap buruh/pekerja dari sekitar juta 42,1 Juta pekerja formal hanya 15% atau sekitar 13.214.421 juta jiwa yang tercakup dalam Jamsotek dan dari 237 ribu Perusahaan Swasta hanya sekitar 500 perusahaan yang mempunyai program pensiun. Kriminalisasi terus mengancam buruh seperti pada pemogo-
kan nasional 30 Oktober 2013 lalu sedikitnya 28 buruh di Bekasi menjadi korban percobaan pembunuhan dan tindak kekerasan oleh preman dan terjadi pembiaran oleh aparat negara. Aksi-aksi demonstrasi dan mogok kaum buruh di kawasan industri dan pusat-pusat pemerintahan di berbagai daerah industri di Indonesia terjadi hampir sepanjang tahun 2013 dengan 3 tuntutan utama kenaikan upah, penghapusan praktik outsourcing tenaga kerja dan jaminan sosial. Gejolak perburuhan bersumber dari terus terjadinya pelanggaran hak-hak buruh karena ketidakpatuhan pengusaha terhadap hukum serta pemerintah yang masih gagal mengatasi baik dalam aspek kebijakan maupun dalam menegakkan peraturannya sendiri bahkan ironisnya pelanggaran serius justru terjadi di perusahaan Negara dalam hal ini BUMN. Terkait pelanggaran hak-hak buruh maka dia mendesak pemerintah untuk melakukan penegakan hukum ketenagakerjaan secara tegas tanpa tebang pilih termasuk terhadap perusahaan BUMN yang
melanggar hak normatif pekerja/ buruh. Selain itu, kebijakan perburuhan negara harus berbasiskan keadilan social dan hak asasi manusia serta memberikan akses keadilan dan perlindungan terhadap kaum buruh dengan terutama mencabut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum Dalam Rangka Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan Pekerja dan Permenakertrans 19/2012 Tentang Syarat-Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain dan Surat Edaran Menakertrans 04/ VIII/2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Permenakertrans 19/2012 karena menimbulkan multitafsir yang mengarah kepada pelanggaran UU Ketenagakerjaan. “Likuidasi dan bubarkan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja(PPJP) provider outsourcing tenaga kerja di BUMN dan swasta yang melanggar UU dan status tenaga kerja outsourcing demi hukum hubungan kerjanya beralih menjadi pekerja tetap di perusahaan pemberi pekerjaan yang merupakan pengguna,” pungkasnya. = GAM/AJI
KORAN MADURA
LINTAS NUSANTARA
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
Pengungsi Tak Lewatkan Perayaan Tahun Baru MEDAN - Ribuan warga korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu, merayakan Tahun Baru 2014 dengan penuh sederhana di sejumlah lokasi penampungan Kabanjahe. Ketua Media Center Penanganan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Tarigan ketika dihubungi dari Medan, menyebutkan meski para pengungsi dalam suasana mengalami musibah bencana alam, namun tetap penuh semangat merayakan Tahun Baru 2014. Pemkab Karo, menurut dia, tetap mengupayakan para pengungsi yang tinggal di lokasi penampungan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru. "Kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi suasana keluargaan sesama para pengungsi tersebut," ucap Jhonson. Dia menyebutkan, sejumlah pengungsi kelihatan meneteskan air mata pada Tahun Baru tersebut, karena membayangkan rumah, kebun, hewan ternak mereka ditinggalkan selama ini di kampung dan tidak ada yang mengurus. "Para pengungsi erupsi Gunung Sinabung merasa sedih dan beberapa bulan lamanya tinggal di tempat penampungan," ujarnya. Ketika ditanya jumlah pengungsi erupsi Sinabung saat ini, Jhonson mengatakan, Selasa (31/12) bertambah jadi 19.286 jiwa atau 6.054 kepala keluarga. Sebelumnya, Senin (29/12) hanya sekitar 19.126 jiwa atau 5.979 kepala keluarga (KK) dan mereka seluruhnya ditampung di 31 titik Posko Kabanjahe. Data yang diperoleh di Posko
Penanganan Bencana Gunung Sinabung, Kabanjahe, belasan ribu pengungsi tersebut ditampung 31 lokasi.Beberapa diantaranya, Los Tiga Binanga, GBKP Payung dan Masjid Agung Kabanjahe. Kemudian, Asrama Kodim Kabanjahe, Jambur Natolu, Islamic Center, Los Tanjung Mbelang dan
SINABUNG KEMBALI MELETUS
Los Tanjung Pulo. Para pengungsi tersebut berasal dari 22 desa dan dua dusun di Kabupaten Karo, seperti Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi Lama, Desa Kuta Rakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung. Desa Berastepu, Desa Sibintun, Desa Gamber dan Desa Kuta Tengah, Desa Kuta Mbelin, Desa Kebayaken, Desa Kuta Tonggal dan Desa Sukanalu di Kecamatan Simpang Empat. Sebelumnya, Pusat Vulkanolo-
TAHUN BARU
Pesta Anak Yatim
gi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Sinabung dari level Siaga menjadi Awas terhitung mulai Minggu (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Status Awas tersebut berpotensi menyebabkan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm yang jaraknya diperkirakan mampu mencapai 4 km sehingga masyarakat yang bermukim dalam radius 5 km dari kawah Gunung Sinabung diminta mengungsi. = ANTARA/MK
ant/irsan mulyadi
Seorang warga menggendong anaknya melihat erupsi Gunung Sinabung, di Desa Gajah, Karo, Sumut kemarin.
PERAYAAN ZAMAN
Pesta Pergantian Tahun Menyisakan Sampah KARAWANG - Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati objek wisata Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada musim libur tahun baru dan liburan sekolah, Rabu (1/1). Banyaknya pengunjung, kawasan sekitar objek wisata Jatiluhur mengalami kemacetan lebih dari dua kilometer menjelang gerbang masuk hingga di dalam kawasan objek wisata tersebut.
Beberapa kilometer menjelang gerbang kawasan objek wisata itu, kemacetan sudah terjadi. Arus lalu lintas sekitar 2-3 kilometer menjelang gerbang kawasan juga menjadi satu arah, yakni hanya arah menuju kawasan wisata. Sedangkan kendaraan dari arah kawasan objek wisata itu menuju Purwakarta Kota, itu dialihkan melintasi perkampungan Babakan Cikao, Purwakarta. Sehingga pengendara harus memutar cukup jauh. Pantauan Antara, untuk kemacetan menuju akses gerbang kawasan objek wisata, itu disebabkan
akibat tingginya volume kendaraan yang hendak masuk kawasan. Tetapi kemacetan yang terjadi di dalam kawasan objek wisata, itu akibat kurang baiknya penataan parkir kendaraan. Sejumlah kendaraan terlihat parkir sembarangan di sisi jalan. Kondisi itu mengakibatkan kemacetan saat kendaraan yang terparkir itu hendak melanjutkan perjalanan. Mengenai parkir, sejumlah pengunjung mengeluhkan tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan. Di dalam kawasan objek wisata, tidak ada lokasi parkir yang tersedia.
5
Sehingga pengunjung hanya bisa memarkirkan kendaraannya di sisi jalan. Padahal pengunjung telah membayar uang pakir seharga Rp 10.000 saat memasuki gerbang kawasan wisata. Pembayarannya disatukan dengan tiket masuk. Saat berada di dalam kawasan objek wisata, pengunjung kembali dihadapkan dengan biaya parkir seharga Rp 5.000 per mobil. Harga parkir senilai Rp 5.000 itu tidak sesuai ketentuan, sebab petugas parkirnya menyodorkan tiket parkir dengan biaya Rp 3.000. = ANTARA/MK
BOGOR - Sebanyak 2.014 anak yatim dari berbagai kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, merayakan libur tahun baru dengan memadati wahana permainan yang ada di JungleFest, Bogor Nirwana Residence, Rabu (1/1). Ribuan anak yatim ini diundang oleh manajemen Jungle Bogor Nirwana Residence untuk menikmati wahana permainan secara gratis dalam rangka merayakan tahun baru 2014. "Kegiatan ini merupakan bagian dari respon sosial JungleFest terhadap warga sekitar sehingga anak-anak yang ada di lingkungan terdekat dapat menikmati wahana yang ada di Jungle Fest," ujar Chief Operational Officer BNR, Mohammad Taufiq. Taufiq mengatakan, pihaknya secara khusus menyiapkan agenda u n t u k anak-anak yatim dengan jumlah 2.014 o r a n g Kami ingin berbagi dengan tuagar anak-anak yajuan agar tim ini dapat ikut dapat sebahagia menyamluruh anak but tahun baru,� ku r a n g b e r u n tung bisa Mohammad Taufiq menikmati Chief Operational serunya Officer BNR liburn sekolah di te mp a t wisata terbaru di Jungle Fest. "Kami ingin berbagi agar anakanak yatim ini dapat ikut bahagia menyambut tahun baru," ujarnya. Sejumlah anak yatim antusias mengikuti liburan gratis di Jungle Fest. Irvan (11) salah seorang anak yatim yang diundang ke JungleFest mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa menikmati semua permainan dengan gratis. "Seneng banget bisa mencoba semau permainan yang ada," ujar Irvan sambil tersenyum lebar. Kegiatan mengajak anak yatim bergembira di JungleFest ini merupakan rangkaian agenda dalam rangka parade event pembukaan JungleFest yang dimulai sejak tanggal 21 Desember 2013. Sebelumnya pada malam tahun baru Jungle Fest juga menggelar parade nonstop dengan acara pentas musik bintang tamu Teamlo, pesta kembang api dan berbagai hiburan lainnya. Selain dapat menikmati berbagai wahana dengan gratis, anak yatim juga mendapat santunan dari pihak JungleFest yang dibagikan sebelum mereka menikmati berbagai permainan. = ANTARA/MK
KORAN MADURA PROBOLINGGO 6KORAN
EKONOMI
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
6
Kado Awal Tahun 2014 Pertamina Naikkan Harga Elpiji
JAKARTA-PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga Elpiji non subsidi kemasan 12kg menyusul tingginya harga pokok LPG di pasar dan turunnya nilai tukar rupiah yang menyebabkan kerugian perusahaan semakin besar. Dengan konsumsi Elpiji non subsidi kemasan 12kg tahun 2013 yang mencapai 977.000 ton, di sisi lain harga pokok perolehan Elpiji rata-rata meningkat menjadi US$873, serta nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar, maka kerugian Pertamina sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,7 triliun. Kerugian tersebut timbul sebagai akibat dari harga jual Elpiji non subsidi 12kg yang masih jauh di bawah harga pokok perolehan.
TERUS NAIK
Harga yang berlaku saat ini merupakan harga yang ditetapkan pada Oktober 2009 yaitu Rp5.850 per kg, sedangkan harga pokok perolehan kini telah mencapai Rp10.785 per kg. Dengan kondisi ini maka Pertamina selama ini telah “jual rugi” dan menanggung selisihnya sehingga akumulasi nilai kerugian mencapai Rp22 triliun dalam 6 tahun terakhir. “Kondisi ini tentunya tidak sehat secara korporasi karena tidak mendukung Pertamina dalam menjamin keberlangsungan pasokan elpiji kepada masyarakat,” tutur Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir
di Jakarta, Rabu (1/1). “Untuk itu, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014 pukul 00.00 Pertamina memberlakukan harga baru Elpiji non subsidi kemasan 12kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg. Besaran kenaikan ditingkat konsumen akan bervariasi berdasarkan jarak SPBBE ke titik serah (supply point). Dengan kenaikan inipun, Pertamina masih “jual rugi” kepada konsumen Elpiji non subsidi kemasan 12kg sebesar Rp 2.100,-/kg,” tegasnya. Keputusan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan
irwansyah putra/ant
Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 12 kilogram di salah satu pangkalan di Banda Aceh, Rabu (1/1). PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga gas elpiji tabung kemasan 12 kilogram dari Rp 92.000 menjadi Rp 145.000 pertabung akibat tingginya harga pokok Liquified Petroleum Gas (LPG) di pasar dan turunnya nilai tukar rupiah.
Pemeriksa Keuangan RI dalam laporan hasil pemeriksaan pada bulan Februari 2013, di mana Pertamina menanggung kerugian atas bisnis Elpiji non subsidi selama tahun 2011 sampai dengan Oktober 2012 sebesar Rp7,73 triliun, yang hal itu dapat dianggap menyebabkan kerugian negara. Selain itu, sesuai dengan Permen ESDM No. 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas pasal 25, maka Pertamina telah melaporkan kebijakan perubahan harga ini kepada Menteri ESDM. Dengan pola konsumsi Elpiji non subsidi kemasan 12kg di masyarakat yang umumnya dapat digunakan
untuk 1 hingga 1,5 bulan, kenaikan harga tersebut akan memberikan dampak tambahan pengeluaran sampai dengan Rp. 47.000 per bulan atau Rp.1.566 per hari. Kondisi ini diyakini tidak akan banyak berpengaruh pada daya beli masyarakat mengingat konsumen Elpiji non subsidi kemasan 12kg adalah kalangan mampu. Untuk masyarakat konsumen ekonomi lemah dan usaha mikro, Pemerintah telah menyediakan LPG 3 kg bersubsidi yang harganya lebih murah. Terkait dengan kekhawatiran kenaikan harga Elpiji non subsidi kemasan 12kg akan memicu migrasi konsumen ke LPG 3kg, Ali men-
gatakan Pertamina saat ini telah mengembangkan sistem monitoring penyaluran LPG 3kg (SIMOL3K), yang diimplementasikan secara bertahap di seluruh Indonesia mulai bulan Desember 2013. Dengan adanya sistem ini, Pertamina akan dapat memonitor penyaluran LPG 3kg hingga level Pangkalan berdasarkan alokasi daerahnya. “Namun demikian, dukungan Pemerintah tetap diharapkan melalui penerapan sistem distribusi tertutup LPG 3kg serta penerbitan ketentuan yang membatasi jenis konsumen yang berhak untuk menggunakan LPG 3 kg,” tegas Ali. = GAM
Selain itu, jelasnya juga ditegaskan mengenai Areal Lainnya, yaitu areal yang tidak dikenakan PBB Migas. Areal lainnya lainnya adalah areal tanah, perairan pedalaman, dan/atau perairan lepas pantai, di dalam Wilayah Kerja atau Wilayah Sejenisnya yang tidak dikenakan PBB sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) UU PBB dan/atau yang secara nyata tidak dipunyai haknya dan tidak diperoleh manfaatnya oleh subjek pajak atau Wa-
jib Pajak untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi atau Panas Bumi. Karena itu kata dia, dengan diterbitkan Perdirjen ini, maka kepastian mengenai objek pajak yang dikenakan PBB Migas semakin jelas. Sehingga, tidak ada lagi polemik mengenai objek pajak yang dikenakan PBB Migas atau objek pajak yang tidak dikenai PBB Migas. “Ini sesuatu yang sangat positif,” pungkasnya. = GAM
MINYAK DAN GAS BUMI
Ditjen Pajak Terbitkan Aturan Baru JAKARTA-Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan merilis Peraturan Direktur Jenderal Pajak (Perdirjen) Nomor PER-45/ PJ/2013 yang akan mulai berlaku sejak 1 Januari 2014. Dengan diterbitkan Perdirjen ini, maka kepastian mengenai objek pajak yang dikenakan PBB Migas semakin jelas. Sehingga, tidak ada lagi polemik mengenai objek pajak yang dikenakan PBB Migas atau objek pajak yang tidak dikenai PBB Migas.
Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak, Chandra Budi mengatakan aturan tersebut, berisi objek Pajak yang dikenakan PBB Mgas dan Panas Bumi atau lebih dikenal dengan PBB Migas diatur berdasarkan konsep ‘kawasan’. Artinya, objek pajak yang dikenakan PBB Migas adalah bumi dan/atau bangunan yang berada dalam kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, dan/atau Panas Bumi.
Dalam Peraturan sebelumnya, objek PBB Migas didasarkan pada konsep “Wilayah Kerja”, dimana disebutkan objek PBB Migas adalah bumi dan/atau bangunan yang berada di dalam Wilayah Kerja atau sejenisnya terkait pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, dan/atau Panas Bumi yang diperoleh haknya, dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dan/atau Pengusaha Panas Bumi.
KORAN MADURA
EKONOMI TAHUN BARU 2014
CIMB Niaga Siap Layani Nasabah JAKARTA-Bank CIMB Niaga siap mengoperasikan seluruh jaringan kantornya di hari kerja pertama di 2014. Terhitung mulai Kamis (2/1), 974 jaringan kantor CIMB Niaga, yang terdiri dari 585 kantor cabang (konvensional dan syariah), 350 Mikro Laju, 60 kantor kas dan payment point, beroperasi normal melayani kebutuhan perbankan nasabah dengan waktu operasional dari pukul 08.00 hingga 16.30 waktu setempat. Corporate Secretary CIMB Niaga Rudy Hutagalung mengatakan, pada hari kerja pertama di 2014, seluruh layanan perbankan di CIMB Niaga sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa terkecuali. Meski di hari-hari awal setelah libur Tahun Baru, lanjut Rudy, frekuensi transaksi perbankan yang terjadi di kantor-kantor cabang biasanya belum terlalu aktif. Apalagi transaksi yang terjadi umumnya terbatas kepada transaksi tunai (setoran, tarik tunai dan pembayaran) serta kliring. “Kami perkirakan, transaksi baru berjalan normal mulai Senin (6/1), di pekan kedua Januari 2014,” terang Rudy. Disamping layanan operasional melalui jaringan kantor yang tersebar di berbagai lokasi di Tanah Air, Rudy menambahkan, CIMB Niaga juga menyediakan layanan branchless banking dengan beragam kemudahan, yang dapat dimanfaatkan masyarakat, kapanpun dan dimanapun. Layanan branchless banking tersebut adalah CIMB Clicks (internet banking), Go Mobile (mobile banking), Phone Banking 14041, Preferred Phone Banking 500 800, Self Service Terminal (SST), dan Cash Deposit Machine (CDM). Selain itu, ada juga dua inovasi layanan perbankan unggulan lainnya dari CIMB Niaga yaitu Digital Lounge yang tersebar di 13 lokasi di Jabodetabek, dan Rekening Ponsel layanan perbankan dari CIMB Niaga yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan hanya dengan menggunakan nomor ponsel, seperti transfer dana ke nomor seluler lainnya di Indonesia secara gratis dan tanpa harus memiliki rekening CIMB Niaga. Beragam layanan perbankan yang diberikan CIMB Niaga kepada masyarakat adalah wujud komitmennya untuk selalu memberikan layanan perbankan yang terbaik kepada masyarakat. CIMB Niaga mencapai prestasi seperti sekarang ini adalah berkat dukungan dari seluruh masyarakat. “Sehingga apa yang kami berikan, sekaligus menjadi ungkapan terima kasih CIMB Niaga kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014, semoga tahun ini menjadi berkah bagi kita semua,” tutup Rudy. = GAM
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
7
Laporan Kinerja Keuangan BI Harap Bank Lebih Transparan
JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo berharap agar industri perbankan bisa lebih transparan dalam melaporkan kinerja keuangannya seiring dengan peralihan fungsi pengawasan perbankan dari BI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transparansi sangat diperlukan agar otoritas perbankan maupun OJK bisa mengambil tepat tatkala sebuah bank dirundung masalah.“Azas transparansi akan selalu dijaga, baik di BI maupun di OJK. Jadi, menyampaikan laporan keuangan itu secara berkala, nantinya diaudit secara independen,” ujar Agus, di Gedung BI, Jakarta, Selasa, (31/12). Pernyataan Agus tersebut seiring dengan penurunan kinerja keuangan PT Bank Mutiara Tbk yang mengalami penurunan kecukupan modal. “Khusus untuk Bank Mutiara yang menyampaikan kepada publik kondisi keuangannya. Mungkin rasio kecukupan modalnya (CAR) ada sdikit penurunan, kualitas aset dan kreditnya
oky lukmansyah/ant
UANG LAMA
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bandoe Widiarto menunjukkan uang peredaran lama di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Tegal, Jateng. Untuk menekan pemalsuan uang, Bank Indonesia menarik uang peredaran lama untuk emisi Tahun 1998 dan 1999 pecahan Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000 mulai 31 Desember 2013 hingga 31 Desember 2018.
