Skip to main content

e Paper Koran Madura 24 Februari 2014

Page 1

SENIN

KORAN MADURA

24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp. 70.000

1

0328-6770024 SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III www.koranmadura.com

n Parpol Ajuka r sa a rd e B Caleg Uang? Nasional hal 4

ant/rivan awal lingga

BANJIR PRIUK DAMAI. Seorang warga terjebak di atap rumah saat banjir merendam kawasan perumahan Priuk Damai, Tangerang, Banten, Minggu (23/2). Banjir setinggi 3 meter sampai 4 meter yang menenggelamkan kawasan pemukiman tersebut disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan meluapnya kali Sabi.

JAKARTA- Ribuan rumah terendam banjir di Provinsi Banten akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu (22/2) pukul 17.25 WIB hingga Minggu. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya di Jakarta, Minggu, menjelaskan, wilayah yang terendam banjir di Banten terbagi dalam tiga zona/wilayah. “Untuk wilayah Kota Tangerang meliputi Kecamatan Karawaci Kelurahan Nambo Jaya/Perum Pondok Arum. Tinggi air 150 hingga 175 cm,” katanya. Selain itu di Kecamatan Karang Tengah Kelurahan Ciledug Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 serta Komplek Kementerian Dalam Negeri tinggi air 70-100

Ribuan Rumah Terendam cm. Kemudian Kecamatan Cibodas Kampung Panunggan Barat tinggi air 100150 cm dan Kecamatan Periuk Perum Total Persada dengan jumlah korban 1699 KK/7604 jiwa. Sementara untuk zona Kota Tangerang Selatan meliputi Kayu Gede Untuk zona Kabupaten Tangerang , meliputi Kecamatan Paku Haji Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga Desa Kohod, Kecamatan Pasar Kemis Desa

Gelam, Perum Total Persada, Kecamatan Curug, Kecamatan Sepatan Desa Cisere, dan Kecamatan Jayanti Perum Cikande Permai. Sutopo mengatakan, sampai saat ini BPBD Banten dan BPBD Kota Tangerang masih melakukan penanganan darurat. “Evakuasi dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat. Kebutuhan mendesak sandang terdiri atas selimut, tikar, pakaian,

sarung dan kebutuhan pokok meliputi paket makanan anak, manula, sembako, air bersih,” katanya. Ia menambahkan, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Jakarta dan Bekasi. Jebolnya tanggul sungai Bekasi mengakibatkan perumahan Pondok Gede Permai dan sekitarnya terendam banjir hingga 3 meter. Selain juga terjadi di hulu Sungai Bengawan Solo. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB merapat ke daerah-daerah banjir untuk memberikan pendampingan kepada BPBD. “Kita kerahkan logistik dan peralatan yang ada untuk membantu korban banjir. BMKG memprediksi hujan masih akan merata dengan intensitas hujan bervariasi. Masyarakat dihimbau waspada,” kata Sutopo. =ANT/HANNI


2

KORAN MADURA

PAMANGGI

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

Gajah

Oleh : MH. Said Abdullah

Anggota DPR RI, asal Madura

Dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 yang populer disebut UU Susduk, diatur tentang reses yaitu kegiatan wakil rakyat di luar sidang. Walau secara kosakata bermakna istirahat namun dalam konteks kerja wakil rakyat reses merupakan moment “wajib” wakil rakyat untuk berkunjung secara rutin bertemu konstituen. Melalui reses wakil rakyat pertama, memahami permasalahan konstituen dan daerah pemilihannya. Lalu dari hasil bertemu konstituen itu dilaporkan dan diperjuangkan melalui fraksi di Dewan. Kedua, melalui reses wakil rakyat mempertanggungjawabkan secara moral dan politik kepada konstituen di daerah pemilihannya tentang perjuangan politik yang telah dan terus diperjuangkannya. Semacam progress report. Sangat jelas sekali reses merupakan kegiatan yang tak kalah penting dari sidang-sidang resmi, termasuk juga dibanding kegiatan wakil rakyat lainnya. Pada efektivitas, efisiensi, produktivitas reseslah yang tercermin pada outcome keberhasilan perjuangan politik dan aspirasi yang bermanfaat di daerah pemilihan serta pada konstituen eksistensi seorang wakil rakyat diukur kinerjanya. Di luar pengambilan keputusan dalam sidangsidang resmi di parlemen, kegiatan apapun secara logika jauh lebih penting mengisi muatan reses secara optimal. Itu artinya, memahami persoalan daerah pemilihan dan kebutuhan masyarakat merupakan prioritas utama yang harus dikerjaan setiap wakil rakyat. Berada di daerah pemilihan, Daerah pemilihan mendengarkan dan memahami aspirasi konstituen, adalah rumah yang harus diban- lalu memperjuangkannya gun, diperbaiki, merupakan tugas utama seorang wakil rakyat. dibenahi. Para Ilmu apapun penting bagi penghuninya wakil rakyat. Tetapi mengharus diperjuang- etahui, memahami persoalan kan semaksimal daerah pemilihan, mengerti mungkin aspirasi konstituen dan kemudian memperjuangkannya jauh lebih penting dan bahkan merupaan “kewajiban” utama dan pertama seorang wakil rakyat. Sesekali mungkin saja seorang wakil rakyat perlu mencari perbandingan di daerah lain. Tetapi jangan kemudian wakil rakyat terjebak lebih banyak mencari perbandingan ketimbang memahami persoalan masyarakat di daerah pemilihannya atau di Provinsi, Kabupaten, Kotamadya yang diwakilinya. Itu akan menjadi ironi. Sama saja mencoba memperhatikan kuman di nun jauh sana ketimbang persoalan gajah yang ada di pelupuk mata. Tentu terasa aneh anggota wakil rakyat lebih memahami persoalan daerah lain ketimbang daerah yang diwakilinya. Bagaimana mungkin ia bisa dianggap wakil rakyat, yang akan mampu memperjuangkan aspirasi daerahnya, jika pemahaman tentang daerahnya jauh dari memadai, karena terlalu asyik mencari perbandingan di daerah lain. Daerah pemilihan adalah rumah yang harus dibangun, diperbaiki, dibenahi. Para penghuninya harus diperjuangkan semaksimal mungkin. Sebab, ia ada karena para penghuni, karena rakyat yang memilihnya dengan tugas utama memperjuangkan mereka yang telah memberi kepercayaan itu. Korelasi dan komunikasi seperti inilah yang saat ini belum berkembang dengan baik antara wakil rakyat dan konstituennya. Komunikasi seakan terjadi hanya lima tahun sekali, saat kampanye. Ada jarak lebar yang ujungnya membuat rakyat kehilangan kepercayaan. Tentu sangat aneh bila wakil rakyat tak dipercaya rakyat yang diwakilinya. =

Berita Utama

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

2

Capres Luar Jawa-Jawa Lebih Disukai? Capres Jawa Dianggap Memiliki Keuntungan Lebih JAKARTA-Kombinasi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Jawa dan non Jawa ternyata paling disukai masyarakat. Hasil survei lembaga penelitian politik Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menemukan bahwa sebagian masyarakat tidak mementingkan etnis capres dan cawapres 2014 dengan kombinasi Jawa-Luar Jawa atau Luar Jawa-Jawa. Disebutkan, sebanyak 47 persen masyarakat sangat setuju dan setuju dengan duet Jawa-luar Jawa. Demikian disampaikan peneliti SPIN, Danny Indrianto saat membacakan hasil surveinya dengan tema “Preferensi Publik terhadap Etnis pada Pesta Demokrasi 2014” di Hotel Mulia, Jl. Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2). Survei SPIN ini dilakukan periode 1 Januari sampai 14 Februari 2014 dengan mengambil sebanyak 1.090 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Survei yang dilakukan dengan metode wawancara via telepon itu memiliki margin of error ±2,99 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Dia menyebutkan, sementara sejumlah 17,10 persen masyarakat tidak setuju dengan kombinasi tersebut,

11,20 persen sangat tidak setuju dan 24,40 persen tidak tahu atau tidak menjawab. Di sisi lain, dalam kombinasi Luar Jawa-Jawa, sebanyak 49,5 persen publik sangat setuju dan setuju, 18,8 persen tidak setuju, 10,9 persen sangat tidak setuju dan 20,6 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab. Bukan hanya itu, pihaknya juga menemukan adanya perilaku pilihan masyarakat yang berimbang dalam pasangan capres dan cawapres kombinasi Luar Jawa-Luar Jawa. Sebanyak sebanyak 44,6 persen masyarakat sangat setuju dan setuju, sementara 42,6 persen tidak setuju dan sangat tidak setuju. “Hanya sebesar 12,5

persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab,” demikian Danny. Kendati demikian, calon presiden berasal dari etnis Jawa dianggap memiliki keuntungan lebih dibandingkan capres yang berlatar etnis nonJawa. “Sebanyak 51,4 persen publik sangat setuju dan setuju tentang kombinasi pada pesta demokrasi 2014 adalah Jawa-Jawa,” paparnya. Dia merinci, sejumlah 7,2 persen tidak setuju, sangat tidak setuju (13,6 persen), serta 27,6 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Ada beberapa faktor yang membuat hal itu terjadi. Pertama, warga pemilih paling banyak beretnis suku Jawa. Kedua, mayoritas calon pemimpin nasional 2014 berasal dari etnis Jawa. Ketiga, sebaran pemilih Jawa yang berada di berbagai provinsi. “Keempat, sifat suku Jawa yang cenderung untuk memilih calon pemimpin yang memiliki latar belakanh yang sama dengan dirinya,” imbuh Danny. Terakhir, ada kecenderungan pola pilihan pemilih luar Jawa yang membuka ruang pada calon pemimpin nasional dengan latar belakang yang berbeda dengan dirinya. =GAM/ABD

EKONOMI

Indonesia Harus Bangun Nasionalisme Baru BEKASI- Indonesia harus membangun nasionalisme baru dengan cara mendorong produk-produk lokal agar berdaya saing dengan produk luar negeri. Hal ini sangat penting untuk membendung produkproduk impor yang masuk ke pasar dalam negeri. “Memasuki ASEAN Economic Community (AEC) 2015, Indonesia harus bisa mendorong produk yang kompetitif,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam dialog kebangsaan dengan tema “Daya Saing Bangsa prospektif Ekonomi Digital dan Hegemoni Politik Dalam Era ASEAN Community 2015” di Bekasi, Minggu (23/2). Melalui AEC 2015, jelasnya, ASEAN akan menjadi pasar tunggal yang berdaya saing tinggi. Sehingga, jika produk lokal tidak mampu bersaing, Indonesia hanya akan menjadi market based. “Ini pekerjaan rumah. Jika

tidak, maka kita akan gagal. Untuk memenangkan persaingan segalanya harus dipersiapkan khususnya infrastruktur, sehingga mampu menjadikan Indonesia sebagai production based,” ujarnya. Hatta menjelaskan, adanya perbaikan infrastruktur biaya logistik dapat ditekan. Apabila, saat ini masih 14,08 persen, maka di akhir 2015 diupayakan menjadi dibawah 10 persen. Niat ini, telah tercermin dari besarnya alokasi untuk pembangunan infrastruktur di 2014. Dari APBN saja dianggarkan Rp250 triliun, APBN Rp150 triliun, dan APBD Rp100 triliun. Pihaknya optimistis, dengan segala persiapan yang dilakukan, Indonesia mampu meningkatkan volume perdagangan hingga dua kali lipat. Jika 2013 ekspor Indonesia menyentuh angka USD180 miliar, maka dengan AEC 2015 bisa diangka USD400 miliar. “Ini juga yang

menjadi salah satu alasan mengapa kita dorong hilirisasi industri. Jangan sampai kita kaya akan sumber daya alam tapi hanya menjadi middle income trap,” cetusnya. Diterangkan Hatta, dengan pelaksanaan Undang-Undang Minerba yang efektif berlaku Januari tahun ini, Indonesia sudah menghentikan ekspor barang mentah dengan konsekuensi akan kehilangan pendapatan USD 5 Miliar. Tapi, pada 2016 mendatang, neraca perdagangan diyakini akan kembali menujukkan trend positif. “Ini sebagai bentuk intervensi ekonomi yang diperlukan. Hilirisasi menjadi mutlak agar ada value di dalamnya. Karena itu, ahli teknologi dan penelitian sangat dibutuhkan dalam memajukan industri dan perekonomian kita,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN ini. =GAM


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

SENIN 24 FEBRUARI 2014 SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III No. 0307 | TAHUN III

33

KEBAKARAN

118 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

ant/suprianta

INILAH DEMOKRASI. Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo (kanan), bersama Pengamat politik Salim Said berbicara saat diskusi Inilah Demokrasi dengan tema “Mengungkap Arah Pramono Edhie Membawa Demokrat dan Bangsa”, di Jakarta, Minggu (23/2). Dalam diskusi tersebut Pramono Edhie Wibowo menegaskan kedaulatan bangsa dan negara hanya dapat dijaga oleh warga Indonesia dengan nasionalisme.

Presiden Coba Tengahi Konflik Keraton Surakarta YOGYAKARTA-Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan dengan kerabat keraton Surakarta di Gedung Agung Yogyakarta, Minggu, untuk menentukan upaya penyelesaian konflik di internal keluarga keraton itu. Beberapa petinggi keraton yang mengikuti pertemuan tertutup yang berlangsung selama kurang dari satu jam itu antara lain Panembahan Agung Tedjowulan, GPH Madukismo, KGPH Dipokusumo, serta KBPH Benowo. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang turut mendampingi presiden dalam pertemuan itu mengatakan presiden ingin mendengar langsung dari kerabat keraton tentang segala permasalahan yang terjadi di keraton Surakarta. “Alhamdulillah beberapa gusti telah diterima langsung oleh presiden, untuk mendengarkan langsung terkait permasalahan yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta,”kata

Roy seusai pertemuan itu. Roy mengatakan tidak ada maksud tertentu terkait alasan pertemuan itu dilakukan di Gedung Agung Yogyakarta. Menurut Roy Gedung Agung memiliki status yang sama dengan Istana Negara RI sehingga dapat digunakan presiden untuk melakukan berbagai pertemuan. “Kenapa di selenggarakan di Yogyakarta?, karena ini (Gedung Agung) adalah gedung negara yang statusnya juga sama dengan Istana Presiden di DKI Jakarta,”kata dia. Menurut Roy, dalam pertemuan itu, presiden juga menyatakan menerima permintaan Keraton Kasunanan Surakarta untuk turut menyelesaikan konflik internal keraton itu.

“Presiden mengatakan menyelesaikan setelah 9 April, menunggu situasi nyaman. Dan ditargetkan seluruh persoalan selesai sebelum jumenengan Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada Juni,”kata dia. Presiden, menurut Roy, juga akan memenuhi permintaan dari Keraton Kasunanan Surakarta untuk bisa mendorong terselenggaranya kembali seluruh upacara adat Keraton Surakarta yang selama ini tidak dapat diselenggarakan. “Presiden akan melakukan semua langkah termasuk meminta Kasunanan Surakarta untuk melakukan kembali semua upacara adat yang selama ini tidak mungkin diselengararakan karena ada pihak-pihak tertentu,” kata Roy yang juga bagian dari kerabat Kasunanan Surakarta. Namun demikian, menurut Roy secara prinsip setelah pertemuan itu konflik Keraton Surakarta telah selesai. “Mulai hari ini Konflik sudah

selesai, dan ditangani oleh negara dibawah komando langsung presiden,”kata dia. Dalam hal itu, menurut Roy, presiden menegakkan aturan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1988, di mana pemerintah menjadi penjaga adat, penegak budaya, sosial sekaligus keagamaan yang ada di Keraton Kasunanan Surakarta. Roy juga menegaskan bahwa lembaga dewan adat yang ada di Keraton Surakarta secara hukum sudah berakhir 21 Februari 2014, sesuai dengan surat Kesbangpol. Dalam pertemuan itu, Presiden juga didampingi oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet (SesKab), Dipo Alam, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh. =ANT/ LUQMAN

Balikpapan- Sebanyak 118 rumah di dua RT yakni 02 dan 03 Kelurahan Kampung Baru Ilir, Balikpapan, Minggu sore hangus terbakar. Bahdar, Ketua RT 03 di Balikpapan, Minggu, mengatakan api mulai berkobar sekitar pukul 14.30 WITA dari rumah salah seorang warganya bernama Titut yang rumahnya dalam kondisi terkunci dari luar. “Menurut keterangan beberapa saksi, bahwa terdengar bunyi ledakan sangat keras,” kata Bahdar. Ia mengatakan, api berkobar dengan cepat, karena lokasi kejadian banyak rumah terbuat dari kayu dan angin saat kejadian cukup kencang. Selain itu, jalan macet karena ada pawai budaya juga memperlambat datang mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian perkara (TKP). “Mobil pemadam tiba di KP setelah sekitar delapan rumah terbakar, karena jalan raya kebetulan macet karena ada pawai,” kata Bahdar. Dia mengaku belum mengetahui jumlah kerugian, tapi yang jelas semua rumah di RT 03 sebanyak 50 rumah habis dilalap si jago merah. Sementara itu, Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Kifli Suppu mengatakan data sementara yang diterima jumlah rumah yang terbakar sebanyak 118 unit terdiri dari RT 02 sebanyak 68 rumah dengan 100 kepala keluarga (KK), RT 03 sebanyak 50 rumah dengan 98 KK. “Kita dari kepolisian segera mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk mengetahui sebab-sebab terjadi musibah kebakaran ini,” kata Kifli. Sampai berita ini diturunkan petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Dan Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengerahkan 12 unit mobil untuk memadamkan api. Musibah kebakaran ini ada lima orang yang mengalami lukaluka dan pingsan dan dibawa ke Puskesmas terdekat serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kanudjoso Djatiwibowo. =ANT/SUSYLO/BETH


4

KORAN MADURA

Nasional

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

PENDIDIKAN

Guru Gaptek Mengejar “Generasi Digital” JAKARTA- Mantan Presiden BJ Habibie baru-baru ini melontarkan ide untuk mengembangkan sekolah terpadu tanpa kertas karena masyarakat Indonesia khususnya generasi mudanya dinilai sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan baik.

ant/agung rajasa

GERAKAN PEMILU BERSIH. Tangan aktivis dan kaos kampanye tolak politik uang ketika kampanye Gerakan Pemilu Bersih di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (23/2). Dalam kampanye tersebut mereka mengajak masyarakat untuk menolak politik uang dalam pelaksanaan Pemilu 2014.

“Sekarang masuk dalam era globalisasi dan informasi teknologi dapat menguntungkan proses pendidikan. Bangsa Indonesia harus persiapkan diri dengan mengembangkan sekolah yang tidak ada kertas lagi sebab kalau ada kesulitan siswa bisa berselancar di internet mencari jawabannya,” kata Habibie saat menjadi pembicara kunci pada Konvensi Pendidikan yang diselenggarakan Persatuan Guru RI. Untuk itu, ujar Habibie, dibutuhkan guru yang lebih canggih dari muridnya dan guru-guru yang mengajar nantinya harus dipersiapkan dengan matang dengan meningkatkan keahliannya. Ide untuk mengembangkan sekolah terpadu tanpa kertas bukanlah suatu yang mustahil. Apalagi dilontarkan oleh seorang cendekiawan sekelas Habibie yang sudah membuktikan keberhasilannya dalam memajukan teknologi di Tanah Air dan mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. Kesiapan guru Bagaimana

dengan kesiapan guru dalam memasuki era informasi teknologi yang berkembang begitu cepat dan sementara kemampuan guru jauh tertinggal dengan murid-muridnya sendiri dalam penguasaan iptek? Ditambah lagi kesenjangan kualitas guru antardaerah masih terjadi dan kondisi tersebut yang kerap memicu munculnya berbagai persoalan pendidikan di Tanah Air, seperti rendahnya nilai Ujian Nasional, bibit-bibit pemenang olimpiade nasional dan internasional masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera, guru yang dijadikan alat politik pascadesentralisasi dan sebagainya. Bagi Prof Dr HAR Tilaar Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengatakan bahwa selayaknya guru masa kini adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) sebab masyarakat Abad ke-21 adalah masyarakat yang hidup di dalam kemajuan IPTEKS. = ANT/ZIT/BETH

Parpol Ajukan Caleg Berdasar Uang? JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan, partai politik lebih banyak mengajukan calon legislatif (caleg) tidak berdasarkan integritas dan kualitas, tetapi dari sisi keuangan yang dimiliki. Akibatnya, para caleg tersebut banyak yang melakukan politik uang atau membeli suara rakyat. “Ketika dalam Pemilu, orang yang tak punya integritas membeli rakyat dengan politik uang. Sehingga dipilih tidak berdasarkan kualitas dan integritas tapi besaran uang,” kata Koordinator ICW Ade Irawan dalam diskusi Integritas Keuangan Kandidat pada Pemilu 2014 di Jakarta, Minggu (23/2). Menurutnya, saat ini banyak anggota DPR yang kembali menjadi caleg, padahal kinerjanya selama ini terbukti kurang memuaskan. Selain itu, kata dia, perilaku

para wakil rakyat saat menjabat ada kurang baik, tak berpihak kepada rakyat, dan diduga terlibat korupsi. “Partai sudah melakukan saringan. Secara umum kami kecewa, karena yang maju banyak kami anggap tidak terlalu bagus. Integritas buruk tapi tetap dimajukan,” ujarnya. Oleh karena itu, dia berpendapat, para caleg tak berintegritas yang terpilih menjadi wakil rakyat diragukan bisa mengedepankan kepentingan rakyat. Lebih paraj lagi, orang-

orang ini akan mencari upaya guna mengembalikan dana yang mereka sudah keluarkan antara lain dengan cara korupsi. “Ketika berkuasa tak ada yang mengingatkan. Ini jadi masalah kenapa DPR lebih mengedepankan kepentingan mereka dibanding rakyat,” katanya. Untuk menunjukkan integritasnya, lanjut Ade, para caleg harus terbuka soal rekam jejaknya serta berani transparan soal keuangan dan visi misinya. Rakyat pun diminta lebih pandai memilih pada pesta demokrasi 2014 ini. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang disapa Jokowi enggan menanggapi hasil survei menempatkan dirinya yang berpasangan dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada posisi teratas

dalam survei Pusat Data Bersatu. Menurut survei lembaga ini, bila pemilu dilakukan bulan ini, duet Jokowi-JK mencapai 22,3 persen. Sementara jika Jokowi bersanding dengan Megawati Soekarnoputri, pemilihnya hanya 8,1 persen. Elektabilitas Jokowi dan JK mengalami peningkatan dibanding survei pada bulan Januari 2014, yakni hanya 17,4 persen. Survei ini juga memunculkan duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (10,2 persen), Jokowi-Hatta Rajasa (6,8 persen), Dahlan IskanChairul Tanjung (5,7 persen), Jokowi-Puan Maharani (4,9 persen), dan Aburizal Bakrie-Mahfud MD (2,8 persen). Hanya saja Jokowi enggan mengomentari hasil survei terzebut. Dengan gayanya saat menjawab pertanyaan terkait keung-

gulannya dalam survei. Dia tetap lebih senang bicara masalah Jakarta. Saat melakukan “blusukan” di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (23/2) Jokowi sempat ditanyai komentarnya terkait keunggulannya dalam survei capres, jika bersanding dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia malah menyuruh wartawan menanyakan langung kepada Jusuf Kalla. “Katanya siapa? Ya, tanyakan ke Pak JK saja,” jawabnya. Jokowi enggan menjawab lagi soal pencapresan. Dirinya kemudian membicarakan mengenai jalan rusak di Ibu Kota. Menurutnya, dia sedang sibuk mengurus hal tersebut. “Dibilang, ini kita baru perbaikin jalan. Ada yang dicor ada yang diaspal,” ujar Jokowi. = ANT/ZIT/BETH


KORAN PROBOLINGGO LINTAS NUSANTARA MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

SENIN 24 FEBRUARI 2014 SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III No. 0307 | TAHUN III

55

PERBANKAN

Perbaiki Layanan Perlindungan Konsumen

ant/ andreas fitri atmoko

TOLAK PABRIK SEMEN. Dua warga melakukan teaterikal kubur diri saat aksi menolak rencana pembangunan pabrik semen di Sobo, Brati, Kayen, Pati, Jateng, Minggu (23/1). Dalam aksi itu mereka menolak rencana pendirian pabrik semen oleh PT. Indocement di kawasan pegunungan Kendeng Utara karena dinilai akan merusak lingkungan dan mengancam mata pencaharian masyarakat yang mayoritas petani.

ULN 2013 Melambat JAKARTA-Perkembangan hingga akhir tahun menunjukkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada 2013 berada dalam tren melambat. Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan ULN Indonesia pada Desember 2013 tercatat USD264,1 miliar, tumbuh 4,6% dibandingkan dengan posisi akhir 2012 sebesar USD252,4 miliar. Pertumbuhan ULN pada 2013 tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN tahun 2012 sebesar 12,0%. Perlambatan pertumbuhan ULN juga tergambar pada dinamika setiap triwulan selama 2013. “Pada triwulan I-2013 pertumbuhan ULN masih tercatat 11,2% (yoy), namun kemudian tumbuh dalam tren melambat menjadi 8,0% (yoy) pada triwulan II-2013, 7,0% (yoy) pada triwulan III-2013, dan 4,6% (yoy) pada triwulan IV-2013,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Jakarta, MInggu (23/2). Perlambatan juga terlihat pada pertumbuhan ULN menurut jangka waktu.

Pada tahun 2013, ULN berjangka panjang tercatat USD216,7 miliar (82,1% dari total ULN), sedangkan ULN berjangka pendek tercatat USD47,4 miliar. Dari perkembangan tersebut, posisi ULN berjangka panjang pada 2013 tumbuh sebesar 4,1%, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2012 sebesar 11,2%. Demikian pula halnya ULN berjangka pendek yang tumbuh melambat menjadi 7,1%, dibandingkan dengan pertumbuhan 2012 sebesar 15,9%. Perlambatan pertumbuhan ULN Indonesia terjadi baik pada ULN sektor swasta maupun sektor publik. ULN Indonesia pada Desember 2013 terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD123,5 miliar (46,8% dari total ULN) dan ULN sektor swasta sebesar USD140,5 miliar (53,2% dari total ULN). Dengan posisi tersebut, ULN sektor publik terkontraksi 2,0% dibandingkan dengan pertumbuhan 6,3% pada tahun 2012. Sementara itu, ULN sektor swasta pada periode yang sama tumbuh 11,3% (yoy), juga lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2012 sebesar 18,3%. Dari ULN sektor swasta terlihat bahwa perlambatan pertumbuhan ULN terjadi pada hampir semua sektor ekonomi. ULN sektor swasta terutama terarah pada lima sektor ekonomi, yaitu sektor keuangan

(pangsa 26,2% dari total ULN swasta), sektor industri pengolahan (pangsa 20,4%), sektor pertambangan dan penggalian (pangsa 18,3%), sektor listrik, gas, dan air bersih (pangsa 11,6%), dan sektor pengangkutan dan komunikasi (pangsa 7,5%). Dari kelima sektor tersebut, tiga sektor yaitu sektor keuangan, sektor industri pengolahan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat pertumbuhan yang melambat pada 2013 masing-masing sebesar 5,7%, 12,1% dan 4,4%, dari sebelumnya pada tahun 2012 masing-masing sebesar 22,8%, 13,2% dan 22,8%. Sektor listrik, gas dan air bersih bahkan mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 3,5%, dari sebelumnya tumbuh positif 12,8% di 2012. Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor pertambangan dan penggalian pada 2013 terakselerasi menjadi 26,1% dari 20,5% pada tahun 2012. BI memandang tren perlambatan ULN pada 2013 merupakan penyesuaian positif pelaku ekonomi terhadap tren moderasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga struktur ULN tetap terkendali. Posisi ULN tahun 2013 masih pada level yang sehat yakni 30,2% dari PDB, meskipun sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio tahun 2012 sebesar 28,7%. =GAM

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mensosialisasi Layanan Perlindungan Konsumen Pengguna Jasa Sistem Pembayaran kepada Bank dan lembaga selain bank yang menyelenggarakan sistem pembayaran. Perlindungan konsumen ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/1/PBI/2014 tanggal 21 Januari 2014 tentang Perlindungan Konsumen Pengguna Jasa Sistem Pembayaran. Sistem pembayaran nasional terus menerus mengalami peningkatan, baik dari sisi nominal maupun jumlah transaksi. Peningkatan tersebut tentunya membawa konsekuensi tidak saja bagi konsumen namun juga bagi penyelenggara maupun otoritas di bidang sistem pembayaran. Konsumen akan menuntut adanya informasi yang akurat dan jelas tentang berbagai produk sistem pembayaran yang ada di pasaran. Di sisi lain berbagai permasalahan akan muncul seiring dengan meningkatnya aktivitas dari transaksi sistem pembayaran. “BI telah membentuk satu divisi khusus yaitu Divisi Perlindungan Konsumen Sistem Pembayaran. Divisi ini khusus dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada konsumen yang memanfaatkan jasa sistem pembayaran dengan cara memberikan edukasi, konsultasi atau fasilitasi,” ungkap Deputi Gubernur BI, Ronald Waas di Jakarta, Sabtu (22/2). Adapun cakupan dari perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran adalah instrumen pemindahan/penarikan dana, kegiatan transfer dana, alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) termasuk kartu kredit dan kartu ATM/ Debet, uang elektronik, serta penyediaan/penyetoran uang Rupiah. Edukasi diberikan kepada konsumen yang ingin mengetahui lebih jelas mengenai produk-produk sistem pembayaran. Konsultasi diberikan pada saat konsumen mengalami kesulitan ketika menggunakan produk sistem pembayaran, sedangkan fasilitasi diberikan kepada konsumen yang bersengketa dengan penyelenggara sistem pembayaran yang berindikasi adanya kerugian finansial bagi konsumen. Sejak Agustus 2013 hingga Januari 2014 Bank Indonesia menerima 480 permintaan informasi dan 71 pengaduan. Mayoritas permintaan informasi masyarakat adalah seputar penyediaan dan penyetoran uang (53%) dan uang elektronik (41%), sedangkan pengaduan masyarakat sebagian besar mengenai kartu kredit (61%). =GAM


6

KORAN MADURA

Ekonomi

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

SIKLUS KRISIS SINGKAT

2016, Krisis Ekonomi Lebih Buruk JAKARTA-Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono menilai, secara historis rentang waktu terjadinya krisis semakin pendek. Sehingga, ini menimbulkan siklus krisis yang lebih singkat ini berpotensi menciptakan krisis ekonomi yang lebih buruk pada 2016. “Saat ini kita hidup di era krisis yang semakin sering dan interval dari satu krisis ke krisis lainnya semakin pendek. Ada siklus 20 tahunan, sepuluh tahunan dan siklus dua atau tiga tahunan. Situasi ini yang kita alami di negeri ini,” ujarnya. Dia menjelaskan, situasi krisis di setiap periodenya telah menunjukkan karakter yang berbeda baik secara ekonomi maupun sosial. “Krisis tahun 1998 berbeda ant/yudhi mahatma

PENERTIBAN PKL MONAS. Anggota Satpol PP menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di dalam pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (23/2). Petugas gabungan yang terdiri dari Polisi Militer (PM) TNI, Polisi, Satpol PP tersebut merazia dan menyita dagangan sekitar 200 pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di kawasan wisata Monas.

Semen Indonesia Bukukan Laba Rp 5,37 T GRESIK-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“Perseroan”) berhasil melanjutkan tren pertumbuhan positif. Perusahaan semen terbesar di Asia Tenggara ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,37 triliun pada 2013, atau meningkat 10,8% dibanding periode 2012 (Rp4,84 triliun). Laba bersih per saham dasar meningkat dari Rp817 menjadi Rp905. Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipt mengatakan tahun 2013 terdapat sejumlah fase penting yang sangat mempengaruhi perjalanan Perseroan, diantaranya pembentukan strategic holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. bagi empat anak usaha (PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik, dan Thang Long Cement Vietnam), mulainya operasi komersial Pabrik Semen Tonasa V, mematangkan ekspansi melalui pembangunan pabrik baru Indarung VI di Padang dan merintis pendirian pabrik baru di Rembang Jawa

Tengah yang masing-masing berkapasitas 3 juta ton semen per tahun. Sepanjang 2013, jelasnya Perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp24,5 triliun, tumbuh 25% dibanding tahun sebelumnya (Rp19,5 triliun). Total volume penjualan 27,81 juta ton, meningkat 27% dibanding 2012 (21,9 juta ton). Sementara volume penjualan semen domestik tercatat 25,4 juta ton atau meningkat 13,2%, jauh melampui kinerja industri dalam negeri yang tumbuh sebesar 5,5%. Dengan demikian pangsa pasar Perseroan meningkat menjadi

44% dibanding tahun 2012 yang tercatat sebesar 41%, sekaligus memperkokoh posisi Perseroan sebagai market leader di industri semen nasional. ”Kinerja Perseroan lainnya seperti EBITDA mencapai Rp8,1 triliun atau meningkat 17,9% dibanding 2012 (Rp6,8 triliun). EBITDA margin dapat dipertahankan di kisaran 33% dan net margin sebesar 22%,” ujarnya dalam keterangan tertulis Minggu (23/2). Hal ini menunjukkan konsistensi Perseroan dalam menciptakan profitabilitas yang optimal di tengah semakin ketatnya kompetisi dan kenaikan beban usaha. Dia memaparkan, tahun 2013 dibayangi oleh meningkatnya beban operasional usaha yang disebabkan antara lain oleh kenaikan harga BBM industri dan tarif dasar tenaga listrik. Meski demikian, Perseroan berupaya menghindari kenaikan harga jual dengan menggelorakan inovasi yang hasil akhirnya membuahkan efisiensi. Peningkatan pada

beban biaya antara lain juga disebabkan oleh bertambahnya aset tetap Pabrik Semen Tonasa V dan beberapa Packing Plant yang mulai beroperasi pada tahun 2013, antara lain Packing Plant Sorong yang sekaligus juga meningkatkan beban depresiasi. Namun demikian langkah Perseroan membangun beberapa packing plant di lokasi strategis juga telah berkontribusi pada penurunan biaya pengemasan (packaging cost) dari Rp33.078 per ton semen menjadi Rp29.420 per ton semen. Hal ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan harga produk yang kompetitif dan jaminan ketersediaan pasokan. Saat ini Perseroan mempunyai 22 packing plant yang terbentang dari Aceh hingga Papua dan ditunjang oleh 11 pelabuhan khusus (speacial seaport) milik sendiri serta 365 jaringan distributor utama di seluruh Indonesia. =GAM

Pada 2013 juga ada krisis, karena rupiah tertekan hingga di atas Rp12.000 per USD, suku bunga bank melonjak dan bank juga kesulitan likuiditas Sigit Pramono

Ketua Umum Perbanas dengan krisis 2008. Krisis di 1998 sangat kasat mata, karena krisis ekonomi dibarengi krisis politik yang memicu keresahan sosial,” tukasnya. Menurutnya, secara umum masyarakat menilai bahwa pada 2008 silam tidak terjadi krisis ekonomi. Padahal, jelas Sigit, pada 2008 terjadi krisis karena rupiah tertekan, likuiditas perbankan ketat dan sebagian besar indikator makro ekonomi melemah. “Pada 2013 juga ada krisis, karena rupiah tertekan hingga di atas Rp12.000 per USD, suku bunga bank melonjak dan bank juga kesulitan likuiditas. Apakah krisis ini dirasakan masyarakat secara umum? Ini tidak dirasakan secara langsung seperti di 19971998,” papar Sigit. Pasalnya, krisis ekonomi tahun 2013 sangat dirasakan langsung oleh regulator, pemerintah, pelaku usaha dan bankir. =GAM


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Opini

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

77

Selamat Istirahat Kiai Umat

Salam Songkem

Merajut Reformasi emangat reformasi masih menggema. Namun reformasi telah dinodai. Aktivis reformasi yang menduduki kursi penting di eksekutif maupun legislatif, dan posisi strategis selainnya di negeri ini, nyatanya gagal mengawal roh reformasi. Terbukti korupsi di era reformasi tidak kalah dengan era orde baru, yang tergulingkan, padahal korupsi merupakan salah satu roh perjuangan Reformasi. Korupsi dan dekadensi moral bangsa semakin meraja di negeri. Kondisi tersebut menimbulkan runtuhnya harapan bangsa terhadap aktivis reformasi. Tidak salah ada yang memperbandingkan Reformasi dengan orde-orde sebelumnya, baik orde baru dan orde lama, bukti kepercayaan terhadap Reformasi sudah semakin menurun. Apalagi di era Reformasi kebijakan-kebijakan pemerintah terus bertubi-tubi membebani petani, nelayan, buruh, dan kaum jelata lainnya. Sementara di sisi lain, pemerintah terus menyejahterakan PNS dan pejabat tinggi negara lainnya. Bila tidak kenaikan gaji, mereka yang sudah digaji masih disertifikasi, sementara guru non PNS yang belum bergaji dipersulit menerima sertifikasi, bahkan rakyat jelata lainnya terus dielus-elus dengan dana kompensasi, untuk menyumpal gairah demonstrasi dan penggulingan era reformasi. Memang, selama masih bisa dirajut, reformasi tidak perlu didemonstrasi apalagi digulingkan. Hanya saja merajut roh perjuangan reformasi kian hari tampaknya semakin sulit terlaksana, karena ambisi menguasai dan merajai telah menyuburkan sistem pemerintahan yang rendah, salah satunya pemerintah melalui Kemenpan RB berjanji akan memprioritaskan aspek usia dan masa kerja THL dalam pelulusan CPNS, ternyata justru berbalik, THL yang lulus mayoritas berusia muda dan masa kerjanya masih seumur jagung. Sulit diterima Menpan ‘bermain’ dalam rekrutmen, meskipun memang demikian adanya. Penguasa Reformasi perlu berbenah, sebelum semangat membenahi negeri ini merakyat, mengulang sejarah penumbangan rezim era yang pernah ada, baik rezim Orde Baru maupun rezim Orde Lama, yang lebih dulu ditumbangkan rakyat karena dianggap tidak relevan lagi.(*)

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

(Untuk Drs. KH. Abdul Warits Ilyas ) Madura berduka cita. Ulama sepuh dan karismatik Sumenep, Drs. KH. Abdul Warits Ilyas wafat pada Sabtu, 22 Pebruari 2014. Ribuan orang mengantar jenazah beliau ke peristirahatan terakhirnya. Mereka semua, mencintai sang Kiai sepenuh hati. Takbir dan tangis adalah bukti bahwa mereka sangat merasa kehilangan terhadap sang guru.

B

ahwa pak Kiai, sudah saatnya dipanggil oleh tuhan untuk beristirahat. Tak ada yang bisa menolak dan menahannya. Semuanya dituntut untuk ikhlas, sabar, tabah, dan mengumpulkan kekuatan untuk terus bisa melanjutkan perjuangannya. Sang Kiai memang telah pergi, tapi bagi kami, ia akan terus hidup di hati kami, anakanaknya, santri, dan semua masyarakat yang telah dibelanya. Sampai kini, sang Kiai masih terasa hidup. Masih ada. tibatiba saja, oleh waktu, tanpa kami sadari, telah memisahkannya secara dhahir dari alam kami. Semua yang ditinggalkan dan pernah merasa dekat dengannya, pasti merasa sedih dan kehilangan sosok yang sangat dikaguminya itu. Namun, bersedih saja, kiranya tak cukup. Bahwa memang, secara fisik, sang Kiai telah pergi, beristirahat untuk selama-lamanya. Tapi bagi kami, santri yang ditinggalkannya, sang Kiai harus kembali “dihidupkan”. Ia harus terus hidup gagasan, pemikiran, inspirasi, dan tauladannya bagi kita semua. Biar semua apa yang telah dilakukan sang Kiai, tidak berhenti, ketika nyawa sudah lepas dari badannya, tetapi akan

terus hidup, mencerahkan bangsa ini, dan menjadi uswah yang baik bagi semua santrinya. Dari perjalanan dan singgungan dengan sang Kiai, dari mondok hingga menjadi alumni. Ada sembilan catatan penting yang bisa dilanjutkan oleh bangsa ini. Pertama, bahwa sang Kiai adalah organisatoris ulung. Bukan hanya dirinya yang dari muda hingga tua, menjadi organisatoris. Namun juga, merawat organisasi santri, kepemudaan dan kemahasiswaan di sekelilingnya. Ada belasan organisasi di pondok. Ada beberapa organisasi ekstra kampus yang juga terus dirawatnya. Saya pernah aktif di organisasi pondok, hingga menjadi alumni, dan masuk di PMII. Semuanya diayomi dan merasa dilindungi. Sikap Kiai terhadap PMII, di kala saya jadi ketua, kian meneguhkan kecintaan saya terhadap pesantren dan menguatkan penghormatan saya terhadap Kiai. Bisa jadi, Kiai menyadari betul, bagaimana organisasi/jama’ah bisa membawa keberkahan dan nilai-nilai lain yang bisa dijadikan bekal dalam mengarungi kehidupan. Kedua, sang Kiai adalah orang yang istiqomah. Apapun dilakukannya secara konsisten dan terus menerus. Mulai dari shalat jama’ah tiap waktu, istiqamah kebijakannya di pesantren. Kalau kebijakannya sudah merah, maka akan terus merah. Tidak akan pernah berubah dengan warna apapun. Sehingga inilah yang menyebabkan Kiai warits cukup disegani. Ketiga, punya kometmen dan dan prinsip yang jelas. Kometmen dan prinsip itu begitu jelas dan kentara terlihat pada Kiai, dalam kehidupannya berbangsa dan bernegara. Tetap setia kepada NKRI, dan turut juga memperjuangkan dan membela rakyat kecil. Ini saya tahu dari pengakuan masyarakat kecil, yang sangat merasa terbantu dengan kehadiran sang Kiai. Keempat, pejuang ideologi ahlu sunnah wal jama’ah. Saya

pernah berwawancara langsung dengan beliau ketika di pondok masih jadi Pim. Red Majalah Muara. Kata Kiai, apa yang dilakukan oleh santri Annuqayah adalah semuanya berangkat dari pengalaman akan ahlu sunnah wal jama’ah. Semua santri dituntut untuk merawat dan menjaga ideologi ini. Jika ada yang keluar, maka tentu akan dianggap bukan bagian dari santrinya. Dawuh beliau, bahwa ketika ada santri yang keluar dari ideologi ini, bukan lantas sang Kiai membuangnya, hanya saja, santri yang telah lari dari ajarannya. Kelima, memiliki kemampuan komunikasi dengan semua orang yang berbeda. Saya melihat, orang yang bertamu dengan sang Kiai, dalam setiap harinya, tidaklah selalu sama. Multi kelas, level, dan derajat. Tapi dari mereka, saya tahu dan menyadari, bahwa mereka merasa dihargai dan dekat dengan semuanya. Ini tentu tidak lepas dengan pola komunikasi yang telah dibangun oleh Kiai. Keenam, memiliki wawasan kebangsaan yang luas. Ketika tahun 2002, saya baru menjadi anggota PMII, saya dapat sambutan atas nama alumni PMII. Tiba-tiba sang Kiai yang mewakili atas nama alumni. Saya awalnya menyangka, bahwa yang dibahasnya, pasti tidak jauh-jauh dari urusan kitab kuning. Ternyata saya keliru. Sang Kiai, malah lebih banyak menyinggung tentang fenomena pluralisme dalam beragama. Tentang pemuda yang terjangkiti virus itu, dan mulai meninggalkan nilai kesucian agama dan kesakralan NKRI. Saya tercengang, dan menjadi sadar, bahwa sang Kiai, merupakan manusia yang berpenampilan lokal dengan wawasan yang demikian global. Ketujuh, mengasuh santri

dengan tauladan, memberi pelajaran kepada alumni dengan perbuatan mulia. Kiai jarang berdawuh kepada santrinya. Namun santri seakan terus mendapatkan pelajaran. Tidak dari tulisan dan angka-angka, namun langsung dari apa yang telah dilakukan oleh sang Kiai. Para alumni mengerti setelah sowan dan mendapat teguran atawa petunjuk langsung dari sang Kiai. Kedelapan, mempunyai kekuatan spritual tinggi. Bahwa dari dulu hingga sekarang, Kiai tidak lepas dari berbagai kekuatan lain, yang biasa dikenal dengan karomah. Karomah atau kejunilan. Saya mengetahui ini ketika semasa masih santri. Kesembilan, berjuang dengan doa. Doa Kiai adalah segalanya bagi santri dan bangsa ini. Kehilangan Kiai, adalah juga kehilangan kekuatan doanya. Kiai saya kira, juga berjuang bagi bangsa ini, lewat doa-doanya. Kesembilan fakta ini, tidak dimaksudkan untuk mewakili semuda sisi yang harus diperjuangkan oleh bangsa ini. Bahwa bukan hanya sembilan fakta ini yang pernah dilakukan oleh sang Kiai. Masih banyak hal lain yang tidak bisa diwakili oleh tulisan ini. Fakta sembilan ini, juga dimaksudkan, bahwa sang Kiai, merupakan aktivis bintang sembilan. Di Nahdhatul Ulama (NU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Saya rasa, sembilan fakta itu, wajib diteruskan oleh NU dan diteladani oleh kader PMII. Saya mengira, sang Kiai akan tidak tenang dalam istirahatnya, jika perjuangannya tidak dilanjutkan. Untuk menghargai dan menghormati Kiai, mari semua yang telah dilakukannya, kita perjuangkan bersama. Selamat istirahat, Kiai...=

KORAN MADURA

PEMIMPIN REDAKSI: Abrari (Non Aktif) WAKIL PEMIMPIN REDAKSI: Zeinul Ubbadi REDAKTUR AHLI: M. Husein REDAKTUR PELAKSANA: Abdur Rahem, M. Kamil Akhyari SEKRETARIS REDAKSI: Benazir Nafilah ADMIN: Indriani Y Mariska PENATA LETAK/DESAIN GRAFIS: Ach. Sunandar, Didik Fatlurrahman, Novemri Habib Hamisi, Khoiril Anwar, FOTOGRAFER: Mahardika Surya Abriyanto (Non Aktif) WEBSITE: Hairil Anwar BIRO SUMENEP: M. Hayat (Kepala), Syamsuni, Junaidi, Ali Ridha BIRO PAMEKASAN: G. Mujtaba (Kepala), Muhammad Fauzi, Ali Syahroni BIRO SAMPANG: Miftahul Ulum (Kepala), Ryan H BIRO BANGKALAN: Moh. Ridwan (Kepala), Doni Heriyanto BIRO SURABAYA: Hana Diman, Ari Armadianto, Joeli Hidayati BIRO PROBOLINGGO: M. Hisbullah H (Kepala), Sugianto, Mahfud Hidayatullah BIRO JAKARTA: Gatti (Kepala), Satya, Cahyono, Willy KONTRIBUTOR: FL. Wati (Bali) Anwar Anggasoeta (Yogyakarta) Ahmad Sahidah (Malaysia) PENERBIT: PT. Koran Madura KOMISARIS: Rasul Djunaidi DIREKTUR UTAMA: Abrari DIREKTUR KEUANGAN: Fety Fathiyah MANAJER PEMASARAN: Moh. Rasul ACCOUNTING EKSEKUTIF: Husnan (Sumenep), Mohammad Muslim (Pamekasan), G. A. Semeru (Surabaya) ALAMAT REDAKSI: Jl. Adirasa 07 Kolor Sumenep, e-mail: koranmadura@ymail.com, koranmadura@gmail.com, opini.koranmadura@gmail.com, http://www.koranmadura.com/ REKENING: BRI 009501000029560, NPWP: 316503077608000 CALL CENTER: Telepon/Fax (0328) 6770024, HARGA ECERAN RP 3.500, LANGGANAN RP 70.000.

