Integrated Marketing Communication Brand Somethinc
STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) BRAND
SOMETHINC DALAM MENINGKATKAN E-WOM DAN BRAND LOYALTY
Tugas Besar Mata Kuliah Integrated Marketing Communication (IMC)
Disusun oleh : Kelompok 8
Jantar Pascal Christian Umpung (211231076)
Anisah (211231073)
Bayu Hardi Yuda (211231269)
Amelia Fitri Handayani (211231072)
Luthfiah Octaviani (211231079)
LATAR BELAKANG
Somethinc adalah merek kecantikan lokal Indonesia yang didirikan tahun 2019 oleh
Irene Ursula, menawarkan produk skincare, makeup, dan body care berkualitas tinggi dan unggul dengan harga terjangkau, yang berfokus pada inovasi dan sertifikasi halal sehingga berhasil meraih popularitas besar di pasar digital Indonesia dan menjadi salah satu brand kecantikan terkemuka.
Segmentasi & Target Market
Segmentasi dan target pasar Somethinc berfokus pada konsumen usia remaja hingga dewasa muda yang peduli kesehatan kulit, aktif di media sosial, dan mencari produk dengan harga terjangkau namun berkualitas tinggi.
Unique Selling Proposition (USP)
Unique Selling Proposition Somethinc terletak pada formulasi yang aman, halal, dan sesuai iklim tropis, dipadukan dengan edukasi digital yang kuat sehingga menciptakan citra merek lokal yang terpercaya dan relevan bagi pengguna.
IDENTIFIKASI MASALAH
Bagaimana Somethinc dapat membangun keunggulan melalui strategi IMC agar tetap
unggul di tengah persaingan brand skincare lokal yang semakin kompetitif.
Somethinc menghadapi tantangan besar di pasar skincare lokal yang semakin kompetitif, di
mana banyak brand baru muncul dengan produk dan kampanye yang menarik perhatian konsumen. Persaingan yang ketat membuat konsumen semakin selektif dan cepat beralih ke
brand lain, terutama ketika mereka menemukan tren baru atau rekomendasi dari pengguna
lain. Selain itu, semakin banyak konsumen yang mengandalkan review online dan pengalaman
nyata orang lain sebelum membeli, sehingga persepsi terhadap brand sangat bergantung
pada interaksi dan opini di luar kendali perusahaan. Dalam situasi ini, komunikasi brand yang tidak konsisten atau terfragmentasi berisiko membuat pesan Somethinc kurang jelas, sehingga posisi kompetitifnya di pasar bisa melemah dan loyalitas konsumen sulit dibangun
Theoretical Framework
Theoretical framework yang digunakan dalam analisis ini mengacu pada beberapa literatur
utama di bidang komunikasi dan pemasaran, diantara nya yaitu :
Belch & Belch (2018)
Digunakan untuk menjelaskan konsep Integrated Marketing Communications (IMC), promotional mix, dan hierarchy of effects. Teori ini menjadi dasar dalam menganalisis konsistensi pesan, penggunaan berbagai saluran promosi, serta tahapan respons konsumen terhadap pesan komunikasi pemasaran Somethinc.
Kotler & Keller (2016)
Digunakan untuk membahas brand equity, perilaku konsumen, dan berbagai digital touchpoints. Teori ini
memberikan dasar untuk memahami bagaimana nilai merek tercipta dari persepsi konsumen, serta bagaimana interaksi di platform digital berperan dalam membentuk pengalaman dan kedekatan mereka dengan Somethinc.
Kotler & Armstrong (2016)
Digunakan untuk menjelaskan marketing mix dan proses keputusan pembelian konsumen. Teori ini membantu memahami bagaimana strategi produk, harga, distribusi, dan promosi memengaruhi pertimbangan konsumen, serta bagaimana mereka melalui beberapa tahap sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli produk
Somethinc.
Analisis IMC Campaign
Dalam melakukan analisis IMC Campaign, bisa menggunakan kerangka Paid, Owned, dan Earned Media (POEM)
berdasarkan buku Belch & Belch (2018) :
Paid Media
Media berbayar yang digunakan Somethinc (Instagram Ads, TikTok Ads, YouTube Ads, Google Ads) untuk meningkatkan awareness dan jangkauan audiens.
Owned Media
Platform media yang sepenuhnya dikendalikan Somethinc (Instagram, TikTok, Website, Shopee) untuk menyampaikan informasi produk, edukasi, dan membangun engagement.
Earned Media
Publisitas tidak berbayar berupa review, UGC, dan e-WOM
dari konsumen dan beauty media yang mencerminkan pengalaman nyata pengguna.
Konsistensi Pesan
Keseragaman pesan brand di paid, owned, dan earned media diperlukan gar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di kalangan konsumen.
Somethinc konsisten melakukan cross posting di TikTok, Instagram, dan YouTube sehingga pesan utama brand mudah dikenali dan memperkuat positioning.
Insight 2 — Engagement tinggi menunjukkan kekuatan digital presence
Tingginya interaksi di TikTok menandakan Somethinc berhasil menarik perhatian audiens dan membangun keterlibatan secara aktif.
Insight 3 — Earned media memperluas kredibilitas brand
UGC dan review konsumen berperan sebagai e-WOM yang meningkatkan kepercayaan dan memperluas jangkauan pesan brand secara organik. Kesimpulan nya
Melalui strategi IMC yang konsisten dan didukung oleh engagement serta e-WOM yang kuat, Somethinc mampu
memperkuat citra brand dan mempertahankan daya saing di tengah persaingan skincare lokal yang semakin kompetitif.
REKOMENDASI KONSEP KAMPANYE, CHANNEL STRATEGY ,KOL & INFLUENCER STRATEGY,WOM DAN E - WOM STRATEGY
Konsep Kampanye
“Real Skin, Real Results” menekankan pentingnya kulit sehat dengan hasil nyata, bukan efek instan. Kampanye ini sejalan dengan konsep Skinimalism yang mengajak pengguna fokus pada perawatan dasar yang efektif. Pesan dikemas lewat edukasi ingredients, bukti before–after, dan cerita pengalaman pengguna untuk membangun kepercayaan. Aktivitas kampanye dilakukan secara terintegrasi, menggabungkan konten digital, live streaming, serta event offline yang mendorong interaksi langsung dengan Gen Z yang suka eksplorasi dan engagement tinggi.
E-commerce integration: highlight produk hero, flash sale, bundling, serta live streaming shopping. Owned media: website & newsletter sebagai pusat edukasi & promo khusus loyal customer. Offline Activation: mini event, pop-up store, sampling untuk membangun brand experience..
KOL & Influencer strategy
Somethinc menggunakan strategi KOL dan influencer untuk membangun kepercayaan dan memperluas jangkauan. Selain endorsement berbayar, Somethinc juga memakai sistem barter value sehingga kerja sama lebih efisien namun tetap efektif. Brand ini memilih influencer yang relevan di dunia kecantikan agar pesan terasa natural, kredibel, dan sesuai kebutuhan audiens.
1. Tingkatan Influencer
Micro Influencer
Macro Influencer
2. Bentuk Kolaborasi Konten
Video Review
Live Selling
Product Seeding
WOM & E-WOM Strategy
Somethinc fokus membangun WOM dan E-WOM melalui rekomendasi alami dari konsumen. Karena targetnya Gen Z yang aktif di media sosial, Somethinc mendorong konten organik seperti review, before–after, dan challenge untuk menciptakan percakapan yang terlihat asli dan meyakinkan.
E-WOM:
UGC: review, first impression, before–after, challenge.
Review e-commerce dengan foto/video.
Percakapan organik di TikTok & Instagram.
WOM:
Sampling produk mini untuk dicoba dan dibagikan.
Beauty talk atau obrolan kecil seputar skincare.
Kesimpulan
Strategi IMC Somethinc sudah terstruktur, terutama melalui pemanfaatan media digital seperti Instagram, TikTok, dan marketplace. Brand ini mampu menjaga konsistensi pesan melalui paid, owned, dan earned media serta membangun engagement lewat konten edukatif, UGC, dan kolaborasi influencer. Namun, masih ditemukan GAP komunikasi antara klaim produk di iklan dengan pengalaman nyata konsumen di earned media, yang dipengaruhi oleh variasi hasil penggunaan dan perbedaan literasi skincare. Meskipun demikian, Somethinc memiliki e-WOM yang kuat dan tingkat loyalitas konsumen yang baik. Ke depan, brand perlu memperjelas edukasi produk dan mendorong e-WOM yang lebih autentik untuk menjaga kepercayaan konsumen.