Kak Riyan, begitu ia akrab disapa, pertama kali mengenal eco enzyme saat bergabung di UKM Bumi Di sanalah ia belajar bahwa limbah bisa punya ‘nyawa kedua’ “Waktu itu saya berfikir, sayang sekali jika sampah organik cuma dibuang? Padahalbisadiolahjadisesuatuyangbermanfaat,” ceritanyaantusias
Pengalamanpertamanyamembuatecoenzyme bersamamasyarakatdiPoncokusumojadititikbalik “Sangat menyenangkan! Kami membuat eco enzyme bersama-sama, dari kulit buah dan sayur, lalu diajarkan cara fermentasinya. Ternyata sederhana tapi impactful, ” lanjutnya. Dari situlah muncul ketertarikan mendalam untuk mengembangkanecoenzymelebihserius.
Bagi Kak Riyan, berhenti di satu titik bukan pilihan. Ia pun melanjutkan perjalanannya melalui komunitas Bioteknologi Genome, dan dipercaya sebagai ketua pelaksana program pengabdian masyarakat Darisitu,iamulaibertanya-tanya:“Bisa tidak ya eco enzyme ini dimanfaatkan lebih jauh, misalnyauntukpertanian?”
Berawal dari kepedulian terhadap limbah dapur yang menumpuk dan ketertarikan terhadap isu lingkungan, Isma Riyan Krisnanda, mahasiswa S1 Bioteknologi, Universitas Negeri Malang justru menemukan inspirasi besar dari halsederhana,yaitukulitbuah Ya,siapasangka limbah organik ini dapat diolah menjadi cairan serbaguna yang bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga mendukung pertanian berkelanjutan Kenalkan, eco enzyme cairan hasilfermentasiorganikyangtengahnaikdaun dikalanganpegiatlingkungan
Pertanyaan itu bukan tanpa dasar Saat sosialisasi dengan petani jeruk, muncul keluhan klasik panen menurun karena lalat buah Tantanganitujustrumembukapeluang
Bersama dosen pembimbing dan tim, Kak Riyan mengusulkan riset eco enzyme sebagai insektisida nabati alami. Hasilnya? Lalat buah dapatdiatasitanpabahankimia!Penelitianini bahkan mendapat pendanaan dari kampus melaluiPKMAMLIsebesarRp2.000.000.
“Ecoenzymememilikiberagamfungsi,mulai dari pembersih rumah, pupuk cair, hingga pengusir hama Menurutnya, kunci utama terletak pada cara pembuatan dan menjaga proses fermentasi,” ungkapnya Ia menyebut bahwa fermentasi optimal selama 3 bulan akan menghasilkan cairan berwarna coklat kehitaman, berbau asam tapi tidak menyengat, dan mengandung jamur putih sebagaiindikatorkeberhasilan
Satuhalyangmembuatecoenzymemakinkerenadalahkesederhanaannya Bahan-bahannya pun mudah diperoleh, yakni limbah segar seperti kulit buah/sayur, air, dan gula. Cukup dengan rasio 3:10:1, lalu difermentasi. “Gula yang digunakan bisa gula pasir, gula merah, atau molase Limbah organik dipotong, dicampurkan dengan air dan gula, lalu dibiarkan hingga prosesnya selesai,”jelasnya.
Kak Riyan dan tim tidak ingin inovasi ini hanya berhenti di laboratorium. Mereka menyusun strategi sosialisasi yang ringan dan mudah dipahami masyarakat “Kitamemberikanedukasidenganbahasayangmudahdipahami, tidak menggunakan istilah ilmiah yang rumit. Langsung praktek bersama, lalu memberikan hasil fermentasi yang sudah jadi agar masyarakat bisa langsung mencoba,” jelasnya Respons masyarakat? Luar biasa Mereka antusias, aktif bertanya, bahkan ada yang tertarik menjadikan eco enzyme sebagai produk unggulan desa. “Karena bisa dijual juga, loh. Ada desa di Batu yang telah massal dan memproduksi mendapatkan profit dari situ,” ucap Kak Riyan denganbangga
Tentu saja, perjalanan inovasi ini tidak selalu mulus Tantangan seperti mencari desa mitra yangcocok,komunikasidenganperangkatdesa, hingga memetakan permasalahan setempat menjadibagiandariprosespanjang.Tapisemua itu terbayar saat melihat masyarakat dapat membuat eco enzyme sendiri dan merasakan manfaatnyalangsung.
