Skip to main content

BIOZINE EDISI 8 [21-30]

Page 1


j g , banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan yang layak Ada daerah yang memiliki hasil pangan melimpah, tetapi di daerah lain masih terdapat masyarakat yang kekurangan makanan

Kondisi tersebut berkaitan dengan food justice atau keadilan pangan Food justice adalah keadaan ketika seluruh masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pangan yang sehat, aman, dan bergizi tanpa memandang kondisi ekonomi maupun tempat tinggal.

Keadilan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga pemerataan akses dan kualitas pangan. Masyarakat membutuhkan makanan yang cukup sekaligus aman dikonsumsi. Oleh karena itu, menjaga kualitas pangan menjadi tanggung jawab bersama.

Perjalanan Pangan dari Hulu ke Hilir

Perjalanan pangan dimulai dari tahap hulu hingga hilir. Tahap hulu meliputi kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai proses awal dalam menghasilkan bahan pangan Setelah dipanen, bahan pangan akan diolah agar lebih tahan lama dan aman dikonsumsi sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat

penggunaan bahan kimia secara berlebihan juga dapat merusak lingkungan dan menurunkan kualitas hasil pertanian

Masalah lain yang sering terjadi adalah food waste atau makanan terbuang Banyak makanan dibuang karena dianggap tidak layak jual, padahal masih dapat dikonsumsi Kondisi ini sangat disayangkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan pangan.

Peran Biologi dalam Ketahanan Pangan Ilmu biologi memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui perkembangan ilmu pengetahuan, biologi membantu manusia menghasilkan pangan yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Salah satu contohnya adalah pengembangan bibit unggul yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem. Dengan adanya bibit unggul, hasil panen dapat meningkat dan risiko gagal panen dapat dikurangi Selain itu, biologi juga membantu menciptakan pupuk hayati yang lebih aman bagi lingkungan dibandingkan penggunaan bahan kimia berlebihan

Peran Biologi dalam Food Justice

Peran Biologi dalam Ketahanan Pangan

Ilmu biologi memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan Melalui perkembangan ilmu pengetahuan, biologi membantu manusia menghasilkan pangan yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan

Salah satu contohnya adalah pengembangan bibit unggul yang tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem

Dengan adanya bibit unggul, hasil panen dapat meningkat dan risiko gagal panen dapat dikurangi. Selain itu, biologi juga membantu menciptakan pupuk hayati yang lebih aman bagi lingkungan dibandingkan penggunaan bahan kimia berlebihan.

Biologi juga berperan dalam menjaga keamanan pangan. Makanan yang dikonsumsi masyarakat harus bebas dari bakteri berbahaya dan zat beracun. Oleh karena itu, penelitian dan pengawasan pangan sangat diperlukan.

SOLUSI PANGAN TERHADAP

KRISIS PANGAN DAN KELAPARAN

Krisis Pangan di Dunia

Krisis pangan merupakan kondisi ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh makanan yang cukup, bergizi, dan terjangkau. Menurut Laporan Global tentang Krisis Pangan (GRFC) 2024, hampir 282 juta orang atau 21,5% dari populasi di 59 negara/wilayah menghadapi tingkat kerawanan pangan yang memerlukan bantuan pangan mendesak. Paradoks pangan global sangat mencolok: satu dari enam orang berjuang melawan obesitas karena konsumsi berlebihan, sementara satu dari enam orang lainnya menderita kelaparan

Faktor penyebab krisis pangan beragam Perubahan iklim menyebabkan curah hujan tidak dapat diprediksi dan pola cuaca berubah-ubah Bencana alam seperti banjir dan kekeringan ekstrim menyebabkan gagal panen sehingga menurunkan produksi bahan baku pangan Indonesia memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan lingkungan ini Konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina menyebabkan ketidakstabilan harga gandum dan CPO, dimana harga gandum global melonjak hingga 28% pada awal perang. Peningkatan populasi juga menjadi kekhawatiran. Pada tahun 2050, populasi global akan mencapai 10 miliar orang dan membutuhkan peningkatan produksi pangan sebesar 60%. Food waste juga sangat serius. Di Indonesia, sisa makanan terbuang mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun, menyebabkan kerugian Rp213–551 triliun per tahun (4-5% PDB Indonesia).

