Skip to main content

BIOZINE EDISI 7 [11-20]

Page 1


Daun Sirih Merah Melawan Tifus : Daun Sirih Merah Melawan Tifus :

Penelitian

Penelitian In Silico dan Uji Tikus

InSilicodanUjiTikus

Terinfeksi Salmonea typhi Berbasis

TerinfeksiSalmoneatyphiBerbasis

Nanoteknologi Liposom

NanoteknologiLiposom

Tifus masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum di negaranegara berkembang, termasuk Indonesia, dan penyebab utamanya adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi Antibiotik konvensional yang digunakan secara luas sekarang menyebabkan efek samping yang serius sebagai akibat dari peningkatan resistensi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih inovatif, lembut, dan juga ramah lingkungan Flavonoid dan tanin yang terdapat dalam daun sirih merah (Piper crocatum) memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat ditingkatkan dengan teknologi liposom. Dalam konteks ini, Ibu Siti Imroatul Maslikha, S Si , M Si hadir sebagai peneliti yang berfokus pada aplikasi nanoteknologi liposom daun sirih merah sebagai pengobatan yang lebih efektif dan aman bagi kesehatan global Pada wawancara ini, Ibu Ika menjelaskan bahwa tingginya angka infeksi Salmonella typhi di Indonesia, yang menempati urutan pertama di Asia dan ketiga di dunia, menjadi latar belakang penting dari penelitiannya Penggunaan antibiotik jangka panjang dalam pengobatan tifoid dapat menimbulkan kekhawatiran akan munculnya resistensi, sehingga diperlukan terobosan baru. Di sinilah peran liposom dari sirih merah diharapkan menjadi solusi alami dan lebih efektif

Penelitian yang dilakukan Ibu Siti memiliki tujuan utama untuk mengetahui efektivitas liposom sirih merah dalam mengatasi inflamasi pada hewan coba yang terinfeksi Salmonella typhi, dibandingkan dengan obat kontrol dan ekstrak sirih merah biasa Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi liposom tersebut memiliki efektivitas yang lebih tinggi, menandakan potensi besar dari teknologi ini dalam pengembangan terapi alternatif Dalam menjamin akurasi dan reprodusibilitas data, Ibu Siti menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan eksperimen. Pemilihan hewan coba yang bersertifikat kelayakan serta penggunaan kandang bertekanan negatif sesuai standar nasional juga menjadi perhatian utama Hal ini dilakukan untuk menjaga validitas hasil penelitian dan keamanan selama proses berlangsung. Menariknya, Ibu Ika turut melibatkan 7 hingga 8 mahasiswa dalam penelitiannya, sebagian besar berasal dari Universitas Negeri Malang, dan satu orang dari Universitas Brawijaya. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari komitmennya untuk membina generasi peneliti muda melalui riset yang aplikatif

Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif, khususnya dengan dosen dari Universitas Brawijaya, tempat Ibu Siti menempuh studi doktoralnya Pada tahap sebelumnya, ia juga pernah menggandeng kolaborator luar negeri. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap: in silico (menggunakan software untuk memprediksi potensi antiinflamasi sirih merah), formulasi dan karakterisasi liposom, serta uji in vivo pada hewan coba. Beberapa hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal nasional, seperti JP Press yang menerima penelitian berbasis dry lab, dan TIC NPR yang telah menerima artikel terkait aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik. Ke depan, Ibu Siti berencana mengembangkan proyek kolaboratif yang lebih besar dengan BRIN, Universitas Brawijaya, serta kolaborator asing Menurutnya, bioteknologi berperan penting dalam keberlanjutan kesehatan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan keamanan pangan Ia menekankan bahwa kebersihan makanan sangat penting dalam mencegah penyakit seperti tifus Maka dari itu, pengembangan obat berbasis nanoteknologi menjadi langkah yang relevan dan diperlukan

Tantangan terbesar penelitian ini adalah proses optimasi formula liposom yang memerlukan waktu dan ketelitian tinggi Selain itu, pelaksanaan uji coba pada hewan juga memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kepatuhan pada SOP laboratorium

