Skip to main content

e Paper Koran Madura 15 Juli 2014

Page 1

SELASA

KORAN MADURA

15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III ECERAN Rp 3.500 LANGGANAN Rp 70.000

1

0328-6770024 SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III www.koranmadura.com

alisi Permanen Akal Bulus Ko ak, atau Cari Selamat Main Gert

JAKARTA-Senin sore (14/7) semua anggota koalisi merah putih yang mendukung pencalonan Prabowo-Hatta sebagai capres-cawapres menggelar deklarasi koalisi permanen di tugu proklamasi Jakarta. Menurut Prabowo deklarasi koalisi permanen tersebut digagas untuk menyatukan kometmen tujuh partai pendukungnya untuk mengawal dan mengantar NKRI ke kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. “Koalisi Merah Putih ini sudah mewakili hampir dua pertiga rakyat Indone-

sia. Intinya, iktikad tujuh partai ini ialah untuk melakukan kerja sama secara permanen mengawal NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, pemerintah yang efisien, stabil, membawa perbaikan ke kehidupan bangsa dan negara,” kata Prabowo dalam acara deklarasi Koalisi Merah Putih, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat Namun demikian beberapa politisi dan pengamat meragukan efektifitas koalisi ini. Bahkan pandangan sumir ini datang dari kader-kader partai anggota koalisi merah puth sendiri. Agung Laksono misalnya, wakil ketua umum Golkar ini bahkan menyebutkan koalisi ini rentan menimbulkan masalah.

“Kalau sifatnya permanen untuk pemerintahan Prabowo, kalau kebetulan beliau yang terpilih, saya kira tidak masalah. Tetapi ketika nanti yang terpilih Pak Jokowi, ini tentu akan ada masalah,” ujarnya di Purbalingga, Jawa Tengah. Siasat Golkar Di lain sisi beberapa pengamat bahkan menyebut deklarasi ini tak lebih sebagai siasat Golkar saja untuk menyelamatkan diri atau memperkuat posisi. Bila Prabowo menang, deklarasi ini dianggap akan memperkokoh posisi Golkar di kolisi merah putih. Namun bila Jokowi

yangmenang, maka Golkar masih bisa selamat dengan cara berpaling kepada Jusuf Kalla lewat kader-kadernya yang menampakkan diri bersebrangan dengan Aburizal Bakrie. Yusril Izha Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang mendukung Prabowo-Hatta bahkan dengan jelas menuding Golkar paling pragmatis yang bisa keluar kapan saja dari koalisi. “Makin banyak partai yang terima tawaran kursi menteri, makin cepat koalisi ini bubar. Wabilkhusus Partai Golkar yang tabiatnya selalu ingin melekat dengan kekuasaan. Mana tahan Golkar jadi partai oposisi,” kata Yusril dalam akun Twitter-nya. =GAM/ANT


2

KORAN MADURA

PAMANGGI

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

Tangan Tuhan

Oleh : Miqdad Husein

Kolumnis, tinggal di Jakarta

“Jokowi itu diselamatkan tangan Tuhan. Makanya beliau menang dihitung cepat,” kata Brudin pada kawannya Sujai, sambil menyeruput kopi, usai sholat taraweh. Kalau melihat apa yang dialami, lanjut Brudin, sebenarnya Jokowi itu sudah terdesak; hampir kalah. “Lho, bukankah dari sejak awal sebenarnya Jokowi itu populer. Semua survei menunjukkan beliau itu mendapat dukungan luar biasa dari rakyat. Bahkan, lawannya itu, sebelum Pileg, dukungannya kurang dari sepertiga dari Jokowi,” tutur Sujai, menanggapi. “Benar. Usai Pilegpun Jokowi itu masih mendapat dukungan masyarakat sangat luar biasa. Sempat turun sedikit, tapi kemudian naik. Belakangan menjelang kampanye Pilpres turun lagi. Lalu pas mendekati Pilpres, kembali naik. Tepatnya, usai debat Capres terakhir, ” jelas Brudin, yang sehari-hari berjualan barang kelontong itu. “Kok bisa naik turun, kayak main luncuran saja?” tanya Sujai. Brudin yang ditanya menghela nafas sejenak. Lalu, “Sampeyan tahu, macam-macam fitnah kejam tentang Jokowi tersebar luas. Pertama beliau difitnah beragama lain. Huruf H didepannya, dieja bukan haji tapi Heribertus. Bapak beliau juga dikabarkan warga Singapura.” “Masyarakat percaya?” cecar Sujai lagi. “Ya sempat ada yang percaya. Bahkan banyak kiai-kiai karena informasi dari Tabloit Obor Rakyat, terpengaruh. Tapi alhamdulillah, pelan masyarakat mengetahui bahwa soal agama itu fitnah besar. Jokowi menunjukkan bukti foto saat beribadah Itu tangan Tu- haji bersama Aa Gym serta saat han, kawan. Itu umroh. Gagallah fitnah terkait keajaiban bagi agama,” papar Brudin, sambil orang yang ter- kembali menyeruput kopinya. “Lalu, setelah gagal memfitdzalimi nah Jokowi dengan agama, muncul fitnah lain. Jokowi dianggap dan dikait-kaitkan dengan komunis. Macam-macam data dipaparkan sehingga terkesan Jokowi itu komunis. Benar-benar edan. Lha Jokowi itu sekarang umurnya baru 53 tahun. Itu artinya, saat tahun 1965 baru berumur empat tahun. Apa iya ngerti komunis?” tegas Brudin. Jangan lupa, lanjut Brudin, sejak Orde Baru, negara ini sama sekali praktis tak memberi ruang sekecil apapun bagi ajaran komunis. “Nah fitnah agama dan komunis itu sempat membuat popularitas Jokowi turun. Berbagai usaha meluruskan pemberitaan fitnah terus dilakukan. Pelan masyarakat menyadari bahwa semua itu fitnah kejam hanya dilatarbelakangi nafsu berkuasa,” jelas Brudin, penuh semangat. “Tadi sampeyan menyebut tangan Tuhan. Saya jadi ingat gol Maradona ketika mengalahkan Inggris pada Piala Dunia 1986. Apa tangan Tuhan terkait Jokowi juga kayak kasus Maradona?” tanya Sujai, yang kerja serabutan itu, penasaran. “Jelas beda. Kalau yang Maradona kan karena main curang. Lha, memasukkan bola ke gawang pakai tangan. Kalau tangan Tuhan terkait Jokowi hanya istilah saja,” papar Brudin. “Istilah bagaimana?” cecar Sujai, tak sabar. “Begini. Jokowi itu diserbu fitnah macam-macam. Segala sumpah serapah diterima Jokowi. Beliau itu benar-benar terdzalimi. Nah ketika sampai puncaknya, saat debat Capres terakhir masyarakat menyaksikan kasus Cawapres yang tidak mengerti kalpataru. Lainnya ketika ada dari kubu lawan yang menghina Jokowi dengan menyebut sinting hanya karena setuju tanggal satu Muharram dijadikan hari santri. Nah dua hal itu seperti mukjizat. Masyarakat yang sebelumnya sempat terpengaruh, balik memberikan dukungan pada Jokowi. Balik bersimpati. Yang ragu-ragu menjadi yakin. Itu tangan Tuhan, kawan. Itu keajaiban bagi orang yang terdzalimi,” tegas Brudin, bersemangat. Sujai hanya manggut-manggut. =

Berita Utama

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

2

Prabowo Inisiasi Koalisi Permanen Ikrar: Koalisi Merah Putih Mulai Tunjukkan Niat Buruk JAKARTA-Sebanyak 7 partai politik pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa membentuk Koalisi Merah Putih secara permanen. Deklarasi dipatenkannya koalisi itu dihadiri seluruh Ketua Umum dan Sekjen 7 parpol yang bergabung. Ketujuh parpol itu adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, PPP, PBB, dan Partai Demokrat. Calon presiden Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa juga tampak dalam acara tersebut. Namun pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, menilai motivasi partai politik dalam koalisi permanen tersebut jahat karena hanya ingin menjegal pemerintahan selanjutnya. Menurut Presiden PKS Anis Matta, Koalisi Merah Putih yang selama ini bersama-sama mengusung Prabowo-Hatta itu akan segera berubah menjadi Tim Indonesia. “Koalisi ini perlahan-lahan menjadi tim Indonesia, dibalut oleh semangat yang ada pada warna bendera kita merah dan putih,” ujar Anis di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (14/7). Dia mengungkap, ada yang menarik dalam cara menandatangani koalisi permanen ini yaitu, waktunya di bulan Ramadan. Padahal bisa saja penandatangan koalisi permanen itu dilakukan saat pertama dibentuk. “Tapi ini supaya kita mengingat bahwa dulu kita merdeka pada bulan Ramadan. Kita ingin menyambung sejarah. Sejarah pembangunan, sejarah kita mengisi kemedekaan. Yang paling menarik adalah ruh dalam koalisi ini dan semangat membangun tim baru untuk Indonesia yang akan datang,” tukas Anis. Hatta Rajasa dalam orasinya, mengaku optimistis Koalisi Merah Putih akan solid demi menjalankan

pemerintahan dengan baik. “Kita mencatat betapa repotnya pemerintahan apabila di dalamnya tidak solid, sehingga banyak program pemerintah yang tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, kesolidan ini untuk menjalankan pemerintah yang kita cinta harus dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya. Selain itu, Hatta juga menegaskan koalisinya menjunjung tinggi ‘harga mati’ untuk terus menjalankan 4 pilar yang menjadi komitmen bangsa, yakni Pancasila, UndangUndang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. “Oleh sebab itu Koalisi Merah Putih akan mengawal dan memastikan tidak ada kelompok yang mengusik pilar tersebut. Di dalam sistem presidensial, kita ingin memastikan fungsi parlemen dan budgeting berjalan dengan baik,” kata Hatta. Niat Buruk Ikrar menjelaskan, Koalisi Merah Putih mulai menunjukkan niat buruknya saat bersatu dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Hasilnya, UU tersebut disahkan dan posisi Ketua DPR menjadi tak otomatis milik partai pemenang pemilu, dalam hal ini PDI Perjuan-

gan. “Niatnya memang sudah jelek banget, jahat. Mereka berkoalisi menjegal PDI-P agar tak jadi ketua DPR,” kata Ikrar, saat dihubungi, Senin (14/7). Setelah itu, kata Ikrar, kini Koalisi Merah Putih berniat menandatangani nota kesepakatan untuk mempermanenkan koalisinya. Dengan koalisi permanen ini maka presentasenya di parlemen akan mendominasi. Koalisi Merah Putih berisi enam parpol yang lolos ke DPR 2014-2019, yakni Partai Gerindra (11,81 persen, 73 kursi DPR), Partai Golkar (14,75 persen, 91 kursi DPR), Partai Amanat Nasional (7,59 persen, 49 kursi DPR), Partai Persatuan Pembangunan (6,53 persen, 39 kursi DPR), Partai Keadilan Sejahtera (6,79 persen, 40 kursi DPR), dan Partai Demokrat (10,19 persen, 61 kursi DPR). Jika dijumlah, maka pasangan tersebut memperoleh dukungan 353 kursi DPR. Sebaliknya, koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla “hanya” diisi empat parpol yang lolos ke DPR 2014-2019, yakni PDI Perjuangan (18,95 persen suara pemilu legislatif, 109 kursi DPR), Partai Nasdem (6,72 persen, 35 kursi DPR), Partai Kebangkitan Bangsa (9,04 persen, 47 kursi DPR), dan Partai Hanura (5,26 persen, 16 kursi DPR). Jika dijumlah, maka pasangan tersebut memperoleh dukungan 39,97 persen suara atau 207 kursi DPR. “Niat Koalisi Merah Putih memang hanya untuk menjegal supaya Jokowi-JK tidak bisa menjalankan pemerintahannya. Itu menunjukkan bahwa orang yang ada di koalisi itu otaknya jahat semua,” ujarnya. =GAM/ABD

KOALISI PERMANEN MERAH PUTIH Capres dan cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto (kelima kiri) dan Hatta Rajasa (keenam kiri) bersama para pengurus partai dari Koalisi Merah Putih bersiap mengikuti acara penandatanganan kesepakatan Koalisi Permanen Merah Putih di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (17/7). Kesepakatan itu ditandatangani para ketum Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, PPP dan PBB sementara Partai Demokrat diwakili Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Nachrowi Ramli. ant/fanny octavianus


KORAN PROBOLINGGO NASIONAL

MADURA

KORAN MADURA

Nasional

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III SELASA 15 |JULI 2014

No. 0402 | TAHUN III

33

PILPRES 2014

MUI Dorong Pertemuan Jokowi-Prabowo JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong agar dua capres yang bertarung saat ini, Prabowo Subianto-Joko Widodo segera bertemu guna meredam panasnya situasi pasca pilpres. Bahkan MUI siap memfasilitasi pertemuan tersebtut.

ant/prasetyo utomo

TIM HUKUM JOKOWI SIAPKAN BUKTI. Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK Tjahyo Kumolo (kiri) didampingi anggota Tim Hukum Trimedya Panjaitan (kanan) dan Sierra Prayuna (tengah) memberikan keterangan pers mengenai rencana pengawalan perhitungan suara Pilpres di Jakarta, Senin (14/7). Tim hukum Jokowi-JK telah menerima sejumlah laporan yang diduga ada unsur kecurangan dan menyiapkan bukti bukti yang dibutuhkan bila nantinya berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

JK Siap Bila Sengketa Pilpres Dibawa ke MK JAKARTA-Calon wakil presiden (cawapres) pasangan nomor urut 2, Jusuf Kalla (JK), mengaku siap jika sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2014 ini, harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). JK mengaku pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut. “Persiapannya memperkuat buktibukti yang kita pegang saat ini,” kata JK kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/7). Ia percaya dengan hasil penghitungan tim Joko Widodo-JK, yang menyebutkan pasangan nomor urut 2 itu perolehan suaranya mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. JK bahkan mengatakan selisih su-

ara antata kedua pasangan itu lumayan jauh, yakni mencapai 5 juta suara. Dengan demikian, JK meyakini pasangan Prabowo-Hatta tidak akan sanggup memenangkan sengketa di MK, dan posisi Jokowi-JK akan tetap aman hingga pelantikan presiden dan wakil presiden. “Untuk kalahkan kita butuh lima juta suara, tak mudah mencari lima juta suara,” tandasnya. Simpang siurnya penghitungan suara pemilihan umum presiden 9 Juli lalu PDI Perjuangan membuat tabulasi nasional. Rencananya Selasa (15/7), PDI Perjuangan akan mengumumkan hasil penghitungan mereka. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, hasil perhitungan mereka akan diumumkan besok. Sampai saat ini sudah ada sekitar 60 persen untuk beberapa daerah, namun ada pula daerah yang prosesnya sudah mencapai 85 hingga 90 persen. “Besok (hasilnya disampaikan).

Rata-rata sudah 60 persen sudah penuh. Yang lain 85 sampai 90 persen,” katanya di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (14/7). Untuk melakukan penghitungan ini, PDI Perjuangan mengerahkan seluruh kader partainya dan juga relawan dari Jokowi-JK. Namun untuk pusat penghitungan dilakukan di dua posko, Kantor Partai NasDem dan kediaman Megawati Soekarnoputri di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. “Besar sekali. Kita di masing-masing partai ada posko kemudian dari relawan juga banyak. Tapi yang menangani IT ada di Posko NasDem dan Posko Lenteng Agung, ada dukungan dua relawan didukung oleh timnya relawan ibu Muryanti Soedibyo juga turun. Hari ini akan diumumkan,” ungkapnya. Namun mengenai berapa hasil sementara untuk penghitungan mereka, Tjahjo meminta untuk menunggunya saat konferensi pers. =GAM/ABD

“Saya sudah kirim melalui layanan pendek (SMS) kepada dua capres tersebut. Baik Pak Jokowi maupun Prabowo, namun hingga kini belum ada jawaban dari keduanya,” kata Ketua Umum MUI, Din Syamsuddin dalam diskusi “Peta Damal Pasca Pilpres”, bersama Wakil Ketua MPR, Dimyati Natakusuma dan pakar hukum tatanegara, Irman Putrasidin, Jakarta, Senin, (14/07). Seperti diketahui, proses pemilihan presiden 2014 tinggal menunggu pengumuman hasil tabulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), 22 Juli mendatang. Di masa penantian hingga nanti diputuskan, diharap publik bersikap dewasa demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa. Menurut Din, pemilu merupakan cara beradab menyelesaikan bangsa serta mencari pemimpinan dengan damai. “Jangan sampai Pemilu berubah menjadi cara biadab, apalagi membawa perpecahan bangsa Indonesia, terutama pada masa kampanye dan jelang pencoblosan, hingga jelang pengumuman resmi KPU,” katanya. Intinya, ujarnya, pilpres jangan sampai membuat perpecahan bangsa Indonesia. “Soal tempat pertemuan, tentatif, bisa di PP Muhammadiyah atau di rumah saya. Ya, soal tempat ini menyesuaikan. Yang penting kesediaan mereka bertemu. Memang kenyataannya, pilpres telah menambah bangsa ini terbelah, termasuk ulama, tokoh ormas, mantan jenderal, seniman dan budayawan,” ujarnya. Din mengaku, pilpres kali ini yang hanya menampilkan dua calon, sehingga politik yang muncul itu saling menegasikan. Dampaknya, lahirlah black campaign. Bahkan malah issu keagamaan menjadi alat serang. Namun Din mengingatkan semua pihak agar menahan diri dan menunggu hasil penghitungan resmi KPU. Bahkan pemerintah diingatkan jangan terlalu cepat mengeluarkan dekrit. “Karena dekrit presiden bukan jalan terbaik dalam peta damai. Tapi lebih banyak menimbulkan kemudharatan,” terangnya Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Ahmad Dimyati Natakusuma meminta semua pihak bisa menahan diri dan tidak boleh saling mengklaim menang. “Jadi hanya KPU yang boleh mengumumkan secara resmi hasil pilpres. Tak boleh ada yang katakan sayalah yang menang,” tegasnya. Oleh karena itu, kata Dimyati, apapun hasilnya yang diumumkan KPU, maka harus bisa diterima oleh semua pihak. “Kalaupun ada hal-hal yang tak sesuai, ada ranah hukum yang bisa ditempuh, yakni ke Mahkamah Konstitusi (MK). Nah, dari situ akan diputuskan hasilnya,’ ungkapnya. Yang jelas, kata Dimyati, MPR berharap agar Indonesia bisa damai. Karena tugas MPR memang menjaga keutuhan NKRI. “Kita tetap menjaga agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat, jaya dan tidak tercerai berai,” pungkasnya. =GAM/ABD


4

KORAN MADURA

Nasional

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

SURVEI ABAL-ABAL

Forum Rektor Siapkan Ahli Audit JAKARTA- Reputasi sejumlah lembaga survey yang menggelar perhitungan cepat (quick count) berada dititik nadir.

ant/syaiful arif

AKSI SOLIDARITAS GAZA. Massa yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menggelar aksi solidaritas Palestina di depan Gedung DPRD Jombang, Jawa Timur, Senin (14/7). Aksi solidaritas tersebut mengecam serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina, yang telah menimbulkan banyak korban dikalangan warga sipil serta mendukung kemerdekaan Palestina.

