Skip to main content

BIOZINE EDISI 8 [11-20]

Page 1


Penelitian Dosen Terbaru:

untuk Mendukung Kesehatan Masyarakat

sama-sama menekankan pentingnya metode penelitian yang tepat dan integritas peneliti.

Ibu Cassandra menjelaskan bahwa penelitian harus menggunakan metode yang sesuai standar, seperti metode AOAC maupun Standar Nasional Indonesia (SNI), serta didukung alat laboratorium yang terstandar dan dikalibrasi secara berkala agar data yang dihasilkan valid dan konsisten.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Arindra. Menurut beliau, setiap tahapan penelitian harus dilakukan secara cermat, mulai dari penentuan metode, validasi instrumen, jumlah sampel, hingga penggunaan alat laboratorium yang sesuai. “Yang paling penting dalam penelitian adalah integritas peneliti Jangan sampai ada manipulasi data atau plagiarisme,” tegas beliau.

Kedua peneliti tersebut juga aktif melibatkan mahasiswa dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari pengumpulan data, analisis laboratorium, hingga penulisan tugas akhir dan publikasi ilmiah. Menurut mereka, keterlibatan mahasiswa penting untuk meningkatkan

pengalaman penelitian serta kemampuan praktis sebelum memasuki dunia kerja.

Tidak hanya itu, penelitian yang dilakukan juga melibatkan kerja sama lintas bidang ilmu, seperti kesehatan dan kedokteran. Kolaborasi tersebut dilakukan agar pengembangan produk pangan dapat dikaji secara lebih menyeluruh, mulai dari proses produksi, daya terima masyarakat, hingga potensi penerapannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, tantangan terbesar dalam penelitian pangan saat ini bukan hanya menciptakan inovasi produk, tetapi juga proses hilirisasi agar hasil penelitian dapat diterapkan secara luas di masyarakat. Banyak penelitian berhasil menghasilkan produk inovatif, tetapi masih sulit dikembangkan hingga tahap produksi skala industri maupun pemasaran karena memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, investor, dan pelaku usaha.

Melalui berbagai penelitian tersebut, kedua narasumber berharap inovasi pangan berbasis bahan lokal dapat

Penelitian Dosen Terbar

untuk Mendukung Kesehatan Masyarakat

terus berkembang dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Dengan begitu, pangan tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

MAHASISWA BERPRESTASI

Stevanus Purbadija, mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan NIM 240341601192 Ia lahir di Kediri pada 14 September 2006 dan saat ini aktif menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang Stevanus dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun organisasi Dalam dunia prestasi, Stevanus berhasil meraih Mahasiswa Berprestasi I FMIPA Universitas Negeri Malang tahun 2026 dan menjadi finalis Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Malang tahun 2026. Selain aktif berorganisasi, ia juga dikenal dalam bidang kepenulisan serta pengembangan penelitian di bidang biologi dan lingkungan. Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam wawancara, Stevanus menjelaskan bahwa perjalanan menjadi mahasiswa berprestasi bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak awal. Ia bahkan sempat merasa ragu untuk mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi Keputusan untuk mendaftar justru datang karena dorongan dosen menjelang penutupan pendaftaran Ia mengatakan, “Awalnya saya diminta daftar oleh Bu Ajeng Daniarsih, tetapi saya sempat ragu karena merasa banyak mahasiswa lain yang lebih hebat Akhirnya saya baru mendaftar saat mendekati penutupan Dari awal pun saya tidak pernah punya rencana khusus untuk ikut Mahasiswa Berprestasi”

Dari pengalaman tersebut, Stevanus menyadari bahwa keberanian untuk mengambil kesempatan menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar Di luar gelar mahasiswa berprestasi, Stevanus menggambarkan dirinya sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan dunia literasi Menulis menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak masa SMA. Ia menuturkan, “Saya ini sebenarnya hanya orang biasa. Kebetulan saya dikenal sebagai penulis. Karakter yang saya miliki sekarang juga tidak terbentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui proses panjang sejak SMA.” Baginya, proses tumbuh dan belajar membutuhkan waktu, ketekunan, dan konsistensi yang tidak singkat. Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah ketika berhasil menerbitkan buku berjudul “Sajak di Persimpangan”. Buku tersebut mulai ia tulis sejak masa SMA dan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya terbit. Hingga saat ini Stevanus telah menghasilkan sekitar tiga belas buku.

Selain di bidang literasi, Stevanus juga membagikan pengalaman saat mengikuti lomba karya tulis di Universitas Indonesia Saat itu sebagian besar peserta memilih tema yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, sedangkan ia memilih tema yang berbeda Walaupun sempat merasa kurang yakin, ia tetap berpegang pada pilihannya dan akhirnya berhasil meraih kemenangan

MAHASISWA BERPRESTASI

Ia mengungkapkan, “Ternyata saya tetap bisa juara meskipun mengambil tema yang berbeda Dari situ saya belajar kalau kita tidak harus selalu mengikuti arus untuk bisa berhasil” Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya untuk percaya pada ide dan kemampuan diri sendiri Sebagai mahasiswa Biologi yang memiliki banyak tugas dan laporan praktikum, Stevanus mengakui bahwa manajemen waktu menjadi tantangan utama dalam kesehariannya. Ia terbiasa menyusun prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan tenggat waktu. Menurutnya, kedisiplinan menjadi kunci agar tanggung jawab akademik dan organisasi tetap berjalan seimbang. Ia menjelaskan, “Saya biasanya menentukan mana yang paling dekat deadline dan itu saya kerjakan dulu. Kalau hari ini ada tugas yang belum selesai karena saya terlalu santai, besok saya harus bekerja lebih keras menyelesaikan semuanya. ” Di tengah kesibukan tersebut, Stevanus juga berusaha menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kehidupan sosial. Ia tetap meluangkan waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama teman-teman. Menurutnya, menjaga keseimbangan juga penting untuk mempertahankan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari Ia mengatakan, “Healing itu penting buat saya Tapi saya juga terbiasa multitasking Jadi walaupun sedang ngopi atau kumpul bersama teman, saya tetap bisa menyelesaikan tugas” Dalam perjalanan meraih prestasi, dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran yang besar

LULUSAN TERBAIK

DEPARTEMEN BIOLOGI

“Dari Konsistensi Menuju

Prestasi: Perjalanan Akademik

Dr. Maisuna Kundariati S3

Pendidikan Biologi”

Prestasi akademik sering kali dipandang sebagai hasil akhir yang membanggakan. Namun, di balik pencapaian tersebut terdapat proses panjang yang penuh tantangan, pembelajaran, dan pengorbanan. Konsistensi dalam belajar, kemampuan mengelola waktu, serta keberanian menghadapi berbagai hambatan menjadi faktor penting dalam meraih kesuksesan

Dr Maisuna Kundariati membagikan kisah perjalanan akademiknya yang penuh inspirasi, mulai dari masa sekolah hingga berhasil menyelesaikan studi doktoral dan meraih predikat lulusan terbaik Perjalanan pendidikan beliau dimulai dari jenjang SMP pada tahun 2010–2013 dan SMA pada tahun 2013–2016 Ketertarikannya pada bidang biologi kemudian membawanya melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Beliau berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada tahun 2020, Magister (S2) pada tahun 2022, dan Doktor (S3) pada tahun 2025. Melalui perjalanan tersebut, beliau menunjukkanbahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh komitmen, kerja keras, dan tanggung jawab terhadap setiap pilihan yang diambil. Menariknya, pilihan untuk menekuni bidang biologi bukanlah keputusan yang langsung datang begitu saja. Pada awalnya beliau sempat merasa bingung menentukan bidang yang ingin ditekuni. Namun, karena tidak terlalu menyukai perhitungan dan merasa biologi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, akhirnya beliau mantap memilih

bidang tersebut sebagai jalan akademiknya. Menurut beliau, kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi. Sejak awal perkuliahan, setiap proyek dan tugas dikerjakan secara bertahap sesuai target yang telah ditetapkan Kebiasaan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu membuat proses belajar menjadi lebih terarah dan hasil yang diperoleh pun lebih optimal Meski demikian, perjalanan studi doktoral tidak selalu berjalan mudah Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah rasa kesepian selama menempuh pendidikan Banyak teman sejawat yang telah memasuki fase kehidupan berbeda, seperti berkeluarga, sehingga interaksi menjadi tidak seintens sebelumnya. Selain itu, perbedaan usia dengan lingkungan akademik juga menuntut kemampuan adaptasi yang lebih baik.