Ke depannya, Kak Riyan punya mimpi besar Iaingineco enzymetidakhanyadikenalsebagai produkkampusatauproyekPKM.“Sayaberharap ini bisa terus diteliti. Bahkan residunya sisa fermentasi bisa jadi pupuk juga Bayangkan jika semua petani Indonesia dapat menggunakan eco enzyme, tanpa perlu pestisida sintetis lagi!”. (Liana)
Bio Wearables: Saat Tubuhmu Bicara Lewat Teknologi Bio Wearables: Saat Tubuhmu Bicara Lewat
Apa itu Bio Wearables? Apa itu Bio Wearables?
Bio Wearables adalah Wearable devices (perangkat yang bisa dipakai pada tubuh) dengan kemampuan memantau data biologis tubuh secara langsung (real-time). Bio Wearables menyatukan sains biomedis, sensor teknologi tinggi, dan AI untuk menghadirkan pemantauan kesehatan personal yang lebih presisi Contoh sederhana yang sering kita temukan seperti, menampilkan data dasar langkah kaki atau kalori terbakar Penggunaan data kesehatan mendalam seperti kadar glukosa darah, detak jantung, EKG, hingga komposisi keringat juga memakaikonsepbiowearables
Bagaimana Mekanisme Bio Wearables?
1.SensorBiometrikCanggih
Komponen utama yang berfungsi mendeteksi, mengukur, dan merekam data biologis atau fisiologis tubuh manusia secara langsung. Beberapa tipe sensor memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda Sensor Optik (Photoplethysmography/PPG) berfungsi mengukur detak jantung dansaturasioksigendarah(SpO2)denganmenggunakancahayaLEDyangditembakkankekulit kemudian diukur pantulannya untuk mendeteksi aliran darah Contohnya fitur pemantauan detak jantung dan SpO2 pada smartwatch (Apple Watch, Fitbit, Galaxy Watch) Sensor Elektrokimia berfungsi mengukur kandungan zat kimia dalam tubuh seperti glukosa, laktat, maupun elektrolit Sensor ini bereaksi dengan molekul target dalam cairan tubuh (misalnya keringat atau cairan interstisial) dan menghasilkan sinyal listrik sesuai konsentrasi zat tersebut Contohperangkat,ContinuousGlucoseMonitor(CGM)untukdiabetesdanpatchsensorkeringat Sensor Tekanan & Mekanik berfungsi untuk mengukur tekanan darah, pergerakan sendi, atau langkah kaki. Memanfaatkan tekanan mekanik/perubahan gaya pada sensor yang mendeteksi perubahan pergerakan. Contoh Wearable Blood Pressure Monitor atau sensor langkah kaki (accelerometerdangyroscope).
Beberapa bio wearables terhubung dengan cloud server untuk menyimpan data jangka panjang, memungkinkan analisis tren kesehatan, deteksi risiko dini, dan pemberian rekomendasi personalmelaluialgoritmapembelajaranmesin(machinelearning).
Apa Saja Manfaat Bio Wearables Bagi Kehidupan?
1. Pemantauan kesehatan realtime, berguna untuk keberlangsungan hidupyangmencegahketerlambatanpenanganan.
2. Deteksi dini penyakit, dengan algoritma prediktif mampu mendeteksi polaabnormal,misalaritmiajantungatauhipoglikemiasebelumterjadi komplikasiserius.
3.PersonalisedHealthcare, memberikandatakesehatanpersonalyang dapat digunakan oleh tenaga medis untuk diagnosis dan terapi yang lebihtepatsasaran
2 Adanya ketidakakuratan sensor, hasil pengukuran bisa saja meleset jika beberapa hal ini terjadi. Kesalahan dalam pemasangan perangkat, kondisi kulityangberagammempengaruhipembacaansensoroptik,hinggasensor yangdigunakanbelumsecanggihalatmedisdirumahsakit
3. Daya Tahan Baterai dan Desain Ergonomis, konsumsi daya yang tinggi karena mengoperasikan banyak sensor dan sistem analitik secara bersamaan. Tantangan terbesarnyaa adalah menciptakan baterai berkapasitas besar yang tetap ramping, ringan, dan nyaman digunakan setiaphari,sehinggapenggunatidakperluseringmengisiulangdayanya.
Dengan segala manfaat dan tantangannya, bio wearables menunjukkan bahwa masa depan kesehatan bukan lagi sekadar pengobatan, melainkan bagaimana teknologi membantu kita memahami tubuh sendiri secara lebih mendalam dan menjaga kesehatansejakdini.Siapasangka,perangkatkecilyangmenempeldi tubuh kita bisa menyimpan potensi besar untuk menyelamatkan kesehatan.(Risa)
MENYATUKAN SAINS MENYATUKAN SAINS
DAN EKOSISTEM LOKAL DAN EKOSISTEM LOKAL
UNTUK MASA DEPAN UNTUK MASA DEPAN BUMI BUMI
Di tengah gelombang krisis lingkungan global, banyak yang lupa bahwa solusi sesungguhnya tidak selalu datang dari tempat yang jauh, namun terkadang justru berakar dari tanah tempat kita berpijak. Ekosistem lokal, yaitu lingkungan hidup yang langsung berinteraksi dengan komunitas masyarakat sehari-hari. Kini ekosistem lokal menghadapi tantangan besar seperti degradasi tanah, polusi air, kepunahan spesies lokal, dan perubahan iklim mikro Namun, kabar baiknya adalah ilmu pengetahuan modern khususnya bioteknologi, hadir sebagai jembatan antarateknologidankelestarianalam
Bioteknologi bukan hanya berbicara tentang teknologi atau alat buatan canggih, melainkan alat yang bisa menyelamatkan mata air yang mengering, menyuburkan lahan yang tandus, bahkan menyelamatkan tanaman lokal dari kepunahan Dalam konteks pelestarian ekosistem lokal, bioteknologi menjanjikan pendekatan yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan, murah, dan dapat dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat
MengapaEkosistem
LokalPenting?
Ketikasalahsatunyarusak,makaseluruh mata rantai akan terganggu. Masalahnya, pembangunan sering kali mengabaikan keseimbangan ini, sehingga akan berdampak pada limbah yang akan mencemari sungai, pestisida meracuni tanah, dan tanaman lokal kalah oleh serbuan varietas impor. Pelestarian ekosistem lokal menjadi sangat penting karena ia menjamin kedaulatan pangan, kesehatan lingkungan, dan kelestarian budaya masyarakat lokal Di sinilah bioteknologi dapat mengambil peran sentral.
Ekosistem lokal adalah wajah dari keanekaragaman hayati Indonesia Hutanhutankecildipinggirdesa,lahanpertanian organik milik petani, rawa-rawa, pesisir, hingga sungai kecil di belakang rumah adalah sistem kehidupan yang saling terhubung
Bioteknologi hadir dengan solusi nyata bagi pelestarian ekosistem lokal. Salah satunya melalui bioremediasi, yakni pemanfaatan mikroorganisme untuk memulihkan tanah dan air yang tercemar. Di wilayah-wilayah yang terdampak limbah industri, mikroba seperti Pseudomonas dan Aspergillus bekerja mengurai zat beracun menjadi senyawa aman.
Dalam sektor pertanian, biofertilizer dan biopestisida menawarkan alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan pupuk dan pestisida kimia Mikroba seperti Rhizobiummembantumenyuburkantanah, sementara Bacillus thuringiensis menekan hama tanpa mengganggu keseimbangan alam.
