Skip to main content

IR NEWS 88

Page 1


DAFTAR ISI

PolugriJokowi:Realitasdan Ketergantungan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perubahan besar dalam cara Indonesia berinteraksi dengan dunia melalui kebijakan luar negerinya selama sepuluh tahun. Jokowi memiliki tiga fokus utama dalam menjalankan kebijakan internasional: urusan maritim dan keamanan, diplomasi ekonomi, dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Jokowi telah mengubah kebijakan luar negeri yang sebelumnya lebih normatif dan multilateral ke arah yang lebih berfokus pada pragmatisme ekonomi dan diplomasi bilateral.

Pemerintahan Jokowi telah mengungkapkan narasi kebijakan luar negeri yang khas. Pusat dari narasi ini adalah penekanan yang jelas pada pembangunan ekonomi sebagai kekuatan penggerak untuk keterlibatan diplomatik. Inisiatif "Maritime Axis" , program unggulan di bawah Jokowi, melambangkan fokus ini dengan berusaha memanfaatkan potensi maritim Indonesia yang luas untuk pertumbuhan ekonomi. Saat pemerintahan menempatkan diplomasi ekonomi di garis depan, muncul prinsip panduan"Diplomacy down to earth" . Prinsip ini menekankan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia harus langsung bermanfaat bagi rakyatnya, memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi negara.

Sejak menjabat pada tahun 2014, Jokowi telah memprioritaskan diplomasi ekonomi sebagai pilar kebijakan luar negerinya. Jokowi berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik melalui proyek infrastruktur besar seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, yang didanai melalui investasi dan utang dari konsorsium perusahaan Indonesia-Cina serta China Development Bank. Tetapi ketergantungan pada investasi asing langsung (FDI) dan utang, terutama dari Cina, menimbulkan pertanyaan besar tentang kedaulatan ekonomi dan potensi risiko geopolitik.

Jokowi dan ASEAN

Selain itu, di bawah pemerintahan Jokowi, strategi kebijakan luar negeri Indonesia berfokus pada keterlibatan regional. Indonesia membantu stabilitas dan kerjasama di wilayah tersebut sebagai anggota penting ASEAN.

Sejalan dengan visi yang lebih luas tentang Asia Tenggara sebagai tempat untuk kemakmuran dan keamanan bersama, pemerintahan Jokowi berkomitmen untuk meningkatkan persatuan negara tetangga. Namun, komitmen regional ini tidak tanpa tantangan, terutama dalam menghadapi sengketa seperti di Laut Cina Selatan, dimana kecerdikan diplomasi diperlukan untuk menjaga stabilitas sambil mempertahankan kepentingan nasional Indonesia. Secara bersamaan, keterlibatan diplomatik global Indonesia mengungkapkan upaya strategis untuk mendiversifikasi hubungan internasionalnya. Pemerintahan ini telah mencapai kolaborasi dengan kekuatan global utama, terutama Amerika Serikat dan Cina, dengan mengakui manfaat ekonomi dari kemitraan semacam itu .

Pendekatan yang berpusat pada ekonomi telah memicu perdebatan tentang risiko potensial yang terkait dengan ketergantungan berlebihan pada negara-negara tertentu. Saat persaingan antara AS dan Cina semakin intens, Indonesia menemukan dirinya berada dalam posisi yang sensitif di tengah ketegangan geopolitik, yang menyoroti tindakan seimbang yang rumit yang diperlukan dalam diplomasi global kontemporer. Sembari itu, Indonesia tetap berusaha memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan mewujudkan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara. (ran).

TantangandiTengahGeopolitik IndonesiadiEraGlobalisasi FOKUS2

Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor. Indonesia sebagai negara dengan populasi besar dan pasar potensial dihadapkan pada tantangan geopolitik yang harus diatasi dalam menghadapi perubahan

Ketegangan geopolitik menjadi tantangan paling berat. Meningkatnya tensi geopolitik menyebabkan perubahan signifikan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar menjadi inward looking. Akibatnya, dunia semakin terfragmentasi dan tren globalisasi berubah menjadi deglobalisasi.

Tantangan selanjutnya yakni kecepatan perkembangan teknologi digital. Perubahan teknologi informasi yang cepat membawa manfaat bagi masyarakat maupun efisiensi produksi. Namun di sisi lain, hal ini menghadirkan tantangan berupa penghematan tenaga kerja manusia secara masif, persoalan privasi, dan keamanan siber.

Perubahan iklim serta respon kebijakannya turut menjadi tantangan global. Respon kebijakan mitigasi dan adaptasi oleh negara maju terhadap perubahan iklim menimbulkan persoalan bagi banyak negara berkembang. Seperti kebijakan Inflation Reduction Act (IRA) di Amerika Serikat dan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa. Sementara itu, tantangan terakhir yaitu pandemi seperti Covid-19 yang membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Tantangan geopolitik lainnya muncul dari stabilitas kawasan Pasifik Barat akibat persaingan strategis AS-Cina. Ketegangan antar kekuatan besar ini menempatkan Indonesia pada posisi sulit. Apalagi dengan keberadaan konflik laten lainnya, seperti Korea Utara dan ketidakpastian kawasan Asia Selatan pasca mundurnya AS dari Afghanistan. Beberapa tantangan itu menempatkan soal pembangunan pertahanan Indonesia sebagai isu strategis dalam lima tahun ke depan. (gsh)

OPINIDOSEN

Bagaimana menurut bapak Polugri Indonesia di Era Presiden Jokowi? Apa saja prioritasnya?

Pak Jokowi itu pada periode pertama melanjutkan gagasan dari Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tentang prinsip Zero Enemy, bebas aktif. Semua bangsa itu kawan, kecuali yang mengutak-atik soal sovereignty dan yang melemahkan kepentingan nasional. Pak SBY mengatakan ‘satu musuh kebanyakan, seribu kawan kurang’, Pak Jokowi menambahkan banyak teman tidak apa-apa, tetapi yang menguntungkan. Jadi ada tambahannya

Kebijakan luar negeri yang pokok bisa dilihat dari pidato beliau di depan DPR pada November tahun 2014. Saat itu, Pak Jokowi memperkenalkan apa yang disebut sebagai doktrin maritim.

Ada lima konsep maritim, yaitu: budaya maritim, kedaulatan pangan di laut, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim, dan kekuatan pertahanan maritim. Nah saya mau menyoroti yang diplomasi maritim.

Pak Jokowi memperkenalkan peta Indonesia yang terbaru, yang selama ini belum selesai yaitu di Natuna Selatan. Pak Jokowi itu menegaskan secara legal internasional batas-batas laut kita yang selama ini masih menjadi Outstanding Border Problem (OBP). Pak SBY itu meninggalkan warisan kira-kira 12 OBP. Dengan (OBP) Natuna diselesaikan, itu sebenarnya secara kedaulatan mau (kawasan) Cina Selatan itu ada perang-perang, urusan kita sudah selesai. Termasuk urusan, dengan Vietnam, Malaysia, Thailand, juga Andaman. Sudah selesai semua. Jadi Pak Jokowi mewarisi sebuah peta baru wilayah Indonesia, berupa peta-peta laut.

Pak Jokowi serius menyelesaikan itu. Jika dilihat Pak Jokowi tahun pertama langsung membuat bandara di Pulau Miangas, karena pada tahun 2008 Filipina memasukkan Miangas dalam undang-undang wilayahnya. Hal itu oleh Pak Jokowi ditanggapi. Karena dia menggunakan diplomasi maritim, pada tahun pertama beliau langsung meresmikan pembangunan bandara. Warisan Pak Jokowi di periode pertama itu adalah diplomasi maritim yang berhasil menyelesaikan batas-batas laut.

Pemerintahan kedua Pak Jokowi itu lebih ke go international. Jadi pemerintahan yang pertama politik luar negerinya untuk menguatkan konsep maritim, hasil terbesarnya adalah kita menyelesaikan batas-batas laut. Kita menang diplomasi maritim karena dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga buktinya kita bisa menyelesaikan batas-batas laut. Nah itu kesuksesan politik luar negeri di periode pertama.

Periode kedua ini coraknya beda lagi, walaupun tidak bertentangan dengan yang pertama. Pencapaian diplomasi periode pertama menjadi pijakan yang kedua. Di periode kedua itu jika membaca dokumen pidatonya Ibu Menlu, ada empat prioritas, yaitu: penguatan diplomasi ekonomi, diplomasi proteksi, diplomasi kedaulatan, dan kontribusi Indonesia di kepemimpinan global.

Diplomasi ekonomi intinya investasi, bersamaan dengan itu ada pemindahan ibukota. Nah tentu saja butuh resources yang besar, karena pemindahan ibukota gagasannya juga untuk pemerataan ekonomi. Diplomasi perlindungan berfokus pada perlindungan terhadap pekerja-pekerja migran, termasuk para pelajar kita yang ada di luar negeri.