Menurut Ibu Siti, tren riset bioteknologi lima tahun ke depan akan didominasi oleh nanoteknologi karena potensinya yang besar dalam aplikasi medis dan terapeutik Dedikasi dan ketekunan beliau dalam meneliti, serta komitmen dalam melibatkan mahasiswa dan kolaborator lintas institusi, menjadikan Ibu Siti Imroatul Maslikha sebagai sosok inspiratif (Niluh)

Aditya Pamungkas Yohanlis adalah mahasiswa aktif Program Studi S1

Biologi angkatan 2024 di Universitas

Negeri Malang yang akrab disapa Adit. Ia lahir dan besar di Cianjur, Jawa Barat. Latar belakang keluarga yang memiliki kecenderungan terhadap dunia seni turut membentuk karakter Adit menjadi pribadi yang ekspresif, tekun, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Sejak memasuki dunia perkuliahan, Adit menunjukkan semangat belajar yang tinggi serta konsistensi dalam menyeimbangkan antara akademik dan pengembangan diridiluarkelas

Pada masa libur semester, Adit memilih untuk tidak berdiam diri Ia justru mengisi waktu luangnya dengan berbagai aktivitas produktif, salah satunya mengikuti lomba-lomba baik dalam lingkup kampus maupun di luar kampus. Baginya, partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan perkuliahan yang lebih kompleks, serta menjadi sarana untuk membangun relasi baru, terutama di wilayah Jawa Timur Selain itu, ia memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan keterampilan non-akademik, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan public speaking, yang menurutnya penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masadepan.

Adit menerapkan manajemen waktu yang baik dalam kesehariannya dengan membuat daftar tugas (to-do list) yang disusun berdasarkan tingkat prioritas. Awalnya ia menulis daftar tersebut secara manual di kertas, kemudian mengembangkannya ke platform digital yang dilengkapi alarm sebagai pengingat, sehingga meminimalkan risiko kelalaian dalam menyelesaikan tugas Metode ini membantunya dalam menyusun strategi belajardanbekerjasecaralebihefisien.

Beberapa pencapaian Adit di bidang non-akademik antara lain terpilih sebagai

Duta FMIPA, Duta Kampus UM, hingga Duta Ekonomi Kreatif Jawa Timur Dari berbagai kompetisi tersebut, pengalaman yang paling membekas adalah ketika mengikuti seleksi Duta Kampus UM dan Duta Ekonomi Kreatif. Menurutnya, proses seleksi yang ketat dan persaingan yang cukup tinggi mendorongnya untuk terus berlatih dan memberikan kemampuan terbaiknya. Ketertarikannya pada dunia duta dimulai sejak SMA, ketika ia mengikuti ajang Duta PariwisataJawaTimur

Ia menyadari bahwa keterlibatannyadalamajangserupadi jenjang perguruan tinggi memiliki dampak positif dalam membangun jejaring, memperluas wawasan, serta meningkatkankepercayaandiri.

Ketika dalam proses persiapan mengikuti lomba, Adit tidak hanya berfokus pada latihan public speaking, tetapi juga mempersiapkan penampilan bakat, serta mempelajari etika formal seperti table manners. Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah perasaan minder ketika harus bersaing dengan peserta lain yang sudah memiliki kemampuan komunikasi publik yang mumpuni Namun, berkat dukungan moral dan materiil dari orang tua yang bahkan reladatangjauh-jauhkeMalanguntuk menyaksikan babak grand final serta dukungan penuh dari pihak dosen pembimbing seperti Ibu Kennis yang turut membantu dalam proses pengajuan dana, Adit mampu melewati tantangan tersebut dengan baik.

Menurut Adit, kunci menghadapi tantangan hidup adalah keberanian, sepertiyangiaungkapkan

“Kita harus berani melangkah keluar dari zona nyaman, jangan takut untuk mencoba hal-hal baru Pengalaman baik maupun buruk harus dijadikan pelajaran hidup yang berarti” Ia menekankan bahwa mental yang kuat sangat dibutuhkan untuk menghadapi hasil yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi.

Dari berbagai pengalaman yang dijalaninya mulai dari kegugupan hingga kegagalan Adit belajar untuk bangkitdanterusmencoba Iapercaya bahwa konsistensi hanya dapat dicapai apabila seseorang memiliki tujuan yang jelas dan motivasi yang kuat, yang sumbernya berasal dari dalam diri sendiri, keluarga, serta lingkungan yang suportif Melalui wawancara ini, dapat disimpulkan bahwa Aditya Pamungkas adalah sosok mahasiswa yang tidak hanya cemerlang dalam akademik, tetapi juga aktif, inovatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan diri secara menyeluruh Komitmennya untuk terus belajar dan berkontribusi menjadi inspirasi yang patut dicontoh oleh mahasiswa lain dalam menjalani kehidupan kampus yang produktif dan bermakna (Risa)

Dr. Hardianto: Lulusan Terbaik yang

Dr. Hardianto: Lulusan Terbaik yang

Membuktikan Bahwa Usia Muda Bukan Membuktikan Bahwa Usia Muda Bukan

Penghalang Untuk Terus Mengukir Penghalang Untuk Terus Mengukir

Jejak Prestasi Jejak Prestasi

MotivasiuntukBerkaryadiUsiaMuda

"Selagi muda, saya ingin memaksimalkan waktu untuk belajar dan meneliti. Otak masih segar, semangat masih tinggi, jadi kenapa tidak dimanfaatkan sebaik mungkin?" ungkapnya Baginya, pendidikan bukan sekadar jenjang, tetapi proses pembentukan cara berpikir dan semangat untuk memberi kontribusi nyata Meski teman-temannya banyak yang telah bekerja atau berkeluarga, ia tetap memilihjalurakademikkarenapercayabahwasetiap orangmempunyaiwaktunyasendiriuntukbersinar

TidakAdaJalanPintasdalamProsesdanTantangan

Perjalanan S3 tentu tidak mudah Tantangan datang sejak awal, mulai dari adaptasi dengan ritme riset yang intensif, tekanan publikasi internasional, hingga berdiskusi dengan rekan-rekan satu kelas yang sebagian besar merupakan dosen senior Salah satu ujian terberat yang beliau hadapi adalah saat mendapatkan nilai yang kurang maksimal di semester awal. Mungkin bagi sebagian orang, nilai tersebut sudah cukup baik, tetapi tidak bagi Dr. Hardianto. la memutuskan untuk mengulang mata kuliah tersebut di semester berikutnya, semata-mata karena merasa usahanya belum maksimal. Dan dari situlah ia belajar bahwa kesempurnaan bukan tentanghasil,tapitentangkomitmen.

Menjadilulusanterbaikdiprogramdoktor bukanlah hal mudah Tapi Dr Hardianto berhasil membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk tidak bersinar Lulus di usia 27 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S3 nya hanya dalam 5 semester dengan IPK sempurna 4,00 dan dinobatkan sebagaiLulusanTerbaikS3PendidikanBiologi Universitas Negeri Malang periode ke-132 tahun2025.

Dr. Hardianto memulai langkah akademiknya di Universitas Negeri Makassar. Disana,iamenempuhstudiS1ProgramStudi Pendidikan Biologi dan lulus pada Januari 2020, hanya dalam waktu 3,5 tahun (7 semester) Tak menunggu waktu lama, ia langsung melanjutkan S2 di Universitas Negeri Malang padai jurusan yang sama, danberhasilmenyelesaikannyadalamwaktu 1 tahun 8 bulan pada 2022 Masih di tahun yang sama, ia mendaftar ke jenjang S3 dan resmi menyandang gelar doktor pada 9 Januari 2025 tanpa sekalipun masuk semester ke-6 Semua itu ia capai bukan karena ingin mengejar gelar, tetapi karena semangat untuk terus berkembang dan menciptakandampakmelaluipendidikan.

Dibalik Kesuksesan terdapat Peran OrangOrangPenting

Dr Hardianto tidak lupa berterima kasih kepada orang-orang yang telah berperan besar dalam perjalanannya Keluarga, terutama orang tua, adalah pendukung utama Sementara itu, Prof Susriyati Mahanal yangmerupakandosenpembimbingnyasejak S2 hingga S3, menjadi sosok yang tak tergantikan "Beliaubukanhanyamembimbing secara akademik, tetapi juga menjadi motivator saat semangat saya turun," jelasnya.

