

“Beyond the Plate Biology Powering Global Food Justice Beyond the Plate Biology Powering Global Food Justice” ”



![]()


“Beyond the Plate Biology Powering Global Food Justice Beyond the Plate Biology Powering Global Food Justice” ”




Sambutan Pendamping HMD
Biologi Lebah Madu
Salam Redaksi oleh Ketua
Umum HMD Biologi Lebah
Madu
Salam Redaksi oleh Ketua
Pelaksana Biozine Edisi 8
Susunan Redaksi
Penelitian Dosen Terbaru:
Inovasi Pangan Lokal untuk
Mendukung Kesehatan
Masyarakat
Mahasiswa Berprestasi
Lulusan Terbaik Departemen
Biologi
FOODPEDIA: Ensiklopedia
Bahan Pangan (TEMPE)
Mitos vs Fakta Pangan
Mengenal Pangan dari Hulu
ke Hilir: Peran Biologi dalam
Food Justice
Solusi pangan terhadap krisis
pangan dan kelaparan
Proker HMD Biologi yang
sudah berjalan
Peran Biologi dalam Mengatasi
Krisis

Pangan Biru Sebagai Pilar
Ketahanan Pangan Global:
Implikasi dan Peran
Diplomasi Indonesia
Generasi Hijau dan Inovasi
Bioteknologi untuk
Ketahanan Pangan
Berkelanjutan
Peran Bioteknologi dalam
Mendukung Ketahanan
Pangan Berbasis Ekosistem
Lokal
Yuk kurangi limbah pangan untuk masa depan bumi
Cerita KKL
Teka-Teki Silang Biozine
Menfess Biologi
Komik
Poster
Foto Jajaran Pengurus
Departemen Biologi
Foto Kepengurusan HMD Biologi


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga Biozine 8 tahun 2026 ini dapat hadir kembali sebagai wadah inspiratif bagi mahasiswa Biologi untuk menuangkan ide, gagasan, serta kepedulian terhadap isu-isu global yang terus berkembang. Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim redaksi Himpunan
Mahasiswa Departemen Biologi yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menyusun majalah ini. Tema yang diangkat tahun ini, “Beyond the Plate: Biology Powering Global Food Justice, ” merupakan tema yang sangat relevan dan penuh makna di tengah tantangan dunia saat ini. Permasalahan pangan bukan lagi sekadar tentang ketersediaan makanan, tetapi juga menyangkut akses, keberlanjutan, kualitas gizi, hingga keadilan bagi seluruh masyarakat dunia. Dalam konteks ini, ilmu biologi memiliki peran yang sangat strategis melalui berbagai inovasi dan kajian ilmiah yang mampu mendukung terciptanya sistem pangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.


Sebagai dosen pendamping Himpunan Mahasiswa Departemen Biologi, saya merasa bangga melihat semangat mahasiswa yang terus berkembang dalam merespons isu-isu kemanusiaan dan lingkungan melalui karya tulis yang kritis, kreatif, dan edukatif Biozine bukan hanya menjadi media informasi, tetapi juga ruang aktualisasi mahasiswa untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ilmu biologi dalam kehidupan Saya berharap Biozine edisi 8 tahun 2026 ini mampu memberikan wawasan baru, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menginspirasi pembaca untuk bersamasama menciptakan masa depan pangan global yang lebih inklusif dan berkeadilan. Teruslah berkarya, berinovasi, dan menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi dunia. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Agung Wibowo, M.Pd.
Dosen Pendamping Himpunan
Mahasiswa Departemen Biologi Universitas Negeri Malang