Penguatan diplomasi kedaulatan. Ini penting. Waktu itu di Papua banyak sekali peperangan. Pada tahun 2019 pengakuan terhadap kemerdekaan Papua dilakukan oleh enam Negara Pasifik, yang disponsori oleh Vanuatu. Mereka mengakui pemerintahan revolusioner Papua Barat yang waktu itu dipimpin oleh Kelly Kwalik. Pada tanggal 31 januari 2019, mereka mendeklarasikan perang di Port Moresby. Deklarasi perang itu dihadiri oleh tiga Gubernur negara bagian Papua Nugini, kemudian diresonansi oleh beberapa anggota parlemen dan termasuk radio di Selandia Baru, kemudian dibarengi dengan perayaan beberapa aktivis di depan parlemen di Canberra, Australia dan juga digaungkan oleh pemimpin separatis Papua di London yaitu Benny Wenda. Deklarasi perang itu penting secara hukum internasional. Deklarasi perang itu sesuatu yang sangat penting dalam hukum internasional untuk memastikan bahwa kelompok revolusioner ini sudah merdeka dan memisahkan diri dari negara itu, jadi tidak bisa cuma diam-diam saja melawan. Selain itu yang mengejutkan, Benny Wenda datang di Central Africa Congress. Disana Benny Wenda memperoleh dukungan 79 negara yang mendukungnya untuk mengajukan referendum tentang Papua.

Sehingga kita perlu menegaskan bahwa Papua bagian dari Republik Indonesia. Makanya ada kebijakan dalam rangka penguatan diplomasi kedaulatan itu politik luar negeri kita menengok ke Pasifik. Termasuk pada negara-negara yang mengakui Papua Merdeka. Di Fiji, Indonesia membuatkan stadion, jalan, bandarabandara kecil. Fiji menjadi negara patron kita di pasifik. Diplomasi kedaulatan ini utamanya adalah untuk menguatkan posisi Indonesia dalam menyelesaikan konflik di Papua. Kita juga mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Afrika di Ethiopia, untuk menjelaskan tentang Papua.

Selanjutnya, prioritasnya soal k Indonesia pada kepemimpinan

Karena saat itu Indonesia

menjadi ketua ASEAN, ketua G2 UN Security Council. Banyak sek internasional. Kita di kepem global sangat eksis.

Mungkin yang nanti akan pembeda antara perilaku diplom

Jokowi dengan Pak Prabowo dalam menjalankan politik lua kalau pak Jokowi, menlu nya di d

Jokowi seolah hanya meng belakang. Besok, Prabowo dia sekaligus menjadi diplomatnya, sering pidato di PBB, dia akan s Eropa. Besok menteri luar neg belakang presiden.

Saya percaya bahwa yang empat p ini tadi pasti akan diteruskan. Karena jika ini dibawakan oleh Pak Prabowo itu saya optimis Pak Prabowo akan menjadi salah satu pemimpin yang kuat di dunia.

2. Bagaimana posisi Indonesia dalam merespon kekuatan besar di regional, seperti Cina dan Amerika?

Politik luar negeri kita bebas aktif. Di masa Pak Harto kita dekat dengan Amerika. Di masa Pak Jokowi, kita dekat dengan Amerika, separuh Cina dan sebagainya. Kita orang HI harusnya menjadi orang yang tidak kaget pertama kali, karena bebas dan aktif. Patokannya pakai pembicaraan Bung Hatta saja: selama itu menguntungkan kepentingan nasional. Kita ini ya ke mana-mana bisa, yang penting menguntungkan bagi kepentingan nasional dan menguatkan kedaulatan kita.

Maka dengan Cina masuk dsb. Investasi silakan saja. Masalahnya jika perjanjian perburuhannya merugikan kita. Itu sebenarnya bukan urusan Menteri Luar Negeri tapi Menteri Kemenaker. Jadi kerjaan Bu Retno menarik investor sampai menanam di Indonesia, itu sudah cukup.

