DESEMBER 2010
1
Daftar Isi Majalah VIjayaKusuma | Edisi 61 | Tahun 2010 PENGANTAR REDAKSI
BERITA UTAMA 4 Konser Orchestra Pada Acara Sumpah Pemuda Persyaratan Untuk Menjadi Prajurit TNI 6 Mempersiapkan Calon Prajurit Yang Handal Ditinjau Dari Bidang Kesehatan 10 Mempersiapkan Generasi Muda Menjadi Seorang Prajurit Melalui Akademi 15
ROHANI Risywah (Sogok-Menyogok) Generasi Masa Depan
30 31
BINMIN PERSPRA Tata Cara Pengajuan Tanda Jasa Dan Tanda Kehormatan Di Lingkungan TNI AD
32
PENGETAHUAN Mengenal Fungsi Ajen Di Lingkungan Angkatan Darat 18 Amerika Serikat
SOSOK Peltu Purnawirawan Kowad Sukasmi Tersenyum Dimasa Pensiun
BABINCORAJ Pengukuhan Perwira Caj Baru
KARYA CIPTA Afif Widhi Ananto, Remaja Berprestasi
44
BINMIN PNS Pokok-Pokok Materi PP Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
46
JAHRILLURJA Teknik Budidaya Lele Dumbo Membuat Tempe Sendiri Efek Musik Terhadap Kinerja 2
3
Vijaya Kusuma | Edisi 61
22
24 26 28
40
BIN DOSPERS Pengoperasian Sistem Dosir Elektronik
50
LENSA DITAJENAD
52
BERITA PERSONEL Kenaikan Pangkat Berita Duka
56 62
Kata Pengantar
Susunan Redaksi Pelindung Dirajenad, Brigjen TNI S. Aritonang Penanggung Jawab
Pembaca yang budiman,
Wadirajenad,
Selamat berjumpa kembali dengan majalah Vijaya Kusuma pada Edisi 61 tahun 2010. Salam hangat dari redaksi teriring doa semoga kita semua Senantiasa ada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Amiin.
Sebagaimana pada Edisi sebelumnya majalah Vijaya Kusuma senantiasa menyuguhkan artikelartikel yang menarik dan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca sekalian. Khusus pada edisi kali ini redaksi menyajikan Artikel-artikel terkait kesiapan Tunas-tunas Bangsa untuk menjadi calon Prajurit. Bagi para orang tua yang menginginkan putra/ putrinya menjadi anggota TNI, maka dengan penyajian kali ini tentunya akan sangat membantu karena kesiapan ini terkait dengan Persyaratan administrasi, Kesehatan dan Psikologi. Redaksi juga menampilkan kekhasan Majalah ini yaitu materi Keajenan lainnya seperti Jahrillurja dengan teknik budidaya Lele Dumbo, Membuat Tempe Sendiri dan Efek Musik terhadap Kinerja serta Babincoraj kemudian yang tidak kalah menariknya, artikel tentang Profil kita kali ini pemilik/pengusaha katering yang sukses serta Anak remaja yang berprestasi dalam karya cipta dan untuk melengkapi penyajian, penulis sertakan Berita personel. Pembaca sekalian setiap tulisan yang dimuat sudah melalui proses pertimbangan kemanfaatan, namun redaksi sangat menyadari bahwa masih terdapat kekurangan untuk itu redaksi mohon adanya kritik dan saran dari para pembaca untuk perbaikan dipenerbitan yang akan datang. Akhir kata dengan segala kerendahan hati ijinkan redaksi mempersembahkan majalah Vijaya Kusuma kepada para pembaca.
Kolonel Caj Drs. M. Natsir Dewan Pertimbangan Redaksi Sesditajenad, Kasubditbincab, Kasubditbinmindiasahpra, Kasubditbinminperspra, Kasubditbinmin PNS, Kasubditbinminu, Kasubditbinjahrillurja, Kasubditbindospers, Pimpinan Redaksi Kolonel Caj Yus Rustiana, Wakil Pimpinan Redaksi Letkol Caj (K) Dra. Panca Wimbaryanti, Redaktur Pelaksana Letda Caj Alif Rachmatianto. S.Psi Staf Redaksi PNS Sarno, PNS Dedi Supriadi, PNS Rahayu, PNS Reniyati Bendahara PNS Murdiasih DITERBITKAN Ditajenad Jl. Vijaya Kusuma No. 1 Bandung Telepon : (022) 4203036 Fax. 022 4236322
Selamat Membaca. Redaksi menerima sumbangan naskah/ artikel/foto-foto yang menarik dan bermanfaat dapat dikirim ke alamat atau melalui e-mail : seiarahbincab@ yahoo.com
DESEMBER 2010
3
BERITA UTAMA
Orchestra TNI AD pada malam tanggal 3 dan 4 November 2010 telah memberikan tampilan apresiatif di depan para pejabat Negara, tampilan kali ini berskala nasional dan sejajar dengan Orchestra profesional lainnya, pagelaran Orchestra Angkatan Darat sangat memukau para penonton, konsep Brass Orchestra (Alat tiup) mendominasi, alunan dan sentuhan-sentuhan, serta sentakan nada-nada dalam satu aransemen merebut dan memaksa hati penikmat untuk terbuai dalam satu sesion program acara. Pada malam tanggal 3 November 2010 Orchestra hanya membawakan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta tanpa menggunakan sound system, karena alasan teknis pergeseran antara Orchestra dan tari memakan waktu lama, walaupun tanpa sound Orchestra dengan gaya musik harmoni lapangan berhasil memikat para undangan, terbukti Menpora Bapak Andi Malarangeng memberikan acungan jempol kepada Orchesra pada malam itu. Sekalipun Putri Ayu dibatalkan untuk berkolaborasi dengan Orchestra, pada tanggal 4 malam, personel Orchestra tidak kecewa dan tetap dalam satu keyakinan sukses. Kolaborasi tari dan Orchestra
4
Vijaya Kusuma | Edisi 61
dalam satu setengah menit begitu khidmat dan menegangkan, sehingga disesion ini pun berhasil menggetarkan dan mengantarkan pada satu suasana art’s yang berkualitas. Kendati kesempatan pengisian lagu-lagu sebelum acara pokok dimulai sangat dibatasi waktu, sehingga tidak semua lagu termainkan, Orchestra sempat memainkan lagu Bhineka, karya Dirajenad Brigjen TNI S.Aritonang dan mendapat respon tepuk tangan meriah, hal ini dikarenakan panitia acara diambil alih oleh protokol istana, sehingga perkiraan waktu atau interval kedatangan Presiden cukup lama. Perubahan acara tersebut sangat mendadak tetapi hal ini
tidak membuat personel Orchestra panik, terbukti walaupun lagu Indonesia Raya tidak dimainkan dengan Orchestra, namun personel dijadikan tim paduan suara dengan iringan piano oleh Bapak Tejo, dapat meyakinkan hadirin. ”LUAR BIASA” ungkapan jujur dari Bapak Tanribali dan panitia serta penonton terlontar secara tulus, bukan sekedar kata ”HEBAT”, ”BAGUS” dan ”SUKSES” atau basa basi semata, sehingga bagi kami personel, jabat tangan dan kata ”LUAR BIASA” itu, sangat membahagiakan, cukup membayar lelah latihan kami selama kurang lebih dua bulan dari jam 09.00 s.d. 14.00, setiap jam kerja. Semula Bapak Presiden ada keinginan memberikan ucapan
KONSER ORCHESTRA TNI AD PADA ACARA SUMPAH PEMUDA
komposisi atau karya merupakan buah hasil renungan yang dalam, bukan sekedar EAZY LISTENING (memberikan kesenangan sesaat) atau meningkatkan moril semata, tetapi mampukah sebuah karya itu merubah seseorang menjadi berbuat baik, karna sebuah karya musik merupakan hasil dari kecerdasan hati dan intelektual dan lebih jauh lagi merupakan hasil dari kecerdasan spiritual, sehingga sebuah karya bernilai adi luhung (Haritage) dan abadi demikian ungkapnya, terimakasih Bapak Toro atas bimbingan singkatnya. Kami berterimakasih atas bimbingan Dirajenad selaku pembina utama Orchestra AD yang rela membagi waktu untuk kepentingan Orchestra, sehingga
Orchestra AD maju secara cepat dan signifikan, Akhirnya saya sebagai conduktor mengucapkan Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pendukung, personel Orkestra serta semua pihak yang terlibat, semoga kita bertemu lagi di even yang akan datang.
selamat, namun karena sesuatu alasan diarahkan keluar oleh protokol istana, pada waktu itu beliau sempat membalas penghormatan dan lambaian tangan sambil mengucapkan ”TERIMAKASIH”, bagi kami, sangat indah lambaian tangan dan kalimat itu dirasakan. Dinamika di lapangan yang begitu progresif, dan tantangan-tantangan yang berjalan dari waktu ke waktu menempa personel Orchestra untuk maju, dari hasil gelar itu Bapak Tanribali berkomentar suatu saat akan membawa Orchestra AD bermain di dalam Istana mudah-mudahan hal ini dapat terwujud. Ada suatu komentar lain dari seorang Player biola dan komposer muda idealis dari solo bernama saudara Toro beliau sudah melanglang buana dan mengambil S2 jurusan komposisi, Beliau katakan Orchestra AD ”DAHSYAT” memiliki power dan sangat progresif, yang saat ini jarang dimiliki oleh OrchestraOrchestra lain, untuk Ortchestra AD dia salut dan rela memberikan komposisi gratis, menurutnya sebuah DESEMBER 2010
5
BERITA UTAMA
Pancasila dan UUD tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara”. Tugas tersebut adalah tugas yang memerlukan kemampuan terlatih, untuk itu redaksi akan menampilkan tulisan mengenai sumber dan persyaratan menjadi prajurit TNI yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama dan tulisantulisan lain yang menunjang sebagai persyaratan lainnya. SUMBER PRAJURIT 1. SUMBER PERWIRA. Prajurit golongan Perwira yang bersumber dari masyarakat diperoleh dari : a. Lulusan Akademi Tentara Nasional Indonesia (Akademi TNI). b. Lulusan sekolah Pertama Perwira. c. Mantan Prajurit Golongan pangkat Perwira. 2. SUMBER BINTARA. Prajurit golongan Bintara yang bersumber dari masyarakat diperoleh dari : a. Lulusan Sekolah Pertama Bintara. b. Taruna Akademi TNI Tk. III yang tidak berhasil menyelesaikan pendidikan karena alasan akademis. c. Mantan Prajurit golongan pangkat Bintara. 3.SUMBER TAMTAMA TK.I. Prajurit golongan Tamtama yang bersumber dari masyarakat diperoleh dari : a. Lulusan Sekolah Pertama Tamtama. b. Lulusan akademi TNI Tk. I yang tidak berhasil menyelesaikan pendidikannya karena alasan akademis. Sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 30 ayat satu yang berbunyi bahwa ”Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Serta ayat dua “Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”.
6
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Sebagai warga negara dan pemuda harapan bangsa kita semestinya terpanggil untuk dapat meralisasikan tugas mulia tersebut, berperan dan turut serta menjadi bagian dari unsur kekuatan utama menjadi anggota TNI. Tetapi bukan sesuatu yang mudah untuk dapat melaksanakannnya mengingat tugas pokok TNI “Menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
PERSYARATAN MENJADI PRAJURIT. 1. KETENTUAN UMUM. a. Memenuhi persyaratan umum. b.Memenuhi persyaratan lain. c.Memenuhi persyaratan tambahan. d.Lulus pengujian atau lolos penyaringan dan terpilih. 2. PERSYARATAN UMUM. a.Warga Negara Indonesia.
PERSYARATAN UNTUK MENJADI PRAJURIT TNI
b.Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. c.Setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. d.Berumur Sekurang-kurangnya 18 tahun setinggi-tingginya 22 tahun. e.Berkelakuan baik. f.Sehat Jasmani dan Rohani. g.Tidak sedang kehilangan hak menjadi Prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. PERSYARATAN LAIN. PERWIRA. Proses penerimaan prajurit TNI/ TNI AD untuk Perwira dilakukan dengan melalui seleksi tingkat daerah dan seleksi tingkat pusat. Warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dapat melakukan pendaftaran pada tempattempat yang telah ditentukan. Setelah melalui proses seleksi dan dinyatakan memenuhi semua persyaratan yang berlaku, akan mengikuti pendidikan pertama dan apabila lulus pendidikan maka akan dilantik menjadi Letnan Dua. Adapun penerimaan prajurit TNI-AD untuk Perwira bersumber dari : 1. MELALUI AKADEMI MILITER. • Pria, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri Berijazah SMA/MA program IPA atau yang setara, dengan NEM/ NUAN sesuai ketentuan. Bagi calon yang menggunakan kacamata/lensa kontak dengan ukuran maksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5. • Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama. • Memiliki tinggi badan sekurangkurangnya 165 Cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun. • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/ kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/Wali (sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003). • Harus mengikuti pemeriksaan/ pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan.
• Berijazah Profesi/Sarjana/ Diploma Negeri/Swasta. • Persyaratan IPK (Akumulasi dengan ujian negara untuk PT Swasta) akan ditentukan kemudian. • Usia pada saat pendidikan: a. Tidak lebih dari 32 tahun untuk yang berijazah Profesi Dokter, Apoteker dan Psikologi. b. Tidak lebih dari 27 tahun untuk yang berijazah S1 dan D III Anastesi. c. Tidak lebih dari 25 tahun untuk yang berijazah program D III. • Para Calon yang berasal dari Perguruan Tinggi Swasta harus sudah lulus ujian negara (dengan melampirkan tanda lulus/Ijazah yang dilegalisir oleh Kopertis). • Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama mengikuti pendidikan pertama, kecuali untuk pendaftar berprofesi Dokter diperbolehkan menikah, belum mempunyai anak dan sanggup tidak mempunyai anak/hamil selama dalam pendidikan pertama. • Berkelakuan baik dan dinyatakan dengan SKCK dari Polres setempat serta tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. • Berbadan sehat (jasmani dan rohani) dan bebas narkoba. • Tinggi badan tidak kurang dari 163 Cm untuk Pria dan 155 Cm untuk Wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. • Melaksanakan Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun dihitung sejak dilantik menjadi Perwira TNI. • Mendapatkan persetujuan dari Instansi yang bersangkutan (lolos butuh) bagi mereka yang sudah bekerja dan pernyataan pemberhentian dengan hormat bila lulus dan terpilih masuk Pendidikan Pertama (Dikma) TNI. • Bersedia ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Republik Indonesia.
• Pernyataan tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu Instansi lain. 3. MELALUI PERWIRA PRAJURIT SUKARELA DINAS PENDEK (PA PSDP). • Pria, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri • Umur pada saat masuk pendidikan pertama tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun. • Persetujuan/ijin orang tua/wali dan bagi calon yang menggunakan wali agar sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/Kakak/Paman/Bibi dilengkapi dengan kartu keluarga/ KK (sesuai Keputusan Pangab Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Pebruari 2003). • Tinggi badan tidak kurang dari 163 Cm dan panjang kaki tidak kurang 100 cm serta berat badan seimbang. • Berbadan sehat (jasmani dan rohani), bebas narkoba, tidak berkacamata, tidak bertato dan tidak ditindik telinganya. • Serendah rendahnya berijazah SMA/ MA atau yang disamakan jurusan IPA dengan persyaratan minimal NEM/ NUAN sesuai ketentuan. • Berkelakuan baik yang dinyatakan dengan SKCK dari Polres setempat • Tidak kehilangan hak menjadi Prajurit TNI, berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap • Belum pernah menikah dan sanggup tidak nikah selama mengikuti pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat sebagai Letda. • Bagi yang sudah bekerja melampirkan Surat Persetujuan/Ijin dari kepala dinas jawatan/Instansi yang bersangkutan dan bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi siswa Perwira PSDP Penerbang TNI. • Harus mengikuti seleksi, pemeriksaan/pengujian dan
2.MELALUI PERWIRA PRAJURIT KARIR (PA PK). DESEMBER 2010
7
BERITA UTAMA
pemilihan yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi : a. Administrasi. b. Kesehatan badan calon penerbang TNI. c. Kesamaptaan Jasmani. d. Mental Idiologi. e. Psikologi Penerbang. f. Test bakat terbang. g. Postur dan lahiriah. • Harus menandatangani Ikatan Dinas Pendek Keprajuritan selama sepuluh tahun terhitung mulai diangkat sebagai Letnan Dua. • Bersedia ditempatkan dimana saja, diseluruh wilayah Negara Republik Indonesia. MELALUI MAHASISWA BEASISWA. • Warga Negara Republik Indonesia, Pria/ Wanita bukan prajurit TNI/anggota Polri dan PNS TNI. • Setia dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. • Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. MAHASISWA PERGURUAN TINGGI : • Jurusan Kedokteran Umum sekurangkurangnya sudah mencapai sarjana kedokteran. • Jurusan/Program Studi S.1 lainnya sekurang-kurangnya sudah mencapai 110 SKS. • Program Diploma/DIII sekurangkurangnya sudah men-capai 80 SKS. • Indek prestasi kumulatif (IPK) ditentukan kemudian. USIA : 1.Program Sarjana S.1 jurusan kedokteran Umum : Tidak lebih dari 25 tahun, jika telah mencapai 120 SKS. 2. Program S.1 lainnya. a. Tidak lebih dari 23 tahun, jika telah mencapai 100 SKS. b. Tidak lebih dari 24 tahun, jika telah mencapai 130 SKS. c. Tidak lebih dari 25 tahun, jika telah mencapai diatas 140 SKS. 3. Program Diploma / D.III. a. Tidak lebih dari 22 tahun, jika telah mencapai 80 SKS. b. Tidak lebih dari 23 tahun, jika telah mencapai 100 SKS. • Berkelakuan baik, yang dinyatakan dengan SKCK dari Polres setempat serta tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. • Sehat Jasmani dan Rohani bebas Narkoba. • Tinggi badan tidak kurang dari 163 Cm bagi pria dan untuk wanita tidak kurang dari 155 Cm • Belum pernah menikah dan sanggup
8
Vijaya Kusuma | Edisi 61
tidak menikah selama dalam status beasiswa TNI (Kuliah di PT) sampai dengan mengikuti pendidikan pertama (Dikma). • Sesuai jurusan (kesarjanaan) yang dibutuhkan dari perguruan tinggi yang ditentukan. • Mendapatkan surat rekomendasi dari Dekan. Direktur Fakultas/Jurusan dilampiri transkrip (daftar nilai) studi berikut indek prestasi kumulatif (IPK). • Mengajukan permohon-an secara tertulis untuk memperoleh beasiswa Ikatan Dinas TNI kepada Panglima TNI U.p. Aspers, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. • Sanggup menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun sejak diangkat menjadi Perwira TNI. • Sanggup ditempatkan dimana saja, diseluruh wilayah Republik Indonesia setelah selesai pendidikan.
• Memiliki tinggi badan sekurangkurangnya 163 Cm untuk pria dan 157 Cm untuk wanita serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun. • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/ Kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali (sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003). • Harus mengikuti pemeriksaan/ pengujian yang diselenggarakan Oleh panitia.
BINTARA Penerimaan Bintara. setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti pendaftaran Bintara TNI AD dengan mendaftar pada tempat-tempat yang ditentukan. Seleksi dilakukan dengan dua tahap yaitu seleksi tingkat daerah (Kodam) dan seleksi tingkat pusat. Apabila telah lulus maka dapat mengikuti pendidikan pertama untuk kemudian dilantik menjadi Sersan Dua. Adapun persyaratan calon adalah sebagai berikut : • Pria/Wanita, bukan anggota/ mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI • Lulusan SMA/MA/SMK/SPK atau yang setara baik negeri atau swasta yang disamakan/ terakreditasi. • Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama.
TAMTAMA Setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti pendaftaran menjadi Tamtama TNI AD dengan mendaftar di tempat yang telah ditentukan. Seleksi dilakukan dilakukan ditingkat daerah (Kodam), dan apabila telah lulus seleksi dapat mengikuti pendidikan pertama untuk kemudian dilantik menjadi Prajurit Dua. Adapun persyaratan penerimaan calon adalah sebagai berikut : • Pria, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri • Berumur sekurang kurangnya 18 tahun dan setinggi tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama. • Serendah-rendahnya berijazah/ lulusan SMP/Tsanawiyah atau yang setara baik negeri atau swasta yang
PERSYARATAN UNTUK MENJADI PRAJURIT TNI
terakreditasi. • Belum pernah kawin/nikah dan sanggup tidak kawin/nikah selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit. • Memiliki tinggi badan sekurang kurangya 163 Cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 7 tahun. • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/Kakak/ Paman/Bbi dengan meneliti KTP orang tua/wali (sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003) • Harus mengikuti pemeriksaan/ pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan. Persyaratan Tambahan • Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Depdiknas. • Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/ adat. • Bebas Narkoba. BAGI YANG SUDAH BEKERJA 1. Melampirkan surat per-setujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/Instansi yang bersangkutan. 2. Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Prajurit Karier TNI AD. 3. Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung dan apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.