Inovasi Pertanian Modern Teknologi pertanian modern menjadi

solusi untuk meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan. Hidroponik memungkinkan penanaman sayuran tanpa tanah, cocok untuk daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Aquaponik menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan, menghemat air hingga 90% dibandingkan pertanian konvensional Irigasi pintar dengan sensor kelembaban dan otomatisasi membantu tanaman tumbuh lebih efisien dengan penggunaan air yang tepat Bibit unggul hasil pemuliaan modern mampu menghasilkan panen lebih banyak, tahan terhadap hama dan penyakit, serta adaptif terhadap cuaca ekstrem seperti kekeringan atau banjir Sistem distribusi yang lebih efisien juga meminimalkan kerusakan dan pemborosan makanan selama proses pengangkutan dari produsen ke konsumen. Untuk menjaga ketahanan pangan, diperlukan tiga indikator inti yaitu ketersediaan pangan, akses, dan pengelolaan.

Bioteknologi Pangan

Bioteknologi memanfaatkan rekayasa genetika untuk menciptakan tanaman yang lebih kuat dan lebih bergizi Pengembangan tanaman transgenik memungkinkan penciptaan varietas yang tahan kekeringan, kaya nutrisi, dan tahan terhadap serangan hama tanpa perlu pestisida berlebihan Contoh nyata adalah beras emas (Golden Rice) yang diperkaya vitamin A untuk mengatasi kebutaan pada anak di negara berkembang. Pemanfaatan mikroorganisme dalam proses fermentasi juga menjadi bagian penting bioteknologi, menghasilkan makanan seperti tempe, yogurt, dan kecap yang lebih mudah dicerna dan kaya probiotik. Teknologi pengawetan modern seperti high-pressure processing (HPP) dan pengemasan vakum juga memperpanjang umur simpan pangan tanpa bahan kimia berbahaya. Pendekatan holistik mempertimbangkan faktor sosial-politik dan ekologis untuk memastikan bahwa

SOLUSI PANGAN TERHADAP

KRISIS PANGAN DAN KELAPARAN

metode produksi berkelanjutan bagi masyarakat setempat

Diversifikasi Pangan

Ketergantungan berlebihan pada satu jenis makanan pokok seperti beras menciptakan kerentanan. Pengalaman krisis ekonomi 1997/1998 menunjukkan bahwa gangguan pada ketahanan pangan dengan meroketnya kenaikan harga beras berkembang menjadi krisis multidimensi yang membahayakan stabilitas ekonomi dan Nasional Diversifikasi memperluas basis nutrisi dan mengurangi tekanan pada tanaman tertentu Untuk karbohidrat, pemerintah mempromosikan alternatif lokal seperti singkong, jagung, ubi jalar, dan talas Untuk protein, meningkatkan konsumsi makanan laut melalui penangkapan ikan dan budidaya perikanan yang berkelanjutan Diversifikasi pangan membantu menjaga ketahanan pangan nasional dan menghidupkan kembali kearifan lokal dalam pola makan.

Mengurangi Food Waste

Menurut laporan United Nations Environment Programme (UNEP) Food Waste Index 2021, Indonesia menjadi negara dengan produksi sampah makanan terbanyak di Asia Tenggara. Jumlah sampah makanan yang dibuang setiap warga Indonesia rata-rata 300 kilogram per tahun. Padahal, jika dikelola dengan baik, jumlah sampah tersebut dapat mencukupi kebutuhan pangan lebih dari 3 miliar orang. Mengurangi food waste dapat dilakukan dengan membeli makanan secukupnya sesuai kebutuhan, menyimpan bahan pangan dengan benar sesuai karakteristiknya, dan memanfaatkan sisa makanan menjadi olahan baru Sistem donor makanan sisa ke yang membutuhkan juga dapat diterapkan oleh restoran dan pedagang Langkah kecil ini tidak hanya membantu mengurangi kelaparan tetapi juga menjaga lingkungan dari emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sampah makanan. Pemerintah perlu meningkatkan

kesadaran akan pemanfaatan makanan di Indonesia sehingga kita bisa menghargai dan menghemat makanan demi terhindar dari krisis pangan

Peran Masyarakat dan Pemerintah

Dalam 10 tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menggelontorkan anggaran untuk program ketahanan pangan sebesar Rp954 triliun Anggaran tersebut digunakan untuk subsidi pupuk, subsidi benih, bagi-bagi alat dan

mesin pertanian, food estate, dan dana alokasi khusus untuk ketahanan pangan di daerah. Pada RAPBN 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp124,4 triliun. Di era kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah mencanangkan program Makan Bergizi Gratis serta mengincar swasembada pangan. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis Rp71 triliun pada 2025 dan membentuk Badan Gizi Nasional yang bertugas melaksanakan program tersebut. Pemerintah berperan dalam menjaga stabilitas pangan melalui bantuan sosial, subsidi pertanian, dan peningkatan distribusi bahan makanan

Masyarakat dapat ikut berkontribusi dengan mendukung produk lokal, bercocok tanam mandiri (urban farming), mengurangi konsumsi makanan buang, serta lebih bijak dalam mengonsumsi makanan Sejalan dengan Indonesia Nawacita khususnya agenda ke-7 tentang mencapai kemandirian ekonomi, ilmu pangan harus menjadi fokus utama Dengan mengintegrasikan Ilmu Gizi dan Teknologi Pangan, Indonesia dapat memperkuat kualitas konsumsi pangan dan kesehatan masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, krisis pangan dan kelaparan dapat diatasi secara berkelanjutan.

Biologi Berbagi Biologi Berbagi

Kegiatan Biologi Berbagi tahun 2026 memiliki tema “Sweet Acts of Biology: Menebar Kebaikan, Menghidupkan

Kepedulian”, yang dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan aksi sosial ini diadakan guna mendukung pengurus Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi Lebah Madu dalam merealisasikan bentuk kepeduliannyataterhadapsesama,khususnya

masyarakat di sekitar kampus. Kegiatan Biologi Berbagi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati dan jiwa sosial yang tinggi di kalangan mahasiswa, mempererat solidaritas internal organisasi, serta memberikan dampak positif yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakatsekitar.

Rangkaian kegiatan ini dimulai pada malam hari pukul 1930 WIB yang dibuka dengan agendapersiapanpanitiadiGerbangJl.Veteran.Seluruhpanitiayanghadirmelakukanbriefing, pembagian kelompok titik lokasi, serta pengecekan ulang terhadap paket makanan dan minumanyangakandisalurkan Setelahseluruhpersiapanteknisselesai,padapukul1955WIB dilaksanakan sesi dokumentasi bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan panitia sebelum terjun ke lapangan.Tepat pukul 20.00WIB, para panitia mulai bergerak menuju lokasi pembagianmasing-masingdengantertib.

Biologi Berbagi Biologi Berbagi

Memasuki agenda inti pada pukul 2015 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan membagikan makanan dan minuman ke masyarakat di sepanjang Jalan Veteran dan sekitarnya. Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran, panitia membagiwilayahoperasionalmenjadiempat titik utama. Titik 1 berpusat di Gerbang Jl. Veteran, Titik 2 mencakup area sekitar gerbang Gerbang Jl Surabaya,Titik 3 bertempat di Gerbang Jl Semarang, danTitik 4 menyisir area Jl Bendungan Sutami (di depan Indomaret). Pembagian ini ditujukan untuk para pekerja malam, pengemudi ojek online, tuna wisma, serta masyarakat sekitar yang membutuhkan. Aksi ini berjalanlancardenganpenuhkehangatansertamendapatresponspositifdarimasyarakat

.Setelahseluruhpaketlogistikselesaidibagikan,kegiatandilanjutkanpadapukul21.00WIB di mana seluruh panitia diarahkan untuk kembali ke titik kumpul awal di Gerbang Jl. Veteran. Seluruh rangkaian acara Biologi Berbagi 2026 ini akhirnya resmi diakhiri pada pukul 2115 WIB, ditutup dengan doa bersama dan persiapan pulang ke rumah masing-masing panitia denganmembawasemangatkepedulianyangbaru