Sementara itu, biokonversi limbah mengubah limbah sisa organik rumah tangga dan pertanian menjadi biogas dan pupuk cair Selain mengurangi pencemaran, teknologi ini juga memberikan sumber energi alternatif yang mandiridanberkelanjutan
KunciSukses: KolaborasiSainsdan KearifanLokal
Pelestarianekosistemlokaltidakbisajika hanya mengandalkan teknologi semata. Yang dibutuhkan adalah sinergi antara pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal. Parapetani,nelayan,danmasyarakatadat telah lama hidup berdampingan dengan alam. Bioteknologi seharusnya hadir bukan untuk menggantikan tradisi, tetapi untuk memperkuat dan memperbaruinya secara berkelanjutan.
Bioteknologidalampelestarianekosistem lokal bukan sekadar slogan ilmiah. Ini adalah kenyataan yang sedang dan harus terusdikembangkan
Melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis lokal, teknologi ini dapat menjadi alat yang menghubungkan masa lalu dan masadepan,tradisi,sertainovasi.
Untuk menjaga keanekaragaman hayati, kultur jaringan memungkinkan perbanyakan tanaman lokal secara cepat tanpa merusak habitat aslinya Teknik ini telah berhasil melestarikan tanaman herbal dan endemik yang mulai langka di alam
Mulailah dari hal kecil seperti menyuburkan tanah, membersihkan sungai,danmenyelamatkansatutanaman lokal. Karena jika tiap komunitas menjaga ekosistemnya, maka bumi akan tetap hijau bukan karena teknologi semata, tetapi karena manusia dan sains bekerja bersamauntukmenjagakehidupan.(Ussy)
erakan hijau adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh individu, komunitas, organisasi, ataupemerintahuntukmelindungidanmelestarikan lingkungan hidup melalui gaya hidup dan kebijakan yang ramah lingkungan Gerakan hijau atau green movement muncul sebagai respons terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh industrialisasidanurbanisasiyangpesat.Gerakanini berfokus pada pelestarian lingkungan, keadilan sosial, dan tata kelola berkelanjutan. Gerakan hijau berbasisbioteknologimerupakangerakanhijauyang memanfaatkan ilmu bioteknologi untuk mendukung pelestarian lingkungan secara lebih efisien, ilmiah, dan berdampak luas Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam, tetapi juga mendorong masyarakat untukberalihkemetodeyanglebihsehatdanramah bumi
enerapan gerakan hijau berbasis bioteknologi penting diterapkan dimasa kini karena kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan Saat ini, pencemaran air, tanah, serta udara semakin meningkat akibat limbah industri, rumah tangga, hingga penggunaan bahan kimia berlebihan dalam pertanian Di sisi lain, perubahan iklim global juga memerlukan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan Bioteknologi hadir sebagai jawaban, karena mampu memberikan solusi terhadap pelestarian lingkungansecaraalamitanpamerusakalammelaluiproses biologis Denganmeningkatnyakesadaranmasyarakatakan pentingnya menjaga lingkungan, semakin banyak orang yang ingin terlibat dalam aksi nyata melalui gerakan hijau berbasisbioteknologi
ApaManfaatBioteknologiBagi KitadanLingkungan?
agikita,gerakaninidapat membantu untuk mengurangi limbah rumah tangga, seperti sampahorganikdanminyakjelantah,dengancara mengubahnya menjadi produk berguna seperti kompos, dan sabun alami Hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup ramah lingkungan. Sementara bagi lingkungan, gerakan inimembantumengurangipencemarantanah,air, dan udara, serta memperbaiki kualitas ekosistem secara alami melalui proses biologis yang aman danberkelanjutan Dengankatalain,gerakanhijau berbasis bioteknologi mendorong masyarakat untukhiduplebihbersih,sehat,danselarasdengan alam
ntuk mendukung gerakan ini, kita dapat melakukan beberapa hal yang mudah dilakukan di lingkungan masyarakat, salah satu contohnya adalah membuat dan menggunakan ecoenzyme Ecoenzymeadalahcairanmultifungsi yang dihasilkan dari proses fermentasi 3 bulan dengan bahan sederhana, gula merah/tetes tebu, limbah atau sampah organik dengan menggunakan komposisi 1:3:10 Cairan ini bisa difungsikan untuk berbagai hal seperti pembersih serbaguna yang ramah lingkungan, penghilang bau, hingga pupuk cair untuk tanaman. Selain bermanfaat, pembuatannya juga membantu mengurangi sampah organik rumah tangga Contoh lainnya adalah membuat kompos organik di rumah dengan mengolah sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering menjadi pupuk alami menggunakan bantuan mikroorganisme, baik tanah maupun larutan EM4 Kompos ini digunakan untuk menyuburkan tanaman tanpa pupuk kimia, sehingga tidak mencemarilingkungan.
Masyarakat juga dapat mendukung gerakan hijau dengan melakukan daur ulang minyak jelantah Melalui proses bioteknologi sederhana, minyak jelantah dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti sabun cuci, lilin, atau bahkan biodiesel Proses daur ulang ini melibatkanreaksibiologisramahlingkunganyang dapat mengurangi limbah dan dampak pencemaran. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Dari ketiga contoh kegiatan yang telah dijelaskan dapat membuktikan bahwa setiap orang dapat berkontribusi menjaga lingkungan dari hal-hal yang sering dijumpai di sekitarnya
Saatnya kita tidak hanya menjadi penonton dalamisulingkungan,tetapiikutmengambilperan nyata melalui gerakan hijau berbasis bioteknologi. Dengan memanfaatkan mikroorganisme dan proses biologis, kita dapat menjaga lingkungan secara alami dan berkelanjutan. Gerakan ini tidak memerlukan langkah besar, cukup dimulai dari hal-hal disekitar kita seperti membuat dan menggunakan eco-enzyme, membuat kompos organik, hingga mendaur ulang minyak jelantah Yukikutigerakanhijauberbasisbioteknologi!Mulai dari hal kecil dan cara yang mudah, dapat memberikan manfaat yang besar untuk lingkungan yang lebih sehat dan bumi yang lebih hijau.(Sausan) E C O E N Z Y M D A N K O M P O S T A N A H E C O E N Z Y M D A N K O M P O S T A N A H
CERITA CERITA
MenginjakkankakidiTamanNasionalAlasPurwoibaratmembukapintukedunia lain Hutantropisyangrimbun,aromatanahbasah,dansuarafaunaliarmenciptakan pengalaman alam yang tidak tergantikan oleh layar kelas, di sinilah rombongan mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang menjalankan Kuliah Kerja Lapangan (KKL),sebuahperjalananilmiahsekaliguspetualanganhidupyangtidakterlupakan
Berdirilah seorang pemimpin muda di balik terlaksananya kegiatan besar ini. Thoriq Fadhil Sauqi, mahasiswa Biologi yang dipercaya menjadi ketua pelaksana KKL 2024.Sosoknyatenang,namuntegas.PemilihanAlasPurwosebagailokasiKKLbukan tanpa pertimbangan matang. Lokasi di Taman Nasional Alas Purwo cukup strategis karena akses jalannya relatif landai, memudahkan mobilisasi dan pelaksanaan praktikum.Tidakhanyaitu,kondisihutanyangmasihasridanterlindungidariaktivitas manusia membuat mahasiswa dapat mengamati langsung keanekaragaman flora dan fauna dalam kondisi habitat alaminya Pilihan ini sangat selaras dengan tujuan program studi Biologi yang menekankan pentingnya pemahaman ekosistem secara nyata
Kepercayaanuntukmemimpinkegiatanbesarinibermuladariprosessederhana, dari perwakilan kelas, lalu terpilih melalui voting dan dorongan teman. Meski sempat ragu, dorongan untuk belajar dan menambah relasi membuatnya berani maju Pengalamannya sebagai ketua organisasi mahasiswa Biologi juga menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya pada kegiatan kali ini. Kegiatan KKL kali ini mencakup tiga mata kuliah utama, yaitu Ekologi, Keanekaragaman Tumbuhan, dan Keanekaragaman Hewan. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap vegetasi, mencatat karakteristik morfologi dari organisme seperti flora dan fauna serta mengklasifikasikannya. Dalam pengamatan fauna, mahasiswa melakukan dokumentasi dan identifikasi langsung terhadap berbagai spesies, bahkan mengambilfotountukkeperluanklasifikasilanjutan