Usut Kecurangan di Bangkalan dan Sampang JAKARTA- Tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencium aroma kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Provinsi Jawa Timur. Salah satu indikasi kecurangan adalah adanya beberapa TPS yang perolehan suara pasangan Jokowi-JK nol alias tidak memperoleh suara sama sekali. Namun Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan Fauzan Jakfar dengan tegas membantah terjadinya kecurangan terkait perolehan suara nol pada pasangan nomor urut 2 di Madura. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) pasangan Jokowi-JK dari PKB Marwan Jafar, meminta polisi mengusut kasus dugaan kecurangan Pilpres 2014 yang terjadi di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Sebab, kecurangan yang terjadi sudah menunjukkan cara-cara yang tidak beradab dan dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematis. “Kecurangan pemilu tersebut disertai dengan adanya intimidasi dan penghilangan nyawa terhadap para saksi, Bawaslu dan KPU setempat, khususnya di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Sehingga persoalan ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dibawa ke pengadilan,” ujar Marwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (14/7). Marwan mengatakan, pihaknya memiliki

banyak bukti terkait pelanggaran tersebut. Yaitu berupa foto, maupun kesaksian yang menjelaskan bagaimana proses kecurangan itu terjadi. Oleh karena itu, Marwan mendesak kepada Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Polres Madura, untuk bersikap tegas, lugas dan mengusut kecurangan pemilu tersebut. “1 orang bisa membawa surat suara sekitar 5-10 surat suara untuk capres tertentu. Dan beberapa kertas suara banyak yang dicoblosi sendiri terutama bagi yang tidak hadir di TPS,” jelasnya. Namun Fauzan Jakfar menegaskan perolehan nol suara di satu atau dua TPS tidak bisa dijadikan acuan dengan menjustifikasi bahwa di TPS tersebut telah terjadi pelanggaran. Karena itu, dia meminta semua pihak termasuk tim pemenangan pasangan capres-cawapres bisa menahan diri untuk tidak memperkeruh dan menambah suasana semakin panas. Pernyataan ini disampaikannya terkait perolehan nol suara untuk pasangan JokowiJK di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bangkalan. “Tolong, kami sebagai penyelenggara jangan diintimidasi dengan cara apapun,” tegasnya. Sementara itu, Tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Zuhairi Misrawi meminta KPU Bangkalan mendengarkan aspirasi dan menindak lanjutinya dengan menginvestigasi indikasi kecurangan yang dinilainya masif tersebut. Bukan malah mengeluarkan pernyataan yang malah sebaliknya. “Mestinya, KPUD melakukan investigasi terhadap

kecurangan tersebut. Karena ada keanehan yang paling menonjol, tingginya partisipasi masyarakat Madura 100 persen berlawanan dengan di lapangan. Karena rata-rata hanya 60 persen masyarakat saja,” ungkap Gus Mis saat ditemui di Media Center JKW4P, Jalan Cemara, Jakarta, Senin (14/7). Sebagai warga Madura, Gus Mis menegaskan dirinya terus memonitor dan mengetahui betul perihal partisipasi warga Madura dalam Pilpres kali ini. Keanehan suara Jokowi nol, jelas dia, juga makin menunjukkan, ada sesuatu yang tidak normal. Karena di hampir seluruh TPS di Indonesia, Jokowi mendapatkan suara yang signifikan. “Jadi, suara nol untuk Jokowi di Madura itu sangat berpotensi menimbulkan kecurigaan adanya manipulasi dari pihak penyelenggara pemilu,” tandasnya. “Jika KPUD cenderung permisif dan mendiamkan indikasi kecurangan, maka KPUD bisa diduga bagian dari kecurangan. karena itu, supaya kecurigaan itu menjadi kebenaran, maka pihak harus lakukan investigasi serius dengan Bawaslu,” tegas Gus Mis. Dia katakan pula, bahwa dirinya dan warga Madura tahu siapa saja pihak-pihak yang selama ini mengendalikan kecurangan ataupun manipulasi di Madura. “Pada saatnya, semua kebusukan ini akan terbongkar, karena Tuhan tidak pernah tidur, dan hukum akan ditegakkan. Saya berharap pihak KPUD serius menanggapi indikasikan kecurangan ini,” dia mengingatkan. =GAM/ABD

Hasil hitung cepat yang sebenarnya merupakan kontribusi keilmuan terhadap terselenggaranya pesta demokrasi yang jujur dan bertanggung jawab sehingga memastikan keputusan lembaga negara tidak dipengaruhi muatan politis dan justru sesuai dengan kebenaran empiris ternyata melenceng. Untuk itu, seluruh lembaga survei yang melakukan quick count membuka sumber dana serta metode dan datanya. Bahkan Forum Rektor Indonesia (FRI) siap membantu mengaudit lembaga survei tersebut. “Kita siap mensuplai ahli atau menjadi tim review independen. Nanti kita dapat melakukan analisis metodologi lembaga survei itu,” kata Rektor UGM Pratikno di Hotel Sari Pan Pacific Jl. Thamrin Jakarta, Senin (14/7). Menurutnya mereka tidak ada keinginan membuat lembaga survei sendiri. Mereka siap mendukung asosiasi lembaga survei di Indonesia. “Kita tidak mau mengambil alih karena akan runtuh lembaga survei itu. Kita siap mendukung asosiasi untuk menertibkannya,” terang dia. Selain itu, dia juga menilai pemilu kali ini adalah prestasi luar biasa. Jangan sampai Indonesia kembali ke masa orde baru. “Ini sebuah prestasi luar biasa meskipun ada banyak yang harus dibenahi. Adalah naif setelah 15 tahun kita mampu melewati masa sulit terus set back ke belakang,” pungkas dia. Sementara itu, Ketua FRI Ravik Karsidi menilai pelaksanaan Pilpres 2014 berjalan aman dan tetrib. Namun proses penghitungan suara dari tingkat TPS, PPS, PPK, KPU Kabupaten atau Kota sampai KPU harus dilakukan transparan dan profesional. “Agar proses pilpres yang jujur, adil, dan damai bisa dipertahankan untuk kepemimpinan nasional yang kuat dan efektif bisa dihasilkan,” ujar Ravik kepada wartaan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin, (14/7). =GAM/ABD


KORAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Ekonomi

SELASA 15 |JULI 2014 SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III No. 0402 | TAHUN III

55

BUNGA KREDIT UMKM

OJK Janji Desak Bank Lakukan Koreksi

ant/ari bowo sucipto

STOK BERAS LEBARAN. Sejumlah buruh mengangkut beras di Gudang Bulog Sub Divre Malang-Pasuruan, di Gadang, Malang, Jawa Timur, Senin (14/7). Persediaan beras Bulog menjelang lebaran di lima kota/kabupaten yakni Kota Malang, Pasuruan, Batu dan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dinyatakan aman hingga tujuh bulan ke depan dengan stok mencapai 31.955 ton.

Banyak “PR” Menunggu Presiden Terpilih Pengelolaan Fiskal Harus Dilakukan Sangat Hati-hati JAKARTA- Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Firmanzah mengatakan agenda pembangunan nasional masih menyisakan sejumlah tantangan, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Karena itu, siapapun yang akhirnya terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 harus didukung bersama demi melanjutkan pembangunan nasional yang tengah berjalan. “Siapapun yang akan terpilih, Presiden baru Indonesia sudah ditunggu banyak pekerjaan dan agenda. Kita tentunya tidak ingin menghabiskan energi terlalu banyak di kontestasi politik penyelenggaran Pilpres 2014. Kita masih membutuhkan energi yang besar menghadapi tahun-tahun mendatang. Karena itu, kita harus meniadakan dendam politik paska Pilpres,” kata Firmanzah di Jakarta, Senin (14/7). Menurutnya, tantangan ekonomi Indonesia masih berat. Pada tahun 2015, In-

donesia akan memasuki babak Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memerlukan perhatian serius mengingat waktu yang tersisa relatif singkat paska penyelenggaraan Pilpres. Karena itu, konsolidasi dan koordinasi lintas sektor perlu dipacu di samping mengawal percepatan infrastruktur sehingga Indonesia bisa mengambil manfaat positif dari era komunitas ASEAN. “Era baru masyarakat ASEAN ini tentunya juga memicu ketatnya persaingan antar kawasan di masa-masa mendatang,” paparnya. Selain itu, lanjutnya, tantangan lainnya terkait menjaga kedisipilinan fiskal. Untuk itu, pengelolaan fiskal memerlukan kehati-hatian dan kedisipilinan yang tinggi di saat ekonomi dunia masih menyisakan ketidakpastian yang tinggi. “Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih nantinya bertanggung jawab dan berkewajiban menjaga kesinambungan fiskal sehingga ekonomi nasional dapat terus tumbuh berkualitas,” tuturnya. Di saat yang bersamaan, katanya, reformasi birokrasi perlu dipercepat untuk memangkas ekonomi biaya tinggi yang selama ini banyak membelenggu daya sa-

ing nasional. Ia mengingatkan, efisiensi penyelenggaraan pemerintahan menjadi salah satu potret reformasi birokrasi yang perlu terus ditingkatkan untuk mendorong kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang optimal. Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati berharap agar presiden terpilih mampu mengoptimalkan alokasi anggaran di APBN sebagai stimulus bagi pengembangan sektor-sektor riil. “Ke depan, alokasi anggaran yang terkait dengan sektor-sektor riil harus ditambah dan terus dioptimalkan. Hal itu disebabkan kontribusi sektor pertanian dan industri pengolahan terhadap PDB dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan,” paparnya. Menurut Enny, dalam beberapa tahun terakhir kontribusi dari konsumsi pemerintah terhadap sektor riil terus mengalami penurunan. Meski pada 2013 kontribusi belanja pemerintah meningkat menjadi 9,11 persen, namun kata dia, pada kuartal pertama 2014 kembali lesu. “Kontribusi fiskalnya hanya sebesar 6,76 persen,” imbuhnya. =GAM

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan mendesak lembaga perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit yang menyasar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Demikian ditegaskan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono ketika menanggapi hasil temuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyebutkan bahwa tingkat bunga bank untuk UMKM terlalu berlebihan. “Sebenarnya kami tidak ingin (bunga untuk UMKM) itu tinggi-tinggi. Tetapi, (penurunan bunga) ini harus bertahap. Nanti diturunkan yang sesuai. Jangan merugikan lembaga keuangannya, tetapi juga jangan sampai memberatkan konsumennya,” kata Kusumaningtuti di Jakarta, Senin (14/7). Menurutnya, guna menyikapi kondisi tersebut, maka OJK akan meningkatkan koordinasi dengan KPPU terkait dengan pengawasan dan pengaturan di industri jasa keuangan. “Kami rencananya akan menandatangani MoU (nota kesepahaman) dengan KPPU. Sehingga, kami bisa mengkoordinasikan kerjasama di dalam memonitor (lembaga perbankan),” paparnya. Dengan demikian, lanjutnya, kerjasama tersebut diharapkan bisa membantu OJK dalam mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan. “Kami kan yang mengatur dan mengawasi lembaga keuangan. Jadi, supaya kami juga bisa memberikan informasi yang tepat kepada KPPU,” ucapnya. Dari pengamatan awal, lembaga superbody ini menilai sumber tingginya suku bunga berasal dari rasio beban operasional terhadap pendapatan bank (BOPO). “Kita yang utamakan adalah efektinya BOPO-nya. Sedapat mungkin jangan tinggi,” katanya. Dalam keterangan tertulisnya bulan lalu, Ketua KPPU Nawir Messi menjelaskan kajian dari pihaknya mendapati suku bunga perbankan saat ini merugikan UMKM. Sumber masalahnya adalah penetapan premi risiko oleh bank yang subyektif kepada debitur. Selain tidak transparan, proses perhitungan risiko ini dibebani pula biaya berganda dari pihak bank. Alhasil, nilai premi risiko kepada UMKM mencapai 20 persen, di atas suku bunga kredit yang dibebankan kepada pelaku usaha. =GAM


6

KORAN MADURA

Ekonomi

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

PERBANKAN

17 Ribu Laporan Masuk ke Call Center OJK JAKARTA-Data call center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima laporan mencapai 17 ribu laporan sejak awal dibukanya layanan tersebut sampai minggu pertama Juli tahun ini. Laporan yang didominasi oleh pertanyaan seputar produk jasa industri keuangan tersebut masih didominasi dari sektor perbankan. Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Pelayanan Konsumen, Kusumaningtuti Soetiono mengatakan, laporan yang masuk ke call center sepanjang tahun ini sudah meningkat 2 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, laporan yang paling banyak masuk adalah pertanyaan mengenai produk yang mencapai hampir 80%, dan sisanya merupakan pengaduan dan layanan informasi. Sisa 20 persen sifatnya adalah keluhan dan permohonan mediasi sengketa dengan lembaga penyedia jasa keuangan. “Peningkatan laporan ini didukung dari sosialisasi yang sudah dilakukan OJK selama ini. Selain itu, kami juga membuka telephone booth di 34 kantor kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Jadi setiap kali telepon itu diangkat langsung tersambung ke call center. Hal mudah ini juga yang membuat call center menjadi lebih dibutuhkan,” ujarnya pada acara pnerbitan buku literasi keuangan untuk

SMU, di Jakarta, Senin, (14/7). Dia melanjutkan, laporan pengaduan yang masuk masih didimoninasi oleh sektor perbankan. Sampai saat ini, outstanding laporan pengaduan sektor perbankan mencapai 40% dan sisanya dari sektor industri jasa keuangan lainnya. Sebagian besar pengaduan dari sektor perbankan tadi adalah pengaduan mengenai ATM dan tawaran produk-produk perbankan. “Mengenai tawaran-tawaran produk perbankan, saat ini kami hanya bisa menghimbau karena memang belum ada peraturannya. Kalau nanti pada 6 Agustus tahun ini peraturannya keluar, baru akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. Kusumaningtuti menjelaskan, pengaduan yang sifatnya kasuistik seperti itu juga melonjak karena fungsi pengawasan perbankan masuk ke ranah OJK per 1 Januari 2014. “Dari 20 persen pengaduan itu, 40 persennya didominasi perbankan, seperti keluhan tentang kartu ATM,” katanya. =GAM

Pelanggar Aturan Pemasaran Kartu Kredit Masih Marak JAKARTA-OJK mengakui penawaran kartu kredit lewat telepon dan pesan pendek (sms) masih marak, kendati sudah ada imbauan penghentian praktik tersebut sejak dua bulan lalu. Lembaga superbody ini memberi toleransi agen pemasaran kartu kredit supaya perlahan mengurangi sampai menghentikan total promosi agresif mereka hingga Agustus 2014 mendatang. “Soal telepon dan sms tawaran itu kita menunggu sampai 6 Agustus,” jelasnya. Sampai batas waktu yang ditoleransi, Kusumaningtuti mengaku tidak tinggal diam. Perbankan dan mitra pemasarannya dari penyedia jasa telekomunikasi diingatkan OJK jangan sampai mengganggu privasi konsumen. “Kita masih mengingatkan supaya tidak semena-mena, nanti dari laporan yang masuk akan kita evaluasi,” tandasnya. Larangan promosi kartu kredit atau paket investasi lewat telepon dan sms itu ini tertuang dalam Peraturan OJK nomor 1/2013. Aturan yang diterbitkan Agustus 2013 itu akan berlaku efektif mulai 6 Agustus 2014. Tetapi, pihak otoritas mempercepat pelaksanaannya pada Mei lalu. =GAM

ant/eric ireng

CONTACT CENTER UNTUK UKM. Direktur Enterprise dan Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin (kanan) menyaksikan penandatanganan plakat peluncuran STAR Contact Center dan Data Center oleh EGM Telkom Divisi Business Service, Yusron Hariyadi (kiri) saat Business Gathering STAR Contact Center dan STAR Data Center di Surabaya, Jatim, Senin (14/7). SMART Contact Center dan Data Center yang dihelat Telkom tersebut bertujuan untuk memudahkan para pelaku bisnis UKM dalam hal akses informasi pengelolaan layanan permintanan dari pelanggan.

Konsumsi BBM 22,9 Juta Kiloliter JAKARTA-Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi mencatat, konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi selama semester pertama 2014 mencapai 22,9 juta kiloliter. Kepala BPH Migas Andy N Sommeng di Jakarta, Senin mengatakan volume konsumsi tersebut sekitar 49,8 persen dari kuota APBN Perubahan 2014 yang ditetapkan sebesar 46 juta kiloliter. “Kami akan lakukan upayaupaya pengawasan agar kuota BBM sesuai target sebesar 46 juta kiloliter,” ujarnya. Menurut dia, realisasi konsumsi BBM subsidi selama enam bulan pertama 2014 tersebut terdiri atas premium 14,44 juta kiloliter, minyak tanah 0,46 juta kiloliter, dan solar sebesar delapan juta kiloliter. Sejumlah upaya pengendalian yang dilakukan antara lain pengurangan mulut keran (nozzle) BBM subsidi di SPBU kotakota besar. Pengurangan “nozzle” akan dimulai di wilayah Jakarta Pusat dan selanjutnya meluas ke kota-

kota lain. Langkah pengendalian lainnya adalah pembatasan kendaraan truk dan bus wisata tidak memakai solar subsidi serta taksi mewah tidak memakai premium bersubsidi. BPH Migas akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pelaksanaan pengendalian pemakaian BBM subsidi tersebut. Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro juga pernah mengatakan, pemerintah akan melakukan pengendalian pemakaian BBM subsidi. Menurut dia, angka 46 juta kiloliter merupakan kesepakatan dengan DPR, sehingga mau tidak mau harus dilaksanakan melalui pengendalian pemakaiannya. Sebelumnya, Pertamina memperkirakan realisasi konsumsi BBM bersubsidi bakal me-

lebihi 46 juta kiloliter jika tanpa melakukan upaya pengendalian. Pertamina memperkirakan konsumsi BBM yang disalurkan BUMN migas itu sampai akhir 2014 bakal mencapai 47,621 juta kiloliter. Rinciannya premium 30,207 juta, minyak tanah 899 ribu, dan solar 16,514 juta. Kelebihan konsumsi disebabkan antara lain karena pertambahan kendaraan mobil dan motor, serta pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, Pertamina akan melakukan upaya-upaya agar konsumsi BBM subsidi sesuai kuota APBN. Sementara, realisasi konsumsi BBM Pertamina sampai Mei 2014 tercatat 18,98 juta kiloliter yang terdiri atas premium 12,039 juta, minyak 395 ribu, dan solar 6,544 juta. Untuk realisasi BBM subsidi Pertamina pada 2013 adalah 46,25 juta kiloliter yang terdiri atas premium 29,26 juta, minyak 1,11 juta, dan solar 15,88 juta. =ANT/KELIK


KORAN MADURA PROBOLINGGO 8KORAN MADURA Lintas Jatim

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

OPINI 8

DUGAAN KORUPSI

Caleg Terpilih DPRD Ditahan JEMBER - Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Jember, Jawa Timur, menahan seorang calon legislator terpilih DPRD setempat dari Partai Persatuan Pembangunan, Sukarso karena terjerat kasus dugaan korupsi, Senin (14/7). "Penahanan dilakukan usai penyidik Polres Jember melakukan pelimpahan tahap kedua kasus dugaan korupsi anggaran dana desa 2012 dan anggaran insentif RTRW dengan melimpahkan berkas dan tersangkanya," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Hambaliyanto. Berdasarkan keterangan penyidik kepolisian, lanjut dia, tersangka Sukarso beberapa kali tidak mmenuhi panggilan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik dan seharusnya pelimpahan tahap kedua dilaksanakan dua pekan lalu. "Tersangka kasus dugaan korupsi ADD tidak kooperatif karena sering mangkir sehingga pelimpahan tahap kedua baru bisa dilakukan oleh pihak kepolisian hari ini dan tersangka langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Jember," paparnya. Sukarso ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ADD 2012 dan insentif RTRW dengan kerugian negara mencapai Rp 235 juta. Tersangka dijerat pasal 2, 3 dan 9 UndangUndang nomer 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 2 yakni memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara, kemudian pasal 3 berbunyi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada karena jabatan atau kedudukan, serta pasal 9 yakni pejabat atau bukan pejabat yang sengaja memalsukan buku-buku atau daftar khusus untuk pemeriksaan administrasi. "Jaksa akan melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan dan apabila diperlukan, penahanan akan diperpanjang sesuai dengan aturan," katanya. = ANT/ZUMROTUN SOLICHAH/DIK

ant/suryanto

PANTAU PENGHITUNGAN SUARA. Calon Presiden nomor ururt dua Joko Widodo (kedua kanan) berbicara kepada ratusan pendukungnya di kantor DPD PDIP Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/7). Jokowi meminta seluruh pendukungnya dan kader PDIP untuk mengawal ketat proses rekapitulasi suara Pilpres 2014.

Jokowi Minta Pendukung Jaga Kemenangan Jatim SURABAYA - Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pendukungnya menjaga suara untuk kemenangannya di Provinsi Jawa Timur pascapemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014. "Saya meminta kepada para relawan dan juga pendukung untuk turut serta menjaga suara kemenangan yang ada di Jawa Timur dengan hati yang bersih dan jujur," katanya saat bertemu dengan kader dan relawan di gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Jawa Timur, Senin (14/7). Ia mengemukakan target perolehan suara di Jawa Timur memang sudah menunjukkan hasil yang cukup bagus dan angka ini harus dipertahankan. "Saya tidak meminta untuk ditambahi satu atau dua suara, tetapi saya hanya meminta supaya angka tersebut tetap

dipertahankan, diawasi dan juga dipantau dengan jujur," katanya. Ia mengatakan, saat ini dirinya tidak bisa memberikan apaapa kecuali ucapan terima kasih kepada para pendukung yang ada di Jawa Timur pada pemilihan Presiden ini. "Kami juga mengucapkan terima kasih dengan adanya kemenangan di Jatim yang mencapai angka 53,6 persen dan angka tersebut tidak berbeda jauh dengan hasil dari proses hitung cepat yang sudah dilakukan," katanya. Ia hanya menitipkan supaya hasil yang sudah diraih ini terus dikawal, diawasi dan terus dipan-

Kami juga mengucapkan terima kasih dengan adanya kemenangan di Jatim yang mencapai angka 53,6 persen dan angka tersebut tidak berbeda jauh dengan hasil dari proses hitung cepat yang sudah dilakukan,�

Joko Widodo Calon Presiden

tau supaya hasil yuang ada betulbetul tidak berubah satu suara atau juga sampai hilang. "Angka itu harus dipertahankan utuh dengan kejujuran, kami tidak ingin tambah suara diperoleh dari hasil tindakan yang

tidak jujur," katanya. Oleh sebab itu, dirinya mempersilakan untuk terus memantau form C1 sampai dengan hasil yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada tanggal 22 Juli mendatang. "Sekali lagi kami meminta supaya suara tersebut tetap dipertahankan sampai dengan tanggal 22 Juli mendatang sesuai dengan hasil penetapan oleh KPU," katanya. Setelah melakukan kunjungan ke kantor DPD PDIP Jawa Timur, rombongan melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Pada pemilihan Presiden 2014 ini diikuti oleh dua pasangan calon masing-masing Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. = ANT/INDRA SETIAWAN/DIK


Lintas Jatim

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

9

Tiada Tolerir atas Rekayasa Pemilu SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyatakan tidak akan menolerir segala bentuk kecurangan pada pemilihan umum Presiden yang berlangsung pada 9 Juli 2014. Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Hasan Mutawakil di Surabaya mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sampai dengan selesai. "Ibaratnya, hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei ini seperti hisab, sementara hasil dari rukyiat itu sendiri akan diketahui

pada tanggal 22 Juli mendatang oleh KPU," katanya saat menerima kunjungan calon Presiden Joko Widodo di Kantor PWNU Jawa Timur, Senin (14/7). Ia mengatakan kedatangan calon Presiden Jokowi ke PWNU Jawa Timur ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan pengurus PWNU Jawa Timur dan juga sejumlah kiai yang ada. "Kami juga meminta kepada

masyarakat Indonesia untuk bersikap dewasa dalam menerima hasil dari proses penghitungan untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam pemilihan Presiden ini," katanya. Ia mengatakan siapapun nanti yang menjadi Presiden, diperlukan sikap kesatria dan juga senantiasan menjaga "tepo sliro" antara calon Presiden dan juga seluruh pendukung calon Presiden. "NU sendiri akan mendukung penuh siapa yang menjadi pemerintahan yang sah dan selalu mengambil kebijakan yang memihak kepada masyarakat, karena hal itu sudah dilakukan oleh NU

sejak dulu," katanya. Namun demikian, kata dia, NU tidak akan segan-segan untuk memberikan kritik dan juga memberikan masukan serta jalan keluar jika memang pemerintahan tersebut tidak mendukung kebijakan masyarakat. Sementara itu, Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, kedatangannya ke Jawa Timur ini ingin melihat proses penghitungan suara yang ada. "Sesuai dengan hasil penghitungan cepat memang tidak begitu banyak berubah hasilnya dengan proses penghitungan nyata, dan hasilnya menang," katanya.

