MAGAZINE
Urban Work in Progress 13th Edition

![]()
Urban Work in Progress 13th Edition


































Di tengah dinamika urban yang makin padat, Surabaya selalu menunjukkan bahwa kota bukanlah entitas yang selesai. Ia adalah proses: ruang yang setiap hari diproduksi ulang, pelan namun pasti, oleh interaksi masyarakat, ekonomi kota, dan kebijakan. Bahkan ketika seolah tidak terjadi apa pun, sesungguhnya kota sedang berubah, membangun pola, memadat di satu titik, menyebar di titik lain, dan merespons tekanan global maupun lokal.
Gejala perkembangan Surabaya terlihat dari intensitas pertumbuhan kawasan pinggiran Keterbatasan lahan di dalam kota, populasi yang mendekati empat juta jiwa, dan kebutuhan hunian baru mendorong ekspansi ke arah Gresik dan Sidoarjo. Fenomena ini bukan semata konsekuensi pasar, tetapi bagian dari proses produksi ruang kota yang terus menyesuaikan diri terhadap kebutuhan warganya. Kota berkembang karena ada dorongan, baik dari dinamika sosial maupun instrumen yang mengarahkannya.

mika urban yang makin a selalu menunjukkan ukanlah entitas yang ah proses: ruang yang roduksi ulang, pelan , oleh interaksi konomi kota, dan an ketika seolah tidak n, sesungguhnya kota membangun pola, di satu titik, menyebar ik lain, dan merespons ekanan global maupun lokal.
Gejala perkembangan Surabaya terlihat dari intensitas pertumbuhan kawasan pinggiran Keterbatasan lahan di dalam kota, populasi yang mendekati empat juta jiwa, dan kebutuhan hunian baru mendorong ekspansi ke arah Gresik dan Sidoarjo. Fenomena ini bukan semata konsekuensi pasar, tetapi bagian dari proses produksi ruang kota yang terus menyesuaikan diri terhadap kebutuhan warganya. Kota berkembang karena ada dorongan, baik dari dinamika sosial maupun instrumen yang mengarahkannya.
Peran penen Perke pertum dari konte Surab penge popul yang kebija terhad upaya
Namu berdir harus
Air be publik semu air b dikelo memb lemba hingg mode tidak

Edisi kali ini kami menyajikan suarasuara dari para pemikir dan pelaku pembangunan kota. Melalui wawancara singkat ini, kami ingin memotret visi, kekhawatiran, dan harapan mereka tentang arah perkembangan Surabaya. Dari isu lingkungan, ekonomi kreatif, hingga keterlibatan warga, mari kita simak pandangan mereka dalam merajut masa depan Kota Pahlawan.
Shafira Aulia Rosyida Irawan, S.T., M.Sc, atau yang biasa dipanggil Bu Aul melihat kemajuan Surabaya hari ini tidak lagi hanya diukur dari PDRB atau pertumbuhan ekonomi. Beliau melihat perubahan nyata melalui hadirnya transportasi umum, khususnya bus kota yang lebih baik, taman-taman yang tertata, serta alun-alun yang semakin aktif digunakan masyarakat Menurutnya, Surabaya berkembang pesat karena warganya mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi modernisasi.

mi menyajikan suaraa pemikir dan pelaku kota. Melalui gkat ini, kami ingin kekhawatiran, dan eka tentang arah Surabaya. Dari isu onomi kreatif, hingga rga, mari kita simak reka dalam merajut a Pahlawan.
Rosyida Irawan, S.T., biasa dipanggil Bu Aul an Surabaya hari ini diukur dari PDRB atau onomi. Beliau melihat ta melalui hadirnya mum, khususnya bus h baik, taman-taman serta alun-alun yang igunakan masyarakat urabaya berkembang warganya mampu engan cepat dalam dernisasi.
Namu
Tomo
tantan
perkem
selalu
menin
menja
Meski
identit
Masya tradis
buday
Jalan

