Skip to main content

Architecture Portfolio by Hans Moses Alexander

Page 1

P O R T

by Hans Moses Alexander

2020

F O L I O


CURRICULUM VITAE

Hans Moses A.

UNDERGRADUATE 3RD YEAR ARCHITECTURAL ENGINEERING STUDENT AT UDAYANA UNIVERSITY CONTACT ME AT: Line : hansmoses Whatsapp : 081298913510 Instagram : @hansmoses Email: hansmoses.alexander@gmail.com

SKILLS AND EXPERTISE Team Management Public Speaking Fast Learner Problem Solving Leadership

PERSONALITY Open Minded Hardworking Diligent Enthusiastic Positive Thinking Creative

Date of Birth : Jakarta, October 20th 1999

Address : Swadaya V Street No. 90, Cilangkap, Cipayung, East Jakarta

SUMMARY I am a futuristic, Enthusiastic, and Easy Going third year architectural engineering student who is eager to exploring and experience something new, meet new people, and do meaningful things both for myself, and people around me.

Indonesian Representative in EF Student Exchange to Singapore 2010

ELEMENTARY SCHOOL

Bunda Hati Kudus Elementary School | 2006-2012

JUNIOR HIGH SCHOOL

Bunda Hati Kudus Junior High School | 2012-2015 Gonzaga College | 2015-2018

Udayana University (Architectural Engineering ) | 2018-Present

SKETCHUP AUTOCAD LUMION PREMIERE PRO PHOTOSHOP MICROSOFT OFFICE DAVINCI RESOLVE

School Representative in Springfield Elementary School Futsal Competition 2010 Bunda Hati Kudus Junior High school | 2012-2015 School Representative in Al-Azhar Syifa Budi Futsal Competition 2013

SENIOR HIGH SCHOOL

SOFTWARE SKILLS

Credits : 110/144

Bunda Hati Kudus Elementary School | 2006-2012

EDUCATION

UNIVERSITY

3. 85

EXPERIENCES

Gender : Male

SOFTWARE Sketchup AutoCAD Lumion Adobe Premiere Pro Adobe Photoshop Microsoft Office

LAST GPA

PERSONAL IDENTITY

Gonzaga College | 2015-2018 Field Coordinator in Student Orientation 2017 Field Coordinator in Graduation Committee 2017 Udayana University (Architectural Engineering ) Sketching Head of DIvision in ACSENT Udayana 2020 Member of External Division in HMA Udayana 2019 Member of Talent and Interest in KMK Albertus Agung 2020

PAGE 2 • PORTFOLIO


CONTENTS CONTENTS CONTENTS


04

ARCHITECTURE

05 12

G.O.R Murakabi Wisma Atlet Sarambit

18

Gedung Administrasi GOR Udayana

25

Interior Design Jiwan Coffee & Things

29

HAND DRAWING

35

PHOTOGRAPHY

PAGE 4 • PORTFOLIO


#1

G.O.R MURAKABI Concept Transformation Working Drawing 3D Drawing Render

PAGE 5 • PORTFOLIO


C O N C E P T

T R A N S F O R M A T I O N Side Entrance

Side entrance ditunjukkan bagi staff, tamu VIP dan atlet dimana pada saat kedatangan tidak terganggu oleh arus pengunjung yang memasuki main entrance, side entrance diletakkan pada area dekat dengan parkir staff serta side entrance banguanan agar memudahkan para staff, atlet dan tamu VIP untuk masuk bangunan

Main Entrance

Penanda Jalan

Tangga dan sirkulasi menuju kursi dibedakan agar tidak terjadinya kemacetan atau penumpukkan massa saat menuju kursi, serta diterapkannya ramp pada area tribun difabel untuk mempermudahkannya sirkulasi

61000

Untuk mempermudah civitas atau pengunjung mengakses dan mengetahui letak bangunan, diletakkannya penanda jalanan sepanjang area tapak seperti marka jalan dan patung pemain basket.

main entrance ditunjukkan bagi para civitas yang memasuki bangunan dalam jumlah besar. Main entrance dibuat megah dan lebar agar mudah dilihat serta diakses untuk publik. Main entrance dibuat dengan langgam bali yang kental untuk menerapkan perda Bali mengenai bentuk bangunan

Penerapan lighting outdoor yang dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengunjung

Sirkulasi area lingkar dalam GOR memanfaatkan entrance pada lantai 2 untuk memasuki area tribun dan entrance lantai 1 untuk para atlet memasuki lapangan

Pembuatan jalanan yang ditutupi pohon menghasillkan area hijau yang nyaman dan rindang

Parkir diletakkan pada depan main entrance, hal ini bertujuan agar mempermudah akses kendaraan kedalam tapak.

Anak tangga diletakkan pada titik ujung bangunan dimana titik tersebut mudah untuk dilihat serta dicapai.

94000

Pembuatan hall yang panjang dan bercabang untuk memungkinkan sirkulasi terjadi tanpa terjadinya kemacetan atau kesesakan pada suatu titik serta diterapkannya sign pada beberapa titik untuk mempermudah sirkulasi

Parkir staff, VIP dan atlet diletakkan dekat dengan side entrance agar pencapaian menuju tempat parkir lebih mudah, serta akses menuju main building dapat dilakukan tanpa melalui main entrace bangunan

Main Building diletakkan pada bagian terjauh dari entrance, hal ini bertujun untuk memperlancar sikulasi jika hari sedang padat

Sirkulasi Zonasi dibagi menjadi 4 bagian yaitu sirkulasi, main building, parkir, area outdoor, dan parkir staff (VIP dan Atlet ).

Main Building Parkir Area Outdoor

Menggabungkan area hijau dalam desain dan seating area, sehingga menghasilkan desain yang menerapkan keselarasan

Penempatan alat sprinkler pada titik titik rawan api dimana alat ini akan aktif saat asap muncul atau adanya titik api. Diletakkan juga APAR yang berada di titik rawan api seperti ruang M.E, Dapur, dan area rawan lainnya.

Penerapan lift pada beberapa titik bangunan yang ditunjukkan untuk difabel dan tamu VVIP untuk menjuju ruangnya

Parkir Staff 61000

TOILET STAFF CAFETARIA

MUSHOLLA

ENTRANCE

R. STAFF

Pada ruang utama yaitu lobby ruangan , utilitas pendukung yang dapat diterapkan adalah AC sentral yang bertujuan memberikan penghawaan buatan bagi para atlet yang memasuki bangunan sehingga memeberikan kesan nayaman serta penerapan lampu LED pada beberapa titik sehingga dapat memberikan penerangan yang maksimal.

TRIBUN DISABEL

LOBBY

VIP ROOM

TOILET

HALL

TEMPAT PARKIR

TRIBUN

Semi Publik dan Private AREA & LAPANGAN

GUDANG

Publik dan Semi Publik

94000

Sirkulasi R. CONTROL PANEL

LOCKER ROOM

R. M.E

Private

KLINIK

Hubungan ruang ini kemudian menghasillkan zonasi ruangan yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar peletakan ruang serta merancang denah

61000

Organisasi ruang terbentuk dari hubungan ruang yang saling berkesinambungan antara sirkulasi civitas yang berada di dalam bangunan dan digabungkan dengan hubungan ruang antara satu dengan lainnya.

PAGE 6 • PORTFOLIO

94000

Pada entrance bangunan , utilitas yang diterapkan adalah protokol COVID-19 standar dimana terdapat mengukuran suhu, mencuci tangan dan memakai masker. Namun Hal yang menjadi inovasi adalah mesin UVC yaitu mesin yang memaparkan cahaya UVC yang membunuh kuman serta menyemprotkan disenfektan ke seluruh tubuh pengunjung yang masuk


C O N C E P T

T R A N S F O R M A T I O N

Cafe

Toilet

Ticket Booth

Toilet

Musholla

Lift

merupakan sistem struktur yang menggunakan joint atau sendi yang mempermudah pembentukan bangunan yang mempunyai bentuk melengkung. Sistem ini diterapkan karena bangunan memiliki bentuk atap yang melengkung serta bentang yang lebar

Lift

Ruang Staff

Gudang

M.E

Locker Room #2

Pondasi jaring Laba-Laba

61000 Gudang

Locker Room #1

Struktur Kolom beton

Pondasi Jaring laba-laba diterapkan pada bangunan yang memiliki bentang bangunan yang lebar serta kapasitas yang besar namun area pada banguan susah digali dan keras tanahnya

Sturkur kolom beton diterapkan pada Superstructure bangunan dikarenakanan pengaplikasiannnya yang mudah dan efisien. bentuk dari GOR memungkinkan pengaplikasian struktur ini, serta dengan adanya struktur ini, dapat diterapkannya penambahan ruang dibawah tribun GOR

Ruang Komentator

Klinik

Lift Barang

Lift

Press Room

Toilet

Toilet

94000

Denah Struktur 6m

6m

BENTUK DASAR

PAGE 7 • PORTFOLIO

lapangan Pertandingan

PEMBENTUKAN MASSA

BENTUK AKHIR


W O R K I N G

D R A W I N G

90300

60700

60700

60700

Ground Floor Plan

90300

90300

1st Floor Plan

Layout Floor Plan

PAGE 8 • PORTFOLIO

2nd Floor Plan


W O R K I N G

D R A W I N G

SECTION A-A

18600

60700

SECTION B-B

18600

90700

PAGE 9 • PORTFOLIO


3 D

D R A W I N G

Front Facade

Axonometric

Back Facade

Bird's Eye View

PAGE 10 • PORTFOLIO

Side Facade


R E N D E R I N G

PAGE 11 • PORTFOLIO


#2

WISMA ATLET SARAMBIT Working Drawing 3D Drawing Render

PAGE 12 • PORTFOLIO


W O R K I N G

Ground Floor Plan

D R A W I N G

1st Floor Plan

3rd Floor Plan

PAGE 13 • PORTFOLIO

2nd Floor Plan


W O R K I N G

D R A W I N G

Front Facade

Section A-A

Side Facade

Section B-B

Back Facade

PAGE 14 • PORTFOLIO


3 D

D R A W I N G

Front Facade

Side Facade

Axonometric

Back Facade

Bird's Eye View

PAGE 15 • PORTFOLIO


R E N D E R I N G

PAGE 16 • PORTFOLIO


P A N E L

PAGE 17 • PORTFOLIO


#3

GEDUNG ADMINISTRASI GOR UDAYANA

Working Drawing 3D Drawing Render

PAGE 18 • PORTFOLIO


W O R K I N G

D R A W I N G

PAGE 19 • PORTFOLIO


W O R K I N G

D R A W I N G

PAGE 20 • PORTFOLIO


3 D

D R A W I N G

PAGE 21 • PORTFOLIO


3 D

D R A W I N G

PAGE 22 • PORTFOLIO


R E N D E R I N G

PAGE 23 • PORTFOLIO


R E N D E R I N G

PAGE 24 • PORTFOLIO


#4

INTERIOR DESAIN JIWAN COFFEE & THINGS

Concept Transformation 3D Drawing Render

PAGE 25 • PORTFOLIO


C O N C E P T

T R A N S F O R M A T I O N

FURNITURE SELECTION

PREMILINARY DESIGN

MATERIAL

Pada gambar diatas, bisa kita lihat bagaiamana pemilihan furniture pada re-design ruangan pada bangunan kafe. Pada pemilihan furniture, dipilih furniture bergaya jadul dan vintage sehingga menghasilkan vibe yang sesuai. Judebox dan pemutar piringan hitam memberikan 70-80’s vibe yang berusaha dicapai oleh desainer. Sofa desain minimalis namun vintage yang bergaya scandanivia yang biasa kita jumpai pada furniture IKEA menjadi pilihan yang baik dalam pemilihan furniture. Lampu kamar yang dapat ditempatkan pada pojok ruangan dapat menambah kesan vintage modern pada ruangan. Peti yang didesain ulang menjadi meja dapat menambah kesan vintage serta furniture tersebut dapat berfungsi sebagai lemari serta meja. lampu gantung yang dipasang rendah dapat diterapkan pada desain ruangan sehingga dapat menciptakan desain vitange pada ruangan.Pada penerapannya pada desain. Furniture disusun pada pojok dan pinggiran ruangan, Hal ini bertujuan untuk menjadikan ruangan lebih efisien digunakan serta memberikan konsep vintage pada interior desain ruangan. Penerapan konsep dan furniture tersebut dapat dilihat dari sketsa konsep ruangan dibawah ini.

Untuk memberikan desain bangunan kuno, dipilihlah furniture yang mewakilkan Jaman 70s-80s yang eksentrik namun tetap elegan. Pemilihan funiture utama adalah meja kayu yang terbuat dari jati sehingga furniture terkesan bold namun elegan, dilengkapi dengan meja peti yang memberikan kesan Coolness dan eksentrik. Untuk tempat duduk, dipilih kursi yang berwarna pastel namun dengan warna mencolok seperti breeze blue untuk memberikan kesan menyejukkan pada ruangan. Lampu ruangan yang dipilih adalah lampu dengan gaya kuno yang memiliki penutup lampu pada atasnya. Untuk hiasan, cafe ini ingin memberikan nuansa vintage namun dengan sentuhan musik, oleh karena itu, area kafe diberi memoribilia musik seperti judebox dan pemutar piringan hitam. Lampu yang dipilih pada ruangan adalah lampu biasa yang ditempelkan pada plafond untuk memberikan pencahayaan utama pada ruangan, sementara lampu gantung diletakkan pada bagian tertentu pada ruangan seperti pada kasir dan area duduk, hal ini bertujuan untuk memberikan nuansa hangat bagi pengunjung dikarenakan lampu gantung yang dipasang dengan bohlam berwarna orange hangat.

Bisa kita lihat bagaimana bangunan tersebut sebelum mengalami perubahan. Desain bangunan sudah menggunakan konsep desain industrial vintage dimana desain industrial yang diterapkan terdapat pada lapisan tembok dan pemilihan bahan, sementara desain vintage dapat kita temukan pada pemilihan furbiture serta penyusunan funiture ruangan.Setelah kita melihat desain awal dari bagunan, kita bisa mulai masuk pada setting global ruangan. Setting global pada umumnya adalah bentuk dan desain furniture dimana furniture berfungsi membentuk ruangan dan suasana dari ruangan tersebut. Bisa kita lihat bentuk dari furniture tersebut terdapat pada gambar dibawah ini. Peti yang didesain ulang menjadi meja dapat menambah kesan vintage serta furniture tersebut dapat berfungsi sebagai lemari serta meja. lampu gantung yang dipasang rendah dapat diterapkan pada desain ruangan sehingga dapat menciptakan desain vitange pada ruangan.Pada penerapannya pada desain. Furniture disusun pada pojok dan pinggiran ruangan, Hal ini bertujuan untuk menjadikan ruangan lebih efisien digunakan serta memberikan konsep vintage pada interior desain ruangan.

Stool atau kursi tanpa sandaran diletakkan pada area duduk dekat dengan meja kasir, hal ini bertujuan untuk memberikan seating area bagi para pelanggan yang ingin membeli makanan atau minuman pada kafe dan tidak ingin berlama-lama, agar mereka tidak kelelahan menunggu, diberilah stool. Untuk menambah suasana vintage pada area tersebut, diberikan furniture kuno seperti lampu lentera kuno dan tanaman hias yang diletakkan pada floating shelf yang bertujuan menghemat tempat dan memberikan gaya dan kesan kuno pada bangunan.

Penerapan konsep desain akan dipakai adalah desain modern vintage dimana bangunan menggunakan konsep vintage namun menggunakan bahan bangunan terkini serta penerapan bangunan yang digunakan sebagai tempat umum menentut ruangan untuk memiliki ketertarikan serta daya tahan terhadap massa yang bergerak secara terus menerus, berbeda dengan konsep bangunan vintage lainnya yang memiliki ketahanan yang lemah dan mudah rusak. Pertama kita akan melihat desain ruangan yang akan dipakai serta dimensi dari ruangan tersebut.

PAGE 26 • PORTFOLIO

BATA MERAH Bata merah diterapkan pada sisi lebar ruangan, hal ini bertujuan memberikan ilusi bahwa ruangan menjadi lebih panjang. Bata merah diterapkan dengan tujuan memberikan kesan “Rough� pada ruangan seolah-olah ruangan tersebut sudah berdiri sejak lama, namun pada kenyataanya tidak. Bata merah juga memberikan kontras warna yang menarik pada ruangan sehingga menghasilkan suasana yang menarik dan fun.

CAT PASTEL DAN GYPSUM GYPSUM Gypsum diterapkan pada plafond bangunan. hal ini dikarenakan gypsum tahan lama dan mudah dibentuk. Plafond pada bangunan gaya vintage memiliki gypsum yang unik, dimana plafond diberi hiasan seperti pattern bunga yang diterapkan pada ujung sudut plafond.

Pada dinding bangunan, diterapkan cat berwarna pastel cerah serta diberi pattern yang menggunakan gypsum. Hal ini bertujuan untuk memberikan gaya victorian yang sering dijumpi pada bangunan vintage namun menggunakan bahan yang modern seperti cat ramah lingkungan dan tidak beracun.

WALNUT VINYL FLOORING Untuk memberikan gaya vintage pada bangunan, lantai dapat diterapkan parkit yang berwarna pastel, namun parkit sendiri memiliki harga yang mahal dan susah untuk dirawat, serta susah dipasang. Vynil merupakan solusi dari parkit, dimana bahan ini mudah dirawat dan tahan lama, harga lebih murah dan mudah dipasang pada lantai.

Pada frame jendela, diterapkan bahan kayu walnut yang memiliki warna coklat gelap. Hal ini bertujuan memberikan color block pada suasana ruangan, sehingga ruangan menjadi lebih dimanis dan menarik. Harga kayu walnut yang mahal membuat penerapakan bahan ini sebatas pada satu jendela saja.Pada penerapan materi ini, bahan yang diterapkan berfungsi untuk memberikan kenyaman baik visual maupun fisik pada pengunjung dan civitasnya. Bahan yang dipilih haruslah aman dan tidak memiliki efek berbahaya pada manusia, serta aman dan ramah pada lingkungan.


R E N D E R I N G

PAGE 27 • PORTFOLIO


#4

HAND DRAWING Concept Transformation 3D Drawing Render

PAGE 29 • PORTFOLIO


R E N D E R I N G

FRONT FACADE

SIDE FACADE

PAGE 30 • PORTFOLIO


H A N D

D R A W N

LAYOUT PLAN

SITEPLAN

FLOORPLAN PAGE 31 • PORTFOLIO


H A N D

D R A W N

Kori Agung Pura Satria

Padmasana Pura Jagatnatha

PAGE 32 • PORTFOLIO


H A N D

D R A W N

PAGE 33 • PORTFOLIO


H A N D

D R A W N

PAGE 34 • PORTFOLIO


#4

PHOTOGRAPHY

PAGE 35 • PORTFOLIO


P H O T O G R A P H Y

PAGE 36 • PORTFOLIO


P H O T O G R A P H Y

PAGE 37 • PORTFOLIO


P H O T O G R A P H Y

PAGE 38 • PORTFOLIO


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Architecture Portfolio by Hans Moses Alexander by hansmoses - Issuu