Kita bisa menggandeng Cina, sekaligus Taiwan, menggandeng Amerika itu adalah bebas aktif. Itu boleh-boleh saja. Bahkan Pak Jokowi berusaha menggandeng Timur Tengah, tapi gagal. Hanya berhasil mendapat masjid saja di Solo. Pangeran Saudi juga diajak ke IKN sebenarnya sudah

Di tahun-tahun pertama kebijakan politik luar negerinya, pak Jokowi banyak banget buka investasi untuk negara-negara asing, yang misal kalau kita tarik ke belakang berbeda dengan presiden-presiden yang sebelumnya. Indonesia sekarang lebih terbuka untuk investasi. Sebagai contoh, Cina yang membangun kereta cepat.

Selain itu, kebijakan luar negeri Indonesia juga fokus pada peningkatan keamanan di laut. Seperti kebijakan menenggelamkan kapal, walaupun itu dari Ibu Susi kan, tapi itu di bawah pemerintahan Pak Jokowi menurut aku ini menarik karena di mata dunia kan pasti menarik banget. Jarang banget negara mau ambil tindakan sekeras itu. Itu untuk menegaskan kalau wilayah Indonesia tuh tidak main-main. Pendekatan keamanan di daerah maritim ini juga berbeda jika dibandingkan dengan presiden yang terdahulu, yang fokus hanya pada keamanan di daratan.

Selain itu, di sini kita lihat kayak sebenarnya yang sesuai itu ada plus minusnya. Plusnya kita bakal meningkatkan transportasi kita dan juga kemampuan negara, tapi minusnya di situ kita kadang-kadang ada beberapa faktor yang kedepannya mungkin tidak kelihatan sekarang, tapi mungkin 10 tahun ke depan atau yang buat anak cucu kita itu bakal jadi hambatan besar gitu yaitu utang, karena banyak negara yang jatuh karena utang.

Kebijakan luar negeri Presiden Jokowi ini memiliki pendekatan yang praktis dan unik dengan mengutamakan kepentingan nasional dan keuntungan dalam negeri. presiden Joko Widodo lebih fokus pada perdagangan dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memfokuskan kembali pada kepentingan domestic.

Menurut saya diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya dengan memprioritaskan pada perdagangan dan investasi selama masa jabatan Jokowi, Indonesia berhasil menarik investor asing untuk mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan kereta cepat. Dari sisi kerugiannya meskipun berhasil menarik investor asing, Indonesia lebih menjadi ketergantungan dengan negara-negara yang yang investasi ke negara kita, seperti kepada Cina dan AS. Misal di proyek BRI ya dengan Cina itu menimbulkan khawatirnya bahwa Indonesia bisa terlalu bergantung pada Cina yang dapat menimbulkan resikonya ketegangan geopolitik antara negara-negara besar dan dunia.

Selain itu meskipun Presiden Jokowi ini fokus dengan hal-hal domestik itu Indonesia tetap memainkan peran penting dalam regional terutama di ASEAN. Indonesia terus mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan serta berpartisipasi dalam penyelesaian masalah internasional. Intinya, diplomasi yang dilakukan membawa manfaat yang besar bagi infrastruktur Indonesia maupun pembangunan ekonomi dan perlindungan kedaulatan, tetapi disisi lain menghadapi tantangan berupa ketergantungan ekonomi terhadap negara lain juga seperti negara yang dan adanya juga penurunan pengaruh multilateral.

Kebijakan luar negeri di era Jokowi sebenarnya cukup strategis dan visioner. Kenapa? karena memiliki konsep yang berbeda di bidang ekonomi atau investasi. Ekonomi ini sangat penting seperti yang dinyatakan oleh Ferry Irwandi “apa yang paling penting yang paling dekat dengan kejahatan jawabannya yaitu kemiskinan” di sinilah saya notice bahwasanya ekonomi penting sekali demi mengurangi risiko kejahatan yang ada dan agar masyarakat kita merasa lebih aman. Sebagai contoh krisis ekonomi yang terjadi di Suriah berkontribusi terhadap proses sosial yang akhirnya berujung pada perang saudara. Dengan demikian adanya kebijakan luar negeri yang fokus kepada ekonomi ini membawa dampak positif pada Indonesia, sehingga Indonesia ini lebih siap untuk beradaptasi dalam menghadapi dinamika ekonomi dan dalam negeri maupun luar negeri atau maupun global dalam global dan memastikan kemakmuran yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.

Namun perlu kita garis bawahi, ada kritik juga bahwa kita harus berhati-hati agar tidak ada ketergantungan pada investasi asing yang secara berlebihan. Kita harus imbangi dengan kebijakan yang mendukung ekonomi lokal, transfer teknologi, dan pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia. Jadi ibaratnya, kita memperbaiki internal baru kita menguatkan eksternal kita.