Di sisi lain, topik penelitian yang berkaitan dengan perubahan iklim menghadirkan tantangan tersendiri. Isu tersebut masih relatif kompleks dan belum banyak dibahas dalam bidang pendidikan, sehingga beliau harus berupaya lebih keras mencari referensi dan memperdalam pemahaman secara mandiri. Pengalaman menghadapi kebiasaan menunda pekerjaan juga menjadi pelajaran berharga yang akhirnya membentuk kedisiplinan dalam mengatur waktu

Selama menjalani studi, beliau aktif dalam berbagai kegiatan akademik Salah

LULUSAN TERBAIK

DEPARTEMEN BIOLOGI

satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika menjadi moderator kuliah umum tentang biokonservasi tumbuhan langka di FMIPA Universitas Negeri Malang. Berawal dari inisiatif menghubungi Forum Pelestari Flora Langka Indonesia (FPLI), kegiatan tersebut akhirnya berhasil terselenggara melalui kolaborasi yang baik Pengalaman ini mengajarkan bahwa langkah kecil dan keberanian untuk memulai dapat membuka peluang besar dalam dunia akademik Selain itu, pengalaman penelitian lapangan di Pulau Sempu pada tahun 2022–2023 juga meninggalkan kesan mendalam Sebagai kawasan cagar alam yang aksesnya terbatas, Pulau Sempu menyuguhkan ekosistem hutan yang masih sangat alami Kesempatan melihat langsung keanekaragaman hayati yang terjaga membuat beliau semakin memahami pentingnya konservasi lingkungan dan kaitannya dengan isu perubahan iklim.

Bagi beliau, rahasia utama untuk mencapai prestasi akademik bukanlah motivasi yang selalu tinggi, melainkan tanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil. Ketika rasa lelah datang, beliau selalu mengingat kembali alasan awal memilih bidang Pendidikan Biologi. Komitmen untuk terus berjalan, bahkan saat motivasi sedang menurun, menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan setiap tahapan studi. Kepada mahasiswa biologi, beliau berpesan agar menjalani proses perkuliahan dan penelitian dengan sungguh-sungguh

Menentukan arah penelitian sejak dini, mengelola waktu dengan baik, serta menghindari kebiasaan menunda pekerjaan merupakan langkah penting yang dapat membantu penyelesaian studi secara lebih terarah.

Menurut beliau, terdapat tiga faktor utama yang sangat berperan dalam keberhasilan studi, yaitu disiplin, motivasi diri, dan hubungan yang baik dengan dosen pembimbing. Ketiganya saling melengkapi dan menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pendidikan Sebagai doktor muda di bidang Pendidikan Biologi, Dr Maisuna Kundariati berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan lingkungan dan ekologi di Indonesia Melalui kegiatan pembelajaran, beliau ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab setiap individu Beliau meyakini bahwa lingkungan tidak hanya mencakup hutan atau kawasan alam yang jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga lingkungan terdekat seperti rumah, sekolah, kampus, dan tempat tinggal yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, rasa lelah, kehilangan semangat, bahkan keinginan untuk menyerah merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan pendidikan. Namun, proses yang berat bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan bertanggung jawab.“Yang terpenting bukan hanya mencapai tujuan, tetapi bagaimana kita bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah kita ambil dan terus melangkah hingga akhir”

TEMPE TEMPE FOODPEDIA :

Bahan Pangan Bahan Pangan

Tempe adalah makanan fermentasi kedelai kedelai yang asli Indonesia, khususnya berasal dari Pulau Jawa. Proses pembuatannya menggunakan kapang Rhizopus oligosporus yang menghasilkan tekstur padat berwarna putih Tempe merupakan sumber protein nabati terbaik dengan asam amino lengkap setara daging, sehingga dianggap sebagai superfood oleh masyarakat dunia Tempe sudah dikenal sejak abad ke-17 dan tercatat pertama kali dalam

Serat Centhini (1814) dari Keraton Surakarta. Nama "tempe" diduga berasal dari kata "tumpi" dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti makanan berwarna putih.

Dalam 100 gram tempe terdapat sekitar 190–200 kkal energi, 18–20 g protein, 9–11 g lemak, 8–9 g karbohidrat, serta kaya akan kalsium (110 mg), zat besi (2,7 mg), kalium (400 mg), magnesium (80 mg), fosfor (270 mg), dan vitamin B6. Kandungan gizi ini membuat tempe menjadi pilihan pangan bergizi tinggi yang terjangkau. Proses fermentasi tidak hanya

menciptakan rasa gurih khas tempe, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dengan membuat protein lebih mudah dicerna dan bahkan menghasilkan sedikit vitamin B12.

Tempe berasal dari Jawa, Indonesia, dan telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Jawa sejak lama. Pada era Tanam Paksa, masyarakat menggunakan kedelai sebagai sumber pangan alternatif. Sekarang tempe sudah dikenal di seluruh dunia dan menjadi simbol kuliner tradisional Indonesia yang mendunia Untuk menyimpan tempe, sebaiknya biarkan utuh tanpa dipotong, bungkus dengan daun pisang atau kertas, lalu simpan di kulkas pada suhu 4°C. Tempe dapat bertahan 2–3 hari setelah dibeli Jangan dibekukan karena akan mengubah tekstur. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa diungkep bumbu kuning terlebih dahulu sebelum disimpan.

Bahan Pangan Bahan Pangan

TEMPE TEMPE

Teknologi pangan yang digunakan dalam pembuatan tempe adalah proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus oligosporus Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan agar kedelai dapat berubah menjadi tempe yang padat, bergizi, dan memiliki cita rasa khas. Tahapan pembuatan tempe dimulai dari pemilihan dan pencucian kedelai untuk menghilangkan kotoran. Setelah itu, kedelai direndam selama beberapa jam agar teksturnya lebih lunak dan kulit arinya mudah terlepas. Selanjutnya kedelai direbus hingga matang, lalu ditiriskan dan didinginkan.

Setelah dingin, kedelai dicampurkan dengan ragi tempe yang mengandung kapang Rhizopus oligosporus sebagai inokulum fermentasi. Kedelai kemudian dibungkus menggunakan daun pisang atau plastik berlubang agar sirkulasi udara tetap baik. Tahap berikutnya adalah fermentasi selama sekitar 24–48 jam pada suhu ruang hingga kapang tumbuh dan merekatkan biji kedelai menjadi padat berwarna putih.

Selain fermentasi, proses pasteurisasi juga dapat dilakukan untuk mengurangi mikroba yang tidak diinginkan sebelum pembungkusan Teknologi vacuum packaging digunakan untuk memperpanjang umur simpan tempe dengan mengurangi kontak udara sehingga pertumbuhan mikroorganisme pembusuk menjadi lebih lambat.

.

Mitosnya... Mitosnya... Faktanya.. Faktanya..

.

. Frozen food itu tidak bergizi seperti makanan segar

.

Tidak boleh makan nasi saat diet

Jus buah lebih sehat daripada buah utuh

Lemak harus dihindari sama sekali agar sehat

Mengonsumsi telur dapat menyebabkan bisulan

Mitosnya... Mitosnya... Faktanya.. Faktanya..

Bukan masalah jam makan, tapi total kalori dan jenis makanan yang dimakan seharian yang menentukan berat badan. 6. 6 . Sering makan pedas bisa terkena penyakit usus buntu

Zero sugar artinya tidak mengandung pemanis 8. 8 .

9. 9 .

Mencium makanan bisa mendeteksi kualitas makanan

Makanan jatuh kurang dari 5 detik aman untuk dikonsumsi 10. 1 0 .

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BIOZINE EDISI 8 [11-20] by hmdbiologilebahmaduum - Issuu