Ada Apa dengan Kurikulum Baru DTETI FT UGM ? Oleh : Sasa, Melwa
Menurut KBBI, kurikulum adalah perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus. Kurikulum biasa digunakan pada pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Bicara soal kurikulum, DTETI FT UGM telah menerapkan kurikulum terbarunya yakni kurikulum 2016 pada awal semester ini. Kurikulum ini dikenakan pada seluruh civitas akademik DTETI baik angkatan 2016 maupun ke atas. Pada kesempatan kali ini, kami berhasil mewawancarai saudara Dewanto Wicaksono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Akademis KMTETI FT UGM. Kurikulum 2016 DTETI ini dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan dari pihak departemen. “Dari jauh-jauh hari departemen menargetkan untuk akreditasi departemen yang lebih baik. Untuk itu, akreditasi mengacu pada ABET standard internasional�, ujar Dewanto. Dari pernyataan tersebut, departemen melakukan pergantian kurikulum ini dengan tujuan agar departemen memiliki akreditasi yang lebih baik. Acuan yang digunakan adalah standardisasi ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology). Standar ini merupakan standar berkelas internasional. Selain itu, perubahan kurikulum seperti ini hanya dilakukan oleh departemen yang ingin memperbaiki sistem pendidikannya. Kurikulum 2016 ini memiliki beberapa perbedaan dengan kurikulum sebelumnya. Ada beberapa kebijakan baru muncul akibat dari perubahan kurikulum ini. Salah satu contohnya adalah mewajibkan mata kuliah Isyarat dan Sistem untuk prodi Teknologi Informasi dan mata kuliah Matematika Diskret dan Logika untuk prodi Teknik Elektro. Menurut Dewanto, kebijakan tersebut dimaksudkan oleh departemen agar mahasiswa DTETI memiliki kompetensi dan akreditasi yang tinggi serta memenuhi tuntutan pekerjaan global yang semakin meningkat. Dengan kata lain bahwa departemen sedang menyiapkan konsentrasi dari kedua prodi ini menjadi lebih jelas dan beragam. Satu tahun pertama setelah penerapan kurikulum 2016 ini dapat dikatakan sebagai masa transisi. Pada masa - masa ini, bisa dibilang bahwa DTETI sedang melakukan penyesuaian dengan kurikulum baru yang berstandar dari ABET. Beberapa mata kuliah ditambahkan agar memenuhi kompetensi minimum standar ABET. Adapun beberapa mata kuliah juga dihapus dikarenakan mata kuliah tersebut dianggap tidak relevan atau tidak sesuai dengan standar ini. Perubahan kurikulum dapat menyebabkan kerugian bagi mahasiswa. Namun, pihak departemen juga memberi kemudahan dan fasilitas untuk mahasiswanya. Contohnya adalah diadakannya remedial setiap akhir semester yang sebelumnya hanya setiap akhir semester genap. Selain Itu, departemen lebih terbuka bagi mahasiswa untuk memberikan kritik maupun feedback. Perubahan kurikulum baru ini jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya terdapat mata kuliah yang diubah urutannya. Hal ini terkadang menjadi dilema bagi mahasiswa yang ingin mengisi KRS. Menurut Dewanto, ada beberapa tips untuk memilih KRS yakni (1) konsultasi dan mencari informasi dengan kakak tingkat, (2) melihat alur silabus mata kuliah, dan (3) dapat konsultasi dengan dosen pembimbing akademik masing-masing. Namun, Dewanto tetap menekankan untuk tetap mengambil mata kuliah yang sudah dipaketkan oleh pihak departemen. Hal tersebut didasari oleh pihak departemen yang lebih tahu tentang alur pengambilan mata kuliah. Paket-paket semester sudah diurutkan dari materi penguat dasar menurut standardisasi ABET. Dengan adanya perubahan kurikulum ini menimbulkan baik kerugian dan keuntungan bagi mahasiswa DTETI. Kerugian yang dialami bagi mahasiswa DTETI yakni kapasitas SKS paket mata kuliah per semester menjadi turun drastis. Misalnya paket SKS yang didapatkan angkatan 2014 hanya 9 SKS dan angkatan 2015 yang mendapat 15 sks wajib. Namun, hal tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiwanya untuk mengambil slot kosong dengan memilih mata kuliah yang lebih diinginkannya. Selain itu, perubahan kurikulum ini memang harus dilakukan untuk mendapatkan akreditasi yang lebih baik. Harapan setelah adanya kurikulum baru ini yakni mahasiswa diharapkan untuk lebih siap dan lebih matang dalam kompetensi internasional agar dapat bersaing baik di nasional maupun internasional.
2
Event Seneng-seneng se-Teknik Oleh: Steven Masa perkuliahan adalah salah satu masa yang paling menyenangkan dalam kehidupan seseorang. Di dalam masa perkuliahan kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki beragam latar belakang, bertukar pikiran dengan mereka, melaksanakan sebuah kegiatan atau aktivitas bersama mereka, memperluas wawasan dan ilmu di bidang kita masingmasing, dan ketika masa perkuliahan berakhir maka kita akan merindukan momen-momen tersebut. Banyak kegiatan dan aktivitas yang membuat perkuliahan adalah masa yang spesial, dari kegiatan akademis hingga kegiatan bersenang-senang.
Sebagai bagian dari keluarga mahasiswa Fakultas Teknik UGM, kita beruntung karena di dalamnya memiliki segelintir kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan. Salah satu kegiatan atau acara yang kita miliki ialah Teknisiade. Teknisiade merupakan ajang unjuk gigi bagi masing-masing KM atau HM yang ada di Fakultas Teknik UGM. Seperti telah kita ketahui terdapat 10 KM/HM dan kesepuluh-sepuluhnya akan beradu untuk menjadi yang terbaik di bidang masing-masing.
3
Tahun ini, KMTETI cukup banyak memenangkan berbagai lomba yang di adakan, berikut ialah beberapa hasil yang diperoleh oleh KMTETI: BASKET PUTRI
ATLETIK
BAND
BASKET PUTRA
RENANG
VOCAL GROUP
TENIS MEJA GANDA PUTRA
STANDUP COMEDY
BULU TANGKIS GANDA
FILM PENDEK
Keterangan: Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu
Berikut juga klasemen akhir Teknisiade 2016 dan Techfest 2016, dimana KMTM menjadi juara olah raga (Teknisiade) dan KMTG menjadi juara cabang seni (Techfest)
KLASEMEN AKHIR TEKNISIADE (5 BESAR)
KMTG
KMHM
4
KLASEMEN AKHIR TECHFEST (5 BESAR)
KMTM KMTK KMTETI KMTNTF
15 8 6 4
6
HMTG
3
6
6 5 5
4 6 3 6 11
KMTETI KMTS KMTA KMTK