Ia mengatakan, memang hasilnya tidak sama seratus persen, tetapi 99 persen angka tersebut tidak banyak bergeser dari proses penghitungan cepat yang selama ini sudah dilakukan. "Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Barat dimana hasil dari proses penghitungan cepat tidak banyak berubah dengan hasil penghitungan nyata yang dilakukan oleh tim," katanya. Pada pemilihan Presiden tahun 2014 ini diikuti oleh dua pasangan calon masing-masing Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan juga Joko Widodo-Jusuf Kalla. = ANT/INDRA SETIAWAN/DIK

JAMKESMAS

Dua RSUD Minta Pencairan Tunggakan SURABAYA - Dua rumah sakit milik Pemkot Surabaya meminta Kementerian Kesehatan RI segera mencairkan tunggakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Tahun Anggaran 2013 sebesar Rp 16 miliar yang hingga kini belum diberikan. "Infonya Juni lalu akan dibayar. Namun hingga memasuki bulan Juli, kok juga belum turun. Tunggakan jamkesmas itu terjadi pada dua rumah sakit milik Pemkot Surabaya, yaitu RSUD Dr Soewandie dan Bakti Dharma Husada (BDH)," kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita di Surabaya, Senin (14/7). Berdasarkan data, kata dia, tunggakan pemerintah pusat terhadap RSUD dr Soewandi dan RSUD Bhakti Husada Utama (BDH), cukup banyak. Untuk RSUD dr Soewandi sebesar Rp 14 miliar, sedangkan RSUD BDH sekitar Rp 2 miliar. Tunggakan itu terjadi karena pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan belum membayar kepada dua rumah sakit. Padahal kedua rumah sakit tersebut sudah memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyarakat pemegang kartu Jamkesmas pada 2013. "Meski belum dibayar, namun tak sampai berdampak terhadap pelayanan dan keuangan kedua rumah sakit ini. Kebetulan, rumah sakit kami mendapatkan subsidi dari APBD Kota

Surabaya sehingga masih bisa memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Yang kasihan adalah rumah sakit swasta karena mereka tak mendapatkan subsidi," katanya. Ia menegaskan sekali lagi pelayanan kedua rumah sakit tersebut pada masyarakat miskin tetap tak berubah. Pasien miskin tetap dilayani seperti biasanya. "Pelayanan kesehatan masyarakat tetap jalan dan termasuk ketersediaan obatobatan," katanya. Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim dr Dodo Anondo MPH mengakui hingga kini belum ada kejelasan kapan pencairan tunggakan Jamkesmas 2013 dari pemerintah pusat. Padahal tunggakan jamkesmas di rumah sakit seluruh Jatim mencapai Rp 200 miliar. "Kami belum tahu kapan tunggakan jamkesmas pada 2013 lalu itu bisa dicairkan. Hingga sekarang ini belum ada surat pemberitahuan dari kemenkes soal tersebut," tegasnya. Ia mengatakan PERSI Jatim sudah banyak menerima surat pengaduan terutama dari rumah sakit daerah yang ada di Jatim. Isinya menanyakan kapan tunggakan jamkesmas itu dicairkan dengan alasan mereka karena mengalami kesulitan keuangan. = ANT/ABDUL HAKIM/DIK

ant/ari bowo sucipto

TEKAN HARGA SEMBAKO. Sejumlah warga antre untuk membeli sembako dengan harga murah dalam Operasi Pasar Bulog di Pasar Tawangmangu, Malang, Jawa Timur, Senin (14/7).

TINGKATKAN ANIMO MASYARAKAT

Bingkisan Sembako untuk Pendonor MALANG - Palang Merah Indonesia Kota Malang, Jawa Timur, menyediakan bingkisan berupa sembako bagi warga yang mendonorkan darahnya selama Bulan Ramadan karena pada bulan tersebut selalu minim pendonor, sehingga stok darah terus menipis. "Khusus pada Bulan Ramadan ini para pendonor akan mendapatkan bingkisan sembako. Cara ini kami lakukan untuk meningkatkan animo masyarakat mendonorkan darahnya, sebab pada setiap Bulan Ramadan jumlah pendonor menurun drastis, apalagi bersamaan dengan liburan kuliah mahasiswa," kata Penggerak dan Pelestari Donor Darah Sukarela (PPDDS) PMI

Kota Malang Agus Tri Prasetyo, Senin (14/7). Ia mengakui setiap Bulan Ramadan, stok darah di PMI pasti menipis, bahkan saat ini stok yang ada tidak lebih dari 2.500 kantong untuk berbagai jenis golongan. Padahal, kebutuhan untuk distribusi ke sejumlah rumah sakit, puskesmas maupun klinik rata-rata mencapai 385 sampai 400 kantong setiap hari. Menurut dia, kalau masyarakat yang mendonorkan darahnya minim, otomatis stok darah di PMI akan semakin menipis. Oleh karena itu, PMI terus berupaya untuk menggairahkan masyarakat agar mendonorkan darahnya, meski pada Bulan Ramadan. Menyinggung jumlah pendo-

nor selama Bulan Ramadan , Agus mengatakan rata-rata tidak lebih dari 62 orang pendonor setiap hari, padahal di luar bulan puasa bisa mencapai seratus lebih per hari. Jumlah pendonor yang rata-rata lebih dari seratus orang setiap hari di luar bulan puasa itupun juga belum bisa mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, lanjutnya, dalam waktu dekat ini PMI akan mengundang berbagai organisasi masyarakat untuk bekerja sama dalam mensosialisasikan dan mengkampanyekan donor darah. "Kami khawatir dengan stok darah pada Lebaran nanti, sebab biasanya permintaan darah dari rumah sakit meningkat, termasuk trombosit," katanya. = ANT/ENDANG SUKARELAWATI/DIK


10

Lintas Jatim

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

AKIBAT GEMPA

Satu Rumah Ambruk

ant/suryanto

MUDIK LEBIH AWAL. Sejumlah penumpang turun dari KM Tidar saat sandar di Terminal Penumpang Kapal Laut, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/7). Pemudik dari luar Pulau Jawa memilih mudik ke kampung halaman mereka lebih awal untuk menghindari kahabisan tiket kapal laut khususnya jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Lonjakan Penumpang Diprediksi Lima Persen SURABAYA - Lonjakan penumpang di Terminal Purabaya dan Tambak Osowilangun (TOW) Kota Surabaya pada Lebaran tahun ini diprediksi tidak mengalami kenaikan yang berarti atau hanya sekitar lima persen. Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Eddy mengatakan hal ini dikarenakan sebagian besar penumpang yang melakukan perjalanan mudik Lebaran sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi. "Kalau saya perkirakan aling mengalami kenaikan tidak lebih dari lima persen saja. Di Purabaya jumlah penumpang bisa mencapai seratus ribu saja," katanya. Meski begitu, pihaknya mengaku telah mempersiapkan armada penuh termasuk cadangan dengan rincianya sebanyak 1.700 armada di Terminal Purabaya, dan 1.200 di Terminal Oso Wilangun.

Hal ini, kata dia, pihaknya sudah mempersiapkan semua armada bus AKAP dan AKDP. "Pokoknya kalau ada lonjakan penumpang baru kita keluarkan semua sudah siap," katanya. Sementara itu, terkait persiapan jajaranya menghadapi momen arus mudik Lebaran, Eddy sudah mengibstruksikan semua petugas Dishub dilarang libur atau cuti selama Lebaran. "Semua petugas Dishub dilarang cuti atau libur selama lebaran. Ini sudah instruksi dari pusat demi kelancaran arus mudik lebaran," katanya. Wakil ketua komisi C DPRD

Kalau saya perkirakan aling mengalami kenaikan tidak lebih dari lima persen saja. Di Purabaya jumlah penumpang bisa mencapai seratus ribu saja,�

Eddy

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Surabaya Simon Lekatompessy menyatakan Dishub perlu memastikan kesiapan layanan di terminal tersebut. Sebab, tanpa ada kesiapan dan layanan yang bagus dari unit pelaksana teknis daerah (UPTD) terminal Pura-

baya, maka penanganan puncak arus mudik di Purabaya akan kedodoran. "Dalam menyambut ledakan jumlah penumpang di Purabaya dan TOW, pelayanan harus bagus," katanya. Politisi asal Partai Damai Sejahtera (PDS) ini menjelaskan, jumlah pemudik tahun lalu mencapai 95.000 orang. Jumlah itu masih banyak dan harus memperoleh layanan yang bagus dari UPTD Purabaya dan TOW. Ia menyarankan pemenuhan kebutuhan calon penumpang juga sangat penting, seperti penambahan armada bus supaya penumpang tidak telantar menunggu antrean. "Intinya, kami tidak ingin layanan mudik di Purabaya kedodoran, itu saja," tegasnya. = ANT/ABDUL HAKIM/DIK

TRENGGALEK - Satu unit bangunan rumah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dilaporkan ambruk akibat gempa berskala 5,6 skala Richter (SR) yang terjadi, Senin (14/7) sekitar pukul 12.05 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, gempa tektonik yang berpusat di kedalaman 10 kilometer pada titik ordinat 09.06 LS, 111.24 BT, dan berjarak sekitar 104 kilometer tenggara Kabupaten Pacitan, Jatim itu sempat membuat warga panik berhamburan keluar rumah. Ratusan PNS yang bekerja di gedung Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek bahkan ikut berlarian menyelamatkan diri dari gedung dua lantai tempatnya bekerja. Hal serupa dilakukan belasan anggota Badan Anggaran DPRD Trenggalek yang saat itu menggelar rapat pembahasan KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Sejumlah anggota banggar yang masih di dalam gedung DPRD usai pembahasan KUA-PPAS sontak berlarian ke halaman karena gerakan gempa terasa semakin kuat hingga menimbulkan bunyi berdecit akibat gesekan kayu bangunan di bagian atap. "Sejauh ini kami tidak menerima laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa berskala 5,6 SR di lepas pantai (Kabupaten) Pacitan," ucap Kasi Kedaruratan, Ahmad Budiharto. Informasi kerusakan rumah akibat gempa diperoleh Antara dari salah seorang relawan salah satu calon anggota DPRD RI di Kabupaten Trenggalek, Ahmad Najib. Ia menyampaikan, satu unit bangunan dapur berbentuk semipermanen milik Kakek Basuni (56) di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, ambruk begitu goyangan gempa menguat. Beruntung Basuni, istri dan anggota keluarganya yang lain saat itu sedang tidak berada di bawah dapur, sehingga mereka lolos dari maut. Selain di Trenggalek, gempa berkekuatan 5,6 SR yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, juga sempat membuat warga panik. Tak hanya di pemukiman, warga yang sedang bekerja pun berhamburan meninggalkan ruangan. = ANT/DESTYAN HANDRI SUJARWOKO/DIK


Lintas Jatim

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

11

Ada Pencoblosan Ganda di Kediri Panwas Rekomendasikan Pemilu Ulang KEDIRI - Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, merekomendasikan untuk pemilu ulang di TPS 9 Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, kabupaten setempat terkait temuan pencoblosan ganda. "Setelah kami mengkaji dan atas masukan dari Gakumdu, hanya ada pelanggaran administrasi dalam mekanisme pendaftaran pemilih. Kami akhirnya merekomendasikan pemungutan suara ulang," kata Ketua Panwas Kabupaten Kediri Muji Harjito di Kediri, Senin (14/7). Ia mengatakan, panwas juga sudah mengkaji kemungkinan adanya pelanggaran pidana terkait dengan pencoblosan dobel di TPS 9 Desa Pandantoyo serta TPS 8 Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri tersebut. Namun, yang dilakukan Anis Tri Pujiana, warga Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, itu ternyata tidak termasuk perbuatan melawan hukum. Perbuatannya telah dikaji dan tidak melanggar Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Jito juga menyebut, apa yang dilakukan Anis tersebut adalah pelanggaran administrasi dalam mekanisme pendaftaran pemilih. Pelanggaran tersebut menunjukkan adanya keteledoran atau kelalaian petugas yang berwenang. Ia juga mengatakan, untuk

pemilu ulang itu akan diselenggarakan pada Selasa (15/7) di TPS 9 Desa Pandantoyo. Untuk di TPS 8 Desa Jagul, tidak akan dilakukan pencoblosan ulang, sebab dinilai tidak bermasalah. "Kami menilai tidak bermasalah yang di TPS 8 Desa Jagul, sebab Anis mencoblos yang pertama," kata Jito. Sebelumnya, panwas menerima laporan adanya warga yang mencoblos dua kali, yaitu Anis Tri Pujiana. Yang bersangkutan diketahui mendapatkan dua surat pemberitahuan untuk memberikan hak suara atau formulir C6. Namun, sejauh ini belum diketahui dengan persis, mengapa yang bersangkutan sampai memberikan hak suara dua kali. Anis sendiri saat ini berdomisili di Desa Jagul dan sudah terdata sebagai warga di desa itu. Panwas dengan didampingi dari KPU, Kejaksaan Negeri, serta dari Polres Kediri sudah sepakat dan membuka kotak suara di TPS tersebut untuk mencari bukti terkait dengan temuan pencoblosan ganda tersebut. Panitia pemungutan suara (PPS) di TPS 9 Desa Pandantoyo sempat tidak mengetahui bahwa

ant/rudi mulya

REKAPITULASI PILPRES TINGKAT KECAMATAN. Panitia pemungutan suara membuka kotak suara saat rekapitulasi atau penghitungan suara tingkat Kecamatan di Kecamatan Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur, kemarin. Rekapitulasi di tingkat Kecamatan berlangsung pada 13-15 Juli kemudian di tingkat kabupaten/kota pada 16-17 Juli, tingkat provinsi pada 18-19 Juli dan dilanjutkan ke tingkat nasional pada 20-22 Juli mendatang.

Anis sudah mencoblos di TPS 8 Desa Jagul. Ia baru diketahui telah mencoblos setelah memasukkan surat suara di TPS 9 Desa Pandantoyo. Panitia pemungutan suara setempat dengan mendapatkan persetujuan dari saksi membuka kotak suara itu dan menyatakan surat suara itu tidak sah. Dalam Pemilu Presiden 2014 ini, di Kabupaten Kediri, juga diwarnai sejumlah dugaan kecurangan, di antaranya adalah

politik uang. Panwas Kabupaten Kediri telah menemukan adanya tiga dugaan politik uang, yang bahkan salah satunya melibatkan panitia pemungutan suara (PPS). Kecurangan itu terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, yang melibatkan warga setempat. Temuan yang kedua, politik uang itu terjadi di Desa Ngino, Kecamatan Plemahan. Temuan ketiga di Desa Semambung, Kecamatan Kayen

Kidul, Kabupaten Kediri. Besar uang yang diberikan sama, yaitu Rp 20 ribu. Mereka diberi uang untuk memilih calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut satu, yaitu Prabowo - Hatta. Pemilu Presiden 2014 di Kabupaten Kediri diikuti sebanyak 1.182.255 pemilih yang tersebar di 344 desa yang ada di 26 kecamatan. Aspirasi mereka disalurkan di 4.170 tempat pemungutan suara (TPS). = ANT/DESTYAN HENDRI SUJARWOKO/DIK

PILPRES

KPU: Lima Kecamatan Belum Serahkan Hasil Rekapitulasi KEDIRI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyebut lima kecamatan di daerah itu belum menyerahkan hasil rekapitulasi suara Pemilu Presiden, 9 Juli 2014. "Sampai saat ini sudah 21 PPK (panitia pemilihan kecamatan) dari 26 kecamatan yang sudah mengirimkan, sementara lainnya belum," kata Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaruisworo di Kediri, Senin (14/7). Ia mengatakan lima kecamatan yang belum mengirimkan hasil rekapitulasi itu, antara lain PPK di Kecamatan Kepung, Puncu, Kunjang, Plemahan, serta

Pagu. Untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kepung, Puncu, Kunjang, sudah selesai rekapitulasi dan tinggal mengirimkan hasilnya ke KPU. "Untuk PPK di Plemahan serta Pagu dari laporan yang kami terima baru pagi ini akan melakukan proses rekapitulasi," ujar Sapta. Pihaknya mengatakan KPU memang memberi batasan waktu sampai tiga hari untuk proses rekapitulasi di tingkat kecamatan, mulai Minggu (13/7) hingga Selasa (15/7). Setelah proses rekapitulasi, diharapkan petugas segera mengirimkan hasil itu ke KPU, untuk proses rekap.

Sampai saat ini sudah 21 PPK (panitia pemilihan kecamatan) dari 26 kecamatan yang sudah mengirimkan, sementara lainnya belum,�

Sapta Andaruisworo Ketua KPU Kabupaten Kediri

Sapta mengatakan untuk proses rekapitulasi di tingkat

kabupaten akan dilakukan pada Rabu (16/7). Dipastikan, semua kecamatan telah selesai proses rekapnya, dan setelah rekap di KPU akan dikirimkan ke KPU Provinsi Jatim. Pemilu Presiden 2014 di Kabupaten Kediri diikuti 1.182.255 pemilih yang tersebar di 344 desa yang ada di 26 kecamatan. Aspirasi mereka disalurkan di 4.170 tempat pemungutan suara (TPS). Di Kota Kediri, proses rekapitulasi sudah selesai. Dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Pesantren, Mojoroto, serta Kota, semua sudah selesai dan hasilnya sudah dikirimkan ke KPU Kota

Kediri. "Semua sudah selesai kemarin (13/7) dan sudah dikirimkan ke KPU untuk logistiknya. Saat ini, tinggal menunggu proses rekap nanti pada Rabu (16/7)," ujar Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofik. Pemilu Presiden 2014 di Kota Kediri diikuti oleh 209.287 pemilih yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Kediri. Selain DPT itu, pemilih tersebut juga masih ditambah dengan pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK) ataupun yang menggunakan formulir A5. = ANT/DESTYAN HENDRI SUJARWOKO/DIK


KORAN MADURA

KORAN PROBOLINGGO 12 SELASA 15 JULI 2014|NO. 0402|TAHUN III MADURA

LINTAS12 JATIM

Probolinggo

SELASA 15 JULI 2014 NO. 0402 | TAHUN III

PERISTIWA ALAM

Fenomena Pelangi Gegerkan Warga PROBOLINGGO – Munculnya pelangi di langit angkasa pada Senin (14/7) sekitar pukul 07.00, membuat sebagian warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo geger. sebab, pelangi itu muncul secara tiba-tiba. Bahkan, warna pelangi itu terlihat indah bersamaan terbitnya matahari.

Omzet pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Probolinggo mengalami kenaikan drastis.

Omzet PKL Naik Selama Ramadan PROBOLINGGO – Di bulan puasa ini, omzet pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Probolinggo mengalami kenaikan drastis. Terutama bagi PKL yang berjualan makanan dan minuman. Bahkan, omzet PKL naik dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya. Salah seorang PKL, Sudi mengatakan naiknya omzet PKL karena banyak masyarakat yang berbuka puasa di alun-alun Kota Probolinggo. Mereka lebih memilih makanan yang dijual oleh para PKL ketimbang makanan yang ada di rumah makan. “Sejak awal bulan puasa kemarin, banyak masyarakat yang berbuka puasa di alun-alun,” katanya saat bincang-bincang dengan wartawan, Senin (14/7). Dengan banyaknya masyarakat yang berbuka di luar, imbuh dia, omzet PKL mengalami kenaikan drastis. Bahkan, ada PKL yang bisa meraup untung sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per-

hari. Sudi menceritakan, masyarakat yang mangkal di lokasi PKL alun-alun saat berbuka puasa itu, tidak hanya berasal dari kota Probolinggo saja. Tetapi banyak masyarakat yang dari luar kota. “Jadi salah satu faktor naiknya omzet PKL itu karena banyak pembeli yang berbuka puasa di lokasi PKL,” imbuhnya. Hal senada juga diakui pedagang lainnya, Mustofa. Menurut dia, bulan puasa Ramadan ini memang banyak membawa barokah. Meski PKL tidak membuka dagangannya pada siang hari, namun omzetnya jauh lebih besar. Karena banyak pembeli yang da-

tang saat berbuka puasa. Dia sendiri mengaku, sejak awal puasa kemarin, ia memperoleh keuntungan sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu perhari. Bahkan, dagangan es degannya hingga kelabakan. “Saya saja sampai kelabakan. Karena banyak pembeli yang datang saat berbuka puasa,” akunya. Sekedar diketahui, jumlah PKL yang ada di Kota Probolinggo kurang lebih 3000 PKL. Mereka tidak hanya mangkal di alun-alun saja, tetapi tersebar di sejumlah ruas tempat yang ada di Kota Probolinggo. Agar para PKL tersebut terlihat tertib, Paguyuban PKL Kota Probolinggo selalu memberikan pembinaan. Terlebih selama bulan puasa ini, mereka diharapkan tidak membuka dagangganya pada siang hari untuk menghormati masyarakat yang sedang menjalani ibadah puasa. =Muhammad Sugianto

Dengan munculnya pelangi di langit angkasa itu, banyak beragam tafsir dari kalangan masyarakat. Ada yang menganggap kalau munculnya pelangi itu merupakan fenomena alam. Ada pula sebagian masyarakat yang mempunyai kesimpulan, jika munculnya pelangi tersebut mengandung makna yang penuh dengan arti tentang kehidupan. “Pelangi itu memang fenomena alam. Tapi sesungguhnya juga mempunyai makna dan arti,” terang seorang ustazd Yusuf Riadi saat dimintai komentarnya. Hanya saja, ustazd itu tidak menjelaskan secara detail apa arti dari munculnya pelangi

yang secara tiba-tiba itu. “Yang jelas pasti ada artinya,” ungkapnya. Menurut dia, munculnya fenomena pelangi tersebut bisa ada kaitannya dengan pilpres. Apalagi situasi pilpres kali ini saling mengklaim sama-sama menang dengan merujuk metode hitung cepat (quick count).“Makanya masyarakat itu harus hat-hati menyikapi kondisi politik sekarang,” ungkapnya. Sementara itu, sebagian masyarakat ada yang menilai jika munculnya pelangi itu sebagai fenomena alam yang sudah biasa terjadi. Seperti yang diungkapkan seorang warga setempat, Sundari. Menurut dia, pelangi itu merupakan fenomena optic dan meteorology yang menghasilkan spectrum cahaya matahari setelah terjadi hujan. “Itu hanya fenomena alam biasa kok,” tandasnya. Dia menambahkan, dengan munculnya pelangi di langit angkasa itu, warga tidak perlu menafsirkannya yang macammacam. Karena pelangi itu bisa dilihat setelah terjadi cuaca hujan. Biasanya, pelangi itu muncul berbentuk lengkungan yang diakibatkan karena tetes hujan di udara. =Muhammad Sugianto

FENOMENA. Warna pelangi muncul tiba-tiba dan terlihat indah bersamaan terbitnya matahari.


