Buletin Vol. 1 Oktober 2019
IBU KOTA INDONESIA PINDAH ?
DAFTAR ISI
OUR TEAM
1. Polemik Pemindahan ibu kota 2. Tanya Maba 3. Tanya Opini 4. Lebih Kenal 5. Self Reminder 6. Sekilas BPMG
contact us : E-mail : bpmgunnes@yahoo.com instagram : unnes_bpmg Facebook : unnes bpmg
PIMPINAN REDAKSI Yuria Sari
EDITOR
Fanny Fauziah Azhari
REPORTER
Yosia Cesio Amanah Kartika R. Lutfiana Laela AR.
LAYOUTER
Muhammad Taqy Rizqi Adji Pramudia
P
emerintah menetapkan lokasi ibu kota terletak di dua kabupaten yang tersambung di Kalimantan Timur. "Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi. Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur bukan salah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jokowi menyebut beban Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan dan pusat jasa. Jakarta juga punya beban berat karena memiliki bandara dan pelabuhan terbesar di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya pemahaman-pemahaman tentang wacana pemindahan ibu kota negara melalui kajian-kajian yang ada. Diantara berbagai potensi positif yang ingin didapatkan dari kebijakan tersebut yakni adanya konektivitas pemerataan ekonomi. Bukan hanya keseimbangan pembangunan wilayah, namun konektivitas lokasi yang akan dijadikan tujuan relokasi akhir ibu kota sedapat mungkin mumpuni dalam menciptakan konektivitas perekonomian berkenaan dengan konsep negara kepulauan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut pemindahan ibu kota ke luar Jawa justru akan memperkuat fungsi Pusat Kawasan Nasional (PKN) dan Pusat Kawasan Wilayah (PKW), terutama di kawasan Indonesia Timur.
lebih kecil dibandingkan Papua, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kepadatan penduduk di pulau Jawa, apabila terus berlanjut maka tak akan ada lagi ruang yang tersisa di pulau tersebut. Terutama kebutuhan dari sisi ketersediaan air bersih dan pangan. untuk pembiayaan terdapat dua skenario, yakni skenario pertama dengan nilai Rp 466 triliun, sedangkan skenario kedua Rp 323 triliun Pembiayaan itu akan bersumber dari empat pihak, yaitu APBN, BUMN, KPBU, dan swasta. Menurut Bambang Brodjonegoro, APBN akan difokuskan untuk infrastruktur pelayanan dasar hingga pembangunan Istana Negara. Sesuai penjelasan Bambang, kawasan induk ibu kota baru menempati lahan seluas 40 ribu hektare dan ke depan akan diperluas hingga 180 ribu hektare. 180 ribu hektare itu separuhnya nanti adalah ruang terbuka hijau termasuk hutan lindung,� ujar Bambang. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara memiliki lokasi yang strategis dan kaya akan pontensi minyak bumi dan gas alam (migas). Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan daerah yang kaya sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas alam (migas) serta batubara. Perekonomian
POLEMIK PEMINDAHAN IBUKOTA
Alasan pertama, karena Jawa sudah lelah. Lebih dari separuh penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa yang luasnya
Kutai Kartanegara pun didominasi sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai lebih dari 77%. Secara geografis Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki wilayah yang straregis. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Malinau dan Provinsi Kalimantan Utara. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang, dan Selat Makassar. Sedangkan di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan. Adapun di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu. Dengan adanya selat, maka kegiatan perekonomian dan perdagangan internasional maupun nasional dapat berjalan dengan baik karena letaknya berada di tengah Indonesia. Permasalahan Menurut Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Dwi Sawung, upaya pemindahan ibu kota tak ubahnya memindahkan masalah yang ada di Jakarta ke tempat yang baru, yakni Kalimantan. Hal itu jika Pemerintah tidak memiliki konsep baru yang baik dan matang akan pemindahan pusat pemerintahan yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2024. Menurutnya, permasalahan yang sama seperti Jakarta akan timbul juga pada Ibukota baru, yakni permasalahan pengelolaan limbah. Permasalahan ini tidak hanya mencakup limbah industry, melainkan permasalahan pada limbah rumah tangga, hingga sanitasi yang buruk. Masalah lain timbul akibat adanya deforestasi. Proses deforestasi ini tentunya akan menghilangkan hutan dan membuat keseimbangan lingkungan menjadi terganggu. Laporan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, menyatakan beberapa daerah disana yang merupakan wilayah ibu kota negara baru, tak lepas dari kebakaran dan bencana asap. Titik lokasi di Nenang, Gunung Seteleng, dan Lawe-lawe. Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga wilayah ibu kota baru Indonesia, tak luput dilanda kebakaran. Terutama di Samboja, khususnya di Tahura Bukit Soeharto, yang memiliki kawasan hutan cukup besar. Kemudian selain deforestasi juga terdapat masalah berikutnya, Masalah lain terletak pada rencana lokasi hunian bagi para pegawai pemerintahan pusat yang akan ikut pindah ke Kalimantan yang menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) jumlahnya hampir mencapai satu juta orang. Bukan tidak mungkin, jika masalah ini terulang, para pekerja kementerian dan lembaga negara yang ikut berpindah seiring berpindahnya ibu kota, akan bermukim di kota-kota lain di luar dua kabupaten yang telah ditetapkan jadi lokasi pusat pemerintahan negara. (Yosia)
“
Tanya maba
Gimana kesan-kesannya masuk ke jurusan Geografi UNNES ?
�
- Kukira biasa saja, namun semakin kesini makin terasa. Tugas dan lapraknya membumi sekali, Astaghfirullah. - Sempet kaget sama lapraknya yang banyak, tapi ya gapapa, nikmatin aja. - Ra ndue duit, ra ndue yang, ndue ne tugas dan laprak segudang. Makin ambyar mbak.
R
URGENSI PEMINDAHAN IBU KOTA Oleh : Dr. Ir. Ananto Aji, M.S
encana pemindahan ibukota bukan hal yang baru bagi negara kita. Rencana pemindahan ibukota pernah diwacanakan oleh Presiden Soeharto pada masa pemerintahannya. Jonggol, pernah dipilih sebagai tempat yang dirasa mampu mengemban title sebagai ibukota negara Indonesia. Namun, rencana itu gagal direalisasikan karena lokasinya yang terlalu dekat dengan Jakarta dan akibat pengaruh politik yang tidak mendukung. Kemudian isu baru timbul di masa pemerintahan Joko Widodo yaitu pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemilihan Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibukota baru tentu telah dikaji sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keruangan, lingkungan, ekonomi, politik, sosial dan lain lain. Jika kita membahas tentang pembangunan maka kita berbicara tentang span of control atau bagaimana mengontrol wilayah. Posisi calon ibukota baru ini sangat ideal untuk mengontrol wilayah baik ke utara, selatan, barat, dan timur karena berada hampir di tengah-tengah. Pemerataan pembangunan diharapkan bisa tercapai dengan pemindahan ibukota ini. Diharapkan daerah timur Indonesia yang sebelumnya kurang dilihat bisa dikembangkan dengan optimal. Namun apabila kita melihat sisi geologi batuan Kalimantan Timur yang sebagian besar adalah berbahan dasar gambut, diperkirakan memiliki keterbatasan dalam mendukung bangunan. Hal ini berbeda dengan geologi batuan di Jakarta yang sangat massif, sehingga mampu menopang bangunan yang tingginya bahkan mencapai lebih dari 50 lantai. Berbicara tentang untuk rugi pemindahan ibukota ini tentu dapat dilihat dari berbagai sisi. Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan proyek besar ini. Isu lingkungan merupakan isu yang paling ditonjolkan oleh pihak yang kontra dan LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Alih guna lahan dari yang awalnya hutan menjadi kawasan terbangun menjadi alasan penolakan. Lahan yang dibutuhkan dalam proyek pemindahan ibukota mencapai 180 ribu hektar. Hal ini dinilai ber-
TAOPINI N YA
lebihan pasalnya lahan tersebut digunakan hanya untuk perkantoran dan semua kementerian. “Lahan yang dibutuhkan untuk pemindahan ibu kota itu 180 ribu hektar, tetapi saya tidak yakin karena 180 ribu hektar itu sangat luas, kurang lebih setara dengan luas dua kabupaten di Pulau Jawa. Sedangkan yang dibutuhkan hanya untuk perkantoran Kepresidenan dan semua kementerian, beserta seluruh sarana dan prasarananya, termasuk untuk ASN. Sehingga saya yakin tidak sebesar itu jika yang ingin dipindah hanya ibukotanya atau status administrasinya�, terang Beliau. Berdasarkan informasi media, pembangunan yang akan direncanakan dimulai pada tahun 2020 dan untuk tahap pertama dibutuhkan sekitar 30 ribuan hektar. Perubahan penggunaan lahan yang akan terjadi amat disayangkan karena walaupun tujuan utamanya yaitu pemindahan ibukota secara administratif namun tidak akan selesai sampai disitu. Akan ada pembangunan-pembangunan lainnya untuk menyokong status baru tersebut dan lagi-lagi yang dikorbankan adalah lingkungan.
“Kalau saya boleh bilang dari sanubari, kita sudah kehilangan hutan sangat banyak sehingga sayang sekali jika kita harus mengorbankan hingga 180 ribu hektar hutan untuk ekosistem baru dalam artian sistem budidaya entah dalam bentuk pemukiman atau perkotaan. Mungkin bila ada usulan dengan ibu kota negara tetap di Jakarta tetapi dipusatkan di satu tempat bisa menjadi pemikiran yang bagus”, ungkapnya. Setelah diresmikan nanti, diperkirakan aka ada 900 ribu PNS yang akan bekerja di lingkungan ibukota dan itu juga membutuhkan lahan untuk tempat tinggal. Kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan harus dipenuhi oleh pemerintah. Akibat kurang mampunya geologi batuan dalam menopang bangunan vertikal, maka pilihannya adalah pembangunan horizontal yang membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Lambat laun, hutan Kalimantan yang dulunya adalah paru paru dunia lambat laun akan berkurang karena kebutuhan lahan yang makin meningkat akibat pemindahan ibukota. Jakarta saat ini dijadikan berbagai pusat kegiatan seperti pusat ekonomi dan bisnis, pusat pemerintahan, pusat pelayanan dan jasa bahkan pelabuhan. Jakarta-pun merupakan salah satu pelabuhan yang tergolong ramai. Jakarta sendiri memiliki beban yang sudah berat, bisa dilihat dari tingkat pencemaran udara yang sudah memprihatinkan, tetapi bila penataannya diperbaiki dengan sistem yang lebih baik, Jakarta akan tetap mampu menopang sumua fungsi tersebut. “Saya memiliki keyakinan bahwa Jakarta kedepannya akan semakin baik, contohnya dengan adanya busway, kereta bawah tanah, dan MRT” jelasnya. Salah satu masalah terbesar Jakarta saat ini adalah kemacetan. Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi merupakan salah satu penyebab kemacetan semakin parah. Jika pemerintah dapat mengimbangi dengan moda transportasi umum seperti mass rapid transport yang semakin baik dan menyebar, maka salah satu masalah Jakarta bisa diatasi. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa dengan adanya pemindahan ibukota ini dapat mengurangi beban dari Jakarta. Akan terjadi pengosongan beberapa ruang, dimana yang dulunya padat menjadi sedikit longgar. Bila kekosongan ruang ini dapat dimanfaatkan dengan tepat maka Jakarta akan lebih baik. Tapi bila yang terjadi adalah kebalikannya maka pemindahan ibukota hanya akan sia-sia saja. “Sebagai seorang ahli lingkungan saya lebih setuju Jakarta diperbaiki kerusakannya dari pada kita pindahkan ibukota, tetapi menciptakan masalah lingkungan di tempat baru” tegasnya. Namun, tidak dapat dipungkiri beban Jakarta memang sudah melebihi daya dukung lingkungannya apabila keadaan seperti ini masih tetap dilanjutkan tanpa perbaikan ekstrim. Dilihat dari segi lingkungan, pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur berpeluang menimbulkan permasalahan baru terutama pada alih fungsi lahan yang dilakukan secara besar-besaran. Lebih baik bila dana yang digunakan untuk pemindahan ibukota digunakan untuk memperbaiki Jakarta. Penataan kota dan pengambilan kebijakan kebijakan yang tepat dengan mempertimbangkan semua aspek dinilai akan mampu mengatasi permasalahan yang ada. (Taqy -Lutfiana-Yuri)
lebih kenal
Kenal Lebih Dekat dengan Edy Trihatmoko :
Dari pengennya Dokter Gigi jadi Dokter Bumi E
dy Trihatmoko, lahir di Sleman, 3 April 1992 merupakan anak tengah dari 3 bersaudara. Pria yang akrab dipanggil koko ini sekarang menjadi salah satu staff pengajar di Jurusan Geografi Unnes khususnya di bidang Kepesisiran dan Penginderaan Jauh Digital. Mulai bergabung di Geografi Unnes pada tahun 2018, beliau mengaku merasa senang dan diterima dengan baik oleh staff pengajar maupun Mahasiswa. Perjalanan akademiknya dimulai dari SD N Rejaodani kemudian melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP N 6 Yogyakarta dan terakhir di SMA N 4 Yogyakarta. Semasa SMA, Ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya Fakultas Kedokteran Gigi UGM, namun takdir mengantarkannya ke Fakultas Geografi UGM, Bidang Studi Geografi Lingkungan. “Awalnya Saya ingin masuk di Kedokteran Gigi, cuma waktu itu ibu saya bilang, kalau peralatan dokter gigi itu mahal, akhirnya saya pasrah. Kemudian Kepala Sekolah saya menyarankan untuk masuk di Geografi saja, karena anaknya pun kuliah disana, beliau bercerita kalau kuliah di Jurusan Geografi itu enak, banyak mainnya. Dan kebetulan Saya suka main, suka explore kan, jadi kata itu saya tanamkan sampai saat ini“ ucapnya. Namun, dengan capaiannya yang sekarang, ia tidak menyesal telah berada di Fakultas Geografi karena kajiannya yang sangat luas dan berguna di berbagai Bidang. Awal kiprahnya di dunia penelitian dimulai dari pertemuannya dengan Prof. Much Rifai, salah satu Guru Besar Fakultas Geografi UGM yang ahli dibidang coastal area (Pesisir). Seiring dengan berjalannya waktu, sudah 5 penelitian yang beliau selesaikan bersama rekan-rekannya yang lain dan berfokus pada bidang Oceanografi dan Coastal Area. Menyelesaikan Program Sarjana di Fakultas Geografi UGM dengan Bidang Studi Geografi Lingkungan yang berfokus pada coastal Area dalam waktu 4 tahun. Kemudian melanjutkan program magisternya di Bidang Ilmu Fisika, Minat Magister Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai dengan mengikuti program fasttrack dan berkesempatan dual program di Chiba University, Jepang. Tidak sampai disitu, setelah lulus dengan mendapatkan gelar M.sc perjalanan akademiknya dilanjutkan dengan program Doktoral di Geografi UGM, serta kembali mengikuti dual program di NTNU (National Taiwan University) dan akan selesai pada akhir tahun 2019 ini. Berasal dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan, semua itu dijalaninya dengan berbagai beasiswa yang didapatnya. Sebut saja beasiswa Bidikmisi ketika berkuliah S1, dan kemusian beasiswa PMDSU Kemendikbud untuk program S2 dan S3. Tentunya beasiswa-beasiswa tersebut telah terbayarkan dengan semua capaian yang telah diraihnya hingga saat ini. Besar harapannya untuk kemajuan Geografi Unnes tempatnya mengabdi saat ini. Salah satunya dengan membangun kelompok diskusi bidang kepesisisran, sesuai dengan bidang yang dikuasainya. “Potensi mahasiswa Geografi Unnes di bidang akademik sangat besar untuk dikembangkan. Disini kita menyediakan wadah untuk berdiskusi dan belajar bersama” terangnya. Salah satu output dari rencana ini adalah memperkaya Jurusan Geografi dengan berbagai karya-karya ilmiah agar Geografi Unnes dapat bersaing dengan jurusan geografi dari perguruaan tinggi lainnya. Pesan beliau untuk seluruh mahasiswa Geografi adalah boleh kita ambisius, tapi dijalan yang benar. Dan jangan lupa selalu berdoa, semoga segala urusan dapat dipermudah-NYA, dan ketika selesai satu urusan, segera selesaikan urusan yang lain. (Fanny, Yuri)
self
reminder
Jangan Jadikan Laprak Sebagai Penghalang Organisasimu
O
rganisasi hidup berdampingan dengan mahasiswa di lingkungan kampus. Berbicara tentang organisasi, kita harus tau terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan organisasi itu sendiri. Organisasi secara sederhana dapat kita artikan sebagai suatu wadah atau perkumpulan orang yang bekerjasama untuk mewujudkan tujuan yang telah dirancang bersama. Organisasi memiliki suatu sistem yang tersusun dan memilki peraturan yang disepakati secara sadar oleh para anggotanya. Berada dalam suatu organisasi tentu memiliki wujud dari partisipasi itu sendiri. Partisipasi dalam sebuah organisasi sacara umum ada tiga yaitu keterlibatan, sumbangan dan tanggungjawab. Keterlibatan dalam sebuah organisasi merupakan hal yang harus dilakukan untuk membuktikan komitmen kita untuk berkontribusi didalamnya. Keterlibatan tidak hanya dalam bentuk jasmani saja tapi juga secara bathin dan pikiran. Dengan seringnya terlibat dalam kegiatan organisasi yang dipilih akan menambah jiwa kekeluargaan dan kebersamaan antar anggotanya. Yang kedua, yaitu sumbangan baik sumbangan waktu, tenaga maupun pikiran. Kegiatan organisasi menuntut adanya partisipasi dari anggotanya berupa terobosan terobosan baru dan solusi dari permasalan bersama. Yang terakhir yaitu tanggungjawab. Tanpa adanya tanggungjawab organisasi akan mati tanpa ada kegiatan apapun. Organisasi membutuhkan rasa tanggungjawab adari semua anggotanya agar kegiatan yang telah diagendakan dapat terlaksana dan bukan menjadi wacana belaka. Dilingkungan kampus sendiri, banyak organisasi kemahasiswaan baik yang baru berkembang maupun yang telah lama diakui keberadaannya. Organisasi – organisasi ini banyak jenisnya mulai dari intra, ekstra, antar, maupun dalam bentuk ikatan mahasiswa. Sebut saja BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), atau dalam lingkup jurusan ada HIMA jurusan serta yang lebih berkreasi seperti UKM - UKM yang ada di tingkat universitas, fakultas ataupun jurusan. Jadi, kita bebas ingin ikut organisasi yang mana. Dalam pemilihan organisasi sendiri yang terpenting adalah sesuai dengan bakat dan minat yang miliki. Tapi sebelum itu, masalah yang biasa dihadapi oleh para mahasiswa terkhususnya mahasiswa baru yaitu belum mengetahui bakat dan minatnya dimana. Jadi, mengetahui visi misi serta kegiatan dari organisasi yang ingin diikuti menjadi alternatif lain. Jangan sampai apa yang kita inginkan ketika ingin berkontribusi dalam organisasi itu pada akhirnya kecewa karna tidak sesuai dengan ekpekstasi yang diharapkan. Jurusan Geografi sendiri terkenal dengan kesibukan perkuliahannya yang luar biasa. Disamping ada tugas perkuliahan seperti jurusan- jurusan lainnya, geografi juga ada praktikum yang menuntut adanya laporan sebagai outputnya. Hal ini yang kadang menjadi kendala bagi seorang mahasiswa geografi untuk ikut berkontribusi dalam organisasi. Yang dirasakan adalah ragu untuk ikut atau tidak apakah dengan berorganisasi, kuliahnya akan terganggu atau laporan praktikumnya akan selesai tepat waktu atau tidak. Sebenarnya bukan masalah kuliah terganggu atau tidaknya dengan aktifnya kita diorganisasi kampus, tapi bagaimana kita bisa memajemen waktu itu sendiri. Bagaimana kita bisa membagi waktu dan tenaga untuk kedua duanya. Jika dilihat dari manfaatnya, organisasi kampus menawarkan banyak manfaat bagi anggotanya. Walaupun berbeda dengan kuliah yang hasilnya itu terlihat dalam bentuk IP (Indeks Prestasi) di setiap semesternya, namun manfaat organisasi ini berupa soft skiil yang tidak kalah penting dari IP. Soft skill atau sederhananya kita sebut dengan kemampuan untuk memanjemen diri sendiri merupakan hal yang harus dilatih secara kontiniu agar selalu terasah.
Dikutip dari jurnal.id ada tujuh manfaat dari kita mengikuti dan berpartisipasi dalam organisasi kampus. Yang pertama adalah masalah yang ada dapat terpecahkan.Disetiap organisasi pasti memiliki masalahnya tersendiri dan anggotanya yang akan menyelesaikan masalah tersebut. Disitulah kita dapat belajar bagaimana mencari solusi yang tepat guna menyelesaikan masalah tersebut. Yang kedua yaitu dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Organisasi terutama yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan sejenisnya, sering melakukan diskusi-diskusi tentang topic yang sedang hangat terjadi pada saat itu. Bahkan ada pula yang mengadakan semacam pelatihan pelatihan guna menunjang kualitas SDM anggotanya. Diskusi atau pun kepelatihan semacam ini yang dapat dirasakan langsung manfaatnya. Dari awalnya tidak tau menjadi tau dan dari awalnya tidak bisa menjadi bisa. Kerjasama juga merupakan prinsip dari jalannya sebuah organisasi. Lingkungan Organisasi akan mengajarkan anggotanya bagaimana kita untuk dapat bekerja sama dengan orang lain. Suatu kegiatan akan berhasil terlaksana bila orang orang yang berkontribusi didalamnya dapat bekerja sama dengan baik. Manfaat selanjutnya adalah sebagai sarana pengembangan public speaking. Kemampuan berbicara didepan umum tidak hanya dipelajari melalui teori teori yang ada di buku ataupun diinternet, melainkan memerlukan praktek langsung dikehidupan yang sesungguhnya. Dimulai dari menyampaikan pendapat, menyajukan pertanyaan pertanyaan di dalam forum organiasi. Semakin sering kita melakukannya, kemampuan public speaking kita akan semakin bagus. Manfaat selanjutnya yaitu mengembangkan jiwa kepemimpinan anggotanya. Selain belajar memimpin diri sendiri kita harus belajar bagaimana memimpin orang lain. Manfaat ke enam yaitu membentuk emotional intelegent. Dalam organisasi memiliki anggota dari orang yang memiliki kepribadian yang berbeda beda. Inilah yang menjadi tantangan kita dalam berkecimpung didunia organisasi. Bagaimana kita dapat memahami karakter orang lain dan menyesuaikan diri untuk menghadapi karakternya yang seperti itu. Selain itu, emotional intelegent juga mencakup bagaimana kita memanajemen emosi dan perilaku kita dalam menghadapi situasi situasi tertentu.. Manfaat terakhir dari kita aktif berorganisasi adalah belajar membagi waktu dengan baik. organisasi menuntut partisipasi dari anggotanya berupa sumbangan waktu. Diharapkan bahwa mahasiswa dapat membagi waktu antara kegiatan kuliah dengan organisasi. Demikian manfaat ikut berperan aktif dalam berorganisasi. Memang pada dasarnya, mahasiswa geografi terbilang lebih sibuk dibandingkan dengan jurusan lain. Namun hal itu jangan dijadikan sebagai penghalang kita untuk mengembangkan diri diluar perkuliahan. Asalkan kita dapat membagi waktu dengan baik, maka hal itu akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tidak sedikit orang yang sukses di dunia akademik namun juga sukses di organisasi yang digelutinya. Jadi jangan jadikan kesibukan kampus menjadi penghalangmu untuk mengekpresikan diri di dunia organisasi terutama organisasi kampus. (Yuri, Amanah)
Untuk pengiriman segala jenis konten atau rubrik untuk buletin berikutnya, kritik dan saran, bisa melalui kontak berikut : bpmgunnes@yahoo.com unnes_bpmg UNNES BPMG