PesanuntukMahasiswaIndonesia: UntukmahasiswadijenjangS1,S2,maupunS3,Dr.Hardiantoberpesan:

“Nikmati prosesnya, Jangan menyerah meskipun lelah, Mematuhi aturan kampus, mendengarkanpembimbing,dantetapkonsisten.Kamupastiakansampaidititik terbaikmu.”

Dr. Hardianto bukan hanya lulusan terbaik. Ia adalah contoh nyata bahwa ketekunan, rasa ingin tahu, dan semangat belajar bisa mengantarkan siapa pun menujuprestasigemilang “tanpa harus menunggu usia matang, tanpa harus menunggu kesempatan datang“

MenjadiLulusanTerbaik:ApaSyaratnya?

Menurut Dr Hardianto, ada dua indikator utama yang menjadi dasar penilaian lulusan terbaikdiUniversitasNegeriMalang:

1 Durasistuditercepat

2 IndeksPrestasiKumulatiftertinggi

Dalam hal ini, ia telah memenuhi keduanya. Ia lulus dalam 5 semester dengan IPK 4,00. Namun, beliau menegaskan bahwa penghargaan itu hanyalah bonus Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang didapatbisabermanfaatsecaraluas.

Bagi mahasiswa yang ingin meraih prestasi serupa,berikuttipslangsungdariDr Hardianto: Mulai bimbingan sejak semester awal. Jangan tunggu sampai skripsi atau disertasi

Taat pada pembimbing Jangan terlalu idealis,tapiterbukapadasaran.

Disiplinwaktu.Manfaatkanwaktudikosatau kampusuntukfokuspadariset

Berani mengulang jika perlu Jangan puas denganhasilyang"cukup".

Bangun relasi. Koneksi akademik akan sangat berpengaruh dalam perjalanan studi

Saat ini, Dr Hardianto bekerja sebagai konsultan peneliti di PT Educativa Cipta Nawasena, sebuah platform edukasi digital ternama di Indonesia Tapi ia tidak berhenti di situ Ia ingin menjadi dosen tetap, membangun produk pembelajaran interaktif, hingga meneliti dan berkolaborasi secara internasional. Impian jangkapanjangnya?Melanjutkanstudidanriset diluarnegeri

Muhammad Sholeh, adalah lulusan program studi Bioteknologi angkatan 2017 yang menempuh jalur sains dengan keyakinan dan semangat eksploratif yang kuat Setelah menyelesaikan studi sarjananya, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di bidang Biomedis di Universitas Brawijaya dan lulus pada September 2024. Perjalanannya dalam dunia bioteknologi bukan sekadar pencapaian akademik. Sejak awal, ketertarikannya terhadap bioteknologi tumbuh dari rasa ingin tahu yang besar terhadap sistem kerja tubuh manusia di tingkat molekuler. Baginya, bioteknologi adalah bidang yang menawarkan pemahaman mendalam tentang bagaimana tubuh berfungsi, bagaimana penyakit muncul, serta bagaimana molekul-molekul dalam tubuh saling berinteraksi Dunia molekuler yang kompleks justru memberinya kesenangan tersendiri karena ia dapat menyelami aspek terkecil yang menggerakkan kehidupan.

BERIBU MANFAAT

Perjalanan beliau dalam bidang ini penuh tantangan, terutama ketika mulai memasuki dunia kerja dan riset Ia menyadari bahwa bioteknologimerupakanbidangyangsangatluas, dan tantangan utamanya justru datang dari kecenderungan untuk terpaku dalam ruang eksplorasi yang terbatas. Dalam dunia akademik, eksplorasi seringkali terbatas pada ruang laboratorium, tetapi begitu memasuki dunia kerja, segala sesuatunya menuntut penerapan nyata yang jauh lebih kompleks Ia belajar bahwa ketelitian yang diasah di laboratorium menjadi bekal utama saat dihadapkan pada realitas kerja yangmenuntutpresisidantanggungjawabbesar Bidang yang digelutinya cukup beragam, terutamadalamrisetyangberfokuspadafisiologi hewan, molekuler kanker, dan fitomedicine. Di samping itu, ia juga aktif dalam proyek-proyek sampingan yang menghubungkan dunia riset dengan dunia usaha. Dari uji coba pupuk, pengembangan material riset, hingga menjadikannya bagian dari usaha komersial, beliau terus mendorong riset untuk memiliki dampak ekonomi dan sosial Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan harus bisa menjangkau masyarakat luas melalui produk-produk yang fungsional Dalam dunia penelitian, beliau memegangteguhprinsipkegigihandanketelitian. Ia menyadari bahwa keberhasilan dalam riset bukan hanya ditentukan oleh kepandaian, tetapi oleh kemauan untuk terus teliti dalam setiap proses Pemahamanterhadapteoridasarmenjadi kunci agar tidak perlu menghafal setiap langkah teknissecarakaku.Baginya,risetyangbaikadalah riset yang berjalan berdasarkan pemahaman, bukansekadarmengikutiprosedur.

Di antara sekian banyak proyek yang telah dijalaninya, beberapa yang paling berkesan adalah pengembangan biodeterjen dan minyak biji kelor Kedua produk ini tidak hanya menjadi hasil riset, tetapi juga telah dimanfaatkan oleh masyarakat.Minyakbijikelor,misalnya,memilikimanfaatsignifikan untuk membantu penanganan kanker payudara Momen ketika produk hasil risetnya bisa digunakan langsung oleh masyarakat menjadi pengalaman yang membanggakan dan memperkuat keyakinannyabahwarisetharusberdampaklangsung Bagibeliau, dunia bioteknologi di Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk berkembang Ia melihat bahwa perhatian terhadap pendanaan dan desain riset masih belum merata. Harapannya, dunia riset di Indonesia tidak stagnan atau terjebak dalam pola yang monoton Ia mendorong generasi muda untuk lebih terbuka, lebih aktif menjelajahi dunia luar, dan memanfaatkan teknologi untukmemperluaswawasan.

Pengalamannyadalampengembanganprodukbioteknologijuga mbawanya terlibat dalam proses pendaftaran paten Salah satu ya yang pernah ia kerjakan bersama tim adalah nanokomposit magnetik yang berfungsi sebagai sistem penghantar obat. Dari ses eksplorasi ide, pengujian laboratorium, hingga tahap prototipe, mengikuti bagaimana riset bisa bermuara pada perlindungan ayaan intelektual Meski bukan pemilik utama paten, erlibatannya menjadi bukti kontribusi aktifnya dalam ngembangkanteknologiterapan.Taksemuarisetberjalanmulus.Ia a pernah mengalami kegagalan eksperimen, yang membuatnya us mengulang proses dari awal dan menghadapi tantangan mbengkakan dana. Namun, semua itu tidak membuatnya mundur. inya, kegagalan adalah bagian alami dari riset dan justru menjadi nguntukbelajarlebihdalam.(Jalilatul)

SalahsatululusanprogramstudiBiologiUniversitasNegeriMalangyangmenempuh perjalananakademikdanprofesionaldengandedikasidansemangatbelajaryangluar biasa Pilihannya menekuni bidang bioteknologi bukan datang dari sekadar keingintahuan sesaat, tetapi dari kesadaran akan kecocokan dirinya dengan dunia ilmiah yang menuntut ketelitian, eksplorasi, dan inovasi berkelanjutan. Sejak masa kuliah, ia telah menunjukkan minat yang kuat pada bioteknologi, terutama karena bidanginimembukapeluangluasuntukmemahamidanmengembangkansolusiatas berbagai permasalahan kesehatan, lingkungan, dan industri berbasis hayati. Ia merasakan bahwa bioteknologi bukan sekadar ilmu, melainkan jembatan antara pengetahuandankemaslahatanhidupmanusia

MemilihbioteknologisebagaikarierbukanlahhalmudahbagiPraja Setelahlulus,ia menghadapi tantangan adaptasi, baik sosial maupun profesional. Berasal dari Bojonegoro dan bekerja di Bandung, ia harus menyesuaikan diri dengan budaya dan bahasa yang berbeda, termasuk gaya komunikasi dan nilai kerja antara Jawa dan Sunda Tantangan lain datang dari perbedaan dunia kampus dan industri Di tempat kerja, ia dituntut untuk cepat belajar, bekerja dalam ritme tinggi, dan mengikuti perkembangan teknologi serta standar industri yang terus berubah. Praja pun menyadari bahwa lulus kuliah bukan akhir proses belajar, melainkan awal dari pembelajaranyanglebihdinamisdanberkelanjutan.