Probolinggo

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014|NO. 0402|TAHUN III

TUNJANGAN

Tak Ada Anggarkan Parsel Pegawai PROBOLINGGO Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dalam bulan Ramadan ini dipastikan tidak akan memberikan bingkisan parsel kepada para pegawainya. Alasan pemkab tidak memberikan hal itu, sesuai dengan petunjuk atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2010 kemarin. Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Probolinggo, Tanto Walono mengatakan pemkab memang sudah tidak menyediakan parsel kepada para pegawai ketika bulan Ramadan setelah 2010 kemarin. Karena dalam audit BPK tersebut, menilai parsel itu dinilai ada sebuah unsur gratifikasi.“Pegawai dipastikan tidak akan mendapatkan parsel sejak empat tahun sejak kemarin secara berturut turut,” terangnya, kepada wartawan, Senin (14/7). Menurutnya, dengan dihapusnya parsel kepada pegawai pada bulan Ramadan, baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil

KASUS MERCON

Dua Pemuda Diamankan Polisi

(PNS) atau honorer sudah mendapatkan Tunjangan Pegawai setiap dua bulan sekali. Untuk besaran tunjangan bagi para pegawai tersebut, sesuai dengan golongan dan masa kerja pegawai. Sementara untuk pegawai yang PNS tunjangan mulai dari Rp 500 ribu perbulannya sedangkan untuk pegawai yang honorer mencapai Rp 75 ribu rupiah perbulannya.“Mereka mendapatkan tunjangan pegawai itu, per dua bulan sekali,” ucap Tanto Walono.

Sedangkan jumlah pegawai yang ada di Kabupaten Probolinggo mencapai angka 10 ribu orang, baik dari jajaran PNS maupun yang masih berstatus honorer.

Sedangkan jumlah pegawai yang ada di Kabupaten Probolinggo mencapai angka 10 ribu orang, baik dari jajaran PNS maupun yang masih berstatus honorer. =Mahfud Hidayatullah

13

PROBOLINGGO – Dua pemuda yang masih berstatus pelajar ketahuan nekat membawa mercon yang dibakar di depan kantor pemkab Probolinggo, Minggu, (13/7) malam. Dari perlakuan itu,

kedua pemuda itu akhirnya diamankan polisi. Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Suparyono, mengatakan kedua orang pemuda ini di amankan polisi gara-gara membakar petasan di depan

kantor sekretariat Pemda Kabupaten Probolinggo, di jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan pada pukul 21.00 WIB. Keduanya itu langsung diamankan ke Mapolsek Kraksaan beserta barang bukti berupa petasan yang masih belum dinyalakan oleh kedua pemuda itu.”Keduanya tertangkap basah oleh anggota sedang meMbakar petasan di depan kantor pemda,”jelasnya. Menurutnya, kedua pemuda yang tertangkap basah oleh polisi karena perbuatanya, mengaku berasal dari Desa Krejengan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Bahkan, keduanya mesih berstatus pelajar. “ Dalam tas keduanya tersebut, di temukan buku tulis dan tas warna hitam berisi 5 mercon ukuran besar yang masih belum di bakar oleh pemuda itu,”papar Iptu Suparyono. Iptu Suparyono menambahkan, dari perbuatan kedua pemuda yang masih pelajar itu akhirnya berurusan dengan polisi. Perbuatan keduanya tersebut, melanggar Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1995.“ Bagi para pelanggarnya dikenakan ancaman hukuman seumur hidup, apabila proses atau mekanismenya sesuai UU tersebut,”pungkasnya. =Mahfud Hidayatullah

Lampu Merah Peringatan Musibah Kecelakaan Terjadi karena Pengendara Ceroboh PROBOLINGGO - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Proboolinggo mengimbau warga masyarakat untuk taat berlalu lintas saat berada di jalan raya. Masih banyak pengendara yang meremehkan dengan main terobos saat lampu merah menyala. Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ridho Tri Purtanto mengatakan agar pada saat lampu merah menyala diharapkan pengendara harus mengikuti lampu isyarat tersebut dan diwajibkan berhenti. Karena dinilai selama ini para pengguna jalan masih terbilang tinggi yang cuek terhadap lampu merah menyala.“Padahal lampu merah merupakan aturan yang harus

dipatuhi oleh pengendara kendaraan bermotor, baik sepeda motor mapun mobil,” terangnya kepada wartawan, Senin (14/7). Menurutnya, pihaknya sampai saat ini belum melakukan tindakan represif bagi pengendara yang masih lalai atau sengaja tidak menyalakan lampu pada siang hari dan menerobos lampu merah. Selain itu Satlantas Polres Probolinggo juga melakukan upaya sosialisasi terkait kebija-

kan rambu lalu lintas.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ridho Tri Purtanto mengatakan agar pada saat lampu merah menyala diharapkan pengendara harus mengikuti lampu isyarat tersebut dan diwajibkan berhenti. “Se lama ini p e ng e ndara yang me lewati p e re mp atan s aat lamp u b e r warna me rah, b is a lang s ung

b e lo k ke ki ri ta npa ha rus me ngi nda hka n tra ffi c lig ht tersebut. Na mun sa a t ini, a tura n tersebut tel a h b e ruba h,” tega sny a . Lebih lanjut, ia mengatakan pengendara yang ingin belok ke kiri saat lampu merah traffic lights menyala, tidak bisa serta merta jalan terus. ”Pengendara harus berhenti dan menunggu lampu hijau menyala. Kecuali, ada rambu atau petunjuk lain yang mengizinkan pengendara jalan terus jika ingin belok ke kiri,” jelas AKP. Ridho Tri Purtanto. Dari kelalaian dan kesengajaan pengendara, kata AKP.Ridho Tri Pur-

tanto, dapat menimbulkan angka kecelakaan yang meningkat.”Kami ingin ada kesadaran dari masyarakat apalah arti menunggu waktu satu menit demi keselamatan berlalu lintas.. Demi keselamatan kita bersama,” ucapnya. Pihaknya juga mengatakan, taat berlalu lintas memang sudah diatur dalam pasal 107 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yakni tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang didalamnya mengatur keharusan menghidupkan lampu di siang hari bahkan juga mengatur tentang tata cara ramu-rambu lalulintas yang ada di jalan. =Mahfud Hidayatullah


14

KORAN MADURAKORAN MADURA SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

LAPORAN CAROL AJI DARI BRAZIL

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

14

JERMAN JUARA DUNIA,

Goetze PahlawanNYA RIO DE JANEIRO - Mario Goetze menjadi pahlawan Jerman dalam menjuarai Piala Dunia 2014 ini. Pasalnya dia mencetak gol tunggal kemenangan “Der Panzer” ke gawang Argentina pada menit ke-113 untuk membawa timnya keluar sebagai “Campione” pesta sepakbola tertinggi sejagat ini. Meskipun, Goetze masuk sebagai pemain pengganti, mengisi posisi yang ditinggalkan Miroslav Klose.

D

MARIO GOETZE merayakan golnya ke gawang Argentina di menit ke-113’ yang memastikan kemenangan Jerman di laga final Piala Dunia 2014, Senin (14/7) dini hari WIB. Jerman menaklukkan Argentina dengan skor 1-0.

alam laga yang disaksikan secara langsung oleh wartawan Koran Madura, Carol Aji ini, Jerman dan Argentina bermain imbang tanpa gol selama 90 menit sehingga memaksa kedua tim bermain pada babak perpanjangan waktu. Sebenarnya, Argentina sukses mencetak gol melalui Gonzalo Higuain pada babak pertama, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena Higuain sudah terjebak dalam posisi off side. Kedua tim juga sama-sama memiliki peluang menghasilkan gol, tetapi hingga selesai 90 menit tidak ada satu pun peluang itu yang berbuah gol. Akhirnya kebuntuan itu dipecahkan oleh Goetze. Goetze sendiri mengaku sulit menggambarkan perasaannya dengan kata-kata dan nyaris tidak percaya dengan kesuksesan ini. “Saya tidak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaan saya. Saya hanya mencetak gol dan setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi. Seluruh tim dan semua rakyat Jerman akan berpesta. Akhirnya mimpi itu terwujud,” kata penyerang Bayern Munchen itu. Setelah menggantikan Miroslav Klose pada menit ke-88, Goetze menemukan momen istimewa hanya tujuh menit menjelang pertandingan perpanjangan waktu berakhir ketika dia memanfaatkan umpan manis Andre Schurrle dari sisi kiri. Goetze sempat menahan dengan dada bola kiriman Schurrle, sebelum melepas tendangan kaki kiri ke tiang jauh yang tidak bisa dihentikan kiper Argentina Sergio Romero. “Saya melewati musim yang cukup sulit. Saya berhutang budi pada keluarga saya dan pacar saya (model Ann Kathrin Brommel) yang selalu percaya pada saya. Ini tidak sederhana, tetapi saya sangat bahagia berada di sini. Saya tetap berlatih dan bekerja keras

dan semua itu akhirnya dimahkotai dengan trofi,” tutupnya. Sementara itu, Miroslav Klose mengungkapkan bahwa dia memberikan pesan kepada Mario Goetze sesaat sebelum menggantikannya pada laga tersebut. “Sebelum Mario menggantikan saya, saya sampaikan kepadanya, kamu harus membuatnya menjadi nyata,” kata Klose yang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol atau unggul satu gol dari mantan striker Brasil Ronaldo yang mengoleksi 15 gol. Klose adalah satu-satunya pemain yang tersisa dari skuat “Der Panzer” yang dikalahkan Brasil pada final Piala Dunia 2002 di Stadion Yokohama Jemang. “Luar biasa. Ini memahkotai semuanya. Kami sekali menjadi juara dua, dua kali sebagai juara tiga, tetapi ini kelas dunia. Saya akhirnya bisa menyempurnakannya dengan kerja yang sangat keras. Ini adalah mimpi sejak lama yaitu mengangkat trofi dan bukan hanya bertepuk tangan untuk tim juara,” lanjut Klose. Sedangkan kiper Manuel Neuer mengakui, mereka akan selalu tersenyum seusai meraih gelar juara dunia untukkeempat kalinya pada Piala Dunia 2014 ini. Neuer dan kawan-kawan akan terus berpesta merayakan keberhasilan ini. “Tim ini sangat perkasa, bukan hanya para pemain di lapangan, tetapi seluruh tim pendukung. Pada waktunya kami akan berhenti berpesta, tetapi kami akan selalu tampil lagi dengan senyum,” ujar Neuer. Kapten tim Philipp Lahm menambahkan, mereka tidak peduli apakah mereka mendapat gelar pemain terbaik atau tidak yang terpenting mereka adalah tim terbaik. “Apakah kami mendapat gelar pemain terbaik atau tidak, tidak soal. Yang terpenting kami menjadi tim terbaik,” katanya Dia melanjutkan, “Kami terus tampil bagus dalam turnamen-turnamen seperti ini dan tidak membiarkan diri kami diganggu. Kami bermain dengan cara kami sendiri. pada akhirnya kami berdiri sebagai juara. Sangat sulit melukiskan perasaan sebagai juara. Tim ini sangat sabar.” =CAROL AJI/DAR


KORAN MADURA

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

LAPORAN CAROL AJI DARI BRAZIL

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

15

15

Messi: Saya Hanya Ingin Juara Raih Golden Ball, El Messiah Tetap Sedih RIO DE JANEIRO - Pemain Tim Nasional Argentina, Lionel Messi tertunduk lesu saat timnya gagal meraih gelar juara dunia ketiga, setelah dikalahkan Jerman dengan skor tipis 0-1 pada laga final Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7) dini hari WIB. Meskipun dia dianugerahi sebagai pemain terbaik atau Goldel Ball untuk turnamen yang berlangsung selama satu bulan ini, dia tidak terlalu bersemangat bahkan terlihat sedih.

S

aya terluka dengan kalah seperti ini. Sedikit lagi kami melakukan adu tendangan penalti. Saya kira kami sedikit lebih baik karena memiliki beberapa peluang emas,” ucap Messi seperti dilaporkan wartawan Koran Madura, Carol Aji dari Rio De Janeiro Brasil Senin (14/7). Messi tidak bersemangat naik ke podium saat menerima gelar Golden Ball sepanjang turnamen ini. Dia tidak menggubris salaman dari para fans selama dia naik dan turun dari tribun. Dia juga berdiri dalam keheningan saat menyaksikan para pemain Jerman bersukaria merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia ini. “Pada saat seperti ini, saya tidak peduli dengan semua gelar. Saya hanya memikirkan mengangkat trofi,” ucapnya. Pelatih Argentina Alejandro Sabella menilai, Messi layak

menerima penghargaan terbaik selama Piala Dunia 2014 ini karena dia bermain sangat bagus dan memainkan peran yang luar biasa serta menjadi faktor utama dalam timnya. Messi sudah meraih segalanya bersama Barcelona tetapi dia banyak dikritik karena belum mampu membawa Argentina menjadi juara dunia. “Dia sudah sejajar dengan para pemain hebat,” kata Sabella saat ditanya tentang Messi yang dibandingkan dengan legenda sepakbola Argentina Diego Armando Maradona dan legenda sepakbola Brasil, Pele. Messi terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014 karena dia empat kali dinobatkan sebagai “Man of the Match”. Dia mencetak empat gol selama turnamen ini masing-masing ke gawang BosniaHerzegovina di laga pertama, Iran pada laga kedua, dan dua gol ke gawang Nigeria pada laga terakhir

Lionel Messi (kanan) dan Manuel Neuer menerima penghargaan individu masingmasing sebagai Pemain terbaik Piala Dunia 2014 dan kiper terbaik Piala Dunia 2014. Meski meraih gelar individu itu, Lionel Messi merasa tidak bahagia sebab timnya harus kalah dari Jerman.

fase grup. Salah satu gol indahnya terjadi dari sebuah tendangan bebas ke gawang Nigeria. Pada laga melawan Swiss di babak 16 besar, Messi juga berperan sangat besar. Umpan manisnya ke Angel Di Maria dimanfaatkan pemain itu untuk menghasilkan gol. Tetapi pada laga semifinal melawan Belanda, Messi tidak terlalu berbuat banyak karena ditempel ketat oleh Nigel De Jong. Sementara di final, dia tidak ter-

lalu mendapat banyak peluang untuk mencetak gol. Satu-satunya peluang yang didapatkan Messi pada laga final adalah tendangan bebas pada detik-detik terakhir pertandingan. Sayang, tendangan kaki kirinya masih meninggi di atas mistar gawang. Padahal, tendangan bebas dari jarak 10 meter seperti ini, Messi selalu bisa menghasilkan gol. Pada ujung Piala Dunia itu, kiper Jerman Manuel Neuer din-

obatkan sebagai kiper terbaik, sedangkan gelandang Prancis Paul Pogba dinobatkan sebagai pemain muda terbaik. Posisi top skor masih ditempati gelandang serang Kolombia James Rodriguez yang mengoleksi enam gol pada Piala Dunia ini. Dia unggul satu gol dari striker Jerman Thomas Mueller yang mengoleksi lima gol dan dua gol dari Messi dan Neymar yang masing-masing mencetak empat gol. =CAROL AJI

TIMNAS BRAZIL

CBF Akhirnya Memutus Kontrak Luiz Felipe Scolari RIO DE JANEIRO - Konfederasi Sepakbola Brasil atau Confederacao Brasileira de Futebol (CBF) akhirnya memecat pelatih Timnas Brasil Luiz Felipe Scolari setelah gagal total mewujudkan misi meraih gelar juatar dunia untuk keenam kalinya di kandang sendiri pada Piala Dunia 2014 ini. Menurut media ternama Brasil, Globo TV, pengumumanan pemecatan Scolari dari CBF itu dilakukan pada Senin (14/7) malam waktu setempat atau Selasa (15/7) dini hari WIB. Masih menurut grup media terbesar di Brasil itu, sebenarnya Scolari diberhentikan setelah Brasil kalah 0-3 dari Belanda pada perebutan tempat ketiga Sabtu (12/7) di Stadon Nasional, Brasilia akhir pekan lalu. Apalagi

sebelumnya, Seleccao dibantai Jerman tanpa ampun dengan skor telak 7-1. Kekalahan telak 7-1 ini adalah yang pertama sepanjang sejarah Timnas Brasil. Dan dua kekalahan beruntun masingmasing dari Jerman dan Belanda adalah yang pertama kali terjadi sejak 1975. Perjalanan tim Samba pada Piala Dunia 2014 ini memang tidak meyakinkan. Mereka membuka dengan kemenangan 3-1 atas Kroasia di partai pembuka, kemudian bermain imbang 1-1 melawan Meksiko di partai kedua. Di partai terakhir fase grup, mereka menang telak 4-1 atas Kamerun. Brasil nyaris tersingkir di babak 16 besar, setelah bermian tanpa gol melawan Cile. Untung

mereka bisa menang dalam adu penalti. Sedangkan di semifinal, David Luiz dan kawan-kawan

menang 2-1 atas Kolombia. Tetapi kemenangan ini harus dibayar mahal karena pemain terbaik mereka Neymar mengalami cedera. Kehilangan Neymar di semifinal membuat mereka bermain tanpa roh hingga akhirnya dihancurkan Jerman dan juga takluk dari Belanda di perebutan tempat ketiga. Bagi Scolari, ini adalah periode keduanya dalam melatih Timnas Brasil. Pada 2002, dia juga melatih Brasil dan sukses mengangkat trofi juara dunia setelah mengalahkan Jerman di final dengan skor 2-0. Seusai mengatar gelar juara dunia kelima, Scolari merantau ke Portugal untuk melatih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Dari sana dia berlabuh di Chelsea

sebelum kembali ke kampung halamannya untuk melatih sejumlah klub lokal. Dia baru didapuk kembali sebagai pelatih Brasil pada 2013. Dia memimpin Brasil dalam 29 pertandingan. Dari jumlah itu, dia memetik 19 kemenangan, enam kali imbang dan empat kali kalah. Prestasi terbaik Scolari pada periode kedua ini adalah saat membawa Neymar menjuarai Piala Konfederasi 2013 dengan mengalahkan Spanyol di final. Kini sejumlah nama disebutsebut akan menggantikan Scolari yaitu mantan pelatih Corinthians, Tite, pelatih Sao Paulo, Muricy Ramahlho, dan pelatih Timnas Brasil U-20 Gallo. =SKY SPORTS/CAROL AJI


16

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

KORAN MADURA

16

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

DI BRAZIL, JERMAN JUARANYA.

Pemain tengah Jerman Bastian Schweinsteiger (depan) memimpin rekan-rekannya melakukan selebrasi di hadapan ribuan penonton yang memadati Stadion Maracana, Senin (14/7) dini hari WIB.

BINTANG EMAS KEEMPAT JERMAN Tim Eropa Pertama Penakluk Benua Amerika

Untuk diketahui, dari tujuh kali penyelenggaraan Piala Dunia di benua Amerika (1930, 1950, 1962, 1970, 1978, 1986 dan 1994), tak ada tim Eropa yang mampu keluar sebagai juara. Brazil merebut tiga gelar, Argentina dan Uruguay masingmasing dua gelar. Selain itu, kemenangan ini juga membuat tim Eropa untuk kali ketiga secara beruntun mampu memenangi Piala Dunia sejak edisi Piala Dunia 2006. =DAR

D

er Panzer, julukan tim nasional Jerman, sukses merengkuh gelar dunia keempat mereka setelah memenangi laga final Piala Dunia 2014 Brazil. Berhadapan dengan tim Argentina yang notabene bermain di benua sendiri, Jerman mengalahkan tim Tango, julukan Argentina, dengan skor 1-0 pada pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/7) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Jerman dicetak oleh pemain Bayern Muenchen Mario Gotze di menit ke-113’. Kesuksesan ini terasa makin spesial bagi skuat asuhan Joachim Loew karena mereka tercatat sebagai tim pertama dari benua Eropa yang menjadi juara dunia di benua Amerika.

