1
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II Koran Madura
JUMAT
13 DESEMBER 2013
g PAMANGGHI
Tragedi Oleh : Abrari Alzael
Wartawan senior di Madura
TANGGAL 19 Oktober 1987 silam, jam 06.45 terjadi kecelakaan. Kereta api jurusan Tanah Abang - Rangkasbitung tabrakan di Bintaro, Jakarta. Sedikitnya, 156 meninggal karena gerbong maut ini dan sekitar 300 orang lainnya terluka. Selepas musibah itu, Iwan Fals bernyanyi, “...Aku dengar jerit dari Bintaro, satu lagi catatan sejarah, airmata…” Tak ada satupun yang menghendaki musibah. Tetapi tuhan tidak terlalu teknis. Kecelakaan satu hal dan pembiaran atas berulangnya musibah menjadi hal yang berbeda. Inilah yang terjadi di republik ini. Kejadian ini semakin membernarkan pemahaman warga bahwa kehidupan (dan juga kematian) tak lebih sebagai pengulangan sebagaimana korupsi. Tragedi itu sebenarnya bukan hanya terjadinya kecelakaan kereta dan sejenisnya. Namun tragedi terbesar itu sebenarnya adalah tidak adanya kehendak bangsa untuk berubah Kecelakaan menjadi lebih baik, satu hal dan inilah masalah pembiaran atas yang sebenarnya. berulangnya Dalam konteks musibah perkeretaapian, menjadi hal yang ada 10 negara yang dianggap terbaik. berbeda Di Korea Selatan misalnya, selain mampu melayani 7 juta dalam sehari, sistem kereta di Korea Selatan dilengkapi dengan teknologi canggih dan fasilitas lengkap untuk menjamin kenyamanan para penumpang. Kemudian di Hongkong, di mana layanan kereta api mendapat banyak pujian baik dari warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Stasiun-stasiun di Hongkong terkenal amat bersih dan memiliki petunjuk arah dan tujuan yang jelas. Pelat petunjuk dalam huruf Braille juga terpasang di stasiun guna mempermudah perjalanan para penyandang cacat. Terlebih, kereta di Hong Kong murah, efisien, dan tersedia setiap selang waktu beberapa menit saja. Lalu di Taiwan yang memiliki reputasi yang baik dalam hal sistem transportasi berbasis rel. Kereta di Taipei terasa nyaman dengan lantai super bersih dan suhu udara yang menyesuaikan dengan kondisi di luar. Antrian panjang jarang terlihat di stasiun mengingat kereta datang secara teratur sesuai jadwal. Begitu juga di Tokyo, kereta api dengan sistem rel terbaik di dunia. Meski memiliki jalur rel terumit di dunia, kereta di Jepang jarang sekali mengalami keterlambatan. Sebab terlambat 5 menit saja bisa menyebabkan kepala stasiun di Tokyo minta maaf kepada para penumpang. Jika kereta terlambat sampai 30 menit, beritanya menjadi headline di koran-koran Tokyo keesokan harinya. Di Indonesia, ketidaknyamanan, keterlambatan, dan ketidakamanan seakan-akan menjadi hal yang biasa. Lainnya, kereta api di Singapura, London, New York, Moskow, Montreal dan Madrid. Tak ada nama Indonesia di daftar kereta api terbaik sebagaimana juga tak ada nama Indonesia sebagai yang terbaik dalam hal lain di luar kereta. Inilah yang kadang-kadang membuat kita geregetan karena nyaris tak ada yang bisa membanggakan dari republik ini. Apalagi, setelah rilis dunia mengguratkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia. Tetapi sebagai anak bangsa yang wajib memiliki rasa nasionalisme tinggi, serupa apapun negeri ini harus dibela. Terutama ketika wajah negeri ini seperti cerita Si Buruk Rupa, seorang pria tua yang bernama Mike. Wajahnya yang buruk membuat semua orang takut untuk mendekatinya sehingga terasing, serupa republik ini. =
Mangga Mangga di rumah kakek Matrawi berbuah lebat. Tergiur, Matrawi kecil diamdiam mengambil batu kecil lalu melempar buah mangga di atas pohon. Sial sang kaket memergokinya. “Jangan dilempar Wi, nanti batunya terkena orang,” tegur sang kakek. Bergegas Matrawi mengambil galah. Lagi si kakek menegor. “Jangan pakai galah, nanti bisa banyak benalu. “ Penasaran Matrawi mencoba memanjat mangga. Masih juga ditegor. “Jatuh Wi,” kata si kakek mengingatkan. Kesal Matrawi ke belakang lalu kembali mendekati pohon. “Eh eh untuk apa kamu bawa kampak,” tutur si kakek panik. “Saya tebang kek, untuk ambil buahnya. Lha lempar ngak boleh, pakai galah dilarang, naik tak diizinkan,” cetus Matrawi kecil kesal.
Cak Munali
ant/wahyu putro a
PEMERIKSAAN KETUA MK. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva bergegas meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (12/12). Hamdan enggan memberikan keterangan kepada wartawan usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mantan Ketua MK Akil Mochtar terkait kasus dugaan suap penanganan sengketa pemilukada di lingkungan MK.
Babak Baru Konflik Internal PKS
Neymar
Ngamuk Berita di hal 8
Anis Matta Minta LHI Minta Maaf Kepada Publik
JAKARTA-Pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta yang mengimbau kadernya meminta maaf kepada publik tanpa menyebut nama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang sudah menjadi terpidana kasus impor daging sapi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat aneh. Ini pertanda babak baru konflik internal PKS. “Perang statemen antara Anis Matta dan keluarga LHI member pesan ke public bahwa partai ini sudah tidak harmonis lagi. Ada rivalitas antara kader PKS,” ujar aktivis Fadjroel Rachma melalui akun twitternya @FadjroelRachman Kamis (12/12). Menurutnya, dengan adanya protes dari keluarga LHI atas pernyataan tersebut, maka makin terang bagi publik bahwa terjadi konflik internal yang tajam di dalam tubuh PKS.
Sementara itu keluarga LHI menyatakan keberatan atas pernyataan Presiden PKS Anis Matta yang menyerukan agar seluruh kader PKS meminta maaf kepada publik terkait berbagai kasus yang saat ini membelit kader partai tersebut. “Saya keluarga keberatan dengan pernyataan Anis Matta. Buat kami, kurang etis sebelum vonis menyampaikan pernyataan seperti itu,” kata adik Luthfi, Faisal Hasan Ishaaq, saat hendak menjenguk Luthfi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12). Dia keberatan karena Anis seolah-olah sudah mengakui Luthfi bersalah. Padahal, ketika itu majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta belum menjatuhkan vonis. “Saya dengar juga di media dikatakan korupsi bukan program partai kami, mana ada partai yang punya program korupsi? Kalau sudah divonis enggak masalah, tapi kan belum,” katanya. Faisal lantas menuding Anis tengah mencari popularitas dengan menyatakan demikian. “Kami cinta PKS, partai bagus, bersih. Hanya keluarga kami yang sudah lama, sikap Anis Matta anomali. Karena dia
sudah tahu vonis dan menyatakan seolah-olah, enggak tahu apa yang dikejar, popularitas?” ucapnya. Saat seminar Peran Partai Politik dalam Mendukung Keamanan dan Ketertiban Pemilu 2014 di Jakarta, 5 Desember 2013, Anis menyerukan seluruh kader PKS agar meminta maaf kepada publik terkait kasus yang saat ini melilit kader PKS. Anis mengaku, masalah yang membelit kadernya sempat membuat citra partainya turun. Namun, menurut dia, setelah melakukan kunjungan ke 33 provinsi, dia yakin kepercayaan masyarakat akan PKS perlahan-lahan kembali. Ketika Anis menyampaikan demikian, Luthfi belum divonis. Majelis hakim Tipikor menjatuhkan vonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider kurungan 1 tahun penjara kepada Luthfi, 9 Desember 2013. Luthfi divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terkait kuota impor daging sapi. Hakim juga memutuskan agar aset Luthfi, seperti rumah, lahan, mobil, dan uang tunai, disita negara karena dianggap berasal dari tindak pidana korupsi. (gam/aji)
SKANDAL SUAP
Kasus Dada Rosada Akan Segera Disidangkan JAKARTA- Berkas kasus mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi yang menjadi tersangka kasus suap hakim Setyabudi Tejocahyono segera disidangkan setelah dinyatakan lengkap atau P21. Menyusul hal tersebut, keduanya dipindah ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat dari Rumah Tahanan Cipinang Jakarta Timur. “Hari ini tersangka DR (Dada Rosada) dan ES (Edi Siswadi) msuk dalam tahap P21. Setelah proses ini selesai maka rencananya akan dibawa ke Sukamiskin. Artinya dalam waktu maksimal 14 hari kerja, berkas akan diberikan ke Tipikor Bandung,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis. Sementara itu kuasa hukum Dada Rosada, Abidin mengatakan Dada akan mendekam di Lapas Sukamiskin dalam waktu
dua puluh hari ke depan. “Sekarang sudah dalam perjalanan. Iya karena dekat dengan keluarga. Bukti-bukti kan juga ada di Bandung,” jelasnya.
Menurut Abidin, Dada sudah siap menjalani persidangan. Dalam kasus ini pelaku yang terlibat pun sudah tampak jelas sehingga Dada hanya akan
menjalani persidangan yang normatif. “Pak Dada akan mengikuti proses yang normatif saja, beliau siap. Kan (pelaku-pelaku-
nya) sudah tampak jelas yaitu diterapkan yaitu pasal 55 (turut serta),” kata Abidin. “Mereka (hakim) minta ke Pak Toto. Permintaan ke Pak Toto, lalu disampaikan ke Pak Dada. Pak Dada sampaikan ke Herry (Mantan kepala DPKAD Pemkot Bandung Herry Nurhayat). Kemudian dilaksanakan oleh Toto,” jelas Abidin. Kasus suap pengurusan korupsi bansos Bandung terungkap saat KPK melakukan tangkap tangan hakim Setyabudi Tejocahyono beserta pegawai Pemerintah Kota Bandung. KPK menetapkan Dada sebagai tersangka pada 19 Agustus lalu bersama mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswandi. Dada diduga bersama-sama menyuap hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono terkait penanganan perkara korupsi bansos Bandung. (ant/mon/ beth)
2
NASIONAL
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II
SURVEI POLITIK
Jokowi Masih Belum Terkalahkan JAKARTA-Nama Joko Widodo (Jokowi) kembali disebut-sebut menjadi calon presiden (capres) favorit dalam Pemilu 2014 mendatang. Berdasarkan kajian Soegeng Soerjadi Syndicate (SSS) terhadap 30 survei yang dilakukan 20 lembaga, Gubernur DKI Jakarta ini menempati posisi teratas dari 5 tokoh yang berpeluang besar menjadi capres mendatang. Kajian SSS ini kembali menempatkan Jokowi menjadi yang terpopuler dibandingkan tokoh-tokoh politik lainnya di papan survei elektabilitas maupun popularitas. Bahkan, pada survei Indo Barometer, sebanyak mayoritas pemilih muda mengusung Jokowi sebagai capres. Direktur Eksekutif SSS Ari Nurcahyo mengatakan, jika dicalonkan sebagai capres 2014, Jokowi akan memberikan efek positif bagi PDI Perjuangan. Bahkan, elektabilitas PDI Perjuangan diprediksi naik hampir 100 persen jika Jokowi resmi maju
Berdasarkan analisis kami, PDI Perjuangan hanya memperoleh angka 15,5 persen jika tidak mencalonkan Jokowi pada Pemilu 2014. Tapi, angkanya naik drastis menjadi 27,4 persen jika Jokowi dicalonkan
Ari Nurcahyo
Direktur Eksekutif SSS menjadi capres. “Berdasarkan analisis kami, PDI Perjuangan hanya memperoleh angka 15,5 persen jika tidak mencalonkan Jokowi pada Pemilu 2014. Tapi, angkanya naik drastis menjadi 27,4 persen jika Jokowi dicalonkan,” kata Ari di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12). Jika hal itu terwujud, lanjut dia, target perolehan suara yang dicanangkan pada Rakernas PDI Perjuangan, yakni 27 persen dengan mudah dapat terwujud.
Tapi, PDI Perjuangan harus sesegera mungkin memutuskan pilihannya. PDIP harus mengumumkan Jokowo sebagai capres sebelum pemilu legislatif (pileg) digelar. Jika tidak, suara PDI Perjuangan tidak akan sebesar itu. “Kalau diumumkan sebelum pileg, suara PDI Perjuangan bisa sangat besar sampai 27 persen. Tapi kalau diumumkan setelah pileg, suara PDI Perjuangan hanya sekitar 15 persen,” imbuhnya. Ari menjelaskan peran Jokowi masih sangat sentral bagi PDI Perjuangan. Posisi Jokowi sama dengan pendongkrak dan acuan dari partai atau masyarakat umum untuk memilih. “Bahkan, saat mereka yang semula tidak memilih, akan memilih juga. Dan otomatis, mereka akan memilih PDI Perjuangan dan Jokowi,” katanya. Sayangnya, Jokowi sendiri enggan member jawaban soal pencapresan dirinya. “Coprascapres, tanya saja ke DPP (PDI Perjuangan). Saya hanya mau jawab soal Jakarta,” jawabnya. Belum Diputuskan Sementara itu, PDI Perjuangan hingga kini belum memiliki capres untuk Pemilu 2014. Namun, partai banteng sudah melakukan sejumlah survei internal untuk mengetahui siapa yang pantas diusung sebagai capres. Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey mengaku sudah menyiapkan tiga lembaga survei untuk mengetahui tokoh mana yang punya elektabilitas paling tinggi jelang pemilu. Namun, hasil survei tidak akan dipublikasikan. “Kita masih survei terus, internal dan eksternal, ada tiga lembaga. Satu internal dua eksternal,” ujar Olly di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/12). (gam/abd)
ant/puspa perwita sari
DEWAN ETIK HAKIM. Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva (kedua kiri) bersama (kiri-kanan) Wakil Ketua MK Arief Hidayat, hakim konstitusi Harjono, Anwar Usman menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (12/12). Hamdan Zoelva mengatakan Panitia Seleksi telah menetapkan tiga anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi periode 2013-2016
Enam Parpol Diperkirakan Tidak Lolos ke Parlemen PKS Diprediksi Hanya Bisa Meraup Suara 3,15 Persen JAKARTA- Hasil survei yang dipublikasi Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) mengejutkan. Betapa tidak, beberapa partai politik (parpol) yang semula jadi penghuni gedung DPR, Senayan, diprediksi tidak akan mendapat kursi lagi karena perolehan suaranya tidak memenuhi electoral threshold atau ambang batas parlemen. Dari 12 parpol yang bertarung di pemilu legislative (pileg) 2014, hanya enam parpol saja yang berlenggang ke Senayan. Sementara enam parpol lainnya tidak lolos alias gagal ke Senayan. Dari enam parpol yang lolos, PDI Perjuangan menempati rangking pertama dengan elektabilitas mencapai 17,40 persen, Keenam paprol yang gagal masuk Senayan tersebut adalah Partai Nasdem, PKS, PAN, Partai Hanura, PBB dan PKPI. SSS memprediksi enam parpol tersebut tidak akan meraih suara melewati parliamentary threshold. Sedangkan enam partai yang masih akan bertengger di Gedung DPR adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Hasil yang dikumpulkan dari berbagai survei, PDI Perjuangan dan Partai Golkar
Hasil Survei Elektabilitas Parpol LOLOS
PDIP Golkar Gerindra Demokrat PKB PPP
17,40 % 17,01 % 10,52 % 8,30 % 4,18 % 3,65 %
TIDAK LOLOS
Nasdem Hanura PKS PAN PBB PKPI
cenderung sebagai partai yang bisa memenangi Pemilu 2014 serta berpotensi besar menempati posisi 1 dan 2. “Hasil survei yang dilakukan selama 2013, kami mengkaji dan hasilnya PDI Perjuangan masih memiliki elektabilitas tertinggi yakni 17,40 persen, dan diikuti Golkar dengan 17,01 persen. Khusus untuk Demokrat angkanya terus menurun karena kasus korupsi, yang melanda partai itu banyak mempengaruhi,” tegas Koordinator Analisis SSS, Rido Hanafi di Jakarta, Kamis (12/12). SSS menganalisis seluruh hasil survei yang dirilis mulai Februari-Desember 2013. Setidaknya selama 2013, terdapat 30 survei yang dirilis oleh 20 lembaga. Dalam kajian ini menggunakan pendekatan Meta Analisis dan Focus Group Discussion (FGD).
3,41 % 3,16 % 3,15 % 2,54 % 0,87 % 0,29 %
PDI Perjuangan masih memiliki elektabilitas tertinggi
Rido Hanafi
Koordinator Analisis SSS
SSS memprediksi posisi Golkar masih cukup kuat dengan elektabilitas cukup baik. Jadi trend partai politik 2013 adalah PDI Perjuangan atau Golkar. Untuk posisi 3 dan 4 diperebutkan antara Parta Gerindra dengan 10,51 persen atau Partai Demokrat dengan 8,30 persen. SSS mengkaji 6 partai kecenderungan lolos ke Senayan pada pemilu 2014, diantaranya PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Serta Parta politik yang berpeluang tidak lolos seperti Partai Nasdem, PKS, PAN, Partai Hanura, PBB, dan PKPI. Sementara itu, Executive Director Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo menuturkan, banyak faktor yang menjadi penyebab enam parpol tersebut tidak lolos ke Senayan. “PKS
misalnya, suaranya menurun karena kasus korupsi yang dialami bekas presidennya,” kata Ari. Ari menjelaskan, kasus korupsi yang dialami PKS akan berdampak kepada kader dan konstituennya di daerah. Menurutnya, jika pemberitaan korupsi tersebut kuat tentu akan berpengaruh terhadap pemilih. Kalau untuk PAN, Ari menuturkan tidak ada tokoh kuat di partai ini menjadi faktor menurunnya suara. Ketokohan Hatta Rajasa dinilainya belum cukup kuat untuk mendongkrak suara dan konsolidasi di daerah. “Semenjak Amien Rais tidak menjadi Ketua Umum PAN, tidak ada tokoh kuat di PAN,” tuturnya. Lebih lanjut Ari mengatakan, untuk Partai Nasdem belum kuatnya suara yang akan diperoleh adalah belum ada deklarasi untuk calon presiden dari Nasdem. Surya Paloh, menurutnya juga belum mengumumkan apakah akan maju sebagai Capres atau tidak. Untuk Hanura, menurut Ari suaranya tidak melebihi 3,5 persen adalah karena terlalu menggunakan media secara berlebihan. Masyarakat justru bosan dengan berlebihannya iklan yang ada ditelevisi yang menayangkan Capres dan Cawapresnya Win-HT. “Harusnya iklan tersebut dikurangi, agar masyarakat tidak bosan. Iklan harus digunakan secara proporsional,” ucapnya. (gam/abd)
SKANDAL HAMBALANG
MAHKAMAH KONSTITUSI
MK Tetapkan Tiga Anggota Dewan Etik JAKARTA- Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan Panitia Seleksi telah menetapkan tiga anggota Dewan Etik Hakim Konstitusi periode 2013-2016. “Ada tiga yang terpilih, pertama Prof H Abdul Muktie Fadjar SH MS dari unsur mantan hakim konstitusi, kedua Prof Dr Zaidun SH MS dari unsur akademisi dan ketiga Dr KH A Malik Madani dari unsur tokoh masyarakat,” kata Hamdan, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis. Menurut dia, keanggotaan dewan etik ini telah ditetapkan melalui keputusan ketua MK Nomor 15 tahun 2013 tentang Dewan Etik Hakim Konstitusi Periode 2013-2016. Selanjutnya segera melaksanakan tugas sesuai dengan Peraturan MK nomor 2 ta-
ant/regina sefri
SEKOLAH ANAK RIMBA. Sejumlah siswa anak rimba, suku Talang Mamak mengikuti kegiatan belajar di SD Semerantihan, Desa Suo Suo, Jambi, Rabu (11/12). Sekolah tersebut merupakan satu - satunya sekolah formal di hutan itu dengan segala keterbatasan fasilitas seperti meja, kursi dan guru.
hun 2013 tentang Dewan Etik Hakim Konstitusi untuk menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat dan perilaku hakim konstitusi, serta kode etik dan pedoman perilaku hakim konstitusi. “Awal januari suadah mula bekerja, dan pada bulan ini kami akan bertemu dan mereka juga akan mulai menyusun mekanisme kerja, termasuk siapa yang akan jadi ketua dan anggota yang terpilih,” jelasnya. Hamdan mengungkapkan Panitia Seleksi yang terdiri Prof Dr Laica Marzuki SH, Drs KH Slamet Effendy Yusuf. MSI. dan Prof Dr Aswanto, SH. telah melakukan seleksi terhadap 37 calon yang terdiri enam calon dari mantan hakim konstitusi, tujuh calon dari akamedisi dan 24 calon dari tokoh masyarakat. (ant/jok/beth)
Mubarok Klaim Tidak Tahu Soal Bagi-bagi Uang JAKARTA- Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang menjadi ketua tim pemenangan Anas Urbaningrum saat kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 mengklaim tidak tahu soal bagi-bagi uang yang diduga terjadi di kongres. “Itu kan katanya, saya nggak tahu sama sekali,” kata Mubarok usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis. “Siapa yang ambil, dikasih siapa, harus dibuktikan dulu jangan katanya-katanya. Tapi saya nggak tahu, saya kan mainnya di panggung nggak di bawah,” tambahnya. Mubarok telah tiga kali diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang dan proyek-proyek lain
dengan tersangka Anas Urbaningrum. KPK terus menggali informasi terkait kasus yang menjerat Anas, termasuk dari para kader Partai Demokrat untuk digali informasi mengenai dugaan aliran dana dari proyek Hambalang ke Kongres Demokrat tahun 2010 untuk keme-
nangan Anas yang saat itu akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Parta Demokrat. Ketua Pengawas Partai Demokrat TB Silalahi yang telah diperiksa KPK pada Rabu (11/12), mengaku menerima laporan dari beberapa mantan ketua Dewan Pimpinan Cabang mengenai adanya pemberian uang saat
kongres Demokrat. Adapun Mubarok hanya membenarkan adanya pemberian uang transportasi yang berkisar Rp1 juta hingga Rp5 juta. “Ada uang transport yang legal, karena itu sesuai arahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Pak SBY katakan, jangan ada politik uang, kalau sekedar uang transport ditolerir. Jadi semua (calon ketua) ngasih,” jelasnya. Dalam kasus yang sama selain Ahmad Mubarok, KPK juga memeriksa mantan Ketua Komisi X Mahyudin dan anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir dan Maimara Tando. KPK juga telah memeriksa beberapa politisi Partai Demokrat seperti Wakil Ketua Dewan Pembina partai tersebut Marzuki Alie, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua, anggota Komisi III Ruhut Sitompul, Ketua Departemen Perekonomian Sutan Bhatoegana serta Ramadhan Pohan. (ant/beth)
EKONOMI
3
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II
Larangan Ekspor Mineral Picu Kenaikan BI Rate JAKARTA-Pemberlakuan larangan ekspor mineral mentah pada 12 Januari 2014 diyakini bakal meningkatkan besaran defisit neraca transaksi berjalan yang pada akhirnya memaksa Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. ). “Mengubah kebijakan ekspor mineral akan membebani BI dalam menjaga transaksi berjalan yang akan besar, sehingga pada akhirnya BI akan menaikkan suku bunga,” kata ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan di Jakarta, Kamis (12/12). Menurut Fauzi, seharusnya perubahan kebijakan ekspor mineral mesti didahului oleh penyediaan infrastruk-
tur industri yang memadai. Sehingga, lanjut dia, larangan ekspor mineral mentah akan sejalan dengan ketersedian infrastruktur untuk pemurnian mineral mentah. Pada dasarnya, jelas Fauzi, amanat UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara memiliki tujuan yang baik sebagai upaya memberikan nilai tambah
pada produk ekspor hasil pertambangan nasional. “Ini niatnya baik. Tetapi, dari sisi industrinya sudah siap atau belum? Mengubah kebijakan mudah, tetapi membangun infrastruktur pendukung itu jauh lebih sulit,” tuturnya. Fauzi berharap, pemerintah memiliki solusi yang dianggap tidak melanggar regulasi, terkait dengan penundaan larangan ekspor mineral mentah yang sedianya berlaku pada 12 Januari 2014. “Jadi sebaiknya itu diterapkan kalau infrastrukturnya (pabrik pengolahan dan pemurnian/smelter) sudah tersedia,” ucapnya.
Mengubah kebijakan ekspor mineral akan membebani BI dalam menjaga transaksi berjalan yang akan besar, sehingga pada akhirnya BI akan menaikkan suku bunga
Fauzi Ichsan
Ekonom Standard Chartered Bank
Dia mengatakan, larangan ekspor mineral mentah yang
tidak dibarengi optimalisasi pruduksi dari smelter, maka menurunkan nilai ekspor nasional dan berujung pada melebarnya defisit transaksi berjalan. Fauzi menambahkan, pada 2014 diproyeksikan total defisit transaksi berjalan mencapai US$29 miliar atau lebih rendah dari perkiraan di 2013 yang totalnya mencapai US$32 miliar. Sebagaimana diketahui, pada kuartal ketiga tahun ini defisit neraca transaksi berjalan mencapai US$8,4 miliar (3,8 persen dari PDB). Angka ini lebih rendah dari kuartal kedua yang sebesar US$9,8 miliar (4,4 persen) dan
pada kuartal pertama sebesar US$5,8 miliar. Lebih lanjut Fauzi memperkirakan, penurunan defisit transaksi berjalan yang lebih tajam di 2014 akan terjadi pada semester kedua. “Dengan adanya pemilu otomatis kerja pemerintah tidak benar-benar 100 persen optimal, karena banyak menteri ekonomi yang memiliki agenda politik,” katanya. Sementara itu, jelas dia, dampak positif yang bisa dirasakan dari paket kebijakan fiskal jilid kedua baru bisa dirasakan pada enam sampai sembilan bulan ke depan. “Efektivitasnya itu memakan
waktu. Yang paling cepat itu kebijakan moneter. Sebenarnya, kalau pemerintah mau cepat menurunkan impor, maka harus menaikkan harga BBM. Tetapi, tidak mungkin di tahun pemilu,” papar Fauzi. Guna menghindari kenaikan harga BBM di tahun politik, kata Fauzi, pemerintah lebih memilih berkoordinasi dengan BI untuk menurunkan pertumbuhan ekonomi. “Jadi, yang dilakukan adalah pertumbuhan harus turun. Sehingga, menurunkan pertumbuhan itu bergeser dari pemrintah ke BI dengan menaikkan suku bunga,” ujarnya. (gam)
SUKU BUNGA BANK
PERBANKAN
BI Rate Tetap 7,5%
KPPU Panggil 10 Bank Besar Terkait Kartel
JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 7,50%, dengan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility tetap pada level 7,50% dan 5,75%. Kebijakan tersebut dinilai konsisten dengan upaya mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5±1% pada 2014 serta mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan. Direktur Eksekutif Komunikasi BI Difi A. Johansyah mengatakan BI juga memperkuat pendalaman pasar uang Rupiah dan valas dengan mengimplementasikan mini Master Repo Agreement antar sejumlah bank serta memperluas cakupan swap lindung nilai jangka menengah dan panjang antara Bank dengan BI. “Ke depan, BI akan terus mencermati sejumlah risiko, termasuk ketidakpastian ekonomi global yang dapat kembali meningkat. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta koordinasi dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, termasuk kebijakan untuk memperbaiki struktur ekonomi,” jelasnya di Jakarta, Kamis (12/12). Di bawah kepemimpinan Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo, BI rate sendiri telah mengalami kenaikan sampai 175 basis poin selama periode Juni-November tahun ini. Sementara itu, pengamat perbankan, Paul Sutaryono menilai keputusan BI mempertahankan level suku bunga acuan di angka 7,5 persen menandakan bahwa bank sentral menyadari bahwa kebijakan BI Rate bukan satu-satunya kiat untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan. (gam)
BATAM- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil 10 dari 14 bank terbesar di Indonesia terkait dugaan praktek kartel yang mengakibatkan bunga bank tinggi, kata Komisioner Ketua Bidang Humas dan Hukum KPPU Syarkawi Rauf. “Kami sudah memanggil 10 perwakilan bank-bank besar untuk dimintai keterangan dalam investigasi yang kami lakukan,” kata Syarkawi Rauf di Batam, Kamis. KPPU menduga telah terjadi praktek kartel yang dilakukan 14 bank besar sehingga suku bunga di Indonesia relatif tinggi dibanding negara-negara lain di ASEAN. Lembaga nasional itu sudah menyelidiki dugaan kartel sejak awal tahun 2013 dan diharapkan akan segera masuk proses penegakan hukum. Menurut dia, banyaknya jumlah bank yang beroperasi di Indonesia seharusnya membuat suku bunga yang berlaku menjadi rendah, sangat kompetitif. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, seluruh bank besar samasama memberlakukan bunga tinggi.“Kalau saling berkompetisi seharusnya bunga turun,” kata dia. Ia menduga praktek kartel
BALI- Negara berkembang Asia termasuk Indonesia memiliki tantangan untuk lolos dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap), meski memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dalam empat dekade terakhir. Namun pemerintah Indonesia optimis Negara ini belum masuk kategori middle income trap bahkan berpeluang terhindar dari fenomena itu. “Peluang kita terhindar dari middle income trap masih cukup besar,” ujar Mentri Keuangan, Chatib Baris nya dalam “Seminar Internasional Middle Income Trap” yang diselenggarakan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/12). Middle income trap adalah suatu kondisi mengenai perkembangan ekonomi di mana suatu negara yang sudah berhasil masuk ke kelompok negara berpendapatan menengah (middle income countries), tapi kemudian mengalami stagnasi dalam jangka waktu cukup lama dan tidak
dipicu karena bank sangat tergantung pada nasabah dengan simpanan tinggi. KPPU dalam penyelidikannya menduga nasabah dengan dana simpanan tinggi sengaja meminta suku bunga tinggi, sehingga berimplikasi pada suku bunga kredit. “Ada praktek oligopoli di tabungan, karena bank didominasi penabung kakakp yang leluasa meminta bunga,” kata dia. Hal itu terutama terjadi di bank-bank BUMN yang besar. Bank-bank itu memiliki nasabah yang juga BUMN dengan dana simpanan tinggi.”BUMN wajib menyimpan di bankbank BUMN juga, dan jumlah simpanannya besar,” kata dia. “Kalau mau kompetitif, bank BUMN harus turunkan bunga bank. Dan penabung tidak usah meminta bunga tinggi,” kata dia melanjutkan. KPPU memberikan perhatian lebih pada dugaan kartel pada perbankan, karena menurut dia, perbankan adalah ujung tombang perekonomian. Jika persaingan tidak sehat menyebabkan bunga tinggi, maka dipastikan pelaku usaha tidak dapat bersaing dalam pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN. (ant/biq/ beth)
ant/yudhi mahatma
ant/asep fathulrahman
EKSPOR BATIK BANTEN. Pekerja mengeringkan kain batik di sentra pembuatan Batik Banten di Kebon Kubil, Cipocok, Serang, Banten, Kamis (13/12). Batik Banten yang telah diekspor ke tujuh negara yaitu Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, China, Thailand dan Yordania itu pada 2012 beromzet Rp 80 juta per bulan dan terus mengalami peningkatan menjadi Rp 150 juta per bulan pada akhir 2013 ini.
TUNTUT PELAKSANAAN JAMINAN SOSIAL. Buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) berunjuk rasa di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/12). Mereka selain menuntut BPJS Kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia juga meminta dilakukan audit terhadap PT Jamsostek agar pelaksanaan jaminan sosial lebih transparan.
PERTUMBUHAN EKONOMI
Indonesia Optimis Terhindar dari Jebakan Middle Income Trap berhasil naik ke dalam kelompok negara berpendapatan tinggi. Fenomena ini banyak dijumpai di berbagai negara berkembang. Indonesia, lanjutnya, saat ini memang berada dalam status sebagai negara kelas menengah dengan pendapatan per kapita sekitar USD 5,170 (standar harga internasional PPP 1990). Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk naik kelas ke kelompok negara berpendapatan tinggi. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor seperti Indonesia mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar baik berupa kekayaan alam maupun jumlah penduduk yang besar mencapai 250 juta orang. Bahkan, secara demografi struktur penduduk, di Indonesia didominasi oleh kelompok usia produktif. “Selain itu, kinerja ekonomi makro kita cukup baik,” tegasnya. Namun, Chatib mengakui jika tidak mudah untuk melakukan lompatan dari kelompok kelas me-
nengah kepada kelompok berpenghasilan tinggi. Studi Bank Dunia bahkan menunjukkan bahwa negara yang terperangkap ke dalam jebakan kelas menengah jauh lebih banyak dibandingkan negara yang mampu naik kelas menjadi negara berpeng-
hasilan tinggi. Tantangan Indonesia, tambahnya, dari sisi eksternal adalah masih adanya ketidakpastian ekonomi global dan tingginya volatilitas harga minyak. Sementara dari sisi domestik adalah perlambatan produktivitas ekonomi, tren
penurunan produksi minyak, masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran serta adanya peningkatan kesenjangan ekonomi. Chatib mengungkapkan beberapa strategi pemerintah ke depan adalah menjaga pertumbuhan ekonomi haruslah berkelanjutan sekaligus inklusif. Pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) haruslah didukung dengan meningkatnya produktifitas yang ditunjang oleh peningkatan kualitas SDM, pengelolaan SDA yang baik untuk penciptaan nilai tambah tinggi di dalam negeri, pengembangan teknologi dan inovasi serta tentunya dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi. “Pertumbuhan yang inklusif diarahkan agar kemajuan ekonomi haruslah juga dinikmati oleh kelompok masyarakat berpendapatan rendah sehingga mampu mengatasi persoalan ketimpangan pendapatan,” kata Chatib. Sementara itu, pengamat
ekonomi EC-Think Indonesia, Telisa Feliyanti meminta pemerintah agar jangan terlalu berpuas diri dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berkualitas sehingga kondisi ini mengantar Indonesia masuk perangkap middle income trap “Kita jangan terlalu bangga pertumbuhan naik. Harus hati-hati dengan beban penduduk besar. Gini ratio yang menunjukkan ketimpangan distribusi pendapatan. Ini sumber dari middle income trap,” katanya. Dia mengatakan tantangan terbesar Indonesia adalah terjebak dalam middle income trap. Bahkan Indonesia sangat punya potensi terjebak dalam dalam kondisi middle income trap ini “Jika PR ini tidak bisa kita selesaikan kita akan kehilangan banyak hal. Middle income trap akan terlihat jika Pendapatan Per Kapita tidak meningkat atau stuck,” jelasnya. Untuk itu katanya, erlu inovasi kebijakan pemerintah agar tidak terjebak middle income trap ini.“Terobosan untuk terus ke infrastruktur seperti MP3EI, hanya saja pelaksanaan perlu ditingkatkan,”pungkasnya. (gam).
4
LINTAS JATIM
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II
Ketika Politisi Miskin Prestasi SURABAYA - Pada penghujung tahun 2013 hampir semua media massa di Indonesia dibanjiri iklaniklan politik. Media cetak, internet, maupun televisi diisi wajah-wajah orang yang berambisi memimpin bangsa ini. Saat ini sejumlah elite politik sedang sibuk memberi gambaran positif mengenai dirinya kepada masyarakat. Yang terbaru adalah kuis interaktif yang diselenggarakan oleh salah satu pasangan capres-cawapres lalu. Kuis interaktif tersebut dicurigai sebagai salah satu bentuk kampanye dengan kamuflase acara televisi. Anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak kepada Koran Madura mengatakan kesulitan menindak iklan-iklan politik yang telah beredar. Nelson menilai, UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif tidak tegas mengatur tentang batasanbatasan dalam kampanye dan KPU telah menetapkan masa kampanye terbuka dimulai sejak 11 Januari 2014 hingga 5 April 2014. Berdasarkan peraturan KPU nomor 15 tahun 2013 tentang Pedoman Kampanye Pemilu Legislatif, kampanye di media massa hanya dapat dilakukan selama 21 hari, dilaksanakan sebelum masa tenang yang berjarak 14 hari sebelum pemungutan suara. Sementara itu, ahli Psikologi Politik, Hamdi Muluk berkomentar, “Politisi Indonesia sejauh ini masih miskin prestasi.” Hamdi sangat menyayangkan maraknya iklan politik yang menurutnya sia-sia. ”Tak usah repot-repot membuat iklan, tunjukkan saja kerja politik yang nyata hasilnya untuk masyarakat,” tutur Hamdi, Kamis (12/12). Dosen Universitas Indonesia ini berpendapat rekam jejak yang bagus lebih mengena di hati masyarakat dibandingkan memajang diri di televisi. Hamdi menyebut tujuan iklan politik lebih kepada upaya menutup cela. Sementara itu, mantan penyiar BBC London, Maria Inke Maris mengatakan, penggunaan iklan politik harus bijak dan sesuai aturan, karena menggunakan frekuensi publik. Wanita yang biasa dikenal dengan nama Inke Maris ini menilai, penggunaan media sebagai mesin politik mengancam keberlangsungan demokrasi. Menurutnya, dalam alam demokrasi iklan politik merupakan kebutuhan untuk menunjukkan kepada publik hasil kerja politisi. Inke Maris memberi contoh konglomerat media Italia Silvio Berlusconi yang berhasil menjadi perdana menteri dengan memanfaatkan medianya dengan baik. “Penayangan iklan politik di televisi pada dasarnya merugikan masyarakat. Sebagai konsumen tayangan televisi, hak masyarakat menikmati hiburan ditunggangi kepentingan beberapa pihak,” terangnya. (ara)
KEMATIAN MAHASISWA ITN
Ospek, Perilaku Kaum Barbar SURABAYA Kematian mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) dalam ritual Orientasi Kehidupan Kampus atau Ospek sangat meresahkan masyarakat. Karena selama ini dikenal sebagai ajang untuk mengenalkan kehidupan kampus dan meningkatkan intelektualitas, bukan arena ‘pembunuhan’. Seperti dikatakan oleh Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Uli Tobing bahwa perilaku dengan kekerasan yang terjadi terhadap mahasiswa ITN dengan beberapa universitas lain sebelumnya merupakan perilaku Barbarian. Kekerasan tidak mencerminkan budaya intelektualitas mahasiswa.
Supaya lebih komprehensif, sebaiknya diatur dalam waktu lama dan berkesinambungan. Setidaknya satu semester,”
Uli Tobing
Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) “Ospek harus diadakan dalam prosesi penerimaan mahasiswa baru. Karena dapat mengenal diri, lingkungan, dan tuntutan yang harus dia penuhi,” ujarnya. Uli juga mengatakan dalam ospek diperlukan keterlibatan semua pihak seperti dosen, dan para senior. Dengan begitu mahasiswa baru dapat mengetahui cara belajar dalam perkuliahan khususnya cara dosen mengajar. Begitupun dengan senior yang dapat memberi pengarahan tentang budaya bergaul dan berorganisasi. “Hasilnya mereka bisa mengidentifikasi diri. Sehingga terhindar dari narkoba dan pergaulan negatif.,” tegasnya. Lebih lanjut dia menga-
takan pendekatan yang baik dalam ospek adalah dengan memberikan sentuhan drama. Dengan begitu mahasiswa baru akan terkondisikan untuk lebih solid dan mencintai kampusnya. Waktu yang dibutuhkan menurutnya tidak hanya satu bulan, melainkan satu semester. “Supaya lebih komprehensif, sebaiknya diatur dalam waktu lama dan berkesinambungan. Setidaknya satu semester,” tambahnya. Uli mencontohkan, di kampus yang dia pimpin banyak mahasiswa yang berasal dari latar belakang berbeda-beda. Tidak sedikit mahasiswa yang berasal dari Nias, Flores, atau wilayah timur lainnya. Dengan adanya ospek yang mengasah intelektualitas, akan berhasil membuat seluruh mahasiswa saling mengenal. Budaya kampus pun akhirnya lebih diterima sehingga dapat meminimalisasi perselisihan horizontal. Pengamat Pendidikan Darmaningtyas menilai ospek atau perploncoan sudah seharusnya dihentikan. Kalaupun dilakukan maka kampus harus menjamin tidak akan disalahgunakan oleh mahasiswa senior. Namun menurut Darmaningtyas, sesungguhnya yang diperlukan adalah orientasi studi. Orientasi studi menjelaskan apa saja yang dipelajari selama kuliah, bagaimana sistem perkuliahan dan apa saja yang berbeda dari sistem belajar di SMU. “Saya kira yang harus bertanggung jawab itu masing-masing kampus. Kemendikbud mestinya hanya membuat rambu-rambu, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tapi yang justru melanggar mahasiwa. Mahasiswa yang bodoh yang tidak belajar dari pengalaman. Kekerasan itu bisa berujung pada kematian. Mahasiswa yang cerdaskan tak akan melakukan ha-hal yang berdampak pada kematian," jelas Darmaningtyas. (ara)
ant/m risyal hidayat
PEMBUATAN TOPENG MAULIDAN. Peserta menyelesaikan pembuatan topeng kepala harimau dari kertas pada pelatihan pembuatan topeng Maulidan di Balai Pemuda, Surabaya, Jatim, Kamis (12/12). Kegiatan tersebut untuk memperkenalkan tradisi budaya Jawa dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
ANTISIPASI KECELAKAAN
Pengguna Jalan yang Menerobos Palang Pintu KA Ditilang SURABAYA – Polrestabes Surabaya segera menerapkan Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan No 22 tahun 2009 pasal 296 jo Pasal 114 di wilayah hukumnya, untuk mengantisipasi kasus kecelakaan lalulintas lalu lintas di perlintasan kereta api, seperti yang terjadi di perlintasan Bintaro Jakarta, beberapa hari yang lalu. Dalam UU tersebut diatur mengenai kewajiban pengguna jalan untuk memberikan kesempatan kepada kereta api untuk melintas terlebih dahulu ketika bertemu diperlintasan palang pintu kereta api. Kapolrestabes Surabaya,
Kombes Pol Setija Junianta, saat meninjau lintasan palang Pintu KA di Ambengan, Surabaya , Rabu (11/12) kemarin mengatakan, sebelum diterapkan, UU tersebut harus terus disosialisasikan agar diketahui oleh semua masyarakat pengguna jalan khususnya yang sering melintasi palang pintu KA. Karena bagi pengendara yang melanggar atau menerobos palang pintu Kereta api (KA) yang sudah ditutup bisa dikenakan denda sebesar Rp 750 ribu dan kurungan selama tiga bulan. "Jadi sebelum UU ini diterapkan, pengendara harus tahu sanksinya jika melaku-
kan pelanggaran yang dimaksud," kata kapolretabes. Karena itu, ia diingatkan kepada seluruh pengendara baik kendaraan bermotor dan kendaraan lainnya jika akan melewati lintasan palang pintu KA yang sudah tertutup harus berhenti jangan nenerobos. Karena jika menerobos bisa selain bisa membayakan pengendara sendiri juga keselamatan banyak orang seperti kejadian kecelakaan maut yang terjadi Bintaro Jakarta beberapa waktu yang lalu. "Saya sangat prihatin dengan kejadian kecelakaan maut antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan truk tangki BBM milik
PT Pertamina di palang pintu KA Jln Bintaro Permai Jakarta Selatan. Kita semua tidak ingine, kejadian serupa terjadi di Surabaya," ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polrestabes Surabaya bersama PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan koordinasi dengan PT KAI Daop 8 Surabaya. Pasalnya di wilayah kota besar Surabaya ada 84 titik lintasan palang pintu KA. Dari jumlah tersebut ada 41 titik palang pintu resmi dan yang sudah ada petugas penjaganya, sisanya 43 tanpa petugas penjaga. Yang belum ada petugas penjaganya ini akan dilakukan koordinasi de-
ngan pejabat yang berwenang terkait dengan pengadaan palang pintu di Surabaya agar secepatnya dicarikan jalan keluar untuk pengadaan tersebut. Karena palang pintu KA terkait dengan keselamatan masyarakat yang melintas dipalang pintu KA. Sementara itu, di wilayah Daops 8 Surabaya terdapat sekitar 782 titik palang pintu KA. Sebanyak 565 titik resmi dan 179 titik dijaga oleh petugas dari Daop 8 sebanyak 477 titik tidak dijaga serta 126 titik palang pintu liar. Palang pintu lintasan KA yang liar tidak dipasang rambu-rambu lalu lintas. (han)
MENGHORMATI SOEKARNO
Penonton Rela Berdiri dan Menyanyi Lagu Kebangsaan SURABAYA – Pemutaran Film Soekarno menarik animo penonton bioskop di Surabaya. Tak peduli usia tua maupun muda nampak berjejal ingin melihat film tentang sejarah perjuangan Soekarno memerdekakan Indonesia. Uniknya, puluhan penonton bioskop rela berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pemutaran film Soekarno dimulai. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator Indonesia. “Beliau (Soekarno – red) merupakan sosok yang layak dihormati, kami menikmati kemerdekaan karena jasa besar Presiden Soekarno, “ ujar Arif Efendi salah satu penonton sesaat sebelum film yang disutradarai Hanung Bramantyo tersebut dimulai, Kamis (12/12). Salah satu manager bioskop 21 yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kesungguhan penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan dalam pemutaran film di bioskop baru kali ini dilihatnya. “Biasanya pengunjung hanya duduk dan menikmati pemutaran film. Setelah film
ddy/koran madura
BERI PENGHORMATAN. Seluruh penonton bioskop film Soekarno di Surabaya berdiri sambil menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator, Soekarno. usai, mereka berbincang tentang cerita atau kualitas film. Khusus film Soekarno ini mereka mau berdiri dan menyanyi lagu kebangsaan sebelum film dimulai. Ini luar biasa dan mungkin pertama dalam sejarah perfilman Indonesia,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (12/12). Dia menambahkan bahwa memang ada himbauan bagi penonton agar melakukan-
nya, tapi tetap merupakan hak penonton untuk bersedia atau tidak. “Sejauh ini, tidak satupun penonton yang komplain, mereka dengan tulus melakukannya, bahkan ada yang menitikkan air mata, luar biasa,” imbuhnya. Sementara itu, Indah Rahayu, remaja berusia belasan tahun yang turut menyaksikan film tersebut mengaku sangat merindukan sosok
pemimpin seperti Soekarno. Menurutnya, pemimpin bangsa saat ini tidak ada yang sepertinya. “Sekarang Indonesia isinya hanya korupsi dan korupsi. Seandainya Soekarno yang menjadi presiden, mungkin tidak akan ada lagi korupsi,” tegasnya. Menurutnya, sosok Soekarno sangat cerdas dan berani, hal ini bisa dilihat dari beberapa ide yang diang-
gap ekstrim tapi masuk akal. “Bagaimana kalau kita sediakan pelacur saja buat mereka (Tentara Jepang – red) , kata Soekarno dihadapan ulama. Tentu saja ini memicu kontroversi. Tapi bukankah ide itu sangat cerdas dan berani, daripada tentara Jepang memperkosa perempuan pribumi yang baik-baik,” tanyanya. “saya tidak bisa menilai apakah aktor Ario Bayu sudah memerankan Soekarno dengan baik, tapi yang pasti, saat melihat film tersebut saya merasa terbawa kemasa perjuangan beliau (Soekarno).tandasnya. Sementara itu, film Soekarno sendiri bercerita tentang sosok Soekarno sejak masa muda. Bagaimana Soekarno yang masih berusia 24 tahun berani berteriak lantang hingga mengguncang podium, Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu. (ddy)
NARKOTIKA
Disersi Polisi Sumenep Ditangkap SURABAYA - Didik (33) warga Jl. Kapas Madya Surabaya yang juga merupakan disersi (Pecatan) anggota Polisi di tangkap anggota unit II Satenarkoba Polrestabes Surabaya, di kawasan JL. Raya Tanjung Sari Surabaya, karena terlibat kasus narkoba jenis sabu. Terakhir, Didik merupakan anggota Polres Sumenep berpangkat Brigadir yang diberhentikan secara tidak
hormat sejak Desember 2011 lalu. “Salah satu tersangka memang pecatan Polisi. Terakhir dia (Didik) berdinas di Sumenep Madura sebelum dipecat,” ujar Kanit Idik II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Iptu Hendri Eko Irawan kepada wartawan Kamis (12/12). Saat diperiksa, Didik “Berkicau” kepada petugas sehingga ditangkaplah dua rekan tersangka lainnya yaitu
Fauzi (48) warga Jl. Tambak Mayor Surabaya dan Rohman (39) warga Jl. Bulak Banteng Surabaya. "Dari penangkapan Didik, lalu petugas berhasil menangkap Fauzi, dan Rohman. Keduanya rekan tersangka," kata Iptu Eko kepada wartawan, Kamis (12/12). Saat penangkapan, dari tangan tersangka diamankan barang bukti dua bungkus plastik yang berisi 0,7 gram
sabu-sabu. Dia menambahkan, tersangka Fauzi ditangkap 5 jam setelah tertangkapnya Didik. Polisi berhasil mengamankan barang bukti 0,3 gram sabu-sabu. Sedangkan Rohman ditangkap di kawasan Jl. dr. Soetomo Surabaya, dengan barang bukti 0,91 gram sabu-sabu. Iptu Hendri Eko Irawan mengatakan, tersangka Didik sebelumnya juga
pernah mendekam di tahanan Polda Jatim karena kasus pemerasan judi togel. “Tersangka juga pernah ditangkap terkait kasus pemerasan,”tambahnya. Saat ini, kata Iptu Eko, pihaknya masih melakukan pemeriksaan, dan terus mengembangkan kasus, untuk bisa menangkap bandar yang menyuplai sabu-sabu kepada ketiga tersangka. (ddy)
LINTAS JATIM
5
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
KPK Menekan Bu Pur Mengakui Mengenal Anas Perempuan dan Lelaki Sama Serakahnya
SURABAYA - Kesaksian Mindo Rosalina Manulang yang menyeret nama Sylvia Sholeha atau belakangan lebih dikenal dengan nama Bu Pur dalam kasus proyek Komplek Olahraga Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa media merilis berita bahwa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melakukan pemaksaan agar Bu Pur mengakui dirinya mengenal Anas Urbaningrum. Menurut Pengamat Politik Hamdi Muluk, pemaksaan yang dilakukan oleh KPK dirasa sesuatu yang sangat tidak mungkin. Pasalnya, dalam melakukan tugasnya, penegak hukum harus dengan tegas menegakkan hukum dan kata ‘pemaksaan’ bukan dalam artian yang
sebenarnya namun lebih kepada makna ketegasan dalam memeriksa. “KPK tidak mungkin melakukan hal itu. Saya kira tidak ada pemaksaan itu dalam penyidikan. Mungkin Bu Pur terlalu lemah sehingga ketegasan tersebut dapat disalahartikan sebagai bentuk
pemaksaan,” tegas kepada Koran Madura (12/12). Hamdi menambahkan, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam kasus korupsi. Saat ini perempuan sudah sangat maju dan bisa mengungguli laki-laki di berbagai bidang dan kekuasaan. “Perempuan dan lakilaki sama saja, saat mereka berada pada posisi tinggi dan berkuasa, godaan untuk berbuat korupsi sangat besar terlebih jika mereka memiliki kualitas moral yang rendah dan serakah. Maka dari itu perempuan dan laki-laki sama saja, namun yang membedakan adalah kualitas mor-
Perempuan dan lakilaki sama saja, saat mereka berada pada posisi tinggi dan berkuasa, godaan untuk berbuat korupsi sangat besar terlebih jika mereka memiliki kualitas moral yang rendah dan serakah...”
Hamdi Muluk
Pengamat Politik
al,” paparnya. Terseretnya Bu Pur dalam kasus korupsi proyek Hambalang menambah deretan pelaku perempuan dalam kasus korupsi di Indonesia. Setelah sebelumnya sederet nama perempuan besar telah tersandung kasus korupsi, di antaranya Artalyta dan Miranda S. Gultom. Hamdi berpendapat, hal ini membuktikan bahwa perempuan sudah secara aktif melakukan praktik korupsi. Selanjutnya, nama-nama lain bermunculan, seperti Angelina Sondakh, Mindo Rosalina, Bunda Putri dan akhirnya sampai kepada terseretnya Bu Pur. Kepala
Sub Komisi Komnas Perempuan, Arimbie Heroepoetri mengatakan peran serta perempuan dalam kasus korupsi diposisikan sub-ordinat. Pelaku utama dari kasus korupsi sebenarnya adalah pria dan perempuan hanya bertindak sebagai perantara dan penyimpan uang. “Sejauh yang saya lihat perempuan yang terlibat dalam kasus korupsi hanya sebagai perantara atau bertugas sebagai bagian dari money laundering. Mereka hanya bagian dari sub-ordinat, walaupun terlihat seperti aktor korupsi namun pasti di belakangnya ada seseorang yang memerintah," ujarnya.
Senada dengan Hamdi Muluk, politisi Gatot Luprijatomo mengatakan, pemaksaan yang dilakukan oleh KPK dirasa sesuatu yang sangat tidak mungkin. Pasalnya, pemaksaan merupakan pelanggaran hukum dan KPK adalah lembaga yang sangat mengerti hukum, oleh sebab itu KPK tidak mungkin melakukan tersebut. “Saya kira tidak ada pemaksaan itu dalam penyidikan. Masa KPK ‘nginjek’ kaki Bu Pur kemudian dijepit tangannya dan dipaksa buat mengaku mengenal Anas. Itu sangat tidak mungkin dilakukan KPK,” tegas Gatot. (han)
PENGUMUMAN CPNS
Hasil Tes Diundur Lagi SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunda jadwal pengumuman hasil tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sedianya dilakukan, Sabtu (14/12) besok, diundur lagi pada 24 Desember mendatang. Diundurnya pengumuman hasil tes seleksi CPNS tersebut mengacu surat bernomor R/572/M.PANRB/12/2013 yang dilayangkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi (KEMEN-PANRB) kepada seluruh Badan Kepegawaian Daerah menyatakan pengumuman hasil CPNS akan dilaksanakan serentak pada 24 Desember mendatang. Dalam surat tersebut dijelaskan, pengumuman kelulusan hasil CPNS tahun 2013 dari pelamar umum oleh Pegawai Kepegawaian masing-masing instansi secara serentak tanggal 24 Desember 2013. Sementara bagi tenaga honorer K-II lebih lama lagi, pasalnya penetapan dan persetujuan formasi tenaga honorer yang dinyatakan lulus untuk masing-masing instansi baru dilakukan pada minggu ke 4 bulan Januari 2014 nanti. Meski pengumuman kelulusannya tanggal 24 Desember nanti, namun hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) peserta seleksi CPNS di berbagai lembaga, Provinsi dan Kabupaten/Kota yang melaksanakan seleksi dengan sistem lembar jawaban komputer (LJK), baru diserahkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) melalui KEMENPANRB tanggal 19 Desember 2013. Khusus untuk kabupaten/kota penyerahannya melalui Sekretaris Daerah Provinsi. Kepala BKD Jatim, Akmal Budianto membenarkan adanya surat penentuan hari pengumuman kelolosan CPNS itu, meski ia menyadari pengumuman itu akhirnya mengalami kemunduran dari jadwal sebelumnya. “Awalnya memang pada minggu ke-2 Desember, tapi mundur sam-
pai tanggal itu,” ujar Akmal, Kamis (12/12). Ia pun berharap masyarakat Jatim yang ikut seleksi CPNS tidak gusar menunggu hasil pengumuman CPNS itu, karena sudah ada kepastian saat ini. Awalnya, memang rencana pengumuman kelolosan CPNS itu dilakukan pada minggu ke-2 November hingga minggu ke-2 Desember. Simpang siur itu pun berlanjut, saat Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim mendatangi KEMEN-PANRB beberapa waktu lalu, informasi yang diterima KPP Jatim saat itu jadwal pengumuman hasil CPNS berubah lagi sekitar 14 hingga 17 Desember. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Rasiyo menyayangkan semakin lambatnya pengumuman CPNS itu, bahkan ia berniat melayangkan protes keras kepada KEMEN-PANRB akibat kelambatan ini. Padahal tes CPNS di Jatim yang menggunakan computer assessment test (CAT) seharusnya bisa selesai lebih cepat hasilnya dari pada dengan LJK. Sekadar diketahui, ambang batas atau passing grade yang telah ditetapkan dalam tes CPNS berbeda, bagi peserta yang menggunakan CAT nilai passing gradenya minimal 250 poin terdiri dari Tes Keperibadian (TKP) 105 poin, tes intelegensi umum (TIU) 75 poin dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 70 poin. Sementara bagi peserta ujian dengan LJK, nilai passing gradenya lebih rendah yakni hanya 242 poin, yang berasal dari TKP minimal 108 poin, TIU minimal 70 poin dan TWK minimal 64 poin. Pelaksanaan rekrutmen CPNS di Jatim sendiri hanya diperuntukkan untuk 12 instansi, yakni pemprov Jatim, Kab. Jember, Kab. Sidoarjo, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kab. Mojokerto, Kab. Pamekasan, Kab. Tuban, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, dan Kota Probolinggo. (han)
AKIBAT PELANGGARAN. Kapolrestabes Surabaya Setija Junianta menunjukkan motor pengendara yang disita karena melakukan pelanggaran, Kamis (12/12).
ddy/koran madura
PELANGGARAN LALIN
Dua Pekan Polisi Tilang 6 Ribu Pengendara SURABAYA - Polrestabes Surabaya menindak 6.741 pelanggaran lalu lintas terjadi di Surabaya. Jumlah tersebut didapat selama operasi Zebra yang digelar sejak 28 November hingga 11 Desember 2013. Selama 2 minggu berlangsung, pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas diberikan sanksi tegas dari pihak Kepolisian. "Kali ini unsur penegakan memang lebih dikedepankan, berbeda dengan tahun lalu. Kami kenakan tilang pada para pelanggar. Mereka ditilang karena melanggar rambu dan tidak melengkapi diri dengan SIM ataupun STNK," Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan, Kamis (12/11). Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, Selama operasi Zebra berlangsung, kata dia, pelanggaran tidak membawa SIM dan STNK menjadi jumlah terbanyak dengan 2.194 pelanggaran untuk roda 2 dan 110 pelanggaran untuk roda 4.
Melanggar rambu atau marka sebanyak 1.850 pelanggaran untuk roda 2 dan 864 pelanggaran untuk roda 4. Menurutnya, petugas saat ini sengaja memberikan sanksi tegas dengan melakukan penilangan bagi para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Berbeda dengan tahun lalu, yang terkesan lunak dengan memberikan peringatan kepada pengendara agar tidak mengulangi pelanggarannya lagi. "Kali ini unsur penegakan memang lebih dikedepankan, berbeda dengan tahun lalu. Kami kenakan tilang pada para pelanggar. Mereka ditilang karena melanggar rambu dan tidak melengkapi diri dengan SIM ataupun STNK," kata Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan, Kamis (12/11). Polisi bahkan menyita sepeda motor dan sejumlah knalpot brong selama operasi Zebra. Hal ini karena kendaraan-kendaraan tersebut sama sekali tidak mampu
menunjukkan SIM dan STNK. Sementara knalpot brong disita karena menyebabkan kebisingan dan bukan merupakan perlengkapan standar sepeda motor. Selama operasi Zebra berlangsung, kata dia, pelanggaran tidak membawa SIM dan STNK menjadi jumlah terbanyak dengan 2.194 pelanggaran untuk roda 2 dan 110 pelanggaran untuk roda 4. Melanggar rambu atau marka sebanyak 1.850 pelanggaran untuk roda 2 dan 864 pelanggaran untuk roda 4. "Pelanggaran didominasi kendaraan roda 2 dengan jumlah 5.583 unit. Sementara pelanggaran mobil berjumlah 947 unit," ujar Setija. Dia menambahkan, untuk kecelakaan lalu lintas selama operasi Zebra, ada 20 kejadian dengan korban 3 orang meninggal, 9 luka berat, dan 13 luka ringan. Kecelakaan ini melibatkan 24 motor dan 8 mobil serta 24 orang dewasa dan 1 pelajar.
"Secara umum, hasil operasi Zebra tahun ini mengalami penurunan dalam hal kuantitas maupun kualitasnya jika dibanding tahun lalu," tambahnya. Sementara itu, kecelakaan lalu lintas yang banyak menelan korban jiwa selama 12 hari pelaksanaan operasi Zebra 2013 terjadi di kawasan Sidoarjo. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jatim, Kompol Bambang Cahyo Bawono pada wartawan, mengatakan, tiga Polres yang mempunyai korban meninggal dunia paling banyak karena kecelakaan yakni Polres Sidoarjo, Bangkalan dan Gresik. "Dari 15 kasus kecelakaan Polres Sidoarjo, 8 korban meninggal dunia, luka berat 1 dan 14 luka ringan. Polres Sidoarjo menempati posisi pertama dalam jumlah korban meninggal paling banyak. Dari 15 kejadian, 8 korban meninggal dunia, ini yang paling fatal," ujarnya.
Sementara itu, urutan kedua diduduki Polres Bangkalan dengan 8 peristiwa kecelakaan yang menyebabkan 7 korban tewas, 6 luka berat, dan 7 luka ringan kemudian Polres Gresik total kasus 16 kecelakaan dengan korban tewas 6 orang, luka berat 3 dan luka ringan 16 orang. Untuk jumlah kecelakaan paling banyak terjadi di Polres Nganjuk dengan 31 kecelakaan, dengan 1 korban luka berat dan 45 orang luka ringan. Kedua Polres Kediri dengan terjadi 30 kecelakaan yang menewaskan 1 orang dan 6 luka berat serta 44 luka ringan. "Urutan ketiga adalah Polres Jombang dengan 29 kecelakaan yang menyebabkan 2 korban tewas, luka berat 6 dan luka ringan 29 orang," tandasnya. Polrestabes Surabaya berada di peringkat ketujuh dengan total peristiwa sebanyak 20 kecelakaan yang mengakibatkan 3 tewas, 9 luka berat dan 13 luka ringan.(ddy)
PENUTUPAN LOKALISASI DOLLY
Pemerintah Lebih Sayang PSK Dibanding Orang Miskin SURABAYA - Bila Anda seorang pria ‘nakal’, pasti kenal dengan Gang Dolly, minimal pernah mendengar nama itu disebut-sebut oleh pria ‘nakal’ lainnya. Akan tetapi, dalam beberapa bulan mendatang lokasi itu mungkin hanya akan jadi kenangan. Pasalnya, Walikota Surabaya Tri Risma Harini akan menutup lokalisasi Jarak yang di dalamnya selama ini terdapat Gang Dolly. Perlu diketahui, Gang Dolly mencakup RW 12 hingga RW 16 dan hanya sepanjang 150 meter persegi. Di lokasi ini hanya terdapat 55 wisma dengan sekitar 530 orang pekerja seks komersial (PSK). Bila digabungkan dengan jumlah PSK yang berada di Jarak, jumlahnya mencapai sekitar 2500 orang PSK. Bila Tri Risma Harini berhasil merealisasikan wacana penutupan tersebut, maka bisa
dipastikan para PSK tersebut akan kehilangan ‘mata pencariannya’. Menanggapi fenomena ini, Dosen Administrasi Publik Universitas Dr. Soetomo, Dr. Ulul Albab MS., mengatakan, pemerintah terlalu lembek dalam menangani masalah pelacuran ini. Faktanya, kata Ulul, meskipun ada solusi pemberian santunan masih banyak penjaja seks yang kembali meneruskan pekerjaannya setelah
uang santunan tersebut habis. “Ini kan artinya, terminology yang diambil oleh pemerintah tidak tepat. Pemerintah telah salah menganggap bahwa para pelacur ini adalah golongan orang miskin. Pelacuran masuk golongan penyakit masyarakat, sama seperti perjudian,” tegas Ulul, Kamis (12/12). Lebih jauh Ulul menekankan, pemerintah harus bisa membedakan mana penyakit masyarakat dan mana masyarakat yang tidak berdaya. Menurutnya, pelacuran termasuk tindakan kejahatan. “Kalau orang miskin boleh kita kasih santunan, nah kalau kejahatan, misalnya maling, masa diberi santunan” ujar mantan Rektor Unitomo ini dengan dialek khas Surabaya. Bila diasumsikan, Lokalisasi Jarak dan Gang Dolly
... Pemerintah telah salah menganggap bahwa para pelacur ini adalah golongan orang miskin. Pelacuran masuk golongan penyakit masyarakat, sama seperti perjudian,”
Dr. Ulul Albab MS
Dosen Administrasi Publik Universitas Dr. Soetomo mempunyai penjaja seks sekitar 2500 PSK, bila dijumlahkan dengan santunan sebesar 5 juta rupiah/PSK maka dibutuhkan anggaran sebesar 12-13 miliar. “Jumlah itu hanya untuk satu lokalisa-
si di Surabaya, begitu besar anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk satu provinsi. Pemerintah jangan sampai berbuat tidak adil, karena masih banyak orang miskin ‘sehat’ yang perlu diberi santunan,” papar pakar pendidikan yang kini terjun sebagai politisi ini. Menurut Ulul, bila lokalisasi bertujuan untuk penyuluhan dan penyembuhan tidak jadi persoalan bila pemerintah mengeluarkan anggaran besar. “Kalau tujuannya untuk mencari keuntungan, diberantas sajalah. Kok yang kelihatan, pemerintah lebih sayang sama PSK dibanding orang miskin,” pungkasnya. Sikap Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly juga dituding hanya mencari keuntungan pribadi sebagai agen
para pengusaha prostitusi High Class. Tudingan tersebut disampaikan Ketua LSM di Surabaya, Aliansi Ormas dan LSM (AOM) Jawa Timur, Bambang Smith. “Walikota Surabaya Tri Rismaharini berada dibalik para pengusaha seks High Class. Mengapa demikian ? Lihat saja Hotel, Pub dan RHU dewasa yang ada di Surabaya, yang menyediakan bisnis esek-esek diSurabaya tidak pernah tersentuh tangan Pemerintah Surabaya. Padahal, dari sekian banyak RHU yang beroperasi banyak yang menyiapkan para PSK yang kualitasnya tak kalah dengan Dolly,” ujar Ketua Aliansi Ormas dan LSM (AOM) Jawa Timur, Bambang Smith. Menurut Bambang Smith, jika Dolly terus beroperasi,
maka akan merusak velue Walikota dimata para pengusaha. karena pengusaha beranggapan Risma ikut merusak pasar prostitusi High Class, dan tidak menjamin keuntungan yang sekian persennya disumbangkan untuk Pemkot Surabaya. ini kan Kejahatan,” tambah Bambang Smith. Pernyataan Bambang Smith memantik reaksi berbagai pihak, salah satunya adalah aktifis perempuan, Nur lailiyah. Perempuan lulusan Unair Surabaya ini menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak mendasar dan kejam. “Itu tuduhan yang sangat kejam, bagaimana mungkin Bu Risma melakukan hal itu. Kalau mikir setoran, apa selama ini Dolly tidak membayar pajak hiburan,” tanyanya.(ara)
6
PROBOLINGGO
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
PERJUDIAN
Polisi Kian Gencar Memburu Pejudi PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Kota kini lagi gencar berburu pelaku judi. Tak peduli apa bentuk permainannya, kalau memang melanggar hukum langsung disikat. Tiga puluh satu orang pelaku judi berhasil diamankan. Mereka ditangkap secara terpisah dengan kasus yang berbeda, dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya bulan Nopember - Desember 2013. Hal itu karena aksi kriminalitas jenis perjudian menjadi atensi Polri. “Sampai hari ini perjudian kita razia dan berhasil mengamankan 24 pelaku, dan 7 pelaku sudah dikirim ke Lapas. Kasus,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP.Iwan Setyawan, Kamis (12/12). AKBP.Iwan Setyawan mengatakan, jenis kriminalitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban, serta meresahkan Masyarakat itu kini menjadi atensi jajaran Polri untuk segera diberantaskan agar stabilitas keamanan terjaga. “Saat ini aksi kriminalitas jenis perjudian menjadi atensi,” tandasnya. Seperti diketahui selama satu bulan, mulai Nopember sampai Desember ini Polres
Probolinggo Kota berhasil mengamankan pelaku perjudian ditempat lokasi yang berbeda. Untuk pelaku judi Bola, lokasi TKP di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo, dengan Barang Bukti 1 buah HP merk Nokia. Sedangkan judi Sabung Ayam, lokasi TKP di Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo, dengan barang bukti yang diamankan berupa 2 ekor ayam, 1 buku penombok, 1 buah bolpoint, 1 buah jam dinding, 1 buah bak/timba, 1 spanduk untuk kalangan sabung ayam, dan 4 buah pasak besi. Sementara 2 pelaku judi togel dilokasi Jalan KH.Mansyur Kelurahan Mangunharjo. Barang bukti yang diamankan berupa 2 buah HP merk G Star dan Samsung, 2 HP merk Nokia. Kemudian di Jalan Letjen Suprapto, 1 pelaku diamankan dengan Barang Bukti 1 buah HP Cros, 1 buah rekapan, dan 1 buah bolpint. Selanjutnya, 1 pelaku diamankan di jalan Ahmad Yani, dengan barang bukti 1 buah HP merk Mitto, dan 1 pelaku diamankan di jalan Basuki Rahmat, dengan barang bukti
1 buah HP merk GIC. Terakhir, polisi mengamankan 1 pelaku judi togel di Desa Curahtulis Kecamatan Tongas Kabupaten Proboling-
go. Barang bukti, berupa 1 buah HP merk MITO dan uang tunai Rp.385 ribu. “Perburuan terhadap pelaku judi akan terus di-
Peluang Caleg Perempuan Masih Tinggi Membangun Politik Pencitraan Jangan Instan PROBOLINGGO - Dalam pemilu legislatif calon legislatif (Caleg) perwakilan kaum perempuan siap bersaing dengan caleg perwakilan kaum laki-laki. Untuk mendulang suara mendapatkan jatah kursi legislatif DPRD Kabupaten Probolinggo 2014 mendatang. Untuk mendongkrak perolehan suara kaum perempuan di legislatif, KPU Kabupaten Probolinggo, menggelar seminar dengan tema “Perspektif Caleg Perempuan dalam Pemilu 2014”. “Peran dari perempuan termasuk bagi caleg, memiliki peluang besar dalam pemilu mendatang,” kata Muslihati, salah satu narasumber, Kamis (12/12). Muslihati mengatakan keterwakilan perempuan dalam parlemen di lindungi oleh Undang-undang Nomor 10 tahun 2008 pasal 53 dan 55 tentang kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen. Menurutnya, jika merujuk pada data KPU pusat bahwa jumlah pemilih tetap Kabupaten Probolinggo, sebanyak 855.641 orang dengan perbandingan pemilih laki-laki 413.302 dan pemilih perempuan sebanyak 44.339 orang. “Kalau melihat data terse-
but, pemilih yang lebih banyak adalah kaum perempuan atau 52 persen pemilih. Sedangkan laki-laki hanya 48 suara. Jadi perempuan untuk mengisi kuota tersebut sangat potensial,” tandas Muslihati. Saat ini jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Probolinggo periode 2009-2014 kemarin, lanjut Muslihati, hanya 6 orang dari
perempuan dari 50 kursi dewan. Sehingga kuota perempuan hanya terisi 12 persen saja. “Untuk pemilu 2014 mendatang perempuan minimal memperoleh jumlah 15 kursi untuk memenuhi kuota 3 persen dari total kursi yang tersedia sebanyak 45 kusi,”ucap perempuan yang berprofesi sebagai dosen Universitas Negari Malang Itu. Peluang bagi caleg perempauan, kata dia, harus mempu memperoleh suara yang sudah ditentukan untuk mendapatkan kursi tersebut. Para caleg untuk medapatkan suara, harus dibangun dari dua fak-
fud/koran madura
MASIH TINGGI. Caleg Perempuan Kabupaten Probolinggo saat mengikuti seminar Perspektif Caleg Perempuan dalam Pemilu 2014.
PENERTIBAN BALIHO CALEG
Satpol PP Bantah Tidak Tegas PROBOLINGGO - Banyaknya baliho caleg yang masih belum ditertibkan, membuat petugas Sat Pol PP Kabupaten Probolinggo dinilai kurang tegas. Bahkan, pihak Panwas sendiri sudah memberikan rekom terkait upaya penertiban tersebut. Kepala Sat Pol PP Kabupaten Probolinggo, Achmad Aruman saat dikonfirmasi membantah pihaknya kurang tegas dalam upaya penertiban terhadap baliho caleg. "Rekom yang diberikan oleh Panwas itu rekom umum," tandasnya kepada wartawan, Kamis (12/12). Karena rekom itu sifatnya umum, kata dia, hingga saat ini pihak Sat Pol PP memang belum melakukan upaya penertiban. Meskipun KPU sudah menetapkan titik zona pemasangan atribut caleg atau partai.
"Seharusnya rekom yang diberikan Panwas itu rekom khusus untuk caleg atau partai, bukan rekom yang sifatnya umum," katanya. Achmad Aruman menjelaskan, pihaknya mengaku tidak tahu baliho atau atribut partai apa saja yang dianggap melanggar aturan. Karena yang tahu persis partai apa yang melakukan pelanggaran itu adalah pihak Panwas. " Kalau kita sifatnya hanya menjalankan perintah saja. Yang tahu itu adalah pihak Panwas," katanya. Aruman memberikan contoh, partai A misalnya. Dalam aturan, partai itu telah melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Nah, ketika melihat adanya pelanggaran tersebut, pihak Panwas memberikan teguran kepada partai yang bersangkutan. Surat teguran yang diberikan oleh Pan-
hud/koran madura
DIAMANKAN. Puluhan pelaku perjudian yang berhasil diamankan dengan barang buktinya di Mapolres Probolinggo Kota, Kamis (12/12).
was itu kemudian ditembuskan kepada petugas Sat Pol PP."Jika sudah ada surat tembusan itu, maka petugas akan berjalan melakukan penertiban," tandasnya. Dalam melakukan penertiban itu, petugas Sat Pol PP tidak mau gegabah. Apalagi yang punya kewenangan menilai melanggar tidaknya atribut partai atau caleg itu adalah Panwas. "Kalau kita kan tidak tahu apakah atribut itu melanggar aturan atau tidak," katanya lagi. Itulah sebabnya, dengan adanya rekom khusus itu, petugas Sat Pol PP baru akan mengetahui atribut yang bakal ditertibkan. "Kalau tidak ada surat tembusan itu, kita tidak bisa tahu mana atribut yang akan ditertibkan karena telah menyalahi aturan," pungkas Achmad Aruman. (ugi).
tor, yakni ekstrenal dan internal. “Kedewasaan politik warga dan pribadi caleg harus bisa bersinergi. Mereka harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melakukan pencerdasan dan pemahaman tentang pendidikan politik bagi masyarakat,” tegas Muslihati. Menyikapi hal itu, salah satu caleg Partai Hanura, Sriwahyuningsih, mengatakan dalam melakukan upaya sosialisasi dirinya banyak menemukan persoalan bahkan godaan. Dia mengatakan bahwa pernah diajak warga untuk berpacaran.“Pertanyaan seperti itu sering saya dengarkan saat menyapa masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Reza Indrayana salah satu caleg PKB Dapil 6 mengatakan, kalau ingin mendapatkan dukungan suara dirinya melakukan upaya pendekatan kepada warga harus dilakukan secara konsisten. “Ibarat menanama pohon tinggal memanen buahnya. Jadi jangan hanya mendekati pileg saja kalau ingin menyapa masyarakat. Karena saat ini pemilih sudah cerdas,” ungkapnya.(fud)
lakukan. Pokoknya apapun semua bentuk perjudian itu, akan kami libas. Tak peduli apa bentuk judinya, yang jelas akan kami sapu bersih,” tegas
AKPB.Iwan Setyawan. Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam disel tahanan
Mapolres Probolinggo Kota. Pelaku teracam dijerat pasal 303, tentang perjudian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(hud).
LAKUKAN PENDATAAN
Pengurus PNPM - PKH Dilarang Nyaleg PROBOLINGGO - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Probolinggo, melakukan pengawasan terhadap pengurus Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan Anggota Pengurus Keluarga Harapan (PKH) yang terlibat pencalegan pada pemilu 2014 mendatang. Menindaklanjuti Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 807/BAWASLU RI/XII/2013 tentang Larangan Pemanfaatan PNPM Mandiri dan PKH untuk kegiatan politik praktis. Karena itu pengurus PNPM yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif harus mengundurkan diri. "Imbauan tersebut dikhawatirkan adanya caleg yang memanfaatkan hal-hal berkaitan dengan PNPM atau PKH untuk kepentingan kampanye, misalnya mengatakan kepada masyarakat bahwa dana pembangunan yang dilakukan di desanya berasal dari dirinya. Padahal dana tersebut adalah dana PNPM atau PKBH yang memang diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat," kata Wiwit, Ketua Panwaslu Kabupaten Probolinggo, Wiwit
Wiwit Agus Pribadi Ketua Panwaslu Kabupaten Probolinggo
Agus Pribadi, saat ditemui wartawan, kamis (12/12). Wiwit Agus Pribadi mengatakan, untuk melakukan upaya pengawasan terhadap pengurus PNPM dan angogota PKH yang sedang nyaleg, pihaknya melakukan pendataan melalui Pengawas Kecamatan (Panwascam) di 24 Kecamatan. Ketika benar-benar positif nyelag maka Panwascam akan mengundangnya untuk dimintai megundurkan diri dari jabatan PNPM atau PKH. “Dengan membuat surat pengunduran diri dari kepengurusan PNPM dan PKH. Jika mereka tidak bersedia mengundurkan secara pribadi, maka Panwaslu akan mengajukan surat rekomendasi kepada dinas terkait, yakni Bappemas dan Dinas Sosial Kabupaten
Probolinggo untuk dipecat dari jabatannya,” terangnya. Dari hasil pengawasan, kata dia, pihaknya menemukan pengurus PNPM yang positif nyaleg yakni Arif Rohman Caleg Partai Hanura Dapil 2 (Sumberasih-Tongas, Lumbang). Dia merupakan pengurus Unit Pelaksana Kecamatan PNPM Kecamatan Sumberasih. Sedangkan Misbahul salah satu caleg Demokrat yang aktif menjabat sebagai BKAD PNPM yang bertempat di desa. “Mereka tidak bersedia mengundurkan diri saat Panwascam Sumberasih memanggilnya. Karena dia beralasan, dirinya masih belum terima surat edaran tentang larangan dari parpolnya.,” terangnya. Melihat permasalahan itu, pihaknya akan segera melayangkan surat kepada dinas yang membidangi PNPM tersebut.”Karena secara persuasif untuk mengunduran diri secara pribadi tidak mau. Batas waktu pengunduaran diri tersebut paling akhir akhir bulan Desember ini,”tegas Wiwit Agus Pribadi. Sedangkan laporan dari panwascam yang lain mengenai keterlibatan Caleg dari PNPM dan PKH, Wiwit Agus Pribadi, mengaku masih belum menerima laporan.”Pihak panwascam saat ini masih terus melakukan upaya pendataan,” pungkasnya.(fud).
SANKSI DISEGEL
Dishub Pusing Menindak Tegas Truk Liar PROBOLINGGO Keberadaan truk liar yang parkir di kawasan terminal Bayuangga Kota Probolinggo, dan wilayah sekitarnya membuat petugas Dishub setempat pusing tujuh keliling. Pasalnya, meski sudah diberi sanksi tegas berupa ban digembosi, namun para sopir truk itu masih bandel memarkir kendaraannya. Padahal di kawasan itu, sudah jelas terdapat rambu larangan agar kendaraan truk tidak parkir di tempat itu. "Tapi mereka masih saja bandel, mas," ujar Kepala UPTD Terminal Bayuangga Kota Probolinggo, Budihardjo kepada wartawan, Kamis (12/12). Sanksi tegas itu, kata dia, tidak hanya sekali saja dilakukan, namun sudah berkali-kali. Bahkan, dalam upaya penertiban terhadap truk-truk liar itu tidak hanya dilakukan oleh Dishub saja. Tetapi sudah melibatkan pihak Satlantas Polres Kota Probolinggo. "Tapi tetap
TINDAK TEGAS. Dishub Kota Probolinggo tak mainmain dengan keberadaan truk liar yang parkir.
ugi/koran madura
saja mereka parkir di tempat itu," tandasnya. Pantauan di lapangan, di lokasi itu hampir setiap hari terlihat sederet kendaraan truk yang parkir di kawasan "terlarang" itu. Mereka tidak hanya pada siang hari, namun juga terlihat pada malam hari. Mayoritas kendaraan truk tersebut berasal dari luar kota.
Ironisnya, keberadaan truk-truk itu justru sangat mengganggu kendaraan lainnya. Pasalnya, mereka parkir terkadang sampai memakan badan jalan. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan propinsi yang menjadi tempat lalulalangnya kendaraan lain. "Seringkali mereka parkir memakan badan jalan," ujar se-
orang warga setempat, Riski. Riski menjelaskan, kendaraan truk tersebut kebanyakan berasal dari luar kota. Mereka parkir di tempat tersebut, hanya sekedar "ngetem" atau istirahat. "Kalau truk lokal tidak ada. Hampir kendaraan truk yang parkir di kawasan itu berasal dari luar kota," pungkasnya.(ugi).
BUDAYA
7
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
Perempuan Ditingkap Purnama
Puisi: Hasmidi*
Cerpen: Musyfiq*
Panas ini masih terlelap Atas nama luka Kegilaan itu tidak pernah usai. Menciptakan gubangannya sendiri pada mimbar waktu, seluruh bersamaku. Garisgaris dan lekuklekuk menggambar wajahmu, seperti sketsa purnama yang pernah aku sentuh dulu. Tidur yang panjang itu adalah bernama luka yang puja. Air ombak talango mendebur-deburkan pantai yang karam dalam sejengkal laut cintamu. Pada tepian ini tak ada karang, dan dermaga itu telah sepi; bulan menyentuh pulau poteran. Dulu kita mengeja bintang lalu menyarungkannya bersama hati_dan waktu itu aku benar-benar gila. Bersama menyulam dahaga waktu yang kita kejar. Sia-sia belaka. Layar mengembang dan menepi pada kekosongan. Kembali pada perahu kayu kecil ini. Dalam lepas, gemericik tawa yang terpencil menyaksikan riuh ombak mengadukan cerita cinta yang sempurna bersama bulan itu. 11/09/2013
Dan kembang plastik yang menempel di kepalamu Adalah rinduku Seperti laut dibulan Agustus, meneriakkan gelombang lalu menghempaskan arak pada karang kasihmu. Walalu bulan telah berjanji, sekedar berbasa-basi di salah satu pojok terminal tempat kita perpegangan tangan. Dan kau tak hiraukan masa laluku. Vas bunga yang telah aku pesan, juga terbuat dari plastik. Kembang kamboja plastik. Dan akulah kupukupu yang membentangkan senja di matamu. Hadiah perjamuan siang kala itu. Angin, suara genderang, gesekan biola lebur sesempurna tawamu. Dan aku tetap menjadi segaris salju. Pada kedalaman laut yang kulihat pada matamu. Setelah senja itu. Kembang plastik merangkai rindu birubiru. Dan rinduku adalah Agustus, laut yang telah berganti menjatuhkan bulan saat mengaca di pesisir pulau poteran. Ombak yang menerjang karang dada. Keras. Tak gaduh lagi_orkestra kejatuhan. Rinduku adalah kembang plastik di kepalamu 19/09/2013
Pasar ada yang tertahan dalam benak seperti sepucuk kenangan yang belum sempat tereja kemudian jalanjalan menukik pada pasar pemberitaan tentang masa lalu itu, juz yang selalu bolak-balik berurutan duh! hari mengkeringat sepanjang jalan itu pasar semakin panas dan ramai tak ubahnya bel pagi saat burung-burung apel kenangan itu tetap saja bernama kenangan menggenang; datang; menantang; menendang hilang otakku 28/09/2013
*) Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep
I/.
Ia melirik ke dalam makam, begitu sampai di pintu keluar. Angin berkesiur, meruapkan bebauan bunga kamboja. Cahaya petang berkedap. Nisan yang ia lirik dari kejauhan telah berganti nama dirinya. Ia lega. Sudah bertahun-tahun ia tak menziarahi nisan itu, sampai ditandai dengan rambut yang memutih, bercak recak pada pipi bulat-bulat menghitam, dan sorot mata yang dirasakannya tambah merabun. "Ada yang layak ditebus dalam perjalanan usia, tanpa berterusterang", demikian ia mengigau, begitu sampai di tepi persimpangan tiga danau, menyalakan obor, kembali menaiki sampan. Tak boleh sampai gelap-pekat ia mesti tiba di tepi seberang, Tak alpa menyalakan lentera di dalam rumahnya yang kumuh, penuh hilir-mudik keriut suara tikus. Dulu, ia memang mengutuk diri sebagai perempuan laknat, karena setiap kali hamil tua sengaja mandi di bawah bulan purnama, di pinggir sumur, di luar kamar mandi. Orangorang kampung di tempat bermukimnya tahu, jika ada perempuan hamil tua yang mandi di bawah bulan purnama, pasti bakalan kehilangan bayi. Setidaknya, bayi yang dilahirkan akan cacat. Pokoknya, siallah. Namun, ia tak menggubris keyakinan itu, dan benarlah, tiga anaknya menjumpai malapetaka selama hidup. Anak pertama, lahir tanpa menangis, malah mendesis, seperti ular. Tak sampai tali pusarnya putus, mati. Anak kedua, hanya mampu hidup empat bulan, terserang diare dua minggu, dan menyusul mati seperti kakaknya. Anak ketiga, tentu lebih mengerikan nasibnya, mati mengenaskan dimakan buaya ketika sedang sendirian mandi di tepi danau. Agak lumayan, waktu itu usianya sempat sampai sepuluh tahun. Di masa tua, seperti yang terlalui dalam hari-hari dua tahun terakhir ini, kesibukannya yang rutin hanyalah keluar-masuk hutan, mencari kayu bakar dan berkebun, di sepetak tanah belakang rumah. Ia menghindar dari keramaian orang-orang kampung. Ia tak mau menghadiri acara apapun yang digelar orang-orang kampung. Bahkan, tempat bermukimnya pun ia pilih menjorok, di dekat hutan. Bolehlah orang-orang kampung menyebut dirinya sebagai nenek yang menyelimpang dari jalan yang lazim, paling tidak dari kewajaran hidup keseharian.
Jangan tanya, tak pernah ada surat yang datang, yang dulu bisa sebulan sekali. Entah dari kerabat, entah dari sanakkeluarga. Karena surat-surat yang datang tak pernah dibalas, lumrah jika ia didiamkan saudara-saudaranya. Pada suatu malam, bulan purnama kembali bersinar. Cahayanya berkilau memutih, seolah-olah memantul di kelegangan air danau, tempat anak bungsunya dimakan buaya. Ia tepekur menatap danau, tanpa harus mengingat-ingat kematian anaknya, yang tinggal kepalanya tersungkur di tepian, sempurna dengan matanya yang melotot, mengalirkan sisa sembab air mata. Aneh, ia malah bermain mata dengan buaya-buaya yang ada di danau itu. Ia tahu, mata buaya akan menyala jika malam hari, seperti lampu neon lima belas watt. Tak sampai hitungan enam pasang, biji-biji mata buaya itu berjajar rapi. Tentu, bukan salah satu dari buaya itu yang telah membunuh anaknya, karena buaya yang membunuh anaknya sudah lama mati. Namun, memang buaya-buaya itulah yang beranak-pinak, sengaja tak dibunuh meskipun mereka selalu sigap membunuh. Ia bersitatap dengan para buaya, di tepi danau yang elok indahnya. Dingin merajam kulit. Kalau siang sampai sore hari ia masih berani menyeberangi danau itu, sekalipun ada buaya. Ia merasa bisa menyiasati buaya-buaya yang baginya tak begitu membahayakan. Tapi, kalau malam terlanjur menggelap-pekat, ia tak mau melawan kehendak alam. Ia sadar, pada saat-saat tertentu alam bakalan keji. Tak terduga, tak tertebak. II/.
Foto-foto anaknya begitu lucu, terutama yang bungsu. Berkalung tulang sapi berbentuk tengkorak, berbaju tak pernah dikancingkan, bercelana gembrong, membawa ketapel. Ia akan memandangi foto-foto itu kalau pas kangen, di malam hari sebelum merebahkan diri, setelah berlamalama mengaca wajah, mengurut pipi kanannya yang penuh recak, bekas luka akibat ditampar dan dipukul
ganas tangan lelaki. Sembari menyibakkan geraian rambut ke kanan dan ke kiri, ia termangu, tanpa tersedusedan. Masih ada sisa kelucuan yang menggerakkan kelenjar saraf ketuaannya, apalagi jika foto-foto yang ia lihat pas anak bungsunya berkacak pinggang. Atau, ketika menenteng burung hasil buruan dengan ketapel. Hmmm, seakan tak ada jarak dengan waktu yang silam, karena kangen terlampau menghunjam dada. Ia mendesah, mengucek mata, mengantuk. Malam seperti kelebat malaikat berjubah hitam. Lentera kamar ia matikan, ia tak dapat tidur tanpa kegelapan. Orang-orang kampung pernah mau mengusirnya ketika ia dianggap sebagai dukun, sebab kebiasaannya tak mau bergaul. Rumahnya juga dianggap sebagai gubuk ilmu hitam, karena satu-dua orang asing entah dari kampung mana sesekali bertamu. Hampir saja ia dan rumahnya dibakar, seandainya tak bisa menjelaskan secara baik-baik tentang kebiasaannya. Untunglah, pada akhirnya kecurigaan dan kemarahan orang-orang kampung mereda, bahkan memaklumi. "Biarlah ia hilang. Sesuka hati ia gembira", demikian sesepuh kampung berujar, bernilai jimat agar tak mengobarkan amarah. Ia bersyukur. Tuhan berpihak kepada pendiriannya. Ia bersimpuh, tanpa harus kerepotan berjalan tertatih, memasuki tempat ibadah. III/.
Malam yang ke sekian. Bulan purnama gagal berkilau, terhalang mendung semenjak sore. Purnama kesekian yang mengingatkannya pada ringis tangis anak-anaknya yang memecah keheningan rumah. Purnama yang dulu selalu ditandai lolong anjing yang memanjang, sebelum ia mandi tepat ketika pergantian malam, pergantian hari. Sesekali ia malah berdendang, jika mengingat semuanya yang telah berubah. Dendang yang ia alunkan seirama seorang tua yang sedang menimang-nimang, menidurkan anaknya sembari digendong.
Bedanya, kini ia mendendangkan syair jika pas mengaca-wajah, seperti malam itu, karena gagal mengharap purnama. Ah, sebentar lagi hujan. Dingin benar-benar mengabarkan hujan. Membasahi hutan, membasahi tanah. Memperbanyak rawa, mengeruhkan danau. Ia cuma berharap, semoga hujan tak sampai pagi, bahkan siang hari. Semoga hujan turun sebentar saja, asal basah tanah, asal terguyur bumi. Kalau berlamalama, pasti ia juga yang kerepotan. Jalan ke hutan yang becek bakalan membuatnya terpeleset. Begitulah dari hari yang satu ke hari yang lain, semau-mau ia menapak. Berkali-kali telah ia robek ingatan atas sosok seorang lelaki. Terlanjur ia kutuk sang lelaki dengan menyantet, kemampuan yang ia dapatkan ketika sebulan pernah berguru kepada seorang kakek, dulu, pada suatu masa, di lereng sebuah bukit. Jika tahan, karena kuat puasa empat puluh hari empat puluh malam, tentulah siapa pun dapat melihat benda-benda yang ia terbangkan untuk menyantet. Paku payung, silet, gunting, maupun pisau dapur bukanlah benda-benda yang mengejutkan jika suatu saat bersliweran. Benda-benda itu adalah bendabenda intim yang kapan pun bisa ia sarangkan ke dalam perut. Yang menggembirakan, kesemua benda itu telah bersarang di perut lelaki yang nama nisannya telah ia ganti. Dulu, lelaki itu mempecundanginya dengan berbohong tak pernah menggumuli perempuan selain dirinya. Padahal, secara sembunyi-sembunyi, ternyata telah beranak-pinak dengan salah seorang perempuan buruh ladang pemetik daun teh. Hmmm, tanah-ladang miliknya sendiri, yang juga telah ia lupakan, seiring kemauan mengubur kenangan atas wajah seorang lelaki. Entah siapa pun orang kampung yang melanjutkan merawat ladang teh itu ia rela. Entah mungkin saja hanya jadi bongkahan tanah kosong. Entahlah. Desir angin malam merambati celah pori-pori tangan dan wajahnya. Ia menguap. Mengatupkan mulut. Memejamkan mata. Mimpi? Sudah berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun ia tak pernah lagi bermimpi. Ah, mungkinkah ia sengaja mengganti nama nisan suaminya karena diam-diam tetap merasa berdosa? Atau, justru melengkapkan kesalahan dengan sama sekali tak peduli akan surga? Begitukah gugatannya terhadap ingatan usia?= *) Crew majalah Retorika, warga PMII Sumenep, juga sebagai mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep.
Pengalaman Para Santri di Negeri Barat Oleh: Noval Maliki Direktur Demi Buku Institute, Tinggal di Yogyakarta Selama ini, seolah ada asumsi pada sebagian besar kalangan muslim Indonesia bahwa ilmu-ilmu keislaman hanya layak dipelajari di Timur-Tengah, seperti Mesir, Arab Saudi, dan negara-negara Arab lainnya yang pernah menjadi pusat kebudayaan Islam seperti Baghdad dan Qum.
S
edangkan negara-negara Barat di benua Eropa dan Amerika, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman jangankan menjadi tempat studi Islam, bahkan gambaran umum umat Islam saat ini saja masih menganggap bahwa belahan dunia tersebut bukan merupakan tempat tinggal yang ideal bagi mereka. Alih-alih menjadi seorang yang taat beragama, orang Islam yang datang ke Amerika akan luntur keimanannya, tergerus dan tergoda oleh gemerlap kehidupan duniawi, jatuh ke dalam pergaulan bebas, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Sedangkan makanan yang halal dan masjid
A
untuk sholat berjamaah sulit didapat sebagaimana perempuan yang mengenakan jilbab sulit mendapat pekerjaan. Rupanya asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar, setidaknya menurut penuturan Fachrizal Halim, salah satu kontributor dalam buku berjudul Berguru ke Kiai Bule ini. Menurutnya, stereotif yang terbentuk saat ini lebih dikarenakan adanya kesalahpahaman yang bersumber dari rasa curiga umat Islam terhadap nilai-nilai sekularisme yang berlaku dalam masyarakat Barat, khususnya Amerika. (Halaman 240) Terlebih kesalahpahaman dan rasa curiga tersebut
kemudian dibumbui dengan romantisme dan rasa superioritas berlebihan umat Islam terhadap masyarakat ideal Islam masa lalu yang tercermin dalam pandangan bahwa umat Islam seharusnya hidup dalam masyarakat yang islami dan diatur dalam sistem pemerintahan Islam. Faktanya, Ismail Fajrie Alatas justru menemukan kembali khazanah intelektual Islam di negeri Paman Sam. Tepatnya pada departemen studi Timur Tengah, University of Michigan. Uniknya, Profesor Bonner, salah satu pengajarnya, bahkan menggunakan sistem pengajaran yang mirip sekali dengan tradisi pesantren-pesantren kuno di Jawa, terutama kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yakni sistem sorogan. Pada saat kelas dimulai, sang profesor akan menunjuk seorang murid untuk mulai membaca teks yang kita
pelajari secara lantang, dan disimak oleh murid yang lain. Jika terdapat kesalahan dalam pembacaan, baik dari segi makhraj ataupun pemberian harakat pada teks, dia akan bertanya pada murid mengapa demikian. Dan jika tidak dapat dijawab barulah Prof. Bonner membeberkan kesalahan serta koreksinya. (Halaman 80) Selain itu, tidak sedikit majelis-majelis taklim dan dzikir yang bertebaran senatero Amerika. Kebanyakan didirikan oleh warga muslim Amerika yang pernah menimba ilmu di Tarim, Yaman. Setiap minggu mereka mengadakan pembacaan maulid. Sebuah pemandangan yang meruntuhkan persepsi orang tentang Amerika Serikat yang penuh seks bebas dan kekerasan sebagaimana terdapat dalam film-film Hollywood. Beragam alasan kenapa para intelektual muda ini lebih memilih untuk menjadi
santri para kiai bule di Barat. Mulai dari adanya beasiswa yang memungkinkan mereka untuk bersekolah gratis, pengalaman yang baru di negara maju, atau sebagaimana yang dikemukakan oleh Al Makin, yaitu karena semangat, atau sebagian semangat, dari kota Muslim zaman klasik, sekarang diwarisi kota-kota Barat. Di Universitas, para akademisi terus menerus melakukan riset, berpikir, mengkritisi teori terdahulu, dan mengeluarkan pendapat baru, seperti tampak dalam dinamika mazhab Maliki, Syafi’i, Hambali, Hanafi; seperti dinamika Kharijiyah, Qadariyah, Ahlissunnah, dan Mu’tazilah. Semua masih tetap memegang semangat dinamis, tidak berhenti seperti kebanyakan negeri-negeri muslim. (Halaman 50) Kehadiran buku setebal 275 halaman ini mampu mengajak pembaca menelusuri perci-
kan cahaya keislaman dalam lorong-lorong peradaban Barat nan jauh di sana. Pergumulan dengan kultur yang berbeda dengan tempat tiga belas santri ini lahir dan dibesarkan, tetap bisa berjalan mesra. Sebagaimana dikatakan oleh Sumanto Al-Qurtuby dalam pengantar, kehadiran buku ini berangkat dari sebuah premis dan spirit bahwa jika kita ingin dihargai negara, bangsa, dan agama lain, amak kita juga harus menghargai negara, bangsa, dan agama lain itu. Prinsip saling menghargai tersebut tentu saja berlaku dimana saja dan bagi siapa saja. Karena dengan sikap itulah proses dialog yang dapat memperkaya wacana serta wawasan antar manusia dengan tradisinya dapat terjadi. Sedangkan sikap pongah dan rasa curiga berlebihan hanya membuat kita teralienasi dari dunia yang terus bergerak.=
Pemimpin Redaksi Abrari (Non Aktif), Wakil Pemimpin Redaksi Zeinul Ubbadi, Redaktur Ahli M. Husein, Redaktur Pelaksana Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari, Sekretaris Redaksi Benazir Nafilah, Admin Indriani Y.M, Tata Letak Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Desain Grafis Ach. Sunandar, Khoiril Anwar, Fotografer Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif), Website Hairil Anwar, Biro Sumenep M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Biro Pamekasan G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni Biro Sampang Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H, Junaidi, Biro Bangkalan Moh. Ridwan (Kepala), Doni Harianto, Biro Surabaya Endra Franata (Kepala), Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati, Dedy Bashori, Biro Probolinggo M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah, Biro Jakarta Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy Kontributor FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia), Manajer Pemasaran Moh. Rasul Accounting Ekskutif Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) Penerbit PT. Koran Madura, Komisaris Rasul Djunaidi, Direktur Utama Abrari, Direktur Keuangan Fety Fathiyah, Alamat Redaksi Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, email koranmadura@ymail.com, opini.koranmadura@gmail.com, Telepon/Fax (0328) 6770024, No. Rekening BRI 009501000029560, NPWP 316503077608000 http:// www.koranmadura.com/ | Wartawan Koran Madura dibekali ID Card (kartu pengenal) dan tidak diperkenankan menerima imbalan berupa apapun dari narasumber
OL AHRAGA
88
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
JUMAT 13 DESEMBER 2013
Neymar “Ngamuk” Cetak Trigol Saat Barcelona Menghajar Celtic 6-1
STATISTIK NEYMAR 44’ 48’ 58’
90%
Akurasi Umpan
87
Sentuhan
9
Total Tembakan
3
Total Gol
1
Asis
11
Dribel Sukses
2
Tekel
Neymar (mengangkat tangan) merayakan golnya ke gawang Celtic. Pada laga kontra Celtic, Neymar menyumbang tiga gol dari enam gol kemenangan timnya. BARCELONA - Meski sudah memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions, Barcelona tidak bermain-main saat menjamu Celtic pada pertandingan terakhir Grup H Liga Champions di Camp Nou, Kamis (12/12) dini hari WIB kemarin. Mereka menyikat tim Skotlandia, Celtic, tanpa ampun dengan skor telak 6-1. Pada laga tersebut, Neymar “ngamuk” dengan mencetak tiga gol atau hattrick. Ini adalah hattrick pertama Neymar untuk “El Barca”. Selain cetak ketiga gol itu, Neymar juga membuat satu umpan untuk satu gol Barcelona lainnya yang dicetak Pedro Rodriguez. Sedangkan dua gol sisa masing-masing dibuat Gerard Pique dan Christian Tello. Bagi Neymar, dengan tiga gol tersebut dia disejajarkan dengan
empat pemain Barca lainnya yang membuat hattrick di Liga Champions, yakni Rivaldo, Ronaldinho, Samuel Eto’o, dan Lionel Messi. Neymar betul-betul bisa mengisi kekosongan Barcelona yang ditinggal Messi karena cedera. Selain itu, Neymar menjadi dirigen bagi timnya guna kembali ke jalur kemenangan setelah mengalamu dua kekalahan beruntun masing-masing dari Ajax Amsterdam di Liga Champions dan Atheletic Bilbao di La Liga. Akhir pekan lalu, mereka menang di ajang Copa Del Rey, tetapi lawannya adalah tim dari divisi tiga, Cartagena. Penampilan Neymar yang gemilang itu mendapat pujian dari banyak pihak. Tetapi Neymar sendiri santai menanggapi pujian tersebut. “Satu hal yang penting adalah kami bisa mengatasi situasi kurang menyenangkan dalam tim sekarang. Sekarang kami akan fokus ke liga,” kata Neymar. (espn/aji)
BARCELONA Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel
6 3 11 10 20 19 22
Penguasaan Bola
93%
74%
Umpan Sukses
CELTIC Gol Offside Pelanggaran Sepak Pojok Throw-in Dribble Tekel
1 3 8 2 10 7 21
Penguasaan Bola
26%
75% Umpan Sukses
Napoli Tersingkir Meski Menang di Laga Terakhir Arsenal tetap memastikan langkah menuju babak 16 besar meski dikalahkan Napoli 0-2 dalam laga pamungkas Grup F Liga Champions di San Paolo Kamis (12/12) dini hari WIB. Namun, posisi puncak klasemen yang dipegang “The Gunners” sebelumnya harus lepas dari genggaman setelah Dortmund sukses meraih tiga poin berkat kemenangan 2-1 atas Marseille. Dortmund, Arsenal, dan Napoli sama-sama mengumpulkan 12 poin, tetapi, wakil Jerman itu unggul dalam selisih gol dari Arsenal. Begitu juga dengan tim “Meriam London” yang lebih unggul dalam produktivitas gol dari Napoli. Dengan hasil ini, Dortmund dan Arsenal melaju ke fase selanjutnya, sementara “Partenopei” harus puas merambah kasta kedua alias Liga Europa. “Sangat menyakitkan kami tersingkir setelah mengumpulkan 12 dari 18 poin dan mampu mengalahkan tim terbaik Inggris dan juga runner-up Liga Champions. Saya pikir kondisi ini tidak akan pernah terjadi,” ucap striker Napoli Gonzalo Higuain. Diwajibkan meraih kemenangan dengan skor besar, Napoli yang tampil sebagai tuan rumah langsung tampil
menekan. Namun, pertahanan Arsenal masih kokoh dan sulit ditembus hingga babak pertama usai yang harus berakhir imbang tanpa gol. Memasuki interval kedua, Arsenal coba membalas dengan serangan melalui Mesut Ozil. Namun sayang,
tembakannya pada menit ke-50 belum membuahkan hasil setelah hanya menyamping di sisi gawang. Napoli balik menyerang setelah satu jam pertandingan. Mertens membuat repot pertahanan Arsenal sebelum melepas tendangan yang arahnya masih melen-
ceng. Di menit ke-69, Lorenzo Insigne mencoba peruntungan dengan tembakan jarak jauhnya. Hanya saja arah bola masih tepat ke pelukan Wojciech Szczesny sehingga sang kiper masih mampu menjaga gawangnya dari kebobolan. Dua menit kemudian giliran Higuain yang melewatkan peluang usai menyambut umpan dari Jose Callejon. Dari sudut yang sulit, sepakan eks penggawa Real Madrid ini masih membentur mistar gawang. Namun, pada menit ke-73, usaha Higuain akhirnya berujung gol pemecah kebuntuan. Dengan sempurna, bomber asal Argentina ini menuntaskan umpan matang dari Callejon untuk membawa timnya memimpin. Kesempatan Napoli untuk bisa menambah pundi-pundi gol semakin terbuka setelah Mikel Arteta menerima kartu kuning kedua alias kartu merah pada menit ke-76. Namun, tuan rumah baru bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan gol di masa injury time. Callejon menggandakan skor bagi Napoli usai memanfaatkan assist dari Insigne. Akan tetapi di sisa waktu yang sempit, Napoli yang butuh satu gol lagi untuk memastikan lolos ke 16 besar tidak mampu merealisasikannya.(Espn/aji)
Inggris dan Jerman Berjaya, Italia Terpuruk LONDON - Klub-klub Jerman dan Inggris menguasai panggung babak 16 besar Liga Champions musim ini, setelah negara itu meloloskan keempat wakilnya ke babak fase gugur. Sedangkan Spanyol hanya diwakili oleh tiga dari empat utusan setelah Real Sociedad gagal melaju ke babak 16 besar. Yang paling tragis adalah Italia. Negeri Pizza ini hanya diwakili oleh satu klub dari tiga peserta yang bermain di babak grup. Jerman diwakili oleh Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen dan Schalke 04. Sedangkan Inggris diwakili oleh Manchester United, Chelsea, Manchester City dan Arsenal. Spanyol diwakili oleh Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Uniknya, wakil-wakil Spanyol ini semuanya menjadi juara grup. Sedangkan satu-satunya wakil Italia adalah AC Milan yang lolos ke fase grup melalui kualifikasi. Sementara jawara Serie A musim lalu Juventus terhenti oleh Galatasaray. Begitupun Napoli yang harus tersingkir karena kalah selisih gol dari Dortmund dan Arsenal. Dua tim Italia ini akan bermain di kompetisi kelas dua di Eropa yaitu Liga Europa. Dengan hanya menempatkan satu wakil di babak 16 besar, maka posisi Italia di Liga Champions di masa mendatang semakin sulit. Sebab dengan perhitungan koefisien, maka bukan tidak mungkin jatah mereka di Liga Champions akan semakin dikurangi. Ketika Serie A masih sebagai kiblat sepakbola Eropa, Italia diwakili empat klub di Liga Champions. Tetapi dalam dua musim terakhir, Italia hanya diwakili tiga klub, dua klub teratas lolos otomatis, sedangkan tim ketiga mengikuti dari babak kualifikasi. Kini hanya Inggris, Jerman, dan Spanyol yang mengutus empat wakil ke Liga Champions. Musim lalu, Italia masih diwakili dua tim di babak 16 besar hingga perempat final yaitu Juventus dan AC Milan. Meskipun kedua tim ini akhirnya tersingkir di perempat final. Ketika itu keduanya disingkirkan oleh dua tim Spayol yaitu Madrid menyingkirkan Juventus dan Milan dihentikan langkahnya oleh Barcelona. Di luar ke 12 klub itu, masing-masing empat dari Jerman dan Inggris, tiga dari Spanyol, dan satu dari Italia, empat tim lain peserta babak 16 besar berasal dari Rusia (Zenit St Petersburg), Turki (Galatasaray), Prancis (Paris Saint-Germain), dan Yunani (Olypiakos). Terkiat lolosnya Milan ke babak 16 besar, striker Milan Mario Balotelli pun bangga. Tetapi pada saat bersamaan dia mengaku sangat sedih karena Juventus dan Napoli gagal melaju. Kini beban berat ada di pundak AC Milan. Juara Liga Champions tujuh kali itu menjadi satu-satunya harapan Italia di kompetisi paling elite di Eropa itu. “Setelah kartu merah, kami harus bermain lebih bertahan. Saya bakal suka jika menctak gol, tapi yang terpenting adalah tak kebobolan. Tim Italia lainnya seharusnya bisa bergabung bersama kami di fase knock-out, dan saya kecewa mereka tak bisa mencapainya. Tapi, saya merasa senang untuk Milan,” kata Balotelli. Dia melanjutkan, “Apakah saya mempunyai keinginan untuk babak selanjutnya? Tidak, sebagaimana yang lainnya kami akan berhadapan dengan juara dari grup lain.” . (aji)
Mario Balotelli
Thailand Kalahkan Skuad Garuda Muda 4-1 YANGON - Tim Nasional (timnas) Indonesia U-23 kehilangan tajinya saat melawan Thailand di laga kedua Grup B cabang sepakbola SEA Games XXVII. Skuad Garuda Muda takluk dengan skor telak 1-4 atas musuh bebuyutannya itu. Pada laga yang dihelat di Thuwanna YTC Stadium, Kamis (12/12/2013) sore WIB, Indonesia tampak kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga berlangsung. Malah, sisi pertahanan timnas lebih banyak ditekan oleh anak-anak “Gajah Putih” (julukan Thailand). Thailand sendiri bermain nyaris tanpa cacat dalam laga ini. Baru semenit laga berjalan gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga sudah dibobol oleh Pokkhao Anan, yang melepaskan tembakan jarak jauh dan tak bisa
dihalau Kurnia Meiga. Di menit 17 Indonesia punya kesempatan untuk menyamakan skor ketika Ferinando Pahabol melakukan solo run melewati beberapa pemain. Tapi di kotak penalti, bola yang dibawanya lebih dulu dihalau barisan belakang Thailand. Tiga menit setelahnya gawang Indonesia jebol lagi. Adisak Kraisorn melepaskan sepakan terukur ke tiang jauh yang tak dapat dijangkau Meiga. Gol ini nampak sekali merupakan kesalahan barisan pertahanan Indonesia. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Babak kedua baru berjalan lima menit, Thailand mendapatkan penalti menyusul pelanggaran pemain Indonesia terhadap Thailand di kotak penalti. Pemain Indonesia sempat protes karena kesalahan itu terjadi di luar kotak
penalti, sebagaimana dalam tayangan ulang. Tapi wasit bergeming dan tetap memberikan penalti untuk
Thailand yang dieksekusi Pravinwat Boonyong dengan sempurna, untuk mengubah skor jadi 3-0. Thailand memaksa Meiga
memungut bola untuk keempat kalinya di laga ini pada menit 80. Berawal dari serangan balik cepat, bola mencapai di sisi kiri dan kemudian dikirimkan ke sisi kanan kotak penalti. Kali ini giliran Thitipan Puangchan yang menerima bola melihat celah kosong di antara bek-bek Indonesia, dan kemudian melepaskan sepakan keras ke pojok atas gawang Meiga. Di menit 91 Indonesia akhirnya mencetak gol hiburan lewat Andri Ibo yang mengarah tepat ke pojok atas gawang. Dengan kekalahan ini Indonesia masih tertahan di posisi ketiga dengan tiga poin dari dua laganya, dengan rekor memasukkan dua gol dan kemasukkan empat gol. Di pertandingan ketiga, Indonesia akan lawan Timor Leste pada
14 Desember. Sementara Thailand dan Myanmar berada di posisi pertama dan kedua. Thailand unggul dalam hal produktivitas gol. (dar)
Susunan Pemain Indonesia: Kurnia Meiga, Diego Michiels, Andri Ibo, Manahati Lestusen, Alfin Tuasalamony, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah (Yandi Sofyan 63’), Andik Vermansah, Yohanes Pahabol (Ramdani Lestaluhu 77’), Bayu Gatra, Fandi Utomo (Dendi Santoso 54’) Thailand: Kawin Thammasatchanan, Pravinwat Boonyong, Sakolwat Skollah, Theeraton Bunmathan, Artit Daosawang, Pakorn Prempak (Sarawut Masuk 66’), Pokkhao Anan (Chanathip Songkrasin 55’), Thitipan Puangchan, Charyl Chappuis, Krirkrit Thaweekarn, Adisak Kraisorn (Chananan Pombuppha 60’)
Taneyan Lanjang JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II
JUMAT
13 DESEMBER 2013
1 9
OUTSOURCHING NAKAL
Dewan Mendesak PLN Tindak Tegas BANGKALAN - Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali dikeluhkan. Sejumlah warga Desa Modung, Kecamatan Modung, Bangkalan, mengadukan pelayanan pihak ketiga (OutMukaffi Anwar sourching) PLN Ketua Komisi C DPRD yang dinilai tidak adil memberikan Bangkalan pelayanan. Sebab, masyarakat Modung mendapatkan pelayanan yang berbeda-beda antara warga yang satu dengan yang lainnya. “Tapi sudah beres tadi, tampaknya ini hanya kesalahpahaman antara PLN dan warga saja,“ kata Mukaffi Anwar, ketua Komisi C DPRD Bangkalan. Namun demikian, Mukaffi tetap memberi catatan atas kurang maksimalnya pelayanan PLN selama ini. Seringkali pelayanan yang diberikan pihak outsourching kepada masyarakat memang kurang memuaskan. Sehingga hal itu menimbulkan protes warga atas ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Saat ini masyarakat sudah mulai mengetahui dan mengerti terhadap apa yang menjadi hak mereka. Jadi jangan sekali-kali memberikan pelayanan yang tidak sesuai standart. “Masalah pihak ketiga atau outsourcing yang ada di daerah-daerah, seringkali memang kurang memuaskan pelayanannya terhadap pelanggan. Perlu diingat, masyarakat sudah pintar. Jadi PLN itu, jangan berbuat nakal dengan memberikan pelayanan yang tidak maksimal,” ujar politisi PDIP ini. Oleh sebab itu, komisi C berharap, PLN mampu bersikap tegas dan memberikan pembinaan kepada sejumlah outsourcing yang ada di bawahnya, karena itu bersinggungan langsung dengan masyarakat. Terlebih masyarakat jangan sampai merasa dirugikan akibat pelayanan yang buruk. Kondisi seperti itu tidak boleh dibiarkan saja. Namun harus dilakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan. (dn/rah)
SE MENDAGRI
Daerah Diintervensi PAMEKASAN - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Suli Faris menilai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) tentang Pemilihan Kepala desa (Pilkades) tahun 2014 sebagai bentuk intervensi terhadap Pemerintah Daerah (Pemda). Dalam SE itu, Mendagri mengimbau kepada Bupati/Wali kota untuk meniadakan pelaksanaan Pilkades selama masa pemilihan umum di tahun 2014, Pilkades baru bisa dilaksanakan kembali di tahun 2015. Menurut Suli Faris, SE itu merupakan bentuk intervensi Mendagri terhadap kewenangan kepala daerah terkait pilkades. Karena sesungguhnya kegiatan pilkades dan tahapannya, sepenuhnya merupakan kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat terhadap Daerah Otonom (kabupaten/kota). Apalagi, lanjutnya, alasan yang digunakan untuk melakukan penundaan pilkades hingga 1 tahun itu karena adanya pemilihan anggota legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Alasan tersebut, kata dia, sangat kurang tepat, karena pilkades tidak akan mengganngu tahapan pelaksanaan kedua pemilu. “Ini sudah merupakan intervensi pada (pemerintah) daerah. Penundaan selama satu tahun itu sangat tidak masuk akal, kecuali ditunda beberapa bulan hingga kedua pemilu selesai dilaksanakan,” katanya. Suli menjelaskan antara pilkades dengan pemilu tidak bisa dikaitkan, karena kepanitiaannya berbeda dan anggarannya juga berbeda. Seharusnya Mendagri tidak perlu mengeluarkan SE tersebut. Suli juga menilai SE tersebut menunjukkan ketidak konsistenan pemerintah. Sebab pada poin kedua dalam SE tersebut dinyatakan Bupati/Walikota diimbau mengangkat Penjabat Kepala Desa bagi desa-desa yang jabatan kepala desanya telah habis dari PNS atau tokoh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Padahal, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang pemerintahan desa dinyatakan pejabat kepala desa adalah Sekretaris Desa. “Istilah PNS dan tokoh masyarakat yang digunakan dalam Surat Edaran itu terlalu luas, sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang yang memiliki kepentingan. Jangan-jangan nanti guru PNS mengajukan untuk jadi plt kades,” kata Suli. (oni/muj/rah)
edo/koran madura
DEMO. Masyarakat Giliraja Kecamatan Gili Genting menggelar demo di depan kantor DPRD Sumenep mendesak pemerintah Sumenep untuk merealisasikan pembangunan pembangkit listrik, Kamis (12/12).
PEMBANGKIT LISTRIK
Bupati, Mana Janjimu? SUMENEP - Puluhan masyarakat Giliraja, Kecamatan Gili Genting, menagih janji Bupati A. Busyro Karim, Kamis (12/12). Bupati hingga saat ini belum merealisasikan pembangunan listrik di Giliraja yang sudah dijanjikan lebih dari 1 tahun. Sekitar pukul 13.00, mereka menagih janji bupati dengan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep, jalan dr Cipto. Mereka meneteng lampu teplok sebagai simbol. Pasalnya, dengan belum adanya pembangkit listrik membuat masyarakat Giliraja gelap. “Ini sudah keterlaluan. Bupati kala meresmikan Petik Laut berjanji akan membagun pembangkit listrik. Janji itu disampaikan Bupati di hadapan ratusan rakyat Giliraja. Tapi hingga ini pembaguan pembagkit listrik itu tak terealisasi,” ujar salah satu orator, Eko Wahyudi. Dalam orasinya, ia menyampaikan ketidakpuasannya terhadap pemerintah daerah. Belum terealisasinya pembangkit listrik membuat harga listrik yang dikelola swasta sangat mahal dan pelanggan mengaku terpaksa. Tarif perbulannya ada yang mencapai di atas Rp 200 ribu. Encung, salah satu pelanggan dengan daya 450 KWH pada Juli 2013 dikenakan tagihan Rp 240 ribu. Pada bulan Agustus dikenakan Rp 270 ribu, dan pada September dikenakan tagihan Rp 265 ribu. Pada bulan Oktober sebesar Rp 272 ribu dan pada November dikenakan tagihan sebesar Rp 278 ribu. Bupati didesak untuk merealisasikan pembangkit listrik. Sebab jika pengelolaan pembangkit listrik masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Desel (PLTD) yang dikuasai swasta, rakyat Giliraja menngaku sangat dirugikan. Namun, sekalipun telah berorasi cukup lama, Bupati A. Busyro
Karim tidak menemui demonstran. Untuk menyampaikan aspirasinya, mereka mengalihkan aspirasi ke dewan perwakilan rakyat daerah. Demonstran menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Jalan Trunojoyo.
Menerobos Pantauan Koran Madura, demonstran berorasi dengan menaiki pagar Gedung DPRD Sumenep. Setelah menunggu cukup lama sambil berorasi, akhirnya massa diperbolehkan masuk untuk audiensi dengan pimpinan DPRD dan ketua fraksi. Mereka ditemui Ketua Komisi B Bambang Prayogi bersama sejumlah anggota. Akibatnya, massa kalab dan merangsek menerobos lantai II Gedung DPRD untuk bertemu dengan ketua komisi dan fraksi. Massa yang sudah tidak terkendali itu, mencoba menembus barikade polisi dan satpol PP guna menemui wakil rakyat yang sedang melakukan rapat paripurna di lantai II. Melalui lobi, tuntutan mereka untuk mendatangkan ketua komisi dan ketua fraksi akhirnya terpenuhi. Di ruangan Komisi B, audiensi digelar. Dalam audiensi tersebut, dihadiri Ketua Komisi B Bambang Prayogi dan Wakil Komisi B Dwita Andriyani. Selain juga hadir Ketua Fraksi PBB Fauzi Hasyim, Ketua Fraksi PPP Subaisi, Ketua Fraksi PKNU Moh Husin dan Ketua Fraksi PKB Dul Siam. Syahrul, peserta aksi, lantas membeberkan kekesalannya atas mahalnya tarif listrik yang dikelola dan dikuasai pihak swasta. Listrik berdaya 450 KWH, tarif tagihan listriknya mencapai Rp 100 ribu. Dia menilai pemerintah tidak tanggap. Saiful, peserta aksi yang lain, menyorot terkait kurang seriusnya pemerintah dalam menangani persoalan pembangkit listrik di Giliraja. Pasalnya, dengan dikuasai oleh swasta, membuat penerangan yang mengandalkan PLTD (Pembangkit Listrik
Tenaga Desel) itu hanya bisa bertahan selama 12 jam saja. Sehinga dia mendesak pemerintah agar listrik itu menyala 24 jam penuh. “Itu sudah harga mati,” pungkasnya. Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PBB Fauzi Hasyim mengatakan, pihaknya sudah merancang PLTS (Pembagkit Listrik Tenaga Surya) yang diajukan pada Dirut PLN waktu itu Dahlan Iskan dengan melalui jalur HMI Connection. Waktu itu Dahlan bersedia merealisasikan PLTS itu, namun kemudian gagal lantaran tiba-tiba Dahlan diangkat menjadi menteri. Semntara Ketua Fraksi PKNU Moh Husin justru menawarkan jika memang anggaran terbatas, setidaknya dewan harus menganggarkan itu dengan cicilan seperti Rp 200 juta tiap tahun. Dan komisi B harus memangkas pos anggaran belanja yang tidak terlalu penting. Ketua Komisi B Bambang Prayogi justru meminta semua kades empat desa yakni Benmaleng, Benberi, Jati dan Desa Lombang itu harus satu persepsi. Dengan mendesak jatah CSR perusahaan migas itu dialihkan saja semua dari proyek perbaikan jalan ke pembangkit listrik. (edo/mk) LISTRIK KEPULAUAN Warga Giliraja Pada Juli 2013 dikenakan tagihan Rp 240 ribu. Agustus dikenakan Rp 270 ribu. September dikenakan tagihan Rp 265 ribu. Oktober sebesar Rp 272 ribu. November dikenakan tagihan sebesar Rp 278 ribu. Ketua Fraksi PBB Sudah merancang PLTS (Pembagkit Listrik Tenaga Surya) yang diajukan pada Dirut PLN waktu itu Dahlan Iskan dengan melalui jalur HMI Connection. Waktu itu Dahlan bersedia merealisasikan PLTS itu, namun kemudian gagal lantaran tiba-tiba Dahlan diangkat menjadi menteri. Ketua Fraksi PKNU Dewan harus menganggarkan dengan cicilan seperti Rp 200 juta tiap tahun. Ketua Komisi B Semua kades empat desa yakni Benmaleng, Benberi, Jati dan Desa Lombang harus satu persepsi. Mendesak jatah CSR perusahaan migas dialihkan ke pembangkit listrik.
Putri Aidatus Sholiha Mahasiswi
Multi Talenta
P
utri Aidatus Sholiha bukan nama baru di kampusnya. Perempuan kelahiran 27 Agustus 1994 itu selain memiliki wajah manis yang membuat setiap orang yang melihatnya tidak pernah merasa bosan, juga menyimpan segudang prestasi. Potensinya telah diasah sejak duduk di bangku sekolah dasar dan terbukti. Pada masa kecilnya pernah menjuarai lomba baca puisi, pidato dan kaligrafi. Seiring dengan bertambahnya usia, prestasinya makin cemerlang. “Dulu saya hanya menyukai tiga hal itu, tapi semakin besar dan mengenal dunia kecintaanku tidak hanya pada puisi, pidato dan kaligrafi,” ujar mahasiswa semester V jurusan bahasa Inggris itu. Saat ini, selain menggeluti tari, sastra dan teater di unit kegiatan mahasiswa, kegiatan sehari-harinya beraktivitas di ranah domestik dan publik. Menggeluti banyak hal tak membuatnya merasa banyak masalah. “Kecilkanlah masalah yang besar dan jangan besarkan masalah yang kecil,” katanya diikuti seulas senyum menyungging dari bibirnya. Oleh karenya, perempuan yang selalu mengenakan jilbab tersebut tak pernah mengeluh. Baginya seakan tak ada waktu untuk memikirkan masalah. Entah itu masalah besar atau kecil. “Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai mereka yang mencintaiku,” ucapnya. (mk)
10
SURAMADU
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
PENDIDIKAN
POLITIK
Peran Kiai dalam Politik Masih Kuat
Dosen Teliti Pendidikan di Malaysia PAMEKASAN - Sejumlah dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur, melakukan penelitian mengenai perkembangan pendidikan di sejumlah negara, termasuk di Malaysia. Menurut Bagian Informasi dan Komunikasi (Infokom) STAIN Pamekasan Ali Humaidi, M.Si, Kamis, penelitian itu dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab dan motivasi majunya pendidikan di sebuah negara. “Kenapa tujuannya di Malaysia, karena Malaysia ini dulunya terbelakang, akan tetapi kemudian justru lebih maju dibandingkan Indonesia,” katanya menjelaskan. Sebenarnya, sambung Ali Humaidi, penelitian yang dilakukan dosen STAIN ke luar negeri itu, tidak hanya di Malaysia saja, akan tetapi juga di sejumlah negara tetangga, yakni Singapura. Hanya saja, objek penelitiannya berbeda. Jika di Malaysia fokus penelitiannya pada perkembangan pendidikan, akan tetapi di Singapura pada arkeologi. Ali Humaidi menuturkan, hasil penelitian perkembangan pendidikan di Malaysia oleh sejumlah dosen STAIN itu nantinya akan dipresentasikan di Manila dengan berbagai penelitian dari negara-negara Islam. “Bagi kami di STAIN, hasil penelitian itu nantinya akan menjadi referensi tersendiri untuk pengembangan pendidikan di Pamekasan secara khusus dan Madura secara umum, menjadi lebih baik,” katanya menjelaskan. Selain, sambung dia, hasil penelitian oleh sejumlah dosen STAIN Pamekasan itu akan menjadi bahan kajian bersama, pemkab di Madura untuk pengembangan pendidikan yang lebih lagi. “Sebab diakui atau tidak, kualitas sumber daya manusia kita di Madura masih butuh pembenahan akibat tingkat pendidikan yang masih rendah, disamping kualitasnya masih banyak yang belum memadai,” katanya menjelaskan. (ant/rah)
ant/irsan mulyadi
Seorang mahasiswi menunjukkan stiker anti korupsi. Kalangan pemuda dan mahasiswa mendesak aparat penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam mengungkapkan dan memberantas korupsi di Indonesia
Indonesia Butuh Anak Muda Berantas Korupsi Surabaya - Mantan Rektor Universitas Dr. Soetomo Dr Ulul Albab M.S mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan anak muda untuk memberantas kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) “Anak muda saat ini jangan hanya diam saja dan berpangku tangan. Harus ada gebrakan dari pemudapemuda untuk melawan gejala-gejala korupsi yang mulai tampak,” ujarnya saat menjadi pembicara Orasi kebangsaan dan diskusi mahasiswa anti-korupsi bertema “Menggagas Indonesia Sejahtera Tanpa Korupsi” di ruang sidang FMIPA, Gedung C-8 Universitas Negeri Surabaya, Kamis. Ia juga tidak menginginkan semakin meningkatnya
korupsi di negeri ini yang belakangan banyak dilakukan anak muda. Mengantisipasinya, kata Ulul Albab, agar tidak terjerumus lebih dalam lagi di lingkaran korupsi. “Anak muda, khususnya mahasiswa, harus membentengi dirinya dari indikasi-indikasi yang mengarah ke korupsi. Kalau tidak dari sekarang maka kapan lagi,” kata dia. Akademisi yang kebetulan mencalonkan diri sebagai calon legislator DPR RI daerah pemilihan I Jatim (Surabaya dan Sidoarjo)
ISU GENDER
Banyak Perempuan Menempati Posisi Strategis Surabaya - Kementerian Luar Negeri menyatakan banyak perempuan Indonesia telah memiliki peran penting diberbagai bidang sejak Kemerdekaan RI 1945 hingga saat ini. Hal ini dikatakan Perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Sulistiowati di acara Simposium Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, Mensinergikan Peluang dan Tantangan, yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Kamis. Dengan demikian, lanjut dia, pihaknya berharap pada tahun mendatang akan banyak lagi perempuan yang menempati bidang strategis semakin banyak. “Isu pengarusutamaan Gender merupakan tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan jumlah perempuan menempati posisi strategis,” katanya. Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap hasil dari simposium ini mampu menemukan solusi yang positif dan konstruktif sehingga Indonesia bisa menjadi barometer dunia dalam pengarusutamaan Gender. Simposium ini merupakan salah satu bentuk kerjasama bilateral dengan Negara-negara Asia Selatan dan Tengah. Negara-negera peserta simposium Afganistan, Azerbaijan, Bangladesh, Bhutan, India, Iran, Kazakhstan, Kyrgzstan, Maladewa, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan upaya untuk menegakkan hak-hak perempuan dan laki-laki atas kesempatan yang sama, pengakuan yang sama, dan penghargaan
yang sama di masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan PUG memperkuat kehidupan sosial, politik, dan ekonomi bangsa, dengan mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses pembangunan di setiap bidangnya. Kesetaraan dan keadilan gender menghendaki laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam proses
Isu pengarusutamaan Gender merupakan tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan jumlah perempuan menempati posisi strategis
pembangunan, akses yang sama terhadap pelayanan serta memiliki status sosial dan ekonomi yang seimbang. Asisten Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris Kota Surabaya, Eko Hariyanto mengatakan Kota Surabaya dipilih menjadi tuan rumah simposium karena berkat kepedulian terhadap pengarusutamaan Gender. Ia mengatakan bahwa kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI selama ini terjalin dengan baik sehingga kegiatan ini bisa digelar di Surabaya. Hal ini sangat bagus, semakin banyak pejabat Negara-negara berkunjung ke
Surabaya. “Sehingga, Surabaya bisa lebih banyak lagi melakukan kerja sama dengan negaranegara lain. Di Kota Surabaya perempuan sudah banyak menempati posisi strategis di Pemerintahan. Hal ini mennujukkan Kota Surabaya sangat memberikan ruang terhadap perempuan,” katanya. Disamping itu, lanjut Eko, pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan Kota Surabaya menjadi salah satu poin Kemenlu RI menunjuk Surabaya sebagai tuan rumah kegiatan ini. “Mulai dari program responsif Gender Pemkot Surabaya sudah dianggarkan dalam APBD. Di semua lini pun pengarusutamaan Gender juga telah dilakukan sejak lama. Tak salah, apabila Surabaya menjadi jujugan daerah lain untuk belajar,” jelasnya. Eko menjelaskan dihadapan para peserta simposium bahwa dalam pelaksanaan PUG ini, Pemerintah Kota Surabaya setiap tahunnya melatih ibu-ibu dari keluarga miskin untuk meningkatkan ekonomi keluarganya guna meningkatkan ketrampilan diri sebagai bekal bekerja dan berwirausaha. “Disamping itu terus mendorong munculnya kelompokkelompok usaha baru serta meningkatkan kualitas dan kemandirian kehidupan perempuan keluarga miskin. Hal ini bertujuan agar kaum perempuan juga mampu mandiri, bekerja dan berwirausaha. Kebijakan dan pelayanan publik serta program yang adil dan responsif gender akan membuahkan manfaat yang adil bagi seluruh rakyatnya,” katanya. (ant/mk)
dari Partai Nasdem tersebut mengakui bahwa peranan anak muda sangat signifikan untuk memberantas dan tidak terlibat korupsi. “Bangsa ini membutuhkan peran serta anak muda untuk melakukan perubahan, khususnya di bidang korupsi, kolusi dan nepotisme seperti saat ini. Apalagi jika melihat bagaimana perjuangan anak muda dan mahasiswa saat reformasi 97/98,” katanya. Menurut dia, saat ini kritikan terhadap orde baru yang korup itu gerakannya masif dan berhenti karena tidak memiliki konsep. Karena itulah pihaknya sangat berharap bisa diulangi gerakan-gerakan seperti saat itu. “Tapi dengan konsep dan gagasan yang ditawarkan mahasiswa maka bisa diterima
siapapun dengan baik,” kata penulis buku anti korupsi “Saatnya Berhijrah Tinggalkan Korupsi” tersebut. Pihaknya juga menginginkan pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dan dalam kehidupan bermasyarakat. Gerakan atau aksi diskusi ringan di warung atau kafe, hingga mengingatkan warga akan rentannya korupsi dari penempelan poster atau stiker juga dinilainya banyak membantu. “Ada poster atau stiker yang mengingatkan tentang hal sehari-hari di warung bisa mencegah dan membentengi masyarakat dari korupsi. Semisal dengan poster bertuliskan bahwa uang yang didapat bukan dari hasil korupsi, dan sebagainya,” kata Ulul Albab. (ant/mk)
PAMEKASAN - Peran tokoh informal seperti tokoh masyarakat dan kiai dalam proses politik diperkirakan masih kuat, kata dosen ilmu politik Universitas Madura Pamekasan, Jawa Timur, Abu Bakar Basyarahil. “Peran tokoh informal saya kira masih tetap sentral, walaupun sudah mulai ada semacam ‘penggerusan pengaruh’ akibat pergeseran pada pola perilaku pemilih akhirakhir ini,” katanya kepada Antara per telepon, Kamis malam. Menurut Abu Bakar, kuatnya peran tokoh informal termasuk para kiai dalam proses politik itu salah satunya karena kuatnya ikatan emosional antara tokoh informal dengan masyarakat, di samping ikatan ideologi partai. Tidak hanya itu saja, ikatan personel dengan kandidat secara langsung yang memiliki hubungan kuat dengan tokoh informal juga sangat berpengaruh. Tingkat kecerdasan masyarakat pemilih, menurut Abu Bakar Basyarakat diduga kuat menjadi pemicu kuatnya peran tokoh informal dalam mempengaruhi pilihan politik salah satu kelompok masyarakat. “Artinya, peran tokoh informal ini akan cenderung rendah nantinya, apabila tingkat kecerdasan inteltual pemilih semakin membaik. Kalau saya melihat untuk sampai ke tingkatan rasionalitas yang lebih baik masih jauh,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu menjelaskan. Abu Bakar menuturkan, di Pamekasan, geliat adanya pergeseran prilaku pemilih pada itu terlihat pada pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati pada awal Januari 2013. Ketika itu pasangan
calon Bupati KH Kholilurrahman-Masduki memposisikan sebagai calon bupati yang didukung banyak kiai pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, sedangkan pasangan calon bupati Achmad SyafiiHalil dipersepsikan sebagai pasangan calon bupati yang didukung oleh kalangan pemuda, dan tokoh masyarakat yang bukan Kiai, kendatipun pasangan ini juga didukung sebagian kiai pengasuh pondok pesantren.
Peran tokoh informal saya kira masih tetap sentral, walaupun sudah mulai ada semacam ‘penggerusan pengaruh’ akibat pergeseran pada pola perilaku pemilih akhirakhir ini.
Akan tetapi, dalam proses pemilihan, justru pasangan Achmad SyafiiHalil yang meraih dukungan suara terbanyak, mengalahkan pasangan yang mengklaim didukung oleh banyak kiai pengasuh pondok pesantren. Namun, kasus yang terjadi di Kabupaten Pamekasan dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati itu, tidak bisa disamakan dengan berbagai kasus pemilu di berbagai daerah sebab nuansa pemilu legislatif dengan nuansa pilkada di Pamekasan tentunya berbeda. (ant/rah)
Seorang perempuan tengah menikmati lukisan yang dipajang pada acara Biennale Jatim yang digelar kali ke-5 di bawah program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim serta melibatkan 70 perupa Jatim tersebut, sebagai upaya untuk strategi kebudayaan dalam membangkitkan kembali spirit nilai-nilai kelokalan, sebagai ide penciptaan karya seni rupa
MOGOK
DPRD Jatim Cari Solusi Persoalan KUA SURABAYA - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menilai aksi petugas Kantor Urusan Agama (KUA) yang menolak permintaan di luar kantor harus dicarikan solusi terbaik dan mengetahui informasi awal atau penyebabnya. “Harus ada solusi dan penyelesaiannya. Karena itulah kami akan memanggil petugas KUA dan modin atau Kaur Kesra Desa dan Kelurahan di Jatim,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sugiri Sancoko, kepada wartawan di Surabaya, Kamis (12/12). Menurut dia, polemik tentang gratifikasi KUA ini harus segera mendapatkan solusi. Pemanggilan tersebut dalam rangka menggali data untuk mencari akar masalahnya. Pihaknya tidak ingin hal ini menjadi polemik berkepanjangan dan tidak segera berakhir. Berdasarkan informasi,
penolakan permintaan di luar kantor KUA karena biaya yang dikeluarkan melebihi biaya sesungguhnya yaitu Rp30.000. Sebab, modin sendiri membutuhkan biaya transportasi untuk pengurusan ke kantor KUA yang ada di tingkat kecamatan. Bahkan ada juga yang langsung menerapkan besaran tarif nikah. Bahkan, sebagian dana modin juga diduga mengalir ke petugas KUA. Meski dalam struktur, modin tidak masuk dalam jajaran KUA, tapi masuk ke perangkat desa dan pertanggungjawabannya juga ke desa atau kelurahan. Namun, dari segi fungsi, modin lebih mengarah pada KUA karena modin lebih banyak mengurus masalah keagamaan, termasuk masalah pernikahan. “Karena itulah kami ingin mempertemukan antara pengurus KUA dengan modin sehingga sinkron. Dari
pertemuan nantinya semoga ada rumusan menyelesaikan masalah ini,” kata legislator asal Partai Demokrat tersebut. Salah satu solusinya, yakni, bisa dilakukan dalam masalah ini dengan memberikan anggaran transportasi pada petugas KUA yang menikahkan di luar KUA. Termasuk anggaran menikahkan di luar jam kerja. “Tentunya, untuk penetapan anggaran tersebut harus disertai dengan aturan yang jelas. Dengan demikian akan ada acuan jelas berapa besaran dana yang didapat petugas KUA serta tidak ada gratifikasi lagi,” kata dia. Perhatian ini penting karena kasihan petugas KUA menikahkan di luar kantor dan di luar jam kerja atau hari libur jika tidak ada biaya transportasi dan lainnya. Pihaknya berharap Kementerian Agama segera membuat aturan ten-
tang biaya operasional petugas KAU yang menikahkan di luar kantor, Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta Kementerian Agama, khususnya kantor wilayah provinsi, untuk mencari solusi tentang persoalan Kantor Urusan Agama perihal tuduhan gratifikasi terhadap modin dan penghulu. “Harus segera diselesaikan masalah ini, jangan sampai berlarut-larut dan membuat resah masyarakat. Kanwil Kemenag Jatim harus memanggil semua yang terlibat dan mencarikan solusinya,” ujar Ketua MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori. Ia mengatakan, kasus gratifikasi yang bergulir kali ini karena adanya patokan harga dari oknum tertentu. Kepada keluarga yang memiliki hajatan pernikahan, biasanya ditentukan besaran biaya yang dikeluarkan. (ant/fqh/dik)
BANGKALAN
11
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO.0260 | TAHUN II
TERTIB LALIN
Pengendara Belum Memiliki Kesadaran Berlalulintas dengan Baik ant/m risyal hidayat
ADU TANGKAS. Dua peserta beradu cepat dalam kualifikasi panjat dinding nomor “Speed” putra dalam kejuaraan internasional panjat tebing “Asian Youth Champhionship 2013” di Surabaya, Jatim, Kamis (12/12). Kejuaraan yang diikuti 135 atlet dari 11 negara tersebut memperlombakan dua nomor, yakni speed (kecepatan) dan lead (rintisan) berlangsung hingga 14 Desember.
Perampok Membawa Kabur Mobil Rental
Modus Baru, Sopir Dibius Lewat Minuman
BANGKALAN - Nasib naas dialami Nurwakit (49), warga Kediri, yang diduga menjadi korban perampokan dengan modus pembiusan melalui minuman. Korban yang diketahui sebagai sopir sebuah rental mobil ini, ditemukan tergeletak dipinggir jalan akses Suramadu dekat pabrik aspal. Korban harus kehilangan mobil Xenia yang dikendarainya. Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Madura, pria berkumis ini ditemu-
kan dalam kondisi tak sadarkan diri oleh petugas kepolisian yang sedang berpatroli di wilayah sekitar pada pukul 130.00 wib. Pada saat itu juga, petugas menghubungi Polsek Sukolilo dan membawanya ke puskesmas setempat untuk dilakukan perawatan. Sebab korban dalam keadaan pingsan. Salah satu perawat Puskesmas Kecamatan Sukalolilo, Nurul Ilmiyah menyatakan dugaan sementara korban tak sadarkan diri akibat obat bius yang masuk ke dalam tubuhnya. Pasalnya, saat korban di bawa ke Puskesamas dalam keadaan
pingsan selama kurang lebih 1 jam. Saat mulai sadar, korban tampak linglung dan wajahnya sangat pucat. Apalagi ingatannya belum sepenuhnya pulih layaknya orang yang sehat. “Itu dugaan sementara. Sebab, untuk memastikan kami harus menunggu 2 jam dari hasil sample darah yang kami ambil. Tapi dilihat pada ciri-cirinya korban sepertinya terkena obat bius,” kata perawat berparas cantik ini. Sementara itu, Kapolsek Sukolilo Iptu Parso menjelaskan korban merupakan sopir rental sebuah mobil di Kediri yang disewa mengantarkan tersangka ke Surabaya. Pada saat di bay pass Mojokerto, korban diajak makan di sebuah rumah makan. Setelah itu melanjutkan perjalanaannya menuju pabrik rokok di daerah rungkut Surabaya. “Berdasarkan pengakuan korban, dari kediri menuju Surabaya ke pabrik rokok di Surabaya, ditengah perjalanan korban dikasih sebuah minum, lalu mengajak ke Madura hingga akhirnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan,” terangnya. Namun, kata Parso, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kronologis yang dialami oleh korban hingga akhirnya ditemukan oleh petugas dan juga mobil yang dikendarai lenyap dibawa tersangka. Sebab, korban masih belum sepenuhnya sadar, apalagi ingatan korban belum benar-benar pulih. (dn/rah)
BANGKALAN - Kesadaran para pengendara di Bangkalan, dalam tertib berlalu lintas hingga saat ini masih dinilai sangat minim. Apalagi selama operasi Zebra berlangsung dari tanggal 28 November hingga 11 Desember 2013, sebanyak 1.378 kendaraan bermotor dikenakan sanksi tilang oleh petugas Satlantas Polres setempat. Hal itu menunjukkan betapa minimnya kesadaran terkait tertib lalu lintas. “Selama 14 hari gelar operasi Zebra kami sudah berhasil menindak tilang sebanyak 1.378 kendaraan motor,” ucap Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Yusis Budi. Kebanyakan, kata Yusis, yang terjaring oleh pihaknya dari 1.378 kendaraan merupakan kendaraan roda dua yang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)
koran madura/doni heriyanto
DITILANG. Kesadaran para pengendara di Bangkalan, dalam tertib berlalu lintas hingga saat ini masih dinilai sangat minim.Terbukti selama operasi Zebra berlangsung dari tanggal 28 November hingga 11 Desember 2013, sebanyak 1.378 kendaraan bermotor dikenakan sanksi tilang oleh petugas Satlantas Polres setempat.
SUNAN BANGKALAN
PARPOL
Potensi Wisata Religi yang Terlupakan BANGKALAN - Saat memasuki komplek pemakaman Sunan Bangkalan, pandangan mata akan tertegun melihat asrinya pemandangan sekitar. Pohon-pohon yang tumbuh subur, menggambarkan suasana tempat yang masih alami. Namun sayang, keindahan suasana itu tak banyak orang yang mengetahui. Padahal, jika melihat suasana komplek pemakaman yang ada di desa Ujung Piring, desa paling barat dari Kecamatan Bangkalan ini menyimpan banyak cerita sejarah. Menurut warga sekitar, Sunan Bangkalan atau yang dikenal bernama Raden Jakandar merupakan keturunan dari kerajaan Pajajaran. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui kisah perjuangan beliau. Beliau merupakan salah seorang waliullah semasa dengan wali songo yang menyebarkan Islam di daerah Madura Barat waktu itu. Sebab, beliau merupakan mertua dari dua orang wali agung. Raden Jakandar mempunyai dua orang putri, yakni Dewi Hirah dan Dewi Hisah yang dipersunting oleh Sunan Bonang dan Sunan Gunung Jati. “Ada beberapa orang yang datang kesini untuk ngalap berkah,” kata Mat Kholil, seorang kakek tua yang sudah
lama bermukim di makam tersebut. Namun, lanjutnya, orang yang datang memang tak banyak, hanya beberapa gelintir orang yang pernah mengetahui keberadaan makam tersebut, ataupun sepengetahuan dari tutur cerita orang. Maklum saja, makam yang tepat berada di daerah pesisir pantai tersebut dinilai mempunyai daya tarik tersendiri, yang masih belum
banyak diketahui publik. Menurut cerita warga, awalnya makam tersebut ditemukan lantaran ada cahaya yang selalu memancar saat waktu maghrib tiba, makanya salah satu julukan dari Sunan Bangkalan adalah Syekh Maghribi. Desa Ujung Piring sendiri berdekatan dengan Desa Martajasah, tempat wisata religi Syaichona Moh Kholil. “Setiap hari selalu ada
orang yang datang untuk bertawassul memohon petunjuk kepada yang Maha Kuasa. Ada yang mulai dari masalah ekonomi hingga masalah keluarga. Dan banyak pula orang yang terkabul hajatnya dan melakukan selamatan di sini,” terangnya. Selain itu, di sekitar komplek pemakaman juga dijumpai banker-banker peninggalan Belanda. Banker tersebut dahulunya digunakan sebagai
dan tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta motor yang tidak sesuai dengan standar kemanan. Dari pelanggaran itu, didominasi oleh pengendara di bawah umur yang memang belum layak mendapatkan SIM. “Rata-rata yang kami tilang itu pelanggar yang masih dibawah umur yang
belum memiliki SIM, jadi bagi orang tua harus lebih selektif memberikan kendaraan kepada anaknya, karena kalau di bawah umur itu emosinya belum stabil,” ungkapnya. Menurut Yusis, bagi kendaraan yang tidak sesuai standar diamankan di Mapolres. Kendaraan yang diamankan bisa diambil oleh pemiliknya sesudah menjalankan sidang tilang di PN Bangkalan. Namun, dengan syarat membawa kelengkapan kendaraan bermotor sesuai dengan standar keamanan. “Kami amankan karena kendaraan tidak sesuai standar, apabila sudah sidang dan mau diambil harus merubah bentuk bodinya sesuai standar baru bisa dibawa pulang,” tegasnya.(dn/rah)
markas Belanda di wilayah pesisir. Akan tetapi, banker tersebut sudah mengalami kerusakan, karena tidak adanya perawatan. “Peninggalan Belanda juga banyak ditemui di sini,” jelas Muhammad Slamet, salah seorang peziarah yang rutin ke makam Sunan Bangkalan tersebut. Sementara itu, di sisi selatan komplek pemakaman juga terdapat gua yang dahulu masih terawat dan banyak dikunjungi orang. Namun, saat ini kondisinya sudah menjadi semak belukar. “Sekitar tahun 90-an banyak orang yang mendatangi gua tersebut, karena kondisi gua yang hampir mirip dengan gua Akbar di Tuban, namanya gua Bintang,” terangnya. Akan tetapi, saat ini sudah terlupakan, karena kondisinya yang sudah tak terawat. Dirinya pun dahulu juga pernah ke gua tersebut untuk sekedar mengetahui keberadaannya. “Tak banyak yang mengetahui keberadaan komplek makam tersebut, hanya orang-orang tertentu saja. Bahkan, orang dari Banten dan luar pulau lainnya juga ada yang datang kesini. Meskipun sangat jarang sekali yang berziarah,” paparnya. (ori/rah)
Dana Awal Kampanye Paling Besar Rp 5.000.000 BANGKALAN – Dari 12 parpol yang berlaga dalam pemilu 2014 mendatang, jumlah dana kampanye yang dilaporkan ke KPUD Bangkalan paling besar Rp 5 juta. Sementara untuk pelaporan jumlah dana kampanye paling kecil Rp 500 ribu. Dana kampanye tersebut merupakan dana kampanye tahap awal yang dilaporkan ke KPUD. Pelaporan dana kampanye tersebut sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye (PPDK) peserta kampanye pemilihan umum legislatif (pileg) bagi anggota DPR, DPD, dan DPRD. Partai politik (parpol) peserta pemilihan umum (Pemilu) di Kabupaten Bangkalan wajib melaporkan dana kampanye kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat. “Semua parpol peserta pemilu sudah melaporkan dana kampanye awal pada kami,” kata Anggota KPUD Bangkalan, Abdus Somad, kemarin (12/12). Dia menerangkan jumlah dana kampanye yang dilaporkan tidak dibatasi. Namun dalam aturan yang
dibatasi mengenai adanya donator untuk dana kampanye kepada parpol tertentu. Untuk sumbangan dana kampanye dari perorangan, paling besar Rp 1 miliar. Beda halnya denga dana kampanye sumbangan dari perusahaan swasta batas maksimalnya Rp 7 miliar. Akan tetapi, jika sumbangan dana kampanye melebihi dari ketentuan yang ada, dalam aturan sisanya itu akan diambil dan masuk ke dalam kas Negara. Adapun perusahaan yang boleh memberikan bantuan dana kampanye harus dari pihak swasta. “Dilarang menerima sumbangan dari asing, Pemda, dan yang tidak jelas sumbernya. Sumbangan dana kampanye, berbeda dengan dana banpol dari pemerintah,” terangnya. Sesuai dengan laporan dana kampanye awal yang masuk, jumlah dana kampanye paling besar senilai Rp 5 juta, sedangkan dana kampanye paling sedikit sebesar Rp 500 ribu. Namun, hal itu merupakan laporan dana kampanye tahap awal, yang bisa berubah. Sebab, akan ada pelaporan dana kampanye tahap selanjutnya. (ori/rah)
12
SAMPANG
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
OPERASI ZEBRA
550 Kendaraan Melanggar SAMPANG - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sampang selama menggelar Operasi Zebra 2013 menilang 550 kendaraan motor di sejumlah titik penyisiran di Kecamatan Kota setempat. Operasi tersebut berlangsung mulai 28 November hingga 11 Desember. Lokasi operasi itu meliputi Jalan Jaksa Agung Suprapto Kelurahan Tanggumong, Perempetan Pos Barisan Indah, Jalan Wahid Hasyim Kelurahan Gunung Sekar, Jalan Trunojoyo seperti depan Monomen dan depan Polsek Kota. Jenis pelanggaran didominasi kendaraan yang tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor, STNK. Selain pengendara tidak memiliki surat izin mengemudi dan menggunakan helm saat berkendara. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kasatlantas AKP Hari Regasa mengatakan, selain adanya pelanggaran kendaraan roda dua, banyak kendaraan mobil pick up digunakan mengangkut orang. "Selain
banyak roda dua dilakukan penilangan banyak mobil pikc up mengangkut orang," ucapnya melalui saluran telepon. Ia belum bisa memastikan apakah kendaraan yang diamankan hasil pencurian, Hari masih belum menemukan indikasi tersebut. "Kalau kendaraan curanmor kita masih belum bisa memastikan itu. Indikasinya benar tidak," jelasnya. Pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat supaya selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Pasalnya, hal ini untuk menimalisir dan mencegah kecelakaan yang selama ini sering terjadi. "Semoga masyarakat semua bisa mematuhi peraturan lalin," katanya. (ryn/mk)
SIDANG PELANGGARAN LALU-LINTAS. Ribuan pelanggar lalu lintas antre menjalani sidang di Pengadilan Negeri Serang, Banten. Angka pelanggaran lalu lintas di Banten cukup tinggi tampak dari hasil operasi Zebra di Serang dalam sehari terjaring 1.328 pelanggar terdiri dari yang tidak memiliki SIM, STNK serta pengendara di bawah umur.
36 Desa Belum Gelar Pilkades Ketua Komisi A: Ini Bukti Kelemahan Pemerintah Daerah
PANEN JAGUNG. Petani mengupas kulit jagung sebelum dipanen di sentra tanaman jagung Desa Nglumpang, Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo, Jatim. Harga jagung saat ini Rp 2.300/kg dalam kondisi basah dan Rp 3.050/kg kering.
BIBIT JAGUNG KOMPOSIT DIKONSUMSI
PL Tak Mengakui SAMPANG - Dinas Pertanian Kabupaten Sampang tidak mengakui bahwa jagung komposit dimasak, karena bibit tersebut mengandung obat ridomil (anti semut) yang sangat membahayakan. Kepala Dinas Pertanian melalui Pemandu Lapangan (Pl) Kecamatan Kota Sampang Wahyudi mengatakan, tidak mungkin bibit jagung tersebut dibuat masak dan dikonsumsi, karena bibit tersebut mengandung obat anti semut yang sangat berbahaya. “Sebelum itu diberikan
ke kelompok tani, kami sudah melakukan sosialisasi apa itu jagung komposit. Dan itu tidak mungkin dimasak karena sangat membahayakan apabila dikonsumsi. Tanaman jagung komposit bisa panen dalam waktu 85 hari,” ujarnya kepada Koran Madura, Kamis (12/12). Sebelumnya sejumlah anggota kelompok tani Desa Aeng Sareh Kecamatan Kota Sampang mengaku enggan menanam bibit jagung komposit, dan petani menggunakan bibit tersebut untuk dikonsumsi. (jun/lum)
PAJAK HOTEL
Retribusi Hotel Dinilai Tak Ikuti Aturan SAMPANG - LSM Madura Development Watch (MDW) menilai sejumlah hotel di Kabupaten Sampang tidak mengikuti Perda Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat diminta tegas menarik retribusi tersebut. Ketua LSM MDW Moh Tamsul mengatakan, sejumlah hotel yang berdiri di wilayah Kabupaten Sampang masih belum mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Dalam Perda Nomor 04 Tahun 2011 Pasal 07 tentang Pajak Hotel disebutkan bahwa sebesar 10 persen dari jumlah pengunjung dalam setiap harinya, harus masuk ke kas daerah. Namun kenyataanya belum demikian. “Retribusi pajak hotel di Sampang tidak mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Padahal sudah jelas dalam Perda Nomor 4 Tahun 2011 Pasal 7 tentang pajak hotel sebesar 10 persen,” tegasnya. Bahkan sebagian hotel masih nunggak. Akibatnya, jasa hotel yang ada di Kota Bahari sampai sekarang
masih belum masuk ke penghasilan asli daerah (PAD) Sampang. Oleh karenanya, Dispendaloka Sampang diminta tegas menindaklanjuti hotel yang masih nunggak membayar pajak. Ia memerinci, pada tahun lalu Hotel Bahagia menunggak sampai Rp 15 juta; Hotel Rahmat, Hotel Camplong 54 dan Hotel PKPRI Rp 111 juta. “Ketika ditagih alasannya kuitansi pembayaran terkena banjir,” ujarnya kepada wartawan. Tamsul menyebutkan, jumlah retribusi pajak hotel yang harus diterima pemerintah sebagaimana data terbaru Badan Pemeriksa Keuangan, jika dikalkulasi jumlahnya mencapai Rp. 125.528.000. Namun, jumlah tersebut masih belum masuk PAD. Sementara Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (Dispendaloka) Kabupaten Sampang ketika hendak dikonfirmasi ke kantornya sedang tidak ada di tempat. Kata salah satu stafnya sedang mengikuti rapat di Surabaya. Dan Kepala Bagian Pendapatan Dispendaloka juga tidak ada. (jun/mk)
SAMPANG - Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sampang Moh Hodai menilai pemerintah daerah masih lemah dalam mengambil kebijakan terkait banyaknya desa yang mestinya sudah menggelar pilkades tapi hingga kini masih belum melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades). Dari jumlah total 52 desa yang mestinya melaksanakan pilkades, baru 16 desa yang sudah melaksanakan pilkades. Dirinya memastikan, 36 desa lainnya tidak akan melakukan pilkades pada tahun ini. Sebab, menjelang akhir tahun tidak mungkin pemerintah
secara serentak menggelar pilkades. "Ini bukti kelemahan dan tidak ada desakan dari pemerintah daerah ke bawahnya, karena banyak kepala desa belum dilakukan pilkades," ucapnya, Kamis (12/12) kepada Koran Madura.
Hodai meminta pemerintah tegas sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa. "Sebelum 6 bulan masa jabatan kepala desa berakhir P2KD harus dibentuk, sesuai dengan perda," jelasnya. Pihaknya juga pesimis pada awal tahun mendatang 36 desa tersebut bisa melaksanakan pilkades. Pasalnya, berberengan dengan pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota
legislatif (pileg). Jika memungkinkan pilkades baru bisa dilaksanakan pada bulan Okteber, setelah seluruh pemilu usai dilakukan. “Mungkin Oktober baru bisa ada pilkades setelah pemilihan semuanya selesai. Ini yang menjadi kendala," ujarnya. Dirinya berharap kepada kepala desa yang telah habis masa jabatannya dan telah menjabat selama dua kali berturut-turut agar tidak menjadi pejabat sementara (Pj). "Saya berharap kepala desa yang habis jabatan dua kali, masa
jabatanya tidak dijadikan PJ. Cari orang lain karena ini dinilai tidak netral dan tidak boleh,” harapnya. Ia juga berharap pemerintah daerah menggelar pilkades serentak terhadap 36 desa yang belum menggelar pilkades. Sebab, selain dapat menimalisir konflik juga bisa mencegah adanya praktik perjudian dalam pilkades. “Saya setuju adanya pilkades serentak dimulai dari satu kecamatan. Kemudian jika berhasil baru satu kabupaten," ujarnya. (ryn/mk)
PENYAKIT MASYARAKAT
Polres Razia Narkoba di Kamar Hotel SAMPANG - Aparat kepolisian Polres Sampang bersama anggota TNI dan Satpol PP, Rabu (11/12) malam sekitar pukul 21.00 WIB, melakukan razia narkoba di seluruh kamar penginapan di Kecamatan Kota Sampang. Razia tersebut diduga bocor, karena petugas gabungan dalam melakukan penyisiran tidak menemukan target sasaran. Pada penyisiran pertama di Hotel PKPRI di Jalan Rajawali Kelurahan Rongtengah, petugas hanya menemukan beberapa tamu hotel yang menginap, kebanyakan sudah berkeluarga dan memiliki indentitas seperti KTP. Meski tidak menemukan kejanggalan, petugas melanjutkan razia ke Hotel Rahmat yang berada di Jalan Agus Salim Kelurahan Banyuanyar, dengan dibantu petugas hotel untuk menunjukkan beberapa kamar tamu yang bermalam di hotel. Terakhir, di Hotel Bahagia yang berada di Jalan Bahagia Kelurahan Rongtengah Kecamatan Kota Sampang, petugas gabungan kembali hanya menemukan tamu bermalam yang didominasi oleh sales produk makanan. Petugas juga tak luput me-
Ini perintah langsung dari Kapolri dengan target narkoba di seluruh hotel, namun dalam pengecekan kali ini di seluruh kamar penginapan masih nihil,”
AKP Syaiful Anam Kasatnarkoba
nyisir kendaraan barang yang membawa produk makanan. Hal itu dilakukan, supaya tidak adanya barang haram seperti narkotika masuk ke wilayah Madura khususnya di Kabupaten Sampang. Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kasatnarkoba AKP Syaiful Anam mengatakan, kegiatan razia itu berdasarkan perintah Kapolri kepada seluruh daerah. Target razia narkoba, minuman keras (miras), maupun pasangan mesum, dan sasaranya di sejumlah kamar penginapan seperti hotel. "Ini perintah langsung
RAZIA. Aparat kepolisian Polres Sampang bersama TNI, Satpol PP melakukan razia narkoba di sejumlah kamar hotel di Kecamanat Kota Sampang, Rabu (11/12) malam. dari Kapolri dengan target narkoba di seluruh hotel, namun dalam pengecekan kali ini di seluruh kamar penginapan masih nihil," ucapnya saat di lokasi razia. Lanjut Syaiful, kegiatan ini masih pertama kali
dilakukan dan belum adanya penemuan. Namun, pihaknya akan terus bertindak berupaya dan berantisipasi untuk terus dilakukan secara berlanjut. Begitu juga dengan personel yang dibantu anggota TNI, Satpol PP dalam kegiatan
tersebut. "Pasukan ada 20 personil dibantu anggota TNI dan Satpol PP, karena ini baru kita lakukan mungkin masih nihil tapi kita akan lakukan secara continew dalam razia ini," tuturnya. (ryn/lum)
PAMEKASAN
Biaya Upacara PGRI Bebani Guru Masing-masing Guru PNS, Guru Sertifikasi, dan Kasek Dimintai Rp 150.000 PAMEKASAN - Sejumlah guru di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan tingginya sumbangan pelaksanaan Upacara Ulang Tahun Persatuan Guru Repuplik Indonesia (PGRI) Jawa Timur di Blitar. Masing-masing guru PNS, guru sertifikasi, dan Kepala Sekolah di Kecamatan Pamekasan, masing-masing dikenakan iuran sebesar Rp 150 ribu. Salah satu guru, Heru Yulianto mengatakan iuran tersebut diberlakukan secara merata, baik yang ditunjuk untuk ikut kegiatan itu maupun yang tidak ditunjuk. Karenanya, ia dan sejumlah guru lainnya mengaku keberatan, apalagi nilainya dianggap terlalu tinggi. “Kami menilai, biaya sebe-
13
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
sar itu terlalu memberatkan, apalagi hanya untuk kegiatan upacara,” katanya. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pamekasan, Fatah Yasin membantah melakukan pemaksaan penarikan iuran kepada semua guru di lingkungannya. Ia berdalih untuk guru yang tidak ikut ke Blitar, hanya bersifat
partisipasi sekedarnya. Ketua Komisi D DPRD Pamekasan, Juhaini mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi (permintaan penjelasan) kasus tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan setempat, dan Kepala Cabang Pendidikan Kota Pamekasan, Fatah Yasin. Para pejabat di instansi yang mengurusi bidang pendidikan di Pamekasan itu diperoleh penjelasan Dinas Pendidikan dan PGRI tidak menekan guru untuk menyumbang pada kegiatan tersebut.
“Menurut mereka sifatnya hanya partisipasi dan tidak ada tekanan. Mereka juga menjelaskan tidak ada sanksi apapun bagi yang tidak menyumbang. Karenanya, kami minta para guru untuk tidak resah dengan hal ini,” katanya. Komisi D juga berencana melakukan klarifikasi terhadap guru yang merasa keberatan dengan sumbangan tersebut untuk perimbangan informasi. Sehingga diketahui persoalan sebenarnya. Juhaini menilai perayaan
HUT PGRI tidak perlu dilakukan dengan kegiatan yang bersifat hura-hura dan berlebihan. Akan lebih baik jika kegiatan yang dilaksanakan bukan sekedar upacara, namun dilakukan dengan kegiatan yang lebih membawa manfaat terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas guru. “Banyak bentuk kegiatan yang bisa dilakukan dan lebih dirasakan manfaatnya daripada sekedar upacara. Misalnya pelatihan, uji kompentensi dan lomba kreasi serta lain sebagainya. Kami rasa itu lebih bermanfaat dan lebih dirasakan manfaatnya,” kata Juhaini. (awa/muj/rah)
DAFTAR PEMILIH
DPT di TPS Khusus Belum Final PAMEKASAN - Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 untuk warga di Pondok Pesantren dan warga di TPS Khusus Lapas Narkotika Klas II-A Pamekasan belum final. Hal ini berkaitan dengan pembuatan atau perubahan Nomer Induk Kependudukan (NIK) yang belum rampung. Komisioner KPU Pamekasan, Nuzulul Qurnain mengatakan saat dikonfirmasi mengakui sampai saat ini data tersebut belum tuntas, karena masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari KPU RI. Penyelesaian DPT di TPS khusus itu diberi waktu hinga 14 hari sebelum pelaksanaan Pileg 2014. "Memang Bawaslu memberi rekomendasi ke KPU RI, bahwa DPT itu finalnya sampai H-14. Makanya kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut," katanya. Menurut Nuzulul Qurnain, kebijakan untuk berkoordinasi dengan daerah asal santri dan warga binaan lapas masih terkendala jarak dan lokasi asal pemilih. Sebab di Lapas Pamekasan terdapat calon pemilih yang berasal dari 54 kabupaten/ kota se-Indonesia. Sedangkan se-Jawa Timur terdapat 14 kabupaten/kota yang harus dikoordinasikan. "Sisanya itu dari Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya di luar Jawa Timur. Kalau di Jawa Timur mungkin masih mending, karena dibawah koordinasi KPU Jawa Timur," katanya. Ketua Lembaga Pengkajian Kebijakan Daerah (LPKD) Pamekasan, Shodiq El Fajar meminta KPU Pamekasan agar tidak hanya mengkoordinasikan para pemilih itu untuk menggunakan hak pilihnya. Namun juga harus diperjuangkan, agar para pemilih itu bisa memilih calon wakil dari daerah asalnya. Sebab, jika para santri dan napi bisa memilih di Pamekasan, tetapi calon yang dipilih bukan dari daerah asalnya, maka dukungan itu hanya menguntungkan beberapa calon saja. Bahkan, hal ini dinilai berpotensi untuk dimanfaatkan calon-calon tertentu dan rawan permainan. "Kalaupun napi atau santri dari luar daerah bisa memilih di Pamekasan, mereka juga harus disediakan surat suara dari daerah asal sesuai dapilnya. Jangan sampai mereka memilih di Pamekasan, tetapi wakil yang hendak dipilih dari Dapil Pamekasan atu Dapil Madura. Ini tidak memilih wakil yang sesungghuhnya," katanya. Oleh karena, Sodiq meminta KPU setempat, agar bisa lebih serius dalam menanggapi persoalan tersebut, agar para pemilih yang ada di pesantren maupun di Lapas Narkotika bisa memberikan hak suaranya kepada yang berhak pula. Sodiq menambahkan pemilih yang tinggal di pesantren dinilai lebih mudah karena mereka bisa mengajukan izin pulang ke daerah asalnya untuk melakukan pemungutan suara. Sedangkan bagi napi di lapas, dinilai lebih sulit sehingga perlu penanganan serius. (uzi/muj/rah)
PENGENDALI BANJIR
Proyek Dikhawatirkan Tidak Tepat Waktu PAMEKASAN - Dinas Pekerjaan Umum Pamekasan mengkhawatirkan pelaksanaan pekerjaan proyek tembok penahan tanah menggunakan paku bumi di Sungai Kali Jombang dan Kali Keluang di Jalan Trunojoyo, tidak akan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Hingga saat ini, pekerjaan tersebut masih belum mencapai 50 persen. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Totok Hartono mengatakan pekerjaan tersebut sangat mepet dengan pergantian tahun anggaran. Sehingga dimungkinkan proyek tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan. "Sebetulnya, kami menargetkan proyek tersebut selesai sebelum habisnya tahun anggaran. Namun, pekerjaan tersebut baru dimulai sehingga sangat dimungkinkan target itu tidak tercapai,” katanya. Proyek pemasangan paku bumi sebagai tembok penahan tanah tersebut sepanjang 1100 meter. Saat ini, pekerjaan tersebut belum mencapai 200 meter. Totok menjelaskan, jika sampai melewati batas waktu yang disepakati dalam kontrak kerja, maka kontraktor pelaksana akan dikenai denda harian hingga pekerjaan tersebut tuntas. Menurutnya, proyek tersebut merupakan proyek nasional yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Proyek itu diusulkan, karena dua sungai itu sering meluap dan menyebabkan banjir. Anggaran untuk pembangunan tembok penahan tanah dengan paku bumi itu sebesar Rp 28 miliar dan bersumber dari dana APBN. Anggaran tersebut juga termasuk untuk proyek Sebetulnya, kami pengendali banjir di menargetkan Kecamatan Pademawu. Di Pamekasan terproyek tersebut dapat tiga aliran sunselesai sebelum gai utama yang melalui habisnya tahun kawasan perkotaan. anggaran. Namun, Ketiga sungai itu kerap pekerjaan tersebut kali menyebabkan baru dimulai banjir akibat terjadisehingga sangat nya penyempitan dan dimungkinkan sedimentasi (pendantarget itu tidak gkalan). Jika tidak dilakutercapai,” kan pengerukan dan pelebaran, diperkiraTotok Hartono kan pada 2018 wilayah Kepala Dinas itu akan mengalami Pekerjaan Umum musibah banjir besar. Dari tiga sungai itu, yang sudah dilakukan pengerukan dan pelebaran adalah Sungai Jombang dan Sungai Keluang, sementara Kali Semajid masih belum dilakukan. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSAWS) Madura, Mohammad Ismail, beberapa waktu lalu, mengatakan upaya pengerukan di Kali Semajid sudah dilakukan. Namun, kendalanya di pinggir sungai tersebut sudah berdiri permukiman warga sehingga alat-alat berat kesulitan untuk memasuk. Upaya pendekatan melalui kelurahan dan pemerintahan desa sudah dilakukan, namun belum diperoleh titik terang. UPT Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai hanya meminta warga merelakan pepohonan milik mereka untuk ditebang, agar alat berat yang akan digunakan untuk melakukan pelebaran sungai bisa masuk. Jika pemerintah setempat masih membiarkan pendirian bangunan di sempadan sungai, dipastikan badan sungai akan terus mengalami penyempitan dan pendangkalan. Ditambah lagi, kebiasaan warga membuang sampah di sekitar sungai, belum teratasi. Kondisi itu, kata dia, berbeda dengan sebelum tahun 2007 lalu. Saat itu tidak ditemukan bangunan berdiri di bantaran sungai. Namun, saat ini hampir di sepanjang kanan-kiri aliran sungai sudah dipenuhi dengan bangunan milik warga. Kali Samajid merupakan aliran sungai utama di Pamekasan. Sementara aliran sungai lainya seperti Kali Jombang, Keluang, Blumbungan, dan Klampar merupakan sungai pembuangan (avoor) dari rumahrumah warga.(awa/muj/rah).
BERANGKAT SEKOLAH NAIK PERAHU. Sejumlah pelajar berangkat sekolah dengan menumpang perahu di Desa Kaliwungu, Mandiraja, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (12/12). Setiap hari puluhan pelajar dari beberapa desa di wilayah tersebut menggunakan jasa perahu penyeberangan sungai Kalisapi untuk ke sekolah dengan tarif Rp 500 sekali menyeberang.
KRIMINAL
Lakalantas Menurun, Kerugian Material Meningkat PAMEKASAN - Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) sepanjang 2013 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Meski pun begitu, ternyata korban luka berat dan kerugian material akibat kecelakaan justeru meningkat. Data di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pamekasan menyebutkan angka laka lantas menurun sebanyak 6 kejadian dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, jumlah lakalantas mencapai 173 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia (MD) sebanyak 95 orang, luka berat (LB) 27 orang, dan luka ringan (LR) sebanyak 162 orang. Tahun ini, angka lakalantas sejak Januari hingga pertengahan Desember sebanyak 167 kasus. Korban MD 58 orang, LB 29 orang, dan korban LR sebanyak 152 orang. Sedangkan perkiraan kerugian material
justru meningkat sebanyak Rp 30,1 juta. Pada 2012 lalu, kerugian material diperkirakan sebesar Rp 318,5 juta, sedangkan tahun ini mencapai Rp 348,6 juta. Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Siti Maryatun mengatakan penurunan angka lakalantas di Pamekasan ini merupakan bentuk keberhasilan kepolisian dalam upaya memberi penyadaran tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Penyadaran itu dilakukan melalui kegiatan operasi, patroli, penyuluhan, maupun melalui kegiatan rutin, yaitu menempatkan personel lantas
di pos-pos yang sudah ada. "Ketika kami lakukan operasi tentu kesadaran masyarakat akan meningkat dan bisa lebih tertib dalam berkendara. Dengan demikian, angka laka lantas ini bisa ditekan. Penyebab laka itu kebanyakan karena kelalaian pengendara yang tidak tertib di jalan raya," katanya. Sedangkan penyebab tingginya kerugian material yang ditimbulkan, karena tingkat kerusakan dari kendaraan yang terlibat laka lantas lebih parah. Meski demikian, trend korban MD dan LR relatif menurun. Kecuali korban LB yang cenderung meningkat sebanyak 2 orang. Sementara itu, jumlah hasil Operasi Zebra yang digelar selama dua pekan dan berakhir pada Rabu (11/12) kemarin, cenderung meningkat diban-
Ketika kami lakukan operasi tentu kesadaran masyarakat akan meningkat dan bisa lebih tertib dalam berkendara. Dengan demikian, angka laka lantas ini bisa ditekan.”
AKP Siti Maryatun
Kasubag Humas Polres Pamekasan ding tahun sebelumnya. Baik sasaran pelanggaran maupun sasaran laka lantas. Pada 2012 lalu, operasi zebra dengan
sasaran pelanggaran lalu lintas, mencapai 1.064. Dari jumlah pelanggaran itu, polisi memberikan tindakan tilang kepada 133 pengendara, sedangkan tindakan teguran mencapai 931 teguran. Pada operasi zebera tahun ini, pelanggaran lalulintas meningkat drastis, yaitu mencapai 1. 466 pelanggaran. 676 pengendara diantaranya dikenakan tindakan tilang, sedangkan 790 pengendara dikenakan tindakan berupa teguran. Peningkatan jumlah laka dan korban MD juga terjadi pada operasi zebra selama dua pekan ini. Tahun lalu, jumlah laka lantas sebanyak 2 kejadian, dengan korban MD 2 orang, LB 2 orang, dan LR 2 orang. Sedangkan tahun ini sebanyak 3 kejadian dengan korban MD 3 orang, LB 3, orang dan LR sebanyak 6 orang. (uzi/muj/rah)
OPERASI ZEBRA SEMERU. Kasat Lantas Jember, Akmal (kiri) memberi apresiasi jempol kepada pengendara yang anaknya menggunakan helm saat operasi zebra semeru 2013 di Bundaran Mastrip, Jember, Jawa Timur. Selama Operasi Zebra 2013 digelar polisi menindak 2.666 pelanggaran antara lain, mobil pelat merah diganti hitam, pengemudi tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, juga surat kendaraan bermotor tidak lengkap, serta pengemudi anak yang belum mempunyai SIM.
14
PAMEKASAN
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
PDIP
Menargetkan Lima Kursi
PAMERAN ARSITEKTUR. Seorang mahasiswa melihat maket sebuah gedung pencakar langit dalam Pameran Arsitektur di Jakarta, Kamis (12/12). Pameran yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Arsitek Universitas Binus dan Granito Tile Studio.
Komisi C Siap Menyelidiki Penyebab Tanggul Jebol Diduga karena Konstruksi Tidak Menggunakan Paku Bumi PAMEKASAN - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi jebolnya tanggul di Dusun Lekoh Barat, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, beberapa hari lalu. Pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan penyebab terjadinya kasus tersebut. Ketua Komisi C, Fariduddin mengatakan kunjungan ke lokasi pembangunan embung (penampungan air) diagendakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Komisinya masih melakukan pembahasan internal untuk menentukan waktu langkah tersebut. Dia menjelaskan kunjungan itu dinilai perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak yang ditimbulkan jebolnya tanggul yang masih dalam tahap pengerjaan itu. Selain itu, Komisi C perlu mendengar penjelasan masyarakat dan akan melakukan pengecekan kesesuaian detail gambar desain dengan konstruksi yang digunakan. "Kami belum bisa berkomentar banyak, karena belum ke lokasi. Nanti akan kami identifikasi temuan-temuan di lapangan, apakah karena kesalahan teknis atau karena faktor alam," katanya. Setelah memperoleh keterangan dan data yang cukup dari lokasi, kata Fariduddin, pihaknya akan membahas masalah itu di internal komisi, selanjutnya akan diterbitkan rekomendasi terhadap pihakpihak yang bertanggungjawab
PAMEKASAN - Ketua Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pamekasan, Syaiful Bahri menyatakan partainya menargetkan perolehan kursi di DPRD setempat hingga 5 kursi pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Ia meyakini target tersebut tercapai, karena saat ini sudah dilakukan penataan dan strategi pemenangan. Menurut Syaiful untuk mencapai target tersebut, partainya akan memanfaatkan ketokohan Said Abdullah yang saat ini menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP serta Joko Widodo (Jokowi) dan karisma Bung Karno. Ketiga tokoh tersebut dinilainya masih memiliki pengaruh cukup besar di masyarakat sehingga bisa dijadikan sarana memperoleh suara signifikan. Partainya, kata dia, sudah meminta Dewan Pimpinan Pusat PDIP untuk menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai salah satu juru kampanye di Pamekasan. Selain Jokowi, partainya juga meminta agar bisa menghadirkan artis Rieke Diah Pitaloka, selain juru kampanye lokal yang juga terkenal di Madura, yakni Said Abdullah. “Pelibatan mereka sebagai juru kampanye, diharapkan mampu mempertinggi perolehan suara kami. Apalagi saat ini di kalangan muda, nama Jokowi sudah mulai terkenal,” katanya. Syaiful menjelaskan perolehan dua kursi saat pemilu legislatif 2009 telah dijadikan bahan evaluasi
dan dianggap sebagai sebuah kegagalan. Karenanya, ia dan pengurus partainya akan berupaya kegagalan itu tidak terulang pada pemilu kali ini. Ia sudah menekankan pada pemilu kali ini setiap Daerah Pemilihan (dapil) setidaknya memperoleh satu kursi di DPRD. Para calon anggota legislatif (caleg) di masing-masing dapil diwajibkan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mem-
Pelibatan mereka sebagai juru kampanye, diharapkan mampu mempertinggi perolehan suara kami. Apalagi saat ini di kalangan muda, nama Jokowi sudah mulai terkenal,”
Syaiful Bahri
Ketua Cabang PDIP Pamekasan peroleh kursi di DPRD dan saling membangun kekompakan dengan sesama caleg dari partai yang sama. Pihaknya juga sudah membentuk tim yang bertugas mengawal dan mengamankan perolehan suara di masing-masing dapil. Tim itu terdiri dari para relawan dan simpatisan partai, yang diyakini memiliki militansi yang kuat dan fanatisme yang tinggi terhadap PDIP. (awa/muj/rah)
TERGERUS. Tanggul di Dusun Lekoh Barat, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, jebol beberapa hari yang lalu. Diduga jebolnya tanggul tersebut disebabkan oleh konstruksi bangunan yang jelek dan tidak menggunakan cakar ayam. dalam pembangunannya. Tanggul Embung Bangkes, seluas 4 hektare jebol pada Senin (9/12) lalu. Tanggul jebol pada bagian pelimpah atau pintu keluar air yang masih dalam proses pekerjaan berupa pengecoran dasar saluran pembuangan air. Material bangunan yang jebol terseret arus dan hanya menyisakan besi cor yang nampak berserakan. Penyebab jebolnya tanggul ini diduga karena kontruksi bangunan jelek, sehingga mudah rusak dan jebol saat terjadi hujan. Muhdi, warga setempat sekaligus salah satu pekerja dalam proyek itu mengatakan sejak awal pengerjaan bangunan pelimpah, ia dan rekanrekannya mengkhawatirkan konstruksi bangunan itu, ka-
rena tidak dilengkapi dengan paku bumi atau biasa disebut cakar ayam. "Masak pintu keluar air hanya dipasang kawat mendatar, terus dicor. Harusnya diberi cakar ayam dulu biar kuat. Apalagi tanahnya masih baru ditimbun," katanya. Menurut Muhdi, warga yang tinggal di sekitar hilir Embung, kini mulai resah, khawatir kejadian serupa terjadi lagi saat curah hujan meningkat. Apalagi, embung itu dibangun dengan menutup aliran sungai, dimana terdapat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Bung Kipis dan Sungai Bung Calok pada bagian hulu embung. Pada musim hujan, arus sungai itu diketahui cukup deras
dan bisa mengirim banjir ke wilayah Kelurahan Patemon, Pamekasan. Tudingan kesalahan kontruksi ini dibantah oleh Agus, pelaksana proyek. Ia menyatakan penyebab jebolnya bangunan pelimpah itu murni karena faktor alam yang tidak diprediksi sebelumnya. Sebab pekerjaan itu sudah sesuai dengan gambar perencanaan dan besaran teknis (bestek) yang sudah ditentukan. Dia menjelaskan bangunan pelimpah itu jebol, akibat terjangan air usai hujan deras selama dua jam pada sore hari. Sehingga bangunan pelimpah yang baru dicor jebol setelah diterjang air. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Pame-
kasan Totok Hartono kepada wartawan mengatakan jebolnya tanggul pengendali banjir itu merupakan tanggungjawab kontraktor, karena masih dalam proses pembangunan. Dalam pengerjaannya, kontraktor harus berkerja sesuai kontrak termasuk ketika terjadi kerusakan yang ditimbulkan dari bencana alam (Force Majure). Menurutnya, pembangunan Embung di Desa Bangkes menggunakan dana APBN sebesar Rp 12 miliar, yang bersumber dari Kementerian PU. Tahun ini, terdapat 3 pembangunan embung di Pamekasan. Yaitu di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, dan di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan. (uzi/muj/rah)
LOKASI KELINCI PERCOBAAN KURIKULUM 2013
Pemerintah Menunjuk 19 Sekolah Dasar Negeri PAMEKASAN - Jika pada awal tahun ajaran hanya ada 9 Sekolah Dasar Negeri (SDN) sebagai lokasi percobaan (pilot project) penerapan Kurikulum Pendidikan 2013, pada pertengahan ajaran tahun ini Pemenrintah kembali menunjuk 19 SDN lainnya untuk menerapkan kurikulum baru tersebut. Sekolah yang ditunjuk antara lain, SDN Barkot 1, SDN Kangenan 1, SDN Panglegur 2, SDN Bulay 1, SDN Konang 2, SDN Ponjenan Timur 1, SDN Tamberu 1, SDN Kadur 1, SDN Tolontoh Rajeh 6, SDN Dempoh Barat 1, SDN Waru Barat 1, SDN Cenlecen 1, SDN Pakong 7, SDN Lada 2, SDN Larangan Luar 3, SDN
Prppo 1, SDN Palesangger 1, SDN Pagantenan 1, dan SDN Palenggan Laok 1. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Pamekasan, Prama Jaya melalui Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum, Mutammam menjelaskan pelaksanaan coba kurikulum pendidikan 2013 untuk tingkat
pendidikan dasar (Dikdas) itu berbeda dengan yang diterapkan pada tingkat pendidikan menengah (Dikmen). Sebab, berdasar hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, beberapa waktu lalu, perlu dilakukan perbaikan pada pelaksanaan kurikulum pendidikan untuk tingkat lanjutan pertama dan lanjutan atas. “Dari monev yang dilakukan, kurikulum untuk tingkat dasar sudah dinilai baik sehingga lokasi uji penerapannya ditambah,” kata Mutammam.
