Skip to main content

Majalah Digital Kabari Edisi 223 - 2026

Page 1


Daftar Isi Edisi

INGIN ADVERTENSI DI KABARI MEDIA?

• Majalah Kabari Digital

• Majalah Hidup Sehat

• Majalah Tur Dunia

• Majalah Extra Uang

Disebarkan ke Lebih dari 27,000 Emails

Lebih dari 25 juta Kabari YouTube Video Viewers

Hubungi: San Francisco : (415) 213-7323

Los Angeles : (562) 383-2100

Jakarta : (021) 4288-6112

Email: sales@kabarinews.com

Evanty, Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) : Sang Pejuang Hak Suku Laut

Matthew Reguel Ekasakti Sihotang Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade Sains Internasional

Monokrom Elegan untuk Hari Raya, Dechantique Hadirkan “Lumina Monochrome” 2026

Melalui Konser Tahunan, Vens Club Beri Kesempatan Setara Murid Tampil di Panggung

Dechantique Hadirkan Gebrakan Baru Lewat Koleksi Raya Series 2026 “Nirmala”

Perjalanan Eva Novalina Butarbutar Membangun Gavrila Gymnastics Club

Mimpi Besar Jacqueline Ivory Judith Rahardi, Atlet Cilik Multitalenta yang Tak Pernah Menyerah

Kisah Shira Dominique Mulyono, Dari Paduan Suara Gereja hingga Panggung Internasional

Cerita Jane Lim Bangun Mochilatto dari Dapur Sendiri

Lady Vien Tampil Memukau sebagai Permaisuri Dinasti Qing di Video Klip Imlek “Gong Xi Fa Cai” Produksi MTJUNG PRODUCTION

Rangkaian Perayaan Ramadan di AYANA MidPlaza Jakarta

Hari Peduli Sampah Nasional : Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia

Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan

Musikal Perahu Kertas : Ajak Penonton Hidupkan Lagi Mimpi-mimpi

Kalya Mahiya Cerita Pengalaman Ikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026

Rayakan Hangatnya Kebersamaan Ramadan di TAMU, Hadirkan Tim Ikan Sambal Ijo dan Krecek Urat Sapi Sebagai Menu Andalan

Dewan Kuliner Indonesia Rumuskan Makna Masakan Indonesia

Menghidupkan Kembali Kebaya Panjang Sumatera untuk Keseharian

Amartha Prosper: Solusi Investasi untuk UMKM

MAKUKU Comfort Fit: Nyaman dan Setipis Itu, Bebas Bergerak Dukung Tumbuh Kembang Optimal

UMKM Asal Medan, Kenalkan Cita Rasa Kopi Tubruk Tapanuli Selatan ke Forum Dunia

IKEA Hadirkan Beragam Cara Menikmati Waktu Bersama

Kemegahan Suara Josh Groban Mengguncang Jakarta

Nukila

Meja Redaksi

Puji Syukur atas segala rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan kepada kami waktu dan kesempatan untuk tetap terus berkarya memberikan beragam informasi yang dikemas sebagai Jembatan Informasi Indonesia – Amerika.

Majalah Kabari edisi kali ini menghadirkan beragam informasi serta artikel menarik buat para pembaca Kabari yang budiman.

Nukila, perempuan tangguh asal Bagansiapi-api Riau ini memiliki jejak panjang sebagai aktivis sekaligus budayawan. Dalam beberapa tahun terakhir, Nukila melakukan advokasi intens terhadap suku laut, suku yang eksistensi makin sedikit. Simak kisahnya hanya di cover story.

Selain itu, Majalah Kabari edisi kali ini juga menghadirkan kisah menarik lainnya, seperti: Video: Matthew Reguel Ekasakti Sihotang Harumkan Nama Indonesia di Olimpiade Sains Internasional, Video: Perjalanan Eva Novalina Butarbutar Membangun Gavrila Gymnastics Club, Video: Cerita Jane Lim Bangun Mochilatto dari Dapur Sendiri.

Dan masih banyak lagi artikel lainnya yang tak kalah menarik diantaranya : Kalya Mahiya Cerita Pengalaman Ikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026, Dewan Kuliner Indonesia Rumuskan Makna Masakan Indonesia, Menghidupkan Kembali Kebaya Panjang Sumatera untuk Keseharian, UMKM Asal Medan Kenalkan Cita Rasa Kopi Tubruk Tapanuli Selatan ke Forum Dunia. Simak selengkapnya hanya di Majalah Kabari Edisi 223.

REDAKSI

Kabari merupakan majalah bulanan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh PT. Cempaka International dan didistribusikan secara gratis di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Kantor Cabang Jakarta Cempaka Putih Timur V No.15 Jakarta, Indonesia 10510 Tel: (021) 428-86112

Email redaksi: redaksi@kabarinews.com | Iklan : sales@kabarinews.com

PENERBIT

JOHN OEI

KOMISARIS INDONESIA

OLINA HIMAYANTI

DEWAN PENASIHAT

LISA TUNGKA

DIREKTUR UTAMA AMERIKA

INDRIATI (VONNY) OEI

DIREKTUR UTAMA INDONESIA

ANITA SETIAWARDI

PENULIS

ASBAN NATAWIJAYA

HARRY PRASETYO

PENATA ARTISTIK Yanti bi

VIDEO FANIESYAH

KONTRIBUTOR

STANLEY CHANDRA

RIANA K LIPTAK

ADMINISTRASI

DEWI LIEM

IKLAN DAN PEMASARAN

WEINA TANUWIJAYA

SIRKULASI

PETER ZHAN

Nukila dan Nek Mani sang

Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD) merupakan momen penting yang diperingati setiap tanggal 8 Maret. Dari laman UN Women, Tema IWD tahun ini adalah Give to Gain dengan fokus meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender. Hari Perempuan Internasional diperingati untuk mendorong individu terutama perempuan untuk lebih menyumbangkan waktu, sumber daya yang ada, advokasi, dan memberikan bimbingan untuk menciptakan dunia yang lebih

Nukila Evanty, Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA)

Sang Pejuang Hak Suku Laut

suku laut di Pulau Air Mas

inklusif. Peringatan ini juga sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mencapai kesetaraan gender masih membutuhkan komitmen dan tindakan dari semua pihak. Berkaitan dengan Hari Perempuan Internasional, Kabari memiliki kesempatan berbincang santai dengan topik menarik bersama Nukila Evanty. Nukila, perempuan tangguh asal Bagansiapi-api Riau ini memiliki jejak panjang sebagai aktivis sekaligus budayawan. Dalam beberapa tahun terakhir, Nukila melakukan advokasi intens terhadap suku laut, suku yang eksistensi makin sedikit. Lalu apa alasan Nukila melakukan advokasi terhadap suku laut ini? “Saya mengadvokasi suku laut berasal dari kecintaan terhadap laut dan saya lahir di pesisir pulau, menikmati laut sewaktu kecil, menikmati kampung nelayan yang dahulu adalah penghasil ikan terbesar di dunia setelah Bergen di Norwegia,” ujar Nukila, Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA). “Saya menemukan banyak sekali ketidakadilan saat mengadvokasi suku laut,” sambungnya.

Saat ini suku laut tersebar di beberapa daerah. Ada di Pulau Rempang-Galang, Bintan, Lingga, Karimun, Natuna dan Anambas. “Situasi mereka saat ini sangat sulit karena mereka ini adalah masyarakat adat. Dalam arti orang – orang yang beribu – ribu tahun lalu adalah penghuni lautan, tapi dengan banyaknya industri ekstraktif, proyek pengerukan pasir, dan proyek pembangunan sehingga menggerus mereka dan tempat tinggalnya. Makin susah mereka mencari ikan, sehingga berdampak pada penghasilan ekonomi keluarga. Ini membuat angka kemiskinan

meningkat,” jelas Direktur Eksekutif Women Working Group (WWG).

Saat melakukan advokasi, Nukila menghadapi berbagai tantangan. “Tantangan paling utama adalah personal security. Sebagai perempuan yang mengadvokasi, saya dibuntuti bahkan dikorek data personalku dengan tujuan agar saya mundur dan diam. Tantangan lain, kita berhadapan dengan pebisnis besar, termasuk oknum penegak hukum yang merasa terganggu karena dia mendapatkan keuntungan dari bisnis ekstraktif ini,” tukas International Board of Directors CBD (Convention of Biodiversity) Women Caucus.

Saat melakukan advokasi, tidak semua masyarakat menyambut para aktivitis dengan baik. “Karena dalam

Nukila mengadakan program the Sea Guardian di Suku Laut di Pulau Natuna
Nukila memperkuat petani rumput laut di Larantuka, NTT

masyarakat adat juga terbagi, ada yang pro dan kontra pembangunan. Bagi masyarakat yang pro, proyek dianggap akan menciptakan lapangan kerja, tersedianya infrastruktur seperti jalan dan layanan buat masyarakat tersedia, misalnya listrik. Nah, kalau masyarakat yang kontra karena kekhawatiran merusak lingkungan termasuk air bersih dan merusak budaya atau tradisi yang dipertahankan dari leluhur. Hal lain yang saya temui adalah tidak adanya dukungan dari stakeholder seperti Kepala Desa, Bupati, atau Gubernur, termasuk para pebisnis atau pihak perusahaan. Padahal komunikasi itu perlu sehingga pihak pemerintah

Nukila bersama masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai petani rumput laut di Pulau Sabu

bisa mendengarkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat adat,” jelasnya.

Keberadaan suku laut harus

dijaga. Karena mereka adalah penjaga laut sejak ribuan tahun lalu. Indonesia 71 persen dikelilingi laut dan 29 persen darat. Karena itu,

Nukila memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Rempang
Nukila di depan Perahu Kajang, identitas suku laut di Pulau Air Mas

perlakuan terhadap keberadaan mereka sangat penting. Suku laut adalah penjaga keberagaman ekosistem di laut, mulai dari jenisjenis ikan di laut termasuk terumbu karang, lamun, rumput laut hingga mangrove. Suku laut bersahabat dengan alam. Karena mereka tahu bahwa laut adalah identitas budaya, rumah, spiritual dan sumber makanan.

Tak hanya melakukan advokasi bagi suku laut, dalam 20 tahun terakhir, Nukila juga fokus pada pemberdayaan perempuan. Lalu sebagai aktivitis perempuan, apa makna Hari Perempuan International bagi Nukila? “Perayaan Hari Perempuan Internasional itu penting, karena perempuan merupakan separuh dari populasi dunia, mereka punya kebutuhan, dan kurangnya akses partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan. Dalam konteks suku laut, perempuan mengumpulkan ikan yang ditangkap oleh suami atau ayah mereka, mereka mengolah ikan tersebut untuk makanan bagi keluarga tetapi perempuan juga sebagai penjaga laut dan pengetahuan leluhur. Suku laut punya kemampuan mengamati dan menafsirkan angin, gelombang, pergerakan burung, perilaku matahari dan bintang di laut untuk keselamatan dan tujuan lainnya. Penting bagi generasi sekarang, bahwa kita tidak hanya hidup di daratan tetapi harus tahu kehidupan di laut,” tegasnya.

Dalam konteks partisipasi perempuan, Nukila selalu mengajak agar sesama perempuan saling mendukung. Di dunia yang terlalu patriarki, banyak misoginis atau pembenci perempuan, maka penting agar perempuan memiliki solidaritas bagi kaumnya. “Isu

Ide membentuk Sea Guardian (Penjaga Laut) di Pulau-Pulau terluar dari seorang Nukila Evanty

pendidikan yang belum merata, kerja perempuan yang tidak dihargai, risiko keselamatan perempuan akibat cuaca ekstrem dan bencana, hilangnya mata pencaharian karena erosi pantai, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan air bersih, serta kurangnya ruang aman bagi perempuan. Saat seorang perempuan telah menduduki jabatan yang tinggi dan memiliki privilege besar maka dia harus mengingat perempuan lain dan secara aktif mengangkat, membimbing dan mendukung perempuan, sehingga memperkuat seluruh komunitas. Kita harus punya empati terhadap perempuan lain, karena masih banyak perempuan yang dimiskinkan secara struktur, padahal mereka punya hak yang sama dengan kita. Perempuan bahagia maka masyarakat dunia juga menjadi bahagia,” ungkapnya.

Nukila pun berharap melalui Hari Perempuan Internasional ini menjadi momentum bagi setiap

Nukila dan penjaga laut terakhir di Pulau Dare, Pulau Gara dan Bertam di Kepulauan Riau

perempuan untuk berani bersuara agar semakin sedikit kaum marjinal perempuan. “Karena perempuan selalu memikirkan generasi selanjutnya, yaitu anak-anaknya. Mari bersuara untuk perubahan kehidupan perempuan,” pungkasnya.

Matthew Reguel Ekasakti

Sihotang Harumkan Nama

Indonesia di Olimpiade

Sains Internasional

Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Matthew Reguel Ekasakti Sihotang, siswa kelas 6 Global Sevilla Pulo Mas, berhasil menorehkan berbagai pencapaian gemilang di ajang Olimpiade Internasional bidang sains dan matematika.

Matthew mengungkapkan ketertarikannya pada Olimpiade sains dan matematika mulai tumbuh sejak duduk di kelas 4. Awalnya, ia mengikuti program Olimpiade yang disediakan oleh sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua orang tuanya aktif mencari informasi mengenai berbagai Olimpiade internasional lain yang tidak difasilitasi langsung oleh sekolah.

Dari sederet prestasi yang diraih, pengalaman paling berkesan bagi Matthew adalah saat mengikuti SIMSO Final Round 2024 di Thailand. Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih gelar Champion atau nilai tertinggi, sekaligus membawa pulang piala dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Menurut Matthew, kunci utama keberhasilannya

meraih banyak medali di bidang sains adalah kebiasaan membaca sejak kecil serta kegemarannya bermain musik. Hal tersebut membantunya menikmati proses belajar dan memahami pelajaran dengan lebih baik.

Dalam kesehariannya, Matthew mampu membagi waktu antara sekolah, persiapan Olimpiade, dan aktivitas lainnya. Ia bersyukur sekolahnya tidak memberikan terlalu banyak pekerjaan rumah, sehingga tugas sekolah bisa diselesaikan lebih awal. Waktu di rumah pun dimanfaatkan untuk belajar musik, bahasa Jerman, dan Mandarin, sebelum fokus belajar materi Olimpiade. Tak ketinggalan Matthew juga memiliki hobi yaitu merangkai lego.

Tantangan terbesar yang dihadapi Matthew adalah harus belajar secara mandiri karena tidak mengikuti les khusus Olimpiade. Materi Olimpiade yang jauh lebih sulit dibandingkan pelajaran sekolah menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan bantuan orang tua dan pemanfaatan teknologi, Matthew terus belajar secara konsisten dan positif.

Motivasi terbesarnya dalam mengikuti berbagai kompetisi adalah keinginannya untuk menjadi orang sukses dan melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah terbaik dunia. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya

juga menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya. Ke depan, Matthew bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang bergerak di bidang teknologi, yang menurutnya sangat erat kaitannya dengan sains dan matematika.

Sebagai penutup, Matthew berpesan kepada temanteman seusianya untuk terus belajar secara konsisten, pantang menyerah, dan tidak takut mencoba hal baru. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan adalah untuk dinikmati dan memberi nilai bagi diri sendiri serta orang lain.

Sumber Foto: Istimewa

Monokrom Elegan untuk Hari Raya

Dechantique Hadirkan “Lumina Monochrome” 2026

Brand modest fashion Dechantique

mempersembahkan koleksi Raya Series 2026 bertajuk Lumina Monochrome.

Koleksi terbaru ini mengangkat tema pertemuan antara cahaya dan bayangan, yang diterjemahkan melalui warna putih sebagai simbol kesucian dan hitam sebagai representasi kekuatan serta keanggunan yang elegan.

Mengusung konsep monokrom yang klasik namun tetap relevan, Lumina Monochrome menampilkan keindahan yang murni tanpa distraksi warna. Fokus utama koleksi ini terletak pada permainan detail lace, bordir floral, aplikasi kontras, serta siluet yang tegas dan anggun, menjadikannya pilihan ideal bagi wanita modern yang ingin tampil berkarakter saat Hari Raya.

Koleksi ini sekaligus menandai kembalinya tren monokrom dalam busana Lebaran, yang dikemas secara modern dan sophisticated. Dominasi palet hitam

dan putih memberikan kesan timeless, sekaligus menonjolkan kualitas craftsmanship yang menjadi ciri khas Dechantique.

“Kami ingin menghadirkan busana Lebaran yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga memberikan pernyataan karakter yang kuat bagi pemakainya,” ujar Owner Dechantique dalam peluncuran koleksi tersebut.

Lumina Monochrome telah diperkenalkan melalui sebuah fashion show bertajuk Lumina Show yang digelar di Trans Studio Mall Cibubur pada pekan lalu. Dalam peluncuran eksklusif ini, Dechantique menampilkan tujuh look utama yang merepresentasikan keseluruhan konsep koleksi dengan 2 muse Trinia dan Andi Nurita.

Sumber Foto: Istimewa

Melalui Konser

Tahunan, Vens Club

Beri Kesempatan

Setara Murid Tampil di Panggung

Konser tahunan Vens Club kembali digelar sebagai agenda rutin yang dinanti para murid dan orang tua. Konser yang berlangsung pada 1 Februari ini melibatkan seluruh murid Vens Club, baik murid reguler maupun murid berkebutuhan khusus (special needs).

Acara ini menjadi bukti komitmen Vens Club dalam memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk tampil dan berkembang.

Pendiri sekaligus pengajar Vens Club, Veny Lie, menjelaskan konser ini memang diadakan satu tahun sekali sebagai bagian dari program pembelajaran.

“Konser ini bukan untuk membandingkan siapa yang pintar atau tidak. Bagi kami, semua murid berhak mendapatkan kesempatan untuk naik ke atas panggung, melatih keberanian, dan menunjukkan perkembangan mereka kepada orang tua,” ujarnya.

Seluruh peserta konser merupakan murid Vens Club dari berbagai tingkatan, mulai dari level pemula hingga lanjutan, termasuk murid special needs dan reguler.

Mereka tampil membawakan beragam repertoar musik dengan konsep instrumen piano dan kecapi. Lagu-lagu yang dibawakan pun sangat variatif, mulai dari musik klasik, pop, hingga lagu-lagu dari berbagai negara seperti Indonesia, Barat, dan Mandarin.

Persiapan konser dilakukan jauh hari, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga

pembentukan mental anak.

“Anak-anak dilatih dari hal paling dasar, seperti memberi hormat sebelum tampil, menerima tepuk tangan, hingga menjaga fokus di atas panggung. Walaupun latihan sudah maksimal, demam panggung tetap bisa terjadi, jadi peran guru sangat penting untuk membimbing mereka,” jelas Veny.

Konser ini juga mendapat apresiasi besar dari para orang tua murid. Inne, orang tua dari Jordy, mengaku bangga melihat perkembangan anaknya.

“Alhamdulillah tahun ini Jordy bisa ikut konser lagi. Walaupun masih grogi, tapi keberaniannya meningkat dan lagunya juga semakin berkembang. Kami sangat bangga,” tuturnya.

Sementara itu, Chendy, orang tua dari Brandon, menilai progres anaknya sangat pesat.

“Ini baru konser kedua Brandon, tapi terlihat jauh lebih percaya diri dibanding konser pertama. Konser seperti ini sangat membantu menggali kepercayaan diri anak,” katanya.

Ke depan, Vens Club berharap konser ini tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga bisa melahirkan performer-performer muda yang siap tampil di berbagai

kesempatan, bahkan secara profesional.

“Tujuan akhirnya adalah melatih fokus, kepercayaan diri, dan keberanian. Siapa tahu ke depan mereka bisa tampil di hotel, lounge, atau panggung yang lebih besar,” pungkas Veny.

Para orang tua pun berharap konser Vens Club dapat terus berkelanjutan dan semakin sering digelar agar semakin banyak anak yang memiliki ruang untuk mengekspresikan bakat dan potensinya dengan penuh percaya diri.

Dechantique Hadirkan Gebrakan Baru Lewat Koleksi Raya Series 2026 “Nirmala”

Brand fashion Dechantique

membuat gebrakan terbarunya dalam menyambut Hari Raya melalui peluncuran koleksi Raya Series 2026 bertajuk Nirmala.

Dikenal sebagai spesialis gaun pesta yang megah dan elegan, kali ini Dechantique berani keluar dari zona nyaman dengan menghadirkan koleksi yang lebih santai, modular, namun tetap sarat detail eksklusif khas brand tersebut.

Berbeda dari koleksi sebelumnya yang didominasi dress mewah, Nirmala menghadirkan tujuh tampilan (look) berupa paduan atasan dan bawahan yang lebih

fleksibel untuk dikenakan saat hari raya maupun setelahnya.

Koleksi ini menjadi respons Dechantique terhadap kebutuhan wanita modern yang menginginkan busana Hari Raya yang chic, praktis, nyaman, namun tetap cantik dan berkelas.

Dalam koleksi Nirmala, Dechantique memadukan kebaya modern, tunik asimetris, hingga atasan berpotongan puff dengan bawahan celana kulot lebar serta rok A-line yang flowy dan anggun. Sentuhan tradisional tetap dihadirkan melalui detail kerah Shanghai dan kancing China, yang dikombinasikan dengan siluet bebas

dan modern. “Tahun ini kami ingin merayakan kebebasan. Dechantique tidak hanya ingin membuat wanita terlihat cantik, tapi juga merasa nyaman. Kami memadukan unsur tradisional dengan potongan yang lebih bebas seperti celana kulot dan siluet asimetris,” ujar Ning Santoso, Director sekaligus Owner

Dechantique.

Dari segi warna, koleksi ini mengusung palet Purity yang didominasi nuansa lembut seperti white yang suci dan dusty pink yang romantis, menciptakan kesan tenang, bersahaja, dan elegan. Detail craftsmanship tetap menjadi kekuatan utama melalui penggunaan lace premium, renda Prada, aksen ruffle pada lengan, serta bordir khas yang menjadi identitas Dechantique. Keunggulan lain dari Nirmala terletak pada siluet adaptif yang ditawarkan, mulai dari rok duyung yang feminin hingga celana panjang berpotongan lebar yang modern dan nyaman. Gebrakan ini menegaskan komitmen Dechantique untuk terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter desainnya yang elegan dan eksklusif. Koleksi Raya Series 2026 Nirmala kini sudah dapat dipesan melalui situs resmi Dechantique dan butik Dechantique yang berlokasi di Cinere. Koleksi Nirmala telah diperkenalkan pada 14 Februari Lalu di Pakuwon Mall Bekasi, 7 koleksi dengan 2 muse Trinia dan Andi Nurita.

Sumber Foto: Istimewa

Keprihatinan terhadap minimnya jumlah atlet senam artistik, khususnya di DKI Jakarta, menjadi titik awal langkah besar Eva Novalina Butarbutar, Founder Gavrila Gymnastics Club sekaligus Pelatih Tim Nasional.

Dari kegelisahan itu, lahirlah sebuah klub yang kini menjadi salah satu wadah menciptakan prestasi senam Indonesia di level internasional.

“Pada saat itu atlet senam artistik di DKI sangat minim, mungkin hanya tiga orang. Tidak mungkin kita bicara prestasi kalau atletnya hanya segitu,” ujar Eva mengenang awal mula berdirinya Gavrila Gymnastics Club.

Ia melihat penurunan prestasi senam Indonesia dibanding era 1980–1990-an, terutama pada nomor senam artistik putri. Dari situlah tekadnya muncul untuk membina atlet sejak usia dini dengan teknik yang tepat dan berkelanjutan.

Kini, Gavrila Gymnastics Club telah berkembang pesat. Eva menyebut, jumlah murid yang aktif berlatih mencapai sekitar 1.200 hingga 1.300 atlet yang tersebar di empat cabang, yakni dua di Jakarta, satu di Tangerang, dan satu di

Perjalanan Eva Novalina Butarbutar

Membangun Gavrila

Gymnastics Club

Makassar.

“Tujuan kami bukan sekadar membuka klub, tapi memperbanyak basis atlet agar regenerasi senam Indonesia berjalan sehat,” jelasnya.

Kontribusi Gavrila terhadap prestasi nasional pun tak bisa dipandang sebelah mata. Klub ini tercatat sebagai salah satu penyumbang atlet terbanyak untuk Tim Nasional.

“Atlet-atlet kami bukan hanya juara di Popnas atau PON, tapi juga meraih medali emas di SEA Games, tampil di Asian Games, bahkan menorehkan sejarah di Olimpiade,” kata Eva.

Sejarah itu tercipta saat Rifda

Irfanaluthfi menjadi atlet senam pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade Paris 2024.

Menurut Eva, kunci utama membentuk atlet senam bukan hanya bakat, melainkan komitmen dan kerja keras. Ia menekankan konsep tiga pilar dalam pembinaan senam: atlet, pelatih, dan orang tua.

“Senam itu long journey. Anakanak mulai dari usia 5–6 tahun, latihannya bisa 9 jam hingga 30 jam per minggu. Tanpa dukungan orang tua, itu tidak mungkin berjalan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan di cabang senam, golden age atlet justru berada

di usia 15–19 tahun, jauh lebih muda dibanding cabang olahraga lain.

Soal keseimbangan fisik dan mental, Eva menilai keduanya berjalan beriringan.

“Kalau fisik dan tekniknya siap, mental akan terbentuk. Tugas kami adalah menjaga agar anak-anak tidak burnout dan tetap mencintai senam,” ujarnya.

Masa pubertas menjadi fase krusial yang harus dilewati dengan pendampingan dan support system yang kuat agar atlet tetap berada di jalur mimpinya.

Dalam metode latihan, Gavrila menanamkan motto Respect, Excellence, and Friendship. Eva menekankan pentingnya pelatih yang beretika, berpassion, dan mampu bekerja dalam tim.

“Anak-anak ini bukan milik satu pelatih, tapi milik Gavrila. Teamwork adalah kunci agar potensi terbaik mereka bisa keluar,” katanya.

Motivasi atlet juga dibangun melalui kompetisi yang terukur. Bagi Eva, pertandingan bukan sekadar soal menang.

“Kompetisi adalah sarana melatih mental tanding. Kami pilihkan kompetisi sesuai kebutuhan—ada yang sekadar uji coba gerakan, ada yang menuju event besar seperti SEA Games atau Asian Games. Hasil akan mengikuti proses,” jelasnya.

Mengenang perjalanan menuju Olimpiade Paris 2024, Eva menyebutnya sebagai proses panjang penuh keyakinan. Sejak 2014, ia sudah melihat potensi Rifda dan mulai membawa sang atlet ke berbagai kejuaraan dunia.

“Saya sempat dianggap gila karena bicara Olimpiade saat SEA Games saja masih sulit. Tapi saya yakin Indonesia bisa,” ungkapnya. Setelah melewati cedera, pandemi, dan evaluasi panjang, keyakinan itu akhirnya terwujud.

Ke depan, Eva menegaskan mimpi Olimpiade belum

berhenti. “Program menuju Olimpiade 2028 dan 2032 sudah kami siapkan. Dengan atau tanpa dukungan, program ini akan terus berjalan, karena kalau targetnya Olimpiade, level di bawahnya pasti bisa kita lalui,” pungkasnya.

Photo: IG@ gavrila_gymnastics
Photo: IG@ gavrila_gymnastics

Kabari

DMimpi Besar Jacqueline

Ivory Judith Rahardi

Atlet Cilik Multitalenta yang

Tak Pernah Menyerah

i usia yang masih sangat belia, Jacqueline Ivory Judith Rahardi sudah menunjukkan tekad besar untuk menapaki dunia olahraga secara serius.

Siswi SD Tunas Karya 2 berusia 11 tahun ini menekuni beragam disiplin, mulai dari balet, renang, ice skating, wushu, hingga gymnastics, sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari rasa penasaran sederhana.

“Awalnya dulu saya lihat di YouTube dan saya ingin jadi atlet. Saya ingin bergelantungan di bar dan saya ingin tampil di PON,” ujar Jacqueline.

Perjalanan Jacqueline dimulai

sejak usia sangat dini. Ia mengenal balet di umur dua tahun karena kegemarannya menari, lalu mencoba renang setahun kemudian mengikuti sang kakak.

Ketertarikannya pada ice skating hadir di usia 4,5 tahun karena sensasi meluncur di atas es. Tak berhenti di situ, di usia lima tahun ia mulai menekuni gymnastics, disusul wushu di usia enam tahun. Setelah pandemi, Jacqueline kembali fokus mendalami gymnastics di usia 9,5 tahun.

Menjalani empat disiplin olahraga tentu bukan hal mudah bagi anak seusianya. Namun, dukungan keluarga menjadi kunci utama.

“Yang membagi jadwal saya Mama saya, karena saya punya banyak kegiatan, jadi Mama yang atur semua jadwal kegiatan saya,” tuturnya.

Photo: IG@queenjacivory
Photo: IG@queenjacivory

Kerja keras tersebut berbuah prestasi membanggakan. Di cabang gymnastics, Jacqueline berhasil meraih Juara 1 di berbagai ajang, termasuk kompetisi INA dan Jabar Open.

Sementara di ice skating, ia telah tiga kali menyabet gelar Best Performance dalam kompetisi tahunan. Salah satu pengalaman paling menantang baginya adalah saat tampil di Jabar Open 2025, ketika ia baru naik ke level 6 gymnastics.

Di ice skating, tantangan datang saat harus bersaing dengan sekitar 300 atlet, namun tetap mampu keluar sebagai peraih Best Performance.

Dalam perjalanan kariernya, Jacqueline mengaku terinspirasi oleh orang-orang terdekat. “Yang menginspirasi adalah Mama dan teman-teman saya yang saya lihat,” katanya.

Prinsip hidup yang selalu ia pegang pun sederhana namun kuat: “Jangan pernah putus asa dan selalu bekerja keras dalam hal apa pun.”

Ke depan, Jacqueline menyimpan mimpi besar. Di gymnastics, ia bercita-cita tampil di SEA Games, PON, hingga Olimpiade.

Sementara di ice skating, targetnya adalah lulus Visa 10 dan tes senior. Ia pun menyampaikan pesan positif bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia olahraga: “Jangan pernah putus asa, terus kerja keras, dan selalu sabar dalam hal apa pun.”

Photo: IG@queenjacivory
Photo: IG@queenjacivory
Photo: IG@queenjacivory
Photo: IG@queenjacivory

Kisah Shira Dominique

Mulyono

Dari Paduan Suara

Gereja hingga Panggung

Internasional

Bakat dan semangat berkarya terus ditunjukkan oleh Shira Dominique Mulyono, penyanyi muda asal Jakarta yang kini berusia 13 tahun.

Kecintaannya pada dunia tarik suara sudah tumbuh sejak usia dini. Shira mengungkapkan pengalaman pertamanya bernyanyi dimulai saat ia masih berumur tiga tahun.

“Saya pas umur 3 tahun ikut paduan suara di gereja, dan dari situ saya mulai punya pengalaman manggung, paduan suara, sampai akhirnya dapat kesempatan menyanyi solo,” tutur Shira.

Ia menambahkan, tampil di gereja besar dengan audiens yang banyak justru menjadi proses penting dalam membangun rasa percaya dirinya. “Di situ saya belajar menghadapi audiens yang lumayan besar, belajar percaya diri, dan improvisasi saat bernyanyi,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, berbagai prestasi berhasil

diraih Shira, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia pernah meraih Silver Award di Bangkok dan Gold Award di Singapore Golden Lion Award, serta menyandang gelar Winner dan Favorite Puteri Anak Indonesia Jakarta 2024. Tak hanya itu, Shira juga dipercaya sebagai Puteri Anak Indonesia Intelegensia 2024 dan Second Runner Up Indonesia’s Girl Junior 2025.

Meski kerap tampil di panggung besar, Shira mengakui rasa gugup masih kerap datang sebelum tampil. Namun, ia punya cara sederhana untuk mengatasinya.

“Kalau lagi nervous, aku tarik napas, minum air, dan mama papa selalu bilang ‘pasti bisa… pasti bisa’,” katanya. Menurutnya, rasa gugup itu perlahan hilang begitu ia naik ke panggung dan mulai melihat juri serta audiens. “Dari

situ aku sudah merasa tenang dan nyanyinya jadi lancar,” lanjutnya.

Selain bernyanyi, Shira juga mulai merambah dunia akting. Ia mengaku menikmati proses tersebut, meski masih menyimpan rasa takut akan penilaian penonton.

“Aku suka lihat film dan aktoraktor hebat, terus aku mikir, aku bisa nggak sekeren mereka?” ujarnya jujur. Karena itu, Shira ingin terus memperdalam kemampuan akting, public speaking, serta bernyanyi. “Mungkin nanti aku pengin main di film action atau musical, biar aku bisa nyanyi dan menari juga,” ucapnya penuh harap.

Dalam dunia musik, Shira telah merilis beberapa single, di antaranya Sahabat Seperjuangan, Gong Xi Fa Cai (Everybody Celebrate), Jadilah Terbaik, Sahabat Terindah, hingga Untuk Indonesia Tercinta. Untuk karya berikutnya, Shira sudah memiliki gambaran tersendiri.

“Aku pengin lagu pop atau lagu rap karena aku suka lagu yang beat. Aku juga suka lagu yang soft dan lagu Chinese, bahkan pengin suatu saat rilis lagu full Chinese,” katanya. Ia berharap

dalam waktu satu tahun ke depan bisa kembali merilis lagu baru.

Di tengah jadwal padat dunia hiburan, Shira tetap berusaha menyeimbangkan pendidikan. Ia menuturkan bahwa manajemen waktu menjadi kunci utama. “Kalau acara biasanya aku ambil Sabtu dan Minggu. Kalau ada performing di hari sekolah, aku izin, tapi setelah itu les tetap jalan dan di sekolah aku lebih fokus,” jelasnya.

Tak hanya berprestasi di bidang seni, Shira juga aktif dalam kegiatan sosial melalui advokasi #ShiraShare, yang bertujuan menginspirasi anakanak seusianya dengan berbagi edukasi, motivasi, dan kebahagiaan kepada komunitas atau yayasan anak kurang beruntung.

Ia juga konsisten memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda, mulai dari keterlibatan dalam pemecahan rekor MURI Manortor 2024, Pawai Berkebaya Sarinah–Thamrin, hingga berbagai pagelaran seni dan budaya nasional maupun internasional.

Photo: IG@shiradom
Photo: IG@shiradom

Cerita Jane Lim Bangun Mochilatto dari Dapur Sendiri

Kabari
Photo: IG@mochilatto.id
Photo: IG@mochilatto.id
Photo: IG@mochilatto.id

Berawal dari kegemarannya mengamati tren kuliner, Jane Lim melihat peluang unik yang belum banyak digarap di Jakarta: mochi dengan isian es krim.

“Saya pikir mochi itu sudah cukup familiar di Indonesia, dari yang tradisional berisi kacang sampai yang mulai berkembang dengan isian buah-buahan ala Korea. Tapi waktu itu saya belum melihat yang berupa mochi ice cream, dari situ kita coba bikin Mochi Ice Cream,” ujar Jane mengenang awal mula lahirnya

Mochilatto.

Ia pun tak sekadar mengikuti tren, melainkan memilih menggarap semuanya secara mandiri—mulai dari adonan mochi hingga es krim dengan bahan premium tanpa pemanis buatan maupun essence.

“Rasa strawberry, duren, mangga itu benar-benar dari buah asli yang kita olah sendiri. Cokelatnya pun pakai cokelat premium. Itu yang membedakan Mochilatto dengan yang ada di pasaran,” tegasnya.

Soal varian, Jane menyebut selera konsumen cukup beragam meski ada tiga rasa yang kerap jadi favorit.

“Secara overall, yang paling sering dicari itu Dark Chocolate, Matcha, dan Cheese cake Tapi di setiap tempat bisa beda-beda. Jadi hampir semua rasa punya peminatnya sendiri,” katanya.

Di balik antusiasme pasar, tantangan tetap hadir terutama pada sumber daya manusia. “Karena ini brand baru dan saya mulai dari bazaar, tantangan paling kerasa itu SDM. Mencari tim yang bisa dipercaya dan punya loyalitas untuk sama-sama membesarkan Mochilatto,” ungkap Jane.

Sejak awal, Mochilatto mengandalkan strategi “jemput bola” dengan berkeliling dari satu bazaar ke bazaar lain, bahkan dari gedung perkantoran ke gedung perkantoran.

Photo: IG@mochilatto.id
Photo: IG@mochilatto.id

Lady Vien Tampil Memukau sebagai

Permaisuri Dinasti Qing di Video Klip

Imlek

“Gong Xi Fa Cai” Produksi MTJUNG

PRODUCTION

Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan karya spesial Tahun Baru Imlek melalui perilisan video klip terbaru berjudul “Gong Xi Fa Cai” yang diproduksi oleh MTJUNG PRODUCTION dan diproduseri langsung oleh Marcos Tjung.

Lagu perayaan Imlek ini menghadirkan kolaborasi istimewa dari diva mandarin Indonesia Feline Xiao bersama Julius Shen, Chai Cing Cing, dan Haikal Baron. Keempat penyanyi tersebut membawakan lagu “Gong Xi Fa Cai” dengan penuh semangat, nuansa megah, dan energi perayaan yang hangat.

Yang menjadi sorotan utama dalam video klip ini adalah kehadiran Lady Vien sebagai Permaisuri dari Dinasti Qing (Cing) Tiongkok. Dalam balutan busana

kerajaan bernuansa merah dan emas yang elegan, Lady Vien tampil sangat cantik, anggun, dan berkarisma, merepresentasikan kemakmuran, kebijaksanaan, dan keagungan budaya Tiongkok klasik. Visual sinematik yang megah dengan latar istana dan dekorasi lampion merah memperkuat atmosfer perayaan Imlek yang sakral dan meriah.

Produser Marcos Tjung menyampaikan harapannya agar lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa semangat baru bagi semua orang yang merayakan Tahun Baru Imlek.

“Saya berharap lagu ‘Gong Xi Fa Cai’ ini bisa menjadi penyemangat baru, membawa sukacita, keberuntungan, dan energi positif bagi semua yang merayakan. Semoga

tahun yang baru ini dipenuhi kebahagiaan dan harapan baru,” ujar Marcos Tjung.

Melalui perpaduan musik yang modern namun tetap mempertahankan sentuhan tradisional, serta visual yang megah dan artistik, video klip ini diharapkan menjadi salah satu karya Imlek yang berkesan dan dinantikan setiap tahunnya.

Gong Xi Fa Cai! Semoga tahun yang baru membawa kemakmuran, kesehatan, dan kebahagiaan bagi kita semua.

Sumber Foto: Istimewa
Photo: IG@ mtjungproduction
Photo: IG@ mtjungproduction

Menyambut bulan suci Ramadan, AYANA MidPlaza Jakarta menghadirkan rangkaian pengalaman yang merayakan makna refleksi, berbagi, dan kebersamaan. Beragam penawaran disiapkan, mulai dari sajian iftar terkurasi, hampers Ramadan buatan tangan, hingga menu spesial racikan chef, buffet, serta pilihan paket menginap dan pertemuan yang dirancang khusus. Seluruh pengalaman ini mengajak para tamu untuk menikmati Ramadan dalam suasana yang hangat, penuh makna, dan kebersamaan.

Rangkaian Perayaan Ramadan di AYANA MidPlaza Jakarta

Ramadan Chef’s Specials di Jimbaran Lounge

Untuk suasana berbuka yang lebih intim, AYANA MidPlaza Jakarta menghadirkan Ramadan Chef’s Specials, rangkaian hidangan khas yang dirancang dengan cermat untuk dinikmati dalam momen penuh kebersamaan.

Iftar di RASA Restaurant, Cerita Rasa Ramadan

Di RASA Restaurant, Ramadan dihadirkan melalui Cerita Rasa Ramadan, sebuah buffet iftar yang dikurasi, memadukan cita rasa klasik yang akrab dengan sentuhan hidangan kontemporer. Para tamu diajak menikmati sajian berlimpah yang mencakup Wagyu pilihan, seafood on ice, carving station, hidangan favorit Indonesia dan Timur Tengah, aneka takjil tradisional, hingga live street food stations yang semarak, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan untuk berbuka puasa.

Ramadan Hampers

Ramadan Hampers dari Blue Terrace menghadirkan dua pilihan hampers berisi perpaduan kue kue klasik dan favorit modern, ideal untuk dikirimkan sebagai bingkisan istimewa bagi rekan kerja, mitra bisnis, sahabat, maupun untuk dinikmati bersama keluarga. Pilihan kue disiapkan dengan cermat untuk menghadirkan kehangatan dan nostalgia tradisi Ramadan. Setiap hampers dilengkapi dengan kartu ucapan Ramadan.

Menjelang waktu berbuka, Jimbaran Lounge menghadirkan suasana hangat dan akrab melalui

Ramadan Nusantara, pengalaman iftar di ruang terbuka yang terinspirasi dari kekayaan budaya kuliner kaki lima Indonesia.

Dirancang untuk acara berkelompok dan kegiatan korporat, sajian ini dilengkapi dengan live cooking stations, aneka hidangan panggang arang, martabak telur, serta beragam kudapan manis tradisional.

Ramadan Nusantara di Jimbaran Lounge

Exclusive Eid Holiday Deal

Rayakan Idul Fitri dengan nyaman dan penuh gaya melalui pengalaman staycation berkesan di AYANA MidPlaza Jakarta, sebuah oase urban yang menghadirkan momen kebahagiaan dan kebersamaan. Para tamu dapat menikmati sarapan eksklusif bagi tamu yang menginap, serta beragam pengalaman bersantap bernuansa perayaan di seluruh restoran hotel.

Special Eid Stay Rates tersedia untuk periode menginap 13–29 Maret 2026, dilengkapi dengan beragam aktivitas akhir pekan yang menarik bagi keluarga dan anak-anak, seperti permainan anak, pemutaran film keluarga, hingga tenis meja.

Melalui rangkaian pengalaman kuliner, pilihan bingkisan elegan, serta paket pertemuan dan kamar yang dirancang dengan cermat, AYANA MidPlaza Jakarta menghadirkan perayaan Ramadan dan Idul Fitri yang sarat makna, tempat kebersamaan dirayakan dan semangat musim ini dihadirkan dengan sentuhan elegan.

Ramadan Meetings & Eid Festive Gatherings

Selenggarakan pertemuan yang berjalan lancar selama Ramadan maupun acara kebersamaan perayaan Idul Fitri bersama penawaran eksklusif dari AYANA MidPlaza Jakarta, yang dirancang untuk menghadirkan koneksi bermakna dalam suasana elegan.

Berlokasi strategis di kawasan CBD Sudirman, hanya dua menit berjalan kaki dari Stasiun MRT Setiabudi Astra, hotel ini memadukan kenyamanan dan kemudahan akses untuk setiap agenda.

Hari Peduli Sampah

Nasional

Mahija Parahita Nusantara

dan Coca-Cola Indonesia

Berdayakan Pekerja Sektor

Informal Persampahan

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija) bersama CocaCola Indonesia menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat sektor persampahan informal di Indonesia melalui peningkatan keterampilan, martabat, dan peluang ekonomi bagi para pekerja pengelola sampah berbasis komunitas. Bertempat di proyek percontohan Recycle Me Zone di Duren Sawit, Jakarta Timur, kedua mitra memperkenalkan program pengembangan yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik sebagai jalur baru menuju ketahanan ekonomi bagi para pekerja sektor informal— yang kerap disebut sebagai pejuang daur ulang—yang berada di garda terdepan pelestarian lingkungan.

Selama bertahun-tahun, para pekerja ini berperan penting dalam upaya daur ulang lokal, khususnya melalui pengumpulan botol plastik PET. Menyadari kebutuhan akan sumber penghasilan yang lebih beragam dan berkelanjutan, program ini kini membekali para peserta dengan keterampilan untuk mengelola berbagai jenis aliran sampah. Dengan demikian, mereka dapat bertransformasi dari pengumpul satu jenis material menjadi wirausahawan lingkungan berbasis komunitas.

“Visi kami adalah memperkuat posisi pekerja dalam rantai pasok daur ulang melalui praktik yang bertanggung jawab, perlindungan, dan peningkatan kapasitas,” ujar Ardhina Zaiza, Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara. “Dengan mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi kompos serta pakan

ternak alternatif yang diproduksi secara lokal dari limbah organik, mereka tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi rumah tangga dan penghidupan mereka,” sambungnya.

Proyek percontohan Recycle Me Zone memanfaatkan pendanaan dari Program Recycle Me untuk memberikan pelatihan intensif dan aplikatif dalam pengolahan sampah organik. Melalui inisiatif ini, para peserta memperoleh kemampuan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan pakan ternak lokal, yang turut membantu mengurangi sampah.

Program ini juga bertujuan memperkuat kapasitas komunitas melalui pembelajaran pengelolaan keuangan usaha, termasuk strategi penetapan harga dan pembagian keuntungan. Hal ini bertujuan agar para peserta lebih siap dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga kemandirian ekonomi.

“Pekerja sektor informal persampahan memiliki peran penting dalam memperkuat sistem daur ulang di tingkat lokal,” ujar Triyono Prijosoesilo, Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability, PT Coca-Cola Indonesia. “Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin mendukung peluang yang lebih luas guna meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi jangka panjang,” katanya.

Dukungan Komunitas Selama Ramadan

Seiring dengan program pengembangan keterampilan

tersebut, Mahija dan Coca-Cola Indonesia juga memberikan dukungan kepada masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal selama bulan Ramadan. Inisiatif ini mencakup penyaluran Paket Ramadan yang berisi bahan makanan pokok untuk membantu keluarga selama masa berpuasa. Selain itu, diselenggarakan pula kegiatan Buka Puasa Bersama guna menumbuhkan kebersamaan serta mempererat ikatan antara para pejuang daur ulang dan komunitas sekitarnya.

“Ramadan merupakan momen penting bagi penguatan kebersamaan di Indonesia. Kami ingin para pejuang daur ulang merasakan solidaritas dan apresiasi dari komunitas yang mereka layani,” tambah Triyono. Program Ramadan Berbagi akan menyalurkan total 1.100 paket kebutuhan pokok dan 3.300 paket makanan yang dibagikan

setiap hari Jumat selama bulan Ramadan di 36 titik lokasi penerima manfaat di sekitar Collection Center dan Collection Partner yang bekerja sama dengan Mahija. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pekerja sektor informal persampahan untuk berbuka puasa bersama, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan saling mendukung.

Menutup rangkaian kegiatan, Ardhina menegaskan makna lebih luas dari inisiatif ini. “Upaya yang kita lihat hari ini menunjukkan bahwa penguatan komunitas dan praktik pengelolaan yang bertanggung jawab harus berjalan beriringan. Dengan kolaborasi yang konsisten, perubahan dapat tumbuh dari tingkat lokal dan memberi dampak yang lebih luas,” tegasnya.

Musikal Perahu Kertas

Ajak Penonton Hidupkan

Lagi Mimpi-mimpi

Musikal Perahu

Kertas resmi memasuki rangkaian pementasannya di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Dipersembahkan oleh Indonesia

Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan

Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), musikal ini akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukan.

Mengangkat semangat Hidupkan

Lagi Mimpi-Mimpi, Musikal

Perahu Kertas menghadirkan cerita tentang perjalanan hidup, pilihan,

dan keberanian untuk tetap setia pada mimpi di tengah realita. Pementasan ini menjadi debut

Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia

Kaya dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang relevan dan bermakna bagi lintas generasi.

Antusiasme penonton terhadap Musikal Perahu Kertas telah terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Tidak hanya di akhir pekan, jadwal pementasan di hari biasa juga mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan

kuatnya keterikatan penonton dengan kisah Perahu Kertas, serta tumbuhnya minat dan apresiasi terhadap pertunjukan musikal.

Yonathan Nugroho, Produser Eksekutif Musikal Perahu Kertas dan CEO Trinity Entertainment Network menyampaikan, “Perahu Kertas telah menjadi bagian dari perjalanan Trinity Entertainment Network, tumbuh bersama mimpimimpi di dalamnya. “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk berkolaborasi dengan Indonesia

Kaya mempersembahkan Musikal Perahu Kertas, sebuah karya yang lebih dari sekadar adaptasi medium,

melainkan juga upaya merawat sebuah cerita agar jiwanya tetap utuh. Musikal ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung industri pertunjukan Indonesia dan menghadirkan karya lokal yang relevan, jujur, dan berkualitas melalui kolaborasi para kreator terbaik. Kami mengapresiasi seluruh tim kreatif, pemeran, mitra dan semua yang terlibat dalam mewujudkan karya ini di atas panggung,” jelasnya.

Hadir dan mempersembahkan penampilan spesial pada pertunjukan 30 dan 31 Januari 2026, penulis novel Perahu Kertas, Dee Lestari, turut membagikan perasaannya. “Perahu Kertas telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, dari benak, ke halaman, ke layar, dan kini ke panggung musikal. Kisah Kugy dan Keenan bertransformasi ke dalam bentuk yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya, dan perjalanan ini mengajarkan saya

bahwa mimpi yang dijaga dengan sabar akan selalu menemukan jalannya bermanifestasi. Saya berharap versi musikal ini dapat menyentuh lebih banyak hati serta memantik para penonton untuk berani hidupkan lagi mimpi-mimpi,” ujarnya.

Di panggung musikal, Perahu Kertas merangkum perjalanan Kugy dan Keenan, dua karakter yang sama-sama lahir dengan darah seni dan harus menghadapi pergulatan dalam meraih mimpi mereka. Kugy, perempuan pengkhayal penuh mimpi, menulis dunia kecilnya

lewat dongeng dan kata-kata. Sementara Keenan, lelaki yang cerdas dan artistik, mengungkapkan imajinasinya melalui kanvas dan warna. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Diproduseri oleh Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid, pementasan ini mempertemukan dunia musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman pertunjukan yang penuh emosi dan energi. “Selain mengalihwahanakan novel populer menjadi karya teater musikal, karya ini mengangkat banyak imajinasi-imajinasi dan sajian yang memanjakan visual, telinga, dan terutama hati. Setelah melalui persiapan selama satu setengah tahun, kami berharap Musikal Perahu Kertas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan apresiasi penonton terhadap seni pertunjukan. Melalui karya ini, kami ingin terus berkontribusi dalam menghidupkan

Sumber Foto: Istimewa

ekosistem teater musikal Indonesia dan mengingatkan bahwa mimpi selalu layak diperjuangkan,” ujar Billy Gamaliel.

Ditulis oleh Widya Arifianti, Musikal Perahu Kertas tidak hanya menampilkan kisah cinta dua tokoh utama, tetapi juga perjalanan mereka dalam mengenal diri, menghadapi realita, dan menerima pilihan hidup. Cerita berkembang melalui hubungan dengan keluarga, sahabat, serta mimpi yang saling berkaitan, memperlihatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu linear, namun selalu memberi ruang untuk menemukan arah kembali.

Disutradarai dan dikoreografikan oleh Venytha Yoshiantini, Musikal Perahu Kertas diterjemahkan ke dalam bahasa panggung yang mengandalkan kekuatan gerak dan ritme emosi. Melalui koreografi dan pengaturan blocking yang menyatu dengan alur cerita, perjalanan Kugy dan Keenan dirancang sebagai pengalaman yang tidak hanya diceritakan, tetapi juga dirasakan.

Bagi para pemeran, musikal ini juga menjadi perjalanan personal. Alya Syahrani, pemeran Kugy, menyampaikan pendapatnya. “Kugy adalah karakter yang bertumbuh lewat pertemuannya dengan banyak orang dan berbagai pilihan hidup. Relasinya dengan

Kabari
Sumber Foto: Istimewa

Keenan, Remi, Noni, dan orang-orang disekitarnya mengajarkannya memahami mimpi, realita, dan dirinya sendiri. Begitupun dengan karakter lain, kisah ini menunjukkan bagaimana seseorang berubah melalui interaksi, konflik, dan dukungan yang diterima. Aku berharap penonton dapat melihat perjalanan itu sebagai cerminan bahwa memahami diri sendiri sering kali datang dari hubungan yang kita jalani,” katanya.

Musikal Perahu Kertas melibatkan total lebih dari 250 orang di dalamnya yang terdiri dari 38 orang pemeran, 20 orang tim inti kreatif, musisi, kru dan tim produksi yang menghidupkan keseluruhan proses pementasan. Dari jajaran pemeran tersebut, 13 orang merupakan talenta muda dari program Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, sementara 3 pemeran lainnya berasal dari program Trinity Inkubasi. Keterlibatan talenta muda ini menjadi bagian dari komitmen produksi ini dalam memberi ruang tumbuh dan eksplorasi bagi generasi baru pelaku seni pertunjukan Indonesia.

Untuk menjaga stamina para pemain sekaligus

memastikan kualitas pertunjukan tetap konsisten, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu pada tanggal 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari kelompok Swargaloka. Pendekatan ini dilakukan agar setiap pertunjukan dapat dinikmati penonton dengan kualitas terbaik.

Dari sisi musikal dan visual, Musikal Perahu Kertas menghadirkan pengalaman panggung yang dirancang untuk memperkuat perjalanan emosi setiap tokoh. Pertunjukan ini diperkaya oleh musik orisinil hasil kolaborasi komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana, dengan lagu utama Perahu Kertas yang dipopulerkan oleh Maudy Ayunda sebagai pengikat emosional sepanjang pertunjukan, bersama 21 lagu lainnya seperti Miliaran Manusia, Agency, Dua Manusia, Tahu Diri, dan Langit Amat Indah. Keseluruhan komposisi diarahkan dan ditata oleh Ivan Tangkulung selaku Pengarah & Penata Musik.

Kalya Mahiya

Cerita Pengalaman Ikuti Thailand National

Model United Nation Conference 2026

Kalya Mahiya bersama teman-temannya dari

SMA Al Izhar Pondok Labu dan tim Globy Indonesia yang mengikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.

Model United Nations merupakan contoh simulasi konferensi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang partisipannya diisi oleh para pelajar dari berbagai negara di seluruh dunia.

Dalam temu media, Kalya membagi pengalamannya.

“Mengikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026 memberikan saya perspektif global yang nyata. Saya tidak hanya belajar tentang diplomasi dan cara kerja PBB, tetapi juga merasakan langsung bagaimana rasanya bernegosiasi dengan delegasi dari berbagai negara dengan latar belakang budaya yang berbeda. Saya belajar menyusun position paper yang kuat dan bagaimana menyuarakan kepentingan negara

yang saya wakili di kancah internasional,” jelasnya.

Sebelum mengikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026 yang digelar pada bulan Januari lalu ini, persiapan intensif telah dilakukan selama dua bulan. “Proses ini mencakup riset mendalam mengenai isu yang diangkat, memahami kebijakan luar negeri negara yang didelegasikan, hingga latihan public speaking dan simulasi debat untuk mengasah ketajaman argumentasi di bawah tekanan waktu,” ungkapnya.

Saat mengikuti Thailand National Model United Nation Conference 2026, tantangan terbesar yang Kalya alami adalah menjaga konsistensi diplomasi di tengah perdebatan yang sengit. “Terkadang, menyatukan berbagai kepentingan negara dalam satu resolusi sangatlah sulit, apalagi ketika ada perbedaan ideologi yang tajam. Saya dituntut untuk tetap tenang, berpikir kritis, dan mencari jalan tengah (kompromi) tanpa mengorbankan prinsip

Kalya Mahiya di Thailand National Model United Nation Conference 2026

utama negara saya,” papar Kalya gamblang.

Dengan kompetisi yang ketat, banyak pelajaran yang Kalya dapatkan. “Pelajaran paling berharga adalah tentang pentingnya kolaborasi di atas kompetisi. Saya menyadari bahwa kepemimpinan yang baik bukan tentang siapa yang paling keras berbicara, melainkan siapa yang mampu mendengarkan, merangkul pendapat orang lain, dan menciptakan solusi yang inklusif bagi semua pihak,” tutur Kalya bijak.

Persiapan yang panjang membuahkan hasil yang menggembirakan, karena mampu meraih Best Delegation Award pada Thailand National Model United Nation Conference 2026. “Rasanya sungguh luar biasa dan mengharukan. Penghargaan ini adalah validasi atas kerja keras, malam-malam tanpa tidur untuk riset, dan kerjasama tim yang solid. Meraih Best Delegation bersama tim membuktikan bahwa sinergi dan persiapan yang matang membuahkan hasil yang manis. Ini adalah momen kebanggaan yang akan selalu saya ingat,” terangnya tersenyum.

Tak hanya Kalya, Muflih Dwi Fikri selaku CEO Globy menceritakan pengalamannya mempersiapkan anak-anak didiknya agar bisa tampil outstanding selama

pelaksanaan Thailand National Model United Nation Conference 2026. Menurutnya, anak-anak di latih dengan fokus terhadap tiga hal. Pertama, substansi. Mulai dari pemahaman materi, hingga penelitian. Kedua, strategi. Kapan harus berbicara, nada yang

tidak hilang fokus jika mendapatkan counter argument, cara berani untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara.

“Fokus kami dengan melakukan banyak simulasi melalui coaching group, dan juga dilengkapi private coaching untuk setiap anak,” terang pria yang akrab dipanggil Coach Fikri ini.

Untuk kompetisi di Thailand National Model United Nation Conference 2026 ini, latihannya telah dimulai sejak November 2025. Namun, anak-anak telah bergabung dengan Club Globy sejak Juli 2025.

Untuk mengikuti kompetisi seperti MUN, banyak hal yang harus dipersiapkan. Dikatakan Coach

Tim Globy saat tampil di Thailand National Model United Nation Conference 2026
SMA Al Izhar saat tampil di Thailand National Model United Nation Conference 2026

Fikri, MUN merupakan kompetisi dengan penilaian individu, sehingga setiap individu harus mempersiapkan sesuai dengan allocation yang mereka dapat.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, Research Matrix. Kedua, Positon Paper. Ketiga, Motion List. Keempat, Preparation Speech. Kelima, Solution Mechanism. Enam, Mock up Working Paper dan ketujuh adalah Mock up Draft Resolution.

Bagi Coach Fikri, pencapaian yang diraih anak didiknya yang tergabung dalam tim Globy Indonesia memberikan rasa senang dan bangga. “Persiapan anakanak yang disiapkan selama berbulan-bulan dapat terbayar dengan tuntas. Lebih dari itu, kami berhasil mempertahankan 100% win-rate dari tahun 2023, dimana setiap delegasi international yang kami kirimkan selalu membawa pulang awards. Sebelum Thailand ini, Globy juga memiliki international delegation ke Singapore, Korea, dan Malaysia,” terangnya tersenyum.

Dijelaskan Coach Fikri, pencapaian anak-anak hari ini tidak datang dengan tiba-tiba. Perjalanan panjang telah mereka lewati. Saya sudah berkecimpung di MUN sejak tahun 2017, pada waktu itu harus diakui prestasi internasional anak-anak Indonesia sangat minim. “Jarang sekali kita bisa menang di kompetisi di luar negeri,” tukasnya.

“Di 2019, saya satu-satunya orang Indonesia yang bisa membawa pulang awards, dari 16 orang Indonesia yang berangkat di Paris International Awards. Setelah itu, selama beberapa tahun, saya menjadi juri di berbagai

negara seperti Singapura, India, Filipina, Thailand, dan banyak negara lainnya, hampir tidak pernah orang Indonesia yang menang,” ceritanya.

Dari pengalaman tersebutm Coach Fikri menemukan hal mendasarkan yang membuat anak-anak Indonesia tidak meraih kemenangan, yaitu tidak ada ekosistem yang menaungi. “Anak-anak harus belajar sendiri, tidak ada teman diskusi, tidak ada ekosistem. Sejak 2023 ketika kami bangun Globy, saya bersama tim membentuk ekosistem, dimana anak-anak dapat bertemu para coach yang sudah juara international, berkelompok dengan teman-teman dengan minat yang sama, belajar bersama dan saling mendukung satu sama lain. Dampaknya? percaya diri tumbuh, materi lebih lengkap, kita bisa belajar dari kesalahan kakak-kakak yang sudah duluan dan tidak mengulangi. Alhamdulillah, saat ini kita semakin terlihat di kancah international, dan membawa harum nama Indonesia,” jelasnya bangga.

Lalu apa harapan Globy untuk anak anak Indonesia? “Kami berharap ini dapat memantik lebih banyak prestasi pemuda Indonesia di luar negeri. Pada dasarnya, anak Indonesia itu gak kalah pintar, hanya kita kalah percaya diri dari negara-negara tetangga, kita sering merasa inferior. Sekarang kita mulai membuktikan step-bystep bahwa pemuda Indonesia berdaya saing dunia, “pungkasnya.

1. Tur Guide berbahasa Indonesia/ Inggris.

2. Private Tur di Amerika dan Kanada: Supir berbahasa Indonesia dengan Mobil/Van/Bis.

3. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Tur Program di Beberapa Negara di Asia Tenggara dengan Harga Grosir.

4. Sebelum Pulang ke Indonesia: Spesial Reuni Tur Program dengan Teman dan Famili Anda dari Indonesia.

5. Kantor di San Francisco, Los Angeles (La Habra) dan Jakarta.

6. Karyawan berpengalaman lebih dari 20 tahun.

7. Endorsed oleh California Media International, Inc (Penerbit Majalah Kabari, Majalah Tur Dunia dan Majalah Joint VentureHidup Sehat).

8. Harga Grosir untuk Tur ke Asia Tenggara = Joint Venture dengan Perusahaan Tur Wholesale yang berdomisili di Jakarta, Worldlinks Indonesia, dimana Program Tur hanya dijual melalui agen-agen travel ritel di Indonesia.

Ingin mendapatkan Informasi Tur Terkini? Silakan daftar di TurDuniaGratis.com

Rayakan Hangatnya Kebersamaan Ramadan di TAMU, Hadirkan Tim Ikan Sambal Ijo dan Krecek Urat Sapi Sebagai Menu Andalan

Hadir di tengah Jakarta, TAMU menyeimbangkan kenangan dan energi baru melalui filosofi 'Tatap Muka', menjadikan momen bersantap sebagai perayaan koneksi dan cerita. Mengusung identitas 'Nostalgia Tapi Dinamis', TAMU memadukan kehangatan cita rasa dan arsitektur Nusantara dengan teknik presisi serta sentuhan modern yang relevan, karya Chef Owner Andreas Alnico dan Corporate Chef Arief Rachman.

Menyambut bulan suci Ramadan, TAMU mengusung semangat bersantap yang mengakar ke budaya, menerjemahkan filosofi “Tatap Muka” melalui hidangan yang cocok dinikmati untuk berbagi. Salah satu menu andalannya adalah Tim Ikan Sambal Ijo, terinspirasi dari ranah Minang, namun menggunakan barramundi tanpa penggunaan santan.

Berikut menu lengkap Ramadan yang tersedia selama bulan puasa: PAKET RAMADAN A

● Starter: Aneka gorengan (Tahu Jeletot, Pangsit

Panjang, Kemangi, Terong, Leunca, Bumbu Kacang)

● Main Course

● Sop Iga Sapi (Sup Iga Sapi, Tomat, Sambal Rebus)

● Tim Ikan Sambal Ijo (Barramundi Kukus Sambal Ijo, Gulai Daun Singkong)

● Ayam Goreng TAMU (Ayam Ungkep Probiotik, Serundeng, Sambal Dadak Terasi)

● Dessert: Kue Putu Mayang (Kelapa, Nangka, Saus Kinca)

PAKET RAMADAN B

● Starter: Aneka gorengan (Tahu Jeletot, Pangsit Ayam Goreng , Sambal Asam Manis)

● Salad: Karedok (Wortel, Mentimun, Tauge, Kol, Kacang Panjang, Kemangi, Terong, Leunca, Bumbu Kacang)

● Main Course

● Sop Iga Sapi (Sup Iga Sapi, Tomat, Sambal Rebus)

● Tim Ikan Sambal Ijo (Barramundi Kukus Sambal Ijo, Gulai Daun Singkong)

● Krecek Urat Sapi (Urat dan Sengkel Daging Sapi, Kacang Tolo, Sambal Goreng Krecek)

● Dessert: Kue Putu Mayang (Kelapa, Nangka, Saus Kinca)

Tiga minuman barunya meliputi Es Selendang Mayang (Sagu Mutiara, Lapis Tepung Beras dan Gula Aren) dan Es Marem dari campuran kelapa muda, tapai singkong, sagu mutiara, dan saus kacang santan. Lainnya adalah Es Buko, dari perpaduan pandan jelly, sago pearls, dan nata de coco

“Di TAMU, kami percaya bahwa makanan adalah media terbaik untuk bercerita. Melalui menu Ramadan ini, kami ingin setiap tamu yang datang merasakan kehangatan rumah dan kenyamanan dalam setiap interaksi tatap muka bersama orang-orang terkasih,” ujar Hartono Moe, Co-Founder TAMU.

Dewan Kuliner Indonesia Rumuskan Makna Masakan Indonesia

Indonesia dikenal sebagai

salah satu negara dengan kekayaan kuliner terbesar di dunia. Namun di balik keberagaman tersebut, hingga hari ini Indonesia belum memiliki kerangka definisi masakan Indonesia yang disepakati secara nasional. Kondisi ini membuat wacana kuliner kerap berhenti pada daftar menu, promosi produk, atau kepentingan pasar, tanpa fondasi konseptual yang kokoh.

Menjawab persoalan tersebut, Dewan Kuliner Indonesia (DKI) menginisiasi diskusi publik bertajuk “Apa Itu Masakan Indonesia? – Menyusun Kerangka Definisi Nasional” sebagai bagian

dari rangkaian Road to Kongres Kuliner Indonesia 2026. Diskusi ini diselenggarakan di TAMU, sebuah restoran Indonesia yang juga memiliki visi pelestarian dan preservasi nilai-nilai kuliner Nusantara, sehingga menjadi ruang yang selaras antara praktik dan pemikiran kuliner.

Diskusi ini bertujuan membuka ruang dialog kritis lintas disiplin dan lintas pemangku kepentingan mengenai urgensi mendefinisikan masakan Indonesia sebagai sistem budaya, bukan sekadar produk makanan. Tradisi kuliner yang hidup di Indonesia saat ini merupakan warisan panjang Masakan Nusantara,

yang terbentuk melalui interaksi budaya antarwilayah, perdagangan global, migrasi, kolonialisme, serta negosiasi lintas identitas jauh sebelum Indonesia hadir sebagai negara-bangsa. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah masakan Indonesia merupakan entitas kultural yang telah mapan, atau sebuah konstruksi modern yang berakar pada sistem masakan Nusantara yang lebih luas?

Diskusi publik ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda. JJ Rizal, sejarawan, mengulas kemunculan istilah “masakan Indonesia” dalam sejarah serta relasinya dengan proses sosial

dan politik. Hardian Eko Nurseto, dosen antropologi Universitas Padjadjaran, membahas masakan sebagai praktik budaya, identitas, dan relasi sosial, serta risiko penyederhanaan dan eksklusi budaya dalam upaya pendefinisian nasional. Sementara itu, Haidhar Wurjanto dari Forum Bogor Kota Gastronomi memaparkan perspektif praktis mengenai dampak definisi terhadap kebijakan, standardisasi, branding, dan pengembangan kota gastronomi. Diskusi dimoderatori oleh Ray Janson, Presidium Dewan Kuliner Indonesia, yang menegaskan bahwa perbincangan tentang masakan Indonesia perlu ditempatkan pada level konseptual dan strategis, bukan semata-mata selera atau nostalgia. Melalui dialog ini, Dewan Kuliner Indonesia berharap dapat merumuskan prinsip-prinsip awal

yang inklusif, kontekstual, dan berbasis sejarah untuk dibawa ke tingkat diskursus nasional dalam Kongres Kuliner Indonesia 2026.

Diskusi ini menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif bahwa masakan Indonesia adalah sistem budaya yang hidup, yang

perlu didefinisikan secara hatihati, inklusif, dan strategis. Hasil diskusi diharapkan menjadi bahan konseptual penting dalam proses panjang menuju perumusan arah identitas dan kebijakan kuliner Indonesia ke depan.

Menghidupkan Kembali Kebaya Panjang Sumatera untuk Keseharian

Enam sahabat asal Sumatera Barat , yakni Anggi Tjaja, Dian Sjarif, Faulin Irmawan, Intan Abdams, Lia Dira, dan Penty Djani, pada 6 Februari 2026, resmi meluncurkan brand clothing Aluih (Sumatera) melalui acara bertajuk “An Ode To Aluih (Sumatera)” yang digelar di Goodrich Suites, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan. Peluncuran ini menandai hadirnya sebuah label yang mengangkat

Kebaya Panjang Sumatera sebagai inti desain, dengan pendekatan modern agar dapat dikenakan dalam keseharian perempuan masa kini.

Nama Aluih, yang berasal dari bahasa Minang dan berarti halus, dipilih sebagai representasi dari nilai utama brand ini: kelembutan, keanggunan, dan keindahan yang sederhana namun bermakna. ALUIH hadir dengan visi menjadikan Kebaya Panjang Sumatera sebagai bagian dari gaya hidup perempuan Indonesia masa kini—busana yang berakar pada budaya, namun tetap stylish, up to date, dan dapat dikenakan dalam keseharian dengan bangga. Sehingga Kebaya Panjang Sumatera tidak hanya dikenakan dalam upacara adat atau acara khusus, tetapi juga menjadi bagian dari busana sehari-hari perempuan Indonesia.

“Masuknya budaya asing memang adalah hal yang tidak terelakkan. Tapi kami merasa sedih ketika melihat kebaya, khususnya Kebaya Panjang Sumatera, menghilang dari keseharian dan bahkan dari acara khusus seperti saat kami menghadiri undangan pernikahan. Banyak yang sekarang memilih mengenakan dress panjang dibanding kebaya yang sebenarnya adalah jati diri kita sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Anggi, salah satu pendiri

Aluih (Sumatera).

“Dan ini bukan saja terjadi di Jakarta, bahkan di kampung-kampung kami di Sumatera Barat, saat mudik, kami menyaksikan sendiri perubahan dari masa ke masa. Bagaimana pemandangan suasana perdesaan saat kami kecil diajak orang tua mudik ke sana, dan bagaimana suasana sekarang saat kami membawa anak kami. Jadi kebaya tidak hanya silam di kota-kota besar, tetapi bahkan juga menghilang di desa dan kampung tempat tradisi itu dulu hidup. Kami kehilangan warisan Indonesia yang harusnya dipertahankan. Dari rasa prihatin inilah

Aluih (Sumatera) lahir—sebagai upaya kecil kami untuk mengajak perempuan Indonesia kembali dekat dengan kebaya,” Faulin Irmawan menambahkan.

Melalui Aluih (Sumatera), Kebaya Panjang Sumatera diperkenalkan dalam interpretasi yang lebih kontemporer. Siluetnya sederhana, menyerupai kebaya Kartini— simetris, bukaan depan dengan kerung leher V. Bedanya, sesuai namanya, Kebaya Panjang Sumatera memiliki panjang melewati lutut dan berpotongan longgar.

“Dari potongannya saja, Kebaya Panjang Sumatera sudah sangat nyaman dipakai, apalagi kami hanya menggunakan material katun pilihan yang adem. Kami meluncurkan beberapa desain yang sebagian besar bermotif bunga-bunga dengan furing polos tabrak warna yang memberi aksen segar sekaligus membuat busana jatuh lebih indah dan fleksibel, sehingga dapat digunakan sebagai atasan maupun sebagai outer, sehingga mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas harian—dari kegiatan kasual hingga semi-formal,” terang Penty Djani.

Acara “An Ode To Aluih (Sumatera)” menjadi penanda komitmen menjembatani tradisi dan gaya hidup masa kini. Lebih dari sekadar peluncuran brand, Aluih

(Sumatera) membawa sebuah ajakan agar perempuan Indonesia kembali memeluk identitas budaya Indonesia dengan cara yang modern, stylish dan membanggakan. Ke depan, Aluih (Sumatera) berkomitmen untuk terus mengeksplorasi kekayaan busana Sumatera dan Nusantara, menghadirkannya dalam desain yang wearable, up to date, dan tetap setia pada akar budaya Indonesia.

Sumber Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,5 persen pada 2025. Capaian ini turut didukung oleh layanan keuangan digital dari fintech yang mampu menjangkau sektor UMKM akar rumput. Pertumbuhan ini pun membuka ruang bagi fintech untuk menghadirkan instrumen investasi yang tidak hanya berorientasi pada imbal hasil, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian, khususnya sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Amartha secara resmi meluncurkan Amartha Prosper, solusi investasi berbasis dampak (impact investment) yang dirancang untuk menghubungkan modal publik dengan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Melalui Prosper yang terintegrasi dalam aplikasi Amartha, investor dapat memperoleh imbal hasil yang kompetitif sekaligus berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi komunitas, terutama perempuan pengusaha ultra mikro di wilayah perdesaan.

Julie Fauzie, Chief Funding Officer Amartha,

Amartha Prosper Solusi Investasi untuk UMKM

mengatakan, peluncuran Amartha Prosper merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memperluas akses investasi berbasis dampak yang terukur dan bertanggung jawab. “Amartha Prosper menjadi alternatif investasi pendapatan tetap yang kredibel dan relevan dengan kebutuhan investor saat ini, sekaligus memperkuat sektor UMKM produktif di Indonesia,” terangnya.

Melalui Amartha Prosper Grassroots Growth Series (GGS), memungkinkan investor menyalurkan dana ke UMKM mitra Amartha dengan sebaran geografis dan sektor usaha yang masif dan beragam, sehingga memberikan eksposur portofolio yang lebih terdiversifikasi dengan risiko yang lebih terukur. Produk ini menawarkan potensi imbal hasil hingga 14 persen, yang terbagi dalam empat profil, yaitu Balanced-Flex, dengan potensi imbal hasil bulanan yang fleksibel; Balanced, yang relatif resilien terhadap kondisi ekonomi; Progressive yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi; serta Dynamic dengan potensi imbal hasil tertinggi disertai sensitivitas risiko

yang lebih besar. Setiap produk Amartha Prosper dapat diakses melalui aplikasi digital, yang memungkinkan investor tumbuh bersama UMKM di perdesaan.

Selama 16 tahun, Amartha sebagai perusahaan fintech telah melayani segmen UMKM akar rumput, menyalurkan lebih dari Rp37 triliun permodalan kepada lebih dari 3,7 juta perempuan pelaku UMKM di lebih dari 50 ribu desa di Indonesia. Fondasi Amartha diperkuat dengan kepercayaan lebih dari 320 ribu lender ritel terdaftar.

Dukungan serta layanan Amartha juga telah mendorong dampak nyata, termasuk terciptanya lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha, serta peningkatan pendapatan dan kapasitas kerja. Atas praktik bisnis dan tata kelola yang baik, Amartha dipercaya oleh puluhan institusi nasional dan global.

Tren Investasi Berdampak Kian Relevan

Tren investasi berbasis tujuan semakin relevan dengan kebutuhan investor saat ini, khususnya dalam membangun portofolio jangka menengah. Berdasarkan laporan Global Impact Investing Network (GIIN) pada 2025, 31 persen investor berencana meningkatkan investasi berdampak di Asia Tenggara, termasuk

Indonesia, dalam lima tahun ke depan.

“Saat ini momentum investasi berbasis dampak dan ESG semakin relevan. Selain imbal hasil, investor semakin mempertimbangkan transparansi, manajemen risiko yang baik, serta dampak nyata yang terukur. Produk investasi seperti Amartha Prosper berpotensi menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio pendapatan tetap yang seimbang antara return dan purpose,” kata Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner.

Melalui pendekatan impact investing, Melvin menekankan bahwa investasi tidak semata mengejar return finansial, tetapi juga tentang memberi makna pada setiap rupiah yang diinvestasikan. Dengan membantu pelaku usaha kecil naik kelas, investasi menjadi sarana agar uang benar-benar “bekerja”, menciptakan dampak sosial nyata, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta menghasilkan return yang stabil dan berkelanjutan.

Dampak investasi tersebut juga dirasakan langsung oleh para mitra UMKM, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro di desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses permodalan. Salah satunya Ibu Kamila, pemilik usaha nasi kuning dan soto banjar asal Kalimantan Selatan.

“Dulu saya sering menolak pesanan karena modal bahan baku terbatas. Setelah menerima pendanaan dari Amartha Prosper, stok bahan jadi lebih siap, produksi lancar, dan pesanan yang masuk bisa terpenuhi. Dari usaha ini juga, saya bisa menambah pendapatan keluarga dan membantu suami.” ujar Kamila, Mitra UMKM Amartha sejak 2023.

Sebagai bagian dari upaya memperluas dampak di tingkat komunitas, Amartha juga menghadirkan program “Cerita Rasa by Amartha Prosper”, kompetisi memasak yang melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra Amartha di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan Jawa. Program ini menjadi bukti bahwa pendanaan yang tepat dan berkelanjutan tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga dan sistem pangan daerah.

“Ke depan, kami ingin Amartha Prosper menjadi jembatan yang mempertemukan investor dengan pertumbuhan ekonomi komunitas secara berkelanjutan. Dengan tata kelola yang kuat dan fokus pada UMKM perdesaan, kami optimis Prosper dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi nasional dan daerah,” tutup Julie.

MAKUKU Comfort Fit

Nyaman dan Setipis Itu, Bebas Bergerak

Dukung Tumbuh Kembang Optimal

Setiap gerakan si Kecil adalah bagian penting dari perkembangan anak. si Kecil yang aktif, lincah, dan penuh rasa ingin tahu tentunya membutuhkan ruang gerak yang tak berbatas, dan tak hanya itu, salah satu hal penting yang dibutuhkan adalah kenyamanan. Dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, PT Lucky Mom Indonesia (LMI) memperkenalkan MAKUKU Comfort Fit, inovasi popok yang dirancang tipis, cegah bocor dan bebas ruam untuk memberikan kenyamanan yang optimal, sekaligus mendukung kebebasan gerak si Kecil aktif dalam keseharian.

“Kebebasan bergerak sangat berperan penting dalam proses tumbuh kembang, setiap gerakan mulai dari merangkak, berdiri, hingga berlari merupakan momen dimana si Kecil melatih kemampuan motorik, koordinasi, dan kekuatan tubuhnya. Bahkan sebuah studi aktivitas balita menyatakan, si Kecil bisa melakukan puluhan ribu gerakan kaki per hari berdasarkan sensor wearable . MAKUKU percaya

bahwa kenyamanan adalah fondasi penting agar si Kecil dapat bergerak bebas dan bereksplorasi tanpa hambatan. Popok MAKUKU Comfort Fit didukung inovasi Super Absorbent Polymer (SAP) hadir dengan ukuran tipis hingga ±1,6 mm namun tetap mampu menyerap dan mengunci cairan secara merata tanpa menggumpal. Teknologi ini membuat popok tetap ringan dan tidak terasa berat saat si Kecil bergerak. Ini adalah inovasi popok dengan Inti Struktur SAP Pertama di Indonesia,” ujar Sulistyowati, Head of marketing MAKUKU Indonesia.

Dari sisi desain, MAKUKU Comfort Fit dilengkapi Soft Flexi Fit, yaitu karet elastis lembut di berbagai bagian popok yang mengikuti pergerakan tubuh si Kecil secara natural. Desain ini membantu mengurangi tekanan dan bekas kemerahan pada kulit, sehingga si Kecil dapat bergerak lebih bebas dan tetap merasa nyaman sepanjang hari.

“Selain itu, inovasi MAKUKU Comfort Fit juga menghadirkan staydry system dengan perlindungan 360° Leak Protection lindungi dari kebocoran, lapisan breathable, serta uji dermatologis. Dengan desain yang adaptif terhadap pergerakan tubuh si Kecil, MAKUKU Comfort Fit menghadirkan kenyamanan optimal sekaligus mendukung kebebasan gerak si Kecil dalam keseharian. Lebih dari sekadar produk, MAKUKU Comfort Fit dirancang sebagai bagian dari perjalanan tumbuh kembang si Kecil, untuk mendukung kenyamanan dan kebebasan bergerak mereka, sehingga si Kecil dapat tumbuh dengan lebih leluasa dan percaya diri,” tambah Sulistyowati.

Dalam peluncuran MAKUKU Comfort Fit, turut diperkenalkan kampanye Baby Turbo, sebagai representasi si Kecil yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan selalu bergerak dalam setiap fase tumbuh kembangnya. Kampanye ini diwujudkan secara simbolis melalui rangkaian aktivitas di awal acara dimana si Kecil bergerak bebas menuju garis akhir dengan menggunakan MAKUKU Comfort Fit yang nyaman. Momen ini menggambarkan bagaimana kebebasan bergerak yang didukung oleh popok yang tipis, ringan, dan fleksibel dapat membantu si Kecil bereksplorasi dengan lebih percaya diri. Lebih dari sekadar aktivitas, Baby Turbo bukan tentang kecepatan atau kompetisi, melainkan tentang memberikan ruang bagi si Kecil untuk bergerak secara alami tanpa hambatan, dengan popok yang mengikuti setiap gerakan mereka dalam keseharian.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial menyatakan, “Perkembangan motorik anak merupakan

fondasi penting dalam proses tumbuh kembang, terutama ketika si kecil mulai aktif merangkak, berdiri, hingga melangkah. Pada fase ini, anak membutuhkan ruang gerak yang bebas agar otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuhnya dapat berkembang secara optimal. Dan penggunaan popok juga bisa menjadi salah satu faktor pengaruhnya, karena popok yang terlalu tebal dapat membatasi gerakan anak, membuat langkahnya lebih pendek dan gerakannya kaku. Oleh karena itu, memilih popok yang tipis namun tetap menyerap dengan baik sangat penting, karena mendukung kebebasan gerak, kenyamanan, dan pertumbuhan fisik anak secara optimal. Kebebasan bergerak juga sangat penting untuk mendukung kemampuan anak melakukan koordinasi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta meningkatkan rasa ingin tahu mereka. Anak jadi bisa belajar, bereksplorasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.”

Turut hadir bersama di acara peluncuran MAKUKU Comfort Fit, Shania Junianatha yang akrab dipanggil Shanju bercerita mengenai pengalamannya menggunakan popok MAKUKU Comfort Fit untuk sang buah hati. “Sangat senang melihat tumbuh kembang anak dari hari ke hari. Ada saja kelakuannya yang bisa membawa tawa dan kebahagiaan di rumah kami. Dalam memilih perlengkapan untuk Jayden, saya sangat berhati-hati karena ingin memberikan yang terbaik dan paling nyaman untuknya, termasuk dalam memilih popok si Kecil. Ketika mencoba MAKUKU Comfort Fit, saya merasa anak saya terlihat lebih nyaman, tidak bocor,

bebas bergerak, dan tidak ruam. Tak hanya itu, karena bentuknya tipis, memakai MAKUKU tidak terlihat seperti menggunakan popok yang tebal dan berat,” jelas Shanju.

Melalui acara peluncuran MAKUKU Comfort Fit, harapannya tidak hanya mengenal produk terbaru, tetapi juga mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya kenyamanan dan kebebasan gerak dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.

“Sebagai perusahaan yang berkomitmen merawat keluarga di setiap tahap kehidupan, Lucky Mom Indonesia akan terus berinovasi menghadirkan produk yang memahami kebutuhan nyata orang tua modern.

MAKUKU Comfort Fit menjadi salah satu langkah kami dalam menghadirkan kenyamanan sekaligus mendukung aktivitas si Kecil yang semakin aktif,” tutup Titi Nurmalasari, Head of Communication PT. Lucky Mom Indonesia.

Sumber Foto: Istimewa

Digital Magazine

Digital Magazine with Video E-News Email

Written Articles in KabariNews.com

Copy & Paste from other Medias

Number of Videos (YouTube)

Number of Video Viewers (YouTube)

Number of Video Subscribers (YouTube) Webinar

Livestream Social Media

Facebook Subscribers: Ikut Kabari Amerika

KabariNews.com in Ranking.com KabariNews.com in Alexa.com

Di tengah percakapan global tentang masa depan ekonomi dunia, ada satu cerita sederhana namun berakar kuat pada tradisi dan kekuatan UMKM Indonesia yang hadir di Paviliun Indonesia, World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19-23 Januari lalu.

Coffeenatics, UMKM kopi sekaligus Mitra Merchant Grab asal Medan, mengenalkan kopi tubruk, cara seduh kopi khas Nusantara menggunakan kopi dari Tapanuli Selatan, kepada para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pemangku kepentingan global.

Bagi Coffeenatics, kehadiran di Davos bukan semata tentang tampil di forum internasional, melainkan tentang mewakili potensi besar UMKM lokal dengan mengusung identitas kopi Indonesia.

Harris Hartanto Tan, CEO dan CoFounder Coffeenatics, mengungkapkan ada kebanggaan tersendiri karena produknya bisa dipamerkan di event internasional, sebagai wakil UMKM dari Medan. “Membawa kopi tubruk Tapanuli Selatan ke Davos merupakan pengalaman yang membanggakan sekaligus membuka perspektif baru. Kehadiran di forum global ini memberi kesempatan bagi kami untuk memahami standar internasional, menjajaki peluang pasar ekspor, serta membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan dunia,” tuturnya.

Di balik setiap gelas kopi yang disajikan di Davos, terdapat rantai nilai yang dibangun Coffeenatics bersama para petani kopi lokal. Mereka menjalin kemitraan dengan petani di berbagai daerah, termasuk Sumatera dan Bali, untuk memastikan kualitas biji kopi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain itu, Coffeenatics aktif melibatkan komunitas melalui edukasi kopi dan kelas brewing gratis sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kopi yang inklusif.

Komitmen terhadap keberlanjutan

UMKM Asal Medan

Kenalkan Cita Rasa Kopi

Tubruk Tapanuli Selatan

ke

Forum Dunia

juga diwujudkan melalui program konservasi lingkungan yang berfokus pada perlindungan orangutan Tapanuli Selatan, salah satu primata paling langka di dunia, yang hidup di kawasan hutan Sumatera. Berkolaborasi dengan People Resources and Conservation Foundation (PRCF) dan Sumatera Rainforest Institute (SRI), Coffeenatics mengambil peran dalam upaya pelestarian orangutan melalui proyek sosial ‘Apes for Apes’. Inisiatif ini menggabungkan konsep produk dan penyajian kopi dengan upaya konservasi orangutan yang terancam punah. Setiap pembelian, konsumen tidak hanya menikmati kopi berkualitas tetapi juga berkontribusi dalam melindungi keberlangsungan populasi orangutan.