Beberapa dekade yang lalu, Tunjungan adalah memori. Jalan legendaris dari lagu "Rek Ayo Rek" ini hanya sebatas koridor bisnis. jalan yang dilewati, bukan dituju. Kini, Tunjungan telah "bergerak". Sebelum revitalisasi, fungsinya hanya sebagai jalan protokol dan kawasan bisnis serta trotoarnya sempit dan tidak ramah pejalan kaki. Meskipun dipenuhi bangunan heritage yang megah. Pemerintah Kota Surabaya melihat potensi ini: sebuah kawasan bersejarah yang bisa "dihidupkan" kembali sebagai ruang publik.
Ruang yang lebih terbuka membuat pengunjung merasa lebih terhubung secara emosional dengan kawasan ini. Bersamaan dengan itu, puluhan bangku taman dan lampu-lampu bergaya kolonial dipasang untuk membangun suasana. Konsep "Tunjungan Romansa" pun lahir dan dipromosikan, mengajak warga bernostalgia sekaligus menikmati wajah baru jalan ini.
Namun, di tengah gemerlap Tunjungan Romansa terdapat tantangan yang harus diwaspadai. Ancaman gentrifikasi semakin terlihat seiring meningkatnya popularitas kawasan. Harga sewa ruko yang terus naik dapat membuat pelaku usaha lokal kehilangan ruangnya.

dekade yang lalu, Tunjungan Jalan legendaris dari lagu ini hanya sebatas koridor ang dilewati, bukan dituju. telah "bergerak". Sebelum fungsinya hanya sebagai jalan kawasan bisnis serta dan tidak ramah pejalan dipenuhi bangunan megah. Pemerintah Kota melihat potensi ini: sebuah bersejarah yang bisa embali sebagai ruang
Ruang yang lebih terbuka membuat pengunjung merasa lebih terhubung secara emosional dengan kawasan ini. Bersamaan dengan itu, puluhan bangku taman dan lampu-lampu bergaya kolonial dipasang untuk membangun suasana. Konsep "Tunjungan Romansa" pun lahir dan dipromosikan, mengajak warga bernostalgia sekaligus menikmati wajah baru jalan ini.
Namun, di tengah gemerlap Tunjungan Romansa terdapat tantangan yang harus diwaspadai. Ancaman gentrifikasi semakin terlihat seiring meningkatnya popularitas kawasan. Harga sewa ruko yang terus naik dapat membuat pelaku usaha lokal kehilangan ruangnya.
CJika Tunjungan yang usaha menggeser bertahan. inklusivitas yang lebih dengan
Jika tata jelas, ekonomi sehingga mencerminkan Suraba

Jalan bahwa telah berhasil dari sekadar menjadi memori man. T menjadi warga, muda, baru kota pekerjaan menanti bahwa jantung
Upaya memperbarui kawasan kota yang mulai kehilangan fungsi dan kualitasnya.
Di Surabaya: Penataan koridor Tunjungan, pembaruan ruang publik, dan perbaikan kawasan heritage menunjukkan bagaimana kota ini terus merawat identitas lamanya sambil bergerak maju.
Pendekatan kota yang mengandalkan teknologi untuk pelayanan publik, keamanan, dan pengelolaan data
Di Surabaya: Command center, layanan digital, dan sistem pemantauan kota menjadi fondasi yang membantu kota bergerak lebih cepat dan responsif.

City Planning
Proses perencanaan yang membuka ruang bagi warga untuk ikut terlibat dalam keputusan pembangunan
Di Surabaya: Musrenbang, forum komunitas, dan diskusi warga memberi kesempatan agar suara lokal ikut membentuk arah perkembangan kota.
rbarui kawasan kota hilangan fungsi dan
Penataan koridor pembaruan ruang perbaikan kawasan unjukkan bagaimana merawat identitas l bergerak maju.
Pendekatan kota yang
mengandalkan teknologi untuk
pelayanan publik, keamanan, dan pengelolaan data
Di Surabaya: Command center, layanan digital, dan sistem pemantauan kota menjadi fondasi
yang membantu kota bergerak lebih cepat dan responsif.

Proses perencanaan yang
membuka ruang bagi warga untuk
ikut terlibat dalam keputusan pembangunan
nning
Di Surabaya: Musrenbang, forum komunitas, dan diskusi warga memberi kesempatan agar suara lokal ikut membentuk arah perkembangan kota.


Di lingkungan Departemen
Perencanaan Wilayah dan Kota ITS, Planopolis & Cities kembali hadir sebagai agenda tahunan terbesar yang menjadi ruang bertemunya gagasan, kreativitas, dan semangat progresivitas para civitas akademika. Tahun ini, Planopolis mengusung tema yang sama dengan Cities, yaitu “Cities Under Pressure” dengan tagline “Managing Complexity Toward Adaptive and Intelligent Urban Futures” adalah sebuah refleksi tentang bagaimana kota-kota masa depan dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi demi kesejahteraan masyarakat.
Menurut Saefa, Project Officer
Planopolis tahun ini, tema tersebut selaras konsep dengan Cities. “Intinya kami ingin mengangkat inovasi kota yang mampu beradaptasi dan tetap mendukung kesejahteraan masa depan Kompleksitas kota hari ini adalah tantangan sekaligus peluang,” ujarnya.
Saefa mengakui bahwa perjalanan awal tidak mudah. Ia ditunjuk sebagai PO cukup mendadak dan belum sempat mengikuti pelatihan kepemimpinan seperti LKMM, sehingga proses perancangan event menjadi tantangan tersendiri
“Awal-awal tuh masih bingung, karena harus nyusun kabinet dulu Nyari kasub–wakasub pun susah, orientasi teman-teman sudah beda. Jadi oprec juga cukup struggle,” jelasnya
Urusan pendanaan pun menjadi catatan penting. Rencana awal bahwa dana akan disediakan penuh oleh departemen ternyata berubah, sehingga tim harus bergerak mandiri bersama Cities dalam mencari biaya penyelenggaraan. Pemasukan terbesar akhirnya datang dari kompetisi, sementara kerja sama sponsor yang sempat terjalin harus dibatalkan karena aturan.
Tahun ini Planopolis menampilkan tiga sub-event utama: Plan T, One Day Lecturer, dan Urban Date. Antusiasme peserta, khususnya pada program Student Ambassador, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya Upaya pemasaran juga dinilai berhasil, terlihat dari meningkatnya engagement dan jangkauan publik.

er Pressure
gan Departemen
Wilayah dan Kota ITS, Cities kembali hadir tahunan terbesar yang bertemunya gagasan, dan semangat ara civitas akademika. polis mengusung tema gan Cities, yaitu “Cities re” dengan tagline Complexity Toward Intelligent Urban ah sebuah refleksi mana kota-kota masa untuk terus berinovasi i demi kesejahteraan
a, Project Officer un ini, tema tersebut dengan Cities. “Intinya ngangkat inovasi kota beradaptasi dan tetap kesejahteraan masa ksitas kota hari ini an sekaligus peluang,”
ui bahwa perjalanan ah. Ia ditunjuk sebagai endadak dan belum engikuti pelatihan seperti LKMM, s perancangan event an tersendiri
“Awal-awal tuh masih bingung, karena harus nyusun kabinet dulu Nyari kasub–wakasub pun susah, orientasi teman-teman sudah beda. Jadi oprec juga cukup struggle,” jelasnya
Urusan pendanaan pun menjadi catatan penting. Rencana awal bahwa dana akan disediakan penuh oleh departemen ternyata berubah, sehingga tim harus bergerak mandiri bersama Cities dalam mencari biaya penyelenggaraan. Pemasukan terbesar akhirnya datang dari kompetisi, sementara kerja sama sponsor yang sempat terjalin harus dibatalkan karena aturan.
Tahun ini Planopolis menampilkan tiga sub-event utama: Plan T, One Day Lecturer, dan Urban Date. Antusiasme peserta, khususnya pada program Student Ambassador, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya Upaya pemasaran juga dinilai berhasil, terlihat dari meningkatnya engagement dan jangkauan publik.

Salah menon Resea memb untuk kesem bisa m merek lebih adik-a PWK I Tak h Plano dunia
s karena
D simula
“B
Ur M te M da ka
Menut menya penye
“Tahu dapat benarhal. terstru eksek Ia berh tahun konsis matan
engusung tema "Kala Wisesa", prosesi Wisuda 132 menjadi perayaan yang sarat makna. Tema ini menyimbolkan sebuah pencapaian besar; "Kala" (waktu) dan "Wisesa" (kekuasaan), menggambarkan bahwa para wisudawan telah berhasil menaklukkan waktu dan proses panjang pembelajaran mereka. Diperkuat dengan simbol Naga yang melambangkan kekuatan dan kearifan.
Momen wisuda ini meninggalkan kesan yang berbeda bagi setiap lulusan. Bagi Shabira Nur Faizza Sodik (PL-20), momen yang paling menggetarkan adalah saat prosesi di dalam Graha. "Kita nunggu selama empat tahun kuliah, tapi waktu dipanggil untuk prosesi penerimaan ijazah gak sampai semenit," kenangnya. Lain halnya dengan Cattleya Anindhya. Ia justru menemukan euforia terbesarnya saat prosesi di departemen. "Yang paling berkesan tuh kayaknya pas lagi diarak. Seru kan rame-rame sama temen-temen, terus ada pertunjukan barongsainya," ujarnya.
Terkait pelaksanaan acara, keduanya menyampaikan apresiasi. Shabira menilai kerja keras panitia patut diapresiasi. Sementara itu, Cattleya juga mengaku puas dan menilai rangkaian acara telah berlangsung dengan baik, terutama ketika ia mengenang momen hangat di departemen saat para wisudawan menerima bunga.

engusung tema "Kala Wisesa", 132 menjadi perayaan makna. Tema ini sebuah pencapaian besar; dan "Wisesa" (kekuasaan), bahwa para wisudawan menaklukkan waktu dan pembelajaran mereka. dengan simbol Naga yang ekuatan dan kearifan.
ini meninggalkan kesan bagi setiap lulusan. Bagi aizza Sodik (PL-20), momen menggetarkan adalah saat dalam Graha. "Kita nunggu tahun kuliah, tapi waktu prosesi penerimaan sampai semenit," kenangnya. dengan Cattleya Anindhya. Ia menemukan euforia terbesarnya departemen. "Yang paling yaknya pas lagi diarak. ame sama temen-temen, tunjukan barongsainya,"
pelaksanaan acara, keduanya apresiasi. Shabira menilai panitia patut diapresiasi. Cattleya juga mengaku menilai rangkaian acara telah dengan baik, terutama mengenang momen hangat di para

Perjalanan wisuda
Setelah di Gr kemeriahan Shabir
Anindhy yang telah masa dinamika: sekaligus merangkum menyebutny time, tapi

HTS tahun ini mempertemukan HMPL dan HMTKI dalam kegiatan benchmarking, dengan HMTKI dan struktur ICHEVO menjadi sumber pembelajaran utama. Upaya menghadirkan forum diskusi menuju program kolaboratif belum sepenuhnya tercapai, tetapi masingmasing departemen tetap memperoleh catatan evaluatif dan inspiratif.
Antusiasme peserta tinggi, ditunjukkan oleh kehadiran besar dan diskusi yang aktif. Kegiatan ini berhasil mempererat hubungan dan memperkaya pertukaran pengetahuan Menutup kegiatan ini, Ferdy menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan hubungan dengan HMTKI Ia berharap komunikasi antarhimpunan tidak berhenti setelah HTS, melainkan menjadi awal kerja sama berikutnya
Kegiatan HMPL Temu Saudara (HTS) tahun ini menghadirkan warna baru melalui kolaborasi antara HMPL ITS dan HMPWK UNS Pertemuan dua himpunan perencanaan wilayah dan kota ini bertujuan silaturahmi, bertukar gagasan, memperluas perspektif akademik, dan menguatkan hubungan antar organisasi.
FGD dirancang lebih mendalam dan dipandu pertanyaan reflektif Salah satunya adalah:
“Jika ada kesempatan kolaborasi, kira-kira bentuk kerja samanya seperti apa?”
Pertanyaan ini membuka peluang kolaborasi, membuat peserta mulai merancang ide kerja sama yang bisa ditindaklanjuti
Insight Berharga: Peserta menemukan perbedaan kurikulum dan pola studio PWK UNS serta inovasi organisasi HMPWK UNS yang menginspirasi Setiap departemen memperoleh insight berbeda, membuat benchmarking lebih bermakna. Kegiatan ini dirasakan seru, berkesan, dan penuh kehangatan dari awal hingga akhir.
Moment Spesial : FGD sebagai inti pertukaran gagasan antar himpunan Foto bersama yang menjadi simbol persatuan dan kerja sama Mengantar kepulangan peserta UNS dengan penuh kehangatan
Harapannya, kegiatan HTS selanjutnya semakin lancar, terbuka, melibatkan lebih banyak pihak, dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan himpunan.

mempertemukan HMPL dalam kegiatan dengan HMTKI dan VO menjadi sumber utama. Upaya orum diskusi menuju olaboratif belum capai, tetapi masingmen tetap memperoleh f dan inspiratif.
erta tinggi, ditunjukkan besar dan diskusi yang ni berhasil mempererat memperkaya pertukaran Menutup kegiatan ini, kankan pentingnya erlanjutan hubungan KI Ia berharap ntarhimpunan tidak ah HTS, melainkan rja sama berikutnya
FGD dirancang lebih mendalam dan dipandu pertanyaan reflektif Salah satunya adalah:
“Jika ada kesempatan kolaborasi, kira-kira bentuk kerja samanya seperti apa?”
Pertanyaan ini membuka peluang kolaborasi, membuat peserta mulai merancang ide kerja sama yang bisa ditindaklanjuti
Insight Berharga: Peserta menemukan perbedaan kurikulum dan pola studio PWK UNS serta inovasi organisasi HMPWK UNS yang menginspirasi Setiap departemen memperoleh insight berbeda, membuat benchmarking lebih bermakna. Kegiatan ini dirasakan seru, berkesan, dan penuh kehangatan dari awal hingga akhir.
Moment Spesial :
FGD sebagai inti pertukaran gagasan antar himpunan Foto bersama yang menjadi simbol persatuan dan kerja sama Mengantar kepulangan peserta UNS dengan penuh kehangatan
Harapannya, kegiatan HTS selanjutnya semakin lancar, terbuka, melibatkan lebih banyak pihak, dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan himpunan.
Inova yang game meni kedu penti HMP maha prog wada fung
Temu Saudara (HTS) hadirkan warna baru asi antara HMPL ITS UNS Pertemuan dua ncanaan wilayah dan n silaturahmi, bertukar mperluas perspektif menguatkan hubungan . HTS mem penu fung seba diken dunia ideal
Planochamp merupakan kompetisi di bidang olahraga yang diikuti oleh
seluruh mahasiswa Departemen PWK
ITS dan sebagai wadah menyalurkan
minat dan bakat para mahasiswa dimana kompetisi akan dilakukan
antar angkatan Planochamp tahun ini berperan sebagai ruang belajar dan berkarya yang mempertemukan kreativitas dan kerjasama tim.

Adanya inovasi akan kolaborasi
antara Planochamp dan Pamfest tahun ini menjadi salah satu momen paling berkesan, memperlihatkan sinergi antar para panitia bahkan peserta. Dengan koordinasi, kolaborasi dan inovasi yang lebih terstruktur, Planochamp diharapkan terus menjadi wadah kreatif yang inspiratif dan memberi dampak positif bagi para pesertanya



erupakan kompetisi di a yang diikuti oleh swa Departemen PWK i wadah menyalurkan kat para mahasiswa tisi akan dilakukan Planochamp tahun ini ai ruang belajar dan g mempertemukan erjasama tim.

Adanya inovasi akan kolaborasi antara Planochamp dan Pamfest tahun ini menjadi salah satu momen paling berkesan, memperlihatkan sinergi antar para panitia bahkan peserta. Dengan koordinasi, kolaborasi dan inovasi yang lebih terstruktur, Planochamp diharapkan terus menjadi wadah kreatif yang inspiratif dan memberi dampak positif bagi para pesertanya


PAMF yang PWK menge dalam dalam PAMF meria penam menci yang dan p hadir bertep memb menja ekspre Pelaks menar angka dedika balik l

Mahasiswa PWK ITS menemukan banyak pelajaran berharga dari berbagai kegiatan di luar akademik. Bagi Shabrina, Pengalaman yang paling berkesan baginya adalah kaderisasi yang membuatnya lebih mengenal teman satu angkatan dan membangun relasi yang kuat dengan kakak tingkat.
Dari kegiatan itu ia belajar pentingnya kerja kelompok dan kemampuan beradaptasi karena hampir semua pekerjaan bidang PWK menuntut kolaborasi dan kerjasama
Internalisasi Benchmarking
Semen sebag memb pemba dilepa dan lin
Kaderisasi
WK ITS menemukan aran berharga dari an di luar akademik. Pengalaman yang an baginya adalah g membuatnya lebih n satu angkatan dan asi yang kuat dengan
Dari kegiatan itu ia belajar pentingnya kerja kelompok dan kemampuan beradaptasi karena hampir semua pekerjaan bidang PWK menuntut kolaborasi dan kerjasama



Setiap orang memiliki caranya sendiri menikmati hidup melalui rasa, ruang, dan bunyi. Section ini menghadirkan Top 5 musik, makanan, dan tempat hangout yang
merepresentasikan selera, memori, dan momen yang paling sering menemani keseharian mahasiswa PWK ITS.

Setiap orang memiliki caranya sendiri menikmati hidup melalui rasa, ruang, dan bunyi. Section ini menghadirkan Top 5 musik, makanan, dan tempat hangout yang merepresentasikan selera, memori, dan momen yang paling sering menemani keseharian mahasiswa PWK ITS.





sum Mentai Dums





Merupakan majalah resmi yang diterbitkan oleh
Himpunan Mahasiswa Planologi ITS pada periode
kabinet Arunakarsa. Tema pada edisi kali ini adalah Urban Work in Progress


n majalah resmi yang diterbitkan oleh
Mahasiswa Planologi ITS pada periode unakarsa. Tema pada edisi kali ini adalah k in Progress



