Menunggu adalah pekerjaan membosankan, pasti kebanyakan orang sepakat dengan kalimat tersebut. Tapi yang menjadi persoalan adalah yang ditunggu adalah pekerjaan, yang mau tidak mau harus dilakukan. Itulah yang dialami para artis, khususnya para pemain yang melakoni syuting stripping. Bisa seharian bahkan sampai malam berada di lokasi syuting. Rutinitas seperti itulah yang mereka lakukan setiap hari dengan lokasi dan teman yang sama untuk jangka waktu yang lama, bisa satu, dua bahkan lima tahun secara terus menerus.
C
Sudut Pandang
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
itra Kirana, misalnya, menjalani syuting stripping ‘Tukang Bubur Naik Haji’ selama lima tahun sejak 2012 hingga 7 Februari 2017 lalu. Pemeran utama sinetron yang telah berkali-kali meraih penghargaan drama terbaik ini, mengaku meski merasa jenuh, ia berusaha bekerja secara profesional. “Menjaga fokus dalam bekerja, itulah yang utama. Ini kan memang adalah kerjaan aku, aku dibayar untuk itu. Jadi aku dituntut untuk profesional. Meski jenuh, galau, dsb, harus berhasil diatasi, tidak bisa kita mengedepankan egoisme pribadi. Harus fokus,” ucap Citra yang mempunyai cara sendiri dalam menjaga agar dirinya tetap fokus. Ciki, begitu sapaan akrab Citra
Gagal Fokus bikin Take Berulang Kirana, mengaku memiliki cara mengatasi kejenuhan yang kadang melanda. Menurut Ciki, agar tidak bosan ia berupaya menyibukkan diri sendiri misalnya dengan membaca buku atau nonton DVD, dll. “Ya balik lagi ke aku, ini adalah pekerjaan aku jadi harus bisa menjaga mood. Kalau aku bosan baca buku, dll, ya aku jalan-jalan di sekitar Cibubur (lokasi syuting). Rasanya bertahun-tahun syuting jadi hafal tempat-tempat menarik di sana..hahaha,” ucap Ciki yang kini menjalani syuting ‘Orang Orang Kampung Duku’. Menurut Della Puspita, artis yang telah belasan tahun malang-melintang di dunia akting, menjaga agar tetap fokus dalam bekerja merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang menggeluti dunia peran, khususnya mereka yang melakoni syuting sinetron stripping. syuting stripping, kata Della, beda dengan sinetron biasa (weekly) dan beda dengan film yang waktu syutingnya tidak panjang. Syuting stripping atau kejar tayang dilakukan setiap hari dan biasanya untuk waktu tayang yang lama. “Jadi tiap hari dengan pemandangan yang itu-itu juga, teman itu-itu juga, belum lagi nunggu giliran syuting, kadang bikin BT. Kalau kita sedang punya masaah di luar yang kadang kegalauan itu menggangu fokus kita terhadap pekerjaan. Jadi kita harus bisa mengatasi itu, karena jika tidak, akan berpengaruh pada kualitas kerja kita,” ungkap wanita kelahiran Agustus 1981 ini. “Itulah tantangan kita sebagai artis, ya. Dalam diri sendiri, kita harus bisa membangun bagaimana caranya agar tidak ‘BT’ karena bad mood itu akan mempengaruhi kualitas kerja kita. Jadi kembali kepada mindset sendiri, kalau mengikuti mood sendiri ya gimana kita bisa berkarya bagus,” ujar pemeran sinetron ‘Kutukan Cinta Sang Bintang’. “Jadi sekalipun kita sedang tidak mood, galau,
Della Puspita
kita harus mampu tetap fokus agar hasil karya kita tetap bagus. Tentu saja, kemampuan mempertahankan fokus dalam bekerja memerlukan proses dan itu akan didapat seiring dengan pengalaman kita di lapangan,” tambah Della. Della mengaku memiliki cara untuk menjaga agar dirinya tetap fokus bekerja. Untuk mengisi waktu agar tidak bosan menunggu, ia melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan seperti memainkan gadget dan mencari hal-hal seru dan lucu di youtube, atau mengobrol dengan teman lain di lokasi syuting. “Kadang aku isi dengan makan. Sekarang kan enak bisa pesan makanan apa saja lewat ojek online. Kalau jalanjalan untuk menghilangkan kebosanan kayaknya aku nggak bisa soalnya waktunya nggak memungkinkan. Takut kena macet (lalu lintas), malah jadi tambah bad mood. Jadi aku lebih banyak hanya berkegiatan di lokasi syuting. Beruntung aku ini orang yang mudah tertidur, jadi kadang kalau sedang BT aku bawa tidur saja,” tambahnya. NORMALKAN PERASAAN Tapi, kata wanita bernama asli Nisisari Henny Puspita mengakui, tidak se tiap hal bisa diatasi dengan cara-cara itu. Kadang ada masalah-masalah tertentu yang tetap terbawa saat syuting. Akibatnya, ia jadi gagal fokus. “Aku pernah mengalaminya, saat syuting jadi gagal fokus, akibatnya ‘take’ berulang-ulang. Aku nggak enak bener, tapi bagaimana. Biasanya kalau sudah begitu, aku minta maaf karena nggak bisa konsentrasi. Aku minta izin untuk beberapa waktu untuk menormalkan perasaan,” kata Della yang mengaku sering ‘moody’. Yang paling tidak menyenangkan, tambahnya lagi, ketika sedang tidak ‘fit pikiran’ mendapat lawan main yang tidak menyenangkan. “Tapi ini kan pekerjaan kita, nggak bisa menghindar. Ya terpaksa aku ‘sekuat tenaga’ berusaha mengabaikan perasaan tidak suka aku. Karena aku sadar kalau sampai terbawa perasaan, pasti akan sangat berpengaruh pada kualitas kerja aku,” katanya lagi. Pengalaman tak menyenangkan itu,ujar Della, didapatnya belum lama ini. Ada seorang pemain baru yang dini-
lainya tidak profesional dan kurang ramah kepada yang lain. Padahal dia harus membangun chemisty dengan orang tersebut agar mendapatkan hasil kerja yang bagus. “Ini terjadi beberapa waktu lalu, aku dapat lawan main seperti itu, tidak profesional yang kalau datang ke lokasi semaunya. Tidak ramah, kalau tidak disapa dia tak mau menyapa. Kebetulan dia jadi lawan main aku. Harusnya kami membangun chemistry supaya hasilnya bagus. Tapi karena dia seperti itu, aku jadi jaga jarak,” tuturnya. Ta p i k a r e n a menyadari ia harus bekerja profesional, lanjut Della, ia berusaha menghilangkan perasaan tak suka itu. Jangan sampai gara-gara masalah itu ia jadi kehilangan fokus dalam bekerja. “Itu ujian ya, mengasah akting kita juga. Kita harus mampu mengatasi, mampu melupakan perasaan kita yang sebenarnya. Harus mampu berpurapura. Jadi ya aku berusaha tetap bekerja sebaik-baiknya. Soal dia mainnya bagaimana, aku nggak peduli,” katanya. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Citra Kirana
24
Pejamkan Mata sambil Atur Nafas
Widiasih sedang berlatih
Helga dan Nanta
Bagi atlet, fokus sangat penting, baik saat latihan maupun saat bertanding ataupun berlomba. Kehilangan fokus bisa membuat semua jadi kacau. Beragam cara yang dilakukan atlet untuk konsentrasi agar penampilan mereka maksimal. “Saya selalu berdoa sebelum tampil. Orang-
tua juga ikut berdoa dan mohon pertolongan leluhur agar saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Setelah doa, saya duduk dulu dengan tenang seperti meditasi. Saya alirkan semua tenaga dan pikiran jadi satu agar fokus dan bisa mengendalikan diri,” ungkap peraih medali perunggu cabang olahraga angkat berat di ajang
Paralympic Games Rio de Jenairo 2016 ini. Atlet yang akrab disapa Widi ini mengaku sering nervous kalau tampil di depan umum. Walaupun sudah sering ikut kejuaraan yang levelnya nasional dan internasional, perasaan nervous itu tetap ada. “Kalau di depan umum, saya nervous,” ujar peraih penghargaan Perem-
puan Inspiratif Tokoh 2016 ini. Sementara itu Helga Riftiana yang menekuni olahraga menembak mengatakan fokus sangat diperlukan dalam berbagai kegiatan. “Saat lomba, saya selalau berdoa. Setelah itu mengatur nafas. Tarikan nafas hitungan ke-11 mulai narik trigger,” ujar perempuan yang juga model dan penulis novel ini. Ia juga mengingatkan, agar bisa fokus, atlet tidak boleh lelah sebelum berlomba atau bertanding. Caranya tentu dengan istirahat yang cukup sebelum hari perlombaan atau pertandingan. Aktivitas Helga sebagai petembak menurun pada putra keduanya Made Ngurah Arkananta Putera Saka. Siswa kelas VI SD Cipta Dharma ini kerap latihan dan ikut lomba bersama ibunya. “Nanta kami persiapkan main di air rifle match juga. Dia sudah ikut Kejurnas Wali Kota Cup 2017,” ujar Helga yang didampingi suaminya Md. Ngr. Bagus Sakaputera dan putra pertamanya Gede Ngurah Arkana Putera Saka. Helga menambahkan, Nanta punya ritual khusus sebelum lomba. Ia biasanya memejamkan mata sambil menarik nafas. Pada hitungan ke-4 baru menarik trigger. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
GORO-GORO Ami mendad a k m a u berangkat ke jakarta. Suminya jadi bingung lantas mengadu kepada Putu Wijaya mertuanya. “Ibu, saya tidak mengerti, Ami tiba-tiba memutuskan akan ikut tamasya ke jakarta bersama-sama para ibu kumpulan arisannya!” “O, begitu?” “Ya, begitu! Dia mau berangkat!” “Berapa lama?” “Katanya seminggu!” “Lantas Kadek?” “Ya itulah!” “Itulah bagaimana?” “Dia bilang, kalau saya mau jaga, akan ditinggal di rumah. Tapi kalau tidak bisa, akan dibawa!” “Terus?”
“Ya, terus, terus ya itu, saya ke mari mau nanya, apa Ami sudah minta izin Ibu dan Bapak?” “Maksud ibu, Nak Sudi mengizinkan, tidak?” Sugi nampak bingung. “Kok bingung?” “Soalnya Ami tidak minta izin kepada saya, Bu. Dia hanya mengatakan mau ke Jakarta. Makanya saya ingin menanyakan apa dia sudah minta izin kepada ibu dan Bapak di sini?” “Soal ke Jakarta itu? “Ya, Bu.” “Ami cuma mau pinjam uang, tapi tidak mengatakan untuk keperluan apaa. Mungkin untuk bekal ke Jakarta itu?” “Jadi uang itu dia dapat dari Ibu?” “O, tidak. Kebetulan Ibu dan Bapak di sini juga lagi kosong.” Sugi tertegun.
Ekspresso
oh
dan sudah gila, Bapak saja yang tidak tahu!” Amat terpaksa membatalkan ketawanya. Besoknya ia menjumpai Ami sambil marah-marah. “Ami, jadi kamu bukannya mau “Kenapa, Nak Sugi?” menerapi Kadek yang terlambat “Kalau bukan dari Ibu daribicara, tapi malah mau piknik ke mana Ami dapat uang itu?” Bu Amat heran melihat Sugi Jakarta?! Kalau tahu begitu!” “Terapinya di Jakarta, Pak! tiba-tiba gugup dan salah tingkah. Ia tak banyak ngomong lagi, Siapa bilang saya piknik?” “Ibu kamu!” lalu pamit pulang. Bu Amat jadi “Ah, Ibu itu kan tahunya Ami cemas. ke Jakarta itu mau senang-senang. Malam-malam, ia interogasi Padahal saya kan. mau konsulsuaminya. Apa Amat diam-diam tasikan Kadek ke spesialis anak sudah memasok Ami ongkos ke di situ, bukan piknik! Kebetulan Jakarta. Amat terkejut. “Ami mau ke Jakarta? Ada ibu-ibu arisan ke sana bawa bus, ya sekalian, kan biaya lebih muurusan apa?” “Ya, mungkin tukar hawa, di rah. Tapi kalau Bapak tidak mau cucunya cepat ngomong, ya sudah rumah saja kan bisa gila.” “Lho, belum ada 5 tahun jadi uangnya tak kembalikan!” Ami marah mau mengembaliibu rumah tangga, masak sudah kan uang. Amat terpaksa buru-bugila. Ibu sudah puluhan tahun ru kabur pulang. Sampai di rumah tetap sehat, waras dan masih ia ngomel memarahi istrinya. seksi!” “Ibu ini bagaimana! Ami ke Amat ketawa ngajak bercanda. Jakarta mau ngobati Kadek, kok Bu Amat senewen. “Seksi apa, sudah peot begini dibilang piknik? Jangan ngadudomba dong!” Bu Amat diam saja diomeli suaminya Setelah unek-unek Amat keluar semua, dia langsung duduk anteng di samping Amat baca koran.
Amat tertegun. Ia melirik ke jam dinding. Sudah saatnya minum kopi. Kenapa istrinya malah lihat-lihat iklan. “Bu.” “Ya?” “Kopinya mana?” “Bapak bikin saja sendiri. Nanti kalau saya berangkat supaya biasa mandiri.” Amat tercengang. “Lho, Ibu mau ke mana?” “Ke Jakarta kan, nemani Ami.” Amat terkejut. “Ke Jakarta? Kok tiba-tiba! Kenapa tidak bilang-bilang Bapak sebelumnya? Mestinya apa-apa dirundingkan dulu.” Bu Amat menjawab tenang. “Ya, Ami juga tidak bilangbilang dulu minta izin suaminya setuju atau tidak dia ke Jakarta.” Amat terperanjat, merasa tersindir. Baru tahu apa masalahnya. Ia lupakan kopi dan berangkat ke rumah Ami. Bu Amat tersenyum. “Tapi jangan marah-marah, Pak, bilangin saja Ami baik-baik. jangan suka bikin keputusan sendiri! Apa-apa rundingkan dulu dengan suami! Kalau sudah, nanti pulangnya tak bikinkan kopi dan boleh yang lain-lain juga!”
Fokus Berlatih Jadi Lebih Fokus “Salah fokus nih!” atau “gagal fokus!” adalah istilah yang sering kali tercetus pada informasi yang tersebar melalui media beberapa waktu terakhir. Konotasi tersebut mengartikan bahwa seseorang memberikan perhatian bukan pada bagian utama dari sesuatu. Secara harfiah, fokus memiliki makna memusatkan sesuatu biasanya pada perhatian. Seperti Anda saat ini yang sedang memusatkan perhatian untuk membaca, bisakah tanpa teralihkan oleh hal yang lainnya? Setiap orang dapat memiliki objek fokus yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena pengaruh beberapa hal misalnya perbedaan usia, ketertarikan, kemampuan indrawi, tujuan, persepsi dan ingatan. Contoh sederhananya adalah ketika Anda sedang berbelanja ke toko pakaian. Anda mungkin cenderung memusatkan perhatian pada pakaian yang berwarna kuning terang, karena sangat mencolok. Di sisi lain, teman Anda terfokus pada pakaian bermotif bunga karena ia cenderung menyukai motif bunga. Secara lebih mendalam, pada kajian psikologi istilah fokus merupakan salah satu bagian dari proses mental seseorang dalam memberikan perhatian pada suatu objek ataupun aktivitas. Setiap orang cenderung mampu berfokus hanya pada satu hal dari berbagai hal yang dihadapinya. Fokus juga digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang mampu mempertahankan konsentrasinya ketika melakukan sesuatu dan mengabaikan hal mengganggu
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
lainnya dalam satu waktu. Misalnya saja ketika Anda sedang memasak, kemudian Anda mendengar nama artis idola Anda disebutkan pada berita televisi. Jika Anda mampu melanjutkan memasak, hal tersebutlah yang disebut dengan fokus. Penelitian menunjukkan, ketika Anda mampu fokus dalam rentang waktu yang lebih panjang akan mempengaruhi keberhasilan Anda dalam menyelesaikan suatu tugas. Selain itu kemungkinan besar Anda dapat menghasilkan tugas yang maksimal dan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Tentunya untuk meningkatkan fokus, diperlukan latihan secara berulang dan terus menerus. Banyak orang melatihnya dengan berbagai cara dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kenyamanan masing-masing. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah olahraga. Daya fokus seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik. Ketika kondisi fisik kurang sehat misalnya nyeri pada kepala, sakit perut, persendian kaku atau yang lainnya akan menjadikan seseorang sulit mengalihkan perhatiannya pada rasa sakitnya. Secara keseluruhan olahraga dapat meningkatkan suplai oksigen ke otak yang membantu untuk fokus. Beberapa jenis olahraga juga dapat melatih perhatian Anda, seperti olahraga dengan gerakan yang lebih lambat atau olahraga yang membutuhkan strategi lebih kompleks. Hal penting lainnya yang diperlukan adalah asupan nutrisi. Olahraga yang disertai dengan asupan gizi secara seimbang akan memberikan dampak yang positif. Ketika hal tersebut
Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
dipenuhi, maka zat gizi yang Anda konsumsi mencukupi kebutuhan energi dan membantu metabolisme tubuh Anda sehingga Anda mampu mempertahankan fokus lebih baik. Kegiatan berikutnya yang mulai banyak diteliti dan memiliki pengaruh terhadap pemusatan perhatian Anda adalah meditasi. Latihan meditasi dapat membantu seseorang lebih tenang dalam menyikapi setiap pengalih perhatian. Hasil kajian ilmiah menjelaskan jika meditasi memiliki pengaruh terhadap peningkatan perhatian termasuk konsentrasi. Peningkatan tersebut terjadi tidak hanya sesaat setelah meditasi dilakukan, melainkan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Beragam teknik meditasi yang bisa dilakukan. Sebagian besar teknik meditasi biasanya diawali dengan melatih perhatian Anda pada nafas. Merasakan ritme nafas Anda dan mulai memusatkan
perhatian pada satu titik. Kemudian mengenali situasi yang terjadi di luar diri Anda termasuk yang mengganggu dan berlanjut sampai pada tahapan yang lebih kompleks. Jika Anda adalah pemula, mintalah bimbingan orang lain yang menguasai teknik meditasi dengan tepat. Selanjutnya dalam menjalankan aktivitas keseharian, Anda bisa mengaplikasikan teknik mindfulness (berkesadaran) yang menyadari dan menerima kondisi “di sini dan saat ini”. Langkah ini efektif dilakukan dengan melatih diri menyadari kondisi Anda, dimana Anda berada saat ini, apa yang sedang Anda kerjakan, merasakan pengalaman fisik dan emosi yang muncul saat ini dan menikmatinya. Teknik ini melatih pikiran Anda untuk tidak ‘melompatlompat’ ke situasi lainnya sehingga Anda dapat mengendalikan sesuatu yang mengalihkan fokus Anda. Langkah-langkah lainnya yang cukup sering dilakukan adalah menciptakan kondisi yang nyaman sehingga waktu fokus Anda lebih panjang seperti mencari tempat yang hening dan jauh dari keramaian. Selain itu sebagian orang merasa lebih terfokus ketika mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan musik utamanya instrumental. Anda juga dapat mengatur situasi dengan menjauhkan
benda-benda yang kira-kira dapat mengalihkan perhatian Anda. Seperti menonaktifkan sementara sambungan internet, mengaktifkan mode senyap pada telepon genggam, menjauhkan televisi dari ruangan kerja Anda. Menata meja kerja menjadi rapi dan membuat daftar pekerjaan yang harus Anda selesaikan juga dapat membantu Anda tetap fokus. Ketika Anda telah mencoba beberapa hal di atas dan masih mengalami kesulitan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu, cobalah untuk mengenali kondisi diri Anda saat ini. Sadari sensasi-sensasi fisik yang Anda rasakan saat ini. Kesulitan seseorang untuk fokus bisa dikarenakan adanya penyakit fisik yang menjadikan turunnya kemampuan dalam memusatkan perhatian. Selain kondisi fisik, kondisi psikologis Anda juga akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk fokus. Misalnya kondisi menekan atau stres, masalah dalam manajemen waktu dan diri, atau konflik yang tidak terselesaikan. Anda pun dapat menemui profesional untuk berkonsultasi lebih lanjut. Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
(Mahasiswi Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis, Universitas Gadjah Mada)
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
23
Selaraskan Hati dan Pikiran Segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang selama hidup sebagian besar didominasi oleh hati dan pikiran. Ketika hati dan pikiran didominasi oleh keinginan, seseorang akan semakin fokus terhadap hal tersebut.
H
al tersebut disampaikan oleh Nyoman Widyani, S.Pd., M.Pd., Dosen Tidak Tetap (DTT) STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Menurutnya ketidakfokusan dapat dipicu dan ditimbulkan oleh pikiran yang penuh beban, baik dalam pekerjaan maupun masalah pribadi. Dihadapkan dengan banyak pekerjaan dan tuntutan deadline sering kali membuat pikiran dan hati merasa tidak siap. Sebagai seorang tenaga pendidik, Widyani sapaan akrabnya mengaku menemui pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. “Pikiran akan menjadi bercabang, satu akan fokus pada kerjaan ini dan juga ke pekerjaan yang lain,” tuturnya. Jika sudah begini, langkah awal yang dilakukannya untuk
membangun konsentrasi kembali dengan menarik nafas dalam-dalam. Ketika pikiran sudah tenang maka dirinya bisa mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang diprioritaskan untuk dikerjakan lebih dulu. “Mengklasifikasikan pekerjaan dapat dilakukan setelah pikiran tenang dan setelah itu baru bisa ambil keputusan mana pekerjaan yang harus diprioritaskan,” jelasnya. Ia juga menambahkan, dalam mengerjakan pekerjaan, pikiran sering lebih menguasai sehingga tidak jarang hal tersebut yang akan membuat ketidakfokusan. “Pikiran akan menuntut kita untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan. Terkadang pikiran ingin mengerjakan tapi hati merasa lelah dan capek,” lanjutnya. Penyelarasan hati dan pikiran inilah yang sangat perlu dilakukan sehingga bisa membuat
Nyoman Widyani
Ni Kadek Dewi Yudiarmika
konsentrasi terhadap suatu pekerjaan. “Jika setiap orang mencintai pekerjaannya, maka ia akan bisa menyeimbangkan antara hati dan pikiran,” imbuh Widyani. Perempuan kelahiran 29 November 1991 tersebut mengaku punya cara sendiri untuk mengembalikan konsentrasinya. Selain selalu mengawali setiap pekerjaan dengan
doa, bernyanyi merupakan cara yang sangat efektif untuk mengusir ketidakfokusan dalam bekerja. “Kalau di kampus tidak mungkin saya teriak untuk nyanyi, sehingga cukup dengan mendengarkan musik saja,” sebutnya. Dirinya juga percaya menjaga pola makan dan kesehatan adalah cara lain untuk tetap menjaga konsentrasi.
Diam Sejenak untuk Fokus Setiap bangun pagi setelah berdoa pasti melakukan olahraga ringan. Tujuannya untuk melenturkan badan sekaligus memberikan semangat pagi sebelum beraktivitas. Itulah yang biasa dilakukan Dra. Sophia Endang Widowati. Perempuan yang baru beberapa minggu dilantik menjadi Kepala RRI Denpasar ini, menuturkan, dulu ketika bertugas di Jambi, ia memiliki sepeda statis. Tiap pagi biDra. Sophia Endang Widowati asanya ia sempatkan untuk mengayuh sepeda beberapa menit agar lebih bersemangat sebelum datang ke kantor. Keinginannya setelah bertugas di Bali, ia ingin ikut kelas yoga. “Saya masih baru di Bali, masih cari-cari tempat yoga dulu,” ujarnya. Di tengah kesibukan bekerja, perempuan asal Yogyakarta ini tak menampik, kadang bisa saja ada masalah soal pekerjaan. Biasanya, ia akan mengalihkan sejenak kepenatan bekerja dengan mendengarkan musik lagu lama atau oldest atau slow rock agar semangatnya kembali bangkit. “Saya menyukai Broery, Titik Puspa, Inka Christie, dan Nicky Astria,” ujar perempuan usia 57 tahun ini tentang penyanyi favoritnya. Menurut Endang, selain mendengarkan musik, bermain media sosial juga banyak positifnya. Ia memiliki beberapa grup teman SD, SMP, SMA, dll sehingga ketika kepenatan bekerja sudah melampaui batas, dengan membaca beberapa postingan teman yang lucu, kadang dapat mengalihkan perhatian sejenak. “Saya tidak selalu bisa baca postingan di grup karena grup banyak, termasuk grup untuk soal pekerjaan. Ada waktu-waktu tertentu saya buka ponsel. Biasanya saat pulang, baru buka grup untuk pribadi. Kalau urusan kantor itu harus selalu monitor,” ucap ibu tiga anak dan nenek satu cucu ini. Ia mengatakan punya beberapa tips agar tetap bersemangat setiap hari. Ia senang berkomunikasi dan terbuka sehingga ia merasa lebih bahagia jika bisa berbagi dengan orang lain, termasuk berkomunikasi walaupun itu hal yang ringan. “Yang paling penting bagi saya, selalu berpikiran positif dan tersenyum,
agar bisa menghadapi setiap masalah dengan kepala dingin,” ujarnya. Uniknya lagi, soal menjaga makan juga penting baginya agar tetap bersemangat dalam bekerja. “Saya rutin minum jus kalau malam. Biasanya saya malas makan malam, jadi kalau lapar minum jus. Makan daging juga tidak terlau sering dan saya mengurangi makan sayuran bersantan. Dengan menjaga pola makan, tentu berpengaruh kepada kesehatan tubuh kita,” kata Endang. Sementara itu, I Gusti Ayu Fina Kaska, beres menyiapkan makanan anak-anak di rumah membuatnya tenang berangkat ke tempat kerja. “Mungkin terlihat sepele ya, tapi bagi saya, kalau makanan anak-anak sudah siap, saya tenang ke kantor,” ujar Ketua Prodi Akubank ini. Kalau menghadapi masalah di kantor, ia berprinsip, semua masalah pasti ada jalan keluar. Untuk membangkitkan semangat, biasanya selain mendengarkan musik, ia suka browsing di internet. “Saya suka buka youtube, banyak ada hiburan di internet. Lumayan untuk menghibur diri sejenak,” kata Fina. Namun, tidak sertamerta semua ganjalan di hati akan cepat sirna. Biasanya, ia akan memilih diam sejenak untuk intropeksi diri sampai akhirnya, ia merasa siap melanjutkan pekerjaan kembali. Namun, ia menyatakan, bersyukur juga punya atasan yang tidak terlalu menekan. Memang ia tak menampik, kadang bisa saja membuat kesalahan. Namun, atasannya tidak sertamerta langsung memarahi. “Dalam setiap pencapaian, pasti ada keberhasilan walaupun sedikit, bos saya selalu mengapresiasi sehingga saya merasa semangat dalam bekerja. Bos saya selalu memberi motivasi dan kesempatan untuk berkarya sehingga saya merasa aman dan nyaman bekerja,” kata Fina yang mengaku sudah menemukan passion-nya bekerja di Akubank, kampus di bawah BPR Lestari Group.
CARI MOODBOOSTER Hal yang sama juga disampaikan oleh Ni Kadek Dewi Yudiarmika, S.Pd., guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singarja bahwa ketidakfokusan dapat disebabkan oleh dua faktor. Menurut perempuan yang
namanya akrab disapa Dewi ini mengaku faktor dari luar dan dalam sama-sama memiliki pengaruh yang sangat besar dalam merusak konsentrasi pikiran. Pekerjaan yang terlalu banyak salah satu faktor luar yang dapat menghilangkan mood-nya. Biasanya ketika hal tersebut terjadi, ia akan segera mencari moodbooster yang akan segera mengembalikan moodnya. “Istrahat sejenak, refresh pikiran dengan stalking di media sosial atau juga main game,” tuturnya. Perempuan kelahiran 16 Oktober 1993 tersebut mengaku faktor dari dalam diri lebih sering mendominasi timbulnya ketidakfokusan. Salah satunya ialah kondisi tubuh. Menurutnya, keadaan fisik yang lelah dan kurang tidur akan sangat berpengaruh untuk mengikuti kehendak hati untuk tidak fokus terhadap yang dilakukan. “Kalau sudah begini harus cari suasana baru, misalnya jalan-jalan sambil dengerin musik favorit,” sebutnya. Aktif diberbagai pementasan teater sekaligus pembina sanggar Poleng, perempuan murah senyum ini mengaku punya cara sendiri dalam menghadapi ketidakfokusannya. Menyediakan cemilan dan mengisi perut sebelum bekerja merupakan cara sederhana yang dilakukan untuk tetap menjaga konsentrasi. “Kalau perut kosong otomatis tidak akan fokus, begitu juga kalau keinginan tidak terpenuhi juga akan mempengaruhi konsentrasi,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@gmail.com)
Pimpinan DPRD Bali Menyapa Media DPRD memahami peran media sangat penting, terlebih dalam pilar demokrasi. DPRD memiliki tiga fungsi yang utama, yakni legislasi, budget (penganggaran), dan pengawasan. Dengan sinergisitas media massa, diharapkan kegiatan para anggota DPRD Bali dapat terpublikasi dengan baik. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, dalam acara coffee morning dengan tema “Pimpinan Dewan Menyapa Media”, Rabu (1/3) di Ayucious Resto and Lounge, Renon, Denpasar. “Tanpa kehadiran media, maka kegiatan-kegiatan wakil rakyat tidak akan terpublikasikan, karena itu kami senantiasa melakukan kerja sama dalam pemberitaan dengan harapan pemberitaan sampai kepada rakyat,” ujarnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, pihaknya selalu terbuka kepada para jurnalis untuk menyoroti kerja anggota DPRD Bali. “Silakan kalau para jurnalis menemukan kekurangan dan kelemahan dalam kerja kami dapat diberi masukan. Kami tidak antikritik yang sifatnya membangun untuk kepentingan rakyat,” ujar politikus PDIP ini. Dalam kesempatan dialog tersebut, menghadirkan narasumber Ketua PWI Cabang Bali Dwikora Putra didampingi Kabag Umum Sekretariat DPRD Bali Made Rentin, serta dihadiri para staf ahli anggota DPRD Bali. Acara coffee morning rencananya akan digelar rutin dengan membahas isu-isu yang sedang terjadi. Selain sebagai bentuk sinergisitas, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi awak media dengan anggota DPRD Bali. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
(wirati.astiti @cybertokoh.com) I Gusti Ayu Fina Kaska
Dari kiri: Dwikora Putra, Made Rentin, dan Nyoman Sugawa Korry
22
Sosialita
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Bagi masyarakat, khususnya anak muda yang ingin buka usaha, kini Jakarta telah memiliki tempat untuk mengawali cita-cita itu. Adalah ‘Jakarta Creative Hub’ yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bisa menjadi ajang belajar bagi kalangan muda yang berencana buka usaha.
Jakarta Creative Hub
Tempat Ciptakan Pengusaha Muda Kreatif
D
i Jakarta Creative Hub yang terletak di gedung Graha Niaga Thamrin, Jl. KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, disediakan berbagai kursus ketrampilan, mulai dari aneka kerajinan, konveksi, hingga kursus mesin bubut. Soal peralatan tak perlu khawatir, karena semuanya tersedia dan dapat dipakai secara gratis oleh para peserta. Jadi nantinya baik itu peralatan juga tempat untuk praktek, tidak dipungut bayaran. “Cuma untuk pelatih atau mentornya, yang merupakan pihak ketiga, itulah yang harus dibayar namun biayanya tidak seberapa,” ungkap seorang petugas di Jakarta Creative Hub. Yang menarik, tempat ini bukan hanya tempat belajar tapi juga
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama
bisa menjadi tempat memproduksi. Nantinya Pemda DKI Jakarta akan membantu dalam memasarkan. Bahkan kalau memang menarik dan unik, dapat mem- bantu mematenkan produk tersebut. Ahok, demikian sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, berharap adanya Jakarta Creative Hub bisa menciptakan anak-anak muda yang kreatif dan mau membuka usaha baru di Jakarta. Pihak Pemda, membantu dalam hal tempat, peralatan juga permodalan dan pemasaran. “Di sini ada kantor, disubsidi, boleh numpang untuk alamat
kantor. Kami juga akan bantu dalam hal permodalan dan pemasaran. Kami siapkan skema 80-20. Setelah dikurangi semua biaya, yang punya ide akan mendapat 80%, pemerintah 20%. Yang 20% itu (bagian pemerintah) untuk agar kesinambungan tempat ini. Jadi bagi yang kreatif dan jujur, bisa jadi orang kaya di sini,” kata Ahok dalam sambutan peresmian Jakarta Creative Hub. Menurut Ahok, orang yang datang ke tempat tersebut ibaratnya hanya membawa kreativitas saja, karena semua peralatan dan lain-lain yang diperlukan untuk memulai usaha sudah tersedia. Karena, kata Ahok, biasanya orang ingin menjalankan usaha terkendala macam-macam. Misalnya kendala kemampuan membeli peralatan, atau tempat usaha yang tidak ada. Nah semua sudah tersedia di sini. “Jadi nanti bisa bikin banyak produk di sini,” katanya. Menurutnya, nanti bantuan akan disalurkan secara individu bukan kelompok. “Kelompok baru akan dibentuk jika sudah menemukan
individu-individu kreatif yang sudah bisa berkarya. Makanya saya katakan, di Jakarta ini kita cari individu. Kalau individu-individu yang bagus sudah ditemukan maka kita akan jadikan kelompok,” paparnya. Ditambahkannya, Pemprov DKI Jakarta menyediakan program dan pelatihan entrepreneurship dan craftmanship dengan pakar-pakar industri kreatif sebagai pengajar, pendamping dan kuratornya. Soal berapa besaran modal yang akan diberikan, menurut Ahok itu tergantung produk yang akan diusahakan. “Jadi yang penting kreatif dulu. Ciptakan produk yang bisa dijual. Soal modal, tidak bisa dikatakan sekarang. Tapi misalnya nanti Anda memerlukan Rp 500 juta bisa kami kasih selama produk Anda itu memang memerlukan modal Rp 500 juta, kan yang penting 80-20 (bagi hasil),” jelas Ahok. Sistem bagi hasil yang diterapkan tergolong cukup ringan dan tidak membebani pelaku usaha yang tengah merintis bisnis. Selain itu, sistem bagi hasil tersebut juga sekaligus untuk menguji seberapa besar komitmen anak muda untuk menjalankan usaha mereka. Jakarta Creative Hub yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, memiliki luas 1.500 M2. Di sana berbagai fasilitas dan infrastruktur penunjang usaha telah tersedia. Di antaranya ruangan pelatihan, bengkel kerja, perpustakaan, laboratorium komputer dan ruang belajar. Baik ruangan, tempat maupun peralatan dapat digunakan secara cuma-cuma. Meski baru beroperasi secara penuh pada April mendatang, na-
mun saat peresmian pada 1 Maret lalu sudah terpampang pengumuman digelarnya sejumlah workshop ketrampilan, di antaranya ‘basic leatherwork: card case making’ dengan narasumber David Yonathan, ‘textile and leather 101: tote bag making’ dengan narasumber Riswan Lubis, ‘motion watercolor illustration’ dengan narasumber Lala Bohang. Menurut salah satu pengelola JCH, di tempat tersebut warga Jakarta bisa belajar mengenai industri kreatif dari mulai memilih bahan, membuat produk, mengolahnya hingga menjadi barang jadi dan siap dijual. Soal berapa biaya yang harus dikeluarkan peserta, menurutnya, belum ada jelas benar. Karena ini masih merupakan sesuatu yang baru dan bikin penasaran banyak orang maka siapa pun bisa datang untuk melihat-lihat atau sekadar bertanya ini-itu. Pada jam-jam tertentu, pengelola juga menyediakan pemandu yang dapat mengantar kita keliling ruangan seraya menjelaskan berbagai fungsi ruangan serta peralatan yang ada serta program-program yang bisa diikuti termasuk persyaratannya. Sejak diresmikan dan dipublikasikan secara luas di media, tempatnya mendapat banyak kunjungan warga yang penasaran. Dan ternyata, katanya, yang datang bukan hanya warga Jakarta tapi juga mereka yang berdomisili di luar Jakarta seperti Bekasi, Bogor, dll. Mereka tertarik ikut kursus, tapi sayangnya semua fasilitas di JCH hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Jakarta. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Sesudah sukses menggandakan dan menyebarkan buku hukum Adat Bali pada tahun 2014 secara cumacuma untuk semua Bendesa Adat seluruh Bali (1488), tahun ini BPR Kanti kembali menggelar acara yang istimewa seminar tentang “Emansipasi Wanita Kekinian, KDRT, dan Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan”.