menurun,” tukasnya. “Jadi, agar perbankan nasional tidak bermasalah lagi, kami minta perbankan agar lebih transaparan laporkan kinerja keuangannya,” pintanya. Agus menjelaskan, memasuki kuartal IV tahun 2013 BI telah meminta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sebagai pemegang sa-
ham untuk melakukan penguatan modal. “Hal inikan dilakukan tepat waktu, sehingga dalam keuangan sudah masuk dalam keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” paparnya. Lebih lanjut dia menambahkan, agar kedepannya manajemen Bank Mutiara bisa melakukan pengelolaan bank secara lebih baik. Selain
itu, Bank Mutiara juga harus segera menuntaskan persoalan kredit bermasalah (NPL) yang dipicu oleh beberapa debitur lama. “Bank ini harus dijadikan prioritas yang harus ditangani. Dulu yang bermasalah, lalu diperbaiki dan sekarang bermasalah lagi dan saat ini diperbaiki lagi,” tutup Agus. = GAM
ALIH FUNGSI PENGAWASAN PERBANKAN
OJK: Pengawasan Perbankan Ditingkatkan JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus berupaya menjaga kestabilan perbankan nasional. Hal ini seiring dengan beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan sejauh ini prestasi yang telah diraih BI, yakni dalam mengawasi perbankan nasional untuk lebih sehat akan terus ditingkatkan kembali. Hal ini bertujuan agar perbankan di Indonesia bisa jauh dari permasalahan. “Saya yakini industri perbankan sekarang ini berada dalam kondisi baik. Tentu ini akan dipertahankan dan akan lebih ditingkatkan lagi. Oleh sebab itu OJK akan menjadi bagian pada
setiap kegiatan di Industri perbankan,” ujar Muliaman, di Gedung BI, Jakarta, Selasa, (31/12). Selain itu, OJK juga akan menjaga interkonektivitas perbankan dengan lembaga keuangan lainnya, terutama dalam menjaga ekonomi secara makro saat terjadinya krisis keuangan. “Krisis keuangan telah memberikan pelajaran betapa besarnya interkonektivitas dalam industri perbankan,” tukasnya. Dia menilai, dengan beralihnya pengawasan industri perbankan ke OJK akan menjadikan tantangan tersendiri dalam kedepannya. “Pengawasan perbankan ini tidak dalam waktu singkat, ini puluhan tahun, hingga pada akhirnya industri ini menjadi sehat. Ini bekal yang luar biasa untuk OJK, dan ini
juga sebagai tantangan kami dalam kedepan,” jelasnya. Setelah resmi beralihnya fungsi pengawasan perbankan dari BI, OJK mengakui telah mengoperasikan 6 kantor regional wilayah serta 29 kantor cabang OJK. Adapun kantor tersebut merupakan kantor operasional BI dalam mengawasi perbankan. “Per 31 Desember, secara resmi mulai beroperasi 6 kantor regional dan 29 kantor cabang OJK,” ujarnya. Menurutnya, perwakilan tersebut tersebar mulai dari Aceh hingga dengan Papua yang juga tersebar di pelosok-pelosok daerah. Pasalnya, kantor-kantor tersebut nantinya akan mampu menambah kinerja OJK dalam mengawasi sektor perbankan di Tanah Air. “Den-
gan adanya kantor-kantor tersebut, diharap dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dalam mengawasi industri perbankan nasional,” tukasnya. Selain itu, untuk kedepannya OJK juga akan terus melakukan edukasi serta perlindungan konsumen pada masyarakat. Menurutnya, dengan hal tersebut, konsumen akan dapat semakin terlindungi serta pegetahuannya akan sektor perbankan semakin bertambah. “Kedepan kita akan semakin mudah dalam menjangkau masyarakat untuk melakukan pendidikan dan perlindungan konsumen yang bisa berlangsung hingga ke seluruh daerah-daerah itu,” tutupnya. = GAM
8
OPINI
KORAN MADURA
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
salam songkem
Merenungi Tahun da yang tersisa dari pelaksanaan tahun baru. Dapat dipastikan di semua daerah di wilayah NKRI ini memeriahkan pergantian tahun 2013, yang akan segera tergeser oleh tahun 2014. Di Jakarta perayaan pergantian tahun kali ini menghabiskan biaya Rp 1 miliar. Belum lagi di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia, masing-masing menguras kas APBD setempat, yang jumlahnya tentu sangat besar. Bila dihitung secara nasional entah berapa banyak uang rakyat yang terkuras hanya untuk kepentingan memeriahkan pergantian tahun tersebut. Sebenarnya perayaan tahun baru sah-sah saja, tidak ada yang melarang. Akan tetapi, perayaan pergantian tahun tersebut ketika sudah menelan biaya di atas kewajaran di tengah kondisi rakyat sedang dililit kemiskinan, tentu layak dipikirkan kembali. Sebab manfaat dari peringatan tahun baru yang menghabiskan biaya miliaran itu, tidak memberikan perbaikan signifikan, kecuali hanya terkesan bernilai hiburan semata. Tentu akan beda nilainya ketika budaya peringatan pergantian tahun tetap dilaksanakan dengan biaya yang terus ditekan. Jangan sampai terjadi terus membengkak sebagamana terjad selama ini. Karena sebenarnya faktor efisiensi tetap harus diperhatikan, termasuk dalam pelaksanaan memeriahkan pergantian tahun. Efisiensi itu memang diperlukan bahkan menjadi kewajiban, karena uang rakyat yang terkumpulkan dalam APBD dan APBN itu harus digunakan untuk menambah penyejahteraan rakyat. Pemerintah jangan membiasakan hidup hedonis di saat rakyatnya menderita. Tercekik oleh kemiskinan dan tekanan tidak mendapatkan lapangan pekerjaan. Seharusnya biaya besar yang dikeluarkan untuk beli-beli berbagai aksesoris yang digunakan untuk memeriahkan tahun baru yang setiap tahun itu, dialihkan untuk membuka lapangan pekerjaan baru agar bisa menekan angka pengangguran di Indonesia. Pemerintah jangan sampai mengajarkan hidup menghambur-hamburkan uang di hadapan rakyat Indonesia, karena selain budaya menghambur-hamburkan uang itu dilarang agama, juga menjadi pendidikan yang tidak baik bagi rakyatnya. Selain itu, juga dapat mendorong tindak kriminalitas meningkat. (*)
Orang Madura di Negeri Jiran Di negeri tetangga, warga Madura menjadi pahlawan devisa. Mereka adalah pekerja keras yang pantang menyerah. Walau kadang mereka hanya menjadi kuli bangunan dan babu yang tak dibayar. Dipandang sebelah mata dan tak bermartabat. Mereka juga meramaikan kampus-kampus sekelas internasional yang dihuni oleh para pelajar dari berbagai negara. Namun, saya sebagai orang Madura yang belajar di sini, kerapkali memegang dada karena terasa perih dan terharu. Ada perbedaan mencolok antara orang Madura dan orang dari negara lain. Mereka sibuk membingkai mimpi-mimpinya menatap masa depan, sementara orang Madura menjadi pengelap lantai dan WC, menyapu jalanan dan menjadi penjual makanan. Terasa sekali bahwa diseberang sana, dikampung halaman saya, ada yang tidak beres sehingga warganya berbondong-bondong ke negeri jiran. Seandainya di Madura tersedia infrastruktur yang memadai, mungkin warga Madura di negeri tetangga tidak harus bersusah payah tidur dihutan. Seandainya di Madura mereka bisa hidup sejahtera, mungkin mereka tak perlu merelakan uangnya di kuras habis oleh para polisi jalanan yang mengetahui bahwa mereka adalah pekerja ilegal. Mereka tak perlu diam dan bahkan harus melawan saat isterinya di perkosa oleh oknum polisi. Tapi apalah daya mereka adalah pendatang gelap yang kemerdekaannya tergadaikan. Mereka hidup dengan serba kegetiran dan ketakutan karena tiap saat mereka bisa di tangkap dan dipulangkan. Kenapa mereka tidak ada jeranya kembali lagi datang ke malaysia? Inilah pertanyaan yang perlu kita jawab bersama. Jika ditanyakan kepada mereka, “Kenapa kalian tidak jera da-
tang ke negeri jiran padahal kalian sudah berulangkali masuk jeruji besi dan dipulangkan?” Mereka akan menjawab, “Di negeri sendiri mencari uang seribu dalam sehari susahnya minta ampun. Lihatlah para penjual sayur yang tak jemu-jemunya menawarkan jualannya seharga seribu rupiah namun tak ada yang beli. Sedangkan dinegeri jiran, mencari uang dua ratus ribu rupiah dalam sehari sangatlah tidak sulit. Di negeri sendiri, mencari pekerjaan susahnya minta ampun. Menjadi tukang sapu pun harus punya ijazah dan gajinya pas-pasan. Di negeri tetangga, yang penting punya kemauan untuk bekerja, maka gaji dua juta tiap bulan sudah di depan mata. Di negeri sendiri pemimpin kita tak menghargai hasil jerih payah rakyatnya. Saat panen beras, harga beras menjadi turun. Namun saat musim kemarau, saat persediaan beras tinggal sedikit, harga beras pun melambung. Dan hal itu juga menimpa pada hasil panen lainnya seperti jagung, bawang, kacang, dan lain sebagainya. Di negeri kita, orang kaya tak memihak pada kita, sedangkan di negeri orang betapa dana infaq, sedekah, dan zakat sangatlah melimpah ruah. Masjid-masjid tak pernah sepi dari para penyumbang. Dan kesadaran mengamalkan agamanya sangatlah tinggi. Ah betul kiranya perkataan syaikh Sya’rawi, “Jika di negara Islam masih ada orang yang kelaparan, maka dapat dipastikan ada orang kaya yang secara dzalim mengambil haknya”, dan itulah yang menimpa negeri kita yang katanya saking suburnya tongkat pun bisa tumbuh dan berbuah. Namun apalah artinya kekayaan yang melimpah jika warga sendiri tak bisa menikmatinya. Sejahat-jahatnya negeri tetangga, mereka takkan memeras warganya sendiri. Namun di negeri kita, malah warga sendiri yang dikibuli dan di jajah”. Merupakan hukum alam saat manusia semakin terjajah dan ditekan akan memunculkan sifat “Nekad” dan berani bertindak. Sifat seperti ini adakalanya terpuji karena dengannya tak sedikit dari mereka menjadi orang sukses dan
Di negeri sendiri pemimpin kita tak menghargai hasil jerih payah rakyatnya. Saat panen beras, harga beras menjadi turun. survive di negeri orang. Namun disisi lain, sifat ini bisa menjadi sesuatu yang menakutkan jika digunakan dengan cara jalan pintas. Tak sedikit dari warga Madura yang membuat onar di negeri orang. Ada yang jadi mafia; perampok, pemasok obat-obatan terlarang, dan menjadi pembunuh bayaran. Ada juga yang mabuk-mabukan, main judi, membuat visa palsu, dan lain sebagainya. Kasus tertembaknya matruji (43) warga sampang barubaru ini, yang diduga otak perampokan, adalah satu contoh dari rentetan kejahatan orang Madura. Maka jangan salahkan orang Malaysia ketika mengatakan orang Madura kejam-kejam, bahkan mungkin nantinya Madura bisa di blacklist dari peredaran Malaysia. Saya sendiri kadang merasa risih saat melihat orang-orang Madura masih asik-asikan di kedai makanan sedangkan adzan maghrib sudah dikumandangkan. sementara orang Malaysia sudah berdatangan ke masjid dan musholla atau kalau tidak mereka sudah berada dirumahnya masing-masing dan tidak keluyuran. Inilah serentetan perilaku warga Madura di rumah orang yang memperburuk imej dan martabat orang madura. Maka lahirnya organisasi kemasyarakan seperti IKMA (Ikatan keluarga Madura) di Malaysia membawa angin segar untuk memartabatkan warga Madura
disini. Apalagi dengan adanya organisasi ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sudah mulai sering mengunjungi warga Madura bahkan dari pihak kementerian dan KPU-RI juga datang menemui warga Madura. Dan dalam waktu dekat ini IKMA mempunyai rencana untuk mendatangkan semua Bupati Madura dan tokoh-tokoh ormas seperti NU dan lain sebagainya. Hal ini penting untuk memberikan siraman rohani, bimbingan dan penyuluhan agar warga Madura dimalaysia berhati-hati dengan segala perbuatan yang tidak terpuji. Hal ini mengingat budaya yang mereka tiru bukan budaya melayu, melainkan budaya TKI dimana para pekerja dari Negara lain seperti banglades, india, myanmar berkumpul dengan saling menularkan budaya negative seperti mabuk-mabukan, main judi, selingkuh, dan lain sebagainya. Budaya semacam ini, jika tidak ditangani secara serius akan membahayakan budaya kesantrian orang Madura yang tidak menutup kemungkinan dua puluh tahun kedepan Madura menjadi masyarakat yang tidak bermoral. Disamping itu, dengan adanya kerjasama dari semua pihak, diharapkan bisa meminimalisir perlakuan yang tidak manusiawi terhadap para TKI seperti pemerasan, gaji yang tidak di bayar, pemerkosaan dan bahkan membantu warga Madura yang terkena musibah seperti jatuh dari bangunan, meninggal, dan lain sebagainya, baik bantuannya bersifat administratif maupun finansial. Akhirnya, fenomena derasnya warga Madura, yang bisa dikatakan warga terbanyak dari Indonesia bekerja di Malaysia, patut menjadi renungan bersama. Mencari akar persoalannya dan memberikan solusi terbaik sehingga warga Madura menjadi warga yang hidup sejahtera dan penuh kedamaian bersama keluarga di kampung halamannya.= *) Mahasiswa S2 di International Islamic university Malaysia (IIUM) dan Sekretaris NU Cabang Malaysia.
KORAN MADURA
PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Endra Franata (Kepala), Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.
= WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
LIBURAN TAHUN BARU
KORAN MADURA
LINTAS JATIM
KAMIS 2 JANUARI 2014 KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II No. 0272 | TAHUN II
99
ant/fikri yusuf
Sejumlah wisatawan menaiki speedboat sewaan mengelilingi Telaga Sarangan, Magetan, Jatim, Rabu (1/1). Terjadi lonjakan pengunjung Telaga Sarangan pada liburan tahun baru 2014 dari hari biasa sekitar 1.000 wisatawan menjadi sekitar 15.000 wisatawan per hari.
PEMBUNUHAN
Polrestabes Tangani Delapan Kasus SURABAYA - Selama tahun 2013, Polrestabes Surabaya tangani delapan kasus pembunuhan yang sebagian besar menjadi perhatian masyarakat. Enam diantaranya dapat diungkap dengan cepat, namun dua kasus lainnya hingga kini masih misterius. Kedua kasus yang belum terungkap adalah pembunuhan terhadap Endang (42) warga Jl Brawijaya, janda tewas membusuk di rumahnya pada Minggu (27/10) dan Wanita Tuna Susila (WTS) Fera Elifianti (18) warga Ende, NTT, yang tewas di kamar wisma 27 Jl Kupang Gunung Timur I, Minggu (17/11/2013). Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman menjelaskan, identitas kedua pelaku pembunuhan sudah diketahui anggotanya, namun pelaku selalu berhasil melarikan diri saat polisi mengendus jejaknya. “Kami sudah mengetahui identitas pelaku pembunuhan terhadap Endang dua hari setelah kejadian dan pembunuh Fera sehari setelah kejadian. Tapi anggota kesulitan menangkap karena
mereka berada di luar Surabaya dan tiap kali terlacak jejaknya, mereka telah berpindah tempat,” papar AKBP Farman panjang lebar. Namun AKBP Farman memastikan bahwa penangkapan pelaku dua kasus pembunuhan itu akan bisa dilakukan anggotanya dalam waktu tak lama lagi. “Kami yakin bisa meringkus mereka dalam waktu dekat. Tingga menunggu waktu saja,” tandasnya. Seperti diketahui, kasus pembunuhan terhadap WTS Dolly Fera Elifianti yang diduga dilakukan pacarnya sendiri menggemparkan publik. Korban diketahui tewas
EVAKUASI
dengan lukla lebam di sekujur tubuh dengan mulut tersumpal. Usia korban juga memicu kontroversi karena berdasarkan data dari tanah kelahirannya, fera masih berusia 14 tahun. Hal ini seolah membenarkan kemungkinan adanya WTS dibawah umur yang bekerja di dolly. Kisah pilu ini segera disangkal pihak Dolly dan kepolisian yang menyatakan bahwa terjadi salah ketik pada KTP korban. Entah mana yang benar, semoga di tahun 2014 ini polisi berhasil menangkap pembunuh fera. = DDY
ddy/koran madura
Dokumentasi saat proses evakuasi PSK yang ditemukan tewas menjadi perhatian warga sekitar yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dua Jaksa Purna Tugas Peningkatan Pengaduan hingga 400% SURABAYA – 2 jaksa di lingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa timur (Jatim) dipecat sepanjang 2013. Selain itu, terjadi lonjakan jumlah laporan pengaduan dari 22 laporan pengaduan pada tahun 2012 menjadi 85 laporan atau 400 %. Kepala Kejati Jawa Timur, Arminsyah menyatakan, sanksi yang diberikan pada Jaksa yang dinyatakan bersalah tersebut, selain pemecatan juga sanksi lainnya untuk memberikan efek jera kepada para jaksa. "Selain pemecatan juga ada sanksi. Sanksi itu, mulai dari penundaan kenaikan jabatan sampai dengan dicopot secara tidak terhormat jika terbukti memang melakukan pelanggaran berat," terang Arminsyah. Arminsyah menambahkan, ke 2 Jaksa yang dipecat masing-masing berasal dari Kejari Surabaya dan Kejari Tanjung Perak. Mereka dipecat setelah Kejati Jatim menerima laporan dari masyarakat dan menindaklanjutinya. Ternyata ditemukan sejumlah pelanggaran berat yang dilakukan ke 2 Jaksa tersebut sesuai laporan masyarakat. "Berdasarkan laporan dari masyarakat, kemudian kami melakukan penyelidikan, kemudian pengumpulan data, sehingga kemudian kami menemukan adanya pel-
anggaran berat yang dilakukan oleh kedua Jaksa," tukas Arminsyah. Catatan lain, 5 laporan pengaduan dari masyarakat kemudian akhirnya ditingkatkan menjadi inspeksi kasus, dan untuk staf kejaksaan telah dipecat 4 orang di bagian tata usaha. "Selain pemecatan, dari catatan kami pada tahun 2013 tercatat 11 pegawai telah dijatuhi hukuman disiplin. Dan hukuman disiplin itu dijatuhkan agar pelakunya tidak mengulang lagi tindakan indisipliner tersebut," tegas Arminsyah. Sedangkan untuk tindak pidana khusus (pidsus), kata Arminsyah, Kejati Jawa Timur telah melakukan penyelidikan 141 perkara dan kemudian ditingkatkan menjadi penyidikan sekitar 147 perkara. = DDY
10
KORAN MADURA
LINTAS JATIM
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
TAHUN BARU
Diskoperindag Antisipasi Lonjakan Harga
TAHUN BARU SURABAYA
ant/m risyal hidayat
Warga mendokumentasikan pijaran kembang api ketika merayakan malam pergantian tahun baru di kawasan Gubernur Suryo, Surabaya, Jatim, Rabu (1/1). Ribuan warga Surabaya memadati Car Free Night dan sejumlah ruas jalan untuk menyambut Tahun Baru 2014.
Pemprov “Bakar” Rp 250 Juta Anggaran untuk Perayaan Tahun Baru 2014 SURABAYA – Pemprov Jatim “Membakar” dana Rp 250 juta pada malam pergantian tahun. Dana sebesar itu hanya digunakan untuk untuk kembang api seberat sekitar 700 kg. Gubernur Jawa Timur bersama forum pimpinan daerah (Forpimda) Jawa Timur menyatakan pesta kembang api demi kemeriahan pesta pergantian tahun.
"Lamanya sekitar 15 menit," kata Soekarwo kepada wartawan di gedung Grahadi, usai merayakan pesta pergantian tahun, Rabu (1/1). Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini mengatakan, pesta kembang api tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 200 – Rp 250 juta. Bahkan, gubernur meminta agar pesta kembang api yang rencananya memakan waktu sekitar 10 menit menjadi 15 menit. "10 menit itu Rp 200 juta. Ya lebih dari Rp 200 juta," tuturnya. Ketika disingung mengenai Pemkot Surabaya yang tidak menggelar pesta api, Soekarwo mengatakan, Kota Surabaya memiliki lahan (untuk pesta pergantian tahun) yang lebih luas dibandingkan dengan provinsi. "Karena dia punya kawasan yang lebih luas dan ini hampir semua pesta Surabaya. Sebetulnya ini kami mensupport Surabaya, bukan provinsi punya gawe mensupport warga Surabaya," tandasnya. Lokasi kembang api milik pem-
“Karena dia punya kawasan yang lebih luas dan ini hampir semua pesta Surabaya. Sebetulnya ini kami mensupport Surabaya, bukan provinsi punya gawe mensupport warga Surabaya,”
Soekarwo
Gubernur Jatim prov ini diletakkan di area Taman Apsari. Warna-warni kembang apipun menghiasi langit di atas kawasan Grahadi saat pergantian tahun. Masyarakat tumplek blek dan antusias menyambut pesta kembang api tersebut. Sementara itu, Forpimda Jatim mulai dari Gubernur Soekarwo, Wagub Saifullah Yusuf, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Kepala Kejati Jatim, Pangarmatim, Ketua
Pengadilan Tinggi dan beberapa pejabat yang didampingi istrinya, menyaksikan pesta kembang api. Sebelum memasuki pergantian tahun, gubernur mengajak masyarakat berdoa membaca Al Fatihah agar di 2014 lebih makmur dan aman. Setelah pesta kembang api, Forpimda kembali menghibur masyarakat dengan melakukan joged Caisar. Beragam tanggapan masyarakat terkait dana tersebut, sebagian memaklumi, namun tak sedikit yang menyayangkan. “Mending dibagikan ke fakir miskin seperti saya mas, dari pada dibakar 15 menit,” ujar Bagus, pemulung yang sedang mengais sampah di daerah patemon Rabu (1/1). Sementara itu Lita, remaja putri yang menyatakan ikut menyaksikan pesta kembang api mendukung karena demi kemeriahan pergantian tahun. “Tidak apa-apa yang penting meriah, dari pada dimakan koruptor, mending dibakar,” ujarnya. = DDY
PROBOLINGGO – Diskoperindag Kota Probolinggo menggelar operasi pasar di sejumlah tempat. Giat itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga pada saat pergantian tahun. Hal ini disampaikan Kabid Urusan Perdagangan Diskopindag Kota Probolinggo, Sugeng Riyadi kepada wartawan, Rabu (1/1). “Operasi pasar ini dilakukan sejak 20 Desember 2013 sampai 2 Januari 2014,” katanya. Sasaran dalam giat operasi tersebut, yakni pasar Baru, Kronong dan pasar Randu Pangger. Berdasarkan operasi pasar yang dilakukan, harga barang komoditi berupa beras jenis IR 64 premuim sebesar Rp 7.750 perkilo, gula pasir sebesar Rp 8.750 dan minyak goring sebesar Rp 8.750 perkilo. Sugeng menjelaskan, menjelang tahun Baru 2014 ini, harga sembako di pasaran ada yang mengalami kenaikan dan penurunan. Seperti cabe merah kecil sebesar Rp 26 ribu. Harga cabe kecil ini mengalami penurunan dari harga sebelumnya Rp 29 ribu. Sementara kacang hijau dari harga sebelumnya Rp 17 ribu menjadi Rp 17.250 perkilo. “Harganya mengalami kenaikan, namun tidak seberapa,” tandasnya. Sedangkan sebagian sembako lainnya mengalami harga stagnan. Tidak mengalami perubahan meski menjelang tahun baru. Seperti beras beras jenis Bengawan seharga Rp 8.500 perkilo, minyak goring Bimoli Rp 23 ribu per-2 liter, bawang merah R .27 ribu perkilom dan tepung terigu sebesar Rp 8.500 perkilo.“Kalau harga daging sapi mengalami kenaikan Rp 1000 perkilo,” katanya. Sugeng menjelaskan, harga daging sapi di pasaran sebesar Rp.8.9000 perkilo menjadi Rp.90.000 perkilo. Kendati mengalami kenaikan, namun Sugeng tidak menjelaskan apa factor terjadinya kenaikan itu terhadap harga daging sapi di pasaran. “Naik turunnya harga sembako di pasaran sudah menjadi hukum pasar. Namun untuk mengantisipasi, kita harus selalu memantau dengan cara menggelar operasi itu,” pung kasnya. = UGI
LAKUKAN TANSAKSI
ugi/koran madura
pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi jual-beli di salah satu pasar di kota Probolinggo.
KORAN MADURA
LINTAS JATIM
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
11
OJK Awasi Bank di Jatim SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil alih pengawasan bank yang beroperasi di Jawa Timur dari mulai kemarin (1/1). Sebelumnya, pengawasan sekitar 483 bank yang beroperasi di Jatim dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). “Bank yang masuk pengawasan OJK di Jatim terdiri dari 83 Bank Umum, 8 Bank Umum Syariah (BUS), 9 Unit Usaha Syarian (UUS), 352 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan 31 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS),” ungkap Kepala Regional OJK Wilayah III yang meliputi Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Adie Soesetyantoro, Rabu (1/1). Adie mengatakan, langkah tersebut sesuai undang-undang, yakni fungsi pengawasan dan pengaturan bank akan dialihkan dari BI kepada OJK mulai 1 Januari 2014. Sehingga fondasi kuat bagi transformasi ekonomi Jatim ke depan “Ini akan menjadi sejarah baru dalam industri keuangan di Indonesia dan ia akan berusaha menjaga pertumbuhan sehat industri keuangan di Indonesia khurusnya di Jatim,” ujarnya. Ia menambahkan, pentingnya peranan perbankan sebagai lembaga intermediasi membutuhkan pengawasan dari berbagai pihak baik internal maupun eksternal (masyarakat dan regulator) untuk memastikan terciptanya aktivitas perbankan sehat dan aman. Sebelum dilaksanakan pengalihan pengawasan bank dari BI, kinerja perbankan sampai November 2013 telah menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian di Jatim. Tercatat total aset perbankan di Jatim hingga akhir November 2013 mencapai Rp 425,01 triliun atau 6,96% dari total asset perbankan nasional. Penyaluran kredit pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 301,51 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sebesar Rp 325,75 triliun. “Kinerja perbankan di Jatim selama ini cukup signifikan dalam mendorong perekonomian, ini diindikasikan dari besaran pen-
yaluran kredit ditujukan untuk sektor produktif yang mendukung yang mencapai 73,51% dari total kredit. Kondisi tersebut didukung pula dengan tingkat risiko kredit yang relatif rendah tercermin dari jumlah non performing loan (NPL) sebesar 1,92%,” imbuhnya. Peranan perbankan dalam mendorong pertumbuhan inklusif di Jatim tercermin pula dari peningkatan kredit UMKM secara tahunan sebesar 20,22% menjadi Rp 86,87 triliun dengan NPL sebesar 3,50%. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jatim, Dwi Pranoto mengatakan, meski fungsi pengawasan bank telah beralih ke OJK, Bank Indonesia sebagai bank sentral masih tetap dapat melakukan pengawasan perbankan, khususnya terkait dengan kehatihatian perbankan secara makro (makroprudensial) yang akan diarahkan pada pengelolaan risiko sistemik termasuk risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar dan penguatan struktur permodalan. “Kebijakan makroprudensial juga diarahkan untuk memperkuat komposisi kredit kepada sektorsektor produktif yang berorientasi ekspor dan menyediakan barang substitusi impor serta mendukung upaya peningkatan kapasitas perekonomian,” ujarnya. Beberapa instrumen kebijakan yang bersifat makroprudensial tersebut antara lain penyempurnaan Giro Wajib Minimum (GWM) syariah, Loan to Value (LTV), Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan penguatan struktur permodalan dengan mengakomodasi unsur-unsur risiko yang lebih kompleks dan komprehensif. Sementara dalam kaitan kondisi perbankan secara mikro, atau institusi, pengawasan sepenuhnya dilakukan oleh OJK. = ARA
DIBERI MAKAN
han/koran madura
Seekor Zebra sedang diberi makan oleh petugas KBS dan disaksikan para pengunjung pada liburan tahun baru, Rabu (1/1). Para pengunjung mencapai 61.058 orang.
KEBUN BINATANG SURABAYA
Pengunjung Mencapai 61.058 Orang SURABAYA - 1 Januari 2014 kemarin menjadi awal yang baik bagi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS). Bagaimana tidak, seharian kemarin, tempat wisata fauna yang terletak di jantung kota Surabaya tersebut menjadi tempat 'rujukan' liburan alternatif tidak hanya bagi warga kota Surabaya, tapi juga masyarakat Jawa Timur. Humas KBS Agus Supangkat kepada Koran Madura mengatakan, sepanjang hari kemarin, pengunjung mencapai 61.058 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 22 persen dari libur tahun baru 2013 lalu yang mencapai 47.038 orang. "Hari ini (kemarin) jumlah pengunjung KBS membeludak, mencapai 61.058 orang. Pencapaian ini tertinggi sepanjang sejarah KBS," kata Agus. Menurut Agus, peningkatan jumlah pengunjung tersebut terjadi karena KBS menyajikan beragam aktraksi menarik yang hampir sama dengan tempat wisata sejenis di luar kota. Sehingga warga Surabaya dan sekitarnya, termasuk dari Madura, tidak perlu jauh-jauh keluar kota hanya untuk menikmati atraksi serupa. Untuk menghibur
pengunjung, kemarin, KBS memang kembali menampilkan atraksi Gajah koleksinya. Atraksi ini menjadi berbeda dan istimewa karena atraksi yang bertepatan dengan perayaan awal tahun baru 2014 ini seolah menjadi jawaban atas kritik adanya penyiksaan satwa di KBS seperti yang ramai diberitakan media asing
Hari ini (kemarin) jumlah pengunjung KBS membeludak, mencapai 61.058 orang. Pencapaian ini tertinggi sepanjang sejarah KBS,”
Agus Supangkat Humas KBS
beberapa waktu lalu. Tiga ekor Gajah koleksi KBS, tampil beratraksi di lokasi tunggang satwa, dengan bergaya ikut merayakan pergantian tahun baru, ketiga Gajah itu dilengkapi dengan hiasan topi kertas pada bagian kepala serta kain merah dibagian kepala dan tubuhnya. "Kami memang menampilkan
atraksi Gajah ini, sebagai bagian dari kegiatan mengisi awal tahun baru 2014. Gajah-gajah ini kami ajak tampil menghibur masyarakat. Atraksi sederhana saja, seperti bersalaman dengan pengunjung," ujar humas PDTS KBS, Agus Supangkat. Gajah Sumatera koleksi KBS itu mampu berinteraksi dan mengajak pengunjung bergembira bersama. Bahkan salah satunya bisa memainkan terompet, bersalaman, serta berkeliling mengitari para pengunjung yang memang sudah menunggu penampilan Gajah-gajah tersebut. Tepuk tangan dan sorak pengunjung, terdengar bergemuruh tiap kali Gajah-gajah itu melakukan atraksi dan mengerjakan apa yang diperintahkan oleh para mahoot atau pawang Gajah.Saat dikonfirmasi terkait adanya hubungan atraksi gajah dengan tudingan penyiksaan satwa pada koleksi satwa, Agus Supangat enggan menjawab itu. "Yang pasti untuk tambahan hiburan bagi pengunjung KBS di awal tahun baru ini, diantaranya adalah atraksi Gajah, Onta, dan penampilan beberapa koleksi satwa KBS lainnya. Dan ternyata pengunjung senang," tandasnya. = HAN
JAMINAN KESEHATAN
SURABAYA - Sebanyak 74 persen warga Kota Surabaya atau 2.323.150 jiwa belum terlindungi skema jaminan kesehatan akibat akses kesehatan yang buruk dan tingkat kepesertaan yang rendah. "Surabaya yang berpenduduk sekitar 3.110.187 jiwa hanya punya kepesertaan BPJS Kesehatan sekitar 787.037 jiwa," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Surabaya, Jamaludin, Rabu (1/1).
74 Persen Warga Belum Terlindungi Jamkes Menurut dia, ratusan ribu warga itu pun merupakan peserta peralihan otomatis yang berasal dari kalangan yang selama ini merupakan peserta Jamkesmas, Jamsostek dan Askes. "Mereka terdiri dari Jamkesmas 387.392 jiwa, PNS 220.857 jiwa, TNI 73.127 jiwa, Polri 39.845 jiwa dan Jamsostek 65.816 jiwa," katanya. Jadi, warga kota Surabaya sisanya
belum tercakup dalam skema jaminan kesehatan (jamkes) itu. Selain itu, kebijakan dan sistem kesehatan di Kota Surabaya dalam implementasinya selama ini masih belum berpihak kepada buruh/pekerja dan rakyat miskin karena belum memberikan pelayanan yang baik dan paripurna. "Di kota ini memang ada dua Rumah Sakit (RS Dr Soewandi
dan RS Bhakti Darma Husada) dan 62 Puskesmas, namun RS Soewandi selama ini tidak ada program kerja sama dengan Jamsostek, sehingga tidak bisa melayani kalangan pekerja/buruh di Surabaya," katanya. Selain itu, fasilitas dan layanan Puskesmas masih terbatas dan belum semuanya menyediakan rawat inap, apalagi jumlah dokter, bidan
dan perawat juga masih kurang. Berdasarkan fakta-fakta itu, FSPMI Surabaya mendesak Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kepesertaan jaminan kesehatan agar seluruh warga kota Surabaya tercakup skema BPJS Kesehatan, terutama buruh/pekerja, gelandangan, tukang becak, pengamen, anak jalanan, penyandang cacat, kaum jompo, anak panti, dan WTS. = ANTARA/DIK
12
KORAN MADURA
LINTAS JATIM
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
Tiket KA Naik 50 Persen SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero dari mulai kemarin (1/1) menaikkan harga tiket kereta api untuk kelas ekonomi komersial AC sebesar 50 persen. “Kebijakan menaikkan tarif KA hingga 50 persen tersebut berdasarkan, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor: PM 28 tahun 2013 perihal pedoman perhitungan dan penetapan tarif angkutan orang dengan Kereta Api,” ujar Manager Humas PT KAI Daop VIII Surabaya, Sri Winarto, saat dihubungi, Rabu (1/1). Selain Permenhub, lanjut Sri Winarto, kebijakan tersebut juga keputusan Direksi PT KAI Nomor: KEP.U/11.003/VII/41/KA-2013 tanggal 16 Juli 2013 perihal tarif ke ekonomian angkutan penumpang Kereta Api pasca kenaikan harga BBM yang menerima penugasan pelayan publik tahun 2013. Sehubungan belum ditetapkannya kontrak Public Service Obligation (PSO) untuk tahun 2014 (subsidi), maka ditetapkan tarif Kereta Api kelas ekonomi komersial (non subsidi) jarak jauh dan jarak menengah yang akan mengalami kenaikan/selisih sebesar 100 persen dari tarif subsidi. “Meskipun pemberian PSO tidak berlaku lagi, maka ke depan PT KAI akan tetap membantu masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mendapatkan transportasi yang murah dan nyaman pada saat pemerintah baru saja menaikan harga BBM,” jelasnya. Sri Winarto mengatakan, harga tiket yang diterapkan disesuai-
ANTRE
ari armadianto/koran madura
Sejumlah calon penumpang KA Eksekutif tujuan Surabaya-Bandung mengantre tiket di Stasiun Gubeng Surabaya, Rabu (1/1).
kan jarak tempuh para konsumen yang menggunakan jasa transportasi kereta api. Pemberlakukan tarif baru tiket KA ekonomi AC sudah dipesan mulai 1 Oktober 2013 lalu untuk keberangkatan kemarin. Sekedar diketahui, Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya sendiri memiliki beberapa rangkaian kereta kelas ekonomi komersial jarah menengah dan jarak jauh yang mengalami kenaikan atau kembali ke tarif normal yaitu KA Ekonomi AC Kertajaya jurusan Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen Jakarta lewat Semarang, dan KA Pasundan Surabaya Gubeng – Kiaracondong, jika semula tarif subsidi Rp50.000/orang naik menjadi Rp110.000/orang.
KA Ekonomi AC Matarmaja jurusan Malang Kota Baru-Pasar Senen Jakarta yang semula Rp65.000/ orang, naik menjadi Rp110.000/ orang, KA Ekonomi Gayabaru Malam Surabaya Gubeng-Jakarta Pasar Senen tarif subsidi Rp55.000 orang naik menjadi Rp110.000/ orang. KA Sri Tanjung jurusan Lempuyangan-Banyuwangi PP yang semula Rp50.000, naik menjadi Rp95.000, dan KA Logawa Purwokerto-Surabaya Gubeng-Jember tarif subsidi Rp50.000/orang naik menjadi Rp100.000/orang. Menyangkut tingkat keterisian penumpang atau load factor keempat kereta tersebut, rata-rata telah mencapai 100 persen untuk jadwal
perjalanan setiap Jumat sampai Minggu atau saat liburan. Sedangkan jadwal perjalanan pada hari reguler setiap Senin sampai Kamis, okupansi hanya berkisar 80 persen. Sekarang tiga KA yakni KA Matarmaja, KA Kertajaya dan KA Gayabaru Malam seluruhnya telah dilengkapi air conditioner (AC) dan colokan HP laptop untuk meningkatkan kenyamanan penumpang di dalamnya. Secara bertahap semua kereta api ekonomi akan dilengkapi dengan AC dan colokan HP serta laptop. Hal ini karena AC dan colokan HP serta laptop sudah menjadi standar pelayanan terhadap kenyamanan para penumpang saat ini. = ARI ARMADIANTO
OBJEK WISATA
Candi Jabung Sepi Pengunjung PROBOLINGGO- Tempat wisata sejarah Candi Jabung Kabupaten Probolinggo yang terletak di Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton, tanpaknya sepi dari kujungan wisatawan, meski momentum tahun baru 2014. Candi Jabung merupakan peninggalan kerajaan Majapahit dengan memiliki ukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter dan tinggi 15,58 meter. Candi ini seluas 35 x 40 meter persegi dan sekarang mendapatkan perluasan lahan sebanyak 20,042 meter persegi. Candi ini ramai dikunjungi oleh para siswa ketika hari minggu dari berbagai kota. “Sekarang momen tahun baru Candi ini terlihat sepi,” kata salah satu petugas candi Jabung, Edy
fud/koran madura
SEPI. Candi Jabung Kabupaten Probolinggo terlihat sepi pengunjung meski tahun baru.
Irwantono, Rabu (1/1). Edy Irwanto, mengatakan pengunjung yang datang ke candi memang cukup banyak terlihat dari data kantor Cabang Pelestarian Purbakala Trowulan Mojokerto.
Sepanjang tahun 2011 berjumlah 8509 orang, 2012 jumlahnya mengalami peningkatan, yakni sebanyak 13943 orang. Sedangkan tahun 2013 kurang lebih 14.765 orang.“Ini dari kalangan anak pelajar yang datang
ke tempat ini,” ucapnya. Menurutnya, pengunjung dari kalangan umum yang datang ke candi jabung, dalam tahun 2011 berjumlah, 6896 orang. Untuk tahun 2012 jumlahnya mencapai 7238 orang, dan sepanjang 2013 kemarin 6425 orang.“Rata- rata pengujung yang kesini dari luar wilayah kabupaten Probolinggo, sperti Surabaya Malang dan Yogjakarta,” tandas Edy Irwantono.. Saat ini, jumlah pengujung yang datang ketika momen tahun baru, lanjut Edy Irwantono, terlihat berkurang dibanding dengan tahun baru kemarin. Kemungkinan banyak masyarakat yang berlibur keluar kota atau karena kondisi cuaca hujan. = FUD
TAHUN 2014
Jatim Aman-Kondusif SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yakin situasi dan kondisi di Provinsi Jatim tetap aman dan kondusif pada tahun 2014 yang dalam waktu dekat akan menggelar pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Pasalnya masyarakat Jatim dinilai sudah dewasa dan matang dalam menyikapi pesta demokrasi lima tahunan tersebut. "Sikap itulah yang menjadikan masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban," tegasnya, Rabu (1/12). Soekarwo mengatakan, selama ini di Jatim tidak pernah ada konflik antar partai politik (parpol). Namun justru sebaliknya, para pimpinan parpol terlihat kompak dan sepakat dalam mengedepankan dan mengejawantahkan asas demokrasi dan musyawarah mufakat dalam mengambil sikap dan keputusan. "Pikiran dan tujuannya hanya satu, yakni lebih mengutamakan kepentingan Jawa Timur," tegas Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo ini. Untuk itu, pihaknya minta para caleg yang diusung parpol peserta pemilu dalam Pileg bulan April nanti dapat menunjukkan sentuhan dan kinerja politik yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang akan memilihnya. Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Provinsi (DKP) Jawa Timur, Achmad Fauzi mengatakan pemilu tahun 2014 merupakan momentum yang sangat menentukan dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia lima tahun kedepan. Akan tetapi, pesta demokrasi lima tahunan tersebut juga mengancam budaya, yang identik dengan nilai-nilai torelansi dan kebersamaan. "Masyarakat diingatkan kembali tentang nilai toleransi, kemerdekaan, sehingga ketegangan atau gesekan politik bisa direduksi. Pesta demokrasi lima tahunan tidak dapat kita hidari. Namun, jangan sampai masyarakat tercerai-cerai," ujarnya. Menurut dia, Tahun Kebudayaan 2014 yang bertepatan dengan pemilihan umum (Pemilu), pileg dan pilpres merupakan upaya menumbuh kembangkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antar sesame sembari digelarnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Dengan kesenian dan kebudayaan, dapat menguatkan nilai identitas bangsa, serta keberlangsungan peradaban budaya,” tegas Achmad Fauzi Achmad Fauzi menambahkan, peran pemerintah selama ini cukup baik dalam mendukung program-program peningkatan seni budaya. Namun , ia berharap, pemerintah akan lebih pro aktif lagi di tahun-tahun ke depan. = ARA
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
PROBOLINGGO
KAMIS 2 JANUARI 2014 KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II No. 0272 | TAHUN II
13 13
Caleg Cari Simpati PROBOLINGGO – Tahun 2014 ini merupakan tahun politik. Tak heran, jika awal tahun ini sudah banyak para caleg yang sudah mulai menarik simpati masyarakat. Apalagi pemilu legislatif sudah tinggal beberapa bulan lagi. “Langkah menarik simpatik masyarakat itu saya kira wajar dilakukan. Karena targetnya untuk mencari dukungan,” ujar Wakil Ketua DPC Hanura Kabupaten Probolinggo, Tiarnam kepada wartawan, Rabu (1/1). Upaya menarik simpatik masyarakat menjelang pemilu, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh caleg salah satu partai, namun hampir semua caleg dari sejumlah partai peserta pemilu melakukan hal serupa. Hanya saja, strategi untuk memanaskan mesin politiknya yang berbeda. Salah satunya di partai Hanura. Partai pimpinan Purnawirawan Jenderal Wiranto itu kini sudah membentuk Badan Pemenangan
Pemilu (Bapilu) di tingkat Kabupaten. Bapilu tersebut tugasnya melakukan upaya dan setrategi dalam hal pemenangan pemilu. Tiarnam menjelaskan, dengan terbentuknya Bapilu Hanura, pihaknya berharap agar suara dukungan partai Hanura semakin besar sesuai dengan target kursi yang diharapkan. “Ini adalah tugas Bapilu sebagai Badan Pemenangan Pemilu,” katanya. Pantauan di lapangan, di awal tahun 2014 ini para caleg nampaknya sudah mulai pasang badan untuk mengatur setrateginya. Mulai dari pemasangan baliho dan penyebaran stiker di rumah-rumah pendukung caleg. Pemasangan baliho caleg yang
tersebar itu, membuat sebagian masyarakat protes. Pasalnya, pemasangan itu terkesan sembarangan dan melanggar aturan zona alat peraga yang sudah ditetapkan KPU. “Pemasangan baliho itu terkesan sembarangan dipasang oleh caleg. Yang penting sudah terpasang entah mengganggu atau tidak,” ujar seorang tokoh masyarakat desa Lumbang, Yumar. Menurut dia, pemasangan baliho caleg yang tidak sesuai aturan hendaknya dilakukan penertiban. “Ini tugas Panwas yang harus melakukan,” terang dia. Desakan penertiban terhadap baliho caleg yang tidak sesuai prosedur itu, karena tidak sedikit warga yang mengaku terganggu dengan banyaknya baliho yang terpasang dimana-mana. Bahkan, keberadaan baliho caleg itu terkesan kotor. = UGI
RAZIA
Knalpot Brong Harus Diganti Standar TERJEBAK MACET
ugi/koran madura
Banyak kendaraan yang terjebak macet, karena padatnya pengunjung yang datang ke Bromo, Rabu (1/1).
TAHUN BARU
Akses Jalan Bromo Macet PROBOLINGGO – Tahun baru akses jalan menuju obyek wisata gunung Bromo macet. Macetnya akses jalan itu bukan karena terjadi longsor, melainkan karena padatnya pengunjung yang datang. Bahkan, pengunjung yang datang bak semut merayap.“Banyak kendaraan yang terjebak macet, karena padatnya pengunjung yang datang ke Bromo,” ujar Hari, seorang warga tengger kepada wartawan, Rabu (1/1). Hari mengatakan, tahun Baru pengunjung obyek wisata Bromo yang memiliki gunung ketinggian 2.392 meter diatas permukaan laut itu sangat luar biasa ketimbang hari-hari sebelumnya. Melihat padatnya pengunjung tersebut, warga yang hendak naik menggunakan kendaraan harus merayap. Begitu juga sebaliknya, pengunjung yang hendak turun harus mengatre dengan kendaraan lainnya. “Pokoknya pengunjung Bromo sekarang padat sekali,” terang dia. Macetnya akses jalan Bromo itu, mulai dari kawasan Jurang Juntro hingga Cemoro Lawang. Bahkan
kemacetan akses jalan tersebut terjadi sejak pukul 10.00 wib hingga sore hari. Melihat kemacetan akses jalan menuju Bromo itu, sejumlah pengendara kendaraan terpaksa harus menepi tunggu antrean. Apalagi di musim penghujan ini, jalan aspal juga terlihat licin dan berbahaya. Indra (38), salah seorang pengendara kendaraan mengaku, untuk sampe ke lokasi obyek wisata gunung Bromo dirinya harus merayap karena padatnya pengunjung wisatawan yang datang hendak berlibur tahun baruan. “Kita harus pelan-pelan karena padatnya akses jalan,” ujar pria asal Lamongan itu. Pantauan di lapangan, pengunjung obyek wisata gunung Bromo pada tahun Baru ini, tidak hanya menaiki mobil saja. Namun banyak juga pengunjung yang naik menggunakan sepeda motor. Berdasarkan data yang diperoleh, angka pengunjung wisatawan Bromo tahun ini membludak hingga 70 persen ketimbang dari hari-hari sebelumnya. = UGI
PROBOLINGGO- Pemilik sepeda motor yang diamankan oleh petugas Satlantas Polres Probolinggo saat malam pergantian tahun, harus memasang knalpot standar apabila hendak mengambil motornya di kantor Satlantas Probolinggo Jl Suroyo Kota Probolinggo. Sedikitnya ratusan motor berhasil diamankan jajaran Polres Probolinggo saat di depan Alun-alun Kota Kraksaan, Gelora Merdeka Kraksaan, dan kawasan Pantai Wisata Bentar Kecamatan Gending. Sebanyak 75 persen motor tersebut menggunakan knalpot brong memekakan telinga. "Silahkan pemilik mengambil
kembali. Namun dengan syarat mengganti knalpot motor dengan knalpot standar," ungkap Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro melalui Kasat Lantas AKP Warih Hutomo, Rabu (1/1). AKP.Warih Hutomo menegaskan, bukan hanya sekedar mengganti knalpot brong. Pemilik motor juga diwajibkan membawa perlengkapan motor lainnya yang belum terpasang. "Kelengkapan surat kendaraan dan surat pengemudi juga dilampirkan," tandas mantan KRI Satlantas Polres Sidoarjo ini. Selain itu, beberapa Pick Up Barang yang mengangkut orang, di tindak tegas oleh petugas.
Mereka yang di tilang, karena melanggar tata tertib lalulintas yang sudah di atur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Bahkan, pengguna jalan itu sering membahayakan nyawa orang lain, dan kenyamanan pengguna jalan. Dalam penertiban itu aparat Satlantas menindak pengendara tidak berhelm, motor tanpa spion, knalpot yang dilepas serta motor tanpa surat-surat. "Kami terus melakukan penindakan kepada pengguna jalan yang melanggar, utamanya bagi bagi kendaraan yang bak terbuka,"pungkasnya. = HUD
DIAMANKAN. Polres
Probolinggo berhasil mengamankan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Seperda bisa diambil oleh pemilik dengan syarat mengganti knalpot standar.
hud/koran madura
14
KORAN MADURA
PROBOLINGGO
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
PESTA MALAM TAHUN BARU
Ratusan Botol Miras Diamankan PROBOLINGGO - Untuk mengurangi peredaran miras di kalangan masyarakat. Di malam tahun baru 2014, pihak Satuan Polres Probolinggo berhasil mengamankan ratusan botol miras. Lokasi yang menjadi operasi miras, yakni beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Menurut Kapolres Probolinggo, AKBP Endar Priantoro, mengatakan pihaknya melakukan upaya operasi miras ini bertujuan untuk mengamankan malam tahun 2014.“Kebiasaan menjelang perubahan tahun baru, kalangan remaja dan anak muda sering melakukan upaya pes-
ta tahu baru, Bahkan dari mereka mengkonsumi minum-minum keras seperti alkohol dan sejenisnya,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/1). Menurutnya, dalam operasi miras pihaknya dapat mengamankan miras dari berbagai toko dan warung-warung kecil, kurang lebih sekitar 500 botol berbagai jenis.“Semau toko yang sudah menjadi incaran polres kami lakukan penyisiran. Sehingga miras bisa kita amankan menjelang tahun baru. Dampak dari miras bila dibiarkan akan menjadi masalah bagi masyarakat,” tandas AKBP Endar Priantoro.
Untuk pemilik toko yang dinyatakan menjual miras, pihaknya memberikan pengarahan dan pembinaan. Penjual miras bisa sadar dan mengerti larangan atas menjual minuman yang dilarang oleh agama dan undang-undang.“Ini merupakan bentuk pencegahan agar peredaran dan penjualan miras dimasyakarat tidak terjadi lagi,” tegasnya. Disisi lain, pihak Satlantas Polres Probolinggo dalam pengamanan tahun baru 2014 melakukan upaya operasi lalin di berbagai pusat keramain, termasuk daerah alun-alun Kraksaan. = FUD
Pengkaderan Parpol Mandul Parpol Lebih Tertarik Kader Karbitan PROBOLINGGO - Sistem proses kaderisasi Partai Politik (Parpol) dinilai gagal dilakukan alias madul. Pasalnya, pola penjaringan caleg yang dipilih parpol saat ini lebih cenderung memilih calon legislatif (Caleg) dari kader karbitan dengan melihat kemampuan finansial saja. Hal tersebut diungkapkan, Pangamat Hukum dan Politik Bedug Institute Probolinggo, Mushafi Miftah, Rabu (1/14) kemarin. Menurutnya, sistem proses kaderisasi parpol saat ini dinilai macet. Karena banyaknya caleg yang diusung partai hanya main cabut saja. Parpol tanpa melakukan pertimbangan yang lebih matang. “Walaupun caleg tidak menjadi kader parpol, yang penting punya finansial kuat, Maka dia bisa menjadi seorang caleg ,” terangnya. Dengan pola penjaringan seperti itu, dia menganggap akan memiliki dampak yang cukup tinggi terhadap kinerja caleg ketika sudah duduk di kursi legisatif. Mereka akan lebih condong mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya saja. “Padahal dewan itu wakil rakyat untuk menjadi mediator aspirasi rakyat ketika di parlemen. Tetapi jika caleg non kader sangat sulit mewujudkan hal itu,” kata Mushafi Miftah. Soal proses kaderisasi partai, lanjut Mushafi Miftah, dinilai sangat penting untuk menjadi pertimbangan parpol sebagai kader yang cukup potensial untuk diusulkan menjadi caleg. Namun kenyataan yang dilakukan parpol, saat ini kader parpol meski memiliki intelektual tinggi tanpa di dukung finasial yang memadai terkadang tidak didukung. “Krisisnya kaderisasi dalam tubuh parpol jangan terlalu larut. Karena ini bisa mecelekakan proses demokrasi di dalam bangsa ini,” tandasnya. Disi lain, kualitas caleg yang dijaring parpol menjadi caleg dari kader yang benar- benar berkualitas dibanding dengan kader karbitan. Parpol memilihnya hanya lebih melihat finasial tanpa melihat kemampuan intelektual yang dimilikinya. “Itu justru menjadi penyakit yang akan menggerogoti rakyat. Tugas parpol sebagi alat politik akan mengalami kegagalan,”imbuhnya. Senada disampaikan, Abd Hamid Aziz, salah satu dosen politik Universitas Panca Marga Probolinggo, Menurutnya, kader parpol saat ini sudah mulai terjerumus kepada isu politik transaksional. Mereka
hud/koran madura
Mushafi Miftah
Pangamat Hukum dan Politik Bedug Insitute Probolinggo lebih memilih kemampuan finasial dibanding dengan kemampuan intelektual dalam dirinya. Sehingga jual beli kursi caleg dalam parpol sangat mudah akan terjadi. “Padahal langkah yang dilakukannya sangat tidak mendidik terhadap bangsa ini. Yang punya material tinggi bisa nyaleg, meski tidak pernah mengabdi menjadi kader militan partai,” ucapnya.. Salah satu penyebab parpol saat, kata dia, minimnya proses kaderisasi yang dilakukan oleh parpol. Nilai patriotisme dan idiologi parpol tidak dimiliki oleh caleg dari kader yang dinilai karbitan. “Yang terjadi ruh perjuangan parpol sebagai mobilisasi politik masyarakat sulit terjadi, kalau hanya main cabut saja dalam penjaringan caleg,” timpal Abd. Hamid Aziz. Abd. Aziz Hamid berharap, mengharapkan masyarakat dalam pemilu legislatif 2014 mendatang, lebih cerdas dalam memilih caleg. Pilihan itu akan menjadi penentu untuk menjadi pemimpin selama lima tahun kedepan. “Lihatlah caleh yang benar-benar mampu dan layak menjadi seorang dewan di parlemen. Tupoksi seorang dewan bisa terwujud sebagai wakil rakyat. Jangan cari caleg yang hanya memiliki kepentigan pribadi untuk mencari kekayaan semata,” pungkasnya. = FUD
KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
OLAHRAGA
KAMIS 2 JANUARI 2014 KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II No. 0272 | TAHUN II
15 15
MATTIA PERIN SUKSESOR BUFFON KIPER veteran Italia yang juga kapten “Gli Azzuri” dan kiper serta kapten Juventus Gianluigi Buffon kini sudah memiliki pelapis. Dengan usia yang sudah menginjak 35 tahun, karier Buffon di Tim Nasional Italia diperkirakan tak akan lama lagi. Sejumlah kiper pun disebut-sebut punya talenta yang oke untuk melanjutkan tongkat estafet dari Buffon. Ada nama-nama seperti Andrea Consigli, Antonio Mirante, Salvatore Sirigu, dan Federico Marchetti. Namun satu nama yang menyita perhatian dari legenda Italia yang juga berjaya sebagai seorang kiper, Dino Zoff. Sosok yang mengantarkan Gli Azzurri juara Piala Eropa 1968 dan Piala Dunia 1982 itu menyebut kiper Genoa Mattia Perin adalah salah satu yang pantas mewarisi tempat Buffon. Kenyataannya Perin memang punya penampilan yang sip bersama Genoa. Pemuda 21 tahun ini tercatat sudah bermain 17 kali di Serie A, melakukan setidaknya 70 penyelamatan, dan total lima “clean sheets” ia bukukan. Pemain kelahiran Latina tersebut juga berjasa membawa Genoa menjadi tim ketiga terbaik dalam urusan kebobolan, bersama Napoli dan Fiorentina. Mereka baru kebobolan 20 kali, hanya kalah dari Roma (7 gol) dan Juve (11 gol). Tak mengherankan jika Perin diberikan rating tertinggi yakni 7,26 oleh whoscored dibandingkan pemain-pemain Genoa lainnya. = Sky sports/aji
De Laurentiis: Kami Akan Mendatangkan Pemain yang Kami Butuhkan ROMA - Napoli masih akan mendatangkan pemain anyar pada jendela transfer musim dingin ini guna memperkuat skuat besutan Rafael Benitez itu. Hanya saja, kali ini, mereka lebih selektif dalam membeli pemain dibandingkan belanja pada musim panas 2013 lalu. Napoli antara lain mengincar gelandang Chelsea asal Spanyol, Juan Mata yang jarang dimainkan Jose Mourinho di Stanford Bridge. Napoli sudah membelanjakan sekitar 76,5 juta poundsterling di awal musim untuk mendatangkan pemain, atau kurang lebih 1,5 triliun rupiah. Dana tersebut dipakai untuk merekrut pemain-pemain sekelas Gonzalo Higuain, Jose Callejon, Dries Mertens, dan Raul Albiol. Namun manuver tim asal Kota Naples, Italia, tersebut di bursa transfer masih belum akan berhenti. Presiden klub Aurelio de Laurentiis mengakui timnya bakal berupaya mendatangkan pemain anyar di jendela transfer musim dingin yang dibuka pada 2 Januari hari ini. Napoli sejauh ini dikait-kaitkan dengan sejumlah pemain, di antaranya duo Chelsea Cesar Azpilicueta dan Juan Mata yang pernah dilatih Rafael Benitez di Chelsea, gelan-
dang Tottenham Hotspur Moussa Dembele, dan gelandang jangkar Manchester City Javi Garcia. De Laurentiis yang juga berprofesi sebagai produser film itu menyatakan akan memanfaatkan keuntungan strategis di periode transfer ini. Sebab, biasanya klub-klub yang masa kontrak pemainnya segera habis mulai mencari kesepakatan dengan klub-klub peminat. “Kami akan mendatangkan pemain yang kami butuhkan, tapi kami bisa menghadapi klub-klub yang tidak ingin menjual pemain mereka atau para pemain yang menolak pindah karena istri-istri mereka, pacar, atau keluarga. Ada banyak variabel. Kami juga harus membedakan antara pembelian untuk saat ini dan pembelian untuk masa depan. Lebih mudah untuk bertindak di pasar pada bulan Juni, tapi saya ingin mengambil keuntungan dari kesempatan ekonomi saat ini,” katanya. Dia melanjutkan, “Sebagai contohnya, kami telah menegosiasikan kontrak selama dua bulan, tapi klub
dan pemain masih belum juga memberikan tanggapan.” = Sky sports/aji
JUAN MATA Chelsea
Duo Manchester Bertekad Lebih Baik pada 2014 Ini MANCHESTER - Dua tim dari Kota Manchester, Inggris, Manchester United (MU) dan Manchester City sama-sama bertekad tampil lebih bagus pada paruh kedua musim ini sejak Januari ini, setelah selama Desember 2013 sama-sama tampil menawan dengan memetik serentetan kemenangan yang membuat keduanya kokoh di papan atas klasemen sementara Liga Utama Inggris. Pelatih MU David Moyes ingin agar ‘Setan Merah’ terus menang dan memberi tekanan kepada rivalrival mereka. Moyes sempat dikritik karena sempat terseok-seok di awal musim. Tetapi kini MU sudah ada di posisi keenam klasemen dengan 34 poin dari 19 laga, cuma selisih tiga angka dari Everton di posisi empat. Ini semua berkat modal enam kemenangan beruntun di seluruh kompetisi yang dihelat di bulan Desember, termasuk empat di Premier League. Hasil yang niscaya sudah membangkitkan rasa percaya diri Wayne Rooney dkk. Moyes puas dengan penampilan anak asuhnya sejauh ini dan ia tahu
bahwa tantangan di 2014 akan kian sulit untuk timnya. Apalagi mereka sudah memasuki babak 16 besar Liga Champions serta semifinal Piala Liga Inggris kontra Sunderland, plus sudah memasuki babak ketiga Piala FA. Kini ia pun berharap agar anak asuhnya bisa menjaga konsistensi permainan sehingga bisa masuk ke posisi empat besar dan bersaing mempere-
butkan juara dengan tim-tim lain. “Tahun lalu, aku tidak mungkin bisa mengatasi situasi seperti ini. Aku bahkan tidak percaya bahwa Manchester United akan punya manajer baru. Aku sejauh ini puas dengan cara kami men-settled kan diri. Masih banyak tekanan yang akan aku dapatkan nantinya. Aku harus mengatasinya. Tapi kami akan
bisa mencapai ke papan atas dan aku tidak meragukannya,” ujar Moyes. Sementara itu, pelatih City Manuel Pellegrini bertekad mempertahankan penampilan gemilang mereka selama ini pada 2014 demi mewujudkan mimpi mereka meraih gelar juara musim ini. City saat ini ada di posisi kedua klasemen dengan 41 poin dari 19 laga. Peringkat City di klasemen terus menanjak pascapenampilan apik mereka di Desember. Dari sembilan laga yang dimainkan selama bulan lalu di seluruh kompetisi, City memenangi delapan pertandingan mereka dengan mencetak 26 gol. Khusus di Liga Utama Inggris, City mereguk enam kemenangan dari tujuh pertandingan, termasuk mengalahkan Arsenal dan Liverpool yang merupakan rival di papan atas. Performa ini kemudian bikin Pellegrini puas. Setelah sempat terseok-seok di awal musim dan mengalami beberapa kekalahan, City kini mulai memperlihatkan mereka
adalah ancaman untuk tim-tim di Inggris maupun Eropa. Menghadapi tahun baru ini, Pellegrini meminta anak asuhnya agar tak kehilangan konsentrasi dan terus menjaga konsistensi permainan mereka. “Saya pikir ini adalah bulan yang fantastis untuk kami. Kami memainkan sembilan laga di Desember, kami menang delapan dan hanya seri sekali. Di Premier League, kami memenangi enam dari tujuh pertandingan terakhir,” kata eks pelatih Real Madrid itu. Pria asal Cile ini melanjutkan, “Sangat penting bagi kami untuk bisa mengejar ketertinggalan poin. Arsenal unggul enam poin di depan kami, jadi sangat penting untuk menuntaskan musim di posisi yang kami inginkan. Tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan enam poin. Kami masih terus berlaga di Piala Liga Inggris dan Liga Champions. Jadi saya pikir enam bulan pertama di musim ini sangat bagus untuk kami. Kini di paruh kedua musim, kini kami ingin coba memenanginya.” = Sky sports/aji
Taneyan Lanjang KORAN MADURA
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
17
Perempuan Harus Bermartabat
Amog “Mengamuk“
Pelaksanaan Pilkades Tak Beres SAMPANG hal. i
Neter Kolenang HAL. P
Istigasah
Pergantian Tahun
PAMEKASAN – Masyarakat Pamekasan antusias mengikuti semarak pergantian tahun baru. Diantara mereka ada yang menyambutnya dengan aksi konvoi, yang dihiasi pocong. Ada juga aksi corat-coret baju dan aksi DJ mengelilingi ruas jalan di Pamekasan. Selain itu, juga ada aksi ribuan masyarakat yang menyambut tutup tahun 2013 itu dengan beristigasah. Ribuan umat membanjiri bundaran Arek Lancor, mereka mengikuti istigasah akbar yang bertema "Pamekasan Bersholawat".
SAMBUT TAHUN BARU
kustarmana
Dinda saat ikut memeriahkan malam pergantian tahun baru. Jauh sebelum pukul 12 malam, ia dengan senangnya meniup terompet sambil berteriak “Selamat tahun baru….!!”.
Ratusan warga berbaju koko putih dan berkopiah hitam dengan khidmat membacakan zikir bersama, menunggu detik-detik pergantian tahun di pusat kota Pamekasan. Gaung kalimat zikir dan solawat nabi menggema di halaman masjid Agung Assyudahada', Pamekasan. Mengalahkan suara terompet dan knalpot dalam aksi konvoi yang digelar sejumlah pemuda Pamekasan. Istigosah yang digelar komonitas Sholawat Majlis Maulid Wat Ta'lim "RIYADLUL JANNAH" Kerjasama Takmir Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan, bertujuan untuk merefleksi perbuatan yang telah dilakukan selama tahun 2013 dan berharap bisa melakukan perbuatan yang lebih baik pada tahun 2014 mendatang. Dalam ceramah terbuka, KH. Syatibi Sayuti mengajak semua elemen masyarakat Pamekasan merenungi diri atas perbuatan yang selama ini telah dilakukan. Dia mengharapkan dengan kegiatan Istigasah itu, tahun 2014 mendatang, Kabupaten Pamekasan dapat lebih aman, terhindar dari berbagai musibah, dan masyarakatnya semakin sejahtera. “Istigasah ini dalam rangka menyambut tahun baru. Nah, selain Istigasah ada pengajian dan dilangsungkan dengan doa bersama,” ujarnya. Disisi lain, kata KH. Syatibi, kegiatan Istigasah tersebut memiliki makna yang cukup men-
dalam. Sudah menjadi budaya pada setiap perayaan pergantian tahun, diperingati oleh sebagian warga dengan berbagai kegiatan. Menurutnya, hakekat pada setiap pergantian tahun adalah dapat dijadikan bahan renungan untuk kemudian menyusun langkah dalam rangka menggapai cita pada tahun berikutnya. Bupati Pamekasan. Ahmad Syafi'i mengapresiasi kegiatan istigasah yang berlangsung di Bundaran Arek Lancor tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih berdampak positif dibandingkan dengan kegiatan hura-hura, berkonvoi sambil membuyikan musik DJ berkeliling Kota Pamekasan. Sementara itu, disisi berbeda aksi konvoi dan hura-hura
BERDOA
menyambut tahun baru 2014 menumpuk di sepanjang jalan kecamatan, karena mereka tidak bisa masuk ke pusat Kota Pamekasan, di Arek Lancor. Karena Polres Pamekasan juga memberlakukan Car Free Night. Akibatnya, anak muda yang asyik konvoi baik dengan menggunakan sepeda motor atau truk, atau mobil dengan bak terbuka, harus menumpuk di luar penutupan akses menuju Arek Lancor. Sehingga terlihat di sepanjang jalan Trunojoyo dari arah selatan, sepanjang Jl Kabupaten dari arah barat, dan Jl Jokotole dari arah timur semua kendaraan menumpuk yang akan memeriahkan pergantian tahun baru 2014. = FAKIH AMYAL/RAH
awa/koran madura
Sejumlah elemen masyarakat saat mengikuti doa bersama dalam memperingati pergantian tahun di Bundaran Arek Lancor Pamekasan.
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 18 B
SUMENEP
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
ALAT TRANSPORTASI
Pemkab Lakukan Pelelangan Kapal
LAKA. Truk yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Trunojoyo, beberapa waktu lalu. Satu orang terwas akibat kecelakaan tersebut.
koran madura/junaedy
Setahun 130 Kecelakaan
Polisi: Lebih Banyak Roda Dua daripada Roda Empat SUMENEP – Polres Sumenep mencatat, selama tahun 2013 telah terjadi 134 kecalakaan lalu lintas (lalin). 78 orang tewas akibat kecelakaan tersebut. Sementara kerugian akibat kecelakaan mencapai Rp 332.525.000. kecelakaan didominasi roda dua. Kendati demikian, kerugaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2012, tercatat sebanyak 208 kecelakaan. Kerugian material akibat kecelakaan pada tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 670.400.000. Rincian kecelakaan pada tahun 2013, korban yang tewas akibat kecelakaan tersebut 78 orang, luka berat 8 orang, luka ringan 48 orang. Sementara pada tahun 2012, korban yang tewas di tempat sebanyak 93 orang, luka berat bejumlah 32 orang, sedangkan luka ringan berjumlah 83 orang. Kapolres Sumenep AKBP Marjoko Melalui Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Hari Subagyo, menjelaskan, sepanjang tahun 2013 kejacelakan di jalan lalu lintas itu dinominasi oleh kendaraan roda dua. ”Memang dari jumlah laka yang
tercatat, lebih banyak roda dua daripada roda empat,” katanya. Penyebab kecelakaan sepanjang tahun 2013 itu karena faktor kelalaian pengendara (human error) saat berkendara, seperti mengantuk, menerobos rambu-rambu lalin,
belok mendadak di tikungan tajam atau di jalan umum, menelepon sambil mengemudi, serta berkendara dengan kecepatan tinggi. “Jadi, penyebanya secara mayoritas karena kelalaian pengendara, sehingga pengendara seringkali tidak terkontrol. Sedangkan kecelakan karena disebabkan rusaknya infrastruktur seperti jalan, kami kira prosentasenya masih dibilang sangat kecil,” ungkapnya, Rabu (1/1). Anehnya, lanjut Heri, mayoritas terjadi di luar areal yang telah
Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas 2012
Jenis
2013
93 32 262
Tewas | 32 | Luka ringan
78 8 188
387
| Jumlah |
274
Penyebab Kecelakaan - Mengantuk - Menerobos rambu-rambu lalu lintas - Belok mendadak di tikungan tajam - Menelepon sambil mengemudi - Kecepatan tinggi
ditetapkan sebagai areal rawan kecelakaan (black sport). “Ini semua terjadi di luar areal black sport. Di areal black sport seperti di Desa Nambakor, sepanjang tahun 2013 ini hanya terjadi 5 kali, selebihnya itu terjadi di luar areal itu,” terangnya. Secara terpisah, Kanit Laka Polres Sumenep Reza mengatakan, untuk menekan angka kecelakaan khususnya di areal rawan kecelakaan, pihaknya gencar melakukan patroli. Hal agar pengendara semakin hatihati. ”Alhamdulillah pada tahun ini jumlah laka di areal back sport menurun drastis dibandingkan dengan tahun yang lalu,” katanya. Selain gencar melakukan patrologi, pihaknya juga menambahkan rambu-rambu lalin. Seperti jalan memberi tanda panah untuk jalan meninkung dan baliho jalan rawan kecelakaan. ”Ini kami akan terus kami lakukan setiap saat, agar pengendara semakin hati-hati dalam mengemudi. Sehingga jumlah laka akan terus berkurang setiap tahunnya,” tukasnya. = JUNAEDY/MK
SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep pada awal tahun ini berencana melakukan lelang tender kapal penembus ombak. Informasinya, pemkab telah membicarakannya dengan beberapa petinggi pemkab termasuk PT Sumekar Line, badan usaha milik daerah. Bupati A. Busyro Karim mengatakan, sampai saat ini dana yang telah dikumpulkan untuk membeli kapal besar yang bisa menembus ombak mencapai Rp 33 miliar. Sehingga dipastikan pelelangan tander kapal itu pada awal tahun ini. ”Kalau tidak ada kendala, insya Allah lelang akan dilakukan pada bulan Januari atau Februari 2014 ini,” katanya. Dana sebesar 33 miliar yang telah terkumpul diperkirakan mencukupi untuk pengadaan kapal yang bisa melancarkan transportasi laut saat cuaca ekstrem. ”Kami sudah selesai mengkaji secara keseluruhan. Dana itu diperkirakan cukup untuk pengadaan kapal besar yang bisa beroperasi dikala cuaca buruk,” terangnya. Pemkab juga telah selesai melakukan desain mengenai bentuk kapal yang direncanakan akan dilelang. ”Untuk bentuknya, sudah kami kaji juga. Bahkan kami tidak hanya melibatkan pihak pemkab saja, melainkan dari pihak legeislatif juga sudah mengetahuinya,” terangnya. Selain itu, menurutnya, kapal yang telah dirancang sebagai alat transportasi laut itu, akan beroperasi antar kepuluan yang berada di Kabupaten Ujung Timur Madura. ”Karena ini kapal besar, maka kemungkinan akan beroperasi d iantara beberapa pulau, seperti Pulau Kangean, Masalembu dan beberapa kepuluan lainnya,” tambahnya Sementara Direktur PT Sumekar Line, Rasul Junaidy mengaku sudah membicarakan proses tender kapal itu. ”Memang benar, kami telah diundang untuk mebicarakan pengadaan kapal untuk daerah kepuluan itu,” katanya. Namun, pihaknya mengaku tidak mempunyai kewenangan apapun. Sebab pihaknya hanya sebatas operator. ”Mengenai kebijakan itu semuanya di Pemkab. Kami hanya sebatas operator saja,” terangnya. Lebih lanjut, Rasul mengatakan, dalam aturan yang berlaku, sebagai pengelola dari kapal tersebut, adalah diserahkan langsung terhadap perusahaan. ”Memang secara aturan pengelola atau operator kapal itu harus dari perusahaan milik daerah, makanya kami harus siap mengelolanya,” tandasnya. = JUNAEDY/MK
KORAN MADURA
SUMENEP
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
C 19
DANA KAMPANYE
PPP-PKB Penyadang Dana Tertinggi
koran madura/syamsuni
BUNDARAN TAMAN BUNGA. Garis polisi mengelilingi tempat kejadian seorang anak meninggal kena setrum
Pergantian Tahun Makan Korban
SUMENEP- Dana Kampanye Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkiatan Bangsa (PKB) pada pemilu legislatif 2014 menduduki urutan tertinggi dibanding 10 partai politik peseta pemilu lainnya. Data tersebut menguak dari hasil laporan penerimaan dana kampanye oleh sejumlah parpol sebagimana yang diumumkan melalui website KPUD Sumenep. Berdasarkan data yang didapat oleh Koran Madura, dari 12 Parpol peserta pemilu di Sumenep, partai penyandang dana terbesar adalah milik PPP dengan nilai anggaran mencapai Rp 4,8 miliar, kemudian disusul oleh PKB sebesar Rp 977.609.000. Sementara 10 parpol lainnya masing-masing dalam rengking adalah Gerindra Rp 779.756.000, PDI Perjuangan Rp 724.049.000. Sementara parpol yang mengantongi dana kampanye terendah adalah Partai Nasdem sebesar Rp 56 juta. Itupun hanya bersumber dari partai politik dalam bentuk uang dan barang, sedangkan caleg, perorangan dan BUMD dipastikan nihil. Komisioner KPU Sumenep,
Hidayat Andiyanto, menyatakan, tidak satupun dari 12 parpol di daerahnya yang belum menyampaikan laporan penerimaan dana kampanye. Dalam tenggat waktu yang diberikan oleh KPU, semuanya sudah melaporkan. “Kami tidak mempunyai kewenangan untuk menghitung mengenai partai mana saja yang pendanaannya terbesar, sebab kewajiban KPU hanya melaporkan ke KPU RI dan mengumumkannya melalui website,” katanya, Rabu (1/1). Sementara itu, Ketua DPC PPP Sumenep, Baharuddin mengakui, partainya telah menyampaikan penerimaan dana awal kampanye itu ke KPU sesuai Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye Pemilu DPR, DPRD dan DPD.Ketika disinggung soal kalau PPP tiga penyandang dana tertinggi, Bahar tidak bisa memastikan jika partainya tertinggi dana kampanyenya. “Namun dia mematikan sumber pendanaannya dipastikan berasal dari parpol dan caleg dari berbagai daerah pemilihan,” jelasnya. = SYAMSUNI/MK
Pengamen Cilik Meninggal Terkena Setrum SUMENEP - AH (13), warga asal Desa Bangselok, Kecamatan Kota, yang ingin menikmati manisnya pergantian tahun baru dengan gemerlap kembang api yang mengudara malah harus dibayar dengan malapetaka. Ia harus kehilangan nyawanya saat bermain bersama teman-temannya. Pantauan Koran Madura, Rabu (01/01) dini hari, bundaran Taman Bunga mendadak ramai oleh lalu lalang orang ketika ada informasi ada anak berumur 13 tahun kesitrum hingga meninggal. Terlihat, sekujur tubuhnya kaku saat diangkat oleh teman-temannya untuk di bawa ke rumah sakit. Menurut penuturan saksi mata, kejadian itu bermula saat AH sedang bermain sambil kejar-kejaran, hingga sampai saling lempar sandal. Sesaat setelah ayik bermain, sandalnya nyangkut di Monomen Adupura. Tepat di dalam kolam berenang monomen tersebut, karena hendak mengambil sandalnya, ia memegang pengaman lampu Monomen yang terbuat dari besi. Ia tak sadar kalau saat hujan biasanya air dan besi memiliki tegangan yang berbeda. Tak lama kemudian, saat tangannya memegang pengaman lampu saat ia hendak mengambil sandal pengaman itu ternyata ada hubungan arus listrik, sehingga ia kesitrum sampai nyawanya tak bisa tertolong.
Dani, teman bermain AH, warga Karang Duwek, mengatakan, sahabatnya meninggal bermula dari kejadian saling lempar sandal. AH tak pernah menyangka, saat dirinya hendak mengmbil sandal yang nyangkut di kolam berenang besi pengaman lampu monomen itu ada sitrumnya. Sehingga ia kesitrum hingga tak bernayawa. “Iya, saling lempar sandal, kemudia sandal AH masuk kolam berenang, akhirnya di memanjati pagar besi yang menjadi garis pembatas, lantas ia memegang pengaman lampu, entahlah tiba-tiba ia kesitrum dan tergeletak dekat kolam berenang. Kemudian kami angkat keluar, karena ia tiba-tiba tergeletak. Menurut Dani, setiap malam berada di sana, sebab dirinya dan korban berprofesi sebagai pengamen. “Tiap malam, Mas ada di sini. Sebab, saya, AH dan tiga orang lainnya biasa mengamen di sini, sehingga hampir setiap malam ada di sini,” akunya sembari menangis tak kuasa melihat teman. Sementara itu, Kapolres Kabupaten Sumenep, AKBP Marjoka
menjelaskan, pihaknya masih melakukan oleh TKP terkait dengan kejadian itu. Pihaknya masih perlu memanggil pihak PLN untuk dimintai klarifikasi terkait dengan kejadian tersebut. “Kami masih terus melakukan olah TKP, termasuk akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pihak PLN untuk dimintai klarifikasi terkait dengan adanya arus listrik di Monomen Adipura tersebut,” katanya. Disinggul soal hasil olah TKP sementara, menurut Marjoko, kejadian itu terjadi saat korban sedang bermain bersama teman-temannya di sekitaran Monomen Adipura. “Itu hasil oleh TKP sementara, karena informasi yang kami dapat dari salah satu sakti mata, bahwa korban itu hendak akan mengambil sandalnya yang kecebur ke kolam yang ada di monomen, terus setelah itu ia memegang besi dan kesitrum, akhirnya tergeletak,” jelasnya. Ditanya lebih jauh apakah korban sudah meninggal di tempat kejadian, Marjoko, tidak bisa memastikan. Namun, menurut hasil informasi yang didapat, kepastian meninggal saat sudah dibawa ke rumah sakit. “Tetapi secara pasti saya tidak tahu, yang jelas korban sudah meninggal saat berada di rumah sakit,” jelasnya. = SYAMSUNI/MK
koran madura/ahmad sai
SLOPENG. Pantai Slopeng menjadi salah satu pilihan libur tahun baru
LIBURAN AKHIR TAHUN
Pantai Jadi Pilihan Libur Tahun Baru SUMENEP – Pada hari libur tahun baru 2014, Pantai Wisata Slopeng di Kecamatan Dasuk, ramai dipenuhi pengunjung. Mereka datang dari berbagai daerah di Madura dan luar Madura. Peningkatannya meningkat saratus persen dari hari biasanya. Pantauan Koran Madura, meski pengunjung sempat diguyur hujan, maun tidak mengurangi semangat para pengunjung menikmati pantai. Mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa asyik menikmati panorama pantai. Selain menceburkan diri ke laut, sebagian pengunjung hanya berfoto-foto dan bermain pasir. Sementara sebagian yang lain berkeliling sepanjang pantai sambil menunggangi kuda.
Lilis, salah satu pengunjung, mengatakan, Pantai Slopeng asik. Selain pasirnya putih suasananya sejuk, dapat menghilangkan pikiran sumpek. “Pantai Slopeng asik, Mas, bisa mengobati pikiran yang lagi galau, ditambah anginnya yang sepoi-sepoi,”kata Lilis sambil senyum-senyum. Sementara Linda, pengunjung asal Situbondo, mengungkapkan, dirinya jauh-jauh datang ke pantai Slopeng hanya untuk menikmati indahnya pantai wisata.”Ya, kami sengaja menghabiskan masa liburan tahun baru ini datang ke Slopeng. Sebab, kami pikir pantai ini sangat pas buat refresing setelah setahun lamanya bekerja,” ujarnya. = AHMAD SAI/MK
D 20
KORAN MADURA
SUMENEP
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
RAZIA HIBURAN MALAM
Penegak Perda Mulai Tak Berstamina SUMENEP - Maraknya biduan sering tertangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di tempat-tempat hiburan malam membuat penegak peraturan daerah (perda) jenuh. Pasalnya, wanitawanita yang sering terjaring razia orang yang sama. Tidak ada efek jera meski sudah dilakukan razia. Kepala Satpol PP Abd. Madjid melalui Kasi Ops Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Moh. Sholeh mengatakan, tidak adanya perda khusus yang mengatur hiburan malam membuat razia seperti tak bermakna. ”Bagaimana tidak, habis ditangkap mereka kembali lagi. Ini yang repot,” paparnya. Diakuinya, pihaknya tidak bisa bertindak tegas karena salama razia dilakukan, pihaknya hanya berpedoman pada perda ketertiban umum. Sementara peraturan yang mangatur secara khusus masih belum ada. ”Kami juga berharap SKPD terkait juga ikut berpartisipasi dalam mengentaskan praktik seperti ini,” harapnya. Sementaar kabag hukum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep Setiawan Karyadi mengatakan, Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
”Usulan Raperda Hiburan Malam tanggung jawab SKPD terkait. Memang selama ini hanya ada Perda Nomor 3/2002 tentang Ketertiban Umum, bagian hukum hanya menjadi koordinator dan mengurusi titik koma,” paparnya. Iwan beralasan, Undan-Undang No 12/2011 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 53/2011 menjadi dasar pihaknya tidak bergerak sendiri untuk menyusun raperda. Bagian hukum di setkab dan bagian hukum di DPRD menerima legal drafting (penyusunan/perancangan perturan perundang-undangan) yang diusulkan salah satu SKPD. ”SKPD adalah user yang mengerti tekhnis dilapangan, kami mengurusi redaksionalnya, meneken, meneliti adakah kalimat yang tidak pas,” imbuhnya. Terkait siapa yang berkompeten, dia menilai Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep yang menjadi SKPD yang pas untuk mengusulkan perda hiburan tersebut. ”Dengan adanya usulan raperda itu, pada APBD 2014 bisa terdanai pembuatan raperda itu sebab itu juga perlu anggaran,” terangnya. = ALI RIDHO/MK
SENJATA API ILEGAL
Warga yang Memiliki Senpi Ilegal Diamankan SUMENEP - SL, warga Lenteng, Di Bagian Laboratorium Forensik terjaring dalam operasi zebra poli- (Labfor) Polda Jatim akan dilakukan si. SL ditangkap karena ketahuan pengecekan. Polres Sumenep masih membawa senjata api ilegal alias menunggu hasil dari Labfor Polda tidak mengantongi izin kepemi- Jatim terkait senpi ilegal itu. likan. Saat ini sedang diamankan di Dari tersangka, polisi akan teMapolres Sumenep untuk menjalani rus melakukan pengembangan pepemeriksaan. Tersangka ditahan ka- nyidikan atas dugaan keterlibatan rena dikhawatirkan ada keterkaitan orang lain. Termasuk apakah ada dengan jaringan terorisme. hubungannya dengan jaringan tero“Senpi yang dibawa ris atau tidak. Sebab, tersangka hinggga saat dalam sejumlah daerah, ini masih belum diketahui belakangan ini kasus jenisnya. Apakah termasuk kepemilikan senpi juga dalam jenis senjata rakitan dilakukan oleh teroris. atau tidak. Hanya jika diliKeterangan yang Senpi yang hat dari bentuknya hamtelah diperoleh polisi dibawa terpir mirip senpi jenis FN,” sangka hinggga dari tersangka, kepemiterang Kapolres Sumenep senpi itu diperoleh saat ini masih likan AKBP Marjoko. dari seseorang. PerseSepanjang tahun 2013, belum diketahui seorang itu masih bejenisnya kasus senpi merupakan lum jelas, sebab masih satu-satunya kasus yang diterus didalami dari ditangani kepolisian. Setersangka. Marjoko hingga pihaknya masih Ditambahkan, peterus melakukan pengem- Kapolres Sumenep nyebab tersangka bangan penyidikan atas memiliki senpi ilegal dugaan kasus senpi ilegal tersebut. juga masih dalam pengembangan Tak hanya itu, pihaknya berupaya kasusnya. Sebab, tersangka tertanguntuk mengungkap dari mana senpi kap tangan saat sedang dilakukan itu diperoleh tersangka. operasi zebra. Sehingga, motif kepeTerkait kepemilikan senpi il- milikan senpi ilegal itu akan terus egal itu, kapolres belum mengeta- disidik. Meski senpi ini masih satuhui pasti jenis senpi tersebut. Se- satunya kasus yang ditangani Polres hingga polres mengirimkan senpi Umenep sepanjang 2013 ini. ilegal tersebut ke Mapolda Jatim. = ALI RODHO/MK
ant/andika wahyu
RESTORASI SUNGAI CILIWUNG. Petugas kebersihan membersihkan sampah di depan spanduk sosialisasi proyek restorasi atau pemulihan Sungai Ciliwung di Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (25/12). Perjanjian kerjasama dengan Korea Selatan senilai 10 juta Dolar AS itu bertujuan untuk memulihkan Sungai Ciliwung dari pencemaran dan sampah dengan area percontohan bagian Sungai Ciliwung antara Masjid Istiqlal dan Pasar Baru di Jakarta Pusat.
Tiga Mega Proyek Belum Selesai Kadis PU Pengairan: Rekanan Diberi Sanksi SUMENEP – Pengerjaan tiga proyek senilai Rp 61,5 miliar di Kabupaten Sumenep tidak selesai tepat waktu. Tidak selesainya pengerjaan proyek hingga batas waktu yang telah ditentukan karena cuaca ekstrem. Akibatnya, rekanan dikenakan sanksi berupa bayar denda sebesar Rp 1000 setiap hari sesuai dengan besaran anggaran. Tiga proyek APBN tersebut proyek tangkis laut di Kecamatan Pasongsongan senilai Rp 25 miliar, proyek normalisasi Kali Saroka di Kecamatan Saronggi senilai Rp 17 miliar dan normalisasi Kali Marengan di Kecamatan Kota Sumenep dengan anggaran Rp 19,5 miliar. Sampai saat ini, tiga proyek tersebut diperkirakan baru selesai sekitar 75 persen. Sementara batas akhir mengerjaan proyek 31 Desember 2013. Rekanan mulai membayar denda Rp 1/1000 sejak tanggal 1 Januari 2014. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan, tidak selesainya tiga mega proyek yang telah menghabisakan Jenis Proyek d a n a Tangkis Laut miliaran ruNormalisasi Kali Saroka piah itu Normalisasi Kali Marengan murni
karena cuaca ekstrem. ”Tidak selesainya pekerjaan itu karena sering hujan, sehingga menyebabkan terhambatanya pekerjaan itu,” katanya. Dirinya sebagai leading sector yang juga ikut serta dalam mengawasi tiga mega proyek itu akan berpegang teguh terhadap peraturan yang berlaku dalam memberikan sanksi terhadap pelaksana proyek. ”Sesuai dengan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 70 Tahun 2012 Pasal 120 tentang Keterlambatan Pengadaan Barang dan Jasa, maka rekanan akan diberi sanksi sebesar
Tiga Proyek APBN Daerah Pasongsongan |
Kecamatan Saronggi |
Kecamatan Kota Sumenep
1/1000 setiap hari sesuai dengan nilai besaran proyek itu,” terangnya. Pihaknya memberikan toleransi sampai 50 hari kepada rekanan untuk melanjutkan proyek itu. ”Kami berikan toleransi itu karena sudah jelas di dalam kontraknya, sehingga kami pun tidak bisa menghalanginya,” tambahnya. Jika rekanan masih tidak bisa menyelesaikan sampai batas waktu yang telah diberikan, Februari 2014, secara otomatis rekanan akan dijatuhi sanksi berupa black list. ”Tidak hanya itu, rekanan juga tidak akan diberi pekerjaan selama 2 tahun berturut-turut, jika memang rekanan itu tidak bisa menyelesaikan tepat waktu lagi,” tegasnya. Disinggung masalah kualitas proyek, pihaknya mengaku akan terus memantau pelaksaan pekerjaan itu. ”Kalau masalah kualitas, kirannya tidak perlu dikhawatirkan. Karena selain konsultan, kami juga ikut serta mengaAnggaran wasi pekerjaan tersebut,” tuRp 25 miliar kasnya. Rp 17 miliar = JUNAEDY/ MK Rp 19,5 miliar
KORAN MADURA
SUMENEP
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
E 21
ALAT TRANSPORTASI
Pemkab Lakukan Pelelangan Kapal SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep pada awal tahun ini berencana melakukan lelang tender kapal penembus ombak. Informasinya, pemkab telah membicarakannya dengan beberapa petinggi pemkab termasuk PT Sumekar Line, badan usaha milik daerah. Bupati A. Busyro Karim mengatakan, sampai saat ini dana yang telah dikumpulkan untuk membeli kapal besar yang bisa menembus ombak mencapai Rp 33 miliar. Sehingga dipastikan pelelangan tander kapal itu pada awal tahun ini. ”Kalau tidak ada kendala, insya Allah lelang akan dilakukan pada bulan Januari atau Februari 2014 ini,” katanya. Dana sebesar 33 miliar yang telah terkumpul diperkirakan mencukupi untuk pengadaan kapal yang bisa melancarkan transportasi laut saat cuaca ekstrem. ”Kami sudah selesai mengkaji secara keseluruhan. Dana itu diperkirakan cukup untuk pengadaan kapal besar yang bisa beroperasi dikala cuaca buruk,” terangnya. Pemkab juga telah selesai melakukan desain mengenai bentuk kapal yang direncanakan akan dilelang. ”Untuk bentuknya, sudah kami kaji juga. Bahkan kami tidak hanya melibatkan pihak pemkab saja, melainkan dari pihak legeislatif juga sudah mengetahuinya,” terangnya. Selain itu, menurutnya, kapal yang telah dirancang sebagai alat transportasi laut itu, akan beroperasi antar kepuluan yang berada di Kabupaten Ujung Timur Madura. ”Karena ini kapal besar, maka kemungkinan akan beroperasi d iantara beberapa pulau, seperti Pulau Kangean, Masalembu dan beberapa kepuluan lainnya,” tambahnya Alat transportasi tersebut nanti akan mengutamakan angkutan perorangan daripada angkutan barang. ”Kami merasa sangat kasihan ketika ada penumpang yang sampai tiga hari berada di pelabuhan, makanya kami utamakan untuk penumpang dari pada barang,” tukasnya. Sementara Direktur PT Sumekar Line, Rasul Junaidy mengaku sudah membicarakan proses tender kapal itu. ”Memang benar, kami telah diundang untuk mebicarakan pengadaan kapal untuk daerah kepuluan itu,” katanya. Namun, pihaknya mengaku tidak mempunyai kewenangan apapun. Sebab pihaknya hanya sebatas operator. ”Mengenai kebijakan itu semuanya di Pemkab. Kami hanya sebatas operator saja,” terangnya. Lebih lanjut, Rasul mengatakan, dalam aturan yang berlaku, sebagai pengelola dari kapal tersebut, adalah diserahkan langsung terhadap perusahaan. ”Memang secara aturan pengelola atau operator kapal itu harus dari perusahaan milik daerah, makanya kami harus siap mengelolanya,” tandasnya. = JUNAEDY/MK
ant/puspa perwitasari
NARKOTIKA DALAM ULIR BESI
Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Deddy Fauzi Elhakim (keempat kanan) didampingi Kahumas BNN Kombes Sumirat Dwiyatno (kedua kiri) membeberkan barang bukti narkotika di kantor BNN, Jakarta, Selasa (31/12). Badan Narkotika Nasional mengamankan paket sabu dari Guang Zhou sebanyak 6.104,7 gram yang dikemas dalam 12 batang ulir besi di apartemen Pesona Bahari milik dua orang berkewarganegaraan Taiwan, serta mengamankan 2.097,2 gram sabu dan tujuh linting ganja seberat 3,7 gram dari sindikat narkotika di Bogor
Bandar Belum Tersentuh Pengamat Menilai Polisi Gagal Berantas Narkoba SUMENEP – Beberapa waktu lalu aparat kepolisian mengungkap kejahatan narkoba, dan mengamankan 24 orang tersangka. Namun yang tertangkap hanya pemakai, belum menyentuh bandar narkoba. Pengamat Hukum, Ach Novel, menyatakan, polisi belum berhasil memerangi narkoba. Pada tahun lalu kasus narkoba naik mencapai 100 persen karena yang ditangkap polisi hanya pemakai. Sementara bandarnya belum tersentuh sehingga tetap leluasa mengedarkan narkoba. “Peningkatan kasus narkoba menunjukkan kerja pihak kepolisian gagal menekan peredaran narkoba, sehingga jumlah pengguna semakin melonjak. Tak ada efek jera terhadap pengguna narkoba. Jangan hanya bisa menangkap kelas teri (pemakai), tapi bandarnya diciduk,” terang Novel. Ketika disinggung soal ke-
sulitan jajaran kepolisian dalam mengungkap jaringan narkoba hingga menyentuh bandar, Novel justru mempertanyakan kinerja aparat kepolisian. “Soal sulitnya menyentuh bandar narkoba, polisi tidak perlu repot-repot karena harus melakukan pembuktian riil. Sebab keterangan tersangka atau saksi itu sudah cukup untuk menjerat pengedar atau bahkan bandar narkoba, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 184 KUHAP,” tegas Novel. Apalagi, lanjut Novel, untuk menjerat bandar narkoba tidak mensyaratkan adanya bukti riil sesuai dengan Pasal 184 KUHAP. Sehingga, kesulitan polisi dalam
mengungkap bandar narkoba berdasarkan keterangan saksi atau tersangka, itu soal teknis dan seni pengungkapan polisi dalam penyelidikan. Sehingga maraknya perkembangan kasus narkoba, kata Novel, kinerja polisi masih lemah dalam mengungkap peredaran narkoba. “Jika polisi beralasan sulit mengungkap bandar narkoba lantaran keterangan saksi yang ngawur atau bohong, itu kan soal seni penyidik. Masak penyidik kalah sama Bandar,” kritik Novel. Sementara Kapolres Sumenep AKBP Marjoko justru menganggap banyaknya jumlah tersangka itu bagian kerja keras polisi dalam memberantas peredaran narkoba. Hanya memang diakui, pihaknya masih kesulitan dalam memutus mata rantai jaringan narkoba. Meski sudah dilakukn razia tempat yang mencurigakan dan tempat
hiburan malam, namun mengungkap keberadaan bandar narkoba itu tidak mudah. “Kita sudah bekerja sama dengan BNP (Badan Narkotika Provinsi). Kesulitan mengungkap sindikat narkoba lantaran kesediaan informan dan saksi untuk memberikan informasi yang minim. Bahkan terkadang, keterangan saksi yang diperiksa jawabannya ngawur. Buktinya ketika diperiksa mengaku beli dari si A di desa B, ternyata ketika diselidiki di desa tersebut tidak ada yang namanya A,” ujarnya. Menurut Marjoko, saksi enggan memberikan keterangan yang benar karena merasa jiwanya terancam. “Faktor lain yan menjadi kendala kegiatan operasi minim sehingga mereka bisa leluasa bergerak. Tapi soal anggaran penyelidikan tidak pernah kurang,” katanya. = ALI RIDHO/MK
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 22 F
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
PAMEKASAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
Mencari Keadilan Polisi Tumpul ke Pelaku, Tajam ke Korban PAMEKASAN - Wahono, 41, korban penganiyaan, asal Dusun, Biryi Desa Artodung, Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, meminta keadilan pada jajaran kepolisian resor Pamekasan. Sebab setelah dirinya melapor ke Polsek Galis atas penganiyaan yang dilakukan tetangganya, justeru dirinya dilaporkan balik oleh pelaku dengan tuduhan yang sama. Padahal saat ini berkasnya, dari pihak laporan korban sudah berada di Kejaksaan Negeri Pamekasan. Menurut korban, padahal dirinya murni korban penganiyaan dan tidak pernah melakukan penyerangan balik kepada kedua pelaku, Agus Subroto dan Zahra. Keduanya anak dan ayah, yang juga berasal dari Dusun Biryi Desa Artodung, Kec. Galis Kab. Pamekasan. Dan kini, Wahonolah yang justru ditetapkan sebagai tersangka oleh
Polres Pamekasan, dengan tuduhan penganiyaan kepada Agus Subroto, anak Zahra. Agus Wahono, saat ditemui di rumahnya, mengaku kebingungan setelah dirinya mendapat surat panggilan kedua oleh Polres Pamekasan, dengan status sebagai tersangka pada tanggal 07 Januari 2014 mendatang. Padahal salah satu saksi yang dihadirkan dalam laporan penganiyaan tersebut, yakni Yuliatin alias Titin yang melihat percekcokan antar kedua belah pihak saat kejadian, tidak pernah melihat Wahono melakukan pemukulan kepada Agus Subroto. Wahono yang dikeroyok oleh pelaku Agus Subroto beserta ayahnya Zahra. Akibatnya, Wahono bercucuran darah ketika kejadian, karena luka yang dialaminya pada dahi, mata kanan, kelopak mata, dan lututnya, seperti keterangan yang ditunjukkan Wahono dalam pemeriksaan di polsek Galis. “Saya tidak pernah memukul Agus dan Zahra, mengapa saya yang ditetapkan tersangka oleh polres Pamekasan?” protes Wahoyo, sopir Bus Akas Jurusan Madura Surabaya ini.
Wahono mengaku kebingungan, mau berkonsultasi hukum dengan siapa. Karena selain dirinya orang kecil, dirinya tidak pernah berurusan dengan kepolisian. “Mudahmudahan Allah menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ucapnya. Dirinya berharap agar kepolisian bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak terpengaruh oleh pihakpihak lain yang menjerumuskan dirinya menjadi tahanan polres. “Saya harapkan kepolisian bijak dalam memproses kasus ini,” kata Wahono. Kasus ini bermula saat Wahono berusaha bertanya kepada Agus Subroto dan Zahra, karena air kotoran slokan dari rumah Agus dan Zahra mengalir ke halaman Wahono. Waktu itu Wahono berniat mengingatkan agar aliran air kotoran rumah Agus tidak sampai ke halaman rumahnya, karena menyebabkan bahu tak sedap. Bukan solosi yang didapat, melainkan Wahoyo justru dikeroyok oleh Agus Subroto dan ayahnya, Zahra. Pengeroyokan itu mengakibatkan beberapa bagian anggota tubuhnya luka-luka. “Kedua tangan
saya dipegang sama Agus, sementara Zahra bertugas memukul saya hingga saya tak berdaya,” papar Wahono. Dari kejadian itulah, Wahono dibawa ke puskesmas Galis untuk mendapat perawatan dan langsung melaporkan kedua pelaku penganiyaan tersebut ke polsek Galis. “Kedua orang yang saya laporkan tersebut tetap berkeliaran disini, dan justru saya yang ditetapkan tersangka oleh polisi,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Maryatun menyampaikan pada dasarnya semua laporan yang masuk ke polres Pamekasan akan ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sementara mengenai proses penyelidikan menjadi kewenangan penyidik polres Pamekasan untuk menentukan. Maryatun menambahkan sebetulnya kasus tersebut sudah dilaporkan oleh korban ke polsek Galis. Tetapi, pelaku penganiyaan justru melaporkan balik korban ke polres. “Semua laporan pasti akan ditindaklanjuti oleh polisi, berdasarkan laporan yang diterima polisi,” terangnya. Dihubungi terpisah, Kapolsek
Galis AKP Duduk Herjanto membenarkan bahwa telah terjadi penganiyaan dan korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke polsek Galis. Pihak polsek sudah memprosesnya. Tetapi, saat ini, pelaku melaporkan balik korban ke polres Pamekasan. Menurutnya, laporan tersebut menjadi kewenangan polres untuk menindaklanjutinya, sementara polsek Galis lebih fokus kepada penanganan yang dilaporkan Wahono, korban penganiyaan. “Kalau yang diproses kami sudah hampir selesai dan tinggal menunggu sidang,” ujarnya. Sebenarnya, kata Duduk, polsek Galis sudah melakukan upaya perdamaian kepada kedua belah pihak. Namun pihak korban tetap menginginkan berlanjut dan atau tetap damai dengan syarat pelaku memperbaiki pagar dan membayar beberapa konpensasi .”Barangkali pelaku tidak mampu memenuhi konpensasi itu, akhirnya pelaku juga lapor balik korban, dengan tuduhan yang sama yakni penganiyaan dan dibuktikan dengan hasil visum,” ujarnya. =FAKIH AMYAL/RAH
BANTUAN PRESIDEN
Dana Hibah Presiden Berpotesi Fitnah PAMEKASAN - Hingga berakhir tahun 2013 dan memasuki tahun 2014, hibah presiden sebesar Rp 500 juta untuk para pedagang batik Pasar 17 Agustus tidak dapat dicairkan alias mengendap di kas daerah (kasda). Akibatnya, keberadaan dana tersebut berpotensi terjadinya fitnah antar para pedagang. Berbagai isu tidak sedap mencuat di kalangan pedagang batik. Bahkan sempat terjadi saling kecurigaan yang dapat menimbulkan fitnah antar pedagang. Penyebabnya diduga minimnya sosialisasi kepada para pedagang. Selain itu, yang menjadi kekhawatiran belum dapat dicairkannya dana tersebut, semakin lama dana hibah yang diserahkan langsung oleh presiden kepada para pedagang itu akan lenyap begitu saja tanpa meninggalkan manfaat kepada para pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik kios batik, sebut saja Danang (nama samaran) mengaku sudah capek dan tidak peduli dengan keberadaan dana hibah itu. Sebab pembicaraan kurang enak di
KIOS BATIK
Inilah salah satu kios batik yang ada di Pamekasan. Tampak sepi dari pengunjung.
antara para pedagang sudah ramai dan sudah saling mencurigai bahwa dana akan dinikmati oleh sebagian orang saja. ”Bukannya saya tidak butuh uang, tapi kalau saya lebih baik usaha sendiri. Uangnya hanya sedikit, ramainya sudah luar biasa. Karena kabar yang sampai ke pedagang disini bermacam-macam,” katanya. Kendalanya, karena persyara-
tan utama untuk mencairkan dana hibah tidak kunjung dipenuhi. Koperasi pedagang masih belum terbentuk. Sedangkan hingga saat ini, Dinas Koperasi dan UKM belum dapat membentuk koperasi pedagang yang menjadi syarat pencairan dan hibah itu. Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Herman Priyanto membenarkan pihaknya belum dapat mencairkan
dana hibah itu. Sebab hingga masuk 2014 belum terbentuk badan hukum untuk koperasi pedagang batik yang ada hanyalah akte pendirian koperasi sudah dibuat. Terkait kekhawatiran pedagang akan lenyapnya dana atau dirinya akan menilep dana hibah, Herman menegaskan tidak akan terjadi. Sejak awal dirinya mengaku sudah berkomitmen akan mengamankan uang itu sebelum dapat digunakan oleh pedagang dengan disimpan di kasda setempat. Sedangkan mengenai Badan hukum, Herman tidak memastikan kapan akan selesai waktunya. Dia memperkirakan badan hukum akan sudah terbentuk pada Januari 2014. Setelah koperasi terbentuk secara resmi, maka dana akan diberikan pada koperasi melalui pengurus koperasi. “Mohon maaf, kalau hilang berarti kan diambil kepala dinas. Uangnya utuh di kasda,” ujar dia. Terkait sosialisasi, menurutnya, sudah dilakukan. Bahkan untuk pedagang batik di pasar barat (17 Agustus) sudah terbentuk pengurus koperasi. Namun
untuk sementara gedung koperasinnya masih diletakkan di Desa Klamapar, Kecamatan proppo. Alasannya karena mayoritas pedagang di pasar batik itu berasal dari kampung tersebut. Jika dana itu telah berkembang, tidak menutup kemungkinan dana hibah itu dapat digunakan utuk membangun kantor koperasi baru yang berdekatan dengan semua pedagang batik di pasar tersebut. Bahkan lokasi kantornya dapat dipindah di Pasar 17 Agustus. Ditambahkan Herman, pihaknya memiliki target terhadap terbentuknya koperasi pedagang itu pada bulan Januari ini. Pasalnya, pada Februari mendatang dirinya akan purna jabatan (pensiun). Sehingga dirinya akan menuntaskan perihal pembentukan koperasi itu sebelum masuk waktu pensiun. “Sebelum dana Rp 500 juta itu digunakan pedagang untuk pengembagan perdagangan batik, terlebih dahulu nanti kami akan lakukan pembinaan terhadap pedagang batik perihal penggunaan dana bantuan itu,” ungkapnya. = ALI SYAHRONI/RAH
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 22 F
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
PAMEKASAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
Mencari Keadilan Polisi Tumpul ke Pelaku, Tajam ke Korban PAMEKASAN - Wahono, 41, korban penganiyaan, asal Dusun, Biryi Desa Artodung, Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, meminta keadilan pada jajaran kepolisian resor Pamekasan. Sebab setelah dirinya melapor ke Polsek Galis atas penganiyaan yang dilakukan tetangganya, justeru dirinya dilaporkan balik oleh pelaku dengan tuduhan yang sama. Padahal saat ini berkasnya, dari pihak laporan korban sudah berada di Kejaksaan Negeri Pamekasan. Menurut korban, padahal dirinya murni korban penganiyaan dan tidak pernah melakukan penyerangan balik kepada kedua pelaku, Agus Subroto dan Zahra. Keduanya anak dan ayah, yang juga berasal dari Dusun Biryi Desa Artodung, Kec. Galis Kab. Pamekasan. Dan kini, Wahonolah yang justru ditetapkan sebagai tersangka oleh
Polres Pamekasan, dengan tuduhan penganiyaan kepada Agus Subroto, anak Zahra. Agus Wahono, saat ditemui di rumahnya, mengaku kebingungan setelah dirinya mendapat surat panggilan kedua oleh Polres Pamekasan, dengan status sebagai tersangka pada tanggal 07 Januari 2014 mendatang. Padahal salah satu saksi yang dihadirkan dalam laporan penganiyaan tersebut, yakni Yuliatin alias Titin yang melihat percekcokan antar kedua belah pihak saat kejadian, tidak pernah melihat Wahono melakukan pemukulan kepada Agus Subroto. Wahono yang dikeroyok oleh pelaku Agus Subroto beserta ayahnya Zahra. Akibatnya, Wahono bercucuran darah ketika kejadian, karena luka yang dialaminya pada dahi, mata kanan, kelopak mata, dan lututnya, seperti keterangan yang ditunjukkan Wahono dalam pemeriksaan di polsek Galis. “Saya tidak pernah memukul Agus dan Zahra, mengapa saya yang ditetapkan tersangka oleh polres Pamekasan?” protes Wahoyo, sopir Bus Akas Jurusan Madura Surabaya ini.
Wahono mengaku kebingungan, mau berkonsultasi hukum dengan siapa. Karena selain dirinya orang kecil, dirinya tidak pernah berurusan dengan kepolisian. “Mudahmudahan Allah menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah,” ucapnya. Dirinya berharap agar kepolisian bisa menjalankan tugas dengan baik dan tidak terpengaruh oleh pihakpihak lain yang menjerumuskan dirinya menjadi tahanan polres. “Saya harapkan kepolisian bijak dalam memproses kasus ini,” kata Wahono. Kasus ini bermula saat Wahono berusaha bertanya kepada Agus Subroto dan Zahra, karena air kotoran slokan dari rumah Agus dan Zahra mengalir ke halaman Wahono. Waktu itu Wahono berniat mengingatkan agar aliran air kotoran rumah Agus tidak sampai ke halaman rumahnya, karena menyebabkan bahu tak sedap. Bukan solosi yang didapat, melainkan Wahoyo justru dikeroyok oleh Agus Subroto dan ayahnya, Zahra. Pengeroyokan itu mengakibatkan beberapa bagian anggota tubuhnya luka-luka. “Kedua tangan
saya dipegang sama Agus, sementara Zahra bertugas memukul saya hingga saya tak berdaya,” papar Wahono. Dari kejadian itulah, Wahono dibawa ke puskesmas Galis untuk mendapat perawatan dan langsung melaporkan kedua pelaku penganiyaan tersebut ke polsek Galis. “Kedua orang yang saya laporkan tersebut tetap berkeliaran disini, dan justru saya yang ditetapkan tersangka oleh polisi,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Maryatun menyampaikan pada dasarnya semua laporan yang masuk ke polres Pamekasan akan ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sementara mengenai proses penyelidikan menjadi kewenangan penyidik polres Pamekasan untuk menentukan. Maryatun menambahkan sebetulnya kasus tersebut sudah dilaporkan oleh korban ke polsek Galis. Tetapi, pelaku penganiyaan justru melaporkan balik korban ke polres. “Semua laporan pasti akan ditindaklanjuti oleh polisi, berdasarkan laporan yang diterima polisi,” terangnya. Dihubungi terpisah, Kapolsek
Galis AKP Duduk Herjanto membenarkan bahwa telah terjadi penganiyaan dan korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke polsek Galis. Pihak polsek sudah memprosesnya. Tetapi, saat ini, pelaku melaporkan balik korban ke polres Pamekasan. Menurutnya, laporan tersebut menjadi kewenangan polres untuk menindaklanjutinya, sementara polsek Galis lebih fokus kepada penanganan yang dilaporkan Wahono, korban penganiyaan. “Kalau yang diproses kami sudah hampir selesai dan tinggal menunggu sidang,” ujarnya. Sebenarnya, kata Duduk, polsek Galis sudah melakukan upaya perdamaian kepada kedua belah pihak. Namun pihak korban tetap menginginkan berlanjut dan atau tetap damai dengan syarat pelaku memperbaiki pagar dan membayar beberapa konpensasi .”Barangkali pelaku tidak mampu memenuhi konpensasi itu, akhirnya pelaku juga lapor balik korban, dengan tuduhan yang sama yakni penganiyaan dan dibuktikan dengan hasil visum,” ujarnya. =FAKIH AMYAL/RAH
BANTUAN PRESIDEN
Dana Hibah Presiden Berpontesi Fitnah PAMEKASAN - Hingga berakhir tahun 2013 dan memasuki tahun 2014, hibah presiden sebesar Rp 500 juta untuk para pedagang batik Pasar 17 Agustus tidak dapat dicairkan alias mengendap di kas daerah (kasda). Akibatnya, keberadaan dana tersebut berpotensi terjadinya fitnah antar para pedagang. Berbagai isu tidak sedap mencuat di kalangan pedagang batik. Bahkan sempat terjadi saling kecurigaan yang dapat menimbulkan fitnah antar pedagang. Penyebabnya diduga minimnya sosialisasi kepada para pedagang. Selain itu, yang menjadi kekhawatiran belum dapat dicairkannya dana tersebut, semakin lama dana hibah yang diserahkan langsung oleh presiden kepada para pedagang itu akan lenyap begitu saja tanpa meninggalkan manfaat kepada para pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik kios batik, sebut saja Danang (nama samaran) mengaku sudah capek dan tidak peduli dengan keberadaan dana hibah itu. Sebab pembicaraan kurang enak di
KIOS BATIK
Inilah salah satu kios batik yang ada di Pamekasan. Tampak sepi dari pengunjung.
antara para pedagang sudah ramai dan sudah saling mencurigai bahwa dana akan dinikmati oleh sebagian orang saja. ”Bukannya saya tidak butuh uang, tapi kalau saya lebih baik usaha sendiri. Uangnya hanya sedikit, ramainya sudah luar biasa. Karena kabar yang sampai ke pedagang disini bermacam-macam,” katanya. Kendalanya, karena persyara-
tan utama untuk mencairkan dana hibah tidak kunjung dipenuhi. Koperasi pedagang masih belum terbentuk. Sedangkan hingga saat ini, Dinas Koperasi dan UKM belum dapat membentuk koperasi pedagang yang menjadi syarat pencairan dan hibah itu. Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Herman Priyanto membenarkan pihaknya belum dapat mencairkan
dana hibah itu. Sebab hingga masuk 2014 belum terbentuk badan hukum untuk koperasi pedagang batik yang ada hanyalah akte pendirian koperasi sudah dibuat. Terkait kekhawatiran pedagang akan lenyapnya dana atau dirinya akan menilep dana hibah, Herman menegaskan tidak akan terjadi. Sejak awal dirinya mengaku sudah berkomitmen akan mengamankan uang itu sebelum dapat digunakan oleh pedagang dengan disimpan di kasda setempat. Sedangkan mengenai Badan hukum, Herman tidak memastikan kapan akan selesai waktunya. Dia memperkirakan badan hukum akan sudah terbentuk pada Januari 2014. Setelah koperasi terbentuk secara resmi, maka dana akan diberikan pada koperasi melalui pengurus koperasi. “Mohon maaf, kalau hilang berarti kan diambil kepala dinas. Uangnya utuh di kasda,” ujar dia. Terkait sosialisasi, menurutnya, sudah dilakukan. Bahkan untuk pedagang batik di pasar barat (17 Agustus) sudah terbentuk pengurus koperasi. Namun
untuk sementara gedung koperasinnya masih diletakkan di Desa Klamapar, Kecamatan proppo. Alasannya karena mayoritas pedagang di pasar batik itu berasal dari kampung tersebut. Jika dana itu telah berkembang, tidak menutup kemungkinan dana hibah itu dapat digunakan utuk membangun kantor koperasi baru yang berdekatan dengan semua pedagang batik di pasar tersebut. Bahkan lokasi kantornya dapat dipindah di Pasar 17 Agustus. Ditambahkan Herman, pihaknya memiliki target terhadap terbentuknya koperasi pedagang itu pada bulan Januari ini. Pasalnya, pada Februari mendatang dirinya akan purna jabatan (pensiun). Sehingga dirinya akan menuntaskan perihal pembentukan koperasi itu sebelum masuk waktu pensiun. “Sebelum dana Rp 500 juta itu digunakan pedagang untuk pengembagan perdagangan batik, terlebih dahulu nanti kami akan lakukan pembinaan terhadap pedagang batik perihal penggunaan dana bantuan itu,” ungkapnya. = ALI SYAHRONI/RAH
KORAN MADURA
PAMEKASAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
G 23
Kinerja Polisi Tak Memuaskan 52 Persen Kasus Kriminal Belum Terungkap PAMEKASAN - Sepanjang tahun 2013, jumlah kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polres Pamekasan terjadi penurunan. Namun dari semua kasus kriminalitas yang ditangani, masih ada sekitar 52 persen kasus yang belum selesai penanganannya dan pelakunya belum terungkap. Data di Polres Pamekasan menyebutkan jumlah kasus yang ditangani pada 2013 lalu sebanyak 583 kasus dengan 54 jenis. Hingga memasuki tahun 2014 baru 280 kasus atau 48 persen yang telah dinyatakan selesai. Semua kasus yang penyidikannya sudah selesai itu sebagian sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri, sebagian sudah dalam proses sidang di pengadilan dan sebagian lagi sudah mendapatkan vonis (putusan) pengadilan. Kasus yang sudah selesai penanganannya antara lain kasus perjudian, keterangan palsu, pemalsuan surat, mucikari, pemerkosaan, kawin lagi, penganca-
man, aniaya ringan, percobaan pencurian dengan pemberatan, percobaan pencurian biasa, perzinahan, persetubuhan, dan penghinaan. Sedang kasus yang baru sebagian yang telah selesai adalah kasus penggelapan, penipuan, penganiayaan biasa, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pembunuhan, uang palsu (upal), korupsi, pencurian, dan beberapa kasus lainnya. Tahun 2013 lalu, ada 67 kasus penggelapan dan yang selesai 27 kasus, penipuan sebanyak 47 kasus, yang dinyatakan selesai sebanyak 19 kasus. Kasus penganiayaan biasa sebanyak 52 kasus dan yang selesai 40 kasus. KDRT sebanyak 20 kasus dan yang selesai sebanyak 15 kasus. Sedang kasus pembunuhan sebanyak 2 kasus dan yang sudah dinyatakan selesai sebanyak 1 kasus. Sedangkan kasus penggunaan upal sebanyak 1 kasus dan penanganannya belum selesai. Sementara kasus korupsi semuanya sudah dinyatakan selesai. Sedang kasus pencurian, dari 210 kasus, yang selesai hanya 33 kasus. Dari semua kasus yang ditangani, yang paling mendominasi selama 2013 adalah kasus pencurian sebanyak 210 kasus dengan rincian
135 pencuarian kendaraan bermotor (curanmor) baru selesai 13 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 45 kasus dan selesai 10 kasus. Dari 4 kasus pencurian dengan kekerasan belum satu pun yang terungkap. Pencurian biasa sebanyak 23 kasus dan baru selesai 10 kasus. Ditambah tiga kasus pencurian ternak yang semuanya belum terungkap. “Jadi, ada 177 kasus pencurian yang belum terungkap,” kata Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Siti Maryatun, Rabu (1/1). Lambannya pengungkapan kasus pencurian, khususnya curanmor, kata dia, karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk melapor secara langsung ke kepolisian. Biasanya, mereka yang menjadi korban kasus tersebut baru melapor setelah satu atau dua hari setelah peristiwa. Pola seperti itu, jelas dia, menghambat upaya petugas untuk segera mengejar pelaku. Sebab biasanya motor hasil curian itu langsung dibawa ke luar wilayah Kabupaten Pamekasan. ”Tidak usah sampai satu hari, dalam hitungan jam saja motor hasil curian itu sudah lolos ke luar Pamekasan. Jadi jika terlambat me-
lapor, maka kami juga tidak bisa segera menangani,” katanya. Secara umum angka kriminalitas di Pamekasan sepanjang 2013 mengalami penurunan bila dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 608 kasus dilaporkan. Dari jumlah itu, ada beberapa kasus yang jumlahnya mengalami peningkatan. Diantaranya, kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) sebanyak 25 kasus pada 2013, padahal di tahun sebelumnya hanya 18 kasus. Kasus penipuan juga mengalami peningkatan. Pada 2012 lalu sebanyak 31 kasus, sedang pada 2013 naik menjadi 47 kasus. Kriminalitas lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah kasus penggelapan. Tahun 2012 polres menangani 45 kasus dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 67 kasus. Kasus sajam juga meningkat dari 13 kasus di tahun 2012 naik menjadi 16 kasus di tahun 2013. Laporan perbuatan tidak menyenangkan, naik dari 5 laporan menjadi 8 laporan. Demikian pula kasus perjudian, dari 15 kasus menjadi 21 kasus. Beberapa kasus lainnya yang meningkat yaitu, kasus membawa lari anak,
yang di tahun 2012 hanya 6 laporan, pada tahun 2013 ada 11 laporan. Kasus keterangan palsu, pada tahun 2013 ada 2 laporan, sementara tahun sebelumnya dinyatakan nihil (tidak ada laporan). Dari data di Polres itu, disampaikan pula kejadian kebakaran yang pada 2013 meningkat menjadi 13 kejadian dari 9 kejadian di tahun sebelumnya. Kasus penggelapan dalam jabatan, di tahun 2013 ada 6 kasus, sedangkan di 2012 ada 5 kasus. Kasus fidusia (leasing) meningkat menjadi 13 laporan dari 11 laporan di tahun 2012. Ada kasus yang tahun 2012 tidak ada, namun tahun 2013 ada. Yaitu penambangan tanpa izin, sebanyak satu laporan dan Ilegal logging, satu laporan. Kedua kasus ini, pananganannya sudah selesai. Satu kasus lagi yang muncul di tahun 2013, yaitu dugaan malapraktik, dengan tersangka salah seorang perawat RSUD Slamet Martodirdjo yang penanganannya masih dalam proses penyidikan. “Untuk penanganan kasus-kasus yang belum tuntas akan kami tuntaskan di tahun ini. Sebagian prosesnya sudah hampir rampung,” katanya. = ALI SYAHRONI/MUJ/RAH
OPERASI KENDARAAN
Polisi Senang Menyita Knalpot Brong
PAMEKASAN - Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Pamekasan dalam berlalu lintas masih tergolong rendah. Buktinya masih banyak kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan spektek (asli). Salah satunnya masih banyak motor yang menggunakan knalpot brong. Terbukti dalam sepakan ini ada ratusan motor berknalpot brong dikandangkan oleh anggota Satlantas Polres Pamekasan kemarin (1/1). Tak hanya dikandangkan, ratusan motor yang tidak sesuai spektek tersebut ditindak tegas berupa pemberian sanksi tilang dan penyitaan kendaraan. Sebab motor-motor itu menggunakan knalpot brong yang menjadi sumber kebisingan lingkungan. Terutama kebisian itu sangat dirasakan warga yang rumahnya berada di sekitar jalan raya. Atas dasar itulah anggota polisi Kesatuan Lalul Lintas (Satlantas) memberikan penindakan tegas terhadap pengguna jalan yang membandel menggunakan knalpot bersuara nyaring itu. Kapolres Pamekasan, AKBP Nanang Chadarusman melalui Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) AKP Bambang Soegiharto
mengatakan ratusan knalpot yang diamankan merupakan hasil oprasi dalam sepekan terakhir. Menurutnya, knalpot brong banyak digunakan untuk motor yang digunakan kebut-kebutan. Selain untuk mengurangi kebisingan kota, penyitaan semua motor itu sebagai langkah antisipasi balapan liar di kalangan remaja Pamekasan yang keberadaannya selalu dikeluhkan oleh masyarakat. ”Sesuai perintah dan petunjuk pimpinan. Kita melakukan pengamanan untuk kendaraan bermotor roda dua yang tidak sesuai dengan spektek maupun yang menggunakan knalpot brong. Jadi kami melakukan penyitaan dan mengamankan motor itu,” katanya. Perwira dengan tiga balok di pundaknya itu mengaku operasi untuk kendaraan bermotor roda dua memang kerap dilakukan pada malam minggu. Sebab kendaraan motor berknalpot brong banyak dijumpai pada malam tersebut. Selain itu, para kendaraan yang berknalpot blong rata-rata digunakan oleh para pelajar. Dia mengatakan pada malam
BARANG BUKTI
Polisi memamerkan sejumlah knalpot brong yang telah ditangkapnya dari para pengendara roda dua.
Minggu (28/12) jumlah kendaraan yang didapati menggunakan knalpot brong lebih banyak dari malam-malam minggu sebelumnya. Pihaknya memperkirakan hal itu karena akan digunakan malam tahun baru, untuk itu pihaknya mengamankan semua motor yang berknalpot brong. Tak hanya berupa tilang dan penyitaan, lanjut AKP Bambang Soegiharto, ratusan knalpot brong yang berhasil diamankan akan
dimusnahkan. Sebab jika masih dikembalikan terhadap pengendara kemungkinan besar knalpot bunyi bising tersebut digunakan kembali. Sehingga perlu adanya pemusnahan knalpot brong. Terhadap rencana pemusnahan itu, pihaknya sudah mendapat persetujuan dari pemiliknya disertai dengan tanda tangannya. Bahwa pemilik knalpot brong sepakat untuk tidak kembali menggunakan knalpot yang mengelurkan suara
nyaring. Ditanya soal para penjual knalpot brong, AKP Bambang Soegiharto menanggapi dengan tegas. Menurut dia, anggota Satlantas sudah melakukan sosisalisasi dengan para penjual agar tidak lagi menampung knalpot brong di wilayah Pamekasan. ”Kami sudah mendatangi sekaligus mendata toko-toko maupun bengkel yang membuat knalpot brong dan kami meminta agar tidak lagi membuat atau menjual knalpot brong lagi. Jika mereka masih berjualan, maka kami terpaksa akan memberikan penindakan yang tegas,”ungkapnya. Usaha yang dilakukan oleh polisi itu tidak menyurutkan niat pemilik motor untuk menggunakan knalpot brong pada malam tahun baru. Terbukti saat malam pergantian tahun di Pamekasan masih banyak motor berknalpot brong yang digunakan untuk merayakan malam tahun baru. Padahal sebelumnya motor yang kedapatan menggunakan knalpot brong diamankan di kantor Lantas hingga usai tahun baru. = ALI SYAHRONI/RAH
H 24
KORAN MADURA
PAMEKASAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
Proyek Fisik Tak Tuntas
TUNJANGAN PROFESI
Belum Ada Kejelasan
Pemkab Akan Beri Sanksi pada Rekanan Bermasalah PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyatakan akan menjatuhkan sanksi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek fisik kepada rekanan pelaksana, yang tidak menyelesaikan proyeknya. Sebab di Pamekasan ditengarai ada proyek yang hingga kini masih belum tuntas. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Basri Yulianto mengatakan di tahun 2013 bila dipersentase pekerjaan proyek fisik ada yang selesai sebesar 95 persen, sehingga akan ada 5 persen pekerjaan fisik di tahun itu yang akan dikenakan sanksi berupa denda pekerjaan. Basri Yulianto mengatakan sesuai aturan, rekanan yang pekerjaannya belum selesai atau melebihi batas waktu sesuai dengan kontrak, akan mendapat sanksi berupa denda keterlambatan, akibat kelalaiannya dalam menyelesaikan proyek. “Saat penandatanganan Surat Perintah Kerja, mereka sudah menyatakan sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditetapkan,” katanya. Sayangnya, hingga memasuki tahun 2014, realisasi fisik dan keuangan pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pamekasan belum selesai dilakukan evaluasi. Sebab, sejumah SKPD belum rampung melakukan
entry data realisasi, sehingga secara resmi pengerjaan fisik yang molor tidak dapat dipastikan. Di lapangan diketahui ada beberapa pengerjaan fisik atau proyek yang melebihi batas akhir kontrak belum selesai. Seperti terlihat pada pengerjaan kios di pasar 17 Agustus sebelah selatan. Hingga kemarin (1/1) masih terlihat sejumlah pekerja yang masih menyelesaikan pekerjaannya. Padahal dalam kontrak pekerjaan proyek tersebut, pengerjaan proyek di pasar tersebut harus selesai pada hari Senin (30/12), karena masa kontraknya akan berakhir 31 Desember 2013 lalu. Kapala bagian Administrasi Pembangunan, Basri Yulianto mengatakan denda keterlambatannya itu akan dihitung permil perhari dari nilai kontrak. Namun nilai denda pengalinya tidak dijelaskan. Ia menjelaskan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada satu SKPD tidak dapat serta merta memutus kontrak akibat keterlambatan, jika dinilai rekanan masih sanggup menyelesaikan keseluruhan pekerjaan dari kontrak yang ditandatanganinya. “Mereka masih diberi waktu hingga 50 hari untuk menyelesaikan. Baru setelah itu, bisa dilakukan pemutusan kontrak,” jelas Basri. Perihal sanksi secara umum, menurut Basri, bentuknya akan beragam, tergantung pada niat baik dan kesanggupan rekanan. Sanksi itu bisa berbentuk denda hingga pemutusan kontrak dan memasukkan rekanan yang wanprestasi
PROYEK FISIK
Sejumlah pekerja sedang melakukan aktifitasnya untuk mengejar target waktu penyelesaian salah satu proyek di Pamekasan
(menyalahi kesepakatan) itu dalam daftar hitam (balacklist). Namun, Basri memperkirakan, dari pelaksana proyek yang terlambat itu, tidak akan ada rekanan yang masuk dalam daftar balacklist atau dihapus dari bursa lelang. Sebab, sebagian besar proyek yang terlambat hanya tinggal pengerjaan finishing (penyelesaian) dan masih mampu diselesaikan rekanan dalam batas waktu perpanjangan. ”Kemungkinan hanya akan dikenakan denda sesuia nilai kontraknya,” terangnya. Disinggung berapa banyak rekanan yang bakal mendapat denda pada pengerjaan tahun 2013, ia memprediksi tidak akan banyak seperti tahun lalu. Pada tahun lalu ada satu rekanan yang mendapat denda blacklist karena tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya. Menurut Basri, setelah dilakukan evaluasi realisasi keuangan dan fisik sekitar 11 Januari, baru akan
dikatahui paket pekerjaan dan rekanan yang terlambat mengerjakan proyeknya. Berdasarkan evaluasi tersebut, Basri menegaskan akan diketahui paket yang harus dijadwal ulang. Untuk paket pekerjaan yang dijadwal ulang tidak ada denda, karena belum ada kontrak yang dilakukan oleh pemkab dengan pihak ketiga. Sehingga paket itu masih akan dilakukan lelang. Untuk diketahui, batas akhir entri data dari SKPD pada bagian Administrasi Pembangunan hingga 5 Januari 2014. Setelah itu, baru dilakukan penyusunan serta pengolahan data secara keseluruhan. “Sampai tanggal 9 Januari akan kami olah. Mungkin setelahnya, progres APBD sudah dapat diketahui hasilnya, mana yang selesai dan mana yang belum. Setelah itu akan juga ketahuan rekanan apa saja yang perlu didenda,” katanya. = ALI SYAHRONI/MUJ/RAH
PERNIKAHAN
Diduga Banyak Perkawinan Liar
PAMEKASAN – Diduga kuat di Pamekasan selama ini telah terjadi pernikahan liar dalam jumlah yang sangat banyak. Kecurigaan itu muncul dari tingginya animo masyarakat Pamekasan untuk mengikuti nikah massal setiap tahun, yang diselenggarakan Pemkab Pamekasan. Itu juga cukup dijadikan sebagai salah satu indikator banyaknya warga Pamekasan yang belum memiliki buku nikah yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di 13 Kecamatan di Pamekasan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Muarif Tantowi mengakui masih banyak warga Pamekasan yang belum memiliki buku nikah. Penyebabnya dulu masyarakat Pamekasan lebih cenderung menikah di hadapan Kiai daripa-
da di hadapan penghulu. Pedahal penghulu yang bertugas melakukan pencatatan nikah, bukan kiai. Dulu masyarakat tidak menganggap peting buku nikah. Sehingga seringkali mengabaikan pencatatan nikah ke KUA. Namun kini, telah terjadi sebaliknya, mayoritas masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya mencatat pernikahan di KUA. Menurut Muarif, masyarakat dulu menikah di hadapan kiai dinilai sangat utama dibandingkan dengan menikah di hadapan petugas KUA. Namun saat ini kondisi itu berubah, masyarakat sudah mulai memahami petingnya melakukan pencatatan nikah di hadapan para penghulu. Karena pernikahannya tetap disaksikan oleh para kiai yang diundang juga dihadirkan dalam acara pernika-
han tersebut. Muarif tidak menyampaikan secara rinci jumlah masyarakat Pamekasan, yang pernikahannya belum tercatat dalam Buku Nikah. “Kegiatan nikah massal yang diselenggarakan pemkab Pamekasan ini, sangat membantu masyarakat untuk memiliki buku nikah,” ucapnya. Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy’ari menyampaikan kegiatan tersebut, murni karena ingin membantu masyarakat yang kurang mampu, untuk bisa memiliki buku nikah. Sehingga diharapkan dapat membantu kebutuhan administrasi keluarga maupun anaknya ketika menjalani pendidikan. Sebanyak 200 pasangan suamiistri (pasutri) duduk berjejer di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan. Wajah mereka terlihat ceria.