Ketua Umum
HMD Biologi Lebah Madu
AssalamualaikumWr.Wb.
HaloSobatLebahMaduyangberbahagia,
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, BIOZINE Edisi 8 dapat kembali hadir sebagai media informasi, edukasi, dan kreativitas mahasiswa Dengan penuh semangat, edisi kali ini kami hadirkan dengan tema seputar Keadilan dan Ketahanan pangan, sebuah bidang yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki perananpentingdalammeningkatkankualitashidup masyarakat Pengolahan pangan bukan hanya tentang menciptakan makanan yang menarik dan lezat, tetapi juga tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya secara bijak, menjaga nilai gizi, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Dari hal sederhana, kita belajar bahwa kreativitas mampu mengubah bahan biasamenjadisesuatuyangbernilailuarbiasa
Di era modern seperti sekarang, mahasiswa dituntut untuk terus berinovasi dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui karya, penelitian, dan ide-ide kreatif dalam bidang pangan, kita dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi sekitar "Jangan pernah meremehkan langkah kecil, karena dari proses sederhana itulah lahirperubahanbesar."


MelaluiBIOZINEEdisi8ini,kamiberharapseluruh pembaca dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengolahan pangan, meningkatkan semangat untuk terus berkarya, serta termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang. Semoga setiap artikel yang disajikan mampu memberikan manfaat, inspirasi, dan membuka cara pandang baru terhadap pentingnya inovasi pangan di masadepan
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim redaksi, penulis, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan majalah ini. Kerja sama, dedikasi, dan semangat yang diberikan menjadibagianpentingdalamterciptanyakaryaini
Akhir kata, semoga BIOZINE Edisi 8 dapat menjadi media yang bermanfaat, menambah pengetahuan, serta menumbuhkan semangat literasi daninovasibagiseluruhpembaca
WassalamualaikumWr Wb
HormatSaya, LailyNurAfidah


Ketua Pelaksana Biozine Edisi 8 Tahun 2026

AssalamualaikumWr.Wb.
HaloLebahMadu!
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Biozine (Biology Magazine) Edisi 8 Tahun 2026 dapat terselesaikan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pendamping
HMD Biologi, seluruh panitia, narasumber, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam proses penyusunan hingga perilisanmajalahini.
PadaBiozineEdisi8kaliini,kami mengangkattema“BeyondthePlate:Biology PoweringGlobalFoodJustice.”Temainidipilih sebagaibentukkepedulianterhadapberbagai permasalahanpanganglobal,sepertiketahanan pangan,limbahmakanan,hinggapentingnya pemanfaatanilmubiologidalammenciptakan sistempanganyanglebihadildanberkelanjutan. Melaluitemaini,kamiberharappembacadapat lebihmemahamibahwabiologimemilikiperan pentingdalammenjagakeseimbanganantara kebutuhanmanusiadankelestarianlingkungan.


Melalui majalah ini, kami menghadirkan berbagai informasi, wawancara, dan karya menarik yang diharapkan dapat menambah wawasan serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu pangan global. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyusunan Biozine Edisi 8 ini Kritik dan saran yang membangun akan sangatberartibagiperbaikankamikedepannya Sebagai penutup, izinkan kami mengutip sebuah kalimat dari Norman Borlaug, “Food is the moral rightofallwhoarebornintothisworld.”
Terimakasihdanselamatmembaca! WassalamualaikumWr Wb SalamHangat, FinaAfidatuSofa

SieKesekretariatan
Koordinator:
KeisyaNabilaPutriHendarto
SC:
NurAlhasana
RafifahHanaNisrina
MyroMarenroAlFajar
SyahlaKhalishaRonald
OC:
BerniatiZamira


SieHumasdanPublikasi
Koordinator:SofiaMardiana
SC:
ReynataRahmadityaPutriHadi
HildaZiyannaAdilaHanafi
RestianTriLutfiana
OC:
AbeliaJuiZahro
NoviArdiantiMahendraPutri