WARTAWAN KORAN MADURA DIBEKALI ID CARD (KARTU PENGENAL) DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA IMBALAN BERUPA APAPUN DARI NARASUMBER


KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA Lintas Jatim

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

OPINI 8

Protes Singapura Tak Perlu Ditanggapi SURABAYA - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Airlangga Surabaya Basis Susilo MA menegaskan bahwa protes Singapura terkait penamaan KRI Usman Harun tak perlu ditanggapi, karena protes itu terlalu kecil untuk skala ASEAN. "Biarkan saja, jangan ditanggapi berlebihan, nanti akan berhenti sendiri. Bagi kita, Usman dan Harun itu 'kan anak sendiri, lha wong anak sendiri kok nggak boleh diakui," katanya di Surabaya, Minggu (23/2). Menurut Dekan Fisip Unair itu, persoalan Usman Harun itu sendiri sudah selesai dengan adanya pengakuan dari tokoh Singapura sendiri, yakni Lee Kuan Ye. "Lee Kuan Ye saja mengakui,

lha kok sekarang disoal, namanya cari masalah, jangan ditanggapi saja," katanya di sela-sela menerima kunjungan anggota DPR RI ke Kantor Manajemen Rektorat Unair Surabaya pada beberapa waktu lalu. Apalagi, katanya, Singapura itu hanya separuh luasnya dibandingkan dengan Surabaya, karena itu persoalannya terlalu "kecil" untuk diangkat ke Forum ASEAN. "Jadi, urusan ketersing-

gungan seperti itu tidak perlu dibawa ke Forum ASEAN, nanti toh akan hilang sendiri, kecuali kalau bersifat sengketa yuridis," katanya. Ia menilai persoalan itu muncul dari keinginan segelintir orang Singapura untuk menunjukkan "kebesaran" mereka, karena mereka merasa tidak sebesar Surabaya, baik luas wilayah maupun jumlah penduduknya, sedangkan Indonesia sekarang memiliki 150 jutaan kelas menengah. "Ada orang Singapura yang cemburu saja pada Indonesia, karena kelas menengah Indonesia sekarang banyak, sedangkan mereka sendiri tidak sebesar Surabaya, jadi protes itu jangan

dibesar-besarkan, karena nanti akan berhenti sendiri," katanya. Baginya, pemerintah Indonesia harus dapat memilah persoalan dalam skala ASEAN. "Kalau persoalannya kecil ya jangan menguras energi, justru sebaiknya hubungan kerja sama Indonesia dengan Singapura tetap ditingkatkan," katanya. Bahkan, hal itu tidak hanya berlaku untuk Singapura, melainkan hubungan Indonesia dengan negara-negara ASEAN juga tidak perlu direcoki dengan persoalan yang tidak penting, namun harus tetap fokus pada kerja sama yang saling menguntungkan. "Kalau persoalan sekecil itu dibesar-besarkan justru akan

merugikan kedua negara itu, bahkan ASEAN, karena ada pihak ketiga yang akan diuntungkan dengan konflik yang tidak penting seperti itu," katanya. Dalam konflik itu, Singapura menganggap Usman Harun merupakan teroris yang pernah mengebom Mc Donalds House (MDH) di Singapura pada 10 Maret 1965. Namun, Indonesia justru menilai Usman Harun yang merupakan prajurit KKO (kini marinir-Red) itu sebagai pahlawan, mengingat apa yang terjadi dalam konteks kolonialisme, sehingga Usman Harun adalah "anak sendiri" yang patriotis bagi Indonesia. = ANT/EDY M YA'KUB/DIK

AUDIT PENYALURAN BANTUAN

Pemprov Gandeng BPKP Awasi Bantuan

muhammad sugianto/koran madura

KURANG IDEAL. TPA milik Pemkot kurang ideal karena hanya seluas 4 hektare, padahal idealnya seluas 10 hektare.

TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR

TPA Milik Pemkot Kurang Ideal PROBOLINGGO – Luasnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkot Probolinggo dinilai masih kurang ideal. Pasalnya, TPA milik pemkot hanya seluas 4 hektare, padahal idealnya seluas 10 hektare. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Budi Krisyanto saat menggelar sosialisasi soal Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), kemarin. “Idealnya itu seluas 10 hektare, sedangkan di sini hanya 4 hektare,” katanya. Menurut dia, persoalan sampah itu tidak hanya menjadi

tanggungjawab pemerintah, namun juga menjadi tanggungjawab masyarakat. Itulah sebabnya, sosialisasi TPST di kawasan perumahan itu sangat penting dilakukan. “Saya berharap ke depan itu ada undang-udang dan perda tentang larangan membuang sampah di selokan,” tandasnya. Alasannya, membuang sampai di sembarang tempat, terutama di selokan itu akan menyumbat aliran sungai. Akibatnya akan berdampak banjir. Saat gelar sosialisasi itu, mantan Kepala Bapeda Kota

Probolinggo itu menjelaskan, jika pemerintah punya kewajiban untuk menyediakan sarana dan prasana soal persampahan. Seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mini dan rumah kompos. “Kita berharap di setiap rumah itu ada bak sampahnya. Agar sampah tidak dibuang sembarangan,” imbuhnya. Budi berharap sampah yang masuk ke TPA, tidak langsung dibuang dan ditupuk. Namun ke depan ia berharap sampah yang belum masuk ke TPA dipilah-pilah dulu. = MUHAMMAD SUGIANTO

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit terhadap seluruh bantuan yang disalurkan ke pengungsi erupsi Gunung Kelud. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan setiap bantuan yang disalurkan selalu diaudit oleh petugas dari BPKP. "Para petugas BPKP akan terus mendampingi tim dari Pemprov Jawa Timur terkait dengan audit bantuan yang disalurkan kepada korban Gunung Kelud," katanya. Ia mengemukakan, pihaknya sengaja menggandeng BPKP sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jawa Timur agar bantuan yang diberikan bisa diaudit langsung dan tidak diselewengkan. "Hal ini juga sebagai bentuk transparansi Pemprov Jatim ke publik mengingat bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah juga harus diketahui masyarakat," katanya. Ia mengatakan Pemprov Jatim tidak akan menutupi semua data penyaluran, apakah itu yang diambil dari APBD atau sumbangan dari masyarakat. "Semua terbuka dan bisa diaudit kapanpun. Karena itu, keberadaan petugas BPKP sangat membantu dalam proses tranparansi. Jadi, tidak menunggu selesai disalurkan baru diaudit, tapi saat disalurkan langsung diaudit," katanya.

Pihaknya yakin bahwa seluruh bantuan akan disalurkan sesuai dengan keperuntukkannya dan petugas yang ada di lapangan juga diawasi oleh semua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). "Apalagi, penyelewengan bantuan pidana sangat berat. Tidak mungkin mereka yang di lapangan main main dalam soal bantuan," katanya yakin. Ia mengatakan seluruh bantuan yang masuk harus melalui satu pintu, yakni Posko Induk Pemprov Jatim, termasuk bantuan yang diterima dari Pemerintah Pusat. "Pihaknya mempersilakan memberikan bantuan, namun semuanya harus di bawah kontrol dan koordinasi dengan Pemprov Jawa Timur, tidak peduli bantuan itu dari pemerintah Pusat," katanya. Sementara itu, kata dia, dari Posko Induk dilaporkan, jumlah pengungsi erupsi Gunung Kelud berangsur-angsur berkurang, hingga Sabtu (22/2) jumlanya tersisa 8.026 jiwa. "Para pengungsi itu, kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat kepastian rumahnya yang rusak bakal dibangun Pemprov Jatim," katanya. Ia menambahkan jumlah pengungsi tersebut masih tersebar di empat daerah, yakni di Kediri 7.109 jiwa, Batu 44 jiwa, Malang 621 jiwa dan Jombang 252 jiwa. Padahal, jumlah sebelumnya mencapai 87 ribu pengungsi. = ANT/SLAMET HIDAYAT/DIK


Lintas Jatim

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

9

g. armadianto semeru/koran madura

BANTUAN. Para Relawan dari berbagai daerah di Jatim memadati Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, Minggu (23/2). Mereka mengirim bantuan sekaligus rehabilitasi rumah warga yang rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Relawan Terus Berdatangan SURABAYA – Ratusan relawan dari berbagai daerah di Jawa Timur, membludak datang ke Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, Minggu (23/2). Bahkan akses jalan di Dusun Pait Wonorejo dipenuhi puluhan truk yang memuat para relawan, dan sempat mengganggu pengiriman bantuan ke beberapa dusun yang ada di Desa Pandansari. Antok satu diantara relawan yang datang bersama rombongannya mengatakan, dirinya ingin membantu warga yang rumahnya rusak dan dusun mereka tertutup pasir pasca erupsi Gunung Kelud. Meskipun bantuan tidak berwujud uang ataupun barang, tapi mereka mempunyai tenaga, untuk membersihkan rumah-rumah warga yang maroyitas atapnya hancur. "Mumpung libur kerja, dan ini juga sudah direncanakan jauhjauh hari untuk datang menjadi relawan membersihkan desa Pandansari dari pasir yang masih menutup jalan, dan menumpuk di dalam rumah," ujar Antok kepada Koran Madura, Minggu (23/2). Pantauan Koran Madura, hingga Minggu siang, bantuan

masih berdatangan. Kondisi rumah di Desa Pandansari belum sepenuhnya tertutup dengan terpal, karena jumlah bantuan terpal masih belum mencukupi untuk mengcover semua rumah. Beberapa warga dusun Pait Wonorejo sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing, meskipun atap belum rumah mereka sepenuhnya tertutup. Warga yang dibantu oleh para relawan juga terus melakukan pembersihan. Selain itu, anggota TNI dengan dua alat beratnya, masih membersihkan pasir yang menutup jalan di Desa Pandansari. Sementara itu, Aprilijanto Sekretaris PMI Kabupaten Malang mengatakan, semakin banyak jumlah relawan yang datang, akan semakin baik untuk mempercepat

proses recovery korban erupsi Gunung Kelud. Namun harus terkoordinir, agar tidak menumpuk di satu lokasi saja. "Bantuan para relawan ini sangat berarti, tapi harus terkoordinir dan terdata agar dapat dibagi lokasi penempatan relawan," ujar Apriliajanto saat ditemui disela-sela pendistribusian bantuan terpal di desa Pait Wonorejo, Minggu (23/2). Relawan, kata dia, seharusnya hanya didrop saja dilokasi kemudian kendaraan tidak diparkir disekitar lokasi. Justru hal itu sedikit menghambat kerja relawan, dan proses pendistribusian bantuan. "Harusnya kendaraan-kendaraan yang mereka gunakan, diparkir agak jauh dari lokasi, agar tidak menumpuk di sini dan malah mangganggu akses jalan seperti ini," tandasnya. Sementara itu, kerugian yang diakibatkan letusan Gunung Kelud di Kabupaten Malang ditaksir mencapai Rp. 453,62 Miliar. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebutkan,

sedikitnya 3.782 rumah, dan puluhan bangunan pemerintahan, pendidikan, dan sarana umum di tiga Kecamatan Kabupaten Malang, rusak akibat letusan Gunung Kelud. Selain itu, kerusakan juga terjadi di bangunan pemerintahan sebanyak 20 unit, bangunan sekolah 25 unit, prasarana kesehatan 21 unit, tempat ibadah 37 unit, dan kerusakan sarana air bersih 17.095 m3. Wilayah yang paling parah terkena dampak erupsi di Kabupaten Malang adalah Kecamatan Ngantang dan Kasembon. Sementara untuk kerusakan lahan pertanian di tiga kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon mencapai 108.733 ha yang terdiri 7.404 ha sawah, dan 101.329 perkebunan. Hutan rakyat juga mengalami kerusakan seluas 2.150 ha, dan enam tempat wisata rusak dengan kerugian mencapai Rp22,9 miliar. Sedangkan dibidang peternakan juga mengalami kerugian yang mencapai Rp10 miliar. Kerusakan budi daya ikan, menimbulkan kerugian Rp216 juta.

Hafi Lutfi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang mengatakan, data yang ada kemungkinan masih bisa berubah, karena ini hanya jumlah taksiran dari sharing bersama Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat. "Jumlah kerugian tersebut hanya taksiran, belum merupakan jumlah pastinya. Dari jumlah tersebut kita bisa memperkirakan berapa jumlah dana untuk melakukan recovery di tiga Kecamatan Kabupaten Malang," ujarnya. Dia menambahkan, saat ini pihaknya berupaya untuk mengembalikan warga ke rumahnya. Untuk warga yang rumahnya rusak parah, dipindahkan ke posko pengungsian terdekat agar mereka bisa melakukan aktivitas seharisehari seperti biasanya. "Untuk sementara rumah warga yang atapnya rusak, ditutup dengan terpal terlebih dulu. Dan warga dipindahkan ke Posko pengungsian yang dekat dengan rumah mereka, agar bisa melakukan rutinas bertani, atau beternak," pungkasnya. = G. ARMADIANTO SEMERU


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

Dari Save Risma Menuju Save Surabaya SURABAYA - Dukungan warga kota Surabaya terhadap gerakan #SaveRisma semakin meningkat dan meluas ke berbagai elemen masyarakat. Kelompok yang memiliki misi 'membela' Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak hanya menggalang dukungan lewat jejaring sosial dan dalam bentuk spanduk di berbagai sudut kota, tetapi juga dilakukan dengan melakukan aksi turun ke jalan. Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi berpendapat, munculnya gerakan tersebut disatu sisi menunjukkan kuatnya dukungan publik dan populisme Risma. Namun disisi lain potensi dukungan ini belum dibangun pengorganisasiannya yang kuat. "Sehingga keterlibatan warga dalam politik jangan hanya pada momen-momen politik dramatik seperti itu namun juga dalam kerangka partisipatoris membangun Kota Surabaya. Nah point itu yang pada kepemimpinan Risma masih lemah," kata Airlangga kepada Koran Madura dalam wawancara melalui media sosial, kemarin. Yang menarik, Airlangga

mengatakan, isu mundurnya Risma dengan alasan mendapat tekanan politik, seperti yang terlontar pada tayangan sebuah televisi swasta nasional sangat membingungkan. Hal ini karena keterlibatan partisipatoris publik dalam public decission making masih lemah. Artinya ketika politik elite dan pantauan publik ada jarak yang cukup luas, berbagai informasi menjadi membingungkan. "Disini sebenernya leadership Risma diuji. Selama setahun kedepan Bu Risma harus mendorong dukungan publik yang luas atas kepemimpinannya sebagai potensi menjadi aktual dalam konteks keterlibatan rakyat secara konkret dalam pengambi-

Airlangga Pribadi Pengamat Politik

lan kebijakan, sehingga kedepan tidak perlu ada isu pengunduran diri segala," tandas pria yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Australia. Menurutnya, gerakan yang ada sekarang harus dirubah dan digeser polanya bukan semata-mata untuk Save Risma tapi melampaui itu, yakni Save Surabaya. Ada berbagai problem kota Surabaya yang harus dituntaskan dengan memban-

gun kepemimpinan yang solid sampai 2015 antara Risma dan Wakilnya Wisnu Sakti Buana. Akibat konflik keduanya, agenda-agenda publik kota Surabaya menjadi terbengkalai ketika persoalan yang menjadi ekspos adalah persoalan elitis. Ia mengambil contoh kasus human trafficking itu harus dikoneksikan dengan pemberdayaan perempuan dan warga miskin. Kemudian, isu lingkungan seperti manggrove dan rehabilitasi pantai timur surabaya, transportasi warga kota ditengah produktivitas kerja yang semakin meningkat dan soal kesehatan publik dan pendidikan murah bahkan gratis. "Isu-isu seperti ini yang semestinya menjadi fokus utama dan apabila isu konflik politik elite terus mengedepan maka bisa jadi isu-isu pembangunan konkret menjadi terbengkalai. Nah menurut saya #SaveRisma bukan ditolak tapi harus dilampaui pada tingkatan yang lebih luas lagi #SaveSurabaya," tambahnya. Ia kemudian mengambil kuti-

pan dari buku karya Benjamin R Barber judulnya If Mayors Ruled The World, buku tahun 2013. Penulisnya mengatakan sekarang trend dunia yang semakin global justru membuat hal-hal yang sifatnya lokal menjadi menentukan sebagai tulang punggung globalisasi. Disitulah maka kota memiliki peran penting untuk menghubungkan kota-kota lain tidak hanya dalam satu negara tapi dalam scope dunia agar globalisasi bisa dinikmati oleh setiap warga. Disitulah maka menurut Barber, peran kepemimpinan city leader (walikota) menjadi sangat penting untuk mendorong agenda-agenda ekonomi produktif warganya dan melibatkan warga dalam persoalan-persoalan kota tersebut. "Bu Risma harus memiliki inisiatif yang cerdas dan penting agar isu ini tidak menjadi isu politik elitis tapi mendorongnya menjadi isu penguatan partisipatoris publik dengan memetakan bersama masalah-masalah kota Surabaya," pungkasnya. = E HANA DIMAN

ERUPSI GUNUNG KELUD

Pemprov Gandeng TNI Rehabilitasi Bangunan Korban Kelud SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama TNI merehabilitasi bangunan rumah bagi korban erupsi gunung kelud. Rehabilitasi tersebut ditargetkan selesai selama dua minggu atau sebelum tanggal 9 Maret 2014. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo. Disampaikannya, rumah yang akan direhabilitasi nantinya ada di 3 kabupaten dan satu kota yang terkena dampak erupsi gunung kelud yakni Kabupaten Kediri, Kabupataen Blitar, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Personel TNI dan Polri yang akan membantu rehabilitasi sejumlah 5.987 personel yang terbagi TNI AD, AL, AU sejunlah 4.000 personel dan polisi sejumlah 1.987 personel. "Jumlah keseluruhan rumah warga korban letusan Gunung Kelud yang akan diperbaiki mencapai 8595 rumah, diantaranya 2207 rusak ringan, 2093 rusak sedang, dan 4295 rusak berat,"kata Pakde Karwo sapaan Gubernur Jatim ini. Soekarwo menjelaskan, untuk proses perbaikan rumah akan dilakukan dengan melihat dinamika di lapangan. "Kalau memang tidak ada genteng atau

g. armadianto semeru/koran madura

RAPAT. Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim serta Wakapolda dan Kasdam V Brawijaya menggelar rapat soal bencana gunung Kelud di Grahadi, Minggu (23/2).

sulit mendapatkan genteng, bisa pakai asbes, tapi kalau masih ada genteng yang bisa digunakan yang digabung dari genteng yang tidak rusak untuk dijadikan atap sementara," ujarnya. Data terakhir jumlah pengungsi korban letusan Gunung Kelud mencapai 8026 jiwa. Jum-

lah tersebut terbagi di Kabupaten Kediri sejumlah 7.109, Kota Batu 44 jiwa, Kabupaten Malang 621 dan Kabupaten Jombang 252 jiwa. "Mereka menempati posko di Kabupaten Kediri, Malang, Jombang dan Kota Batu," paparnya. Di bagian lain dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur

Jatim menyampaikan, disamping bantuan makanan, saat ini yang terpenting ada tiga hal pokok yang harus ditangani yakni rumah, air bersih dan kebutuhan listrik. Apabila hal tersebut sudah terpenuhi maka akan direncanakan oleh pak gubernur untuk memberikan solusi bagi lahan

pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan yang terikena dampak erupsi Gunung Kelud. "Perbaikan rumah dan sekolah, kecukupan air bersih dan listrik didahulukan. Sehingga pengungsi dapat kembali ke rumahnya seperti sediakala,"ujar Saifullah Yusuf. Disampaikannya, pemenuhan kebutuhan air bersih akan didatangkan truk tangki air dan pembuatan serta membersihkan sumur dari abu atau kotoran erupsi gunung kelud. Kebutuhan listrik saat ini, kata Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim ini mengatakan, dari total 25.114 pelanggan sudah ada 24.057 pelanggan yang listriknya diperbaiki. Jadi masih kurang 957 pelanggan akan segera diperbaiki. Selain itu, Pemprov Jatim juga akan membantu kebutuhan hidup pengungsi selama tiga bulan dengan memberikan 30 kg beras untuk masing-masing keluarga. "Intinya kami selama dua minggu akan bekerja keras untuk merehabilitasi kebutuhan tersebut. Diharapkan setelah ada rehabilitasi kehidupan dapat kembali normal," ujarnya. G. ARMADIANTO SEMERU


Lintas Jatim

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

11

Ada Skenario Khusus untuk Pemilu SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan skenario khusus untuk pemilu di sejumlah daerah yang dilanda bencana agar sesuai rencana dan berjalan lancar. Diantaranya, memindahkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desadesa yang hancur dan merelokasi pemilih ke satu tempat yang aman. "Kami akan pindahkan TPS di desa-desa yang rusak, baik oleh bencana banjir maupun gunung meletus, tentu saja ke daerahdaerah yang aman," kata Komisioner KPU RI Arief Budiman, Minggu (23/2). Ia mengatakan, sejak awal tahun 2014, setidaknya ada empat musibah bencana alam besar di Indonesia. Seperti banjir bandang di Manado, banjir di DKI Jakarta, letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara dan terbaru letusan Gunung Kelud di Jatim. KPU RI telah menerjunkan tim untuk menginventarisir persoalanpersoalan yang timbul akibat bencana, termasuk kesiapan daerahdaerah yang terkena bencana. "Termasuk saya sudah datang ke Kediri untuk mendapat masukan dari KPU Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu dan Tulungagung terkait dampak bencana letusan Gunung Kelud," tukasnya. Menurut mantan Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur tersebut, ada sekitar 60-70 ribu pengungsi dari enam daerah terdampak dan ratusan TPS yang terancam tidak bisa menyeleng-

garakan pemungutan suara, karena lokasinya masuk daerah bahaya terdampak letusan Gunung Kelud. Di Kediri dan Malang ada dua TPS yang kotak suaranya rusak. Solusinya, pihaknya menganjurkan kepada KPU setempat untuk meminjamkan ke daerah terdekat yang memiliki kelebihan kotak suara. Selain itu, juga ada seorang petugas PPS di Kediri yang meninggal dunia dan seorang petugas PPS meninggal di Sinabung. Tapi khusus logistik hanya di Manado yang cukup parah karena ada puluhan bilik yang hancur, sehingga harus diganti baru. "Kami sarankan kepada KPU setempat untuk segera mengganti, baik petugas yang meninggal dunia, sakit permanen atau cedera cukup parah," jelas Arief Budiman. KPU juga memberikan tenggat waktu jika pada pertengahan Maret 2014, daerah-daerah yang terkena bencana sudah bisa pulih atau normal kembali, maka tidak perlu dilakukan perubahan. Sebaliknya, jika hingga akhir Maret belum pulih, maka KPU menyarankan supaya dilakukan relokasi TPS atau relokasi pemilih. "Saat ini masih dilakukan pemetaan apakah masih memungkinkan pemungutan suara di lokasi awal atau tidak. Jika KPU kabupaten/kota atau provinsi masih memiliki alokasi anggaran untuk direvisi, maka biaya relokasi itu ditanggung mereka. Namun jika tidak, akan dipenuhi KPU RI," tambahnya. = E HANA DIMAN

ant/m risyal hidayat

SIMULASI PENGAMANAN PEMILU. Seorang pengunjuk rasa menendang barikade pengamanan polisi saat simulasi pengamanan Pemilu 2014 di Kenjeran Park, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/2).

g. armadianto semeru/koran madura

TERIMA KERJA SAMA. Gubernur Jatim menerima berkas peningkatan status STAIN menjadi IAIN di ruang kerja.

PERGURUAN TINGGI

STAIN Pamekasan Jadi IAIN Madura SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo merekomendasikan agar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan untuk meningkatkan status kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. “Secara prinsip saya merekomendasikan agar STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura, proposal akan saya pelajari dan secepatnya akan saya tanda tangani,” ujarnya. Soekarwo yang kerab disapa Pakde Karwo menuturkan, rekomendasi tersebut diberikan agar pendidikan agama islam yang ada di Indonesia khususnya Jatim dapat berkembang pesat. Rekomendasi tersebut sudah dibuktikan oleh STAIN Jember yang sudah beralih statusnya menjadi IAIN. Pakde Karwo menekankan, agar syarat-syarat peningkatan status kelembagaan menjadi IAIN segera diselesaikan. “Kami bersedia membantu apa saja yang dibutuhkan oleh STAIN Pamekasan. Salah satunya terkait pembebasan lahan yang masih kurang lima hektare. Kedepannya, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyeragamkan harga tanah sekitar,” ungkapnya. Pakde Karwo, berharap agar kurikulum yang diajarkan STAIN Pamekasan mempertahankan ajaran dari Kiai yakni pendekatan terhadap mahasiswa dalam proses belajar mengajarnya. Bukan hanya bergantung kepada teknologi/ pendidikan online semata akan tetapi pendidi-

kan yang dimaksud yakni tetap menjaga etika kepada guru, kiai dan pemimpin. “Kami khawatir jika mahasiswa mengabaikan etika dan moralitasnya kepada guru dengan mengedepankan teknologi menyebabkan berkurangnya norma dan etika tersebut. Teknologi penting, namun sentuhan dan pendekatan dari hati menjadi sesuatu yang sangat penting dalam berbudaya,” tegasnya. Pakde Karwo menambahkan, salah satu program prioritas Pemprov Jatim dalam memajukan masyarakat di bidang pendidikan yakni dengan memfokuskan pada sekolah terutama pendidikan Diniyah Salafiyah dimana belum diakui oleh PBB. Selain itu, program peningkatan kualitas guru Madrasah Diniyah (Madin) di Jatim sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan, secara eksplisit mempersyaratkan pendidik pada semua jenis pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik minimum D-IV atau Strata Satu (S-1) dan memiliki sertifikat profesi. Pakde Karwo menjelaskan, program peningkatan kualitas guru diwujudkan dengan memberi beasiswa bagi guru Madin/Pondok Pesantren lulusan SMA/sederajat melalui program peningkatan kualifikasi akademik S1 bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) dan

Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS). “Saat ini jumlah Guru Madin yang mengikuti program ini mulai tahun 2006 hingga 2013 berjumlah 7.550 orang, sebanyak 3.370 orang dinyatakan telah lulus. Ke depan, kami akan meningkatkan program ini agar kualitas mutu pelayanan pendidikan agama islam di masyarakat sesuai kualifikasi yang diharapkan,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua STAIN Pamekasan Dr. H. Taufiqurahman M.Pd menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Gubernur Soekarwo yakni meminta dukungan dan rekomendasi status kelembagaan STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura. Ia mengatakan, syarat yang harus ditempuh untuk meningkatkan status kelembagaan yakni memiliki lahan harus 10 ha sementara kita hanya memiliki lima ha. Syarat lainnya, yakni harus memiliki enam dokter akan tetapi STAIN sudah memiliki 16 Doktor dan jumlah mahasiswanya minimal harus mencapai 3000 orang. Namun saat ini, STAIN telah memiliki jumlah mahasiswa melebihi batas yang ditentukan yakni 4.213. “Kami berharap kekurangan lahan bisa dibantu oleh Pak Gubernur dan rekomendasi ini sangat kami butuhkan karena kami juga berusaha untuk mendapatan dari stakeholder seperti Bupati se-Madura, Anggota DPR RI Pusatyang ada di Madura, Ponpes 60 seluruh Madura,” tutupnya. = G. ARMADIANTO SEMERU


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 SENIN 24 FEBRUARI 2014|NO. 0307|TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307 | TAHUN III

PENDIRIAN KOPERASI

Koperasi Baru Dianggarkan Rp 100 Juta PROBOLINGGO - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo manergetkan pendirian koperasi sebanyak 100 unit baru dalam tahun ini. Anggaran yang akan digunakan senilai Rp 100 juta. “Dana itu untuk proses sosialisasi, hingga penerbitan badan hukum koperasi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Sidik Wijanarko, kepada wartawan, Minggu (23/2). Sidik Wijanarko mengatakan, tahun 2014 pendirian koperasi wajib mengikuti Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang perkoperasian. Dalam peraturan lama, pendirian koperasi tidak dibatasi bentuknya. “Kalau dulu sebelum ada peraturan baru, setiap kelompok masyarakat yang mendirikan koperasi bebas me-

nyelenggarakan usaha koperasi,” terangnya. Sementara peraturan yang baru ini, pendirian koperasi dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni, Koperasi produktif, simpan pinjam, dan konsumtif. “Satu koperasi, tidak boleh memiliki usaha yang dobel. Jika memang usaha simpan pinjam, harus menjalankan simpan pinjam tidak boleh membuka cabang usaha baru,” jelas Sidik Wijanarko. Sidik Wijanarko menambahkan, secara otomatis nantinya setiap pendirian koperasi, sejak awal pengajuan pengesahan

badan hokum sudah harus menjelaskan arah usaha kope-

PENGAWASAN PEMBANGUNAN

Ada Penguatan Program Lembaga Komunitas PROBOLINGGO - Pemkot Probolinggo terus berupaya meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat untuk memperkuat dan memperluas peran masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Sejalan dengan itu, sebanyak 15 kelembagaan masyarakat se Kota Probolinggo mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat melalui Perencanaan Kegiatan Komunitas tahun 2014 yang di fasilitasi Bidang Sosial dan Budaya, Bappeda Kota Probolinggo, di ruang Puri Manggala Bhakti, Kantor Walikota Probolinggo, kemarin. Kegiatan pengembangan kapasitas, dipimpin langsung Sekda Kota Probolinggo Johny Hariyanto dan diikuti oleh 100 peserta antara lain berasal dari kelompok masyarakat yang tergabung dalam komunitas. Kepala Bappeda Imanto mengatakan, latar belakang dari kegiatan perencanaan pengembangan kapasitas kelembagaan ini adalah, keberadaan komunitas dalam lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan di Kota Probolinggo, merupakan potensi yang sangat besar untuk disinergikan guna mempercepat pembangunan.

“Fasilitas pendanaan yang di alokasikan pemerintah melalui dana hibah, memerlukan pemanfaatan yang cermat melalui perencanaan kegiatan, sehingga diharapkan dapat disinergikan dengan program kegiatan SKPD, “ kata mantan Kepala Dinas pekerjaan Umum (DPU) ini. Sementara itu Sekda Johny Hariyanto menyampaikan, keberadaan komunitas sangat membantu pemerintah, dan sebagai partner dari pemerintah. “Saya harap pengelolaan keuangan harus lebih, karena sudah dua kali meraih WTP, dan kegiatan komunitas bisa disinergikan dengan pemerintah, kritik tidak masalah karena justru kritik itu menjadi obat,” katanya. Lebih jauh, ia menegaskan kegiatan ini mampu menciptakan koordinasi yang lebih baik antar lembaga kemasyarakatan yang ada. “Dengan adanya kegiatan ini, nantinya tercipta hubungan yang lebih harmonis, koordinasi yang lebih baik, baik antar lembaga maupun antara lembaga dengan Pemerintah Kota Probolinggo, yang dalam hal ini diwakili oleh SKPD terkait,”papar Johny Hariyanto. Partisipasi masyarakat implementasinnya, lanjut Johny

Hariyanto, adalah pelaksanaan swakelola serta layanan komplain dan pengaduan masyarakat.“Evaluasi partisipasi masyarakat bisa dilihat di publikasi hasil pembangunan, LKPJ Kepala Daerah, serta evaluasi swakelola,”katanya. Disisi lain peran dari lembaga masyarakat, kata dia, adalah media komunikasi, sosialisasi dan desiminasi serta pemberdayaan komunitas. Secara umum yaitu, kebijakan perlibatan masyarakat dalam pembangunan di Kota Probolinggo. ”Dibutuhkan sinergi antara legislatif, eksekutif, serta masyarakat, bina usaha, LSM, dan penyelenggaraan otonomi daerah harus akuntabilitas, responsif, transparan, dan partisipatif,”ucap Johny Hariyanto. Diketahui, kelima belas kelembagaan komunitas masyarakat masing-masing mendapat danah hibah senilai Rp.5 sampai Rp.50 juta perlembaga. Diantaranya, Paguyuban Kader Lingkungan (Pakerling), Paguyuban Peduli Sampah (Papesa), Forum Jaringan Manajemen Sampah (Forjamansa), Dewan Pembangunan Berkelanjutan (DPB), Eco Pesantren, Pemberdayaan Pondok Pesantren. =M.Hisbullah Huda

rasi yang akan dijalankannya. “Sekarang sudah tidak boleh ada koperasi serba usaha (KSU) yang menjalankan berbagai macam usaha,” terangnya. Sementara koperasi yang sudah terlanjur ada saat ini, yang jenisnya mengikuti aturan lama, menurut Sidik Wijanarko, masih memberikan toleransi, dan sambil menunggu peraturan pemerintah.”Meski sudah bisa diberlakukan aturan baru. Kita tidak mau gegabah masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) baru sebagai penjabaran undang-undang 17 tahun 2012,” tandasnya. Jika sudah ada PP yang baru, lanjut dia, secara otomatis seluruh koperasi di Kabupaten Probolinggo wajib mengikuti aturan tersebut. “Nanti akan ada perubahan koperasi secara masal.

Jika memang PP nya tahun ini turun, maka kita laksanakan tahun ini juga,” ucap Sidik Wijanrko. Selain masalah jenis usaha koperasi yang berubah, struktur pendirian koperasi juga akan berubah. Jika sebelumnya ada simpanan pokok yang harus dibayar setiap calon anggota koperasi, bisa diambil jika sudah tidak menjadi anggota koperasi. Untuk saat ini, simpanan pokok dihapus, dan digantikan sertifikat modal koperasi. Perbedaanya, sertifikat modal koperasi tidak bisa ditarik meski sudah tidak menjadi anggota koperasi. “Terkecuali ada yang membeli saham, baru uangnya nanti bisa diberikan kepada anggota yang berhenti,” pungkasnya. =Mahfud Hidayatullah

KETERTIBAN MENGAJAR

Seharusnya Tak Ada Guru Main HP di Kelas PROBOLINGGO- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, melarang keras kepada semua guru bermain HP saat mengajar di dalam ruang kelas. Pasalnya, dewan menilai perilaku itu merugikan anak didik di sekolah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo, melarang keras kepada semua guru bermain HP saat mengajar di dalam ruang kelas. Pasalnya, dewan menilai perilaku itu merugikan anak didik di sekolah. Wakil Komisi D DPRD Kabupaten Probolinggo, Ahmad Mudianto mengatakan, seorang guru memang harus sesuai dengan tugasnya. Yakni, mendidik seorang anak untuk menjadi orang yang berpendidikan dengan bekal ilmu pengetahun. “Ini penting untuk di pahami dan di mengerti bagi seorang guru,” katanya kepada wartawan, Minggu,(23/2). Yang paling memperihatinkan, kata Mudianto, banyaknya informasi di masyarakat bagi seorang guru pada

saat jam pelajaran, terkadang lebih di sibukan mengopersikan HP untuk bermain face book, dan BBM.“Ini justru perbuatan atau prilaku guru yang kurang mendidik. Bahkan akan berdampak kepada siswa yang di didiknya,” terangnya. Menurutnya, seorang guru tidak hanya namanya saja. Namun guru harus bisa berprilaku yang sesuai dengan tugasnya. Guru memiliki peran penting untuk menecerdaskan anak bangsa dan moral bagi mereka.“Jika seorang guru melenceng dari tupoksinya, maka harapan untuk mencetak generasi bangsa bisa gagal,” tandas Ahmad Mudianto. Ahmad Mudianto mengaharapkan, agar sikap guru yang kurang mendidik tidak lagi terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Probolinggo. Karena ini akan berakibat fatal kepada siswanya.“Kalau ini terus dilakukan, maka dunia pendidikan akan sedikit tercoreng,”ucap pria yang akrab dipanggil Mudianto ini. Dirinya juga menyinggung beberapa hari kemarin, dunia pendidikan Kabupaten Probolinggo sudah mulai di rasuki obat terlarang. Ironisnya korban yang menggunakanya bukan dari orang dewasa. Namun mereka yang mengkonsumsi dari kalangan anak Sekolah Dasar (SD).“Mereka mengkonsumsi obat dextro sampai teler dikelasnya,” jelas Ahmad Mudianto. =Mahfud Hidayatullah


Probolinggo

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307| TAHUN III

13

JALAN RUSAK

Warga Protes Keberadaan Dump Truk PROBOLINGGO – Warga Kelurahan Kademangan dan Triwung Kidul, Kecamatan Kademnagan Kota Probolinggo memprotes soal keberadaan dump truk yang melewati jalan aspal Galunggung. Pasalnya, kendaraan besar itu bisa merusak jalan aspal yang bukan peruntukannya. “Kalau dump truk itu lewat di jalan ini bisa rusak, karena bukan kelasnya,” ujar seorang warga setempat, Sundari kepada wartawan, Minggu (23/2). Menurut dia, sejak Sabtu (22/2) kemarin, sejumlah kendaraan dump truk melewati jalan Galunggung dengan memuat galian tanah. Bahkan, galian tanah tersebut terlihat berceceran hingga mengotori ruas jalan aspal. “Banyak galian tanahnya yang berceceran hingga mengotori jalan aspal,” terang dia. Galian tanah tersebut dikirim ke sebuah proyek bangunan gudang yang berada di jalan Galunggung. Melihat keberadaan dump truk tersebut,

warga meminta agar petugas menertibkanya. Karena kendaraan itu, tidak hanya membuat kotor jalan aspal, tetapi akan merusak kondisi jalan aspal yang bukan kelasnya.“Kalau kendaraan besar itu dibiarkan lewat, jalan itu akan rusak,” ucap warga lainnya, Indra. Salah seorang pekerja proyek bangunan gudang saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya mengaku tidak tahu persoalan itu. Alasannya, dia hanya seorang pekerja yang tidak tahu apa-apa persoalan itu. “Saya tidak tahu persoalan itu. Saya hanya bekerja,” terang dia yang enggan menyebutkan namanya. Menurut dia, proyek bangunan itu akan dibuat sebuah gudang distribusi minyak dan produk lainnya. Sedangkan kendaraan dump truk itu memuat galian tanah untuk meratakan tanah bangunan yang hingga saat ini masih proses tahap pembangunan. =Muhammad Sugianto

MUNDUR: Sikap pernyataan Sekretaris Bapilu Hanura Kabupaten Probolinggo saat rapat pembahasan dana kampanye caleg tahap kedua.

Anggota Bapilu Hanura Mundur Saat Rapat Dana Kampanye Caleg PROBOLINGGO – Salah seorang wakil sekretaris Bapilu Hanura Kabupaten Probolinggo, Edi Sanjoko menyatakan mundur dari anggota. Sikap pernyataan mundur itu dilakukan saat gelar rapat pembahasan dana kampanye caleg tahap kedua yang akan disetorkan ke kantor KPU. “Mulai detik ini saya mundur sebagai wakil sekretaris Bapilu,” tandasnya, Minggu (23/2).

DIKELUHKAN: Keberadaan Dump Truk tidak hanya membuat kotor jalan aspal, tetapi akan merusak kondisi jalan aspal yang bukan kelasnya.

Tak pelak, sikap mundurnya Edi tersebut membuat Bapilu terkejut. Apalagi, Edi tidak mau menjelaskan apa alasan dari pernyataan sikapnya tersebut. “Saya tidak bisa menjelaskan kenapa saya mundur sebagai anggota. Yang jelas mulai sekarang saya tidak lagi menjadi anggota Bapilu,” tandas dia. Rapat yang digelar Bapilu tersebut, sengaja mengundang para caleg guna membahas dana kampanye caleg yang bakal disetor ke KPU. Ironisnya, hanya be-

berapa gelintir caleg yang datang dalam rapat tersebut. Gelar rapat internal itu, tak hanya diwarnai mundurnya Edi Sanjoko. Namun Bapilu mendapatkan hujan kritik dari sejumlah caleg yang mempertanyakan soal bantuan bendera WIN-HT yang diberikan oleh Bapilu pusat beberapa waktu lalu. “Bendera itu harus segera didistribusikan. Apalagi ini sudah menjelang pileg,” protes seorang caleg Hanura. Informasi yang diperoleh, bantuan bendera dari Bapilu pu-

sat itu hingga kini masih berada dirumah Sekretaris DPC Hanura, Kusnan. Bahkan, bendera-bendera itu belum distribusikan, padahal itu menjadi hak caleg untuk memasangnya disetiap daerah pemilihan (dapil). Ketua Bapilu Hanura Kabupaten Probolinggo, Asmar Siregar menjelaskan, tidak seharusnya bendera-bendera itu berada di luar kantor. “Seharusnya bendera-bendera itu ditaruh di kantor, bukan di luar kantor. Ini sudah tidak benar,” ucapnya. Terkait dana kampanye caleg, Asmar memberikan deadline agar para caleg segera menyetorkan laporannya ke Bapilu. Jika tidak, ada sanksi yang harus diterima oleh caleg kalau sampai tidak melaporkannya. “Kalau tidak melaporkan dana kampanye itu, caleg jadipun bisa didish oleh KPU nantinya,” katanya. =Muhammad Sugianto


14

KORAN MADURA

Probolinggo

SENIN 24 FEBRUARI 2014|NO. 0307|TAHUN III

LELANG: Karya lukisan hasil kreativitas siswa-siswi untuk disumbangkan kepada korban bencana Gunung Kelud.

Empati Korban Kelud 239 Siswa Donasikan Lelang Lukisan PROBOLINGGO – Meski masih anak-anak, tetapi keinginan mereka untuk ikut meringankan beban penderitaan korban bencana, patut diacungi jempol. Sebanyak 239 siswa siswi SD Negeri Tisnonegaran II Kota Probolinggo, yang berlokasi di jalan Soeroyo Kota Probolinggo ini menggelar acara lelang lukisan di sekolahnya.

Didampingi beberapa orang tua siswa, stan-stan yang digelar di depan sekolah SD Negeri Tisnonegaran II Kota Probolinggo, terlihat dipenuhi anak-anak dan para orang tua siswa. Suasana lelang lukisan dan karya seni anak-anak, semakin meriah lantaran para orang tua siswa terutama Ibu-ibu ingin membeli kar-

ya putera-puteri mereka sendiri dengan harga tinggi. Tampak lukisan-lukisan yang dibuat pun menggambarkan kondisi bencana. Seperti Felina Erenza Flandeni, siswa kelas 4 yang menggambar Gunung Kelud meletus. ”Sedih sekali melihat korban yang meninggal dan masyarakat kehilangan keluarg-

anya,” katanya kepada wartawan, kemarin. Lain lagi dengan Nabila, siswa kelas 5 yang menggambar bencana banjir. “ Aku menggambar bencana lingkungan ini akibat penebangan pohon sehingga terjadi banjir,”ucapnya. Ny. Umi Hani, orangtua Putra Kelas IV, menyambut baik kegiatan tersebut.“Saya senang anak-anak bisa membuat kreativitas untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama, mereka bisa beramal tidak sekedar minta uang dari hasil kerja kerasnya, tetapi mampu menghasilkan karya yang harus dihargai,”ucapnya. Secara terpisah, Agus Litan-

ta, Kepala sekolah SDN Tisnonegaran II Kota Probolinggo, mengatakan kegiatan lelang hasil karya lukisan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa empati yang dialami para korban bencana alam. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 ini diikuti 239 siswa dan orangtua. Dan ada 239 lukisan yang siap di lelang. Lukisan siswa ini akan mengawali kegiatan penggalangan dana untuk meringankan korban bencana.“Anak-anak kita ajarkan berempati kepada sesamanya melalui lelang lukisan. Mereka pun membuat karya lukisan dan melelangnya. Hasil lelang ini selanjutnya untuk donasi korban

bencana letusan Gunung Kelud di Kediri,”papar Agus Litanta. Agus Litanta menambahkan, sebanyak 239 lukisan dilelang. Lukisan menggambarkan letusan Gunung Kelud di Kediri. Para siswa pun melelang lukisan itu kepada orangtua maupun wali murid yang hadir dalam acara tersebut. “Harga terendah yaitu Rp 50 ribu dan paling tinggi Rp 250 ribu. Nantinya, uang hasil lelang diberikan kepada korban bencana.Tak lupa pula para siswa berdoa dan berharap bencana yang melanda Indonesia akan segera berakhir,”pungkas Agus Litanta. =M.Hisbullah Huda


KORAN OLAHRAGA PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

15 Olahraga 15

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

MU Petik Poin Penuh, David Moyes Puas LONDON - Manchester United (MU) memetik poin penuh saat bertandang ke kandang Crystal Palace di Selhurst Park Minggu (23/2) dini hari WIB. Gol-gol kemenangan Setan Merah dicetak oleh Wayne Rooney dan Robin van Persie. Bagi MU, kemenangan ini sangat penting guna menaikkan kembali moral mereka setelah tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir. Kemenangan ini juga semakin membuat skuat David Moyes itu memelihara peluang tembus empat besar guna bermain di Liga Champions. Saat ini MU duduk di peringkat ketujuh klasemen sementara. David Moyes sendiri menyambut gembira kemenangan tersebut. Menurutnya, MU amat pantas meraih kemenangan atas Crystal Palace walaupun juga menilai bahwa tim lawan sudah memberikan perlawanan sengit. “Palace sudah tampil sedemikian tangguh. Buat kami itu tidak mudah, tapi kami amat layak meraih kemenangan tersebut. Kami tampil baik sepanjang pertandingan. Kami cuma perlu terus melakukannya dan membuat lebih banyak peluang untuk bikin gol,” kata Moyes.

Moyes kemudian menanggapi performa Maroune Fellaini dan van Persie yang berhasil mengeksekusi tendangan 12 pas dengan dingin. “Marouane Fellaini memiliki peluang bagus (untuk bikin gol), ia bermain bagus. Saya tidak pernah risau Robin bakal gagal dalam tendangan penaltinya. Itu mengapa mereka pemain-pemain top, mereka bisa menjaga ketenangannya,” tutur Moyes. Sementara bagi Rooney, satu gol pada laga itu membuktikan bahwa dia layak digaji mahal oleh MU. Gol ini sekaligus jawaban Rooney atas perpanjangan kontrak pemain asal Kota Liverpool ini hingga 2019 mendatang dengan gaji 300.000 pound per pekan. Harga itu langsung dibayar Rooney dengan gol dan empat tembakan ke gawang. Dia pun diberi nila 8,08 oleh situs whoscored atau pemain tertinggi ketiga setelah David De Gea dan Chris Smalling. “Kami mengalirkan bola dengan baik, mungkin seharusnya bisa bikin lebih banyak peluang. Tapi kami mengontrol pertandingan dan tahu jika kami bisa mencetak gol maka kami bisa menang. Tiga poin yang menggembirakan. Aku akan selalu tampil 100 persen, apakah aku meneken kontrak atau tidak,” kata Rooney. Dia melanjutkan, “Kesepakatan ini penting. Kurang lebih membutuhkan waktu sebulan hingga se-

muanya tuntas. Syukurlah akhirnya selesai semua. Biarkan performaku yang berbicara. Aku bahagia dan merasa betah di sini.” Sementara itu, pelatih Everton Roberto Martinez kecewa atas kekalahan 0-1 timnya dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (22/2) malam. Sebab Everton berhasil memberikan perlawanan sengit buat Chelsea. Tetapi pada akhirnya Everton mesti mengakui keunggulan Chelsea di menit injury time. Tendangan bebas Frank Lampard diteruskan John Terry untuk bikin skor jadi 1-0 untuk Chelsea. Namun demikian, Martinez menilai bahwa tendangan bebas tersebut sebenarnya tidak pantas didapatkan Chelsea. Menurutnya, wasit Lee Probert dalam posisi sulit memutuskan saat Ramires terjatuh usai tekanan dari Phil Jagielka. “Ramires mencari sentuhan dan, jika Anda melihat tayangan ulangnya, itu sama sekali bukan tendangan bebas. Tapi itu juga terjadi dalam insiden-insiden lain, empat atau lima kali sebelumnya, dan saya sama sekali tidak menyalahkan wasit. Mustahil untuk selalu membuat keputusan tepat karena untuk itu Anda butuh bola ajaib,” lanjutnya. Menurut Martinez, Chelsea memang pintar mendapatkan tendangan-tendangan bebas di posisi-posisi kunci dan itu berimbas pada mengilapnya rekor

kandang The Blues. “Saya pikir Anda hari ini bisa lihat kenapa Chelsea tidak terkalahkan 73, 74 laga di kandangnya. Saya pikir itu karena mereka cerdik dan tahu benar menggunakan segala trik di buku untuk bisa mendapatkan posisi yang menguntungkan,” ucapnya. Martinez sendiri mengaku tetap puas dengan performa Everton walau tak dapat angka. “Dalam jangka pendek yang penting adalah skornya dan kami terluka, kami tidak akan menyembunyikannya, tapi penampilan tadi

adalah yang kami inginkan. Kami menunjukkan kami mampu berhadapan sejajar dengan pimpinanpimpinan liga.” “Kami harus memastikan bahwa ketika kami layak dapat meraih hasil positif, kami benarbenar mendapatkannya. Tapi saya antusias dengan masa depan kami. Saya pikir kami luar biasa. Selama 5-10 menit Tim Howard sempat menjalani periode terbaiknya (di babak kedua) tapi sedari titik tersebut saya tidak bisa melihat akan bikin gol dari permainan terbuka,” tegasnya. =ESPN/AJI

SERIE A

Menang Tipis, Garcia Minta Pemain Roma Jaga Gairah ROMA - Pelatih AS Roma Rudi Garcia meminta anak-anak asuhnya menjaga gairah bermain dan tampil konsisten guna menjaga peluang meraih scudetto (juara Liga Serie A) musim ini bersaing dengan Juventus. Si Nyonya Tua masih berada di puncak klasemen sementara dengan 63 poin, sedangkan Roma berada di tempat kedua dengan 57 angka. Tetapi Juventus akan menjauh bila sukses menaklukkan rival satu kotanya Torino, Senin (24/2) dini hari WIB tadi. Pada laga Minggu (23/2) dini hari WIB Stadion Renato Dall’Ara, Roma menang atas Bologna dengan skor tipis 1-0 berkat gol gelandang Radja Nainggolan.