Indeks Prestasi Komulatif (IPK). 6. Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dari Polres. 7. Surat keterangan lolos butuh dari instansi tempat kerja, bagi yang sudah bekerja. 8. Surat nikah (apabila dalam persyaratan diperbolehkan bagi yang sudah menikah). NO
1
2
3
4
5
Jenis Pendidikan
Akademi Militer
Perwira Prajurit Karier
Februari s/d Maret
Minggu I s.d IV September
Tempat
Keterangan
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id.
Pa PSDP
Mei s.d Juni
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id
Mahasiswa Beasiswa TNI
Minggu I s.d IV Desember
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id
Ajen Kodam, Ajen Korem dan Kodim
Waktu pendaftaran bisa berubah, untuk lebih jelasnya dapat ditanyakan di tempat pendaftaran atau VIA website www.tniad. mil.id
Bintara
Tamtama 6
Waktu
KEGIATAN PENERIMAAN PRAJURIT 1. Seleksi administrasi. 2. Seleksi kesehatan. 3. Seleksi kesamaptaan jasmani. 4. Litpers. 5. Seleksi Psikologi. 6. Penentuan tahap akhir. 7. Dinyatakan lulus seleksi .
Mei s.d Juni
Gel I : Januari Gel II : juli
Kelengkapan Administrasi Adapun kelengkapan administrasi yang harus dipersiapkan oleh calon prajurit sebagai berikut : 1. Pas foto terbaru hitam putih dengan ukuran 4 x 6 cm. 2. Akte kelahiran/surat kenal lahir. 3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) calon, orang tua/wali dan Kartu Keluarga (KK). 4. Ijazah/Diploma/STTB. 5. Nilai Evaluasi Murni (NEM) atau nilai DESEMBER 2010
9
BERITA UTAMA
MEMPERSIAPKAN CALON PRAJURIT
YANG HANDAL DITINJAU DARI BIDANG KESEHATAN Brigjen TNI dr. Chairunan Hasbullah, MARS Direktur Kesehatan TNI AD
PENDAHULUAN Latar Belakang Di dalam Undang-undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 5 dan 6 disebutkan bahwa TNI memiliki peran sebagai alat pertahanan Negara yang berfungsi menangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam, penindak terhadap setiap bentuk ancaman, dan pemulihan terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan keamanan, selanjutnya pada pasal 7 disebutkan bahwa tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. 1). Mengingat beratnya tugas dan tanggung jawab prajurit TNI tersebut maka setiap Prajurit harus memiliki tingkat keterampilan, ketangguhan, keahlian, serta profesionalis-me yang tinggi agar semua tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Terbentuknya seorang prajurit dengan kemampuan olah yuda yang dapat diandalkan tidaklah dengan serta merta dapat diwujudkan, melainkan harus melalui proses persiapan yang baik yang dimulai dar proses pengadaan calon prajurit. Untuk mendapatkan calon prajurit yang memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan tersebut harus dilakukan proses seleksi yang ketat mengingat para calon tersebut berasal dari masyarakat umum yang tentunya hanya beberapa dari mereka yang memenuhi persyaratan untuk menjadi calon prajurit TNI. 1) Undang-Undang No.34 Tahun 2004 Tentang TNI
10
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Kesehatan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh semua calon prajurit baik tingkat tamtama, bintara maupun perwira, karena tanpa tubuh yang sehat tidaklah mungkin seorang calon prajurit dapat melewati serangkaian pendidikan, latihan dan penugasan yang cukup berat agar ia menjadi seorang prajurit dengan kemampuan yang handal. Kesehatan yang terdiri dari aspek kesehatan fisik dan kesehatan jiwa bagi setiap prajurit merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan sepanjang karirnya, mulai saat pertama kali menjadi prajurit sampai saat pensiunnya. Karena seperti kita ketahui bersama bahwa ada beberapa kejadian dimana seorang prajurit yang menurut pemeriksaan kesehatan fisiknya baik ternyata dapat melakukan tindakan yang diluar dugaan seperti membunuh temannya atau bahkan atasannya. Dengan demikian jelaslah bahwa proses
pemeriksaan kesehatan yang teliti pada saat seleksi untuk mendapatkan calon prajurit yang sesuai dengan persyaratan merupa-kan suatu hal yang harus dipenuhi, karena dengan mengetahui tingkat kesehatan seorang calon prajurit kita akan dapat memperkirakan prajurit macam apa yang akan kita peroleh. Dan kita tahu bahwa masalah kesehatan inilah yang akan menentukan berapa lama masa pakai seorang prajurit dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu agar peran, fungsi dan tugas pokok TNI tersebut dapat diselenggarakan dengan baik maka diperlukan prajurit-prajurit yang berkemampuan handal ditinjau dari segala aspek, termasuk aspek kesehatan, setiap prajurit dituntut untuk memiliki kesehatan yang �prima�,mengingat beratnya tanggung jawab yang harus diemban terutama yang bertumpu pada
MEMPERSIAPKAN CALON PRAJURIT YANG HANDAL DITINJAU DARI BIDANG KESEHATAN
kesegaran jasmani dan kekuatan fisik, yang sangat dipengaruhi oleh status kesehatannya sejak ia menjadi seorang calon prajurit. Berbagai standar kesehatan harus dipenuhi oleh para calon prajurit yang diperiksa mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki sesuai dengan Keputusan Kasad nomor Perkasad/ 87 / XII / 2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan Kesehatan. Permasalahan Pertama, kurang siapnya para pemuda/pemudi yang akan mendaftar menjadi calon anggota TNI baik melalui jalur Calon Tamtama PK, Calon Bintara PK, Perwira PK, Perwira Beasiswa, Perwira PSDP, maupun Calon Taruna Akmil. Dalam menghadapi tes seleksi kesehatan para calon seharusnya sudah membuat persiapan sejak jauh hari sebelum tes dilakukan dengan melakukan ’check up’ sehingga kondisi kesehatan yang masih kurang menurut standar pemerikasaan kesehatan TNI AD dapat diperbaiki, namun kenyataan masih banyak para calon yang gagal dalam tes kesehatan hanya karena kondisi kesehatannya tidak memenuhi syarat minimal kesehatan, sedangkan sebenarnya kondisi tersebut dapat diperbaiki apabila diketahui sebelumnya, misalnya ada gigi yang berlubang (bisa dilakukan penambalan ), atau sisa akar (bisa dicabut). Kedua, diperlukan adanya sistem rekrutmen yang lebih baik yang dapat menjamin validitas data hasil pemeriksaan. Kita semua merasa bahwa pada saat werving diselenggarakan kita harus waspada terhadap adanya petugas panitia seleksi atau bahkan anggota yang bukan termasuk panitia seleksi yang mencoba bermain dalam meluluskan seorang calon, sehingga hal ini tentunya dapat berpengaruh terhadap kualitas para calon yang lulus seleksi. Ketiga, masih adanya intervensi dalam menentukan kelulusan seorang calon. Independensi tim seleksi sangat dibutuhkan agar seleksi dapat dilakukan secara profesional sehingga akan diperoleh calon prajurit yang memenuhi semua persyaratan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih ditemukan adanya intervensi dalam menentukan kelulusan seorang calon, baik secara langsung maupun tidak langsung yang tentunya akan berpengaruh pula terhadap hasil pemeriksaan dan akhirnya akan mempengaruhi kualitas calon yang dihasilkan. Tindakan administrasi yang meluluskan seseorang calon anggota TNI AD yang menyimpang dari persyaratan Rikkes masih dimungkinkan (disebut ’Waiver’), namun wewenang waiver berada hanya ditangan Kasad dan tidak dapat didelegasikan.2)
Landasan Pertama, Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara pasal 10 menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia berperan sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertugas mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa, melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, dan ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. Kedua, Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/469/XII/ 2002 tanggal 16 Desember 2002 tentang Buku Petunjuk Pembinaan prajurit menyata-kan bahwa penyediaan prajurit dilaksanakan untuk mengisi kebutuhan organisasi pada suatu periode tertentu, sehingga dapat diperoleh keseimbangan kekuatan yang diperlukan untuk melaksana-kan tugas sebagai kekuatan pertahanan negara. Untuk memperoleh prajurit yang berkualitas serta mampu memenuhi tuntutan tugas, maka penerimaan prajurit dilaksanakan melalui penerimaan warga Negara menjadi calon Prajurit Sukarela. Ketiga, Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/485/XII/ 2006 tanggal 20 Desember 2006 tentang Buku Petunjuk Induk Kesehatan menyatakan bahwa kebijakan pembinaan kesehatan militer diantaranya diarahkan dalam rangka memperoleh calon prajurit yang memenuhi persyaratan kesehatan. Keempat, Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/87/
XII/2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang Buku Petunjuk Teknik Pemeriksaan Kesehatan menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi calon prajurit merupakan suatu rangkaian pemeriksaan kesehatan secara berjenjang dari tingkat bawah ke tingkat yang lebih atas untuk memperoleh Prajurit yang handal secara fisik maupun kondisi kesehatan jiwa yang stabil. PEMAHAMAN CALON PRAJURIT YANG SEHAT DAN HANDAL Definisi sehat menurut WHO adalah: Suatu keadaan sehat jasmani, rohani dan sosial yang merupakan aspek positif dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan yang merupakan aspek negatif. Namun kriteria sehat bagi calon anggota TNI AD adalah sesuai dengan Peraturan Kasad Nomor Perkasad/87/XII/ 2008, yaitu keadaan sehat yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh TNI AD meliputi Aspek Umum (Tekanan darah, denyut nadi, sistem kardiovaskuler, paruparu, hati, limpa, ginjal, sistem saluran pencernaan, sistem urogenital, sistem saluran pernafasan, sistem hormonal, sistem per-syarafan, laboratorium dan kulit), aspek Atas (keadaan anggota badan atas meliputi kelainan kongenital, bentuk, riwayat trauma, peradangan, keadaan otot dan tulang, varises, kaki ’X/’O’ dan flat foot /kaki ceper), aspek Dengar (tajam pendengaran, kelainan Congenital, tindik, pe-radangan, membran timpani, serumen dan kelainan lainnya), aspek Lihat (tajam penglihatan, tekanan bola mata, juling,
Kesehatan yang sempurna adalah suatu keadaan yang tidak hanya bebas dari penyakit, namun juga memiliki tingkat kebugaran yang optimal
1) Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/87/XII/2008 tanggal 12 Desember 2008 tentang Bujuknik Pemeriksaan Kesehatan.
DESEMBER 2010
11
BERITA UTAMA
lapang penglihatan, kelainan organik dan buta warna), aspek Gigi (mulut dan rahang meliputi peradangan/kelainan gigi, kelainan jaringan lunak/ keras, dan hygiene mulut), dan aspek Jiwa (meliputi potensi terjadinya gangguan jiwa maupun kelainan jiwa). Khusus untuk calon Kowad ada kondisi tambahan yang harus dipenuhi, yaitu keutuhan selaput dara, tidak hamil dan tidak adanya kelainan pada organ kewanitaannya baik yang bersifat peradangan maupun non peradangan. Kesehatan yang sempurna adalah suatu keadaan yang tidak hanya bebas dari penyakit, namun juga memiliki tingkat kebugaran yang optimal; yakni suatu kondisi seseorang dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari tanpa kelelahan yang berlebihan, serta memiliki cadangan kemampuan untuk hal yang bersifat gawat darurat. Secara lebih rinci, kebugaran diuraikan menjadi berbagai komponen yang secara garis besarnya terbagi menjadi 2 golongan yaitu komponen kebugaran yang terkait dengan kesehatan (healthrelated fitness) dan komponen kebugaran yang terkait dengan keterampilan (skill-related fitness). Komponen kebugaran yang terkait dengan kesehatan secara umum adalah : 1. Kebugaran jantung-paru, 2. Kebugaran otot (kekuat-an dan daya tahan otot), 3. Fleksibelitas (kelenturan) 4. Komposisi tubuh. Komponen kebugaran yang terkait dengan keterampilan sangat banyak macamnya dan untuk setiap orang bersifat khas, yaitu sangat bergantung pada profesi seseorang. Untuk calon prajurit kondisi kesehatan dan kebugaran minimal yang diharapkan adalah mendekati kondisi kesehatan dan kebugaran seorang atlit. Kondisi kebugaran seseorang merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesehatannya, demikian pula sebaliknya kesehatan sangat menentukan kebugaran seseorang. Dan kesehatan serta kebugaran merupakan modal utama untuk menciptakan prajurit yang handal. Pada seorang yang memiliki kebugaran jantung, paru yang baik, berbagai sistem dalam tubuhnya mampu mengambil oksigen dari udara secara optimal, mendistribusikannya ke-seluruh tubuh dan memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan tubuh pada saat tersebut. Oksigen diambil dari udara oleh paruparu, selanjutnya jantung dan pembuluh darah mendistribusikannya keseluruh tubuh. Dibagian tubuh yang memerlukan, sel dari jaringan memanfaatkan oksigen melalui jalur metabolisme yang disebut sebagai jalur metabolisme aerobik. Salah satu tanda kebugaran jantung-
12
Vijaya Kusuma | Edisi 61
paru yang baik adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan kegiatan jasmani dalam jangka waktu yang lama tanpa menimbulkan kelelah-an yang berarti, serta kemampuan untuk segera pulih setelah melakukan suatu kegiatan jasmani. Komponen berikutnya dari kebugaran adalah kebugaran otot, yang terdiri dari kekuatan otot dan daya tahan otot. Kemampuan otot mendukung kegiatan jasmani ditentukan oleh efisiensi pengaturan oleh sistem saraf serta mekanisme seluler yang bekerja di dalam otot. Pada otot yang bugar, energi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan jasmani lebih rendah karena otot bekerja lebih efisien, sehingga otot dapat tampil lebih kuat dan memper-tahankan kerjanya dalam waktu yang lebih lama. Fleksibilitas adalah ke-mampuan seseorang men-dayagunakan otot dan persendiannya, sehingga dapat mencapai jelajah gerak sendi yang seluas-luasnya. Komponen kebugaran ini berperan terutama dalam mendukung pergerakan
seseorang. Komponen kebugaran yang terakhir, yaitu komposisi tubuh dapat dicapai melalui keseimbang-an keluar masuknya energi. Makanan merupakan komponen utama masukan energi. Sementara itu jumlah energi yang dikeluarkan tubuh sangat bergantung pada kegiatan jasmani, diantaranya adalah olahraga. Masukan energi yang seimbang dengan pengeluarannya akan mem-pertahankan komposisi tubuh. Masukan yang lebih besar dari pengeluarannya akan meningkatkan komposisi tubuh dan sebagainya. Jika berbagai kegiatan olahraga tersebut memberi kontribusi yang tepat terhadap pengeluaran energi tubuh secara keseluruhan maka dapat dicapai komposisi tubuh yang optimal. Dari uraian di atas kita dapat melihat bahwa antara kesehatan seseorang dengan kebugar-an saling mempengaruhi, yang akhirnya akan berpengaruh pula terhadap kemampuan seorang prajurit sesuai dengan bidang tugasnya. Jadi jelas bahwa kesehatan adalah modal utama
Kondisi kebugaran seseorang merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesehatannya, demikian pula sebaliknya kesehatan sangat menentukan kebugaran seseorang. Dan kesehatan serta kebugaran merupakan modal utama untuk menciptakan prajurit yang handal.
MEMPERSIAPKAN CALON PRAJURIT YANG HANDAL DITINJAU DARI BIDANG KESEHATAN
dalam membentuk prajurit yang handal. Pengertian Rikkes adalah suatu proses pemeriksaan kesehatan fisik dan jiwa secara terpadu untuk memperoleh data kesehatan, yang bertujuan untuk menentukan apakah status kesehatan Calon anggota TNI AD sesuai dengan beban tugas yang akan diembannya, Status kesehatan (stakes) adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat kesehatan seseorang dihadapkan dengan tugas yang akan dibebankan kepadanya, Seleksi me-rupakan Rikkes terhadap Calon anggota TNI AD yang bertujuan untuk mendapat-kan anggota TNI AD yang memiliki tingkat kesehatan yang optimal, sehingga mampu ditugaskan dimana saja di lingkungan TNI AD dengan masa tugas yang lama tanpa merugikan kesehatan anggota yang bersangkutan, Waiver adalah suatu tindakan administrasi guna me-luluskan seorang Calon/ Anggota TNI AD yang menyimpang dari persyaratan Rikkes yang berlaku, tetapi tidak membahayakan Calon/ Anggota TNI AD yang bersangkutan. Wewenang Waiver berada ditangan Kasad, hak Waiver Kasad tidak didelegasikan. MANFAAT PRAJURIT YANG SEHAT Kondisi Prajurit yang memiliki kesehatan optimal akan memberikan manfaat baik bagi diri prajurit tersebut
maupun bagi satuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Bagi Diri Sendiri Pertama, prajurit tersebut akan merasa memiliki semangat hidup yang lebih baik dibandingkan dengan prajurit yang sakit-sakitan, dan akan berdampak positif terhadap kinerjanya dalam melaksanakan setiap tugasnya. Kedua, prajurit tersebut akan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam menjalankan tugas apapun karena yakin bahwa ia akan mampu melaksanakannya dengan benar. Bagi Satuan Pertama, dengan adanya semangat hidup dan kepercayaan diri yang baik pada prajurit maka komandan satuan akan lebih yakin bahwa tugas pokok satuan dan semua tugas yang diperintahkan oleh komando atas akan dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Kedua, soliditas satuan dan tingkat kesiapan satuan akan lebih baik apabila satuan tersebut memiliki prajurit-prajurit yang sehat karena angka kesakitan yang rendah. Ketiga, tingkat profesio-nalitas satuan akan tinggi karena prajurit yang sehat akan lebih mampu menerima beban latihan yang cukup berat tanpa kendala yang berarti terhadap kondisi tubuhnya. PENYIAPAN CALON PRAJURIT YANG SEHAT DAN HANDAL Perencanaan Sebaiknya seseorang yang ingin mengikuti seleksi kesehatan untuk menjadi calon prajurit sebelumnya harus sudah memiliki informasi tentang apa yang akan dihadapi pada saat seleksi kesehatan nanti, apa saja yang diperiksa, kondisi apa yang diharapkan, dan kondisi apa yang tidak dibolehkan. Sehingga dari informasi tersebut dapat direncanakan tentang per-siapan yang harus dilakukan agar dapat lulus dalam menghadapi seleksi kesehatan. Perlu diketahui bahwa pada setiap kali diadakan seleksi kesehatan baik untuk calon tamtama, bintara maupun perwira umumnya yang memenuhi persyaratan hanya sekitar 15-20% dari jumlah yang mendaftar, dan sekitar 25-30% dari jumlah yang gagal biasanya karena adanya kelainan/ penyakit yang sebenarnya masih dapat disembuhkan apabila diketahui sejak awal. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kebanyakan dari mereka sebenarnya tidak tahu apa yang akan dihadapi pada saat mengikuti seleksi kesehatan (walaupun kenyataannya banyak yang sudah pernah ikut seleksi beberapa kali sebelumnya), atau karena kondisi kesehatan mereka yang memang kurang baik.
Persiapan Apabila seseorang yang akan mengikuti seleksi kesehatan sejak dini sudah memiliki informasi dan gambaran tentang apa yang akan dihadapinya pada saat pemeriksaan kesehatan, tentunya akan memiliki persiapan yang lebih baik. Persiapan dalam meng-hadapi tes kesehatan ini dapat dilakukan dengan cara melakukan konsultasi kesehatan secara lengkap agar kondisi kesehatan yang kurang memenuhi syarat dapat diketahui secara dini sehingga dapat diperbaiki kesehatannya agar memenuhi per-syaratan. Namun perlu diketahui bahwa standar kesehatan antara dokter militer dan dokter sipil agak berbeda, contohnya mem-brane timpani (gendang telinga) yang berlubang mungkin menurut dokter sipil akan dianggap sehat tetapi menurut dokter militer tidak memenuhi syarat bagi seorang calon anggota prajurit karena dapat berakibat fatal pada saat ia berenang dimana mem-brane timpani (selaput pendengaran) yang ber-lubang dapat kemasukan air hingga berakibat terjadinya infeksi pada telinga bagian dalam, yang dapat berakibat fatal apabila infeksi tersebut menjalar sampai ke otak. Persiapan untuk aspek Umum adalah seperti tidak mengkonsumsi kopi dan alkohol (berpengaruh ter-hadap tekanan darah dan denyut nadi, tremor serta sistem kardiovaskuleri), tidak merokok (berpengaruh terhadap system saluran pernafasan), menjaga asupan makanan (ber-pengaruh terhadap sistem saluran pencernaan, meta-bolisme dan gizi), istirahat yang cukup (berpengaruh terhadap system kar-diovaskuler dan kejiwaan), olah raga yang cukup tidak diforsir (berpengaruh ter-hadap kerja liver), apabila berolah raga angkat barbel agar dilakukan dengan prosedur yang benar (karena dapat mengakibat-kan ambeien / varises / hernia), konsultasi bedah/ penyakit dalam / THT / laboratorium dan segera mengobati bila terdapat kelainan yang dapat sembuh total jika segera diobati, serta menjaga kebersihan diri, aspek Atas (anggota badan atas/lengan) seperti men-jaga agar tidak ada luka atau insfeksi yang serius, tidak membuat tatto, aspek Bawah (tungkai/kaki) seperti konsul bedah apabila terdapat varises yang masih mungkin dapat diperbaiki, menjaga agar tidak terjadi luka atau infeksi di kaki; aspek Dengar seperti menjaga kebersihan telinga, tidak menindik daun telinga, menjaga keutuhan membrane timpani; aspek Lihat seperti membaca di tempat terang, menjaga kebersihan mata, konsultasi ke dokter mata bila terdapat kelainan yang masih mungkin diobati (misal pterigium); aspek Gigi seperti konsul ke dokter gigi (bila ada gigi DESEMBER 2010
13
BERITA UTAMA
yang ber-lubang dapat segera ditambal, bila ada akar gigi harus segera dicabut, bila banyak karang gigi dapat segera dibersihkan) dan aspek Jiwa agar konsultasi ke psikiater. Pelaksanaan Rikkes tahap I. Pada tahap ini para calon akan diperiksa kesehatan-nya secara fisik secara diagnostik yang meliputi pemeriksaan Penyakit dalam, Bedah, THT, Mata, dan Gigi. Untuk pemeriksa-an kesehatan tahap I ini hal yang perlu dilakukan oleh para calon adalah menjaga kesehatan yang sudah dibina sejak tahap per-siapan. Biasanya pada tahap ini akan gugur 5060% dari jumlah calon yang ikut seleksi kesehatan tahap I. Rikkes tahap II. Pada tahap ini para calon akan diperiksa kesehatan jantungnya dengan pe-meriksaan EKG/treadmill, Paru dan dada dengan pemeriksaan rontgen, sistem metabolisme dengan pemeriksaan laboratorium, serta pemeriksaan kesehatan jiwa. Evaluasi Pada tahap evaluasi ini seluruh calon akan di-kumpulkan dan diparade-kan, semua data pe-meriksaan kesehatan yang diperoleh akan dicocokkan dengan
14
Vijaya Kusuma | Edisi 61
MEMPERSIAPKAN CALON PRAJURIT YANG HANDAL DITINJAU DARI BIDANG KESEHATAN
keadaan para calon. Hasil sidang Pantukhir akan diharapkan dan didiskusikan oleh tim rikkes untuk menentukan calon yang lulus dan tidak lulus, dengan berpedoman pada Peraturan Kasad Nomor Perkasad / 87 / XII / 2008 tentang Bujuknik Pemeriksaan Kesehatan. Tentunya tidak semua calon yang lulus seleksi kesehatan otomatis akan menjadi calon prajurit, karena masih ada beberapa tes lain yang harus dilalui sampai sidang pantukhir. Calon yang dinyatakan lulus pada saat sidang pantukhir akan masuk tempat pendidikan untuk dibentuk menjadi prajurit. Selama masa pendidikan ini pembinaan kesehatan tidak boleh diabaikan oleh lembaga pendidikan prajurit, karena dari sinilah awal lahirnya seorang prajurit yang kita harapkan selain handal juga sehat secara fisik maupun mental kejiwaannya. Namun ke-nyataan di lapangan masih kita temukan adanya tindakan dari pelatih yang justru kontra produktif terhadap upaya pembinaan kesehatan bagi para calon prajurit yang dapat mengakibatkan kerugian bukan saja bagi calon prajurit tersebut tetapi juga kerugian bagi organisasi TNI AD. PENUTUP Kesimpulan Dari uraian tersebut di atas dapat kita tarik kesimpulan, Pertama agar diperolah
prajurit yang handal diperlukan prajurit yang memiliki kesehatan prima, Kedua kesehatan mutlak diperlukan oleh setiap prajurit agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, Ketiga agar lulus tes kesehatan pada saat seleksi penerimaan anggota TNI AD, seorang calon harus mempersiapkan kesehatannya secara dini agar apabila ada kelainan/penyakit yang dapat disembuhkan menurut ilmu kedokteran bisa segera diobati. Harapan Sebelum para calon mengikuti seleksi kesehatan untuk rekrutmen prajurit diharapkan pertama, sejak dini memiliki gambaran atau informasi tentang apa yang akan dihadapi di dalam proses seleksi kesehatan tersebut agar dapat membuat persiapan yang lebih baik. Kedua, mengetahui tentang kondisi kesehatannya sendiri dengan melakukan “Check up� secara lengkap agar diketahui penyakit atau kelainan yang ada, dan apabila penyakit/kelainan tersebut secara medis dapat disembuhkan maka dapat segera diambil tindakan. Ketiga, memelihara kesehatan yang sudah baik dengan melakukan hal-hal yang dpat mempertahankan kondisi yang sudah ada serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mem-perburuk kondisi yang sudah ada.
MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENJADI SEORANG PRAJURIT MELALUI AKADEMI
BERITA UTAMA
MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENJADI
SEORANG PRAJURIT melalui AKADEMI oleh : Kapten Caj (K) Vera Aristianti, S.Psi
“…….mengapa siswa X kabur dari pendidikan ? atau….. mengapa siswa H prestasi belajarnya terus menurun? bahkan informasi yang beredar siswa H ini malah tidak mau bicara dengan siapapun dan sering menyendiri…..” IIlustrasi di atas adalah sedikit kasus dari banyak fenomena yang mungkin saja pernah terjadi di lingkungan lembaga pendidikan militer. Bahkan tidak menutup kemungkinan kasus tersebut pernah terjadi pada anak-anak atau saudarasaudara kita sendiri. Pertanyaan yang muncul dari kasus ini adalah, mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Seperti yang kita ketahui, TNI AD memiliki tugas dan tanggung jawab mempertahan-kan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri di wilayah darat. Guna mendukung keberhasilan tugas dan tanggung jawab tersebut diperlukan kualifikasi prajurit AD yang spesifik sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal. Prajurit TNI AD tersebut harus memenuhi berbagai persyaratan khusus dari segi kesehatan, postur, jasmani, mental ideologi dan psikologi. TNI AD merupakan suatu organisasi yang terstruktur yang di dalamnya terdapat golongan kepangkatan, yaitu: Perwira, Bintara dan Tamtama. Masingmasing golongan kepangkatan memiliki fungsi dan peranan dalam melaksanakan tugas pokoknya. Prajurit TNI AD bersumber dari Warga Negara Indonesia
yang memenuhi syarat dan terpilih untuk mengisi jabatan dalam struktur organisasi TNI AD sesuai dengan persyaratan yang ditentukan, baik golongan Perwira, Bintara ataupun Tamtama. Seorang perwira dituntut untuk memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik, kemampuan menganalisa suatu tugas, serta memiliki perencana-an
yang matang dalam melaksanakan tugas. Perwira TNI AD diperoleh melalui tiga sumber masukan untuk mengisi jabatan dalam organisasi, yaitu Akademi Militer, Perwira Karier dan Secapa AD. Akademi Militer adalah lembaga pendidikan yang mendidik warga masyarakat yang telah memenuhi persyaratan dan terpilih melalui serangkaian tes untuk kemudian dididik menjadi seorang Taruna sebagai kader pimpinan TNI AD di masa yang akan datang. Seorang Taruna dituntut untuk dapat mengikuti pola pendidikan kemiliteran yang lebih mengedepankan aspek kepemimpinan, kerja sama, integritas pribadi serta kemampuan lainnya. Untuk keperluan pemilihan calon Taruna yang mampu mengikuti pendidikan di Akademi Militer dan potensial untuk dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai Perwira Angkatan Darat dan kader pimpinan TNI di masa yang akan datang, maka perlu diadakan pemeriksaan psikologis dalam rangka seleksi, sehingga di dalam pelaksanaannya perlu diawali dengan perumusan persyaratan psikologis sesuai dengan karakteristik tugas-tugas di Akademi Militer dan tuntutan aspekaspek manusianya.
DESEMBER 2010
15
BERITA UTAMA
Adapun tujuan diadakan-nya pemeriksaan psikologis ini adalah untuk menyeleksi segenap calon agar diperoleh sejumlah calon siswa yang memenuhi persyaratan psikologis sesuai tuntutan tugas dan kewajiban pendidikan di Akademi Militer, sehingga secara potensial dapat diprediksikan akan mampu mengikuti pendidikan di Akademi Militer serta berpotensi menjadi Perwira Angkatan Darat. Yang perlu kita pahami mengenai akademi militer ini adalah tentang kekhasannya dalam proses pendidikan, yaitu suatu pendidikan dengan pola asuh yang tertutup melalui sistem asrama dan kegiatan belajar mengajar di Akademi Militer yang mengacu pada Tri Pola Dasar Pendidikan. Diharapkan pada para Taruna akan dapat terbentuk sikap disiplin yang tinggi serta perilaku kepemimpin-an yang menonjol, kemampuan bekerjasama dalam kelompok, loyalitas kepada atasan, rekan setingkat dan bawahan, komitmen yang tinggi pada tugas dan pekerjaannya, serta kualitas penalaran dan pengambilan keputusan yang efektif pada situasi yang penuh tekanan yang dapat menjadi bekal yang memadai untuk berkarier sebagai Perwira Militer dan menjadi unsur pimpinan di satuan-satuan Angkatan Darat kelak. Bila kita berbicara mengenai persyaratan psikologis calon Taruna Akmil, maka dapat dilihat bahwa calon Taruna Akmil ini terdiri dari golongan usia remaja, yang berada dalam situasi kejiwaan yang relatif masih labil. Meskipun masih dalam tahap perkembangan remaja, calon Taruna Akmil diharapkan dapat berprestasi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan di Akademi Militer. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, mampu meregulasi emosi, memiliki motivasi, energi dan daya juang serta kapasitas intelektual yang memadai agar dapat mengikuti pendidikan secara optimal. Sebagai calon Pimpinan TNI AD di masa yang akan datang, mereka juga diharapkan dapat bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, ber-sosialisasi dan memiliki potensi kepemimpinan, yang selanjutnya akan dikembangkan secara efektif melalui pendidikan di Akademi Militer. Dengan demikian dipersyaratkan bahwa calon Taruna Akmil memiliki aspek-aspek kepribadian sebagai berikut : 1. Memiliki taraf kecerdasan minimal pada taraf rata-rata dalam bandingan kelompoknya, sehingga diharapkan mampu menangkap, mengolah serta memecahkan permasalahan yang dihadapi secara logis dan realistis. 2. Mampu menalar per-masalahan secara fleksibel dan mampu berpikir secara kritis, sehingga dapat berpikir secara logis terhadap permasalahan yang
16
Vijaya Kusuma | Edisi 61
dihadapi, mampu me-nyesuaikan diri pada situasi yang penuh tekanan serta membuat antisipasi terhadap perubahan dan perkembangan situasi yang terjadi di lingkungan. 3. Memiliki energi yang cukup, sehingga ia mampu menyelesaikan tugastugas yang dibebankan, baik dalam lembaga pendidikan maupun pada saat memasuki dunia pekerjaan/ kesatuan di masa yang akan datang. 4. Memiliki ketekunan dan ketelitian dalam bekerja serta mampu merencanakan dan mengatur ritme kerja. 5. Memiliki motivasi/ keinginan untuk maju, yang di dasari oleh nilai-nilai kejuangan dalam rangka pencapaian prestasi. Dalam hal ini, ia dituntut untuk mampu bertindak secara proaktif, kreatif, memiliki daya juang yang tinggi serta ada keinginan untuk selalu mengembangkan kemampuan yang dimiliki. 6. Memiliki stabilitas emosi yang memadai, sehingga ia mampu mengintegrasikan emosi dan perasaannya secara proporsional di dalam me-nanggapi rangsang dari lingkungan. Ketahanan diri terhadap situasi yang kurang menyenangkan, baik yang berasal dari situasi pendidikan, taruna senior
maupun dengan rekannya yang lain, sehingga tetap mampu berperilaku secara produktif serta selaras dengan tuntutan lingkungan. 7. Memiliki kemampuan penyesuaian diri yang cukup baik dengan situasi dan kondisi lingkungan yang ditemui. 8. Mampu menjalin dan membina hubungan serta kerjasama yang baik dengan orang lain. 9. Memiliki kemandirian dan potensi kepemimpinan yang akan dikembangkan melalui pendidikan. Diharapkan ia cukup percaya diri, cukup mampu bertindak secara tegas, tepat dan cepat dalam menyikapi perubahan situasi yang dihadapi serta
cukup terbuka terhadap masukan dari orang lain. Selain harus memenuhi persyaratan psikologis di atas, terdapat pula kompetensi Taruna yang dapat mendukung perannya sebagai calon Perwira TNI AD, yaitu sebagai berikut : • Pengambilan keputusan yang cukup memadai, sehingga cukup mampu dan siap dalam mengambil tindakan yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan informasi serta asumsi logis. Kegigihan yang cukup. Kompetensi ini dipersyaratkan untuk melihat sampai sejauh mana seorang Catar Akmil mampu mengatasi hambatan dan dapat menggambarkan semangat pantang menyerah dengan memanfaatkan kreativitas yang dimilikinya. * Toleransi terhadap frustasi yang cukup baik, melalui kompetensi ini diharapkan seorang Catar Akmil dapat mem- pertahankan perilaku yang efektif dalam melaksanakan tugas ketika menghadapi situasi penuh hambatan dan tekanan yang bersumber dari lingkungan, perlakuan seniornya, pola pendidikan di Lemdik AKMIL dan tuntutan tugas yang harus diselesaikannya selama
mengikuti pendidikan. Inisiatif, sebagai seorang Calon Perwira TNI AD, catar Akmil perlu mengembangkan sikap proaktif dalam menyelesaikan permasalahan maupun dalam melakukan kegiatan yang mengarah pada kerjasama efektif yang pada akhirnya dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi TNI AD secara keseluruhan. * Kerjasama, Tugas belajar di Akmil maupun tuntutan tugas di kesatuan memerlukan kerjasama, baik di dalam suatu unit maupun antar unit yang berkaitan. Oleh karena itu dibutuhkan personel yang mampu *
MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA MENJADI SEORANG PRAJURIT MELALUI AKADEMIMI
bekerjasama dengan pihak lain. • Oral Komunikasi, Oral Komunikasi merupakan kompetensi yang dapat mendukung impact yang ditampilkan sebagai seorang Perwira TNI AD. Dalam berperan sebagai Perwira dan Pimpinan, seorang Catar Akmil dituntut mampu memiliki kemampuan berkomunikasi yang meyakinkan, sehingga akan menimbulkan image positif bagi lingkungan apabila diproyeksikan pada jabatan sebagai seorang Pimpinan. • Kemampuan Mempengaruhi (Kepemimpinan), Di lembaga pendidikan Akmil maupun tuntutan tugas kelak di kesatuan membutuhkan personel yang mampu menggerakkan serta mengarahkan orang lain agar dapat memenuhi tujuan organisasi. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan mempengaruhi orang lain yang mendukung kompetensi kepemimpinan sehingga menimbulkan keinginan orang lain untuk melakukan kegiatan yang diperlukan agar mendapatkan tujuan yang ingin dicapai. Para pembaca, berdasarkan uraian yang dijelaskan di atas, terlihat bahwa seorang remaja pada dasarnya dapat dipersiapkan untuk mengikuti/ mengembangkan karier sebagai calon Taruna Akmil, bilamana dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Di bawah ini
ada beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan oleh para orang tua agar dapat mempersiapkan anak-anak mereka untuk menjadi calon Taruna Akmil, diantaranya adalah: Pahamilah bahwa orang tua dan dukungan sosial memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan sikap dan struktur kepribadian remaja. Untuk itu, binalah hubungan yang positif antara orang tua dan anak. Munculkan dalam diri anak-anak ini perasaan nyaman, tenang dalam keluarga. Sehingga nantinya akan ada rasa keterikatan yang harmonis pada keduanya, berlanjut dengan adanya penyadaran dalam diri anak bahwa keluarga adalah motivator terbesar dalam kehidupannya. Mulailah sedini mungkin untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman tentang kehidupan militer kepada anak, sehingga nantinya pemahaman ini akan menjadi inspirasi bagi anak, apakah anak akan memilih masuk ke dalam dunia militer atau tidak. Bila mendapat respon positif dari anak tentang kehidupan militer, maka lanjutkan dengan membiasakan anak untuk bertingkah laku disiplin. Dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan di rumah, misal dengan mulai melatih anak untuk dapat belajar menepati waktu untuk hal-hal yang ia lakukan, membiasakan anak untuk
melakukan segala sesuatunya secara mandiri, mengajak anak untuk belajar mengikuti aturan/ketentuan yang berlaku di rumah seperti aturan bangun tidur/ tidur malam, membersihkantempat tidur, aturan makan, belajar dan lain-lain. Membiasakan anak untuk hidup sehat, bisa dengan cara berolah raga secara teratur, makan teratur dan bergizi, tidak merokok, tidak keluar malam, tidak minum-minuman keras, Narkoba dan lain-lain. Biarkan anak untuk aktif di lingkungan sosial, tanpa mengurangi pengawasan terhadap kegiatannya. Dapat pula diperjelas minat dan bakat anak melalui pemeriksaan psikologis di biro psikologi, agar diperoleh keseimbangan antara minat, bakat anak, dengan keinginan dan harapan orang tua. Dalam menghadapi semua ini, para orang tua diharapkan dapat bersikap lebih bijaksana, dengan memberikan kepercayaan kepada anak untuk dapat mengambil keputusannya secara mandiri. Demikianlah para pembaca yang budiman, mudah-mudahan uraian singkat ini dapat menambah wawasan dan wacana kita guna mempersiapkan generasi penerus kita sebagai tunas-tunas bangsa yang diharapkan.
DESEMBER 2010
17
PENGETAHUAN
Korps Ajudan Jenderal di lingkungan Angkatan Darat AS identik dengan fungsi personel. Sebagai suatu korps, Ajudan Jenderal tidak memiliki badan yang secara khusus membina tradisi maupun fungsi dari Ajudan Jenderal. Fungsi Ajen seperti yang kita kenal di lingkungan TNI AD dilaksanakan oleh dua komando utama yang disebut HRC (Human Resources Command) atau Komando Sumber Daya Manusia dan RC (Recruitment Command) atau Komando Perekrutan. HRC dan RC merupakan badan pelaksana fungsi personel di bawah Asisten Personel (Army G.1) yang dikepalai oleh seorang Letnan Jenderal. Ajen sebagai pelaksana fungsi pers di lingkungan Angkatan Darat Amerika
18
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Serikat (US Army) memiliki 4 fungsi utama dan 13 fungsi pelaksana. Fungsifungsi tersebut antara lain : 1. Pengisian kekuatan. Menyangkut semua tugas dalam membangun kekuatan tempur dari organisasi Angkatan Darat. Tujuannya adalah menempatkan prajurit yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat pula. a. Manajemen kesiapan pasukan. Menganalisa data kekuatan personel untuk menentukan kemampuan tempur saat ini, merencanakan kebutuhan pengisian personel ke depan dan mengetahui kesiapan setiap individu prajurit. b. Akuntabilitas personel. Pengendalian status dan keberadaan tiap-tiap personel yang ditugaskan pada suatu unit. Pengendalian ini dimulai dari saat kedatangan, penugasan, pendidikan dan latihan, cuti, evakuasi medis, hingga mutasi ke satuan lain. c. Pelaporan kekuatan. Bentuk laporan dari akuntabilitas personel
dalam angka dan klasifikasi secara bertingkat mulai dari satuan terendah hingga di tingkat matra. Laporan ini mencerminkan tingkat operasional satuan tersebut dan digunakan untuk mengendalikan distribusi tenaga pengganti dan menentukan kebijakan personel bagi satuan terkait. d.Pemeliharaan kekuatan. Segala kegiatan yang bertujuan memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit maupun satuan secara utuh. Pemeliharaan kekuatan juga me-nyangkut perpanjangan masa dinas aktif bagi prajurit yang dinilai berprestasi dan layak dipertahankan dalam kedinasan militer. e.Manajemen informasi personel. Menyangkut proses pengumpulan, analisa, penyimpanan hingga pelaporan informasi personel secara terpusat melalui update sistem personel online oleh pejabat personel di satuan-satuan. Beberapa
MENGENAL FUNGSI AJEN DI LINGKUNGAN ANGKATAN DARAT AS
data tertentu dapat di update secara mandiri oleh masing-masing prajurit, namun pejabat pers bertugas mengklarifikasi setiap mutasi yang dilakukan oleh prajurit tersebut. 2.Menyediakan pelayanan personel. a.Pelayanan esensial personel. Meliputi bintang dan tanda jasa, daftar penilaian, kenaikan dan penurunan pangkat, mutasi dan klarifikasi dokumen, cuti dan investigasi personel serta koordinasi pembayaran gaji dan hak prajurit lainnya. b.Posmil. Menyediakan layanan posmil dan wesel di daerah operasi. Pos yang dikirimkan oleh subkontraktor ke terminal utama selanjutnya diproses oleh pleton posmil mulai dari menerima, memilah, mengklasifikasikan hingga mengirim ke alamat tertuju begitu juga sebaliknya. c.Operasi korban tempur. Mencakup pengumpulan, pen-catatan, pelaporan, klarifikasi informasi korban mulai dari tingkat bawah hingga ke pusat manajemen korban tempur. Pelaksanaan teknis evakuasi di lapangan di laksanakan oleh tim evakuasi lapangan bekerja sama dengan pihak medis, provost dan transportasi. 3.Mengkoordinir dukungan personel a.Jahril. Kegiatan jahril meliputi operasional unit koperasi, rekreasi, hiburan, fasilitas dan kegiatan olahraga serta tempat peristirahatan bagi prajurit dan PNS. b.Program komando. Program khusus yang disiapkan oleh pemerintah atau militer untuk kepentingan prajurit dan keluarganya seperti program kesiapan keluarga, bimbingan pemilu, bimbingan pencegahannbahaya
Situasi ruang penampungan sementara pleton posmil di Iraq.
narkoba, program pendidikan lanjutan dan program-program lainnya. c. Band AD. Band AD mengadakan tour di berbagai daerah operasi untuk me-ningkatkan semangat dan motivasi para prajurit serta melakukan pertunjukan di daerah belakang guna mendapatkan du-kungan dari masya-rakat dan meningkatkan animo pemuda untuk menjadi prajurit. Band AD juga melaksanakan tugas protokoler dalam upacara kenegaraan seperti penyambutan tamu negara. 4.Melaksanakan perencanaan dan operasi SDM. a. Merencanakandan melaksanakan operasi SDM. Pejabat pers membuat perkiraan kebutuhan pers dan tujuan
nstalasi VSAT yang merupakan tulang punggung konektivitas sistem satuan.
yang ingin dicapai sesuai dengan petunjuk komandan. Pejabat pers selanjutnya memberi pertimbangan aspek SDM dalam operasi yang akan dilaksanakan satuan tersebut. b.Melaksanakan pengendalian sistem SDM. Pejabat pers bekerja sama dengan pejabat komunikasi bertanggungjawab da-lam pengendalian sistem SDM mulai dari perencanaan, instalasi, serta pemeliharaan jaringan dan konektivitas sistem personel satuan dengan sistem pusat. Pejabat pers juga mengendalikan tingkatan akses yang dimiliki anggota-anggota lain di satuannya sesuai kepentingan masing-masing. Karena konsep di atas, para perwira Ajen di Amerika Serikat sejak awal menjabat sebagai pejabat personel, mulai dari pasipers batalyon, kasipers brigade hingga ke tingkat Asisten Personel. Mereka dijabatkan di seluruh satuan tanpa mengenal korps satuan tersebut. Keterbatasan lulusan perwira Ajen dari pendidikan pertama membuat alih kecabangan dari korps lain ke korps Ajen menjadi hal yang sangat biasa. Khusus bagi perwira Ajen, selain jabatan perwira seksi personel terdapat beberapa jabatan utama yang tersebar di seluruh wilayah Amerika Serikat serta di daerah operasi. Jabatan-jabatan lain yang merupakan bagian dari peta jabatan kecabangan Ajen tersebut antara lain : 1.Perwira Diaga. Jabatan ini berada di bawah struktur komando perekrutan. Merupakan perwira yang secara khusus mencari pemuda pemudi yang potensial untuk direkrut menjadi tentara di tiap-tiap daerah. Perwira Diaga ditempatkan di kompi-kompi perekrutan yang tersebar di seluruh negara bagian dan DESEMBER 2010
19
PENGETAHUAN
Pemberian Bintang jasa kepada prajurit yang berjasa di medan penugasan
perwakilan di beberapa Universitas Besar di Amerika Serikat. 2.Perwira Karier. Merupakan perwira yang menangani masalah jabatan anggota di satuannya, terutama penempatan jabatan berikutnya di luar satuan tersebut. Perwira Karier terdapat di satuan-satuan tempur mulai dari tingkat batalyon hingga ke tingkat pusat. Perwira karier bertugas memberikan bimbingan dan bantuan bagi seluruh personel di satuannya dalam perkembangan karier mereka. Setiap periode tertentu, perwira karier memperoleh informasi kekosongan jabatan di seluruh AD Amerika Serikat, selanjutnya informasi ini akan disampaikan kepada para prajurit untuk pertimbangan mereka selanjutnya. 3.Perwira Penghubung. Perwira penghubung bertugas menjembatani pihak militer dengan keluarga prajurit yang menjadi korban di daerah tempur.Perwira ini membantu pihak keluarga korban saat terjadinya musibah hingga pasca kejadian. Dalam beberapa fungsi teknis seperti yang dilaksanakan oleh Ditajenad terdapat beberapa kesamaan di dalam pelaksanaannya. Meski demikian banyak juga perbedaan yang signifikan. Perbedaan ini terutama disebabkan karena perbedaan doktrin yang dianut oleh masing-masing negara serta pengimplementasian teknologi dalam mekanisme kerja. Perbedaan fungsi teknis yang dilaksanakan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat antara lain : Bintang dan Tanda Jasa 1. Mayoritas bintang dan tanda jasa di lingkungan US Army berhubungan dengan prestasi di medan tempur. 2. Terdapat beberapa tingkat pendelegasian wewenang penganugrahan mulai dari Presiden hingga ke tingkat kompi. Sebagai contoh, Army Good Conduct Medal (Sejenis Satya Lencana
20
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Kesetiaan) diajukan oleh pejabat pers satuan ybs melalui sistem online untuk mendapatkan eligibilitasnya. Hasil eligibilitas selanjutnya dijadikan dasar oleh dansat prajurit yang bersangkutan mulai dari tingkat Komandan Kompi untuk penganugrahan. 3. Ada 2 sistem pengajuan bintang/tanda jasa : a.Pengajuan dari yang bersangkutan melalui sistem online. b.Pengajuan dari pihak lain (Saksi/ Komandan/Komisi Bintang dan Tanda jasa,dll) 4.Sistem menentukan apakah yang bersangkutan memenuhi persyaratan atau tidak. Apabila memenuhi persyaratan maka aplikasi yang bersangkutan selanjutnya dikirim kepada pemangku wewenang untuk diproses. 5.Keputusan penganugrahan berada pada pemangku wewenang berdasarkan penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan. 6.Update data penganugrahan bintang dan tanda jasa akan terkirim ke sistem informasi personel dan secara otomatis melakukan mutasi data personel tersebut. 7.Pencabutan Bintang dan Tanda Jasa hanya dapat dilakukan oleh komisi bintang dan tanda jasa (terdapat di Komando SDM, setara dengan Ditajenad) dengan dasar yang ditentukan Undang-Undang. 8.Para pemangku wewenang/dansat, ber-wenang melakukan penangguhan/ pembatalan pengajuan mereka yang sudah memenuhi persyaratan dengan alasan yang kuat dan dibenarkan menurut peraturan militer. 9.Postur merupakan salah satu syarat yang dipertimbangkan dalam pemberian bintang/tanda jasa. RUSKAMZAH (Manajemen Korban Tempur) 1. Tujuan manajemen korban tempur adalah untuk mencatat, melapor-kan, mengklarifikasi, mengolah informasi korban tempur, me-nyampaikan berita duka kepada keluarga hingga menyediakan bantuan kepada keluarga yang ditinggal. 2.Dilaksanakan oleh 2 badan utama yaitu Pusat Manajemen Korban Tempur dan Pusat Layanan Korban Tempur. Pelaksanaan di lapangan oleh tim evakuasi lapangan. 3.Pusat manajemen korban tempur berada di bawah HRC dengan tugas : a.Mengeluarkan aturan dan prosedur menyangkut operasi korban tempur. b.Memberikan arahan dan bantuan kepada pusat layanan korban tempur. c.Bertindak selaku pelaksana kewenang-an Dephan dalam operasi
korban tempur dan pemakaman. d. Menyiapkan tim penghubung pemakaman yang bertugas mengendalikan informasi antara pihak kesehatan militer, pelaksana pemakaman dan manajer operasi korban tempur. e.Membentuk tim terkait kasus laporan kehilangan personel di medan tempur. 4.Pusat Layanan Korban Tempur berada di 27 titik tersebar di seluruh wilayah AS dengan tugas sebagai perwakilan Pusat Manajemen Korban Tempur. Tugas tambahannya adalah : a.Menunjuk petugas penghubung (yang menyampaikan informasi kepada keluarga). b.Menyiapkan perjalanan bagi keluarga terdekat untuk menjenguk (bila korban dirawat di instalasi militer). c.Menyediakan bantuan pemakaman. d.Mengamankan hak milik pribadi dan menyampaikannya kepada ahli waris sesuai surat wasiatnya. e.Menyiapkan plakat kehormatan (berisi foto, tanda pangkat, kecabangan, bintang, tanda jasa dan tanda spesialisasi almarhum). f.Menyediakan asistensi pasca pemakaman kepada keluarga dalam bentuk konsul maupun pelatihan. g.Melaksanakan pelatihan petugas penghubung. UKP 1.Usulan kenaikan pangkat dilaksanakan melalui sistem kenaikan pangkat yang berada mulai dari tingkat batalyon hingga ke tingkat pusat (HRC). 2.Syarat UKP : a.Memenuhi masa dinas minimal sesuai aturan yang berlaku. b.Memenuhi persyaratan postur dan kesemaptaan. c.Memenuhi persyaratan pendidikan,
Evakuasi jenazah, salah satu fungsi Ajen di Amerika Serikat
MENGENAL FUNGSI AJEN DI LINGKUNGAN ANGKATAN DARAT AS
account, pusat sistem online yang wajib diakses seluruh prajurit US Army.
keahlian dan nilai evaluasi tertentu. d.Mendapat rekomendasi dari komandan satuan. 3. UKP diproses oleh pejabat pers satuan setelah mendapat persetujuan/ rekomedasi dari komandan satuan. Usulan kemudian diklarifikasi oleh pejabat pers satu tingkat lebih tinggi kemudian dimasukkan ke dalam sistem UKP terpusat untuk proses administrasinya. HRC selanjutnya mengeluarkan keputusan kenaikan pangkat untuk tingkat kolonel ke bawah. 4. Untuk kenaikan pangkat di atas kolonel menjadi wewenang langsung Presiden AS melalui Secretary of Defense. 5. UKP tidak mengenal periode khusus seperti 1/4 atau 1/10, setiap saat dapat dilaksanakan kenaikan pangkat apabila masa dinas dalam pangkat atau dalam jabatan sudah terpenuhi. 6. Bagi personel yang UKP nya pernah ditolak oleh sistem eligibilitas kenaikan pangkat maka usul harus dilakukan secara manual dan diproses secara terpusat oleh HRC kecuali bila telah mendapatkan pemutihan pada UKP sebelumnya. Musik Militer 1. Satuan Musik Militer merupakan satuan penugasan yang berada langsung di bawah Komando Sumber Daya Manusia (HRC). 2. Terdapat 4 tipe satsikmil di lingkungan US Army yaitu satsikmil kecil, sedang, besar dan khusus. Satsikmil khusus memiliki penugasan tetap dan melekat di suatu institusi.Terdapat 4 satsikmil khusus yaitu 2 di ibukota negara sebagai satuan protokoler, 1 di Komando Pendidikan dan Latihan dan 1 di Akademi Militer.
3. Personel satsikmil adalah para musisi yang direkrut kemudian mengikuti latihan dasar kemiliteran. Personel ini selanjutnya mengikuti pendidikan musik lanjutan di Sekolah Musik Angkatan Darat kecuali bagi anggota Satsikmil Khusus yang dididik tersendiri di satuannya. 4. Satuan-satuan musik ini selanjutnya akan mendapatkan rotasi penugasan ke berbagai satuan besar dan untuk sementara melekat pada satuan tersebut. 5. Dalam setiap jangka waktu tertentu akan diberikan cuti secara bersamasama dalam satu satuan musik militer guna menjaga efektifitas fungsinya. Demikian beberapa hal yang menonjol dalam pelaksanaan fungsi Ajudan Jenderal di lingkungan Angkatan Darat Amerika Serikat. Kemajuan teknologi yang diterapkan memang memberikan banyak keuntungan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam efisiensi dan efektifitas kerja. Meski demikian penerapan teknologi serta sistem di lingkungan Ajudan Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat tetap memiliki titik kerawanan antara lain : 1. Ketergantungan terhadap sistem yang berlebihan membuat penguasaan teknis kecabangan oleh personel yang mengawakinya menjadi lemah. Keadaan ini akan terlihat saat teknologi dan sistem utama mengalami kegagalan baik karena faktor alam maupun faktor manusianya. Apabila hal ini terjadi, tak jarang pekerjaan yang seharusnya bisa lebih cepat justru menjadi semakin lambat karena personel yang mengawaki sistem tersebut tidak dapat melaksanakannya secara manual. 2. Demi efektifitas dan efisiensi
beberapa pekerjaan yang sebelumnya dilaksanakan oleh pejabat pers diserahkan secara utuh kepada pihak luar (sub kontraktor). Hal ini menyebabkan ada rantai yang terputus dalam pelaksanaan mekanisme kerja. Keberadaan pihak luar ini menyebabkan para pejabat pers menjadi acuh tak acuh saat terjadi permasalahan karena adanya profesionalisme di bidang masing-masing. Penguasaan prosedur kerja yang tadinya utuh menjadi terbagi-bagi dan lambat laun terlupakan. Penerapan teknologi perlu dan harus dilakukan, namun harus tetap ada sistem cadangan secara manual yang selalu siap operasional saat sistem utama mengalami kegagalan. Begitu pula dengan penyederhanaan sistem. Sebagai personel yang bertanggung jawab atas bidang tertentu, penguasaan terhadap mekanisme kerja secara utuh sangatlah pentingmeski pada pelaksanaannya beberapa tahapan prosedur sudah disederhanakan atau diserahkan kepada pihak luar demi efektifitas dan efisiensi. Fungsi personel yang dilaksanakan oleh korps Ajen di Amerika Serikat memang jauh lebih luas jika dibandingkan dengan fungsi Ajen di AD. Pejabat pers sejak awal dididik dan dilatih untuk kemudian ditempatkan dan dikembangkan pada jalurnya yaitu pembinaan sumber daya manusia. Keadaan ini dicapai oleh US Army setelah melalui berbagai tahapan sejak terbentuk tahun 1776. Waktu yang cukup lama jika dibandingkan dengan perjalanan kita yang baru berusia 60 tahun. Semoga kita tidak perlu menunggu begitu lama untuk sampai pada tahapan itu.
Penulis Kapten Caj Agus Mardaly, MBA Kasubdep Lurja Depjahrillurja Pusdikajen di depan Monumen Iwo Jima, Washington D.C.
DESEMBER 2010
21
BABINCORAJ
Pengukuhan kali ini menjadi sangat berbeda dan sangat istimewa karena baru kali ini Dirajenad mengukuhkan sendiri putra kebanggaannya Letda Caj Allen Fashha Aritonang, S. Kom. Badan Pembina Coraj disingkat Babincoraj terbentuk sejak tanggal 24 Oktober 1960 yaitu pada saat berlangsungnya Reuni Coraj yang berlangsung dari tanggal 24 s.d. 27 Oktober 1960 di Grand Hotel Lembang Bandung yang dimotori oleh Kolonel Caj R. Soebijono, Reuni tersebut dicetuskan berdasarkan hasrat dan motivasi yang kuat oleh keinginan luhur untuk menyusun, mengisi, menumbuhkan dan mengembangkan serta memupuk Corps Ajudan Jenderal sehingga diharapkan dapat menjadi Korps yang potensial dan sanggup melaksanakan setiap tugas yang dibebankan kepadanya sebagai Dharma Bhakti terhadap Negara dan Bangsa Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Pembinaan Corps Ajen tersebut adalah Tradisi Penerimaan Perwira Caj Baru. Tradisi ini seperti tertuang dalam Surat Keputusan kasad Nomor Skep/417/X/2006 tanggal 31 Oktober 2006 TENTANG Buku Petunjuk Tehnik Tradisi Korps Ajudan Jenderal.
22
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Pelaksanaan Tradisi Korps penerimaan Pa Caj Baru pada hakekatnya menitik beratkan pada usaha pengenalan dan penghayatan jiwa, semangat cita-cita, sejarah dan tradisi korps serta memupuk jiwa korsa, karena para Perwira tersebut berasal dari beberapa sumber yaitu Akmil, Semapa PK, Secapa Reg dan
juga dari Korps lain yang pindah masuk kecabangan Ajen. Secara garis besar acara tradisi ini adalah penghormatan kepada Pataka Ditajenad “Vijaya Kusuma”, minum air “Vijaya Kusuma” secara simbolis berupa air kelapa dan pembacaan Janji Korps serta menyanyikan Hymne “Budhi Dharma Bhakti”.
PENGUKUHAN PERWIRA CAJ BARU
Akhir tahun 2010 ini Ajen kembali mengukuhkan Pa Caj Baru berjumlah 41 orang yang berasal dari Semapa PK 3 orang dan Secapa Reguler 38 orang, untuk melengkapi tradisi, sebelumnya kepada Pa Caj yang akan dikukuhkan diberikan ceramah pembekalan oleh pembina Coraj yaitu Dirajenad dan sesepuh Coraj yang kali ini disampaikan oleh mantan Dirajenad Bapak Drs. Achmad Tanribali Lamo, SH yang saat ini beliau menjabat sebagai DIrektur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik. Mengingat Tradisi ini biasa dilaksanakan setiap tahun tentu akan menjadi sesuatu yang biasa atau tidak Istimewa, namun Pengukuhan kali ini menjadi sangat berbeda dan sangat Istimewa karena baru pada pengukuhan kali ini Dirajenad mengukuhkan sendiri putra kebanggaannya Letda Caj Allen Fashha Aritonang, S.Kom. Perwira lulusan Semapa PK T.A. 2009 – 2010. Peristiwa seperti ini Sungguh langka sehingga pada upacara ini terlihat begitu khidmad dan mengharukan, bagaimana tidak bangga, orang tua yang menyaksikan putra kebanggannya menjadi seorang Perwira begitu bangganya beliau terhadap sang putra seperti tertuang dalam lirik lagu “Serdadu Tercinta” Kurela melepas dirimu, pergi ke medan juang, Demi menegakkan kedaulatan, antero nusantara Membela Negara Kesatuan Indonesia tercinta. Daku selalu merindukanmu, kala siang maupun malam, Berharap engkau akan kembali bersama
sama lagi, Seperti masa-masa dahulu berkumpul bergembira. Kekasih hatiku, dikau pujaanku, Serdadu tersayang serdadu tercinta, Kubangga kepadamu, Kekasih hatiku, dikau pujaanku, Serdadu tersayang serdadu tercinta Kubangga kepadamu. Kekasih hatiku, dikau pujaanku Serdadu tersayang serdadu tercinta.
Kubangga kepadamu. Nyanyian tersebut terdengar merdu dinyanyikan mengiringi langkah pasti Sang Perwira Muda. Atas nama Redaksi dan seluruh warga Ajen kami mengucapkan Selamat kepada Dirajenad dan Letda Caj Allen Fashha Aritonang, S.Kom. semoga kelak dapat menggantikan Ayahanda Tercinta menjadi “Dirajenad” Semoga….
DESEMBER 2010
23
JAHRILLURJA
Teknik Budidaya Lele Dumbo
Jenis. Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa. Di Indonesia sedikitnya ada lima jenis lele yang potensial diperdagangkan, antara lain : Clarias batracus (lele lokal), Clarias Melanoderma, Clarias tetysmanni (lele kembang), Clarias niewhufi (lindi) dan Clarias leichantur. Diantara kelima jenis itu yang populer dikembangkan adalah Clarias batracus. Sejak tahun 1986 telah datang ke Indonesia jenis ikan lele yang dikenal dengan nama lele dumbo (Clarias gariepinus) yang berasal dari negara Taiwan. Sejak saat itu ikan lele jenis ini banyak dikembangkan karena memiliki pertumbuhan yang cepat. Persyaratan Budidaya. 1. Budidaya lele dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan menggunakan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian di atas > 800 m dpi. Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pem-besaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik.
24
Vijaya Kusuma | Edisi 61
2. Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dahulu. Parameter kualitas air yang baik untuk pemeliharaan ikan lele adalah sebagai berikut : a. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32 C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju meta-bolisme ikan dan nafsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. b. PH air yang ideal berkisar antara 6-9. c. Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l. Teknik Budidaya. Pelaksanaan budidaya sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi : Persiapan kolam tanah (tradisional) Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukulmukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor). Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan). Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup
baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2, urea 15 gram/m2, SP3 10 gram/ m2, NH4NO3 15 gram/m2. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring kemudian dilakukan pengisian air kolam. Persiapan Kolam Tembok Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah, bedanya pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
TEKNIK BUDIDAYA LELE DUMBO
Penebaran benih.
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci- hamakan dulu dengan merendamnya di dalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukkan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya ke luar dari wadah (kantong) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan di atas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung di atas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
Pemanenan Ikan lele akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200-250 gram per ekor dengan panjang 15-20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan di dasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk ke dalam ruas bambu/ paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat.Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan. Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan
dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dengan jumlah air yang sedikit. Nilai Ekonomis Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan: • Dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat penebaran tinggi. • Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat. • Pemasaran relatif mudah. • Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah. • Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Pemberian Pakan.
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pelet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5 % perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbanding- an 2:1:1:1 campuran ter-sebut dapat dibuat dalam bentuk pelet. DESEMBER 2010
25
JAHRILLURJA
“Tempe, makanan yang dipandang sebelah mata, tetapi mempunyai manfaat Gandaâ€? Sebagai Anggota TNI dengan pendapatan yang selalu pas ? terkadang kita mengalami dilema dalam mengatur skala prioritas pengeluaran, kita tentu ingin keluarga mendapat asupan gizi yang bagus tanpa harus mengorbankan kepentingan yang lain. Ibu rumah tangga yang bijak akan tahu solusinya, yah‌. Tempe makanan yang terkadang dipandang sebelah mata tetapi mempunyai manfaat ganda, manfaat dari sisi kantong tentu sangat ringan dan manfaat dari faktor gizi jangan diragukan lagi. Jadi tidak ada salahnya kita mencoba membuat tempe sendiri karena tentu tempe yang kita buat akan bebas dari zat pewarna, za-zat berbahaya lainnya, seperti yang kita dengar dan lihat di media bahwa banyak tempe dijual di pasaran dengan zat pewarna Kain? Oke mari kita bahas Apa dan bagaimana Tempe !..... 10 Khasiat Tempe 1. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare. 2. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah. 3. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung. 4. Penanggulangan anemia, Anemia ditandai rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe),
26
Vijaya Kusuma | Edisi 61
tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsurunsur tersebut terkandung dalam tempe. 5. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R.Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi. 6. Daya hipokolesterol. Kandungan asam
lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat nenurunkan kadar kolesterol. 7. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker. 8. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif 9. Mencegah timbulnya hipertensi. 10.Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.
Kandungan zat gizi kedelai dan tempe adalah sebagai berikut : Komposisi zat gizi 100 gram bdd Zat Gizi Satuan Kedelai Tempe energi
kal
381
201
Protein
Gram
40,4
20,8
Lemak
Gram
16,7
8,8
Hidrat arang
Gram
24,9
13,5
Serat
Gram
3,2
1,4
Abu
Gram
5,5
1,6
Kalsium
mg
222
155
Fosfor
mg
682
326
Besi
mg
10
4
Karotin
mkg
31
34
Vitamin A
SI
0
0
Vitamin B1
mg
0,52
0,19
Vitamin C Air Bdd ( berat yang dapat dimakan)
mg
0
0
gram
12,7
55,3
%
100
100
Sumber :Â Komposisi zat gizi pangan Indonesia Dep Kes RI. Dir. Bin. Gizi masyarakat dan puslitbang Gizi 1991.
MEMBUAT TEMPE SENDIRI
Cara membuat Tempe :
•
Siapkan kacang kedelai seba nyak 1 kg dan ragi tempe sebanyak 2 gram.
secukupnya. Rebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit.
•
• •
Cuci bersih kacang kedelai dan rendam selama 24 jam.
•
•
•
•
Setelah direndam selama 24 jam, kacang kedelai mekar, mulailah meremas-remas kacang kedelai agar kulit arinya lepas. Setelah bersih, tuangkan kacang kedelai kedalam panci dan beri air
•
Tiriskan kacang kedelai kenwadah yang memudahkan kacang kedelai menjadi dingin
Setelah dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 2 gram dan aduk rata. Siapkan plastik dengan ukuran sesuai selera, masukkan kacang kedelai kedalam plastik hingga ketebalan kira-kira 2-3 cm (Bila memungkinkan plastik bisa diganti dengan daun pisang dan hasilnya akan lebih bagus). Tutup plastik ( bisa dengan menggunakan lilin, atau lidi bilamenggunakan daun ).
menggunakan lidi atau garpu kirakira 8 lubang untuk setiap sisi atas dan sisi bawah.
•
Letakkan kantong-kantong tempe di atas rak ( Proses Fermentasi ).
•
Proses fermentasi ini berlangsung + 36 – 48 jam, ruangan untuk Fermentasi harus bersih dan ada udara untuk keluar masuk. Setelah 36 jam tempe siap untuk diolah menjadi masakan yang lezat dan sehat.
•
Kemudian lubangi plastik yang telah berisi kacang kedelai dengan
Olahan Lezat dari tempe :
Burger Tempe Bahan-bahan untuk membuat burger tempe : - 4 lembar roti tawar, direndam dalam sedikit air, kemudian dihaluskan. - 200 gram tempe, di halus kan. - 50 gram tepung terigu. - 1 butir telur. - 1/2 sendok teh garam. - 1/4 sendok teh merica. - 1/4 sendok teh pala bubuk. - 4 sendok makan margarin. Pelengkap : - Roti bun ( roti burger ) siap pakai. - saos tomat - sambal botol tomat
- ketimun. - selada. Cara membuatnya : 1. Campur tempe, tepung terigu, dan roti tawar, aduk hingga rata. 2. Masukkan telur dan bumbu, aduk hingga rata. 3. Bagilah menjadi 4 bagian, dan dibentuk bulat pipih. 4. Panaskan margarin, lalu goreng burger tempe hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. 5. Sajikan dalam roti, kemudian tambahkan saus tomat dan sambal botol, hias dengan irisan tomat ketimun dan daun selada. Catatan : bisa dihidangkan untuk 4 porsi.
DESEMBER 2010
27
JAHRILLURJA
Oleh : Mayor Caj Candra
“Musik dapat menimbulkan efek resonansi dari getaran atau frekuensi tertentu, yang tak dapat dipungkiri akan berpengaruh kepada reaksi fisik, yang pada hakekatnya getaran yang cocok terhadap makhluk hidup, akan ditemukan dan dapat dimanfaatkan” Diera sekarang ini, pengaruh musik terhadap dimensi kehidupan telah menjadi sorotan, keberadaannya sampai diberbagai kepentingan disetiap dinamika kehidupan makhluk hidup, manusia, hewan, bahkan tumbuhtumbuhan. Adanya wacana-wacana, apresiasi, diskusi-diskusi, studi, penelitianpenelitian, dan eksperimentasi dari para pakar maupun ahli semua memiliki alasan yang mendasar, tentunya hasil penemuannya tertuju pada harapanharapan hajat hidup manusia. Sumbangsih para pakar/ahli dan peneliti, kini memberikan andil penting terhadap uniknya pengaruh musik terse but, sebagai contoh diantaranya dari hasil penelitian, yaitu tentang efek musik yang dapat mempengaruhi keturunan, dengan obyek malalui janin seorang ibu yang mengandung, yang apabila diperdengarkan jenis musik lagu-lagu tertentu, konon akan menghasilkan anak yang cerdas, cantik maupun tampan. Sedangkan perkembangan lain di bidang medis, ada musik yang digunakan sebagai therapi untuk orang-orang yang sakit, bahkan untuk orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Eksperimentasi para pakar/ahli, kini menjelajah pada obyek lain. Dengan mengamati peningkatan hasil produksi susu sapi/hewan mamalia ataupun dengan mengamati kecepatan pertumbuhan dan peningkatan hasil bunga dan panen buah. Di biara-biara Brithany para biarawan memperdengarkan musik bagi binatang peliharaannya dan menemukan bahwa sapi-sapi yang kerap diperdengarkan musik karya Mozart, menghasilkan lebih banyak susu dibanding tanpa musik.
28
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Sementara itu di Tample Beull cologe di Denver seorang mahasiswa (Dorothy Retailack) mengadakan eksperimen dengan berbagai tanaman dan musik. Dia membuat lima buah rumah kaca kecil. Dengan penerimaan cahaya, air dan tanah yang sama, tiga buah rumah diputarkan musik Rock dan Country, sedang dua buah lainnya diputarkan karya bach dan Musik klasik India. Setelah selang beberapa bulan, ia menemukan kenyataan bahwa musik Bach dan klasik India dapat merangsang pertumbuhan dan bunganya lebih dramatis, sedang yang lainnya tidak berkembang dengan baik. Contoh lain disalah satu Kabupaten di Bogor, ada seorang, pengusaha durian terkenal, mantan seorang prajurit yang telah menerapkan metode merangsang pertumbuhan dan hasil panen dengan musik, dikebunnya yang luas dipasangi speaker dengan radius dua puluh sampai tiga puluh meter,
setiap hari diputarkan lagu/instrumen musik tertentu, dengan tempo lambat dan lembut, ternyata hasil panennya melimpah dan menurutnya hasil panennya tidak lagi mengenal musim. Dalam tulisan ini, Penulis mencoba untuk menulis thema :”Efek Musik Terhadap Peningkatan Kinerja”. Ada sebagian orang yang berpendapat dan menyatakan bahwa sementara ini musik klasik yang paling cocok untuk diperdengarkan di tempat kerja, pembenaran itu tidaklah selalu demikian, karena semuanya akan terkembali kepada budaya kerja dan budaya masyarakat lingkungan kita sendiri. Lalu pertanyaannya musik apakah yang tepat untuk didengar di tempat kerja, untuk menjawab pertanyaan itu, tentu harus ada patokan yang harus diuji coba, di bawah ini ada beberapa point yang ditawarkan untuk diuji coba : 1. Perhatikan jenis musiknya, jangan memutar lagu yang ada syairnya atau video dan televisi. Hal ini akan merubah fokus kita terhadap pekerjaan. 2.Putar lagu dengan volume rendah, dimak-sudkan agar bagi yang tidak senang musik tidak terganggu, cari irama/ tempo lambat dengan ketukan 70-80 kali per menit. Gunakan lagulagu Pop Romantik, ini berlaku untuk pagi sampai siang, dimana kinerja yang mantap dan vitalitas yang tinggi sangat diperlukan. 3.Beranjak jam istirahat, turunkan tempo sampai 55-65 kali per menit/ tempo lambat, pada saat ini siklus tubuh kita tidak mampu menerima paksaan kerja secara optimal. 4.Setelah istirahat, gantilah tempo lain dengan tempo yang lebih cepat dari point 2 yaitu 70-80 kali per menit, karena kalau membiarkan dengan tempo lambat, kecenderungan mudah untuk tetidur. 5.Buat daftar lagu yang sesuai dengan kesepakatan rekan kerja, dapat menggunakan lagu klasik, Jazz, Pop Romantik. Demikian ulasan “Pengaruh Efek Musik Terhadap Peningkatan Kinerja”, semoga tulisan ini bermanfaat untuk
EFEK MUSIK TERHADAP KINERJA
semua, perlu menjadi catatan bahwa tidak semua orang dapat menerima Efek Musik tersebut”, terkadang justru menjadi kebalikannya. Hal ini wajar, karena sebagian manusia memiliki type yang berbeda dan terbagi menjadi tiga bagian yaitu : manusia visual, auditorik dan kinestik. Untuk type manusia visual, silahkan putar musik apa saja, tapi jangan gunakan video/ televisi. Sedangkan manusia auditorik sebaiknya putar musik dengan volume kecil dan untuk menusia kinestik adalah orang yang merasa terganggu jika banyak orang yang lalu lalang di tempat kerjanya. Untuk efek musik sangat sedikit berpengaruh terhadap kinerjanya. Selamat bekerja dan selamat bereksperimen. Referensi :
1. “Efek Mozart Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk mempertajam Pikiran, meningkatkan Kreatifitas dan menyehatkan Tubuh”, (oleh Don Campbell) 2. “Pengaruh Musik Ter-hadap Konsentrasi”, (dari tim Power Brain Indonesia). 3. Kamus umum Indonesia. Pengertian : * Resonansi : Peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar. * Visual : Dapat dilihat dengan indra penglihat (mata); berdasarkan penglihatan. * Auditorik : Bersifat dapat didengar. * Kinestik : Berhubungan dengan gerak.
Ada sebagian orang yang berpendapat dan menyatakan bahwa sementara ini musik klasik yang paling cocok untuk diperdengarkan di tempat kerja, pembenaran itu tidaklah selalu demikian, karena semuanya akan terkembali kepada budaya kerja dan budaya masyarakat lingkungan kita sendiri.
DESEMBER 2010
29
ROHANI
Oleh : Dr.Mohamad Erihadiana, M.PD Dosen pada falkutas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati
Praktik sogok menyogok terutama saat masuk Pegawai Negeri Sipil atau PNS saat ini sudah dianggap suatu kewajaran atau hal yang biasa. Tetapi benarkah praktek seperti itu adalah hal yang biasa? Bagaimana sebenarnya Islam memandang persoalan sogok menyogok yang sudah mengakar dalam kehidupan saat ini, dan apa implikasinya bagi yang menyogok, yang disogok, dan kita yang membiarkan kebiasaan itu terjadi ? Ada banyak hadits Nabi Saw yang secara tegas melarang sogok-menyogok, antara lain, sabda beliau, ”Allah mengutuk penyogok dan yang disogok.” Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan keempat pengarang kitab Sunan. Imam Ahmad menambahkan, ”Dan dikutuk pula perantara keduanya, walaupun dia tidak menerima sesuatu.” Para ulama sepakat bahwa sogokmenyogok hukumnya haram, Al-Quran sendiri menyatakan : Janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan batil dan janganlah kamu membawa urusan harta kepada hakim (pengambil putusan) dengan tujuan agar kamu dapat memakan/ menggunakan harta benda orang lain dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahui (QS alBaqarah (2) : 188). Ash-Shan’ dalam Kitab Subulussalam
30
Vijaya Kusuma | Edisi 61
mendefinisikan sogok sebagai ”pemberian untuk tujuan memperoleh sesuatu yang batil atau tidak hak”. Artinya setiap usaha untuk memperoleh keuntungan yang tidak sah atau hak yang seharusnya merupakan hak negara atau orang lain, walaupun keuntungan itu bukan untuk dirinya pribadi, atau siapa pun yang memberi untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang tidak sah, hukumnya haram dan tidak dapat dibenarkan oleh agama. Realitasnya, uang sogok seringkali dianggap sebagai ”hadiah” atau tanda ucapan ”terima kasih” atas budi baik atau ”penghargaan” atas jerih payah dan jasa. Padahal kedudukannya sama saja dan tetap saja disebut sebagai sogok atau dalam bahasa agama disebut risywah. Risywah adalah memberikan sesuatu kepada seorang pegawai, atau hakim, atau pimpinan supaya sampai
kepada satu tujuan, terlepas dari benar atau salah tujuan tersebut. Rasulullah Saw bersabda ”Hadiah-hadiah untuk para pegawai adalah khianat” (Hadits riwayat Imam Ahmad). Imam Nawawi ketika mengomentari hadits tersebut mengatakan bahwa hadiah untuk pegawai adalah haram dan merupakan bentuk pengkhianatan, khianat atas kepemimpinan dan amanahnya. Karenanya dalam hadits itu disebutkan sebagai pengkhianatan, Hadiah dalam riwayat lain disebutkan, akan dipikulnya pada hari kiamat, seperti halnya seorang pengkhianat. Pengharaman hadiah kepada selain pegawai, itu disunahkan. Para Pejabat baik negeri atau swasta yang karena pekerjaannya dibutuhkan bantuannya, maka ” yang diberikan kepada mereka adalah haram dan tidak boleh diterima, sebab termasuk ghulul (khianat). Selain itu, ”hadiah ” itu tidak boleh diberikan kepada mereka, sebab pemberian hadiah akan menyebabkan yang menerima akan lebih cenderung bahkan mementingkan yang memberi. Itulah yang disebut risywah atau ”uang pelicin” alias ”uang SOGOK”. Pemberian sesuatu untuk memperoleh kemudahan dalam suatu urusan meskipun untuk memperoleh pekerjaan tidak dapat dibenarkan, hukumnya adalah haram. Demikian pula ketika kita memberi peluang kepada orang lain atau membiarkan praktik sogok menyogok terjadi maka iapun ikut menjerumuskan orang lain kepada yang haram. Siapapun yang membantu seseorang dalam kejahatan, maka dia ikut memperoleh dosanya, sebagaimana siapa pun yang membantu dalam kebaikan, dia pun akan ikut memperoleh ganjarannya. Wallahu a’lam.
generasi masa depan oleh: Letkol Caj.Drs.H.Moch.Rifa’i
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhati-kan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan ber-taqwalah kepada Allah, Sesung-guhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Hasr, 18) Pendahuluan Setiap orang tua bercita-cita agar putra putrinya tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang baik. Oleh karena itu semua daya dan upaya dikerahkan untuk memenuhi keinginan tersebut, namun ternyata tidak semua cita-cita itu dapat terwujud sesuai harapan. Tidak sedikit generasi muda terjerumus dalam perilaku yang menyimpang dari norma sosial masyarakat dengan contoh kongkrit seperti mabuk, penggunaan narkotika dan obat terlarang, pelanggaran tata susila serta tindakan anti sosial seperti tawuran massal, menodong sesama pelajar dan sebagainya yang dapat merugikan orang lain, terlebih jika sifatnya sudah mengarah kepada kriminal seperti perkelahian massal yang disertai timbulnya anarkis. Batasan usia generasi muda Prof. DR Zakiah Darajat berpendapat : remaja dilihat dari ilmu jiwa agama memberikan batas muda pada umur 24 tahun kemudian Prof. Slamet Imam Santosa berpendapat dengan melihat remaja dari sudut masa pembentukan kepribadian seseorang, sehingga batas generasi muda itu pada umur 20 tahun. Namun ada juga yang membagi kehidupan manusia itu dalam dua kelompok besar yaitu generasi muda yang berakhir pada umur 40 tahun dan generasi mapan atau matang pada umur 40 tahun keatas. Di samping itu adalagi yang melihat pemuda itu bukan dari segi umurnya tetapi dari hakekat pemuda atau jiwa pemuda yang penuh semangat dan enerjik sehingga siapa yang memiliki semangat yang lazimnya dimiliki pemuda di sebut pemuda, akan tetapi sebaliknya meskipun secara fisik dan umur adalah muda tetapi hakekatnya dia bukan pemuda bila tidak memiliki sifat-sifat pemuda. Menurut catatan sejarah pemuda sangatlah berperan dalam perjuangan. Pada zaman permulaan perjuangan Nabi, pemuda yang dekat dengan Nabi ialah Ali Bin Abi Tholib yang cukup menarik penampilannya, bahkan keenerjikannya dan keberanian serta keikhlasannya berjuang
karena kecintaannya kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW, kemudian Abdullah Bin Umar, Anas Bin Malik dan banyak lagi generasi muda yang melibatkan diri dalam kegiatan dakwah dan pembelaannya terhadap Islam. Generasi muda yang kita inginkan Dalam menghadapi tantangan zaman dimasa datang, kita di tuntut untuk sejak dini membangun benteng iman dan ilmu yang kokoh, bagai batu karang di pantai yang tidak goyah oleh hempasan ombak
dan badai, betapapun besar dan dahsyatnya. Generasi muda berkwalitas yang diharapkan tidak hanya unggul dari segi materi dan duniawi tapi juga yang berorientasikan akhirat dengan indikasi sebagai berikut : a. Generasi yang sehat dan sempurna fisik jasmaninya. Sebab jasmani yang tidak prima karena kekurangan gizi, tidak membiasakan hidup sehat, generasi yang sakit-sakitan dan lemah, sudah tentu tidak akan mampu menjalankan tugas berat, yakni tugas membangun negara pada masa kini dan masa datang. b. Generasi yang berilmu, yaitu generasi yang cerdas, berpengetahuan yang tinggi, bukan saja pengetahuan agama, tetapi juga pengetahuan umum. Bukankah Rosulullah SAW selalu menganjurkan agar kita hidup seimbang, antara kepentingan
dunia dan kepentingan akhirat. Tentu saja kita tidak boleh bermimpi untuk menjadi bangsa yang maju kalau generasi penerus kita tidak berilmu cemerlang. Dalam surat Mujaadalah Allah berfirman yang artinya : “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan, beberapa derajat”. c. Generasi yang beriman, yaitu generasi yang sadar bahwa diatas kekuasaan manusia ini ada suatu Dzat Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, yang memiliki sifat-sifat Yang Maha Sempurna. Generasi yang beriman ialah generasi yang bukan saja mengandalkan kecerdasan dan keterampilan tetapi juga mengakui peranan Allah SWT. Memang kepintaran dan kecerdasan otak saja tidak menjamin seseorang menjadi baik dan masyarakat menjadi aman, tentram. Ilmu saja tidak cukup, dia harus berada ditangan orang yang beriman agar ilmu tidak salah dipakai, yang justru dapat mencelakakan umat manusia. Bukankah bom hidrogen, senjata pemusnah dan mesin perang lainnya itu diciptakan oleh orang-orang yang pintar. Kepintaran tanpa iman sungguh membahayakan hidup ini. d. Generasi yang gemar beramal dan berkarya, yaitu berbuat sesuatu yang bermutu dan manfaatnya digunakan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Hanya orang-orang yang beriman dan sholeh yang tidak rugi hidupnya. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ashr ayat 1-3. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal soleh” e. Generasi yang berakhlak yaitu generasi yang selaras, serasi dan seimbang hubungannya dengan Allah SWT. Saling bekerjasama dengan sesamanya mengelola alam sekitarnya dengan baik. Semoga kita selaku orang tua dapat mewujudkan generasi yang mampu menjawab
اهيف دسفي نم اهيف لعجتا اولاق ةفيلخ ضرألا ىف لعاج ىّنا ةكئالملل كّبر لاق ذاو نوملعت الام ملعا ىّنا لاق كل س دقنو كدمحب حّبسن نحنو ءامّدلا كفسيو
“ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah di muka bumi, mereka berkata mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di muka bumi itu orang yang membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Sesungguhnya Aku mengetehui apa yang tidak kamu ketahui” DESEMBER 2010
31
PERSPRA
1. Dasar : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2010 tentang Pelaksanaan UndangUndang Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar , Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. c. Keputusan Panglima Angkatan Bersenjata Nomor : Kep/04/ VI/1992 tanggal 9 juni 1992 beserta perubahannya tentang Administrasi Penganugerahan Tanda Jasa Kenegaraan Jenis Bintang. d. Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST/378/2010 tanggal 04 Juni 2010 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. e. Surat Telegram Kasad Nomor ST/1077/2010 tanggal 23 Juni 2010 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan. 2. Sehubungan dasar tersebut di atas pengajuan penganugerahan Tanda Kehormatan Negara di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sebagai berikut : a. Jenis Tanda Kehormatan : 1) Jenis Bintang : a) Bintang Sipil terdiri atas : (1) Bintang RI (2) Bintang Mahaputera (3) Bintang Jasa (4) Bintang Kemanusiaan (5) Bintang Penegak Demokrasi (6) Bintang Budaya Parama Dharma (7) Bintang Bhyangkara
32
Vijaya Kusuma | Edisi 61
b) Bintang Militer terdiri dari : (1) Bintang Gerilya (2) Bintang Sakti (3) Bintang Dharma (4) Bintang Yudha Dharma : (a) Bintang Yudha Dharma Utama (b) Bintang Yudha Dharma Pratama (c) Bintang Yudha Dharma Nararya (5) Bintang Kartika Eka Pakci: (a) Bintang Kartika Eka Paksi Utama (b) Bintang Kartika Eka Paksi Pratama (c) Bintang Kartika Eka Paksi Nararya 2) Jenis Satyalancana terdiri dari : a) Satyalancana Sipil terdiri dari : (1) Satyalancana Perintis Kemerdekaan (2) Satyalancana Pembangunan (3) Satyalancana Wira Karya (4) Satyalancana Kebhaktian Sosial (5) Satyalancana Kebudayaan (6) Satyalancana Pendidikan (7) Satyalancana Karya Satya (8) Satyalancana Dharma Olah Raga (9) Satyalancana Dharma Pemuda (10) Satyalancana Kepariwisataan (11) Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha (12) Satyalancana Pengabdian (13) Satyalancana Bhakti Pendidikan (14) Satyalancana Jana Utama
(15) Satyalancana Ksatria Bhayangkara (16) Satyalancana Karya Bhakti (17) Satyalancana Operasi Kepolisian (18) Satyalancana Bhakti Buana (19) Satyalancana Bhakti Nuda (20) Satyalancana Bhakti Purna b) Satyalancana Militer terdiri dari : (1) Satyalancana Bhakti (2) Satyalancana Teladan (3) Satyalancana Kesetiaan terdiri dari: (a) Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun (b) Satyalancana Kesetiaan XVI Tahun (c) Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun (d) Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun (4) Satyalancana Santi Dharma (5) Satyalancana Dwidya Sistha (6) Satyalancana Dharma Nusa (7) Satyalancana Dharma Bantala (8) Satyalancana Wira Nusa (9) Satyalancana Wira Dharma (10) Satyalancana Wira Siaga (11) Satyalancana Ksatria Yudha 3) Samkaryanugraha. b. Persyaratan penerima Tanda Kehormatan :
TATA CARA PENGAJUAN TANDA JASA DAN TANDA KEHORMATAN DI LINGKUNGAN TNI AD
1) Syarat Umum : a) WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI. b) Memiliki integritas moral dan keteladanan. c) Berjasa terhadap bangsa dan negara. d) Berkelakuan baik. e) Setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara. f) Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling sedikit lima tahun. 2) Syarat khusus. a) Jenis Bintang. (1) Bintang Gerilya. Setiap WNI yang berjuang mempertahankan kedaulatan NKRI dari
agresi Negara asing dengan cara bergerilya. (2) Bintang Sakti : (a) Anggota TNI yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekat melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas operasi militer tanpa merugikan tugas pokoknya. (b) WNI bukan anggota TNI yang menunjukkan keberanian dan ketabahan tekad melampaui dan melebihi panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas operasi militer. (3) Bintang Dharma. Anggota TNI atau WNI bukan anggota TNI yang menyumbangkan jasa bakti dengan melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas militer sehingga memberikan keuntungan luar biasa
untuk kemajuan TNI. (4) Bintang Yudha Dharma. (a) Anggota TNI yang mendarma baktikan diri melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam pelaksanaan tugas pembinaan dan pengembangan sehingga memberikan keuntungan luar biasa untuk kemajuan, perkembangan, dan terwujudnya integrasi TNI. (b) Pegawai Negeri Sipil kementerian pertahanan atau TNI yang dalam tugasnya menghasilkan karya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI dalam rangka perwujudan dan pembinaan untuk keutuhan dan kesempurnaan TNI. (c) WNI bukan anggota TNI atau Pegawai
DESEMBER 2010
33
PERSPRA
Negeri Sipil TNI tang berjasa besar dalam bidang pembangunan TNI dengan hasil yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pemerintah dan NKRI. (5) Bintang Kartika Eka Paksi. (a) Anggota TNI Angkatan Darat yang dibidang tugas kemiliteran menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan, dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat tanpa merugikan tugas pokoknya. (b) WNI yang bukan anggota TNI angkatan darat yang berjasa luar biaasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat. Tanda Kehormatan Bintang sambil menunggu diterbitkan aturan pelaksanaan yang baru, maka tetap berpedoman pada Kep Pangab Nomor Kep/04/ VI/1992 tanggal 9 Juni 1992, Kep/04.a/VI/1992 tanggal 7 September 1995, Kep/04.b/VI/1992 tanggal 18 Agustus 1998 beserta perubahannya dan ST Panglima TNI Nomor ST/378/2010 tanggal 4 Juni 2010 dan ST Kasad Nomor ST/1077/2010 b) Jenis Satyalancana : (1) Satyalancana Bhakti (a) Prajurit TNI yang telah berjasa luar biasa menjadi pembela bangsa dan kedaulatan rakyat dalam melaksanakan tugas militer sehingga mendapat luka-luka sebagai akibat langsung tindakan musuh dan di luar kesalahannya yang memerlukan perawatan kedokteran; (b) WNI bukan prajurit TNI yang bertugas operasi bersama-sama TNI 34
Vijaya Kusuma | Edisi 61
dan memenuhi kriteria sebagai mana dimaksud pada subsubsubsubpasal (a). (2) Satyalancana Teladan. (a) Prajurit TNI yang telah berjasa dalam usaha menjadi pembela bangsa dan kedaulatan negara. (b) Dalam waktu perang dan operasi militer paling singkat satu tahun secara terus-menerus. (c) Di luar keadaan sebagaimana dimaksud pada subsubsubsubpasal (a) paling singkat tiga tahun secara terus menerus menjalankan tugas, sehingga menjadi teladan dalam memelihara sifat-sifat keprajuritan bagi prajurit lain. (d) Tanda Kehormatan berupa Satyalancana Teladan dapat diberikan lebih dari satu kali. (3) Satyalacana Kesetiaan. (a) Prajurit TNI yang berjasa luar biasa menunjukkan kesetiaannya kepada TNI, bangsa dan negara dengan ketentuan. (b) Telah melakukan tugas dinas ketentaraan selama 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun atau 32 tahun penuh secara terusmenerus. (c) Setia dengan bekerja bersungguh-sungguh tanpa cacat. (4) Satyalacana Santi Dharma. (a)Prajurit TNI yang telah selesai melaksanakan tugas Internasional sebagai kontingen Garuda atau militery observer. (b) Anggota TNI yang dalam melaksanakan dinas menunjukkan disiplin, taat pada pimpinan serta berkelakuan baik dan dalam jangka waktu : i) Ditempatkan dalam tugas luar negeri mulai misi/kontingen Garuda/militery observer yang bersangkutan sampai
ditariknya kembali ke Indonesia. ii) Selama dua bulan secara terus-menerus dalam penugasan Luar Negeri dalam misi Kontingen Garuda/militery observer. iii) Gugur/meninggal dunia bukan karena akibat sendiri dalam melaksanakan tugas di luar negeri dalam misi kontingen Garuda/militery observer. (c) WNI bukan prajurit TNI yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagaimana dimaksud. (5) Satyalancana Dwidya Sistha. (a) Prajurit TNI dan WNI bukan prajurit TNI berjasa dalam kemajuan dan pertumbuhan TNI yang karena jabatannya selaku guru/instruktur pada lemdik TNI dengan telah menunjukkan kesetiaannya, prestasi kerja serta berkelakuan baik paling singkat dua tahun secara terusmenerus atau tiga tahun secara tidak terus-menerus atau tiga angkatan secara terusmenerus atau berjumlah empat angkatan secara tidak terus-menerus. (b) WNA yang pernah menjadi Guru/instruktur di lingkungan TNI dan dinyatakan berjasa di bidang pendidikan, pertumbuhan dan pembinaan TNI. (c) Prajurit TNI yang bertugas pada lembaga-lembaga pendidikan/dinas/ satuan yang fungsinya menyelenggarakan pendidikan. (6) Satyalancana Dharma Nusa. (a) Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS yang berjasa di dalam melaksanakan tugas
TATA CARA PENGAJUAN TANDA JASA DAN TANDA KEHORMATAN DI LINGKUNGAN TNI AD
operasi pemulihan keamanan, serta WNI lainnya yang telah berjasa dalam membantu operasi pemulihan keamanan di daerah bergejolak dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (b) Paling singkat 90 hari secara terus-menerus. (c) Paling singkat 120 hari secara tidak terusmenerus. (d) Gugur/tewas akibat penugasannya. (7) Satyalancana Dharma Bantala. (a) Prajurit TNI Angkatan Darat yang telah mendarmabaktikan diri kepada TNI Angkatan Darat secara paripurna. (b) Telah memiliki Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetiaan 24 tahun. (c) Bertugas paling singkat 30 tahun. (d) Gugur/tewas. (8) Satyalancana Wira Nusa. (a) Prajurit TNI yang telah bertugas mendarmabaktikan diri untuk pengamanan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat 90 hari secara terus-menerus atau 120 hari secara tidak terus-menerus dalam satu kali penugasan. (b) Tanda kehormatan berupa Satyalancana Wira Nusa dapat diberikan paling banyak dua kali. (9) Satyalancana Wira Dharma. (a) Prajurit TNI yang telah bertugas mendarmabaktikan diri untuk pengamanan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat 90 hari secara terusmenerus atau 120 hari secara tidak terusmenerus dalam satu kali penugasan. (b) Tanda kehormatan berupa Satyalancana
Wira Dharma dapat diberikan paling banyak dua kali. (10) Satyalancana Wira Siaga. (a) Prajurit TNI yang telah bertugas mendarmabaktikan diri untuk pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI. (b) Perwira tinggi paling singkat satu tahun. (c) Pamen/Pama paling singkat dua tahun secara terus-menerus atau tiga tahun secara tidak terusmenerus. (d) Bintara/Tamtama paling singkat tiga tahun secara terus-menerus atau empat tahun secara tidak terusmenerus. (11) Satyalancana Ksatria Yudha. (a) Prajurit TNI yang telah menunjukkan pengabdian, kecakapan dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas khusus di kesatuan khusus selama paling singkat dua tahun secara terus-menerus atau tiga tahun secara tidak terus-menerus. (b) Berjasa luar biasa dalam melaksanakan tugas khusus di kesatuan khusus, baik latihan-latihan maupun tugas khusus beresiko tinggi yang dapat mengakibatkan gangguan kejiwaan, kecacatan fisik ataupun kematian.
d. Tata cara pengajuan Tanda Kehormatan di lingkungn TNI AD : : 1) Satminkal mengajukan usul Tanda Kehormatan kepada Pang/Gub/Dan/ Dir/Ka Kotama/Balakpus u.p. Kaajen/ Kabagpers Kotama /Balakpus. 2) Pang/Gub/Dan/Dir/Ka Kotama/ Balakpus mengajukan usul kepada Kasad u.p.Dirajenad, tembusan Aspers Kasad. 3) Format usul agar sesuai dengan ST Dirajenad nomor ST /57/2006 tanggal 14 Juni 2006 tentang format usul Tahor dengan tata urut sbb : a) Kolom satu nomor urut. b) Kolom dua nama, tempat/ tanggal lahir. c) Kolom tiga pangkat/korps/ NRP. d) Kolom empat jabatan/ satuan. e) Kolom lima tmt TNI. f) Kolom enam nomor Kep Tahor terakhir yang dimiliki. g) Kolom tujuh jenis Tahor yang di usulkan. h) Kolom delapan keterangan. 4) Setiap usulan agar dilengkapi dengan riwayat hidup rangkap dua. 3. Lain-lain : a. Peraturan yang bertentangan dengan dasar diatas dinyatakan tidak berlaku. b. Tanda jasa, tanda Kehormatan Bintang dan Satyalancana sipil yang memungkinkan diberikan kepada prajurit TNI agar diajukan secara hirarkhi.
c) Samkaryanugraha. Kesatuan di lingkungan TNI yang telah berjasa dalam suatu operasi militer dan pembangunan dalam rangka mempertatahankan kelangsungan hidupNegara dan bangsa. c. Penganugerahan semua jenis tanda kehormatan (Bintang, Satyalancana dan Samkaryanugraha) ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia. DESEMBER 2010
35
PERSPRA
CONTOH PEMAKAIAN MEDALI TANDA JASA Min 10,5 cm
Max 13 cm
Contoh 1.
Contoh 2.
Max 13 cm
Max 13 cm
Contoh 3.
Max 13 cm
36
Vijaya Kusuma | Edisi 61
Max 13 cm
TATA CARA PENGAJUAN TANDA JASA DAN TANDA KEHORMATAN DI LINGKUNGAN TNI AD
Contoh 4. Min 3,5 cm
1 cm
3
2
1
Contoh 5.
6
6
5
4
3
2
1
10,5 cm
DESEMBER 2010
37
PERSPRA
Contoh 6.
TJS1
TJS2
14 cm KETERANGAN GAMBAR PITA : BINTANG SAKTI
SATYALANCANA DHARMA NUSA
BINTANG DHARMA
SATYALANCANA PRESTASI
BINTANG YUDHA DHARMA UTAMA
DWIDJA SISTHA SATYALANCANA SANTI DHARMA
BINTANG KEP UTAMA
SATYALANCANA BAKTI SOSIAL
BINTANG YUDHA DHARMA PRATAMA SATYALANCANA DHARMA BANTALA
BINTANG KEP PRATAMA BINTANG YUDHA DHARMA NARARYA
SATYALANCANA WIRA NUSA
BINTANG KEP NARARYA
TJS 1
BINTANG DARI NEGARA ASING
SATYALANCANA WIRA DHARMA
SATYALANCANA BHAKTI SATYALANCANA WIRA SIAGA
SATYALANCANA TELADAN SATYALANCANA KESETIAAN XXIV TH SATYALANCANA KESETIAAN XVI TH
TJS2
SATYALANCANA DARI NEGARA ASING
SATYALANCANA KESETIAAN VIII TH
SATYALANCANA OPERASI (GOM I S/D GOM IX)
38
Vijaya Kusuma | Edisi 61
TATA CARA PENGAJUAN TANDA JASA DAN TANDA KEHORMATAN DI LINGKUNGAN TNI AD
KETERANGAN GAMBAR MEDALI : BINTANG SAKTI
BINTANG DHARMA BINTANG YUDHA DHARMA UTAMA
SATYALANCANA OPERASI (GOM I S/D GOM IX)
BINTANG KEP UTAMA
BINTANG YUDHA DHARMA PRATAMA
SATYALANCANA PRESTASI DWIDJA SISTHA
BINTANG KEP PRATAMA SATYALANCANA SANTI DHARMA BINTANG YUDHA DHARMA NARARYA SATYALANCANA BAKTI SOSIAL BINTANG KEP NARARYA SATYALANCANA DARI NEGARA ASING BINTANG DARI NEGARA ASING SATYALANCANA WIRA NUSA SATYALANCANA BHAKTI
SATYALANCANA TELADAN
SATYALANCANA DHARMA BANTALA
SATYALANCANA KESETIAAN XXIV TH SATYALANCANA WIRA DHARMA SATYALANCANA KESETIAAN XVI TH
SATYALANCANA KESETIAAN VIII TH
SATYALANCANA WIRA SIAGA
SATYALANCANA DHARMA NUSA
DESEMBER 2010
39
SOSOK
Peltu Purnawirawan Kowad Sukasmi
Masa pensiun adalah suatu masa dimana seorang tidak lagi memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota dari Organisasi/Instansi yang selama ini menjadi tempat mereka berkarya dan bekerja, ketidak pastian mental dalam menghadapinya seringkali membuat seseorang merasa cemas, stres bahkan depresi. Akibatnya banyak orang yang mengalami Post Power Syndrome.Bagaimana cara mengatasinya ? Penulis akan menampilkan salah satu Pensiunan Anggota AD yang sukses dalam mengelola bisnis Katering, Ya Beliau adalah Peltu Purnawirawan Kowad Sukasmi Pemilik Usaha Katering “Estu Echo� Pada hari Rabu tanggal 3 November 2010, Penulis menghubungi beliau untuk minta info tentang kesuksesannya mengelola Bisnis Katering, dengan sangat Antusias Penulis diijinkan datang dikediamannya di Komplek Pussenkav TNI AD Jalan Cikuray Dalam No. H. 197, meskipun sebenarnya beliau sedang tidak enak badan. Semangatnya membuat Penulis termotivasi untuk mengupas kesuksesannya yang pasti akan sangat bermanfaat bagi kita semua. + Apa yang memotivasi Ibu untuk membuka usaha Katering ini ?
40
Vijaya Kusuma | Edisi 61
- Untuk persiapan masa Pensiun dan saudara-saudara Ibu/Bapak dari Kampung yang ikut ke Bandung kan banyak, jadi bagaimana caranya supaya mereka juga punya kegiatan di samping sekolah/kuliah tentunya.
+ Jadi Ibu sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri dan berpikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi mengapa Katering yang Ibu pilih ? - Karena Ibu kan Hoby masak dan kebetulan Ibu waktu itu ditugasi mengelola makanan siswa (Ibu bertugas di Pusdik Kowad Lembang Bandung dari tahun 1965 sampai tahun 1982) jadi yah nyambung, awalnya Ibu suka mencoba resepresep makanan terus Atasan dan teman-teman di kantor yang nyoba, dari situ mulai ada pesanan, walaupun masih kecil-kecilan seperti untuk Arisan, Sunatan atau Acara keluarga. + Menurut cerita, Ibu ini sangat dipercaya dalam hal mengelola makanan siswa ? - Ibu juga tidak tahu mungkin karena Ibu Hoby memasak dan mau kerja keras ; dulu kan tidak seperti sekarang, waktu itu masak masih pake kayu bakar, bahan-bahan makanan juga
PELTU PURNAWIRAWAN KOWAD SUKASMI
tidak sevariatif sekarang jadi Ibu harus ulet, jujur dan hemat bagaimana mencari kayu bakar dan bahan-bahan makanan yang sehat, segar dan murah. + Katanya Ibu juga jago di dalam mengelola Keuangan ? - Yah, yang penting siswa harus sehat dan kenyang itu prinsip, kita jangan kurangi jatah mereka, kita bisa hemat biaya dengan cara kerja keras misalnya beli kayu bakar di hutan Parongpong, sayuran di kebun petani/pasar Caringin, Ayam kampung beli dari masyarakat sekitar, sampai Ayam itu kita sembelih dan bersihkan sendiri, nah dari situ Ibu punya uang lebih, dari uang tersebut pada waktuwaktu tertentu Ibu bisa olahkan masakan Spesial untuk siswa dengan resep-resep yang Ibu coba. + Boleh disimpulkan kalau Ibu adalah orang yang mumpuni di bidang makanan jago mengolah masakan dan mengelola keuangan jadi sangat tepat kalau Ibu mempunyai usaha Katering tapi kalau boleh tahu sejak kapan Ibu memulai usaha Katering ini? - Berawal dari pesanan kecil-kecilan dan waktu itu Ibu juga jualan gudeg
dengan gerobag dorong di depan toko Cong di jalan Gatot Subroto Bandung sekitar tahun 1978 dari situ pesanan mulai banyak. + Mengapa Ibu menamakan Katering “Estu Echo” apa ada makna penting atau nama keberuntungan ? - Waktu itu Saudara me-nyarankan supaya memberi nama Gudeg yang Ibu jual itu, maksudnya supaya mudah diingat, karena Ibu dari Jawa dicarikan nama yang bisa membuat orang penasaran sehingga mereka akan mencari dan ingin mencobanya, nah jadilah “Estu Echo” artinya “Benarbenar Enak”. + Katering Ibu sukses manajemen apa yang diterapkan untuk mengelola Bisnis ini ? - Waduh, manajemen apa ya ? yang
penting gini dari awal usaha kita dulu modal pokok itu hanya digunakan untuk usaha, tidak boleh digunakan untuk keperluan lain termasuk untuk pribadi, nah kalau untungnya boleh, itu juga sebagian, sebagian lagi kita gunakan untuk membeli peralatan seperti gelas, piring dan lain-lain, dari situ usaha Ibu mulai berkembang sampai seperti sekarang ini. + Dalam usaha ini Ibu juga melibatkan anak-anak ? - Oh ya, Anak pertama Ibu M.M. Yuniati seorang Sarjana Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor sudah memulai usaha tanaman hias berupa kebun Anggrek dan Anthurium, juga perangkai bunga bahkan beberapa kali bersama perangkai bunga Kota Bandung merengkai bunga ke ISTANA NEGARA
Jangan mengutamakan keuntungan yang penting tidak rugi, buat pelanggan puas dengan hidangan dan layanan kita, selalu melakukan Evaluasi dan percobaan-percobaan untuk meningkatkan kualitas serta variasi makanan, harus menguasai pekerjaan/usaha supaya bawahan/ pelaksana tidak membohongi kita. DESEMBER 2010
41
SOSOK
dalam rangka hari Kemerdekaan, juga melayani dekorasi untuk Pesta-pesta besar berikut Pelaminan. Sedangkan anak kedua Regina Agustina Sarjana Komputer, bertugas Pengendali Lapangan, menyiapkan, mengawasi di Gedung bila ada pesanan yang besar juga perangkai bunga, dekorasi pesta berikut pelaminan, jadi sekarang semua bisa kita siapkan sendiri, tidak perlu menyewa kepihak lain. + Untuk permodalan awal dulu itu kirakira berapa ? - Wah, Ibu nggak ingat, tapi yang jelas itu dari sebagian gaji Ibu dan Suami (Suami Ibu Sukasmi adalah Lettu Kav Purn. Farid Ngatimin) + Apakah ada peminjaman ke Bank untuk memperbesar modal ? - Ibu tidak berani pinjam-pinjam ke Bank, Ibu lebih suka menabung sedikit demi sedikit dari keuntungan yang ada. + Selama Ibu mengelola Bisnis ini pernah tidak mengalami masalah ? - Pernah kena Tipu dibayar pake Cek kosong, ada yang ditagih tidak bayar, kena komplin konsumen karena makanan terlambat dihidangkan sampai-sampai Ibu harus buat Iklan permohonan maaf di koran dengan Biaya yang sangat mahal, pokoknya itu masa-masa sulit sampai-sampai modal Ibu habis, Tapi berkat Tuhan yang Maha Pengasih doa dan puasa Ibu, semua itu bisa terlewati.
Ibu Sukasmi ketiga dari kiri
42
Vijaya Kusuma | Edisi 61
+ Jadi di samping usaha Katering bisa disimpulkan Ibu juga memiliki event Organiser? - Yah begitulah, tapi menurut Ibu usaha Ibu ini menggunakan istilah manajemen keluarga karena semua kita kelola sendiri dengan melibatkan seluruh anggota keluarga termasuk orang lain, Tapi karena mereka sudah ikut Ibu jadi seperti keluarga sendiri. + Apa kiat Ibu untuk mem-besarkan usaha ini ? - Jangan mengutamakan keuntungan yang penting tidak rugi, buat pelanggan puas dengan hidangan dan layanan kita, selalu melakukan Evaluasi dan percobaan-percobaan untuk meningkatkan kualitas serta variasi makanan, harus menguasai pekerjaan/usaha supaya bawahan/ pelaksana tidak membohongi kita. Usaha ini juga harus membawa Berkah baik bagi kita maupun pelanggan. + Berapa karyawan Ibu sekarang dan bagaimana cara penggajiannya ? - Sekitar tujuh puluh orang, untuk gaji sesuai standar Kota Bandung, mereka Ibu perlakukan layaknya keluarga sendiri, disiapkan Asrama, makan dan dukungan pengobatan, bagi yang ingin mengembangkan diri di bidang lain pasti kita bantu. + Sekarang banyak usaha Katering baru bermunculan apa Ibu tidak takut tersaingi ? - Oh tidak, saya percaya bahwa
semuanya Tuhan yang mengatur dan tiap orang sudah ada rejekinya masing-masing. + Omzet Katering Ibu se-karang kirakira berapa besar ? - Sekarang kita bisa me-layani untuk nasi dus 3 sampai 4 ribu sehari dan untuk resepsi besar bisa 3 gedung sekaligus tapi kalau yang kecil-kecil bisa sampai 14 tempat. + Tahun 2010 ini adalah tepat 25 tahun Ibu menikmati masa-masa pensiun dengan kesuksesan mengelola usaha Katering, menurut Ibu sebaiknya kapan waktu yang tepat bagi kita untuk mempersiapkan usaha dalam rangka persiapan pensiun ? - Sebaiknya 2 atau 3 tahun sebelum pensiun sudah dirintis karena kalau kita sudah pensiun biasanya semangat mulai padam, rasa malas juga tapi kalau kita masih aktif jalan masih lapang, masih terang dan teman/kolega masih ada. + Apa yang ingin Ibu pesankan untuk Anggota yang ingin mencoba usaha setelah pensiun ? - Usaha sesuai bakat/minat serta kemampuan, mencintai sepenuh hati apa yang kita kerjakan semangat, jujur, dan jangan menyerah lakukan yang terbaik tanpa pamrih jangan cemburu, jangan cemberut, kecewa, iri hati, curiga tapi tetap waspada, ciptakan suasana gembira menerima apapun hasilnya. Disiplin dalam mengelola keuangan dan yang tak kalah penting adalah selalu berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Pengasih mensyukuri semua anugerahNya mohon perlindungan dan bimbinganNya. Pesan yang sangat bagus, mengakhiri bincang-bincang Tim redaksi dengan Peltu Purnawirawan Kowad Sukasmi pemilik Katering “Estu Echo� yang sudah kesohor di Kota Bandung yang sebenarnya dulu pernah bercita-cita menjadi seorang Bidan tapi sekali lagi semua sudah ada yang mengatur yaitu Tuhan yang Maha Pengasih, cita-cita menjadi Bidan tidak tercapai tetapi tergantikan oleh putri ke III beliau Anastasia Yanitriningtyas yang sudah menjadi seorang Dokter, sekarang hari-hari Ibu Sukasmi dipenuhi senyum ceria usaha keras yang dirintisnya sudah membuahkan hasil yang sangat manis, kini beliau tidak lagi terjun langsung di dapur karena sudah ada
PELTU PURNAWIRAWAN KOWAD SUKASMI
Ibu Sukasmi ketika masih aktif dalam kedinasan
regenerasinya dengan suami dan tiga putri yang sudah jadi serta lima orang cucu yang sangat dicintainya, rasanya hidup Ibu Sukasmi jauh dari yang namanya “Post Power
Syndrome� Kita bisa mengambil contoh tadi apabila kita memang merasa masih sanggup dan siap membuka usaha disaat pensiun, sehingga Energi kita
tersalurkan supaya tidak menimbulkan kecemasan, stres, depresi apalagi Post Power Syindrom. Amin Selamat berusaha.
DESEMBER 2010
43
KARYA CIPTA
Di era modern seperti saat ini orang cenderung mempunyai mobilitas dan aktifitas yang tinggi sehingga kesehatan menjadi faktor yang sangat penting dan dibutuhkan, karena dengan kesehatan yang prima kita bisa beraktifitas semaksimal mungkin, sebaliknya orang yang terganggu kesehatannya akan mengalami kendala dalam melaksanakan kegiatannya. 44
Vijaya Kusuma | Edisi 61
“Sale Madeung” mengantarkan Afif Widhi Ananto meraih Medali Perunggu Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) SMP Tingkat Nasional Kondisi ini membuat orang menempuh berbagai macam cara bahkan mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya besar demi kesehatan dan kebugaran dirinya. Fenomena seperti ini membawa dampak dengan menjamurnya tempattempat modern seperti sauna, heating stone, spa dan lain-lain. Cara-cara tersebut dinilai lebih trend dan modern dibandingkan dengan menggunakan cara-cara yang tradisional. Kita cenderung mulai meninggalkan cara-cara tradisional dalam hal menjaga kesehatan karena cara tradisional dinilai sudah kuno dan tidak praktis. Namun kita patut bangga karena masih ada remaja yang memiliki semangat untuk melestarikan budaya secara tradisional melalui jalur akademik. Pada edisi kali ini dalam rubrik karya cipta kita akan mengulas mengenai cara tradisional dalam menjaga kesehatan artikel ini kiriman dari ananda Afif Widhi
Ananto, remaja kelahiran 15 tahun silam putra pertama dari pasangan letkol CAJ Edy Prianto (Wakaajendam Iskandar Muda) dan Wiwik Pamudiastuti, yang bersekolah di SMPN 1 Banda Aceh. Karya cipta ini mengukir prestasi dengan meraih medali perunggu dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) SMP Tingkat Nasional yang dilaksanakan di hotel Saphir, Yogyakarta tanggal 27 September-2 Oktober 2010. Dengan judul “SALÈ KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT ACEH YANG TERLUPAKAN”. Ide awal penulisan karya ilmiah ini didasarkan karena banyaknya masyarakat umum mulai meninggalkan cara tradisional dalam menjaga kesehatan khususnya masyarakat Aceh. Mereka memiliki tradisi dari leluhur secara turun temurun untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit dengan cara tidur berdiam diri didekat api atau diasapi, yang disebut
REMAJA BERPRESTASI
dengan salè. Madeung adalah teknik pengobatan yang lazimnya dilakukan wanita Aceh yang baru selesai melahirkan. Istilah madeung dalam bahasa Aceh dapat diartikan perempuan yang tidur di atas dipan yang dibawahnya ada bara api dan asap yang dibuat sedemikian rupa dengan campuran kayu, daun dan rempahrempah tertentu yang mengandung aroma harum serta berkhasiat untuk kesehatan.
Orang sakit yang sedang “Sale”. Dalam melaksanakan penelitian ilmiah ini afif membentuk satu tim yang terdiri dari tiga orang dimana afif menjadi ketua tim. Awalnya afif membuat konsep Penelitian ilmiah kemudian menghimpun data berupa fakta, dengan cara melakukan Library
Reaserch (Riset Pustaka), mencari buku dan membaca rujukan di PDIA (Pusat Dokumentasi Dan Informasi Aceh), dan melakukan beberapa interview dengan nara sumber yang telah berpengalaman melakukan salè Dan madeung. Setelah semua dilaksanakan dilanjutkan dengan pengolahan data dan penyusunan menjadi satu karya ilmiah yang selanjutnya dipaparkan kepada dewan juri dan allhammdullilah mendapat juara ke tiga kategori IPS dengan menyisihkan 33 finalis. Hobby Badminton Sehariharinya Afif adalah remaja yang cerdas dan menurut pada kedua orang tuanya. Disekolahnya afif dikenal sebagai anak yang disiplin, mudah bergaul dan memiliki banyak prestasi baik di bidang a k a d e m i k m a u p u n di bidang ekstrakulikuler.
Dirumah afif adalah seorang anak yang sholeh dan selalu membantu kedua orang tua. Selain itu afif memiliki hobby badminton untuk menjaga kebugaran tubuhnya dan rutin melakukan sale agar selalu sehat dan dapat melaksanakan kegiatan. Kesimpulan dari karya ilmiah ini ialah : Proses salè dan Madeung adalah cara-cara yang alami, praktis, ekonomis dalam memanfaatkan tanaman lingkungan dan apotik hidup sebagai obat alternatif untuk mengantisipasi dari berbagai macam penyakit dan dapat menjaga kekebalan tubuh.
DESEMBER 2010
45
BINMIN PNS
LATAR BELAKANG
1. UU No. 8 Thn 1974 jo UU No. 43 Thn 1999 Psl 29 dan psl 30 • Dengan tidak mengurangi ketentuan PPU pidana, untuk menjamin tatib & kelancaran pelaksanaan tugas, diadakan peraturan disiplin PNS • Peraturan disiplin ditetapkan dengan PP 2. PP No. 30 Thn 1980 • Telah berusia 30 thn (30-08-1980) • Beberapa substansi tidak sesuai kebutuhan/perubahan lingkungan (pej ybw) • Penerapan jenis kumplin sangat variatif (pelanggaran sama, kumplin beda) 3. PP No. 53 Thn 2010 Terdapat perubahan mendasar dari PP 30 Thn 1980 • Bagian dari reformasi birokrasi • Lebih menjamin tatib & kelancaran pelaksanaan tugas • Untuk lebih meningkatkan disiplin menuju terwjud PNS yg prof • M’dorong kinerja & prubahan sikap PNS & pej • M’cepat biltus atas gar kumplin • Masalah etika, tdk diatur dlm PP ini
46
Vijaya Kusuma | Edisi 61
POKOK-POKOK MATERI PP NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
1 2. 3
Kewajiban Mengucapkan sumpah dan janji PNS Mengucapkan sumpah/janji jabatan
PP No. 53 Thn 2010 1 2
Larangan Menyalahgunakan wewenang Menjadi perantara utk mendapatkan keuntungan pribadi/atau orang lain dgn menggunakan kewenagnan orang lain Tanpa izin Pem. menjadi peg. atau bekerja utk neg lain dan/atau lembaga/org. Internasional Bekerja pada perusahaan asing, konsultan asing, atau LSM asing Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan atau meminjamkan barang-barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen atau surat berharga milik negara secara tidak sah Melakukan giat bersama dgn atasan, teman, bawahan atau orang lain di dlm maupun di luar ling kerjanya dgn tujuan keuntungan pribadi, gol atau pihak lain yg secara langsung/tidak langsung merugikan negara Memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kpd siapapun baik secara langsung atau tdk langsung dan dgn dalih apapun utk diangkat dlm jabatan Menerima hadiah atau suatu pemberian apa saja dari siapapun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya. Bertindak sewenang-wenang thdp bawahannya
Setia dan taat sepenuhnya kpd Pancasila,UUD Neg RI Th. 1945, NKRI dan Pemerintah Menaati segala ketentuan peraturan Perundangundangan Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh pengabdian, kesadaran & tanggung Jawab.
3
6
Menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah dan martabat PNS
6
7
Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau golongan
7
8
Memegang rahasia jabatan yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan
8
9
Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara
9
10
10
11
Melaporkan kepada atasannya, apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan negara/pemerintah, terutama di bidang keamanan, keuangan dan materiil Masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja
12
Mencapai sasaran kerja pegawai yg diharapkan
12
Memberikan dukungan kpd calon Presiden/Wapres, DPR, DPD atau DPRD dgn cara a. Ikut serta sbg pelaksanan kampanye b. Menjadi peserta kampanye dgn, menggunakan atribut partai/atribut PNS c. Sbg peserta kampanye dgn mengerahkan PNS lain; dan atau d. Sbg peserta kampanye dgn menggunakan fasilitas negara
13
Menggunakan & memelihara barang milik negara dengan sebaik-baiknya
13
14
Memberikan masyarakat
14
15
Membimbing bawahan dalam melaksanakan tgs.
Memberikan dukungan kpd calon Presiden/Wapres dgn cara a. Membuat keputusan dan/atau tindakan yng menguntungkan/merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanya; dan /atau b. Mengadakan kegiatan yg mengarah kpd keberpihakan thd pasangan calon yg menjadi peserta pemili sebelum, selama dan sesudah masa kampanya meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kpd PNS dlm ling. Unit kerjanyam, anggota keluarga dan masyarakat Memberikan dukungan kpd calon anggotan DPD atau calon kepala daerah/Wakil kepala daerah dgn cara memberikan surat dukungan disertai foto kopi KTP atau surat keterangan Tanda Penduduk sesuai peraturan perundang-undangan dan Memberikan dukungan kpd calon kepala Daerah/Wakil kepala daerah sesuai dengan cara a. Terlibat dlm kegiatan kampanye utk mendukung clon kepala daerah/wakil kepala daerah b. Menggunakan fasilitas yg terkait dgn jab dlm giat kampanye c. Membuat kep dan/atau tindakan yg menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye dan./atau d. Mengadakan giat yg mengarah kpd keberpihakan tdp pasangan calon yg menjadi peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakanm himbayan, seruan atau
4 5
pelayanan
sebaik-baiknya
kpd
4 5
11
15
Melakukan tindakan yang berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yg dilayanani Menghalangi berjalannya tugas kedinasan
DESEMBER 2010
47
BINMIN PNS
2. PNS tdk mentaati psl 3 dan psl 4, dijatuhi kumplin 3. PP Disiplin tdk mengesampingkan PPU pidana 4. Tingkat dan jenis Kumplin
PP No. 53 Thn 2010 1. Tingkat Ringan A. Teguran lisan B. Teguran tertulis C. Pernyataan tdk puas secara tertulis 2. Tingkat Sedang A. Tunda KGB selama 1 thn B. Tunda KP selama 1 thn C. Turun pkt setingkat lbh rendah selama 1 thn 3. Tingkat Berat A. Turun pkt setingkat lbh rendah selama 3 thn B. Pemindahan dlm rangka turun jab setingkat lbh rendah C. Pembebasan dari jab D. PDH tdk atas permintaan sendiri sbg PNS E. PTDH sbg PNS 5. Tdk masuk kerja & mentaati jam kerja Tidak Masuk Kerja 5 hari 6 – 10 hari 11 – 1h hari 16 – 20 hari 21 – 25 hari 26 – 30 hari 31 – 35 hari 36 – 40 hari 41 – 45 hari 46 hari atau lebih
Jenis Kumplin Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tdk puas scr tertulis Penundaan KGB Penundaan KP Penurunan pkt 1 tkt lbh rendah selama 1 th Penurunan pkt 1 tkt lbh rendah selama 3 th Pemindahan dlm rangka penurunan jab 1 tkt lbh rendah Pembebasan dari jab Pemberhentian (PDHTAPS/PTDH)
Keterangan : 1. Masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja. 2. Wajib datang, melaksanakan tugas, pulang sesuai ketentuan jam kerja. 3. Keterlambatan dan atau pulang cepat 7 ½ jam dikonversi 1 hari kerja Pejabat yang berwenang menghukum. 1. Presiden : eselon 1 dan jab lain yg wewenang pengangkatan dan pemberhentian menjadi wewenang presiden. 2. Pejabat instansi pusat : PPK pusat dan pejabat struktural eselon I s/d V. 3. Pejabat instansi Daerah : PPK daerah Prov s/d setruktural eselon V, gubernur, PPk daerah Kab/Kota s/d pejabat struktural eselon V. Keterangan : 1. Tidak perlu ada KEP PPK untuk pendelegasian wewenang. 2. PP telah mendelegasikan kepada semua pejabat struktural. 48
Vijaya Kusuma | Edisi 61
POKOK-POKOK MATERI PP NOMOR 53 TAHUN 2010 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
3. Pejabat yang berwenang menghukum wajib menjatuhkan kumplin kepada PNS yang melanggar disiplin. 4. Apabila tidak menjatuhkan kumplin: a. Pejabat tersebut dijatuhi kumplin oleh atasan. b. Kumplin = kumplin kepada PNS tersebut. c. Atasan yang menjatuhkan kumplin kepada PNS yang melanggar kumplin. Dalam rangka kelancaran pemeriksaan, PNS yg diduga melakukan garplin, kemungkinan dijatuhi kumplin tingkat berat : 1. Dapat dibebaskan sementara dari tugas jabatannya oleh atasan langsung. 2. Tetap diberikan hak kepegawaian sampai ditetapkan keputusan kumpliN. BEBERAPA PRINSIP 1. Pemanggilan dan pemeriksaan: a. PNS yang diduga melanggar disiplin, dipanggil untuk diperiksa oleh atasan langsung. b. PPK dapat membentuk tim pemeriksa apabila ancaman kumplin tingkat sedang/ berat. c. Pemeriksaan secara tertutup. d. Dapat meminta keterangan dari orang lain. 2. Bila pada saat diperiksa, PNS tersebut ternyata melakukan beberapa garplin, hanya dijatuhi satu jenis kumplin yang terberat. 3. PNS yang pernah dijatuhi kumplin, kemudian melakukan garplin yang sifatnya sama, dijatuhi kumplin yang lebih berat. 4. PNS tidak boleh dijatuhi kumplin dua kali atau lebih untuk satu garplin. HARAPAN 1. PNS senantiasa dituntut keteladanan termasuk oleh masyarakat. 2. Setiap PNS diharapkan mengetahui mana yang patut dan tidak patut dilakukan. 3. Setiap atasan harus dapat menjadi contoh yang baik bagi bawahannya. 4. PNS apalagi pejabat, sehatusnya tidak perlu dengan ancaman sanksi supaya disiplin. 5. Ketaatan bukan karena ada ancaman sanksi. KESIMPULAN 1. Tujuan suatu peraturan akan tercapai, bila ada niat atau kemauan untuk melaksanakan dengan baik, tidak semata-mata tergantung pada kesempurnaan/ adanya ancaman sanksi pada peraturan tersebut. 2. Suatu peraturan yang sangat sempurna, bila tidak ada niat atau kemauan untuk melaksanakannya hasilnya tetap akan tidak baik. 3. Sebaliknya suatu peraturan yang kurang sempurna bila ada niat atau kemauan untuk melaksanakan sesuai maksud dari peraturan tersebut hasilnya akan baik. DESEMBER 2010
49
BIN DOSPERS
2004 tentang Bujukmin pengurusan dosir personel Angkatan Darat SARANA DAN PRASARANA
PENDAHULUAN Umum. Dosir merupakan kumpulan dokumen autentik yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi maupun pribadi yaitu berisi tentang perjalanan karier personel dari persyaratan pendaftaran, pengangkatan sampai saat purna,sebagai prajurit / PNS Angkatan Darat. Dosir disusun secara sistematis dan dipelihara secara terus-menerus sampai personel tersebut purna bahkan sampai 30 tahun setelah yang bersangkutan purna. Sebagai pengelola dosir personel yang perlu dipikirkan kedepannya adalah bagaimana cara mengantisipasi jumlah dosir yang tiap tahun bertambah, jika masing-masing isi dosir 20 atau 30 lembar dan dokumen dalam kondisi kumal, kotor, sobek-sobek bahkan ada yang tidak terbaca, karena sudah lama tersimpan pada rak-rak. Apabila ada permintaan data seorang prajurit atau PNS TNI AD, untuk mencari dosir cukup memakan waktu dan lama. Maksud dan Tujuan. a. Maksud. Guna menyikapi permasalahan dan pengurusan dosir personel dengan memanfaatkan teknologi informatika untuk menyelenggarakan pengurusan dosir personel maka penyelenggaraan pengurusan dosir personel TNI AD sudah waktunya dirubah dari sistem manual menjadi sistem elektronik. b. Tujuan. Sistem dosir elektronik yang bertujuan untuk menyimpan dan menyajikan data secara cepat , tepat, benar dan mutakhir terlaksana, sehingga dapat meminimalisasi manipulasi data yang terjadi dapat dengan segera diketahui. Karena dosir elektronik m a m p u
50
Vijaya Kusuma | Edisi 61
menyimpan data dan dokumen dengan jumlah besar, ruangan yang relatif kecil mampu mencari dan menyajikan data personel dengan cepat. Ruang lingkup dan Tata urut. a. Ruang lingkup dan tata urut ini menjelaskan tentang latar belakang Sistem dosir elektronik, kemudian penyiapan sistem sampai pengoperasiannya dengan susunan sebagai berikut : 1) Pendahuluan 2) Sarana dan Prasarana 3) Penyiapan sistem Pengoperasian 4) Pemeliharaan 5) Penutup b. Dasar : 1) Instruksi Kasad Nomor Ins/2/1992 tanggal 16 Oktober 1992 tentang pengurusan dosir prajurit dan PNS AD. 2) Surat Keputusan Dirajenad Nomor Skep/38-A/XI/2004 tanggal 18 Nopember
Pada pelaksanaan pengurusan dosir elektronik agar efektif dan efisien perlu ditentukan sarana dan prasarana sebagai berikut : a. Mother board b. Processor Intel ( R) core ( TM)2 duo CPU E-4500 c. Hardisk d. Memory DDR2 GB Visipro e. Monitor/layar f. DVD/CDRW g. Keyboard + Mouse h. Scaner + Printer i. UPS + Stabilizer Vol j. Ruang AC PENYIAPAN SISTEM Penyiapan sistem dosir elektronik referensi penyiapan dosir elektronik adalah CB ( Corps Besheiden ) atau dosir Personel TNI AD yang sebelumnya sudah diteliti kebenaran dan keabsahannya serta ditata secara sistematis sehingga benar-benar berisi dokumen yang Benar, Lengkap, Absah dan Mutakhir ( BLAM ). Selanjutnya setiap ada perubahan data personel harus dilengkapi dengan dokumen autentik yang telah disahkan oleh Pejabat yang berwenang untuk di input sehingga data elektronik mutakhir
PENGOPERASIAN SISTEM DOSIR ELEKTRONIK
dan dapat dipertanggung jawabkan. Adapun dokumen yang discan dimasukkan kedalam file masingmasing dengan menggunakan kode file sebagai berikut : a. Penyiapan Input data scan. 1) Militer. (a) Pas Photo nama file Foto (tanpa kode) Contoh 30696 (b) Surat lamaran nama file Lamar (kode ZA1) Contoh 30696ZA1 (c) Akte kelahiran nama file Akte (kode AA1) Contoh 30696AA1 (d) Keputusan Angkat nama fileAngkat (kode PA1) Contoh 30696PA1 (e) Inpassing nnama file Inpassing ( kode PA2) Contoh 30696PA2 (f) KPI / Surat nikah nama file KPI (kode KC1) Contoh 30696KC1 2) PNS (a) Pas photo nama file foto (tanpa
kode) Contoh 030188830 (b) Surat lamaran nama file Lamar (kode ZA1) Contoh 030188830ZA1 (c) Akte kelahiran nama file Akte (kode AA1) Contoh 030188830AA1 (d) Kep.Pengangkatan CPNS Nama file Inpassing ( kode PA2) Contoh 030188830PA2 (e) Kep.Pengangkatan PNS Nama file Angkat ( kode PA1 ) Contoh 030188830PA1 (f) Karis/Karsu/Surat Nikah nama file KPI ( kode KC1 ) Contoh 030188830KC1 3) Data Riwayat hidup. Untuk data riwayat hidup diperlukan update mutasi agar data tetap mutakhir sehingga diperlukan : a) Data Pokok b) Riwayat Jabatan c) Riwayat Pangkat d) Pendidikan Militer
(1) Dik Bang Um (2) DikBang Spes e) Pendidikan Umum f) Tugas Operasi g) Tugas luar negeri h) Tanda Kehormatan Negara i) Bahasa j) Keluarga b. Penyiapan Software dibutuhkan : 1) Window Xp SP2 2) Delphi 3) DB2 database c. Penyiapan Output. Output yang dihasilkan dapat berupa : 1) Display data 2) Cetak Riwayat hidup singkat d. Penyiapan Brain Ware. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dipersiapkan : 1) Programmer untuk memelihara program dan melakukan maintenance sistem 2) Operator untuk perekaman maupun pengoperasian sistem.
PENGOPERASIAN SISTEM DOSIR ELEKTRONIK Cara pengoperasian : - Hidupkan komputer, pada logo Ditajenad klik 2 kali. - Klik “SUBDITBINDOSPERS” . - Ketik pada kolom USER ID “ADMIN“ (huruf kapital tanpa tanda petik ), Ketik pada kolom SANDI “DOSIR” (huruf kapital tanpa tanda petik ) Enter atau klik Login. Apabila tidak jadi klik “ Batal”. - Setelah itu klik kolom “TAMPILAN DATA POKOK & RHS “. - Pada kolom “PILIH PERSONEL” klik “MILITER” atau “PNS” sesuai dengan yang dikehendaki, jika klik “MILITER” akan tampil kolom “NRP” kemudian isi angka NRP lalu klik PROSES akan muncul seperti (Gb 1\)
Tampilan Dapok ( GBR 1)
- Setelah muncul “TAMPILAN DAPOK & RHS Militer” kemudian pilih dokumen yang diinginkan. Contoh Klik “KPI/KPS” akan muncul tampilan seperti
Klik “Close” untuk kembali ke tampilan Data pokok seperti ( Gb 1 ). Untuk keterangan lebih jelas dapat menghubungi Subditbin Dospers Ditajenad atau Via Email ke: dospers@ gmail.com. DESEMBER 2010
51
Sesditajenad Kolonel Caj Riyanto bertindak selaku Irup pada upacara penyumpahan PNS, sedang membacakan Sumpah Pegawai
Perwakilan PNS sedang melaksanakan penyumpahan
Perwakilan PNS sedang melaksanakan penandatanganan penyumpahan Naskah Penyumpahan di hadapan Sesditajenad
52
Vijaya Kusuma | Edisi 61
LENSA DITAJENAD
Kasubditbinmin PNS Kolonel Caj Kriswasana mewakili Dirajenad meninjau Anggota Ditajenad yang kena Musibah bencana banjir di daerah Kab. Bandung Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang menyerahkan hewan Qurban kepada Panitia Qurban
Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang dan para pejabat teras serta seluruh anggota Ditajenad menyaksikan peyembelihan hewan Qurban di depan Mesjid Ar-Rahmah Ditajenad
DESEMBER 2010
53
Seluruh personel PNS Ditajenad melaksanakan upacara HUT ke 39 Korpri tahun 2010 bertempat di lapangan upacara Maditajenad
Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang bertindak selaku Irup mebacakan amanat Presiden RI dalam rangka HUT ke 39 Korpri tahun 2010
Siswa siswi SMK Vijaya Kusuma melaksanakan atraksi musik Akustik dalam rangka mengisi acara HUT ke 39 Korpri tahun 2010 di Maditajenad
54
Vijaya Kusuma | Edisi 61
LENSA DITAJENAD
Rangkaian acara perpisahan para Pamen yang pensiun dan pindah kesatuan
DESEMBER 2010
55
BERITA PERSONEL
KENAIKAN PANGKAT PERIODE 01-04-2010
1. Mayor ke Letkol NO
NAMA
NRP
1
2
PANGKAT BARU
3
4
5
6
1
Drs. Tarno
33716
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
2
Ir. Nur Effendi, M.Si
34037
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
3
Drs. I Wayan Mertadana
1920003961064
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
4
Drs. Eduardus Ciewa Lustyo Widanarto
33036
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
5
Drs. Bistok Manurung
1920000650462
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
6
Drs. Noldi Felix Jacobus Patalo
33782
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
7
Drs. Jame Sitanggang
33976
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
8
Drs. Wilmar Nelson Sianipar
34083
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
9
Drs. Sutejo
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
10
Drs. M. Arkan
33646
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
11
Drs. Muhammad Husni Tamrin
33462
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
12
Drs. Irham
33799
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
13
Drs. Syamsuddin
33647
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
14
Drs. Tauhid
32131
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
15
Dra. Genduk Lestari
34073
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
16
Parlan,SE
539825
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
17
Drs. Ronne Suwuh
1920005520865
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
18
Drs. Th. C. Indri Kristyana, S.H.
33034
Mayor Caj
Letkol Caj
01-04-2010
1910006861065
2. Kapten ke Mayor
56
KET
LAMA
PANGKAT
NO
NAMA
NRP
LAMA
BARU
KET
1
2
3
4
5
6
1
Ani Supriyanti
586021
Kapten Caj (K)
Mayor Caj (K)
01-04-2010
2
Agus Yanto
575490
Kapten Caj
Mayor Caj
01-04-2010
3
Herman Roland Agustinus Talompo
11950046090873
Kapten Caj
Mayor Caj
01-04-2010
4
Inoki Joni Saputra
11980071790676
Kapten Caj
Mayor Caj
01-04-2010
5
Devi Budinurcahyo
11980071381174
Kapten Caj
Mayor Caj
01-04-2010
6
Rahayu Detik Susilawati, S. Sos
11960026850770
Kapten Caj (K)
Mayor Caj (K)
01-04-2010
7
Eri Budi Ikhsani, S.Sos
11970021061271
Kapten Caj
Mayor Caj
01-04-2010
Vijaya Kusuma | Edisi 61
KENAIKAN PANGKAT
3. Lettu ke Kapten NO
NAMA
NRP
1
2
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3
4
5
6
Eni Sri Rahmani Djamilah
592189
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
2
Wanto Kosasih
532497
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
3
Pipih Hadiyati
608096
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
4
Setyowati
627640
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
5
Sempa Sitepu
513335
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
1
6
Ngadiyo
549455
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
7
Kahana
506828
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
8
Wariyan Diharjo
601335
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
9
Sapari
534668
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
10
Achmad Abidin
573063
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
11
Endang Suherman
574867
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
12
Warsono
509453
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
13
Kamil
609606
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
14
Punoto Aji
523010
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
15
Redy Tyas Minarsih
548607
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
16
Jemani
2910117080868
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
17
Sudarmanto
584558
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
18
Nur Arifin
552778
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
19
Dwi Subur Yuniwati
548675
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
20
Ardaraja Hamid
11020054590781
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
21
Sukiswiyanti
608109
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
22
Bambang Prasojo
532860
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
23
Yernia Anggun A
11020054670881
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
24
Muh. Tahir
542629
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
25
Maming
631996
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
26
I Wayan Wirajaya
563853
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
27
Mariyono
573901
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
28
Bangun Sulisdiarto
2920147190770
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
29
Alim
584560
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
30
Mohammad Toha
575480
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
31
Lentjie Lekahena
575058
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
32
Jauhari
21930059111171
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
33
Janner Napitupulu
512220
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
34
Wartono
533263
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
35
Amri Suhairi
514248
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
36
Sofati Zega
513430
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
37
Diah Iriani
526693
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
38
Muhlis
512272
Lettu Caj
Kapten Caj
01-04-2010
39
Padma Sari Dewi
622205
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-04-2010
DESEMBER 2010
57
BERITA PERSONEL
4.
58
Letda ke Lettu
NO
NAMA
NRP
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42
2 Sukani Sukini Nani Sumani Ewan Dwi Riyono Amin Sochip Sri Sundari Achmad Hariyanto Nanang Sukandar Yusnanita Sariulita Subakti, M. Psi. Psikolog Nurlela Wawan Sopiandi Hadi Tuminsetyanto Akhmad Yani Baidillah Setyawan Rina Hendrawati Muryanita Murdjo Murta Ade Satrianah Hartatiah Budiman Mochammad Lutfi Anam Joko Sulaksono Agus Budianto Ritje Kresensiana Sofia Amao Amri Muh. Ilyas Syahruddin, S.Sos I Wayan Sukada Tinton Kurniawan Yajis Muh. Sultan Haris Solihin Nurdin, S.Pd.i Warso Laras Wirayudha Rahayu Miswati Sunarti Kurniawan Rusnadi Suroso
43
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3 630117 2920033160170 21950312950374 21950310630574 21950308670573 2920038030273 21950306770473 21950305780373 21950311620373 11080099840777
4 Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K)
5 Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K)
6 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010
21940143910472 2920067641171 604877 21950310301073 2920148670371 2194013830473 21930149390673 21950311470273 612565 21950311050173 21950311700373 2920145290769 21940034020372 21950304120373 21950310220973 21940143830372 575041 626244 21950306930473 635958 635593 11060041440185 21950307190973 21950307271273 11070049450682 21950308910374 11060040450285 21950312380873 21940144900374 21950305110673 21950307840374 21950310140673
Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj Letda Caj (K) Letda Caj (K) Letda Caj Letda Caj Letda Caj
Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj
01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010 01-04-2010
Evan Sasono
21950309820173
Letda Caj
Lettu Caj
01-04-2010
44
Abdul Rahman
21930084771272
Letda Caj
Lettu Caj
01-04-2010
45
Miftah Riziqin
21940128090373
Letda Caj
Lettu Caj
01-04-2010
46
Joko Supriyanto
636756
Letda Caj
Lettu Caj
01-04-2010
Vijaya Kusuma | Edisi 61
KENAIKAN PANGKAT
PERIODE 01-10-2010
1.
Letkol ke Kolonel
NO
NAMA
NRP
1
2
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3
4
5
6
1
Faisal Ahmadi, S.IP
31783
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
2
Firman Aidil
31349
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
3
Drs. Moh. Arif Efendi, M.Sc
33426
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
4
Johnson P, S.Sos
31789
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
5
Drs. H. Bambang Siswoyo
33154
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
6
Drs. Gunawan, DESS
33174
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
7
Drs. Musofifin
33456
Letkol Caj
Kolonel Caj
01-10-2010
8
GRA. Mustikaningrat
33235
Letkol Caj (K)
Kolonel Caj (K)
01-10-2010
9
Mardiana, SM
33152
Letkol Caj (K)
Kolonel Caj (K)
01-10-2010
2.
Mayor ke Letkol
NO
NAMA
NRP
1
2
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3
4
5
6
1 2 3
Ir. Suhandoyo Drs. Machmud Syafrudin, M.T. Drs. Kusuma,M.Si.
1910020880466 14930064960396 14930062721166
Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj
Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Ni Wayan Sumiati Dra. Wahyu Widowati Drs. Maghfur Drs. Suharto Suyatna, S.H Drs. I Wayan Windia Drs. R. Tagar Pujasambada K. Budoyo Nathan Ponitan Siburian, S.TH. Yuli Marjoko Drs. H. Tajudin Supodo Drs. Mohamad Sjarif Hidayat Drs. Muhammad Yakub Dra. Sri Esti Hariyati Drs. Ahmad Luwih
561628 33948 34074 33025 1920013520863 32106 494039 33742 32556 1920007190367 539828 33645 34126 1920011050167 1910001571061
Mayor Caj (K) Mayor Caj (K) Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj (K) Mayor Caj
Letkol Caj (K) Letkol Caj (K) Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj Letkol Caj (K) Letkol Caj
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
DESEMBER 2010
59
BERITA PERSONEL
3.
Kapten ke Mayor PANGKAT
NO
NAMA
NRP
LAMA
BARU
KET
1 1 2 3
2 Drs. Gunadi Parluhutan Sirait Charles Simamora
3 1920016180565 2910066170570 11970062141274
4 Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj
5 Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj
6 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
4 5 6 7 8 9
Dini Sayuti, S.Sos. Susanto Supriatna Nirwana, S.Ag. Makmun, HT. Henri Samosir, S.Sos. Lusy Lasma Sinta
11990026740274 11980071460175 11980035410169 548949 11980017430671 608061
Kapten Caj (K) Kapten Caj Kapten Caj (K) Kapten Caj (K) Kapten Caj Kapten Caj (K)
Mayor Caj (K) Mayor Caj Mayor Caj (K) Mayor Caj (K) Mayor Caj Mayor Caj (K)
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
10
Fibriyanto
11980072110977
Kapten Caj
Mayor Caj
01-10-2010
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
Irpan Kosbandiyah Moh Sabarudin Bahari, S.Sos. Hery Suyamto,S.S. Andi Hasrul Kadir, S.Pd. Andi Mansur Pardomuan Sitindaon, S.Sos. Umar Subiyanto, S.Ag. Fasda Wina, S.S.M.M. Mohammad Syafri Faisal Suhartini
636737 627641 636723 11980022530572 11980012630670 11980072030277 11960060821174 11980017270671 11980035661170 11980071870976 636864
Kapten Caj Kapten Caj (K) Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj (K) Kapten Caj Kapten Caj (K)
Mayor Caj Mayor Caj (K) Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj Mayor Caj (K) Mayor Caj Mayor Caj (K)
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
4.
Lettu ke Kapten
NO
NAMA
1
LAMA
BARU
KET
3
4
5
6
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-10-2010
572411
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-10-2010
Delly Armand Chimawan, S.Pd Edi Markadius Koban, S.Sos. I Erni Kurniawati, A.Md. Supriyadi Satria Mustika, S.E. Muhammad Rija Sayu Paulus
11040007891278 512174 11040003000377 11030016140678 11040002760277 532616 523299
Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj (K) Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj
Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj (K) Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
Thomas Albert Ferdinanta, S.S. Yan Horas Simanjuntak, S.Si. Widi Satmoko M. Wahyudi, A.Md. Saepul Bahri, S.Ag. Yudi Priyatno Ferdy Eko Saputro, S.Psi. Faridyah Yulia Rahmawati, S.Psi. Yessy Nimastuti, S.Pd.
11040012250981 11040010760780 591165 11030010020578 11040005321277 575290 11040003590577
Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj Lettu Caj
Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj Kapten Caj
01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010 01-10-2010
11040014640780
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-10-2010
11040014800581
Lettu Caj (K)
Kapten Caj (K)
01-10-2010
Tias Maladinatania, S.Pd
2
Fitri Fransisca Emilia N
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 18
PANGKAT
11040014980981
1
17
60
2
NRP
Vijaya Kusuma | Edisi 61
KENAIKAN PANGKAT
4.
Letda ke Lettu
NO
NAMA
NRP
1
2
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3
4
5
6
1
Ari Yusviqi Noorhayati, S.Sos.
11080100810784
Letda Caj (K)
Lettu Caj (K)
01-10-2010
2
Lola Yessy Christina Purba, S.S.
11080099920781
Letda Caj (K)
Lettu Caj (K)
01-10-2010
3
Ismail Gatot Subroto, S.AP.
11080095540983
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
4
Bijarto
2920144870669
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
5
Rinto Maruli Pahala Tambunan, S.AP.
11080090260981
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
6
Muhamad Alfallasi, S.Kom.
11080089450681
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
7
Irawan, S.Sos.
11080096121283
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
8
Rieska Kaledhia Gracianty, S.Sos.
11080101230285
Letda Caj (K)
Lettu Caj (K)
01-10-2010
9
Ria Komara Dewi, S.Pd.
11080101151184
Letda Caj (K)
Lettu Caj (K)
01-10-2010
10
Anton Indra Pambudi, S.Pd
11080094630583
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
11
Tri Sutrisno, S.Pd.
11080091170182
Letda Caj
Lettu Caj
01-10-2010
12
Besarah Septiana Medianingsih, S.S.
11080101560985
Lettu Caj (K)
Lettu Caj (K)
01-10-2010
13
Muhammad Syaifudin Annas
11080094480483
Lettu Caj
Lettu Caj
01-10-2010
5. Peltu ke Letda Penghargaaan
NO
NAMA
NRP
1
2
1
Martha Tarigan
PANGKAT
KET
LAMA
BARU
3
4
5
6
576770
Peltu (K)
Letda Caj (K)
01-10-2010
DESEMBER 2010
61
62
Vijaya Kusuma | Edisi 61
64
Vijaya Kusuma | Edisi 61