SieDanaUsaha
Koordinator:AzzahraMaulidia
SC:
AyuSausanRahmatika
NadyaPutriAzizah
IchaDwiPrastyana
AriniRutbatilAliyah
OC:
JenniSalsa
Permasalahan pangan dan gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Tidak hanya berkaitan dengan gizi kurang, masyarakat kini juga menghadapi peningkatan kasus gizi lebih serta kekurangan zat gizi mikro atau yang dikenal sebagai triple burden malnutrition. Kondisi tersebut mendorong berbagai penelitian untuk menghadirkan inovasi pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mampu membantu menjaga kesehatan tubuh serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat
Dalam wawancara bersama tim Biozine Edisi 8, Ibu Cassandra dan Ibu Arindra sebagai dosen sekaligus peneliti di bidang pangan dan gizi menjelaskan bahwa penelitian pangan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada kandungan zat gizi, tetapi juga pada manfaat kesehatan serta penerapan hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Ibu Cassandra menjelaskan bahwa ketertarikannya pada bidang pangan berangkat dari kedekatan pangan dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut beliau, makanan bukan hanya sekadar sumber energi, karbohidrat, protein, maupun zat gizi lainnya, tetapi juga dapat memberikan manfaat kesehatan melalui konsep pangan fungsional.
“Pangan fungsional itu bukan hanya memenuhi kebutuhan zat gizi, tetapi juga memiliki manfaat lain seperti membantu pencegahan penyakit,” jelas beliau. Beliau menilai bahwa masih banyak penelitian yang berhenti pada teori mengenai manfaat suatu bahan pangan tanpa dikembangkan menjadi produk nyata yang dapat digunakan masyarakat. Oleh karena itu, beliau tertarik mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih sehat dan fungsional agar hasil penelitian memiliki dampak secara langsung.
Beberapa bahan pangan lokal yang menjadi fokus penelitian beliau di antaranya adalah propolis dan bekatul. Bekatul yang selama ini sering dianggap limbah atau pakan ternak ternyata memiliki kandungan serat, vitamin B kompleks, dan antioksidan yang tinggi. Potensi tersebut mendorong beliau umtuk
untuk Mendukung Kesehatan Masyarakat
mengembangkan bekatul menjadi produk pangan bernilai tambah dengan manfaat kesehatan yang lebih luas.
Selain itu, penelitian terbaru yang sedang dilakukan adalah pengembangan produk nugget berbasis pangan lokal melalui kolaborasi lintas universitas bersama Universitas Brawijaya dan Universitas Mataram. Penelitian tersebut merupakan bagian dari program riset konsumsi berdampak yang bertujuan menghasilkan inovasi pangan dengan nilai fungsional dan nilai ekonomis yang baik.
Sementara itu, Ibu Arindra menjelaskan bahwa fokus penelitiannya berada pada bidang gizi pangan dan manajemen sistem penyelenggaraan makanan. Menurut beliau, topik tersebut semakin penting karena saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan dalam penyediaan makanan, terutama sejak diselenggarakannya program
Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beliau menyoroti masih tingginya sisa makanan pada anak sekolah, keamanan pangan yang belum optimal, hingga kasus keracunan
makanan yang masih ditemukan di beberapa tempat. Menurutnya, apabila persoalan tersebut tidak segera dicari solusinya, maka akan menimbulkan dampak besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.
“Kalau sisa makanan tinggi dan keamanan pangan tidak diperhatikan, tentu akan berdampak besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” jelas beliau. Selain meneliti sistem penyelenggaraan makanan, Ibu Arindra juga aktif mengembangkan penelitian pangan fungsional dan fermentasi. Salah satu penelitian yang dilakukan adalah pengembangan yogurt jahe berbasis nano emulsi. Penelitian tersebut bertujuan mempertahankan aktivitas senyawa gingerol pada jahe tanpa mengganggu bakteri probiotik pada yogurt.
Menurut beliau, penelitian fermentasi masih sangat relevan dan akan terus berkembang karena berkaitan erat dengan penelitian mengenai probiotik, prebiotik, postbiotik, serta hubungan kesehatan saluran pencernaan dengan sistem imun tubuh. Dalam menjaga kualitas penelitian, kedua narasumber