Melihat hasil ini Rudi Garcia cemas. Pasalnya, dia menilai anak-anak asuhnya mulai kehingan gairah. Maka dia meminta untuk terus menjaga gelora semangat hingga akhir musim. “Kami menjalani musim yang luar biasa. Para pemain harus mengerti bahwa mereka harus memberikan segala yang mereka punyai ketika mereka di dalam lapangan dan memikirkan tentang yang terbaik untuk tim,” kata Garcia. Pria asal Prancis itu menambahkan, “Kami perlu semua orang memberikan kontribusi, terutama ketika kami menemukan kesulitan. Kami harus memberikan 100% upaya saat bertahan, itu

tidak selalu mudah ketika Anda merasa kelelahan tapi itu adalah sesuatu yang kami harus lakukan. Malam ini okelah, karena kami menang dan lebih mudah untuk mengupayakan peningkatan ketika Anda meraih tiga poin.” Pada bagian lain Garcia meminta strikernya Mattia Destro untuk lebih konsisten dalam menjebol gawang lawan. Destro sudah mengemas enam gol dari sembilan kali penampilannya bersama Roma di Serie A. Tambahan dua gol ke gawang Sampdoria di dua pekan lalu menempatkan striker 22 tahun itu sebagai top skorer sementara Roma. Karena Garcia tak segan untuk

melontarkan pujian untuk mantan pemain Siena itu. Namun pelatih asal Prancis itu berharap Destro bisa lebih konsisten dalam mencetak gol. “Dia punya kualitas, dia adalah pencetak gol yang subur, dia punya naluri mencetak gol dalam darahnya, tapi saya mengharapkan konsistensi darinya, seperti yang akan diharapkan oleh pelatih timnas. Anda tidak bisa menilai pemain karena dia bagus hanya dalam dua bulan, dia harus bekerja keras di lapangan dan menunjukkan karakter dan kualitasnya, jadi kami akan sedikit mendorongnya karena untuk kebaikan Roma dan Italia, dia bisa menjadi pemain utama,” ucapnya. =ESPN/AJI


16

KORAN MADURA

JUMAT 21 FEBRUARI 2014 | No. 0306 | TAHUN III

108 HARI LAGI

MENANG TIPIS GARCIA MINTA PEMAIN ROMA JAGA GAIRAH

PETIK POIN PENUH, DAVID MOYES PUAS OLAHRAGA | 15

OLAHRAGA | 15

Olahraga KORAN MADURA

16

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

REAL SOCIEDAD 3 BARCELONA 1

TAK BERDAYA. Dua bintang Barcelona Lionel Messi (kiri) dan Neymar (kanan) tertunduk lesu usai timnya kalah dalam lawatannya ke markas Real Sociedad, di Stadion Anoeta, Minggu (23/2) dini hari WIB.

SAN SEBASTIAN - Barcelona akhir menetap di peringkat kedua klasemen sementara La Liga Spanyol setelah kalah 1-3 dari Real Sociedad pada Minggu (23/2) dini hari WIB di Anoeta Stadium. Posisi pertama diambil alih Real Madrid yang beberapa jam sebelumnya menang 3-0 atas Elche. “El Barca kini tertinggal tiga poin dari Madrid. Bahkan posisi Marcelona terancam direbut oleh Atletico Madrid. Pada laga Sociedad versus Barcelona, tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Alex Song. Tetapi

BARCELONA TERGUSUR kemudian Lionel Mess mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 yang bertahan hingga turun minum. Namun, di babak kedua gol dari Antoine Griezmann dan David Zurutuza tidak lagi bisa dibalas oleh para pe-

main Blaugrana hingga peluit panjang dibunyikan wasit. Padahal, Messi dan kawan-kawan menguasai jalannya pertandingan dengan 65 persen penguasaan bola. Menanggapi kekalahan ini,

bek Barcelona Gerard Pique mengaku tidak khawatir. “Kami tidak merasa nyaman dan menjaga penguasaan bola adalah kekuatan kami (karena) itu berarti bahwa mereka punya celah. Kini kami punya jeda sepekan dan kami bisa menganalisis apa yang keliru. Kami cuma tertinggal tiga poin, jadi itu tidak merisaukan,” kata Pique. Sementara Andres Iniesta meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit dan siap menghadapi laga berikutnya. “Aku tidak tahu apakah ini adalah sebuah kemunduran tapi perasaannya

setelah pertandingan tidaklah bagus. Kami tidak membaca pertandingan seperti seharusnya dan kami membayarnya. Real punya pendekatan yang lebih baik. Mereka bermain dengan bagus. Mereka lebih baik daripada kami, kami selalu tertinggal dari mereka,” aku Iniesta. Dia melanjutkan, “Tapi kekalahan ini tidak seharusnya membuat kami patah arang. Kami harus bekerja keras dan mengubah situasi ini. Masih ada banyak poin yang bisa diraih, dan kami masih memiliki laga melawan rival-rival utama.”. =ESPN/AJI


SENIN

KORAN MADURA

24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

Taneyan Lanjang

A A

KORAN MADURA

KH A. Warits Ilyas Wafat Konsisten dalam Berpolitik SUMENEP – Selain dikenal sebagai ulama, KH. A. Warits Ilyas dikenal sebagai politisi yang konsisten dengan pilihan politiknya. Kini Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, GulukGuluk, itu telah berpulang. Sabtu (21/2) sekitar pukul 09.30 WIB mengembuskan nafas terakhir di RSUD dr. Slamet Martodihardjo Pamekasan.

Ketua GP Ansor Moh Muhri mengatakan, A’wan Syuriyah PBNU sekaligus Ketua MPP DPC PPP Sumenep itu tidak goyah dengan pilihan politiknya sejak bergabung pada masa orde baru. “Ia tetap berpegang teguh terhadap partai yang pegang mulai masa orde baru, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP),” katanya. Di kalangan politisi berlatar nahdliyin, Kiai Warits dikenal sebagai sosok yang istikamah tetap di Partai Persatuan Pembangunan walaupun pada masa reformasi ini ada banyak kiai menarik diri dan pindah ke parta lain. Tetapi Kiai Warits tetap dengan komitmennya di PPP. “Satu hal yang menurut kami merasa kagum kepada beliau, walaupun di PPP, tetapi beliau adalah deklarator lahirnya PKB di Sumenep. Beliau tetap konsisten pada rumah politiknya di PPP,” akunya. Menurut Anggota Dewan Syari’ah DPC PPP Sumenep, Chairul Anam, pendidikan politik yang bisa dipetik dari Kiai Warits, almarhum menjadikan politik praktis sebagai bagian dari sarana dakwah. “Beliau menyampaikan hal itu pada saat pembekalan bacaleg PPP untuk DPRD Sumenep (periode) 2014-2019 di PP. Aqidah Usymuni tahun 2013,” tuturnya. Elite politik PPP Sumenep menerima warisan politik untuk mempertahankan partai berlambang ka’bah tersebut menjadi partai Islam Ahlussunah wal Jamaah. “Saya tetap di PPP karena asasnya Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah. Kalau asasnya tidak Islam lagi, demi Allah, saya orang pertama yang akan keluar dari PPP,” kata Kiai Warits seba-

gaimana ditirukan Anam dalam sebuah kesempatan. Sabtu malam, ribuan warga mengantarkan kepergiannya. Kiai Warits dimakamkan di Makam Pahlawan Pondok Pesantren Annuqayah. Almarhum meninggalkan satu orang istri Nyai Hajjah Nafisah Warits Ilyas, dan delapan anak, yaitu Qurratul Aini, Muhammad ‘Ali Fikri, Nailah Istifadah, Khatibatul Ummah, Muhammad Sholahuddin, Shafiyah, dan Nur Diana. Semasa hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep tiga periode, Wakil Ketua dan Ketua DPRD Sumenep, DPR RI, A’wan Syuriyah PBNU, Mustasyar PCNU Sumenep, Ketua MPP DPC PPP Sumenep. Seribu doa Kepergiannya menyisakan kehilangan. Rasa belasungkawa dan doa diungkapkan dengan berbagai cara. Dari tahlil bersama hingga doa di jejaring sosial. Dari santri hingga politisi. =SYAMSUNI/MK

PROFIL Nama: K. H. A. Warits Ilyas Lahir: 1938 Wafat: 22 Februari 2014 Pengalaman: • Ketua DPC PPP Sumenep (tiga periode) • Wakil Ketua dan Ketua DPRD Sumenep • Anggota DPR RI • A’wan Syuriyah PBNU • Mustasyar PCNU Sumenep • Ketua MPP DPC PPP Sumenep • Ketua STIKA (Sekarang Instika) Sumenep


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

INFRASTRUKTUR

Rehab Pelabuhan Tersandung Anggaran SUMENEP - Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk memperbaiki Dermaga atau Pelabuhan Banbaru Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting mendapatan sorotan. Pasalnya pasca mengalami kerusakan cukup parah, bantuan pemerintah untuk memperbaiki pelabuhan tersebut putus di tengah jalan. Syaiful, warga desa setempat, mengungkapkan, setelah diberitakan di media beberap waktu lalu, pelabuhan yang rusak itu langsung diperbaiki. Sayangnya, rehab pelabuhan hanya pada bagian beton dan pelengsengan bagian depan saja. “Patut disesalkan kenapa rehab pelabuhan kok tidak dilanjutkan dan berhenti pada separuh pelabuhan saja. Padahal, kerusakan total itu terjadi sepanjang pelabuhan. Kerusakan cukup parah terjadi pada bagian ujung pelabuhan. Karena tidak tersentuh proyek rehab, saat ini bagian ujung dermaga itu rusak parah,” ujar Syaiful pada Koran Madura. Informasi yang diterima Syaiful, kendala utama pengerjaan proyek tidak tuntas dan putus di tengah jalan akibat keterbatasan dana dari pemerintah. Bantuan dana proyel rehab yang digelontorkan Pemkab Sumenep yang disiapkan sebesar Rp 200 juta. Sehingga pengerjaan perbaikan pelabuhan hanya tuntas sekitar 50 persen dari kerusakan yang ada. Mestinya, pemerintah sudah mengalkulasi sebelumnya terkait dengan kerusakan yang terjadi. Jadi, kata Syaiful, item kerusakan dan hal apa saja yang perlu diperbaiki itu harus ditabulasi terlebih dahulu. Sehingga tidak seperti yang terjadi sekarang, belakangnya dipoles bagus, padahal bangunan dermaga bagian ujungnya bobrok. “Ini terkesan konsultan perencana proyek rehab tidak jalan. Buktinya, proyek perbaikan mandek di tengah jalan yang disebabkan anggaran tidak memadai. Jika tabulasi kerusakan sudah dihitung, tentu estimasi anggaran perbaikan yang dialokasikan tidak minim. Kalau hanya setengah yang direhab, kan percuma pelabuhan ini tetap terganggu akses transportasi kepulauan,” katanya menyesalkan ketidakseriusan pemerintah. Jika memang APBD pemerintah sudah tidak mampu untuk memperbaiki kerusakan satu pelabuhan saja, maka jelas Syaiful, perlu ada transparansi kemampuan APBD Sumenep. Sehingga, kerusakan dengan dalih minim atau keterbatasan anggaran itu tidak perlu terjadi. “Ketimbang bagian belakang pelabuhan yang rusak, mending kan bagian ujungnya yang diperbaiki sehingga bisa berfungsi secara optimal,” akunya. Ditambahkan pula, terkait tidak tuntasnya perbaikan proyek pelabuhan. Menurut Syaiful, pihak rekanan juga ikut bertangung jawab. Benarkah anggaran Rp 200 juta tidak cukup menyelasaikan rehab pelabuhan itu? Sehingga biar jauh dari kesan ada kongkalikong, pemerintah harus menjelaskan pada publik. “Jika memang karena faktor anggaran yang terbatas, maka kapan akan dilanjutkan rehab tahap II atau perbaikan lanjutan pelabuhan itu,” ungkapnya sambil mengaharap rehab pelabuhan tuntas. Menanggapi adanya perbaikan pelabuhan yang terkesan putus di tengah jalan, Kepala Dinas Perhubungan Mohammad Fadilah tidak merespon panggilan telpon Koran Madura. Meski demikian dia hanya membalas melalui pesan pendek. “Saya lagi nyetir, Mas,” pungkasnya. =ALI RIDHO/MK

Kondisi Pelabuhan Banbaru Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting yang mengalami kerusakan cukup parah. Namun, pemerintah hanya memperbaiki pada bagian beton dan plengsengan saja.

Pembangunan Pasar Segera Digarap Lagi Anggaran Mega Proyek Tanpa APBD SUMENEP – Pembangunan Pasar Anom Sumenep yang sempat terbengkalai dalam waktu dekat akan digarap kembali. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) siap melanjutkan pembangunan pasar dan tinggal melakukan tanda tangan kontrak dengan pemerintah. Pendanaan mega proyek itu dipastikan tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala DPPKA Carto melalui Kabid Dinas Pendapatan Imam Sukandi mengungkapkan, investor tersebut siap berinvestasi sebesar Rp 42 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pasar yang terbakar pada 2007 itu. “Kita akan menuntaskan proyek rehabilitasi Pasar Anom yang sempat mandek ini melalui proses retender. Karena sebelumnya kerap terjadi persoalan saat masih didanai APDB, Pemkab berinisiatif mencari investor yang siap investasi dana tanpa menguras APBD lagi. Ini kemajuan dan pemkab tidak diragukan lagi sebab dana investasi tidak bersumber dari APBD,” terangnya. Pemkab enggan menggunakan APBD untuk membangun Pasar Anom. Pasalnya, jelas dia, selain sistem investasi itu lebih aman, dana APBD bisa difungsikan untuk belanja yang lain. Jika tak ada kendala teknis, MoU bisa dilaksanakan pada sekitar Februari atau Ma-

ret ini. “Investor minta waktu sekitar dua bulan ke depan untuk menyelesaikan proses menghitung rincian kebutuhan unit per lokasi. Setelah tuntas baru akan dipertimbangkan oleh Pemkab dan akan diajukan untuk mendapat persetujuan dewan. Karena proses tender pertama gagal pada November lalu, maka tender kedua pada Januari sudah berjalan. Hanya menungu MoU saja, “terangnya. Ditegaskan pula, meski mega proyek ini melalui proses tender. Namun, proses penggarapan melalui inisiatif investor dan tanpa menggunakan APBD. Sementara estimasi anggaran Rp 42 miliar untuk menuntaskan mega proyek Pasar Anom tersebut. “Sesuai perjanjian awal sampai 15 tahun,” imbuhnya. Sehingga jika tak ada aral melintang, sambung Imam, proyek ini diren-

canakan akan dimulai kembali di awal Januari mendatang. Menurutnya, pada proses lelang pertama gagal terganjal peserta tender yang tidak memenuhi kriteria. Dari lima rekanan pendaftar, hanya tiga rekanan yang memenuhi syarat. Sehingga panitia harus membuka lelang kedua. Karena itu, terang Imam, PT Surya Bayu Sejahtera (SBS) sebagai pelaksana proyek yang sudah diputus kontrak, harus mengembalikan kelebihan pembayaran uang muka tersebut sebesar Rp 833 juta atau 10 persen dari nilai proyek Rp 8,1 miliar. Namun hingga saat ini, PT SBS baru mengembalikan Rp 500 juta. Meski dia siap untuk mengembalikan semuanya. PT SBS diputus kontrak setelah ditemukan pembangunan Pasar Anom Baru tahap pertama 2011 lalu yang menelan anggaran Rp 8,1 miliar tidak sesuai spesifikasi. Berdasarkan hasil tes PDA (Pile Driping Analyzer) yang dilakukan ITS, pembangunan pasar tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan RKS (rencana kerja dan syarat), yakni tiang pancang hanya 6 meter dari semestinya 12 meter. Selain itu, beton juga ditemukan kurang. =ALI RIDHO/MK


Sumenep

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

C

Inspektorat Tidak Memiliki Otoritas Warga Diminta Melapor ke Kementerian Perhubungan SUMENEP – Inspektorat mengaku tidak bisa memproses sanksi dugaan tidak berdinasnya Kepala Syahbandar Pelabuhan Sapudi Santoso sejak bertugas di Sapudi sekitar 3 bulan yang lalu. Itu kewenagan Kemenhub. Warga diminta kelapor ke Kementerian Perhubungan.

Inspektur Kantor Inspektorat Sumenep Didik Untung Samsidi mengatakan, siapa pun yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus menjalankan semua kewajibannya sebagai abdi negara, termasuk masuk kantor sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Bila tidak masuk kantor tanpa ada alasan konkret yang bisa diterima akal, maka PNS bersangkutan pasti dikenakan sanksi sesuai perundang-udangan kepegawaian. Namun, sanksi tersebut tidak dapat diproses di pemerintah daerah, sebab kerja syahbandar Sepudi bukan masuk wilayah pemda, tapi wilayah Kementerian Perhubungan RI.

Sehingga Kemenhub yang akan menentukan sanksinya. ”Ini bukan wilayah kami, tapi langsung ke kementerian pusat,” terangnya. Oleh sebab itu, Didik menyarankan agar warga melaporkan langsung persoalan bolosnya kepala Syahbandar Sepudi itu ke Kementerian Perhubungan. ”Atau setidaknya warga melaporkan dulu ke Kanwil Perhubungan Jatim sebelum ke kementerian, karena setiap kementerian ada Kanwil. Dan dipastikan Kanwil akan melapor ke pusat, biar persoalan ini cepat ditangani oleh yang berwenang,” ujarnya. Sementara Muhammad Husin, anggota Komisi C DPRD

Sumenep, mengatakan, seharusnya pihak Inspektorat terus intens dalam mengawasi persolan tersebut, dan harus sigap merespons persoalan tersebut. ”Karena Inspektorat itu yang membidangi, maka harus cerdik dan sigap dalam meresponsnya,” katanya. Walaupun pemerintah tidak mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi, terangnya, inspektorat bisa menginformasikan persoalan itu ke Kementerian Perhubungan. ”Jangan karena bukan kewenangannya kemudian membiarkan masalah ini berlarut-larut. Ini tidak benar. Sebab, kepala Syahbandar itu melayani warga di wilayah kita. Karenanya, Inspektorat juga harus ambil tindakan,” terangnya Lebih lanjut, Husin membenarkan jika koordinasi kerja Syahbandar bukan masuk struktur pemda. Tapi setidaknya Insektorat menginformasi-

kan kondisi kerja di Syahbandar Sepudi ke Kantor Adpel Pelabuhan Kalianget, sehingga kepala Syahbandar Sepudi diketahui oleh Kementerian Perhubungan. “Hingga nanti jika harus diberi sanksi, biar segera jelas, dan kondisi kerja di sana akan seperti yang diharapkan warga,” ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Syahbandar Santoso membantah jika dirinya dikatakan tidak masuk kantor. Bahkan dirinya mengatakan tidak harus masuk kantor setiap hari untuk memaksimalkan pelayan yang ada. ”Di mana saja kan kami ngantor, tidak harus di sana,” katanya. Sebab lanjut Santoso untuk memaksimalkan pelayanan itu sudah ada stafnya yang stand by di kantor setiap harinya. ”Pelayan di sana tetap maksimal, saolny ada staf saya. apalagi kapal yang berlayar itu cuma satu,” timpalnya. =JUNAEDI/MK

BUNTUT SENGKETA LAHAN

Eksekusi Lahan Dinilai Cacat Hukum SUMENEP - Eksekusi lahan di Desa Prenduan Kecamatan Pragaan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sumenep beberapa hari lalu dinilai catat hukum. Pemilik mini market di atas lahan itu menilai PN terlalu tergesa-gesa dan akan melaporkan ketua PN Sumenep ke Polda Jatim karena dinilai telah melanggar hukum. Hartono, pemilik bangunan di atas lahan, menilai PN Sumenep melakukan kekeliruan besar, karena proses hukum terhadap lahan sengketa itu masih berjalan dan belum ada putusan inkrah. ”Langkah PN itu sudah tidak benar. Dan terlihat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan,” terangnya, Minggu (23/2). Menurutya, putusan untuk menangguhkan eksekusi lahan hingga saat ini masih dinilai tetap berlaku, sebelum ada putusan hukum tetap terkait status lahan sengketa itu. ”Putusan provisi sampai saat ini masih berlaku. Tiba-tiba PN

melakukan eksekusi. Logika hukum mengatakan bahwa itu tidak benar,” katanya kesal. Padahal, imbuhnya, proses hukum mestinya dimulai dari awal karena ada perlawanan hukum luar biasa sejak tahun 2013 dari pihak ketiga, bukan serta merta PN Sumenep mengeluarkan putusan esksekusi. Oleh sebab itu, dia berencana akan melaporkan ketua PN Sumenep ke Polda Jatim. Indikasinya, PN Sumenep menegaskan bahwa upaya hukum apa pun tidak akan berpengaruh terhadap jalannya eksekusi, sebab upaya hukum yang dilakukan oleh pihak ketiga merupakan perkara lain dengan nomor perkara berbeda. “Upaya hukum yang kami ambil ini merupakan rentetan hukum dari perkara awal. Artinya, langkah hukum ini tidak akan dilakukan jika tidak ada perkara awal. Masak dikatakan perkara berbeda, padahal substansinya beda. Ini upaya

Upaya hukum yang kami ambil ini merupakan rentetan hukum dari perkara awal. Artinya, langkah hukum ini tidak akan dilakukan jika tidak ada perkara awal. Masa dikatakan perkara berbeda, padahal substansinya beda. Ini upaya pengdhalim-an,”

Hartono

Pemilik Bangunan peng-dhalim-an,” ujarnya. Saat ini, pihaknya masih menyusun berkas laporan itu yang diyakini akan selesai dalam waktu dekat. Selain itu, Hartono juga akan melayangkan surat tembusan ke Badan Pengawas Pu-

sat, Mahkamah Agung (MA), dan Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait putusan eksekusi PN Sumenep dan langkah hukum berikutnya yang akan diambil itu. ”Biar kasus ini direspon semua pihak, karena ini merupakan salah satu bukti preseden buruk hukum di Indonesia,” pungkasnya. Sebelumnya, Mohammad Soid selaku pelaksana eksekusi PN Sumenep yang membacakan putusan esksekusi lahan Kamis (20/2) kemarin memaparkan, tudingan termohon bahwa eksekusi tidak boleh dilakukan sebelum perkara dinyatakan memiliki kekuatan hukum adalah kekeliruan, sebab perlawanan yang dilakukan oleh termohon merupakan perkara lain. ”Sehingga apa pun yang terjadi, tidak akan mempengaruhi jalannya eksekusi, karena sebenarnya perkara sdah inchrag sejak tahun 2009,” katanya. =JUNAEDI/MK

TAMBAL SULAM. Tebing jembatan di Desa Lebeng Timur, Kecamtan Pasongsongan, yang diduga hanya ditambal sulam oleh kontraktor, bukan dicor. Akibatnya, sekalipun masih dalam masa pemeliharaan, kondisinya sudah retak.

INFRASTRUKTUR

Jembatan Diduga Tambal Sulam SUMENEP – Warga kembali menyoal proyek jembatan di Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan. Setelah disoal hasil proyek sudah retak dan pelaksananya terkesan ditutup-tutupi, proyek tersebut disinyalir hanya tambal sulam dan tidak memakai cor bertulang. "Sepanjang pantauan kami tidak ada yang memakai cor, apalagi memaki cor bertulang. Kalau tidak percaya silakan cek sendiri ke lapangan,” kata Helmi, warga setempat kepada Koran Madura, Rabu (19/2). Mestinya, menurut Helmi, memakai cor bertulang untuk menguatkan tebing dan fondasinya agar tidak mudah ambruk. "Sesuai yang dianjurkan oleh dinas, itu harus dicor bertulang. Sebab, jembatan itu dibangun di atas tanah yang labil," ungkapnya. Kontraktor didesak untuk segera memperbaiki. Jika tidak dilakukan cor bertulang, kondisinya tidak akan tahan lama. "Memang banyak warga di sini yang mengeluh, karena mereka khawatir tidak akan tahan lama," terangnya. Sementara Kepala Pekerjaan Umum Bina Marga Edy Rasyiadi mengaku sudah meminta rekanan untuk melakukan cor bertulang. Dan dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali memanggil ulang pihak rekanan. "Karena itu masih dalam tahap pemeliharaan, maka sepenuhnya masih tanggungjawab rekanan, makanya kami akan panggil lagi, dan kami akan mananyakan realisasi perbaikan pasca retaknya jembatan itu," katanya tanpa menyebutkan nama rekanan. Disinggung masalah hanya ditambal sulam, pihaknya berdalih masih belum dilakukan. Namun pihaknya memastikan akan diberi cor tulang nantinya. "Itu masih belum dilakukan, dan itu pasti akan diberi cor bertulang,” ujarnya. =JUNAEDI/MK


D

KORAN MADURA

Sumenep

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

CATATAN KUNJUNGAN KE 18 DESA

Mengabdi Tanpa Mengenal Batas Waktu DUGAAN BELANJA FIKTIF PDAM

Kejari Mengaku Belum Menerima Laporan SUMENEP – Kejaksaan Negeri Sumenep belum bisa mengusut dugaan pembelian scan pencatat meter (water mater) untuk pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di PDAM Sub Sapudi pada 2013, karena belum ada laporan dari warga. “Kejari hanya akan memproses kasus yang sudah ada indikasi penyimpangannya. Salah satu indikasi penyimpangan itu bisa melalui laporan secara tertulis oleh masyarakat atau pihak tertentu. Ini kan baru diinformasikan melalui media,” kata Kajari Sumenep Roch Adi Wibowo melalui Kasi Pidsus Sugianto. Kejaksaan siap mengusut kasus tersebut jika ada laporan dan data dari

warga. ”Jika nanti sudah ada data awal yang masuk ke meja kami, tentu akan kami proses seperti kasuskasus yang lain. Kami belum mengantongi data awal dan belum menerima laporan mengenai hal itu,” katanya. Dugaan tersebut mencuat saat Ach. Junaidi, anggota Komisi A DPRD Sumenep asal Pulau Sapudi, memaparkan proses pembayaran pelanggan PDAM di daerahnya yang masih menggunakan cara lama. Junaidi mengaku tidak ada pembelian alat tersebut untuk pelanggan di Sapudi. Dugaan belanja fiktif itu nominalnya diperkirakan lebih dari Rp 50 juta. Aktivis Lembaga Penelitian, Pengkajian Hukum dan HAM Ahmad Novel memperkuat dugaan

tersebut. Salah satu oknum di PDAM ditengarai telah melakukan penggelapan terkait dengan kasus tersebut. Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi mengungkapkan, pada 2013 tidak ada anggaran pembelian pencatat meter. Bambang mengaku tidak tahu jika ada pembelian barang itu. Tidak adanya penganggaran terhadap PDAM karena pihak Komisi B telah memberikan pinjaman terhadap PDAM sebesar Rp. 5 Miliar. ”Kita nanti akan hearing dengan PDAM, termasuk DPPKA untuk mempertanyakan persoalan itu. Itu akan dibahas oleh para RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham),” pungkas Bambang. =ALI RIDHO/MK

SUMENEP - Meskipun sejatinya apa yang dilakukan Said Abdullah bukanlah hal yang luar biasa. Namun, sebagai anggota DPR RI dua periode, MH Said Abdullah hanya ingin melakukan sesuatu di atas kepentingan dirinya. Komunikasi yang guyub dengan warga lintas agama, suku, etnis dan lintas sektoral dilakukan tanpa batas kelas dalam suasana yang egaliter. Oleh Syamsuni Sungguh sebuah praktek politik yang sangat sederhana yang dilakoni MH Said Abdullah dalam gesture yang alamiah. Turun ke bawah, menyapa masyarakat kecil, para pedagang, menepuk pundak anak muda hingga selalu melempar senyum saat bertemu dengan orang-orang adalah cara dia menyambung rasa dengan masyarakat. Meskipun di era media yang serba canggih dewasa ini, political gesture MH Said Abdullah seringkali dituding sebagai bentuk pencitraan tingkat tinggi yang manipulatif dan karikatif. Padahal apa yang dilakukannya itu merupakan salah satu karakter populis dirinya, baik sebelum jadi DPR maupun masih menjadi sosok orang biasa. Memberi Tanpa Kembali Said Abdullah dikenal sebagai anggota dewan yang tak pernah berharap kembali. Sebab ia memberi dengan ikhlas, baik ada kepentingan maupun ada kepentingan sedikitpun. Bahkan tanpa ragu saat dirinya kelilng di 18 desa mengatakan kepada masyarakat bahwa kedatangannya hanya ingin menyambung rasa dan ingin memberi kepada yang membutuhkan. “Sebab bagi saya yang paling penting adalah hikmah di balik silaurrahim bersama masyarakat. Karena saya merasa damai setiap melakukan silaturrahim. “Oleh karena itu, dulu saat saya mencalonkan diri memang bilang bahwa jangan pilih saya jika merasa dipaksa, sebab pilihan itu masalah hati nurani. Tetapi jika masyarakat yakin bahwa saya adalah pemimpin yang berhak dipilih, maka doakan saya agar benar-bemar berjuang untuk rakyat,” katanya Said setiap melakukan silaturrahim.

Seperti yang dilakukannya selama dua minggu berturut-turut, ia pulang ke Madura, menyambung rasa dengan warga Sumenep-Pamekasan sebagai tanah tempat tinggalnya. Sebanyak 18 desa ia datangi. 10 desa selesaikan selama 3 hari pada tanggal 14 hingga 17 Pebruari lalu. Kemudian, ia pulang lagi untuk menepati janjinya kepada beberapa masyarakat di Sumenep. Tanpa banyak mikir, Said Abdullah mengiyakan, dan langsung membuat time schedul selama 2 hari untuk menepati janjinya itu. Akhrinya pada tanggal 22 hingga 23 Pebruari, kembali pulang, dan mendatangi 8 lokasi desa untuk bersilaturrahim bersama masyarakat, menyambung rasa dengan mereka, baik di wilayah Pasongsongan, Rubaru, Kota, Batuputih dan Lenteng. Tidak hanya datang, tetapi dengan senang hati, sosok lintas batas tersebut tak pernah merasa rugi membantu pendidikan, tempat ibadah seperti masjid dan mushalla, hingga normalisasi jalan. Sungguh, memang sederhana dan tidak tabu. Tetapi apa yang ia lakukan telah membuat masyarakat merasa puas, sebab permintaan masyarakat, para wakilnya itu tidak hanya jago teori, tetapi

Kami merasa punya wakil ketika pak Said turun ke bawah, sebab kami tak terlalu banyak meminta, hanya ingin punya wakil. Nah ketika mereka turun, maka kami punya wakil pak,”

Ahmat Warga

harus kaya aplikasi. “Kami merasa punya wakil ketika pak Said turun ke bawah, sebab kami tak terlalu banyak meminta, hanya ingin punya wakil. Nah ketika mereka turun, maka kami punya wakil pak,” ucap Ahmat, warga Desa Rubaru. Hal senada juga disampaikan oleh beberapa warga di desa Pasongsongan dan Batuputih bahwa tanpa ragu jika pak Said hendak mencalonkan diri, maka mereka yang pertama akan mendukung beliau. Sebab bagi mereka, Said Abdullah, benarbenar terbukti sejak 5 tahun menjadi anggota DPR, Said Abdullah tidak sekadar janji, tetapi memang terbukti.=


KORAN MADURA

Sumenep

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

Pemuda Aset Bangsa Said Abdullah: Perlu Restorasi Semangat Juang Para Pemuda

BERDISKUSI. Said Abdullah saat berdiskusi santai dengan pemuda di kediamannya di Kepanjin Sumenep dengan tema “Pemuda dan Gempuran Dunia Instan,” Sabtu (22/2)

SUMENEP- Kaum muda adalah aset bangsa. Mereka adalah penerus bangsa dan indikasi keberlangsungan hidup selanjutnya. Bahkan generasi diharapkan mampu menjadi tumpuan dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat dan bangsa. Demikian mengemuka dalam diskusi santai MH Said Abdullah bersama ratusan pemuda Sumenep, Sabtu (22/2) kemarin di kediamannya, Kepanjin. Dalam diskusi dengan topik "Pemuda dalam Gempuran Dunia Instan" itu Said mengawalinya, dengan sebuah statemen bahwa kaum muda tidak boleh hanya sekadar tampil gaya, foya-foya, hura-hura, termasuk mengikuti alur jalan globalisasi. Sebab, pemuda adalah aset bangsa. Sebagai aset bangsa, maka pemuda mulai berpikir untuk memupuk diri untuk ikut urun rembuk soal masa depan bangsa. Salah satunya, dengan cara membangun karakter kepemimpinan. Karakter kepemimpinan, generasi muda harus dimulai sejak dini, baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi hingga pusat. "Tetapi pemuda harus punya komunitas, agar hatinya tidak mudah tercuri. Sebab dalam organisasi itu, kita akan diajarkan tentang substansi proses. Dalam organisasi pula, proses kaderiasi. Sehingga apabila ada proses kaderisasi berjalan secara

berjenjang dan bertahap, maka organisasi tersebut akan mampu melahirkan calon pemimpin siap pakai guna menghindari pemimpin-pemimpin yang lahir tanpa proses atau instan," ungkapnya di depan ratusan pemuda. Said menambahkan, generasi muda memiliki posisi yang penting dalam keutuhan negara, karena mereka menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah Negara. Kaum muda adalah penerus dan pewaris bangsa di negeri ini. "Sebab baik buruknya bangsa ini ke depan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya. Generasi muda yang memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya. Itulah substansi menjadi pemuda," tambahnya. Generasi muda yang memiliki dan menguasai pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global, akan tergantung kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya-karya nyata

dan monumental, akan membawa pengaruh dan perubahan yang besar pula bagi kemajuan bangsa dan negaranya. “Tapi kenyataan yang ada saat ini, generasi muda kita terlalu larut dalam gaya hidup modern sehingga mereka mudah terjebak dalam pengaruh keseksian globalisasi. Sehingga membuat mereka hilang karakter dan jati diri sebagai anak bangsa,” jelas sosok lintas batas tersebut. Lebih jauh dalam diskusi tersebut, bahwa dalam era globalisasi ini banyak pemuda sudah lupa bermimpi, bahkan sebagian dari mereka tidak memiliki idealisme. Dalam hemat Said, lunturnya idealisme dan karakter pemuda tersebut bisa saja karena mereka tidak dipersiapkan kompetensi sebagai bekal kaum muda dalam menghadapi persaingan global. Ketika mereka terbentur dengan masalah, di sinilah mereka akan berusaha mencari jalan keluar pintas, meski hal tersebut bertentangan dengan norma-norma yang ada. “Kita bisa saksikan kasuskasus yang membelit anak-anak muda kita tak lepas dari narkoba, tawuran, miras, dan lainnya. Ini beberapa contoh pemuda yang kehilangan rasa membangun bangsa ini, adahal mereka adalah bibit-bibit unggul penerus bangsa. Seharusnya mereka lebih diasah lagi. Namun, pergaulan yang

salah telah menjebak mereka dalam kegiatan yang merugikan,” ungkapnya. Ketika ada salah satu peserta yang tanya soal solusi tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam semangat yang menggebu-gebu, anggota DPR RI dua periode tersebut menyatakan bahwa perlu ada restorasi semangat perjuangan kaum muda. Sehingga ketika restorasi semangat juang itu akan menciptakan kaum muda yang memiliki integritas moral yang tinggi, serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat, bangsa dan negara. Restorasi semangat juang itu bisa kita lakukan melalui komunitas atau organisasi. “Melalui organisasilah karakter kepemimpinan kaum muda bisa muncul. Sebab organisasi mengajarkan tentang mental berjuang, sehingga pemuda bisa tampil elegan: tangguh dan punya idealisme, ” tambahnya Menurur Said, eksistensi pemuda sangat dinanti oleh bangsa ini, sebab diharapkan, pemuda mampu mencegah timbulnya masalah kesenjangan sosial. Selain itu, menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitasi, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial. "Termasuk menumbuhkan, memperkuat dan memelihara kesadaran dan

E

tanggung jawab sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Pula diharapkan mengawal, menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokal; dan paling penting adalah memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan, Bhineka Tunggal Ika dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelasnya. Kian hangat ketika ada salah satu pemuda mengemukan sebuah pertanyaan tentang esensi politik yang penuh daya tipu. "Kami datang kesini untuk berdiskusi untuk menyampaikan aspirasi. Sebab selama ini ada banyak pemimpin itu malah menipu rakyat. Karena yang kami inginkan bahwa pemimpin itu adalah pelayan, bukan tuan," kata Rahem, salah satu peserta diskusi Kemudian Said Abdullah

Soal politik itu kotor saya kembalikan kepada kita masing-masing. Tetapi sejatinya, politik itu untuk mengatur kekuasaan. Yang membuat politik itu kotor, karena mereka mengartikan politik sebagai term mencari kekuasaan,”

MH Said Abdullah Anggota DPR RI

menjawabnya dengan penuh santai. Sebab bagi politisi ulung PDI Perjuangan itu, sejatinya tujuan menjadi pemimpin memang seperti itu, menjadi pelayan bagi rakyat, dan selalu berjuang atas kepentingan rakyat. "Soal politik itu kotor saya kembalikan kepada kita masing-masing. Tetapi sejatinya, politik itu untuk mengatur kekuasaan. Yang membuat politik itu kotor, karena mereka mengartikan politik sebagai term mencari kekuasaan," terangnya. Oleh karena itu kata Said, pemuda harus mulai menempa diri dan membangun idealisme, agar tidak hanya mengartikan politik secara parsial, tetapi secara menyeluruh. "Sehingga politik tidak selalu identik dengan kotor. Karena mau bagaimanapun, kita takkan pernah bisa lari dari politik. Tidak usah jauh-jauhlah, sebagai bukti, kebijakan politik pemerintah tentang kenaikan BBM misalnya, maka secara tidak langsung kita akan kenak imbasnya. Inilah yang disebut oleh Ariestoteles sebagai zoon politicon," paparnya. =SYAMSUNI


KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014|NO. 0307|TAHUN III PROBOLINGGO F KORAN MADURA

Pamekasan

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307 | TAHUN III

F

Pupuk ZK Tak Terdistribusi Puluhan Ton Masih Disimpan Dishutbun PAMEKASAN - Puluhan Ton pupuk ZK (Zwalvelzure Kali) atau Pupuk Kalium Zulfat kuota (jatah) tahun 2013 yang anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai tembakau (DBHCT) di Kabupaten Pamekasan belum terdistribusi ke petani tembakau di wilayah itu dan masih tersimpan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat. Dishutbun beralasan tahun lalu musim tanam tembakau tidak maksimal, karena faktor cuaca dan dikhawatirkan tidak akan tepat sasaran jika dipaksakan untuk didistribusikan. Sampai saat ini, pupuk ZA yang masih tersisa sebanyak 60 ton. Kepala Dishutbun Pame-

kasan, Ajib Abdullah mengatakan tahun lalu intensitas hujan cukup tinggi bahkan nyaris tidak ada musim kemarau, sehingga banyak petani tembakau yang mengalami gagal tanam. Apabila pupuk tersebut dipaksa untuk didistribusikan, dikhawatirkan penggunaannya tidak maksimal.

“Jika didistribusikan dalam kondisi seperti itu, pupuk ini tidak akan efektif. Selain itu penggunaannya dikhawatirkan tidak tepat sasaran. Kami memutuskan untuk menahan pendistribusiannya,” katanya. Ia menyatakan meski tahun lalu tidak terdistribusi, namum pupuk tersebut tidak tetap dalam posisi aman dan akan diberikan pada tahun ini bersama dengan jatah pupuk yang sama pada tahun ini sebanyak 60 ton, sehingga totalnya 120 ton. “Bantuan ini tidak mungkin hangus dan akan diberikan ke petani, terutama untuk petani tembakau melalui 120 Kelompok

Ia menyatakan meski tahun lalu tidak terdistribusi, namum pupuk tersebut tidak tetap dalam posisi aman dan akan diberikan pada tahun ini bersama dengan jatah pupuk yang sama pada tahun ini sebanyak 60 ton, sehingga totalnya 120 ton.

Tani,” tegasnya. Beberapa petani mengatakan semestinya instansi tersebut tetap menyalurkan pupuk tersebut, karena meskipun tidak menanam tembakau, sebagian petani beralih menanam tanaman yang lain seperti tomat dan jagung. “Memang, sebagian petani mengalami gagal tanam tembakau pada musim tanam tahun lalu. Tapi, bukan berarti mereka tidak melakukan penanaman, apalagi sebagian beralih ke tanaman lain yang juga membutuhkan pupuk,” kata Junaidi, salah satu anggota Pokta di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan. =FAKIH AMYAL/RAH

KALAH PASAR

Tanaman Tomat Jadi Pakan Ternak

RUGI. Petani tomat di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, terpaksa menebang tanaman tomat mereka akibat harganya anjlok. Para petani mengalami kerugian cukup besar, karena hasil penjualan yang jauh di bawah biaya produksi yang harus mereka keluarkan.

PAMEKASAN - Panen, belum tentu memetik hasil. Begitulah nasib petani tomat di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, yang mengaku rugi jutaan rupiah menyusul anjloknya harga

tomat sejak beberapa pekan terakhir. Mereka terpaksa menebang tanaman mereka untuk diganti dengan tanaman lain yang diharapkan bisa memberi keuntungan. Junaidi, salah satu petani tomat

di desa itu, mengatakan harga tomat saat ini hanya Rp 500 perkilogram. Harga itu tidak seimbang dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan sejak menanam masa pemiliharaan hingga panen.

Ia terpaksa tidak memanen tomat karena akan membuatnya semakin rugi. Sebab untuk memanen hasil tanamannya itu ia memakai jasa buruh tani yang ongkosnya bisa dua kali lipat dari

hasil penjualan tomat. Bulan lalu, kata dia, harga tomat masih tinggi. Bahkan, ia masih sempat memanen buah tersebut dan dijual ke pengepul sayur di daerahnya untuk disalurkan ke pasar-pasar tradiosional dengan harga Rp 2 ribu perkilogram. Bahkan pada awal Januari lalu harganya masih mencapai Rp 18 ribu perkilogram. Pada musim tanam lalu, ia mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 juta dalam seribu pohon tomat. Sehingga dalam 5 ribu pohon, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 5 juta. Tingginya harga tomat saat itu membuatnya tertarik untuk menanam tomat ulang. Namun karena harga semakin anjlok saat memasuki panen, ia memutuskan untuk menebang pohon tomat dan buahnya dibagi-bagikan kepada tetangganya. “Silakan para tetangga yang butuh tomat untuk memetik sendiri karena pohonnya mau saya tebang dan akan saya jadikan pakan ternak,” katanya. Anjloknya harga tomat di pasaran, kata Junaidi, akibat pasokan melimpah dari seluruh sentra pertanian di Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir. Para petani tidak punya alternatif lain untuk menekan angka kerugian mereka, karena hasil panennya sulit diolah menjadi makanan jadi. Hal itu karena mereka tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup serta peralatan yang memadai untuk mengolahnya. =A.FAUZI M/MUJ/RAH


KORAN MADURA

PAMEKASAN

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307| TAHUN III

G

Selalu Dianggap Berkualitas Rendah Pendeder Butuh Laboratorium Garam PAMEKASAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Pamekasan menyatakan para pendeder garam di wilayah itu membutuhkan tempat penelitian garam (laboratorium garam) yang bisa dijadikan patokan untuk mengukur kualitas garam yang diproduksi para pendeder di wilayah itu. Berdasarkan data instansi tersebut, kualitas hasil produksi garam rakyat tahun lalu di Pamekasan sebagian besar masih pada kategori K2 (kualitas sedang) dan K3 (kualitas rendah), sehingga diperlukan langkah yang tidak hanya mampu meningkatkan jumlah hasil produksi, namun juga kualitas hasil produksi.

Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto mengatakan sangat sulit meningkatkan kualitas hasil garam rakyat, karena di wilayah itu belum ada pusat penelitian sendiri yang bisa meneliti hasil garam yang diproduksi para pendeder. “Sampai sekarang hasil garam pendeder masih belum bisa

Cara produksi dengan menggunakan geomembran membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, sebagian pendeder tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menggunakan cara produksi tersebut. dihargai dengan harga kualitas 1. Untuk meningkatkan kualitas itu perlu dibangun satu pusat pe-

nelitian dan laboratorium garam,” katanya. Pemerintah sudah mendorong agar para pendeder menggunakan teori geomembran untuk meningkatkan kualitas garam mereka. Namun cara tersebut belum bisa dilakukan para pendeder karena keterbatasan modal. Cara produksi dengan menggunakan geomembran membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, sebagian pendeder tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menggunakan cara produksi tersebut. Apalagi teori yang salah satunya menggunakan hamparan yang terbuat dari bahan terpal untuk menampung air pendeder-

an memiliki kelemahan. Bahan itu mudah mengembung saat terkena air sehingga Pendeder masih butuh biaya tambahan untuk membuat saluran air. “Teori geomembran itu selain mahal juga punya kelemahan, dan pendeder harus mengeluarkan biaya lebih karena bahan hamparannya mudah menggelembung akibat genangan air,” ungkapnya. Saat ini harga garam rakyat di Pamekasan masih jauh dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Garam dengan kategori K1 dijual dengan harga Rp 600 perkilogram, sementara harga untuk K2 dijual dengan harga Rp 500 perkilogram. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

kan gas ke rumahnya menggunakan pipa plastik. Jadi warga yang

lain meniru termasuk di keluarga saya. Alhamdulillah, aman dan sangat membantu keluarga sampai sekarang,” katanya. Awalnya, pemanfaat gas alam ini cukup banyak, namun setelah satu sumur tidak aktif, kini tersisa sekitar 5 kepala keluarga (KK) warga yang memanfaatkan gas di sumur lainnya. Gas ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Baik untuk memasak ataupun berbabagi jenis kebutuhan lainnya. Seperti mengeringkan pakaian saat musim hujan, bahkan para penjual balon di wilayah Kecamatan Kadur, Pamekasan, banyak yang berdatangan untuk mengisi gas alam di Dusun Ruberru. Sebelum jaringan listrik masuk ke desa tersebut, gas alam yang ada di Dusun Ruberru ini juga sebagai alat penerangan warga. Namun sejak ada listrik, warga hanya memanfaatkan saat terjadi padam. Menurut Suryani, keberadaan gas alam di daerahnya sudah diketahui pemerintah. Bahkan beberapa kali sudah dilakukan survei, namun hasilnya tidak diketahui warga. Selain itu, ada juga pihak swasta yang juga melakukan survei untuk mengembangkan potensi migas peninggalan masa Belanda itu, namun tidak ada tindak lanjut. Lebih dari itu, warga sekitar juga tidak menghendaki untuk dilakukan pengembangan, khawatir terjadi hal-hal yang membahayakan warga. =A. FAUZI M/MUJ/RAH

MENGHILANGKAN KETERGANTUNGAN ELPIJI

Warga Lebih Meminati Gas Alam PAMEKASAN - Keberadaan gas alam sisa peninggalan penjajahan Belanda di Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, sangat dirasakan oleh warga sekitar. Sudah puluhan tahun lamanya, mereka memanfaatkan gas alam untuk memenuhi keperluan memasak. Mereka sudah tidak menggunakan kayu bakar jauh sebelum pemberlakuan konversi minyak tanah ke gas elpiji di wilayah itu. Gas alam atau biasa disebut “Asep” itu diperoleh warga dari bekas sumur bor sisa peninggalan Belanda di Dusun Ruberru desa setempat. Sedikitnya terdapat 3 sumur bor yang jaraknya berdekatan di lokasi tersebut. Dari 3 sumur bor itu, satu sumur masih aktif mengeluarkan minyak mentah yang dikelola ahli waris pemilik lahan. Minyak tanah atau disebut “minyak lantong” itu dijual ke pengepul secara berkala karena debitnya kecil sehingga butuh waktu beberapa hari untuk mengumpulkan minyak mentah dalam jumlah banyak. Sedangkan sumur yang dimanfaatkan gasnya hanya tersisa satu sumur, sedangkan satu sumur lainnya menganggur. Menurut Suryani, salah satu pemanfaat gas alam di desa itu, awal mula pemanfatan gas alam dari sumur bor itu ditemukan oleh salah satu warga setempat sekitar 30 tahun lalu saat membakar sampah. Api dari pembakaran sampah itu tak kunjung padam meski sampahnya sudah habis terbakar. Dari temuan itu, warga

menyiasati agar gas itu bisa dimanfaatkan ke rumahnya.

“Awal penggunaan gas ini dari Alm. Pak Siwawi, yang mengalir-


H

KORAN MADURA

PAMEKASAN

SENIN 24 FEBRUARI 2014|NO. 0307|TAHUN III

KEMANUSIAAN

Bantuan Korban Kelud Mulai Disalurkan

Seorang mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia. Aksi tersebut dalam rangka menyerukan pemilu yang bersih serta menolak partai dan caleg yang terlibat korupsi.

Caleg Perempuan Teruji Fathorrahman: Sebagian Mereka Belum Terlihat Kiprahnya PAMEKASAN - Kehadiran sebagian Calon Anggota Legislatif (Caleg) perempuan dinilai belum berangkat dari kesadaran berpolitik, namun hanya merupakan cara partai politik mensiasati kewajiban pemenuhan kuota 30 persen oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itulah kehadiran caleg perempuan dalam pemilu mendatang benar-benar sangat teruji. Pengamat politik Pamekasan, Fathorrahman Utsman mengatakan sebagian besar caleg perempuan yang maju pada pemilihan umum yang akan datang, belum pernah terlihat kiprahnya dalam perpolitikan di Pamekasan, sehingga muncul kesan mereka dimanfaatkan oleh parpol untuk memenuhi persyaratan. Menurut salah satu dosen Universitas Madura (Unira) itu, dari seluruh caleg perempuan yang muncul, diperkirakan hanya 10 persen yang memenuhi persyaratan sebagai calon anggota legislatif, sedangkan sisanya masih diragukan. “sisanya itu adalah

politisi yang dimunculkan karena kebutuhan parpol. Mereka hanya gantung nama saja agar parpol itu bisa ikut dalam pemilu,” katanya. Kehadiran caleg perempuan, lanjutnya, diharapkan mampu mewarnai dan menjadi wakil perempuan di panggung politik agar persyaratan yang ditetapkan tidak terkesan sia sia. “Harapan saya agar perempuan di dunia politik juga diperhitungkan tidak selalu mengekor pada para politisi laki-laki, sehingga beberapa partai tidak hanya untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan saja,” tandasnya. Sementara itu, Devisi Penega-

kan dan Hukum panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Pamekasan, Sapto Wahyono mengatakan penentuan caleg merupakan kewenangan parpol. Seharusnya, mereka tidak hanya sekedar memasang caleg perempuan hanya untuk memenuhi persyaratan. Namun juga mengukur dengan elektabilitas (dukungan pemilih) dan popularitas (tingkat keterkenalan) masing-masing. Sangat disayangkan jika target parpol dengan pemasangan caleg perempuan itu hanya untuk memenuhi persyaratan. Sebab, bisa jadi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan undang undang, parpol itu akan menjadi kuat dan memiliki dukungan cukup tinggi. “Tujuan utamanya, untuk member porsi yang cukup untuk kaum perempuan mengambil peran dalam politik. Kalau seperti ini kondisinya, maka tujuan tersebut tidak sepenuhnya tercapat,” katanya. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

PAMEKASAN - Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Minggu (23/2), bertolak ke lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri. Mereka berangkat menggunakan truk bantuan dari Kodim setempat dengan membawa beberapa bantuan hasil penggalangan selama beberapa hari. Salah satu pengurus PMII Pamekasan, Elman Duro mengatakan para aktivis belum menentukan lokasi penyaluran bantuan. Mereka terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kediri dan para relawan di wilayah itu sebelum menentukan lokasi penyaluran. “Kami masih belum menentukan lokasinya, karena kami belum memiliki gambaran. Namun kami akan berkoordinasi dangan Badan Penanggulangan Bencana serta para relawan kemanusiaan yang telah lebih awal berada di sana,” katanya. Yang pasti, kata dia, organisasinya akan berusaha menjangkau lokasi-lokasi yang masih minim menerima bantuan, seperti yang pernah dilakukan pada saat terjadi erupsi Gunung Merapi beberapa tahun lalu. Elman menjelaskan selama sepekan melakukan penggalangan bantuan telah terkumpul dana sebesar Rp 11 juta dan sejumlah pakaian bekas. Pakaian bekas itu langsung diantar oleh para penyumbangnya ke posko penggalangan bantuan milik

PMII di Monumen Arek Lancor. Komandan Kodim Pamekasan, Letnan Kolonel Arm. Mawardi dan Kepala Polres setempat, Ajun Komisaris Besar Nanang Chadarusman menyatakan mendukung kegiatan aktivis organisasi kemahasiswaan itu untuk ikut menggalang bantuan bagi korban bencana. Dandim langsung menyumbangkan satu unit truk untuk membawa para aktivis itu ke lokasi pengungsian di Kabupaten Kediri.

Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Minggu (23/2), bertolak ke lokasi pengungsian korban erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri. Mereka berangkat menggunakan truk bantuan dari Kodim setempat dengan membawa beberapa bantuan hasil penggalangan selama beberapa hari. “Kami berharap hasil penggalangan bantuan itu benarbenar disalurkan ke para korban erupsi Gunung Kelud, untuk meringankan beban mereka yang sudah terkena bencana,” katanya. =G. MUJTABA/RAH

BANTUAN BAHAN BANGUNAN WARGA KELUD. Warga mengambil genteng bantuan dari relawan dan sejumlah dermawan di Desa Kebonrejo, Kepung, Kediri, Jawa Timur. Warga di kawasan terdampak erupsi Gunung Kelud membutuhkan bantuan bahan bangunan seperti, kayu untuk atap, genteng serta atap asbes mengingat atap rumah di kawasan tersebut rusak dan ambruk akibat tak mampu menahan material vulkanik erupsi Gunung Kelud.


KORAN MADURA

PAMEKASAN

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307| TAHUN III

I

KINERJA KEPOLISIAN

Razia Tak Efektif Mencegah Curanmor

DISERANG HAMA LUMUT. Petani memanen rumput laut yang diserang hama lumut, di Pantai Jumiang, Pamekasan, Jatim. Dalam satu bulan terakhir, tanaman rumput laut yang baru berumur 20- 30 hari ditumbuhi lumut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman rumput laut rontok. Sehingga memaksa petani melakukan panen lebih awal.

Anggaran Stadion Ceguk Menggoda Lelang Masih Belum Dibolehkan PAMEKASAN - Tahun ini, pemerintah kembali menganggarkan dana cukup besar untuk penyelesaian sport center (pusat kegiatan olahraga) di Desa Cegug, Kecamatan Tlanakan. Besar dana yang disiapkan sebesar Rp 27,5 miliar. Dari Rp 27,5 miliar tersebut, Rp 7,5 miliar diantaranya bersumber dari APBD 2013, yang tidak terealisasi (terlaksana), karena ada rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yang tidak memperbolehkan melakukan lelang, sebelum memiliki dokumen amdal dan dokumen lainnya. Sedang Rp 20 miliar memang merupakan anggaran pembangunan sarana olahraga tersebut yang memang dianggarkan pada tahun ini. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Pamekasan, Jhon Julianto mengatakan penggunaan anggaran Rp27,5 miliar tersebut masih menunggu Detail Engenering Desain (DED/ detail perencanaan) yang masih dalam tahap penyusunan. Namun direncanakan, pihaknya akan menyelesaikan lapangan dan penyelesaian tribun terlebih dahulu sehingga bisa segera digunakan, sekalipun belum memenuhi standar yang ditentukan.

“Kami menargetkan tahun ini sudah mulai bisa digunakan. Karenanya, kami mendahulukan pembangunan lapangan dan penyelesaian tribun,” katanya. Setelah dua fasilitas itu selesai, pihaknya akan mendahulukan penyelesaian fasilitas lainnya seperti ruang ganti, kamar kecil, toilet, ruang konferensi pers, dan fasilitas lainya. Sedangkan anggaran untuk pengadaan lampu penerangan akan dianggarkan di tahun anggaran selanjutnya. Karena anggaran yang tersedia, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengadaan fasilitas tersebut. Jhon menjelaskan fasilitas lampu penerangan akan menggunakan lampu dengan kapasitas 550 ribu watt, sehingga anggaran yang harus disiapkan diperkirakan mencapai Rp 8 miliar. Perkiraan itu mengacu pada anggaran penerangan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta yang menggunakan kapasitas lampu yang sama. Konsep pembangunan Sta-

dion Ceguk akan menggunakan dua tribun utama, yaitu tribun barat dan tribun bagian timur. Tribun utama di sebelah barat akan dibuat tiga lantai. Lantai dasar untuk ruang ganti pemain, ruang wasit, dan ruang rapat. Di lantai dua akan ditempati tribun penonton, sedangkan di lantai tiga untuk penonton dan ruang konferensi pers. Ada enam pintu masuk dan keluar yang sudah direncanakan. Sedangkan di tribun timur khusus untuk penonton umum. Stadion itu, nantinya tidak hanya akan digunakan untuk sebak bola, melainkan untuk cabang olahraga lainnya seperti atletik, panjat tebing, dan motor cros. Biaya yang sudah terserap untuk pembangunan sarana olahraga itu mencapai Rp 23 miliar untuk merampungkan pembangunan tahap pertama. Sehingga dengan anggaran yang saat ini disiapkan, pembangunan Stadion Ceguk itu menelan biasa hingga Rp 50,5 Miliar. Anggaran masih dianggap belum cukup. Sebab anggaran ideal untuk pembangunan stadion sebak bola yang memenuhi standar sebesar Rp 80 miliar dan Rp 120 miliar untuk menjadi stadion yang sempurna. =FAKIH AMYAL/MUJ/RAH

PAMEKASAN – Maraknya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di sejumlah pusat keramaian di Kabupaten Pamekasan, membuat Kepolisian Resor (Polres) setempat menggiatkan operasi kendaraan bermotor di wilayah itu. Operasi dilakukan tidak hanya di siang hari, melainkan juga malam hari, untuk menjaring kendaraan bermotor hasil curian dan mencari tersangka pelakunya. Kapolres Pamekasan Ajun Komisaris Besar Nanang Chadarusman menjelaskan operasi itu akan dilakukan setiap hari untuk menekan terjadinya tindak kejahatan terutama pencurian kendaraan bermotor. ”Sebenarnya ini pengamanan rutin, namun dengan kembali maraknya aksi curammor operasi lebih diintesnsifkan untuk mempersempit gerak pelaku, kalau bisa sampai menutup ruang geraknya,” katanya. Menurutnya, selain menitikberatkan pada pelaku curanmor, sasaran oprasi juga pada pelaku-pelaku tindakan kriminal lainnya, penggunaan sejata tajam (sajam), bahan peledak (handak), dan senjata api (senpi). Selain di sejumlah jalur utama, Kapolres juga memerintahkan kepada setiap Polsek di

wilayahnya untuk juga melakukan razia di daerah hukumnya, khususnya daerah yang berpotensi untuk menjadi jalur perlintasan pelaku kejahatan.

Maraknya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di sejumlah pusat keramaian di Kabupaten Pamekasan, membuat Kepolisian Resor (Polres) setempat menggiatkan operasi kendaraan bermotor di wilayah itu. Kapolres menyatakan selain melakukan razia kendaraan, pihaknya juga mengintensifkan patroli. Di beberapa lokasi, patroli dilakukan secara tertutup dengan menggunakan kendaraan non patroli. Targetnya, kata dia, selain melakukan pengamanan, juga menangkap pelaku curanmor. “Operasi yang kami gelar juga tidak dilakukan di satu titik, namun di beberapa titik yang tidak kami beritahukan sebelumnya,” katanya. =ALI SYAHRONI/MUJ/RAH

RAZIA. Petugas Kepolisian Resor Pamekasan memeriksa salah satu kendaraan bermorot dalam sebuah kegiatan operasi. Operasi itu digelar untuk merazia kendaraan hasil curian dan menangkap pelaku curanmor.


Sampang J

KORAN MADURA PROBOLINGGO JKORAN

Sampang

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

JUMAT 21 FEBRUARI 2014 | No. 0306 | TAHUN III

MADURA

KEPEGAWAIAN

Honorer Non PNS Tetap Digaji SAMPANG - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sampang Slamet Terbang melalui Kasubid Pengadaan Pegawai Abd Adzim mengungkapkan, tenaga honerer kategori dua (K-2) di daerahnya yang tidak lulus jadi CPNS akan mendapat insentif dari pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sampang telah menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014. “Tetap ada bagi K-2 yang tidak lolos tes CPNS, karena dianggarkan di APBD 2014,” klarifikasinya menyikapi kabar tak adanya anggaran dalam APBD 2014 untuk tenaga honorer yang tidak lulus jadi CPNS. Sementara untuk pengajuan untuk menjadi Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sendiri, Adzim mengaku pesimis. “Sebab meski sudah ada di UUD Aparatur Sipil Negara (ASN), namun hingga saat ini petunjuk pelaksanaannya secara teknis masih tidak jelas, “ ujarnya, Sabtu (22/2). Adzim berharap ada kejelasan soal pengajuan P3K dari Pemerintah Pusat, mengingat sampai saat ini Kabupaten Sampang sendiri masih krisis pegawai. Dari data BKD, kekurangan PNS guru di Kabupaten Sampang berada di wilayah utara seperti Kecamatan Banyuates, Ketapang, Robatal, serta Kecamatan Sokobanah. Kekurangan tenaga pendidik sekitar 2.000 guru. “Untuk rincian kekurangannya sendiri kami masih belum bisa mempublikasikan. Sebab, pada tahun sebelumnya banyak guru PNS yang sudah pensiun sehingga masih ada pembenahan data, yang jelas jumlah kekurangannya sendiri mencapai sekitar 2.000,” terang Adzim. Adzim menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pengajar tersebut BKD sendiri mengaku justru merasa sangat terbantu dengan adanya guru honorer yang sudah bertahun-tahun melakukan pengabdian di daerah tersebut. “Ya syukur masih sedikit terbantu adanya K-2 setelah lolos tes CPNS, tapi itu masih belum bisa menutupi kekurangan guru, karena yang lolos sebagai guru PNS hanya berjumlah 242 orang,” imbuhnya. =RYAN HARIYANTO/MK

ryan hariyanto/koran madura

BAHAN MATERIAL. Salah satu bahan material Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dibiarkan tak dipakai di pekarangan rumah penerima program dari Kemenpera RI itu.

Material BSPS TIDak Terurus Warga: Barang yang Dikirim Sangat Tidak Sesuai SAMPANG - Material Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menuai kritik dari sejumlah tokoh masyarakat maupun warga. Bantuan banyak mubazir. Pantauan Koran Madura, material bantuan itu banyak tidak terurus dan berserakan di sekitar halaman rumah warga penerima. Warga tidak bisa membangun rumah melalui bantuan itu karena bahan material tersebut tidak akan mencukupi. Terlalu sedikit

untuk dilakukan pembangunan. Malik, warga Desa Karanggayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, mengatakan bahwa pendistribusian material penerima BSPS di wilayahnya masih carut marut. Sebab, bahan material dibiarkan begitu saja di pekarangan rumah penerima bantuan pemerintah pusat melalui Dinas PU Cipta Karya Dan Tata Ruang (Cikartarung) setempat. “Barang yang dikirim rekanan untuk para penerima BSPS ini sangat tidak sesuai dengan janji awal Koordinator Pendamping BSPS. Bahan material ini pun juga tidak cukup, sehingga hanya dibiarkan begitu saja,” ucapnya tokoh masyarakat setempat.

Bahan material yang dikirim rekanan itu harganya tidak sesuai pasaran dan kualitasnya jelek

Malik

Warga Desa Karanggayam

Harga material BSPS yang telah dikirim oleh rekanan juga tidak sesuai dengan harga pasaran. Pasalnya, banyak bahan material BSPS tidak layak untuk dijadikan bahan ban-

gunan. “Bahan material yang dikirim rekanan itu harganya tidak sesuai pasaran dan kualitasnya jelek,” terangnya. Tak hanya itu, dirinya menuding besaran biaya penerima BSPS yang diketahui sebesar Rp 7,5 juta malah banyak penyelewengan. Sebab, pada pencairan tahap pertama ternyata bahan material sudah tidak layak dan tidak mencukupi untuk digunakan. “Awalnya saja bahan material sudah tidak layak karena terlihat kualitas bahan material tidak bagus, sehingga sama warga penerima BSPS terpaksa ditelantarkan, apalagi tidak ada kejelasan dari pihak koordinator untuk melakukan kelanjutan proses pembangunan,” jelasnya. =RYAN HARIYANTO/MK


Sampang

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

K

LINGKUNGAN

Banjir Kiriman, Sungai Meluap Sampang – Banjir yang kerap terjadi di Kota Sampang ini sudah menjadi hal tahunan ketika musim penghujan datang. Setiap kali diguyur hujan deras di Kota Sampang ini masyarakat mulai resah dan harus waspada akan terjadinya banjir. Namun kali ini hujan biasa-biasa saja, tapi banjir masih saja melanda jalan di Pasar Punten Desa Panggung, jalan penghubung yang menuju Gunung Maddah ini dialiri banjir kiriman. Irigasi yang tepatnya depan Pasar Punten itu tidak bisa menampung air yang debitnya tinggi, sehingga mengakibatkan air bah tersebut meluapan ke jalan yang menuju Gunung Maddah setinggi 30 sentimeter, akibat luapan sungai yang menggenangi jalan tersebut, bagi pengendara pengedara motor yang melintasi harus eksta hatihati dengan air yang tinggi. Menurut Kholilah (53), salah satu waga setempat selaigus penjual gorengan di Pasar tersebut mengatakan, banjir itu adalah banjir kiriman yang datang tadi pagi sekitar Pukul 03.00 dini hari. =CR1/ LUM

TERENDAM BANJIR. Jalan di Pasar Punten Desa Panggung yang menghubungkan dengan Gunung Maddah tergenang banjir meski hujan tidak begitu deras.

ryan hariyanto/koran madura

KASUS PEMBUNUH

Keterangan Saksi Dicukupkan Sampang - Pengadilan Negeri Kabupaten Sampang telah mencukupkan keterangan saksi dalam agenda sidang lanjutan kasus pembunuhan alm Habib Alwi. Sebab, keterangan saksi yang direncanakan dipanggil sedang bertugas. Hal itu berdasarkan kesepakatan penasihat hukum terdakwa Sayeri, Arman Syahputra, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Keduanya tidak merasa keberatan untuk menggagalkan sidang bilamana dalam kesempatan sidang yang akan datang dilanjutkan dengan agenda sidang lanjutan. Humas Pengadilan Negeri Sampang Syihabuddin membenarkan sidang dengan agenda pemeriksaan para saksi telah

dicukupkan. “Sidang agenda pemeriksaan saksi sudah dicukupkan. Itu disepakati bersama penasihat hukum dan JPU, dan akan dilanjutkan dengan sidang lanjutan,” ucapnya. Ketidakhadiran saksi Ferbalisan tersebut juga dilengkapi dengan surat dari Polres Sampang yang menyatakan bahwa saksi tengah melaksanakan tugas pemeriksaan dan pengembangan kasus di Kabupaten Banyuangi.

“Pada waktu sidang (21/2) kemarin, kita mengagendakan melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ferbalisan atau saksi yang melakukan pemeriksaan dari pihak kepolisian bernama R Sukardono SH, cuma saksi tidak hadir sedang bertugas dan kita juga diberi surat lengkap dari Polres Sampang,” terangnya. Persidangan direncanakan akan kembali digelar Senin (3/3) dengan agenda pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa Sayeri. “Kita akan melakukan sidang lanjutan pada tanggal 3 Maret, dengan agenda pembacaan surat tuntutan JPU terhadap terdakwa,” imbuhnya. Jumat (21/2), PN Sampang

mengagendakan pemeriksaan terhadap Saksi Ferbalisan atau saksi yang melakukan pemeriksaan dari pihak kepolisian atas nama R Sukardono SH. Namun, lantaran berhalangan tugas, saksi pun tidak bisa hadir. Sehingga agenda sidang yang awalnya akan memintai keterangan itu gagal digelar. Rencananya, pihak PN memanggil saksi Ferbalisan untuk menyocokkan keterangan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh pihak Polres Sampang, yang pada saat itu menangani pemeriksaan terhadap tersangka Sayeri, salah satu ekskutor dari pembunuhan Habib Alwi. =RYAN HARIYANTO/MK

INFRASTUKTUR

Jalan Berlubang, Warga Pasang Pot Bunga

Kondisi Jalan Imam Bonjol yang memprihatinkan dipasangi pot bunga oleh warga

Sampang – hingga kini beberapa jalan di wilayah Kota Sampang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan usia kerusakanpun relatif lama, tidak hanya beberapa bulan saja melainkan hampir satu tahun usianya. Salah satu contoh di Jalan Imam Bonjol Kecamatan Kota terpaksa dipasangi pot bunga. Jalan penghubung Kecamatan Omben itu rusak dan tak ada perbaikan lagi. “ Jalan rusak tersebut diakibatkan banjir yang sering terjadi dan sering mengakibatkan kecelakan bagi pengendara,” kata Latifah (52), warga sekitar yg ditemui Koran Ma-

dura, Minggu (23/2). Sebagian warga berinisiatif lain demi menjaga keselamatan pengendara. Arianto (22), salah satu dari beberapa warga menegaskan jika jalan tersebut terpakasa dipasangi pot bunga bukan ingin mengganggu pengguna jalan, melainkan untuk tidak dilintasi dikarenakan jalan tersebut rusak dan licin akibat tergenang air. Menurutnya, jalan tersebut sudah beberapa kali terjadi kecelakan jatuh dan terpeleset karna menghindar dari lubang itu. Kerusakn dijalan imam bonjol tersebut sudah lama tidak diper-

baiki dan tak ada perhatian dari pemerintah setempat. Padahal jalan rusak itu sudah hampir satu tahun. Untuk mengurangi kerusakan jalan itu, sebagian ditambal sulam manual menggunakan semen dan serpihan batu bata agar tidak bertambah parah dan menimbulkan kecelakan lagi. Arianto berharap kepada pemerintah setempat agar secepatnya jalan yang berada di jalan Imam Bonjol itu diperbaiki. “Supaya tidak ada korban lagi bagi pengguna jalan yang melintasnya,” harapnya. =CR1/ LUM


L

KORAN MADURA

Bangkalan

SENIN 24 FEBRUARI 2014|NO. 0307|TAHUN III KORAN MADURA

L

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307 | TAHUN III

THL

Terlambat Mengumumkan Hasil Tes CPNS

KOTAK SUARA. Ribuan logistik saat tiba di KPUD Bangkalan beberapa waktu lalu. Saat perakitan ditemukan 37 kotak suara dalam kondisi rusak.

37 Kotak Suara Kardus Rusak KPU Provinsi Wajib Segera Mengirim Penggantinya BANGKALAN - Ribuan logistik kebutuhan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April 2014 mendatang, yang terbuat dari kardus, ditemukan sebanyak 37 kotak suara diantaranya dalam kondisi rusak. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan terpaksa mengajukan pengganti puluhan logistik yang rusak tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 5371 kotak suara dan 3660 blik suara yang berbahan kardus telah dilakukan perakitan oleh jajaran Staf Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan di Gedung Olahraga (GOR) Sultan Abdul Kadirun, Jalan Halim Perdana Kusuma. “Perakitan kotak suara dari kardus tersebut sudah selesai dan yang rusak ditemukan sebanyak 37 buah. Kami sedang mengajukan ke KPU Provinsi untuk men-

dapat gantinya,” ungkap Ketua Divisi Logistik KPUD Bangkalan, Moh Mansyur. Menurutnya, pendistribusian kotak dan bilik suara yang terbuat dari kardus akan difokuskan di wilayah terdekat. Sebab apabila dialokasikan pada tempat pelosok desa ditakutkan logistik itu tidak aman. Apalagi medan yang harus ditempuh cukup berat dan berpotensi membuat ribuan logistik tersebut rentan mengalami kerusakan. “Tempat aman itu seperti di

wilayah kota sekitarnya. Sedangkan tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di pelosok-pelosok akan dikirim yang terbuat dari alumunium,” paparnya. Dikatakan Mansur, semua logistik berupa kotak dan bilik suara serta berkas-berkas lainnya sudah terdistribusi dan tiba di 2557 TPS pada H-1 pelaksanaan Pileg. Oleh sebab itu, semua kebutuhan diharuskan rampung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Terlebih kerusakan kotak suara yang diakukan diharapkan segara dikirim oleh KPU Provinsi. “Kami memiliki target bulan ini kotak dan bilik suara sudah rampung. Sebab bulan depan kemungkinan surat suara akan tiba dan harus kita kerjakan. Jadi sehari menjelang Pileg semua sudah beres,” jelas Mansur. =DONI HERIYANTO/RAH

BANGKALAN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di masing-masing kabupaten Madura, sebut saja salah satunya kabupaten Sampang telah resmi mengumumkan hasil tes CPNS 2013 beberapa waktu lalu. Akan tetapi, tidak bagi BKD Bangkalan. Hingga saat ini ribuan THL K2 masih dibuat penasaran terkait hasil tes CPNS yang ditungu-tunggu selama ini. Padahal, surat resmi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah diterima BKD setempat. Menurut informasi yang dihimpun, belum diterbitkannya hasil tes tersebut karena BKD Bangkalan masih melakukan beberapa proses penyesuaian data yang terbit dengan surat tembusan yang diterima dari BKN. Sebab BKD berdalih ditakutkan terdapat kesalahan maupun ketidaksesuaian antara data yang tersebar di media intermet dengan data yang pihaknya terima langsung dari pusat. Sikap hati-hati BKD setempat tersebut membuat ribuan CPNS jalur THL K2 di kabupaten Bangkalan semakin dibikin pusing selama ini. Pengumuman resmi yang dijanjikan BKD pasca diterimanya surat tembusan atas hasil seleksi CPNS dari BKN tak kunjung keluar. “Surat berikut datanya sudah kami terima. Namun belum kami umumkan karena kami masih melakukan pencocokan data,” ujar Kepala BKD Bangkalan, Abdul Rasjid.

Belum diterbitkannya pengumuman resmi dari BKD, kata Rasjid, sebagai bentuk kehatihatian dan ketelitian dalam mencocokkan data yang telah terbit sebelumnya dengan data yang secara resmi pihaknya terima saat ini. Pihaknya berjanji jika semua proses pemvalidan data tidak ditemukan kesalahan apapun, maka tidak ada alasan lagi bagi BKD untuk tidak mensegerakan pengumuman tersebut. ”Kami cocokkan dengan data sebelumnya, dikhawatirkan ada yang tidak sesuai,” jelasnya. Rasjid mengatakan pihaknya baru akan melakukan pengumuman hari ini (24/2) melalui masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Namun dengan catatan itu pun jika tidak ada masalah dengan data pengumuman CPNS jalur THL k2 tersebut. Masalahnya, jika dipaksakan untuk diumumkan tanpa dikroscek terlebih dahulu dikhawatirkan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang dapat mempuat para THL memiliki pandangan negatif. Perlu diketahui informasi lolosnya 1054 THL yang diterima BKD Bangkalan bersifat final. Dengan demikian, tidak ada lagi pengumuman susulan dari 5962 peserta CPNS jalur THL K2. Maka, masih terdapat 4908 THL yang belum bisa menjalani pengangkatan tahun ini. =DONI HERIYANTO/RAH


KORAN MADURA

BANGKALAN

SENIN 24 FEBRUARI 2014 NO. 0307| TAHUN III

M

Kapal Wisata Sulit Terlaksana Karena Penumpang Terus Mengalami Penurunan BANGKALAN - Sepinya Pelabuhan Kamal yang tak lagi dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi penilaian banyak kalangan. Beredar rencana untuk mengubah pelabuhan Kamal menjadi tempat wisata. Akan tetapi, hal itu dinilai sulit diterapkan, jika kondisi infrastruktur masih tetap sama. “Wacana pelabuhan Kamal bakal dijadikan kapal wisata, sepertinya sulit diterapkan PT ASDP. Sebab, penumpang yang naik kapal terus mengalami penurunan yang drastis pasca beroperasi jembatan Suramadu,” kata Ach Chairil, Supervisor pelabuhan Kamal. Menurutnya, inisiatif kalangan eksekutif dan legislatif mengusulkan supaya penumpang yang naik kapal tetap banyak, timbul wacana supaya dibuat kapal wisata. Akan tetapi, hal itu berbanding terbalik dengan realita. Pelabuhan Kamal tidak lagi menjadi perhatian dari pengguna jasa angkutan. Sebab, hanya pen-

duduk sekitar saja yang masih menggunakan jasa penyeberangan Kamal. Dia berpendapat ide tersebut bukan solusi yang tepat untuk merangsang penumpang naik kapal. Karena kondisi yang dihadapi saat ini penumpang malas naik kapal. Masyarakat lebih memilih lewat jembatan Suramadu, sehingga masukan tersebut tidak bisa direalisasikan. Bila dipaksakan untuk dilaksanakan, otomatis biaya operasional akan membengkak. Sedangkan jumlah penumpang yang ikut kapal, bukannya naik, tetapi terus mengalami penurunan. Untuk itu, agar tetap bertahan sub-

sidi silang diberikan untuk mengurangi kebangkrutan. “Tidak mungkin bisa dijadikan kapal wisata, penumpangnya saja tidak ada. Lantas siapa yang bakal berwisata di kapal,” jelasnya. Pihaknya mengaku tidak bisa mengakomodir masukan dari pemerintah setempat supaya dijadikan kapal wisata. Sebab penumpangnya tidak ada. Sehingga adanya kapal wisata akan sia-sia saja. Saat ini saja, para pengusaha kapal banyak mengeluh disebabkan merosotnya jumlah penumpang yang naik kapal. Sebab pengeluaran dan pemasukan tak lagi berimbang. “Jika penumpangnyaa banyak, bisa direalisasikan kapal wisata. Karena yang jadi pertimbangan biaya operasional terlalu besar. Tentunya pemerintah daerah juga tidak mau terlibat secara langsung,” jelasnya. Dia menerangkan solusi pengurangan jam operasional bukan tak ada alasan, melainkan untuk

mengirit biaya operasional. Dirinya hanya berharap bantuan dari pemerintah setempat. Sebab PT ASDP dulu berperan sebagai penyumbang PAD yang besar. Tiap tahun Rp 1 miliar diberikan kepada pemkab. “Saat ini memang pemkab tak

memberikan solusi dan bantuan. Seharusnya kami dibantu agar kami bisa menyumpang kembali PAD Bangkalan. Apalagi Jembatan Suramadu sendiri juga tidak memberikan sumbangan ke daerah pasca beroperasi,” tandasnya. =MOH. RIDWAN/RAH

TERNAK

Ada Indikasi Sapi Lokal Tergeser Brahma BANGKALAN - Berternak sapi menjadi pilihan masyarakat umum di Madura, karenamemelihara sapi merupakan investasi yang sangat menggiurkan di kalangan peternak. Khususnya, pada lingkup masyarakat pedesaan, setiap rumah dipastikan memiliki sapi. Akan tetapi, saat ini sapi yang berkembang di kalangan masyarakat, banyak dipelihara dan dijumpai sapi berasal dari luar negeri. Sehingga hal itu sangat berpengaruh terhadap kelestarian sapi asli Madura. “Masyarakat sudah banyak melakukan jual beli sapi luar negeri seperti limosin atau biasa disebut Brahma,” kata salah satu peternak sapi di Kecamatan Modung, Setiawan. Jenis sapi Brahma kini bisa dijumpai banyak berkembang di Bangkalan. Bagi peternak memelihara sapi luar negeri atau Limosin lebih diminati lantaran bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Berbeda dengan memelihara sapi lokal yang sulit berkembang dengan cepat. “Postur tinggi besar dan dagingnya lebih banyak. Sehingga menarik para peternak memelihara sapi jenis ini,” ungkapnya. Jika dibandingkan berternak sapi asli Madura dan Limosin lebih jauh keuntungan yang didapat dari memelihara sapi luar. Sebab harga yang ditawarkan di pasaran, perbandingannya tidak terlalu jauh.

Mengingat jumlah daging yang dihasilkan juga banyak. Sapi lokal yang sudah dewasa harganya mencapai Rp 12 juta, sedangkan sapi Brahma atau limosin harganya Rp 14 juta dengan ukuran yang

sama. Itu pun bisa masih anakan dan dapat berkembang ukurannya lebih besar. “Perbedaan harganya segitu, ukuran sapinya sama. Orang lebih suka memelihara sapi yang Brahma, karena akan lebih

besar lagi,” ujarnya. Menurutnya, untuk ukuran dewasa sapi Limosin bisa mencapai Rp 30 juta saat dijual di pasaran. Sehingga hal itu sangat berpengaruh terhadap minat masyarakat. Alasannya, sama-sama memelihara sapi, otomatis peternak memilih yang lebih menguntungkan. Dia menjelaskan sapi lokal umumnya bisa berharga mahal jika dijadikan sapi kontes seperti sapi sonok dan kerapan sapi. Akan tetapi, harga mahal tidak berlaku jika dijual di pasar, sehingga hal itu yang membuat peternak rumahan berpindah ke jenis sapi yang lebih besar, seperti Limosin tersebut. Meskipun begitu, peternak sapi lokal masih bisa dijumpai. Namun, bagi peternak memang sudah banyak yang meninggalkan sapi lokal. Karena posturnya yang lebih besar. Adapula, peternak yang menyilangkan sapi luar negeri dengan sapi lokal. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan jenis sapi yang besar dan berdaya tahan kuat. “Kalau sapi Madura daya tahannya lebih kuat, walau ukurannya lebih kecil. Sedangkan, ciiri-ciri sapi luar negeri, berpostur besar dan Jumlah dagingnya lebih banyak. Warnanya pun tidak bersih seperti sapi Madura. Karena lebih banyak berwarna hitam berampur merah,” ujarnya. =MOH RIDWAN/RAH


KORAN PROBOLINGGO N KORAN MADURA N MADURA Laporan Khusus SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 | TAHUN III

SENIN 24 FEBRUARI 2014 No. 0307 | TAHUN III

N

Selamatkah Bahasa Madura?

PAMEKASAN - Pengamat budaya Madura, Jawa Timur, Kadarisman Sastrodiwirdjo mengatakan bahasa Madura sekitar 100 tahun yang akan datang, terancam punah jika tidak segera dilakukan upaya penyelamatan. Meskipun saat ini bahasa Madura merupakan satu dari tujuh bahasa daerah dengan penutur terbesar di Indonesia, selain bahasa Betawi, Sunda, Melayu, Jawa, Bali, dan Bugis. Bahasa-bahasa daerah tersebut saat ini mulai ditinggalkan sukunya sendiri, juga bahasa Madura. “Saat ini, ada kecenderungan di masyarakat Madura menggunakan bahasa Indonesia pada anak-anaknya. Jadi sejak lahir, anak-anak Madura sudah diajari berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bukan dikenalkan dengan bahasa moyangnya sendiri, bahasa Madura,” katanya. Sikap itu merupakan salah satu ancaman tersendiri bagi keberadaan bahasa daerah. Menurut catatannya, bahasa Madura memiliki penutur hingga 7 juta jiwa, 3 juta diantaranya berada di Madura itu. Sebab, bisa jadi, beberapa tahun

ke depan, anak-anak Madura hanya tahu ada bahasa Madura, sedang bahasa daerah tersebut sudah tidak digunakan lagi. Karenanya, ia menilai perlu dilakukan upaya sejak dini agar salah satu bahasa daerah di Jawa Timur itu tidak mengalami kepunahan. Diantara upaya yang perlu dilakukan adalah dengan mendorong masyarakat membiasakan menggunakan bahasa tesebut dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, ia mendorong agar dibentuk semacam Lembaga Panempahan Madura yang secara khusus melakukan kajian dan pengembangan bahasa Madura seperti yang dilakukan beberapa daerah di Indonesia untuk mempertahankan kelestarian bahasa dan kebudayaan masing-masing. Lembaga tersebut juga memiliki kewenangan untuk menggelar Kongres Bahasa dan Kebudayaan Madura. Ia menilai Kongres Bahasa Madura yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kabupaten Pamekasan belum menyentuh hal-hal yang substansial dan tidak terencana secara matang. “Kalau acaranya sudah sukses. Tapi materi-materi yang sangat penting belum disiapkan secara matang, sehingga hasilnya juga belum bisa diterapkan secara maksimal. Selain itu, kongres itu masih terkesaan sebagai acara salah satu Pemerintah Daerah, bukan acaranya warga Madura,” katanya. Mantan Wakil Bupati Pame-

kasan itu mengakui saat ini Madura memiliki benteng untuk mempertahankan bahasanya. Antara lain, jumlah penutur yang banyak, memiliki huruf sendiri, yakni Huruf Anacaraka, diajarkan sebagai kurikulum lokal di lembaga pendidikan dan masih dijadikan bahasa komunikasi di pesantren-pesantren. “Dan benteng-benteng itu masih kuat. Sehingga untuk satu abad ke depan, kami masih yakin bahasa Madura masih aman dari ancaman kepunahan. Tapi setelah itu kami tidak tahu,” kata manten Ketua Kongres Budaya Madura di Sumenep itu. Benteng lainnya, kata dia, adalah kecenderungan menggunakan istilah-istilah lokal dalam kegiatan maupun penetapan kawasan pedagang kaki lima, seperti Tanean Lanjang, Sae Salera, LengLeng Trebung, Ghatean, dan lainlain. Beberapa waktu lalu, Pemkab Pamekasan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat dan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Syariat Islam (LP2SI) dan sejumlah ponpes di Pamekasan sudah menerbitkan terjemahan Alquran berbahasa Madura. “Apalagi saat ini penggunaan bahasa Madura sudah menjadi tren tersendiri, hingga beberapa warung juga menggunakan istlilah lokal seperti Juko’ Tonoh,” kata Kadarisman. Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Mohammad Yusuf Suhartono mengatakan diantara upaya pemerintah menyelamatkan bahasa daerah adalah dengan memasukkan pengetahuan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan. Di Jawa Timur, saat ini sedang dirumuskan kurikulum lokal yang di dalamnya memuat pelajaran bahasa daerah yang ada di provinsi tersebut, antara lain Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan Bahasa Osing (bahasa daerah asal Banyuwangi). “Kami mengirim lima orang utusan sebagai tim perumus kurikulum tersebut, sebagian dari mereka merupakan anggota Yayasan Pakem Madduh,” kata Yusuf. Ia mendukung upaya penyelamatan bahasa daerah dengan membiasakan menggunakannya dalam acara-acara yang digelar, baik di lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah. “Di Pemerintah Kabupaten Pamekasan, hal itu sudah dimulai terutama pada acara-acara non pemerintahan seperti peringatan hari jadi kabupaten. Meskipun kadang masih bercampur dengan bahasa Indonesia. Tapi bagi kami itu sudah sangat baik,” kata Yusuf. = G. MUJTABA/RAH


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

Industri Lokal

KORAN MADURA

SENIN 24 FEBRUARI 2014

SENIN 24 No. FEBRUARI 2014| |TAHUN No. 0307 |IIITAHUN III 0307

USAHA MINUMAN. Pemilik usaha minuman Dedy Setiawan bersama dua gerai miliknya. Empat gerai lainnya sudah tersebar di sekolah-sekolah.

Peluang Usaha Teh Semakin Digandrungi BANGKALAN - Aroma dan rasa khas dari teh dengan berbagai macam campuran susu cokelat dan cream membuat keduanya begitu banyak digemari oleh masyarakat. Berbagai minuman berbahan teh dan susu pun bermunculan, seiring permintaan yang makin besar. Peluang itulah yang ditangkap oleh Dedy Setiawan, seorang pengusaha teh dengan variasi jenis rasa. Dia membuat usaha minuman es berbahan dasar teh dan susu cokelat dengan mengusung metode dikocok. Pria asal Bangkalan ini membuat minuman dengan rasa yang cukup variatif.

Sehingga membuat para penikmat teh tidak jemu dan bosan, karena banyak pilihan yang bisa dinikmati kesegarannya. Tidak itu saja, cara yang unik membuat usaha yang dirintis makin

digemari. Dedy memulai usaha ini pada Maret 2011. Agar makin berkembang, Dedy rela menanggalkan gelar sarjananya demi usaha yang sempat ditentang oleh keluarganya. Membangun usaha yang saat ini mulai dilirik banyak orang. Pria ini pun harus menitikkan air mata disaat semua keluarnya mencibir usaha yang dibangun. Sebab dengan gelar sarjana pendidikan keluarganya menganggap kurang pantas jika hanya berjualan es teh. Akan tetapi, semua cibiran

tak membuatnya patah semangat untuk terus mengembangkan usaha berjualan minuman tersebut. Terbukti berkat usaha kerasnya, dirinya sudah memilki enam gerai yang semuanya tersebar di wilayah Bangkalan. Namun, itu semua tak membuatnya puas dengan apa yang dihasilkan saat ini. Justru, dia memiliki niat untuk mengembangkan usahanya di empat kebupaten di Madura. "Semua penuh perjuangan. Akan tetapi, berbisnis yang bersentuhan langsung kebutuhan manusia pasti akan laku terjual dan tidak akan pernah mati," paparnya. Menurutnya, membuat es teh yang telah dirintis tiga tahun lalu ini, sangat mudah dan biaya murah. Metode yang digunakan sangat sederhana yaitu dengan dikocok. Caranya, tuangkan teh dan susu pada wadah yang telah

OO

doni heriyanto/koran madura

disediakan kemudian campurkan gula secukupnya dan es batu. Kemudian, teh yang telah tercampur dikocok hingga berbusa. "Caranya sangat sederhana sekali, semua bisa menjalankan bisnis seperti ini. Tinggal ada kemauan atau tidak," jelasnya. Dengan estimasi menjual 120 cup minuman es teh setiap hari, bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Melalui usaha itu, ia mengaku sudah mampu menyicil sebuah hunian yang akan dijadikan rumah masa depan. Tidak hanya itu, Dedy berani menolak tawaran sebuah perusahaan ternama di Surabaya demi usahanya yang dibangun dengan penuh perjuangan. "Bekerja kepada orang, tentunya kurang merasa nyaman. Beda halnya, ketika membangun usaha sendiri," tutur pria bujang itu. = DONI HERIYANTO/RAH


KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO

O

P

SENIN 24 FEBRUARI 2014 | No. 0307 |SENIN TAHUN III 24 FEBRUARI 2014

MADURA

No. 0307 | TAHUN III

NURFATUN MUNAWARAH

Generasi Cerdas untuk Migas Benar adanya kata Imam Ghazali, masa lalu takkan pernah kembali dan takkan bisa diputar, dan yang ada hanya masa depan. Masa lalu hanya dapat kita ambil ibrohnya untuk perbaikan masa depan. Nurfatun Munawarah, perempuan asal kepulauan Kangean sepertinya tak mau larut dengan masa lalunya dulu. Karena bagi perempuan kelahiran 08 November itu hanya masa depan yang benar-benar nyata, masa lalu itu ilutif.

KUPON

LOMBA AZAN

BERHADIAH UMROH Nama Umur Alamat Nomor Kontak

: ......................................... : ......................................... : ......................................... : .........................................

• Kupon ini diserahkan ke studio Madura Channel Jl. Adirasa 6-7 Kolor Sumenep, selambatlambatnya tanggal 8 Maret 2014

Dipersembahkan oleh:

• Babak penyisihan akan disiarkan secara langsung di Radio 89.5 FM

Said Abdullah Institute

• Keterangan lebih lanjut hubungi: Abiel (087850117101) dan Susi (087850449593)

Machan Corporation

emangat itu ia dapatkan saat mendapatkan kesempatan menempa pendidikan di UP 45 Yogyakarta. Ia tidak ingin mengecewakan orangorang di sekelilingnya, terutama Sumenep yang membiayai pendidikannya sampai selesai. “Karena saya membawa nama Sumenep di UP 45 Yogyakrta. Makanya, mau tidak mau saya harus menunjukkan kepada Sumenep bahwa saya benar-benar layak ditunggu oleh Sumenep; sebagai generasi cerdas untuk mengelola migas,” katanya Awalnya, perempuan hobi membaca itu khawatir saat diluncurkan oleh Pemkab menuju Yogya, khawatir karena ada banyak pemuda-pemudi masa kini, cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa. Ia takut, dirinya akan tergiur sama lingkungan yang kurang mendidik. Hal ini, kata perempuan dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi pada generasi muda, antara lain kasus narkoba, kejahatan, seks bebas, geng motor, demo, tawuran dan lain sebagainya. Peran pemuda tentu sangat diperlukan untuk regenerasi dalam mewujudkan dan melanjutkan cita-cita bangsa ini yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu. Ia ingin sekali menjadi generasi harapan bangsa cerdas untuk menglelola migas di Sumenep. Sebab menurutnya, Sumenep itu kaya migas, tetapi yang mengelola bukan orang Sumenep. Sebanyak sepuluh perusahaan atau kontraktor kotrak kerja sama, kini sedang menggarap blok atau wilayah kerja pertambangan minyak dan gas di bumi Sumekar, terutama di kepulauan. “Saya seolah punya tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi yang besar bagi potensi migas di Kabupaten

Sumenep. Paling tidak, mereka yang mengelola bukan orang asing,” jelas perempuan yang doyan makan mie ayam itu. Kini, Nurfa punya rencana aktivitas untuk memupuk dirinya benar-benar cerdas dan berkualitas. Selain kuliah, ia sedang melanjutkan Tahfid Al-Quran di Pesantren energi Laskar Pelangi Sumenep UP 45 Yogyakarta. Selain itu ia juga mendalami program speaking Bahasa Inggris dan TI. Dan sebentar lagi, pada tanggal 03 Maret mendatang ia akan mengikuti Ekonomic Study Visit Jakarta jurusan BI dan BEI. =SYAMSUNI

SITI MARHAMAH

Berkerudung Hidup Jadi Lebih Tenang enjadi wanita cantik, pintar dan memiliki fisik yang kemilau membuat sebagian wanita enggan menutupnya. Tak ada lain tujuannya supaya orang lain bisa menikmati keindahan tersebut. Pada sisi lain, sebagian wanita terutama anak-anak muda takut, khawatir jika memakai kerudung tidak menarik dan bahkan ada yang menganggap tidak modern. Namun di tengah image seperti itu hadir sosok gadis manis, anggun tetapi memilih melawan arus sebagian persepesi orang tentang berkerudung. Semua orang pasti memiliki pikiran yang positif. Karena dengan pikiran yang positif juga akan memberikan nilai yang postif baginya. Prinsip tentang semua itu tertanam kepada sosok perempuan yang memiliki nama Siti Marhamah. “Seorang perempuan dibilang anggun dan menarik jika dalam dirinya memiliki penampilan yang islami." Karena saya orang islam, ya saya mengikuti budaya islami," terangnya, Minggu (23/2). Menurutnya, yang didapat setelah berjilbab adalah hidupnya menjadi lebih tenang dan lebih nyaman. Jilbab baginya adalah identitas serta tanggung jawab. Identitas karena jilbab adalah label sebagai muslimah secara lahiriah dimata Allah. Sedangkan tanggung jawab karena ini merupakan komitmen kepada Allah. “Dengan memakai kerudung atau jilbab kita harus mulai menjaga ucapan dan perilaku kita. Dan satu hal yang saya yakini bahwa jilbab adalah hanya menutup fisik, bukan menutup skill, integritas, wawasan, kredibilitas serta kualitas kita sebagai manusia,”tutur Siti Marhamah. Marhamah begitu namanya dipanggil oleh teman-temannya. juga menjelasakan, kewajiban perempun sesuai tuntutan agama yakni harus menutupi aurat termasuk juga memakai krudung atau jilbab. Karena rambut perempaun merupakan hal yang harus tertutpi. "Memakai kerudung bagi seorang wanita merupakan hal yang positif dan wajib digunakannya," terangnya. =MAHFUD HIDAYATULLAH


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
e Paper Koran Madura 24 Februari 2014 by koran madura - Issuu