Di antara mereka saling melirik dan melempar senyum, menandakan kegembiraan di wajah mereka. kehadiran mereka dari berbagai pelosok desa dari 13 kecamatan di Pamekasan untuk mengikuti pelaksanaan resepsi isbat (penetapan) nikah massal yang dikukuhkan oleh Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asyari. Acara itu dihadiri Ketua Pengadilan Agama (PA) Pamekasan, Khazin dan Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Pamekasan, Muarif Tantowi. Dari 200 pasangan yang nikah massal, hanya dua pasangan yang dirias dan dipajang di depan, duduk di kursi pengantin. Sementara 198 pasangan lainnya, berpakaian biasa, yang sebagian dari mereka menggendong anak yang masih balita. =FAKIH AMYAL/RAH
PAMEKASAN - Pembayaran tunggakan tunjangan profesi guru (TPG) 2011 dan tunggakan TPG tahun 2012 sebesar Rp 22, 6 miliar di Kabupaten Pamekasan, sampai kini belum ada kepastian. Meski ada kelebihan bayar pada 2013 lalu, namun kelebihan itu tidak bisa serta merta dibayarkan untuk tunggakan TPG tersebut. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Pemkab Pamekasan Taufikurrahman Rabu (1/1) kemarin mengatakan TPG 2013 sudah lunas dibayar pada akhir tahun kemarin. Dari total dana TPG sebesar Rp 133 miliar yang diterima selama 2013, saat ini masih tersisa dana sekitar Rp 2 miliar. Kelebihan dana ini belum bisa digunakan, karena belum ada petunjuk penggunaannnya. Kalaupun dibayarkan untuk tunggakan TPG, dipastikan tidak bisa melunasi keseluruhan. Diperkirakan dana itu hanya bisa membayar seperempat dari tunggakan yang belum terbayar pada 2011 lalu. Sebab tunggakan yang belum terbayar mencapai Rp 22,6 miliar untuk 3. 578 guru se-Pamekasan. Rinciannya, 1. 449 guru tahun 2011 sebesar Rp 8.5 miliar dan 2. 129 di tahun 2012 dengan tunggakan sebesar Rp 14. 1 miliar. Taufik menjelaskan pihaknya tidak bisa membayar tunggakan TPG itu, karena masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (Permekeu) 2014. Jika Permenkeu yang baru nantinya memberi sinyal untuk dilakukan pembayaran, pihaknya baru menentukan langkah. “Kami gak bisa melakukan inisiatif pembayaran selama belum ada Permenkeu. Karena kalau Permenkeu belum ada sinyal dan kami bayar, repot juga nantinya karena harus dikembalikan,” katanya. Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan, Disdik Pamekasan, Kusfandi mengatakan pihaknya sudah menghitung ulang akumulasi kelebihan bayar pada tahun sebelumnya. Pihaknya sudah merencanakan untuk mencicil tunggakan itu dari kelebihan bayar mulai dari tunggakan 2011. Sebab, kelebihan bayar TPG dipastikan tidak mencukupi untuk membayar kekurangan di tahun 2012. Menurutnya, berdasarkan peraturan Menteri Keuangan, yang dirinci dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membolehkan sisa anggaran tunjangan profesi guru tahun 2013, dibayarkan untuk tunggakan pada tahuntahun sebelumnya. Kini data tunggakan penerima tunjangan profesi tahun 2011 itu sudah dikirim ke Kemendikbud. Selanjutnya, pihaknya masih menunggu penetapan carry over kekurangan tahun sebelumnya dari kementerian. “Pembayarannya akan kami cicil, karena petunjuknya dari pusat seperti itu,” katanya. = AHMAD FAUZI/MUJ/RAH
KORAN PROBOLINGGO
MADURA
KORAN MADURA
SAMPANG
KAMIS2014 2 JANUARI 2014II KAMIS 2 JANUARI | No. 0272 | TAHUN No. 0272 | TAHUN II
Amog “Mengamuk�
PESTA MALAM TAHUN BARU
Ratusan Botol Minuman Keras Diamankan
Pelaksanaan Pilkades Tidak Beres SAMPANG - Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Omben Menggugat (Amog), Selasa (31/12) sekitar pukul 09.30 Wib melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Sampang. Mereka menyampaikan beberapa aspirasinya terkait pelaksanaan pilkades di kecamatan setempat. Massa tersebut berasal dari enam desa, meliputi Desa Karang Gayam, Pandan, Kamondung, Sogian, Kebun Sareh, dan Karang Nangger. Masa pemerintahan kepala desa yang saat ini sedang menjabat sudah berakhir pada tahun 2013, namun sampai saat ini belum dilakukan pemilihan. Warga khawatir pada tahun ini tidak bisa melaksanakan pilkades, mengingat adanya SE Mendagri tentang larangan adanya pilkades pada tahun 2014. Bupati diminta tegas dan sigap dalam mengambil kebijakan karena dapat mengakibatkan konflik horizontal. Warga mendesak pemerintah menerapkan UU Nomor 32 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2005 untuk tidak menunda pelaksanaan pilkades. Jika bupati tidak bisa lebih baik mundur dari jabatannya. Sebab, massa menilai, Bupati A Fannan Hasib telah gagal dalam memimpin Kota Bahari. Korlap aksi, Nur Hasan, mengatakan, kedatangan dirinya dengan warga ke pemkab ingin meminta kejalasan kepada bupati atas kabar ditundanya pilkades di enam desa di Kecamatan Omben. "Surat Edaran Mendagri ini jadi alasan ditundanya pilkades serta sebagai imbuan dan masukan kepada warga bahwa kepala desa yang berakhir masa jabatannya tahun 2013 ditunda pilkadesnya menjadi 2015," ucapnya.
Dirinya meminta bupati menindaklanjuti adanya rekaman pembicaraan oknum kecamatan dengan salah satu kepala desa melalui saluran telepon. Dimana, pembicaraan itu dinilai ada kongkalikong terkait penundaan pilkades di desanya tersebut. "Rekaman dari oknum kecamatan dengan salah satu kades ini bahwa pada intinya percakapan memang ada kongkalingkong terkait penundaan pilkdes yang sudah direncanakan,"jelas aktivis Lumbung Informasi Rakyat (Lira). Pantauan Koran Madura, massa sempat dibuat kecewa karena Bupati A Fannan Hasib tidak menemui langsung massa, saat perwakilan massa sudah mulai diperkenanakan masuk di ruang aula pemkab. Katanya, bupati sedang menghadiri rapat. "Silakan apa aspirasi warga sampaikan pada kami nanti akan disampai-
kan langsung kepada Bupati, karena beliau sedang rapat," tutur Sekda Sampang, Puthtu Budi Santoso, dihadapan massa di ruang aula. Tak puas dengan jawaban itu, massa di dalam ruang aula secara serentak langsung meninggalkannya. Bahkan, emosi warga mulai panas. Nyatanya, warga pun mulai mengepung gerbang pemkab baik pintu masuk maupun pintu keluar, agar orang yang ingin ditemui tidak bisa menghindar dari keinginan massa. "Ada apa ini seorang pemimpin tidak mau menemui rakyatnya sendiri, padahal untuk bisa duduk dikursi yang empuk kamilah yang memilihnya," ungkap Nur Hasan. Disamping itu, ada beberapa warga pendemo juga melakukan pembakaran spanduk dan baju atas tuntutan massa di dalam halaman pemkab. Hal itu, sebagai wujud kekecewaan massa dalam aksinya.
Tak puas dengan aksinya, warga serentak bergeser ke pendopo bupati yang berada di Jalan Wijaya Kusuma untuk menemuinya. Ribuan massa langsung menerobos pintu masuk dengan menduduki pendopo. Alhasil, dua orang perwakilan dari masing-masing di enam desa dipersilakan masuk ke dalam ruangan menemui orang nomor satu di Sampang. Bupati A Fannan Hasib dihadapan perwakilan massa, menyampaikan jika pelaksanaan pilkades tetap digelar di tahun 2014. Menurutnya, dipastikan ada pemicu dari tuntutan pihak incumbent. Sehingga, alan berakibat fatal jika pelaksanaan pilkades tetap digelar. "Apabila ini dilukukan pilkades 2014 maka khawatir ada tuntun pihak incumbent. Sehingga akan berakibat fatal atau siasia," terang A Fannan. Namun, pihaknya akan tetap menindaklanjuti
25 I
tuntutan massa. Hal itu, dengan dilakukannya mengirim surat izin kepada pihak provinsi dan pusat terkait konflik yang terjadi ini. Sehingga, jika itu ada kehendak dan jalan keluar maka pilkades tetap dilakukan sesuai keinginan massa. "Kami tetap menindaklanjuti dengan mengrim surat kepada Gubernur Jatim dan Menteri. Karena saya ada atasan. Apabila nanti ada keputusannya maka atas nama Pemkab, Polres, dan Dandim tetap melanjutkan pilkades," ungkapnya. Mendapat jawaban itu, massa sudah merasa puas dan meninggalkan pendopo secara tertib. Bahkan, pendemo juga menghargai pendapat keputusan bupati meski sedikit kecewa pada sebelumnya yang dinilai masih alot untuk menemui massa. =RYAN HARIANTO/MK
SAMPANG - Petugas Polres Sampang menyita ratusan botol minuman keras berbagai jenis di sejumlah warung di kota itu saat malam pergantian tahun dari 2013 ke 2014. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar menjelaskan, ratusan botol minuman keras itu berhasil disita petugas atas berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat kepada polisi. "Ada warga yang menginformasikan kepada kami melalui pesan singkat, bahwa di beberapa tempat ada warga yang menjual minuman keras, bahkan ada juga warga yang menyambut pergantian malam tahun baru dengan berpesta minuman keras," kata Kapolres, Rabu (1/1). Saat menerima informasi, sambung dia, pihaknya lalu memerintahkan beberapa personel polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) untuk melakukan penyelidikan sekaligus melakukan penggerebekan. Hasilnya, sambung dia, informasi yang disampaikan warga itu memang benar. Sehingga saat itu juga petugas langsung bertindak menyita berbagai jenis minuman keras yang dijual itu. "Ada sebanyak 108 botol minuman keras jenis bir, 3 botol arak dan 2 botol vodca yang berhasil kami amankan," katanya menjelaskan. Menurut Kapolres, dalam operasi itu, tidak hanya melibatkan tim Reskrim saja, akan tetapi juga dari satuan lain, serta dibantu oleh aparat TNI. Kapolres menuturkan, barang haram itu berhasil disita petugas dari beberapa lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Dalpenang, Jalan Imam Bonjol dan di terminal bus Kota Sampang. "Ada satu orang penjual mirasnya yang berhasil kami tangkap, yakni bernama Mahfud, satu lagi kabur," terang Kapolres. Di Madura, perayaan pergantian malam tahun baru cenderung disalah artikan oleh sebagian masyarakat, yakni dengan berpesta hura sambil minum-minuman keras. Ada juga sebagian warga yang mengapresiasikan pergantian tahun ini dengan mengendarai sepeda motor dengan suara nyaring, hingga menari telanjang dada di jalan raya. =ANT/MK
J 26
KORAN MADURA
SAMPANG
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
PERAYAAN MALAM TAHUN BARU
Knalpot Brong Bikin Bising SAMPANG - Dalam perayaan pesta pergantian malam tahun baru 2014, Selasa (31/12) malam sedikitnya 12 kendaraan roda dua diamankan aparat kepolisian Polres Sampang. Kendaraan tersebut diamankan karena menggunakan klalpot brong hingga menyebabkan kebisingan. Kendaraan tersebut dinilai telah mengangganggu orang lain akibat bunyi bising yang
ditimbulkan knalpot brong. Selain itu, di antaranya juga karena kendaraan tersebut tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor. Kapolres ABKP Imran Edwin Siregar melalui Kasatlantas Polres Sampang AKP Heri Regasa mengatakan, tindakan penertiban itu atas perintah Kapolda Jatim, bahwa pada perayaan malam tahun baru tidak boleh
ada pengguna kendaraan yang menggunakan knalpot blong. "Kita langsung amankan bagi kendaraan roda dua yang memakai knalpot blong. Sasaranya itu memang, karena sudah sesuai perintah Kapolda" ucapnya melaui saluran telepon. Pengamanan dimulai sejak pukul 20.00 Wib hingga menjelang pergantian tahun 2013. Dilakukannya penertiban demi menjaga
banyaknya kendaraan memakai knalpot blong yang mengganggu kenyamanan publik. Pihaknya juga melakukan pengamanan di setiap wilayah dilakukan pada kawasan kota yang menjadi pusat keramaian. "Pengamanan sendiri untuk menjaga kenyaman pengguna jalan, dan kita fokuskan di jalan kota supaya tidak semakin banyak yang kadang membuat biang
kemacetan," jelasnya. Ditambahkannya, dalam pengamanan tahun baru, selain menyisir keberadaan sepeda motor dengan knalpot brong juga terhadap balapan liar yang cenderung marak. "Kita juga menyisir adanya kendaraan yang kerap ada balapan liar," imbuhnya. = ryan harianto/mk
Si Jago Merah Melalap Dua Rumah Kapolres: Kami Belum Bisa memastikan Penyebabnya SAMPANG – Kebakaran kembali terjadi. Kali ini menimpa dua buah rumah bangunan di Dusun Gumorong, Desa Petarongan, Kecamatan Torjun. Selasa (31/12) sekitar pukul 20.00 Wib, api menghanguskan dua buah rumah milik warga. Dugaan sementara, kebakaran itu akibat arus pendek atau konsleting listrik. Percikan api dengan cepat menyebar ke berbagai sudut bangunan milik Ibu Sairah (60). Warga kesulitan untuk menjinakkan api, karena bangunan tersebut terbuat dari papan. Api bisa dijinakkan setelah pemilik rumah serta beberapa warga dengan dibantu petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menghentikan kobaran api. Sayangnya, bangunan itu sudah rata dengan tanah, dan barang berharga juga tidak sempat diselamatkan. Suba'i (35), pemilik rumah, mengatakan, saat kejadian rumah memang dalam keadaan kosong. Ketika itu, dirinya beserta keluarga sedang membantu salah satu tetangga yang melakukan acara hajatan. "Memang saat kejadian ini rumah kosong gak ada orangnya lagi keluar semua lagi bantu tetangga. Tahunya saat keponakan mau menghidupkan lampu, saat menoleh rumah sudah terbakar," ucap putra Sairah. Meski pada kejadian kebakaran kala itu ada mobil pemadam kebakaran dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun api tidak bisa dijinakkan hingga rumahnya hangus terbakar. Petugas pemadam kebakaran datang 30 menit setelah kejadian. "Ada mobil pemadam cuma datang setengah jam
SI JAGO MERAH. Warga melihat salah satu rumah bangunan di Dusun Gumorong, Desa Petarongan, Kecamatan Torjun, yang terbakar, Selasa (31/12) sekitar pukul
20.00 Wib.
dari kejadian. Sedangkan api merambat memakan waktu 15 menit sudah hangus semua," tuturnya. Akibat kejadian itu, kerugian mencapai Rp 75 juta. Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang diharapkan bisa membantu untuk meringankan beban yang dialami. Menanggapi itu, Kepala BPBD Kabupaten Sampang Wisnu Hartono melalui saluran telepon menuturkan mobil pemadam sudah berada dilokasi. Namun, adanya
beban rintangan jalan yang tidak memungkin. Sehinnga, pemadam kebaran tidak bisa menjangkaunya. "Sudah nyampek ke sana cuma karena jalanya sempit tidak bisa dialui kendaraan mobil tidak bisa langsung memadamkan api," katanya. Sedangkan untuk bantuan, pihaknya mengaku hanya bisa memberikan bantuan pokok seperti beras. Sebab, untuk bencana kebakaran itu dimungkinkan dari Dinas Dinsosnakertras Sampang. "Kalau
kebakaran itu kan bukan bencana dan bukan termasuk kewenangannya BPBD, tetapi pihak Dinsos nanti yang akan membantunya," terangnya. Selidiki Petugas kepolisian dari jajaran Polres Sampang melakukan penyelidikan penyebab kebakaran dua unit rumah warga itu. "Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa memastikan apa yang menjadi
penyebabnya," kata Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar di lokasi kejadian, Rabu (1/1). Pada September 2013, musibah Kebakaran juga terjadi di Kabupaten Sampang, yakni di Dusun Banbalan, Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungdung. Sebanyak tiga unit rumah milik warga bernama Sayedi Tabliyeh di dusun itu juga hangus terbakar. =RYAN HARIANTO/ANT/MK
KORAN MADURA
IKLAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
Selamat & Sukses
kepada
KORAN MADURA yang Telah Melakukan Inovasi untuk Mencerdaskan Bangsa
K 27
KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO 28 L
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
BANGKALAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
KOMUNITAS
Belajar Membuat Robot dari Game Online
TERSANGKA. Barang bukti dan tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan Polres Bangkalan.
koran madura/doni heriyanto
Penyalahgunaan Narkoba Meningkat Kapolres: Kami Akan Memperketat Pengawasan BANGKALAN - Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bangkalan semakin meningkat. Sepanjang 2013, kasus penyalahgunaan narkoba melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengungkapan kasus narkoba mencapai 58 kasus dengan 81 tersangka pada 2013, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 33 kasus dengan tersangka 54 orang. Bahkan, pada awalnya tempat penyalahgunaan narkoba berada pada satu tempat, namun saat ini mulai berambah ke beberapa wilayah setempat. Dari pengungkapan kasus tersebut, dari tahun 2012 hingga 2013, Polres menyita beberapa barang bukti dari tangan para tersangka berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 95.11 gram dan ganja 3.11 gram serta satu batang pohon ganja. Selain itu, barang bukti yang diamankan adalah bong lengkap dengan alat penghisap, korek api dan timbangan. Tersangka dari kasus ini, terdiri dari pengedar, kurir dan pemakai. Untungnya, tidak ada satupun dari para tersangka yang be-
rasal dari kalangan pelajar. "Jumlah kasus narkoba pada 2013 meningkat 58 kasus, sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 33 kasus. Secara keseluruhan terdapat 91 kasus dengan 123 tersangka," jelas Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistyono. Menurutnya, para pelaku khususnya pengedar berasal dari luar daerah Bangkalan. Sehingga pihaknya harus berupaya keras mencegah maraknya peredaran barang haram tersebut. Ia tidak memungkiri jika bandar mulai memasuki wilayah hukumnya. Sehingga yang menjadi target utama dalam kinerja polisi di masa yang akan datang adalah pengedar maupun bandar. "Jadi agar tidak semakin meluas peredaran dan penyalahgunaan dari narkoba ini, kami akan semakin memperketat pengawasan. Sebab, Bangkalan sendiri hanya dijadikan
tempat penyalahgunaan narkoba, ini menjadi permasalahan serius," paparnya. Kasus narkoba, kata Sulistyono, sampai saat ini memang belum tuntas. Pihaknya berkomitmen dan akan tetap konsisten dalam penyelesaian kasus tersebut pada tahun 2014. Sebab, hal itu merupakan amanah dan tanggung jawab sebagai penegak hukum. Tujuannya agar daerah ini tidak lagi dijadikan sarang narkoba. "Ini tanggung jawab besar yang harus diselesaikan pada tahun 2014. Terlebih dukungan dari masyarakat. Jadi kalau ada yang melakukan pesta narkoba, tolong langsung laporkan pada kami untuk ditindak lanjuti," tuturnya. Untuk menimbulkan efek jera, lanjut Sulistyono, para tersangka akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan kurungan maksimal 12 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000 dan paling banyak Rp.8000.000.000. = DONI HERIYANTO/RAH
BANGKALAN - Perkembangan teknologi semakin dinamis dan sudah tak bisa dihindari lagi. Kemampuan manusia menciptakan alat yang mampu berfungsi secara otomatis, yaitu robot dan sejenisnya, merupakan suatu tuntutan tersendiri dewasa ini. Menyambut era industrialisasi pasca berdirinya jembatan Suramadu, sekelompok anak remaja usia SMP dan SMA di Bangkalan, menjawab hal itu dengan mendirikan komunitas pecinta robot baru-baru ini. Sebut saja Komunitas Kampung Robot Bangkalan (Kokarba), hampir setiap dua pekan sekali, anak-anak remaja ini berkumpul untuk meng upgrade wawasan mereka. Barubaru ini, puluhan anak yang berasal dari berbagai daerah di Bangkalan itu melatih kemampuannya membuat robot cahaya. Didampingi tiga pembinanya, anak-anak usia belasan tahun tersebut membuat robot yang mampu bergerak secara otomatis mengikuti arah cahaya, dengan modal hanya 100 ribu rupiah. "Anak-anak kami gratiskan, tidak kami tarik biaya sama sekali kecuali biaya untuk beli peralatan dan sparepart bahan pembuatan robot, kami para pembina melakukan ini hanya sebagai bentuk aplikasi ilmu yang kami dapat semasa kuliah," kata salah seorang tutor Kokarba, Cholil Amrullah. Salah seorang anggota komunitas Kokarba Bagus mengatakan dirinya mengaku senang dan tertantang dalam komunitas pecinta robot ini. Sebab tidak semua teman seumurannya mampu dan mau melakukan aktivitas yang cukup menguras daya fikiran itu. Apalagi dalam membuat robot membutuhkan ketelitian dan keuletan serta kerja keras. "Ya, suka aja Mas, kayak merasa tertantang gitu untuk bisa menyelesaikan semua proyek robot baru yang selalu diberikan setiap ada pertemuan," ujar remaja yang mengaku sempat kecanduan game online, dan kini mengganti kebiasaannya dengan aktif di Kokarba.
ROBOT
Dindin Subagya, orang tua dari Bagus, mengaku suka dengan aktivitas baru anaknya saat ini. Apalagi kegiatan tersebut sangat berdampak positif pada pekembangan intelektual dan mental bagus. Sebab, sebelumnya, Bagus banyak meluangkan waktunya dengan bermain game online. Sehingga kebiasaan tersebut menyita waktu belajarnya. Namun ia tidak menyangka jika kebiasaannya berubah pada aktivitas membuat robot cahaya. “Ini positif bagi dia, dibandingkan dulu saat bagus masih rajin main game online, anak saya ini sering lupa belajar, namun dengan aktivitasnya saat ini, dia malah memiliki waktu belajar karena dalam operasional robot juga membutuhkan pengetahuan tentang fisika dan elektronika,� ucapnya bangga saat menemani Bagus di Kokarba. Salah satu anggota komunitas lainnya berharap agar aktivitasnya tersebut dapat berkesinambungan. Terlebih di era yang serba elektronik ini kemampuan untuk bersaing sangat dibutuhkan agar tidak ketinggalan dengan daera-daerah lainnya. Dengan demikian, mampu menciptkan robot serta mengembangkan berupa bentuk-bentuk robot lainnya menjadikan anak-anak Bangkalan memiliki nilai lebih dan bisa mengharumkan nama daerah. "Ya semoga saja dapat terus rutin terlaksana, agar wawasan kami tentang teknik membuat robot dapat terus berkembang," ujar siswa kelas IX SMP 2 Bangkalan, yang mengaku siap jika sewaktu-waktu diadu kemampuannya dengan kakakkakaknya di perguruan tinggi. Sementara itu, para anggot Kokarba berharap agar suatu saat mereka diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi skala Nasional maupun Internasional, demi mengharumkan nama baik Madura. Apalagi selama ini Madura hanya dipandang sebelah mata, karena dinilai sebagai daerah yang tertinggal dalam segala aspek pengetahuan = DONI HERIYANTO/RAH
koran madura/doni heriyanto
Salah satu robot sensor cahaya karya Kokarba saat diuji, robot tersebut bergerak secara otomatis mengikuti arah datangnya cahaya.
