24
Sudut Pandang
Edisi 934/ 2 - 8 JANUARI 2017
Banyak yang telah dicapai para artis-artis ini di tahun 2016 yang sebentar lagi bakal berakhir. Baik Kikan Nimara, Citra Kirana, Ayu Ting Ting maupun Tina Toon mengaku, sangat bersyukur atas capaiannya, meski mengakui tidak seluruh harapan dapat terealisasi. Hanya sedikit kekecewaan, namun itu tertutupi dengan banyaknya keberhasilan. “Syukur kepada Tuhan atas anugerah 2016,” itulah satu kalimat yang sama yang diungkap oleh artis-artis tersebut ketika ditanya capaian tahun 2016.
“A
da banyak capaian dalam karier maupun kehidupan saya di tahun 2016. Saya bersyukur untuk itu. Namun, ada beberapa juga yang belum terealisasi. Saya berharap itu semua bisa berjalan di tahun 2017,” ungkap mantan vokalis Cokelat, Kikan Namara. Tahun 2016, ujar Kikan, berharap album solonya bisa selesai. Ini adalah proyek lama yang terus tertunda karena kesibukannya manggung off air. Hal lain yang juga belum terwujud di tahun 2016 adalah proyek renovasi studio rekaman. “Tadinya dijadwalkan selesai bulan Desember ini, ternyata tidak bisa. Ada beberapa sebab, salah satunya adalah kendala cuaca yang berubah-ubah dan juga perluasan area yang harus direnovasi. Jadi sepertinya proyek ini baru akan selesai tahun depan,” tutur wanita kelahiran September 1976, ini. Jadi, lanjut Kikan yang pernah terlibat dalam drama musikal ‘Gita Cinta the Musical’, yang pasti tahun 2017 adalah menyelesaikan proyekproyek yang tertunda cukup lama. Disamping itu, ingin memperbaiki pola hidup antara lain lebih banyak berolahraga. Ya maklum saja karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, Kikan merasa dirinya menjadi mengabaikan olah raga, padahal hal itu penting. “Karenanya nanti, meski sesibuk apapun pekerjaan saya, saya mencanangkan untuk menyempatkan diri berolahraga,” ucap istri Udzir Harris ini. Dia juga berjanji tahun depan akan lebih serius dalam hal manajemen waktu sehingga beberapa proyek yang terbengkalai bisa segera selesai. “Salah satunya adalah proyek line aksesoris saya,’Kinara’,” tandas penyanyi lagu ‘Bendera’, ini. 2017, BISNIS BARU DAN MAIN FILM SEJARAH Sementara Citra Kirana mengaku tahun 2016 ini banyak dari harapannya telah terwujud. “Alhamdulilah banyak target aku di tahun 2016 ini gol. Apa yang aku mau, sudah berhasil aku dapatkan,” ungkap artis cantik ini. Sebenarnya, ungkap Ciki begitu namanya akrab disapa, di tahun ini dia tidak memiliki banyak target, pun yang dicanangkannya tidak mulukmuluk. “Aku ingin karier dan bisnis aku bisa berjalan. Tahun 2015-2016 aku membangun rumah kontrakan dan itu sudah berjalan. Aku memilih bisnis di rumah kontrakan karena aku pikir semua orang memerlukan tempat tinggal, dan ini relatif bisnis yang awet. Tidak besar tapi tetap bertahan,” ucap Ciki yang juga berhasil membangun vila keluarga. “Membangun vila keluarga adalah salah satu target aku, dan itu sudah gol di tahun ini,” ucapnya. Meski banyak yang berhasil namun tambahnya, masih ada yang belum tercapai yakni membangun bisnis baju muslim. “Tadinya aku berharap tahun ini bisa terlaksana, tapi ternyata belum. Jadi harapan aku tahun depan aku sudah punya toko bisnis paka-
Menyelesaikan Proyek di Tahun 2017
ian muslim,” kata Ciki yang banyak menginvestasikan penghasilannya dari dunia hiburan untuk mengembangkan bisnis demi masa depannya. Soal karier di 2017, Ciki menyebut keinginannya untuk bisa bermain film. Syukur-syukur kalau bisa tampil dalam film sejarah Indonesia. “Selama ini aku kebanyakan main sinetron, aku ingin 2017 bisa main film. Kalau boleh memilih, aku ingin sekali bermain di film bertema sejarah perjuangan Indonesia,” ungkapnya. Namun, kalaupun ada tawaran main di film drama, dia tidak akan menolak. Soal peran antagonis atau protagonis, Ciki mengaku tidak masalah. Karena dirinya adalah pekerja seni, jadi harus mampu memerankan tokoh atau karakter apa saja. “Peran apapun yang dipercayakan ke aku, tidak masalah. Aku bukan orang yang milih-milih peran, semua ok saja,” kata Ciki yang telah mengantongi banyak penghargaan di bidang akting. Di luar akting, Ciki juga berharap di tahun 2017 nanti ia bisa melebarkan sayap semisal menjadi presenter sebuah acara. “Aku mungkin akan mencoba presenter,” katanya. Ditanya tentang pacar, Ciki tertawa malu, menurutnya meski menginginkan tahun depan sudah mendapat pacar, namun itu tidak menjadi targetnya. “Haha..aku mengalir saja, ingin segera dapat pacar tapi bukan target tahun depan harus dapat. Kalau dapat yang cocok ya ayo, tapi kalau tidak pun tak mengapa,” kata Ciki sembari menyebut kriteria pria dambaannya tidak terlalu sulit. Yang penting, orangnya baik, sayang keluarga, menjalankan agama dengan baik serta cerdas. “Cerdas penting supaya kalau ngobrol bisa nyambung hahahha,” katanya. SERING DITERPA GOSIP KARIER TETAP KINCLONG Catatan perjalanan karier dan kehidupan Ayu Ting Ting, pelantun hits ‘Alamat Palsu’, sepanjang 2016 boleh dibilang cukup unik. Banyak gosip miring menerpanya, belum lagi cibiran para haters yang kadang bikin sakit hati, tapi Ayu Ting Ting bukan hanya tegar namun dia tetap eksis di dunia hiburan. Ditambah lagi, Ayu bukan hanya populer tapi berprestasi di bidangnya. Lihat saja penghargaan yang baru saja diperolehnya di ajang Anuegerah Dangdut Indonesia 2016. Penyanyi bernama asli Ayu Rosmalina ini berhasil memborong tiga gelar sekaligus, yakni, ‘Penyanyi Dangdut Wanita Terpopuler’ , ‘Lagu Dangdut Terpopuler’ , dan ‘Penyanyi Dangdut Paling Sosmed’. Ayu mengaku sangat kaget dengan capaian yang diluar dugaan itu. “Alhamdulilah banget masih dipercaya dan masih disayang banyak orang. Mudah-mudahan saya bisa selalu memberikan yang terbaik,” ungkap Ayu atas torehan prestasinya di tahun 2016. Menurut Ayu, banyak hal yang didapatnya di tahun 2016, baik itu berupa capaian prestasi maupun hal-hal yang tidak mengenakan. Soal hal-hal yang tidak mengenakkan, Ayu menyikapinya dengan sabar dan tidak mau terlalu memikirkan. “Ya sabar saja. Saya anggap itu cobaan, jadi jalani saja, disyukuri. Saya bawa santai, jadi nggak stress,” ungkap ibu satu anak ini sambil tersenyum. Dia berharap tahun 2017 akan lebih baik, untuk karier juga kehidupannya. “Saya ingin karier, bisnis, juga kehidupan saya bisa lebih baik di tahun depan. Komitmen saya adalah
Citra Kirana
Kikan Namara.
memberi yang terbaik, berkarya yang terbaik, semoga semuanya lancar,” tambahnya sambil menambahkan ia ingin sekali tahun depan albumnya bisa terealisasi juga single-single yang diluncurkan bisa mendapat tempat di hari masyarakat. “Saya ingin hasilnya lebih baik dari tahun ini,” ucap wanita kelahiran Depok 1992 ini. Hal lain yang diharapkan pemilik single ‘Kekasihku’ bisa semakin baik adalah sejumlah bisnis yang dijalankannya. Sebagaimana diketahui, selain memiliki bisnis karaoke, Ayu juga kini
terjun ke bisnis fashion. Yang teranyar adalah ia meluncurkan brand fashion miliknya sendiri, ‘A2T’. Menurutnya, ia ingin mengembangkan passionnya di bidang fashion. “Sudah lama ingin punya baju sendiri, ciptaan sendiri, baru sekarang terealisasi,” ungkapnya. 2017 SEMOGA DAPAT CALON SUAMI Tina Toon, mantan penyanyi anak yang sampai sekarang masih eksis di panggung hiburan Tanah Air,
mengaku bahagia dengan perjalanan kariernya tahun ini. Terlebih lagi, kata Tina, dia banyak terlibat dalam campaign, salah satu di antaranya adalah kampanye ‘Save Lagu Anak’ , juga kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan untuk menyanyi lagi di tahun depan. “Aku prepare untuk bisa menyanyi lagi tahun depan. Karena tahun ini aku sempat sakit, jadi nggak ‘PD’ karena muka jadi bengkak. Nah tahun depan kayak nya salah satu yang bakal aku lakukan adalah menyanyi,” tutur Tina yang namanya melejit di blantika musik Indonesia lewat lagu ‘Bolo Bolo’ yang dibawakannya saat masih bocah. Selain karier, Tina tahun depan juga akan menyelesaikan S2-nya di bidang Hukum di Universitas Tarumanegara, Jakarta. “Aku lagi tesis S2, mudah-mudahan tahun 2017 selesai,” ucapnya. Hal lain yang juga diharapkan Tina adalah tahun depan bisa dapat pacar. “Aku harap tahun depan dapat pacar juga calon suami..hahahha....,” ujar gadis 23 tahun ini sambil tertawa. Lebih dari itu semua, ia berharap tahun depan karyanya bisa semakin baik dan bisa lebih banyak membahagiakan orang. (dianaruntu@cybertokoh.com)
“Ruang” Lebih untuk Keluarga Setiap pergantian tahun, kita selalu membuat resolusi untuk menjalani hari-hari di tahun yang baru. Berikut resolusi dr. Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba, SpPD. KR dan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.K (K). Menurut dr. Ratih Wulansari Manuaba, sebagai seorang dokter, ia ingin terus meningkatkan kompetensi apa yang sudah ia lakoni selama ini terutama sebagai dokter. “Saya selalu ingin meng-update ilmu saya sebagai konsultan rematik, agar ilmu yang sudah didapat dapat bermanfaat bagi pasien,” kata penerima anugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2015 ini. Untuk keluarga, ia berharap, dapat membina kerukunan dan keharmonisan dengan anak, suami, dan keluarga besarnya. “Saya ingin memberi ruang yang lebih untuk kebersamaan bersama keluarga. Walaupun selama ini sudah saya lakukan, tapi saya ingin lebih banyak waktu kebersamaan bersama keluarga,” ujar dokter RS Manuaba ini. Selain untuk pribadi, dan karier, ia juga berharap, beberapa organsasi yang ia ikuti, dapat berkembang menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengikuti berbagai organisisasi seperti, Indonesian Rematologi Association, Yayasan Hita Karana Lupus Bali, Perhimpunan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Bali, Perhimpunan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia, WHDI
dr. Kadek Mulyantari
Bali, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar, dan Perhimpunan Ahli Penyakit dalam Indonesia Cabang Bali. Sementara, menurut dr. Ni Kadek Mulyantari, setiap peristiwa pasti ada proses yang mengawali, rasanya akan jauh dan lebih bijak jika kita berusaha atau mencoba mengeksplorasi lebih dalam semua sebab dan proses tersebut sebelum memberikan sebuah pernyataan atau melakukan eksekusi. Contoh hal kecil seharihari, menghadapi anak yang malas mandi. Mungkin akan terlihat lebih cantik apabila seorang ibu mencoba untuk mencari penyebab terlebih dahulu sebelum memarahi anaknya. Banyak hal yang bisa menjadi
dr. Ratih Manuaba
tidak baik dan terasa berat apabila kita tidak terbiasa melakukannya. “Olahraga setahun sekali tentu lebih berat dilakukan dibandingkan dengan olahraga dilakukan rutin tiap tiga hari. Mengurangi menunda pekerjaan mungkin akan membuat hidup lebih tenang dan tidur nyenyak karena beban akan terasa lebih ringan. Membiasakan makan tepat waktu dan mengonsumsi makanan bergizi akan membuat jarang sakit. Semoga kebiasaan buruk di tahun 2016, bisa saya bangun menjadi kebiasaan baik di tahun 2017,” ujar istri dr. Ketut Widiyasa ini. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com
2
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
GORO-GORO Kau terpaku depan TV. Nonton manusia tumpah ke jalan. Mereka mengibarkan panPutu Wijaya ji-panji damai. Tapi dalam dadanya menyala magma. Dengan wajah yang jelita, pembawa acara memberi komentar yang menakutkan. Seakan bahaya besar sedang mengancam. Kau bertanya, kenapa wajah para pewarta itu nampak bersemangat? Bila dugaan merreka benar, tidakkah itu juga akan menimpa para pembawa berita itu sendiri. Apakah mereka kedap peristiwa? Atau berpihak? Adakah berita sudah menjadi lukisan dinding indah yang menyejukkan jiwa? Sehingga keos dipersembahkan sebagai sebuah upacara megah. Seakan kebenaran dan keadilan sejati akan segera turun dari langit. Dan kalau itu belayar di atas darah, boleh-boleh saja? Bu Amat bengong. Siapakah yang bicara itu, bisiknya. Siapa yang disebut kau? Apa kemungkinan aku sendiri karena memang begitulah yang kurasakan setiap nonton siaran berita di TV?
Berita kan mestinya dingin. Tanpa emosi. Terserah perasaan yang memirsanya. Dan pembawa berita tak boleh lebih dari kapstok seperti ‘manequin’ di atas ‘cat walk’. Jadi tidak ada penggiringan yang targetnya membentuk opini publik yang sesuai dengan kemauan pribadi pemilik TV. Berita, semestinya seadanya, sejatinya peristiwa. Bila direkayasa, ditambah-tambah, dipotong- penggal atau dicabik-cacah, akan menjadi pendapat dan interpretasi yang dapat membingungkan masyarakat. Karena ia menjadi peristiwa lain yang berbeda dengan kejadian aslinya. Pembawa warta juga tak semestinya berdandan yang mengesankan anggota komunitas tertentu. Tak boleh senyum, tertawa atau menyeringai. Karena ia tak boleh mempengaruhi isi wartanya. Kalau ia keren biarlah itu hanya latar belakang agar pemirsa betah menatap layar kaca. Tidak boleh menjiwai tuturannya yang harus selalu terjaga ketidakterlibatannya seperti huruf-huruf standar dalam buku. Yang penting niat pemberitaan adalah memberikan informasi yang benar, jujur dan akurat pada
Ekspresso
BERITA LAYAR KACA
masyarakat. Memberikan pengetahuan yang bermanfaat. Membina masyarakat untuk kritis, tidak gampang terombang-ambing oleh isu, fitnah dan provokasi. Masyarakat harus dicegah dari penyeretan keberpihakan, dengan dalih apa pun. Karena sekali itu terjadi, reputasi berita akan tercemar. Niat luhurnya untuk menuntun rakyat menyebrangi kemelut akan menjadi gosip dan gelembung sabun. Menjadikan berita sebagai barang komoditi untuk bersaing demi mendongkrak popularitas dan hanya profit adalah penyelewengan. Sangat berbahaya bagi masa depan. Karena akan memupuk generasi muda untuk bermusuhan, hanya demi keuntungan satu kelompok. Tak semua berita adalah berita yang layak diberitakan dalam acara berita. Peristiwa rutin sehari-hari yang sifatnya pribadi atau skupnya terbatas, bukan berita. Berita harus mengandung unsur yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Tapi berita spesifik yang walau skupnya kecil, namun dapat mempengaruhi hajat hidup masyarakat, itu layak diberita. Biar pun tak panas sekali pun tak menjual! Berita yang mengepung kita
sekarang ternyata banyak yang palsu, bisik Bu Amat meneruskan renungannya. Ternyata itu sebenarnya gosip, fitnah, provokasi, iklan, kampanye atau sihir untuk menjemput pengikut doang. “Jadi, Pak, saya tak mau lagi nonton siaran berita sekarang!” kata Bu Amat pada suaminya, “tolong kalau ada berita yang penting, saya diberitahu saja. Tapi jangan meniru suara dan mimik muka para pewarta itu, supaya saya tetap bisa bebas menerima, bebas berpendapat dan tetap bebas bersuara dalam usia kemerdekaan kita yang memasuki tahun ke-72 ini.” Amat terpana. Mengapa teman hidupnya tiba-tiba protes pada TV. Ini pasti pengaruh si Ami, bisik Amat. Tapi Amat paham suara hati teman hidupnya itu. Ia tak memberi komentar apa-apa, hanya berjanji akan memberitakan ulang apa yang dilemparumpankan para penyiar
TV itu. Anehnya Ami ternyata berpendapat sebalikya. Mendengar curhat ibunya, ia langsung mencela: “Ibu tidak bisa memaksa desakala-patra 2017, dengan kembali mau menerapkan desa-kala-patra tahun 50-an. Tidak akan cocok!” “Apanya yang tak cocok?” “Dulu tidak ada TV swasta. Sekarang bukan saja ada, tapi seabrek! TV bukan lagi alat penerangan pemerintah tapi komoditi dagang dan politik! Bukan sinetron yang kini paling laku paling tinggi ratingnya, tapi sensasi! Berita sangat potensial jadi sensasi! Asal lebih heboh, nyeleneh dan berani!!” Lebih sensasional lebih unggul! Bagaimana bisa merebut rating tinggi kalau beritanya lempenglempeng saja? Tuntutan ibu bisa membuat TV itu bangkrut!” “Jadi mestinya bagaimana? “ “Jadi, ibu-ibu jangan habiskan waktu di depan TV!”
Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi
Sebuah negara menjadi kuat tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, namun dari berbagai sisi. Salah satunya adalah saat negara tersebut mempunyai banyak budaya yang terintegrasi secara baik. Hal ini bisa kita pelajari dari negara-negara maju yang tetap bisa melestarikan, menjaga eksistensi nilai budaya dan memperkenalkan budayanya tersebut ke seluruh dunia. Salah satu contoh bangsa di Asia adalah Jepang yang tetap bisa menjaga tradisi di tengah modernisasi, dengan dasar karakter yang kuat, dan kejujuran yang menjadi salah satu prinsip mereka. Karakter ini tidak diajarkan secara formal di sekolah tetapi dibentuk sejak mereka kecil. Dan, salah satu negara maju di Eropa yang juga sangat kuat dengan budayanya adalah Prancis. Prancis memang sudah tidak asing lagi kita dengar, dengan berbagai macam budaya yang mampu memikat wisatawan asing untuk berkunjung ataupun mempelajari budaya yang ada di negara tersebut, termasuk juga mengenal bahasanya. Negara ini terkenal dengan seni bangunan, seni busana, seni lukis dan seni pa-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hat, juga memiliki sejumlah ilmuan, penulis, pemikir, musikus, seniman, teknokrat, perancang mode dan arsitek terkenal dunia. Bangsa Prancis sangat bangga dengan budaya mereka. Dalam memperkenalkan budayanya, pemerintah Prancis melakukan berbagai langkah dan kerja sama termasuk dengan Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Prancis adalah dengan membentuk badan yang khusus menangani kegiatan budaya antara Prancis dan Indonesia yang disebut Institut Francais d’Indonesie (IFI) yang saat ini baru ada di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Ada tiga program utama yang dijalankan yaitu: program budaya, progam pendidikan dan program kerjasama universitas. Program budaya dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Prancis khususnya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk menunjukkan bahwa kebudayaan Prancis adalah yang terbaik, tetapi misi ini dilakukan untuk memperkenalkan dan memberi pengetahuan tentang kebudayaan Prancis supaya dapat terjadi interaksi antara seniman-seniman Prancis dan Indonesia.
Ni Kadek Sulistiawati
Beberapa aksi budaya yang rutin dilakukan di Indonesia melalui IFI antara lain Le Printemps Français (Festival musim semi Prancis) yang rutin diadakan setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2005. Selama berlangsungnya festival budaya ini, banyak pentas seni dan budaya yang dilakukan dengan menghadirkan seniman-seniman Prancis papan atas untuk dipentaskan di Indonesia agar masyarakat
Indonesia mengenal seniman-seniman Prancis dan karya-karyanya mulai dari seni musik, pertunjukan sampai seni visual. Dan saat ini, festival budaya Prancis telah diadakan rutin di beberapa kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Balikpapan, Ternate, dan Weda Bay. Aksi budaya lainnya yaitu Festival Sinema Prancis yang telah dimulai sejak tahun 1996 dan menawarkan berbagai judul film bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui perkembangan industri film Prancis. Tidak hanya pemutaran film, tetapi juga presentasi dan kompetisi film pendek dengan harapan akan dapat mendukung perkembangan sinema lokal. Kegiatan-kegiatan tersebut secara tidak langsung juga telah mendorong peningkatan kerjasama antara seniman Indonesian dan
Prancis. Bagi seniman-seniman Indonesia yang menetap di Prancis, hal itu bukan hanya dapat memberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas tetapi juga para residensi seniman tersebut akan diajarkan kesenian Prancis dan terpentingnya adalah diberikan pula pembelajaran bahasa prancis sehingga akan dapat menambah pengikut bahasa Prancis. Langkah konsisten dari pemerintah Prancis dalam upaya memperkenalkan budayanya ke mancanegara telah menginspirasi banyak seniman di Indonesia bahkan di seluruh dunia dan kemajuan kebudayaan Prancis menjadi semakin dikenal luas di dunia internasional.
Mozaik
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Eksistensi Kongso Sukoco “Melawan Kemalasan”
T
iga puluh dua tahun bukan waktu yang sebentar bagi Teater BAM untuk bisa menjaga eksistensinya di dunia teater dan kesenian khususnya di NTB. Jika kelompok-kelompok teater atau kelompok kesenian lain masih sibuk dengan menghitung jumlah personil yang dilegalisasi sebagai anggota, maka bagi Teater BAM, kehadiran Kongso Sukoco -bahkan jikapun ia seorang diri, masih sangat kuat membawa identitas Teater BAM. Begitulah kematangan dan kemapanan sebuah nama yang tersemat dalam Teater BAM dan Kongso Sukoco. Kecintaan Kongso Sukoco yang lahir tanggal 6 Juli 1962 ini, telah membawanya pada dunia teater hingga usianya yang kini tidak muda lagi. Konsistensi Kongso Sukoco yang tetap berada pada jalur kesenian (teater khususnya), tampaknya tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Meski terselingi dengan berbagai kegiatan lain, ia tetap kembali pada dunia teater. Bagaimana tidak, Kongso Sukoco bahkan meninggalkan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980-an untuk kemudian menggeluti dunia kesenian dengan melahirkan Teater BAM. Saat mendirikan Teater BAM 32 tahun silam, ia mendapat dukungan dari pelajar dan mahasiswa yang saat itu sangat antusias memilih kegiatan ‘teater’ sebagai wadah penyaluran energi kreatifnya. Beberapa nama yang tercatat sebagai penggerak Teater BAM saat itu, seperti Wing Sentot Irawan, Lalu Prima Wiraputra, Cukup Wibowo, Tavip, Nunung Antari, Cholik, Akhyar, Jupni Amri, Sulistiono dan beberapa nama lainnya. Hingga akhir tahun 1990-an, Teater BAM bisa disebut komunitas teater paling produktif, dan sangat mempengaruhi iklim berteater di Kota Mataram. Termasuk pula pada era-era berikutnya. Teater BAM merupakan kelompok teater yang sangat konsisten pada masanya. Bersama Teater BAM ini, Kongso Sukoco telah mengukir prestasi secara nasional. Sepanjang perjalanannya berkesenian, Kongso Sukoco telah menyutradarai 37 lakon karya pengarang baik dalam dan luar negeri. Sempat absen di panggung teater sejak tahun 2000, Teater BAM kembali berproduksi mementaskan lakon Zetan karya Putu Wijaya di tahun 2015. Tahun 2016, dua karya Teater BAM naik panggung lagi, yakni di Oktober 2016 mementaskan dramatis sastra yang berangkat dari naskah sejarah karya Putu Wijaya dalam pertunjukan yang menggabungkan konsep video art dan pada 14 Desember 2016 lalu mementaskan Nyanyian
Tanggal 14 Desember 2015, Bengkel Aktor Mata ram yang juga dikenal dengan Teater BAM kembali naik panggung dengan mementaskan naskah Nyanyian Angsa karya Anton Chekov. Tampilnya BAM di panggung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat ini, mampu mengobati kerinduan penonton pada kelompok teater yang didirikan pada Februari 1984 ini. Di Nusa Tenggara Barat, perjalanan Teater BAM terbilang cukup panjang. Sebagai salah satu kelompok teater tertua di NTB, Teater BAM menjadi salah satu kelompok teater yang fenomenal karena karya-karyanya.
Angsa karya Anton Chekov sebagai produksi ke 38. Pada naskah Nyanyian Angsa yang disutradarai oleh sutradara kawakan Saepullah Sapturi beberapa waktu lalu itu, Kongso Sukoco tampil sebagai aktor yang menunjukkan kelas tersendiri. Kematangan kualitas akting Kongso Sukoco sebagai seorang aktor mampu membuat pagelaran yang ditunjang konsep tata panggung dan lighting serta didukung aktor Achiem itu menjadi begitu apik. Kongso Sukoco yang biasanya menjadi sutradara ini menunjukkan kemapanannya sebagai seorang aktor. Tidak banyak aktor di NTB yang mampu menunjukkan konsistensinya seperti Kongso Sukoco yang ‘turun lapangan’ hingga usianya yang telah lebih setengah abad itu. Dengan menggelar pertunjukan Nyanyian Angsa itu, Kongso Sukoco berharap dapat mengembalikan semangat berteater di Mataram. “Saya berharap dengan digelarnya karya ini, akan dapat mengembalikan semangat bergeraknya “teater orang dewasa”. Maksudnya, komunitas teater mestinnya tidak hanya hangat di lingkungan sekolah dan kampus yang pemainnya hanya pelajar dan mahasiswa seperti yang terlihat akhir-akhir ini,” ungkap Kongso Sukoco. Menurutnya, iklim berteater bisa dikatakan benar-benar ‘hidup’ bila tumbuh grup teater yang dimainkan ‘orang dewasa’ yang men-
dampingi komunitas teater yang tumbuh subur yang pelakunya adalah pelajar dan mahasiswa. TEATER ITU MAHAL Tampilnya kembali Kongso Sukoco di panggung teater Mataram untuk melawan ‘kemalas an berkarya’ dan juga menjaga stamina kreatifnya. “Secara pribadi, tentu keper luan untuk menjaga stamina kreatif. Ini bagian dari “melawan kemalasan”, sebab seniman tak boleh berhenti berkarya dan tugas saya mengingatkan agar seniman tidak menjadi pemalas,” ungkap tokoh teater NTB ini. Selain itu, Kongso Sukoco ia ingin menyampaikan alasan “pendidikan” (dalam tanda kutip). Berkesenian itu bagian dari tugas kemanusiaan yang tak boleh berhenti, atau menjalani masa pensiun. Menurutnya, justru pada usia yang matanglah seniman harus bisa menghasilkan karya yang makin bisa memberi banyak arti bagi orang lain.
(Ni Kadek Sulistiawati) Guru Privat Bahasa Prancis
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Kongso Sukoco bermain dalam naskah Nyanyian Angsa bersama Achiem dengan sutradara Saepullah Sapturi
tu Wijaya) entaskan naskah Zetan (Pu
Bengkel Aktor Mataram mem
Karena baginya tugas dari kesenian itu tidak hanya menghibur, tetapi harus bisa lebih dari itu. “Karya yang baik tidak bisa hadir karena banyak seniman yang mandeg, atau merasa waktunya pensiun justru ketika ia makin matang. Padahal justru pada saat seseorang bisa “memberi” bagi mereka yang baru berangkat, yang tua mestinya bisa lebih bijaksana, kata orang. Karena itu ia mesti lebih ngotot berkarya. Macan mati meninggalkan belang, manusia mati dikenang dari karyakaryanya,” ujarnya. Sebagai tokoh teater di NTB, Kongso Sukoco melihat komunitas teater di kampus dan sekolah saat ini cukup bersemangat. Tapi agak lesu di luar itu. “Ini adalah soal cara pandang kita, dan bagaimana seseorang memahami pentingnya kesenian bagi masyarakat. Seniman sendiri dan bukan orang lain yang harus meyakinkan, tanpa kesenian (yang baik) kualitas kemanusiaan kita tak pernah beranjak maju. Pelajar dan mahasiswa bersemangat, tapi setelah lepas dari lingkungan sekolah dan kampus biasanya tak menganggap kesenian itu penting,” begitu kata Kongso Sukoco. Secara khusus ia mengapresiasi mahasiswa FKIP Unram (Teater Putih) yang telah belas an tahun menyelenggarakan festival teater pelajar. Kelembagaan seperti inilah yang menurutnya sangat pen ting bagi berkembangnya seni teater di Mataram (NTB). “Sayangnya, mahasiswa yang
sangat getol menjadi penggeraknya akan berhenti mengapresiasi teater setelah lulus kuliah. Tentu ada pendidikan atau apresiasi teater yang salah (kurang) dalam hal ini. Namun begitu, tidak ada yang perlu di salahkan. Tapi yang masih percaya kesenian itu penting, tidak boleh berhenti berkarya seni,” katanya. Terhadap masa depan teater di Mataram, Kongso Sukoco berharap selama ini bisa menjadi bagian penting dalam peta teater di Indonesia. Namun harus diakui, hal itu saat ini jalan di tempat. Tetapi bukan juga berarti tidak ada kemajuan. Komunitas teater yang digerakkan tokoh- tokoh muda di Mataram, telah membangun jaringan yang baik. Sayangnya itu masih kurang diikuti dengan militansi untuk mencipta karya teater. Apresisasi masyarakat Mataram (NTB) sangat tinggi terhadap teater. “Tapi apa yang harus diapresiasi kalau seniman teater sendiri tidak banyak bekerja. Banyak seniman mandeg dan menyalahkan masyarakatnya. Apalagi kalau berkarya tanpa memahami masyarakatnya, bahkan tidak mempedulikan publiknya. Banyak orang mencoba berteori tentang kesenian dan masyarakatnya tapi tanpa menghasilkan karya yang baik,” kritik Kongso Sukoco. Memang diakuinya bahwa membuat teater itu mahal. “Karena itu kita mesti bisa mencipta dengan apa yang kita miliki. Paling mungkin kemandegan harus disikapi sebagai tantangan,” katanya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Bukan bermaksud menakut-nakuti, namun medsos (media sosial) yang kini sangat digandrungi masyarakat, bisa jadi pembuka terjadinya tindak kejahatan, jika kita tidak hatihati menggunakannya. Ada banyak contoh kasus kejahatan yang terjadi diawali dengan penampilan atau percakapan, atau bahkan hanya gara-gara status di medsos.
Hindari Unggah Kekayaan di Medsos
K
arena kita tahu, medsos tidak hanya berisi orangorang baik tapi juga para penjahat yang gentayangan mencari mangsa. Kasus-kasus pedofil misalnya, banyak pelakunya mencari mangsa lewat medsos karena mereka tahu kalangan remaja sangat menggandrungi medsos. Begitu juga kasus-kasus perkosaan dan penipuan yang diawali dari medsos, jumlahnya cukup banyak. Penjahat zaman sekarang pun melek teknologi. Santuarie dalam lamannya pernah bercerita, suatu ketika seorang temannya iseng mencari hashtag #SendiriDiRumah di facebook, ternyata menemukan banyak status menjurus ke hashtag tersebut. Rata-rata akunaku tersebut, kata Santuarie, menceritakan kesendiriannya di rumah. “Terlepas dari itu fakta atau hanya status palsu, disadari atau tidak, hal ini turut membuka peluang munculnya tindak kejahatan,” ungkapnya. Kasus paling anyar adalah kasus penganiayaan berat yang dilakukan para perampok terhadap satu keluarga di bilangan Pulo Mas Jakarta Timur. Dari 11 orang korban, enam orang akhirnya kehilangan nyawa. Kasus yang terjadi pada Senin 26/12 siang dan baru terungkap Selasa 27/12 pagi, menimpa keluarga pengusaha Ir Dodi Triono (59). Untuk diketahui, Dodi bukan hanya pengusaha sukses, tapi dia juga seorang arsitek serta konsultan properti.
Reza Indragiri
Oleh para perampok, 11 korban disekap dalam kamar mandi tanpa ventilasi berukuran 2 meter x 1,5 meter selama kurang lebih 18 jam. Mereka adalah Dodi Triono, dan dua anaknya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) serta satu teman anaknya, Amelia Callista (10) dan dua sopirnya, Tarsok dan Yanto. Sedang korban yang selamat adalah, anak Dodi, Zanette Kalila Azana (13) serta pekerja di rumah tersebut yakni, Santi (22), Fitriani (23), Windy (23) dan Emi (41), yang semuanya kini masih dalam perawatan di rumah sakit. Dari kasus perampokan yang dinilai sebagian orang agak janggal--- karena dilakukan di waktu siang hari serta pada saat banyak anggota keluarga berkumpul--muncul berbagai spekulasi. Mulai dari persaingan bisnis, dendam, dan lain-lain. Namun sampai sejauh ini, pihak kepolisian masih melihatnya seba-
Tampak depan rumah korban
Dodi Triono (alm) dan koleksi mobilnya
gai perampokan murni. “Sampai sekarang, dugaan sementara, masih perampokan murni. Namun pendalaman kasus ini terus dilakukan,” ungkap sumber di kepolisian. Salah satu yang terkuak dari adanya peristiwa ini adalah sang pemilik rumah yang cukup aktif di medsos. Ia juga kerap mengunggah foto-foto seputar koleksi mobil mewahnya. Setelah kasus ini terkuak, beredar di dunia maya sejumlah foto yang memperlihatkan Dodi dan mobil-mobil mewah koleksinya. Di antaranya saat dia berpose dengan Bentley putih dan Ferrari merah. Ada juga foto Dodi dan Ferari warna kuning. Foto lainnya memperlihatkan Dodi bersama teman-temannya di kolam renang di dalam rumahnya. Selain itu, ada juga foto-foto yang memperlihatkan kemewahan rumah Dodi. Dari foto-foto yang kini beredar di dunia maya itu, muncul spekulasi dari sebagian masyarakat, mungkinkah gara-gara hal tersebut
para perampok menarget rumahnya. Sekarang ini para perampok pun boleh dibilang sangat melek teknologi. Mereka menelusuri korban-korbannya, juga salah satunya, lewat medsos. “Saya melihatnya ini contoh nyata bahwa medsos sesungguhnya bukan dunia yang sepenuhnya aman. Mungkin bagi kita menghadirkan rasa nyaman tapi ternyata tidak aman. Terbukti, orang yang mengekspos kekayaannya di medsos bisa saja dikemudian hari menjadi sasaran kejahatan,” ujar Reza Indragiri Amriel, Master Psikologi Forensik. Menurutnya, para pelaku kejahatan baik secara terencana maupun acak mencari targettarget potensial baru dengan menelisik jam kesibukan yang tercantum dalam up date status kita. “Dengan melihat foto-foto akan bisa ditetapkan apakah targetnya bisa memberi insentif menjanjikan atau tidak. Jangan lupa, medsos juga dipakai para pelaku pedofil untuk mengincar mangsanya,” kata Reza yang juga mengajar Psikologi Forensik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Seorang perampok, biasanya sebelum beraksi akan mengintai sasarannya terlebih dahulu. Salah satu yang digunakan bisa jadi lewat medsos. Karenanya kata Reza mengimbau, sebaiknya hal-hal yang bersifat privat atau hal-hal yang membuka kerentanan kita untuk menjadi korban kejahatan, tidak diekspos di media sosial. KEJANGGALANKEJANGGALAN Tentang aksi perampokan itu sendiri, Reza mengaku dirinya merasakan adanya beberapa kejanggalan. Misalnya soal pemilihan waktu yang menurut Reza seperti mematahkan anggapan yang ada selama ini bahwa jam ideal melakukan kejahatan adalah jelang dini hari. “Karena jelang dini hari adalah fase tidur paling nyenyak, sehingga TKP relatif mudah dikendalikan, para korban juga relatif mudah dilumpuhkan,” tuturnya. Namun, yang terjadi adalah sebaiknya. Aksi dilakukan pada siang hari dimana kebanyakan orang masih beraktivitas, lingkungan pun masih terlihat aktif,
Foto dalam rumah dodi yang terpampang di medsos
dan lebih dari itu, di dalam rumah tersebut ada banyak orang. Ditambah lagi, dari pekarangan pun sudah terlihat kalau rumah tersebut memiliki banyak CCTV. “Jadi, bagaimana mungkin mereka mengambil keputusan melakukan aksi tersebut pada jam tersebut,” ujar Reza dengan nada heran. Bisa jadi, kata Reza, para pelaku sebelum beraksi mengonsumsi miras atau narkoba jenis tertentu, guna mengendalikan kecemasan mereka. Para pelaku ini adalah residivis yang telah berkali-kali ditangkap polisi untuk kasus perampokan disertai anirat. Hal itu bisa jadi mempengaruhi estimasi mereka tentang situasi yang ada. “Bisa jadi itu menyebabkan mereka salah dalam melakukan estimasi,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, polisi berhasil dengan cepat mengungkap kasus ini. Dan itu sedikit banyak berkat keberadaan CCTV di rumah tersebut. Rupanya para perampok ini sebelum pergi, bermaksud mengambil decorder CCTV tersebut, namun yang terbawa justru power supply. Dari gambar di CCTV itulah terkuak kalau salah satu pelakunya adalah Ramlan Butar Butar, perampok spesialis rumah mewah. Ramlan, konon, sudah-keluar masuk penjara berkali-kali karena kasus yang sama, dan aksinya kali ini boleh dibilang tersadis karena korbannya banyak. Ramlan sendiri akhirnya juga tewas dihajar timah panas polisi karena melawan saat ditangkap. Terkait CCTV, Reza mengatakan, dirinya sejak lama menyarankan agar kota-kota besar –idealnya di seluruh area--- disediakan banyak CCTV. “Perbandingannya adalah kota New York yang dalam satu blok saja memiliki ratusan CCTV yang bukan sekadar aksesoris tapi benar-benar berfungsi dan terintegrasi. Dengan begitu CCTV bisa dimanfaatkan oleh banyak otoritas, baik untuk pendekatan hukum, ketertiban sosial, dll,” jelasnya. “Dengan adanya CCTV, situasi kota menjadi lebih terpantau dan terkelola secara terkoordinasi pula,” tambah Reza. Soal pentingnya CCTV juga diungkap oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut CCTV menjadi pembangun bagi pengungkapan kasus-kasus penting. CCTV sudah terbukti membantu polisi dalam pengungkapan banyak kasus, satu di antaranya adalah kasus bom di Jl MH Thamrin yang juga terbantu dengan adanya CCTV. “Kasus Pulo Mas terbantu berkat adanya CCTV yang dimiliki pribadi oleh korban. Ini mengingatkan kita betapa perlunya ada digital security,” ucap Tito. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Wajar tanpa Pengecualian. Koperasi Sehat. Koperasi Berkualitas. Demikian predikat yang digenggam Koperasi Amoghasiddhi saat ini. Amoghasiddhi yang berarti Sempurna dan Selalu Berhasil adalah doa yang dihembuskan sejak berdirinya tahun 2005.
Patung Amoghasiddhi, sempurna dan selalu berhasil
A
moghasiddhi diturunkan pula menjadi Akuntabel, Mandiri dan Sejahtera. Akuntabel yang berarti setiap rupiah yang dikeluarkan tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Mandiri bermakna Amoghasiddhi bertumbuh dengan sumber daya yang dimilikinya tanpa tergantung pada pihak manapun. Sejahtera tergambar dari keuntungan yang diperoleh seluruh anggotanya. Setiap tahun, Koperasi Amoghasiddhi diaudit oleh kantor akuntan publik independen dengan perolehan Wajar tanpa Pengecualian. Sedangkan untuk pemeringkatan kesehatan koperasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Prov Bali dengan predikat Koperasi Sehat. Surveyor Indonesia memberikan predikat Koperasi Berkualitas. Begitu pula dengan pengelola Koperasi Amoghasiddhi, Ida Ayu Alit Maharatni, S.Psi.,M.Si telah mengantongi sertifikat Manajer Kompeten dan Fasilitator Koperasi Jasa Keuangan yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini mengindikasikan Koperasi Amoghasiddhi dikelola secara profesional. Seluruh pencapaian Koperasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
3
Koperasi Amoghasiddhi
Koperasi dengan Energi Bersih Baru dan Terbarukan Amoghasiddhi dapat diakses melalui website www.amoghasiddhi.co.id. Memasuki usia 12 tahun, Amoghasiddhi terus tumbuh menjadi koperasi dengan ciri khasnya, koperasi dengan Energi Bersih Baru dan Terbarukan. Ya gedung baru kami dikonsep menggunakan solar panel sebagai pembangkit listrik utama, yang diperoleh langsung dari cahaya matahari. Sedangkan PLN sebagai cadangan jika cuaca mendung atau hujan, ” ujar sang manajer yang biasa disapa Dayu Nanik ini. Ia mengatakan bahwa hal tersebut memperoleh apresiasi dari Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A.N Puspayoga saat meresmikannya pada 18 November 2016. Selanjutnya tampil berbeda dari koperasi kebanyakan menjadi ciri khas Amoghasiddhi. Secara fisik lihatlah gedung dan ruang tunggunya, bukan hanya ruang tunggu biasa, melainkan co-working space. “Setiap anggota dapat beraktivitas di sansa. Mulai dari bertemu klien, rapat maupun hanya sekadar berkunjung. Kami sangat terbuka,” ujarnya. Paradigma baru dalam sebuah organisasi adalah ketiadaan jarak antara satu dan lainnya, itu pula kata Dayu Nanik yang menjadi spirit proses pembangunan gedung Amoghasiddhi. “Semua anggota turun tangan berkontribusi menjadikannya gedung dengan konsep hijau. Bukan hanya itu, pembuatan cushion cover bermotif tie die pun didesain khusus oleh anggota, semuanya hasil karya anggota. Kami bangga menjadi tempat berkumpulnya insan kreatif yang bersedia mendedikasikan rasa, menciptakan sinergi luar biasa, lanjutnya. Amoghasiddhi sangat aktif menyuarakan penggunaan energi bersih termasuk kampanye penggunaan sepeda listrik yang difokuskan pada pelajar SMP dan tergabung dalam SeLid (Sepeda Listrik Denpasar). “Adik-adik SMP, saat ini banyak kita lihat wara-wiri dengan kendaraan bermotor yang notabene belum saatnya, dan usia labil menjadikan ini membahayakan,” imbuh lulusan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini. Sementara para pelajar dengan segudang kegiatannya, orangtua tidak
Peresmian gedung Amoghasiddhi
Suasana interior Amoghasiddhi
Luhut Binsar Panjaitan memberikan Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat
Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A.N Puspayoga saat penandatanganan prasasti
Foto bersama peresmian gedung Koperasi Amoghasiddhi, 19 November 2016
bisa apatis berdiri pada aturan kaku terkait usia mengendarai kendaraan bermotor. Sehingga, sepeda listrik menjadi jawaban di tengah kegamangan menentukan sikap bagi para orangtua. Sepeda listrik tidak dapat ngebut, maksimal 40 km/jam, saya berkegiatan didalam kota Denpasar selalu menunggang sepeda listrik kebanggaan. Kendaraan yang telah melupakan bahan bakar fosil, bebas berpolusi dan bebas suara. Setidaknya bahaya kebut-kebutan di kalangan remaja dapat ditekan. Bepergian jauh tanpa izin pun dapat dikontrol oleh sepeda listrik, dengan jarak tempuhnya yang mencapai 30-50 km setiap kali charge, ujarnya. Dijelaskan juga oleh Dayu Nanik, di halaman kantor Koperasi Amoghasiddhi disediakan charging point bagi pengguna sepeda listrik yang diperoleh dari pohon energi, berupa panel surya
yang menghasilkan listrik dari menadah matahari. Tidak berhenti di sana, Amoghasiddhi telah berkontribusi pada pemberian bantuan berupa perangkat panel surya kepada Kelurahan Pemecutan, Denpasar untuk menyukseskan Denpasar Bersih dengan Energi Bersih, berupa ciKar surYa (KarYa). Atas perjalanan panjang ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Kami bangga mampu mengikutkan Amoghasiddhi di ajang nasional dan bergengsi tersebut,” papar Dayu Nanik sambil mengatakan kalau dalam operasional sehari-hari, mereka menggunakan kertas bekas yang satu sisinya masih kosong. Kami mengerti jumlah pohon yang ditebang demi menyajikan kertas baru, dan tidak sedikit
dana pembelian kertas yang dianggarkan dipakai mengadopsi pohon setiap tahun di Pura Jati bersama Yayasan Bali Hijau Lestari, hingga penghujung tahun ini kami memiliki 120 keluarga adopsi, ungkapnya. Dayu Nanik juga menjelaskan jam operasional Amoghasiddhi yang berbeda dari kantor kebanyakan. Mereka buka pukul 8.00 dan tutup pukul 20.00. Hal ini untuk mengakomodir tim yang sebagian sedang menyelesaikan kuliahnya. Bagi mereka yang kuliah pagi tetap dapat bekerja di siang hingga malam hari sementara yang bersekolah sore dapat bekerja pagi harinya. Jam kerja ini membuat tim Amoghasiddhi dapat berkegiatan lain dengan fleksibel bukan hanya bekerja. Selain itu anggota juga dapat mengakses koperasi tanpa harus meninggalkan jam kerjanya. Anggota juga tidak perlu repot mengunjungi kantor Koperasi Amoghasiddhi untuk menabung atau membayar kredit. Cukup dengan transfer melalui SMS banking, internet banking ataupun ATM. Hal ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan kepada seluruh anggota yang tersebar di kabupaten/kota se-Bali. Bayangkan jika untuk membayar kredit, anggota yang di Singaraja jika harus ke Denpasar, tentu bukan pilihan yang menyenangkan, pungkasnya. -ard
Pemberian sembako dan bantuan operasional ke SOS Tabanan, Bali
Sepeda listrik Denpasar (Selid)
Solar panel, pohon energi sebagai charging point
4
Inspirasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Natasha Mannuela Halim
2nd Runner Up Miss World 2016
Akhirnya harapan Natasha Mannuela untuk bisa berprestasi di ajang Miss World seperti pendahulunya, tercapai sudah. Bahkan di ajang yang diikuti oleh 100 negara ini, Natashaberhasil meraih prestasi yang sungguh baik tidak kalah dari pendahulunya. Ia bukan saja meraih 2nd runner up Miss World 2016 tapi berhasil memboyong empat gelar tambahan yakni, Miss World Asia, Beauty a Purpose, first runner up Top Model, dan top 3 Miss World Multimedia.
R
asa syukur dan bangga diungkapkan Acha, begitu gadis cantik ini akrab disapa, atas capaian yang diraihnya. Acha mengaku dirinya tak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. Ia mengaku hanya melakukan yang terbaik dan berusaha tampil sebaikbaiknya. “Aku nothing to lose, tapi juga berharap agar bisa meraih yang terbaik. Aku berusaha memberi yang terbaik bagi Indonesia. Dan itu semua tidak sia-sia, jerih payah terbayar dengan hasil yang memuaskan,” ungkapnya seraya berkali-kali menyampaikan pujian kepada Tuhan atas anugerah yang didapatnya. Pujian syukur itu juga ditulis Acha dalam instagramnya beberapa saat setelah ia sukses meraih 2nd runner up Miss World. “Kemuliaan bagi Allah yang melalui kekuatan kuasaNya bekerja di dalam kita untuk mencapai jauh dari yang kita minta dan pikirkan,” ujar gadis kelahiran Belinyu, Bangka 1994, ini. Ia berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan untuk bisa belajar dan bertumbuh dalam berkatNya. “Terimakasih untuk selalu mempercayai saya bahkan ketika saya tidak percaya pada diri saya. Saya juga berterima kasih kepada keluarga, temanteman dan rekan-rekan di
Indonesia yang selalu mendukung dalam doa, suara dan cinta,” ungkapnya seraya juga menyampaikan terima kasih kepada timnya yang telah mendukung dirinya untuk bisa meraih capaian ini. Sebagaimana diketahui Minggu (18/12) lalu atau Senin (19/12) waktu Indonesia, Natasha Mannuela berhasil meraih juara ketiga atau 2nd runner updalam ajang Miss World 2016 yang berlangsung di Oxon Hill, Maryland, AS. Selain gelar tersebut ia juga memenangkan empat gelar lainnya. Sementara Miss World 2016 diraih Stephanie Del Valle dari Puerto Rico dan 1st runner up adalah Yaritza Reyes dari Republik Dominika. Menurut mahasiwi STIE Prasetya Mulya ini, banyak hal didapatnya selama keikutsertaannya dalam ajang bergengsi tersebut. “Aku banyak belajar dan benar-benar terinspirasi dari setiap wakil negara lain yang ikut serta di ajang ini”. Kini perhelatan akbar tersebut telah usai, dan Acha mengaku sebenarnya dirinya belum siap untuk berpisah dari temantemannya dimana mereka berhubungan sangat dekat selama ajang tersebut. “Aku sebenarnya belum siap berpisah dengan mereka. Aku akan sangat merindukan kalian. Bagi aku, menang atau kalah kita berdiri sama tinggi,” ungkap Acha.
BERUPAYA MEMELIHARA KEHARMONISAN Acha seperti kata orangtuanya juga teman-teman di lingkungannya, memiliki pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun. Karenanya tak heran kalau selama ajang Miss World 2016 ia memiliki banyak teman. Tentang kepribadiannya yang mudah bersahabat dengan orang lain, Acha dalam sebuah kesempatan mengakui, hal itu terbentuk karena didikan orangtuanya. “Itu sudah dipupuk dari kecil, didikan orangtua untuk selalu menumbuhkan keharmonisan di antara kami,” tutur Acha. Tak terasa didikan orangtua itulah yang kemudian membentuk pribadinya yang selalu berusaha memelihara keharmonisan dengan lingkungan maupun teman-temannya. “Jadi sekalipun aku sangat sibuk dengan kegiatan rutin tapi tetap berusaha meluangkan waktu untuk bisa bertemu teman-teman, minimal sebulan sekali untuk mempererat hubungan,” kata Acha. Dari pertemuan itu, katanya, terkadang ada pengalaman
Mandalika
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Pacu Kualitas Pelayanan Publik
21
Pemprov NTB Berikan Anugerah Natasha Mannuela di antara miss world 2016 dan 1st runner up
teman-temannya yang menjadi inspirasi baginya. Dan ketika ia membutuhkan dukungan, temantemannya selalu siap mendukung. “Aku bersyukur memiliki teman yang bisa dipercaya dan selalu memberi dukungan dalam hidup aku,” tambahnya. Selain teman-teman yang juga penting bagi Acha adalah dukungan besar dari keluarganya dalam setiap kiprahnya. Sebenarnya, tutur Acha, dulunya orangtua tidak mengizinkan dirinya untuk ikut kegiatan modeling. Dan ia pun menurut sekalipun sangat suka menonton event-eventmodeling. Sampai suatu ketika ia menemukan adanya ajang Miss Indonesia yang menurutnya sangat berbeda dengan ajang modeling yang biasa ia tonton. “Aku lihat ajang Miss Indonesia tidak sepenuhnya modeling, ya, itu sesuatu yang berbeda dan sangat positif dimana aku bisa mengembangkan potensi diri,” tambah Acha yang akhirnya berhasil meyakinkan pada orangtuanya untuk mengizinkannya ikut Miss Indonesia 2016. Waktu itu, tambahnya lagi, ia tak punya target apa-apa. Asalkan bisa masuk karantina saja, dia merasa itu sudah capaian yang bagus. Tapi tak dinyana hasilnya justru melampai ekspektasi, mewakili Bangka Belitung ia berhasil tampil sebagai Miss Indonesia 2016 dan selanjutnya mewakili Indonesia dalam pentas dunia, Miss World 2016.
JADIKAN BEBAN SEBAGAI MOTIVASI UNTUK MAJU Ada rasa bangga dalam diri Acha atas prestasi tersebut, tapi di sisi lain ia juga merasa perjuangannya di pentas internasional itu cukup berat karena sebelumnya Indonesia berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam sejarah keikutsertaan di ajang Miss World. Betapa tidak, baru tahun 2015 lalu lah, Miss Indonesia berhasil menembus babak tiga besar pada babak grand final dan akhirnya menempatkan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 asal Yogyakarta, sebagai 2nd runner up Miss World 2015. Tidak hanya itu, Maria juga berhasil meraih sejumlah gelar yakni Miss World Asia, Beauty with Purpise dan World Fashion Design, serta top 13 Miss World Talent. “Aku berharap prestasi Maria yang begitu bagus itu tidak menjadi beban aku, sebaliknya menjadi motivasi bagi aku,” ungkap Acha sebelum berangkat ke ajang Miss World. “Aku banyak sharing dengan kak Maria, tanya ini-itu pengalamannya selama di sana. Aku harus memaksimalkan potensi aku,” tutur Acha yang mengaku memiliki passion di bidang menari, fashion dan bisnis. Dan akhirnya, memang, harapan Acha pun terwujud. Gadis cerdas ini kembali berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang itu. Setelah ajang Miss World ini, tutur Acha, ada banyak hal yang harus dia kerjakan. “Aku memiliki cita-cita untuk membuat sanggar talent management untuk anak-anak yang kurang mampu. Mereka ini, kan, anak-anak yang kurang mampu dan memiliki banyak keterbatasan. Itu membuat mereka tidak memiliki opportunity dan peluang untuk berkembang. Padahal, pastinya anak-anak itu punya potensi. Jadi nantinya potensi itu lah yang akan diasah,” papar Acha yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. “Inilah yang aku lihat bahwa hal tersebut bisa menjadi opportunity bagi aku untuk masuk dengan membawa passion aku, dan berkarya untuk Indonesia serta menjadi berkat bagi orang sekitar,” tambahnya. (diana.runtu @cybertokoh.com)
Pada tahun 2014, Komisi Informasi Pusat memberikan 98 point kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat itulah NTB berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia, karena dinilai cukup baik dalam memberikan pelayanan informasi kepada publik. Namun, dalam penilaian tahun 2015 nilainya turun menjadi posisi ke empat. Demikian juga di tahun 2016 ini, Provinsi NTB berada pada peringkat kesembilan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB Ajeng Roslinda Motimori, S.Pt., pada acara Penganugerahan Badan Publik Informatif Provinsi NTB yang berlangsung beberapa waktu lalu di Mataram. Karena itulah, NTB kini kembali harus memacu kualitas pelayanan publik.
B
adan-badan publik di Nusa Tenggara Barat berupaya keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal membuka ruang informasi seluas-luasnya bagi publik. Beberapa badan publik Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ber-
hasil meraih anugerah Badan Publik Informatif tahun 2016 ini adalah, Badan Publik Instansi Vertikal, terbaik I diraih oleh KPU Provinsi NTB, terbaik II diraih BPK RI Provinsi NTB dan terbaik III diraih Kanwil Direktorat Jenderal Pajak. Sementara itu, kategori
Badan Publik Partai Politik, anugerah Badan Publik Informatif diberikan kepada Partai Keadilan Sejahtera, sebagai terbaik I. Badan Publik terbaik dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Provinsi NTB, terbaik I diraih oleh Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, terbaik II Bappeda NTB, terbaik
III Dishubkominfo NTB dan terbaik IV Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB. Badan Publik Pemerintah Kabupaten/Kota di NTB yang berhasil menjadi yang terbaik I adalah Kota Mataram, disusul terbaik II Kabupaten Sumbawa Barat, terbaik III Kabupaten Bima dan terbaik IV Kabupaten Lom-
bok Utara. Pemberian anugerah seperti ini merupakan pengakuan akan suatu kerja keras dan keseriusan dalam memberikan informasi kepada publik secara terbuka. “Anugerah seperti ini adalah sebuah pengakuan bahwa kita telah bekerja, itu adalah intinya,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Rosiadi Sayuti, yang membuka kegiatan ini. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu instrument yang sangat strategis untuk memacu penilaian untuk memberikan penghargaan yang sangat penting. “Selamat saya ucapkan kepada seluruh pemenang, mudah-mudahan kegiatan ini tetap berlanjut dan berkembang di masa-masa yang akan datang demi makin meningkatnya kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang,” katanya pada kegiatan yang dihadiri oleh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB, Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) John Fresly, Bupati/Wali Kota seProvinsi NTB. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Wujudkan APBN yang lebih Realistis, Kredibel, dan Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan 2017 oleh Gubernur NTB kepada Kuasa Pengguna Anggaran Wilayah NTB dengan tema “Mewujudkan APBN yang lebih realistis, kredibel, dan berkelanjutan” di Gedung Graha Bhakti Praja Sekretariat Daerah Provinsi NTB, beberapa waktu lalu. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan, Taukhid, S.E., M.Sc.IB., M.B.A menyampaikan bahwa sesuai amanat konstitusi, pemerintah dan DPR telah menyepakati APBN 2017 yang telah ditetapkan Undang-Undang No.18 Tahun 2016 yang mencakup Belanja Negara sebesar Rp. 2080,5 Triliun, pembiayaan anggaran sebesar Rp. 330,2 Triliun dan pendapatan Negara sebesar Rp. 1.750,3 Triliun. “Anggaran di tahun 2017 mengalami penurunan baik di sisi penerimaan negara maupun belanjanya dibandingkan angka
APBN di tahun 2016. Penurunan ini menjadi momentum bersejarah dalam penyusunan APBN di Indonesia,” ujar Taukhid. Pada kesempatan ini Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mengingatkan pesan Presiden RI saat prosesi penyerahan DIPA
Induk tahun 2017 beberapa waktu lalu agar anggaran Negara yang diamanahkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. “Selamat kepada kepala daerah yang secara simbolis menerima penghargaan pada pagi hari ini, teriring harapan yang juga harapan dari Presiden
Joko Widodo yang disampaikan kepada para Gubernur dan pimpinan Kementerian dan Lembaga pada penyerahan DIPA secara nasional, agar anggaran Negara yang diamanahkan dan dititipkan kepada kita sebagai penyelenggara Negara dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. Kapasitas yang disiapkan untuk melaksanakan program-program pembangunan di daerah, baik itu program pembangunan nasional di daerah NTB maupun program khusus yang dirancang oleh provinsi maupun Kabupaten/Kota diperkirakan diterima sebanyak 25,5 Triliun. “Jumlah yang kita terima ini patut disyukuri dan kita maknai sebagai modal yang sangat berharga untuk dialokasikan dengan setepat-setepatnya, kepada sektor-sektor yang
menjadi perhatian dan kekhususan dari daerah kita sehingga bisa terbangun semakin baik pada masa-masa yang akan datang. Saya minta Kepala Daerah di Kabupaten/ Kota NTB mencermati penggunaan dana desa ini, diharapkan agar perangkat pemerintahan di desa bisa melaksanakan dana desa dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan sesuatu yang nyata untuk peningkatan kapasitas desa,” ungkap Majdi. Bersamaan dengan kegiatan ini diserahkan pula Penghargaan Desa Prospektif Penyelenggara Good Governance keuangan Desa Tahun 2016 dalam perspektif pengelolaan Keuangan Negara yang diberikan kepada lima desa yaitu Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Desa Baru Tahan kecamatan Moyo Utara kabupaten Sumbawa, Desa karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Desa Leu Kecamatan Bolo kabupaten Bima dan Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, serta piagam penghargaan kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa barat sebagai pemerintah daerah paling potensial dalam penyediaan data calon debitur KUR tahun 2016. Penghargaan juga diberikan kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai pemerintah daerah paling aktif dalam pelaksanaan kredit program tahun 2016 dan penghargaan kepada Bank Rakyat Indonesia Cabang Mataram sebagai Penyalur KUR terproduktif tahun 2016. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
20
Nine
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
15 Perempuan Pejuang NTB ‘Bicara dan Berpikir’ untuk Indonesia bahkan Dunia
Peran yang paling besar dan lengkap nyaris dalam seluruh sektor kehidupan ini tersedia ruang untuk dilakukan oleh perempuan. Hanya saja tinggal bagaimana perempuan itu memaknai potensi yang ada dalam dirinya dan mau melakukannya. Bagi perempuan yang mau berjuang dengan kemampuan, kemauan dan kerja keras serta keikhlasan, membuat mereka mampu memberikan kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan, Nusa Tenggara Barat memiliki perempuan-perempuan dengan jiwa pejuang tersebut. Inilah catatan akhir tahun tentang perempuan Nusa Tenggara Barat.
P
eran penting perempuan Bumi Gora sesungguhnya telah terlihat bahkan sejak tahun 1960-an ketika sosok Dr. Hj. Siti Maryam mulai hadir mewarnai dunia birokrasi di Nusa Tenggara Barat. Ia bahkan telah melenggang dengan prestasi nasional di tahun 1974 ketika mencatatkan diri sebagai perempuan pertama dan satu-satunya yang menjadi Asisten Gubernur kala itu. Sampai-sampai Presiden Soeharto mengapresiasi hal tersebut dengan mengundang dan memberinya penghargaan ke Istana Negara. Dengan kerja keras, kemauan dan keikhlasan, mereka membuktikan diri bahwa perempuan itu ada. Mereka menonjol karena aktivitasnya yang mengemuka dalam berbagai sektor kehidupan. Mereka mendedikasikan diri bagi kepentingan masyarakat. Apa yang dilakukannya bagi masyarakat maupun dalam membangun komitmen dalam keluargamembuat mereka layak disebut sebagai perempuan pejuang. Mereka tampil berjuang merajut inspirasi dalam bidang sosial budaya, keagamaan, birokrasi, pendidikan, politik, kesehatan, lingkungan hidup, perempuan dan anak, bahkan dalam keluarganya. Selain Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, 14 perempuan lainnya ada Beauty Erawati, SH., M.Hum., Direktur LBH APIK NTB yang menjadi sosok pendobrak paradigma kesetaraan perempuan di NTB pada era 1990 hingga 2000-an, yang kemudian memberikan kontribusi besar bagi perubahan itu sendiri. Ia menjadi aktivis perempuan yang mampu mempengaruhi kebijakan publik dengan mendorong lahirnya Peraturan Daerah NTB, Peraturan Gubernur NTB, Peraturan Bupati Lombok Timur, yang kesemuanya berpihak pada perlindungan terhadap perempuan dan anak. Perjalanan hidup Dr. Sitti Rohmi Djalilah, dari seorang profesional yang beralih ke dunia politik dan lalu kini ‘berlabuh’ di dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Hamnzanwadi, memberikan inspirasi dari caranya memaknai karya selalu dalam
konteks amanah dan ibadah dan juga pada caranya mengambil keputusan untuk mendedikasikan diri bagi kepentingan yang lebih luas. Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, birokrat yang membangun karirnya selalu pada konteks inovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya yang menjadi bidang tugasnya dengan memegang teguh konsep peraturan.
serba kekurangan untuk dibawa ke rumah sakit. Ia juga membangun kepedulian anak-anak yang disebutnya ‘Tim Reaksi Gila’ ini untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku sekolah. Kepeduliannya ini membuat ia sampai-sampai disebut sebagai Bundanya anak-anak Mataram. Selain itu ada Aisyah Odits, aktivis lingkungan yang menjadikan sampah sebagai komoditas bernilai ekonomis. Namun nilai ekonomis itu bukanlah yang
Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah (tiga dari kanan)
Kecintaannya pada keluarga juga memberikan makna inspirasi yang sesungguhnya. Jumilah, perempuan sederhana yang dalam keterbatasannya masih bisa berbuat untuk orang lain. Kisah hidupnya yang terkungkung kebodohan karena tak sempat mengenyam pendidikan akibat hidup yang kekurangan sehingga ia tidak bisa baca tulis, tidak membuatnya menyerah. Ajaibnya, Jumilah akhirnya menjadi guru bagi anak-anak di lingkungannya. Dan ia mendedikansikan dirinya untuk mengabdi bagi masyarakat sekitarnya. Prof. Mulyati, seorang keturunan Tionghoa yang lahir di Praya Lombok Tengah menjadi satu-satunya Profesor yang berasal dari kalangan Tionghoa NTB yang kemudian mendedikasikan keahliannya bagi pembangunan dunia pendidikan di NTB. Ada pula Nyayu Ernawati, Ketua LPA Kota Mataram yang melakukan segala aktivitasnya untuk membangun komitmen anak-anak NTB khususnya di Mataram dengan rasa cinta. Ia menggerakkan pasukan anakanak peduli untuk keluar masuk kampung menjemput dan mengantar anak-anak yang hidupnya kekurangan dan dalam keadaan
utama baginya melainkan target utamanya adalah edukasi tentang sampah dan lingkungan hidup. Ribuan orang telah dilatihnya dalam ratusan pelatihan mengelola sampah. Bijak terhadap sampah menjadi karya inspirasi dari perempuan yang mendirikan Bank Sampah NTB Mandiri ini. Di bank sampah inilah ia memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan para penderita disabilitas untuk berkarya dengan menyiapkan etalase khusus yang disebutnya Etalase Istimewa. Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM., adalah birokrat perempuan yang lebih banyak turun lapangan ketimbang duduk di belakang meja. Dalam menjalani tugasnya
Inspirasi Menekuni hobi adalahsalah satu hal yang menyenangkan. Hobi tidak memiliki batasan waktu dan bisa dilakukan kapan saja. Dari hobi, kita bisa mendapat banyak manfaat. Hal inilah yang dialami A.A. Ayu Daninda. Perempuan yang akrab disapa Gung Ayu ini Ketua Komunitas Filateli Kreatif Indonesia (KoFKI) wilayah Bali-Nusa Tenggara, menuturkan pengalamannya menjadi filatelis.
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
A . A . A yu D a nind a
Melintasi Ruang dan Waktu
G
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin bersama Gubernur NTB
memimpin Badan dan Dinas di NTB, ia telah menjelajah seluruh lekuk dari kota hingga pedesaan dari ujung timur Sape hingga ujung barat Ampenan. Lapangan menjadi medan tugas bagi perempuan mandiri yang dalam buku ini saya sebut sebagai Birokrat Lapangan. Dan ada juga seorang penyandang tuna netra bernama Fitri Nugrahaningrum yang menjadi Ibu bagi Satelit Masa Depan Negara. Dalam keterbatasannya di dunianya yang ‘gelap’ tanpa cahaya itu, Fitri masih bisa memikirkan kehidupan orang lain dengan mendirikan Taman Belajar Samara (Satelit Masa Depan Negara). Samara menjadi tempat ia mendidik anak-anak usia dini, memberdayakan para ibu rumah tangga dan remaja putrid hingga para Lansia. Baiq Diyah Ratu Ganefi, perempuan NTB yang tampil di panggung politik sebagai Anggota DPD RI dua periode, sesungguhnya telah melewati masa perjuangan yang panjang dari seorang pedagang asongan di Pantai Senggigi Lombok. Dari pedagang asongan itulah ia meniti karir sebagai pengusaha sampai akhirnya menjadi Ketua IWAPI NTB. Perempuan lainnya adalah Prof. Rodliyah, Guru Besar perempuan pertama di Fakultas Hukum Universitas Mataram. Selain mencintai profesinya sebagai seorang dosen, Rodliyah banyak menyumbangkan pikirannya tentang perlindungan bagi hak-hak perempuan pelaku tindak pidana. Dalam bidang kesehatan ada drg. Farida Istiarini, Sp.Ort., Orthodontist pertama di Nusa
Hj. Putu Selly Andayani bersama sembilan cucunya
Tenggara Barat yang merupakan putera daerah asli NTB. Dengan niat berkarya untuk kemanusiaan, Farida mendedikasikan keahliannya bagi para penderita bibir sumbing dengan menjadi volunteer kemanusiaan. Ratusan penderita bibir sumbing yang pernah ditangani membuatnya dijuluki sebagai ‘ibunya bibir sumbing’. Menderita Polio tidak membuat Sri Astuti larut dalam kesedihan dan hidup minder. Ia justru memperlihatkan hal yang sebaliknya. Di balik kekurangan yang dimilikinya, Astuti mampu berdiri di podium nasional membanggakan Nusa Tenggara Barat sebagai Pemuda Andalan Nusantara dan beberapa prestasi lainnya. Meski jalannya tertatih-tatih, sebagai seorang penyuluh lapangan, Sri Astuti tidak pernah menyerah untuk setiap hari mengunjungi puluhan para petani dan peternak di wilayah tugasnya. Selain itu, kepeduliannya pada dunia pendidikan bagi anak-anak usia dini di kampung halamannya di Sumbawa Barat membuat ia mendirikan PAUD yang diberinya nama Bukit Lempayan. Ada pula Baiq Indarningsih yang merupakan aktivis sungai dan lingkungan. Kepeduliannya untuk menjadikan sungai Jangkok bersih dan lingkungan hidup yang nyaman di Kelurahan Banjar membuat ia membentuk Komunitas IBRA yang menggerakkan anak-anak muda dan masyarakat Banjar untuk sama-sama peduli pada sungai dan kampung halamannya. Berbagai aktivitas sosial terutama berkaitan dengan lingkungan hidup, dibangunnya bersama seluruh elemen masyarakat kelurahan Banjar. 15 perempuan tersebut tidaklah perlu berteriak-teriak menuntut kesetaraan, karena dari aktivitas-aktivitas yang mereka lahirkan menjadi karya-karya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dengan sendirinya membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dengan kaum laki-laki. Dari Bumi Gora, 15 perempuan ini ‘bicara dan berfikir’ untuk Indonesia bahkan Dunia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
ung Ayu mulai mengenal prangko dan benda pos sejak usia 8 tahun. “Hobi yang saya tekuni ini diturunkan dari opa dan ibu. Merekalah yang mengenalkan saya pada dunia filateli. Masa 1980-1990 merupakan masa korespondensi melalui surat-menyurat dan sahabat pena. Di sekolah, saya punya teman-teman yang memiliki hobi sama. Kami sering memamerkan koleksi dan tukar-tukaran. Selain teman di sekolah, saya juga punya sahabat pena dari Belanda, India dan Australia,” kenang perempuan kelahiran Gresik, 20 Februari 1983 ini. Di lingkungan keluarga Gung Ayu ada tradisi saling berkirim surat dan kartu ucapan. Tradisi ini membuat aktivitasnya sebagai filatelis tetap terjaga. Ia pun bisa terus menambah koleksinya. “Saya banyak belajar dari ibu. Beliau memiliki arsip yang lengkap, mulai dari surat, dokumen keluarga, hingga foto keluarga. Semua tersimpan rapi. Koleksi bonekanya juga masih ada sampai sekarang,” ujar putri dari pasangan A.A.Gede Agung-Christiana Maria Scholz ini.
A.A. Ayu Daninda
5
Koleksi perangko Gung Ayu
Hobi filateli yang ditekuni Gung Ayu terus berjalan seiring masa. Selain mengumpulkan prangko dan kartu pos, ia juga mengidentifkasi, merawat, dan mengkurasi sebagai bagian dari the art of collecting. Koleksi yang dimiliki, ia dapatkan dari hasil korespondensi, adopsi, dan membeli. “Paling banyak dari korespondensi. Teman dan keluarga sudah paham hobi saya. Kalau mereka ke luar negeri, saya diberi oleh-oleh prangko atau kartu pos,” ungkapnya. Saat kuliah di Yogyakarta, ia pun aktif di kegiatan filateli. Banyak hal yang didapatkan dari sebuah prangko. Prangko tidak hanya menampilkan sebuah gambar. Ada hal-hal lain yang bisa dipelajari dari sebuah prangko, misalnya latar belakang mengapa gambar itu dijadikan prangko,
bagaimana proses pembuatannya, kapan diterbitkan, berapa yang diterbitkan, serta banyak hal lainnya. Prangko tidak hanya sebagai identitas bangsa tetapi berkaitan dengan event, tokoh, dan peristiwa. Prangko itu bisa membawa kita lintas generasi serta lintas ruang dan waktu. “Prangko merupakan media kreatif untuk belajar. Untuk anakanak sangat cocok karena mereka lebih menyukai visual. Dari gambar itulah anak-anak belajar. Metode ini pernah saya terapkan tahun 2011 ketika pameran di Yogyakarta. Prangko untuk trauma healing. Saya punya prangkoprangko seri bencana. Saya minta kelompok anak usia sekolah dasar untuk menarasikan gambar dalam prangko. Momen tersebut berkesan sebab gambar dalam prangko ternyata juga mampu memanggil ingatan (recalling memory) visual yang pernah dirasakan seseorang,” ujar lulusan S1 Fisipol Universitas Atmajaya Yogyakarta dan S2 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Karena kecintaan terhadap filateli, Gung Ayu membawa prangko ke ranah akademis dan menjadikan prangko sebagai materi tesisnya. Ia mengambil penelitian tentang prangko seri makanan tradisional Indonesia. Menurutnya menarik untuk mengkaji bagaimana tradisi makan dan makanan khas Nusantara dinarasikan dalam bingkai prangko. Baginya prangko merutkh/dok.pribadi
tkh/dok.pribadi
pakan etalase Indonesia yang harus dikemas dengan baik agar mampu melakukan fungsinya sebagai media diplomasi kebudayaan. Istri dari A.A. Gde Agung Ananta Wijaya dan ibu dari A.A. Istri Agung Diandra Larasati ini menegaskan orang yang punya hobi bisa mendapat manfaat positif lainya. Menekuni hobi membuat orang akan terus bersemangat. Dari hobi bisa membuka peluang untuk berbagi dan mendapatkan penghasilan. Hobi filateli ini juga tak sekadar hobi. Ada pelajaran tentang manajemen diri, ketekunan dan bagaimana menyisihkan uang untuk menekuni hobi. PEKERJAAN SEUMUR HIDUP Dalam berbagai kegiatan, Gung Ayu berusaha memperke-
nalkan filateli kepada masyarakat. November 2016 lalu, bersama Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Bali dan PT Pos Indonesia, mengadakan Baliphex 2016. Ketika diadakan kegiatan amal untuk bencana gempa Pidie Jaya, NAD, Gung Ayu juga ikut melelang prangko seri Aceh yang ia miliki. Sebagai Ketua KoFKI, Gung Ayu punya tugas untuk mensosialisasikan filateli ke generasi muda. “Kami ingin berbagi tentang filateli kreatif. Biar menarik, prangko sekarang dikombinasikan dengan benda lain. Filateli bisa jadi investasi kalau dirawat dengan serius dan dijual lagi,” tegasnya. Ia juga percaya dengan pepatah Jawa yang mengatakan urip iku nguripi yang diartikan hidup itu, tujuan yang sebenar-benarnya adalah untuk menghidupi orang lain. Menghidupi ini punya banyak makna, antara lain bisa melayani atau memberikan sesuatu yang diperlukan orang lain. Sebagai perempuan Bali, Gung Ayu juga paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, ia selalu mengatur waktu antara urusan rumah tangga, urusan sosial kemasyarakatan, dan menekuni hobi. “Saya pilih filateli karena saya bisa mengerjakan di rumah, kapan pun saya sempat. Banyak koleksi yang belum saya sortir. Ini pekerjaan seumur hidup yang mengasyikkan. Semoga apa yang saya lakukan ini bisa memberi inspirasi bagi generasi muda,” ujar perempuan yang kerap menjadi pembicara tentang filateli ini. ngurahbudi@cybertokoh.com
6
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Kaleidoskop Wanita dan Keluarga Indonesia 2016
Peselancar wanita di Pantai Kuta beraksi dengan mengenakan kebaya dan kain untuk memeriahkan Hari Kartini.
Rabu, 6 Januari 2016 Wayan Mirna Salihin (27) tewas setelah meminum kopi vietnam bersianida di sebuah kafe yang berada di sebuah mall Jakarta Pusat. Kasus ini sungguh menggegerkan masyarakat Indonesia, Jessica Kumala Wongso yang merupakan teman Mirna di Australia, menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan itu karena Jessicalah yang memesan kopi tersebut. Jessica ditahan pihak kepolisian pada 30 Januari 2016 dan sidang perdana kasus ini berlangsung pada 15 Juni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah menjalani 32 kali persidangan, vonis dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim pada 27 Oktober 2016 dan Mirna dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Wakil Bupati Karangasem) dilantik sebagai Kepala Daerah Tabanan dan Karangasem periode 2016-2021. Kamis, 21 April 2016 Peselancar wanita di Pantai Kuta beraksi dengan mengenakan kebaya dan kain untuk memeriahkan Hari Kartini. Rabu, 27 Juli 2016 Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Jokowi. Sri Mulyani menggantikan Bambang S. Brodjonegoro yang digeser menjadi Kepala Bappenas. Pada era Presiden SBY, Sri Mulyani pernah menjadi Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian.
Kamis, 7 Januari 2016 Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. dilantik sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Bali. Mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini menggantikan Ida Bagus Ketut Birawa yang meninggal dunia. Rabu, 13 Januari 2016 l Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR ditangkap KPK terkait kasus suap. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, mantan politisi PDI-P ini didakwa menerima suap Rp 8,1 miliar dari Direktur Windhu
tkh/net
Duta Endek Denpasar 2016 bersama Walikota Denpasar dan istri
Tunggal Utama Akbudl Khoir. Pada 26 September 2016, Majelis Hakim memvonis Damayanti hukuman 4,5 tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. l Debby Susanto berhasil sebagai Juara All England 2016 untuk nomor ganda campuran. Debby berpasangan dengan Praveen Jordan meraih juara setelah menumbangkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/ Christinna Pedersen. Rabu, 17 Februari 2016 Pasangan Ni Putu Eka WiryastutiKomang Gede Sanjaya (Bupati-Wakil Bupati Tabanan) dan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Artadipa (Bupati-
Rabu, 27 Juli – Sabtu, 6 Agustus 2016 Mataram menjadi tuan rumah Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI. Kegiatan ini dibuka Presiden Jokowi. Jumat, 29 Juli Minggu, 31 Juli 2016 KMB Food Truck Festival di lapangan parkir Taman Kota Lumintang Denpasar. Acara ini dibuka Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia AA Ngurah Puspayoga. Sabtu, 6 Agustus 2016 Peresmian dan pelantikan pengurus Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali oleh Ketua
Penganugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2016
Umum KCBI Pusat Sita Hanimastuty Agustanzil. I Gede Handika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi terpilih sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2016. Selasa, 16 Agustus 2016 Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB) mengadakan “The Longest Buffet in Indonesia” di Grand Istana Rama, Kuta. Rabu, 17 Agustus 2016 l Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil meraih emas Olimpiade Rio 2016 di cabang bulutangkis. Medali ini melanjutkan tradisi emas dari bulutangkis. Di ajang multievent ini, Indonesia juga meraih 2 perak dari cabang angkat besi yang dipersembangkan Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan. l Rahadewineta menjadi wanita wasit taekwondo pertama dari Indonesia dalam ajang Olimpiade Rio de Janeiro yang pertandingannya berlangsung dari 17-20 Agustus 2016. lGloria Natapradja Hamel, anggota Paskibraka 2016 tidak masuk dalam tim pengibar bendera saat upacara di Istana Merdeka. Alasannya, Gloria berkewarganegaraan Prancis. Namun, saat penurunan bendera, Gloria bisa bergabung kembali dengan tim Paskibraka.
Rabu, 25 Oktober 2016 Ariska Putri Pertiwi berhasil meraih gelar Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat. Dalam acara yang digelar 25 Oktober 2016 , Ariska berhasil mengalahkan kontestan dari Filipina, Thailand, AS, dan Puerto Rico di babak lima besar. Kemenangan Ariska ini sekaligus mengukuhkan gadis cantik tersebut sebagai wanita Asia pertama yang berhasil memenangkan mahkota Miss Grand International.
bersama keluarga besar Kelompok Media Bali Post dilanjutkan dengan open house dengan relasi dan sahabat Tokoh. Momen ini juga menjadi pengenalan program “Melangkah Bersama Sejuta Wanita”.
Jumat, 27 Oktober 2016 Felice Hwang dari Indonesia berhasil meraih runner up 2 dalam ajang Miss International 2016 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Licia, begitu gadis cantik ini akrab disapa, adalah runner up 1 Putri Indonesia 2016. Dalam ajang Miss International 2016, selain meraih runner up 2, Licia juga mendapat penghargaan khusus Miss Best Dresser.
Rabu, 7 Desember 2016 Penganugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 kepada IA Selly Fajarini, Ni Putu Sudiadnyani, Sri Sumahardani, Made Herry Erika, dan Nengah Widiasih. Penganugerahan dihadiri Ny. Bintang Puspayoga, Ketua WHDI Provinsi Bali yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM RI.
Senin, 31 Oktober 2016 Tokoh bekerja sama dengan Pemkab Badung mengadakan pelatihan public speaking untuk pejabat wanita di Pemkab Badung. Narasumber yang dihadirkan Sri Sumahardani. Rabu, 9 November 2016 Ulang tahun To ko h ke-18 dilaksanakan dengan acara syukuran
Kamis, 20 Oktober 2016 Festival Pepes Ikan Terpanjang ditampilkan di acara Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016 di Nusa Dua. Acara ini merupakan kerjasama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Bali Culinary Professional, dan Kementerian Pariwisata.
P
ameran lukisan bertajuk ‘Kasih Ibu’, yang digelar di Galery Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 22 Desember lalu, diresmikan Walikota Surabaya Tri Risma-
Pameran ‘Kasih Ibu’ Wujud Cinta IWPI Jatim harini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati, S.H., Perwakilan Konjen Jepang dan Ketua Granat DPD Jatim Arie Soeripan, serta seluruh pelukis yang masuk dalam wadah IWPI Jatim. Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan rasa senangnya atas apresiasi yag diberikan para seniman seni lukis dengan menggelar pamern lukisan dengan mengangakt tema Kasih Ibu. “Dengan digelarnya pameran ini, diharapkan mampu memberikan warna berbeda di Surabaya terutama di bidang kesenian dan kebudayaan. Sehingga mampu mengangkat seni di kota Pahlawan ini,” kata Risma. Apabila anggota IWPI Jatim berkenan, pihak Pemkot Surabaya akan memfasili-
Rabu, 23 November – Jumat, 25 November 2016 Gianyar menjadi tuan rumah The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child (AFRC) yang menghasilkan 10 Poin Bali Declarations.
Minggu 18 Desember 2016 Natasha Mannuela Halim meraih runner up 2 Miss World 2016. Dalam kontes kecantikan yang berlangsung di Oxon Hill, Maryland, AS dan diikuti oleh 100 negara, ini, Natasha bukan hanya meraih gelar runner up 2 tapi ia juga mendapat empat penghargaan yakni; Miss World Asia, Beauty a Purpose, first runner up Top Model, dan top 3 Miss World Multimedia.
Kamis, 25 Agustus 2016 Akulturasi Budaya Indonesia dan India dalam “Kebaya dan Saree for The World” lewat karya desainer Shinta Chrisna dan Monica Mohindra. Karya mereka ditampilkan di ajang Sanur Village Festival 2016. Kamis, 8 September 2016 Nengah Widiasih meraih medali perunggu di cabang olahraga angkat berat ajang Paralympic 2016 di Rio Jenairo, Brasil. Medali yang diraih Widiasih merupakan satu-satunya medali Indonesia di ajang ini. Senin, 10 Oktober 2016 I Gede Yoga Mahardiana dan I Gusti Ayu Trisna Yunita Agung terpilih sebagai juara I Duta Endek Kota Denpasar tahun 2016.
Wanita menunjukkan emansipasinya. Terutama saat memperingati Hari Ibu 22 Desember lalu. Karena itu, Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) cabang Jawa Timur (Jatim) menunjukkan eksistensinya di dunia seni lukis. Berbagai hasil karya seni rupa yang dihasilkan dari tangan seorang wanita dipamerkan untuk menyambut Hari Ibu.
Pameran lukisan bertajuk ‘Kasih Ibu’, yang digelar di Galery Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 22 Desember lalu, diresmikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati, S.H., Perwakilan Konjen Jepang dan Ketua Granat DPD Jatim Arie Soeripan, serta seluruh pelukis yang masuk dalam wadah IWPI Jatim.
tasi supaya anak-anak khususnya warga kota Surabaya dapat belajar melukis. Ia berharap, kedepannya akan lahir anak-anak yang bisa mewarisi bakat dan minat melukis. dalam bidang seni rupahingga, warga Surabaya dapat lebih berbudaya. Sementara itu, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati menambahkan, tujuan dari pameran ini selain untuk memperingati Hari Ibu, juga ingin mendekatkan para peserta dengan pengamat seni. Sehingga bisa menjadi ajang pengembangan kebudayaan. “Inilah wujud cinta kami kepada seorang Ibu. Kasih sayang
Sri Murniati, S.H.
Lies Uwek
Keliling Dunia dengan Batik Tulis Khas Sampang
Suasana KMB Food Truck Festival
SELAMAT TAHUN BARU 2017
19
Batik memancarkan auramu. Kalimat itu selalu memotivasi seorang Lies Uwek, desainer dan pengusaha batik tulis dari Sampang Madura untuk terus berkarya mengenalkan budaya warisan nenek moyang. Namanya mulai dikenal bersama ratusan karya terbaik yang pernah ia buat. Tangan lentiknya menggambar pola dan potongan untuk desain dengan hati-hati. Lies sangat teliti memadupadankan desain untuk setiap busana yang ia ciptakan. Batik kurikan, metode pembatikan berkali-kali dengan pencelupan warna berulang membuat batik Sampang terlihat cantik nan khas. Daerah pesisir mendominasi batik kurikan dengan berbagai motif binatang yang ditampilkan sedemikian rupa, seperti naga, merak, sisik ikan, maupun sisik ular. “Di tempat saya itu memiliki batik tahunan yang dibuat setiap satu tahun sekali, dan itu hanya satu macam, jadi benar-benar limited edition,” kata Lies. Keterampilan membuat batik menurut Lies, hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai keahlian
khusus karena memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Membuat batik itu perlu keahlian khusus dan keluar dari jiwa. Perajin batik saya sudah ‘sepuhsepuh’, jadi mereka membatik itu hasilnya seperti melukis. Saya sangat menghargai setiap pola dalam batik tulis, karena memiliki cerita. Sayang apabila akhirnya cerita itu hilang bagiannya karena ada pola yang terpotong,” jelas perempuan cantik pemilik Fame Collection di Mall Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya ini. Lies merupakan generasi ke-5 yang mewarisi keahlian sang nenek. Kecintaannya pada batik kurikan khas Sampang sudah terlihat dari kecil. Ia suka menggunting kain dan membuat pola-pola sesukanya. Bakat tersebut membawa seorang Lies dewasa menuju passion sebagai seorang desainer profesional. Lies Uwek sempat kuliah Jurusan Hukum di Universitas Surabaya (Ubaya), dan akhirnya berhenti di semester ke-5.” Insting kecil saya semakin tak terbendung lagi untuk kembali menekuni dunia
seorang ibu dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk dan rupa. Salah satunya melalui media lukisan,” kata Murniati. Pameran ini mengapresiasi sosok ibu sebagai panutan dan nilai ini mencoba ditanamkan kepada generasi muda, bahwa kita semua tidak lepas dari peran seorang ibu. Sebanyak 22 wanita dari berbagai latar belakang dan usia turut berpartisipasi menyemarakkan pameran lukisan ini. IWPI Jatim yang ada di Surabaya, berfungsi sebagai wadah perempuan Jatim untuk bersamasama maju untuk meningkatkan karya seni secara profesional. Ada
fashion batik dan sempat kursus di Susan Budiharjo juga. Saya sangat mencintai batik, dan fokus untuk mengeksplorasi batik dalam setiap desain yang saya buat,”papar ibu dua anak ini. Keaslian batik selalu ia pertahankan dalam setiap desain, membuat harga batik koleksi Lies Uwek boleh dibilang lumayan mahal. Memang pantas untuk sebuah harga karya seni, Lies pun mengaku cukup percaya diri dan tidak takut untuk memasarkan produknya khusus untuk para pecinta batik. Karyanya telah menjadi langganan para pejabat, instansi pemerintahan dan swasta. Desain khas batik tulis Sampang dengan corak merak dan naga menjadi ikon tersendiri bagi pemilik nama lengkap Lies Madinatul Munawaroh ini. Selain dalam negeri, ia juga sempat bolak-balik ke luar negeri untuk sesi foto dan fashion show, seperti Jepang dan Singapura. “Dalam satu bulan lalu, saya tiga kali ke luar negeri untuk sesi foto sebuah majalah. Di Jepang saya menampilkan karya di antara panorama Gunung Fujiyama, tentu saja saya menyesuaikan desain dengan karakteristik masyarakat di sana. Seperti membuat batik dengan model kimono, dan untuk pola atau corak pun berbeda karena orang Jepang tidak terlalu menyukai corak binatang
yang menarik dari peserta pameran lukisan. Dari 22 peserta ada dua peserta yang usianya masih menginjak dewasa, Aprilisfiya (17) asal Malang dan Avy Salama (16) asal Surabaya. Remaja yang baru menginjak dewasa itu sudah mampu meghasilkan karya dalam bentuk goresan di kanvas. Pameran lukisan digelar, mulai 22 hingga 28 Desember 2016 lalu dan diharapkan, pameran lukisan tersebut mampu memberikan manfaat bagi semua masyarakat. Terutama pecinta seni dan mampu memberikan pencerahan dan spirit bagi para seniman lukis. (Dona)
pada kain atau busana. Saya menggantinya dengan corak bulu ayam dengan kombinasi warna terang,” tuturnya. Karya Lies seringkali menarik perhatian dan membuat orang penasaran. Karena ia selalu konsisten tampil berbatik dalam setiap aktivitas, tak ayal penampilan Lies sering jadi pusat perhatian orang. “Saya sering dikejar orang ketika jalan-jalan di mall misalnya, ternyata mereka penasaran dengan baju yang saya pakai, serasa seperti iklan berjalan,”ujarnya seraya tertawa renyah. Baginya, batik melepaskan semua stress dan kepenatan. “Bahkan di rumah saya, tangga itu itu sudah nggak berupa tangga lagi. Penuh batik yang saya bentangkan, benar-benar merupakan hiburan yang tiada duanya. Saya juga mengoleksi beberapa batik kuno yang tidak akan saya jual, saya menyimpannya rapi,” imbuh Lies. Ketika orang memakai batiknya, ia selalu mengatakan bahwa dengan memakai batik aura kalian akan memancar dengan sendirinya. Apalagi dengan batik berkualitas, orang yang melihat tidak perlu menanyakan label atau merek. Tanpa disadari, batik yang asli selalu membuat pemakainya terlihat elegan dan eksklusif. (Lely Yuana)
18
Life Story
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Di Buleleng banyak terdapat bangunan-bangunan tua bekas peninggalan pemerintah Belanda yang masih kuat dan kokoh berdiri. Salah satunya adalah museum Gedong Kirtya yang letaknya persis di areal Puri Sasana Budaya Kota Singaraja.
M
enurut Kepala UPTD Gedong Kirtya Putu Gede Wiriasa, peningkatan jumlah kunjungan terus digenjot melalui peningkatan fasilitas dan layanan. Sebagai pusat penyimpanan koleksi lontar di Buleleng, Gedong Kirtya ramai didatangi pelajar, mahasiswa dan peneliti. Museum ini memiliki 4 bangunan utama dengan fungsi ruangan masing-masing sebagai tempat penyimpanan buku tua
Jaga Kelestarian Budaya dengan Nyurat Lontar dan lontar, ruang baca dan salinan lontar, ruang administrasi, dan ruangan terakhir difungsikan sebagai ruang pameran, bahan pembuat lontar, serta buku hasil terjemahan. Salah satu ruangan yang saat ini diperhatikan adalah ruang pameran yang mulai ditata sedemikian rupa. Proses menulis di daun lontar membutuhkan waktu tidak sebentar. “Dari segi pelayanan banyak mahasiswa S1 dan S2 melakukan penelitian di Gedong Kirtya. Umumnya peneliti mencari lontar asli, lalu
Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., berbincang-bincang tentang koleksi lontar dan layanan pengunjung bersama Kepala UPTD. Gedong Kirtya Putu Gede Wiriasa
dilakukan alih aksara, alih bahasa dan pencetakan,” ucapnya. Sekitar 1.757 buah lontar merupakan koleksi dari UPTD Gedong Kirtya yang usianya ratusan tahun. Usia lontar yang sudah cukup tua sehingga pihaknya benar-benar harus menjaga dan melakukan perawatan secara rutin. “Ada lontar paling tua mencapai usia 100 tahun. Kalau kendala pasti ada dalam proses merawat lontar. Tapi, lontar di sini diberi kapur barus atau obat khusus. Lontar juga dicek setiap minggu supaya tetap awet,” katanya. Guna meningkatkan kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap keberadaan lontar di Buleleng, sejumlah langkah strategis menjaga kelestarian lontar melalui edukasi dilakukan. Langkah-langkah pelestariaan dilakukan dengan mengadakan lomba nyurat lontar. “Kadang kami mengikutsertakan siswa-siswi SD dan SMP dalam momen PKB di Denpasar. Prestasi dan kelestarian lontar dipacu melalui lomba sampai tingkat Provinsi,” imbuhnya. Wiriasa mengungkapkan, kunjungan tamu mancanegara antusias melihatlihat koleksi lontar terutama ramai di Juli-Agustus. “Tidak hanya
“M
Koleksi Lontar
tamu mancanegara tetapi juga kunjungan mahasiswa dari Jawa,” ungkapnya. Sementara itu, Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menambahkan, koleksi lontar harus dipertahankan melalui perawatan intensif. Kondisi lingkungan diperhatian termasuk suhu ruangan supaya tidak lembab. “Dalam anggaran kami yang tertuang untuk Gedong Kirtya setiap tahun selalu diadakan kompetisi nyastra Bali. Ini dilakukan UPTD. Gedong Kirtya, yang nantinya menjaring duta untuk
tampil di PKB di Art Centre Denpasar,” tambahnya. Dia berharap, setiap kelopak lontar tersimpan ke depan dapat dilakukan proses scanner komputer. Tujuannya mempermudah pengunjung mencari bahan melalui teknik komputerisasi. “Jadi scanner sebagai teknik IT akan berguna dalam proses pencarian data lontar di komputer. Tidak lagi mencari-cari lontar sendiri di kelopak. Namun, jika memang memerlukan lontar asli baru akan diambilkan,” harapnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Durian Bestala Dilindungi Awig-awig Selain dikenal dengan makanan khas, Buleleng juga dikenal dengan berbagai komoditi unggulan. Salah satunya, durian Bestala yang merupakan buah lokal paling dicari ketika berkunjung ke Buleleng. Nama Bestala merupakan nama desa yang terletak di kecamatan Seririt. Saat memasuki gerbang desa, akan terlihat pohon durian berjajar menghiasi kiri kanan jalan. Menurut Sekretaris Desa Bestala I Ketut Sudawan, buah lokal yang rasanya manis dan legit tersebut memang sangat diminati masyarakat. Meskipun saat ini masyarakatnya mulai mengembangkan durian Kane yang memiliki ukuran lebih besar, akan tetapi durian Besatala tetapi menjadi buah lokal unggulan. “Banyak dikembangkan durian unggul, akan tetapi mayoritas di sini masih durian Bestala,” jelasnya. Durian Bestala masih menjadi incaran konsumen karena memiliki beberapa keistimewaan. Untuk dapat memanen
I Ketut Sudawan
buah dengan duri dibagian kulitnya ini si empunya harus menunggu buahnya runtuh. “Tidak ada buah durian yang dipetik, semua menunggu buahnya jatuh sendiri,” lengkapnya. Hal ini selain untuk mendapatkan buah yang matang sempurna, juga dikarenakan pohon durian yang memiliki keting-
gian 20 m hingga 50 m sehingga menyulitkan untuk memanen. Meskipun panen dilakukan menunggu durian runtuh, akan tetapi pemilik tidak perlu khawatir sebab banyaknya jumlah durian jatuh tidak akan hilang. “Kami sudah terapkan awigawig bahwa durian runtuh tidak dapat diambil oleh orang lain, jika dilakukan maka akan masuk dalam tindak pencurian,” jelasnya. Sudawan menambahkan, usia pohon-pohon durian di desanya mencapai ratusan tahun. Keunikan lain adalah setiap pohon diberi nama sesuai dengan bentuk buah dan tempat tumbuhnya. “Pemberian nama bisa dengan nama buah lain, benda maupun nama orang, sesuai keinginan dari yang punya,” ungkapnya. Selain memudahkan untuk mengetahui pemiliknya, pemberian nama juga dimaksudkan untuk menghindari buah jatuh menimpa sang pemilik. “Ya ada unsur kepercayaan, kalau dikasi nama tidak akan menimpa orang kalau jatuh,” lanjutnya. Pria kelahiran 9 Juni 1970 tersebut menambahkan bahwa masyarakat desa Besatala belum
Di depan jenazah ayahnya, tiga bersaudara, Rina (45), Yati (42) dan Weni (39), menangis tersedu-sedu. Isak tangis mereka mengingatkan akan peristiwa-peristiwa yang telah dilalui ayah lima anak ini. Para tetangga mencoba menenangkan mereka. Tidak banyak yang bisa dilakukan para tetangga untuk meredakan tangis mereka kecuali meminta mereka untuk bersabar.
mengembangkan pola budidaya modern. Masyarakat menanam durian tumpangsari dengan tanaman lain seperti cengkeh, manggis, dan kakao. “Kami hanya mengembangkan tanaman yang sudah ada, kalau pembudidayaan tanaman ulang tidak ada. Kami juga dapat pelatihan dan diminta mematenkan durian Bestala sebagai varietas unggulan di Buleleng namun sudah dipatenkan di desa Sudaji,” jelasnya. Sudawan menuturkan, puncak panen durian Bestala terjadi pada awal Maret sehingga panen raya tidak menutup kemungkinan membuat harga anjlok. Umumnya, durian Bestala dijual kisaran harga Rp 20 ribu hingga 50 ribu. Untuk menghindari hal tersebut, melalui pelatihan pihak desa
bersama masyarakat melakukan inovasi dengan membuat kripik durian. “Rasanya gurih dan enak, sudah dipantau langsung juga oleh Bapak Bupati,” lengkapnya. Namun sayang, cuaca buruk yang menerpa desa Bestala beberapa waktu lalu membuat penggemar durian harus gigit jari. Ratusan pohon durian tumbang diterjang angin puting beliung. “Biasa kalau panen kami bisa kirim hingga ke luar Bali, tapi kali ini panen menurun akibat cuaca ekstrim,” ungkapnya. Bahkan produksi kripik durian pun tidak dilakukan karena dapat dipastikan menurunnya panen hingga menaikkan harga durian. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
ereka sepertinya merasa bersalah pada ayahnya,” ungkap Ria, salah seorang tetangga yang juga masih kerabat mereka, yang sempat wara-wiri mengurus pernikahan ketiganya, setelah ibu mereka meninggal. Menurut Ria, ketiga bersaudara ini sempat membuat malu keluarga dengan masalah pernikahan masing-masing. Tidak hanya ketiganya, dua saudara laki-laki lainnya juga tidak luput dari kesedihan ayahandanya. “Mereka sudah ditinggal ibunya sejak 15 tahun lalu dan sejak itu mereka tinggal bersama ayahnya, lalu pergi kuliah masing-masing ke beberapa kota besar,” kata Ria. Rupanya saat kuliah itulah mereka semua hilang kendali. Mereka membawa masalah masing-masing. Menurut Ria, dua saudara laki-laki mereka menikah beberapa kali dan sempat membuat masalah yang harus diurus oleh ayahnya. Pertengkaran antar istri anak-anaknya inilah yang membuat ayahnya mulai jatuh sakit dan terus memburuk dengan masalah anak-anak gadisnya. “Hampir sepuluh tahun ayah mereka ini berjuang menyelesaikan masalah anak-anaknya meski dengan rasa malu yang luar biasa,” kata Ria. Setelah dua anak laki-laki yang tertua dalam keluarga dengan masalahnya, giliran anak-anak perempuannya yang harus diurus. Dimulai dari Rina yang tiba-tiba kawin lari tanpa sepengetahuan ayahnya sempat membuat ayahnya shock. Betapa tidak, Rina kawin lari dengan laki-laki yang sesungguhnya tidak benar-benar mencintainya. “Rina datang ke rumah laki-laki (yang akhirnya jadi suaminya) minta dinikahi dan tidak ingin pulang sebelum dinikahi,” kata Ria. Keluarga lakilaki itu dan keluarga Rina sampai membuat musyawarah kampung yang melibatkan perangkat desa untuk menyelesaikan masalah mereka. Karena masalahnya bukan saja karena laki-laki itu terlihat setengah hati ingin menikahi Rina melainkan juga karena ada perempuan lain yang datang pada waktu yang bersamaan mengaku sebagai kekasih laki-laki itu dan menagih janji untuk dinikahi. “Itu yang membuat pembicaraan pernikahan begitu alot dan membuat
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
7
Ayah, Maafkan Kami
ayah mereka shock berat waktu itu karena malu,” kata Ria. Namun apa hendak dikata, Rina adalah anak gadisnya dan mau tidak mau ayahnya harus harus turun tangan sendiri mengurusnya. Hingga akhirnya pernikahan itu benar-benar berlangsung di Pulau Sumbawa dengan segala masalah. Baiknya adalah Rina akhirnya bisa hidup bahagia bersama suaminya. Namun, belum terlalu reda rasa malu akibat masalah pernikahan Rina, masalah baru datang lagi. “Yati ternyata hamil dan membuat kondisi ayahnya drop,” kata Ria. Kabar kehamilan Yati yang tengah bekerja di Jakarta itu membuat ayahnya tidak mampu menahan rasa sedih. “Saya melihat ayahnya sempat menangis dan mengeluhkan situasi itu pada saya,” ungkap Ria. Lagi-lagi ayahnya harus bergegas ke Jakarta untuk diam-diam menikahkan Yati. Ia berangkat ke Jakarta tanpa sepengetahuan tetangga. Ia pergi hanya dua hari, praktis hanya untuk menikahkan Yati dan pulang kembali ke Pulau Sumbawa tempatnya tinggal. Beruntung, laki-laki yang menghamili putrinya itu bertanggung jawab dan langsung mau menikah dengan Yati tanpa masalah. Namun begitu, rasa malu tetap menjadi beban tersendiri bagi ayah lima anak ini. “Sepulang dari Jakarta, ia berdiam diri di kamar dan hampir seminggu tidak keluar
rumah,” ujar Ria. Apalagi setelah berita kehamilan dan perkawinan diam-diam Yati akhirnya tercium tetangga, setelah empat bulan kemudian Yati melahirkan anak perempuan. Gosip kampung pun mulai beredar tentang hal ini. Baru saja lima bulan berlalu, si bungsu Weni ternyata mengalami hal yang sama. “Weni sakitsakitan dan akhirnya diketahui tengah hamil empat bulan,” kata Ria. Weni yang tengah kuliah di Lombok itu sempat masuk rumah sakit selama dua minggu. Ayahnya sempat menemani selama ia dirawat di rumah sakit.
“Saat itulah ayahnya tahu kalau ia tengah hamil. Ayahnya terpukul berat dengan kabar ini. Lagi-lagi ia beruntung karena laki-laki yang merupakan kekasih Weni mau menikahinya. Sembari menanti kesembuhan Weni, ayahnya sibuk juga mengurus pernikahannya. “Dengan perasaan sedih, ia menikahkan putri bungsunya itu,” kata Ria. Sejak itulah kondisinya terus menurun selama lima tahun terakhir. Ria mengaku tidak bisa melihat kebahagiaan di matanya kecuali saat bertemu dengan cucu-cucunya. Ia lebih banyak berdiam diri dan bahkan
D’GATA
Janjikan Kebahagiaan Bagi para musisi, penting untuk mulai menyadari bahwa sebuah karya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. Untuk menjadi dikenal dan terkenal di industri musik, sebuah band tidak hanya menganggap band sebagai sebuah brand tetapi juga dibarengi dengan karya nyata. Hal tersebutlah
yang melatarbelakangi D’GATA menggarap klip perdana di penghujung tahun 2016. Band yang berasal dari Dencarik (Singaraja) tersebut merasa telah matang dalam persiapan setelah merilis 9 lagu dalam kurun waktu yang tidak lama. Band dengan formasi Gusti (vokal sekaligus gitar), Tangkas (bassis), dan Agus
Kusuma (drummer) juga ingin menjawab rasa penasaran dari para penggemarnya. “Lagu kami sudah ada di beberapa radio, namun sayang ketika orang ingin melihat klip di youtube tidak ketemu,” ungkap Gusti. Menurutnya, di klip perdana yang bertajuk “Janji Bagia” bisa menghibur penikmat karya-karyanya selama ini.
kadang mengurung diri di dalam rumah. Sampai akhirnya ia jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan meninggal dunia beberapa waktu lalu. Beruntungnya ia di saat-saat terakhirnya, kelima anaknya hadir menyaksikan dan mengantarnya untuk terakhir kali. Ayah lima anak ini, pergi dengan damai tanpa dapat menyaksikan satu pun resepsi pernikahan putra putrinya dengan layak seperti pernikahan-pernikahan lainnya. Tangis putra putrinya begitu sedih dalam rasa sesal yang abadi. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Disinggung konsep yang diangkat dalam penggarapan klipnya, Gusti menjelaskan bahwa alurnya menceritakan seorang pria dengan segala kekurangan memiliki pasangan yang begitu sempurna. Di tengah kekurangan sang pria tidak berani menjanjikan kemewahan namun sanggup memberikan kebahagiaan. Untuk setting tempat para personil memanfaatkan tempat-tempat wisata yang saat ini sedang ramai dikunjungi. Salah satunya tempat yang digunakan untuk take video adalah Kantin Tepi Bukit dan kawasan Dermaga di Pantai Lovina. “Kami juga ingin ikut mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Buleleng,” imbuh pria kelahiran 28 Oktober 1988 tersebut. Klip yang resmi dirilis di awal tahun 2017 ini diharapkan mampu memberikan vibrasi positif kepada seluruh personil untuk terus berkarya meramaikan blantika musik pop Bali. “Awal tahun kami launching karena penggarapan sudah hampir seratus persen,” tuturnya. Setelah resmi ditayangkan, para personil yang sebelumnya hanya gencar promosi melalui media sosial dan radio akan mulai menerima tawaran manggung yang datang. “Meskipun kami memiliki kesibukan yang lain akan tetapi masalah manggung tetap akan kami usahakan,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
8
Bunda & Ananda
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Dari Evaluasi Jadi Resolusi Memiliki rencana untuk dilaksanana merupakan panduan dalam beraktivitas. Dengan adanya rencana, kita punya tujuan yang jelas. Namun, tak selamanya rencana itu bisa terwujud. Ada hal-hal yang kadang berada di luar kemampuan. Bagaimana menerakan perencanaan dan evaluasi di lingkungan keluarga?
S
Wiriana
etelah memiliki satu putra, Bu Yuni berencana untuk menambah momongan. Ia sudah sempat hamil naum keguguran. “Menurut dokter yang memeriksa, kandungan saya di luar rahim. Saya dan suami pun shock. Rencana kami untuk menambah momongan tertunda. Selain itu, dari hasil pemeriksaan lab, kandungan saya dibilang bermasalah,” ungkap karyawati di sebuah perusahaan swasta ini. Bu Yuni dan suaminya sempat putus asa dan selama beberapa tahun tidak mau memeriksa diri ke dokter. Niat untuk memiliki anak pun ada. Mereka pun berusaha kembali dan konsultasi ke dokter lain. Ternyata dokter mengatakan ada peluang untuk hamil lagi. “Saya dan suami semangat lagi. Dua tahun lalu kami punya resolusi untuk memiliki anak. Namun karena belum tercapai, kami evaluasi diri. Tahun 2016 kami buat perencanaan lagi dengan konsultasi ke dokter. Akhirnya saya bisa hamil,” ujar perempuan asal Buleleng ini. Mengenai jenis kelamin, Bu Yuni tidak mempermasalahkan. Dari hasil USG terdeteksi perempuan. Anak pertamanya “protes”. “Kok perempuan Bu, aku maunya adil laki-laki biar kembar. Saya jelaskan laki-laki dan perempuan tidak masalah asal sehat. Hal terpenting adalah bersyukur atas karunia Tuhan,” tandasnya seraya mengatakan jadwal kelahiran bayinya di Mei 2017.
Sementara itu Bu Rai memiliki perencanaan di awal tahun 2016 untuk melaksanakan upacara metatah (potong gigi sesuai keyakinan umat Hindu) untuk anaknya. “Astungkara rencana saya bisa terealisasi. Semua berkat dukungan keluarga besar,” ujar perempuan asal Tabanan ini sembari bersyukur. Bagi Bu Rai, menyiapkan rencana untuk keluarga merupakan hal yang mutlak dilakukan. Hal ini akan memudahkan untuk menyiapkan berbagai keperluan dan tidak mendadak. Untuk melakukan perencanaan, ia selalu berkomunikasi dengan suami dan anak-anaknya. Jika ada hal-hal yang tidak terealisasi, mereka membuat evaluasi dan mencari solusinya. Menurut Wiriana, S.Psi, M.Pd, Psikolog, evaluasi tahunan bertujuan untuk merefleksikan diri, apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dalam setahun. Ia setuju dengan apa yang dikatakan Bu Rai mengenai komunikasi. “Kunci dalam perencanaan, aksi, dan evaluasi adalah komunikasi. Dalam lingkung keluarga, komunikasi itu penting. Komunikasi suami-istri, komunikasi orangtua-anak, dan komunikasi anak dengan anak, termasuk komunikasi dengan keluarga besar dan masyarakat,” jelas psikolog dari Biro Psikologi Wira Kasih Dharma ini. Perempuan yang akrab disapa Ana ini mengatakan how, what, who, dan why (HW3) menjadi pedoman dalam berkomunikasi dan menyusun perencanaan. Jika semua sudah terencana dan dilaksanakan. Pasti ada saja yang meleset atau tidak terealisasi. Hal ini kemudian dijadikan bahan evaluasi. Tidak tertutup kemungkinan hasil evaluasi ini menjadi bahan untuk rencana berikutnya. Secara umum, penerapan manajemen komunikasi di lingkup keluarga sangat bermanfaat dan mempermudah “jalannya” kehidupan keluarga. Selain itu, saling percaya antara anggota keluarga serta tidak adanya sikap otoriter dari orangtua membuat suasana menjadi elegan. “Penting bagi keluarga untuk merefleksikan dan mengevalu-
“Kunci dalam perencanaan, aksi, dan evaluasi adalah komunikasi. Dalam lingkung keluarga, komunikasi itu penting. Komunikasi suami-istri, komunikasi orangtua-anak, dan komunikasi anak dengan anak, termasuk komunikasi dengan keluarga besar dan masyarakat”
Griya Berbicara tentang tren desain interior tentu tak terlepas dari tuntutan aktivitas pemakainya (masyarakat). Dari pengamatan seorang desainer interior Kadek Sosiawan, S.Sn., HDII, aktivitas keseharian masyarakat sekarang sudah padat, dan kompleksitas kesehariannya menjadi tinggi, sehingga tuntutan mereka pada desain juga berdampak pada tuntutan desain ke depan.
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Desain Interior 2017
Konsep Rustic Masih Jadi Tren
“T
untutan mereka tetap pada nilainilai efesiensi dan nilai praktis. Desain interior khususnya harus mampu menerjemahkan/merespons tuntututan-tuntutan masyarakat itu. Salah satunya adalah efisiensi dan efektivitas, sehingga kecenderungan desainnya adalah tetap mempertahankan desain-desain
Cara berpikir “green” yang diaplikasikan pada Racana Office, salah satunya memanfaatkan recycle material (barang-barang bekas)
Suasana pertemuan keluarga
asi apa yang sudah dilakukan keluarga selama setahun. Selanjutnya buatlah resolusi bersama. Tentukan goal setting. Tujuannya meningkatkan kebersamaan. Misalnya, yang masuk dalam resolusi adalah makan bersama, doa bersama, menulis pesan di papan pesan, saling menyapa dan tersenyum, serta membuat quality time. Komitmen, kedisiplinan, kontinuitas, dan kebiasaan untuk saling mendukung dan saling berkomunikasi ini sangat berperan mewujudkan resolusi
keluarga,” tegas konselor di PAUD Candra Kasih Denpasar yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Surabaya (Ubaya) dan S2 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini. Ana juga mengingatkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan perilaku positif, ada yang awalnya “dipaksa”, kemudian menjadi “terpaksa” dan lama-lama menjadi “kebiasaan”. Contohnya, seorang anak aiajak untuk menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Awalnya mungkin si
anak merasa dipaksa tetapi itu bisa menjadi kebiasaan baik. Hal lain yang tak bisa diabaikan dalam pencapaian visi misi keluarga adalah memperkuat pendidikan karakter. Walaupun sudah diterapkan manajemen modern di lingkungan keluarga, namun pendidikan karakter harus tetap dikedepankan. “Selalu mengucap syukur atas apa yang diraih dan dirasakan,” pungkas anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. ngurahbudi@cybertokoh.com
Mendongeng Lima Menit
yang simpel,” ujar Penasihat Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Bali ini. Nilai-nilai efektif dan efisien yang diusung ini dijelaskannya dari sisi tuntuan aktivitas, diakomodir dengan desain yang fungsional, bisa jadi multifingsi juga. “Yang penting desain itu
17
bisa mewadahi segala kebutuhan kompleksitas aktivitas pemakai/ penghuni ruang tersebut. Jadi ini bisa dikatakan mengusung nilainilai modern juga,” ucapnya. Dalam bahasa sederhananya, sebuah desain interior harus memikirkan misalkan ruang dapur, bagaimana caranya agar
mereka gampang mengganti tabung gasnya. Atau, bagaimana agar bisa mengganti lampu sendiri. “Mereka (konsumen) sudah seperti itu tuntutannya. Kita harus bisa memikirkan hingga hal-hal terkecil dalam aktivitas keseharian mereka. Termasuk dimana nanti kita harus membuang sampah, bagaimana cara mengelola sampah, dll. Kita tak hanya bisa berpikir desain interior di dalam ruang saja, tetapi ada kaitannya di luar itu, termasuk lingkungan. Demikian dari sisi tuntutan aktivitasnya,” tegasnya. Di sisi lain, di era globalisasi, teknologi dan informasi memberikan informasi terhadap lingkungan. Ada isu global tentang lingkungan, yang memprovokasi pandangan dan pikiran masyarakat. Akhirnya ini berdampak juga pada desain, sehingga perkembangan desain ke depan akan masih menjadi tren
“rustic” dan kesan “green” itu. Hal ini juga berpengaruh pada tuntutan masyarakat untuk juga mengikuti tren (informasi global) tersebut, bagaimana bisa memanfaatkan recycle material (barang-barang bekas), bagaimana bisa menghemat energi, bagaimana kita bisa mengoptimalkan material lokal, atau bagaimana cara berpikir kita untuk bisa ramah dengan lingkungan. “Ini sebenarnya cara berpikir green,” ucap Art Director dari Racana Design ini. Masyarakat akhirnya dipengaruhi juga oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Desain interior akan tetap mengikuti alur informasi global itu sehingga desain ke depan di tahun 2017 masih akan bertahan di gaya-gaya cara berpikir ‘green’ dan visualisasi ‘rustic’. Seperti, menggunakan semen poles, kayu bekas, expose material, bahan-bahan yang bisa diolah, bahan-bahan sisa,
serta mengunakan warna-warna transparan. Cara berpikir ‘green’ (kesadaran akan lingkungan) dan tetap mempertahankan nilainilai praktis ini akan menjadi sebuah kombinasi, sehingga akan muncul desain-desain yang rustic tapi efektivitas dan efisiensi mereka dalam berkativitas tetap akan tertampung. Dari dua hal tersebut, bisa dikembangkan menjadi pemakaian warna-warna netral, expose material (dibiarkan apa adanya). “Justru dengan membiarkan material terekspos apa adanya, kesadaran manusia itu menjadi lebih kental dan lebih terasa bahwa dia tak hanya berpikir ‘green’ tapi sudah melaksanakan green,” pungkasnya. inten.indrawati@cybertokoh.com
Kadek Sosiawan, S.Sn., HDII
IKAN EMAS SI MULUT BESAR
Made Taro
Seekor anak ikan emas berenang-renang di sungai. Ia selalu didampingi ibunya, karena anak ikan itu belum mahir berenang. Ibunya selalu menasihati, “Jangan nakal, jangan menyakiti makhluk lain dan belajarlah meng-
hargai perbedaan!” Karena merasa sudah mahir berenang, anak ikan emas itu meluncur sendirian ke tepi sungai. Ia tercengang melihat benda bulat kecil kehitamhitaman tergeletak di pinggir sungai. “Hai, si Bulat Hitam Kecil Tanpa Mulut Tanpa Ekor! Siapa kau? Aku tahu kau tidak dapat berbicara karena tidak punya mulut. Aku tahu kau tidak dapat bergerak karena tidak punya ekor. Ha, ha, ha….!” “Perkenalkan, aku buah beringin,” jawab buah bulat kecil hitam itu. “Lihat, pohonku yang besar itu! Sekarang aku kecil, tetapi kelak, aku akan menjadi pohon paling besar di pinggir sungai ini. Akulah yang mengayomi ikan-ikan yang berenang di sungai. Maaf, aku belum kenal siapa kau? Tubuhmu
lembut, indah warna-warni, tetapi hatimu kasar. Mulutmu lebar dan tebal tetapi tidak dapat membedakan kata-kata yang baik dan buruk. Kepalamu berjambul, tetapi tak ada otaknya. Ekormu panjang berjuntai, tetapi tidak bisa menunjukkan arah yang benar. Sekali lagi, hai, si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak, siapa kau?” Anak ikan emas itu tersinggung mendengar kata-kata kurang ajar dari buah bulat kecil itu. Ia segera mengadu kepada ibunya. “Ibu, aku dibilang si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak oleh buah bulat kecil yang tergeletak di pinggir sungai.” “Pasti kamu yang salah bicara,” jawab ibu ikan. “Tidak, Bu! Dia yang bicara menghina,” sanggah anak ikan emas itu. Ibu ikan lalu mengajak anaknya menjumpai buah bulat kecil hitam yang tergelatak di pinggir sungai. “Mengapa kamu memanggil anakku dengan si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak?” tanya sang Ibu kepada buah beringin itu. “Benar sekali katamu. Dialah yang terlebih dahulu memanggilku dengan nama si Bulat Kecil Hitam Tak Bermulut Tak Berekor. Tak mungkin aku memperlakukan kenalan baru dengan cara buruk, kalau bukan dia yang memulai.” (Ukraina)
Sebuah karya arsitektur, interior, dan landscape yang berfungsi sebagai akomodasi pariwisata, menampilkan pengulangan bentuk-bentuk sederhana (repetisi) dengan tujuan meningkatkan keberaturan serta menekan kompleksitas dan tercapainya nilai estetik pada karya. Penerapan garis diagonal pada atap akan memberikan efek atau kesan eksotis sekaligus sebagai point of interest pada karya arsitektur. Konsep rustic sengaja dipilih sebagai upaya tercapainya kesan ruang yang homy.
16
Pendidikan me megang peranan yang sangat vital dalam kehidupan sebuah negara. Baik buruknya, maju mundurnya, dan berkembang tidaknya suatu negara sangat ditentukan oleh pen didikannya. Demikian pandangan Dra. Ni Ketut Endrawati akan pentingnya sebuah pen didikan.
B
Edukasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
erbicara masalah pendidikan, mindset sebagian orang lebih cenderung pada seko lah. Padahal, sekolah adalah salah satu pusat pendidikan, bukan satu-satunya pusat pendidikan. Yang lebih penting lagi adalah keluarga sebagai tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak, dan juga masyarakat sebagai tempat pendidikan informal. Di era globalisasi ini, guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar ini mengatakan media sosial merupa kan saingan terberat bagi guru-guru. Karena, anak-anak akan lebih cepat menyerap, percaya dan meniru apa yang mereka baca, dengar, lihat dan mereka tonton, dibandingkan dengan apa yang disajikan di depan kelas. Dengan tantangan yang lebih be rat tersebut, Endrawati berharap ke depannya profesi guru harus dibenahi mulai dari input (profesi guru sehar usnya diminati oleh mereka yang berprestasi bukan hanya di Fakultas kedokteran, Kedinasan, dsb.), kuriku
Benahi Mulai dari Input lum harus disesuaikan dengan ke butuhan siswa dan zaman, sarana dan prasarana yang memadai serta sistem evaluasi yang sesuai den gan standar nasional pendidikan. TERINSPIRASI IBU Endrawati menjadi seorang ibu sekaligus guru bagi kedua putranya, Gede Thedy Ratendra dan Kadek Dheva Ratendra. Apa yang pernah didapatkannya dulu, kini diterapkannya pada anakanaknya. “Pengalaman paling berkesan ketika almarhumah ibu saya bercerita (mendongeng) ke pada kami anak-anaknya, sebelum tidur. Saat itu beliau bercerita tentang cerita-cerita pewayangan dan cerita-cerita klasik seperti Cu pak Grantang. Beliau menyelipkan tentang ajaran-ajaran agama mela lui dongeng-dongeng tersebut,” kisahnya. Beberapa pepatah seperti “dije kacang ditu komak, dije pejang ditu nyemak” dan sebaliknya “dije komak ditu kacang, dije nyemak ditu pe jang”, kerap pula disampaikan sang ibu kepada Endrawati bocah, untuk menanamkan kedisiplinan. Satu hal lagi yang tak pernah dilupakannya adalah saat sang ibu memujinya di depan orang lain. “Hal itu tidak pernah terlupakan karena dengan dipuji di depan orang lain kita menjadi termotivasi melakukan hal-hal yang lebih baik. Hal itu saya lakukan juga dalam mendidik anak-anak,” ungkap istri dari Dr. I Ketut Surata, M.Sc. ini. Pada zaman sekarang, pemerintah
Dra. Ni Ketut Endrawati
mendengung-dengungkan revolusi mental atau character building den gan menghidupkan kembali 4 pilar kebangsaan. Berbeda dengan za man dahulu, mitos-mitos, pepatah atau pribahasa, dikatakannya cukup ampuh untuk menanamkan moral/ karakter. Misalnya ketika ada anak kecil duduk di atas bantal, orangtu anya akan melarang dengan alasan “jit bisul” untuk menanamkan nilai kesopanan karena bantal dipakai untuk kepala bukan untuk pantat, dan pepatah lainnya yang cukup gampang untuk diingat dan diter apkan dalam menanamkan disiplin. Endrawati mengaku sangat terin
spirasi dari sosok ibunya yang dengan sabar mendidik anakanaknya. Demikian juga dengan sosok ayahnya yang mau men gajar/menjadi guru di rumah bagi anak-anaknya walaupun dengan alat-alat seadanya (lampu templek, papan, grip). Kondisi itu pula yang kemudian membuat Endrawati bertekad untuk menjadi guru. Lulus dari SMP 2 Amlapura, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SPG Singaraja. Pada saat libur panjang, bi asanya Endrawati pulang kam pung dan mengajar anak-anak kecil di sekitar rumah. Setelah tamat SPG, ia melanjutkan ke D2 FKIP Unud. Sembari kuliah, ia mengajar di sekolah swasta. Pada saat lulus D2, Endrawati yang memang sejak SD terus mendapat juara, kembali menda pat rangking 1. Saat itu mahasiswa yang dapat rangking 1 bisa memilih tempat tugas dan langsung melan jutkan ke S1. “Saya memilih tempat tugas di Singaraja sehingga bisa lang sung melanjutkan ke S1,” tuturnya. Dari pengalamannya mengajar di SD, SMP, SMA dan di beberapa tempat kursus/bimbel, ia menga takan banyak mendapatkan hal-hal positif. “Bergaul dengan anak-anak sangat menyenangkan, apalagi den gan anak remaja. Sedikit tidaknya banyak mempengaruhi mindset kita dalam hal-hal trend atau yang lagi ‘in’ untuk kita bawa ke dalam kelas. Karena itu, bagi saya menjadi guru adalah sebuah tugas mulia karena
merupakan yadnya tinggi,” ucapnya. Pengalaman paling berkesan menjadi guru dikisahkannya ketika anak-anak didiknya tersebut menunggu kehad iran Endrawati untuk menunggu games-games baru yang membuat mereka bergairah untuk belajar dan ketika ia tak bisa hadir di kelas, anak-anak merasa kecewa. Pen galaman lain yang juga berkesan bagi Endrawati adalah ketika meminta anak-anak menceritakan keluarga mereka berbahasa Inggris. Dengan jujur mereka menceritakan keadaan yang sebenarnya. “Ternyata banyak anak yang perlu bantuan/bimbingan/ perhatian khusus karena mereka bermasalah dalam keluarga,” ung kapnya. Yang tak kalah serunya ketika Endrawati mengajar murid-murid di Australia dalam rangka pertukaran guru selama setahun. “Teman-teman guru disana heran saat saya bilang biasa menangani 50 siswa dalam satu kelas, karena mengajar 5 siswa di Aussie mirip dengan mengajar 50 siswa di Indonesia,” ujar pemilik moto “Keep praying, do your best and reach the best” ini. Sebagai wanita Hindu yang ting gal di Bali, tentu harus bisa membagi waktu antara tugas sebagai ibu rumah tangga, sebagai guru, ketua PKK di banjar (dulu), anggota Dharma Wanita, menyama braya dan kegiatan keagamaan lainnya. Semua itu bisa dijalani Endrawati seiring seirama dengan memakai sekala prioritas. Ketika hari-hari kerja efektif, tugas dinas mendapat prioritas utama. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
Sudut Pandang Setiap orang pasti memiliki target capaian dalam hidup yang ingin diraih dan diwujud kan baik dari hal kecil maupun pencapaian yang besar. Begitu juga dengan Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd.,M. Pd., yang memaknai sebuah resolusi sebagai target yang bisa dicapai secara rasional. Menu rutnya, sebuah resolusi tidak hanya dilaku kan menjelang pergantian tahun melainkan se tiap hari.
B
agi Dayu Istri, se tiap hari dirinya wajib membuat daf tar hal-hal yang harus dikerjakan. “Saya me mang selalu menulis list apa saja yang akan dikerjakan hari ini, kalau sudah akan saya check list dan kalau belum akan dilakukan di hari berikutnya,” jelasnya. Dosen S1 Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha tersebut juga mengaku bahwa resolusi paling sederhana yang ingin dilakukan adalah disi plin terhadap waktu. “Kalau saya bisa disiplin baik dalam waktu, otomatis semua akan berjalan dengan baik,” jelasnya. Baginya, disiplin waktu meru pakan hal yang sangat mendasar yang dilakukan oleh orang-orang dengan berbagai profesi yang di geluti. Hal inilah yang selalu ingin ia
S
E
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Tingkatkan Disiplin Waktu capai untuk dapat memenagemen waktu sebagai seorang akademis dan aktivis. “Saya tidak ingin hanya sibuk sebagai akademisi tetapi juga menjalankan idealisme seba gai seorang aktivis lingkungan,” ung kapnya. ia juga menambah kan bahwa ada tiga hal yang har us diberi makan dalam hidup, yaitu perut, pikiran, d a n hati. “ Ka l a u perut diberi makan den gan bekerja, sedangkan pikiran diberi makan denga banyak memba ca dan pengem bangan diri, dan hati dengan cara menjalankan ideal isme untuk mendapat kepuasan,” tandas nya. Sebagai seorang akademis perempuan kelahiran 17 September 1987 tersebut mengaku Ida Ayu Made Istri Utami
X DU
masih ada banyak resolusi yang ingin ia capai di tahun berikutnya. Salah satu adalah pengembangan diri untuk meningkatkan kualitas diri. “Saya tidak ingin hanya men gajar di kelas tetapi juga dapat berkarya melalui penelitian dan pengebdian dengan masyarakat,” imbuhnya. Menurutnya, semua hal tersebut harus dapat berjalan selaras dan seimbang. Relawan Manik Bumi Foun dation tersebut juga mengaku bahwa sebagai aktivis lingkungan dirinya memiliki resolusi yang ingin segera dicapai utamanya menge nai permasalahan sampah plastik. Salah satu program dalam Manik Bumi Foundation adalah gerakan peduli sampah yang mengambil pilot project di bantaran sungai Kampung Singaraja. Istri Arfin Rarekual itu berharap program yang dilakukan bersama rekanrekannya dapat menyadarkan masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga lingkungan utamanya dari sampah plastik. RUMAH AMAN Sementara itu menurut Luh Putu Anggreni, S.H., pergantian akhir tahun menuju tahun baru merupakan penanda harapan dan semangat baru dalam menjalank an hidup. Sebagai seorang aktivis di LBH APIK Bali ia berharap ada perlindungan khusus untuk perempuan dan anak. Anggreni berharap pemerintah menggandeng pihak swasta dan masyarakat melakukan pence gahan dan penanganan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS
Pilih Lebat atau Gundul? “Dok, saya ingin bertanya tentang rambut kelamin. Baiknya dibiarkan atau malah dicukur habis? Soalnya suami bilang lebih bergairah kalau rambut kelamin saya lebih lebat, lebih seksi katanya. Tetapi banyak teman yang meminta saya buat menggundulinya, katanya itu yang lebih menarik, dan menyarankan saya mencabut rambut pubis atau menghabiskannya dengan cara di”waxing”. Menurut dokter, itu bagaimana? Saat ini sih saya cukup potong rapi saja, biar tidak terlalu lebat. Terima kasih” (Nita, 25 thn) Va g i n a h a r u s d i j a g a kebersihannya. Selalu menjaga kebersihan vagina tidak hanya akan menguntungkan perem puan, tetapi juga pasangannya. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang kurang mem perhatikan kebersihan vagina dan sekitarnya dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang
9
cukup serius. Termasuk salah satunya adalah tidak memper hatikan bagaimana merawat ram but kelamin. Ketika sudah mulai puber atau menuju dewasa, setiap orang akan mengalami perubahan pada fisiknya, salah satunya adalah tumbuhnya rambut-rambut, ter masuk rambut di kelamin, yang disebut dengan rambut pubis.
Apa yang dilakukan sebenar nya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut pubis bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang ram but pubis jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga mem buat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. Keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sese ring mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas dari bau berlebih.
Luh Anggreni
anak dan perempuan di Bali. Pe menuhan hak dan perlindungan anak dan perempuan mulai dari desa dengan memanfaatkan dana desa seluruh Bali. “Harus ada gerakan massif untuk memenuhi target tersebut. Melalui program PATBM (Perlindungan Anak Ter padu Berbasis Masyarakat) dan kampanye Three Ends yaitu stop kekerasan terhdapa anak dan perempuan, stop perdagangan orang, dan stop ketidakadilan akses ekonomi terhadap perem puan,” jelasnya. Perempuan yang berpro fesi sebagai advokat itu mengaku banyak resolusi di tahun 2016 yang belum maksimal dicapai dan diwujudkan. Salah satunya adalah keberadaan shelter atau rumah aman di provinsi Bali dengan kapasitas yang lengkap dan bisa membantu korban kekerasan dan anak yang bersentuhan dengan
Tentang mencabut rambut pu bis, sebenarnya tidak akan menim bulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor, misalnya menggunakan pinset yang kotor tentu saja bisa mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi. Demikian juga bila ingin mencabut keseluruhan rambut dengan menggunakan pencabutan menggunakan perekat khusus dengan cara “waxing”, selama alat dan bahan yang digunakan tidaklah kotor, akan sedikit akibat buruknya. Tetapi tentu saja proses pencabutan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungki nan risiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesek an, baik itu saat berhubungan sek sual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina. Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting
hukum. Hal lain adalah visum kekerasan masih belum sep enuhnya gratis bagi korban dan anggaran pemerintah provinsi dan kabupaten belum maksimal untuk pencegahan dan penan ganan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Khusus di Buleleng, semangat masyarakat yang semakin peduli terhadap kasus-kasus kekerasan belum diimbangi dengan pening katan anggaran, belum ada kantor P2TP2A yang representatif untuk penanganan korban kekerasan,” ungkap ibunda dari Gede Bagus X Factor tersebut. Untuk dapat mewujudkan res olusi sebagai aktivis perempuan dan anak, pihaknya melakukan ad vokasi terhadap penegakan perda yang sudah dibuat di Provinsi, Kabupaten, Kota tentang per lindungan perempuan dan anak. “Komitmen penegakan perda mulai dari anggaran yang disiap kan oleh pemerintah daerah dan SKPD terkait sehingga perlidun gan terhadap perempuan dan anak bisa terpenuhi,” tambah perempuan kelahiran Singaraja 30 Maret 1965 tersebut. Dirinya melihat saat ini kepedu lian bersama terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan semakin meningkat. Pemahaman terhadap dampak psikologis yang sangat berbahaya dari kekerasan anak akan pengaruhi generasi masa depan bangsa. “Masyarakat mulai menyadari bahwa nasib bangsa harus diselamatkan dari segala bentuk kekerasan,” pung kasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
atau mencukur rapi saja ram but pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak diha biskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban sepu tar vagina. Dengan dipotong pendek dan rapi sekaligus juga bisa mencegah kejadian rambut pubis yang panjang yang bisa ter tarik masuk saat berhubungan seksual, yang bisa memunculkan rasa nyeri juga saat itu. Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan paka ian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian da lam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.
10
Kreasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Merenungkan Hakikat Manusia sebagai Bagian Semesta The Lokha Ubud Resort, Villas & Spa menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Sincerity of Tropical Rain”. Pameran yang diikuti oleh 4 perupa muda itu masing-masing menampilkan 7 buah karya diatas kanvas. Pameran dibuka oleh General Manager The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus Agung Suddhajinendra, Jumat (16/12) dan berlangsung hingga 31 Desember 2016.
Bagus Agung Suddhajinendra
P
ara perupa muda itu adalah I Gusti Made Wisatawan, S.Sn, I Made Astika Yasa, S.Sn, I Gede Merta Sukarya, S.Sn (Gebol Art), dan I Wayan Suardana. Keempat perupa ini menampilkan karya sebagai bentuk persembahan mereka dalam menghayati dan
memaknai alam dengan segala fenomenanya. Karya mereka sebagai sebuah refleksi, sebuah ruang-ruang merenung tentang posisi dan hakikat manusia sebagai bagian yang utuh dari sistem semesta yang kodrati. Mencermati setiap karya mereka, pameran ini seakan mengajak kita untuk merenungi kembali makna sebuah ketulusan untuk meresapi setiap tanda dan bahasa-bahasa alam yang maha misterius. Pameran ini juga mengajak menikmati hujan bulan Desember yang menyuburkan. Keempat perupa ini berpijak pada pembacaan akan tema-tema yang identik dengan alam secara luas. Seni seakan sudah menjadi nafas yang memberi energi untuk mengubah setiap gerakan, sehingga tak hanya indah, tetapi syarat dengan pesan yaitu ketulusan akan menerima penanda musim yang bergerak pada suatu waktu. Meski demikian, masing-masing perupa menampilkan gaya dan karakternya, sehingga bentuk dan goresan mereka berbeda
Style
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Modis dan Santai untuk
Remaja
Saat ini dunia mode makin terbuka untuk fashion kreatif, para desainer muda dengan brand lokalnya. Beberapa di antaranya turut memberi warna ajang Denfest 2016 belum lama ini.
S
alah satunya adalah label “dhouvu_apparel”. Dengan gaya yang simpel dan santai rancangan Trinawati Witono, atau yang dikenal dengan Nana,
salah satu desainer muda Kota Denpasar ini berhasil menggaet perhatian para fashionista muda. Apalagi sejak awaln konsep dari busana ready to wear milik Nana ini sangat berkesan muda dan ringan. Sangat cocok bagi remaja kota yang ingin tampil modis dan santai. Dengan kreativitasnya yang keren dan selalu up to date desainer lulusan Angelica Wu Fashion Desain ini siap terus berkarya untuk pecinta mode bukan hanya di area lokal tapi juga di seluruh dunia. (sri.ardhini@ cybertokoh. com)
namun memiliki aroma yang sama. Astikayasa menyajikan ikon-ikon alam seperti binatang yang hadir dalam bahasa deformatif, seperti binatang khususnya burung dan ikan koi yang digarap secara realistik. Gusti Wisatawan dan Merta Sukarya mengupas alam sebagai sehamparan abstrak dan abstraksi rupa. Alam tidak hadir secara representasional namun hadir secara esensial. GM The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus
Agung Suddhajinendra mengatakan, dirinya sengaja memberikan ruang kepada para seniman untuk berkreativitas. Tujuannya, sebagai bentuk dukungan dari pihak hotel dan Manajemen Santhini Bali untuk memajukan seniman lokal terutama yang muda. Menurutnya, banyak sekali
seniman muda Bali yang mempunyai semangat dan bakat yang liuar biasa, namun belum memiliki wadah untuk menampilkan karya-karyanya. “Kami memberikan ruang bagi mereka sehingga bisa lebih dikenal dan go international. Teruslah berkarya,” ujarnya. Darsana
Sertijab Branch Manager Astra BMW Denpasar Acara serah terima jabatan (sertijab) Branch Manager Astra BMW Denpasar dilaksanakan Rabu (28/12) di kantor Astra BMW Denpasar. Acara dipimpin Freddy Handjaja, CEO Astra B M W. Ra d i t i a Dharmalingga, Dari kiri: Freddy Handjaja, Raditia Dharmalingga, Branch Manager Christian Dylan sebelumnya pindah ke Jakarta. Posisinya digantikan Christian Dylan, mantan Branch Manager Astra BMW Makassar. Dalam kesempatan itu, Freddy menegaskan bisnis otomotif tetap optimis walau situasi ekonomi sedang fluktuatif. Para penggiat bisnis otomotif yakin akan ada pertumbuhan yang signifikan. Ia juga mengatakan penjualan BMW di Bali tahun 2016 cukup baik. Ini berkat dukungan dari internal Astra BMW, para customer, termasuk media. Tahun 2017, Astra BMW menargetkan penjualan 48 unit BMW di Bali. - ngurahbudi
15
14
Jelita
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Wajah Bercahaya dengan Yoga
Yoga adalah jalan untuk mencapai keseimbangan, mempertahankan kesehatan menyeluruh, fisik , mental dan spiritual. Menariknya lagi yoga juga tidak terhalang batasi usia, semua orang dapat berlatih yoga. Begitu juga tak ada masalah dengan status sosial, profesi maupun kedudukan seseorang.
A
palagi bagi masyarakat perkotaan, tingkat stres dan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi menyebabkan meningkatnya kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kesegaran. “Mungkin saat ini mereka mulai menyadari, bahwa diperlukan bentuk olahraga yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik saja tetapi juga yang menyentuh aspek psikologis dan mental,” ujar Bunda Dian, salah seorang guru yoga dari Pesraman Rsi Markandya di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Bugar
JADWAL 1.Pelaksanaan yoga gratis bagi siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK se-Bali a. Hari/tanggal: Jumat, 13 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan: Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 2. Yoga Umum bagi masyarakat sekaligus pencerahan dari Guru Made dan Aura Therapy dari Bunda Dian a. Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Januari 2017 b. Waktu Pelaksanaan: Pk .07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 3. Yoga umum sekaligus pencerahan dari Guruji Shunil Sharma, India, dan Aura Theraphy dari Bunda Dian a. Hari/ Tanggal: Minggu,15 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan: Taman Kota Lumintang, Denpasar , Bali
4. Pelaksanaan segala jenis pameran (makanan sehat, produk yoga, produk kesehatan) a. Hari /tanggal: Jumat - Minggu (13- 15 Januari 2017) c. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai d. tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali
kita inginkan. Bagi mereka yang sering berlatih yoga maka aura akan bertambah kuat. Begitu pula kegunaannya yang cukup banyak, mulai dari pengobatan, kharisma, daya tarik atau pesona, pertahanan diri hingga kecantikan. Bicara kecantikan, kata Bunda Dian, aura juga dapat membersihkan energi negatif, kekotoran dan kekusaman. Selanjutnya mampu membuat wajah lebih bercahaya dan lebih cantik serta akan memberikan kedamaian hati. Karena itu pula bagi penggiat yoga di Pesraman Rsi Markandya, saat berlatih disarankan menutup mata su-
paya dapat fokus bermeditasi pada nafas, badan, dan pikiran. Menurut Bunda Dian yang didampingi guru-guru yoga lainnya, bagi mereka yang dengan rutin melakukan yoga sebagian besar pula sudah tertolong. “Sebab yoga yang diajarkannya adalah juga tergolong yoga healing atau penyembuhan, melalui olah badan, olah nafas dan olah jiwa,” jelasnya. Selain itu Bunda Dian juga sempat menyampaikan kalau bicara yoga masih banyak orang salah persepsi. Ia menegaskan kalau yoga bukan untuk mencari kelenturan tubuh, melainkan mencari keseimbangan. Begitu juga dengan
meditasi pada badan, meditasi pada nafas dan metiasi pada pikiran sesungguhnya itulah yoga. Untuk itu semua, Bunda Dian dan seluruh guru yoga dari Pesraman Rsi Markandya mengajak masyarakat untuk mengikuti Bali Yoga Festival yang berlangsung selama 3 (tiga) hari, 13- 15 Januari 2017 di Lapangan Lumintang Denpasar. Ada yoga umum untuk semua masyarakat yang ingin menyatukan body, mind and soul serta yoga Bali Klasik yang menggunakan prinsip-prinsip dasar yoga spiritual. Di tempat yang sama juga diberikan aura therapi oleh Bunda Dian. (sri.ardhini @cybertokoh.com)
11
Berani Menegur Orang Merokok di KTR
Merokok merupakan perilaku sadar memasukan racun ke dalam tubuh. Lebih dari 4000 bahan kimia, 250 diantaranya beracun dan karsinogenik terdapat dalam rokok. Demikian diungkapkan Koordinator Bali Tobacco Control Initiative, I Made Kerta Duana, MPH, saat refleksi akhir tahun Pengawasan Perda KTR.
I
Di sana juga diberikan Yoga Healing Bali yang memiliki manfaat sangat banyak. Bukan hanya seseorang ditransformasikan ke arah yang lebih baik setelah mempelajarinya namun juga dapat kedamaian , cinta kasih, kebaikan, lebih toleran, meningkatnya hasrat pelayanan spiritual, jasmani yang lebih sehat serta tidak mudah stres. Yang istimewa adalah kita jadi memiliki “Aura” yang lebih cerah dan seimbang. Bunda Dian menambahkan, aura yang menyelubungi manusia merupakan satu kesatuan, terdiri dari ion negatif dan positif yang bergerak terus menerus serta dapat berubah sesuai yang
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
a menyebutkan, komposisi sebatang rokok mengandung beberapa bahan kimia, seperti acetone (penghapus cat), hydrogen cyanide (racun untuk hukuman mati), ammonia (pembersih lantai), methanol (bahan bakar roket), toluene (pelarut industri), arsenic (racun semut putih), napthalene (kapur barus), butane (bahan bakar korek api), cadmium (dipakai accu mobil), carbon monoxide (gas knalpot), vinyl chlorise (bahan plastik PVC). Duana menegaskan, sangat penting mencegah paparan rokok dan perilaku merokok di
masyarakat. Hal ini berkaitan dengan, mencegah risiko kejadian penyakit terkait rokok dan mencegah merokok dini. “Penurunan prevalensi merokok pada remaja akan diikuti penurunan prevalensi merokok secara keseluruhan. Mencegah perilaku merokok pada remaja merupakan investasi tak ternilai, menghasilkan SDM berkualitas dengan kemampuan kognitif (IQ) yang lebih tinggi, lebih sehat secara jasmani dan rohani, produktivitas yang lebih tinggi,” ujar dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Unud ini. Ada empat strategi pengendalian dampak rokok, yakni pening-
Kerta Duana dan dr. Wira
katan cukai, peringatan kesehatan berbentuk gambar, implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan larangan iklan dan sponsorship secara menyeluruh. Konsep dan dasar pertim-
Laboratorium Pratransfusi Transfusi darah sudah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Kegiatan tersebut banyak mengalami kegagalan dan baru menemukan titik terang setelah Karl Lansteiner memperkenalkan sistem golongan darah ABO pada abad ke-19. Sampai saat ini belum ada obat yang mampu menggantikan fungsi transfusi darah sebagai salah satu komponen terapi yang sangat penting dalam penatalaksanaan pasien. Selain menyelamatkan pasien, transfusi darah juga dapat menimbulkan berbagai efek samping sehingga semboyan “Getting the right blood to the right patient at the right time and the right place” dalam pelayanan transfusi darah harus benar-benar dilaksanakan. Perkembangan berikutnya terkait transfusi darah adalah ditemukannya antikoagulan, zat aditif, dan kantong darah sehingga darah bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dan dikemas dengan lebih higienis. Penemuan refrigerated centrifuse membantu dalam pemisahan darah menjadi beberapa komponen sehingga transfusi dapat dilakukan secara lebih spesifik sesuai dengan jenis komponen yang dibutuhkan oleh pasien. Saat ini pemisahan tersebut bahkan sudah bisa dilakukan secara otomatis dengan mesin apheresis. Meskipun berbagai teknologi untuk menunjang kegiatan pelayanan transfusi darah telah ditemukan, ternyata permasalahan terkait transfusi terus berlanjut sampai sekarang. Pada sejumlah kasus meskipun golongan darah pasien dan donor sudah sama namum pasien tetap tidak mengalami perbaikan bahkan terjadi sejumlah efek samping yang dikenal dengan reaksi transfusi. Untuk menjawab tantangan tersebut sangat perlu dipahami dan dilakukan sejumlah pemeriksaan
laboratorium sebelum produk darah dimasukkan ke tubuh pasien. Pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah uji pratransfusi (pretransfusion testing). Laboratorium pratransfusi merupakan bagian yang sangat vital dalam kegiatan transfusi. Uji pratransfusi inilah yang menentukan apakah produk darah yang akan ditransfusikan dapat memberikan manfaat yang optimal atau tidak kepada pasien, memprediksi apakah transfusi akan memberikan efek samping yang fatal atau tidak sehingga pencegahan terjadinya reaksi transfusi dapat lebih awal dilakukan. Laboratorium pratransfusi terus mengalami perkembangan, diawali dengan metode pemeriksaan yang sangat sederhana sampai pemeriksaan otomatispun telah mampu dilakukan. Untuk mengetahui secara tuntas mengenai berbagai pemeriksaan laboratorium sebelum produk darah ditransfusikan kepada pasien lengkap dengan segala permasalahan beserta cara mengatasinya, dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp. PK (K) dan Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, MSi, meluncurkan satu buku yang berjudul “Laboratorium Pratransfusi Update”. Dalam buku ini akan dikupas, mulai dari metode tradisional sampai metode tercanggih yang ada saat ini. Buku ini juga dilengkapi dengan beberapa case report lengkap dengan penanganan kasusnya. “Tulisan ini saya harapkan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan petugas, membantu dalam proses belajar mengajar bagi mahasiswa, menimbulkan persepsi yang sama baik antar petugas teknis, dokter laboratorium, para klinisi maupun pihak manajemen yang terlibat dalam pelayanan transfusi darah sehingga pada akhirnya pasien akan mendapatkan manfaat transfusi secara maksimal dengan risiko seminimal mungkin,” ujar dr. Ni Kadek Mulyantari. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
bangan, amanat UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 115 ayat 2, melindungi perokok pasif, mendidik masyarakat tentang bahaya rokok, dan melindungi hak asasi manusia untuk menghirup udara bersih dan sehat tanpa asap rokok. Dalam hal ini, yang dilakukan, mengatur tempat atau kawasan tanpa rokok bukan melarang orang merokok. Selain itu, pertimbangannya, mengurangi dampak merokok di dalam ruangan tertutup, dan membuat kawasan tanpa rokok bukan membuat tempat khusus merokok. Yang paling utama, tidak melarang orang merokok tetapi mengatur dimana orang boleh merokok. Kawasan tanpa rokok meliputi 7 kawasan, fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak-anak, tempat ibadah, tempat-tempat umum (hotel, restoran, pasar, terminal, bandara, dll), sarana angkutan umum, tempat kerja. Indikator kepatuhan kawasan terhadap Perda KTR dilihat `dari 8 kriteria, terpasang tanda dilarang merokok, tidak ada orang merokok, tidak tersedia asbak, tidak ditemukan punting rokok, tidak tercium bau asap rokok, tidak ada tempat khusus merokok di dalam gedung, tidak ada promosi dan jual beli rokok. “Sejak dicanangkan penerapan KTR tahun 2011, mengalami peningkatan yang signifikan 70%, namun, belum maksimal pada kawasan umum, tempat kerja, maupun Pura. Hal itu tentu memerlukan upaya lebih serius dari pemerintah maupun penggiat antirokok di Bali,” tegasnya. Ia menilai, pengaruh iklan rokok dapat menimbulkan keinginan untuk mulai merokok, mendorong perokok untuk terus merokok, mendorong perokok yang telah berhenti merokok kembali merokok, dan menanamkan persepsi yang salah/ kontradiktif akan bahaya rokok yang sebenarnya. Ia mengatakan, target iklan rokok adalah perokok pemula, anak-anak, remaja dan perempuan. “Remaja adalah target pasar
untuk menggantikan perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok. Semakin dini remaja merokok, semakin besar keuntungan bagi industri rokok. Remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya,” kata Duana. Dalam pasal 34 diyatakan, ketentuan lebih lanjut mengenai iklan produk tembakau di media luar ruang diatur oleh pemerintah daerah. Sejalan dengan program otonomi daerah, peraturan ini juga mendorong peran pemda, untuk mengatur lebih lanjut iklan dan promosi rokok di media luar ruang dan kegiatan sponsorship. “Tentunya ketentuan yang akan ditetapkan pemda tersebut harus lebih ketat daripada Peraturan Pemerintah ini. Di tahun 2016 ada lima kabupaten/kota di Bali telah menerapkan kebijakan peniadaan iklan rokok luar ruang yakni Denpasar, Klungkung, Jembrana, Gianyar, dan Bangli,” ucapnya. Untuk rokok elektrik atau vape, kata Duana, pemerintah sangat lambat dalam pengawasan. Padahal, dampak dari rokok elektrik juga sangat berbahaya. Di luar negeri, rokok elektrik pengawasannya lebih ketat dari rokok biasa. Sementara, menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Gede Wira Sunetra, saat ini Indonesia sedang fokus pada 3 penyakit ATM yakni AIDS, tuberkolosis, dan malaria. Tiga pilar gerakan kesehatan nasional yang sedang digencarkan, yakni aktivitas fisik, diet seimbang, dan tidak merokok. “Rokok ini hubungannya kemana-mana. Rokok bisa menimbulkan penyakit dari ujung rambut sampai ujung kaki. Merokok bisa menimbulkan risiko penyakit jantung, ginjal dll,” kata dr. Wira. Sejak tahun 2000, kematian karena penyakit tidak menular sudah menempati posisi 60%. Ia menegaskan, hubungan dengan KTR, masyarakat harus berani menegur jika melihat ada orang yang merokok di kawasan tanpa rokok. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
12
Kuliner
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Menu Istimewa di Tahun Baru Lasagna Terong Ungu Menikmati tahun baru dengan makanan mewah yang sangat praktis, Anda bisa mencoba lasagna. Lasagna adalah pasta yang dipanggang dengan oven dan merupakan makanan tradisional Italia. Lasagna sendiri secara harfiah artinya berisikan daging. Lasagna dapat diisi dengan banyak isian seperti sayuran, daging ayam, makanan laut dan sebagainya sesuai selera. Kulit lasagna dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, kemudian dipanggang sampai matang. Uniknya, hanya dari melihat kulitnya, Anda akan bisa menilai, apakah lasagna itu enak atau tidak. Lasagna yang akan dibahas kali ini, lasagna dengan isian terong ungu. Lasagna ini merupakan menu istimewa di Stiff Chilli Gelato di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Dalam suatu kesempatan, Tokoh diundang menikmati aneka menu istimewa yang disajikan di Stiff Chilli and Gelato, oleh pemiliknya, Putri Girindrawardani. Perempuan asal Puri Karangasem ini, berbincang-bincang santai mengenai menu yang diciptakan khusus karena ia sangat menyukai sayuran terong. Lasagna terong ungu, memang unik. Terlihat dari teksturnya yang menarik dengan siraman saus tomat yang berwarna oranye. Menurut Putri, begitu ia akrab disapa, lasagna terong ungu, merupakan kreasi terbaru yang sengaja diciptakan suaminya, seorang ahli kuliner atau chef asal Italia. Menu ini sangat unik karena isiannya hanya dari terong ungu. Rasanya juga sangat enak dan lembut di lidah. Bagi yang
Lasagna
Pizza
tidak makan daging, lasagna ini cocok menjadi pilihan. Untuk sausnya, memang tidak terlihat berwarna merah cerah karena tomat yang digunakan berwarna oranye. Selain itu, terong ungu juga disebut mengandung sejuta manfaat kesehatan bagi tubuh, seperti antioksidan, penangkal radikal bebas, dan menjaga kulit tetap sehat. Cara pembuatan lasagna ini tidak terlalu sulit. Walaupun Putri bukanlah seorang chef, tapi karena sering melihat, ia sudah paham betul teknik pembuatannya. “Setelah membuat kulit lasagna dari campuran tepung, kentang, susu, telur, dan garam, adonan kulit ini ditata dalam satu pan. Kemudian beri saus tomat dan saus keju di dalamnya. Letakkan terong ungu yang sudah diiris tipis sebagai bahan isinya. Ulangi proses ini sampai tiga lapis. Kemudian panggang dalam oven sekitar 35 menit. Lasagna siap dihidangkan saat panas,” ujarnya. Saat memakannya, jika Anda terbiasa dengan rasa pedas, bisa menambahkan saus cabai botolan, sehingga selera Anda makin terpuaskan. Selain lasagna, ada juga pizza chicken mushroom. Pizza ini mungkin ada yang sama dengan pizza di tempat lain, namun yang membedakan, terletak pada kulit pizza yang super tipis dan rasanya sangat krispi. Untuk toping pizza dibuat dari campuran daging ayam dan jamur champignon atau sering disebut jamur kancing yang dipotong-potong.
Si Cantik Chocolate Lava Cake Kue cokelat satu ini begitu terkenal. Chocolate lava cake atau dikenal juga dengan molten cokelat cake lumer ini sangat popular dan digemari siapa saja, baik tua maupun muda. Ciri khas kue ini, kue luarnya sangat lembut, namun, bila tengah kue dipotong akan mengalir lelehan cokelat yang sangat enak. Menurut Putri, cara membuat kue ini terbilang susah-susah gampang. Mengapa? Karena banyak yang mendapatkan hasil, di dalam cokelat tidak mau lumer seperti yang diinginkan, malah ada yang menjadi bantat. Menurutnya, letak kesuksesan chocolate lava cake ini dari ukuran bahan adonan sesuai resep dan waktu memanggang yang pas. “Jika kurang lama dipanggang, maka adonan bagian pinggir kue akan mengeras. Ketika kue dibalik akan buyar, dan cairan cokelat akan meleleh kemana-mana dan tampilannya kuarng menarik dan cantik. Begitu juga sebaliknya, jika terlalu lama memanggang, kue akan mengeras ke semua bagian sehingga tidak tercipta lelehan cokelat yang lumer seperti lava,” ujarnya. Intinya, kata dia, membuat chocolate lava cake harus memperhatikan waktu memanggangnya. Berdasarkan buku resep memasak, sebenarnya selain dipanggang, kue ini
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Kue Singkong Enak
13
Kreasi singkong yang ditampilkan kue ini sangat enak dinikmati bersama chef Suama kali ini, adalah lapis sing- teman ataupun keluarga sembari kong dan bola-bola singkong kelapa. bersantai. Walaupun berbahan dasar singkong, (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Lapis Singkong Bahan: 800 gr : singkong 1 kg : agar-agar 0,25 liter : santan 19 gr : gula pasir Garam Pewarna merah, kuning, hijau
juga bisa dikukus, namun, bagian luarnya akan lebih basah. Chocolate lava cake dihidangkan bersama penemannya gelato atau frozen yogurt. Ada banyak rasa yang bisa dijadikan peneman chocolate lava cake. Anda tinggal pilih sesuai selera. Uniknya lagi, gelato dan frozen yogurt dari Stiff Chilli ini sangat berbeda karena terbuat dari bahan alami, segar, dan berbahan dasar buah-buahan. Selain menu yang diulas Tokoh kali ini, masih banyak menu spesial dari Stiff Chilli Gelato. Jika Anda tak punya pilihan untuk berlibur bersama keluarga, cobalah datang ke Stiff chilli Gelato. Aneka gelato dengan segala macam rasa, siap memanjakan lidah Anda. Bagi yang suka menu Italia dengan harga yang sangat terjangkau Stiff Chilli bisa dijadikan pilihan baru untuk hang out.
Cara membuat: - Singkong diparut, tambahkan agaragar, garam, gula dan santan. - Beri pewarna merah, kuning, hijau. Kemudian kukus adonan lapis satu persatu. - Setelah dingin dipotong-potong.
Bola-bola Singkong Kelapa Bahan: 1 kg : singkong 150 gr : gula merah Garam Vanila Kelapa parut
Cara membuat: Singkong diparut kemudian beri gula merah di dalamnya. Bulatkan kemudian dikukus. Setelah dinginkan diberi taburan kelapa parut.
RESEP GULAI SIFOOD
wirati.astiti@cybertokoh.com.
secukupya
Sarwan Bahan: 500 gr : udang bersihkan 500 gr : cumi potong bulat, bersihkan, buang tintanya 3 ruas : jari kayu manis 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : bawang putih goreng 2 buah : pekak 3 buah : cengkir 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 600 ml : santan encer 250 ml : santan kental 2 buah : bunga lawang Gula, garam, kaldu bubuk, minyak
Bumbu Halus: 11 buah : bawang 4 siung : bawang putih 2 ruas : kunyit bakar 4 butir : kemiri sangrai 2 ruas : jari jahe ½ sdt : ketumbar 4 buah : cabe merah besar 9 buah : cabe rawit Cara Membuat: - Lumuri udang dan cumi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, cuci bersih. Tumis bumbu halus, tumis bersama kayu manis, pekak, bunga lawang, daun jeruk, daun salam, masak hingga matang
Ayam Panggang Wijen Bahan: 15 potong : paha ayam 250 cc : susu 55 gr : tepung roti 50 gr : keju parut Cedar ½ sdt : saus sambal ½ sdt : saus tomat 1 sdt : lada bubuk
1 sdm : kecap manis 1 sdt : kecap asin 1 sdt : peterseli, cincang 1 sdt : paprika bubuk 25 gr : wijen sangria 1 sdt : saus tiram Margarin secukupnya buat olesan
dan halus. - Masukkan udang, cumi, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu, lalu masukkan dalam panci kuah bersama santan encer, rebus hingga mendidih. - Masukkan gula, garam dan kaldu bubuk juga santan kental, masak lagi hingga mendidih dan matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara Membuat : Rendam paha ayam dengan susu, masukkan ke dalam kulkas atau lemari pendingin selama 20 menit. Campurkan bahan-bahan yaitu tepung roti dengan keju parut, saus tomat, saus sambal, saus tiram, cabe bubuk, paprika bubuk, peterseli, wijin sangria, kecap manis, kecap asin lalu aduk merata. Kemudian keluarkan paha
Ikan Bakar Madu Bahan: 1 kg : ikan kakap atau gurami, bersihkan, sayat punggunya, pilih ikan yang sedang 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : kecap manis 4 sdm : madu Mentega secukupnya buat olesan Garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak untuk menumis.
ayam dari lemari pendingin, campur dan aduk dengan campuran tepung roti. Masukkan dan tata ayam dalam pinggan tahan panas yang telah diolesi dengan margarin atau mentega. Taburkan sisa bahan dan mentega, kemudian panggang dalam oven selama 45 menit atau sampai ayam matang dan berwarna kekuning-kuningan, angkat dan sajikan.
Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri, sangrai 1 sdt : ketumbar, sangrai Cara Membuat: Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan kecap manis dan madu. Aduk rata, lalu masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya, masak hingga matang dan tiriskan. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata. Diamkan 20 menit, lalu bakar di atas api arang bara. Bolak-balik sambil diolesin margarin dan bumbu, masak hingga matang, siap disajikan.
12
Kuliner
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Menu Istimewa di Tahun Baru Lasagna Terong Ungu Menikmati tahun baru dengan makanan mewah yang sangat praktis, Anda bisa mencoba lasagna. Lasagna adalah pasta yang dipanggang dengan oven dan merupakan makanan tradisional Italia. Lasagna sendiri secara harfiah artinya berisikan daging. Lasagna dapat diisi dengan banyak isian seperti sayuran, daging ayam, makanan laut dan sebagainya sesuai selera. Kulit lasagna dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, kemudian dipanggang sampai matang. Uniknya, hanya dari melihat kulitnya, Anda akan bisa menilai, apakah lasagna itu enak atau tidak. Lasagna yang akan dibahas kali ini, lasagna dengan isian terong ungu. Lasagna ini merupakan menu istimewa di Stiff Chilli Gelato di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Dalam suatu kesempatan, Tokoh diundang menikmati aneka menu istimewa yang disajikan di Stiff Chilli and Gelato, oleh pemiliknya, Putri Girindrawardani. Perempuan asal Puri Karangasem ini, berbincang-bincang santai mengenai menu yang diciptakan khusus karena ia sangat menyukai sayuran terong. Lasagna terong ungu, memang unik. Terlihat dari teksturnya yang menarik dengan siraman saus tomat yang berwarna oranye. Menurut Putri, begitu ia akrab disapa, lasagna terong ungu, merupakan kreasi terbaru yang sengaja diciptakan suaminya, seorang ahli kuliner atau chef asal Italia. Menu ini sangat unik karena isiannya hanya dari terong ungu. Rasanya juga sangat enak dan lembut di lidah. Bagi yang
Lasagna
Pizza
tidak makan daging, lasagna ini cocok menjadi pilihan. Untuk sausnya, memang tidak terlihat berwarna merah cerah karena tomat yang digunakan berwarna oranye. Selain itu, terong ungu juga disebut mengandung sejuta manfaat kesehatan bagi tubuh, seperti antioksidan, penangkal radikal bebas, dan menjaga kulit tetap sehat. Cara pembuatan lasagna ini tidak terlalu sulit. Walaupun Putri bukanlah seorang chef, tapi karena sering melihat, ia sudah paham betul teknik pembuatannya. “Setelah membuat kulit lasagna dari campuran tepung, kentang, susu, telur, dan garam, adonan kulit ini ditata dalam satu pan. Kemudian beri saus tomat dan saus keju di dalamnya. Letakkan terong ungu yang sudah diiris tipis sebagai bahan isinya. Ulangi proses ini sampai tiga lapis. Kemudian panggang dalam oven sekitar 35 menit. Lasagna siap dihidangkan saat panas,” ujarnya. Saat memakannya, jika Anda terbiasa dengan rasa pedas, bisa menambahkan saus cabai botolan, sehingga selera Anda makin terpuaskan. Selain lasagna, ada juga pizza chicken mushroom. Pizza ini mungkin ada yang sama dengan pizza di tempat lain, namun yang membedakan, terletak pada kulit pizza yang super tipis dan rasanya sangat krispi. Untuk toping pizza dibuat dari campuran daging ayam dan jamur champignon atau sering disebut jamur kancing yang dipotong-potong.
Si Cantik Chocolate Lava Cake Kue cokelat satu ini begitu terkenal. Chocolate lava cake atau dikenal juga dengan molten cokelat cake lumer ini sangat popular dan digemari siapa saja, baik tua maupun muda. Ciri khas kue ini, kue luarnya sangat lembut, namun, bila tengah kue dipotong akan mengalir lelehan cokelat yang sangat enak. Menurut Putri, cara membuat kue ini terbilang susah-susah gampang. Mengapa? Karena banyak yang mendapatkan hasil, di dalam cokelat tidak mau lumer seperti yang diinginkan, malah ada yang menjadi bantat. Menurutnya, letak kesuksesan chocolate lava cake ini dari ukuran bahan adonan sesuai resep dan waktu memanggang yang pas. “Jika kurang lama dipanggang, maka adonan bagian pinggir kue akan mengeras. Ketika kue dibalik akan buyar, dan cairan cokelat akan meleleh kemana-mana dan tampilannya kuarng menarik dan cantik. Begitu juga sebaliknya, jika terlalu lama memanggang, kue akan mengeras ke semua bagian sehingga tidak tercipta lelehan cokelat yang lumer seperti lava,” ujarnya. Intinya, kata dia, membuat chocolate lava cake harus memperhatikan waktu memanggangnya. Berdasarkan buku resep memasak, sebenarnya selain dipanggang, kue ini
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Kue Singkong Enak
13
Kreasi singkong yang ditampilkan kue ini sangat enak dinikmati bersama chef Suama kali ini, adalah lapis sing- teman ataupun keluarga sembari kong dan bola-bola singkong kelapa. bersantai. Walaupun berbahan dasar singkong, (wirati.astiti@cybertokoh.com)
Lapis Singkong Bahan: 800 gr : singkong 1 kg : agar-agar 0,25 liter : santan 19 gr : gula pasir Garam Pewarna merah, kuning, hijau
juga bisa dikukus, namun, bagian luarnya akan lebih basah. Chocolate lava cake dihidangkan bersama penemannya gelato atau frozen yogurt. Ada banyak rasa yang bisa dijadikan peneman chocolate lava cake. Anda tinggal pilih sesuai selera. Uniknya lagi, gelato dan frozen yogurt dari Stiff Chilli ini sangat berbeda karena terbuat dari bahan alami, segar, dan berbahan dasar buah-buahan. Selain menu yang diulas Tokoh kali ini, masih banyak menu spesial dari Stiff Chilli Gelato. Jika Anda tak punya pilihan untuk berlibur bersama keluarga, cobalah datang ke Stiff chilli Gelato. Aneka gelato dengan segala macam rasa, siap memanjakan lidah Anda. Bagi yang suka menu Italia dengan harga yang sangat terjangkau Stiff Chilli bisa dijadikan pilihan baru untuk hang out.
Cara membuat: - Singkong diparut, tambahkan agaragar, garam, gula dan santan. - Beri pewarna merah, kuning, hijau. Kemudian kukus adonan lapis satu persatu. - Setelah dingin dipotong-potong.
Bola-bola Singkong Kelapa Bahan: 1 kg : singkong 150 gr : gula merah Garam Vanila Kelapa parut
Cara membuat: Singkong diparut kemudian beri gula merah di dalamnya. Bulatkan kemudian dikukus. Setelah dinginkan diberi taburan kelapa parut.
RESEP GULAI SIFOOD
wirati.astiti@cybertokoh.com.
secukupya
Sarwan Bahan: 500 gr : udang bersihkan 500 gr : cumi potong bulat, bersihkan, buang tintanya 3 ruas : jari kayu manis 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : bawang putih goreng 2 buah : pekak 3 buah : cengkir 2 batang : serai memarkan 3 lembar : daun jeruk 2 lembar : daun salam 600 ml : santan encer 250 ml : santan kental 2 buah : bunga lawang Gula, garam, kaldu bubuk, minyak
Bumbu Halus: 11 buah : bawang 4 siung : bawang putih 2 ruas : kunyit bakar 4 butir : kemiri sangrai 2 ruas : jari jahe ½ sdt : ketumbar 4 buah : cabe merah besar 9 buah : cabe rawit Cara Membuat: - Lumuri udang dan cumi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit, cuci bersih. Tumis bumbu halus, tumis bersama kayu manis, pekak, bunga lawang, daun jeruk, daun salam, masak hingga matang
Ayam Panggang Wijen Bahan: 15 potong : paha ayam 250 cc : susu 55 gr : tepung roti 50 gr : keju parut Cedar ½ sdt : saus sambal ½ sdt : saus tomat 1 sdt : lada bubuk
1 sdm : kecap manis 1 sdt : kecap asin 1 sdt : peterseli, cincang 1 sdt : paprika bubuk 25 gr : wijen sangria 1 sdt : saus tiram Margarin secukupnya buat olesan
dan halus. - Masukkan udang, cumi, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu, lalu masukkan dalam panci kuah bersama santan encer, rebus hingga mendidih. - Masukkan gula, garam dan kaldu bubuk juga santan kental, masak lagi hingga mendidih dan matang, siap disajikan dengan taburan bawang putih goreng.
Cara Membuat : Rendam paha ayam dengan susu, masukkan ke dalam kulkas atau lemari pendingin selama 20 menit. Campurkan bahan-bahan yaitu tepung roti dengan keju parut, saus tomat, saus sambal, saus tiram, cabe bubuk, paprika bubuk, peterseli, wijin sangria, kecap manis, kecap asin lalu aduk merata. Kemudian keluarkan paha
Ikan Bakar Madu Bahan: 1 kg : ikan kakap atau gurami, bersihkan, sayat punggunya, pilih ikan yang sedang 2 sdm : air jeruk nipis 2 sdm : kecap manis 4 sdm : madu Mentega secukupnya buat olesan Garam, kaldu bubuk secukupnya Minyak untuk menumis.
ayam dari lemari pendingin, campur dan aduk dengan campuran tepung roti. Masukkan dan tata ayam dalam pinggan tahan panas yang telah diolesi dengan margarin atau mentega. Taburkan sisa bahan dan mentega, kemudian panggang dalam oven selama 45 menit atau sampai ayam matang dan berwarna kekuning-kuningan, angkat dan sajikan.
Bumbu Halus: 9 buah : bawang merah 4 siung : bawang putih ½ sdt : lada butir 2 lembar : daun jeruk buang tangkainya 2 ruas : jari lengkuas 2 ruas : jari jahe 4 butir : kemiri, sangrai 1 sdt : ketumbar, sangrai Cara Membuat: Tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukkan kecap manis dan madu. Aduk rata, lalu masukkan gula, garam, dan kaldu bubuk secukupnya, masak hingga matang dan tiriskan. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis, diamkan selama 10 menit, lalu lumuri lagi tumisan bumbu, bolak-balik hingga rata. Diamkan 20 menit, lalu bakar di atas api arang bara. Bolak-balik sambil diolesin margarin dan bumbu, masak hingga matang, siap disajikan.
14
Jelita
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Wajah Bercahaya dengan Yoga
Yoga adalah jalan untuk mencapai keseimbangan, mempertahankan kesehatan menyeluruh, fisik , mental dan spiritual. Menariknya lagi yoga juga tidak terhalang batasi usia, semua orang dapat berlatih yoga. Begitu juga tak ada masalah dengan status sosial, profesi maupun kedudukan seseorang.
A
palagi bagi masyarakat perkotaan, tingkat stres dan tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi menyebabkan meningkatnya kesadaran pentingnya menjaga kesehatan dan kesegaran. “Mungkin saat ini mereka mulai menyadari, bahwa diperlukan bentuk olahraga yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik saja tetapi juga yang menyentuh aspek psikologis dan mental,” ujar Bunda Dian, salah seorang guru yoga dari Pesraman Rsi Markandya di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Bugar
JADWAL 1.Pelaksanaan yoga gratis bagi siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK se-Bali a. Hari/tanggal: Jumat, 13 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan: Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 2. Yoga Umum bagi masyarakat sekaligus pencerahan dari Guru Made dan Aura Therapy dari Bunda Dian a. Hari/Tanggal: Sabtu, 14 Januari 2017 b. Waktu Pelaksanaan: Pk .07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali 3. Yoga umum sekaligus pencerahan dari Guruji Shunil Sharma, India, dan Aura Theraphy dari Bunda Dian a. Hari/ Tanggal: Minggu,15 Januari 2017 b. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai c. Tempat pelaksanaan kegiatan: Taman Kota Lumintang, Denpasar , Bali
4. Pelaksanaan segala jenis pameran (makanan sehat, produk yoga, produk kesehatan) a. Hari /tanggal: Jumat - Minggu (13- 15 Januari 2017) c. Waktu pelaksanaan: Pk. 07.30 Wita - Selesai d. tempat pelaksanaan kegiatan : Taman Kota Lumintang, Denpasar, Bali
kita inginkan. Bagi mereka yang sering berlatih yoga maka aura akan bertambah kuat. Begitu pula kegunaannya yang cukup banyak, mulai dari pengobatan, kharisma, daya tarik atau pesona, pertahanan diri hingga kecantikan. Bicara kecantikan, kata Bunda Dian, aura juga dapat membersihkan energi negatif, kekotoran dan kekusaman. Selanjutnya mampu membuat wajah lebih bercahaya dan lebih cantik serta akan memberikan kedamaian hati. Karena itu pula bagi penggiat yoga di Pesraman Rsi Markandya, saat berlatih disarankan menutup mata su-
paya dapat fokus bermeditasi pada nafas, badan, dan pikiran. Menurut Bunda Dian yang didampingi guru-guru yoga lainnya, bagi mereka yang dengan rutin melakukan yoga sebagian besar pula sudah tertolong. “Sebab yoga yang diajarkannya adalah juga tergolong yoga healing atau penyembuhan, melalui olah badan, olah nafas dan olah jiwa,” jelasnya. Selain itu Bunda Dian juga sempat menyampaikan kalau bicara yoga masih banyak orang salah persepsi. Ia menegaskan kalau yoga bukan untuk mencari kelenturan tubuh, melainkan mencari keseimbangan. Begitu juga dengan
meditasi pada badan, meditasi pada nafas dan metiasi pada pikiran sesungguhnya itulah yoga. Untuk itu semua, Bunda Dian dan seluruh guru yoga dari Pesraman Rsi Markandya mengajak masyarakat untuk mengikuti Bali Yoga Festival yang berlangsung selama 3 (tiga) hari, 13- 15 Januari 2017 di Lapangan Lumintang Denpasar. Ada yoga umum untuk semua masyarakat yang ingin menyatukan body, mind and soul serta yoga Bali Klasik yang menggunakan prinsip-prinsip dasar yoga spiritual. Di tempat yang sama juga diberikan aura therapi oleh Bunda Dian. (sri.ardhini @cybertokoh.com)
11
Berani Menegur Orang Merokok di KTR
Merokok merupakan perilaku sadar memasukan racun ke dalam tubuh. Lebih dari 4000 bahan kimia, 250 diantaranya beracun dan karsinogenik terdapat dalam rokok. Demikian diungkapkan Koordinator Bali Tobacco Control Initiative, I Made Kerta Duana, MPH, saat refleksi akhir tahun Pengawasan Perda KTR.
I
Di sana juga diberikan Yoga Healing Bali yang memiliki manfaat sangat banyak. Bukan hanya seseorang ditransformasikan ke arah yang lebih baik setelah mempelajarinya namun juga dapat kedamaian , cinta kasih, kebaikan, lebih toleran, meningkatnya hasrat pelayanan spiritual, jasmani yang lebih sehat serta tidak mudah stres. Yang istimewa adalah kita jadi memiliki “Aura” yang lebih cerah dan seimbang. Bunda Dian menambahkan, aura yang menyelubungi manusia merupakan satu kesatuan, terdiri dari ion negatif dan positif yang bergerak terus menerus serta dapat berubah sesuai yang
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
a menyebutkan, komposisi sebatang rokok mengandung beberapa bahan kimia, seperti acetone (penghapus cat), hydrogen cyanide (racun untuk hukuman mati), ammonia (pembersih lantai), methanol (bahan bakar roket), toluene (pelarut industri), arsenic (racun semut putih), napthalene (kapur barus), butane (bahan bakar korek api), cadmium (dipakai accu mobil), carbon monoxide (gas knalpot), vinyl chlorise (bahan plastik PVC). Duana menegaskan, sangat penting mencegah paparan rokok dan perilaku merokok di
masyarakat. Hal ini berkaitan dengan, mencegah risiko kejadian penyakit terkait rokok dan mencegah merokok dini. “Penurunan prevalensi merokok pada remaja akan diikuti penurunan prevalensi merokok secara keseluruhan. Mencegah perilaku merokok pada remaja merupakan investasi tak ternilai, menghasilkan SDM berkualitas dengan kemampuan kognitif (IQ) yang lebih tinggi, lebih sehat secara jasmani dan rohani, produktivitas yang lebih tinggi,” ujar dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Unud ini. Ada empat strategi pengendalian dampak rokok, yakni pening-
Kerta Duana dan dr. Wira
katan cukai, peringatan kesehatan berbentuk gambar, implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan larangan iklan dan sponsorship secara menyeluruh. Konsep dan dasar pertim-
Laboratorium Pratransfusi Transfusi darah sudah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Kegiatan tersebut banyak mengalami kegagalan dan baru menemukan titik terang setelah Karl Lansteiner memperkenalkan sistem golongan darah ABO pada abad ke-19. Sampai saat ini belum ada obat yang mampu menggantikan fungsi transfusi darah sebagai salah satu komponen terapi yang sangat penting dalam penatalaksanaan pasien. Selain menyelamatkan pasien, transfusi darah juga dapat menimbulkan berbagai efek samping sehingga semboyan “Getting the right blood to the right patient at the right time and the right place” dalam pelayanan transfusi darah harus benar-benar dilaksanakan. Perkembangan berikutnya terkait transfusi darah adalah ditemukannya antikoagulan, zat aditif, dan kantong darah sehingga darah bisa disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dan dikemas dengan lebih higienis. Penemuan refrigerated centrifuse membantu dalam pemisahan darah menjadi beberapa komponen sehingga transfusi dapat dilakukan secara lebih spesifik sesuai dengan jenis komponen yang dibutuhkan oleh pasien. Saat ini pemisahan tersebut bahkan sudah bisa dilakukan secara otomatis dengan mesin apheresis. Meskipun berbagai teknologi untuk menunjang kegiatan pelayanan transfusi darah telah ditemukan, ternyata permasalahan terkait transfusi terus berlanjut sampai sekarang. Pada sejumlah kasus meskipun golongan darah pasien dan donor sudah sama namum pasien tetap tidak mengalami perbaikan bahkan terjadi sejumlah efek samping yang dikenal dengan reaksi transfusi. Untuk menjawab tantangan tersebut sangat perlu dipahami dan dilakukan sejumlah pemeriksaan
laboratorium sebelum produk darah dimasukkan ke tubuh pasien. Pemeriksaan tersebut dikenal dengan istilah uji pratransfusi (pretransfusion testing). Laboratorium pratransfusi merupakan bagian yang sangat vital dalam kegiatan transfusi. Uji pratransfusi inilah yang menentukan apakah produk darah yang akan ditransfusikan dapat memberikan manfaat yang optimal atau tidak kepada pasien, memprediksi apakah transfusi akan memberikan efek samping yang fatal atau tidak sehingga pencegahan terjadinya reaksi transfusi dapat lebih awal dilakukan. Laboratorium pratransfusi terus mengalami perkembangan, diawali dengan metode pemeriksaan yang sangat sederhana sampai pemeriksaan otomatispun telah mampu dilakukan. Untuk mengetahui secara tuntas mengenai berbagai pemeriksaan laboratorium sebelum produk darah ditransfusikan kepada pasien lengkap dengan segala permasalahan beserta cara mengatasinya, dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp. PK (K) dan Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, MSi, meluncurkan satu buku yang berjudul “Laboratorium Pratransfusi Update”. Dalam buku ini akan dikupas, mulai dari metode tradisional sampai metode tercanggih yang ada saat ini. Buku ini juga dilengkapi dengan beberapa case report lengkap dengan penanganan kasusnya. “Tulisan ini saya harapkan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan petugas, membantu dalam proses belajar mengajar bagi mahasiswa, menimbulkan persepsi yang sama baik antar petugas teknis, dokter laboratorium, para klinisi maupun pihak manajemen yang terlibat dalam pelayanan transfusi darah sehingga pada akhirnya pasien akan mendapatkan manfaat transfusi secara maksimal dengan risiko seminimal mungkin,” ujar dr. Ni Kadek Mulyantari. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
bangan, amanat UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 115 ayat 2, melindungi perokok pasif, mendidik masyarakat tentang bahaya rokok, dan melindungi hak asasi manusia untuk menghirup udara bersih dan sehat tanpa asap rokok. Dalam hal ini, yang dilakukan, mengatur tempat atau kawasan tanpa rokok bukan melarang orang merokok. Selain itu, pertimbangannya, mengurangi dampak merokok di dalam ruangan tertutup, dan membuat kawasan tanpa rokok bukan membuat tempat khusus merokok. Yang paling utama, tidak melarang orang merokok tetapi mengatur dimana orang boleh merokok. Kawasan tanpa rokok meliputi 7 kawasan, fasilitas kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat bermain anak-anak, tempat ibadah, tempat-tempat umum (hotel, restoran, pasar, terminal, bandara, dll), sarana angkutan umum, tempat kerja. Indikator kepatuhan kawasan terhadap Perda KTR dilihat `dari 8 kriteria, terpasang tanda dilarang merokok, tidak ada orang merokok, tidak tersedia asbak, tidak ditemukan punting rokok, tidak tercium bau asap rokok, tidak ada tempat khusus merokok di dalam gedung, tidak ada promosi dan jual beli rokok. “Sejak dicanangkan penerapan KTR tahun 2011, mengalami peningkatan yang signifikan 70%, namun, belum maksimal pada kawasan umum, tempat kerja, maupun Pura. Hal itu tentu memerlukan upaya lebih serius dari pemerintah maupun penggiat antirokok di Bali,” tegasnya. Ia menilai, pengaruh iklan rokok dapat menimbulkan keinginan untuk mulai merokok, mendorong perokok untuk terus merokok, mendorong perokok yang telah berhenti merokok kembali merokok, dan menanamkan persepsi yang salah/ kontradiktif akan bahaya rokok yang sebenarnya. Ia mengatakan, target iklan rokok adalah perokok pemula, anak-anak, remaja dan perempuan. “Remaja adalah target pasar
untuk menggantikan perokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok. Semakin dini remaja merokok, semakin besar keuntungan bagi industri rokok. Remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya,” kata Duana. Dalam pasal 34 diyatakan, ketentuan lebih lanjut mengenai iklan produk tembakau di media luar ruang diatur oleh pemerintah daerah. Sejalan dengan program otonomi daerah, peraturan ini juga mendorong peran pemda, untuk mengatur lebih lanjut iklan dan promosi rokok di media luar ruang dan kegiatan sponsorship. “Tentunya ketentuan yang akan ditetapkan pemda tersebut harus lebih ketat daripada Peraturan Pemerintah ini. Di tahun 2016 ada lima kabupaten/kota di Bali telah menerapkan kebijakan peniadaan iklan rokok luar ruang yakni Denpasar, Klungkung, Jembrana, Gianyar, dan Bangli,” ucapnya. Untuk rokok elektrik atau vape, kata Duana, pemerintah sangat lambat dalam pengawasan. Padahal, dampak dari rokok elektrik juga sangat berbahaya. Di luar negeri, rokok elektrik pengawasannya lebih ketat dari rokok biasa. Sementara, menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Gede Wira Sunetra, saat ini Indonesia sedang fokus pada 3 penyakit ATM yakni AIDS, tuberkolosis, dan malaria. Tiga pilar gerakan kesehatan nasional yang sedang digencarkan, yakni aktivitas fisik, diet seimbang, dan tidak merokok. “Rokok ini hubungannya kemana-mana. Rokok bisa menimbulkan penyakit dari ujung rambut sampai ujung kaki. Merokok bisa menimbulkan risiko penyakit jantung, ginjal dll,” kata dr. Wira. Sejak tahun 2000, kematian karena penyakit tidak menular sudah menempati posisi 60%. Ia menegaskan, hubungan dengan KTR, masyarakat harus berani menegur jika melihat ada orang yang merokok di kawasan tanpa rokok. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
10
Kreasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Merenungkan Hakikat Manusia sebagai Bagian Semesta The Lokha Ubud Resort, Villas & Spa menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk “Sincerity of Tropical Rain”. Pameran yang diikuti oleh 4 perupa muda itu masing-masing menampilkan 7 buah karya diatas kanvas. Pameran dibuka oleh General Manager The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus Agung Suddhajinendra, Jumat (16/12) dan berlangsung hingga 31 Desember 2016.
Bagus Agung Suddhajinendra
P
ara perupa muda itu adalah I Gusti Made Wisatawan, S.Sn, I Made Astika Yasa, S.Sn, I Gede Merta Sukarya, S.Sn (Gebol Art), dan I Wayan Suardana. Keempat perupa ini menampilkan karya sebagai bentuk persembahan mereka dalam menghayati dan
memaknai alam dengan segala fenomenanya. Karya mereka sebagai sebuah refleksi, sebuah ruang-ruang merenung tentang posisi dan hakikat manusia sebagai bagian yang utuh dari sistem semesta yang kodrati. Mencermati setiap karya mereka, pameran ini seakan mengajak kita untuk merenungi kembali makna sebuah ketulusan untuk meresapi setiap tanda dan bahasa-bahasa alam yang maha misterius. Pameran ini juga mengajak menikmati hujan bulan Desember yang menyuburkan. Keempat perupa ini berpijak pada pembacaan akan tema-tema yang identik dengan alam secara luas. Seni seakan sudah menjadi nafas yang memberi energi untuk mengubah setiap gerakan, sehingga tak hanya indah, tetapi syarat dengan pesan yaitu ketulusan akan menerima penanda musim yang bergerak pada suatu waktu. Meski demikian, masing-masing perupa menampilkan gaya dan karakternya, sehingga bentuk dan goresan mereka berbeda
Style
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Modis dan Santai untuk
Remaja
Saat ini dunia mode makin terbuka untuk fashion kreatif, para desainer muda dengan brand lokalnya. Beberapa di antaranya turut memberi warna ajang Denfest 2016 belum lama ini.
S
alah satunya adalah label “dhouvu_apparel”. Dengan gaya yang simpel dan santai rancangan Trinawati Witono, atau yang dikenal dengan Nana,
salah satu desainer muda Kota Denpasar ini berhasil menggaet perhatian para fashionista muda. Apalagi sejak awaln konsep dari busana ready to wear milik Nana ini sangat berkesan muda dan ringan. Sangat cocok bagi remaja kota yang ingin tampil modis dan santai. Dengan kreativitasnya yang keren dan selalu up to date desainer lulusan Angelica Wu Fashion Desain ini siap terus berkarya untuk pecinta mode bukan hanya di area lokal tapi juga di seluruh dunia. (sri.ardhini@ cybertokoh. com)
namun memiliki aroma yang sama. Astikayasa menyajikan ikon-ikon alam seperti binatang yang hadir dalam bahasa deformatif, seperti binatang khususnya burung dan ikan koi yang digarap secara realistik. Gusti Wisatawan dan Merta Sukarya mengupas alam sebagai sehamparan abstrak dan abstraksi rupa. Alam tidak hadir secara representasional namun hadir secara esensial. GM The Lokha Ubud Resort, Villas and Spa, Bagus
Agung Suddhajinendra mengatakan, dirinya sengaja memberikan ruang kepada para seniman untuk berkreativitas. Tujuannya, sebagai bentuk dukungan dari pihak hotel dan Manajemen Santhini Bali untuk memajukan seniman lokal terutama yang muda. Menurutnya, banyak sekali
seniman muda Bali yang mempunyai semangat dan bakat yang liuar biasa, namun belum memiliki wadah untuk menampilkan karya-karyanya. “Kami memberikan ruang bagi mereka sehingga bisa lebih dikenal dan go international. Teruslah berkarya,” ujarnya. Darsana
Sertijab Branch Manager Astra BMW Denpasar Acara serah terima jabatan (sertijab) Branch Manager Astra BMW Denpasar dilaksanakan Rabu (28/12) di kantor Astra BMW Denpasar. Acara dipimpin Freddy Handjaja, CEO Astra B M W. Ra d i t i a Dharmalingga, Dari kiri: Freddy Handjaja, Raditia Dharmalingga, Branch Manager Christian Dylan sebelumnya pindah ke Jakarta. Posisinya digantikan Christian Dylan, mantan Branch Manager Astra BMW Makassar. Dalam kesempatan itu, Freddy menegaskan bisnis otomotif tetap optimis walau situasi ekonomi sedang fluktuatif. Para penggiat bisnis otomotif yakin akan ada pertumbuhan yang signifikan. Ia juga mengatakan penjualan BMW di Bali tahun 2016 cukup baik. Ini berkat dukungan dari internal Astra BMW, para customer, termasuk media. Tahun 2017, Astra BMW menargetkan penjualan 48 unit BMW di Bali. - ngurahbudi
15
16
Pendidikan me megang peranan yang sangat vital dalam kehidupan sebuah negara. Baik buruknya, maju mundurnya, dan berkembang tidaknya suatu negara sangat ditentukan oleh pen didikannya. Demikian pandangan Dra. Ni Ketut Endrawati akan pentingnya sebuah pen didikan.
B
Edukasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
erbicara masalah pendidikan, mindset sebagian orang lebih cenderung pada seko lah. Padahal, sekolah adalah salah satu pusat pendidikan, bukan satu-satunya pusat pendidikan. Yang lebih penting lagi adalah keluarga sebagai tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak, dan juga masyarakat sebagai tempat pendidikan informal. Di era globalisasi ini, guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di SMAN 7 Denpasar ini mengatakan media sosial merupa kan saingan terberat bagi guru-guru. Karena, anak-anak akan lebih cepat menyerap, percaya dan meniru apa yang mereka baca, dengar, lihat dan mereka tonton, dibandingkan dengan apa yang disajikan di depan kelas. Dengan tantangan yang lebih be rat tersebut, Endrawati berharap ke depannya profesi guru harus dibenahi mulai dari input (profesi guru sehar usnya diminati oleh mereka yang berprestasi bukan hanya di Fakultas kedokteran, Kedinasan, dsb.), kuriku
Benahi Mulai dari Input lum harus disesuaikan dengan ke butuhan siswa dan zaman, sarana dan prasarana yang memadai serta sistem evaluasi yang sesuai den gan standar nasional pendidikan. TERINSPIRASI IBU Endrawati menjadi seorang ibu sekaligus guru bagi kedua putranya, Gede Thedy Ratendra dan Kadek Dheva Ratendra. Apa yang pernah didapatkannya dulu, kini diterapkannya pada anakanaknya. “Pengalaman paling berkesan ketika almarhumah ibu saya bercerita (mendongeng) ke pada kami anak-anaknya, sebelum tidur. Saat itu beliau bercerita tentang cerita-cerita pewayangan dan cerita-cerita klasik seperti Cu pak Grantang. Beliau menyelipkan tentang ajaran-ajaran agama mela lui dongeng-dongeng tersebut,” kisahnya. Beberapa pepatah seperti “dije kacang ditu komak, dije pejang ditu nyemak” dan sebaliknya “dije komak ditu kacang, dije nyemak ditu pe jang”, kerap pula disampaikan sang ibu kepada Endrawati bocah, untuk menanamkan kedisiplinan. Satu hal lagi yang tak pernah dilupakannya adalah saat sang ibu memujinya di depan orang lain. “Hal itu tidak pernah terlupakan karena dengan dipuji di depan orang lain kita menjadi termotivasi melakukan hal-hal yang lebih baik. Hal itu saya lakukan juga dalam mendidik anak-anak,” ungkap istri dari Dr. I Ketut Surata, M.Sc. ini. Pada zaman sekarang, pemerintah
Dra. Ni Ketut Endrawati
mendengung-dengungkan revolusi mental atau character building den gan menghidupkan kembali 4 pilar kebangsaan. Berbeda dengan za man dahulu, mitos-mitos, pepatah atau pribahasa, dikatakannya cukup ampuh untuk menanamkan moral/ karakter. Misalnya ketika ada anak kecil duduk di atas bantal, orangtu anya akan melarang dengan alasan “jit bisul” untuk menanamkan nilai kesopanan karena bantal dipakai untuk kepala bukan untuk pantat, dan pepatah lainnya yang cukup gampang untuk diingat dan diter apkan dalam menanamkan disiplin. Endrawati mengaku sangat terin
spirasi dari sosok ibunya yang dengan sabar mendidik anakanaknya. Demikian juga dengan sosok ayahnya yang mau men gajar/menjadi guru di rumah bagi anak-anaknya walaupun dengan alat-alat seadanya (lampu templek, papan, grip). Kondisi itu pula yang kemudian membuat Endrawati bertekad untuk menjadi guru. Lulus dari SMP 2 Amlapura, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SPG Singaraja. Pada saat libur panjang, bi asanya Endrawati pulang kam pung dan mengajar anak-anak kecil di sekitar rumah. Setelah tamat SPG, ia melanjutkan ke D2 FKIP Unud. Sembari kuliah, ia mengajar di sekolah swasta. Pada saat lulus D2, Endrawati yang memang sejak SD terus mendapat juara, kembali menda pat rangking 1. Saat itu mahasiswa yang dapat rangking 1 bisa memilih tempat tugas dan langsung melan jutkan ke S1. “Saya memilih tempat tugas di Singaraja sehingga bisa lang sung melanjutkan ke S1,” tuturnya. Dari pengalamannya mengajar di SD, SMP, SMA dan di beberapa tempat kursus/bimbel, ia menga takan banyak mendapatkan hal-hal positif. “Bergaul dengan anak-anak sangat menyenangkan, apalagi den gan anak remaja. Sedikit tidaknya banyak mempengaruhi mindset kita dalam hal-hal trend atau yang lagi ‘in’ untuk kita bawa ke dalam kelas. Karena itu, bagi saya menjadi guru adalah sebuah tugas mulia karena
merupakan yadnya tinggi,” ucapnya. Pengalaman paling berkesan menjadi guru dikisahkannya ketika anak-anak didiknya tersebut menunggu kehad iran Endrawati untuk menunggu games-games baru yang membuat mereka bergairah untuk belajar dan ketika ia tak bisa hadir di kelas, anak-anak merasa kecewa. Pen galaman lain yang juga berkesan bagi Endrawati adalah ketika meminta anak-anak menceritakan keluarga mereka berbahasa Inggris. Dengan jujur mereka menceritakan keadaan yang sebenarnya. “Ternyata banyak anak yang perlu bantuan/bimbingan/ perhatian khusus karena mereka bermasalah dalam keluarga,” ung kapnya. Yang tak kalah serunya ketika Endrawati mengajar murid-murid di Australia dalam rangka pertukaran guru selama setahun. “Teman-teman guru disana heran saat saya bilang biasa menangani 50 siswa dalam satu kelas, karena mengajar 5 siswa di Aussie mirip dengan mengajar 50 siswa di Indonesia,” ujar pemilik moto “Keep praying, do your best and reach the best” ini. Sebagai wanita Hindu yang ting gal di Bali, tentu harus bisa membagi waktu antara tugas sebagai ibu rumah tangga, sebagai guru, ketua PKK di banjar (dulu), anggota Dharma Wanita, menyama braya dan kegiatan keagamaan lainnya. Semua itu bisa dijalani Endrawati seiring seirama dengan memakai sekala prioritas. Ketika hari-hari kerja efektif, tugas dinas mendapat prioritas utama. (inten.indrawati@cybertokoh.com)
Sudut Pandang Setiap orang pasti memiliki target capaian dalam hidup yang ingin diraih dan diwujud kan baik dari hal kecil maupun pencapaian yang besar. Begitu juga dengan Ida Ayu Made Istri Utami, S.Pd.,M. Pd., yang memaknai sebuah resolusi sebagai target yang bisa dicapai secara rasional. Menu rutnya, sebuah resolusi tidak hanya dilaku kan menjelang pergantian tahun melainkan se tiap hari.
B
agi Dayu Istri, se tiap hari dirinya wajib membuat daf tar hal-hal yang harus dikerjakan. “Saya me mang selalu menulis list apa saja yang akan dikerjakan hari ini, kalau sudah akan saya check list dan kalau belum akan dilakukan di hari berikutnya,” jelasnya. Dosen S1 Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha tersebut juga mengaku bahwa resolusi paling sederhana yang ingin dilakukan adalah disi plin terhadap waktu. “Kalau saya bisa disiplin baik dalam waktu, otomatis semua akan berjalan dengan baik,” jelasnya. Baginya, disiplin waktu meru pakan hal yang sangat mendasar yang dilakukan oleh orang-orang dengan berbagai profesi yang di geluti. Hal inilah yang selalu ingin ia
S
E
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Tingkatkan Disiplin Waktu capai untuk dapat memenagemen waktu sebagai seorang akademis dan aktivis. “Saya tidak ingin hanya sibuk sebagai akademisi tetapi juga menjalankan idealisme seba gai seorang aktivis lingkungan,” ung kapnya. ia juga menambah kan bahwa ada tiga hal yang har us diberi makan dalam hidup, yaitu perut, pikiran, d a n hati. “ Ka l a u perut diberi makan den gan bekerja, sedangkan pikiran diberi makan denga banyak memba ca dan pengem bangan diri, dan hati dengan cara menjalankan ideal isme untuk mendapat kepuasan,” tandas nya. Sebagai seorang akademis perempuan kelahiran 17 September 1987 tersebut mengaku Ida Ayu Made Istri Utami
X DU
masih ada banyak resolusi yang ingin ia capai di tahun berikutnya. Salah satu adalah pengembangan diri untuk meningkatkan kualitas diri. “Saya tidak ingin hanya men gajar di kelas tetapi juga dapat berkarya melalui penelitian dan pengebdian dengan masyarakat,” imbuhnya. Menurutnya, semua hal tersebut harus dapat berjalan selaras dan seimbang. Relawan Manik Bumi Foun dation tersebut juga mengaku bahwa sebagai aktivis lingkungan dirinya memiliki resolusi yang ingin segera dicapai utamanya menge nai permasalahan sampah plastik. Salah satu program dalam Manik Bumi Foundation adalah gerakan peduli sampah yang mengambil pilot project di bantaran sungai Kampung Singaraja. Istri Arfin Rarekual itu berharap program yang dilakukan bersama rekanrekannya dapat menyadarkan masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga lingkungan utamanya dari sampah plastik. RUMAH AMAN Sementara itu menurut Luh Putu Anggreni, S.H., pergantian akhir tahun menuju tahun baru merupakan penanda harapan dan semangat baru dalam menjalank an hidup. Sebagai seorang aktivis di LBH APIK Bali ia berharap ada perlindungan khusus untuk perempuan dan anak. Anggreni berharap pemerintah menggandeng pihak swasta dan masyarakat melakukan pence gahan dan penanganan terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap
Kirim surat Anda ke Redaksi Tokoh dan cantumkan “Sex Edu” di amplop. Bisa juga dikirim ke redaksitokoh@ yahoo.com. atau redaksitokoh@gmail.com Rubrik ini diasuh Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) Denpasar. dr. Oka Negara, FIAS
Pilih Lebat atau Gundul? “Dok, saya ingin bertanya tentang rambut kelamin. Baiknya dibiarkan atau malah dicukur habis? Soalnya suami bilang lebih bergairah kalau rambut kelamin saya lebih lebat, lebih seksi katanya. Tetapi banyak teman yang meminta saya buat menggundulinya, katanya itu yang lebih menarik, dan menyarankan saya mencabut rambut pubis atau menghabiskannya dengan cara di”waxing”. Menurut dokter, itu bagaimana? Saat ini sih saya cukup potong rapi saja, biar tidak terlalu lebat. Terima kasih” (Nita, 25 thn) Va g i n a h a r u s d i j a g a kebersihannya. Selalu menjaga kebersihan vagina tidak hanya akan menguntungkan perem puan, tetapi juga pasangannya. Pada kenyataannya, banyak perempuan yang kurang mem perhatikan kebersihan vagina dan sekitarnya dan ini dapat memicu risiko kesehatan yang
9
cukup serius. Termasuk salah satunya adalah tidak memper hatikan bagaimana merawat ram but kelamin. Ketika sudah mulai puber atau menuju dewasa, setiap orang akan mengalami perubahan pada fisiknya, salah satunya adalah tumbuhnya rambut-rambut, ter masuk rambut di kelamin, yang disebut dengan rambut pubis.
Apa yang dilakukan sebenar nya sudah cukup tepat, karena walaupun ternyata rambut pubis bisa menjadi daya tarik seksual juga bagi sebagian laki-laki, tetapi sudah seharusnya memang ram but pubis jangan dibiarkan tidak teratur dan terlalu lebat, karena jika terlalu lebat akan juga mem buat area vagina dan sekitarnya menjadi lebih lembab sehingga mempermudah tumbuhnya jamur. Keringat dan rambut pubis dapat menyatu sehingga menimbulkan bau tak sedap, seperti halnya bau menyengat pada ketiak. Jadi memang harus dibersihkan sese ring mungkin untuk mencegah akumulasi keringat, terutama karena bagian tersebut hampir selalu tertutup oleh pakaian. Area antara vagina dan anus pun harus selalu bersih dan bebas dari bau berlebih.
Luh Anggreni
anak dan perempuan di Bali. Pe menuhan hak dan perlindungan anak dan perempuan mulai dari desa dengan memanfaatkan dana desa seluruh Bali. “Harus ada gerakan massif untuk memenuhi target tersebut. Melalui program PATBM (Perlindungan Anak Ter padu Berbasis Masyarakat) dan kampanye Three Ends yaitu stop kekerasan terhdapa anak dan perempuan, stop perdagangan orang, dan stop ketidakadilan akses ekonomi terhadap perem puan,” jelasnya. Perempuan yang berpro fesi sebagai advokat itu mengaku banyak resolusi di tahun 2016 yang belum maksimal dicapai dan diwujudkan. Salah satunya adalah keberadaan shelter atau rumah aman di provinsi Bali dengan kapasitas yang lengkap dan bisa membantu korban kekerasan dan anak yang bersentuhan dengan
Tentang mencabut rambut pu bis, sebenarnya tidak akan menim bulkan akibat buruk apapun, selama dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggunakan alat bantu yang kotor, misalnya menggunakan pinset yang kotor tentu saja bisa mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi. Demikian juga bila ingin mencabut keseluruhan rambut dengan menggunakan pencabutan menggunakan perekat khusus dengan cara “waxing”, selama alat dan bahan yang digunakan tidaklah kotor, akan sedikit akibat buruknya. Tetapi tentu saja proses pencabutan seperti ini akan menimbulkan rasa sakit. Yang kemudian perlu diingat adalah, jika seluruh atau sebagian besar rambut pubis dihilangkan sampai bersih, atau terlihat gundul, walau memang akan lebih mudah dibersihkan tetapi ada kemungki nan risiko lebih mudah mengalami perlecetan saat mengalami gesek an, baik itu saat berhubungan sek sual atau gesekan dengan pakaian dalam. Dalam keadaan ini, rambut kelamin sesungguhnya bermanfaat untuk mencegah gesekan tersebut sekaligus menjaga kelembaban area sekitar vagina. Akan lebih baik pilihan bisa dilakukan dengan menggunting
hukum. Hal lain adalah visum kekerasan masih belum sep enuhnya gratis bagi korban dan anggaran pemerintah provinsi dan kabupaten belum maksimal untuk pencegahan dan penan ganan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Khusus di Buleleng, semangat masyarakat yang semakin peduli terhadap kasus-kasus kekerasan belum diimbangi dengan pening katan anggaran, belum ada kantor P2TP2A yang representatif untuk penanganan korban kekerasan,” ungkap ibunda dari Gede Bagus X Factor tersebut. Untuk dapat mewujudkan res olusi sebagai aktivis perempuan dan anak, pihaknya melakukan ad vokasi terhadap penegakan perda yang sudah dibuat di Provinsi, Kabupaten, Kota tentang per lindungan perempuan dan anak. “Komitmen penegakan perda mulai dari anggaran yang disiap kan oleh pemerintah daerah dan SKPD terkait sehingga perlidun gan terhadap perempuan dan anak bisa terpenuhi,” tambah perempuan kelahiran Singaraja 30 Maret 1965 tersebut. Dirinya melihat saat ini kepedu lian bersama terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan semakin meningkat. Pemahaman terhadap dampak psikologis yang sangat berbahaya dari kekerasan anak akan pengaruhi generasi masa depan bangsa. “Masyarakat mulai menyadari bahwa nasib bangsa harus diselamatkan dari segala bentuk kekerasan,” pung kasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
atau mencukur rapi saja ram but pubis, dengan menyisakan sebagian rambut, jadi tidak diha biskan semua. Dengan dicukur atau digunting rapi, tentu saja tidak akan terasa sakit, lebih praktis dan rambut pubis bisa menjalankan fungsinya untuk melindungi gesekan termasuk menjaga kelembaban sepu tar vagina. Dengan dipotong pendek dan rapi sekaligus juga bisa mencegah kejadian rambut pubis yang panjang yang bisa ter tarik masuk saat berhubungan seksual, yang bisa memunculkan rasa nyeri juga saat itu. Satu lagi, jangan lupa buat selalu menjaga kebersihan paka ian dalam. Seringlah mengganti pakaian dalam, minimal sehari dua kali setelah mandi, untuk menghindari jamur dan bakteri yang berasal dari pakaian da lam melekat juga pada rambut pubis atau langsung pada vagina jika rambut pubis dihabiskan. Sesungguhnya, upaya-upaya ini semua masuk ke dalam konsep merawat dan membersihkan kelamin yang perlu dilakukan dalam kaitan dengan hubungan seksual dan kebersihan organ seksual.
8
Bunda & Ananda
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Dari Evaluasi Jadi Resolusi Memiliki rencana untuk dilaksanana merupakan panduan dalam beraktivitas. Dengan adanya rencana, kita punya tujuan yang jelas. Namun, tak selamanya rencana itu bisa terwujud. Ada hal-hal yang kadang berada di luar kemampuan. Bagaimana menerakan perencanaan dan evaluasi di lingkungan keluarga?
S
Wiriana
etelah memiliki satu putra, Bu Yuni berencana untuk menambah momongan. Ia sudah sempat hamil naum keguguran. “Menurut dokter yang memeriksa, kandungan saya di luar rahim. Saya dan suami pun shock. Rencana kami untuk menambah momongan tertunda. Selain itu, dari hasil pemeriksaan lab, kandungan saya dibilang bermasalah,” ungkap karyawati di sebuah perusahaan swasta ini. Bu Yuni dan suaminya sempat putus asa dan selama beberapa tahun tidak mau memeriksa diri ke dokter. Niat untuk memiliki anak pun ada. Mereka pun berusaha kembali dan konsultasi ke dokter lain. Ternyata dokter mengatakan ada peluang untuk hamil lagi. “Saya dan suami semangat lagi. Dua tahun lalu kami punya resolusi untuk memiliki anak. Namun karena belum tercapai, kami evaluasi diri. Tahun 2016 kami buat perencanaan lagi dengan konsultasi ke dokter. Akhirnya saya bisa hamil,” ujar perempuan asal Buleleng ini. Mengenai jenis kelamin, Bu Yuni tidak mempermasalahkan. Dari hasil USG terdeteksi perempuan. Anak pertamanya “protes”. “Kok perempuan Bu, aku maunya adil laki-laki biar kembar. Saya jelaskan laki-laki dan perempuan tidak masalah asal sehat. Hal terpenting adalah bersyukur atas karunia Tuhan,” tandasnya seraya mengatakan jadwal kelahiran bayinya di Mei 2017.
Sementara itu Bu Rai memiliki perencanaan di awal tahun 2016 untuk melaksanakan upacara metatah (potong gigi sesuai keyakinan umat Hindu) untuk anaknya. “Astungkara rencana saya bisa terealisasi. Semua berkat dukungan keluarga besar,” ujar perempuan asal Tabanan ini sembari bersyukur. Bagi Bu Rai, menyiapkan rencana untuk keluarga merupakan hal yang mutlak dilakukan. Hal ini akan memudahkan untuk menyiapkan berbagai keperluan dan tidak mendadak. Untuk melakukan perencanaan, ia selalu berkomunikasi dengan suami dan anak-anaknya. Jika ada hal-hal yang tidak terealisasi, mereka membuat evaluasi dan mencari solusinya. Menurut Wiriana, S.Psi, M.Pd, Psikolog, evaluasi tahunan bertujuan untuk merefleksikan diri, apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dalam setahun. Ia setuju dengan apa yang dikatakan Bu Rai mengenai komunikasi. “Kunci dalam perencanaan, aksi, dan evaluasi adalah komunikasi. Dalam lingkung keluarga, komunikasi itu penting. Komunikasi suami-istri, komunikasi orangtua-anak, dan komunikasi anak dengan anak, termasuk komunikasi dengan keluarga besar dan masyarakat,” jelas psikolog dari Biro Psikologi Wira Kasih Dharma ini. Perempuan yang akrab disapa Ana ini mengatakan how, what, who, dan why (HW3) menjadi pedoman dalam berkomunikasi dan menyusun perencanaan. Jika semua sudah terencana dan dilaksanakan. Pasti ada saja yang meleset atau tidak terealisasi. Hal ini kemudian dijadikan bahan evaluasi. Tidak tertutup kemungkinan hasil evaluasi ini menjadi bahan untuk rencana berikutnya. Secara umum, penerapan manajemen komunikasi di lingkup keluarga sangat bermanfaat dan mempermudah “jalannya” kehidupan keluarga. Selain itu, saling percaya antara anggota keluarga serta tidak adanya sikap otoriter dari orangtua membuat suasana menjadi elegan. “Penting bagi keluarga untuk merefleksikan dan mengevalu-
“Kunci dalam perencanaan, aksi, dan evaluasi adalah komunikasi. Dalam lingkung keluarga, komunikasi itu penting. Komunikasi suami-istri, komunikasi orangtua-anak, dan komunikasi anak dengan anak, termasuk komunikasi dengan keluarga besar dan masyarakat”
Griya Berbicara tentang tren desain interior tentu tak terlepas dari tuntutan aktivitas pemakainya (masyarakat). Dari pengamatan seorang desainer interior Kadek Sosiawan, S.Sn., HDII, aktivitas keseharian masyarakat sekarang sudah padat, dan kompleksitas kesehariannya menjadi tinggi, sehingga tuntutan mereka pada desain juga berdampak pada tuntutan desain ke depan.
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Desain Interior 2017
Konsep Rustic Masih Jadi Tren
“T
untutan mereka tetap pada nilainilai efesiensi dan nilai praktis. Desain interior khususnya harus mampu menerjemahkan/merespons tuntututan-tuntutan masyarakat itu. Salah satunya adalah efisiensi dan efektivitas, sehingga kecenderungan desainnya adalah tetap mempertahankan desain-desain
Cara berpikir “green” yang diaplikasikan pada Racana Office, salah satunya memanfaatkan recycle material (barang-barang bekas)
Suasana pertemuan keluarga
asi apa yang sudah dilakukan keluarga selama setahun. Selanjutnya buatlah resolusi bersama. Tentukan goal setting. Tujuannya meningkatkan kebersamaan. Misalnya, yang masuk dalam resolusi adalah makan bersama, doa bersama, menulis pesan di papan pesan, saling menyapa dan tersenyum, serta membuat quality time. Komitmen, kedisiplinan, kontinuitas, dan kebiasaan untuk saling mendukung dan saling berkomunikasi ini sangat berperan mewujudkan resolusi
keluarga,” tegas konselor di PAUD Candra Kasih Denpasar yang menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Surabaya (Ubaya) dan S2 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini. Ana juga mengingatkan dalam hal-hal yang berkaitan dengan perilaku positif, ada yang awalnya “dipaksa”, kemudian menjadi “terpaksa” dan lama-lama menjadi “kebiasaan”. Contohnya, seorang anak aiajak untuk menyisihkan uang sakunya untuk ditabung. Awalnya mungkin si
anak merasa dipaksa tetapi itu bisa menjadi kebiasaan baik. Hal lain yang tak bisa diabaikan dalam pencapaian visi misi keluarga adalah memperkuat pendidikan karakter. Walaupun sudah diterapkan manajemen modern di lingkungan keluarga, namun pendidikan karakter harus tetap dikedepankan. “Selalu mengucap syukur atas apa yang diraih dan dirasakan,” pungkas anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) wilayah Bali ini. ngurahbudi@cybertokoh.com
Mendongeng Lima Menit
yang simpel,” ujar Penasihat Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII) Bali ini. Nilai-nilai efektif dan efisien yang diusung ini dijelaskannya dari sisi tuntuan aktivitas, diakomodir dengan desain yang fungsional, bisa jadi multifingsi juga. “Yang penting desain itu
17
bisa mewadahi segala kebutuhan kompleksitas aktivitas pemakai/ penghuni ruang tersebut. Jadi ini bisa dikatakan mengusung nilainilai modern juga,” ucapnya. Dalam bahasa sederhananya, sebuah desain interior harus memikirkan misalkan ruang dapur, bagaimana caranya agar
mereka gampang mengganti tabung gasnya. Atau, bagaimana agar bisa mengganti lampu sendiri. “Mereka (konsumen) sudah seperti itu tuntutannya. Kita harus bisa memikirkan hingga hal-hal terkecil dalam aktivitas keseharian mereka. Termasuk dimana nanti kita harus membuang sampah, bagaimana cara mengelola sampah, dll. Kita tak hanya bisa berpikir desain interior di dalam ruang saja, tetapi ada kaitannya di luar itu, termasuk lingkungan. Demikian dari sisi tuntutan aktivitasnya,” tegasnya. Di sisi lain, di era globalisasi, teknologi dan informasi memberikan informasi terhadap lingkungan. Ada isu global tentang lingkungan, yang memprovokasi pandangan dan pikiran masyarakat. Akhirnya ini berdampak juga pada desain, sehingga perkembangan desain ke depan akan masih menjadi tren
“rustic” dan kesan “green” itu. Hal ini juga berpengaruh pada tuntutan masyarakat untuk juga mengikuti tren (informasi global) tersebut, bagaimana bisa memanfaatkan recycle material (barang-barang bekas), bagaimana bisa menghemat energi, bagaimana kita bisa mengoptimalkan material lokal, atau bagaimana cara berpikir kita untuk bisa ramah dengan lingkungan. “Ini sebenarnya cara berpikir green,” ucap Art Director dari Racana Design ini. Masyarakat akhirnya dipengaruhi juga oleh pemikiran-pemikiran tersebut. Desain interior akan tetap mengikuti alur informasi global itu sehingga desain ke depan di tahun 2017 masih akan bertahan di gaya-gaya cara berpikir ‘green’ dan visualisasi ‘rustic’. Seperti, menggunakan semen poles, kayu bekas, expose material, bahan-bahan yang bisa diolah, bahan-bahan sisa,
serta mengunakan warna-warna transparan. Cara berpikir ‘green’ (kesadaran akan lingkungan) dan tetap mempertahankan nilainilai praktis ini akan menjadi sebuah kombinasi, sehingga akan muncul desain-desain yang rustic tapi efektivitas dan efisiensi mereka dalam berkativitas tetap akan tertampung. Dari dua hal tersebut, bisa dikembangkan menjadi pemakaian warna-warna netral, expose material (dibiarkan apa adanya). “Justru dengan membiarkan material terekspos apa adanya, kesadaran manusia itu menjadi lebih kental dan lebih terasa bahwa dia tak hanya berpikir ‘green’ tapi sudah melaksanakan green,” pungkasnya. inten.indrawati@cybertokoh.com
Kadek Sosiawan, S.Sn., HDII
IKAN EMAS SI MULUT BESAR
Made Taro
Seekor anak ikan emas berenang-renang di sungai. Ia selalu didampingi ibunya, karena anak ikan itu belum mahir berenang. Ibunya selalu menasihati, “Jangan nakal, jangan menyakiti makhluk lain dan belajarlah meng-
hargai perbedaan!” Karena merasa sudah mahir berenang, anak ikan emas itu meluncur sendirian ke tepi sungai. Ia tercengang melihat benda bulat kecil kehitamhitaman tergeletak di pinggir sungai. “Hai, si Bulat Hitam Kecil Tanpa Mulut Tanpa Ekor! Siapa kau? Aku tahu kau tidak dapat berbicara karena tidak punya mulut. Aku tahu kau tidak dapat bergerak karena tidak punya ekor. Ha, ha, ha….!” “Perkenalkan, aku buah beringin,” jawab buah bulat kecil hitam itu. “Lihat, pohonku yang besar itu! Sekarang aku kecil, tetapi kelak, aku akan menjadi pohon paling besar di pinggir sungai ini. Akulah yang mengayomi ikan-ikan yang berenang di sungai. Maaf, aku belum kenal siapa kau? Tubuhmu
lembut, indah warna-warni, tetapi hatimu kasar. Mulutmu lebar dan tebal tetapi tidak dapat membedakan kata-kata yang baik dan buruk. Kepalamu berjambul, tetapi tak ada otaknya. Ekormu panjang berjuntai, tetapi tidak bisa menunjukkan arah yang benar. Sekali lagi, hai, si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak, siapa kau?” Anak ikan emas itu tersinggung mendengar kata-kata kurang ajar dari buah bulat kecil itu. Ia segera mengadu kepada ibunya. “Ibu, aku dibilang si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak oleh buah bulat kecil yang tergeletak di pinggir sungai.” “Pasti kamu yang salah bicara,” jawab ibu ikan. “Tidak, Bu! Dia yang bicara menghina,” sanggah anak ikan emas itu. Ibu ikan lalu mengajak anaknya menjumpai buah bulat kecil hitam yang tergelatak di pinggir sungai. “Mengapa kamu memanggil anakku dengan si Mulut Besar Tanpa Hati Tanpa Otak?” tanya sang Ibu kepada buah beringin itu. “Benar sekali katamu. Dialah yang terlebih dahulu memanggilku dengan nama si Bulat Kecil Hitam Tak Bermulut Tak Berekor. Tak mungkin aku memperlakukan kenalan baru dengan cara buruk, kalau bukan dia yang memulai.” (Ukraina)
Sebuah karya arsitektur, interior, dan landscape yang berfungsi sebagai akomodasi pariwisata, menampilkan pengulangan bentuk-bentuk sederhana (repetisi) dengan tujuan meningkatkan keberaturan serta menekan kompleksitas dan tercapainya nilai estetik pada karya. Penerapan garis diagonal pada atap akan memberikan efek atau kesan eksotis sekaligus sebagai point of interest pada karya arsitektur. Konsep rustic sengaja dipilih sebagai upaya tercapainya kesan ruang yang homy.
18
Life Story
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Di Buleleng banyak terdapat bangunan-bangunan tua bekas peninggalan pemerintah Belanda yang masih kuat dan kokoh berdiri. Salah satunya adalah museum Gedong Kirtya yang letaknya persis di areal Puri Sasana Budaya Kota Singaraja.
M
enurut Kepala UPTD Gedong Kirtya Putu Gede Wiriasa, peningkatan jumlah kunjungan terus digenjot melalui peningkatan fasilitas dan layanan. Sebagai pusat penyimpanan koleksi lontar di Buleleng, Gedong Kirtya ramai didatangi pelajar, mahasiswa dan peneliti. Museum ini memiliki 4 bangunan utama dengan fungsi ruangan masing-masing sebagai tempat penyimpanan buku tua
Jaga Kelestarian Budaya dengan Nyurat Lontar dan lontar, ruang baca dan salinan lontar, ruang administrasi, dan ruangan terakhir difungsikan sebagai ruang pameran, bahan pembuat lontar, serta buku hasil terjemahan. Salah satu ruangan yang saat ini diperhatikan adalah ruang pameran yang mulai ditata sedemikian rupa. Proses menulis di daun lontar membutuhkan waktu tidak sebentar. “Dari segi pelayanan banyak mahasiswa S1 dan S2 melakukan penelitian di Gedong Kirtya. Umumnya peneliti mencari lontar asli, lalu
Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., berbincang-bincang tentang koleksi lontar dan layanan pengunjung bersama Kepala UPTD. Gedong Kirtya Putu Gede Wiriasa
dilakukan alih aksara, alih bahasa dan pencetakan,” ucapnya. Sekitar 1.757 buah lontar merupakan koleksi dari UPTD Gedong Kirtya yang usianya ratusan tahun. Usia lontar yang sudah cukup tua sehingga pihaknya benar-benar harus menjaga dan melakukan perawatan secara rutin. “Ada lontar paling tua mencapai usia 100 tahun. Kalau kendala pasti ada dalam proses merawat lontar. Tapi, lontar di sini diberi kapur barus atau obat khusus. Lontar juga dicek setiap minggu supaya tetap awet,” katanya. Guna meningkatkan kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap keberadaan lontar di Buleleng, sejumlah langkah strategis menjaga kelestarian lontar melalui edukasi dilakukan. Langkah-langkah pelestariaan dilakukan dengan mengadakan lomba nyurat lontar. “Kadang kami mengikutsertakan siswa-siswi SD dan SMP dalam momen PKB di Denpasar. Prestasi dan kelestarian lontar dipacu melalui lomba sampai tingkat Provinsi,” imbuhnya. Wiriasa mengungkapkan, kunjungan tamu mancanegara antusias melihatlihat koleksi lontar terutama ramai di Juli-Agustus. “Tidak hanya
“M
Koleksi Lontar
tamu mancanegara tetapi juga kunjungan mahasiswa dari Jawa,” ungkapnya. Sementara itu, Kadisbudpar Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, MM., menambahkan, koleksi lontar harus dipertahankan melalui perawatan intensif. Kondisi lingkungan diperhatian termasuk suhu ruangan supaya tidak lembab. “Dalam anggaran kami yang tertuang untuk Gedong Kirtya setiap tahun selalu diadakan kompetisi nyastra Bali. Ini dilakukan UPTD. Gedong Kirtya, yang nantinya menjaring duta untuk
tampil di PKB di Art Centre Denpasar,” tambahnya. Dia berharap, setiap kelopak lontar tersimpan ke depan dapat dilakukan proses scanner komputer. Tujuannya mempermudah pengunjung mencari bahan melalui teknik komputerisasi. “Jadi scanner sebagai teknik IT akan berguna dalam proses pencarian data lontar di komputer. Tidak lagi mencari-cari lontar sendiri di kelopak. Namun, jika memang memerlukan lontar asli baru akan diambilkan,” harapnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
Durian Bestala Dilindungi Awig-awig Selain dikenal dengan makanan khas, Buleleng juga dikenal dengan berbagai komoditi unggulan. Salah satunya, durian Bestala yang merupakan buah lokal paling dicari ketika berkunjung ke Buleleng. Nama Bestala merupakan nama desa yang terletak di kecamatan Seririt. Saat memasuki gerbang desa, akan terlihat pohon durian berjajar menghiasi kiri kanan jalan. Menurut Sekretaris Desa Bestala I Ketut Sudawan, buah lokal yang rasanya manis dan legit tersebut memang sangat diminati masyarakat. Meskipun saat ini masyarakatnya mulai mengembangkan durian Kane yang memiliki ukuran lebih besar, akan tetapi durian Besatala tetapi menjadi buah lokal unggulan. “Banyak dikembangkan durian unggul, akan tetapi mayoritas di sini masih durian Bestala,” jelasnya. Durian Bestala masih menjadi incaran konsumen karena memiliki beberapa keistimewaan. Untuk dapat memanen
I Ketut Sudawan
buah dengan duri dibagian kulitnya ini si empunya harus menunggu buahnya runtuh. “Tidak ada buah durian yang dipetik, semua menunggu buahnya jatuh sendiri,” lengkapnya. Hal ini selain untuk mendapatkan buah yang matang sempurna, juga dikarenakan pohon durian yang memiliki keting-
gian 20 m hingga 50 m sehingga menyulitkan untuk memanen. Meskipun panen dilakukan menunggu durian runtuh, akan tetapi pemilik tidak perlu khawatir sebab banyaknya jumlah durian jatuh tidak akan hilang. “Kami sudah terapkan awigawig bahwa durian runtuh tidak dapat diambil oleh orang lain, jika dilakukan maka akan masuk dalam tindak pencurian,” jelasnya. Sudawan menambahkan, usia pohon-pohon durian di desanya mencapai ratusan tahun. Keunikan lain adalah setiap pohon diberi nama sesuai dengan bentuk buah dan tempat tumbuhnya. “Pemberian nama bisa dengan nama buah lain, benda maupun nama orang, sesuai keinginan dari yang punya,” ungkapnya. Selain memudahkan untuk mengetahui pemiliknya, pemberian nama juga dimaksudkan untuk menghindari buah jatuh menimpa sang pemilik. “Ya ada unsur kepercayaan, kalau dikasi nama tidak akan menimpa orang kalau jatuh,” lanjutnya. Pria kelahiran 9 Juni 1970 tersebut menambahkan bahwa masyarakat desa Besatala belum
Di depan jenazah ayahnya, tiga bersaudara, Rina (45), Yati (42) dan Weni (39), menangis tersedu-sedu. Isak tangis mereka mengingatkan akan peristiwa-peristiwa yang telah dilalui ayah lima anak ini. Para tetangga mencoba menenangkan mereka. Tidak banyak yang bisa dilakukan para tetangga untuk meredakan tangis mereka kecuali meminta mereka untuk bersabar.
mengembangkan pola budidaya modern. Masyarakat menanam durian tumpangsari dengan tanaman lain seperti cengkeh, manggis, dan kakao. “Kami hanya mengembangkan tanaman yang sudah ada, kalau pembudidayaan tanaman ulang tidak ada. Kami juga dapat pelatihan dan diminta mematenkan durian Bestala sebagai varietas unggulan di Buleleng namun sudah dipatenkan di desa Sudaji,” jelasnya. Sudawan menuturkan, puncak panen durian Bestala terjadi pada awal Maret sehingga panen raya tidak menutup kemungkinan membuat harga anjlok. Umumnya, durian Bestala dijual kisaran harga Rp 20 ribu hingga 50 ribu. Untuk menghindari hal tersebut, melalui pelatihan pihak desa
bersama masyarakat melakukan inovasi dengan membuat kripik durian. “Rasanya gurih dan enak, sudah dipantau langsung juga oleh Bapak Bupati,” lengkapnya. Namun sayang, cuaca buruk yang menerpa desa Bestala beberapa waktu lalu membuat penggemar durian harus gigit jari. Ratusan pohon durian tumbang diterjang angin puting beliung. “Biasa kalau panen kami bisa kirim hingga ke luar Bali, tapi kali ini panen menurun akibat cuaca ekstrim,” ungkapnya. Bahkan produksi kripik durian pun tidak dilakukan karena dapat dipastikan menurunnya panen hingga menaikkan harga durian. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
ereka sepertinya merasa bersalah pada ayahnya,” ungkap Ria, salah seorang tetangga yang juga masih kerabat mereka, yang sempat wara-wiri mengurus pernikahan ketiganya, setelah ibu mereka meninggal. Menurut Ria, ketiga bersaudara ini sempat membuat malu keluarga dengan masalah pernikahan masing-masing. Tidak hanya ketiganya, dua saudara laki-laki lainnya juga tidak luput dari kesedihan ayahandanya. “Mereka sudah ditinggal ibunya sejak 15 tahun lalu dan sejak itu mereka tinggal bersama ayahnya, lalu pergi kuliah masing-masing ke beberapa kota besar,” kata Ria. Rupanya saat kuliah itulah mereka semua hilang kendali. Mereka membawa masalah masing-masing. Menurut Ria, dua saudara laki-laki mereka menikah beberapa kali dan sempat membuat masalah yang harus diurus oleh ayahnya. Pertengkaran antar istri anak-anaknya inilah yang membuat ayahnya mulai jatuh sakit dan terus memburuk dengan masalah anak-anak gadisnya. “Hampir sepuluh tahun ayah mereka ini berjuang menyelesaikan masalah anak-anaknya meski dengan rasa malu yang luar biasa,” kata Ria. Setelah dua anak laki-laki yang tertua dalam keluarga dengan masalahnya, giliran anak-anak perempuannya yang harus diurus. Dimulai dari Rina yang tiba-tiba kawin lari tanpa sepengetahuan ayahnya sempat membuat ayahnya shock. Betapa tidak, Rina kawin lari dengan laki-laki yang sesungguhnya tidak benar-benar mencintainya. “Rina datang ke rumah laki-laki (yang akhirnya jadi suaminya) minta dinikahi dan tidak ingin pulang sebelum dinikahi,” kata Ria. Keluarga lakilaki itu dan keluarga Rina sampai membuat musyawarah kampung yang melibatkan perangkat desa untuk menyelesaikan masalah mereka. Karena masalahnya bukan saja karena laki-laki itu terlihat setengah hati ingin menikahi Rina melainkan juga karena ada perempuan lain yang datang pada waktu yang bersamaan mengaku sebagai kekasih laki-laki itu dan menagih janji untuk dinikahi. “Itu yang membuat pembicaraan pernikahan begitu alot dan membuat
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
7
Ayah, Maafkan Kami
ayah mereka shock berat waktu itu karena malu,” kata Ria. Namun apa hendak dikata, Rina adalah anak gadisnya dan mau tidak mau ayahnya harus harus turun tangan sendiri mengurusnya. Hingga akhirnya pernikahan itu benar-benar berlangsung di Pulau Sumbawa dengan segala masalah. Baiknya adalah Rina akhirnya bisa hidup bahagia bersama suaminya. Namun, belum terlalu reda rasa malu akibat masalah pernikahan Rina, masalah baru datang lagi. “Yati ternyata hamil dan membuat kondisi ayahnya drop,” kata Ria. Kabar kehamilan Yati yang tengah bekerja di Jakarta itu membuat ayahnya tidak mampu menahan rasa sedih. “Saya melihat ayahnya sempat menangis dan mengeluhkan situasi itu pada saya,” ungkap Ria. Lagi-lagi ayahnya harus bergegas ke Jakarta untuk diam-diam menikahkan Yati. Ia berangkat ke Jakarta tanpa sepengetahuan tetangga. Ia pergi hanya dua hari, praktis hanya untuk menikahkan Yati dan pulang kembali ke Pulau Sumbawa tempatnya tinggal. Beruntung, laki-laki yang menghamili putrinya itu bertanggung jawab dan langsung mau menikah dengan Yati tanpa masalah. Namun begitu, rasa malu tetap menjadi beban tersendiri bagi ayah lima anak ini. “Sepulang dari Jakarta, ia berdiam diri di kamar dan hampir seminggu tidak keluar
rumah,” ujar Ria. Apalagi setelah berita kehamilan dan perkawinan diam-diam Yati akhirnya tercium tetangga, setelah empat bulan kemudian Yati melahirkan anak perempuan. Gosip kampung pun mulai beredar tentang hal ini. Baru saja lima bulan berlalu, si bungsu Weni ternyata mengalami hal yang sama. “Weni sakitsakitan dan akhirnya diketahui tengah hamil empat bulan,” kata Ria. Weni yang tengah kuliah di Lombok itu sempat masuk rumah sakit selama dua minggu. Ayahnya sempat menemani selama ia dirawat di rumah sakit.
“Saat itulah ayahnya tahu kalau ia tengah hamil. Ayahnya terpukul berat dengan kabar ini. Lagi-lagi ia beruntung karena laki-laki yang merupakan kekasih Weni mau menikahinya. Sembari menanti kesembuhan Weni, ayahnya sibuk juga mengurus pernikahannya. “Dengan perasaan sedih, ia menikahkan putri bungsunya itu,” kata Ria. Sejak itulah kondisinya terus menurun selama lima tahun terakhir. Ria mengaku tidak bisa melihat kebahagiaan di matanya kecuali saat bertemu dengan cucu-cucunya. Ia lebih banyak berdiam diri dan bahkan
D’GATA
Janjikan Kebahagiaan Bagi para musisi, penting untuk mulai menyadari bahwa sebuah karya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak. Untuk menjadi dikenal dan terkenal di industri musik, sebuah band tidak hanya menganggap band sebagai sebuah brand tetapi juga dibarengi dengan karya nyata. Hal tersebutlah
yang melatarbelakangi D’GATA menggarap klip perdana di penghujung tahun 2016. Band yang berasal dari Dencarik (Singaraja) tersebut merasa telah matang dalam persiapan setelah merilis 9 lagu dalam kurun waktu yang tidak lama. Band dengan formasi Gusti (vokal sekaligus gitar), Tangkas (bassis), dan Agus
Kusuma (drummer) juga ingin menjawab rasa penasaran dari para penggemarnya. “Lagu kami sudah ada di beberapa radio, namun sayang ketika orang ingin melihat klip di youtube tidak ketemu,” ungkap Gusti. Menurutnya, di klip perdana yang bertajuk “Janji Bagia” bisa menghibur penikmat karya-karyanya selama ini.
kadang mengurung diri di dalam rumah. Sampai akhirnya ia jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan meninggal dunia beberapa waktu lalu. Beruntungnya ia di saat-saat terakhirnya, kelima anaknya hadir menyaksikan dan mengantarnya untuk terakhir kali. Ayah lima anak ini, pergi dengan damai tanpa dapat menyaksikan satu pun resepsi pernikahan putra putrinya dengan layak seperti pernikahan-pernikahan lainnya. Tangis putra putrinya begitu sedih dalam rasa sesal yang abadi. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Disinggung konsep yang diangkat dalam penggarapan klipnya, Gusti menjelaskan bahwa alurnya menceritakan seorang pria dengan segala kekurangan memiliki pasangan yang begitu sempurna. Di tengah kekurangan sang pria tidak berani menjanjikan kemewahan namun sanggup memberikan kebahagiaan. Untuk setting tempat para personil memanfaatkan tempat-tempat wisata yang saat ini sedang ramai dikunjungi. Salah satunya tempat yang digunakan untuk take video adalah Kantin Tepi Bukit dan kawasan Dermaga di Pantai Lovina. “Kami juga ingin ikut mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Buleleng,” imbuh pria kelahiran 28 Oktober 1988 tersebut. Klip yang resmi dirilis di awal tahun 2017 ini diharapkan mampu memberikan vibrasi positif kepada seluruh personil untuk terus berkarya meramaikan blantika musik pop Bali. “Awal tahun kami launching karena penggarapan sudah hampir seratus persen,” tuturnya. Setelah resmi ditayangkan, para personil yang sebelumnya hanya gencar promosi melalui media sosial dan radio akan mulai menerima tawaran manggung yang datang. “Meskipun kami memiliki kesibukan yang lain akan tetapi masalah manggung tetap akan kami usahakan,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)
6
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Kaleidoskop Wanita dan Keluarga Indonesia 2016
Peselancar wanita di Pantai Kuta beraksi dengan mengenakan kebaya dan kain untuk memeriahkan Hari Kartini.
Rabu, 6 Januari 2016 Wayan Mirna Salihin (27) tewas setelah meminum kopi vietnam bersianida di sebuah kafe yang berada di sebuah mall Jakarta Pusat. Kasus ini sungguh menggegerkan masyarakat Indonesia, Jessica Kumala Wongso yang merupakan teman Mirna di Australia, menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan itu karena Jessicalah yang memesan kopi tersebut. Jessica ditahan pihak kepolisian pada 30 Januari 2016 dan sidang perdana kasus ini berlangsung pada 15 Juni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah menjalani 32 kali persidangan, vonis dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim pada 27 Oktober 2016 dan Mirna dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.
Wakil Bupati Karangasem) dilantik sebagai Kepala Daerah Tabanan dan Karangasem periode 2016-2021. Kamis, 21 April 2016 Peselancar wanita di Pantai Kuta beraksi dengan mengenakan kebaya dan kain untuk memeriahkan Hari Kartini. Rabu, 27 Juli 2016 Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Jokowi. Sri Mulyani menggantikan Bambang S. Brodjonegoro yang digeser menjadi Kepala Bappenas. Pada era Presiden SBY, Sri Mulyani pernah menjadi Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian.
Kamis, 7 Januari 2016 Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. dilantik sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Bali. Mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini menggantikan Ida Bagus Ketut Birawa yang meninggal dunia. Rabu, 13 Januari 2016 l Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR ditangkap KPK terkait kasus suap. Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, mantan politisi PDI-P ini didakwa menerima suap Rp 8,1 miliar dari Direktur Windhu
tkh/net
Duta Endek Denpasar 2016 bersama Walikota Denpasar dan istri
Tunggal Utama Akbudl Khoir. Pada 26 September 2016, Majelis Hakim memvonis Damayanti hukuman 4,5 tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. l Debby Susanto berhasil sebagai Juara All England 2016 untuk nomor ganda campuran. Debby berpasangan dengan Praveen Jordan meraih juara setelah menumbangkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/ Christinna Pedersen. Rabu, 17 Februari 2016 Pasangan Ni Putu Eka WiryastutiKomang Gede Sanjaya (Bupati-Wakil Bupati Tabanan) dan I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Artadipa (Bupati-
Rabu, 27 Juli – Sabtu, 6 Agustus 2016 Mataram menjadi tuan rumah Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI. Kegiatan ini dibuka Presiden Jokowi. Jumat, 29 Juli Minggu, 31 Juli 2016 KMB Food Truck Festival di lapangan parkir Taman Kota Lumintang Denpasar. Acara ini dibuka Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia AA Ngurah Puspayoga. Sabtu, 6 Agustus 2016 Peresmian dan pelantikan pengurus Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Provinsi Bali oleh Ketua
Penganugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2016
Umum KCBI Pusat Sita Hanimastuty Agustanzil. I Gede Handika Kresna Wirawan dan Ni Nyoman Clara Listya Dewi terpilih sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2016. Selasa, 16 Agustus 2016 Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB) mengadakan “The Longest Buffet in Indonesia” di Grand Istana Rama, Kuta. Rabu, 17 Agustus 2016 l Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil meraih emas Olimpiade Rio 2016 di cabang bulutangkis. Medali ini melanjutkan tradisi emas dari bulutangkis. Di ajang multievent ini, Indonesia juga meraih 2 perak dari cabang angkat besi yang dipersembangkan Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan. l Rahadewineta menjadi wanita wasit taekwondo pertama dari Indonesia dalam ajang Olimpiade Rio de Janeiro yang pertandingannya berlangsung dari 17-20 Agustus 2016. lGloria Natapradja Hamel, anggota Paskibraka 2016 tidak masuk dalam tim pengibar bendera saat upacara di Istana Merdeka. Alasannya, Gloria berkewarganegaraan Prancis. Namun, saat penurunan bendera, Gloria bisa bergabung kembali dengan tim Paskibraka.
Rabu, 25 Oktober 2016 Ariska Putri Pertiwi berhasil meraih gelar Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat. Dalam acara yang digelar 25 Oktober 2016 , Ariska berhasil mengalahkan kontestan dari Filipina, Thailand, AS, dan Puerto Rico di babak lima besar. Kemenangan Ariska ini sekaligus mengukuhkan gadis cantik tersebut sebagai wanita Asia pertama yang berhasil memenangkan mahkota Miss Grand International.
bersama keluarga besar Kelompok Media Bali Post dilanjutkan dengan open house dengan relasi dan sahabat Tokoh. Momen ini juga menjadi pengenalan program “Melangkah Bersama Sejuta Wanita”.
Jumat, 27 Oktober 2016 Felice Hwang dari Indonesia berhasil meraih runner up 2 dalam ajang Miss International 2016 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Licia, begitu gadis cantik ini akrab disapa, adalah runner up 1 Putri Indonesia 2016. Dalam ajang Miss International 2016, selain meraih runner up 2, Licia juga mendapat penghargaan khusus Miss Best Dresser.
Rabu, 7 Desember 2016 Penganugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2016 kepada IA Selly Fajarini, Ni Putu Sudiadnyani, Sri Sumahardani, Made Herry Erika, dan Nengah Widiasih. Penganugerahan dihadiri Ny. Bintang Puspayoga, Ketua WHDI Provinsi Bali yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM RI.
Senin, 31 Oktober 2016 Tokoh bekerja sama dengan Pemkab Badung mengadakan pelatihan public speaking untuk pejabat wanita di Pemkab Badung. Narasumber yang dihadirkan Sri Sumahardani. Rabu, 9 November 2016 Ulang tahun To ko h ke-18 dilaksanakan dengan acara syukuran
Kamis, 20 Oktober 2016 Festival Pepes Ikan Terpanjang ditampilkan di acara Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2016 di Nusa Dua. Acara ini merupakan kerjasama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Bali Culinary Professional, dan Kementerian Pariwisata.
P
ameran lukisan bertajuk ‘Kasih Ibu’, yang digelar di Galery Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 22 Desember lalu, diresmikan Walikota Surabaya Tri Risma-
Pameran ‘Kasih Ibu’ Wujud Cinta IWPI Jatim harini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati, S.H., Perwakilan Konjen Jepang dan Ketua Granat DPD Jatim Arie Soeripan, serta seluruh pelukis yang masuk dalam wadah IWPI Jatim. Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan rasa senangnya atas apresiasi yag diberikan para seniman seni lukis dengan menggelar pamern lukisan dengan mengangakt tema Kasih Ibu. “Dengan digelarnya pameran ini, diharapkan mampu memberikan warna berbeda di Surabaya terutama di bidang kesenian dan kebudayaan. Sehingga mampu mengangkat seni di kota Pahlawan ini,” kata Risma. Apabila anggota IWPI Jatim berkenan, pihak Pemkot Surabaya akan memfasili-
Rabu, 23 November – Jumat, 25 November 2016 Gianyar menjadi tuan rumah The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child (AFRC) yang menghasilkan 10 Poin Bali Declarations.
Minggu 18 Desember 2016 Natasha Mannuela Halim meraih runner up 2 Miss World 2016. Dalam kontes kecantikan yang berlangsung di Oxon Hill, Maryland, AS dan diikuti oleh 100 negara, ini, Natasha bukan hanya meraih gelar runner up 2 tapi ia juga mendapat empat penghargaan yakni; Miss World Asia, Beauty a Purpose, first runner up Top Model, dan top 3 Miss World Multimedia.
Kamis, 25 Agustus 2016 Akulturasi Budaya Indonesia dan India dalam “Kebaya dan Saree for The World” lewat karya desainer Shinta Chrisna dan Monica Mohindra. Karya mereka ditampilkan di ajang Sanur Village Festival 2016. Kamis, 8 September 2016 Nengah Widiasih meraih medali perunggu di cabang olahraga angkat berat ajang Paralympic 2016 di Rio Jenairo, Brasil. Medali yang diraih Widiasih merupakan satu-satunya medali Indonesia di ajang ini. Senin, 10 Oktober 2016 I Gede Yoga Mahardiana dan I Gusti Ayu Trisna Yunita Agung terpilih sebagai juara I Duta Endek Kota Denpasar tahun 2016.
Wanita menunjukkan emansipasinya. Terutama saat memperingati Hari Ibu 22 Desember lalu. Karena itu, Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) cabang Jawa Timur (Jatim) menunjukkan eksistensinya di dunia seni lukis. Berbagai hasil karya seni rupa yang dihasilkan dari tangan seorang wanita dipamerkan untuk menyambut Hari Ibu.
Pameran lukisan bertajuk ‘Kasih Ibu’, yang digelar di Galery Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 22 Desember lalu, diresmikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati, S.H., Perwakilan Konjen Jepang dan Ketua Granat DPD Jatim Arie Soeripan, serta seluruh pelukis yang masuk dalam wadah IWPI Jatim.
tasi supaya anak-anak khususnya warga kota Surabaya dapat belajar melukis. Ia berharap, kedepannya akan lahir anak-anak yang bisa mewarisi bakat dan minat melukis. dalam bidang seni rupahingga, warga Surabaya dapat lebih berbudaya. Sementara itu, Ketua IWPI Jatim, Sri Murniati menambahkan, tujuan dari pameran ini selain untuk memperingati Hari Ibu, juga ingin mendekatkan para peserta dengan pengamat seni. Sehingga bisa menjadi ajang pengembangan kebudayaan. “Inilah wujud cinta kami kepada seorang Ibu. Kasih sayang
Sri Murniati, S.H.
Lies Uwek
Keliling Dunia dengan Batik Tulis Khas Sampang
Suasana KMB Food Truck Festival
SELAMAT TAHUN BARU 2017
19
Batik memancarkan auramu. Kalimat itu selalu memotivasi seorang Lies Uwek, desainer dan pengusaha batik tulis dari Sampang Madura untuk terus berkarya mengenalkan budaya warisan nenek moyang. Namanya mulai dikenal bersama ratusan karya terbaik yang pernah ia buat. Tangan lentiknya menggambar pola dan potongan untuk desain dengan hati-hati. Lies sangat teliti memadupadankan desain untuk setiap busana yang ia ciptakan. Batik kurikan, metode pembatikan berkali-kali dengan pencelupan warna berulang membuat batik Sampang terlihat cantik nan khas. Daerah pesisir mendominasi batik kurikan dengan berbagai motif binatang yang ditampilkan sedemikian rupa, seperti naga, merak, sisik ikan, maupun sisik ular. “Di tempat saya itu memiliki batik tahunan yang dibuat setiap satu tahun sekali, dan itu hanya satu macam, jadi benar-benar limited edition,” kata Lies. Keterampilan membuat batik menurut Lies, hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai keahlian
khusus karena memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Membuat batik itu perlu keahlian khusus dan keluar dari jiwa. Perajin batik saya sudah ‘sepuhsepuh’, jadi mereka membatik itu hasilnya seperti melukis. Saya sangat menghargai setiap pola dalam batik tulis, karena memiliki cerita. Sayang apabila akhirnya cerita itu hilang bagiannya karena ada pola yang terpotong,” jelas perempuan cantik pemilik Fame Collection di Mall Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya ini. Lies merupakan generasi ke-5 yang mewarisi keahlian sang nenek. Kecintaannya pada batik kurikan khas Sampang sudah terlihat dari kecil. Ia suka menggunting kain dan membuat pola-pola sesukanya. Bakat tersebut membawa seorang Lies dewasa menuju passion sebagai seorang desainer profesional. Lies Uwek sempat kuliah Jurusan Hukum di Universitas Surabaya (Ubaya), dan akhirnya berhenti di semester ke-5.” Insting kecil saya semakin tak terbendung lagi untuk kembali menekuni dunia
seorang ibu dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk dan rupa. Salah satunya melalui media lukisan,” kata Murniati. Pameran ini mengapresiasi sosok ibu sebagai panutan dan nilai ini mencoba ditanamkan kepada generasi muda, bahwa kita semua tidak lepas dari peran seorang ibu. Sebanyak 22 wanita dari berbagai latar belakang dan usia turut berpartisipasi menyemarakkan pameran lukisan ini. IWPI Jatim yang ada di Surabaya, berfungsi sebagai wadah perempuan Jatim untuk bersamasama maju untuk meningkatkan karya seni secara profesional. Ada
fashion batik dan sempat kursus di Susan Budiharjo juga. Saya sangat mencintai batik, dan fokus untuk mengeksplorasi batik dalam setiap desain yang saya buat,”papar ibu dua anak ini. Keaslian batik selalu ia pertahankan dalam setiap desain, membuat harga batik koleksi Lies Uwek boleh dibilang lumayan mahal. Memang pantas untuk sebuah harga karya seni, Lies pun mengaku cukup percaya diri dan tidak takut untuk memasarkan produknya khusus untuk para pecinta batik. Karyanya telah menjadi langganan para pejabat, instansi pemerintahan dan swasta. Desain khas batik tulis Sampang dengan corak merak dan naga menjadi ikon tersendiri bagi pemilik nama lengkap Lies Madinatul Munawaroh ini. Selain dalam negeri, ia juga sempat bolak-balik ke luar negeri untuk sesi foto dan fashion show, seperti Jepang dan Singapura. “Dalam satu bulan lalu, saya tiga kali ke luar negeri untuk sesi foto sebuah majalah. Di Jepang saya menampilkan karya di antara panorama Gunung Fujiyama, tentu saja saya menyesuaikan desain dengan karakteristik masyarakat di sana. Seperti membuat batik dengan model kimono, dan untuk pola atau corak pun berbeda karena orang Jepang tidak terlalu menyukai corak binatang
yang menarik dari peserta pameran lukisan. Dari 22 peserta ada dua peserta yang usianya masih menginjak dewasa, Aprilisfiya (17) asal Malang dan Avy Salama (16) asal Surabaya. Remaja yang baru menginjak dewasa itu sudah mampu meghasilkan karya dalam bentuk goresan di kanvas. Pameran lukisan digelar, mulai 22 hingga 28 Desember 2016 lalu dan diharapkan, pameran lukisan tersebut mampu memberikan manfaat bagi semua masyarakat. Terutama pecinta seni dan mampu memberikan pencerahan dan spirit bagi para seniman lukis. (Dona)
pada kain atau busana. Saya menggantinya dengan corak bulu ayam dengan kombinasi warna terang,” tuturnya. Karya Lies seringkali menarik perhatian dan membuat orang penasaran. Karena ia selalu konsisten tampil berbatik dalam setiap aktivitas, tak ayal penampilan Lies sering jadi pusat perhatian orang. “Saya sering dikejar orang ketika jalan-jalan di mall misalnya, ternyata mereka penasaran dengan baju yang saya pakai, serasa seperti iklan berjalan,”ujarnya seraya tertawa renyah. Baginya, batik melepaskan semua stress dan kepenatan. “Bahkan di rumah saya, tangga itu itu sudah nggak berupa tangga lagi. Penuh batik yang saya bentangkan, benar-benar merupakan hiburan yang tiada duanya. Saya juga mengoleksi beberapa batik kuno yang tidak akan saya jual, saya menyimpannya rapi,” imbuh Lies. Ketika orang memakai batiknya, ia selalu mengatakan bahwa dengan memakai batik aura kalian akan memancar dengan sendirinya. Apalagi dengan batik berkualitas, orang yang melihat tidak perlu menanyakan label atau merek. Tanpa disadari, batik yang asli selalu membuat pemakainya terlihat elegan dan eksklusif. (Lely Yuana)
20
Nine
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
15 Perempuan Pejuang NTB ‘Bicara dan Berpikir’ untuk Indonesia bahkan Dunia
Peran yang paling besar dan lengkap nyaris dalam seluruh sektor kehidupan ini tersedia ruang untuk dilakukan oleh perempuan. Hanya saja tinggal bagaimana perempuan itu memaknai potensi yang ada dalam dirinya dan mau melakukannya. Bagi perempuan yang mau berjuang dengan kemampuan, kemauan dan kerja keras serta keikhlasan, membuat mereka mampu memberikan kontribusi besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan, Nusa Tenggara Barat memiliki perempuan-perempuan dengan jiwa pejuang tersebut. Inilah catatan akhir tahun tentang perempuan Nusa Tenggara Barat.
P
eran penting perempuan Bumi Gora sesungguhnya telah terlihat bahkan sejak tahun 1960-an ketika sosok Dr. Hj. Siti Maryam mulai hadir mewarnai dunia birokrasi di Nusa Tenggara Barat. Ia bahkan telah melenggang dengan prestasi nasional di tahun 1974 ketika mencatatkan diri sebagai perempuan pertama dan satu-satunya yang menjadi Asisten Gubernur kala itu. Sampai-sampai Presiden Soeharto mengapresiasi hal tersebut dengan mengundang dan memberinya penghargaan ke Istana Negara. Dengan kerja keras, kemauan dan keikhlasan, mereka membuktikan diri bahwa perempuan itu ada. Mereka menonjol karena aktivitasnya yang mengemuka dalam berbagai sektor kehidupan. Mereka mendedikasikan diri bagi kepentingan masyarakat. Apa yang dilakukannya bagi masyarakat maupun dalam membangun komitmen dalam keluargamembuat mereka layak disebut sebagai perempuan pejuang. Mereka tampil berjuang merajut inspirasi dalam bidang sosial budaya, keagamaan, birokrasi, pendidikan, politik, kesehatan, lingkungan hidup, perempuan dan anak, bahkan dalam keluarganya. Selain Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin, 14 perempuan lainnya ada Beauty Erawati, SH., M.Hum., Direktur LBH APIK NTB yang menjadi sosok pendobrak paradigma kesetaraan perempuan di NTB pada era 1990 hingga 2000-an, yang kemudian memberikan kontribusi besar bagi perubahan itu sendiri. Ia menjadi aktivis perempuan yang mampu mempengaruhi kebijakan publik dengan mendorong lahirnya Peraturan Daerah NTB, Peraturan Gubernur NTB, Peraturan Bupati Lombok Timur, yang kesemuanya berpihak pada perlindungan terhadap perempuan dan anak. Perjalanan hidup Dr. Sitti Rohmi Djalilah, dari seorang profesional yang beralih ke dunia politik dan lalu kini ‘berlabuh’ di dunia pendidikan sebagai Rektor Universitas Hamnzanwadi, memberikan inspirasi dari caranya memaknai karya selalu dalam
konteks amanah dan ibadah dan juga pada caranya mengambil keputusan untuk mendedikasikan diri bagi kepentingan yang lebih luas. Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, birokrat yang membangun karirnya selalu pada konteks inovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya yang menjadi bidang tugasnya dengan memegang teguh konsep peraturan.
serba kekurangan untuk dibawa ke rumah sakit. Ia juga membangun kepedulian anak-anak yang disebutnya ‘Tim Reaksi Gila’ ini untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku sekolah. Kepeduliannya ini membuat ia sampai-sampai disebut sebagai Bundanya anak-anak Mataram. Selain itu ada Aisyah Odits, aktivis lingkungan yang menjadikan sampah sebagai komoditas bernilai ekonomis. Namun nilai ekonomis itu bukanlah yang
Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah (tiga dari kanan)
Kecintaannya pada keluarga juga memberikan makna inspirasi yang sesungguhnya. Jumilah, perempuan sederhana yang dalam keterbatasannya masih bisa berbuat untuk orang lain. Kisah hidupnya yang terkungkung kebodohan karena tak sempat mengenyam pendidikan akibat hidup yang kekurangan sehingga ia tidak bisa baca tulis, tidak membuatnya menyerah. Ajaibnya, Jumilah akhirnya menjadi guru bagi anak-anak di lingkungannya. Dan ia mendedikansikan dirinya untuk mengabdi bagi masyarakat sekitarnya. Prof. Mulyati, seorang keturunan Tionghoa yang lahir di Praya Lombok Tengah menjadi satu-satunya Profesor yang berasal dari kalangan Tionghoa NTB yang kemudian mendedikasikan keahliannya bagi pembangunan dunia pendidikan di NTB. Ada pula Nyayu Ernawati, Ketua LPA Kota Mataram yang melakukan segala aktivitasnya untuk membangun komitmen anak-anak NTB khususnya di Mataram dengan rasa cinta. Ia menggerakkan pasukan anakanak peduli untuk keluar masuk kampung menjemput dan mengantar anak-anak yang hidupnya kekurangan dan dalam keadaan
utama baginya melainkan target utamanya adalah edukasi tentang sampah dan lingkungan hidup. Ribuan orang telah dilatihnya dalam ratusan pelatihan mengelola sampah. Bijak terhadap sampah menjadi karya inspirasi dari perempuan yang mendirikan Bank Sampah NTB Mandiri ini. Di bank sampah inilah ia memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan para penderita disabilitas untuk berkarya dengan menyiapkan etalase khusus yang disebutnya Etalase Istimewa. Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM., adalah birokrat perempuan yang lebih banyak turun lapangan ketimbang duduk di belakang meja. Dalam menjalani tugasnya
Inspirasi Menekuni hobi adalahsalah satu hal yang menyenangkan. Hobi tidak memiliki batasan waktu dan bisa dilakukan kapan saja. Dari hobi, kita bisa mendapat banyak manfaat. Hal inilah yang dialami A.A. Ayu Daninda. Perempuan yang akrab disapa Gung Ayu ini Ketua Komunitas Filateli Kreatif Indonesia (KoFKI) wilayah Bali-Nusa Tenggara, menuturkan pengalamannya menjadi filatelis.
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
A . A . A yu D a nind a
Melintasi Ruang dan Waktu
G
Dr. Hj. Siti Maryam Salahuddin bersama Gubernur NTB
memimpin Badan dan Dinas di NTB, ia telah menjelajah seluruh lekuk dari kota hingga pedesaan dari ujung timur Sape hingga ujung barat Ampenan. Lapangan menjadi medan tugas bagi perempuan mandiri yang dalam buku ini saya sebut sebagai Birokrat Lapangan. Dan ada juga seorang penyandang tuna netra bernama Fitri Nugrahaningrum yang menjadi Ibu bagi Satelit Masa Depan Negara. Dalam keterbatasannya di dunianya yang ‘gelap’ tanpa cahaya itu, Fitri masih bisa memikirkan kehidupan orang lain dengan mendirikan Taman Belajar Samara (Satelit Masa Depan Negara). Samara menjadi tempat ia mendidik anak-anak usia dini, memberdayakan para ibu rumah tangga dan remaja putrid hingga para Lansia. Baiq Diyah Ratu Ganefi, perempuan NTB yang tampil di panggung politik sebagai Anggota DPD RI dua periode, sesungguhnya telah melewati masa perjuangan yang panjang dari seorang pedagang asongan di Pantai Senggigi Lombok. Dari pedagang asongan itulah ia meniti karir sebagai pengusaha sampai akhirnya menjadi Ketua IWAPI NTB. Perempuan lainnya adalah Prof. Rodliyah, Guru Besar perempuan pertama di Fakultas Hukum Universitas Mataram. Selain mencintai profesinya sebagai seorang dosen, Rodliyah banyak menyumbangkan pikirannya tentang perlindungan bagi hak-hak perempuan pelaku tindak pidana. Dalam bidang kesehatan ada drg. Farida Istiarini, Sp.Ort., Orthodontist pertama di Nusa
Hj. Putu Selly Andayani bersama sembilan cucunya
Tenggara Barat yang merupakan putera daerah asli NTB. Dengan niat berkarya untuk kemanusiaan, Farida mendedikasikan keahliannya bagi para penderita bibir sumbing dengan menjadi volunteer kemanusiaan. Ratusan penderita bibir sumbing yang pernah ditangani membuatnya dijuluki sebagai ‘ibunya bibir sumbing’. Menderita Polio tidak membuat Sri Astuti larut dalam kesedihan dan hidup minder. Ia justru memperlihatkan hal yang sebaliknya. Di balik kekurangan yang dimilikinya, Astuti mampu berdiri di podium nasional membanggakan Nusa Tenggara Barat sebagai Pemuda Andalan Nusantara dan beberapa prestasi lainnya. Meski jalannya tertatih-tatih, sebagai seorang penyuluh lapangan, Sri Astuti tidak pernah menyerah untuk setiap hari mengunjungi puluhan para petani dan peternak di wilayah tugasnya. Selain itu, kepeduliannya pada dunia pendidikan bagi anak-anak usia dini di kampung halamannya di Sumbawa Barat membuat ia mendirikan PAUD yang diberinya nama Bukit Lempayan. Ada pula Baiq Indarningsih yang merupakan aktivis sungai dan lingkungan. Kepeduliannya untuk menjadikan sungai Jangkok bersih dan lingkungan hidup yang nyaman di Kelurahan Banjar membuat ia membentuk Komunitas IBRA yang menggerakkan anak-anak muda dan masyarakat Banjar untuk sama-sama peduli pada sungai dan kampung halamannya. Berbagai aktivitas sosial terutama berkaitan dengan lingkungan hidup, dibangunnya bersama seluruh elemen masyarakat kelurahan Banjar. 15 perempuan tersebut tidaklah perlu berteriak-teriak menuntut kesetaraan, karena dari aktivitas-aktivitas yang mereka lahirkan menjadi karya-karya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dengan sendirinya membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dengan kaum laki-laki. Dari Bumi Gora, 15 perempuan ini ‘bicara dan berfikir’ untuk Indonesia bahkan Dunia. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
ung Ayu mulai mengenal prangko dan benda pos sejak usia 8 tahun. “Hobi yang saya tekuni ini diturunkan dari opa dan ibu. Merekalah yang mengenalkan saya pada dunia filateli. Masa 1980-1990 merupakan masa korespondensi melalui surat-menyurat dan sahabat pena. Di sekolah, saya punya teman-teman yang memiliki hobi sama. Kami sering memamerkan koleksi dan tukar-tukaran. Selain teman di sekolah, saya juga punya sahabat pena dari Belanda, India dan Australia,” kenang perempuan kelahiran Gresik, 20 Februari 1983 ini. Di lingkungan keluarga Gung Ayu ada tradisi saling berkirim surat dan kartu ucapan. Tradisi ini membuat aktivitasnya sebagai filatelis tetap terjaga. Ia pun bisa terus menambah koleksinya. “Saya banyak belajar dari ibu. Beliau memiliki arsip yang lengkap, mulai dari surat, dokumen keluarga, hingga foto keluarga. Semua tersimpan rapi. Koleksi bonekanya juga masih ada sampai sekarang,” ujar putri dari pasangan A.A.Gede Agung-Christiana Maria Scholz ini.
A.A. Ayu Daninda
5
Koleksi perangko Gung Ayu
Hobi filateli yang ditekuni Gung Ayu terus berjalan seiring masa. Selain mengumpulkan prangko dan kartu pos, ia juga mengidentifkasi, merawat, dan mengkurasi sebagai bagian dari the art of collecting. Koleksi yang dimiliki, ia dapatkan dari hasil korespondensi, adopsi, dan membeli. “Paling banyak dari korespondensi. Teman dan keluarga sudah paham hobi saya. Kalau mereka ke luar negeri, saya diberi oleh-oleh prangko atau kartu pos,” ungkapnya. Saat kuliah di Yogyakarta, ia pun aktif di kegiatan filateli. Banyak hal yang didapatkan dari sebuah prangko. Prangko tidak hanya menampilkan sebuah gambar. Ada hal-hal lain yang bisa dipelajari dari sebuah prangko, misalnya latar belakang mengapa gambar itu dijadikan prangko,
bagaimana proses pembuatannya, kapan diterbitkan, berapa yang diterbitkan, serta banyak hal lainnya. Prangko tidak hanya sebagai identitas bangsa tetapi berkaitan dengan event, tokoh, dan peristiwa. Prangko itu bisa membawa kita lintas generasi serta lintas ruang dan waktu. “Prangko merupakan media kreatif untuk belajar. Untuk anakanak sangat cocok karena mereka lebih menyukai visual. Dari gambar itulah anak-anak belajar. Metode ini pernah saya terapkan tahun 2011 ketika pameran di Yogyakarta. Prangko untuk trauma healing. Saya punya prangkoprangko seri bencana. Saya minta kelompok anak usia sekolah dasar untuk menarasikan gambar dalam prangko. Momen tersebut berkesan sebab gambar dalam prangko ternyata juga mampu memanggil ingatan (recalling memory) visual yang pernah dirasakan seseorang,” ujar lulusan S1 Fisipol Universitas Atmajaya Yogyakarta dan S2 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. Karena kecintaan terhadap filateli, Gung Ayu membawa prangko ke ranah akademis dan menjadikan prangko sebagai materi tesisnya. Ia mengambil penelitian tentang prangko seri makanan tradisional Indonesia. Menurutnya menarik untuk mengkaji bagaimana tradisi makan dan makanan khas Nusantara dinarasikan dalam bingkai prangko. Baginya prangko merutkh/dok.pribadi
tkh/dok.pribadi
pakan etalase Indonesia yang harus dikemas dengan baik agar mampu melakukan fungsinya sebagai media diplomasi kebudayaan. Istri dari A.A. Gde Agung Ananta Wijaya dan ibu dari A.A. Istri Agung Diandra Larasati ini menegaskan orang yang punya hobi bisa mendapat manfaat positif lainya. Menekuni hobi membuat orang akan terus bersemangat. Dari hobi bisa membuka peluang untuk berbagi dan mendapatkan penghasilan. Hobi filateli ini juga tak sekadar hobi. Ada pelajaran tentang manajemen diri, ketekunan dan bagaimana menyisihkan uang untuk menekuni hobi. PEKERJAAN SEUMUR HIDUP Dalam berbagai kegiatan, Gung Ayu berusaha memperke-
nalkan filateli kepada masyarakat. November 2016 lalu, bersama Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) Bali dan PT Pos Indonesia, mengadakan Baliphex 2016. Ketika diadakan kegiatan amal untuk bencana gempa Pidie Jaya, NAD, Gung Ayu juga ikut melelang prangko seri Aceh yang ia miliki. Sebagai Ketua KoFKI, Gung Ayu punya tugas untuk mensosialisasikan filateli ke generasi muda. “Kami ingin berbagi tentang filateli kreatif. Biar menarik, prangko sekarang dikombinasikan dengan benda lain. Filateli bisa jadi investasi kalau dirawat dengan serius dan dijual lagi,” tegasnya. Ia juga percaya dengan pepatah Jawa yang mengatakan urip iku nguripi yang diartikan hidup itu, tujuan yang sebenar-benarnya adalah untuk menghidupi orang lain. Menghidupi ini punya banyak makna, antara lain bisa melayani atau memberikan sesuatu yang diperlukan orang lain. Sebagai perempuan Bali, Gung Ayu juga paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, ia selalu mengatur waktu antara urusan rumah tangga, urusan sosial kemasyarakatan, dan menekuni hobi. “Saya pilih filateli karena saya bisa mengerjakan di rumah, kapan pun saya sempat. Banyak koleksi yang belum saya sortir. Ini pekerjaan seumur hidup yang mengasyikkan. Semoga apa yang saya lakukan ini bisa memberi inspirasi bagi generasi muda,” ujar perempuan yang kerap menjadi pembicara tentang filateli ini. ngurahbudi@cybertokoh.com
4
Inspirasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Natasha Mannuela Halim
2nd Runner Up Miss World 2016
Akhirnya harapan Natasha Mannuela untuk bisa berprestasi di ajang Miss World seperti pendahulunya, tercapai sudah. Bahkan di ajang yang diikuti oleh 100 negara ini, Natashaberhasil meraih prestasi yang sungguh baik tidak kalah dari pendahulunya. Ia bukan saja meraih 2nd runner up Miss World 2016 tapi berhasil memboyong empat gelar tambahan yakni, Miss World Asia, Beauty a Purpose, first runner up Top Model, dan top 3 Miss World Multimedia.
R
asa syukur dan bangga diungkapkan Acha, begitu gadis cantik ini akrab disapa, atas capaian yang diraihnya. Acha mengaku dirinya tak menyangka bisa meraih prestasi tersebut. Ia mengaku hanya melakukan yang terbaik dan berusaha tampil sebaikbaiknya. “Aku nothing to lose, tapi juga berharap agar bisa meraih yang terbaik. Aku berusaha memberi yang terbaik bagi Indonesia. Dan itu semua tidak sia-sia, jerih payah terbayar dengan hasil yang memuaskan,” ungkapnya seraya berkali-kali menyampaikan pujian kepada Tuhan atas anugerah yang didapatnya. Pujian syukur itu juga ditulis Acha dalam instagramnya beberapa saat setelah ia sukses meraih 2nd runner up Miss World. “Kemuliaan bagi Allah yang melalui kekuatan kuasaNya bekerja di dalam kita untuk mencapai jauh dari yang kita minta dan pikirkan,” ujar gadis kelahiran Belinyu, Bangka 1994, ini. Ia berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan untuk bisa belajar dan bertumbuh dalam berkatNya. “Terimakasih untuk selalu mempercayai saya bahkan ketika saya tidak percaya pada diri saya. Saya juga berterima kasih kepada keluarga, temanteman dan rekan-rekan di
Indonesia yang selalu mendukung dalam doa, suara dan cinta,” ungkapnya seraya juga menyampaikan terima kasih kepada timnya yang telah mendukung dirinya untuk bisa meraih capaian ini. Sebagaimana diketahui Minggu (18/12) lalu atau Senin (19/12) waktu Indonesia, Natasha Mannuela berhasil meraih juara ketiga atau 2nd runner updalam ajang Miss World 2016 yang berlangsung di Oxon Hill, Maryland, AS. Selain gelar tersebut ia juga memenangkan empat gelar lainnya. Sementara Miss World 2016 diraih Stephanie Del Valle dari Puerto Rico dan 1st runner up adalah Yaritza Reyes dari Republik Dominika. Menurut mahasiwi STIE Prasetya Mulya ini, banyak hal didapatnya selama keikutsertaannya dalam ajang bergengsi tersebut. “Aku banyak belajar dan benar-benar terinspirasi dari setiap wakil negara lain yang ikut serta di ajang ini”. Kini perhelatan akbar tersebut telah usai, dan Acha mengaku sebenarnya dirinya belum siap untuk berpisah dari temantemannya dimana mereka berhubungan sangat dekat selama ajang tersebut. “Aku sebenarnya belum siap berpisah dengan mereka. Aku akan sangat merindukan kalian. Bagi aku, menang atau kalah kita berdiri sama tinggi,” ungkap Acha.
BERUPAYA MEMELIHARA KEHARMONISAN Acha seperti kata orangtuanya juga teman-teman di lingkungannya, memiliki pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun. Karenanya tak heran kalau selama ajang Miss World 2016 ia memiliki banyak teman. Tentang kepribadiannya yang mudah bersahabat dengan orang lain, Acha dalam sebuah kesempatan mengakui, hal itu terbentuk karena didikan orangtuanya. “Itu sudah dipupuk dari kecil, didikan orangtua untuk selalu menumbuhkan keharmonisan di antara kami,” tutur Acha. Tak terasa didikan orangtua itulah yang kemudian membentuk pribadinya yang selalu berusaha memelihara keharmonisan dengan lingkungan maupun teman-temannya. “Jadi sekalipun aku sangat sibuk dengan kegiatan rutin tapi tetap berusaha meluangkan waktu untuk bisa bertemu teman-teman, minimal sebulan sekali untuk mempererat hubungan,” kata Acha. Dari pertemuan itu, katanya, terkadang ada pengalaman
Mandalika
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Pacu Kualitas Pelayanan Publik
21
Pemprov NTB Berikan Anugerah Natasha Mannuela di antara miss world 2016 dan 1st runner up
teman-temannya yang menjadi inspirasi baginya. Dan ketika ia membutuhkan dukungan, temantemannya selalu siap mendukung. “Aku bersyukur memiliki teman yang bisa dipercaya dan selalu memberi dukungan dalam hidup aku,” tambahnya. Selain teman-teman yang juga penting bagi Acha adalah dukungan besar dari keluarganya dalam setiap kiprahnya. Sebenarnya, tutur Acha, dulunya orangtua tidak mengizinkan dirinya untuk ikut kegiatan modeling. Dan ia pun menurut sekalipun sangat suka menonton event-eventmodeling. Sampai suatu ketika ia menemukan adanya ajang Miss Indonesia yang menurutnya sangat berbeda dengan ajang modeling yang biasa ia tonton. “Aku lihat ajang Miss Indonesia tidak sepenuhnya modeling, ya, itu sesuatu yang berbeda dan sangat positif dimana aku bisa mengembangkan potensi diri,” tambah Acha yang akhirnya berhasil meyakinkan pada orangtuanya untuk mengizinkannya ikut Miss Indonesia 2016. Waktu itu, tambahnya lagi, ia tak punya target apa-apa. Asalkan bisa masuk karantina saja, dia merasa itu sudah capaian yang bagus. Tapi tak dinyana hasilnya justru melampai ekspektasi, mewakili Bangka Belitung ia berhasil tampil sebagai Miss Indonesia 2016 dan selanjutnya mewakili Indonesia dalam pentas dunia, Miss World 2016.
JADIKAN BEBAN SEBAGAI MOTIVASI UNTUK MAJU Ada rasa bangga dalam diri Acha atas prestasi tersebut, tapi di sisi lain ia juga merasa perjuangannya di pentas internasional itu cukup berat karena sebelumnya Indonesia berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam sejarah keikutsertaan di ajang Miss World. Betapa tidak, baru tahun 2015 lalu lah, Miss Indonesia berhasil menembus babak tiga besar pada babak grand final dan akhirnya menempatkan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 asal Yogyakarta, sebagai 2nd runner up Miss World 2015. Tidak hanya itu, Maria juga berhasil meraih sejumlah gelar yakni Miss World Asia, Beauty with Purpise dan World Fashion Design, serta top 13 Miss World Talent. “Aku berharap prestasi Maria yang begitu bagus itu tidak menjadi beban aku, sebaliknya menjadi motivasi bagi aku,” ungkap Acha sebelum berangkat ke ajang Miss World. “Aku banyak sharing dengan kak Maria, tanya ini-itu pengalamannya selama di sana. Aku harus memaksimalkan potensi aku,” tutur Acha yang mengaku memiliki passion di bidang menari, fashion dan bisnis. Dan akhirnya, memang, harapan Acha pun terwujud. Gadis cerdas ini kembali berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang itu. Setelah ajang Miss World ini, tutur Acha, ada banyak hal yang harus dia kerjakan. “Aku memiliki cita-cita untuk membuat sanggar talent management untuk anak-anak yang kurang mampu. Mereka ini, kan, anak-anak yang kurang mampu dan memiliki banyak keterbatasan. Itu membuat mereka tidak memiliki opportunity dan peluang untuk berkembang. Padahal, pastinya anak-anak itu punya potensi. Jadi nantinya potensi itu lah yang akan diasah,” papar Acha yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. “Inilah yang aku lihat bahwa hal tersebut bisa menjadi opportunity bagi aku untuk masuk dengan membawa passion aku, dan berkarya untuk Indonesia serta menjadi berkat bagi orang sekitar,” tambahnya. (diana.runtu @cybertokoh.com)
Pada tahun 2014, Komisi Informasi Pusat memberikan 98 point kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat itulah NTB berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia, karena dinilai cukup baik dalam memberikan pelayanan informasi kepada publik. Namun, dalam penilaian tahun 2015 nilainya turun menjadi posisi ke empat. Demikian juga di tahun 2016 ini, Provinsi NTB berada pada peringkat kesembilan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB Ajeng Roslinda Motimori, S.Pt., pada acara Penganugerahan Badan Publik Informatif Provinsi NTB yang berlangsung beberapa waktu lalu di Mataram. Karena itulah, NTB kini kembali harus memacu kualitas pelayanan publik.
B
adan-badan publik di Nusa Tenggara Barat berupaya keras untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam hal membuka ruang informasi seluas-luasnya bagi publik. Beberapa badan publik Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ber-
hasil meraih anugerah Badan Publik Informatif tahun 2016 ini adalah, Badan Publik Instansi Vertikal, terbaik I diraih oleh KPU Provinsi NTB, terbaik II diraih BPK RI Provinsi NTB dan terbaik III diraih Kanwil Direktorat Jenderal Pajak. Sementara itu, kategori
Badan Publik Partai Politik, anugerah Badan Publik Informatif diberikan kepada Partai Keadilan Sejahtera, sebagai terbaik I. Badan Publik terbaik dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Provinsi NTB, terbaik I diraih oleh Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, terbaik II Bappeda NTB, terbaik
III Dishubkominfo NTB dan terbaik IV Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB. Badan Publik Pemerintah Kabupaten/Kota di NTB yang berhasil menjadi yang terbaik I adalah Kota Mataram, disusul terbaik II Kabupaten Sumbawa Barat, terbaik III Kabupaten Bima dan terbaik IV Kabupaten Lom-
bok Utara. Pemberian anugerah seperti ini merupakan pengakuan akan suatu kerja keras dan keseriusan dalam memberikan informasi kepada publik secara terbuka. “Anugerah seperti ini adalah sebuah pengakuan bahwa kita telah bekerja, itu adalah intinya,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Rosiadi Sayuti, yang membuka kegiatan ini. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu instrument yang sangat strategis untuk memacu penilaian untuk memberikan penghargaan yang sangat penting. “Selamat saya ucapkan kepada seluruh pemenang, mudah-mudahan kegiatan ini tetap berlanjut dan berkembang di masa-masa yang akan datang demi makin meningkatnya kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang,” katanya pada kegiatan yang dihadiri oleh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) NTB, Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) John Fresly, Bupati/Wali Kota seProvinsi NTB. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
Wujudkan APBN yang lebih Realistis, Kredibel, dan Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan 2017 oleh Gubernur NTB kepada Kuasa Pengguna Anggaran Wilayah NTB dengan tema “Mewujudkan APBN yang lebih realistis, kredibel, dan berkelanjutan” di Gedung Graha Bhakti Praja Sekretariat Daerah Provinsi NTB, beberapa waktu lalu. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan, Taukhid, S.E., M.Sc.IB., M.B.A menyampaikan bahwa sesuai amanat konstitusi, pemerintah dan DPR telah menyepakati APBN 2017 yang telah ditetapkan Undang-Undang No.18 Tahun 2016 yang mencakup Belanja Negara sebesar Rp. 2080,5 Triliun, pembiayaan anggaran sebesar Rp. 330,2 Triliun dan pendapatan Negara sebesar Rp. 1.750,3 Triliun. “Anggaran di tahun 2017 mengalami penurunan baik di sisi penerimaan negara maupun belanjanya dibandingkan angka
APBN di tahun 2016. Penurunan ini menjadi momentum bersejarah dalam penyusunan APBN di Indonesia,” ujar Taukhid. Pada kesempatan ini Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mengingatkan pesan Presiden RI saat prosesi penyerahan DIPA
Induk tahun 2017 beberapa waktu lalu agar anggaran Negara yang diamanahkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. “Selamat kepada kepala daerah yang secara simbolis menerima penghargaan pada pagi hari ini, teriring harapan yang juga harapan dari Presiden
Joko Widodo yang disampaikan kepada para Gubernur dan pimpinan Kementerian dan Lembaga pada penyerahan DIPA secara nasional, agar anggaran Negara yang diamanahkan dan dititipkan kepada kita sebagai penyelenggara Negara dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. Kapasitas yang disiapkan untuk melaksanakan program-program pembangunan di daerah, baik itu program pembangunan nasional di daerah NTB maupun program khusus yang dirancang oleh provinsi maupun Kabupaten/Kota diperkirakan diterima sebanyak 25,5 Triliun. “Jumlah yang kita terima ini patut disyukuri dan kita maknai sebagai modal yang sangat berharga untuk dialokasikan dengan setepat-setepatnya, kepada sektor-sektor yang
menjadi perhatian dan kekhususan dari daerah kita sehingga bisa terbangun semakin baik pada masa-masa yang akan datang. Saya minta Kepala Daerah di Kabupaten/ Kota NTB mencermati penggunaan dana desa ini, diharapkan agar perangkat pemerintahan di desa bisa melaksanakan dana desa dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan sesuatu yang nyata untuk peningkatan kapasitas desa,” ungkap Majdi. Bersamaan dengan kegiatan ini diserahkan pula Penghargaan Desa Prospektif Penyelenggara Good Governance keuangan Desa Tahun 2016 dalam perspektif pengelolaan Keuangan Negara yang diberikan kepada lima desa yaitu Desa Aikmel Utara Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Desa Baru Tahan kecamatan Moyo Utara kabupaten Sumbawa, Desa karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Desa Leu Kecamatan Bolo kabupaten Bima dan Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah, serta piagam penghargaan kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa barat sebagai pemerintah daerah paling potensial dalam penyediaan data calon debitur KUR tahun 2016. Penghargaan juga diberikan kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai pemerintah daerah paling aktif dalam pelaksanaan kredit program tahun 2016 dan penghargaan kepada Bank Rakyat Indonesia Cabang Mataram sebagai Penyalur KUR terproduktif tahun 2016. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
22
Sosialita
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Bukan bermaksud menakut-nakuti, namun medsos (media sosial) yang kini sangat digandrungi masyarakat, bisa jadi pembuka terjadinya tindak kejahatan, jika kita tidak hatihati menggunakannya. Ada banyak contoh kasus kejahatan yang terjadi diawali dengan penampilan atau percakapan, atau bahkan hanya gara-gara status di medsos.
Hindari Unggah Kekayaan di Medsos
K
arena kita tahu, medsos tidak hanya berisi orangorang baik tapi juga para penjahat yang gentayangan mencari mangsa. Kasus-kasus pedofil misalnya, banyak pelakunya mencari mangsa lewat medsos karena mereka tahu kalangan remaja sangat menggandrungi medsos. Begitu juga kasus-kasus perkosaan dan penipuan yang diawali dari medsos, jumlahnya cukup banyak. Penjahat zaman sekarang pun melek teknologi. Santuarie dalam lamannya pernah bercerita, suatu ketika seorang temannya iseng mencari hashtag #SendiriDiRumah di facebook, ternyata menemukan banyak status menjurus ke hashtag tersebut. Rata-rata akunaku tersebut, kata Santuarie, menceritakan kesendiriannya di rumah. “Terlepas dari itu fakta atau hanya status palsu, disadari atau tidak, hal ini turut membuka peluang munculnya tindak kejahatan,” ungkapnya. Kasus paling anyar adalah kasus penganiayaan berat yang dilakukan para perampok terhadap satu keluarga di bilangan Pulo Mas Jakarta Timur. Dari 11 orang korban, enam orang akhirnya kehilangan nyawa. Kasus yang terjadi pada Senin 26/12 siang dan baru terungkap Selasa 27/12 pagi, menimpa keluarga pengusaha Ir Dodi Triono (59). Untuk diketahui, Dodi bukan hanya pengusaha sukses, tapi dia juga seorang arsitek serta konsultan properti.
Reza Indragiri
Oleh para perampok, 11 korban disekap dalam kamar mandi tanpa ventilasi berukuran 2 meter x 1,5 meter selama kurang lebih 18 jam. Mereka adalah Dodi Triono, dan dua anaknya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9) serta satu teman anaknya, Amelia Callista (10) dan dua sopirnya, Tarsok dan Yanto. Sedang korban yang selamat adalah, anak Dodi, Zanette Kalila Azana (13) serta pekerja di rumah tersebut yakni, Santi (22), Fitriani (23), Windy (23) dan Emi (41), yang semuanya kini masih dalam perawatan di rumah sakit. Dari kasus perampokan yang dinilai sebagian orang agak janggal--- karena dilakukan di waktu siang hari serta pada saat banyak anggota keluarga berkumpul--muncul berbagai spekulasi. Mulai dari persaingan bisnis, dendam, dan lain-lain. Namun sampai sejauh ini, pihak kepolisian masih melihatnya seba-
Tampak depan rumah korban
Dodi Triono (alm) dan koleksi mobilnya
gai perampokan murni. “Sampai sekarang, dugaan sementara, masih perampokan murni. Namun pendalaman kasus ini terus dilakukan,” ungkap sumber di kepolisian. Salah satu yang terkuak dari adanya peristiwa ini adalah sang pemilik rumah yang cukup aktif di medsos. Ia juga kerap mengunggah foto-foto seputar koleksi mobil mewahnya. Setelah kasus ini terkuak, beredar di dunia maya sejumlah foto yang memperlihatkan Dodi dan mobil-mobil mewah koleksinya. Di antaranya saat dia berpose dengan Bentley putih dan Ferrari merah. Ada juga foto Dodi dan Ferari warna kuning. Foto lainnya memperlihatkan Dodi bersama teman-temannya di kolam renang di dalam rumahnya. Selain itu, ada juga foto-foto yang memperlihatkan kemewahan rumah Dodi. Dari foto-foto yang kini beredar di dunia maya itu, muncul spekulasi dari sebagian masyarakat, mungkinkah gara-gara hal tersebut
para perampok menarget rumahnya. Sekarang ini para perampok pun boleh dibilang sangat melek teknologi. Mereka menelusuri korban-korbannya, juga salah satunya, lewat medsos. “Saya melihatnya ini contoh nyata bahwa medsos sesungguhnya bukan dunia yang sepenuhnya aman. Mungkin bagi kita menghadirkan rasa nyaman tapi ternyata tidak aman. Terbukti, orang yang mengekspos kekayaannya di medsos bisa saja dikemudian hari menjadi sasaran kejahatan,” ujar Reza Indragiri Amriel, Master Psikologi Forensik. Menurutnya, para pelaku kejahatan baik secara terencana maupun acak mencari targettarget potensial baru dengan menelisik jam kesibukan yang tercantum dalam up date status kita. “Dengan melihat foto-foto akan bisa ditetapkan apakah targetnya bisa memberi insentif menjanjikan atau tidak. Jangan lupa, medsos juga dipakai para pelaku pedofil untuk mengincar mangsanya,” kata Reza yang juga mengajar Psikologi Forensik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Seorang perampok, biasanya sebelum beraksi akan mengintai sasarannya terlebih dahulu. Salah satu yang digunakan bisa jadi lewat medsos. Karenanya kata Reza mengimbau, sebaiknya hal-hal yang bersifat privat atau hal-hal yang membuka kerentanan kita untuk menjadi korban kejahatan, tidak diekspos di media sosial. KEJANGGALANKEJANGGALAN Tentang aksi perampokan itu sendiri, Reza mengaku dirinya merasakan adanya beberapa kejanggalan. Misalnya soal pemilihan waktu yang menurut Reza seperti mematahkan anggapan yang ada selama ini bahwa jam ideal melakukan kejahatan adalah jelang dini hari. “Karena jelang dini hari adalah fase tidur paling nyenyak, sehingga TKP relatif mudah dikendalikan, para korban juga relatif mudah dilumpuhkan,” tuturnya. Namun, yang terjadi adalah sebaiknya. Aksi dilakukan pada siang hari dimana kebanyakan orang masih beraktivitas, lingkungan pun masih terlihat aktif,
Foto dalam rumah dodi yang terpampang di medsos
dan lebih dari itu, di dalam rumah tersebut ada banyak orang. Ditambah lagi, dari pekarangan pun sudah terlihat kalau rumah tersebut memiliki banyak CCTV. “Jadi, bagaimana mungkin mereka mengambil keputusan melakukan aksi tersebut pada jam tersebut,” ujar Reza dengan nada heran. Bisa jadi, kata Reza, para pelaku sebelum beraksi mengonsumsi miras atau narkoba jenis tertentu, guna mengendalikan kecemasan mereka. Para pelaku ini adalah residivis yang telah berkali-kali ditangkap polisi untuk kasus perampokan disertai anirat. Hal itu bisa jadi mempengaruhi estimasi mereka tentang situasi yang ada. “Bisa jadi itu menyebabkan mereka salah dalam melakukan estimasi,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, polisi berhasil dengan cepat mengungkap kasus ini. Dan itu sedikit banyak berkat keberadaan CCTV di rumah tersebut. Rupanya para perampok ini sebelum pergi, bermaksud mengambil decorder CCTV tersebut, namun yang terbawa justru power supply. Dari gambar di CCTV itulah terkuak kalau salah satu pelakunya adalah Ramlan Butar Butar, perampok spesialis rumah mewah. Ramlan, konon, sudah-keluar masuk penjara berkali-kali karena kasus yang sama, dan aksinya kali ini boleh dibilang tersadis karena korbannya banyak. Ramlan sendiri akhirnya juga tewas dihajar timah panas polisi karena melawan saat ditangkap. Terkait CCTV, Reza mengatakan, dirinya sejak lama menyarankan agar kota-kota besar –idealnya di seluruh area--- disediakan banyak CCTV. “Perbandingannya adalah kota New York yang dalam satu blok saja memiliki ratusan CCTV yang bukan sekadar aksesoris tapi benar-benar berfungsi dan terintegrasi. Dengan begitu CCTV bisa dimanfaatkan oleh banyak otoritas, baik untuk pendekatan hukum, ketertiban sosial, dll,” jelasnya. “Dengan adanya CCTV, situasi kota menjadi lebih terpantau dan terkelola secara terkoordinasi pula,” tambah Reza. Soal pentingnya CCTV juga diungkap oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut CCTV menjadi pembangun bagi pengungkapan kasus-kasus penting. CCTV sudah terbukti membantu polisi dalam pengungkapan banyak kasus, satu di antaranya adalah kasus bom di Jl MH Thamrin yang juga terbantu dengan adanya CCTV. “Kasus Pulo Mas terbantu berkat adanya CCTV yang dimiliki pribadi oleh korban. Ini mengingatkan kita betapa perlunya ada digital security,” ucap Tito. (dianaruntu@cybertokoh.com)
Wajar tanpa Pengecualian. Koperasi Sehat. Koperasi Berkualitas. Demikian predikat yang digenggam Koperasi Amoghasiddhi saat ini. Amoghasiddhi yang berarti Sempurna dan Selalu Berhasil adalah doa yang dihembuskan sejak berdirinya tahun 2005.
Patung Amoghasiddhi, sempurna dan selalu berhasil
A
moghasiddhi diturunkan pula menjadi Akuntabel, Mandiri dan Sejahtera. Akuntabel yang berarti setiap rupiah yang dikeluarkan tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Mandiri bermakna Amoghasiddhi bertumbuh dengan sumber daya yang dimilikinya tanpa tergantung pada pihak manapun. Sejahtera tergambar dari keuntungan yang diperoleh seluruh anggotanya. Setiap tahun, Koperasi Amoghasiddhi diaudit oleh kantor akuntan publik independen dengan perolehan Wajar tanpa Pengecualian. Sedangkan untuk pemeringkatan kesehatan koperasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Prov Bali dengan predikat Koperasi Sehat. Surveyor Indonesia memberikan predikat Koperasi Berkualitas. Begitu pula dengan pengelola Koperasi Amoghasiddhi, Ida Ayu Alit Maharatni, S.Psi.,M.Si telah mengantongi sertifikat Manajer Kompeten dan Fasilitator Koperasi Jasa Keuangan yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini mengindikasikan Koperasi Amoghasiddhi dikelola secara profesional. Seluruh pencapaian Koperasi
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
3
Koperasi Amoghasiddhi
Koperasi dengan Energi Bersih Baru dan Terbarukan Amoghasiddhi dapat diakses melalui website www.amoghasiddhi.co.id. Memasuki usia 12 tahun, Amoghasiddhi terus tumbuh menjadi koperasi dengan ciri khasnya, koperasi dengan Energi Bersih Baru dan Terbarukan. Ya gedung baru kami dikonsep menggunakan solar panel sebagai pembangkit listrik utama, yang diperoleh langsung dari cahaya matahari. Sedangkan PLN sebagai cadangan jika cuaca mendung atau hujan, ” ujar sang manajer yang biasa disapa Dayu Nanik ini. Ia mengatakan bahwa hal tersebut memperoleh apresiasi dari Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A.N Puspayoga saat meresmikannya pada 18 November 2016. Selanjutnya tampil berbeda dari koperasi kebanyakan menjadi ciri khas Amoghasiddhi. Secara fisik lihatlah gedung dan ruang tunggunya, bukan hanya ruang tunggu biasa, melainkan co-working space. “Setiap anggota dapat beraktivitas di sansa. Mulai dari bertemu klien, rapat maupun hanya sekadar berkunjung. Kami sangat terbuka,” ujarnya. Paradigma baru dalam sebuah organisasi adalah ketiadaan jarak antara satu dan lainnya, itu pula kata Dayu Nanik yang menjadi spirit proses pembangunan gedung Amoghasiddhi. “Semua anggota turun tangan berkontribusi menjadikannya gedung dengan konsep hijau. Bukan hanya itu, pembuatan cushion cover bermotif tie die pun didesain khusus oleh anggota, semuanya hasil karya anggota. Kami bangga menjadi tempat berkumpulnya insan kreatif yang bersedia mendedikasikan rasa, menciptakan sinergi luar biasa, lanjutnya. Amoghasiddhi sangat aktif menyuarakan penggunaan energi bersih termasuk kampanye penggunaan sepeda listrik yang difokuskan pada pelajar SMP dan tergabung dalam SeLid (Sepeda Listrik Denpasar). “Adik-adik SMP, saat ini banyak kita lihat wara-wiri dengan kendaraan bermotor yang notabene belum saatnya, dan usia labil menjadikan ini membahayakan,” imbuh lulusan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini. Sementara para pelajar dengan segudang kegiatannya, orangtua tidak
Peresmian gedung Amoghasiddhi
Suasana interior Amoghasiddhi
Luhut Binsar Panjaitan memberikan Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat
Menteri Koperasi dan UKM RI, A.A.N Puspayoga saat penandatanganan prasasti
Foto bersama peresmian gedung Koperasi Amoghasiddhi, 19 November 2016
bisa apatis berdiri pada aturan kaku terkait usia mengendarai kendaraan bermotor. Sehingga, sepeda listrik menjadi jawaban di tengah kegamangan menentukan sikap bagi para orangtua. Sepeda listrik tidak dapat ngebut, maksimal 40 km/jam, saya berkegiatan didalam kota Denpasar selalu menunggang sepeda listrik kebanggaan. Kendaraan yang telah melupakan bahan bakar fosil, bebas berpolusi dan bebas suara. Setidaknya bahaya kebut-kebutan di kalangan remaja dapat ditekan. Bepergian jauh tanpa izin pun dapat dikontrol oleh sepeda listrik, dengan jarak tempuhnya yang mencapai 30-50 km setiap kali charge, ujarnya. Dijelaskan juga oleh Dayu Nanik, di halaman kantor Koperasi Amoghasiddhi disediakan charging point bagi pengguna sepeda listrik yang diperoleh dari pohon energi, berupa panel surya
yang menghasilkan listrik dari menadah matahari. Tidak berhenti di sana, Amoghasiddhi telah berkontribusi pada pemberian bantuan berupa perangkat panel surya kepada Kelurahan Pemecutan, Denpasar untuk menyukseskan Denpasar Bersih dengan Energi Bersih, berupa ciKar surYa (KarYa). Atas perjalanan panjang ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan Penghargaan Energi Kategori Prakarsa Kelompok Masyarakat yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Kami bangga mampu mengikutkan Amoghasiddhi di ajang nasional dan bergengsi tersebut,” papar Dayu Nanik sambil mengatakan kalau dalam operasional sehari-hari, mereka menggunakan kertas bekas yang satu sisinya masih kosong. Kami mengerti jumlah pohon yang ditebang demi menyajikan kertas baru, dan tidak sedikit
dana pembelian kertas yang dianggarkan dipakai mengadopsi pohon setiap tahun di Pura Jati bersama Yayasan Bali Hijau Lestari, hingga penghujung tahun ini kami memiliki 120 keluarga adopsi, ungkapnya. Dayu Nanik juga menjelaskan jam operasional Amoghasiddhi yang berbeda dari kantor kebanyakan. Mereka buka pukul 8.00 dan tutup pukul 20.00. Hal ini untuk mengakomodir tim yang sebagian sedang menyelesaikan kuliahnya. Bagi mereka yang kuliah pagi tetap dapat bekerja di siang hingga malam hari sementara yang bersekolah sore dapat bekerja pagi harinya. Jam kerja ini membuat tim Amoghasiddhi dapat berkegiatan lain dengan fleksibel bukan hanya bekerja. Selain itu anggota juga dapat mengakses koperasi tanpa harus meninggalkan jam kerjanya. Anggota juga tidak perlu repot mengunjungi kantor Koperasi Amoghasiddhi untuk menabung atau membayar kredit. Cukup dengan transfer melalui SMS banking, internet banking ataupun ATM. Hal ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan kepada seluruh anggota yang tersebar di kabupaten/kota se-Bali. Bayangkan jika untuk membayar kredit, anggota yang di Singaraja jika harus ke Denpasar, tentu bukan pilihan yang menyenangkan, pungkasnya. -ard
Pemberian sembako dan bantuan operasional ke SOS Tabanan, Bali
Sepeda listrik Denpasar (Selid)
Solar panel, pohon energi sebagai charging point
2
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
GORO-GORO Kau terpaku depan TV. Nonton manusia tumpah ke jalan. Mereka mengibarkan panPutu Wijaya ji-panji damai. Tapi dalam dadanya menyala magma. Dengan wajah yang jelita, pembawa acara memberi komentar yang menakutkan. Seakan bahaya besar sedang mengancam. Kau bertanya, kenapa wajah para pewarta itu nampak bersemangat? Bila dugaan merreka benar, tidakkah itu juga akan menimpa para pembawa berita itu sendiri. Apakah mereka kedap peristiwa? Atau berpihak? Adakah berita sudah menjadi lukisan dinding indah yang menyejukkan jiwa? Sehingga keos dipersembahkan sebagai sebuah upacara megah. Seakan kebenaran dan keadilan sejati akan segera turun dari langit. Dan kalau itu belayar di atas darah, boleh-boleh saja? Bu Amat bengong. Siapakah yang bicara itu, bisiknya. Siapa yang disebut kau? Apa kemungkinan aku sendiri karena memang begitulah yang kurasakan setiap nonton siaran berita di TV?
Berita kan mestinya dingin. Tanpa emosi. Terserah perasaan yang memirsanya. Dan pembawa berita tak boleh lebih dari kapstok seperti ‘manequin’ di atas ‘cat walk’. Jadi tidak ada penggiringan yang targetnya membentuk opini publik yang sesuai dengan kemauan pribadi pemilik TV. Berita, semestinya seadanya, sejatinya peristiwa. Bila direkayasa, ditambah-tambah, dipotong- penggal atau dicabik-cacah, akan menjadi pendapat dan interpretasi yang dapat membingungkan masyarakat. Karena ia menjadi peristiwa lain yang berbeda dengan kejadian aslinya. Pembawa warta juga tak semestinya berdandan yang mengesankan anggota komunitas tertentu. Tak boleh senyum, tertawa atau menyeringai. Karena ia tak boleh mempengaruhi isi wartanya. Kalau ia keren biarlah itu hanya latar belakang agar pemirsa betah menatap layar kaca. Tidak boleh menjiwai tuturannya yang harus selalu terjaga ketidakterlibatannya seperti huruf-huruf standar dalam buku. Yang penting niat pemberitaan adalah memberikan informasi yang benar, jujur dan akurat pada
Ekspresso
BERITA LAYAR KACA
masyarakat. Memberikan pengetahuan yang bermanfaat. Membina masyarakat untuk kritis, tidak gampang terombang-ambing oleh isu, fitnah dan provokasi. Masyarakat harus dicegah dari penyeretan keberpihakan, dengan dalih apa pun. Karena sekali itu terjadi, reputasi berita akan tercemar. Niat luhurnya untuk menuntun rakyat menyebrangi kemelut akan menjadi gosip dan gelembung sabun. Menjadikan berita sebagai barang komoditi untuk bersaing demi mendongkrak popularitas dan hanya profit adalah penyelewengan. Sangat berbahaya bagi masa depan. Karena akan memupuk generasi muda untuk bermusuhan, hanya demi keuntungan satu kelompok. Tak semua berita adalah berita yang layak diberitakan dalam acara berita. Peristiwa rutin sehari-hari yang sifatnya pribadi atau skupnya terbatas, bukan berita. Berita harus mengandung unsur yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Tapi berita spesifik yang walau skupnya kecil, namun dapat mempengaruhi hajat hidup masyarakat, itu layak diberita. Biar pun tak panas sekali pun tak menjual! Berita yang mengepung kita
sekarang ternyata banyak yang palsu, bisik Bu Amat meneruskan renungannya. Ternyata itu sebenarnya gosip, fitnah, provokasi, iklan, kampanye atau sihir untuk menjemput pengikut doang. “Jadi, Pak, saya tak mau lagi nonton siaran berita sekarang!” kata Bu Amat pada suaminya, “tolong kalau ada berita yang penting, saya diberitahu saja. Tapi jangan meniru suara dan mimik muka para pewarta itu, supaya saya tetap bisa bebas menerima, bebas berpendapat dan tetap bebas bersuara dalam usia kemerdekaan kita yang memasuki tahun ke-72 ini.” Amat terpana. Mengapa teman hidupnya tiba-tiba protes pada TV. Ini pasti pengaruh si Ami, bisik Amat. Tapi Amat paham suara hati teman hidupnya itu. Ia tak memberi komentar apa-apa, hanya berjanji akan memberitakan ulang apa yang dilemparumpankan para penyiar
TV itu. Anehnya Ami ternyata berpendapat sebalikya. Mendengar curhat ibunya, ia langsung mencela: “Ibu tidak bisa memaksa desakala-patra 2017, dengan kembali mau menerapkan desa-kala-patra tahun 50-an. Tidak akan cocok!” “Apanya yang tak cocok?” “Dulu tidak ada TV swasta. Sekarang bukan saja ada, tapi seabrek! TV bukan lagi alat penerangan pemerintah tapi komoditi dagang dan politik! Bukan sinetron yang kini paling laku paling tinggi ratingnya, tapi sensasi! Berita sangat potensial jadi sensasi! Asal lebih heboh, nyeleneh dan berani!!” Lebih sensasional lebih unggul! Bagaimana bisa merebut rating tinggi kalau beritanya lempenglempeng saja? Tuntutan ibu bisa membuat TV itu bangkrut!” “Jadi mestinya bagaimana? “ “Jadi, ibu-ibu jangan habiskan waktu di depan TV!”
Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi
Sebuah negara menjadi kuat tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, namun dari berbagai sisi. Salah satunya adalah saat negara tersebut mempunyai banyak budaya yang terintegrasi secara baik. Hal ini bisa kita pelajari dari negara-negara maju yang tetap bisa melestarikan, menjaga eksistensi nilai budaya dan memperkenalkan budayanya tersebut ke seluruh dunia. Salah satu contoh bangsa di Asia adalah Jepang yang tetap bisa menjaga tradisi di tengah modernisasi, dengan dasar karakter yang kuat, dan kejujuran yang menjadi salah satu prinsip mereka. Karakter ini tidak diajarkan secara formal di sekolah tetapi dibentuk sejak mereka kecil. Dan, salah satu negara maju di Eropa yang juga sangat kuat dengan budayanya adalah Prancis. Prancis memang sudah tidak asing lagi kita dengar, dengan berbagai macam budaya yang mampu memikat wisatawan asing untuk berkunjung ataupun mempelajari budaya yang ada di negara tersebut, termasuk juga mengenal bahasanya. Negara ini terkenal dengan seni bangunan, seni busana, seni lukis dan seni pa-
bacaan wanita dan keluarga
Penerbit PT Tarukan Media Dharma Terbit sejak 9 November 1998
hat, juga memiliki sejumlah ilmuan, penulis, pemikir, musikus, seniman, teknokrat, perancang mode dan arsitek terkenal dunia. Bangsa Prancis sangat bangga dengan budaya mereka. Dalam memperkenalkan budayanya, pemerintah Prancis melakukan berbagai langkah dan kerja sama termasuk dengan Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Prancis adalah dengan membentuk badan yang khusus menangani kegiatan budaya antara Prancis dan Indonesia yang disebut Institut Francais d’Indonesie (IFI) yang saat ini baru ada di Bandung, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Ada tiga program utama yang dijalankan yaitu: program budaya, progam pendidikan dan program kerjasama universitas. Program budaya dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Prancis khususnya di Indonesia. Bukan bermaksud untuk menunjukkan bahwa kebudayaan Prancis adalah yang terbaik, tetapi misi ini dilakukan untuk memperkenalkan dan memberi pengetahuan tentang kebudayaan Prancis supaya dapat terjadi interaksi antara seniman-seniman Prancis dan Indonesia.
Ni Kadek Sulistiawati
Beberapa aksi budaya yang rutin dilakukan di Indonesia melalui IFI antara lain Le Printemps Français (Festival musim semi Prancis) yang rutin diadakan setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2005. Selama berlangsungnya festival budaya ini, banyak pentas seni dan budaya yang dilakukan dengan menghadirkan seniman-seniman Prancis papan atas untuk dipentaskan di Indonesia agar masyarakat
Indonesia mengenal seniman-seniman Prancis dan karya-karyanya mulai dari seni musik, pertunjukan sampai seni visual. Dan saat ini, festival budaya Prancis telah diadakan rutin di beberapa kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Balikpapan, Ternate, dan Weda Bay. Aksi budaya lainnya yaitu Festival Sinema Prancis yang telah dimulai sejak tahun 1996 dan menawarkan berbagai judul film bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengetahui perkembangan industri film Prancis. Tidak hanya pemutaran film, tetapi juga presentasi dan kompetisi film pendek dengan harapan akan dapat mendukung perkembangan sinema lokal. Kegiatan-kegiatan tersebut secara tidak langsung juga telah mendorong peningkatan kerjasama antara seniman Indonesian dan
Prancis. Bagi seniman-seniman Indonesia yang menetap di Prancis, hal itu bukan hanya dapat memberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas tetapi juga para residensi seniman tersebut akan diajarkan kesenian Prancis dan terpentingnya adalah diberikan pula pembelajaran bahasa prancis sehingga akan dapat menambah pengikut bahasa Prancis. Langkah konsisten dari pemerintah Prancis dalam upaya memperkenalkan budayanya ke mancanegara telah menginspirasi banyak seniman di Indonesia bahkan di seluruh dunia dan kemajuan kebudayaan Prancis menjadi semakin dikenal luas di dunia internasional.
Mozaik
Edisi 934/ 2 - 8 januari 2017
Eksistensi Kongso Sukoco “Melawan Kemalasan”
T
iga puluh dua tahun bukan waktu yang sebentar bagi Teater BAM untuk bisa menjaga eksistensinya di dunia teater dan kesenian khususnya di NTB. Jika kelompok-kelompok teater atau kelompok kesenian lain masih sibuk dengan menghitung jumlah personil yang dilegalisasi sebagai anggota, maka bagi Teater BAM, kehadiran Kongso Sukoco -bahkan jikapun ia seorang diri, masih sangat kuat membawa identitas Teater BAM. Begitulah kematangan dan kemapanan sebuah nama yang tersemat dalam Teater BAM dan Kongso Sukoco. Kecintaan Kongso Sukoco yang lahir tanggal 6 Juli 1962 ini, telah membawanya pada dunia teater hingga usianya yang kini tidak muda lagi. Konsistensi Kongso Sukoco yang tetap berada pada jalur kesenian (teater khususnya), tampaknya tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Meski terselingi dengan berbagai kegiatan lain, ia tetap kembali pada dunia teater. Bagaimana tidak, Kongso Sukoco bahkan meninggalkan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980-an untuk kemudian menggeluti dunia kesenian dengan melahirkan Teater BAM. Saat mendirikan Teater BAM 32 tahun silam, ia mendapat dukungan dari pelajar dan mahasiswa yang saat itu sangat antusias memilih kegiatan ‘teater’ sebagai wadah penyaluran energi kreatifnya. Beberapa nama yang tercatat sebagai penggerak Teater BAM saat itu, seperti Wing Sentot Irawan, Lalu Prima Wiraputra, Cukup Wibowo, Tavip, Nunung Antari, Cholik, Akhyar, Jupni Amri, Sulistiono dan beberapa nama lainnya. Hingga akhir tahun 1990-an, Teater BAM bisa disebut komunitas teater paling produktif, dan sangat mempengaruhi iklim berteater di Kota Mataram. Termasuk pula pada era-era berikutnya. Teater BAM merupakan kelompok teater yang sangat konsisten pada masanya. Bersama Teater BAM ini, Kongso Sukoco telah mengukir prestasi secara nasional. Sepanjang perjalanannya berkesenian, Kongso Sukoco telah menyutradarai 37 lakon karya pengarang baik dalam dan luar negeri. Sempat absen di panggung teater sejak tahun 2000, Teater BAM kembali berproduksi mementaskan lakon Zetan karya Putu Wijaya di tahun 2015. Tahun 2016, dua karya Teater BAM naik panggung lagi, yakni di Oktober 2016 mementaskan dramatis sastra yang berangkat dari naskah sejarah karya Putu Wijaya dalam pertunjukan yang menggabungkan konsep video art dan pada 14 Desember 2016 lalu mementaskan Nyanyian
Tanggal 14 Desember 2015, Bengkel Aktor Mata ram yang juga dikenal dengan Teater BAM kembali naik panggung dengan mementaskan naskah Nyanyian Angsa karya Anton Chekov. Tampilnya BAM di panggung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat ini, mampu mengobati kerinduan penonton pada kelompok teater yang didirikan pada Februari 1984 ini. Di Nusa Tenggara Barat, perjalanan Teater BAM terbilang cukup panjang. Sebagai salah satu kelompok teater tertua di NTB, Teater BAM menjadi salah satu kelompok teater yang fenomenal karena karya-karyanya.
Angsa karya Anton Chekov sebagai produksi ke 38. Pada naskah Nyanyian Angsa yang disutradarai oleh sutradara kawakan Saepullah Sapturi beberapa waktu lalu itu, Kongso Sukoco tampil sebagai aktor yang menunjukkan kelas tersendiri. Kematangan kualitas akting Kongso Sukoco sebagai seorang aktor mampu membuat pagelaran yang ditunjang konsep tata panggung dan lighting serta didukung aktor Achiem itu menjadi begitu apik. Kongso Sukoco yang biasanya menjadi sutradara ini menunjukkan kemapanannya sebagai seorang aktor. Tidak banyak aktor di NTB yang mampu menunjukkan konsistensinya seperti Kongso Sukoco yang ‘turun lapangan’ hingga usianya yang telah lebih setengah abad itu. Dengan menggelar pertunjukan Nyanyian Angsa itu, Kongso Sukoco berharap dapat mengembalikan semangat berteater di Mataram. “Saya berharap dengan digelarnya karya ini, akan dapat mengembalikan semangat bergeraknya “teater orang dewasa”. Maksudnya, komunitas teater mestinnya tidak hanya hangat di lingkungan sekolah dan kampus yang pemainnya hanya pelajar dan mahasiswa seperti yang terlihat akhir-akhir ini,” ungkap Kongso Sukoco. Menurutnya, iklim berteater bisa dikatakan benar-benar ‘hidup’ bila tumbuh grup teater yang dimainkan ‘orang dewasa’ yang men-
dampingi komunitas teater yang tumbuh subur yang pelakunya adalah pelajar dan mahasiswa. TEATER ITU MAHAL Tampilnya kembali Kongso Sukoco di panggung teater Mataram untuk melawan ‘kemalas an berkarya’ dan juga menjaga stamina kreatifnya. “Secara pribadi, tentu keper luan untuk menjaga stamina kreatif. Ini bagian dari “melawan kemalasan”, sebab seniman tak boleh berhenti berkarya dan tugas saya mengingatkan agar seniman tidak menjadi pemalas,” ungkap tokoh teater NTB ini. Selain itu, Kongso Sukoco ia ingin menyampaikan alasan “pendidikan” (dalam tanda kutip). Berkesenian itu bagian dari tugas kemanusiaan yang tak boleh berhenti, atau menjalani masa pensiun. Menurutnya, justru pada usia yang matanglah seniman harus bisa menghasilkan karya yang makin bisa memberi banyak arti bagi orang lain.
(Ni Kadek Sulistiawati) Guru Privat Bahasa Prancis
Kata Hati Rubrik ini khusus untuk menuangkan ide/pemikiran/gagasan dalam bentuk tulisan. Tema terkait wanita dan keluarga serta tidak mengandung unsur SARA. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter. Lampirkan juga foto close up (bukan pasfoto). Cantumkan nama lengkap, profesi, nomor hp, dan alamat email. Naskah dikirim ke redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com.
Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: Gde Palgunadi. Redaktur Pelaksana: Ngurah Budi. Staf Redaksi/Pemasaran Denpasar: IG.A. Sri Ardhini, Wirati Astiti, Sagung Inten. Buleleng: Wiwin Meliana. Jakarta: Diana Runtu. NTB: Naniek Dwi Surahmi. Desain Grafis: IDN Alit Budiartha, I Made Ary Supratman. Sirkulasi: Kadek Sepi Purnama, Ayu Wika Yuliani. Sek retariat: Ayu A gustini, Putu Agus Mariantara, Hariyono. Alamat Redaksi/Iklan Denpasar: Gedung Pers Bali K. Nadha, Lantai III, Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar 80117–Telepon (0361) 425373, 7402414, 416676–Faksimile (0361) 425373. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi Jakarta: Jalan Palm erah B arat 21 G Jakarta Pusat 10270– Telepon (021) 5357603 - Faksimile (021) 5357605. NTB: Jalan Bangau No.15 Cakranegara, Mataram–Telepon (0370) 639543– Faksimile (0370) 628257. Jawa Timur: Permata Darmo Bintoro, Jalan Taman Ketampon 22-23 Surabaya–Telepon (031) 5633456– F aksim ile (031) 5675240. Surat Elektronik: redaksi@cybertokoh.com, redaksitokoh@yahoo.com, iklan@cybertokoh.com. Bank: BRI Cabang G ajah Mada Denpasar. Nomor Rekening: PT Tarukan Media Dharma: 0017-01-001010-30-6. Percetakan: BP Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar.
23
Kongso Sukoco bermain dalam naskah Nyanyian Angsa bersama Achiem dengan sutradara Saepullah Sapturi
tu Wijaya) entaskan naskah Zetan (Pu
Bengkel Aktor Mataram mem
Karena baginya tugas dari kesenian itu tidak hanya menghibur, tetapi harus bisa lebih dari itu. “Karya yang baik tidak bisa hadir karena banyak seniman yang mandeg, atau merasa waktunya pensiun justru ketika ia makin matang. Padahal justru pada saat seseorang bisa “memberi” bagi mereka yang baru berangkat, yang tua mestinya bisa lebih bijaksana, kata orang. Karena itu ia mesti lebih ngotot berkarya. Macan mati meninggalkan belang, manusia mati dikenang dari karyakaryanya,” ujarnya. Sebagai tokoh teater di NTB, Kongso Sukoco melihat komunitas teater di kampus dan sekolah saat ini cukup bersemangat. Tapi agak lesu di luar itu. “Ini adalah soal cara pandang kita, dan bagaimana seseorang memahami pentingnya kesenian bagi masyarakat. Seniman sendiri dan bukan orang lain yang harus meyakinkan, tanpa kesenian (yang baik) kualitas kemanusiaan kita tak pernah beranjak maju. Pelajar dan mahasiswa bersemangat, tapi setelah lepas dari lingkungan sekolah dan kampus biasanya tak menganggap kesenian itu penting,” begitu kata Kongso Sukoco. Secara khusus ia mengapresiasi mahasiswa FKIP Unram (Teater Putih) yang telah belas an tahun menyelenggarakan festival teater pelajar. Kelembagaan seperti inilah yang menurutnya sangat pen ting bagi berkembangnya seni teater di Mataram (NTB). “Sayangnya, mahasiswa yang
sangat getol menjadi penggeraknya akan berhenti mengapresiasi teater setelah lulus kuliah. Tentu ada pendidikan atau apresiasi teater yang salah (kurang) dalam hal ini. Namun begitu, tidak ada yang perlu di salahkan. Tapi yang masih percaya kesenian itu penting, tidak boleh berhenti berkarya seni,” katanya. Terhadap masa depan teater di Mataram, Kongso Sukoco berharap selama ini bisa menjadi bagian penting dalam peta teater di Indonesia. Namun harus diakui, hal itu saat ini jalan di tempat. Tetapi bukan juga berarti tidak ada kemajuan. Komunitas teater yang digerakkan tokoh- tokoh muda di Mataram, telah membangun jaringan yang baik. Sayangnya itu masih kurang diikuti dengan militansi untuk mencipta karya teater. Apresisasi masyarakat Mataram (NTB) sangat tinggi terhadap teater. “Tapi apa yang harus diapresiasi kalau seniman teater sendiri tidak banyak bekerja. Banyak seniman mandeg dan menyalahkan masyarakatnya. Apalagi kalau berkarya tanpa memahami masyarakatnya, bahkan tidak mempedulikan publiknya. Banyak orang mencoba berteori tentang kesenian dan masyarakatnya tapi tanpa menghasilkan karya yang baik,” kritik Kongso Sukoco. Memang diakuinya bahwa membuat teater itu mahal. “Karena itu kita mesti bisa mencipta dengan apa yang kita miliki. Paling mungkin kemandegan harus disikapi sebagai tantangan,” katanya. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)
24
Sudut Pandang
Edisi 934/ 2 - 8 JANUARI 2017
Banyak yang telah dicapai para artis-artis ini di tahun 2016 yang sebentar lagi bakal berakhir. Baik Kikan Nimara, Citra Kirana, Ayu Ting Ting maupun Tina Toon mengaku, sangat bersyukur atas capaiannya, meski mengakui tidak seluruh harapan dapat terealisasi. Hanya sedikit kekecewaan, namun itu tertutupi dengan banyaknya keberhasilan. “Syukur kepada Tuhan atas anugerah 2016,” itulah satu kalimat yang sama yang diungkap oleh artis-artis tersebut ketika ditanya capaian tahun 2016.
“A
da banyak capaian dalam karier maupun kehidupan saya di tahun 2016. Saya bersyukur untuk itu. Namun, ada beberapa juga yang belum terealisasi. Saya berharap itu semua bisa berjalan di tahun 2017,” ungkap mantan vokalis Cokelat, Kikan Namara. Tahun 2016, ujar Kikan, berharap album solonya bisa selesai. Ini adalah proyek lama yang terus tertunda karena kesibukannya manggung off air. Hal lain yang juga belum terwujud di tahun 2016 adalah proyek renovasi studio rekaman. “Tadinya dijadwalkan selesai bulan Desember ini, ternyata tidak bisa. Ada beberapa sebab, salah satunya adalah kendala cuaca yang berubah-ubah dan juga perluasan area yang harus direnovasi. Jadi sepertinya proyek ini baru akan selesai tahun depan,” tutur wanita kelahiran September 1976, ini. Jadi, lanjut Kikan yang pernah terlibat dalam drama musikal ‘Gita Cinta the Musical’, yang pasti tahun 2017 adalah menyelesaikan proyekproyek yang tertunda cukup lama. Disamping itu, ingin memperbaiki pola hidup antara lain lebih banyak berolahraga. Ya maklum saja karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, Kikan merasa dirinya menjadi mengabaikan olah raga, padahal hal itu penting. “Karenanya nanti, meski sesibuk apapun pekerjaan saya, saya mencanangkan untuk menyempatkan diri berolahraga,” ucap istri Udzir Harris ini. Dia juga berjanji tahun depan akan lebih serius dalam hal manajemen waktu sehingga beberapa proyek yang terbengkalai bisa segera selesai. “Salah satunya adalah proyek line aksesoris saya,’Kinara’,” tandas penyanyi lagu ‘Bendera’, ini. 2017, BISNIS BARU DAN MAIN FILM SEJARAH Sementara Citra Kirana mengaku tahun 2016 ini banyak dari harapannya telah terwujud. “Alhamdulilah banyak target aku di tahun 2016 ini gol. Apa yang aku mau, sudah berhasil aku dapatkan,” ungkap artis cantik ini. Sebenarnya, ungkap Ciki begitu namanya akrab disapa, di tahun ini dia tidak memiliki banyak target, pun yang dicanangkannya tidak mulukmuluk. “Aku ingin karier dan bisnis aku bisa berjalan. Tahun 2015-2016 aku membangun rumah kontrakan dan itu sudah berjalan. Aku memilih bisnis di rumah kontrakan karena aku pikir semua orang memerlukan tempat tinggal, dan ini relatif bisnis yang awet. Tidak besar tapi tetap bertahan,” ucap Ciki yang juga berhasil membangun vila keluarga. “Membangun vila keluarga adalah salah satu target aku, dan itu sudah gol di tahun ini,” ucapnya. Meski banyak yang berhasil namun tambahnya, masih ada yang belum tercapai yakni membangun bisnis baju muslim. “Tadinya aku berharap tahun ini bisa terlaksana, tapi ternyata belum. Jadi harapan aku tahun depan aku sudah punya toko bisnis paka-
Menyelesaikan Proyek di Tahun 2017
ian muslim,” kata Ciki yang banyak menginvestasikan penghasilannya dari dunia hiburan untuk mengembangkan bisnis demi masa depannya. Soal karier di 2017, Ciki menyebut keinginannya untuk bisa bermain film. Syukur-syukur kalau bisa tampil dalam film sejarah Indonesia. “Selama ini aku kebanyakan main sinetron, aku ingin 2017 bisa main film. Kalau boleh memilih, aku ingin sekali bermain di film bertema sejarah perjuangan Indonesia,” ungkapnya. Namun, kalaupun ada tawaran main di film drama, dia tidak akan menolak. Soal peran antagonis atau protagonis, Ciki mengaku tidak masalah. Karena dirinya adalah pekerja seni, jadi harus mampu memerankan tokoh atau karakter apa saja. “Peran apapun yang dipercayakan ke aku, tidak masalah. Aku bukan orang yang milih-milih peran, semua ok saja,” kata Ciki yang telah mengantongi banyak penghargaan di bidang akting. Di luar akting, Ciki juga berharap di tahun 2017 nanti ia bisa melebarkan sayap semisal menjadi presenter sebuah acara. “Aku mungkin akan mencoba presenter,” katanya. Ditanya tentang pacar, Ciki tertawa malu, menurutnya meski menginginkan tahun depan sudah mendapat pacar, namun itu tidak menjadi targetnya. “Haha..aku mengalir saja, ingin segera dapat pacar tapi bukan target tahun depan harus dapat. Kalau dapat yang cocok ya ayo, tapi kalau tidak pun tak mengapa,” kata Ciki sembari menyebut kriteria pria dambaannya tidak terlalu sulit. Yang penting, orangnya baik, sayang keluarga, menjalankan agama dengan baik serta cerdas. “Cerdas penting supaya kalau ngobrol bisa nyambung hahahha,” katanya. SERING DITERPA GOSIP KARIER TETAP KINCLONG Catatan perjalanan karier dan kehidupan Ayu Ting Ting, pelantun hits ‘Alamat Palsu’, sepanjang 2016 boleh dibilang cukup unik. Banyak gosip miring menerpanya, belum lagi cibiran para haters yang kadang bikin sakit hati, tapi Ayu Ting Ting bukan hanya tegar namun dia tetap eksis di dunia hiburan. Ditambah lagi, Ayu bukan hanya populer tapi berprestasi di bidangnya. Lihat saja penghargaan yang baru saja diperolehnya di ajang Anuegerah Dangdut Indonesia 2016. Penyanyi bernama asli Ayu Rosmalina ini berhasil memborong tiga gelar sekaligus, yakni, ‘Penyanyi Dangdut Wanita Terpopuler’ , ‘Lagu Dangdut Terpopuler’ , dan ‘Penyanyi Dangdut Paling Sosmed’. Ayu mengaku sangat kaget dengan capaian yang diluar dugaan itu. “Alhamdulilah banget masih dipercaya dan masih disayang banyak orang. Mudah-mudahan saya bisa selalu memberikan yang terbaik,” ungkap Ayu atas torehan prestasinya di tahun 2016. Menurut Ayu, banyak hal yang didapatnya di tahun 2016, baik itu berupa capaian prestasi maupun hal-hal yang tidak mengenakan. Soal hal-hal yang tidak mengenakkan, Ayu menyikapinya dengan sabar dan tidak mau terlalu memikirkan. “Ya sabar saja. Saya anggap itu cobaan, jadi jalani saja, disyukuri. Saya bawa santai, jadi nggak stress,” ungkap ibu satu anak ini sambil tersenyum. Dia berharap tahun 2017 akan lebih baik, untuk karier juga kehidupannya. “Saya ingin karier, bisnis, juga kehidupan saya bisa lebih baik di tahun depan. Komitmen saya adalah
Citra Kirana
Kikan Namara.
memberi yang terbaik, berkarya yang terbaik, semoga semuanya lancar,” tambahnya sambil menambahkan ia ingin sekali tahun depan albumnya bisa terealisasi juga single-single yang diluncurkan bisa mendapat tempat di hari masyarakat. “Saya ingin hasilnya lebih baik dari tahun ini,” ucap wanita kelahiran Depok 1992 ini. Hal lain yang diharapkan pemilik single ‘Kekasihku’ bisa semakin baik adalah sejumlah bisnis yang dijalankannya. Sebagaimana diketahui, selain memiliki bisnis karaoke, Ayu juga kini
terjun ke bisnis fashion. Yang teranyar adalah ia meluncurkan brand fashion miliknya sendiri, ‘A2T’. Menurutnya, ia ingin mengembangkan passionnya di bidang fashion. “Sudah lama ingin punya baju sendiri, ciptaan sendiri, baru sekarang terealisasi,” ungkapnya. 2017 SEMOGA DAPAT CALON SUAMI Tina Toon, mantan penyanyi anak yang sampai sekarang masih eksis di panggung hiburan Tanah Air,
mengaku bahagia dengan perjalanan kariernya tahun ini. Terlebih lagi, kata Tina, dia banyak terlibat dalam campaign, salah satu di antaranya adalah kampanye ‘Save Lagu Anak’ , juga kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan untuk menyanyi lagi di tahun depan. “Aku prepare untuk bisa menyanyi lagi tahun depan. Karena tahun ini aku sempat sakit, jadi nggak ‘PD’ karena muka jadi bengkak. Nah tahun depan kayak nya salah satu yang bakal aku lakukan adalah menyanyi,” tutur Tina yang namanya melejit di blantika musik Indonesia lewat lagu ‘Bolo Bolo’ yang dibawakannya saat masih bocah. Selain karier, Tina tahun depan juga akan menyelesaikan S2-nya di bidang Hukum di Universitas Tarumanegara, Jakarta. “Aku lagi tesis S2, mudah-mudahan tahun 2017 selesai,” ucapnya. Hal lain yang juga diharapkan Tina adalah tahun depan bisa dapat pacar. “Aku harap tahun depan dapat pacar juga calon suami..hahahha....,” ujar gadis 23 tahun ini sambil tertawa. Lebih dari itu semua, ia berharap tahun depan karyanya bisa semakin baik dan bisa lebih banyak membahagiakan orang. (dianaruntu@cybertokoh.com)
“Ruang” Lebih untuk Keluarga Setiap pergantian tahun, kita selalu membuat resolusi untuk menjalani hari-hari di tahun yang baru. Berikut resolusi dr. Ida Ayu Ratih Wulansari Manuaba, SpPD. KR dan dr. Ni Kadek Mulyantari, Sp.K (K). Menurut dr. Ratih Wulansari Manuaba, sebagai seorang dokter, ia ingin terus meningkatkan kompetensi apa yang sudah ia lakoni selama ini terutama sebagai dokter. “Saya selalu ingin meng-update ilmu saya sebagai konsultan rematik, agar ilmu yang sudah didapat dapat bermanfaat bagi pasien,” kata penerima anugerah Perempuan Inspiratif Tokoh 2015 ini. Untuk keluarga, ia berharap, dapat membina kerukunan dan keharmonisan dengan anak, suami, dan keluarga besarnya. “Saya ingin memberi ruang yang lebih untuk kebersamaan bersama keluarga. Walaupun selama ini sudah saya lakukan, tapi saya ingin lebih banyak waktu kebersamaan bersama keluarga,” ujar dokter RS Manuaba ini. Selain untuk pribadi, dan karier, ia juga berharap, beberapa organsasi yang ia ikuti, dapat berkembang menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengikuti berbagai organisisasi seperti, Indonesian Rematologi Association, Yayasan Hita Karana Lupus Bali, Perhimpunan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Bali, Perhimpunan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia, WHDI
dr. Kadek Mulyantari
Bali, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Denpasar, dan Perhimpunan Ahli Penyakit dalam Indonesia Cabang Bali. Sementara, menurut dr. Ni Kadek Mulyantari, setiap peristiwa pasti ada proses yang mengawali, rasanya akan jauh dan lebih bijak jika kita berusaha atau mencoba mengeksplorasi lebih dalam semua sebab dan proses tersebut sebelum memberikan sebuah pernyataan atau melakukan eksekusi. Contoh hal kecil seharihari, menghadapi anak yang malas mandi. Mungkin akan terlihat lebih cantik apabila seorang ibu mencoba untuk mencari penyebab terlebih dahulu sebelum memarahi anaknya. Banyak hal yang bisa menjadi
dr. Ratih Manuaba
tidak baik dan terasa berat apabila kita tidak terbiasa melakukannya. “Olahraga setahun sekali tentu lebih berat dilakukan dibandingkan dengan olahraga dilakukan rutin tiap tiga hari. Mengurangi menunda pekerjaan mungkin akan membuat hidup lebih tenang dan tidur nyenyak karena beban akan terasa lebih ringan. Membiasakan makan tepat waktu dan mengonsumsi makanan bergizi akan membuat jarang sakit. Semoga kebiasaan buruk di tahun 2016, bisa saya bangun menjadi kebiasaan baik di tahun 2017,” ujar istri dr. Ketut Widiyasa ini. (wirati.astiti@cybertokoh.com).
redaksi@cybertokoh.com, iklan@cybertokoh.com
cybertokoh
@cybertokoh
@cybertokoh
www.cybertokoh.com