Dari monev yang dilakukan, kurikulum untuk tingkat dasar sudah dinilai baik sehingga lokasi uji penerapannya ditambah,”
Mutammam
Kasi Kurikulum Penerapan kurikulum baru pada lokasi tambahan itu
akan dilakukan pada pertengahan semester, atau pada Januari tahun depan. Karena saat ini tengah berlangsung ujian semester. Penambahan sekolah sasaran, selain karena pelaksanaan kurikulum baru untuk SD dinilai berhasil, kesiapan sejumlah sekolah dasar untuk melaksanakan kurikulum baru tersebut dinilai tinggi. “Ini dibuktikan dengan adanya 79 SD yang menerapkan kurikulum tersebut secara mandiri,” katanya. Dengan penambahan lokasi baru tersebut, pemerintah akan menyiapkan pe-
rangkat dan buku pendukung. Pengadaan buku menurut dia tidak ada anggaran khusus. Sebab bantuan buku dan peralatan lain diberikan dalam bentuk barang jadi. Sedangkan bagi sekolah yang melaksanakan secara mandiri, ditanggung oleh sekolah yang besangkutan. Lanjut Mutammam, berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendidikan, pihak sekolah dapat menggunakan dana bos tidak lebih dari 5 persen bagi sekolah yang menerapkan kurikulum baru secara mandiri. Mutammam menjelaskan
pelaksanaan kurikulum baru mendatang, hanya akan diterapkan di dua kelas, yakni kelas II dan kelas V. Hal ini berbeda dengan semester ganjil lalu yang menerapkan pada kelas I dan kelas IV. Di Pamekasan, kurikulum baru 2013 mulai dilaksankan pada Juli lalu. Terdapat 9 SDN yang dijadikan lokasi uji coba, yaitu SDN Kertagenah Laok 1, SDN Kowel 3, SDN Larangan Badung 1, SDN Larangan Tokol 4, SDN Lemper 2, SDN Montok 2, SDN Tampojung Tengah, SDN Tattangoh 2, dan SDI AlMunawwaroh. (oni/muj/rah).
SUMENEP
15
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
Empat Ruang Puskesmas Ambruk Puskesmas Bluto: Belum Ada Respon dari Dinkes SUMENEP- Empat ruangan Puskesmas Kecamatan Bluto, ambruk. Kejadian itu terjadi beberapa waktu lalu. Akibatnya, setiap hujan mengguyur bangunan utama puskesmas tersebut tergenang air, dan mengganggu pelayanan. Ruangan yang ambruk itu terdiri dari ruangan laboratorium, imunisasi, rontgen dan tempat alat kesehatan. Kini, kondisinya memperihatinkan. Sejak empat ruangan itu ambruk, tak ada respon apapun dari pihak pemerintah. Pantauan Koran Madura (12/12) Kamis, selain ambruk, air hujan menggenangi beberapa tempat, sehingga setiap hujan datang, pihak puskesmas kelimpungan untuk mencari cara untuk menghadang genangan air agar tidak mengganggu pasien. Meski tidak ada korban jiwa, namun pelayanan
di Puskesmas Bluto tersendat dan terganggu, karena air menggenang dimana-mana. Kasubag Tata Usaha Puskesmas Bluto, Mudahnan, menuturkan, saat ini empat ruang yang ambruk itu dipindah ke tempat penyimpanan barang-barang atau gudang demi pelayanan kepada pasien. Padahal menurut Mudahnan, ada ruangan yang mendesak untuk diperbaiki, yakni, ruangan laboratoriam yang setiap hari. “Dari empat ruangan itu, yang kami anggap perlu diperbaiki adalah ruangan laboratorium, karena dipakai setiap
hari untuk mengecek penyakit pasien. Makanya, setelah ambruk kita langsung alihkan ruangan laboratorium ke ruangan gudang,” katanya. Ia mengungkapkan, belum diketahui penyebab pastinya empat ruangan itu ambruk, karena ketika kejadian tidak ada angin maupun hujan. Tiba-tiba ambruk. “Beruntung ketika kejadian seluruh petugas Puskesmas sedang istirahat. Kala itu, tidak ada angin maupun hujan, tiba-tiba ada bunyi bruk, setelah dilihat ternyata empat ruangan itu ambruk,” terangnya. Mudahnan menjelaskan bangunan puskesmas sudah berdiri 15 tahun lebih. “Mungkin kayu bangunan sudah lapuk akibat dimakan usia. Sebab, gedung yang ambruk tersebut bangunannya lebih dari 15 tahun belum disentuh oleh rehab,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Bluto sudah melapor kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. “Tetapi sampai sekarang belum ada respon, bahkan tak sekalipun ada petugas dari dinkes melihat banguan itu. Mudah-mudahan bangunan yang ambruk ini, bisa dianggarkan di APBD tahun depan,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Anugerah Riska Rahadi hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfrimasi. Ketika berusaha dihubungi telepon selulernya, tidak merespon. (sym/mk)
PARAH. Salah satu ruangan Puskesmas bluto yang ambruk. Terlihat petugas menunjukkan kondisi yang ambruk dan tak kunjung diperbaiki (1)
DUGAAN PUNGLI PENGAJUAN NUPTK
Operator Berdalih Sumbangan Suka Rela SUMENEP – Operator NUPTK Kemenag Tingkat Kabupaten, Ahmad, membantah dugaan pungli dalam pengajuan NUPTK. Menurutnya, dalam pengajuan NUPTK yang telah dilakukan sebanyak 601 guru mulai dari tingkat RA sampai tingkat MA tidak ada pungli. ”Saya tidak pernah meminta sesuatu kepada guru. Hanya saya menjelaskan biaya yang telah kami habiskan untuk mengurusi NUPTK ke Surabaya saja. Dan dana itu adalah uang pribadi saya,” klarifikasinya. Dari 601 guru yang telah diajukan Kankemanag Sumenep ke Kanwil Jatim di Surabaya hanya 360 guru
yang sudah keluar NUPTKnya pada tahun ini. ”Dari yang telah keluar NUPTKnya itu kami jelaskan mengenai pembiayaannya. Ternyata setelah dijumlah dan dibagi hanya berkisar setiap orang itu sebanyak Rp 20 ribu saja,” terangnya. Dari hasil musyawarah yang dilakukan di kediamannya itu, sama sekali tidak ada kesepakatan apapun. Dirinya hanya menawarkan jika memang ada keikhlasan silakan diganti biaya transportasi tersebut. ”Kami tidak pernah meminta untuk mengganti biaya itu. Hanya saja menawarkan kalau ada keikhlasan untuk menggantinya,” ujarnya. Ahmad tidak mengilak
ANCAMAN BANJIR. Musim hujan seperti sekarang ini, ancaman banjir dapat menimpa siapa saja dan dimana saja. Agar banjir tidak terjadi, penting untuk menata lingkungan hidup kita dengan benar.
ePaper
NEKAT
Ada Perempuan Ingin Bunuh Diri SUMENEP - Seorang perempuan berusia sekitar 27 tahun yang kedapatan hendak meloncat dari atas jembatan Sungai Kebun Agung, Pandian, Kamis (12/12) sempat menjadi perhatian warga. Warga dan sejumlah tukang becak yang berada tidak jauh dari lokasi langsung mencegah dan membawanya ke rumah warga. Adi, 40, salah satu tukang becak yang berada di lokasi, mengatakan, awalnya perempuan tersebut berboncengan dengan seorang temanya,
membuntuti laki-laki. Saat berada di jembatan, perempuan tersebut cekcok dengan laki-laki yang diduga suaminya. Dan tiba-tiba perempuan asal Desa Bekeong, Kecamatan Guluk-Guluk itu lari dan hendak melompat. Namun, sang suami yang diketahui berasal dari Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, berhasil menahannya. “Katanya, dia buntuti suaminya lalu tengkar di atas jembatan, dan si wanita tadi langsung mau lompat ke sungai,” ungkapnya. Usai hendak melompat
dari atas jembatan, perempuan tersebut beberapa kali meronta dari dekapan sang suami dan berusaha melompat. Beruntung warga sekitar yang melihat kejadian tersebut bersama sang suami dan teman korban bisa membawa korban ke salah satu rumah untuk di tenangkan. “Tadi waktu di pegang suaminya, beberapa kali mau loncat juga, Mas” katanya. Sesampainya di rumah warga, perempuan tersebut terus saja memberontak hingga akhirnya sejumlah warga ber-
hasil menenangkan perempuan yang diketahui bekerja sebagai salah satu penjaga toko di Kota Sumenep. Warga juga meminta suaminya membawa pulang agar tidak semakin banyak warga yang berdatangan untuk melihat kondisi perempuan tersebut. “Tadi langsung saya minta di bawa pulang saja, tidak bagus kalau lama-lama di sini,” ungkap Ruli, 30, salah satu warga. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kendak bunuh diri perempuan tersebut. (edy/mk)
Unduh Koran Madura versi ePaper dan nikmati beragam informasi dari gadget anda
Terbit Siang!
DKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan SUMENEP – Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep memberikan bantuan kepada 676 kelompok nelayan. Penyerahan bantuan sebesar Rp 4.752.115.000 secara simbolis dilakukan Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Kamis (12/12). Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok nelayan yang tersebar di 21 kecamatan. Bantuan itu berupa jala, pancing, mesin perahu, alat produksi ikan dan sejumlah peralatan lainnya. Bantuan itu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) nelayan, pengelolaan pertumbuhan kelautan yang berkelanjutan, dan meningkatkan
PEDULI. Bupati Sumenep A. Busyro Karim didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Mohammad Jakfar memberikan bantuan secara simbolis terhadap 676 kelompok nelayan, Kamis (12/12).
Klik dan unduh di sini: http://www.koranmadura.com/ category/epaper-koranmadura/
IKLAN BARIS KONTAK LANGGANAN (0328) 6770024
produksi. Kepala DKP Sumenep Moh. Jakfar menjelaskan, bantuan itu merupakan bentuk partisipasi pemerintah dalam meningkatkan SDM (sumber daya manusia) nelayan. Juga, pengelolaan dan pengawasan yang berwawasan lingkun-
gan, dan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan. ”Kami harap, bantuan ini dipergunakan dengan sebaik mungkin, kami tidak ingin ada indikasi bantuan ini diperjualbelikan,” harapnya. Bupati Sumenep A. Busyro Karim meminta ban-
tuan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga, dapat meningkatkan taraf penghasilan nelayan. ”Jadi, ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Supaya manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh nelayan,” katanya. (adv/edy/yat)
setelah musyawarah itu memang banyak orang yang memberikan uang kepada dirinya. Bahkan ada yang memberi sampai Rp 50 ribu. ”Kami akui memang ada yang meberikan Rp 50 ribu dan juga ada yang memberikan uang Rp 20 ribu. Bahkan ada guru yang tidak memberikan apapun kepada saya,” tambahnya. Dan pihaknya mengaku tidak mempersoalkan guru yang tidak memberikan apapun. ”Bagi saya tidak masalah orang yang memberi. Dan juga orang yang tidak memberi juga tidak masalah. Bahkan kami tidak pernah mepersoalkan masalah itu,” tandasnya. (edy/mk)
IKLAN DAN BERLANGGANAN
16
WILAYAH SUMENEP
JUMAT 13 DESEMBER 2013 NO. 0260 | TAHUN II
081939363544
S atu Hati un tuk B an gsa
Prakiraan Cuaca
Pulau Madura Jumat 13 Desember 2013 SUMENEP
Hujan Lebat Suhu Kelembaban
: 25°c - 31°c : 76% - 95%
SAMPANG
Hujan Sedang Suhu Kelembaban
: 25°c - 31°c : 67% - 97%
PAMEKASAN Hujan Sedang
Suhu Kelembaban
: 24°c - 31°c : 71% - 98%
BANGKALAN Hujan Lebat
Suhu Kelembaban
: 24°c - 30°c : 69% - 98%
PASAR MINGGU
Pemkab Nyatakan Tidak Menarik Retribusi MANTERENG: Kendaraan Satpol PP Sumenep hendak melintas di bawah reklame milik PT. Jarus Super terbentang di sepanjang jalan Trunojoyo Sumenep. Reklame tersebut berada di zona hijau yang tidak boleh ditempati reklame.
Reklame Menyalahi Perda Pengamat: Pemkab dengan Pengusaha Ada Indikasi Permainan SUMENEP – Belum ditertibkannya reklame yang berada di zona hujau disoroti pengamat hukum. Keberadaan reklame yang sudah habis masa kontraknya telah melanggar hukum. Pemerintah diminta tegas. Pengamat Hukum, Ach. Novel, mengatakan, pemasangan reklame itu tidak serta merta dipajang di sepanjang jalan tanpa izin terlebih dahulu kepada pemkab setempat. ”Ini sudah jelas kalau sudah tidak diperpanjang lagi masa kontraknya sudah melanggar hukum,” katanya. Oleh karenanya, pemkab harus segera melakukan tindakan nyata, sehingga ada kesan positif dalam melaksankan peraturan. ”Kalau itu
sudah benar, maka yang jelas itu harus ditertipkan, dan yang berhak menertibkan itu adalah Satpol PP sebagai penegak perda,” terangnya. Jika sampai saat ini keberadaan reklame itu masih belum juga ditertibkan, menurutnya, patut dicurigai ada hubungan terselubung antara perusahaan dengan pemkab. ”Ini patut dicurigai, antara Pemkab dengan pihak pengusaha sudah ada indikasi permainan di bawah tangan,” terangnya
Kami sudah dua kali melayangkan surat, namun masih belum ada tanggapan. Dan kami akan mengirimklan surat ketiga kalinya pada bulan ini
Sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan dan Perizinan Terpadu (BPPT) Sumenep, Herman Poernomo, mengaku dirinya sudah melayangkan surat terhadap PT. Jarum Su-
per agar puluhan reklame itu segera diturunkan. “Kami sudah dua kali melayangkan surat, namun masih belum ada tanggapan. Dan kami akan mengirimklan surat ketiga kalinya pada bulan ini,” katanya, beberapa waktu lalu kepada Koran Madura. Herman mengatakan, jika surat teguran ketiga kalinya itu tidak direspon, pihaknya akan melakukan penertiban secara paksa. ”Kan itu sudah jelas melanggar perda, maka kami terpaksa akan menertibkan secara paksa nantinya,” tegsanya. Semantara Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep Abd. Madjid menjelaskan, hingga saat ini masih belum mendapatkan surat
perintah untuk melakukan penertiban, sehingga dirinya walaupun sebagai penegak perda tidak berani melakukan penertiban. ”Sampai saat ini kami masih belum ada perintah dari BPPT, sehingga kami masih belum bisa bertindak,” ujarnya. Walaupun ada surat pemberitahun dan perintah untuk melakukan pnertiban, dirinya tidak serta merta melakukan tindakan, namun itu masih melalui koordinasi dengan instansi terkait. ”Yang berhak menurunkan itu bukan cuma Satpol PP saja, melain kan tim yang terdiri dari Petugas Kodim, Polres, BPPT dan insatansi yang lain. Sementara kali ini kami sudah melakukan rapat tim,” tukasnya (edy/mk)
Seremonial Pemkab Gelar Monitoring dan Evaluasi DBHCHT
S
UMENEP- Sejak Rabu (11/12), Pemkab Sumenep menerjunkan lebih kurang 15 orang ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) DBHCHT 2013. Hal itu untuk memastikan tersalurnya bantuan tersebut hingga ke masing-masing penerima. Tim tersebut turun ke sejumlah kecamatan, lokasi bantuan DBHCHT itu. Sesuai dengan jadwal yang ditentukan ada 19 kecamatan akan ditinjau. Yakni, Kecamatan Pragaan, Ganding, Guluk-Guluk, Bluto, Saronggi, Lenteng, Kota Sumenep, Batuan, Manding, Kalianget, Talango, Pasongsongan, Ambunten, Dasuk, Rubaru, Gapura, Dungkek, BatangBatang, dan Batuputih. Pada hari pertama tim mendatangi enam kecamatan. Yaitu, Kecama-
tan Ganding, Pragaan, Guluk-Guluk, Bluto, Saronggi dan Lenteng. Objek yang ditinjau adalah berupa bantuan obat-obatan kesehatan di puskesmas, bantuan sarana prasarana dan bantuan alat mesin pengolah seperti hand tractor, genset, sprayer, mesin pengolah pupuk organik, skop, border, demplot composer, alat batik cap, alat keris, alat batik border, dan yang lainnya. Itu semua diambilkan dari dana BBHCHT. Pemkab Sumenep menggelontarkan Rp 23 miliar DBHCHT melalui dana APBN 2013. Dana itu diperuntukkan kepada 6 satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Yaitu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Lingkungan
BAHAS. Tim saat menggelar monitoring dan berdiskusi dengan penerima saat meninjau bantuan yang diberikan melalui dana DBHCHT itu.
SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep hingga saat ini mengaku belum menarik retribusi dari pedagang yang membuka stan di Pasar Minggu. Sejauh ini, pemkab belum memberlakukan penarikan retribusi untuk pedagang di Pasar Minggu. Namun, Kabag Perekonomian Pemkab Moh Hanafi tidak membantah akan adanya penarikan retribusi. Menurut Hanafi, jelas yang menarik retribusi bukan pemkab. Bisa jadi ada oknum yang mengatasnamakan pemkab atau bagian perekonomian. Menurutnya, tujuan keberadaan Pasar Minggu bukan untuk bisnis. “Diadakannya Pasar Minggu sebagai upaya pemberdayaan bagi para UKM bianaan berjumlah 80 UKM dari masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Sehingga mereka terlatih untuk memasarkan produk,” terangnya, Kamis (12/12). Ditempatkannya UKM binaan dari masingmasing SKPD, sambung Hanafi, agar Pasar Minggu Kasihan lah. Untung tersebut dapat menarik yang diperoleh pengunjung atau wisataUKM itu juga belum wan. Sehingga juga dapat memeriahkan pariwisata seimbang dengan Kota Sumenep. pengeluaran atau Ia menceritakan, biaya mereka. Tapi memang pada awalnya suatu saat jika ada pemkab bingung apakah perkembangan yang Pasar Minggu perlu ditarik berarti, barangkali retribusi atau tidak. Jika perlu ada regulasi mengacu pada area yang untuk penarikan digunakan pasar tersebut retribusi itu. harus ditarik retribusi karena menggunakn fasilitas atau jalan umum. Namun Moh. Hanafi hingga saat ini belum ada Kabag Perekonomian keputusan apakah akan ditarik retribusi atau tidak. Soal penarikan retribusi agar dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD Sumenep, itu masih jadi bahan kajian dan evaluasi. Hasil kajian tim pasar yang terdiri dari DPPKA, Bagian Hukum, Disperindag dan Koperasi, memang belum saatnya dilakukan penarikan retribusi. Itu mengingat hasil yang diperoleh dari berjualan di Pasar Minggu masih kecil omsetnya. “Kasihan lah. Untung yang diperoleh UKM itu juga belum seimbang dengan pengeluaran atau biaya mereka. Tapi suatu saat jika ada perkembangan yang berarti, barangkali perlu ada regulasi untuk penarikan retribusi itu. Kita liat saja dulu perkembangannya ke depan. Dan tim pasar sepakat untuk tidak manarik retribusi itu,” terang mantan Camat Lenteng tersebut. Beberapa waktu lalu, salah satu pemilik stan berinisial B mengaku rutin menyetorkan sejumlah uang sebagai retribusi. Besaran uang retribusi yang harus disetor mencapai Rp 100 ribu per stan. Uang tersebut disetor secara rutin. (edo/mk)
PENSIUN
Sepuluh Kepala Dinas Purna Tugas
Hidup (BLH) serta Bagian Perekonomian Setkab Sumenep. Sehermanto, Ketua Tim Monev DBHCHT mengatakan, dalam pelaksanaan monev ini pihaknya melibatkan seluruh SKPD terkait yang memang mendapat jatah DBHCHT. Itu agar monev tepat sasaran. ”Monev akan digelar selama lima hari, dimulai dari tanggal 11 hingga 17 Desember,” katanya. Pelaksanaan monev itu, menurutnya, sengaja digelar di akhir masa anggaran. Itu untuk melihat manfaat DBHCHT secara utuh di masyarakat. “Sehingga, dengan program DBHCHT ini setidaknya bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat kota Sumekar ini,” ungkapnya. Dalam monev ini pihaknya memfokuskan pada tugas pokok dan fungsi masing-masing satker penyalur DB-
HCHT. Sehingga, DBHCHT itu tepat sasaran dan juga tepat guna. ”Setidaknya, ketika diawasi seperti ini bisa diketahui manfaatnya, dan apa yang perlu dilakukan perbaikan,” ungkapnya. Menurut Suhermanto, objek bantuannya tidak jauh beda dengan yang kemarin, seperti hand tractor (Dishutbun), Mesin pengolah pupuk organik dan skop, sarana bagi usaha kecil berupa gorengan (Disperindag), peralatan bordir (Disnakertrans), bantuan obat-obatan (Dinkes) dan Bantuan demplot komposter (BLH). Dari hasil monitoring dan evaluasi ini, nantinya akan dijadikan dasar untuk pelaksanaan tahun anggaran mendatang. “DBHCHT diharapkan memiliki manfaat besar kepada masyarakat. Sehingga penggunaannya betulbetul bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,”ungkapnya. (adv/sym/yat)
SUMENEP - Sebanyak 404 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Sumenep pada tahun ini purna sebagai abdi Negara. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKD) Titik Suryati. “Ada 404 PNS Sumenep yang pensiun pada tahun 2013 ini,” ucapnya, Kamis (12/12). Titik menjelaskan bahwa dari 404 tersebut yang harus pensiun terdiri dari beberapa kategori, termasuk kalangan guru yang ada di lingkungan Pemkab Sumenep, “Itu jumlah secara keseluruhan ya, dari beberapa kategori,” imbuhnya. Sementara kepala dinas yang akan memasuki pensiun ada 10 orang. “Jumlah jajaran kadis kurang lebih mencapai 10 kadis, termasuk di antaranya adalah Kadis PU Cipta Karya. Sementara untuk mengganti tugas dari 10 orang itu, kami masih harus menunggu Baperjakad yang masih
melakukan sidang tersebut,” jelasnya. Sementara untuk kelulusan K-2 yang sudah melaksanakan tes seleksi beberapa waktu lalu, pengumuman pelulusan bisa tidak sesuai sesuai dengan jadwal yang ditentukan sebelumnya. Jadwal diperkirakan molor hingga 17 Desember mendatang dari 14 Desember. Dan di tahun 2013 ini, rupanya akan menjadi terakhir kalinya adanya tes seleksi CPNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk kategori dua (K-2). Pasalnya, untuk tahun 2014 mendatang, tidak akan ada lagi seleksi CPNS untuk K2, sehingga dipastikan oleh kepala BKD Kabupaten Sumenep, khusus tahun 2014 mendatang, K2 tidak ada lagi. “Jadi, untuk K2 hanya untuk tahun 2013 saja, khusus tahun mendatang sudah tak ada lagi,” terangnya. (sym/mk)