DESIGN PORTFOLIO SANDRA SAVISTA
SANDRA SAVISTA Born in Cilacap, Indonesia April 12th 1995
+62 821 3611 9995 gssavista@gmail.com Duwet Street no.10, Cilacap, 53213
EDUCATIONS 2001-2007
2007-2010
2010-2013
2013-2017
PIUS CILACAP Elementary
PIUS CILACAP Junior High
YOS SUDARSO CILACAP Senior High
ATMA JAYA YOGYAKARTA University
ORGANIZATIONS 2016 Himpunan Mahasiswa Arsitektur Atma Jaya University Yogyakarta 2015 LO Java Overland Varsities English Debate Atma Jaya University Yogyakarta 2013 Performances Committee OMK Babarsari St. Maria Assumpta Babarsari Yogyakarta 2010-2013 OSIS Yos Sudarso High School Cilacap 2007-2010 Pramuka Inti Pius Junior High Cilacap
ABOUT ME I am a fresh graduate majoring in architecture who has interest in buildings, interior designs and decor. My basic abilities in those areas are flexible to be developed with nurture and experiences as the time goes by. I also love to try and learn new things. I personally willing to be better and willing to work hard for what I am lacking. I’m fluent in English. I am honest, responsible and detail-oriented person.
EXPERIENCES 2012 Participated in the 2012 Indonesian Aquinas College Immersion Program Yos Sudarso Experience Queensland, Australia for 2 weeks September 2018 - December 2018 Sleman City Hall, Yogyakarta
Tenant Design Coordinator
SKILLS Model Making
Sketching
Event Decorating
Photography
SOFTWARE
Video Editing
Crafting
CONTENTS CURRICULUM VITAE
1 7
STUDIO ARCHITECTURE 6 INTERIOR DESIGN PROJECT
15
PRACTICAL WORK
21
FINAL PROJECT
31 33 35
LOMBOK PROJECT
37
SKETCHES
39
CRAFTS & DECORATION
LIVING ROOM PROJECT MAQUETTE
Studio Architecture 6 STUDENT HOUSING, CULTURAL BUILDING & COMMERCIAL
“OMBREE BUILDING” 2016
1
Permasalahan
Pos jag Marke a dan ng
Area
park ir da n sirku
lasi ke nd
araan
Are Ola a hra ga Ed Cu uc ltu a o ra na lB l uil da din n g
Banyaknya mahasiswa yang ada di Yogyakarta memang dapat meningkatkan perekonomian DIY, namun dengan semakin banyaknya pendatang dari luar kota juga menyebabkan berbagai macam masalah sosial, seperti kemacetan, banyaknya pedagang kakilima, dll. Tempat tinggal, rumah makan, foto copy, internet, tempat hiburan, dll di Yogyakarta memang sudah ada namun itupun masih belom dapat mencukupi kebutuhan mahasiswa yang sangat banyak, terutama masalah tempat tinggal. Tidak jarang sekarang properti - properti di dekat kampus kemudian berkembang menjadi kos-kosan atau kontrakan. Walaupun demikian, banyak mahasiswa baru yang masih sangat kesulitan dalam mencari tempat tinggal (kos-kosan, kontrakan) karena fasilitas yang sangat terbatas.
Area
Stud en
taman
t Hous ing
Reta il
Stud en
t Hous ing
PUBL IC
PRIV ATE PRIV ATE SEMI PUBL IC
Strategi
Student Housing HOMEY BUILDING
UNITY BUILDING
Oleh karena itu, perlu disediakan suatu bangunan tempat tinggal yang dikhususkan untuk para mahasiswa di Yogyakarta yang juga dapat memfasilitasi kebutuhan - kebutuhan mahasiswa yang lainnya supaya kehidupan mahasiswa di Yogyakarta dapat dipermudah dan tetap menjaga statusnya sebagai kota pelajar hingga 15 tahun kedepan.