Ketuapelaksanajugatidakmenutupmataterhadaptantanganyangdihadapi, menyadaribahwakawasaninimemilikitantanganunikdanauramistisyangsudah dikenal masyarakat setempat. Oleh karena itu, sebagai ketua pelaksana serta bekerja sama dengan anggota lain dilakukan pendataan kesehatan rohani dan jasmani seluruh peserta sebelum keberangkatan,sebagai langkah antisipasi terhadaphal-halyangtidakdiinginkanbaiksecarafisikmaupunnon-fisik
Sebagai upaya untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pengalaman maksimal, ketua pelaksana menetapkan beberapa strategi penting. Pertama, persiapan fisik dan mental harus dilakukan jauh-jauh hari Ketua pelaksana menganjurkan peserta KKL untuk rutin berjalan kaki jauh sebelum kegiatan ini berlangsung, guna membiasakan tubuh menghadapi aktivitas lapangan. Perlengkapan pribadi seperti alat praktikum, P3K, dan obat-obatan juga harus disiapkan, mengingat lokasi penginapan cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Tidak kalah penting juga, setiap peserta diingatkan untuk menjaga sikap dan perilaku selamaberadadikawasanyangdianggapsakralolehmasyarakatsekitar Kontribusi keilmuan dari KKL ini sangat nyata. Mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung tentang keanekaragaman hayati, termasuk spesies tumbuhan langka dan hewan yang hampir punah. Bahkan pihak pengelola taman nasional turut membimbing mahasiswa mengenali spesies yang dominan dan hampirpunah,sertametodekonservasiyangsesuaiuntukpemeliharaannya Komunikasi menjadi tantangan terbesar selama pelaksanaan. Beberapa mahasiswa mengalami kelelahan, sehingga akan mengganggu kontribusi antar anggota kelompok Meski begitu, ketua pelaksana selalu menekankan pentingnya solidaritas. Baginya, soliditas tim adalah kunci kesuksesan kegiatan. Ketua pelaksana selalu mengingatkan peserta untuk saling bantu dan terbuka jika mengalamikendala,termasuksoalkesehatan.
Pada refleksi akhirnya, ketua pelaksana mengingatkan bahwa KKL adalah pengalaman yang hanya datang sekali selama perkuliahan Maka harus dimaksimalkan sebaik mungkin. Praktikum lapangan tidak hanya tentang tugas ilmiah,tapijugatentangkekompakan,tantanganhidupdialamliar,dankenangan yangtidaktergantikan Sepertiyangdinyatakanketuapelaksanabahwa“Praktikum sambilberkemahseru,walaupuncukupmelelahkan” .
Banyaknya cerita selama kegiatan KKL berlangsung, ada pula cerita unik yang berkesan.Beberapapesertamelaporkanmelihatbeberapahewanyangmendekat kepenginapansepertimerakdanrusaliaruntuksekedarmencarimakanan,seolah tidak takut manusia Ada juga tumbuhan khas yang hanya bisa ditemukan di kawasan Alas Purwo, menjadi bukti betapa kayanya biodiversitas di tempat tersebut.
Ketua pelaksana juga berpesan kepada angkatan selanjutnya yang juga akan melaksanakankegiatanKKL,untukmenyiapkandirisejakdini.Pentingnyamengikuti praktikum kampus dengan serius, karena semua bekal itulah yang akan sangat membantu di lapangan nanti. “KKL ini bukan cuma soal nilai. Ini soal pengalaman, tantangan,danpelajaranhidupdarialam,sertajangansia-siakan” .(Elysia)