B
PR Kanti bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali (LLB) menyelenggarakan Seminar ini, Sabtu (18/2) di Gedung Diklat BPR Kanti. Seminar yang diikuti karyawan BPR
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
3
Selenggarakan Seminar “Valentine Day” BPR Kanti Bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali Kanti dan masyarakat umum ini merupakan salah satu implementasi corporate social responsibility (CSR) BPR Kanti yang berkantor pusat di Jalan Batuyang No. 67 B Batubulan. Menghadirkan lima pembicara, yaitu Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali CIA Pemayun, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Adat Bali Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si., Kadek Ary Pramayanty, S.H., Febry Asmarani, S.H., dan Ida Ayu Putriyasa, S.H. Bendahara LLB Ary Pramayanty mengungkapkan, seminar ini merupakan ajang diskusi untuk menginformasikan sekaligus mengedukasi masyarakat khususnya kaum perempuan tentang emansipasi perempuan kekinian saat ini. Menurutnya, perempuan di era sekarang ini sudah sangat maju dan mampu ikut andil dalam menopang pembangunan. Meski demikian, Ary Pramayanty juga mengingatkan, emansipasi perempuan juga memiliki koridor dan batasan. Kesuksesan wanita di tempat kerja atau karirnya juga harus dibarengi keberhasilannya dalam keluarga. Karena seorang wanita tetap punya andil besar dalam melahirkan generasi emas bangsa lewat kasih sayangnya terhadap anak dan keluarga. Untuk itu, tanggung jawab mendidik anak dan keluarga tetap menjadi tugas wanita bersama sang suami. “Emansipasi perempuan Bali khususnya sudah bagus, namun lebih lagi kepada koridornya. Emansipasi sih emasipasi tapi jangan sampai kebablasan, meninggalkan
keluarganya,” ujarnya. Kita harus bertanggung jawab kepada penerus bangsa, dalam artian generasi muda sekarang. Ketika anak kurang sentuhan dan kasih sayang keluarganya, disana akan terjadi kenalan remaja. Jadi, yang bertanggung jawab adalah ibu dan bapaknya karena mereka adalah satu team work yang memang harus bahu-membahu untuk membina generasi muda.
WANITA BALI BERHAK ATAS WARISAN
Prof. Windia yang mengangkat tema “Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan”, lebih mengupas tentang aturan hukum yang mengatur hal tersebut. Ia mengatakan, kondisinya sekarang sudah berbeda. Kalau perempuan merasa terpinggirkan dan mengalami ketidakadilan, mereka tak ragu menuntut cerai. Ia menegaskan beberapa hal yang perlu dipahami, yakni p������������� ewarisan menurut hukum adat Bali, bukan sekadar membagi harta peninggalan (warisan) orangtua dan leluhur (pewaris) oleh ahli waris, melainkan mengandung makna pelestarian, pengurusan dan penerusan kewajiban (swadharma) pewaris (orangtua dan leluhur). Orang yang melaksanakan swadharma dengan patut barulah memiliki hak (swadikara) atas warisan. Benarkah perempuan Bali tidak memiliki hak atas harta warisan? “Bukan perempuan Bali-Hindu yang tidak memiliki hak (swadikara) atas warisan, melainkan mereka yang tidak
melaksanakan kewajiban (swadharma) sebagai umat Hindu (laki atau perempuan) sama saja,” ucapnya. JANGAN ADA KATA CERAI Sementara CIA Pemayun mengajak para perempuan Bali untuk memiliki tujuan hidup. “Tujuan hidup pasti, cita-cita sukses,” ujarnya bersemangat. Tujuan hidup bisa tercapai
jika kita melakukan sedekah, bersyukur, menjadi diri sendiri, bekerja dengan hati, menjadi orang tangguh dan tidak lupa berdoa. Terkait dengan fenomena rumah tangga sekarang, ia melihat banyak dari mereka yang tak menghargai kata perkawinan. CIA Pemayun mengingatkan para perempuan Bali untuk mempertahankan perkawinan. “Jangan sampai ada kata cerai. Mereka, dua sejoli (laki-laki dan perempuan) membuat keputusan hidup untuk berumah tangga, harus berani bertanggung jawab pada keputusannya. Saya berharap perempuan Bali yang tangguh mampu mempertahankan rumah tangga hingga akhir hayat,” ujar Pemerhati Perempuan yang juga getol menyemangati masyarakat untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini. –ten
Ary Pramayanty menambahkan, kaum wanita dalam kehidupan keluarga menuntut kehidupan yang layak. Dalam hal ini tentunya mereka tidak akan pernah puas dan selalu akan memperbaiki kualitas hidupnya menuju perekonomian yang lebih baik. Jangan sampai di luar wah tapi keluarga berantakan. “Pada akhirnya, kita harus bersyukur memiliki keluarga yang baik sehingga ke depannya semua akan menjadi lebih baik lagi,” katanya. Digelarnya seminar dalam moment Hari Kasih Sayang (Valentine Day) ini kebetulan juga bertepatan dengan HUT ke-4 LLB. Ketua Panitia, Made Arya Amitaba yang diwakili Direktur Operasional BPR Kanti, Ketut Tantra
mengatakan, seminar ini merupakan kerjasama BPR Kanti dengan LLB yang kebetulan sedang berulang tahun yang ke-4. Kegiatan ini di-support BPR Kanti dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali. Melalui seminar ini, BPR Kanti berharap masyarakat dapat mengerti emansipasi wanita dan menyadari peran dan kedudukannya masing-masing antara pria dan wanita. “Saya berharap, Seminar Emansipasi Wanita Kekinian, KDRT dan Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan ini dapat bermanfaat bagi tugas, peran, dan kedudukan wanita dan pria sehingga keharmonisan dalam rumah tangga dapat terwujud,” ujarnya. –ten
4
Inspirasi
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Ria Enes
Muncul Lagi Bawa Misi Masyarakat, khususnya generasi 90-an tentu belum lupa dengan boneka Suzan. Apalagi ketika ia berdendang dengan suara menggemaskan lagu ‘Suzan Punya Cita-cita’. “Cita-citaku kepingin jadi dokter. Cita-citaku kepingin jadi insinyur....” Lagu yang booming tahun 93 itu akhirnya berbuah ‘HDX Award’ dalam kategori album terlaris saat itu. Dan, tentunya semua tahu siapa orang di balik suara boneka Suzan itu. Ya, dia lah Ria Enes, artis yang sejak lama menghilang seiring dengan semakin langkanya lagu anak-anak di negeri ini.
T
api belakangan Ria plus boneka Suzan muncul lagi k e p u b l i k . Ke munculan Ria ternyata membawa misi tertentu yakni menggelorakan kembali lagu anak yang kini semakin langka. Ria tidak sendiri tapi ia bersama dengan para penyanyi cilik era 90-an seperti Joshua Suherman, Tina Toon, Enno Lerian, Tasya Kamila, Leony Vitria Hartanti, Dea Imut, dll, yang pada masa itu, era 90-an, nama-nama mereka sebagai penyanyi anak sangat populer.
juang, inspirasi, dll. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi.” “Jadi kita ingin menyelamatkan lagu anak yang sudah hampir punah. Yuk, kita sama-sama lagi, yuk mendidik anak dengan lagu anak. Karena anak-anak itu kayak spons yang dapat menyerap dengan sangat cepat. Sekarang kalau mereka mendengar lagu orang-orang dewasa yang isinya galau-galau, kan kasihan banget galau-galau dari kecil. Mereka bisa menjadi generasi ‘baper’. Jadi anak-anak itu, ya, harus menyanyi lagu anak-anak,” ungkap Ria panjang-lebar.
Para mantan penyanyi cilik sedang kampanyekan save lagu anak
“Situasi sekarang ini memprihatinkan. Dulu di televisi setiap sore banyak acara-acara anak-anak, kini jarang sekali. Lagu anak juga sangat jarang. Yang ada malah sekarang anakanak menyanyikan lagu orang dewasa. Ini menjadi keprihatinan kita semua. Makanya sekarang ini kita mau membangkitkan lagi, lewat gerakan ‘Save Lagu Anak. Menempatkan semuanya pada tempatnya, anak-anak menyanyikan lagu anak-anak,” ungkap wanita bernama asli Wiwiek Suryaningsih. “Kelihatannya simple, ya. Kenapa sih lagu anak pakai ‘di-save’ segala, apa istimewanya? Aduhh, kita lupa ya waktu kita tumbuh dengan kegembiraan dengan inspirasi dari lagu menjadi semangat. Banyak lagu anak mengajarkan tentang kegembiraan, daya
Menurutnya, banyak yang merindukan maraknya lagu anak seperti dulu. Di era 60-an, 70-an, 80-an hingga 90-an, ada banyak bintang penyanyi anak bermunculan. Misalnya saja ada Adi Bing Slamet, Chicha Kuswoyo, dll, Kemudian di era 90-an, ada Joshua Suherman, Tina Toon, Tasya Kamila, dll. Setelah itu lagu anak jarang terdengar. “Kini banyak yang merindukan, tapi dimana mencarinya,” tambah wanita kelahiran Juni 1968. Bentuk kampanye selain lewat medsos, juga membuat jingle, menciptakan lagu-lagu anak juga keliling daerah menyanyikan lagu anak. Lagu-lagu anak harus ditumbuhkan kembali, dan masyarakat khususnya para orangtua harus peduli pada hal ini juga. “Istilahnya, orangtua menyediakan makanan di meja
Ria Enes
makan. Jadi anak akan memakan makanan apapun yang disediakan sekalipun makanan itu tidak sehat. Jadi orangtua yang pegang kontrol. Begitu juga lagu anak. Orangtua harus berperan menyediakannya,” tutur Ria. SUZAN DARI TUNJUNGAN PLAZA Ria sendiri sangat peduli pada anak-anak sejak dulu. Meski tidak lagi seaktif dulu sering muncul di televisi, namun dia masih terus melakukan kegiatan-kegiatan off-air untuk menghibur anak-anak. Apalagi dia juga memiliki beberapa sekolah taman kanak-kanak di Surabaya dan Malang. “Saya sampai sekarang masih di dunia anak-anak. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan entertainment anak. Saya juga mengelola playgoup dan TK Dunia Suzan di Surabaya dan Malang. Saya juga masih hadir di seminar-seminar berkaitan dengan anak,” ungkap Ria. Menurut Ria, gara-gara boneka Suzana lah ia jadi menekuni dunia anak hingga sekarang. Awalnya, Ria disela-sela kuliahnya di Universitas Dr Soetomo, Surabaya, nyambi menjadi penyiar Radio Suzana. Awalnya dia siaran bersama temannya, namun suatu ketika temannya sakit, sehingga ia pun terpaksa siaran sendiri. Saat siaran sendiri itulah dia seolah-olah ditemani anak kecil yang disebutnya bernama Suzan. Di luar dugaan, siarannya bersama Suzan mendapat respon bagus, karena Suzan begitu cerewet, nakal dan mengemas-
kan. Gara-gara tokoh ciptaannya itu, Ria dan boneka Suzan pun menjadi terkenal, dan kerap mendapat undangan kegiatan off air. “Aku nyari boneka Suzan di Tunjung Plaza, Surabaya, hahaha. Pemilihan boneka berdasarkan bayangan aku aja yakni berambut merah karena sering main panas-panasan, bukan karena bule yaa. Tapi dulu boneka yang aku beli mulutnya nggak bisa gerak-gerak, setelah itu baru ganti boneka yang mulutnya bisa bergerak. Tapi boneka yang pertama aku beli, aku simpan sampai sekarang masih ada kok,” tutur Ria yang ketika itu ia benar-benar kebanjiran manggung off air. Kebetulan Papa T Bob, pencipta lagu anak yang terkenal pada masa itu, tengah mencari penyanyi lagu anak. Akhirnya, mungkin ‘jodoh’, kebetulan ia mendengar kemampuan Ria bersama bonekanya. Maka jadilah lagu anak yang sudah diciptakannya dinyanyikan boneka Suzan. Album perdana Ria Enez (boneka Suzan) ‘Si Kodok’ tahun 1991, meledak di pasaran, begitu juga album lainnya melejit pula, termasuk album ‘Suzan Punya Cita-Cita’ yang paling laris sehingga membuahkan penghargaan. Wa l h a s i l , tawaran manggung semakin m e m b a n j i r, begitu juga tawaran sebagai bintang iklan, mengasuh ac-
ara televisi, dll. Akhirnya Ria pun terpaksa mengundurkan diri dari tempatnya bekerja sebagai penyiar radio karena terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan di luar siaran radio. Setidaknya selama kariernya di belantika musik anak, Ria telah menelurkan 12 album dari 1991 hingga 2004. Seiring dengan makin sepinya lagu anak, Ria pun perlahan menjadi jarang muncul di televisi. Tapi bukan berarti dia menghilang dari dunia anak yang telanjur dicintainya. Ibu tiga anak ini mengaku, tetap fokus pada dunia pendidikan anak. Itu sebabnya dia mendirikan ‘Dunia Suzan’ sebuah sanggar seni anak yang kemudian—karena respon masyarakat begitu bagus-- menjadi sekolah taman kanak-kanak. Hidupnya, kata Ria, mengalir saja. Dia tak merencanakan berkiprah di dunia anak karena dulu sesungguhnya ia ingin jadi psikolog. Namun jalan hidup membawanya ke arah berbeda. “Jadi hidup kita mengalir saja ya. Tuhan yang menentukan, Tuhan yang memiliki rencana dalam hidup kita. Mungkin terdengar klise, ya, tapi itu lah yang terjadi. Dulu aku kuliah sambil siaran radio, lalu ditawari menyanyi lagu anak dan terus berkiprah di sana. Ya aku jalani saja dan aku syukuri semuanya,” katanya lagi. Adanya aksi dari Joshua, Tina Toon dan lain-lain, kata Ria, sungguh membahagiakan dan ia turut aktif dalam gerakan tersebut. Gerakan ini, tambahnya, selain memarakkan kembali lagu anak juga menciptakan kesadaran di masyarakat tentang pentingnya lagu anak. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Mandalika
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
21
Rakor Penyelarasan Program Sektor Perdagangan Persaingan yang sangat ketat pada sektor perdagangan merupakan pengaruh langsung dari globalisasi yang membawa dinamika dunia ekonomi yang demikian cepat dan memiliki dampak yang luas bagi berjalannya roda pembangunan ekonomi khususnya di daerah-daerah. Peluang dan tantangan yang ditawarkan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kini menuntut semua pihak untuk dapat sukses dengan mampu merebut peluang dan tantangan tersebut serta mengatasi ancaman dari bergulirnya proses perekonomian secara terbuka ini. Kondisi ini hanya dapat disikapi dengan berani masuk dalam wilayah persaingan yang akan secara langsung menguji kemampuan bersaing guna memenangkan persaingan tersebut.
M
apan dalam perencanaan adalah salah satu kunci untuk menjawab tantangan dan menghindari ancaman dari sebuah tuntutan proses perkembangan bidang perdagangan khususnya. Untuk menyukseskan pembangunan sektor peredagangan di masa globalisasi ini, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, merasa perlu menyikapi tantangan bidang perdagangan dewasa ini dengan bijaksana sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk itulah, beberapa waktu lalu Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan seluruh Dinas yang mengurus bidang perdagangan di kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat, melakukan Rapat Koordinasi Penyelarasan Program Sektor Perdagangan antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Rapat yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. Rosiyadi Sayuti, ini merupakan forum bagi
pemangku bidang perdagangan di NTB untuk mengintensifkan koordinasi dan komunikasi guna memajukan bidang perdagangan di daerah ini. Mengambil tema “Meningkatkan daya saing UKM melalui penerapan I-Shop Lombok Sumbawa dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat”, Dinas Perdagangan NTB tampil dengan inovasi I-Shop yang akan memberi kemudahan-kemudahan dalam jalur perdagangan yang lebih luas dan terbuka. Hj. Selly Andayani, Kepala Dinas Per-
Manfaatkan Teknologi IT Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Selly juga mengingatkan tentang banyaknya potensi ekonomi perdagangan yang bisa dikembangkan yang ada di Nusa Tenggara Barat ini. Seperti bawang merah yang banyak dihasilkan di Bima. Selama ini, bawang merah hanya dijual dan didistribusikan ke luar NTB dalam bahan mentahnya saja. “Kenapa kita tidak juga memproduksi bawang goreng atau olahan lain dari bawang merah tersebut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Jangan hanya mengirim bahan mentahnya saja, melainkan produk olahan lain dari bahan mentah tersebut agar memiliki nilai tambah yang baik,” ujarnya. Karenanya ia berharap kelak, UKM-UKM juga bisa mengemas produknya seperti retail modern agar mudah diterima pasar. Selain itu, ia mengingatkan bahwa
tantangan perdagangan nasional maupun global saat ini harus dapat dijawab dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Selly mendorong agar masyarakat khususnya sektor perdagangan harus dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan, sehingga ke depannya masyarakat NTB tidak hanya menjadi konsumen semata melainkan juga bisa menjadi produsen/pelaku-pelaku pasar yang dapat menyerap tenaga kerja. “Ini peluang yang luar biasa, Dinas sektor Perdagangan, sektor Perindustrian dan juga Koperasi harus dapat memanfaatkan teknologi IT untuk membangun potensi ekonomi yang ada di NTB. Banyak anak-anak muda yang kini pandai di bidang IT, jangan sampai anak-anak kita menjadi penonton saja namun bisa bersama-sama membangun
perdagangan di daerah ini,” katanya. Meski perkembangan teknologi mampu menjawab tantangan bidang perdagangan, Selly juga mengingatkan agar kemajuan teknologi itu jangan sampai mengganggu pengusaha konvensional. Untuk itu kerjasama semua pihak diperlukan dalam hal ini guna menyukseskan pembangunan perdagangan di NTB.
dagangan Provinsi NTB yang baru beberapa bulan dilantik ini, hadir menghangatkan pembangunan bidang perdagangan dengan program inovasi yang bertajuk I-Shop (dengan menggendeng PT. Pos) ini salah satunya sebagai upaya untuk memotong mata rantai distribusi guna mempercepat dan mengefisienkan mekanisme pasar. “Nantinya dengan I-Shop ini akan dapat memutus mata rantai distribusi sehingga efektivitas dan efisiensi perdagangan dapat tercapai,” ungkap Selly. Menurutnya, I-Shop (mengintegrated shop atau toko yang terintegrasi) yang rencananya akan di-launching pada bulan April mendatang bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional ini dapat digunakan dalam semua bidang perdagangan yang berkaitan dengan perikanan, pertanian, peternakan, UKM-UKM dan lainnya. Memang diakuinya ini tidak gampang mengingat orang belum terbiasa dengan hal ini. Namun, sebagai komandan sektor perdagangan di NTB,
Selly akan berupaya semaksimal mungkin melakukan hal terbaik demi menyukseskan pembangunan ekonomi di Bumi Gora ini. Karena itulah, Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang didukung Dinas Perdagangan kabupaten/ kota se-NTB saat ini juga tengah menginventarisir UKM-UKM yang ada di NTB agar dapat mengakses I-Shop untuk kemudahannya dalam proses perdagangan. Upaya ini dilakukan agar dapat memberikan imbas langsung kepada masyarakat. Harapannya, kemudahan yang ditawarkan teknologi ini akan menumbuhkan usaha-usaha masyarakat sehingga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi keluarga-keluarga di NTB. “Salah satu upaya menekan angka kemiskinan yaitu dengan meningkatkan pendapatan masyarakatnya,” ungkap Selly. Selain itu dengan kemudahan ini diharapkan pula akan menambah jumlah eksportir-eksportir di NTB.
Menyinggung soal produk unggulan daerah, Selly meminta agar masing-masing daerah itu fokus pada produk unggulan yang benar-benar potensial untuk dikembangkan, tidak harus banyak melainkan satu atau dua saja namun fokus sesuai dengan potensi yang ada. “Saya ingin kita semua bersemangat memunculkan produk unggulan ini. Unggulan itu tidak harus banyak, tapi satu atau dua yang fokus lalu kita keroyok bersama-sama untuk mengungkitnya,” kata Selly dalam Rakoor yang dihadiri oleh
Iriani Pramuningsih, M.M., Kasubdit. Perdagangan Elektronik Kementerian Perdagangan RI ini. Demikian juga dengan petani diharapkannya agar tidak langsung puas hanya dengan menjual produk mentahnya, melainkan juga olahan/produk lain dari hasil pertaniannya itu. “Petani sejahtera. Itu yang sangat saya inginkan, bukan hanya pemilik modal yang sejahtera,” katanya. Dan dalam Rakoor ini, para peserta yang terdiri dari kepalakepala dinas dan sekretaris dinas Perdagangan kabupaten/kota seNTB, mengungkapkan keinginan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pasar Murah secara berkala seperti yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB beberapa bulan terakhir ini, guna membantu masyarakat mendapatkan harga-harga distributor menyikapi kenaikan harga yang mengikuti mekanisme pasar ini. Program ini disambut baik oleh dinas perdagangan kabupaten dan kota di NTB.
(naniek.itaufan@cybertokoh.com)
(naniek.itaufan@cybertokoh.com)
20
Nine
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Ibu Sehat Anak Cerdas
Dompu, Woja, Pajo, dan Hu’u. selain itu ada 250 paket sumbangan diserahkan pada RSUD Dompu. Ada pula lomba pengelola kelompok BKB tingkat Provinsi NTB, lomba masak serba ikan, pembinaan dan lomba-lomba lainnya. “Khusus pelayanan KB cakupan sampai bulan januari 2017 sebesar 3.817 (50,74%),” kata Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Hj. Ery Aryani H. Bambang. Kegiatan-kegiatan yang juga dilakukan oleh TP. PKK Kabupaten Sumbawa dalam rangka HKG PKK ke-54 ini telah melayani KB akseptor baru sebanyak 25 akseptor, penyelenggaraan Majelis Taklim di Mushola Wisma Daerah yang diikuti oleh 110 peserta,
Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar roadshow rutin ke seluruh kabupaten dan kota se-NTB dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi NTB. Kegiatan yang melibatkan pengurus dan kader PKK di Nusa Tenggara Barat ini dilakukan untuk menjalin silaturrahmi antar pengurus dan kader PKK sekaligus memberikan pemahaman akan pentingnya program KB dalam membangun keluarga yang sejahtera.
B
erbagai kegiatan menyertai roadshow yang dipimpin oleh Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, seperti sosialisasi, penyuluhan dan pembinaan 10 program PKK. Dalam roadshow ini dilakukan pula beberapa kegiatan lapangan seperti pelayanan KB, Di Kota Mataram, TP PKK Provinsi NTB menyosialisasikan tentang peningkatan ketahanan pangan dan upaya meningkatkan pendapatan keluarga. Tidak hanya menekankan pada pelayanan KB dan kontrasepsi jangka panjang,
berkualitas. “Sebagai pendukung program pemerintah, jika PKK sudah bergerak Insya Allah program-program yang akan kita laksanakan (termasuk KB) akan berhasil,” ujarnya. Sosialisasikan 4-Terlalu Lebih jauh di Kabupaten Sumbawa, Lalu Makrifudin menyampaikan pentingnya program kependudukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Peningkatan infrastruktur, pangan dan lain-lain jika tidak didukung oleh tingkat laju penduduk maka tidak
Hj. Syamsiah menyerahkan bantuan MM ASI di Kota Mataram
Syamsiah juga menegaskan mengenai pemberdayaan perempuan yakni dengan memperhatikan indikator yaitu hapus perdagangan wanita, hapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan masalah kesenjangan ekonomi. Hj. Syamsiah mengajak para peserta yang menghadiri kegiatan roadshow di kabupaten/kota ini untuk terus ikut serta dalam program KB dengan kontrasepsi jangka panjang. “Jika ibu-ibu mau melakukan KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang maka akan menciptakan Ibu yang sehat dan anak yang cerdas,” kata Syamsiah. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makrifudin M.Si yang turut hadir dalam roadshow di Kabupaten Dompu menyampaikan tentang pentingnya masyarakat untuk ikut serta dalam program KB. Dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program KB, maka bukan tidak mungkin Indonesia menghasilkan keluarga yang lebih sehat, sejahtera dan
akan diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Oleh karena itu, menurutnya penting bagi masyarakat untuk ikut serta dalam program KB. Program KB tidak hanya untuk mengatur jumlah kelahiran, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ia juga menyosialisasikan masyarakat untuk
Sosialisasi program KB di Kabupaten Dompu
tidak melakukan 4-Terlalu, yaitu terlalu muda menikah, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan, dan terlalu tua melahirkan. Selain itu, Syamsiah mengimbau para wanita untuk melakukan tes IVA sedini mungkin agar terhindar dari serangan kanker serviks. “Banyak wanita yang telat memeriksakan diri terkait kanker servis. Padahal jika kanker serviks diketahui sejak dini maka lebih mudah dalam pengobatannya,” ujar Syamsiah mengajak para wanita untuk sesegera mungkin melakukan tes IVA. Selain itu, ia juga meminta untuk bersama-sama menyosialisasikan program PUP (Pendewasaan Usia Pernikahan) agar dapat mengurangi kematian pada ibu dan anak, karena wanita yang berusia di bawah 21 belum siap secara mental dan fisik untuk menikah dan melahirkan. Selain itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu sorotannya. “Di musim hujan sekarang ini, penting untuk menerapkan PHBS dan pengasapan demi mengurangi resiko penyakit demam berdarah karena demam berdarah menyerang siapa saja, tidak memandang status dan umur,” ujar Syamsiah di setiap pertemuan roadshow kabupaten kota. Bersamaan dengan kegiatan yang digelar oleh TP PKK Provinsi NTB, TP PKK Kabupaten dan Kota Bima juga
Hj. Syamsiah M. Amin, saat menyerahkan bantuan bibit cabe kepada KWT di Kota Bima
Pelayanan KB di Kabupaten Bima
melaksanakan kegiatan seperti, sosialisasi advokasi materi informasi, Advokasi dan KIE program KKBPK, pelayanan KB khususnya dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Rostiati H. Dahlan menyampaikan seluruh gerakan PKK harus diarahkan pada kegiatan untuk mewujudkan keluarga yang lebih maju, bahagia, sehat dan sejahtera. “Hal tersebut nantinya tercermin dalam kehidupan keluarga yang saling asih, asah, dan asuh sebagai norma terwujudnya keharmonisan kehidupan keluarga,” ujarnya. Sementara itu TP PKK Kabupaten Dompu Mengawali laporannya, juga melaksanakan berbagai kegiatan seperti, melakukan sosialisasi dan simulasi UU No. 23 tahun 2004 di 4 kecamatan, yaitu:
pembinaan UP2K dan PHBS serta lainnya. “Kami berharap roadshow HKG-PKK ini dapat membangkitkan semangat ber-KB untuk masyarakat. Kami sangat mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui program KB,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Amien Rahmani Husni Djibril. Demikian pula dengan TP PKK kabupaten/kota lainnya yang juga menghangatkan HKG PKK ke-54 dengan berbagai kegiatan. Pada kesempatan roadshow kali ini, selain sosialisasi tentang KB, PHBS, PUP dan lainnya, TP PKK Provinsi juga membagikan bibit cabe kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di kabupaten/kota dan memberikan bantuan MP ASI untuk ibu hamil dan balita. (nanik.itaufan@cybertokoh.com)
TP PKK Provinsi menyaksikan pelayanan KB yang diselenggarakan oleh TP PKK Dompu di Kabupaten Dompu
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Toya Devasya
5
Pesona Alam Segar dan Menyehatkan Berendam di kolam air panas yang terletak di tepi danau sembari menikmati megahnya panorama sekitar berbalut kesejukan udara pegunungan menjadi pilihan menarik untuk melepaskan diri dari segala bentuk kelelahan akibat rutinitas sehari-hari.
B
erada di sini bukan hanya sekadar memanjakan diri, namun juga memberikan ketenangan serta mampu membangkitkan semangat. Dengan konsep alam terbuka
dengan penataan yang cantik dan luar biasa pada villa, airnya dan sekitarnya, menjadikan mereka yang menginjakkan kaki di areal Toya Devasya akan merasakan perubahan suasana.
Natural Hot Spring
Cyling
Setiap elemen dari interior di tempat ini nampak didominasi bahan-bahan alami, seperti kayu dan bebatuan. Tempat ini juga dihiasi berbagai pohon serta tanaman yang menghadirkan kesan istimewa, teduh dan segar. Karenanya, saat ini selain cukup banyak turis asing yang datang menikmati fasilitas Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa, wisatawan domestik pun makin hari semakin meningkat kunjungannya. Menurut CEO PT Nurani Ikrar Dharma Utama (Toya Devasya), Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University, Melbourne, Australia yang akrab di sapa Ayu ini, seluruh areal di sekitar Toya Devasya memang dikelola agar menjadi cantik sep-
Terapkan Filosofi Gajah
Kita tahu bahwa tahun lalu Toya Devasya Hot Spring & Ayurweda Spa tidak tanggung-tanggung meraih dua penghargaan bergengsi atas prestasi dalam melakukan berbagai perubahan yang mampu mengangkat kinerja Toya Devasya. Saat ditanya soal bagaimana pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan hingga berhasil diapresiasi luar biasa, Ayu mengatakan tatanan manajemennya berlandaskan pada nilai-nilai spiritual keIndonesia-an, khususnya menyerap berbagai falsafah Bali yang dipadukan dengan manajemen modern, antara transformational leadership, entrepereneurial spirit
dan business owner mentality. Mengenai dipilihnya warna ungu sebagai corporate color sebab warna ini merupakan warna spiritual. Begitu juga dengan mengambil Gajah sebagai icon Toya Devasya, karena secara spiritual memiliki makna dan filosofi sangat dalam. Ganesha berwujud Gajah yang sering disebut Batara Ganapati, katanya merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi yang maknanya memberi perlindungan dan kemakmuran. Gajah, jika diamati postur dan organ tubuhnya, masing-masing mempunyai makna dan arti yang dalam, dan pas diterapkan dalam tatanan manajemen dan tujuan
Kayaking
keberadaan Toya Devasya. Telinga gajah yang lebar dan besar, memiliki makna bahwa Toya Devasya selalu mendengarkan kritik, saran dan masukan dari para pengunjung. Sedangkan mulut kecilnya bermakna bahwa Toya Devasya tidak rakus, tetapi harus menyisakan makanan untuk yang lain. Selanjutnya, menepis kesan kalau ke Toya Devasya itu mahal, Ayu mengatakanmereka menyediakan harga khusus bagi pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Bali atau untuk pengunjung lokal. Ayu juga berbicara fasilitas lainnya yang berada satu lokasi di areal Toya Devasya yakni The Ayu Private Villa, yang juga berada dalam naungan Toya Group. Dengan
erti saat ini. Di sini, menikmati kulinari oke, spiritual oke, air panas sudah pasti yang dilengkapi dengan kesegaran alamnya. Dikatakannya, bicara alam yang mengitari kawasan Toya Devasya, orang Bali menyebutnya dengan istilah nyegare gunung (bisa melihat pantai dan gunung sekaligus), dan dipercaya menebarkan kenyamana dan suasana hati yang bagus. Mereka yang datang bisa beristirahat sekaligus disehatkan. Sehingga, lanjut Ayu Toya Devasya menjadi salah satu tempat pilihan favorit untuk melaksanakan kegiatan seperti corporate atau fam-
ily gathering, arisan komunitas, makan malam barbeque, hingga acara team building. Sementara untuk para pecinta alam dan petualangan, kata Ayu kini alam di Songan Kintamani, juga sangat luar biasa menjadi lokasi untuk dieksplor. Karenanya Toya Devasya juga melayani kegiatan petualang alam mulai dari trekking, hiking, cycling, canoeing dan 4WD black lava tours. Jika ingin menikmati kegiatan outdoor bersama keluarga, camping di Toya Devasya juga bisa menjadi pilihan terbaik dengan segala fasilitasnya. –ard
Toya Grup Jalan Puri Bening (STA) Toya Bungkah Telepon (0366) 51204 Faksimili (0366) 51205 www.toyadevasya.com, www.theayu.com
Natural Hot Spring
adanya villa ini makin melengkapi pilihan menikmati wisata alam di tempat ini. Perempuan energik yang tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007 ini juga menyampaikan jika ingin mengetahui
The Ayu Natural Hot Spring
tentang rate villa yang ditawarkan dapat menghubunginya. Ia menyebutkan terdapat tiga jenis vila, mulai dari Deluxe Pool Villa, Honeymoon Pool Villa, dan Family Pool Villa. Setiap villa tersebut dilengkapi dengan fasilitas pool. Bagi kalangan keluarga, atau grup khususnya, yang ingin lebih lama menikmati suasana alam Kintamani dapat memilih untuk menginap di sini. Baik dengan memesan villa atau memilih paket camping yang tersedia. Jika berlibur atau melakukan kegiatan di Toya Devasya, lanjut ayu promotif, momennya istimewa dan sudah pasti menjadi pengalaman yang istimewa juga. Artinya, sampaikan pada masyarakat luas jika menginginkan momen-momen tak terlupakan di Bali, entah itu sendiri, bersama teman, kerabat sahabat maupun keluarga, Toya Devasya tempatnya. - ard
6
Woman on Top
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Mambal, Abiansemal, Badung, PT Tirta InvestamaPabrik Mambal (TIV Mam bal) tidak hanya berinvestasi di Bali, namun juga turut bersinergi dengan pemer intah dan masyarakat untuk melestarikan alam dan lingkungan Pulau Dewata. Program yang dijalankan berada dibawah payung ke berlanjutan perusahaan yang disebut AQUA Lestari.
