LATAR BELAKANG Dahulu, hubungan antara manusia dengan alam (ekologi) terjalin sangat erat. Namun, seiring berkembangnya zaman, banyak hal yang berubah. Teknologi berkembang, ada yang dimanfaatkan dengan baik, ada pula yang tidak. Para pemuda desa pergi ke kota kota besar untuk mencari pekerjaan, hingga akhirnya SDM tidak terolah dan tidak termanfaatkan dengan baik. Sungai tercemar oleh limbah pabrik dari teknologi, pohon ditebang secara ilegal, hutan gundul, dan akhirnya ekologi menjadi renggang. Alangkah indahnya jika hal tersebut tidak terjadi di masa kini, apakah itu mungkin? Apakah alam dan teknologi dapat berjalan seiringan?
KONSEP
LOKASI Lokasi tapak berada di Siwitinangun, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Site membentang seluas 16000 m2 yang berada di pinggiran bantaran sungai. Orientasi sungai berada di tengah site yang memiliki laju arus dari arah selatan menuju utara.
PHASE I
PHASE II
PHASE III
Adapun peraturan pada daerah setempat sebagai berikut ini: KLB : Maksimum 3,2 KDB : Maksimum 80% KDH : Minimum 20% Garis sempadan sungai 5 meter Lokasi tersebut dipilih karena relevannya isu yang diangkat dan terdapat beberapa Melihat isu-isu yang berada pada gambar dibawah, maka Kelompok 4 mempunyai misi untuk potensi dari segi SDM dan SDA. Pada lokasi tersebut seiring berkembangnya zaman Memperbaiki Ekologi (Hubungan Manusia dengan Alam) yang berdampingan dengan teknologi, SDA menjadi tidak stabil, serta SDM yang berpindah dari desa ke kota. dan Memberdayakan SDM pada daerah setempat dengan potensi yang ada.
70%
Cultural Center Riparian Zone Farming Space
AREA TERBANGUN
Overflow Area
AREA HIJAU
NOW
SDA dan SDM erat
Teknologi berkembang, ekologi sudah tidak seimbang
WHAT IF SDM & SDA berhubungan erat dibantu dengan teknologi
Tujuan dari perancangan ini yaitu untuk memajukan daerah tersebut dengan memaksimalkan SDA dan segala potensi yang ada, sekaligus membuat SDM yang berada di daerah Sitiwinangun dapat termanfaatkan. Sehingga lambat laun hubungan antara manusia dengan alam menjadi erat dan dapat berdampingan dengan teknologi pada masa kini.
CONCEPT BASED DESIGN
30%
THEN
Human Aspirations of the Future
Riverfront
Community Space
Big Ideas of Sustainability O2 Production
ECOLOGICAL The Past is The Future
Use of Digital Technology
Cultural Center
Farming Space
POTENSI KAWASAN Sitiwinangun dikenal dengan sentra industri kreatifnya sebagai desa gerabah. Menjadi sentra gerabah tertua di Jawa Barat dan sejak 2015 sehingga proses produksi gerabah menjadi identitas tersendiri bagi masyarakat Sitiwinangun sebagai warisan tradisi dari nenek moyang yang menarik. Dalam mengembangkan Sitiwinangun, dapat memanfaatkan potensi alam yang sudah dimiliki, yaitu Gerabah & Sungai Jamblang yang berada pada pinggiran Desa. Dalam hal ini Sungai Jamblang akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik yang berfungsi sebagai ruang sosial. Tidak hanya itu, ruang terbuka tersebut pula dapat mengembalikan citra manusia yang berdampingan dengan alam (ekologi).