Piala Dunia di Benua Amerika

toovia.com

TAHUN TUAN RUMAH

JUARA

1930 Uruguay

Uruguay

1950 Brazil

Uruguay

1962 Chile

Brazil

1970 Meksiko

Brazil

1978 Argentina

Argentina

1986 Meksiko

Argentina

1994

Amerika Serikat Brazil

2014

Brazil

Jerman


SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

KORAN MADURA

LSM CURIGA KEJARI “MAIN MATA”

TIM JOKOWI DIPERIKSA PANWASLU

JUWITA PERMATA SELASA 15 JULI 2014SARI | No. 0402 | TAHUN III PAMEKASAN HARUS MENJADI KOTA HIDUP

SUMENEP

PAMEKASAN

NETER KOLENANG

D

J

A

P

Taneyan Lanjang KORAN MADURA

Suara Prabowo-Hatta Mutlak di 17 TPS Komisioner KPU : Kami akan Menginvestigasi

S

AMPANG – Perolehan Suara Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, sebagaimana di laman http://pilpres2014.kpu.go.id/ c1.php., mutlak di 17 TPS di Desa Ketapang Barat Kecamatan Ketapang, yaitu 7.134. Sementara perolehan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla nol. Kejanggalan lain dalam scan C1 tersebut, saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak membubuhkan tanda tangan, dan nama saksinya juga tidak dicantumkan. Hanya kelompok penyelanggaran pemungutan suara yang membubuhkan tanda tangan. Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sampang Novita Andriyani mengatakan akan turun langsung ke lapangan bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) untuk memastikan kebenaran tersebut. “Bawaslu Jawa Timur menginformasikan kepada kami bahwa ada 17 TPS tingkat kehadirannya 100 persen, (semuanya) memilih kepada pasangan Prabowo. Makanya, kami akan turun langsung ke lapangan,” tuturnya, Senin (14/7). Setelah menerima informasi tersebut, tutur Novi, pihaknya langsung menginstruksikan kepada Panwascam Ketapang untuk melakukan sampling pemilih atau audit pemilih. Yang pihaknya persoalkan bukan perolehan suara, melainkan kehadiran pemilih yang mencapai 100 persen. “Kami akan melakukan sampling pemilih, artinya untuk membenarkan tingkat kehadiran 100 persen itu benar hadir atau tidak, kami bukan mempersoalkan kenapa memilih PrabowoHatta, karena bukan haknya kami,

kalau memang pemilih benar hadir semua 100 persen tidak ada masalah,” tegasnya. Disinggung apakah penyebab di 17 TPS memihak satu pasangan merupakan giringan salah satu oknum? “Kita belum bisa memastikan penyebabnya apa, makanya kami akan melakukan sampling pemilih dulu,” imbuhnya. Secara terpisah, komisioner KPU Sampang Addy Imansyah menjelaskan, pihaknya akan segera turun langsung ke 17 TPS di Desa Ketapang Barat untuk mencari tahu apakah pemilih benar-benar hadir seratus persen atau tidak. ”Kami juga akan menginvestigasi apakah pemilih datang ke TPS dan mencoblos dan bagaimana proses pemungutan suaranya (di 17 TPS) itu berlangsung,” katanya kepada Koran Madura, Senin (14/7). Untuk keperluan investigasi itu, Addy mengaku telah berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ketapang. Dan mulai hari ini, tim investigasi akan mulai turun lapangan. Hal itu dilakukan, kata dia, untuk menjaga kebersihan pelaksanaan Pilpres. Dia berjanji akan menjaga dan memastikan pelaksaan pemilu di Sampang berintegritas. ”Bilamana nanti kami menemukan pelanggaran maka kami akan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang ada. Kalau pelanggarannya

bersifat pidana maka kami akan berkoordinasi dengan Panwas akan direkomendasikan kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum,” ujarnya. Saat ditanya bagaimana jika nanti mendapatkan intimidasi, mantan Ketua Panwaslu Sampang itu menegasakan akan tetap berjalan sesuai dengan tugas pokok KPU dalam menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, semua anggota KPU Sampang mempunyai semangat yang sama menjaga pemilu yang sesuai dengan prosedur. ”Semua temuan nanti akan kami proses sesuai dengan aturannya. Semangat kami adalah melaksanakan pemilu yang bersih,” ungkapnya. =RYAN HARIYANTO/ MIFTAHUL ULUM/MK

Scan C1 17 TPS di Desa Ketapang Barat TPS

DPT

1

500 500 459 428 400 350 306 316 528 400 429 500 523 400 400 400 329

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

SUARA SUARA SAH TIDAK SAH 498 2 499 1 457 2 427 1 399 1 349 1 303 3 315 1 527 1 398 2 427 2 499 1 521 2 397 3 396 4 399 1 323 6

498 0 499 0 457 0 427 0 399 0 349 0 303 0 315 0 527 0 398 0 427 0 499 0 521 0 397 0 396 0 399 0 323 0

Olah data oleh M Kamil Akhyari dari http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php. Grafis: Ach. Sunandar

KPU RI GALI INFORMASI C1 KECAMATAN KETAPANG SAMPANG | H


KORAN MADURA KORAN PROBOLINGGO B B

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

MADURA

Sumenep

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

PENGEMBALIAN KOTAK SUARA PILPRES. Pekerja menurunkan kotak suara pemilu presiden di Kantor Komisi Pemilihan Umum Sumenep, Senin (14/7). Hingga kemarin siang, ada enam kecamatan yang belum mengembalikan kotan suara.

foto: syamsuni/koran madura

Empat Raperda Terancam Tak Tuntas Belum Dijadwal Bamus, Tersisa Waktu Satu Bulan SUMENEP – Sebanyak empat rancangan peraturan daerah (raperda) yang sudah ada di Badan Legislasi (Baleg) DPRD Sumenep terancam tidak tuntas pembahasannya. Itu karena sampai detik ini Badan Musyawarah (Bamus) belum menjadwalkan pembahasan raperda dimaksud. Sementara, masa tugas anggota dewan tinggal satu bulan, sampai akhir Agustus. Empat raperda yang terancam tidak tuntas itu adalah Raperda tentang Perubahan Perda No 21/2006 tentang Tata Cara Pencalonan Pemilihan, Pengangkatan dan Pelantikan serta Pemberhentian Kepala Desa, Raperda Penyelenggaran Terminal, dan Raperda Pelestarian Cagar Budaya. Tiga raperda itu merupakan inisiatif DPRD Sumenep, sesuai dengan rapat paripuran yang digelar Senin (14/6). Sedangkan satu raperda lagi adalah Raperda Pembangunan Gedung. Raperda ini merupakan inisiatif dari eksekutif. Raperda ini sudah dibahas oleh komisi B DPRD Sumenep, hanya saja belum tuntas. Sehingga, perlu dilakukan penjadwalan ulang oleh Bamus. Ketua Baleg DPRD Sumenep Akh. Mawardi menjelaskan, tiga raperda usulan DPRD sebelumnya merupakan inisiatif. Namun,

dalam paripurna kemarin (Senin, Red) sudah menjadi DPRD. Dengan begitu, hanya tinggal dilakukan pembahasan saja. ”Semuanya em-

Semuanya empat raperda dengan yang eksekutif bakal dijadwal oleh Bamus. Namun, kapan itu kami belum mengetahui,”

Akh. Mawardi Ketua Baleg

pat raperda dengan yang eksekutif bakal dijadwal oleh Bamus. Namun, kapan itu kami belum mengetahui,” katanya. Setidaknya baleg, sambung

dia, masih mempunyai waktu satu bulan untuk menuntaskan empat raperda itu. Sehingga, pihaknya memastikan akan melakukan pembahasan secara serius dan maraton. ”Kami yakin pembahasan empat raperda ini akan tuntas, sebelum masa jabatan anggota dewan yang sekarang berakhir,” ujarnya. Sebab, menurut politisi senior PKB ini, pembahasan raperda itu dilakukan dengan cara pansus. Yakni, dibagi sesuai dengan kemampuan di bidang masing-masing. ”Memang dibentuk pansus, dan keanggotaanya langsung di komisi masing-masing. Sehingga, pembahasan raperda itu sesuai dengan bidangnya,” ungkapnya. Ditanya kemungkinan tidak tuntas hingga akhir jabatan, Mawardi tidak mau berspekulasi. Hanya saja, pihaknya optimis empat raperda itu bakal tuntas dibahas. ”Pasti tuntas. Kemarin tidak tuntas, karena banyak kegiatan DPRD. Kalau saat ini kami fokus keempat raperda yang sudah ada itu. Jadi, publik tidak perlu khawatir. Pasti akan tuntas keempatempatnya,” ungkap politisi asal Batuputih itu. =MOH. HAYAT

REKAPITULASI PILPRES

Enam Kecamatan Belum Kembalikan Kotak Suara SUMENEP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menyatakan sebanyak 21 panitia pemilihan kecamatan (PPK) sudah mengembalikan kotak suara yang berisi berkas hasil Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di wilayahnya. "Hingga Senin siang, tinggal enam PPK di kecamatan kepulauan agak jauh dan jauh yang belum mengembalikan kotak suara, yakni Masalembu, Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, dan Gayam," kata komisioner KPU Sumenep, Abd Hadi di Sumenep. Pilpres 2014 yang digelar pada 9 Juli itu diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di nomor urut 1 (satu) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di nomor urut 2 (dua). Sesuai jadwal tahapan dari KPU RI, rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014 tingkat kecamatan oleh PPK pada 13-15 Juli. "KPU RI menyediakan interval waktu bagi PPK. Namun, untuk di Sumenep, sebanyak 27 PPK ternyata menggelar rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan pada hari pertama dari waktu yang disediakan,

yakni Ahad (13/7). Semuanya sudah selesai," ujarnya. Hadi menjelaskan, PPK yang menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara tingkat kecamatan memang diintruksikan untuk secepatnya menyerahkan kotak suara berisi berkas hasil Pilpres 2014 di wilayahnya ke KPU kota/ kabupaten. "Di Sumenep, sebanyak 20 PPK yang terdiri atas 18 PPK di kecamatan wilayah daratan dan dua kecamatan kepulauan terdekat langsung mengembalikan kotak suara ke KPU Sumenep pada Ahad," ucapnya. Sementara pengembalian kotak suara oleh PPK di kecamatan kepulauan agak jauh dan jauh diperkirakan pada kemarin. "Semoga saja cuaca laut di perairan Sumenep dan sekitarnya kondusif supaya operasional kapal/perahu tidak terganggu. Pada Senin pukul 10.30 WIB, PPK Nong Gunong sudah tiba di Kantor KPU Sumenep untuk menyerahkan kotak suara. Untuk enam PPK dari kecamatan kepulauan lainnya, sudah ada di kapal/perahu," kata Hadi, menambahkan. =ABD AZIZ/SYAMSUNI/ANT


KORAN MADURA

Sumenep

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

C

Pariwisata Dinilai Mulai Kehilangan Identitasnya Disbudparpora: Kami Hanya Ingin Menarik Pengunjung SUMENEP - Pariwisata Sumenep dinilai mulai tak jelas identitasnya. Dua objek wisata pantai kebanggaan Kota Sumekar, Lombang dan Slopeng, misalnya, saat ini tak lagi menarik dan seelok dahulu. “Seperti Slopeng, misalnya, dulu pantai itu dikenal dengan bukit pasir dan pohon siwalan. Tetapi sekarang eksotis pantai beraroma siwalan dan pohon kelapa tak lagi tampak. Malah Slopeng tak jauh beda dengan Pantai Lombang, terhiasi oleh cemara udang. Berarti identitas Pantai Slopeng tak lagi seperti dulu. Apa namanya kalau wisata kita mulai tak beridenitas,” kata

Nur Asyur, anggota Komisi D DPRD Sumenep, Senin (14/7). Oleh karena itu, politisi asal kepulauan itu, meminta pemerintah mempertahankan identitas objek wisata. “Seharusnya ada identitas yang jelas terhadap beberapa wisata yang ada di Kota Sumekar ini. Bali, misalnya, Kute, Kute II, Tanah Lot dipastikan sama-sama memiliki aura masing-masing. Dan ternyata

itulah yang mampu menggoda para wisatawan,” jelasnya. Dinas didesak benar-benar menjaga dan merawat beberapa wisata yang ada. “Merawat tidak hanya membangun secara fisik, tetapi merawat keindahan dan panorama wisata, agar wisatawisata kita tidak tercerabut dari akarnya,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Febrianto membantah jika adanya cemara di Pantai Slopeng itu akan menghilang identitas wisata pantai setempat. Menurutnya, adanya cemara itu untuk membuat suasana Slopeng lebih rindang.

“Adanya cemara itu hanya untuk membuat pantai lebih rindang, sehingga pengunjung merasa nyaman dan enak saat melakukan wisata pantai di Slopeng. Jadi, tidak bermaksud menghilangkan identitas,” jelasnya. Sepengetahuan Totok, panggilan akrabnya, Pantai Slopeng memang dikenal dengan bukit pasir, pohan kelapa dan siwalan, namun, tidak menutup kemungkinan perubahan demi perubahan akan terus dilakukan. “Salah satu caranya adalah menanam beberapa pohon yang dapat menarik pengunjung, termasuk cemara udang. Sebab hanya cemara udang yang tumbuh

subur di bibir pantai,” jelasnya. Menanggapi keluhan dewan perubahan itu akan menghilangkan daya tarik karena Lombang dan Slopeng tak ada bedanya, kata Totok, tergantung siapa yang mau menilai. Tetapi Totok memastikan bahwa pengunjung di Pantai Slopeng tidak akan berkurang hanya gara-gara perubahan identitas. “Kenapa kami tanami cemara udang, karena kelapa itu akan membahayakan pengunjung. Sebab tanpa diduga saat angin kencang, buah kelapa itu bisa jatuh menimpa para pengunjung, makanya kami tanam cemara udang,” jelasnya. =SYAMSUNI/MK

KASUS PEMUKULAN WARTAWAN

Pimpinan Adira Bakal Diperiksa

PANORAMA AIR TERJUN. Pengunjung berada di objek wisata Air Terjun Segerincing di Desa Tuo, Kec. Lembah Mesurai, Merangin, Jambi. Objek wisata air terjun setinggi sekitar 62 meter yang berjarak sekitar 80 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Merangin di Kecamatan Bangko, atau sekitar 300 km dari pusat Kota Jambi tersebut masih sepi pengunjung, termasuk akhir pekan, yakni dengan rata-rata 15 pengunjung per minggu, kecuali saat libur lebaran.

SUMENEP – Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Bagyo Supriatmanto mengatakan akan meminta keterangan pimpinan Adira, perusahaan tempat pelaku pemukulan terhadap wartawan bekerja. Penyidik akan menanyakan siapa saja nama-nama pekerja yang ditugaskan untuk menyita motor Ananda Dwi Arifin, korban yang hendak dirampas motornya di depan SMKN 1 Sumenep. Namun, waktu pemanggilan masih dirahasiakan. Pada Sabtu (12/7), penyidik telah memintai keterangan empat saksi, yaitu Ahmad Sarjono selaku Satpam SMKN 1 Sumenep, Yudianto selaku tukang kebun, Sugianto sebagai petugas laboratorium, dan Moh Arifin bapak korban perampasan sepeda motor. Terkait pemeriksaan seorang saksi dari segerombolan pelaku sebagai debt collector, dia mengaku tidak tahu menahu soal pemeriksaan tersebut. Sebab, pemeriksaan itu dilakukan oleh penyidik. “Itu (pemeriksaan, Red) urusan reserse, kenapa tidak di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) mungkin hanya dimintai keterangan secara lisan,” dalihnya, Senin (14/7).

Veros Afif

Korban Penganiayaan Untuk diketahui, Veros Afif (28), wartawan TV One, menerima perlakuan kasar saat hendak meliput perampasan motor di Jalan Raya Sumenep, tepatnya di depan SMKN 1 Sumenep, Sabtu (12/7). Pelakunya sejumlah orang yang mengaku sebagai debt collector. Kejadiaan tersebut bermula saat Veros hendak mengeluarkan kamera dari dalam tasnya. Verso mengaku bajunya ditarik dan dipukul dari belakang. Di dadanya membekas merah lebam (Koran Madura, 14/7).

Veros pada saat itu langsung menghubungi pihak kepolisian dan polisi langsung melakukan pengejaran. Seorang pelaku dan mobil nopol DK 707 BB yang diduga digunakan pelaku berhasil diamankan. Soal pelaku yang ditangkap polisi masih simpang siur. Polisi tidak mengaku kalau pelakunya banyak. Menurut Veros, ada yang janggal dalam penyelidikan kasus tersebut. Yakni, berdasarkan keterangan yang diterima, segerombolan orang tersebut sempat diamankan di Polsek Lenteng, tapi, saat pelaku hendak dibawa ke polres keberatan dengan beberapa alasan. ”Hingga pihak polsek meminta jemputan pasukan pengendali massa (Dalmas). Namun, yang datang hanya satu orang beserta mobil yang ditumpangi mereka,” katanya. Ia mempertanyakan sejumlah teman-teman pelaku. Dia meyakini, satu saksi dari segerombolan debt collector itu tidak ditetapkan sebagai tersangaka, lantara dari empat orang yang melihat kejadian tidak meyakini orang tersebut sebagai pelaku. ”Tidak ada saksi yang melihat dia memukul saya,” tandasnya. =ALI RIDHO/MK


D

KORAN MADURA

Sumenep

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

RUMAH SAKIT PUSAT OTAK. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono (tengah) dan Menkes Nafsiah Mboi (kanan) meninjau sejumlah fasilitas kesehatan usai meresmikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Jakarta, Senin (14/7). RS Pusat Otak Nasional yang berada di Cawang, Jakarta Timur itu merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang menjadi pusat rujukan untuk berbagai masalah dan penyakit yang berhubungan dengan fungsi saraf dan otak.

Dinkes Kekurangan Dana Rp 44 M Rumah Sakit Kepulauan akan Ditempatkan di Arjasa

PENGHENTIAN KASUS SMAN 1 BATUAN

LSM Curigai Kejari “Main Mata” SUMENEP – Dihentikannya kasus dugaan penggelembungan (mark up) anggaran pengadaan lahan SMAN 1 Batuan terus menjadi bola panas. Kalangan LSM (lembaga swadaya masyarakat) mencurigai Kejaksaan Negeri Sumenep “bermain mata” atau melakukan kongkalikong dengan pihak terlapor. Kasus itu sudah menggelinding ke penyidikan. Indikasinya, diawal, Kejari menyatakan kasus itu sudah layak masuk ke penyidikan dari penyelidikan. Itu karena sudah memenuhi unsur melawan hukum. Anehnya, belakangan malah menyatakan tidak ada kerugian negara. ”Ini yang sangat aneh bagi kami, mengapa Kejari buruburu menaikkan status kasus itu ke penyidikan, kalau masih akan dihentikan,” kata Ketua LSM Sumenep Independen, M. Ramzy, Senin (14/7). Ramzy mengungkapkan, untuk menaikkan status itu tentunya Kejari sudah memiliki dua alat bukti yang cukup. Belakangan, yang menjadi

polemik soal penentuan tersangka dalam kasus SMAN 1 Batuan itu. ”Tidak mungkin kasus ini naik ke penyidikan, kalau tidak ada alat bukti yang cukup. Belakangan kan masalah tersangkanya,” ungkapnya. Bekas aktivis Jakarta ini mengungkapkan, sejumlah pihak tentu patut curiga kepada Kejari soal penghentian kasus dugaan mark up itu. Bahkan, pihaknya menduga ada permainan antara pihak Kejari dengan terlapor. ”Pantas, kami mencurigai hal itu (ada permainan, Red). Sebab, itu sangat mencengangkan bagi kami. Kalau penyelidikan tentu kami tidak heran,” ungkapnya. Hal yang sama diungkapkan Ketua LSM Sango, Dayat. Dayat meminta Kejari terbuka soal penghentian kasus dugaan mark up lahan SMAN 1 Batuan. ”Kalau alasan BPKP belum menemukan ada kerugian negara, maka bagi kami tidak masuk akal. Seharusnya, ini masih diusut lagi,” ungkapnya. Bahkan, Dayat meminta pe-

lapor kasus itu untuk mempra peradilkan Kejari. Itu agar ada kepastian dalam penghentian kasus. ”Kami minta pelapor untuk mempraperadilkan saja Kajari. Biar ada kepastian. Sehingga, kasus yang sudah ada tidak lagi dihentikan sepihak,” ungkapnya. Kasi Pidsus Kejari Sumenep Sugianto belum bisa dikonfirmasi terkait tudingan ini. Namun, pada keterangan sebelumnya, Sugianto mengaku penghentian itu didasarkan dari hasil expose (gelar perkara). Dari hasil expose tidak ditemukan ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Sebab, harga yang ditentukan tidak jauh beda dengan yang direncakan hasil aprisal. BPKP (Badan Pemerikan Keuangan dan Pembangunan) menyatakan tidak menemukan kerugian negera. Otomatis, harga yang ditentukan tidak ada masalah. Sudah tidak jauh beda dengan harga di pasaran. Kasus ini mencuat dari laporan JCW 2013 lalu. =ALI RIDHO/YAT

ANDA MAU BERIKLAN? Pasang di

SUMENEP – Untuk merealisasikan rumah sakit (RS) tipe C di daerah kepulauan, Dinas Kesehatan Sumenep harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 45 miliar. Saat ini, Dinkes hanya memiliki dana Rp 1 miliar yang diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala Dinkes Sumenep A. Fatoni menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp 45 miliar itu, dana untuk pembangunan fisik sebesar Rp 23 miliar, dan pengadaan alat-alat kelengkapan rumah sakit sebanyak Rp 22 miliar. ”Untuk memenuhi kekurangan dana 1 miliar itu, kami sudah mangajukan ke pusat (Kementerian Kesehatan RI). Sebab, kalau dananya diambilkan dari APBD semua tidak mencukupi. Alokasi anggaran yang mengandalkan APBD hanya akan membuat pembangunan RS kepulauan itu sulit diwujudkan, ” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (14/7). Pihaknya mengaku telah menyiapkan segala sesuatu yang ber-

Kunjungi dan Unduh versi E-paper

hubungan dengan program besar tersebut, seperti pembelian tanah, perubahan nama puskesmas, dan segala bentuk persiapan lainnya. Lokasi bangunan rumah sakit tipe C itu akan diletakkan di Desa Pandeman, Kecamatan Arjasa. ”Rencana itu betul-betul akan kami mulai tahun ini. Segala persiapan termasuk pembelian tanah tidak menemui kesulitan. Sebab, tidak suksesnya pembanguanan rumah sakit yang sebelumnya telah dianggarakan karena terganjal persoalan nomenklatur,” tuturnya. Mengingat minimnya anggaran yang dimiliki Dinas Kesehatan, pihaknya optimis dapat tambahan dana dari APBD tahun 2015. Sebab jika tidak ada alokasi anggaran dari APBD-P, tentu pihaknya juga merasa kesulitan karena bantuan yang diajukan ke Kemenkes masih belum ada kepastian dapat tidaknya. “Tapi yang jelas, tahun depan dana tambahan dari pemerintah mungkin ada, masih menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK). Kami berharap bantuan dari DAK itu nantinya bisa mengucur ke rencana pembangunan RS yang diharapkan masyarakat kepulauan,” tandasnya. =ALI RIDHO/MK

www.koranmadura.com

KORAN MADURA Call Centre (0328) 6770024


H Sumenep Pamekasan PROBOLINGGO

Pemerintah Kabupaten Sumenep

KORAN MADURA SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

I EE

Bandara Trunojoyo Diresmikan

SUMENEP – Bandar Udara Trunojoyo Sumenep diresmikan, Senin (14/7) sekitar pukul 09.00 di halaman bandara tersebut dengan ditandai pelepasan balon ke udara. Acara peresmian bandara dibuka oleh Bupati A. Busyro Karim bersama Direktur PT Trigana Air Daniel S Kurniawan.

T

urut hadir dalam acara itu Wakil Bupati Soengkono Sidik, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), pimpinan dan anggota DPRD, Kepala SKPD, camat, ulama, pengusaha hotel, agen travel, dan pengusaha rental mobil. Sebelum bandara diresmikan dengan ditandai pelepasan balon ke udara, dilakukan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim. Bupati A. Busyro Karim mengungkapkan, setelah diresmikan, Bandara Trunojoyo menjadi penerbangan

komersial. Maskapai pertama yang akan melayani penerbangan dari PT Trigana Air, berupa pesawat ATR 72 dengan kapasitas penumpang 60 orang. Pesawat ATR 72 sesuai dengan panjang landasan pacu (runway) bandara 1.160 meter. “Dengan beroperasinya bandara akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sebab orang tidak akan berpikir lagi berapa lama menghabiskan waktu untuk ke Sumenep,” ujar bupati dalam sambutan acara Doa Bersama dan Peresmian Bandara Trunojoyo.

Bupati A. Busyro Karim, Wakil Bupati Soengkono Sidik, Direktur PT. Trigana Air Daniel S Kurniawan, dan Ketua DPRD Sumenep Imam Hasyim menghadiri acara Doa Bersama dan Peresmian Bandara Trunojoyo, Senin (14/7) di lapangan terbang Trunojoyo Sumenep.

Busyro bercerita, proses komersialisasi bandara cukup panjang dan berliku. Pada awalnya kesulitan untuk mencari investor yang siap bekerja sama dengan Pemkab Sumenep terkait komersialisasi Bandara Trunojoyo. Pihaknya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, terutama legislatif yang telah mendukung terwujudnya bandara menjadi lapangan terbang komersial, dengan menyediakan anggaran untuk pembangunan. Sementara Direktur PT Triga-

na Air Daniel S Kurniawan mengatakan penerbangan komersial pertama rencananya akan dimulai pertengahan Agustus 2014. Penerbangan komerisial ini akan melayani rute Sumenep-Surabaya. Penerbangan itu akan dilakukan selama dua kali. Sementara penerbangan berikutnya akan melayani rute SumenepBanjarmasin, Kalimantan yang akan dilakukan satu kali. Untuk layanan rute penerbangan Sumenep-Denpasar masih dalam tahap penggodokan. “Saya baru tahu di sini kalau ke Bali-Denpasar ada traffic

bagus, biasanya pasar Bali itu kan pasar turis dan ramai pada akhir pekan,” ujarnya. Daniel mengaku masih melakukan kajian apakah pesawat yang akan digunakan ATR 42 atau ATR 72. “Kondisi bandara tidak ada masalah, tetapi tetap perlu ada hitam putihnya. Dan ini kan baru diresmikan sebagai bandara komersial,” terangnya. Untuk harga tiket, pihak Trigana Air masih melakukan penggodokan. “Inginnya mahal sih, tetapi gak mungkinlah,” candanya sambil tersenyum. =ADV/ALI RIDHO


KORAN MADURA Sumenep FKORAN

Sampang

SELASA 15 JULI 2014 No. 0402 | TAHUN III

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

MADURA

Disdik Perlu Menyediakan Mobil Sekolah SAMPANG - Kecelakaan maut yang terjadi di Desa Taddan, beberapa waktu lalu, tak membuat jerah pelajar menumpangi mobil bak terbuka di daerah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Senin (14/7). Pantauan Koran Madura, kemarin, terlihat siswa sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) menumpangi mobil bak terbuka saat hendak pulang sekolah. Fenomina tersebut masih marak hingga saat ini Aktivis mahasiswa Jalil mengakui bahwa saat ini masih ada beberapa pelajar di daerah Camplong melakukan aksi nekat tersebut. Diakuinya, pelajar yang melakukan aksi bergelantungan tersebut kebanyakan dari kalangan tingkat SMP pada jam-jam pulang sekolah. Hal tersebut, menurutnya, dilakukan karena dimungkinkan siswa tidak mempunyai ongkos untuk menumpang mobil angkutan, sehinggga kebanyakan siswa memberanikan diri untuk menumpang kepada mobil warga yang melintas. “Biasanya mereka yang melakukan hal tersebut kebanyakan

Biasanya mereka yang melakukan hal tersebut kebanyakan siswa yang uang jajannya tidak mencukupi untuk membayar ongkos pulang, sehingga siswa nebeng kepada mobil warga yang melintas.

Jalil

Mahasiswa

siswa yang uang jajannya tidak mencukupi untuk membayar ongkos pulang, sehingga siswa nebeng kepada mobil warga yang melintas. Dan umumnya aksi tersebut terlihat pada jam pulang

sekolah,” tuturnya kepada Koran Madura. Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan bagi pelajar. Katanya, pemerintah semestinya ikut memantau perilaku siswa yang sering melakukan tindakan membahayakan tersebut. Pemerintah seharusnya memperhatikan fasilitas siswa dari segi keselamatan seperti pengadaan mobil angkutan siswa. Menurutnya selama ini pemerintah hanya mengalokasikan kepada infrastruktur saja. “Selama ini bantuan fasilitas siswa hanya dialokasikan pada pembangunan saja. Coba pakai sedikit juga kepada mobil angkutan siswa, hal tersebut tidak akan terjadi di kalangan siswa. Dan pengadaan mobil angkut lebih dimungkinkan untuk keselamatan nyawa para pelajar,” harapnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Heri Purnomo tidak bisa dikonfirmasi. Sehingga adanyanya siswa yang semestinya mendapat fasilitas pengadaan mobil angkut pelajar belum bisa disampaikan. =MOHAMMAD MUHLIS

BERBAHAYA. Puluhan siswa tampak gembira saat menumpangi mobil bak terbuka di daerah Camplong, Senin (14/7).

F

KOIN UNTUK GAZA

AKSI UNTUK GAZA. Mahasiswa turun ke ruas jalan Kota Sampang menemui para pengendara untuk melakukan penggalangan dana yang akan disalurkan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, Senin (14/7).

MENJELANG PERGANTIAN ANGGOTA DEWAN

Sekwan Belum Terima SK Caleg Terpilih SAMPANG- Persiapan pelantikan calon legislatif baru yang diagendakan pada bulan Agustus mendatang tampaknya masih belum sepenuhnya terealisasi oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sampang. Hal tersebut karena Surat Keputusan (SK) dewan terpilih masih belum dikantongi. Sekwan DPRD Kabupaten Sampang Sudarmanta menuturkan, terkendalanya persiapan pelantikan yang diagendakan pada bulan mendatang karena minimnya koordinasi untuk membahas pelantikan. Sehingga, diakuinya, sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui pasti nama 45 calon terpilih pada pemilihan legislatif yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Saat ini kita masih belum mengantongi SK dewan terpilih. Sehingga kita juga tidak bisa menentukan nama dewan yang pasti,” ujarnya, Senin (14/7). Pihaknya juga tidak bisa melakukan persiapan lebih seperti koordinasi terkait gaji dan tunjangan dewan. Padahal, menurutnya, persiapan untuk pelaksanaan pelantikan dan beberapa keperluan calon anggota dewan terpilih mestinya diantisipasi jauh hari sebelumnya. “Persiapan tersebut semestinya jauh-jauh hari sudah dirapatkan. Akan tetapi saat

ini kami tidak bisa melakukan rapat-rapat lainnya. Padahal bulan depan dewan terpilih harus sudah dilantik,” ujarnya. Komisioner KPU Sampang Miftahur Rozaq mengatakan bahwa memang seharusnya pemberitahuan caleg terpilih mestinya dilakukan pada empat belas hari (H+14) pasca pileg, atau 12 Mei kemarin. Namun karena terkendala dengan hitung ulang di 9 desa di Kecamatan Kedundung, maka secara tidak langsung mempengaruhi waktu penetapan dewan terpilih. “Memang seharusnya 12 Mei kemarin, tapi karena ada hitung ulang, mau tidak mau harus ada pergeseran waktu,” jelasnya. Akan tetapi pihaknya optimis, hal tersebut tidak akan menggangu jalanya pelantikan, sebab pihaknya masih memiliki waktu yang lama, apalagi menurutnya, bila mengacu pada PKPU 29 tahun 2013, pasal 62 ayat 4, paling lambat untuk melakukan penyampaian nama dewan terpilih adalah H-7 sebelum pelantikan. Disamping itu menurutnya pihak KPU juga menunggu hasil hitung ulang di Mahkamah Konstitusi. “Kalau mengacu pada PKPU 29 tahun 2013 Pasal 62 ayat 4, batas waktu penyampaian dewan terpilih adalah H-7 sebelum pelantikan,” jelasnya. =MOHAMMAD MUHLIS


Sampang

KORAN MADURA

G

mohammad muhlis/ koran madura

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

PASAR BATU LENGER

Penataan Pasar Semrawut SAMPANG - Aktivitas warga di pasar tradisional Batu Lengir Kecamatan Sokobanah semakin meningkat. Meningkatnya pengunjung pasar daerah pantai utara (pantura) tersebut seringkali membuat jalanan di depan pasar menjadi macet. Terlebih lagi jika bertepatan dengan jadwal pasaran sapi. Ruas jalan sering dijadikan area parkir bebas yang sering dikeluhkan oleh pengguna jalan. Selain dari kemacetan, kotoran sapi sering terlihat berceceran di jalanan juga menjadi keluhan masyarakat setempat,

karena menjadikan kondisi jalanan terlihat kurang enak jika dipandang. Sehingga kondisi tersebut sering dikeluhkan

pengguna jalan Aminatul Laili (19), warga Sokobanah ketika terjebak dikemacetan mengeluhkan kondisi pasar Batu Lengir. Sebab, Pasar Batu Lengir sudah semakin berkembang, jadi perlu adanya pengembangan manajemen pasar yang mengatur kondisi dan aktivitas perdagangan dan area-area tertentu yang semestinya tidak mengganggu terhadap pengguna jalan. “Memang kemacetan di pasar ini tidak terlalu parah

jika dibandingkan dengan pasar tumpah di Tamberu. Namun untuk mengantisipasi kemacetan yang berkelanjutan semestinya dinas terkait harus lebih aktif menata kondisi pasar tersebut. Sehingga kondisi jalan Pasar Batu Lenger menjadi lancar. Apalagi saat ini penjualan sapi di pasar ini semakin meningkat yang membuat kondisi pasar di sini menjadi semrawut,” ujarnya kepada Koran Madura. Sementara Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset

Daerah (Dispendaloka) Kabupaten Sampang Suhartini Kabtiyati melalui Kasi Pasar Damanhuri menuturkan bahwa pihaknya masih belum mengetahui pasti kondisi Pasar Batu Lenger yang menjadi keluhan masyarakat. “Saat ini kami masih belum mendapat laporan dari Kepala UPT pasar Batu Lenger. Coba, Mas langsung menghubungi kepala UPT pasar di sana supaya pihak UPT pasar disana yang menjelaskan,” singkatnya. =MOHAMMAD MUHLIS


H

Sampang

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

Transaksi Pegadaian Meningkat SAMPANG – Transaksi pegadaian mengalami peningkatan sejak awal bulan puasa. Transaksi utang-piutang dengan jaminan barang ini, banyak diminati masyarakat untuk modal tambahan usaha kecil maupun keperluan selama bulan puasa. Kantor Pegadaian di Monumen Jalan Trunojoyo Kec/Kota Sampang, Senin (14/7) dipadati sejumlah warga untuk bertransaksi utang-piutang. Peningkatan transaksi gadai di bulan ini juga karena bertepatan dengan penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2014. Jadi, banyak nasabah yang memilih pinjaman uang di pegadaian karena proses pencairannya lebih gampang. Kepala Pegadaian Cabang Sampang Moh Kholil mengatakan, peningkatan transaksi di pegadaian terjadi sekitar 25 hingga 40 persen transaksi. Itu selama memasuki bulan puasa Ramadan, sebab bila dibandingkan dengan bulan-bulan biasa rata-rata 10 hingga 25 persen transaksi perbulan. “Bisa saja ke depan nanti ini semaki meningkat, karena menjelang Lebaran maupun saat bulan Ramadan,” ucapnya kepada Koran Madura, kemarin. Kholil menuturkan, meningkatnya transaksi pegadaian dipastikan karena ada faktor Lebaran, serta diselingi faktor penerimaan siswa baru. Sehingga, banyak kebutuhan warga yang harus teratasi. Bahkan, sejauh ini pinjaman rata-rata dengan barang emas,

MENINGKAT. Puluhan warga mengantre di salah satu tempat pegadaian di Jalan Trunojoyo Kec/Kota Sampang, Senin (14/7).

serta nasabahnya banyak dimanfaatkan oleh para pedagang pasar dan warga sipil. “Karenakan keperluan puasa dan Lebaran (konsumtif) cenderung naik, apalagi ada penerimaan siswa baru,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, biasnya dua minggu sebelum dan dua minggu sesudah Lebaran, banyak masyarakat yang melakukan penebusan barang gadaiannya. Ini dikarenakan masyarakat telah memiliki uang lebih dari Tunjangan

Hari Raya (THR) dan ingin memiliki kembali barang yang sudah digadaikannya. “Nanti bisa jadi H-7 atau setelah lebaran banyak yang sudah diambil barangnya,” imbuhnya. =RYAN HARIYANTO/MK

PENGHITUNGAN SUARA PILPRES

KPU RI Gali Informasi C1 Kecamatan Ketapang JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Pusat menggali informasi mengenai kejanggalan Formulir C1, yang berisi data perolehan suara masing-masing peserta Pilpres, di sejumlah tempat pemungutan suara di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. “Mengenai kasus yang ditemukan di beberapa TPS di Ketapang, Sampang, kami (KPU) masih mencari informasi tentang hal itu. Semalam (Minggu malam, 13/7) kami sudah mencoba menghubungi KPU setempat tetapi

belum mendapat kabarnya,” kata Komisioner Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU Pusat Jakarta. Berdasarkan hasil pindai Formulir C1 yang beredar di media sosial, ditemukan belasan TPS dimana pasangan calon Nomor Urut 2 tidak memperoleh suara satu pun. Hal itu memunculkan komentar beragam, khususnya dari para relawan dan simpatisan pasangan tersebut, yang menduga ada tindak kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara di tingkat bawah.

Terkait akan hal itu, KPU meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan bahwa kejanggalan Formulir C1 adalah kecurangan. Bisa saja, kata Hadar, terjadi kekeliruan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dilakukan secara tidak sengaja. “Kalau itu kekeliruan, tentu kami akan mengkaji dan meminta catatan dari panitia pengawas,” tambah dia. Kabupaten Sampang merupakan daerah yang diakui KPU me-

miliki sejarah demokrasi pemilu yang sarat persoalan. Pada Pemilu Legislatif lalu, sejumlah TPS di Kabupaten Sampang juga mengalami pemungutan suara ulang karena diduga terjadi kecurangan pada pelaksanaan Pemilu 9 April. “Sampang, memang kita tahu, adalah daerah yang dalam perjalanan pemilunya mempunyai sejumlah masalah. Oleh karena itu, terkait kasus di Ketapang, kami ingin memastikan apa yang sesungguhnya terjadi,” ujarnya.

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kabupaten Sampang digelar di 1.883 TPS yang tersebar di 186 desa-kelurahan di 14 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 805.459 orang. Pelaksanaan Pilpres di Sampang melibatkan sebanyak 13.814 orang petugas penyelenggara “adhoc”, yang 13.181 orang termasuk dalam KPPS, 558 anggota panitia pemungutan suara (PPS), 70 orang anggota penitia pemilihan kecamatan (PPK) serta lima orang anggota KPU.=ANT/MK


KORAN BANGKALAN PROBOLINGGO

MADURA

KORAN MADURA

Pamekasan

SELASA 15 JULI 2014|NO.15 0402|TAHUN III SELASA JULI 2014

NO. 0402 | TAHUN III

II

PEMBERDAYAAN PENGGIAT AGAMA

Penerima Musala-Masjid Tak Disurvei

PRODUKSI TEMBAKAU PAMEKASAN. Petani menyiram tanaman tembakau di Desa Konang, Galis, Pamekasan, Jatim, Kamis (10/7). Jumlah lahan tembakau di kabupaten itu, sekitar 35 ribu hektare dengan jumlah produksi mencapai sekitar 30 ribu ton tembakau rajangan, sementara jumlah kebutuhan pabrikan rokok untuk tembakau asal daerah itu berkisar 22 ribu ton.

Nilai Hibah Haji Belum Jelas 568 CJH Diminta Melunasi BPIH PAMEKASAN - Bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk keperluan pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tidak akan dihibahkan penuh. Namun sesuai dengan jumlah CJH yang akan berangkat, tapi hingga saat ini belum jelas berapa jumlah yang akan dihibahkan. Pada tahun 2014 ini, Pemkab Pamekasan menyiapkan anggaran sebesar Rp 733 juta, meningkat dari tahun lalu, dengan dana hibah tahun 2013, yaitu sebesar Rp 533 juta. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Pamekasan, Amirussaleh mengatakan untuk saat ini besaran anggaranya masih tetap Rp 733 juta. Namun, anggaran tersebut dihibahkan sesuai tingkat kebutuhan. “Kami masih menunggu laporan kepastian jumlah calon jamaah yang akan diberangkan kan oleh Kantor Kemenag (Kementerian Agama). Kalau hibahnya memang melalui Kesra tapi untuk dan yang akan dihibahkan kami belum ada jumlah pastinya,” katanya. Sementara itu, Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Pame-

kasan, Abd Wafi mengatakan kendati sudah ada kepastian jumlah CJH yang diharuskan melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPHI), namun, ternyata banyak dari CJH yang menunda pemberangkatan haji dengan alasan yang beragam. Menurut Wafi, semula CJH yang diminta untuk melunasi BPIH sebanyak 568 orang. Namun, kenyataanya ada 77 CJH yang menunda berangkat tahun ini dan 2 orang meninggal dunia, sehingga total CJH akan berkurang 79 dari semestinya. Hal itu tentu akan mempengaruhi jumlah CJH yang berangkat pada tahun ini, sehingga juga akan berpengaruh terhadap jumlah hibah nantinya. Dia mengakui pihaknya belum

melaporkan jumlah itu kepada Pemkab Pamekasan. Mengenai seberapa besar nilai hibah, merupakan kewenangan Pemkab, sedang pihaknya hanya menyetor jumlah CJH yang akan berngakat pada musim haji tahun 2014 ini. “Biasanya anggaran di tentukan berdasarkan seberapa banyak jumlah CJH. Tahun 2013 lalu per jamaah dapat bantuan Rp 225 ribu. Apakah tahun ini meningkat seperti anggaran yang disiapkan, itu tetap kewenangan Pemkab Pamekasan,” kata Wafi. Untuk diketahui, tahun lalu hibah tersebut sempat menjadi polemik karena dinilai perekonomian orang yang berangkat haji tergolong menengah ke atas, tapi masih mendapat bantuan dari Pemkab. Namun, pemkab setempat tidak bisa berbuat banyak dengan penilaian itu. Sebab, hibah tersebut merupakan perintah undang-undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji, bahwa operasinal penyelenggaraan haji ditanggung oleh pemerintah setempat. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

PAMEKASAN - Sejumlah aktivis Aliansi Mahasiswa Madura (AMM) Pamekasan menyoal penyaluran bantuan fasilitasi keagamaan yang ditangani Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab setempat. Realisasi bantuan tersebut diduga banyak salah sasaran. Juru bicara AMM, Kholik mengaku kecewa terhadap kenerja Bagian Kesra, karena tidak serius dalam menjalankan program bantuan tersebut. Akibatnya, batuan Masjid Musala kerap kali salah sasaran. “Masjid yang sudah kokoh dan terlihat bagus kadang tetap mendapat bantuan. Sementara masjid yang nyaris ambruk tidak disentuh,” ungkapnya. Sistem yang dijalankan Kesra dalam realisasi bantuan fasilitasi keagamaan itu dinilai berpotensi fiktif karena tidak ada tim pengawas atau pun tim survei yang diturunkan untuk mengecek keberadaan sesungguhnya calon penerima bantuan. Selain itu, kata Kholik, kriteria yang dicantumkan Kesra dinilai sangat longgar. Misalnya, pemohon tetap diperbolehkan mengajukan bantuan mushala, meski hanya digunakan untuk berjemaah keluarga dan tidak untuk mendidik anak baca tulis Alquran. Ia menginginkan agar bantuan tersebut diperuntuk-

kan untuk mushala atau surau yang kegiatannya jelas. Yakni tidak hanya untuk kegiatan berjamaah yang melibatkan masyarakat sekitar, melainkan juga untuk kegiatan pendidikan agama dan belajar baca tulis Alquran. Dengan demikian bantuan tersebut betul-betul nyata untuk pemberdayaan penggiat agama, yang selama ini mendidik santri sorogan. Bukan justru diperuntukkan bagi musala pribadi yang digunakan keluarga saja. ”Kalau kriterinya seperti ini siapapun akan mengajukan. Saya minta kriteria itu dirubah. Msalnya harus ada aktivitas belajar Alquran,” katanya. Kepala Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Amirussaleh mengakui penerima bantuan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2014, tidak dilakukan survei lapangan, melainkan berdasarkan usulan yang masuk dan diproses oleh bagian Kesra Pemkab Pamekasan. Menurutnya, belum ada tim yang akan melakukan survei. Sehingga, dicukupkan terhadap usulan proposal yang sudah dilakukan verifikasi dan dilengkapi dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH

BERDISKUSI. Aktivis AMM mempertanyakan realisasi bantuan fasilitasi keagamaan di Pamekasan kepada Kesra.


J

Pamekasan

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014|NO. 0402|TAHUN III

USUT. Ketua Divisi Advokasi Tim Pemenangan Jokowi-JK Pamekasan Agus Sugiardi (kanan) saat diperiksa Divisi Hukum Panwaslu Pamekasan kemarin.

Tim Jokowi Diperiksa Panwaslu Terkait Penemuan Pelanggaran di 18 TPS di 9 Proppo PAMEKASAN - Panwaslu segera menindaklanjuti laporan Tim Pemenangan Jokowi-JK Pamekasan, terkait dugaan kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara pada Pilpres 9 Juli lalu. Ketua Divisi Advokasi Tim Pemenangan Jokowi-JK Agus Sugiardi, diperiksa Divisi Hukum Panwaslu, kemarin (14/7) pukul 09.00 WIB, yang berlangsung sekitar satu jam. Dia dimintai keterangannya terkait teknis laporannya sehari sebelumnya. Agus juga diminta menjelaskan kronologi temuan Tim Jokowi-JK tersebut, sehingga memutuskan untuk melapor ke Panwaslu.

Anggota Panwaslu Divisi Hukum Sapto Wahyono menerangkan saat pemeriksaan tersebut pihaknya secara khusus menanyakan kronologi terkait temuan dugaan kecurangan di 18 TPS, yang tersebar di 9 desa di Kecamatan Proppo. Setelah mendengarkan panjang lebar penjelasan Agus dan memeriksa barang bukti (BB) yang ada, akhirnya Sapto meminta Agus

menghadirkan 18 saksi dari TPS-TPS itu. Tidak hanya itu, Sapto juga meminta Agus turut menghadirkan koordinator saksi tingkat desa dari beberapa desa di 18 TPS itu. Para saksi itu satu persatu akan dimintai keterangan oleh Divisi Hukum Panwaslu, guna menelusuri dan mengetahui lebih jauh terkait kondisi dari TPS-TPS yang dilaporkan itu. Para saksi

juga akan ditanya terkait isi form C1 dari TPS-TPS tersebut, juga akan ditanya terkait isi data di form tersebut, kemudian ujungnya juga akan ditanyakan darimana para saksi itu mendapatkan form tersebut. “Dari keterangan para saksi itu kan kami bisa menyimpulkan nantinya. Siapa sebenarnya yang bertindak melakukan manipulasi data di form C1 itu. Dan rencana besok (hari ini) kami akan memanggil pihak penyelenggara, mulai dari KPPS bersangkutan, PPS bersangkutan, PPK Proppo, dan KPU Pamekasan,” papar Sapto. Dari serangkian pemeriksaan yang akan dilakukan Panwaslu ini, pada akhirnya nanti Panwaslu akan mengeluarkan rekomendasi kepada pihak penyelenggara, terkait permasalahan ini. Namun Panwaslu belum berani memperkirakan rekomendasi apa yang nantinya

akan dikeluarkan. Karena Panwaslu belum selesai melakukan pemeriksaan, sehingga belum bisa menyimpulkan. Disinggung apakah bisa sampai pada pemungutan suara ulang (PSU), pihaknya menyatakan belum berpikir sampai jauh ke sana. “Kita tunggu saja apa hasil dari penelusuran tim. Yang jelas tiga hari ke depan sudah ada keputusan. Karena maksimal lima hari setelah hari-H (Pilpres), sudah ada keputusan dari Panwaslu terkait adanya sengketa Pilpres,” terangnya. Sebagaimana diberitakan, Divisi Advokasi Tim Pemenangan Jokowi-JK Pamekasan melaporkan adanya dugaan kecurangan di 18 TPS, yang tersebar di 9 desa di Kecamatan Proppo, Senin (13/7). Dugaan itu terkait manipulasi data yang dilakukan KPPS-KPPS, yang dinilai sangat merugikan Pasangan Capres Jokowi-JK. Manipu-

lasi data itu antara lain, tingkat kehadiran pemilih ke TPS yang sampai 100 persen dari DPT. Hal ini, menurut Tim JokowiJK, tidak masuk akal. Sebab beberapa masyarakat di wilayah tersebut ada yang bekerja ke luar kota, bahkan ke luar negeri menjadi TKI. Selain itu juga ada warga yang meninggal dunia, yang masih terdaftar dalam DPT dimaksud. Dari semua pemilih mayoritas memilih nomer 1, yang memilih nomer 2 hanya 2-3 orang saja. Hal ini sangat janggal, sebab pemilih Jokowi di daerah-daerah tersebut juga banyak, berjumlah puluhan hingga ratusan orang. Juga ada dugaan pemalsuan tanda-tanda tangan, baik tanda tangan saksi maupun tanda tangan KPPS, di dalam form C1. Serta sejumlah manipulasi data lainnya, dan kejanggalan-kejanggalan lainnya. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH


Pamekasan

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014|NO. 0402|TAHUN III

K

Mengapa Pemkab Kesulitan Berantas PSK? Baru Tiga Lokalisasi yang Terungkap PAMEKASAN - Pekerja seks komersial (PSK) menjadi penyakit masyarakat yang harus ditangani dengan serius. Namun Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengaku kesulitan menertibkan PSK yang beroperasi kota gerbang salam itu. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan, Alwi Beiq mengatakan PSK yang beroperasi di Pamekasan sulit diberantas, karena keberadaan para penjajah kenikmatan duaniawi itu masih mendapatkan tempat di wilayah itu. “Sekuat apapun upaya kami melakukan penertiban PSK kalau masih ada kelonggaran dari masyarakat yang masih menerima keberadaannya tentu hal yang sulit bagi kami untuk memberantas itu. Namun, kami tidak akan putus asa,” katanya.

Dia mengakui di wilayah Pamekasan ada tiga lokasi yang diketahui warga sebagai tempat prostitusi. Dua di belahan utara kabupaten tersebut, yaitu di Desa Blaban dan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batu Marmar, kemudian di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Menurut Alwi, kendati tiga tempat itu sudah lama beroperasi, namun hingga saat ini belum bisa dilakukan penutupan. Sebab masyarakat di sekitar lokasi itu tidak peduli

dengan aktifitas para penyakit masyarakat itu, sehingga penertiban yang dilakukan terkesan percuma.

Kedua perempuan itu mengaku bernama Nurhayati (19) yang berasal dari Kabupaten Sampang dan Nia Ramadhani (27) warga Lumajang. Setelah diperiksa dan diberikan pembinaan, keduanya kemudian dilepaskan karena tidak mempunyai identitas lengkap. Pihaknya salut dengan

keberanian Walikota Surabaya, Tri Risma Harini yang berani menutup Lokalisasi Dolly yang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Menurutnya, sulitnya membenahi praktek-praktek melanggar asusila di Pamekasan karena belum adanya saling kerjasama antar pihak. “Kami tidak bisa bergerak sendiri, kami perlu dukungan dari masyarakat, tokoh masyarakat untuk menolak keberadaan tempat PSK beroperasi. Kalau sudah ditolak oleh masyarakat sekitarnya, dengan sendirinya itu akan berakhir,” ungkapnya. Untuk diketahui, walaupun dalam suasana bulan suci Ramadhan, PSK di wilayah itu nekat beroprasi. Terbukti, Satpol PP setempat menangkap dua orang wanita yang sedang mangkal di salah satu warung kopi sekitar

Pasar 17 Agustus Pamekasan pada Sabtu (12/7) malam. Kedua perempuan itu mengaku bernama Nurhayati (19) yang berasal dari Kabupaten Sampang dan Nia Ramadhani (27) warga Lumajang. Setelah diperiksa dan diberikan pembinaan, keduanya kemudian dilepaskan karena tidak mempunyai identitas lengkap. Temuan Satpol PP itu seolah mulai mengingkari kesepakatan antara Pemkab Pamekasan dengan pemilik warung di lokasi itu. Warung yang hanya buka saat malam hari, seperti warung kopi di Pasar 17 Agustus sudah bersepakat tidak lagi menyediakan PSK, karena beberapa warung kopi di lokasi tersebut kerap ketahuan Satpol PP sedang menyediakan PSK. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

SEREMONIAL

MOS SMK Negeri 2 Mengedepankan Pendidikan Karakter

PAMEKASAN - Pendidikan karakter merupakan hal utama yang akan dikedepankan dalam pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMK Negeri 2 Pamekasan. Pendidikan karakter ini diyakini sebagai bekal dasar yang harus ditanamkan kepada siswa, agar mempermudah sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa baru, dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di

sekolah tersebut. Kepala SMK Negeri 2 Pamekasan, Budi Sulistiyo menyatakan sudah menekankan kepada panitia, khususnya pengurus OSIS, agar seluruh kegiatan dan program yang dicanangkan dalam MOS mengarah kepada pendidikan karakter. Panitia agar tidak memberikan contoh yang kurang baik terhadap siswa baru. Karena dikhawatirkan akan dicontoh oleh siswa baru. Ketua Panitia MOS, SMK Negeri 2 Pamekasan, Rahman Hidayat juga meminta pengurus OSIS tidak mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap siswa baru. Pengurus OSIS hendaknya menjadi fasilitator dalam mengarahkan para siswa baru agar mengetahui lingkungan barunya. ”Di sini itu ada 8 jurusan keahlian, kami kenalkan mereka, sesuai dengan jurusannya masingmasing,” kata waka kesiswaan SMK Negeri 2 Pamekasan itu. Peserta MOS di sekolah itu sebanyak 550 siswa, terbagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok memiliki Pembina. =FAKIH AMYAL/UZI


L

Pamekasan

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014|NO. 0402|TAHUN III

LPI Berencana Kirim Dua Relawan ke Palestina Aksi Solidaritas Sesama Muslim Tidak Cukup dengan Penggalangan Dana PAMEKASAN – Aksi solidaritas terhadap warga Palestina yang menjadi korban kekejaman Tentara Israel terus mengalir. Salah satunya dari Laskar Pembela Islam (LPI) Kabupaten Pamekasan yang berencana akan mengirimkan dua relawan siap mati ke Palestina. Mereka bertekad berangkat ke medan perang di Palestina akibat keprihatinannya terhadap korban kekejaman serangan Israel yang merupakan umat Islam. Keberangkatan dua relawan tersebut direncanakan dalam minggu ini. Sebab saat ini LPI mengaku tengah mengurus perijinan pemberangkatannya. Dua warga Pamekasan yang akan diberangkatkan LPI setempat, yaitu Abdul Azis, ketua LPI Pamekasan, dan anggota LPI setempat Mohammad Rusdi. Keduanya warga Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Ketua LPI Pamekasan, Abdul Aziz Syahid mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan LPI pu-

berinisiatif menjadi relawan di perang timur tengah itu, karena terdorong oleh keprihatinan atas tindakan Israel yang menyerang umat muslim yang tidak bersalah. Sementara ini, lanjutnya, hanya dua orang yang siap diberangkatkan. Namun jika memungkinkan, pihaknya akan menambah personel untuk diberangkatkan menjadi relawan. Menurutnya, keberangkatan relawan ke jalur Gaza merupakan salah satu jihad. Sebab banyak umat Islam di Palestina menjadi korban serangan umat Yahudi, Israel . Pihaknya berharap bisa membantu para korban dan meringankan beban relawan lainnya. “Keberangkatan kami merupakan jihad fi sabilillah. Jadi kami sudah siap apapun resikonya demi kemanusiaan di Palestina. Apalagi disana merupakan saudara kita sesama umat Islam, yang diserang oleh orang kafir Yahudi,”katanya. =ALI SYAHRONI/UZI/RAH

sat di Jakarta yang sudah melakukan komunikasi dengan pihak Palestina terkait teknis di Palestina. Sehingga pihaknya lebih mudah aksesnya setelah berada di jalur Gaza. “Kami LPI mengecam serangan Israel yang meyebabkan banyak warga Palestina meninggal dunia. Kami menilai tindakan mereka sudah tidak manusiawi. LPI Indonesia akan mengirimkan relawan dan dari pamekasan ada dua orang yang kan ikut ke Gaza,” katanya. Dia menegaskan pihaknya

BALIHO

SEREMONIAL

Bupati Minta Warga Tunggu Hasil KPU

PAMEKASAN - Hasil Quick Count yang berbeda dalam pemilihan presiden dan ditayangkan di sejumlah televisi swasta di Indonesia membuat sejumlah pihak khawatir akan terjadinya perpecahan antar sesama pendukung pasangan calon presiden. Dalam kesempatan safari Ramadan di kediaman K. H. Faruk Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pagendingan, Galis Pamekasan, Bupati Pamekasan Achmad Syafii meminta seluruh masyarakat Pamekasan untuk

tetap sabar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, 22 Juli 2014 mendatang. Menurut Syafii, saling klaim kemenangan yang disampaikan masingmasing pasangan calon, merupakan salah satu strategi politik. Sehingga masyarakat tidak perlu memperdebatkan hasil penghitungan tersebut. Lebih baik, kata Syafii, masyarakat meningkatkan kegiatan keagamaan yang bernilai ibadah, selama Bulan Ramadan. ”Ketimbang melihat perbedaan hasil penghitungan pada Pilpres, lebih baik baca Alquran, iktikaf di Masjid, banyak baca istighfar, dan jangan lupa bersadakah kepada yang kurang mampu, karena yang demikian itu lebih jelas pahalanya,” ujarnya. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asyari, Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi, Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan Juhedi, dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Galis, Pamekasan. =FAKIH AMYAL/UZI/RAH

Ucapan Selamat Presiden Bertebaran PAMEKASAN - Meski keputusan resmi dari KPU terkait Presiden Indonesia terpilih untuk pereode 2014-2019 belum keluar, namun ucapan selamat atas kemenangan kedua Capres bermunculan di Pamekasan. Ada baliho bertuliskan “Selamat Atas Kemenangan Prabowo-Hatta Sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 Sesuai Hasil

Real Count Tabulasi yang Kredibel”. Ada baliho lain bertuliskan “Selamat Atas Terpilihnya Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019 Berdasarkan Hasil Hitungan Cepat”. Baliho yang sama-sama memenangkan kedua kontestan dalam Pilpres 9 Juli kemarin, selain terlihat di masing-masing posko kemenangan kedua kontestan, juga terlihat di sejumlah jalan protokol. Hal ini tentunya membuat masyarakat Pamekasan bingung. Sebenarnya siapa yang menang dalam Pilpres kemarin, karena keduanya sama-sama menyatakan menang. Menurut Koordinator Forum Wanita Demokrasi (Forwad) Pamekasan Lulita Margaretha, fenomena dengan perang baliho semacam itu bisa memprovokasi masyarakat. Terutama masyarakat yang tidak tahu apa-apa tentang politik dan dinamika Pilpres. Sebab saat ini mau tidak mau, di Pamekasan sedang ada dua kelompok, yaitu kelompok pendukung Prabowo-Hatta dan kelompok pendukung Jokowi-JK. Jika semua kelompok menyatakan menang semua, tak ada yang mau kalah, sangat menaikkan dan memanaskan tensi politik pasca Pilpres ini. =SUKMA FIRDAUS/UZI/RAH


KORAN Bangkalan MADURA

Bangkalan

Bangkalan M M

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014

SELASA 15 JULI 2014||TAHUN No. 0402 |IIITAHUN III No. 0402

PILPRES

KPUD Bantah Perolehan Suara Jokowi Nol Persen BANGKALAN - Memasuki tahap penghitungan hasil perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), belakangan ini tersiar kabar di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) Kabupaten Bangkalan, pasangan calon Presiden Jokowi- JK mendapatkan nol persen. Akan tetapi, kabar tersebut disangkal oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat. isu tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap lembaga penyelenggara pemilu. "Isu itu jelas tidak menghargai kinerja kami yang selama ini telah berusaha semaksimal mungkin. Jangan intimidasi kami dengan kabar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan," ujar Ketua KPUD Bangkalan, Fauzan Jakfar geram. Apalagi pada saat penghitungan di masing-masing PPK kata Fauzan, pihaknya tidak menemukan di TPS yang tersedia pasangan nomor urut dua tersebut tidak memperoleh suara atau nol

persen. Sehingga jika ada pihak yang menyebutkan ada indikasi kecurangan itu sama sekali tidak benar. Atas dasar apa yang menyatakan di Bangkalan pasangan Jokowi-JK tidak mendapatkan suara. Hal ini, jelas merupakan isu yang dapat membuat suasana tidak kondusif. "Ayolah hargai pilihan masyarakat pada 9 juli lalu. Sebab, hasil perolehan suara yang ada itu merupakan pilihan rakyat. Dan pasangan Jokowi-JK tetap di masing-masing TPS di 18 Kecamatan memiliki suara," paparnya. Menurutnya, suara nol untuk Jokowi-JK tidak mungkin terjadi. Sebab, sebagian warga Bangkalan adalah pendukung pasangan tersebut. Jadi membuat isu yang dapat memperkeruh suasana saat ini perlu disayangkan. Apalagi, memang sebelum pelaksanaan Pilpres kedua kubu sama-sama bertarung bagaiamana agar calon masing-masing bisa meraih perolehan suara maksimal. = DONI HERIYANTO/RAH

MENYAMBUT MUDIK LEBARAN

MENUMPUK. Barang-barang yang hendak dikirim ke berbagai daerah menumpuk di kantor pos.

Pengiriman Barang Mulai Meningkat

977 Armada Disiagakan

Paket Domestik Mendominasi

BANGKALAN - Menyambut mudik leberan tahun ini, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan telah menyiapkan 977 armada sebagai sarana angkutan di jalur darat maupun di lautan. Apalagi pada arus mudik nanti diprediksi mengalami lonjakan penumpang, sehingga perlu kiranya untuk mempermudah transportasi umum demi kelancaran arus mudik. "Itu dilakukan agar warga yang bakal mudik ke Kabupaten Bangkalan, tidak akan kekurangan armada, karena jelang arus mudik nanti dipastikan jumlah pengguna angkutan mengalami kenaikan," kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten Bangkalan, Abd Hamed. Dijelaskan Hamed, 799 armada yang dimaksud yakni angkutan pedesaan atau Mobil Pengangkutan Pmum (MPU) sebanyak 366 unit, kemudian Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), sebanyak 34 unit. Berikutnya, Bis Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) sebanyak 215 unit dan MPU-AKDP sebanyak

BANGKALAN - Pengiriman barang atau paket di kantor pos Kabupaten Bangkalan mengalami peningkatan memasuki pertengahan bulan Ramadan. Kenaikan rata-rata terjadi 5 sampai 10 persen per hari. Diperkirakan pengiriman barang akan terus mengalami peningkatan menjelang lebaran.

352. Selanjutnya, angkutan antar jemput sebanyak 4 unit dan untuk jalur lauatan pelabuhan kamal pihaknya bersama PT. ASDP menyediakan sebanyak 6 Kapal. "Kelancaran, kenyamanan masyarakat saat arus mudik menjadi harapan kita bersama. Sehingga, dengan mempertebal armada angkutan dengan jumlah ratusan itu, sebagai upaya dalam memudahkan masyarakat saat lebaran nanti," paparnya. Memasuki tanggal 24 Juli atau H-4 hingga H+1 lebararan, kata Hamed pihaknya bakal memberikan batasan, bahkan juga bakal melarang sejumlah kendaraan angkutan barang untuk beroprasi. Diantaranya, pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, truk gandengan, kendaraan petik emas (Kontainer) dan pengangkut barang dengan sumbu melebihi dari 2 sumbu. Kebiajakan tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas. "Biasanya pada saat itu, dijalan itu sangat padat, maka yang perlu diutamakan ada masyarakat yang mau mudik lebaran," terangnya. = DONI HERIYANTO/RAH

syaiful islam/koran madura

Ketika mendekati lebaran, pengiriman barang, umumnya mengalami peningkatan mencapai 20 sampai 30 persen dibandingkan hari biasa. Pengiriman barang tersebut didominasi dari domestik, sedangkan yang dari luar negeri masih sedikit. "Saya ingin mengirim barang ke keluarga yang ada di Kalimantan. Saya sekarang tidak bisa mudik saat lebaran nanti, karena liburnya tanggung atau hanya beberapa hari. Jadi memilih berlebaran disini," terang salah seorang warga asal Balikpapan, Jamaluddin, saat ditemui di kantor pos Bangkalan, Senin (14/7) kemarin. Ia menjelaskan dirinya hanya mengirimkan barang untuk keluarganya yang ada di Kalimantan supaya bisa dipakai saat lebaran nanti. Pada tahun sebelumnya,

dirinya mudik ke kampung halaman. Sehingga oleh-olehnya dibawa sendiri. Namun, saat ini hanya bisa mengirimkan bentuk barang. "Karena sekarang tidak bisa mudik, jadi ya dikirim lewat kantor pos. Saya memilih mengirim sekarang supaya segera sampai di sana. Sebab, kalau mengirim mendekati lebaran takut ada keterlambatan pengiriman," paparnya. Jamal menambahkan, barang yang dikirim bisa sampai tepat waktu yakni sekitar empat sampai lima hari sesuai dengan yang telah ditetapkan . Supaya bisa dipakai ketika lebaran nanti. Sebab, yang dikirim merupakan pakaian dan barang lainnya seperti mente. Sementara itu, Staf Kantor Pos Cabang Bangkalan, Muzammil

Anwar menjelaskan arus pengiriman barang mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Kenaikan arus pengiriman paket dari dan menuju Bangkalan, antara 5 sampai 10 persen dibandingkan biasa. Pihaknya memprediksi pengiriman barang akan terus meningkat sampai H-3 lebaran nanti, baik yang dari domestik maupun luar negeri. Diprediksi kenaikannya bakal menyentuh angka 20 sampai 30 persen. "Pengiriman paket dari dan menuju Bangkalan, masih didominasi paket pengiriman domestik. Sedangkan pengiriman paket dari dan menuju luar negeri, hanya mengalami peningkatan sedikit," paparnya. Tingginya angka pengiriman paket barang lantaran masyarakat Bangkalan yang merantau ke luar daerah jumlahnya sangat banyak. Diperkirakan mereka tidak sempat mudik ke kampung halaman, sehingga hanya bisa mengirimkan paketan barang. "Atau bisa saja karena barang bawaannya terlalu banyak, akhirnya barang dikirim terelebih dulu lewat kantor pos. Kemudian orangnya mudik belakangan," ucapnya. = SYAIFUL ISLAM/RAH


N

Bangkalan

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

Angkutan Tradisional Seharusnya Dilestarikan Dokar Bakal Ditertibkan BANGKALAN – Angkutan tradisional perlu dilestarikan, karena menjadi salah satu kekayaan aset daerah. Demikian juga dokar misalnya, merupakan bagian dari angkutan tradisional itu, yang hingga kini mulai jarang terlihat. Akan tetapi, eksistensi dokar itu belakangan ini mulai dianggap sebagai angkutan yang mengganggu modernitas, bahkan di sejumlah tempat dianggap sebagai penyebab kemacetan. Di Bangkalan Madura, Kantor Pengelolaan Pasar setempat berencana akan melakukan penertiban pada para pedagang yang berjualan di bahu jalan, terlebih bagi para pemilik dokar yang sering mangkal dan dinilai menghambat laju lalu lintas. Rencana tersebut sebagai langkah untuk menghindari kemacetan yang terjadi di pasar tumpah pada arus mudik dan arus balik lebaran nanti. Penertiban tersebut akan dilaksanakan pada H-15 ini. Selain akan menertibkan pedagang dan pemilik dokar, pihak pengelola pasar juga bakal menertibkan area parkir mobil yang cenderung asal-asalan, tentunya juga dapat mengganggu arus kendaraan dan memicu tersendatnya lalu lintas.

doni heriyanto/koran madura

PENYEBAB MACET. Dokar yang sering mangkal di depan pasar menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas.

Sehingga perlu dilakukan tindakan nyata agar semua bisa berjalan dengan lancar. " Antisipasi macet, kita akan menertibkan para pedagang pasar, parkir mobil, dan dokar yang lokasinya dilalui jalur kabupaten," ujar Sekretaris Kantor Pengelolaan Pasar, Moh. Mustofa. Berdasarkan data Kantor pengelolaan Pasar, setidaknya ada 29 pasar tradisional yang tersebar di 18 Kecamatan se-Kabupaten Bangkalan. Namun yang lokasi berada di jalan raya jalur antar kabupaten hanya 12 pasar. Diantaranya dijalur selatan, Pasar Kamal, Socah, Ki Lemah Duwur, Petemon, Tanah Merah, Galis, Blega dan Lomaer. Sedangkan di jalur utara meliputi,

pasar Arosbaya, Klampes, Sepuluh dan pasar Tanjung Bumi. Menurut Mustofa, pasar tumpah yang terjadi di sejumlah pasar Tradisional, mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Pasalnya, meningkatnya jumlah pedagang yang tidak sebanding dan tidak diimbangi dengan perluasan lokasi pasar. Terutama, lokasi parkir yang sangat minim. "Jumlah pedagang sudah over load, sedangkan lokasi pasar tetap. Sehingga mereka berjualan di jalan, ini yang menjadi permaslaahan selama ini," ungkapnya. Untuk mengatasi hal itu, sambung Mustofa, pihaknya telah menghimbau kepada Kepala di masing-masing pasar. Agar para pedagang diarahkan ke dalam

pasar. Sehinnga pada H-7 lebaran nanti arus lalu lintas tidak terganggu oleh para pedagang. "Para pedagang harus berjualan di dalam pasar, meskipun sempit, dan area parkir tidak di depan pasar," paparnya. Sementara itu, para Kusir Dokar yang berporpasi di Pasar Tanah Merah, Arif (40) kurang setuju apabila dokar tidak diperkenankan mangkal di depan pasar. Sebab, mereka memang menaruh harapan besar untuk mendulang keuntungan menjelang lebaran tahun ini. "Yang kami tunngu memang jelang lebaran ini, masak mau ditertibkan. Kalau ditertibkan kami mau makan apa," ungkapnya. = DONI HERIYANTO/RAH

PENDIDIKAN

Ada Sekolah Kekurangan Murid BANGKALAN - Pada tahun ajaran kali ini, sekolah yang berlokasi di daerah pinggiran mengalami kekurangan siswa. Karena itulah, meskipun sudah memasuki masa orientasi siswa (MOS), pihak sekolah masih membuka pendaftaran. Jika ada siswa yang mendaftar masih diterima sebagai murid baru di sekolah itu. Hal tersebut dilakukan supaya sekolah di pinggiran tidak kekurangan murid. Kondisi ini berbeda dengan sekolah negeri yang ada di kawasan perkotaan. Pihak sekolah sudah menutup pendaftaran. Selain pagunya sudah terpenuhi, juga masa pen-

daftaran sudah selesai. Kemudian saat ini sudah waktunya MOS. Salah satu sekolah pinggiran yang kekurangan siswa seperti dialami SMAN 1 Tanjung Bumi. Dari 8 rombongan belajar (rombel) yang disiapkan pihak sekolah, hanya mendapat 7 rombel. Setiap rombel diisi 36 siswa. Dengan kata lain, sekolah tersebut masih kekurangan 36 siswa. Dengan alasan masih belum memenuhi pagu yang telah ditetapkan. Hingga detik ini, mereka masih membuka pendaftaran agar semua rombel terisi. Kepala SMAN 1 Tanjung Bumi, Abdulrrazak menjelaskan, hampir merata sekolah pinggiran atau ber-

lokasi di kecamatan pada tahun ajaran baru 2014/2015 yang di mulai hari ini, masih kekurangan siswa baru. Dari jatah 8 rombel yang disediakan Disdik Bangkalan, sampai hari ini baru terisi 7 rombel dengan jumlah siswa baru sebanyak 252 orang. “Kami masih kekurangan 36 siswa lagi. Makanya, kami belum menutup pendaftaran. Jika ada siswa baru yang mendaftar dalam minggu ini, akan diterima,” terang Razak saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/7) kemarin. Menurut Razak, sekolah pinggiran yang tidak kekurangan murid hanya SMAN 1 Kamal. Pihaknya masih membuka membu-

ka pendaftaran meskipun sudah memasuki MOS, pertimbangan lain lantaran ada kekhawatiran kalau mereka tidak diterima, nantinya bisa putus sekolah. “Jika tidak diterima, mereka sekolah dimana. Sehingga dinas pendidikan memberi kelonggaran untuk memperpanjang masa pendaftaran sekolah,” paparnya. Ia berharap, sekolah akan memenuhi pagu yang telah ditentukan dengan memperpanjang masa pendaftaran. Supaya ruang kelas yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), tidak menganggur. = SYAIFUL ISLAM/RAH

PASAR HEWAN

Harga Sapi Mulai Naik BANGKALAN - Harga sapi di pasar hewan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2014. Belum diketahui secara pasti penyebab harga sapi mengalami kenaikan. Namun banyaknya permintaan yang meningkat di pasaran diduga menjadi penyebab utamanya. Berdasrkan hukum ekonomi, bila permintaan terhadap suatu barang tertentu meningkat, bisa dipastikan terjadi kenaikan harga. Tak terkecuali pada harga sapi seperti saat ini. Diperkirakan harga sapi akan terus mengalami kenaikan hingga lebaran tiba nanti. Salah seorang staf pegawai pasar hewan Tanah Merah, Arifin menyatakan, harga sapi mengalami kenaikan memasuki pertengahan bulan Ramadan. Berdasarkan pengalaman harga sapi akan naik sampai H-2 lebaran. Meskipun harga sapi mengalami kenaikan, masyarakat yang ingin membeli sapi terus bertambah. "Jika sudah memasuki H-7 sampai H-2 lebaran kenaikan harga sapi mencapai 20 sampai 30 persen. Karena orang perantauan banyak yang membeli sapi untuk dipotong," ucap Arifin, kemarin. Menurut Arifin, saat ini kenaikan harga sapi tidak terlalu signifikant. Untuk harga sapi yang berukuran besar, sebelumnya dipatok Rp 17 juta per ekor. Kini, naik menjadi Rp 17,5 juta per ekor. Sedangkan untuk ukuran sedang saat ini harganya Rp 13 juta. Padahal, sebelumnya harga sapi yang berukuran sedang hanya dipatok Rp 12 juta per ekor. Harga sapi yang berukuran kecil ditetapkan Rp 7 juta. Sebelumnya harga sapi yang kecil dipatok Rp 6,5 juta. Kenaikan harga sapi tersebut diduga kuat karena menjelang Hari Raya Raya Idul Fitri. "Saya berharap meski harga sapi alami kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi. Karena kasian masyarakat yang ingin membeli terlalu mahal," paparnya. Sementara itu, salah seorang pembeli sapi, Ahmad Rifai, menyatakan, dirinya tetap membeli sapi meskipun mengalami kenaikan pada harga. Sebab, ia sangat membutuhkan sapi buat lebaran nanti. Jika membeli mendekati lebaran, dikhawatirkan harga sapi bakal tinggi. = SYAIFUL ISLAM/RAH


KORAN Bangkalan MADURA

Industri Lokal

Bangkalan OO

KORAN MADURA

SELASA 15 JULI 2014

SELASA 15 JULI 2014||TAHUN No. 0402 |IIITAHUN III No. 0402

BUDIDAYA JAMUR TIRAM. Siti Ningrum Irawati (38) saat menunjukkan tempat usahanya di Desa Patereman kecamata Modung Kabupaten Bangkalan.

doni heriyanto/koran madura

Guru Sukwan Beralih menjadi Pengusaha jamur Setelah Sempat Menerima SK Palsu sebagai PNS Tidak banyak masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Bangkalan, yang menjadikan bisnis Jamur Tiram sebagai pilihan. Selain suhu udara pulau Madura yang tidak mendukung, tidak banyak juga orang yang paham cara budidaya jamur tersebut. Namun, Siti Ningrum Irawati (38), warga Desa Patereman Kecamatan Modung bertekad menekuni budidaya tersebut, lantaran impian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kandas di tengah jalan. Usaha budidaya yang digagasnya itu dimulai sejak tahun 2009 lalu. Penyebabnya, wanita yang berprofesi sebagai guru tenaga honorer ini menerima SK palsu pengangkatan menjadi PNS. Dari sanalah ia mulai berpikir bahwa impian mengubah hidup menjadi lebih baik tidak hanya menjadi abdi negara. Namun, menekuni di bidang lain pun juga mampu menjalani hidup lebih daripada sebelumnya. Memang dari awal wanita paru baya itu sangat mengimpikan menjadi seorang guru yang memiliki status PNS. Ia pun memulai dengan menjadi tenaga honorer sejak 2004 silam. Apa boleh buat disaat impiannya di depan mata

ternyata keburuntungan belum berpihak. Peristiwa SK palsu yang diterimanya tak membuatnya patah semangat untuk terus berusaha. Justru dari kejadian itu semakin menjadikan lebih termotivasi untuk berpindah haluan menjadi pengusaha. "Ya, saya sudah senang mendapat SK itu, Mas. Tapi mungkin memang belum saatnya saya menjadi PNS. Saya pikir dengan menjadi pengusaha ini juga bisa merubah kehidupan saya. Saya juga tetap mengajar kok, Mas, sekalipun sebagai tenaga honorer," ujarnya. Pada awalnya, Ningrum hanya membudidayakan Jamur lokal di rumahnya sendiri sekadar cobacaba. Setelah sekian lama, ter-

nyata usaha merintis dari nol itu dari hari ke hari dirasa menguntungkan. Kemudian ia pun mulai mengembangkan usaha jamurnya tersebut hingga sebanyak 5000 baglog (Kantongan Bibit Jamur). Dengan kalkulasi setiap harinya bisa panen 60 kilogram. "Saya telateni usaha ini, karena saya yakin budidaya jamur tiram banyak peminat di pasaran. Sekarang saya sudah mampu memasarkan hingga Jawa Timur tidak hanya lokal Bangkalan saja," paparnya. Menurutnya, budidaya jamur tiram tersebut tidak memerlukan perawatan khusus. Hanya saja, suhu udara yang tinggi di Madura menjadi salah satu kendala tersendiri selain dari keterbatasan

alat produksi. Suatu saat nanti, ia berharap ada kepekaan pemerintah dalam usaha budidaya tersebut. Terlebih menyediakan mesin oven untuk meningkatkan produksi. Pasalnya, permintaan jamur relatif tinggi terutama di wilayah Madura. “Saya mensiasati dengan menjaga suhu dan kelembaban ruangan budidaya agar pertumbuhan ja mur baik, untuk mengatur suhu dan kelembaban ruangan maka setidaknya saya harus menyiram ruangan hingga 5 sampai 7 kali dalam seharinya,� ucapnya. Dari ketekunan menjalani bisnis ini, Ningrung sudah merasakan buah manis dari jerih

payahnya. Dalam sebulan ia mampu mendulang keuntungan hingga jutaan rupiah. Bahkan ia seringkali diundang oleh perguruan tinggi untuk mengisi materi tentang kewirausahaan. Bagi Ningrun, tidak banyak orang yang memperhatikan potensi jamur tersebut. Namun demikian tak menyurutkan sedikitpun semangatnya untuk terus berwirausahan dan mengembangkan bakat entrepreneurshipnya. "Untuk pemasaran saya lebih cenderung pada pola aktif yaitu menawarkan ke pangsa pasar. Karena dengan seperti itu akan semakin memperluas jaringan demi keberlangsungan usaha ini," tandasnya. = DONI HERIYANTO/RAH


KORAN MADURA PKORAN PROBOLINGGO

O

SELASA 15 JULI 2014 SELASA 15 JULI 2014 | No. 0402 | TAHUN III

MADURA

No. 0402 | TAHUN III

JUWITA PERMATA SARI

Harus Mengikuti Perkembangan Zaman agi Juwita Permata Sari, 23, untuk memajukan Pamekasan ini, harus dimulai dari kulturnya dulu. Pamekasan harus terbuka terhadap perkembangan zaman dan kemajuan Iptek. Kultur itulah yang harus dikembangkan lebih dulu di Pamekasan. Dia yakin jika sudah demikian, maka Pamekasan akan menjadi kota hidup. Menurutnya, mau tidak mau dijaman yang serba global seperti sekarang, suatu daerah jika ingin mengikuti globalisasi itu, harus terbuka terhadap globalisasi itu sendiri. Jika masih tertutup dengan globalisasi, dipastikan daerah itu tak akan bisa maju dan mengejar

globalisasi atau perkembangan itu sendiri. Akibatnya, perkembangan daerah tersebut akan stagnan, tak ada perkembangan dan kemajuan sama sekali. Dari waktu ke waktu akan begitu saja, sementara daerah lain sudah semakin dan terus berkembang. Hal inilah yang menurut Wita -sapaan akrabnya- sedang dialami Pamekasan. Sudah lima tahun lebih Jembatan Suramadu dioperasikan, namun perkembangan Pamekasan masih stagnan. Artinya tak ada perkembangan berarti, dari sebelum adanya Jembatan Suramadu. Padahal Pamekasan dikatakan sebagai kabupaten paling maju di Madura. Maju dari mana? dia heran. Jika demikian terus, bisa jadi Pamekasan, dan Madura umumnya, akan menjadi daerah yang terbelakang, khususnya di kemajuan Iptek dan perkembangan global. "Terkait dampak dari kemajuan Iptek dan perkembangan

global itu memang ada efeknya. Tapi bagaimana kesiapan dan karakter masyarakat Pamekasan ini dibangun dulu. Jika karakter masyarakat sudah terbentuk maka dampak apapun tak akan berefek apa-apa. Karena masyarakat sudah berkarakter," tuturnya. Menurutnya, mengikuti perkembangan itu bukan masalah mau atau tidak mau. Tapi di zaman seperti sekarang ini sudah menjadi keharusan. Dalam guna menyempurnakan peradaban di lingkungan tersebut. Dia selaku masyarakat Pamekasan terkadang malu dan minder jika melihat kota lain di luar Madura yang lebih maju. Padahal potensi dan kesempatan untuk mendapatkan dan mewujudkan itu sama-sama bisa dilakukan Pamekasan sejak dulu.

Hanya saja Pamekasan masih enggan, dengan berbagai pertimbangan yang menurut dia kurang jelas. Menurutnya, peradaban yang semakin sempurna akan berpengaruh terhadap perkembangan dan kualitas masyarakatnya. Semakin maju suatu daerah, semakin berkualitas masyarakatnya. =SUKMA FIRDAUS/RAH

SOFINATULLAILY

Pasrah-Tawakal itu Menenteramkan Sulit menebak apa yang kan terjadi nanti. Apa akan bahagia, sedih, tertawa, menangis, tak kan ada yang tahu apa yang akan terjadi esok. Namun jalani hari ini dan seterusnya tanpa penuh beban, lepaskan semua yang ada dan ikhlaskan apa yang telah terjadi kemarin. Terpenting, perbaikilah itu bila tampak tak sempurna adanya. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Akan tetapi tak ada salahnya jika berusaha menjadi sempurna.

B

agi dara cantik pemilik nama Sofinatullaily dalam menjalani hidup harus berpikir seolah-olah kita akan hidup selamanya. Kanditipun tidak ada yang abadi. Namun, dengan merasa akan hidup selamanya akan menjadikan sebuah keyakinan semakin tumbuh. Kayakinan itu diimbangi dengan keihlasan sebagai pondasi kehidupan. Pasrah kepada sang pencipta menjadi modal utama. Sebab, semua sudah atas skenario kehendak Sang

Pencipta. "Aku harus yakin dalam menjalani kehidupan. Bagaimana mau hidup berarti jika kita tidak memiliki keyakinan yang tinggi. Semua sudah ada yang mengatur," ujar gadis yang akrab disapa Sopie ini. Seringa kali kata gadis berparas arab itu, orang dalam menjalani kehidupan tanpa didasari sebuah keyakinan. Berdiam diri meratapi apa yang akan terjadi. Sesungguhnya, orang

semacam itu telah membatasi kemampuan yang dimiliki. Sehingga dirinya merasa lemah tak berdaya. Akhirnya, orang itu tidak memiliki kisah manis yang dapat dijadikan sebuah catatan sejarah dikemudian hari. "Jangan sampai kita tidak memilki keyakinan atau motivasi dalam hidup, karena hanya akan menjadikan kita tidak ada artinya. Hidup hanya satu kali, jalanilah hidup dengan penuh arti," tutur gadis yang bekerja di salah satu dealer motor ternama di Bangkalan itu. Sopie mengatakan tak ada yang tidak mungkin di dunia ini apabila keyakinan sudah menjadi pegangan hidup. Tinggal waktu yanng menentukan. Usaha dan doa menjadi suatu keharusan dalam menatap masa depan. Rangkaian peristiwa yang menyakitkan merupakan bumbu kehidupan. Tetap optimis karena dunia belum berakhir. Selama nyawa dikandung badan semua dapat digapai. =DONI HERIYANTO/RAH

Nama : Sofinatullaily Tetala : Pamekasan, 25 Desember 1987 Hobi : Travelling Pekerjaan : Karyawan Obsesi : Wanita Karier Alamat : Jalan Raya Sidingkap III Bangkalan


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
e Paper Koran Madura 15 Juli 2014 by koran madura - Issuu