Studi Banding Studi Banding

Kegiatan Studi Banding tahun 2026 yang mengusung tema "Building Connections, Creating Innovations" telah sukses diselenggarakan pada hari Jumat, 29 Mei 2026 bertempat di Aula B20 FMIPA Universitas Negeri Malang. Kegiatan Studi Banding ini diadakan untuk memfasilitasi pengurus Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi “Lebah Madu” Universitas Negeri Malang untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Biologi “Nanas Merah” Universitas Negeri Surabaya. Melalui forum ini, kedua belah pihak dapat saling berbagi perspektif, mendiskusikan tantangan organisasi, serta mematangkan kerja sama strategis antar-ormawa. Luaran dari kegiatan ini diharapkan mampu mempererat jejaring kemitraan, menyelaraskan program kerja inovatif, serta melahirkan gagasangagasan kreatif yang berdampak nyata bagi seluruh civitasakademikamaupunmasyarakatluas.

Rangkaian acara diawali dengan persiapan internal oleh panitia pelaksana pada pukul 06.00 WIB guna memastikan seluruh sarana penunjang siap digunakan. Memasuki pukul 07.00 hingga 08.20 WIB, registrasi dan proses check-in bagi tamuundangansertapesertamulaidibukasecara

tertib. Acara resmi dibuka pada pukul 08.25 WIB yang dilanjutkan dengan serangkaian sambutan formal. Sambutan pertama disampaikan berturutturut oleh Ketua Pelaksana dari UM dan UNESA, kemudian disusul oleh Ketua Umum HMD Biologi UM serta Ketua Umum HMP Biologi

UNESA. Dosen Pembina dari kedua universitas turut memberikan arahan dan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi ini. Tepat setelah sambutan selesai pada pukul 09.04 WIB, sebuah sesispesialdisisipkan,yaknidokumentasibersama Dosen Pembina HMD Biologi UM, Bapak Agung Wibowo.

Memasuki sesi inti pengenalan organisasi pada pukul 09.08 WIB, acara dilanjutkan dengan penayangan video profil serta presentasi dari HMD Biologi Lebah Madu UM. Sesi serupa kemudian dilakukan oleh pihak HMP Biologi UNESA hingga pukul 09.56 WIB. Melalui pemaparan ini, kedua ormawa saling menjabarkan program kerja, visi-misi, serta pembagian divisi operasional. Setelah memahami landasan organisasi masing-masing, seluruh peserta diarahkanuntukmengikutisesi Focus Goup

Studi Banding Studi Banding

Discussion (FGD) yang berlangsung intensif mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Dalam forum FGD ini, peserta dibagi ke dalam klaster bidang kerja yang relevan seperti penalaran, pengembangan SDM, dan media informasi untuk mendiskusikan program kerja, inovasi yang bisa diterapkan, serta solusi atas kendala manajerial. Usai berdiskusi secara mendalam, kegiatan diistirahatkan selama 90 menit untuk memberikan kesempatan bagi peserta melaksanakan ibadah shalat jumat, makan siang,danberistirahat(ISHOMA).

Berbeda dengan rancangan awal, sesi ice breaking dipindahkan setelah waktu ISHOMA, tepatnya pada pukul 13.00 WIB untuk mengembalikan konsentrasi dan menyegarkan semangat para peserta. Acara dilanjutkan dengan agenda penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan masing-masing organisasi pada pukul 13.19 WIB, dimulai dari HMD Biologi UM dan diteruskan oleh HMP Biologi UNESA. Pertemuan ini mencapai puncaknya pada pukul 13.24 WIB dengan dilaksanakannya prosesi penyerahan sertifikat penghargaan serta pertukaran cindera mata berupa vandel sebagai bentuk ikatan kemitraanformal.

.__Sebelumseluruhrangkaiankegiatanberakhir, panitia menampilkan QR Code padlet pada pukul 13.28 WIB. Melalui padlet, peserta dapat menuliskan saran, kesan, masukan, juga mengunggah foto terkait pelaksanaan acara. Seluruh rangkaian Studi Banding 2026 ini resmi ditutup pada pukul 13.45 WIB dengan sesi dokumentasi akhir dan penutupan formal oleh pemandu acara, menandai dimulainya era kolaborasi baru antara Universitas Negeri Malang danUniversitasNegeriSurabaya.

Peran Biologi dalam

Mengatasi Krisis Pangan

Kelaparan dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi masih menjadi tantangan global yang dihadapi berbagai negara. Permasalahan ini termasuk dalam tujuan SDGs Sustainable Development Goals poin ke-2, yaitu Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan. Tujuannya adalah menghapus kelaparan, meningkatkan kualitas gizi, menjamin ketersediaan pangan, serta mendukungpertanianberkelanjutan.

Namun, keterbatasan lahan dan perubahan lingkungan membuat cara bertani konvensional saja tidak lagi cukup. Karena itu, ilmu biologi hadir melalui inovasi pertanian modern dan bioteknologi pangan sebagai solusi untuk menjaga ketahanan pangan. Peran biologi membantu meningkatkan ketersediaan pangan, memperbaiki kualitas nutrisi, serta mendukung pengelolaanmakananyanglebihefektif.

KrisisPangandanTantanganDunia

Krisis pangan terjadi ketika masyarakat kesulitan memperoleh makanan yang cukup, bergizi, dan terjangkau. Berdasarkan Global Report on Food Crises (GRFC) 2024,hampir282jutaorangdi59 negara mengalami kelaparan akut dan membutuhkan bantuan darurat. Di sisi lain, dunia juga menghadapi kondisi yang bertolak belakang. Sebagian masyarakat mengalami obesitas akibat konsumsi makanan berlebih, sementara sebagian lainnya masih mengalami kekurangan gizi dan kelaparan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah pangan bukan hanya soal jumlah makanan, tetapi juga distribusi dan kualitasnya. Salah satu penyebab utama krisis pangan adalah perubahan iklim. Cuaca yang tidak menentu, banjir, dan kekeringan panjang sering menyebabkan gagal panen sehingga produksi pangan menurun. Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap dampakperubahanlingkungantersebut.

Solusi Biologi melalui Pertanian Modern danBioteknologi

Untuk mendukung target Zero Hunger, ilmu biologi menawarkan berbagai inovasi di bidang pertaniandanpangan.

1.InovasiPertanianModern

HidroponikdanAquaponik

Hidroponik memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah sehingga cocok diterapkan di lahan sempit atau perkotaan. Sementara itu, aquaponik menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling mendukungsertalebihhematair.

IrigasiPintar

Teknologi sensor kelembaban membantu mengatur penyiraman tanaman secara otomatissehinggapenggunaanairmenjadi lebihefisien.

Peran Biologi dalam

Mengatasi Krisis Pangan

BibitUnggul

Melalui pemuliaan modern, dihasilkan tanaman yang lebih tahan hama, tahan kekeringan, dan memiliki hasil panen lebih tinggi. Teknologi distribusi pangan juga membantu mengurangi kerusakan makanan selamapengiriman.

2.BioteknologiPangan

TanamanTransgenik

Rekayasa genetika digunakan untuk menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem dan memiliki kandungan gizi lebih baik.

Contohnya adalah Golden Rice atau Beras

Emas yang diperkaya vitamin A untuk membantu mencegah kekurangan vitamin A padaanak.

FermentasidanPengawetan

Mikroorganisme dimanfaatkan dalam pembuatan makanan seperti tempe, yogurt, dan kecap yang kaya nutrisi dan lebih mudah dicerna. Selain itu, teknologi pengemasan vakum membantu memperpanjang masa simpan makanan tanpa bahan kimia berbahaya.

PeranPemerintahdanMasyarakat

Berbagai inovasi dalam bidang pertanian dan bioteknologi memerlukan dukungan pemerintah serta partisipasi masyarakat agar dapat berjalan secaramaksimal.

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran besar untuk ketahanan pangan melalui subsidi pupuk, bantuan benih, penyediaan alat pertanian, hingga program lumbung pangan. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Pemerintah turut berperan dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, memanfaatkan sisa makanan secara kreatif agar tidak terbuang percuma, melakukan urban farming di rumah untukmemenuhikebutuhanpanganmandiri,serta mendukung produk pangan lokal hasil petani dalam negeri. Dengan adanya kerja sama antara ilmu pengetahuan, pemerintah, dan masyarakat, upaya mengatasi krisis pangan dapat dilakukan secara lebih efektif. Pemanfaatan inovasi biologi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pangan sehat diharapkan mampu mewujudkan ketahananpanganyangberkelanjutanserta mendukungtercapainya duniatanpakelaparan.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook