UKDW Yogyakarta
19
@UKDWJOGJA @ukdwyogyakarta
02
UKDW Yogyakarta
Alamat Redaksi: Kantor Biro IV UKDW Gedung Hagios Lantai 1 Jl. dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25, D.I Yogyakarta Koran Kampus UKDW
FEBRUARI 2025
korankampus@staff.ukdw.ac.id
Berkomunikasi dengan Hati Mencipta Harmoni
B E R I TA U TA M A
PROFIL BULAN INI
Agung Kurniawan, S.Ak.
Mahasiswa Informatika UKDW Raih Juara 2 SPARK Telkomsel 2025 – Datathon Competition
2
Doc. Pribadi
T
SIRAMAN ROHANI
Visi & Misi Allah Bagi UKDW Di Tahun Ular
10
RESENSI BUKU Seni Mencintai
11
im mahasiswa Program Studi (Prodi) Informatika Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berhasil meraih Juara 2 dalam ajang SPARK Telkomsel 2025 – Datathon Competition. Scientific Performance And Research Knowledge (SPARK) Telkomsel 2025 – Datathon Competition merupakan kompetisi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Elektroteknik Institut Teknologi Bandung (HME ITB) dengan dukungan dari Ikatan Alumni Elektro ITB (IAE ITB), PT Bangunindo Teknusa Jaya, Google, dan Telkomsel. Kompetisi ini diikuti oleh 768 peserta yang terbagi dalam 218 kelompok dari 41 universitas swasta dan 53 universitas negeri yang tersebar dari seluruh indonesia. Hadir sebagai wadah inovasi teknologi yang mendorong pengembangan solusi berbasis teknologi digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan, dengan fokus pada penyelesaian permasalahan umum melalui
pemanfaatan data secara optimal. Ajang ini tidak hanya mencari teknologi yang canggih, tetapi juga menitikberatkan pada solusi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Tim mahasiswa UKDW yang berhasil menjadi Juara 2 dalam ajang tersebut mengembangkan sebuah aplikasi untuk membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi kerja tenaga pengkodean ICD-10 di Indonesia. Sebuah sistem penggolongan penyakit dan masalah kesehatan yang disusun berdasarkan sistem kategori. Adapun tim tersebut terdiri dari Nicholas Tanugroho, Andi Putrayana, dan Angela Sekar Widelia. Nicholas menyebutkan saat ini, Indonesia menghadapi tantangan berupa kekurangan SDM pengkodean ICD-10, hasil pengkodean yang kurang lengkap, serta kurangnya pedoman dalam penggunaan istilah medis terutama ICD-10 ini.
Padahal, kode ICD-10 memegang peranan penting dalam proses klaim BPJS Kesehatan dan rujukan pasien ke spesialis. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menargetkan pelatihan bagi 1800 tenaga pengkodean klinis pada tahun 2025 ini. “Oleh karena itu, kami mengembangkan solusi berbasis artificial intelligence (AI) yang inovatif dan implementatif untuk membantu usaha pemerintah dalam mengatasi masalah tenaga pengkodean klinis. Dalam pengembangan solusi ini, peserta juga diwajibkan untuk memanfaatkan platform Bliv yang dikembangkan oleh PT Bangunindo Teknusa Jaya dan Vertex AI oleh Google Cloud,” terangnya. Andi mengatakan kompetisi tersebut diawali dengan pengumpulan proposal ide pada tanggal 17 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025. Delapan tim terbaik yang lolos ke babak final mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sesi mentoring oleh PT Bangunindo Teknusa Jaya dan Google Cloud Indonesia untuk mendukung implementasi dalam pengerjaan karya peserta. Babak final dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2025 di Aula Timur ITB, yang mencakup presentasi final dan pameran hasil karya masingmasing peserta. Angela menambahkan selain berkompetisi dan memperdalam ilmu di bidang machine learning, tim FTI UKDW juga mendapat pengalaman berharga yang tak terlupakan dan serta kesempatan untuk memperluas jaringan profesional. “Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong antusiasme mahasiswa UKDW untuk lebih aktif terlibat dalam kompetisi di masa depan, sekaligus meningkatkan citra universitas sebagai institusi yang mendukung pengembangan inovasi teknologi dan kompetensi mahasiswa,” pungkasnya. [angela]
UKDW Bahas Inklusivitas, Sejarah, dan Budaya dalam Talkshow Tour De Kotabaru #4
U
niversitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta cukup banyak melakukan kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk menggarap kawasan Kotabaru maupun melakukan kajian-kajian untuk mendukung kegiatan pariwisata di Kota Yogyakarta. Hal ini disampaikan oleh Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Promosi, dan Jejaring (WR 4) UKDW dalam acara Talkshow Tour De Kotabaru #4 yang diadakan pada hari Sabtu, 8 Februari 2025 di Halaman McD Sudirman, Yogyakarta. Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D. menyebutkan pada akhir tahun lalu, UKDW melalui Pusat Studi Disabilitas dan Desain Inklusif (PSDDI) berkolaborasi dengan Pusat Desain Nasional Indonesia (PDIN) melakukan assessment terhadap kawasan pedestrian hingga area penyebrangan, khususnya penggal Jalan Jendral Sudirman. “Lewat kegiatan bertajuk Step Out, kami ingin melihat sejauh mana ruang publik di Kotabaru dapat diakses teman-teman disabilitas. PSDDI mengajak komunitas teman-
Doc. Pribadi
teman disabilitas untuk menelusuri jalan guna mendapat masukan terkait ketersediaan aksesibilitas yang memadai. Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat mewujudkan ruang publik yang nyaman dan aman bagi semua orang,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Wahju Satria Wibowo, Ph.D. juga menyebutkan jika kawasan Kotabaru menjadi salah satu ikon wisata yang ada di Yogyakarta karena memiliki sejarah dan banyak warisan budaya. “Kotabaru nuansa sejarah yang sangat kental
bahkan menjadi kawasan heritage (cagar budaya). Sejak zaman dahulu, masyarakat Kotabaru sudah mengajarkan toleransi agama yang sangat tinggi. Ketika Gereja HKBP dan Masjid Syuhada berada di satu jalan, masyarakat tidak mempermasalahkan hal tersebut. Selain itu, Kotabaru juga menawarkan berbagai wisata budaya dan beragam kuliner yang khas,” katanya. Talkshow Tour De Kotabaru #4 menjadi salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang bertujuan untuk mengembangkan Kotabaru sebagai destinasi wisata alternatif, guna mengurangi kepadatan wisata di Malioboro dan memperkenalkan potensi unik kawasan tersebut. Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Yurnelis Piliang, S.I.P., M.P.A (Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta) dan Eko Bimantoro (Direktur Utama Grha Eklin Group). [hosea]