2
3
Denah Kamar Tipe A
Denah Kamar Tipe B
Denah Kamar Tipe C
Denah Kamar Tipe D
Denah Retail
Denah Foodcourt
Denah Auditorium
Denah Student Lounge
4
Perspektif Area Publik Student Housing
5
Perspektif Bangunan Student Housing
Tampak Atas Student Housing
Perspektif Mata Burung Student Housing
6
Interior Design Project
RUANG INFORMASI, GIFT SHOP AND CAFE 2016
7
8
Konsep Desain Interior PUSAT INFORMASI PARIWISATA CILACAP menerapkan konsep ARSITEKTUR EKOLOGIS yang menyesuaikan dengan lingkungan pantai. Suasana pada setiap ruang dibuat supaya para pengunjung merasa seperti sedang berada di area pantai. Namun walaupun bersuasana pantai, setiap ruang juga memiliki karakter tersendiri sesuai dengan fungsi ruang tersebut.
9
RUANG INFORMASI
CAFÉ
BRIGHT : ruangan berkarakter cerah dan terang dengan bukaan lebar untuk menikmati pemandangan pantai.
Pada ruang café, memiliki suasana yang berbeda sendiri diantara ruang informasi dan gift shop.
BEACH COLOR : ruangan menggunakan warna-warna berciri khas pantai yaitu biru atau hijau dan putih. WAVY : perabot dan furniture pada ruangan berbentuk gelombang seolaholah seperti ombak pantai.
WARM : café memiliki suasana yang ‘hangat’, homey dan comfortable. Café dibuat supaya pengunjung dapat merasa nyaman sambil membaca brosur-brosur informasi yang didapatkan dari ruang informasi. Selain itu, café juga didesain untuk mereka yang hanya ingin bersantai sambil berkumbul bersama teman-teman seperti berasa di rumah sendiri. Ruang café lebih mengaplikasikan warna-warna hangat seperti cokelat.
TOKO SOUVENIR
Pada gift shop memiliki karakter yang sama dengan ruang informasi, perbedaannya hanya pada furniture. GLASS : furniture pada ruangan ini sebagian besar terbuat dari kaca untuk display kerajinan yang dijual.
10
TEMA DAN GAYA TEMA : OCEAN WAVES Tema ruang ditentukan bermaksud untuk menonjolkan lokasi Pusat Informasi Pariwisata tersebut yang terletak di pinggir pantai. Dalam pengaplikasiannya kedalam desain, unsur pantai ditonjolkan pada pemilihan warna ruang dan furniture. Kemudian beberapa furniture dan perabot pada ruang berbentuk gelombang untuk merepresentasikan unsur ombak pantai pada ruangan.
GAYA : KONTEMPORER Konsep kontemporer digunakan untuk menunjukkan gaya yang variatif, inovatif, dan eksibel dalam gaya bangunan. Baik dari segi tampilannya, material, sampai teknologi pengolahan yang digunakan. Gaya arsitektur kontemporer mengedepankan aspek keunikan yang diluar mainstream pada umumnya. Oleh karena itu, gaya kontemporer banyak bermain dalam pengaturan warna, dan tekstur materialnya. Bahan yang sering digunakan adalah seperti kayu, batu bata, dinding batu serta semen.
WARNA DALAM ARSITEKTUR
11
Memberi kesan clean. Merepresentasikan warna ombak. Membuat ruangan menjadi terang.
Warna cream merepresen Digunakan sebagai warn warna biru dengan cokla
Merepresentasikan warna air laut. Memberi suasana ketenangan pada ruangan.
Warna biru muda merepr Memberi kesan tenang d
ntasikan warna pasir. na pelengkap antara at.
resentasikan warna langit. dan cerah pada ruangan.
Warna coklat memberi kesan hangat dan natural pada ruang cafe. Warna merah maroon digunakan untuk mencocokkan dengan warna coklat pada cafĂŠ supaya terjadi suatu unity.
12
STRATEGI PENATAAN Meja besar di tengah ruangan dimaksudkan supaya para pengunjung dapat berkeliling melihat-lihat brosur dan majalah yang tersedia di dinding, rak maupun meja besar itu sendiri.
Tempat duduk diletakkan pada area ini bermaksud untuk para pembeli yang sedang menunggu giliran membayar ataupun hanya ingin duduk sejenak.
Rak dan lemari display diletakkan di tengah ruangan supaya para pembeli dapat mengelilingi dan melihat seluruh barang yang ada di gift shop ini.
Area tempat duduk bukaan supaya deng atau menunggu, p menikmati angin d pantai.
MATERIAL Batu Bata
Dinding
13
Plafon Gypsum 122 cm x 244 cm.
Plafon
Decogress Grey C 60x60
Meja informasi diletakkan pada bagian dalam ruang supaya pegawai dapat memantau dan melihat apabila pengunjung datang dan membutuhkan bantuan.
High chair yang untuk berempat diletakkan di area tengah cafĂŠ supaya lebih memudahkan area sirkulasi pada cafĂŠ
Tempat duduk yang hanya untuk berdua diletakkan pada area yang lebih terbuka dan dekat dengan jendela.
diletakkan di dekat gan sambil membaca pengunjung dapat dan pemandangan
Corrente
Embossed Vinyl Plank Floor 9902
Flat Vinyl Plank Floor 8801
14
Practical Work
PAROCHIAL HOUSE OF SOMOHITAN ST. JOHN CHURCH 2016 Design Contribution with PPIK Team Atma Jaya Yogyakarta University In Collaboration with Ivanka Desyra Susanto, Marcellino Giovanno
15
16
This project is a revitalization of parochial house in Somohitan as a replacement for the past old building which had been 85 years old. Due to the ages, the worn and fragile building was decided to be demolished. The parochial house was used as a residential building for the priests and also a public space for the people. Increasing number of the congregation caused the past parochial house had been no longer had enough spaces requirement to accomodate the whole church service activity. The needs of privacy for church service activity oďŹƒce requesting more new and complex spaces in order to enhance service quality for the church.
17
1
3
2
1 8
7
5 6
4
2
2
U SITE PLAN 01 5 10
1
Cars Parking Lot
5
Church Community Service OďŹƒce
2
Motorcycle Parking Lot
6
Auditorium
3
Indriyasana Kindergarten
7
Secretariat OďŹƒce
4
Existing Parochial Building
8
Pedestrian
20
18
19
SOUTH ELEVATION 0 1
5
0 1
5
10
20
WEST ELEVATION 10
20
NORTH ELEVATION 0 1
5
0 1
5
10
20
EAST ELEVATION 10
20
20
Final Project
PUSAT INFORMASI PARIWISATA DI PANTAI TELUK PENYU CILACAP DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS
2017
21
22
23
Di Indonesia banyak terdapat kota dan pulau yang memiliki tempat wisata yang belum berkembang. Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki banyak tempat wisata dikarenakan letak geografis yang strategis dan wilayahnya yang besar. Selain memiliki banyak tempat wisata, kabupaten Cilacap juga disebut sebagai kota Industri karena banyaknya pabrik besar yang ada di Cilacap. Banyak investor yang datang ke Cilacap untuk melakukan bisnis, namun mereka juga akan berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Cilacap. Dari banyaknya pengunjung yang datang ke tempat-tempat wisata tersebut, akan menciptakan berbagai lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan pendapatan warga setempat.
JL. KEBON BARU CILACAP SELATAN
24
K
i
asan Panta aw
PUSAT INFORMASI PARIWISATA
KESAN PERTAMA PENGUNJUNG
Pendekatan
ARSITEKTUR EKOLOGIS
Sifat
TERBUKA
INFORMATIF
MENYATU DENGAN LINGKUNGAN
Untuk mewujudkan konsep Presiden Indonesia Jokowi supaya supaya kota Cilacap menjadi kota industri yang ramah bagi investor, dibutuhkan berbagai macam fasilitas yang memadahi untuk memenuhi kebutuhan para investor. Salah satu fasilitas yang dibutuhkan untuk para pengunjung yaitu fasilitas wisata. Walaupun Cilacap memiliki banyak tempat wisata, namun hampir sebagian besar dari tempat wisata tersebut masih belum berkembang dikarenakan tempat-tempat wisata yang tersebar dan belum banyak pengunjung yang mengetahui mengenai keberadaan tempat wisata tersebut. Untuk melayani para pengunjung dan untuk mengkoordinasi tempat-tempat wisata tersebut, dibutuhkan fasilitas pelayanan PUSAT INFORMASI PARIWISATA.
25
26
Penyusunan ruang pada Pusat Informasi Pariwisata dirancang menjadi berbentuk persegi panjang, supaya sirkulasi udara dan pencahayaan dapat masuk ke seluruh bangunan.
Skylight mengakibatkan penyinaran merata
Tanaman rambat pada selasar area kantor dimanfaatkan untuk mereduksi sinar dan panas matahari serta menyaring udara supaya menjadi lebih sejuk.
27
Kaca panjang pada bagian depan Pusat Informasi Pariwisata digunakan sebagai area utama masuknya cahaya menuju ruang informasi.
Bukaan pada lantai 2 memberi kesan ruangan menjadi lebih besar dan menjadi sumber masuknya cahaya pagi menuju ruang informasi.
Tampak Keseluruhan Depan
Tampak Keseluruhan Belakang
Tampak Keseluruhan Samping Kanan
Tampak Keseluruhan Samping Kiri
28
Rooftop Door Atap Sirap Galvalum Steel Gypsum Board (Gyproc) Tandon Air Green Roof Balok Beton Bertulang 15X70 Waterproofing System (MasterSeal Series) Plat Beton Bertulang Balok Beton Bertulang 35X70
Plat Lantai Beton Bertulang Balok Beton Bertulang 35x70 Green Roof +10.00
Waterproofing System (MasterSeal Series) Plat Beton Bertulang
+8.00
+4.00
+8.00
+4.00
Bata Ringan AAC (Delta Brick) ±0.00
±0.00
±0.00
-0.20
-0.20
Sloof 15x20 Pondasi Batu Kali Pondasi Plat Beton 10.00
7.50
3.00
1.75 2.00 2.00
R. Workshop Kerajinan
R. Penjelasan
Selasar
R. Workshop
R. Rapat
Kantor
R. Kontrol
Selasar
Kamar Ganti
10.00
Kamar Ganti
POTONGAN A - A’
Toko Souvenir
Skala 1:200
Atap Sirap Galvalum Steel (Vaulted Parallel Chord) Kaca Plafon Kayu Sintetis Balok Beton Bertulang 35x70 Lisplang 2x20
Rooftop Door Green Roof
+13.50
Waterproofing System (MasterSeal Series) +10.00
Plat Beton Bertulang
+8.00
Mezzanine (Plat Beton Bertulang) +4.00
Tanaman Gantung Partisi Kayu Kolam
+4.00
+4.00
±0.00
±0.00
Kaca Green Wall
+4.00
Ventilasi Kayu ±0.00
±0.00
-0.20
Sloof 15x20 Pondasi Batu Kali Pondasi Plat Beton 3.00
Kolam
29
2.00
4.00
4.00
15.00
Selasar R. Penjelasan R. Penjelasan
Ruang Informasi
Selasar
Ruang Informasi
Kantor
R. Arsip
POTONGAN B - B’
Skala 1:200
Atap Sirap Galvalum Steel Plafon Kayu Sintetis
+13.00
Kaca Kayu Pintu Balkon (Kaca)
+8.70
Plat Lantai Beton Bertulang 12 cm Kolam +4.00
+4.00
Tanaman Rambat ±0.00
-0.20
±0.00
-0.20
-0.20
Sloof 15x20 Pondasi Batu Kali Pondasi Plat Beton 8.50
4.50
Area Makan
Balkon
1.50
POTONGAN A - A’
Skala 1:200
Area Makan
Galvalum Steel dilapisi Kayu Sintetis +13.00
Plafon Kayu Sintetis Skylight (Kaca) Pintu Balkon (Kaca) Plat Lantai Beton Bertulang Railing Kaca Kolam
+5.00 +4.00
+4.00
Balok Beton Bertulang 35x70 Bata Ringan AAC (Delta Brick) ±0.00
±0.00
1.50
5.00
-0.20
20.50 Area Makan
Ramp
Dapur
4.50 Balkon
1.50
POTONGAN B - B’
Skala 1:200
Area Makan
30
Lombok Project ALAM ASRI RESIDENCE IRENG - JATISELA
2018
Rumah Tipe 36/80
31
32
Interior Project LIVING ROOM 2018
33
34
MAQUETTE
Studio Architecture 3
35
Seni Taman
Studio Architecture 1
SKBB 4
Sejarah Teori Perkembangan Kota (Malioboro)
Final Project
Sejarah Teori Perkembangan Kota (Malioboro)
Final Project
36
SKETCHES
37
38
CRAFTS & DECORATION
39
40
THANK YOU