Selain itu, kita harus prediktif dan selektif dalam menyeleksi investor asing. Kita mungkin boleh berprasangka, investor asing kalau ke Indonesia ini bisa jadi mereka ada niatan buruk ke kita, sehingga bisa jadi nanti ada debt trap, eksploitasi sumber daya alam, nah itu perlu kita pertimbangkan juga kita harus lebih berhati-hatilah. Selain itu, masih dalam memperbaiki internal, kita perlu memberantas korupsi dan penegakan hukum yang ada di Indonesia, sehingga pihak asing mereka mau investasi ke Indonesia (fh).

Patung Jenderal Sudirman yang berdiri di halaman Kementerian Pertahanan Jepang merupakan simbol penghormatan terhadap jasa dan perjuangan pahlawan Indonesia. Patung ini didirikan untuk mengenang peran penting Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan, sekaligus mencerminkan hubungan diplomatik yang semakin erat antara Indonesia dan Jepang.

Pada tanggal 14 Januari 2011, Menteri Pertahanan Jepang, Toshimi Kitazawa, mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri Pertahanan Jepang-Indonesia dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, selama sekitar satu jam. Dalam kesempatan itu, Menteri Purnomo menyerahkan patung Jenderal Sudirman, pahlawan nasional Indonesia yang pernah mendapatkan pendidikan dan pelatihan militer Jepang melalui PETA (Pembela Tanah Air), sebagai tanda kerja sama dan kemajuan hubungan pertahanan antara Jepang dan Indonesia. Penyerahan patung perunggu tersebut dilaksanakan sebelum rapat kedua menteri dimulai.

Setelah pertemuan itu, patung resmi ditempatkan di halaman Kementerian Pertahanan Jepang sejak Januari 2011. Proses pendirian patung ini melibatkan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang sebagai bagian dari upaya memperkuat persahabatan kedua negara pasca Perang Dunia II. Kehadiran patung ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk menghargai nilai-nilai perjuangan dan kerja sama internasional (cj).

SEMANGAT BELAJAR

TIPS AND TRICK

Halo HI-ers, saat ini kita memasuki semester baru! Nah, untuk menambah semangat, tidak ada salahnya kita mempersiapkan diri dan resolusi untuk berkuliah di semester baru! Apa saja sih tips memulai semester baru yang harus dilakukan?

Untuk mengawali semester, tentu saja kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya agar lebih siap menghadapi semester baru dan tentunya semakin terarah, rapi, dan jelas. Berikut tips mengawali semester baru:

1. Evaluasi semester lalu

Hal ini perlu dilakukan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang telah dilakukan di semester lalu. Koreksilah dirimu sendiri selama satu semester kemarin, kesalahan dan kekuranganmu kemudian perbaikilah pada semester depan agar menjadi lebih baik lagi.

2. Buat target yang ingin dicapai

Sebelum mengawali semester, ada baiknya kamu membuat list untuk target yang ingin kamu capai agar menjadi sebuah patokan atau pedoman yang dapat kamu lakukan agar lebih terarah dan jelas pada saat menjalani semester baru.

3. Disiplin pada waktu dan jadwal

Sikap disiplin pada waktu sangat penting dan sangat berpengaruh dalam pencapain tujuan pembelajaran yang diinginkan sebagai mahasiswa. Jika mahasiswa tidak disiplin maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik apabila mahasiswa tidak meluangkan dan membagi waktunya untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan waktu yang baik untuk belajar akan menimbulkan kesadaran terhadap pentingnya waktu, sehingga dapat menghargai dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

4. Selektif dalam mencari teman

Selektif yang dimaksud disini dalam arti positif. Carilah teman yang dapat memotivasi serta menimbulkan energi positif. Karena, lingkungan pertemananmu akan sangat berpengaruh untuk keberlangsungan kamu di dunia kuliah. Semakin positif dan sehat lingkungan pertemanan kamu, maka akan semakin lancar juga masa kuliahmu.

5. Pahami tentang KRS semester baru

Manfaat dari memahami KRS pada awal semester adalah agar mahasiswa mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai perkuliahan pada semester baru. Hal ini menjadi penting agar tidak kebingungan pada saat mengawali pembelajaran semester.

Itu dia 5 Tips yang dapat kamu lakukan dan persiapkan dari sekarang. Semoga bermanfaat! (gsh)

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook