UKDW Yogyakarta
20
@UKDWJOGJA @ukdwyogyakarta
06
UKDW Yogyakarta
Alamat Redaksi: Kantor Biro IV UKDW Gedung Hagios Lantai 1 Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25, D.I Yogyakarta Koran Kampus UKDW
JUNI 2026
korankampus@staff.ukdw.ac.id
Berkomunikasi dengan Hati Mencipta Harmoni
B E R I TA U TA M A
UKDW Kukuhkan Prof. Anton sebagai Guru Besar Termuda UKDW, Soroti Peran AI dalam Analisis Teks dan Pendidikan
Doc. Panitia
UKDW dan Hong Kong Polytechnic University Tingkatkan Literasi Digital Siswa SMP di Yogyakarta melalui Program EEE
Doc. Panitia
Doc. Panitia
2
Doc. Panitia
Wujudkan Misi Zero Waste, Tim Bioteknologi UKDW Sabet Medali Perumggu di IDEA FEST V 2026
5 Doc. Panitia
BUKAN KETUNDUKAN BRUTAL: Belajar dari Protes Ayub, Iman yang Jujur, dan Nalar Kritis di Kampus
U
Doc. Panitia
11
niversitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengukuhkan Prof. Dr. Antonius Rachmat Chrismanto, S.Kom., M.Cs. sebagai Guru Besar dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya kepakaran deep learning, di Auditorium Koinonia UKDW, Rabu (17/6/2026). Pengukuhan ini menjadi tonggak sejarah bagi UKDW karena Prof. Anton tercatat sebagai Guru Besar pertama Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKDW sekaligus Guru Besar termuda di lingkungan UKDW. Dalam orasi ilmiah berjudul “Analisis Teks dari Text Mining ke Deep Learning dan LLM: Model Deteksi Konten Spam dan Adaptasinya dalam Pendidikan Berbasis Konteks,” Prof. Anton menjelaskan perkembangan teknologi analisis teks yang kini menjadi pondasi penting dalam pemanfaatan AI. Menurutnya, data teks merupakan sumber informasi terbesar di era digital. Karena itu, teknologi analisis teks berkembang dari pendekatan text mining menuju machine learning, deep learning, hingga pemanfaatan Large Language Model (LLM) dan Small Language Model (SLM) yang mampu memahami konteks bahasa secara lebih mendalam. Ia menambahkan berbagai keputusan penting, mulai dari tren pasar, kepuasan
Doc. Panitia
Doc. Panitia
pengguna, hingga evaluasi kualitas pembelajaran di perguruan tinggi, umumnya tersimpan dalam bentuk teks yang tidak terstruktur. “Tanpa pengolahan yang tepat, informasi berharga tersebut sulit diubah menjadi pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujarnya. Prof. Anton menyoroti pentingnya AI dalam mendeteksi konten spam dan informasi menyesatkan yang semakin sulit dikenali dengan metode konvensional. Pemahaman konteks percakapan, relasi antar-kalimat, hingga hubungan antara unggahan dan komentar menjadi kunci dalam meningkatkan akurasi deteksi. Selain itu, ia melihat potensi besar AI untuk mendukung dunia pendidikan, terutama dalam implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Teknologi AI dapat membantu perguruan tinggi memetakan keterkaitan antara capaian pembelajaran, asesmen, dan umpan balik mahasiswa secara lebih cepat, konsisten, dan berkelanjutan. Melalui penelitiannya, Prof. Anton mengembangkan model deteksi komentar spam berbahasa Indonesia yang memanfaatkan konteks percakapan dan emoji. Penelitian tersebut menghasilkan sejumlah kontribusi, antara lain dataset
SPAMID-PAIR, model ensemble machine learning, dan arsitektur deep learning EiAPBC yang dirancang lebih efisien dalam memahami konteks percakapan. Prof. Anton melihat berbagai peluang riset di bidang pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP), termasuk pengembangan model multilingual, deteksi spam multimodal, model ringan untuk pemrosesan real-time, hingga sistem AI yang mampu mendukung evaluasi kurikulum secara otomatis. Ia juga mendorong pengembangan sistem pendidikan berbasis bukti yang memanfaatkan AI untuk menganalisis keterkaitan antara kurikulum, asesmen, dan umpan balik mahasiswa secara berkelanjutan. Menurutnya, integrasi teknologi tersebut dapat menghadirkan sistem evaluasi kurikulum yang lebih adaptif, transparan, dan efektif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Meski perkembangan AI berlangsung sangat pesat, Prof. Anton mengingatkan bahwa teknologi tersebut tetap memerlukan pengawasan manusia (human-in-loop). Menurutnya, pendekatan human-in-the-loop penting untuk memastikan hasil yang dihasilkan AI tetap akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. “AI berkembang sangat cepat, tetapi kita tetap harus berhati-hati, terus belajar, dan
memastikan teknologi ini digunakan untuk mendukung manusia, bukan menggantikan peran manusia,” tegasnya. Dalam sambutannya, Rektor UKDW Dr.Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T. menyampaikan bahwa pengukuhan Prof. Anton merupakan bagian dari capaian peningkatan jabatan fungsional dosen di UKDW. Pencapaian tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya para Guru Besar berikutnya serta memperkuat kontribusi UKDW dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Pengukuhan Prof. Anton sebagai Guru Besar pertama Fakultas Teknologi Informasi merupakan pencapaian penting bagi UKDW. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi lahirnya Guru Besar-Guru Besar berikutnya serta memperkuat kontribusi UKDW dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Wiyatiningsih. Kepakaran Prof. Anton di bidang Kecerdasan Buatan diharapkan semakin memperkuat posisi UKDW sebagai Sustainable Entrepreneurial Research University (SERU) sekaligus mendukung terwujudnya UKDW sebagai Kampus Berdampak melalui pengembangan riset, inovasi, dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. [mpk]