Daftar Isi Majalah VIjayaKusuma | Edisi 60 | Tahun 2009 PENGANTAR REDAKSI
3
BERITA UTAMA Rabinniscab Ajen TA. 2009
4
OPINI/PENGETAHUAN Waspadai Bahaya Terorisme Oleh Brigjen TNI Harsanto Ardi Mengenal Manpower Operations Course (UMPOC) di Singapura
6 10
ROHANI Syukur dan Sabar
28
KESEHATAN Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Tubuh di Musim Pancaroba
29
MINU Pergunakanlah Kata Baku dalam Tulisan Dinas 30 TALI KASIH. SAUDARA-SAUDARA KITA KORBAN GEMPA DI TANAH MINANG 32
JAHRILLURJA Budidaya Jamur Tiram Budidaya Ikan Gurame Penyelenggaraan Transmigrasi dan Pemukiman kembali personel Angkatan Darat
14 16 18
KARYA CIPTA
34
COVER STORY Training is Basic Wealth to a Soldier
37
SEKILAS INFO Penggunaan Baret, Emblem dan Tali Koor (Tali Bahu) bagi Satuan Musik Militer di Jajaran Angkatan Darat 38 SOSOK Kopka Musorip �Membina Keluarga dengan Disiplin & Prihatin
BIN PNS Pembinaan PNS Dephan Satu Atap
40
22
PSIKOLOGI Memahami Post Power Syndrome pada orang-orang 26 yang kita kasihi. BERITA BERGAMBAR Seputar Ditajenad BERITA PERSONEL Kenaikan Pangktat Berita Duka
2
Vijaya Kusuma | Edisi 60
42
48 54
Kata Pengantar
Susunan Redaksi Pelindung Dirajenad, Brigjen TNI S. Aritonang Penanggung Jawab
Pembaca yang budiman,
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahNya, Redaksi dapat menghadirkan kembali Majalah Vijaya Kusuma edisi 60 bertepatan dengan hari jadi Ajudan Jenderal ke 59.
Sesuai dengan peranannya sebagai media komunikasi dan informasi, maka Majalah Vijaya Kusuma telah berupaya menyajikan bentuk-bentuk peran serta, sikap, Warga Korps Ajudan Jenderal yang berkaitan erat dengan perkembangan Pembinaan Satuan dan peningkatan pelaksanaan fungsi teknis Ajudan jenderal. Kesempatan peranserta seperti ini telah banyak dimanfaatkan oleh para penulis melalui berbagai tulisan dalam bentuk kegiatan–kegiatan lainnya. Untuk itu atas partisipasi dan peran serta Warga Ajen, redaksi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya. Pada penerbitan Majalah Vijaya Kusuma edisi 60 ini, redaksi berupaya untuk menyajikan suatu bentuk baru dengan isi yang lebih padat menyangkut materi pokok Keajenan di bidang Personel, Minu dan Jahrillurja seperti Budidaya Jamur Tiram dan Ikan Gurame yang dikemas dengan sangat menarik dan bertujuan agar dapat dijadikan referensi pembaca apabila ingin berwira usaha, di samping itu juga disajikan materi lain diantaranya psikologi, kesehatan, sosok, sekilas info dan lain-lain. Setiap tulisan dipilih secara selektif sehingga diharapkan dapat bermanfaat bagi kita semua. Dalam penyusunan penerbitan Majalah Vijaya Kusuma edisi 60 ini, apabila ada kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan bagi pembaca yang terhormat, kami segenap staf redaksi mohon maaf yang sebesar-besarnya. Selamat Membaca.
DIRGAHAYU AJUDAN JENDERAL ANGKATAN DARAT KE 59
Wadirajenad, Kolonel Caj Drs. M. Natsir Dewan Pertimbangan Redaksi Sesditajenad, Kasubditbincab, Kasubditbinmindiasahpra, Kasubditbinminperspra, Kasubditbinmin PNS, Kasubditbinminu, Kasubditbinjahrillurja, Kasubditbindospers, Pimpinan Redaksi Kolonel Caj Yus Rustiana, Wakil Pimpinan Redaksi Letkol Caj (K) Dra. Panca Wimbaryanti, Redaktur Pelaksana Lettu Caj Yulianto Staf Redaksi PNS Sarno, PNS Eni Y, PNS Dedi Supriadi, PNS Rahayu, PNS Reniyati Bendahara PNS Murdiasih DITERBITKAN Ditajenad Jl. Vijaya Kusuma No. 1 Bandung Telepon : (022) 4203036 Fax. 022 4236322 STT : Deppen No. 075/Khs/Cit.PP/ la/ 5SIC LAKPUS KAMTIBDA JABAR NO. SIC. 76-6/Kamda/jb/1975 tanggal 7 Mei 1975.
DESEMBER 2009
3
BERITA UTAMA
Penyelenggaraan administrasi personel harus didasarkan pada norma dan ketentuan yang berlaku. Dalam penyelenggaraan fung-sinya Ajudan Jenderal Angkatan Darat harus dapat secara langsung dirasakan nilai manfaatnya, baik oleh organisasi maupun setiap prajurit dan PNS TNI AD. Dalam pemberian kesejah-teraan dan pemeliharaan moril prajurit yang masih terbatas dihadapkan dengan kebutuhan prajurit beserta keluarganya, menuntut kemampuan kreatif dan inovatif melalui ide-ide yang segar dalam merumuskan upaya dan realisasinya secara nyata, sehingga para prajurit tetap dapat mengemban tugas seoptimal mungkin dengan segala keterbatasan yang ada. Selain penyelenggaraan ke-sejahteraan moril yang sudah baku, dapat juga diwujudkan dengan cara penyederhanaan mekanisme dan prosedur kerja dalam bentuk kemudahan pelayanan hak-hak prajurit dan PNS TNI
Amanat : ASPERS KASAD MAYJEN TNI ARRI SUJONO, SH, ( Pada acara Rabinniscab Ajudan Jenderal TA. 2009 )
“Melalui Rabinniscab Ajudan Jenderal Kita Tingkatkan Profesionalisme Teknis Kecabangan Ajudan Jenderal Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok TNI AD� 4
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Dalam amanatnya Aspers Kasad mengatakan bahwa dengan Rabinniscab Ajen ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah pembina-an fungsi teknis kecabangan Ajudan Jenderal secara lebih tepat, konkret, dan operasional ke depan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD, guna menghadapi tugas-tugas mendatang yang memang menuntut perencana-an yang baik dan terukur serta dilaksanakan dengan tingkat profesionalisme yang tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas. Aspers juga mengatakan fungsi kecabangan Ajudan Jenderal yang meliputi administrasi personel, administrasi umum dan kesejahteraan moril. Penyelenggaraan administrasi personel sendiri mencakup rangkaian kegiatan mulai dari penyediaan tenaga, pen-didikan, penggunaan, pe-rawatan sampai dengan pemisahan. Pada saat ini maupun ke depan administrasi personel merupakan kegiatan yang semakin komplek dan menuntut peningkatan profesionalisme setiap personel pengemban tugas tersebut.
RABINNISCAB AJUDAN JENDERAL 2009
AD beserta keluarganya. Sehubungan dengan penyelenggaraan Rabinniscab Ajudan Jenderal TA. 2009, yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah penting-nya keterpaduan, kerjasama dan kepedulian terhadap setiap pelaksanaan tugas guna memperoleh hasil yang terbaik. Tanpa adanya keterpaduan, kerjasama dan kepedulian dalam melaksanakan tugas-tugas Ajudan Jenderal, sulit bagi kita untuk melaksanakan tugas seoptimal mungkin. Oleh karena itu, prinsip kerjasama dalam pelaksanaan tugas harus senantiasa dipelihara, dibina dan ditingkat-kan, khususnya bagi para pimpinan kesatuan Ajudan Jenderal di lapangan. Selain koordinasi dan kerja-sama secara internal dan eksternal, perlu juga dilaksana-kan koordinasi dan kerjasama secara harmonis dengan instansi terkait, seperti : PT. Taspen, BKN, PT. Pos dan
instansi lainnya. Aspers Kasad berharap agar hasilhasil penyelenggaraan Rabinniscab Ajudan Jenderal benar-benar dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas, sehingga mampu mem-berikan kontribusi positif untuk mewujudkan profesionalisme keprajuritan. Harus disadari bersama bahwa untuk optimali-sasi tugas-tugas mendatang, semangat kebersamaan dan penguasaan teknik kecabang-an Ajudan Jenderal harus se-nantiasa ditingkatkan. Sebagai Perwira, para Kaajen dituntut untuk dapat meningkat-kan kemampuan kepemimpin-an lapangan dan disiplin satuan Ajudan Jenderal, sehingga di lingkungan satuan Ajudan Jenderal dapat di-hindari dan dieliminir berbagai bentuk terjadinya pelanggaran personel, baik pelanggaran disiplin maupun pelanggaran pidana. Pada kesempatan Rabinniscab diadakan juga evaluasi ter-hadap setiap
Melalui evaluasi yang tajam dan akurat, kita dapat mengidentifikasi berbagai kekurangan dan kelemahan serta memperoleh masukan yang bermanfaat, sehingga dapat menghasilkan rumusan yang konkret dan dapat diterapkan di kesatuan dalam rangka keberhasilan pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas Ajudan Jenderal yang telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing ber-dasarkan kondisi nyata di lapangan, terutama kekurang-an dan kelemahannya sebagai bahan penyempurnaan tugas dimasa yang akan datang. Melalui evaluasi yang tajam dan akurat, kita dapat meng-identifikasi berbagai ke-kurangan dan kelemahan serta memperoleh masukan yang bermanfaat, sehingga dapat menghasilkan rumusan yang konkret dan dapat diterapkan di kesatuan dalam rangka keberhasilan pelaksanaan tugas. Rabinniscab Ajudan Jenderal juga merupakan media bagipara pimpinan kesatuan Ajudan Jenderal atau para peserta rapat untuk menyam-paikan berbagai permasalahan yang dihadapi, terutama yang berkaitan dengan penyeleng-garaan fungsi Ajudan Jenderal. Dalam Rabinniscab ini, kesempatan berbagi pengalaman akan menjadi masukan bagi setiap peserta rapat, selain mengkoordinasikan berbagai upaya dalam mengatasi per-masalahan, guna meng-optimalkan penyelenggaraan fungsi Ajudan Jenderal. Melalui forum ini diharapkan dapat diperoleh kesamaan langkah dan tindakan yang tepat, cepat dan terpadu untuk memecahkan berbagai per-masalahan dan juga meng-antisipasi berbagai hal yang diperkirakan muncul pada masa mendatang dalam penyelenggaraan pembinaan personel. Dalam forum Rabinniscab Ajudan Jenderal kali ini juga dilaksanakan diskusi studi kasus Yonif 751/WS Kodam XVII/Cendrawasih. Diharapkan dari kegiatan diskusi ini akan diperoleh output yang positif untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembinaan satuan. (Bandung, 11 s.d. 12 Juni 2009) DESEMBER 2009
5
OPINI
(TIDAK ADA KATA NETRAL MELAWAN TERORIS)
Oleh : Brigjen TNI Drs. Harsanto Adi Soekamto, M.M. (Staf Kementerian Polhukam)
Sekali lagi Bangsa Indonesia digoncang dengan peledakan Bom pada tanggal 17 Juli 2009 di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Ledakan terjadi hampir ber-samaan, sekitar pukul 07.00 WIB. Para teroris ini tahu bahwa mereka tidak mungkin dapat menghancurkan Indonesia, namun dengan aksi ini, paling tidak, pertama mereka mau menunjukkan bahwa eksistensi mereka masih ada, kedua mereka mau mempermalukan pemerintah pada umumnya dan aparat keamanan pada khusus-nya, ketiga mereka akan me-nunjukkan bagaimana mereka mampu menghancurkan lam-bang-lambang negara barat di Indonesia. Kita menyadari bahwa teroris hanya akan menimbulkan ketakutan, mereka bertindak tanpa pandang bulu, mereka tidak peduli terhadap korbannya, walaupun mungkin korban yang jatuh adalah anak atau keluarga-nya. Dalildalil pembenaran mereka sungguh tidak masuk akal, namun sayangnya tidak sedikit masyarakat kita yang bersimpatik terhadap kelompok teroris ini dan berpikir seolah-olah para teroris tersebut adalah pejuang untuk kelompok ter tindas, kelompok miskin, kelompok teraniaya, dan sebagainya. Kalau kita mau jujur dan jernih berpikir, teroris pada hakikatnya adalah musuh kemanusiaan. Bagi makhluk yang mengakui bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, beradab dan berbudaya, sukar menerima dalildalil pembenaran tindakan para teroris ini. Mengapa teroris susah ditangkap ? Karena tidak sedikit orang Indonesia yang merasa simpatik atau sekaligus menjadi pengikut dan melindunginya. Dunia ikut prihatin pada apa yang terjadi di Indonesia, tetapi sekali lagi dunia menyaksikan bagaimana orang-orang Indonesia mengebom negaranya sendiri. Ada be-berapa pihak yang bertanya, mengapa Noordin M. Top tidak mengebom Malaysia saja, me-ngapa Noordin yang merupakan orang Malaysia mengebom Indonesia ? Ini bukan masalah Malaysia, ini masalah kita, karena baik Nasir Abbas maupun Noordin M. Top menjadi teroris ini atas hasutan tokoh-tokoh “Jamaah Islamiah (JI)� Indonesia yang saat itu lari ke Malaysia. Tokoh-tokoh JI inilah yang me-ngirim mereka ke Afganistan baik
6
Vijaya Kusuma | Edisi 60
untuk ikut berperang bersama kelompok mujahidin maupun mengikuti pendidikan di Akademi Mujahidin di Afganistan. Doktrin yang disampaikan kepada kaderkader JI Malaysia ini adalah doktrin NII, yaitu bagaimana mewujudkan Negara Islam Indonesia. Karena itu kalau kita bertanya pada Nasir Abbas, dia hafal sekali peristiwa DI/TII, NII, Kartosuwiryo dan sebagainya. Dengan adanya operasi antiteror di Indonesia yang digelar sepanjang tahun penangkapan demi penangkapan, dan ada yang sudah dieksekusi, berakibat organisasi Jl berantakan, mereka memecah diri dalam beberapa sel, namun mereka tetap mengadakan perekrutan anggota baru. Kader-kader militan muda,
eks Afgan dan Moro mengembangkan kelompok-kelompok sendiri dan ada yang tidak respek lagi kepada kepemimpinan generasi tua karena mereka menganggap bahwa pimpinan generasi tua telah gagal memperjuangkan NII. Militan muda lebih respek kepada eks Afgan, Moro, Poso, maupun Ambon. Para eksekutor baru direkrut dari faksi-faksi militan DI atau Jl. Dari keberhasilan aparat keamanan untuk membongkar tempat-tempat konsolidasi mereka, baik di Cilacap, Palembang, Jatiasih, Bogor dan beberapa tempat lagi maka di sana ditemukan kalau tidak senjata, amunisi, material bahan bom, yang artinya kemungkinan besar masih ada di tempat lain. Selain itu penyiapan para bomber (pelaku bom bunuh diri), seperti halnya perekrutan anak-anak muda yang dilakukan oleh Jaelani yang mati tertembak pada saat penggerebekan di Ciputat Tangerang tanggal 12 -10-2009 bersama saudara kandungnya Mohamad Syahrir, maka berarti para bomber ini sudah siap dan material bom juga sudah siap. Selanjutnya kita tinggal memecahkan teka-teki, satu tahun sama dengan 365 hari, berarti mereka akan meledakkan bom di antara 365 hari itu, dan dimana tempatnya. Keberhasilan Indonesia dalam membongkar sejumlah aksi teror tidak berarti bahwa terorisme telah dengan sepenuhnya berhasil diatasi. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari dan mengatasi penyebab utama terorisme. Oleh karena itu, kebijakan untuk memberantas terorisme mestinya tidak hanya menekankan pada hal fisik
WASPADAI BAHAYA TERORISME
atau aspek operasional melalui suatu pendekatan keamanan tetapi yang penting lagi adalah adanya upaya untuk mengatasi ideologi mereka yang radikal. Kalau kita amati ada dua dimensi yang perlu diperhatikan jika kita ingin mengatasi ancaman ini secara menyeluruh. Pertama adalah dimata Internasional. Para teroris memandang pihak barat terutama AS, selalu berpihak kepada Israel dalam konflik di timur tengah. Kemudian diperburuk lagi oleh perang Afganistan dan Irak. Barat dan Amerika Serikat akan terus menjadi sasaran kelompok radikal kecuali jika mereka mengubah kebijakannya di Timur Tengah. Retorika teroris ini mengartikulasikan deprivasi politik yang dialami umat muslim, baik karena otoritarianisme pemerintahannya maupun oleh okupasi bangsa lain (Barat), atau aliansi seperti bangsa Palestina oleh Israel. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa walaupun pelaku bom Bali telah ditangkap, namun serangan terus berlanjut di tempat lain seperti di Hotel JW. Marriott jilid 1 dan 2, Rizt Carlton, kedutaan besar Australia di Jakarta dan tempat lainnya. Selama penyelidikan diketahui bahwa salah satu motivasi teroris adalah untuk menentang ketidak-adilan dan tekanan yang dilakukan oleh barat pimpinan Amerika Serikat. Kelompok