Sejak 2015, Coffeenatics tumbuh sebagai salah satu UMKM kopi yang konsisten mengangkat kualitas dan cita rasa kopi Indonesia. Usahanya tak hanya di Medan saja, tapi sudah menjangkau Jakarta, serta berhasil merambah pasar Singapura. Mengusung kopi specialty berkualitas tinggi, Coffeenatics menciptakan produk yang diproses dengan

standar ketat dan memiliki rasa khas, merefleksikan keunggulan kopi yang berakar dari daerah.

Awal mula berdiri, Coffeenatics beroperasi secara sederhana dengan modal dan tim yang terbatas. Hampir seluruh proses mulai dari pemilihan biji kopi, proses brewing, hingga melayani pelanggan dikerjakan secara mandiri. Di era digitalisasi, Coffeenatics semakin berkembang dengan dukungan lebih dari 80 karyawan.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan, “Partisipasi Coffeenatics di Paviliun Indonesia, World Economic Forum 2026, didukung oleh Grab sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Grab dalam mendampingi UMKM Indonesia agar siap naik kelas dan bersaing di panggung global. Dukungan ini sejalan dengan inisiatif Grab untuk Indonesia dengan total komitmen Rp100 Miliar, yang dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial lewat BPJS TK Gratis bagi Mitra Pengemudi berprestasi, memberikan apresiasi melalui skema BHR 2026 bagi Mitra Pengemudi berprestasi, serta mengembangkan kapasitas

Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi melalui pemanfaatan teknologi dan program pengembangan usaha seperti GrabAcademy.”

Norita Chai, Chief Operating Officer dan Co-Founder Coffeenatics, “Coffeenatics bergabung menjadi Mitra Merchant Grab sejak tahun 2020. Selama itu pula Grab berperan besar dalam perjalanan kami, mulai dari membantu menjangkau lebih banyak pelanggan melalui layanan pesan antar, hingga mendukung UMKM agar tetap relevan dan kompetitif di era digital. Dukungan ini memberi kami kepercayaan diri untuk membawa kopi lokal Indonesia ke forum global seperti ini,” tutur Norita.

Dikenal dengan kopinya yang bercita rasa khas, Coffeenatics menjadi mitra merchant Grab Bintang Lima, yaitu merchant yang memiliki kualitas rasa dan layanan terbaik berdasarkan ulasan asli pengguna.

Beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan ekosistem digital untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui ekosistem Grab, berhasil membawa Coffeenatics memperluas pangsa pasar serta meningkatkan visibilitas brand di tengah dinamika perkembangan industri kopi.

“Dukungan Grab terhadap Coffeenatics merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus membuktikan bahwa inovasi lokal memiliki daya saing di pasar global. Grab tidak hanya menyediakan platform untuk berusaha, tetapi juga secara aktif mendampingi UMKM dalam memanfaatkan teknologi guna mengembangkan dan meningkatkan skala bisnisnya, ” tutup Neneng.

Sumber Foto: Istimewa

IKEA selalu berupaya menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Tidak hanya melalui solusi perabot rumah tangga dan makanan, IKEA juga menghadirkan pengalaman sederhana yang membuat waktu di toko terasa lebih menyenangkan. Dalam beberapa waktu ke depan, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas yang dihadirkan di toko IKEA sebagai bagian dari pengalaman berkunjung.

“Banyak orang datang ke IKEA untuk berbagai alasan. Mulai dari mencari inspirasi, berjalan-jalan, atau sekadar menikmati waktu luang. Mengacu pada aktivitas tersebut, kami ingin membuat setiap kunjungan lebih hidup dan memberi pengalaman tambahan yang menyenangkan, tanpa mengganggu aktivitas utama pelanggan,” ujar Zen Foo, IKEA Family Manager IKEA Indonesia.

Salah satu aktivitas yang dapat diikuti adalah Temukan Harta Karun! Aktivitas ini akan berlangsung mulai 14 Februari hingga 18 Maret 2026. Pengunjung diajak menjelajah area showroom toko untuk menemukan amplop berisi berbagai kejutan, mulai dari voucher makanan, hadiah menarik, sampai gift voucher dengan nilai hingga Rp1.000.000.

Lokasi dan jenis kejutan yang dapat ditemukan akan berubah setiap harinya. Perubahan ini memberikan pengalaman berbeda untuk setiap kunjungan ke showroom, sekaligus memberikan kejutan dan rasa penasaran bagi para pelanggan yang berpartisipasi, terutama bagi anakanak yang datang bersama orang tua. Jangan lupa untuk mencari amplop di area yang aman dijangkau dan

IKEA Hadirkan Beragam Cara Menikmati Waktu Bersama

tidak berbahaya.

Selain itu, IKEA Indonesia juga menghadirkan program Makan Gratis 3 Bulan di IKEA, yang berlangsung melalui periode akumulasi belanja sejak 1 Februari hingga 31 Maret. Melalui program ini, pengunjung yang membeli produk-produk perabot rumah tangga dan makanan hingga jumlah tertentu, berkesempatan menikmati sajian di restoran IKEA setiap hari selama tiga bulan yaitu 1 April hingga 30 Juni 2026, sebagai bagian dari apresiasi atas kunjungan dan aktivitas mereka di IKEA.

Pengunjung juga dapat menemukan berbagai kejutan dan hadiah dari IKEA di periode perayaan, yang dihadirkan sebagai bagian dari momen perayaan di IKEA. Kejutan ini melengkapi rangkaian aktivitas yang ada dan membuat kunjungan lebih menyenangkan.

Anak-anak juga dapat mengikuti kegiatan Kreasi Ceria si Kecil, sebuah aktivitas untuk berkreasi dengan santai dan menyenangkan. Bentuk kegiatan dapat berbeda di setiap toko, dan informasi lebih lanjut mengenai jadwal serta aktivitas dapat dilihat secara berkala melalui kanal media sosial resmi IKEA Indonesia.

“Kami mengajak siapa pun untuk menikmati IKEA dengan cara mereka masing-masing, datang, melihatlihat, dan menemukan hal-hal kecil yang membuat kunjungan terasa menyenangkan,” tutup Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

Sumber Foto: Istimewa

Josh Groban, sukses menggelar konser megah di Grand Ballroom - The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place pada Minggu, 15 Februari 2026.

Kemegahan Suara

Josh Groban

Mengguncang Jakarta

Penyanyi bariton legendaris asal Amerika Serikat, Josh Groban, sukses menggelar konser megah bertajuk "Panin Bank Presents - GEMS World Tour 2026" di Grand Ballroom - The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place pada Minggu malam, 15 Februari 2026. Konser ini menjadi momen emosional yang menyatukan kemegahan musikalitas dengan suasana intim yang eksklusif bagi ribuan penggemar di Jakarta.

Sisi Enerjik Josh Groban

Selain vokal baritonnya yang surgawi, salah satu momen paling mengejutkan malam itu adalah ketika Josh Groban menunjukkan kepiawaiannya bermain drum. Di tengah setlist, Josh berpindah dari mikrofon ke set drum

dan membawakan drum solo yang sangat bertenaga dan teknis. Aksi ini mengubah atmosfer ballroom yang elegan menjadi penuh energi rock, membuktikan bahwa ia bukan sekadar penyanyi klasik, melainkan seorang musisi multi-instrumentalis yang jenius.

Kolaborasi Spesial dan Kejutan di Panggung

Membawakan total 18 lagu, Josh Groban tampil prima dengan vokal yang konsisten luar biasa. Salah satu sorotan utama malam itu adalah kehadiran diva kebanggaan Indonesia, Raisa, yang naik ke atas panggung untuk duet legendaris dalam lagu "All I Ask Of You". Harmonisasi

keduanya sukses memicu riuh rendah tepuk tangan dari penonton yang memenuhi ballroom.

Suasana semakin megah dengan kehadiran paduan suara (choir) yang memperkuat lagu-lagu penutup seperti "You Raise Me Up" dan "Bridge Over Troubled Water", memberikan pengalaman audio-visual yang tak terlupakan di salah satu venue termewah di ibu kota.

David Ananda selaku Managing Director Color Asia Live, menyatakan rasa bangganya atas antusiasme penonton Indonesia. “Membawa Josh Groban kembali ke Jakarta dalam rangkaian Gems World Tour 2026 adalah sebuah kebanggaan besar bagi Color Asia Live. Pemilihan Grand Ballroom - The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place sengaja kami lakukan untuk menciptakan suasana yang intim namun tetap megah. Melihat ribuan penonton terhanyut dalam 19 lagu, terutama saat duet kejutan dengan Raisa, membuktikan bahwa musik Josh memiliki tempat yang sangat spesial di hati masyarakat Indonesia," katanya.

Josh Groban mengurasi daftar lagu yang memadukan hits klasik dan interpretasi baru yang segar. Mulai dari You Are Loved, The World We Knew, Pure Imagination, Granted, Wandering Kind, February Song, Angels, Alla Luce, Drum Solo, Acércate, Aléjate, All I Ask Of You (Duet dengan Raisa, To Where You Are, You're Still You, Skyfall (Choir), Be Alright (Choir), You Raise Me Up

(Choir), Over The Rainbow dan Bridge Over Troubled Water (Choir).

Kesan Mendalam di Bulan Februari

Kembalinya Josh Groban ke Jakarta membuktikan daya tarik musik classical crossover yang tak lekang oleh waktu. Penampilan "February Song" secara khusus menjadi momen reflektif yang pas, sementara lagu penutup "Bridge Over Troubled Water" memberikan pesan harapan yang kuat bagi seluruh penonton yang hadir.

Dengan suksesnya konser ini, Jakarta resmi menjadi salah satu titik paling berkesan dalam rangkaian tur dunia "GEMS" di tahun 2026.

Sumber Foto: Istimewa

Kabari Digital Magazine Jembatan Info Indonesia & Amerika

FREE

Interaktif Majalah Digital Kabari Edisi 222 klik https://issuu.com/kabari8/ docs/majalah_digital_kabari_ edisi_222_-_2026

Langganan daftar di KabariGratis.com

Edisi bulan ini:

• Seni Komunikasi ala Trainer Deiby Shinta Anggia

• Yummy Craft Angkat Kuliner Nusantara Jadi Tas Fashionable, Tembus World Expo Osaka Jepang

• Merawat Cita Rasa Betawi Lewat Sepiring Nasi Uduk

• Merawat Kearifan Lokal di Balik Seragam Hotel Karya Nani Oktaviani

• Mpok Utin, Merawat Rasa Betawi dari Dapur ke Meja Makan

• Grab untuk Indonesia : Program Komitmen Rp100 Miliar: Sebuah Cerita dalam Tiga Babak

• Pengalaman Menjajal Zoox, Kendaraan Otonom Tanpa Sopir yang Mengubah Cara Bepergian

• Kolaborasi Iva Deivanna dan Bemby Noor di “Sisa Waktu Senja”, Siap Jadi Soundtrack Film

• Film Na Willa : Film live-action yang hangat, magis, dan penuh keajaiban kecil

• Tren Residential Villa Berbasis Wellness & Cozy Living, Echovista Hadir Sebagai Jawaban

• Krisis Sampah Perkotaan Butuh Solusi Nyata

• Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut Lewat Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional

• Kolaborasi Hyundai & Save the Children berhasil selamatkan 29 ton sampah plastik di Jakarta

• BCA Digital dan Food Bank Indonesia Perkuat Nutrisi Melalui Aksi 500 Porsi Makanan Siap Santap

• Wadah Kreativitas Tanpa Jarak, Mengapresiasi Inisiatif Panggung Bakat Lokal bagi Generasi Muda di Daerah

• Beauty Science Tech 2026. 40 Tahun ParagonCorp: Deklarasi sebagai Purposeful Beauty Tech Company

• Buka Indonesia Pavilion di WEF Davos 2026, Tampilkan Peluang Kerja Sama Global

• Pullman Jakarta Central Park : Valentine Romantic Dinner Bersama Pasangan, hingga Berbagi Kehangatan Keluarga pada Tahun Baru Imlek & Ramadan Iftar

• Musikal Perahu Kertas: Hadirkan kisah keberanian tentang mimpi

• Konser Brian McKnight: Deretan Lagu Ikonik yang Bawa Nostalgia

• HKTDC Buka Peluang Bisnis: Membuka Akses Pasar Global Lintas Industri

• vSambut Musim Panas yang Cerah, Berikut Deretan Item Esensial Koleksi Spring/Summer 2026

Untuk menonton video klik KabariNews.com/67108

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Majalah Digital Kabari Edisi 223 - 2026 by Kabari - Issuu