Dalam perjalanan profesionalnya, Praja secara khusus menggeluti bidang produksi vaksin bakteri Fokus ini menuntut pemahaman mendalam terhadap biologi mikroorganisme, teknik fermentasi, hingga regulasi ketat dalam proses pengembangan vaksin. Ia menjelaskan bahwa pengembangan vaksin bukanlah hal yang instan Untuk menghasilkan satu produk vaksin yang siap pakai, prosesnya bisa memakan waktu minimal lima tahun, melaluiserangkaianujiklinis,validasiteknis,hinggaproses perizinan yang panjang dan detail Terlebih jika berbasis bakteri, pengembangannya membutuhkan teknik penyimpanan dan karakterisasi yang cermat. Hal ini menjadikan proses riset vaksin sebagai salah satu ranah yangpalingmenantangdalamindustri bioteknologi.

Dalam menjalani kariernya, Praja menjunjung tinggi kerja keras dan semangat belajar sebagai kunci sukses. Baginya, mental pantang menyerah dan kesiapan menghadapi revisi adalah hal penting dalam dunia riset, di mana kesempurnaan jarang dicapai sekali coba Ia belajar bahwa kemampuan mengenali kesalahan, bertanggung jawab, dan cepat bertindak adalah ciri profesional yang dewasa. Tak jarang ia mengalami kegagalan, termasuk dalam eksperimen dan penyusunandokumenteknis.Namun, ia selalu mengevaluasi secara objektif, menjadikan kegagalan sebagaipelajaran,bukanhambatan.

Sikapinimembuatnyasemakintangguhdalammenghadapitantanganduniaindustri

Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam perjalanan kariernya adalah keterlibatannya dalam pengembangan vaksin BCV, sebuah proyek vaksin yang hampir mencapai tahap peluncuran. Meski tidak berada di garda depan sebagai pemimpin proyek, kontribusinya dalam proses riset dan pengujian menjadikannya bagian penting dari tim pengembang Iamerasabanggabisaikutsertadalamproyekyangmemilikinilaiilmiahdan sosial tinggi Proyek ini menjadi bukti bahwa riset yang dilakukan dengan konsisten dan kolaboratif bisa mendekati tahap implementasi nyata. Menurutnya, itulah esensi dari bioteknologi:menjembatanipengetahuandankebutuhanmasyarakat.

Prajatidakhanyafokusdilaboratorium,tetapijugaaktif memperluas wawasan dalam aspek strategis bioteknologi, seperti komersialisasi produk, regulasi pasar, danprosespengajuanpaten.Meskibelummemilikipaten pribadi, keterlibatannya dalam tahap awal pengembangan produk memberinya gambaran utuh tentang penerjemahan riset menjadi inovasi yang bermanfaat Ia berharap pendidikan bioteknologi di Indonesia lebih menekankan aspek aplikatif dan keberlanjutan riset, bukan sekadar publikasi jurnal. Baginya,jurnaladalahawal,bukantujuanakhir;datayang dihasilkan harus akurat, valid, dan dapat ditindaklanjuti demimemberidampaknyatabagimasyarakat

Sebagai penutup, Praja memberikan pesan penuh semangat untuk para mahasiswa yang ingin berkarier di bidang bioteknologi Ia mendorong mereka untuk tidak mudah puas dengan capaian akademik semata. Dunia bioteknologi menuntut intelektualitas yang terus berkembang, kesiapan mental yang tangguh, dan semangatbelajaryangtidakpernahpadam

Ia percaya bahwa keberhasilan di bidang ini bukan hanya soal menjadi pintar secara akademik, tetapi tentang menjadi pribadi yang gigih, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi berbasis sains dan kemanusiaan. Baginya, bioteknologi adalah medan perjuangan yang penuh peluang bagi mereka yang tidak pernah berhenti belajardanberkontribusi (Reynata)

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook