Skip to main content

Menjaga Sakralitas Halal Bihalal

Page 1

SURABAYA & SEKITARNYA JADWAL SALAT SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA

04:11

Sumber Referensi yang Mencerdaskan

11:35 14:57 17:27 18:42

JAKARTA & SEKITARNYA

duta.co

SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA 04:33 11:59 15:22 17:53 19:07

Berlangganan

Berlangganan KORAN DUTA SURABAYA JAKARTA

SURABAYA 031- 829 9985 JAKARTA 021 3190 6159

0821 3185 7586

Jumat, 7 Juli 2017 n 12 Syawal 1438 H

HARGA : Rp 3.500

Polri Hentikan Kasus Kaesang Wakapolri: Mengada-ada, Tidak Penuhi Unsur Pidana JAKARTA - Wakil Kepala Polri Komjen Syafruddin menegaskan, laporan yang disampaikan oleh Muhammad Hidayat (52) terhadap putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, tidak akan ditindaklanjuti. Menurut dia, laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana. “Saya tegaskan (laporan) itu mengada ada. Ya, laporannya mengadaada. Ya kami tidak akan tindak lanjuti laporan itu,” kata Syafruddin, di Mabes

Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/7). Seperti diberitakan Duta, Muhammad Hidayat, warga Kota Bekasi, Jawa Barat, melaporkan Kaesang dengan tuduhan ujaran kebencian dan penodaan agama. Warga kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara, itu melaporkan Kaesang ke Polres Metro Bekasi Kota. Hidayat membawa bukti video dari YouTube yang merupakan vlog (video blog) yang diunggah Kaesang berjudul #BapakMintaProyek”. Menu-

rut Hidayat, ada beberapa kata atau kalimat berupa ujaran kebencian yang dilontarkan Kaesang. Salah satunya, kata “ndeso”. Menanggapi itu, Syafruddin menilai, kata “ndeso” yang dimaksud oleh Kaesang tidak menunjuk pada subjek tertentu melainkan suatu candaan. Guyonan ini sudah ada dan dilontarkan oleh masyarakat Indonesia sejak lama. “Omongan ‘ndeso’ itu kan ya, saya juga dari kecil sudah dengar omongan ‘ndeso’ itu, guyonan saja,” ujarnya. Syafruddin menegaskan, dalam menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi harus rasional dan memenuhi unsur pidana. Oleh karena itu, tidak

semua laporan yang disampaikan akan ditindaklanjuti. “Jadi kita juga, Polri, penyidik itu harus rasional, jadi tidak semua laporan masyarakat ditindaklanjuti. Kalau itu rasional, ada unsurnya itu bisa ditindaklanjuti, kalau tidak ada, ya tidak perlu,” katanya.

ist

HENTIKAN KASUS KAESANG: Wakil Kepala Polri Komjen Syafruddin saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/7).

Sudah 60 Kali Melapor Selain itu terungkap bahwa Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang Pangarep, sudah puluhan kali membuat laporan ke polisi. Jenis laporannya macam-macam, tapi kebanyakan pen-

“ BACA: Polri Hentikan..., hal 7

Mendikbud: Tidak Ada Full Day School JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut isu penerapan full day school merupakan pembunuhan karakter terhadap dirinya. Sebab, dirinya tak pernah terbesit menerapkan sistem itu di dunia pendidikan. “Saya tegaskan saya tidak punya niat, Kemdikbud tidak ada rencana untuk program full day school. Saya kira sebodohbodohnya menteri enggak mungkin begitu (menerapkan full day school). Itu sudah sampai level pembunuhan karakter saya,” ujar Muhadjir di Labschool Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/7).

Muhadjir menjelaskan, dirinya berwacana menerapkan 8 jam sekolah selama 5 hari adalah waktu mengajar bagi guru. Hal itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2017 tentang gaji, pensiun atau tunjangan guru sekolah negeri. Bukan waktu yang harus dihabiskan murid di sekolah. Muhadjir mengungkapkan, selama ini para guru terbiasa mencari sampingan mendidik di sekolah lain untuk memenuhi kuota mengajar demi tunjangan. Dengan penetapan waktu tersebut, pendidik tak perlu keluar dari sekolah dan fokus membangun karakter anak melalui

“ BACA: Mendikbud: Tidak..., hal 7

NTR

GUS SOLAH DKK: Sejumlah tokoh lintasagama dipimpin KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) mendatangi Kantor KPK di Jakarta, Kamis (6/7), untuk memberikan dukungan dan masukan terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Sekaligus mereka menggagas kegiatan tentang gerakan moral bangsa agar Indonesia terbebas dari korupsi.

Lintasagama Dukung KPK, Gagas Gerakan Moral Pansus Angket KPK: Napi Korupsi Ungkap Maladministrasi KPK JAKARTA – ‘Perang’ antara Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian ‘seru’. Kamis (6/7) kemarin, sejumlah tokoh lintasagama dipimpin

r enungan Sungguh, sudah sepantasnya seorang hamba itu memiliki sebuah majelis tempat dia menyendiri di dalamnya untuk mengingat dosa-dosanya lalu memohon ampunan darinya. Masruq bin Ajda’ bin Malik (Tabi’in, Kufah, wafat 63 H)

jagat unik

Reuters

SELAMATKAN DIRI: Sejumlah pria membantu wanita, anak-anak, dan lansia saat melewati reruntuhan bangunan di Kota Tua Mosul, Irak, Selasa (4/7). Mereka mengungsi meninggalkan Mosul.

Banyak ISIS Cukur Jenggot dan Kabur KOMANDAN pasukan militer Irak mengungkapkan saat ini ada sekitar 300 pejuang Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang masih bertahan di Kota Mosul. Namun, hanya sekitar 500 meter persegi wilayah di sana yang masih dikuasai mereka. Hal itu diungkapkan Letnan Jenderal Sami al-Aridi, seperti dilansir dari laman Independent, Kamis (6/7). “Puluhan ribu rakyat sipil diyakini masih terjebak di daerah dikuasai ISIS, namun sekitar 1.500 orang telah berhasil melarikan diri dengan bantuan pasukan pemerintah,” tambahnya. Namun, banyak juga para jihadis berhasil melarikan diri. “Mereka mencukur jenggot dan melarikan diri. Baru kemarin kami menangkap dua anggota di antara sekelompok wanita dan anak-anak,” ungkapnya.lind

KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) mendatangi Kantor KPK di Jakarta untuk memberikan dukungan. Di sisi lain, Pansus Angket KPK mendatangi Lapas

Sukamiskin Bandung untuk mengorek keterangan dari narapidana kasus korupsi. Bahkan, Ketua Pansus KPK Agun Gunandjar Sudarsa mangkir panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Kehadiran tokoh lintasagama dalam rangka mendukung KPK untuk terus melawan para koruptor yang ada di In-

donesia. Pengasuh Ponpes TebuirengJombang Gus Solah hadir bersama pengasuh Ponpes Mahasiswa Al-Hikam Malang dan Depok Gus Yusron (putra KH Hasyim Muzadi), Agus Susanto, Rynaldi Nababan, Lydia Nababan, Edwin Su-

“ BACA: Lintasagama Dukung..., hal 7

Choel Mallarangeng Divonis 3,5 Tahun JAKARTA - Terdakwa tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pusat Pelatihan dan Pendidikan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng, divonis 3 tahun 6 bulan penjara. Adik kandung mantan Menpora Andi Mallarangeng itu juga diwajibkan membayar denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. “ Me ny at a k a n te rd a k w a A n d i Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama maka majelis hakim menjatuhi hukuman pidana 3 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 250 juta atau apabila tidak mampu membayar

“ BACA: Choel Mallarangeng..., hal 7

IST

KUNJUNGI SD SABILILLAH: Mendikbud Muhadjir Effendy mengunjungi SD Islam Sabilillah Kota Malang, Jumat (2/9/2016) lalu. Di sekolah ini, putra Mendikbud menempuh pendidikan.

Comment

IST

TERIMA VONIS HAKIM: Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/7). Divonis 3,5 tahun, Choel menerima dan tak banding.

Demokrat mau ambang batas capres nol: Pakai dong akal sehat! Nasib bekas partai besar, ingin kader jadi presiden….

tanya jawab keislaman

Mendikbud: Sebodohbodoh menteri, tak mungkin terapkan full day school Wah, cerdas Pak Menteri….

Kolom tanya jawab keislaman ini diasuh KH Abdurrahman Navis LC MHI, wakil ketua PWNU Jatim, direktur Aswaja NU Center Jatim. Pembaca bisa mengajukan pertanyaan via email ke: Dumas@sby.centrin. net.id atau SMS ke 08121624247

Viral Istri Jenderal Tampar dua Petugas Bandara Manado

Ternyata Jenderal Pensiunan, Wakapolri Tegaskan Diproses Syafruddin menjelaskan, suami JW, penumpang yang mengamuk di Bandara Sam Ratulangi, Rabu (5/7) pagi, baru saja pensiun dari Polri. Polri sebelumnya menyebut JOW merupakan istri Brigjen Johan A Sumampouw, yang bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). “Baru pensiun,” jelasnya. JOW mengamuk ketika berada di terminal keberangkatan pada bagian pemeriksaan X-ray sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (5/7). Saat JW melewati gate X-ray, petugas bandara berinisial AM meminta JOW melepaskan jam tangan untuk dimasukkan di X-ray sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak terima diingatkan, JW me-

Kasus penamparan dua petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, oleh Joice Warouw, istri jenderal polisi mendapat tanggapan serius Polri. Peristiwa Rabu (6/7) pagi yang videonya viral di media sosial itu langsung ditanggapi petinggi Polri. WAKAPOLRI Komjen Pol Syafruddin menegaskan bahwa proses hukum atas kasus Joice Warouw (JW) istri jenderal menampar petugas Bandara Sam Ratulangi tetap berlanjut. Kasus ini ditangani Polresta Manado. “(Kasus) itu sudah diproses hukum,” tutur Syafruddin kepada wartawan di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (6/7).

AMUK ISTRI JENDERAL: Sreenshot penamparan petugas Bandara Sam Ratulangi Manado, Rabu (5/7). EW (baju hitam), personel avsec bandara yang ditampar, saat jumpa pers, di Jakarta, Kamis (6/7). IST

“ BACA: Ternyata Jenderal..., hal 7

Perhitungan Hari Memilih Jodoh Assalamu’alaikum wr wb. Ustad yang saya hormati, saya umur 23 tahun. Sebentar lagi saya akan menikah tapi ada sedikit kendala. Kalau kata orang Jawa pasaran hari lahir saya dan pasangan saya kalau disatukan jatuh pada hitungan yang buruk yaitu ‘pati’. Hal itu membuat orang tua saya khawatir. Dementara saya pribadi tidak terlalu percaya karena saya percaya umur, jodoh, rezeki, itu sudah jadi rahasia dan takdir Allah swt. Bagaimana pandangan Islam tentang perhitungan hari tersebut? Lantas apakah saya harus mempercayai hal itu. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr

“ BACA: Perhitungan Hari..., hal 7 Editor : Mohammad Hakim Layouter : Ismail Amrulloh


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Menjaga Sakralitas Halal Bihalal by Hamidulloh Ibda - Issuu