Sinergi Lestarikan Lingkungan
P
rogram ini di susun berdasarkan pemetaan sosial yang berkaitan de ngan kondisi sosial masyarakat serta analisa risiko operasi per usahaan. Proses penyusunan pro gram melibatkan para pemang ku kepentingan terkait seperti masyarakat, pemerintah desa, dan LSM. Pelaksanaan program dilakukan berdasarkan pendekat an hulu, tengah, hilir DAS secara terpadu dan berbasis masyarakat serta kearifan lokal. Ada empat pilar yang dikem bangkan dalam program ini, yakni pelestarian air dan lingkungan, praktik perusahaan yang ramah lingkungan, pengelolaan distribusi produk, dan pelibatan serta pem berdayaan masyarakat. CSR Coordinator AQUA Mambal, Ida Ayu Eka Pertiwi Sari, menyatakan sangat kon
Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
sen terhadap kelestarian yang diwujudkan dalam sejumlah pro gram Corporate Social Responsibility (CSR). Kepedulian ini tidak hanya diterapkan pada lingkungan sekitar, namun juga di beberapa kabupaten lainnya. “Air adalah core bisnis kami, karena itu kami harus turut
menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya memanfaatkanya saja. Kepedulian ini kami wujud kan dengan penanaman 47,759 pohon, 2,266 biopori, 15 sumur resapan, 70 rorak. Memberikan insentif pohon kepada 17 KK dengan jumlah pohon 656 untuk menjaga populasi pohon,” ungkap Dayu Eka yang didampingi Senior Plant Manager AQUA Bali, Forcy Tjahyana Tjandra dan Stakeholder Relation Manager AQUA Mambal, Nyoman Arsana. Dayu menambahkan selain menjaga lingkungan, program CSR juga dimanfaatkan mem bantu masyarakat sekitar. Di antaranya, membangun 15 biogas, pertanian sayuran sehat seluas 20 are, pengembangan usaha lebah madu oleh Kelompok Lebah Madu Mekar Bhuana, akses air bersih dengan teknologi hidran kepada 133 KK Br. Bukian dan 191 KK di Br. Semanik di Kabupa ten Badung. “Kami juga membantu petani di Subak Mambal, yang sering mengalami gagal panen dikarena kan serangan hama dengan mem perbanyak agensia hayati yang di lakukan di Lab Pertanian Organik. Dengan program ini petani sudah mampu menghasilkan 7 ton/ha dari sebelumnya hanya 3-4 ton/
ha,” ungkap Dayu. Tak hanya itu, hasil produksi petani juga akan dipasarkan le wat Koperasi Mambal Lestari. “Jadi petani tidak kapok, karena hasil produksinya juga kami bantu memasarkan. Kami berharap, program pelestarian lingkungan mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pen gusaha swasta. Selama ini Pemer intah Kabupaten Badung sangat mendukung program-program kami. Kami berharap ada pihak swasta yang memiliki visi misi serupa, sehingga dapat bersinergi dalam melestarian lingkungan,” ujar Dayu.
Ia menambahkan kegiatankegiatan yang dilakukan bertujuan melakukan pemeliharaan kon servasi pada daerah resapan dan tangkapan air Daerah Aliran Sun gai (DAS) Ayung secara terpadu dengan ruang lingkup konservasi, peningkatan akses air bersih, pe nyehatan lingkungan, dan perilaku hidup bersih dan sehat, serta per tanian sehat. Berikutnya mening katkan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan potensi local, meningkatkan kapasitas organisasi kelompok masyarakat, dan melakukan pengelolaan sum ber daya air DAS Ayung secara terintegrasi dan terpadu. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
Dayu saat kunjungan ke masyarakat
Tampil Menarik dengan Pola Makan Sehat
Donna Agnesia
Akibatnya, dia sempat jatuh sakit. Akhirnya secara perlahan ia mengubah gaya hidupnya dan kembali ke pola makan sehat se bagaimana disarankan dokter. Dia tetap bisa menjaga kelangsingan tubuhnya. Padahal sekarang ia bisa makan apa saja. “Kuncinya, tidak mengonsumsi berlebihan,” tambahnya. “Untuk aku, pola makan sehat
sudah merupakan keharusan. Pokoknya setiap hari harus me nyantap sayuran, buah-buahan, juga menu yang mengandung protein dan vitamin,” ungkap Domi, sapaan akrab wanita kelahiran Agustus 1988 ini. Meski sehari-hari mengon sumsi menu sehat, namun bukan berarti dia menjauhi makanan-makanan yang konon disebut sebagai makanan tidak sehat. Sekali-kali, katanya, dia juga mengonsumsi gorengan dan es krim. Sesungguhnya, tambah bintang film ‘Guar dian’ ini, dia menyukai kedua makanan tersebut. “Aku ini suka banget sama gorengan dan es krim. Tapi berusaha tidak berlebihan karena demi kesehatan,” tambah istri Ivan Handoyo ini. Hal yang sama juga dilaku kan oleh Donna Agnesia, artis yang juga presenter kondang. Ia mengaku mengatur pola ma kannya dengan baik agar sehat dan tubuhnya tidak melar. Bukan hanya untuk dirinya, tapi dia juga mengatur pola makanan sehat untuk keluarganya. “Saya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kar bohidrat seperti nasi dan lain-lain. Selain itu, juga membiasakan diri untuk tidak makan malam. Tapi jika lapar, paling mengonsumsi
buah-buahan,” ungkap Donna yang gemar mengonsumsi be ras, sayuran organik juga tempe. Selain untuk kesehat an dirinya, dia juga mengatur menu se hat untuk keluarga khususnya ketiga anaknya—Lionel Na than (9), Diego Andres (7) dan Quinesha Sa brina (5)--- yang sedang dalam masa pertum buhan. “Tidak sulit mengolah makanan un
Dominique Agisca Diyose
Selalu tampil menarik adalah dambaan semua wanita, tapi untuk mereka yang bergelut di bidang entertainmet hal itu menjadi sangat penting. Karenanya se bagian dari mereka rela untuk melakukan diet ketat untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Model papan atas yang juga aktris, Dominique Agisca Diyose misalnya, selain jarang mengonsumsi nasi, dia juga rajin makan sayur dan buah-buahan. Terbiasa mengatur pola makan, menurutnya telah di lakukan sejak remaja karena saat itu dia telah berkarier di bidang modeling. Malah dulu, apa yang dilakukannya lebih ekstrem lagi. Hal itu karena tuntutan bekerja di dunia modeling sangat keras. Menurutnya, ketika itu ada standar berat badan tertentu yang harus dipenuhi. “Standar berat badan ideal di dunia modeling itu sedikit berbeda dari berat ideal ma nusia pada umumnya. Karena aku berkarier di sana maka aku harus memenuhi itu. Jadi aku melakukan diet ketat, salah satunya adalah tidak makan nasi,” ungkap Dominique yang sejak 2006 merambah ke dunia akting.
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Maraknya rumah makan dan warung, yang tersebar di se luruh penjuru negeri menunjukan bahwa bisnis kuliner ini sangat menguntung kan. Itulah mengapa Anuryati membuat usaha di bidang kuli ner. Wanita kelahiran Lumajang 25 Desem ber 1976 ini memulai usahanya sejak Agus tus 2015.
A
nuryati membuat usaha karena ia merasa masakan daerah Gresik kurang cocok dengan lidahnya, kemudian berinisiatif untuk mem buat masakan dengan cita rasa yang lebih enak. Selain itu usahanya juga ber sih, sehingga pengunjung merasa nyaman saat menyantap maka nan. Salah satu menu andalan warung Bu Ani adalah sop bun tut, hanya dengan Rp 29.000 bisa merasakan nikmatnya ma kanan spesial itu. “Untuk sop buntut memang banyak yang minat, harganya juga sesuai de ngan porsinya,” kata Anuryati. Rela menunggu menjadi hal biasa
19
Makan Siang Gratis Semangka di RM Bu Ani, hal tersebut terba yar lunas dengan cita rasa mantap dan harga yang membuat dompet kita tersenyum ceria. Berbagai macam makanan siap menemani makan siang Anda diantaranya ikan gurame, bebek, dan rawon. Harga makanan dibandrol mulai dari Rp 22.000 - Rp 29.000. Untuk mendirikan usahanya wanita yang hobi memasak ini memerlukan modal Rp 100 juta, dalam per bulannya ia bisa mer aup omzet sekitar Rp 85 juta-Rp 90 juta. Uniknya RM ini juga me nyediakan irisan buah semangka gratis yang siap disantap. “Biar semakin lengkap, kami juga mem berikan buah semangka untuk
Bu Ani
cuci mulut secara gratis,” ujarnya. Saat ini RM Bu Ani terletak di kawasan Cangkir Driyorejo, Gresik. Dalam melakoni usahanya ibu 6 anak ini pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis, na mun tak menjadikan perempuan bertubuh putih ini putus asa,
melainkan terus berusaha. Menjalankan usaha tak selalu mulus, namun banyak kendala yang terjadi. Seperti yang dialami wanita yang berumur 40, ia men galami hambatan salah satunya dari harga. “Biasanya dari harga yang baru naik sedikit, konsumen
banyak yang mengeluh,” ung kapnya. Walau masih terbilang baru, Anuryati berharap untuk kedepanya bisa punya tempat sendiri. Karena saat ini ia masih menyewa dan bisa buka ca bang baru khususnya di kawasan Gresik. (Nely Agustin Elsita Farudila)
Bisnis Permak Menjanjikan Keuntungan
tuk anak-anak, mereka suka ikan, daging juga ayam, sayur bayam. Jadi itu semua tinggal divariasikan saja agar tidak bosan,” kata istri Darius Sinathrya yang mengaku suka sayuran, daging, dan ikan ini. (dianaruntu@ cybertokoh. com)
Celana atau baju yang robek, kebesaran atau apapun kini tak perlu lama berdiam diri di lemari. Karena penjahit permak sudah siap membantu mem perbaikinya. Cukup memakan waktu 15 menit hingga 1 jam. Semua jenis pakaian bisa Anda kenakan lagi. Salah satu supervisior Laris Permak, Heny Khristian, me
lihat permak sebagai peluang bisnisnya. tak jarang orang mem buka usaha tersebut. Apalagi pada saat ini, semua serba online dan mudah didapat. Banyak orang lebih memilih membeli pakaian di online, meski detail pakaiannya sudah dijelaskan. Tapi ternyata ada yang kebesaran, bentuknya kurang bagus, dan lain-lain. Walaupun belum pernah ber
pengalaman menjadi seorang enterpeneur tak menjadikannya patah semangat. Wanita kelahiran Surabaya ini, menjelaskan, modal usaha yang ia gunakan tak ter hitung. “Modal kan hanya value, semua itu tergantung dari per alatan yang disediakan. Apapun usaha yang kita rintis, modal itu akan mengikuti,” kata perempuan setengah baya itu.
Jasa permak ini mulai 2016 lalu. Saat ini, bisnisnya dipadati customer . “Biasanya kalau orangorang habis belanja di butik sebe lah, pasti langsung dibawa kesini,” tambahnya. Minat konsumen den gan adanya Laris Permak, orang ada pilihan dia mau memperbaiki kemana,” ujarnya. Semua tergantung dari keahl ian masing-masing pekerja. Se makin mereka kerjanya bagus, lebih teliti, rapi, itu yang dicari konsumen. Rata-rata pelanggan nya dari kalangan menengah atas. Selain itu, Laris Permak dikelilingi beberapa apartemen mewah. Itulah ala san wanita yang hobi travelling ini mendi rikan usaha permak di PTC. Meski persaingan bisnis semakin ketat, dia memiliki cara sendiri untuk menga tasinya. Salah satunya, selalu berinovasi da lam bentuk pakaian. “Selain mereka bawa contoh sendiri, kami juga menyediakan be berapa contoh baju. Jadi pelanggan bisa memilih model paka ian yang ia inginkan,” ujar Heny sambil terse nyum.
Untuk masalah omzet, ia agak sensitif. Perusahaan jasa tak boleh dipatok nilai, karena ia menyediakan jasa dan tak bisa diprediksi. Tidak sedikit kendala yang dia alami saat menjalani bis nisnya. Diantaranya, konsumen yang sering complain. Nama Laris Permak send iri diambil dari bahasa arek Suroboyo. Karena menurutnya, nama harus mengandung doa. Ia berharap usaha ini bisa maju dan lancar serta ingin membuka ca bang dan memperbanyak model baju. (Fiqhy Farizh Ferdiansah)
18
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Konservasi Lontar Selamatkan Manuskrip dari Kepunahan
UPTD Gedong Kirtya merupakan sebuah perpustakaan lontar warisan budaya leluhur dengan substansi dan tahun pembuatan lontarnya sangat bervariasi. Sampai saat ini UPTD Gedong Kirtya memiliki koleksi lontar sebanyak 1757 judul terdiri atas 800 judul yang telah ada salinan dan yang belum ada salinan 957 judul.
S
ebagai warisan yang tidak ternilai harganya, keberadaan museum Gedong Kirtya mendapat perhatian dari pemerintah. Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.. Menurutnya, untuk menambah koleksi lontar, UPTD Gedong Kirtya menggali informasi di masyarakat yang menyimpan lontar. “Sebagian besar naskah masih tersimpan atau dimiliki masyarakat awam. Sebagian lagi terdapat di lembaga-lembaga
pusat dan daerah, serta lembagalembaga adat,” jelasnya. Tastra Wijaya juga menambahkan lontar merupakan dokumentasi budaya masa lampau dan merupakan benda yang sangat bernilai. Isi yang terkandung dalam manuskrip lontar begitu bermanfaat seperti tentang mantra, keagamaan, pengetahuan tentang astronomi dan astrologi (wariga), pengobatan tradisional (usada), prosa, kekawin, kidung, sejarah, cerita-cerita, dan lain-lain. Maka itu upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan lontar juga harus menjadi perhatian semua pihak. “UPTD Gedong Kirtya secara berkala mengunjungi masyarakat untuk memberikan pengarahan tentang tata cara perawatan, penyimpanan lontar dan terkadang pemilik mepercayakan
Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.
lontar miliknya untuk disimpan di UPTD Gedong Kirtya seperti yang dilakukan oleh Bapak Gede Neca yang berdomisili di Jalan Samosir I/4 Singaraja,” imbuhnya. Mengingat begitu pentingnya peninggalan tersebut terhadap pengembangan kebudayaan nasional, sehingga diperlukan suatu penanganan khusus terhadap manuskrip lontar agar terhindar dari kepunahan, karena usia manuskrip yang cukup tua dan tidak akan bertahan lama apabila tidak dipelihara dengan baik. Konservasi lontar dilakukan sebagai upaya menyelamatkan manuskrip dari kehancuran. Beberapa kegiatan konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkan fisik lontar dari kerusakan dan kehancuran di antaranya pemeliharaan lontar dengan membersihkan noda
atau kotoran. Pembersihan pada lontar dapat dilakukan dengan menggunakan minyak tanah yang dicampur serbuk arang kemiri dioleskan dengan bantuan kapas. Salah satu cara yang paling penting untuk mencegah kerusakan manuskrip lontar adalah dengan melakukan penyimpanan yang benar. Lontar dapat disimpan dalam kotak-kotak kayu atau keropak Di dalam keropak tersebut sebaiknya diletakkan silica gell untuk menjaga agar kelembaban tempat penyimpanan selalu kering. “Upaya konservasi manuskrip lontar bertujuan agar manuskrip lontar selamat dari kepunahan, karena usia manuskrip yang cukup tua dan tidak akan bertahan lama apabila tidak dilakukan upaya konservasinya,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Buleleng Bangun Tiga RTH Perkembangan sebuah kota seharusnya seirama dengan kebutuhan dan pertumbuhannya pun harus direncanakan secara tepat demi tercapainya kenyamanan dalam lingkungan yang sehat. Salah satu untuk dapat membentuk kenyaman tersebut dengan menyeimbangkan antara ruang terbangun dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara proporsional. Hal tersebut juga yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menciptakan kenyamanan dan lingkungan yang sehat di tengah semakin padatnya penduduk dan menyempitnya lahan hijau. Menurut Ni Wayan Surattini, Pelaksana Tugas Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, pembangun RTH sebagai salah satu upaya menciptakan tempat yang representatif digunakan berkumpul bersama keluarga. “Biasanya taman kota selalu menjadi pilihan keluarga untuk
berkumpul tapi saat ini taman kota seperti sudah semakin sesak sehingga perlu dibuatkan tempat semacam itu lagi,” jelasnya. Terdapat tiga lokasi di kota Singaraja yang akan dibangun menjadi RTH yaitu RTH Kampung Tinggi, RTH Sukasada, dan RTH Banyuasri. Proyek yang telah direncakan sejak tahun 2015 tersebut sempat terganjal status aset dan penentuan lokasi. Dari tiga lokasi, dua di antaranya telah dilakukan pembangunan secara bertahap di RTH Kampung Tinggi dan Sukasada. Surattini mengungkapkan untuk sampai pada tahap finishing, rencananya proyek tersebut akan berakhir 2 hingga 3 tahun ke depan. “RTH Kampung Tinggi akan melanjutkan finishing, sedangkan RTH Sukasada perlu waktu yang lebih lama karena memang tanahnya masih sangat mentah dari segi kontur sehingga perlu dilakukan penataan dan pemerataan dulu,” imbuhnya. Satu lokasi RTH di Banyuasri juga akan segera direalisasikan
tahun ini, setelah sempat terganjal status aset. Proyek yang dianggarkan miliaran rupiah ini akan dilakukan hingga finishing. Perempuan kelahiran 2 Januari 1967 tersebut menambahkan, RTH Banyuari baru bisa direalisasikan setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi sehingga muncul keputusan pada tahun 2016 aset tersebut diperkenankan untuk dimanfaatkan dengan status pinjam pakai. “Perencanaanya sudah dibuat tahun lalu, sekarang di review. Sudah selesai langsung lanjut ke fisik sampai finishing,” sebutnya. Sesuai perencanaan, RTH seluas 24 are itu akan dilengkapi dengan jogging track, stage, dan beberapa patung. Itu nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berolahraga. Selain itu, masyarakat juga
dapat menggunakan stage untuk band-band indie perform untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. “Rencana ke depan juga akan dilengkapi dengan tempat kuliner sehingga akan menjadi tempat yang representatif untuk keluarga,”
ucapnya.(wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Ni Wayan Surattini
Mediterranean Bali Cabang Singaraja Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SMK Negeri 1 Singaraja oleh LSP 3 Pariwisata Bali
Kampus Manager bersama perwakilan guru dan alumni smk N 1 Singaraja, serta para Asessor dari LSP 3 Pariwisata Bali ketika memberikan sertifikasi kompetensi di kampus Mediterranean
Rusma Ari Santhi menambahkan jika kuantitas SDM melimpah namun jika tidak dikelola dengan baik kualitasnya, justru akan menimbulkan problem tersendiri. Bagi pengusahan dan industri, memiliki pegawai yang bersertifikat adalah aset dalam persaingan bisnis. “Saat ini sertifikasi sangat penting,
ketika lulus nanti mereka akan dapat pengakuan dari industri di tempatnya bekerja,” imbuhnya. Lanjut kata perempuan berparas ayu tersebut, alumni dari SMK N 1 Singaraja telah banyak sukses berkarier melalui proses pendidikan di Mediterranean Bali. “Kami ingin mengajak siswa-siswi SMK 1 singaraja
Dari Denpasar Bali, pesawat mendarat mulus di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima siang itu. Di antara ba nyak penumpang yang turun dari tangga pesawat, ada seorang perempuan bertubuh ramping mengibas rambutnya yang panjang. Di balik kaca mata hitam, pandangan nya mengitari seluruh areal bandara. Seperti ada kerin duan terpancar dari raut wajahnya. “Ini kepulangan saya yang pertama sejak tahun 1995 lalu meninggal kan Bima,” ungkap perem puan itu. Ada kisah masa lalu pahit yang tertinggal di Bima kemudian diceritakan de ngan lugas oleh perempuan bernama Ayudia (28) ini.
D
ua puluh dua tahun yang lalu, ketika ia berusia enam hingga tujuh tahun, Ayudia hidup dalam penderitaan di bawah asuhan ibu tirinya. Tubuh kecilnya yang kurus kering kala itu, harus menanggung beban derita akibat rasa dendam sang ibu tiri pada ibu kandungnya. Dengan mata berkaca-kaca, Ayudia menceritakan kisah hidupnya sepanjang
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
bergabung dan juga SMA/ SMK yang lain karena kami telah sukses menjembatani mereka meraih cita-cita dan impian besar untuk sukses diusia,” pungkasnya. Sementara itu, Certification Manager LSP 3 Pariwisata Bali Kadek Wira Adi Saputra mengungkapkan dengan sertifikasi yang dilakukan diharapkan memberikan bekal kompetensi dalam dunia kerja. Siswa yang dinyatakan Kompeten akan mendapat sertifikat sedangkan yang belum kompeten akan direkomendasikan kepada pihak sekolah untuk di-upgrade ketrampilannya. “Assesor yang kami libatkan adalah yang berpengalaman dibindang teori maupun praktek yang telah berada pada level manager, sehingga hasil sertifikasinya bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Kadek Agus Jaya Pharhyuda selaku guru SMK N 1 Singaraja berharap hasil dari sertifikasi dapat menjadi umpan balik bagi siswa dan guru-guru untuk lebih meningkatkan kompetensinya. “Melalui Sertifikasi anak-anak nantinya bisa membuktikan apa yang didapat di sekolah baik secara teori maupun praktek,” pungkasnya. -win
7
Bebas setelah Kelas Tiga SD perjalanan menuju ke rumah ibu kandungnya di salah satu desa di Kabupaten Bima. Sesekali pandangannya menerawang jauh menatap langit. Pernikahan ibunya dengan ayahnya memang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan istri pertama ayahnya. Sebagai pemuda desa, ayah Ayudia terbilang tampan. Ia bertemu dengan ibu Ayudia pada sebuah pementasan orkes biola yang digelar di rumah pengantin di desa ibunya Ayudia yang tidak terlalu jauh dari desa asal ayahnya. Sudah menjadi kebiasaan dari ayahnya Ayudia, untuk mendatangi pergelaranpergelaran biola yang bisa dilakukan saat ada orang menikah di Bima. “Ibu bertemu ayah di sana,” ungkapnya. Singkatnya, dari sanalah keduanya menjalin hubungan hingga akhirnya menikah diam-diam sampai lahirlah Ayudia. Namun, bagaikan bangkai, serapat dan serapi apapun disimpan, suatu saat baunya akan tercium juga. Begitulah yang kemudian terjadi pada keduanya. Selama lima tahun mereka menyimpan dan menyembunyikan pernikahan tersebut, akhirnya ketahuan juga. “Ribut-ribut tidak bisa dihindari terutama antara ayah dan istri pertamanya. Termasuk ayah dan ibu saya juga terus menerus bertengkar,” kata Ayudia. Ia mengaku tidak mengetahui
Sudut Pandang
Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Buleleng Tantangan pengembangan di sektor pariwisata dinilai sangat kompleks, mulai dari ketatnya persaingan, tuntutan konsumen, serta pengaruh globalisasi. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan professional di bidang pariwisata, maka peran lembaga pendidikan dan pelatihan menjadi sangat menentukan. Guna mengantisipasi persoalan tersebut, Mediterranean Bali cabang Singaraja menekankan pengembangan SDM pariwisata pada penguasaan kompetensi masing-masing agar dapat bersaing ditingkat regional, nasional bahkan ditingkat internasional. Menurut kampus manager Komang Rusma Ari Santhi, S.Pd.,M.Pd., melalui sertifikasi kompetensi yang melibatkan siswa kelas XII (83 orang) dari program Usaha Perjalanan Wisata SMK Negeri 1 Singaraja, Mediterranean ingin memfasilitasi siswa-siswi seluruh SMK di Buleleng untuk disertifikasi. “Kami tidak hanya berkecimpung dalam pelatihan ke kapal pesiar tetapi juga kami punya lembaga sertifikasi yang bekerjasama kuat dengan LSP 3 Pariwisata Bali,” paparnya (Jumat, 3/03). Kegiatan yang berlangsung di gedung lantai III kampus setempat, melibatkan 3 Assesor dari LSP 3 Pariwisata Bali dengan menguji skema ticketing.
Life Story
apa yang dipertengkarkan kala itu karena usianya masih empat tahun. Hanya ia masih ingat istri pertama ayahnya sempat datang melabrak ibunya dan pertengkaran hebat terjadi hingga mengundang perhatian warga sekitar. Lalu ia tahu hubungan ayah dan ibunya terus merenggang. Sampaisampai pertengkaran terus berlanjut hingga mereka memutuskan untuk berpisah. “Ayah mendapat tekanan dari istri pertamanya yang meminta agar ayah menceraikan ibu saya,” ujarnya. Akan tetapi ayah Ayudia tidak ingin menceraikan ibunya melainkan membiarkan perkawinan tersebut menggantung. “Ayah jadi jarang pulang ke rumah ibu,” katanya. Pada suatu ketika, ayahnya membawa Ayudia ke rumah istri tuanya. Seingat Ayudia, sejak itulah ayahnya tidak mengunjungi ibunya lagi. “Beberapa kali ibu datang untuk meminta saya kembali, ayah tidak mengizinkannya,” ujar Ayudia. Sejak itulah dimulai kisah pahit Ayudia kecil. Sebagai anak yang baru berumur belum genap enam tahun kala itu, beban Ayudia sungguhlah berat. Ia harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga di bawah tekanan ibu tirinya. Ia harus mengangkat air bersih dari jarak yang lumayan jauh dari rumahnya, ia juga harus ikut mencuci piring dan peker-
jaan rumah lainnya. Tubuhnya kurus kering dengan rambut acak-acakan tak terurus. Penderitaan Ayudia ditambah lagi dengan ia harus menanggung siksaan dari ibu tirinya. Para tetangganya pun menceritakan hal tersebut. “Kasian sekali Ayudia saat kecil. Oleh ibu tirinya, ia kerap dipukul, dijambak hingga siksaan-siksaan fisik lainnya,” ujar Tami, salah seorang tetangga dari ibu tiri Ayudia. Kala itu, para tetangga hanya bisa menegur ibu tiri Ayudia yang melawan semua orang yang menegurnya. “Saya bahkan pernah melihat Ayudia kecil diseret ibu tirinya hanya dengan memegang rambut Ayudia. Pokoknya kasian melihat kondisinya dulu,” ujar Tami. Siksaan-siksaan seperti itu kerap diterima Ayudia akibat ia kerap kencing dan berak di celana karena di usianya yang masih sangat kecil itu ia hidup tertekan dan ketakutan pada ibu tirinya. “Kalau ingat saat Ayudia disiksa ibu tirinya dulu, tidak tega saya mengingatnya kembali,” kata Tami. Para tetangga yang mencoba menolongnya seakan tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk bisa menyelamatkannya karena ayahnya sendiri seperti tidak peduli. “Malah terkadang ayahnya juga ikut-ikut menyiksanya,” ujar Tami. Mendengar keadaan Ayudia
dari para tetangga, ibu kandungnya sering sekali datang memohon-mohon untuk dapat membawa Ayudia, namun tidak diizinkan. Ayudia menjalani hidup yang sangat menakutkan selama lebih kurang empat tahun. Sampai saat ia masuk sekolah –terlambat di usianya sudah delapan tahun- Ayudia tumbuh menjadi anak yang kata-katanya kasar. “Bagaimana tidak kasar, di rumahnya ia selalu mendengar umpatan ibu tirinya,” ujar Tami yang yang prihatin. Sampai saat ia duduk di kelas tiga sekolah dasar, barulah ayahnya mengizinkan Ayudia dibawa oleh ibu kandungnya yang kemudian memilih tinggal di Bali karena ia bekerja di sana. “Tetangga semua merasa lega waktu itu melihat Ayudia pergi bersama ibu kandungnya,” kata Tami. Itulah saat di mana Ayudia terbebas dari tekanan batin dan siksaan fisik. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti ibunya. Ia memilih tinggal di Bali dan bekerja serta menikah di sana. Ia pulang ke kampung halamannya untuk menengok keluarga ibunya. “Rencananya saya ingin mampir di rumah ayah,” ujarnya tersenyum kecil. Ia tampaknya tidak ingin mengingat masa lalunya dan ingin bertemu dengan ayah dan ibu tirinya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com).
Tips Pola Makan Sehat
Pola hidup sehat sudah menjadi prioritas saat ini. Bukan karena mengikuti tren agar terlihat kekinian tapi sudah menjadi pilihan hidup. Selain dari pengalaman pernah terserang penyakit sehingga Chandra harus berhati-hati dalam memilih makanan, ia juga banyak membaca bukan dan mendengar info tentang kesehatan dari berbagai sumber. Pemilik nama lengkap Putu Diah Chandra Dewi, S,H., M.Kn. ini tidak punya asisten rumah tangga dan terbiasa mempersiapkan semua keperluan makannya sendiri. Sebagai wanita karier, yang terbiasa dengan kerja cepat dan instan, Chandra memilih membuat makanan yang simpel ra Dewi nd namun sehat setiap harinya juga rajin membawa lunch box ha C h ia D Putu saat bekerja. Menurut Notaris – PPAT di Badung, pemerhati masalah kesehatan dan lingkungan serta kolktor cangkir ini , ia tentu harus pintar juga membagi waktunya. Chandra bisa lebih menghargai makanan yang dibuatnya sendiri. Selanjutnya ia pun membuat perencanaan agar hidupnya lebih mudah. Misalnya, saat membeli bahan makanan ia sudah memikirkan apa saja dan tahan berapa lama, agar tidak terbuang percuma. “Saya melewati proses dari berpikir akan membuat apa, membelinya, hingga membuat dan mengolahnya sendiri. Saya sering mengunggah makanan yang saya buat di sosial media sebagai bentuk penghargaan terhadap diri saya sendiri,” tutur Chandra, yang sebelumnya menyukai kuekue yang manis dan memiliki kalori tinggi buatannya sendiri. “Karena itu juga, saya tahu semua takaran dan apa yang terkandung di dalamnya. Saya masih suka membuat kue sampai saat ini, namun saya mengganti bahannya dengan bahan yang lebih sehat dan rendah gula,” imbuhnya. Chandra menyampaikan dirinya memilih makanan organik, karena lebih sehat, terbebas dari pestisida dan efeknya lebih aman bagi tubuh, meski diakuinya terkadang masih mengonsumsi makanan non-organik. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak pestisida, akan tersimpan di dalam tubuh. Semakin lama tertimbun bisa menimbulkan keracunan termasuk berbagai macam penyakit. “Saat ini, di berbagai tempat banyak kita temukan produk organik bahkan ada tempat khusus yang menjual produk organik. Walaupun, produk organik lebih mahal, tapi sebanding dengan hasil yang didapat,” ujarnya. Sejak menjalani program hidup sehat, daya tahan tubuhnya semakin kuat, tidak mudah capek, dan terbantu mengeluarkan racun dalam tubuh. “Saya juga tidak pernah bingung menentukan pilihan makanan jika saya sedang berada di luar rumah atau di acara tertentu. Saya sadar kalau makanan organik dan non-organik memiliki plus- minus. Dari yang pernah saya dengar salah satunya adalah tentang kandungan gizi dalam makanan organik dan non-organik itu sama saja,” katanya Namun bagi Chandra apa yang telah dijalaninya membawa manfaat bagi tubuhnya. Pola makan yang dijalani mulai dari makan pagi pukul 10.00. Ia meminum 1 liter air berisi perasan jeruk lemon sebelum makan pagi. Berikut beberapa pilihan makan pagi Chandra: 1. Telur rebus yang dimakan putihnya saja sebagai protein, 2. Energy ball (campuran kacang almond, buah-buah kering dan biji-bijian yang diblender, kemudian dibentuk bola dan dibalut dengan bubuk kokoa atau kelapa parut), 3. Chia pudding (chia seeds direndam dengan susu almond semalaman) ditambah dengan strawbery yang dihaluskan dan ditaburi granola (gandum yang dipipihkan sebelum dikeringkan, biji-bijian dan kacang-kacangan), 4. Buah alpukat yang dimakan dengan raw honey (madu murni) 5. Roti gandum diolesi dengan pumpkin paste (pasta labu olahan sendiri) diberi potongan buah-buahan (kiwi, strawberry, pisang).
Untuk pilihan makan siang, biasanya saya membuat : 1. Salad hijau ditaburi saus buatan sendiri, steam tahu dan orak-arik steam tempe 2. Nasi merah, satu lauk, semangkuk sayuran, dan telur rebus 3. Quinoa dan ayam rebus serta salad wortel atau kubis ungu, 4. Sup labu berisi daging sapi dimakan dengan pita bread 5. Onigiri (nasi dibentuk segitiga berisi ikan salmon di dalamnya dan rumput laut di luarnya). Cemilan sore hari pilihan Chandra : 1. Pisang dipanggang ditaburi madu dan almond sliced, 2. Gluten free cupcake (mengunakan bubuk kokoa), 3. Tortila isi alpukat, 4. Crackers gandum diolesi pasta basil dan ditaburi buah-buahan 5. Jelly tanpa rasa atau semangkuk buah-buahan. Sedangkan pada malam hari nya, Chandra berhenti mengonsumsi makanan dan memilih untuk meminum green juice (kale, pok choy, kyuri, lemon). Tips dari Chandra Jangan pernah mengabaikan makan siang. Berikutnya ada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu kita bisa bebas memilih makanan apa saja yang kita suka, asal diimbangi dengan olahraga serta makan yang berimbang. Jika siangnya sudah makan semangkuk bakso maka malamnya diimbangi dengan semangkuk sayuran. “It’s true: you are what you eat,” tandasnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
8
Bunda & Ananda
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Memanah sebagai Terapi Konsentrasi Memiliki anak yang istimewa membuat orangtua harus memberi perhatian istimewa. Hal ini bertujuan agar kemampuan yang dimiliki si anak bisa tersalurkan dengan baik sedangkan orangtua bisa memberikan pendampingan yang tepat. Hal ini diungkapkan Evi dan Sidyq yang putranya, Vito (11 tahun), mengalami ADHD. ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian.