ini mengidentifikasikan kelompoknya dengan Al Qaeda yang senantiasa menghubungkan aksi-aksinya dengan upaya berjuang melawan pemerintah yang otoriter dan mengekspresikan masyarakat miskin dan terdeprivasi. Propaganda ini cukup efektif untuk memperoleh dukungan dan simpati masyarakat, dan hal ini yang membuat sebagian umat muslim di Indonesia terjebak walaupun terbatas bagi kelompok-kelompok Islam radikal seperti JI. Dimensi kedua adalah internal. Salah satu faktor penting yang mendorong terorisme adalah kesalahan penafsiran dan pemahaman ajaran agama. Ideologi dan mindset para teroris memandang bahwa tindakan mereka dapat dibenarkan oleh agama karena itu resiko apapun akan mereka hadapi. Tindakan ini tidaklah mengenal batas negara. Ideologi dan mindset kelompok radikal telah menjadi
prinsip perjuangannya. Setelah hukuman dijatuhkan, Muklas, salah satu dari pelaku Bom Bali, tidak menyatakan menyesal atas tindakannya. Perang melawan teror harus dilihat sebagai perang gagasan yang mengarah pada memenangkan pikiran dan hati mereka yang bersimpati atau mendukung gagasan para teroris. Hal ini harus dilaksanakan secara serempak dengan memusatkan pada faktor-faktor terkait seperti kemiskinan, pendidikan, dan masalah sosial lainnya. Kelompok garis keras / radikal, menyimpan agenda berbeda mengubah wajah Islam Indonesia menjadi agresif, beringas, Intoleran, dan penuh kebencian. Kelompok garis keras berusaha merebut simpati umat Islam dengan jargon membela agama. Pelajaran yang dapat kita ambil dalam perjalanan sejarah Indonesia menghadapi kelompok radikalis atau kelompok ekstrim ini adalah bahwa suatu gerakan
perlu kebijakan penanganan di pihak Indonesia sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi, yaitu bagaimana mengeliminasi proses radikalisasi ideologi keagamaan dengan cara-cara persuasif dan dengan meng-gunakan pendekatan komprehensif untuk menangani berbagai faktor korelatif penyebab radikalisme. DESEMBER 2009
7
OPINI
militan yang bermotifkan ideologi dan politik tidak dapat dihentikan dengan kekerasan, kekuatan senjata, maupun hanya mengandalkan penegakan hukum. Untuk itu diperlukan pendekatan lain untuk mengeliminasi radikalisasi ideologi keagamaan melalui pendekatanpendekatan persuasif. Dalam konteks penanganan radikalisme dan terorisme di Indonesia kebijakan yang harus dilakukan tidak boleh hanya semata-mata mengandalkan pendekatan keamanan dan penegakan hukum. Untuk itu perlu kebijakan penanganan di pihak Indonesia sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi, yaitu bagaimana mengeliminasi proses radikalisasi ideologi keagamaan dengan cara-cara persuasif dan dengan menggunakan pendekatan komprehensif untuk menangani berbagai faktor korelatif penyebab radikalisme. Untuk menghadapi gerakan radikal dan terorisme, Ali A. Wibisono dalam naskahnya yang berjudul “Koordinasi Aktor Keamanan Nasional dalam Pencegahan Radikalisasi�, mengemukakan cara memerangi radikalisme antara lain, dengan melakukan Counter Ideology terhadap Ideologi mereka. Upaya pencegahan terorisme adalah memerangi ideologi yang digunakan teroris untuk mem-benarkan penggunaan ke-kerasan. Perang Ideologi penting ketika kita berusaha memahami dua organisasi teroris di Asia, yakni Al Qaeda dan JI. Ideologi sebagai semacam penghubung kelompok-kelompok ini dengan audience yang menjadi targetnya. Hal ini terlihat dari keberhasilan mereka untuk memobilisasi dukungan dan merekrut ang-gotanya. Kita dapat
melihat pada pribadi-pribadi pelaku yang umumnya terdiri dari pemuda-pemuda yang semula memiliki tujuan utama untuk mendalami agama Islam, tetapi yang diperoleh adalah pencucian otak untuk diprogram mempunyai keberanian dan kemampuan menculik, membakar, membunuh, meledakkan diri dan sebagainya yang korbannya tidak peduli siapa saja. Tujuan utama dari perang Ideologi ini adalah untuk membuat masyarakat kebal terhadap ideologi ekstrimis. Target utama dari perang ideologis bukan hanya terorisnya sendiri tetapi umat di Indonesia pada umumnya. Dalam bidang politik praktis mungkin sebagai bagian dari bangsa yang demokratis, kita boleh berbeda warna, namun dalam menghadapi terorisme yang mengancam tidak hanya stabilitas keamanan tetapi lebih-lebih lagi kemanusiaan tidak seorangpun boleh bersikap netral atau abstain, untuk itu terorisme harus menjadi lawan bersama. Untuk Prajurit serta Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya, kita semua harus membantu aparat keamanan sepenuhnya antara lain Babinsa yang ada dilingkungan kita masing-masing, untuk memberikan informasi mengenai keganjilankeganjilan yang kita temukan, yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Teroris tidak menimbun dan merakit bom di tengah hutan, tetapi mereka menyimpan senjata, amunisi, bahan bom, dan merakit bom di sekitar tempat tinggal kita. Temuan Jatiasih maupun tempat tertembaknya DR. Azahari, Noordin M. Top, Jaelani, Mohamad Syahrir bukan di tengah hutan,, tetapi justru di tengah perumahan penduduk yang padat. Bukan mustahil bahwa mereka juga akan tinggal
Dalam konteks penanganan radikalisme dan terorisme di Indonesia kebijakan yang harus dilakukan tidak boleh hanya semata-mata mengandalkan pendekatan keamanan dan penegakan hukum. Untuk itu perlu kebijakan penanganan di pihak Indonesia sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi, yaitu bagaimana mengeliminasi proses radikalisasi ideologi keagamaan dengan cara-cara persuasif dan dengan menggunakan pendekatan komprehensif untuk menangani berbagai faktor korelatif penyebab radikalisme. 8
Vijaya Kusuma | Edisi 60
atau mengontrak rumah di dekat satuan Batalyon atau kesatrian TNI, karena justru orang akan berfikir, tidak mungkin teroris sembunyi atau konsolidasi di dekat perumahan atau Kesatrian TNI. Keganjilan-keganjilan yang ter-jadi di sekitar kita harus menjadi perhatian khusus jangan acuh tak acuh atau masa bodoh jika melihat tetangga kita yang pintunya senantiasa tertutup, tetapi diluarnya banyak sandal atau sepatu. Kita perlu mencurigai seperti halnya kejadian di Jatiasih, karena adanya keganjilan, jika masuk rumah melompati pagar dan masuk melalui jendela, tetapi keluar rumah lewat pintu biasa, berarti ada kemungkinan besar bahwa penghuni rumah itu sudah menyiapkan jebakan di pintu masuk, seperti bom dan sebagainya. Rumah tetangga kita sepi pada pagi dan siang hari, tetapi kita melihat pada malam hari ada kesibukan orang keluar masuk mengangkut barang atau karung, juga rumah tetangga kita sepi, tetapi setiap kali membeli nasi bungkus dan minuman dalam jumlah banyak dan sebagainya. Untuk keluarga kita, para Prajurit dan PNS harus mewaspadai perkembangan anak-anak kita, jangan biarkan orang lain yang membina mereka tidak ada gunanya menyesali dan menangisi jasad anak atau saudara kita yang sudah terbujur
WASPADAI BAHAYA TERORISME
kaku karena ikut jaringan teroris. Anakanak harus tetap dalam jangkauan dan pembinaan kita, waspadai kalau mereka sudah menunjukkan keanehan dan keganjilan dalam sikap dan perilaku. Mereka aktif dalam kegiatan tertentu sering minta uang dengan berbagai dalih yang terkadang tidak masuk akal, menganggap orang lain salah dalam
menjalankan agamanya, fikirannya ekstrim radikal, dan semua orang yang tidak sesuai dengan fikirannya dikafirkan. Mulai berani menentang orang tua dan pelajarannya terus menurun karena konsentrasinya pada organisasi yang diikutinya. Para Kepala dan Komandan harus mewaspadai anak buah, anggotanya
Dalam bidang politik praktis mungkin sebagai bagian dari bangsa yang demokratis, kita boleh berbeda warna, namun dalam menghadapi terorisme yang mengancam tidak hanya stabilitas keamanan tetapi lebih-lebih lagi kemanusiaan tidak seorangpun boleh bersikap netral atau abstain, untuk itu terorisme harus menjadi lawan bersama.
yang menunjukkan keganjilan-keganjilan seperti di atas, jika shalat menyendiri, tertutup, memakai pakaian atau memakai identitas tertentu. Memang mereka tidak akan terbuka melawan atasan, tetapi sikap eksklusifnya akan ditunjukkan melalui pemakaian identitas ter-tentu, penolakan untuk ber-kumpul dengan rekan-rekan kerja yang tidak sejalan dan sebagainya. Kita tidak menginginkan situasi dan kondisi Indonesia seperti Pakistan, Afganistan, dan lain-lain yang gagal mengelola radikalisme dan terorisme sehingga tidak ada hari tanpa bom meledak dan korban jiwa berjatuhan. Dengan kerja sama dan kepedulian kita untuk menjadi mata dan telinga aparat keamanan paling tidak hal itu akan mempersempit ruang gerak kelompok terorisme. Kepedulian kita kepada anak dan saudara kita untuk tidak dibina oleh jaringan radikal dan teroris ini, paling tidak akan memperkecil kemampuan mereka untuk merekrut bomber-bomber baru. DESEMBER 2009
9
PENGETAHUAN
Pendidikan Unit Manpower Operations Course (UMPOC) atau Kursus Staf Personel Operasi memiliki tujuan untuk melatih dan mengembangkan pengetahuan para Perwira supaya bisa memahami fungsi dan melaksanakan tugas sebagai staf personel pada saat tugas operasi pada satuan setingkat Batalyon dan Brigade. Materi pendidikan.
Materi pendidikan yang di-berikan kepada peserta didik adalah materi-materi yang bersifat pengetahuan staf yang berisi tentang penyelenggaraan fungsi personel dan peranan Perwira Seksi personel satuan setingkat Batalyon/Brigade, dengan metoda penyampaian materi menggunakan CBL/CBT (Computer Based Learning/ Computer Based Teaching), ceramah, diskusi, serta praktek. Adapun materi meliputi :
yang
di-sampaikan
Peran dan Fungsi Staf Personel Batalyon di Medan Tugas (Roles and Responsibilities on Bn S1 in Ops).
Peran dan Fungsi staf personel di medan tugas adalah untuk meyakinkan atasan bahwa setiap personel yang berangkat ke medan tugas sudah diberangkatkan secara efektif dan efisien, serta yakin bahwa setiap orang sudah tahu apa yang harus dilaksanakan. Hal-hal yang dipelajari dalam materi ini antara lain : a.Tujuan serta kegunaan dari prosedur pertempuran. b.Pengorganisasian satuan tempur. c.Kelompok-kelompok staf personel tempur (ada 2 yaitu : Kelompok pembuat perintah dan kelompok staf).
Prosedur Pertempuran (Battle Procedure).
Merupakan 15 langkah yang sistematis di dalam mempersiapkan pertempuran. Dimulai dari menerima dan mempelajari tugas hingga pengecekan akhir dan
10
Vijaya Kusuma | Edisi 60
memonitor kegiatan yang sedang berlangsung. Secara detail prosedur pertempuran adalah : a. Menerima perintah peringatan dari satuan atas. b. Membuat rencana awal. c. Menerima perintah operasi dari satuan atas. d. Persiapan melaksanakan analisa tugas. e. Analisa tugas. f.Persiapan membentuk kelompok perencana. g. Mengumpulkan informasi dari tugas serta situasi yang akan dihadapi. h. Menerima Rencana dari satuan atas. i. Mengumpulkan seluruh perintah. j. Pengorganisasian kelompok staf dan perintah. k. Membuat rencana cadangan. l. Menerima rencana dari satuan-satuan bawah. m. Koordinasi akhir. n. Olah Yudha. o. Permulaan perang.
Pergantian Personel di Medan Tugas (Pers Replacement in Ops).
Di dalam satu unit Batalyon atau Brigade ada beberapa jenis pergantian personel. Perlakuan untuk pemegang jabatan tersebut juga berbeda sesuai dengan tingkat resiko, tanggung jawab, serta kemampuan skilnya. Antara lain adalah : a. Pemegang jabatan Kunci (Komandan serta Bintara Tinggi Satuan). b. Jabatan Kritis. c. Jabatan Fungsional. d. Jabatan Biasa.
Manajemen Tawanan Perang (Management of PW).
Tawanan Perang atau PW (prisonner of war), merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam satu pelaksanaan tugas. Walaupun PW adalah musuh, tetapi yang bersangkutan tidak boleh diperlakukan semena-mena. PW juga manusia, PW juga memiliki HAM yang harus dijunjung tinggi oleh semua. Namun bila tidak diawasi maka PW akan berbahaya. Oleh karena itu dibuatkan suatu aturan yang mengatur PW. Secara umum yang dipelajari adala : a. Definisi tawanan perang. b. Perawatan tawanan perang. c. Petunjuk menangani tawanan perang. d. Konsep evakuasi tawan-an perang.
Fungsi Provost (Functions of Provosts).
Di dalam tugas operasi, Provost juga memiliki peranan yang penting walaupun polisi militer tidak langsung terjun ke medan pertempuran. Tugas-tugas Provost tersebut adalah : a. Mengatur lalu-lintas perjalanan. b. Menangani tawanan perang. c. Pusat pengamanan taktis.
MENGENAL UNIT MANPOWER OPERATIONCOURSE DI SINGAPURA
materi ini berisi tentang : a. Filosofi penanganan jenazah. b. Sistem aliran evakuasi jenazah. c. Prosedur evakuasi jenazah. d. Prosedur evakuasi. e. Pengaturan barang-barang jenazah. f. Penguburan jenazah di medan operasi. g. Administrasi penguburan jenazah. h. Pengaturan jenazah musuh, orang sipil, serta orang tidak dikenal. i Pleton evakuasi jenazah.
Pemeliharaan Dokumen (Maintenance of Documents).
Di dalam penugasan, staf personel harus senantiasa menjaga dan mengolah dokumen yang telah disediakan, meliputi: a. Dokumen-dokumen perintah. b. Dokumen-dokumen pelaksanaan tugas. c. Laporan personel, laporan situasi, dsb.
Perkiraan Korban (Casualty Estimate).
Sebelum suatu pertempuran dimulai, pejabat staf personel memperkirakan berapa jumlah kemungkinan personel satuan yang akan tewas/hilang, sehingga memberikan pedoman bagi pimpinan untuk mem-perkirakan taktik tempur yang akan digunakan. Dalam materi ini, serdik dilatih untuk menghitung perkiraan korban yang mungkin akan terjadi disaat tugas operasi pertempuran, meliputi korban : a. Terluka dalam tugas. b. Meninggal dalam tugas. c. Hilang dalam tugas. d. Tertangkap dalam tugas. e. Meninggal.
Pelayanan Surat-Menyurat (Postal Sevice in Ops).
Selama tugas di daerah operasi, pelayanan bantuan surat-menyurat baik bersifat pribadi ataupun dinas biasa dibantu pengolahannya oleh satuan pos militer. Dalam materi ini dijelaskan tentang : a. Skema Surat masuk. b. Skema Surat keluar. c. Surat tak terkirim. d. Surat dari tawanan perang.
Promosi Jabatan dan Pangkat di Medan Tugas (Field Appointment & Promotion).
d. Penegak hukum dan disiplin di daerah operasi.
Penanganan Jenazah (Management of Remains).
Pada saat di medan tugas, bisa terjadi meninggalnya personel suatu satuan, maka pejabat staf personel harus mengerti dan tahu akan tindakan yang harus diambil. Penanganan Jenazah
tidak boleh sembarangan, sebab bila tidak ditangani dengan baik maka akan menghambat kegiatan pasukan. Selain itu juga diatur evakuasi jenazah, bagaimana peng-ambilan, identifikasi, evakuasi, serta penguburan jenazah. Penanganan jenazah pasukan yang telah meninggal harus dilakukan dengan pantas, sebab hal ini berkaitan dengan moral pasukan dan keluarga yang ditinggalkan. Secara umum
Di dalam medan tugas bisa terjadi berbagai hal, salah satunya adalah meninggalnya pimpinan unit, maka dalam rangka menjaga kinerja organisasi dan rantai komando, jabatan yang kosong akan diganti dengan orang lain yang berada 1 tingkat dibawahnya. Selain mendapat jabatan baru, pejabat yang baru mendapat kenaikan pangkat sesuai dengan jabatan barunya. Hal-hal DESEMBER 2009
11
PENGETAHUAN
yang dipelajari dalam materi ini adalah : a. Promosi jabatan dan pangkat dalam tugas. b. Penarikan jabatan dan pangkat. c. Penurunan jabatan dan pangkat. d Dukungan logistik untuk promosi.
Tanda Jasa dan Penghargaan (Honours ad Awards).
Dalam rangka menjaga moril serta kebanggaan prajurit, maka setiap prajurit yang berhasil di medan tugas akan mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari pemerintah sesuai dengan undangundang yang berlaku. Yang dipelajari dalam materi ini adalah : a. Tujuanmemberikan tanda jasa. b. Tipe-tipe penghargaan. c Pencabutan penghargaan.
Pembayaran Gaji di Medan Tugas (Payment of salaries in the field).
Di medan tugas, setiap prajurit tetap akan mendapatkan pembayaran gaji. Namun jumlah yang diterima di medan tugas sedikit, selebihnya akan dimasukkan ke dalam rekening Bank prajurit yang bersangkutan. Hal-hal lain yang dipelajari antara lain : a. Pembayaran gaji saat waktu siaga. b. Pembayaran gaji saat tugas operasi. c. Kebijaksanaan gaji bagi yang mendapat promosi. d Setelah pelaksanaan tugas.
Perintah dan Laporan Personel (Pers Orders and Reports).
Staf personel diharuskan untuk membuat serta melaporkan keadaan satuannya kepada komando atas. Untuk
12
Vijaya Kusuma | Edisi 60
itu perlu dibuat suatu metode khusus yang memudahkan staf personel untuk mengerjakan perintah dan laporan personel secara efektif dan efisien. Dalam materi ini, serdik melaksanakan praktek untuk mengisi tabel-tabel untuk membuat laporan personel.
Sistem Pelaporan Lapangan (Field Reporting System).
Staf personel diharuskan untuk membuat serta melaporkan keadaan satuannya kepada komando atas. Kompi melapor ke Yon, Yon lapor ke Brigade. Laporan-laporan yang dibuat antara lain adalah laporan personel, situasi personel, dan laporan khusus. Secara umum materi yang diajarkan antara lain : a. Tipe-tipe laporan lapangan. b. Sistem pelaporan lapangan. c. Model-model laporan lapangan. d. Waktu untuk laporan lapangan.
Perhitungan Kekuatan (Exercise SPEARHEAD/ Discussions)
Perhitungan kekuatan sangat berguna di medan operasi, sebab dengan perhitungan kekuatan yang tepat maka bisa dengan segera mengganti kekuatan personel yang hilang. Secara sistematis dapat dikerjakan dengan menggunakan tabel isian yang telah disediakan. Serdik mem-praktekkan untuk menghitung kekuatan personel serta membuat : a. Laporan Personel. b. Laporan Situasi Per-sonel. c. Laporan Khusus.
Tanda-tanda atau simbol militer (Military Symbols).
Secara umum antara tanda-tanda militer Singapura dan Indonesia relatif sama. Standart yang digunakan adalah standart internasional. Lebih jauh dalam materi ini serdik mempelajari tentang : a. Simbol instalasi militer. b. Teknik mewarnai gambar militer. c. Dasar membaca peta.
Satuan Bantuan Pelayanan Tempur (Bn Combat Service Support).
Merupakan satuan yang membantu untuk berbagai macam dukungan logistik terhadap satuan Tempur serta satuan Banpur. Bantuan yang diberikan oleh satuan ini antara lain air, ransum makan, bensin, dsb. Dalam materi ini serdik belajar mengenai : a. Konsep pelayanan logistik. b. Operasi Satuan Bantuan Pelayanan Tempur. c. Sistem dukungan pemeliharaan peralatan. d. Sistem dukungan kesehatan. e Sistem dukungan personel. f) Sistem dukungan transportasi. g) Bagian-bagian Batalyon Bantuan Pelayanan Tempur. h) Daerah pendukung.
Dukungan Kesehatan di Medan Tugas (Medical Support in Ops).
Dukungan medis di medan tugas diberikan kepada siapa saja yang menjadi korban pertempuran, baik itu lawan ataupun kawan di daerah garis depan pertempuran. Kemudian apabila ada
MENGENAL UNIT MANPOWER OPERATIONCOURSE DI SINGAPURA
yang sakit, terluka atau meninggal akan dibawa ke daerah belakang, dan akan diatur sesuai prosedur yang berlaku. Materi Dukungan Kesehatan di Medan Tugas meliputi : a. Prinsip-prinsip dukungan kesehatan. b. Prinsip-prinsip yang harus dipertimbangkan. c. Norma-norma tentang perawatan dan evakuasi. d. Eselon dari satuan dukungan medis Angkatan Darat. e. Satuan penolong korban di tingkat Batalyon. f. Rumah Sakit di medan tempur. g Operasi militer selain perang.
Faktor Penyebab Stres di Medan Tugas (Combat Stress).
Ada banyak faktor penyebab stres di Medan Tugas, baik yang diakibatkan oleh lingkungan fisik, psikologis, eksternal dan internal. Bahkan stres ini juga bisa terbawa hingga selesai perang. Maka banyak cerita tentang orang gila atau stres setelah perang. Salah satu yang bisa mengatasi stres adalah kontrol diri atau kendali diri. Dalam materi ini serdik belajar tentang : a. Pengendalian Stres. b. Perawatan stres setelah tugas. c. Penyebab Stres mental dan stres fisik. d Perawatan luka setelah tugas.
Administrasi setelah kegiatan Operasi (Post Ops Admin).
Merupakan administrasi yang disiapkan setelah satu operasi selesai berguna untuk memberikan pertolongan pada kawan serta untuk mengatur tawanan perang sementara sebelum dibawa ke tempat yang lebih baik. Halhal yang harus dilakukan setelah suatu operasi antara lain : a. Dokumentasi dan rekonsiliasi setelah operasi. b. Pengembalian, identifikasi, evakuasi, serta penguburan ulang korban perang. c. Pengembalian satuan yang mengikuti tugas operasi ke satuan induk. d. Pembayaran kompen-sasi. e. Rehabilitasi. f. Demobilisasi warga sipil. g. Penanganan tawanan perang.
Struktur Organisasi Satuan Brigade Infanteri (Strukture and Organisation of an Inf Brigade).
Secara umum susunan organisasi Satuan Brigade infanteri di SAF tidak jauh berbeda dengan Brigade Infanteri TNI. Namun yang menjadi pe-nekanan pada materi ini adalah struktur organisasi di Mako Brigade Infanteri, meliputi : a. Mako taktis (Pos taktis Brigade) b. Mako Utama. c. Satuan pendukung Mako Brigade. d. Tanggung jawab Staf Personel Brigade sebelum, selama, dan setelah tugas operasi dilaksanakan. (Oleh : Lettu Arm Dian Akhmad Arifandi)
DESEMBER 2009
13
JAHRILLURJA
Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp. Menurut Dr. Etty Sumiati, APU dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Bandung, Jawa Barat teknologinya hanya dengan melakukan dua tahapan, yakni tahapan membuat media bibit induk (Spawn) dan tahapan memproduksi jamur tiramnya.
14
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Pada tahapan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji milet 1 (42 %) : 1 (42 %). Bahan baku ini menurut Etty Sumiati adalah yang terbaik. Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1 persen kapur (Ca Cl3) 1 persen gypsum (Ca SO4), Vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 persen dengan pe-nambahan air sedikit dan pH 7. Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Per botol diisi 50-60 persen media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/ alluminium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 0C, tekanan 1lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 0C. Langkah keenam, lakukan inokulasi
dengan laminar flow satu hari kemudian setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari), pada ruang inkubasi/ inkubator, suhu 2228 0C. Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Langkah kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata. Langkah Terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/ bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini bisa disimpan dalam lemari pendingin (00C) selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan. Tahapan selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan menggunakan saringan kawat atau ayakan kawat. Langkah ketiga, membuat subtrat/ media tumbuh pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 persen bekatul atau polar (bergantung pada spesies/ strain yang digunakan), 2 persen kapur (CaCO3), 2 persen gypsum (CaSO4), dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65 persen, pH 7.
BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Langkah keempat, distribusikan ke dalam baglog polipropilen pada hari itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin paralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/ pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95120 0C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelah suhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15 g/kg substrat.
Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 1530 hari) rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 0C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka, cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbedabeda tergantung jenis jamur kayu yang digunakan. Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah
kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 0C RH : 8090 persen. Langkah terakhir, panen jamur tiram /jamur kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/ penyiraman jamur dan kebersihan kubung atau bisa panen 2-5 kali seminggu. Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini menurut Etty Sumiati adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknologi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram. (Sinar Tani Edisi 19)
CARA YANG LEBIH PRAKTIS & MENGUNTUNGKAN Bila mempunyai tanah kosong dipekarangan, maka dapat dimanfaatkan untuk Budidaya jamur tiram dengan cara menggunakan media dan bibit yang sudah siap tanam dengan perhitungan sebagai berikut : Untuk luas tanah 1 M persegi bisa ditempatkan 20 Polibeg. Harga 1 Polibeg siap tanam Rp 2300,Modal yang dikeluarkan : 20 x Rp 2300 = Rp 46.000,Hasil : 1 x panen 1 ons, per Polibeg = 20 x 1 ons = 2 kg Harga 1 kg jamur Rp 8000 = 2 x Rp 8000 = Rp 16.000, • Efektif panen dalam jangka waktu 1,5 bulan • rata-rata 12 kali = 12 x Rp16.000 = Rp 192.000,*
Jadi keuntungan yg didapat dari 1 M persegi tanah (20 Polibeg) = Rp 192.000,- - Rp 46.000,- = Rp 146.000,Jadi keuntungan yg didapat dari 1 M persegi tanah (20 Polibeg) = Rp 192.000,- - Rp 46.000,- = Rp 146.000,-
Lumayan menguntungkan dan yang jelas bisa menambah penghasilan, apalagi bila anda mempunyai Tanah yang luas
Untuk Daerah Bandung Bibit bisa dibeli di Desa Arjasari Banjaran. DESEMBER 2009
15
JAHRILLURJA
A.Jenis. Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna sawo dan bagian perut berwarna kekuningkuningan / keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurame berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia) dan menyebar ke Malaysia, Thailan, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatera ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy�, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg. Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut : Klas : Pisces Sub Kelas: Teleostei Ordo : Labyrinthici Sub Ordo: Anabantoida Famili : Anabantidae Genus : Osphronemus Species : Osphronemus (Lacepede).
goramy
butir telur, porselen mampu 10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of pop, dan paling banyak diunggulkan. B. Persyaratan Budidaya. 1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/ lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam. 2) Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk me-mudahkan pengairan kolam secara vitasi. 3) Ikan gurame dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian 50-400 m dpl. 4) Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. 5) Kolam dengan ke-dalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame. Untuk pemeliharaan secara tradisional pada kolam khusus, debit air yang diperkenankan adalah 3 liter/detik, sedangkan untuk pemeliharaan secara polikultur, debit air yang ideal adalah antara 6-12 liter/detik. 6) Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. 7) Suhu air yang baik berkisar antara 2428 derajat C. C.Teknik Budidaya.
Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat di-antaranya gurami angsa, gurami jepun, blusafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000
16
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Penyiapan Sarana dan Prasarana. Kolam. Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain : Kolam penyimpanan induk. Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan
telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalaman minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
Kolam pemijahan. Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistem pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-199 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempat sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting. Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan. Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm.
BUDIDAYA IKAN GURAME
Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/ meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm. Kolam pembebasan. Kolam pembebasan berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pen-dederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25-1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/ meter persegi. Kolam/tempat pemberokan. Merupakan tempat pem-bersihan ikan sebelum dipasarkan adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut: a. Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2). b. Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawah-nya 1 m dan tingginya 1 m. c. Pasanglah pipa / bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air. d. Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lubang-lubang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air. e. Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan dalam nya 15 cm. f. Keringkan kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur danmeresap ke tanah dan membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidak bocor. Tinggi air 0,75-1 m. Peralatan Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah : jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/ kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember,baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/ menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/ scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk
mengangkut ikan, jarak dekat) kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetesan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/ delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk nangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), Scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya = scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau konsumsi).
daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya : daun pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap. Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturutturut selama 5 tahun.
Pemeliharaan Pembesaran.
Metode Pembesaran. a) Polikultur : Ikan gurame dipelihara bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena per-tumbuhan ikan gurame yang cukup lambat. b) Monokultur : Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi. Pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan. Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari. Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan mengguna-kan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam. Pemberian Pakan. Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di
Pemeliharaan Kolam/Tambak. Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras. Setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan. Kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat. Panen. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tergantung dari ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1,5 kg/ekor. Adapun cara penangkapan : air disurutkan sedikit demi sedikit, penang-kapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka. D. Nilai Ekonomi. Budidaya ikan gurame, mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi, disamping rasanya yang lezat dan empuk, ikan inipun digemari banyak orang. Sudah menjadi tradisi dalam setiap kendurian, ikan gurame selalu menjadi syarat utama hidangan. Disamping rasanya itu, perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak biaya, sehingga banyak petani ikan yang mulai menggemari, membudidayakan ikan ini, karena harga dari setiap bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntung-an 3 kali lipat dari harga bibit. DESEMBER 2009
17
JAHRILLURJA
Oleh : Letkol Caj R. Sinaga
Dalam kegiatan pemisahan personel dilaksanakan penyaluran dengan maksud agar personel yang akan dipisahkan dari kekuatan Angkatan Darat karena memasuki usia MPP/ Pensiun dapat hidup secara mandiri dan layak ditengah-tengah kehidupan masyarakat serta bermanfaat untuk kepentingan dinas. Salah satu bentuk penyaluran dimaksud adalah melalui pola Transmigrasi dan Pemukiman Kembali. Sejak tahun 1997 program transmigrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat tidak dapat dilaksanakan, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Depnakertrans RI akibat krisis moneter, demikian pula timbul kendala dengan diberlakukannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Upaya terselenggaranya program transmigrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat terus dilakukan melalui koordinasi dengan Depnakertrans RI maupun dengan Disnakertrans Propinsi/ Kabupaten/Kota sebagai daerah pengirim maupun penerima. Dari hasil koordinasi tersebut diperoleh hasil bahwa pada program TA. 2009, Depnakertrans RI telah memberikan alokasi sebanyak 50 KK sebagai calon peserta transmigrasi dari personel Angkatan Darat. Bila dilihat dari jumlah personel Angkatan Darat yang dipisahkan setiap tahun karena memasuki usia MPP/ Pensiun rata-rata sejumlah 4200 orang dan animo calon peserta untuk mengikuti transmigrasi dan pemukiman kembali TA. 2009 sebanyak 581 orang, tentu alokasi 50 KK yang diberikan kepada personel Angkatan Darat sangat sedikit. Namun demikian, suatu langkah awal bahwa program transmigrasi dan pemukiman kembali bagi personel Angkatan Darat telah disambut baik oleh Depnaker-
trans RI dan secara khusus Disnakertrans Propinsi/ Kabupaten/Kota masing-masing daerah pengirim dan penerima. MEKANISME PENYELENGGARAAN TRANSMIGRASI Sejalan dengan diber-lakukannya Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, mem-bawa perubahan dalam mekanisme penyelenggaraan transmigrasi. Dimana, sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 tahun 2004, penyelenggaraan transmigrasi sepenuhnya dilak-sanakan oleh Depnakertrans RI, setelah itu kewenangan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh masing-masing daerah melalui bentuk kerja-sama antar daerah pengirim dan daerah penerima dengan mengikutsertakan Badan-badan Usaha Swasta sebagai mitra usaha. Pemerintah pusat dalam hal ini Depnaker-trans RI bersifat sebagai fasilitator yang menjembatani program penyelenggaraan transmigrasi yang akan dilaksanakan oleh masing-masing daerah. Daerah pengirim menetapkan jumlah alokasi calon peserta transmigrasi yang akan dikirim sedangkan daerah penerima manunjuk calon lokasi pemukiman transmigrasi yang berada diwilayahnya masing-masing. Dari mekanisme baru penyelenggaraan transmigrasi tersebut,
maka untuk mem-peroleh jumlah alokasi calon peserta dan lokasi penempatan dilaksanakan koordinasi dengan masingmasing Disnakertrans Propinsi/Kabupaten / Kota daerah pengirim. Melalui koordinasi tersebut dapat diperoleh jumlah alokasi yang dapat diberikan oleh masing-masing daerah untuk memenuhi kuota umum sebanyak yang telah diberikan kepada personel Angkatan Darat. PARADIGMA BARU KETRANSMIGRASIAN Dalam paradigma lama ketransmigrasian disebutkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan transmigrasi adalah perpindahan penduduk, dipandang tidak sesuai lagi dengan perkembangannya. Beberapa faktor penyebab ketidaksesuaian paradigma tersebut adalah kenyataan dilapangan banyak peserta ternyata setelah ditempatkan kemudian meninggalkan lokasi pemukiman, akibat lokasi pemukiman tidak layak huni, tidak layak usaha dan tidak layak berkembang. Dari kondisi tersebut, kemudian melalui beberapa kajian dan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terpadu, disusun suatu konsep baru
Salah satu bentuk bangunan perumahan telah siap huni di lokasi pemukiman Desa Jati Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan
18
Vijaya Kusuma | Edisi 60
PENYELENGGARAAN TRANSMIGRASI DAN PEMUKIMAN KEMBALI PERSONEL ANGKATAN DARAT
Kecerian anak-anak peserta transmigrasi disalahsatu lokasi pemukiman di Gedong Karya Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi
sebagai paradigma baru ketrans-migrasian yaitu bahwa transmigrasi bukan sematamata untuk pemerataan penduduk akan tetapi tujuan dan orientasinya untuk peningkatan kesejahteraan. Melalui pendekatan faktor kesejahteraan tersebut, maka penyelenggaraan transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui instansi dan kerjasama dengan lembaga lainnya, harus dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang akan dijadikan sebagai lokasi pemukiman. Salah satu upaya dari pemerintah untuk menjadikan lokasi pemukiman menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah adalah dengan mengikutsertakan badanbadan usaha swasta sebagai mitra usaha yang saling menguntungkan. PELAKSANAAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN TRANSMIGRASI DAN PEMUKIMAN KEMBALI PERSONEL ANGKATAN DARAT TA. 2009. Berdasarkan Surat Telegram Kasad Nomor ST/1819/XII/2008 tanggal 9 Desember 2008 tentang Program Transmigrasi, di-jelaskan bahwa pada TA. 2009 Depnakertrans RI memberikan alokasi kepada personel TNI AD yang MPP/ Pensiun untuk mengikuti program transmigrasi dengan pola Pemukiman Kembali Lokal Kodam dan Pemukiman Kembali Antar Kodam sebanyak 50 KK. Sesuai Surat Telegram Kasad tersebut, Ditajenad sebagai Badan pelaksana Tingkat Pusat melaksanakan dan menetapkan : 1. Alokasi calon peserta dan lokasi penempatan. Untuk mendapatkan kuota jumlah 50 KK alokasi calon peserta yang
diberikan kepada personel Angkatan Darat tersebut, maka dilaksanakan koordinasi dengan Disnakertrans Propinsi, Kabupaten dan Kota ke tiaptiap daerah pengirim maupun penerima. Dalam rangka pelaksanaan koordinasi tersebut, maka Ditajenad selaku Badan Pelaksana Tingkat Pusat mengeluarkan Surat Edaran kepada badan-badan pelaksana tingkat daerah (Ajendam). Surat Edaran Pengirim tentang koordinasi dengan Disnakertrans Provinsi / Kabupaten / Kota untuk mendapatkan alokasi calon peserta bagi personel Angkatan Darat dan kepada daerah penerima tentang koordinasi dengan Disnakertrans dan Pemda untuk menjajaki rencana pelaksanaan Pemukiman kembali Lokal Kodam di Wilayah masing-masing. Dari koordinasi tersebut, diperoleh hasil bahwa program transmigrasi dan Pemukiman kembali Personel Angkatan Darat TA. 2009 dengan alokasi sebanyak 50 KK dilaksanakan sebagai berikut : a. Pemukiman Kembali Lokal Kodam. 1) Alokasi : sebanyak 20 KK, dilaksanakan di Kodam XVI/Ptm. 2) Lokasi penempatan : R. Banggoi dan Air Mata Kabau Propinsi Maluku Utara. b. Pemukiman Kembali Antar Kodam. 1) Alokasi : sebanyak 30 KK, berasal dari: (a) Kodam III/Slw, sebanyak 14 KK (b) Kodam IV/Dip, sebanyak 4 KK (c) Kodam V/Brw, sebanyak 2 KK (d) Kodam Jaya, sebanyak 10 KK 2) Lokasi penempatan masing-masing dilaksanakan sebagai berikut : (a) Di wilayah Kodam I/BB sebanyak 10 KK dengan lokasi : Desa Simpang Bolon Kabupaten Tapanuli Utara Propinsi Sumatra Utara sebanyak 10 KK, daerah pengirim berasal dari Kodam
Jaya. (b)Di wilayah Kodam II/Swj sebanyak 17 KK masing-masing dengan lokasi : (1) Desa Gedung Karya Kabupaten Muaro Jambi Propinsi jambi sebanyak 5 KK, daerah pengirim berasal dari : - Kodam III/Slw sebanyak : 3 KK - Kodam IV/Dip sebanyak : 2 KK (2)Desa Jati Kabupaten Muaro jambi Propinsi Jambi sebanyak 2 KK, daerah pengirim berasal dari Kodam IV/Dip. (3)UPT. Pelabi Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu sebanyak 6 KK, daerah pengirim berasal dari Kodam III/Slw. (4)UPT. Rantau Pandan X Kabupaten Bungo Provinsi Jambi sebanyak 2 KK, daerah pengirim berasal dari Kodam III/Slw. (5)UPT. Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan sebanyak 2 KK, daerah pengirim berasal dari Kodam III/Slw. (c) Di wilayah Kodam VI/Tpr sebanyak 3 KK dengan lokasi : SP.2 Serat Ayon Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat sebanyak 3 KK, daerah pengirim berasal dari : (1) Kodam III/Slw sebanyak 1 KK (2) Kodam V/Brw sebanyak 2 KK 2. Sosialisasi peserta.
dan pen-daftaran calon Untuk menyebarluaskan DESEMBER 2009
19
JAHRILLURJA
Melalui kegiatan voctra setiap peserta diharapkan mampu mengelola dan mengembang-kan pola usaha dilokasi pemukiman sesuai dengan kondisi dan kesesuaian lahan pemukiman masingmasing.
Dengan kegiatan penerangan keliling tersebut setiap calon peserta dapat mengetahui tentang gambaran umum mengenai kondisi lokasi pemukiman masing-masing. Penerangan keliling di-laksanakan dari tanggal 8 Juli 2009 s.d. 31 Juli 2009 ke Kodam-Kodam pengirim dengan menggunakan sarana penerangan keliling berupa : a. Audio Visual, tentang lokasi pemukiman secara umum. b. Brosur, masing-masing lokasi pemukiman. c. Pamflet, lokasi pe-mukiman untuk disebarluaskan ke tiap-tiap satuan. 5. Voctra. Dalam penyelenggaraan transmigrasi dan pemukiman kembali dilaksanakan voctra/ pembekalan keterampilan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan serta pola pekarangan. Melalui kegiatan voctra setiap peserta diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan pola usaha dilokasi pemukiman sesuai dengan kondisi dan kesesuaian lahan pemukiman masing-
program transmigrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat TA. 2009 dilaksanakan sosialisasi dengan maksud untuk menjaring animo calon peserta dari masing-masing Kodam. Dari sosialisasi yang dilaksanakan oleh masing-masing Kodam, diperoleh hasil bahwa animo calon peserta yang berminat untuk mengikuti transmigrasi dan pemukiman kembali program TA. 2009 sejumlah 581 orang dengan rincian sebagai berikut : a. Kodam I/BB sebanyak 83 KK b. Kodam II/Swj sebanyak 54 KK c. Kodam III/Slw sebanyak 37 KK d. Kodam IV/Dip sebanyak 23 KK e. Kodam V/Brw sebanyak 32 KK f. Kodam VI/Tpr sebanyak 231 KK g. Kodam VII/Wrb sebanyak 14 KK h. Kodan IX/Udy sebanyak 36 KK i. Kodam XVI/Ptm sebanyak 48 KK j. Kodam jaya sebanyak 23 KK 3. Survey lokasi Pe-mukiman. Untuk mengetahui kesiapan dan kondisi umum lokasi pemukiman, maka dilaksanakan survey/peninjauan lokasi pelaksanaan survey tersebut, dapat diketahui apakah suatu lokasi layak atau tidak layak untuk dijadikan menjadi lokasi pemukiman.
20
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Sejalan dengan maksud tersebut, Ditajenad selaku Badan Pelaksana Tingkat Pusat sekaligus tergabung dalam tim survey dalam salah satu arahannya kepada anggota tim, menekankan agar dalam pelaksanaannya dapat melihat, mengetahui dan mengumpulkan data secara benar dan akurat tentang kesiapan dan kondisi umum masingmasing lokasi apakah lokasi tersebut layak untuk dijadikan sebagai lokasi pemukiman dan manusiawi. Dalam rangka penyelenggaraan transmigrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat TA. 2009, telah dilaksanakan survey ke masingmasing lokasi dari tanggal 21 April 2009 s.d. 28 Mei 2009 oleh unsur pembina dan pelaksana tingkat pusat serta unsur pembina dan pelaksana tingkat daerah. Dalam pelaksanaannya berkoordinasi dan bersama-sama dengan instansi serta lembaga terkait yang ada di masing-masing daerah. 4. Penerangan keliling. U n t u k menyampaikan data dan informasi tentang hasil survey lokasi pemukiman kepada setiap calon peserta yang telah mendaftar di tiap-tiap Kodam pengirim, maka dilaksanakan penerangan keliling.
masing. Kegiatan voctra kepada 50 KK transmigrasi dan pemukiman kembali TA. 2009 dilaksanakan sebagai berikut : a. Pemukiman Kembali Lokal Kodam. 1) Tanggal : 8 Oktober 2009 s.d. 21 Oktober 2009 2) Jumlah peserta : 20 KK 3) Tempat : Makodim 1502/ Malteng b.Pemukiman Kembali Antar Kodam. 1) Tanggal : 20 Oktober 2009 s.d. 02 November 2009 2) Jumlah peserta : 30 KK 3) Tempat : Balai Pembekalan Keterampilan Subditbinjahrillurja Ditajenad 6. Penempatan. Secara umum penempatan peserta merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan program transmigrasi dan pemukiman kembali yang sedang di-laksanakan. Namun demikian setelah penempatan, kegiatan yang akan dilaksanakan adalah melakukan pembinaan lanjutan (Binjut) kepada peserta yang berasal dari personel Angkatan Darat selama 5 tahun setelah penempatan oleh masing-masing aparat teritorial setempat. Pada program transmigrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat TA. 2009 penempatan sebanyak 20 KK Pola pemukiman kembali Lokal Kodam di Kodam XVI/Ptm dan 30 KK Pola Pemukiman Kembali Antar Kodam masing-masing 10 KK di Kodam I/BB,
17 KK di wilayah Kodam II/Swj dan 3 KK di wilayah Kodam VI/Tpr dilaksanakan secara bertahap sesuai kesiapan dari masing-masing daerah pengirim. Secara umum rencana pemberangkatan dan penempatan ke tiap-tiap lokasi pemukiman akan dilaksanakan pada bulan November 2009 s.d. Desember 2009 ber-gabung dengan peserta dari Transmigrasi umum. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan. Bahwa program Transmigrasi dan Pemukiman Kembali Personel Angkatan Darat merupakan
salah satu bentuk penyaluran dalam rangka memberikan dan meningkatkan kesejahteraan personel Angkatan Darat yang akan memasuki usia MPP/ Pensiun. Melalui program Transmigrasi dan Pemukiman Kembali tersebut, setiap pe-serta dapat mengelola dan mengembangkan pola usaha di lokasi pemukiman masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan beserta keluarga. Oleh karena itu, ke-ikutsertaan personel Angkatan Darat yang memasuki usia MPP/ Pensiun dalam program Transmigrasi dan Pemukiman Kembali perlu ditingkatkan sebagai salah satu upaya memberikan kesejahteraan. Dalam pelaksanaannya, dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi dengan instansi, lembaga dan badanbadan usaha swasta sebagai mitra usaha. Saran. Agar Program Transmigrasi dan Pemukiman Kembali dapat terselenggara dalam setiap tahun anggaran, diperlukan koordinasi dengan Depnakertrans Propinsi, Kabupaten, dan Kota masingmasing daerah untuk mendapatkan alokasi dan lokasipenempatan. Untuk itu, unsur-unsur badan pelaksana tingkat pusat dan daerah sebagai pelaksana lurja di daerah mampu merumuskan dan mengkomunikasikan rencana program yang akan dilaksanakan ke tiap-tiap satuan dan instansi terkait di wilayah masing-masing. PENUTUP Demikian tulisan ini dibuat untuk menyegarkan ingatan sekaligus memberikan gambaran tentang penyeleng-garaan transmiggrasi dan pemukiman kembali personel Angkatan Darat TA. 2009 yang sedang dilaksanakan.
DESEMBER 2009
21
PEMBINAAN PNS
PEMBINAAN PNS DEPHAN
“SATU PINTU”
Pembinaan adalah segala usaha, pekerjaan,dan kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian PNS mulai dari kegiatan pengadaan, pendidikan dan pelatihan, penggunaan, perawatan dan pemisahan. Pembinaan Pegawai Negeri Sipil Dephan merupakan bagian integral dari system pembinaan personel militer/ prajurit dan sinergis dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan bidang per-tahanan. Sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, pembinaan PNS di lingkungan Dephan, Mabes TNI dan Angkatan merupakan tanggung jawab Menteri Pertahanan selaku pejabat Pembina kepegawaian pusat diperlukan suatu kebijakan konsolidasi pembinaan PNS berupa strategi pembinaan PNS yang dijabarkan ke dalam system manajemen Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh, dengan mengacu pada norma, standar, dan prosedur yang systemic, terpadu, terpantau, seragam dimulai dari pengadaan sampai dengan pemisahan.
22
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Berangkat dari suatu pemikiran tersebut ditetapkan kebijakan pembinaan PNS Dephan secara seragam (“Satu Pintu”). TUJUAN Tujuan dari pembinaan pegawai negeri ini adalah memberikan pedoman kepada pejabat yang berwenang dan pejabat yang secara fungsional membidangi manajemen ke-pegawaian dalam memproses pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural dan jabatan fungsional serta hal lain yang berkaitan dengan itu. SASARAN Sasaran dari pembinaan Pegawai Negeri Sipil adalah terwujudnya pembinaan Pegawai Negeri Sipil
yang ditugaskan pada unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan. STRATEGI PEMBINAAN Strategi pembinaan Pegawai Negeri Sipil adalah terwujudnya pembinaan Pegawai Negeri Sipil untuk ditugaskan pada unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan secara seragam (“Satu Pintu”) mulai Tahun anggaran 2009. IMPLEMENTASI Manajemen pambinaan Pegawai Negeri Sipil yang merupakan tugas pada unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan telah menetapkan beberapa hal penekanan untuk diimplemen-tasikan sebagai berikut : a. Pengadaan calon Pegawai Negeri Sipil, yaitu:
PEMBINAAN PNS DEPHAN “SATU PINTU�
1. Pengadaan diselenggarakan secara terpusat oleh Departemen Pertahanan dengan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku. 2. Kepanitiaan seleksi pengadaan beranggotakan pe-jabat kepegawaian Dephan, Mabes TNI, dan Angkatan. 3. Rencana jumlah kebutuhan pengadaan CPNS di tetapkan oleh Menteri Pertahanan dengan tetap memperhatikan usulan Mabes TNI dan Angkatan. b. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan PRA JABATAN (DIKLAT PRAJAB) dan jenis diklat lainnya bagi CPNS. 1. Jabatan ketentuan tentang penyelenggaraan Diklat Prajab perlu segera dirumuskan bersama oleh Badiklat Dephan, Biro Kepegawaian Setjen Dephan dan pejabat personel Mabes TNI dan Angkatan. 2. Pendidikan dan pe-latihan dasar militer (DIKLAT-SARMIL) diubah menjadi Pendidikan Pelatihan Dasar Bela Negara (DIKLAT BELA NEGARA). 3. Ketentuan tentang Diklat Bela Negara bagi CPNS akan segera dirumuskan bersama Badiklat Dephan, Biro Kepegawaian Setjen Dephan, Ditjen Pothan dan Pejabat Personel Mabes TNI
Sesuai ketentuan perundangan yang berlaku, pembinaan PNS di lingkungan Dephan, Mabes TNI dan Angkatan merupakan tanggung jawab Menteri Pertahanan selaku pejabat Pembina kepegawaian pusat diperlukan suatu kebijakan konsolidasi pembinaan PNS berupa strategi pembinaan PNS yang dijabarkan ke dalam system manajemen Pegawai Negeri Sipil secara menyeluruh, dengan mengacu pada norma, standar, dan prosedur yang systemic, terpadu, terpantau, seragam dimulai dari pengadaan sampai dengan pemisahan. dan Angkatan. c. Keseragaman Pem-binaan Karir: 1. Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan di Mabes TNI dan Angkatan yang telah memenuhi kriteria untuk di-angkat dalam jabatan struk-tural eselon III dan eselonIV atau jabatan fungsional yang setara dapat ditempatkan dalam jabatan yang sesuai di Departemen Pertahanan melalui sidang Baperjakat yang dilaksanakan oleh departemen pertahanan yang dihadiri oleh perwakilan dari Mabes TNI dan Angkatan. 2. Mutasi PNS antar unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan perlu diper-mudah dan tidak dibatasi oleh jenjang kepangkatan.Rumusan kebijakan terkait dengan mutasi antar unit organisasi ini agar mengacu pada kebutuhan pengawakan organisasi masing-masing dan pelaksanaanya dilakukan melalui Baperjakat yang diselenggarakan oleh Depar-temen Pertahanan. d. Pakaian Seragam Kerja PNS. 1. PNS pada masing-masing unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan memakai pakaian seragam yang sama sesuai kebutuhan dalam Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor : Skep/1101/M/XII/2005 tanggal 29 Desember 2005 tentang ketentuan penggunaan dan sebutan pakaian seragam Departemen Pertahanan. 2. Pemenuhan kebutuhan seragam bagi seluruh PNS dilakukan secara bertahap mulai TA 2009
dan diajukan oleh masing-masing unit organisasi kepada Menteri Pertahanan. e. Peningkatan Kompetensi 1. Seluruh kebutuhan peningkatan kompetensi PNS golongan III ke atas melalui pendidikan dan pelatihan dikoordinasikan kepada Badik-lat Dephan. 2. Peningkatan kompetensi PNS Golongan III ke atas melalui diklat yang diseleng-garakan oleh Lembaga Diklat Dephan, Mabes TNI dan Angkatan diberikan sertifikat. Setiap sertifikat diberikan nomor registrasi oleh Badiklat Dephan dan ditandatangani oleh pejabat lembaga diklat dan oleh Kabadiklat Dephan. f. Disiplin 1. Disiplin bagi PNS merupakan budaya kerja spesifik yang harus terus ditingkatkan di lingkungan Dephan, Mabes TNI dan Angkatan. Budaya kerja spesifik yang dimaksudkan adalah agar PNS dapat bekerja sama dengan para personel TNI di masingmasing unit organisasi dalam melaksanakan tugas. 2. Agar tercipta disiplin aparatur Negara yang diharapkan, perlu pemahaman ketentuan perundang-undangan dalam penyelenggaraan pem-binaan hukuman disiplin PNS. Dalam penyelenggaraan penyelesaian hukuman disiplin masih ada yang belum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku sehingga terjadi tuntutan melalui Peradilan Tata DESEMBER 2009
23
PEMBINAAN PNS
Usaha Negara (PTUN) untuk itu setiap pelanggaran disiplin agar mempedomani dasar perundangan,yaitu: a) Peraturan Pemerintah RI Nomor PP 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS. b) Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/ 872/X/1994 tanggal 8 oktober 1994 tentang Naskah Sementara Jukmin Hukuman Disiplin PNS TNI c) Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/331/VIII/1994 tanggal 30 Agustus 1994 tentang Bujukmin Hukuman Disiplin PNS Angkatan Darat. d) Surat Edaran Dirajenad Nomor SE/07/IV/2007 tanggal 26 April 2007 tentang Tata Cara Usul Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai PNS Angkatan Darat. 3. Dasar perundangan tersebut mengatur tentang tingkat dan jenis hukuman Disiplin, Pejabat yang berwenang menghukum, 24
Vijaya Kusuma | Edisi 60
PEMBINAAN PNS DEPHAN “SATU PINTU”
tata cara pemeriksaan, penjatuhan dan penyampaian hukuman disiplin, persyaratan administrasi pelanggaran hukuman Disiplin, keberatan atas hukuman Disiplin dan berlakunya hukuman disiplin. 4. Tentang pembinaan PNS “Satu Pintu” bagi PNS yang melanggar disiplin ringan, sedang dan berat wewenang penerbitan telah di delegasikan baik di lingkungan Dephan, Mabes TNI dan Angkatan. Khusus wewenang penerbitan Skep pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) telah diatur untuk golongan ruang IV/c keatas adalah wewenang Presiden dan untuk golongan ruang IV/b ke bawah adalah wewenang Menhan RI dan wewenang tersebut tidak dapat didelegasikan. g. Data PNS dan Sistem Pelaporan. a. Seluruh data personel PNS yang ditugaskan di unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan disamping disediakan oleh masing-masing unit organisasi, juga harus tersedia di Ropeg Setjen Dephan untuk kepentingan pengambilan keputusan dan dalam rangka mendukung setiap kebijakan pembinaan. b.Perlu diambil langkah-langkah
antara lain: 1) Laporan kekuatan PNS dilaksanakan secara periodik setiap 3 bulan oleh masingmasing unit organisasi kepada menteri pertahanan cq.Kepala Biro Kepegawaian Setjen Dephan. 2) Biro Kepegawaian Setjen Dephan melaksanakan pembangunan system informasi kepegawaian yang datanya meliputi seluruh PNS pada unit organisasi Dephan, Mabes TNI dan Angkatan.
02 bagi jenis kelamin wanita. - 3 (Tiga) digit terakhir adalah angka pengenal yang menunjukkan nomor urut CPNS/PNS yang ditentukan oleh BKN.
PERUBAHAN NIP (NOMOR IDENTITAS PEGAWAI) Dalam pembinaan PNS “Satu Pintu” kebijakan yang masih dalam proses penyelesaian yaitu perubahan NIP. Sesuai Peraturan Kepala BKN Nomor 22 Tahun 2007 Tanggal 28 Maret 2007 tentang perubahan NIP dari 9 digit menjadi 18 digit bertujuan agar tidak terjadi duplikasi data PNS dan berlaku NIP secara nasional (tidak bagi masing-masing Departemen). Perubahan NIP menjadi 18 digit adalah identitas PNS sebagai berikut: - 8 (Delapan) digit angka pengenal yang menunjukkan tahun, bulan dan tanggal lahir masing- masing 2 digit. - 6 (Enam) digit angka pengenal yang menunjukkan tahun dan bulan pengangkatan pertama CPNS/ PNS,dengan ketentuan untuk bulan pe-ngangkatan pertama 2 digit. - 1 (Satu) digit berikutnya adalah angka pengenal yang menunjukkan jenis kelamin CPNS/PNS dengan kode 01 bagi jenis kelamin pria dan
Setiap PNS dan CPNS diberikan NIP yang ditetapkan Ka BKN. NIP berlaku selama menjadi PNS,pensiunan PNS,atau janda/dudanya. NIP juga berlaku bagi keluarga yang menjadi tanggungan PNS dan penerima pensiun serta orang tua penerima pensiun yang tewas. Begitu pula bagi PNS yang pindah antar instansi pemerintah atau diperbantukan/ dipekerjakan atau ditugaskan kepada instansi lain tetap menggunakan NIP yang telah ditetapkan. Setelah NIP terealisasi secara keseluruhan, akan diterbitkan kartu PNS Elektronika (KPE) yang man-faatnya berguna untuk pelayanan : gaji, kesehatan, pensiun, asuransi sosial, tabungan hari tua, transaksi keuangan, pelayanan lainnya (telpon,listrik dll). Demikian tulisan ini semoga dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai salah satu bahan tambahan informasi tentang Pembinaan PNS Dephan “Satu Pintu”. SUBDITBINMIN PNS DITAJENAD.
NIP 18 (Delapan Belas) digit
DESEMBER 2009
25
PSIKOLOGI
MEMAHAMI POST POWER SYNDROME PADA ORANG-ORANG YANG KITA KASIHI
Oleh : Kapten Caj (k) Vera Aristianti, S.Psi Pusiiiiiiiiiiing .........sebaaaaaaaaaal, perasaan itu yang ada dalam diri Farhan akhir-akhir ini. Farhan adalah seorang pemuda gagah yang berusia 23 tahun. Ia semakin hari semakin kesal saja melihat tingkah laku ayahnya. Bayangkan saja, siapa yang tidak kesal bila memiliki seorang ayah yang sudah pensiun dan menganggur, tetapi bila berbicara dan bercerita pada orangorang yang ada disekitarnya selalu yang muluk-muluk. Ayahnya tak henti-hentinya bercerita tentang betapa hebatnya dia dulu ketika menjabat sebagai seorang Pejabat Tinggi di Militer. Seakan-akan dia tidak pernah sadar, bahwa cerita yang selalu diulang-ulangnya sudah puluhan kali keluar masuk telinga Farhan. Bila ia memberitahu ayahnya me-ngenai hal tersebut, ayahnya tidak bisa menerima dan menganggap Farhan belum berpengalaman atau masih ”bau kencur”. Bila teman-teman Farhan main ke rumah, ayahnya selalu memberikan ”kuliah” kepada teman-temannya supaya mereka mencontoh apa yang sudah dikerjakan ayahnya. Bahkan bukan hanya di rumah, di lingkungan tetanggapun, ayah Farhan dikenal sebagai ”pengobral” cerita kehebatannya di masa lalu. Akibatnya, bukan hanya Farhan saja yang merasa jengkel, tetapi tetangganya yang sudah bosan mendengar cerita-cerita ayahnya juga langsung menyingkir begitu melihat ayah Farhan datang. Jika melihat fenomena di atas, sebenarnya apa sih yang terjadi? “.......... Apakah anda sering mendengar istilah Post Power Syndrome (PPS)? Lalu, apa
26
Vijaya Kusuma | Edisi 60
yang dimaksud dengan Post Power Syndrome itu sendiri? Kemudian, apa kaitan-nya Post Power Syndrome dengan masa pensiun?” dan mengapa Post Power Syndrome perlu dibahas?” dan bagaimana cara penanganan-nya? Masa Pensiun adalah suatu masa dimana seseorang tidak lagi memiliki hak dan kewajiban sebagai anggota dari suatu Organisasi/Instansi yang selama ini menjadi tempat mereka berkarya dan bekerja. Ketidaksiapan mental dalam menghadapi masa pensiun seringkali membuat seseorang merasa cemas, stress dan bahkan depresi. Karena banyak orang beranggapan bahwa masa pensiun adalah masa yang menakutkan dan menyakitkan, akibatnya banyak orang yang mengalami Post Power Syndrome (PPS). Pengertian “Power” sendiri diartikan sebagai kekuasaan sedangkan “Syndrome” adalah kumpulan gejala. Dengan demikian Post Power Syndrome adalah gejala-gejala pasca kekuasaan. Gejala-gejala ini umumnya terjadi pada orang-orang yang pada awalnya mempunyai kekuasaan atau memegang jabatan penting dalam suatu organisasi/ instansi kemudian setelah pensiun tidak memiliki jabatan lagi, penghasilan dan fasilitas yang berkurang, maka biasanya muncullah gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Seperti kasus yang terjadi pada ayah Farhan di atas dimana beliau mengalami apa yang disebut dengan istilah Post Power
Syndrome, suatu kondisi dimana beliau selalu ingin mengungkapkan “betapa begitu bangganya ia dengan masa lalunya, yang menurutnya telah dilaluinya dengan jerih payah dan perjuangan luar biasa. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jika kita telusuri, ada beberapa anggapan yang salah terhadap masa pensiun itu sendiri, dan hal-hal inilah yang dimungkinkan dapat menjadi penyebab munculnya gejala Post Power Syndrome pada diri seseorang, antara lain yaitu : Usia tua. Masa Pensiun sering dianggap sebagai pertanda bahwa dirinya sudah tidak berguna, tidak dibutuhkan lagi oleh lingkungan, khususnya organisasi/instansi tempat mereka bekerja. Pemahaman seperti itu, secara tidak langsung mempengaruhi persepsi seseorang terhadap kondisi dan kemampuan diri sendiri, sehingga
MEMAHAMI POST POWER SYNDROME
mereka menjadi oversensitive dan subyektif terhadap pernyataan orang lain. Akibatnya, banyak orang yang merasa dirinya sakit-sakitan saat masa pensiun tiba. Kesehatan. Apabila seseorang beranggapan bahwa kondisi fisik atau penyakitnya itu sebagai hambatan besar dalam menghadapi masa pensiun, maka ia akan mengalami masa pensiun dengan penuh kesulitan dan permasalahan yang serius. Pekerjaan. Terjadinya perubahan yang berkaitan dengan pekerjaan umumnya diawali ketika masa pensiun. Banyak orang beranggapan bahwa masa pensiun merupakan suatu masa ke-hilangan pekerjaan, peng-hasilan, kedudukan, jabatan, peran, kegiatan, status dan harga diri. Akibatnya, mereka memandang masa pensiun sebagai masa krisis yang hebat dalam kehidupan mereka. Selain adanya anggapan yang salah mengenai masa pensiun itu sendiri, ada juga beberapa faktor yang memungkinkan dapat menyebabkan terjadinya Post Power Syndrome, diantaranya adalah pensiun dini. Bila orang yang mendapatkan pensiun dini tidak bisa menerima keadaan bahwa tenaganya sudah tidak dipakai lagi, walaupun menurutnya ia masih bisa memberi kontribusi yang signifikan pada organisasi/ instansi. Post Power Syndrome akan dengan mudah me-nyerang, apalagi bila ternyata usianya sudah termasuk usia kurang produktif dan ditolak ketika melamar di perusahaan lain. PPS juga sebenarnya dapat menyerang pada orang-orang yang telah memasuki masa pensiun, terutama apabila yang bersangkutan tidak mempersiapkan dirinya, baik secara mental dan fisik. Di samping itu, kejadian traumatik juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya Post Power Syndrome. Misalnya kecelakaan yang dialami oleh seorang petembak AARM kategori tunggal yang selalu mendapat juara dalam setiap event, yang menyebabkan tangannya harus diamputasi. Bila dia tidak mampu menerima keadaan yang dialaminya, maka yang bersangkutan akan mengalami apa yang dinamakan Post Power Syndrome, dan jika kondisi ini terus berlarut-larut, tidak mustahil gangguan jiwa yang lebih berat akan dialaminya. Adapun gejala-gejala Post Power Syndrome yang dapat kita amati adalah, antara lain: Gejala Fisik. Gejala fisik ini biasanya dapat diamati terlihat lebih cepat tua dibandingkan pada waktu masing memegang jabatan penting. Rambut menjadi putih semua, berkeriput, badan menjadi lemah dan sakit-sakitan. Selain gelaja fisik, yang mungkin dapat muncul adalah Gejala emosi. Gejala emosi disini seperti sikap yang cepat tersinggung, merasa tidak berharga,
pemurung, menarik diri dari lingkungan pergaulan, dsb. Gejala lainnya adalah Gejala perilaku. Gejala ini umumnya yang tampak adalah sikap malu untuk bertemu dengan orang lain, lebih suka kekerasan atau menunjukkan kemarahan, baik di rumah atau di tempat lain. Pembaca yang baik....... Post Power Syndrome hampir selalu dialami terutama orang yang sudah lanjut usia dan pensiun dari pekerjaannya. Hanya saja banyak orang yang berhasil melalui fase ini dengan cepat dan dapat menerima kenyataan dengan hati yang lapang. Tetapi pada kasus-kasus tertentu, dimana seseorang tidak mampu menerima kenyataan yang ada, ditambah dengan tuntutan hidup yang terus mendesak, ditinggal oleh pasangan hidupnya serta satu-satunya penopang hidup dalam keluarga, maka resiko ter-jadinya Post Power Syndrome yang berat akan semakin besar. Beberapa kasus Post Power Syndrome yang berat diikuti oleh gangguan jiwa seperti tidak bisa berpikir rasional dalam jangka waktu tertentu, depresi yang berat, atau pada pribadi-pribadi introvert (tertutup) akan terjadi psi-kosomatik (sakit yang disebabkan beban emosi yang tidak tersalurkan) yang parah, seperti bunuh diri. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Penanganan Bila seorang penderita Post Power Syndrome dapat menerima keadaan (realita) serta mampu menemukan aktualisasi diri yang baru, hal itu akan sangat menolong dirinya. Misalnya seorang Pejabat tinggi di militer yang telah pensiun, tetapi bisa beraktualisasi diri ditempat lain, misal di bisnis baru yang dirintisnya (agrobisnis misalnya), ia cenderung akan terhindar dari resiko terserang Post Power Syndrome. Di samping itu dukungan lingkungan terdekat, dalam hal ini adalah keluarga, kematangan emosi seseorang serta ketebalan iman se-seorang sangat berpengaruh pada terlewatinya fase Post Power Syndrome ini dengan baik.
Seseorang yang bisa menerima kenyataan dan keberadaannya dengan baik akan lebih mampu melewati fase ini dibanding dengan seseorang yang memiliki konflik emosi. Post-power Syndrome dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Kematangan emosi dan kehangatan keluarga sangat membantu untuk melewati fase ini. Dukungan dan pengertian dari orang-orang tercinta dan terkasih sangat membantu si penderita. Bila penderita melihat bahwa orang-orang yang dicintainya dapat memahami dan mengerti tentang keadaan dirinya, atau ketidakmampuannya dalam mencari nafkah, ia akan lebih bisa menerima keadaan dirinya dan lebih mampu untuk berpikir secara logis. Hal itu akan mengembalikan kreativitas dan produktifitasnya, meskipun tidak sehebat dulu. Akan sangat berbeda hasilnya jika sebaliknya keluarga cenderung mengejek dan selalu me-nyindirnya, menggerutu, mengolok-oloknya bahkan meninggalkannya. Selain upaya-upaya yang dapat kita lakukan seperti di atas, ada cara lain untuk mempersiapkan diri menghadapi Post Power Syndrome adalah dengan membiasakan diri untuk gemar menabung dan hidup sederhana, menyalurkan hoby lama yang sudah ditinggalkan semasa aktif bekerja, atau mengasuh dan bercengkrama dengan cucu-cucu mereka. Karena bila Post Power Syndrome menyerang, sementara penderita sudah terbiasa dengan kehidupan yang mewah dan kondisi yang ingin serba dilayani, akibat yang akan dialaminya akan jauh lebih parah. Demikianlah para pembaca yang budiman, mudah-mudahan informasi yang terbatas ini dapat mem-berikan manfaat dan pen-cerahan bagi kita semua, amin..... salam! Model oleh : Letda Caj Lotus Malino Sihombing DESEMBER 2009
27
ROHANI
SYUKUR DAN SABAR
Syukur Dan Sabar
Suatu saat kita diundang oleh seseorang. Kita tidak pernah mengenal orang yang mengundang kita, namun sungguh mengherankan karena ia mau mengundang orang yang boleh jadi tidak pernah mau mengenalnya. Oleh. Dr. Mohammad Erihadiana Saat kita datang, orang yang mengundang kita datang menyambut dengan ramah, mempersilahkan kita masuk dan telah mempersiapkan hidangan yang lezat untuk dicicipi. Saat kita akan pulang ia mengantarkan kita dan mengucapkan kata-kata yang indah serta menyenangkan hati kita. Seharusnya kita bertanya, mengapa orang itu begitu baik kepada kita ? padahal kita tidak kenal kepadanya. Seharusnya kita berterima kasih kepadanya dan harus muncul suatu keinginan untuk mengenalnya karena ia begitu baik. Kisah tersebut adalah permisalan tentang Allah yang begitu baik kepada kita, padahal kita mungkin tidak pernah berusaha mengenal-Nya. Walaupun demikian, Allah tetap saja baik kepada kita, memberikan berbagai karunia dan kasih sayangNya. Seharusnya kita berusaha mengenal Allah dan kemudian berterima kasih kepada-Nya. Itulah yang disebut syukur. Syukur adalah sesuatu yang diwajibkan atas orang yang mendapatkan nikmat sebagai Iman kepada Allah SWT, karena semua nikmat itu adalah karunia Allah SWT. Firman Allah SWT dalam AlQur’an : Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (Datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kamu minta pertolongan (Qs. Al-Nabl/16 : 53). Menurut al-Ghazali, terdapat empat landasan yang menyebabkan syukur harus menghiasi jiwa. Pertama, landasan itu yang menunjukkan bahwa semua kenikmatan berasal dari Allah SWT. Kedua, Didasarkan kepada pengetahuan bahwa kenikmatan itu berasal dari Allah, maka akan muncul perasaan bahagia atas nikmat Allah tersebut. Ketiga, Amalnya adalah syukur itu hanya ditujukan kepada Allah SWT. Keempat, Karena syukur itu hanya ditujukan kepada Allah, maka nikmat itu akan terjaga bahkan akan terus bertambah. Syukur dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama, Syukur melalui ucapan, Syukur melalui ucapan diwujudkan dengan cara memuji Allah dan menyebutkan berbagai nikmat-
28
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Nya kepada manusia. Menurut AlHujwiri, memuji kepada Allah SWT dengan menyebutkan berbagai nikmatNya adalah menyifati pemberi nikmat dengan sifat kedermawanan, kemulyaan dan sifat-sifat lainnya yang menunjukkan penerimaan kepada nikmat dan pengakuan rendahnya maqam dihadapan maqam pemberi nikmat. Kedua, Syukur melalui hati. Syukur melalui hati hanya dapat dicapai melalui keyakinan seseorang yang kukuh bahwa segala hal yang berada dalam genggamannya, baik nikmat, manfaat, kenyamanan, gerakan, dan diam, adalah karunia dari Tuhannya bukan dari yang lain. Semua itu agar
syukur hamba melalui lidahnya sesuai dengan hatinya dan menggambarkan bahwa tidak ada yang memberi nikmat pada hamba tersebut selain Tuhannya Yang Maha Agung. Ketiga, Syukur melalui anggota badan yaitu dengan melaksanakan semua yang diperintahkan Allah SWT kepada manusia. Sholat merupakan syukur kepada Allah, Zakat, Puasa, maupun Haji adalah syukur kepada Allah SWT. Ibnu Qudamah mengatakan bahwa syukur anggota badan adalah mempergunakan segala nikmat Allah SWT dalam melakukan ketaatan berupaya
memohon pertolongan agar dihindarkan dari kemaksiatan kepada-Nya. Sebagai contoh, Syukur kedua mata adalah menutupi aib muslim yang terlihat, syukur telinga adalah menutupi telinga dari aib sesama muslim yang terdengar. Semua itu termasuk katagori syukur kepada anggota badan. Sifat Syukur selalu beriringan dengan sabar. Sabda Rosulullah SAW � Iman itu setengah-setengah, setengahnya sabar dan setengahnya syukur �. Apa itu sabar ? Sabar secara bahasa artinya mengekang atau menahan, secara lebih luas sabar dapat diartikan sebagai menahan diri untuk tidak berkeluh kesah, menahan lisan dari banyak mengadu, dan memelihara anggota badan dari perbuatan tercela. Pengertian sabar sebagai ketahanan fisik dalam menjalani kesukaran dan penderitaan lahiriah serta kesiapan mental untuk mengendalikan hawa nafsu. Sabar mencakup tiga kondisi, Pertama, Sabar untuk tidak melakukan maksiat karena yakin setiap perbuatan akan dibalas di akhirat, memelihara keimanan, sikap hati-hati agar tidak terjerumus kepada perbuatan haram, dan perasaan malu kepada Allah. Kedua, Sabar untuk tetap di dalam ketaatan dengan berusaha untuk tetap taat yang didasari dengan keikhlasan, dan selalu menyempurnakan ketaatan tersebut dengan ilmu. Ketiga, Sabar ketika mendapatkan musibah dengan selalu berbaik sangka kepada Allah atas musibah yang ditimpakan, bersikap optimis, serta tetap bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah pada masa lalu. Sabar harus terlihat melalui perbuatan-perbuatan yaitu : 1.Tetap dalam ketaatan; 2.Menjauhi kemaksiatan kepada Allah SWT; 3.Baiknya tingkah laku terhadap sesama; 4.Mampu menguasai hawa nafsu; 5.Selalu berusaha mem-bersihkan hati dan penyakit hati; 6.Beramal saleh sesuai dengan syarat baiknya amal ; 7. Menjaga hati, lisan, dan anggota tubuh untuk selalu beribadah sebagaimana kewajiban sebagai makhluk kepada Kholik. Wallahu ’alam.
KESEHATAN
MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN DIMUSIM PANCAROBA
Musim Pancaroba juga identik dengan timbulnya berbagai macam penyakit yang rentan serta mudah menyerang dan dialami oleh siapa saja seperti flu, batuk, demam, masuk angin dan sebagainya. Oleh karena itu untuk menghindarinya berikut tips agar kita dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Olahraga teratur. Dengan berolahraga secara teratur dapat membantu melepaskan zat-zat kimia serta racun yang terdapat didalam tubuh yang akan dikeluarkan melalui keringat, dengan berolahraga tubuh terasa hangat dan metabolisme tubuh akan tetap terjaga. Para ahli menganjurkan olahraga selama 30 menit perhari, paling sedikit 3 x seminggu. Pilih olahraga yang anda suka seperti jogging, berenang, bulutangkis, senam dsb. Makanan bergizi. Hindari makanan siap saji (Junk Food) konsumsi makanan bernutrisi, kaya serat serta cukup vitamin seperti sayuran hijau dan buah-buahan segar serta makanan rendah lemak (Gizi seimbang) dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Minum air putih. Tubuh kita memerlukan cukup air untuk membantu
MENJAGA KESEHATAN DAN KEBUGARAN TUBUH DIMUSIM PANCAROBA Oleh. Letda Caj(K) Ririn Muchzawarni MS.PD
Musim Pancaroba merupakan pergantian musim yang kerap kali dialami oleh masyarakat Indonesia, dengan adanya perubahan musim ini, mengakibatkan perubahan suhu, cuaca dan iklim yang mempengaruhi kondisi dan keadaan tubuh. Untuk itu diharapkan kita dapat dengan segera menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. membersihkan racun dan kotoran yang terdapat didalam tubuh, serta dapat memperlancar peredaran darah. Minum cukup air putih minimal 8 liter perhari, sedangkan jus, soda, kopi, alkohol atau minuman tinggi kalori lainnya dapat membuat dehidrasi sehingga tubuh akan mudah terasa lelah dan akan rentan terhadap penyakit. Hindari stress. Menurut para
ahli
psikologi
Amerika Serikat, stress dirumah maupun di tempat kerja dapat menimbulkan depresi dan berakibat pula pada penurunan kesehatan tidak hanya mental maupun fisik, tetapi dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Terapkan pola hidup sehat. Senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan, tidak merokok, minuman berakohol, olahraga teratur, cukup asupan gizi, istirahat yang cukup serta menghindari stress dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh sehingga menurunkan resiko terkena berbagai macam penyakit di musim Pancaroba.
DESEMBER 2009
29
MINU Pergunakanlah Kata Baku Dalam Tulisan Dinas
30
Vijaya Kusuma | Edisi 60
TIDAK BAKU
BAKU
Azaz Box Cinderamata Corps Fotocopy Ijin Jaman Jadual Kwitansi Kwalitas Kwantitas Karir Pebruari Nopember Metoda Menejemen Obyektif Subyektif Tehnis Tehnik Tehnologi Trampil Type Seyogyanya Standarisasi Syah Silahkan Rubah Merubah Otentik Otentikasi
Asas Boks Cenderamata Korps Fotokopi Izin Zaman Jadwal Kuitansi Kualitas Kuantitas Karier Februari November Metode Manajemen Objektif Subjektif Teknis Teknik Teknologi Terampil Tipe Seyogianya Standarisasi Sah Silakan Ubah Mengubah Autentik Autentikasi
31
TALI KASIH
SAUDARA-SAUDARA KITA
KORBAN GEMPA DI TANAH MINANG “Gempa� kata yang mudah diucapkan tapi mengandung arti yang sangat dahsyat, bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan kerugian harta benda.
Seringnya kejadian gempa di Indonesia hal ini disebabkan karena kepulauan di Indonesia terletak pada pertemuan beberapa lempeng bumi, yakni lempeng tektonik Hindia yang terletak di Barat Sumatera, Lempeng Asia, Lempeng Australia dan Lempeng Pasifik jika kedua lempengan saling bertemu dan kemudian ada pe-ngumpulan energi diantara keduanya maka akan terjadi gempa (Dr. Ir. R. Sukhyar Kepala Badan Geologi). Belum tuntas urusan gempa besar di Tasikmalaya, kejadian serupa menggoncang Sumatera Barat yang merenggut ribuan korban jiwa. Kejadian demi kejadian itu apalagi gempa lebih besar diramalkan masih akan terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Merenung dari peristiwa ini kita sebagai mahluk ciptaan-Nya harus sadar bahwa betapa kita sangat kecil dihadapanNya, karena tidak ada kejadian apapun di muka bumi ini terjadi tanpa campur tangan-Nya. Kita mungkin menganggap
32
Vijaya Kusuma | Edisi 60
hal ini sebagai cobaan ?, tegoran ?, atau apapun itu tetapi sudah selayaknya kita harus mulai memperbaiki sikap perilaku, ucapan yang mungkin akan membuatNya marah ? Betapa tanpa sadar kita lupa bahwa apa yang kita miliki sifatnya sementara, harta, pangkat, jabatan, raga bahkan jiwa kita dalam sekejap musnah. Tanpa bisa kita menolak bila Tuhan menginginkannya untuk itu tidak sepantasnya kita sombong dan merasa hebat.
Menilik kejadian gempa tersebut kita akan menengok saudara-saudara kita di tanah Minang tepatnya Ajenrem 032/Padang. Pada hari kejadian Rabu 30 September 2009 anggota Ajenrem melaksanakan dinas seperti biasa, mengingat masih dalam suasana Lebaran Kaajenrem berencana hari itu melaksanakan Halal-Bihalal di kediamannya Asrama TNI AD Jl. Sisingamangaraja yang dimulai pukkul 14.00, acara berlangsung akrab penuh dengan keceriaan dan selesai pukul
KORBAN GEMPA DI TANAH MINANG
16.30. Siapa menduga tepat pukul 17.16 terjadilah gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang daerah Sumatera Barat. Dalam suasana penuh kepanikan warga berusaha lari mencari tempat yang lebih tinggi karena takut gempa mengakibatkan Tsunami. Setelah gempa mereda dalam rangka melaksanakan pengecekan, Kaajenrem Mayor Caj Fathoni mengumpulkan seluruh anggota beserta keluarga di Asrama TNI AD Cengkeh yang kondisinya lebih baik dan aman dibanding dengan Asrama yang lain. Puji Tuhan seru sekalian alam seluruh anggota beserta keluarga Ajenrem 032/ Padang selamat dan yang lebih membuat kita semua wajib bersyukur bahwa putri kedua Kaajenrem yang bernama Enggar Kurnia Sanda selamat dari robohnya gedung bimbingan belajar �Gama� yang beritanya sempat mengisi seluruh Stasiun Televisi dan Surat Kabar paska terjadinya gempa. Gedung Bimbingan Belajar itu roboh dan menimpa murid-murid dan pengajar yang ada didalamnya. Pada hari kejadian Rabu itu karena ada acara Halal- Bihalal di kediaman, maka Mayor Caj Fathoni meminta putrinya untuk tidak berangkat ke tempat bimbingan belajar Gama tempat biasanya dia mengikuti belajar tambahan dan syukur alhamdulilah ternyata Tuhan masih menginginkan mereka berkumpul dengan selamat, Nyawa dapat diselamatkan namun rumah-rumah anggota dan kantor Ajenrem 032/ Padang banyak yang mengalami kerusakan, ada yang rusak berat, sedang dan ringan. Untuk meringan-kan beban berat mereka maka Dirajenad menghimbau kepada warga Ajen di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi memberikan sumbangan. Dan himbauan tersebut direspon sangat baik sehingga terkumpul dana yang cukup besar sekitar Rp 85.000.000,-. Dirajenad berkenan meninjau dan menyampaikan secara langsung bantuan Tali Kasih tersebut sehingga pada tanggal 26 Oktober 2009 warga Ajenrem 032/Padang dapat bertatap muka secara langsung dengan Dirajenad. Mungkin bantuan tersebut tidak seberapa bila di-bandingkan kerugian materi yang harus meraka tanggung akibat gempa, namun perhatian dan simpati dari Dirajenad beserta seluruh Warga Ajen bisa sedikit mengobati mereka, untuk itu Kaajenrem 032/Padang be-serta seluruh warga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, semoga Tuhan membalas kebaikan yang dengan tulus telah diberikan, Amin...... (Foto-foto diambil pada saat kunjungan Dirajenad ke Ajenrem 032/Padang tanggal 26 Oktober 2009)
DESEMBER 2009
33
KARYA CIPTA
Pembaca mungkin bertanya-tanya apa itu the Soldier. Untuk menjawab pertanyaan itu redaksi berusaha mendapatkan info langsung dari personel yang menanganinya Mayor Caj Candra Hasan dan PNS Dedi Persada.
The Soldier adalah sebuah nama group Band yang dibentuk karena kecintaan yang luar biasa dari seorang Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang di bidang musik. The Soldier diresmikan tanggal 30 November 2009 di lapangan apel Maditajenad bertepatan dengan upacara HUT Korpri ke 38 yang sebelumnya sudah diadakan Pagelaran/Launching pertama di Aula Jenderal Sudirman Makodam Jaya Jakarta. The Soldier diawaki oleh 6 personel yaitu :
34
Vijaya Kusuma | Edisi 60
1. Letda Caj Tri - Bas Gitar 2. Letda Caj Anton - Keyboard 3. Yoshua - Vocal 4. Serda Radit - Drum 5. PNS Dedi Persada - Gitar I (Melodi) 6. PNS Indra -Gitar 2 (Rythem) Untuk saat ini lagu-lagu yang dibawakan oleh Group Band The Soldier merupakan lagu dari karya cipta Brigjen TNI S. Aritonang dengan arasemen oleh Mayor Caj Candra Hasan dan PNS Dedi Persada dengan gaya/ versi/style seperti Band-band saat ini. Proses penggarapan arasemen
dari yang sebelumnya bergaya Style lama berubah menjadi gaya/style baru. Proses penggarapan lagu sampai ke bentuk CD memakan
waktu selama + 3 bulan. The Soldier khususnya diperuntukan bagi prajurit dan diharapkan dapat disosialisasi-kan untuk umum,
sehingga kedepan group Band The Soldier lagu-lagunya bernuansa umum dan dapat lebih dikenal oleh masyarakat pada umumnya.
Lagu-lagu yang sedang di rilis saat ini adalah :
Latihan Cipt : S. Aritonang
Belahan Jiwa Cipt : S. Aritonang
Prajurit Sejati Cipt : S. Aritonang
Lebih baik mandi keringat didalam latihan Dari pada bermandi darah dalam pertempuran Berakit rakitlah kehulu renang - renang ketepian Bersakit sakitlah dahulu senang-senang kemudian Latihan itu kewajiban, bagi prajurit andalan Pastikan dirimu selalu siap siaga Mari berlatih sungguh sungguh, mencapai keberhasilan Engkau pasti ’kan merasakan, bahagia selamanya
Putraku, belahan jiwaku Ingat dulu, engkau masih kecil Tingkah lakumu bagaikan pahlawan Gagah berani, berhati baja Ketika engkau mulai dewasa Tekadmu bulat, menjadi prajurit Kuucap syukur pada yang kuasa Dikau menjadi taruna kebanggaan ku Reff : Kini telah tercapai, terkabul cita citamu Demi membela negara kurela melepasmu Doaku slalu mengiringi kepergianmu Semoga Tuhan senantiasa menyertaimu
Prajurit TNI yang sejati Melangkah pasti menuju medan tugasmu Prajurit TNI yang sejati Pertahankan persatuan dan kesatuan
Srikandi Cipt : S. Aritonang
Bela Negara Cipt : S. Aritonang
Pertama kuberjumpa denganmu Penampilanmu bagai pragawati Paras nan cantik bodi semampai Berdebar jantungku
Kewajiban membela Negara Itulah tugas yang mulia Janganlah engkau menghindarinya Dan mengabaikannya
Lalu aku tanya sahabatmu Baru aku tau jati dirimu Ternyata kau seorang srikandi Prajurit wanita Reff : Sikap dan gayamu dan senyum manismu Menggoda diriku Hatiku tertawan ingin berkenalan Dengan mu Wo, Na na na, na na na, na na na
Walau berat perjalanan bakal kau tempuh Yakin pada tugasmu yang mulia Walau berat tugas yang akan kau hadapi Yakin pada kemampuan sendiri REFF : Berangkatlah tak usah ragu Negara menantikan bhaktimu Do’a kami menyertaimu Semoga Tuhan melindungimu
Jangan tanya apa yang diberi Diberi Negara kepadamu Tapi apa yang engkau berikan Bagi Negaramu REFF: Cintailah Nusantara, cintai sepenuh jiwa Cintailah Indonesia, cintai sepanjang masa Bangkitlah wahai pemuda, marilah bela Negara Jadilah benteng Negara, demi Indonesia jaya
DESEMBER 2009
35
KARYA CIPTA
Serdadu Tercinta Cipt : S. Aritonang
Tetapi kita berbeda Kurnia Tuhan Maha Besar
Kurela melepas dirimu, pergi ke medan juang Demi menegakkan kedaulatan, antero nusantara Membela Negara Kesatuan Indonesia tercinta
REFF: Mari tingkatkan kebersamaan dalam persatuan Mempertahankan keutuhan Bangkitlah wahai pemuda, marilah bela Negara Negara kesatuan Republik Indonesia
Daku Selalu merindukan mu, kala siang maupun malam Berharap engkau akan kembali bersama sama lagi Seperti masa – masa dahulu berkumpul bergembira REFF: Kekasih hatiku, dikau pujaanku Serdadu tersayang serdadu tercinta Ku bangga kepadamu Kekasih hatiku, dikau pujaanku Serdadu tersayang serdadu tercinta Kubangga kepadamu Bhineka Tunggal Ika Cipt : S. Aritonang Dari Sabang Merauke Dan Miangas ke Rote Saling menyatu Dalam cita maupun asa Janganlah engkau lupa Bhineka tunggal ika Perekat Indonesia Raya Berdiri sama tinggi Duduk pun sama rendah Saling membantu Dalam susah maupun senang
36
Vijaya Kusuma | Edisi 60
Mama Cipt : S. Aritonang Mama, mama ku tersayang Betapa besarnya Jasamu padaku Mama, terima kasihku Betepa tulusnya kasih mu padaku Cinta yang tidak bertepi engkau berikan kepadaku Daku slalu menuruti Segala nasehat yang kau beri Demi masa depan diri Agar ku berguna bagi Negara Kini ku telah menjadi, seorang prajurit TNI REFF: Tetapi diriku akan meninggalkan mu Demi tugas Negara aku harus pergi Kumohon Restumu agar aku tegar Menunaikan tugas yang suci Sang Pahlawan Cipt : S. Aritonang Sering kau bercerita
kepadaku Kisah suka duka yang kau alami Sbagai seorang prajurit TNI Mengabdikan diri untuk Negara Panggilan tugas telah kau jalani Dikau rela berkorban Jiwa Raga Sebagai pahlawan Kusuma bangsa Demi keutuhan Negara Indonesia REFF : Kini kau telah pergi Dikau gugur dimedan bhakti Jasamu tetap abadi Dikenang sepanjang masa Aku berjanji untuk terus melanjutkan Perjuanganmu O. 0 0 0 Sang Pahlawan Senam Pagi Cipt : S. Aritonang Senam pagi, senam pagi Tiap hari, tiap hari Badan kuat jiwa pun sehat Senam pagi, senam pagi Tiap hari, tiap hari Badan kuat jiwa pun sehat Marilah mari berolah Raga Marilah mari bersenam pagi Marilah hilangkan duka lara Marilah mari bergembira Mensana In korporesano Mensana In korporesano
PEMBINAAN SATUAN
This terms is properly true as a soldier will be spiritually wealth when he/she is able to actualize him/herself as a soldier. Soldiers, no matter their corps are, combat unit, combat support unit or administrative support unit, has the same military basic including soldiers in Adjutant General Corp. In the attempt of developing unit ability, directorate of Adjutant General of Indonesian Army, in every 3 months performs shooting training. This training performed by all military personels from the lowest rank up to Brigadier General, each personel take part and compete to develop their ability. Brigadier General TNI S Aritonang also takes part. The picture above was taken when the soldiers of Directorate of Adjutant General of Indonesian Army take part in shooting training in PT Pindad Persero on 25 June 2009. PT Pindad Persero provided the opportunity to the soldiers of Directorate of Adjutant General of Indonesian Army to have shooting training in PT Pindad Persero shooting area. Director of Directorate of Adjutant General of Indonesian Army had the opportunity to try Sig Sauer P226 made by PT Pindad Persero. So the conclusion is, training in the attempt of increasing ability is a must so the soldier of Adjutant General “Yes” in administration and also “OK” in shootings. DESEMBER 2009
37
SEKILAS INFO
Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor : Kep/249/VIII/2009 Tentang Pengesahan Peng-gunaan Baret, Emblem dan Tali Koor (Tali Bahu) bagi Satuan Musik Militer di Jajaran Angkatan Darat. Menetapkan : - Mengesahkan penggunaan baret warna biru tua dan emblem Raraswara Andrepati dengan Dasar warna merah, bagi personel Satuan Musik Militer Angkatan Darat di luar satuan Kostrad dan Kopassus. - Menggunakan tali koor (tali bahu) di pundak kanan yang terbuat dari bahan sutera pintal warna kuning list
38
Vijaya Kusuma | Edisi 60
merah lengkap dengan nestel. ARTI/MAKNA BARET DAN EMBLEM SATUAN MUSIK MILITER ANGKATAN DARAT Baret. Baret di jajaran Satuan Musik Militer Angkatan Darat berwarna biru tua, mengandung makna kesejukan dan kesetiaan yang berarti setiap prajurit Satsikmil memiliki rasa kebanggaan, kesetiaan
PENGGUNAAN BARET, EMBLEM DAN TALI KOOR BAGI SATUAN MUSIK MILITER DI JAJARAN ANGKATAN DARAT
dan kesejukan jiwa agar senantiasa mampu mengatasi segala tantangan dalam tugas pekerjaannya. Emblem. Emblem melambangkan Satuan Musik Militer yang memiliki jiwa dan semangat tinggi dalam melaksanakan tugas dan didasarkan kepada cita-cita tertinggi untuk keberhasilan tugas dengan seloka bertuliskan ”Raraswara Andrepati” yang memiliki arti dan makna sebagai berikut : Bingkai segi lima melambangkan prajurit yang berlandaskan kepada falsafah Pancasila. Bintang merupakan suatu lambang ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, merupakan tujuan dan cita-cita tertinggi untuk mencapai kesejahteraan, keberhasilan dan kejayaan bagi
prajurit TNI dalam melaksanakan tugas: Gambar belira, stock meter dan pagar : - Belira merupakan lambang kesatuan musik. - Stock meter merupakan petunjuk arah, alat kendali Satsikmil dan bentuk ketegasan. - Pagar merupakan lambang ketaatan bagi setiap prajurit Satsikmil untuk senantiasa mentaati peraturanperaturan. Seloka ”Raraswara Andrepati” memiliki arti keselarasan suara/ bunyi didapat dengan cara berlatih secara sungguh-sungguh. - Raraswara : Kese-larasan suara/ bunyi - Andre : Dilatih - Pati : Sungguh-sungguh Latar belakang emblem berwarna merah berarti berani berjuang membela kebenaran. Kesimpulam. Makna baret dan emblem adalah setiap prajurit Satuan Musik Militer dalam menjalankan tugasnya senantiasa berjiwa/ berlandaskan Pancasila dan Raraswara Andrepati yang berarti berjuang dan berlatih dengan sungguh-sungguh untuk kejayaan bangsa dan negara. Model oleh : 1. Letda Caj (K) Ria Komala Dewi 2.Letda Caj Albert Sumantri Tambunan
DESEMBER 2009
39
SOSOK
KOPKA MUSORIP
Saat ini, untuk dapat hidup dengan sejahtera tentulah bukan sesuatu yang mudah apalagi murah. Sering kita mendengar bahwa gaji yang kita terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menyikapi keadaan ini tentu kita harus mempunyai kiat khusus. Hal ini telah di-lakukan oleh salah satu anggota kita Kopka Musorip. Redaksi tertarik untuk mengangkat cerita hidupnya karena Kopral yang satu ini termasuk salah satu Prajurit yang hidupnya sejahtera, untuk itu pada suatu kesempatan redaksi datang langsung ke rumahnya yang cukup Asri di Komplek Perumahan Vijaya Kusuma Blok A. No. 57 Cipadung Bandung. �Selamat sore ? sapa tim redaksi dan dengan sangat ramah tim disambut oleh Kopka Musorip beserta istri Ibu Surtini
yang bekerja sebagai PNS Golongan III/b di Ditajenad dalam suasana penuh keakraban mulailah tim redaksi mengungkap cerita hidupnya. Sejak kapan Bapak tinggal di Komplek ini ? Sejak tahun 1987. Bapak selalu terlihat bahagia mengapa bisa begitu ?
Saya selalu mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan kepada kami sekeluarga. Apakah Bapak tidak pernah kesulitan/ kekurangan keuang-an ? Alhamdulilah dengan gaji Kopral dan tambahan gaji Istri tentu tidak akan cukup apabila harus menghidupi satu keluarga dengan 4 anak. Apalagi 2 kuliah dan 2 masih di SMP kelas III. Kalau memang kurang apa yang Bapak lakukan untuk dapat menambah penghasilan ? Saya seorang Kopral yang saya punya hanya tenaga, makanya bagaimana caranya me-manfaatkan tenaga ini untuk hal-hal yang halal dan barokah tanpa harus me-langgar ketentuan.
40
Vijaya Kusuma | Edisi 60
SOSOK KOPKA MUSORIP
Usaha apa yang Bapak kerjakan ? Pada saat awal saya tinggal di Komplek ini sarana transportasi masih sulit dan jarang makanya dari sini saya mendapat peluang untuk mendapat tambahan penghasilan �Ojeg� adalah solusinya. Saya mulai membicarakan hal ini dengan istri dan istri saya setuju, makanya meski
Apakah dengan tambahan itu dirasakan sudah mencukupi apalagi anak-anak Bapak yang pertama Fauziah Mustikasari 21 tahun Kuliah di ITB jurusan
Kediaman Kopka Musorip
saya yang semakin tua dan tenaga juga mulai kurang, tapi nantilah sampai anak saya yang pertama selesai kuliah, mungkin tahun depan. Apa yang memotivasi Bapak untuk terus menarik Ojeg ? Karena anak-anak saya, mereka maju kuliahnya dan berprestasi. Bapak seorang Kopral tapi anak-anak Bapak maju kuliahnya apa rahasianya ? Sejak menikah tahun 1986 saya tidak pernah lepas puasa Senin dan Kamis, selalu berdoa agar anak-anak saya lebih maju dari saya, saya ingin melihat anakanak saya menjadi Sarjana. Tidak seperti saya yang hanya seorang Kopral. Sebentar lagi 2 anak Bapak akan menyandang gelar Sarjana Bapak tentu bangga, tapi keinginan apalagi yang belum terlaksana ? Insya Allah saya ingin sekali pergi berhaji (Kopka Musorip jabatan Ba Caraka tetapi aktif di DKM dan sering diminta untuk ceramah dan membacakan doa pada acara-acara keagamaan).
gaji pas saya mengupayakan untuk dapat kredit motor. Hingga akhirnya tahun 1990 saya mendapat-kan sebuah motor. Bukankah Bapak bekerja ? Apakah mengojeg tidak mengganggu waktu bekerja ? Oh.. tidak saya sama sekali tidak mengambil waktu kerja karena bisa membuat atasan marah. Karena saya sudah melanggar Aturan. Lalu kapan Bapak melaku-kannya? Selepas pulang kantor saya istirahat sampai magrib baru setelah itu saya siap narik Ojeg sampai + jam 11 malam. Berapa penghasilan satu malam ? + 20 ribu s.d. 25 ribu rupiah.
Mikro Biologi sudah semester akhir, kedua Isti Maemunah 20 tahun Kuliah di Unpad jurusan Administrasi Kepegawaian semester V, ketiga dan keempat sikembar Sinta Tri Alfiah dan Santi Almuarifah 14 tahun kelas III SMP ? Alhamduliah dengan hidup disiplin dan prihatin ojeg kami sudah 3. 2 disewakan dan 1 masih saya tarik sendiri. Sehingga pendapatan dari 3 Ojeg itu cukuplah untuk kami hidup. Apakah anak-anak Bapak tidak malu punya orang tua tukang Ojeg ? Pada awalnya mereka malu, tapi lama-kelamaan mereka maklum.
Akhirnya tim redaksi mengakhiri bincang-bincang ini disertai iringan doa semoga keinginan Kopka Musorip untuk pergi berhaji didengar dan dikabulkan Allah Subhana Wataala. Amin... Amin... Amin... Ya Robal Alamin. Pembaca yang budiman dari percakapan tadi banyak hal yang dapat kita petik bahwa tidak selayaknya kita selalu mengeluh karena kekurang-an, tetapi sebaiknya kita harus bersyukur disertai upaya dan doa niscaya Tuhan akan melapangkan rezeki kita Amin. Terima kasih Kopral Musorip kita semua banyak belajar dari Bapak.
Sampai kapan Bapak narik Ojeg ? Sebenarnya anak saya yang besar sudah melarang karena kasihan, melihat DESEMBER 2009
41
Pejabat Ajen Kotama/Balakpus melaksanakan Rabinniscab Ajen Ta. 2009, yang dipimpin Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang, bertempat di Balai RS. Gondodipuro Maditajenad
Perwira Caj baru saat membacakan janji Korps Ajudan Jenderal
42
Vijaya Kusuma | Edisi 60
LENSA DITAJENAD
Pejabat Ajen Kotama/Balakpus mengadakan malam temu kangen dengan para Purnawirawan Korps Ajudan Jenderal se Wilayah Kodam III/Slw
Setiap hari Jum’at Personel Ditajenad melaksanakan Soliditas Dance bertempat di lapangan apel Maditajenad
Personel Militer Ditajenad menerima pengarahan dalam rangka latihan menembak di PT. Pindad Persero Bandung
DESEMBER 2009
43
Dirajenad sedang menerima kunjungan kerja Tentara Musik Angkatan Darat Brunei Darusalam ke Ditajenad
Perlombaan PBB dilanjutkan dengan Defile dalam rangka menyambut HUT RI ke-65.
Pertandingan Bola Voli antar Subdit/Setdit dalam rangka menyambut HUT RI ke-65.
Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang memberikan Tropy dan Hadiah kepada peserta Lomba/Pertandingan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 65. 44
Vijaya Kusuma | Edisi 60
LENSA DITAJENAD
Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang Memimpin Taklimat awal dalam rangka kunjungan Tim Wasrik Itjenad ke Ditajenad
Personel Kowad Ditajenad berfoto bersama setelah menerima Tropy juara PBB/Defile dalam rangka menyamut HUT Kemerdekaan RI ke 65
Satu bulan sekali Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang memberikan pengarahan kepada seluruh personel Ditajenad dalam rangka jam Pimpinan bertempat di lapangan apel Maditajenad
DESEMBER 2009
45
Dirajenad Brigjen TNI S, Aritonang Menyerahkan seekor sapi pada saat Idul Qurban 1430 H//2009 M kepada panitia
Seluruh personel PNS Ditajenad melaksanakan Kesamaptaan Jasmani secara periodik
46
Vijaya Kusuma | Edisi 60
LENSA DITAJENAD
Dirajenad Brigjen TNI S. Aritonang membacakan Amanat Panlima TNI pada upacara peringatan Hari TNI tanggal 5 Oktober 2009 bertempat di Lapangan apel Maditajenad
Ibu-ibu Persit KCK Cab. XV Ditajenad PG Mabesad yang dipimpin Ketua Ny. Tina S. Aritonang melaksanakan Tebar Tanam di BLK Subditbinjahrillurja Bantar Gebang Bekasi
DESEMBER 2009
47
BERITA PERSONEL
KENAIKAN PANGKAT PERIODE 01-04-2009 1. NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
31958 32843 31078 39734 27503 31347 32897
Disbintalad Disbintalad Disjarahad Disjarahad Disjarahad Bais TNI Dephan
1 2 3 4 5 6 7
2.
Ferdinan Maunte, SM Ingan Djaya Barus, SM Drs. M. Tasum H Basri Sukarsa Mulya, BA Djodi Sugandi Erry Herman Sempa Soeradjo
Mayor ke Letkol
NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2 3 4 5 6 7 8
Drs. I Putu Sutrisna Drs. Jonni Hutagaol Dra. Usni I Wayan Tagel Wijana, S.Ag Drs. I Nyoman Sudiyasa Drs. Elang Ramlan Drs. Ahmad Rohman, M.Si Ir. Yusdahmin
32534 33763 1910009910665 33395 34081 33845 33451 34057
Kodam I/BB Kodan I/BB Kodam I/BB Disbintalad Ditajenad Ditajenad Ditajenad Ditajenad
3.
Kapten ke Mayor
NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2 3 4 5
Irmawan Antoni Tambunan Rudi Priyanto Arief Hidayat Yohanes Yudy Catur Prihartanto M. Yusuf Nasution Cecep Komarudin Yusuf A.A. Mayun Purnamawati Irfan Ilhamsyah Hendrikus Umadato, S.Sn
11970062970975 11970061800173 11970063390367 11970063130376 11970062550775
Kodam VI/Tpr Kodam/VI/Tpr Pusdikajen Kodiklat TNI AD Pusdikajen Kodiklat TNI AD Pusdikajen Kodiklat TNI AD
11970063470576 11970061981073 548660 11970062480675 11950001690966
Pusdikajen Kodiklat TNI AD Ditajenad Ditajenad Ditajenad Ditajenad
6 7 8 9 10
48
Letkol ke Kolonel
Vijaya Kusuma | Edisi 60
KENAIKAN PANGKAT
4. Lettu ke Kapten NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
618691 631510 631290 21930148970472 2910139360670 11020013340476 21930034860674 603481 29330077760374 604574 633468 2920117720368 613432 2920034560271 2920144120269 21930026450873 2910096780871 11020002110772 21930139561172 2910064501067 11010030420777 598062 578439 2910028971070 597503 2920037950273 2920146020270 21940093340872 21930035691171 576193 627293 21930084510272 2920148260271 2920145030769 11020009550575 2910137530469 21950239950674 21950310971172 11010032320477 21930084690672 11020024230676 2920146280370 605499 2920142630167 605224 2910096860372 612958
Mabes TNI Mabes TNI Mabes TNI Ditajenad Ditajenad Ditajenad Disjarahad Denmabesad Mebes TNI Mabes TNI Mabes TNI Ajen Kostrad Kodiklat TNI AD Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodan II/Swj Kodam III/Slw Kodam III/Slw Kodam III/Slw Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam VI/Tpr Kodam VII/Wrb Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodan IX/Udy Kodam XVII/Cen Kodam XVII/Cen Kodam Jaya Kodam Jaya Kodam Jaya Kodam Jaya Kodam IM Kodam IM Akmil Pusterad Ditkumad Ditbengad
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47
Sumadi Selamet Sunartana Diyanto Nurlaela Dajanti Budi Andajani Afif Jnwaeni. S. Ag Dadang Darmawan Suyadi Danu Budiharto Moh Susilo Basarudin Sujadi Ikhwanudin Mariani Siregar Herman Daniel Agustinus Umar Faruq Ambo Masse, S.IP Saefudin Yusuf Suwignyo Sugeng Lina R, S.Sn Sunanto M. Jatim Arif Juswinanto Muslih Indah Rohyani Raden Djuni Wariono S Winarto Ali Subhan Siswandi, SH Muhtadi Budi Waluyo Memet S Praktiknar Kolil Andi Hamzah Mapiore Mada Aroem Sri Rejeki Agus Nugroho Ema Nuraeni M. Orie Marzuki Mulyadi Inge Dian Inderanta Asep Kurniawan Tavifudin Lubis Giyatno Akman Asep Supriatna Jamaludin
DESEMBER 2009
49
BERITA PERSONEL
5. Letda ke Lettu NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Hasto Harbanu Listyarini Karwati Harifin Yanti Komalasari Mohammad Ivhan Suwarkim Mohamad Sohan Ni Ketut Purniawati Rahmat Pohan Tonny Silalahi Amin Makrup Yayan Heryanto Dadi Riadi Wicahyo Wahyu Dwiyanti Agus Purwanto Sutrisno Syahrial Puji Wahyudi Oman Rukmana Hasbil Ni Komang Artayani, S.Sos I Wayan Tagel Triyono Ambo Saka Ahmad Siam Iwan Susanto Eko Hari Prajitno Sujanto Ratna Dedi Supriadi Sutrisno Husadaningtyas Mugiarto Thomas Andi Priyambodo Jasmadi Asriediherri Puji Rahayu
633426 583829 636890 21940019500474 2920037530972 21940093260772 21940093001171 21950315500676 614716 513441 21940138151172 21940102170174 2910034320370 21940144170972 21940039310874 21930059780673 21930119760373 21930139070171 21930139720774 636749 219503147700975 544205 2920143961168 21930138990171 2920067231270 21930139230371 21940118350274 21940145990475 29200668060872 2193013881170 2193008444071 2194011785-172 21940093590573 566583 579613 21930149130273
Kostrad Kostrad Kostrad Pusdikajen Kodiklat TNI AD Pusdikajen Kodiklat TNI AD Pusdikajen Kodiklat TNI AD Pusdikajen Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam VI/Tpr Kodam VI/Tpr Kodam VI/Tpr Kodam VI/Tpr Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam IX Udy Kodam IX/Udy Kodam XVI/Tpr Kodam IM Kodam IM Kodam IM Ditajenad Ditajenad Ditajenad Dispsiad Dispsiad Dispsiad Disbintalad Disbintalad Disjasad
PERIODE 01-10-2009 1. Letkol ke Kolonel NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
32925 33097 31353 30689 32872 33095 31899 32220 32967 33088 32179 31833 32209
Kodam VI/Tpr Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Disjarahad Dephan Dephan Dephan Dephan Dephan Dephan Dephan Dephan Dephan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
50
Dra. Ning Rahayu Drs. Thomas Gabriel JS Sulistiyono, S.Sos Dra. Nasikhah M. Tri Djoko, SM Utep Hikmat Drs. Mulyana, Msi Drs. Pudjiono, SH. M.M. Yulizar, SM Drs. Sugeng Berantas, Msi Ir. Kusmawan Suwardi Drs. Mudjontoro Edi Zaitun Mulfiah
Vijaya Kusuma | Edisi 60
KENAIKAN PANGKAT
2. Mayor ke Letkol NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Drs. Ismanto Budiono Basuki Drs. Miswardi, Msi Drs. M. Yahdi. M. Ag Drs. Winarto Bambang Sulistiono Drs. Ida Bagus S Drs. Marihot O Sitohang Drs. Rafdy Saiful, M.A Drs. Djumaheru. BDS Drs. Much. Mu’alim Drs. Nur Hadliq Drs. I Wayan Eka Sundawan, Msi Drs. Colorus Baromeus Mujianto Fransiska Betrik Supartinah, S. Pd Drs. I Wayan Wirya Pontjo Siwi ES Drs. Budi Dzulfadli Drs. I Made Pipil Sugeng Dikari, SH Herdiningrum Drs. Kasmono Cahyana Drs. Arifin Sitanggang I Made Sudira, S.Ag Rudi Herman Marentek, STh Drs. Asep Abdulah Drs. Dewa Putu Japa Sari Harjono,SM Drs. Luma Sakap Maranata,MA R. Yustaf Helmi, S.Pd, Msi
1910011891061 31352 554180 33758 1910016350364 32504 1910022940665 33943 1920007761067 33026 34124 34135 1910012700562 1910005951064
Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI Mebes TNI
1910055451168
Mebes TNI
489443 30359 33648 488673 1910018410165 33661 34172 489441 34051 1910022520664 1910017590864 33171 1910002640662 33626 33803 33473 1910003301163
Kodiklat TNI AD Kodam III/Slw Kodam VII/Wrb Kodam Jaya Kodam IM Akmil Akmil Seskoad Ditajenad Ditajenad Dispenad Disbintalad Disbintalad Disbintalad Disbintalad Disbintalad Disbintalad Disbintalad
564773
Disjarahad
15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
DESEMBER 2009
51
BERITA PERSONEL
3. NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2 3
Monika Damayanti P, S.Sos Asep Taryadin, S.Sn Inggrid Meyta Lesli Pietersz, S.S Muh. Yunus, S.Ag Masri Banurea, S.Ag Bayu Hendratna NurHaeni Sikki Julya Yurisandra Suradi Pupung Amalia Sri Kartini Drs. Kuat Karolus Tarigan Sujarwo Ruslan Abdul Gani, SE Drs. Riduan Nainggolan Dodi Mulyadi, SE Fanciskus Xaverius Hemanus Achmad Musa Nur Cahyono Amir Syarifudin Sarbandi Arwan Nur Wondo Lusi Indahyani Denny Satya Graha Pamungkas Abdul Azis Solehudin,S.Ag Drs. Andi Chaerul Adiansyah Dahlan Dwi Marta Fadjarwati,S.Sos I Gusti Ayu Raka adnyani, A.Md YB. Heru Wahyu Jatmiko, S.Th,Msi Juanda Yuni Prasetiowati, A.Md David Ronald Purba Rusmala Dewi Ramadhan, SH Triyono, S.IP Kristina Kusnawati Sulistiyowati
11970029081272 11980024931272 11980037640574
Mabes TNI Mabes TNI Mabes TNI
11970005551268 11960003740867 11970062710875 636867 622207 11970082300575 11970062060374 622203 526751 1920005030565 527887 11950007630770 11980000340567 11970063210376 636745
Mabes TNI Kostrad Kostrad Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodiklat TNI AD Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam II/Swj Kodam III/Slw Kodam III/Slw
575476 11970061721272 592351 523196 571887 608132 11950063490771
Kodam III/Slw Kodam IV/Dip Kodam IV/Dip Kodam IV/Dip Kodam V/Brw Kodam V/Brw Kodam VI/Tpr
11980010400370 11970005061068 11970000351165 11970062890975 11960025940368 11970028580971
Kodam VI/Tpr Kodam VII/Wrb Kodam VII/Wrb Kodam IX/Udy Kodam IX/Udy Kodam IX/Udy
11970006540469
Kodam XVII/Cen
540784 11980038140673 11960057120772 489970 11960013641169 11970002740268 608085 548638
Kodam Jaya Kodam Jaya Kodam jaya Kodam Jaya Kodam IM Kodam IM Seskoad Denmabesad
4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 20
52
Kapten ke Mayor
Vijaya Kusuma | Edisi 60
KENAIKAN PANGKAT
4. Lettu ke Kapten NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2
Romedhon Lamria Ratya Magdalena, S.S.S Evi Septiyaningrum, S.Pd Ade Rezza Zainuddin Robniser Sianturi Maratahan Bibit Oberlin Sirait Hari Sakti Achwan, S.Sos Iskandar Willa Yuliatuti, S.Sos Elisabeth Ririn Nugraheni Nana Nugroho, S.Sn Margono, A.Md Fajar Narantoka, SE Lindra Kristiana, SE Prestiana Kurniawati, S.Sos Mochamad Wachid, SE Intan Samaria Saragih, A.Md Riana Widiyanti, S.Psi Sigit Sulistyo Wibowo, S.Psi Vera Aristianti, S.Psi Budi Purnomo, S.S Rochim, S.S
588633 11030016480579
Mabes TNI Mabes TNI
11030016220978 11990062871076 605427 596956 605653 21930084361270 11030007640677 632357 11030016630779 608115 11030008300977 11020027750279 11030014320176 11030008550977 11030015720977 11030003840676 11020025710979 11030015231276 11030004830876 11030015040677 11030008480977 11030003920676
Kodiklat TNI AD Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam I/BB Kodam II/Swj Kodam V/Brw Kodam IX/Udy Kodam XVI/Ptm Kodam XVII/Cen Kodam XVII/Cen Kodam XVII/Cen Kodam XVII/Cen Kodam XVII/Cen Dispenad Dispsiad Dispsiad Dispsiad Ditkumad Kodam XVI/Ptm
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
5. Letda ke Lettu NO
NAMA
NRP
KESATUAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
1 2
Fitria Anjani Djatmiko, S.Psi Rahayu Oktama Wardani, S.Psi Novari Prasetyo Wibowo, S.Sos Edy Rahadean,S.Sos Indra Noverli Sitohang, S.Sos Gunawan Wicaksono, S.Sos Nanik Sofiana J, S.Pd Bayu Murti Puntoaji, S.IP Irine Nuraini, S.Psi
11070055790783 11070055951083
Dispsiad Dispsiad
11070047621181
Kodam XVI/Ptm
11070050091282 11070049941182 11070051730883 11070055040582 11070053140684 11070054700382
Kodam XVI/Ptm Kodam IM Ditajenad Ditajenad Pusdikajen Kodiklat TNI AD Secapa
3 4 5 6 7 8 9
DESEMBER 2009
53
BERITA PERSONEL
54
Vijaya Kusuma | Edisi 60
BERITA DUKA
The Soldier