KORAN MADURA
BANGKALAN
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
M 29
Kriminalitas Menjamur
Penyakit Masyarakat BANGKALAN - Kasus kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Bangkalan, sangat memprihatinkan, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Dibanding tahun 2012, kriminalitas yang terjadi pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 5.02 persen. Di tengarai meningkatnya kasus kejahatan tersebut dipicu minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di wilayah setempat. Berdasarakan data yang dihimpun dari Polres Bangkalan, menunjukkan terjadinya kasus kriminal pada tahun 2013 mencapai 523 kasus. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 2012 sebanyak 498 kasus. Dari berbagai macam kasus yang terjadi pada tahun 2012 dapat diselesaikan sebanyak 272 kasus. Sedangkan pada tahun 2013, yang terselesaikan sebanyak 345 kasus. Dengan demikian, secara keseluruhan persentase penyelesaian juga mengalami peningkatan sebesar 11.4 persen. "Secara keseluruhan memang kasus kejahatan mengalami tren meningkat. Akan tetapi, dalam penyelesaiannya dari 2012 dampai 2013 mengalami peningkatan juga sebasar 11. 4 persen," kata Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistyono. Menurutnya, kasus yang terjadi sangat bervariatif. Salah satu penyebab munculnya kejahatan, karena minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Sehingga para pelaku memilih jalan pintas melalui tindakan yang melanggar hukum. Di masa yang akan datang, Sulistyono mengaku akan meningkatkan pengawasan berupa preventif, yaitu melalui imbauan dan patroli di daerah yang dinilai rawan terjadinya kriminal. Hal itu untuk mencegah terjadinya kasus kejahatan. "Masalah lapangan pekerjaan yang menimbulkan meningkatnya angka kriminalitas itu ke depan mengantisipasi banyaknya kejadian, kami akan meningkatkan kekuatan dengan kegiatan preventif," paparnya. Pihaknya berharap dalam upaya meminimalisir terjadinya kejahatan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Sebab sebagai aparat penegak hukum butuh dukungan dari berbagai macam elemen dalam menanggulangi maraknya tindak kriminal yang terjadi beberapa waktu terakhir.Sementara itu, kasus yang mengalami peningkatan diantaranya pemerkosaan tahun 2012 sebanyak 11 kasus meningkat menjadi 14 kasus, pembunuhan yang pada tahun sebalumnya 5 kasus meningkat menjadi 8 kasus, dan pencurian dengan kekerasan tahun sebelumnya 44 kasus melonjak menjadi 47 kasus serta penyalahgunaan narkoba tahun 2012 sebanyak 33 kasus naik menjadi 58 kasus pada 2013 = DONI HERIYANTO/RAH
ant/ari
PENGHARGAAN KARYAWAN ESIA
Komisaris Independen PT Bakrie Telecom, Tbk., (BTEL), Ai Mulyadi Mamoer (kiri) didampingi Direktur Utama BTEL Jastiro Abi (kanan) memberikan penghargaan BTEL Integrity Awards 2013 kepada salah satu karyawan BTEL, di Jakarta (9/12). Memperingati Hari Anti Korupsi, Esia berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Ada Perusahaan Tak Peduli Karyawannya
Dari 60.000 Karyawan Hanya Seribu Masuk BPJS BANGKALAN - Berubahnya Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsostek) menjadi BPJS Ketenagakerjaan mewajibkan seluruh perusahaan mengikuti program jaminan tersebut, seperti yang diamanahkan dalam undang-undang. Namun, sejauh ini program jaminan tersebut dinilai masih minim anggota. Padahal dengan adanya program tersebut diharapkan seluruh tenaga kerja mendapatkan perhatian sosial. Kenyataannya masih banyak perusahaan yang tidak mengikutsertakan karyawannya. "Masih banyak perusahaan yang kurang koperatif dalam memberikan pelayanan jaminan ketenagakerjaan kepada karyawan," kata Didin Haryono, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bangkalan. Didin menyatakan diantara perusahaan yang disebutnya belum memenuhi kewajiban ketenagakerjaan, Indah Swalayan, RM Ramayana, RM Tera' Bulan, dan Bebek Sinjai yang hanya mengikutkan 3 orang karyawannya. Selain itu, RM Bebek Songkem, Potre Koneng, Nusa Indah, dan RM suramadu. Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai karyawan yang banyak. Sehingga wajib bagi mereka mengikutsertakan karyawannya. "Berulang-ulang kali kita memberikan surat imbauan, tapi tetap saja mereka mengindahkan. Dengan berdirinya BPJS, kami mempunyai kewenangan lebih untuk
memberikan rekomendasi sanksi melalui pemerintah daerah," ucapnya. Mantan Kepala Jamsostek tersebut (sebelum lembaganya berubah) menerangkan ketidakmauan karyawan umumnya disebut sebagai kendala dalam mengikutsertakan karyawan. Padahal keengganan perusahaan menjadi faktor permasalahan yang sering kali terjadi, sehingga jaminan ketenagakerjaan tak bisa dinikmati oleh karyawan. Menurutnya, tidak ada alasan tenaga kerja tidak mau diberikan jaminan sosial. Sebab konsep jaminan tersebut tidak ada yang dirugikan. Dengan pola kegotongroyongan yang menjadi budaya bangsa, Jamsostek dan PT Askes bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, seharusnya perusahaan
diwajibkan memfasilitasi kebutuhan karyawan. Apalagi menyangkut keselamatan kerja. "Bagi tenaga kerja yang rentan terhadap resiko keselamatan kerja, pekerja tersebut harus lebih diutamakan seiring dengan berubahnya Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan," terangnya. Untuk itu, perlu dukungan dari seluruh lembaga guna menyadarkan pentingnya sebuah jaminan sosial. Pihaknya mengaku akan mengkoordinasikan dengan setiap pemerintah daerah sebagai fungsi pengawasan. Sebab program BPJS Ketenagakerjaan wajib diikuti oleh seluruh karyawan. Apalagi dalam aturannya yang baru, baik itu buruh, petani dan pekerja lainnya menjadi target dari program pemerintah tersebut. "Kelebihan dari transformasi Jamsostek ke BPJS Kesehatan. Seluruh tenagakerja nonformal juga ikut dilibatkan. Berbeda dengan Jamsostek yang hanya memfasilitasi tenaga kerja formal," ungkapnya. Secara nasional sekitar 7 juta kepesertaan dari Jamsostek berubah menjadi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Nantinya, seluruh masyarakat akan bisa menikmati jaminan ketenagakerjaan, dengan konsep gotong royong. Sama halnya dengan BPJS
Kesehatan yang dilimpahkan kepada PT Askes, seluruh masyarakat bisa menikmati program tersebut. Dalam hal ini, pihaknya akan meminta kepada pemerintah daerah untuk membuatkan Surat Edaran kepada perusahaan yang masih belum memenuhi kewajibannya. "Kami berharap peran serta pemerintah daerah, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera secara materi dan sosial bisa tercapai dengan program BPJS tersebut," harapnya. Dia menjelaskan sanksi hukum bisa dilakukan menyangkut peraturan tersebut pertanggujawabannya kepada presiden. Jika perusahaan tetap tak mengindahkan ancaman hukumnya bisa 8 tahun penjara atau maksimum denda 1 miliar. Didin berpendapat berdasarkan informasi data statistik, lebih dari 60.000 ribu karyawan baik pegawai dan swasta di Bangkalan. Akan tetapi, hanya seribu orang yang tercatat sebagai anggota program BPJS Ketenagakerjaaan. Sedangkan secara keseluruhan di Madura hanya tercatat 9.500 tenaga kerja, jauh dari apa yang ditargetkan. "Perlahan-lahan dengan aturan dan lembaga baru ini, semua masyarakat bisa mengikuti program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan," ucapnya. = MOH. RIDWAN/RAH
N 30
TAPAK TILAS
KORAN MADURA
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
Menelusuri Asta BERSEJARAH
Pesarean Wali Allah yang Tidak Terawat Tidak banyak orang tahu. Hanya warga setempat dan sekitarnya saja yang menyimpan sejarah itu. Di Sumenep, Madura, tepatnya di Dusun Polay, Desa Longos, terdapat sebuah Asta bersejarah itu. Orang-orang di sana menyebutnya Makam Pao, karena di areal pemakaman itu terdapat pohon pao yang sangat besar, bagaikan memayungi semua makam-makam yang berada di bawahnya. D i bawah pohon pao inilah terkubur seorang ulama yang diyakini termasuk dari para auliyaullah, namun pesareannya (makamnya) tidak terawat dengan baik. Oleh: Abdur Rahem akam Pao disebut juga Asta Kiai Murtanala. Nama aslinya konon Murton Nala. Suami dari Nyi Abdullah. Keduanya merupakan penyebar agama Islam pertama di dusun Polay dan berbagai desa di sekitarnya. Sehingga keduanya dikenal juga dengan sebutan Kiai Polay. Dalam silsilahnya, tercatat Nyi Abdullah penerus keempat dari Syaikh Gorang Garing dan sepuluh turun dari Sunan Kudus. Apabila nasabiyahnya ditulis secara lengkap tampak seperti ini. Nyi Abdullah bin Syaikh Badar bin Syaikh Sudagar bin Syaikh Gorang Garing bin Syaikh Sayyid bin Syaikh Abdur Rahman bin Syaikh Khatib Paranggan bin Syaikh Ahmad Baidhawi bin Syaikh Amir Hasan bin Sunan Kudus bin Sunan Ngodung bin Syaikh Ali Murtadha bin Syaikh Malik Ibrahim bin Syaikh Jumadil Kubro bin Syaikh Abdur Rahman bin Syaikh Abdullah bin Syaikh Hasanuddin bin Syaikh Sama’un bin Syaikh Najmuddin bin Syaikh Tamuddin bin Syaikh Zainul Kubro bin Syaikh Zainul Alim bin Syaikh Zainul Abidin bin Syaikh Sayyid Hosain bin Sitti Fatimah bin Rasulullah Muhammad Saw. Asta Nyi Abdullah berada di sebelah suaminya, Kiai Murton Nala. Terpisah dari asta ayahandanya, Syaikh Badar yang dikuburkan di tempat lain di desa yang sama. Sedangkan di sekitar pesarean Kiai Morton Nala dan Nyi Abdullah juga terdapat asta beberapa keturunannya yang telah
meninggal dunia, diantaranya Abdullah (wafat usia muda) dan (Syaikh) Kiai Sobrun (nama aslinya Hejjir.) Juga cucu Kiai Polay dari pasangan Kiai Sobrun dan Ny Sulaiha binti Kiai Syari, yaitu (Sobrun dan beberapa saudaranya yang wafat pada waktu lahir), Kiai Muhammad Ro’u, Kiai Sa’dan, Nyi Almi, Nyi Munaiyah, dan Nyi Ashpeyah. Konon di masanya, Kiai Morton Nala sering dikunjungi oleh Bindara Saot. Untuk melacak ikatan darah antara Kiai Morton Nala dengan Bindara Saot tentu masih perlu dibuktikan. Hanya saja menurut keterangan Nyi Almi dan K. Sakdan semasa hidupnya, pernah mendengar Kiai Sobrun menyebut-nyebut leluhurnya berasal dari keluarga kerajaan Sumenep. Sekali lagi, kebenarannya tentang pertalian darah Kiai Polay dengan keluarga kerajaan Sumenep tentu masih perlu dibuktikan. Akan tetapi, yang jelas, sebagai penyebar agama Islam pertama di daerah tempat tinggalnya, Kiai Polay tentu telah memiliki santri yang jumlahnya tak terhitung dan tersebar di berbagai desa di Sumenep. Perjuangannya kemudian dilanjutkan oleh keturunannya. Sayangnya peninggalan langgar (musalla) tempat mengajarkan islam pada murid-muridnya telah punah dimakan usia dan mengalami beberapa kali perbaikan. Hampir setiap hari selalu ada keturunan dari bekas-bekas santri keluarga Kiai Polay datang berziarah ke Asta Kiai Polay. Meskipun Asta
ini keberadaannya kini sudah tidak terawat dengan baik, karena keterbatasan dana. Asta Kiai Murton Nala dan Nyi Abdullah serta keturunannya yang meninggal telah beberapa kali diperbaiki seperti makam masa sekarang, sehingga tak sesuai lagi dengan aslinya. Pagar batu yang mengelilingi Asta tersebut juga sudah diratakan dengan tanah oleh masyarakat setempat, karena telah mengalami rusak berat dan tidak kunjung diperbaiki. Selain itu tujuannya untuk memberikan keleluasan tempat bagi sejumlah orang yang datang berziarah. Pada hari-hari tertentu, Asta ini selalu ramai dikunjungi warga sekitar dan alumni santri-santri penerus Kiai Polay. Mereka mengaji, bertahlil, dan berdoa, sekedar bertakhassus di tempat itu, yang diyakini sebagai asta-asta dari keturunan Nabi Muhammad Saw. Sejarah Sosial Masyarakat Datangnya pasangan Kiai Murton Nala dengan Nyi Abdullah di Polay sudah jelas, yaitu untuk menyebarkan agama islam pada masyarakat setempat dan sekitarnya. Itulah yang mendasari hijrahnya waliullah itu ke Polay. Sebab berdasarkan penjelasan dari beberapa sumber, dahulu kala di Polay merupakan tempat para bajingan. Masyarakat di tempat itu, baik laki-laki maupun perempuannya sangat senang melakukan maksiat. Sehingga terkenal Polay merupakan suatu daerah perjudian, perseling-
kuhan, pemabok, sarang pencuri, perkelahian, carok, dan sejenisnya. Budaya Lolobaran Salah satu budaya yang diyakini merupakan peninggalan dari Kiai Polay adalah tradisi lolobaran setiap menjelang musim tanam. Dalam realitasnya diikuti warga setempat, terutama mereka yang memiliki pengesepuh disemayamkan di Makam Pao. Datang membawa berbagai makanan. Setelah mereka membaca yasin, tahlil, yang dipimpin pemuka agama, dilanjutkan dengan makan-makan dan memberikan recehan rupiah yang diperebutkan oleh anak-anak desa. Berjuang Melawan PKI Pada masa kepemimpinan Kiai Sakdan, warga merasa tidak aman, karena selalu ada masyarakat yang dibawa PKI dan tak pernah kembali lagi. Salah satunya juga Kiai Sak-
dan, pernah didatangi pasukan PKI (orang-orang menyebutnya jirginjir) dan akan dibawa sebagaimana kejadian sebelumnya, untuk disiksa dan dibunuh, kerana telah dianggap menjadi sandungan PKI. Namun ketokohan Kiai Sakdan telah membuat masyarakat simpatik, mereka kompak melawan PKI. Suatu waktu, beberapa pasukan PKI itu datang lagi untuk menjemput paksa Kiai Sakdan. Namun kedatangan mereka disambut oleh Kiai Sakdan bersama santri-santri dan warga setempat yang sangat banyak. Beruntung dalam kejadian itu tak sampai terjadi pertumpahan darah, karena PKI mundur setelah pistol yang diarahkan pada Kiai Sakdan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ntah rusak karena pertolongan Allah terhadap Kiai Sakdan dan pengikutinya, atau bisa jadi karena memang tidak ada pelurunya. Allahu a’lam. =
KOMUNITAS
KORAN MADURA
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
O 31
KOMUNITAS Roemah Ilmoe
Menabur Ide, Membuka Cakrawala
A
khir 2012 lalu, seorang bertubuh kecil dan mungil sedang berbicara tentang manfaat membaca, berdiskusi dan menulis. Menurutnya, membaca itu akan membuat kita kaya. Berdiskusi akan membuat kita membuka cakrawala, termasuk menulis membuat kita akan menjadi pelaku sejarah. Ia menyampaikan gagasannya untuk membuat forum-forum kecil-kecilan, semacam forum kajian diskusi. Kami pun setujui dua kali dalam satu minggu, malam Sabtu dan Malam Selasa. Kami pun berdiskusi tentang hal-hal yang sederhana, dari yang sifatnya tematik, diskusi koran hingga kepada diskusi buku. Kami pun berdiskusi walau hanya lima orang sembari ditemani oleh asap rokok dan kehangatan kopi. Karena hanya satu keinginan beliau, ingin membuat kami kaya bahasa, cakrawala berpikir terbuka hingga akan membuat kami menjadi pelaku sejarah. Trias Tradition. Begitulah istilah masa lalu jika kami membahasakan. Tiga tradisi yang mampu menjungkir balikkan hegemoni kekuasaan yang otoriter, tiga tradisi yang mampu membuka cakrawala dan wawasan keilmuan, tiga tradisi yang menahbiskan mereka sebagai generasi emas, dan tiga tradisi itu pula yang menjadi mereka diabadikan oleh zaman. Namun, lalu lalang muda-mudi tak pernah pengaruhi mereka untuk menabur ide dalam ruang yang “hampa”. Hanya satu hal yang ingin mereka katakan, menjadikan ruang hampa menjadi ruang kreatif dengan cara membumikan salah satu dari tiga tradisi itu, yakni diskusi. Bagi mereka, diskusi merupakan kegiatan yang mudah dilakukan, tak butuh biaya banyak. Termasuk, diskusi bisa realisasikan di mana saja, trotoar, warung kopi, hingga di alun-alun kota pun jadi. Para Mahasiswa dari belahan kampus di Sumenep, baik STITA, STKIP, UNIJA, hingga para pelajar dan santri pun tetap konsentrasi menabur ide. Setiap malam Sabtu dan Selasa, sudah dipastikan, ruang yang awalnya hampa, mulai ramai oleh
KAJIAN RUTIN. Kegiatan kajian rutin yang dilaksanakan oleh Komunitas Roemah Ilmoe di Taman Adipura Sumenep, beberapa waktu lalu. Kajian rutin ini dilaksanakan dua kali seminggu yakni setiap Jumat malam dan Senin malam.
percikan kata dan pendapat yang keluar dari lisan demi lisan mereka. Kini, di ujung belati sang raja malam yang membasahi muka mereka, membakar akal, hingga menabur peluh telah menjadi tempat bagi mereka untuk berbagi kata, ide dan gagasan. Bahkan perang pemikiran pun kadang terjadi. Tak apa, karena itu demi kaya wawasan. Di tempat itu, mereka mendiskusikan banyak hal, termasuk mengkaji tentang kondisi bangsa yang mulai keropos hingga menguliti habis-habisan beragam tema hangat di media massa. Seperti pergulatan PSSI, krisis di timur tengah, terorisme dan korupsi di Indonesia hingga tentang moralitas pelajar yang mulai amoral. Nah, dari kegiatan diskusi itu paling tidak, ada pengembaraan intelektual. Wawasan pengetahuan kita akan semakin bertambah. Sebab, setiap kepala mempunyai kecerdasan yang berbeda. Sehingga, kesadaran berdiskusi perlu dibangun untuk sekadar mengkaji berbagai hal terkait dengan permasalahan bangsa saat ini. Dan itu sudah kami rasakan setelah hampir satu tahun forum yang kami namakan Roemah Ilmoe tersebut masih tetap bertahan dan hidup hingga sudah menapaki umur satu tahun. Perang Pemikiran Rumah Berpikir dan Menulis “Memaksimalkan otak untuk berpikir
lebih baik daripada beribadah 1000 tahun”. Apa yang diucapkan Imam Ghazali di atas seolah benar adanya. Iya, Reomah Ilmoe bagi temanteman mahasiswa sudah menjiwa. Sebab bagi mereka, kini Reomah Ilmoe tidak hanya menjadi tempat
Di tempat itu, mereka mendiskusikan banyak hal, termasuk mengkaji tentang kondisi bangsa yang mulai keropos hingga menguliti habis-habisan beragam tema hangat di media massa.
dimana silang pendapat dan pengetahuan terjadi, tetapi mereka sudah menjadikan komunitas ini sebagai rumah berpikir. Karena kami sadar apa yang disampaikan oleh Kakak dan Guru Kami, Kak Syamsuni sebagai penggagas forum kajian benar adanya. Sehingga forum ini hadir tak lain untuk menjawab kegelisahan dari mereka yang menjadi korban keegoisan sistem. Oleh karena itu, komunitas ini sebagai media untuk mengembang-
kan wawasan keilmuan sebagai representasi berpikir kritis-reflektif menuju ilmiah, mengkaji berbagai disiplin ilmu, baik agama, politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya lebih dari itu, komunitas ini juga mengkaji tentang pemikiran berbagai tokoh. Kini, di saat berdiri hanya 5 orang saja yang aktif, kini Roemah Ilmoe tiba-tiba menjadi kajian yang mampu menghipnotis yang lain, tanpa dipaksa, mahasiswa baru, santri hingga para pelajar pun ikut nimbrung. Diumurnya yang sudah menapaki satu tahun, Roemah Ilmoe masih tetapi hidup, 5 orang sudah menjadi 25 orang. Sebagai rumah berpikir, kini setelah selesai menguliti beberapa tokoh seperti Tan Malaka, Gus Dur, Hasyim Asy’ari, Muhammad Dahlan, Wahid Hasyim, Nur Cholis Majid, dan tokoh-tokoh yang lain, tema pemikiran keisalaman juga sudah selesai sebulan yang lalu. Kini, kajian Filsafat masih berlangsung. Kami masih baru menyelesaikan di pembahasan Filsafat Socrates setelah kami semua menelaah pengertian dan ruang lingkup dan filsafat pra Socrates, kini sesuai dalam silabus kajian, pembahasan filsafat digilir secara tertib sesuai dengan silabus yang telah dibuat. Sungguh, rumah yang menjadi rumah berpikir dan menulis bagi kami akan selalu hidup di setiap
nafas nadi kami, sebab kami sadar, berpikir sistematis, membuka terbuka hingga kami pun bisa menulis hingga dimuat di berbagai media, karena ada Roemah Ilmoe. Sistem kajian yang terarah membuat kami menjadi pelaku sejarah, oleh karena itu, setiap malam Sabtu dan malam Selasa, rumah berpikir ini sudah menjadi bagian dari kami, bahkan akan menjadi kuliah malam [*]
KORAN MADURA PROBOLINGGO 32KORAN
NETER KOLENANG
KAMIS 2 JANUARI 2014 No. 0272 | TAHUN II
KAMIS 2 JANUARI 2014 | No. 0272 | TAHUN II
MADURA
P
RisnaNi
Perempuan Harus Bermartabat Bagi Risnani, menjadi perempuan harus bermartabat. Manusia manapun, apalagi seorang perempuan, apabila hidupnya tidak bermartabat, maka eksistensinya di dunia ini tidak ada nilainya. Selama masih memiliki akal sehat, hidup manusia yang bermartabat merupakan dambaan. Namun tidak semua orang bisa mencapai kehidupan yang berharga. Hanya mereka yang berjuang terus menerus dan gigih menjalani setiap rintangan yang menghadang, cenderung akan meraih kesuksesan. idak mudah menjadi perempuan yang berkwalitas. Semangat memang dibutuhkan, namun semangat saja tidak cukup mengantarkan keberhasilan. Masih butuh ketegaran untuk menyeimbangi semangat. Setidak-tidaknya bila semangat masih juga mendatangkan kegagalan, kekecewaan akan kehilangan setengah kekuatannya. Hidup tidak akan terlalu menyakitkan ketika tidak berhasil menjadi sosok perempuan yang berkwalitas. Memang dalam pandangan perempuan kelahiran Sumenep, 13 Juni 1985, kaum Hawa yang bermartabat identik dengan sosok yang berkwalitas. Sebab bagaimana bermartabat apabila tidak berkwalitas. Prinsip itu ingin dia buktikan, salah satu caranya dengan meningkatkan pendidikan. Bersusah payah meraih gelar akademik sebagai Sarjana Pendidikan Islam di salah satu perguruan tinggi di Sumenep, meskipun jenjang pendidikan sebelumnya ditempuh melalui jalur paket. Sungguhpun begitu keyakinannya tetap kuat, walau dari pendidikan paket, tidak akan menghalanginya ke meja kuliah, apalagi merintanginya menjadi sosok figur perempuan yang berkwalitas. Meskipun diakuinya masih dipenuhi keterbatasan, paling tidak perempuan yang kini berprofesi sebagai guru RA dan aktif sebagai Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan Program Pengembangan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) ini telah berupaya keras
untuk menjadi sosok perempuan yang bermartabat. Bila mujur telah berpihak, tak ada yang bisa menolak. Namun mujur tak datang bagi setiap orang, karena mujur itu hakikatnya keberuntungan, merupakan hadiah dari Tuhan. Mujur itulah yang dia rasakan ketika dirinya dinobatkan sebagai 10 terbaik peserta Senam RA sekabupaten Sumenep yang diselenggarkan oleh IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) pada 29 Maret 2012 dan terpilih masuk 7 terbaik fasilitator PSTBM (program sanitasi total berbasis masyarakat) sekabupaten Sumenep yang diadakan oleh Dinkes Kabupaten Sumenep tahun 2013. Sedikit prestasi itu memang membanggakan, namun tidak dia biarkan menjadi sumber tinggi hati. Karena semua itu sebuah hadiah yang harus disyukuri dan bukan untuk disombongkan. Dengan mensyukuri maka berarti telah merasakan. Sehingga timbul rasa bahagia. Apalagi sejatinya kebahagiaan bukanlah bersumber dari apa yang kita dapatkan, melainkan kebahagiaan itu berasal dari setiap apa yang kita rasakan, ucapnya. Itulah alasannya bila ia ingin menikmati kehidupannya di dunia. Ia ingin merasakan romantisme bermasyarakat dan menjadi warga negara Indonesia. Menikmati kehidupan, menurutnya, harus dibatasi dan tetap terkontrol. Apabila tidak terkontrol berpotensi mendorong seseorang terperosok. Itu bukan menikmati
hidup, tapi justru menghancurkan hidup. Mengontrol kehidupan bukan menghalangi hidup bahagia. Bahkan justeru menggiring langkah terus terarah menuju kesuksesan, menjadi perempuan ideal masa depan. Perempuan ideal yang mengerti kodrat kewanitaan, namun tidak harus selalu berkutat dengan dapur, kasur, dan sumur (3 ur). Tiga ur itu identik dengan tugas perempuan solehah selama ini, namun makin solehah lagi apabila perempuan bisa beraktivitas di luar rumah, seperti mengajar, berperan di pemerintahan, menjadi politisi, terjun sebagai aktivis sosial, dan profesi lain yang dapat menunjang kwalitas kehidupannya lebih terasa manfaatnya. Tentu harus mengatur waktu secara cermat, agar kesolehan sebagai ibu rumah tangga tidak sampai mengganggu kesolehan lainnya, atau sebaliknya jangan sampai kesolehan lain merusak kesolehan fungsi ibu rumah tangga. Apa itu bisa? Harus bisa, bila ingin menjadi perempuan yang bermartabat. Berkepribadian Tegar Perempuan ditakdirkan dengan tubuh gemulai, namun bukan berarti lemah. Di balik kegemulaian tubuh perempuan terbukti menyimpan kekuatan yang dahsyat. Pernyataan runtuhnya negara karena faktor harta dan wanita, juga kata orang bijak rusaknya lelaki karena tahta, harta, dan wanita, membuktikan bahwa perenan perempuan sebenarnya sangat tangguh. Karena itulah, bila mau diakui secara jujur, di belakang kesuksesan Soekarno, SBY, dan lelaki selainnya, sesungguhnya karena ada perempuan yang mendampingi. Itu pasti benar. Sehingga makin banyak perempuan mendampingi suami, maka suami itu akan semakin sukses. Nah, yang ini pasti keliru. Apabila paradigme pikir keliru semacam ini tidak diluruskan, poligami akan bertambah subur. Makin banyak lagi hati perempuan yang tersakiti. Semangat agama membolehkan setiap suami memiliki lebih dari
seorang isteri, seharusnya tidak dijadikan senjata untuk menikah lagi, lagi, dan lagi. Karena agama juga tidak pernah menghendaki ada orang mencaci apalagi menyakiti, terlebih yang disakiti hati seorang istri yang telah setia mendampingi suami. Itu juga bukan perbuatan terpuji. Tapi mengapa masih banyak suami yang sudah punya istri masih terus menghimpun istri, seakan tidak peduli ada sebuah hati telah tersakiti? Itu sih karena banyak lelaki hanya ingin enak sendiri. Sehingga mempolitisi ayat-ayat suci untuk kepentingannya sendiri. Ah, lagi-lagi itu tak ubahnya kerja politisi. Bila ini yang terjadi, kelahiran perempuan selamanya hanya untuk dideskriminasi. Siapa yang membenarkan pandangan ini? Kiranya tak akan ada satu agama pun di dunia yang membolehkan prilaku deskriminatif, meskipun barangkali kenyataan ini memang yang terjadi, masih banyak pemeluk agama yang mendeskriminasi peranan perempuan, tidak hanya dalam keluarga, namun nyaris di semua sektor kehidupan. Memposisikan perempuan sebagai makhluk yang lemah, sebagaimana terjadi selama ini, telah mencederai sesama makhluk Tuhan. Selamanya akan terjadi terus, sebelum ada kemauan membenarkan pemikiran menyesatkan itu. Selama itu pula perempuan tidak cukup hanya membekali dirinya dengan modal ketegaran yang berlapis, bila ingin terentas dari penjajahan kalangan kaum lelaki. Gerakan emansipasi hendaknya disertai dengan penanaman potensi kaum perempuan. Sepanjang kaum perempuan belum bisa menampakkan potensinya, ketegaran berlapis itu memang menjadi pilihan terbaik. Ingatlah, pensejajaran peranan perempuan dengan kaum lelaki sangat ditentukan oleh kadar potensi feminitas masing-masing. =ABDUR RAHEM