Skip to main content

Koran Kampus UKDW Edisi Mei 2025

Page 1

UKDW Yogyakarta

19

@UKDWJOGJA @ukdwyogyakarta

05

UKDW Yogyakarta

Alamat Redaksi: Kantor Biro IV UKDW Gedung Hagios Lantai 1 Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25, D.I Yogyakarta Koran Kampus UKDW

MEI 2025

korankampus@staff.ukdw.ac.id

Berkomunikasi dengan Hati Mencipta Harmoni

B E R I TA U TA M A

Buka Ruang Kreativitas, Lab Perancangan Produk UKDW Tawarkan Inovasi 3D Print dan 3D Scan

Jelajah Kolaboraya: Komitmen Ciptakan Lingkungan yang Inklusif & Kolaboratif

2 Doc. Panitia

Doc. Panitia

niversitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jelajah Kolaboraya yang diadakan oleh Roemah Inspirit (Roemi) bersama Arsitek Komunitas (Arkom) Indonesia pada hari Sabtu, 17 Mei 2025 di Atrium Gedung Didaktos UKDW. Jelajah Kolaboraya 2025, dengan tajuk “Pendekatan Ekosistem: Sebuah Peluang Membangun Gerakan Masyarakat Sipil yang Tangguh”, merupakan bagian dari perjalanan menuju Pasar Kolaboraya 2025. Sebuah event tahunan dari Kolaborasi Raya (Kolaboraya) yang bertujuan menjadi ruang bagi para kreator perubahan sosial lintas tema dan sektor untuk berinteraksi, membangun kolaborasi raya, serta menciptakan inovasi sosial yang besar, berkelanjutan, dan berdampak. Kegiatan ini adalah respons terhadap berbagai krisis global yang kita hadapi seperti krisis iklim, pangan, air, energi, dan demokrasi. Jelajah Kolaboraya dibuka dengan penandatanganan MoU antara UKDW dengan Arkom Indonesia. Kerja sama ini merupakan komitmen UKDW untuk menciptakan mahasiswa yang mampu bergerak dan peduli dengan isu-isu sosial yang ada di sekitar. UKDW akan juga terus menciptakan lingkungan yang inklusif dengan terus berusaha memfasilitasi berbagai kebutuhan dari seluruh bagian masyarakat. Acara dilanjutkan dengan diskusi pemantik tentang “Membangun Hub Ekosistem Kota untuk Semua”. Diskusi dibawakan oleh Budhita Kusmadi bersama dengan Rektor UKDW Dr. -Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. (Rektor UKDW) dan Yuli Kusworo, S.T., M.Sc. (Direktur ARKOM). Pada diskusi ini dibahas tentang konsep “hub ekosistem kota” dari masing-masing perspektif narasumber dan bagaimana peran dari institusi pendidikan maupun komunitas. Bu Ning menyampaikan bahwa sebagai suatu institusi pendidikan, UKDW harus mampu ikut serta dalam mewujudkan suatu ekosistem yang inklusif dan kolaboratif. Langkah ini harus dijalani oleh seluruh komponen dari institusi. UKDW selalu berusaha untuk menciptakan

generasi yang peka terhadap isu-isu disekitarnya dan mampu melakukan perubahan. Sedangkan Pak Yuli menjelaskan tentang pengertian konsep dari Hub Ekosistem Kota untuk semua. Cara melihat suatu masalah melalui pendekatan ekosistem. Pak Yuli menjelaskan bahwa pendekatan ekosistem adalah suatu perspektif yang melihat bahwa gerakan masyarakat merupakan sistem yang saling terhubung dan kolaboratif. Sebuah ekosistem harus mampu untuk berbagi energi, materi, dan informasi kepada sesamanya di ekosistem tersebut. Selanjutnya peserta diajak untuk belajar berkolaborasi dengan aktivitas yang telah disediakan. Peserta diajak untuk mengeksplorasi keragaman jejaring dengan kegiatan kelompok. Dalam kelompok, peserta diminta untuk dapat saling berkenalan dan berhubungan satu sama lain sehingga membuat jejaring. Setelah itu, peserta diminta untuk menuliskan inisiatif yang ingin dilakukan dalam sebuah kertas. Lalu, peserta diminta untuk berbagi satu dengan yang lain tentang inisiatif tersebut dan menemukan solusi untuk dapat melaksanakannya. Dengan kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membuat jejaring koneksi dan menganalisa sumber daya yang kita miliki. Dengan jejaring dan sumber daya yang dimiliki tersebut, peserta dapat melaksanakan suatu inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Fanny, salah satu peserta Jelajah Kolaboraya dari Solo mengatakan bahwa dengan kegiatan seperti ini, dia dapat bertemu dengan individu dan komunitas yang ternyata menghadapi isu yang sama. Pertemuan ini memberikan pengetahuan dan ilmu baru serta kesempatan untuk dapat berkolaborasi menciptakan suatu solusi terhadap isu tersebut. Fanny berharap bahwa kegiatan Kolaboraya ini akan terus ada dan melibatkan lebih banyak orang maupun komunitas agar bisa menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan kolaboratif.

U

Fakultas Bisnis UKDW dan BRIN Jalin Kerja Sama, Gelar Workshop Kemasan Produk Makanan

5

Cross-Cultural and Interfaith Study: UKDW Welcomes Students from Hong Kong

11

[jonathan]

UKDW & Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Kembangkan Program Kampung Tematik

U

niversitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bersama 46 perguruan tinggi di DIY sepakat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengembangkan Kota Yogyakarta berbasis potensi lokal. Komitmen bersama melalui program “Kampung Tematik: One Village, One Sister University, One Corporate” tersebut, dikukuhkan dalam bentuk dokumen kerja sama yaitu kesepakatan bersama atau nota kesepakatan yang ditandatangani pada hari Rabu, 21 Mei 2025 di Hotel Tara Yogyakarta. Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. mengapresiasi Pemkot Yogyakarta atas kolaborasi yang lebih masif dengan perguruan tinggi. Selain itu, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. juga menyampaikan komitmen UKDW untuk mendukung Pemkot Yogyakarta dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan berbasis kampung yang berkesinambungan, sesuai dengan karakteristik dan potensi sumber daya lokal, yang disebut dengan program Kampung Tematik. “Kami siap berbagi SDM, ide, hingga

pendanaan melalui skema hibah dan mekanisme lainnya,” katanya. Selain itu, UKDW juga siap memberikan solusi yang efektif dalam penanganan sampah di Kota Yogyakarta melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi, serta memajukan pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan Penandatanganan dokumen kerja sama tersebut menjadi simbol dimulainya kerja kolaboratif yang terstruktur dan berkelanjutan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kampung tematik secara terintegrasi dan inklusif. Kolaborasi pentahelix sebagaimana konsep Gandeng Gendong Kota Yogyakarta yang melibatkan pemerintah, korporasi, kampung, kampus, dan komunitas dalam program One Village One Sister University and One Corporate adalah langkah untuk membangun SDM berbasis tematik kampung dan memaksimalkan potensi lokal agar berdampak luas. Penandatanganan MoU antara Pemerintah

Doc. Panitia

Kota Yogyakarta dan perguruan tinggi ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan kampus berdampak sesuai dengan kebijakan yang dicanangkan oleh Ke-

menterian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. [MPK]


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Kampus UKDW Edisi Mei 2025 by Koran Kampus UKDW - Issuu