Globe Globe Magazine Magazine
#2 Issue
#2 Second Issue hima.geograďŹ 2017@gmail.com bpmgunnes@yahoo.com Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Hey ho ! Salam sejahtera untuk kita semua, Atas berkat rahmat Yang Maha Esa dan kerjasama dari tim redaksi, akhirnya tahun 2019 ini majalah Globe kita terbit dengan edisi yang kedua. Hore!!! Di edisi kedua ini, kami akan mengangkat isu-isu yang sedang trending di tahun 2019. Wah, kira-kira apa tuh? Banyak dong!!! Tidak lupa kami menghadirkan rubrik untuk mengenalkan jurusan tercinta kami kepada adik-adik mahasiswa baru tahun 2019. Oh iya, selamat bergabung untuk adik-adik mahasiswa baru tahun 2019 ke jurusan Geografi yang tercinta ini! Banyaknya isu yang hadir terutama dalam aspek social dan geografi, membuat masyarakat harus lebih peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Terutama mahasiswa, sebagai penggerak masa depan bangsa kita, bangsa Indonesia. Memasuki era yang baru, dekade yang baru, menuntut kita untuk terbuka dengan segala akses informasi yang beredar. Terbuka tapi tetap memerhatikan dan menyaring informasi-informasi tersebut apakah benar atau tidak. Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan lebih literasi digital untuk menghadapi semua tantangan tersebut. Kami berharap, dengan adanya majalah ini dapat melatih kita sebagai mahasiswa untuk menerapkan dan melatih kemampuan literasi digital tersebut. Dimulai dari yang sederhana, karena lebih baik melakukan daripada tidak melakukan sama sekali. Salam Geographer!
TIM REDAKSI
Pembina : Wahid Akhsin Budi N.S. M.Sc Penanggungjawab : M. Afwan Maulana Pengarah : Moch. Andhika Reza Pratama Anis Tsania Pimpinan Redaksi : Rizqi Adji Pramudia Wakil Pimpinan Redaksi : Yuria Sari Editor : Fanny Faziah A. Vincencius Andisa V.S. Andriana Hetty C. Reporter : Amanah Kartika Kunti Mar’atus Lutfiana Laela A.R. Rizaldo Dwi Anggoro Desain dan Layout : Yosia Cesio Muhammad taqy Kontributor : Fungsionaris BPMG Fungsionaris Hima Geografi
Meet our team
CON TEN 03 Hey Ho!
09
Maba on Fleek
Pengenalan Lingkungan Geografi 2019
18 Profil
BPMG Periode 2019 - 2020
11
What’s on Our Department ? Geography Championship VIII
19
What’s on Our Department ? Dialog Jurusan Geografi 2019
24
Geoticle
Mengukur Urgensi Pemindahan Ibu Kota
5
N NTs. 05
Contents
13
Geo Festivelist Geography Fun Festival 7.0
07
Kata Kahim
14
Himageo Jalan Jalan
Studi Banding Joglosemar UNNES - UNS - UNY
21
22
Geo. Stud. Act.
Profil
Pekan Olah Raga dan Seni Geografi 2019
26
Indonesia Today
Hima Geografi Kabinet Beraksi 2019 - 2020
28
What’s on Our Department ?
Pemilihan Duta Jurusan Geografi 2019
08
Earth Day
Tanam Mangrove Pantai Tirang 2019
15
Headline
KLHK Siapkan Kajian Lingkungan Ibu Kota Baru, Bagaimana soal Bencana?
23 Opini
Apa Kata Asprak ?
29
Hiburan
6
Kata Kahim Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Salam LITERASI !! Salam BERAKSI !!
Alhamdulillahirrobbil’alamin puji syukur kita haturkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita karunia nikmat, baik nikmat iman dan islam ataupun nikmat sehat wal'afiat, salah satunya nikmat kita dapat kuliah di Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang baik di prodi Geografi, Pendidikan Geografi, maupun Survei Pemetaan. Semoga Karunia yang telah didpat dari Allah SWT dapat mengantarkan kita kemasa depan yang lebih baik dan menuju kebahagiaan. Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas jerih payah dan kerja keras dari semua pihak terutama HIMA Geografi dan Badan Pers Mahasiswa Geografi (BPMG) yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi demi terwujudnya Majalah GLOBE edisi tahun 2019. Diharapkan melalui majalah GLOBE ini mampu memberikan ide dan gagasan-gagasan cerdas dalam upaya menunjang kemajuan Visi Misi dari HIMA Geografi dan BPMG periode 2019/2020. Semoga terbitnya majalah ini dapat membantu mahasiswa Geografi untuk pengembangan bakat, minat, daya fikir kreatif dan inovatif untuk mengalir mengikuti perkembangan di era Globalisasi 4.0. Besar harapan saya selaku Ketua HIMA Geografi 2019/2020 untuk tetap menjalin dan menjaga silaturahmi yang telah terbangun erat antara HIMA Geografi dan BPMG dalam upaya peningkatan mutu di Jurusan Geografi melalui karya-karya tulisan mahasiswa maupun civitas akademika yang lain. Terkhusus untuk tim redaksi Majalah GLOBE saya ucapkan selamat dan sukses atas penerbitan majalah ini dan semoga akan tercipta Majalah GLOBE yang lebih menarik, berkualitas dan uptodate kedepannya. Demikian yang bisa saya sampaikan semoga lewat Majalah GLOBE dapat dimanfaatkan secara optimal oleh semua civitas akademika dan akan selalu terukir prestasi dalam perjalanan menuju kesuksesan kita masing-masing .
Wallahul muwafiq ila aqwamit thoriq, wabillahi taufiq wal hidayah Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Ketua HIMA Geografi
7
Muhammad Afwan Maulana
earth day
H
ampir menginjak akhir dari perkuliahan ini sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa geografi. Salah satunya kegiatan yang berbau geografi banget nih, yaitu Earth Day 2019. Earth Day 2019 merupakan program kerja dari HIMA Geografi yang pasti nya seru banget dan sangat bermanfaat. Kalian pasti tau dong Hari Bumi jatuh tanggal berapa? Sebagai anak geografi harus tau Hari Bumi dong. Yap, bener banget, Hari Bumi jatuh pada tanggal 22 April 2019. Maka dari itu, dari HIMA Geografi UNNES memperingati hari bumi ini dalam bentuk program kerja yang mengajak mahasiswa umum untuk melakukan aksi merawat alam sekitar dengan penanaman mangrove. Acara ini cocok banget nih buat kalian yang suka jalan-jalan, karena acara ini berlangsung di pesisir pantai utara Kota Semarang. Salah satu aksi yang kita lakukan disana yaitu menanam ribuan bibit mangrove. Kita juga ga sendirian kok, kita bakalan dibimbing dengan Bapak Sururi mengenai cara menanam tanaman mangrove. Bagi kalian yang belum mengetahui siapa itu Bapak Sururi, beliau merupakan aktivis mangrove di pantai utara Kota Semarang dan sudah jutaan bibit mangrove yang beliau tanam. Wah keren banget kan? Serangkaian acara yang dibuka oleh Ketua Jurusan Geografi, Bapak Tjaturahono Budi Sanjoto, berlangsung hingga siang dan diakhiri oleh kegiatan kerja bakti di Dusun Persen, Gunung Pati. Kurang lebih 90 peserta, bukan hanya dari mahasiswa geografi UNNES, ada yang dari jurusan lain bahkan dari fakultas lain, ikut meramaikan acara Earth Day 2019 ini. Nampak peserta sangat antusias dalam menanam mangrove sehingga tidak terasa ribuan bibit mangrove yang telah disediakan dapat ditanam semua nya. Bisa dibilang, acara Earth Day pada tahun ini sukses karena dapat menarik menarik mahasiswa dari manapun untuk lebih mencintai lingkungan dan tentunya bumi kita ini lewat aksi menanam mangrove dan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar kampus UNNES. (vincen)
8
MABA ON FLEEK
P
PENGENALAN GEOGRAFI 201
engenalan Lingkungan Geografi atau akrab disingkat PLG merupakan masa orientasi mahasiswa baru dalam lingkup jurusan guna mengenalkan lingkungan kampus maupun lingkungan geografi secara umum. PLG merupakan program kerja Depatermen Pengembangan Organisasi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Semarang yang dilaksanakan setiap tahun. PLG 2019 bertema “Mewujudkan Keluarga Geografi yang loyal, berprestasi, dan cinta lingkungan melalui kaderisasi� yang diketuai oleh Rizaldo Dwi Anggoro ini dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru sesudah orientasi kampus tingkat fakultas tepatnya selama empat hari tanggal 25-26 Agustus untuk indoor yang bertempat di Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan 1-2 September untuk outdoor di lokasi wisata Candi Gedong Songo Semarang dengan peserta sejumlah 217 mahasiswa angkatan 2019 dan 105 panitia dari angkatan 2017 dan 2018. Pada PLG indoor, peserta dikenalkan pada lingkungan kampus mengenai jurusan geografi sendiri, dosen, karyawan, hingga wawasan ke geografi-an , dan dibekali pelbagai motivasi belajar . Adapun pada PLG outdoor yang sifatnya lebih santai, karena di sini perserta diberi ruang untuk mengekspresikan diri. Diawali dengan tracking dari Desa Bantir menuju Candi Gedong Songo, para peserta dikenalkan dengan fenomena geografi yang ada sepanjang perjalanan. Selain itu, disediakan pula pos-pos yang beberapa diantaranya merupakan pengaplikasian alat-alat praktik geografi, di sini peserta di beri kesempatan untuk belajar mengaplikasikan alat-alat tersebut secara mandiri. Dengan ini peserta maupun panitia belajar tentang fenomena geografi secara langsung . Antusias peserta semakin ber-
9
tambah pada saat puncak malam seni, masing-masing kelompok yang telah terbentuk sejak sebelum PLG indoor menampilkan masing-masing pentasnya. Hari terakhir PLG, selain ada diskusi bersama dosen mengenai fenomena geografi sekitar Candi Gedong Songo, hadir pula para alumni dari jurusan Geografi dan KSG Social Adventure Club yang membagi pengalaman mereka. PLG pun ditutup dengan berbagai kejutan dengan adanya penghargaa bagi peserta dan panitia pada kategori tertentu. (kunti)
LINGKUNGAN 19
10
What’s on our dept.
Geography Championship VIII
11
12
gEO Festivelist
GEOGRAPHY FUN FESTIVAL 7.0
G
eography Fun Festival ke 7 dilaksanakan pada tanggal 29 November 2019 lalu. Ini merupakan acara tahunan Hima Geografi yang diinisiasi oleh Departemen Bakat dan Minat Hima Geografi UNNES. Acara ini mengusung tema “Trees Diaspora� yang berarti migrasi hijau untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan tetap asri dan hijau. Pada Geofun kali ini, Hima Geografi mengajak sampahmuda.com sebagai partner dalam menginisiasi kegiatan menjaga lingkungan. Penonton dapat menyumbangkan sampah-sampah anorganik ke sampahmuda.com dan mendapat poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai merchandise. Acara geofun sendiri dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan penampilan dari berbagai mahasiswa geografi dari berbagai angkatan. Penampilan berupa dance, akustik, hingga duta jurusan geografi pun hadir untuk memeriahkan acara ini. Selain itu, ada juga berbagai stand yang dijajakan selama acara berlangsung. Stand tersebut menjual berbagai macam jajanan yang dapat dibeli saat acara berlangsung. Peserta juga mendapatkan voucher gratis untuk dapat ditukarkan ice cream setelah selesai acara, loh! Acara memasuki puncak pada pukul 10.00 WIB dengan penampilan spesial dari Saxx Adult. Namun, hujan deras turun dan membasahi venue, tetapi hal ini tidak membuat patah semangat penonton dalam mengikuti acara. Acara ditutup pada pukul 11.00 WIB dengan ucapan terima kasih dari panitia untuk penonton dan pihak-pihak yang telah membantu jalannya acara Geofun 7.0 kali ini. (aldo)
13
Studi Banding Joglosemar UNNES - UNS - UNY
himageo jalan jalan
H
ima Geografi melakukan studi banding ke UNS, Surakarta. Studi banding ini dilakukan untuk mengeratkan tali persaudaraan antara hima geografi UNNES, hima geografi UNS, dan hima geografi UNY. Ini merupakan kali pertamanya ketiga hima geografi ini bertemu. Studi banding dilakukan pada tanggal 1 Desember 2019 dan diikuti oleh seluruh fungsionaris ketiga hima tersebut. Hima geografi UNS sebagai tuan rumah pun menyambut baik acara ini. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan perkenalan antar fungsionaris hima geografi yang diwakilkan oleh ketua hima masing-masing. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing program kerja masing-masing dari hima yang dilaksanakan hingga pukul 12.00 WIB. Acara istirahat juga dilaksanakan dengan makan bersama serta sholat bagi yang menjalankan. Setelah acara istirahat selesai, dilanjutkan dengan sharing antar fungsionaris hima mengenai bagaimana kebiasaan dan kerja mereka di masing-masing hima, juga
dapat menginspirasi untuk melakukan program kerja serupa dimasing-masing hima kedepannya. Acara selesai pada pukul 15.00 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama di depan rektoran UNS. Kedepannya, diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu mempererat kerjasama antar ketiga hima dan juga terus menjalin silaturahmi antar ketiga jurusan geografi di tiga universitas yang berbeda di Jawa Tengah dan Yogyakarta ini. (aldo)
14
headlines
KLHK Siapkan Kajian Lingkungan Ibu Kota Baru, Bagaimana soal Bencana? P
residen Joko Widodo, sudah mengumumkan , Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terpilih sebagai lokasi ibu kota negara Indonesia yang baru. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun sedang menyiapkan tim kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) guna melihat daya dukung dan daya tampung lingkungan di kawasan ini. Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan, dengan KLHS, akan ada kajian antara kebijakan dan rencana-rencana, serta program-program berdasarkan kondisi lapangan. Kalimantan Timur, katanya, memiliki ekosistem unik dan karena itulah harus memastikan tindakan tetap menja-
15
rus memastikan tindakan tetap menjaga ekosistem berkesinambungan. Konsep ibukota, ala presiden, katanya, sekaligus bertujuan memperbaiki lingkungan. Soal lokasi, Siti belum bicara secara spesifik, tetapi mengungkapkan, kalau lahan yang terpakai merupakan hutan produksi yang terbebani izin. Pemegang izin, katanya, harus mengikuti dan menaati perubahan kebijakan pemerintah (negara) yang merupakan kewenangan ekstraktif negara. �Berarti pemegang izin di hutan produksi harus mengitu. Terpenting, dalam penyelenggaraan kewenangan ini negara tak bersifat sewenang-wenang,� katanya. Karena status kawasan ini dikelola pemegang izin, kata Siti, maka tidak ada kewajiban dari pemerintah untuk ganti rugi. Menurut PP Nomor 104/2015, kawasan hutan produksi dapat berubah sesuai perencanaan dan alokasi yang diperlukan pemerintah. Bambang Hendroyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanann menyebutkan, perusahaan akan merevisi rencana kerja usaha/ rencana kerja tahunan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan ibukota. Dia bilang, KLHS ibu kota baru selesai dalam dua bulan ke depan dan dibentuk melalui surat keputusan Menteri LHK. �Aspek lingkungan tetap jadi prioritas dalam pembangunan ibukota baru. Dari KLHS akan terlihat dari segi tata ruang,� katanya. Sebelumnya, presiden mengarahkan, pemindahan ibu kota sekaligus memperbaiki Taman Hutan Rakyat (Tahura) Bukit Soeharto. Selain itu, salah satu masalah terbesar Kalimantan Timur, banyak lubanglubang bekas tambang batubara. Siti bilang, rencana pemindahan ibu kota dapat jadi
salah satu jalan penyelesaian masalah.
Rencana matang dan kehati-hatian Nirwono Joga, Peneliti Pusat Studi Perkotaan mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus disiapkan dalam pemindahan ibu kota agar terencana matang, penuh kehati-hatian dan berkelanjutan. Pertama, perlu ada peninjauan dan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi, kota/kabupaten. .”Penyesuaian rencana tata ruang, ”Penyesuaian rencana tata ruang, peruntukan lahan milik negara, persoalan batas wilayah, antisipasi konflik sosial, serta dampak dan kapasitas daya dukung lingkungan merupakan beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan dalam merevisi RTRW,” katanya. Dia mengingatkan, Kalimantan paru-paru dunia. Pendekatan pembangunan berbasiskan alam harus dengan memperhatikan tingkat deforestasi, penanaman pohon kembali, serta merestorasi ekosistem hutan bakau dan gambut berbasis masyarakat. ”Pemindahan ibu kota negara adalah keputusan politik bersama yang memerlukan pemikiran panjang dan penuh kehati-hatian.” Keberadaan ibu kota baru diharapkan akan meningkatkan pengelolaan pemerintah pusat yang efisien dan efektif. Ibu kota baru akan dirancang dengan konsep smart, green, dan beautiful city. Ada 10 indikator dalam mewujudkan hal itu, yakni, perencanaan dan perancangan kota aman, inklusif, tangguh, berkelanjutan, penyediaan ruang terbuka hijau minimal 30%; pengembangan transportasi ramah lingkungan; pengelolaan suber daya air secara lestari; pengolahan sampah dan limbah. Selain itu, katanya, kota menerapkan persyaratan bangunan hijau cerdas, pemanfaatan energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat/komunitas. Kota, katanya, harus mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. ”Kota dirancang menjadi layak huni dan berkelanjutan.” Pengembangan pusat kota, kata Nirwono, harus berbasis pergerakan manusia yang berdasarkan 6D, yakni, destination (tujuan), distance (jarak), design (rancangan), density (kepadatan), diversity (keberagaman), serta demand management (mengelola kebutuhan). Pemindahan ibu kota, katanya, tidak serta merta menghentikan pembangunan di Jakarta dan sekitar, sebagai pusat ekonomi dan bisnis.
Rencana pemindahan ibu kota, katanya, untuk mengurangi beban Jakarta dan kota penyangga yang meliputi kota/kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota/Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota/Kabupaten Bekasi. Pemerintah pusat dan pemda se-Jabodetabek tengah mematangkan proyek pembangunan infrastruktur yang diperkirakan memerlukan biaya Rp571 triliun untuk 10 tahun ke depan (2030), seperti proyek transportasi, air bersih, air limbah, perumahan, dan pengendalian banjir. Harapannya, pada 2030, Jabodetabek diharapkan bebas banjir, lalu lintas lancar, dan arus urbanisasi terdistribusi merata. Tasdiyanto Rohadi, Ketua Perkumpulan Profesional Lingkungan mengatakan, penyusunan KLHS dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) bukan hanya sebagai pelengkap perencanaan tetapi dasar dalam menganalisa dampak, pengelolaan dan pemantauan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Selain itu, studi atas lahan menjadi penting. “Artinya, lahan subur yang ada sebaiknya jangan jadi daerah yang dibangun. Lahan bekas tambang lebih potensial untuk daerah terbangun.” Rohadi mengatakan, konsep reklamasi bekas tambang perlu jadi lompatan hingga lingkungan buatan ini jadi kawasan perkotaan. Terpenting lagi, informasi kepada publik soal kajian harus lebih baik. “Peran Humas KLHK harus lebih optimal.” Perpindahan ibu kota ini pun bisa jadi kesempatan merencanakan kota dari awal lebih baik. Sepeninggalan ibu kota negara, dia yakin memperbaiki lingkungan Jakarta makin lebih mudah karena tekanan lingkungan sudah berkurang.
Relatif aman risiko bencana, tetapi…
16
Sementara itu, Bernadus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat dihubungi Mongabay melalui sambungan seluler, mengatakan, lokasi calon ibukota baru relatif aman bencana. “Jika melihat dari data-data jenis ancaman bencana,tak ada yang serius dari daerah itu. Ancaman gempa bumi rendah, ancaman risiko tsunami ada, tetapi sedikit karena alur-alur sungainya. Kemungkinan karena pengaruh dari Sulawesi,” katanya. Meski demikian, katanya, risiko bencana di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, bisa diminimalisir kalau pemerintah mempersiapkan rancangan tata ruang yang memperhatikan aspek lingkungan hidup dan sesuai dengan kaidah. “Itu bisa diatasi. Kemudian ancaman banjir di ujung bagian hilir sungai memang ada yang merah (rawan-red). Tetapi tak seberapa. Itu bisa dikelola dengan tata ruang. Jadi, secara umum itu aman dari ancaman bencana,” katanya. Wisnu bilang, dalam aspek bencana, pada prinsipnya pengelolaan risiko. Saat ini, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, dalam kondisi aman bencana. Terpenting, potensi kemunculan risiko harus diantisipasi dengan baik ke depan. “Artinya, harus direncanakan dengan tak terlalu banyak membuka hutan dan lain-lain. Harus tetap dilestarikan hutan karena itu untuk mempertahankan bahkan meningkatkan daya dukung lingkungan.”
dah dipetakan berisiko terjadi banjir, kata Wisnu, sebaiknya pemerintah tidak melakukan pembangunan di lahan itu. “Bisa saja dibangun kolam atau danau untuk menampung air hingga bisa mengendalikan banjir. Sekaligus juga bisa jadi tempat wisata yang mempercantik ibukota yang baru,” katanya. Mengenai kebakaran hutan dan lahan, kata Wisnu, kalau melihat lahan, di sana kebanyakan mineral. “Gambut lebih banyak di Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Jadi, saya kira ini bisa dikelola dengan baik.” Soal menekan risiko bencana seminimal mungkin, katanya, semua tergantung desain tata ruang pemerintah. Dia berharap, desain tata ruang ibukota baru bisa lebih memperhatikan aspek lingkungan hidup. “Semua bermuara di tata ruang. Ini kan seperti kanvas sudah disipkan, tinggal kita bagaimana mendesain dan membangun. Kalau mau kuat, tak ada bencana, lingkungan kita jaga dengan baik. Risiko dan tergambarkan di peta harus dikurangi dengan cara mitigasi. Risiko yang belum ada harus kita cegah.” Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers mengatakan, Kalimantan satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat kegempaan relatif paling rendah. “Meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, tetapi secara umum wilayah Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibanding daerah lain di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua
Ketika daya dukung lingkungan rusak, katan- yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan ya, akan menyebabkan bencana. “Kalau itu bisa kita menimbulkan korban jiwa sangat besar,” katanya. kelola sekarang dan direncanakan untuk jangka pan- (https://www.mongabay.co.id/) jang, saya rasa itu akan aman.” Untuk daerah yang su-
17
profil
Badan Pers Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Semarang Periode 2019 - 2020
B
adan Pers Mahasiswa Geografi yang kemudian disingkat BPMG merupakan lembaga jurnalistik jurusan geografi yang berstatus sebagai BSO dari Hima Geografi. Bertindak sebagai suatu badan yang berorientasi pada dunia jurnalistik, terutama pers mahasiswa, BPMG berfungsi untuk menjembatani kreativitas mahasiswa yang ingin berkarya dalam dunia jurnalistik. Telah disadari bahwa keadaan lingkungan sekitar kita perlu untuk diwacanakan dalam tulisan, supaya nilai hitam diatas putih ini bisa menjadi sumber kuat untuk menguak fakta dibalik realita yang ada. Untuk itu, lembaga ini berupaya untuk menumbuhkembangkan daya kritis mahasiswa terhadap lingkungan sekitar melalui suatu media yang menyajikan sebuah berita yang dibalut dengan unsur-unsur ilmu pengetahuan dan teknologi (pendidikan). VISI DAN MISI BADAN PERS MAHASISWA GEOGRAFI BPMG FIS UNNES memiliki visi menjadi sebuah organisasi yang kreatif dan inovatif dalam dunia jurnalistik. Selain itu pula memiliki beberapa misi, yakni, menumbuhkembangkan daya kritis mahasiswa Geografi terhadap lingkungan sekitar melalui suatu media yang menyajikan sebuah berita yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan mutu dan produktivitas karya anggota melalui pelatihan-pelatihan jurnalistik dan diskusi, meningkatkan budaya membaca dan menulis dikalangan mahasiswa Geografi, dan terakhir adalah menyalurkan bakat dan kreativitas mahasiswa Geografi yang ingin berkarya dalam dunia jurnalistik.
18
What’s on our dept.
Dialog Jurusan Geografi 2019 S
emarang, 13 November 2019 — Telah dilaksanakan kegiatan Dialog Jurusan dalam rangka menyalurkan aspirasi mahasiswa geografi kepada jurusan. Penyaluran aspirasi yang berupa keresahan, kritik, dan saran kepada Jurusan Geografi berlangsung sangat kondusif dalam serangkaian diskusi timbal balik antara mahasiswa dengan pihak jurusan. Dihadiri oleh perwakilan rombongan belajar setiap angakatan. Mahasiswa aktif geografi menyuarakan tiga (3) poin utama dalam forum, meliputi Bidang Sarana Prasaran, Bidang Pelayanan Jurusan, dan Bidang Akademik. Bidang Sarana dan Prasarana Dalam bidang sarana dan prasarana, mahasiswa mengeluhkan tidak adanya keberadaan beberapa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk perkuliahan sehari hari. Sebagai contoh tidak adanya gorden di ruang C1 306, papan pembeda toilet laki – laki dan perempuan di Gedung C1, kipas angin yang rusak, gantungan di kamar mandi Gedung C1, papan tulis ruang C1 102 yang terlalu kecil, alat praktikum yang rusak dan jumlahnya dirasa sedikit, dan proyektor ruang C1 303 yang berwarna hijau. Jurusan menanggapi bahwa segala sarana prasarana dan gedung geografi adalah milik fakultas. Perlu adanya koordinasi lebih lanjut dengan fakultas terkait anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana. Menurut pengakuan jurusan, pengadaan sarana dan prasarana terkadang lambat ditangani dikarenakan terhambat oleh prosedur yang panjang. Jurusan akan mengusahakan gorden di C1 306 dapat terpasang di tahun ini. Sedangkan untuk pengadaan papan pembeda toilet dengan gantungan kamar mandi akan menggunakan anggaran jurusan. Jurusan menghimbau kepada mahasiswa bahwa segala fasilitas yang dimiliki Jurusan Geografi, baik yang terdapat di Gedung C1 dan C5 dapat dirawat Bersama. Bidang Pelayanan Terkait pelayanan Jurusan Geografi, terdapat dua hal yang diresahkan oleh mahasiswa geografi yaitu web Jurusan Geografi yang kurang ter-update dan sistem Sikadu 2.0 yang dianggap sulit untuk dipahami. Jurusan mengakui bahwa sumber daya manusia di Jurusan Geografi untuk mengelola web jurusan sangatlah kurang. Sejalan dengan berlangsungnya diskusi maka mahasiswa geografi mengusulkan untuk membantu mengelola web jurusan tersebut dan respon dari pihak jurusan mempersilakan akan hal itu. Selanjutnya terkait sistem Sikadu 2.0, pihak jurusan mengakui bahwa jurusan memang masih dalam tahap belajar untuk menguasai sistem ini dan permasalah sistem Sikadu 2.0 merupakan ranah kebijakan Universitas sehingga jurusan tidak dapat menanggapi secara mendetail. Bidang Akademik Selanjutnya adalah bidang akademik yang sangat dicermati dalam Dialog Jurusan ini karena menyangkut permasalahan mengenai sistem perkuliahan di Jurusan Geografi. Permasalahan pertama terkait keluhan mahasiswa mengenai kurangnya koordinasi antardosen dalam pelaksanaan Studi Fenomena Geosfer (SFG). Mahasiswa mengeluhkan ketidaksamaan pemikiran dosen dalam pelaksanaan SFG. Perbedaan pandangan ini dirasa menyulitkan mahasiswa dalam merancang konsep teknis SFG yang diharapkan bersama. Harapan mahasiswa adalah koordinasi antardosen dibulatkan terlebih dahulu sehingga tercipta satu pemikiran yang nantinya dikoordinasikan lebih lanjut dengan mahasiswa. Tanggapan ini diterima oleh jurusan yang nantinya akan ditindaklanjuti bersama dalam rapat jurusan. Selain itu, mahasiswa juga menanyakan fungsi tertentu SFG selain sebagai sarana pembelajaran di lapangan untuk mahasiswa geografi. Jawaban dari jurusan tentu saja hanya untuk kepentingan akademik mahasiswa. SFG juga dapat digunakan sebagai sumber data untuk keperluan penelitian mahasiswa yang dapat juga berkolaborasi dengan dosen, salah satunya adalah Program
19
Kreativitas Mahasiswa. Kedua terkait sistem penerimaan asisten praktikum yang dinilai tidak sesuai dengan sistem perekrutan terbuka yang dilaksanakan dengan menyeleksi pendaftar melewati beberapa tes. Anggapan mahasiswa adalah adanya sistem perekrutan tertutup (tembungan) di dalam sistem perekrutan terbuka. Dalam hal ini, jurusan mengklarifikasi tidak adanya praktik semacam itu. Pemilihan asisten praktikum tetap dalam seleksi yang bertahap sehingga terpilih asisten yang dinilai dapat membantu dosen dalam pelaksanaan praktikum perkuliahan. Pemilihan pun tetap didasarkan pada kemampuan mahasiswa terhadap kualifikasi yang dibutuhkan. Ketiga adalah aspirasi mahasiswa mengenai peran dosen yang dianggap belum terlalu memfasilitasi mahasiswa untuk berprestasi. Harapan mahasiswa adalah dosen dapat merangkul semua mahasiswa tanpa terkecuali untuk menjembatani keinginan untuk berprestasi. Jurusan menanggapi dengan membuka luas kepada mahasiswa yang ingin menggeluti bidang perlombaan agar mencari dosen yang dapat dijadikan pembimbing. Jurusan juga menyarankan untuk terus mengejar event atau perlombaan tingkat internasional karena selain dapat menaikan eksistensi jurusan juga kesempatannya sangat tinggi untuk didanai oleh fakultas. Keempat membahas seputar Program Studi Survei Pemetaan Wilayah (SPW). Pada mata kuliah metode penelitian survei, materi yang diajarkan dirasa berbeda pada tahun angkatan 2016 dengan angkatan 2017. Jawaban dari Jurusan Geografi adalah lingkup pada materi ini lebih ditekankan pada metode terestris untuk mencari data lapangan untuk Tugas Akhir (TA). Mata kuliah ini membantu TA untuk mendapatkan data. Terjadi perbedaan dikarenakan pengampu mata kuliah tersebut yang berganti. Akan tetapi seiring berjalannya diskusi, Mahasiswa SPW angkatan 2017 mengatakan bahwa mereka justru merasa beruntung dan cukup senang karena mempelajari dua pembahasan yaitu metode terestris dan penyusunan TA. Hasil Diskusi Terbuka dan Tanya Jawab Selanjutnya, dilanjutkanlah acara dengan sesi diskusi terbuka dan tanya jawab oleh peserta Dialog Jurusan. Hasil rangkuman diskusi terbuka dan tanya jawab adalah sebagai berikut: 1. Kemunculan sistem baru yaitu Sikadu 2.0 mengakibatkan rombel 3 Geografi Internasional 2017 tidak dapat mengambil mata kuliah dengan jumlah maksimal pada semester 5 dimana hanya mengambil 16 sks yang seharusnya dapat mengambil 24 sks. Jurusan menanggapi bahwa faktor terbatasnya tenaga dosen dan sistem sikadu yang belum terlalu dipahami ini mengakibatkan terjadinya masalah tersebut. 2. Tuntutan lulus cepat yang dianggap kaku oleh mahasiswa program studi SPW 2017 yang merupakan angkatan terakhir ini dirasa sangat meresahkan. Klarifikasi Jurusan Geografi adalah sebagai berikut: a. Penutupan Program Studi D3 Survei Pemetaan Wilayah (SPW) di Jurusan Geografi dikarenakan prodi ini dianggap sudah tidak sesuai didirikan di Jurusan Geografi oleh tim accessor. Survei Pemetaan Wilayah harusnya masuk kedalam ranah Ilmu/Teknik Geodesi yang seharusnya dibawah Fakultas Teknik. Alasan kedua adalah berkurang drastisnya jumlah pendaftar prodi SPW dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, rencana prodi SPW akan dihapuskan dan sebagai gantinya akan dibukanya D4 atau S1 Sistem Informasi Geografi sebagai rencana jurusan kedepan. b. Tuntutan lulus cepat yang dicanangkan awal maret ini merupakan satu usaha jurusan untuk mengejar waktu agar angkatan 17 SPW ini tetap memperoleh akreditasi B saat lulus. c. Mata Kuliah yang harus diambil oleh angkatan 17 SPW di semester berikutnya adalah TA dan PKL. Rencana awal, jurusan menghendaki agar TA dilakukan di semester pendek, namun berdasarkan diskusi yang telah dilakukan oleh pihak fakultas diputuskan bahwa TA merupakan mata kuliah yang harus ditempuh di semester normal karena penyusunan TA membutuhkan waktu lebih dari 1 bulan (2-3 bulan). Ketika diputuskan normal maka harus mengisi KRS dan tetap membayar UKT full di semester selanjutnya. 3. Usulan ide ramah lingkungan dan pentingnya mengurangi sampah plastik mengenai pengadaan air galon untuk ditempatkan di beberapa titik di Jurusan Geografi direspon positif oleh jurusan. Respon jurusan adalah bukan pengadaan air galon namun akan lebih tepat jika dihadirkan air siap minum atau “Osmosis� seperti yang terlihat di depan Gedung LP3 UNNES. Usahanya adalah mahasiswa dapat mengajukan proposal ke fakultas terkait pengadaan tersebut. 4. Usulan terkait transparasi uang dosen dalam kegiatan SFG direspon oleh jurusan. Dikarenakan SFG merupakan kegiatan “diluar� UKT, maka segala pembiayaan ditanggung mahasiswa termasuk honor dosen. Hal ini juga dikarenakan dari pihak fakultas maupun universitas tidak menganggarkan honor untuk dosen dalam kegiatan ini. (departemen d)
20
Geo. stud, act.
T
Pekan Olah Raga dan Seni Geografi 2019
ahun 2018 sudah menginjak bulan November yang berarti bulan keseruan mahasiswa geografi sudah di mulai. Ya, tak lain dan tak bukan karena adanya acara PORSEGI yang di helat selama 5 hari berturut-turut. PORSEGI itu acara apa sih? PORSEGI adalah pekan dimana mahasiswa geografi diberi wadah untuk unjuk bakat olahraga maupun kesenian agar dapat menumbuhkan jiwa sportifitas dan kreatifitas. Cabang perlombaan yang dipertandingkan pun sangat beragam. Dari bidang olahraga, cabang perlombaan nya yaitu futsal putra, futsal putri, voli, basket, bulu tangkis, tarik tambang. Di bidang kesenian ada akustik, musikalisasi puisi, dance, stand-up comedy dan video competition. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa geografi angkatan 2016, 2017 dan 2018 ini berlangsung pada tanggal 29 Oktober hingga 2 November 2018 Acara PORSEGI 2018 dimulai pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 di Lapangan FIS, dengan adanya pembukaan secara resmi oleh Bapak Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, S.Pd., M.Sc. selaku Pembina Himpunan Mahasiswa Geografi. Acara berjalan dengan lancar dan dihadiri juga oleh mahasiswa geografi. Lalu acara dilanjutkan dengan futsal antara teman-teman panitia PORSEGI 2018 melawan tim dosen geografi. Dimana teman-teman panitia pun tak sungkan melawan dosen, yang juga tak malu menunjukan keahlian nya dalam bermain futsal. Pada hari ini juga, voli dipertandingkan di lapangan voli sayap kanan gedung C7, antara Geografi’18 dengan Pendidikan Geografi ’16. Pertandingan futsal putra, futsal putri dan voli pun di mulai pada hari Selasa dan peserta pun harus berjuang dengan sistem pertandingan penyisihan hingga final nya pada hari Jumat, 2 November 2018. Pertandingan basket dilakukan hanya satu hari pada hari Selasa, perlombaan tarik tambang pada hari Rabu dan perlombaan barang basil pada hari Kamis. Di bidang kesenian, dilakukan pada hari Selasa dan Kamis hari pukul 19.00 WIB di lapangan parkir sayap kanan C7 dan lorong C7. Pada hari Rabu, kesenian yang di perlombakan yaitu akustik dan stand-up comedy. Seluruh mahasiswa geografi sangat berantusias dalam acara ini, baik peserta maupun penonton yang meramaikan di sekitar panggung. Malam kesenian yang pertama ini dibuka oleh penampilan akustik dari Geografi 2018 dan diakhiri oleh penampilan stand-up comedy dari Geografi 2016. Sedangkan pada malam kesenian di hari Kamis bertempat di lorong C7 dan melombakan cabang seni dance dan musikalisasi puisi. Penampilan dance yang atraktif dari pendidikan Geografi 2018 memulai keseruan malam kesenian kedua dan musikalisasi puisi yang unik dan out of the box dari Survei dan Pemetaan Wilayah mengakhiri malam kesenian hari ke 2 yang hening dan dingin. Di bidang olahraga, sudah ada juara dari masing-masing cabang perlombaan. Futsal putra di menangkan oleh Geografi 2016 setelah mengalahkan Geografi 2017 dengan skor 2-1 di final. Futsal putri dimenangkan oleh Pendidikan Geografi 2016 setelah mengalahkan Geografi 2018 dengan skor. Cabang voli di menangi oleh Pendidikan Geografi 2017 yang berhadapan dengan Geografi 2018. Pertandingan tarik tambang antara Geografi 2017 dengan Pendidikan Geografi 2017 di menangi oleh Geografi 2017. (kunti)
21
profil
HIMA GEOGRAFI KABINET BERAKSI PERIODE 2019/2020 H
ima Geografi (Himpunan Mahasiswa Geografi) merupakan lembaga kemahasiswaan internal tingkat fakultas yang berada dibawah naungan Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Hima Geografi memiliki tujuan untuk membangun lingkungan geografi yang lebih baik dengan nuansa religius, berpola pikir ilmiah, mengapresiasi minat dan bakat, memberikan advokasi kepada mahasiswa geografi dan pengabdian masyarakat, aktif dalam pengembangan organisasi serta berwawasan lingkungan. Hima Geografi memiliki tujuan khusus dalam mewujudkan prestasi, religius, solit dan ulet. Inilah prinsip yang dipegang teguh oleh Hima Geografi dalam menjalankan tugasnya. Saat ini periode Hima Geografi FIS UNNES beranjak pada periode 2019 dengan kabinet BERAKSI (berprestasi, agamis, kekeluargaan, dan sikap peduli) memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Ketua Hima, Wakil Ketua Hima, Sekertaris dan Bendahara, Biro Komunikasi dan Informasi (BIRKOMINFO), Biro Rumah Tangga dan Kewirausahaan (BRT-K), Departemen A sebagai Departemen Keagamaan, Departemen B sebagai Departemen Keilmuan dan Penelitian, Departemen C sebagai Departemen Bakat dan Minat, Departemen D sebagai Departemen Advokasi dan Pengabdian Masyarakat, Departemen E sebagai Departemen Pengembangan Organisasi. Dalam satu periode Hima Geografi FIS UNNES di tahun 2019 ini diketuai oleh Muhammad Afwan Maulana (Pendidikan Geografi 2017), dengan pendamping Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, S.Pd., M.Sc. Kemudian pembina sekaligus penanggung jawab atas Hima geografi adalah Dr. Tjaturahono Budi Sandjoto, M.Si. Selain itu beliau juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Geografi FIS UNNES. Dalam perkembangannya Hima Geografi FIS UNNES memiliki dua BSO (badan semi otonom) yaitu FSIG (forum studi Islam geografi) dan BPMG (badan pers mahasiswa geografi). Program kerja unggulan yang dilakukan oleh HIMA Geografi adalah diantaranya Geography Championship, Pengenalan Lingkungan Geografi, Pekan Olahraga dan Seni, dan masih banyak lagi sejumlah 32 program unggulan pada periode 2019-2020. (andriana)
22
opini
Apa Kata Asprak ? Hello buat kalian yang pernah merasakan praktikum Geografi, gimana??seru gak? Gimana dengan ASPRAKnya, enak gak?? Nah aku akan membagikan sedikit cerita tentang kehidupan para ASPRAK kalian. Jadi asprak itu gak mudah yang pertama nih kita harus lulus mata kuliah yang akan kita asprakin. Ya iyalah masa belum lulus bagaimana ceritanya asisten praktikum belum lulus mata kuliahnya. ASPRAK itu harus pinter, APRAK itu harus bisa mengajar kelas, ASPRAK itu harus punya skill, itu semua benar namun yang terpenting adalah kalau mau jadi ASPRAK itu harus sabar dan ikhlas menghadapi anak-anak praktikumnya. "Mas, tolong kasih dispensasi dong!!", "Mas, Laporan Praktikumku belum selesai masih sampe dasteo", "Mas, nanti malam saya ngumpulin Lapraknya", "Ya Allah mas kok dasteonya banyak banget", "ini harus digambar mas??A1?? Astaghfirullah...", "Mas, ini ngumpulinnya berapa Minggu?kasih perpanjangan dong, ini sulit lho!", "Mas, Asprak terbaik deh gak di minus kan yaah??(sambil merayu)", "Mas, maaf ya ngumpulinnya telat karena jiwa rebahan saya sangat bergelora", "Ih nilainya pelit", "Jangan di revisi ya mas!!". Mungkin itu adalah beberapa ungkapan yang kalian sampaikan ke asprak kalian. Kita para asprak itu suka sedih kalo laporan kalian ditunda-tunda, karena saat yang menjengkelkan jadi Asprak adalah saat dimana kita dihadapkan dengan kertas laporan, buku nilai, dan bolpoin merah yang akan digoreskan di kotak pojok kiri cover laprak kalian. Jadi nih buat kalian para anak-anak praktikum kita ngasih nilai minus buat kalian itu disamping biar kalian tertib juga memudahkan kami dalam mengoreksi laprak kalian. Jadi ketepatan kalian adalah bencana bagi kami, coba kalian rasakan jika serombel berisi 20 orang telat semua kita para asprak sudah ditagih-tagih sama dosen terkait nilainya, kita bukan Bandung Bondowoso yang ngoreksi laprak dengan sekejap mata karena kami juga punya kesibukan masing, tugas yang banyak, rapat organisasi, pengen rebahan, pengen jalan-jalan, pengen mbucin(bagi yang punya). Pengalaman nih kemaren aku di tuntut ngoreksi laprak 5 acara dengan peserta 25 orang dan diberi waktu 3 hari buat ngoreksinya, coba bayangkan penderitaanya. Saat praktikum lapangan kita juga merelakan waktu, tenaga, pikiran untuk kalian. Jadi asprak juga punya beban moral terhadap ilmu yang kita sampaikan. Kalau salah nanti pertanggungjawaban nya itu berat lho. Waktu-waktu senggang kita juga terkadang kalian ganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sudah di jelaskan namun kaliannya aja yang kurang mengikuti praktikum dengan baik. Buat kalian yang ingin mendaftar ASPRAK di semester depan, tolong ya luruskan niat untuk mengabdi dan untuk mengembangkan potensi serta skill kalian. Jangan lihat materi yang diberi Jurusan, lihatlah ilmu yang kita dapatkan. Kalian harus mempertebal kesabaran karena kalian akan bertemu anak-anak yang menjengkelkan, lucu, gemes, suka nunggak, atau banyak yang lain. Jadikan kelas praktikum kalian senyaman mungkin kalau dapat yang nyaman di hati anggap itu bonus buat kalian. hehe. Terimakasih untuk yang telah membaca curhatan ini semoga kepekaan kita semua lebih meningkat supaya mutu praktikum lebih baik, dan dapat mencetak lulusan yang berkualitas dan siap di dunia kerja nantinya. (no name)
23
geoticle
MENGUKUR URGENSI PEMINDAHAN IBU KOTA 24
P
residen Joko Widodo menyatakan akan memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Namun wacana pemindahan ibu kota bukan sesuatu yang mendesak dan harus dipertimbangkan dengan matang karena empat hal. Pertama, meski anggaran pemindahan yang direncanakan sebesar Rp 466 triliun tidak menggunakan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN), nilainya sangat fantastis dan tidak tepat alokasi. Dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang lebih urgen. Pemerintah seharusnya berfokus saja pada target yang telah ditetapkan, yaitu peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas. Menurut Berita Resmi Statistik Nomor 41/05/ XXII yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik pada 6 Mei 2019, tenaga kerja Indonesia yang lulus pendidikan diploma dan universitas hanya sebesar 12,57 persen. Mayoritas tenaga kerja berpendidikan rendah, yaitu 40,51 persen berpendidikan sekolah dasar ke bawah dan 46,92 persen lulus sekolah menengah. Data Human Capital Index (HCI) Indonesia pada 2019 dari Bank Dunia sebesar 0,53. Angka ini berada di bawah rata-rata HCI dunia yang sebesar 0,57. Rendahnya kualitas sumber daya manusia menghambat peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan inovasi. Tak mengherankan jika sejak 1985 Indonesia masih terperangkap dalam kelompok negara lower middle income, padahal berpeluang untuk naik ke upper middle income jika bisa memanfaatkan bonus demografi yang akan terjadi pada 2020-2035. Melimpahnya jumlah penduduk dalam usia produktif (bonus demografi) harus dibekali dengan tingkat pendidikan yang berkualitas agar mereka bisa lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar tenaga kerja. Sebaliknya, jika mereka masih berpendidikan rendah, bonus itu akan menjadi beban pemerintah karena tingkat pengangguran sangat mungkin meningkat. Kedua, pemerataan setelah pemindahan ibu kota tidak akan terjadi dalam waktu sekejap. Badan Pusat Statistik mencatat rasio Gini Indonesia selama 2002-2019 berkisar antara 0,3 dan 0,4. Jika rasio Gini makin mendekati angka 1, ketimpangan yang terjadi makin besar. Selama 17 tahun, tidak ada perubahan yang signifikan dalam penurunan ketimpangan di negeri ini. Salah satu cara untuk mengurangi ketimpangan adalah meningkatkan upah minimum tenaga kerja, terutama pekerja yang berpendapatan rendah, agar mereka dapat keluar dari kelompok masyarakat miskin. Cara lain adalah meningkatkan penerimaan dari pajak, kemudian mengalokasikannya
25
untuk memperbanyak lapangan kerja. Pemerataan juga akan terjadi dengan meningkatkan investasi di sektor pendidikan, sehingga diharapkan ketimpangan pendidikan antar-generasi berkurang. Ketiga, pengambilan keputusan untuk memindahkan ibu kota merupakan bagian dari kebijakan publik. Kebijakan publik didefinisikan sebagai kebijakan yang diambil pemerintah untuk menyelesaikan masalah sosial dan strategi perencanaan serta implementasinya (Anderson, 1975). Maka, kebijakan publik tidak dapat diputuskan hanya oleh satu organisasi, tapi juga harus melibatkan negosiasi, bargaining, dan mengakomodasi berbagai kepentingan agar program tersebut dapat diformulasikan dan diimplementasikan dengan baik. Dengan kata lain, pengambilan kebijakan publik tidaklah sederhana, tapi membutuhkan proses dinamis yang kompleks karena melibatkan serangkaian action dan inaction dari kelompok-kelompok dengan berbagai kepentingan di tahapan yang berbeda. Karena itu, wacana pemindahan ibu kota seharusnya tidak menjadikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai satu-satunya pengambil kebijakan. Kebijakan yang diambil juga harus melibatkan kementerian lain, lembaga legislatif, swasta, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat, mengingat dampaknya yang luas bagi Indonesia. Keempat, wacana pemindahan ibu kota harus berdasarkan kajian akademik yang obyektif. Dalam kajian Bappenas dijelaskan bahwa keputusan untuk memindahkan ibu kota dibuat berdasarkan opini publik. Namun ternyata keputusan tersebut hanya diambil berdasarkan persepsi sembilan orang (tiga orang menolak dan enam mendukung). Hal ini tentu sangat subyektif dan lemah. Adapun analisis biaya dan manfaatnya dilakukan secara kualitatif-ini membuat tidak ada ukuran yang jelas mengenai dampak pemindahan ibu kota. Pemerintah seharusnya membuat kebijakan publik berdasarkan naskah akademik yang obyektif dan detail yang lengkap, dengan seberapa besar dampaknya di berbagai aspek, seperti ekonomi, lingkungan, sosial, hukum, keamanan, dan budaya. Kajian ini juga harus disertai perbandingan dengan negara-negara lain agar pemerintah bisa belajar bagaimana kasus pemindahan ibu kota di negara lain sukses atau gagal. Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali urgensi pemindahan ibu kota, mengingat masih banyak permasalahan ekonomi yang lebih mendesak untuk diselesaikan. Wacana pemindahan ibu kota harus diputuskan bersama-sama, mengingat kebijakan publik ini berdampak sangat luas bagi masyarakat Indonesia.(tempo)
indonesia today 1. Presiden Joko Widodo kembali menjabat sebagai presiden setelah memenangkan pemilu 2019 pada bulan april yang lalu. Kali ini Pak Jokowi (sapaan akrabnya) menggandeng Bapak KH. Ma’ruf Amin sebagai wakil presidennya. Sumpah jabatan dan pelantikan presiden dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat. 2. Pada tanggal 4 Agustus 2019 pukul 11:50 WIB sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah dan sekitarnya mengalami mati listrik yang berdampak kepada 21 juta pelanggan. Pemadaman listrik berlangsung selama beberapa jam (di beberapa daerah bahkan berlangsung hingga malam hari), disertai dengan terganggunya sistem transportasi umum, telekomunikasi, dan lalu lintas akibat pemadaman listrik. PLN menyebut bahwa mati listrik disebabkan oleh adanya gangguan transmisi 500 kV di Ungaran dan Pemalang yang menyebabkan terganggunya transfer energi listrik. 3. Nadiem Makarim, CEO dan Founder Gojek terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-29. Saat diumumkan pembentukkan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa beliau akan merekrut menteri yang berusia dibawah 30 tahun dan berasal dari kalangan profesional. Namun, hal itu tidak terjadi, tetapi yang mengejutkan adalah kehadiran sosok Nadiem Makarim yang ikut bergabung kedalam kabinet. Nadiem Makarim atau Mas Menteri sebagai sapaan akrabnya, menjadi menteri termuda pertama di Indonesia yang menduduki kabinet. Dengan masuknya Nadiem Makarim, diharapkan membawa angin segar terhadap perubahan pendidikan di Indonesia yang lebih baik. Selain itu, diumumkan pula pendidikan tingkat tinggi (Universitas), kembali bergabung dengan Kemendikbud untuk mengefisiensikan fungsi Kemendikbud. Wah, selamat ya, Mas Menteri! 4. Pada akhir September 2019, ribuan mahasiswa turun kejalan untuk melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran. Mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut pemerintah membatalkan revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), menunda pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, dan tuntutan lainnya. Rangkaian unjuk rasa ini dimulai pada 23 September di daerah Gejayan, Yogyakarta; Alun-alun Tugu Kota Malang; Semarang; dan Balikpapan,yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pada 24 September, bertepatan dengan 20 tahun Tragedi Semanggi II, mahasiswa menggelar unjuk rasa di gedung DPR saat rapat paripurna dan gedung pemerintahan daerah lainnya di berbagai wilayah. Polisi sempat menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa. Pada 25 September, para pelajar setingkat SMA berunjuk rasa di depan gedung DPR. Unjuk rasa ini sempat berlangsung damai, tetapi saat menjelang sore, unjuk rasa memanas dan polisi kembali menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa. Pada 26 September, mahasiswa di Surabaya mengadakan unjuk rasa untuk menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) UU KPK.
26
5. MRT Jakarta resmi beroperasi pada 24 Maret 2019. Proyek transportasi besar ini awalnya beroperasi pada 1 Maret 2019, namun baru dibuka untuk publik pada 24 Maret 2019. MRT Jakarta menjadi MRT pertama yang resmi beroperasi di Indonesia. Pada Fase Pertama, MRT Jakarta menghubungkan antara Jakarta bagian Pusat dan Selatan dengan panjang 15,7 KM dan 13 Stasiun. Stasiun yang beroperasi juga beberapa berada dibawah tanah. Rencananya, MRT Jakarta akan memasuki fase kedua pada 2021 dan diperkirakan selesai pada tahun 2025. 6. Berita duka menghampiri Indonesia, Ibu Ani Yudhoyono, Istri sekaligus Ibu Negara mantan Presiden Ke-6 Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, menghembuskan nafas terakhirnya di National University Hospital, Singapura pada usia 66 tahun. Ibu Ani Yudhoyono berjuang dari sakit Kanker Darah yang dideritanya selama beberapa bulan belakang. Namun takdir berkata lain, Ibu Ani Yudhoyono meninggal pada 1 Juni 2019 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, jakarta Selatan. Selamat jalan, Ibu Ani. 7. Berita duka juga menghampiri Indonesia pada pertengahan bulan September 2019. Bapak mantan Presiden Indonesia yang Ke-3, Bapak B.J. Habibie menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 83 tahun. Pak Habibie meninggal dunia pada tanggal 11 September 2019 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Pak Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, jakarta Selatan tepat disamping makam istrinya dan mantan Ibu Negara, Ibu Hasri Ainun Besari. Selamat jalan, pak Habibie. Terbang tinggi menuju surga-mu disana.
27
PEMILIHAN DUTA JURUSAN GEOGRAFI 2019
What’s on our dept.
28
hiburan
Oleh : Intan Oleh : Amanda
29
“Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.� - Mark Twain (1835 -1910)
30
Globe Magazine Majalah Globe, merupakan sebuah majalah yang berisi tentang kegiatan yang ada di Jurusan Geografi UNNES dan ilmu-ilmu kajian yang dapat memperkenalkan tentang geografi lebih mendalam serta sangat berguna untuk menambahkan wawasan dan pengetahuan bagi Mahasiswa Geografi dan juga masyarakat luas pada umumnya. Selain itu, Majalah Globe ini bisa dijadikan sebagai media dalam mengekspresikan diri atau pun mengeluarkan bakat dan minat Mahasiswa Geografi tentang seni, kreativitas dan juga kemampuannya dalam mengkaji masalah-masalah tentang ke geografi an. Diharapkan dengan munculnya majalah ini akan menciptakan mahasiswa geografi yang lebih aktif, kritis dan cinta lingkungan serta berpengetahuan luas.
globe magazine.