“K
ami sudah konsultasi ke empat psikolog ternyata semua jawabannya sama. Putra kami mengalami ADHD. Awalnya sempat ada fase penolakan. Mengapa anak kami seperti ini. Penampilan fisiknya normal, namun dia tidak bisa memusatkan perhatian untuk waktu yang lama. Kalau orang menganggap anak seperti ini anak yang berkebutuhan khusus, bagi kami anak ADHD itu anak istimewa. Hal yang terpenting adalah perhatian dari orangtua
sekaligus bisa mengetahui dan mengarahkan kemampuan si anak,” ujar Evi. Ia pun menuturkan putranya sempat dua kali pindah sekolah. Di sekolah sebelumnya, ia merasa tertekan dan kerap menjadi korban bullying. Vito pun bercerita kepada orangtuanya tentang apa yang ia alami. Sebagai orangtua, Evi pun berusaha mencari solusi, diantaranya konsultasi dengan guru. Namun, karena lingkungan yang tidak nyaman ini membuat Vito merasa tertekan, ia pun
dipindahkan ke sekolah lain. Di sekolahnya yang ketiga di Madania Center, Vito menemukan kenyamanan. Konsep sekolah yang lebih mengutamakan pengasahan ketrampilan ini membuat Vito bersemangat. Pelajaran formal tetap diberikan tetapi hanya yang masuk ujian nasional. Selain itu, Vito juga ikut latihan melukis, memanah, dan bermain musik. Memanah kini menjadi kegiatan favorit Vito. Ia bergabung dengan klub “Jepun Bali Traditional Archery ”. “Awalnya
Konsentrasi pada Satu Aktivitas sampai Tuntas
Bunda Agus
Anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan, memang kebanyakan fokusnya pendek. “Untuk itu, diagnosanya harus jelas dulu, setelah tahu itu baru bisa menentukan intervensinya seperti apa. Sehingga treatment yang dilakukan tepat. Karena masing-masing anak cara penanganannya berbeda walaupun sama-sama memiliki fokus yang pendek,” ungkap Agus Binti Khoiriyah, S.Psi., CHt., CI., M.NLP. Kecenderungan anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan, tidak hanya mengalami gangguan motorik karena kurangnya oksigen di otak, seluruhnya berpengaruh pada perkembangannya. Bunda Agusdemikian sapaan akrab pemilik Madania Center ini memberikan contoh dua anak didiknya. “Kedua anak ini sangat aktif tapi fokusnya kemana-mana. Aktif atau tidaknya anak sangat dipengaruhi oleh sistem saraf mereka. Banyak faktor yang mempengaruhi, tak
hanya dilihat dari sisi,” imbuhnya. Terkadang banyak orang beranggapan bahwa makanan tidak ada pengaruhnya dengan rentang konsentrasi, fokus pada anak, dsb. Jawabannya pasti ada. Jika bertanya pada ahli gizi, kenapa kita makan ada nasi, daging, sayur, dsb., karena ini saling melengkapi. Jika sekarang, kecenderungannya kesukaan, pembiasaan dan pola. Untuk bergerak, bagi anak yang tak mengalami gangguan perkembangan atau perilaku, ia akan mudah meniru. Tetapi bagi anak yang mengalami gangguan tersebut, hiperaktivitasnya tinggi, rentang konsentrasinya pendek, ada gangguan pada motoriknya, harus diperbaiki tak hanya sistem fisiknya, tapi juga sistem di saraf. Bagaimana melatih konsentrasi anak dalam kehidupan sehari-hari? Bisa dibiasakan mulai dari masuk sampai pulang sekolah. Anak tahu urutan/tahapan masuk sekolah. Atau di rumah, mulai bangun tidur anak tahu tahapannya, dan bisa menceritakan kronologisnya. Jika anak tak bisa berbicara, bisa diceritakan dengan gambar. “Ini bisa untuk melatih anak fokus terhadap sesuatu,” ujar Bunda Agus. Jika dengan motorik, bisa dengan melukis, mewarnai, atau satu aktivitas lain yang dilakukan sampai tuntas. Pada anak yang fokusnya pendek, dia tak akan fokus melakukan sesuatu, ada jeda. Di situlah kita harus ingatkan lagi, jeda, ingatkan terus, demikian tahapan-tahapannya, dan harus sampai tuntas. Jika sampai tidak tuntas, mulailah dari gambar yang kecil dulu tapi sampai tuntas, yang sedang, sampai akhirnya
yang besar. Hal ini berkaitan juga dengan daya juang, stres, dan melatih kesabaran pada anak. Bagi anak biasa, hal itu mudah, tapi bagi mereka dengan gangguan itu menyiksa. Disini perlu pemahaman, apa yang membuat
Griya
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Bale Bali Bangunan Tahan Gempa? Secara geologis, Indonesia terletak pada jalur ring of fire, yakni daerah yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya gempa bumi. Karena itu dalam merancang sebuah bangunan, hal ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan.
Vito sedang latihan memanah
dia ikut latihan di sekolah. Lalu dapat info, ada klub panahan tradisional. Ternyata Vito senang. Selain sebagai terapi untuk melatih konsentrasinya,
ia juga bisa bersosialisasi dengan teman-teman baru,” jelas Evi yang bersama Sidyq giliran menemani Vito latihan panahan.
demikian, apakah motoriknya yang lemah? Memang fokusnya pendek, tapi kalau daya juangnya bagus, anak akan bisa menyelesaikannya. Tapi jika fokus pendek dan daya juangnya lemah, anak akan susah. Itulah yang membedakan treatmen dan bagaimana mengarahkannya pada mereka. Panahan menjadi salah satu olahraga yang direkomendasikan dan bisa menjadi terapi bagi siapa pun yang memiliki konsentrasi/fokus pendek, terlebih bagi
anak yang mengalami gangguan perkembangan. Karena, dalam olahraga ini dituntut bisa mengkoordinasikan segala sesuatunya baik motorik, mata, auditori, dsb. “Dalam panahan, selain konsentrasi penuh juga memerlukan koordinasi, kekuatan, kesabaran, ketelitian dalam membidik, melatih kepekaan/rasa. Sama dengan berenang, semua bergerak dan terkoordinasi. Ini untuk menstimulasi,” ujarnya.
(ngurahbudi@cybertokoh.com)
(inten.indrawati@cybertokoh.com)
Mendongeng Lima Menit
MENGGAPAI UJUNG LINGGA
Dua orang batara kakak-beradik, Brahma dan Wisnu, berbincangbincang dalam sebuah pertemuan. Mereka berdua teringat akan nasihat orang-tuanya agar selalu rukun dan tidak menyombongkan kesMade Taro aktian masing-masing. Namun, entah setan apa yang menggoda, tiba-tiba Batara Brahma berkata, “Hai, Wisnu! Yang kau pelihara itu ciptaanku! Tanpa ciptaanku, tak ada yang kau pelihara.” Wajah Batara Wisnu seketika merah-padam. Ia tidak mengira perbincangan itu berbelok ke arah mengunggulkan diri dan merendahkan lawan. Maka ia pun membalas, “Apa artinya ciptaanmu, kalau tak ada yang memelihara? Setiap hari kupancarkan cahaya matahari, kuembuskan udara segar dan kusiramkan air, sehingga tumbuh-tumbuhan, hewan dan segala yang kau ciptakan itu hidup lestari. Tanpa pemeliharaanku, segala yang kau ciptakan itu mati dan musnah.” “Ha, ha, ha…! Kau lupa, aku adalah pencipta! Aku dapat menciptakannya lagi setiap saat,” tangkis Batara Brahma. “Akan kubiarkan terbengkalai, sehingga mati dan musnah!” balas Batara Wisnu. Kedua batara yang mengaku sakti itu tak ada yang mengalah. Mereka berubah congkak, dan saling menghinakan kesaktian lawan. Akhirnya keduanya adu kekuatan. Saling dorong, saling banting dan saling merobohkan. Kemudian lanjut dengan saling tindih dan saling cekik. Ketika napas kedua petarung itu sesak, tiba-tiba terdengar suara gaib dari langit. “Hai, Batara-batara
yang sombong! Bertindaklah kesatria! Buktikan siapa di antaramu yang tersakti! Lihatlah sebuah lingga batu yang terpancang di sebelahmu!” Kedua batara yang tengah bergumul itu terkagumkagum memandang sebatang lingga batu yang tiba-tiba berdiri tegak. “Barang siapa yang terlebih dahulu berhasil menggapaikan tangannya pada ujung lingga itu, dialah yang tersakti!” Seru suara gaib itu lagi. Kedua batara itu segera memeriksa lingga itu. Batara Brahma secepatnya memanjat naik dan berusaha meraih ujung atasnya. Namun ketika jari tangannya hampir menyentuh puncak, lingga itu bertambah panjang dan menjulang ke langit. Dengan kesaktiannya, Brahma lalu menjelma menjadi burung elang raksasa. Burung itu terbang sekuat-kuatnya ke langit. Ketika hendak menyentuhkan cakarnya di puncak, ternyata lingga itu bertambah panjang. Maka habislah tenaga burung elang perkasa itu. Ia melayang-layang di udara, dan akhirnya, …, buk! Burung itu bergedebuk di bumi. Setelah siuman, didapatinya, adiknya, Batara Wisnu tergeletak lunglai di sebelahnya. “Aku menyerah, Adikku! Kaulah yang tersakti!” kata Batara Brahma. “Tidak, Kakak! Aku gagal menggapai ujung pangkal lingga, walaupun aku sudah menjelma menjadi babi jantan. Setiap kugali dasar bumi, dan hampir kusentuh pangkalnya, lingga itu bertambah panjang dan pangkalnya membenam menembus bumi.” Kedua dewa itu bangkit, bersalaman, lalu berpelukan. “Tak perlu menyombongkan kesaktian masingmasing. Di atas yang tersakti, masih ada yang lebih sakti. Marilah kita bekerja sesuai dengan kesaktian yang dianugerahkan kepada kita, sehingga alam ciptaan Yang Maha Sakti itu tetap harmonis,” kata kedua batara itu. (Bali)
17
“Masih banyak bangunan di Indonesia khususnya di Bali belum memenuhi persyaratan bangunan tahan gempa. Minimal ketika terjadi gempa besar, hanya mengalami kerusakan ringan pada elemen non structural maupun struktural, tapi bangunan harus tetap berdiri, tidak boleh runtuh,” ujar I Gusti Ngurah Bagus Arimbawa, S.T., M.T. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika akan I Gusti Ngurah Bagus Arimbawa, S.T., M.T. membangun hunian adalah dengan mengetahui prinsip dasar konsep hunian tahan gempa yaitu bangunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran. Prinsipnya pada dasarnya ada dua, yaitu kekakuan struktur dan fleksibilitas peredaman.
DINDING Pada setiap luasan dinding 12 m2, harus dipasang kolom, dengan ring balok sebagai pengaku dan juga akan dapat menyalurkan beban bangunan secara merata.
membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan, sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersamasama dan proporsional. PONDASI Pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Untuk itu, pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras. Kedalaman minimum untuk pembuatan pondasi adalah 70 cm sampai dengan 100 cm. Lebar pondasi bagian bawah 0,8 m, sedangkan lebar bagian atas pondasi 0,3 m. Seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. Pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. Pondasi juga harus mempunyai hubungan yang kuat dengan sloof. Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angkur antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 m. Angkur dapat dibuat dari besi berdiameter 12 mm dengan panjang 20-25 cm.
Arimbawa menjelaskan, pada dasarnya teknologi bangunan tahan gempa sudah ada sejak dulu. Contohnya adalah bangunan Bali seperti bale dangin dan bale daja. Pondasi bale mempergunakan jongkok asu yaitu seperti pondasi setempat yang menyokong struktur tiang bangunan atau yang di Bali disebut dengan saka. Dan, sambungan kayu tidak mempergunakan paku melainkan dengan mempergunakan pasak, yaitu kayu yang dimasukkan ke dalam lubang sebagai pengait. Jika terjadi gempa atau pun getaran, bangunan akan dapat bergerak secara fleksibel atau tidak kaku. Untuk bagian atap mempergunakan lambing dari kayu dengan kudakuda yang terbuat dari kayu. “Seiring waktu, rumah Bali sudah terbukti dan teruji sangat efektif diterapkan untuk mengantisipasi bahaya gempa,” tandasnya. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
1. Prinsip dasar kekakuan struktur rumah Prinsip kekakuan struktur rumah menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Terbukti, struktur kaku seperti beton bertulang jika dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa dengan baik. Hal ini berarti perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh struktur yang dibuat pada saat pembangunan agar dapat lebih kuat dan lebih kaku. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi. Kolom-kolom dan balok pengikat harus kuat dan ditopang oleh pondasi yang baik pula. 2. Prinsip fleksibilitas Adanya kemungkinan struktur bangunan dapat bergerak dalam skala kecil, misalnya dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan-tumpuan beban. Yang dimaksud dengan roll adalah jenis hubungan pembebanan yang dapat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran. 3. Prinsip penggunaan bahan material yang ringan dan lentur Prinsip penggunaan bahan material yang ringan dan lentur, yaitu menggunakan bahan-bahan material ringan yang tidak lebih membahayakan jika runtuh dan lebih ringan sehingga tidak sangat membebani struktur yang ada. Contohnya, struktur kayu dapat menerima perpindahan hubungan antar kayu dalam skala gempa sedang.
ATAP Pemilihan material struktur atap dapat mempergunakan kayu, baja ringan atau atap beton atau pun dengan mempergunakan material baja berat. Untuk rumah tinggal sebaiknya mempergunakan penutup atap yang ringan seperti genteng metal, ataupun atap spandek.
Bale Daja
Beberapa hal yang perlu d iperhatikan, ketika akan m embangun hunian adalah d engan mengetahui prinsip dasar k onsep hunian tahan gempa yaitu b angunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran
4. Prinsip massa yang terpisah-pisah Prinsip massa yang terpisah-pisah, yaitu memecah bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil sehingga struktur ini tidak terlalu besar dan terlalu panjang. Karena, jika terkena gempa harus meredam getaran lebih besar.
gempa, serta memiliki f leksibilitas
5. Kesatuan Struktur (struktur atap, struktur dinding, struktur pondasi) Prinsip dasar dari bangunan tahan gempa adalah
f leksibilitas peredaman
untuk meredam getaran. P rinsipnya pada dasarnya ada dua, yaitu kekakuan struktur dan
16
Edukasi
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
KCBI Provinsi Bali Gelar Japanese Tea Ceremony
Belum lama ini Bidang Program Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali, menggelar program perdana nya untuk tahun 2017. Kegiatan yang dikoordinir oleh Ni Made Sumiathi, yang lebih dikenal dengan panggilan Kadek Anya menyelenggarakan “Japanese Tea Ceremony”.
M
ereka mengawali kegiatan dengan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran untuk mengenal permukiman asli masyarakat Bali yang termasuk desa terbersih di dunia ini. Perjalanan yang indah ini, bertujuan memperkenalkan desa tersebut kepada KCBI Provinsi Bali yang beranggotakan tidak hanya
Dara
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Belantika musik pop Bali saat ini terus kebanjiran pendatang baru dengan berbagai genre. Banyak yang memilih membentuk sebuah band atau bersolo karier. Salah satu pendatang baru yang tampil beda dibelantika musik Bali ialah Anick feat Mofnrocx. Hadir dengan genre alternative rock, mereka yakin mampu menghadirkan warna baru dijagat hiburan khususnya belantika musik Bali.
Kopdar Anggota KCBI
orang Bali tetapi dari beragam suku di Indonesia. Selanjutnya perjalanan mereka lanjutkan ke Padma Resort Ubud, di Puhu Payangan untuk makan siang bersama. “Kami mewakili anggota
Japanese tea ceremony bersama Meiko Togashi dan Kiyoshi Kuranumo
KCBI mengucapkan terima kasih kepada Ibu Anie Soeryanto, pemilik Padma Resort Ubud yang telah membantu terlaksananya acara ini,” ucap Kadek Anya. Puncak acara dari pertemuan
KCBI Bali bersama Ibu Meiko Togashi
mereka adalah Japanese Tea Ceremony (Upacara Teh Jepang). Tradisi minum teh Jepang ini adalah tradisi yang sa ngat sakral. Orang Jepang memiliki cara yang unik dan menjadi etiket tradisi dalam mempersiapkan/me nyuguhkan ‘teh’ bagi tamunya, yang disebut sado, chato atau noyu. Teh ini berupa bubuk namanya In Sado, berbeda dari teh yang biasa digunakan. Bubuk teh tersebut diletakkan dalam cangkir lalu dituangkan air panas dikocok dengan bambu sampai mengeluarkan busa kemudian diminum. Di abad ke-16, Sen No Rikyu membawa kesempurnaan pada tradisi ini dengan memberikan nilai estetika sederhana yang disebut wabi (rasa lembut) dan sabi (kesederhanaan elegan). Ichigo Ichi semasa hidupnya memiliki konsep bahwa ada satu
pertemuan penting bagi tuan rumah dalam mempersiapkan dengan ketulusan ketika mengimplementasikan, semacam menggantung gulir dan bunga untuk dituangkan ke dalam ceruk dan teko. Dari kegiatan tersebut, tamu dapat merasakan keramahan tuan rumah yang hangat dan penuh rasa syukur, yang dibawakan oleh Ibu Meiko Togashi beserta Ibu Rinko dan Bapak Kiyoshi Kuronumo. Di acara Japanese Tea Ceremony tersebut Ibu Meiko Togashi memberikan 3 teh dari Ceremony itu kepada Mayke Boestami selaku Ketua KCBI Provinsi Bali, Anie Soeryanto sebagai perwakilan dari Padma Resort Ubud dan Desy Wilson sebagai perwakilan dari Anggota KCBI Provinsi Bali. Salam budaya dari Komunitas Cinta Berkain Indonesia. -ard
S
E
X DU
9
Anick feat Mofnrocx
G
Miliki Jati Diri
us Miki salah satu personil Mofnrocx mengungkapkan single “Harus Mepisah” dialbum “Ngalahang Sepi” yang mereka produksi baru dirilis secara resmi ke pasaran khususnya radio-radio yang memutar lagu Bali. Single tersebut sebelumnya dibawakan secara off air diacara-acara yang sempat disinya. Walaupun demikian, ia pun bangga karena Anick feat Mofnrocx sudah sering tampil diatas panggung di beberapa kota di Bali. “Kita sebagai pendatang baru tentunya sudah siap dengan karya kita
yang berbeda untuk mewarnai perkembangan musik di Bali. Tapi jangan salah walaupun kita belum rilis single secara resmi, namun job off air lumayan juga bagi kita,” ujar Gus Miki saat dihubungi beberapa waktu lalu. Gus Miki yakin karya yang akan dihadirkannya mampu tampil beda dan juga memiliki jati diri untuk memberikan suatu hiburan kepada
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Tanya: “Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama ini hubungan intim dengan suami berjalan biasa saja. Tapi ada yang aneh belakangan ini. Suami saat mencumbu saya, suka menggigit bibir, payudara, lengan dan paha saya. Sering kali jadinya memar-memar. Ini bagaimana dok, dia bilang sangat menikmatinya, dan saya sih masih oke-oke saja, terkadang malah menikmati rasa sakitnya selama berhubungan seksual.” (Ros,29) Jawab: Hampir semua orang memiliki pengalaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual, dan digigit pastinya akan menimbulkan rasa nyeri, atau paling tiak akan membuat rasa tidak nyaman. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, pada kenyataannya cukup banyak juga orang yang menikmati saat memberikan rasa sakit terhadap pasangannya, melihat pasangannya merintih malah membangkitkan kepuasan baginya, dan di
dr. Oka Negara, FIAS
lain pihak justru pasangannya di saat nyeri muncul malah merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, atau dianggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda, dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berbatas tipis dengan pelaku Sadomasokisme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara seksual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenikmatan seksual didapatkan dari interaksi di satu pihak mengambil porsi dominan, dengan merasa menguasai pasangan dengan melakukan kekerasan atau tindakan menyakiti, sedangkan pihak yang lain mengambil porsi submisif, di pihak yang dikuasai, yang menyerahkan diri untuk disakiti dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual yang sesungguhnya, itu yang disebut Sadomasokisme. Sedangkan aktivitas menggigit dan rasa sakit yang muncul yang dimaksud oleh penanya kali ini adalah terjadi dan dilakukan sambil melakukan hubungan seksual penetratif
penggemar musik Bali dengan ragam pilihan. Tampil dengan ciri khas sendiri menjadi hal mutlak bagi Anick feat Mofnrocx untuk mampu bersaing. “Kalau kita sejatinya ingin memberikan sebuah karya yang tampil beda dan menjadi jati diri kita sendiri. Dengan begitu kita menjadi satu pilihan penggemar. Sehingga karya – karya kedepan tidak selalu berkaca pada apa yang lagi hits saat ini,” imbuhnya. Gus Miki berharap dengan hadirnya Anick feat Mofnrocx
di belantika musik Bali mampu diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat. Ia pun sangat berterima kasih kepada para penggemarnya yang manamakan diri Sahabat Anick dan Mofnrocx. “Kita sangat berterima kasih kepada para Sahabat Anick dan Mofnrocx yang telah konsisten mensuport kita. Semoga juga karya-karya kita mampu diterima oleh semua lapisan masyarakat dan menghibur bagi semuanya,” tutupnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Suami Suka Menggigit penis- vagina, di sini bedanya. Hubungan antara ingin menyakiti, rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dipungkiri banyak pasangan saat melakukan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan aktivitas kekerasan fisik maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menyakitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengalaman menyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epinefrin secara mendadak juga dapat menyebabkan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan men-
galami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima sebagai rasa nyeri yang menyakitkan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikondisikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahan-bahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi ingat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
10
Kreasi
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Lestarikan Tradisi dengan Panahan
Delon, Nata, Ata, dan Vito mulai pemanasan dengan meregangkan tangan. Mereka bergantian melakukan penghitungan. Usai pemanasan tangan, mereka melemaskan badan. Selanjutnya, masing-masing berdoa. Itu merupakan bagian awal dari aktivitas mereka di lapangan panahan yang berada di Istana Taman Jepun, Tanjung Bungkak, Denpasar.
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Pesona dan Gaya Busana Lansia Meski usia sudah lanjut namun urusan semangat dan gaya busana tetap menyala. Jadi siapa bilang busana modis hanya untuk perempuan muda. Pemandangan ini jelas terlihat pada “Lomba Endek Lansia Berpasangan” dalam rangka HUT ke 229 Kota Denpasar di Taman Kota Lumintang pekan lalu.
K
ali halaman Style Tokoh spesial menyuguhkan pesona dan rasa percaya diri para lansia dengan balutan endek
dan keunikan gaya mereka masing-masing. Melihat mereka, Rhea Cempaka, Ketua ASBEST Denpasar dan Candra Upadani Ketua Panitia Lomba, mengaku
sangat bahagia melihat para lansia menjalani masa tuanya dengan penuh suka cita. Rhea dan Upadani juga mengatakan usia bukan penghambat untuk tampil dan bergaya di panggung dan berhasil menyedot perhatian pengunjung. Mereka mampu tampil mempesona, elegan dan kekinian. Dengan selera berbusana yang baik, mereka juga bisa memadumadankan busananya demi tercipta penampilan yang menarik sesuai usia. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
K
eempatnya lalu mengambil busur dan anak panah. Begitu ada peluit, mereka mengambil posisi duduk bersila. Peluit berikutnya mereka mulai memasang anak panah, membidik, lalu melepas anak panah. Suara anak panah menembus bantalan target menjadi suara khas. Tiap anak diberi empat anak panah. Setelah semua selesai memanah, peluit berbunyi lagi. Anak-anak ini menaruh busur lalu berjalan cepat mencabut atau memungut anak panahnya. Begitu anak panah menancap di papan target, nilai dicatat. Para orangtua yang mendampingi anakanaknya diminta untuk ikut melihat skor. Tak hanya anak-anak yang gembira kalau berhasil meraih nilai, orangtua juga ikut bergembira. “Latihan memanah ini merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk anak-anak. Satu sisi, mereka bisa berolahraga sambil mengasah kemampuan fokus. Di sisi lain, aktivitas ini mengurangi waktu anak untuk bermain gadget,” ujar Made Prayoga yang mendampingi anaknya.
Style
Para pemanah tradisional sedang berlatih
Pemilihan waktu latihan di sore hari dan sejuknya suasana Istana Taman Jepun juga menjadi alasan para orangtua mendukung aktivitas anaknya. Para orangtua juga saling bertukar informasi mengenai peralatan yang diperlukan anak-anak untuk berlatih. “Kami ingin menghidupkan lagi olahraga panahan tradisional di Denpasar khususnya dan Bali umumnya. Karena itu, kami membuat “Sekar Jepun Traditional Archery” untuk mewadahi para pecinta panahan tradisional, mulai dari anak-anak hingga dewasa,” ujar AA Anom Giri dan Ida Ayu Anom Purnamaningsih. Mereka adalah pasangan suami-istri yang memelopori terbentuknya “Sekar Jepun”. Anom Giri menuturkan, memulai aktivitas panahan tradisional ini sejak 2013. Sebelumnya, ia memang pernah aktif sebagai pemanah. “Dalam sebuah kegia-
AA Anom Giri dan Ida Ayu Anom Purnamaningsih
Anom Giri memberikan pengarahan kepada anak-anak yang latihan panahan tradisional
tan di Yogyakarta, kami melihat ada event panahan tradisional. Kami tertarik untuk menonton lalu mencari informasi mengenai panahan tradisional ini. Sampai di Bali, ada dukungan dari pengelola Istana Taman Jepun yang memberikan tempat latihan. Wali Kota Denpasar juga memberikan dukungan. Apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya,” ujar pria yang juga pelukis ini. Ia menambahkan nama “Sekar Jepun” dipilih sebagai identitas Bali karena di Bali banyak jepun. Khusus jepun Bali memiliki keharuman dan daya tahan yang istimewa.
PAKAI PAKAIAN TRADISIONAL Panahan tradisional memiliki keunikan bila dibandingkan dengan panahan modern. Pa-
nahan tradisional menggunakan busur dan anak panah yang terbuat dari bambu. Posisi memanah para pemanah tradisional ini duduk bersila bagi yang laki-laki dan bersimpuh bagi yang perempuan. Pakaian yang dikenakan juga pakaian tradisional. “Pada prinsipnya, panahan merupakan olahraga yang bisa menjadi terapi. Memanah itu memerlukan fokus, konsentrasi, serta pengaturan nafas dan tenaga. Kalau semua ini bisa dikombinasikan, hasilnya pasti maksimal,” ujar Anom Giri yang juga aktif di olahraga gateball ini. Ia juga mengatakan peralatan panahan tradisional lebih sederhana dan lebih murah bila dibandingkan dengan panahan modern. Untuk mendukung para pemanah tradisional yang ada di Denpasar, “Sekar Jepun” pernah
mendatangkan pelatih dari Solo. Kini Anom Giri bersama Dayu Anom yang banyak mendampingi para pemanah. Latihan dilakukan Selasa, Kamis, dan Sabtu sore. Dalam rangkaian HUT Kota Denpasar, para pemanah tradisional ini juga tampil di ajang ekshibisi “Wali Kota Cup” di lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (5/3). (ngurahbudi@cybertokoh.com)
15
12
Kuliner
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Resep ala Dapur Eka Bahan-bahan: ½ kg : beras - dicuci bersih, rendam sekitar 15 menit ¼ kg : daging ayam (sebaiknya bagian dada) - rebus sebentar, tiriskan, potong kecil-kecil Daun bawang – dipotong pendekpendek Bawang goreng Telur dadar – diiris tipis-tipis
Bubur Ayam
Bumbu-bumbu: Garam secukupnya Bubuk merica putih secukupnya 1 sdt : minyak wijen 3 lembar : daun salam
- Didihkan air, masukkan beras yang sudah direndam, tambahkan daun salam. - Sepuluh menit kemudian, masukkan potongan daging ayam, masak sambil sesekali diaduk, hingga menjadi bubur yang lembut. - Tambahkan garam, merica
bubuk dan minyak wijen. Aduk rata dan matikan api. Cara menghidangkan: - Tuangkan bubur ke dalam mangkok, tambahkan irisan daun bawang, bawang goreng, irisan telur dadar dan sambal kecicang.
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Laklak Bali
Gosong lebih Nikmat Bagi penggemar kuliner Bali, nama laklak pasti tidak asing lagi. Ada laklak yang berwarna putih dan ada yang berwarna hijau. Warna hijau ini diperoleh dengan menggunakan don kayu sugih atau daun suji.
L
Cara membuatnya: - Cuci beras hingga bersih, rendam sekitar 15 menit.
Sambal Kecicang
aklak yang sudah matang dinikmati dengan taburan kelapa dan saus gula merah. Kini banyak pedagang laklak yang menyiapkan laklak dalam kemasan plastik mika. Tiap plastik berisi 5 laklak. Kue yang mirip dengan serabi di Jawa ini proses pembuatannya sangat tradisional. Adonan yang sudah disiapkan dituangkan ke dalam
Proses pematangan laklak dengan tungku tradisional
Laklak yang sudah ditaburi kepala parut dan saus gula merah
cetakan yang ditaruh di tungku. Proses pematangannya tidak terlalu lama. Biasanya yang menjadi patokan adalah adonan sudah lepas dari cetakan. Panas yang berlebih kadang membuat bagian bawah laklak menjadi hitam. Namun, ada yang
mengganggap inilah istimewanya laklak karena ada bagian yang gosong. “Kalau tidak ada gosongnya, seperti laklak belum matang. Gosong ini menjadi bagian khas dari laklak,” ujar Mahendra, seorang penggemar laklak. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
Sarwan Bahan: 500 gr : daging sapi 200 gr : jeroan sapi, rebus lalu buang airnya 2 sdm : minyak goreng 5 lembar : daun jeruk purut 3 batang : serai memarkan 2 ruas : jari lengkuas memarkan 1 liter : air 500 ml : santan
Bumbu-bumbu: Garam secukupnya
Terasi secukupnya (bagi yang suka) Minyak kelapa asli/klentik/tandusan secukupnya Cara membuatnya: - Campurkan irisan kecicang dan bawang merah, tambahkan garam dan terasi, remas hingga layu. Masukkan irisan jeruk limau dan cabai, tambah-
kan minyak kelapa asli/ klentik/tandusan secukupnya. Aduk rata. - Hidangkan bersama daging ayam suwir atau pindang ikan goreng. Bisa juga sebagai sambal peneman bubur ayam ala #dapureka. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Laklak dalam kemasan plastik mika
Ikan Bakar Kakap
Soto Betawi
Bahan-bahan: 2 kuncup : bunga kecicang/kecombrang/honje 6 siung : bawang merah 10 buah : cabai merah kecil ½ bagian : jeruk limau Iris semua bahan
13
Pelengkap : 3 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : cincangan daun seledri 4 buah : tomat potong dadu 3 buah : kentang rebus kupas potong-potong 3 buah : jeruk nipis tua, ambil airnya 15 buah : cabe rawit, rebus haluskan buat sambal Kerupuk atau emping belinjo se cukupnya
Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 3 ruas : jari jahe 3 ruas : jari kunyit bakar ½ sdm : kaldu bubuk rasa sapi Garam secukupnya Penyedap secukupnya
Cara Membuat : Cuci bersih daging sapi dan jeroan sapi yang udah direbus. Potong persegi, rebus sampai empuk. Lalu panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk juga lengkuas sampai harum. Lalu masukkan tumisan bumbu ke kuah daging yang sudah mendidih dan bumbu meresap. Tambahkan santan lalu didihkan sambil diaduk agar santan tidak pecah. Tiriskan daging dan jeroan. Lalu siapkan lontong atau nasi jeroan, kentang rebus yang telah dipotong dan tomat potong dalam mangkok. Siram kuah soto dan taburi dengam daun seledri dan bawang putih goreng serta kerupuk atau emping belinjo. Siap disajikan.
OPOR BEBEK ALA CHEF KATROK Bahan: 1 ekor : bebek potong-potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 3 lembar : daun jeruk nipis buang tangkainya 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun salam 600 ml : santan encer 250 ml : santan kental 1/2 sdm : garam 1 sdt : gula 1 biji : kaldu blok rasa ayam 1 sdm : bawang putih goreng Penyedap/micin secukupnya bagi yang suka Minyak secukupnya
Bumbu Halus : 11 buah : bawang merah 1 sdt : lada butir 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 1 sdm : ketumbar sangrai ¼ sdt : jinten 2 ruas : jari jahe 7 buah : cabe rawit 2 ruas : jari lengkuas Pala secukupnya Cara Membuat : - Lumuri bebek dengan jeruk nipis, diamkan 5 menit lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk,
daun salam, sampai harum. - Masukkan potongan bebek yang sudah dicuci bersih, aduk hingga ayam agak matang. - Lalu pindahkan bebek bersama bumbu ke dalam panci, masukkan santan encer, masak sampai ayam lunak dan air santan encer berkurang. - Masukkan garam, gula, kaldu blok dan penyedap rasa, aduk lalu masukkan santan kental, kecilkan api sambil dimasak diaduk biar santan tidak pecah, matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 1 kg : ikan kakap atau gurami bersihkan, sayat-sayat punggungnya, pilih ikan yang sedang 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : kecap manis Mentegga buat olesan, garam, kaldu bubuk secukupnya, minyak untuk menumis Bumbu halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuwas
2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai
Cara membuat : Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan kecap manis, aduk rata, lalu masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya. Masak hingga matang dan tiriskan. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata. Diamkan 20 menit lalu bakar di atas api arang bara. Bolak-balik sambil diolesi margarin dan bumbu masak hingga matang, siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Resep ala Dapur Eka Bahan-bahan: ½ kg : beras - dicuci bersih, rendam sekitar 15 menit ¼ kg : daging ayam (sebaiknya bagian dada) - rebus sebentar, tiriskan, potong kecil-kecil Daun bawang – dipotong pendekpendek Bawang goreng Telur dadar – diiris tipis-tipis
Bubur Ayam
Bumbu-bumbu: Garam secukupnya Bubuk merica putih secukupnya 1 sdt : minyak wijen 3 lembar : daun salam
- Didihkan air, masukkan beras yang sudah direndam, tambahkan daun salam. - Sepuluh menit kemudian, masukkan potongan daging ayam, masak sambil sesekali diaduk, hingga menjadi bubur yang lembut. - Tambahkan garam, merica
bubuk dan minyak wijen. Aduk rata dan matikan api. Cara menghidangkan: - Tuangkan bubur ke dalam mangkok, tambahkan irisan daun bawang, bawang goreng, irisan telur dadar dan sambal kecicang.
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Laklak Bali
Gosong lebih Nikmat Bagi penggemar kuliner Bali, nama laklak pasti tidak asing lagi. Ada laklak yang berwarna putih dan ada yang berwarna hijau. Warna hijau ini diperoleh dengan menggunakan don kayu sugih atau daun suji.
L
Cara membuatnya: - Cuci beras hingga bersih, rendam sekitar 15 menit.
Sambal Kecicang
aklak yang sudah matang dinikmati dengan taburan kelapa dan saus gula merah. Kini banyak pedagang laklak yang menyiapkan laklak dalam kemasan plastik mika. Tiap plastik berisi 5 laklak. Kue yang mirip dengan serabi di Jawa ini proses pembuatannya sangat tradisional. Adonan yang sudah disiapkan dituangkan ke dalam
Proses pematangan laklak dengan tungku tradisional
Laklak yang sudah ditaburi kepala parut dan saus gula merah
cetakan yang ditaruh di tungku. Proses pematangannya tidak terlalu lama. Biasanya yang menjadi patokan adalah adonan sudah lepas dari cetakan. Panas yang berlebih kadang membuat bagian bawah laklak menjadi hitam. Namun, ada yang
mengganggap inilah istimewanya laklak karena ada bagian yang gosong. “Kalau tidak ada gosongnya, seperti laklak belum matang. Gosong ini menjadi bagian khas dari laklak,” ujar Mahendra, seorang penggemar laklak. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
Sarwan Bahan: 500 gr : daging sapi 200 gr : jeroan sapi, rebus lalu buang airnya 2 sdm : minyak goreng 5 lembar : daun jeruk purut 3 batang : serai memarkan 2 ruas : jari lengkuas memarkan 1 liter : air 500 ml : santan
Bumbu-bumbu: Garam secukupnya
Terasi secukupnya (bagi yang suka) Minyak kelapa asli/klentik/tandusan secukupnya Cara membuatnya: - Campurkan irisan kecicang dan bawang merah, tambahkan garam dan terasi, remas hingga layu. Masukkan irisan jeruk limau dan cabai, tambah-
kan minyak kelapa asli/ klentik/tandusan secukupnya. Aduk rata. - Hidangkan bersama daging ayam suwir atau pindang ikan goreng. Bisa juga sebagai sambal peneman bubur ayam ala #dapureka. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
Laklak dalam kemasan plastik mika
Ikan Bakar Kakap
Soto Betawi
Bahan-bahan: 2 kuncup : bunga kecicang/kecombrang/honje 6 siung : bawang merah 10 buah : cabai merah kecil ½ bagian : jeruk limau Iris semua bahan
13
Pelengkap : 3 sdm : bawang putih goreng 2 sdm : cincangan daun seledri 4 buah : tomat potong dadu 3 buah : kentang rebus kupas potong-potong 3 buah : jeruk nipis tua, ambil airnya 15 buah : cabe rawit, rebus haluskan buat sambal Kerupuk atau emping belinjo se cukupnya
Bumbu Halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 3 ruas : jari jahe 3 ruas : jari kunyit bakar ½ sdm : kaldu bubuk rasa sapi Garam secukupnya Penyedap secukupnya
Cara Membuat : Cuci bersih daging sapi dan jeroan sapi yang udah direbus. Potong persegi, rebus sampai empuk. Lalu panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk juga lengkuas sampai harum. Lalu masukkan tumisan bumbu ke kuah daging yang sudah mendidih dan bumbu meresap. Tambahkan santan lalu didihkan sambil diaduk agar santan tidak pecah. Tiriskan daging dan jeroan. Lalu siapkan lontong atau nasi jeroan, kentang rebus yang telah dipotong dan tomat potong dalam mangkok. Siram kuah soto dan taburi dengam daun seledri dan bawang putih goreng serta kerupuk atau emping belinjo. Siap disajikan.
OPOR BEBEK ALA CHEF KATROK Bahan: 1 ekor : bebek potong-potong menurut selera 2 sdm : air jeruk nipis 3 lembar : daun jeruk nipis buang tangkainya 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun salam 600 ml : santan encer 250 ml : santan kental 1/2 sdm : garam 1 sdt : gula 1 biji : kaldu blok rasa ayam 1 sdm : bawang putih goreng Penyedap/micin secukupnya bagi yang suka Minyak secukupnya
Bumbu Halus : 11 buah : bawang merah 1 sdt : lada butir 4 siung : bawang putih 4 butir : kemiri sangrai 1 sdm : ketumbar sangrai ¼ sdt : jinten 2 ruas : jari jahe 7 buah : cabe rawit 2 ruas : jari lengkuas Pala secukupnya Cara Membuat : - Lumuri bebek dengan jeruk nipis, diamkan 5 menit lalu cuci bersih. Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk,
daun salam, sampai harum. - Masukkan potongan bebek yang sudah dicuci bersih, aduk hingga ayam agak matang. - Lalu pindahkan bebek bersama bumbu ke dalam panci, masukkan santan encer, masak sampai ayam lunak dan air santan encer berkurang. - Masukkan garam, gula, kaldu blok dan penyedap rasa, aduk lalu masukkan santan kental, kecilkan api sambil dimasak diaduk biar santan tidak pecah, matang dan bumbu meresap. - Siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Bahan: 1 kg : ikan kakap atau gurami bersihkan, sayat-sayat punggungnya, pilih ikan yang sedang 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : kecap manis Mentegga buat olesan, garam, kaldu bubuk secukupnya, minyak untuk menumis Bumbu halus : 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuwas
2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri sangrai 1 sdt : ketumbar sangrai
Cara membuat : Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan kecap manis, aduk rata, lalu masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya. Masak hingga matang dan tiriskan. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata. Diamkan 20 menit lalu bakar di atas api arang bara. Bolak-balik sambil diolesi margarin dan bumbu masak hingga matang, siap disajikan.
10
Kreasi
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Lestarikan Tradisi dengan Panahan
Delon, Nata, Ata, dan Vito mulai pemanasan dengan meregangkan tangan. Mereka bergantian melakukan penghitungan. Usai pemanasan tangan, mereka melemaskan badan. Selanjutnya, masing-masing berdoa. Itu merupakan bagian awal dari aktivitas mereka di lapangan panahan yang berada di Istana Taman Jepun, Tanjung Bungkak, Denpasar.
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Pesona dan Gaya Busana Lansia Meski usia sudah lanjut namun urusan semangat dan gaya busana tetap menyala. Jadi siapa bilang busana modis hanya untuk perempuan muda. Pemandangan ini jelas terlihat pada “Lomba Endek Lansia Berpasangan” dalam rangka HUT ke 229 Kota Denpasar di Taman Kota Lumintang pekan lalu.
K
ali halaman Style Tokoh spesial menyuguhkan pesona dan rasa percaya diri para lansia dengan balutan endek
dan keunikan gaya mereka masing-masing. Melihat mereka, Rhea Cempaka, Ketua ASBEST Denpasar dan Candra Upadani Ketua Panitia Lomba, mengaku
sangat bahagia melihat para lansia menjalani masa tuanya dengan penuh suka cita. Rhea dan Upadani juga mengatakan usia bukan penghambat untuk tampil dan bergaya di panggung dan berhasil menyedot perhatian pengunjung. Mereka mampu tampil mempesona, elegan dan kekinian. Dengan selera berbusana yang baik, mereka juga bisa memadumadankan busananya demi tercipta penampilan yang menarik sesuai usia. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
K
eempatnya lalu mengambil busur dan anak panah. Begitu ada peluit, mereka mengambil posisi duduk bersila. Peluit berikutnya mereka mulai memasang anak panah, membidik, lalu melepas anak panah. Suara anak panah menembus bantalan target menjadi suara khas. Tiap anak diberi empat anak panah. Setelah semua selesai memanah, peluit berbunyi lagi. Anak-anak ini menaruh busur lalu berjalan cepat mencabut atau memungut anak panahnya. Begitu anak panah menancap di papan target, nilai dicatat. Para orangtua yang mendampingi anakanaknya diminta untuk ikut melihat skor. Tak hanya anak-anak yang gembira kalau berhasil meraih nilai, orangtua juga ikut bergembira. “Latihan memanah ini merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk anak-anak. Satu sisi, mereka bisa berolahraga sambil mengasah kemampuan fokus. Di sisi lain, aktivitas ini mengurangi waktu anak untuk bermain gadget,” ujar Made Prayoga yang mendampingi anaknya.
Style
Para pemanah tradisional sedang berlatih
Pemilihan waktu latihan di sore hari dan sejuknya suasana Istana Taman Jepun juga menjadi alasan para orangtua mendukung aktivitas anaknya. Para orangtua juga saling bertukar informasi mengenai peralatan yang diperlukan anak-anak untuk berlatih. “Kami ingin menghidupkan lagi olahraga panahan tradisional di Denpasar khususnya dan Bali umumnya. Karena itu, kami membuat “Sekar Jepun Traditional Archery” untuk mewadahi para pecinta panahan tradisional, mulai dari anak-anak hingga dewasa,” ujar AA Anom Giri dan Ida Ayu Anom Purnamaningsih. Mereka adalah pasangan suami-istri yang memelopori terbentuknya “Sekar Jepun”. Anom Giri menuturkan, memulai aktivitas panahan tradisional ini sejak 2013. Sebelumnya, ia memang pernah aktif sebagai pemanah. “Dalam sebuah kegia-
AA Anom Giri dan Ida Ayu Anom Purnamaningsih
Anom Giri memberikan pengarahan kepada anak-anak yang latihan panahan tradisional
tan di Yogyakarta, kami melihat ada event panahan tradisional. Kami tertarik untuk menonton lalu mencari informasi mengenai panahan tradisional ini. Sampai di Bali, ada dukungan dari pengelola Istana Taman Jepun yang memberikan tempat latihan. Wali Kota Denpasar juga memberikan dukungan. Apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya,” ujar pria yang juga pelukis ini. Ia menambahkan nama “Sekar Jepun” dipilih sebagai identitas Bali karena di Bali banyak jepun. Khusus jepun Bali memiliki keharuman dan daya tahan yang istimewa.
PAKAI PAKAIAN TRADISIONAL Panahan tradisional memiliki keunikan bila dibandingkan dengan panahan modern. Pa-
nahan tradisional menggunakan busur dan anak panah yang terbuat dari bambu. Posisi memanah para pemanah tradisional ini duduk bersila bagi yang laki-laki dan bersimpuh bagi yang perempuan. Pakaian yang dikenakan juga pakaian tradisional. “Pada prinsipnya, panahan merupakan olahraga yang bisa menjadi terapi. Memanah itu memerlukan fokus, konsentrasi, serta pengaturan nafas dan tenaga. Kalau semua ini bisa dikombinasikan, hasilnya pasti maksimal,” ujar Anom Giri yang juga aktif di olahraga gateball ini. Ia juga mengatakan peralatan panahan tradisional lebih sederhana dan lebih murah bila dibandingkan dengan panahan modern. Untuk mendukung para pemanah tradisional yang ada di Denpasar, “Sekar Jepun” pernah
mendatangkan pelatih dari Solo. Kini Anom Giri bersama Dayu Anom yang banyak mendampingi para pemanah. Latihan dilakukan Selasa, Kamis, dan Sabtu sore. Dalam rangkaian HUT Kota Denpasar, para pemanah tradisional ini juga tampil di ajang ekshibisi “Wali Kota Cup” di lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (5/3). (ngurahbudi@cybertokoh.com)
15
16
Edukasi
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
KCBI Provinsi Bali Gelar Japanese Tea Ceremony
Belum lama ini Bidang Program Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali, menggelar program perdana nya untuk tahun 2017. Kegiatan yang dikoordinir oleh Ni Made Sumiathi, yang lebih dikenal dengan panggilan Kadek Anya menyelenggarakan “Japanese Tea Ceremony”.
M
ereka mengawali kegiatan dengan mengunjungi Desa Wisata Penglipuran untuk mengenal permukiman asli masyarakat Bali yang termasuk desa terbersih di dunia ini. Perjalanan yang indah ini, bertujuan memperkenalkan desa tersebut kepada KCBI Provinsi Bali yang beranggotakan tidak hanya
Dara
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Belantika musik pop Bali saat ini terus kebanjiran pendatang baru dengan berbagai genre. Banyak yang memilih membentuk sebuah band atau bersolo karier. Salah satu pendatang baru yang tampil beda dibelantika musik Bali ialah Anick feat Mofnrocx. Hadir dengan genre alternative rock, mereka yakin mampu menghadirkan warna baru dijagat hiburan khususnya belantika musik Bali.
Kopdar Anggota KCBI
orang Bali tetapi dari beragam suku di Indonesia. Selanjutnya perjalanan mereka lanjutkan ke Padma Resort Ubud, di Puhu Payangan untuk makan siang bersama. “Kami mewakili anggota
Japanese tea ceremony bersama Meiko Togashi dan Kiyoshi Kuranumo
KCBI mengucapkan terima kasih kepada Ibu Anie Soeryanto, pemilik Padma Resort Ubud yang telah membantu terlaksananya acara ini,” ucap Kadek Anya. Puncak acara dari pertemuan
KCBI Bali bersama Ibu Meiko Togashi
mereka adalah Japanese Tea Ceremony (Upacara Teh Jepang). Tradisi minum teh Jepang ini adalah tradisi yang sa ngat sakral. Orang Jepang memiliki cara yang unik dan menjadi etiket tradisi dalam mempersiapkan/me nyuguhkan ‘teh’ bagi tamunya, yang disebut sado, chato atau noyu. Teh ini berupa bubuk namanya In Sado, berbeda dari teh yang biasa digunakan. Bubuk teh tersebut diletakkan dalam cangkir lalu dituangkan air panas dikocok dengan bambu sampai mengeluarkan busa kemudian diminum. Di abad ke-16, Sen No Rikyu membawa kesempurnaan pada tradisi ini dengan memberikan nilai estetika sederhana yang disebut wabi (rasa lembut) dan sabi (kesederhanaan elegan). Ichigo Ichi semasa hidupnya memiliki konsep bahwa ada satu
pertemuan penting bagi tuan rumah dalam mempersiapkan dengan ketulusan ketika mengimplementasikan, semacam menggantung gulir dan bunga untuk dituangkan ke dalam ceruk dan teko. Dari kegiatan tersebut, tamu dapat merasakan keramahan tuan rumah yang hangat dan penuh rasa syukur, yang dibawakan oleh Ibu Meiko Togashi beserta Ibu Rinko dan Bapak Kiyoshi Kuronumo. Di acara Japanese Tea Ceremony tersebut Ibu Meiko Togashi memberikan 3 teh dari Ceremony itu kepada Mayke Boestami selaku Ketua KCBI Provinsi Bali, Anie Soeryanto sebagai perwakilan dari Padma Resort Ubud dan Desy Wilson sebagai perwakilan dari Anggota KCBI Provinsi Bali. Salam budaya dari Komunitas Cinta Berkain Indonesia. -ard
S
E
X DU
9
Anick feat Mofnrocx
G
Miliki Jati Diri
us Miki salah satu personil Mofnrocx mengungkapkan single “Harus Mepisah” dialbum “Ngalahang Sepi” yang mereka produksi baru dirilis secara resmi ke pasaran khususnya radio-radio yang memutar lagu Bali. Single tersebut sebelumnya dibawakan secara off air diacara-acara yang sempat disinya. Walaupun demikian, ia pun bangga karena Anick feat Mofnrocx sudah sering tampil diatas panggung di beberapa kota di Bali. “Kita sebagai pendatang baru tentunya sudah siap dengan karya kita
yang berbeda untuk mewarnai perkembangan musik di Bali. Tapi jangan salah walaupun kita belum rilis single secara resmi, namun job off air lumayan juga bagi kita,” ujar Gus Miki saat dihubungi beberapa waktu lalu. Gus Miki yakin karya yang akan dihadirkannya mampu tampil beda dan juga memiliki jati diri untuk memberikan suatu hiburan kepada
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar.
Tanya: “Dok, sudah dua tahun saya menikah, selama ini hubungan intim dengan suami berjalan biasa saja. Tapi ada yang aneh belakangan ini. Suami saat mencumbu saya, suka menggigit bibir, payudara, lengan dan paha saya. Sering kali jadinya memar-memar. Ini bagaimana dok, dia bilang sangat menikmatinya, dan saya sih masih oke-oke saja, terkadang malah menikmati rasa sakitnya selama berhubungan seksual.” (Ros,29) Jawab: Hampir semua orang memiliki pengalaman dengan rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual, dan digigit pastinya akan menimbulkan rasa nyeri, atau paling tiak akan membuat rasa tidak nyaman. Logikanya rasa sakit atau rasa tidak menyenangkan tentu saja akan mengganggu hubungan seksual. Tetapi, pada kenyataannya cukup banyak juga orang yang menikmati saat memberikan rasa sakit terhadap pasangannya, melihat pasangannya merintih malah membangkitkan kepuasan baginya, dan di
dr. Oka Negara, FIAS
lain pihak justru pasangannya di saat nyeri muncul malah merasakan kenikmatan yang berbeda dari biasanya, atau dianggap sebagai sebuah pengalaman seksual baru yang berbeda, dan bisa dinikmati. Tentu saja akhirnya ini akan berbatas tipis dengan pelaku Sadomasokisme (Sadism and Masochism). Di mana yang satu sangat bergairah secara seksual dengan menyakiti, satunya lagi malah senang dengan disakiti. Pada Sadomasokisme, kenikmatan seksual didapatkan dari interaksi di satu pihak mengambil porsi dominan, dengan merasa menguasai pasangan dengan melakukan kekerasan atau tindakan menyakiti, sedangkan pihak yang lain mengambil porsi submisif, di pihak yang dikuasai, yang menyerahkan diri untuk disakiti dengan menikmati nyeri tanpa ada hubungan seksual yang penetratif. Jadi, tanpa hubungan seksual yang sesungguhnya, itu yang disebut Sadomasokisme. Sedangkan aktivitas menggigit dan rasa sakit yang muncul yang dimaksud oleh penanya kali ini adalah terjadi dan dilakukan sambil melakukan hubungan seksual penetratif
penggemar musik Bali dengan ragam pilihan. Tampil dengan ciri khas sendiri menjadi hal mutlak bagi Anick feat Mofnrocx untuk mampu bersaing. “Kalau kita sejatinya ingin memberikan sebuah karya yang tampil beda dan menjadi jati diri kita sendiri. Dengan begitu kita menjadi satu pilihan penggemar. Sehingga karya – karya kedepan tidak selalu berkaca pada apa yang lagi hits saat ini,” imbuhnya. Gus Miki berharap dengan hadirnya Anick feat Mofnrocx
di belantika musik Bali mampu diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat. Ia pun sangat berterima kasih kepada para penggemarnya yang manamakan diri Sahabat Anick dan Mofnrocx. “Kita sangat berterima kasih kepada para Sahabat Anick dan Mofnrocx yang telah konsisten mensuport kita. Semoga juga karya-karya kita mampu diterima oleh semua lapisan masyarakat dan menghibur bagi semuanya,” tutupnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Suami Suka Menggigit penis- vagina, di sini bedanya. Hubungan antara ingin menyakiti, rasa sakit dan kesenangan dalam seksualitas manusia adalah sangat kompleks. Tidak bisa dipungkiri banyak pasangan saat melakukan hubungan seks bisa dikejutan oleh kenikmatan mendalam yang menyatu dengan rasa sakit. Rasa sakit yang kerap muncul malah bisa ditunggu-tunggu kehadirannya untuk dinikmati. Cinta, seks, rasa sakit dan aktivitas kekerasan fisik maupun psikis dapat merangsang pelepasan bahan kimia dan hormon yang sama dalam otak dan tubuh manusia. Endorfin yang menjadi biang rasa senang dan nikmat yang dirasakan tubuh, sesungguhnya dapat dilepaskan dalam pengalaman yang menyakitkan sekaligus rasa menyenangkan. Stres dan sakit juga dapat merangsang produksi serotonin serta melatonin di otak yang mengubah pengalaman menyakitkan menjadi rasa menyenangkan. Pelepasan epinefrin secara mendadak juga dapat menyebabkan kemunculan tiba-tiba rasa menyenangkan saat bersamaan merasakan sensasi nyeri. Di saat seseorang sedang menuju orgasmenya, di saat tersebut akan men-
galami peningkatan toleransi terhadap rasa nyeri. Artinya, akan cenderung tidak mudah merasakan sakit. Setiap orang sejalan dengan pengalaman seksualnya akan memiliki kemampuan untuk mengontrol ereksi, orgasme dan ejakulasinya selama dia sanggup menyingkirkan pengaruh stres psikis dan dalam keadaan sehat fisik. Itu artinya, dia juga akan mampu menarik ulur kontrol rasa nyeri ini, apakah akan diterima sebagai rasa nyeri yang menyakitkan dan akan menjadi pengalaman buruknya dalam hubungan seksual, atau malah sebaliknya menikmati rasa nyeri itu sebagai sensasi yang menyenangkan. Sesungguhnya ini bisa menjadi pilihan dan bisa dikondisikan atau dilatih. Jadi, dalam kasus seperti di atas sesungguhnya, salah satu inti dari menikmati seks adalah dengan mengeksplorasi ekspresi dan variasi seksual. Jangan takut untuk bereksplorasi dan mengontrol diri untuk menikmati rasa nyeri sekalipun, asal tidak melibatkan bahan-bahan dan alat-alat yang berbahaya. Tetapi ingat, bila rasa nyeri itu memunculkan rasa tidak nyaman dan malah menyakitkan, beri tahu pasangan untuk menghentikannya segera.
8
Bunda & Ananda
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Memanah sebagai Terapi Konsentrasi Memiliki anak yang istimewa membuat orangtua harus memberi perhatian istimewa. Hal ini bertujuan agar kemampuan yang dimiliki si anak bisa tersalurkan dengan baik sedangkan orangtua bisa memberikan pendampingan yang tepat. Hal ini diungkapkan Evi dan Sidyq yang putranya, Vito (11 tahun), mengalami ADHD. ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian.
“K
ami sudah konsultasi ke empat psikolog ternyata semua jawabannya sama. Putra kami mengalami ADHD. Awalnya sempat ada fase penolakan. Mengapa anak kami seperti ini. Penampilan fisiknya normal, namun dia tidak bisa memusatkan perhatian untuk waktu yang lama. Kalau orang menganggap anak seperti ini anak yang berkebutuhan khusus, bagi kami anak ADHD itu anak istimewa. Hal yang terpenting adalah perhatian dari orangtua
sekaligus bisa mengetahui dan mengarahkan kemampuan si anak,” ujar Evi. Ia pun menuturkan putranya sempat dua kali pindah sekolah. Di sekolah sebelumnya, ia merasa tertekan dan kerap menjadi korban bullying. Vito pun bercerita kepada orangtuanya tentang apa yang ia alami. Sebagai orangtua, Evi pun berusaha mencari solusi, diantaranya konsultasi dengan guru. Namun, karena lingkungan yang tidak nyaman ini membuat Vito merasa tertekan, ia pun
dipindahkan ke sekolah lain. Di sekolahnya yang ketiga di Madania Center, Vito menemukan kenyamanan. Konsep sekolah yang lebih mengutamakan pengasahan ketrampilan ini membuat Vito bersemangat. Pelajaran formal tetap diberikan tetapi hanya yang masuk ujian nasional. Selain itu, Vito juga ikut latihan melukis, memanah, dan bermain musik. Memanah kini menjadi kegiatan favorit Vito. Ia bergabung dengan klub “Jepun Bali Traditional Archery ”. “Awalnya
Konsentrasi pada Satu Aktivitas sampai Tuntas
Bunda Agus
Anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan, memang kebanyakan fokusnya pendek. “Untuk itu, diagnosanya harus jelas dulu, setelah tahu itu baru bisa menentukan intervensinya seperti apa. Sehingga treatment yang dilakukan tepat. Karena masing-masing anak cara penanganannya berbeda walaupun sama-sama memiliki fokus yang pendek,” ungkap Agus Binti Khoiriyah, S.Psi., CHt., CI., M.NLP. Kecenderungan anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan, tidak hanya mengalami gangguan motorik karena kurangnya oksigen di otak, seluruhnya berpengaruh pada perkembangannya. Bunda Agusdemikian sapaan akrab pemilik Madania Center ini memberikan contoh dua anak didiknya. “Kedua anak ini sangat aktif tapi fokusnya kemana-mana. Aktif atau tidaknya anak sangat dipengaruhi oleh sistem saraf mereka. Banyak faktor yang mempengaruhi, tak
hanya dilihat dari sisi,” imbuhnya. Terkadang banyak orang beranggapan bahwa makanan tidak ada pengaruhnya dengan rentang konsentrasi, fokus pada anak, dsb. Jawabannya pasti ada. Jika bertanya pada ahli gizi, kenapa kita makan ada nasi, daging, sayur, dsb., karena ini saling melengkapi. Jika sekarang, kecenderungannya kesukaan, pembiasaan dan pola. Untuk bergerak, bagi anak yang tak mengalami gangguan perkembangan atau perilaku, ia akan mudah meniru. Tetapi bagi anak yang mengalami gangguan tersebut, hiperaktivitasnya tinggi, rentang konsentrasinya pendek, ada gangguan pada motoriknya, harus diperbaiki tak hanya sistem fisiknya, tapi juga sistem di saraf. Bagaimana melatih konsentrasi anak dalam kehidupan sehari-hari? Bisa dibiasakan mulai dari masuk sampai pulang sekolah. Anak tahu urutan/tahapan masuk sekolah. Atau di rumah, mulai bangun tidur anak tahu tahapannya, dan bisa menceritakan kronologisnya. Jika anak tak bisa berbicara, bisa diceritakan dengan gambar. “Ini bisa untuk melatih anak fokus terhadap sesuatu,” ujar Bunda Agus. Jika dengan motorik, bisa dengan melukis, mewarnai, atau satu aktivitas lain yang dilakukan sampai tuntas. Pada anak yang fokusnya pendek, dia tak akan fokus melakukan sesuatu, ada jeda. Di situlah kita harus ingatkan lagi, jeda, ingatkan terus, demikian tahapan-tahapannya, dan harus sampai tuntas. Jika sampai tidak tuntas, mulailah dari gambar yang kecil dulu tapi sampai tuntas, yang sedang, sampai akhirnya
yang besar. Hal ini berkaitan juga dengan daya juang, stres, dan melatih kesabaran pada anak. Bagi anak biasa, hal itu mudah, tapi bagi mereka dengan gangguan itu menyiksa. Disini perlu pemahaman, apa yang membuat
Griya
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Bale Bali Bangunan Tahan Gempa? Secara geologis, Indonesia terletak pada jalur ring of fire, yakni daerah yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya gempa bumi. Karena itu dalam merancang sebuah bangunan, hal ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan.
Vito sedang latihan memanah
dia ikut latihan di sekolah. Lalu dapat info, ada klub panahan tradisional. Ternyata Vito senang. Selain sebagai terapi untuk melatih konsentrasinya,
ia juga bisa bersosialisasi dengan teman-teman baru,” jelas Evi yang bersama Sidyq giliran menemani Vito latihan panahan.
demikian, apakah motoriknya yang lemah? Memang fokusnya pendek, tapi kalau daya juangnya bagus, anak akan bisa menyelesaikannya. Tapi jika fokus pendek dan daya juangnya lemah, anak akan susah. Itulah yang membedakan treatmen dan bagaimana mengarahkannya pada mereka. Panahan menjadi salah satu olahraga yang direkomendasikan dan bisa menjadi terapi bagi siapa pun yang memiliki konsentrasi/fokus pendek, terlebih bagi
anak yang mengalami gangguan perkembangan. Karena, dalam olahraga ini dituntut bisa mengkoordinasikan segala sesuatunya baik motorik, mata, auditori, dsb. “Dalam panahan, selain konsentrasi penuh juga memerlukan koordinasi, kekuatan, kesabaran, ketelitian dalam membidik, melatih kepekaan/rasa. Sama dengan berenang, semua bergerak dan terkoordinasi. Ini untuk menstimulasi,” ujarnya.
(ngurahbudi@cybertokoh.com)
(inten.indrawati@cybertokoh.com)
Mendongeng Lima Menit
MENGGAPAI UJUNG LINGGA
Dua orang batara kakak-beradik, Brahma dan Wisnu, berbincangbincang dalam sebuah pertemuan. Mereka berdua teringat akan nasihat orang-tuanya agar selalu rukun dan tidak menyombongkan kesMade Taro aktian masing-masing. Namun, entah setan apa yang menggoda, tiba-tiba Batara Brahma berkata, “Hai, Wisnu! Yang kau pelihara itu ciptaanku! Tanpa ciptaanku, tak ada yang kau pelihara.” Wajah Batara Wisnu seketika merah-padam. Ia tidak mengira perbincangan itu berbelok ke arah mengunggulkan diri dan merendahkan lawan. Maka ia pun membalas, “Apa artinya ciptaanmu, kalau tak ada yang memelihara? Setiap hari kupancarkan cahaya matahari, kuembuskan udara segar dan kusiramkan air, sehingga tumbuh-tumbuhan, hewan dan segala yang kau ciptakan itu hidup lestari. Tanpa pemeliharaanku, segala yang kau ciptakan itu mati dan musnah.” “Ha, ha, ha…! Kau lupa, aku adalah pencipta! Aku dapat menciptakannya lagi setiap saat,” tangkis Batara Brahma. “Akan kubiarkan terbengkalai, sehingga mati dan musnah!” balas Batara Wisnu. Kedua batara yang mengaku sakti itu tak ada yang mengalah. Mereka berubah congkak, dan saling menghinakan kesaktian lawan. Akhirnya keduanya adu kekuatan. Saling dorong, saling banting dan saling merobohkan. Kemudian lanjut dengan saling tindih dan saling cekik. Ketika napas kedua petarung itu sesak, tiba-tiba terdengar suara gaib dari langit. “Hai, Batara-batara
yang sombong! Bertindaklah kesatria! Buktikan siapa di antaramu yang tersakti! Lihatlah sebuah lingga batu yang terpancang di sebelahmu!” Kedua batara yang tengah bergumul itu terkagumkagum memandang sebatang lingga batu yang tiba-tiba berdiri tegak. “Barang siapa yang terlebih dahulu berhasil menggapaikan tangannya pada ujung lingga itu, dialah yang tersakti!” Seru suara gaib itu lagi. Kedua batara itu segera memeriksa lingga itu. Batara Brahma secepatnya memanjat naik dan berusaha meraih ujung atasnya. Namun ketika jari tangannya hampir menyentuh puncak, lingga itu bertambah panjang dan menjulang ke langit. Dengan kesaktiannya, Brahma lalu menjelma menjadi burung elang raksasa. Burung itu terbang sekuat-kuatnya ke langit. Ketika hendak menyentuhkan cakarnya di puncak, ternyata lingga itu bertambah panjang. Maka habislah tenaga burung elang perkasa itu. Ia melayang-layang di udara, dan akhirnya, …, buk! Burung itu bergedebuk di bumi. Setelah siuman, didapatinya, adiknya, Batara Wisnu tergeletak lunglai di sebelahnya. “Aku menyerah, Adikku! Kaulah yang tersakti!” kata Batara Brahma. “Tidak, Kakak! Aku gagal menggapai ujung pangkal lingga, walaupun aku sudah menjelma menjadi babi jantan. Setiap kugali dasar bumi, dan hampir kusentuh pangkalnya, lingga itu bertambah panjang dan pangkalnya membenam menembus bumi.” Kedua dewa itu bangkit, bersalaman, lalu berpelukan. “Tak perlu menyombongkan kesaktian masingmasing. Di atas yang tersakti, masih ada yang lebih sakti. Marilah kita bekerja sesuai dengan kesaktian yang dianugerahkan kepada kita, sehingga alam ciptaan Yang Maha Sakti itu tetap harmonis,” kata kedua batara itu. (Bali)
17
“Masih banyak bangunan di Indonesia khususnya di Bali belum memenuhi persyaratan bangunan tahan gempa. Minimal ketika terjadi gempa besar, hanya mengalami kerusakan ringan pada elemen non structural maupun struktural, tapi bangunan harus tetap berdiri, tidak boleh runtuh,” ujar I Gusti Ngurah Bagus Arimbawa, S.T., M.T. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, ketika akan I Gusti Ngurah Bagus Arimbawa, S.T., M.T. membangun hunian adalah dengan mengetahui prinsip dasar konsep hunian tahan gempa yaitu bangunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran. Prinsipnya pada dasarnya ada dua, yaitu kekakuan struktur dan fleksibilitas peredaman.
DINDING Pada setiap luasan dinding 12 m2, harus dipasang kolom, dengan ring balok sebagai pengaku dan juga akan dapat menyalurkan beban bangunan secara merata.
membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan, sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersamasama dan proporsional. PONDASI Pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Untuk itu, pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras. Kedalaman minimum untuk pembuatan pondasi adalah 70 cm sampai dengan 100 cm. Lebar pondasi bagian bawah 0,8 m, sedangkan lebar bagian atas pondasi 0,3 m. Seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. Pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. Pondasi juga harus mempunyai hubungan yang kuat dengan sloof. Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angkur antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 m. Angkur dapat dibuat dari besi berdiameter 12 mm dengan panjang 20-25 cm.
Arimbawa menjelaskan, pada dasarnya teknologi bangunan tahan gempa sudah ada sejak dulu. Contohnya adalah bangunan Bali seperti bale dangin dan bale daja. Pondasi bale mempergunakan jongkok asu yaitu seperti pondasi setempat yang menyokong struktur tiang bangunan atau yang di Bali disebut dengan saka. Dan, sambungan kayu tidak mempergunakan paku melainkan dengan mempergunakan pasak, yaitu kayu yang dimasukkan ke dalam lubang sebagai pengait. Jika terjadi gempa atau pun getaran, bangunan akan dapat bergerak secara fleksibel atau tidak kaku. Untuk bagian atap mempergunakan lambing dari kayu dengan kudakuda yang terbuat dari kayu. “Seiring waktu, rumah Bali sudah terbukti dan teruji sangat efektif diterapkan untuk mengantisipasi bahaya gempa,” tandasnya. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
1. Prinsip dasar kekakuan struktur rumah Prinsip kekakuan struktur rumah menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Terbukti, struktur kaku seperti beton bertulang jika dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa dengan baik. Hal ini berarti perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh struktur yang dibuat pada saat pembangunan agar dapat lebih kuat dan lebih kaku. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi. Kolom-kolom dan balok pengikat harus kuat dan ditopang oleh pondasi yang baik pula. 2. Prinsip fleksibilitas Adanya kemungkinan struktur bangunan dapat bergerak dalam skala kecil, misalnya dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan-tumpuan beban. Yang dimaksud dengan roll adalah jenis hubungan pembebanan yang dapat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran. 3. Prinsip penggunaan bahan material yang ringan dan lentur Prinsip penggunaan bahan material yang ringan dan lentur, yaitu menggunakan bahan-bahan material ringan yang tidak lebih membahayakan jika runtuh dan lebih ringan sehingga tidak sangat membebani struktur yang ada. Contohnya, struktur kayu dapat menerima perpindahan hubungan antar kayu dalam skala gempa sedang.
ATAP Pemilihan material struktur atap dapat mempergunakan kayu, baja ringan atau atap beton atau pun dengan mempergunakan material baja berat. Untuk rumah tinggal sebaiknya mempergunakan penutup atap yang ringan seperti genteng metal, ataupun atap spandek.
Bale Daja
Beberapa hal yang perlu d iperhatikan, ketika akan m embangun hunian adalah d engan mengetahui prinsip dasar k onsep hunian tahan gempa yaitu b angunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran
4. Prinsip massa yang terpisah-pisah Prinsip massa yang terpisah-pisah, yaitu memecah bangunan dalam beberapa bagian menjadi struktur yang lebih kecil sehingga struktur ini tidak terlalu besar dan terlalu panjang. Karena, jika terkena gempa harus meredam getaran lebih besar.
gempa, serta memiliki f leksibilitas
5. Kesatuan Struktur (struktur atap, struktur dinding, struktur pondasi) Prinsip dasar dari bangunan tahan gempa adalah
f leksibilitas peredaman
untuk meredam getaran. P rinsipnya pada dasarnya ada dua, yaitu kekakuan struktur dan
18
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Konservasi Lontar Selamatkan Manuskrip dari Kepunahan
UPTD Gedong Kirtya merupakan sebuah perpustakaan lontar warisan budaya leluhur dengan substansi dan tahun pembuatan lontarnya sangat bervariasi. Sampai saat ini UPTD Gedong Kirtya memiliki koleksi lontar sebanyak 1757 judul terdiri atas 800 judul yang telah ada salinan dan yang belum ada salinan 957 judul.
S
ebagai warisan yang tidak ternilai harganya, keberadaan museum Gedong Kirtya mendapat perhatian dari pemerintah. Hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.. Menurutnya, untuk menambah koleksi lontar, UPTD Gedong Kirtya menggali informasi di masyarakat yang menyimpan lontar. “Sebagian besar naskah masih tersimpan atau dimiliki masyarakat awam. Sebagian lagi terdapat di lembaga-lembaga
pusat dan daerah, serta lembagalembaga adat,” jelasnya. Tastra Wijaya juga menambahkan lontar merupakan dokumentasi budaya masa lampau dan merupakan benda yang sangat bernilai. Isi yang terkandung dalam manuskrip lontar begitu bermanfaat seperti tentang mantra, keagamaan, pengetahuan tentang astronomi dan astrologi (wariga), pengobatan tradisional (usada), prosa, kekawin, kidung, sejarah, cerita-cerita, dan lain-lain. Maka itu upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan lontar juga harus menjadi perhatian semua pihak. “UPTD Gedong Kirtya secara berkala mengunjungi masyarakat untuk memberikan pengarahan tentang tata cara perawatan, penyimpanan lontar dan terkadang pemilik mepercayakan
Drs. Putu Tastra Wijaya, MM.
lontar miliknya untuk disimpan di UPTD Gedong Kirtya seperti yang dilakukan oleh Bapak Gede Neca yang berdomisili di Jalan Samosir I/4 Singaraja,” imbuhnya. Mengingat begitu pentingnya peninggalan tersebut terhadap pengembangan kebudayaan nasional, sehingga diperlukan suatu penanganan khusus terhadap manuskrip lontar agar terhindar dari kepunahan, karena usia manuskrip yang cukup tua dan tidak akan bertahan lama apabila tidak dipelihara dengan baik. Konservasi lontar dilakukan sebagai upaya menyelamatkan manuskrip dari kehancuran. Beberapa kegiatan konservasi yang dilakukan untuk menyelamatkan fisik lontar dari kerusakan dan kehancuran di antaranya pemeliharaan lontar dengan membersihkan noda
atau kotoran. Pembersihan pada lontar dapat dilakukan dengan menggunakan minyak tanah yang dicampur serbuk arang kemiri dioleskan dengan bantuan kapas. Salah satu cara yang paling penting untuk mencegah kerusakan manuskrip lontar adalah dengan melakukan penyimpanan yang benar. Lontar dapat disimpan dalam kotak-kotak kayu atau keropak Di dalam keropak tersebut sebaiknya diletakkan silica gell untuk menjaga agar kelembaban tempat penyimpanan selalu kering. “Upaya konservasi manuskrip lontar bertujuan agar manuskrip lontar selamat dari kepunahan, karena usia manuskrip yang cukup tua dan tidak akan bertahan lama apabila tidak dilakukan upaya konservasinya,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Buleleng Bangun Tiga RTH Perkembangan sebuah kota seharusnya seirama dengan kebutuhan dan pertumbuhannya pun harus direncanakan secara tepat demi tercapainya kenyamanan dalam lingkungan yang sehat. Salah satu untuk dapat membentuk kenyaman tersebut dengan menyeimbangkan antara ruang terbangun dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara proporsional. Hal tersebut juga yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menciptakan kenyamanan dan lingkungan yang sehat di tengah semakin padatnya penduduk dan menyempitnya lahan hijau. Menurut Ni Wayan Surattini, Pelaksana Tugas Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng, pembangun RTH sebagai salah satu upaya menciptakan tempat yang representatif digunakan berkumpul bersama keluarga. “Biasanya taman kota selalu menjadi pilihan keluarga untuk
berkumpul tapi saat ini taman kota seperti sudah semakin sesak sehingga perlu dibuatkan tempat semacam itu lagi,” jelasnya. Terdapat tiga lokasi di kota Singaraja yang akan dibangun menjadi RTH yaitu RTH Kampung Tinggi, RTH Sukasada, dan RTH Banyuasri. Proyek yang telah direncakan sejak tahun 2015 tersebut sempat terganjal status aset dan penentuan lokasi. Dari tiga lokasi, dua di antaranya telah dilakukan pembangunan secara bertahap di RTH Kampung Tinggi dan Sukasada. Surattini mengungkapkan untuk sampai pada tahap finishing, rencananya proyek tersebut akan berakhir 2 hingga 3 tahun ke depan. “RTH Kampung Tinggi akan melanjutkan finishing, sedangkan RTH Sukasada perlu waktu yang lebih lama karena memang tanahnya masih sangat mentah dari segi kontur sehingga perlu dilakukan penataan dan pemerataan dulu,” imbuhnya. Satu lokasi RTH di Banyuasri juga akan segera direalisasikan
tahun ini, setelah sempat terganjal status aset. Proyek yang dianggarkan miliaran rupiah ini akan dilakukan hingga finishing. Perempuan kelahiran 2 Januari 1967 tersebut menambahkan, RTH Banyuari baru bisa direalisasikan setelah dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi sehingga muncul keputusan pada tahun 2016 aset tersebut diperkenankan untuk dimanfaatkan dengan status pinjam pakai. “Perencanaanya sudah dibuat tahun lalu, sekarang di review. Sudah selesai langsung lanjut ke fisik sampai finishing,” sebutnya. Sesuai perencanaan, RTH seluas 24 are itu akan dilengkapi dengan jogging track, stage, dan beberapa patung. Itu nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat berolahraga. Selain itu, masyarakat juga
dapat menggunakan stage untuk band-band indie perform untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. “Rencana ke depan juga akan dilengkapi dengan tempat kuliner sehingga akan menjadi tempat yang representatif untuk keluarga,”
ucapnya.(wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Ni Wayan Surattini
Mediterranean Bali Cabang Singaraja Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi SMK Negeri 1 Singaraja oleh LSP 3 Pariwisata Bali
Kampus Manager bersama perwakilan guru dan alumni smk N 1 Singaraja, serta para Asessor dari LSP 3 Pariwisata Bali ketika memberikan sertifikasi kompetensi di kampus Mediterranean
Rusma Ari Santhi menambahkan jika kuantitas SDM melimpah namun jika tidak dikelola dengan baik kualitasnya, justru akan menimbulkan problem tersendiri. Bagi pengusahan dan industri, memiliki pegawai yang bersertifikat adalah aset dalam persaingan bisnis. “Saat ini sertifikasi sangat penting,
ketika lulus nanti mereka akan dapat pengakuan dari industri di tempatnya bekerja,” imbuhnya. Lanjut kata perempuan berparas ayu tersebut, alumni dari SMK N 1 Singaraja telah banyak sukses berkarier melalui proses pendidikan di Mediterranean Bali. “Kami ingin mengajak siswa-siswi SMK 1 singaraja
Dari Denpasar Bali, pesawat mendarat mulus di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima siang itu. Di antara ba nyak penumpang yang turun dari tangga pesawat, ada seorang perempuan bertubuh ramping mengibas rambutnya yang panjang. Di balik kaca mata hitam, pandangan nya mengitari seluruh areal bandara. Seperti ada kerin duan terpancar dari raut wajahnya. “Ini kepulangan saya yang pertama sejak tahun 1995 lalu meninggal kan Bima,” ungkap perem puan itu. Ada kisah masa lalu pahit yang tertinggal di Bima kemudian diceritakan de ngan lugas oleh perempuan bernama Ayudia (28) ini.
D
ua puluh dua tahun yang lalu, ketika ia berusia enam hingga tujuh tahun, Ayudia hidup dalam penderitaan di bawah asuhan ibu tirinya. Tubuh kecilnya yang kurus kering kala itu, harus menanggung beban derita akibat rasa dendam sang ibu tiri pada ibu kandungnya. Dengan mata berkaca-kaca, Ayudia menceritakan kisah hidupnya sepanjang
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
bergabung dan juga SMA/ SMK yang lain karena kami telah sukses menjembatani mereka meraih cita-cita dan impian besar untuk sukses diusia,” pungkasnya. Sementara itu, Certification Manager LSP 3 Pariwisata Bali Kadek Wira Adi Saputra mengungkapkan dengan sertifikasi yang dilakukan diharapkan memberikan bekal kompetensi dalam dunia kerja. Siswa yang dinyatakan Kompeten akan mendapat sertifikat sedangkan yang belum kompeten akan direkomendasikan kepada pihak sekolah untuk di-upgrade ketrampilannya. “Assesor yang kami libatkan adalah yang berpengalaman dibindang teori maupun praktek yang telah berada pada level manager, sehingga hasil sertifikasinya bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Kadek Agus Jaya Pharhyuda selaku guru SMK N 1 Singaraja berharap hasil dari sertifikasi dapat menjadi umpan balik bagi siswa dan guru-guru untuk lebih meningkatkan kompetensinya. “Melalui Sertifikasi anak-anak nantinya bisa membuktikan apa yang didapat di sekolah baik secara teori maupun praktek,” pungkasnya. -win
7
Bebas setelah Kelas Tiga SD perjalanan menuju ke rumah ibu kandungnya di salah satu desa di Kabupaten Bima. Sesekali pandangannya menerawang jauh menatap langit. Pernikahan ibunya dengan ayahnya memang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan istri pertama ayahnya. Sebagai pemuda desa, ayah Ayudia terbilang tampan. Ia bertemu dengan ibu Ayudia pada sebuah pementasan orkes biola yang digelar di rumah pengantin di desa ibunya Ayudia yang tidak terlalu jauh dari desa asal ayahnya. Sudah menjadi kebiasaan dari ayahnya Ayudia, untuk mendatangi pergelaranpergelaran biola yang bisa dilakukan saat ada orang menikah di Bima. “Ibu bertemu ayah di sana,” ungkapnya. Singkatnya, dari sanalah keduanya menjalin hubungan hingga akhirnya menikah diam-diam sampai lahirlah Ayudia. Namun, bagaikan bangkai, serapat dan serapi apapun disimpan, suatu saat baunya akan tercium juga. Begitulah yang kemudian terjadi pada keduanya. Selama lima tahun mereka menyimpan dan menyembunyikan pernikahan tersebut, akhirnya ketahuan juga. “Ribut-ribut tidak bisa dihindari terutama antara ayah dan istri pertamanya. Termasuk ayah dan ibu saya juga terus menerus bertengkar,” kata Ayudia. Ia mengaku tidak mengetahui
Sudut Pandang
Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Buleleng Tantangan pengembangan di sektor pariwisata dinilai sangat kompleks, mulai dari ketatnya persaingan, tuntutan konsumen, serta pengaruh globalisasi. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan professional di bidang pariwisata, maka peran lembaga pendidikan dan pelatihan menjadi sangat menentukan. Guna mengantisipasi persoalan tersebut, Mediterranean Bali cabang Singaraja menekankan pengembangan SDM pariwisata pada penguasaan kompetensi masing-masing agar dapat bersaing ditingkat regional, nasional bahkan ditingkat internasional. Menurut kampus manager Komang Rusma Ari Santhi, S.Pd.,M.Pd., melalui sertifikasi kompetensi yang melibatkan siswa kelas XII (83 orang) dari program Usaha Perjalanan Wisata SMK Negeri 1 Singaraja, Mediterranean ingin memfasilitasi siswa-siswi seluruh SMK di Buleleng untuk disertifikasi. “Kami tidak hanya berkecimpung dalam pelatihan ke kapal pesiar tetapi juga kami punya lembaga sertifikasi yang bekerjasama kuat dengan LSP 3 Pariwisata Bali,” paparnya (Jumat, 3/03). Kegiatan yang berlangsung di gedung lantai III kampus setempat, melibatkan 3 Assesor dari LSP 3 Pariwisata Bali dengan menguji skema ticketing.
Life Story
apa yang dipertengkarkan kala itu karena usianya masih empat tahun. Hanya ia masih ingat istri pertama ayahnya sempat datang melabrak ibunya dan pertengkaran hebat terjadi hingga mengundang perhatian warga sekitar. Lalu ia tahu hubungan ayah dan ibunya terus merenggang. Sampaisampai pertengkaran terus berlanjut hingga mereka memutuskan untuk berpisah. “Ayah mendapat tekanan dari istri pertamanya yang meminta agar ayah menceraikan ibu saya,” ujarnya. Akan tetapi ayah Ayudia tidak ingin menceraikan ibunya melainkan membiarkan perkawinan tersebut menggantung. “Ayah jadi jarang pulang ke rumah ibu,” katanya. Pada suatu ketika, ayahnya membawa Ayudia ke rumah istri tuanya. Seingat Ayudia, sejak itulah ayahnya tidak mengunjungi ibunya lagi. “Beberapa kali ibu datang untuk meminta saya kembali, ayah tidak mengizinkannya,” ujar Ayudia. Sejak itulah dimulai kisah pahit Ayudia kecil. Sebagai anak yang baru berumur belum genap enam tahun kala itu, beban Ayudia sungguhlah berat. Ia harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga di bawah tekanan ibu tirinya. Ia harus mengangkat air bersih dari jarak yang lumayan jauh dari rumahnya, ia juga harus ikut mencuci piring dan peker-
jaan rumah lainnya. Tubuhnya kurus kering dengan rambut acak-acakan tak terurus. Penderitaan Ayudia ditambah lagi dengan ia harus menanggung siksaan dari ibu tirinya. Para tetangganya pun menceritakan hal tersebut. “Kasian sekali Ayudia saat kecil. Oleh ibu tirinya, ia kerap dipukul, dijambak hingga siksaan-siksaan fisik lainnya,” ujar Tami, salah seorang tetangga dari ibu tiri Ayudia. Kala itu, para tetangga hanya bisa menegur ibu tiri Ayudia yang melawan semua orang yang menegurnya. “Saya bahkan pernah melihat Ayudia kecil diseret ibu tirinya hanya dengan memegang rambut Ayudia. Pokoknya kasian melihat kondisinya dulu,” ujar Tami. Siksaan-siksaan seperti itu kerap diterima Ayudia akibat ia kerap kencing dan berak di celana karena di usianya yang masih sangat kecil itu ia hidup tertekan dan ketakutan pada ibu tirinya. “Kalau ingat saat Ayudia disiksa ibu tirinya dulu, tidak tega saya mengingatnya kembali,” kata Tami. Para tetangga yang mencoba menolongnya seakan tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk bisa menyelamatkannya karena ayahnya sendiri seperti tidak peduli. “Malah terkadang ayahnya juga ikut-ikut menyiksanya,” ujar Tami. Mendengar keadaan Ayudia
dari para tetangga, ibu kandungnya sering sekali datang memohon-mohon untuk dapat membawa Ayudia, namun tidak diizinkan. Ayudia menjalani hidup yang sangat menakutkan selama lebih kurang empat tahun. Sampai saat ia masuk sekolah –terlambat di usianya sudah delapan tahun- Ayudia tumbuh menjadi anak yang kata-katanya kasar. “Bagaimana tidak kasar, di rumahnya ia selalu mendengar umpatan ibu tirinya,” ujar Tami yang yang prihatin. Sampai saat ia duduk di kelas tiga sekolah dasar, barulah ayahnya mengizinkan Ayudia dibawa oleh ibu kandungnya yang kemudian memilih tinggal di Bali karena ia bekerja di sana. “Tetangga semua merasa lega waktu itu melihat Ayudia pergi bersama ibu kandungnya,” kata Tami. Itulah saat di mana Ayudia terbebas dari tekanan batin dan siksaan fisik. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti ibunya. Ia memilih tinggal di Bali dan bekerja serta menikah di sana. Ia pulang ke kampung halamannya untuk menengok keluarga ibunya. “Rencananya saya ingin mampir di rumah ayah,” ujarnya tersenyum kecil. Ia tampaknya tidak ingin mengingat masa lalunya dan ingin bertemu dengan ayah dan ibu tirinya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com).
Tips Pola Makan Sehat
Pola hidup sehat sudah menjadi prioritas saat ini. Bukan karena mengikuti tren agar terlihat kekinian tapi sudah menjadi pilihan hidup. Selain dari pengalaman pernah terserang penyakit sehingga Chandra harus berhati-hati dalam memilih makanan, ia juga banyak membaca bukan dan mendengar info tentang kesehatan dari berbagai sumber. Pemilik nama lengkap Putu Diah Chandra Dewi, S,H., M.Kn. ini tidak punya asisten rumah tangga dan terbiasa mempersiapkan semua keperluan makannya sendiri. Sebagai wanita karier, yang terbiasa dengan kerja cepat dan instan, Chandra memilih membuat makanan yang simpel ra Dewi nd namun sehat setiap harinya juga rajin membawa lunch box ha C h ia D Putu saat bekerja. Menurut Notaris – PPAT di Badung, pemerhati masalah kesehatan dan lingkungan serta kolktor cangkir ini , ia tentu harus pintar juga membagi waktunya. Chandra bisa lebih menghargai makanan yang dibuatnya sendiri. Selanjutnya ia pun membuat perencanaan agar hidupnya lebih mudah. Misalnya, saat membeli bahan makanan ia sudah memikirkan apa saja dan tahan berapa lama, agar tidak terbuang percuma. “Saya melewati proses dari berpikir akan membuat apa, membelinya, hingga membuat dan mengolahnya sendiri. Saya sering mengunggah makanan yang saya buat di sosial media sebagai bentuk penghargaan terhadap diri saya sendiri,” tutur Chandra, yang sebelumnya menyukai kuekue yang manis dan memiliki kalori tinggi buatannya sendiri. “Karena itu juga, saya tahu semua takaran dan apa yang terkandung di dalamnya. Saya masih suka membuat kue sampai saat ini, namun saya mengganti bahannya dengan bahan yang lebih sehat dan rendah gula,” imbuhnya. Chandra menyampaikan dirinya memilih makanan organik, karena lebih sehat, terbebas dari pestisida dan efeknya lebih aman bagi tubuh, meski diakuinya terkadang masih mengonsumsi makanan non-organik. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak pestisida, akan tersimpan di dalam tubuh. Semakin lama tertimbun bisa menimbulkan keracunan termasuk berbagai macam penyakit. “Saat ini, di berbagai tempat banyak kita temukan produk organik bahkan ada tempat khusus yang menjual produk organik. Walaupun, produk organik lebih mahal, tapi sebanding dengan hasil yang didapat,” ujarnya. Sejak menjalani program hidup sehat, daya tahan tubuhnya semakin kuat, tidak mudah capek, dan terbantu mengeluarkan racun dalam tubuh. “Saya juga tidak pernah bingung menentukan pilihan makanan jika saya sedang berada di luar rumah atau di acara tertentu. Saya sadar kalau makanan organik dan non-organik memiliki plus- minus. Dari yang pernah saya dengar salah satunya adalah tentang kandungan gizi dalam makanan organik dan non-organik itu sama saja,” katanya Namun bagi Chandra apa yang telah dijalaninya membawa manfaat bagi tubuhnya. Pola makan yang dijalani mulai dari makan pagi pukul 10.00. Ia meminum 1 liter air berisi perasan jeruk lemon sebelum makan pagi. Berikut beberapa pilihan makan pagi Chandra: 1. Telur rebus yang dimakan putihnya saja sebagai protein, 2. Energy ball (campuran kacang almond, buah-buah kering dan biji-bijian yang diblender, kemudian dibentuk bola dan dibalut dengan bubuk kokoa atau kelapa parut), 3. Chia pudding (chia seeds direndam dengan susu almond semalaman) ditambah dengan strawbery yang dihaluskan dan ditaburi granola (gandum yang dipipihkan sebelum dikeringkan, biji-bijian dan kacang-kacangan), 4. Buah alpukat yang dimakan dengan raw honey (madu murni) 5. Roti gandum diolesi dengan pumpkin paste (pasta labu olahan sendiri) diberi potongan buah-buahan (kiwi, strawberry, pisang).
Untuk pilihan makan siang, biasanya saya membuat : 1. Salad hijau ditaburi saus buatan sendiri, steam tahu dan orak-arik steam tempe 2. Nasi merah, satu lauk, semangkuk sayuran, dan telur rebus 3. Quinoa dan ayam rebus serta salad wortel atau kubis ungu, 4. Sup labu berisi daging sapi dimakan dengan pita bread 5. Onigiri (nasi dibentuk segitiga berisi ikan salmon di dalamnya dan rumput laut di luarnya). Cemilan sore hari pilihan Chandra : 1. Pisang dipanggang ditaburi madu dan almond sliced, 2. Gluten free cupcake (mengunakan bubuk kokoa), 3. Tortila isi alpukat, 4. Crackers gandum diolesi pasta basil dan ditaburi buah-buahan 5. Jelly tanpa rasa atau semangkuk buah-buahan. Sedangkan pada malam hari nya, Chandra berhenti mengonsumsi makanan dan memilih untuk meminum green juice (kale, pok choy, kyuri, lemon). Tips dari Chandra Jangan pernah mengabaikan makan siang. Berikutnya ada hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu kita bisa bebas memilih makanan apa saja yang kita suka, asal diimbangi dengan olahraga serta makan yang berimbang. Jika siangnya sudah makan semangkuk bakso maka malamnya diimbangi dengan semangkuk sayuran. “It’s true: you are what you eat,” tandasnya. (sri.ardhini@cybertokoh.com)
6
Woman on Top
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Mambal, Abiansemal, Badung, PT Tirta InvestamaPabrik Mambal (TIV Mam bal) tidak hanya berinvestasi di Bali, namun juga turut bersinergi dengan pemer intah dan masyarakat untuk melestarikan alam dan lingkungan Pulau Dewata. Program yang dijalankan berada dibawah payung ke berlanjutan perusahaan yang disebut AQUA Lestari.
Sinergi Lestarikan Lingkungan
P
rogram ini di susun berdasarkan pemetaan sosial yang berkaitan de ngan kondisi sosial masyarakat serta analisa risiko operasi per usahaan. Proses penyusunan pro gram melibatkan para pemang ku kepentingan terkait seperti masyarakat, pemerintah desa, dan LSM. Pelaksanaan program dilakukan berdasarkan pendekat an hulu, tengah, hilir DAS secara terpadu dan berbasis masyarakat serta kearifan lokal. Ada empat pilar yang dikem bangkan dalam program ini, yakni pelestarian air dan lingkungan, praktik perusahaan yang ramah lingkungan, pengelolaan distribusi produk, dan pelibatan serta pem berdayaan masyarakat. CSR Coordinator AQUA Mambal, Ida Ayu Eka Pertiwi Sari, menyatakan sangat kon
Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
sen terhadap kelestarian yang diwujudkan dalam sejumlah pro gram Corporate Social Responsibility (CSR). Kepedulian ini tidak hanya diterapkan pada lingkungan sekitar, namun juga di beberapa kabupaten lainnya. “Air adalah core bisnis kami, karena itu kami harus turut
menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya memanfaatkanya saja. Kepedulian ini kami wujud kan dengan penanaman 47,759 pohon, 2,266 biopori, 15 sumur resapan, 70 rorak. Memberikan insentif pohon kepada 17 KK dengan jumlah pohon 656 untuk menjaga populasi pohon,” ungkap Dayu Eka yang didampingi Senior Plant Manager AQUA Bali, Forcy Tjahyana Tjandra dan Stakeholder Relation Manager AQUA Mambal, Nyoman Arsana. Dayu menambahkan selain menjaga lingkungan, program CSR juga dimanfaatkan mem bantu masyarakat sekitar. Di antaranya, membangun 15 biogas, pertanian sayuran sehat seluas 20 are, pengembangan usaha lebah madu oleh Kelompok Lebah Madu Mekar Bhuana, akses air bersih dengan teknologi hidran kepada 133 KK Br. Bukian dan 191 KK di Br. Semanik di Kabupa ten Badung. “Kami juga membantu petani di Subak Mambal, yang sering mengalami gagal panen dikarena kan serangan hama dengan mem perbanyak agensia hayati yang di lakukan di Lab Pertanian Organik. Dengan program ini petani sudah mampu menghasilkan 7 ton/ha dari sebelumnya hanya 3-4 ton/
ha,” ungkap Dayu. Tak hanya itu, hasil produksi petani juga akan dipasarkan le wat Koperasi Mambal Lestari. “Jadi petani tidak kapok, karena hasil produksinya juga kami bantu memasarkan. Kami berharap, program pelestarian lingkungan mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pen gusaha swasta. Selama ini Pemer intah Kabupaten Badung sangat mendukung program-program kami. Kami berharap ada pihak swasta yang memiliki visi misi serupa, sehingga dapat bersinergi dalam melestarian lingkungan,” ujar Dayu.
Ia menambahkan kegiatankegiatan yang dilakukan bertujuan melakukan pemeliharaan kon servasi pada daerah resapan dan tangkapan air Daerah Aliran Sun gai (DAS) Ayung secara terpadu dengan ruang lingkup konservasi, peningkatan akses air bersih, pe nyehatan lingkungan, dan perilaku hidup bersih dan sehat, serta per tanian sehat. Berikutnya mening katkan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan potensi local, meningkatkan kapasitas organisasi kelompok masyarakat, dan melakukan pengelolaan sum ber daya air DAS Ayung secara terintegrasi dan terpadu. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
Dayu saat kunjungan ke masyarakat
Tampil Menarik dengan Pola Makan Sehat
Donna Agnesia
Akibatnya, dia sempat jatuh sakit. Akhirnya secara perlahan ia mengubah gaya hidupnya dan kembali ke pola makan sehat se bagaimana disarankan dokter. Dia tetap bisa menjaga kelangsingan tubuhnya. Padahal sekarang ia bisa makan apa saja. “Kuncinya, tidak mengonsumsi berlebihan,” tambahnya. “Untuk aku, pola makan sehat
sudah merupakan keharusan. Pokoknya setiap hari harus me nyantap sayuran, buah-buahan, juga menu yang mengandung protein dan vitamin,” ungkap Domi, sapaan akrab wanita kelahiran Agustus 1988 ini. Meski sehari-hari mengon sumsi menu sehat, namun bukan berarti dia menjauhi makanan-makanan yang konon disebut sebagai makanan tidak sehat. Sekali-kali, katanya, dia juga mengonsumsi gorengan dan es krim. Sesungguhnya, tambah bintang film ‘Guar dian’ ini, dia menyukai kedua makanan tersebut. “Aku ini suka banget sama gorengan dan es krim. Tapi berusaha tidak berlebihan karena demi kesehatan,” tambah istri Ivan Handoyo ini. Hal yang sama juga dilaku kan oleh Donna Agnesia, artis yang juga presenter kondang. Ia mengaku mengatur pola ma kannya dengan baik agar sehat dan tubuhnya tidak melar. Bukan hanya untuk dirinya, tapi dia juga mengatur pola makanan sehat untuk keluarganya. “Saya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kar bohidrat seperti nasi dan lain-lain. Selain itu, juga membiasakan diri untuk tidak makan malam. Tapi jika lapar, paling mengonsumsi
buah-buahan,” ungkap Donna yang gemar mengonsumsi be ras, sayuran organik juga tempe. Selain untuk kesehat an dirinya, dia juga mengatur menu se hat untuk keluarga khususnya ketiga anaknya—Lionel Na than (9), Diego Andres (7) dan Quinesha Sa brina (5)--- yang sedang dalam masa pertum buhan. “Tidak sulit mengolah makanan un
Dominique Agisca Diyose
Selalu tampil menarik adalah dambaan semua wanita, tapi untuk mereka yang bergelut di bidang entertainmet hal itu menjadi sangat penting. Karenanya se bagian dari mereka rela untuk melakukan diet ketat untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Model papan atas yang juga aktris, Dominique Agisca Diyose misalnya, selain jarang mengonsumsi nasi, dia juga rajin makan sayur dan buah-buahan. Terbiasa mengatur pola makan, menurutnya telah di lakukan sejak remaja karena saat itu dia telah berkarier di bidang modeling. Malah dulu, apa yang dilakukannya lebih ekstrem lagi. Hal itu karena tuntutan bekerja di dunia modeling sangat keras. Menurutnya, ketika itu ada standar berat badan tertentu yang harus dipenuhi. “Standar berat badan ideal di dunia modeling itu sedikit berbeda dari berat ideal ma nusia pada umumnya. Karena aku berkarier di sana maka aku harus memenuhi itu. Jadi aku melakukan diet ketat, salah satunya adalah tidak makan nasi,” ungkap Dominique yang sejak 2006 merambah ke dunia akting.
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Maraknya rumah makan dan warung, yang tersebar di se luruh penjuru negeri menunjukan bahwa bisnis kuliner ini sangat menguntung kan. Itulah mengapa Anuryati membuat usaha di bidang kuli ner. Wanita kelahiran Lumajang 25 Desem ber 1976 ini memulai usahanya sejak Agus tus 2015.
A
nuryati membuat usaha karena ia merasa masakan daerah Gresik kurang cocok dengan lidahnya, kemudian berinisiatif untuk mem buat masakan dengan cita rasa yang lebih enak. Selain itu usahanya juga ber sih, sehingga pengunjung merasa nyaman saat menyantap maka nan. Salah satu menu andalan warung Bu Ani adalah sop bun tut, hanya dengan Rp 29.000 bisa merasakan nikmatnya ma kanan spesial itu. “Untuk sop buntut memang banyak yang minat, harganya juga sesuai de ngan porsinya,” kata Anuryati. Rela menunggu menjadi hal biasa
19
Makan Siang Gratis Semangka di RM Bu Ani, hal tersebut terba yar lunas dengan cita rasa mantap dan harga yang membuat dompet kita tersenyum ceria. Berbagai macam makanan siap menemani makan siang Anda diantaranya ikan gurame, bebek, dan rawon. Harga makanan dibandrol mulai dari Rp 22.000 - Rp 29.000. Untuk mendirikan usahanya wanita yang hobi memasak ini memerlukan modal Rp 100 juta, dalam per bulannya ia bisa mer aup omzet sekitar Rp 85 juta-Rp 90 juta. Uniknya RM ini juga me nyediakan irisan buah semangka gratis yang siap disantap. “Biar semakin lengkap, kami juga mem berikan buah semangka untuk
Bu Ani
cuci mulut secara gratis,” ujarnya. Saat ini RM Bu Ani terletak di kawasan Cangkir Driyorejo, Gresik. Dalam melakoni usahanya ibu 6 anak ini pernah mengalami jatuh bangun dalam berbisnis, na mun tak menjadikan perempuan bertubuh putih ini putus asa,
melainkan terus berusaha. Menjalankan usaha tak selalu mulus, namun banyak kendala yang terjadi. Seperti yang dialami wanita yang berumur 40, ia men galami hambatan salah satunya dari harga. “Biasanya dari harga yang baru naik sedikit, konsumen
banyak yang mengeluh,” ung kapnya. Walau masih terbilang baru, Anuryati berharap untuk kedepanya bisa punya tempat sendiri. Karena saat ini ia masih menyewa dan bisa buka ca bang baru khususnya di kawasan Gresik. (Nely Agustin Elsita Farudila)
Bisnis Permak Menjanjikan Keuntungan
tuk anak-anak, mereka suka ikan, daging juga ayam, sayur bayam. Jadi itu semua tinggal divariasikan saja agar tidak bosan,” kata istri Darius Sinathrya yang mengaku suka sayuran, daging, dan ikan ini. (dianaruntu@ cybertokoh. com)
Celana atau baju yang robek, kebesaran atau apapun kini tak perlu lama berdiam diri di lemari. Karena penjahit permak sudah siap membantu mem perbaikinya. Cukup memakan waktu 15 menit hingga 1 jam. Semua jenis pakaian bisa Anda kenakan lagi. Salah satu supervisior Laris Permak, Heny Khristian, me
lihat permak sebagai peluang bisnisnya. tak jarang orang mem buka usaha tersebut. Apalagi pada saat ini, semua serba online dan mudah didapat. Banyak orang lebih memilih membeli pakaian di online, meski detail pakaiannya sudah dijelaskan. Tapi ternyata ada yang kebesaran, bentuknya kurang bagus, dan lain-lain. Walaupun belum pernah ber
pengalaman menjadi seorang enterpeneur tak menjadikannya patah semangat. Wanita kelahiran Surabaya ini, menjelaskan, modal usaha yang ia gunakan tak ter hitung. “Modal kan hanya value, semua itu tergantung dari per alatan yang disediakan. Apapun usaha yang kita rintis, modal itu akan mengikuti,” kata perempuan setengah baya itu.
Jasa permak ini mulai 2016 lalu. Saat ini, bisnisnya dipadati customer . “Biasanya kalau orangorang habis belanja di butik sebe lah, pasti langsung dibawa kesini,” tambahnya. Minat konsumen den gan adanya Laris Permak, orang ada pilihan dia mau memperbaiki kemana,” ujarnya. Semua tergantung dari keahl ian masing-masing pekerja. Se makin mereka kerjanya bagus, lebih teliti, rapi, itu yang dicari konsumen. Rata-rata pelanggan nya dari kalangan menengah atas. Selain itu, Laris Permak dikelilingi beberapa apartemen mewah. Itulah ala san wanita yang hobi travelling ini mendi rikan usaha permak di PTC. Meski persaingan bisnis semakin ketat, dia memiliki cara sendiri untuk menga tasinya. Salah satunya, selalu berinovasi da lam bentuk pakaian. “Selain mereka bawa contoh sendiri, kami juga menyediakan be berapa contoh baju. Jadi pelanggan bisa memilih model paka ian yang ia inginkan,” ujar Heny sambil terse nyum.
Untuk masalah omzet, ia agak sensitif. Perusahaan jasa tak boleh dipatok nilai, karena ia menyediakan jasa dan tak bisa diprediksi. Tidak sedikit kendala yang dia alami saat menjalani bis nisnya. Diantaranya, konsumen yang sering complain. Nama Laris Permak send iri diambil dari bahasa arek Suroboyo. Karena menurutnya, nama harus mengandung doa. Ia berharap usaha ini bisa maju dan lancar serta ingin membuka ca bang dan memperbanyak model baju. (Fiqhy Farizh Ferdiansah)
20
Nine
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Ibu Sehat Anak Cerdas
Dompu, Woja, Pajo, dan Hu’u. selain itu ada 250 paket sumbangan diserahkan pada RSUD Dompu. Ada pula lomba pengelola kelompok BKB tingkat Provinsi NTB, lomba masak serba ikan, pembinaan dan lomba-lomba lainnya. “Khusus pelayanan KB cakupan sampai bulan januari 2017 sebesar 3.817 (50,74%),” kata Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Hj. Ery Aryani H. Bambang. Kegiatan-kegiatan yang juga dilakukan oleh TP. PKK Kabupaten Sumbawa dalam rangka HKG PKK ke-54 ini telah melayani KB akseptor baru sebanyak 25 akseptor, penyelenggaraan Majelis Taklim di Mushola Wisma Daerah yang diikuti oleh 110 peserta,
Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menggelar roadshow rutin ke seluruh kabupaten dan kota se-NTB dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi NTB. Kegiatan yang melibatkan pengurus dan kader PKK di Nusa Tenggara Barat ini dilakukan untuk menjalin silaturrahmi antar pengurus dan kader PKK sekaligus memberikan pemahaman akan pentingnya program KB dalam membangun keluarga yang sejahtera.
B
erbagai kegiatan menyertai roadshow yang dipimpin oleh Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, seperti sosialisasi, penyuluhan dan pembinaan 10 program PKK. Dalam roadshow ini dilakukan pula beberapa kegiatan lapangan seperti pelayanan KB, Di Kota Mataram, TP PKK Provinsi NTB menyosialisasikan tentang peningkatan ketahanan pangan dan upaya meningkatkan pendapatan keluarga. Tidak hanya menekankan pada pelayanan KB dan kontrasepsi jangka panjang,
berkualitas. “Sebagai pendukung program pemerintah, jika PKK sudah bergerak Insya Allah program-program yang akan kita laksanakan (termasuk KB) akan berhasil,” ujarnya. Sosialisasikan 4-Terlalu Lebih jauh di Kabupaten Sumbawa, Lalu Makrifudin menyampaikan pentingnya program kependudukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Peningkatan infrastruktur, pangan dan lain-lain jika tidak didukung oleh tingkat laju penduduk maka tidak
Hj. Syamsiah menyerahkan bantuan MM ASI di Kota Mataram
Syamsiah juga menegaskan mengenai pemberdayaan perempuan yakni dengan memperhatikan indikator yaitu hapus perdagangan wanita, hapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan masalah kesenjangan ekonomi. Hj. Syamsiah mengajak para peserta yang menghadiri kegiatan roadshow di kabupaten/kota ini untuk terus ikut serta dalam program KB dengan kontrasepsi jangka panjang. “Jika ibu-ibu mau melakukan KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang maka akan menciptakan Ibu yang sehat dan anak yang cerdas,” kata Syamsiah. Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makrifudin M.Si yang turut hadir dalam roadshow di Kabupaten Dompu menyampaikan tentang pentingnya masyarakat untuk ikut serta dalam program KB. Dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program KB, maka bukan tidak mungkin Indonesia menghasilkan keluarga yang lebih sehat, sejahtera dan
akan diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Oleh karena itu, menurutnya penting bagi masyarakat untuk ikut serta dalam program KB. Program KB tidak hanya untuk mengatur jumlah kelahiran, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Ia juga menyosialisasikan masyarakat untuk
Sosialisasi program KB di Kabupaten Dompu
tidak melakukan 4-Terlalu, yaitu terlalu muda menikah, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkan, dan terlalu tua melahirkan. Selain itu, Syamsiah mengimbau para wanita untuk melakukan tes IVA sedini mungkin agar terhindar dari serangan kanker serviks. “Banyak wanita yang telat memeriksakan diri terkait kanker servis. Padahal jika kanker serviks diketahui sejak dini maka lebih mudah dalam pengobatannya,” ujar Syamsiah mengajak para wanita untuk sesegera mungkin melakukan tes IVA. Selain itu, ia juga meminta untuk bersama-sama menyosialisasikan program PUP (Pendewasaan Usia Pernikahan) agar dapat mengurangi kematian pada ibu dan anak, karena wanita yang berusia di bawah 21 belum siap secara mental dan fisik untuk menikah dan melahirkan. Selain itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu sorotannya. “Di musim hujan sekarang ini, penting untuk menerapkan PHBS dan pengasapan demi mengurangi resiko penyakit demam berdarah karena demam berdarah menyerang siapa saja, tidak memandang status dan umur,” ujar Syamsiah di setiap pertemuan roadshow kabupaten kota. Bersamaan dengan kegiatan yang digelar oleh TP PKK Provinsi NTB, TP PKK Kabupaten dan Kota Bima juga
Hj. Syamsiah M. Amin, saat menyerahkan bantuan bibit cabe kepada KWT di Kota Bima
Pelayanan KB di Kabupaten Bima
melaksanakan kegiatan seperti, sosialisasi advokasi materi informasi, Advokasi dan KIE program KKBPK, pelayanan KB khususnya dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Rostiati H. Dahlan menyampaikan seluruh gerakan PKK harus diarahkan pada kegiatan untuk mewujudkan keluarga yang lebih maju, bahagia, sehat dan sejahtera. “Hal tersebut nantinya tercermin dalam kehidupan keluarga yang saling asih, asah, dan asuh sebagai norma terwujudnya keharmonisan kehidupan keluarga,” ujarnya. Sementara itu TP PKK Kabupaten Dompu Mengawali laporannya, juga melaksanakan berbagai kegiatan seperti, melakukan sosialisasi dan simulasi UU No. 23 tahun 2004 di 4 kecamatan, yaitu:
pembinaan UP2K dan PHBS serta lainnya. “Kami berharap roadshow HKG-PKK ini dapat membangkitkan semangat ber-KB untuk masyarakat. Kami sangat mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui program KB,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Amien Rahmani Husni Djibril. Demikian pula dengan TP PKK kabupaten/kota lainnya yang juga menghangatkan HKG PKK ke-54 dengan berbagai kegiatan. Pada kesempatan roadshow kali ini, selain sosialisasi tentang KB, PHBS, PUP dan lainnya, TP PKK Provinsi juga membagikan bibit cabe kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di kabupaten/kota dan memberikan bantuan MP ASI untuk ibu hamil dan balita. (nanik.itaufan@cybertokoh.com)
TP PKK Provinsi menyaksikan pelayanan KB yang diselenggarakan oleh TP PKK Dompu di Kabupaten Dompu
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Toya Devasya
5
Pesona Alam Segar dan Menyehatkan Berendam di kolam air panas yang terletak di tepi danau sembari menikmati megahnya panorama sekitar berbalut kesejukan udara pegunungan menjadi pilihan menarik untuk melepaskan diri dari segala bentuk kelelahan akibat rutinitas sehari-hari.
B
erada di sini bukan hanya sekadar memanjakan diri, namun juga memberikan ketenangan serta mampu membangkitkan semangat. Dengan konsep alam terbuka
dengan penataan yang cantik dan luar biasa pada villa, airnya dan sekitarnya, menjadikan mereka yang menginjakkan kaki di areal Toya Devasya akan merasakan perubahan suasana.
Natural Hot Spring
Cyling
Setiap elemen dari interior di tempat ini nampak didominasi bahan-bahan alami, seperti kayu dan bebatuan. Tempat ini juga dihiasi berbagai pohon serta tanaman yang menghadirkan kesan istimewa, teduh dan segar. Karenanya, saat ini selain cukup banyak turis asing yang datang menikmati fasilitas Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa, wisatawan domestik pun makin hari semakin meningkat kunjungannya. Menurut CEO PT Nurani Ikrar Dharma Utama (Toya Devasya), Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University, Melbourne, Australia yang akrab di sapa Ayu ini, seluruh areal di sekitar Toya Devasya memang dikelola agar menjadi cantik sep-
Terapkan Filosofi Gajah
Kita tahu bahwa tahun lalu Toya Devasya Hot Spring & Ayurweda Spa tidak tanggung-tanggung meraih dua penghargaan bergengsi atas prestasi dalam melakukan berbagai perubahan yang mampu mengangkat kinerja Toya Devasya. Saat ditanya soal bagaimana pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan hingga berhasil diapresiasi luar biasa, Ayu mengatakan tatanan manajemennya berlandaskan pada nilai-nilai spiritual keIndonesia-an, khususnya menyerap berbagai falsafah Bali yang dipadukan dengan manajemen modern, antara transformational leadership, entrepereneurial spirit
dan business owner mentality. Mengenai dipilihnya warna ungu sebagai corporate color sebab warna ini merupakan warna spiritual. Begitu juga dengan mengambil Gajah sebagai icon Toya Devasya, karena secara spiritual memiliki makna dan filosofi sangat dalam. Ganesha berwujud Gajah yang sering disebut Batara Ganapati, katanya merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi yang maknanya memberi perlindungan dan kemakmuran. Gajah, jika diamati postur dan organ tubuhnya, masing-masing mempunyai makna dan arti yang dalam, dan pas diterapkan dalam tatanan manajemen dan tujuan
Kayaking
keberadaan Toya Devasya. Telinga gajah yang lebar dan besar, memiliki makna bahwa Toya Devasya selalu mendengarkan kritik, saran dan masukan dari para pengunjung. Sedangkan mulut kecilnya bermakna bahwa Toya Devasya tidak rakus, tetapi harus menyisakan makanan untuk yang lain. Selanjutnya, menepis kesan kalau ke Toya Devasya itu mahal, Ayu mengatakanmereka menyediakan harga khusus bagi pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Bali atau untuk pengunjung lokal. Ayu juga berbicara fasilitas lainnya yang berada satu lokasi di areal Toya Devasya yakni The Ayu Private Villa, yang juga berada dalam naungan Toya Group. Dengan
erti saat ini. Di sini, menikmati kulinari oke, spiritual oke, air panas sudah pasti yang dilengkapi dengan kesegaran alamnya. Dikatakannya, bicara alam yang mengitari kawasan Toya Devasya, orang Bali menyebutnya dengan istilah nyegare gunung (bisa melihat pantai dan gunung sekaligus), dan dipercaya menebarkan kenyamana dan suasana hati yang bagus. Mereka yang datang bisa beristirahat sekaligus disehatkan. Sehingga, lanjut Ayu Toya Devasya menjadi salah satu tempat pilihan favorit untuk melaksanakan kegiatan seperti corporate atau fam-
ily gathering, arisan komunitas, makan malam barbeque, hingga acara team building. Sementara untuk para pecinta alam dan petualangan, kata Ayu kini alam di Songan Kintamani, juga sangat luar biasa menjadi lokasi untuk dieksplor. Karenanya Toya Devasya juga melayani kegiatan petualang alam mulai dari trekking, hiking, cycling, canoeing dan 4WD black lava tours. Jika ingin menikmati kegiatan outdoor bersama keluarga, camping di Toya Devasya juga bisa menjadi pilihan terbaik dengan segala fasilitasnya. –ard
Toya Grup Jalan Puri Bening (STA) Toya Bungkah Telepon (0366) 51204 Faksimili (0366) 51205 www.toyadevasya.com, www.theayu.com
Natural Hot Spring
adanya villa ini makin melengkapi pilihan menikmati wisata alam di tempat ini. Perempuan energik yang tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007 ini juga menyampaikan jika ingin mengetahui
The Ayu Natural Hot Spring
tentang rate villa yang ditawarkan dapat menghubunginya. Ia menyebutkan terdapat tiga jenis vila, mulai dari Deluxe Pool Villa, Honeymoon Pool Villa, dan Family Pool Villa. Setiap villa tersebut dilengkapi dengan fasilitas pool. Bagi kalangan keluarga, atau grup khususnya, yang ingin lebih lama menikmati suasana alam Kintamani dapat memilih untuk menginap di sini. Baik dengan memesan villa atau memilih paket camping yang tersedia. Jika berlibur atau melakukan kegiatan di Toya Devasya, lanjut ayu promotif, momennya istimewa dan sudah pasti menjadi pengalaman yang istimewa juga. Artinya, sampaikan pada masyarakat luas jika menginginkan momen-momen tak terlupakan di Bali, entah itu sendiri, bersama teman, kerabat sahabat maupun keluarga, Toya Devasya tempatnya. - ard
4
Inspirasi
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
Ria Enes
Muncul Lagi Bawa Misi Masyarakat, khususnya generasi 90-an tentu belum lupa dengan boneka Suzan. Apalagi ketika ia berdendang dengan suara menggemaskan lagu ‘Suzan Punya Cita-cita’. “Cita-citaku kepingin jadi dokter. Cita-citaku kepingin jadi insinyur....” Lagu yang booming tahun 93 itu akhirnya berbuah ‘HDX Award’ dalam kategori album terlaris saat itu. Dan, tentunya semua tahu siapa orang di balik suara boneka Suzan itu. Ya, dia lah Ria Enes, artis yang sejak lama menghilang seiring dengan semakin langkanya lagu anak-anak di negeri ini.
T
api belakangan Ria plus boneka Suzan muncul lagi k e p u b l i k . Ke munculan Ria ternyata membawa misi tertentu yakni menggelorakan kembali lagu anak yang kini semakin langka. Ria tidak sendiri tapi ia bersama dengan para penyanyi cilik era 90-an seperti Joshua Suherman, Tina Toon, Enno Lerian, Tasya Kamila, Leony Vitria Hartanti, Dea Imut, dll, yang pada masa itu, era 90-an, nama-nama mereka sebagai penyanyi anak sangat populer.
juang, inspirasi, dll. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi.” “Jadi kita ingin menyelamatkan lagu anak yang sudah hampir punah. Yuk, kita sama-sama lagi, yuk mendidik anak dengan lagu anak. Karena anak-anak itu kayak spons yang dapat menyerap dengan sangat cepat. Sekarang kalau mereka mendengar lagu orang-orang dewasa yang isinya galau-galau, kan kasihan banget galau-galau dari kecil. Mereka bisa menjadi generasi ‘baper’. Jadi anak-anak itu, ya, harus menyanyi lagu anak-anak,” ungkap Ria panjang-lebar.
Para mantan penyanyi cilik sedang kampanyekan save lagu anak
“Situasi sekarang ini memprihatinkan. Dulu di televisi setiap sore banyak acara-acara anak-anak, kini jarang sekali. Lagu anak juga sangat jarang. Yang ada malah sekarang anakanak menyanyikan lagu orang dewasa. Ini menjadi keprihatinan kita semua. Makanya sekarang ini kita mau membangkitkan lagi, lewat gerakan ‘Save Lagu Anak. Menempatkan semuanya pada tempatnya, anak-anak menyanyikan lagu anak-anak,” ungkap wanita bernama asli Wiwiek Suryaningsih. “Kelihatannya simple, ya. Kenapa sih lagu anak pakai ‘di-save’ segala, apa istimewanya? Aduhh, kita lupa ya waktu kita tumbuh dengan kegembiraan dengan inspirasi dari lagu menjadi semangat. Banyak lagu anak mengajarkan tentang kegembiraan, daya
Menurutnya, banyak yang merindukan maraknya lagu anak seperti dulu. Di era 60-an, 70-an, 80-an hingga 90-an, ada banyak bintang penyanyi anak bermunculan. Misalnya saja ada Adi Bing Slamet, Chicha Kuswoyo, dll, Kemudian di era 90-an, ada Joshua Suherman, Tina Toon, Tasya Kamila, dll. Setelah itu lagu anak jarang terdengar. “Kini banyak yang merindukan, tapi dimana mencarinya,” tambah wanita kelahiran Juni 1968. Bentuk kampanye selain lewat medsos, juga membuat jingle, menciptakan lagu-lagu anak juga keliling daerah menyanyikan lagu anak. Lagu-lagu anak harus ditumbuhkan kembali, dan masyarakat khususnya para orangtua harus peduli pada hal ini juga. “Istilahnya, orangtua menyediakan makanan di meja
Ria Enes
makan. Jadi anak akan memakan makanan apapun yang disediakan sekalipun makanan itu tidak sehat. Jadi orangtua yang pegang kontrol. Begitu juga lagu anak. Orangtua harus berperan menyediakannya,” tutur Ria. SUZAN DARI TUNJUNGAN PLAZA Ria sendiri sangat peduli pada anak-anak sejak dulu. Meski tidak lagi seaktif dulu sering muncul di televisi, namun dia masih terus melakukan kegiatan-kegiatan off-air untuk menghibur anak-anak. Apalagi dia juga memiliki beberapa sekolah taman kanak-kanak di Surabaya dan Malang. “Saya sampai sekarang masih di dunia anak-anak. Melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan entertainment anak. Saya juga mengelola playgoup dan TK Dunia Suzan di Surabaya dan Malang. Saya juga masih hadir di seminar-seminar berkaitan dengan anak,” ungkap Ria. Menurut Ria, gara-gara boneka Suzana lah ia jadi menekuni dunia anak hingga sekarang. Awalnya, Ria disela-sela kuliahnya di Universitas Dr Soetomo, Surabaya, nyambi menjadi penyiar Radio Suzana. Awalnya dia siaran bersama temannya, namun suatu ketika temannya sakit, sehingga ia pun terpaksa siaran sendiri. Saat siaran sendiri itulah dia seolah-olah ditemani anak kecil yang disebutnya bernama Suzan. Di luar dugaan, siarannya bersama Suzan mendapat respon bagus, karena Suzan begitu cerewet, nakal dan mengemas-
kan. Gara-gara tokoh ciptaannya itu, Ria dan boneka Suzan pun menjadi terkenal, dan kerap mendapat undangan kegiatan off air. “Aku nyari boneka Suzan di Tunjung Plaza, Surabaya, hahaha. Pemilihan boneka berdasarkan bayangan aku aja yakni berambut merah karena sering main panas-panasan, bukan karena bule yaa. Tapi dulu boneka yang aku beli mulutnya nggak bisa gerak-gerak, setelah itu baru ganti boneka yang mulutnya bisa bergerak. Tapi boneka yang pertama aku beli, aku simpan sampai sekarang masih ada kok,” tutur Ria yang ketika itu ia benar-benar kebanjiran manggung off air. Kebetulan Papa T Bob, pencipta lagu anak yang terkenal pada masa itu, tengah mencari penyanyi lagu anak. Akhirnya, mungkin ‘jodoh’, kebetulan ia mendengar kemampuan Ria bersama bonekanya. Maka jadilah lagu anak yang sudah diciptakannya dinyanyikan boneka Suzan. Album perdana Ria Enez (boneka Suzan) ‘Si Kodok’ tahun 1991, meledak di pasaran, begitu juga album lainnya melejit pula, termasuk album ‘Suzan Punya Cita-Cita’ yang paling laris sehingga membuahkan penghargaan. Wa l h a s i l , tawaran manggung semakin m e m b a n j i r, begitu juga tawaran sebagai bintang iklan, mengasuh ac-
ara televisi, dll. Akhirnya Ria pun terpaksa mengundurkan diri dari tempatnya bekerja sebagai penyiar radio karena terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan di luar siaran radio. Setidaknya selama kariernya di belantika musik anak, Ria telah menelurkan 12 album dari 1991 hingga 2004. Seiring dengan makin sepinya lagu anak, Ria pun perlahan menjadi jarang muncul di televisi. Tapi bukan berarti dia menghilang dari dunia anak yang telanjur dicintainya. Ibu tiga anak ini mengaku, tetap fokus pada dunia pendidikan anak. Itu sebabnya dia mendirikan ‘Dunia Suzan’ sebuah sanggar seni anak yang kemudian—karena respon masyarakat begitu bagus-- menjadi sekolah taman kanak-kanak. Hidupnya, kata Ria, mengalir saja. Dia tak merencanakan berkiprah di dunia anak karena dulu sesungguhnya ia ingin jadi psikolog. Namun jalan hidup membawanya ke arah berbeda. “Jadi hidup kita mengalir saja ya. Tuhan yang menentukan, Tuhan yang memiliki rencana dalam hidup kita. Mungkin terdengar klise, ya, tapi itu lah yang terjadi. Dulu aku kuliah sambil siaran radio, lalu ditawari menyanyi lagu anak dan terus berkiprah di sana. Ya aku jalani saja dan aku syukuri semuanya,” katanya lagi. Adanya aksi dari Joshua, Tina Toon dan lain-lain, kata Ria, sungguh membahagiakan dan ia turut aktif dalam gerakan tersebut. Gerakan ini, tambahnya, selain memarakkan kembali lagu anak juga menciptakan kesadaran di masyarakat tentang pentingnya lagu anak. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Mandalika
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
21
Rakor Penyelarasan Program Sektor Perdagangan Persaingan yang sangat ketat pada sektor perdagangan merupakan pengaruh langsung dari globalisasi yang membawa dinamika dunia ekonomi yang demikian cepat dan memiliki dampak yang luas bagi berjalannya roda pembangunan ekonomi khususnya di daerah-daerah. Peluang dan tantangan yang ditawarkan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kini menuntut semua pihak untuk dapat sukses dengan mampu merebut peluang dan tantangan tersebut serta mengatasi ancaman dari bergulirnya proses perekonomian secara terbuka ini. Kondisi ini hanya dapat disikapi dengan berani masuk dalam wilayah persaingan yang akan secara langsung menguji kemampuan bersaing guna memenangkan persaingan tersebut.
M
apan dalam perencanaan adalah salah satu kunci untuk menjawab tantangan dan menghindari ancaman dari sebuah tuntutan proses perkembangan bidang perdagangan khususnya. Untuk menyukseskan pembangunan sektor peredagangan di masa globalisasi ini, Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, merasa perlu menyikapi tantangan bidang perdagangan dewasa ini dengan bijaksana sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk itulah, beberapa waktu lalu Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan seluruh Dinas yang mengurus bidang perdagangan di kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat, melakukan Rapat Koordinasi Penyelarasan Program Sektor Perdagangan antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan kabupaten/ kota se-Nusa Tenggara Barat. Rapat yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. Rosiyadi Sayuti, ini merupakan forum bagi
pemangku bidang perdagangan di NTB untuk mengintensifkan koordinasi dan komunikasi guna memajukan bidang perdagangan di daerah ini. Mengambil tema “Meningkatkan daya saing UKM melalui penerapan I-Shop Lombok Sumbawa dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat”, Dinas Perdagangan NTB tampil dengan inovasi I-Shop yang akan memberi kemudahan-kemudahan dalam jalur perdagangan yang lebih luas dan terbuka. Hj. Selly Andayani, Kepala Dinas Per-
Manfaatkan Teknologi IT Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Selly juga mengingatkan tentang banyaknya potensi ekonomi perdagangan yang bisa dikembangkan yang ada di Nusa Tenggara Barat ini. Seperti bawang merah yang banyak dihasilkan di Bima. Selama ini, bawang merah hanya dijual dan didistribusikan ke luar NTB dalam bahan mentahnya saja. “Kenapa kita tidak juga memproduksi bawang goreng atau olahan lain dari bawang merah tersebut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Jangan hanya mengirim bahan mentahnya saja, melainkan produk olahan lain dari bahan mentah tersebut agar memiliki nilai tambah yang baik,” ujarnya. Karenanya ia berharap kelak, UKM-UKM juga bisa mengemas produknya seperti retail modern agar mudah diterima pasar. Selain itu, ia mengingatkan bahwa
tantangan perdagangan nasional maupun global saat ini harus dapat dijawab dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Selly mendorong agar masyarakat khususnya sektor perdagangan harus dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan, sehingga ke depannya masyarakat NTB tidak hanya menjadi konsumen semata melainkan juga bisa menjadi produsen/pelaku-pelaku pasar yang dapat menyerap tenaga kerja. “Ini peluang yang luar biasa, Dinas sektor Perdagangan, sektor Perindustrian dan juga Koperasi harus dapat memanfaatkan teknologi IT untuk membangun potensi ekonomi yang ada di NTB. Banyak anak-anak muda yang kini pandai di bidang IT, jangan sampai anak-anak kita menjadi penonton saja namun bisa bersama-sama membangun
perdagangan di daerah ini,” katanya. Meski perkembangan teknologi mampu menjawab tantangan bidang perdagangan, Selly juga mengingatkan agar kemajuan teknologi itu jangan sampai mengganggu pengusaha konvensional. Untuk itu kerjasama semua pihak diperlukan dalam hal ini guna menyukseskan pembangunan perdagangan di NTB.
dagangan Provinsi NTB yang baru beberapa bulan dilantik ini, hadir menghangatkan pembangunan bidang perdagangan dengan program inovasi yang bertajuk I-Shop (dengan menggendeng PT. Pos) ini salah satunya sebagai upaya untuk memotong mata rantai distribusi guna mempercepat dan mengefisienkan mekanisme pasar. “Nantinya dengan I-Shop ini akan dapat memutus mata rantai distribusi sehingga efektivitas dan efisiensi perdagangan dapat tercapai,” ungkap Selly. Menurutnya, I-Shop (mengintegrated shop atau toko yang terintegrasi) yang rencananya akan di-launching pada bulan April mendatang bertepatan dengan Hari Konsumen Nasional ini dapat digunakan dalam semua bidang perdagangan yang berkaitan dengan perikanan, pertanian, peternakan, UKM-UKM dan lainnya. Memang diakuinya ini tidak gampang mengingat orang belum terbiasa dengan hal ini. Namun, sebagai komandan sektor perdagangan di NTB,
Selly akan berupaya semaksimal mungkin melakukan hal terbaik demi menyukseskan pembangunan ekonomi di Bumi Gora ini. Karena itulah, Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang didukung Dinas Perdagangan kabupaten/ kota se-NTB saat ini juga tengah menginventarisir UKM-UKM yang ada di NTB agar dapat mengakses I-Shop untuk kemudahannya dalam proses perdagangan. Upaya ini dilakukan agar dapat memberikan imbas langsung kepada masyarakat. Harapannya, kemudahan yang ditawarkan teknologi ini akan menumbuhkan usaha-usaha masyarakat sehingga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi keluarga-keluarga di NTB. “Salah satu upaya menekan angka kemiskinan yaitu dengan meningkatkan pendapatan masyarakatnya,” ungkap Selly. Selain itu dengan kemudahan ini diharapkan pula akan menambah jumlah eksportir-eksportir di NTB.
Menyinggung soal produk unggulan daerah, Selly meminta agar masing-masing daerah itu fokus pada produk unggulan yang benar-benar potensial untuk dikembangkan, tidak harus banyak melainkan satu atau dua saja namun fokus sesuai dengan potensi yang ada. “Saya ingin kita semua bersemangat memunculkan produk unggulan ini. Unggulan itu tidak harus banyak, tapi satu atau dua yang fokus lalu kita keroyok bersama-sama untuk mengungkitnya,” kata Selly dalam Rakoor yang dihadiri oleh
Iriani Pramuningsih, M.M., Kasubdit. Perdagangan Elektronik Kementerian Perdagangan RI ini. Demikian juga dengan petani diharapkannya agar tidak langsung puas hanya dengan menjual produk mentahnya, melainkan juga olahan/produk lain dari hasil pertaniannya itu. “Petani sejahtera. Itu yang sangat saya inginkan, bukan hanya pemilik modal yang sejahtera,” katanya. Dan dalam Rakoor ini, para peserta yang terdiri dari kepalakepala dinas dan sekretaris dinas Perdagangan kabupaten/kota seNTB, mengungkapkan keinginan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pasar Murah secara berkala seperti yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB beberapa bulan terakhir ini, guna membantu masyarakat mendapatkan harga-harga distributor menyikapi kenaikan harga yang mengikuti mekanisme pasar ini. Program ini disambut baik oleh dinas perdagangan kabupaten dan kota di NTB.
(naniek.itaufan@cybertokoh.com)
(naniek.itaufan@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
Bagi masyarakat, khususnya anak muda yang ingin buka usaha, kini Jakarta telah memiliki tempat untuk mengawali cita-cita itu. Adalah ‘Jakarta Creative Hub’ yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bisa menjadi ajang belajar bagi kalangan muda yang berencana buka usaha.
Jakarta Creative Hub
Tempat Ciptakan Pengusaha Muda Kreatif
D
i Jakarta Creative Hub yang terletak di gedung Graha Niaga Thamrin, Jl. KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, disediakan berbagai kursus ketrampilan, mulai dari aneka kerajinan, konveksi, hingga kursus mesin bubut. Soal peralatan tak perlu khawatir, karena semuanya tersedia dan dapat dipakai secara gratis oleh para peserta. Jadi nantinya baik itu peralatan juga tempat untuk praktek, tidak dipungut bayaran. “Cuma untuk pelatih atau mentornya, yang merupakan pihak ketiga, itulah yang harus dibayar namun biayanya tidak seberapa,” ungkap seorang petugas di Jakarta Creative Hub. Yang menarik, tempat ini bukan hanya tempat belajar tapi juga
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama
bisa menjadi tempat memproduksi. Nantinya Pemda DKI Jakarta akan membantu dalam memasarkan. Bahkan kalau memang menarik dan unik, dapat mem- bantu mematenkan produk tersebut. Ahok, demikian sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, berharap adanya Jakarta Creative Hub bisa menciptakan anak-anak muda yang kreatif dan mau membuka usaha baru di Jakarta. Pihak Pemda, membantu dalam hal tempat, peralatan juga permodalan dan pemasaran. “Di sini ada kantor, disubsidi, boleh numpang untuk alamat
kantor. Kami juga akan bantu dalam hal permodalan dan pemasaran. Kami siapkan skema 80-20. Setelah dikurangi semua biaya, yang punya ide akan mendapat 80%, pemerintah 20%. Yang 20% itu (bagian pemerintah) untuk agar kesinambungan tempat ini. Jadi bagi yang kreatif dan jujur, bisa jadi orang kaya di sini,” kata Ahok dalam sambutan peresmian Jakarta Creative Hub. Menurut Ahok, orang yang datang ke tempat tersebut ibaratnya hanya membawa kreativitas saja, karena semua peralatan dan lain-lain yang diperlukan untuk memulai usaha sudah tersedia. Karena, kata Ahok, biasanya orang ingin menjalankan usaha terkendala macam-macam. Misalnya kendala kemampuan membeli peralatan, atau tempat usaha yang tidak ada. Nah semua sudah tersedia di sini. “Jadi nanti bisa bikin banyak produk di sini,” katanya. Menurutnya, nanti bantuan akan disalurkan secara individu bukan kelompok. “Kelompok baru akan dibentuk jika sudah menemukan
individu-individu kreatif yang sudah bisa berkarya. Makanya saya katakan, di Jakarta ini kita cari individu. Kalau individu-individu yang bagus sudah ditemukan maka kita akan jadikan kelompok,” paparnya. Ditambahkannya, Pemprov DKI Jakarta menyediakan program dan pelatihan entrepreneurship dan craftmanship dengan pakar-pakar industri kreatif sebagai pengajar, pendamping dan kuratornya. Soal berapa besaran modal yang akan diberikan, menurut Ahok itu tergantung produk yang akan diusahakan. “Jadi yang penting kreatif dulu. Ciptakan produk yang bisa dijual. Soal modal, tidak bisa dikatakan sekarang. Tapi misalnya nanti Anda memerlukan Rp 500 juta bisa kami kasih selama produk Anda itu memang memerlukan modal Rp 500 juta, kan yang penting 80-20 (bagi hasil),” jelas Ahok. Sistem bagi hasil yang diterapkan tergolong cukup ringan dan tidak membebani pelaku usaha yang tengah merintis bisnis. Selain itu, sistem bagi hasil tersebut juga sekaligus untuk menguji seberapa besar komitmen anak muda untuk menjalankan usaha mereka. Jakarta Creative Hub yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta, memiliki luas 1.500 M2. Di sana berbagai fasilitas dan infrastruktur penunjang usaha telah tersedia. Di antaranya ruangan pelatihan, bengkel kerja, perpustakaan, laboratorium komputer dan ruang belajar. Baik ruangan, tempat maupun peralatan dapat digunakan secara cuma-cuma. Meski baru beroperasi secara penuh pada April mendatang, na-
mun saat peresmian pada 1 Maret lalu sudah terpampang pengumuman digelarnya sejumlah workshop ketrampilan, di antaranya ‘basic leatherwork: card case making’ dengan narasumber David Yonathan, ‘textile and leather 101: tote bag making’ dengan narasumber Riswan Lubis, ‘motion watercolor illustration’ dengan narasumber Lala Bohang. Menurut salah satu pengelola JCH, di tempat tersebut warga Jakarta bisa belajar mengenai industri kreatif dari mulai memilih bahan, membuat produk, mengolahnya hingga menjadi barang jadi dan siap dijual. Soal berapa biaya yang harus dikeluarkan peserta, menurutnya, belum ada jelas benar. Karena ini masih merupakan sesuatu yang baru dan bikin penasaran banyak orang maka siapa pun bisa datang untuk melihat-lihat atau sekadar bertanya ini-itu. Pada jam-jam tertentu, pengelola juga menyediakan pemandu yang dapat mengantar kita keliling ruangan seraya menjelaskan berbagai fungsi ruangan serta peralatan yang ada serta program-program yang bisa diikuti termasuk persyaratannya. Sejak diresmikan dan dipublikasikan secara luas di media, tempatnya mendapat banyak kunjungan warga yang penasaran. Dan ternyata, katanya, yang datang bukan hanya warga Jakarta tapi juga mereka yang berdomisili di luar Jakarta seperti Bekasi, Bogor, dll. Mereka tertarik ikut kursus, tapi sayangnya semua fasilitas di JCH hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Jakarta. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Sesudah sukses menggandakan dan menyebarkan buku hukum Adat Bali pada tahun 2014 secara cumacuma untuk semua Bendesa Adat seluruh Bali (1488), tahun ini BPR Kanti kembali menggelar acara yang istimewa seminar tentang “Emansipasi Wanita Kekinian, KDRT, dan Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan”.
B
PR Kanti bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali (LLB) menyelenggarakan Seminar ini, Sabtu (18/2) di Gedung Diklat BPR Kanti. Seminar yang diikuti karyawan BPR
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
3
Selenggarakan Seminar “Valentine Day” BPR Kanti Bekerjasama dengan Lady Lawyers Bali Kanti dan masyarakat umum ini merupakan salah satu implementasi corporate social responsibility (CSR) BPR Kanti yang berkantor pusat di Jalan Batuyang No. 67 B Batubulan. Menghadirkan lima pembicara, yaitu Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali CIA Pemayun, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Adat Bali Fakultas Hukum Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan P. Windia, S.H., M.Si., Kadek Ary Pramayanty, S.H., Febry Asmarani, S.H., dan Ida Ayu Putriyasa, S.H. Bendahara LLB Ary Pramayanty mengungkapkan, seminar ini merupakan ajang diskusi untuk menginformasikan sekaligus mengedukasi masyarakat khususnya kaum perempuan tentang emansipasi perempuan kekinian saat ini. Menurutnya, perempuan di era sekarang ini sudah sangat maju dan mampu ikut andil dalam menopang pembangunan. Meski demikian, Ary Pramayanty juga mengingatkan, emansipasi perempuan juga memiliki koridor dan batasan. Kesuksesan wanita di tempat kerja atau karirnya juga harus dibarengi keberhasilannya dalam keluarga. Karena seorang wanita tetap punya andil besar dalam melahirkan generasi emas bangsa lewat kasih sayangnya terhadap anak dan keluarga. Untuk itu, tanggung jawab mendidik anak dan keluarga tetap menjadi tugas wanita bersama sang suami. “Emansipasi perempuan Bali khususnya sudah bagus, namun lebih lagi kepada koridornya. Emansipasi sih emasipasi tapi jangan sampai kebablasan, meninggalkan
keluarganya,” ujarnya. Kita harus bertanggung jawab kepada penerus bangsa, dalam artian generasi muda sekarang. Ketika anak kurang sentuhan dan kasih sayang keluarganya, disana akan terjadi kenalan remaja. Jadi, yang bertanggung jawab adalah ibu dan bapaknya karena mereka adalah satu team work yang memang harus bahu-membahu untuk membina generasi muda.
WANITA BALI BERHAK ATAS WARISAN
Prof. Windia yang mengangkat tema “Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan”, lebih mengupas tentang aturan hukum yang mengatur hal tersebut. Ia mengatakan, kondisinya sekarang sudah berbeda. Kalau perempuan merasa terpinggirkan dan mengalami ketidakadilan, mereka tak ragu menuntut cerai. Ia menegaskan beberapa hal yang perlu dipahami, yakni p������������� ewarisan menurut hukum adat Bali, bukan sekadar membagi harta peninggalan (warisan) orangtua dan leluhur (pewaris) oleh ahli waris, melainkan mengandung makna pelestarian, pengurusan dan penerusan kewajiban (swadharma) pewaris (orangtua dan leluhur). Orang yang melaksanakan swadharma dengan patut barulah memiliki hak (swadikara) atas warisan. Benarkah perempuan Bali tidak memiliki hak atas harta warisan? “Bukan perempuan Bali-Hindu yang tidak memiliki hak (swadikara) atas warisan, melainkan mereka yang tidak
melaksanakan kewajiban (swadharma) sebagai umat Hindu (laki atau perempuan) sama saja,” ucapnya. JANGAN ADA KATA CERAI Sementara CIA Pemayun mengajak para perempuan Bali untuk memiliki tujuan hidup. “Tujuan hidup pasti, cita-cita sukses,” ujarnya bersemangat. Tujuan hidup bisa tercapai
jika kita melakukan sedekah, bersyukur, menjadi diri sendiri, bekerja dengan hati, menjadi orang tangguh dan tidak lupa berdoa. Terkait dengan fenomena rumah tangga sekarang, ia melihat banyak dari mereka yang tak menghargai kata perkawinan. CIA Pemayun mengingatkan para perempuan Bali untuk mempertahankan perkawinan. “Jangan sampai ada kata cerai. Mereka, dua sejoli (laki-laki dan perempuan) membuat keputusan hidup untuk berumah tangga, harus berani bertanggung jawab pada keputusannya. Saya berharap perempuan Bali yang tangguh mampu mempertahankan rumah tangga hingga akhir hayat,” ujar Pemerhati Perempuan yang juga getol menyemangati masyarakat untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini. –ten
Ary Pramayanty menambahkan, kaum wanita dalam kehidupan keluarga menuntut kehidupan yang layak. Dalam hal ini tentunya mereka tidak akan pernah puas dan selalu akan memperbaiki kualitas hidupnya menuju perekonomian yang lebih baik. Jangan sampai di luar wah tapi keluarga berantakan. “Pada akhirnya, kita harus bersyukur memiliki keluarga yang baik sehingga ke depannya semua akan menjadi lebih baik lagi,” katanya. Digelarnya seminar dalam moment Hari Kasih Sayang (Valentine Day) ini kebetulan juga bertepatan dengan HUT ke-4 LLB. Ketua Panitia, Made Arya Amitaba yang diwakili Direktur Operasional BPR Kanti, Ketut Tantra
mengatakan, seminar ini merupakan kerjasama BPR Kanti dengan LLB yang kebetulan sedang berulang tahun yang ke-4. Kegiatan ini di-support BPR Kanti dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali. Melalui seminar ini, BPR Kanti berharap masyarakat dapat mengerti emansipasi wanita dan menyadari peran dan kedudukannya masing-masing antara pria dan wanita. “Saya berharap, Seminar Emansipasi Wanita Kekinian, KDRT dan Kedudukan Wanita Bali dalam Pewarisan ini dapat bermanfaat bagi tugas, peran, dan kedudukan wanita dan pria sehingga keharmonisan dalam rumah tangga dapat terwujud,” ujarnya. –ten
2
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
GORO-GORO Ami mendad a k m a u berangkat ke jakarta. Suminya jadi bingung lantas mengadu kepada Putu Wijaya mertuanya. “Ibu, saya tidak mengerti, Ami tiba-tiba memutuskan akan ikut tamasya ke jakarta bersama-sama para ibu kumpulan arisannya!” “O, begitu?” “Ya, begitu! Dia mau berangkat!” “Berapa lama?” “Katanya seminggu!” “Lantas Kadek?” “Ya itulah!” “Itulah bagaimana?” “Dia bilang, kalau saya mau jaga, akan ditinggal di rumah. Tapi kalau tidak bisa, akan dibawa!” “Terus?”
“Ya, terus, terus ya itu, saya ke mari mau nanya, apa Ami sudah minta izin Ibu dan Bapak?” “Maksud ibu, Nak Sudi mengizinkan, tidak?” Sugi nampak bingung. “Kok bingung?” “Soalnya Ami tidak minta izin kepada saya, Bu. Dia hanya mengatakan mau ke Jakarta. Makanya saya ingin menanyakan apa dia sudah minta izin kepada ibu dan Bapak di sini?” “Soal ke Jakarta itu? “Ya, Bu.” “Ami cuma mau pinjam uang, tapi tidak mengatakan untuk keperluan apaa. Mungkin untuk bekal ke Jakarta itu?” “Jadi uang itu dia dapat dari Ibu?” “O, tidak. Kebetulan Ibu dan Bapak di sini juga lagi kosong.” Sugi tertegun.
Ekspresso
oh
dan sudah gila, Bapak saja yang tidak tahu!” Amat terpaksa membatalkan ketawanya. Besoknya ia menjumpai Ami sambil marah-marah. “Ami, jadi kamu bukannya mau “Kenapa, Nak Sugi?” menerapi Kadek yang terlambat “Kalau bukan dari Ibu daribicara, tapi malah mau piknik ke mana Ami dapat uang itu?” Bu Amat heran melihat Sugi Jakarta?! Kalau tahu begitu!” “Terapinya di Jakarta, Pak! tiba-tiba gugup dan salah tingkah. Ia tak banyak ngomong lagi, Siapa bilang saya piknik?” “Ibu kamu!” lalu pamit pulang. Bu Amat jadi “Ah, Ibu itu kan tahunya Ami cemas. ke Jakarta itu mau senang-senang. Malam-malam, ia interogasi Padahal saya kan. mau konsulsuaminya. Apa Amat diam-diam tasikan Kadek ke spesialis anak sudah memasok Ami ongkos ke di situ, bukan piknik! Kebetulan Jakarta. Amat terkejut. “Ami mau ke Jakarta? Ada ibu-ibu arisan ke sana bawa bus, ya sekalian, kan biaya lebih muurusan apa?” “Ya, mungkin tukar hawa, di rah. Tapi kalau Bapak tidak mau cucunya cepat ngomong, ya sudah rumah saja kan bisa gila.” “Lho, belum ada 5 tahun jadi uangnya tak kembalikan!” Ami marah mau mengembaliibu rumah tangga, masak sudah kan uang. Amat terpaksa buru-bugila. Ibu sudah puluhan tahun ru kabur pulang. Sampai di rumah tetap sehat, waras dan masih ia ngomel memarahi istrinya. seksi!” “Ibu ini bagaimana! Ami ke Amat ketawa ngajak bercanda. Jakarta mau ngobati Kadek, kok Bu Amat senewen. “Seksi apa, sudah peot begini dibilang piknik? Jangan ngadudomba dong!” Bu Amat diam saja diomeli suaminya Setelah unek-unek Amat keluar semua, dia langsung duduk anteng di samping Amat baca koran.
Amat tertegun. Ia melirik ke jam dinding. Sudah saatnya minum kopi. Kenapa istrinya malah lihat-lihat iklan. “Bu.” “Ya?” “Kopinya mana?” “Bapak bikin saja sendiri. Nanti kalau saya berangkat supaya biasa mandiri.” Amat tercengang. “Lho, Ibu mau ke mana?” “Ke Jakarta kan, nemani Ami.” Amat terkejut. “Ke Jakarta? Kok tiba-tiba! Kenapa tidak bilang-bilang Bapak sebelumnya? Mestinya apa-apa dirundingkan dulu.” Bu Amat menjawab tenang. “Ya, Ami juga tidak bilangbilang dulu minta izin suaminya setuju atau tidak dia ke Jakarta.” Amat terperanjat, merasa tersindir. Baru tahu apa masalahnya. Ia lupakan kopi dan berangkat ke rumah Ami. Bu Amat tersenyum. “Tapi jangan marah-marah, Pak, bilangin saja Ami baik-baik. jangan suka bikin keputusan sendiri! Apa-apa rundingkan dulu dengan suami! Kalau sudah, nanti pulangnya tak bikinkan kopi dan boleh yang lain-lain juga!”
Fokus Berlatih Jadi Lebih Fokus “Salah fokus nih!” atau “gagal fokus!” adalah istilah yang sering kali tercetus pada informasi yang tersebar melalui media beberapa waktu terakhir. Konotasi tersebut mengartikan bahwa seseorang memberikan perhatian bukan pada bagian utama dari sesuatu. Secara harfiah, fokus memiliki makna memusatkan sesuatu biasanya pada perhatian. Seperti Anda saat ini yang sedang memusatkan perhatian untuk membaca, bisakah tanpa teralihkan oleh hal yang lainnya? Setiap orang dapat memiliki objek fokus yang berbeda-beda. Hal ini terjadi karena pengaruh beberapa hal misalnya perbedaan usia, ketertarikan, kemampuan indrawi, tujuan, persepsi dan ingatan. Contoh sederhananya adalah ketika Anda sedang berbelanja ke toko pakaian. Anda mungkin cenderung memusatkan perhatian pada pakaian yang berwarna kuning terang, karena sangat mencolok. Di sisi lain, teman Anda terfokus pada pakaian bermotif bunga karena ia cenderung menyukai motif bunga. Secara lebih mendalam, pada kajian psikologi istilah fokus merupakan salah satu bagian dari proses mental seseorang dalam memberikan perhatian pada suatu objek ataupun aktivitas. Setiap orang cenderung mampu berfokus hanya pada satu hal dari berbagai hal yang dihadapinya. Fokus juga digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang mampu mempertahankan konsentrasinya ketika melakukan sesuatu dan mengabaikan hal mengganggu
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
lainnya dalam satu waktu. Misalnya saja ketika Anda sedang memasak, kemudian Anda mendengar nama artis idola Anda disebutkan pada berita televisi. Jika Anda mampu melanjutkan memasak, hal tersebutlah yang disebut dengan fokus. Penelitian menunjukkan, ketika Anda mampu fokus dalam rentang waktu yang lebih panjang akan mempengaruhi keberhasilan Anda dalam menyelesaikan suatu tugas. Selain itu kemungkinan besar Anda dapat menghasilkan tugas yang maksimal dan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Tentunya untuk meningkatkan fokus, diperlukan latihan secara berulang dan terus menerus. Banyak orang melatihnya dengan berbagai cara dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kenyamanan masing-masing. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah olahraga. Daya fokus seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik. Ketika kondisi fisik kurang sehat misalnya nyeri pada kepala, sakit perut, persendian kaku atau yang lainnya akan menjadikan seseorang sulit mengalihkan perhatiannya pada rasa sakitnya. Secara keseluruhan olahraga dapat meningkatkan suplai oksigen ke otak yang membantu untuk fokus. Beberapa jenis olahraga juga dapat melatih perhatian Anda, seperti olahraga dengan gerakan yang lebih lambat atau olahraga yang membutuhkan strategi lebih kompleks. Hal penting lainnya yang diperlukan adalah asupan nutrisi. Olahraga yang disertai dengan asupan gizi secara seimbang akan memberikan dampak yang positif. Ketika hal tersebut
Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
dipenuhi, maka zat gizi yang Anda konsumsi mencukupi kebutuhan energi dan membantu metabolisme tubuh Anda sehingga Anda mampu mempertahankan fokus lebih baik. Kegiatan berikutnya yang mulai banyak diteliti dan memiliki pengaruh terhadap pemusatan perhatian Anda adalah meditasi. Latihan meditasi dapat membantu seseorang lebih tenang dalam menyikapi setiap pengalih perhatian. Hasil kajian ilmiah menjelaskan jika meditasi memiliki pengaruh terhadap peningkatan perhatian termasuk konsentrasi. Peningkatan tersebut terjadi tidak hanya sesaat setelah meditasi dilakukan, melainkan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Beragam teknik meditasi yang bisa dilakukan. Sebagian besar teknik meditasi biasanya diawali dengan melatih perhatian Anda pada nafas. Merasakan ritme nafas Anda dan mulai memusatkan
perhatian pada satu titik. Kemudian mengenali situasi yang terjadi di luar diri Anda termasuk yang mengganggu dan berlanjut sampai pada tahapan yang lebih kompleks. Jika Anda adalah pemula, mintalah bimbingan orang lain yang menguasai teknik meditasi dengan tepat. Selanjutnya dalam menjalankan aktivitas keseharian, Anda bisa mengaplikasikan teknik mindfulness (berkesadaran) yang menyadari dan menerima kondisi “di sini dan saat ini”. Langkah ini efektif dilakukan dengan melatih diri menyadari kondisi Anda, dimana Anda berada saat ini, apa yang sedang Anda kerjakan, merasakan pengalaman fisik dan emosi yang muncul saat ini dan menikmatinya. Teknik ini melatih pikiran Anda untuk tidak ‘melompatlompat’ ke situasi lainnya sehingga Anda dapat mengendalikan sesuatu yang mengalihkan fokus Anda. Langkah-langkah lainnya yang cukup sering dilakukan adalah menciptakan kondisi yang nyaman sehingga waktu fokus Anda lebih panjang seperti mencari tempat yang hening dan jauh dari keramaian. Selain itu sebagian orang merasa lebih terfokus ketika mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan musik utamanya instrumental. Anda juga dapat mengatur situasi dengan menjauhkan
benda-benda yang kira-kira dapat mengalihkan perhatian Anda. Seperti menonaktifkan sementara sambungan internet, mengaktifkan mode senyap pada telepon genggam, menjauhkan televisi dari ruangan kerja Anda. Menata meja kerja menjadi rapi dan membuat daftar pekerjaan yang harus Anda selesaikan juga dapat membantu Anda tetap fokus. Ketika Anda telah mencoba beberapa hal di atas dan masih mengalami kesulitan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu, cobalah untuk mengenali kondisi diri Anda saat ini. Sadari sensasi-sensasi fisik yang Anda rasakan saat ini. Kesulitan seseorang untuk fokus bisa dikarenakan adanya penyakit fisik yang menjadikan turunnya kemampuan dalam memusatkan perhatian. Selain kondisi fisik, kondisi psikologis Anda juga akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk fokus. Misalnya kondisi menekan atau stres, masalah dalam manajemen waktu dan diri, atau konflik yang tidak terselesaikan. Anda pun dapat menemui profesional untuk berkonsultasi lebih lanjut. Made Padma Dewi Bajirani, S.Psi.
(Mahasiswi Magister Psikologi Profesi Bidang Klinis, Universitas Gadjah Mada)
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: info@cybertokoh.com, redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
Sudut Pandang
Edisi 943/ 6 - 12 maret 2017
23
Selaraskan Hati dan Pikiran Segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang selama hidup sebagian besar didominasi oleh hati dan pikiran. Ketika hati dan pikiran didominasi oleh keinginan, seseorang akan semakin fokus terhadap hal tersebut.
H
al tersebut disampaikan oleh Nyoman Widyani, S.Pd., M.Pd., Dosen Tidak Tetap (DTT) STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Menurutnya ketidakfokusan dapat dipicu dan ditimbulkan oleh pikiran yang penuh beban, baik dalam pekerjaan maupun masalah pribadi. Dihadapkan dengan banyak pekerjaan dan tuntutan deadline sering kali membuat pikiran dan hati merasa tidak siap. Sebagai seorang tenaga pendidik, Widyani sapaan akrabnya mengaku menemui pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. “Pikiran akan menjadi bercabang, satu akan fokus pada kerjaan ini dan juga ke pekerjaan yang lain,” tuturnya. Jika sudah begini, langkah awal yang dilakukannya untuk
membangun konsentrasi kembali dengan menarik nafas dalam-dalam. Ketika pikiran sudah tenang maka dirinya bisa mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang diprioritaskan untuk dikerjakan lebih dulu. “Mengklasifikasikan pekerjaan dapat dilakukan setelah pikiran tenang dan setelah itu baru bisa ambil keputusan mana pekerjaan yang harus diprioritaskan,” jelasnya. Ia juga menambahkan, dalam mengerjakan pekerjaan, pikiran sering lebih menguasai sehingga tidak jarang hal tersebut yang akan membuat ketidakfokusan. “Pikiran akan menuntut kita untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan. Terkadang pikiran ingin mengerjakan tapi hati merasa lelah dan capek,” lanjutnya. Penyelarasan hati dan pikiran inilah yang sangat perlu dilakukan sehingga bisa membuat
Nyoman Widyani
Ni Kadek Dewi Yudiarmika
konsentrasi terhadap suatu pekerjaan. “Jika setiap orang mencintai pekerjaannya, maka ia akan bisa menyeimbangkan antara hati dan pikiran,” imbuh Widyani. Perempuan kelahiran 29 November 1991 tersebut mengaku punya cara sendiri untuk mengembalikan konsentrasinya. Selain selalu mengawali setiap pekerjaan dengan
doa, bernyanyi merupakan cara yang sangat efektif untuk mengusir ketidakfokusan dalam bekerja. “Kalau di kampus tidak mungkin saya teriak untuk nyanyi, sehingga cukup dengan mendengarkan musik saja,” sebutnya. Dirinya juga percaya menjaga pola makan dan kesehatan adalah cara lain untuk tetap menjaga konsentrasi.
Diam Sejenak untuk Fokus Setiap bangun pagi setelah berdoa pasti melakukan olahraga ringan. Tujuannya untuk melenturkan badan sekaligus memberikan semangat pagi sebelum beraktivitas. Itulah yang biasa dilakukan Dra. Sophia Endang Widowati. Perempuan yang baru beberapa minggu dilantik menjadi Kepala RRI Denpasar ini, menuturkan, dulu ketika bertugas di Jambi, ia memiliki sepeda statis. Tiap pagi biDra. Sophia Endang Widowati asanya ia sempatkan untuk mengayuh sepeda beberapa menit agar lebih bersemangat sebelum datang ke kantor. Keinginannya setelah bertugas di Bali, ia ingin ikut kelas yoga. “Saya masih baru di Bali, masih cari-cari tempat yoga dulu,” ujarnya. Di tengah kesibukan bekerja, perempuan asal Yogyakarta ini tak menampik, kadang bisa saja ada masalah soal pekerjaan. Biasanya, ia akan mengalihkan sejenak kepenatan bekerja dengan mendengarkan musik lagu lama atau oldest atau slow rock agar semangatnya kembali bangkit. “Saya menyukai Broery, Titik Puspa, Inka Christie, dan Nicky Astria,” ujar perempuan usia 57 tahun ini tentang penyanyi favoritnya. Menurut Endang, selain mendengarkan musik, bermain media sosial juga banyak positifnya. Ia memiliki beberapa grup teman SD, SMP, SMA, dll sehingga ketika kepenatan bekerja sudah melampaui batas, dengan membaca beberapa postingan teman yang lucu, kadang dapat mengalihkan perhatian sejenak. “Saya tidak selalu bisa baca postingan di grup karena grup banyak, termasuk grup untuk soal pekerjaan. Ada waktu-waktu tertentu saya buka ponsel. Biasanya saat pulang, baru buka grup untuk pribadi. Kalau urusan kantor itu harus selalu monitor,” ucap ibu tiga anak dan nenek satu cucu ini. Ia mengatakan punya beberapa tips agar tetap bersemangat setiap hari. Ia senang berkomunikasi dan terbuka sehingga ia merasa lebih bahagia jika bisa berbagi dengan orang lain, termasuk berkomunikasi walaupun itu hal yang ringan. “Yang paling penting bagi saya, selalu berpikiran positif dan tersenyum,
agar bisa menghadapi setiap masalah dengan kepala dingin,” ujarnya. Uniknya lagi, soal menjaga makan juga penting baginya agar tetap bersemangat dalam bekerja. “Saya rutin minum jus kalau malam. Biasanya saya malas makan malam, jadi kalau lapar minum jus. Makan daging juga tidak terlau sering dan saya mengurangi makan sayuran bersantan. Dengan menjaga pola makan, tentu berpengaruh kepada kesehatan tubuh kita,” kata Endang. Sementara itu, I Gusti Ayu Fina Kaska, beres menyiapkan makanan anak-anak di rumah membuatnya tenang berangkat ke tempat kerja. “Mungkin terlihat sepele ya, tapi bagi saya, kalau makanan anak-anak sudah siap, saya tenang ke kantor,” ujar Ketua Prodi Akubank ini. Kalau menghadapi masalah di kantor, ia berprinsip, semua masalah pasti ada jalan keluar. Untuk membangkitkan semangat, biasanya selain mendengarkan musik, ia suka browsing di internet. “Saya suka buka youtube, banyak ada hiburan di internet. Lumayan untuk menghibur diri sejenak,” kata Fina. Namun, tidak sertamerta semua ganjalan di hati akan cepat sirna. Biasanya, ia akan memilih diam sejenak untuk intropeksi diri sampai akhirnya, ia merasa siap melanjutkan pekerjaan kembali. Namun, ia menyatakan, bersyukur juga punya atasan yang tidak terlalu menekan. Memang ia tak menampik, kadang bisa saja membuat kesalahan. Namun, atasannya tidak sertamerta langsung memarahi. “Dalam setiap pencapaian, pasti ada keberhasilan walaupun sedikit, bos saya selalu mengapresiasi sehingga saya merasa semangat dalam bekerja. Bos saya selalu memberi motivasi dan kesempatan untuk berkarya sehingga saya merasa aman dan nyaman bekerja,” kata Fina yang mengaku sudah menemukan passion-nya bekerja di Akubank, kampus di bawah BPR Lestari Group.
CARI MOODBOOSTER Hal yang sama juga disampaikan oleh Ni Kadek Dewi Yudiarmika, S.Pd., guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Singarja bahwa ketidakfokusan dapat disebabkan oleh dua faktor. Menurut perempuan yang
namanya akrab disapa Dewi ini mengaku faktor dari luar dan dalam sama-sama memiliki pengaruh yang sangat besar dalam merusak konsentrasi pikiran. Pekerjaan yang terlalu banyak salah satu faktor luar yang dapat menghilangkan mood-nya. Biasanya ketika hal tersebut terjadi, ia akan segera mencari moodbooster yang akan segera mengembalikan moodnya. “Istrahat sejenak, refresh pikiran dengan stalking di media sosial atau juga main game,” tuturnya. Perempuan kelahiran 16 Oktober 1993 tersebut mengaku faktor dari dalam diri lebih sering mendominasi timbulnya ketidakfokusan. Salah satunya ialah kondisi tubuh. Menurutnya, keadaan fisik yang lelah dan kurang tidur akan sangat berpengaruh untuk mengikuti kehendak hati untuk tidak fokus terhadap yang dilakukan. “Kalau sudah begini harus cari suasana baru, misalnya jalan-jalan sambil dengerin musik favorit,” sebutnya. Aktif diberbagai pementasan teater sekaligus pembina sanggar Poleng, perempuan murah senyum ini mengaku punya cara sendiri dalam menghadapi ketidakfokusannya. Menyediakan cemilan dan mengisi perut sebelum bekerja merupakan cara sederhana yang dilakukan untuk tetap menjaga konsentrasi. “Kalau perut kosong otomatis tidak akan fokus, begitu juga kalau keinginan tidak terpenuhi juga akan mempengaruhi konsentrasi,” pungkasnya. (wiwinmeliana22@gmail.com)
Pimpinan DPRD Bali Menyapa Media DPRD memahami peran media sangat penting, terlebih dalam pilar demokrasi. DPRD memiliki tiga fungsi yang utama, yakni legislasi, budget (penganggaran), dan pengawasan. Dengan sinergisitas media massa, diharapkan kegiatan para anggota DPRD Bali dapat terpublikasi dengan baik. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, dalam acara coffee morning dengan tema “Pimpinan Dewan Menyapa Media”, Rabu (1/3) di Ayucious Resto and Lounge, Renon, Denpasar. “Tanpa kehadiran media, maka kegiatan-kegiatan wakil rakyat tidak akan terpublikasikan, karena itu kami senantiasa melakukan kerja sama dalam pemberitaan dengan harapan pemberitaan sampai kepada rakyat,” ujarnya. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, pihaknya selalu terbuka kepada para jurnalis untuk menyoroti kerja anggota DPRD Bali. “Silakan kalau para jurnalis menemukan kekurangan dan kelemahan dalam kerja kami dapat diberi masukan. Kami tidak antikritik yang sifatnya membangun untuk kepentingan rakyat,” ujar politikus PDIP ini. Dalam kesempatan dialog tersebut, menghadirkan narasumber Ketua PWI Cabang Bali Dwikora Putra didampingi Kabag Umum Sekretariat DPRD Bali Made Rentin, serta dihadiri para staf ahli anggota DPRD Bali. Acara coffee morning rencananya akan digelar rutin dengan membahas isu-isu yang sedang terjadi. Selain sebagai bentuk sinergisitas, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi awak media dengan anggota DPRD Bali. (wirati.astiti@cybertokoh.com)
(wirati.astiti @cybertokoh.com) I Gusti Ayu Fina Kaska
Dari kiri: Dwikora Putra, Made Rentin, dan Nyoman Sugawa Korry
Menunggu adalah pekerjaan membosankan, pasti kebanyakan orang sepakat dengan kalimat tersebut. Tapi yang menjadi persoalan adalah yang ditunggu adalah pekerjaan, yang mau tidak mau harus dilakukan. Itulah yang dialami para artis, khususnya para pemain yang melakoni syuting stripping. Bisa seharian bahkan sampai malam berada di lokasi syuting. Rutinitas seperti itulah yang mereka lakukan setiap hari dengan lokasi dan teman yang sama untuk jangka waktu yang lama, bisa satu, dua bahkan lima tahun secara terus menerus.
C
Sudut Pandang
Edisi 943/ 6 - 12 Maret 2017
itra Kirana, misalnya, menjalani syuting stripping ‘Tukang Bubur Naik Haji’ selama lima tahun sejak 2012 hingga 7 Februari 2017 lalu. Pemeran utama sinetron yang telah berkali-kali meraih penghargaan drama terbaik ini, mengaku meski merasa jenuh, ia berusaha bekerja secara profesional. “Menjaga fokus dalam bekerja, itulah yang utama. Ini kan memang adalah kerjaan aku, aku dibayar untuk itu. Jadi aku dituntut untuk profesional. Meski jenuh, galau, dsb, harus berhasil diatasi, tidak bisa kita mengedepankan egoisme pribadi. Harus fokus,” ucap Citra yang mempunyai cara sendiri dalam menjaga agar dirinya tetap fokus. Ciki, begitu sapaan akrab Citra
Gagal Fokus bikin Take Berulang Kirana, mengaku memiliki cara mengatasi kejenuhan yang kadang melanda. Menurut Ciki, agar tidak bosan ia berupaya menyibukkan diri sendiri misalnya dengan membaca buku atau nonton DVD, dll. “Ya balik lagi ke aku, ini adalah pekerjaan aku jadi harus bisa menjaga mood. Kalau aku bosan baca buku, dll, ya aku jalan-jalan di sekitar Cibubur (lokasi syuting). Rasanya bertahun-tahun syuting jadi hafal tempat-tempat menarik di sana..hahaha,” ucap Ciki yang kini menjalani syuting ‘Orang Orang Kampung Duku’. Menurut Della Puspita, artis yang telah belasan tahun malang-melintang di dunia akting, menjaga agar tetap fokus dalam bekerja merupakan tantangan tersendiri bagi mereka yang menggeluti dunia peran, khususnya mereka yang melakoni syuting sinetron stripping. syuting stripping, kata Della, beda dengan sinetron biasa (weekly) dan beda dengan film yang waktu syutingnya tidak panjang. Syuting stripping atau kejar tayang dilakukan setiap hari dan biasanya untuk waktu tayang yang lama. “Jadi tiap hari dengan pemandangan yang itu-itu juga, teman itu-itu juga, belum lagi nunggu giliran syuting, kadang bikin BT. Kalau kita sedang punya masaah di luar yang kadang kegalauan itu menggangu fokus kita terhadap pekerjaan. Jadi kita harus bisa mengatasi itu, karena jika tidak, akan berpengaruh pada kualitas kerja kita,” ungkap wanita kelahiran Agustus 1981 ini. “Itulah tantangan kita sebagai artis, ya. Dalam diri sendiri, kita harus bisa membangun bagaimana caranya agar tidak ‘BT’ karena bad mood itu akan mempengaruhi kualitas kerja kita. Jadi kembali kepada mindset sendiri, kalau mengikuti mood sendiri ya gimana kita bisa berkarya bagus,” ujar pemeran sinetron ‘Kutukan Cinta Sang Bintang’. “Jadi sekalipun kita sedang tidak mood, galau,
Della Puspita
kita harus mampu tetap fokus agar hasil karya kita tetap bagus. Tentu saja, kemampuan mempertahankan fokus dalam bekerja memerlukan proses dan itu akan didapat seiring dengan pengalaman kita di lapangan,” tambah Della. Della mengaku memiliki cara untuk menjaga agar dirinya tetap fokus bekerja. Untuk mengisi waktu agar tidak bosan menunggu, ia melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan seperti memainkan gadget dan mencari hal-hal seru dan lucu di youtube, atau mengobrol dengan teman lain di lokasi syuting. “Kadang aku isi dengan makan. Sekarang kan enak bisa pesan makanan apa saja lewat ojek online. Kalau jalanjalan untuk menghilangkan kebosanan kayaknya aku nggak bisa soalnya waktunya nggak memungkinkan. Takut kena macet (lalu lintas), malah jadi tambah bad mood. Jadi aku lebih banyak hanya berkegiatan di lokasi syuting. Beruntung aku ini orang yang mudah tertidur, jadi kadang kalau sedang BT aku bawa tidur saja,” tambahnya. NORMALKAN PERASAAN Tapi, kata wanita bernama asli Nisisari Henny Puspita mengakui, tidak se tiap hal bisa diatasi dengan cara-cara itu. Kadang ada masalah-masalah tertentu yang tetap terbawa saat syuting. Akibatnya, ia jadi gagal fokus. “Aku pernah mengalaminya, saat syuting jadi gagal fokus, akibatnya ‘take’ berulang-ulang. Aku nggak enak bener, tapi bagaimana. Biasanya kalau sudah begitu, aku minta maaf karena nggak bisa konsentrasi. Aku minta izin untuk beberapa waktu untuk menormalkan perasaan,” kata Della yang mengaku sering ‘moody’. Yang paling tidak menyenangkan, tambahnya lagi, ketika sedang tidak ‘fit pikiran’ mendapat lawan main yang tidak menyenangkan. “Tapi ini kan pekerjaan kita, nggak bisa menghindar. Ya terpaksa aku ‘sekuat tenaga’ berusaha mengabaikan perasaan tidak suka aku. Karena aku sadar kalau sampai terbawa perasaan, pasti akan sangat berpengaruh pada kualitas kerja aku,” katanya lagi. Pengalaman tak menyenangkan itu,ujar Della, didapatnya belum lama ini. Ada seorang pemain baru yang dini-
lainya tidak profesional dan kurang ramah kepada yang lain. Padahal dia harus membangun chemisty dengan orang tersebut agar mendapatkan hasil kerja yang bagus. “Ini terjadi beberapa waktu lalu, aku dapat lawan main seperti itu, tidak profesional yang kalau datang ke lokasi semaunya. Tidak ramah, kalau tidak disapa dia tak mau menyapa. Kebetulan dia jadi lawan main aku. Harusnya kami membangun chemistry supaya hasilnya bagus. Tapi karena dia seperti itu, aku jadi jaga jarak,” tuturnya. Ta p i k a r e n a menyadari ia harus bekerja profesional, lanjut Della, ia berusaha menghilangkan perasaan tak suka itu. Jangan sampai gara-gara masalah itu ia jadi kehilangan fokus dalam bekerja. “Itu ujian ya, mengasah akting kita juga. Kita harus mampu mengatasi, mampu melupakan perasaan kita yang sebenarnya. Harus mampu berpurapura. Jadi ya aku berusaha tetap bekerja sebaik-baiknya. Soal dia mainnya bagaimana, aku nggak peduli,” katanya. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Citra Kirana
24
Pejamkan Mata sambil Atur Nafas
Widiasih sedang berlatih
Helga dan Nanta
Bagi atlet, fokus sangat penting, baik saat latihan maupun saat bertanding ataupun berlomba. Kehilangan fokus bisa membuat semua jadi kacau. Beragam cara yang dilakukan atlet untuk konsentrasi agar penampilan mereka maksimal. “Saya selalu berdoa sebelum tampil. Orang-
tua juga ikut berdoa dan mohon pertolongan leluhur agar saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Setelah doa, saya duduk dulu dengan tenang seperti meditasi. Saya alirkan semua tenaga dan pikiran jadi satu agar fokus dan bisa mengendalikan diri,” ungkap peraih medali perunggu cabang olahraga angkat berat di ajang
Paralympic Games Rio de Jenairo 2016 ini. Atlet yang akrab disapa Widi ini mengaku sering nervous kalau tampil di depan umum. Walaupun sudah sering ikut kejuaraan yang levelnya nasional dan internasional, perasaan nervous itu tetap ada. “Kalau di depan umum, saya nervous,” ujar peraih penghargaan Perem-
puan Inspiratif Tokoh 2016 ini. Sementara itu Helga Riftiana yang menekuni olahraga menembak mengatakan fokus sangat diperlukan dalam berbagai kegiatan. “Saat lomba, saya selalau berdoa. Setelah itu mengatur nafas. Tarikan nafas hitungan ke-11 mulai narik trigger,” ujar perempuan yang juga model dan penulis novel ini. Ia juga mengingatkan, agar bisa fokus, atlet tidak boleh lelah sebelum berlomba atau bertanding. Caranya tentu dengan istirahat yang cukup sebelum hari perlombaan atau pertandingan. Aktivitas Helga sebagai petembak menurun pada putra keduanya Made Ngurah Arkananta Putera Saka. Siswa kelas VI SD Cipta Dharma ini kerap latihan dan ikut lomba bersama ibunya. “Nanta kami persiapkan main di air rifle match juga. Dia sudah ikut Kejurnas Wali Kota Cup 2017,” ujar Helga yang didampingi suaminya Md. Ngr. Bagus Sakaputera dan putra pertamanya Gede Ngurah Arkana Putera Saka. Helga menambahkan, Nanta punya ritual khusus sebelum lomba. Ia biasanya memejamkan mata sambil menarik nafas. Pada hitungan ke-4 baru menarik trigger. (ngurahbudi@cybertokoh.com)
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com